'manusia hidup bukan dari roti saja…'

MAHKOTA PEMBEBASAN

Naskah khotbah ini pernah disampaikan di LAPAS KENDARI, 19 April 2014

dan Power Point dapat anda unduh di sini:

MAHKOTA PEMBEBASAN

materi ini sebenarnya adalah pengembangan dari materi sbb:

KORBAN PENEBUS SALAH DAN KETOPONG KESELAMATAN

TETAPI materi ini sudah saya olah sehingga menjadi materi siap pakai, jika anda ingin mengkotbahkannya.

 

Selamat berbagi rhema !

 

 

 

 

MAHKOTA PEMBEBASAN

Khotbah di LAPAS KENDARI, JDW

19 April 2014.

 

Keluaran 28: 36-38

Juga haruslah engkau membuat patam dari emas murni dan pada patam itu kauukirkanlah, diukirkan seperti meterai: Kudus bagi TUHAN. Haruslah patam itu engkau beri bertali ungu tua, dan haruslah itu dilekatkan  pada serban, di sebelah depan serban itu.

Patam itu haruslah ada pada dahi Harun, dan Harun harus menanggung akibat kesalahan terhadap segala yang dikuduskan oleh orang Israel, yakni terhadap segala persembahan kudusnya; maka haruslah patam itu tetap ada pada dahinya, sehingga TUHAN berkenan akan mereka.

 

Dari ayat ini kita tahu bahwa orang Israel sudah berusaha berbuat kudus, sudah berusaha juga memberi persembahan kudus, tetapi semua kebaikan mereka itu tetap tidak sempurna di hadapan TUHAN, karena kebaikan manusia itu di hadapan Tuhan seperti kain lara, kalau kebaikan manusia saja seperti kain lara, apalagi dosa manusia:

 

PERSEMBAHAN KUDUS BANGSA ISRAEL YANG SUDAH DIATUR SEDEMIKIAN RUPA MENGIKUTI ATURAN TAURAT TUHAN, TETAP MERUPAKAN PERSEMBAHAN YANG TIDAK SEMPURNA
KARENA STANDART ILAHI TIDAK BISA DIPENUHI OLEH KELEMAHAN MANUSIA

Gambaran Firman Tuhan di bawah ini tentang keadaan manusia di hadapan Allah.

Yes 64:6a - “Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor”.

Perhatikan bahwa yang mengatakan kata-kata ini adalah Yesaya, seorang nabi, yang jelas sungguh-sungguh beriman. Perhatikan juga bahwa Yesaya tidak mengatakan ‘segaladosa kami seperti kain kotor’.  Ia juga tidak mengatakan ‘sebagian kesalehan kami seperti kain kotor’. Ia mengatakan ‘segala kesalehan kami seperti kain kotor’.

Kalau segala kesalehan kita digambarkan seperti ‘kain kotor’ di hadapan Allah, bagaimana dengan dosa kita? Untuk itu mari kita melihat ayat di bawah ini.

Yeh 36:17 - “‘Hai anak manusia, waktu kaum Israel tinggal di tanah mereka, mereka menajiskannya dengan tingkah laku mereka; kelakuan mereka sama seperti cemar kain di hadapanKu”.

Dosa / kejahatan kita digambarkan seperti ‘cemar kain’. Apakah ‘cemar kain’ itu? NIV menterjemahkannya: ‘a woman’s monthly uncleanness’ (= kenajisan bulanan dari seorang perempuan).

 

Bandingkan juga dengan Im 15:20,24 - “(20) Segala sesuatu yang ditidurinya selama ia cemar kain menjadi najis. Dan segala sesuatu yang didudukinya menjadi najis juga. … (24) Jikalau seorang laki-laki tidur dengan perempuan itu, dan ia kena cemar kain perempuan itu, maka ia menjadi najis selama tujuh hari, dan setiap tempat tidur yang ditidurinya menjadi najis juga”.

Untuk kata ‘cemar kain’ yang pertama (ay 20) NIV menterjemahkan ‘her period’ (= masa datang bulannya), sedangkan untuk kata ‘cemar kain’ yang kedua (ay 24) NIV menterjemahkan ‘her monthly flow’ (= aliran bulanannya).

Jadi Kitab Suci menggambarkan kesalehan kita seperti kain kotor, dan menggambarkan dosa / kejahatan kita seperti cairan yang dikeluarkan oleh seorang perempuan pada saat mengalami datang bulan!

 

Kata KESALAHAN yang ada di  Keluaran 28: 38

 

Nwe `avon or Nwwe `avown

 

 KATA kesalahan ( AVON) itu juga berarti sbb:

Kesalahan, dosa, kejahatan, hukuman, kedurjanaan, penghakiman, berlaku salah, berbuat salah, mendengki, noda, pelanggaran, kesengsaraan.

 

Semua kesalahan orang Israel ditanggung oleh Harun sebagai seorang Imam. Dan itu digambarkan dengan patam yang dilekatkan pada Serban.

 

Adapun tujuan dari pemakaian serban itu adalah:

Patam itu ada pada dahi Harun

Harun harus menanggung kesalahan bangsa Israel

Agar Tuhan BERKENAN akan mereka

 

Patam itu haruslah ada pada dahi Harun, dan Harun harus menanggung akibat kesalahan terhadap segala yang dikuduskan oleh orang Israel, yakni terhadap segala persembahan kudusnya; maka haruslah patam itu tetap ada pada dahinya, sehingga TUHAN berkenan akan mereka.

 

Imam besar Harun adalah penggambaran Yesus Kristus sendiri sebagai seorang Imam besar bagi kita.

 

Ibrani 10: 19-39

Baik sekarang kita akan lihat satu-persatu bagian bagian dari patam ini, dan petunjuk pembuatannya:

  1. Harus terbuat dari emas murni

Kepala yang dikatakan bagaikan emas murni; ditulis oleh Kidung Agung 5:11

Emas murni adalah emas yang dipisahkan dari PERAK, dimana perak itu nantinya dibuang.

 

Perak itu dalam Alkitab menggambarkan UANG. Akar segala kejahatan adalah cinta uang. I Tim 6: 10

Pikiran yang murni, yang tidak dikotori oleh cinta uang.

  1. Ada ukirannya

Ukiran membuat tulisan itu terbaca, permanent, tidak dapat dihapus, tidak dapat luntur. Dalam keseluruhan Alkitab, perintah untuk mengukirkan hanya ada 2: yaitu mengukirkan di PATAM, dan mengukirkan di BATU-BATU PADA TUTUP DADA BAJU EFOD, di mana pada tiap batu-batu itu ada ukiran nama-nama anak-anak Yakub yang menjadi nama-nama suku-suku Israel, sesuai urutan kelahirannya, itu artinya, YEHUDA- KUDUS BAGI TUHAN, DAN – KUDUS BAGI TUHAN, dst

Sekali Tuhan mengukirkannya, itu artinya nama-nama kita diukirkan di dada-Nya ( dekat dengan hati-Nya) dan diukirkan di patam-Nya ( dekat dengan pikiran-Nya)

  1. Ukiran seperti meterai

Meterai itu membuat suatu perjanjian menjadi sah.

Ibrani 9:22 tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.

Lewat penumpahan darah Yesus, itu menjadi meterai yang mengesahkan suatu perjanjian, yaitu darah perjanjian. Markus 14:24

Jadi karena korban Yesus di kayu salib itu SAH, maka hanya Yesus yang bisa membuka meterai-meterai di Akhir zaman.

  1. Apa yang diukirkan? KUDUS BAGI TUHAN

Kepala Yesus dimahkotai dengan duri (Yoh 19:2)

Mengapa kepala Yesus dimahkotai duri? Karna Dia menangung kutuk yang seharusnya kita tanggung ( Kej 3: 18-duri lambang kutuk)

Orang yang digantung pada kayu salib adalah orang yang terkutuk

(Galatia 3: 13)

Sebenarnya kita termasuk golongan kiri, terkutuk, layak masuk api neraka ( Matius 25:41) akan tetapi Yesus rela menanggung kutuk itu, agar barangsiapa yang percaya kepada-Nya bebas dari kutuk dan menerima berkat.

Dia mengenakan mahkota duri, supaya kutuk yang seharusnya kita tanggung, oleh karya salib-Nya, diubah menjadi BERKAT

Kita dibenarkan, kita dikuduskan, kita dilayakkan, dita dianggap layak…semuanya karena korban Kristus

  1. Bertali ungu tua

Warna ungu ini dalam bahasa aslinya menggunakan kata

T@keleth

Yang artinya ungu kebiru-biruan

Warna ini juga adalah warna yang diperintahkan Tuhan menjadi warna jumbai

Jumbai ditentukan menjadi salah satu pengingat bangsa israel agar mereka selalu ingat akan firman Tuhan dan taat.

Yesus menjalani salib dengan Merendahkan diri dan TAAT  (Filipi 2: 8)

  1. Patam ini harus dilekatkan pada serban/ serban dipakai di bagian kepala

Kepala Yesus dipukul dengan buluh Mrk 15:19, Matius 27:30

 

 

Mengapa kepala Yesus dipukul? Karna Dia mengangkut kesalahan umat dan mengadakan pendamaian bagi umat. Dia adalah IMAM BESAR AGUNG.

Dia dipukul kepala-Nya, agar kesalahan yang ditimpakan kepada-Nya, oleh pengorbanan –Nya di kayu salib, membuat kita DIBENARKAN, DIKUDUSKAN, Yesaya 53:5…ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepada-Nya.

  1. Dan peletakkannya harus di  sebelah depan serban itu

Ulangan 11:18 Ketaatan pada Firman Tuhan itu harus menjadi lambang di dahi. Apa itu lambang? Lambang adalah LOGO/CAP/SLOGAN, untuk patam ini harus sebagai LOGO/CAP/SLOGAN yang DIUKIR

Di dahi setiap kita bukan ada lambang antikris 666 (Wahyu 13:16) yang membinasakan, melainkan ada NAMA YESUS yang menyelamatkan (Wahyu 22:4)

 

Beberapa peristiwa menyangkut KEPALA YESUS saat Yesus disalibkan dapat kita catat sebagai berikut:

  1. Saat Yesus menyerahkan nyawa-Nya, dicatat dalam Alkitab, Yesus menundukkan kepala-Nya Yohanes 19:30

Mengapa Yesus menundukkan kepala-Nya?

Karna Dia sedang menanggung semua dosa dan kesalahan dan pelanggaran seluruh dunia yang ditimpakan kepada-Nya.

I Yohanes 2: 2 Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia

Dia menundukkan kepala-Nya supaya kita bisa menegakkan kepala Maz 27:6, karna menang atas musuh.

  1. Matius 27:37

Dan di atas kepala-Nya terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa Ia dihukum: “Inilah Yesus Raja orang Yahudi.”

Mengapa di atas kepala Yesus dipasang tulisan itu? Bukan di dekat kaki-Nya atau tangan-Nya, karna semua alasan yang dikemukakan untuk menjadi alasan bagi penyaliban-Nya harus dituliskan di dekat KEPALA-NYA.

Di dekat kepala-Nya dituliskan tuduhan-tuduhan atas keputusan penyaliban-Nya, agar tuduhan-tuduhan iblis atas kita itu dicabut dan oleh darah-Nya semua hutang dosa kita dinyatakan LUNAS DIBAYAR.

 

KESIMPULAN:

YESUS ADALAH KETOPONG KESELAMATAN KITA, MELALUI SALIB MAHKOTA DURI PEMBEBASAN

Karna Yesus adalah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Yoh 1: 29

Oleh karna itu salah satu perlengkapan senjata Allah adalah KETOPONG KESELAMATAN, yang dipasang di KEPALA( Ef 6: 17)

dan Yesaya 59: 17 menulis sbb:

Ia mengenakan keadilan sebagai baju zirah dan ketopong keselamatan ada di kepala-Nya.

 

Doa:

Terima kasih Tuhan, karna Engkau telah menjadi KORBAN PENEBUS SALAH  bagi kami, terima kasih karna Engkau sudah menjadi Imam Besar Agung  bagi kami, dan kami akan mengenakan KETOPONG KESELAMATAN, yaitu Engkau sendiri, dalam hidup kami. AMIN.

 

Rajaku, Tuanku, Ayah Mertuaku, Pemburuku, Pahlawanku.

24 Maret 2014 pukul 9:35

 

I

 

Aku anak nomor 8 dari 8 bersaudara.

Aku seorang gembala

Aku seorang pemusik padang

Aku pernah tidak diundang di sebuah acara keluarga

Tapi akhirnya aku dipanggil juga

Di acara itu tak pernah kuduga, aku diurapi oleh seorang Nabi besar, untuk menjadi raja yang berikutnya, alias raja kedua di Israel ini. Raja pertama masih ada…tapi entahlah..sepertinya Tuhan sudah tidak berkenan padanya.

Sejak itu perjalanan hidupku berubah, karena sejak hari itu berkuasalah Roh Tuhan atas hidupku, hidupku tak kan pernah sama lagi

Aku dipanggil ke istana

Pekerjaan utamaku adalah menjadi musikus terapi istana kerajaan

Pasienku adalah raja sendiri

Dia adalah raja pertama Israel yang gagah perkasa namun sering terserang stress

Pekerjaanku berikutnya adalah pembawa senjata raja

Namun saat raja berperang aku tidak diajak, it’s oke buatku, nggak masalah.

Aku pulang ke rumah ayahku yang sudah tua

Seperti biasa aku kembali menjadi seorang gembala

Entah mengapa suatu saat akulah yang disuruh ayah menengok kakak-kakakku yang sedang ikut wajib militer sembari mengantar perbekalan makanan untuk mereka, padahal masih ada kan kakak nomor 4, 5 , 6, bahkan nomor 7…??? Kenapa aku yang disuruh menengok kakak nomor 1,2 dan 3? Ternyata belakangan aku baru tahu kebetulan ini bukan kebetulan biasa.

Ternyata di sana aku dikejutkan oleh seorang raksasa tak bersunat  yang berani-beraninya menghina barisan Allah Israel

Singkat cerita aku tanpa baju perang yang ditawarkan raja padaku, melainkan hanya memakai baju gembala dan umban di tanganku, serta yang terpenting membawa senjata utamaku yaitu Nama Tuhan Allah Israel, aku berhasil memenggal kepala raksasa itu.

Raja pun penasaran dan bertanya tanya sebenarnya aku ini anak siapa.

 

 

 

 

 

Elhoh..??? Bukannya waktu aku dipanggil pertama kali kerja di istana raja bekerja sebagai musikus terapi kerajaan, bukannya raja waktu itu sudah tahu bahwa aku ini anak Pak Isai ? Jangan-jangan pakaian gembala yang aku pakai, yang sangat berbeda dengan pakaian dinas kerajaan, membuat raja tidak mengenali aku ….aku ini ya aku yang biasa membawakan senjatanya, main musik buat dia…apa dia lupa ya..?? Atauuu mungkin juga raja tak percaya kalau aku ini orang yang sama…? Mungkin pikirnya..masa seorang musikus, sekaligus seorang jawara..??? Padahal kan sudah aku jelasin pada raja sebelum aku masuk ke medan laga melawan raksasa sombong itu,  bahwa aku ini seorang gembala yang biasa mengalahkan beruang dan singa demi mempertahankan nyawa kambing domba dua tiga ekor yang aku gembalakan itu. Mungkin juga raja berpikir….’gembala?’ Mungkin juga raja selama ini tak pernah memperhatikan dengan sungguh siapa aku ini, anak siapa, dan lain sebagainya, saat aku bekerja di istana. Atau bisa jadi raja ingin memastikan lagi apa benar aku ini anak Pak Isai, rakyat biasa, apa benar aku tidak punya garis keturunan seorang pahlawan…

Aneh. Benar-benar aneh. Sudah bekerja sekian lama di istana kog ya sekarang masih dipertanyakan lagi aku ini anak siapa.

Setelah peristiwa menghebohkan itu….

Aku bersahabat dengan anak raja, sebuah persahabatan yang hebat dan tulus iklas

Kami mengikatkan janji setia persahabatan, dan dia memberi jubahnya baju perangnya, pedang, panah dan ikat pinggangnya, semuanya diberikannya padaku.

Bayangkan saja..aku yang rakyat jelata bersahabat dengan seorang pangeran, seorang putra mahkota kerajaan Israel.

Walau aku pernah diurapi oleh seorang Nabi Israel yang sangat terkenal, namun aku tidak pernah menolak untuk menjalin persahabatan dengan putra mahkota kerajaan, seorang pangeran yang luar biasa baik, tulus dan kami saling berbagi satu sama lain. Soal siapa di antara kami berdua yang jadi raja kedua nantinya bagiku tidak pernah jadi beban pikiran buatku. Berkuasanya Roh Tuhan atas hidupku sejak aku diurapi , itu saja sudah membuat hidupku berbeda dan bahagia, itu bagiku sudah lebih dari cukup, aku tidak pernah berambisi untuk menjadikan diriku ini seorang raja dengan cara-cara dan waktuku sendiri, melainkan aku tahu dengan pasti, janji Tuhan itu pastilah digenapi dalam hidupku, entah kapan itu, dan entah dengan cara-Nya yang bagaimana. Aku tidak perlu merasa terburu-buru mencapai hal itu, ataupun tidak perlu merasa takut terlambat mencapainya.

Sejak kemenanganku melawan raksasa itu, raja sering menyuruhku pergi berperang dan aku selalu berhasil kemana pun aku di utus. Sejak saat itu aku jadi kepala para prajurit, aku naik pangkat.

Suatu saat ketika pulang dari peperangan, para perempuan-perempuan Israel memuji aku berlebih-lebihan, bahkan terkesan membanding-bandingkan diriku dengan raja. Ini sebuah jumpa fans yang tidak terencana dan akibatnya fatal karena sejak saat itu raja berubah muka padaku, ia marah besar dan mendengki padaku.

Padahal apa salahku…??? Perempuan-perempuan itu sendiri yang tergila-gila padaku, sedang aku biasa aja pada mereka…toh lagu karangan dan nyanyian mereka itu bukan lagu karanganku dan tidak termasuk dalam daftar lagu arransementku.

Hari berganti, aku menjalankan tugasku kembali  sebagai  musikus terapis istana kerajaan

Yah itu memang tugas utamaku jika sedang tidak ada peperangan

Maklumlah pasienku sang raja terkadang memang kambuh secara mendadak dan tak terelakkan

Tapi kali ini lain, sejak peristiwa nyanyian-nyanyian dari para fansku itu, raja menyerangku dan tombak itu nyaris saya menancapkanku ke tembok

 

Dua kali sudah percobaan pembunuhan ini mengancam nyawaku

Lagi-lagi aku luput dari tombak melayang itu

Untung semuanya terluput juga karena Tuhan menyertai ku

Anehnya aku diberi tugas baru, yaitu mengepalai pasukan seribu, jadi aku selalu ada di barisan depan dalam segala gerakan tentara. Posisi ini sangat berbahaya karena aku akan selalu berhadapan langsung dengan musuh, dan kalau kami kalah, aku pastilah orang pertama yang akan mati duluan.

Karena penyertaan Tuhan, aku selalu berhasil dalam peperangan dan seluruh rakyat Israel makin sayang padaku.

Anak perempuan raja yang tertua , akan diberikan padaku menjadi istriku

Apa? Aku jadi menantu raja???  Apa tidak salah..??? Aku ini rakyat jelata biasa….!!

Hari pernikahan pun tiba, tetapi betapa terkejutnya aku, ternyata pengantin prianya bukan aku !

Harapan di balik rasa tidak pantas itu pun sirna. Terkadang ada rasa terhina dalam diriku, saat hari pernikahan itu, ternyata bukan aku pengantin prianya. Tetapi memang rasa diri hina dan tidak layak jadi menantu raja itu ya sudah sepantasnya melekat dalam diriku, memang aku ini miskin dan rendah, aku dari keluarga sederhana di Israel ini, keluargaku tidak pantas menjadi besan raja.

Tawaran raja datang lagi untuk aku jadi menantu raja, karena anak gadisnya yang kedua jatuh cinta padaku.

Seratus kulit khatan orang Filistin jadi mas kawinnya, akhirnya tidak tanggung tanggung , dua ratus yang aku berikan.

Ini lebih sah bagiku, walau aku tidak bisa membayar mas kawin dengan emas satu ton pada keluarga raja yang terhormat, tetapi 200 kematian musuh buatku sebandinglah, karena aku berjuang untuk mendapatkan cintaku dengan mempertaruhkan nyawaku. Aku setuju..ini fiar.

Sejak saat itu aku menjadi menantu raja.  Mikhal menjadi istriku. Dia seorang putri raja.

Raja adalah ayah mertuaku, dia adalah juga ayahku.

Namun entah roh apa yang  menghinggapi raja

Ada rapat tertutup yang digelar hanya dihadiri oleh pangeran putra mahkota dengan pegawai kerajaan, saat itu raja mengumumkan pada mereka semua bahwa aku harus dibunuh

Sahabat baikku  yang kini jadi iparku membujuk raja  agar tidak membunuhku

Rajapun setuju

Aku bekerja lagi seperti biasa, menenangkan raja dengan permainan musikku

Namun kini ada tombak yang ketiga melayang hampir menyasar di dadaku tetapi akhirnya merusak tembok istana kerajaan

Aku pun lari

Lari

Lari dan lari

 

Istriku, Mikhal,  menyuruh aku lari malam itu atau kalau tidak besok sudah tinggal nama.

Tentu ia sudah bisa menebak kemana arah keputusan ayahnya berikutnya, akupun pergi malam itu.

Ya…aku pun pergi menemui Nabi Tuhan yang mengurapi aku

Aku pun menceritakan padanya semua perlakuan raja padaku, dan aku pun kini tinggal bersamanya  di Nayot.

Larilah aku dari Nayot setelah dikejar-kejar oleh orang-orang rombongan yang disuruh raja menangkap aku..tidak tanggung-tanggung, sampai tiga rombongan ! Bahkan akhirnya raja sendiri yang datang untuk menangkapku di Nayot…tapi tetap aku bisa lolos karena persitiwa-peristiwa ajaib yang Tuhan buat. Hadirat Tuhan yang begitu kuat tidak dapat ditembus bahkan oleh seorang raja sekalipun, apalagi oleh berapapun batalion yang dikirimkannya.

Kali ini dalam pelarianku aku kembali pada sahabatku, sang pangeran putra mahkota kerajaan itu. Bagaimana pun aku percaya padanya,walau ayahnya ingin membunuh aku. Kenyataan di depan mata bahwa ayahnya ingin membunuhku tidak serta merta membuatku juga menjauhi anaknya, yang adalah sahabat karibku. Aku tahu memilah-milah tiap masalah yang tidak selalu harus dijalin bagai rajutan yang saling terkait. Perjanjian persahabatan setia di antara kami berdua tidak dapat digoyahkan bahkan oleh kenyataan bahwa ayah kandungnya membenci aku secara membabi buta. Demikian juga dengan sahabatku, kebencian ayahnya terhadapku tidak serta-merta membuat dia itu menghakimi aku berdasarkan kacamata ayahnya, dia cukup adil untuk mengerti posisiku yang tidak bersalah sama sekali, aku tidak melakukan apa –apa yang pantas untuk mendapatkan hukuman mati.

Aku tidak pernah berambisi menggulingkan pemerintahan ayahnya, kalaupun aku pernah diurapi menjadi raja yang berikutnya oleh Nabi terkenal itu, itu kan bukan mauku, dan toh boleh dibuktikan bahwa tidak ada hal apapun yang aku lakukan untuk menggulingkan pemerintahan ayahnya sebagai raja.

Dan saat kami bertemu, dia setuju untuk mencari tahu situasi hati ayahnya apakah benar-benar ingin membunuhku atau tidak.  Dia berjanji akan memeberitahuku apabila situasi hati ayahnya gawat, dan itu artinya dia akan jujur apa adanya dan membiarkan diriku pergi menyelamatkan diri. Itu semua karena di antara kami berdua ada perjanjian kesetiaan dalam persahabatan kami. Sampai-sampai aku katakan padanya, kalau memang aku ada kesalahan nggak perlu juga sih memakai tangan ayahnya untuk membunuhku, langsung aja bunuh aku. Akan tetapi tidak, sama sekali tidak, dia tetap berjanji untuk menyelamatkan aku dari semua prahara ini.

Sahabat setiaku itu meminta aku bersumpah demi kasihku padanya, bahwa aku tidak akan memutuskan kasih setiaku terhadap keturunannya sampai selamanya apabila dia sudah mati.  Dan apabila Tuhan melenyapkan setiap orang dari musuhku dari muka bumi, janganlah nama sahabatku itu terhapus dari keturunanku…ya itu yang dia katakan, itu artinya keturunannya adalah keturunanku juga.  Aku menyetujui janji setia itu, ini adalah perjanjian kami yang kedua, setelah perjanjian yang pertama dulu bahwa kami akan selalu jadi sahabat setia, perjanjian yang kedua ini intinya adalah  bahwa aku tidak akan melenyapkan keturunannya saat dia sudah mati. Bahkan aku bersumpah sampai dua kali dalam perjanjian yang kedua ini. Memang dia itu orangnya butuh diyakinkan sekali. Nggak masalah, aku turuti aja. Persahabatan kami memang ajaib. Bumbu –bumbu politik tidak dapat merasuki adonan persahabatan kami, saat nanti janji Tuhan digenapi bahwasannya aku akan menjadi raja berikutnya, walau aku tak pernah ambisi mengkondisikan semuanya dengan pemberontakan politik, keturunannya tidak akan aku hapuskan, walaupun di kerajaan manapun pasti berlaku pemusnahan keturunan dari raja sebelumnya jika ingin pemerintahannya kokoh.  Mengapa aku mengiyakan perjanjian kami yang ke dua ini, karena aku tahu bahwasannya seorang yang tadinya gembala biasa seperti aku ini, rakyat biasa dan hina seperti aku ini, tidak mungkin bisa duduk di singgasana kerajaan jika bukan karena TUHAN, oleh karena itu, aku yakin bahwasannya yang akan mengokohkannya juga Tuhan, bukan tanganku sendiri, apalagi dengan cara menumpas keluarga raja sebelumnya, itu bukan cara Tuhan. Sumpahku ini tidak sekedar untuk menyenangkan sahabatku saja, melainkan aku bersungguh-sungguh dengan setiap ucapanku, aku menyadari sepenuhnya dan

dalam hatiku yang paling dalam aku setuju dengan itu semua, itu suatu ide yang keren, suatu saat jika aku menjadi raja, aku akan menjadi raja yang berbeda, karena aku raja yang punya Raja di atas segala raja. Soal memberantas musuh-musuhku itu bukan urusanku, melainkan biarlah pembalasan itu menjadi hak Tuhan semata-mata.

Dalam perjanjian kami yang kedua ini, kami membahas bersama bahwa ini adalah perjanjian 3 pihak, yaitu antara aku, dia dan ada Tuhan ditengah-tengah kami berdua. Ini adalah perjanjian segitiga, yaaaa..segitiga.

Benar saja…sahabatku membela perkaraku di depan raja, ayahnya. Raja marah dan bukan saja melontarkan kata-kata kasar terhadapnya, tetapi juga sampai-sampai melemparkan tombaknya untuk membunuh anaknya sendiri…!!

Sempat sih raja berkata bahwa selama aku ini masih hidup, maka sahabatku itu dan kerajaannya tidak akan kokoh.

Kalimat raja yang seperti itulah yang membuat hati sahabatku itu tertusuk.  Bukan kalimat ‘anak sundal yang kurang ajar’ yang membuat pribadinya tersinggung berat, sama sekali bukan.

“Selama dia masih hidup…kerajaanmu tak kan kokoh….!!!”

Kata-kata itu sebenarnya wajar saja keluar dari mulut raja, semua orang akan berpikir hal yang sama, bahwa persahabatannya denganku adalah sebuah kebodohan, karena itu akan merugikan kedudukannya sebagai putra mahkota kerajaan, akan tetapi sahabatku punya pemikiran yang berbeda dengan ayahnya, karena dia mengenal siapa aku, dan bagiku dia adalah sesosok orang yang sangat mengagumkan, karena dia mengerti kehendak Tuhan dalam hidupnya dan dalam hidupku sahabatnya,dan dalam kehidupan persahabatan kami sekarang ini. Pandangannya tentang politik sama sekali berbeda dengan pandangan ayahnya, dia itu tahu betul bahwa kepemimpinan kerajaan Israel bukan diturunkan melainkan dari penunjukan Tuhan,   Itu tercermin dari kalimat-kalimatnya yang seperti ini misalnya : TUHAN kiranya menyertai engkau seperti Ia menyertai ayahku dulu.

Sahabatku itu marah dengan kemarahan yang bernyala-nyala,hari itu ia tidak mau makan apa-apa. Tapi anehnya dia bukan marah karena ayahnya melontarkan kata-kata yang tidak pantas terhadapnya bahkan sampai melemparkan tombak untuk  membunuhnya , tetapi kemarahannya yang terus berubah menjadi hati yang susah,  semata-mata karena ayahnya telah menghina aku, sahabatnya ini. Huuuuaaaaa…????!!!!

Dia sampai tidak memperdulikan sama sekali dirinya, tetapi yang ada di pikirannya hanya aku-aku dan aku , sahabatnya ini.

Esok harinya kami pun bertemu dalam pertemuan penuh rahasia dan penuh air mata. Bisa jadi itulah pertemuanku yang terakhir dengan dia. Aku pun melarikan diri dalam pelarian yang sangat panjang setelah itu.

Aku berlari ke Nob, di sana aku bertemu Ahimelekh seorang imam. Pelarian pertama aku tidak membawa pasukan sama sekali.

Aku melanjutkan pelarianku ke Gat, di sana aku bertemu Akhis raja kota Gat, ….gawat !! Pegawai-pegawai Akhis itu mengenali aku….wah ..ternyata nyanyian-nyanyian perempuan-perempuan Israel saat menyambut aku pulang perang, sampai terkenal di luar negri, dan mereka tahu siapa aku !! Aku perhatikan sekali kata-kata mereka, wah gawat ini …..!!!

Alhasil aku pun berpura-pura jadi orang gila aja, daripada mati konyol di negri orang ! Ini sudah salah satu resiko keterkenalan aku…

Berikutnya aku pun bersembunyi di gua Adulam.

 

Rupanya kini keluargaku terkena imbas daripada semua masalah ini. Tanpa kesalahan apa pun aku kini jadi buronan raja, dan keluargaku pun menjadi sasaran pencarian, disangkut-sangkutkan, dan  nyawa mereka pun terancam.

Keluargaku mencariku dan gabung dengan aku, juga semua orang bermasalah datang padaku..semuanya ada kira-kira empat ratus orang.

Kasihan, ayah dan ibuku sudah tua, jadi aku titipkan mereka pada Raja negeri Moab, untunglah raja negeri Moab mau membantuku menjaga ayah dan ibuku, sehingga mereka terhindar dari bahaya pemburuan buronan ini.

Atas nasehat nabi Gad, aku pun bersama rombongan bersembunyi di hutan Keret di tanah Yehuda.

Raja beserta orang-orangnya ada di Gibea dan ia pun akhirnya memusnahkan Imam Ahimelekh beserta delapan puluh lima orang imam lainnya, bahkan yang lebih keji, ia pun memusnahkan semua penduduk kota Nob, kota imam itu, tak pandang bulu, mulai dari laki-laki, perempuan, anak-anak, anak yang menyusu, sampai lembu keledai dan domba pun dimusnahkan semuanya.

Bener bener nggak main-main ini….satu kota sudah jadi korban kemarahan raja. Mungkin raja lagi kambuh…..tapi apa daya aku sekarang sudah tidak bisa lagi main musik terapi untuk dia, karena situasi berkata lain. Padahal dahulu setiap kali raja kambuh, aku akan mainkan lagu-lagu gembala yang adalah ciptaanku sendiri…hasil perenunganku akan Tuhan Israel yang luar biasa itu..dan setiap kali itulah raja tenang kembali. Tapi sekarang ini…?? Apakah raja memiliki pemetik kecapi yang baru?? Semoga.

Tetapi ada seorang anak dari pada Imam Ahimelekh yang bernama Abyatar melarikan diri dan sekarang ikut dengan ku, aku menghibur dia dan mengatakan padanya bahwa di dekatku dia aman,..tenang saja !

Kehila diserang orang Filistin. Aku pun maju menyerang orang Filistin untuk menyelamatkan penduduk Kehila itu…! Padalal semua orang-orangku menyarankan agar kami bertahan saja dalam persembunyian di Yehuda, aku tidak dengarkan mereka, karena jika Tuhan sudah berjanji memberi kemenangan, kita tidak perlu takut ! Benar saja, kami maju dan menang !!

Orang-orang Kehila ini berhutang jasa bahkan berhutang nyawa pada rombongan kami yang sekarang telah mencapai kira-kira enam ratus orang banyaknya. Tetapi saat raja ingin mengejar kami, aku bertanya pada Tuhan, mungkinkah orang Kehila ini menyerahkan kami pada raja ataukah mereka akan melindungi kami.  Untunglah ada baju Efod yang dibawa oleh imam Abyatar, sehingga aku dapat selalu meminta petunjuk Tuhan dengan urim dan tumim itu. Atas petunjuk Tuhan, aku tidak mau mempercayakan hidup kami hanya dengan melandaskan hutang nyawa daripada orang-orang Kehila ini, melainkan aku hanya mau mempercayakan hidupku pada pimpinan Tuhan. Siapa yang bisa jamin kalau orang-orang Kehila ini tahu balas budi?? Hanya Tuhan yang bisa jamin nyawaku dan nyawa orang-orang yang bersamaku ini. E-nam ra-tus o-rang bro !!

Dan bisa jadi juga orang-orang Kehila ini takut kota mereka ditumpas seperti  penduduk kota Nob yang pernah satu kota dengan Imam Ahimelekh…ngeri juga memang kalau memiliki raja yang sedang memiliki jiwa yang rapuh dan seharusnya masa terapi musiknya masih harus dilanjutkan dan belum waktunya diberhentikan…dia masih  butuh lagi holy music healing, atau terapi musik rohani.  Semoga saja masih ada musisi lain yang terbeban melayani beliau.

Bisa dimengerti juga sih kegalauan orang-orang Kehila ini, kalau disuruh memilih antara raja mereka dan aku seorang buron raja- yang notabene pernah menyelamatkan nyawa mereka dari orang Filistin, ya jelas mereka memilih raja dong, daripada memihak padaku, bisa-bisa lolos dari Filistin tapi mati di tangan raja sendiri…!  Sudahlah…tidak perlu menantikan balas jasa orang-orang Kehila ini, posisi mereka memang tidak mudah, lebih mudah bagiku untuk mengalah dan pergi dari sini, toh  untuk jadi seorang pelarian yang memimpin rombongan..itu adalah pilihan yang jauh lebih mudah buat kami, daripada memaksa orang-orang Kehila ini melawan raja mereka…. let it go…let it flow…

 

Lari lagi—lari lari dan lari lagi

Kali ini di padang gurun Zif.

Raja bukannya capek mengejar, tetapi malahan selalu mengejar-ngejar buronan tanpa alasan…akulah buronan itu !!

Namun Tuhan tidak pernah menyerahkan kami ke dalam tangan raja. Semua percaturan politik ada di dalam genggaman tangan Tuhan, aku yakini hal itu.

Sampailah aku di Koresa.  Saat itu ketakutan menggerogoti diriku. Saul benar-benar keluar dengan satu tujuan dan tekad bulat, yaitu untuk membunuhku.  Saat aku takut seperti inilah, sahabatku itu datang khusus menemuiku di Koresa ini.  Ternyata saat kami dulu berpisah..itu bukan pertemuan kami yang terakhir.

Dia mengatakan kalimat-kalimat yang menguatkan kepercayaanku pada Tuhan, dia pun berkata bahwa tangan ayahnya tidak akan menangkap aku, dan dia pun terang-terangan berkata bahwa aku akan menjadi raja atas Israel dan dia bersedia menjadi orang kedua di bawahku, bahkan dia berkata bahwasannya  ayahnya telah mengetahui hal itu.

Luar biasa !! Berarti sahabatku ini sudah terang-terangan bilang pada ayahnya bahwa dia bersedia jadi orang kedua….jadi orang dibawahku….orang kedua.!!!

Tapi aku tetap tidak yakin, apakah dengan pengakuan anaknya seperti ini dapat menghentikan langkah ayahnya untuk menghabisi aku. Mana ada raja yang rela anaknya, putra mahkotanya, menjadi orang kedua?? Kalaupun anaknya rela, nggak mungkin ayahnya bisa rela…

Usaha sahabatku untuk menghentikan pengejaran buron tanpa alasan seperti itu sih aku acungi jempol !Seribu satu lho orang yang mau jadi orang kedua, padahal dia berkak jadi orang pertama, dia adalah darah daging seorang raja, dia adalah seorang pangeran sulung raja pertama Israel…. Tapi rasanya pernyataan kerelaan hati seorang setulus dia ini tidak akan berarti apa-apa di hadapan raja.

Dalam pertemuan ini lagi-lagi kami mengikat perjanjian lagi, kali ini adalah perjanjian kami yang ketiga, bahwa dia akan menjadi orang ke dua dibawahku saat aku menjadi raja atas Israel. Aku tidak membantah kalimat ini, karena tidak bisa dipungkiri bahwa aku pernah diurapi menjadi raja berikutnya oleh seorang Nabi yang terkenal di Israel…..walau aku tidak ambisi ke arah sana, tapi kan itu kenyataan yang tidak bisa dihindarkan antara aku dan sahabatku, kami berdua mesti masuk dalam kehendak Tuhan yang sempurna atas negri ini. Ini bukan masalah siapa yang jadi raja, aku atau dia, ini juga bukan masalah siapa yang lebih unggul dari kami berdua, aku atau dia, dia atau aku, tetapi ini cuma masalah pengertian kami berdua akan kemauan Tuhan Israel itu seperti apa..kami Cuma berpatokan pada Pribadi ketiga dalam segitiga kami ini. Kami berdua bukan sahabat yang model saingan…itu nggak ada dalam kamus persahabatan kami. Sahabatku mau sepakat dengan Tuhan atas rencana Tuhan atas hidupku, dan aku tetap menghormati kedudukan dia sebagai seorang pangeran. Kalau aku jahat, bisa saja dan mudah saja untuk membunuh dia, apalagi ayahnya.

Kembali….perjanjian ini adalah tiga pihak, aku, dia dan Tuhan.

Sahabatku pun pulang  ke rumahnya, dan aku pun melanjutkan keseharianku sebagai seorang buronan raja. Dikejar-kejar dan lari. Lari karena dikejar-kejar.

Padang gurun Maon. Kini rakyat Zif mulai ikut-ikutan lapor pada raja di mana titik persembunyianku. Rakyat memang tidak tahu apa yang terjadi, mungkin saja mereka mengira macam-macam terhadap diriku, atau mungkin mencari muka di hadapan raja, aku juga tidak berani menduga-duga.

Berbeda sekali pandangan mereka dengan pandangan imam Ahimelekh-yang sudah ditumpas raja itu-  tentang diriku.  Ahimelekh memandang aku sebagai seorang pegawai raja yang dapat dipercaya, menantu raja, kepala para pegawai raja, dan dihormati di istana raja.

 

Sungguh sangat berbeda lagi dengan pandangan raja tentang aku, di  mata raja aku ini adalah orang yang bangkit melawan dia, aku ini penghadangnya.

Pandangan-pandangan seperti ini yang terlontar dari mulut raja saat bercakap-cakap dengan Ahimelekh, imam itu, selagi beliau masih hidup dan belum ditumpas raja.

Darimana ya pikiran raja yang seperti itu? Nggak tampang banget deh aku ini ! Aku ini hanya anjing mati ! seekor kutu saja ! Apanya ya yang diburu dari dalam diri seorang aku ini ?

Bagaimana ya caraku meyakinkan raja bahwa pikirannya itu salah?

Di padang gurun Maon ini hampir saja aku terkepung dari dua jurusan, di sisi sebuah gunung, untunglah pada saat itu ada suruhan datang dan menyarankan raja untuk berhenti mengejar-ngejar aku, karena orang Filistin sedang menyerbu negeri. Serta-merta raja berhenti mengejar sang buronan dan pergi menghadapi orang Filistin itu. Benar-benar gunung batu keluputan!  Sampai sekarang orang-orang menamai gunung batu di Maon itu sebagai Gunung Batu Keluputan.  Jangan –jangan si pembawa berita pada raja itu malaikat yang Tuhan utus !! Waktunya bisa pas…!! Selisih menit saja…aku pasti sudah tewas !!

Nah itu dia…mestinya musuh yang sebenarnya adalah Filistin, karena dengan memburu buronan seperti aku ini kan hanya menghabiskan banyak waktu, tenaga, pemikiran, dana, …..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rajaku, Tuanku, Ayah Mertuaku, Pemburuku, Pahlawanku.

II

Kubu-kubu gunung di En Gedi adalah tempat pijakanku yang berikutnya.

Tidak main-main, kali ini ada TI-GA RI-BU orang terpilih dari seluruh negri Israel yang menyertai raja.

Sampailah raja di Gunung Batu Kambing Hutan. Beliau dan rombongannya ada di mulut goa yang sana dan aku serta rombonganku ada di mulut goa yang sebelah sini. Tak ada satu suara pun terdengar, karena aku sudah melatih keenam ratus orang rombonganku itu untuk BERDIAM DIRI di saat-saat tertentu dalam peperangan, contohnya pada saat-saat seperti ini . Tidak mudah lho melatih mereka untuk diam, kan dulunya mereka ini berlatar belakang orang-orang yang dalam kesukaran, dikejar-kejar tukang piutang,jorang-orang yang sakit hati. Tahu sendirilah karakter mereka yang berangasan, ugal-ugalan.  Untungnya mereka taat padaku, sebagai kepala rombongan. Jadi kehadiran kami di balik goa sama sekali tidak dicurigai rombongan baginda raja.

Yang aneh nya rombongan raja itu, lha kog bisa-bisanya raja buang hajat di goa kog ya nggak diperiksa dulu kelayakan goa nya, apakah rawan longsor, apakah ada musuh, apakah ada ular, dlsb, lha kog ya nggak diperiksa dulu.

Coba kalau aku ada di barisan tentara raja, pastinya hal-hal kecerobohan prajurit yang seperti ini akan aku tegur kalau aku jadi kepala prajuritnya.  Model-model seperti gini bahaya kalau ketemu tentara Filistin, tentu raja sudah kalah kalau di balik goa bersembunyi tentara Filistin. Untungnya kami bukan tentara Filistin.

Saat lamunanku dan kegemasanku berkecamuk dalam pikiranku, orang-orang itu berbisik dengan suara yang nyaris tak terdengar..

”Telah tiba hari yang dikatakan TUHAN kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik,”

Tidak…tidak akan aku lakukan..Emmmmm……memang ini kesempatan sih…tapi yang kupandang baik belum tentu baik di mata Tuhan. Baik, aku ambil saja kesempatan ini untuk pembuktian saja ke raja, agar raja tahu siapa aku sebenarnya, dan apa isi hatiku yang terdalam terhadap dirinya.

Aku ini orang yang diurapi.

Aku ini orang yang dipilih Tuhan.

 

Aku ini bukan orang sembarangan, bukan orang ugal-ugalan, bukan orang yang berangasan.

Memang aku bawa pisau..aku akan potong saja punca jubah raja.

Aku bangun, mengendap-endap….dan awas…bauuu…(walau raja..ya tetap bau itunya ) tapi harus tahan napas…dan potong punca jubah pelan-pelan, jangan sampai raja curiga dan berteriak…ada ti-ga-ri-bu-o-rang-ter-pi-lih di luar gua itu…

Hatiku berdebar-debar….punca jubah raja…punca jubah raja…aku melihat apa yang sudah ada di tanganku…itu adalah jumbai yang selalu harus ada pada pakaian kami orang Israel…jumbai inilah yang mengajak kami untuk selalu mengingat hukum-hukum Tuhan…perintah-perintah Tuhan…dan salah satu perintah itu adalah JANGAN MEMBUNUH. Apalagi raja itu orang yang diurapi Tuhan menjadi raja. Nabi yang sama yang mengurapi kami berdua, dan saat ini dia masih jadi raja, dia adalah raja Israel, dan aku adalah rakyatnya, salah seorang rakyatnya.  Bahkan aku ini anak menantunya…dia adalah ayah daripada istriku Mikhal.

Aku telah memotongnya….sungguh berdebar hatiku. Jumbai itu menari-nari dalam getaran tanganku saat memengangnya sambil menjauhi gua itu.

Kembali ke gua untuk menancapkan pisau ini di punggungnya atau kembali ke orang-orangku dan menjelaskan ini semua pada mereka

Memang perlakuan raja padaku sungguh sudah keterlaluan dan melampaui batas kepantasan, akan tetapi tidak bisa…aku tidak bisa menjamah orang yang diurapi Tuhan, bagaimanapun kerapuhan jiwanya, bukan dengan cara itu…ya…keputusanku sudah bulat. Bukan dengan cara itu.

Aku kembali ke orang-orangku..aku bisa membaca pandangan mata mereka yang melotot dan membelalak ke arahku, bola mata mereka berpindah-pindah antara melihat wajahku, melihat pisau di tangan kananku, pisau itu tidak bersimbah darah, melihat potongan punca jubah raja di tangan kiriku…juga tidak ada warna darah, murni warna biru keungu-unguan seperti warna jumbai pada umumnya…mulut mereka melongo tak percaya melihat pemandangan aneh ini.

“Lho…tuan…!!” Melotot tapi tetap berbisik, keras tapi tertahan.

“Dijauhkan TUHANlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN.” Jawabku santai..emosiku sudah berhasil aku tahan, aku kendalikan, aku kontrol….berbisik tapi tetap cool.

“Apa kata tuan…??? Kalau begitu kalau tuan tidak mau ..kami saja yang menyerang raja…”

“Hssssssssttttttt…..stop ! Aku tidak ijinkan kalian…raja orang yang diurapi Tuhan..jangan mencelakai raja…percayalah bahwa keputusanku kali ini benar, seperti keputusanku yang sudah-sudah “

Huuuuiiih betapa leganya melihat orang-orangku yang dulunya berangasan dan ugal-ugalan, kini mereka tunduk padaku.Mereka sudah terlatih. Bagus ! Tapi untuk mereka mengerti bahwa perjalanan hidup ini tidak selalu harus diselesaikan dengan jalan kekerasan memang tidak mudah, untuk mereka diajak memandang ke atas dan di atas ada Tuhan, itu memang tidak mudah. Aku harus bawa mereka untuk mereka terus mengalami Tuhan dalam hidupnya, sampai mereka bisa cool, bisa tenang, bisa sabar, bisa lapang dada dalam menghadapi hidup ini. Mengubah mereka dari yang ugal-ugalan dan berangasan menjadi orang yang lemah lembut tetapi tetap perkasa, alias punya jiwa kesatria, itu memang tidak mudah, masih butuh banyak proses lagi di depan. Akan aku tunjukkan kini pada mereka jiwa kesatria yang sebenarnya itu yang seperti apa, mereka butuh contoh, mereka butuh bukti nyata.

“Ayo sekarang kalian ikut aku !” kataku pada mereka yang masih bengong campur marah. Aku bisa mengerti sih kegundahan hati mereka, tentu mereka membayangkan akan sampai berapa lamakah kiranya pelarian ini…mengapa tidak kita titik-kan saja hari ini dengan membunuh raja pesakitan itu. Ha ha…ha….mereka belum alami Tuhan, nanti juga lama-lama mereka akan

mengerti juga, ha ha ha. Cara-cara Tuhan itu tidak terduga dan tidak perlu mengotori tangan kita dengan darah pembalasan dendam, karena pembalasan itu adalah hak Tuhan, kita tidak perlu merampas hak Tuhan. Ada kesempatan untuk membalas dendam bukan berarti itulah kesempatan emas yang dari Tuhan, bisa jadi itu sebenarnya hanya semacam ujian, dan aku lulus, aku harap suatu saat kalimat itu berubah menjadi KAMI LULUS. Maybe..sometimes..

Mereka pun mengikuti langkahku menerobos goa bersejarah itu. Bau sih memang, tapi kami harus menerobos bau tak sedap itu. Memang itu bagian dari latihan kemiliteran, harus tidak boleh jijik terhadap apa pun juga di medan seperti apa pun juga.

“Tuanku raja…!” teriakku saat keluar dari gua dan berseru pada raja dari belakang.

Aku pun berlutut menghormati raja.

Aku berkata pada raja saat itu dengan kalimat-kalimat ANTARA AKU DAN ENGKAU, tidak perduli dia seorang raja , di hadapan TUHAN kami sebenarnya adalah sama, sama-sama umat-Nya.

“Mengapa engkau mendengarkan perkataan orang-orang yang mengatakan: Sesungguhnya Daud mengikhtiarkan celakamu?

Ketahuilah, pada hari ini matamu sendiri melihat, bahwa TUHAN sekarang menyerahkan engkau ke dalam tanganku dalam gua itu; ada orang yang telah menyuruh aku membunuh engkau, tetapi aku merasa sayang kepadamu karena pikirku:……”

Kini aku sebagai sesama umat dengan dia, memposisikan diriku sebagai hamba dan dia sebagai raja.

“Aku tidak akan menjamah tuanku itu, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN.”

Dan kini aku memposisikan diriku sebagai menantu, karena memang dia adalah ayah mertuaku sejak detik aku menikah dengan Mikhal, anak gadisnya itu.

“Lihatlah dahulu, ayahku, lihatlah kiranya punca jubahmu dalam tanganku ini!”

Kembali kini aku memposisikan diriku dan dirinya sebagai sesama umat Tuhan Israel

“ Sebab dari kenyataan bahwa aku memotong punca jubahmu  dengan tidak membunuh engkau, dapatlah kauketahui dan kaulihat, bahwa tanganku bersih daripada kejahatan dan penkhianatan, dan bahwa aku tidak berbuat dosa terhadap engkau, walaupun engkau ini mengejar-ngejar aku untuk mencabut nyawaku. Tuhan kiranya menjadi hakim di antara aku dan engkau, TUHAN kiranya membalaskan aku kepadamu, tetapi tanganku tidak akan memukul engkau. “

Kembali lagi kini aku posisikan diriku sebagai rakyat biasa, dan dia sebagai seorang raja.

“Terhadap siapakah raja Israel keluar berperang? Siapakah yang kau kejar? Anjing mati! Seekor kutu saja!”

Kini aku mengembalikan percakapan ini pada posisi segitiga kami di hadapan Tuhan, antara aku, dia dan Tuhan.

“Sebab itu TUHAN kiranya menjadi hakim yang memutuskan antara aku dan engkau; Dia kiranya memperhatikannya, memperjuangkan perkaraku dan memberi keadilan kepadaku dengan melepaskan aku dari tanganmu”

Sebuah usaha pembuktian adalah usahaku yang paling maksimal, jangan sampai masuk ke ranah usaha pembunuhan, apalagi pembunuhan berencana.  Walau ucapanku terlihat tidak teratur

kadang menyebut dengan kata engkau, raja, tuanku , ayahku…ah sudahlah! Ini semua memang mesti dijelaskan satu persatu, karena raja harus mengerti bahwa aku ini hanya rakyat biasa, hanya seorang anak mantu dan seorang Israel di mata TUHAN, yang mestinya tidak tepat menjadi sasaran perburuan massal seperti yang terlihat sekarang ini.

Nah sekarang  yang jadi jawaban raja padaku. Aku ingin mendengar sejauh manakah kata-kata yang keluar dari isi hatiku ini menyentuh hatinya. Terkadang bahasa hati ini lebih dapat berbicara daripada bahasa pelarian, pedang ataupun bahasa lain-lainnya.

“Suaramukah itu  ya anakku Daud?” huuuuiiih leganya, ternyata Raja sadar sepenuhnya bahwa aku ini tak lain tak bukan adalah juga anak mantunya…aku ini suami Mikhal…..anak perempuannya.

Aku jadi teringat saat dulu aku masih bekerja sebagai pembawa senjatanya, betapa raja itu sayang sekali padaku. Semuanya berubah gara-gara peristiwa jumpa fans  tak terencana itu. Aku merindukan rasa sayang raja waktu itu, betapa kebapakannya dia padaku, betapa perhatiannya dia padaku, betapa mengistimewakannya dia padaku. Mengapa sekarang jadi begini…???

“Huuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaaaaaaaaa….huuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu huuuuuuuuu” Raja menangis dengan nyaring.

Semua orang kaget melihat raja menangis, ekspresi orang-orang yang ikut rombonganku dan juga ekspresi rakyat yang menyertai raja tentu ekspresi wajah yang tertunduk malu saat melihat raja kami menangis dengan nyaring. Kami tak berani menatap wajah raja. Termasuk aku.

Raja memang emosinya naik turun, itu sudah jelas terlihat sejak awal aku main musik terapi untuk dia di istana dulu.

Atau bisa jadi menangisnya raja ini adalah sebuah bentuk memuncaknya perjalanan batinnya, semua yang berkecamuk dalam dirinya, bahwa dianganggapnya aku ini orang yang bangkit melawan dia, aku ini penghadangnya, orang –orang berkata kepadanya bahwa aku ini sangat cerdik, bisa jadi raja juga mencatat rekor-rekor kemenanganku melawan raksasa itu pada catatan pertama, kemenanganku melawan musuh-musuh lainnya saat aku menjadi pegawainya, dan juga kemenanganku melawan Filistin saat mereka berusaha menghancurkan Kehila..pada saat aku dalam posisi sebagai buronan. Tak heran raja membawa ti-ga ri-bu o-rang o-rang pi-li-han untuk mengiringi perjalanannya memburu buronan seperti aku ini.

Semua yang berkecamuk dalam dirinya itu kini diperhadapkan dengan kenyataan di depan mata bahwasannya aku ini ada di depan batang hidungnya, berkesempatan membunuh dia dengan satu lawan satu, dalam goa kecerobohan yang tak pernah dipikirkannya, …

Apakah ini sebuah bentuk tangis seseorang yang baru saja lolos dari ketakutannya sendiri yang selama ini memburu dirinya sendiri??

Mengejar tapi takut,

memburu tapi ngeri,

takut jabatannya diambil tetapi juga tak tahu harus bagaimana untuk mempertahankannya selain dengan cara membunuh orang yang dianggapnya pesaing?

Memburu tetapi sebenarnya diburu oleh ketakutan-ketakutannya sendiri…???

Ataukah ini sebuah bentuk tangisan ‘jiwa anak kecil’ yang terjebak dalam tubuh dewasa??

Atau ini sejenis tangisan penyesalan….ach..semoga saja.

 

“Engkau lebih benar daripada aku, sebab engkau melakukan yang baik kepadaku, padahal aku melakukan yang jahat kepadamu.” Kata raja lagi.

Sebuah perbandingan…engkau lebih dari aku..sebab begini dan begitu. Kalimat-kalimat perbandingan ini tak pernah berseliweran di pikiranku, aku tak pernah memperbandingkan diriku dengan raja. Kalau saja raja tahu bahwa sebenarnya dia memiliki potensi yang sangat besar dalam dirinya, dan bahwa dia memiliki perawakan tubuh yang tinggi, dan bahwa dia orang yang luar biasa, dia adalah orang yang diurapi Tuhan… Tidak perlulah kita terlalu memperhatikan nyanyian para fans yang menyebut-nyebutkan perbandingan antara aku dengan raja, menyebut beribu atau berlaksa. Kalau kami berdua bergandeng tangan bersatu melawan musuh, tentu kemenganan yang kami dapat akan jauh lebih besar lagi.

“Telah kau tunjukkan pada hari ini, betapa engkau telah melakukan yang baik kepadaku: walaupun TUHAN telah menyerahkan aku ke dalam tanganmu, engkau tidak membunuh aku. “ Lanjut raja.

Tuhan telah menyerahkan raja ke dalam tanganku..?? Itu katanya? Kog kata-katanya sama dengan kata-kata pegawaiku ya..?

Untuk aku berhadapan dengan raja dan bisa berkesempatan membunuh dia memang aku tahu bukan kesempatan biasa, Tuhan yang membuat percaturan itu. Tetapi aku tahu bahwa kesempatan ini berbeda definisi, dalam definisi mereka (raja ataupun pegawaiku) itu adalah kesempatan untuk membunuh, eksekusi dengan cara yang gagah (walau nggak gagah –gagah amat sih, kalau menusuk dari belakang punggung raja saat posisi raja sedang buang hajat) , namun dalam difinisku beda, itu adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa aku tidak mau main hakim sendiri, karena ada Hakim Agungku yang melihat setiap tingkah langkahku.

Memang ini pemikiran difinitif yang langka, hanya aku satu-satunya yang berpikiran ‘gila’ seperti itu di tengah-tengah ribuan orang yang sedang menonton drama tragedi kehidupan nyata, hari ini.  Tapi aku tahu jelas, saat aku berjalan dengan Tuhan, memang terkadang dianggap ‘gila’ saat aku berani ‘gila-gilaan’ dengan-Nya.

“Apabila seseorang mendapat musuhnya, masakan dilepaskannya dia berjalan dengan selamat?” ungkas raja pula

Nah ….kalimat raja yang inilah sebenarnya yang menjadi pemicu daripada semunya ini. Dalam pandangan raja dan dalam pemikiran raja, aku ini orang yang menganggap dia itu musuhnya. Yaaaa ammmmpuuuuunnnn!! Sama sekali aku tidak pernah menganggap dia itu musuhku, justru aku itu menghormati dia sebagai orang yang diurapi Tuhan, menghormati dia sebagai tuan, raja, bahkan ayah mertuaku, dan juga dia itu adalah ayah dari sahabat karibku.

Pembuktian semuanya ini terasa sia-sia juga ya…selama dia itu masih berpikir bahwa aku ini menganggap dia itu musuhku.

Mengubah paradigma orang yang iri dengki memang tidak mudah. Pembuktian seperti apa pun rasanya tidak akan cukup.

“TUHAN kiranya membalaskan kepadamu kebaikan ganti apa yang kaulakukan kepadaku pada hari ini. Oleh karena itu, sesungguhnya aku tahu, bahwa engkau pasti menjadi raja dan jabatan raja Israel akan tetap kokoh dalam tanganmu.”

Ingin rasanya kalimat raja ini direkam tidak hanya diingatan kami  semua yang mendengar kalimat itu, melainkan pada alat yang dapat menyimpan suara manusia…tapi sepertinya alat seperti itu belum pernah terpikirkan untuk diciptakan oleh para ahli ilmuan kami pada zaman sekarang ini. Ini benar-benar kalimat langka yang keluar dari bibir raja. Aku tidak sedang bermimpi kan?

Nah loooohhhhh..ini inilah kalimat yang menjadi pembuktian pada orang-orangku yang enam ratus orang itu bahwa saat kita melepaskan berkat, melepaskan salam, dan kalau orang itu layak menerima  berkat yang kita lepaskan itu, maka berkat itu akan turun ke atasnya, akan tetapi kalau

orang itu tidak layak dapat berkat , maka berkat itu akan kembali pada kita. Ini juga berlaku untuk kutuk, bila kita melemparkan kutuk, dendam, kata-kata negatif, pikiran jelek, rencana jahat, pembunuhan berencana, maka kita akan menuai apa yang kita tabur.

Terbukti kan sekarang prinsipku itu berhasil. Dengan berbuat baik pada raja, kini raja mengeluarkan kata-kata yang baik terhadap diriku, tepat di depan mataku sendiri dia berkata seperti itu. Dia sendiri yang mengucapkan bahwa peristiwa ini membuat dia tahu bahwa aku pasti menjadi raja yang berikutnya dan bahkan raja berkata bahwa jabatan raja Israel itu akan tetap kokoh dalam tanganku. Aku tangkap kata-kata dari seorang pemimpin yang mengatakan hal –hal positif tentang diriku di masa datang.

Sedang perkataan-perkataan raja  di belakangku, yang aku tidak pernah dengar sendiri, apalagi perkataan-perkataan negatifnya tentang diriku, aku tidak perlu pusingkan itu. Itu tidak penting.

Inilah kemengan yang sejati buatku. Orang-orangku, yah..enam ratus orang –orangku itu, harus tahu hal itu. Bukan dengan cara kekerasan menghadapi musuh kita, melainkan bagaimana cara kita untuk tetap berbuat baik pada pemimpin sebengis apa pun dia, untuk siapa tahu, berkatnya turun atas hidup kita.  Perkataan berkat pemimpin tetap dipakai oleh Tuhan untuk menjadi saluran berkat atas hidup kita, tidak perduli kehidupan pribadi pemimpin itu seperti apa, contohnya saat Imam Eli mengucapkan doa berkat untuk Hana, ibunda daripada nabi terkenal itu, tetap saja kan doa berkatnya dipakai Tuhan untuk Hana mendapatkan berkat keturunan.  Ketundukan pada pemimpin itu penting..pisahkan dari pandangan-pandangan kita tentang gaya hidupnya.  Ketundukan tidak sama dengan menjilat. Saat ada kesempatan mengegur raja saat dia membelok dari jalan Tuhan, tetap aku lakukan dalam kesempatan pembuktian hari ini, jadi aku jelas bukan penjilat, tetapi aku tetap tunduk….dan puji Tuhan, raja memberkati hidupku….Yes ! Yes!

Kebahagiaan ini tidak sebanding dengan jika raja mati bersimbah darah di pelukanku di goa bersejarah itu. Itu kemenangan jenis semu. Itu bukan kemenangan yang sejati.

Aku tersenyum pada orang-orangku yang berdiri di belakangku. Bukan sama sekali jenis senyum kesombongan, melainkan lewat senyum dan sorot mataku yang melirik raja sedetik serta melirik mereka lagi pada detik berikutnya disertai gerakan  daguku yang aku arahkan sedetik pada raja dan sedetik kemudian kembali mengarah pada mereka, aku ingin beritahu mereka semua, bahwa kemenangan itu tidak selalu identik dengan kematian raja, melainkan mengubah paradigma raja sampai raja itu bisa melihat dengan cara Tuhan atas hidup kita dan atas rencana Tuhan atas hidup kita sehingga akhirnya mencapai titik pandang yang sama…nah itu barulah kemenangan mengubah paradigma. Itu lebih sulit. Itu di medan pikiran. Itu di medan hati. Itu bukan dengan pedang. Itu hanya dapat dicapai dengan ketundukan pada Allah. Mutlak tunduk pada hukum-hukum Allah tanpa memperhitungkan ketampak-konyolannya dalam akal sehat.

Kini apa lagi yang akan disampaikan raja….

“Oleh sebab itu, bersumpahlah kepadaku demi TUHAN, bahwa engkau tidak akan melenyapkan keturunanku dan tidak akan menghapuskan namaku dari kaum keluargaku.”

Apa….???? R-A-J-A meminta aku tidak akan melenyapkan keturunannya……??? Tidak akan menghapuskan namanya dari kamu keluarganya….????

Tidak perlu pikir panjang!! Yups!!

Bukankah kokoh tidaknya kerajaan yang kupimpin kelak bukan didasarkan pada musnah tidaknya keturunan raja.  Toh aku sudah mengikat perjanjian tentang hal yang sama ini dengan sahabatku,…Memang masih ada sih anak raja yang lain, masih ada 3 lagi iparku yang lain selain sahabat karibku itu, pangeran Malkisua, Pangeran Abinadab, Pangeran Esybaal, dan anak perempuannya Merab….dan Mikhal..istriku !

Mereka semua iparku, aku ini keluarga raja ! Dan anak-anak mereka kelak juga semuanya kemenakanku !!

 

Kalau diantara mereka (kecuali sahabatku) ada yang berambisi sekali untuk jadi raja menggantikan ayahnya…ya sudahlah..kan aku sudah diurapi menjadi raja berikutnya, ya biarlah cara Tuhan yang jadi, bukan caraku, dan tidak perlu dengan cara menumpas keluargaku sendiri. Saat aku menikah dengan Mikhal kan bukan pernikahan politik, aku sungguh-sungguh menyadari bahwa aku kini masuk menjadi bagian dalam keluarga ini. Kalau raja berpandangan politik terhadap pernikahanku ini ya itu urusan dia di hadapan Tuhan, aku cuci tangan.  Yang jelas pernikahan ini sah. Aku mempertaruhkan nyawaku menghadapi 200 orang filistine sebagai mas kawin super mahalnya. Detik ketika aku menikah, detik itu juga raja sudah aku anggap sebagai ayahku sendiri, serapuh apa pun dia. Itu artinya keluarga daripada ayah, adalah keluargaku juga, masakan aku mau menumpas mereka? Masa cara Tuhan menggenapi janji-Nya saat pengurapanku dulu semurahan itu ?? Tidak mungkin !

Tidak perlu pikir panjang!! Yups!!

Terjadilah, aku bersumpah pada raja.

Ini perjanjianku dengan A-y-a-h , bukan hanya sebatas dengan sahabatku alias iparku. Ini sudah bicara mengengai perjanjianku tentang kelangsungan hidup  KELUARGA RAJA, kerabat raja.

Betapa leganya saat aku mempercayai penggenapan janji Tuhan bukan dengan cara murahan, tetapi dengan cara kesatria seperti hari ini. Huuuuuiiiiiiih….!

Selesailah sudah drama kehidupan untuk hari ini. Ada kelegaan yang terdengar dari desahan nafas semua orang yang menyaksikan peristiwa ini. Setidaknya tiga ribu enam ratus orang saat itu yang jadi penontonnya.

Hari sudah sore..raja pulang ke rumahnya. Yah benar , rumahnya. Rumahnya belum tentu rumahku. Aku tidak diajak pulang sebagai anaknya. Aku tidak diajak pulang sebagai pegawainya lagi seperti dulu. Dan aku tidak diajak pulang serta memetik kecapi lagi di hadapannya seperti dulu.

Ja…ja…ja…diiii….? Tadi itu….??? Hanya drama penyelamatan masa depan???

Yah sudahlah….berarti itu bukan cara Tuhan untuk aku dan orang-orangku, kami masih kembali pada status kami menjadi buron. Setidaknya selamat untuk hari ini.

Setelah raja dan tiga ribu orang itu pulang, tampak sepi, karena sudah berkurang tiga ribu orang, kini kami pun sejumlah lebih kurang enam ratus orang, pergi ke kubu gunung.

Kami butuh kubu, dan hanya Tuhanlah kubu pertahanan kami yang paling kokoh. Kemengangan kami hanya pada tangan-Nya yang perkasa, dan luar biasa. Dia bukan Allah yang berangasan dan ugal-ugalan, demikian pula aku dan aku harap juga demikian dengan orang-orangku.

Kubu ini menandakan kami tidak lengah, kami tidak gagah-gagahan dan sombong-sombongan, melainkan kami tetap waspada, kami tetap berjaga, kami tetap berlatih, kami tetap berdoa, kami tetap menatap masa depan dengan kerja keras dan doa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rajaku, Tuanku, Ayah Mertuaku, Pemburuku, Pahlawanku.

III

Nabi Samuel yang terkenal itu pun mati. Dia adalah ayah rohaniku. Dialah yang mengurapi aku diantara ke tujuh kakak-kakakku kala itu, bahkan di hadapan ayah dan ibuku yang dalam pandanganku bisa dikatakan ‘meninggalkan’ aku.

Mungkin karena aku anak terkecil, mungkin juga kehadiranku sebagai anak yang ke de-la-pan di hari tua mereka sungguh merupakan kehadiran jabang bayi yang sangat tidak diharapkan. Betapa repotnya kehadiran diriku buat mereka.

Harapan terbesar mereka ada pada ketiga kakakku yang pertama , Kak Eliab, kakakku yang kedua, Kak Abinadab, dan kakakku yang ketiga, Kak Syama. Paras mereka ganteng dan perawakan mereka tinggi, sangat berbeda sekali dengan aku yang imut dan pipiku kemerah-merahan, yah boleh dikata aku ini anak bau kencur, atau anak bawang. Aku tidak menuduh orang tuaku macam-macam, tapi memang terbukti kog dari ucapan mereka, memang kak Eliab, kak Abinadab dan kak Syama, nama-nama mereka bertiga ini terus yang disebut-sebut. Sedang nama kakak-kakakku yang nomor empat sampai nomor 7 , apalagi aku yang nomor 8, nggak pernah disebut-sebut.

Ayahku tentu bangga dengan perawakan mereka yang tinggi dan paras mereka yang elok, sehingga ayah dengan sukacita melepas mereka pergi sebagai anggota wajib militer. Tapi tidak mengapa buatku. Selama Tuhan menyambut aku, apa pun perlakuan ayah ibu padaku tidak menjadi suatu tekanan buatku. Itulah mengapa aku mencoba melegakan diriku dengan membawa kecapiku kemana-mana. Saat hatiku gundah, aku mencoba datang pada Tuhan yang selalu menyambut aku dengan tangan kasih-Nya. Kasih Tuhan padaku lebih ajaib dari kasih ayah dan ibu sesempurna apa pun di dunia ini, walau aku yakin tak ada orang tua manapun yang sempurna. Termasuk ayah dan ibuku.

Walau perlakuan mereka padaku bisa dibilang agak aneh, namun aku sangat mengasihi mereka dan berusaha taat. Saat ayah menyuruhku menengok kakak-kakakku yang tiga itu di medan laga, sepagi mungkin sudah aku atur masalah kerjaanku, walau kambing domba yang aku gembalakan cuma dua tiga ekor, aku tahu itu adalah harta yang sangat berarti sekali bagi keluargaku yang sederhana ini, jadi aku titipkan pada orang yang sekiranya bisa aku lihat sebagai orang yang bertanggung jawab menjaga kambing domba itu, dan tidak meremehkan walau hanya dua tiga ekor saja. Itu penting buatku untuk memastikan semuanya beres sebelum aku berangkat menuruti kehendak ayahku.

Dan kini setelah mereka semakin tua, dan keadaanku kini sebagai buron raja, aku pun memperhatikan keamanan dan keselamatan mereka..itulah alasannya aku menitipkan mereka di tempat yang aman, sama, sama saja, aku harus memastikan mereka aman, semaman-amannya, aku sangat mengasihi mereka.

Nabi Samuel bagiku bagaikan ayahku sendiri, dia telah mengurapi aku, bahkan sebelum pengurapan itu dia berkata bahwa acara makan bersama tidak akan dilaksanakan sebelum aku datang. Aku masih ingat sekali peristiwa hari itu, ada yang tergopoh-gopoh menjemputku di padang, dan berkata ada nabi Tuhan datang dan menunggu kedatanganku pulang ke rumah. Terpaksa kambing domba yang aku gembalakan aku giring mereka sambil agak terburu-buru, bagaimanapun kami semua segan dan menghormati Nabi Samuel, kedatangannya di desa kami sungguh suatu kejutan yang membahagiakan seluruh desa.

Aku masih ingat baju apa yang dikenakannya saat itu, kata-katanya padaku, sentuhannya tangannya  pada bahuku, dan senyumnya yang lembut. Aku bisa merasakan pada saat itu betapa dia itu orang yang sangat dekat dengan Tuhan dan selalu mendengarkan suara Tuhan dengan sangat peka.  Sama seperti ketika aku mendapat kepekaan untuk menulis syair-syair laguku saat aku memetik kecapiku di hadapan domba-kambing yang menjadi pendengar setia konser padangku itu.  Ada hal yang sama di antara kami berdua, di antara Nabi Samuel dan diriku ini, kami sama-sama cinta akan Tuhan, sama-sama lapar akan suara Tuhan, sama-sama memuja Allah Israel dalam hidup kami. Saat dia mengurapi aku, aku bisa rasakan Roh Tuhan turun atas hidupku melalui pengurapannya sebagai seorang Nabi yang luar biasa.

 

Aku tahu…bahwasannya aku masih bisa bertahan sampai saat ini juga adalah karena Roh Tuhan ada dalam hidupku, karena sejak itu hidupku tak kan pernah sama lagi.

Kakak sulungku, kak Eliab, bisa saja menganggap sepi pengurapan itu.  Apalagi sehari setelah nabi Samuel pulang, tidak terjadi apa-apa dalam diriku, dalam arti aku tetap kembali menggembalakan kambing domba seperti yang sudah-sudah. Sepertinya tidak ada yang istimewa yang terjadi padaku. Memang sih,  setelah acara pengurapan itu, aku tak lama kemudian bekerja di istana sebagai pemusik terapi istana kerajaan serta menjadi pembawa senjata raja, tapi kan pada saat raja berangkat berperang aku tidak diajak.  Jadi aku kembali pulang ke rumah. Itulah yang kak Eliab selalu menekankan bahwa itu tugasku…menggembalakan kambing domba..

Dia pernah marah dan menuduh aku datang ke medan pertempuran dengan maksud melihat-lihat pertempuran..dia katakan bahwasannya aku pemberani dan hatiku jahat.

Uppppsssssss!!!  Hanya Tuhan yang membawaku ke medan tempur kala itu, bukan karena aku anggota wajib militer, juga bukan karena aku bekerja sebagai pembawa senjata di istana raja, juga bukan karena aku pemusik terapi istana kerajaan, juga bukan karena aku seorang tentara, latar belakangku yang aku ajukan sebagai referensi yang aku ajukan pada raja adalah pengalamanku bersama dengan Tuhan saat aku bekerja sebagai gembala, tidak lebih.

Itu pun bukan karena aku ingin datang ke medan tempur seperti yang dikatakan kak Eliab, melainkan karena aku disuruh ayah, tidak lebih. Bahkan aku pun tidak pernah menghadap raja..hanya bertanya sana sini saja…kalau raja mendengar itu semua lalu memanggilku ..masa aku tidak menghadap..?? Dan memang benar kata kakak, aku pemberani, kalau singa dan beruang saja aku sikat…apalagi cuma rakasasa itu, siapa sih yang bisa menang berhadapan dengan nama Allah Israel..?? Sedang aku ini kan hanya alat di tangan-Nya, tidak lebih.

Untung hatiku tidak terkoyak dengan semua kata-kata kak Eliab, aku maju terus…dan pada akhirnya mungkin kakak-kakakku mulai melihat betapa Roh Tuhan itu berkuasa atas hidupku, dan aku bukan gembala biasa, aku bukan adik mereka yang biasa mereka lihat, ada sesuatu yang berbeda dalam hidupku, yah benar…karena ada Roh Tuhan berkuasa atasku. Itu yang membuat perbedaan yang sangat signifikan. Kepala raksasa itu dalam genggaman tanganku, adik mereka yang imut-imut ini. Aku harap mereka mengerti bahwa ambisiku yang terbesar adalah hidup dekat dengan Tuhan dan Roh Tuhan…bukan ambisi jadi anak remaja sok jagoan.

Nabi Samuel sangat berjasa dalam hidupku. Bahkan ketika aku dikejar-kejar raja, aku lari kepadanya dan mengadukan semuanya seperti anak kecil yang mengadu pada ayahnya. Dia pun menenangkan diriku, dan menyarankan untuk tetap saja tinggal bersama dia, dan dia pun meyakinkan bahwa pengurapan Tuhan itu akan menjaga aku , sehingga raja tidak bisa mengapa-apakan aku.  Kecemasanku cukup tinggi saat itu, aku sendirian. Tapi toh semua perkataan Nabi Samuel itu terbukti, satu batalion tidak bisa tembus, batalion kedua tidak bisa tembus..terus dan terus sampai raja sendiri pun datang dan tidak bisa tembus hadirat Tuhan. Hadirat Tuhan sendiri memproteksi kami, menjadi semacam tembok perlindungan.

Sejak itu aku tak pernah gentar seperti kegentaranku saat itu…walau kadang aku pernah takut juga sih sampai-sampai sahabatku datang menguatkan imanku.  Nabi Samuel banyak menasehati aku agar aku tetap pegang janji Tuhan digenapi dalam hidupku. Seumur hidupnya hanya dua kali ini kami ketemu, yaitu saat dia mengurapi aku, dan saat aku lari dari raja dan mengadu padanya. Tapi walau hanya dua kali bertemu, kehadiran nabi Samuel adalah sangat istimewa dalam hidupku, dua kali perjumpaan yang sangat berarti sekali, aku sangat diberkati lewat hidup dan pelayanan beliau.

Kini beliau sudah pergi…tugasnya sudah selesai…dan salah satu tugasnya yang sudah pernah dilaksanakannya adalah mengurapi aku menjadi raja yang kedua di Israel…hatiku bergetar..aku berhadapan dengan jenasah dari orang yang bukan orang sembarangan.

Aku menatap jenasahnya dalam-dalam. Kini ayah rohaniku ini telah pulang ke surga. Aku sendiri di sini menghadapi semua fenomena ini. Kalau saja pengurapannya dahulu itu hanya berupa janji akan jadinya aku sebagai raja berikutnya dan tidak disertai adanya Roh Tuhan dalam hidupku…..entahlah…mungkin sekarang ini aku sudah menyerah. Tapi karena ada Roh

Tuhan…ehhhhmmmm ada pegangan dalam hidupku yang masih terus bisa aku andalkan seperginya ayah rohaniku hari ini. Asal jangan sampai Roh Tuhan meninggalkan aku seperti yang dialami raja. Jangan sampai hal itu terjadi….aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi selain Dia. Ayah rohaniku sudah pergi meninggalkan aku. Hiks hiks…..

Di upacara penguburan ini, di Rama, aku, seluruh rakyat, juga raja hadir dalam acara yang sama.

Selesai upacara penguburan di Rama ini, aku berkemas, aku harus bangkit, aku harus melanjutkan hidupku, aku harus terus bergelut dengan kenyataan yang kuhadapi, hidup ini adalah sebuah realita. Janji Tuhan tetap aku pegang, tetapi keseharian hidup yang aku jalani juga aku harus hadapi.

Entah kapankah harinya tiba dimana antara janji Tuhan dan penggenapannya itu selaras dengan realita yang aku jalani dalam keseharian hidupku. Aku tidak boleh kecewa, patah semangat dan putus asa. Aku harus seperti nabi Samuel, mencapai garis akhir seperti yang Tuhan inginkan dalam hidupku. Hidupnya sudah selesai, lembaran hidupnya sudah ditutup, tetapi sepertinya aku belum mencapai seperempat ketebalan buku kehidupan yang dirancang untukku, belum….

Aku berkemas, pergi ke padang gurun Paran. Tetap…ada enam ratus orang yang menyertai aku, karena mereka terus aku latih dan latih menjadi kesatria sejati.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rajaku, Tuanku, Ayah Mertuaku, Pemburuku, Pahlawanku.

IV

Babak baru dalam kehidupanku kini telah dimulai, karena ayah rohaniku telah berpulang. Kudengar Nabal si orang Karmel itu mengadakan pengguntingan bulu domba di padang gurun. Dia adalah seorang pengusaha peternakan yang sangat sukses dan kaya raya… Aku dan rombongan segera ke lokasi pengguntingan bulu domba dan kami semua (aku beserta 600 orang yang menyertaiku) bagaikan pagar tembok sekeliling bagi para pegawai Nabal, saat mereka menggunting bulu domba.

Sebentar lagi pasti akan ada hari raya pengguntingan bulu domba, jadi aku akan minta orang-orangku ini mendapat upah yang layak atas kerja keamaanan kami selama ini.

Bukannya mendapat upah, malahan aku dan kami semua mendapat penghinaan yang luar biasa dari Nabal si bebal ini.

Masa dia berkata bahwa aku ini pelarian dari raja dan meminta-minta padanya…???? Huuuuiiiiiiiiiiiiihhhhh!! Aku lari karena menyelamatkan nyawaku, bukan karena aku menghianati Raja…macam-macam saja orang kaya yang satu ini !!

Baik…!! Emangnya aku takut..?? Pasukanku bisa menjaga seluruh acara pengguntingan bulu domba itu, tetapi kalau kami dihina, kami juga bisa menyandang pedang.

“Ayo dua ratus orang tetap di pos menjaga barang-barang, sedang empat ratus orang ikut aku !! Sandang pedang kalian dan ini pendangku juga aku sandang !”

Memangnya kalau selama ini aku dan rombongan selalu lari terus saat raja dan rombongannya mengejar-ngejar kami itu identik dengan kami ini penakut…???

Kalau aku lari dari kejaran raja, itu bukan karena aku penakut, tetapi karena aku tidak mau jadi raja dengan cara membunuh raja yang sebelumnya, aku tidak mau penunjukan Tuhan itu berbalik menjadi pemberontakan politik, aku juga tidak mau mengotori tanganku dengan darah ayahku sendiri, pemimpinku sendiri, rajaku sendiri, tuanku sendiri….aku sungguh-sungguh tak mau. Jangan sampai Roh Tuhan undur daripadaku…itu yang paling aku takutkan dari semuanya, lebih baik aku jadi buron nggak masalah, yang penting Roh Tuhan tetap ada dalam hidupku. Hanya Dia yang bisa mengisi kekosongan hatiku.

Kami bukan orang-orang penakut…!! Bisa saja dengan sekali gempur, raja dan rombongannya kami kalahkan, itu sangat mudah.

Tapi Nabal ini memang sudah keterlaluan, dia perlu tahu siapa kami sebenarnya, dia perlu tahu bahwa dia tidak boleh berani macam-macam sama kami…kami ini pasukan yang terlatih..!!

Sia-sia aku bekerja keras menolong orang ini, karena kebaikanku dibalas dengan kejahatan, air susu dibalas dengan air tuba, aku menjaga dengan baik tetapi mendapat balasan penghinaan yang jahat.

Saat kami berangkat dengan semangat empat lima untuk melayangkan pedang ke seluruh laki-laki di rumah Nabal itu, di perjalanan kami berjumpa istri Nabal. Dia bernama Abigail, cantik luar biasa, dan perkataannya bijak serta lembut hati.

Dia berkata bahwa dia yang menanggung kesalahan suaminya, dan wanita ini berani lho menasehati aku, dia katakan bahwa dicegah Tuhanlah kiranya aku melakukan hutang darah dengan bertindak sendiri dalam melakukan keadilan,

Dia mengemukakan pandangannya yang sangat apik, hukum tabur tuai..dimana saat aku tidak main hakim sendiri, tentunya Tuhan sendiri yang akan menjaga nyawaku daripada para musuh, dan biarlah Tuhan sendiri yang menghukum mereka.

Bahkan wanita ini mengemukakan pandangannya yang lain lagi, dia katakan bahwa kelak jika janji Tuhan digenapi dalam hidupku untuk aku jadi raja, jangan sampai aku menyesal karena ada noda darah yang mengotori masa laluku sebelum aku jadi raja.

Kadang -kadang ketika aku dihina dan emosi seperti ini sih..aku tidak terpikir sampai di situ, bahwa ada waktu di mana suatu saat, entah kapan janji Tuhan itu pasti digenapi dalam hidupku, aku akan jadi raja.

Oh iya benar juga ya…

Aku ini orang yang diurapi.

Aku ini orang yang dipilih Tuhan.

Aku ini bukan orang sembarangan, bukan orang ugal-ugalan, bukan orang yang berangasan.

Kenapa penghinaan Nabal ini begitu mudah menyulut emosiku !!

Wanita ini benar-benar bijak, dia juga memberi hadiah dan oleh-oleh yang tidak sedikit untuk rombongan kami. Dia sangat berbeda sekali dengan suaminya yang super pelit.

Baik, aku perlu mendengarkan perkatan seorang PE REM PU AN, dan kalau itu bisa mengasah aku menjadi peribadi yang lebih rendah hati..itu keren !

Untunglah aku dipertemukan dengan pencegahan kudus ini ! Aku menerima semua pandangan-pandangan keren dari wanita ini !

Kira-kira sebelas hari kemudian aku dengar Nabal mati terkena serangan jantung dan strooke. Puji Tuhan ! Ternyata benar juga, saat kita tidak membalas dendam, tidak melampiaskan amarah kita pada orang jahat, saat itu lah justru Tuhan yang akan bertindak sendiri.

Di sinilah aku menyadari titik di mana aku membutuhkan penasehat yang bijak, aku butuh pendamping, jadi aku persunting saja si Abigail bekas istri Nabal ini. Memang dia janda…tak apalah, aku juga ambil Ahinoam dari Yizreel yang masih gadis menjadi pendamping hidupku. Mikhal istri pertamaku, putri raja sudah tidak dapat aku tunggu lagi kehadirannya, karna oleh raja dia diberikan pada pria lain.

Jadi …pertemuan bersejarah di goa itu….?? Justru membuat raja menjauhkan putrinya dariku?

 

Apakah aku sudah dicoret dari daftar kerabat raja?

Apakah raja sudah menolak aku menjadi menantunya?

Sebuah drama penyelamatan masa depan !!

Gleg ! Aku menelan ludah, pil pahit kegetiran terasa menusuk hatiku. Sampai kapan ya Tuhan semua ini akn berakhir…??

 

 

 

 

 

 

Rajaku, Tuanku, Ayah Mertuaku, Pemburuku, Pahlawanku.

V

Aku kini bersembunyi di Padang Gurun Zif, tepatnya di bukit Hakhila di padang belantara.  Sudah kedua kalinya Padang Gurun Zif ini menjadi tempat pelarianku. Lagi-lagi  orang Zif ini bocor mulut kepada raja. Mereka selalu mengatakan kepada raja di mana tempat persembunyianku, dan raja akhirnya mengerahkan ti-ga ri-bu o-rang ter-pi-lih dari antara orang Israel untuk mencari aku dan rombongan kami di padang gurun ini.

Saul dan tiga ribu orang-orangnya berkemah di tepi jalan di padang belantara di bukit Hakhila, sedangkan kami sudah ada dalam posisi di padang gurun-nya. Sebagai seorang prajurit tentunya aku tahu bahwasannya rombongan Saul mengikuti perjalanan kami dari belakang, namun aku tidak yakin apakah raja ikut dalam pengejaran buron ini.

Bukankah pertemuan kami yang terakhir di goa bersejarah itu, sebelum Nabi Samuel itu meninggal dunia, raja sudah mengakui semuanya, raja sudah menangis dengan nyaring, raja sudah meminta aku bersumpah untuk tidak melenyapkan keturunannya dan tidak akan menghapuskan namanya dari kaum keluarganya?

Masa raja ikut mengejar aku dalam perburuan kali ini…??? Kalau dia mengirimkan utusan dan pasukan untuk menangkap aku sih masih masuk akal, akan tetapi setelah peristiwa di goa itu…raja masih saja tetap ikut datang sendiri memburu aku…?? Apa iya??

Aku benar-benar tidak yakin kalau pertemuan bersejarah di goa itu tidak berarti apa-apa buat raja. Aku benar-benar tidak yakin masakan usaha pembuktian siapa diriku tidak ada pengaruhnya apa-apa buat raja.

Begini saja. Aku mengutus pengintai untuk mengamat-amati diantara 3000 orang itu apakah ada raja di sana.

Tidak lama kemudian pengintai-pengintai yang aku untus itu pun datang memberi laporan bahwasannya raja benar-benar datang !! Ups !! Ra-ja da-tang….??? !! Huiiiiihhhh!! Ternyata pembuktianku tidak menghasilkan apa –apa !! Hemmmm apa boleh buat…??

Aku pun pergi ke area perkemahan raja. Di situ kulihat raja sedang tidur dengan panglimanya Abner bin Ner. Saul berbaring di tengah-tengah perkemahan, sementara rakyat berkemah di sekelilingnya.  Jadi raja tidur di tempat terbuka…wauuuuuu pengamanan yang sangat ceroboh, memang sih ada tombak yang disebelah kepalanya, dan ada pengawal di sampingnya, akan tetapi tanpa kemah, raja mudah dipanah dari arah mana saja oleh musuh tersembunyi.

Kegemasanku pada Abner bin Ner sebagai pengawal raja sudah sampai ke ubun-ubun rasanya ! Mana bisa seorang pengawal tidur bersama-sama dengan pada saat raja tidur! Apa gunanya dia sebagai pengawal kalau seperti ini.

Hati keprajuritanku terasa gemas…dan geregetan melihat pengamanan yang lemah seperti ini !! Mengapa orang-orang ini ceroboh dalam menjaga raja mereka ! Seandainya aku ini orang Filistin, bisa saja hanya dengan satu tarikan panah dari arah atas, raja mati seketika! Untung tidak ada orang Filistin di sini !

Baik, dari dua orang yang menyertai aku ini harus ada satu yang menemani aku ke perkemahan raja, aku tawarkan saja. Tidak perlu banyak-banyak orang, apalagi enam ratus orang yang belum terasah kelembutan hatinya itu…! Tidak perlu mengajak mereka, cukup mengajak satu orang saja …bahkan dua orang pun terlalu banyak ! Pengalaman di goa bersejarah tempohari dulu itu sudah cukup buat aku ! Mengendalikan orang banyak yang sedang berangasan tentunya lebih sulit daripada mengendalikan satu orang saja !

Harapanku sih dari dua orang ini, mereka sudah bisa menjadi pribadi kesatria yang sebenarnya, tegas tetapi lembut hati, lembut tetapi tetap tegas ! Semoga !

“Bagaimana Ahimelekh, ….kau atau Abisai yang ikut aku?”

Abisai bersemangat ikut aku, baiklah….kita lihat apa yang akan terjadi nanti ! Sedang Ahimelekh biar tidak perlu ikut !

Kami menunggu sampai malam tiba.

Malam itu lebih aneh lagi, bukan Cuma raja yang berbaring di luar kemah, berbaring di tengah-tengah perkemahan, melainkan pengawal –pengawalnya bahkan seluruh rakyat ikut tidur di luar tenda..Ini benar-benar kecerobohan yang luar biasa. Dengan berbaring di luar tenda, mereka dengan mudah dapat dikenali, dan mereka dapat dengan mudah diserang, bahkan bukan Cuma manusia, melainkan binatang buas pun dapat dengan mudah menyerang mereka !

Medan sudah kita baca. Abisai pun berkata padaku

“Pada hari ini Allah telah menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, oleh sebab itu izinkanlah kiranya aku menancapkan dia ke tanah dengan tombak ini , dengan satu tikaman saja, tidak usah dia kutancapkan dua kali.”

Keberanian yang tangguh ! Satu orang yang berani menerobos ke medan ! Ketepatan untuk mengenali satu tikaman mematikan tepat di tempat anatomi jantung manusia ! Target satu kali tancapan tombak…! Wauuuu parjurit dengan nilai A ! Namun secara pengenalan akan rencana Tuhan…nilainya NOL !

Aku kira dengan mengajak satu orang, masalah akan lebih mudah diatasi, ternyata tidak juga, aku masih merasa belum berhasil mendidik orang-orang terdekat ku untuk mengerti kehendak Tuhan antara aku dengan raja !  Aku harus terus didik mereka dengan tanpa lelah sampai mereka semua mengerti sedalam-dalamnya maksud dan rencana Tuhan atas kami semua.

“Jangan musnahkan dia ! Sebab siapakah yang dapat menjamah orang yang diurapi TUHAN, dan bebas dari hukuman ?”

Hukum yang ada bukan Cuma hukum rimba, akan tetapi ada hukum surga. Bisa saja kita  menang dalam pembalasan dendam,akan tetapi ingat, bahwasannya  kita sendiri akan masuk dalam ranah hukum surgawi.

Hukum yang paling tinggi adalah hukum surgawi. Itu penting untuk kita catat !

“Demi TUHAN yang hidup, niscaya Tuhan akan membunuh dia:entah karena sampai ajalnya dan ia mati, entah karena ia pergi berperang dan hilang lenyap di sana. ….”

Aku mau jelaskan bahwasannya Tuhan itu punya banyak cara untuk menyatakan pembelaan dan perkenan-Nya dalam hidup kita.  Terbukti kan si bebal Nabal itu saja bisa mati di tangan Tuhan sendiri saat dia membatu sepuluh hari lamanya…dan akhirnya ajal menjemput ! Tidak perlu pedangku melayang bukan??  Untunglah saat itu aku terhindari dari main hakim sendiri !

Untuk orang se bebal Nabal saja Tuhan menghindarkan aku untuk main hakim sendiri, apalagi kini aku berhadapan dengan orang yang bukan sembarangan, raja adalah orang yang diurapi Tuhan….pengurapan yang sama seperti pengurapan yang aku terima dari Tuhan melalui hamba-Nya , Nabi-Nya.

“Kiranya TUHAN menjauhkan dari padaku untuk menjamah orang yang diurapi Tuhan!….”

Lagi-lagi kata-kata seperti ini aku garis bawahi dan terus ulang ulang pada anak buahku sampai mereka menangkapnya dalam dasar hati mereka yang paling dalam….semoga mereka jangan bosan mendengarnya dan semoga mereka tidak menganggap aku ini Cuma lipsing dengan kalimat-kalimat itu, semoga mereka bisa menangkap segenap kesungguhan hatiku saat mengulang-ulang berkali-kali di telinga mereka itu.

“Ambillah sekarang tombak yang ada di sebelah kepalanya dan kendi itu, dan marilah kita pergi.”

Baiklah..kini keberaniannya sebagai seorang prajurit tetap aku hargai, tapi kelembutannya untuk bisa mengerti hati Tuhan dan mengenali cara kerja Tuhan cukup menghantarkannya untuk hanya menyentuh tombak dan kendi, bukan menyentuh tubuh tuanku raja,  apalagi menancapkannya ke tanah.

Kepatuhannya padaku kini aku pertaruhkan ! Aku percaya Abisai orang yang patuh padaku sebagai pemimpinnya !

Tombak itu memang pernah hampir menancapkan aku di dinding istana TI GA KA LI ..ya tiga kali…! yah tombak yang sama, itu adalah tombak raja.. Aku kenal betul warnanya, ukurannya, bentuknya serta keunikan daripada tombak raja itu.

Tombak dan kendi itu perlu diambil….ini adalah pembuktian yang kedua dariku untuk raja, semoga raja bisa berubah dengan pembuktian ini !

Tombak itu adalah saksi bisu yang seakan-akan mau mengajak aku memegangnya dan menancapkannya pada dada raja..sekali saja dan langsung mati. Score Tiga – Satu. Tiga kali aku diburu dan lolos, tetapi hanya dengan satu kali saja raja bisa kukalahkan. Tetapi tidak…biarlah scorenya tetap tiga enol….

“Ehhhh nggak jadi deh ! Aku saja yang mengambilnya…aku saja yang mengambil tombak dan kendi itu !”

Abisai kaget ketika aku memutuskan harus aku yang mengambil tombak dan kendi itu. Tapi ia segera taat.

Aku harus menang kali ini, kalau aku menyuruh Abisai..itu terlalu mudah buatku, tidak ada kemenangan yang nyata. Aku harus nyatakan bahwa tombak itu bisa saja ada dalam genggamanku kini. Dia adalah senjata yang sama yang pernah dipakai untuk menancapkan aku di tembok istana, akan tetapi…dia tidak akan pernah manjadi senjata yang sama di tangan yang berbeda. Tanganku. Aku tidak akan menancapkan tombak ini pada orang yang seharusnya menjadi sekutuku, kalau untuk menancapkan pada Filistin itu lain soal, memang Filistin adalah seteru.

Kami mengendap-endap, berjingkat-jingkat….menjaga jangan sampai langkah kami terdengar dari orang yang satu ke orang yang lain, melintasi tubuh yang satu ke tubuh yang lain, sampai kami tepat di tengah-tengah…yaitu dimana raja berbaring …

Butuh keseimbangan tubuh untuk saat berjingkat, saat menjinjit, saat melangkah pelan-pelan, saat menjaga jangan sampai langkah kami terdengar, tubuh kami jangan sampai tidak seimbang lalu kemudian menjatuhi salah satu rakyat pilihan yang menyertai raja, atau bahkan menjatuhi salah satu saja prajurit pengawal…hmmmm Pssssssssssssssttttttttttttttt!!!

Bahkan ditengah-tengah gaya tidur tiap orang yang berbeda, terkadang ada yang berdempetan, kami harus mencari celah yang dapat menjadi tempat kami berpijak, dan jangan sampai kami menginjak jari tangan, kaki, atau rambut orang yang sedang tidur agar tidak tertarik oleh injakan kaki kami dan bisa-bisa membangunkan dia…ow owwwww

Di sana-sini terdengar dengkuran…sepertinya orang-orang ini begitu nyenyak sekali tidurnya…tidak terkecuali, baik raja, baik pengawalnya, baik rakyat yang menyertai mereka….masakan tiga ribu orang bisa kompak nyenyak semua tidurnya…Masakan tidak ada satupun yang setengah nyenyak, setengah terjaga….ini benar benar aneh, aku tahu ini pasti Tuhan..ini pasti kerjaan Tuhan yang membuat mereka semua nyenyak sekali….

Aku melirik ke langit di atas dan tersenyum simpul…ups ! Tetap harus jaga keseimbangan tubuhku ! Tuhan memang memegang semua percaturan politik, dan Dia itu keren abiz ! Senyum-senyum sendiri aku dibuatnya..ketika pemikiran seperti itu terlintas..

Yups ! Sekarang sudah sampai menerobos sampai ke tengah-tengah dan ini raja…dia ada tepat di depan mataku..! Jantungku berdegup kencang, aku berdebar-debar…raja ada di hadapanku, tepat beberapa sentimeter di depanku.

Selama ini kami tidak pernah sedekat ini…sudah lama sekali aku tidak pernah berdekatan dengan raja, terakhir adalah saat aku terakhir sekali main musik terapi buat dia, dan paling terakhir adalah saat aku menyapa raja dari belakang di goa bersejarah itu. Selebihnya kami selalu mengejar dan dikejar…kami selalu terpisah oleh jarak pengejaran…dan Tuhan seolah-olah selalu menjaga jarak itu, sehingga aku seperti aman dalam perlindungan gunung batu kekuatanku yaitu Tuhan sendiri….gunung batu perlindunganku yang membuat aku tidak bisa ditembus oleh apapun juga.  Tapi kini saat aku harus sedekat ini dengan raja, Tuhan punya cara unik dan agak lucu juga sih menurut aku, raja dan ribuan orang ini dininabobokkan-Nya.

Cukup hati-hati aku ambil kendi dan tombak itu, satu di tangan kananku, dan satu di tangan kiriku, dan kami berdua akan menuju ke seberang, dan kami harus mengulangi proses menerobos orang-orang yang sedang tidur ini sampai ke puncak gunung di jauh sana. Perjalanan kembali ini tingkat kesulitannya lebih tinggi, karena kini aku tidak saja menjaga keseimbangan tubuhku sendiri, akan tetapi juga aku sambil membawa dua barang ini, tombak dan kendi raja.

Untunglah aku dahulu pernah bekerja sebagai pembawa senjata raja, salah satu tugaskau  juga adalah  merawat tombak ini, membersihkannya, membawakannya ke mana-mana kalau raja ingin pindah ruangan, atau sekedar berjalan-jalan di kebun istana. Jadi aku sudah terbiasa dengan seberapa berat tombak ini. Tapi kendi ini mudah pecah, jadi aku harus ekstra hati-hati, menggenggamnya dengan cukup kuat, karena kalau dia jatuh, tentunya suaranya bisa cukup membuat beberapa prajurit terbangun.

Nah..nah naaahhh kini aku sudah sampai di seberang , berdiri jauh-jauh di puncak gunung, sehingga ada jarak yang besar di antara kami..maklum saja..kami harus cukup menjaga jarak dengan rakyat yang ke tiga ribu yang berbaringnya di lingkaran yang terluar.

Baik, strategiku adalah begini, yang pertama akan aku bangunkan dahulu Abner bin Ner dan suaraku harus cukup lantang terdengar menggelegar.

“Tidakkah engkau menjawab, Abner?”  Aku penasaran ingin tahu apa yang jadi jawabannya.

“Siapakah engkau ini yang berseru-seru kepada raja?”

Eloh…!! Kog pada raja?? Semua yang terjadi pada raja harus dihadapi dulu oleh pengawalnya..!! Memang harus di training ini si Abner bin Ner..

Biar saja…aku tidak bilang siapa aku..biar dia bingung ! Orang seperti Abner ini memang perlu diberi teguran keras !

“Apakah engkau ini bukan laki-laki? Siapakah yang seperti engkau di antara orang Israel? Mengapa engkau tidak mengawal tuanmu raja? Sebab ada seorang dari rakyat yang datang untuk memusnahkan raja, tuanmu itu.  Tidak baik hal yang kauperbuat itu. Demi TUHAN yang hidup, kamu ini harus mati, karena kamu tidak mengawal tuanmu, orang yang diurapi TUHAN itu. Sekarang, lihatlah, di mana tombak raja dan kendi yang ada di sebelah kepalanya?”

Sedang aku aja yang diburu-buru untuk dibunuh raja menjaga nyawa raja sedemikian rupa dari tangan pembalasanku sendiri, lha kog dia ini sebagai pengawal raja kog ya nggak menyadari bahwa orang yang dia kawal itu bukan orang biasa, melainkan orang yang diurapi TUHAN.

Nah lho..! Kebingungan dia mencari-cari, tengok sana tengok sini untuk menemukan sebentuk tombak dan sebentuk kendi raja…Nggak bakal ketemu lah ya…lha wong tombak dan kendi raja ada di sini, di dekatku sini.

Aku melihat raja ikut terbangun..

“Suaramukah   itu, anakku Daud?”

Walau suara raja tidak terlalu jelas namun sayub terdengar juga..dia berkata A-NAK-KU…??? Bukankah aku sudah dicoret dari daftar kerabat raja, dicoret dari daftar nama menantu raja..? Bukankah Mikhal , istri sahku itu, sudah diberikan pada pria lain..? Mengapa raja masih memanggilku ‘anakku’? Apakah panggilan ayah dan anak ini hanya keluar dari bibirnya pada saat-saat seperti ini…? Pada saat aku selalu dapat membuktikan padanya bahwa aku masih menghormati dia sebagai ayahku?

“Suaraku, tuanku raja.”

Yah…itu yang spontan keluar dari bibirku…dia adalah rajaku, untuk mengembalikan persepsiku bahwa dia itu adalah ayah mertuaku memang cukup sulit dalam situasi sekarang ini, karena yang menolak hubungan kekerabatan ini bukan dari pihakku, tetapi dari pihaknya.  Serapuh apa pun dia, aku tetap menganggap dia itu ayahku, namun setulus apapun aku ini, dia ini tetap menganggap aku ini pesaingnya yang pantas untuk dimusnahkan tak berbekas. Jadi sebutan anak biar dari dia saja, sedang dari aku tetap saja aku memanggil dia tuanku raja. Ini semua sebuah bentuk ketau –diri-an ku. Aku kini bukan termasuk keluarga raja lagi, raja telah menjauhkan pengantin sahku dengan bayaran 200 kulit katan orang Filistin, dariku. Aku cukup tahu diri. Secara sebutan biarlah dia memanggil aku anak, akan tetapi secara kenyataannya aku sudah mengampuni segala kerapuhan jiwanya itu. Aku sudah melepaskan hakku sebagai menantu raja..sebagai suami Mikhal..sebagai kerabat raja.

Melepaskan hak memang sakit, apalagi pernikahan kami didasari karena cinta, Mikhal memang sudah jatuh cinta padaku sejak lama, dan semua orang sudah melihat gelagat sorot matanya, senyumnya dan perhatiannya yang berlebihan padaku, apalagi itu namanya kalau bukan jatuh cinta? Mikhal adalah cinta pertamaku, demi menikahi dia dengan sah..aku rela memberi mas kawin lebih dari yang diminta…dan mempertaruhkan nyawaku untuk memberi mas kawin yang super aneh itu.

Tapi saat kita mau melepaskan hak..seperti ada kelegaan, dan seperti ada sebuah pembentukan karakter kerendahan hati dalam diriku…seperti semacam ada pelepasan ego, yah…itu benar !

Lamunanku tiba-tiba terputus dan mengembalikanku pada percakapan ini.

“Mengapa pula tuanku mengejar hambanya ini? Apa yang telah kuperbuat? Apakah kejahatan   yang melekat pada tanganku?”

Aku mencoba mengajak raja berpikir logis…berpikir berdasarkan fakta, bukti-bukti yang ada di depan mata..!

“Oleh sebab itu, kiranya tuanku raja mendengarkan  perkataan hambanya ini.”

Sekali-sekali perlu memperhadapkan raja pada sebuah arahan cara berpikir positif, keluar dari zona emosinoal yang membabi buta seperti ini! Membawa ti-ga ri-bu o-rang terpilih seperti sekarang ini hanya untuk memburu diriku ini…

Kini aku harus memakai sebutan ‘aku’ dan ‘engkau’ , bukan lagi ‘hamba’ dan ‘tuanku’. Karena kini aku perlu memperhadapkan padanya sebuah konsep segi empat, antara TUHAN, aku, dia , serta orang-orang di sekitarnya.

“ Jika TUHAN yang membujuk engkau melawan aku, maka biarlah Ia mencium bau korban persembahan”

Pikiran logisnya seperti ini. Aku mengajak raja menganalisa masalah yang sebenarnya.

Siapa sebenarnya dalang dari perburuan ini ? Kalau memang TUHAN yang menjadi dalangnya, ya ndak masalah, jika Tuhan memang menghendaki raja memburuku, kalau itu memang bisa membuat Tuhan senang seperti sedang mencium bau harum korban persembahan…dan yang jadi korban di atas mezbahnya itu aku…..ya ndak papa, sepanjang hal itu memang menyenangkan hati Tuhan…it’s oke…aku dijadikan korban, benar benar nggak masalah buat aku. Walaupun pemikiran ini tidak logis sama sekali, atas dasar apa Tuhan membujuk raja melawan aku…??? Tapi analisa seperti ini perlu aku ungkapkan pada raja..raja perlu diajak berpikir logis-selogis-logisnya ! Dia harus diajak keluar dari zona kerapuhan jiwanya dan sekali waktu diperlakukan seperti orang dewasa normal lainnya !

“ tetapi jika itu anak-anak manusia, terkutuklah mereka di hadapan TUHAN, karena mereka sekarang mengusir aku, sehingga aku tidak mendapat bagian dari pada milik  TUHAN, dengan berkata: Pergilah, beribadahlah kepada allah  lain.  Sebab itu, janganlah kiranya darahku tertumpah ke tanah, jauh dari hadapan TUHAN”

Tapi kalau dalangnya ini bukan TUHAN, melainkan orang…melainkan rakyat..dan kalau sampai aku mati sebagai bukan orang Israel lagi, atau aku mati sebagai orang murtad yang tidak mau mengenal Allah Israel lagi karena diburu tanpa alasan yang jelas seperti sekarang ini…., atau aku mati sebagai seorang yang ditolak oleh seluruh rakyat Israel dan dianggap orang kafir…apa jadinya ?! Apakah mereka siap bertanggung jawab atas itu semua??? Coba dipikir deh ! Itu Cuma seandainya…!!

Aku ya tidak mungkinlah murtad…tapi kan itu bisa saja terjadi pada orang lain jika diperlakukan seperti aku sekarang ini? Aku bisa tetap tidak murtad kan karena setiap hari aku bangun hidupku terus bergaul dengan Allah Israel..aku tidak ingin jauh dari-Nya …pengurapan Roh –Nya yang kudus dalam hidupku tidak pernah aku anggap sepi, aku tetap selalu ingin dekat dengan-Nya, aku ingin selalu jaga hidupku dan hatiku tetap murni di hadapan-Nya.  Sesungguhnya Tuhan itu berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Tuhan itu memberitahukan hikmat kepadaku. Perkenanan Tuhan atas hidupku ditentukan oleh kebenaran batinku, aku jaga benar benar batinku ini, jangan pahit pada raja, jangan kecewa dengan rakyat Israel yang ikut-ikutan memburuku, jangan dendam pada seluruh keluarga raja, jangan ingin membalas dendam…dan masih banyak jangan-jangan-jangan lainnya.

Aku tahu bahwasannya tidak ada orang mana pun yang membujuk raja untuk melawan aku. Kalau pun ada, sebenarnya asal muasalnya adalah dari hati raja sendiri, yang dirasuk rasa dengki, dan iri.

Seperti orang-orang Zif yang selalu lapor pada raja, Daud ada di sini…Daud ada di sana…dan seterusnya kan karena mereka tahu sejak dari awalnya bahwa aku ini buronan raja, dan bahwa raja sangat bernafsu sekali untuk menangkap aku, tapi kalau tidak ada niatan raja, tentunya orang-orang Zif itu tidak mungkin sampai seperti itu, repot-repot banget deh !

Tapi walaupun aku tahu itu semua…untuk memperhalus kata-kataku agar tidak langsung menuduh raja seperti itu, sebaiknya aku memakai kata-kata yang lebih halus…aku pakai kata ‘mereka’. Tapi kalau raja mau koreksi diri ya pastinya dia akan tahu sendiri bahwa itu semua dalangnya ya hatinya sendiri, bukan Tuhan, juga bukan orang-orang di sekitarnya, tapi ya dia sendiri.

“Sebab raja Israel keluar untuk mencabut nyawaku, seperti orang memburu seekor ayam hutan  di gunung-gunung.”

Nah kali ini adalah kesimpulannya, bahwa ada tiga kemungkinan yang menjadi dalang semua ini, apakah TUHAN, apakah ‘mereka’ ataukah raja sendiri, hatinya sendiri, niatnya sendiri, motivasinya sendiri.

Sudah ayam hutan, seekor lagi. Tapi karena di gunung-gunung..harus pergi jauh mencarinya, harus benar-benar ditempuh…walau hanya SE-E-KOR A-YAM HU-TAN saja ! huuuuiiiihhhh

Apa coba jawab raja sekarang ??

“Aku telah berbuat dosa,”

Yups ! Aku berhasil mengajak raja berpikir logis sekarang….karena kalau semua ide ini bukan datang dari Tuhan, kita harus hati-hati, agar jangan sampai kita berdosa….dan raja kini menangkap maksud perkataanku, walau dengan jarak yang jauh aku harus berteriak-teriak untuk menyampaikannya tetap dengan intonasi yang tepat dan mudah dimengerti.

“Pulanglah, anakku Daud, “

Raja menyebut aku dengan sebutan ‘A-NAK-KU’ lagi…entah apa maksudnya, akan tetapi aku tetap tahu dirilah.

“Sebab aku tidak akan berbuat jahat lagi kepadamu,”

Bisa kita buktikan nanti kelanjutannya, apakah kejahatan raja ini stop sampai di sini, ataukah ini hanya sebuah drama…??? Terbukti mata-mataku yang aku kirim memberi informasi bahwa setelah persitiwa goa bersejarah itu, dalam pengejaran buron yang kali ini, raja tetap ikut sebagai pemimpin rombongan perburuan ini…hmmmmmmmmmm ….goa itu bersejarah buatku, tapi buat raja tetap tidak.

“Karena nyawaku pada hari ini berharga di matamu. Sesungguhnya, perbuatanku itu bodoh dan aku sesat sama sekali.”

Usahaku untuk mengajak raja berpikir logis , hari ini, sepertinya cukup berhasil. Aku tidak butuh pengakuan dosa raja, yang aku butuhkan adalah lha mbok ya raja itu berpikir logis…jangan dijajah oleh emosi membabi buta seperti yang sudah-sudah. Itu saja cukup. Dan itu bisa membawa perubahan besar dalam hidupnya sebagai raja.

“Inilah tombak itu, ya tuanku raja! Baiklah salah seorang dari orang-orangmu menyeberang untuk mengambilnya.”

Kalau dulu punca jubah raja di goa bersejarah itu aku yang simpan, untuk usaha pembuktian pada raja, kini tombak raja ini akan kukembalikan, biar menjadi alat perenungan raja.

Tombak yang akan kembali padanya itu adalah tombaknya untuk menombak filistin sebenarnya

Bukan untuk menombak aku

Aku dulu sering membawakan tombak ini untuknya

Pada saat itu aku jadi kesayangan raja bagaikan anaknya sendiri

Tapi tombak itu pernah melesat menuju jantungku tiga kali tapi terluput juga karena ada perlindungan Tuhan atas hidupku

Tombak ini ternyata pernah ikut tertidur di samping raja saat raja dan pengawalnya dan tiga ribu orang Israel terpilih tertidur nyenyak di alam terbuka tanpa perlindungan apa pun

Tombak ini sekarang ada di tanganku dan kesempatan untuk menancapkannya pada dada raja seperti yang diusulkan Abisai padaku tidak aku gunakan…aku segan pada orang yang diurapi Tuhan itu..!

Tombak ini biar kembali pada tangannya, untuk selalu mengingatkan dia akan perkataan-perkataanku hari ini…..untuk selalu mengajaknya berpikir logis..!

“ TUHAN akan membalas  kebenaran  dan kesetiaan setiap orang, sebab TUHAN menyerahkan  engkau pada hari ini ke dalam tanganku, tetapi aku tidak mau menjamah orang yang diurapi TUHAN. “

Ini adalah segitiga diantara kami, yaitu antara TUHAN, aku dan dia. Kami sama-sama umat-Nya. Dia adalah benar dan setia, Dia yang melihat setiap sikap hati dan perbuatan serta perkataan serta motivasi kita yang terdalam. Dua kali aku lulus dalam ujian-Nya atas hidupku, pertama di goa bersejarah , dan yang kedua di tempat ini. Puji Tuhan, aku lulus !!

“Dan sesungguhnya, seperti nyawamu pada hari ini berharga di mataku, demikianlah hendaknya nyawaku berharga di mata TUHAN, dan hendaknya Ia melepaskan  aku dari segala kesusahan.”

Walaupun kalimatku itu tampak aneh…kalau kalimat orang kebanyakan pasti bunyinya seperti ini : seperti nyawamu pada hari ini berharga di mataku, demikianlah hendaknya nyawaku berharga di matamu.

Tapi tidak…aku tidak menaruh hukum tabur tuai seperti konsep orang kebanyakan, kalau aku baik padamu, kamu juga harus baik padaku donk…kalau aku memberi ke kamu, kamu juga harus memberi ke aku donk….TIDAK ! Tidak seperti itu konsep hidupku.’

Aku tidak pernah kecewa pada raja seandainya raja membalas air susu dengan air tuba, karena aku tahu bahwa yang membalas setiap perbuatan kita itu adalah Tuhan, dan karena aku berprinsip seperti itulah aku juga memberlakukan kasusku dengan raja seperti itu, biar Tuhan yang membalaskan perbuatan raja padaku, jadi jangan aku sendiri yang membalas.

Jadi kalau aku menghargai nyawa raja pada hari ini, aku tahu juga bahwasannya nyawaku akan berharga di mata TUHAN, dan Tuhan sendiri yang akan melepaskan aku dari segala kesusahan.

Jadi kalau raja tidak menghargai nyawaku dan selalu membuat aku susah, padahal aku menghargai nyawa raja dan tidak pernah menyusahkan dia….itu tidak akan pernah meracuni hatiku dengan yang namanya kekecewaan, kepahitan, kebencian, dendam ….TIDAK AKAN PERNAH !

Jadi saat raja bertobat atau tidak..itu urusan dia dengan Tuhan, tetapi urusanku dengan Tuhan adalah urusan hatiku dengan Tuhan sendiri.

Inilah yang dinamakan konsep segitiga. Saat orang lain mengecewakanmu, bawalah perkaramu pada Tuhan dan ijinkan Tuhan menyembuhkanmu, tugasmu adalah mendoakan orang itu agar dia bertobat, kasihi dan tangisilah dia. Biar Tuhan sendiri yang berurusan dengan dia, jaga hatimu agar kamu tidak kecewa dan pahit. Apa kira-kira jawab raja?

“Diberkatilah  kiranya engkau, anakku Daud. “

Untuk ketiga kalinya raja menyebut kata A-NAK-KU. Tetapi dengan sikap ketahudirianku, aku tetap menghindari untuk menyebut dia dengan sebutan ‘ayah’. Tetapi berkat yang dia ucapkan dari diri seorang yang memanggil aku anaknya, itu artinya berkat dari seorang ayah, tetap aku terima, aku aminkan, serapuh apapun dia, tetap dia dipakai Tuhan untuk mengalirkan berkat-Nya dalam hidupku, aku memejamkan mata dan meresapi setiap kalimat berkat itu, aku aminkan dalam-dalam di dalam batinku yang paling dalam.

“Apa juapun yang kauperbuat, pastilah engkau sanggup melakukannya.”

Nah ini yang dinamakan berkat keberhasilan, berkat kesanggupan, berkat kemampuan, bekat capability atau kapasitas….Huuuuiiiiiih !!

Kalau di goa bersejarah dulu raja pernah menyampaikan prediksinya bahwa aku pasti jadi raja dan jabatan raja Israel akan tetap kokoh dalam tanganku….itu adalah kalimat berkat raja yang pertama ….bonus kelulusan dari ujian pertama

Dan kali ini ada bonus kelulusan dari ujian kedua….berkat keberhasilan !! Amin-amin amin !!!

Titik. Cukup sudah.

Tombak sudah diambil …tapi kendi ini biarlah untuk kenang-kenangan bersejarah buatku, toh kendi semacam ini banyak dijual di mana saja, raja bisa membeli lagi !

Aku harus pergi kali ini. Tidak seperti sebelumnya…aku cukup heran saat raja tidak mengajakku pulang setelah drama penyelamatan diri di goa itu ! Kini aku tidak ingin terheran-heran, sebaiknya aku pergi terlebih dahulu !!

Selama Tuhan tidak menyuruhku untuk kembali ke istana bersama raja, dan selama raja tidak menawarkan hal itu, aku tidak perlu harap-harap cemas dan menanti-nantikan hal itu.

Raja juga pulang ke tempatnya.

Entah sampai kapan drama demi drama…lari demi berlari..kejar demi mengejar ini akan berujung….

 

 

 

 

 

IMAMAT 14: 8

Seremonial pentahiran si kusta ada beberapa hal:

mencuci pakaiannya

mencukur seluruh rambutnya

membasuh tubuhnya dengan air

MAKA IA MENJADI TAHIR

 

Semua hal sampai sekecil-kecilnya yang dicatat dalam Alkitab ini pasti mengandung suatu makna, tidak asal-asalan ditulis demikian saja. Apalagi bila diulang-ulang yang menjadi tanda penekanan.

 

Pada hari kedelapan kegiatan cukur mencukur dan mandi ini tidak dilakukan lagi, dan setelah pada hari ke delapan ini dia sudah melakukan seremonial berikutnya, barulah dia boleh masuk di kemah.

 

 

 

Jadi pada hari pentahiran , hal hal itu harus dilakukan, dan setelah ada seremonial tertentu, si kusta boleh masuk ke area perkemahan selama 7 hari, tetapi tidak boleh masuk ke dalam kemahnya sendiri, setelah seremonial berikutnya di hari ke delapan, barulah dia boleh masuk ke kemahnya sendiri.

Nah di hari ke 7 itu, yang harus dilakukan adalah:

mencukur seluruh rambutnya ( kali ini ditulis lebih terperinci: )

  • rambut kepala,
  • janggut
  • dan alis
  • bahkan segala bulunya harus dicukur

pakaiannya dicuci

tubuhnya dibasuh dengan air

 

PAKAIAN YANG DICUCI ..apa artinya???

Kel 19:14 mencuci pakaian adalah LAMBANG PENGUDUSAN DIRI – secara rohani, maupun juga berarti secara harafiah SECARA JASMANI, karna saat pakaian dicuci, maka semua kuman-kuman dan virus virus dapat dihancurkan

Setelah hari ke 7, akan dilakukan lagi pencucikan pakaian ini. Artinya SAMPAI SEMPURNA ( karna angka 7 adalah angka lambang kesempurnaan)

MENCUKUR SELURUH RAMBUTNYA

tadinya si kusta rambutnya dibiarkan terurai, tidak terurus, tidak diperhatikan, kini si kusta harus didandani, harus dicukur seluruh rambutnya…

Si kusta ini harus selalu menutupi wajahnya, bisa bisa menutupi wajahnya tidak saja dengan tangan, tetapi dengan rambutnya yang dibiarkan terurai panjang tak terurus itu. Ada sebuah identitas baru bahwasannya rambut yang terurai itu sudah bukan jatidirinya lagi, sudah bukan gambar dirinya lagi.

Yeremia 7:29 lambang daripada ratapan. Seseorang yang mencukur rambutnya lambang daripada sebuah ratapan, ada sebuah kehancuran hati.

Ketika seseorang mau hancur hati di hadapan Tuhan, mau bertobat dari dosa-dosa masa lalunya, mau meninggalkannya, maka pada saat itulah , dia mendapatkan identitas diri yang baru di hadapan Tuhan, tepat ketika dia lahir baru, mendapat kelahiran baru dalam alam roh, roh yang dilahirkan baru.

 

Setelah hari ke 7, akan dilakukan lagi pencukuran ini . Artinya SAMPAI SEMPURNA ( karna angka 7 adalah angka lambang kesempurnaan)

bahkan di hari ke 7 lebih detail pada janggut, alis dan semua bulu-bulu.

Yesaya 7:1-25 khususnya ayat 20

Pencukuran bulu ini lambang daripada KEHANCURAN yang dilakukan oleh pihak musuh. Kembali muncul makna kehancuran di sini.

II Sam 10:4 pencukuran janggut merupakan lambang PENGHINAAN oleh pihak musuh.

Kesimpulan: semua kehancuran dan penghinaan dari pihak musuh ini boleh-boleh saja terjadi tentunya di masa lalu, karna pada saat itu semua rambut terurai ini adalah lambang SI KUSTA, tetapi Tuhan ingin ini dipangkas sampai habis, semua traumatik ini harus dihilangkan jejak-jejaknya. Tuhan ingin pencukuran ini dilakukan karna si kusta memiliki sikap hati yang hancurhati di hadapan Tuhan, hancurhati karna bertobat, dan menutup pintu kemungkinan untuk semua penghinaan dan kehancuran ini terus menerus diingatkan oleh pihak musuh ( iblis), MENUTUP PINTU PENUDUHAN oleh si musuh, yaitu si iblis

Karna ketika tumbuh janggut yang baru, justru janggut ini adalah sebuah alat untuk mengalirkan BERKAT.

Maz 133:2

Seperti minyak yang baik di atas kepala  meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.

 

MEMBASUH TUBUHNYA DENGAN AIR

sudah jelas, air ini lambang daripada pengudusan, pembasuhan  oleh Firman Tuhan.

Setelah hari ke 7, akan dilakukan lagi pembasuhan  dengan air ini . Artinya SAMPAI SEMPURNA ( karna angka 7 adalah angka lambang kesempurnaan)

 

Hari ini kita berbicara mengenai HUKUM PENTAHIRAN KUSTA

Jadi jika anda ingin mempelajari hasil penelitian sebelumnya yang membahas mengenai ciri-ciri penyakit kusta dan bagaimana menangani orang yang sakit kusta, semua ada di pembahasan Imamat pasal 13, yang bisa anda baca di sini: (KLIK DI TULISAN BERIKUT INI)

PENYAKIT KUSTA

Nah, sekaranglah saatnya kita melanjutkan pada pembahasan mengenai PENTAHIRAN KUSTA

KITA akan bahas ayat demi ayat/ bagian demi bagian:

14:1 TUHAN berfirman kepada Musa: 14:2 “Inilah yang harus menjadi hukum tentang orang yang sakit kusta pada hari pentahirannya: ia harus dibawa kepada imam, d  14:3 dan imam harus pergi ke luar perkemahan; kalau menurut pemeriksaan e  imam penyakit kusta f  itu telah sembuh dari padanya, 14:4 maka imam harus memerintahkan, supaya bagi orang yang akan ditahirkan g  itu diambil dua ekor burung yang hidup dan yang tidak haram, juga kayu aras, kain kirmizi dan hisop.

Rhema yang PERTAMA adalah: pentahiran ini merupakan suatu HUKUM, yang difirmankan Tuhan sendiri, itu artinya Tuhan perduli sama orang kusta, orang kusta tidak dibuang selama-lamanya, tetapi ada HARI dimana orang kusta itu dinyatakan sembuh, itu adalah hari pembebasan dari pengasingan, hari pemulihan dari rasa malu, hari pemulihan dari cela yang selama ini melekat pada predikat dirinya, hari di mana dia tidak perlu lagi menutup mukanya, dan berteriak “Najis..najis…!”, hari dimana dia tidak perlu lagi dikurung, diasingkan, dan berpakaian cobak cabik, hari dimana rambutnya yang terurai kini boleh dirapikan, hari dimana segalanya akan berubah. ADA HARI PEMULIHAN YANG TUHAN RANCANGKAN UNTUK ORANG KUSTA.

Kalau seandainya Tuhan itu tidak perduli, ya udah deh..sekali kusta selamanya kusta, akan tetapi tidak demikian !!

yang KEDUA adalah; pada hari pentahirannya dia harus dibawa kepada imam. Imam adalah seorang hamba Tuhan yang mewakili Tuhan, itu artinya, pemulihan harus diperhadapkan pada Tuhan. Tuhan yang akan mengurus itu semuanya.

Read the rest of this entry »

ADA APA DI TAHUN 2014???

ADA APA DI TAHUN 2014

Angka – angka di dalam Alkitab mengandung banyak arti secara rohani.

Mari kita selidiki semua angka 14 di Alkitab untuk mengetahui apa yang Tuhan inginkan buat kita di tahun 2014 ini.

TAHUN 2014

ADALAH TAHUN

SORAK SORAI

Pengelompokan rhema 1

  1. 1.       Pada tanggal 10 pada bulan paskah, dimana bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, mereka mengambil anak domba paskah, yang dikurung sampai tanggal EMPAT BELAS, dan pada hari yang ke empat belas itulah disembelih domba paskah dan darahnya dioleskan di ambang pintu rumah ( Keluaran 12: 6-7, Bilangan 28: 16), angka 14 adalah ANGKA PASKAH/ PASSOVER. HARI RAYA ROTI TIDAK BERAGI dirayakan dari tanggal 14 ini- sampai tanggal 21, tujuh hari penuh (perhatikan ada kelipatan dari angka 7 di sini , yaitu: 7-14-21). Yoh 18: 39 pada hari raya Paskah ada pembebasan/ kelepasan, untuk itulah Yesus disalibkan supaya ada pembebasan / kepelasan buat orang berdosa .

  KITA SEBUT TAHUN 2014 SEBAGAI TAHUN PASKAH

Read the rest of this entry »

TINDAKAN PROFETIK

TINDAKAN PROFETIK

(Disusun untuk Team Doa GMS Kendari, dan siapa saja yang membutuhkan )

KENDARI , NOVEMBER 2013

 

Apa tindakan profetik itu?

Tindakan profetik adalah sebuah tindakan nubuatan yang dilakukan berdasarkan iman untuk menyatakan suatu iman akan digenapinya sebuah nubuatan Tuhan atas pribadi tertentu, tempat tertentu, lembaga tertentu, dll.

 

Apa Dasar Ayat-nya??:

Mrk 11:24

 

Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamutelah menerimanya 1 , maka hal itu akan diberikan kepadamu. t 

 

 Dikatakan di ayat ini KAMU T-E-L-A-H menerimanya, bukan ‘akan’ menerima atau bahkan ‘segera’ menerimanya, melainkan dipakai kata TELAH

Orang yang telah menerima dia akan bereaksi: tidak ada keraguan karna barang/janji sudah diterima, gembira, berterima kasih.

Jadi masih terkait dengan ayat ini:


Mzm
 37:4

 

dan bergembiralah e  karena TUHAN 1 ; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. f 

 

 Jadi bergembira dulu baru menerima pemberian Tuhan, bukan terbalik ; menerima dulu baru bergembira.

Saat bergembira karna TUHAN, itu artinya bergembira dengan IMAN kepada karya Tuhan, bergembira dengan IMAN karna yakin bahwa Tuhan menggenapi janji-janji-Nya.

Bergembira di sini adalah TINDAKAN IMAN,karna secara alam nyata, barang/janji Tuhan belum diterima di alam nyata, tetapi di alam roh sudah diterima/dipercayai/ditangkap/diimani.

 

Apa contoh-contohnya di Alkitab?

  1. 1.       II Raja-raja 13: 14-19- BACA dan renungkan, secara alam nyata tidak ada hubungannya antara tindakan memukulkan anak panah ke tanah, dengan kemenangan Israel atas Aram, akan tetapi pada saat sebelum tindakan memukul itu baru saja diluncurkan nubuatan ( ayat 17) tindakan memukul itu adalah tindakan profetik atas kemenangan atas ARAM. Sayang si raja Yoas melakukan tindakan profetik itu tidak dengan sungguh-sungguh, akhirnya kemenangannya pun atas Aram tidak maksimal seperti target TUHAN. TINDAKAN PROFETIK BERHUBUNGAN ERAT DENGAN TARGET TUHAN, oleh karna itu tindakan prophetik jenis ini akan berhubungan dengan angka, misalnya berapa kali, berapa banyak, berapa orang, dll
  2. 2.       Musa mengacungkan tongkat ke arah laut, Keluaran 14: 15-21. Sebenarnya Tuhan bisa saja membelah laut Teberau itu tanpa uluran tongkat Musa, tetapi mengapa Musa diperintahkan untuk mengulurkan tongkat ke arah laut? Itu adalah respon iman, kalau Musa percaya dan taat, dia akan lakukan, tapi kalau Musa tidak percaya dan tidak taat, dia tidak aka lakukan itu. Selepas peristiwa itu, kalau ribuan kali kita ulurkan tongkat ke arah laut itu, tidak akan terjadi apa apa, karna tidak diperintahkan oleh Tuhan.  Tindakan Profetik adalah RESPON IMAN, tidakan prophetik jenis ini seakan terlihat tidak ada hubungannya, tapi ini terkait dengan arah, misalnya harus menghadap  ke mana, harus melihat ke mana, harus berkata apa kepada arah itu, dll. Hal seperti inilah yang juga terjadi pada saat Bileam melayangkan doa berkat pada Israel, dia harus pada posisi melihat perkemahan Israel. (Bilangan 24:2)
  3. MENGITARI TEMBOK YERIKO , tindakan profetik yang satu ini, sudah direncanakan/ sudah diagendakan/ sudah distrategikan, jadi tidak semua tindakan profetik itu mendadak/dadakan di tempat itu/ flowing/perintah spontan dari Tuhan, tetapi bisa juga berupa strategi yang sudah diatur sebelumnya, disusun sebelumnya, diplanning sebelumnya sesuai arahan Tuhan. Ada aturan, berapa hari, berapa lama, berapa kali, penataan barisan, melibatkan musik/sangkakala, dll, tidak boleh berbicara, dll. Sepertinya tidak masuk akal kan??? Mengitar-itari tembok tebal sekali seperti itu, seperti tindakan bodoh yang tidak ada artinya. Secara logika bisa justru bumerang, saat orang Yerikho memanah mereka dari atas tembok, tapi itu tidak terjadi, cara Tuhan saat itu adalah perang mental, Tuhan tahu kondisi orang Yerikho sudah penuh dengan ketakutan atas orang Israel yang mana Tuhannya sanggup membelah laut Teberau, sungai Yordan, dan membuat mereka menang melawan Sihon  raja Amori, dan Og, raja Basan. Dalam 7 hari Israel mengitari Yeriko, tanpa suara, tentu membuat ketegangan orang Yeriko sudah semakin memuncak, penuh tanda tanya, penuh kecemasan, sehingga saat sorakan tiba dan tembok dirobohkan mental mereka sudah sangat kalah sebelum berperang, mereka mudah ditaklukkan.  Tindakan profetik jenis ini adalah tindakan yang sudah ada dalam perencanaan dari Tuhan sebelum menuju medan peperangan, biasanya Tuhan akan berikan secara detail dan terkadang tidak masuk akal. Jadi kalau ada team pendoa peperangan rohani yang selalu melakukan hal yang sama di semua tempat, dan selalu secara spontan dan dengan cara yang itu itu melulu, coba dichek lagi, jangan –jangan tindakan profetiknya hanya sebagai LITURGI TIDAK TERTULIS- yang tidak pernah mengalami variasi dari TUHAN yang sangat kreatif. Sesuatu yang mengalir bersama ROH KUDUS tidak identik dengan spontanitas SELALU, tetapi juga bisa bersifat TERENCANA.
  4. Tangan Musa yang terangkat dan yang turun memberi efek kemenangan serta kekalahan bangsa Israel di medan pertempuran, sehingga harus ditopang oleh Harun dan Hur, Tindakan profetik yang jenis ini, terkait dengan EKSPRESI TUBUH/GESTURE/OLAH GERAK BADAN, seperti mengangkat tangan, melompat, menginjak-injak, mengitari, mengedari, mengelilingi, bergandengan tangan, membuat formasi, dll Membuat formasi misalnya formasi segitiga; lambang Tri Tunggal, formasi Salib, lambang pengorbanan Kristus, dll. Tetapi ingat, jangan selalu membuat formasi karna hafalan/selalu itu saja, tetapi buat formasi sesuai dengan petunjuk Tuhan atas keistimewaan pembalikan keadaan yang Tuhan mau atas tempat itu. Tiap peperangan rohani bisa ada formasi baru/special atas tempat itu, jika Tuhan mau.
  5. Kostume pakaian kudus ( biasanya lenan halus berwarna putih)  dalam II Taw 20, dipakai oleh barisan pemuji /penyanyi. Pada saat mereka menyanyi, di tempat lain. Di tempat jauh, musuh saling bunuh membunuh sendiri. Itu seperti rimute control. Tindakan profetik di sini terkait dengan kostum, warna, arti  yang terkandung dalam warna, SEPERTI YANG TUHAN MAU, misalnya Tuhan ingin kostum khusus warna putih sebagai lambang kekudusan, saat kita ingin membalikkan daerah yang dikuasai roh kenajisan, dll
  6. Pujian , sorakan, penyembahan II Taw 20: 22. Ini juga tindakan profetik, bukan menyanyi biasa, karna pada saat menyanyi dan bersorak, kemenangan itu belum nyata, tapi pada saat itu terjadi peperangan oleh kuasa Tuhan lewat pekerjaan malaikat-malaikat-Nya.  Ini adalah peperangan lewat udara, jadi saat mereka maju ke medan perang, mereka tinggal menjarah saja, (Baca II Taw 20 secara lengkap) Tiap situasi bisa berbeda, artinya pada saat mengelilingi Yerikho, justru disuruh Tuhan diam, tidak boleh ada suara, yang ada adalah suara sangkakala dari tanduk domba, dan sorakan baru di hari terakhir setelah putaran terakhir setelah suara panjang dari tiupan sangkakala.  jadi harus ikut tuntunan Roh Kudus, tidak selalu harus menyanyi, juga tidak selalu harus diam, suka-suka strategi Tuhan dalam hal ini.
  7. Perjamuan Kudus, juga adalah tindakan profetik, karna dengan memakan roti dan meminum anggur, kita menyatu dengan tubuh dan darah Yesus, walau yang kita makan sepertinya roti biasa dan yang kita minum sepertinya sirup anggur biasa.  Bedanya kalau tindakan profetik lainnya kita percaya pada nubuatan yang akan terjadi/dinyatakan, kalau perjamuan, kita percaya akan kuasa dari tubuh dan darah Yesus yang sudah dilakukan di masa lalu ( oleh Yesus di Salib) dan kita lakukan perjamuan di masa sekarang ini untuk pencapaian nubuatan Tuhan di masa datang.
  8. Langkah kaki/pijakan/derapan/barisan/langkah berbaris/langkah barisan, JUGA ADALAH TINDAKAN PROFETIK,  karna tindakan ini tanpa sengaja dilakukan orang kusta itu , tapi Tuhan pakai tindakan itu sebagai alat-Nya, karna nubuatan saat itu sudah diluncurkan, walau 4 orang kusta ini tidak tahu menahu masalah nubutan tersebut, SAAT TUHAN MEMERINTAHKAN KITA UNTUK BERDERAP/BERJEJAK/BERIRAMA DENGAN KAKI, lakukan dengan iman II Raj 7: 1-20 ( saya berikan sebagian ulasan tentang 4 orang kusta di II Raj 7: 1-20 dari blog saya www.berbagirhema.wordpress.com dari judul tulisan EMPAT ORANG KUSTA YANG TETAP BERPENGHARAPAN)

empat orang kusta ini tidak mendengar apa pun yang dikatakan atau dinubuatkan oleh nabi Elisa kepada Raja, ( di ayat 1), tiba-tiba di ayat 3, mereka mendapat ide itu….ide untuk MAJU.

jadi yang terjadi BUKANLAH ide dari 4 orang kusta itu, diketahui oleh TUhan dalam kemahatahuan-Nya, lalu sebelumnya Tuhan memerintahkan Elisa menubuatkan…. BUKAN!!
yang terjadi adalah IDE keluar dari krisis ekonomi negara itu datangnya dari TUHAN, lalu Tuhan menyuruh Elisa bernubuat, saat nubuat diluncurkan, saat itulah 4 orang kusta di tempat yang berlainan diberi ide oleh TUHAN. Ide ini tidak diberikan pada TUA TUA KOTA yang mungkin sedang tidur di rumah mereka masing-masing/ cuti.

perhatikan ayat 5 orang Kusta bangkit berjalan ke arah perkemahan musuh pada waktu SENJA
perhatikan ayat 7 orang aram bangkit melarikan diri juga pada waktu SENJA

peristiwa ini terjadi bersamaan. itu artinya Tuhan membuat langkah 8 kaki orang kusta, terdengar bagaikan bunyi kereta, bunyi kuda, bunyi tentara yang besar, seolah-olah seperti ada tentara sekutu antara Israel, Orang Het, dan orang Misraim yang bersekutu menyerang mereka. ( saya percaya langkah 8 kaki ornag kusta ini diramaikan juga dengan langkah ribuan malaikat dan suara kereta surgawi) Karna bunyinya ‘nyata sekali’ sehingga sanggup membuat orang aram ketakutan dan lari terbirit-birit, padahal cuma langkah 8 kaki orang kusta, yang sedang lapar, dan tak punya tenaga, jalannya pun mungkin sempoyongan.

Karna terjadi bersamaan, maka ketika orang kusta sampai di perkemahan, maka perkemahan sudah kosong.

 

  1. Benda-benda juga dipakai sebagai tindakan profetik, orang-orang sakit yang meminta untuk memegang jumbai Yesus, Yesus mengijinkan mereka. Matius 14: 36, Saputangan Rasul Paulus atau kain yang pernah dipakai rasul Paulus , menyimpan urapan yang dialirkan dari tubuh yang diurapi, ada keringat dari tubuh orang yang diurapi menempel di saputangan itu. Jimat yang dipakai dukun-dukun adalah PRODUK TIRUAN IBLIS, dengan urapan iblis tentunya.
  2. Bayangan dari orang yang diurapi juga bisa jadi tindakan profetik. Bayangan rasul Petrus yang termuat di dalamnya urapan dari tubuh orang yang diurapi Tuhan- KIS 5: 15. Jika Tuhan ingin kita mencetak huruf menggunakan bayangan tubuh dari beberapa orang, LAKUKAN SAJA.

Besok dilanjut lagi

 

 

SEMAKIN MEMBARA

SEMAKIN MEMBARA

by: grace

 

Diam-diam makin membara

Cinta menetap dalam dada

Tiada terbungkam

Tak bisa diam

 

Rahasia terkuak

bisik-bisik terhenyak

menjerumuskanku dalam lamunan banyak

tak bisa tidak

tiada kuasa menolak

 

Dahsyat bara membakar hati

menanti

hari

lagi

 

Rhema dari-Mu

membuat aku jatuh

cinta

lagi

 

menanti

lagi

rahasia hati

 

mengisi lamunanku

dengan kata rahasia-Mu

 

aku cinta rhema dari-Mu.

 

lamunanku

dibelenggu

akan

cinta

pada kata-Mu

dan

rahasia-Mu

 

Kendari, 12 November 2o13

Jika kita sampai di pembacaan Imamat 12: 3 sampailah pada pembacaan mengenai sunat pada bayi berusia 8 hari.

dan seteleah browsing saya menemukan tulisan ini:

SUNAT PADA HARI KEDELAPAN

 

Kebenaran Alkitab sangat didukung oleh ilmu kesehatan. Misalnya tentang SUNAT. Allah menetapkan sunat pada hari ke 8 dan menurut ilmu kesehatan:

Pada hari ke 2 dan ke 5 setelah kelahirannya, seorang bayi rentan terhadap pendarahan.

5 sampai 7 hari setelah kelahirannya, pembekuan darah belum terbentuk.

Hari ke 8 merupakan hari teraman pertama. Ini berhubungan dengan produksi protrombin, yaitu suatu unsur penting pembekuan darah. Pada hari ke 3 produksinya baru mencapai 30% dan mencapai puncaknya yaitu 110% pada hari ke 8. Setelah itu ia akan menurun menjadi 100%. Allah sudah mempertimbangkan semuanya ketika memutuskan sesuatu. Pendapat dari ilmu kesehatan mendukung Kebenaran Alkitab.

 

http://groups.yahoo.com/neo/groups/islam-kristen/conversations/topics/26575

KOMENTAR SAYA PRIBADI:

Oleh karna itu tidak terlalu mengherankan bahwa rata-rata bayi berusia 8 hari mengalami lepasnya tali pusar yang sebelumnya masih basah dan masih menempel di pusarnya, itu karna pada hari ke 8 terjadi pembekuan darah pada puncak yang maksimal yaitu 110%, dimana luka-luka cepat mengering.

Temuan dunia kedokteran mengenai seluruh seluk beluk tubuh manusia di zaman modern dengan alat-alat penelitian yang canggih tetap kalah dengan kitab Imamat yang diilhami oleh Pencipta manusia itu sendiri yang telah ditulis jauh sebelum temuan dunia kedokteran mengenai produksi protrombin pada bayi.

IMAMAT 7: 22-27

Ada larangan untuk memakan lemak dan darah.

Jelas hal ini secara kesehatan sangat digarisbawahi, bahwa lemak hewani tidak baik untuk tubuh kita

Dan analisa terhadap darah telah membuktikan bahwa darah banyak mengandung zat Uric Acid, yang zat ini sangat membahayakan apabila dimakan oleh manusia.

Terkadang, di dalam darah juga mengandung bakeri-bakteri dan virus penyakit menular. Dan ketika itu, darah sangat berbahaya bagi pemakannya.

Jadi kesimpulannya: larangan dalam Taurat Tuhan, untuk memakan lemak dan darah, adalah bagi kesehatan kita juga.

IMAMAT PASAL 11

semua binatang yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan dibahas dalam seluruh pasal, tentunya semua berkaitan dengan kebaikan kita sendiri/ untuk kebaikan kita.

BERKAT JASMANI DAN ROHANI

ROTI BERAGI DAN TIDAK BERAGI

IMAMAT 7: 11-21

KORBAN KESELAMATAN :

  • Untuk memberi syukur
    • Disertai roti bundar yang tidak beragi yang diolah dengan minyak
    • Roti tipis yang tidak beragi yang diolesi dengan minyak
    • Roti bundar dari tepung yang terbaik yang teraduk, yang diolah dengan minyak
    • Persembahan itu harus beserta dengan roti bundar yang beragi, di samping korban syukur yang menjadi korban keselamatan

    Read the rest of this entry »

IMAMAT 7: 1-10

Ada penjelasan mengenai KORBAN PENEBUS SALAH

Yaitu, korban penebus salah ini harus dimakan oleh imam yang mengadkan pendamaian dengan korban itu, dia harus memakan korban itu.

Hal itu juga berlaku bagi korban penghapus dosa, dan korban sajian.

Jadi tiga korban ini harus dimakan oleh imam, yaitu

Read the rest of this entry »

KETAATAN DAN KERELAAN

YESUS UNTUK MELAKUKAN KEHENDAK BAPA DALAM HIDUP-NYA

Imamat 6: 24-30

1. TEMPAT KORBAN BAKARAN SEBAGAI PATOKAN TEMPAT KORBAN PENGHAPUS DOSA

Perikop ini membahas khusus mengenai KORBAN PENGHAPUS DOSA.

Kalimat kesimpulan saya setelah membaca ayat 25 adalah:

Korban penghapus dosa harus disembelih di tempat korban bakaran.

Read the rest of this entry »

IMAMAT 6: 8-13.

Ayat 13.
Harus dijaga supaya api tetap menyala di atas mezbah, janganlah dibiarkan padam.

Ayat ini adalah ayat thema PASSION, NCWC, Senayan, Jakarta, tahun 2012 lalu. NCWC singkatan dari National Conference Worker Children.

Api dalam ayat ini menggambarkan api/semangat/passion/hasrat, yang harus dijaga tetap menyala-nyala.

Read the rest of this entry »

Imamat 6: 1-7

…maka haruslah ia membayar gantinya sepenuhnya dengan menambah seperlima;haruslah ia menyerahkannya kepada pemiliknya pada hari ia mempersembahkan korban penebus salahnya.

Sebagai korban penebus salahnya haruslah ia mempersembahkan kepada Tuhans eekor domba jantan yang tidak bercela….dst

Dosa kepada Tuhan adalah satu lini, yaitu antara kita dengan Tuhan saja.

Tetapi dosa kepada sesama adalah dua lini, yaitu antara kita dengan orang lain, dan antara kita di hadapan Tuhan.

Read the rest of this entry »

Segala lemak adalah kepunyaan Tuhan (ayat 16)

Imamat 3: 1-17

Korban keselamatan bisa dari lembu, kambing dan domba yang tidak bercela.

Ada aturan dari korban-korban keselamatan ini :

1. Binatang tidak boleh bercela.

Read the rest of this entry »

Imamat pasal 2.

KORBAN SAJIAN DARI BAHAN TEPUNG KUALITAS KW 1
Apabila seseorang hendak mempersembahkan persembahan berupa korban sajian kepada TUHAN, hendaklah persembahannya itu tepung yang TERBAIK…
(1)

ROTI BAKAR DARI BAHAN TEPUNG KW 1
Apabila engkau hendak mempersembahkan persembahan berupa korban sajian dari apa yang dibakar di dalam pembakaran roti, haruslah itu ari tepung yang TERBAIK,
(4)

ROTI PANGGANG DARI BAHAN TEPUNG KW 1
Jikalau persembahanmu merupakan korban sajian dari yang dipanggang di atas panggangan, haruslah itu dari tepung yang TERBAIK
(5)

ROTI KUKUS DARI BAHAN TEPUNG KW 1
Jikalau persembahanmu merupakan korban sajian dari yang dimasak di dalam wajan haruslah itu diolah dari tepung yang TERBAIK
(7)

Read the rest of this entry »

DUA MACAM BAU

korban api apian yang baunya menyenangkan bagi Tuhan (Imamat 1:9)
korban api apian yang baunya menyenangkan bagi Tuhan (Imamat 1:13)
korban api apian yang baunya menyenangkan bagi Tuhan (Imamat 1:17)

Diulang sampai 3 kali dalam satu pasal imamat ini,

Read the rest of this entry »

SIAPKAN RANGSELMU !!

Apabila awan itu naik dari atas Kemah Suci, berangkatlah orang Israel dari setiap tempat mereka berkemah. tetapi jika awan itu tidak naik, maka mereka pun tidak berangkat sampai hari awan itu naik. Sebab awan Tuhan itu ada di atas Kemah Suci pada siang hari, dan pada malam hari ada api di dalamnya, di depan mata seluruh umat Israel pada setiap tempat mereka berkemah.

Keluaran 40:36-38

Awan itu bukan awan biasa, melainkan Tiang awan pimpinan Tuhan.

Tidak ada yang tahu kapan awan itu akan naik, bergerak dan memimpin menuju tempat berikutnya, itu bisa terjadi dini hari, pagi, setengah siang, siang, atau bahkan sore hari. Bangsa Israel harus taat pada pimpinan Tuhan yang ditunjukkan lewat tiang api itu. Mungkin ada yang lagi enak masak, harus mematikan apinya secara mendadak, mungkin ada yang sedang tidur, harus bangun dan berkemas, mungkin ada yang sedang ashik ngobrol, mereka harus bubar dan mempersiapkan diri mengikuti perjalanan berikutnya yang masih panjang. Kalau mereka tidak selalu siap untuk TAAT, tidak selalu siap untuk MOVE, tidak selalu siap untuk DIINTERUPSI, tidak selalu siap untuk BERANJAK dari rasa nyamannya saat itu ( nyaman memasak, nyaman mengobrol, nyaman tidur…dll) tentu akan berakibat : BERANGKAT DENGAN PERSUNGUTAN. Persungutan selalu dihasilkan oleh hati yang tidak siap, atau bahkan TERTINGGAL

Tetapi ingat…jam berapa pun pimpinan Tuhan terjadi, awan itu menghasilkan bayangan yang meneduhkan perjalanan mereka.

Tidak pernah dijanjikan jalanan yang rata, tetapi selalu ada keteduhan dari Tuhan.

Tidak pernah dijanjikan jalanan berumput hijau selalu, karna banyak kali justru dipertemukan dengan padang gurun, tetapi tetap berpayungkan naungan Tuhan.

Tapi jika awan itu tidak naik, maka mereka pun tidak berangkat. Ini juga tidak mudah, terkadang ada orang yang ingin terburu-buru meninggalkan suatu tempat perhentian yang kurang nyaman, ada juga type orang yang mudah bosan di suatu tempat dan ingin segera beranjak, bahkan ada juga orang yang tidak bisa menikmati berlama lama di suatu titik. Kapan ya kiranya awan ini bergerak lagi…kapan ya…??

Rasa terburu-buru tidak akan menghasilkan sesuatu yang matang, yang ada hanyalah proses setengah matang, bantat, ibarat roti yang tidak berkembang.

Itu seperti kebalikan dari orang-orang golongan pertama tadi yang enggan untuk beranjak, tetapi orang-orang golongan ini adalah orang yang enggan untuk tinggal.

Tetapi perjalanan ini tetap harus ikut Pemimpin Agung, bukan Musa, bukan Harun, bukan tabut, tetapi pimpinan daripada TUHAN sendiri.

Pada malam hari ada API di dalam awan itu. Bisakah kita membayangkan api di dalam awan? Seperti apakah itu? Itu seperti kehangatan selimut malam yang menjagai orang Israel atau kita dari dinginnya malam. Bekunya cuaca yang menggigilkan tubuh.

Kebekuan sekitar kita, hati yang beku, berkat yang beku, senyum yang beku, tidak akan membuat kita beku jika kita tetap ada dalam pimpinan API TUHAN, yang membuat kita tetap bersemangat, tetap bergerak, tetap bertahan, tetap maju, tetap bergairah, tetap memberi dampak, tetap membakar, tetap murni dan memurnikan

di depan mata seluruh umat Israel pada setiap tempat mereka berkemah.

itu bicara mengenai MATA YANG DAPAT MELIHAT PIMPINAN ITU. tidak ada dalih..Oh saya tidak dapat melihat pimpinan Tuhan…oh saya tidak mengerti, oh saya tidak tahu, TIDAK BISA JADI ALASAN, karna semua mata dapat melihat ketinggian awan itu, ketinggian api di dalam awan itu…

Tuhan akan menunjukkan pimpinannya, tugas kita adalah TAAT, ketika disuruh berangkat, BERSUKACITA ketika disuruh tinggal, dan selalu enjoy dengan jalan-jalan yang Dia pilihkan..

Ayo siapkan rangsel kita !!

MENGAMBIL HATI ORANG

Mengambil hati orang. Itu adalah perkara yang perlu kita latih.

Penulis Amsal yang luar biasa menuliskan sbb;

Amsal 11:30 dan siapa bijak, mengambil hati orang.

Dengan mengambil hati orang kita dapat lebih mudah menyampaikan nilai-nilai kebenaran ke dalam hidup orang itu , karna hatinya sudah terbuka terlebih dahulu.

Tidak heran, ayat ini didahului oleh frase awal: Hasil orang benar adalah pohon kehidupan,
walaupun hasil kita seperti buah yang lezat, kalau ditolak oleh orang yang seharusnya menerima, juga akan mubazir kan…? Makanya dilanjut dengan frase berikutnya tadi; dan siapa bijak, mengambil hati orang.

Frase A: orang benar.
Frase B: orang bijak.

Orang benar belum tentu bijak, karna orang benar ada yang kaku dengan pendapatnya, memaksakan pendapatnya pada orang lain, walaupun pendapatnya benar, tapi caranya bisa salah.

Tetapi orang bijak itu bisa mengambil hati orang. Dengan keahlian mengambil hati orang inilah, orang bijak dapat menyalurkan buah-buah kebenaran dari pohon kehidupannya dengan mulus ( diterima dengan enak oleh orang-orang di sekitarnya)

Ini bicara mengenai cara. Kedengarannya simpel sih…sederhana, tetapi ini butuh KEBIJAKAN HATI, butuh latihan.

Tapi seringkali saat kita mendengar kalimat ; MENGAMBIL HATI ORANG …kebanyakan konotasi kita langsung negatif, karna cara ini sering dipakai oleh orang-orang jahat, yang bermaksud menipu, memanipulasi, merayu, menjilat, tidak tulus, memanfaatkan, dll. Orang-orang yang berkarakter seperti itu, hanya memakai frase ke dua/b dari ayat ini, dan tidak menerapkan frase A dari ayat ini..yaitu HIDUP BENAR.

Selama kita hidup dalam kebenaran, ketulusan hati, tidak punya maksud menipu, memanipulasi, merayu, menjilat, memanfaatkan orang lain, dll ( yang jahat-jahat pokoknya), KITA HARUS BELAJAR MENGEMBANGKAN YANG NAMANYA – me-ngam-bil-ha-ti-o-rang.

Jadi ayat ini seperti mata uang, di sisi yang satu HIDUP BENAR, di sisi lain BERHIKMAT untuk menyatakan kebenaran dengan cara MENGAMBIL HATI ORANG.

Menangkan dulu hatinya, untuk mendapatkan jalan masuk ke dalam seluruh hidupnya.

Tips mengambil hati orang:
1. Bersikap sopan, dalam tutur kata, sikap tubuh, dan tindakan, dalam berpakaian.
2. Bersikap menghargai, mendengarkan pendapat orang lain, memberi perhatian atas passion orang lain, dan empaty dengan beban orang lain
3. Bersikap jujur.
4. Mengalah, dalam arti bukan kompromi dengan dosa orang, tetapi mengalah dalam arti mengikuti proses orang itu dari step enol bahkan dari stel minus, sehingga kita tidak menaruh standart yang terlalu tinggi untuk digapainya, karna kita percaya pada perubahan secara proses, bukan instan. Kita ikuti prosesnya, itu yang saya maksud dengan mengalah. Memberi ruang untuk orang lain belajar dari kesalahannya untuk perbaikan di masa depan. (jangan diartikan kita kompromi dengan dosanya)
5. Mendengar dengan penuh perhatian, menyediaka telinga untuk menjadi tempat sampah, tempat keluhan, bahkan tempat sasaran emosi.
6. Memuji dengan wajar , tidak sok senior.
7. Menjalin hubungan yang lebih mendalam, melalui sharing kehidupan.
8. Memberi perhatian lebih
9. Membawa oleh-oleh ( tidak selalu harus yang mahal)
10. Memberi motivasi
11. Mendoakan
12. Mengasihi tanpa lelah.

Membaca kitab Keluaran terkadang terasa menjemukan (Itu dulu, saat aku belum belajar menuliskan apa yang didapat dari Firman Tuhan)

Tapi sekarang….hmmmmmmmmm ashik banget.

Nah sekarang saya beri contoh cara menuliskan rhema dari kitab

Keluaran 37:1-9

Bezaleel …siapakah dia? Dia orang yang diurapi Tuhan untuk membuat perkakas bait Suci Tuhan.

Maukah kita dipakai Tuhan untuk membangun Bait-Nya yang kudus?

Dikatakan Bezaleel MEMBUAT.

Ada sesuatu yang dikerjakan, memakan tenaga, piikiran, waktu, konsentrasi dan segala yang dapat dikerahkan, dicurahkan, secara maksimal untuk pekerjaan Tuhan.

Sudahkah kita maksimal untuk Tuhan ? Apa saja yang kamu lakukan, lakukanlah seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia!!

Dikatakan Tabut yang dibuat itu dari KAYU PENAGA, disalut dengan EMAS MURNI, ini bicara mengenai BAHAN YANG DIPAKAI HARUS TEPAT SEPERTI YANG TUHAN MAU. (Karna semua bahan yang dipakai untuk pembuatan Tabut ini ada artinya, kayu artinya manusia, emas artinya kemuliaan Allah, arti secara keseluruhan, kehadiran Allah akan membungkus kehinaan manusia dengan kemuliaan-Nya yang murni dan bersinar)

Sudahkah kita mengerjakan segala sesuatu dengan bahan seperti bahan yang Tuhan mau? Sudahkah kita memakai bahan-bahan dengan lebih detail tepat seperti yang Tuhan mau? Terkadang belum tentu Tuhan ingin kita menghemat dan memakai bahan yang murahan, karna Dia sanggup mengadakan yang lebih dari yang kita bayangkan. Tetapi terkadang juga belum tentu Tuhan memanjakan kita dengan bahan yang semuanya mahal, karna dengan cara itu Dia sedang mendidik kita untuk kreatif dengan apa yang ada dan tetap bersyukur dan bersandar pada kedahsyatan-Nya yang nyata dalam segala keadaan.

Saat kita bekerja membuat kartu ucapan selamat ulang tahun pada anak sekolah minggu, misalnya, maukah kita menanyakan pada Tuhan, bahan apakah yang Tuhan inginkan? Apakah karton, apakah plastik, apakah stiker.? Ini tidak mudah, terkadang kita merasa itu hal kecil, soal bahan kita tentukan sendiri, tetapi kita akan alami perbedaan saat menurut pada Tuhan, yang lebih mengerti bahan apa yang paling tepat. Mungkin saja pilihan Tuhan disesuaikan dengan selera penerima kartu, yang tidak kita pahami? Siapa tahu???

BaHAN di sini bisa bicara, buku apa yang kita pakai, materi apa yang kita kotbahkan, ilustrasi apa yang tepat, dll

Dalam bacaan ini, kita temui ukuran tabut, baik panjang, lebar, maupun tingginya, dan ukuran itu adalah ukuran yang sama pada tutup pendamaiannya. Bezaleel tidak boleh ngawur dengan ukuran ini, karna semua design ini ukurannya ditentukan oleh TUHAN sendiri.

Demikian juga dengan kita, saat kita melakukan pekerjaan kita, kita harus minta Tuhan hikmat, berkenaan dengan ukuran yang Tuhan mau, seberapa banyak kita harus kulakan, seberapa banyak kita harus memberi discount, seberapa banyak kita mesti membuat soal, seberapa banyak kita mesti memberi PR, dll

Sudahkah kita selalu bertanya pada Tuhan sampai ke hal -hal detail spt itu?

Dikatakan DISALUT DENGAN EMAS MURNI BAIK BAGIAN DALAM MAUPUN BAGIAN LUAR. Ini keren banget. Tuhan ingin pengerjaan tabut ini excellence. Saat dilihat dari luar terlihat salutan emas murni, tapi saat dibuka, ternyata dalamnya pun terlihat salutan emas murni, jadi tidak cemerlang hanya dari tampak luar saja, tetapi luar dalam.

Kualitas seperti inilah yang Tuhan mau untuk kita lakukan dalam hidup kita. Sama seperti pemilik rumah makan, dia membuktikan kalau masakannya sehat, bersih, tidak menggunakan MSG, dll, saat dia mengatakan dan membuktikan pada pelanggan bahwa dia juga ikut makan makanan yang sama. Sama seperti pembuat rancang pesawat terbang, yang mana dia sendiri berani ikut dalam penerbangan uji coba, untuk meyakinkan bahwa dia membuat pesawat itu seaman mungkin. Inilah yang dinamakan kualitas integritas dari sebuah produk, baik produk barang maupun jasa.

Sudahkah kita memiliki integritas dalam bidang pekerjaan kita?

Untuk membuat tabut ini, Bezaleel membuat beberapa benda: tabut, bingkai emas, gelang emas, kayu pengusung, tutup pendamaian, dan kerub. Total dia mengerjakan 6 jenis benda untuk kelengkapan sebuah TABUT PERJANJIAN. Jadi walaupun hanya disebut Tabut saja, tetapi ada 6 jenis benda sebagai kelengkapannya.

Demikian juga dengan hidup kita, sontohnya, saat seorang Guru bekerja, ada banyak item yang dia kerjakan, mengajar, membuatkan agenda, satuan pengajaran, soal ulangan, evaluasi daya serap, soal remidi, penghitungan nilai raport, dll Jadi tidak hanya mengajar saja, tetapi ada banyak pekerjaan penunjang lainnya. Bezaleel tidak hanya membuat TABUT saja, titik, tetapi dia buat semuanya, dan semua kelengkapan lainnya itu juga dibuat dengan bersungguh-sungguh, tidak asal-asalan.

Bagaimana dengan hidup kita? Adakah kita mengerjakan hanya hal utama saja dan melupakan perlunya kita bekerja secara LENGKAP BIDANG PEKERJAAN?

Dikatakan di bagian ini, Bezaleel membuat kayu pengusung agar supaya tabut itu dapat diangkut, Ini saya sebut FUNGSI ALAT.

Ini tidak mudah, karna harus sampai uji coba fungsi itu berhasil, kalau kayu kurang panjang, tentunya menyulitkan para pengangkut, kalau kayu kurang kuat, tentunya bisa patah saat menyangga tabut yang berat, kalau kayu tidak sama ukurannya tentunya mengganggu keseimbangan.

Saegala yang kita kerjakan harus dapat mencapai satu titik BERFUNGSI seperti yang seharusnya.

Kalau kita guru, ya gimana caranya, setelah kita mengerjakan segala pekerjaan guru, anak-anak itu harus sampai BERFUNGSI misalnya bisa menyerjakan soal matematika dalam mata pelajaran matematika yang kita ajarkan. Kalau kita guru sekolah minggu, ya gimana caranya anak-anak dapat BERFUNGSI sebagai anak-anak Tuhan yang berakar, bertumbuh dan berbuah lebat bagi kerajaan Sorga.

Kesimpulan : Mari beri yang terbaik untuk TUHAN

lanjut di Keluaran 39: 32-43

Rhema dari Keluaran 39: 32-43. Segala pekerjaan untuk melengkapi semua perabotan kemah suci telah selesai dan inilah penilaiannya:
1. tepat – yaitu tepat seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa. (ayat 32, 42) kata tepat ini muncul 2 kali ( penegasan , pengulangan, penekanan pada kata TEPAT itu)

2. Musa melihat bahwa segala pekerjaan itu, sesungguhnya telah dilakukan seperti yang diperintahkan Tuhan (ayat 43) perhatikan kata SEGALA, itu artinya, bahannya, ukurannya, jumlahnya, cara membuatnya, kelengkapan alatnya, fungsinya, komposisinya, aromanya, dll sudah TEPAT seperti yang Tuhan mau

KEREN

lanjut di Keluaran 40: 1-11

Keluaran 40:1-11

Penetapan tanggal oleh Tuhan, yaitu tanggal satu bulan satu, itulah adalah tahun baru, saat dimana Tuhan ingin tahun baru itu diisi dengan sesuatu yang baru, yaitu mendirikan KEMAH SUCI.

Sudahkah kita melakukan segala sesuatu TEPAT seperti waktu yang Tuhan inginkan? Saat mana kita melangkah, saat mana kita mesti menahan diri dan jangan terburu-buru, saat mana kita mesti lembur karna mengejar target, saat kana kita mesti diam, saat mana kita mesti bicara, saat mana kita membuat rencana, saat kapan kita mesti membuka, menutup, mengawali, mengakhiri, dst

Waktu special yang dipilih oleh Tuhan. Lewat sehari saja, sudah tidak TEPAT seperti yang Tuhan mau.

dikatakan di ayat 4, kaubawalah di dalamnyua meja dan taruhlah di atasnya perkakas menurut SUSUNANNYA.

Susunan pun harus seperti yang Tuhan mau. Ini bicara mengenai dimensi ruang, kerapian, urutan penempatan, tata letak, design interior, rasa seni, dll.

Sudahkah dalam pekerjaan dan hidup kita, kita melakukan SUSUNAN tepat seperti yang Tuhan mau?

Barang apa yang seharusnya kita beli, barang apa yang tidak perlu dibeli, barang apa yang cukup satu saja dan jangan ada banyak banyak, barang apa yang harus sedia banyak, warna dan komposisi apa yang pas untuk sebuah ruangan, dll. bayangkan kalau kita lakukan ini dengan sentuhan hikmat Tuhan, hasilnya akan amazing.

Tata ruang adalah salah satu bentuk KEMASAN yang tampak luar, sebelum orang mencicipi isi dalamnya.
Kalau itu buku, ibarat covernya. Orang akan memilih sebuah buku di Gramedia untuk dibuka , awalnya karna tertarik ketika melihat JUDUL BUKU dan covernya yang sangat menawan.
Banyak orang tidak memperhatikan penampilannya, karna menganggap yang penting dalamnya, tapi toh Tuhan memakai kecantikan Ester untuk memikat raja saat itu, bukan hanya inner beauty tetapi juga outer beauty memegang peranan.
Jangan sampai batal kontrak, hanya karna orang sudah mundur saat pertama kali melihat tata ruang yang tidak berhikmat.

Lihat di ayat-ayat tersebut….

kautaruhlah ……ini di sini…., ini di sini…., PELETAKAN HARUS TEPAT seperti yang Tuhan rancangkan titik penempatannya. Ini benar-benar keren.

Tikak pernah sekalipun Tuhan berkata “terserah kamu Musa, kamu mau taruh di mana barang ini” Karna ini bait Tuhan, jadi terserah Tuhan dong.

Percayakah kita pada selera Tuhan yang adalah Super High Class?

Ayat 9, perabotan di dalam bait suci itu harus dikuduskan , diurapi.

ternyata yang dikuduskan dan diurapi bukan cuma orang saja, tetapi juga barang. Itu semua karna barang-barang ini harus DIKHUSUSKAN/ DIPISAHKAN/ DISPECIALKAN hanya untuk TUHAN.

Sudahkah semua barang di rumah kita kita khususkan hanya bagi kemuliaan TUHAN? Misalnya ada setumpuk baju yang tidak terpakai, itu tidak memuliakan nama Tuhan, berikanlah pada yang membutuhkan.

Misalnya ada lagu-lagu duniawi, kaset kaset yang isi syairnya nggak memuliakan Tuhan, buang saja.

Dan masih banyak contoh lain.

di ayat 12-16 , Tuhan menyuruh Musa mengurapi Harun dan anak-anaknya. Perhatikanlah pola Tuhan, di sini berlaku.

Perabotan bait Suci ini dipersiapkan semua oleh Bezaleel dan Aholiab, lalu setelah semua jadi, kini pada tahun baru Musa diminta Tuhan menata semuanya dengan mendirikan Kemah Suci ini, setelah semua perabot dikuduskan, barulah terakhir Tuhan menyuruh Musa mengurapi Harun dan anak-anaknya. Urutannya bukan dibalik, Harun dulu, Kemah kemudian, dan terakhir perabot. Itu salah urutan.

Sama ketika Tuhan ciptakan manusia pada hari ke 6, setelah hari 1-5 dipersiapkan dahulu isi bumi yang lainnya.

Percayakah kita bahwa sebenarnya Tuhan sudah sediakan segalanya buat kita? Jalan-jalan-Nya, rancangan-rancangan-Nya, waktu-Nya, cara-Nya, selera-Nya, sentuhan-Nya, persediaan-Nya,
semuanya itu telah dipersiapkan buat kita, semua itu bagaikan sebuah persiapan untuk kita siap TERBANG bersama Dia.

Adakah anda kuatir tentang banyak hal…? Harun dan anak-anaknya tidak perlu kuatir, sebagai imam yang melayani, semua sudah dipersiapkan oleh Tuhan jauh hari sebelumnya.

Demikian juga dengan kita. Kita dan nama kita dan semua tugas kita hari ini, sudah ada dalam catatan Tuhan, dalam agenda-Nya, karn kita adalah rekan sekerja-Nya, untuk menuai di ladang-Nya. Amin.

rhema hari ini:

Demikianlah diselesaikan Musa pekerjaan itu.

Lalu awan itu menutupi Kemah Pertemuan, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci, sehingga Musa tidak dapat memasuki Kemah Pertemuan, sebab awan itu hinggap di atas kemah itu, dan kemuliaan Tuhan memenuhi Kemah Suci.

Keluaran 40: 33 dan 34

Awan kemuliaan Tuhan baru bisa memenuhi tempat Kemah Suci itu, saat pekerjaan pembuatannya telah selesai.

Rhema yang kita dapat dari dua ayat ini:
1. Sadarkah kita bahwasannya Tuhan MENUNGGU kita menyelesaikan pekerjaan yang Dia berikan pada kita, sampai tepat seperti mau-Nya, cara-Nya, selera-Nya, waktu-Nya, dll.

Mari kita bangkit dan menyelesaikan tugas tugas kita, karna ada Tuhan yang sedang MENUNGGU kita.

2. Saat Kemah Suci itu sedang dibuat, disusun, ditata, Musa mondar-mandir keluar masuk dengan bebas, tetapi saat Kemuliaan Tuhan sudah memenuhi tempat itu, Musa tidak dapat masuk ke dalamnya, sebab awan kemuliaan Tuhan itu tidak main-main.

Saat kita sudah selesai melakukan tugas kita, biar kemuliaan TUHAN yang memenuhinya, sampai kita pun tidak mau menodai kemuliaan-Nya itu dengan kebanggaan pribadi, kesombongan, dan dagu yang diangkat sambil berkata ‘aku!’

Saat kemuliaan Tuhan memenuhi tempat itu, semua orang berkata “Itu Tuhan..! Semua itu karna TUHAN!’, bahkan Musa pun sudah tidak dapat mondar-mandir secara sembarangan di Kemah Suci yang didiami Tuhan sendiri, seperti saat kemah itu belum jadi, belum tuntas, belum diresmikan.

Benar saja, semua yang dilakukan Musa dan jajarannya (Bezaleel, Aholiab, bangsa Israel), hanyalah melakukan dari design Tuhan, planning Tuhan, sense of art-Nya Tuhan, kemampuan dari Tuhan, kesanggupan dari Tuhan, perlambang dari setiap benda atas karya keselamatan, perlambang dari setiap warna, gambar, dll, ketelitian dari Tuhan, tenaga dari Tuhan, hikmat dan roh keahlian dari TUhan…semuanya karna Tuhan, dan pada akhirnya kita mengerti bahwa kita hanyalah Alat. Obeng, atau sekrup, atau gergaji di tangan Sang Ahli bangunan, yaitu Kristus sendiri.

Tidak ada sedikitpun jasa Musa, jasa Bezaleel dan Aholiab, jasa bangsa Israel,…semua ada karna inisiatif dari Tuhan, tangan penyertaan TUHAN, dan untuk maksud Tuhan.

Doa:

TUHAN, bantu kami untuk menyelesaikan tugas kami dengan baik, tepat dan bantu kami untuk mengembalikan semua kemuliaan hanya bagi-Mu, karna kami hanya sebagai alat-Mu.

KENDARI, AGUSTUS 2013

SEDEKAH YANG TIDAK TEREKSPOSE

Hari ini saya dapat rhema apik tenan: Pernahkah terpikir oleh kita arti ayat ini:

Lukas 4: 18-19
“Roh Tuhan ada pada-Ku , oleh sebab Ia telah mengurapi Aku , untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

Kalau bicara soal memberitakan pembebasan jelas kita tahu kalau Tuhan Yesus itu membebaskan para tawanan iblis yang diikat oleh dosa, pengelihatan pada orang-orang buta, jelas, karna Yesus itu banyak menyembuhkan sakit-penyakit, membebaskan orang-orang yang tertindas, itu sudah jelas, karna Tuhan mengusir setan-setan yang menyiksa orang-orang yang dirasuk olehnya, memberitakan tahun rahmat Tuhan sudah datang, jelas sekali, karna saatnya keselamatan itu tiba lewat karya Mesias di kayu salib.

tetapi …..menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin…?
Mari kita renungkan dan ingat baik-baik…kapankah dicatat Yesus memberikan sejumlah uang pada orang miskin…? tentunya kabar baik untuk orang miskin ya bentuknya tidak hanya OMONGAN, tapi juga TINDAKAN PERTOLONGAN.

Sepertinya tidak pernah diekspose habis-habisan kan …pertolongan Yesus pada orang miskin…?

Seperti layaknya kelompok pada umumnya tentunya rombongan Yesus juga memiliki uang KAS.

Rombongan Yesus dikelilingi dan dilayani oleh wanita-wanita yang tidak saja memberikan waktunya, tenaganya, perhatiannya, tetapi juga KEKAYAANNYA
Lukas 8:3

Bisa jadi, rombongan Yesus juga menerima persembahan kasih dari umat, karna ide ini pernah terlontar saat ada minyak narwastu yang dipersembahkan pada Yesus, namun tidak lewat PANITIA, sehingga langsung dicurahkan ke atas tubuh Yesus.

Murid-murid menjadi gusar…mereka mereka-reka seandainya persembahan kasih dari umat ini bisa dikelola untuk orang miskin, pikir mereka tentunya lebih BERGUNA.

Mereka tidak tahu bahwa pencurahan minyak narwastu ke tubuh Yesus adalah sebagai gladi resik menuju Golgota yang harus melalui VIA DOLOROSA. Karna kunci kemenangan Yesus adalah urapan sukacita/yang dilambangkan dengan minyak wangi yang dipakai para raja. Maz 45:7. KID 1:12
Bahkan ada peneliti yang mengungkapkan bahwa gladi resik ini bisa jadi dilaksanakan sampai 3 kali, karna peristiwa pengurapan Yesus dengan minyak narwastu ini, dilaksanakan dengan petunjuk tempat, nama dan waktu yang berbeda sampai 3 kali.

Tapi siapa sangka , di bagian Alkitab yang lain, tidak saja menyebut ‘murid-murid gusar’ tetapi jelas jelas menyebut nama Yudas Iskariot yang protes.

Yohanes 12:4-6 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?” Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

Jika ini sampai terlontar, tentunya kita menyimpulkan bahwa Yesus sering mengeluarkan uang KAS untuk menolong orang miskin. Dan Yudas memakai kesempatan ini (saat ada persembahan kasih yang mahal) – untuk mencari legalitas dari Yesus, dengan memakai topeng belas kasihan pada orang miskin, padahal tujuannya adalah KETAMAKAN AKAN UANG- yang belum bertobat juga, walau sudah ikut Yesus bertahun tahun.

Terbukti setelah peristiwa itu, Yudas langsung pergi dan menemui imam imam untuk mendapatkan kesepekatan TIGA PULUH UANG PERAK, Matius 26: 14-16

Nah sekarang kita lihat lagi beberapa petunjuk dari ayat ini:

Yohanes 13: 29 Karena Yudas memegang kas, ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin.

Mengapa sampai ada yang menyangka bahwa Yesus menyuruh Yudas memberi apa-apa kepada orang miskin?

KARNA , sangkaan itu lahir dari KEBIASAAN YESUS yang sering mereka lihat, yaitu memberi apa-apa pada orang miskin, dan tidak cukup hanya BERKOTBAH PADA SI MISKIN.

lalu mengapa tidak pernah di catat di bagian Alkitab yang lain, siapa si miskin itu, berapa banyak si miskin yang ditolong, berapa duit yang dikeluarkan, apa bentuknya, apa sembako atau uang, atau SPP, atau apa ya…?

Jawabannya ada di ayat ini:

Mat 6:3 Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.

Nah inilah yang aku kagumi dari Yesus, saat memberi sedekah, bukan untuk diekspose/dipublikasikan/diumumkan/dipamerkan/digembar-gemborkan

Yang unik di sini adalah IMAJINASI YESUS, dimana seolah-olah tangan kanan dan tangan kiri kog bisa SALING BICARA. Ternyata tangan kiri dikendalikan oleh otak kanan, sebaliknya tangan kanan dikendalikan otak kiri, di sinilah Yesus secara tersirat ingin menjelaskan bahwa di otak sendiri pun, antara otak kanan dan otak kiri tidak boleh saling membentuk opini KEHEBATAN dalam memberi sedekah. Jangan sampai setelah memberi sedekah, DIRI SENDIRI BANGGA BANGET.

Bukti lain adalah di jaman para rasul, mereka membentuk DIAKEN untuk memperhatikan orang miskin dan para janda. Darimana mereka belajar hal ini? Dari teladan Yesus.

Hmmmmmmmmmmmm ayo yang suka gembar-gembor saat menabur untuk si miskin, bertobatlah !!

Tuhan Yesus tidak saja mengajarkan Matius 6: 3, tetapi Dia melakukan apa yang Dia ajarkan.

METODE TELADAN

Tabut Allah dibuat pada jaman Musa dengan penuh ketepatan dan ketaatan pada Tuhan,

Tabut Allah di jaman Iman Eli diiringi oleh Hofni dan Pinehas yang hidup dalam kubangan dosa keserakahan dan perzinahan, menganggap Tabut Allah sebagai jimat yang sakti, mereka salah total, sekalipun Tabut Allah didatangkan mereka tetap kalah melawan Filistin, karna tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menolong, tetapi dosa menjadi penghalang.

Orang Filistin menaruh Tabut Allah di kuil Dagon, mereka mencoba menyamakan Tabut Allah yang adalah lambang dari kehadiran Allah sendiri, ya tidak heranlah kalau di keesokan harinya mereka melihat patung dagon jatuh termutilasi, ha ha ha, Tabut Perjanjian itu ternyata tidak bisa disejajarkan degan dewa-dewa buatan tangan manusia. Tabut Allah akhirnya berpindah tangan dari satu daerah di Filistin ke daerah lain. Mereka pikir, jimat miliki orang Israel yang sangat terkenal di peristiwa Yordan dan Yerikho di zaman Yoshua itu kini menjadi jimat mereka, dan mereka salah, yang benar adalah Tabut Allah itu bukan jimat. Alhasil tangan Tuhan dengan kuat menekan mereka, dengan sakit penyakit atas bangsa Filistin.

Daripada mempertahankan pikiran mereka yang ternyata salah itu, akhirnya Tabut Allah itu pun dikembalikan ke orang Israel, menggunakan kereta yang ditarik lembu, dengan ajaib lembu itu tidak menyimpang. Demi melihat Tabut Allah itu orang-orang Bet Semes bersukacita. Tapi orang-orang Israel yang di Bet Semes itu sembrono, memperlakukan Tabut Allah sebagai ‘mainan’, dengan sembrono mereka membuka tutupnya dan melihat-lihat dengan penuh penasaran , apa yang ada di dalamnya, alhasil banyak dari penduduk itu yang mati…Orang-orang Bet Semes terlalu girang sampai-sampai kehilangan kesopanan mereka terhadap lambang daripada Hadirat Tuhan itu sendiri.

Tabut Allah pun dipindahkan ke rumah Abinadab dan lama sekali tabut Allah ada di sana, setidaknya 20 tahun.

Saul menjadi raja dan tidak memperdulikan kehadiran Tabut Allah itu di negri Israel. Tidak ada yang istimewa apa-apa yang terjadi atas Saul dan Israel. Begitulah kalau kita acuh-tak acuh terhadap hadirat Tuhan, tidak akan alami apa-apa.

Tabut Allah akhirnya dipindahkan oleh Daud ke Yerusalem, dengan cara dinaikkan ke kereta yang baru, karna para lembu tergelincir, Uza mengulurkan tangannya menyentuh tabut itu, Tuhan menyambar Uza dan Uza pun mati di samping tabut Allah itu. Uza anak Abinadab sudah terbiasa dengan tabut Allah yang setidaknya sudah ada di rumahnya selama 20 tahun. Saking biasanya dia melihat kehadiran Tabut Allah itu, dia melupakan kekudusan hadirat Tuhan di tengah-tengah umat-Nya.

Daud serta merta menjadi trauma…wah ternyata untuk membawa tabut Allah tidak bisa sembarangan. Daud pun mengurungkan niatnya untuk membawa tabut Allah ke Yerusalem, dan dia pun menyimpangkan Tabut Allah itu ke rumah Obed Edom.

Obed Edom pribadi yang cinta hadirat Tuhan, memperlakukan tabut Allah itu dengan tepat, dan hadirat Tuhan di rumahnya mendatangkan berkat yang luar biasa untuk keluarganya dan untuk seisi rumahnya. Berita berkat itu sampai ke telinga Daud. Daud pun mengalami yang namanya ‘kecemburuan ilahi’. Waaaah wah wah…ternyata Tabut Allah itu bisa mendatangkan berkat ..ow ow..karna Tabut Allah itu membawa kehadiran Allah sendiri.

Daud pun koreksi diri, ia sadar cara-caranya dulu adalah cara yang kafir, pakai kereta, pakai lembu, padahal Tabut Allah itu harusnya diusung dengan tangan manusia, yaitu para Lewi dan Imam yang telah menguduskan diri. Hadirat Allah itu bukannya bisa dihadirkan dengan alat, semisal keyboard, soundsystem, LCD, alat musik canggih, oh oh oh sama sekali bukan, hadirat Allah itu harus kita USUNG, harus manusia yang mengusungnya di atas bahunya.  Yaitu hati yang menyembah, hati yang rendah hati, hati yang bersyukur, hati yang dikuduskan, hati yang dibenarkan, hati yang dipersembahkan …

Daud pun bersiap diri, kini dia pakai cara yang tepat, dia mempersiapkan imam dan Lewi yang telah menguduskan diri untuk pelayanan ini, bahkan dia sendiri melepas baju kebesarannya sebagai seorang raja dan menggantinya dengan baju Efod dan lenan halus…tentunya Daud pun turut menguduskan diri, dia pun mempersiapkan persembahan yang gia-gilaan, yaitu setiap enam langkah tabut itu berjalan, akan disembelih lembu dan anak lembu gemukan. Pengorbanan yang besar-besaran, dan Daud pun menari-nari seperti yang terjadi pada pengangkutan tabut Allah yang sebelumnya…dikatakan menari-nari dengan sekuat tenaga. Itulah penyembahan yang Tuhan mau, dengan korban, dan dengan sekuat tenaga, all out untuk Tuhan, the best yang untuk Tuhan, dan dengan cara yang Tuhan mau. Jangan ikut cara kafir/ Filistin yang mengandalkan kereta mereka.

Daud pun mempersiapkan tenda/kemah Daud yang khusus dipersiapkan untuk kehadiran tabut Allah itu. Itulah tanah hati kita, seperti kemah tempat kediaman Hadirat Tuhan atas hidup kita. Kemah Daud itu benar-benar beda dengan Kemah tabernakel Musa. Saat jaman Musa, hanya imam besar yang boleh masuk ke ruang maha Kudus untuk berada di ruangan yang ada tabut Allah-nya, tetapi di kemah Daud, siapa saja boleh masuk dan mempersembahkan pujian penyembahan sebagai korban syukur, bahkan ada petugas ibadah yang 24 jam memuji Tuhan di kemah yang tidak terbagi-bagi ruangannya itu. Itulah perlambang dari pengorbanan Yesus di kayu salib yang menghapuskan dari hidup kita acara potong domba, karna Dialah Domba yang disembelih itu sehingga tabir bait Allah pun terbelah saat Dia disalibkan.

Bagaimana dengan kita, apakah Tabut Allah akan kita perlakukan seperti:

-Musa yang selalu setia dalam segenap rumah-Nya?

-Hofni dan Pinehas yang hidup dalam kemunafikan?

-Orang Filistin yang memperlakukan Tabut Allah itu tak beda dengan dewa mereka?

-Orang Bet Semes yang kegirangan tapi juga kelewatan?

-Saul yang acuh tak acuh terhadap Tabut Allah itu?

-Uza yang memperlakukan Tabut Allah itu sebagai yang terlalu biasa?

-Obed Edom yang mencintai Hadirat Tuhan itu dalam hidupnya?

-Daud yang memakai ‘alat’ dan menganggap itu adalah cara yang paling tepat?

-Daud yang menyadari kesalahannya dan memperbaharui cara-cara ibadahnya dengan cara yang Tuhan mau?

-Daud yang menempatkan tabut Allah itu di Yerusalem, di pusat pemerintahannya, di dekat istananya bahkan menyiapkan tempat khusus di sebuah kemah Daud?

- Daud yang mengatur sehingga 24 jam akan ada terus puji-pujian sebagai korban syukur yang tiada henti di hadapan tabut Allah itu?

- Rhema saat mempersiapan materi sekolah minggu. Thanks GOD!!

NB; anda bisa jadikan materi ini sebagai renungan pada para pemusik, anggota paduan suara, WL dan singer.

Kej 41:46

Yusuf berumur tiga puluh tahun ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir itu. Maka pergilah Yusuf dari depan Firaun, lalu dikelilinginya seluruh tanah Mesir.

Ayat ini menggelitik hati saya, ternyata kelimpahan dalam 7 tahun itu tidak datang secara instan dan begitu saja ….melainkan ada satu hal pertama yang dilakukan Yusuf untuk mengawali jabatannya sebagai Mangkubumi Mesir itu….

Mengelilingi seluruh tanah Mesir.

Apakah Yusuf sedang rekreasi? Apakah Yusuf ingin jalan-jalan? Apakah Yusuf sedang membuat peta Mesir?

Saya rasa tidak, tetapi yang dilakukan Yusuf adalah BERDOA sambil mengelilingi tanah Mesir. Berdoa dan melangkah…menjalani dan berdoa lagi….membangun strategi bersama dengan Tuhan dalam setiap jengkal tanah yang dikelilinginya.

bayangkan saja …saat Yusuf di rumah Potifar, rumah Potifar diberkati karna Yusuf…

maka saat Yusuf mengelilingi Mesir, area yang dikelilinginya pun diberkati oleh Tuhan, sehingga bisa menjadi pemasok bahan pangan ke seluruh dunia yang saat itu mengalami paceklik.

Yusuf tidak duduk duduk di kursi emas serta manyuruh orang-orang bawahannya itu…”Kelilingilah Mesir, dan laporkan segera …” tetapi Yusuf turun dari kursi emasnya serta MENJALANI sendiri proyek doa yang tidak bisa digantikan oleh orang lain selain oleh kakinya sendiri yang diurapi oleh TUHAN.

Kejadian 42:6 Sementara itu Yusuf telah menjadi mangkubumi di negeri itu; dialah yang menjual gandum kepada seluruh rakyatnegeri itu. Jadi ketika saudara-saudara Yusuf datang, kepadanyalah mereka menghadap dan sujud dengan mukanya sampai ke tanah

Apakah setelah Yusuf menjadi Mangkubumi, Yusuf duduk duduk manis dan tinggal printah sana sini? Oh Tidak, tetapi Yusuf ikut TURBA (turun ke bawah)- ikut terjun langsung- ikut serta dalam proses penjualan gandum di masa kelaparan itu.

Apakah Yusuf tidak punya bawahan? Apakah Yusuf tidak melakukan pendelegasian? Sampai sampai dia ikut terjun menjual gandum?

Oh saya rasa tidak juga…

Itu dilakukan Yusuf, saya percaya karna Yusuf tidak dapat lepas tangan begitu saja, untuk dia harus dapat menyelesaikan 7 tahun kelaparan itu dengan bijaksana, dan jangan sampai gandum yang tersedia tidak cukup baik untuk orang Mesir sendiri maupun untuk importir dari luar negri. Dia harus menghitung, dia harus terus berjaga, dia harus terus berdoa, dia harus terus meminta hikmat Tuhan untuk menyelesaikan tanggung jawab besar ini.

Orang yang tetap bekerja keras saat dia sudah mengalami masa ‘enak’ adalah orang yang memang patut diberi kepercayaan yang lebih besar dengan area yang lebih luas lagi.

Kerja keras Yusuf tidak hanya pada ‘keringatnya’ tetapi juga pada ‘langkah doanya’

Yusuf dipakai Tuhan memelihara cikal bakal bangsa Israel…

Tuhan meminta kita bekerja keras dan berdoa.

Thanks God 4 this rhema.

SI PINCANG DI PELUKAN AYAH

TULISAN INI ADALAH TULISAN SERI:

CARA PANDANG ILAHI

MEFIBOSET DAN TAHUN TAHUN HIDUPNYA

SI PINCANG DI PELUKAN AYAH

THN II. MEFIBOSET; SI PINCANG DI PELUKAN AYAH

SIKAP HATI: PEMULIHAN GAMBAR DIRI/ SELF IMAGE HEALING

BACAAN UNTUK GURU

  1. ALKITAB: (semua kitab yang bersinggungan dengan tokoh Mefiboset
  • II Sam pasal 4, 9, 16,19,21
  1. LAMPIRAN 1 :LATAR BELAKANG KELUARGA RAJA SAUL
  2. LAMPIRAN 2 : PERKIRAAN UMUR

Materi untuk anak

Meribaal adalah cucu dari seorang raja pertama Israel, dan dia adalah cucu pertama yang dibangga-banggakan. Kakeknya bernama raja Saul, dan ayahnya bernama Yonatan. Sewaktu Meribaal lahir…betapa senangnya keluarga besar ini. Sungguh bangga memiliki cucu pertama laki-laki. Meribaal adalah anak tunggal dari Yonatan. Dan Meribaal adalah cucu satu-satunya dari raja Saul.

Arti nama dari Meribaal adalah : Musuh dari Baal/ Musuh dari berhala/ Pembasmi berhala. Mungkin saja Meribaal diberi nama seperti itu untuk menunjukkan bahwa kakek dan ayahnya berharap, kelak Meribaal akan bertumbuh menjadi anak yang berhasil membasmi semua penyembahan berhala di kanaan dengan cara menumpas semua musuh/ orang Filistin/ para penyembah berhala yang tadinya mendiami negri itu.

Meribaal kecil bertumbuh terus menjadi anak yang menyenangkan, sampai suatu ketika dia sudah bisa tengkurap, duduk, merangkak, berlari ke sana dan ke sini, melompat dan bahkan berlari.

Meribaal tinggal di istana yang megah, mendapat makanan terlezat, dilayani oleh pelayan-pelayan istana, dan pakaiannya indah-indah dan mahal-mahal. Dididik dengan didikan terbaik dan menjadi anak yang diperhatikan, disayangi dan dilimpahi kasih sayang. Waktu terus berlalu sampai Meribaal berusia 5 tahun.

Pada waktu Meribaal berumur 5 tahun, terjadi suatu peristiwa yang menyedihkan. Hari itu kakek Raja Saul, ayahnya Yonatan serta kedua pamannya, Paman Malkisua dan Paman Abinadab berangkat berperang melawan orang Filistin, tetapi di medan peperangan mereka semua mati, baik kakeknya , ayahnya maupun kedua pamannya.

Inang pengasuh Meribaal berlari terburu-buru. Pada zaman itu, tentunya jika seorang raja kalah dalam pertempuran, dikawatirkan pewaris tahtanya akan di bunuh oleh raja yang baru. Akhirnya inang pengasuh Meribaal itu pun melarikan Mefiboset sambil terburu-buru dan terjadilah kecelakaan itu, Meribaal pincang sejak usianya 5 tahun.

Kini dia tidak bisa berjalan lagi dengan tegap, tidak bisa berlari lagi sesuka hati, tidak bisa melompat-lompat lagi dengan riang, bumi seolah olah runtuh. Tak punya teman lagi, dan semua menyindir-nyindir Dia pincang…dia pincang….anak yang memalukan.

Meribaal akhirnya tinggal di rumah seorang kaya yang baik hati bernama Makhir bin Amiel yang tinggal di Lodebar. ( II Sam 9:4 dan II Sam 17: 27). Tinggal di rumah biasa, bukan istana. Daerah sepi ini bernama Lodebar.Lodebar adalah tempat yang artinya TANPA HARAPAN. Tidak ada lagi impian yang bisa diimpikan di tempat yang tandus seperti ini

Di tempat ini, Meribaal tinggal di tempat biasa, dengan pakaian biasa, tidak ada orang yang menghormati seperti dulu lagi, bahkan ada orang-orang yang mungkin mengejek, menyindir, dan memandang rendah kakinya yang pincang. Ia tak punya apa-apa lagi, tak punya impian. Masa depan yang suram sebagai orang cacat yang tidak berarti lagi

Sejak saat itu ( mungkin untuk maksud penyamaran) namanya diganti menjadi Mefiboset yang artinya Son of Shame / Anak yang memalukan.

Memalukan karna ia pincang, memalukan karna keluarganya adalah keluarga yang gagal, kakek dan ayah serta paman-pamannya telah meninggal dalam satu hari yang sama, kalah di tangan musuh.

Kini pamannya yang tinggal satu-satunya dari keluarga ayahnya, yang telah menjadi raja menggantikan kakeknya tak sekalipun mencarinya, tak sekalipun memperhatikannya dan mengajaknya tinggal bersama dengan dia di istana kakeknya dulu. Apakah pamannya takut kalau dia merebut kedudukannya sebagai raja…? Bukankan ia adalah anak dari Pangeran Yonatan, sang putra mahkota kerajaan? Sedangkan pamannya Isyboset  hanyalah anak bungsu? Dan orang yang pemalu?

Apakah pamannya malu memiliki ponakan pincang seperti dia?

Dan raja yang memerintah atas Yehuda, raja Daud….ow suatu ketika pastilah raja Daud ini akan menggulingkan pemerintahan dari paman Isyboset itu….apalagi sejak panglima Abner memihak pada Daud dan akhirnya meninggal. Paman Isyboset semakin gentar dan takut.

Mungkin saja raja Daud suatu saat akan membunuh Meribaal, oleh karna itu nama samaran Mefiboset itu sudah tepat…tidak ada orang yang tahu kalau Mefiboset sebenarnya adalah Meribaal, si anak yang memalukan itu sebenarnya adalah cucu raja pertama Israel yaitu Meribaal, si pemusnah Baal/ Musuh Baal. Tidak mungkin cucu raja adalah orang yang memalukan.

Waktu usianya kira-kira 12 tahun, Paman Isyboset meninggal karna dibunuh. Lengkaplah sudah penderitaan Mefiboset, Kini tidak ada satu pun dari keluarganya yang duduk di pemerintahan Israel, dan semua saudara dari ayahnya yang laki-laki sudah meninggal, tinggal kedua tantenya, Tante Merab dan Tante Mikhal. Tapi kemana tante-tante itu? Tidak ada satupun yang perduli padanya. Mereka semua sibuk dengan urusannnya sendiri

Harapan untuk mendapatkan warisan kakek sepeninggal Paman sepertinya tidak boleh menjadi impian, apalagi harapan untuk mendapatkan kasih sayang dari siapa pun…benar benar tak boleh bermimpi…dan hidup di Lodebar daerah yang terkenal dengan tanah tanpa harapan….benar benar anjing mati saja….

Sepeninggal Paman, Ziba inang pengasuhnya semakin lama semakin kaya, semua harta kekayaan kakek dan ayahnya serta pamannya Isyboset itu telah menjadikannya sangat kaya..tidak sepeser pun Mefiboset menikmati kekayaan itu, tak sepeser pun. Kini ia hanyalah beban bagi keluarga Tuan Makhir. Bayangkanlah mengelola harta kekayaan mantan raja pertama Israel dalam sepuluh tahun…ow ow..betapa banyak hasil ladang…betapa banyak ternak…Mefiboset tidak bisa apa apa…dia pincang dan tidak bisa mengejar haknya….Ziba kini telah berubah dari hamba Saul kakeknya menjadi Tuan Ziba

Hidupnya seperti anjing mati yang tak berguna.

Sepeninggal Paman Isyboset, kini seluruh Israel dipimpin oleh Raja Daud.

Akhirnya Mefiboset pun menikah, dan memiliki anak bernama Mikha yang artinya ‘yang seperti Allah’, Mungkin dengan memiliki anak, ada secercah harapan, siapa tahu anak ini kelak akan menjadi anak yang berguna, anak yang berhasil.

Hidup terus berlanjut, usia Mefiboset kini sudah mencapai kira-kira 22 tahun, tetap saja ia masih bergantung pada kebaikan hati Tuan Makhir. Ia punya anak tetapi tetap tidak bisa memberi harapan pasti pada Mikha, anandanya yang dia sayangi.

Tiba-tiba siang itu Ziba datang, dan mengatakan bahwa Raja Daud memanggilnya menghadap. Para pengawal kerajaan berseragam lengkap memenuhi rumah Tuan Makhir itu dan menjemput dia untuk dibawa ke istana

Dia gemetar….apa lagi nanti yang menimpa hidupnya…kini ia tak sendiri lagi …ada istrinya ada mikha anaknya…sudah cukup dengan semua yang sudah dia alami, kemalangan demi kemalangan, dan kini jangan ada apa apa yang bakalan menimpa keluarganya.

Jangan-jangan kini setelah kerajaannya kokoh, raja Daud itu ingin semakin mengokohkannya dengan menumpas keluargaku…satu-satunya cucu mantan raja yaitu cucu kakek Saul, dan anak dari si sulung putra mahkota, ayah Yonatan, dan …dan…..Mikha….Mikha…oh..jangan sampai Mikha pun terkena getah pahit dari semua ini.

Darimana raja tahu kalau dia ada di Lodebar? Ooooh Ziba yang memberi tahukannya. Mengapa Ziba memberitahu raja? Ooooh karna raja yang menanyakan perihal keluarganya.

Jadi raja tahu kalau aku cacat….? Tetapi tetap memanggil aku ke istana….?

Saat Mefiboset bin Yonatan bin Saul, datang menghadap, ia pun sujud dan menyembah.

“Mefiboset…!!” ( raja memanggil dia dengan sebutan itu….’anak yang memalukan’)

“inilah hamba tuanku!’’ jawabnya dengan gemetar.

“Janganlah takut, sebab aku pasti akan menunjukkan kasihku kepadamu oleh karena Yonatan, ayahmu; aku akan mengembalikan kepadamu segala ladang Saul, nenekmu , dan engkau akan tetap makan sehidangan dengan aku.”

Perkataan itu terdengar sangat menyejukkan…hampir tak dapat dipercaya.

Bukan untuk dibunuh, bukan untuk dihambat, bukan untuk dimusnahkan, tetapi untuk dikasihi, untuk dijadikan salah seorang anak raja.

Semua kekayaan kakek Saul yang selama ini dicuri dan dirampas oleh Ziba kini dikembalikan kepadanya. Padahal dengan tinggal di istana dia sudah tidak memerlukan apa-apa lagi, semua makanan dijamin, pakaian, dan masih banyak lagi kemewahan lainnya…ini masih ditambah lagi dengan diberikannya dia tabungan, hasil dari ladang kakek dan ayahnya.

Ini seperti mimpi…ini sulit dipercaya…ini tak pernah terpikir sebelumnya…dan tidak hanya itu Ziba dan seisi rumahnya harus bekerja untuk melayani keluargaku. Penghinaan itu kini sudah berakhir…

Mefiboset pun mengajak Mikha turut tinggal di istana bersamanya…..biarlah Mikha mengalami lagi seperti yang dia alami waktu kecil dulu…tinggal di istana, walaupun bukan istana kakek buyut Saul, tetapi kini dia memiliki kakek buyut yang baru, yaitu Kakek Daud.

Tinggal di istana, dapat baju kerajaan, disayang raja, diajak mengobrol, diajak tertawa di meja makan, bergurau tentang apa saja, dipeluk, dicinta, bercerita nostalgia tentang persahabatan raja Daud dengan ayahnya Yonatan, dan saat jam makan tiba….

Makanan sudah tersedia di meja…sebuah jamuan istana, dengan gelas kaca dan taplak sutra.

Semua anak raja, pangeran-pangeran ada di sana….Pangeran Amnon, Pangeran Kileab, Pangeran Absalom, Pangeran Adonia, Pangeran Sefaca, Pangeran Yitream,

Tetapi raja Daud berkata…sebentar…kita tunggu dulu Pangeran Mefiboset, kalau dia belum datang kita tidak akan memulai makan malam ini…

Mefiboset pun datang dengan terpincang-pincang, tetapi saat dia sudah duduk di kursi yang disediakan untuk dia sebagai salah seorang pangeran, kakinya yang pincang itu tertutupi oleh taplak sutra yang menjuntai sampai ke lantai itu..

Tidak ada yang boleh memandang rendah Mefiboset lagi, karna dia adalah anak raja, dia adalah pangeran, segala aibnya telah dihapus dan raja tidak pernah ingat bahwa dia pincang, di mata raja, dia adalah anak yang disayangi, dikasihi…raja tidak pernah malu jika di istananya dan di meja makannya duduk seorang MEFIBOSET

Bagi dia kebaikan dari Raja Daud, tidak sebanding jika dibandingkan dengan seluruh harta kekayaan warisan kakeknya Saul itu, dan biarlah seluruh harta itu diambil oleh Ziba…kalau memang Ziba mengejar kekayaan itu, bagi Mefiboset, kepulangan raja Daud dengan selamat dari pelariannya akibat pemberontakan Absalom, itu lebih penting dari segalanya. Hubungan dengan ayah angkatnya Daud lebih penting dari segalanya. Ziba tak kan mengerti hal ini, karna dia tidak mengalaminya.

MENONTON TAYANGAN 1

MENONTON TAYANGAN 2

PERENUNGAN:

  • Mefiboset sebenarnya adalah perlambang dari hidup kita
  • Kita dirancang untuk lebih dari pemenang/memusnahkan baal dalam hidup kita, menjadi penakluk, pemenang, dan diberkati, dikasihi, disayangi
  • Namun sayang…ada sebuah kepincangan yang tiba-tiba mengubah semuanya
  • Mungkin kaki kita tidak pernah pincang, tetapi mungkin saya kita memiliki
    • Keluarga yang pincang
    • Kurang kasih sayang dari orang tua
    • Dibanding-bandingkan dengan kakak/adik/sepupu kita
    • Papa dan mama yang tidak pernah rukun
    • Kepincangan ekonomi keluarga, dimana kita mungkin orang yang lahir dari keluarga yang sederhana. Tidak bisa beli apa apa
    • Kepincangan karna minder, tak punya baju bagus, tak punya tas bagus, tak punya sepatu yang bagus, tak punya rumah bagus dan selalu ngontrak, ke mana mana naik angkot dan nggak punya mobil mewah, dll
    • Kepincangan karna tak punya waktu banyak seperti teman-teman lainnya, karna harus membantu mama jaga warung, harus membantu mama bikin kue
    • Kepincangan karna mamaku sudah meninggal
    • Kepincangan karna papaku sudah meninggal
    • Kepincangan dalam pelajaran, sering dapat nilai jelek, tidak mengerti saat diterangkan pelajaran oleh guru, tidak pernah jadi juara kelas
    • Kepincangan dalam fisik, sering diejek karna pesek, karna kriting, karna hitam, karna gendut, karna terlalu kurus, karna mata sipit, dll
    • Kepincangan karna tidak ada teman yang mau bermain dengan kita, berteman dengan kita, tidak ada guru yang bangga pada kita, senang dengan kita, akrab dengan kita
    • Kepincangan karna walaupun semuanya ada, tapi papa dan mama jarang ada di rumah, mereka semua sibuk dengan urusan masing-masing
    • Kesemuanya itu terkadang membuat kita seperti anjing mati saja, tidak berguna, tidak layak, tidak membanggakan siapa pun
    • Sadarilah saat ini Bapa sorgawi, dibambarkan seperti raja Daud…Dia memanggilmu datang  ke istana, Dia ingin memulihkan keadaanmu. Dia ingin menghapuskan hal-hal yang bagimu memalukan itu, karna di mata-Nya kamu begitu berharga
      • Tidak ada keluarga yang sempurna, tidak ada orang tua yang sempurna, tidak ada teman dan guru yang sempurna, ampuni saat orang tuamu tidak seperti yang kamu mau, ampuni saat teman-temanmu tidak seperti yang kamu harapkan, dan ampuni saat kamu jumpai dirimu tidak semembanggakan seperti yang kamu harapkan
      • Tetapi ada kasih Bapa yang sempurna, dia mengasihimu tanpa syarat. Apapun keadaanmu Bapa mengasihimu, Dia mengenalmu sejak dalam kandungan ibumu, Dia menenunmu dalam kandungan ibumu, dan Dia menopang dan menggendongmu sejak kamu dalam kandungan ibumu, saat engkau lahir, kamu sangat berharga bagi Nya
      • Hanya kasih Bapa yang dapat memenuhkan kekosongan hatimu dengan kasih-Nya, dimana kekosongan itu tak dapat diisi oleh apa pun juga, seperti kekayaan, kepandaian, pakaian keren, piala, nama yang terkenal, keluarga yang tampaknya bahagia, atau apa pun juga. Hanya kasih Bapa yang dapat memelukmu dan itu dapat membuatmu bahagia. Sama seperti Mefiboset, semua yang berupa kekayaan warisan dari kakeknya tidak sebanding dengan kasih ayah angkat-nya Daud yang telah dia alami.
      • Kamu dipanggil ke istana dan Bapa ingin memelukmu.

TULISAN INI ADALAH TULISAN SERI

CARA PANDANG ILAHI

MEFIBOSET DAN TAHUN TAHUN HIDUPNYA

SI PINCANG DI PELUKAN AYAH

LAMPIRAN 2

PRAKIRAAN UMUR

1000 SM

Saul dan Yonatan mati dalam pertempuran, I Sam 31, saat itu usia Mefiboset 5 tahun. II Sam 4:4

Pada saat itu Isyboset bin Saul menjadi raja atas wilayah lain selain Yehuda, memerintah selama 2 tahun, usia Isyboset saat itu 40 tahun ( 2 Sam 2:10).

Daud memerintah atas Yehuda selama 7 tahun dan 6 bulan.

998 SM

Dua tahun lamanya Isyboset bin Saul memerintah di istana kerajaan tanpa memperdulikan keponakannya Mefiboset bin Yonatan sama sekali. Usia Mefoboset saat itu sudah mencapai usia 7 tahun ( 5 tahun di tambah 2 tahun)

993 SM

Isyboset terbunuh oleh orang jahat  7 tahun 6 bulan setelah Daud memerintah atas Yehuda.  Saat itu usia Mefiboset adalah 12 tahun ( 5 tahun ditambah 7 tahun)

Setelah itu Daud dilantik menjadi raja atas seluruh Israel II Sam 5: 4. Saat itu usia Daud adalah 30 tahun.

Jadi selisih usia antara Mefiboset dan Daud adalah 30-12 =  18 tahun

982 SM

Daud menang dalam pertempuran-pertempuran melawan Filistin, sehingga kerajaannnya semakin kokoh II Sam 8

Menurut ahli sejarah, ini memakan waktu lebih kurang 10 tahun terhitung sejak Daud memerintah atas seluruh Israel,

Saat itu usia Mefiboset adalah  22 tahun ( hasil perhitungan ini didapat dari usia Mefiboset saat Daud dilantik adalah 12 tahun, ditambah 10 tahun kemudian saat kerajaan Israel telah kokoh)

Dan  jika selisih usia Daud dan Mefiboset adalah 18 tahun, maka saat Mefiboset berusia 22 tahun, maka saat itu usia Daud adalah 40 tahun.

Pada saat itulah Mefiboset mulai tinggal di istana raja Daud, diusia 22 tahun, dan dicatat di Alkitab bahwa Mefiboset saat itu sudah memiliki anak laki-laki kecil bernama Mikha.II Sam 9:12

Jika dianggap saja Mikha kecil berusia 2 tahun, itu artinya kita perkirakan selisih usia Mikha dan Mefiboset adalah 20 tahun.

Bisa diperkirakan dari perhitungan ini berapa lamakah kira-kira Ziba karyawan Saul itu menguasai harta kekayaan raja Saul, yaitu sejak Isyboset mati sampai detik ketika harta kekayaan warisan Saul diberikan kembali ke pangkuan Mefiboset oleh keputusan raja Daud (22-12 = 10 tahun —– dari usia Mefiboset saat mulai tinggal di istana raja 22 tahun dikurangi 12 tahun usia Mefiboset saat pamannya Isyboset terbunuh)

10 tahun bukan waktu yang sedikit untuk menguasai harta kekayaan mantan raja pertama Israel, tidak heran Ziba merupakan orang kaya sekalipun dia Cuma hamba, dia memiliki 20 pelayan, dan memiliki 15 anak laki-laki. II Sam 9:7, 10

Bisa diperkirakan dari perhitungan ini berapa lamakah kira-kira Mefiboset ditolong oleh orang kaya yang baik hati bernama Makhir bin Amiel II sam 9:4, II sam 17:27, dari lodebar, yaitu  selama 17 tahun.

( 22 – 5 = 17 tahun—-dengan perhitungan 22 tahun usia Mefiboset saat dia mulai tinggal di istana raja Daud dikurangi 5 tahun usia Mefiboseet saat dia pincang dan mulai mengasingkan diri di Lodebar)

966 SM

Daud menyerahkan 7 keturunan Saul, kecuali Mefiboset bin Yonatan untuk dibunuh oleh orang Gibeon, untuk pembayaran hutang darah

Saat itu sudah berlangsung selama 16 tahun lamanya Mefiboset tinggal di istana raja Daud, itu artinya usia Mefiboset saat itu adalah 38 tahun.

Dan jika dianggap Mikah berselisih usia dengan ayahnya Mefiboset 20 tahun, itu artinya saat penyerahan 7 nyawa keluarga Saul, Mikha sudah berusia 18 tahun. (sudah bukan anak kecil lagi)

I Raj 2: 10, II sam 5; 4 Dari dua ayat terebut dapat kita simpulkan bahwa Daud mati di usia lebih kurang 70 tahun

Usia Mefiboset saat itu adalah 52 tahun, usia Mikha bin Mefiboset diperkirakan adalah 32 tahun, dan bahkan Mikha sudah memiliki anak-anak lagi ( cucu-cucu dari Mefiboset) yaitu  Piton, Melekh Tarea dan Ahas I Taw 8: 34, I Taw 8:35

Alkitab tidak mencatat kapankah Mefiboset mati, dan Alkitab tidak mencatat apakah cucu-cucu Mefiboset juga tinggal di istana, tetapi jika melihat bagaimana Daud tidak saja menampung Mefiboset tetapi juga Mikha, dan juga mengingat perjanjian Daud dengan Yonatan, besar kemungkinan, anak-cucu Mefiboset semuanya tinggal di Istana raja Daud.

Bisa jadi 30 tahun lamanya sudah Mefiboset tinggal di istana raja, dan bisa diperkirakan, jika Alkitab tidak mencatat dia diusir dari istana raja, itu artinya selama kepemimpinan Salomo, Mefiboset tetap tinggal di istana, jadi tinggal di istana terus sampai hari matinya, dan bahkan anak cucunya tetap tinggal di istana untuk seterusnya.

Hal tersebut dapat kita simpulkan, karna sesaat menjelang kematian Daud, Daud memerintahkan Salomo untuk menumpas Yoab, serta Simei, tetapi Daud meminta Salomo memberi makan dari meja raja pada anak-anak Berzilai, orang Gilead itu. (I Raj 2: 5-9) yang telah berbuat baik pada Daud saat Daud melarikan diri dari Absalom.

Daud sama sekali tidak  menganggap Mefiboset dan anak-anak cucu-cucunya sebagai ancaman akan kepemimpinan Salomo anaknya, walau sebelumnya Daud sempat terhasut oleh Ziba, saat Ziba memfitnah Mefiboset berambisi atas kedudukan raja, di kala kekeruhan suasana pemberontakan Absalom menyerang kepemimpinan Daud. II Sam 16: 1-4 II sam 19:24-30.

Sumber analisa sejarah : William Gross

http://livingstonesclass.org/Archive/DavidChronologyGross.pdf.

William Gross

CARA PANDANG ILAHI

TULISAN INI ADALAH TULISAN SERI

CARA PANDANG ILAHI

MEFIBOSET DAN TAHUN TAHUN HIDUPNYA

SI PINCANG DI PELUKAN AYAH

LAMPIRAN 1

CARA PANDANG ILAHI

Kita tentunya tahu bahwasannya Saul itu dirasuk iri pada Daud, sampai –sampai ingin membunuh Daud tanpa alasan yang masuk akal. (I Sam 19:10)

Daud punya kesempatan untuk membunuh Saul selama dua kali, tetapi Daud tidak mau menjamah orang yang diurapi oleh Tuhan.

(I Sam 24: 10-11, I Sam 26: 18)

Saat Saul dan Yonatan dan dua adiknya mati dalam pertempuran, Daud pun berkabung II Sam 1: 17

Daud mengikat janji dengan Yonatan untuk supaya nama yonatan jangan terhapus dari keturunan Daud. I Sam 18: 3, dan peristiwa perjanjian yang ke dua I Sam 20:16

Terbukti Daud menepati janjinya, dia mengangkat Mefiboset menjadi anggota keluarganya, makan sehidangan dengannya dan tinggal di istana bersamanya. (II Sam 9:13)

Tetapi Daud tidak saja berlaku ramah terhadap anak dari Yonatan, yaitu Mefiboset, saja, tetapi Terlepas dari itu semua kita bisa melihat kebesaran hati Daud dalam penelusuran keluarga berikut ini

Latar Belakang Keluarga

Raja Saul memiliki empat anak laki-laki dan dua anak perempuan

Empat anak laki-laki Saul

1. Yonatan, adalah putra mahkota, Yonatan memiliki anak tunggal bernama Meribaal/ Mefiboset. I Taw 8: 34, II Sam 9:6

Mefiboset memperanakkan Mikha, dan Mikha memiliki anak Piton, Melekh Tarea dan Ahas I Taw 8: 34, I Taw 8:35

Yonatan akhirnya mati dalam pertempuran ( II Taw 10:2)

2. Malkisua, mati dalam pertempuran ( II Taw 10:2)

3. Abinadab, mati dalam pertempuran ( II Taw 10:2)

4. Esybaal/ sama dengan ISYBOSET , adalah anak Saul yang menggantikan Saul menjadi raja II Samuel 2: 10-11, sementara itu hanya kaum Yehuda saja yang dipimpin oleh Daud. Isyboset mati terbunuh oleh penjahat bernama Rekhab dan Baana bin Rimon, saat ia tidur siang di rumahnya, dan dipenggal kepalanya.  II Sam 4: 7. Alkitab tidak menceritakan bahwa Isyboset itu memiliki anak atau istri.

Esybaal yang arti namanya adalah SEORANG BAAL- ) mengganti nama menjadi Isyboset pria pemalu

Dua  anak perempuan Saul

5. Merab yang sedianya akan diberikan pada Daud menjadi istrinya, tetapi akhirnya dinikahkan dengan orang lain bernama Adriel bin Barzilai. Merab memiliki 5 anak laki-laki yang namanya tidak dicatat dalam Alkitab I Sam 18:17

6. Mikhal yang akhirnya menjadi istri Daud, tetapi kemudian oleh Saul dinikahkan lagi dengan  Palti bin Lais dari Galim Mikhal tidak memiliki anak sampai hari matinya. I Sam 18:19, I Sam 25: 44

Raja Saul memiliki gundik, gundiknya bernama Rizpa binti Aya II Sam 21: 11

Gundiknya ini memiliki dua anak ARMONI dan Mefiboset II Sam 21:8

(jangan bingung dengan nama ini, karna ada dua nama Mefiboset dalam keluarga Saul, yang pertama adalah Mefiboset anak dari Yonatan, yaitu Cucu Saul, dan yang kedua adalah Mefiboset yang ini, anak dari Saul yang di dapat dari gundiknya)

II Samuel 21:1-14

Bangsa Israel mengalami kelaparan, dan saat Daud bertanya pada Tuhan, ternyata penyebabnya adlah hutang darah, di mana Saul melanggar perjanjian yang sudah dibuat antara Yosua dengan orang-orang Gibeon

Saat Israel mengalami kelaparan dan orang Gibeon menuntut nyawa dari 7 orang dari keluarga Saul; inilah yang dilakukan Daud, dia memilih 7 orang ini untuk ditumpas sebagai pembayaran hutang darah tersebut. :

  • 5 cucu Saul dari anak perempuannya Merab II Sam 21:8
  • 2 anak Saul yang didapat dari  gundiknya (yakni yang bernama Armoni dan Mefiboset – anak dari gundik-bukan mefiboset bin Yonatan) II Sam 21:8

jadi untuk melengkapi 7 nyawa yang dituntut orang Gibeon, Daud telah mendapat 5 orang yaitu cucu Saul dari anak perempuannya Merab, kan kurang dua orang, yang dipilih Daud untuk dua orang ini bukanlah anak Yanatan yang bernama Mefiboset serta cucu Yonatan yang bernama Mikha, melainkan yang dipilih Daud adalah 2 ANAK SAUL YANG DIDAPAT DARI GUNDIKNYA itu, artinya anak dan cucu serta cicit Yonatan terluput dari hutang darah ini.

Dari semua bagian alkitab yang bersinggungan dengan keluarga Saul, kita mendapati bahwa ternyata Daud sangat menghormati dan mengasihi keluarga Saul, ini dibuktikan dengan adanya :

Daud justru menghukum mati orang-orang yang menyampaikan kabar kematian Saul (2 Sam 4: 10, 2 Sam 1: 1-16)

Menghukum mati orang yang membunuh Raja Isyboset bin Saul ( 2 Sam 4: 12)

Mengumpulkan tulang-tulang Saul dan tulang-tulang Yonatan, yang telah dicuri oleh warga kota Yabesh Gilead, juga tulang-tulang dari 7 orang yang digantung oleh orang Gibeon itu, dan semua tulang-tulang itu dikuburkan secara terhormat di tanah Benyamin di Zela di kubur Kish, ayah Saul. II Sam 21:13

Setelah itu kalaparan itu pun berhenti. II Sam 21: 1, 14

Daud menepati janjinya pada Yonatan dan Daud tidak pernah beriktiar untuk memusnahkan keluarga Saul, tetapi Tuhan sendiri yang mengkondisikan anak-cucu Saul mati di medan pertempuran, mati dibunuh, mati karna dituntut nyawa oleh orang GIBEON, dan ada yang terhenti keturunan karna kemandulan

Dari semua keluarga Saul, semuanya musnah , kecuali anak dan cucu dan cicit daripada Yonatan, mereka tetap hidup. (anaknya bernama Mefiboset bin Yonatan, dan cucunya bernama Mikha bin Mefiboset, serta cicitnya bernama Piton bin Mikha, Melekh bin Mikha,  Tarea bin Mikha dan Ahas bin Mikha.)

Ada beberapa rhema yang Tuhan berikan di sini  buat kita:

  1. Daud tahu betul bahwa kepemimpinannya atas Israel bukan dicapai dengan cara memusnahkan keluarga Saul. Bukan cara pintas seperti itu.
  2. Daud tidak terburu-buru menjadi raja Israel secara keseluruhan, saat dia masih memerintah atas Yehuda saja, Daud tidak secara kasar kemudian mengkondisikan bahwa dia akan memerintah Israel secara keseluruhan
  3. Daud memperlakukan Saul sebagai ayah mertuanya dan bukan memposisikan Saul sebagai musuhnya, sehingga kematian dari anggota keluarga Saul adalah perkabungan yang mendalam buat dirinya, walaupun sebagai seorang menantu, Daud dipermalukan karna calon istrinya (Merab) diberikan Saul pada orang lain, dan istri Daud (Mikhal) juga dinikahkan untuk kedua kalinya pada orang lain. (Hal ini bisa kita lihat dari cara Daud memanggil Saul dengan sebutan ‘ayah’ di I Sam 24: 1-23)
  4. .Yonatan memandang keberadaan dirinya sebagai putra mahkota secara budaya kerajaan, tidak dengan kacamata manusia, tetapi dengan mata imannya jauh ke depan, dia sudah menyadari bahwa kepemimpinan Israel akan jatuh ke tangan Daud yang memang sudah diurapi untuk menjadi raja menggantikan ayahnya.
  5. Yonatan tidak bersikap iri terhadap Daud, yang kelak bakalan menggeser kemungkinannya menjadi raja menggantikan ayahnya, tetapi sebaliknya Yonatan justru menjalin persahabatan dengan Daud dan membuat ikat janji agar Daud menjadikan keturunannya sebagai keturungan Daud. Inilah yang dinamakan perjanjian berdasarkan IMAN.
  6. Keturunan Yonatan pada akhirnya selamat baik dari pedang musuh, kejahatan, kemandulan, atau penuntutan balas dari para pendendam, sungguh berbeda sekali dengan keturunan Saul dari anak-anaknya yang lainnya. Mengapa ini terjadi? Perjanjian Daud dengan Yonatan adalah gambaran dari ikat janji keselamatan yang daripada Tuhan atas hidup kita. Dimana keselamatan yang daripada Tuhan akan melepaskan kita dari segala hutang darah, kematian, kekalahan, kemandulan, kejahatan, kutukan, hukuman, dll
  7. Saat keselamatan itu tiba, seperti hidup dari Mefiboset yang pincang, tinggal terasing di Lodebar, menganggap diri seperti anjing mati (minder), dan seluruh harta warisan dirampok oleh Ziba (gambaran dari kemiskinan yang menyerang), hidup menumpang di rumah orang bernama Makhir bin Amiel (tentunya tidak enak menumpang di rumah orang, merasa asing), TUHAN ADAKAN PEMULIHAN, sehingga Mefiboset dipanggil oleh Raja, diajak makan sehidangan dengan raja, semua harta kekayaan yang dirampok oleh Ziba dikembalikan kepadanya, tinggal di istana, semua kebutuhannya dicukupi oleh raja, memakai pakaian kerajaan, dan diperlakukan sebgai keluarga kerajaan.

ADA APA DI TAHUN 2013….?

ADA APA DI TAHUN   2 0 1 3…?

Angka 13 bagi orang dunia adalah angka kesialan/angka buruk, sehingga angka 13 sering dihindari, bahkan ada hotel yang tidak menyediakan kamar bernomor 13.

Sebenarnya ada 2 pilihan dalam tahun 2013 nanti, apakah kita akan memilih yang baik atau yang buruk. Memang Tuhan selalu memperhadapkan kita pada berkat atau kutuk, dan kita diminta untuk memilih sendiri (Ulangan 11:26)

Kita bisa memilih antara 1. Jadi Pemberontak/murtad.  Ataukah 2. Menerima Kemenangan dan menerima berkat dalam porsi ganda.

Baik, kita akan analisa satu persatu.

1. ANGKA 13 ADALAH ANGKA PEMBERONTAKAN

NIMROD, SAUL DAN SALOMO

  • Angka  tiga belas mengisyaratkan adanya pemberontakan, hal ini dapat kita lihat dari Kejadian 14:4, muncul kata ..”dalam tahun yang ketiga belas mereka memberontak”
  • Hal ini diperkuat dengan hadirnya NIMROD, sang pemberontak yang dicatat di Kejadian 10:9. Nimrod adalah keturunan ketiga belas dari Adam ( Lukas 3: 36-38, Kej 10:6-9)
    • Adam
    • Set
    • Enos
    • Kenan
    • Mahalaleel
    • Yaret
    • Henokh
    • Metusalah
    • Lamekh
    • Nuh
    • Ham
    • Kush
    • Nimrod
    • Siapakah sebenarnya Nimrod ini? Dia adalah seseorang yang memiliki jiwa kepemimpinan yang sangat kuat sekali ( Kej 10:8)Dan dia adalah seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan Tuhan.  Namun sayang sekali, setelah dia dapat mendirikan kerajaan yang terdiri dari Babel, Erekh, dan Akad, Asyur, Niniwe, Rehobot-Ir, Kalah dan Resen , dia berubah setia daripada Tuhan, dan mulai mencari kepujian bagi dirinya sendiri. Dialah yang mempelopori pemberontakan di tanah Sinear itu (Kej 10:10, Kej 11:2). Tuhan sebenarnya memiliki VISI : desentralisasi (Kej 1:28), tetapi orang-orang Sinear ini memberontak dengan membuat menara dengan tujuan sentralisasi (Kej 11:4), dengan tujuan kesombongan/mencari nama.
    • Berikut kutipan yang membahas lebih detail tentang Nimrod, akan saya cantumkan dalam lampiran 1. Dalam lampiran tersebut dapat disimpulkan bahwasannya Nimrod memimpin pemberontakan melawan Tuhan, dan hal itu menjadi cikal bakal dari penyembahan berhala. Tidak heran Saat Salomo berubah setia dengan menyembah berhala,  Tuhan memberi hukuman Terkoyaknya kerajaan Israel (I Raj 11: 11-13). Sedianya Tuhan akan menyediakan kerajaan yang kokoh jika Salomo tetap hidup di hadapan Tuhan dengan tulus hati, dan dengan benar, berbuat sesuai dengan segala perintah Tuhan, dan tetap mengikuti segala ketetapan dan peraturan Tuhan ( I Raj 9: 4-5), namun sayang sekali Salomo menjadi penyembah berhala karna cinta nya akan istri-istri asingnya itu  ( I Raj 11:6)
    • Saat Saul tidak TAAT, I Sam 15:22-23 Tuhan menyamakan perdurhakaan dan kedegilan itu dengan dosa bertenung atau dosa menyembah berhala dan terafim

Perenungan: khususnya kita di tahun 2013 ini akan lebih berhati-hati terhadap

DOSA PEMBERONTAKAN ,

DOSA KETIDAKTAATAN,

DOSA KESOMBONGAN,

DOSA PENYEMBAHAN BERHALA

Akibatnya: kegagalan akan sebuah pendudukan wilayah yang sebenarnya sudah disediakan Tuhan menjadi bagian kita.

Tetapi sebaliknya, jika kita hidup dalam

KETAATAN

KETULUSAN HATI

KEBENARAN

Upahnya adalah: Tuhan akan mengokohkan apa yang sudah Tuhan sediakan menjadi bagian kita.

2. ANGKA TIGA BELAS ADALAH ANGKA PEMBALIKAN KEADAAN

DI HARI RAYA PURIM

Hari raya PURIM, dimana hari yang ditentukan untuk pemusnahan orang Israel, adalah pada tanggal tiga belas. Namun Tuhan membalikkan keadaan, menjadi orang Israel justru yang berkesempatan mengalahkan musuh-musuh mereka. Hal ini kita jumpai di Ester 9:1

Ada 11 pembalikan keadaan yang terjadi saat itu. Tanggal 13 yang dicanangkan menjadi kesialan bagi Israel, oleh orang jahat bernama Haman itu, kini justru menjadi hari bersejarah dimana terjadi 11 pembalikan keadaan.

Anda dapat membaca kelengkapan dari materi ini, di lampiran ke 2 ( hasil PA saya dengan Cik Anie)

Kunci yang bisa kita ambil dari kitab Ester adalah:

  • Kesediaan Ester untuk mendengarkan Mordekai (kesediaan Gereja Tuhan , untuk mendengarkan Roh Kudus)
  • Doa dan Puasa, karna ada level tertentu dalam kerajaan kegelapan hanya bisa dikalahkan lewat doa dan puasa ( Mat 17:21)
  • Kesediaan Ester untuk mengambil resiko (saat menghadap raja tanpa dipanggil)
  • Kesediaan Ester untuk menantikan waktu Tuhan (saat tidak terburu-buru mengadukan halnya pada raja)
  • Kesediaan Ester untuk memberikan pelayanan yang terbaik dalam dua malam pesta berturut-turut ( rela berjalan dalam mil yang kedua, rela mempersiapkan makanan terlezat, rela mempersiapkan yang the best/spirit of exelence)

Perenungan: khususnya kita di tahun 2013 ini akan lebih berhati-hati terhadap

KETIDAKPEKAAN AKAN SUARA ROH KUDUS ,

KEMALASAN BERDOA DAN BERPUASA

KEMALASAN UNTUK MEMBERIKAN YANG TERBAIK

KETIDAK RELAAN UNTUK BERKORBAN

KETIDAK SABARAN DAN KETIDAK TEPATAN UNTUK BERJALAN DALAM WAKTU TUHAN

Akibatnya: kematian massal, apa yang ditentukan iblis atas hidup kita, jadi

Tetapi sebaliknya, jika kita hidup dalam

KEPEKAAN AKAN SUARA ROH KUDUS

KEDISIPLINAN DOA DAN PUASA

KERINDUAN UNTUK MEMBERI YANG TERBAIK PADA TUHAN

KERELAAN UNTUK BERKORBAN

KESABARAN DAN KETEPATAN UNTUK BERJALAN DALAM WAKTU TUHAN

Upahnya adalah: Tuhan akan mengadakan pembalikan keadaan/ PURIM bagi hidup kita, secara besar-besaran

3. ANGKA PORSI TRIPLE

BANI YUSUF

Yusuf mendapat porsi TRIPLE / berkat kesulungan, karna yang mendapat berkat dari ayahnya bukan Cuma YUSUF, tetapi juga keturunannya Efraim,  menjadi suku ke Tiga Belas, dan juga Efraim yang mendapat berkat bersamaan dengan Manasye (Kej 48)

Bilangan 2: 1-31,

Ada 7 pintu di belakang hidup Yusuf yang ditutup dibelakang sebelum dia membuka 7 pintu di depannya. (untuk lebih jelasnya dapat anda buka lampiran 3)

Ini yang menjadi kunci Yusuf sehingga dia sendiri dan anak-anaknya mendapat berkat  yang hebat:

  1. 1.     Menutup Pintu Keputusasaan, Membuka Pintu Semangat Hidup.
  2. 2.     Menutup Pintu Telinga dari bujuk rayu Iblis dan Membuka PintuTelinga Bagi Firman Tuhan  
  3. 3.     Menutup Pintu Mental Miskin dan Membuka Pintu Kemurahan Hati
  4. Menutup Pintu mengandalkan pertolongan Manusia dan membuka pintu Berharap pada Tuhan
  5. 5.     Menutup Pintu Kesombongan/ Ego (karakter lama si aku aku aku (Kej :5, 40:15-15, dan Membuka Pintu Karakter Kristus,
  6. Menutup Pintu Trauma masa lalu/ pikiran negative dari sebuah peristiwa yang menyakitkan di masa lalu dan Membuka Pintu Cara Pandang Allah
  1. Menutup Pintu pembalasan dendam dan tidak mau mengampuni, dan membuka pintu Pengampunan.

Perenungan: khususnya kita di tahun 2013 ini akan lebih berhati-hati terhadap

KEPUTUS-ASA-AN

BUJUK RAYU IBLIS

MENTAL PELIT

ANDALKAN MANUSIA

SOMBONG DAN EGO

TRAUMA MASA LALU

PEMBALASAN DENDAM

Akibatnya: kegagalan untuk masuk dalam tahun –tahun kelimpahan tanpa batas yang sudah Tuhan sediakan jadi bagian kita

Tetapi sebaliknya, jika kita hidup dalam

SEMANGAT HIDUP

KEDISIPLINAN TELINGA UNTUK HANYA DENGAR APA KATA FIRMAN

KEMURAHAN HATI

ANDALKAN TUHAN

RENDAH HATI DAN KEMBANGKAN KARAKTER ILAHI

PENGAMPUNAN

Upahnya adalah: Tuhan akan mengadakan tahun tahun kelimpahan tanpa batas yang sudah Tuhan sediakan jadi bagian kita

4. ANGKA PENDUDUKAN ATAS YERIKHO

PADA PUTARAN YANG KETIGA BELAS

Tembok Yerikho dihancurkan pada putaran ke 13, ( 6 kali selama 6 hari, ditambah 7 kali di hari ke 7)

Dan pada saat tembok ini telah dihancurkan, Yosua mengucapkan nubuatan bahwa orang yang bangkit untuk membangun kembali kota Yerikho ini akan membayarkan nyawa anaknya yang sulung dan anaknya yang bungsu (Yos 6: 26) Dan hal ini benar-benar terjadi , pada zaman raja Ahab memerintah, dimana dia ikut menyembah Baal, ada orang bernama Hiel yang membangun kembali Yerikho, dan akhirnya anaknya yang sulung dan yang bungsu mati (I Raj 16:34)

Apa yang sudah diruntuhkan oleh Tuhan tidak boleh dibangun kembali. Arti nama Yerikho mungkin berarti BULAN sesuai dengan nama Dewa Bulan.

Saat Tuhan menghancurkan kota yang penduduknya menyembah dewa Bulan, Tuhan tidak ingin kota ini dibangun kembali. Kota ini harus ditaklukkan. Karna ketika kota ini dibangun kembali, maka akan ada generasi yang ‘mati’

Bagaimana caranya agar ekspansi/perluasan daerah kekuasaan atas YERIKHO ini bisa terjadi?

  1. Semua prajurit ikut terlibat mengedari kota itu
  2. 7 imam membawa 7 sangkakala tanduk domba
  3. Para imam berjalan di depan tabut
  4. Pada hari ketujuh diedari 7 kali, dan sangkakala ditiup
  5. Tanda nada panjang, bangsa harus bersorak sorai dengan nyaring
  6. Orang bersenjata berjalan di depan tabut Tuhan dan sebagai penutup barisan
  7. Bangsa Israel harus diam dan tidak boleh mengucapkan sepatah kata pun, sebelum waktunya bersorak, jadi tidak boleh mengeluh capek, tidak boleh bersungut-sungut, tidak boleh mengucapkan kalimat yang berkesan ‘tidak percaya’
  8. Harus beriman (Ibrani 11:30)

Muncul beberapa angka 7 di sini: 7 imam, 7 sangkakala tanduk domba, 7 hari, pada hari ke 7 diedari 7 kali, (tepatnya ada 5 kali angka 7 muncul di sini).

Imam, prajurit, tentara pembawa senjata dan rakyat ikut terlibat semua.

Hadirat Tuhan / tabut Allah harus selalu dibawa/diusung dalam hidup kita

Hindarkan persungutan dan ganti dengan pujian/sorak-sorai

Perenungan: khususnya kita di tahun 2013 ini akan lebih berhati-hati terhadap

KEMALASAN UNTUK TERLIBAT, SUKA JADI PENONTON SAJA

KEMALASAN UNTUK MEMBERI YANG TERBAIK ( karna 7 adalah angka sempurna yang berkali-kali dituntut di bagian ini)

KEMALASAN UNTUK MENYEMBAH/PRAISE AND WORSHIP

PERSUNGUTAN/ OMELAN/GERUTUAN

Akibatnya: kegagalan untuk menduduki Yerikho, terhalang temboknya yang seakan ‘mustahil untuk dihancurkan’

Tetapi sebaliknya, jika kita hidup dalam

AKTIF DAN MELIBATKAN DIRI LEBIH BANYAK

TINDAKAN UNTUK SELALU MEMBERI YANG TERBAIK PADA TUHAN

KEDISIPLINAN ROHANI UNTUK PRAISE AND WORSHIP

SELALU MENGUCAP SYUKUR

Upahnya adalah: Tuhan akan merobohkan semua tembok-tembok kemustahilan dalam hidup kita

5. ANGKA 13 ADALAH ANGKA SUNAT

UMUR ISMAIL 13 TAHUN SAAT DISUNAT

Ismael berumur 13 tahun saat dia disunat Kej 17:24-26

Sunat adalah tanda perjanjian antara Allah dengan Abraham.  Tuhan berjanji untuk :

  1. Menjadikan Abraham bapa sejumlah besar bangsa
  2. Membuat Abraham beranak cucu sangat banyak
  3. Tuhan akan menjadi Allah bagi Abraham dan Allah dari keturunannya
  4. Tuhan memberikan tanah kanaan pada Abraham dan pada keturunannya

Tetapi pada pihak Abraham, Abraham serta semua laki-laki di rumahnya harus disunat, dan hal itu menjadi ketentuan untuk bangsa Israel.

Bagi kita yang hidup di zaman sekarang, kita pegang

Galatia 6: 15, yaitu menjadi ciptaan baru.

I Kor 7: 19 yaitu mentaati Hukum Allah

Kol 2: 11 yaitu menanggalkan tubuh dosa

Sebelum menaklukkan Yerikho pun, harus diadakan sunat untuk generasi yang belum bersunat. (Yosua pasal 5)

Perenungan: khususnya kita di tahun 2013 ini akan lebih berhati-hati terhadap

KEDAGINGAN

Akibatnya: kegagalan untuk mendapatkan semua janji-janji Allah, berupa pendudukan atas jatah yang Tuhan sudah sediakan bagi kita

Tetapi sebaliknya, jika kita hidup dalam

ROH YANG PENURUT AKAN FIRMAN TUHAN

Upahnya adalah: Janji-janji Tuhan akan digenapi dalam hidup kita.

KESIMPULAN AKHIR BAGI KITA:

Kalau kita mau tarik garis merah pada setiap point tersebut di atas, kita bisa simpulkan bahwa tahun 2013 adalah TAHUN EKSPANSI

  1. Nimrod gagal ekspansi lebih lanjut karna ada PEMBERONTAKAN, Saul gagal jadi raja yang berkenan dan Tuhan mendapatkan Daud untuk menjadi penggantinya, Salomo kerajaannya terpecah, juga karna KETIDAK TAATAN
  2. Ester berhasil dipakai Tuhan untuk mempertahankan diri dan bangsanya dari niat jahat para musuh mereka
  3. Yusuf mendapat jatah berkat 3 kali ganda, keturunannya; Efraim dan Manasye mendapat juga jatah pembagian tanah Israel
  4. Yosua dan orang Israel berhasil merebut Yerikho, kota yang berkubu dengan tembok-nya yang luar biasa
  5. Atas ketaatannya pada hukum sunat, Abraham dan keturunannya mendapatkan tanah Kanaan.

Dan kalau kita tarik garis merah dari semua point tersebut di atas, VIRUS-VIRUS PENGHALANG EKSPANSI ITU ADALAH:

  1. KETIDAK TAATAN
  2. KEMALASAN
  3. KETIDAKDISIPLINAN ROHANI
  4. TIDAK MEMILIKI MENTAL ‘BERIKAN YANG TERBAIK’
  5. KEDAGINGAN

LAMPIRAN 1

http://www.sabdaspace.org/menara_babel_nimrod

MENARA BABEL & NIMROD

By jesusfreaks - Posted on March 19th, 2008
Tagged:

Siapakah Nimrod?
Alkitab di Kejadian 10:8 menjelaskan :
“Kusy memperanakan Nimrod, dialah yang mula-mula sekali orang yang berkuasa di bumi.”

Kusy adalah anak dari Ham, dan Ham adalah anak bungsu dari Nuh.Karena Ham bertindak kurang ajar terhadap Nuh, ketika melihat aurat ayahnya, maka Nuh mengutuk Ham dan keturunannya.Lihat Kejadian 9:25.

Jadi silsilah Nimrod adalah Nuh-Ham-Kusy-Nimrod.Nimrod adalah orang yang berkuasa di bumi yang membangun kota-kota besar seperti Babel, Erekh, Akad, Asyur, Niniwe, Rehobot-Ir, Kalah.Semua kota itu terletak di tanah Sinear.Lihat Kejadian 10:10-12.

Karena merasa berkuasa di bumi, Nimrod adalah orang pertama sejak zaman Nuh yang mempelopori pemberontakan manusia terhadap Tuhan.Dari tanah Sinear, Nimrod berusaha membangun menara tertinggi sebagai bentuk kesombongannya.Lihat Kejadian 11:1-4.

Kita lihat bahwa semua peristiwa tercatat di Alkitab terjadi di tanah Sinear.Tanah Sinear dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Shinar.Kita lihat Kejadian 10:10 dari terjemahan New American Standard Bible.

Kejadian 10:10 KJV
“And the beginning of his kingdom was Babel, and Erech, and Accad, and Calneh, in the land of Shinar.”

Shinar adalah bahasa Yahudi, dan dalam bahasa Akkadian adalah Sammur. Bahasa Akkadian adalah bahasa yang dipakai di daerah Mesopotamia kuno terutama di daerah Assyria dan Babylonia. Semiramis dalam bahasa Akkadian adalah Sammur-amat yang artinya adalah pemberian dari laut.

Kita mundur dahulu ke Kejadian 3:15. Di ayat ini dijelaskan bahwa Tuhan bernubuat bahwa Tuhan akan memberikankan keturunan ilahi/Mesias dari keturunan seorang perempuan yang akan menghancurkan Satan. Dan Tuhan akan memulihkan kerajaanNya. Berita nubuat ini terus turun temurun sejak zaman Adam, Set, Enos dan seterusnya sampai kepada Nimrod. Untuk mendapatkan status sebagai mesias yang dimaksudkan di Kejadian 3:15, maka Nimrod menikahi ibunya sendiri yang bernama Semiramis dan memproklamirkan bahwa Semiramis adalah keturunan yang dimaksudkan dalam Kejadian 3:15. Nimrod menyebut Semiramis sebagai istrinya dan sekaligus juga sebagai ibunya.

Dengan cara demikian, Nimrod juga menyebut dirinya sebagai Tuhan yang telah menjelma sebagai seorang anak manusia dan juruselamat dunia. Inilah awal mula penyembahan berhala di dunia ini.

Berikut ini adalah ilustrasi arkeologis tentang Nimrod.

Berikut ini adalah ilustrasi arkeologis tentang Semiramis.

Nimrod mengharuskan masyarakatnya menyembah dia sebagai “Sun-god”, dan Nimrod menyebutkan dirinya sebagai “Baal”, dalam bahasa Inggris “my Lord”, dalam bahasa Yahudi “Elohim”. Semiramis disebut sebagai “Baalti”, dalam bahasa Inggris “my Lady”, dalam bahasa Itali “Madonna”.

Sebagai “Sun-god”, Nimrod menampilkan dirinya sebagai tuhan dan raja. Dan membangun sistem keagamaan dengan pusat penyembahan kepada dirinya.

DIKUTIP DARI : http://andrewidodo.multiply.com/journal/item/27/

SEMOGA PARA BLOGGER BISA MEMAHAMI, MENGAPA ALLAH MENGACAUKAN BAHASA DI BABEL ?

ITU ADALAH SALAH SATU STRATEGI PENYELAMATAN MANUSIA.

ALLAH TAHU AKAN ADANYA PENYESATAN MASSAL/PENYESATAN MUTLAK (PEMBERONTAKAN TERHADAP ALLAH/PENYEMBAHAN TERHADAP NIMROD).

MAKA ALLAH MENGACAUBALAUKAN BAHASA, SEHINGGA PENGARUH NIMRODPUN MENJADI TIDAK BERARTI.

Regards,

Jesus Freaks,

Live X4J, Die As A Martyr

LAMPIRAN 2

HARI RAYA PURIM DAN PEMBALIKAN KEADAAN DI TANGGAL 13

PA DENGAN CIK ANIE

ESTER 9: 1-19
Dalam kitab Ester 9: 1-19 terjadi pembalikan keadaan
Pembalikan keadaan ini bisa saja tuhan kerjakan dalam hidup kita, pembalikan keadaan ekonomi, pembalikan keadaan keluarga, sekolah, gerjea, dll

Pembalikan keadaan I
AYAT 1 Musuh mengalahkan Yahudi, dibalik Tuhan menjadi Yahudi mengalahkan musuh-musuhnya.

Pembalikan keadaan II
ayat 2, Orang Yahudi tadinya takut pada musuh-musuhnya sekarang menjadi musuh-musuh yang takut pada orang Yahudi

Pembalikan keadaan ke III
ayat 3, tadinya musuh mendapat dukungan penuh dari Haman, kini menjadi, Yahudi didukung oleh semua pembesar, wakil pemerintah

Pembalikan keadaan ke IV
ayat 4, Mordekai adalah orang biasa yang terancam dibalik tuhan menjadi orang yang besar kekuasaannya dan terkenal. (bandingkan dengan doa Hana dan doa Maria, seorang yang diangkat oleh Tuhan, dari orang biasa menjadi ornag terkenal)

Pembalikan keadaan ke V
Yahudi tadinya dihina-hina kini menjadi orang Yahudi kini menginjak-injak musuh

Pembalikan keadaan VI
ayat 6 orang Yahudi ditargetkan akan dimusnahkan, dlam jumlah yang ditentukan yaitu SEMUA, justru musuh Yahudi kini yang jadi target

Pembalikan keadaan VII
ayat 7 Pemimpin-pemimpin bernafsu sekali untuk menghancurkan Yahudi, kini justru pemimpin-pemimpin dari pihak musuh terbunuh

Pembalikan Keadaan VIII
ayat 11, seharusnya laporan yang masuk ke meja raja adalah berapa jumlah orang Yahudi yang terbunuh, dibalik oleh Tuhan menjadi isi laporan jumlah musuh yang terbunuh

Pembalikan keadaan IX
ayat 12, Raja memenuhi permintaan Haman menjadi Raja memenuhi permintaan ester

pembalikan keadaan ke X
ayat 13, hari pemusnahan orang Yahudi cuma dirancang 1 hari, Tuhan membalikkan keadaan dengan cara memberi orang Yahudi waktu 2 hari. (waktu ekstra)

pembalikan keadaan XI
ayat 13, haman menyiapkan tiang sula untuk menyula Mordekai, dibalik menjadi 10 tiang sula untuk pemimpin -pemimpin musuh

mari minta pembalikan terhadap musuh :
musuh bisa berupa :
Iblis
intimidasi
masalah
tantangan
kemustahilan, dll

Lampiran 3

Menutup Pintu Belakang untuk Memasui Pintu di Depan

Pro M Bethany Madiun 24 Nopember 2007

Bacaan Kejadian 50:22-230

Kitab Kejadian ditutup dengan hari tua Yusuf yang mati dengan sukses.

Tapi happy ending ini tidak semudah itu, Yusuf mencapai kemakasimalan hidupny karena Yusuf telah menutup pintu-pintu belakang dan membuka pintu-pintu depan.

Pintu apa saja yang ditutup dan dibuka Yusuf?

  1. 8.     Menutup Pintu Keputusasaan, yaitu pikiran negative yang membawa pada tujuan hidup yang sia-sia. Membuka Pintu Semangat Hidup. Semangat hidup membuat Yusuf memiliki pikiran tujuan hidup yang berarti. Jika Yusuf mau mengembangkan pikiran tujuan hidup yang sia-sia bisa saja dia putus asa dan hidup asal-asalan, tapi itu tidak dilakukannya, di mana pun dia berada, di rumah potifar (Kej 39:2, ada kata ‘pekerjaan-nya’ Yusuf tetap punya etos kerja yang tinggi bandingkan Amsal 12:24), di penjara sekalipun Yusuf tidak mengembangkan cara berpikir yang sia-sia. Di penjara Yusuf menjadi orang kepercayaan karena apapun yang dikerjakannya diperbuat Tuhan berhasil, bandingkan dengan Maz 1:3) Sudahkah kita punya tujuan hidup yang jelas, mimpi yang besar, dan sudahkah kita rajin untuk meraihnya dan kesukaannya ialah taurat Tuhan? Kesaksian: hidup Grace di kampus yang sia-sia karna sebuah kekecewaan pada Tuhan dan orang tua.
  1. 9.     Menutup Pintu Telinga dari bujuk rayu Iblis dan Membuka PintuTelinga Bagi Firman Tuhan  (kej 39;10), bandingkan dengan (Lukas 4;13)Maz 119:9. Sudahkah kita menjadi pelaku Firman, menjaga kelakuan kita tetap bersih dengan menjaga dengan Firman Tuhan?
  1. 10.                        Menutup Pintu Mental Miskin dan Membuka Pintu Kemurahan Hati

Yusuf menafsirkan mimpi orang lain sekalipun mimpinya sendiri belum digenapi. (bandingkan dengan Janda Sarfat, anak dengan 5 roti dan 2 ikan, janda dengan 2 peser uang persembahan). Menabur di masa krisis. Kesaksian menabur tape kecil dapat tape besar

 

  1. 11.                        Menutup Pintu mengandalkan pertolongan Manusia dan membuka pintu Berharap pada Tuhan (kej 40: 14) menjadi berharap pada janji Tuhan saja  Kej 41:16, (Maz 105;19) pengk 3:11. Kesaksian Konser Gracia Voice

 

  1. Menutup Pintu Kesombongan/ Ego (karakter lama si aku aku aku (Kej :5, 40:15-15, dan Membuka Pintu Karakter Kristus, menjadi karakter baru ‘Bukan aku tetapi Tuhan’ Kej 41: 16), bandingkan dengan Filipi 1;21. Kesaksian Lomba VG
  1. 13.                        Menutup Pintu Trauma masa lalu/ pikiran negative dari sebuah peristiwa yang menyakitkan di masa lalu dan Membuka Pintu Cara Pandang Allah (Kej 50 ay 20) bahkan hal itu sudah dia lakukan saat memberi nama anak-anaknya (Kej 41:50-52) Roma 8:29. Filipi 4:8. Yusuf memandang sebuah masalah dari 2 sisi, yaitu dari cara berpikir manusia dan cara berpikir Allah. Allah dapat mengubahkan rancangan yang jahat menjadi rancangan yang baik. Kesaksian ayat HUT Yesaya 43:18-19

 

  1. Menutup Pintu pembalasan dendam dan tidak mau mengampuni, dan membuka pintu Pengampunan. Yusuf mengampuni saudara-saudaranya, sekalipun hal itu tidak pernah dipesankan oleh Yakub.

Pengampunan bukanlah sebuah hal yang mudah,

Sebelum Yusuf masuk dalam sebuah keputusan mengampuni saudara-saudaranya, ada beberapa tanda-tanda bahwa itu adalah sebuah proses yang tidak mudah, a,l:

  • terputusnya komunikasi (Kej 42:7)
  • Menuntut orang lain mengerti/ mengalami betapa sakitnya/ lukanya kita (Kej 42;17)
  • Menuntut orang lain berubah , melihat apakah mereka mengasihi Benyamin, melihat apakah mereka menyesal (Kej 42: 18-23)
  • Pengampunan membuat Yusuf
  1. menangis dengan keras (kej 45:2) melepaskan sebuah luka yang menyakitkan
  2. membuka pintu komunikasi (kej 45: 3)
  3. memeluk dengan mesra (kej 45:15)
  4. tidak menyalahkan kesalahan orang lain, tetapi berpikir positif dari setiap peristiwa itu (Kej 45; 5)
  5. berbuat kebaikan pada mereka (Kej 45;11)
  6. meyakinkan mereka bahwa dia tidak akan membalas dendam walaupun ayah sudah meninggal (Kej 50:19a, Rom 12:19-21)

kesaksian Gangren Virus

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nama anak Yakub Daftar Perkemahan Israel Daftar doa berkatDari Yakub Daftar nama suku Israel di kitab Wahyu
Kej 35: 22b-29 Bilangan 2: 1-31 Kej 49:1-28 Wahyu 7:4-8
Ruben Ruben Ruben kehilangan hak kesulungan Ruben
Simeon Simeon Simeon kehilangan berkat Simeon
Lewi Lewi Lewi kehilangan berkat Lewi
Yehuda Yehuda Yehuda Yehuda
Isakhar Isakhar Isakhar Ishakar
Zebulon Zebulon Zebulon Zebulon
Yusuf Yusuf Yusuf
Benyamin Benyamin Benyamin Benyamin
Dan Dan Dan
Naftali Naftali Naftali Naftali
Gad Gad Gad Gad
Asyer Asyer Asyer Asyer
Efraim Efraim
Manasye Manasye Manasye

 

NATAL-HARI IBU

Materi ini akan disampaikan pada NATAL GPDI SAWANGAN, Puji TUHAN, (22 Des 2012)

Tentunya hari Natal kita akan membahas mengenai kelahiran Yesus, tetapi yang sungguh ‘luar biasa’ adalah bertepatan dengan hari ini, 22 Desember 2012, adalah hari Ibu, maka kita akan mengkaitkan antara NATAL dan HARI IBU

Semua umat kristiani tentunya mengenal Maria, yang terpilih menjadi Ibu bagi sang Bayi Yesus, saat yang sangat penting dimana Yesus telah mengosongkan diri-Nya dan mengambil rupa seorang hamba, dan hal itu terjadi di rahim seorang ibu, yaitu seorang ibu muda bernama MARIA.

Ada sebuah peristiwa menarik saat Maria hamil akan jabang bayi Yesus.

Mari kita baca di Lukas 1: 39-45

Read the rest of this entry »

MATIUS 25: 31-46 

DOMBA KAMBING ARTINYA
DALAM ALKITAB Yesus disebut Anak Domba paskah, demikian juga kita disebut domba-domba-Nya Kambing simbol dari kuasa kegelapan (Daniel 8) Yoh 1:36 Yesus disalibkan seperti domba dibawa ke pembantaian

Maz 23. Yesus jadi gembala buat hidup kitaMAKANDomba menghindari makanan yang bukan makanannya, dia suka merumput di rumput subur.

Domba hanya makan rumput sajaKambing itu rakus dan memakan apa saja yang dijumpainya, sehingga menyebabkan ia sakit, bahkan menurut cerita kambing juga memakan ban, kardus, dll yang dijumpainya

Kambing tidak memakan rumput, tetapi menggigitnya berserta akarnyaFilipi 2: 4 Tuhan ingin kita hidup dengan cara memperhatikan kepentingan orang lain juga, dan bukan hanya kepentingan diri sendiri Oleh karna itu gembala harus memisahkan pada palungan yang berbeda agar terjadi perdamaian dan  tidak terjadi cideraKambing itu serakah, saat makan bersama dalam palungan yang sama dengan domba, dia akan makan lebih cepat, lebih agresif, mendominasi palung, dan menggunakan mendorong kaki domba menjauhi palungan itu.

SIFAT ( Tahan dipagari- tidak tahan dipagari)

Domba tahan tinggal tetap dalam batasan pagar

Suka mencari celah untuk menerobos pagar/pembatas karna tidak suka dibatasi, ia sengaja menguji kualitas pagar, ia akan membungkuk, mendorong dan melarikan diri, dan kelemahan pagar akan terus dimanfaatkannya berulang kali,

Maz 119:47 Tuhan ingin kita senang mengikuti peraturan-peraturan-NyaSIFAT (rela diajar/tidak punya kerelaan untuk diajar)Punya kemauan untuk diajar oleh gembala, saat berjalan dalam lembah, ia mengandalkan dan mempercayai gembalanya (Maz 23)Kambing tidak takut berpergian ke tempat tinggi atau tempat berbahaya lainnya, cenderung menghindari lembah kekelaman dengan caranya sendiri, akhirnya malah tersesat dan binasa.Maz 23: 4

Berjalan bersama gembala tidak sama dengan jalanan selalu mulus, tetapi saat ada gembala, kita merasa amanSIFAT (jinak/liar)Domba itu jinak, mudah dibawa dan taat, lembutKambing itu liar, suka mendominasi seluruh kawanan.Yer 32: 33 Tuhan ingin kita memiliki hati yang rela diajar

Yes 50:4SIFAT (cinta damai/kompak/ suka bermusuhan)Domba berdempetan dalam arah kepala yang sama.

Saat domba merumput, domba selalu mempertahankan kontak mata/ kontak visual  satu dengan yang lain. (Crofton, 1958, Kilgour, 1977).

Setiap domba

melemparkan kepalanya untuk memeriksa posisi domba lainnya.

Pemantauan secara kostan inilah yang menyebabkan domba bergerak secara bersama saat merumput

Kambing saling membelakangi, saling beradu, dan saling menendang, sering berkelahi dengan sesama kambing atau dengan menyerang domba.Gal 5: 15 memberi peringatan pada kita agar kita tidak saling menggigit, saling menelan dan saling membinasakan.

Rom 12: 10 Tuhan ingin kita saling mengasihi, saling mendahului dalam memberi hormatSIFAT ( Saling sayang/egois)Domba hidup dalam kawanan dan memiliki kepedulian terhadap kawananKambing tidak hidup dalam kawanan, suka pergi sendiri, dan tidak suka dipimpin/digembalakanI Kor 12:25 memperingatkan kita untuk saling memperhatikan satu sama lain.

Ibr 10:25 Tuhan ingin kita selalu ada dalam persekutuan dengan saudara seiman Domba harus tetap ada pada kawanan jika ingin aman dari predator, jika mereka terlepas dari kawanan, mudah disantap oleh predator Mat 26:31

Domba menjadi tertekan dan membuat decesions irasional ketika dipisahkan dari kelompoknya/ diisolasi. Hal ini dapat berkurang saat disediakan cermin, hal ini membuktikan bahwa ketika melihat domba-domba lainnya sifat stressnya jadi berkurang (Parrott, 1990).

SIFAT ( kepercayaan pada pemimpin/gembala – semaunya sendiri)Domba secara hirarki dominasi ovis aries spesies memiliki kecenderungan alami untuk mengikuti pemimpin (gembala) ke padang rumput baru!

mereka mempercayai gembala untuk memberi makan mereka, dan mempercayai bahwa gembala mereka tahu apa terbaik bagi mereka

Kambing tidak pernah puas dengan apa yang dimiliki dia akan selalu melompat pagar untuk mencari makanan yang menurutnya lebih enakMazmur 23: 1-2 iman akan pemeliharaan Tuhan atas hidup kita. Jangan seperti kambing yang tidak pernah bersyukurSIFAT ( mudah dipimpin/ pemberontak)Domba bergerak maju bersama-sama dengan kawanan sesuai petunjuk gembala

Memimpin sendiri, menciptakan perpecahan, saat ia memimpin domba yang ikut dengannya, domba itu jadi tersesat. Oleh karna itu kambing jantan yang ada di kawanan domba harus dipisahkanI pet 1: 14 Tuhan ingin kita jadi anak-anak yang taat, dan jangan hidup dikuasai hawa nafsuSIFAT (Dengar-dengaran/ tidak )Domba memiliki pendengaran yang baik dan sensitif terhadap suara ketika sedang digembalakan, dan

mereka merespon positif terhadap suara gembala dan mengikuti perintah dengan baik, pergi kemanapun gembala itu memimpin karna ia mengenali dengan baik suara gembalanya

yoh 10: 27

Kambing itu keras kepala dan susah diarahkanYohanes 10:27

Domba mengenal suara Gembala, kita harus mengenal suara Yesus sebagai gembala kita.KEBUTUHAN AKAN AIRTetapi domba tidak tahan hidup tanpa air, dalam jangka waktu tertentu.Kambing hitam gurun lebih tahan hidup tanpa air dalam jangka waktu tertentuMazmur 23: 2

Air adalah lambang Firman Tuhan. Domba tidak dapat bertahan hidup tanpa air, anak Tuhan tak dapat bertahan hidup tanpa Firman Tuhan.PENGELIHATANDomba memiliki visi panorama 330 ° -360 ° dan teropong

visi 25 ° -50 °. Mereka dianggap memiliki pengenalan akan warna  dan mampu membedakan antara lain

warna: hitam, merah, coklat, hijau, kuning dan putih

(Alexander dan Shillito, 1978).

Pengelihatan domba memiliki celah retina berbentuk horisontal, memiliki visi perifer excellent, dengan bidang visual sekitar 270-320 domba bisa melihat di balik diri tanpa memutar kepala mereka

Itu artinya:

Domba memiliki kemampuan untuk memiliki pandangan atau pengelihatan yang mampu mengenali situasi di sekelilingnya, sehingga meningkatkan kewaspadaan diri terhadap ancaman yang membahayakan yang datang dari kejauhan sampai 1200-1500 meter jauhnya , yang disebut pengelihatan perifer. Kemampuan ini sering disebut juga pengelihatan luas, yakni mampu melihat berbagai hal yang berada jauh dari titik fokus pengelihatan

Namun pengelihatan domba memiliki kekurangan:

domba harus mengangkat kepala untuk melihat obyek yang jauh

Domba tidak dapat melihat kedalaman di tanah dan  bayangan , itulah mungkin penyebab dari mengapa domba sering mogok

Mata domba memiliki hyperopia/ rabun jauh

dengan sedikit Astigmatisme/ silindris- gambar terlihat kabur.

Optik fisiologis pada domba cenderung menghasilkan

gambar dengan fokus retina benda di tengah

dan jarak jauh (Piggins, et al., 1996).

(optik fisiologis adalah : kesan gambar yang dihasikan setelah melihat cahaya yang sangat terang atau melihat pola gambar tertentu  dalam waktu lama, ini diduga merupakan efek yang terjadi pada mata atau otak setelah mendapat rangsangan tertentu secara berlebihan.)Kambing memiliki mata menonjol, bidang panorama

320 ° -340 ° dan visi teropong dari 20 ° -60 °.

tes

telah dilakukan pada kambing jantan untuk menentukan mereka

kapasitas untuk penglihatan warna dan mereka telah ditemukan untuk

membedakan kuning, oranye, biru, ungu dan hijau dari nuansa

abu-abu dari  kecerahan warna-warna yang sama (Buchenauer dan

Fritsch, 1980).

Fil 3: 14

Tuhan ingin kita jangan melihat ke belakang terus  dan hidup dalam trauma masa lalu, atau melihat ke samping terus karna kawatir akan datangnya predator, hidup dalam kekawatiran masa kini, tetapi Tuhan ingin kita melihat dan maju terus ( tidak mogok) karna ada Gembala berjalan di depan kita. Meski kita tak tahu apa yang di depan, kita ikut saja jalan-jalan yang ditunjukkan Gembala kita.

Jangan andalkan diri sendiri seperti kambing yang tidak mau ikut gembala karna dia merasa bisa melihat dengan cara teropong dari 20-60 derajat.

Domba mengenal hitam atau putih ( tahu membedakan yang jahat dari yang baik) tetapi kambing mengenal abu-abu (area setengah-setengah-tidak hitam atau putih)

PENDENGARANDomba dapat mengarahkan telinga ke arah suara,Kambing dapat mendengar segala sesuatu dalam radius 20 km.

Akan tetapi hasil dari pendengarannya menghasilkan banyak kebingungan tanpa adanya resolusi.Tuhan menginginkan kita untuk memilih apa yang kita dengar.

I Sam 24: 9. I Sam 15:22. Kegagalan Saul adalah gagal menggunakan telinganya dengan baik, baik untuk memperhatikan titah Tuhan, maupun untuk memilih apa yang perlu di dengar dan apa yang tidak perlu didengar.

Berbeda dengan Daud I Sam 24; dia tidak mendengarkan perkataan orang-orangnya untuk membunuh Saul.PENCIUMANDomba memiliki penciuman yang tajam untuk membedakan predator.

Tetapi merangsang penciuman domba dengan makanan tidak berguna saat perlombaan, karna domba lebih mudah dirangsang melalui panggilan suara.Mereka memiliki rasa yang dikembangkan dengan baik dari

bau dan makanan baru diselidiki dengan cara mengendus.Kepekaan domba bukanlah berhubungan dengan nafsu rakus, tetapi kepekaan domba adalah untuk peka dan berjaga-jaga terhadap serangan musuh,  Tuhan ingin kita dapat membedakan roh dengan peka. I kor 12: 10

Ibr 5; 14 Kepekaan untuk membedakan yang baik dan yang jahatKETAHANAN FISIKDomba tahan sakit, agar tidak terlihat lemah atau cidera di mata predatorKambing tidak tahan rasa sakitDomba tahan uji, tetapi kambing tidak.

Tuhan ingin kita tahan uji karna itu akan menghasilkan ketekunan. Roma 5:4KLASIFIKASIWalaupun domba dan kambing terlihat mirip, tetapi sebenarnya mereka sangat berbeda secara taksonomi (klasifikasi ilmiah secara spesies dan genus)

Domba (Ovis aries) memiliki 54 kromosom,Walaupun domba dan kambing terlihat mirip, tetapi sebenarnya mereka sangat berbeda secara taksonomi (klasifikasi ilmiah secara spesies dan genus)

kambing (Capra Hircus) memiliki 60 kromosomSekalipun lalang mirip dengan gandum, domba mirip dengan kambing, tetapi mereka tetap berbeda, dan akan dipisahkan di akhir zaman nanti. Semua akan terlihat dari buahnya . Mat 7:20

KANDANG

Domba dan kambing akan merumput bersama tetapi pada malam hari kambing akan dipisahkan dari domba dan dibawa ke kandang. Hal itu dikarnakan domba di alam terbuka pada malam hari dapat saling menghangatkan tubuh satu dengan yang lain dengan cara berdempetan

Domba dan kambing akan merumput bersama tetapi pada malam hari kambing akan dipisahkan dari domba dan dibawa ke kandang. Hal itu dikarnakan kambing bertindak semaunya sendiri, saling menjauhi, tidak suka saling menghangatkan, jadi perlu dibawa ke kandang pada malam hari

Tuhan ingin kita saling; saling menasehati, saling memberkati, saling mengampuni, saling mengaku dosa supaya sembuh, dll Yak 5: 16WARNA BULUDi palestina domba berwarna putihDi palestina kambing berwarna hitamWarna domba sering dihubungkan dengan ayat  yes 1: 18 Warna bulu dimba putih melambangkan kekudusan.KEGUNAANSama-sama menghasilkan susu, keju dan mentega, bedanya adalah domba menghasilkan woll yang lembut, dan bulu woll ini harus dipanen setiap tahunSama-sama menghasilkan susu, keju dan mentega, tetapi kambing menghasilkan kain kasar untuk tendaKeluaran 35;23 kulit domba jantan diwarnai merah, dengan darah domba ( akar kata yang sama yang dipakai pada peristiwa pembubuhan darah pada ambang pintu di peristiwa paskah) keluaran 12: 7.

Sedangkan kulit kambing tidak dipakai dengan cara dicelup dalam darah.

Domba melambangkan pengornanan darah Yesus dan kita sebagai domba-domba-Nya telah ditebus oleh darah-Nya.

Sedangkan kulit kambing justru dipakai oleh Yakub untuk menyamar menjadi Esau  (Kej 27:16)

Sumber bacaan:

Alkitab

Naskah Khotbah Susan Grace Widiono, disampaikan di Natal Gereja Babtis Madiun, 26 Des 2008, www.berbagirhema.wordpress.com

Goats, Characteristics of, (From Forerunner Commentary)

http://www.bibletools.org/index.cfm/fuseaction/Library.sr/CT/ARTC/k/574/Goats-on-Left.htm#ixzz2EoAacLkX

http://biblesearch.org/thematic/l/1/1456

http://www.bibletools.org/index.cfm/fuseaction/Topical.show/RTD/cgg/ID/505/Goats-Characteristics-of.htm#ixzz2Eo8b6gEn

http://www.bibletools.org/index.cfm/fuseaction/Topical.show/RTD/cgg/ID/505/Goats-Characteristics-of.htm

http://www.cahayapengharapan.org/khotbah/perumpamaan/texts/161_pemisahan_domba_dan_kambing.htm

http://katolisitas.org/4358/mengapa-domba-dan-mereka-yang-di-sebelah-kanan-dimasukkan-ke-dalam-sorga

http://dqhall59.com/sheep_and_goats.htm

http://weruah.wordpress.com/2011/05/10/kesatuan-kebenaran-perjanjian-lama-dan-perjanjian-baru-tentang-domba-berdasarkan-matius/

http://bartonadkins.wordpress.com/2010/06/29/the-difference-between-sheep-and-goats/

http://bartonadkins.wordpress.com/2010/06/29/the-difference-between-sheep-and-goats/#jp-carousel-361

http://ads2.kompas.com/layer/unilever/pureit/

https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&ved=0CCkQFjAA&url=http%3A%2F%2Fanimalbehaviour.net%2FJudithKBlackshaw%2FJKBlackshawCh3d.pdf&ei=j3zJULK8ForJrQfzgIEg&usg=AFQjCNGC4Vwonkp7a5uNDp3g0q2RTEVJmw&sig2=5r1ECXjWO8fpBrURhSs7Lw&bvm=bv.1355272958,d.bmk

https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&cad=rja&ved=0CDQQFjAB&url=http%3A%2F%2Fanimalbehaviour.net%2FJudithKBlackshaw%2FJKBlackshawCh3b.pdf&ei=xYfJUNeOGsXnrAfN3gE&usg=AFQjCNEY0_V0L8jh-flfbIHlJcQUhW5Z2w&sig2=h-AAyfErUForDlVGdK3evA&bvm=bv.1355272958,d.bmk

http://news.google.com/newspapers?nid=1860&dat=20080220&id=hr0kAAAAIBAJ&sjid=Cw4GAAAAIBAJ&pg=2175,3392218

 

CINTA MENYALA

SI ULAT MERAH

Sikap Hati; Mengasihi Yesus yang Sudah Terlebih Dahulu Mengasihi Kita

Lewat Karya-Nya di Kayu Salib

Kirmizi tidak dapat dilepaskan kaitannya dengan nubuatan mengenai Karya Salib yang dinubuatkan oleh Daud dalam Mazmur 22 yang ditulis hampir 1000 tahun sebelum penyaliban Kristus

Mazmur 22 ini paling banyak dikutip dalam PB, dan disebut ‘mazmur salib’, karna begitu rinci melukiskan penderitaan berat Kristus di salib. Pemazmur, yaitu Daud dalam pasal ini, dengan ilham Roh Kudus, menubuatkan penderitaan Yesus Kristus ketika disalibkan.

Daftar nubuatan salib dari Mazmur 22 ini dan penggenapannya:

  1. Maz 22:2-3 digenapi di Matius 27:46, mengenai seruan “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa engkau meninggalkan Aku?”
  2. Maz 22:8 digenapi di Mat 27:39, mengenai orang-orang yang menggelengkan kepala
  3. Maz 22; 9 digenapi di Mat 27:43, kalimat olok-olok yang ditujukan pada-Nya
  4. Maz 22:17 digenapi di Mat 27:35, penusukan tangan dan kaki, penyaliban
  5. Maz 22: 19 digenapi di Mat 27:35, jubah yang diundikan
  6. Maz 22:23 digenapi di Ibrani 2: 11-12, Yoh 20:17, penyebutan kata ‘saudara-saudara’

Namun dari kesemuanya itu, ada yang menarik dari Mazmur 22 ayat 6-7, yang menyinggung-nyinggung perihal ‘ulat’, apakah ulat ini juga merupakan salah satu dari nubuatan yang digenapi?

Mazmur 22 ayat 6-7 menubuatkan sebagai berikut:

Tetapi aku ini ulat dan bukan orang, cela bagi manusia, dihina oleh orang banyak. Semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya.

Ulat dalam ayat ini, dalam bahasa asli dipakai kata

TOWLA’, yang artinya: kirmizi, kain kirmizi, kain kesumba, bantal kirmizi, ulat, ulat-ulatnya, cacing, cacing-cacing.

Dan kata TOWLA’ di sini digunakan jenis kata NOUN MASCULINE, jadi digunakan kata benda maskulin, dan bukan digunakan kata sifat/ adjective. Di sini dapat kita simpulkan bahwa ayat ini benar-benar menunjuk pada ulat yang sesungguhnya. Jadi tidak bisa diterjemahkan seperti ini

” Aku ini seperti ulat, dan bukan orang….”

tetapi sungguh-sungguh tepat bila diterjemahkan dengan ‘Aku ini ulat dan bukan orang…”

Apa artinya ‘Dia rela menjadi cacing dan bukan orang?’

Maz 22: 7-8 Dia rela menjadi seperti cacing/ ulat yang :

  • Menjadi cela bagi manusia
  • Diolok-olok
  • Dijadikan bahan cibiran bibir
  • Yang dilihat sambil menggelengkan kepalanya

Bandingkan dengan Yes 53:1-3

  • Yesus dikatakan tidak tampan, semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang Dia, dan rupa pun tidak sehingga kita menginginkannya, Ia dihina, dan dihindari orang, sangat dihina sehingga orang menutup mukanya terhadap-Nya, dan bagi kita pun Dia tidak masuk hitungan

Kata TOWLA’ ini muncul beberapa kali dalam Alkitab, yaitu di Maz 22 tadi yang adalah ‘mazmur salib’, dan KATA TOWLA ini muncul lagi di Ayub 25:6 dan di Yesaya 41:14, Yesaya 66: 24, Yesaya 14: 11, dan kita akan membahas satu persatu mengenai beberapa ayat ini.

Ayub 25:6 Lebih-lebih lagi manusia, yang adalah berenga, anak manusia, yang adalah ulat

Ayub 25:6 menuliskan perkataan dari salah satu sahabat Ayub bernama Bildad orang Suah yang menunjukkan bahwa kemuliaan manusia di hadapan Allah, sebenarnya hanyalah seperti seekor ulat saja (kata yang dipakai adalah sama, kata TOWLA), bahkan sinar kemuliaan bulan dan bintang-bintang pun di mata Tuhan tidak cerah, apalagi hanya manusia biasa.

Itu adalah kata-kata Bildad orang Suah, tetapi apa kata Tuhan? Apakah Tuhan juga menggarisbawahi bahwa manusia itu sebenarnya tidak lebih dari cacing/ulat?

Yesaya 41:14 Janganlah takut, hai si cacing Yakub, hai si ulat Israel! Akulah yang menolong engkau, demikianlah firman TUHAN, dan yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel.

Kata ‘cacing’ yang dipakai di ayat ini adalah kata yang sama TOWLA. Itu artinya, Tuhan pun melalui nubuatan nabi Yesaya , menyebut Israel umat-Nya sebagai ‘cacing/ulat’.

Untuk menolong dan menebus si cacing Yakub, si ulat Israel,

Tuhan rela menjadi ulat,dan bukan orang.

Mengapa harus disebut dua kali, Yakub dan Israel?

Bukankah kedua nama itu menunjuk kepada orang yang sama?

Jawabannya adalah: untuk mengubahkan

dari Yakub si penipu (gambaran dari manusia berdosa)

menjadi Israel, si pemenang (gambaran dari manusia yang membutuhkan keselamatan) , Tuhan rela menjadi ‘cacing’ dan bukan orang.

Yesaya 66:24 Mereka akan keluar dan akan memandangi bangkai orang-orang yang telah memberontak kepada-Ku. Di situ ulat-ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam, maka semuanya akan menjadi kengerian bagi segala yang hidup.

Yesaya 14: 11 Ke dunia orang mati sudah diturunkan kemegahanmu dan bunyi gambus-gambusmu; ulat-ulat dibentangkan sebagai lapik tidurmu, dan cacing-cacing sebagai selimutmu

Kata ulat yang dipakai dalam kedua ayat tersebut juga menggunakan kata TOWLA’ , sebagai sebuah kengerian suasana yang ada di Neraka.

Yesus rela masuk ke dunia orang mati

untuk menyelamatkan kita dari api neraka (Mat 12:40, Rom 10:7)

ULAT SEPERTI APAKAH TOWLA’ INI?

Kata Ibrani ‘TOWLA’ – maskulin dan ‘TOWLE’ – feminin, berarti KIRMIZI atau MERAH TUA.

Dalam bahasa Ibrani, kata cacing yang dipakai di sini adalah cacing betina tertentu, yang disebut ‘cacing merah’.

Kata Ibrani ‘KARMIYL’ berarti MERAH TUA, MERAH

Kata Ibrani ‘SHANIY’ berarti KIRMIZI atau MERAH TUA

SHANIY signifikan dengan warna yang diperoleh dari ‘COCCUS ILICIS’

Tubuh dari COCCUS ILICIS betina yang telah dikeringkan dibuat menjadi bahan pewarna yang biasanya dipakai untuk mewarnai kain kirmizi atau kain ungu tua.

Dalam perjanjian baru, digunakan kata Ibrani ‘KOKKINOS” berarti kirmizi atau warna kirmizi.

Coccus Ilicis termasuk keluarga serangga yang dikenal dengan Coccidae atau Skala-serangga. Coccus Ilicis kawin dengan serangga cocheneal dan ditemukan pada ranting dan cabang pohon ek evergreen di Eropa Selatan dan Agrika Utara, dekat Mediterania. Meraka bulat, dan seukuran kacang polong, mengandung materi pewarna analog caarmine yang kemudian digunakan dalam pencelupan dan juga dalam pengobatan.

KERMES COCCUS ILLICIS

KERMES COCCUS ILLICIS

Cacing betina ini digunakan dalam pewarnaan, tetapi tidak dengan cacing pejantan. Mengapa demikian, karna cacing betina dan pejantan memiliki perbendaan, dimana cacing betina menginjak tanah, dan tidak dapat terbang, sementara itu pejantannya tidak menginjak tanah , melainkan terbang

Penggambaran dari Yesus yang turun ke dunia ini untuk merendahkan diri-Nya (Fil 2), sementara Bapa di sorga bertindak mengaruniakan Dia (Yoh 3:16)

Cacing merah ini naik di pohon dengan sendirinya. Tidak ada yang memaksa untuk mendapatkan di pohon. Ini rela keluar untuk mencari pohon ek kermes yang merupakan simbol dari Kayu salib. Kemudian, dengan pilihanya sendiri, ia naik ke pohon.

POHON EK KERMES

POHON EK KERMES

Cacing merah tahu ketika ia memanjat pada pohon itu, ia tidak akan kembali turun hidup-hidup. Cacing merah ini menjadikan pohon itu untuk tempat ia melahirkan keluarga dan untuk melakukan itu ia harus mati.

Penggambaran bahwa

kayu salib bukanlah paksaan bagi Yesus,

tidak ada yang memaksa dia naik ke kayu salib,

Yesus melakukan karya salib karna pilihannya sendiri,

dia rela mati untuk kita karna mengasihi kita

Ketika betina dari Coccus Ilicis ini siap untuk bertelur, dia sungguh-sungguh menempelkan tubuhnya pada pohon. Ia harus meyakinkan hal itu aman, karna nantinya tubuh cacing ini akan menjadi penampungan bagi telur-telurnya. Telur-telur ini harus dilindungi dari predator/ pemangsa.

Penggambaran bahwa lewat karya Yesus di salib,

kita dilindungi dari rupa-rupa angin pengajaran,

permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan ( Ef 4: 14)

Cacing merah ini pun akhirnya bertelur, dan telurnya diletakkan dibawah tubuhnya.

Selama proses bertelur itulah, cacing merah ini mengeluarkan cairan merah atau gel. Cairan merah ini akan menutupi seluruh tubuhnya sendiri dan juga tubuh dari semua telur yang dia letakkan di bawah tubuhnya. Betina ini akan melindungi terus telurnya sampai larva itu menetas, dan bisa masuk ke siklus hidup mereka sendiri.

Coccus Ilicis

Coccus Ilicis

Penggambaran Yesus rela mati di kayu salib untuk melahirkan keluarga-Nya. Semua kelahiran bayi pasti disertai dengan keluarnya air dan darah dari seorang ibu yang melahirkan, demikian juga dengan Kristus, dimana saat lambung-Nya ditombak, mengeluarkan air dan darah.

Penggambaran Kristus mati di kayu salib untuk menumpahkan darah-Nya yang berharga. Lewat karya-Nya, kita dibawa kepada kemuliaan sebagai anak-anak-Nya (Ibr 2:10)

Cairan merah ini juga akan menginggalkan noda di pohon dan warna ini tidak akan pernah memudar dengan berjalannya waktu. Pewarna kain kirmizi adalah mendalam dan menusuk. Itu tidak mudah memudar oleh hujan dan setelah memakainya , itu tidak bisa dicuci.

Penggambaran bahwa karya salib Kristus, dimana Ia mencurahkan tanda darah-Nya

tidak akan pernah kehilangan kekuatannya!

Dan segera setelah telur-telurnya menetas, serangga ini mati.

Penggambaran pengorbanan Yesus di kayu salib, oleh karna kematian-Nyalah ,

sebagai korban yang sempurna, kita mendapatkan kehidupan baru, kelahiran baru.

Setelah kematiannya dan setelah kelahiran dari keluarganya, sesuatu yang menakjubkan terjadi. Setelah jangka waktu tiga hari, cacing merah ini dapat dikorek dari pohon dan gel merahnya dapat digunakan untuk membuat pewarna KIRMIZI.

Penggambaran pada hari ke tiga Yesus bangkit dan kebangkitan-Nya

Pada hari keempat,di pagi hari, cacing merah ini telah menarik kepala dan ekor bersama-sama dan sekarang ia berbentuk hati di pohon, tetapi tidak lagi berwarna merah, ia berubah menjadi seperti lilin, dan warnanya putih seperti salju.

Penggambaran dari penghapusan dosa, Yesaya 1: 18

“Marilah dan kita berperkara, demikianlah firman Tuhan: Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun mereka menjadi merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.”

Mereka pun memanen lilin itu dan menggunakannya untuk membuat lak, bahan pengawet kayu.

Penggambaran bahwa kebangkitan-Nya itu berfungsi sebagai pengawet pesan salib.

Selain dari gel yang dihasilkan cacing merah ini, dari tubuh serangga yang mati itulah, pewarna merah yang digunakan di zaman kuno itu diambil intisarinya/ ekstraknya. Saat cacing merah ini dihancurkan, ia mengeluarkan bau yang sangat harum

Penggambaran bahwa lewat kematian Yesus di kayu salib, tubuh-Nya diremukkan oleh karna dosa kita, supaya kita mendapat keharuman; berkat, keselamatan, kehidupan, dll

Cara pembuatannya adalah, tubuh serangga itu dikeringkan, dan dihancurkan untuk mendapatkan warna merah yang disebut Cochineal atau carminic asam.

YANG SUDAH DIKERINGKAN

YANG SUDAH DIKERINGKAN

COCHINEAL

COCHINEAL

Cochineal digunakan oleh bangsa Aztec dan Maya orang Amerika Selatan untuk mewarnai kain, dan masih digunakan sebagai pewarna kain sekarang. Kirmizi sebagai pewarna kain ditegaskan oleh Alkitab dalam Yeremia 4: 30

PEWARNAAN PADA ZAMAN KUNO

PEWARNAAN PADA ZAMAN KUNO

KAIN HASIL CELUPAN COCHINEAL DYE

KAIN HASIL CELUPAN COCHINEAL DYE

KAIN HASIL PENCELUPAN YANG DITEMUKAN DI MESIR

Cape Norman Raja Roger II Sisilia (abad ke-12 awal), Kermes dicelup dan disulam dengan emas.

Cape Norman Raja Roger II Sisilia (abad ke-12 awal), Kermes dicelup dan disulam dengan emas.

CAIRAN PENCELUP

CAIRAN PENCELUP

Hal ini juga digunakan sebagai pewarna makanan, dan di make-up dan artis cat.

Di zaman Tudor, cochineal menggosok di pipi dan bibir sebagai perona pipi dan lipstik.

Pada zaman kuno, pewarna dari ekstrak cacing merah ini sangat komersial.

Harganya yang mahal ini juga digarisbawahi oleh Alkitab dalam ; II Sam 1: 24, Wahyu 18: 16 digunakan untuk sarung bantal yang mewah Ratapan 4;5

Penggambaran bahwa darah Yesus itu sangat mahal harganya

Selain sebagai pewarna, cacing yang sudah dihancurkan ini juga digunakan untuk membuat obat, karna mengandung suatu senyawa trioksida dan trisulphide antimon, digunakan dalam pengobatan. Zat ini terjadi di alam sebagai kermesite mineral.

Pada zaman dahulu cacing ini dianggap bersifat sayuran dan digunakan dalam kedokteran.

Perenungan: oleh bilur-bilur-Nya kita sudah sembuh, kutuk dosa dipatahkan dan kita diselamatkan dari kehancuran

Yesus dipakaikan jubah Ungu pada saat Ia mengalami masa sengsara, hal ini ditulis dalam

Matius 27:28 Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya

Kata yang dipakai pada ‘ungu’ di sini adalah KOKKINOS yang artinya kain merah tua, kirmizi, kain kirmizi, merah, ungu, yang merah tua.

Pada hari Pendamaian imam akan mengorbankan lembu jantan untuk dirinya sendiri, dan kemudian mengambil dua ekor kambing dan memegang apa yang dikenal sebagai lotere kambing. Mereka akan membuang undi dan satu kambing ditandai untuk YAHWEH dan mengorbankan, dan kambing lain ditandai untuk “azazel” atau “untuk penghapusan mutlak” — kambing hitam. Imam akan mengikat Benang kirmizi antara tanduk kambing, menempatkan tangannya di atas kepalanya, dan menyatakan dosa bangsa Israel ke atasnya.

Dalam Imamat kita membaca bahwa kambing ini dirilis ke padang gurun, ditinggalkan. Dalam Talmud, tercatat bahwa Azazel dipimpin ke tebing, mana itu mendorong ke tepi. Ada orang-orang yang ditempatkan di sepanjang poin turun tebing, dan sebagai kambing jatuh dan dipukuli luar pengakuan, Talmud mencatat bahwa kain akan berubah dari merah menjadi putih. Laki-laki akan gelombang bendera untuk sinyal kembali ke imam, menandakan bahwa hal ini selesai.

Sudah selesai.

Yesus membayar hutang kami. Ia menebus dosa kita. Itu selesai sekali dan untuk semua pada hari itu. Tidak ada lagi korban. Ada lebih banyak darah dari lembu atau kambing. Yesus membayar semuanya.

Dalam bahasa latin, kata ‘ilicis’, secara harafiah berarti ‘SUDAH SELESAI’

Perenungan bahwa Yesus sudah menyelesaikan semuanya

di kayu salib buat kita (Yoh 19:30)

Setelah panjang lebar di atas kita melihat bahwa ternyata nubuatan Daud dalam Mazmur 22 itu digenapi oleh Yesus yang rela jadi ‘cacing’ dan bukan manusia, dengan cara mati di atas kayu salib, dengan mengorbankan diri-Nya. Ternyata ‘cacing’ COCCUS ILICIS itulah yang menjadi bahan dasar pewarnaan/pencelupan daripada kain kirmizi/ benang kirmizi

Kini kita akan melihat pemakaian kirmizi dalam Alkitab dan apa yang menjadi makna rohani bagi kita

I. KIRMIZI SEBAGAI LAMBANG KECANTIKAN

BIBIR SEPERTI SEUTAS PITA KIRMIZI

Salomo sebagai mempelai laki-laki memuji-muji mempelai mempelai perempuan, yang mana kecantikan bibirnya seperti seutas pita kirmizi (Kid 4: 3)

Ayat dalam Kidung Agung 4: 3 ini paralel dengan Kid 4; 11, bahwa bibir seperti apakah yang dipuji oleh Salomo itu? Bibir dari Sulamit yang meneteskan madu murni, lebih jauh dijelaskan pula madu ada di bawah lidahnya. Bibir yang manis.

Dua kata dalam ayat Kid 4: 11 tadi yang menyebutkan kata ‘madu’ dan ‘madu murni’, kata yang sama dalam bahasa aslinya, dapat kita temukan lagi di Mazmur 19:11.

Mazmur 19:11 ini tidak dapat dilepaskan dari konteks Maz 19; 8-12, dimana BIBIR YANG MANIS ini didapat dari:

  • Berpegang pada Taurat Tuhan, Peraturan Tuhan,
  • Menyukai Titah Tuhan, Hukum-hukum Tuhan.
  • Hidup Takut akan Tuhan

Kesimpulannya:

Sebagai Mempelai Pria, Yesus ingin gereja-Nya sebagai mempelai wanita, berhiaskan BIBIR yang berwarna KIRMIZI, yaitu kehidupan yang SEMANIS BIBIR MERAH, kehidupan yang TAKUT AKAN TUHAN.

Namun keadaan manusia, tidak seperti yang diharapkan Tuhan, manusia ada di bawah hukum dosa

II. KIRMIZI SEBAGAI LAMBANG DOSA MANUSIA

Yes 1: 18

III. KIRMIZI SEBAGAI LAMBANG MANUSIA YANG DIMABUK DOSA/DIKUASAI ROH JAHAT

WAHYU 17:4, 18:12

WAHYU 17:4

WAHYU 17:4

Kejatuhan Babel dalam Wahyu 18, menggambarkan (khususnya ayat 12)

Babel adalah : Tempat kediaman roh jahat, Tempat bersembunyi roh najis, Tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci, Anggur hawa nafsu cabul, Percabulan, Kekayaan yang dihasilkan dari kelimpahan hawa nafsu, Ilmu Sihir (ayat 23), Penyesatan (ayat 23), Pembunuhan terhadap nabi-nabi, orang-orang kudus, dan pembunuhan lainnya (ay 24)

Dosa-dosa ini mengakibatkan malapetaka

Saat penghukuman datang, para pedagang di bumi menangis karna harta kekayaan yang mereka perdagangkan ikut musnah. Di sini ada keterikatan dengan harta duniawi/ materialisme/ bertuhankan MAMON.

Barang dagangan yang disebut termasuk di dalamnya adalah kain kirmizi.

IV. KIRMIZI SEBAGAI LAMBANG PERJANJIAN TUHAN DENGAN UMAT-NYA AKAN DATANGNYA MESIAS

KIRMIZI DIPAKAI UNTUK PENGESAHAN PERJANJIAN

Ibrani 9: 19-22, dalam Alkitab bahasa Indonesia hanya ditulis sebagai ‘bulu merah’ saja, tetapi dalam bahasa Inggris ditulis ‘scarlet wool’ atau bulu kirmizi

V. KIRMIZI SEBAGAI LAMBANG DARI APA YANG TELAH DILAKUKAN YESUS BAGI KITA

KIRMIZI SEBAGAI LAMBANG DARAH YESUS YANG SUDAH DICURAHKAN BAGI KITA

Kita sudah diselamatkan dari dosa kita dengan darah Yesus yang merah. Dibutuhkan seekor domba yang disembelih bagi kita untuk mengungkapkan kepada kita masa depan dan sejarah dunia (Wahyu 5:1-10).

KIRMIZI SEBAGAI LAMBANG DARAH YESUS YANG MENGAMPUNI DOSA.

Yes 1: 18

KIRMIZI SEBAGAI LAMBANG KARYA KESELAMATAN OLEH DARAH YESUS

Pengikatan kain kirmizi ini sebagai syarat yang harus dipenuhi oleh Rahab jika ingin kaum keluarganya diselamatkan. Yos 2:21, 18. Selain itu Rahab dan keluarganya harus tetap di dalam rumah/ harus tetap ada dalam perlindungan darah Kristus/ Kirmizi.

KIRMIZI SEBAGAI LAMBANG PENGORBANAN KRISTUS UNTUK KITA

Kirmizi dipakai untuk korban dengan burung, Imamat 14:6

KIRMIZI DIPAKAI UNTUK AIR PENTAHIRAN PENGHAPUS DOSA

Bilangan 19: 6-9

KIRMIZI DALAM PENTAHIRAN ORANG KUSTA

Imamat 14:4, kain kirmizi dipakai untuk mentahirkan orang kusta.

KIRMIZI DALAM PENTAHIRAN RUMAH DARI KUSTA

Imamat 14: 51-52

VI. KIRMIZI DIKENAKAN SEBAGAI LAMBANG KELAHIRAN BARU

Baru saja si jabang bayi Zerah mengeluarkan tangannya saat proses kelahiran, langsung diberi tanda oleh bidan dengan benang kirmizi. Kej 38:28

VII. KIRMIZI SEBAGAI LAMBANG BABTISAN

PENGHANGAT SELURUH ISI RUMAH

Dalam Amsal 31: 21 dalam Alkitab bahasa Indonesia hanya ditulis sebagai Pakaian rangkap, tetapi, dalam bahasa aslinya ditulis sebagai KAIN KIRMIZI,

Bandingkan lagi dengan Galatia 3:27 Karena kamu semua yang dibabtis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. (ternyata Kristus itu juga dikenakan, seperti halnya pakaian)

VIII. KIRMIZI DALAM TABERNAKEL SEBAGAI LAMBANG IBADAH

KIRMIZI DALAM TABERNAKEL

KIRMIZI DALAM TABERNAKEL

Merah Tua atau Kirmizi adalah warna yang tepat yang banyak dipakai untuk materi di Tabernakel , disamping pemakaian kain lenan halus, kain biru, kaun ungu dan kain KIRMIZI (Kel 26:1) Tetapi dipakai di kemah sembayang bersama dengan 3 atau 4 warna lain (ungu tua, ungu muda, lenan halus/putih, dan emas) dalam rangkaian arti tersendiri.

Pintu Halaman, Kel 27:6, 38:18-19, terdiri dari 4 tiang

Pintu Kemah, Kel 26: 36-27, terdiri dari 5 tiang, disertai emas.

Pintu Tirai, Kel 26: 31-35, terdiri dari 4 tiang , ada gambar 2 kerubim (Tirai inilah yang mampu dirobek oleh Tuhan Yesus melalui kematian-Nya di Golgota (Mat 27: 50-51)

Kain penutup pada Kemah sembahyang, terdiri dari 10 kelambu dari benang bisus, biru laut, Ungu dan Kirmizi

Kain penutup ruang suci dan ruangan maha suci Kel 26:1-14

IX. KIRMIZI DIKENAKAN SEBAGAI KOSTUM

a. PARA PELAYAN DI RUMAH TUHAN

i. Pada baju efod

  1. Baju efod, kej 39:2, Kel 28:6 buatan ahli Kel 35:35
  2. Penutup dada baju efod, Kel 39:8, Kel 28:15
  3. Gamis : kel 39:24, Kel 28:33, Kel 39:29
  4. Sabuk Kel 28:8, Kel 39:5

ii. Jubah imam besar saat mempersembahkan korban Kel 39:1

iii. Pakaian jabatan saat menyelenggarakan kebaktian di tempat kudus Kel 39:1

iv. Pakaian kudus untuk Harun

b. UNTUK PARA PRAJURIT, Nahum 2:3

X. KIRMIZI MERUPAKAN LAMBANG PERSEMBAHAN UNTUK RUMAH TUHAN

Kel 25: 23 merupakan persembahan khusus dari umat Israel untuk bahan-bahan pembuatan bait suci-Nya. Kel 35: 6, 23,

XI. KIRMIZI MERUPAKAN LAMBANG PENGEMBANGAN TALENTA UNTUK TUHAN YANG DIPERSEMBAHKAN PADA TUHAN

Merupakan persembahan khusus dari para wanita yang memintalnya dengan tangannya sendiri Kel 35:25

XII. KIRMIZI MERUPAKAN LAMBANG DARI KEAHLIAN DAN PENGERTIAN YANG TUHAN BERIKAN BUAT UMAT-NYA

Beberapa kali disebutkan bahwa pengerjaan Kirmizi membutuhkan keahlian,

Pada zaman Musa Tuhan menunjuk Besaleel dan Aholiab, untuk mengerjakan kemah sembahyang, diantaranya adalah mengerjakan KAIN KIRMIZI, dan tidak hanya mereka berdua saja, tetapi juga setiap orang yang ahli, yang telah dikaruniai TUHAN keahlian dan pengertian Kel 36: 1

Salomo mencari orang-orang ahli pada zaman ayahnya dulu, II Taw 2:7, II Taw 2:14, untuk menenun kain kirmizi

Sumber bacaan:

Alkitab, LAI

http://www.biblebasics.co.uk/colours/col8.htm

© Florida pusat teknologi instruksional, University of South Florida.

Sumber: buletin bertanggal dari Evangelistic Ministries Outreach, Box 56, Pedro, OH 45659

Elaborasi oleh Karl Imam 4 Januari 2008

http://www.apostolic-churches.net/bible/strongs/ref/?stgh=hebrew&stnm=08438

http://kemahsuci.blogspot.com/

http://www.gptkk.org/tabernakel_pintu+gerbang.html#.UKtENIdtjtE

gospel ia a bug

http://www.youtube.com/watch?v=7CTTJN3uLTg

http://www.wordaz.com/Coccus-ilicis.html

http://www.jesus-is-savior.com/BTP/Dr_MR_DeHaan/Chemistry/04.htm

http://topicalbible.org/s/scarlet-worm.htm

http://www.azerbaijanrugs.com/arfp-natural_dyes_insect_dyes.htm

————————————————————————

BACA TULISAN TERKAIT DALAM:

CINTA MENYALA DARI SEEKOR ULAT MERAH – KHUSUS BACAAN GURU

CINTA MENYALA DARI SEEKOR ULAT MERAH – KHUSU MATERI ANAK

CREATIVE HAND SIGN IN GLOVES PARTY

CREATIVE HAND SIGN IN GOD’S WORD

CREATIF HAND SIGN IN GOSPEL

CREATIVE HAND SIGN IN GOSPEL PHOTOGRAPH

Naskah drama ini dihasilkan dari tulisan di blog ini:

Perempuan Beriman Raksasa seri I, II dan III

http://berbagirhema.wordpress.com/2010/12/10/rahap-perempuan-beriman-raksasa-seri-i/

http://berbagirhema.wordpress.com/2010/12/10/rahap-perempuan-beriman-raksasa-seri-ii/

http://berbagirhema.wordpress.com/2010/12/10/rahap-perempuan-beriman-raksasa-seri-iii/

Naskah ini bisa dipentaskan di KKR WANITA, NATAL WANITA, DLL, karna tokoh Rahab adalah tokoh yang ada di dalam silsilah Yesus Kristus. kalau anda memakai naskah ini untuk natal, akhiri babak II dengan penjelasan pada penonton, bahwa kelak Boaz memperanakkan Obed, Obed pun memeperanakkan Isai, dan Isai memperanakan Daud, dan akhirnya Yesus disebut Anak Daud.

Semoga bermanfaat bagi pelayanan anda.

MATERI DAPAT ANDA KLIK DI

NASKAH DRAMA TUNGGAL RAHAB PEREMPUAN BERIMAN RAKSASA

KIAT-KIAT PUNYA TULANG YANG KUAT

Umur mempengaruhi kondisi tulang Ayub 20:11.

Bertambahnya usia memang tidak terhindarkan, tetapi tidak berarti kita tidak bisa menyiasati bagaimana caranya untuk tetap punya tulang yang kuat, sehingga sampai usia tua sekalipun, Tuhan tetap bisa pakai kita dengan kondisi sehat.

Kaleb bin Yefune tetap kuat di usia 85 tahun, sehingga berani menghadapi penduduk asli HEBRON yang notabene raksasa-raksasa. Darimana Kaleb mendapatkan kekuatan fisik di usia tua….?

1. Meminum obat bagi tulang: Amsal 16:24, yaitu mendengarkan dan mengucapkan perkataan yang menyenangkan ( kalau nggak di dapat dari sesama, harus didapat dari memperkatakan Firman Tuhan, karna Firman Tuhan itu adalah perkataan yang menyenangkan), sehingga saat kita sendiri mengucapkan perkataan yang menyenangkan, telinga kita sendiri juga mendengar, sehingga baik kita maupun orang lain mendapat imbasnya, yaitu tulang yang kuat.
2. Menghindari Stress Ayub 30:16-17. Stress menyebabkan penyakit reumatik.
3. Menghindari kesedihan yang berlebihan/ berlarut-larut. Ayub 30: 28-31. Kesedihan yang berlarut-larut menyebabkan flu tulang
4. Menghindari ketakutan/ kegentaran Ayub 4: 14, ketika ketakutan dan kegentaran akan sesuatu hal melanda, serahakanlah hal itu kepada TUHAN.
5. Menghindari patah semangat Amsal 17:22
6. Menghindari keluhan Maz 102:5-6, Maz 32: 3, Maz 31:10-11
7. Menghindari iri hati Amsal 14:30
8. Menjaga kesegaran tulang Amsal 3:1-8, dengan cara hidup dalam KASIH, SETIA, IMAN, TIDAK SOK PINTAR, SELALU MELIBATKAN TUHAN DALAM SETIAP LANGKAH
9. Makanan atau suplemen apapaun tidak berpengaruh pada tulang Ayub 40: 10-13. Terbukti pada Kuda Nil yang punya tulang seperti pembuluh tembaga, padahal hanya makan rumput. Yang membahayakan justru mengkonsumsi suplemen yang tidak dibarengi minum air putih yang banyak, justru bisa membahayakan kerja ginjal. Kesehatan tulang tidak dipengaruhi oleh makanan/ suplemen penguat tulang, malainkan dipengaruhi oleh HATI/ SIKAP HATI.
10. Bernubuat pada tulang kering Yehez 37: 1-14. Perkatakan kesehatan kita, termasuk kesehatan tulang, karna perkataan kita berkuasa, mati dan hidup dikuasai oleh lidah.
11. Hindari kemalasan Maz 32: 3
12. Hidup dalam pertobatan Maz 51:8-10, Maz 38:3-4. Masalah dengan tulang, salah satu penyebabnya adalah karna hal itu sebagai peringatan/ hukuman dari TUHAN, oleh karna itu hiduplah dalam pertobatan.
13. Selalu mendengar kabar baik Amsal 15: 30. Jadi kalau ada kabar yang tidak baik, jangan dipikirkan. Apa yang SEDAP DIDENGAR saja yang kita pilih untuk kita pikirkan. Kita harus pandai-pandai memilih apa yang perlu kita dengarkan dari semua yang pernah kita dengar.
14. Lepas dari intimidasi musuh/ iblis Maz 6, Ayub 2: 5

Tulang Yesus tak satu pun yang patah,saat Dia disalibkan YOH 19:36, itu menandakan bahwa yang Yesus alami di kayu salib, tidak ada satu pun dadri jalan salib itu yang merupakan hukuman bagi kesalahan-Nya sendiri ( salah satu masalah dengan tulang, karna DOSA Maz 51: 8-10, Maz 38:3-4)

Tetapi yang Ia lakukan adalah memikul beban dosa umat manusia, bukan dosa-Nya sendiri.

Yesus mengendarai Keledai, karna keledai dijadikan ikon bagi YESUS. Keledai memiliki struktur tulang yang kuat (Hakim 15:15), dan merupakan hewan pekerja keras yang mengangkat beban berat. Itulah yang Yesus lakukan, Ia mau bekerja keras untuk mengangkut beban dosa seisi dunia.

Yesus datang untuk membawa damai dalam hidup kita, oleh karna itulah…hiduplah dalam kesehatan tulang, dengan cara hidup dekat dengan TUHAN, Maz 62:2-3. Hidup dekat Tuhan adalah hidup anti streess. AMIN

YAEL, PEREMPUAN PERKASANYA – TUHAN

Kotbah di Wanita Kharisma, Magelang, 10 Juli 2011

Bacaan Alkitab Hakim-hakim 4: 1-24

Yael adalah perempuan yang dipakai Tuhan untuk mengalahkan musuh, dengan mematok musuh di pelipisnya dengan patok kemah dan palu. Mengapa seorang perempuan yang dipakai Tuhan, karna sebenarnya pada awalnya si Barak, pria yang diperintahkan Tuhan gagal untuk mengandalkan Tuhan, dan berkata pada Debora, “jika engkau turut maju, aku pun maju, tetapi jika engkau tidak turut maju, aku pun tidak maju” maka Debora pun sebagai nabi-Nya menubuatkan bahwa Tuhan akan menyerahkan musuh ke dalam tangan seorang perempuan.

Siapakah perempuan perkasa itu? Dia adalah YAEL.

Musuh kita dewasa ini bukanlah orang Kanaan, seperti yang kit abaca di bacaan Alkitab kali ini, bukan juga Belanda yang sudah pergi, bukan jugaMalaysia, Negara tetangga kita

Musuh kita adalah:

Read the rest of this entry »

PA dengan Cik Anie, tanggal 25 Mei 2011

SEBUAH PASAL KEMENANGAN ORANG YANG DIURAPI

Mazmur 20 : 1-10

Ayat 1

Pasal 20 ini ditulis oleh Daud. Judul

Ayat 2 – 3

Kiranya Tuhan menjawab engkau pada waktu kesesakan.

Tuhan memberi respon terhadap jeritan umat-Nya.

Tidak hanya pada saat suka saja Tuhan mau hadir, tetapi juga pada waktu duka/kesesakan.

Tuhan tidak pernah bosan terhadap doa kita , walaupun terkadang doa kita itu mengenai sesuatu pergumulan yang sama terus menerus dalam waktu yang cukup lama, justru Tuhan menganjurkan kita untuk tidak jemu-jemu berdoa, dan harus berdoa dengan tekun.

Contoh anak yang hilang, pada saat berfoya foya hidup jauh dari Bapa. Baru setelah melarat, ingat pada Bapa. Tetapi saat anak itu pulang, Bapa tetap menerima dan menyambut dengan baik.

Hal ini diulangi lagi di ayat 10b

Kiranya nama Allah Yakub membentengi engkau.

Read the rest of this entry »

APAKAH WATAK /

KARAKTER MANUSIA

DAPAT BERUBAH?

Watak seseorang dapat berubah dikarnakan sebuah pergaulan yang terus-menerus dengan pribadi yang sama.

Read the rest of this entry »

Kutuk Keturunan

PA dgn Cik Anie, tgl 4 Mei 2011

Asal muasal kutuk:

Kejadian pasal 3

Manusia jatuh ke dalam dosa

Kutuk yang disebabkan oleh kejatuhan manusia dalam dosa :

Ular dikutuk menjalar dengan perutnya dan debu tanah menjadi makanannya

Terjadi permusuhan antara iblis dengan Hawa, antara keturunan iblis dan keturunan hawa

Keturunan Hawa akan meremukan kepala iblis, iblis akan meremukkan tumit keturunan Hawa.

Perempuan akan mengalami banyak susah payah saat mengandung dan kesakitan saat melahirkan

Tanah pun ikut terkutuk, sehingga tumbuih duri dan semak duri

Pria akan bersusah payah mencari rejeki, dengan berpeluh

Read the rest of this entry »

KEUNIKAN KAUM ADAM DAN KAUM HAWA

(disusun oleh : Susan Grace Widiono, S.MG)

Disampaikan di Kaum Wanita GUPDI Madiun, 20 April 2011

  1. Dalam Hal Berkomunikasi
    • KAUM HAWA 20.000 kata , KAUM ADAM 7.000 kata dalam sehari (Adam dan Hawa, Kej 3:3)
    • Kaum Adam berbicara to the point. (Ragi Farisi, Matius 16: 6-7), kaum Hawa berbicara dengan perlambang (remah-remah roti, Matius 15: 27)

i.      Oleh karena itu: jangan jadi perempuan yang cerewet, dan jangan menuntut pria banyak bicara, tetapi mari bantu mereka dengan menggali informasi yang lebih banyak lagi (Amsal 10: 19)

  1. Cara Menyelesaikan Masalah
    Kaum Adam : Mudah melupakan, vokus pada satu masalah saja
    Kaum Hawa: mudah menyimpan dendam, berlarut-larut dan melebar-lebar

Amsal 10:12, 18:19, 19:13, 20:3, 21:19

i.      Oleh karna itu batasi masalah, dan lepaskan pengampunan akan hal-hal yang menyakitkan di masa lalu

Read the rest of this entry »

Akord Penyembahan

1. I  .  IV  .  / V  .  .  .  //

2. I  .  V  .    /  IV  .  .  .  //

3. ii  . . .      / V . . .        // kesembuhan

4. I  .  vi  . / ii  .  V  .  //

Read the rest of this entry »

KARAKTER SEORANG PELAYAN MUSIK

Menyoroti kehidupan Daud sebagai seorang Musisi:


KEINTIMAN DENGAN TUHAN

1.
* Daud seorang yang suka berdoa, bahkan doanya dinyanyikan . Kehidupan musiknya dalam doa, dan kehidupan doanya dalam musik

i. Maz 17:1

Read the rest of this entry »

GPDI KINCANG , 14 JUNI 2009

Mazmur 139 : 1-24
1. KEMAHATAHUAN ALLAH ATAS HIDUP KITA:
• BETAPA PEDULINYA Tuhan atas hidup kita sampai sampai Dia melakukan beberapa pekerjaan ( KATA KERJA) ini:
i. Menyelidiki aku
ii. Mengenal aku
iii. Mengetahui aktifitas kita saat duduk atau berdiri (hal-hal yang terkadang kita anggap sepele)
iv. Mengerti jalan pikiran kita dari jauh….(termasuk pikiran yang melintas, pikiran iseng, pikiran ingin balas dendam, pikiran sombong, pikiran minder, pikiran gengsi, pikiran takut, pikiran ragu dll)

Read the rest of this entry »

Kebenaran Alkitab
1. Alkitab yang Satu
Alkitab menunjukkan pesan-pesan yan menakjubkan secara terus-menerus disamping juga fakta-fakta yang memuat hal-hal yang kompleks.
Meski demikian Alkitab adalh satu, menyatu dalam tema mengeanai rencana penebusan Tuhan untuk umat manusia. Satu kesatuan ruang dan waktu itu memberi kekuatan kesaksian yang tenang terhadap penulisan dan design Alkitab. Tidak ada agama lain di bumi ini yang sejajar dengan kelengkapan Alkitab.
2. Popularitas Alkitab
Alkitab tetap menjadi buku paling laris sepanjang sejarah kehidupan manusia. Pertama kali Alkitab diterbitkan oleh Johannes Gutenburg press pada tahun 1456. Sejak itu telah diterbitkan lebih dari 7 milyar copy. Kesaksian tentang popularitas Alkitab dengan referensi umum dengan penuh hormat sebagai Suara Tuhan sudah tidak dapat dihitung lagi. Berikut adalah kesaksian orang-orang terkenal di dunia tentang Alkitab:
- Abraham Lincoln – “Saya percaya bahwa Alkitab adalah pemberian terbaik yang pernah Tuhan berikan kepada manusia. Semua kebaikan dari Juru Selamat dunia dikomunikasikan kepada kita melalui buku ini.”
- George Washington – “Mustahil bisa mengatur dunia dengan benar tanpa Tuhan atau Alkitan.”
- Patrick Henry – “Alkitab adalah buku yang paling bernilai diantara buku-buku yang pernah diterbitkan manusia.”

Read the rest of this entry »

Baca dulu Kitab Ester pasal 2: 1- 18

Ester sebuah nama yang menjadi inspirasi buat kita merenungkan kembali nama Ester dalam hidup Ibu

Terkadang hidup kita seperti Ester, kita ini masih muda sekali, tetapi dalam kemudaan kita, kita diperhadapkan pada situasi yang asing di negeri asing.

Kita yang terbiasa bebas, sekarang harus hidup diawasi (ay 8), hidup penuh dengan larangan (ay 10), selalu saja ada yang mau tahu dan terasa mencampuri hidup kita (ay 11), belum lagi segala peraturan, nggak boleh ini nggak boleh itu ( ay 12). Rasanya kita hidup dalam kekangan dan hidup dalam penjara yang sangat menyiksa, apapun yang kita lakukan jadi serba salah.

Read the rest of this entry »

Baca dulu Kisah Rasul 9: 32-43

Apa yang dipunyai Dorkas….? Tidak banyak, ia hanya punya jarum dan benang saja, keahlian menjahit mungkin saja adalah satu-satunya keahlian yang ia punyai, tidak seperti si A misalnya, yang selain mahir menjahit baju , juga pandai menenun kain , merancang baju  serta menjualnya sekaligus. Itulah kita, kita sering berkata…..kog Cuma ini yang aku bisa…aku kog nggak seperti si anu……

Tapi yang menarik dari perempuan ini adalah bahwa dia adalah seorang MURID. (ayat36), seorang murid yang suka belajar Firman Tuhan.

Ia memiliki sifat yang sangat berbelas kasihan pada orang-orang di sekitarnya. Dari pembelajarannya tentang Firman Tuhan ia memiliki hati yang peka terhadap orang-orang di sekitarnya, ia mengembangkan kepekaannya.

Read the rest of this entry »

PA Pribadi, 5 Januari 2011

BERPERANG MELAWAN KEMISKINAN DAN JERAT HUTANG

Ayat Thema:

Amsal 6:1-19

Hai anakku, jikalau engkau menjadi pananggung sesamamu, dan membuat persetujuan dengan orang lain; jikalau engkau terjerat dalam perkataan mulutmu, tertangkap dalam perkataan mulutmu, buatlah begini, hai anakku, dan lepaskanlah dirimu, karena engkau telah jatuh dalam genggaman sesamamu: pergilah, berlututlah dan desaklah sesamamu itu; janganlah membiarkan matamu tidur dan kelopak matamu mengantuk; lepaskanlah dirimu seperti kijang daripada tangkapan, seperti burung daripada tangan pemikat.

Read the rest of this entry »

CICAK DI ISTANA-ISTANA RAJA

CICAK

PA dengan cik Anie, 16 Pebruari 2011

Amsal 30: 24, 28

Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan; Cicak yang dapat kautangkap dengan tangan, tetapi yang juga ada di istana-istana Raja.

Read the rest of this entry »

BELAJAR DARI BELALANG

PA TGL 9 PEBRUARI 2011

BELALANG

Ayat kunci, Amsal 30; 27

Belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur

Ayat ini tidak dapat dilepaskan kaitannya dengan Amsal 30:24-27
Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan:
Semut (ayat 25), pelanduk (ayat 26), belalang (ayat 27), dan cicak (ayat 28)

Read the rest of this entry »

PA TGL 2 PEBRUARI 2011

TAK TERBELENGGU WALAU DIPASUNG

KIS 16: 13-40

Latar belakang Paulus dan Silas dipenjara:
• Mereka bisa ada di penjara, bukan karna mereka berbuat jahat, tetapi karena mereka memberitakan injil kepada orang Filipi
• Dalam pemberitaan injil itu, terjadi pelepasan dari seorang petenung, yang mana pertobatan dari petenung ini membuat adanya kerugian besar-besaran terhadap tuan-tuannya.
• Sehingga tuan-tuannya ini marah dan menjadi profokator untuk melawan Paulus dan Silas.

Read the rest of this entry »

PA DENGAN CIK ANIE
17 MEI 2010
12.10 WIB

Matius 11: 7- 19

Bayar harganya dari Yohanes Pembabtis:
• Tinggal di padang gurun, pemandangannya buluh
o Menjemukan, sepi (karna tinggal dauh dari komunitas/ kehidupan social)
• Tinggal di padang gurun,
o Tinggal daloam kesederhanaan/ tidak memakai pakaian halus/ mewah.
o Makanannya Belalang dan madu hutan

Panggilan Yohanes Pembabtis adalah : panggilan sebagai Nabi, bahkan lebih daripada nabi.

Nabi tugasnya: mendengar suara Tuhan dan menyampaikan suara Tuhan kepada umat-Nya,

Tugas Yohanes Pembabtis : merintis/membuka jalan/ mempersiapkan umat yang layak, untuk menyambut kedatangan Yesus.

Read the rest of this entry »

PA CIK ANIE,
24 MEI 2010

MATIUS 11: 20-24

Kota-kota yang tertulis di perikop ini:

Khorazim
Betsaida
Tirus (non Israel)
Sidon (non Israel)
Kapernaum
Sodom (non Israel)

Yang dikecam Yesus:
1. Kota –kota yang : (20-21)
• Tidak bertobat
• Tidak berkabung
• Walaupun sering melihat mujijat-mujijat.
• Sering mendapat kunjungan pelayanan Yesus

Rhema : berkabung aja nggak, apalagi bertobat, padahal sering ada KKR, pembicaranya tingkat Surgawi.

Read the rest of this entry »

PA CIK ANIE
TGL 5 JUNI 2010

II Raja-raja psl 2: 1-18

Elia diangkat ke sorga

Beberapa jenis nabi

1. Elia

Sudah mengetahui bahwa Tuhan akan mengangkat dia ke surga dalam angin badai.
Berangkat dari Gilgal (ay 1) , ke Bethel ( ayat 2), Yerikho (ayat 4), Sungai Yordan (6), menyeberang sungai Yordan.

Read the rest of this entry »

IMAMAT 14; 8-20

Perhatikan di sini bahwasannya orang kusta yang akan di tahirkan harus mencuci pakaiannya, mencukur seluruh rambutnya, dan membasuh tubuhnya dengan air, maka ia menjadi tahir.

Setelah itu ia boleh masuk ke perkemahan walaupun belum diijinkan masuk ke dalam kemahnya sendiri, dia harus tinggal di luar kemah selama 7 hari, maka pada hari yang ke 7 dia harus mengulangi lagi:

Mencukur seluruh rambutnya:rambut kepala, janggut, alis bahkan segala bulunya harus dicukur, pakaiannya di cucui dan tubuhnya dibasuh dengan air ; maka ia tahir

Keesokan harinya, yaitu hari ke 8 dia harus alami lagi seremonial  lain lagi, setelah itu barulah ia mengalami yang namanya pendamaian dan dinyatakan tahir.

Jadi ada TIGA AREA di sini:

  1. Area di luar perkemahan ( adalah bagi si kusta yang masih sakit)
  2. Area di dalam perkemahan  – di area ini si kusta yang sudah mengalami prosesi pentahiran pertama- dengan kayu aras, hisop, kirmizi serta dua ekor  burung yang masih hidup dan tidak haram – BOLEH TINGGAL SELAMA 7 HARI
  3. Area di kemah si kusta itu sendiri- di area ini si kusta boleh tinggal setelah mengalami  prosesi kedua yaitu prosesi pendamaian- ayat 10-20, dimana prosesi ini dilakukan pada hari yang ke delapan.

ORANG KUSTA YANG MASIH NAJIS HARUS TINGGAL DI LUAR PERKEMAHAN

ORANG KUSTA YANG SUDAH DITAHIRKAN BOLEH MASUK KE PERKEMAHAN:

Sedangkan

ORANG KUSTA YANG TELAH MENGALAMI PROSES UPACARA PENDAMAIKAN BOLEH MASUK KE KEMAHNYA SENDIRI.

 

Kesimpulan 1:

Kita dulu hidup di luar perkemahan, di luar Kristus, hidup yang sia-sia, tetapi ketika kita menerima Kristus dalam hidup kita, menerima karya salibNya, kita menjadi TAHIR, saat itulah kita menjadi orang yang DIPANGGIL, masuk dalam anggota keluarga Allah, kita bukan orang asing lagi, kita tidak tinggal di area pengasingan lagi, tetapi kita menjadi anggota keluarga kerajaan Allah, dan sampailah kita pada tahap berikutnya ketika hidup kita dipulihkan, kita masuk dalam tahap bukan saja dipanggil, tetapi DIPILIH, saat itulah kita masuk lebih dalam ke dalam KEMAH, bersekutu lebih dalam dengan Tuhan, bertumbuh lebih lagi dan lebih lagi, di dalam KEMAH kita bisa berkarya, tidak seperti saat tinggal di luar kemah (walau sudah diperkemahan)- kita tidak bisa berkarya karna di luar kemah tidak ada peralatan apa –apa. Di dalam kemah, kita bisa berbuah, berkarya, bagi Tuhan.

 

Apakah ini ada arti rohaninya???

  • TINGGAL DI LUAR PERKEMAHAN , dalam Ibrani 13: 12-14 , berbicara tentang:
    • Tempat sesuatu yang najis, jadi perlu pengudusan , Ibrani 13: 12-14
      •  (Ulangan 23: 12 di luar perkemahan adalah tempat yang dipakai untuk tempat buang hajat/ wc)
      • Orang kusta harus tinggal di luar perkemahan karna mereka NAJIS (Bilangan 5;3) sedangkan tempat perkemahan tidak boleh ada yang najis karna di perkemahan ada HADIRAT TUHAN ( Bilangan 5: 3)
  • Ulangan 23: 10, di luar perkemahan adalah tempat bagi yang tidak tahir
  • Imamat 13: 46 DI LUAR PERKEMAHAN adalah tempat yang terasing/ terkucil. Hal ini juga dialami oleh Miryam yang dikucilkan di luar tempat perkemahan selama 7 hari lamanya pada saat dia memberontak pada Musa dan terkena kusta
  • Tempat sesuatu yang hina, oleh karna itu Yesus menanggung kehinaan kita dengan cara kayu salib , Ibrani 13: 12-14
  • Tempat sesuatu yang tidak tetap, Ibrani 13: 12-14  
  • Bilangan 15; 35 di luar perkemahan adalah tempat penghukuman

Kesimpulan 2:

Inilah gambaran hidup kita dulu, saat kita di luar Kristus, kita sebenarnya hidup penuh dengan kenajisan, tidak tahir, kita asing dengan Tuhan, kita terkucil dari kerajaan Allah, kita hina, kotor, kita tidak memiliki masa depan yang tetap ( tidak punya harapan), dan hidup kita selalu ada dalam penghukuman di mana upah dosa adalah maut.

 

Tapi anehnya di sini, di luar tempat perkemahan ini ada satu area yang TAHIR, itu tercatat di Imamat 4:12, Imamat 8:17, tempat ini juga tempat pembuangan abu.

Im 4:12 jadi lembu jantan itu seluruhnya harus dibawanya ke luar perkemahan1 ,c  ke suatu tempat yang tahir,d  ke tempat pembuangan abu,e  dan lembu itu harus dibakarnyaf  sampai habis di atas kayu api di tempat pembuangan abu.g 

 

ANAK LEMBU – daging dan kulit juga dibakar habis di luar perkemahan Imamat 9:11

LEMBU JANTAN- Imamat 4 kulitnya, segala dagingnya, kepala, betisnya, isi perut dan kotorannya.

LEMBU JANTAN KORBAN PENGHAPUS DOSA, dikatakan dibakar di luar tempat kudus, YEH 43;21, itu adalah tempat yang sudah ditentukan. Kel 29:14 juga mencatat hal yang sama

Ibrani 13: 11 menjelaskan bahwa TUBUH BINATANG ITU DIBAKAR HABIS DI LUAR PERKEMAHAN, tetapi DARAHNYA boleh dibawa masuk ke TEMPAT KUDUS, setelah proses pembakaran itu selesai.

 

 

Kesimpulan 3:

Ibrani 13: 12 Itu jugalah sebabnya Yesus telah menderita di luar pintu gerbang untuk  menguduskan Umat-Nya dengan darah-Nya sendiri. Karena itu marikah kita pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya. Sebab di sini kita tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap; kita mencari kota yang akan datang. Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memulikana nama-Nya. Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.

Kesimpulan kita adalah, Kristus rela pergi ke luar pintu gerbang itu, ke luar perkemahan itu, di tempat yang najis, kotor, hina, terasing, tertolak, tidak tahir, penuh penghukuman itu. (Kristus rela turun dari surga yang mulia dan penuh kemuliaan, turun ke dunia hina, lahir di kandang, lahir di keluarga sederhana, dll . Bahkan tidak hanya itu, Dia rela naik ke GOLGOTA, ke SALIB untuk menyerahkan nyawanya – SEBAGAI KORBAN PENDAMAIAN YANG HABIS TERBAKAR SEMPURNA-) Di antara tempat yang najis di luar perkemahan itu, ada suatu tempat yang sudah ditentukan, itu adalah tempat yang TAHIR. Itu adalah gambaran dari BUKIT TENGKORAK, yang najis, dimana disitulah dihukum para penjahat, termasuk penjahat yang di kanan dan kiri Yesus yang disalibkan bersama dengan Dia. Termasuk tempat Yesus di salib di tengah adalah juga tempat yang najis, tetapi tempat itu sudah DITENTUKAN menjadi tempat pembalikan keadaan, menjadi tempat dimana semua dosa umat manusia ditanggung Yesus di kayu salib sehingga siapa pun yang memandang pada salib itu ( menerima salib Kristus) dia menjadi DIKUDUSKAN/ DISELAMATKAN/DIDAMAIKAN.

Mengapa dikatakan di Ibrani tadi, “Karena itu marikah kita pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya.” Karena kalau kita mau mengikut Kristus, kita juga harus pikul salib, kita juga harus keluar dari area nyaman, kita harus pergi ke luar perkemahan, di area yang penuh kenajisan dan dosa itu, dan kita harus MEMIKUL SALIB dan MENYANGKAL DIRI, kita harus menggarami dunia dan menerangi dunia yang gelap ini. Dunia ini kita mesti jadikan TEMPAT TINGGAL YANG TIDAK TETAP, karna rumah kita yang sesungguhnya adalah di surga nanti.  Kita harus jadi saksi, untuk jadi saksi itu kita bagaikan ikut menanggung KEHINAAN-NYA.

 

Selain lembu jantan di Imamat 16;27 juga muncul binatang lain yaitu, KAMBING JANTAN, ini khusus untuk HARI RAYA PENDAMAIAN

Im 16:27 Lembu jantan dan kambing jantan korban penghapus dosa, yang darahnya telah dibawa masuk untuk mengadakan pendamaian di dalam tempat kudus, harus dibawa keluar dari perkemahan,y  dan kulitnya, dagingnya dan kotorannya harus dibakar habis.

Di Alkitab hanya kita temukan mengenai penyebutan dua binatang ini YAITU KAMBING JANTAN DAN LEMBU JANTAN ( tanpa disebut-sebut domba jantan dll) selain di Imamat 16:27 tadi hanya kita temui di Mazmur 50: 13

Daging lembu jantankah Aku makan, atau darah kambing jantankah Aku minum??

Di seluruh pasal Maz 50 ini kita ambil kesimpulan sbb:

Tuhan tidak menginginkan korban sembelihan, dan korban bakaran, tetapi yang Tuhan inginkan adalah:

Persembahan syukur kepada Allah sebagai KORBAN ( diulang 2 kali, ayat 14,23)

Membayar nazar

Berseru pada Tuhan pada waktu kesesakan- sehingga mengalami keluputan dari Tuhan dan dapat memuliakan nama Tuhan (diulang 2 kali, ayat 15, 23)

Mau mencintai teguran Tuhan dan memperhatikan firman Tuhan

Meninggalkan pergaulan yang buruk

Bibir yang jauh dari fitnah dan penipuan ( diulang 2 kali, ayat 19, 23)

Belajar menghormati Tuhan

Tidak melupakan allah

JIKA HIDUP DALAM HAL-HAL  INI keselamatan dari Tuhan akan diperlihatkan pada orang-orang ini (Maz 50: 23)

Dan yang menarik di sini Mazmur 50 ini sangat paralel dengan Ibrani 13: 12-14, dilanjut Ibrani 13 ayat 15-25

  • Korban syukur (15)- sama dengan yang dibahas di maz 50
  • Ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya (15)- sama dengan yang di bahas di Maz 50
  • Berbuat baik dan memberi bantuan – paralel dengan mencintai teguran Tuhan dan memperhatikan firman Tuhan yang dibahas di Maz 50
  • Taat dan tunduk pada pemimpin, Mendoakan pemimpin- paralel dengan hormat pada Tuhan yang dibahas di Maz 50 ( maksudnya menghormati otoritas di atas, baik Tuhan maupun pemimpin)

 

Kesimpulan 4

Dari pembahasan panjang lebar tadi kita simpulkan bahwa TRIMA YESUS SAJA tidak cukup ( itu memang anugrah yang besar- kita tidak bisa membeli keselamatan itu dengan apa pun juga- tidak ada sedikitpun usaha kita dalam karya keselamatan lewat karya salib Kristus) , tetapi keselamatan itu harus kit KERJAKAN, artinya harus kita isi dengan KARAKTER yang terpuji, seperti selalu mengucap syukur, berbuat baik , tunduk pada pemimpin, dll. Kita tidak cukup saja HARI PENTAHIRAN – saat kita lahir baru- tetapi kita juga perlu HARI PENDAMAIAN – dimana karakter kita bisa berdamai dengan Allah dan manusia. Pada hari pentahiran kita boleh masuk ke perkemahan tetapi belum boleh masuk ke kemah sendiri, tetapi pada saat hari pendamaian, si kusta boleh masuk ke kemahnya sendiri- ada sebuah tingkatan di sini seperti di tabernakel, ada halaman, ruang kudus dan ruang maha kudus). KARAKTER YANG BAIK BUKAN SEBAGAI SYARAT KESELAMATAN- KARNA KARYA YESUS DI SALIB ITU SUDAH CUKUP, TETAPI KARAKTER TERPUJI ADALAH SEBAGAI BUAH DARI ORANG-ORANG YANG TELAH DISELAMATKAN.

 

Yang menarik di sini muncul kata FASIK (Mazmur 50 Ayat 16)

Dan kata fasik ini tidak lepas kaitannya dengan LEMBU, mari kita simak arti dari LEMBU INI yang sudah pernah kita bahas di pembahasan sebelumnya, akan saya kutip di sini ( dari tulisan berjudul KITAB IMAMAT SERI 7. KORBAN KESELAMATAN MEMANG LAIN DARI YANG LAIN)

BAGAIMANA DENGAN LEMBU?

Perhatikan pada korban bakaran dipakai LEMBU JANTAN
Pada Korban penghapus dosa dipakai LEMBU JANTAN MUDA

Tetapi untuk KORBAN KESELAMATAN dipakai LEMBU JANTAN ATAU LEMBU BETINA, dan perhatikan bahwa semua LEMBU,pasti dipakai tempat DI DEPAN PINTU KEMAH PERTEMUAN, tidak pernah lembu dipersembahkan di MEZBAH KORBAN BAKARAN.

Ayat yang memakai LEMBU JANTAN dan LEMBU BETINA, murni, tidak ada dalam ayat tersebut disebut binatang lain seperti kambing atau domba, hanya satu dalam Alkitab, yaitu kita temui di :

AYUB 21: 10
Lembu jantan mereka memacek dan tidak gagal,
lembu betina mereka beranak dan tidak keguguran.

Ayub memakai lembu ini untuk menggambarkan ‘toh kehidupan orang fasik itu seperti tidak pernah mengalami kegagalan’.

Hal semacam ini pernah juga dipertanyakan oleh Pemazmur , bani Asaf dalam Mazmur 73

Tetapi orang-orang fasik yang digambarkan seperti lembu hutan yang kena jaring ini akan kena murka Tuhan dan hardik Tuhan (Yesaya 51: 20)

Lembu jantan muncul di PASAL SALIB yaitu di Mazmur 22: 13-14 melambangkan musuh-musuh yang bengis, orang-orang yang menyalibkan Yesus dengan penuh kebengisan.

Lembu betina digambarkan sebagai MESIR ( Yesaya 46: 20), Alkitab sering memakai Mesir sebagai lambang keduniawian, kedagingan, mengandalkan kekuatan manusia

Lembu melambangkan kedegilan hati manusia (Hosea 4: 16)

(saya membatasi pencarian makna dari LEMBU BETINA DAN LEMBU JANTAN dewasa, sedang anak lembu, dan lembu sulung tidak saya bahas- karna memang yang dipakai pada korban keselamatan ini hanya LEMBU BETINA DAN JANTAN DEWASA, sedangkan pembahasan mengenai penggambaran anak lembu dan lembu sulung beda lagi artinya).

Kesimpulan 5

Kefasikan harus dibakar habis sampai menjadi abu.  Semua LEMBU JANTAN dalam hidup kita harus dibakar sampai habis terbakar semua, sampai menjadi abu, di luar perkemahan. Jangan bawa abu itu masuk ke dalam perkemahan, yang dibawa masuk hanyalah darahnya saja.

Kristus sudah mau disalibkan dan diperhadapkan dengan orang –orang yang bengis di Golgota, sehingga darah-Nya dapat menyucikan kebengisan hati kita menjadi putih seperti salju.

Kefasikan kita harus mati, kedagingan kita harus mati, kebengisan kita harus kita bunuh, kita habisi, kita bakar. Minta darah Yesus menyucikan hidup kita dan minta Kristus dan Roh Kudus mengajar kita dari hari ke hari untuk hidup dalam kekudusan.

 

Kesimpulan dari semuanya adalah:

Kita dahulu tinggal di luar perkemahan bagaikan orang kusta itu, najis, asing, tertolak, terhukum dll

Kristus mau meninggalkan area nyaman-Nya dan datang ke dunia, ke luar perkemahan, dan Dia rela naik ke Golgota, tempat yang sudah ditentukan di luar perkemahan itu untuk menanggung segala kebengisan dosa kita, kenajisan kita, hukuman yang seharusnya ditimpakan pada kita. (Yoh 3:16)

Tugas kita adalah juga menyerahkan nyawa kita bagi saudara-saudara kita (  I Yoh 3:16), mati daging, mati dari ego kita, mati dari area nyaman kita, untuk kita mencari jiwa jiwa yang masih tinggal di area luar perkemahan, kita bawa pada Kristus, saat mereka melihat karakter Kristus yang tinggal dalam karakter keseharian hidup kita.

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.