'manusia hidup bukan dari roti saja…'

UNTUK MENGAWALI KHOTBAH INI ANDA BISA MENJADIKAN TULISAN PADA TAUTAN BERIKUT INI SEBAGAI ULASAN PEMBUKAAN

PESTA PERTAMA YANG DIHADIRI YESUS

POWER POINT MATERI INI BISA ANDA UNDUH GRATIS DENGAN KLIK TAUTAN DI BAWAH INI

DIPULIHKAN UNTUK MEMULIHKAN

 

ENOS ADALAH ORANG PERTAMA YANG MENYERUKAN DAN MEMPELOPORI MEMANGGIL NAMA TUHAN PADA ZAMANNYA

DIPULIHKAN UNTUK MEMULIHKAN

GMS KENDARI

KKR CG FAMILY AGUSTUS 2014

 

Bacaan Alkitab: Yohanes 2:1-11

(ay 11)Perkawinan adalah sebuah lembaga yang amat penting di mata Yesus, sehingga ia menjadikan perkawinan sebagai moment yang paling pas untuk membuat mujijat yang pertama. Mujijat pertama bukanlah kebangkitan Lazarus yang menghebohkan itu, bukan pula kesembuhan si timpang, bisu atau tuli, atau bahkan setan yang terbirit-birit meninggalkan si anak muda yang terserang penyakit ayan. Tuhan Yesus menunjukkan bahwa yang paling pertama membutuhkan muzizat adalah sebuah perkawinan.

Mengapa ? Karna Tuhan Yesus tahu bahwa dalam sebuah perkawinan terjadilah yang namanya ‘dua jadi satu’, pada saat dua insan disatukan dalam pernikahan kudus, masing-masing akan mengalami Merriedge Blessing/ berkat pernikahan yang tidak akan pernah diterima saat sebelum menikah. Kejadian 1: 28 menyatakan bahwa perintah untuk berkuasa dan memenuhi bumi adalah untuk ‘mereka’ bukan untuk Adam saja atau Hawa saja, tetapi berkat itu adalah untuk Adam dan Hawa yang telah disatukan oleh Tuhan dalam sebuah perkawinan. Detik saat seseorang menikah, dia menerima berkat yang luar biasa, kuasa untuk menaklukkan bumi, yang dia tidak dapatkan saat dia masih membujang/melajang.

Iblis paling tidak suka hal ini. Hal yang paling dibenci iblis adalah melihat keluarga-keluarga yang diberkati. Si jahat ini berupaya agar dalam sebuah pernikahan terjadilah malapetaka…yaitu kehabisan anggur. Yang disebut terjadi sebuah mujijat adalah kalau terjadi sesuatu yang dasyat yang mengubah dari peristiwa negative jadi positif, misalnya dari sakit jadi sembuh, dari mati jadi bangkit, dlsb. Kekurangan anggur dalam sebuah pesta adalah malapetaka yang membuat malu.

Apa arti anggur di sini?

  • Anggur adalah lambang sukacita (Yes 24:11),
  • kemanisan/kenikmatan cinta/kemesraan (Kid 1:2),
  • keharmonisan rumah tangga/kesuburan (Mazmur 128:3),
  • kelimpahan (Amsal 3:10)
  • kata-kata yang manis (Kid 7:9) , dalam sebuah rumah tangga.

Iblis ingin pernikahan anak-anak Tuhan kehabisan sukacita, tidak ada lagi sukacita seperti saat pengantin baru, sukacitanya telah menjadi tawar, tidak ada lagi kemanisan/kenikmatan cinta/kemesraan, semuanya menjadi rutinitas belaka, tidak ada lagi keharmonisan rumah

tangga,perbedaan-perbedaan bukan lagi memperkaya/melengkapi melainkan menjadikan alasan untuk semakin tajamnya perbedaan. tidak ada lagi kelimpahan, dan sudah menjadi langka kata-kata manis dalam keseharian. Tidak ada lagi pujian, pasangan yang tadinya special, menjadi orang biasa-biasa saja. Yang tadinya dirindukan tidak lagi, yang tadinya dilayani dengan baik, sekarang tidak lagi, yang tadinya dimanjakan sekarang tidak lagi.

Pernikahan seperti inilah yang membutuhkan ‘mujijat’ pemulihan dari Tuhan, lebih dari mujijat-mujijat lainnya, kenapa? Karna dalam sebuah lembaga perkawinan sebagai satuan terkecil dalam masyarakat bahkan komunitas dunia terdapat power yang luar biasa. Keluarga yang kuat, menghasilkan masyarakat yang kuat, masyarakat yang kuat menghasilkan bangsa yang kuat, Bangsa yang kuat menghasilkan Negara yang kuat. Tuhan Yesus menyentuh elemen terkecil tapi justru mendasar /fundamental dalam masyarakat. Tidak heran rasul Paulus mensyaratkan kepala rumah tangga yang baik sebagai salah satu syarat yang mutlak dan tak dapat ditawar-tawar dari seorang diaken.

Khotbah ini bukan saja ditujukan untuk para pasutri. Tuhan selalu mengambarkan hubungan antara Tuhan dan jemaat-Nya dengan sebuah hubungan suami dan istri. Sebagai umat Tuhan kita semua menjadi mempelainya Tuhan. Adakah hubungan kita dengan Tuhan sudah menjadi hambar?

Adakah kata-kata kita kepada Tuhan bukan kata-kata yang manis lagi tetapi sudah menjadi gerutuan? Adakah kita dengan Tuhan akrab dan mesra? Adakah kita masih punya sukacita datang kepada-Nya atau hanya sebatas kewajiban aja? Adakah anggur itu telah menjadi tawar?

Ayat 2. Untunglah Tuhan Yesus diundang juga di perkawinan itu. Apakah Yesus hadir dalam perkawinan Saudara ? Apakah saudara mencampakkan Yesus saat saudara menikah? Apakah Yesus menjadi bagian dalam pernikahanmu? Adakah Dia hanya hadir sebatas potret-Nya aja? Adakah kehadiran Yesus menjadi sebuah kebanggaan bagi keluargamu ataukah sebaliknya Yesus kita simpan saja di kolong meja makan?

Kalau Dia sudah hadir, apakah itu menjamin bahwa semuanya oke-oke saja? Badai datang saat Yesus ada dalam perahu bersama murid-murid-Nya, bahkan Yesus sendiri yang mengajak berlayar. Tahukah Saudara bahwa Dia tidak menjanjikan semuanya berjalan mulus, tetapi yang Dia janjikan adalah jalan keluar bagi setiap masalah yang kita hadapi. Siapa bilang dengan hadirnya Yesus dalam pernikahan kita itu berarti semuanya otomatis jadi berjalan baik? Justru adanya badai, kesulitan, kekurangan anggur, rasa malu, kegagalan, dlsb Di balik itu semua Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan (Roma 8:28). Yusuf berkata kepada kakak-kakaknya bahwa semua rekaan yang jahat dari mereka telah diubah Tuhan menjadi rekaan yang baik. Justru ia berterima kasih kepada kakak-kakaknya, sumurlah jalan peramanya menuju istana Mesir. Kakak-kakaknya sungguh berjasa dalam hidupnya.

Di ayat 3 ibu Yesus berkata “mereka kehabisan anggur” dalam bahasa Inggris dikatakan the mother of Jesus said to Him…..tetapi di ayat 4 dalam bahasa Inggris Yesus menjawabnya tidak menggunakan kata mother, but Woman.

Maria menempatkan diri sebagai Ibu Yesus, tetapi Tuhan Yesus menempatkan diri sebagai Guru dan Tuhan atas Maria. Kalau pun Tuhan Yesus membuat muzizat itu bukan karna menuruti apa kata Maria, tetapi mentaati akan kehendak Bapa, Tuhan Yesus tidak mau diburu-buru, karna Ia bukan saja taat kepada Bapa, melainkan juga menanti saatnya Bapa. Kita boleh saja memohon pemulihan atas keluarga kita, tetapi soal waktu dan saatnya harus kita serahkan kepada Tuhan saja!

Ada istri yang telah berdoa untuk suaminya dan doanya baru dijawab Tuhan setelah 15 tahun kemudian. Ada keluarga-keluarga yang hancur tetapi doa seorang anak didengar Tuhan dan dijawab beberapa tahun kemudian.

Ada orangtua-orangtua yang menangis karna anaknya yang dahulu lucu, mungil dan manis telah bertumbuh menjadi remaja yang jauh dari Tuhan, hidupnya terhilang dan berandalan, permohonan doa dan air mata akhirnya membuahkan pemulihan atas diri anak ini. Kita harus peka akan saatnya Tuhan, terkadang doa kita jadi terkesan merengek kepada Tuhan, tetapi kalau kita tahu saatnya Tuhan dan tahu akan kehendak Tuhan, kita tidak perlu berdoa dengan merengek, tetapi berdoa dengan iman.

Ay 5 dalam bhs Inggris dikatakan “What ever He says to you, do it.” Artinya apa pun yang dikatakan kepadamu, buatlah itu. Tuhan membutuhkan ketaatan yang mutlak untuk terjadinya sebuah pemulihan. Apa pun itu. Kelilingi tembok Yerikho 13 kali dalam 7 hari, tampaknya aneh, tapi taatlah ! Jika ternyata untuk sebuah pemulihan sang suami harus berlatih memuji istrinya setiap hari minimal sekali, tampaknya konyol dan aneh, masak hanya dengan cara sepele seperti itu pernikahan kami dapat pulih ? Taat dan lakukan ! Masa hanya dengan membikinkan sang suami the hangat setiap sore dapat memulihkan hubungan kami ? Taat dan lakukan. Kami sudah puluhan tahun menikah, aneh rasanya kalau harus memeluk pundaknya, kayak orang pacaran aja ? Taat dan lakukan.

Ay 6. Enam tempayan (enam adalah angka manusia) Tuhan mau membuat muzizat, air akan diubahnya menjadi anggur, tapi apakah di sana ada wadah? Wadah/ tempayan adalah lambang dari hati kita. Muzizat adalah soal mudah, tapi adakah hati kita telah kita siapkan ? Seringkali yang membuat mujijat tidak terjadi adalah masalah hati yang tidak percaya. Di kota asal-Nya (Nasaret) sangat sedikit mujijat yang dapat dikerjakan Yesus, bukan karna Ia tidak berkuasa, tetapi masalah respon atau sikap hati dari penduduk kota itu yang tidak percaya kepada-Nya, mereka mengenal Yesus hanya sebatas tukang kayu belaka. Mengapa kuasa Yesus dapat dibatasi oleh ketidak percayaan ? karna Tuhan Yesus tidak mau memaksa orang. Bagi yang tidak percaya tidak akan alami mujijat, sekalipun Dia berkuasa melakukannya. (Mat 13:58)

Ayat 7 Pengantin menempatkan Yesus hanya sebagai tamu, tapi ketika pesta itu kehabisan anggur dan saatnya Bapa tiba, Yesus turun tangan,

Yesus melibatkan diri, Yesus tidak segan-segan meninggalkan kursi kehormatannya sebagai tamu dan menuju ke bagian dapur dimana terdapat pelayan-pelayan.

Dapur adalah bagian rumah yang sangat pribadi sekali, karna dari bagaimana bentuk dapur seseorang dapat dibaca kira-kira bagaimana sang nyonya rumah. Yesus turun tangan sampai ke dapur dan berbicara kepada para

pelayan, ini menandakan bahwa Yesus melibatkan diri-Nya dalam hidup kita sampai ke hal-hal yang amat pribadi dan rahasia sekalipun. Sekarang ini di majalah2 dan TV banyak digelar konsultasi macam2 mulai dari konsultasi hukum, konsultasi psikologi, konsultasi kecantikan, sampai konsultasi mengenai seksologi. Apakah menurut Saudara kita tidak mungkin berkonsultasi dengan Tuhan mengenai seks?

Ingat, Tuhan adalah penasehat yang ajaib/ wonderful councelor. Ijinkan Tuhan menyentuh bagian-bagian yang amat pribadi dalam hidupmu bila memang itu bermasalah. Mengapa tidak? Siapa yang menciptakan seks ? Tuhan ! Jadi kalau ada masalah dengan itu, Tanya Tuhan donk!

Ay 8 . Mengapa harus dibawa kepada ketua panitia ? Karna kemanisan sebuah anggur pernikahan tidaklah hanya dirasakan oleh suami istri tersebut, tetapi menjadi berkat bagi banyak orang. Berapa nilai keharmonisan rumah tanggamu jika pembantu rumah tanggamu disuruh menilai ? Berapa nilai keharmonisan rumah tanggamu jika dinilai oleh anak-anakmu? Tetanggamu? Sekretarismu? Pegawaimu? Mertuamu ? orang tuamu? Semua orang disekelilingmu akan menilai apakah anggur di pernikahanmu itu masih manis, sudah menjadi tawar atau bahkan bertambah manis ? Kesan apa yang tergores dalam diri anak-anakmu tentang kehidupan pernikahanmu? Papa mama rukun, papa mama rajin bertengkar, papa mama bercerai, papa mama selingkuh, papa mama mesra, papa mama pasangan paling serasi di dunia, dll !

Ay 10. Pernikahan di dalam Tuhan berbeda dengan model pernikahan kebanyakan orang, atau orang-orang duniawi. Orang duniawi manis di depan, cerai di belakang. Tetapi anak Tuhan kehidupan pernikahannya semakin lama semakin manis aja! Semakin lama semakin diberkati, semakin sukacita meluap2 bukan sebaliknya duka bertindih duka

 

Belajar dari Pernikahan Adam dan Hawa:

Dalam pernikahan Adam dan Hawa, mereka mendapatkan anak Kain dan Habel. Mengapa Kain dan Habel bertumbuh bersama dan pada akhirnya Kain membunuh Habel?

Karena dalam keluarga mereka di bangun sikap dan teladan dan pola didikan yang salah daripada Adam dan Hawa kepada anak-anaknya. Adam dan Hawa menyelesaikan dosa mereka dengan cara saling menyalahkan, (Kejadian pasal 3)

POLA KEHIDUPAN ORANG TUA AKAN MEMPENGARUHI ANAK

Alkitab mencatat hal ini terjadi dalam kehidupan Ahazia, raja Israel dalam 1 Raja-raja 22;52-54

Ahazia, raja Israel

22:51 (22-52) Ahazia, anak Ahab, menjadi raja atas Israel di Samaria dalam tahun ketujuh belas zaman Yosafat, raja Yehuda, dan ia memerintah atas Israel dua tahun lamanya. 22:52 (22-53) Ia melakukan apa yang jahat s  di mata TUHAN dan hidup menurut kelakuan ayahnya dan ibunya dan Yerobeam bin Nebat, yang telah mengakibatkan orang Israel berdosa. 22:53 (22-54) Ia beribadah kepada Baal t  dan sujud menyembah kepadanya dan dengan demikian ia menimbulkan sakit hati TUHAN, Allah Israel, tepat seperti yang dilakukan ayahnya. u 

KELUARGA YANG BERTUMBUH TANPA MENGHADIRKAN TUHAN

Dalam keluarga Adam dan Hawa, mereka mengajak keluarga mereka bertumbuh dengan tidak memanggil nama TUHAN, hal ini dapat dibuktikan pada Kejadian 4;26

Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya Enos. r  Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN 1 . 

Dari ayat ini kita tahu, bahwa pada zaman itu, Enos, cucu Adamlah yang pertama kali mempelopori orang-orang untuk memanggil nama Tuhan, beribadah, mencari Tuhan, takut akan Tuhan, dll Jadi pada masa Kain dan Habel, nama Tuhan jauh disebut-sebut daripada bibir keluarga ini.

Tidak ada anggur dalam rumah tangga mereka. Semua telah menjadi tawar. Tidak ada hubungan segitiga antara suami, istri dan Tuhan.

Ketika garis ke Tuhan terputus, tentunya Tuhan tidak ada di antara mereka. Tuhan tidak ditinggikan dan diagungkan. Tuhan tidak menjadi pusat dalam keluarga mereka.

Selepasnya dari Eden, mereka harus berpeluh, berjuang, berlelah, Hawa harus mengalami sakit bersalin, mereka harus menghadapi tanah yang sudah terkutuk, mereka harus menghadapi perjuangan terhadap himpitan ekonomi dan himpitan kuasa jahat.

Seharusnya yang mereka lakukan adalah lari kepada TUHAN, memanggil nama Tuhan, tetapi tidak, yang mereka lakukan adalah dalam keadaan terjepit, dalam keadaan yang sulit, mereka hidup terus saling menyalahkan, ada dengki, ada hati yang panas dan muka yang muram.

Mungkin saja Adam mulai menyalahkan Hawa…gara-gara Hawa aku harus berpeluh, bisa jadi Hawa mulai menyalahkan Adam, gara-gara Adam, aku sakit saat melahirkan, dll

ADANYA KUBU KUBU DALAM KELUARGA

Mengapa Kain dan Habel sedemikian bertumbuh sangat berbeda, padahal mereka berasal dari orang tua yang sama?

Arti nama Kain: kemahiran

Arti nama Habel:’= hembusan nafas.

Kain adalah seorang pembunuh, sementara itu Habel adalah seorang beriman.

Pribadi Kain dapat terlihat sebagai berikut:

  1. Hatinya sangat panas/ amarah
  2. Mukanya muram/ tidak dapat mengendalikan diri
  3. Ketika ditegur oleh Tuhan, …(dalam Kejadian 4: 6-7)

Firman TUHAN kepada Kain: “Mengapa hatimu panas  dan mukamu muram?  Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau , tetapi engkau harus berkuasa atasnya. “

…reaksinya bukannya menjawab Tuhan, merespon Tuhan, memohon ampun, koreksi diri, dll, malah dia melakukan hal sebaliknya di ayat 8

Kata Kain kepada Habel, adiknya: “Marilah kita pergi ke padang.” Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.

Ini adalah sikap pemberontakan, dan tidak menghormati Tuhan

  1. Sikap berbohong.

Firman TUHAN kepada Kain: “Di mana Habel, n  adikmu itu?” Jawabnya: “Aku tidak tahu! o  Apakah aku penjaga adikku?”

  1. Sikap tidak menyayangi adik, tidak care, tidak perduli dengan adiknya

Firman TUHAN kepada Kain: “Di mana Habel, n  adikmu itu?” Jawabnya: “Aku tidak tahu! o  Apakah aku penjaga adikku?”

  1. Sikap apatis

Firman-Nya: “Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku 4  dari tanah. p 

  1. Berpikiran Negatif yang berkaca pada diri sendiri, karena dia seorang pembunuh, maka dia takut dibunuh

 Maka sekarang, terkutuklah q  engkau 5 , terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu. 4:12 Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; r  engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara s  di bumi. t ” 4:13 Kata Kain kepada TUHAN: “Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung. 4:14 Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, u  seorang pelarian dan pengembara di bumi; v  maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku. w 

4:15 Firman TUHAN kepadanya: “Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain x  akan dibalaskan y  kepadanya tujuh kali lipat. z ” Kemudian TUHAN menaruh tanda pada Kain 6 , supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapapun yang bertemu dengan dia.

  1. Yang dilakukan kain pada saat itu adalah PERGI DARI HADAPAN TUHAN, kata ini pernah muncul pada

Yunus 1:3 yang sama-sama menggunakan kata Paniyim, ada unsur lari dari Tuhan, menjauhi Tuhan dalam kedua kisah ini. Kepergian Kain bukan sekedar jadi orang Nomaden/yang terus berpindah-pindah, tetapi juga kepergian dalam arti hidup jauh dari detiny Tuhan/tujuan Tuhan/hidup jaduh dari hadirat Tuhan, hidup menjauhi Tuhan.

4:16 Lalu Kain pergi dari hadapan a  TUHAN 7  dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden. b 

 

Sedangkan pribadi Habel, dapat kita baca di Ibrani 11:4

Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik 3  dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian m  kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya n  itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati. o 

Dari ayat tersebut kita bisa simpulkan bahwa pribadi Habel adalah, sbb:

  1. Memberi persembahan pada Tuhan, jadi ada rasa cinta akan Tuhan
  2. Memberi korban yang lebih baik , jadi ada pengorbanan untuk memberi yang terbaik pada Tuhan
  3. Hidup benar
  4. Beriman pada Tuhan

Semua hal di atas bisa diteguhkan lagi dengan ayat ini:

I Yoh 3: 11-12

3:11 Sebab inilah berita yang telah kamu dengar p  dari mulanya, q  yaitu bahwa kita harus saling mengasihi; r  3:12 bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat s  dan yang membunuh adiknya. t  Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar. u 

Bisa jadi terjadi perbedaan cara mendidik anak , antara Adam dan Hawa kepada Kain dan Habel. Bisa jadi terjadi dua kubu dalam keluarga ini; bisa jadi Kain lebih dekat ke mama, dan Habel lebih dekat ke papa. Kain anak mama dan Habel anak papa. Atau bisa jadi sebaliknya , Kain lebih dekat ke papa, sedangkah Habel lebih dekat ke mama. Kita tidak dapat memiliki prediksi berat sebelah.

Karena pola seperti ini, tidak asing buat kita, karena kita pernah juga menjumpai keluarga berkubu kubu seperti ini, yaitu yang terjadi pada Ishak, Rahel, Esau dan Yakub.

Kejadian 25;28

Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub.

Sama saja yang terjadi pada keluarga ini, yaitu bertumbuhnya dua kakak beradik kembar yang sangat berbeda dan sangat berkompetitif, dengan dua perangai dan sifat yang sangat berbeda sekali, karena yang satu adalah anak papa dan yang satu lagi adalah anak mama. Jika terjadi perkelahian suami istri, maka masing masing kubu mendapat ‘bolo’/ pembela, si sulung belain papa, dan si bungsu belain mama. Kita tidak bahas kali ini perbedaan mencolok antara karakter Yakub dan karakter Esau, tetapi itu ada, dan nyata, lahirnya dua karakter yang sangat mencolok dikarenakan bukan semata-mata dari adanya keunikan tiap pribadi, melainkan semakin dipertajam dengan adanya kubu kubu dalam keluarga.

Bisa jadi sang ayah selalu mengajarkan pada sang Habel, bahwa “…..Tuhanlah yang memberi nafas hidup pada kita, …kita harus beriman pada Tuhan, Tuhan menutupi kemaluan manusia , Tuhan melakukan pemberesan dosa manusia dengan cara pengorbanan darah binatang, pakaian papa mama dulu adalah dari daun-daunan yang mudah robek, tidak sempurna, tetapi Tuhan sendiri yang memakaikan pada papa dan mama pakaian dari kulit binatang yang telah disembelih…dst…dst…”

Kelak Habel bertumbuh menjadi anak beriman, cinta Tuhan, takut Tuhan, hidup benar dan menjadi anak yang berani berkorban dari hasil keringatnya sendiri ( yang diusahakan dengan susah payah, selepas dari tidak tinggalnya lagi papa mama mereka di Eden) , memberi korban yang terbaik untuk Tuhan, dengan persembahannya itu.

Di kubu lain bisa jadi sang ibu , yang notabene adalah wanita pertama di dunia yang melanggar hukum Tuhan, bisa jadi menjadi seorang profokator buat Kain. “…..sudahlah Kain, kamu seorang yang mahir, kamu bisa mengembangkan diri sebaik-baiknya, kamu bisa memiliki apa yang kamu dambakan, kita itu nggak usah sok-sok suci-sucian…rohani-rohanian…kalau memberi persembahan itu ya apa yang ada aja, nggak perlu harus yang mengeluarkan darah…nggak perlu harus beli binatang sama adikmu, apalagi minta sama dia, itu gengsi dong, dan kalau kamu punyanya tumbuhan ya itu aja….apa yang terjadi sama papa mama dulu di Eden nggak usah diingat-ingat….papamu itu memang begini..begini begini….Tuhan itu mengusir papa dan mama dari Eden…sekarang kita ini hidup susah…mama mehalirkan kalian berdua dengan susah payah, dll…dst….”

Didikan yang seperti ini , bisa jadi menghasilkan anak yang seperti Kain, mudah marah, tidak bisa mengendalikan diri, berontak, tidak menghormati Tuhan, iri, dengki, dst.

Atau dimungkinkan Kain justru ada di kubu ayah, yang sedang berontak sama Tuhan, nggak perduli dan cuek dengan Tuhan, sedang mengadakan aksi protes karena kehidupan yang begitu keras menerpa mereka selepas mereka dari Eden. Sedang Habel ada di kubu mama yang mendominasi Habel untuk ikut jalan Tuhan, karena sang mama yang lebih perasa merasakan luka yang dalam jika jatuh dalam dosa, dan ingin berjuang untuk bangkit, dan intim lagi dengan Tuhan. Banyak kali di Alkitab dan di dunia sekarang, para wanita lebih menggebu dengan perkara rohani daripada pria. Who knows?

Kita tidak tahu pasti, apakah Kain di kubu Adam dan Habel di kubu Hawa atau sebaliknya Kain di kubu Hawa sedang Habel di kubu Adam. Tidak ada penjelasan lebih lanjut…semua kemungkinan itu ada saja.

Dan bisa jadi tiap-tiap hari mereka hidup dalam dua kubu ini, sementara Adam yang gagal menjadi seorang pemimpin, tidak bisa memegang kendali atas rumah tangganya, dia cenderung menyalahkan Tuhan atas kehadiran perempuan yang di sisinya, dan Hawa adalah sorang istri yang mendominasi dan gagal introspeksi diri, karena dia menyalahkan iblis. Masing-masing punya alasan dan tidak mau kalah.

Anak-anak mereka tiap hari menyaksikan orang tua mereka yang hidup seperti itu,saling menyalahkan,  tidak hidup dalam pertobatan, dan akhirnya terjadilah pembunuhan keji itu.

Betapa sedihnya Adam dan Hawa menyaksikan kematian Habel. Betapa tidak, karena mereka baru pertama kali ini menyaksikan kematian manusia. Habel yang biasa diajak bercanda, makan bersama, ngobrol, kini tergeletak tak bernyawa, diam , dan tubuhnya kaku, semakin lama semakin membusuk dan lama-lama kembali kepada tanah.

Kematian….kematian itu terjadi..untuk pertama kalinya. Dan itu terjadi pada anak mereka.

Mereka mulai menyadari bahwa mereka selama ini salah, mereka selama ini hidup dalam ‘saling menyalahkan’,membangun kubu-kubu dalam keluarga, tidak ada kesatuan, tidak pernah menghadirkan Tuhan dalam hidup mereka, anggur mereka telah tawar, eden mereka telah hilang, bukan hanya dari pijakan kaki mereka , melainkan juga dari hati mereka, sudah tidak ada ‘eden’ lagi. Boleh-boleh saja Eden dijaga malaikat dengan pedang bernyala-nyala, tetapi mengapa eden ikut-ikutan hengkang dari suasana keluarga mereka. Keharmonisan itu telah pergi jauh, menghilang tak terlihat kemana perginya.

Adam dan Hawa tentunya sedih, karena Habel mati terbunuh, sementara itu Kain hidup jauh dari mereka di perantauan.

 

KEGAGALAN ADAM MEMPOSISIKAN DIRI SEBAGAI

PEMIMPIN/ IMAM DALAM KELUARGA

KEGAGALAN HAWA UNTUK TUNDUK KEPADA SUAMINYA

Fakta bahwa Adam telah gagal memposisikan diri sebagai pemimpin / imam dalam keluarga adalah:

Pada  saat dia ada di dekat istrinya, dan diam saat istrinya digoda ular, dan diam saat istrinya memakan buah terlarang, dan membuka mulutnya ikut memakan buah terlarang itu. .. membuat Adam serasa tidak berdaya dibawah pengaruh dominasi istrinya, dan tidak berdaya menegakkan pendidikan keluarga yang memuliakan nama Tuhan, dan seakan tidak berdaya untuk ikut mendidik Kain, yang mungkin saja berpihak di  kubu mama ini, dengan benar.

Banyak kali dibahas bahwa Adam tidak ada di tempat, saat Hawa jatuh dalam dosa, Siapa bilang Adam jauh…dari tempat kejadian perkara itu? Ohhh tidak ! Adam ada di situ dan mengikuti semua seri dari awal. Kesalahan Adam adalah karena dia DIAM. Kepemimpinan Adam nggak jalan, fungsi nya sebagai kepala, nggak jalan, fungsi kontrol, fungsi mengarahkan, fungsi menegur, fungsi memberi teladan…nggak jalan sama sekali.

Kejadian 3; 6

Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati k  karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil 1  dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya l  yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya 2 . m 

Kita lihat bahwa pada Kejadian pasal 4 : 1-24, adalah ZAMAN dimana Adam dan Hawa memiliki dua anak yaitu KAIN dan HABEL, serta setelah peristiwa pembunuhan itu, terbentuklah masyarakat dari keturunan KAIN.

Kita akan simak bahwasannya pada masa Kain dan Habel itu, HAWA menjadi seorang istri yang sangat dominan, kita bisa lihat pada ayat-ayat sbb:

  • Kejadian 4; 1…manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya…(nama Adam tidak disebut, sedang nama Hawa disebut jelas-jelas)
  • Kejadian 4;2 Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain, dan Habel menjadi gembala….dst (kembali di sini ,kita tidak menjumpai peran Adam yang memperanakkan Kain, melainkan disebut-sebut lagi peran Hawa  yang melahirkan)

ADAM MULAI MENJALANKAN FUNGSI KEPEMIMPINANNYA DENGAN BAIK

SEJAK SET LAHIR

Adam mulai menyadari , bahwa kegagalannya sebagai seorang pemimpin dalam keluarga, harus mengalami perombakan total.

Nah, sekarang kita akan bandingkan dengan ZAMAN dimana Adam dan Hawa memiliki anak mereka yang berikutnya yaitu SET, dalam kesempatan kedua yang Tuhan berikan,  dimana sangat mencolok sekali, peran Adam yang mulai terlihat memposisikan diri sebagai pemimpin, dan Hawa yang memposisikan diri sebagai penolong. Hal ini kita lihat pada

Kejadian pasal 4: 25 sampai kejadian 5; 1-5

Adam bersetubuh pula dengan isterinya, o  lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Set, p  sebab katanya: “Allah telah mengaruniakan kepadaku anak yang lain sebagai ganti Habel; sebab Kain telah membunuhnya. q 

( ada penyebutan nama Adam di sini)

5:1 Inilah daftar t  keturunan u  Adam 1 . Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut rupa Allah; v  5:2 laki-laki dan perempuan w  diciptakan-Nya mereka. x  Ia memberkati mereka dan memberikan nama “Manusia” kepada mereka, pada waktu mereka diciptakan. 5:3 Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, y  lalu memberi nama Set z  kepadanya. 5:4 Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. 5:5 Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun 2 , lalu ia mati.

( ada nama Adam disebut di sini, tidak hanya sekedar penyebutan ‘manusia itu’ seperti pada Kejadian 4;1, dan ada peran utama ADAM sebagai yang memperanakkan, serta memberi nama pada SET)

 

KEKALAHAN HAWA DALAM BERPERANG MELAWAN IBLIS

DALAM RANGKA MENDIDIK ANAK-ANAKNYA HIDUP TAKUT AKAN TUHAN

Saat itulah, ketika terjadi prahara pembunuhan kakak beraadik ini, bisa jadi Hawa diingatkan akan persitiwa di Eden, ketika dia perhadapkan pada dua pilihan:

Kejadian 3; 15

Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu a  dan keturunannya; b  keturunannya akan meremukkan kepalamu, c  dan engkau akan meremukkan tumitnya 1 .”

Dan pada saat itu, setelah mereka mendapat teguran Tuhan, di Kejadian pasal 3; 14-19, Adam memberi nama Hawa , langsung di ayat berikutnya, yaitu Kejadian 3 di ayat 20

Manusia itu memberi nama Hawa p  kepada isterinya 11 , sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.

Arti nama daripada Hawa adalah sbb:

Hawa = Eve = “life” or “living” = kehidupan

Bisa jadi Hawa mengalami perenungan dalam hidupnya, sepeninggal Habel dan selepas kepergian Kain, yang menjadi pengembara.

 

DUA PILIHAN POLA KEHIDUPAN KELUARGA

Saat Hawa berhasil menjadi seorang ibu yang MENANG, melawan kuasa jahat, berhasil tunduk kepada suaminya, dan mendidik anak-anak bukan dengan cara-cara dari si jahat, melainkan dengan CARA TUHAN,  maka dia akan mengalirkan KEHIDUPAN /hawa/ living pada keturunannya.  Jika dia menang, maka keturunannya akan meremukkan kepala ular

Akan tetapi apabila dia menjadi seorang ibu yang GAGAL, melawan kuasa jahat, dan mendidik anak-anaknya dengan cara-cara Tuhan, melainkan dengan CARA IBLIS, maka dia akan mengalirkan KEMATIAN pada keturunannya

Jika dia kalah, maka tumitnya akan diremukkan si iblis.

Hawa sadar , bahwa kematian Habel adalah kegagalannya sebagai seorang Ibu, yang ada adalah kematian si nafas ( kematian Habel), yang terjadi karena pembunuhan oleh si mahir (Kain). Itu semua, bisa jadi karena dia mendidik Kain dengan menanamkan karakter karakter jahat, mempresentasikan bapa pembohong itu.

I Yoh 3: 11-12

3:11 Sebab inilah berita yang telah kamu dengar p  dari mulanya, q  yaitu bahwa kita harus saling mengasihi; r  3:12 bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat s  dan yang membunuh adiknya. t  Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar. u 

Jika dia menang, maka keturunannya akan menghasilkan sebuah KEHIDUPAN/ hasrat untuk hidup, mempresentasikan Tuhan, Bapa Kebenaran. Dan keturunannya yang dihasilkan dari didikan yang benar, akan menjadi keturunan yang meremukkan kepala ular, menghancurkan kuasa jahat, dan menjadi generasi yang menang, hidup benar, takut akan Tuhan, berkarakter ilahi.

 

KEPUTUSAN UNTUK BERTOBAT DAN MEMULAI POLA KELUARGA YANG BARU

YAITU POLA SERUPA DAN SEGAMBAR DENGAN ALLAH

Saat itulah bisa jadi, Adam dan Hawa ingin memulai sesuatu yang baru dengan cara yang baru, cara mendidik anak yang baru, cara hidup yang baru, pola keluarga yang baru

Kejadian 4: 25 Adam dan Hawa melahirkan lagi anak bernama SET, sebagai ganti daripada Habel yang telah mati dibunuh oleh Kain.

Set arti namanya adalah ‘kompensasi’ / pengganti

Mereka mendapatkan kesempatan kedua dari Tuhan untuk mengawali suatu restorasi/ pemulihan dalam keluarga mereka

Perubahan di satu sisi mulai terlihat, dimana Adam mulai memposisikan dirinya sebagai KEPALA keluarga, memimpin, mengatur, mengarahkan, memberi VISI, pandangan ke depan, mendisiplin, meluruskan.

Kita lihat adanya perubahan dalam keluarga ini: perhatikan apa yang ditulis di Kejadian pasal 5 ini

Keturunan Adam

5:1 Inilah daftar t  keturunan u  Adam 1 . Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut rupa Allah; v  5:2 laki-laki dan perempuan w  diciptakan-Nya mereka. x  Ia memberkati mereka dan memberikan nama “Manusia” kepada mereka, pada waktu mereka diciptakan. 5:3 Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, y  lalu memberi nama Set z  kepadanya. 5:4 Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. 5:5 Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun 2 , lalu ia mati. 

Perhatikan pada kata-kata yang saya cetak tebal, ternyata pada ayat ini, dimulai pada penciptaan Adam , kemudian dilanjutkan pada SET, serta dibahas sampai hari matinya ADAM

Perhatikan kembali di sini ada suatu POLA ILAHI yang diulang di sini :

  • Pertama Tuhan menciptakan Adam dan Hawa menurut RUPA ALLAH.
  • Dan perhatikan di sini, bahwa kemudian Adam memperanakkan seorang laki-laki MENURUT RUPA DAN GAMBARNYA, artinya Adam di sini Adam dan Hawa mulai menerapkan pola ilahi dalam keluarga mereka, agar tujuan penciptaan Tuhan itu tercapai dalam keluarga mereka
  • Pola baru, yang menghadirkan rupa dan gambar Allah dalam sebuah keluarga ini, dicatat sebagai hal baru, terbukti nama Kain dan Habel, tidak dicantumkan di sini.
  • Dan di seluruh bagian Alkitab, tidak ada satu ayat pun , kecuali ayat ini yang mencantumkan frase…………menurut rupa dan gambarnya….dalam hal MEMPERANAKKAN, ini adanya hanya di ayat ini saja.

Ayat ini mengisyaratkan kita, bahwasannya Adam dan Hawa mau mulai memperbaiki keluarganya, mau kembali pada tujuan ilahi daripada penciptaan mereka berdua, bahwa mereka diciptakan untuk mempresentasikan Tuhan kepada dunia ini. Yesaya 43;7

semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku z  yangKuciptakan a  untuk kemuliaan-Ku, b  yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan! c 

Pola asuh Adam dan Hawa terhadap Set kini diubah, mereka kini belajar saling menerima, saling mengampuni, saling memperhatikan, tidak mau lagi hidup saling menyalahkan, mau saling mengasihi, mau saling memberi, saling mendorong, tidak hidup dalam persaingan, dan prakarsa daripada Adam ini disetujui dan ditunduki oleh Hawa. Hawa mau sepakat, Hawa mau terlibat, Hawa mau jadi perempuan pemenang atas iblis, Hawa mau jadi ibu yang takut akan Tuhan, Hawa mau jadi perempuan yang mendidik anak-anaknya dengan bijak , yang diawali dengan titik awal penunjukan terhadap suaminya.

CATATAN KEMENANGAN DARI KELUARGA YANG TELAH DIPULIHKAN

Pola asuh yang baru ini ditandai dengan adanya pencatatan hal yang baru pada silsilah Adam, kejadian 5: 1-32. Dalam perikob ini ditulis Adam, Set, dst sampai ke Henokh yang diangkat ke surga, serta perikop ini diakhiri dengan keluarga Nuh.

Dalam perikob ini tidak ditulis Kain dan Habel….mengapa? karena Tuhan mencatat pola yang baru dalam keluarga Adam dan Hawa ini, anggur yang baru yang mereka hadirkan dengan mulai mengajar anak-anak takut akan Tuhan. Sampai menghasilkan keturunan yang menang melawan kuasa gelap (Kej 3; 15)

Dan ini berhasil, Set bertumbuh berbeda, dia menjadi anak yang mengerti pentingnya anggur kemanisan dalam sebuah keluarga, pentingnya mendidik anak-anak dari kecil dengan baik, pentingnya saling menerima satu dengan yang lainnya, pentingnya takut akan TUHAN.

Set pun bertumbuh dewasa dan menjadi seorang ayah bagi Enos.

Dan Enos pun dicatat dalam Alkitab sebagai orang pertama yang mempelopori pada zamannya ‘memanggil nama TUHAN’, dia menyembah kepada Tuhan, memusatkan hidupnya pada Tuhan.

Pada saat Adam dan Hawa menjadi keluarga yang dipulihkan, baru keluarga mereka saja yang pulih, baru Adam, Hawa serta SET, sementara itu keluarga-keluarga lainnya , belum pulih, masih ikut pola jahat, pola salah, pola lama, kubu-kubu- karakter negatif-kebohongan-kejahatan-kesombongan, dll. Siapakah keluarga-keluarga lain itu..? Ya keturunan daripada Kain itu yang juga semakin banyak jumlahnya

Tetapi pada zaman Enos, Enoslah orang yang pertama kali mempelopori orang-orang disekitarnya, keluarga-keluarga lainnya untuk kembali pada tujuan penciptaan yang semula, yaitu untuk mempresentasikan TUHAN atas muka bumi ini, memuliakan Tuhan.

Hawa berhasil kali ini….ada sebuah KEHIDUPAN yang dialirkan jika dia menang.  Semangat Adam saat menyemangati dia, ketika hukuman Tuhan telah diketok palu di Taman Eden dulu, bahwa Adam ingin mendorong Hawa menjadi ibu semua yang hidup, tergenapi.  Set anak yang luar biasa memuliakan Tuhan, menjadi ayah bagi ENOS yang juga luar biasa cinta Tuhan, dan itu berjalan…it’s work !

Dengan demikian Adam ikut menang….!! Yeaaaayyyy!!!

SET DAN ENOS MASUK DALAM SILSILAH YESUS

Keturunan Set, menjadi garis keturunan Mesias, lewat Enos, Lukas 3; 38

Silsilah Yesus

3:23 5 Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, k  Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, l  anak Eli, 3:24 anak Matat, anak Lewi, anak Malkhi, anak Yanai, anak Yusuf, 3:25 anak Matica, anak Amos, anak Nahum, anak Hesli, anak Nagai, 3:26 anak Maat, anak Matica, anak Simei, anak Yosekh, anak Yoda, 3:27 anak Yohanan, anak Resa, anak Zerubabel, m  anak Sealtiel, anak Neri, 3:28 anak Malkhi, anak Adi, anak Kosam, anak Elmadam, anak Er, 3:29 anak Yesua, anak Eliezer, anak Yorim, anak Matat, anak Lewi, 3:30 anak Simeon, anak Yehuda, anak Yusuf, anak Yonam, anak Elyakim, 3:31 anak Melea, anak Mina, anak Matata, anak Natan, n  anak Daud, 3:32 anak Isai, anak Obed, anak Boas, anak Salmon, anak Nahason, 3:33 anak Aminadab, anak Admin, anak Arni, anak Hezron, anak Peres, o  anak Yehuda, 3:34 anak Yakub, anak Ishak, anak Abraham, anak Terah, anak Nahor, p  3:35 anak Serug, anak Rehu, anak Peleg, anak Eber, anak Salmon, 3:36 anak Kenan, anak Arpakhsad, q  anak Sem, anak Nuh, anak Lamekh, r  3:37 anak Metusalah, anak Henokh, anak Yared, anak Mahalaleel, anak Kenan, s  3:38 anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah. t 

Perhatikan kata-kata terkahir adalah ANAK ALLAH.

Kemenangan dari keturunan Adam adalah ketika Adam berhasil memposisikan diri sebagai pemimpin yang takut akan Tuhan, dalam keluarganya.

Kemenangan dari keturunan Hawa, adalah karena jadi ANAK ALAH, bukan anak iblis.

Kembali kita teringat pada ayat ini: I Yoh 3: 11-12, anak Allah…atau anak iblis…dua pilihan ini menjadi penentunya.

3:11 Sebab inilah berita yang telah kamu dengar p  dari mulanya, q  yaitu bahwa kita harus saling mengasihi; r  3:12 bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat s  dan yang membunuh adiknya. t  Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar. u 

POLA TIGA GENERASI

Adam-Set dan Enos adalah 3 generasi yang merupakan pola Alkitabiah: Yoel 1 ayat 3, Mazmur 78: 5-7, di mana dalam pola ini ada perintah Tuhan untuk ayah mengajarkannya pada sang anak, dan anak mengajarkannya pada sang cucu , dan saat kakek meninggal, maka anak akan menjadi kakek bagi anak dari anak-anaknya, demikian seterusnya secara estafet.

Yoel 1;3

Ceritakanlah tentang itu kepada anak-anakmu, g  dan biarlah anak-anakmu menceritakannya kepada anak-anak mereka, dan anak-anak mereka kepada angkatan h  yang kemudian.

Mazmur 78: 5-7
78:5 Telah ditetapkan-Nya peringatan u  di Yakub v  dan hukum Taurat diberi-Nya di Israel; nenek moyang kita diperintahkan-Nya untuk memperkenalkannya kepada anak-anak mereka 1 78:6 supaya dikenal oleh angkatan yang kemudian, supaya anak-anak, yang akan lahir kelak, w  bangun dan menceritakannya kepada anak-anak mereka, 78:7supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah dan tidak melupakan x  perbuatan-perbuatan Allah, tetapi memegang perintah-perintah-Nya; y 

Kalau kita teliti lagi dari kitab Kejadian, nantinya kita akan simpulkan bahwasannya Set mewakili pendidikan anak yang telah berhasil, dari sebuah pola didikan keluarga yang telah dipulihkan, sementara Kain mewakili pendidikan anak yang telah gagal, dari sebuah pola didikan keluarga yang belum dipulihkan.

Keturunan Kain hanya dituliskan sampai generasi yang terbatas, hanya sampai keturunan yang ke 7 saja , dan semua keturunan mereka yang bertambah lama bertambah jahat sampai akhirnya pada zaman air bah, mereka semua musnah. Semua kehidupan mereka terpusat pada budaya. Keselamatan tidak bisa diselesaikan pada budaya, melainkan hanya lewat Kristus saja.

Tetapi keturunan SET terus ditulis sampai garis Yesus Kristus, karena Nuh adalah keturunan daripada Set.

Kesimpulan : Hari ini Dia ingin mengadakan pemulihan bagi rumah tangga-rumah tangga yang mulai menjadi tawar, buka hatimu,…biarkan Dia memulihkan hidupmu, mari berkata seperti Adam- kita mau peranakkan anak-cucu kita seperti gambar dan rupa kita, yaitu gambar dan rupa kita yang telah dipulihkan seperti gambar dan rupa Tuhan, hidup yang memuliakan nama Tuhan, membangun suatu keluarga yang harmonis bagi kemuliaan nama Tuhan, sehingga anggur yang semakin manis itu menjadi suatu berkat bagi banyak ‘tamu undangan’, bagi ‘panitia’, bagi semua orang yang bersentuhan hidup dengan kita. Amin.

 

 

PENELITIAN ZAMAN

 

PENELITIAN UMUR ADAM

Umur ADAM saat mati adalah 930 tahun

Saat Adam memperanakkan SET, dia berumur 130 tahun. Adam menjadi ayah bagi Set di usia 130 tahun

Saat Set berumur 105 tahun, Enos lahir, waktu itu berarti umur Adam 130+105= 235 tahun. Adam menjadi kakek bagi Enos  diusia 235 tahun.

Saat Enos berusia 90 tahun, Kenan lahir, waktu itu berarti umur Adam adalah 235 + 90 = 325 tahun. Adam menjadi kakek buyut buat Kenan diusia 325 tahun.

Saat Kenan berusia 70 tahun, Mahalaleel lahir, waktu itu berarti umur Adam adalah 325 +70 = 395 tahun. Adam menjadi kakek canggah buat  Mahalaleel diusia 395 tahun

Saat Mahalaleel berumur 65 tahun, Yared lahir, waktu itu berarti umur Adam adalah 395 + 65 =  460 tahun. Adam menjadi kakek gantung siwur buat Yared diusia 460 tahun

Saat Yared berusia 162 tahun, Henokh lahir, waktu itu berarti umur Adam adalah  460 +162 = 622 tahun. Adam menjadi nenek moyang bagi Henokh di usia  622 tahun

Saat Henokh berusia 65 tahun, Metusalah lahir, waktu itu berarti umur Adam adalah 622 +65 = 687 tahun. Adam menjadi nenek moyang buyut buat Metusalah di usia 687 tahun.

Henokh diangkat ke surga pada usia 365 tahun. Itu artinya ADAM selama di dunia, tidak sempat mengalami peristiwa ini. Peristiwa ini terjadi 57 tahun sebelum Adam mati (622+365=987, 987-930= 57)

Saat Metusalah berusia 187 tahun, Lamekh lahir, waktu itu berarti umur Adam adalah 687 +187 = 874 tahun. Adam menjadi nenek moyang canggah buat Lamekh di usia 874 tahun.

Pada saat Lamekh berumur 56 tahun, Adam mati. 874 +56 = 930

ADAM, nenek moyang canggah daripada lamekh,  sempat hidup bersama-sama Lamekh selama 56 tahun

Kelak ketika Lamekh berumur 182 tahun, dia memperanakkan NUH.

Artinya, Adam mati, 126 tahun sebelum NUH lahir. Adam tidak sempat menyaksikan kelahiran Nuh

(182-56 = 126 )

 

Sekarang kita selidiki tahun-tahunnya SET

Umur SET  saat mati adalah 912 tahun

Saat Set berumur 105 tahun, Enos lahir, waktu itu berarti Set menjadi ayah buat ENOS diumur 105 tahun . Sedangkan usia Adam pada saat itu adalah 235 tahun.

Saat Enos berusia 90 tahun, Kenan lahir, waktu itu berarti umur SET  menjadi kakek buat Enos pada umur 105 + 90 =195 tahun. Sedangkan usia Adam pada saat itu menjadi kakek buyut buat Kenan diusia 325 tahun.

Saat Kenan berusia 70 tahun, Mahalaleel lahir, waktu itu berarti umur Set  adalah 195:70=265  tahun. SET menjadi kakek buyut buat Mahalaleel di usia 265 tahun, dan Adam menjadi kakek canggah buat  Mahalaleel diusia 395 tahun

Saat Mahalaleel berumur 65 tahun, Yared lahir, waktu itu berarti umur Set  adalah 265 + 65 =  330  tahun. Set menjadi kakek canggah buat Yared di usia 330 tahun. Adam menjadi kakek gantung siwur buat Yared diusia 460 tahun

Saat Yared berusia 162 tahun, Henokh lahir, waktu itu berarti umur Set adalah  330 +162 = 492 tahun. Set menjadi kakek gantung siwur buat Henokh di usia 492 tahun. Adam menjadi nenek moyang bagi Henokh di usia  622 tahun

Saat Henokh berusia 65 tahun, Metusalah lahir, waktu itu berarti umur Set dalah 492 +65 = 557 tahun. Set menjadi nenik moyang buat Metusalah di usia 557 tahun, Adam menjadi nenek moyang buyut buat Metusalah di usia 687 tahun.

Henokh diangkat ke surga pada usia 365 tahun.

Itu artinya usia SET pada saat itu adalah (usia SET  saat Henokh lahir) 492 +365 = 857  tahun

ARTINYA SET  ADALAH KAKEK GANTUNG SIWUR YANG MASIH HIDUP DI ZAMAN HENOKH DIANGKAT OLEH TUHAN HIDUP HIDUP

Saat Metusalah berusia 187 tahun, Lamekh lahir, waktu itu berarti umur Set adalah 557 +187 = 744  tahun. Set menjadi nenek moyang  buyut buat Lamekh di usia 744 tahun, Adam menjadi nenek moyang canggah buat Lamekh di usia 874 tahun.

Pada saat Lamekh berumur 56 tahun, Adam mati. 874 +56 = 930

Pada saat Lamekh berusia 168 tahun, SET MATI (744+ 168 = 912)

SET mati setelah Adam telah mati selama  (168-56 =) 112 tahun

Kelak ketika Lamekh berumur 182 tahun, dia memperanakkan NUH.

Artinya, Adam mati, 126 tahun sebelum NUH lahir.

(182-56 = 126 )

Artinya, SET mati, 14  tahun sebelum NUH lahir

(182 -168= 14)

Set tidak sempat menyaksikan kelahiran NUH

 

Sekarang kita selidiki tahun-tahunnya ENOS

Umur ENOS  saat mati adalah 905 tahun

Saat Enos berusia 90 tahun, Kenan lahir, waktu itu Enos menjadi ayah buat Kenan diusia 90 tahun, waktu itu berarti umur SET  adalah105 + 90 =195 tahun. Set menjadi kakek buat Enos pada umur 195 tahun. Sedangkan usia Adam pada saat itu menjadi kakek buyut buat Kenan diusia 325 tahun.

Saat Kenan berusia 70 tahun, Mahalaleel lahir, waktu itu Enos menjadi kakek buat Mahalaleel di usia 90+70 = 160 tahun, waktu itu berarti umur Set  adalah 195:70=265  tahun. SET menjadi kakek buyut buat Mahalaleel di usia 265 tahun, dan Adam menjadi kakek canggah buat  Mahalaleel diusia 395 tahun

Saat Mahalaleel berumur 65 tahun, Yared lahir, waktu itu Enos menjadi kakek buyut bua Yared di usia 160 + 65 = 225 tahun. waktu itu berarti umur Set  adalah 265 + 65 =  330  tahun. Set menjadi kakek canggah buat Yared di usia 330 tahun. Adam menjadi kakek gantung siwur buat Yared diusia 460 tahun

Saat Yared berusia 162 tahun, Henokh lahir, waktu itu ENOS menjadi kakek canggah buat Henokh di usia 225+ 162 = 387 tahun, waktu itu berarti umur Set adalah  330 +162 = 492 tahun. Set menjadi kakek gantung siwur buat Henokh di usia 492 tahun. Adam menjadi nenek moyang bagi Henokh di usia  622 tahun

Saat Henokh berusia 65 tahun, Metusalah lahir, waktu itu ENOS menjadi kakek gantung siwur buat Metusalah di usia 387+65 = 452 tahun,  waktu itu berarti umur Set dalah 492 +65 = 557 tahun. Set menjadi nenik moyang buat Metusalah di usia 557 tahun, Adam menjadi nenek moyang buyut buat Metusalah di usia 687 tahun.

Henokh diangkat ke surga pada usia 365 tahun. Itu artinya usia Enos pada saat itu adalah 387 (usia Enos saat Henokh lahir) +365 = 752  tahun

ARTINYA ENOS ADALAH KAKEK CANGGAH YANG  MASIH HIDUP DI ZAMAN HENOKH DIANGKAT OLEH TUHAN HIDUP HIDUP

Saat Metusalah  berusia 187 tahun, Lamekh lahir, waktu itu ENOS menjadi nenek moyang buat Lamekh di usia 452+187 = 639 tahun , waktu itu berarti umur Set adalah 557 +187 = 744  tahun. Set menjadi nenek moyang  buyut buat Lamekh di usia 744 tahun, Adam menjadi nenek moyang canggah buat Lamekh di usia 874 tahun.

Saat Lamekh berusia 182 tahun, Nuh lahir, waktu itu ENOS menjadi nenek moyang buyut buat Nuh di usia 639 + 182 = 821 tahun

Pada saat Nuh berusia 84 tahun ENOS mati

905-821 = 84

ENOS hidup bersama Nuh selama 84 tahun.

 

Sekarang kita selidiki tahun-tahunnya KENAN

Umur KENAN  saat mati adalah 910 tahun

Saat Kenan berusia 70 tahun, Mahalaleel lahir, waktu itu Kenan menjadi ayah bagi Mahalaleel diusia 70 tahun, waktu itu Enos menjadi kakek buat Mahalaleel di usia 90+70 = 160 tahun, waktu itu berarti umur Set  adalah 195:70=265  tahun. SET menjadi kakek buyut buat Mahalaleel di usia 265 tahun, dan Adam menjadi kakek canggah buat  Mahalaleel diusia 395 tahun

Saat Mahalaleel berumur 65 tahun, Yared lahir, waktu itu Kenan menjadi kakek buat Yared di usia 70+65 = 135 tahun, waktu itu Enos menjadi kakek buyut bua Yared di usia 160 + 65 = 225 tahun. waktu itu berarti umur Set  adalah 265 + 65 =  330  tahun. Set menjadi kakek canggah buat Yared di usia 330 tahun. Adam menjadi kakek gantung siwur buat Yared diusia 460 tahun

Saat Yared berusia 162 tahun, Henokh lahir, waktu itu Kenan menjadi kakek buyut buat Henokh di usia 135+162 = 297 tahun, waktu itu ENOS menjadi kakek canggah buat Henokh di usia 225+ 162 = 387 tahun, waktu itu berarti umur Set adalah  330 +162 = 492 tahun. Set menjadi kakek gantung siwur buat Henokh di usia 492 tahun. Adam menjadi nenek moyang bagi Henokh di usia  622 tahun

Saat Henokh berusia 65 tahun, Metusalah lahir, waktu itu Kenan menjadi kakek canggah buat Metusalah diusia 297+65 = 362 tahun , waktu itu ENOS menjadi kakek gantung siwur buat Metusalah di usia 387+65 = 452 tahun,  waktu itu berarti umur Set dalah 492 +65 = 557 tahun. Set menjadi nenik moyang buat Metusalah di usia 557 tahun, Adam menjadi nenek moyang buyut buat Metusalah di usia 687 tahun.

Henokh diangkat ke surga pada usia 365 tahun. Itu artinya usia Kenan pada saat itu adalah (usia Enos saat Henokh lahir) 297 +365 = 662  tahun

ARTINYA KENAN ADALAH KAKEK BUYUT HENOKH YANG MASIH HIDUP DI ZAMAN HENOKH DIANGKAT OLEH TUHAN HIDUP HIDUP

Saat Metusalah  berusia 187 tahun, Lamekh lahir,  waktu itu Kenan menjadi kakek gantung siwur buat Lamekh di usia 362+187 = 549 tahun , waktu itu ENOS menjadi nenek moyang buat Lamekh di usia 452+187 = 639 tahun , waktu itu berarti umur Set adalah 557 +187 = 744  tahun. Set menjadi nenek moyang  buyut buat Lamekh di usia 744 tahun, Adam menjadi nenek moyang canggah buat Lamekh di usia 874 tahun.

Saat Lamekh berusia 182 tahun, Nuh lahir, waktu itu Kenan menjadi nenek moyang buat Nuh di usia 549+182 = 731 tahun, waktu itu ENOS menjadi nenek moyang buyut buat Nuh di usia 639 + 182 = 821 tahun

Saat Nuh berusia 179 tahun, Kenan mati

910-731 = 179

Kenan, nenek moyang Nuh,  hidup bersama Nuh 179 tahun.

ENOS, nenek moyang buyut Nuh,  hidup bersama Nuh selama 84 tahun.

 

Sekarang kita selidiki tahun-tahunnya Mahalaleel

Umur MAHALALEEL  saat mati adalah 895 tahun

Saat Mahalaleel berumur 65 tahun, Yared lahir, waktu itu, Mahalaleel menjadi ayah buat Yared diusia 65 tahun. waktu itu Kenan menjadi kakek buat Yared di usia 70+65 = 135 tahun, waktu itu Enos menjadi kakek buyut bua Yared di usia 160 + 65 = 225 tahun. waktu itu berarti umur Set  adalah 265 + 65 =  330  tahun. Set menjadi kakek canggah buat Yared di usia 330 tahun. Adam menjadi kakek gantung siwur buat Yared diusia 460 tahun

Saat Yared berusia 162 tahun, Henokh lahir, waktu itu Mahalaleel menjadi kakek buat Henokh diusia 65+162 = 227 tahun . waktu itu Kenan menjadi kakek buyut buat Henokh di usia 135+162 = 297 tahun, waktu itu ENOS menjadi kakek canggah buat Henokh di usia 225+ 162 = 387 tahun, waktu itu berarti umur Set adalah  330 +162 = 492 tahun. Set menjadi kakek gantung siwur buat Henokh di usia 492 tahun. Adam menjadi nenek moyang bagi Henokh di usia  622 tahun

Saat Henokh berusia 65 tahun, Metusalah lahir, waktu itu Mahalaleel menjadi kakek buyut buat Metusalah di usia 227+65 = 292 tahun, waktu itu Kenan menjadi kakek canggah buat Metusalah diusia 297+65 = 362 tahun , waktu itu ENOS menjadi kakek gantung siwur buat Metusalah di usia 387+65 = 452 tahun,  waktu itu berarti umur Set dalah 492 +65 = 557 tahun. Set menjadi nenik moyang buat Metusalah di usia 557 tahun, Adam menjadi nenek moyang buyut buat Metusalah di usia 687 tahun.

Henokh diangkat ke surga pada usia 365 tahun. Itu artinya usia Mahalaleel pada saat itu adalah (usia Mahalaleel saat Henokh lahir) 227 +365 = 592  tahun

ARTINYA MAHALALEEL  ADALAH KAKEK HENOKH YANG MASIH HIDUP DI ZAMAN HENOKH DIANGKAT OLEH TUHAN HIDUP HIDUP

Saat Metusalah  berusia 187 tahun, Lamekh lahir,  waktu itu Mahalaleel menjadi kakek canggah buat Lamekh di usia 292+187 = 479 tahun, waktu itu Kenan menjadi kakek gantung siwur buat Lamekh di usia 362+187 = 549 tahun , waktu itu ENOS menjadi nenek moyang buat Lamekh di usia 452+187 = 639 tahun , waktu itu berarti umur Set adalah 557 +187 = 744  tahun. Set menjadi nenek moyang  buyut buat Lamekh di usia 744 tahun, Adam menjadi nenek moyang canggah buat Lamekh di usia 874 tahun.

Saat Lamekh berusia 182 tahun, Nuh lahir, waktu itu Mahalaleel menjadi kakek gantung siwur buat Nuh, diusia 479+182 = 661 tahun, waktu itu Kenan menjadi nenek moyang buat Nuh di usia 549+182 = 731 tahun, waktu itu ENOS menjadi nenek moyang buyut buat Nuh di usia 639 + 182 = 821 tahun

Saat Nuh berusia 234 tahun, Mahalaleel mati

895-661 = 234

Mahalaleel , kakek gantung siwur buat Nuh, hidup bersama Nuh, 234 tahun.

Kenan, nenek moyang Nuh,  hidup bersama Nuh 179 tahun.

ENOS, nenek moyang buyut Nuh,  hidup bersama Nuh selama 84 tahun.

 

Sekarang kita selidiki tahun-tahunnya Yared

Umur YARED  saat mati adalah 962 tahun

Saat Yared berusia 162 tahun, Henokh lahir, waktu itu Yared menjadi ayah buat Henokh di usia 162 tahun. waktu itu Mahalaleel menjadi kakek buat Henokh diusia 65+162 = 227 tahun . waktu itu Kenan menjadi kakek buyut buat Henokh di usia 135+162 = 297 tahun, waktu itu ENOS menjadi kakek canggah buat Henokh di usia 225+ 162 = 387 tahun, waktu itu berarti umur Set adalah  330 +162 = 492 tahun. Set menjadi kakek gantung siwur buat Henokh di usia 492 tahun. Adam menjadi nenek moyang bagi Henokh di usia  622 tahun

Saat Henokh berusia 65 tahun, Metusalah lahir, waktu itu Yared menjadi kakek buat Metusalah di usia 162+65 = 227 tahun. waktu itu Mahalaleel menjadi kakek buyut buat Metusalah di usia 227+65 = 292 tahun, waktu itu Kenan menjadi kakek canggah buat Metusalah diusia 297+65 = 362 tahun , waktu itu ENOS menjadi kakek gantung siwur buat Metusalah di usia 387+65 = 452 tahun,  waktu itu berarti umur Set dalah 492 +65 = 557 tahun. Set menjadi nenik moyang buat Metusalah di usia 557 tahun, Adam menjadi nenek moyang buyut buat Metusalah di usia 687 tahun.

Henokh diangkat ke surga pada usia 365 tahun. Itu artinya usia Yared pada saat itu adalah (usia Yared saat Henokh lahir) 162 +365 = 527  tahun

ARTINYA YARED  ADALAH AYAH HENOKH YANG MASIH HIDUP DI ZAMAN HENOKH DIANGKAT OLEH TUHAN HIDUP HIDUP

Saat Metusalah  berusia 187 tahun, Lamekh lahir, waktu itu Yared menjadi kakek buyut buat Lamekh di usia 227+187 = 414 tahun.   waktu itu Mahalaleel menjadi kakek canggah buat Lamekh di usia 292+187 = 479 tahun, waktu itu Kenan menjadi kakek gantung siwur buat Lamekh di usia 362+187 = 549 tahun , waktu itu ENOS menjadi nenek moyang buat Lamekh di usia 452+187 = 639 tahun , waktu itu berarti umur Set adalah 557 +187 = 744  tahun. Set menjadi nenek moyang  buyut buat Lamekh di usia 744 tahun, Adam menjadi nenek moyang canggah buat Lamekh di usia 874 tahun.

Saat Lamekh berusia 182 tahun, Nuh lahir, waktu itu Yared menjadi kakek canggah buat Nuh di usia 414+182 = 596 tahun. waktu itu Mahalaleel menjadi kakek gantung siwur buat Nuh, diusia 479+182 = 661 tahun, waktu itu Kenan menjadi nenek moyang buat Nuh di usia 549+182 = 731 tahun, waktu itu ENOS menjadi nenek moyang buyut buat Nuh di usia 639 + 182 = 821 tahun

Saat Nuh berusia 366 tahun, Yared mati

962-596 =366

Yared , kakek canggah buat Nuh, hidup bersama Nuh 366 tahun.

Mahalaleel , kakek gantung siwur buat Nuh, hidup bersama Nuh, 234 tahun.

Kenan, nenek moyang Nuh,  hidup bersama Nuh 179 tahun.

ENOS, nenek moyang buyut Nuh,  hidup bersama Nuh selama 84 tahun.

 

Sekarang kita selidiki tahun-tahunnya Henokh

Umur Henokh   saat diangkat ke surga adalah 365 tahun

Saat Henokh berusia 65 tahun, Metusalah lahir, waktu itu Henokh jadi ayah buat Metusalah di usia 65 tahun, waktu itu Yared menjadi kakek buat Metusalah di usia 162+65 = 227 tahun. waktu itu Mahalaleel menjadi kakek buyut buat Metusalah di usia 227+65 = 292 tahun, waktu itu Kenan menjadi kakek canggah buat Metusalah diusia 297+65 = 362 tahun , waktu itu ENOS menjadi kakek gantung siwur buat Metusalah di usia 387+65 = 452 tahun,  waktu itu berarti umur Set dalah 492 +65 = 557 tahun. Set menjadi nenik moyang buat Metusalah di usia 557 tahun, Adam menjadi nenek moyang buyut buat Metusalah di usia 687 tahun.

Saat Metusalah  berusia 187 tahun, Lamekh lahir, waktu itu Henokh menjadi kakek buat Lamekh di usia 65+187 = 252 tahun,  waktu itu Yared menjadi kakek buyut buat Lamekh di usia 227+187 = 414 tahun.   waktu itu Mahalaleel menjadi kakek canggah buat Lamekh di usia 292+187 = 479 tahun, waktu itu Kenan menjadi kakek gantung siwur buat Lamekh di usia 362+187 = 549 tahun , waktu itu ENOS menjadi nenek moyang buat Lamekh di usia 452+187 = 639 tahun , waktu itu berarti umur Set adalah 557 +187 = 744  tahun. Set menjadi nenek moyang  buyut buat Lamekh di usia 744 tahun, Adam menjadi nenek moyang canggah buat Lamekh di usia 874 tahun.

Umur Henokh   saat diangkat ke surga adalah 365 tahun

Henokh tidak sempat menjadi kakek buyut daripada Nuh .

 

Pada saat Metusalah berusia  365-65= 300  tahun, Henokh, ayahnya, dianggat naik

Pada saat Lamekh berusia 113 tahun,  Henokh, kakek Lamekh, dianggat naik.

365-252= 113

Henokh , sempat menjadi kakek yang menemani Lamekh hidup selama 113 tahun

Henokh , tidak sempat melihat Nuh, cucu buyutnya.

Henokh lebih dulu diangkat ke surga daripada Yared, ayahnya, 

lebih dulu diangkat ke surga daripada Mahalaleel, kekeknya

lebih dulu diangkat ke surga daripada Kenan, kakek buyutnya

lebih dulu diangkat ke surga daripada Enos, kakek canggahnya

 

 

Sekarang kita selidiki tahun-tahunnya Metusalah

Umur  Metusalah  saat mati adalah 969 tahun

Saat Metusalah  berusia 187 tahun, Lamekh lahir, waktu itu Metusalah menjadi seorang ayah buat Lamekh pada usia 187 tahun.  waktu itu Yared menjadi kakek buyut buat Lamekh di usia 227+187 = 414 tahun.   waktu itu Mahalaleel menjadi kakek canggah buat Lamekh di usia 292+187 = 479 tahun, waktu itu Kenan menjadi kakek gantung siwur buat Lamekh di usia 362+187 = 549 tahun , waktu itu ENOS menjadi nenek moyang buat Lamekh di usia 452+187 = 639 tahun , waktu itu berarti umur Set adalah 557 +187 = 744  tahun. Set menjadi nenek moyang  buyut buat Lamekh di usia 744 tahun, Adam menjadi nenek moyang canggah buat Lamekh di usia 874 tahun.

Saat Lamekh berusia 182 tahun, Nuh lahir, waktu itu Metusalah menjadi seorang kakek buat Nuh di usia 187+ 182 = 369 tahun , waktu itu Yared menjadi kakek canggah buat Nuh di usia 414+182 = 596 tahun. waktu itu Mahalaleel menjadi kakek gantung siwur buat Nuh, diusia 479+182 = 661 tahun, waktu itu Kenan menjadi nenek moyang buat Nuh di usia 549+182 = 731 tahun, waktu itu ENOS menjadi nenek moyang buyut buat Nuh di usia 639 + 182 = 821 tahun

Saat Nuh berusia 500 tahun (dan selebihnya, karena tidak ada keterangan bahwa Sem-ham dan Yafet adalah anak kembar)  , Sem  Ham dan Yafet lahir, waktu itu Metusalah menjadi seorang kakek buyut buat Sem, Ham dan Yafet di usia  369 +500 = 869 tahun.

Saat Sem Ham dan Yafet berusia 969-869 = 100 tahun (dan selebihnya-karena 3 orang), pada saat Metusalah sang kakek buyut mereka mati.

Metusalah sempat hidup bersama Sem Ham dan Yafet sebagai seorang kakek buyut buat mereka selama 100 tahun

 

Perhatikan di sini…walaupun usia Metusalah adalah yang paling tua di dunia, 969 tahun, namun di usia setua itu, dia hanya mendampingi sampai 3 generasi di bawahnya, mengapa bisa demikian? Karena Nuh baru memperanakkan Sem , Ham dan Yafet di usia 500 tahun. Itu artinya, walau untuk menunggu 500 tahun sekalipun, kalau Tuhan berkehendak Metusalah menjadi Kakek Buyut buat cucu-cucu buyutnya, bahkan 100 tahun pun menambah umurnya agar bisa berestafet dengan 3 generasi di bawahnya, Tuhan tidak pelit-pelit memberi umur panjang kepadanya. Bandingkan dengan generasi-generasi di atas Metusalah, yang berkesempatan mengantarkan tongkat estafet sampai :

Adam- meneruskan tongkat generasi sampai ke 8 generasi di bawahnya- padahal usia Adam 930 tahun

Set- 7 generasi di bawahnya- padahal usia SET 912 tahun

Enos-7 generasi di bawahnya- padahal usia Enos 905 tahun

Kenan-6 generasi di bawahnya- padahal usia Kenan-910 tahun

Mahalaleel-5 generasi di bawahnya- padahal usia Mahalaleel 895 tahun

Yared- 4 generasi di bawahnya – padahal usia Yared-962 tahun

Henokh-2 generasi di bawahnya- usia Henokh 365 tahun

Metusalah-3 generasi di bawahnya- padahal usia Metusalah 969 tahun

NUH-SEM-HAM-YAFET- belum kita selidiki untuk saat ini ( bersambung)

 

Jadi usia Metusalah hanya 7 tahun lebih tua daripada Yared, tetapi Yared berkesempatan meneruskan tongkat generasi sampai 4 generasi di bawahnya, sedang Metusalah hanya sampai 3 generasi di bawahnya.

Dan usia Metusalah, hanya 39 tahun lebih tua daripada Adam, 57 tahun lebih tua daripada Set, dan 64 tahun lebih tua daripada Enos, tetapi Adam dalam usia yang terpaut sedikit dengan Metusalah, bisa berkesempatan meneruskan estafet ke 8 generasi dibawahnya , dan Set serta Enos, juga sama kasus, dengan selisih umur yang terpaut sedikit dengan Metusalah, bisa berkesempatan meneruskan estafet ke 7 generasi di bawahnya, Sedangkan Metusalah sekalipun usianya terpanjang dari mereka semua, dan terpanjang di seluruh sejarah umat manusia, hanya berkesempatan meneruskan estafet sampai 3 generasi di bawahnya.

Kalau Tuhan mau…untuk estafet ini terus berjalan..dan Nuh harus kenyang dahulu dengan semua pola ini sampai permanent, barulah Nuh di’lepas’ di ‘launching’ pada zamannya untuk memperanakkan Sem Ham dan Yafet, sehingga Nuh menjadi pribadi yang sungguh-sungguh hidup berbeda dari orang-orang sezamannya.

 

 

Sekarang kita selidiki tahun-tahunnya LAMEKH

Umur  LAMEKH   saat mati adalah 777 tahun

Saat Lamekh berusia 182 tahun, Nuh lahir, waktu itu Lamekh menjadi ayah buat Nuh pada umur 182 tahun, waktu itu Metusalah menjadi seorang kakek buat Nuh di usia 187+ 182 = 369 tahun , waktu itu Yared menjadi kakek canggah buat Nuh di usia 414+182 = 596 tahun. waktu itu Mahalaleel menjadi kakek gantung siwur buat Nuh, diusia 479+182 = 661 tahun, waktu itu Kenan menjadi nenek moyang buat Nuh di usia 549+182 = 731 tahun, waktu itu ENOS menjadi nenek moyang buyut buat Nuh di usia 639 + 182 = 821 tahun

Saat Nuh berusia 500 tahun (dan selebihnya, karena tidak ada keterangan bahwa Sem-ham dan Yafet adalah anak kembar)  , Sem  Ham dan Yafet lahir, waktu itu Lamekh menjadi seorang kakek buat Sem Ham dan Yafet pada umur 182+500 = 682 tahun, waktu itu Metusalah menjadi seorang kakek buyut buat Sem, Ham dan Yafet di usia  369 +500 = 869 tahun.

Pada saat Nuh berusia 595 Lamekh ayahnya mati

777-182= 595

Saat Sem Ham dan Yafet berusia 95 tahun (dan selebihnya), saat Lamekh, kakek mereka mati.

777-682 = 95

Lamekh sempat hidup bersama cucu-cucunya selama 95 tahun.

Lamekh mati lebih dulu daripada Metusalah ayahnya,

 

PENELITIAN TENTANG SEM-HAM-YAFET ( penelitian sementara- lain waktu kita lanjutkan)

 

Saat Sem Ham dan Yafet berusia 999-869 = 130 tahun (dan selebihnya-karena 3 orang), pada saat Metusalah sang kakek buyut mereka mati.

Metusalah sempat hidup bersama Sem Ham dan Yafet sebagai seorang kakek buyut buat mereka selama 100 tahun

Usia Nuh sampai 950 tahun.

Saat Nuh dilahirkan usia Metusalah, kakeknya adalah 369 tahun. Itu artinya selisih usia Nuh dengan Metusalah kakeknya adalah 369 tahun

Usia Metusalah sampai 969 tahun, itu artinya  Metusalah hidup bersama Nuh , cucunya, selama 969-369 = 600 tahun.

Perintah membuat bahtera terjadi pada saat Nuh berusia 500 tahun. Saat itu usia Metusalah adalah 500 +369 = 869

Pada saat usia Nuh mencapai 600 tahun, air bah menutupi bumi, saat itu usia Metusalah adalah 600+369 = 969 tahun

Pas. Pada tahun yang sama dimana air bah melanda bumi, Metusalah, kakek Nuh, mati di usia 969.

 

KESIMPULAN PENELITIAN ZAMAN.

  1. Ada berkat kesulungan, karena dalam Kejadian pasal 5;1-32 selalu terjadi pengulangan kalimat seperti ini:…setelah memperanakkan SET ( dan nama-nama lainnya di beberapa ayat)…ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. Siapa nama-nama mereka? Tidak dicatat, karena yang dicatat hanya anak SULUNG
  2. Ada pola 3 generasi di sini yang selalu berjalan: Ayah, Anak, Kakek, jika digambarkan dalam skema adalah sbb:

 

 

ADAM GENERASI 1
SET ADAM GENERASI 2
ENOS SET ADAM GENERASI 3
KENAN ENOS SET ADAM GENERASI 4
MAHALALEEL KENAN ENOS SET ADAM GENERASI 5
YARED MAHALALEEL KENAN ENOS SET ADAM GENERASI 6
HENOKH YARED MAHALALEEL KENAN ENOS SET ADAM GENERASI 7
METUSALAH HENOKH YARED MAHALALEEL KENAN ENOS SET ADAM GENERASI 8
LAMEKH METUSALAH HENOKH YARED MAHALALEEL KENAN ENOS SET ADAM GENERASI 9
NUH LAMEKH METUSALAH YARED MAHALALEEL KENAN ENOS GENERASI 10
SEM , HAM, YAFET NUH LAMEKH METUSALAH GENERASI 11

keterangan; jika karena kelemahan wordpress anda tidak dapat membaca bagan ini dengan sempurna, saya sarankan anda download gratis bagan sbb: dengan klik tautan berikut anda langsung bisa membaca dari komputer anda:

TABEL KEJADIAN 5

 

Adam (sebagai generasi 1)  hidup mendampingi anaknya (generasi 2), cucunya (generasi 3) dan terus sampai generasi ke 9

Adam terus mendampingi generasi-generasi dibawahnya dengan diberi kesempatan oleh Tuhan meneruskan tongkat estafet itu sampai generasi daripada LAMEKH. Adam sempat menemani Lamekh sampai Lamekh berusia 56 tahun. Dimana Lamekh nantinya akan menjadi kakek yg meneruskannya pada Nuh, dan Lamekh masih akan mendampingi Nuh menjadi seorang ayah buat cucu-cucunya Sem Ham dan Yafet. Di sini kita lihat, kematian Adam adalah sampai mempersiapkan kakek daripada Sem, Ham dan Yafet. Saya percaya karena Adam diberi mandat oleh Tuhan untuk beranak cucu dan bertambah banyak, maka Adam diberi mandat untuk membuat POLA ILAHI ini begitu kuat dalam estafet pendampingannya sebagai manusia pertama yang pernah paling intim dengan Tuhan di Eden dulu -sebelum kejatuhannya dalam dosa-  dan setelah Adam hidup dalam pemulihan dan pertobatan, Tuhan terus memberi kesempatan-kesempatan yang berikutnya pada Adam untuk terus mengulang pelajaran ini, sampai 8 generasi di bawahnya.

Adam diijinkan Tuhan bertahan hidup di zaman Henokh (6 generasi di bawahnya) , jadi saat Henokh diangkat hidup-hidup ke surga tanpa mengalami kematian, Adam ada di zaman itu, dia mengalami kuasa dari sebuah pemulihan keluarga dengan metode ilahi pola estafet 3 generasi.

Set (sebagai generasi 1)  hidup mendampingi anaknya (generasi 2), cucunya (generasi 3) dan terus sampai generasi ke 8

Set sama seperti Adam, ayahnya, dia terus mendampingi generasi-generasi dibawahnya dengan diberi kesempatan oleh Tuhan meneruskan tongkat estafet itu sampai generasi daripada LAMEKH. Set sempat menemani Lamekh sampai Lamekh berusia 168 tahun. Dimana Lamekh nantinya akan menjadi kakek yg meneruskannya pada Nuh, dan Lamekh masih akan mendampingi Nuh menjadi seorang ayah buat cucu-cucunya Sem Ham dan Yafet. Di sini kita lihat, kematian SET sebagai generasi pertama yang dididik dengan cara yang benar, dibawa takut akan Tuhan, menjadi generasi pertama yang mengecap pemulihan keluarga, SET berkewajiban sampai mempersiapkan kakek daripada Sem, Ham dan Yafet. Pendampingan ini begitu penting dan kuat sampai harus diulang terus sampai 7 generasi di bawahnya.

Set diijinkan Tuhan bertahan hidup di zaman Henokh (5 generasi di bawahnya) , jadi saat Henokh diangkat hidup-hidup ke surga tanpa mengalami kematian, Set ada di zaman itu, dia mengalami kuasa dari sebuah pemulihan keluarga dengan metode ilahi pola estafet 3 generasi.

Enos (sebagai generasi 1) hidup mendampingi anaknya (generasi 2), cucunya (generasi 3) dan terus sampai generasi ke 8

Enos melihat hasil daripada kerja kerasnya mempelopori menyebut nama Tuhan pada zamannya, dan pengaruhnya sangat kuat sampai ia melihat dengan mata kepala sendiri, 7 generasi di bawahnya, yaitu Nuh, menjadi orang yang hidup berbeda dari orang-orang sezamannya.

Enos, diijinkan Tuhan bertahan hidup di zaman Henokh 4 generasi di bawahnya) , jadi saat Henokh diangkat hidup-hidup ke surga tanpa mengalami kematian, Enos ada di zaman itu, dia mengalami kuasa dari sebuah pemulihan keluarga dengan metode ilahi pola estafet 3 generasi.

 

Kenan (sebagai generasi 1) hidup mendampingi anaknya (generasi 2), cucunya (generasi 3) dan terus sampai generasi ke 7

Kenan sebagai anak daripada ENOS, diijinkan Tuhan mendampingi 6 generasi dibawahnya sampai mempersiapkan Nuh. Pengaruh yang kuat dari ENOS ayahnya, membuat Kenan harus menjadi bukti bahwa menyerukan nama Tuhan itu menjadi gaya hidup yang terus ditularkan sampai 6 generasi di bawahnya. Kita masih mencium pola 3 generasi di sini, yang digarisbawahi dari ENOS, sang pelopor praise and worship pada zamannya ENOS-KENAN

Kenan, diijinkan Tuhan bertahan hidup di zaman Henokh 3 generasi di bawahnya) , jadi saat Henokh diangkat hidup-hidup ke surga tanpa mengalami kematian, Kenan ada di zaman itu, dia mengalami kuasa dari sebuah pemulihan keluarga dengan metode ilahi pola estafet 3 generasi.

Mahalaleel (sebagai generasi 1) hidup mendampingi anaknya (generasi 2), cucunya (generasi 3) dan terus sampai generasi ke 6

Mahalaleel sebagai cucu daripada ENOS, diijinkan Tuhan mendampingi 5 generasi dibawahnya sampai mempersiapkan Nuh. Pengaruh yang kuat dari ENOS kakeknya, membuat Mahalaleel  harus menjadi bukti bahwa menyerukan nama Tuhan itu menjadi gaya hidup yang terus ditularkan sampai 5 generasi di bawahnya. Kita masih mencium pola 3 generasi di sini, yang digarisbawahi dari ENOS, sang pelopor praise and worship pada zamannya. ENOS-KENAN-MAHALALEEL

Mahalaleel, diijinkan Tuhan bertahan hidup di zaman Henokh2 generasi di bawahnya) , jadi saat Henokh diangkat hidup-hidup ke surga tanpa mengalami kematian, Mahalaleel ada di zaman itu, dia adalah KAKEK YANG mengalami kuasa dari sebuah pemulihan keluarga dengan metode ilahi pola estafet 3 generasi, dimana CUCUNYA Henokh diangkat hidup-hidup. Luar biasa..!

Yared (sebagai generasi 1) hidup mendampingi anaknya (generasi 2), cucunya (generasi 3) dan terus sampai generasi ke 5

Kini pola 3 generasi itu dijajal keberhasilannya, apakah dibawah ENOS, sang pelopor itu, yaitu generasi anaknya KENAN, masih bisa diperhitungkan KENAN sebagai hitungan pertama (kakek) yang bisa saja kita sebut sebagai KENOS JUNIOR, apakah KENAN berhasil menjadi KENOS SENIOR, yang meneruskan estafet itu secara kuat pada anaknya Mahaleel, dan pada cucunya Yared. Ternyata berhasil, Yared masih memegang dengan kuat tongkat estafet itu. Bahkan bisa dikatakan , penjajalan ini bisa dinilai sangat berhasil, karena Yared yang adalah CICIT daripada ENOS, jadi di sini sudah terjadi 2 gelombang pola 3 generasi;

GELOMBANG 1. ENOS-KENAN-MAHALALEEL.

GELOMBANG 2. KENAN-MAHALALEEL-YARED.

Mengapa saya hitung Enos sebagai gelombang 1, karena dia pelopor praise and worship pada zamannya. Sampai di mana pola 3 generasi ini berhasil mencetak generasi di bawahnya (anak) menjadi hitungan 1 lagi untuk 2 generasi di bawahnya (anaknya kini menjadi KAKEK buat CUCU BUYUTNYA , dan sampai dimana pola 3 generasi ini berhasil mencetak 2 generasi di bawahnya, yaitu si CUCU yang berhasil menjadi KAKEK BUAT cucu canggahnya

Ternyata semakin kuat pengaruhnya, Yared berhasil mendidik HENOKH, tokoh yang fenomenal sekali karena diangkat ke surga tanpa mengalami kematian. Hmmmm luar biasa !

Yared, diijinkan Tuhan bertahan hidup di zaman Henokh 1generasi di bawahnya) , jadi saat Henokh diangkat hidup-hidup ke surga tanpa mengalami kematian, Yared ada di zaman itu, dia adalah AYAH YANG mengalami kuasa dari sebuah pemulihan keluarga dengan metode ilahi pola estafet 3 generasi, dimana ANAKNYA Henokh diangkat hidup-hidup. Luar biasa..!

Henokh (sebagai generasi 1) hidup mendampingi anaknya (generasi 2), cucunya (generasi 3)

Sesingkat-singkatnya hidup Henokh pada zaman itu, tetapi POLA 3 GENERASI INI BERJALAN, Henokh tetap berkesempatan menjadi ayah yang mengestafetkan pada anaknya, dan kakek yang mendampingi anaknya mengestafetkan pada cucunya.

Ketiadaan kakek dalam sebuah generasi adalah sebuah kutuk, yang pernah menimpa keluarga Imam Eli, jadi sebelum keturunannya mencapai umur panjang layaknya seorang kakek, sudah keburu mati duluan, mati muda, mati tanpa sempat mengestafetkan hidupnya pada generasi cucu.

1Sam 2:31

Sesungguhnya akan datang waktunya, bahwa Aku akan mematahkan tangan kekuatanmu 1  dan tangan kekuatan kaummu, sehingga tidak ada seorang kakek dalam keluargamu. f 

Sekalipun hidup Henokh tergolong singkat pada zamannya, namun Henokh si saleh itu, yang hidup bergaul dengan Allah itu, diberi kesempatan oleh Tuhan meneruskan tongkat estafet itu sampai generasi daripada LAMEKH. Adam sempat menemani Lamekh sampai Lamekh berusia 113 tahun. Dimana Lamekh nantinya akan menjadi kakek yg meneruskannya pada Nuh, dan Lamekh masih akan mendampingi Nuh menjadi seorang ayah buat cucu-cucunya Sem Ham dan Yafet. Di sini kita lihat, kematian Henokh, tak lain tak bukan adalah sampai mempersiapkan kakek daripada Sem, Ham dan Yafet.

Metusalah  (sebagai generasi 1) hidup mendampingi anaknya (generasi 2), cucunya (generasi 3) dan terus sampai generasi ke 4

Metusalah hidup lebih lama dari anaknya.Walaupun Lamekh ,anaknya mati lebih dahulu, namun demikian Metusalah hidup pada zaman cucunya, Nuh, bahkan cicitnya, Sem Ham dan Yafet, dan menghantarkan keluarga 3 generasi dibawahnya sampai ke pintu BAHTERA, karena Metusalah orang yang umurnya paling panjang, dan dia diberi kesempatan untuk menghantarkan cucunya dan cicitnya sampai ke finishing bahtera, walaupun pada saat itu anaknya telah meninggal lebih dulu. Di sini kita lihat bahwa pola 3 generasi itu tetap berjalan

Lamekh (sebagai generasi 1) hidup mendampingi anaknya (generasi 2), cucunya (generasi 3)

Walaupun dia mati lebih dulu daripada ayahnya, Metusalah, namun dia sempat menjadi kakek buat cucu-cucunya Sem Ham dan Yafet selama 95 tahun. Di sinilah pola 3 generasi tetap berlaku

Nuh (sebagai generasi 1) hidup mendampingi anak-nya (generasi 2), ….(selanjutnya belum kita bahas anak-anak daripada Sem Ham dan Yafet)

Nuh adalah pribadi yang benar-benar dipersiapkan oleh Tuhan , melalui beberapa generasi di atasnya, sbb:

  • Enos, 7 generasi di atasnya, sang pelopor
  • Kenan, 6 generasi di atasnya
  • Mahalaleel, 5 generasi di atasnya
  • Yared, 4 generasi di atasnya.
    • Nuh tidak sempat mengecap menjadi cucu buyut yang digendong Henokh, namun itu tidak menjadi masalah, karena kakek buyut tidak termasuk dalam pola 3 generasi. Nuh telah mengecap pola 3 generasi dari METUSALAH-LAMEKH dan DIRINYA SENDIRI-NUH.
  • Metusalah, 2 generasi di atasnya
  • Lamekh, 1 generasi di atasnya.

SEM HAM DAN YAFET

Memiliki kakek bernama Lamekh yang mengalami dan bisa bercerita pada mereka mulai dari apa yang terjadi dengan ADAM , manusia pertama, apa yang terjadi dengan keluarga mereka, bagaimana dengan Set, dst. Karena Lamekh mengalami semua nenek moyangnya secara lengkap dari 9 generasi dari Adam sampai generasi kakek Lamekh

Kisah selengkap ini dari sang kakek, mungkin saat-saat mereka tidur bersama dan merangkai cerita-cerita ini sebagai pengantar tidur dari sang kakek pada cucunya, mengantar mereka Sem Ham dan Yafet menjadi keluarga yang benar benar tinggal dalam kesatuan yang solid, kompak, bisa bekerja sama, tidak ada kubu-kubuan dalam keluarga mereka. Mau sepakat dengan orang tua mereka (NUH)- bandingkan dengan keluarga Lot, yang tidak mendapat respek dari anak-anak dan para calon menantunya.

 (Jika tidak demikian, mustahil Nuh bisa menyelesaikan bahtera itu yang dibuatnya dalam kurun waktu 100 tahun, jika tidak dibantu oleh anak-anaknya)

 

3. Pola 3 generasi inilah yang menyebabkan adanya PARADOKS yang sangat mencolok, dimana pada zaman itu, orang yang jahat sedemikian jahatnya, sampai Tuhan menghukum mereka dengan air bah, tetapi orang yang kudus sedemikian kudusnya, sampai –sampai Henokh terangkat ke surga hidup-hidup, tidak mengalami kematian. Jadi kesimpulannya apabila kita hidup dengan pola 3 generasi, kita dapat menjadi GENERASI YANG BERBEDA dari generasi dunia. Benar benar dapat menjadi generasi yang menaklukkan bumi.

Bersambung………………….

BAROMETER VISI HIDUP KITA

BAROMETER VISI HIDUP KITA

 

 

 

VISI TUHAN ATAS HIDUP KITA

 

Kita akan mempelajari kisah hidup Saul yang tercermin dari arti-arti nama dari segenap keluarganya.

 

BERKENALAN DENGAN LATAR BELAKANG KELUARGA SAUL

Saul adalah anak tunggal dari keluarganya, ayahnya Kish hanya memiliki satu anak saja, yaitu Saul I Taw 8:33

. Arti nama Saul adalah ‘desired’ , ‘diinginkan’.

I Taw 8;33 Ner memperanakkan Kish; Kish memperanakkan Saul; Saul memperanakkan Yonatan, Malkisua, Abinadab dan Esbaal.

Saul adalah anak yang sangat dinanti-nantikan kelahirannya oleh keluarganya, dan menjadi anak tunggal yang sangat diinginkan, dimanja dan dipuji-puji sejak kecilnya.

Hal ini tercermin pada I Sam 9: 5 dimana pada saat Saul diperintahkan ayahnya mencari keledai betina yang hilang, Saul mau buru-buru pulang karena pengenalannya terhadap ayahnya yang rupanya sering sekali  mengkawatirkan dia, padahal pada saat itu tentunya dia sudah dewasa dan bahkan di pembahasan kemudian kita akan ketahui bahwa pada saat peristiwa itu terjadi, dia sudah berkeluarga. Kata kuatir ini muncul lagi dua kali dalam perikop yang sama, dari hal ini kita bisa ketahui bersama, untuk melepas Saul yang sudah dewasa dan sudah menikah,  pergi mencari keledai betina yang hilang,  Kish, ayah Saul harus melepasnya bersama seorang bujang, dan bekal uang untuk mereka dititipkan pada sang bujang, bukan pada anaknya ( jadi di sini terlihat Saul sampai dewasa masih diperlakukan seperti anak kecil, sangat diproteksi sekali dan terlihat tidak dilatih untuk menjadi dewasa)

I Sam 9: 3-8

Kish, ayah Saul itu, kehilangan keledai-keledai  betinanya. Sebab itu berkatalah Kish kepada Saul, anaknya: “Ambillah salah seorang bujang, bersiaplah dan pergilah mencari keledai-keledai itu.”  Lalu mereka berjalan melalui pegunungan  Efraim; juga mereka berjalan melalui tanah Salisa,  tetapi tidak menemuinya. Kemudian mereka berjalan melalui tanah Sahalim, tetapi keledai-keledai  itu tidak ada; kemudian mereka berjalan melalui tanah Benyamin, tetapi tidak menemuinya.  Ketika mereka sampai ke tanah Zuf, berkatalah Saul kepada bujangnya yang bersama-sama dengan dia: “Mari, kita pulang. Nanti ayahku tidak lagi memikirkan keledai-keledai itu, tetapi kuatir  mengenai kita.”  Tetapi orang ini berkata kepadanya: “Tunggu, di kota ini ada seorang abdi Allah,  seorang yang terhormat; segala  yang dikatakannya pasti terjadi. Marilah kita pergi ke sana sekarang juga, mungkin ia dapat memberitahukan kepada kita tentang perjalanan yang kita tempuh ini.”  Jawab Saul kepada bujangnya itu: “Tetapi kalau kita pergi, apakah yang kita bawa kepada orang itu? Sebab roti di kantong kita telah habis, dan tidak ada pemberian  untuk dibawa kepada abdi Allah itu. Apakah yang ada pada kita?” Jawab bujang itu pula kepada Saul: “Masih ada padaku seperempat syikal perak; itu dapat aku berikan kepada abdi Allah itu,

I Sam 10:2..mencatat mengenai nubuatan Samuel akan tanda-tanda yang akan digenapi oleh Tuhan dalam perjalanan Saul pulang ke rumahnya, penulis kitab Samuel tidak segan-segan menuliskan kembali mengenai kekuatiran Kish, ayah Saul ini

I Sam 10:2

 Apabila engkau pada hari ini pergi meninggalkan aku, maka engkau akan bertemu dengan dua orang laki-laki di dekat kubur  Rahel, di daerah Benyamin, di Zelzah. Mereka akan berkata kepadamu: Keledai-keledai  yang engkau cari itu telah diketemukan; dan ayahmu tidak memikirkan keledai-keledai itu lagi, tetapi ia kuatir  mengenai kamu, katanya: Apakah yang akan kuperbuat untuk anakku itu?

Saul berasal dari keluarga kaya. Hal ini tercermin dari I Sam 9: 1.

I Sam 9:1

Ada seorang dari daerah Benyamin, namanya Kish bin Abiel, bin Zeror, bin Bekhorat, bin Afiah, seorang suku Benyamin, seorang yang berada (berada=’Chayil’= kaya raya= makmur)

Dan dikatakan pada I Sam 9: 3 bahwa Kish memiliki keledai-keledai, artinya keledainya tidak hanya satu, tetapi banyak,

I Sam 9: 3-8

Kish, ayah Saul itu, kehilangan keledai-keledai  betinanya. Sebab itu berkatalah Kish kepada Saul, anaknya: “Ambillah salah seorang bujang, bersiaplah dan pergilah mencari keledai-keledai itu.”

Padalal, keledai adalah salah satu binatang yang dianggap sebagai barang milik yang berharga, hal ini dapat kita lihat pada ayat berikut ini:

Ulangan 5: 21

Jangan mengingini isteri sesamamu, dan jangan menghasratkan rumahnya, atau ladangnya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya, atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.

Dan dari kutipan ayat sebelumnya yang tadi di atas , terlihat jelas bahwa Kish memiliki banyak pelayan/bujang, sehingga memerintahkan Saul pergi bersama salah seorang bujangnya.  Bahkan bujangnya ini pun membawa ‘masih ada padaku’ seperempat syikal perak, 1 Sam 9:8. Itu mengisyaratkan tadinya mungkin saja bahwa bekal mereka lebih banyak lagi, dan saat itu, Cuma itu yang tersisa, ‘seperempat syikal perak’

Selain orang berada, rupanya di rumah Saul di Gibea, keluarga Kish cukup terpandang dan terkenal

Dari ayat inilah kita tahu bahwa Saul berasal dari Gibea.

I Sam 15: 34

Kemudian Samuel pergi ke Rama, tetapi Saul pergi ke rumahnya, di Gibea-Saul.

Dari ayat ini di bawah ini, kita tahu, bahwa keluarga Saul adalah keluarga yang cukup tersohor/ terkenal di Gibea, mungkin saja mereka mengenal Kish, si orang Gibea yang kaya raya,  ayah Saul, dan juga orang-orang Gibea mengenal betul siapa Saul,bisa jadi karena Kish hanya memiliki Saul sebagai anak semata wayangnya. Karena Kish seorang pengusaha, mereka, orang-orang penduduk Gibea,  menjadi terheran-heran, si anak pengusaha ini kog bisa kepenuhan seperti nabi, padahal kan Saul tidak punya asal-usul dari keluarga nabi?

I Sam 10: 10-13

Ketika mereka sampai di Gibea dari sana, maka bertemulah ia dengan serombongan nabi; Roh Allah berkuasa atasnya dan Saul turut kepenuhan  seperti nabi di tengah-tengah mereka.  Dan semua orang yang mengenalnya dari dahulu melihat dengan heran, bahwa ia bernubuat bersama-sama dengan nabi-nabi itu; lalu berkatalah orang banyak yang satu kepada yang lain: “Apakah gerangan j  yang terjadi dengan anak Kish itu? Apa Saul juga termasuk golongan nabi?  ”  Lalu seorang dari tempat itu menjawab: “Siapakah bapa mereka?” –Itulah sebabnya menjadi peribahasa: Apa Saul juga termasuk golongan nabi?  Setelah habis ia kepenuhan  seperti nabi, pulanglah ia.

BERKENALAN LEBIH JAUH DENGAN PRIBADI SAUL

Tentu sebagai anak tunggal , Saul sangat dimanjakan oleh bergelimangan kekayaan orang tuanya. Saul juga selain dari keluarga kaya raya, dia seorang yang berparas paling tampan dari antara semua pria di Israel, ibaratnya kalau zaman sekarang, Saul pastilah terpilih sebagai seorang Cover Boy,  I Sam 9: 2, dan tidak itu saja, dia  berperawakan atletis , tinggi dan sangat menawan semua mata yang melihat kecantikan luarnya/ outer beauty.

I Sam 9: 2.

Orang ini ada anaknya laki-laki, namanya Saul, seorang muda yang elok rupanya; c tidak ada seorangpun dari antara orang Israel yang lebih  elok dari padanya: dari bahu ke atas ia lebih tinggi  dari pada setiap orang sebangsanya.

Saul sebenarnya juga seorang yang memperhatikan good looking/ memperhatikan penampilan agar enak dilihat, kemungkinan besar dia orang yang necis, rapi, dan sangat fashionable, dan hal itu sangat mewarnai pemerintahannya, dimana dia mendandani orang Israel sedemikian rupa, sehingga pada Zaman Saul memerintah, para rakyat perempuan hidup dengan pakaian mewah dari kain mahal,  kain Kirmizi dan juga mengenakan pakaian yang berhiaskan emas. Hal tersebut terlihat dari ayat ini

II Sam 1: 24

 Hai anak-anak perempuan Israel, menangislah karena Saul,  yang mendandani kamu dengan pakaian mewah dari kain kirmizi, yang menyematkan perhiasan emas pada pakaianmu

Tidak hanya itu saja, tetapi Saul juga seorang yang tangkas dalam menggunakan senjata, cepat, dan kuat

II Sam 1: 22

… dan pedang Saul tidak kembali dengan hampa.

            II Sam 1: 23

Mereka lebih cepat dari burung rajawali,  mereka lebih kuat dari singa. 

Kepribadian Saul sebenarnya adalah orang yang dicintai dan yang ramah.

            II Sam 1: 23

Saul dan Yonatan, orang-orang yang dicintai dan yang ramah….

MELIHAT LEBIH JAUH KEHIDUPAN KELUARGA SAUL

Ketika Saul dewasa, ia menikah dengan seorang perempuan bernama Ahinoam anak Ahimaas.

Menarik sekali di sini, Ahimaas, mertua Saul memiliki arti nama  “my brother is anger (wrath)” ‘Saudara saya adalah marah/murka’. Dan dia menamakan anak gadisnya nya Ahinoam, yang artinya adalah “my brother is delight”  ‘Saudara saya adalah kesenangan’

I Sam 14: 49, II Sam 2: 8-10, 1 Sam 31; 2,  1 Taw 10; 2, I Taw 8: 33, dan I Taw 9: 39,

Dari ayat-ayat tersebut di atas, kita ketahui bahwa dari istri syahnya,  Ahinoam anak Ahimaas ini, Saul memperanakkan 6 orang anak ,yaitu: Yonatan, Yiswi alias Abinadab, Malkisua, Merab, Mikhal, Isyboset alias Esybaal.

Lima orang anak pertama Saul ini  diperanakkan Saul sebelum dia menjadi raja, sedangkan anaknya yang bungsu, Isyboset alias Esybaal diperanakkan setelah dia menjadi raja.

Hal ini dapat kita ketahui dari fakta-fakta sbb:

Dalam dua ayat ini 2 Samuel 2: 10 dan Kisah Rasul 13:21, kita tahu bahwa pada saat Esybaal memerintah menggantikan ayahnya, usianya adalah 40 tahun (2 Sam 2: 10), sedangkan Saul memerintah bangsa Israel adalah selama 40 tahun juga (Kis 13: 21), itu artinya Esybaal dilahirkan pada tahun yang sama saat Saul menjadi raja.

Itu artinya kelima anak Saul lainnya diperanakkan sebelum Saul jadi raja.

 

MENYELIDIKI ARTI NAMA KELUARGA SAUL

Dan inilah arti-arti nama mereka:

  1. Anak pertama Saul bernama: Yonatan= arti nama ini adalah “Jehovah has given” “Yahweh memberi”, dilahirkan sebelum Saul menjadi raja

Yonatan ini memiliki anak bernama Mefiboset alias Meribaal ( Cucu Saul )

Dari segi arti nama Mefiboset dan arti nama Meribaal, memang banyak sumber sumber dan penafsiran yang berbeda-beda, namun saya mengintisarikan dari berbagai sumber dan menyimpulkan bahwa

Mefiboset  , dalam 2 Samuel 9;12 dari 2 akar kata yang artinya:

פָּאָה – PA’AHserpihan/ remukan dan kata

בּשֶׁת – BOSYETaib/ shame.

Maka nama MEFIBOSYET, berarti: menghilangkan rasa malu.

Dari dua akar kata tadi bisa kita artikan : mungkin berarti; Menghancurkan Rasa Malu, atau bisa juga berarti Mephibosheth = “exterminating the idol”, MEMBASMI BERHALA, dimana Baal pada masa itu disebut sebagai Dewa kekejian

Sedangkan arti nama Meribaal , dalam 1 Taw 8: 34  dan  1 Taw 9:40 memiliki akar kata yang berbeda dengan Mefiboset pada 2 Sam 9:12:

mer-eeb’ : Berjuang/melawan/ bersoal jawab

bah’-al ; Baal

 Dari dua akar kata tadi bias kita artikan: mungkin berarti BERJUANG MELAWAN BAAL.

  1. Anak kedua Saul bernama; Yiswi = arti nama ini adalah “he resembles me”  ‘ia mirip saya’ , Yiswi ini berubah nama menjadi  Abinadab = arti nama ini adalah “my father is noble” ‘ayahku mulia’  ( Bandingkan dengan I Sam 14:49) , , dilahirkan sebelum Saul menjadi raja.
  2. Anak ketiga Saul bernama; Malkisua= arti nama ini adalah “my king is wealth”  ‘rajaku adalah kekayaan’, dilahirkan sebelum Saul menjadi raja.
  3. Anak keempat Saul bernama ; Merab= arti nama ini adalah “increase” ‘meningkatkan’, dilahirkan sebelum Saul menjadi raja

Merab memiliki 5 anak laki-laki yang tidak disebutkan namanya dalam Alkitab

  1. Anak kelima Saul bernama ; Mikhal= arti nama ini adalah “who is like God” ‘Siapakah yang seperti Allah?’- lebih condong dalam arti ‘meragukan Allah’, dilahirkan sebelum Saul menjadi raja.

Mikhal ini pernah jatuh cinta pada Daud, dan pernah dinikahkan dengan Daud dengan mas kawin 200 kulit katan orang Filistin, dan oleh Saul, Mikhal ini dinikahkan kembali dengan orang bernama Palti = “my deliverance” = pembebasan saya.

Bersama Palti ini, Mikhal tidak memiliki anak, bahkan saat Mikhal dikembalikan ke Daud sebagai simbol politik, Mikhal tetap tidak mendapat anak sampai hari matinya.

  1. Anak keenam Saul bernama Isyboset alias Esybaal, dilahirkan setelah Saul menjadi raja

Isyboset l artinya Pria Pemalu/ Seorang Pemalu

Isyboset berganti nama menjadi Esybaal.

Sedangkan Esybaal artinya ‘a man of Baal’, ‘manusia baal’ Sedangkan Baal artinya Tuhan/pemilik/’lord’ jadi  Esybaal bisa diartikan  ‘seorang tuan’ , Baal juga adalah nama sesembahan orang Kanaan, yang diyakini sebagai Dewa Alam yang menjamin kesuburan,  

Setelah itu, di bagian Alkitab lainnya kita ketahui bahwasannya Saul memiliki gundik bernama Rizpa binti Aya. Menarik sekali di sini, bahwasannya Rizpa itu artinya   ‘bara yang menyala’ (bangdingkan dengan Yesaya 6;6 yang menggunakan kata yang sama; Ritspah).

Nama perempuan ini tidak pernah disebut-sebut terlepas dari nama ibunya Aya, yang artinya ‘falcon’ nama sejenis burung. Hal ini mengisyaratkan bahwa Rizpa bukan dari kalangan budak yang diangkat menjadi gundik, melainkan dari keluarga terpandang, karena nama ibunya, Aya, dikenal.

Dari perempuan ini, Saul mendapat dua anak laki laki lagi, bernama

  1. Armoni yang artinya ‘one of the palace’ ‘salah satu istana’ serta
  2. Mefiboset yang artinya ‘pembasmi berhala’

(Keterangan: anda jangan bingung, nama tokoh Mefiboset di sini memang ada dua, yang pertama anak Saul yang didapat dari gundiknya dan yang kedua Anak daripada Yonatan, yang juga adalah cucu Saul)

VISI DALAM SEBUAH NAMA

Ketika sepasang orang tua memberi nama kepada anak-anaknya, tentu memiliki VISI yang terkandung di dalam setiap arti nama tersebut, nah kita bisa melihat dengan jelas siapa sebenarnya Saul dari cara dia menata VISI kehidupannya yang tercermin dari bagaimana dia memberi nama anak-anaknya.

Keunikan Alkitab adalah walaupun di masa-masa tertentu suasana hati seseorang tidak dijelaskan secara gamblang dalam kisah biografinya, namun kita dapat menggali dengan cara atau metode lain yang salah satunya bisa kita gali dari arti-arti nama tiap pribadi.

Sebagai contoh lain, terlepas dari kehidupan Saul yang saat ini kita bahas,  saat kita mempelajari kehidupan Yusuf di Mesir misalnya, Alkitab tidak mencatat bagaimana perasaan Yusuf saat itu, kala dia telah hidup nyaman menjadi seorang raja, namun kita dapat mengetahuinya dari nama anak-anaknya;Manasye dan Efraim. Yusuf berusaha melupakan semua yang menyakitkan yang ada di belakang kehidupannya, tetapi ternyata melupakan saja tidak cukup, belakangan nanti kita ketahui bahwa Yusuf juga perlu mengampuni kakak-kakaknya dan berdamai dengan masa lalunya.

Jika saya renungkan kembali semua arti nama-nama anak Saul tersebut, dapat kita tafsirkan perjalanan VISI Saul dalam kehidupannya adalah sebagai berikut:

VISI 1. Terlukis pada pemberian nama

YONATAN = YAHWEH MEMBERI

Setelah Saul menikah dengan Ahinoam anak Ahimaas, dia memiliki anak pertamanya, seorang bayi laki-laki yang diberi nama Yonatan, yang artinya Yahweh Memberi.

Kemungkinan besar, pada awal-awal pernikahan Saul, dia adalah orang yang pernah dekat dengan Allah Israel, pengharapannya akan Allah Israel sedemikian besar.  Hanya satu anak pertama ini saja yang namanya menyangkut-nyangkut nama Yahweh, sisanya…anak kedua dan seterusnya tidak pernah diberi nama dengan menyangkut-nyangkutkan nama Yahweh. Ini suatu pertanda terjadinya degradasi iman kepada Allah Israel. (Visi 1. Kebergantungan Hidup pada Allah Israel)

VISI 2. Terlukis pada pemberian nama

YISWI = IA MIRIP SAYA

Waktu terus berjalan, anak keduanya pun lahir, bayi laki-laki ini pun diberi nama Yiswi yang berarti ‘ia mirip saya’. Bisa jadi Yiswi ini sangat mirip dengan Saul, ayahnya, yang ganteng dan berperawakan tinggi. Walaupun semua ayah ada pada tingkat wajar apabila bangga anaknya mirip dengan dirinya yang kebetulan berparas ganteng, namun kita sudah bisa mulai melihat adanya pergeseran visi di sini. Sebagai anak tunggal yang sangat dibangga-banggakan dan ganteng, tentu sejak kecil Saul mendapat banyak pujian karena kelebihan fisiknya ini, dan ketika disadarinya bahwa dirinya itu good looking/ enak dilihat/ berparas tampan, dia pun sangat bangga saat anak lelaki keduanya ini mirip dengan dirinya.  (Visi 2. Memberhalakan Penampilan , kecantikan luar, outer beauty)

VISI 3. Terlukis pada pemberian nama

MALKISUA= RAJAKU ADALAH KEKAYAAN

Kemudian waktu terus berjalan, bisa jadi Saul terus bergelut dalam pekerjaannya, atau bisnis keluarga besarnya, yang terbilang kaya raya. Bisa jadi dia meneruskan usaha orang tuanya, karena kan dia adalah anak tunggal, pewaris tunggal ayahnya. Lahirlah anak ke tiganya yang diberi nama MALKISUA, yang artinya ‘rajaku adalah kekayaan.’ Pada masa ini Saul ternyata menjadikan kekayaan menjadi sebuah visi dalam hidupnya, dia mengejar hal itu.

Apa sebenarnya bisnis/ pekerjaan Saul?

Rupanya Saul adalah seorang peternak lembu yang pada zaman itu diternakkan, yang secara tersirat bisa kita selidiki pada I Sam 11:5,

I Sam 11:5 Saul baru saja datang dari padang dengan berjalan di belakang lembunya (BAQAR)…

Dalam tautan berikut ini saya kutib keterangan tentang lembu sapi yang digunakan kata BAQAR dalam I Sam 11: 5 tersebut

http://www.sarapanpagi.org/hewan-hewan-di-alkitab-vt6676.html#p29098

Orang harus kaya seperti Abraham untuk memelihara banyak ternak termasuk lembu sapi , Ibrani: בָּקָר – BAQAR

Hanya orang kaya yang menernakkan Lembu Sapi / Baqar pada zaman itu, Jadi kesimpulannya, Saul memiliki bisnis yang lumayan menjanjikan

Tak heran kelak setelah dia menjadi raja, karakter Saul yang terlihat jelas saat dia mengutamakan mendapatkan jarahan daripada mentaati perintah Tuhan untuk menumpas semua jarahan. Saul menyelamatkan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik, dengan mengkambinghitamkan kehendak rakyat, di hadapan Samuel sebagai alasan. ( I Sam 15:15)

Tak heran Saul saat mengajak orang Israel berperang, dia mengirimkan potongan-potongan sapi pada semua suku  Israel sebagai senjata ancaman:

I Sam 11: 7 Diambilnyalah sepasang lembu ( BAQAR) , dipotong-potongnya, lalu potongan-potongan itu dikirimkannya ke seluruh daerah Israel dengan perantaraan utusan, pesannya: “Siapa yang tidak maju mengikuti Saul dan mengikuti Samuel, lembu-lembunya akan diperlakukan juga demikian.” …………

Pertama kita lihat pada ayat tersebut: sepasang lembu dikorbankan hanya untuk mengirim pesan singkat/ SMS,itu artinya bagi Saul itu perkara ringan memotong sepasang lembu yang sebenarnya harganya pada saat itu mahal sekali. Bagi orang kaya, itu perkara kecil.

Yang kedua dari ayat ini kita lihat bahwa yang dipakai untuk jadi media ancaman adalah lembu sapi / BAQAR, yang adalah hewan yang mahal dan berharga, itulah sebabnya, ancaman itu cukup mujarab, sehingga karena takut LEMBU nya akan bernasib seperti itu, maka bangsa Israel langsung datang mendukung peperangan itu. Tentu saja hal itu tidak terlepas karena juga peran Tuhan yang besar, dengan cara mendatangkan ketakutan kepada bangsa itu, sehingga majulah mereka serentak dalam peperangan itu.

Pada saat itulah, Saul tervokus pada pekerjaannya, bisnisnya , dan saat itulah Saul juga mulai menjadikan harta sebagai mamon yang dikejarnya.

(Visi 3. Memberhalakan Kekayaan dan harta menjadi ‘raja’ dalam hidupnya, ‘merajainya’, kekayaan ‘memerintah’ dan ‘jadi tuan’ dalam hidupnya).

Dalam semua fase musim kehidupan Saul ini, tentunya bisa kita banyangkan kehadiran tiga anak laki-laki sebagai anak pertama, kedua dan ketiga sungguh merupakan sebuah kebanggaan Saul sebagai seorang ayah yang mapan secara ekonomi.

 

VISI 4. Terlukis pada pemberian nama

MERAB= MENINGKATKAN

Sampai di sini Saul mendapatkan anak perempuan pertamanya, yang kemudian diberi nama MERAB yang artinya ‘meningkatkan’, sampai pada titik ini Saul masih terus berusaha meningkatkan dirinya, kekayaannya, hartanya, bisnisnya, dan ada target-target pundi-pundi yang dia kejar. Ada rasa tidak puas dengan yang ada sekarang, ada rasa harus lebih lagi, ada impian-impian yang masih ingin diraih di masa datang, kaya raya saja tidak cukup, melainkan harus mengejar terus yang namanay pertambahan kekayaan menjadi suatu level lanjut yaitu kemakmuran (Visi 4. Memberhalakan Kemakmuran)

VISI 5. Terlukis pada pemberian nama

MIKHAL = SANGGUPKAH ALLAH?

Lalu lahirlah putrinya yang kedua yang diberi nama Mikhal, yang artinya ‘Sanggupkah Allah?” – di sini kita melihat bahwasannya Saul mulai meragukan Allah Israel (karena dalam baha aslinya mengandung akar kata yang artinya ‘meragukan’ , Miykal, dengan akar kata yakol- sanggupkah?).

Dalam 1 Sam 7: 2-4 kita ketahui bahwa dalam kurun waktu 20 tahun lamana seluruh kaum Israel mengeluh kepada Tuhan , mereka hidup dalam tekanan bangsa Filistin.

Sebenarnya akar permasalahan bangsa Israel adalah karena mereka meninggalkan Allah yang hidup dan berpaling pada Baal yang dipercaya oleh penduduk Kanaan, sebagai penguasa Alam, pengatur cuaca, pengatur panen, dll

Lalu pada akhirnya kalau kita baca terus sepanjang I Samuel pasal 7, Samuel memimpin doa dan ibadah atas bangsa itu, dan Tuhan mengirimkan guntur dengan bunyi yang hebat atas orang filistin dan mengacaukan mereka sehingga mereka terpukul kalah. Hal ini terjadi setelah bangsa Israel menjauhkan para Baal dan para Asytoret dan beribadah hanya kepada TUHAN. Kembali di sini Tuhan menyatakan kedahsyatan-Nya dengan menggunakan media alam,GUNTUR,  yang diyakini oleh para pemuja Baal adalah dikuasai pengaturannya oleh Baal.

Oleh karena itulah pada saat Samuel berpidato terakhir kalinya pada I Samuel 12; 17-18, dia mendemonstrasikan bahwa penguasa alam adalah Allah Israel, bukan Baal, Samuel berdoa untuk datangnya guruh dan hujan pada musim menuai gandum, sesuatu yang tidak lazim, dan hal itu benar-benar didemonstrasikan oleh Tuhan yang benar benar menjawab doa Samuel dan mengirimkan pada hari itu guruh dan hujan, dan Samuel dalam pidatonya menekankan berulang-ulang akan pentingnya hidup takut akan Tuhan dan beribadah pada Allah Israel ( 1. di I Sam 12: 14-15, 2 di 1 Sam 12; 20-21. 3. 1 Sam 12;  24-25)

Bisa jadi pada masa-masa suram inilah lahirlah Mikhal. Pada masa-masa sulit ini Saul mulai meragukan Allah Israel.

Kekayaan yang Saul kumpulkan selama ini mulai diusik oleh musuh, orang Filistin. Orang Filistin yang suka merampas dan menindas, tidak kenal belas kasihan. Di manakah Allah Israel itu, dimanakah tangan-Nya? Visi Saul saat itu (kemakmuran) terinjak-injak oleh musuh.

Tidak heran kelak ketika Saul memerintah menjadi raja, ada semacam dendam terhadap musuh dan perkataan-perkataan kutuk yang tidak perlu Saul lampiaskan dalam peperangannya melawan musuh. (I sam 14; 24)

I Sam 14: 24

Ketika orang-orang Israel terdesak pada hari itu, Saul menyuruh rakyat mengucapkan kutuk,  katanya: “Terkutuklah orang yang memakan sesuatu sebelum matahari terbenam dan sebelum aku membalas dendam terhadap musuhku.” Sebab itu tidak ada seorangpun dari rakyat yang memakan sesuatu

Tidak heran, pada masa-masa seperti ini Saul kemungkinan mulai meninggalkan Allah Israel dan mulai melirik allah lain, yaitu para BAAL, yang merupakan kekejian bagi Tuhan, hal ini bisa kita lihat bahwa si Mikhal bertumbuh menjadi seorang pemilik  Terafim. (I Sam 19; 13)

Terafim adalah patung berhala

Mikhal bertumbuh menjadi pemudi yang menyimpan terafim dalam hidupnya, tidak bersungguh-sungguh pada Allah Israel, hidup di bawah didikan yang salah.

Di sinilah bisa kita kaitkan dengan teguran Tuhan pada Saul lewat nabi Samuel yang juga dalam tegurannya itu menyebut-nyebut juga kata terafim, (  I Sam 15: 23)

“Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja.”

 

Demikianlah pergeseran ini terus terjadi, mulai dari yang awalnya berharap pada Allah Israel, mengakui bahwa Allah Israel adalah Pemberi,  bersyukur kepada-Nya, menjadi bergeser pada penampilanku, kemudian berlanjut pada kekayaanku, meningkat kemudian pada kemakmuranku,  sampai pada akhirnya sehingga pada suatu titik, Saul mulai meragukan keberadaan Allah Israel. (Visi 5. Memberhalakan ilah lain. Mulai meragukan Allah Israel, mulai melirik allah lain.)

SAUL JADI RAJA

SAUL HARUS MENGUBAH VISINYA DARI SEORANG PEBISNIS MENJADI SEORANG RAJA/ MASUK DALAM KANCAH POLITIK

 

VISI 6. Terlukis pada pemberian nama

MEFIBOSET= PRIA PEMALU

Pada kelanjutan kisah ini, bangsa Israel menginginkan adanya seorang raja, dan atas permintaan bangsa Israel, Tuhan mengabulkan permintaan mereka.

Tuhanlah yang menunjuk Saul menjadi seorang raja, namun demikian, kriteria yang Tuhan dapati pada diri Saul adalah kriteria yang atas pengetahuan Tuhan adalah sosok  figur raja yang didambakan bangsa Israel, bukan kriteria Tuhan sendiri.

Hal ini dapat kita baca di I Sam 9: 20.

“Tetapi siapakah yang memiliki segala yang diingini orang Israel? Bukankah itu ada padamu dan pada seluruh kaum keluargamu?”

  1. Orang Israel asli (dalam hal ini, Saul berasal dari suku Benyamin)
  2. Dari keluarga kaya I Sam 9:1-2
  3. Ganteng/ tampan I Sam 9:1-2
  4. Berperawakan atletis/bertubuh mempesona I Sam 9:1-2
  5. Tangkas dalam berperang, cepat, dan kuat II Sam 1: 22,23.

Hal –hal lahiriah/ outer seperti itulah yang didambakan oleh orang Israel menjadi pemimpin mereka, raja mereka.

Daud sama-sama ditunjuk oleh Tuhan sendiri, sama seperti Saul juga. Daud juga sama-sama diurapi oleh Tuhan sendiri melalui perantaraan nabi-Nya Samuel, sama seperti Saul juga, tapi bedanya Daud memenuhi kriteria Tuhan, bukan kriteria orang Israel, karena kriteria orang Isrel adalah kriteria OUTER (tampak luar), tetapi kriteria Tuhan adalah kriteria INNER (tampak dalam) ( I Sam 13: 14, 15: 28), bahkan kita tahu semua bahwasannya Samuel sempat hampir salah mengurapi kakak-kakak Daud yang memang berparas tampan dan berperawakan tinggi ( I Sam 16: 7)

I Sam 13:14

Tetapi sekarang kerajaanmu  tidak akan tetap. TUHAN telah memilih seorang yang berkenan di hati-Nya  dan TUHAN telah menunjuk  dia menjadi raja  atas umat-Nya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan TUHAN kepadamu.”

I Sam 13:28

Kemudian berkatalah Samuel kepadanya: “TUHAN telah mengoyakkan j  dari padamu jabatan raja atas Israel pada hari ini dan telah memberikannya kepada orang lain yang lebih baik dari padamu.

Kriteria Tuhan tentunya lebih baik daripada kriteria bangsa Israel, karena Tuhan melihat hati/ inner (tampak dalam)

Saul yang sepertinya tanpa sengaja menuruti kehendak ayahnya mencari keledai betina yang hilang, dipertemukan secara sepertinya tidak sengaja dengan Samuel, dan pada saat pulang, di ujung kota, Saul diurapi menjadi raja.

Walaupun Saul adalah seorang yang dilahirkan di keluarga kaya, terkenal di daerahnya, terpandang, seorang pengusaha peternakan sapi, telah beristri dan memiliki 5 orang anak, namun ternyata Saul adalah seorang yang minder.

  • Terbukti semua pengalamannya yang dahsyat karena telah diurapi Samuel menjadi raja, tidak diberitahukannya kepada pada pamannya yang menanyakan hal hal apa sajakah yang yang dikatakan Samuel pada Saul. ( I Sam 10: 15-16) .
  • Keminderannya ini kemungkinan juga terkait dengan keberadaan sukunya sebagai suku Israel yang terkecil , dan Saul menganggap kaumnya adalah kaum yang paling hina dari segala kaum suku Benyamin.( I Sam 9:21).
  • Hal ini juga sangat tercermin pada peristiwa yang cukup menggelikan, karena pada saat terjadi undian pemiliihan raja, di Mizpa, Saul terpilih dari mulai undian suku, kaum, keluarga dan nama pribadi, setelah dicari Saul tidak ada, ternyata dia bersembunyi di atara barang-barang. Sifat kekanak-kanakan Saul terlihat jelas pada titik peristiwa ini.

Pada masa-masa awal Saul menjadi raja dan tidak secara langsung mendapatkan pengakuan dan penerimaan oleh bangsa Israel , bahwa Saul pantas menjadi raja atas mereka, bahkan ada bangsa Israel yang menghina dia, tidak membawa persembahan kepadanya, ( I Sam 10: 27), mereka menunggu bukti kepahlawanannya terbukti baru mau mengakuinya sebagai raja ( I Sam 11;12-15) , oleh karena itulah ada acara pembaharuan jabatan raja (baca I Sam 9:1, 24, 27, 11:15) yang mana peristiwa itu diakhiri dengan  Samuel berpamitan pada bangsa itu ( 1 Sam 12) .

Nah…mungkin pada masa-masa seperti inilah lahir anaknya yang kelima , yang diberi nama Isyboset, yang artinya pria pemalu.

Bisa jadi masa-masa ini mencakup waktu 2 tahun ( Lihat di I Sam 13: 1, I Sam 14 : 47 perhatikan kata ‘setelah Saul mendapat jabatan raja …’)

Di masa ini, Saul mau tidak mau harus memulai untuk  mengubah arah hidupnya dari seorang pebisnis, seorang pengusaha, seorang yang mengejar kemakmuran, menjadi seorang pemimpin suatu bangsa, seorang raja.

Dia sebenarnya belum siap sama sekali untuk itu, dan dia tampaknya bukan orang yang mudah percaya, terbukti Samuel harus mengemukakan banyak tanda untuk meyakinkan Saul bahwa dia adalah orang yang diurapi Tuhan menjadi raja Israel yang pertama  dan terbukti juga Saul harus dibuktikan melalui beberapa lapis tahapan undian pemilihan raja( I Sam 10).

Dia sedang mencari jati dirinya, mengumpulkan kepercayaan dirinya.

Dan sebenarnya orang yang minder tidak jauh berbeda dari orang yang sombong, hanya berbeda tipis saja dari manifestasi/ekspresi luarnya.

Orang yang sombong adalah orang yang menilai diri terlalu tinggi atau menilai diri lebih tinggi dari orang lain, karena dia mengandalkan dirinya sendiri, sedangkan orang minder, kasusnya sama saja, melihat keberadaan dirinya sendiri, sehingga dia mendapati dirinya lebih rendah dari orang lain, jadi orang yang minder dan orang yang sombong sama-sama mengandalkan dirinya, fokusnya adalah pada dirinya, bukan pada yang lain, bukan pada melayani orang lain, bukan pada Tuhannya, bukan pada kesanggupan Tuhan atas hidupnya.

Orang yang sombong tidak mau keluar dari ‘jebakan fokus pada dirinya sendiri’ sehingga dia tidak mau ditegur, tidak mau belajar lagi, merasa sudah paling hebat, tidak mau dikoreksi, tidak mau tunduk, sehingga jika semua hal itu terjadi, kenyamanan dirinya yang selama ini sudah dia raih, dikawatirkan bisa runtuh. Mempertahankan titik stagnan, merasa sudah di puncak dan gagal menuju puncak yang lebih tinggi.

Sedangkan orang yang minder juga sama, tidak mau keluar dari ‘jebakan fokus pada dirinya sendiri’ sehingga dia tidak mau dipromosikan, takut belajar hal baru, takut pada area baru, tanggung jawab baru, takut dicela, takut salah, takut dihina, takut ditinggalkan, takut tidak diterima, dst, karena jika semua hal itu terjadi, kenyamanan dirinya yang sudah dia bangun selama ini dikawatirkan bisa runtuh. Mempertahankan area nyaman, tidak berani mengambil resiko.

Di sinilah kita garis bawahi bahwa ada eksistensi diri yang sedang berjuang untuk dipertahankan oleh Saul, entah hal itu terekspresi lewat keminderannya, atau pada fase berikutnya terekspresi lewat kesombongannya. (Visi 6. Memberhalakan Eksistensi Diri)

 

VISI 7. Terlukis pada perubahan nama

DARI NAMA

YISWI = IA MIRIP SAYA

MENJADI

 NAMA ABINADAB= AYAHKU MULIA

Namun dalam beberapa waktu lamanya ( bisa jadi dua tahun pertama awal pemerintahannya) , sebelum Saul ditolak menjadi raja oleh Tuhan, Saul mulai menunjukkan eksistensinya menjadi raja, Ia menunjukkan kepahlawanannya dalam mengalahkan bani Moab, Amin, Edom dan raja –raja negri Zoba serta orang Filistin. Ke mana pun dia berperang ia selalu mendapatkan kemenangan. Hal ini dapat kita baca pada I Sam 14; 47.

Mungkin pada saat itulah, Saul mulai menampakkan wujud perubahan dari si minder menjadi si superior, si pemuja diri, si sombong, yang essensinya sebenarnya sama saja, SI AKU, DIRIKU, TENTANG AKU.

Bisa jadi pada masa seperti inilah , saat Saul sudah eksis menjadi seorang raja yang diakui kehebatannya oleh bangsa Israel, dia mengubah nama anak keduanya si Yiswi yang tadinya artinya ‘ia mirip saya’ , dirubah namanya oleh sang ayah  menjadi Abinadab (‘ayahku mulia’) artinya , dia bukan saja mirip dengan ayahnya, tetapi untuk menjawab sebuah kalimat tanya “Ayahnya adalah ayah yang bagaimana?” “Ayahnya  itu adalah seorang yang mulia”

Tentunya Yiswi adalah nama kecil , yang mana ketika Yiswi meninggal sebagai seorang tentara mengikuti peperangan ayahnya, dia dikenal sebagai Abinadab.

I Sam 14; 49

Anak-anak lelaki Saul ialah Yonatan, Yiswi dan Malkisua. 

Hal ini terbukti pada saat meninggal di medan tempur ( 1 Sam 31: 2), bangsa Israel menyebut-nyebut dan mengenal nama ketiga pangeran yang meninggal di medan tempur adalah ;  Yonatan, Abinadab dan Malkisua.

I Sam 31: 2

 Orang Filistin terus mengejar Saul dan anak-anaknya dan menewaskan Yonatan,  Abinadab dan Malkisua,  anak-anak Saul

Dalam silsilah yang dicatat di kitab Tawarikh ( I Taw 8:33) ,  Yiswi tidak pernah disebut lagi, artinya dia sudah berganti nama, dari yang tadinya Yiswi= ia mirip saya’ menjadi  Abinadab –‘ayahku mulia’.

I Taw 8: 33

Ner   memperanakkan Kish;  Kish memperanakkan Saul;  Saul memperanakkan Yonatan, Malkisua, Abinadab dan Esybaal. 

Keterangan : Karena kitab 1 Tawarikh ditulis lebih belakangan daripada kitab Samuel, dan karena kitab 1 Tawarikh ditulis pada masa pembuangan, dan yang ditulis di kitab ini adalah data-data silsilah untuk pencatatan resmi, maka nama yang tertera di sini menurut saya adalah nama yang sudah mengalami perubahan, sedangkan yang di kitab Samuel adalah nama asli yang didapat pada awalnya saat tokoh itu dilahirkan. Oleh karena itu saya meyakini nama  tokoh Yiswi, nama Yiswi adalah saya yakini sebagai nama awal, sedangkan nama Abinadab adalah nama berikutnya , demikian juga pada tokoh Isyboset, itu  adalah nama awal, sedangkan Esybaal adalah nama berikutnya.

Penelitian berdasarkan kitab mana yang lebih dulu ditulis ini belum tentu menjadi bahan pertimbangan penafsir lain , sehingga ada pada beberapa tulisan yang meyakini nama awal mereka justru yang Abinadab dan Esybaal.

Sampai di sini terjadi pergeseran yang lebih mengerikan , di mana Saul tidak saja mulai mencari jati dirinya itu siapa, melainkan lebih jauh, dia mulai menikmati ketenarannya, keberhasilannya, kemuliaannya, kehebatannya, kedudukannya, pengakauan atas dirinya, penghormatan orang-orang atas dirinya, dan jika hal ini terusik, dia akan melakukan tindakan yang seakan-akan haus akan penghormatan, butuh akan pujian dan pengakuan.

Saul sangat membutuhkan sebuah pengakuan, dan harga diri yang sangat dijaganya harus selalu tinggi dan terhormat di mata orang lain, hal ini bisa kita baca di I Sam 15; 30 ketika kelak dia menjadi raja, kalimat seperti apa yang pernah diucapkannya:

Pernah di suatu saat Saul menyuruh meniup sangkakala  di seluruh negri agar rakyat tahu dia telah memukul kalah Filistin, padahal kemenangan yang telah diraih itu, yang melakukan itu adalah Yonatan, anaknya ( I Sam 12; 3-4)

Juga pernah Saul mengatakan perkataan dalam kalimat-kalimat penuh keakuan sbb:

“ …tetapi tunjukkanlah rasa hormatmu kepadaku sekarang ini di depan para tua-tua bangsa-ku dan di depan orang Israel”.

Hal ini dapat terdeteksi dari cara Saul kelak ketika sudah menjadi raja, dia menyebut rakyat Israel sebagai …..bangsaku (I Sam 15; 30).

Mestinya Saul mengatakan dengan kata ‘tua-tua bangsa kita’, karena pada saat itu Saul sedang berbicara pada Samuel yang sama-sama bangsa Israel, namun pada kalimat langka ini ( yang hanya diucapkan oleh Saul, sementara Daud selalu mengatakan Umat-Mu, umat-Nya, umat TUHAN, dst) Saul menyebutkan tua-tua bangsa-ku.

Kepemilikan yang menganggap bangsa Israel sebagai miliknya seperti inilah yang membuat Saul akhirnya sangat takut ditinggalkan terserak-serak oleh rakyat ( I Sam 13; 8-9), dia takut kehilangan simpati rakyat, yang menurutnya adalah bangsa-ku

Dan dalam 1 Sam 16: 14-17 kita ketahui bersama bahwasannya Roh TUHAN telah mundur daripada Saul dan sekarang ia diganggu oleh roh jahat yang daripada TUHAN.

I Sam 16: 14-17

Tetapi Roh TUHAN telah mundur  dari pada Saul , dan sekarang ia diganggu  oleh roh jahat  yang dari pada TUHAN.  Lalu berkatalah hamba-hamba Saul kepadanya: “Ketahuilah, roh jahat yang dari pada Allah mengganggu engkau;  baiklah tuanku menitahkan hamba-hambamu yang di depanmu ini mencari seorang yang pandai mai kecapi .  Apabila roh jahat yang dari pada Allah itu hinggap padamu, haruslah ia main kecapi, maka engkau merasa nyaman.”  Berkatalah Saul kepada hamba-hambanya itu: “Carilah bagiku seorang yang dapat main kecapi dengan baik, dan bawalah dia kepadaku.”

Apakah perubahan nama Yiswi menjadi Abinadab ini adalah bentuk upaya Saul untuk menutup-nutupi bahwasannya dia sekarang tidak seperti dulu lagi. Urapan Tuhan telah meninggalkan hidupnya, dan dia tidak mau seluruh Israel tahu keadaanya yang sekarang, dan apakah perubahan nama Yiswi menjadi Abinadab ini adalah bentuk membungkus rapi semua fenomena ini?

Di sinilah Saul mulai mengejar Visi berikutnya, yaitu pemujaan atas diri sendiri ( Visi 7. Memberhalakan Pemujaan Diri sendiri)

VISI 8. Terlukis pada pemberian nama

ARMONI= SALAH SATU ISTANA

Besar kemungkinan Saul memiliki gundik setelah dia jadi raja , kita akan lanjutkan perjalanan hidup Saul.

Kutipan dari Perpustakaan On Line Menara Pengawal

http://wol.jw.org/id/wol/d/r25/lp-in/1200002613?q=raja+dan+gundik&p=par

Karena ada kebiasaan raja-raja dalam hal pernikahan dan keluarga antara lain ialah memiliki sejumlah istri dan gundik, walaupun Hukum telah menetapkan bahwa raja tidak boleh mempunyai banyak istri ( Ulangan 17:17)

Dari gundinya Rizpa binti Aya, Saul mendapat anak laki-laki lagi yang diberi nama Armoni yang artinya ‘one of the palace’ ‘salah satu istana’.

Dari penamaan ini (Armoni = ‘salah satu istana’)kita melihat bahwa kini Visi Saul semakin meluas, tidak hanya pada pemujaan atas dirinya sendiri, kini dia juga mulai menikmati semua fasilitas seorang raja , istana, kemewahan, pelayanan dari para pegawai istana, dan semua yang layak bagi standart seorang raja Israel. ( I Samuel 8: 10-18) Hal ini bukan saja berbicara mengenai kekayaan, dan kemakmuran yang jelas sudah bisa diprediksi seberapa kaya dan makmurnya seorang raja, tetapi di sini lebih pada ‘perlakuan istimewa’ yang diberikan kepadanya. (Visi 8. Memberhalakan Perlakuan Istimewa terhadap diri sendiri)

VISI 9. Terlukis pada pemberian nama

MEFIBOSET= PEMBASMI BERHALA

Saul mendapat anaknya yang terakhir bagi dirinya yang dilahirkan oleh gundiknya, diberi nama MEFIBOSET , yang artinya pembasmi berhala.

Sebagai seorang raja Israel, tentunya Saul ingin tetap eksistensinya ada di atas angin, walaupun sudah dua kali Samuel sebagai nabi mengatakan padanya bahwa Tuhan telah memilih penggantinya, ( I Sam 13:14, I Sam 15; 28), Saul tidak perduli, selama dia jadi raja, dan selama raja yang baru belum muncul ke permukaan, apa perdulinya, dan apa urusannya.

Samuel sebagai figur rohani bangsa itu telah mati, hal ini dibahas di I Sam 25; 1,

I Sam 25: 1

Dan matilah  Samuel ; seluruh orang Israel berkumpul meratapi  dia dan menguburkan dia di rumahnya di Rama. Dan Daud berkemas, lalu pergi ke padang gurun Paran.

namun ada hal yang aneh di sini, selang beberapa waktu kemudian ( kita tidak tahu pastinya karena Alkitab tidak mencatat waktunya) setelah kematian Samuel yang sudah dibahas di I Sam pasal 25 itu, kematian Samuel dicatat kembali pada pasal yang berbeda dengan kesan seperti ayat yang disusupkan pada I Sam 28: 3, pada thema perikop yang sepertinya tidak ada hubungannya , yaitu ketika membahas mengenai Saul di En Door.

Perhatikan kata DAN..

1 Sam 28: 3 Adapun Samuel sudah mati. Seluruh orang Israel sudah meratapi dia dan mereka telah menguburkan dia di Rama, di kotanya. Dan Saul telah menyingkirkan dari dalam negeri para pemanggil arwah dan roh peramal.

Perhatikan kesan ‘disusupkan’nya ayat 3 ini pada sebuah perikop yang sepertinya tidak ada hubungan langsung dengan ayat ini

Saul di En-Dor

I Sam 28: 1-9

28:1 Pada waktu itu orang Filistin mengerahkan b  tentaranya untuk berperang melawan orang Israel. Lalu berkatalah Akhis kepada Daud: “Ketahuilah baik-baik, bahwa engkau beserta orang-orangmu harus maju berperang bersama-sama dengan aku dalam tentara.”

28:2 Jawab Daud kepada Akhis: “Baik, engkau akan tahu, apa yang dapat diperbuat hambamu ini.” Lalu Akhis berkata kepada Daud: “Sebab itu aku mengangkat engkau menjadi pengawalku c  sendiri sampai selamanya.”

28:3 Adapun Samuel sudah mati. d  Seluruh orang Israel sudah meratapi dia dan mereka telah menguburkan dia di Rama, e  di kotanya. Dan Saul telah menyingkirkan f  dari dalam negeri para pemanggil arwah dan roh peramal. g 

28:4Orang Filistin itu berkumpul, lalu bergerak maju, dan berkemah dekat Sunem. h  Saul mengumpulkan seluruh orang Israel, lalu mereka berkemah di Gilboa. i 

28:5 Ketika Saul melihat tentara Filistin itu, maka takutlah ia dan hatinya sangat gemetar. j 

28:6 Dan Saul bertanya k  kepada TUHAN, tetapi TUHAN tidak menjawab dia 1 , baik dengan mimpi, l  baik dengan Urim, m  baik dengan perantaraan para nabi. n 

28:7 Lalu berkatalah Saul kepada para pegawainya: “Carilah bagiku seorang perempuan yang sanggup memanggil arwah; o  maka aku hendak pergi kepadanya dan meminta petunjuk kepadanya.” Para pegawainya menjawab dia: “Di En-Dor p  ada seorang perempuan yang sanggup memanggil arwah.”

28:8Lalu menyamarlah q  Saul, ia mengenakan pakaian lain dan pergilah ia dengan dua orang. Ketika mereka pada waktu malam sampai kepada perempuan itu, berkatalah Saul: “Cobalah engkau menenung r  bagiku dengan perantaraan arwah, dan panggillah supaya muncul kepadaku orang yang akan kusebut kepadamu.”

28:9 Tetapi perempuan itu menjawabnya: “Tentu engkau mengetahui apa yang diperbuat Saul, bahwa ia telah melenyapkan s  dari dalam negeri para pemanggil arwah dan roh peramal. Mengapa engkau memasang jerat t  terhadap nyawaku untuk membunuh aku?”

Perhatikan ayat 3 di atas, memang sepintas terlihat ayat ini masih berhubungan dengan perikop ini karena membahas instruksi raja untuk melenyapkan dari dalam negri para pemanggil arwah dan roh peramal. Namun yang aneh di ayat ini adalah ayat 3 A, yang menghubung-hubungkan perintah raja Saul ini dengan kata DAN yang seperti menjadi jembatan dengan peristiwa kematian Samuel-yang notabene sebenarnya kematian Samuel sudah dibahas di pasal 25.

Di sinilah kita simpulkan bahwa sepeninggal Samuel, sosok pemimpin agama, di Israel, Saul mengambil tindakan politik, dengan cara menyingkirkan dari dalam negeri para pemanggil arwah dan roh peramal.

Tetapi hal ini tidak berarti secara hati, Saul berbalik pada Allah Israel, seperti kali pertama dia menamai anaknya Yonatan yang artinya Yahweh Memberi.

Ini hanya secara politis saja agar tampak pada bangsa Israel, Saul juga seseorang yang rohani, seorang yang bisa mengarahkan mereka secara rohani, akan tetapi hal itu hanya tampak secara luar saja, buktinya dia sendiri pada akhirnya tetap mencari seorang peramal di En Dor.

Pada masa-masa seperti inilah, kemungkinan lahirlah anak Saul yang paling bungsu dari gundiknya yang diberi nama secara politis seorang raja yang ingin mempertahankan dirinya secara politik agar terlihat rohani, dengan nama Mefiboset yang artinya Pembasmi Berhala.

Sebuah kemunafikan yang dibungkus rapi, bahkan diabadikan dengan pemberian nama anak. Semua ini dilakukan demi pertahanan diri. Semua akan dilakukannya demi mempertahankan dirinya.

Pernah dia hampir mengambil keputusan membunuh pahlawan Israel yang notabene adalah anaknya sendiri, Yonatan, setelah Yonatan menang perang, hanya gara-gara kata-kata kutukan yang tidak seharusnya diucapkan ( I Sam 14: 44-45)

Pernah juga Saul melakukan usaha pembunuhan terhadap Daud, dengan menancapkan tombak pada tubuh Daud beberapa kali

Bahkan pernah Saul melayangkan tombak pada Yonatan saat Yonatan berusaha membela Daud sahabatnya di hadapan ayahnya.  I Sam 20: 33

Semua itu berawal dari pemikiran seperti ini , saat para gadis menyanyikan nyanyian buat fans mereka Daud, inilah buah pemikiran Saul yang terekam dalam I Samuel 18: 8

“Kepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-lasksa, tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itu pun jatuh kepadanya”

Disinilah kita simpulkan bahwa Visi Saul semakin bergeser lebih dalam pada mempertahankan kenyamanan hidupnya, mempertahankan kedudukannya sebagai raja, mempertahankan keberadaanya sebagai pemimpin Israel ( jadi harus dipolitisi sedemikian rupa agar tampak rohani bagaimana selepas Samuel meninggal, dll), jangan ada pesaing, jangan ada orang lain selain dia, jangan ada raja berikutnya, kalau perlu anak kandungnya  pun harus disingkirkan)

Kenyamanan dan keamanan hidup inilah yang membuat seseorang tidak mau diproses, tidak mau ditegur, tidak mau dikalahkan, selalu iri dengan orang lain, dengki, dan pada akhirnya secara tragis bunuh diri ketika dia tidak mencapai kenyamanan dan keamanan yang ingin dipertahankannya habis-habisan. Kenyamanan dan kemanan hidup itu tidak salah, tetapi jangan dijadikan berhala dalam hidup kita

(Visi 9. Memberhalakan Kenyamanan  dan keamanan Hidup dengan menghalalkan segala cara

 

VISI 10. Terlukis pada perubahan nama

ISYBOSET= PRIA PEMALU

MENJADI

ESYBAAL= PRIA BAAL/ SANG PEMILIK/ SANG TUAN

Tidak hanya Yiswi yang diganti namanya menjadi Abinadab, melainkan juga Isyboset yang artinya Pria Pemalu diganti namanya menjadi Esybaal/ Seorang Tuan/ Seorang Pemilik/ Seorang Baal.

Kapankah Isyboset berubah nama menjadi Esybaal?

Ini sangat menarik untuk diselidiki, karena ada hal-hal yang menggelitik untuk disimak, sbb

Saya akan mendaftarkan nama Isyboset bin Saul ini, atau penyebutan dalam bentuk lain tercantum di ayat mana saja dan dari kitab mana saja:

Nama Isyboset belum disebut pada saat Saul menjadi raja, belum didaftarkan, perhatikan ayat sbb:

Judul Perikob 1 Sam 14; 47-52 ini adalah CATATAN TENTANG MUSUH MUSUH DAN KELUARGA SAUL.

I Sam 14; 49 Anak-anak lelaki Saul ialah Yonatan, Yiswi dan Malkisua. Nama kedua anaknya yang perempuan: yang tertua bernama Merab, yang termuda bernama Mikhal

Akan tetapi lamanya masa pemerintahan Saul (40 tahun) sama dengan usia Isyboset saat menjadi raja menggantikan ayahnya (40 tahun), sedangkan pada saat pendataan keluarga Saul setelah dia menjadi raja, nama Isyboset belum ditulis,(bisa dilihat di  1 Sam 14; 47-52 adalah pendataan KELUARGA KERAJAAN, dan orang-orang yang membantu pemerintahannya, karena dalam perikop ini juga disebut nama panglima Saul, dll), maka…bisa jadi Isyboset lahir beberapa bulan setelah pendataan keluarga kerajaan ini disusun, dan pastinya Isyboset lahir setelah Saul dilantik menjadi raja, bukan sebelumnya, namun tetap dalam tahun yang sama dengan tahun di mana Saul menjadi raja.

Nanti setelah Saul mati bersama ketiga anak laki-laki tertuanya, Yonatan, Abinadab (alias Yiswi) dan Malkisua, barulah nama Isyboset ini muncul ke permukaan pada kitab yang berbeda (II Samuel).

Nama Isyboset muncul 4 kali pada 2 Samuel pasal 2, pada saat itu Saul telah tewas bunuh diri di medan pertempuran dan pada akhirnya Isyboset digiring oleh Abner bin Ner untuk menjadi raja dan memindahkannya ke Mahanaim

2 Sam 2: 8 Abner bin Ner, panglima Saul, telah mengambil Isyboset, anak Saul, dan membawanya ke Mahanaim

2 Sam 2: 10 Isyboset bin Saul berumur empat puluh tahun pada waktu ia menjadi raja atas Israel dan ia memerintah dua tahun lamanya. Hanyalah kaum Yehuda yang mengikuti Daud.

2 Sam 2: 12 Lalu Abner bin Ner dengan anak buah Isyboset bin Saul bergerak maju dari Mahanaim ke Gibeon

2 Sam 2:15 Lalu tampillah mereka dan berjalan lewat dengan dihitung: dua belas orang dari suku Benyamin, dari Isyboset, anak Saul dan dua belas orang dari anak buah Daud

Nama Isyboset muncul 4 kali lagi pada 2 Samuel pasal 3, pada saat ini adalah penyebutan nama Isyboset selama dia memerintah menjadi raja di Israel

2 Sam 3: 7 Saul mempunyai gundik yang bernama Rizpa; dia anak perempuan Aya. Berkatalah Isyboset kepada Abner; “Mengapa kauhampiri gundik ayahku?”

2 Sam 3; 8 Lalu sangat marahlah Abner karena perkataan Isyboset itu, katanya: “Kepala anjing n  dari Yehudakah aku? Sampai sekarang aku masih menunjukkan kesetiaanku kepada keluarga Saul, ayahmu, kepada saudara-saudaranya dan kepada sahabat-sahabatnya, dan aku tidak membiarkan engkau jatuh ke tangan Daud, tetapi sekarang engkau menuduh aku berlaku salah dengan seorang perempuan?

2 Sam 3: 11

Dan Isyboset tidak dapat lagi menjawab sepatah katapun kepada Abner, karena takutnya kepadanya.

2 Sam 3: 15

Lalu Isyboset menyuruh mengambil perempuan itu dari pada suaminya, s  yakni Paltiel t  bin Lais.

Nama Isyboset muncul 4 kali lagi pada 2 Samuel pasal 4, pada saat ini sangat jelas bahwa ke empat ayat ini mencatat nama Isyboset sebagai Isyboset baik pada saat dia di bunuh, mati maupun dikuburkan , semuanya menggunakan nama Isyboset ( bukan Esybaal)

2 Sam 4; 5

Anak-anak Rimon, orang Beerot itu, yakni Rekhab dan Baana, pergi, lalu sampai pada waktu hari panas terik ke rumah Isyboset, d ketika ia sedang berbaring e  siang hari.

2 Sam 4; 7

Mereka masuk ke dalam rumah itu, ketika Isyboset sedang berbaring di atas tempat tidurnya di dalam kamar tidurnya, membunuhf  dia lalu memenggal kepalanya. Mereka membawa kepalanya itu, lalu berjalan semalam-malaman melalui jalan dari Araba-Yordan.

2 Sam 4; 8

Kepala Isyboset itu dibawa mereka kepada Daud di Hebron dan mereka berkata kepada raja: “Inilah kepala Isyboset, anak Saul, musuhmu itu, yang ingin mencabut nyawamu; TUHAN pada hari ini telah membiarkan tuanku raja mengadakan pembalasan j  atas Saul dan atas keturunannya.”

2 Sam 4: 12

Sesudah itu Daud memberi perintah kepada anak buahnya untuk membunuh mereka 1 ; n  tangan dan kaki mereka dipotong, kemudian mayat mereka digantung di tepi telaga di Hebron. Tetapi kepala Isyboset diambil dan dikuburkan di dalam kubur Abner di Hebron.

Bandingkan dengan perubahan nama Yiswi menjadi Abinadab, dimana nama Yiswi muncul di kitab 1 Samuel pasal 14

I Sam 14; 49 Anak-anak lelaki Saul ialah Yonatan, Yiswi dan Malkisua. Nama kedua anaknya yang perempuan: yang tertua bernama Merab, yang termuda bernama Mikhal

Dan di kitab yang sama , namanya sudah berubah menjadi Abinadab:

I Sam 31: 2

 Orang Filistin terus mengejar Saul dan anak-anaknya dan menewaskan Yonatan,  Abinadab dan Malkisua,  anak-anak Saul

Sedangkan Isyboset saat hari matinya tetap dikenal sebagai Isyboset, bukan sebagai nama barunya Esybaal.

Jadi kesimpulannya pada kitab 1 Samuel, nama Isyboset belum pernah disebut-sebutkan walaupun dia sudah dilahirkan, dan pada kitab 2 Samuel, nama Isyboset muncul ke permukaan saat ayahnya dan juga saat semua kakak laki-lakinya mati di medan pertempuran, kemunculannya adalah sebagai raja pengganti ayanya.  Sampai matinya namanya tetap disebutkan dalam kitab 2 Samuel sebagai Isyboset.

Namun kita lihat bahwa penulis kitab Tawarikh mencatat nama Isyboset bukan sebagai Isyboset lagi, melainkan sebagai Esybaal.

Hal ini dicatat dua kali, penulis kitab Tawarikh menuliskan seperti ini:

I Taw 8: 33 Ner memperanakkan Kish; Kish memperanakkan Saul; Saul memperanakkan Yonatan, Malkisua, Abinad dan Esybaal

Ayat ini diulangi persis di I Taw 9:39

I Taw 9: 39 Ner memperanakkan Kish; Kish memperanakkan Saul; Saul memperanakkan Yonatan, Malkisua, Abinad dan Esybaal

Di sini kita simpulkan bahwa penulis kitab Tawarikh seperti memberi arti terselubung pada visi hidup Saul yang berakhir tragis, yaitu menjadikan BAAL sebagai VISI hidupnya yang paling puncak.

Penulis kitab Tawarikh yang diperkirakan adalah Ezra dan beliau juga adalah yang diperkirakan sebagai penulis kitab II Samuel, bisa jadi tidak rela jika nama-nama keluarga Saul ini berakhir dengan nama Mefiboset, yang artinya Pembasmi Berhala, karena pada kenyataan akhir hidup daripada Saul adalah penyembah berhala, mencari peramal, cenayang, itulah mungkin sebuah penyebab, munculnya nama lain daripada Isyboset yang berubah menjadi Esybaal.

 

Penulis kitab Tawarikh, sepertinya ingin menggambarkan bahwa akhir hidup Saul yang tergambar dari penamaan segenap anggota keluarganya, tidak berakhir dengan VISI menyembah Allah yang hidup, Allah Israel, dengan membasmi berhala, justru kebalikannya, Saul mengakhiri hidupnya sebagai Esybaal/ pria Baal/ Sang Pemilik/ sang tuan/ sang master. Toh arti bosyet dengan baal, ada hubungannya, dimana Baal sebenarnya adalah dewa kejijikan/kekejian, dan mungkin bisa jadi sebuah aib/memalukan, sehingga Isyboset = sang pemalu, menjadi esybaal= pria baal, dan Baal itu adalah dewa yang memalukan/menjijikkan/aib/kekejian bagi Tuhan dan bagi umat-Nya, nama itu sebenarnya artinya sama, hanya saja nama yang kedua, jelas-jelas menggunakan kata B.A.A.L.

Kalaupun Saul tidak ikut mengubah nama Isyboset menjadi Esybaal, namun Alkitab yang menunjukkan sendiri pada kita Visi ke 10 daripada Saul ini. Tidak ada yang kebetulan. Bahkan nama-nama sungai, gunung, dlsbnya pun dalam Alkitab mengandung arti-arti yang tersembunyi dan menggangung makna yang dalam.

Di sinilah menggambarkan VISI hidup Saul yang memuncak pada akhir hidupnya menjadi pribadi yang menjadikan dirinya sendiri sebagai Tuan/Lord/Master. (Visi 10, memberhalakan DIRI SENDIRI). Dari sang pemalu menjadi sang Tuan/ sang Master/ sang Pemilik.

Darimana kita tahu bahwa pada akhir daripada hidup Saul adalah menjadi PRIA BAAL= SANG TUAN= SANG PEMILIK?

Bukti pertama; kita tahu bahwa pada menjelang akhir hidupnya dia mendatangi peramal di EN DOR ketika dia tidak berhasil lagi mendapatkan jawaban dari Allah Israael. Ini adalah indikasi jelas -jelas yang menunjukkan bahwasannya Saul berbalik arah menjadi penyembah Baal, Esybaal/ Pria baal.

Kontak SAUL  pada Allah Israel adalah hanya untuk mendapatkan ‘jawaban’ dari setiap kebutuhannya akan petunjuk perang, bukan didasarkan pada hubungan yang mendalam dengan Allah Israel. Berbeda dengan Daud, ketika dia berpuasa 10 hari lamanya untuk mendoakan anaknya yang sedang sekarat, dan ternyata anaknya mati, Daud tetap tidak meninggalkan Tuhan, dia tidak kecewa dengan Tuhan lantas menjadi penyembah berhala , sama sekali tidak ! Berbeda sekali dengan Saul yang langung semudah itu berpaling pada peramal ketika Tuhan tidak memberikan jawaban yang dia inginkan.

Ekspresi penyembah Baal dapat kita lihat pada peristiwa Elia dan nabi –nabi Baal, bahwa para penyembah Baal menoreh-noreh diri mereka , menyiksa diri mereka, dan ujung-ujungnya Saul mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

I Raja-raja 18: 28

Maka mereka memanggil lebih keras serta menoreh-noreh dirinya dengan pedang  (CHEREB) dan tombak, seperti kebiasaan mereka, sehingga darah bercucuran dari tubuh mereka.

Bandingkan dengan cara matinya Saul:

I Sam 31: 4-5

Lalu berkatalah Saul kepada pembawa senjatanya: “Hunuslah pedangmu dan tikamlah aku, supaya jangan datang orang-orang yang tidak bersunat ini menikam aku dan memperlakukan aku sebagai permainan.”  Tetapi pembawa senjatanya tidak mau, karena ia sangat segan. Kemudian Saul mengambil pedang (CHEREB)  itu dan menjatuhkan dirinya ke atasnya. Ketika pembawa senjatanya melihat, bahwa Saul telah mati, ia pun menjatuhkan dirinya ke atas pedangnya, lalu mati bersama-sama dengan Saul.

Yang paling ditakutkan Saul bukanlah kematian, tetapi GENGSINYA yang sangat dipertahankan, dia tidak mau diperlakukan sebagai permainan oleh orang Filistin, dia tidak mau dipermalukan, dia tidak mau harga dirinya diinjak-injak, dia tidak mau jadi orang yang kalah.  Sebenarnya luka parah Saul , bukan karna pedang atau tombak, hanya memang dikatakan parah, tetapi senjata yang mengenai dirinya hanyalah PANAH, senjata kecil, bukan tombang atau pedang yang adalah senjata besar. Sebenarnya Saul masih bisa menyelamatkan diri, bahkan dia masih bisa menjatuhakn diri ke atas pedang, itu artinya dia masih bisa berdiri, masih bisa berlari, masih bisa tegak, bukannya terkapar tak berdaya. Yang membuat Saul menjatuhkan diri ke senjata yang mematikan (pedang) sebenarnya adalah KESOMBONGANNYA – ke-BAAL-lannya, ke-TUAN-annya, ke-DIRI-annya, ke-AKU-annya.

Tidak kebetulan pada saat Elia melawan nabi-nabi Baal, digunakan LEMBU JANTAN sebagai binatang yang ditaruh di atas mezbah itu, karena lembu adalah suatu symbol BAAL.

KESIMPULAN :

Saul mengalami pergeseran visi kehidupannya, bahkan mengalami degradasi visi, sampai akhirnya dia pun bunuh diri untuk mengakhiri hidupnya.

Bagaimana kronologisnya?

Visi 1-5 adalah Visi Saul sebelum diurapi menjadi raja.

(Visi 1. Kebergantungan Hidup pada Allah Israel)

(Visi 2. Memberhalakan Penampilan , kecantikan luar, outer beauty)

(Visi 3. Memberhalakan Kekayaan dan harta menjadi ‘raja’ dalam hidupnya, ‘merajainya’, kekayaan ‘memerintah’ dan ‘jadi tuan’ dalam hidupnya).

(Visi 4. Memberhalakan Kemakmuran)

(Visi 5. Memberhalakan ilah lain. Mulai meragukan Allah Israel, mulai melirik allah lain.)

Pada waktu setelah Visi 5, Saul diurapi menjadi raja, dia dikatakan di I Sam 10: 9.

Sedang ia berpaling untuk pergi meninggalkan Samuel, maka Allah mengubah hatinya menjadi lain.

Kata ‘hati’ di ayat ini dipakai kata LABE yang artinya:

  • Manusia batiniah
  • Pikiran, pemikiran, pengetahuan, refleksi, memori,
  • Jantung
  • Memahami
  • Bagian dalam,
  • Jiwa,
  • Hati
  • Kecenderungan,
  • resolusi,
  • kemauan,
  • nurani,
  • pusat emosi dan nafsu

Tentunya pada saat itu Visi Saul yang telah mengalami perubahan dari tadinya Visi 1, menjadi menjauhi kehendak Tuhan dalam Visi 2, Visi 3, Visi 4 dan Visi 5, kini oleh Tuhan diubah total, mengikuti VISI ILAHI dalam hidupnya, yaitu visi yang baru , sbb:

I Sam 10; 1

Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangkannyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata; “Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemeringahan atas umat TUHAN, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya.

Visi yang Tuhan mau atas hidup Saul dan atas hidup kita  semua sebenarnya adalah

TUHAN INGIN KITA MEMBERI DIRI KITA

SEBAGAI ALAT DI TANGAN TUHAN

UNTUK MENCAPAI MAKSUD TUHAN ATAS HIDUP KITA

Ayat pendukungnya adalah:

Yesaya 26:12 Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami,

sebab segala sesuatu yang kami kerjakan,

Engkaulah yang melakukannya bagi kami.

 

Lukas 17:10,

Demikian jugalah kamu.

Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu,

hendaklah kamu berkata:

Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna;

kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.

 

Mat 20:26-28

Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu,

hendaklah ia menjadi pelayanmu,

dan barangsiapa ingin menjadi  terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;

sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani,

melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya

menjadi tebusan bagi banyak orang.

 

Tuhan ingin kita tidak memiliki Visi memberhalakan kecantikan luar, memberhalakan kekayaan, kemakmuran, memberhalakan illah lain (ilah modern itu banyak sekali jenisnya, apa saja yang merebut perhatian kita lebih daripada Tuhan) , menjadi mulai melihat Tuhan, saat kita melihat Tuhan, kita tidak perlu minder, kita tidak perlu sombong, kita tidak perlu iri satu dengan yang lain, kita tidak perlu dendam, karena kita menyadari kita ini hanya ALAT, dan semua fasilitas yang kita punya hanya TITIPAN, kita hanya MENGELOLA, kita bukan PEMILIK, kita bukan sang Boss, melainkan kita hanya sebagai kacung/hamba/bendahara/yang dipercaya/yang diberi tanggung jawab.

Dan ternyata Visi Tuhan ini menetap dalam diri Saul hanya bertahan sampai DUA TAHUN, oleh karena itu di mata Tuhan, pemerintahan Saul hanya dihitung selama DUA TAHUN saja ( I sam 13:1), walaupun di mata manusia, pemerintahannya adalah selama 40 tahun ( Kis 13:21). Selama Visi Saul sejalan dengan Visi Tuhan, semua diperhitungkan , tetapi 38 tahun sisanya saat Saul kembali pada visi-visi kediriannya

Visi 6. memberhalakan eksistensi diri ,

Visi 7. memberhalakan pemujaan terhadap dirinya,

Visi 8.  memberhalakan keistimewaan dirinya,

Visi 9. memberhalakan kenyamanan dan keamanan hidupnya dengan menghalalkan segala cara,

Visi 10. Memberhalakan dirinya sendiri.

……pada saat itu, tahun tahun itu terlewat dari yang diperhitungkan Tuhan.

 

Mari kita bandingkan dengan pengurapan DAUD

Di 1 Samuel 16; 13 ditulis perbedaan yang sangat jelas dengan apa yang telah terjadi dengan Saul.

Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. SEJAK HARI ITU DAN SETERUSNYA berkuasalah Roh TUHAN atas Daud.

Kata dan seterusnya inilah yang tidak ada pada keterangan saat Saul diurapi jadi raja. Saul gagal untuk tetap berjalan dalam Visi ilahi yang sudah Tuhan berikan saat dia diurapi menjadi raja, Visi Ilahi yang sudah Tuhan tanamakan untuk membuang Visi yang lama yang tidak sesuai dengan jalan Tuhan, kehendak Tuhan.

Ada kata SEJAK HARI ITU DAN SETERUSNYA, …itu artinya Daud menjaga pengurapan itu terus atas hidupnya, Daud sangat mempertahankan VISI Tuhan dalam hidupnya, Daud tidak pernah keblinger, saat dia pernah jatuh sekalipun, dalam pembunuhan berencana atas Uria, dan perselingkuhannya dengan Batsyeba, serta semua intrik di dalamnya, saat dia ditegur, buruan dia berkata dalam doanya

Mazmur 51; 11 Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus daripadaku !

roh-Mu di sini dipakai kata ruwach yang mengandung  arti:

  • angin, nafas, pikiran, roh
  • surga, roh, semangat, kekuatan, keberanian, keinginan.

Bisa kita artikan ‘jangan mengambil NAFAS KUDUSMU daripadaku.

Nafas Tuhanlah yang selama ini membuat Daud tetap tinggal dalam pengurapan itu, tetap berjalan sesuai Visi Ilahi itu, terus bergerak sesuai dengan hati Tuhan.

Saat Daud juga pernah melakukan kesalahan di hari tuanya dan diminta memilih hukuman seperti apakah yang dia pilih, dia tidak memilih jatuh ke dalam tangan manusia, melainkan dia memilih untuk jatuh ke dalam tangan Tuhan yang besar kasih sayang-Nya.

Apapun yang terjadi dalam hidup Daud, dia tidak mau melepaskan Tuhan sedikitpun, saat dia dihajar, saat dia ditegur, dalam pandangannya , Visinya tetap melekat pada Tuhan.

 

bersambung…

DAUD BUKAN RAJA PERTAMA.

Mengapa saat Daud melawan Goliat dia bisa menang??

Karena penyertaan Tuhan tentunya ! Benar sekali !

Read the rest of this entry »

MAHKOTA PEMBEBASAN

Naskah khotbah ini pernah disampaikan di LAPAS KENDARI, 19 April 2014

dan Power Point dapat anda unduh di sini:

MAHKOTA PEMBEBASAN

materi ini sebenarnya adalah pengembangan dari materi sbb:

KORBAN PENEBUS SALAH DAN KETOPONG KESELAMATAN

TETAPI materi ini sudah saya olah sehingga menjadi materi siap pakai, jika anda ingin mengkotbahkannya.

 

Selamat berbagi rhema !

 

Read the rest of this entry »

 

Rajaku, Tuanku, Ayah Mertuaku, Pemburuku, Pahlawanku.

24 Maret 2014 pukul 9:35

Read the rest of this entry »

IMAMAT 14: 8

Seremonial pentahiran si kusta ada beberapa hal:

mencuci pakaiannya

mencukur seluruh rambutnya

membasuh tubuhnya dengan air

MAKA IA MENJADI TAHIR

Read the rest of this entry »

Hari ini kita berbicara mengenai HUKUM PENTAHIRAN KUSTA

Jadi jika anda ingin mempelajari hasil penelitian sebelumnya yang membahas mengenai ciri-ciri penyakit kusta dan bagaimana menangani orang yang sakit kusta, semua ada di pembahasan Imamat pasal 13, yang bisa anda baca di sini: (KLIK DI TULISAN BERIKUT INI)

PENYAKIT KUSTA

Read the rest of this entry »

ADA APA DI TAHUN 2014???

ADA APA DI TAHUN 2014

Angka – angka di dalam Alkitab mengandung banyak arti secara rohani.

Mari kita selidiki semua angka 14 di Alkitab untuk mengetahui apa yang Tuhan inginkan buat kita di tahun 2014 ini.

TAHUN 2014

ADALAH TAHUN

SORAK SORAI

Read the rest of this entry »

TINDAKAN PROFETIK

TINDAKAN PROFETIK

(Disusun untuk Team Doa GMS Kendari, dan siapa saja yang membutuhkan )

KENDARI , NOVEMBER 2013

 

Apa tindakan profetik itu?

Tindakan profetik adalah sebuah tindakan nubuatan yang dilakukan berdasarkan iman untuk menyatakan suatu iman akan digenapinya sebuah nubuatan Tuhan atas pribadi tertentu, tempat tertentu, lembaga tertentu, dll.

Read the rest of this entry »

SEMAKIN MEMBARA

SEMAKIN MEMBARA

by: grace

 

Diam-diam makin membara

Cinta menetap dalam dada

Tiada terbungkam

Tak bisa diam

 

Rahasia terkuak

bisik-bisik terhenyak

menjerumuskanku dalam lamunan banyak

tak bisa tidak

tiada kuasa menolak

 

Dahsyat bara membakar hati

menanti

hari

lagi

 

Rhema dari-Mu

membuat aku jatuh

cinta

lagi

 

menanti

lagi

rahasia hati

 

mengisi lamunanku

dengan kata rahasia-Mu

 

aku cinta rhema dari-Mu.

 

lamunanku

dibelenggu

akan

cinta

pada kata-Mu

dan

rahasia-Mu

 

Kendari, 12 November 2o13

Jika kita sampai di pembacaan Imamat 12: 3 sampailah pada pembacaan mengenai sunat pada bayi berusia 8 hari.

dan seteleah browsing saya menemukan tulisan ini:

SUNAT PADA HARI KEDELAPAN

 

Kebenaran Alkitab sangat didukung oleh ilmu kesehatan. Misalnya tentang SUNAT. Allah menetapkan sunat pada hari ke 8 dan menurut ilmu kesehatan:

Pada hari ke 2 dan ke 5 setelah kelahirannya, seorang bayi rentan terhadap pendarahan.

5 sampai 7 hari setelah kelahirannya, pembekuan darah belum terbentuk.

Hari ke 8 merupakan hari teraman pertama. Ini berhubungan dengan produksi protrombin, yaitu suatu unsur penting pembekuan darah. Pada hari ke 3 produksinya baru mencapai 30% dan mencapai puncaknya yaitu 110% pada hari ke 8. Setelah itu ia akan menurun menjadi 100%. Allah sudah mempertimbangkan semuanya ketika memutuskan sesuatu. Pendapat dari ilmu kesehatan mendukung Kebenaran Alkitab.

 

http://groups.yahoo.com/neo/groups/islam-kristen/conversations/topics/26575

Read the rest of this entry »

IMAMAT 7: 22-27

Ada larangan untuk memakan lemak dan darah.

Jelas hal ini secara kesehatan sangat digarisbawahi, bahwa lemak hewani tidak baik untuk tubuh kita

Dan analisa terhadap darah telah membuktikan bahwa darah banyak mengandung zat Uric Acid, yang zat ini sangat membahayakan apabila dimakan oleh manusia.

Terkadang, di dalam darah juga mengandung bakeri-bakteri dan virus penyakit menular. Dan ketika itu, darah sangat berbahaya bagi pemakannya.

Jadi kesimpulannya: larangan dalam Taurat Tuhan, untuk memakan lemak dan darah, adalah bagi kesehatan kita juga.

IMAMAT PASAL 11

semua binatang yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan dibahas dalam seluruh pasal, tentunya semua berkaitan dengan kebaikan kita sendiri/ untuk kebaikan kita.

BERKAT JASMANI DAN ROHANI

ROTI BERAGI DAN TIDAK BERAGI

IMAMAT 7: 11-21

KORBAN KESELAMATAN :

  • Untuk memberi syukur
    • Disertai roti bundar yang tidak beragi yang diolah dengan minyak
    • Roti tipis yang tidak beragi yang diolesi dengan minyak
    • Roti bundar dari tepung yang terbaik yang teraduk, yang diolah dengan minyak
    • Persembahan itu harus beserta dengan roti bundar yang beragi, di samping korban syukur yang menjadi korban keselamatan

    Read the rest of this entry »

IMAMAT 7: 1-10

Ada penjelasan mengenai KORBAN PENEBUS SALAH

Yaitu, korban penebus salah ini harus dimakan oleh imam yang mengadkan pendamaian dengan korban itu, dia harus memakan korban itu.

Hal itu juga berlaku bagi korban penghapus dosa, dan korban sajian.

Jadi tiga korban ini harus dimakan oleh imam, yaitu

Read the rest of this entry »

KETAATAN DAN KERELAAN

YESUS UNTUK MELAKUKAN KEHENDAK BAPA DALAM HIDUP-NYA

Imamat 6: 24-30

1. TEMPAT KORBAN BAKARAN SEBAGAI PATOKAN TEMPAT KORBAN PENGHAPUS DOSA

Perikop ini membahas khusus mengenai KORBAN PENGHAPUS DOSA.

Kalimat kesimpulan saya setelah membaca ayat 25 adalah:

Korban penghapus dosa harus disembelih di tempat korban bakaran.

Read the rest of this entry »

IMAMAT 6: 8-13.

Ayat 13.
Harus dijaga supaya api tetap menyala di atas mezbah, janganlah dibiarkan padam.

Ayat ini adalah ayat thema PASSION, NCWC, Senayan, Jakarta, tahun 2012 lalu. NCWC singkatan dari National Conference Worker Children.

Api dalam ayat ini menggambarkan api/semangat/passion/hasrat, yang harus dijaga tetap menyala-nyala.

Read the rest of this entry »

Imamat 6: 1-7

…maka haruslah ia membayar gantinya sepenuhnya dengan menambah seperlima;haruslah ia menyerahkannya kepada pemiliknya pada hari ia mempersembahkan korban penebus salahnya.

Sebagai korban penebus salahnya haruslah ia mempersembahkan kepada Tuhans eekor domba jantan yang tidak bercela….dst

Dosa kepada Tuhan adalah satu lini, yaitu antara kita dengan Tuhan saja.

Tetapi dosa kepada sesama adalah dua lini, yaitu antara kita dengan orang lain, dan antara kita di hadapan Tuhan.

Read the rest of this entry »

PA DENGAN CIK ANIE Mat 6: 25-34

Hal kekuatiran
Ayat 25: Siapa yang bilang: AKU
Kalimat perintah, tidak bisa ditawar
Tidak ada alasan untuk KUATIR
Kekuatiran biasa tentang apa?
• Hidup, makanan dan minuman, sandang
• Itu semua menyangkut kebutuhan pokok, tetapi bagi Tuhan itu semua hanyalah sebagai pelengkap

Bagi Tuhan yang terpenting adalah kehidupan itu sendiri, dan tubuh kita, jadi yang lain-lain itu pasti Tuhan cukupkan

Burung dipelihara Tuhan, kita lebih dari pada burung-burung

Burung diberi makan, walaupun dia tidak menabur dan menuai/ tidak bekerja, tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, artinya tidak punya tabungan
Kekuatiran tidak menambah, malah bisa mengurangi

Read the rest of this entry »

CICAK DI ISTANA-ISTANA RAJA

CICAK

PA dengan cik Anie, 16 Pebruari 2011

Amsal 30: 24, 28

Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan; Cicak yang dapat kautangkap dengan tangan, tetapi yang juga ada di istana-istana Raja.

Read the rest of this entry »

BELAJAR DARI BELALANG

PA TGL 9 PEBRUARI 2011

BELALANG

Ayat kunci, Amsal 30; 27

Belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur

Ayat ini tidak dapat dilepaskan kaitannya dengan Amsal 30:24-27
Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan:
Semut (ayat 25), pelanduk (ayat 26), belalang (ayat 27), dan cicak (ayat 28)

Read the rest of this entry »

PA TGL 2 PEBRUARI 2011

TAK TERBELENGGU WALAU DIPASUNG

KIS 16: 13-40

Latar belakang Paulus dan Silas dipenjara:
• Mereka bisa ada di penjara, bukan karna mereka berbuat jahat, tetapi karena mereka memberitakan injil kepada orang Filipi
• Dalam pemberitaan injil itu, terjadi pelepasan dari seorang petenung, yang mana pertobatan dari petenung ini membuat adanya kerugian besar-besaran terhadap tuan-tuannya.
• Sehingga tuan-tuannya ini marah dan menjadi profokator untuk melawan Paulus dan Silas.

Read the rest of this entry »

PA DENGAN CIK ANIE
17 MEI 2010
12.10 WIB

Matius 11: 7- 19

Bayar harganya dari Yohanes Pembabtis:
• Tinggal di padang gurun, pemandangannya buluh
o Menjemukan, sepi (karna tinggal dauh dari komunitas/ kehidupan social)
• Tinggal di padang gurun,
o Tinggal daloam kesederhanaan/ tidak memakai pakaian halus/ mewah.
o Makanannya Belalang dan madu hutan

Panggilan Yohanes Pembabtis adalah : panggilan sebagai Nabi, bahkan lebih daripada nabi.

Nabi tugasnya: mendengar suara Tuhan dan menyampaikan suara Tuhan kepada umat-Nya,

Tugas Yohanes Pembabtis : merintis/membuka jalan/ mempersiapkan umat yang layak, untuk menyambut kedatangan Yesus.

Read the rest of this entry »

PA CIK ANIE,
24 MEI 2010

MATIUS 11: 20-24

Kota-kota yang tertulis di perikop ini:

Khorazim
Betsaida
Tirus (non Israel)
Sidon (non Israel)
Kapernaum
Sodom (non Israel)

Yang dikecam Yesus:
1. Kota –kota yang : (20-21)
• Tidak bertobat
• Tidak berkabung
• Walaupun sering melihat mujijat-mujijat.
• Sering mendapat kunjungan pelayanan Yesus

Rhema : berkabung aja nggak, apalagi bertobat, padahal sering ada KKR, pembicaranya tingkat Surgawi.

Read the rest of this entry »

PA CIK ANIE
TGL 5 JUNI 2010

II Raja-raja psl 2: 1-18

Elia diangkat ke sorga

Beberapa jenis nabi

1. Elia

Sudah mengetahui bahwa Tuhan akan mengangkat dia ke surga dalam angin badai.
Berangkat dari Gilgal (ay 1) , ke Bethel ( ayat 2), Yerikho (ayat 4), Sungai Yordan (6), menyeberang sungai Yordan.

Read the rest of this entry »

Khotbah di Doa Puasa, Jumat, 16 Maret 2007
Grj Bethany Madiun

Daud Seorang Pemimpin yang Menitikberatkan pada Proses untuk Mencapai Output yang Bagus

Input ………………..> proses…………………> output

Read the rest of this entry »

Selasa 21 Juli 2009, PA DENGAN CIK ANIE

Matius 5: 17-48

Alinea ayat 17-20
• Tuhan Yesus bukan datang untuk menghapus Hukum Taurat, tetapi untuk menggenapinya

• Rumus
Hukum Taurat + Tuhan Yesus = Sempurna
Aya 17 ayat 17 ayat 48

• Ternyata di surga ada tingatan-tingkatannya
o Tingkatan yang paling bawah adalah bagi siapa yang meniadalan hukum taurat dan mengajarkannya / pengajar sesat
o Tingkatan yang tinggi apabila melakukan dan mengajarkannya

• Lukas 18 : 9-14 Tuhan ingin ketaatan kita minimal seperti orang Farisi yang
o Berpuasa minimal 2 kali seminggu
o Membayar perpuluhan
Namun sayang sekali ketaatan mereka tidak disertai kebenaran, karna di dalamnya ada kesombongan rohani
Mat 16: 12 dikatakan hati-hati terhadap ragi orang Farisi, karna kemunafikan orang farisi membuat mereka tampaknya beribadah, namun tidak punya kasih (Mrk 12: 40)

Read the rest of this entry »

Senin, 27 Juli 2009 PA DENGAN CIK ANIE

Matius 6: 1-4
Melakukan sesuatu jika hanya berdasarkan kewajiban hasilnya akan sangat berbeda dengan jika kita melakukannya berdasarkan kerinduan

Ayat 1 motivasi mengikut Tuhan jangan karna ingin mencari pujian dari orang lain

Ternyata ibadah itu ada upahnya, jika kita mencari pujian manusia kita tidak dapat upah dari Tuhan

Ayat 2 Motivasi menabur jangan untuk mencari pujian orang
Menabur jangan hanya berupa program, melainkan harus berdasar belas kasihan

Menabur ternyata juga ada upahnya

Ayat 3, jangan digembar-gemborkan tetapi harus dengan diam-diam, jika kita melakukannya untuk menyenangkan hati Tuhan, kita akan mendapat tuaian

Ayat 5- 14 Doa ternyata juga ada upahnya
Cirri-ciri orang munafik: doa di depan umum (tidak pernah doa pribadi)
Motivasinya untuk mancari nama

Ciri doa yang benar:
Berurusan secara pribadi dengan Tuhan

Kamar doa di sini bisa di mana saja, kita bisa intim dengan Tuhan

Cirri cirri doa dari orang yang tidak mengenal Tuhan adalah berdoa dengan bertele-tele, menyangka dengan banyaknya kata-kata indahnya kata-kata yang puitis doanya dikabulkan

Read the rest of this entry »

5-10 2009

Mat 8: 5-13
Luk 7: 1-10
Yoh 4: 40-53

Mat 8
Perwira itu rendah hati- punya kasih- terhadap hambanya yang sakit lumpuh dan sangat menderita, disini perwira itu punya kepedulian/ empati
Aku datang untuk menyembuhkan
Tuhan Yesus juga tidak membedakan status- ia penuh belas kasihan

Read the rest of this entry »

19-10-2009

Mat 8: 14

Ayat 14: Tuhan Yesus punya kepedulian
Ayat 15 a Tuhan Yesus mengalirkan kuasa-Nya lewat sentuhan-Nya
Kreatif menyembuhkan dengan berbagai macam cara

Read the rest of this entry »

Senin, 29 Juni 2009 Mat 4: 12-25

1. Tanah Zebulon dan Naftali kecil dalam pemandangan manusia, kumuh, miskin, rusuh, tetapi disayangi oleh Tuhan, dari sanalah Tuhan memulai pelayanan-Nya bandingkan dengan Yes 8:23-9:1.
2. Berita Yesus sama dengan pemberitaan Yohanes Pembabtis : Bertobatlah sebab kerajaan Allah sudah dekat. Mari kita hadirkan Kerajaan Allah memerintah dalam hidup kita
3. Tuhan Yesus sudah mempunyai tujuan mencetak murid-murid-Nya menjadi penjala ikan. Tuhan Yesus punya visi ke depan, walaupun pada kenyataan saat itu Petrus dkk sama sekali belum mengerti apa artinya menjala manusia
Read the rest of this entry »

Matius 5, Senin 6 Juli 2009


Ucapan Bahagia

1. miskin rohani : selalu merasa kurang akan Firman Tuhan, haus dan lapar akan Firman Tuhan
Read the rest of this entry »

Bab XVII
7 LANGKAH TURUN, 7 LANGKAH NAIK

Filipi 2:1-8

Tuhan Yesus telah rela mengambil 7 langkah turun, sehingga Bapa di Surga membawa Tuhan Yesus naik ke atas 7 langkah lagi.
Dari teladan Yesus ini, kita mau seperti Tuhan Yesus, rendah hati, rela berkorban bagi orang lain, tidak egois.

Read the rest of this entry »

Berani Tampil Beda

Roma 12:1-2
….supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa oleh dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna

Berani Tampil Beda! Itulah yang menjadi thema renungan kita kali ini. Tentu kita bertanya-tanya ‘berani tampil beda? Untuk apa kita tampil beda?’

Jika kita perhatikan sekeliling kita, ada orang yang ingin tampil beda, supaya dapat menarik perhatian orang banyak. Ada pula orang yang ingin tampil beda karna tidak ingin seorang pun menyamai atau menandinginya. Dan ada pula yang ingin tampil beda karena dengan cara itu, ia ingin membuktikan bahwa dia mampu melakukan atau memiliki apa yang tidak sanggup dilakukan atau dimiliki orang lain.

Read the rest of this entry »

PENDAHULUAN

1. Tuhan memberikan karunia pada tiap orang secara unik, dan kita tidak dapat memilih sendiri, semuanya sesuai dengan design Tuhan.

2. Tuhan menempatkan karunia pada tiap orang, jika kita mengabaikannya hidup kita tidak akan maximal

3. Kita sering melakukan kesalahan dengan :
• Membuang-buang waktu kita pada hal yang bukan bidang kita
• Membuang-buang waktu kita untuk mengubah pemberian Tuhan yang unik dalam diri kita, agar kita menjadi seperti keunikan orang lain. Hal ini sia-sia.

Read the rest of this entry »

PSK SMP Kristen I
20 Agustus 2004
Khotbah dari Gembala JKI Magelang yang diintisarikan oleh Grace

Anak-anak panah di tangan Tuhan

Maz 127:4
Anak-anak muda adalah anak panah di tangan pahlawan, yaitu Tuhan sendiri.

Peranan Tuhan
Yes 49:2b Tuhan membuat kita menjadi anak panah yang runcing.
Anak panah yang lurus melambangkan karakter yang dibentuk sampai lurus

Read the rest of this entry »

Kembali Berbicara Tentang Motivasi

GPDI Kincang, 24 MEi 2009

Ilustrasi: Maukah kita sekarang jadi pemain cadangan? Yang mungkin selama pertandingan kita hanya duduk di pinggir lapangan dan hanya dipanggil jika ada pemain yang cidera? Kalau anda hanya sebagai cadangan, apakah anda tetap bersungguh-sungguh latihan?

Read the rest of this entry »

Khotbah di Kharisma 14 Nopember 2004

BERSUNGGUH SUNGGUH
Bersungguh-sungguh adalah suatu respon kita terhadap suatu kesempatan. Seorang siswa yang bersungguh-sungguh akan mempergunakan kesempatan belajarnya dengan sebaik-baiknya. Seorang karyawan yang bersungguh-sungguh akan mepergunakan kesempatannya untuk bekerja (dimana jutaan orang tidak mempunyai pekerjaan) dengan sebaik-baiknya. Seorang ibu yang bersungguh-sungguh akan menjadikan kesempatan emasnya untuk menjadi seorang ibu yang baik. Seorang presiden yang bersungguh-sungguh tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan oleh rakyat kepadanya. Seorang petani yang bersungguh-sungguh akan menanami setiap lahannya dengan benih terbaik, pupuk terbaik, pengolahan terbaik dan lain sebagainya.

Read the rest of this entry »

Setia Pada Perkara Kecil

Lukas 15:10

Tuhan menasehatkan kita agar setia pada perkara kecil
, benar dalam perkara-perkara kecil. Kesetiaan dan kebenaran pada perkara kecil akan membuat kita setia dan benar dalam perkara-perkara yang besar.

Read the rest of this entry »

Khotbah di upacara SMP Kristen I 11 Oktober 2004

Proses

Di dunia ini tidak ada yang instant, semuanya mengalami proses. Mie instant yang cara memasaknya hanya membutuhkan waktu 3 menit, proses pembuatan di pabrik juga tidak instant. Demikian juga dengan afi junior, tidak mungkin menerbitkan artis dadakan, tetapi mereka semua telah kursus menyanyi sebelumnya selama bertahun-tahun, sering mengikuti festifal, kalau pun tidak mereka juga belajar menyanyi secara autodikdak. Contohnya Fery, dia sangat menguasai cengkok melayu, karna sudah bertahun-tahun sebelumnya dia suka belajar menyanyi sambil bermain gitar.

Read the rest of this entry »

Madiun, 25 April 2007

Perenungan dalam rangka Ucapan Syukur dan Doa:
1. Berkat Tuhan atas keluarga besar Sdri Siska
2. Hari Ulang Tahun Sdri Siska dan Ibu Lia
3. Doa untuk meminta pembentukan karakter dan doa memohon kesembuhan

Inspirasi:
Hidup manusia dikatakan bermakna, bukan dari seberapa lama atau seberapa panjang usia dia hidup, tapi dengan nilai-nilai apa dia mengisi kehidupnya.
Seorang Dosen UNPAR Bandung, yang menempuh program Doktor di Amerika, mati tertembak, ketika dia melindungi teman kuliahnya yang baru saja mempunyai bayi, karna tindakan heroic/ kepahlawanan ini, mahasiswa Indonesia ini kepalanya tertembak, dan menjadi salah satu korban penembakan yang dilakuakan oleh Mahasiswa Korea. Sekalipun dia belum menyelesaikan disertasinya- pihak kampus menganugrahkan gelar Doktor kepadanya. Orang ini mengisi hidupnya dengan nilai pengorbanan, dan kasih yang tidak egois.
Semakin Bertambah Umur, Semakin Bijaksana
Bacaan : II Samuel 20:16-22

1. Perempuan ini bukan orang terkenal di kota itu, buktinya : namanya tidak tercatat
• Tuhan mau memakai bukan saja orang-orang yang terkenal (Daniel, Yusuf, Musa, dll) tetapi juga orang-orang biasa seperti kita. (Tuhan memakai seorang anak kecil untuk memberikan bekalnya , 5 roti dan 2 ikan, untuk memberkati ribuan orang; Tuhan memakai Janda di Sarfat yang ttidak tercatat namanya untuk memberi makan Elia, dan banyak lagi contoh lainnya)
Read the rest of this entry »

Khotbah di Cell Immanuel, 20 Mei 2006

Menggali Isi Alkitab

Apa yang dimaksud dengan menggali isi Alkitab?

Menggali isi Alkitab adalah sebuah usaha untuk kita menemukan mutiara-mutiara kebenaran Firman Tuhan yang diterangi oleh Pengurapan Roh Kudus.

Apa kegunaan kita dapat menggali Isi Alkitab?
• Dapat jadi mutiara yang berharga dalam hidup kita, tidak hanya membaca secara sepintas saja
• Dapat dikotbahkan, menjadi berkat bagi orang lain

Read the rest of this entry »

Bahan Khotbah , Cell Getsemani 12 Mei 2006

Belajar dari Hidup Simson

Latar Belakang
Manoah, ayah simson dari keturunan Dan,
Kej 49:16 adalah kata-kata nubuatan/wasiat Yakup yang terakhir sebelum meninggal, bisa jadi digenapi dalam diri Simson, karna Simson adalah satu-satunya hakim dari suku Dan.

Read the rest of this entry »

Kebangkitan-Nya membangkitkanku

Paskah Youth GKJ Bayeman, Sabtu, 22 April 2006

Read the rest of this entry »

Miliki Sikap Hati yang Benar

Persekuatuan Choir Januari 2008

Mari memulai Pelayanan di 2008 dengan semangat yang baru, kalau kita bisa melayani Tuhan itu adalah kemurahan/ anugrah Tuhan.

Yunus adalah salah seorang contoh Hamba Tuhan/ Pelayan Tuhan yang mempunyai sikap hati yang salah dalam melayani Tuhan.

Read the rest of this entry »

Khotbah di GKPB Muntilan

Kenaikan Yesus ke Sorga

Kisah Rasul 1:8
Tetapi kau akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan samapai ke ujung bumi.

Read the rest of this entry »

Khotbah di Sel Anak Panah, Minggu, 14 Mei 2006

SPECIAL TENTANG YANG SPECIAL

Teman Hidup adalah suatu topik special yang menjadi pergumulan semua anak muda.

Saya dahulu pernah bergumul ketika duduk di bangku SMP, “akankah kelak dewasa saya hidup melajang? Mungkinkah saya bersuamikan seorang Bule ? Saya tidak berminat menjadi istri Pendeta!”
Sekarang ketika saya mengingat hal tersebut saya menjadi geli sendiri, karna kenyataan yang saya hadapi sekarang ternyata adalah sama sekali yang berlainan dengan bayangan-bayangan saya dulu.

Read the rest of this entry »

Persiapan khotbah Minggu

8 Agustus 2004
GPDI Kharisma Kalinegoro

Semua orang pasti ingin berhasil dalam pekerjaan, keluarga, study, masa depan, ekonomi, dll.

Ada 6 kunci keberhasilan orang percaya:
1. Disertai Tuhan
2. Cinta Firman Tuhan
3. Iman percaya kepada Tuhan
4. Hidup takut akan Tuhan
5. Melakukan bagiannya
6. berdiam diri

Read the rest of this entry »

Bahan Renungan Pra Ujian Hari ke III
Lagu :………………………..

Yak 5:17

Mengapa di dunia ini ada orang-orang yang hebat, misalnya penemu-penemu, yang dapat menemukan teori-teori yang mengagumkan, pelukis-pelukis yang lukisannya terkenal di seluruh dunia, penyanyi-penyanyi yang legendaries, presiden-presiden yang tidak tertandingi kehebatannya, jendral-jendral yang tidak pernah mencatat kekalahan dalam tiap peperangan, dll. Apakah orang-orang hebat tersebut bisa hebat karna mereka lebih pandai, lebih kaya, lebih cantik, lebih ganteng, lebih senior, lebih berkarisma dan serba lebih-lebih dari orang-orang kebanyakan ?

Jawabannya adalah T I D A K !!

Penelitian membuktikan bahwa orang-orang ber IQ tinggi tidak menjamin kesuksesannya di dunia kerja

Elia adalah manusia biasa seperti kita…., namun Alkitab mencatat bahwa tidak ada nabi lain yang dapat melakukan mujijat-mujijat yang spektakuler seperti Elia. Sebagai murid dari Elia, Elisa melakukan mujijat lebih banyak daripada gurunya, tetapi tetap saja nama besar Elia sang guru, tidak dapat tertandingi.

Read the rest of this entry »

Wanita (Khotbah di Darma wanita PSK, Maret 2005)

Wanita adalah mahluk yang sangat diincar oleh iblis, kejatuhan pertama manusia dari dosa karna dimulai dari kejatuhan seorang wanita. Hawa jatuh, karna perhatikan kejadian pasal 3. ia mendengar kata iblis, ia menanggapi iblis, ia menambah-nambahi kata Tuhan, ia melihat, dan tergiur, dan hatinya terpikat, ia mempunyai daya pengaruh yang luar biasa sampai-sampai suaminya pun yang bersama-sama dengan dia ikut memakannya.

Read the rest of this entry »

Belas Kasihan
(perenungan Firman Tuhan di Persek Doa Radio Sahabat Kehidupan, 2 Pebruari 2007)

Apa yang selama ini menjadi penggerak kita?
• Uangkah ? (anak muda yang kaya, Mat 19: 16-26)
• Popularitas ? (Pontius Pilatus, Mrk 15:15)
• Pembalasan dendam dan ambisi pribadi? (Yoab anak seruya, I Raj 2:5-6)
• Kedudukan? (Herodes, Mat 2:16-18)
• Dll

Read the rest of this entry »

BIODATA PENULIS

CURICULLUM VITAE

PENULIS DAN PEMBICARA

 

Susan Grace H Widiono,

S.MG

"Ini aku Tuhan, utuslah aku !"

“Ini aku Tuhan, utuslah aku !”

Read the rest of this entry »

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.