'manusia hidup bukan dari roti saja…'

ROH TUHAN BERKUASA ATAS SIMSON

GBI DIASPORA SEJAHTERA

KOTA WISATA BATU

DOA 10 HARI PENCURAHAN ROH KUDUS

RABU, 16 MEI 2018

Baca entri selengkapnya »

Iklan

RENUNGAN DOA PAGI 16

DOA PAGI 16, 17 MEI 2018

GBI DIASPORA SEJAHTERA KOTA WISATA BATU

YEREMIA 51:36-64

Teks; Yeremia 51:47

 

Babel dihukum oleh TUHAN, karena mereka tidak takut akan TUHAN.

  1. Babel: negeri pujian seluruh bumi ( Yeremia 51:41), ketika penghukuman Tuhan tiba, telah berubah menjadi kengerian.
    1. Jangan sampai pujian dapat membuat kita dihukum oleh TUHAN
      1. Contoh: Nyanyian nyanyian pujian yang ditujukan kepada Daud, adalah nyanyian yang sama yang membuat Daud nyaris terbunuh ( I Samuel 18:7. I Sam 29:5). Daud tidak pernah menjadi sombong hanya gara-gara nyanyian-nyanyian fans seperti ini. Mazmur 35:28. Praise and worship setiap hari yang dilakukan oleh Daud, membuat Daud selalu mengembalikan semua pujian kepada TUHAN.
      2. Lucifer jatuh karena kesombongan Yehezkiel 28:2
      3. Kisah rasul 12: 21-23 Herodes ditampar malaikat Tuhan karena menerima penghormatan atas dirinya/ memberhalakan diri sendiri.
      4. Amsal 25: 16, 27 Terlalu banyak madu.

 

  1. Babel: dilindungi oleh tembok ( Yeremia 51:44, 53, 58), ketika penghukuman Tuhan tiba, Tuhan bisa membuat tembok itu runtuh.
    1. Selain kita harus punya Tembok Kristus sebagai tembok keselamatan, tetapi ada juga jenis tembok lain, II Korintus 10: 5 SIASAAT ORANG, KUBU-KUBU KEANGKUHAN dimana semuanya itu dibangun untuk menentang PENGENALAN AKAN ALLAH. Setiap pikiran harus ditaklukkan kepada KRISTUS. Ketika ada paham-paham yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan, dan itu semua adalah membuat kita menjadi angkuh, lebih baik tembok tembok keangukahan seperti ini kita hancurkan/ kita robohkan, kita taklukkan di bawah kaki KRISTUS. Rahab tinggal di atas tembok Yerikho, yang sangat tebal, tetapi dia tidak berlindung pada kekuatan tembok itu, karena hatinya telah ditaklukkan kepada Allah Israel yang hidup. Dia lebih mempercayai bahwa orang Israel akan menang, dan tembok itu akan hancur, oleh karena itu dia berpihak kepada Allah Israel dan memilih meninggalkan berhala-berhala Yerikho yang nggak bisa berbuat apa-apa.

 

  1. Babel; menyembah berhala-berhala ( Yeremia 51:44, 47), yaitu dewa Bel
    1. Berhala adalah apa pun yang dapat menggeser kedudukan Tuhan sebagai yang utama dalam hidup kita
    2. Buang semua berhala- berhalamu, contoh:
      1. Paulus membuang semua kebanggaan masa lalunya, yang sekarang telah dianggapnya menjadi sampah ( Efesus 3:8)
      2. Paulus tidak menjadikan dirinya selalu benar dalam pengajaran, tidak memberhalakan kepandaiannya, tetapi dia selalu mawas diri dalam pengajarannya ( I Timotius 4:16)
      3. Paulus tidak menjadikan dirinya selalu sebagai panutan, tanpa dia menempel terus kepada Kristus. Paulus selalu mengajak orang-orang yang mengikutinya untuk bukan melihat kepada dirinya, tetapi melihat kepada Kristus yang dia ikuti. I Kor 11:1
      4. Paulus tidak menjadikan level ekonominya sebagai berhala, untuk dia minder atau sombong jika dia kekurangan atau jika dia berkelimpahan. Paulus tidak menjadikan itu ukuran sebuah kesuksesan. Filipi 4:12
      5. Paulus tidak menjadikan masa lalunya, entah itu kebiadabannya membunuh pengikut Kristus, atau keberhasilannya dalam kehidupan beragama, dll sebagai sesuatu yang memicu traumatik atau kebanggaan diri, Filipi 3:13.

 

DOA PAGI 15, 10 MEI 2018

GBI DIASPORA SEJAHTERA KOTA WISATA BATU

YEREMIA 49:28-33

Teks; Yeremia 49:31

Ketika bencana Tuhan datang atas Kedar, kerajaan Hazor, ini yang terjadi:

  1. ( ayat 28) Tetapi ketika Tuhan berkenan atas hidup kita, yang akan datang adalah keselamatan. Ulangan 28:6
  2. Kemah-kemah dirampas ( ayat 29) Tetapi ketika Tuhan berkenan atas hidup kita, yang datang adalah kita mendapat kemah kediaman/ tempat tinggal. Ulangan 28:2b
  3. Kawaan domba dirampas, ( ayat 29), juga unta ( ayat 32). Juga ternak yang banyak akan jadi rampasan ( ayat 32) Tetapi ketika Tuhan berkenan atas hidup kita, yang datang adalah kawanan domba untuk digembalakan. Ulangan 28:4
  4. Segala perabot mereka dirampas ( ayat 29). Tetapi ketika Tuhan berkanan atas hidup kita, justru kita mengisi rumah kita dengan perabotan-perabotan. Amsal 24:3-4
  5. Berteriak dan lari karena ada musuh mengejar ( ayat 30). Mereka akan lari ke segala mata angin ( ayat 32)Tetapi ketika Tuhan berkenan atas hidup kita, justru kita yang akan lari mengejar musuh. Ul 28:7
  6. Musuh merancangkan kecelakaan pada kita ( ayat 30). Tetapi ketika Tuhan berkenan atas hidup kita, justru semua rancangan musuh digagalkan oleh TUHAN, karena Tuhan sudah punya rancangan sendiri atas hidup kita, yaitu rancangan damai sejahtera. Ini rancangan Tuhan atas kita, Ulangan 28:13
  7. Bangsa yang hidupnya sentosa, aman dan tenteram, bukan sebuah jaminan bahwa mereka orang yang diperkenan oleh TUHAN, tetapi justru orang yang diperkenan oleh Tuhan adalah orang-orang yang sering jatuh, tetapi ia bangkit lagi. Mereka bukannya hidupnya selalu mulus, tetapi ada tangan Tuhan beserta dengan hidup mereka.
  8. Hazor menjadi tempat persembunyian serigala ( ayat 33), sunyi sepi tidak berpenghuni ( ayat 34). Tetapi ketika Tuhan berkenan atas hidup kita, Tuhan membuat kita bertambah banyak. Ulangan 28:8
  9. Hazor menjadi tempat yang tandus ( ayat 33), tetapi bila Tuhan berkenan atas hidup kita, maka Tuhan akan memberikan kesuburan. Ulangan 28:12.

Kuncinya adalah Ulangan 28:1, yaitu: Baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu. Melakukan dengan SETIA segala perintahNya.

Berkat jasmani/ materi bukanlah termometer/ ukuran bahwa Tuhan itu berkenan atas hidup kita. Karena orang Kedar pun diberkati secara materi oleh Tuhan. I Tawarikh 1:29, Kejadian 17:20

Berkat itu bisa menjadi PANCINGAN/ JEBAKAN yang membuat hidup kita terlena.

Akan tetapi bila kita mau menjadi umat yang TAAT, dan SETIA, maka segala berkat Tuhan itu secara otomatis akan mengikuti.

Mazmur 37:3

 

 

RENUNGAN DOA PAGI 14

DOA PAGI 14, 2 MEI 2018

GBI DIASPORA SEJAHTERA KOTA WISATA BATU

YEREMIA 46: 13-28

 

Firman Tuhan datang kepada nabi Yeremia tentang bangsa-bangsa Yeremia 46:1.

Tuhan memegang kendali politik, atas Mesir ( 46:1-12)

Tuhan memegang kendali politik, atas Babel ( 46:13-28)

Dan nanti seterusnya, atas Filistin, atas Moab, atas Amon, atas Edom, atas Damsyik, atas Babel.

Kali ini, pembacaan kita adalah sampai pada Kuasa Kendali Tuhan atas politik yang akan terjadi pada bangsa Mesir, di mana mereka akan kalah oleh serangan raja Babel.

Tetapi Tuhan tetap tidak akan menghabiskan umatNya, menghajar mereka menurut hukum.

( Yeremia 46: 27-28)

Cara Tuhan mendisiplin umatNya adalah persis sama seperti seorang ayah dalam mendisiplin anak-anaknya.

2Sam 7:14 Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. t  Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia u  dengan rotan v  yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia.

 

Mari kita lihat beberapa ayat:

Ams 19:18 Hajarlah anakmu 1  selama ada harapan, tetapi jangan engkau menginginkan kematiannya.

 

Inilah gambaran dari Bapa Surgawi yang menghajar Israel, karena siapa tahu masih ada harapan untuk mereka bertobat. Namun Tuhan tidak menginginkan kematian mereka, kebinasaan mereka. Bukan itu tujuan Tuhan.

Ams 13:24 Siapa tidak menggunakan tongkat, w  benci kepada anaknya 1 ; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar x  dia y  pada waktunya.

 

Ada kalanya tongkat hajaran Tuhan itu datang, justru karena Ia mengasihi anaknya. Anak yang tidak pernah dihajar dengan tongkat bila ia menyimpang dari kebenaran, sama saja tanpa sadar, sedang DIBENCI, karena ayah yang sayang justru menginginkan pembentukan karakter itu lebih berharga daripada seorang anak yang bebas dari tangisan karena kesakitan ketika di rotan. Anak-anak yang tidak pernah dihajar akan menjadi anak-anak gampang.


Ams
 23:14
Engkau memukulnya dengan rotan, tetapi engkau menyelamatkan nyawanya dari dunia orang mati

 

Tuhan sayang kepada Israel, salah satu ekspresi sayang-Nya adalah dengan cara menghajar mereka agar mereka bertobat.

Gada dan tongkat gembala, dalam Mazmur 23 , digambarkan justru menghibur.

Mengapa? Karena domba akan ikut gembalanya, bila jalan yang ditempuh melewati lembah kekelaman sekalipun. Selama ada gembala, domba ini merasa aman, dia tidak takut bahaya. Yang penting bagi domba adalah bukan jalannya yang bahaya atau tidak, tetapi yang penting bagi domba adalah kehadiran gembala di situ.

Kehadiran gembala ditandai juga oleh gada dan tongkat. Tongkat yang berfungsi untuk menepuk / memukul bila dia melenceng dari jalan. Tongkat yang sama akan mengangkat dia bila dia terperosok ke jurang.

Gada yang berfungsi untuk memukul predator/ pemangsa dari kejauhan, sehingga pemangsa tidak jadi mendekat kepada kawanan domba.

Gada untuk menahan serangan dari luar, tetapi jangan lupa, ada dibutuhkan tongkat untuk mendidik dari dalam.

Itulah justru yang membuat domba itu nyaman di manapun. Kembali pada hukum Tuhan, dengan cara diperingatkanNya, sadar atau tidak sebenarnya membuat jiwa kita merasa nyaman. Tetapi menjadi umat yang dibiarkan, didiamkan, tidak dipedulikan, berbuat apa saja boleh, diberi kebebasan seluas-luasnya untuk berbuat dosa apa saja, justru akan membuat kita gelisah, dan bertanya “Sebenarnya aku ini disayangi nggak sih?”

Firman Tuhan atas bangsa-bangsa menunjukkan bahwa walaupun bangsa Israel – yang tersisa di negerinya, ngotot mengungsi ke Mesir, tetap saja Tuhan bisa pakai tangan Babel untuk mengalahkan Mesir.

Ketika ada kalanya Tuhan merotan kita, marilah kita menerimanya sebagai tanda cintaNya, karena kita bukanlah anak anak gampangan, tetapi anak-anak yang didisiplin oleh Bapa, agar hidup kita diluruskan, dididik, dibentuk karakter kita.

Janganlah kita memberontak terhadap didikan Tuhan.

DOA PAGI 12

18 APRIL 2018

GBI DIASPORA SEJAHTERA KOTA WISATA BATU

 

Yeremia 38:1-13

Nama-nama Pemuka pada saat itu adalah nama-nama yang keren;

Sefaca bin Matan arti namanya adalah Jehovah adalah Hakim

Gedalya bin Pasyur arti namanya adalah Jehovah itu besar

Yukhal bin Selemya arti namanya Jehovah itu mampu/ sanggup

Pashur bin Malkia arti namanya adalah Bebas/ merdeka

 

Namun dengan nama-nama yang keren ini, ternyata mereka tidak hidup sesuai namanya

Mereka tidak dapat membedakan antara nubuatan Yeremia yang benar-benar dari Tuhan, yang memang beritanya adalah berita penghukuman atas umatNya, dengan bahwa Yeremia itu adalah orang yang tidak mengusahakan kesejahteraan kota/ negri.

 

Yang aneh di sini Raja Zedekia malah terkesan takut/ menurut pada para pamuka ini.

Yeremia, di tangan para pemuka ini, dengan acc daripada raja, dimasukkan dalam perigi/ sumur yang berlumpur.

 

Lalu ada tokoh Ebed- Melekh, seorang Etiopia, seorang sida-sida dari Etiopia yang tinggal di istana raja. Kita tidak tahu apakah dia adalah tamu negara atau apa.

Ebed-Melekh ini adalah hamba raja/ servent of the king/ bukan sebuah nama orang, melainkan sebuah gelar.

Ebed – Melekh ini menaruh belas kasihan pada Yeremia, dan meminta pada raja untuk supaya Yeremia jangan sampai mati di sumur berlumpur itu.

Akhirnya Yeremia diselamatkan oleh Ebed- Melekh ini.

Kalau kita perhatikan di ayat / perikop seetelah itu, yaitu di ayat 14-18 ternyata, dengan diselamatkannya Yeremia, maka Yeremia berkesempatan untuk terakhir kalinya memberi peringatan kepada raja Zedekia. Entah peringatan dari Tuhan itu diterima baik atau tidak, dipercaya atau tidak, direspon positif atau tidak, itu bukan urusan Yeremia, tetapi urusan Yeremia adalah bagaimana menyampaikan pesan Tuhan, bagaimana pun respon orang yang mendengarnya.

Tidak mudah memang, melakukan penyampaian Firman Tuhan, sementara itu, respon yang mendengar benar-benar mentah. Tetapi tugas kita menyampaikan tetap harus disampaikan, karena Tuhan mengasihi dan selalu memberi kesempatan untuk orang yang mendengar itu dapat kesempatan untuk bertobat. Jika kesempatan emas itu dibuang-buang ya itu urusan orang itu dengan Tuhan, sedangkan kita sudah melakukan tugas kita dengan baik.

Bayangkan jika Ebed – Melekh ini tidak menyelamatkan Yeremia, tentunya, kesempatan Yeremia untuk memperingatkan Zedekia terakhir kalinya itu, bisa batal/gagal, dll

Ternyata, upaya sekecil apa pun untuk menolong orang lain, tanpa kita sadari, dapat berdampak besar, mari kita lihat beberapa contoh peristiwa-peristiwa lainnya dalam Alkitab;

Kemenakan rasul Paulus, memberi informasi upaya pembunuhan atas Paulus, Kisah 23: 16. Bayangkan apabila Paulus terbunuh sedemikian dini, maka ada banyak karya Paulus yang tidak akan dapat tercipta dan sampai ke tangan kita.

Kemenakan yang baik hati.

 

Rombongan Daud memberi makanan dan minuman pada seorang Amalek, seorang musuh yang sekarat di pinggir jalan, sehingga orang ini berhutang budi dan menunjukkan pada Daud, di manakah orang-orang Amalek itu menyembunyikan para tawanan, yaitu para isteri dan anak-anak yang dilarikan dari kota Ziklag. Oleh kebaikan kecil ini, Daud akhirnya dapat mengejar musuh dan membebaskan para tawanan. Tidak ada barang atau orang yang hilang di antara tawanan dan jarahan. Malahan Daud dapat jarahan baru. ( I Sam 30:1)

Hanya kue dan minuman kecil.

 

Seorang gadis tawanan, di negeri asing , yang berempati pada tuannya, dan memberitahu nyonyanya, bahwa di Israel ada kesembuhan, Lalu oleh informasi kecil ini, Naaman pergi ke Israel dan singkat cerita, dia disembuhkan daripada kustanya, kulitnya jadi seperti bayi lagi. Bayangkan bila seluruh negrinya mendengar kedahsyatan Allah Israel, padahal dia adalah seorang perwira/ panglima, tentunya pengaruh berita kedahsyatan Allah Israel ini akan semakin meluas.

Hanya sepotong informasi kecil dan sebuah kalimat.

 

Bagaimana Mordekai mempersembahkan informasi persekongkolan upaya untuk membunuh raja, kepada raja, ternyata di lain hari, ketika raja tidak dapat tidur, dibacakannya sebuah buku pencatatan, lalu diketahui raja, bahwa Mordekai pernah berjasa tetapi belum pernah diberi hadiah apa-apa. Bukankah hal ini ternyata di kemudian hari bisa jadi memberi kredit point tersendiri di mata raja, setelah raja tahu apa pertalian antara Ester dan Mordekai. Ternyata ini semua bisa saja terkait dengan keselamatan seluruh bangsa Israel yang ada di bawah ancaman pembunuhan

Hanya sebuah informasi saja

 

Yitro menampung Musa sepanjang 40 tahun, menjadikan Musa menantunya, menampung seorang buronan di rumahnya. Tetapi dalam kurun waktu 40  itu ternyata Musa dipersiapkan menjadi pemimpin Israel.

Sebuah tumpangan, makan siang, dan penerimaan yang tulus.

Ribkah memberi minum unta seorang asing. Dan pernah saya hitung, itu semua butuh waktu lebih kurang 4 jam untuk menimba dan memberi unta-unta itu PUAS MINUM. Pertemuan ajaib ini mejadikan Ribkah seorang menantu daripada Abraham, di negri nan jauh di sana.

Menimba air saja dan sebuah senyum ramah tamah kepada orang asing.

 

Ternyata kebaikan-kebaikan kecil yang kita lakukan, tanpa kita sadari, beberapa di antaranya berdampak besar.

 

Mari kita rajin berbuat baik kepada semua orang.

DOA PAGI 13

GBI DIASPORA SEJAHTERA KOTA WISATA BATU

25 APRIL 2018

Baca entri selengkapnya »

Ibadah Diakonia

GBI Diaspora Sejahtera Kota Wisata Batu

Jatim

27 April 2018

 

Baca entri selengkapnya »

POWER POINT DAPAT DIUNDUH SBB

Raja YOSIA

Baca entri selengkapnya »

DOA PAGI 10

GBI DIASPORA SEJAHTERA KOTA WISATA BATU

4 APRIL 2018

Baca entri selengkapnya »

DOA PAGI 9

GBI DIASPORA SEJAHTERA KOTA WISATA BATU

28 Maret 2018

Baca entri selengkapnya »

DOA PAGI 8

GBI DIASPORA SEJAHTERA KOTA WISATA BATU

21 Maret 2018

Yeremia  23: 33-40

Ternyata memutar balikkan perkataan Allah yang hidup bisa menjadi BEBAN BAGI TUHAN, yaitu beban negatif.

Baca entri selengkapnya »

DOA PAGI

YEREMIA 17: 1-4

7 Maret 2018

 

Yeremia  17:1

Dosa Yehuda telah tertulis dengan pena besi, yang matanya dari intan, terukir pada loh hati mereka dan pada tanduk-tanduk mezbah mereka.

Baca entri selengkapnya »

Buku                                                                      : Pemantik Ide Ribuan Metode Kreatif

Penulis                                                                 : Susan Grace H. Sumilat Widiono S.MG

Penerbit                                                              : El Nissi Education Media

Jumlah total halaman                                     : 385 halaman

Halaman hvs 100 gram                                   : 344 halaman

Halaman full colour art paper                      : 41 halaman

Berat                                                                     : 400 gram

Cover                                                                    : hard cover

Harga                                                                    : Rp. 270.000,00 ( di luar ongkos kirim)

Ongkos kirim                                                      : jauh dekat dibawah 1 kg Rp. 40.000,00

Discount khusus                                               : 17 Maret – 17 April 2018. Discount 15%   = Rp. 229.500,00

( di luar ongkos kirim)

Pemesanan  Pada                                            :

  • Grace                 :  (WA)  081946262599
  • Boaz Ari                                 :  (WA)  08122690078

DOA TEROBOSAN

Baca entri selengkapnya »

BUAH KEKUDUSAN RAJA ASA

disusun dengan anugrah Tuhan oleh; Grace Sumilat, S.MG

GBI Diaspora Sejahtera 25 Maret 2018

Kota Wisata Batu

Ibadah Raya Sore.

Baca entri selengkapnya »

DOA TEROBOSAN
RABU 21 MARET 2018
ENGKAULAH EL ROI ( KEJADIAN 16:13)

HAGAR

Baca entri selengkapnya »

DOA PAGI

Baca entri selengkapnya »

SINOPSIS RETREAT KELUARGA

RETREAT KELUARGA

GBI DIASPORA SEJAHTERA BATU

15-17 FEBRUARI 2018

DI PANTAI BALEKAMBANG MALANG

 

Pembicaraan Sie Acara;

Rapat, tanggal 6 Januari 2018

Di Rumah Mujizat

Dihadiri; Pdt. Stanny Irawati, Sdr. Abdiel, Ibu Grace Sumilat.

 

Thema;

Rumah-Ku adalah KELUARGA-KU

KELUARGA-KU adalah rumahku

 

Penjelasan Thema:

Tuhan menjadikan kita warga keluargaNya, dan jika keluarga kita menyenangkan hatiNya seperti yang Dia inginkan dalam Mazmur 133, maka Dia berkenan memberkati rumah-Nya, yaitu keluargaNya.

Jika tiap unit keluarga-Nya, berkumpul menjadi keluarga besar-Nya di dalam tubuh Kristus, gerejaNya, di situlah menjadi rumah juga bagi kita semua.

Rumah di sini bukan HOUSE, tetapi HOME. Bukan gedungnya, bangunannya, tetapi lebih kepada suasana di dalamnya.

Keluarga di sini bukan hanya keluarga inti yang terdiri dari Ayah, Ibu dan Anak-anak, tetapi juga adalah keluarga rohani.

 

Ayat Thema:

Mazmur 133.

Nyanyian ziarah Daud.

Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya,

Apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!

Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut,

yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.

Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Zion.

Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

SESI 1 ( atau nanti urutan Sesi dapat diatur kembali)

RUKUN  FIRST.

Pembicara : Ibu Grace Sumilat.

Apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!

Tujuan; Memetik pelajaran berharga dari keluarga-keluarga dalam Alkitab, sebagaimana kerukunan keluarga mereka patut dicontoh, atau sebaliknya ketidakrukunan dalam keluarga mereka menjadi peringatan bagi kita, untuk kita jangan sampai seperti itu.

Keterangan Intisari Sesi:

Tuhan ingin kita menjadi keluarga yang bisa ; DIAM BERSAMA, karena dalam kebersamaan/ unity ada kekuatan yang luar biasa.

Bukan hanya DIAM BERSAMA, tetapi juga Tuhan ingin kita menjadi keluarga yang RUKUN.

Mazmur 133 ini diintisarikan dalam satu kata ini; RUKUN, karena kerukunan adalah kunci daripada seluruh pasal ini, yang mewarnai adanya kebaikan, keindahan, minyak urapan yang turun, embun yang membasahi tanah yang kering ( Zion = tanah kering), dan juga berkat yang diperintahkan oleh Tuhan untuk turun dalam keluarga kita.

Ada banyak keluarga dalam Alkitab, sbb:

Keluarga yang rukun

Keluarga yang tidak rukun

METODE SESI LOMBA PHOTO KELUARGA;

  1. Peserta Retreat Keluarga di data, berapa keluarga yang ikut serta. Jumlah ini akan menentukan jumlah keluarga dalam Alkitab yang akan kita pakai sebagai CONTOH KELUARGA DALAM ALKITAB.
  2. Peserta yang tidak ikut bersama keluarganya, dijadikan satu dalam keluarga rohani, dalam beberapa kelompok ( disesuaikan dengan jumlah peserta yang ada)
  3. Peserta diberi penjelasan 2 minggu sebelum hari H, untuk mendapatkan :
    1. Pengaturan dari panitia, keluarga mana dalam Alkitab, yang diposekan oleh tiap-tiap kelompok. Kelompok tidak harus keluarga inti, bisa saja berupa keluarga rohani.
    2. Informasi mengenai lomba photo ini, perihal:
      1. Kostum
      2. Make-up
  • Property
  1. Kriteria Penilaian Juri
  2. Contoh –contoh photo keluarga
  3. Kameraman yang disediakan oleh panitia.
  • Lokasi
  • Dll
  1. Pada hari H, peserta LOMBA PHOTO KELUARGA diberi waktu untuk sesi photo.
  2. Pada jam sesi berlangsung, hasil photo akan dijadikan pembicara sebagai MATERI POWER POINT untuk menjelaskan apakah keluarga dalam Alkitab yang diposekan itu hidup dalam KERUKUNAN atau TIDAK RUKUN.

SESI 2 ( atau nanti urutan sesi dapat diatur kembali)

BAIK DAN INDAH IS SO BEAUTIFUL

Pembicara: Ibu Pdt. Stanny Irawati.

 

Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya,

Tujuan: tiap anggota keluarga bisa menjalankan fungsinya masing-masing, sehingga tiap-tiap orang memberikan kontribusinya bagi sebuah UNITY/ kesatuan/ kerukunan/ untuk mencapai tujuan Tuhan membentuk sebuah keluarga adalah bagi kemuliaanNya.

 

Keterangan Intisari Sesi:

Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, ..

Jika setiap anggota keluarga menjalankan fungsinya masing-masing dengan tepat, maka keluarga akan menjadi BAIK dan INDAH.

 

METODE STUDI KASUS ; AKHIRNYA DATANG JUGA

  1. Panitia sie Acara; membuat angket dengan metode no name, dibagikan kepada anak-anak ( dari berbagai usia) , para ibu-ibu ( di kaum wanita) dan para bapak ( di kaum pria). Tujuan dibuatnya angket ini untuk memetakan lebih mendetail issue-issue apa yang sedang banyak berkembang di keluarga-keluarga yang ada, untuk bisa diangkat menjadi study kasus dalam sesi ini.
  2. Panitia sie Acara membuat beberapa study kasus menyangkut;
    1. SATU TOKOH IMAJINER; Seorang suami/ayah DENGAN permasalahannya ( contoh; permasalahannya adalah sering melakukan KDRT/ kekerasan pada istri atau pada anak)
    2. SATU TOKOH IMAJINER; Seorang isteri/ ibu DENGAN permasalahannya ( Contoh; permasalahannya adalah suka BERTENGKAR dengan siapa saja)
    3. SATU TOKOH IMAJINER; Seorang anak/ kakak/adik DENGAN permasalahannya ( contoh; kecanduan gadget sehingga tidak perduli lagi dengan keluarga)
  3. Kasus yang dibuat bisa saja secara berlapis pada satu tokoh imajiner tersebut.
  4. Tokoh imajiner akan dipersiapkan maju ke audience secara TUNGGAL, bergantian dari anak, ibu kemudian bapak, atau sebaliknya dari bapak, ibu baru anak ( bisa secara acak)
  5. Saat tokoh imajiner maju, dan menunjukkan karakter tokoh tersebut, maka KELOMPOK IBU ( yang duduk berkelompok bersama semua ibu-ibu), kelompok BAPAK ( yang duduk berkelompok bersama semua bapak-bapak), dan kelompok ANAK ( yang duduk berkelompok bersama semua anak-anak), semuanya WAJIB mengirim wakil untuk BAGAIMANA BERSIKAP kepada tokoh Imajiner tersebut. Contoh:
    1. SALING menasehati
    2. SALING menguatkan
    3. SALING mendoakan
    4. SALING menegur dalam kasih
    5. SALING mengasihi
    6. SALING mendahului dalam memberi hormat
    7. SALING mengampuni
    8. Dll ( semua ketersalingan dalam Alkitab)
  6. Namun ketersalingan yang kita maksudkan di atas, JANGAN DIBERITAHUKAN TERLEBIH DULU KEPADA PESERTA, biarkanlah mereka bersikap secara SPONTAN kepada tokoh imajiner itu. SIKAPNYA; boleh emosi apa saja ( senang, marah, sedih, kaget, dll), boleh bertingkah apa saja; merayu, membujuk, memarahi, mendoakan, menasihati, dll, terserah. Lakukan seperti apa yang anda lakukan di rumah kepada suami, isteri atau anak. Kepada orang tua atau kepada sahabat.
  7. Ketersalingan tersebut akan menjadi KUNCI JAWABAN BAGI JURI/ PEMBICARA. Untuk membahas setiap tokoh
  8. Juri nanti akan menilai, wakil dari kelompok siapa yang benar-benar telah menjalankan fungsinya dalam keluarga dengan baik.
  9. CONTOH BERJALANNYA ACARA:
    • Tokoh imajiner RUDY ( Seorang anak berusia 14 tahun yang kecanduan gatget)
    • Rody : “ Sebentaaaaaaarrrr Ma….aku nanti aja makannya, ini masih seru gamenya!”
    • Rudy : “ Ooooooooooohhhhhhhhhh iya maaf ma, dapat jelek matematikanya, memang ini pas ulangan aku sibuk selfie dan cari tempat yang ashik, biar folower IGE ku tambah banyak lagi.
      1. Tokoh Rudy tadi ; memerankan secara persiapan skenario.
    • ( dari kelompok ibu-ibu mengirim satu wakilnya- Ibu Rita)
    • Ibu Rita: “ Rudy…….. mama bilang apa selama ini? Jangan main Haaaaaaaaaapeeeeeeeeeeeee terus terusan !! Kamu ini gimana sih, makan sampai kelupaan, nggak perhatikan kesehatan, trus ulangan matematika nggak belajar malah sibuk selfie, aduh aduh aduuuuuhhhhhh!!
      1. Ibu Rita tadi; secara spontan harus memberi SIKAP terhadap Rudy
    • ( dari kelompok bapak-bapak mengirim satu wakilnya- Pak Beny)
    • Pak Beny: “ Kamu ini gimana sih Rud…!! Mau berhenti main Hapenya atau papa buang itu Hape!”
      1. Bapak Beny; secara spontan harus memberi SIKAP terhadap Rudy
    • ( dari kelompok anak-anak mengirim satu wakilnya- Mira- akan berperan sebagai kakak/adik dari Rudy)
    • Mira :” Lho Rud…kamu belum makan toh…Ooohhh pasti ashik main ya. Game apa kesukaanmu? Wah seru-serunya ya. Aku juga suka game itu, sama kita…!!”
  10. Nanti juri/ pembicara akan mencatat komentar untuk IBU RITA, apakah dia tergolong ibu yang cerewet? Komentar untuk Bapak Beny, apakah dia seorang ayah yang pemarah, sehingga melukai hati anak-anaknya? Komentar untuk Mira, apakah dia seorang kakak yang gagal menjadi teladan bagi adiknya, dst. Semua komentar juri akan menjelaskan; apakah setiap peserta yang mewakili kelompoknya tersebut; SUDAH MENJALANKAN FUNGSINYA DALAM KELUARGA DENGAN BAIK, DAN DENGAN INDAH ( Maz 133)
  11. KOMENTAR JURI setelah semua tokoh imajiner perform.
  12. Pemenangnya; adalah PERORANGAN yang mewakili kelompok tersebut.
  13. Rundown Sesi ini:
    • Penjelasan Lomba
    • Contoh jalannya lomba ( oleh Panitia) berupa SIMULASI
    • Tokoh Imajiner 1 ( BAPAK)
      1. Sikap dari wakil kelompok ibu ( sebagai isteri)
      2. Sikap dari wakil kelompok bapak ( sebagai sahabat di kantor/ di pekerjaan)
  • Sikap dari wakil kelompok anak ( sebagai anak)
  • Tokoh imajiner 2 ( IBU)
    1. Sikap dari wakil kelompok bapak ( sebagai suami)
    2. Sikap dari wakil kelompok ibu ( sebagai teman di gereja/ di MK/ Mezbah Keluarga)
  • Sikap dari wakil kelompok anak ( sebagai anak)
  • Tokoh imajiner 3 ( ANAK)
    1. Sikap dari wakil kelompok bapak ( sebagai ayah)
    2. Sikap dari wakil kelompok ibu ( sebagai ibu)
  • Sikap dari wakil kelomok anak ( sebagai kakak/adik)
  1. Komentar dari Juri / Pembicara sekaligus mengomentari MENGEMBALIKAN TIAP PRIBADI PADA FUNGSI MASING-MASING DALAM KELUARGA
  2. Pengumuman pemenang dan pemberian hadiah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANGKET TANPA NAMA

UNTUK KELUARGA-KELUARGA

 

DIBAGIKAN KEPADA PARA SUAMI/AYAH

 

Anda diminta menjawab sejujur mungkin, dan tidak perlu mencantumkan nama penulis, karena kami tidak bermaksud ingin mengetahui kehidupan keluarga anda.

Maksud dibuatnya angket ini hanyalah, kami ingin mengetahui hal-hal apa yang perlu diangkat sebagai topik pada Ret-reat Keluarga nanti, demi pembentukan keluarga ke arah yang lebih baik.

  1. Sebagai seorang suami:

Hal-hal apa saja yang anda tidak sukai dari isteri anda:

( apa saja boleh ditulis, misalnya; kebiasaannya, gaya bahasanya yang bagaimana, cara berpakaiannya, sifatnya, dll)

 

 

 

 

 

  1. Sebagai seorang ayah :

 

Hal-hal apa saja yang anda tidak sukai dari anak anda

( apa saja boleh ditulis, misalnya; kebiasaannya, gaya bahasanya yang bagaimana, cara berpakaiannya, sifatnya, dll)

Untuk anak saya yang berumur……………….:

 

 

Untuk anak saya yang berumur……………….:

 

 

Untuk anak saya yang berumur……………….:

 

 

ANGKET TANPA NAMA

UNTUK KELUARGA-KELUARGA

 

DIBAGIKAN KEPADA PARA ISTERI/ IBU

 

Anda diminta menjawab sejujur mungkin, dan tidak perlu mencantumkan nama penulis, karena kami tidak bermaksud ingin mengetahui kehidupan keluarga anda.

Maksud dibuatnya angket ini hanyalah, kami ingin mengetahui hal-hal apa yang perlu diangkat sebagai topik pada Ret-reat Keluarga nanti, demi pembentukan keluarga ke arah yang lebih baik.

  1. Sebagai seorang isteri

Hal-hal apa saja yang anda tidak sukai dari suami anda:

( apa saja boleh ditulis, misalnya; kebiasaannya, gaya bahasanya yang bagaimana, cara berpakaiannya, sifatnya, dll)

 

 

 

 

 

  1. Sebagai seorang ibu:

 

Hal-hal apa saja yang anda tidak sukai dari anak anda

( apa saja boleh ditulis, misalnya; kebiasaannya, gaya bahasanya yang bagaimana, cara berpakaiannya, sifatnya, dll)

Untuk anak saya yang berumur……………….:

 

 

Untuk anak saya yang berumur……………….:

 

 

Untuk anak saya yang berumur……………….:

 

 

ANGKET TANPA NAMA

UNTUK KELUARGA-KELUARGA

 

DIBAGIKAN KEPADA PARA ANAK

 

Anda diminta menjawab sejujur mungkin, dan tidak perlu mencantumkan nama penulis, karena kami tidak bermaksud ingin mengetahui kehidupan keluarga anda.

Maksud dibuatnya angket ini hanyalah, kami ingin mengetahui hal-hal apa yang perlu diangkat sebagai topik pada Ret-reat Keluarga nanti, demi pembentukan keluarga ke arah yang lebih baik.

  1. Sebagai seorang anak

Hal-hal apa saja yang anda tidak sukai dari ayah anda

( apa saja boleh ditulis, misalnya; kebiasaannya, gaya bahasanya yang bagaimana, cara berpakaiannya, sifatnya, dll)

 

 

 

 

 

  1. Sebagai seorang anak

 

Hal-hal apa saja yang anda tidak sukai dari ibu anda

( apa saja boleh ditulis, misalnya; kebiasaannya, gaya bahasanya yang bagaimana, cara berpakaiannya, sifatnya, dll)

 

 

 

 

 

 

 

 

SESI 3 KAPITA SELEKTA ( atau nanti urutan sesi dapat diurutkan kembali)

BERKAT ITU SO PASTI

 

Pada sesi ini tiap kelompok usia dapat disendirikan.

  • Kelas Bapak
  • Kelas Ibu
  • Kelas Anak

Dalam waktu bersamaan, tiap peserta retreat memilih kelas sesuai penggolongannya masing-masing.

 

KELAS BAPAK ( Pembicara: Pdt. Stanny dan Ibu Grace)

Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut,

yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.

Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Zion.

Tujuan: Para bapak menyadari fungsinya sebagai KEPALA yang mengalirkan minyak. Diawali dari seorang kepala yang terlebih dahulu mengalami minyak itu, baru bisa mengalirkan kepada leher ( isteri) dan jubahnya ( anak-anaknya) Para bapak menyadari fungsinya sebagai GUNUNG HERMON yang berkedudukan paling tinggi, mengatasi gunung-gunung ZION.

Zion = tanah kering.

Seorang suami dan ayah harus bisa menyirami kekeringan jiwa isteri dan anak-anak dengan kehadirannya yang menyejukkan bagaikan embun. Sehingga mereka selalu rindu untuk pulang ke rumah, sebagai OASE dalam hidup mereka. Untuk itu seorang Ayah/ Suami harus memiliki hubungan pribadi yang erat dengan Tuhan, sehingga dapat dipakai Tuhan sebagai IMAM dalam keluarga.

INI APA KATA ALKITAB TENTANG FUNGSI AYAH/ SUAMI DALAM KELUARGA

  1. Suami yang mengasihi isterinya.
  2. Fungsi ayah; bekerja siang malam, menasihati, menguatkan hati seorang demi seorang, meminta dengan sangat supaya anak-anaknya hidup sesuai kehendak Tuhan ( I Tes 2: 9-12) Mendidik ( Amsal 4:1, Amsal 1:8) Mendidik mereka dalam ajaran dan nasihat Tuhan ( Ef 6:4), sayang kepada anak-anaknya Maz 103:13, memberi perintah Amsal 6:20
  1. Menjadi orang tua agar tidak menyakiti hati anaknya sehingga anaknya menjadi orang yang tawar hati Kol 3:21, jangan bangkitkan amarah dalam hati anak-anak Ef 6:4
  2. Memberi teladan bagi generasi ini.

METODE ; Sharing my true story

Pembicara mempersiapkan KESAKSIAN bersama suami yang telah menjadi pria sejati dalam keluarga.

KELAS IBU ( Pembicara: Bpk Eko, Bpk Yahya, Bpk Boaz)

Apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!

Tujuan: Ibu-ibu  memegang pengaruh yang sangat besar untuk hadirnya kerukunan di sebuah keluarga. Pengaruh yang besar dari seorang isteri dan seorang ibu untuk menghadirkan kerukunan antara kakak dan adik, suami dan isteri, orang tua dan anak. Oleh karena itu seorang Ibu/ Isteri harus memiliki hubungan pribadi yang erat dengan TUHAN sehingga dapat selalu menjadi pembawa pengaruh kerukunan, yang sangat berpengaruh positif.

Beberapa ayat ini dapat menjadi acuan:

Roh yang lemah lembut dan tentram

Isteri yang suka bertengkar

( nanti akan dilengkapi lagi oleh pembicara)

Amsal 14:1 Perempuan yang bijak mendirikan rumahnya, tetapi yang bodoh meruntuhkannya dengan tangannya sendiri.

Amsal 21:9, Amsal 25:24 ( INI ADALAH DUA AYAT KEMBAR )  Lebih baik tinggal pada sudut sotoh rumah dari pada diam serumah dengan perempuan yang suka bertengkar.

Amsal 21:19 Lebih baik tinggal di padang gurun dari pada tinggal dengan perempuan yang suka bertengkar dan pemarah

 

INI APA KATA ALKITAB TENTANG FUNGSI IBU / ISTERI DALAM KELUARGA

  1. isteri yang tunduk kepada suaminya
  2. Fungsi ibu: ramah, mengasuh, merawati, memberikan kasih sayang yang besar ( I Tes 2:6-8, mengajar Amsal 1:8
  3. Memberi teladan bagi generasi ini.

 

METODE ; Sharing my true story

Pembicara mempersiapkan KESAKSIAN bersama isteri yang telah menjadi perempuan bijak dalam keluarga.

 

 

 

 

 

 

 

KELAS ANAK ( Pembicara: Sdr Abdiel)

Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Tujuan: Anak-anak kebanyakan berkecenderungan ; memikirkan berkat. Contoh mainan yang banyak, makanan yang enak, tempat yang bagus, sekolah yang keren, baju baru, fasilitas yang harus selalu ada, orang tua yang selalu harmonis, dll. Jika tidak terpenuhi, maka mereka kecewa, gagal move on, dll. Namun itu semua adalah HASIL AKHIR dari sebuah PROSES yang terlebih dahulu harus kita lewati. Oleh karena itu seorang anak harus memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan sehingga bisa menjadi anak yang luar biasa.

Keterangan Intisari Sesi:

Maka kita akan memperhadapkan mereka bahwa BERKAT ITU PASTI diraih di tangan, namun jangan lupa, bahwa berkat hanyalah hasil akhir dari sebuah:

BAIK; adakah kita sudah jadi anak yang baik?

INDAH; adakah kita sudah menjadi anak yang indah, menyenangkan hati orang tua kita?

RUKUN; adakah kita sudah menjadi anak yang tidak memiliki sikap memberontak, membantah, merendahkan orang tua? Adakah kita sudah menaruh rasa hormat dan sikap taat kepada mereka? Adakah kita sudah mendoakan ibu kita agar bisa menjadi ibu yang bijaksana, isteri yang bijaksana?

MINYAK; adakah kita sudah mendoakan ayah kita agar mereka bisa jadi IMAM / kepala keluarga yang mengalirkan urapan ilahi bagi keluarganya?

EMBUN; adakah kita sudah mendoakan ayah kita agar mereka bisa menjadi GUNUNG HERMON yang mengalirkan embun bagi bukit-bukit Zion, bagi keluarganya? Mendoakan agar ayah kita bisa memberi nafkah, bisa mencukupi kebutuhan keluarga, baik kebutuhan jiwa akan hadirnya sesosok ayah yang baik, dan hadirnya sesosok suami yang baik, kebutuhan roh akan teladan penyembahan seorang ayah kepada TUHAN, kebutuhan jasmani akan semua keperluan sehari-hari dan bahkan masa depan.

BERKAT dan KEHIDUPAN.

Itu sudah pasti, tetapi semua point di atas harus kita lalui sebagai PROSES, sebelum pada akhirnya HASIL PASTI itu kita dapatkan.

INI APA KATA ALKITAB TENTANG FUNGSI ANAK DALAM KELUARGA

  1. Anak-anak boleh bersyukur untuk keluarga yang Tuhan berikan, Papa, Mama, Kakak dan Adik. Bagi yang tidak memiliki keluarga, mereka juga dapat bersyukur untuk apa pun keadaan orang tua mereka, untuk apa pun keadaan kakak/adik mereka saat ini ( mungkin jika mereka adalah anak yang dititipkan pada nenek/kakek/pantiasuhan/dari keluarga yang bercerai.)
  2. Anak-anak boleh menghormati dan taat kepada orang tua mereka/ pengasuh mereka/guru mereka.
  3. Anak-anak boleh hidup rukun dengan kakak/adik/teman mereka.
  4. Anak-anak boleh memahami bahwa kita memiliki keluarga rohani di dalam tubuh Kristus.
  5. Anak-anak yang tertolak di keluarganya memahami bahwa Tuhan menyambut mereka Maz 27:10
  6. Anak-anak yatim piatu memahami bahwa Tuhan sendiri yang menjadi pelindung bagi mereka Maz 68:6 , Maz 146:9
  7. Anak-anak mengampuni orang tua mereka, dan berdoa buat mereka.

 

METODE ; Sharing my true story

Pembicara mempersiapkan photo-photo masa kecil sampai masa pertumbuhan, dan bagaimana melalui kehidupannya bersama papa dan mama. Tayangkan pada LCD

Beranjak dari setiap titik-titik pengalaman kehidupannya secara pribadi, menjadi titik mula membahas semua point –point firman Tuhan dari Mazmur 133.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SESI IV ( Atau nanti urutan sesi dapat diurutkan kembali)

PENDUKUNG KERUKUNAN VS PENGHALANG KERUKUNAN

PEMBICARA; Pdm. Abdiel DJ.

Mazmur 133.

Nyanyian ziarah Daud.

Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya,

Apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!

Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut,

yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.

Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Zion.

Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

 

Atau ayat lain: Kenakanlah kasih sebagai pengikat yang mempersatukan

 

ACARA ; BEDAH FILM

Nonton film WONDER / atau film pilihan lainnya, yang mana pilihan film dititikberatkan pada muatan family yang sangat kental.

Setelah Film selesai ditonton, mari kita renungkan bersama:

TOKOH A

TOKOH B

TOKOH C

Dll

Dalam Film ini;

Apakah ada PENGHALANG KERUKUNAN yang menghalangi keluarga ini:

  • Iri, egois, amarah, kata-kata yang melukai, kepahitan, kemunafikan, tertutup, dll

Apakah ada PENDUKUNG KERUKUNAN yang dikembangkan sebagai nilai –nilai luhur dalam keluarga ini; contoh

  • Saling menghargai perbedaan, saling menerima kelemahan dan ketidaksempurnaan, saling kenghargai kekurangan, tidak saling menuntut, ada pengorbanan dan kasih, dll

 

POS Pemberangkatan

Untuk keluarga dengan anak-anak yang masih balita/ di bawah 10 tahun.

Tentunya banyak waktu anda berdua banyak tersita selain dengan pekerjaan, juga tersita oleh pengasuhan / perawatan anak-anak di usia mereka yang masih kecil.

Mungkin anda kekurangan waktu untuk berbincang-bincang secara mendalam hal-hal apa yang selama ini telah menjadi hal-hal yang mungkin sering dilakukan pasangan anda, ternyata selama ini melukai anda. Anda dapat melakukannya secara bergantian, isteri terhadap suami, dan suami terhadap isteri.

Ungkapkan dengan penuh kejujuran dan keterbukaan. Ketika pasangan anda mengungkapkannya, mohon anda bisa jaga hati agar jangan menanggapi dengan amarah, karena terkadang ada hal-hal yang kita lakukan secara tidak kita sadari atau kita sengaja, ternyata telah melukai pasangan kita.

Bicarakan ini di sepanjang perjalanan, dan di pos 1 nanti, ambillah waktu untuk saling meminta maaf dan saling melepaskan pengampunan dalam doa bersama.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

POS 1.

Untuk keluarga dengan anak-anak yang masih balita/ di bawah 10 tahun.

Ketika anda sampai di pos 2 nanti, anda harus sudah menyelesaikan puisi cinta buat pasangan anda, dan harus dibacakan kepada pasangan anda nanti di pos 2 dengan bersuara keras. ( boleh didengar orang lain)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

POS Pemberangkatan

Untuk keluarga dengan anak-anak yang sudah remaja / pemuda ( usia anak 11-22 tahun). Hiking ini akan diikuti oleh Ayah, Ibu dan Anak-anak dalam satu kelompok yang sama.

Sepanjang jalan menuju pos 2, perbincangkan topik pembicaraan sbb:

Ayah:

Apa yang diharapkan oleh ayah kepada anak perjakanya, dan anak gadisnya ( mungkin soal study mereka, pembentukan karakter mereka, cita-cita mereka, harapan ayah di masa depan, dll)

Ibu:

Apa yang diharapkan oleh ibu kepada ayah sebagai kepala keluarga ( mungkin soal pekerjaan, hubungan dengan anak-anak, kehidupan kerohanian, dll)

Anak-anak:

Dengan bahasa yang sopan dan tetap hormat, berikan masukan bagi Ayah dan Ibu. ( mungkin soal kebiasaan, soal cara berbicara, karakter/sifat, dll) Orang tua harus lapang dada untuk menerima masukan dari anak-anak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

POS 1

Untuk keluarga dengan anak-anak yang sudah remaja / pemuda ( usia anak 11-22 tahun). Hiking ini akan diikuti oleh Ayah, Ibu dan Anak-anak dalam satu kelompok yang sama.

Di pos 2 nanti berikan 10 pujian kepada anggota keluarga lainnya. Isi kolom –kolom ini bersama-sama!

Pujian untuk Ayah Pujian untuk Ibu Pujian untuk anak 1 Pujian untuk anak 2 Pujian untuk anak 3
         
         
         
         
         
         
         
         
         
         

 

Contoh:

Pujian untuk Ayah Pujian untuk Ibu Pujian untuk anak 1 Pujian untuk anak 2 Pujian untuk anak 3
Ayahku ganteng        
Ayahku rajin bekerja        
Ayahku lucu        
dll        
         
         
         
         
         
         

 

 

 

 

 

 

 

 

 

POS Pemberangkatan

Untuk keluarga dengan anak-anak yang sudah dewasa ( 23 tahun ke atas). Hiking ini akan diikuti oleh Ayah, Ibu dan Anak-anak dalam satu kelompok yang sama.

Sepanjang jalan menuju pos 1 nanti, bicarakan ‘mutiara-mutiara’ apa yang sangat berharga dalam keluarga ini, yang nanti akan diteruskan ketika anak-anak nanti juga membina rumah tangga.

Contoh; makan malam bersama setiap malam di seputar meja makan, dll ( kebiasaan-kebiasaan baik yang ingin diteruskan, dll)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

POS 1

Untuk keluarga dengan anak-anak yang sudah dewasa ( 23 tahun ke atas). Hiking ini akan diikuti oleh Ayah, Ibu dan Anak-anak dalam satu kelompok yang sama.

Di pos 2 nanti, ceritakan kisah nyata terunik yang sangat berkesan, yang pernah terjadi di keluarga anda, yang sangat mengharukan. Ketika anda menceritakan cerita ini, pastikan seluruh anggota keluarga menjadi semakin erat, walaupun nanti suatu saat kelak akan berjauhan karena terpisah jarak/ karena pernikahan anak-anak dan membentuk keluarga sendiri.

Yang bercerita boleh ayah, ibu atau anak. Sepanjang jalan ini menuju pos 2, diskusikan cerita apa yang akan diangkat / diceritakan nanti, peristiwa mana yang akan dipilih untuk diceritakan.

Ceritanya, diceritakan kepada penjaga pos/ kepada siapa pun yang bisa mendengar kisah ini di pos 2 nanti ( bisa saja ada penonton lain selain penjaga pos)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

POS Pemberangkatan

Untuk keluarga dengan anak-anak yang sudah menikah. Hiking ini akan diikuti oleh Ayah, Ibu, anak, menantu dan cucu.

Sepanjang jalan menuju pos 2 nanti, anak-anak harus memikirkan bahwa ternyata menjadi orang tua itu tidak mudah. Itu sudah anda alami sendiri kan?

Oleh karena itu, ketika dulu anda masih anak-anak, dan ada kenakalan-kenakalan yang membuat orang tua anda sedih, sekaranglah saatnya meminta maaf kepada orang tua anda.

Jangan sekedar meminta maaf saja, tetapi katakan ; meminta maaf untuk kenakalan yang mana.

Ketika anda sendiri jadi orang tua, baru anda menyadari, kalau anak anda melakukan kenakalan –kenakalan seperti yang anda lakukan dulu, tentu anda juga merasa sedih melihat tingkah laku anak-anak anda.

Orang tua ( kakek-nenek) bisa menerima permintaan maaf dari anak-anak, dan memberi tips-tips, bagaimana cara menjadi orang tua yang baik bagi cucu-cucu.

Sesampainya di pos 1nanti, ambil waktu membuat lingkaran dan kakek nenek bisa menumpang tangan pada anak, menantu dan cucu-cucu, dan melepaskan doa berkat bagi mereka semua.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

POS 1

Untuk keluarga dengan anak-anak yang sudah menikah. Hiking ini akan diikuti oleh Ayah, Ibu, anak, menantu dan cucu.

Sesampainya di pos 2 nanti, para cucu bisa dilatih untuk mencium kakek nenek dan berkata :”Aku sayang kakek/eyang/opa/oma “

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

POS Pemberangkatan

Untuk anda yang tidak berangkat bersama keluarga inti, melainkan berangkat bersama keluarga rohani.

Menuju pos 1 nanti, ceritakan hal –hal apa yang bisa anda syukuri dari keluarga inti anda, kepada teman-teman lainnya. Biasanya kita sangat mudah mengungkapkan atau menceritakan hal-hal buruk tentang orang lain, tetapi kali ini, ayo kita ceritakan hal-hal apa yang bisa anda syukuri dari suami, isteri, anak, menantu, cucu, dll.

Karena Firman Tuhan berkata, pikirkanlah semua yang baik, yang sedap di dengar, yang disebut kebajikan, yang indah, dll.

Inilah saatnya berlatih menceritakan semua hal yang dapat kita syukuri dari keluarga kita masing masing.

Sampai di pos 1 nanti, ceritakan kepada penjaga pos 1, cerita siapa dari kelompok ini yang paling banyak dan paling seru !

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

POS 1

Untuk anda yang tidak berangkat bersama keluarga inti, melainkan berangkat bersama keluarga rohani.

Dalam perjalanan menuju pos 2 nanti ceritakanlah satu sama lain, bagaimana Tuhan telah menolong anda untuk melalui masa-masa sulit yang pernah terjadi dalam keluarga anda masing-masing.

Setelah itu di pos 2 nanti, ambil waktu membuat lingkaran dan berdoa bersama, bersyukur untuk pertolongan Tuhan dalam setiap keluarga masing-masing.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

POS Pemberangkatan

Untuk suami isteri yang ikut retreat ini tanpa anak-anak

Menuju pos 1 nanti, tuliskanlah pokok-pokok doa apa yang anda berdua ingin doakan, tentang keluarga anda. ( mungkin tentang anak-anak, dll)

Sesampainya pos 1 nanti anda bisa mengambil waktu berdoa bersama pasangan anda

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

POS 1

Untuk suami isteri yang ikut retreat ini tanpa anak-anak

 

Sesampainya di pos 2 nanti, berikan bunga pada pasangan anda, yang telah anda petik sepanjang perjalanan menuju pos 2. Ungkapkan kasih kepada pasangan anda pada saat memberikan bunga itu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TUGAS PENJAGA POS KEBERANGKATAN

( Ibu Grace)

  1. Memimpin doa/ menunjuk pemimpin doa
  2. Membariskan peserta sesuai keunikan jenis keluarga
  3. Menjelaskan pada kelompok-kelompok yang akan berangkat, apa tugas mereka masing-masing, yang harus dilakukan dalam perjalanan menuju pos 1 nanti.
  4. Pastikan ini diabadikan sie dokumentasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TUGAS PENJAGA POS 1

( ibu Kristi)

 

Untuk keluarga dengan anak-anak yang masih balita/ di bawah 10 tahun.

  1. Tanyakan apakah mereka ( pasutri) telah share sepanjang perjalanan, mengenai hal-hal apa saja yang ternyata telah melukai pasangan anda.
  2. Mintalah mereka berdua saling memaafkan dan berdoa bersama dalam doa pengampunan.
  3. Bagikan lembaran untuk tugas menuju pos 2 nanti dan jelaskan tugas mereka dalam perjalanan menuju pos 2
  4. Pastikan ini diabadikan sie dokumentasi

 

Untuk keluarga dengan anak-anak yang sudah remaja / pemuda ( usia anak 11-22 tahun). Hiking ini akan diikuti oleh Ayah, Ibu dan Anak-anak dalam satu kelompok yang sama.

  1. Tanyakan apakah mereka ( ayah, ibu dan anak) telah share sepanjang perjalanan, mengenai harapan-harapan yang diinginkan anggota keluarga lainnya terhadap anda, bagi masa depan yang lebih baik
  2. Mintalah mereka membuat lingkaran dan mendoakan harapan harapan itu, menyerahkannya kepada TUHAN.
  3. Bagikan lembaran untuk tugas menuju pos 2 nanti dan jelaskan tugas mereka dalam perjalanan menuju pos 2
  4. Pastikan ini diabadikan sie dokumentasi

 

Untuk keluarga dengan anak-anak yang sudah dewasa ( 23 tahun ke atas). Hiking ini akan diikuti oleh Ayah, Ibu dan Anak-anak dalam satu kelompok yang sama.

  1. Tanyakan apakah mereka ( ayah, ibu dan anak) telah share sepanjang perjalanan, mengenai ‘mutiara-mutiara’ apa yang sangat berharga dalam keluarga ini, yang nanti akan diteruskan ketika anak-anak nanti juga membina rumah tangga.
  2. Mintalah mereka membuat lingkaran dan berdoa untuk jodoh anak-anak kelak dan rumah tangga yang mungkin akan dibangun kelak.
  3. Bagikan lembaran untuk tugas menuju pos 2 nanti dan jelaskan tugas mereka dalam perjalanan menuju pos 2
  4. Pastikan ini diabadikan sie dokumentasi

 

 

 

 

Untuk keluarga dengan anak-anak yang sudah menikah. Hiking ini akan diikuti oleh Ayah, Ibu, anak, menantu dan cucu.

  1. Tanyakan apakah mereka ( generasi ke 2 ) telah meminta maaf atas kenakalan masa kecil dulu, dan apakah generasi 1 telah memberi tips-tips bagaimana menjadi orang tua yang baik kepada generasi 1
  2. Meminta mereka membuat lingkaran dan generasi 1 bisa memberi doa berkat kepada generasi 2 dan ke 3
  3. Bagikan lembaran untuk tugas menuju pos 2 nanti dan jelaskan tugas mereka dalam perjalanan menuju pos 2
  4. Pastikan ini diabadikan sie dokumentasi

 

Untuk anda yang tidak berangkat bersama keluarga inti, melainkan berangkat bersama keluarga rohani.

  1. Tanyakan apakah mereka sebagai keluarga rohani telah share tentang hal hal baik daripada keluarga inti masing masing.
  2. Tanyakan cerita siapa yang paling seru/ mengharukan, paling lucu, dll
  3. Ajaklah mereka membuat lingkaran dan berdoa syukur baik untuk keluarga inti maupun untuk keluarga rohani yang sudah Tuhan berikan
  4. Bagikan lembaran untuk tugas menuju pos 2 nanti dan jelaskan tugas mereka dalam perjalanan menuju pos 2
  5. Pastikan ini diabadikan sie dokumentasi

 

Untuk suami isteri yang ikut retreat ini tanpa anak-anak

  1. Mintalah mereka mengumpulkan pokok-pokok doa yang telah mereka tulis tentang keluarga mereka, di sepanjang jalan tadi
  2. Kembalikan hasil pekerjaan mereka, dan beri waktu mereka bergandengan tangan dan mendoakan pokok pokok doa tersebut
  3. Pastikan ini diabadikan sie dokumentasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TUGAS PENJAGA POS 2

( Bpk. Boaz)

Untuk keluarga dengan anak-anak yang masih balita/ di bawah 10 tahun.

  1. Mintalah pasangan saling membacakan puisi cinta mereka untuk pasangannya
  2. Beri komentar positif atas apa pun hasil puisi cinta itu
  3. Pastikan ini diabadikan sie dokumentasi

 

Untuk keluarga dengan anak-anak yang sudah remaja / pemuda ( usia anak 11-22 tahun). Hiking ini akan diikuti oleh Ayah, Ibu dan Anak-anak dalam satu kelompok yang sama.

  1. Kumpulkan lembar kerja sbb, dan kemudian kembalikan lagi dan minta mereka membacakan untuk anggota keluarga mereka !
  2. Pastikan ini diabadikan sie dokumentasi
Pujian untuk Ayah Pujian untuk Ibu Pujian untuk anak 1 Pujian untuk anak 2 Pujian untuk anak 3
         
         
         
         
         
         
         
         
         
         

 

Untuk keluarga dengan anak-anak yang sudah dewasa ( 23 tahun ke atas). Hiking ini akan diikuti oleh Ayah, Ibu dan Anak-anak dalam satu kelompok yang sama.

  1. Ceritakan kisah nyata terunik yang telah dipilih untuk diceritakan agar menjadi cerita yang tidak akan pernah terlupakan sampai mereka kelak meninggalkan rumah untuk menikah, dll
  2. Pastikan ini diabadikan sie dokumentasi

 

Untuk keluarga dengan anak-anak yang sudah menikah. Hiking ini akan diikuti oleh Ayah, Ibu, anak, menantu dan cucu.

  1. Cium kakek dan nenek, dan ucapkan kata –kata  kasih sayang,:”Aku sayang kakek/eyang/opa/oma “
  2. Pastikan ini diabadikan oleh sie dokumentasi

 

Untuk anda yang tidak berangkat bersama keluarga inti, melainkan berangkat bersama keluarga rohani.

Dalam perjalanan menuju pos 2 nanti ceritakanlah satu sama lain, bagaimana Tuhan telah menolong anda untuk melalui masa-masa sulit yang pernah terjadi dalam keluarga anda masing-masing.

Setelah itu di pos 2 nanti, ambil waktu membuat lingkaran dan berdoa bersama, bersyukur untuk pertolongan Tuhan dalam setiap keluarga masing-masing.

 

  1. Tanyakan apakah mereka sebagai keluarga rohani telah share tentang pertolongan Tuhan dalam masa-masa sulit di keluarga masing-masing.
  2. Tanyakan cerita siapa yang paling seru/ mengharukan, paling lucu, dll
  3. Ajaklah mereka membuat lingkaran dan berdoa syukur baik untuk setiap pertolongan Tuhan.
  4. Pastikan ini diabadikan sie dokumentasi

 

Untuk suami isteri yang ikut retreat ini tanpa anak-anak

  1. Mintalah mereka memberikan bunga pada pasangan mereka, yang telah dipetik sepanjang perjalanan menuju pos 2.
  2. Mintalah mereka mengungkapkan kasih kepada pasangannya pada saat memberikan bunga itu.
  3. Pastikan ini diabadikan sie dokumentasi

 

LOMBA PHOTO

POSE KELUARGA-KELUARGA DALAM ALKITAB

DIPOSEKAN OLEH PESERTA LOMBA PHOTO RETREAT KELUARGA

GBI DIASPORA SEJAHTERA KWB.

KELUARGA YANG DIPOSEKAN PESERTA RETREAT YANG MEMPOSEKAN JENIS KELUARGA AYAT POSE KETERANGAN
ADAM DAN HAWA, KAIN DAN HABEL Bpk. Yahya, Ibu Dwi, Theo dan Charles Keluarga Inti Kejadian 4:1-16, Ibrani 11:4, Matius 23:35, Lukas 11:51, I Yoh 3:12, Ibrani 12:24 Dari ayat-ayat yang kita baca, ternyata sangat mencolok perbedaan antara Kain dan Habel, bisa saja perbedaan ini sudah terlihat sejak mereka kecil, dikarenakan pola asuh yang salah, sebelum Adam dan Hawa bertobat.

 

(Kelak pola asuh Adam dan Hawa terhadap Set berubah, sehingga lahirlah cucu mereka yaitu; Enos, seorang pelopor kebangunan rohani pada zamannya. )

(Kej 4:25-26)

ABRAHAM DAN SARA Bpk. Miskan dan Ibu Nurhayatin Keluarga Inti Kej 12:10-20 Ketika Sara tunduk kepada Abraham, di situlah Tuhan bertindak untuk menghindarkan  mereka daripada hal-hal yang tidak diinginkan.
ISHAK, RIBKAH, ESAU DAN YAKUB Bpk. Eko, Ibu Christi, Arke dan Yuval Keluarga Inti Kejadian 25:28 Terjadi kubu-kubu dalam keluarga.
YOKEBED, MIRYAM DAN MUSA Ibu Yus, Sarah, Aken Keluarga Inti Keluaran 2:1-10 Miryam sangat melindungi sang adik Musa. Iman yang besar dari seorang ibu. Sebuah keluarga yang solid dan kelak mereka melayani Tuhan bersama-sama; Miryam, Harun dan Musa.

 

Meski pada masa tuanya Miryam mengata-ngatai Musa, namun pada masa kecilnya Miryam terdidik menjadi seorang kakak yang mengasihi adiknya.

RAHAB DAN KAUM KELUARGANYA Bu Suparti, Bu Mirah, Bu Vera, adik Angel, adik Henokh Keluarga Inti Yosua 2:9-15, Yosua 6:25 Pertobatan daripada Rahab, membuat keluarganya mempercayainya dan mau mentaati ajakannya untuk menyelamatkan diri dengan berkumpul di rumanya. Iman yang membawa perubahan sikap hidup dapat dipakai Tuhan untuk menyelamatkan KAUM KELUARGA
NAOMI DAN RUT (1) Bu Tessa dan Ivana Keluarga Inti Rut 1:1-18 Rut memiliki hati yang berpaut kepada Tuhan dan mau mengikuti mertuanya yang sudah tua dan miskin. Tuhan membuat pembalikan keadaan pada Naomi dan Rut. Rut seorang menantu yang selalu mau berdamai dengan ibu mertuanya
NAOMI DAN ORPA  (2) Bu Reni dan Arinda Keluarga Inti Rut 1: 1-18 Orpa seorang anak muda yang mau ikut jalannya sendiri. Tidak pernah memikirkan perkara kekal yang Tuhan sudah sediakan. Tidak pernah menyerap nilai nilai ilahi dari keluarganya.
MARIA MAGDALENA, YOHANA ISTERI KHUZA, SUSANA, MARIA IBU YAKHOBUS, MARIA IBU YAKOBUS DAN YUSUF, IBU ANAK-ANAK ZEBEDEUS, DAN BANYAK PEREMPUAN LAIN Ibu Sulastri, Ibu Sutiani, Ibu Parno, Ibu Subandiri, Ibu Misni, Ibu Rochayatin, Ibu Wiwik, Ibu Esther, Ibu Ninik, Ibu Gunawan.

 

Ibu Tina, Ibu Istiowati, Ibu Eko Lutwanti, Ibu Topo

Keluarga Rohani yang memposekan Keluarga Rohani ( LUKAS 8:1-3, LUKAS 24:10, MATIUS 27:55-56) Sekumpulan wanita yang tidak suka bergosip, melainkan suka melayani Tuhan dengan segala kekayaan mereka. Setia sampai akhir, dengan rukun, satu tim kompak melayani Tuhan.
KEEMPAT ANAK DARA FILIPUS Sdr Oftin, Sdr Muji, Ibu Ninik dan Debby Keluarga Rohani yang memposekan Keluarga Inti Kis 21:8-9 Filipus menjaga keseimbangan antara keluarga dan pelayanan, antara karakter dan karunia. Filipus berhasil mendidik anak-anaknya melayani Tuhan melalui karunia mereka, tetapi tetap punya kerendahan hati.
KORNELIUS DAN KELUARGANYA Bpk. Marzuki, Ibu Lena, dan Adik Davin. Keluarga Inti Kis 10:1 Kornelius memiliki pribadi yang terpuji dan Tuhan mengasihi keluarganya. Tuhan membuat kegerakan yang dahsyat atas keluarga Kornelius
EUNIKE DAN TIMOTIUS Ibu Pdt Stanny, dan Sdr Abdiel Keluarga Inti II Tim 1:4-5 Iman yang diturunkan, karena sebuah didikan dari seorang mama kepada anaknya.
KEPALA PENJARA FILIPI BPK, BOAZ, IBU GRACE DAN ADIK MELODY Keluarga Inti Kis 16: 27-34 Sikap spontan untuk membuka hati dan percaya Yesus, menjadikan kepala penjara ini dibabtiskan. Dan bukan dia saja, melainkan dengan seluruh keluarganya.
PRISKILA DAN AKWILA Bpk. Indri dan Ibu Indri Keluarga Inti   Menyediakan rumahnya untuk dipakai bagi pekerjaan Tuhan. Suami isteri yang senang melayani orang banyak, sampai mereka semua mengenal Kristus

 

DAUD, MAAKHA, ABSALOM, TAMAR, Bpk Kadar, Ibu Elgha, adik Devan, adik Kayla Keluarga Inti II Sam 3:3, II Samuel pasal 13-15 Absalom dan Tamar sangat dididik oleh ibunya untuk mempercantik kecantikan luar saja/ outer beauty, tidak ditekankan pentingnya karakter, sehingga Absalom menjadi pemuda yang karakternya sangat buruk. Dan juga Tamar terlalu mementingkan harga diri daripada takut akan Tuhan.
LABAN, ISTERI LABAN, LEA DAN RACHEL Bapak Darmaning, Ibu Anik, Abel dan adiknya Keluarga inti Kejadian 22: 20-24, Kejadian 24. Laban adalah seorang yang sangat materialisme. Dia menjadikan anak-anaknya sebagai alat untuk mencari keuntungan sebanyak banyaknya melalui pernikahan mereka dengan menantunya.

 

NAAMAN, ISTERI NAAMAN, GADIS ISRAEL Bpk, Yudi, Ibu Wulan dan Sdri Prisca Keluarga Inti yang memposekan Keluarga Rohani iI Raj 5:1-5 Seorang anak Israel, yang perkataannya dipercaya oleh tuannya. Anak yang memiliki simpaty, empaty yang besar atas tuannya, karena dia mengasihi orang asing ini, seperti keluarganya sendiri.

 

SYARAT DAN KETENTUAN LOMBA PHOTO:

  1. Setiap peserta dan panitia retreat keluarga, wajib ikut lomba photo ini.
  2. Lokasi photo bisa di mana saja, contoh; di rumah, di gereja, di alun-alun, di taman, dll
  3. Kualitas photo mohon diperhatikan, meliputi pencahayaan, ketajaman gambar, dll Apabila anda tidak yakin memiliki kamera yang memadai, bisa menghubungi panitia untuk ditolong pengambilan gambarnya, dengan membuat janji terlebih dahulu.
  4. Photo dikumpulkan sebagai : Softcopy, kepada panitia, bisa melalui FB Gereja, maupun melalui alat data, paling lambat dikumpulkan ke panitia tanggal 10 Pebruari 2018, jam 12 siang.
  5. Kostum harus ala Israel, jadi anda bisa menggunakan kain, sarung, selendang, kerudung, sendal jepit, dll.
  6. Penggunaan make up juga akan dinilai, semisal kumis buatan, berewok tambahan, dll ( bagi pria) dan make up seperti biasa bagi wanita.
  7. Jika mengumpulkan beberapa pose, maka panitia akan menentukan photo mana yang terbaik, yang akan dilombakan
  8. Penggunaan property akan memberi nilai tambah. Property adalah tambahan barang-barang, seperti misalnya topi, pedang, tongkat, piring, dll yang disesuaikan dengan cerita yang terkait.
  9. Kriteria penilaian meliputi :
    1. Kesesuaian pose dengan kisah Alkitab yang diangkat
    2. Mimik muka yang ekspresif
    3. Acting pose yang menarik dan atraktif
    4. Kreatifitas property
    5. Make up yang sesuai
    6. Kostum Ala Israel yang sesuai dan colourful
    7. Latar belakang yang sesuai dan menarik
    8. Pencahayaan dan kualitas gambar
    9. Kreatif dan Inovatif
  10. Disediakan hadiah menarik bagi pemenang utama.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LOT, ISTERINYA, DAN KEDUA ANAKNYA        
YUSUF DAN SAUDARA-SAUDARANYA        
MANOAH, ISTERI MANOAH DAN SIMSON        
ELKANA, HANA DAN PENINA        
IMAM ELI, HOFNI DAN PINEHAS        
JANDA NABI, DAN KEDUA ANAK LAKI-LAKINYA        
PEREMPUAN SUNEM, SUAMINYA, ANAKNYA        
RATU ESTER DAN MORDEKAI        
YUSUF, MARIA DAN YESUS        
SIMON DAN ANDREAS        
YOHANES DAN YAKOBUS        
YITRO, MUSA, DAN ISTERI MUSA, DAN ANAK-ANAK MUSA        
RASUL PAULUS DAN IBU RUFUS (ROMA 16:13)        
MARIA , MARTHA DAN LAZARUS        

 

 

 

 

Bahan Saat Teduh Retreat Keluarga

GBI DIASPORA SEJAHTERA

Sabtu, 17 Pebruari 2018

Baca entri selengkapnya »

Bahan Saat Teduh Retreat Keluarga

GBI DIASPORA SEJAHTERA

Jumat, 16 Pebruari 2018

 

BELAJAR DARI KELUARGA ADAM DAN HAWA.

Baca entri selengkapnya »

Keluargaku adalah Rumahku

Disusun dengan anugrah Tuhan oleh; Grace Sumilat. S.MG

Baca entri selengkapnya »

Rumahku adalah Keluargaku.

Disusun dengan anugrah Tuhan oleh; Grace Sumilat. S.MG

 

  Baca entri selengkapnya »

Renungan Pagi

GBI Diaspora Sejahtera Batu

Pemimpin Doa Pagi: Susan Grace Sumilat

RABU, 21 Pebruari 2018

Baca entri selengkapnya »

BACAAN BERTANGGAPAN

UNTUK PASANGAN SUAMI DAN ISTERI

BULAN KELUARGA PEBRUARI 2018

GBI DIASPORA SEJAHTERA

KOTA WISATA BATU

(Diadaptasi dari  I KORINTUS 13:4-8A)

 

Aku ……………………. ( nama suami) akan selalu

Mengasihimu ………………………….( nama isteri)

 

Dan aku………………….( nama isteri) akan selalu

Mengasihimu……………………….( nama suami)

 

Suami              : Aku akan mengasihimu dengan  KESABARAN dan TIDAK CEMBURU

Isteri                : aku mengasihimu dengan MURAH HATI dan TIDAK SOMBONG

Suami              : Aku akan mengasihimu dengan TIDAK MELAKUKAN YANG TIDAK SOPAN dan

TIDAK MENCARI KEUNTUNGAN BAGI DIRIKU SENDIRI

Isteri                : Aku akan mengasihimu dan TIDAK PEMARAH dan TIDAK MENYIMPAN

KESALAHAN-KESALAHANMU

Suami              : Aku akan mengasihimu dengan KEJUJURAN DALAM KEBENARAN dan

MENUTUPI SEGALA KESALAHANMU

Isteri                : Aku MENGASIHIMU DENGAN YANG TERBAIK dan MENANGGUNG

KESABARAN

 

Suami & Isteri : KARENA ENGKAULAH TEMAN PEWARIS KASIH KARUNIA ALLAH

YANG TUHAN BERIKAN KEPADAKU.

 

 

 

KKR RET-REAT KELUARGA

INNER HEALING

Baca entri selengkapnya »

Renungan Pagi

GBI Diaspora Sejahtera Batu

Pemimpin Doa Pagi: Susan Grace Sumilat

RABU, 14 Pebruari 2018

Bacaan; Yeremia 7: 29- 8:3

Baca entri selengkapnya »

Renungan Pagi

GBI Diaspora Sejahtera Batu

Pemimpin Doa Pagi: Susan Grace Sumilat

RABU, 31 Januari 2018

Baca entri selengkapnya »

DOA TEROBOSAN 1

Baca entri selengkapnya »

DOA TEROBOSAN

I Raja-raja 8:1-13

Mari kita belajar dari pengalaman bangsa Israel, bersama dengan Tuhan, saat mana pentahbisan bait Allah pada zaman Raja Salomo

Baca entri selengkapnya »

DAUD TELAH SELESAI DENGAN DIRINYA SENDIRI

Felloship PAW GBI Diaspora Sejahtera Kota Wisata Batu

Disusun dengan anugrah Tuhan, oleh Grace Sumilat.

Batu, 20 Januari 2018

Baca entri selengkapnya »

PENYERTAAN-MU SEMPURNA

Sebuah kesaksian keluarga kami, kiranya jadi berkat

Baca entri selengkapnya »

Renungan Pagi

GBI Diaspora Sejahtera Batu

Pemimpin Doa Pagi: Susan Grace Sumilat

RABU, 17 Januari 2018

Baca entri selengkapnya »

Renungan Pagi, GBI Diaspora sejahtera

Pemimpin doa pagi: Susan Grace Sumilat

RABU, 3 Januari 2018

Baca entri selengkapnya »

Materi ini tadinya, materi doa terobosan, kini menjadi materi kotbah ibadah raya. Jadi saya memuat saja yang materi ibadah raya, karena lebih lengkap dan sudah dikembangkan sedemikian rupa, lengkap dengan power pointnya. Semoga bisa jadi berkat.

Baca entri selengkapnya »

THE GOD’S FAVOR

GOD’S FAVOUR

Nats Alkitab: Lukas 1: 26-38

Dalam bulan yang ke enam Allah menyuruh malaikat Gabriel

Baca entri selengkapnya »

I LOVE MY BIBLE

I LOVE MY BIBLE

Baca entri selengkapnya »

BUAH KEBENARAN YUSUF

BUAH KEBENARAN YUSUF

 

 

EMPAT MUSIM dalam hidup kita akan terus terjadi ;

Baca entri selengkapnya »

TRAINING VOCAL ON LINE

TRAINING VOCAL ON LINE

MELODY HARVEST VOCAL TRAINING

Sekolah Vocal  Berbayar ini diselenggarakan secara On Line dengan media WhatsApp.

Baca entri selengkapnya »

BUAH ROH ;KESETIAAN

BELAJAR DARI TELADAN TOKOH YOSUA

KKR UMUM DI GBI DIASPORA BATU

APRIL 2017

POWER POINT MATERI INI DAPAT DIUNDUH DENGAN CARA KLIK TAUTAN DI BAWAH INI:

KESETIAAN

 

Baca entri selengkapnya »

 

PITA SUARA ANDA

SERING BERMASALAH?

Baca entri selengkapnya »

RHEMA NATAL 2016

RHEMA NATAL

Memang serasa terlambat membahas natal pada akhir tahun seperti ini

Namun rhema yang menggelitik hati saya rasanya cukup dapat mengganggu tidur saya, bila tidak dituangkan dalam bentuk tulisan.

Ada tiga hal yang disampaikan pujian malaikat kepada Allah, yang mana konser perdana malaikat di bumi ini diperdengarkan di depan audience yang notabene mereka adalah para gembala yang sederhana, kaum miskin tetapi yang adalah pekerja keras, ….mengapa saya katakan konser perdana, karena di sepanjang PL belum pernah kita baca malaikat menyampaikan kabar berita dengan cara BERNYANYI, baru kali ini. Dan pas. Kaum gembala memang terbiasa menggembalakan kambing domba mereka dengan membawa kecapi di tangan mereka, sebagaimana Daud dikenal sebagai pemetik kecapi yang handal sejak dia menjadi gembala domba di masa mudanya.

Apa saja ketiga hal itu? LUKAS 2: 14

KEMULIAAN BAGI ALLAH DI TEMPAT YANG MAHA TINGGI – ini berbicara mengenai GLORY- atau kemuliaan yang tadinya menjadi patron/ pola gambar dan teladan Allah yang diberikan pada manusia ketika Adam dan Hawa diciptakan, melainkan kejatuhan mereka di taman Eden, menunjukkan bahwa kemuliaan itu telah terhilang, manusia telah kehilangan kemuliaan Allah yang tadinya melingkupi hidup mereka. Dengan kelahiran Yesus, ada kemuliaan Allah yang maha tinggi itu kini TURUN KE BUMI. Oleh karena itu gambar-gambar yang menunjukkan bahwa malaikat yang membawa berita ke para gembala itu melayang di awan-awan adalah gambar atau lukisan atau bahkan film yang SALAH INTERPRETASI,

coba lihat di Lukas 2:9 Tiba-tiba BERDIRILAH seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka ….

tidak sama sekali dikatakan Tiba-tiba TERBANGLAH/ MELAYANGLAH… DI HADAPAN MEREKA, melainkan dituliskan sebagai BERDIRILAH …DI DEKAT MEREKA , artinya malaikat ini mendarat, kakinya menjejak ke bumi, dan ada kemuliaan Tuhan yang bersinar meliputi mereka.

Ada glory yang menjejak di bumi, ada kemuliaan yang hilang yang kini dikembalikan ke bumi, sejak kelahiran Yesus di malam natal yang pertama.

DAN DAMAI SEJAHTERA DI BUMI – ini berbicara mengenai PEACE/ damai di bumi. Yesus lahir memang untuk membawa damai. Perdamaian antara manusia dengan Bapa yang sudah rusak oleh dosa, perdamaian antara manusia dengan manusia yang juga rusak oleh dosa. Sejak Adam dan Hawa memakan buah pengetahuan baik dan jahat, mereka melanggar kepercayaan yang Tuhan berikan, mereka tidak taat kepada Tuhan , hukum Tuhan, kini di Kejadian pasal 3, kita mulai mengenal yang namanya manusia menjadi saling menyalahkan, saling tuding, hubungan yang pecah satu sama lain, bukan semata hubungan dengan Tuhan yang rusak, melainkan hubungan sesama manusia juga ikut hancur lebur, berantakan.  Kelahiran Yesus, memungkinkan rusaknya hubungan ini pun dapat dipulihkan.

DI ANTARA MANUSIA YANG BERKENAN KEPADA-NYA – ini berbicara mengenai FAVOR/ perkenanan Tuhan atas manusia. Ketika manusia jatuh dalam dosa, dua hal pertama tadi harus dipulihkan, yaitu kemuliaan Allah dalam diri manusia dipulihkan, yang kedua, hubungan yang rusak pun harus dipulihkan antara manusia dengan Bapa, dan antara manusia dengan sesamanya. Pada saat dua hal itu terjadi, maka perkenanan Allah turun, Favor dari Tuhan turun.

Favor dari Tuhan tidak mungkin turun, bila Yesus tidak lahir sebagai seorang Anak, seorang Putera, seorang Yang Memerintah, sebagai Penasihat Ajaib, sebagai Bapa yang Kekal, dan sebagai Raja Damai, dalam hidup kita.

Selama kita hanya memandang Yesus sebagai bayi terus, di hari Natal, dan tidak pernah menempatkan Dia sebagai Putera ( yang bersoal jawab di usia 12 tahun dengan para ahli kitab, artinya mari kita jadikan firman Tuhan, sebuah pertumbuhan hidup kita), selama kita tidak pernah menempatkan Dia sebagai Yang Memerintah dalam hidup kita, yang mana kita menyerahkan hak kita, kehendak kita kepada Dia yang menjadi pemilik hidup kita, kepada kehendak Tuhan yagn sempurna atas hidup kita, selama kita tidak menempatkan Dia sebagai Penasihat yang Ajaib dalam hidup kita, dan berjalan sesuka hati kita, tidak mau ikut arahan dan petunjuk-Nya, selama kita tidak mau hidup sebagai anak-anakNya, rela ditegur olehNya, bergantung penuh kepadaNya, dan selama kita tidak mau diperdamaikan dengan Bapa dan dengan sesama, hidup dalam kepahitan, kekecewaan, kemarahan, dll, tidak mau menempatkan Dia sebagai Raja dalam hidup kita, maka, FAVOR/ Perkenanan Tuhan tidak mungkin dapat turun dalam hidup kita. Dan itu semua mustahil tanpa peristiwa Natal. Memang Yesus datang harus dimulai dari seorang Anak…namun itu tidak berarti kita harus memperlakukan Dia terus sebagai Anak, harus sampai menjadikan Dia Raja dalam hidup kita. Yesus bukan bayi terus, Dia tidak memerlukan popok lagi, atau pun dot.

Baik, jadi tiga hal itu ya ; GLORY,  PEACE, DAN FAVOR.

Nah, sekarang kita akan bandingkan dengan persembahan para majus;

EMAS adalah lambang kemuliaan raja-raja. Oleh karena itu bisa kita paralelkan dengan GLORY.  Emas itu mahal, emas itu dimurnikan dengan api, emas itu dicari dan dihargai. Tuhan rela jadi manusia, dan rela mati di kayu salib, karena Dia ingin mengembalikan kemuliaan yang telah hilang itu kepada manusia.

KEMENYAN adalah yang selalu harus ada pada IMAM untuk menjalankan tugasnya sebagai perantara/ pendamai antara umat dengan Tuhan , dalam ibadah atau mezbah. Oleh karena itu bisa kita paralelkan dengan PEACE. Jika kita berdamai dengan Allah, maka perdamaian dan manusia itu pasti ada, sebaliknya jika kita tidak berdamai dengan Tuhan, maka pertengkaran, kepahitan, kegeraman, amarah, dll itu pasti ada. Pemberontakan bangsa Israel pada Musa dan Harun sebagai pemimpin tentunya karena pada akar hati mereka , mereka sudah memberontak kepada Tuhan terlebih dulu. Kelahiran Yesus untuk tujuan mati di Kayu Salib tentunya ingin menjadi pendamai, antara kita dengan Bapa dan antara kita dengan sesama.

MUR adalah yang dipakai untuk melambangkan kematian, penderitaan, bagaimana seorang mayat akan dikapani dengan mur. Untuk menghilangkan murka Allah atas dosa, maka Yesus rela menderita. Dia memang Raja, dilambangkan dengan persembahan emas, Dia memang pengantara, dilambangkan dengan persembahan kemenyan, tetapi Dia juga ditentukan dan rela untuk menderita, dilambangkan dengan MUR. Tanpa penderitaan Yesus, tidak mungkin kita dapat memperoleh Favor/ perkenanan Allah turun atas hidup kita.

 

Kesimpulan yang kita dapatkan:

Di sinilah kita tahu, Yesus datang di Natal yang pertama, adalah untuk kita dapat mengalami namanya GLORY, PEACE dan FAVOR dari Bapa. Dosa membuat kita kehilangan kemuliaan Allah, damai sejahtera dan perkenanan Bapa.

Saat Yesus lahir, Bapa sudah tidak tahan ( dalam istilah saya) –s udah lama menanti-nantikan saatnya untuk memberitakan hal ini pada kita, maka Dia utus sepasukan paduan suara sorga untuk MENJEJAKKAN KAKINYA DI BUMI dan memberitakan tiga hal ini.

 

Haleluya..!!

YESUS DAN PETRUS BERJALAN DI ATAS AIR

Baca entri selengkapnya »

MAZMUR 132

JADILAH  SION

TEMPAT YANG PALING DIDAMBAKAN OLEH TUHAN !!

 

Latar Belakang Mazmur 132

Nyanyian Ziarah, di Kitab Mazmur ada dari MAZMUR 120 sampai MAZMUR 134, TOTAL ADA 15 PASAL yang adalah nyanyian ziarah.

Di antara 15 pasal itu, ada 4 pasal diantaranya jelas-jelas ditulis oleh DAUD, yaitu pasal 122, 124, 131, 133, tetapi ada juga 1 pasal yang ditulis oleh SALOMO, yaitu pasal 127.

Mari kita simak judul mazmur yang diberikan oleh LAI kepada kita;

Baca entri selengkapnya »

Markus 1:35-39. Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia. Waktu menemukan dia mereka berkata : ” Semua orang mencari Engkau.” JawabNya : “Marilah kita pergi ke tempat lain , ke kota -kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan injil, karena untuk itu Aku telah datang.” Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan injil dlam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan -setan. Rhema yang kita dapatkan. 1. Ada cari mencari di sini, Yesus mencari Bapa, orang banyak mencari Yesus, dan Simon dkk mencari Yesus karena org banyak itu. Untuk dapat melayani org banyak Yesus selalu mencari Bapa. 2. Aliran banyak orang di situ tdk dapat menyetir jadwal Yesus hari itu, karena agenda Yesus hari itu disusun bersama Bapa, dalam sasaran yang detail, harus stay di tempat atau harus ke kota sekitar, pun di kota sekitar lebih detail lagi, untuk memberitakan injilnya di rumah rumah ibadat dan mujizat yg dikerjakanNya lebih spesifik lagi, mengusir setan setan. Semakin seseorang intim dgn Tuhan, dia akan semakin detail dapat menjalani hidupnya dgn eficient dan optimal. 3. Yesus tahu untuk apa Dia datang. Yesus datang bukan untuk melayani para fans, tetapi untuk memberitakan injil. Mungkin di kota kota sekitar adalah pendengar baru, tdk spt di kota itu sudah banyak org yang ingin mendengar lagi dan lagi pengajaranNya, ttp Yesus tahu porsinya sudah cukup untuk mengajar di kota itu. Rupanya ke3 hal ini menjadi pelajaran buat kita, untuk berjalan dalam hidup kita sbgmna Yesus melakukannya.

 

 

Markus 1: 40-45 Seorang yang sakita kusta datang kepada Yesus,… (Dalam beberapa peristiwa bisa saja Tuhan yang mendatangi orang sakit, tetapi dalam beberapa peristiwa, termasuk kali ini, si org sakitlah yg datang pada Yesus. Orang sakit yg datang pada Yesus, menyadari bahwa dia butuh Penyembuh Ajaib, Yesus. Org ini datang pd alamat yg tepat!) …dan sambil berlutut di hadapanNya ia memohon bantuan-Nya, katanya: … ( sikap tubuh dari si orang kusta ini sangat luar biasa karena mengekspresikan penyembahan. Penyembahan bukan setelah dia sembuh, tetapi pada sikap hati yang menyembah Tuhan. Kalau org yg sudah sembuh lalu sujud menyembah, itu wajar wajar saja, tetapi jk blm sembuh datang menyembah, lhah ini baru namanya luar biasa ! Dia memohon bantuan kepada yang dia sembah. Siapakah yang selama ini kita andalkan untuk membantu kita? Biasanya tanpa kita sadari kepada siapa kita berharap identik dengan kepada siapa atau bahkan kepada apa, kita menyembah. Apakah kita berharap pada uang, orang dermawan, nama, talenta, catatan keberhasilan, bunga deposito, asuransi, dll? Ataukah kita menyembah Khalik Alam Semesta?) ” Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku. ” (Mengapa kalimat semacam ini busa muncul? Karena org kusta ini sudah sangat kekenyangan dengan penolakan. Penolakan dari keluarganya, lingkungannya, masyarakatnya, bahkan seolah olah masa depan pun telah menolaknya. Bukankah di kalimat sebelumnya dikatakan ia memohon bantuan, kog kalimatnya nggak seperti ini : ‘Tolong bantu aku…!’ Inilah ekspresi dari pribadi yang tertolak, dia sudah memasang tembok sebelum dia ditolak. Dia tidak berani langsung meminta, tetapi ada embel embelnya ‘Kalau Engkau mauuu….’ ) Maka tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tanganNya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya : “Aku mau, jadilah engkau tahir.” ( lihatlah di sini ada bbrp aspek kesembuhan yang Tuhan kerjakan, MENJAMAH adalah bagaimana Yesus tidak jijik dgn org kusta ini, ttp tdk segan segan menjamah org yang telah lama sekali tdk pernah mendapatkan sentuhan kasih dari keluarganya, lingkungannya. Bagian tubuh disembuhkan Yesus lewat mujizat, tetapi jamahanNya menyembuhkan jiwa yang merana tdk pernah dikasihi melainkan selalu ditolak sana sini. Dan saat mana Yesus menjawab ‘Aku mau’ Dia sedang menyembuhkan area tertolak dari pribadi orang ini. Yesus mau berurusan dengan area ini. Yesus mau berkata Aku tidak ikut menolak engkau. Aku mau perduli denganmu, Aku mengasihimu, Aku ada di sini untukmu. Tdk sedikitpun Yesus menjawab ‘Lebai banget sih?’ Atau ‘ Selama ini Aku nggak pernah nolak org yang minta disembuhkan kog !’ atau ‘Sudahlah jangan cengeng, jgn mengasihani diri sendiri! ‘ Disinilah kita tahu bahwa Yesus bkn sekedar bertindak sbg penyembuh ajaib, tetapi juga sebagai Wonderful Conselor atau Penasihat ajaib! Dia tdk segan segan berkata “Aku mau. ” Dua kata saja, tetapi tdk terlupakan seumur hidup. Ini adalah area roh. Roh, jiwa dan tubuh semua digarap oleh Yesus) Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. Penyakit yang lenyap itu urusan lain, tahir juga urusan yang lain lagi, namun keduanya Tuhan Yesus kerjakan. Sembuh, dan pulih. Sembuh dan aib pun dilenyapkan. Sembuh dan benar benar terjadi suatu pembalikan keadaan. Sebagai Imam besar Agung, Yesus berhak untuk katakan org ini tahir, oleh karna itu walau org ini blm menunjukkan diri ke imam, Alkitab telah mencatat bhw dia tahir. Namun demikian Yesus tetap memerintahkan org ini datang kepada imam, sesuai hukum taurat. Yesus tahu apa itu tim work, dan Yesus tidak menabrak aturan mentang mentang Dia sudah sembuhkan org kusta itu. Dia tetap akui keberadaan imam imam dan tugas mrk di tengah masyarakat. ) ….Haleluya!

 

 

Markus 1: 21-28 Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak: “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau, Yang Kudus dari Allah.” Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya; “Diam. keluarlah dari padanya!” Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya. Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya; “Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.” Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.

Mari kita bahas bagian ini satu per satu;

1.Yesus masuk ke rumah ibadat dan mengajar. Tidak sembarangan orang dapat mengajar di rumah ibadat, hanya Rabi yang diperbolehkan melakukan hal tersebut. Untuk mencapai level rabi, tidak semudah yang kita bayangkan, karena mereka harus memenuhi syarat-syarat tingkat pendidikan tertentu. Yesus boleh mengajar di rumah ibadat, karena dia adalah Rabi. Yesus mengikuti proses jenjang pendidikan sampai tinggi,sehingga Dia memiliki legalitas untuk mengajar. Terkadang kita tidak seperti Yesus, dalam arti selalu meminta perkecualian, misalnya anak pejabat boleh bolos di sekolah, boleh merokok, dll ( mendapat perlakuan khusus karena keistimewaan dari status orang tuanya) Namun Yesus tidak demikian, sekalipun dia adalah Juruselamat Dunia, Dia tetap menempuh jalur pendidikan sampai tinggi sehingga boleh menjadi Dosen/ Pengajar yang legal/sah. Di sinilah saya salut dengan Yusuf, yang membesarkan Yesus secara taurat dan pada usia 12 tahun pun Dia didapati jenius, melebihi rata-rata orang seusia-Nya pada saat itu.

2.Pengajaran Yesus dan kata-kata-Nya penuh dengan kuasa. Saya suka sekali ayat ini. Mungkin kosa kata-Nya bisa saja sama dengan ahli-ahli taurat mereka, namun yang membedakan adalah KUASA, saya yakin bukan karena intonasi berbicara, bukan juga karena pilihan kata/ diksinya, bukan juga karena volume suara-Nya, tetapi karena Dia mengajar dengan ROH yang ikut terlibat, tidak hanya mengajar dengan tubuh ( gerak mimik muka dan badan/ body language) tidak saja mengajar dengan JIWA ( intelektual, emosi yang ikut terlibat saat mengajar, dan kehendak yang ikut terlarut dalam setiap penekanan kesimpulan) tatapi terlebih lagi, Dia mengajar dengan melibatkan ROH-Nya, hati-Nya, hasrat-Nya, passion-Nya, kasih-Nya akan jiwa-jiwa ini. Itu yang tidak ada pada ahli-ahli taurat mereka, yang bisa saja penelaahan tauratnya keren, tetapi mereka tidak pakai hati.

3. Ada orang kerasukan roh jahat, tetapi anehnya di dalam rumah ibadat. Jadi jangan punya pandangan sempit, di rumah ibadat semuanya malaikat, semuanya kudus, semuanya beres. Justru di rumah ibadat adalah tempat pertama yang harus dikuduskan sebelum akhirnya tempat-tempat lain juga menunggu gilirannya. Mengapa dikatakan orang ini kerasukan roh jahat? karena di DALAM DIRINYA, ada roh najis, roh cemar, tidak tahir. Ada sesuatu di dalam diri orang ini, yang harus dibereskan.

4. Wau perhatikan apa kata orang yang kerasukan ini Yesus adalah Yang Kudus dari Allah…. pernyataanya keren ya…dan mengandung kebenaran..bahwa Yesus memang adalah Yang Kudus dari Allah.

Siapa bilang Iblis itu tidak tahu siapa Yesus, siapa bilang iblis itu tidak tahu firman Tuhan, buktinya saat dia mencobai Yesus, semua pelurunya adalah ayat ayat !!

Jika iblis itu tahu bahwa Yesus adalah Yang Kudus dari Allah, apa bedanya kita dengan dia?

Saya sudah check bahasa aslinya dan kata roh-roh jahat TAAT kepada-Nya digunakan kata HUPAKOUO yang sebenarnya lebih tepat diterjemahkan dengan kata TAKLUK.

Berbeda dengan kata TAAT yang dipakai di Kis 4:19

Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: “Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah.

kata TAAT pada ayat ini dipakai kata AKOUO yang artinya MENDENGARKAN.

Bedanya adalah iblis tahu siapa Yesus, tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan mentaati Yesus. Yang mereka dapat lakukan hanyalah takluk. Dalam arti saat Yesus menghardik dan menyuruh dia untuk DIAM, dan keluar dari orang itu, maka iblis TAKLUK, tidak kuasa menolak perintah Yesus.

Tapi coba kalau Yesus memerintahkan iblis, kasihi orang ini..! Iblis tidak mau dengar dan tidak mau taat kepada Yesus, walaupun dia tahu siapa Yesus, karena apa? karena iblis pada hakekatnya adalah pencuri, pembunuh, pembinasa. Mana bisa pembinasa disuruh mengasihi orang ini? tidak mungkin !

Itulah yang seharusnya membedakannya dengan kita, kita tahu siapa Yesus, dan kita mendengarkan Yesus, dan kita taat kepada Yesus.

5. Orang itu terguncang-guncang dan menjerit. Itu namanya manifestasi saat roh jahat itu keluar dari orang itu. Manifestasi itu pada saat itu terjadinya juga di rumah ibadat. Jadi kita tidak perlu takut pada manifestasi dan juga tidak perlu merasa aneh dengan hal tersebut. Itu biasa. Karena ketika ada sesuatu yang keluar, pasti ada suaranya/ gerakannya. Kita justru harus bersyukur karena ada orang yang mengalami kemerdekaan/kelepasan dari cengkraman kuasa jahat.

Semua orang percaya juga diberi kuasa untuk mengusir setan. jadi jika ada orang kesurupan/ kerasukan di dekat kita, tidak perlu kita panik lalu menelephon pendeta. Ingat di dalam diri kita sudah diberi kuasa untuk mengusir setan. Markus 16;17.

Thanks Lord !

have a nice day..

 

 

Markus 2; 1-12 Kisah 4 orang sekawan yang menggotong teman mereka yang lumpuh, sehingga mereka lebih tepat dikatakan sebagai 5 sekawan, sering kita dengar. Tetapi ada sesuatu yang menggelitik hati saya, ayat 6 Tetapi di situ ada juga dududk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri? Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka “Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? .

Yesus mengetahui dalam hati-Nya apa yang dipikirkan ahli taurat dalam hati mereka. Para ahli taurat itu tidak bercakap satu dengan lainnya, tetapi mereka berpikir pikiran yang sama dalam hati mereka masing-masing. Yesus tahu juga, di dalam hati-Nya.

Semua yang bergetar dari hati akan ditangkap oleh bahasa hati. Semua yang bergetar dari pikiran akan ditangkap oleh bahasa pikiran. Semua yang bergetar dari tubuh juga akan ditangkap oleh bahasa tubuh.

Saat mana di dalam lubuk hati kita yang terdalam ada persungutan sekecil apa pun, sedetik sekalipun, itu ikut menggetarkan hati Tuhan juga.

Namun jika di dasar hati kita ada sebentuk iman, sekecil biji sesawi pun, itu pun sanggup menggetarkan hati Sang Pencipta alam semesta. Maka gunung pun dapat berpindah.

 

 

Markus 2: 13-14 Lewi pemungut cukai mengikut Yesus. Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: ‘Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Lewi lalu mengikut Dia.

Hari itu bukan hari biasa,
Karena Yesus berjalan lewat.
Karena Yesus bukan orang biasa, maka ketika hanya tampaknya berjalan lewat biasa, tetap ada peristiwa luar biasa.
Hari itu Yesus ketambahan murid baru, yaitu Lewi si pemungut cukai.
Hari itu menjadi istimewa karena Lewi menanggapi ajakan Yesus dengan berdiri, meninggalkan rumah cukai itu, beserta uang-uang di laci atau di atas meja cukai itu, kertas-kertas dan catatan-catatan cukai itu…dan kakinya beranjak keluar dari kolong meja itu, dan mengikut Yesus.
Seandainya Lewi tidak merespon dengan seperti itu, tentunya ketika Yesus berjalan lewat di situ, itu cuma lewat-lewat biasa saja.

Yesus melihat Lewi. Bisa saja jalan lewatnya cuma jalan lewat biasa, tetapi ada sepasang sorot mata yang melihat Lewi dengan tidak cara melihat yang biasa. Karena dalam pandangan mata-Nya, Dia sudah memprediksi jauh ke depan, seperti apa jadinya Lewi ini nanti bila dia dimuridkan….waaauuu, dia nanti bakalan menjadi penulis kitab injil Matius……huhuuii…

Jangan sepelekan saat Yesus berjalan lewat….karena Ia akan melihat dengan sepasang mata dan pandangan yang menembus hati, dan Dia akan berkata “Ikutlah Aku.”

Respon kita akan menentukan apakah berjalan lewat-Nya Dia itu seperti pada hari-hari biasa, atau akan menjadi suatu hari yang istimewa, mana kala kita beranjak dari dunia kita dan beralih ke dunia-Nya.

 

 

 

 

Markus 3:1-6 Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mepersalahkan Dia. Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu.: “Mari berdirilah di tengah!” Kemudian kata-Nya kepada mereka: “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” Tetapi mereka itu diam saja. Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: “Ulurkanlah tanganmu!” dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herdoian untuk membunuh Dia.

Mari kita telaah bagian ini dengan SUDUT PANDANG EMOSI. Ada beberapa emosi yang diungkap di sini. Pertama adalah emosi DUKACITA ketika Yesus melihat kedegilan orang-orang Farisi. Kedua adalah emosi MARAH, Yesus marah kepada orang-orang yang ada di sekeliling-Nya pada saat itu. Ketiga ada ekspresi marah juga dari orang-orang Farisi itu yang ditunjukkan dengan cara mereka KELUAR dari tempat itu.

Kemarahan Yesus, didahului dengan DUKACITA. Artinya dalam dukacita ini Yesus sebenarnya memiliki belas kasihan pada orang-orang yang sangat degil hatinya ini. Yesus sudah menjelaskan lhoh ya bahwa pada hari Sabat, diperbolehkan dong menyelamatkan nyawa orang. Bukankah yang Yesus lakukan itu positif? Pada hari sabat tidak boleh bekerja, tetapi pada saat Yesus menyembukan orang sakit, Dia bukan sedang praktek tabib yang mendapat uang dari pasien, tetapi Dia sedang melakukan praktek kasih. Yesus sering disebut Dokter di atas segala dokter, memang benar, dalam kuasa-Nya membetulkan bagian tubuh manusia yang rusak, atau menumbuhkan bagian tubuh manusia yang kekurangan, atau bahkan memotong bagian tubuh manusia yang kelebihan. Tapi, maaf, sebagai Dokter, Yesus menulis besar-besar tulisan ini di ruang praktek-Nya; G.R.A.T.I.S. Tidak perlu sepeserpun membayar, karena sudah dibayar oleh BILUR YESUS DI KAYU SALIB.Jadi Yesus bukan bekerja seperti halnya tabib yang mendapat uang dari pasien untuk penghidupannya. Di hari sabat ini, Yesus tidak sedang melanggar aturan Sabat. Tidak sekalipun Yesus yang pernah jadi tukang kayu ini, melanggar aturan sabat , di mana Dia membuat almari kayu di hari Sabat. Nah kalau itu jelas melanggar ya.

Yesus menjelaskan dengan metode tanya jawab, tetapi kesombongan dari orang-orang Farisi ini membuat mereka itu diam saja. Tidak menjawab pertanyaan Yesus. Mereka gengsi untuk menjawab pertanyaan Yesus. Memilih untuk tidak luluh hati, tetapi semakin mengeraskan hati. Yang Yesus lakukan sejak dari awal justru menyuruh orang yang sakit itu berdiri di tengah. Yesus tidak perlu sembunyi-sembunyi untuk melakukan mujizat-Nya. Dia tahu bahwa aturan hari Sabat yang dibuat oleh mereka sendiri itu terlalu kaku sampai-sampai menggerus arti Sabat yang sesungguhnya dari Bapa.

BIsa saja Yesus marah, semata-mata karena kedegilan hati mereka, tetapi tidak, Yesus mendahuluinya dengan Ekspresi Dukacita.

Jika Yesus sedang berdukacita karena kita melakukan dosa, segeralah bertobat, karena jika tidak demikian, emosi-Nya akan beranjak kepada MARAH.

Nah, apa yang terjadi pada orang-orang Farisi itu, mereka mengamat-amati Yesus, untuk tujuan mempersalahkan Yesus, ketika tujuan mereka tidak tercapai, maka mereka MARAH, keluar dari ruangan itu, lalu bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk melakukan niat mereka MEMBUNUH YESUS,

Tak heran, Yesus juga menyebut-nyebut kata MEMBUNUH. Sejak mereka mengamat-amati Yesus untuk tujuan mempersalahkan Yesus, sudah nampak dari situ, suatu BENIH PEMBUNUHAN , yaitu pembunuhan karakter Yesus. atau perusakan reputasi.

Berhati-hatilah dengan yang namanya pembunuhan karakter atau perusakan reputasi, yang sebenarnya didasari oleh rasa IRI HATI, yang sadar atau tidak sadar akan menggiring kepada PEMBUNUHAN.

Yakobus 4:2 kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.

Di hari Sabat Yesus menyembuhkan, karena belas kasihan daripadaNya, tidak memperdulikan jika karena kasihNya kepada orang sakit ini dijadikan alasan orang-orang jahat untuk melakukan pembunuhan karakter/ perusakan reputasi terhadap diriNya.

Di hari Sabat Yesus marah, bukan karena reputasiNya berusaha diaduk-aduk, tetapi karena orang-orang jahat berkedok agamawi ini sama sekali tidak punya kasih terhadap orang yang mengalami MATI sebelah tangannya ini ( Stroke). Yesus bukan marah karena diri-Nya, reputasiNya, tetapi karena kedegilan hati mereka membutakan mata mereka melihat sebuah kebutuhan akan MEMBANGKITKAN YANG MATI ( Syaraf yang mati, aliran darah yang mati, semangat yang mati, dll).

Oleh karena itu, tak heran, kedegilan hati mereka akan menggiring mereka bukan saja membiarkan si orang sakit ini tetal mati sebelah tangannya, tetapi juga merencanakan kematian-Nya, mereka bersekongkol untuk membunuh-NYa.

Mengapa ada persekongkolan? Karena mereka cocok, mereka sama, mereka kompak, mereka semua punya spirit bukan membangkitkan, tetapi MEMBUNUH. Nggak perlu waktu lama atau perdebatan untuk sama-sama sepikir menyingkirkan Yesus, karena hati mereka sama. Sama-sama DEGIL.

Yesus marah, mereka juga marah. Tetapi kemarahan mereka berbeda. Kemarahan Yesus adalah didasari dengan belas kasihan yang dalam , muncul kepada bentuk dukacita, dan saat mereka tidak bertobat juga, Yesus marah. Tetapi pada detik yang sama saat Dia marah, belas kasihanNya pada orang yang sakit ini tidak hilang, Dia tidak lantas hilang konsentrasi, lalu menunda penyembuhan itu sebentar sore saja, TIDAK. Yesus tetap dapat menyembuhkan orang ini.

Tetapi kemarahan orang-orang farisi ini beda, yang mendasari adalah IRI HATI, dengki, ingin merusak reputasi Yesus, tidak berhasil melakukannya, dan mereka pun pada akhirnya membunuh.

Pembunuhan tidak pernah langsung terjadi begitu saja, kecuali kasus pembelaan diri dari ancaman pembunuhan, Tetapi pembunuhan berencana selalu memiliki benih awal IRI HATI.

Kain membunuh Habel. ( Huuuu…. iri nich ye)
Esau berniat membunuh Yakub.
Saudara-saudara Yusuf berniat memunuh Yusuf.
Daniel digiring ke gua singa
Saul berniat membunuh Daud, hanya gara-gara nyanyian para fans daripada Daud yang mengganggu telinga Saul kan.

————— dan daftar ini masih panjang

Hati -hati….iri hati justru akan membunuh dirimu sendiri, sebelum kau berniat untuk membunuh karakter orang -orang lain di sekitarmu !

 

Markus 3 : 7-12 Banyak orang mengikut Yesus, dari berbagai penjuru karena mereka telah mendengar segala sesuatu yg dilakukan Yesus. Waktu mrk berjumpa dgn Yesus terjadi kesembuhan dan kelepasan. Semua yg dilakukan Yesus itu memberi dampak. Luar biasa ! Tapi ahli ahli taurat itu, siapa nama mrk? Tidak tercantum ! Karena mrk tdk berdampak positif berupa teladan. Oleh karena itu Yesus peringatkan, harus ikuti ajaran mrk ttp jangan ikuti tingkah lakunya. Seharusnya ajaran dan tingkah laku berjalan selaras. Baru itu bisa berdampak makro.

 

Markus 3: 13-19

Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan dan diberiNya kuasa untuk mengusir setan. Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah; Simon, yang diberiNya nama Petrus, Yakobus anak Zebedeus , dan saudaranya Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh, selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.

Yudas Iskariot DIPANGGIL,
Yudas Iskariot DIKEHENDAKI-NYA
Yudas Iskariot DATANG KEPADA-NYA
Yudas Iskariot DITETAPKAN-NYA untuk menyertai Dia
Yudas Iskariot DIUTUSNYA memberitakan Injil
Yudas Iskariot DIBERINYA KUASA untuk mengusir setan

sama seperti Simon Petrus, Yakobus anak Zebedeus, Yakobus, Andreas, Filipus, Barotolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, ….

yang membedakan adalah frase terakhir….

dan Yudas Iskariot, yang menghianati Dia.

Petrus juga pernah menyangkal Yesus tiga kali, tetapi kemudian dia bertobat, dan selanjutnya dia menyatakan mengasihi Yesus tiga kali juga.

Tetapi Yudas Iskariot tidak bertobat, hidupnya berakhir dengan mengenaskan.

Yang penting bukan saja bagaimana mengawalinya, tetapi juga bagaimana mengakhirinya

Yang penting bukan saja bagaimana mengakhirinya tetapi juga bagaimana prosesnya

Yang penting bukan saja bagaimana gurunya, bagaimana metodenya, bagaimana Visinya, bagaimana proses belajar mengajarnya, tetapi juga….

bagaimana si murid itu sendiri.

 

MARKUS 3; 20-30 Yesus dikerumuni banyak orang, Yesus tidak sempat makan. Kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, dan mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.

Yesus saja dianggap tidak waras lagi oleh kaum keluargaNya.

Jadi kalau ada yang menghina kita, mengejek kita, merendahkan, menolak, mengata-ngatai, memfitnah, mempergunjingkan, menilai kita secara berlebih-lebihan, …

itu belum apa-apa. Tetaplah tersenyum. Tuhan kog yang tahu hati kita dan menyelidiki motivasi setiap hati.

Yesus rela dianggap tidak waras lagi hanya demi melayani orang-orang pada zaman-Nya, dan demi untuk menjangkau hidup kita, supaya kita semua waras, selamat, diberkati, dipulihkan, sembuh, dan baik-baik saja karena semua kebaikan-Nya. Amin.

 

Ada banyak rhema sebenarnya, tetapi baru sempat sekarang ngetiknya. Markus 4: 1-20. Perumpamaan tentang seorang penabur. Biasanya kalau bahas perikop ini pastilah yang dibahas 4 macam tanah kan? Tanah pinggir jalan, tanah semak duri, tanah berbatu dan tanah yang subur. Tapi kali ini saya mencoba memikirkan si Penabur itu. Penabur itu menaburkan Firman Tuhan yang digambarkan dengan benih. Seorang penabur tidak boleh punya motivasi memilih-milih jenis tanah. Tugasnya hanya menabur saja. Membawa benih di genggamannya, lalu menaburkannya. Nanti benih itu bisa saja jatuh di jenis tanah yang berbeda-beda. Namun tanah berbatu kadang tidak terlihat batunya, karena batu-batunya bisa saja tertutup oleh tanah juga, tapi tanah itu tipis, karena di bawahnya ada batunya. Itulah sebabnya tugas kita untuk mewartakan injil kepada SIAPA SAJA, jangan membuat cap seolah-olah orang ini pastilah tanah hatinya berbatu, bersemak duri, pinggir jalan, kita tidak pernah tahu itu. Siapa tahu orang itu justru memiliki tanah hati tanah yang subur. Pemilik tanah hati subur itu bisa saja pembantu rumah tangga kita, supir kita, tukang sampah, anak jalanan, tetangga yang berkerudung, dll Sebagai penabur, semua dari mereka harus dengarkan Injil Kristus. Berapa yang bertumbuh dan berbuah, dari mereka, kita tidak bisa memprediksi, yang penting tugas kita menabur sudah kita kerjakan sebaik mungkin. Amin

 

Markus 4: 21 Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap. Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendakllah ia mendengar !

Saya sedang merenung-renungkan ayat ini..waaauuu keren !! Meletakkan pelita MAU DI MANA SAJA, termasuk DI TEMPAT TINGGI, contoh di atas meja, atau di atas almari, SAMA SAJA TIDAK BERGUNA BILA DITUTUPI DENGAN RANTANG, APINYA AKAN MATI. Gini penjelasannya, gantang dan pelita itu PORTABLE/ bisa dengan mudah dipindah-pindahkan.

Banyak orang berkedudukan tinggi/ memiliki jabatan/ ada di posisi puncak/ merupakan key person/ orang kunci, Sebenarnya orang-orang seperti ini mempunyai KESEMPATAN EMAS untuk bersinar bagi Kristus, karena sekali mereka bersinar bagi Kristus, akan dilihat banyak orang, akan disimak banyak orang, akan memberi pengaruh kepada banyak orang. Namun sayang sekali, walaupun pelita itu sudah ada di tempat tinggi, bila ada GANTANG yang menutupinya, api itu akan mati. Bukan posisi tinggi yang utama di sini, tetapi bagaimana BERSINAR BAGI TUHAN.

Yang lebih lucu lagi, pelita kog ditempatkan di bawah tempat tidur, untuk apa itu? Di sinilah sedang dibahas POSISI YANG TINGGI. Jadi anak Tuhan kalau bersinar jangan di rumah saja, harus di sekolah, di gereja, di kampung, di masyarakat. Anak Tuhan harus jadi pemimpin donk, agar sinarnya dilihat oleh banyak orang, agar kebaikannya dilihat oleh semua orang, agar Bapa dipermuliakan. Anak Tuhan harus jadi kepala donk, jangan jadi ekor. Sebab kalau menerangi KOLONG TEMPAT TIDUR, nggak ada gunanya juga sih.

Jadi dua-duanya itu penting, baik di tempat tingginya, maupun bagaimana di tempat tinggi itu harus bersinar.

Tempat yang benar adalah di KAKI DIAN, yaitu di tempat yang benar, di tempat yang seharusnya, di tempat yang Tuhan mau, di tempat yang mana Tuhan berkenan. Itu bisa di jalanan, bisa di tempat kerja, bisa di bangku sekolah, bisa di pasar, bisa di mana saja. Kaki dian tidak dapat ditutup dengan gantang, dan kaki dian mustahil diletakkan di kolong tempat tidur. Kaki dian ya kaki dian, dia tinggi, dan dia bersinar menyinari sekelilingnya.

Apa ya maksudnya …tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan dan tidak ada rahasia yang tidak tersingkap.

Maksudnya TELADAN HIDUP dari orang yang di tempat tinggi dan bersinar terang bagi Tuhan, itu nyata, hidupnya transparan, hidupnya seperti dalam rumah kaca, hidupnya seperti surat terbuka, semuanya terlihat, ibaratnya dia bersin pun semua orang akan tahu.

Cara berpikir, mengelola uang, mengelola waktu, hubungan antar keluarga, prioritas, ucapan, hubungan dengan TUHAN, semua itu terbuka, transparan.

Hanya orang yang siap hidup transparan, bukan hidup dalam topeng kemunafikan, yang bisa BERSINAR BAGI KRISTUS, ada di kaki dian-Nya. Amin.

 

Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan,…

Markus 4: 11.

Kepada murid-murid Tuhan menyatakan rahasia Kerajaan-Nya. Tetapi kepada sekedar orang banyak yang sangat besar jumlahnya yang mengerumuni Dia ( Markus 4:1) Dia hanya mengemukakan berupa perumpamaan.

Oleh karena itu jangan puas hanya jadi pengikut, tetapi harus jadi murid-Nya. Murid itu harus mau diajar, harus rela ditegur, dan rela didisiplin. Beda kan dengan pengikut…

 

Markus 5; 1-20 Lalu sampailah MEREKA di seberang danau, di daerah orang GERASA.

Repot repot menyeberang danau dan hadapi angin ribut hanya untuk melayani SESEORANG.

Perhatikanlah bahwa YESUS mengerahakan FULL TEAM. Hanya untuk melayani SESEORANG di seberang danau sana.

Yesus tidak memutuskan berangkat sendirian, hanya demi alasan efisiensi.
Yesus tidak memutuskan untuk mengutus salah seorang muridnya saja untuk menangani orang ini, hanya demi alasan efisiensi.
Yesus memutuskan untuk mengeluarkan biaya perjalanan untuk keperluan FULL TEAM, demi melayani SATU JIWA, apakah itu kalau di zaman sekarang berupa ; biaya sewa perahu, apakah biaya pengadaan perbekalan di jalan, bensin untuk mesin perahu…dll, dengan mengesampingkan yang namanya ‘efisiensi’ dengan definisi yang sempit.
Yesus mengerahkan waktu yang ada, yang mana waktu itu digunakan oleh SELURUH ANGGOTA TIM, padahal bisa saja jika tim dibagi dua atau tiga kelompok, mereka dapat melayani di tiga tempat sekaligus, dengan mengesampingkan yang namanya ‘efisiensi’ dengan definisi yang sempit.
Kalau hanya untuk menyaksikan bagaimana orang yang kerasukan dapat dilepaskan dari kuasa jahat, ada banyak pelayanan lain yang serupa itu, jadi murid-murid masih bisa mendapatkan kesempatan belajar dari peristiwa yang serupa di lain hari, tidak perlu saat ini semuanya ikut, karena ini hanya menangani satu orang saja. Namun Yesus membawa FULL TEAM. Yesus mengesampingkan yang namanya ‘efisiensi’ dengan definisi yang sempit.

Jadi ukuran efisiensi dalam sebuah proyek pelayanan , tidak bisa diukur dari berapa biaya yang dikeluarkan, berapa banyak waktu yang dipergunakan, berapa banyak orang yang secukupnya saja bisa dilibatkan. Karena Yesus tahu kapan saatnya rombongannya tidak memawa roti, atau saat kapan Dia memerintahkan murid-Nya untuk berbelanja keperluan perjamuan malam paskah, dan Yesus tahu kapan saatnya Dia harus mengerahkan FULL TEAM, karena Yesus melakukan semuanya berdasarkan KEHENDAK BAPA.

Definisi efisiensi Yesus sangat berbeda dengan definisi kita. Namun jika kita dalam melayani Tuhan mau peka dan taat, Tuhan akan membawa kita menjadi pelayan Tuhan yang tepat dalam setiap pengeluaran uang, waktu, tenaga, SDM, dll….

Jangan terlalu takut untuk dianggap BOROS, jika memang Tuhan ingin kita keluarkan dana, waktu, SDM, dll
Sebaliknya juga jangan terlalu takut untuk dianggap PELIT, jika memang Tuhan mengutus kita, dan memberi rambu-rambu untuk tidak boleh membawa bekal dalam pengutusan itu.

Seorang pelayan yang tahu hati Tuhan, akan berjalan dalam ketepatan.

Lalu…dimana letak Efesiensi Yesus di pelayanan di Gerasa itu? Cuma satu orang lho yang dimenangkan !! Selebihnya ada kira-kira dua ribu babi yang mati !!

Eit !! Jangan salah….

baca dulu bagian akhir dari kisah ini

orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia. Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: “Pulanglah ke rumamu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmua dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!”
Orang itu pun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran.

Yesus membawa Full Team untuk melayani DAERAH, suatu DAERAH DEKAPOLIS, melalui SATU ORANG saja, dengan membawa FULL TEAM.

Satu daerah …..satu daerah….

Untuk memenangkan satu daerah tidak selalu dengan KKR yang dihadiri ribuan orang, seperti kotbah di bukit.

Dengan menjangkau satu orang saja, satu daerah dapat diraih. Karena Tuhan tidak hanya mengasihi orang ini, tetapi juga penduduk daerah ini, yang telah mengusir Yesus dengan cara halus, yaitu dengan ‘mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka ‘ ( Markus 5:17)

Siapa tahu tujuan Yesus ajak satu tim, agar mereka merasakan juga rasanya diusir itu seperti apa. Pengalaman diusir, itu pengalaman yang jarang-jarang mereka alami. Kalau cuma pelayanan pelepasan mah, itu sering…

Dari pengalaman itu, mereka mengerti bahwa justru ketika mereka diusir dan pergi dari situ, Tuhan sanggup memakai satu orang yang baru saja dilepaskan dari iblis ini untuk menjadi agen kerajaan sorga.

Semua pengalaman diusir ini penting, dan melihat bagaimana satu orang bisa jadi agen perubahan atas suatu daerah, itu sangat penting, sehingga sudah tepat rasanya bila semua daya, waktu, SDM, tenaga, konsentrasi, dll dikerahkan untuk suatu pengalaman mahal itu. Harus bawa FULL TEAM. Yesus tidak pernah terlalu boros.

 

MARKUS 2: 23-28

KONTROVERSI SEMU

Tulisan tersebut terkait dengan tulisan sbb:

JADIAH ZION

 

Markus 5: 21-43.

Interupsi

Yesus sedang dalam perjalanan ke rumah seorang kepala rumah ibadat bernama Yairus, yang anak perempuannya sakit dan sedang sekarat.

Namun dalam perjalanan ada interupsi.

Perhatikan di alinea yang baru di ayat 25, tiba-tiba cerita berganti ke sebuah peristiwa aneh, di kala banyak orang berdesak-desakan di dekat Yesus, Yesus bertanya “Siapa yang menjamah jubah-Ku?”

Singkat cerita perempuan pendarahan itu mengaku dan bercerita perihal dirinya.

Ada beberapa rhema yang saya dapatkan dari dua peristiwa ini.

1. Perjalanan Yesus ke rumah Yairus adalah ; pelayanan berdasarkan ORDER/ permintaan/ kebutuhan yang ada di sekitar-Nya. Dia pergi untuk menjawab kebutuhan itu. Tetapi peristiwa perempuan pendarahan itu menjamah jumbai jubahNya berbeda, itu adalah sebuah pelayanan yang terjadi dengan tidak sengaja. Karena Yesus hidup benar ( bukankah pemakaian jumbai melambangkan hidup dalam kebenaran? Diperintahkan Tuhan agar bangsa Israel selalu ingat akan perintah Tuhan dan melakukan-Nya. Bilangan 15, Yakobus 5;16, Amsal 3:7-8) maka tubuh-Nya mengalirkan kuasa lewat jumbai-Nya. Ketika kita hidup dalam kebenaran, maka pelayanan yang tidak sengaja ini juga akan menjadi bagian dalam hidup kita. Contoh, di perjalanan kita tidak sengaja, saat mengobrol dengan orang yang baru kita kenal, orang itu alami jamahan Tuhan saat kita didorong Tuhan untuk menasihati dan beritakan injil kepadanya. Padahal bukan itu tujuan perjalanan kita.

2. Setiap detik dari interupsi itu sangat menegangkan bagi Yairus, karena anak gadisnya ada dalam masa-masa kritis, sekarat, hampir mati. Mengapa detik-detik berharga ini akhirnya mengakibatkan dia diberi kabar bahwa anaknya sudah mati. Apakah dia akan menyalahkan perempuan pendarahan ini yang seakan-akan mengganggu perjalanan Yesus menemui anaknya? Apakah dia akan menyalahkan Yesus yang seakan-akan membiarkan dengan mudah interupsi ini menghentikan Dia? Yesus tahu kegalauan hati Yairus, begitu berita kematian itu datang, Yesus pun langsung menyanggah dengan berkata ” Jangan takut, percaya saja !” Dalam pelayanan apa saja bisa terjadi sebagai interupsi, namun kita harus mengedepankan KEHENDAK BAPA dalam setiap detik yang dilewati , sebagaimana Yesus bertanggung jawab, toh di rumah Yairus, akhirnya anak itu hidup kembali. Jika Yesus hanya perduli pada yang namanya jadwal yang ketat, dia akan buru-buru pergi dari orang -orang itu, dan akan bersikap cuek pada perempuan pendarahan itu, toh dia sudah sembuh. Tetapi Yesus beda, dia sempatkan untuk berurusan pribadi dengan peremuan itu dan berkata “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!” Kesembuhan saat menjamah jumbai-Nya itu soal lain, tetapi bagaimana Yesus menyempatkan diri dalam beberapa menit berbicara secara pribadi kepada perempuan yang sudah sembuh itu, beberapa kata yang tidak akan terlupakan seumur hidup bagi perempuan itu..bagi Yesus itu adalah hal yang lain lagi. Di sini kita belajar bahwa terkadang ada interupsi, sebuah pelayanan yang tidak berdasarkan order…datang dan di situlah kita memutuskan untuk disetir oleh jadwal, atau mau mengalir bersama tuntunan-Nya. Di saat mana Yesus bisa saja dianggap terlambat datang ke rumah Yairus, yang terjadi justru terjadi kebangkitan, bukan saja kesembuhan. Dahsyat. Jangan pernah takut terasa terlambat karena Tuhan tidak pernah terlambat, karena kematian pun dapat Dia ubahkan jadi kehidupan.

3. Perhatikan bahwa ini peristiwa pertama, dimana orang sakit sembuh saat menjamah jumbai Yesus. Rupanya perempuan pendarahan ini memberi inspirasi kepada banyak orang, Lihat saja, peristiwa orang sembuh karena menjamah jumbai jubah-Nya terjadi berkali-kali lagi setelah peristiwa itu pada orang-orang lain.

Mat 14:36

Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. p Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

Mrk 6:56

Ke manapun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya f saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

Perhatikanlah bahwa pengertian yang ada pada perempuan pendarahan itu, bahwa ASAL KUJAMAH SAJA JUBAH-NYA AKU AKAN SEMBUH. ….segera menjalar ke banyak orang. Dia adalah orang pertama yang punya ide itu. Keren kan?

Apakah sebuah penyakit, dan juga bagaimana Tuhan menyembuhkan kita, bisa jadi merupakan suatu jembatan untuk kesembuhan-kesembuhan lainnya…ijinkan itu terjadi karena di balik semuanya itu akan ada pembicaraan dari mulut ke mulut betapa dahsyatnya Tuhan itu !! Alami mujizat dan saksikan, ceritakan dan beri inspirasi pada banyak orang bahwa Tuhan itu keren abiz !!

4. Saya kagum dengan Yesus, tidak pernah sekalipun dia menggunakan kalimat yang spektakuler seperti “Aku akan membangkitkan dia dari kematiannya” atau ” Nah..benar kan dia bangkit..??” Sama sekali tidak, melainkan yang Dia ucapkan hanya “Anaik ini tidak mati, tetapi tidur !” dan kalimat semacam ini “Berilah dia makan!” Sesuatu yang spektakuler itu hanya di mata orang lain, sedangkan pada perspektif Yesus itu natural saja. Hanya dari tidur menjadi sadar, cuma masalah gelombang otak saja dari Delta dibawa naik menjadi Beta. Orang yang berjalan bersama Tuhan akan dibawa menyeberang dari hal yang supranatural menjadi natural, sebaliknya hal-hal natural ( seperti sebagaimana Yesus didapati sedang berdoa pagi-pagi buta) adalah sebenarnya supranatural.

5. Yesus menyuruh mereka memberi anak muda ini makan. Orang yang baru sakit akan kehilangan nafsu makan, dan orang yang baru sembuh sakit baru terasa bahwa makanan itu enak. Demikian juga dengan hidup rohani kita, bila kita malas makan Firman, malas bersekutu, malas berdoa, harus di periksa, agaknya kita sedang SAKIT.

 

Markus 6: 1-5. Yesus baru saja membangkitan anak gadis berusia 12 tahun, yaitu anak Yairus. Waaau betapa paradoks sekali, karena di tempat berikutnya yang dituju, ternyata yang terjadi adalah berbanding terbalik. Yesus ditolak di Nasaret dan tidak terjadi mujizat pun di sana kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tanganNya atas mereka. Mengapa bisa begitu? Yups! Karena seorang nabi dihotmati di mana mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya. Teman Yesus masa kecil bermain ‘layangan’ , tetangga Yesus masa remaja teman belajar di sinagoge, dan kerabat Yesus yang melihat masa pemuda Yesus sebagai tukang kayu, mereka semua terbiasa melihat Yesus dalam keseharianNya yang begitu natural, kini mereka melihat Yesus dalam bingkai hikmat dan mujizat yang dikerjakanNya. Mereka terjebak dalam pengetahuan mereka bahwa Yesus adalah tukang kayu. Mereka lupa mengembangkan kepekaan roh mereka. Itu dari sisi mereka. Kesimpulan bagi kita, mari kembangkan kepekaan roh, lihatlah seseorang bukan dari profesinya tetapi bagaimana Tuhan berkarya melalui orang itu.

Nah sekarang dari sisi Yesus. Yesus mengalami penolakan, di Nasaret itu, tetapi Dia tetap menumpangkan tangan atas orang sakit, dan menyembuhkan mereka. Yesus tetap maksimal dalam mengerahkan semua yang ada pada diriNya, tetapi respon audience juga akan sangat berpengaruh, mereka tidak siap menyambut Yesus sebagai Juruselamat dan mesias, jadi mempengaruhi kuantitas mujizat yang terjadi. Mengapa bisa begitu? Karena ada dua pihak di sini, yang mendoakan dan bagaimana respon orang yang didoakan. Kesimpulan bagi kita, tetap lakukan yang terbaik saat kita ditolak. Jangan terpengaruh dengan eforia keberhasilan di pelayanan sebelumnya. Kesimpulan berikutnya bagi kita, kesiapan kita sebagai penyelenggara /kota/jemaat/audience dalam mengalami lawatan akan sangat berpengaruh atas bagaimana seberapa besar lawatan itu akan melanda.

Dikatakan di ayat 6a. Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka.

Jika Yesus heran, biasanya hanya mencakup dua hal ini, atas iman yang raksasa, atau atas ketidakpercayaan….

Nah kita bisa membuat Yesus heran, tapi dengan memakai alasan yang mana?

 

Markus 6: 6b-12. Yesus ditolak di Nazaret adalah judul dari perikob sebelumnya yang diakhiri dengan ayat 6a, Apakah penolakan ini membuat Yesus trauma? Terhenti? Mogok? Kehilangan semangat? Ooooow oooowww…. tidak lah youw !! dikatakan L A L U Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar. Perhatikan kata LALU, yang menyambungkan kedua perikop ini. Dari perikop pertama berjudul Yesus ditolak di Nasaret menjadi beralih ke perikop berikutnya berjudul Yesus mengutus kedua belas rasul, dengan satu kata penguhubung, sebuah kata dengan 4 huruf saja LALU.

Apakah hidup kita juga mau seperti Yesus, penolakan tidak membuat Yesus melanjutkan cerita pelayananNya dengan kata-kata semacam ini.

Sejak terjadi penolakan itu, MAKA Yesus berhenti.

Tetapi justru ada kata LALU,…. Yesus masih punya kelanjutan cerita di agenda pelayanan yang berikutnya.

Sebelum mengutus para murid-murid-Nya, Yesus terlebih dahulu mengajak mereka ke Nazaret dan mengalami penolakan. Penolakan emang sakit, tetapi itu tidak boleh ‘menyakiti’ hati kita. Jangan ijinkan penolakan membuat kita terhenti. Hidup harus terus melaju, jangan biarkan terhenti hanya gara-gara sebuah penolakan. Yesus aja ditolak di Nazaret, apalagi cuma kita. Jadi jika kita ditolak, nikmati aja, terus melaju, gunakan kata LALU…jangan sekalipun pakai kosa kata MAKA…

Jika Yesus terhenti, tentu tidak akan pernah ada program pengutusan kedua belas murid.

Yesus tidak pernah akan terhentikan hanya gara-gara masalah penolakan.

Jangan membesar-besarkan penolakan. Jangan beri kesempatan kepadanya untuk menghentikan kita terus melaju dalam melayani Tuhan. Itu semua baik untuk pembentukan karakter kita.

Saya bersyukur sekali karena berkesempatan mengalami banyak penolakan. Lewat penolakan, Visi kita semakin dipertajam, Motivasi kita semakin dimurnikan, Dedikasi kita semakin ditantang, dan lihatlah bahwa Mujizat Tuhan selalu beserta, sebagaimana kedua belas murid mengalami mujizat dalam pengutusan mereka.

 

Markus 6: 14-29
Yohanes Pembabtis dibunuh
Itu adalah judul perikop ini. Yohanes Pembabtis dibunuh.
Ada beberapa tokoh yang dibahas di perikop ini:
1. Yohanes Pembabtis, atau Yohanes saja, namanya disebutkan di ayat 14, ayat 16, 17, 18, 19, 20, 20, 24,25,27,29, total 10 kali dicatat.
2. Raja Herodes, namanya disebutkan di ayat 14, ayat 16, 17, ayat 18, ayat 20, ayat 21, ayat 22. Total namanya ditulis sebanyak 7 kali. Belum termasuk penyebutan kata Raja, di ayat 26 dan 27, total pribadi Raja Herodes ditulis sebanyak 9 kali
3. Yesus, namaNya disebutkan di ayat 14, hanya satu kali dalam perikop ini.
4. Elia, ayat 15, satu kali dicatat.
Jadi dengan judul perikop seperti itu, sudah selayaknya, karena pembahasan mengenai Yohanes Pembabtis memang paling banyak dicatat.
Perhatikan bunyi awal dari perikop ini;
Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: “Yohanes Pembabtis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia.” ….dst
Dilanjut dengan kisah bagaimana Yohanes pembabtis telah mati.
Waktu membaca perikob ini kita akan terkejut, karena kita mengira tokoh utama dalam perikop ini adalah Yesus yang sudah terkenal. Namun ternyata anggapan yang dihasilkan dari kesan pertama yang timbul dari bagian awal perkop ini sangat meleset jauh.
Perikop ini lebih mengupas banyak tentang Raja Herodes dan pandangannya tentang Yohanes pembabtis, dan bagaimana Yohanes telah mati dipenggal kepalanya.
Dari sini kita tahu bahwa Herodes gagal melihat Yohanes pembabtis sebagai pembuka jalan bagi kedatangan Mesias itu. Dia gagal melihat Yesus sebagai mesias, ataupun melihat Yesus sebagai Elia yang akan datang itu, melainkan Herodes melihat Yesus malahan sebagai titisan dari Yohanes Pembabtis.
Betapa kagumnya dia pada Yohanes Pembabtis sampai-sampai dia mengkultusindividukan Yohanes ..Herodes tahu bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci,jadi ia melindunginya…dan ia juga senang mendengarkan Yohanes. Yang membuat dia setuju membunuh Yohanes adalah karena permintaan dari Herodias melalui anak perempuannya.
Yesus yang dikatakan sudah terkenal, namaNya justru dibahas hanya satu kali.
Ketika seseorang gagal melihat pada Kristus, gagal melihat pada Mesias, gagal melihat pada Juruselamat, gagal melihat pada utusan-Nya dalam proporsional yang tepat sebagai utusan, gagal melihat nabiNya sebagai nabi, mengkultusindividukan seseorang yang bukan Tuhan yang benar, akan menjadi pribadi yang terjebak pada yang : MELIHAT HANYA KEPADA DIRINYA SENDIRI.
Sebagaimana Herodes tega membunuh Yohanes pembabtis, hanya untuk yang namanya harga diri, yang mana ia terlanjur bersumpah, dan harus jaga image di depan tamu-tamu di hari ulang tahunnya. Ia tak kuasa menolak permintaan keji…demi sebuah harga diri. Itu karena dia gagal melihat Yesus sebagaimana Sang Mesias, dan gagal melihat Yohanes Pembabtis yang hanya sebagai alat , dan gagal melihat dirinya sendiri sebagai umat manusia, salah satu gelintir umat manusia di sebuah belahan bumi.
Mestinya perikop yang diawali dengna penjelasan bahwa Nama-Nya Yesus sudah terkenal, tentunya pembahasan lebih banyak tentang Yesus. Namun itu semua bisa berbelok arah, karena kegagalan pengenalan akan Tuhan yang benar.
Rhema bagi kita
Gagal memandang Kristus, akan menjadikan kita gagal memandang hamba Tuhan, dan gagal memandang diri sendiri dalam pandangan yang benar sesuai tujuan Tuhan. Tetapi jika kita berhasil memandang Kristus , Sang Mesias, kita akan berhasil menempatkan hamba Tuhan dalam proporsional yang tepat dan tidak ngawur dalam menempatkan diri sendiri.
Tidak ada gunanya dipuja-puja oleh manusia. Mereka di satu sisi bisa memuja tetapi di sisi lain bisa menghujat. Yesus tidak pernah terjebak pada pemujaan seperti itu. Orang yang dulu berteriak “Hosana “ dalam waktu tidak lama berteriak “Salibkan Dia” , dan yang Yesus katakan tentang mereka adalah “Mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”
Jangan terlalu bangga dan kipas-kipas bila ada pemujaan semu dan tidak perlu serta bisa jadi jerat jatuh dalam kesombongan.
Jangan mengkultus individukan seseorang, mereka hanya sebagai alat di tangan Tuhan. Kalau tidak, kita akan kecewa berat manakala melihat mereka terkadang jatuh dalam dosa, dan tidak hidup seperti yang mereka ajarkan.
Saat pengurapan berjalan begitu hebat, kekaguman dari orang lain pasti ada, namun kita harus selalu kembalikan segala pujian hanya bagi Raja di atas segala raja.

 

Markus 6: 30-44

Kisah Yesus memberi makan lima ribu orang tentunya adalah kisah yang sangat terkenal.

Ada beberapa rhema yang saya dapatkan saat merenungkan bagian ini.

Tentang PRIVACY

Apakah sih sebenarnya arti dari PRIVACY itu?

Kerahasiaan pribadi (Bahasa Inggris: privacy) adalah kemampuan satu atau sekelompok individu untuk menutup atau melindungi kehidupan dan urusan personalnya dari publik, atau untuk mengontrol arus informasi mengenai diri mereka.

Di ayat 31 Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat.

Betapa enaknya bisa istirahat sejenak, tinggalkan semua hiruk pikuk, mengambil tempat yang sunyi sendirian dengan murid-muridNya tanpa gangguan konselinglah..doain yang sakitlah..pertanyaan ini dan itulah, dan makan dengan tenang, dengan privacy yang terjaga utuh. Bisa nikmati setiap gigitan makanan dengan semua sensasi rasanya dengan ketenangan.

Yesus dan murid-murid-Nya merelakan diri mereka untuk dalam beberapa kasus, termasuk pada peristiwa ini seperti tidak memiliki privacy.

Dalam melayani Tuhan, terkadang bukan hanya waktu, uang, talenta, perasaan, dan banyak hal lain yang kita kerahkan untuk Tuhan, melainkan juga terkadang privacy kita harus rela kita berikan.

Di sebuah pelayanan, pernah saya tidur di pastori. Di daerah yang panas seperti itu, tentunya nyaman sekali bila di kamar pastori itu ada AC-nya, dan memang ada…puji Tuhan!! Di suatu ketika, panitia bicara sama saya beberapa dari mereka juga akan tidur di kamar yang sebenarnya disediakan khusus untuk saya sebagai pembicara di acara itu. Dengan spontan saya menjawab….’ya boleh..nggak mengapa…’ Akhirnya malam itu saya tunggu-tunggu yang mau tidur di kamar saya kog nggak datang-datang. Keesokan harinya saya tanya, ternyata mereka tidak jadi tidur di kamar saya. Saya dimampukan Tuhan lulus dalam ujian privacy ini.

Ketika antrian kamar mandi begitu panjang, saya pun tawarkan siapa yang mau mandi di kamar mandi dalam yang ada di kamar saya itu. Dan benar saja, beberapa peserta mandi di kamar mandi dalam yang ada di kamar saya.

Kira-kira seperti itu contohnya. Pribadi tiap orang tidak sama, ada orang-orang tertentu yang mengagung-agungkan privacy mereka. Tidak demikian dengan Yesus. Makan pun Yesus dan murid-murid-Nya tidak sempat. Pada akhirnya mereka tidak makan secara privacy melainkan makan bersama-sama ribuan orang dalam mujizat yang luar biasa.

Contoh lain, seseorang yang tidak pernah tinggal bersama orang lain, karena seumur hidup tinggalnya hanya dengan keluarganya sendiri. Kali ini, Tuhan membawanya pada situasi di mana dia harus tinggal dengan orang lain, tinggal di asrama, di situ semua area privacynya hampir tidak ada lagi. Apakah dia mau merelakan hal itu?? Apakah dia mau sepakat dengan Tuhan untuk itu??

Contoh lain, ada pastori yang mana rumahnya ini bisa menjadi rumah milik publik. Ada jemaat yang numpang menyusui anaknya di kamar. Ada remaja yang ambil minum di pastori sepulang gereja. Tidak bisa pakai daster seenaknya kapan saja, karena di pastori banyak jemaat lalu lalang. Dan seterusnya, dan seterusnya. Maka orang-orang yang tinggal di pastori semacam ini bisa jadi hampir hampir tidak memiliki privacy lagi, karena rumah mereka adalah rumah milik orang banyak/ milik umum.

Apa yang menjadi area privacy kita yang selama ini kita genggam erat-erat..?? Ketika Tuhan meminta itu dipersembahkan ke altar-Nya, apakah kita relakan??

Bagaimana dengan 5 roti dan 2 ikan itu?

Tadinya 5 roti dan 2 ikan itu adalah miliki privacy dari seorang anak.

Andreas yang berkata kepada Yesus perihal hal ini, baca Versi Yohanes 6: 9 Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?

Andreas mengakui bahwa 5 roti dan 2 ikan ini adalah MILIK PRIVACY dari seorang anak ini. Lalu Andreas mulai memikirkan apa artinya property /bekal sesedikit itu untuk orang sebanyak itu? Andreas tidak pernah memikirkan dirinya sendiri. Dia tidak pernah memikirkan area pribadinya sendiri lebih dulu daripada memikirkan kebutuhan orang lain di sekitarnya walaupun mereka sama-sama butuh makanan.

Tapi kita coba bandingkan dengan catatan Matius, Markus dan Lukas.

Matius 14; 17 yang ada pada KAMI di sini hanya lima roti dan dua ikan.

Markus 6:38
Berapa banyak roti yang ada PADAMU? Cobalah periksa!
Sesudah memeriksanya mereka berkata : “Lima roti dan dua ikan !”

Lukas 9: 13
Yang ada pada KAMI tidak lebih dari pada lima roti dan dua ikan, ..

Lima roti dan dua ikan itu MILIK KAMI, UNTUK KAMI, MAKANAN KAMI, NANTI AKAN KAMI MAKAN BILA SEMUA ORANG INI SUDAH PULANG, ITU SUDAH DIBERIKAN ANAK KECIL ITU PADA KAMI.

kira-kira seperti itu kalimat kalimat yang terimajinasikan.

Hanya Andreas yang berkata 5 roti dan 2 ikan ini punya seorang anak.

Betapa mudahnya berkata milik anak itu milik kami. Dalam kata kami, bahkan Yesus pun tidak termasuk di dalamnya, karena tidak dipakai kata KITA.

Anak itu sudah memberikannya kepada rombongan Yesus itu tentunya. Jadi sangat mudah mengatakan bahwa itu milik kami.

Tetapi lebih sulit lagi berkata bahwa milik kami ini bisa menjadi milik mereka. Itu akan membongkar-bangkirkan acara privacy makan bersama antara mereka sendiri, sekelompok eksklusif rombongan Yesus. Sedang orang banyak ini, suruh aja mereka pulang, tidak perlu ganggu-ganggu acara makan kita.

Yesus mengubah sebuah situasi dengan
menerima persembahan anak kecil ini, dari MILIKKU menjadi milik KAMI, lalu Yesus mengubahnya menjadi MILIK KITA SEMUA.

tetapi orang yang memiliki privacy yang tinggi dan tidak rela diusik, akan berkata MILIK ANAK KECIL ITU sekarang telah menjadi MILIK KAMI. titik.

Ketika kita merelakan privacy kita dipersembahkan di altar Tuhan, bila memang Tuhan mengehendakinya, percayalah, Tuhan akan melakukan perkara yang dahsyat untuk RIBUAN ORANG/ atau untuk banyak orang.

Garisbawahi kata JIKA TUHAN MENGHENDAKINYA, artinya juga tidak ngawur donk ! Kita tetap perlu memiliki area privacy pribadi yang harus kita jaga. Namun bila dalam kasus tertentu area ini Tuhan minta, sebagai seorang prajurit yang harus berkenan kepada Komandannya, maka seharusnya kita berkata “Siap, Komandan!”

Karena…II Timotius 2 :3-4 berkata:
Ikutlah mendertia sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.

 

YESUS DAN PETRUS BERJALAN DI ATAS AIR

YESUS DAN PETRUS BERJALAN DI ATAS AIR

 

Ternyata Yesus juga mengajar dengan metode DRAMA, dan sub metode ACTING;

157. METODE DRAMA/ METODE MENGAJAR DENGAN DRAMATIS
Yesus mengajar dengan cara dramatis ( saat Ia memperagakan sambil menunjuk kea rah murid-murid-Nya untuk menjelaskan siapa sebenarnya yang dapat dikategorikan sebagai ibu dan saudara-saudara-Nya. Mat 12:46-50). Yesus juga bertindak seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya kepada dua murid yang berjalan ke Emaus. Bukankah ini ACTING? Yesus acting dengan tujuan ingin mengetahui reaksi mereka, ( Lukas 24:28). Yesus berjalan di atas air hendak melewati mereka (Markus 6:48) padahal tujuan Yesus adalah menolong murid-murid-Nya (Markus 6:48, 51-52). Jadi apa tujuan Yesus hendak melewati mereka? Yesus ingin mengetahui reaksi mereka saat melihat Dia. Yesus juga mengajukan tanya jawab dengan Filipus hanya untuk melihat responnya ( Yohanes 6: 5) Yesus berpura-pura cuek pada perempuan Kanaan di Sidon ( Matius 15:21) Bukankah ini adalah ADEGAN/ACTING??

 

 

Markus 6:53-56

Setibanya di seberang Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ. Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus. Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada. Ke mana punIa pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

Ini adalah pertama kalinya Yesus dan murid-murid-Nya ke Genesaret. Genesaret sebuah tempat yang artinya a harp/ sebuah harpa. Waaauuu…keren ya arti nama tempat ini !!

Walau ini pertama kali Yesus melayani di daerah ini, orang-orang di daerah ini ternyata segera mengenal YESUS.

Coba baca perikop di atas dan……ehemmm….
Saya curiga kalau wanita pendarahan itu asalnya dari tempat ini !!

Perhatikan bahwa orang-orang sakit dikumpulkan di pasar, lalu mereka memohon untuk diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja, Asal kujamah saja jubahNya- aku pasti sembuh. Agaknya kalimat seperti itu tidak asing di telinga kita…

Mungkinkah di daerah itu sudah banyak puluhan tabib yang didatangi perempuan pendarahan itu, dan hasilnya nihil.

Mungkinkah di daerah itu si perempuan pendarahan itu pulang kampung dan menyaksikan kepada orang banyak, bahwa dengan menjamah ujung jumbai Yesus, dia pun sembuh seperti yang dia percayai???

Mungkinkah kisah kesembuhan perempuan pendarahan ini telah menyebar ke seluruh daerah itu….??? Waaaauuu…Alkitab tidak pernah mencatat dari mana asal perempuan pendarahan itu, tetapi kecurigaan saya sepertinya cukup beralasan !

Hmmmmmm….bisa jadi !!

 

 

Markus 7:5
Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?

Orang Farisi dan ahli Taurat mempermasalahkan murid-murid Yesus yang makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh.

Yang lucu di sini adalah; kata najis yang dimaksudkan adalah TIDAK KUDUS/ HARAM/ UNHOLY

Lalu Yesus menjelaskan pada murid-muridNya bahwa semua yang dimakan itu masuknya bukan ke hati, tetapi ke perut, lalu dibuang di jamban, sedangkan semua yang keular dari hati itu yang menajiskan misalnya pikiran jahat, percabulan, pencurian, dll.

Orang farisi dan ahli taurat itu mencampur adukkan urusan jasmani dengan perkara rohani.

Mereka beranggapan bahwa jika makan dengan tidak mencuci tangan, itu menajiskan/ membuat seseorang tidak suci.

Padahal perkara dosa, itu terjadinya di roh, keluar dari dalam hati seseorang/ roh seseorang. Tidak ada hubungannya dengan makan dengan tidak mencuci tangan, karena makanan itu hubungannya sama jasmaniah/lahiriah/metabolisme tubuh saja.

Ternyata dengan bungkus adat istiadat yang tidak diperintahkan Allah, Yesus membongkar kedok orang farisi yang melegalkan untuk menelantarkan orang tua mereka, dengan alasan uang yang sedianya dipakai untuk merawat orang tua yang sudah tua telah dipersembahkan kepada Tuhan.

Mari berhati-hati dengan adat istiadat nenek moyang yang tidak sesuai dengan Alkitab, kita harus berani dengan tegas berakta TIDAK, apabila adat itu tidak sesuai dengan perintah Tuhan.

 

 

Markus 7: 24 Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah TIRUS. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. Perempuan tiu seorang Yunani bangsa Siro-Fenesia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya. Lalu Yesus berkata kepadanya: “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” ;Tetapi perempuan itu menjawab: “Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.” Maka kata Yesus kepada perempuan itu; “Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang, sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.” Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.”

Kemudian Yesus meninggalkan pula daerah Tirus dan dengan melalui Sidon, pergi ke danau Glailea, di tengah-tengah daerah Dekapolis.

Matius 15:21
Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir de daerah Tirus dan Sidon. Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru:”Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.” tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: “Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak.” Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata : “Tuhan, tolonglah aku.” Tetapi Yesus menjawab: “tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Kata perempuan itu:”Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepaamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Setelah meninggalkan daerah itu..Yesus menyusur pantai danau Galilea….dst

Kisah ini dicatat di Markus pasal 7.
Dan kalau kita lihat di Markus pasal 3 :7-9 ( jadi di pasal 3 , jauh sebelum pasal 7)
Kemudian Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galelia mengikuti-Nya, Juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya… ( ayat 11) Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak;’Engkaulah Anak Allah.”
Pada Markus 3 ini Yesus mengajar dari atas perahu.

Juga dicatat di Matius 4: 23-25 Di awal-awal pelayanan Yesus, ternyata banyak orang dari luar negeri datang.
Maka orang banyak berbondong bondong mengikuti Dia, Mereka datang dari Galilea dan dari Dekalpois, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan.

Peristiwa di Matius 4 ini sama dengan yang dicatat di Lukas 6: 17

Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar ( jadi bukan di atas perahu)
dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.

Artinya, pelayanan Yesus di dalam negeri, beberapa kali dikunjungi oleh orang-orang yang datang dari jauh termasuk yang datang dari Sidon dan Tirus yang notabene bukan orang Israel, mereka adalah orang asing.

Lalu Yesus pun juga melangkahkan kaki-Nya sampai ke daerah luar, yaitu ke Sidon dan Tirus.

Jelas donk, kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan, karena di Sidon dan Tirus pun, sudah banyak dari mereka yang pernah datang jauh-jauh ke tempat Yesus mengajar. Sudah banyak dari mereka mengenal Yesus, mengikut Yesus, melihat mujizat Yesus, melihat Yesus mengusir setan dan menyembuhkan banyak orang sakit.

Mungkinkah perempuan ini juga salah satu dari orang Sidon dan Tirus yang beberapa kali datang ke pelayanan Yesus?

Perhatikan di sini, baik di kitab Markus maupun Matius, tidak mencatat MUJIZAT LAIN YANG DILAKUKAN YESUS SELAIN KESEMBUHAN DARI ANAK PEREMPUAN KANAAN INI. Mungkin ada yang Yesus lakukan selain kesembuhan dari anak perempuan kanaan yang kerasukan setan ini, tetapi TIDAK DICATAT.

Apakah tujuan Yesus ke daerah luar ini, adalah mengunjungi perempuan ini dengan caraNya yang unik?
Buktinya di ayat berikutnya langsung jelas-jelas dicatat bahwa setelah peristiwa perjumpaan dengan perempuan kanaan itu, Yesus MENINGGALKAN DAERAH ITU.
Tampak sekali , Yesus telah menyelesaikan tujuan kunjungan-Nya ke situ.

Tentu amat sulit membawa seorang anak perempuan kecil ( paidion) yang kerasukan setan, pergi jauh menemui Yesus di Galilea. Bagaimana kalau dia kumat di jalan, bagaimana kalau anak ini liar. Meskipun orang orang Sidon dan Tirus beramai-ramai …Yoook kita pergi mendengar dan melihat langsung tentang Yesus…!! Apa boleh buat, perempuan Kanaan ini hanya bisa pergi sendiri, atau mungkin hanya bisa dengar-dengar cerita sepulangnya mereka dari sana. Mungkin saja anak kecil perempuan ini ada yang menjaganya, buktinya saat dia datang sendirian ke Yesus, anak ini ditinggalkan sendirian di rumah. Mungkin saja, perempuan ini adalah seorang luar negeri yang pernah datang ke pelayanan-Nya Yesus di Galilea. Tetapi anak kecil perempuan ini, tidak bisa dibawanya jauh ke tempat di mana Yesus mengajar di Galilea. Dia tidak kuasa membawanya ke hadapan Yesus. Anak perempuan yang masih kecil sudah kerasukan setan….huadeuwwww…gimana ya?

Siapa sangka Yesus datang ke daerahnya.
bahkan untuk mengajak anak ini datang ke rumah di tempat Yesus datang di Sidon itu saja, perempuan itu tidak dapat mengajak anak ini. Bisa jadi kerasukannya sudah parah, sehingga tidak memungkinkan dibawa ke mana mana.

Jika kita baca dalam dua versi, Matius dan Markus, tentang peristiwa Perempuan Kanaan ini, kita tahu bahwasannya Yesus hanya acting, berpura-pura cuek, dan murid-murid-Nya pun sempat terkecoh.

Lho emangnya Yesus acting juga toh…??

Lha iyalah…:
Ini beberapa koleksi saya, tentang kapan saja Yesus pernah acting:

Lukas 24:28 Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya. ( Yesus bersama dua orang yang berjalan ke Emaus)

Yesus berjalan di atas air;
Markus 6: 48 Maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan IA HENDAK MELEWATI MEREKA.
( padahal tujuan Yesus kan menjumpai mereka)

Yesus memberi makan 5000 orang
Yohanes 6:5 2 Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: e “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” 6:6 Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.

Mengapa Yesus acting?
Hanya ingin melihat bagaimana reaksi kita.

Dan perempuan Kanaan ini, lulus uji !
Reaksianya benar , tepat !!

Lha untuk siapa Yesus datang jauh-jauh ke sana, kalau bukan untuk kesembuhan gadis kecil itu, anak kecil itu, anak perempuan kecil yang kerasukan setan itu ?!

Tapi cara Yesus bukan langsung ke rumahnya, bukan langsung berhadapan dengan dia, bukan menelephone dulu mamanya.

Tetapi Yesus punya cara yang unik.

Bahwasannya mereka bangsa yang kafir/ karena nenek moyang mereka penyembah dewa/berhala, dan mereka bangsa yang seharusnya ditumpas , dan mereka bangsa yang dikutuk dalam nubuatan nabi-nabi.

Tetapi Yesus berkata bahwa tanggungan kota Sidon dan Tirus akan lebih ringan daripada Khorazim dan Betsaida, dua kota yang sering melihat mujizat Yesus, karena Yesus melayani di daerah itu, mengapa bisa begitu? Karena ternyata di Sidon dan Tirus, terbukti banyak orang asing, non Israel, yang justru percaya Yesus, jauh-jauh dibela-belain datang ke Galilea untuk mendengar pengajaran Yesus, dan ada satu orang Ibu yang memanggil Yesus sebagai, Tuhan, dan juga menarik kaki Yesus sampai-sampai Yesus ekspansi ke daerah mereka. Dibuktikan oleh satu orang ibu ini saja ….sudah cukup ! ( Lukas 10:13)

Satu orang ibu Kanaan di Sidon…diperhitungkan sebagai orang benar. Kini anak perempuan kecilnya pun diselamatkan. Notabene mereka Kanaan, mereka orang Sidon, mereka kafir/ bisa disebut sebagai ‘anjing’.

Apakah Lot mendapat kunjungan malaikat Tuhan, walau hanya dia seorang diri di kota Sodom dan Gomora itu?
Oh iya…!!

Rhema yang kita dapatkan:
1. Jangan terlalu serius, karena kadang-kadang semua fenomena yang terjadi cuma ‘acting’nya Tuhan hanya untuk satu tujuan; melihat respon sikap hati kita saja. Tuhan nggak sungguh-sungguh dengan itu semua. Badai pasti akan berlalu.

2. Bisa kebayang nggak, Yesus jauh-jauh datang ke luar negeri, hanya untuk SATU ORANG ANAK PEREMPUAN KECIL, yang terbelenggu dengan setan..?? Peristiwa kelepasan yang tidak langsung di depan mata Yesus, jarang, jadi jarak jauh. Ini mujizat yang dahsyat. Peristiwa ini mirip dengan yang dialami oleh hamba perwira, di mana Yesus hanya berkata dari halaman rumah, si orang itu sembuh di kamarnya.
Dulu saya sering berpikir anak dari perempuan Kanaan ini, seorang anak gadis remaja, ternyata setelah membaca bahasa aslinya, anak ini adalah anak kecil. Waaauuuuuuuuuuuu suatu hal yang luar biasa, di mana Yesus sangat mengasihi anak-anak sampai ekspansi ke luar negeri demi kemerdekaan anak kecil ini.

3. Perhatikan bahwa untuk kesembuhan anak ini, Yesus harus berurusan dengan mama dari anak ini. Bangsa Sidon dan Tirus terkenal dalam kesombongan mereka. Banyak kali pemulihan anak-anak harus dimulai dari mematahkan dulu kesombongan dari orang tua, kebebalan dari orang tua, dan keterikatan orang tua terhadap berhala-berhala dalam hidup mereka. Jika orang tua mau tersungkur di kaki Yesus, dan dengan rendah hati datang kepada Yesus, maka pemulihan anak-anak mereka, itu perkara mudah.

4. Murid-murid Yesus terkecoh, mereka mengira Yesus benar benar cuek sama perempuan ini, dan meminta Yesus mengusir perempuan kanaan ini. Padahal di akhir ending kisah ini, berujung manis, dimana anak perempuan dari perempuan Kanaan ini, sembuh, dimerdekakan, dilepaskan, ada masa depan yang gemilang. Mereka lupa bahwa Yunus pun dibela-belain oleh Tuhan didatangkan ombak, disuruhNya ikan besar menelan, dan segala macam yang Tuhan tentukan dengan ulat, pohon , dan masih banyak lagi, hanya untuk mengajari Yunus bahwa orang Niniwe yang mau bertobat, sangat berharga di hadapan Tuhan, Tuhan pun mengasihi mereka.

5. Segala kutuk atas Tirus dan Sidon dipatahkan, mana kala seorang perempuan Kanaan datang tersungkur menyembah Yesus. Jadi jangan terintimidasi oleh yang namanya kutukan. Sepanjang kita tersungkur di kaki Yesus, maka semua itu bisa dipatahkan oleh kuasa-Nya yang ajaib.

6. Anak kecil ini sembuh, merdeka, karena ada seorang bernama Yesus, sengaja datang ke kotanya. Kuasa-Nya datang di kamarnya dan dia menjadi seorang anak kecil perempuan yang luar biasa , karena mengalami kuasa dari Yesus, yang ajaib. Ada kunjungan Yesus di hatinya yang mungil itu. Hari itu juga Yesus pulang kembali ke negaranya, tetapi hari itu tidak pernah terlupakan , karena dia bisa tertidur dengan nyaman, nyenyak….damai…bermimpi yang indah-indah. Tidak ada lagi mimpi buruk yang mengganggunya.

Waauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu

 

 

Markus 7: 31-37

Di daerah Dekapolis Yesus menyembuhkan seorang yang tuli dan yang gagap. Sungguh luar biasa !!

Waktu itu Yesus baru saja mengunjungi Tirus dan dengan melalui Sidon Yesus sengaja melewati daerah Dekapolis ini.

Mereka pun takjub dan tercengang dan berkata: “Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.”

Komentar seperti ini yang tidak pernah kita dengar dari ahli taurat dan orang farisi, dalam sepanjang pelayanan Yesus.

Dasar orang sirik, mereka tidak dapat melihat segala yang baik yang dikerjakan oleh Yesus. Mereka mencari seribu satu cara untuk menjatuhkan Yesus, dengan menyerang apa yang dilakukanNya pada hari sabat, mengajukan pertanyaan-pertanyaan jebakan, dan juga menyeret perempuan berzinah ke hadapan Yesus untuk melihat bagaimana perlakuan atau tindakan Yesus atas orang ini.

Tetapi orang-orang di Dekapolis, yang notabene mayoritas penduduknya bukan orang Israel, justru bisa melihat bagaimana Yesus menjadikan segala-galanya baik.

Semua yang dilakukan Yesus adalah atas kehendak Bapa. Jadi di tengah-tengah waktu Yesus melayani yang hanya 3,5 tahun itulah, Yesus menyempatkan diri untuk kedua kalinya melintasi daerah Dekapolis ini setelah dulu pernah menyembuhkan orang yang kerasukan Setan di Gerasa.

Inilah perjalanan missi ke daerah luar, sehingga murid-murid Yesus pun tahu bahwa Yesus mengasihi semua bangsa. Perempuan Kanaan itu anak gadisnya disembuhkan dari kerasukan setan, dan orang Dekapolis yang tuli dan gagap ini pun disembuhkanNya.

Perenungan buat kita; sifat sirik/ iri dengki bisa menutup mata seseorang untuk melihat kebaikan dalam diri orang lain, sebagaimana orang farisi dan ahli taurat pada zaman itu tidak bisa melihat kebaikan Yesus, karena mereka sirik/ iri dengki.Bahkan iri dengki itulah yang menyeret mereka untuk berniat membunuh Yesus. ( Markus 15:10)

Mari berhati hati dengan yang namanya iri.

Rm 12:15

Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!

Saat ada orang yang diangkat Tuhan tinggi, ayo kita ikut senang.Jangan berniat menjatuhkan dia.

Saat ada orang yang sedang bersedih, ayo kita jangan bertepuk tangan, tapi kita harus ikut nangis bersama dia, ikut bersimpati, bahkan kalau bisa ikutan menolong.

Kalau tetangga beli almari es yang lebih besar, ayo minum es rame-rame di rumahnya, …jangan mendiamkan dia saat bertemu di pasar dan merengek pada suami minta almari es yang 1 cm lebih tinggi …

Tetapi kalau tetangga datang dengan saputangan di wajahnya, ayo kita tolong dia.

Ayo ciptakan suasana di dunia yang lebih indah.

 

Markus 8: 1-10 Yesus memberi makan 4000 orang. Yang membuat saya terpana dengan bagian Firman Tuhan ini adalah bahwa Yesus memperhatikan berapa hari tepatnya orang-orang ini telah mengikuti Dia, yaitu 3 hari, dan bahwa mereka telah tidak mempunyai makanan, dan bahwa kondisi fisik mereka akan rebah di jalan bila mereka pulang dengan keadaan lapar, dan Yesus pun tahu mereka ada yang datang dari jauh. Dari sini saya melihat pribadi seorang Pengajar/ Pembicara yang sangat memperhatikan keadaan audience-Nya. PastiNya dia bercakap -cakap dengan mereka dan bersentuhan hidup secara langsung dengan mereka dan Dia tidak memakai seorang juru bicara rombongan. Dalam mengajar, Yesus tidak sekedar menyelesaikan TARGET MATERI, tidak sekedar menyelesaikan JAM SESI, tidak sekedar MENYAMPAIKAN KEBENARAN saja, tetapi yang Dia lakukan juga adalah bagaimana bersentuhan hidup secara langsung dengan masyarakat luas yang sedang diajar-Nya dalam reat-reat beberapa hari itu. Hal -hal yang sedemikian itulah saya rasa yang membuat Yesus selalu dicatat ; tergerak hatiNya oleh belas kasihan. Seorang Pembicara yang penuh kasih. Hmmmmmmmmmmmm inspiratif banget, Thanks Jesus !!

 

 

 

Orang Farisi meminta tanda.Markus 8:11-13. Sebuah pembuktian. Mudah saja bagi Yesus melakukan pembuktian. Dia bisa hadirkan saksi yang mendengar suara Bapa saat Dia dibabtiskan. Dia bisa saja memanggil para malaikat turun melayani Dia. Atau seribu satu tanda tanda heboh lainnya, seperti yg diminta oleh orang Farisi itu,supaya Yesus memberikan tanda dari surga. Namun Yesus tidak mau meladeni hal hal seperti ini. Yesus sebenarnya sudah memiliki tanda-tanda Seorang Mesias seperti yang diberiksn jawab kepaa Yohanes Pembabtis melalui utusannya yang bertanya kepadaNya. Namun orang -orang Farisi ini menantang Yesus untuk melakukan semacam demonstrasi spektakuler yang dipertontonkan untuk tujuan sebuah pembuktian diri. Yesus tidak terpancing. Yesus tidak mau. Justru tanda Yunus yang akan Dia berikan. Masuk ke perut bumi,dan muncul.lagi pada hari ke tiga. Masuk ke perut bumi, bukan sebuah hal yang spektakuler tampaknya, namun kebangkitanNya pun belum tentu juga mereka percayai. Matius 16: 1-4. Rhem bagi kita : Meladeni sesuatu yg tidak perlu akan membuang buang waktu. Pembuktian diri akan menghasilkan yang namanya kesombongan. Penolakan lebih baik diterima daripada jatuh dalam kesombongan.

 

 

 

Markus 8: 14-21 Matius 16: 5-12. Yesus memperingatkan murid-murid-Nya bahwa mereka harus berjaga-jaga dan berawas awas terhadap ajaran orang Farisi dan ragi Herodes. Bisa jadi hal tersebut dikatakan Yesus, karena baru saja di perikop sebelumnya dibahas bagaimana Orang Farisi dan juga orang Saduki meminta tanda dari sorga. Dan Yesus tidak meladeni hal itu. Memang Tuhan Yesus memberi tanda Yunus, tetapi kan tanda itu tidak saat itu juga terjadi di depan mereka. Nanti berikut baru Yesus mati, masuk ke perut bumi dan bangkit pada hari ke 3, barulah tanda Yunus itu berlaku. Baik Matius maupun Markus langsung mengkronologiskan hal yang sama, yaitu setelah peristiwa orang Farisi dan Saduki meminta tanda, maka di peristiwa selanjutnya , Yesus memperingatkan murid-muridNya soal RAGI ini. Yaitu adanya zat ragi dalam pengajaran orang Farisi dan juga ragi orang Saduki dan juga ragi Horodes ( Gabungkan kedua Versi Matius maupun Markus; jadi ada 3 jenis ragi di sini)

Namun demikian saat Yesus mengatakan hal tersebut, murid-murid-Nya tidak nyambung, dikira mereka Yesus bicara tentang roti jasmani.

Mengapa ya bisa terjadi tidak nyambung begini?

Karena Yesus memakai bahasa sandi. Yang dimaksudkan Yesus RAGI bukan ragi sebenar-benarnya, melainkan sifat yang seperti ragi, yang dapat mengkhamiri seluruh adonan. Murid-murid-Nya belum paham dengan apa yang dimaksudkan oleh Yesus pada saat itu.

Setelah Yesus mengkoreksi kesalah pahaman tersebut, barulah mereka mengerti…oooh yang Yesus maksudkan itu bukan ragi betulan.

Nah dari peristiwa ini kita dapat menarik beberapa rhema:
1. Mengapa murid-murid salah terima/ salah pengertian? Karena mereka tetap kawatir. Mereka lupa membawa roti, sedangkan roti yang ada pada mereka hanya sebuah saja yang ada pada mereka di perahu itu. Nah Yesus mengecam hal ini, karena peristiwa ini adalah peristiwa setelah terjadi mujizat 5 roti dan 2 ikan untuk 5000 Kepala Keluarga beserta keluarganya, dan juga setelah terjadi mujizat roti untuk 4000 orang. Nah lho….yang dipikir kog masih kekurangan roti terus. Apa mujizat itu belum cukup buat mereka sadar bahwa selama ada Roti Hidup bersama-sama mereka, masalah roti bukanlah masalah lagi?

Yesus mempertanyakan sisanya, berapa bakul. Artinya…bukankah mujizat itu tidak sekedar mencukupkan saja, tetapi juga berlebih-lebihan…? Mengapa kita tidak mengadendakan untuk mencatat berkat-berkat Tuhan di masa lampau untuk menjadi karet penghapus kekuatiran di masa sekarang?

Traumatik masa lalu bisa sangat membahayakan, ketika rasa lapar bisa lebih terkenang dibandingkan dengan mujizat yang Tuhan berikan untuk menghentikan rasa lapar itu.

2. Mengapa murid-murid bisa salah terima/ salah pengertian? Karena mereka itu tidak menganggap serius percakapan Yesus dengan ahli farisi dan orang saduki itu. Orang Saduki meminta tanda pada Yesus , padahal Orang Saduki tidak percaya akan kebangkitan. Padahal tanda yang akan Yesus sanggupi berikan pada mereka adalah Tanda nabi Yunus. jadi sespektakuler apa pun tanda yang Yesus berikan, selama mereka tidak percaya kebangkitan orang mati, ya percuma saja….mereka tetap tidak akan percaya bahwa Yesus adalah Mesias.

Nah kalau suatu saat Yesus bangkit beneran nich…..pertanyaannya adalah; apakah murid-murid Yesus percaya akan kebangkitan-Nya?

Murid-murid saat itu tidak sadar bahwa inti percakapan Yesus dengan orang Saduki dan Farisi pada saat itu adalah konten yang penting. Ketidak percayaan mereka akan mempengaruhi ajaran mereka, dan itu adalah RAGI. Jadi mesti hati -hati terhadap ajaran mereka.

Ternyata keseriusan Yesus beralasan bukan…?? Buktinya apa…?? Murid-murid dicela oleh Yesus, karena mereka tidak percaya akan kebangkitan-Nya.

Mrk 16:14

Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. y

Nah…makanya ….hati-hati terhadap yang namanya ragi.

Jadi ada dua hal yang membuat kita bisa salah pengertian dengan Tuhan; 1. kekawatiran/traumatik masa lalu 2. tidak serius dengan semua peringatan-Nya yang serius.

Kedua hal ini bisa mendatangkan ragi, yaitu ragi ketidak percayaan, dan akhirnya ketidak percayaan akan membuat mujizat batal terjadi dalam hidup kita.

Jadi kita harus bagaimana?
1. Stop curiga dengan Tuhan, karena Dia adalah Roti Hidup kita, Dia tanggung jawab kog, karena Dia pemimpin rombongan kita.

2. Ikuti semua peringatan-Nya, walau kadang enggak enak. Itu endingnya baik buat kita, karena Dia tahu apa yang masih ratusan bahkan ribuan kilometer di depan kita nanti.

Percayalah…Tuhan itu gemar berbuat baik !!
Saat kita lupa membawa roti, nggak masalah kog !

 

 

 

Markus 8: 22-26

Yesus menyembuhkan seorang buta. Namun kesembuhan orang ini tidak seketika itu juga. Karena saat pertama kali Yesus bertanya, orang ini menjelaskan bahwa dia sudah dapat melihat, namun belum jelas. Setelah itu Yesus pun menumpangkan tangan-Nya sekali lagi dan orang itu dikatakan dalam Alkitab, DAPAT MELIHAT SEGALA SESUATU DENGAN JELAS.

Perhatikanlah bahwa terkadang mujizat Tuhan pun berjalan dalam yang namanya PROSES, walau tidak jarang yang berlangsung secara CEPAT.

Yang dilakukan Yesus adalah bertanya, melayani lagi, dan tidak segan-segan Dia menumpangkan tangan-Nya untuk yang kedua kalinya agar kesembuhan orang ini sampai pada tahap finish/totalitas sembuh.

Demikianlah Tuhan ingin juga kita begitu. Jangan mudah menyerah untuk mengalami proses finalnya suatu mujizat.

Nantikan Tuhan dengan sabar sampai kehendakNya yang sempurna itu jadi dalam hidup kita.

Sebuah pemulihan.
Sebuah kesembuhan.
Sebuah perubahan
Sebuah jawaban
Sebuah lawatan

…………………………..bisa saja CEPAT, atau PROSES.

Waaauuu…saya kagum dengan Yesus yang melayani orang buta ini dengan sabar.

 

 

Markus 8: 27-30

Kata orang, siapakah Aku ini? ( pertanyaan pertama)
Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini? ( pertanyaan ke dua)

Yesus perlu mengetahui perpektif murid-murid tentang bagaimana masyarakat mengenal Yesus, siapakah Dia, dan Yesus perlu mengetahui juga perpektif murid-murid-Nya sendiri tentang diri-Nya.

Mengapa itu perlu?

Perpektif orang banyak tentang siapakah Yesus itu, apakah juga akan mempengaruhi perpektif murid-murid tentang Diri-Nya.

Perpektif murid-murid-Nya tentang Dia apakah sudah tepat dan benar? Apakah mereka berjalan dalam pemahaman yang sama tentang datangnya Mesias yang dijanjikan itu, yaitu Orang yang selama ini ada di hadapan mereka, guru mereka, yang selama ini tidur bersama mereka, makan bersama mereka, naik perahu bersama mereka, melayani bersama mereka, yang mengutus mereka berdua-dua , dlsb.

Jangan hanya dari kata orang saja, kita mengenal Dia.
Tetapi kita harus sampai pada tahap mengenal Dia secara pribadi.
Ada yang bisa diceritakan ke orang lain, Yesus itu begini, Dia itu pernah begitu kepadaku, Dia itu Penolongku, Sahabatku, Penasihatku, dll, dst, ……..

Jangan hanya bisa bersemangat bercerita tentang; waaauuu dia disembuhkan dari kanker…waaauuu orang itu mengalami kecelakaan yang sangat parah, tapi diloloskan dari maut…. hhhuuuuuiiiii bener lho..ternyata Tuhan itu bisa campur tangan juga dalam study….keren… karena temanku begini begitu..

Buatlah autobiography perjalanan kita secara pribadi dengan Tuhan, jangan hanya berupa biography.

Apa sih bedanya? Autobiography itu menuliskan tentang biography pribadi, diri sendiri. Sedangkan biography itu adalah tentang orang lain.

Karena di surga nanti hanya ada autobiography di mana setiap orang memiliki catatan tentang dirinya sendiri, bukan tentang orang lain.

Sejauh mana kita bisa menjawab pertanyaan Yesus, apakah hanya berhenti sampai pertanyaan pertama saja, ataukah kita sanggup memberi jawab kepada Yesus atas pertanyaan-Nya yang kedua?

Katanya bu Tisa Indah Nugraheni , ke Israel itu sesuatu banget…
Nah…jangan tanya saya apa apa tentang Israel, karena saya belum pernah ke sana, walaupun saya sudah dapat 2 gelang dari sana, 1 lulur, 1 tas cantik, dan juga 1 selendang keren…Tapi bisa cerita apa saya tentang Israel?

Kata SAYA di Kendari itu kacang metenya uenak tenan. Nah tanya pada saya..karena saya ada di Kendari, tinggal di sini, dan udah cicipin enaknya mete di sini.

Apa katamu tentang Yesus???

 

 

Pemberitahuan pertama tentang penderitaan Yesus dan syarat-syarat mengikut Dia.

Markus 8: 31-9:1

Perhatikan di ayat 32 dicatat sbb: Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang.

Kali ini Yesus tidak memakai bahasa sandi, seperti waktu Dia memberitahukan tentang hati-hati terhadap ‘RAGI’ orang farisi dan saduki.

Kali ini Yesus tidak memakai bahasa perumpamaan, seperti waktu Dia berkisah tentang benih yang jatuh di 4 macam tanah.

Tetapi dengan terus terang Dia menjelaskan bahwa Anak Manusia HARUS menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.

Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia,,

Petrus menegor Yesus ..!!

Waauuu….yang benar saja !!

Tetapi itu terjadi. Mengapa bisa begitu?

Murid-murid tidak mau mendengar tentang bagaimana Yesus akan menderita, ditolak, dibunuh …!! Oleh karena itu berita kebangkitan juga akan mereka abaikan, karena itu adalah klimaks dari sebuah titik awal perjalanan kalimat yang sejak dari awalnya pun mereka tidak mau dengarkan.

Perhatikan kata HARUS, Anak Manusia HARUS.

Tetapi murid-murid-Nya, yang diwakili oleh Petrus ( terbukti saat Yesus kemudian memarahi Petrus, sambil memandang murid-muridNya yang lainnya juga)- merasa itu semua TIDAK HARUS.

Ingat ! Peristiwa ini terjadi setelah Petrus memberi jawaban pada Yesus, ‘Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” dan Petrus berkata “Engkau adalah Mesias !”

Setelah mereka sepakat bahwa Yesus adalah Mesias, maka kinilah saat yang tepat Yesus mengajarkan pada mereka, konsep MESIAS yang sebenarnya itu seperti apa.

Mesias HARUS menjalani JALAN SALIB.

Tak lama kemudian Yesus mengajarkan pada mereka , murid-muridNya dan kepada orang banyak “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. ”

Ternyata, bahkan tiap pribadi pun harus memikul salibnya masing-masing, menderita demi Yesus dan demi injil -Nya.

Bicara tentang salib, penderitaan yang harus ditanggung , bahkan rela kehilangan nyawanya sekalipun, demi Yesus dan demi Injil, memang bukan suatu topik pembicaraan yang enak untuk dibahas.

Beda dengan topik tentang berkat, kesembuhan, pemulihan, anugrah, kasih karunia, talenta, pelipatgandaan, tuaian, masa depan gemilang, dlsb. Wahhh itu topik favorite..!! Seru abiz !!

Itulah sebabnya Petrus yang sama sekali memiliki konsep yang beda tentang definisi MESIAS, sampai MENEGOR YESUS.

Mungkinkah kita sedang dalam keadaan MENEGOR YESUS, seperti yang dilakukan Petrus, karena kita sedang bertabrakan konsep dengan Yesus mengenai sebuah SALIB?

Ketika kita harus memikul salib, maka bisa jadi kita menegor Dia dengan berkata:

“Mengapa ini harus terjadi?”
“Mengapa Engkau ijinkan?”
“Apakah ini HARUS saya alami?”
“Apakah Engkau itu benar-benar ada?”

Pada saat itulah Yesus akan menjawab:

“Enyahlah iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

atau dengan kata lain, pada saat itulah Tuhan akan menunjukkan bahwa cara berpikir kita itu salah. Karena area pikiran kita sudah berbeda tujuan akhir.

Salib akan membawa kita kepada Kristus, dan bagaimana kerajaan-Nya diberitakan.

Namun pikiran manusiawi kita yang sudah tercemar sejak jaman Hawa, akan berkata bahwa Salib itu TIDAK HARUS dipikul. Salib tidak harus dilalui, tidak harus dijalani.

Yesus tidak menjawab Petrus dengan lemah lembut, tetapi dengan keras. Bukan karena balas-balasan, habis ditegor, Dia balik marah, bukan !! Tetapi Yesus ingin langsung meluruskan apa yang salah dalam paradigma Petrus dan semua murid yang lain.

Ini baru pertama kali Yesus mengemukakan tentang Salib yang harus Dia jalani, sebagai Mesias.
Reaksi mereka seperti ini ternyata….

Tidak heran Yesus ke depannya akan selalu mengulangi kembali penekanan ini, bahwa paradigma mereka tentang Mesias itu harus diluruskan, definisi mereka harus diseragamkan.

Apakah anda sering menegor Yesus?

 

 

 

 

Yesus dimuliakan di atas gunung
9:2 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes r dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa 2 di depan mata mereka, 9:3 dan pakaian-Nya sangat putih s berkilat-kilat. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu. 9:4 Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus. 9:5 Kata Petrus kepada Yesus: “Rabi, t betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.” 9:6 Ia berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan. 9:7 Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan u itu terdengar suara: “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia. v ” 9:8 Dan sekonyong-konyong waktu mereka memandang sekeliling mereka, mereka tidak melihat seorangpun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri. 9:9 Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorangpun w apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia x bangkit dari antara orang mati. 9:10 Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan “bangkit dari antara orang mati.” 9:11 Lalu mereka bertanya kepada-Nya: “Mengapa ahli-ahli Taurat berkata, bahwa Elia harus datang dahulu?” 9:12 Jawab Yesus: “Memang Elia akan datang dahulu dan memulihkan segala sesuatu. Hanya, bagaimanakah dengan yang ada tertulis mengenai Anak Manusia, y bahwa Ia akan banyak menderita z dan akan dihinakan? a 9:13 Tetapi Aku berkata kepadamu: Memang Elia sudah datang b dan orang memperlakukan dia menurut kehendak mereka, sesuai dengan yang ada tertulis tentang dia.”

Perhatikan bahwa dikatakan; Tidak ada seorang pun di dunia yang dapat mengelantang pakaian seperti itu.

Saya penasaran…mengelantang itu apa sih maksudnya? Ternyata maksudnya memutihkan. Jadi tidak ada pemutih di dunia ini buatan siapa pun juga yang bisa membuat pakaian bisa seputih itu, bahkan bisa berkilat-kilat.

Itu artinya pakaian surgawi.

Yang lucu di sini adalah si Petrus, dalam keadaan ketakutan nggak tahu mau ngomong apa, eh keluar juga kalimat itu..Orang dengan kecerdasan berbicara yang tinggi, seperti Petrus, memang bisa saja mengucapkan kalimat puitis di tengah situasi ketakutan seperti itu, karena terjadi perkara ilahi di hadapan mereka.

Darimana mereka tahu ya kalau itu adalah Musa dan Elia?

Padahal mereka kan nggak kenalan?

Ada suara keluar dari Awan. Suara Bapa. Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia !

Waaaauuuu sekali lagi mereka bertiga diperhadapkan pada perkara ilahi bahwasannya guru mereka, Yesus, adalah Mesias, Anak Allah yang Maha Tinggi.

Nah di bagian ini paling menggemaskan:

Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorangpun w apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia x bangkit dari antara orang mati. 9:10 Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan “bangkit dari antara orang mati.”

Masih juga mereka tidak mengerti tentang arti dari frase “Bangkit dari antara orang mati”

Padahal di peristiwa sebelumnya ( pasal sebelumnya) waktu Yesus mengatakan bahwa Dia harus alami jalan salib, Petrus menegor Dia. Mereka belum mengerti mengapa Yesus harus menderita, Mesias kog HARUS alami seperti itu…

Baru saja mereka mendengar suara Bapa ‘Dengarkanlah Dia” , masih saja mereka tidak mengerti bahwa konsep mereka tentang Mesias itu salah. Mereka belum mengerti nubuatan nabi-nabi tentang Mesias itu yang bagaimana sebenarnya.

9:11 Lalu mereka bertanya kepada-Nya: “Mengapa ahli-ahli Taurat berkata, bahwa Elia harus datang dahulu?” 9:12 Jawab Yesus: “Memang Elia akan datang dahulu dan memulihkan segala sesuatu. Hanya, bagaimanakah dengan yang ada tertulis mengenai Anak Manusia, y bahwa Ia akan banyak menderita z dan akan dihinakan?

Yesus dengan penuh kesabaran menjelaskan kembali kepada mereka, mengajak mereka berdiskusi lagi tentang nubuatan para nabi tentang hakikat Sang Mesias itu seperti apa, UNTUK MENGUBAH PARADIGMA mereka yang salah tentang MESIAS.

Jadi nggak main-main, bukan hanya Yesus yang mengajari mereka , tetapi Bapa aja sampai turun tangan , mengajar mereka lewat Suara-Nya, bahkan Musa dan Elia saja sampai didatangkan khusus.

Ternyata mengubah paradigma yang salah itu bukanlah hal yang mudah.

Mari belajar dari Yesus. Yesus menggunakan metode Audio,. pemaparan ( di pasal sebelumnya) bahwa Mesias harus mengalami hal hal sebagai berikut….dst.

Yesus juga menggunakan metode Visual, saat mengijinkan Petrus, Yohanes dan Yakobus untuk melihat bagaimana rupa-Nya dan pakaian-Nya berubah, serta bagaimana ada Elia dan Musa di sana.

Yesus juga menggunakan metode Kinestetik, di mana mereka MENGALAMI peristiwa supranatural itu di hadapan mereka sendiri.

Bapa juga menggunakan metode Audio Visual, di mana ada awan dan juga ada suara Bapa yang terdengar.

Yesus juga menggunakan metode diskusi untuk menelaah kembali nubuatan tentang Mesias.

Segala cara dicoba untuk mengubah suatu paradigma yang salah, atau bahasa kerennya PEMBAHARUAN BUDIMU.

Untuk mengalami itu mudah saja caranya sebenarnya:

Rm 12:2

Janganlah kamu menjadi serupa h dengan dunia i ini, tetapi berubahlah 1 oleh pembaharuan budimu, j sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak k Allah: apa yang baik, yang berkenan l kepada Allah dan yang sempurna.

JANGAN MENJADI SERUPA DENGAN DUNIA.

Mengapa para murid paradigmanya sulit diubahkan, karena mereka cara berpikirnya sama dengan orang kebanyakan pada zaman itu, bahwa Mesias itu akan bertindak secara politik, membebaskan mereka dari penjajahan Romawi. Dangkal sekali ya…cuma Visi nasional yang sempit. Padahal kan Yesus Visinya sampai ke ujung bumi, dan membereskan masalah di tingkat Roh Jiwa dan Tubuh dari seluruh umat manusia di muka bumi. Nah itu baru keren !!

 

Rasa segan atau rasa sungkan bisa menjadi penghambat yang sangat besar. Markus 9:32. Mereka tidak mengerti perkataan ini, namun segan menanyakannya kepadaNya. Dalam pemberitaan Yesus kepada murid-muridNya akan jalan salib dan kebangkitanNya,masih saja mereka tdk mengerti juga. Inilah yang menyebabkan pada saat Yesus disalibkan mereka kocar kacir dan pada saat Yesus bangkit mereka pada awalnya ydk percaya. Itu semua dikarenakan pada saat Yesus memberitahukan hal ini ,mereka tdk mengerti perkataan ini tetapi juga mereka segan menanyakannya. Padahal dalam Markus di perikop ini jelas jelas Yesus memneri waktu khusus hanya bagi para murid untuk sesi penting ini. Mengapa pada waktu khusus seperti ini murid murid tdk memaksimalkan sesi tanya jawab. Padahal Sang Rabi ada di hadapan mrk. Jangan biarkan rasa segan menghambatmu maju dalam iman dan pengenalan akan Yesus lebih lagi.

 

 

Yesus mengusir roh dari seorang anak yang sakit
9:37 Pada keesokan harinya ketika mereka turun dari gunung itu, datanglah orang banyak berbondong-bondong menemui Yesus. 9:38 Seorang dari orang banyak itu berseru, katanya: “Guru, aku memohon supaya Engkau menengok anakku, sebab ia adalah satu-satunya anakku. 9:39 Sewaktu-waktu ia diserang roh, lalu mendadak ia berteriak dan roh itu menggoncang-goncangkannya sehingga mulutnya berbusa. Roh itu terus saja menyiksa dia dan hampir-hampir tidak mau meninggalkannya. 9:40 Dan aku telah meminta kepada murid-murid-Mu supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat.” 9:41 Maka kata Yesus: “Hai kamu angkatan w yang tidak percaya 9 dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu dan sabar terhadap kamu? Bawa anakmu itu kemari!” 9:42 Dan ketika anak itu mendekati Yesus, setan itu membantingkannya ke tanah dan menggoncang-goncangnya. Tetapi Yesus menegor roh jahat itu dengan keras dan menyembuhkan anak itu, lalu mengembalikannya kepada ayahnya. 9:43 Maka takjublah semua orang itu karena kebesaran Allah.

Ow owwweeewww turun dari gunung langsung diserbu orang banyak. Kembali kepada hal-hal yang sering dijumpai dalam keseharian Yesus. Di atas gunung itu sepi, tenang, jauh dari hingar bingar, Di sana mereka mendengar suara Bapa, di sana mereka bisa berbincang dengan panjang lebar tanpa ada gangguan apa-apa. Tetapi begitu turun dari gunung mereka kembali kepada dunia nyata.

Demikian juga dengan hidup kita, ada waktunya kita perlu menyendiri di ‘gunung’ bersama dengan Tuhan, mungkin’gunung’ itu belum tentu selalu berarti gunung yang sesungguhnya, melainkan bisa saja ada saat-saat sendiri dengan Bapa pada waktu berpuasa, berdoa, reat-reat, pergi ke rumah doa, bersaat teduh, wisata rohani, dll. tetapi ada juga saatnya untuk kembali turun ke kehidupan nyata, ke rutinitas, ke pekerjaan, ke kebutuhan yang harus dijawab, dll.

Tuhan tidak membawa kita di gunung terus, tetapi Tuhan juga tidak ingin kita di rutinitas terus, semua harus kembali kepada waktunya, prioritasnya, keseimbangannya, dan juga kepentingannya.

Ada sesuatu yang menarik perhatian di kalimat ini:
Guru, aku memohon supaya Engkau menengok anakku, sebab ia adalah satu-satunya anakku.

Embel -embel frase kalimat setelah tanda baca koma, sangat menarik sekali. Terkadang ada orang lain yang memiliki frase yang berbeda walaupun kepala kalimatnya sama.
Semisal: Guru, tolonglah anakku, sebab ia sangat menderita.
Tetapi orang ini berkata ‘sebab ia satu-satunya anakku.’
Ada tingkat kewajaran yang manusiawi sekali dalam kalimat ini. Bagaiamana mungkin seorang orang tua bisa tega dengan anaknya yang mengalami hal seperti ini, apalagi itu adalah anaknya yang satu-satunya, alias semata wayang.
Sangat bisa dimengerti.
Namun alasan agar anak itu sembuh adalah kembali kepada pribadi si aku. Sebab anak itu adalah satu-satunya anak.k.u. Dia milikku.
Namun perlu menjadi kewaspadaan kita, apakah anak-anak bisa menjadi semacam berhala , bila kita menganggapnya segala-galanya.Sehingga kehadirannya pun bisa menggeser kasih kita pada Yesus. Banyak orang yang setelah punya anak tidak lagi pelayanan, tidak lagi bekerja untuk Kristus. Sangat disayangkan sekali.
Justru orang-orang yang tidak memberhalakan anaknya, saya justru sering melihat mereka anak-anaknya jarang sakit, sehat-sehat saja, walaupun orang tua mereka tetap melayani Tuhan. Contoh sambil mengajar sekolah minggu, sambil menggendong anaknya. Sambil bergantian dengan suami menggendong adik, mereka berdua tetap atur jadwal pelayanan, kapan suami WL dan kapan istri mengajar sekolah minggu, waaauuuu saya salut dengan keluarga-keluarga yang seperti ini.

Yesus menyuruh membawa anak itu ke Dia. Ayo …bawa anak-anak ke Yesus. Padahal orang tua dari anak ini di awal meminta Yesus menengok anaknya. Tetapi Yesus justru menyuruh membawa anak itu ke Yesus.

Para orang tua perlu sadar. Bukannya Yesus yang nggak perduli sama anak-anak kita, tetapi justru terkadang orang tualah yang nggak sadar bahwa merekalah, kitalah yang perlu bawa anak-anak mendekat kepada Yesus.

Dan ketika anak itu mendekati Yesus, setan itu membantingkannya ke tanah dan menggoncang-goncangnya. Tetapi Yesus menegor roh jahat itu dengan keras dan menyembuhkan anak itu, lalu mengembalikannya kepada ayahnya.

Sekali lagi, anak itu perlu dibawa mendekat kepada Yesus. Semakin dibawa mendekat ke Yesus, iblis di dalam diri anak itu semakin menjadi-jadi. Mengapa? Karena itulah tujuan iblis, iblis selalu bertujuan menjauhkan anak-anak dari Yesus. Iblis selalu nggak menghendaki anak-anak dibawa ke Yesus, dan alamai jamahan kasihNYa.

Setelah anak itu sembuh, maka baru DIKEMBALIKAN kepada ayahnya.

Berarti proses kesembuhan itu tidak di hadapan ayahnya.

Sang ayah perlu dilatih percaya bahwa Yesus sanggup menyembuhkan anak ini, tanpa pengawasannya.

Ketika kita bawa anak-anak kita ke Yesus, maka kita aman, karena Yesus selalu berikan yang terbaik buat mereka.

Ayo bawa anak-anak kita pada Yesus.

Ajak mereka berdoa, latih mereka membaca Alkitab, ajari mereka saat teduh, buat mereka mengenal Tuhan, kisahkan mujizat Tuhan pada mereka. Bawa mereka dalam ibadah penyerahan anak.

HASRAT UTAMA HIDUP DAUD

TERKUAK DARI

KONTRADIKSI SEMU

MARKUS 2: 23-28

VS

I SAMUEL 21: 1-9

DISERTAI DENGAN 12 ALASAN

MENGAPA KONTRADIKSI INI

ADALAH KONTRADIKSI SEMU

 

Baca entri selengkapnya »

PERANGI AMALEK DENGAN 24 TIPS

Baca entri selengkapnya »

Beberapa materi dari tulisan ini, telah menjadi tulisan saat teduh renungan bagi guru SM, dengan judul Precious calling, tetapi karena renungan pagi untuk ret-reat guru itu sangat terbatas waktunya, ada banyak materi dari tulisan ini saya pangkas.

Untuk itu, lebih panjang lebar tentang Uria dapat anda baca di tulisan berikut ini;

Baca entri selengkapnya »

Puji Tuhan, buku The Victorious Girl telah terbit !! Haleluya !!

 

Puji Tuhan, buku The Victorious Girl sudah ada di Gramedia.

http://www.gramedia.com/victorius-girl-the.html