'manusia hidup bukan dari roti saja…'

ORANG MISKIN YANG KAYA

DAN

ORANG KAYA YANG MISKIN SERI III

6 Desember 2010

PA dgn cik Anie

Lukas 16: 19-31

kita sekrang sampai di Lukas 16: 24

Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku.

Si orang kaya dalam alam maut. memanggil Abraham dengan sebutan “bapa”, mengapa ia tidak menyebut Abraham dengan sebutan “Tuan” ?

Karna rupanya si orang kaya ini adalah orang Israel, yang selalu membanggakan diri sebagai “keturunan Abraham” dan selalu berkata Abraham adalah Bapa kami. Perhatikan Matius 3: 9 dan Lukas 3: 8 . Yohanes Pembabtis menegur orang Israel yang menyangka bahwa karna mereka adalah keturunan Abraham asli…mereka pasti diselamatkan. Padahal Yohanes Pembabtis menjelaskan di ayat-ayat setelah itu, bahwa yang penting adalah buah-buah pertobatan, pohon yang tidak menghasilkan buah akan ditebang. Hal ini juga pernah terjadi pada Saulus, sebelum bertobat menjadi Paulus, bahwa dia sangat membanggakan keYahudiannya / keIbrabniannya/ keberadaannya sebagai keturunan Abraham asli, tetapi setelah dia bertobat, dia menyadari bahwa kebanggaan semacam itu adalah kebanggaan yang bodoh.

Penerapannya bagi kita sekarang adalah: jangan sok! mentang-mentang sudah terima Yesus jadi Juru slamat, berarti sudah pasti selamat !! mentang-mentang sudah jadi keturunan Abraham secara rohani (karna siapa pun yang beriman, disebut juga keturunan Abraham secara rohani), sudah pasti selamat.  BELUM TENTU !!!!!  Iman tanpa perbuatan adalah mati !! (Yak 2: 26)

Apa yang dimaksud perbuatan di sini?

Dua macam perbuatan: yaitu perbuatan daging atau buah Roh

perbuatan daging (galatia 5: 19-21) percabulan, kecemaran, hawa nafsu, dll

bauh Roh : kasih, sukacita, damai sejahter, dst.

Jadi kalau kita ( sebagai orang Israel rohani ataupun bahkan sebagai keturunan Abraham asli) tidak berbuah Roh, tetapi melakukan perbuatan daging, pasti akan bernasip sama dengan orang kaya yang ada di alam maut itu. Sampai di alam maut pun masih membanggakan dirinya sebagai keturunan Abraham asli/ cucu Abraham, dan memohon kepada Abraham sebagai bapa leluhurnya utnuk memberi belas kasihan/ dispensasi/ keistemewaan.

ayat 24 b

si orang kaya , mengajukan satu permohonan pada Abraham, agar Abraham menyuruh Lazarus untuk mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahnya, sebab ia sangat kesakitan dalam nyala api itu.

pertanyaannya; mengapa permohonan ini tidak langsung saja ditujukan pada Lazarus, melainkan ditujukan pada Abraham?

1. karna ia menganggap bahwa karna ia keturunan Abraham, Abraham pasti berbelaskasihan padanya, dan meluluskan permintaannya

2. ada rasa gengsi untuk meminta tolong pada Lazarus si ‘mantan orang miskin’ di bumi.Berbeda lagi kalau meminta belas kasihan Abraham, karna Abraham sebagai kakek moyang , punya kuasa untuk menyuruh-nyuruh si Lazarus. Gengsi dong kalau harus meminta belas kasihan pada si miskin

3. mental “boossy” dimana seorang bermental boosy selalu ingin menyuruh-nyuruh, demi memuaskan kepentingannya sendiri. Memakai tangan orang lain lagi —sebagai perantara , jadi Abraham hanya diperalat saja oleh si orang bermental bossy. Mental bossy inilah yang dibawa-bawanya sampai ke alam maut

ayat 25. Tetapi Abraham berkata : Anak, …..

Abraham tetap mengakui si orang kaya ini sebagai keturunannya, tetapi dalam perkataan Abraham ini, tidak menjanjikan bahwa walaupun si orang kaya ini disebut ‘Anak’ oleh Abraham, ia sudah pasti berada di pangkuannya.

…..ingatlah bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu…..

apa yang salah dengan si orang kaya ini ? apakah kita tidak boleh menerima segala yang baik sewaktu hidup kita? bukankah Allah itu baik? dan gemar berbuat baik? bukankah Tuhan itu memberkati hidup kita? apakah ada yang salah dengan kekayaan/ berkat yang kita terima?

jawabannya adalah TIDAK SALAH, kita menerima yang baik dari Tuhan, kesalahannya adalah , kalimat di atas tidak dilanjutkan dengan kata MEMBERI.

Kesalahan si orang kaya ini adalah menjadi PENERIMA saja, tetapi tidak menjadi PEMBERI

Kita semua adalah bendahara kerajaan Sorga, semua harta, talenta, kedudukan, kecantikan, kesehatan,…..dll itu semua hanyalah sebuah ‘titipan’ / anugrah dari TUHAN yang harus kita kelola/ salurkan jadi berkat buat orang lain dengan cara MEMBERI,  bisa dengan cara memberi uang, tenaga, saran, kepandaian, bakat, wewenang, dll kepada yang membutuhkan.

Kita diingatkan akan cerita tentang perumpamaan tentang talenta, dua orang yang mengembangkan talentanya masuk dalam kebahagiaan Tuan, tapi si orang penerima satu talenta memendamnya dalam tanah, orang ini mendapat hukuman

Jangan menumpuk harta untuk diri sendiri….!! Pilih kaya di dunia, miskin di akhirat (seperti si orang kaya ini), atau pilih miskin di dunia tapi kaya di akhirat (seperti Lazarus), atau pilih kaya di dunia dan kaya di akhirat (seperti Bapa Abraham). Kami berdua memilih pilihan C

…sedangkan Lazarus segala yang buruk….sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita

apakah ada yang salah dengan ‘ Lazarus menerima segala yang buruk’

TIDAK juga….banyak tokoh alkitab lain mengalami peristiwa-peristiwa yang buruk dalam hidup mereka, contoh Ayub, Yusuf, Daud (diekejar-kejar Saul tanpa alasan), Lazarus tidak kepahitan dengan si orang kaya yang sangat pelit ini. Lazarus menjalani hidupnya dengan penuh kesabaran dan ucapan syukur pada TUHAN ( hidupnya berbuah Roh), karna kalau tidak berbuah kan tidak mungkin ada di pangkuan Abraham.

yang salah adalah : si orang kaya yang setiap hari melihat keadaan Lazarus yang mengenaskan ini kog tidak berbelas kasihan sedikitpun pada si miskin ini.

Hal inilah yang dipermasalahkan oleh Abraham. IMAN tanpa perbuatan adalah MATI.

ayat 26; selain daripada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi , supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami, tidak dapat menyeberang.

perhatikan di sini hal-hal yang menentang doktrin PENGINJILAN ORANG MATI.

ada jurang yang memisahkan tempat Abraham dan tempat orang kaya itu. Jurang bukan jurang biasa, tetapi jurang yang tak dapat terseberangi.

Dalam hal ini kita tarik kesimpulan:

1. ada dimensi ruang yang tidak dapat dijangkau oleh orang yang sudah terlanjur masuk ke dalam pemisahan alam maut.

2. begitu mati, tidak ada lagi kesempatan ‘jalan-jalan’ baik dari neraka ke sorga, maupun dari sorga ke neraka. Begitu seseorang mati, detik itu juga orang mati tersebut roh dan jiwanya langsung dibawa ke ruang ‘tunggu’, tidak bisa mampir-mampir dulu ke tempat lain.

Jadi kita tidak membercayai

1. roh orang mati yang gentayangan

2. roh orang mati yang nempel di orang tubuh hidup

3. mendoakan arwah orang yang sudah mati, agar diluruskan jalannya menuju sorga

4. sembayangan orang mati 7 hari, 40 hari, 100 hari, 1000 hari

5. kita juga tidak mempercayai api penyucian.

ayat 27:

kalau demikian….aku minta kepadamu bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.

orang kaya mengajukan permintaan yang kedua setelah menyadari bahwa permintaannya yang pertama tidak mungkin dapat dikabulkan karna alasan yang tepat.

masih dengan menyebut Abraham sebagai bapa

dan masih dengan mental bossy, meminta Abraham sebagai bapanya…menyuruh-nyuruh Lazarus: 1. pergi kerumah ayahnya 2. memperingatkan keluarganya dengan sungguh-sungguh.

dengan tujuan: agar keluarganya tidak mengalami penderitaan yang sama dengan yang dia alami.

berarti, keluarga dari si orang kaya ini juga punya gaya hidup yang sama saja dengan si orang kaya ini. Tidak punya belas kasihan pada orang miskin.

Mengapa hal ini bisa terjadi? karna PENDIDIKAN DALAM KELUARGA yang salah !! keluarga yang hidup berfoya-foya, tidak punya tujuan hidup yang jelas, tidak punya visi ilahi, tidak punya mental bendahara kerajaan sorga, dan gaya hidup yang seperti ini menjadi budaya keluarga yang ditularkan lewat pendidikan di rumah.

sejak kecil si anak meniru apa yang diteladankan oleh sang orang tua, baik teladan yang baik maupun teladan yang buruk.

ayat 29 tetapi kata Abraham: ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.

Abraham tidak meluluskan juga permintaan kedua dari si orang kaya itu. Mengapa? Karna menurut Abraham; kesaksian MUSA dan para nabi itu sudah CUKUP. tinggal sekarang, mereka mau jadi pelaku Firman atau tidak. Tidak perlu diembel-embeli oleh kedatangan Lazarus sebagai roh orang mati yang gentayangan mengabarkan injil pada mereka.

baiklah mereka ‘mendengarkan’ kesaksian itu.

‘mendengar’ tidak sama dengan ‘mendengarkan’. Mendengar itu sambil lalu, misalnya sambil makan, saya mendengar suara truk lewat di depan rumah. Tetapi mendengarkan itu lebih bersungguh-sungguh, penuh perhatian, contoh, sambil makan, saya menunggu suami pulang dari kantor, maka saya akan mendengarkan dengan sungguh-sungguh kalau kalau suara mobil suami sampai di depan gerbang rumah.

Iman timbul dari pendengaran akan Firman Kristus.

ayat 30-31

Abraham menjelaskan bahwa kedatangan Lazarus tidak ada gunanya, kalau pada Firman Tuhan saja mereka tidak mau mendengarkan dengan baik, percuma saja Lazarus berusaha meyakinkan mereka.

Tuhan tidak memakai baik orang roh orang mati untuk mengabarkan injil pada roh orang hidup, atau sebaliknya, orang hidup mengabarkan injil pada roh orang mati yang katanya; hinggap di tubuh orang hidup. Tetapi Tuhan sudah punya cara lain, yaitu menggunakan FIRMAN TUHAN/ alkitab yang harus kita beritakan pada orang lain, mumpung mereka masih HIDUP

kita ,menolak penginjilan orang mati. ornag hidup aja masih banyak yang belum mendengar injil, kog ngurusin orang yang sudah mati.

terima kasih TUHAN, untuk rhema ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: