'manusia hidup bukan dari roti saja…'

PA DENGAN CIK ANIE DAN ROH KUDUS, TANGGAL 9 AGUSTUS 2010

II RAJA-RAJA 4: 8-37 II Raja-raja 8: 1-6

Perempuan Sunem ini mengalami 3 babak dalam kehidupannya
babak I
II Raja 4: 8-17

babak II ,
II raj 4: 18-37

babak III
II Raj 8: 1-6,

kita akan teliti satu per satu perjalanan hidup perempuan Sunem ini dalam setiap babaknya.

===========

Babak I

Lihat di peta dengan judul Kerajaan Israel dan Yehuda
Lokasi Sunem, di propensi Galiela,
lihat di peta berjudul Pembagian kanaan. Kota Sunem ada di wilayah tanah pusaka suku Ishakar.

perempuan Sunem ini, bisa jadi adalah dari suku Isakhar.

Kejadian 49: 14-15 adalah berkat untuk suku Isakhar dari Yakub/ Israel
Ishakar seperti keledai yang kuat tulangnya.
yang meniarap diapit bebannya
dinubuatkan menjadi Budak, yang mendapat hasil harus dengan susah payah, harus dengan bekerja keras.

kenapa suku Isakhar mendapat nubuatan yang seperti itu?

Kelahiran Isakhar : Kej 30:18 Isakhar artinya “Allah telah memberikan upah kepadaku”
suku Isakhar mendapat milik pusaka Yosua 19: 17-23 termasuk di dalamnya kota SUNEM

Suku Ishakar ikut berperang bersama Debora , tidak seperti suku Ruben, orang Gilead, suku Dan, dan suku Asyer ( Hak 5: 15-17)

Nah sekarang ita lihat kehidupan Perempuan Sunem yang diduga kuat berasal dari suku Isakhar

Perempuan Sunem ; kondisi Ekonominya:
kaya…..berarti perempuan Sunem ini pastilah orang yang bekerja Keras, karna dari Kej 49: 14-15 dibertitahukan bahwa suku Isakhar bisa menikmati hasil dari tanah yang subur asal mau bekerja keras.
jadi kekayaannya bukan dari warisan keluarganya/ leluhurnya/ mertuanya.

Karakter dari Perempuan Sunem…..
1. sangat menghormati suaminya, selalu mengambil keputusan dengan cara berunding dengan suaminya, tidak bertindak sendiri. ( ay 9, ay 22)
2. sangat menghormati Abdi Allah dan tetap bersikap sopan , walaupun suaminya sudah tua, (ay 10, 15, 27) tidak seperti istri potifar yang genit.
3 . sangat perhatian pada abdi Allah (ay 8,9,10)
-memperhatikan profesi Elisa
-membuat masakan untuk menjamu Elisa
-membuatkan pafiliun khusus untuk hambaNya
– memperhatikan secara detail perabotan kamar tamu tersebut.
4. rela berkorban….bahan bangunan bukan dari kayu dari batu
5. bukan type orang yang suka bekerja setengah setengah.
6. tidak punya motifasi untuk mendapatkan imbalan (ay 13)

Kondisi imannya :
terlihat dari ucapannya yang tidak mempercayai janji Tuhan, yang disampaikan lewat hamba-Nya. ay 16

Sekalipun tidak percaya, tetap dia mengandung/ sembuh dari kemandulannya, hal ini terjadi juga pada Sara, yang tidak percaya akan pemberitaan dari malaikat Tuhan, dan ekspresi Sara adalah tertawa, tapi ketidakpercayaan Sara tidak membuat kehamilan Ishak gagal, kenapa ?
Karna buah kandungan adalah suatu UPAH, Maz 127: 3. Upah adalah pemberian dari Tuhan, tidak perduli kita percaya atau tidak bahwa Tuhan akan memberi. Kedaulatan Tuhan untuk memberi upah berupa keturunan, tidak dibatasi oleh ketidakpercayaan. Kalau Tuhan sudah membuka kandungan, walaupun tadinya mandul, dan suami sudah tua…tidak menjadi masalah, Tuhan tetap sanggup membuat mujizat dnegna cara membuka kandungan dan memberi kekuatan pada sang suami. Sama seperti yang terjadi pada Abraham, Abraham pada masa tua masih mempunyai 6 anak lagi setelah Sara mati ( Kej 25: 1-2) jadi total anak Abraham adlah 8. semuanya dilahirkan pada masa TUA.

Kondisi Keluarganya:
ada keharmonisan suami istri, namun tidak memiliki anak.

minggu depan kita lanjutkan babak ke dua dari kehidupan Perempuan Sunem, terutama akan kita perhatikan pertumbuhan imannya kepada Allah Israel.

Rhema hari ini> miliki karakter yang baik seperti Perempuan Sunem yang murah hati.

Nah hari ini kita melanjutkan kisah kehidupan Perempuan Sunem babak ke II

II Raj 4: 18

setelah anak itu menjadi besar……

ada jeda waktu yang cukup panjang antara ayat 17 dengan ayat 18, bisa jadi bertahun-tahun, bisa jadi 12 tahun lamanya. Karna dari bayi sudah berubah menjadi anak, dari anak menjadi anak besar…mungkin pra remaja/ kira-kira 10-12 tahun.

Dalam kurun waktu 12 tahun ini, kita tidak tahu apa yang terjadi dengan perempuan sunem ini, tetapi dalam babak ke dua ini kita dapat melihat perkembangan kerohanian dari si perempuan sunem ini.

Sang ayah ( 19-20) terlihat bahwa type ayah yang cuek, kurang perhatian terhadap anaknya. Semua diserahkan pada istrinya. Hal ini menurut kami, kurang baik.

Seharusnya laki-laki harus punya inisiatif, ambil tindakan, ambil keputusan, perduli terhadap kesehatan keluarganya, jangan hanya pasrah pada istrinya.

Duduklah di pangkuan ibunya ( ay 20), itu menunjukkan kasih sayang dan keakraban ibu dan anak. Berbeda jauh dari sang Ayah….yang cuek, tidak ada sentuhan kasih/ the meaning full touch

tetapi sesudah itu matilah dia…..

Kematian:

– sang ayah mungkin akan menyesal, karna pada detik terakhir tidak menunjukkan kasih sayang

– sang ibu dan ayah pasti sedih kehilangan anak tunggal

– sang anak ini masih terlalu muda….kog sudah meninggal

– sang anak yang dibangga-banggain, disayang-sayang kog meninggal secara mendadak

– membuat shock

– anak ini adalah anak istimewa yang dilahirkan dari nubuatan seorang hamba Tuhan/ nabi….ternyata akhir hidupnya kog hanya seperti ini saja…..belum jadi orang kog sudah mati…

-kekecewaan pada saat yang dimiliki direngut darinya. ( karna tidak menyadari bahwa anak itu bukan milik kita, tetapi milik TUHAN, kita hanya dipercaya merawat, mengasuh dan mendidik saja)

Apa yang dilakukan perempuan Sunem ini setelah ia menyadari bahwa anaknya sudah mati?

– dia tidak meberitahukan pada siapa pun termasuk pada suaminya dan orang-orang/ pegawainya

-anak itu digendong sendiri ke kamar Elisa. Mungkin saja ia berharap sang anak dibangkitkan oleh ELISA.

– mengadakan persiapan perjalanan untuk menemui Elisa

– menguatkan hatinya sendiri dengan berkata “jangan kuatir” kepada suaminya.

Dari ayat 23 kita tahu sekarang, bahwa selama bertahun-tahun ternyata si perempuan Sunem ini memiliki kebiasaan baru, yaitu:

setiap hari sabat dan setiap bulan baru, perempuan sunem ini pergi beribadah kepada TUHAN. Inilah yang membuat perempuan Sunem ini bisa :

1. menahan diri untuk tidak menceritakan kepada siapa pun bahwa anaknya mati

2. punya pengharapan anaknya bisa dibangkitkan , oleh karna itu ia membaringkan anaknya di kamar ELISA, bukan di kamarnya sendiri

3. dia dalam keadaan kalut, masih bisa menguatkan hati suaminya dan berkata “JAngan kuatir” tidak panik sama sekali

Lalu perempuan sunem itu pun berangkat dengan mengebut…..

dari jauh ELISA sudah melihat dia, tetapi anehnya Elisa belum tahu apa yang terjadi dengan Perempuan Sunem ini, padahal di pasal-pasal sebelumnya biasanya Elisa sudah diberi tahu Tuhan apa yang akan terjadi di depan, tapi khusus dalam masalah ini Tuhan merahasiakan dari hamba-Nya Elisa.

Pada saat bujang Elisa bertanya “selamatkah anakmu….?” jawab perempuan sunem itu ” SELAMAT”

MAT 9: 29

jadilah kepadamu menurut imanmu…..

YAK 2: 20

iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong

pada saat perempuan ini menjawab SELAMAT, itu bukan berarti dia bohong, tetapi yang dikatakannya adalah perkataan/perbuatan IMAN, dia mengatakan apa yang dia percayai, bahwa anaknya akan selamat.

ay 27, perempuan sunem memegang kaki Elisa. Hal ini ditafsirkan keliru oleh Gehazi. tetapi Elisa tahu bahwa perempuan sunem ini wanita yang sopan (pelajari Perempuan sunem babak I)

ayat 28., ternyata dibalik iman sang perempuan sunem ini ada akar kekecewaan yang belum dibereskan. Apa akar kekecewaan itu?

Jadi kronologisnya seperti ini:

Perempuan Sunem awalnya pasti ingin punya anak

bertahun-tahun menunggu sampai cape, bosan, dll, tidak juga kunjung punya anak

lama-lama harapan untuk punya anak sudah dikubur- dalam-dalam

tiba-tiba ada hamba Tuhan menubuatkan dia akan punya anak

harapan yang sudah terkubur dalam-dalam itu, tetap jadi harapan yang mati.

ekspresinya adalah; ketidakpercayaan terhadap nubuatan

tetapi akhirnya walau tidak percaya…ia hamil juga

pada saat hamil harapannya bngkit kembali

anak dilahirkan dengan selamat

anak dibesarkan dengan sukacita

setelah besar…….anak itu mati.

kematian ini membuat harapannya ikut mati bersama kematian anaknya.

akhrinya menimbukan kekecewaan terhadap TUHAN, terhadap hamba TUHAn, terhadap situasi, dan lain-lain

Sebelum perempuan ini bercerita secara detail, Elisa tahu juga bahwa anak ini mati.

Elisa mengutus Gehazi untuk menaruh tongkat di atas anak itu. Tetapi Perempuan Sunem tidak akan pulang kalau Elisa tidak ikut bersamanya. Ngotot….ia punya harapan yang sangat kuat akan kebangkitan anaknya dari kematian.

ayat 31 berita yang tidak enak terdengar di telinga Perempuan sunem ” anak itu tidak bangun….”

ternyata kebangkitannya tidak bisa pakai TONGKAT.

Harus ada sentuhan, dari sebuah tubuh yang diurapi, di PB semua kebangkitan orang mati disertai oleh sentuhan baik oleh sentuhan Tuhan Yesus maupun oleh sentuhan Petrus saat membangkitkan DORKAS.

dua kali Elisa meniarapi anak itu…sampai tubuhnya panaas…..berarti cukup lama…karna mayat itu dingin….karna sudah jadi mayat berjam-jam

sang anak bangkit, bersin 7 kali, lalu membuka mata

akhirnya perempuan ini melihat hasil dari IMANNYA……dan disembuhkan dari kekecewaannya.

minggu depan dilanjut babak ke 3

rhema hari ini:

iman yang membuat kita jadi:

1. kuat

2. tenang tidak panik

3. berkata kata positif

4. menikmati mujizat.

Yes-yes-yes!!

Babak ke III dalam kehidupan perempuan Sunem ada di II Raja-raja 8:1-6

Rangkuman babak I kehidupan perempuan Sunem, pada babak pertama kehidupannya ia sudah banyak MENABUR, berupa:

-memberi makan Nabi Tuhan

-memberi tumpangan kepada nabi Tuhan

-membangunkan sebuah kamar untuk tempat singgah bagi nabi Tuhan

Rangkuman babak II kehidupan perempuan Sunem: ia memiliki anak seperti yang dinubuatkan oleh Nabi Tuhan, kemudian anaknya mengalami kematian, oleh mujijat Tuhan anak itu dibangkitkan. Dalam babak ini, ternyata Perempuan sunem dicatat oleh Alkitab, sebagai perempuan yang rajin beribadah, baik pada bualn baru maupun pada hari Sabat. Kematian anaknya merupakan suatu ujian, apakah dia tetap beriman dan percaya kepada TUHAN atau tidak.

Sekarang kita menginjak babak ke III dalam kehidupannya.

ayat 1, nama perempuan Sunem yang biasanya disebut sebagai ‘perempuan sunem’ kini di ayat ini disebut sebagai ‘ perempuan yang anaknya dihidupkan kembali”…..rhema apa yang kita dapat di sini?

1. Perempuan sunem itu jumlahnya banyak….berapa kira-kira jumlah penduduk Sunem? waaaah banyak sekali, tetapi hanya satu perempuan saja yang mengalami mujizat anaknya yang mati dihidupkan kembali

2. embel-embel ‘anaknya dihidupkan kembali’ itu menjadi sebuah sejarah yang tidak dapat dihapuskan begitu saja….melekat dalam namanya. Sejak saat mujizat itu terjadi, embel-embel di belakang namanya itu akan terus melekat

3. kematian seorang anak adalah sebuah peristiwa yang tragis/ tragedi……namun demikian peristiwa kebangkitan anak itu jauh lebih heboh…./dahsyat…!! sebuah kedahsyatan di sini…haruslah melewati sebuah peristiwa yang tragis. tidak bisa hanya dikatakan sepotong , misal ‘perempuan yang anaknya mati . titik. ”

‘perempuan yang anaknya bangkit. titik”

harus dua-duanya ‘mati dan dihidupkan kembali….; dua hal ini menjadi satu rangkaian yang tak terpisahkan, tragis yang kemudian diakhiri dengan kedahsyatan….!!

4. setiap kali embel-embel di belakang namanya disebutkan, setiap kali itu juga nama Tuhan dimuliakan.

perintah Elisa untuk mengungsi diberikan kepada Perempaun Sunem itu, bukan kepada suaminya. Mengapa?

-karena perempaun sunem yang bergaul dengan Tuhan ini, memiliki kepekaan yang lebih daripada suaminya

-karena perempuan Sunem ini memiliki iman / kepercayaan akan sebuah nubuatan….kan peristiwa kelaparan itu belum terjadi, baru ‘akan’. Respon perempuan sunem akan nubuatan ini, sangat berbeda dengan di pasal 4: 16 saat dia dinubuatkan akan memiliki seorang anak, saat itu responnya TIDAK PERCAYA, namun di babak ke III kehidupannya sekarang ini, tidak ada dicatat bahwa dia membantah perkataan abdi ALLAH.

-karena perempuan Sunem ini dipercayai oleh Tuhan untuk membawa keselamatan bukan hanya untuk dirinya secara pribadi melainkan untuk seisi keluarganya.

-abdi Allah berbicara kepada sang istri bukan berarti bahwa abdi Allah ini tidak menghargai sang suami sebagai kepala keluarga, bandingkan dengan peristiwa lainnya:

– untuk memberitakan kelahiran Simson, pertama kali malaikat Tuhan memberitakannya kepada Istri Manoa, bukan kepada Manoa.Hak 13:3, di ayat 8 Manoah memohon agar ia juga dapat mendengar berita yang sama, di ayat 9 malaikat datang kedua kalinya juga kepada istrinya. di ayat 6 istri manoah sudah tahu kalau itu malaikat Tuhan, tetapi di ayat 21 Manoah baru sadar bahwa itu malaikat Tuhan

– kej 21:12 Sara lebih peka situasi daripada Abraham

– ribkah mendapat pesan Tuhan tentang anak kembar dalam kandungannya

– maria lebih dulu tahu tentang janin yang akan dikandungnya daripada Yusuf , luk 1;26, mat 1;20

Tuhan akan berbicara kepada pihak yang paling peka. istri yang peka akan dipakai Tuhan berbicara kepada suaminya.

Terkadang Tuhan juga berbicara pada suami terlebih dulu,

-lukas 1: 5-25 Tuhan berbicara dahulu kepada sang suami, yaitu Zakaria, tetapi Zakaria yang tidak percaya akhirnya menjadi BISU

– Elisabet yang tidak ikut mendengar secara langsung percakapan anatara Zakaria dan malaikat pembawa berita tentang kelahiran Yohanes Pembabtis, tahu dari kepekaannya bahwa sang jabang bayi harus bernama YOHANES, padahal hal ini bukan dari pemberitahuan sang suami yang BISU smentara waktu, 1: 60

– Tuhan berbicara kepada Abraham tentang keturunannya ( Kej 12: 1) bukan kepada Sara

– masih banyak contoh lainnya.

Rhema di sini:

-para suami harus meningkatkan kepekaaanya kepada Tuhan, mendengar suara Tuhan

-para suami harus mau belajar mendengar perkataan ‘istri’ perkataan yang diurapi oleh TUHAN

-para isri yang bijak harus bisa mendorong suami untuk mendapat kepekaan yang sama (sama seperti Istri Manoa mengajak Manoa berbicara langsung dengan malaikat Tuhan)

kembali ke 2 raja 8: 1

Perintah nabi elisa ini adalah untk menyelamatkan keluarga perempuan Sunem dari KELAPARAN.

Mazmur 37:25 dahulu aku muda sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan atau anak cucunya meminta-minta roti.

Tuhan begitu mengasihi perempuan sunem ini dan keluarganya, mereka dihindarkan oleh Tuhan dari ancaman bahaya kelaparan.

2 raja-raja 8: 2

perempaun itu taat, tidak menunda-nunda, tidak menunggu bukti

berani meninggalkan semua aset kekayaannya dan kenyamanannya dan lingkungan sosialnya untuk mempercayai nubuatan hamba Tuhan

ia pergi bersama-sama dengan keluarganya

hal ini menunjukkan bahwa perkataan perempuan ini berhasil meyakinkan seluruh keluarganya. Kehidupan perempuan ini adalah kehidupan yang membuat orang-orang disekitarnya merasa percaya akan perkataannya dan keputusannya untuk TAAT kepada TUHAN.

kepergian perempuan sunem ini selama 7 tahun, tepat seperti yang diperintahkan oleh nabi Tuhan, tidak kurang dan tidak lebih. di negri Filistin hanya sebagai pendatang selama 7 tahun. Apapun kondisi di negri orang, setelah genap waktu yang Tuhan janjikan ada pemulihan di negri sendiri, wanita ini tetap memutuskan untuk PULANG di negri sendiri dia bisa menyembah Tuhan dengan bebas.

Hal pertama yang dilakukan sesampainya di negri Israel adalah mengadukan perihal rumahnya dan ladangnya kepada raja.

Kita akan mempelajari mengenai hukum Israel tentang rumah dan ladang.

1 tentang ladang. Imamat 25; 23-28

ladang tidak boleh dijual mutlak,

setiap ladang yang yang dijual haruslah mempunyai kemungkinan untuk ditepbus kembali oleh pemiliknya

jadi tidak ada istilah jual beli, yang ada adalah istilah tebus menebus

yang berhak menebus haruslah KAUMNYA

syarat untuk boleh meiliki kembali tanah miliknya adalah dengan membayar kan sejumlah uang dari tahun-tahun yang belum terpakai , dengan memotong perhitungan tahun-tahun yang sudah terlewati.

dalam tahun tahun Yobel, tanah tersebut bebas, kembali menjadi milik pemiliknya.

contoh: sebuah tanah milik tuan A ditebus oleh saudaranya, yaiut tuan B dalam jangka waktu 11 tahun, dengan harga 11 juta, setahun diperhitungkan mendapat hasil ladang satu juta. Pada tahun ke enam, jadi sudah berlangsung lima tahun, sang tuan A mau menebus kembali miliknya, maka tuan A harus mengembalikan uang tuan B sejumlah 11 juta dikurangi 5 juta, yaitu sejumlah 6 juta

2. tentang rumah. Imamat 25: 29-34

pemilik rumah hanya diberi kesempatan untuk menebus rumahnya kembali dalam jangka waktu satu tahun, kalau lebih dari satu tahun , rumah itu akan tetap mejadi milik sang pembeli TURUN TEMURUN, tidak terpengaruh oleh tahun YOBEL

hal ini tidak berlaku bagi rumah yang tidak berpagar tembok/ bukan rumah permanent.

Menurut hukum Israel, perihal rumah dan ladang perempuan sunem ini adalah sbb:

1. perempuan sunem harus menunggu tahun Yobel,….kapankah tahun ke 70 itu datang…?

2. kemungkinan berikutnya, ia boleh menebus kembali ladangnya dengan cara

misal ditebus selama 7 tahun dengan harga 7 juta

maka setelah 7 tahun lewat, ia harus membayar 7 juta juga kepada pembelinya

3. karena sudah lewat dari satu tahun, tidak mungkin menunggu tahun Yobel ataupun menebus kembali rumah itu.

ii raj 8: 5

ini adalah yang dinamakan momentum ilahi, kedatangan perempuan sunem kepada Raja, pas sekali waktunya bersamaan dengan antusiasme raja mendengar cerita tentang mujizat yang telah dilakukan Elisa terhadap kebangkitan anak perempuan sunem dari kematian.

sebenarnya mujizat yang dilakukan Elisa kan banyak…tidak hanya mujizat itu saja….? Kog bisa pas sekali …?!

ayat 6 perempuan Sunem dibawa oleh Tuhan ke istana raja dengan tujuan utama membebaskan tanah dan rumahnya, tetapi dengan cara yang unik Tuhan membuat skenario Gehazi menceritakan perihal tentang keajaiban Tuhan dalam hidup perempuan itu kepada Raja.

mungkin tidak yang mengungsi dari kelaparan saat itu banyak? dan mungkin tidak, bahwa yang berniat mengadukan perihalnya kepada raja juga antri? MUNGKIN SAJA

Mengapa perempuan sunem ini mendapat perhatian khusus dari raja? Karna sudah diskenariokan oleh TUHAN.

Perempuan Sunem tidak keburu nafsu mengupayakan kembalinya tanah dan rumahnya, tetapi dengan bersemangat ia menjawab semua pertanyaan raja tentang perihal mujizat yang terjadi dalam hidupnya. Ia tidak takut bahwa ia tidak berkesempatan mengadukan perihal rumah dan tanahnya pada raja, karna raja justru antusias menanyakan tentang mujizat itu.

ternyata itulah memang yang menjadi cara Tuhan untuk menolong perempuan sunem ini, di mana raja dibuat Tuhan sangat terkesan dengan kisah kehidupan perempuan sunem ini, itulah yang membuat raja jadi sangat perhatian kepada perempuan ini dibandingkan dengan mungkin ratusan kisah pengungsi yang lain.

Perhatikan ayat 6. Raja mengeluarkan suatu AMNESTI / perkecualian hukum bagi perempuan sunem ini;

1. seharusnya rumah tidak kembali, rumah harus eikembalikan ke perempuan ini

2. seharusnya perempuan sunem ini harus menebus tanahnya kembali seharga misal 7 juta, kini ia boleh menerima kembali miliknya tanpa membayar sepeser pun

3. malah dia mendapat hasil ladang selama tujuh tahun , misal 7 juta

hal inilah yan dialami oleh perempuan sunem>

rhema yang didapat:

1. taat mengungsi di masa kelaparan seperti yang Tuhan pesankan, tetap tidak akan kehilangan rumah dan tanah, Tuhan akan membela

2. semua miliknya kembali kepadanya berikut bonusnya, karena di masa babak pertama ia suka menabur bagi hamba Tuhan.

Mat 10: 41 – 42 barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi ia akan menerima upah nabi, barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar ia akan menerima upah orang benar. dan barangsiapa memberi air secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia muridKu aku berkata kepadamu, sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya daripadanya.

3. untunglah ia pernah mengalami masa tragis dimana anaknya mati. Kedahsyatan mujizat bangkitnya kembali anaknya dari kematian itulah yang menarik hati Raja untuk memperlakukan dia secara istimewa, sehingga dia mengalami mujizat spektakuler yang ketiga dalam hidupnya:

– mandul jadi punya anak

-anak mati, hidup kembali

– harta kekayaan yang sudah 7 tahun ditinggalkan, kembali menjadi miliknya berikut bonus-bonusnya.

waaaaaaaau kereeeeeeeeeennnnnnnnnnnnnnnn!!

(pelajari babak I dan ke dua dalam catatan sebelumnya!)

APA YANG KAU TABUR AKAN ENGKAU TUAI

Comments on: "BABAK I- II – III DALAM KEHIDUPAN PEREMPUAN SUNEM" (2)

  1. […] Yep. Ga punya iman. Hari ini g bisa ngerti, waktu g baca blog ini secara “ga sengaja” https://berbagirhema.wordpress.com/2011/01/08/babak-iii-dalam-kehidupan-perempuan-sunem/ Can’t you imagine, all this long, and I only find this […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: