'manusia hidup bukan dari roti saja…'

PA DENGAN CIK ANIE, 26 JULI 2010

II RAJA-RAJA 7: 1-20

Ada berapa tokoh di sini:
1. Elisa
2. Raja Israel
3. Ajudan raja
4. empat orang kusta
5. Orang aram/ musuh
6. penunggu pintu gerbang kota
7. salah seorang pegawai raja ( ayat 13)

Keadaan Israel pada waktu itu:
(lihat pasal sebelumnya 6: 24-33
mereka dikepung orang Aram, sehingga terjadi kelaparan yang sangat hebat. Kelaparan itu membuat: harga sebuah kepala keledai berharga: 80 syikal perak, seperempat kap tahi merpati berharga 5 syikal perak

lihat di kamus alkitab:
syikal = 11, 4 gram. berarti harga sebuah kepala keledai: 80 X 11, 4 gram = 99.4 gram X harga 1 gram perak Rp 5.390,00 = 535.766 rupiah

seperempat kab tahi merpati = 5 x 11,4 X 5390 = 307.230
jika satu kab adalah sekarung lebih 2 liter, berarti seperempat kap adalah seperempat karung lebih 1/2 liter.

waaaaauuuuuuuu!!

Kelaparan itu juga membuat dua orang ibu bertengkar mengenai anak mereka, yang mana seorang ibu telah membunuh anak nya dan memakannya bersama ibu yang lain. Sedemikian hebat kelparan sampai ibu-ibu pun tega membunuh dan memakan anaknya sendiri

Sekarang kita bahas satu per satu setiap tokoh di sini:
1. Raja Israel bernama Raja Yoram, anak raja Ahab (pasal 3:1), pada saat terjadi kelaparan : Pasal 6: 31, menyalahkan hamba Tuhan, menyalahkan hamba Tuhan, menyalahkan yang mengutusnya yaitu Tuhan sendiri 6: 33, menyalahkan TUHAN, berhenti berharap pada Tuhan.
oleh karena ia berhenti berharap pada Tuhan, maka pada saat Nabi Elisa menyampaikan nubuatan yang isinya Tuhan akan memulihkan keadaan ekonomi negara itu, sang raja tidak memberi respon sama sekali. (padahal sebelumnya di pasal 6: 27 lewat perkataan nya raja terlihat masih punya pengharapan terhadap pertolongan Tuhan.)

Rhema: jika kita menghadapi kesulitan, dan putus asa, tidak mau berharap pada Tuhan lagi, itu menyebabkan kita :
– tidak bisa mendengar suara Tuhan
-mengabaikan pesan Tuhan
– berpikir negatif, selalu curiga, tidak percaya adanya mujizat ( pasal 7: 12)

Amsal 24: 10
Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.

2. Elisa.
sebagai seorang nabi Elisa sudah tahu bahwa Raja Yoram akan datang kepadanya.
respon Elisa pada saat itu adalah :
– tidak mau menemui raja yang berniat membunuhnya
– mau menutup pintu
– takut dan terintimidasi

Jika Elisa terus mau bertahan dalam keadaan terintimidasi, maka, ia tidak dapat dipakai Tuhan untuk menyampaikan pesan Tuhan, bahwa Tuhan akan memulihkan keadaan ekonomi Israel

rhema : jangan mau hidup terus-menerus dibawah intimidasi Iblis. karna intimidasi akan membunuh iman, karunia, pelayanan.

Elisa akhirnya tetap menemui Raja dan menyampaikan pesan Tuhan pada raja. Isi pesan terkadang sangat ‘mustahil’ menurut pikiran manusia.
Di sinilah keberanian Elisa untuk tetap menyampaikan suara TUHAN. tanpa takut dan kuatir kalau isi nubuatan tidak digenapi, ia malah justru akan dibunuh raja.

3. Orang Aram

mengepung Samaria. karna mengepung dalam waktu yang lama, tentu saja mereka bisa tahu bahwa penduduk Samaria mengalami kelaparan.Tetapi pada suatu ketika
mereka diliputi ketakutan yang dari Tuhan/ kegentaran, karena Tuhan telah membuat mereka mendengar bunyi kereta, bunyi kuda, bunyi tentara yang besar…. (kira-kira bunyinya ini datang dari mana? Dari pasukan malaikat Tuhan. Siapa yang mendengar bunyi ini? Hanya orang-orang Aram saja….sedangkan orang Samaria tidak mendengarnya, suara ini sangat nyata sehingga mereka lari ketakutan, tanpa memperdulikan barang-barang dan makanan mereka, serta ternak mereka di perkemahan, mereka tinggalkan begitu saja) Inilah yang dinamakan TUHAN BERPERANG GANTI KITA. dan Tuhan memakai cara-cara yang tidak terbayangkan dan tidak masuk akal.

bagi orang Aram, mereka tidak menyadari bahwa yang mereka kepung itu adalah umat pilihan Allah. Jadi mereka berhadapan dengan Allah sendiri:
Yosua 1: 5 Tidak ada orang yang bisa bertahan menghadapi anak-anak pilihan TUHAN.
Kej 12: 3 Tuhan akan memberkati orang-orang yang memberkati Abraham, dan mengutuki orang yang mengutuki Abraham
Rom 8: 31 Jika Allah di pihak kita, siapakah lawan kita?

4. Penunggu Pintu Gerbang Kota;
– tidak mau melakukan tugasnya dengan baik; tugasnya yaitu berjaga-jaga atas KOTA.
-sehingga pada saat orang Aram meninggalkan perkemahan, mereka sampai tidak tahu/ tidak mau tahu
– pada saat mereka memberitahukan pada Raja, pegawai raja yang lain mengusulkan untuk diadakan Survey dahulu, itu berarti para penunggu pintu gerbang kota, belum ke perkemahan musuh untuk melihat keadaan yang sebenarnya, mereka hanya mendengar dan menyampaikan apa yang dikatakan 4 orang kusta tadi. itu berarti hanya ‘katanya….katanya…..”

Penjaga pintu gerbang bicara tentang PENDOA, pendoa tidak boleh lengah, harus tahu keadaan medan pertempuran, jangan ngantuk. Harus berjaga-jaga dan berdoa. Sikap penunggu pintu gerbang akan mempengaruhi keselamatan kota

5. salah seorang pegawai raja

raja menaruh curiga terhadap musuh, tetapi salah seorang pegawai raja, memberi saran kepada raja agar raja mengadakan survey terlebih dahulu. Pegawai raja ini,
– punya pengharapan
– punya pikiran positif
– mau mendengarkan perkataan si orang kusta
– mau mengresponi/ menghargai informasi walaupun info tersebut hanya dari orang kusta
– mau bersusah payah untuk mendapatkan peluang kemungkinan yang lebih baik

rhema :
tetap berpengharapan dan berpikir positif dan mau mencari peluang yang lebih baik dari keadaan sekarang. Duduk-duduk saja tidak memberi jalan keluar.

lanjut senin depan

PA dengan cik ani, tgl 2 agustus 2010

II RAJA-RAJA 7: 1-20
Dalam PA minggu lalu sudah dibahas mengenai 5 tokoh lainnya, sekarang kita bahas dua tokoh terkahir

6. EMPAT ORANG KUSTA
Mengapa orang kusta ada di luar tembok kota? Karna orang kusta dianggap najis, jadi mereka tidak boleh tinggal di dalam kota.
tetapi biasanya pintu gerbang adalah tempat dimana para pemimpin kota/ tua-tua kota berkumpul untuk mengambil keputusan mengenai kota tersebut. Bandingkan dengan Ruth 4: 1-2. Sedangkan orang kusta tidak boleh dekat-dekat dengan orang sehat. Kesimpulan di sini adalah: Para tua-tua kota Samaria itu, sudah tidak duduk di pintu gerbang lagi. Sehingga tempat itu diduduki oleh orang-orang kusta.

Rhema yang di dapat di sini adalah:
para tua-tua kota menginggalkan tugasnya mengadili kota, mengambil keputusan untuk kota, karena ada KELAPARAN.
Jangan biarkan kesulitan membuat kita mundur dari Tugas kita mengawasi. mengadili KOTA. Nasip kota ada di tangan Tuhan, melalui doa dan upaya kita, bandingkan dengan : Yer 29: 7 Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.

kalau kita tidak mengambil sikap, maka orang lain yang akan mengambil sikap untuk kita. Jika kita tidak mengambil keputusan, maka orang lain yang akan mengambil keputusan untuk kita.

Untunglah 4 orang kusta tadi , mengambil keputusan yang tepat, kalau tidak? bagaimana? dimana para tua-tua kota selama ini? Apa kerja mereka?

Sekarang kita bahas mengenai 4 orang kusta:
siapa nama mereka? tidak tercatat, berarti mereka tidak terkenal, dan tidak ada yang ingin kenal.
oleh karna itu jangan remehkan orang yang tidak terkenal, belum tentu orang yang tidak terkenal tidak dipakai Tuhan. Sedangkan tua-tua kota, kan pasti terkenal….mereka memilih untuk ngandang di rumah masing-masing, tidak mau ikut berperan bagi KOTA. Tuhan tidak mau memakai orang terkenal yang model begini, sembunyi di kala susah.

Berkatalah seorang kepada yang lain: itu artinya mereka melakukan PERUNDINGAN / musyawarah/ untuk mencapai mufakat.
ada 4 kemungkinan:
1. kemungkinan pertama: santai…tidak melakukan apa-apa. malas, duduk duduk saja. Hasilnya: tidak mendapat makanan dan MATI
2. kemungkinan ke dua: kembali ke KOTA, itu artinya mundur ke belakang.Hasilnya: ditolak orang KOTA, tidak mendapat makanan dan MATI
3. kemungkinan ke tiga: tetap tinggal di pintu gerbang. (pint ini tidak sama dengan point pertama, kalau point pertama; hanya duduk-duduk malas), kalau point ke 3, mereka tetap berusaha, misalnya mencari tumbuhan yang bisa dimakan, dll. Tapi cara itu tetap akan menyulitkan dikala bahan makanan sekitar situ sudah habis. Hasil: mati
4. kemungkinan ke empat: menyeberang ke perkemahan tentara aram. Hasil : bisa mati, bisa hidup, ada peluang kemungkinan untuk Hidup, yaitu peluangnya 50 %, tetapai juga ada resikonya: yaitu resiko memasuki daerah musuh, bisa diserang dan mati.
sama-sama ada resiko MATI, maka yang dipilih adalah MAJU, bukan diam di tempat atau mudur ke kota. Karena pada saat memutuskan untuk MAJU, ada kemungkinan untuk HIDUP.

empat orang kusta ini tidak mendengar apa pun yang dikatakan atau dinubuatkan oleh nabi Elisa kepada Raja, ( di ayat 1), tiba-tiba di ayat 3, mereka mendapat ide itu….ide untuk MAJU.

jadi yang terjadi BUKANLAH ide dari 4 orang kusta itu, diketahui oleh TUhan dalam kemahatahuan-Nya, lalu sebelumnya Tuhan memerintahkan Elisa menubuatkan…. BUKAN!!
yang terjadi adalah IDE keluar dari krisis ekonomi negara itu datangnya dari TUHAN, lalu Tuhan menyuruh Elisa bernubuat, saat nubuat diluncurkan, saat itulah 4 orang kusta di tempat yang berlainan diberi ide oleh TUHAN. Ide ini tidak diberikan pada TUA TUA KOTA yang mungkin sedang tidur di rumah mereka masing-masing/ cuti.

perhatikan ayat 5 orang Kusta bangkit berjalan ke arah perkemahan musuh pada waktu SENJA
perhatikan ayat 7 orang aram bangkit melarikan diri juga pada waktu SENJA

peristiwa ini terjadi bersamaan. itu artinya Tuhan membuat langkah 8 kaki orang kusta, terdengar bagaikan bunyi kereta, bunyi kuda, bunyi tentara yang besar, seolah-olah seperti ada tentara sekutu antara Israel, Orang Het, dan orang Misraim yang bersekutu menyerang mereka. ( saya percaya langkah 8 kaki ornag kusta ini diramaikan juga dengan langkah ribuan malaikat dan suara kereta surgawi) Karna bunyinya ‘nyata sekali’ sehingga sanggup membuat orang aram ketakutan dan lari terbirit-birit, padahal cuma langkah 8 kaki orang kusta, yang sedang lapar, dan tak punya tenaga, jalannya pun mungkin sempoyongan.

Karna terjadi bersamaan, maka ketika orang kusta sampai di perkemahan, maka perkemahan sudah kosong.

yang dilakukan 4 orang kusta ini ;
1. makan dan minum sepuas-puasnya
2. mengambil jarahan berupa emas, perak dan pakaian, menyembunyikannya, sampai dua kali. (serakah)

akhirnya mereka menyadari bahwa mereka tidak boleh egois.

rom 12:15 inilah prinsip untuk keluar dari EGOISME
bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis.

kalau mereka tidak memberitau orang kota, yang terjadi adalah ; orang kota menangis, sementara mereka tertawa. inilah yang dinamakan tertawa di atas penderitaan orang lain.

bagaimana cara membuat orang kota yang menangis itu jadi tertawa? dengan cara berbagi kebahagiaan dengan mereka dengan cara memberitakan kabar baik, bukannya serakah untuk diri sendiri.

padahal orang kusta dibenci dan dijuhi masyarakat….mereka tetap mau berbuat baik pada orang yang mengucilkan mereka. inilah yang dinamakan KASIH. Kasih mengalahkan egoisme

mengapa tidak boleh ditunda sampai pagi?
-karna banyak korban mati kelaparan- jangan sampai korabn jatuh lebih banyak
– karna jangan sampai kedahuuan musuh kembali ke perkemahan
– karna 4 orang kusta ini tidak mau menunda waktunya TUHAN ( bandingkan dengan pasal 7:1)
kasih itu tidak berloambat-lambat untuk segera melaksanakan tindakan KASIH

akhirnya mereka memutuskan utnuk pergi menghadap raja dan memberitahukan peristiwa ini> Keputuan ini ada resikonya:
1. ditolak raja, karna mereka kusta
2. belum tentu dipercaya perkataannya
3. kalau orang Samaria dan raja percaya, tentu mereka tidak mendapat kesempatan untuk mengambil jarahan sebanyak mungkin/ serakah/ mengikuti nafsu daging.

Inilah yang dinamakan KASIH, kasih itu rela berkoraban bagi orang lain, dan KAsih memampukan orang untuk menembusi segala rintangan dan halangan.

ayat 10, mereka kembali ke kota, berencana untuk menghadap raja secara langsung (ayat 9), tetapi kenyataan yang mereka hadapi, mereka hanya bisa bicara sampai di batas kota ( ayat 10) dan hanya bisa berbicara pada para penunggu pintu gerbang,

kenapa perjalanan mereka untuk menemui raja secara langsung tercegat ? karna mereka KUSTA. Rhema yang kita dapat di sini adalah : 4 orang kusta ini dibatasi oleh yang namanya KELAMAHAN DAN KETERBATASAN SEBAGAI MANUSIA BIASA.

Tapi rencana Tuhan tetap jalan tidak? Tetap jalan. Nubuatan Tuhan tetap digenapi nggak? Tetap digenapi, tidak perduli adanya keterbatasan si orang KUSTA sebagai pembawa kabar baik.

tokoh ke 7
AJUDAN RAJA

ayat 2; tidak percaya.
dinubuatkan oleh Elisa,, akan melihat mujizat, tetapi tidak ikut menikmati mujizat itu.

bandingkan dengna Thomas, thomas tidak mau percaya kalau belum melihat,
sedangkan ajudan raja, dibuat Tuhan melihat namun tetap tidak dapat menikmati mujizat itu karna ketidakpercayaannya.

Proses yang Tuhan inginkan adalah

Percaya walau tidak melihat – melihat mujizat – menikmati mujizat.

Thomas – tidak percaya kalau tidak melihat
Ajuda raja –
tidak percaya – melihat mujizat – tidak iktu menikmati.

jadi kalau kita tidak ikut merasakan berkat Tuhan, ada tangda tanya, apakah selama ini kita percaya akan pertolongan TUHAN?!

Ketidak percayaan menghalangi kita untuk mengalami MUJIZAT. Mujizat tetap data, tetapi belum tentu semua orang bisa menikmati mujizat itu.

KESIMPULAN:
Dari 7 tokoh ini yang bsia dicontoh adalah ORANG KUSTA yang keluar dari EGOISME, Elisa yang keluar dari intimedasi, sehingga tetap bisa menyampaikan pesan Tuhan
Yang tidak bsia dicontoh adalah: tua-tua kota yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik, penjaga pintu gerbang yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik, raja yang kehilangan pengharapannya kepada Tuhan, ajudan raja yang tidak percaya sehingga kehilangan kesempatan untuk menikmati mujizat, tentara aram yang memusuhi umat Tuhan sudah pasti berhadapan dengan TUHAN sendiri,
kita juga mau meneladani pegawai raja yang menasehati raja agar mengirim orang untuk melihat dulu keadaan di sana, mau menghargai perkataan orang kusta itu.

ORANG KUSTA MELIHAT PELUANG YANG ADA DAN TETAP BERPENGHARAPAN YANG POSITIF.

Comments on: "EMPAT ORANG KUSTA YANG TETAP BERPENGHARAPAN" (2)

  1. Terima kasih🎅👍😁😊😁😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: