'manusia hidup bukan dari roti saja…'

KUNCI SUKSES 2011

PA dengan cik Anie, 27 Desember 2010

Mazmur 90: 1-17

Ayat 1: doa Musa, abdi Allah

Mazmur ini berisi tentang sebuah Doa, dari seorang hamba Tuhan yang sangat intim dengan Tuhan, sehingga Tuhan pun menyatakannya dalam Bilangan 12: 6-7 bahwa Tuhan berbicara pada Musa dengan cara terus terang dan berhadap-hadapan tidak seperti pada nabi lainnya yang melalui mimpi dan pengelihatan.

Musa memperkalkan diri bukan sebagai:

– Putra Kerajaan

– Pemimpin bangsa Israel

– Dll

Melainkan ia memperkenalkan diri sebagai ABDI ALLAH, pelayan Tuhan, jongosnya Tuhan

Kebanggaan Musa adalah kalau dia disebut sebagai Abdi Allah, bukan disebut sebagai anak putrid Firaun

Ibrani 11: 24 Karena iman , maka Musa setelah dewasa menolak disebut anak putrid Firaun, karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah daripada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa, Ia menganggap penghinaan karna Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar daripada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah. Karena iman ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja, ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan.

Rhema : kita harus bangga menjadi Abdi Allah, karna saat kita menjadi Abdi Allah kita dipercaya menjadi rekan sekerjanya Allah.

I Kor 3: 9

Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.

Mazmur 90 kita bagi menjadi 4 bagian:

Bagian I: ayat 1-2

Bagian II ; ayat 3-6

Bagian III; ayat 7-12

Bagian IV ; ayat 13-17

Bagian I

Di bagian ini, Musa mengenal Tuhan sebagai tempat perteduhan. Tempat perteduhan itu menggambarkan:

* Tempat yang aman, rindang, nyaman,

* Tempat melepas lelah, beristirahat

* Tempat berlindung dari terik matahari

* Tempat bermalam

* Tempat bernaung

* Sumber makanan, dll

Pernahkah kita membayangkan bahwa perjalanan hidup kita bagaikan seorang musafir yang kelelahan dan membutuhkan pohon rindang untuk berteduh. Tuhan bagaikan pohon perteduhan kita.

Tempat perteduhan ini bukan hanya untuk kita saja, tetapi juga untuk keturunan kita turun temurun. Itu artinya hubungan yang indah dengan Tuhan sebagai tempat perteduhan itu adalah warisan yang sangat berharga untuk anak cucu kita.

Warisan itu bukan hanya tanah, rumah, perhiasan, tabungan, harta benda….tetapi warisan itu juga bisa berupa…teladan orang tua yang takut akan Tuhan, yang menjadikan Tuhan sebagai tempat perteduhan.

Contoh : orang Tua yang terbiasa, ketika ada masalah, berlari dan berlindung pada Tuhan dalam doa dan ibadahnya, maka hal itu akan diwariskan pada anak-anaknya kelak ketika mereka dewasa,d an orang tua mereka sudah meninggal, mereka juga akan melakukan hal yang sama, yaitu ketika terhimpit masalah, berlari dan berlindung pada TUHAN , bukannya ke DUKUN.

Ayat 2. Mengapa perteduhan kita ditujukan pada Tuhan? Karna sudah terbukti dari Kekal ( dunia belum dijadikan) sampai kekal (dunia lenyap) Tuhan itu adalah ALLAH. Jadi kita mempunyai tempat perteduhan yang benar, bukan yang palsu.

Kalau berharap /berteduh pada uang, harta, keluarga, pemerintah, jabatan, dukun, paranormal, dll, pasti akan kecewa.

Bagian II

Ayat 3.

Manusia sangat takut menghadapi kematian. Tetapi kematian manusia di tangan Tuhan hanyalah perkara kehendak Tuhan yang menentukan dan sebatas ucapan-Nya saja “Kembalilah hai anak-anak manusia” . Kalau Tuhan sudah memerintahkan untuk kembali, sekaya apapun dia, sehebat apapun dia, seterkenal apapun dia, semahal apapun obatnya, semewah apapun rumahsakitnya, sepintar apapun otaknya…..ya jatahnya mati, ya mati.

Ayat 4

Dimata Tuhan, seribu tahun sama seperti hari kemarin apabila berlalu atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam (tidak sampai 24 jam)

Itu artinya, dimensi waktu dimata Tuhan , tidak sama dengan dimensi waktu di mata manusia. Tuhan tidak dibatasi oleh detik, menit, jam, siang, malam, hari, bulan, tahun, windu, dekade, abad, zaman.

Yang bagi manusia lama, bisa saja di mata Tuhan hanya sebentar/ sekejab.

Dalam kemahatahuan Tuhan, Tuhan sudah dapat membayngkan jalan kehidupan kita mungkin dalam hitungan detik saja, padahal kita saja melaluinya terasa lamaaaaaaaaa sekali dari lahir sampai mati.

Ayat 5-6

Engkau menghanyutkan manusia…..: misalnya daun yang hanyut di sungai…dalam hitungan detik saja, sudah menghilang. Contoh lain: sunami aceh, hanya hitungan menit, kota bisa hancur

Ayat ini artinya, hidup kita singkat di mata Tuhan

Mereka seperti mimpi: mimpi hanya terjadi sebentar dan tidak ada siaran ulangan, begitulah digambarkan kehidupan kita yang hanya sebentar saja dan tidak ada kesempatan ke dua ( seperti yang dipercayai kepercayaan yang menganut reinkarnasi)

Digambarkan seperti rumput yang pagi berkembang, sore layu, nggak sampai 24 jam lho !!

Ayat 3-6 disimpulkan bahwa hidup manusia itu hanya sekejap/ dan sangat singkat,dan tidak dapat diulangi

Bagian ke III

Ayat 7-12

Di bagian III ini, memperkenalkan Tuhan dari sisi lain dari bagian I (kalau bagian I Tuhan dikenal sebagai tempat perteduhan) sedangkan di bagian III ini Dia juga adalah Allah yang murka, ada beberapa pengulangan kata yang mirip;

Ayat 7 murka, kehangatan amarah-MU

Ayat 9 gemas-Mu

Ayat 11 kekuatan murka-MU

Gemas-Mu

Murka ditulis 2 kali, gemas ditulis 2 kali, amarah ditulis 1 kali.

Apa yang menyebabkan Tuhan murka/marah/gemas?

* Kesalahan –kesalahan kita

* Menyembunyikan dosa

* Banyak mengeluh/ tidak mengucap syukur

Hal-hal itu mengakibatkan kita mengalami:

* Kesukaran dan

* Penderitaan

Kesimpulan bagian III ada di ayat 12

Supaya kita tidak mengalami murka Tuhan, akibat dari dosa dan kesalahan kita, serta persungutan kita, yang menyebabkan hidup kita dipenuhi kesukaran dan penderitaan, Musa memperingatkan kita untuk:

* Menghitung hari-hari kita sedemikian

* Sehingga kita beroleh hati yang bijaksana.

Menghitung hari artinya:

1. belajar dari kesalahan di masa lalu, jangan diulangi lagi di sisa waktu hidup kita yang akan datang

2. memakai waktu yang ada di masa sekarang untuk berbuat baik, harus lebih baik dari kemarin, sehingga kita dihindarkan dari MURKA TUHAN.

3. hari esok, harus diraih yang lebih baik lagi dari hari ini, menjadikan Tuhan sebagai tempat perteduhan, sehingga hari esok dipenuhi oleh anak cucu yang takut akan TUHAN

4. menjalani setiap detik kehidupan dengan bijaksana, sehingga tidak menyesal di kemudian hari

bagian IV

ayat 13-17

kembalilah ya Tuhan….dan sayangilah hamba-hamba-Mu artinya

Kemurkaan Tuhan itu tidak terus-menerus….ada saatnya Dia kembali menyayangi umat-Nya

Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu

Bagian IV mengedepankan profil Tuhan sebagai Pengasih (berbeda dengan bagian III, Tuhan yang murka)

Hidup kita akan kenyang kalau di pagi hari- kita mencari wajah TUHAN, menyembah TUHAN, bersekutu dengan TUHAN, jangan pagi hari:

* bersungut-sungut

* sibuk dengan target pekerjaan

* marah-marah

* baca Koran

* lihat brita

doa dulu baru baca Koran, dll

ayat 14, hal inilah yang menjadi kunci hidup yang bahagia, sukacita, bersorak-sorai sepanjang hari, yaitu dengan mengawali setiap hari dengan bersekutu dengan TUHAN

ayat 15, maksudnya seimbang di sini bukannya sama waktu yang diperlukan untuk alami penindasan dan alami sukacita dari TUHAN. Bukan itu !!

Seimbang di sini maksudnya:

Ya kalau kita itu hidup bergelimangan dosa, kita selayaknyalah mendapat murka TUHAN

Tetapi, keseimbangannya adalah; sudah selayaknyalah kita diberi sukacita ooleh TUHAN apabila kita sudah memilih hidup bijaksana dengan hari-hari kita, yang mengawali hari dengan bersekutu dengan Tuhan dan tidak mengisi hidup dengan sembrono.

Tuhan itu fair / adil/ tidak pernah curang, ada hokum tabur dan tuai.

Kalau di bagian III, hasil dari dosa adalah murka Tuhan yang menyebabkan kesukaran dan penderitaan, berbeda dengan bagian IV, dimana apabila kita menjalani hidup dengan bijaksana, kita akan alami kasih sayang Tuhan yang menghasilkan:………….

Apa hasilnya kalau kita hidup dengan bijaksana dengan waktu yang ada:

* Sukacita ( 15)

* Perbuatan Tuhan yang dinyatakan atas kita / mujizat ( 16)

* Anak-anak kita akan alami semarak Tuhan / kebesaran TUHAN ( 16)

* Ada kemurahan tangan TUHAN /’ jadi orang yang selalu mujur ( 17)

* Perbutan tangan kita diteguhkan TUHAN (diulang sampai 2 X) ….apa pun yang dilakukan pasti berhasil ( Ay 17)

Kesimpulan:

Mari hidup di 2011 dengan bijaksana, tinggalkan dosa masa lalu, hiduplah dalam kekudusan, lebih intim lagi dengan TUHAN, tambah jam doa dan saat teduh !!

Maka kita akan alami keadilan TUHAN dan alami Tuhan sebagai tempat perteduhan.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: