'manusia hidup bukan dari roti saja…'

Perenungan Sel Immanuel, Medio Jan 2006

Pemimpin Mencetak Pemimpin

Keberhasilan seorang pepimpin adalah jika pemimpin tersebut berhasil mencetak pemimpin.
Salah satu buah hidup kita adalah jika kita berhasil melanjutkan apa yang telah Tuhan percayakan kepada kita kepada orang lain, sehingga orang yang kita latih tersebut sanggup melatih orang lain lagi sama seperti kita telah melatih dia. Baca: II Tim 2:2
Gereja yang kuat adalah gereja yang berhasil mencetak pemimpin yang sanggup melahirkan pemimpin, pada akhirnya setiap orang akan dipimpin dan memimpin.
Rantai ini tidak boleh putus. Terus berantai sampai kekekalan.

Ilustrasi Bagan
Daud
Pada jaman Daud, hanya Daud seorang yang berani melawan raksasa Goliad, karena pada jaman itu Saul sendiri sebagai pemimpin tidak berani berperang ((I Sam 17)
Tetapi pada jaman kepemimpinan Daud berbeda, Daud berhasil mencetak pahlawan-pahlawan, dia melatih orang-orangnya yang tadinya berlatar-belakang orang-orang yang gagal, sampah masyarakat, I Sam 22:1-2 menjadi para prajurit yang sanggup mengalahkan raksasa-raksasa, II Samuel 21:16-22. Jadi pada jaman Daud, bukan hanya Daud saja yang sanggup melawan raksasa, melainkan Daud dan orang-orangnya.
Daud berhasil melatih Salomo untuk meneruskan management musik gereja yang telah diaturnya, sehingga pada jaman Salomo, apa pun yang telah ditetapkan di jaman Daud, tetap dilaksanakan dengan rapi an baik, bahkan sampai jaman orang Israel pulang dari pembuangan, mereka tetap melaksanakan management musik gereja yang telah ditetapkan Daud dan Salomo (Neh 12:45)

Abraham
Abram melatih orang-orang yang lahir di rumahnya, sejumlah 318 orang banyaknya, mengejar musuh-musuh yang menawan Lot, sanaknya.
Abram melatih anak-anak kecil, anak-anak pegawainya yang terus bertumbuh beranjak remaja dan dewasa di rumahnya dan menjadikan mereka pahlawan-pahlawan. Kej 14:14

Musa
Musa adalah orang yang sangat diurapi, namun dalam hal kepemimpinan yang menyangkut pendelegasian tugas atau dalam hal melatih orang lain menjadi pemimpin dia lemah, tetapi Musa memiliki kerendahan hati sehingga mau mendengarkan dan menuruti nasehat mertuanya Yitro, Kel 18:21. Musa belajar melatih pemimpin-pemimpin, dan salah satu dari pemimpin-pemimpin yang dilatihnya ternyata ada yang jadi penerusnya, yaitu Yosua atau Hosea bin Nun (Bil 13:8,16; Kel 24:13; Kel 33:11, Bil 11:28) Pemberian nama yang special atas Hosea bin Nun menjadi Yosua adalah suatu bentuk hubungan pelatihan yang special antara Musa kepada Hosea.. Hosea artinya ‘keselamatan’, sedang Yosua artinya ‘Tuhan adalah Keselamatan’. Musa melatih Hosea yang tadinya mengandalakan kepada ‘aku’ menjadi Yosua yang mengandalkan kepada Tuhan sebagai Penyelamat. Si ‘aku’ yang minder selalu membutuhkan kata-kata penguatan dari Musa, Tuhan, bahkan dari orang-orang yang dipimpinnya (Ul 31:7-8, Yos 1:6,7,9, 18), harus didorong dan dilatih agar menjadi Yosua yang salalu mengandalakan penyertaan Tuhan. Mulai menjadi hamba, pemimpin suku, memimpin peperangan melawan amalek (Kel 17:8), menjadi pengintai, sampai memimpin umat Israel masuk ke tanah Kanaan. Sampai akhir hayat Yosua, Yosua menjadi pemimpin yang luar biasa, karna telah dilatih mengandalkan Tuhan.

Elia melatih Elisa

Tuhan Yesus melatih ke-12 muridnya dan akhirnya 1 diantara mereka yaitu Petrus, menjadi pemimpin para rasul. Dia tidak hanya memperlihatkan kepada mereka perkara mujijat, tetapi juga melatih mereka pergi berdua-dua untuk mengabarkan injil, mengusir setan dan menyembuhkan berbagai penyakit. (Mrk 6:7, Lk 10:1)

Paulus melatih Titus dan Timotius

Daftar ini bisa sangat panjang.

Penerapan
1. Kita semua adalah pemimpin. Jangan menjadi pemimpin tunggal yang melatih orang hanya menjadi pesuruh, tetapi jadi pemimpin yang melatih orang menjadi pemimpin
2. Temukan kecakapan dasar yang harus dimiliki seorang pemimpin rohani (berdoa, membaca Firman Tuhan, berpuasa, memuji dan menyembah Tuhan, menginjil, perpuluhan, melayani dengan banyak jenis pelayanan, mis: berdoa untuk si sakit, menghibur, bernubuat, memberi, dll) Tanyakan kepada gembala hal-hal apa saja yang specific/ ciri khusus/ untuk jemaat kita. Tentukan sebuah program bersama
3. Belajarlah dari Pemimpin Anda
4. Temukan satu orang saja yang akan kita latih untuk mendapatkan kecakapan dasar tersebut, jangan sekaligus, tetapi bertahap dari kecakapan satu menuju kepada kecakapan berikutnya
5. Jangan berhenti sampai di situ, bimbing dia sampai dia cakap melatih orang lainnya lagi/ cucu rohani.
6. Melatih artinya :
• mejadikan bahan latihan sebagai gaya hidup si pemimpin
• memberi teladan/ praktek langsung
• mendorong orang yang dilatih untuk praktek
• menemani, dan mengevaluasi dan terus memantau perkembangannya.
7. Ada baiknya jika disesuaikan dengan VISI dan MISI gereja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: