'manusia hidup bukan dari roti saja…'

Anak Panah, Kharisma medio 2006. Disusun oleh Susan Grace H. S, S.MG
Belajar dari Kepemimpinan Nehemia
(disusun oleh Susan Grace, Pro-M Bethany Madiun, 24 Nopember 2007)

Nahemia adalah tokoh yang kita pilih, pastikan bahwa selama pembahasan ini kitab Nehemia jadi teks book kita!

Latar Belakang Kitab:
Kitab Nehemia ditulis oleh Nehemia. Kitab Nehemia termasuk kitab sejarah, dimana pada jaman Nehemia, bangsa Israel ada dalam masa pembuangan di Babel. Nehemia dipakai dan dipilih Tuhan untuk memimpin pembangunan kembali tembok Yerusalem yang telah roboh.

Definisi Pemimpin
Pemimpin adalah seorang yang membawa orang orang yang dipimpinnya menuju suatu tujuan/ goal/sasaran sampai goal atau sasaran tersebut tercapai

Ilustrasi (Gambar 1)

Tujuan /Visi : Pulau
Motivasi/Dedikasi : Angin
Missi : Kapal

Misi tanpa Visi bagaikan berlayar tanpa tujuan. Visi tanpa misi bagaikan mimpi, Misi dan visi tanpa motivasi yang tepat akan tersesat menuju sasaran yang salah. Hasil tercapai hanya apabila ada Visi yang jelas, motivasi yang tepat, dan misi yang strategis. Tanpa ketiga hal ini semua aspek hidup kita sia- sia, kita hanya akan berputar-putar tanpa arah, tujuan, alasan, dan hasil.

VISI

Tetapkan Visi atau sasaran.
Visi dapat dijabarkan.
Visi yang benar, pada akhir periode dapat diukur/dievaluasi.
Visi yang benar adalah Visi yang dari Tuhan.
Visi harus ditularkan ke setiap orang yang kita pimpin, tanpa itu kita tidak mungkin dapat bergerak kearah/ goal/sasaran yang sama. Dengan kata lain Visi harus ditularkan dan diseragamkan

Misalnya tahun 2005 adalah tahun pengaktifan karunia, maka di akhir tahun harus dapat diukur, berapa persen jemaat yang dulunya pasif tetapi dalam sepanjang tahun, karunianya diaktifkan. Prosentasi jemaat yang dulunya pasif menjadi aktif dalam menggunakan karunia dibandingkan dengan jumlah jemaat secara keseluruhan akan dapat menjadi ukuran keberhasilan atau kegagalan visi tersebut.
Misalnya tahun 2006 mempunyai visi Tahun Doa dan Firman, maka pada akhir tahun harus dapat diukur, misalnya dengan jumlah pengunjung menara doa, jumlah regu doa, hasil laporan pembacaan Alkitab setahun, kuis penghafalan ayat alkitab atau kegiatan-kegiatan lainnya yang memacu jemaat lebih banyak berdoa dan membaca Firman, dengan setiap komponen penunjang, berapa persen keberhasilan atau kegagalan visi dapat diukur.
Visi yang tepat seharusnya di dalamnya sudah termasuk angka pengukurannya, misalnya:

Visi : Sampai tak satu pun tidak melayani
Tiap jemaat mengenal karunianya dan melayani Tuhan
Visi ini mengandung angka pengukuran: tiap jemaat. Berarti di akhir tahun jika jumlah jemaat 100 jiwa, dan orang yang terlibat pelayanan 100 jiwa itu berarti pencapaian visi 100 %

Visi : 11111
1 orang dalam 1 hari berdoa 1 jam, dalam 1 tahun mnyelesaikan pembacaan 1 Alkitab

Visi Nehemia:
Mengusahakan kesejahteraan orang Israel (Neh 2:10 c)
Membangun kembali tembok Yerusalem Neh 2: 5c
Angka pengukuran keberhasilan atau kegagalan :
Nehemia 6:15 Pembangunan tembok selesai dalam waktu 25 hari. Ini termasuk angka fantastis, karna membuat musuh-musuh yang tadinya menyatakan tidak mungkin visi itu tercapai, menjadi malu. Visi Nehemia tercapai. 100 %
Motifasi/Dedikasi

Motifasi adalah sesuatu yang mendorong kita mencapai sebuah sasaran/visi.
Tanpa motifasi yang benar kita tidak mungkin akan bertahan
dalam banyak tantangan menuju tercapainya visi.
Motovasi harus menjadi pendorong bukan hanya pemimpin, tetapi menjadi pendorong semua orang yang dipimpin, sehingga pemimpin tidak perlu ‘kepayahan’.
Pemimpin harus dapat memotifasi anggota dengan motifasi yang sama
yang telah diterimanya dari Tuhan.
Motivasi akan ‘menghantui’ kita atau semacam sesuatu yang ‘membakar’ kita, motivasi akan terus ‘mengganggu’ tidur nyenyak kita, sampai visi tercapai.
Motifasi dapat hilang di tengah jalan, jika tidak terus dijaga agar tetap hidup.

Motifasi yang salah bisanya adalah:
• Iseng, hanya mengisi waktu,
• Untuk tercapainya gengsi, prestise
• Untuk tercapainya ambisi pribadi/ambisi khusus
• Untuk tercapainya keuntungan pribadi

Motofasi yang benar adalah:
• Taat pada kehendak Tuhan, menyenangkan hati Tuhan. Kol 3:23
• Mencapai Visi ilahi, amanat agung, Mat 28:18-20
• Melaksanakan misi kusus yang telah Tuhan tetapkan menjadi bagian kita. Taat.

Hal ini berlaku untuk bidang apa pun juga, dimana pun Tuhan menempatkan kita, apa pun pekerjaan/profesi kita, siapa pun orang-orang di sekitar kita, motifasi kita tetap sema, yaitu: taat dan meyenangkan hati Tuhan, jadi saksi dan terang Tuhan, melaksanakan amanat agung. Namun motivasi tersebut terlalu umum, kita dapat menjabarkan dengan lebih spesifik ke tiap bidang visi kita.

Motivasi Nehemia:
Empati /belaskasihan terhadap nasib bangsanya. Menangis, Berkabung, berpuasa, berdoa. (Neh 1:3-4, 2:1-2), padahal sebelumnya belum pernah bersedih di hadapan raja. Motivasi inilah, belaskasihan ilahi inilah, empati inilah yang menyemangati Nehemia terus melaksanakan misi menuju tercapainya visi, sekalipun banyak tantangan.

Misi

Misi adalah sesuatu yang kita kerjakan atau kita lakukan untuk tercapainya sebuah Visi.
Misi ini hanya dapat tercapai jika kita mempunyai strategi kepemimpinan yang tepat.
Tidak seperti Visi dan Dedikasi yang harus dimiliki oleh setiap orang,
baik pemimpin maupun yang dipimpin,
misi banyak tergantung pada pribadi pemimpin.
Pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang mampu menularkan visi, memotivasi, dan menerapkan strategi kepemimpinan yang tepat, tidak perduli siapa pun orang yang dipimpinnya.
Tercapai tidaknya sebuah Visi, banyak dipengaruhi oleh pribadi pemimpin
dan strategi yang dipakainya dalam memimpin.

Ada 4 Prinsip Strategi Kepemimpinan yang sangat mendasar dan menjadi kerangka kepemimpinan yang efektif, yaitu:
1. Perencanaan
2. Pengorganisasian/Pendelegasian
3. Gaya Kepemimpinan
4. Pengevaluasian

Misi Nehemia:
Menggunakan seluruh potensi kepemimpinannya dalam aspek perencanaan, pengorganisasian, gaya kepemimpinan dan pengevaluasian untuk mencapai visi/ sasaran

Rencana, Delegasi, Cara Memimpin dan Evaluasi kita singkat menjadi RESICARE, dan juga agar mudah diingat. Dengan cara ini semua pertanyaan mengenai 5 W + 1 H (What, when, who, where, why and How) akan terjawab

Perencanaan

Perencanaan adalah sesuatu langkah-langkah yang dipersiapkan demi tercapinya sebuah Visi
Perencanaan biasanya lebih mendetai daripada visi, berupa penjabaran.
Perencanaan disusun secara terstruktur dan kronologis,
sebuah langkah sangat mempengaruhi langkah sesudahnya,
dan langkah sekarang banyak dipengaruhi langkah sebelumnya.
Perencanaan disusun dalam jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek.
Perencanaan disusun dengan tuntunan Tuhan (7:5).
Seorang pemimpin harus memaparkan rencana yang telah disusunnya kepada tiap orang yang dipimpinnya, tentu saja setelah visi dan dedikasi disuntikkan.
Orang yang mendapat visi dan motivasi adalah orang yang berkata “saya siap melaksanakan tugas, karna saya telah sepakat”

Nehemia mendengar kabar tentang keterpurukan bangsa dan kota Yerusalem pada bulan Kislew tahun ke dua puluh (Neh 1:1) Saat itu juga Nehemia mendapat Visi dan Dedikasi
Nehemia masuk ke dalam Misi, yang pertama dilakukan Nehemia adalah RE – rencana/planning.
Pada bulan Nisan, tahun yang sama, saat waktu Tuhan tiba, Nehemia sudah siap dengan segala rencananya, kalau tidak demikian, tentulah ia tidak dapat memberi jawab secara mendadak kepada raja. Nehemia 2:1-8

Rencana Pribadi Nahemia Tahap I
1. Mendapatkan wewenang/pengutusan dari Raja (Neh 2:5)
2. Mendapat masa cuti dari Raja
3. Mendapatkan surat jalan
4. Mendapat fasilitas kayu untuk balok pintu dan
5. Mendapat fasilitas rumah kayu sementara untuk tinggal di Yerusalem

Yang diberikan raja selain 5 hal tersebut juga adalah pengawalan perjalanan oleh panglima perang dan orang berkuda (Neh 2:9-10)

Rencana Nehemia Tahap ke II
1. Penyelidikan lapangan tentang kerusakan tembok (2:11-15)
Penyelidikan ini bersifat rahasia
2. Baru setelah masa orientasi /penyelidikan selesai, Nehemia membagi Visi dan membangun motivasi dengan cara bersaksi tentang kemurahan tangan Tuhan, sampai para imam, para pemuka, para penguasa, dan para petugas lainnya itu berkata “Kami siap membangun” (2:17-18)
3. Dalam tahap ini dapat dikatakan “telah siap” (2:20)
4. Memulai Pembangunan (2:18 c)

Tahap-tahap pembangunan fisik:
1. Memperbaiki kerusakan kerusakan (3:31-32)
2. Membangun tembok sampai setengah tinggi dan sampai ujung-ujungnya bertemu (4:6)
3. menyelesaikan pembangunan tembok sampai tidak ada lagi lobang (6:1)
4. Memasang pintu-pintu (7:1)
5. Pentahbisan Tembok Yerusalem (12:27)

Tahap-tahap Pembangunan Kota/Perumahan Penduduk
1. Mencatat silsilah (Neh 7:5)
2. Mengumpulkan dana dari berbagai sumber (7:70-72) untuk membangun perumahan

Tahap Pemulihan Rohani
Setelah semua orang menetap di tempatnya masing-masing, Nehemia masuk dalam Pembangunan Rohani (Neh 8:1-dst)
1. Membaca taurat Tuhan
2. Merayakan hari raya pondok daun
3. Hari puasa Nasional dan pengakuan dosa bangsa
4. Menetapkan hati dan menandatangani piagam perjanjian untuk mengikuti dan melakukan segala perintah Tuhan, menetapkan diri untuk mentaati segala jenis persembahan sesuai dengan taurat Tuhan
5. Mengembalikan posisi orang Lewi pada posisi semula, hidup dari perpuluhan umat Tuhan (12:44)

Tahap Pemulihan Politik
1. Memilih Kepala Propinsi/Gubenur (11:1-2) dengan cara undian

Pendelegasian

Pendelegasian adalah pembagian tugas, atau penyerahan wewenang,
atau pemberian kepercayaan kepada orang-orang yang terpilih dan terpercaya
demi terpapainya sebuah Visi/goal/sasaran.
Pendelegasian akan memudahkan tercapainya sebuah sasaran/visi/goal,
tanpa pendelegasian tugas, seorang pemimpin akan menjadi one man show,
kapasitas pemimpin yang terbatas akan sampai pada batas-batas tertentu.
Pendelegasian tugas membutuhkan ketajaman seorang pemimpin untuk menempatkan seseorang sesuai dengan kapasitas, bakat dan minat orang tersebut:
the right man in the right place.
Ini dibutuhkan pengenalan yang tajam terhadap orang-orang yang dipimpin. Pendelegasian tugas tidak mungkin dilakukan tanpa melalui proses perencanaan.
Pendelegasian tugas yang tepat adalah yang dituntun oleh Tuhan.

Nehemia melakukan pendelegasian tugas (3:1-32)
Nehemia mendelegasikan dengan sangat terperinci, a.l dengan
menetapkan Siapa dengan Tugas Apa ,start dari pintu gerbang domba dan finish di pintu gerbang domba. Dari mana Nehemia dapat membagi tugas dengan terperinc? Itu semua di dapat dari masa perencanaan dimana dia dengan diam-diam mengadakan penyelidikan dan tentunya mencatat hal-hal apa dan di titik-titik mana saja perbaikan perlu dilakukan, dan siapa saja yang terdekat dengan titik-titik tersebut.

Dalam perkembangan melaksanakan pembangunan tembok, ternyata ada tantangan dari orang-orang luar yang membenci pekerjaan tersebut. Nehemia pasal 4

Nehemia meluncurkan pendelegasian yang disesuaikan dengan situasi tersebut (Neh 4:16-23)
1. Sebagian melakukan pekerjaan pembangunan, berikatkan pedang pada pinggangnya
2. sebagian memegang tombak, perisai, panah dan mengenakan baju zirah
3. para pemimpin berdiri di belakang para pembangun
4. orang-orang yang memikul dan mengangkut (Kenek/laden) melakukan hanya dengan satu tangan sementara tangan lainnya memegang senjata
5. Nehemia didampingi peniup sangkakala/ sirine perang.
6. Setiap orang sambil membangun, waspada mendengar suara sangkakala jika ada bahaya
7. Ada yang khusus memegang tombak berjaga-jaga
8. Nehemia dan orang-orangnya berjaga-jaga non stop, tiap orang memegang senjata di tangan kanan.

Setelah tembok telah selesai terbangun, Nehemia mendelegasikan tugas dengan mengangkat :
1. penunggu pintu gerbang, para penyanyi dan orang lewi (Neh 7:1)
2. pengawas atas Yerusalem, yaitu Hanani dan Hananya. Mereka terpilih karena dapat dipercaya dan takut akan Allah lebih daripada orang-orang lain (memiliki integritas) (7:2) Mereka mendapat wewenang untuk membuka atau menutup pintu gerbang, menempatkan dan memilih penjaga di tiap2 pos-pos penjagaan, yang diambil dari penduduk.
3. Orang-orang yang tidak jelas diangkat menjadi pengawas bilik-bilik perbendaharaan (12:44), akibatnya sumbangan untuk orang Lewi dikorupsi (13:10), Nehemia akhirnya menunjuk orang orang yang jelas-jelas terbukti kesetiaannya (memiliki integritas) yaitu Imam Zelemya dan Zadok (ahli kitab), Pedaya seorang Lewi, dibantu oleh Hanan (13:13)

Kepemimpinan

Karakter sorang pemimpin sangat menentukan gaya kepemimpinannya.
Alkitab mempuyai standart yang wajib dimiliki seorang pemimpin.

Karakter Kepemimpinan Nehemia, Karakter Kepribadian Nehemia:
1. Membangun motivasi orang yang patah semangat, dimulai dari pengenalan dan pergaulan dengan Pribadi Allah (4:14)
1. Rela ikut terjun, rela ikut susah-susah, mau bayar harga, (Neh 4:23, )
2. Peka situasi (Neh 5:6)
3. Berpikir masak-masak, bertindak tidak dikendalikan oleh emosi semata (5:7)
4. Tegas (5:8)
5. Mau memulai untuk memberi teladan (Neh 5:10)
6. Membangun motivasi dengan menyepakati komitmen bersama (5:13)
7. takut akan Allah, tidak mencari keuntungan pribadi dengan cara yang tidak halal (Neh 5:15) Percaya bahwa Allah sumber segala sumber berkat (5:19)
8. Kebal intimedasi dan nubuatan palsu (Neh 6:1-14) untuk dapat seperti inidibutuhkan kepekaan rohani.
9. Mampu memilih orang orang dengan kriteria dan standart tertentu (7:2) Hal ini membutuhkan kepekaan rohani dan pengenalah interpersonal yang dalam.
10. Pernah salah memilih orang, tetapi kemudaian belajar dari kesalahan (Neh 12:44, 13:10, 13:13)
11. Meluruskan segala bentuk penyelewengan tentang korupsi (13:1-12) penyelewengan tentang pengelolaan perpuluhan (13:10-13), penyelewengan tentang kekudusan hari sabat (13:15-22), penyelewengan tentang kekudusan pernikahan (13:23-31)
12. Membangun aspek pembangunan tembok kota, rumah penduduk, kerohanian rakyat, pemulihan politik dan pemulihan pelayanan di rumah Tuhan. Artinya Nehemia memperlengkapi diri dengan berbagai bidang kecerdasan yang diperlukan oleh seorang pemimpin.

Bagaimana Kepemimpinan Nehemia saat menghadapi kendala-kendala:
1. Cemoohan dari orang luar, bukan ditujukan kepada kita melainkan kepada Tuhan (Neh 4:4-5)
Membangun dengan segenap hati, tanpa visi motifasi yang kuat, intimidasi
bisa membuat semangat membangun hancur
2. Kemarahan dan persepakatan gelap (Neh 4:7-9)
Doa dan berjaga-jaga menjadi solusinya
3. Musuh merencanakan serangan (4:10-12)
Membangun kekuatan elemen dasar, yaitu Keluarga, dan mempersenjatai tiap kaum keluarga dengan Pedang (Pedang Roh yaitu Firman Allah)
Memotifasi para kepala keluarga dengan mengingatkan mereka akan Tuhan yang dashat dan maha besar. Mengubah strategi pendelegasian tugas

Syarat Diaken/ Pemimpin Versi I Tim 3:8-13
• Terhormat
• Tidak bercabang lidah
• Tidak penggemar anggur
• Tidak serakah
• Memelihara rahasia iman dalam hati nurani yang suci
• Teruji tidak bercacat dalam pelayanan
• Beristrikan orang terhormat, tidap pemfitnah, dapat menahan diri dan dapat dipercayai dalam segala hal
• Suami dari satu istri, mengurus anak-anak dan keluarganya dengan baik
• Karena kesaksian hidupnya dapat bersaksi dengan leluasa

Syarat-syarat Penilik Jemaat versi I Tim 3:1-7
• Tidak bercacat
• Suami dari satu istri
• Dapat menahan diri
• Bijaksana
• Sopan
• Suka memberi tumpangan
• Cakap mengajar orang
• Bukan peminum
• Mukan pemarah melainkan peramah
• Pendamai
• Bukan hamba uang
• Kepala keluarga yang baik disegani dan dihormati oleh anak-anaknya
• Jangan petobat baru
• Punya nama baik (integritas) di luar jemaat

Gaya Kepemimpinan:

Seorang pemimpin perlu memilih gaya yang sesuai dengan orang-orang yang dipimpinnya

Kepada orang yang Dominan,
• cukup memberi target waktu, tugas pasti selesai, karna sangat inisiator
• namun demikian orang dominan perlu mendapat penjelasan mengenai batas kewenangan
• suka keteusterangan dari pemimpin

Kepada orang yang Intim,
• perlu pendekatan personal,
• orang intim perlu dimotivasi sampai muncul mood yang baik
• orang intim sangat membutuhkan suasana hati yang enak dalam bekerja
• suka dorongan atau empati dari pemimpin
• jika ada kecocokan hati, tidak segan-segan menjadi fasilitator

0.Kepada orang stabil
• perlu dorongan yang kuat, terkadang perintah yang tegas
• perlu pengawasan yang ketat
• perlu arahan yang amat detail
• jika pemimpin mau telaten/tekun, orang stabil dapat menjadi pekerja

Kepada orang Cermat
• perlu penjelasan dan arahan yang jelas, apa, bagaimana, mengapa, dengan siapa, kapan, dll
• perlu irama yang jelas dan schedule yang jelas, tidak suka arahan langkah demi langkah, melainkan suka mengetahui yang detail dan finishnya di mana
• juru kritik yang hebat
• pemimpin harus mendiskusikan dengan cermat arahannya sampai si cermat merasa puas dan akan bekerja dengan baik

Evaluasi

Evasluasi sangat penting,
dengan evaluasi kita dapat melihat sejauh mana visi kita dapat tercapai,
dan kendala-kendala apa saja yang kita hadapi dalam mencapai visi,
bagaimana gaya kepemimpinan kita, sudah tepatkah orang-orang yang kita pilih, dlsb
Evaluasi yang terbaik adalah memberi diri dan area kepemimpinan kita dievaluasi oleh Tuhan

Pengevaluasian Nehemia:
Meluruskan segala bentuk penyelewengan tentang korupsi (13:1-12)
penyelewengan tentang pengelolaan perpuluhan (13:10-13),
penyelewengan tentang kekudusan hari sabat (13:15-22), penyelewengan tentang kekudusan pernikahan (13:23-31)
Orang-orang yang tidak jelas diangkat menjadi pengawas bilik-bilik perbendaharaan (12:44), akibatnya sumbangan untuk orang Lewi dikorupsi (13:10), Nehemia akhirnya menunjuk orang orang yang jelas-jelas terbukti kesetiaannya (memiliki integritas) yaitu Imam Zelemya dan Zadok (ahli kitab), Pedaya seorang Lewi, dibantu oleh Hanan (13:13)
Penutup:
Jadilah pemimpin-pemimpin yang dasyat ! Dunia harus dipimpin oleh orang-orang yang takut akan Tuhan, siapkan dirimu menjadi pemimpin yang handal, dunia, gereja, kota, dan bangsa ini menantimu !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: