'manusia hidup bukan dari roti saja…'

Sel Anak Panah, Medio Januari 2006 Kalinegoro, charisma.

Yang Utama yang Pertama
(disusun oleh Susan Grace, Pro M, medio 24 Nopember 2007)

Wacana :
Kehidupan kita digerakkan oleh sesuatu yang sangat mendominasi hidup kita. Sesuatu yang menggerakkan itu bisa berupa sebuah masalah, suatu tekanan, suatu target, ingatan yang menyedihkan, ketakutan yang menghantui, keyakinan yang tidak disadari, rasa bersalah, kebencian dan kemarahan, uang dan materialisme,kebutuhanakan pengakuan, cinta, tekanan dari orang lain, dan banyak lagi lainnya.
Menjadi perenungan kita, apa sebenarnya yang selama ini menjadi tujuan hidup kita? (Yes 43:7)
Apa yang selama ini menggerakkan kehidupan kita? (I Yohanes 2:17)

Tujuan Hidup Kita
Tujuan hidup kita ada dalam Yes 43:7
Bagaimana cara memuliakan Nama-Nya? Dengan mengikuti kehendak-Nya

Yang Menggerakkan Hidup Kita
Yang menggerakkan hidup kita adalah MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH
• Mat 7:21Orang-orang yang tidak mencapai tujuan hidup yang benar dan tidak digerakkan oleh penggerak yang benar akan mencapai kegagalan bahkan sampai di kekekalan
• Mat 21:31Orang-orang yang dianggap sampah masyarakat sekalipun, tetapi yang dalam pertobatannya kemudian digerakkan oleh penggerak yang benar, akan mendapatkan kesuksesan bahkan sampai ke kekekalan.
• Mat 12:50Yesus memasukkan seseorang dalam keluarga Allah hanya kalau ia memiliki kriteria melakukan kehendak Allah atau hanya kalau kehidupannya digerakkan oleh sesuatu yang tepat. Hubungan saudara sekandung dengan Yesus sekalipun tidak dapat mengalahkan kriteria ini
• Mat 26:39Yesus menaruh kehendak Bapa sebagai penggerak hidup-Nya
• Yohanes 4:34 Melakukan kehendak Bapa membuat Yesus masuk dalam misi khusus yang diinginkan Bapa dalam hidup-Nya yaitu menyelesaikan perkerjaan Bapa lewat karya penyelamatan dan jalan salib (Mat 20:28)

3 Peran :
Setiap orang (sering tanpa kita sadari) akan masuk dalam 3 peran
– perannya sebagai mahluk rohani, bagaimana ia berinteraksi dengan Tuhan-nya
– perannya sebagai mahluk social, bagaimana ia berinteraksi dengan orang-orang di sekelilingnya (keluarga, tubuh Kristus, Masyarakat)
– perannya sebagai mahluk indifidu, bagaimana ia menata hidup pribadinya (karier, pekerjaan, dll)

3 Masa :
Dalam setiap aspek hidup kita, sering tanpa kita sadari kita juga akan dihadapkan pada 3 masa:
• Masa PRA
persiapan/ input
• Masa ON
perang/ masa terbang/ masa proses
• Masa POST
menikmati hasil/ output/masa evaluasi

Menetapkan Urutan Prioritas
Tanpa prioritas, tidak ada kualitas
Tanpa urutan tepat , tidak ada pencapaian tujuan hebat

Kita akan melihat bagaimana cara Yesus menempatkan urutan prioritas ketiga peran tersebut, dan bagaimana cara Yesus memanagement hidupnya dalam 3 masa tersebut.
Hal ini akan sangat menjadi teladan bagaimana kita membuat prioritas dalam hidup kita

Cara Yesus Menata Prioritas dalam 3 Peran
1. TUHAN, menempatkan hubungan dengan Bapa lebih diatas semua hubungan lainnya (first)
2. KELUARGA
• Keluarga, manempatkan hubungan keluarga inti di bawah hubungan dengan Bapa,
• Menempatkan hubungan dengan keluarga inti/keluarga rohani di atas kepentingan pribadi
• Keluarga rohani lebih utama daripada masyarakat luas
3. PELAYANAN/Karya/Pekerjaan
4. PRIBADI
• Menempatkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan keluarga atau pelayanan.

Contoh Kasus Prioritas Peran:
o Matius 3: 13-17 Yesus Dibabtis. Dia mendahulukan kehendak Bapa atas hidupnya
o Percobaan pertama, kedua dan ketiga Mat 4:1-11 Iblis mencobai Yesus, agar Dia membalik urutan menjadikan ambisi pribadi di atas kehendak Bapa, tetapi Yesus menolak nya
o Matius 8:14-16 Prioritas membuat Yesus mengutamakan kepentingan mertua Petrus di atas kepentingan orang banyak
o Mat 9:9-12, Mat 12:9-15 Prioritas mengutamakan kehendak Bapa membuat Yesus mengabaikan anggapan negative orang terhadap pribadi-Nya, bahkan sekalipun anggapan orang ‘tampaknya’sedemikian rohani
o Mat 14:13-23 kepentingan pribadi di bawah kepentingan keluarga rohani.
o Mrk 4:10,33 Yesus memberi kepada orang banyak perumpamaan, tetapi kepada keluarga rohaninya, ia memberi porsi lebih
o Lukas 2:41-52 Yesus remaja, ashik dengan ‘dunia’-nya, tetapi pada akhirnya ia menempatkan keluarganya di atas ke’ashik’kannya
o Karna prioritas, Yesus tahu membagi porsi kapan Dia harus berada di tengah orang banyak dan ‘memberi diri’, kapan dia harus menyendiri dengan Bapa untuk ‘mengisi diri’ Luk 4:42-44
o Schedule atau jadwalnya tidak digerakkan oleh keinginan fans tetapi oleh kehendak Pengutusnya yaitu Bapa Luk 4:42-44
o Tuhan Yesus tetap memperhatikan kesehatan tubuh-Nya, bahwa Dia butuh istirahat dan makan, Mrk 6:31, dan ketika kepentingan pribadinya tertunda dia tetap mencari waktu untuk saat pribadi dgn Bapa, ay 46
o Yesus menempatkan keselamatan jiwa orang yang dirasuk Roh Jahat lebih dari jutaan rupiah harga kawanan babi
o Tuhan Yesus menempatkan kehendak Bapa lebih daripada ketenaran kelompoknya, Tuhan tidak mementingkan dominasi dan ketenaran. Markus 9:38-39
o Tuhan Yesus tidak pernah terlalu sibuk dan merasa terlalu penting untuk memenuhi kerinduan anak-anak kecil untuk berjumpa Dia, serta ambisi wali murid sekolah minggu untuk anak-anak mereka mendapat berkat Allah dan diperhitungkan.
o 7 Perkataan Yesus di kayu salib: ada 2 perkataan yang ditujukan kepada Bapa, (Eloi-eloi lama sabatani, Ya Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat) ada 2 perkataan yang ditujukan kepada keluarganya, Maria keluarga intinya dan Yohanes keluarga rohaninya (Ibu, inilah anakmu, Inilah Ibumu) ada 1 perkataan yang ditujukan untuk diri pribadi (aku haus) ada 1 perkataan yang ditujukan kepada penjahat di sebelah kanannya(sasaran misinya memenuhi kehendak Bapa dalam hidup-Nya, yaitu menyelamatkan orang berdosa) (hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus Luk 23:43) ada yang ditujukan pada dunia,Bapa, Iblis dan (Sudah selesai) Lihatlah bahwa saat-saat terakhir hidup seseorang menunjukkan siapa dia sebenarnya.
o Pelajari Mat 10:37-39
o Dll

Cara Yesus Menempatkan Prioritas dalam 3 Masa
1. Masa persiapan lebih mendapat porsi lebih dalam hal waktu yang disediakan yaitu 30 tahun
2. Masa Pelayanan dilaksanakan secara efektif setelah matang dalam masa persiapan, hanya dalam waktu 3,5 tahun
3. Masa Hasil dipetik sampai masa kekekalan

Contoh Kasus Prioritas Masa:
1. Masa Persiapan:
a. Yesus mempersiapkan diri-Nya dalam asuhan Yusuf dan Maria sampai usia 30 tahun.
b. Ia hidup dalam bible study, karna usia 12 tahun sudah bersoal jawab dengan Teolog pada jaman-Nya. Oleh karena itu dalam masa pelayanan-Nya Ia tidak pernah gentar menjawab segala tak tik busuk orang Farisi, karna Ia sangat menguasai taurat.
c. Yesus melatih fisik pra salib, rasa tanggung jawab, bertemu dengan bermacam karakter pelanggan, kerendahan hati, management, dengan menjadi tukang kayu Mrk 6:3
d. Mengabdikan diri-Nya pada keluarga.
e. Mempersiapkan kematangan dan kedewasaan. Orang Israel menetapkan usia 30 sebagai usia kedewasaan menurut taurat, dimana pada usia 30 tahun seorang lewi baru boleh memulai pelayanannya (Lihat Bil 4:3 dst)
f. Alikitab tidak banyak mencatat mengenai masa kecil Yesus, tetapi komentar penulis Alkitab bahwa Yesus semakin besar dan semakin dikasihi oleh Allah dan manusia bisa dibandingkan dengan komentar Alkitab tentang perkembangan Samuel, perhatikan perbandingan antar Lukas 2:51-52 dengan Samuel 2:11, 25, 26. Kesimpulan: Penundukan Yesus pada orang tua-Nya bisa diperbandingkan dengan penundukan Samuel kepada pengasuhan Eli selaku ayah rohaninya. Anak yang tidak menghormati orang tuanya biasanya juga akan sulit mendapat pengakuan dan kasih sayang dari masyarakat, dan anak yang seperti itu hanya akan mendatangkan malu atas orangtuanya atau mempermalukan nama keluarga. (Ams 29:15)
• Dalam masa persiapan ini Ia sama sekali tidak membuat mujijat apa pun, karna Alkitab mencatat bahwa mujijat pertama-Nya adalah air menjadi anggur.Ini menandakan bahwa Ia komit terhadap prioritas masa ini dan tidak mudah mencampur adukkannya. Bahkan ia tidak mengijinkan Maria ibu-Nya mendesak Dia melanggar waktu ini.

2. Masa Pelayanan Yesus
• Yesus menempatkan Babtisan untuk menandai masa persiapan telah berakhir.
• Dalam memasuki masa pelayanan, Yesus kembali memulai pelayanannya dengan masa persiapan mengambil 40 hari dari 3,5 tahun yang ia miliki untuk berpuasa.
• Dalam keseharian, Yesus tetap menempatkan masa persiapan lebih utama daripada masa kerja,
• Yesus memilih 12 orang murid untuk berbagi hidup secara lebih efektif. Masa ON tidak akan efektif tanpa kita menghasilkan murid lewat cara membagi hidup. Pemimpin harus mencetak pemimpin, guru harus mencetak guru, pekerja harus mencetak pekerja, dst. Tanpa jalan ini tidak mungkin masa on ini bisa diteruskan ke generasi mendatang saat kita sudah pensiun. Amanat agung Yesus sebelum naik ke surga adalah pergilah……jadikanlah…Murid-Ku. Paulus berkata ikutlah aku seperti aku mengikut Kristus.
• Pada saat Yesus melayani Dia tidak terpana dengan banyaknya orang /banyaknya pengikut tetapi Dia lebih vokus pada bagaimana caranya mencetak pemimpin yang dapat menghasilkan pelipatgandaan bukan sekedar pertambahan. (Mat 6:66) Dengan cara itu Ia terhindar dari mengajar hanya sesuatu yang hanya sekedar menyenangkan telinga manusia saja. Prioritas hidupnya bukanlah menyenangkan semua telinga orang. Yesus memanggil 12 orang rasul untuk kemudian melatih dan mengutus mereka (Mat 10 :1-15)
• Dalam masa ini keluarga tidaklah hanya sebatas keluarga inti, tetapi komunitas di sekitar kita menjadi keluarga kita, yang menempati prioritas kedua setelah Tuhan. (Mat 12:46-50) Keluarga Yesus adalah juga wanita- wanita yang mengikut Dia dan melayani Dia sejak di Galilea sampai ke Salib, mereka hadir saat Ia disalib. Keluarga Yesus juga termasuk Yohanes, murid yang dikasihi-Nya
• Tuhan Yesus mengecam orang farisi yang melegalkan orang untuk tidak memberi lagi tunjangan untuk orang tuanya jika uang tersebut telah dipersembahan. Prioritas yang salah dari orang Farisi ini dikecam Yesus. Orang farisi menempatkan dana pelayanan lebih penting daripada dana tunjangan untuk pemeliaharaan orang tua di masa pensiun. Orang Farisi mengajar jika seseorang telah memberi persembahan, ia tidak perlu lagi menghormati orang tuanya. Itu artinya mereka menempatkan pemasukan kas lebih penting daripada mentaati Firman Tuhan untuk Menghormati Orang Tua

3. Masa Hasil
Masa ini hanya dapat dipetik Yesus setelah Dia melewati masa persiapan yang matang, dan masa pelayanan yang efektif
Yesus membungkus masa hasil dengan doa-Nya untuk hal-hal yang jauh di depan, Yohanes 17. Lihatlah bahwa masa hasil ini bedampak sampai di masa kekekalan kelak.

Kesimpulan dan Perenungan:
1. Tetapkan tujuan hidupmu
2. Temukan beberapa peran ganda yang ada padamu, Tetapkan prioritas dalam setiap peran tersebut
3. Perhatikan bahwa urutan prioritas akan sangat mempengaruhi caramu
• Mengatur waktu
• Mengatur uang
• Berkata-kata
• Mengambil keputusan
• Membangun kebiasaan
• Bergaul
• Dll……………..
4. Temukan beberapa masa dalam hidupmu
5. Tentukan apa yang harus kamu lakukan dalam tiap masa tersebut.
6. Renungkan gaya hidup tokoh Alkitab lainnya dalam menata prioritas hidupnya, evaluasi kegagalan atau keberhasilan mereka dalam menata prioritas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: