'manusia hidup bukan dari roti saja…'

Anda Pemberi atau Pengambil?

Khotabah di GPDI Magelang, 5 Oktober 2008
Judul dan beberapa ulasan ini diinpirasikan dari Buku berjudul “Anda Pemberi atau Pengambil “ yang ditulis oleh Bpk Guana Tanjung, dan ulasan mengenai Hana dan Penina diinspirasikan dari Roh Kudus.

Pendahuluan
Penerima tidak sama dengan pengambil
Tuhan tidak melarang kita menjadi penerima Kis 20:35, karena seorang penerima bisa menjadi seorang pemberi

Tetapi Tuhan tidak ingin kita menjadi pengambil. Seorang Pengambil tidak bisa pada saat yang bersamaan menjadi seorang Pemberi

Pengambil adalah mengambil dengan paksa apa yang bukan menjadi hak kita, mengambil dengan paksa hak orang lain.

Iblis Bapa dari Pengambil Yoh 10:10, Iblis mencuri, membunuh dan membinasakan
Yesus Bapa dari Pemberi Fil 2:1-11, Yesus memberikan nyawa-Nya dan ketaatan-Nya.

I Samuel 1:1-20

Hana dan Penina

1. Pengambil Sukacita Orang lain
Penina adalah seorang Pengambil (I Samuel 1:ay 6) karna dia mengambil sukacitanya orang lain (I Samuel 1:ay 7) Seorang pemberi akan bersukacita bersama dengan orang yang bersukacita dan akan menangis bersama dengan orang yang menangis Roma 12:15 . Itulah yang dinamakan emphaty/ belas kasihan pada orang lain

2. Pengambil Kemuliaan Tuhan
Penina adalah seorang Pengambil karna dia menyombongkan diri dengan anak-anaknya. Penina lupa bahwa anak-anak itu adalah milik Tuhan, kita hanya dipercaya untuk mengelola. Dengan kesombongannya Penina menghina Hana yang mandul. Dosa kesombongan adalah dosa mengambil kemuliaan yang seharusnya dikembalikan kepada Tuhan saja. Anak-anak di sini bisa berupa Harta, talenta, keluarga, gelar, kemampuan, bakat dan pelayanan, dll. Seorang Pemberi akan rendah hati dan memberi kemuliaan hanya bagi Tuhan saja

3. Pengambil hak Orang lain untuk diampuni
Pada awalnya Hana adalah seorang pengambil, karna dia sakit hati, kecewa, marah, dendam dan kepaitan pada Penina. Seorang yang kepahitan adalah sorang pengambil, yaitu mengabil hak orang lain untuk dikasihi, hak orang lain untuk dibebaskan dari rasa bersalah, hak orang lain untuk meilupakan kesalahannya, hak orang lain untuk diterima kembali, sama seperti Tuhan esus juga memberi hak itu kepada kita. Doa Bapa Kami menyebutkan ….ampunilah kami seperti juga kami mengampuni orang yang bersalah kepada kami. Lukas 7:37 menuliskan ampunilah maka kamu akan diampuni. Mengampuni adalah tindakan pro aktif. Seorang Pemberi akan memberikan hak orang lain untuk diampuni sama seperti Tuhan juga memberi kita hak untuk diampuni oleh darah-Nya. Sedangkan seorang Pengambil akan membiarkan dirinya sakit hati .

4. Pengambil pertumbuhan rohani dengan cara mogok makan
Hana sakit hati dan tidak mau makan, Hana adalah seorang Pengambil
Seorang Pengambil yang membiarkan dirinya sakit hati berkepanjangan dia akan kehilangan nafsu makannya (I Samuel 1:ay 7). Mengapa seseorang bisa kehilangan nafsu makan, karena ada ‘sakit’. Cek dengan sakit hati kita, sakit hati membuta kita kehilangan gairah untuk membaca Firman Tuhan, kehilangan gairah untuk berdoa kehilangan gairah untuk beribadah dan melayani Tuhan.
Mogok makan secara rohani, malas baca alkitab, malas berdoa, malas beribadah, malas bersekutu akan menjadi seorang pengambil, pembunuh dan pembinasa dari pertumbuhan rohani yang seharusnya Tuhan inginkan kita bertumbuh. I Kor 3:6). Tanaman yang mogok makan lama kelamaan dia akan mati. Seorang Pemberi akan terus memberi makan rohnya sehingga memberi kesempatan rohnya untuk tumbuh sesuai kehendak Tuhan.

5. Pengambil Ucapan syukur yang seharusnya diberikan kepada Tuhan dan diganti dengan persungutan
Hana (I Samuel 1:ay 8) menggerutu/ bersungut-sungut/ tidak mengucap syukur. Hal ini menunjukkan bahwa Hana adalah seorang Pengambil, dia mengambil ucapan syukur yang seharusnya diberikan kepada Tuhan dan digantikan dengan persungutan. Seorang Pemberi tidak mengomel dan bersedih saat penindasan datang, tetapi tetap mengucap syukur dan bersukacita. (Rasul Paulus di surat untuk jemaat di Filipi berkali-kali menulis kata ‘bersukacita’ saat dia justru ada di dalam penjara, Fil 4:4, Rasul Paulus seorang Pemberi, bukan seorang pengambil) Sukacita adalah salah satu dari buah-buah Roh (Gal 5:22)

6. Sampai di I Samuel 1:ayat 10, Hana masih seorang pengambil, tetapi mulai dari ayat I Samuel 1:11 Hana memutuskan diri, mengambil titik balik menjadi seorang Pemberi. Hana memberikan anaknya kepada Tuhan. Orang Tuan Pemberi
Seorang Orang Tua Pengambil akan mengarahkan anak-anaknya pada ambisi pribadi, les ini les itu dan seterusnya tanpa menanyakan pada Tuhan, menganggap anak itu adalah milikinya sendiri 100 % sehingga lupa bahwa anak ini adalah milik Tuhan yang dipercayakan pada kita. Orang Tua pemberi akan mengarahkan anak-anak sesuai dengan VISI Tuhan , bukan ambisi pribadi orang tua dan anak diberi kepercayaan utnuk memilih jalan hidupnya. Orang Tua Pemberi akan menganggap bahwa anak adalah milik pusaka daripada Tuhan (Maz 127:3). Berapa banyak orang tua yang sejak kecil mengikuti sakramen penyerahan anak pada Tuhan, tetapi setelah dewasa, anak itu dilarang jadi Hamba Tuhan, atau sebaliknya dilarang jadi Tentmaker?

7. Hana seorang Pemberi (I Samuel 1:ay 15-16). Seorang Pemberi akan memberikan imannya dengan cara menyerahkan segala kekuatirannya kepada Tuhan melalui doa.
Hana memberikan pada Tuhan semua bebannya dalam dia/ iman I Pet 5:7. Seorang Pengambil akan menghancurkan dirinya sendiri dengan mengambil semua sakit hati, susah hati, cemas, sakit hati, kuatir dan tidak sudai memberikan bebannya pada Tuhan .

8. Hana seorang Pemberi (I Samuel 1:ay 18) Ia mau memberi makan ( makan——–rohnya)

9. Hana seorang Pemberi (I Samuel 1:ay 18) dengan mengganti persungutan (I Samuel 1:ay 8) dengan sukacita
Ia kini mau bersukacita , bersukacita walaupun doanya belum terbukti dijawab Tuhan (ia belum hamil dan punya anak), Proses jawaban doa adalah ……….gembira dulu……..baru doa dijawab, jangan dibalik!! Baca Maz 37:4 dan Markus 11:24 Inilah yang saya nakmakan ‘senyuman iman’, sudah tersenyum walaupun jawaban doa belum terbukti. Buah roh sukacita mendatangkan jawaban doa.

10. Hana seorang Pemberi dengan cara menghadapi kebencian dengan pengampunan (I Samuel 1:ayat 18)
bersukacita walaupun pada saat makan itu bisa jadi Penina masih terus mengejek dan membuat gara-gara (bandingkan ayat 4-6. Penina selalu membuat gara-gara pada saat sedang makan, di ayat 18 saat makan dan hal itu terjadi lagi, reaksi Hana sudah berubah, dia sudah dapat membalas kejahatan Penina dengan senyuman)

11. Hana menjadi seorang pemberi jubah ( I Sam 2:19) Hana memberikan jubah kepada Samuel dari tahun ke tahun. Dengan jubah itu, hana menempatkan Samuel pada identitas pribadinya, karakternya, potensinya, kasih sayangnya.
Seorang pemimpin Pemberi akan memberikan kesempatan seluas-luasnya (jubah pada orang lain) agar orang-orang yang dipimpinnya sukses dan dapat berkembang seluas-luasnya, sama seperti Tuhan Yesus tidak pernah takut tersaingi oleh murid-murid-Nya Mat 10:24-25, Yoh 14:12, Murid awalnya tidak mungkin lebih dari gurunya, kemudian kalau belajar terus bisa jadi sama, tetapi kemudian Tuhan Yesus ingin kita melakukan pekerjaan-Nya bahkan yang lebih besar daripada itu. Seorang Pengambil akan mengebiri/mengaborsi karunia orang yang dipimpinnya, talenta orang lain akan dibunuhnya. Kesuksesan seorang pemimpin ditentukan oleh kesuksesan dari semua orang yang dipimpinnya, tetapi seorang pemimpin yang beranggapan bahwa kesuksesannya adalah hanya jika dia sendiri yang sukses adalah pemimpin yang sudah pasti menuju kegagalan.
Yakub memberikan jubah yang indah pada Yusuf, tetapi kakak-kakak Yusuf ingin membunuh mimpi yusuf dan mengoyakkan jubah Yusuf, mereka ingin merampas jubah Yusuf, merampas masa depan Yusuf. Yakub seorang pemberi tetapi kakak kakak Yusuf seorang Pengambil

12. Doa Hana dikabulkan Tuhan (I Samuel 1:ay 19) karena Hana sudah berubah dari seorang pengambil menjadi seorang Pemberi.

13. Apa hasilnya menjadi seorang Pemberi seperti hana?
Anak hana bernama Samuel dipakai Tuhan luar biasa (I Sam 2:26), anak-anak lainnya diperhitungkan oleh Tuhan ( I Sam 2:20)

14. Apa hasilnya menjadi seorang Pengambil seperti Penina?
Alkitab tidak mencatat/ bagaimana Tuhan memperhitungkan bahkan memakai anak-anak Penina (I Sam 1:4)

15. Maka kita tidak perlu iri pada orang fasik, karena kebahagaan pengambil itu semu dan sementara, beda dengan orang benar/ pemberi, kebahagiaannya tetap[ Maz 37:19)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: