'manusia hidup bukan dari roti saja…'

Khotbah di Doa Puasa, Jumat, 16 Maret 2007
Grj Bethany Madiun

Daud Seorang Pemimpin yang Menitikberatkan pada Proses untuk Mencapai Output yang Bagus

Input ………………..> proses…………………> output

Banyak orang berpikir seperti ini:
Pemasukan/ modal/ input itu penting, kalau pemasukan bagus, pasti hasilnya juga bagus. Dalam hal membuat kue memang hal ini berlaku, bahan baku yang bagus akan menghasilkan kue yang enak dan bermutu tinggi. Tetapi tidak demikian dengan perlakuan Tuhan atas hidup kita:

Ayat Inspirator:
Roma 5:6-8

Misalnya sebuah sekolah SMP, ingin menerima hanya anak-anak lulusan SD yang yang nilai-nilainya baik, supaya juga menghasilkan lulusan SMP yang terbaik.

Tidak demikian dengan prinsip Daud di dalam memimpin:

Tokoh ke dua yang ingin kita soroti kali ini adalah Daud.
• Input yang buruk. Daud di Gua Adulam (I Samuel 22:1-2). Orang-orang yang dipimpin Daud, adalah:
o Orang-orang yang ada dalam kesukaran,
o Setiap orang yang dikejar-kejar tukang piutang
o Setiap orang yang sakit hati
• Keadaan yang tidak mendukung. Dalam keadaan sebagai buronan raja, Daud harus memimpin saudara-saudaranya dan seluruh keluarganya , ditambah dengan orang-orang berlatar belakang tidak baik itu, semuanya berjumlah kira-kira 400 orang banyaknya. Jumlah ini bertambah menjadi 600 orang di I Sam 25:13 c)
• Proses yang dipakai Daud, proses membagi hidup. Dalam proses ketika Daud memimpin mereka, mereka melihat keseharian hidup Daud, bagaimana ia hidup takut akan Tuhan, bagaimana ia bergaul karib dengan Tuhan, bagaimana ia mengalami pertolongan Tuhan, dan bagaimana cara Daud mengambil keputusan:
o Daud selalu bertanya kepada Tuhan setiap akan mengambil keputusan (I Sam 23:9-14)
o Daud mengalami pertolongan Tuhan, diluputkan dari musuh (I Sam 23:25-28)
o Daud tidak mau menjamah orang yang diurapi Tuhan (I Sam 24:5) Sekalipun Daud punya 2 kali kesempatan untuk membunuh Saul, Daud tidak melakukannya
o Daud tidak jadi menghakimi Nabal, karena mau mendengar nasehat orang lain, nasehat Abigail si wanita bijak) I Sam 25. Pada jaman itu, wanita kurang mendapat penghargaan, tetapi Daud mau dilembutkan hatinya oleh nasehat seorang wanita.
o Dalam keadaan krisis di I Sam 30:1-31. Daud menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan, dan berhasil membawa 600 orang yang dipimpinnya untuk maju berperang, dan merebut kembali apa yang sudah dirampas dan ditawan dari mereka, akhirnya mereka pun menang, sesuai dengan petunjuk Tuhan.
o I Sam 30:1-31 Daud bijaksana, membagi hasil peperangan antara yang lelah dan hanya menjaga barang, dengan yang pergi berperang. Daud punya hati yang lembut dan bijaksana.
o Daud melatih orang-orang yang dipimpinnya dengan membagi hidup kesehariannya, dia mengajarkan, menuliskan nyanyian, dan mengambil keputusan, semuanya dari apa yang dia alami bersama dengan Tuhan (selidikilah kitab-kitab Mazmur yang sebagian besar ditulis oleh Daud) Istilah yang paling tepat adalah Membagi Hidup. Sudahkah kita membagi hidup pada orang-orang di sekitar kita? Suami membagi hidup pada keluarga, Istri membagi hidup pada keluarga, hamba Tuhan membagi hidup pada jemaat, siswa/pelajar membagi hidup pada teman-teman kelasnya, dll
• Out Put yang mencengangkan. Orang-orang yang dipimpin Daud berubah menjadi:
o orang yang berintegritas tinggi, I Sam 25:15 (pengakuan dari pegawai Abigail)
o pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa I Sam 23: 1-12
o prajurit yang siap mati, punya penundukan pada pemimpin, sangat suka menyenangkan hati pemimpin (I Sam 23:13-17)

Penerapan praktis:
1. jangan menyalahkan input yang ada dalam dirimu, mungkin itu keluargamu, bakatmu, kesempatanmu, keadaanmu, gerejamu , dll
2. jangan menyesalkan input dari orang orang di sekitarmu, misalnya anakmu, pegawaimu, muridmu, jemaatmu, dll
3. jangan sesali input, vokuskan diri pada proses, capailah output terbaik
4. gunakan membagi hidupmu untuk menjalani proses yang paling efektif LAKUKAN APA YANG KAU AJARKAN, AJARKAN APA YANG KAU LAKUKAN. Mulailah dari diri sendiri. Perubahan adalah dari dalam diri. Perubahan individu akan merubah keluarga, perubahan keluarga akan merubah komunitas, perubahan komunitas akan merubah kota, perubahan kota akan merubah propensi, bangsa dan akhirnya dunia, mulailah dari Yerusalem, Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi.
5. capailah output/ hasil yang maksimal. Percayalah bahwa dalam Tuhan jerih payah kita tidak akan sia-sia
6. seperti Tuhan telah menyelamatkan kita yang dulu hidup dalam dosa, demikian juga Tuhan ingin memakai kita untuk terlibat dalam pemuridan, membagi hidup ktia pada orang lain

Selamat melayani ! Vokus pada Proses !!

zwani.com myspace graphic comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: