'manusia hidup bukan dari roti saja…'

NGE-BAND DALAM ALKITAB

Bedah Mazmur 150

Haleluya!

Kata Haleluya berarti Puji Tuhan! Daud pernah memerintahkan jiwanya untuk memuji Tuhan (Maz 146:1).
Manusia Roh kita harus memerintahkan jiwa kita untuk memuji Tuhan, bahkan ketika keadaan sedang tidak enak.

Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya!

Allah yang mana? Allah yang ada di tempat kudus!
Yesaya pernah dibawa ke tempat di mana Tuhan duduk di atas tahta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi bait suci. Para seraphim berseru-seru seorang kepada yang lainnya “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya”
Dalam tempat kudus itu, bibir yesaya dikuduskan dengan sebuah bara yang diambil dari mezbah.
Rhema: Yesaya bisa bertahan di tempat Tahta kekudusan Tuhan, hanya karna bibirnya telah dikuduskan. (bandingkan dengan Luk 6:45)
Kehidupan yang sudah dikuduskan menghasilkan pengutusan.
Maukah hidup kita dikuduskan dan kita masuk dalam pengutusan?

Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya yang kuat!

Mengapa Cakrawala dikatakan kuat? Bandingkan dengan Kej 1:14,15,17, Maz 19:2
Rhema: Jika kita melihat kedasyatan Allah dan semua karyanya, sepatutunyalah kita memuji Dia
Tidak ada Allah lain yang bisa seperti Dia. Banyak suku bangsa memuja ciptaan-Nya dan berhenti samapi di situ, tetapi kita memuja Pencipta-nya.

Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya, Pujilah dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat!

Sosok seorang pahlawan memang mengagumkan kita! Kita tentu terkesan dengan orang-orang yang berjasa dalam hidup kita, misalnya guru kita, orang tua kita, sponsor kita, dokter yang menolong kita, dll
Bandingkan dengan Maz 106:8, Maz 145:3)
Tetapi di atas semuanya itu, kita punya pahlawan di atas segala pahlawan. Ada saat di mana sebuah masalah tidak dapat kita ceritakan pada siapa pun kecuali kita berhadapan sendiri langsung dengan Tuhan di kamar Doa.
Renungkanlah bahwa dengan siapa kita berteman, itu menentukan seberapa banyak perlindungan yang akan kita dapatkan dari pertemanan itu. Bagaimana kalau kita bergaul karib dengan Allah yang maha besar itu?
Sudahkah kita bersahabat dengan Hero itu?

Pujilah Dia dengan tiupan Sangkakala!

Sangkakala adalah musik surgawi yang berbunyi saat kedatangan Tuhan saat berbicara pada Musa di atas gunung, juga berbunyi saat kedatangan Tuhan kedua kalinya
Sangkakala sering dihubungkan dengan Tabut Perjanjian (membawa hadirat Tuhan)
Sangkakala dipakai untuk merobohkan tembok Yerikho, saat Gideon berperang, dan dipakai untuk kode-kode dalam peperangan (memulai atau mengakhiri perang, atau keberangkatan pasukan)
Sangkakala dibunyikan saat penobatan raja
Daud merayakan perpindahan tabut Allah, dengan alat musik sangkakala
Rhema: Memuji dan menyembah Tuhan dengan selera / musiknya Tuhan. Bukan berarti kita harus membeli sangkakala dan dapat memainkannya, tetapi kita harus bisa menyembah Dia dalam selera-Nya yaitu menyembah-nya dalam roh dan kebenaran
(Bandingkan dengan Yohanes 3:23-24)

Pujilah Dia dengan gambus dan kecapi!

Gambus dan Kecapi disebut-sebut sebagai musik yang dimainkan Daud untuk memuji dan menyembah Tuhan pada pagi hari sebelum Fajar terbit (Bandingkan dengan Maz 57:9, 108:3)
Sudahkah kita bangun pagi dan memenuhi hati dan pikiran kita dengan pujian kepada Tuhan?

Pujilah dia dengan rebana dan tari-tarian !

Rebana dan tari-tarian menggambarkan sukacita dalam memuji Tuhan. Menggambarkan memuji Tuhan dengan segenap kekuatan
Rebana dan Tari-tarian adalah ekspresi sukacita kemenangan dari sebuah peperangan. Sambutan pada pahlawan yang menang perang, rebana turut mengiringi pukulan terhadap musuh.
Bandingkan dengan I Sam 18:6, II Sam 6:5, Maz 149:3, Yes 30:32)
Adakah sukacita ilahi memeuhi hati kita dan meluap keluar dalam bentuk puji-pujian?

Pujilah Dia degan permainan kecapi dan seruling!

Seruling dan kecapi terkadang dipakai untuk suasana duka ( Mat 9:23), atau suka (Luk 15:25)
Adakah di setiap suka atau duka kita tetap memuji Tuhan?

Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, Pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang!

I taw 25:1, ceracap mengiringi nubuatan.
Ceracap yang berdenting dan berdentang menunjukkan keberagaman alat musik
Adakah kita dalam keberagaman memuji Tuhan?

Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan, Haleluya

Mari kita bergabung dengan ciptaan lainnya yang bernafas, dalam suatu simpony pujian untuk Tuhan , Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: