'manusia hidup bukan dari roti saja…'

Belas Kasihan
(perenungan Firman Tuhan di Persek Doa Radio Sahabat Kehidupan, 2 Pebruari 2007)

Apa yang selama ini menjadi penggerak kita?
• Uangkah ? (anak muda yang kaya, Mat 19: 16-26)
• Popularitas ? (Pontius Pilatus, Mrk 15:15)
• Pembalasan dendam dan ambisi pribadi? (Yoab anak seruya, I Raj 2:5-6)
• Kedudukan? (Herodes, Mat 2:16-18)
• Dll

Tuhan Yesus digerakkan oleh belas kasihan
• Mat 9:35-37, Mrk 6:34 Tergerak akan jiwa-jiwa yang lelah dan terlantar bagai domba yang tidak bergembala. Belas kasihan ini memampukan Yesus, berkeliling ke semua kota dan desa, mangajar, memberitakan injil, melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
• Mat 14:14 Tergerak oleh belas kasihan terhadap orang-orang yang mencari-Nya dengan rasa haus dan lapar, belas kasihan terhadap mereka yang sakit. Dan belas kasihan ini pula yang menggerakkan Yesus untuk membuat mujijat 5 roti dua ikan untuk 5 ribu orang lebih. Belas kasihan ini memampukan Yesus mengajarkan banyak hal kepada orang-orang ini dalam waktu yang cukup lama. Belas kasihan memberi Yesus stamina yang lebih prima.
• Mat 20:34, Mrk 1:41 Tergerak oleh belas kasihan terhadap orang yang berkebutuhan berhadap Tuhan. Belas kasihan ini, sanggup membuat Yesus rela diinterupsi perjalan-Nya. Belas kasihan inilah yang membuat Yesus menjamah mata mereka, belas kasihan inilah yang sanggup membuat Yesus menjamah seorang kusta
• Lukas 7:11-17 belas kasihan menggerakkan Yesus, untuk melakukan pelayanan-Nya dengan penuh empati. Dia berkata kepada janda itu “jangan menangis”
• Dalam perumpamaan tentang anak yang hilang (Luk 15:20) Sang Bapa menaruh belas kasihan pada anak yang hilang, dalam perumpamaan orang Samaria yang baik hati, ( Luk 10:33) Tuhan Yesus juga menceritakan bahwa orang Samaria itu digerakkan oleh belas kasihan

Adakah dalam pelayanan radio ini, kita digerakkan oleh belas kasihan ilahi?
Jangan biarkan kerutinan membuat kita jenuh, jangan biarkan dead line membuat kita mati rasa, jangan biarkan SMS-SMS yang ada jadi terasa klise buat kita, jangan biarkan kita mendoakan yang sakit hanya sebuah liturgy, membaca ayat atau ilustrasi tanpa bayangan bahwa para pendengar punya rasa haus dan lapar akan Tuhan, tapi mari lakukan semuanya itu dengan satu penggerak yaitu Belas Kasihan Ilahi.

Selamat melayani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: