'manusia hidup bukan dari roti saja…'

Khotbah di Pemalang, 27 Pebruari 2005

Pemulihan Hubungan Keluarga

Bacaan Alkitab: Yohanes 2:1-11

(ay 11)Perkawinan adalah sebuah lembaga yang amat penting di mata Yesus, sehingga ia menjadikan perkawinan sebagai moment yang paling pas untuk membuat mujijat yang pertama. Mujijat pertama bukanlah kebangkitan Lazarus yang menghebohkan itu, bukan pula kesembuhan si timpang, bisu atau tuli, atau bahkan setan yang terbirit-birit meninggalkan si anak muda yang terserang penyakit ayan. Tuhan Yesus menunjukkan bahwa yang paling pertama membutuhkan muzizat adalah sebuah perkawinan.

Mengapa ? Karna Tuhan Yesus tahu bahwa dalam sebuah perkawinan terjadilah yang namanya ‘dua jadi satu’, pada saat dua insan disatukan dalam pernikahan kudus, masing-masing akan mengalami Merriedge Blessing/ berkat pernikahan yang tidak akan pernah diterima saat sebelum menikah. Kejadian 1: 28 menyatakan bahwa perintah untuk berkuasa dan memenuhi bumi adalah untuk ‘mereka’ bukan untuk Adam saja atau Hawa saja, tetapi berkat itu adalah untuk Adam dan Hawa yang telah disatukan oleh Tuhan dalam sebuah perkawinan. Detik saat seseorang menikah, dia menerima berkat yang luar biasa, kuasa untuk menaklukkan bumi, yang dia tidak dapatkan saat dia masih membujang/melajang.

Iblis paling tidak suka hal ini. Hal yang paling dibenci iblis adalah melihat keluarga-keluarga yang diberkati. Si jahat ini berupaya agar dalam sebuah pernikahan terjadilah malapetaka…yaitu kehabisan anggur. Yang disebut terjadi sebuah mujijat adalah kalau terjadi sesuatu yang dasyat yang mengubah dari peristiwa negative jadi positif, misalnya dari sakit jadi sembuh, dari mati jadi bangkit, dlsb. Kekurangan anggur dalam sebuah pesta adalah malapetaka yang membuat malu.

Apa arti anggur di sini? Anggur adalah lambang sukacita (Yes 24:11), kemanisan/kenikmatan cinta/kemesraan (Kid 1:2), keharmonisan rumah tangga/kesuburan (Mazmur 128:3), kelimpahan (Amsal 3:10) kata-kata yang manis (Kid 7:9) , dalam sebuah rumah tangga. Iblis ingin pernikahan anak-anak Tuhan kehabisan sukacita, tidak ada lagi sukacita seperti saat pengantin baru, sukacitanya telah menjadi tawar, tidak ada lagi kemanisan/kenikmatan cinta/kemesraan, semuanya menjadi rutinitas belaka, tidak ada lagi keharmonisan rumah tangga,perbedaan-perbedaan bukan lagi memperkaya/melengkapi melainkan menjadikan alasan untuk semakin tajamnya perbedaan. tidak ada lagi kelimpahan, dan sudah menjadi langka kata-kata manis dalam keseharian. Tidak ada lagi pujian, pasangan yang tadinya special, menjadi orang biasa-biasa saja. Yang tadinya dirindukan tidak lagi, yang tadinya dilayani dengan baik, sekarang tidak lagi, yang tadinya dimanjakan sekarang tidak lagi.

Pernikahan seperti inilah yang membutuhkan ‘mujijat’ pemulihan dari Tuhan, lebih dari mujijat-mujijat lainnya, kenapa? Karna dalam sebuah lembaga perkawinan sebagai satuan terkecil dalam masyarakat bahkan komunitas dunia terdapat power yang luar biasa. Keluarga yang kuat, menghasilkan masyarakat yang kuat, masyarakat yang kuat menghasilkan bangsa yang kuat, Bangsa yang kuat menghasilkan Negara yang kuat. Tuhan Yesus menyentuh elemen terkecil tapi justru mendasar /fundamental dalam masyarakat. Tidak heran rasul Paulus mensyaratkan kepala rumah tangga yang baik sebagai salah satu syarat yang mutlak dan tak dapat ditawar-tawar dari seorang diaken.

Khotbah ini bukan saja ditujukan untuk para pasutri. Tuhan selalu mengambarkan hubungan antara Tuhan dan jemaat-Nya dengan sebuah hubungan suami dan istri. Sebagai umat Tuhan kita semua menjadi mempelainya Tuhan. Adakah hubungan kita dengan Tuhan sudah menjadi hambar? Adakah kata-kata kita kepada Tuhan bukan kata-kata yang manis lagi tetapi sudah menjadi gerutuan? Adakah kita dengan Tuhan akrab dan mesra? Adakah kita masih punya sukacita datang kepada-Nya atau hanya sebatas kewajiban aja? Adakah anggur itu telah menjadi tawar?

Ayat 2. Untunglah Tuhan Yesus diundang juga di perkawinan itu. Apakah Yesus hadir dalam perkawinan Saudara ? Apakah saudara mencampakkan Yesus saat saudara menikah? Apakah Yesus menjadi bagian dalam pernikahanmu? Adakah Dia hanya hadir sebatas potret-Nya aja? Adakah kehadiran Yesus menjadi sebuah kebanggaan bagi keluargamu ataukah sebaliknya Yesus kita simpan saja di kolong meja makan? Kalau Dia sudah hadir, apakah itu menjamin bahwa semuanya oke-oke saja? Badai datang saat Yesus ada dalam perahu bersama murid-murid-Nya, bahkan Yesus sendiri yang mengajak berlayar. Tahukah Saudara bahwa Dia tidak menjanjikan semuanya berjalan mulus, tetapi yang Dia janjikan adalah jalan keluar bagi setiap masalah yang kita hadapi. Siapa bilang dengan hadirnya Yesus dalam pernikahan kita itu berarti semuanya otomatis jadi berjalan baik? Justru adanya badai, kesulitan, kekurangan anggur, rasa malu, kegagalan, dlsb Di balik itu semua Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan (Roma 8:28). Yusuf berkata kepada kakak-kakaknya bahwa semua rekaan yang jahat dari mereka telah diubah Tuhan menjadi rekaan yang baik. Justru ia berterima kasih kepada kakak-kakaknya, sumurlah jalan peramanya menuju istana Mesir. Kakak-kakaknya sungguh berjasa dalam hidupnya.

Di ayat 3 ibu Yesus berkata “mereka kehabisan anggur” dalam bahasa Inggris dikatakan the mother of Jesus said to Him…..tetapi di ayat 4 dalam bahasa Inggris Yesus menjawabnya tidak menggunakan kata mother, but Woman.
Maria menempatkan diri sebagai Ibu Yesus, tetapi Tuhan Yesus menempatkan diri sebagai Guru dan Tuhan atas Maria. Kalau pun Tuhan Yesus membuat muzizat itu bukan karna menuruti apa kata Maria, tetapi mentaati akan kehendak Bapa, Tuhan Yesus tidak mau diburu-buru, karna Ia bukan saja taat kepada Bapa, melainkan juga menanti saatnya Bapa. Kita boleh saja memohon pemulihan atas keluarga kita, tetapi soal waktu dan saatnya harus kita serahkan kepada Tuhan saja! Ada istri yang telah berdoa untuk suaminya dan doanya baru dijawab Tuhan setelah 15 tahun kemudian. Ada keluarga-keluarga yang hancur tetapi doa seorang anak didengar Tuhan dan dijawab beberapa tahun kemudian. Ada orangtua-orangtua yang menangis karna anaknya yang dahulu lucu, mungil dan manis telah bertumbuh menjadi remaja yang jauh dari Tuhan, hidupnya terhilang dan berandalan, permohonan doa dan air mata akhirnya membuahkan pemulihan atas diri anak ini. Kita harus peka akan saatnya Tuhan, terkadang doa kita jadi terkesan merengek kepada Tuhan, tetapi kalau kita tahu saatnya Tuhan dan tahu akan kehendak Tuhan, kita tidak perlu berdoa dengan merengek, tetapi berdoa dengan iman.

Ay 5 dalam bhs Inggris dikatakan “What ever He says to you, do it.” Artinya apa pun yang dikatakan kepadamu, buatlah itu. Tuhan membutuhkan ketaatan yang mutlak untuk terjadinya sebuah pemulihan. Apa pun itu. Kelilingi tembok Yerikho 13 kali dalam 7 hari, tampaknya aneh, tapi taatlah ! Jika ternyata untuk sebuah pemulihan sang suami harus berlatih memuji istrinya setiap hari minimal sekali, tampaknya konyol dan aneh, masak hanya dengan cara sepele seperti itu pernikahan kami dapat pulih ? Taat dan lakukan ! Masa hanya dengan membikinkan sang suami the hangat setiap sore dapat memulihkan hubungan kami ? Taat dan lakukan. Kami sudah puluhan tahun menikah, aneh rasanya kalau harus memeluk pundaknya, kayak orang pacaran aja ? Taat dan lakukan.

Ay 6. Enam tempayan (enam adalah angka manusia) Tuhan mau membuat muzizat, air akan diubahnya menjadi anggur, tapi apakah di sana ada wadah? Wadah/ tempayan adalah lambang dari hati kita. Muzizat adalah soal mudah, tapi adakah hati kita telah kita siapkan ? Seringkali yang membuat mujijat tidak terjadi adalah masalah hati yang tidak percaya. Di kota asal-Nya (Nasaret) sangat sedikit mujijat yang dapat dikerjakan Yesus, bukan karna Ia tidak berkuasa, tetapi masalah respon atau sikap hati dari penduduk kota itu yang tidak percaya kepada-Nya, mereka mengenal Yesus hanya sebatas tukang kayu belaka. Mengapa kuasa Yesus dapat dibatasi oleh ketidak percayaan ? karna Tuhan Yesus tidak mau memaksa orang. Bagi yang tidak percaya tidak akan alami mujijat, sekalipun Dia berkuasa melakukannya. (Mat 13:58)

Ayat 7 Pengantin menempatkan Yesus hanya sebagai tamu, tapi ketika pesta itu kehabisan anggur dan saatnya Bapa tiba, Yesus turun tangan, Yesus melibatkan diri, Yesus tidak segan-segan meninggalkan kursi kehormatannya sebagai tamu dan menuju ke bagian dapur dimana terdapat pelayan-pelayan. Dapur adalah bagian rumah yang sangat pribadi sekali, karna dari bagaimana bentuk dapur seseorang dapat dibaca kira-kira bagaimana sang nyonya rumah. Yesus turun tangan sampai ke dapur dan berbicara kepada para pelayan, ini menandakan bahwa Yesus melibatkan diri-Nya dalam hidup kita sampai ke hal-hal yang amat pribadi dan rahasia sekalipun. Sekarang ini di majalah2 dan TV banyak digelar konsultasi macam2 mulai dari konsultasi hukum, konsultasi psikologi, konsultasi kecantikan, sampai konsultasi mengenai seksologi. Apakah menurut Saudara kita tidak mungkin berkonsultasi dengan Tuhan mengenai seks? Ingat, Tuhan adalah penasehat yang ajaib/ wonderful councelor. Ijinkan Tuhan menyentuh bagian-bagian yang amat pribadi dalam hidupmu bila memang itu bermasalah. Mengapa tidak? Siapa yang menciptakan seks ? Tuhan ! Jadi kalau ada masalah dengan itu, Tanya Tuhan donk!

Ay 8 . Mengapa harus dibawa kepada ketua panitia ? Karna kemanisan sebuah anggur pernikahan tidaklah hanya dirasakan oleh suami istri tersebut, tetapi menjadi berkat bagi banyak orang. Berapa nilai keharmonisan rumah tanggamu jika pembantu rumah tanggamu disuruh menilai ? Berapa nilai keharmonisan rumah tanggamu jika dinilai oleh anak-anakmu? Tetanggamu? Sekretarismu? Pegawaimu? Mertuamu ? orang tuamu? Semua orang disekelilingmu akan menilai apakah anggur di pernikahanmu itu masih manis, sudah menjadi tawar atau bahkan bertambah manis ? Kesan apa yang tergores dalam diri anak-anakmu tentang kehidupan pernikahanmu? Papa mama rukun, papa mama rajin bertengkar, papa mama bercerai, papa mama selingkuh, papa mama mesra, papa mama pasangan paling serasi di dunia, dll !

Ay 10. Pernikahan di dalam Tuhan berbeda dengan model pernikahan kebanyakan orang, atau orang-orang duniawi. Orang duniawi manis di depan, cerai di belakang. Tetapi anak Tuhan kehidupan pernikahannya semakin lama semakin manis aja! Semakin lama semakin diberkati, semakin sukacita meluap2 bukan sebaliknya duka bertindih duka

Kesimpulan : Hari ini Dia ingin mengadakan pemulihan bagi rumah tangga-rumah tangga yang mulai menjadi tawar, buka hatimu,…biarkan Dia memulihkan hidupmu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: