'manusia hidup bukan dari roti saja…'

SEDEKAH YANG TIDAK TEREKSPOSE

Hari ini saya dapat rhema apik tenan: Pernahkah terpikir oleh kita arti ayat ini:

Lukas 4: 18-19
“Roh Tuhan ada pada-Ku , oleh sebab Ia telah mengurapi Aku , untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

Kalau bicara soal memberitakan pembebasan jelas kita tahu kalau Tuhan Yesus itu membebaskan para tawanan iblis yang diikat oleh dosa, pengelihatan pada orang-orang buta, jelas, karna Yesus itu banyak menyembuhkan sakit-penyakit, membebaskan orang-orang yang tertindas, itu sudah jelas, karna Tuhan mengusir setan-setan yang menyiksa orang-orang yang dirasuk olehnya, memberitakan tahun rahmat Tuhan sudah datang, jelas sekali, karna saatnya keselamatan itu tiba lewat karya Mesias di kayu salib.

tetapi …..menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin…?
Mari kita renungkan dan ingat baik-baik…kapankah dicatat Yesus memberikan sejumlah uang pada orang miskin…? tentunya kabar baik untuk orang miskin ya bentuknya tidak hanya OMONGAN, tapi juga TINDAKAN PERTOLONGAN.

Sepertinya tidak pernah diekspose habis-habisan kan …pertolongan Yesus pada orang miskin…?

Seperti layaknya kelompok pada umumnya tentunya rombongan Yesus juga memiliki uang KAS.

Rombongan Yesus dikelilingi dan dilayani oleh wanita-wanita yang tidak saja memberikan waktunya, tenaganya, perhatiannya, tetapi juga KEKAYAANNYA
Lukas 8:3

Bisa jadi, rombongan Yesus juga menerima persembahan kasih dari umat, karna ide ini pernah terlontar saat ada minyak narwastu yang dipersembahkan pada Yesus, namun tidak lewat PANITIA, sehingga langsung dicurahkan ke atas tubuh Yesus.

Murid-murid menjadi gusar…mereka mereka-reka seandainya persembahan kasih dari umat ini bisa dikelola untuk orang miskin, pikir mereka tentunya lebih BERGUNA.

Mereka tidak tahu bahwa pencurahan minyak narwastu ke tubuh Yesus adalah sebagai gladi resik menuju Golgota yang harus melalui VIA DOLOROSA. Karna kunci kemenangan Yesus adalah urapan sukacita/yang dilambangkan dengan minyak wangi yang dipakai para raja. Maz 45:7. KID 1:12
Bahkan ada peneliti yang mengungkapkan bahwa gladi resik ini bisa jadi dilaksanakan sampai 3 kali, karna peristiwa pengurapan Yesus dengan minyak narwastu ini, dilaksanakan dengan petunjuk tempat, nama dan waktu yang berbeda sampai 3 kali.

Tapi siapa sangka , di bagian Alkitab yang lain, tidak saja menyebut ‘murid-murid gusar’ tetapi jelas jelas menyebut nama Yudas Iskariot yang protes.

Yohanes 12:4-6 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?” Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

Jika ini sampai terlontar, tentunya kita menyimpulkan bahwa Yesus sering mengeluarkan uang KAS untuk menolong orang miskin. Dan Yudas memakai kesempatan ini (saat ada persembahan kasih yang mahal) – untuk mencari legalitas dari Yesus, dengan memakai topeng belas kasihan pada orang miskin, padahal tujuannya adalah KETAMAKAN AKAN UANG- yang belum bertobat juga, walau sudah ikut Yesus bertahun tahun.

Terbukti setelah peristiwa itu, Yudas langsung pergi dan menemui imam imam untuk mendapatkan kesepekatan TIGA PULUH UANG PERAK, Matius 26: 14-16

Nah sekarang kita lihat lagi beberapa petunjuk dari ayat ini:

Yohanes 13: 29 Karena Yudas memegang kas, ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin.

Mengapa sampai ada yang menyangka bahwa Yesus menyuruh Yudas memberi apa-apa kepada orang miskin?

KARNA , sangkaan itu lahir dari KEBIASAAN YESUS yang sering mereka lihat, yaitu memberi apa-apa pada orang miskin, dan tidak cukup hanya BERKOTBAH PADA SI MISKIN.

lalu mengapa tidak pernah di catat di bagian Alkitab yang lain, siapa si miskin itu, berapa banyak si miskin yang ditolong, berapa duit yang dikeluarkan, apa bentuknya, apa sembako atau uang, atau SPP, atau apa ya…?

Jawabannya ada di ayat ini:

Mat 6:3 Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.

Nah inilah yang aku kagumi dari Yesus, saat memberi sedekah, bukan untuk diekspose/dipublikasikan/diumumkan/dipamerkan/digembar-gemborkan

Yang unik di sini adalah IMAJINASI YESUS, dimana seolah-olah tangan kanan dan tangan kiri kog bisa SALING BICARA. Ternyata tangan kiri dikendalikan oleh otak kanan, sebaliknya tangan kanan dikendalikan otak kiri, di sinilah Yesus secara tersirat ingin menjelaskan bahwa di otak sendiri pun, antara otak kanan dan otak kiri tidak boleh saling membentuk opini KEHEBATAN dalam memberi sedekah. Jangan sampai setelah memberi sedekah, DIRI SENDIRI BANGGA BANGET.

Bukti lain adalah di jaman para rasul, mereka membentuk DIAKEN untuk memperhatikan orang miskin dan para janda. Darimana mereka belajar hal ini? Dari teladan Yesus.

Hmmmmmmmmmmmm ayo yang suka gembar-gembor saat menabur untuk si miskin, bertobatlah !!

Tuhan Yesus tidak saja mengajarkan Matius 6: 3, tetapi Dia melakukan apa yang Dia ajarkan.

METODE TELADAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: