'manusia hidup bukan dari roti saja…'

Membaca kitab Keluaran terkadang terasa menjemukan (Itu dulu, saat aku belum belajar menuliskan apa yang didapat dari Firman Tuhan)

Tapi sekarang….hmmmmmmmmm ashik banget.

Nah sekarang saya beri contoh cara menuliskan rhema dari kitab

Keluaran 37:1-9

Bezaleel …siapakah dia? Dia orang yang diurapi Tuhan untuk membuat perkakas bait Suci Tuhan.

Maukah kita dipakai Tuhan untuk membangun Bait-Nya yang kudus?

Dikatakan Bezaleel MEMBUAT.

Ada sesuatu yang dikerjakan, memakan tenaga, piikiran, waktu, konsentrasi dan segala yang dapat dikerahkan, dicurahkan, secara maksimal untuk pekerjaan Tuhan.

Sudahkah kita maksimal untuk Tuhan ? Apa saja yang kamu lakukan, lakukanlah seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia!!

Dikatakan Tabut yang dibuat itu dari KAYU PENAGA, disalut dengan EMAS MURNI, ini bicara mengenai BAHAN YANG DIPAKAI HARUS TEPAT SEPERTI YANG TUHAN MAU. (Karna semua bahan yang dipakai untuk pembuatan Tabut ini ada artinya, kayu artinya manusia, emas artinya kemuliaan Allah, arti secara keseluruhan, kehadiran Allah akan membungkus kehinaan manusia dengan kemuliaan-Nya yang murni dan bersinar)

Sudahkah kita mengerjakan segala sesuatu dengan bahan seperti bahan yang Tuhan mau? Sudahkah kita memakai bahan-bahan dengan lebih detail tepat seperti yang Tuhan mau? Terkadang belum tentu Tuhan ingin kita menghemat dan memakai bahan yang murahan, karna Dia sanggup mengadakan yang lebih dari yang kita bayangkan. Tetapi terkadang juga belum tentu Tuhan memanjakan kita dengan bahan yang semuanya mahal, karna dengan cara itu Dia sedang mendidik kita untuk kreatif dengan apa yang ada dan tetap bersyukur dan bersandar pada kedahsyatan-Nya yang nyata dalam segala keadaan.

Saat kita bekerja membuat kartu ucapan selamat ulang tahun pada anak sekolah minggu, misalnya, maukah kita menanyakan pada Tuhan, bahan apakah yang Tuhan inginkan? Apakah karton, apakah plastik, apakah stiker.? Ini tidak mudah, terkadang kita merasa itu hal kecil, soal bahan kita tentukan sendiri, tetapi kita akan alami perbedaan saat menurut pada Tuhan, yang lebih mengerti bahan apa yang paling tepat. Mungkin saja pilihan Tuhan disesuaikan dengan selera penerima kartu, yang tidak kita pahami? Siapa tahu???

BaHAN di sini bisa bicara, buku apa yang kita pakai, materi apa yang kita kotbahkan, ilustrasi apa yang tepat, dll

Dalam bacaan ini, kita temui ukuran tabut, baik panjang, lebar, maupun tingginya, dan ukuran itu adalah ukuran yang sama pada tutup pendamaiannya. Bezaleel tidak boleh ngawur dengan ukuran ini, karna semua design ini ukurannya ditentukan oleh TUHAN sendiri.

Demikian juga dengan kita, saat kita melakukan pekerjaan kita, kita harus minta Tuhan hikmat, berkenaan dengan ukuran yang Tuhan mau, seberapa banyak kita harus kulakan, seberapa banyak kita harus memberi discount, seberapa banyak kita mesti membuat soal, seberapa banyak kita mesti memberi PR, dll

Sudahkah kita selalu bertanya pada Tuhan sampai ke hal -hal detail spt itu?

Dikatakan DISALUT DENGAN EMAS MURNI BAIK BAGIAN DALAM MAUPUN BAGIAN LUAR. Ini keren banget. Tuhan ingin pengerjaan tabut ini excellence. Saat dilihat dari luar terlihat salutan emas murni, tapi saat dibuka, ternyata dalamnya pun terlihat salutan emas murni, jadi tidak cemerlang hanya dari tampak luar saja, tetapi luar dalam.

Kualitas seperti inilah yang Tuhan mau untuk kita lakukan dalam hidup kita. Sama seperti pemilik rumah makan, dia membuktikan kalau masakannya sehat, bersih, tidak menggunakan MSG, dll, saat dia mengatakan dan membuktikan pada pelanggan bahwa dia juga ikut makan makanan yang sama. Sama seperti pembuat rancang pesawat terbang, yang mana dia sendiri berani ikut dalam penerbangan uji coba, untuk meyakinkan bahwa dia membuat pesawat itu seaman mungkin. Inilah yang dinamakan kualitas integritas dari sebuah produk, baik produk barang maupun jasa.

Sudahkah kita memiliki integritas dalam bidang pekerjaan kita?

Untuk membuat tabut ini, Bezaleel membuat beberapa benda: tabut, bingkai emas, gelang emas, kayu pengusung, tutup pendamaian, dan kerub. Total dia mengerjakan 6 jenis benda untuk kelengkapan sebuah TABUT PERJANJIAN. Jadi walaupun hanya disebut Tabut saja, tetapi ada 6 jenis benda sebagai kelengkapannya.

Demikian juga dengan hidup kita, sontohnya, saat seorang Guru bekerja, ada banyak item yang dia kerjakan, mengajar, membuatkan agenda, satuan pengajaran, soal ulangan, evaluasi daya serap, soal remidi, penghitungan nilai raport, dll Jadi tidak hanya mengajar saja, tetapi ada banyak pekerjaan penunjang lainnya. Bezaleel tidak hanya membuat TABUT saja, titik, tetapi dia buat semuanya, dan semua kelengkapan lainnya itu juga dibuat dengan bersungguh-sungguh, tidak asal-asalan.

Bagaimana dengan hidup kita? Adakah kita mengerjakan hanya hal utama saja dan melupakan perlunya kita bekerja secara LENGKAP BIDANG PEKERJAAN?

Dikatakan di bagian ini, Bezaleel membuat kayu pengusung agar supaya tabut itu dapat diangkut, Ini saya sebut FUNGSI ALAT.

Ini tidak mudah, karna harus sampai uji coba fungsi itu berhasil, kalau kayu kurang panjang, tentunya menyulitkan para pengangkut, kalau kayu kurang kuat, tentunya bisa patah saat menyangga tabut yang berat, kalau kayu tidak sama ukurannya tentunya mengganggu keseimbangan.

Saegala yang kita kerjakan harus dapat mencapai satu titik BERFUNGSI seperti yang seharusnya.

Kalau kita guru, ya gimana caranya, setelah kita mengerjakan segala pekerjaan guru, anak-anak itu harus sampai BERFUNGSI misalnya bisa menyerjakan soal matematika dalam mata pelajaran matematika yang kita ajarkan. Kalau kita guru sekolah minggu, ya gimana caranya anak-anak dapat BERFUNGSI sebagai anak-anak Tuhan yang berakar, bertumbuh dan berbuah lebat bagi kerajaan Sorga.

Kesimpulan : Mari beri yang terbaik untuk TUHAN

lanjut di Keluaran 39: 32-43

Rhema dari Keluaran 39: 32-43. Segala pekerjaan untuk melengkapi semua perabotan kemah suci telah selesai dan inilah penilaiannya:
1. tepat – yaitu tepat seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa. (ayat 32, 42) kata tepat ini muncul 2 kali ( penegasan , pengulangan, penekanan pada kata TEPAT itu)

2. Musa melihat bahwa segala pekerjaan itu, sesungguhnya telah dilakukan seperti yang diperintahkan Tuhan (ayat 43) perhatikan kata SEGALA, itu artinya, bahannya, ukurannya, jumlahnya, cara membuatnya, kelengkapan alatnya, fungsinya, komposisinya, aromanya, dll sudah TEPAT seperti yang Tuhan mau

KEREN

lanjut di Keluaran 40: 1-11

Keluaran 40:1-11

Penetapan tanggal oleh Tuhan, yaitu tanggal satu bulan satu, itulah adalah tahun baru, saat dimana Tuhan ingin tahun baru itu diisi dengan sesuatu yang baru, yaitu mendirikan KEMAH SUCI.

Sudahkah kita melakukan segala sesuatu TEPAT seperti waktu yang Tuhan inginkan? Saat mana kita melangkah, saat mana kita mesti menahan diri dan jangan terburu-buru, saat mana kita mesti lembur karna mengejar target, saat kana kita mesti diam, saat mana kita mesti bicara, saat mana kita membuat rencana, saat kapan kita mesti membuka, menutup, mengawali, mengakhiri, dst

Waktu special yang dipilih oleh Tuhan. Lewat sehari saja, sudah tidak TEPAT seperti yang Tuhan mau.

dikatakan di ayat 4, kaubawalah di dalamnyua meja dan taruhlah di atasnya perkakas menurut SUSUNANNYA.

Susunan pun harus seperti yang Tuhan mau. Ini bicara mengenai dimensi ruang, kerapian, urutan penempatan, tata letak, design interior, rasa seni, dll.

Sudahkah dalam pekerjaan dan hidup kita, kita melakukan SUSUNAN tepat seperti yang Tuhan mau?

Barang apa yang seharusnya kita beli, barang apa yang tidak perlu dibeli, barang apa yang cukup satu saja dan jangan ada banyak banyak, barang apa yang harus sedia banyak, warna dan komposisi apa yang pas untuk sebuah ruangan, dll. bayangkan kalau kita lakukan ini dengan sentuhan hikmat Tuhan, hasilnya akan amazing.

Tata ruang adalah salah satu bentuk KEMASAN yang tampak luar, sebelum orang mencicipi isi dalamnya.
Kalau itu buku, ibarat covernya. Orang akan memilih sebuah buku di Gramedia untuk dibuka , awalnya karna tertarik ketika melihat JUDUL BUKU dan covernya yang sangat menawan.
Banyak orang tidak memperhatikan penampilannya, karna menganggap yang penting dalamnya, tapi toh Tuhan memakai kecantikan Ester untuk memikat raja saat itu, bukan hanya inner beauty tetapi juga outer beauty memegang peranan.
Jangan sampai batal kontrak, hanya karna orang sudah mundur saat pertama kali melihat tata ruang yang tidak berhikmat.

Lihat di ayat-ayat tersebut….

kautaruhlah ……ini di sini…., ini di sini…., PELETAKAN HARUS TEPAT seperti yang Tuhan rancangkan titik penempatannya. Ini benar-benar keren.

Tikak pernah sekalipun Tuhan berkata “terserah kamu Musa, kamu mau taruh di mana barang ini” Karna ini bait Tuhan, jadi terserah Tuhan dong.

Percayakah kita pada selera Tuhan yang adalah Super High Class?

Ayat 9, perabotan di dalam bait suci itu harus dikuduskan , diurapi.

ternyata yang dikuduskan dan diurapi bukan cuma orang saja, tetapi juga barang. Itu semua karna barang-barang ini harus DIKHUSUSKAN/ DIPISAHKAN/ DISPECIALKAN hanya untuk TUHAN.

Sudahkah semua barang di rumah kita kita khususkan hanya bagi kemuliaan TUHAN? Misalnya ada setumpuk baju yang tidak terpakai, itu tidak memuliakan nama Tuhan, berikanlah pada yang membutuhkan.

Misalnya ada lagu-lagu duniawi, kaset kaset yang isi syairnya nggak memuliakan Tuhan, buang saja.

Dan masih banyak contoh lain.

di ayat 12-16 , Tuhan menyuruh Musa mengurapi Harun dan anak-anaknya. Perhatikanlah pola Tuhan, di sini berlaku.

Perabotan bait Suci ini dipersiapkan semua oleh Bezaleel dan Aholiab, lalu setelah semua jadi, kini pada tahun baru Musa diminta Tuhan menata semuanya dengan mendirikan Kemah Suci ini, setelah semua perabot dikuduskan, barulah terakhir Tuhan menyuruh Musa mengurapi Harun dan anak-anaknya. Urutannya bukan dibalik, Harun dulu, Kemah kemudian, dan terakhir perabot. Itu salah urutan.

Sama ketika Tuhan ciptakan manusia pada hari ke 6, setelah hari 1-5 dipersiapkan dahulu isi bumi yang lainnya.

Percayakah kita bahwa sebenarnya Tuhan sudah sediakan segalanya buat kita? Jalan-jalan-Nya, rancangan-rancangan-Nya, waktu-Nya, cara-Nya, selera-Nya, sentuhan-Nya, persediaan-Nya,
semuanya itu telah dipersiapkan buat kita, semua itu bagaikan sebuah persiapan untuk kita siap TERBANG bersama Dia.

Adakah anda kuatir tentang banyak hal…? Harun dan anak-anaknya tidak perlu kuatir, sebagai imam yang melayani, semua sudah dipersiapkan oleh Tuhan jauh hari sebelumnya.

Demikian juga dengan kita. Kita dan nama kita dan semua tugas kita hari ini, sudah ada dalam catatan Tuhan, dalam agenda-Nya, karn kita adalah rekan sekerja-Nya, untuk menuai di ladang-Nya. Amin.

rhema hari ini:

Demikianlah diselesaikan Musa pekerjaan itu.

Lalu awan itu menutupi Kemah Pertemuan, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci, sehingga Musa tidak dapat memasuki Kemah Pertemuan, sebab awan itu hinggap di atas kemah itu, dan kemuliaan Tuhan memenuhi Kemah Suci.

Keluaran 40: 33 dan 34

Awan kemuliaan Tuhan baru bisa memenuhi tempat Kemah Suci itu, saat pekerjaan pembuatannya telah selesai.

Rhema yang kita dapat dari dua ayat ini:
1. Sadarkah kita bahwasannya Tuhan MENUNGGU kita menyelesaikan pekerjaan yang Dia berikan pada kita, sampai tepat seperti mau-Nya, cara-Nya, selera-Nya, waktu-Nya, dll.

Mari kita bangkit dan menyelesaikan tugas tugas kita, karna ada Tuhan yang sedang MENUNGGU kita.

2. Saat Kemah Suci itu sedang dibuat, disusun, ditata, Musa mondar-mandir keluar masuk dengan bebas, tetapi saat Kemuliaan Tuhan sudah memenuhi tempat itu, Musa tidak dapat masuk ke dalamnya, sebab awan kemuliaan Tuhan itu tidak main-main.

Saat kita sudah selesai melakukan tugas kita, biar kemuliaan TUHAN yang memenuhinya, sampai kita pun tidak mau menodai kemuliaan-Nya itu dengan kebanggaan pribadi, kesombongan, dan dagu yang diangkat sambil berkata ‘aku!’

Saat kemuliaan Tuhan memenuhi tempat itu, semua orang berkata “Itu Tuhan..! Semua itu karna TUHAN!’, bahkan Musa pun sudah tidak dapat mondar-mandir secara sembarangan di Kemah Suci yang didiami Tuhan sendiri, seperti saat kemah itu belum jadi, belum tuntas, belum diresmikan.

Benar saja, semua yang dilakukan Musa dan jajarannya (Bezaleel, Aholiab, bangsa Israel), hanyalah melakukan dari design Tuhan, planning Tuhan, sense of art-Nya Tuhan, kemampuan dari Tuhan, kesanggupan dari Tuhan, perlambang dari setiap benda atas karya keselamatan, perlambang dari setiap warna, gambar, dll, ketelitian dari Tuhan, tenaga dari Tuhan, hikmat dan roh keahlian dari TUhan…semuanya karna Tuhan, dan pada akhirnya kita mengerti bahwa kita hanyalah Alat. Obeng, atau sekrup, atau gergaji di tangan Sang Ahli bangunan, yaitu Kristus sendiri.

Tidak ada sedikitpun jasa Musa, jasa Bezaleel dan Aholiab, jasa bangsa Israel,…semua ada karna inisiatif dari Tuhan, tangan penyertaan TUHAN, dan untuk maksud Tuhan.

Doa:

TUHAN, bantu kami untuk menyelesaikan tugas kami dengan baik, tepat dan bantu kami untuk mengembalikan semua kemuliaan hanya bagi-Mu, karna kami hanya sebagai alat-Mu.

KENDARI, AGUSTUS 2013

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: