'manusia hidup bukan dari roti saja…'

Imamat pasal 2: 11-13

Dalam mempersembahkan korban sajian, dilarang menggunakan ragi dan madu untuk membakar adonan. Tetapi pemakaian garam hukumnya wajib.

Mengapa tidak boleh memakai madu?

Bukankah madu itu menyehatkan, melambangkan kemanisan, dan memberi kekuatan?
Bahkan janji Tuhan digambarkan lebih manis daripada kemanisan madu . Maz 119:103

Benar, tetapi dalam perpaduan antara MADU dengan RAGI…..ternyata…

Madu berfungsi memberi makanan pada ragi selama proses peragian berlangsung.
Sedangkan ragi itu sendiri tidak boleh dipakai dalam proses pembakaran korban sajian.

Mengapa tidak boleh memakai ragi?
Ada apa dengan ragi?

bahkan dalam Keluaran 13: 7 dikatakan tidak saja selama 7 hari, bangsa Israel harus makan makanan yang tidak beragi, tetapi secara ekstrim, mereka pun TIDAK BOLEH MELIHAT RAGI DAN SEMUA OLAHAN YANG MENGANDUNG RAGI.

Sampai sebegitunyakah? Melihat ragi aja sebuah larangan keras?

Ragi itu memang membuat roti mengembang
ragi itu memang bisa dimakan
tetapi ragi itu TIDAK MEMBERI RASA SAMA SEKALI
dan hanya sedikit saja ragi pada adonan, dapat mempengaruhi adonan secara keseluruhan

Khamir (yeast) merupakan kelompok mikroorganisme yang telah banyak dimanfaatkan dalam industri pangan sebagai BAHAN PENGAWET.
Contohnya yaitu anggur (wine) yang diproduksi dalam jumlah besar dan waktu yang singkat tersebut membutuhkan khamir seperti S. cerevisiae untuk bisa membuatnya tahan lama dengan mengubah gula menjadi etanol. http://academynutrition.wordpress.com/tag/pengertian-khamir/

Ragi yang mengembangkan adonan dipakai oleh Tuhan Yesus sebagai gambaran kerajaan sorga yang memberi pengaruh kepada semuanya (Matius 13: 33), tentunya pengaruh yang baik.

Ragi jenis ini, yang dipakai sebagai ilustrasi oleh Yesus, adalah ragi jenis PENGAWET MAKANAN.

Namun khamir juga bisa menjadi kontaminan yang MENYEBABKAN KERUSAKAN PADA MAKANAN mengandung gula dalam kadar sedang maupun tinggi.
Misalnya pada sari buah, sirup, selai dll.
http://academynutrition.wordpress.com/tag/pengertian-khamir/

Tetapi ragi juga mempercepat proses pembusukan, inilah yang dimaksudkan oleh Yesus, dimana ragi jahat ini justru akan menghilangkan kemurnian adonan dan membuat adonan cepat membusuk

Ragi jenis inilah yang dipakai oleh Yesus dan Rasul Paulus untuk menggambarkan hal-hal negatif.

1. Markus 8:15 Ragi orang Farisi berbicara mengenai Kemunafikan, mengetahui kebenaran tetapi tinggal dalam keagamawian, tampaknya beribadah tetapi hidupnya tidak mentaati Firman.

2. Matius 16:12 Ragi berbicara mengenai ajaran orang Farisi dan Saduki yang berbahaya yang dapat menyesatkan banyak orang.
Orang Saduki tidak mempercayai adanya kebangkitan orang mati.

3. Ragi Herodes berbicara mengenai keduniawian dan sekularisme (Markus 8:15)

4. I Korintus 5: 6-8 Ragi berbicara mengenai kemegahan, keburukan, kejahatan

Roti yang tidak beragi melambangkan :kemurnian dan kebenaran ( I Kor 5: , roti yang tidak beragi bagaikan adonan yang murni yang tidak dicemari dengan PEMBUSUKAN.

Jadi untuk mempersembahkan korban sajian yang dibakar di atas mezbah, tidak diijinkan pengolahan menggunakan ragi dan madu, karna ragi yang mempercepat proses pembusukan dan madu yang memberi makanan pada ragi dalam proses peragian akan merusak daripada TEPUNG KUALITAS TERBAIK.

Roti yang diolah dengan ragi boleh -boleh saja dipersembahkan kepada Tuhan, karna tidak dibakar di atas MEZBAH. Tetapi jika roti itu dibakar di atas mezbah, tidak boleh mengandung ragi dan madu

Kembali ke Imamat 2 kini kita bahas ayat ke ayat 13

setiap korban sajaian ini harus dibubuhi GARAM

Garam memberikan aroma
Memberikan rasa,
memperkuat gluten (protein terigu yang berperan dalam pembentukan tekstur roti), dan memberi warna pada bagian dalam roti.

http://www.femina.co.id/kuliner/info.kuliner/garam.gula.dalam.adonan.roti/004/002/29

Pemakaian garam sebagai bumbu wajib pada korban sajian ini luar biasa, menggambarkan kehadiran kita sebagai garam dunia yang harus memberikan
AROMA, RASA, TEKSTUR, WARNA

Kesimpulan: IMAMAT PASAL 2: 1-13

Mari taruh kehidupan kita di atas Mezbah.
Kehidupan yang memberi yang terbaik, bagaikan tepung yang terbaik dalam persembahan korban sajian.

Mari taruh kehidupan kita di atas Mezbah.
Kehidupan yang murni, tinggal dalam kebenaran, bagaikan roti yang tidak beragi. Kehidupan yang tidak munafik, keduniawian, peka dengan ajaran sesat,tidak tinggal dalam  kemegahan (kesombongan), keburukan, dan kejahatan.

Mari taruh kehidupan kita di atas Mezbah.
Kehidupan yang memberi aroma, rasa, tekstur, dan warna pada dunia, bagaikan roti yang mengandung garam.

Lagu:

Ku bawa hidupku skarang
Ke tempat kudusMu Tuhan
Di mezbahMu kuserahkan seluruh hidupku
Kubawa hatiku skarang
Dengan urapan yang baru
Agar aku lebih lagi mendengar suaraMu

Jadikan aku Tuhan rumah doaMu
Agar sgenap suku bangsa datang menyembahMu

I KORINTUS 5: 1-13

Dosa dalam jemaat

5:1 Memang orang mendengar, bahwa ada percabulan di antara kamu 1 , dan percabulan yang begitu rupa, seperti yang tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan isteri ayahnya 2 . l  5:2 Sekalipun demikian kamu sombong. Tidakkah lebih patut kamu berdukacita 3  m  dan menjauhkan n  orang yang melakukan hal itu dari tengah-tengah kamu? 5:3 Sebab aku, sekalipun secara badani tidak hadir, tetapi secara rohani o  hadir, aku–sama seperti aku hadir–telah menjatuhkan hukuman atas dia, yang telah melakukan hal yang semacam itu. 5:4 Bilamana kita berkumpul dalam roh, kamu bersama-sama dengan aku, dengan kuasa Yesus, Tuhan kita, p  5:5 orang itu harus kita serahkan q  dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis 4 , r  sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan. s  5:6 Kemegahanmu tidak baik. t  Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi u  mengkhamiri seluruh adonan 5 ? v  5:7 Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, w  yaitu Kristus. 5:8 Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, x  yaitu kemurnian dan kebenaran. 5:9 Dalam suratku telah kutuliskan kepadamu, supaya kamu jangan bergaul y  dengan orang-orang cabul. 5:10 Yang aku maksudkan bukanlah dengan semua orang cabul pada umumnya dari dunia z  ini atau dengan semua orang kikir dan penipu atau dengan semua penyembah berhala, karena jika demikian kamu harus meninggalkan dunia ini. 5:11 Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, a  adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, b  pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan c  bersama-sama. 5:12 Sebab dengan wewenang apakah aku menghakimi mereka, yang berada di luar d  jemaat? Bukankah kamu hanya menghakimi mereka yang berada di dalam e  jemaat 6 ? 5:13 Mereka yang berada di luar jemaat akan dihakimi Allah. Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu. f

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: