'manusia hidup bukan dari roti saja…'

IMAMAT 6: 8-13.

Ayat 13.
Harus dijaga supaya api tetap menyala di atas mezbah, janganlah dibiarkan padam.

Ayat ini adalah ayat thema PASSION, NCWC, Senayan, Jakarta, tahun 2012 lalu. NCWC singkatan dari National Conference Worker Children.

Api dalam ayat ini menggambarkan api/semangat/passion/hasrat, yang harus dijaga tetap menyala-nyala.

Mari sekarang kita gali ayat demi ayat
ayat 8-9 Tuhan berfirman kepada MUSA: Perintahkanlah kepada Harun dan anak-anaknya:…………..

Harun dan anak-anaknya berbicara mengenai IMAM, siapakah imam? Kita semua, karna kita adalah imamat rajani (I Pet 2: 9)

Inilah hukum tentang Korban Bakaran.

Kalau berbicara mengenai hukum , itu mengandung suatu kepastian, ada sangsi dan hukuman, tahu atau tidak tahu tidak menjadi alasan untuk tidak melakukan hukum ini.

Korban bakaran itu haruslah tinggal di atas perapian di atas mezbah semalam-malaman sampai pagi, dan api mezbah haruslah dipelihara menyala di atasnya. (ayat 9) diulangi lagi hal yang sama pada ayat 12, dan diulangi lagi di ayat 13. Jadi pengulangan ini sampai tiga kali.

dalam sebuah perikop yang cukup pendek hanya terdiri dari 6 ayat, tetapi ada hal yang ditekankan sampai 3 kali di tiga ayat berbeda, bahkan di ayat 12 dan 13 ditekankan lagi dalam ayat yang beruntun/berturut-turut, jelas sebuah penekanan yang SANGAT DIPENTINGKAN.

Namun demikian 3 ayat penekanan tentang ‘api yang jangan sampai padam’ ini tetap disampaikan dalam 3 arti:

1. Tetap menyala di tengah malam dan itu harus tetap menyala sampai pagi. Jadi imam tidak boleh beralasan ‘NGANTUK’ atau bahkan ‘KETIDURAN’

API Kemarahan Ef 4: 26 yang dipelihara sampai pagi bahkan sampai berhari-hari jelas dapat memadamkan api cinta kepada TUHAN

Ketidak beranian untuk menegur, ketidak berpihakkan kita pada orang lemah, ketidak sabaran, dendam, dukacita, tidak pernah berdoa, menggerutu, itu semua dapat memadamkan roh ( II Tesalonika 5: 14-19)

Sebaliknya : keberanian menegur, membela orang lemah, kesabaran menghadapi orang-orang, mengampuni, bersukacita, tetap berdoa, mengucapsyukur,

MENGHARGAI setiap nubuatan, menguji nya dan memegang yang baik, menjauhi kejahatan, ( II Tes 5: 14- 22) itulah yang dapat MENGOBARKAN ROH.

Ini adalah kobaran api yang terus menerus dari Roh yang terus menyala, Roh itu bisa padam kalau tidak dijaga, tetapi akan terus menyala jika dikobarkan terus, II Tes 5:19

2. Tetap harus menyala pada saat imam keluar dari Kemah tabernakel itu untuk membuang abunya. ( ayat 11-12) Jadi imam tidak boleh beralasan “TADI WAKTU AKU MEMBUANG ABUNYA..APINYA MATI..”

Mezbah ini harus dibersihkan dari abu saat diangkut (Bilangan 4; 13)

Abu adalah lambang daripada tangisan, kedukaan. Mazmur 102:10. Kedukaan pemazmur di sini karna dicela oleh musuh-musuhnya (pasal yang sama, ayat 9), direndahkan orang lain/ difitnah (ayat 9).

Abu adalah lambang kehinaan manusia di hadapan Tuhan (Kej 18:27) (Maz 113:7)

Abu adalah lambang kenajisan (Bil 19: 17)

Abu sering disebutkan berbarengan dengan Debu, maknanya adalah
Ayub 42: 6 – penyesalan
Ayub 30:19 – dibuang dari hadapan Tuhan.
Ulangan 28:24 – penghukuman Tuhan.
Pengk 3: 20 – kefanaan manusia, Kejadian 3: 19
Keluaran 9:9 bibit penyakit

Maksudnya, semua tangisan, kedukaan, tragedi yang terjadi dalam hidup kita, juga semua keberadaan kita yang hina, najis sebagai manusia berdosa
semua celaan, yang ditujukan kepada kita, diremehkan, direndahkan, difitnah orang lain,
semua penyesalan, penghukuman, kefanaan, sakit penyakit
SEMUA ITU HARUS DI BUANG DI LUAR KEMAH TABERNAKEL

Oleh anugrah Tuhan, Tuhan justru mengubah KUTUK itu menjadi BERKAT.
Abu itu justru dipakai menjadi air pentahiran dalam Bilangan 19 : 1-22

Hanya abu dari mezbah korban yang bisa diubah menjadi air pentahiran, karna di dalam mezbah itu ada kuasa karya salib Kristus.

Jadi jangan biarkan tragedi apa pun dalam hidup kita, menjauhkan kita dari kobaran api cinta kita pada Tuhan, kobaran semangat kita dalam mengiring dan melayani Tuhan.

Jadi jangan biarkan fitnahan, tuduhan iblis, intimidasi, serangan jahat dari siapapun membuat kita mundur dari Tuhan.

Jangan biarkan dosa menghalangi kita, justru kita bawa kepada Tuhan, kita akui, hidup dalam pertobatan, dan kembali lagi melayani Tuhan, mengiring Tuhan, mengikut Tuhan dengan setia dan berapi-api. Semua sudah dibereskan oleh Kristus di kayu Salib, kita jangan mau lagi hidup di bawah penuduhan si iblis ( menuduh memang kerjaan dia, tetapi kerjaan kita, adalah melayani Tuhan)

Jangan biarkan sakit penyakit menghalangi kita untuk melayani Tuhan, perkatakan ayat-ayat kesembuhan, ambil jatah kesembuhan yang sudah Tuhan sediakan, jangan manjakan penyakit anda dan jangan simpan penyakit itu sebagai sesuatu yang disayang-sayang, dan menjadi alasan untuk tidak barapi-api di ladang Tuhan.

Buang semua abu itu keluar perkemahan tabernakel, dan sementara itu dibuang, tetap api di atas mezbah harus menyala.

Ini adalah kobaran api yang terus dijaga, dan jangan biarkan angin dari luar memadamkan api ini.

3. Tetap harus menyala saat di pagi hari ada kayu baru yang ditambahkan, korban baru yang diletakkan, dan ada lemak dari korban keselamatan yang ditaruh di atasnya. ( ayat 12-13) Jadi imam tidak boleh beralasan’TADI WAKTU PERGANTIAN KAYU..SULIT MENGATUR AGAR API TETAP MENYALA’

Roma 12: 11
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

Ada pergantian-pergantian dalam hidup kita yang terkadang membuat kerajinan kita bisa kendor, misalnya pergantian ladang pelayanan, pergantian pekerjaan, pergantian musim, pergantian tugas, perpindahan tempat, perpindahan rumah, pergantian rekan, pergantian pimpinan, dll

Jangan biarkan perubahan-perubahan situasi itu mengubah juga kobaran cinta kita pada TUHAN.

Samuel diberi tugas untuk menjaga lampu di bait Tuhan tetap menyala, dan dia menjalankan tugas ini dengan baik. Alhasil dia menjadi seorang yang sangat peka sekali akan suara Tuhan, dan tidak ada satupun dari Firman Tuhan yang dibiarkannya gugur, dan dia menyampaikan Firman Tuhan untuk bangsa Israel sepanjang umur hidupnya, dia memberi pengaruh yang besar buat bangsanya, dan dari kepekaannya, dia dihindarkan dari mengurapi orang yang salah.

bagaimana dengan kita, saudara dan saya?

Statement: Tuhan, bantu aku untuk tetap BERKOBAR bagi-Mu.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: