'manusia hidup bukan dari roti saja…'

Imamat 6: 14-23

Korban sajian diatur lagi dalam bagian kitab Imamat ini.

Korban sajian selain dipersembahkan ke hadapan Tuhan, juga ada bagian yang harus dimakan oleh Harun dan anak-anaknya, dan di makannya harus di tempat yang kudus. yaitu di pelataran Kemah Pertemuan.

Di manaka tempat kudus itu? Itu adalah tempat yang telah dikhususkan untuk menjadi tempat yang kudus bagi Tuhan, tempat yang telah dipisahkan, dispesialkan, hanya untuk Tuhan.

Sama seperti Musa harus menanggalkan kasutnya, karna tempat dimana dia berdiri adalah tempat yang kudus. Padahal itu ya padang rumput biasa. Tempat di mana Musa biasa menggembalakan kambing domba, tapi itu kini menjadi kudus, karna ada Tuhan hadir di situ, menyatakan kehadiran-Nya. (Tuhan memang Maha Hadir/ Omni Present)- tetapi bedakan dengan -MENYATAKAN KEHADIRAN-NYA.

Di manakah korban sajian itu harus dimakan? Bukankah pelataran Kemah Pertemuan itu lokasinya pun berpindah-pindah…? Benar ! Di mana saja Kemah Pertemuan itu didirikan, di padang gurun, di tanah lapang, di mana pun, bisa saja didirikan.

Jadi tempat seperti apakah yang disebut kudus? Tempat yang disebut pelataran Kemah Pertemuan, yang dibatasi tenda sekeliling tempat Kemah Pertemuan itu. Itulah tempat yang kudus.

Di manapun bisa jadi tempat yang kudus, jika kita bersekutu dengan TUHAN, dan Tuhan hadir di situ. Itu bisa rumah, kantor, kamar, mobil, dapur, mall, atau di mana pun.

Bagimana mungkin bagian yang dipersembahkan pada Tuhan dari korban sajian itu, dimakan oleh Harun dan anak-anaknya ? Karna apa yang sudah Tuhan terima dari umat-Nya diberikan-Nya pada hamba-hamba-Nya ( lihat Imamat 6 ini ayat 17).

Sebagai imam orang Israel, memang orang Lewi mendapat perlakuan khusus, dimana hidup mereka dijamin langsung oleh Tuhan, seperti contohnya, semua suku akan mendapat tanah di Kanaan, hanya orang Lewi yang tidak mendapat tanah, karna bagian mereka adalah dari Tuhan sendiri.

Upah para hamba-Nya adalah langsung dari Atas, Pemilik Alam Semesta. Itu lebih keren dari slip gaji mana pun juga.

Jadi kalau hamba Tuhan sudah melenceng menjadi hamba uang….berhati-hati dan bertobatlah !

Bayangkan lebih dalam lagi ..korban sajian Tuhan…Tuhan mempersilahkan Harun dan anak-anaknya ikut memakannya…ini bukan perkara Harun saja, tetapi juga menyangkut seisi keluarganya.

Para anak Hamba Tuhan harus bangga, karna slip gaji seorang Hamba Tuhan ditandatangani sendiri oleh Tuhan.

Setiap orang yang kena pada korban korban itu menjadi kudus ( ayat 18) Siapa yang percaya pada nama Yesus akan diselamatkan, dan dosanya diampuni, hidupnya menjadi kudus.

Tapi sebagai yang special banget, si Harun dan anak-anaknya sendiri juga harus mempersembahkan korban sajian , dan kali ini, mereka sendiri tidak ikut memakannya, harus dipersembahkan sampai habis terbakar seluruhnya ( ayat 19-23)

Bahaya seorang hamba Tuhan yang mengkotbahkan perpuluhan tapi dia sendiri nggak perpuluhan, bahaya seorang hamba Tuhan yang mendorong jemaat hidup dalam kekudusan tetapi dia sendiri tidak hidup dalam kekudusan. Kalau aturan Tuhan ini keren, baik orang Israel maupun para Imam, tetap sama, tetap punya bagian untuk memberikan korban bagi Tuhan.

Seperti Yesus, Dia juga memberi dirinya dibabtiskan, dengan penuh rendah hati Dia dibabtiskan oleh Yohanes.

Korban yang diberikan oleh Imam Harun, anak-anaknya, orang Israel, kini ditanggung oleh Yesus sendiri di kayu salib, sehingga kita kini tidak perlu repot dengan korban sajian dan semua aturannya yang njelimet ini ( njelimet = rumit)

Itu juga mengandung makna, para imam, Hamba-hamba Tuhan sama saja, membutuhkan juga karya kasih Kristus dalam hidup kita.

hamba Tuhan juga manusia. Butuh Yesus.

Nggak ada yang salah kalau ada hamba Tuhan datang ke altar dan berlutut, dan menangis dan bertobat, kalau memang ada sesuatu yang perlu dibereskan.

Sama seperti para imam, mereka memberikan korban keselamatan mereka bukan hanya bagi orang Israel, tetapi juga bagi diri mereka sendiri.

Siapakah Hamba Tuhan itu? Kita semua Hamba Tuhan, masa hamba setan?

Karna kita adalah imamat rajani. Amin.

Statement: Kita sendiri butuh Yesus, walaupun kita sering membawa orang pada-Nya.

Comments on: "KITAB IMAMAT SERI 10. HAMBA TUHAN JUGA MANUSIA" (2)

  1. izin copas untuk berbagi renungan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: