'manusia hidup bukan dari roti saja…'

BERKAT JASMANI DAN ROHANI

ROTI BERAGI DAN TIDAK BERAGI

IMAMAT 7: 11-21

KORBAN KESELAMATAN :

  • Untuk memberi syukur
    • Disertai roti bundar yang tidak beragi yang diolah dengan minyak
    • Roti tipis yang tidak beragi yang diolesi dengan minyak
    • Roti bundar dari tepung yang terbaik yang teraduk, yang diolah dengan minyak
    • Persembahan itu harus beserta dengan roti bundar yang beragi, di samping korban syukur yang menjadi korban keselamatan

Yang sedang kita bahas saat ini adalah ROTI- nya, bukan RAGI-nya, karna ragi dalam pembahasan lain yang ada di di tulisan sebelumnya

MADU RAGI DAN GARAM DALAM ADONAN PERSEMBAHAN KORBAN SAJIAN mengandung pengertian sendiri saat dibahas bersama unsur -unsur lain dalam pembuatan roti, seperti madu dan garam.

Dalam pembahasan di tulisan tersebut memang, roti yang tidak beragi melambangkan kehidupan yang murni, tinggal dalam kebenaran, tidak munafik, tidak hidup dalam keduniawian, selalu peka akan ajaran sesat, tidak tinggal dalam kemegahan ( kesombongan), keburukan dan kejahatan, Roti yang diolah dengan garam melambangkan kehidupan yang memberi dampak bagaikan garam yang memberi aroma, rasa, tekstur dan warna pada dunia.

Akan tetapi dalam Imamat 7; 11-21 ini, untuk korban keselamatan, dan untuk memberi korban syukur, digunakan dua macam roti, yaitu ROTI YANG TIDAK BERAGI DAN ROTI  BUNDAR YANG BERAGI

Dalam hal ini, bukan berarti , saat Tuhan memperbolehkan memberi korban syukur, diberbolehkan memasukkan RAGI- yang berkonotasi negatif itu- menjadi bagian dari korban syukur. Akan tetapi, roti yang beragi di sini memiliki arti yang berbeda. Nanti lebih jauh kita akan mengerti makna dari semuanya setelah membandingkan dengan ayat ayat terkait lainnya.

Ragi ada dua macam, yang bersifat mempercepat proses pembusukan, dan ragi yang berfungsi mengawetkan makanan

Ragi positif inilah yang dipakai juga oleh Yesus untuk menggambarkan kerajaan sorga dalam Matius 13: 33, hal ini lebih dalam dapat anda baca di tulisan sebelumnya yang membahas mengenai dua macam ragi ini dalam tulisan ini MADU RAGI DAN GARAM DALAM ADONAN PERSEMBAHAN KORBAN SAJIAN

KORBAN SYUKUR ini disertai 3 macam roti, yaitu roti bundar yang tidak beragi, roti tipis yang tidak beragi, dan roti bundar dari tepung yang terbaik, muncul dalam hal-hal/peristiwa-peristiwa/ketetapan-ketetapan ini:

  • Peristiwa terburu-burunya bangsa Israel keluar dari Mesir, mereka membawa roti bundar yang tidak beragi Keluaran 12:39
  • Bagian dari perayaan hari raya roti tidak beragi yang mengingatkan bangsa israel, akan keluarnya mereka dari tanah Mesir (Kel 34: 18)
  • Diolah untuk korban sajian, ROTI BAKAR, ROTI PANGGANG, DAN ROTI  YANG DIMASAK DALAM WAJAN (Im 2: 4-8)
  • Korban keselamatan yang dipersembahakn untuk memberikan syukur  (Im 7: 11-21)
  • Dibuat untuk pentahbisan Imam Harun dan anak-anaknya ( Kel 29: 2) ( Imamat 8: 26)
  • Bilangan 6: 15, 19 Dipersembahkan oleh orang yang kenazirannya genap, nazar kusus , yakni mengkhususkan dirinya bagi Tuhan (Bil 6:1), ROTI INI diletakkan di telapak tangan orang yang bernazir itu.

Untuk mempersembahkan korban syukur ini, harus beserta dengan ROTI BUNDAR YANG BERAGI, di samping korban syukur tersebut. Imamat 7:13

Hampir semua ayat berkenaan dengan  roti-roti ini  ( dalam PL dan PB) selalu membahas dan menyebut-nyebut mengenai ROTI TIDAK BERAGI, tetapi anehnya di Imamat 7: 13 ini juga menyebut mengenai ROTI BUNDAR BERAGI

Dalam Imamat 2: 12 kita ketahui bahwa ; Khusus mengengai korban HASIL PERTAMA memang boleh mengandung ragi, tetapi tidak boleh dibawa ke mezbah.

Roti bundar beragi hanya muncul di  dua ayat sbb:

Imamat 23: 17

Dari tempat kediamanmu kamu harus membawa dua buah roti unjukan

yang harus dibuat dari dua persepuluh efa tepung yang terbaik

dan yang dibakar sesudah dicampur dengan ragi sebagai hulu hasil bagi TUHAN

Ayat ini muncul dari latar belakang perintah Tuhan, bahwa nanti kalau bangsa Israel telah masuk ke tanah Kanaan, mereka harus memberi persembahaan unjukan, pada Tuhan, (Imamat 23; 9), yaitu panenan mereka yang pertama, dari tanah Kanaan, berupa ROTI BERAGI

Amos 4; 5

Bakarlah korban syukur dari roti yang beragi

dan maklumkanlah persembahan-persembahan sukarela; siarkanlah itu!

Sebab bukankah yang demikian kamu sukai, hai orang Israel?

Kitab Amos ini lahir di situasi keadaan sosial masyarakat yang makmur, di mana rakyat sama sekali tidak mengalami kelaparan atau kekurangan bahan makanan, mereka hidup mewah hidup dalam kesenangan dan kepuasa jasmani, namun sayang mereka hidup jauh dari Tuhan.

Dari latar belakang sosial penulisan kitab Amos ini, kita menyimpulkan  bahawasannya ROTI BERAGI merupakan korban syukur dari HULU HASIL , yang menunjukkan BERKAT MELIMPAH.

KESIMPULAN:

Kita mesti mempersembahkan KORBAN SYUKUR,

  • Atas keselamatan yang Tuhan berikan
  • Atas keluarnya kita dari MESIR / hidup lama kita
  • Tuhan telah menetapkan kita jadi Imamat Rajani, bangsa yang kudus
  • Atas dilayakkannya kita boleh mempersembahkan hidup kita sebagai nazir Allah ( hamba Allah).

KEEMPAT HAL ITU DITUNJUKKAN DENGAN ROTI TIDAK BERAGI

  • Dan juga atas BERKAT MELIMPAH yang Tuhan berikan dalam hidup kita

BERKAT MELIMPAH INI ditunjukkan dengan ROTI BERAGI

Jadi kesimpulannya adalah: korban syukur tidak hanya meliputi BERKAT JASMANI  ( yang digambarkan dengan roti beragi) tetapi juga BERKAT ROHANI ( yang digambarkan dengan roti tidak beragi), itulah makna dari KORBAN SYUKUR ATAS KESELAMATAN yang dari Tuhan ( Imamat 7: 11-21)

Orang kaya dalam cerita Lazarus dan orang kaya, mengalami ROTI BERAGI, tetapi sedikitpun ia tidak mengalami ROTI TIDAK BERAGI dalam hidupnya.

Lazarus itu tidak mengalami ROTI BERAGI, tetapi ROTI TIDAK BERAGI dalam hidupnya lebih kaya. Dia terkenal di sorga.

Abraham , si Bapa orang beriman itu, mengalami keduanya, baik ROTI BERAGI maupun ROTI TIDAK BERAGI, tetapi berkat terbesar dalam hidupnya ( yaitu anak yang dinanti-nantikan) tidak menjadikannya jauh dari TUHAN.

Itu yang Tuhan mau dalam hidup kita, ROTI TIDAK BERAGI dan ROTI BERAGI, biarlah menjadikan kita selalu MENGUCAP SYUKUR, dan jangan pernah ijinkan ROTI BERAGI membawa kita jauh dari Tuhan.

Buat apa kita memperoleh seisi dunia, kalau kehilangan nyawa kita?

Tetapi juga harus dipikirkan bahwa kita memerlukan juga berkat jasmani, agar: kita bisa memberi pengaruh bagi dunia ini, ( dengan pengaruh nilai-nilai kerajaan sorga) pengaruh yang lebih besar lagi.

Pengkotbah 9: 16 Kataku :

“Hikmat lebih baik dari pada keperkasaan,

tetapi HIKMAT ORANG MISKIN DIHINA

DAN PERKATAANNYA TIDAK DIDENGAR ORANG.

Dari mana Tuhan ingin kita mendapatkan BERKAT JASMANI / yang digambarkan dengan ROTI BERAGI ini? Bagaimana agar berkat jasmani dalam hidup kita dapat membuat kita lebih meluaskan pengaruh penanaman nilai-nilai kerajaan sorga?

Dari kerendahan hati dan takut akan TUHAN ( Amsal 22: 4)

Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan,

Jadi bukan karna kita mengejar berkat itu dan bersusah payah dan ingin menjadi kaya ( Amsal 23: 4)

Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya , tinggalkan niatmu ini.

Jika kita hidup rendah hati dan takut akan TUHAN, ganjaran/ konsekuensi logisnya adalah KEKAYAAN, KEHORMATAN dan KEHIDUPAN.

AMIN.

Saya harap anda tidak bingung dengan pembahasan kita kali ini, yang membahas mengenai ROTI-nya dan bukan RAGI-nya. (walaupun kedua pembahasan ini -raginya atau rotinya) tentu tetap tidak bertentangan satu dengan lainnya, karna BERKAT ROHANI tetap dapat dikatakan tidak ber-ragi ( murni, kudus) , sedangkan BERKAT JASMANI tetap juga dapat dikatakan ber-ragi ( ragi baik- yang bersifat mengembangkan adonan, gambaran kerajaan sorga yang memberi pengaruh kepada semuanya)

Apakah berkat jasmani bisa dikatakan bersifat mengembangkan adonan- sebagai gambaran kerajaan sorya yang memberi pengaruh???

Oh ya, karna dalam pengkotbah 9: 16 tadi sudah kita bahas bahwasannya, hikmat orang miskin itu dihina dan perkataannya tidak didengar orang. Jadi BERKAT JASMANI- tetap kita perlukan, karna jangan sampai kita miskin, sehingga tidak dapat meluaskan pengaruh kerajaan sorga, Berkat jasmani kita perlukan untuk menjadi sarana memberitakan injil (Roma 10: 14-15- PENGUTUSAN membutuhkan yang namanya DANA MISI)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: