'manusia hidup bukan dari roti saja…'

ADA APA DENGAN BAGIAN DADA

PADA KORBAN KESELAMATAN?

HANCUR LULUH DI DALAM DADAKU

Imamat 8: 1-36

ADA APA DENGAN BAGIAN DADA

PADA KORBAN KESELAMATAN?

Imamat 8: 1-36

Musa mengambil dada domba itu, dan mempersembahkannya sebagai persembahan unjukan di hadapan TUHAN, itulah yang didapat Musa sebagai bagiannya dari domba jantan persembahan pentahbisan itu, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.

Pada perikop ini dibahas mengenai Pentahbisan Harun dan anak-anak-nya. Dada pada bagian ini adalah dada domba, akan tetapi pada KORBAN KESELAMATAN pada umumnya, dada  di sini bisa saja dada dari Lembu Jantan atau Lembu Betina, Kambing Domba jantan atau betina ( korban keselamatan= Imamat 7: 29, 3: 1, 6, 12)

Setelah sebelumnya kita membahas mengenai bagain PAHA SEBAGAI PERSEMBAHAN KHUSUS,

( bisa anda buka di link berikut ini: KLIK DI SINI

Kini kita membahas mengenai BAGIAN DADA SEBAGAI PERSEMBAHAN UNJUKAN

Mengapa harus bagian DADA? DADA lembu, DADA kambing, DADA domba?

Dan mengapa dari Korban keselamatan itu, bagian DADA ini dikatakan sebagai PERSEMBAHAN UNJUKAN? APAKAH ARTI DARIPADA DADA SEBAGAI PERSEMBAHAN UNJUKAN INI?

Inilah yang menggelitik hati saya dan inilah hasil penyelidikan kita bersama:

(untuk itu saya dorong anda memastikan Alkitab ada di depan anda dan buka setiap ayat pendukungnya, sehingga dapat dikatakan KITA menyelidiki BERSAMA)

Ada banyak ayat di Alkitab yang menyatakan tentang DADA, akan tetapi kita akan start/memulai dari Mazmur 22:14 ini, yang langsung menunjuk pada nubuatan Mazmur terhadap peristiwa penyalipan Yesus.

Mazmur 22: 14Seperti air aku tercurah, dan segala tulangku terlepas dari sendinya, hatiku menjadi seperti lilin, hancur luluh di dalam DADAku

Mazmur 22 ini adalah Mazmur SALIB, karna semua isi dari Mazmur ini menggambarkan peristiwa penyalipan Yesus Kristus.

Ayat-ayat dalam Mazmur 22 yang digenapi dalam persitiwa penyaliban Yesus, diantaranya adalah:

  1. Maz 22:2-3 digenapi di Matius 27:46, mengenai seruan “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa engkau meninggalkan Aku?”
  2. Maz 22:8 digenapi di Mat 27:39, mengenai orang-orang yang menggelengkan kepala
  3. Maz 22; 9 digenapi di Mat 27:43, kalimat olok-olok yang ditujukan pada-Nya
  4. Maz 22:17 digenapi di Mat 27:35, penusukan tangan dan kaki, penyaliban
  5. Maz 22: 19 digenapi di Mat 27:35, jubah yang diundikan
  6. Maz 22:23 digenapi di Ibrani 2: 11-12, Yoh 20:17, penyebutan kata ‘saudara-saudara’

Dan berdasarkan penyelidikan Alkitab sebelumnya, saya pernah menulikan tentang gambaran ulat dalam karya salib Kristus yang dapat anda baca di tautan berikut ini:

KLIK DI SINI

Kembali ke Mazmur 22 :14 tadi, karna sudah kita mengerti bahwa Mazmur 22 adalah Mazmur SALIB, maka kita ketahui beberapa hal dari ayat 14 ini terkait dengan DADA, yang topiknya sedang kita selidiki saat ini dalam kaitannya dengan penyebutan DADA sebagai PERSEMBAHAN UNJUKAN  di Kitab Imamat.

Namun karna ayat Mazmur 22: 14 ini terdiri dari dua bagian frasa kalimat, kita akan membahas dahulu bagian pertama , baru nanti kita membahas bagian kedua yang menyangkut kata DADA.

Mazmur 22: 14

Seperti air aku tercurah,

dan segala tulangku terlepas dari sendinya,

hatiku menjadi seperti lilin,

hancur luluh di dalam dadaku

Di katakan dalam ayat 14 ini, menarik sekali, dicatat di sana SEGALA TULANGKU TERLEPAS DARI SENDINYA.

Ternyata, saat di tulisan yang lalu

KLIK DI SINI

saya membahas bahwasannya TULANG PANGKAL PAHA Yesus tidak dipatahkan saat disalibkan, melambangkan bahwasannya Yesus mati di kayu salib bukan karna KEKUATAN-NYA ( paha sebagai lambang kekuatan) dirampas daripada-Nya, melainkan karna Ia menyerahkan nyawa-Nya,

ternyata hal itu tidak berarti bahwa……

tidak terjadi apa-apa dengan sendi-sendi tulang-Nya (walaupun semua tulang-Nya utuh- bedakan antara SENDI TULANG dengan TULANG)

ternyata dalam Maz 22: 14 ini kita ketahui bahwasannya SENDI-SENDI TULANGNYA terlepas.

Lepas sendi tulang tidak sama dengan dipatahkan tulang kaki/ tulang pangkal paha-Nya.  Terlepasnya sendi tulang Yesus adalah karna saat Yesus disalibkan, Dia mengalami PENYIKSAAN-PENYIKSAAN FISIK yang luar biasa. Sedangkah dipatahkannya tulang pangkal paha pada dua penjahat lain yang disalibkan di sebelah kanan dan kiri-Nya adalah untuk mematahkan kekuatan mereka, agar mereka cepat mati, tetapi pematahan tulang kaki ini tidak terjadi pada Yesus, karna Yesus sudah mati saat itu.

Dalam kondisi normal ( bukan peristiwa salib)- seseorang bisa mengalami terlepasnya sendi tulang, adalah karna mengalami KECELAKAAN. Tetapi dalam kasus Penyalipan Yesus, segala sendi-Nya terlepas adalah karna penyiksaan penyiksaan fisik yang menimpa-Nya.

Dari sinilah kita menyimpulkan bahwasannya Mazmur 22 : 14 ini membahas mengenai PENDERITAAN FISIK Yesus di kayu salib – yang digambarkan dengan ayat frase A- segala tulangku terlepas dari sendinya.

Serta

PENDERITAAN PSIKIS Yesus di kayu salib- yang digambarkan dengan ayat frase B- hatiku menjadi seperti lilin, hancur luluh di dalam dadaku.

Mazmur 22: 14

Seperti air aku tercurah,

dan segala tulangku terlepas dari sendinya,

hatiku menjadi seperti lilin,

hancur luluh di dalam dadaku

 

Ada yang menarik di sini, bahwa yang dialami oleh Yesus di kayu salib ini, yaitu penderitaan-Nya secara fisik dan psikis ini juga pernah dialami oleh Yeremia (walaupun kadarnya tentu tidak dalam porsi yang sama)

Yeremia 23:9

Mengenai nabi-nabi.

Hatiku hancur dalam dadaku, segala tulangku goyah.

Yeremia menulis dua hal: HATI HANCUR DALAM DADA sebagai hal pertama : PENDERITAAN PSIKIS

Dan TULANGKU GOYAH sebagai hal kedua: PENDERITAAN FISIK

Mau tidak mau kita harus lari sejenak untuk melihat sekilas mengenai nabi Yeremia, dan juga mengenai Yeremia pasal 23 ini secara konteks. (Sumber: http://www.sabda)

Mengenai nabi Yeremia.

Yer 9:1-26

Yeremia terus mengungkapkan kepedihannya atas umat Allah yang memberontak serta penolakan mereka untuk bertobat dan dengannya lolos dari kemusnahan yang akan datang. Ia ingin menangis, tetapi kesedihannya terlalu dalam untuk air mata. Teriakan tentang kutukan, tuduhan bersalah, dan peringatan tentang hukuman yang tidak terelakkan diselang-selingi sepanjang pasal ini.

Yeremia sering kali disebut “nabi yang menangis” (bd. Yer 14:17), ia menangis siang dan malam untuk umat yang terlalu keras hati sehingga tidak menyadari dekatnya malapetaka mereka; karena perasaan sedih yang amat hebat, secara tradisional Yeremia dianggap penulis kitab Ratapan

Mengenai Yeremia 23

MENGENAI NABI-NABI.

Nas : Yer 23:9-40

Yeremia mencela dosa-dosa para nabi palsu yang mencemooh berita malapetakanya (Yer 6:13-14; 14:14-16; 29:8-9) dan hanya mengumumkan damai sejahtera dan kemakmuran

Allah menyebut perzinaan rohani para nabi palsu itu sesuatu yang mengerikan. Mereka seharusnya menjadi wakil-wakil kebenaran, tetapi mereka malah hidup seperti penduduk Sodom dan Gomora. Teladan “para pemimpin rohani” ini sangat membantu meningkatnya kebejatan dan kekerasan hati bangsa itu untuk tidak bertobat. Ketika seorang hamba Allah berzinah, hal itu secara khusus dibenci oleh Allah. Dosa semacam itu bukan saja menunjukkan ketidaksetiaan kepada Allah, tetapi juga penghinaan kepada-Nya dan firman-Nya , dan menjadikan pemimpin itu tidak layak melayani Tuhan dan jemaat-Nya

Nas : Yer 23:17

Para nabi palsu memberikan harapan dan keamanan palsu kepada umat Allah

  1. 1) Orang yang menandaskan bahwa orang yang tunasusila dan yang tidak taat di antara umat Allah tidak akan dihukum karena kejahatan mereka dan tidak perlu takut akan murka dan hukuman Allah membuktikan bahwa mereka itu pembawa berita palsu.
  2. 2) Para nabi dengan berita palsu ini bukan hanya ada pada zaman PL tetapi juga pada zaman PB. Rasul Paulus memperingatkan jemaat di Efesus untuk tidak tertipu oleh guru-guru semacam itu (Ef 5:4-6; I Kor 6:9, Gal 5:21)

Kesimpulan sementara:

Mazmur 22: 14

Seperti air aku tercurah,

dan segala tulangku terlepas dari sendinya,

hatiku menjadi seperti lilin,

hancur luluh di dalam DADAku

Yeremia 23:9

Hatiku hancur dalam DADAku, segala tulangku goyah.

Dari dua ayat yang mirip ini , dan juga dari latar belakang nabi Yeremia dan pengupasan Yeremia pasal 23 lebih mendalam, kita dapat menyimpulkan bahwa kata DADA di sini berhubungan dengan penderitaan YESUS di kayu Salib, yaitu PENDERITAAN SECARA PSIKIS

Penafsiran kita di atas juga diteguhkan lagi dengan ayat lain , dimana ETAN, penulis mazmur 89 yang menuliskannya dalam Mazmur 89:50, bahwa penggunaan kata DALAM DADA- terkait dengan bagaimana Etan menanggung penghinaan segala bangsa yang dilontarkan oleh orang-orang yang mencela jejak langkah orang yang diurapi TUHAN.

Kembali penggunaan kata DADA di sini menunjuk pada PENDERITAAN SECARA PSIKIS.

Setelah kita sepakati bersama hal tersebut, barulah sekarang kita siap melaju pada pengertian-pengertian tentang bagian DADA ini yang dibahas oleh ayat-ayat lainnya/ berikutnya.

Karna ada makna khusus dengan bagian tubuh yang namanya DADA, sama seperti setiap bagian tubuh yang lainnya dipakai sebagai gambaran/perlambang; misalnya dalam idiom bahasa Indonesia, kata TANGAN KANAN artinya = orang yang menjadi kepercayaan daripada pemimpinnya, demikian juga dengan bagian DADA adalah sebuah bagian tubuh yang menjadi perlambang sesuatu. Perlambang apakah itu?

  1. SATU: PERLAMBANG DOSA DAN EMOSI NEGATIF  YANG SUDAH DIBERESKAN KRISTUS DI KARYA SALIB
  • Habakuk 2: 4 membusungkan dada lambang kesombongan
  • Lambang Perzinahan Amsal 5: 20, Yeh 23: 3, 8, 21, Hosea 2:2.

DOSA perzinahan inilah yang menyebabkan Yeremia hancur hati dalam DADA-nya. (kembali ke Yeremia 23) Yeremia 23: 10 NEGERI TELAH PENUH DENGAN ORANG-ORANG BERZINAH

  • Dada, lambang daripada kemarahan daripada orang bodoh yang lekas marah dalam hati (Pengk 7: 9)
  • Ketakutan , kegelisahan jiwa, menetap di dalam dada (Ratapan 1:20)

Kini dari 5 kitab yang mencatat kata DADA (Habakuk, Amsal, Yehez, Hosea, Pengk, Ratapan)di atas, kita menympulkan sebuah jawaban, mengapa bagaian dada harus ditutupi dengan PENUTUTUP DADA pada baju Efod? Karna di dalam DADA melambangkan adanya DOSA ( kesombongan, perzinahan) dan juga EMOSI NEGATIF ( marah, takut, gelisah) yang mentetap dalam DADA MANUSIA YANG BERDOSA, hal ini diteguhkan saat Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, pertama kali dicatat mengenai emosi negatif ( takut) yang dialami manusia.

Semua dosa dan emosi negatif ini sudah dibereskan Yesus di kayu salib, saat Dia menderita penderitaan psikis di kayu salib (sudah kita bahas tadi arti dari ayat Mazmur 22;14)

  • Dada ini harus ditutup. Dalam pakaian imam/baju Efod, DADA harus ditutup, dengan penutup dada (Im 8:8). Mengapa harus ada tutup dada?

Di dalam baju EFOD yang merupakan PAKAIAN KUDUS, ada bagian yang namanya TUTUP DADA

Pakaian ini harus dikenakan pada Harun (Kel 29:5), yang merupakan PAKAIAN KUDUS bagi Harun yang memegang jabatan imam bagi TUHAN ( Kel 28:4)

Tutup dada ini buatan seorang ahli, dan buatannya sama dengan baju efod, yaitu dari emas, kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya ( Kel 39:8)- lenan halus berbicara mengenai kekudusan

Oleh Sang Ahli yaitu Yesus, karya salib-Nya, hidup kita yang berdosa, emosi kita yang negatif, dikuduskan dan disucikan oleh-Nya

Apa yang harus kita lakukan untuk menerima karya salib Kristus ini?

Menyesal, dan bertobat, serta menerima karya salib Kristus itu.

MEMUKUL MUKUL DADA adalah lambang penyesalan (Lukas 23: 48– dalam bhs aslinya memukul diri = memukul dada), lambang pertobatan (Luk 18:13)

Saat kita menerika kuasa salib Kristus, kita dikhususkan, dikuduskan, oleh karna itu Kedua bagian ini, DADA DAN PAHA harus dimakan di suatu tempat yang tahir.(  Im 10:14). Tempat yang tahir, melambangkan pengudusan oleh Kristus atas setiap dosa kita.

Pentahiran itu berlaku karna semua dosa kita sudah dibakar habis, simak pembahasan sbb:

Adapun LEMAK nya , haruslah dibawanya beserta DADANYA. (Im 7: 30)

Bagian Dada dan Paha ini selalu dikait-kaitkan dengan lemak Im 10:15, lemak ini harus dibakar habis.

Lemak ini melambangkan dosa (Imamat 4:35) , dosa yang dibakar habis oleh kuasa salib pengorbanan Kristus.

  1. DUA: PERLAMBANG TEMPAT SASARAN MUSUH
  • Musuh akan menyerang bagain dada untuk membunuh lawan mereka (Mazmur 37:15, 2 Sam 18:14), karna di dalam dada ini ada JANTUNG ( 1 Sam 25: 37, Yeremia 4:19), Oleh karna itu saat Goliat berperang melawan Daud, dia melindungi bagian dadanya dengan baju zirah ( I Sam 17:5)
  • Hosea 13: 8 Beruang yang kehilangan anak akan mengoyakkan dada musuhnya

PERLAMBANG BAGIAN YANG HARUS DILINDUNGI DARI SERANGAN MUSUH

  • Bagaimana cara melindungi bagian dada ini agar tidak dapat tembus dari sasaran musuh?

Dengan BAJU ZIRAH (Wahyu 9:9,17- walaupun dalam perikop Wahyu 9;9 ini bukan menggambarkan tentara Kristus, namun kita hanya melihat dari ayat ini, ternyata bagian dada dikaitkan dengan baju zirah).

Buaya dikatakan sebagai binatang yang menggunakan baju zirah berlapis dua yang tidak dapat tembus (Ayub 41:13)

Nehemia 4;16 menunjukkan bahwasannya orang Israel melindungi dadanya dengan baju zirah

  • Oleh karna itu, dalam perlengkapan senjata Allah, bagian dada ditutup dengan BAJU ZIRAH KEADILAN (Ef 6:14), dan Yesus pun mengenakan BAJU ZIRAH KEADILAN INI (baca: Yesaya 59:17)
  • Dengan pengorbanan Yesus di kayu salib, kita dilindungi dari serangan musuh/tuduhan iblis atas dosa kita, karna dengan Yesus mati di kayu salib, KEADILAN-NYA berjalan, penghukuman itu yang seharusnya kita tanggung, karna dosa kita, sudah ditanggung oleh Yesus di kayu salib, inilah yang dimaksud dengan KEADILAN, iblis sudah tidak bisa lagi menyerang bagian DADA ini, dengan cara menuntut/menuduh. (Baca: Zakaria 3; 1-10)

PENGGUNAAN BAJU ZIRAH INI TIDAK DAPAT DIPISAHKAN DENGAN PENGGUNAAN IKAT PINGGANG KEBENARAN

  • Dalam ayat ayat sebagai berikut, dua hal ini seperti saudara kembar yang selalu muncul bersama, yaitu KEBENARAN DAN KEADILAN : Ef 6:14, Ayub 8:3,Maz 119:137, Maz 9:8
  • Baju Zirah Keadilan Yesus adalah Dia menanggung bagi kita hukuman yang seharusnya kita tanggung, tetapi IKAT PINGGANG KEBENARAN mengajak  kita untuk tetap tinggal hidup dalam kebenaran, mengerjakan keselamatan itu. (amos 8:20, Amsal 21:3)
  • Di bagian dada daripada malaikat ketujuh malapetaka, dikatakan di bagaian dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas (Wah 15:6)
  • Kebenaran dan keadilan ini merupakan dua hal yang menjadi dasar penghakiman Tuhan (Wahyu 16:7)

Yesus juga tampil mengenakan BAJU ZIRAH  KEADILAN ini (baca: Yesaya 59:17), yang Dia lakukan dengan mengenakan baju zirah ini adalah untuk MENEBUS umat yang bertobat dari pemberontakannya (Yesaya 59: 17, 20), serta Yesus pun menggunakan IKAT PINGGANG KEBENARAN (Wah 1:13, Yohanes 14:6), dengan pengorbanan-Nya di kayu salib, kita hidup dalam pembenaran.

Roma 5:9, lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah

OLEH KARNA ITU TUTUP DADA adalah bagian PERLINDUNGAN DARI SERANGAN MUSUH, harus dipastikan bahwa tutup dada itu TIDAK BOLEH BERGESER SEDIKITPUN

TUTUP DADA PADA BAJU EFOD harus dilengkapi dengan Dua gelang emas, dipasang pada kedua ujung tutup dada ( Kel 28:23), yang  dibubuhkan  pada kedua ujung tutup dada itu, pada pinggirnya yang sebelah dalam, yang berhadapan dengan baju efod (Kel 28: 26, 39:19) tujuan dari gelang ini adalah untuk diikatkan pada gelang baju efod dengan memakai TALI UNGU TUA, sehingga menjaga agar tutup dada itu tidak dapat bergeser dari baju efod (Kel 28:28)

Itulah yang Yesus lakukan di kayu salib, PENGORBANAN YANG SEMPURNA, yang tidak bergeser sedikit pun, sehingga iblis tidak punya celah sedikitpun untuk mendakwa kita.

  1. TIGA: PERLAMBANG YESUS SENDIRI (baca: lampiran di bagian akhir tulisan ini)
  • Bagian dada dan paha ini adalah HARUS DIKUDUSKAN , dan menjadi persembahan khusus (Kel 29:27)
  • Mengapa bagian DADA ini harus dikuduskan, setelah itu menjadi persembahan khusus?
  • Karna bagian dada ini melambangkan apa yang sudah terjadi pada Yesus di kayu salib: karna dalam Yohanes 19: 34 menuliskan bahwa SEORANG PRAJURIT ITU MENIKAM RUSUK-NYA DENGAN TOMBAK. (dalam Alkitab bahasa Indonesia salah terjemahan, karna diterjemahkan dengan LAMBUNG, yang benar adalah rusuk) – menurut penafsir Alkitab, karna posisi salib itu tinggi 3-4 kaki, maka prajurit yang ingin memastikan apakah Yesus benar-benar sudah mati, ingin menusuk jantung-Nya, (yang ada pada bagian DADA)- tetapi karna posisi salib itu tinggi, maka prajurit itu menikam dari arah rusuk terus menuju jantung. Jadi walaupun yang ditusuk daerah rusuk, sebenarnya yang ditikam adalah bagian jantung yang terletak di DADA sebelah kiri, dengan demikian sebenarnya semua tulang Yesus masih utuh ( bagian tulang rusuk ini tetap utuh, karna penombakan dari arah bawah ke atas, bukan dari arah depan)
  • Pada akhir zaman Yesus akan datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang menikam DIA. (Wahyu 1:7)
  1. EMPAT: PERLAMBANG PERJANJIAN
  • Bagian dada, dipakai untuk persembahan unjukan para nazir , Bilangan 6:20
  • Seperti hasil penyelidikan kita tentang BAGIAN PAHA, ternyata bagian DADA ini juga menjadi suatu persembahan unjukan bagi para nazir. Nazir adalah orang yang mengucapkan nazar khusus kepada Tuhan.
  • Ini adalah penggambaran bahwasannya melalui karya salib Kristus, Kristus telah menggenapkan janji-Nya kepada Bapa. Untuk penjelasan lebih lanjut silahkan baca tulisan saya sebelumnya , dalam tulisan tersebut soroti bagian yang menjelaskan Mazmur 40:7-9.
  1. LIMA: PERLAMBANG MEZBAH
  • Mezbah yang diperintahkan Tuhan, untuk dibuat, selalu berbentuk persegi (kel 27:1, Kel 30:2, Kel 37:25, Kel 38:1)
  • Bahkan tempat mezbah diletakkan di pelataran dalam pun berbentuk empat persegi Yeh 40:47
  • Dan Kota Kudus juga berbentuk persegi Wah 21:16
  • Oleh karna itu kita temui bahwa TUTUP DADA pada baju efod juga berbentuk persegi  dan lipat dua, dengan ukuran panjang sejengkal dan lebar sejengkal juga (Kel 39: 9)
  • Dari dada timbul doa yang tulus , mendoakan musuh  Maz 35: 13
  • Dada simbol/gambaran kecintaan akan taurat Tuhan Maz 40:8
  • DOA dan FIRMAN menjadi Mezbah yang kita bangun di hadapan ALLAH.
  1. ENAM: PERLAMBANG KEHENDAK TUHAN YANG SELALU HARUS KITA CARI

Kegunaan TUTUP DADA ini salah satunya adalah untuk PERNYATAAN KEPUTUSAN. (Keluaran 28: 15) Di dalam tutup ada itu ada Urim dan Tumim, yang harus diletakkan di atas jantung Harun, saat Harun menghap pada TUHAN, Harun harus tetap membawa keputusan bagi orang Israel di atas jantungnya, di hadapan TUHAN (Kel 28:30)

Ketika Saul berniat jahat terhadap Daud, Daud meminta keputusan Tuhan menggunakan baju Efod yang mengandung urim dan tumim  pada tutup DADA-nya ini, I Sam 23: 9-13, dan akhirnya Daud terbebas dari niatan jahat Saul mengepung dan membunuhnya di Kehila. Dengan keputusan Tuhan yang diperoleh petunjuk lewat Urim dan Tumim, Daud tidak mengandalkan BALAS JASA orang Kehila yang telah diselamatkannya dari serangan orang Filistin, karna Tuhan tahu, orang Kehila tetap akan menyerahkan Daud ke tangan Saul apabila Daud terkepung di kota yang berpintu dan berpalang.

  1. TUJUH: PERLAMBANG HIKMAT ILAHI BAGI ORANG PERCAYA YANG MEMPENGARUHI KARAKTERNYA

Pada tutup DADA baju Efod  ini ada empat jajar permata tatahan sbb: ( Keluaran 28: 15-20)

  • Jajar pertama: Yaspis merah (odem) , krisolit (pitdah)  , malakit ( bereqeth)
  • Jajar kedua: permata batu darah (nophek), lazurit (cappyr) , yaspis hijau (Yahalom)
  • Jajar ketiga: permata ambar (leshem), akik (Sh@buw), kecubung ( achlamah)
  • Jajar keempat: permata pirus (tarshiych) , krisopras ( Syoham) dan nefrit (yash@pheh)

Dengan berikatkan emas demikianlah permata-permata itu dalam tatahannya.

Semua nama batu yang dicetak tebal, sebenarnya adalah nama-nama batu yang ada di Taman Eden, yang mana batu-batu itu disediakan untuk perhiasan Lucifer pada saat dia diciptakan dengan kesempuranaan, penuh hikmat dan maha indah Yeh 28: 13

Namun seperti kita tahu bersama, bahwa Lucifer jatuh dalam dosa,  dan dia menggoda Hawa sehingga Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, yang ditawarkan pada Hawa saat adalah PENGETAHUAN ( Kej 3: 7)

Saat Lucifer jatuh dalam dosa itulah, semua batu-batu mahal dan mewah ini pun sudah tidak ada lagi pada Lucifer , hikmatnya sudah musnah (Yeh 28: 17). Hikmat Lucifer ini sudah berubah bentuk menjadi hikmat setan-setan , dan iblis menyuntikkan hikmat itu ke dalam dunia menjadi hikmat dunia. Karna hikmat dari dunia ini berasal dari si iblis, penguasa di udara I Kor 2:6, hikmat dari dunia, dari nafsu manusia dan dari setan berciri iri hati, egois, sombong, dusta, menimbulkan kekacauan dan segala macam perbuatan jahat, berbeda sekali dengan hikmat dari Atas yang berciri: murni, pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan, dan buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik (Yak 3: 13-18), perhatikan di sini bahwasannya hikmat itu mempengaruhi KARAKTER seseorang, oleh karna itu, Roma 12: 1-2 mengajak kita untuk mengalami PEMBAHARUAN BUDI sampai kita dapat mempersembahan tubuh sebagai persembahan pada Tuhan ( Karakter yang telah diubahkan oleh pembaharuan budi, dari hikmat dunia beralih ke hikmat Allah)

Bagaimana cara pembaharuan budi ini bisa terjadi?

Yang unik di sini adalah batu pada JAJARAN KETIGA, yaitu batu ambar, batu akik, serta batu kecubung, tidak termasuk dalam batu-batu yang menghiasi penciptaan Lucifer, tetapi menjadi jajaran ketiga dari batu-batu yang ditatahkan pada TUTUP DADA baju efod.

Batu-batu itu adalah batu ambar LESHEM, batu akik SH@BUW, dan  batu kecubung ACHLAMAH

Setelah saya teliti 3 nama batu tersebut,dalam bahasa aslinya, sebenarnya  tidak ada arti sehara harafiah, hanya jika dicari akar katanya serta dicari ayat referensi lainnya, ketiga batu pada jajaran ketiga itu adalah bersinggungan arti dengan  LESHEM  = PENDERITAAN, SH@BUW = DIANGKUT TERTAWAN , DAN ACHLAMAH = IMPIAN, SEHAT, KUAT, PULIH

Kesimpulan kita dari pembahasan panjang ini adalah:

Oleh karna penderitaan Kristus di kayu salib itulah, Dia rela mengangkut segala dosa kita, segala penyakit kita, segala kelemahan kita, segala kutuk kita, segala hukuman kita, sehingga kita bisa menjadi orang-orang yang sehat, kuat, pulih, dan dapat mencapai impian kita di masa datang/ hidup yang penuh pengharapan.

Hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: “Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya” I Kor 3: 19,

Dengan kuasa salib Kristus, kita yang sebenarnya ‘bodoh’ bagi dunia, dipilih oleh Allah untuk memalukan orang-orang berhikmat, kita memiliki Kristus yang adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah, sehingga kita bisa bermegah di dalam Tuhan (I Kor 1: 18-31)

Hikmat Allah itu tersembunyi dan rahasia , yang sebelum dunia dijadikan telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita. (I Kor 2: 7)

Dengan demikian batu-batu yang luar biasa itu menjadi lambang dari hikmat Allah yang Tuhan sediakan bagi kita.

  1. DELAPAN: PERLAMBANG KEMURNIAN  IMAN ORANG PERCAYA

Tutup dada ini harus diberi UNTAI BERPILIN yang terbuat dari emas murni (Kel 28: 22, 24 ; Kel 39: 15, 16-17, 21), Kita bandingkan hal ini dengan ayat ini:

1 Petrus 1:7

Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu yang jauh lebih tinggi nilainya daripada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya

Terkait dengan iman, kita diingatkan dengan PERISAI IMAN- perisai iman juga menutupi bagian DADA dari seorang prajurit. Iman yang dimaksud di sini adalah IMAN YANG MURNI, yang diuji dengan api.  Ini menjadi perisai yang melindungi bagian dada yang sering menjadi sasaran musuh.

Iman inilah yang dicari-cari saat Yesus datang kembali, apakah masih ada iman di atas muka bumi? (Lukas 18:8) Perhatikan kata puji-pujian, kemuliaan dan kehormatan yang saya cetak tebal di ayat I Pet 1:7 itu, bukankah ada 3 hal yang sudah musnah dari Lucifer (kesempurnaan, penuh hikmat dan maha indah Yeh 28:13) yang mana digambarkan dengan 9 batu-batu mahal itu yang disediakan untuk dia pada hari dia diciptakan? Yang ada di taman Eden? Jika umat percaya hidup dengan perisai iman, sebuah iman yang dimurnikan seperti emas murni, akan ada BATU-BATU puji-pujian-kemuliaan-kehormatan yang diberikan Tuhan pada umat-Nya saat Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

Luar biasa. Kita terlihat cantik dengan batu-batu mahal dan menawan serta berkilau itu. Karna semua batu itu diberi UNTAI BERPILIN yang terbuat dari emas murni

  1. 9.       SEMBILAN: PERLAMBANG DARI PERSEMBAHAN PARA PEMIMPIN UNTUK TUHAN – SESUATU YANG MAKSIMAL
  • Permata krisopras dan permata tatahan  (Keluaran 25:7), bahan –bahan ini dipersembahkan oleh para pemimpin pemimpin (Kel 35: 27), berbeda dengan bahan lain yang diperlukan untuk pembuatan Kemah Tabernakel itu, dipersembahkan oleh umat, tetapi khusus permata krisopras dan permata tatahan ini dipersembahkan oleh para PEMIMPIN
  • Jika dibandingkan dengan 1 Taw 29:2, ternyata Daud juga mempersiapkan batu mahal-mahal ini DENGAN SEGENAP KEMAMPUAN AKU TELAH MENGADAKAN PERSEDIAAN, Kata kemampuan yang dipakai di sini , memiliki beberapa arti:
  • Kemampuan, kekuatan, kecakapan, kesanggupan, kekuasaan, hasil, hebat, kekayaan, harta, gagah perkasa, berdaya, kuasa, perkasa, kumpulkanlah kekuatan, sekuat tenaga, sekuat-kuatnya, tenaganya, memproduksi
  • Kesimpulan : batu-batu mahal ini dipersembahkan untuk pembuatan baju efod, dan yang mempersembahkan batu-batu mahal ini adalah PARA PEMIMPIN, jadi kesimpulannya, adalah Tutup DADA pada baju efod ini menggambarkan SEGENAP KEMAMPUAN MAKSIMAL YANG DIKERAHKAN PARA PEMIMPIN menjadi sebuah persembahan untuk TUHAN, bagaikan batu-batu permata tatahan ini, MAHAL DAN BERKUALITAS TINGGI.
  1. SEPULUH : PERLAMBANG DARI PERINTAH UNTUK TAAT DAN TUNDUK PADA PEMIMPIN
  • Dada dan paha kanan sebagai persembahan unjukan Im 9:21

Tetapi jika kita teliti lebih teliti lagi, ternyata ada perbedaan antara persemb ahan unjukan untuk acara PERSEMBAHAN PENTAHBISAN Harun beserta  anak-anaknya, berbeda dengan PERSEMBAHAN UNJUKAN bangsa Israel.

  • Penjabarannya sbb;

Keluaran 29: 22-28

Untuk PERSEMBAHAN PENTAHBISAN  Harun dan anak-anaknya,

bagian paha dan lain lainnya, ditaruh di atas telapak tangan Harun dan ke atas telapak tangan anak-anaknya, jadi persembahan UNJUKAN

Tetapi bagian DADA, haruslah dipersembahkan oleh MUSA sebagai persembahan UNJUKAN  adi hadapan TUHAN, dan bagian dada ini OLEH TUHAN diberikan kepada  MUSA. (Im 8: 29)

Tetapi pada KORBAN KESELAMATAN bangsa Israel, persembahan unjukan bangsa Israel pada Tuhan ini, bagian DADA DAN PAHAnya  diberikan oleh Tuhan kepada HARUN dan anak-anaknya. (Imamat 7: 30,31, 34, Bilangan 18:18)

  • Harun di sini berbicara mengenai IMAM, sang imam mendapatkan bagian PAHA DAN DADA.

I PETRUS 2: 9

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari DIA , yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.

  • Sedangkan Musa bertindak sebagai pemimpin daripada Harun, jadi Musa di sini berbicara mengenai PEMIMPIN, sang pemimpin mendapatkan bagian DADA.

Sebagaimana pembahasan di atas berbicara mengenai bagian DADA yang harus dilindungi , demikian juga penggambaran bagian Dada yang diberikan Tuhan pada Musa ini menggambarkan bahwasannya kita harus taat dan tunduk pada pemimpin karna merekalah yang berjaga-jaga atas jiwa kita dan mereka bertanggung jawab atas  jiwa kita.

Ibrani 13;17 Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya.

  1. SEBELAS: PERLAMBANG PENUNJUKAN KEPEMIMPINAN OLEH TUHAN
  • Pada saat Yosua ditunjuk untuk menggantikan Musa, Musa harus tumpang tangan pada Yosua, memberi perintah di depan umat Israel, dan memberikan impartasi padanya, dan harus ada keputusan URIM dari Tuhan, atas titah Yosua mereka akan keluar dan atas titah Yosua mereka akan masuk. Urim ini ada pada bagian TUTUP DADA baju Efod.
  1. DUA BELAS: PERLAMBANG BERKAT YAND DICURAHKAN TUHAN PADA UMATNYA SETELAH DIADAKAN KORBAN KESELAMATAN DAN PERSEMBAHAN UNJUKAN
  • Harun membakar lemak yang diletkakkan di atas dada lembu dan domba jantan bagi keselamatan SELURUH BANGSA , setelah itu, Harun mengangkat kedua tangannya atas bangsa itu, lalu memberkati mereka. (Im 9: 18-24)
  • Dicatat di Kejadian 49: 25, berkat BUAH DADA DAN KANDUNGAN menjadi salah satu daftar berkat diantara berkat-berkat lain : berkat dari langit di atas, berkat samudra raya yang letaknya di bawah.
  • Buah dada memungkinkan seseorang anak hidup Ayub 3: 12
  • Ketika Tuhan menahan hati-Nya untuk tidak mengulurkan tangan-Nya pada umat-Nya – Ketika Tuhan menaruh tangan kanan-Nya di dada-Nya, sebuah perlambang keadaan di mana Tuhan sedang berdiam diri melihat keadaan umat-Nya dalam tindasan musuh, Tuhan tidak turun tangan,  Maz 74: 10-11- apa yang terjadi?  Bukan berkat yang turun, melainkan kutuk.
  1. TIGA BELAS: PEMULIHAN LUKA BATIN SETELAH DIADAKAN KORBAN KESELAMATAN DAN PERSEMBAHAN UNJUKAN
  • ASI yang berasal dari DADA yang bernas, lambang mengalirnya berkat Tuhan, lambang kasih sayang Tuhan, seperti seorang ibu yang menyusui, menggendong dan membelai dan menghibur. (Yesaya 66: 10-14) Dada juga lambang keamanan dekapan seorang ibu ( Mazmur 22:9)
  1. EMPAT BELAS: PERLAMBANG HUBUNGAN PERSONAL ANTARA TUHAN DENGAN UMAT-NYA -NAMA DEMI NAMA – seorang demi seorang, pribadi demi pribadi- ada di JANTUNG TUHAN/ HATI TUHAN

Dan di atas jantung harun harus dibawanya nama anak Israel, pada tutup dada pernyataan keputusan itu, saat  ia masuk ke tempat kudus, agar supaya jadi tanda peringatan yang  tetap di hadapan TUHAN ( Kel 28: 29), Sesuai dengan nama para anak Israel, permata itu haruslah dua belas banyaknya; dan pada tiap-tiap permata haruslah ada, diukirkan seperti meterai, nama salah satu suku dari yang dua belas itu. (kel 28:21)

Oleh karna itu untuk korban keselamatan, bagaian dada harus dibawa sendiri oleh orang yang mempersembahkan korban keselamatan  itu , harus diUNJUKKAN kepada Tuhan, (Imamat 7: 30,34) jadi saat mengunjukkan pada Tuhan bukan dilakukan oleh imam.

  1. LIMA BELAS: PERLAMBANG KEDEKATAN / KEINTIMAN/KEAKRABAN DENGAN TUHAN SEBAGAI MEMPELAI PRIA
  • Dada adalah keintiman dengan mempelai (Kid 1:13, 4:5, 7:3, 7:7,8, 8:10),
  • Dan keakraban Yesus dengan murid yang paling dikasihi-Nya, ditunjukkan saat Yohanes duduk DEKAT  Yesus ( dalam bahasa aslinya dekat=bersandar pada dada-Nya)   (Yohanes 13; 25)

KESIMPULAN AKHIR:

Bagian Dada dari korban keselamatan ini mengapa dijadikan PERSEMBAHAN UNJUKAN, dan akhirnya menjadi PERSEMBAHAN KHUSUS? (Imamat 8:1-36)

Karna kita adalah manusia yang berdosa dan dipenuhi oleh emosi-emosi negatif (yang semuanya itu ada di dalam DADA orang berdosa) , hidup kita rentan untuk jadi sasaran serangan musuh (yang memburu jantung di bagian DADA) , kita perlu mengenakan BAJUZIRAH keadilan (yang menutupi bagian DADA) dan juga ikat pinggang kebenaran, dua hal ini yaitu keadilan dan kebenaran ini menjadi dasar penghakiman Tuhan atas hidup kita, dengan kekuatan kita sendiri tidak mungkin kita bisa diselamatkan (karna keadilan menggiring kita pada neraka- dan kebenaran kita sama sekali tidak sempurna), kita membutuhkan Yesus yang telah ditikam (jantung-nya- di bagian DADA) untuk menjadi tutup dada bagi kita, yang membereskan masalah dosa, kelemahan, emosi negatif, kutuk, dll, dan melindungi kita dari serangan musuh, Dia menjadi tutup dada yang sama sekali tidak bergeser dari tempatnya.  Dengan pengorbanan Yesus di kayu salib, dimana Dia ditikam, kita menerima pengorbanan-Nya dan bertobat dari dosa-dosa kita,  kita lolos dari dua hal yang menjadi dasar penghakiman Tuhan atas hidup kita, karna semua penghukuman sudah ditanggung Yesus di kayu salib (dengan demikian sudah adil), dan oleh Kristus, kita sudah dibenarkan (dengan demikian sudah benar).  Setelah kita menerima Kristus sebagai Juruselamat, Tuhan ingin dalam hidup kita ada mezbah, berupa kecintaan akan Firman Tuhan dalam dada kita, serta doa yang selalu dianaikkan , sehingga kita dapat selalu mengetahui dan mengerti detak jantung Tuhan sendiri, mengerti apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidup kita ( urim dan tunim). Berjalan terus dalam kehendak Tuhan membuat kita dari hari ke hari dibentuk seperti permata tatahan yang selalu berjalan dalam hikmat ilahi, punya karakter Kristus dalam hidup kita , hal ini hanya bisa kita dapat jika kita mengijinkan permata pada jajaran ke tiga (yaitu Kristus mengangkut segala dosa , penyakit, kelemahan, kutuk, hukuman) sehingga kita bisa menjadi orang yang sehat, pulih, kuat, dan dapat mencapai impian kita di masa datang/hidup penuh pengharapan, seperti keindahan permata-permata lainnya ( yang sudah bukan menjadi milik Lucifer lagi). Tuhan akan mengangkat kita jadi kepala dan bukan ekor, dan sebagai pemimpin Tuhan ingin kita mempersembahkan sesuatu KARAKTER PEMIMPIN yang serupa Kristus itu sebagai persembahan yang maksimal di hadapan Tuhan. Dan di atas kita masih ada pemimpin lagi, Tuhan ingin kita taat dan tunduk pada para pemimpin-pemimpin kita karna mereka lah yang berjaga-jaga dan bertanggung jawab atas jiwa kita. Oleh karya Kristus di kayu salib itulah, bagian DADA yang awalnya menetap dosa, emosi negatif, jadi sasaran musuh, kini diubahkan menjadi bagian yang merupakan berkat bagi umat-Nya, baik berkat jasmani, maupun berkat kasih sayang-Nya, kedekatan-Nya dengan umat-Nya ( karna dosa yang jadi penghalang hubungan telah dibereskan), menaruh nama kita di jantung hati-Nya, serta pada puncaknya, kita dijadikan mempelai-mempelai-Nya.

LAMPIRAN

http://www.golgothaministry.org/yohanes/yohanes-19_31-37.htm

kutipan ini sudah saya edit, sehingga anda hanya membaca yang saya anggap sesuai dengan pembahasan kita di atas tentang PENDERITAAN SECARA PSIKIS Yesus di kayu salib, namun jika anda ingin membaca kutipan yang lebih lengkap anda dapat membaca pada link tersebut di atas.

 

II) Penusukan tombak (ay 34-35,37).

1)   Tentara Romawi sebetulnya mau mematahkan kaki Yesus, tetapi melihat bahwa Yesus sudah mati, mereka tidak mematahkan kaki Yesus. Tetapi seorang tentara, mungkin karena ingin memastikan kematian Yesus, atau mungkin karena sekedar ingin melakukan sesuatu yang brutal terhadap mayat Yesus, lalu menusuk Yesus dengan tombak (ay 34).

3)   Penusukan tombak terhadap Yesus.

a)   Di bagian mana Yesus ditusuk dengan tombak?

Kitab Suci Indonesia menterjemahkan ‘lambung’ (ay 34). Ini salah terjemahan.

KJV/RSV/NIV/NASB: ‘side’ (= sisi / rusuk).

b)   Yesus ditusuk tombak di rusuk / sisi yang mana? Yang kiri atau yang kanan?

2.   Tetapi saya sangat condong untuk menyetujui pandangan dari mayoritas penafsir yang mengatakan bahwa yang ditikam adalah rusuk kiri. Alasannya:

  • Seorang tentara dilatih untuk membunuh, sehingga ia tenrtu akan menusuk jantung, yang ada di dada kiri.
  • Kalau tentara itu tidak kidal, maka ia akan memegang tombak dengan tangan kanan di bagian belakang tombak dan tangan kiri di bagian depan tombak. Dalam posisi seperti ini, kalau ia mau menusuk rusuk kanan Yesus, ia harus berada hampir di belakang Yesus. Ini rasanya tidak memungkinkan. Lebih mungkin ia menusuk pada posisi berhadapan dengan Yesus, sehingga pasti akan menusuk rusuk kiri Yesus.

William Hendriksen: “If the spear was held in the right hand, as is probable, it was in all likelihood the left side of Jesus that was pierced” (= Jika tombak itu dipegang dalam tangan kanan, dan ini mungkin sekali, maka besar kemungkinannya bahwa sisi / rusuk kiri Yesus yang ditusuk) – hal 437.

  • Ada juga yang mengatakan bahwa kalau yang ditusuk bukan rusuk kiri maka tidak mungkin bisa keluar darah dan air.

c)   Arah penusukan tombak.

Kita perlu mengingat bahwa orang yang disalib posisinya lebih tinggi sekitar 3 kaki (90 cm) dari orang lain.

William Barclay (dalam Luk 23:32-38): “It was quite low, so that the criminal’s feet were only two or three feet above the ground” (= Itu cukup rendah, sehingga kaki dari orang kriminil itu hanyalah 2 atau 3 kaki di atas tanah).

Penafsir yang lain mengatakan jarak / tinggi kaki orang yang disalib dari tanah adalah 3-4 kaki.

Karena orang yang disalib itu letaknya agak tinggi, jelas bahwa arah penusukan tombak itu ke atas (ke jantung).

Charles Haddon Spurgeon: “… probably thrusting his lance quite through the heart” (= … mungkin menusukkan tombaknya betul-betul menembus jantung) ‘A Treasury of Spurgeon on The Life and Work of Our Lord’, vol VI – ‘The Passion and Death of Our Lord’, hal 667.

d)   Dalamnya penusukan tombak / besarnya luka penusukan tombak.

Luka pada rusuk Yesus karena penusukan tombak ini cukup besar. Itu terlihat dari:

  • Yoh 20:25 – ‘… sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambungNya …’.
  • Yoh 20:27 – ‘Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tanganKu, ulurkanlah tanganmu dan cucukkanlah ke dalam lambungKu …’.

Untuk bekas paku di tangan Yesus, Thomas ingin mencucukkan jarinya, tetapi untuk bekas tombak pada rusuk Yesus, Thomas ingin mencucukkan tangannya. Ini menunjukkan bahwa bekas penusukan tombak itu sangat besar dan jauh lebih besar dari bekas paku di tangan Yesus. Supaya bisa menghasilkan lubang sebesar itu tombak harus ditusukkan cukup dalam, sedikitnya sedalam 4-5 inci.

e)   Komentar tentang lubang penusukan tombak.

George Hutcheson: “As a hole was made in Adam’s side to take out a wife, so a hole was made in his side to take in his beloved bride to his heart” (= Sebagaimana sebuah lubang dibuat pada rusuk Adam untuk mengeluarkan seorang istri, begitu juga sebuah lubang dibuat di rusukNya untuk memasukkan pengantin tercintaNya kepada jantung / hatiNya) – hal 406.

f)    Perlu ditekankan bahwa bukan penusukan tombak itu yang menyebabkan Yesus mati, karena pada waktu ditusuk tombak, Yesus sudah mati (ay 33), hanya saja kita tidak tahu sudah berapa lama Ia mati.

Hendriksen mengutip Dr. Bergsma:

“To presuppose, as some do, that the spear pierced the still living heart, and thus to account for the blood and water is contrary … to science, for pure blood would have issued forth. It was in the crucifixion itself that his death was to be accomplished, not in a spear-thrust by a soldier” (= Menganggap, seperti yang dilakukan beberapa orang, bahwa tombak itu menusuk jantung yang masih hidup, sehingga menyebabkan keluarnya darah dan air, bertentangan … dengan ilmu pengetahuan, karena kalau demikian maka darah murni yang akan keluar. Dalam penyaliban itu sendirilah kematianNya terjadi, bukan dalam penusukan tombak oleh seorang tentara) – hal 438.

4)   Pada waktu Yesus ditusuk tombak, maka keluar darah dan air (ay 34b).

Keluarnya darah dan air dari rusuk Yesus ini membingungkan semua penafsir, karena banyak orang berkata bahwa kalau orang hidup ditusuk maka hanya akan keluar darah (tanpa air), dan kalau orang mati ditusuk maka tidak akan keluar apa-apa. Lalu mengapa pada waktu Yesus ditusuk, bisa keluar darah dan air?

Ada yang sekedar mengatakan bahwa Yohanes tidak mempedulikan penyebab kematian Kristus, atau bagaimana Kristus mati, tetapi hanya peduli dengan fakta bahwa Kristus memang sudah mati.

F. F. Bruce: “… but it was with the fact of death, not with the cause of death, that John was concerned” (= … tetapi yang diperhatikan oleh Yohanes adalah fakta kematiannya, bukan penyebab kematiannya) – hal 375-376.

Tetapi kebanyakan penafsir berusaha menjelaskan bagaimana darah dan air itu bisa keluar dari rusuk Yesus. Dan ada bermacam-macam teori yang mencoba untuk menjelaskan hal ini:

a)   Ini adalah mujijat / tanda.

Origen mengatakan bahwa darah membeku pada orang mati, dan air juga tak akan keluar dari orang mati. Karena itu ini jelas adalah suatu mujijat.

f)    Teori jantung pecah.

William Barclay: “Normally, of course, the body of a dead man will not bleed. It is suggested that what happened was that Jesus’s experiences, physical and emotional, were so terrible that his heart was ruptured. When that happened the blood of the heart mingled with the fluid of the pericardium which surrounds the heart. The spear of the soldier pierced the pericardium and the mingled fluid and blood came forth. It would be poignant thing to believe that Jesus, in the literal sense of the term, died of a broken heart” (= Biasanya, tentu saja, tubuh orang mati tidak mengeluarkan darah. Diusulkan bahwa apa yang terjadi adalah bahwa pengalaman Yesus, secara fisik dan emosi, begitu mengerikan sehingga jantungNya pecah. Pada saat hal ini terjadi darah dari jantung bercampur dengan cairan dari kantung pembungkus jantung. Tombak tentara itu menusuk kantung pembungkus jantung dan campuran cairan dan darah itu keluar. Adalah sesuatu hal yang memedihkan untuk percaya bahwa Yesus, dalam arti hurufiah dari istilah ini, mati karena jantung yang pecah) – hal 261.

William Hendriksen: “… the death of Jesus resulted from rupture of the heart in consequence of great mental agony and sorrow. Such a death would be almost instantaneous, and the blood flowing into the pericardium would coagulate into the red clot (blood) and the limpid serum (water). This blood and water would then be released by the spear-thrust” [= … kematian Yesus diakibatkan oleh pecahnya jantung sebagai akibat dari penderitaan mental dan kesedihan yang hebat. Kematian seperti itu terjadi hampir seketika, dan darah yang mengalir ke pericardium (kantung membran tipis yang membungkus jantung) akan membeku / mengental menjadi gumpalan merah (darah) dan serum / cairan yang transparan (air). Darah dan air ini lalu keluar karena tusukan tombak] – hal 437.

William Hendriksen: “He (Dr. Bergsma) wisely refrains from drawing a definite conclusion. The matter is too uncertain, and specialists on heart-diseases (and particularly on the rupture of the heart) do not seem to be in complete agreement. Nevertheless, it is clear from the article that Dr. Bergsma leans somewhat toward the ruptured-heart theory as an explanation of the blood and water issuing from the side of Jesus” [= Ia (Dr. Bergsma) secara bijaksana menahan diri dari penarikan kesimpulan yang pasti. Persoalan ini terlalu tidak pasti, dan para spesialis penyakit jantung (dan khususnya tentang pecahnya jantung) tidak sependapat dalam hal ini. Meskipun demikian, jelas dari artikel itu bahwa Dr. Bergsma condong pada teori jantung pecah ini sebagai penjelasan dari darah dan air yang keluar dari sisi / rusuk Yesus] – hal 437.

Keberatan terhadap teori jantung pecah:

‘The International Standard Bible Encyclopedia’ dalam article berjudul ‘Blood and water’ menolak teori jantung pecah ini dengan berkata:

“The romantic notion that Jesus died literally of a broken heart – first advanced by Stroud in 1847 – has fallen from favor. Spontaneous rupture of the heart is not unknown, but it does not occur under the pressure of mental or emotional stress. It is the result of preexisting heart disease, for which, in the case of Jesus, we have no indication” (= Pikiran / gagasan yang romantis bahwa Yesus secara hurufiah mati karena jantung yang pecah – yang mula-mula diajukan oleh Stroud pada tahun 1847 – telah kehilangan peminat. Pecahnya jantung dengan sendirinya memang dikenal, tetapi hal itu tidak terjadi di bawah tekanan mental atau emosi. Itu merupakan akibat dari penyakit jantung yang mendahuluinya, untuk mana, dalam kasus Yesus, kita tidak mempunyai petunjuk).

Jawaban terhadap keberatan ini:

Apa yang Yesus alami pada saat itu memang luar biasa, sehingga tidak perlu heran kalau terjadi hal yang unik / lain dari pada lain.

  • Hendriksen mengutip Dr. Bergsma:

“… the presence of any considerable quantity of serum and blood clot, issuing after a spear wound as described above, could only come from the heart or the pericardial sac. We must agree from the outset that no pre-existing disease affected Christ’s body. He was a perfect lamb of God. It is extremely rare, well-nigh impossible, authorities say, for the normal heart muscle to rupture. Christ, however, suffered as no man before or since has suffered. Ps. 69:20 says prophetically, ‘Reproach has broken my heart.’ The next verse continues, ‘They gave me gall for my food; and in my thirst they gave me vinegar to drink’. We take the second prophecy as literally fulfilled, but many consider it fantastic to take verse 20 also literally. If Christ’s heart did not rupture, it is difficult to explain any accumulation of blood and water as described by John. The normal pericardial effusion of an ounce or less would be a mere trickle unobserved by anyone [= … adanya sejumlah cairan dan bekuan darah yang keluar dari luka tusukan tombak seperti digambarkan di atas, hanya bisa keluar dari jantung atau dari kantung tipis pembungkus jantung. Kita harus setuju dari permulaan bahwa sebelum ini tidak ada penyakit pada tubuh Kristus. Ia adalah domba Allah yang sempurna. Orang-orang yang mempunyai otoritas berkata bahwa adalah sesuatu yang sangat jarang, hampir tidak mungkin, bahwa sebuah otot jantung bisa pecah. Tetapi Kristus, menderita seperti yang tidak pernah dialami oleh siapapun sebelum atau sesudah itu. Maz 69:21 menubuatkan, ‘Cela itu telah mematahkan / memecahkan jantungku’. Ayat selanjutnya melanjutkan, ‘Mereka memberiku empedu sebagai makananku; dan pada waktu aku haus mereka memberi aku minum cuka / anggur asam’. Kita menganggap bahwa nubuat yang kedua digenapi secara hurufiah, tetapi banyak yang menganggapnya sebagai sesuatu yang fantastis untuk menafsirkan ay 21 juga secara hurufiah. Jika jantung Kristus tidak pecah, adalah sukar untuk menjelaskan pengumpulan darah dan air seperti yang digambarkan oleh Yohanes. Keluarnya cairan dari pericardial / kantung pembungkus jantung normal sebanyak 1 ounce (± 28 gram atau ± 28 cc) atau kurang dari itu hanya merupakan cucuran kecil yang tidak akan diperhatikan oleh siapapun] – hal 438.

Catatan:

¨      Dalam Kitab Suci Indonesia Maz 69:21a berbunyi: “Cela itu telah mematahkan hatiku.

Tetapi dalam terjemahan NIV Psalm 69:20 berbunyi: “Scorn has broken my heart (= Caci maki telah mematahkan hatiku / memecahkan jantungku).

¨      Dalam Kitab Suci Indonesia Maz 69:22 berbunyi: “Bahkan mereka memberi aku makan racun dan pada waktu aku haus, mereka memberi aku minum anggur asam”. Ini jelas salah terjemahan.

Dalam terjemahan NIV Psalm 69:21 berbunyi: “They put gall in my food and gave me vinegar for my thirst” (= Mereka memberi empedu dalam makananku dan memberiku cuka / anggur asam untuk kehausanku).

  • William Hendriksen: “This theory emphasizes the greatness of Christ’s mental and spiritual agony. Ordinarily death by crucifixion might not cause the heart to rupture, but this was no ordinary death. This Sufferer bore the wrath of God against sin. He suffered eternal death, the pangs of hell!” (= Teori ini menekankan kehebatan dari penderitaan mental dan rohani Kristus. Biasanya kematian oleh penyaliban tidak menyebabkan jantung pecah, tetapi ini bukanlah kematian biasa. Penderitanya memikul murka Allah terhadap dosa. Ia mengalami penderitaan kematian kekal, rasa sakit dari neraka!) – hal 440.
  • ‘The International Standard Bible Encyclopedia’ dalam article berjudul ‘Bloody sweat’ (= keringat berdarah):

“As the agony of Our Lord was unexampled in human experience, it is conceivable that it may have been attended with physical conditions of a unique nature” (= Karena penderitaan Tuhan kita tidak ada contohnya dalam pengalaman manusia, maka dapat dimengerti bahwa hal itu disertai dengan kondisi-kondisi fisik yang bersifat unik).

Kalau di taman Getsemani, pada waktu Yesus bergumul dalam doa, sudah terjadi phenomena yang luar biasa, yang boleh dikatakan tidak masuk akal, yaitu keluarnya keringat seperti titik darah (Luk 22:44), maka kalau pada salib terjadi phenomena yang lebih luar biasa / lebih tidak masuk akal, seperti jantung yang pecah, itu bukanlah sesuatu yang mengherankan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: