'manusia hidup bukan dari roti saja…'

GAYA HIDUP SEPERTI APAKAH

YANG MELEKAT

DALAM HIDUP KITA?

MABUK ANGGUR

HARI PENTAKOSTA

EFESUS 5:18 Dan janganlah kamu mabuk anggur, karena anggur menumbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh.

Tulisan ini adalah seri ketiga dari dua tulisan sebelumnya yang dapat  anda baca di sini:

Klik tulisan berikut ini:

KITAB IMAMAT SERI 18 API ASING NADAB DAN ABIHU

KITAB IMAMAT SERI 19 KEMABUKAN BERBAU ASING

dan seri keempat dapat anda baca di sini

ADA APA DENGAN ELEAZAR DAN ITAMAR?

Sebagai kesimpulan bisa anda baca di sini

KESIMPULAN SEMUA TULISAN IMAMAT PASAL 8-10

Kitab imamat adalah kitab yang luar biasa, mari kita lihat bagian-bagiannya

BAGIAN 1 :

Imamat pasal 1-7

BAGIAN 2

Imamat pasal 8-10

BAGIAN 3

Imamat pasal 11-15

BAGIAN 4

Imamat 16

BAGIAN 5

Imamat 17-26

BAGIAN 6

Imamat 27

Peristiwa kematian Nadab dan Abihu terjadi di BAGIAN 2 DARI KITAB IMAMAT INI- yaitu berkisar antara pasal 8-10 dan akan ada kaitan satu dengan lainnya

Mari kita simak judul-judul perikop antara pasal 8-10 ini

Pasal 8

Pentahbisan Harun dan anak-anaknya Imamat 8: 1-36

Pasal 9

Para Imam menerima Jabatannya Imamat 9: 1-24

Pasal 10

Kematian Nadab dan Abihu Imamat 10: 1-7

Larangan tentang minuman keras bagi imam yang menyelenggarakan kebaktian Imamat 10: 8-11

Bagian imam dari korban Imamat 12-20

Apa yang terjadi pada masa-masa ini akan kita bahas sbb:

IMAMAT PASAL 8

Imamat 8: 1

Tuhan berfirman kepada Musa; “Panggillah Harun dan anak-anaknya bersama-sama dengan dia, …

Ay 3:lalu suruhlah berkumpul segenap umat ke depan pintu Kemah Pertemuan

Ay 4; Musa melakukan seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya, lalu berkumpullah umat itu di depan Kemah Pertemuan.

Dalam acara pentahbisan Harun dan anak-anaknya ini, ada upacara pemakaian  pakaian/kostum khusus ayat 7-13, untuk anak-anak Harun mendapat KEMEJA, IKAT PINGGANG, DESTAR

Ayat 33

Janganlah kamu pergi dari depan pintu Kemah Pertemuan SELAMA TUJUH HARI, sampai kepada genapnya perayaan pentahbisan, karena perayaan pentahbisan akan berlangsung tujuh hari lamanya….

ay 35

Di depan pintuu Kemah Pertemuan haruslah kamu tinggal siang malam tujuh hari lamanya , dan kamu harus melakukan kewajibanmu terhadap Tuhan dengan setia, supaya janganlah kamu mati, karena demikianlah diperintahkan kepadaku.”

Ay 36

Maka Harun dan anak-anaknya melakukan segala firman yang diperintahkan Tuhan dengan perantaraan Musa.

Sejak hari dimana mereka ditahbiskan, mereka semua (Harun dan anak-anaknya termasuk NADAB DAN ABIHU) tidak boleh meninggalkan PINTU KEMAH PERTEMUAN SELAMA 7 HARI SIANG DAN MALAM. Dan dicatat di di ayat 36 bahwasannya mereka MELAKUKANnya , tujuh hari tujuh malam mereka bertahan untuk tidak meninggalkan PINTU KEMAH PERTEMUAN.

KITA BERANJAK KE PASAL 9

Imamat 9: 1 PARA IMAM MENERIMA JABATANNYA

PADA HARI YANG KEDELAPAN Musa memanggil Harun serta anak-anaknya dan para tua-tua Israel, lalu berkatalah ia kepada Harun:”Ambillah…..”

Dari kalimat pertama ini, kita bisa tahu bahwa ini sudah lewat tujuh hari tersebut, dan kini mereka memasuki hari ke delapan terhitung sejak hari pentahbisan itu, dan di hari ke delapan ini mereka akan menerima jabatan mereka

Imamat 9: 3  Dan kepada orang Israel haruslah engkau berkata begini:Ambillah…”

(5) …lalu mendekatlah segenap umat itu dan berdiri di hadapan Tuhan. (6) Kata Musa ;”inilah firman yang diperintahkan Tuhan kamu perbuat, agar kemuliaan Tuhan tampak kepadamu.”

(7) Kata Musa kepada Harun “ Datanglah mendekat kepada Mezbah….”

(9) Anak-anak Harun menyampaikan darah lembu itu kepadanya…..

(12) Anak-anak Harun menyerahkan darah korban itu kepadanya….

(18) Anak-anak Harun menyerahkan darah korban itu kepadanya….

Ayat 9,12, 18. Anak-anak Harun masih dicatat semuanya menjalankan tugasnya dengan baik : pada saat Harun menyampaikan Korban Penghapus Dosa, Korban bakaran dan Korban Keselamatan

Ketiga korban ini telah ditutup dengan doa berkat Harun atas bangsa itu ( ayat 22)

Perhatikan pada ayat 23 MASUKLAH MUSA DAN HARUN ke dalam Kemah Pertemuan. Setelah keluar, mereka memberkati bangsa itu, lalu tampaklah kemuliaan TUHAN kepada segenap bangsa itu. Dan keluarlah api dari hadapan Tuhan, lalu menghanguskan korban bakaran dan segala lemak di atas mezbah. Tatkalah seluruh bangsa itu melihatnya, bersorak-sorailah mereka, lalu sujud menyembah.

Perhatikan ayat selanjutnya:

Pasal 10:1

KEMUDIAN anak-anak Harun, Nadab dan Abihu, masing-masing mengambil perbaraannya, membubuh api ke dalamnya serta menaruh UKUPAN di atas api itu.

Hanya sesaat saja saat Musa dan Harun memasuki Kemah Pertemuan, setelah mereka keluar, ada api kemuliaan Tuhan menyambar mezbah itu, rupanya dalam tempo sesaat itulah Nadab dan Abihu keluar dari tempat kudus itu dan membuat api asing itu ( diperkirakan di depan perkemahan mereka sendiri yang berhadapan dengan tempat kudus itu), dan api Tuhan kembali menyambar, kali ini bukan persembahan di atas mezbah yang disambar api Tuhan, melainkan yang disambar adalah Nadab dan Abihu

Supaya anda tidak bingung saya perinci definisi tiap nama tempat

Istilah tempat kudus = kemah sembahyang (keluaran 25; 8)

Ruang kudus= ruang tengah antara ruang kudus dan maha kudus

Pintu Kemah Pertemuan= pintu yang memisahkan ruang kudus dan pelataran.

Kemah Pertemuan = TERDIRI dari ruang kudus dan ruang maha kudus

Bisa jadi Nadab dan Abihu ini sudah membiasakan diri meminum minuman keras dalam takaran yang tinggi, sehingga mereka bisa kecanduan. Orang yang kecanduan tidak mungkin terjadi dalam satu hari, itu semua dibangun dari kebiasaan kebiasaan yang diulang-ulang terus menerus, sampai pada titik ketagihan.

 

Tujuh hari dimana mereka tidak dapat menyentuh minuman keras memang sebuah siksaan. Sehingga begitu ada kesempatan dimana Musa dan Harun masuk ke ruang kudus, mereka segera lari  ke kemah mereka ( mungkin saja ada anggur di kemah mereka) dan mereka seolah-olah mempersembahkan korban api-apian yang ‘kelihatannya’ ingin memberikan ‘bau-bauan’ yang menyenangkan hati Tuhan , dengan korban ukupan menggunakan domba yang disembelih dan dicurahkan anggur sepertiga hin/ 2 liter anggur , bisa saja sebelum dicurahkan di atas domba itu, anggur yang memabukkan itu pun diminum dulu beberapa bagian.

Angka 8 adalah angka keselamatan ( ada 8 anggota keluarga Nuh yang diselamatkan keluar dari bahtera)

Ini adalah penentuan, apakah Nadab dan Abihu ingin hidupnya berubah selamanya ataukah kembali kepada kebiasaan lama.  Ini penentuan apakah sejak hari pertama mereka bertekad meninggalkan gaya hidup mabuk, ataukah mereka menunggu-nunggu kapankah saatnya hari ke delapan itu tiba, kapankah mereka dapat meneguk kembali anggur itu, ataukah mereka merencanakan bagaimanakah caranya agar kemabukan mereka terselubung dengan sesuatu yang tampaknya rohani sekali.

‘Kapankah tiba hari ke delapan itu Abihu…? Iya kapan ya kak Nadab? Hari terasa lama sekali berjalan…Nanti begini saja…begini begini dan begini’

Mereka mau menutupi kebiasaan lama itu dengan sesuatu yang tampaknya rohani, kemabukan diselubungi dengan PERSEMBAHAN UKUPAN, anggur yang seharusnya dicurahkan semua di atas domba, kini diminum sendiri.

Ukupan yang asing, bau yang asing, motivasi terselubung, sebuah kemunafikan. Gaya hidup lama yang tidak mau diubahkan oleh si pemiliknya akan jadi API ASING dari seorang pemimpin umat, imam yang diurapi, imam yang bertugas, imam yang ditahbiskan, dan imam yang seharusnya jadi teladan, AKAN MENJADI KEMATIAN DARI DATANGNYA API YANG MENGHANGUSKAN.

MILIKI GAYA HIDUP LAMA YANG DIUBAHKAN MENJADI HIDUP YANG BARU. BUANG GAYA HIDUP YANG TIDAK SETURUT FIRMAN TUHAN, tentukan dari hari ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: