'manusia hidup bukan dari roti saja…'

SERI 4

ADA APA DENGANG ELEAZAR DAN ITAMAR ??

JEALOUS

Tulisan ini merupakan tulisan berseri, dimana seri 1-3 dapat anda baca di sini: ( silahkan klik yang bergaris bawah)

API ASING NADAB DAN ABIHU (TULISAN PERTAMA)

KITAB IMAMAT SERI 19 KEMABUKAN BERBAU ASING ( TULISAN KEDUA)

GAYA HIDUP SEPERTI APAKAH YANG MELEKAT DALAM HIDUP KITA? (TULISAN KETIGA)

Sebagai kesimpulan bisa anda baca di sini

KESIMPULAN SEMUA TULISAN IMAMAT PASAL 8-10

Harun memiliki 4 anak, Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar. Pada Imamat pasal 10 : 1-7 dikisahkan mengenai peristiwa tragis kematian Nadab dan Abihu, dan pada ayat 8 -11 langsung disambung dengan peringatan Tuhan untuk Harun mengenai meminum anggur, dan ternyata rangkaian insiden ini belum berhenti, tetapi masih disambung lagi dengan peristiwa kemarahan Musa pada Eleazar dan Itamar, anak-anak Harun yang masih hidup, dan ini dicatat di ayat 12-20

Mari kita lihat kronologis persitiwanya: kita mundur dahulu ke pasal 9

Pada Imamat 9:1-24

Setelah 7 hari berlalu, kini pada hari ke delapan, PADA HARI PARA IMAM MENERIMA JABATANNYA

Musa meminta Harun mengambil bagi dia (bagi Harun ) sendiri beberapa binatang korban , dan juga ada bagian yang harus diambil oleh rakyat: diantaranyan adalah SEEKOR KAMBING JANTAN  (Imamat 9: 3)

Kini kita ke pasal 10

Tetapi di Imamat 10: 16 ( ini terjadi setelah kematian Nadab dan Abihu, dan ini merupakan hal-hal kesalahan Nadab dan Abihu yang telah ditegur  oleh Musa)

Ayat 16 kemudian Musa mencari dengan teliti kambing jantan korban penghapus dosa itu, tetapi ternyata kambing itu sudah habis dibakar, Sebab itu dimarahinyalah Eleazar dan Itamar, anak-anak Harun yang tinggal itu, katanya: “Mengapa tidak kamu makan korban penghapus dosa itu di tempat kudus? …..supaya kamu mengangkut kesalahan umat itu, dan mengadakan pendamian bagi mereka di hadapan TUHAN? Lihat, darahnya itu tidak dibawa masuk ke dalam tempat kudus, bukankah seharusnya kamu memakannya di tempat kudus, seperti yang telah kuperintahkan?

Setelah kita teliti lebih dalam lagi, ada apa dengan persembahan KAMBING JANTAN INI??? Mengapa Eleazar dan Itamar tidak memakan korban penghapus dosa yang berupa KAMBING JANTAN ini, melainkan membakar semuanya sampai habis??? Bukankah seharusnya itu dimakan oleh imam? Ada apa dengan Kambing Jantan ini? Apakah mereka melupakan PROSEDUR STANDART/ TATA ATURAN yang sebenarnya? Apakah ini hanya sebuah kelalaian????

Selidik punya selidik, ternyata KAMBING JANTAN ini adalah KORBAN PENGHAPUS DOSA khusus untuk para PEMUKA ( Imamat 4: 22-23), dan korban penghapus dosa jika untuk umat biasa yang bukan pemuka , jenis persembahannya  bukanlah Kambing jantan, melainkan yang lainnya.

Dan pada tiap korban penghapus dosa ada perbedaan perlakuan, baik perlakuan mengenai jenis korban, perlakuan pada darah, pada tempat, maupun pada dagingnya apakah harus dibakar habis ataukan akan dimakan  imam, ini diatur dalam Imamat 4

Kita simak peraturannya sbb:

Imamat 4: 1-5:13, 6: 24-30

Korban penghapus dosa: jika dilakukan untuk imam yang diurapi – lembu jantan muda—darahnya dibawa ke dalam kemah petemuan, darah selebihnya harus dibawa ke bagian bawah mezbah korban bakaran yang di depan pintu kemah pertemaun, BAGIAN-bagian khusus harus dibakar semuanya dibakar di atas mezbah korban bakaran, lembu harus dibakar habis di luar perkemahan sampai habis di atas kayu api. ( tidak boleh dimakan)

Korban penghapus dosa: jika dilakukan untuk umat – lembu jantan muda—perlakuan sama dengan YANG UNTUK IMAM. darahnya dibawa ke dalam kemah petemuan, darah selebihnya harus dibawa ke bagian bawah mezbah korban bakaran yang di depan pintu kemah pertemaun, BAGIAN-bagian khusus harus dibakar semuanya dibakar di atas mezbah korban bakaran, lembu harus dibakar habis di luar perkemahan sampai habis di atas kayu api. ( tidak boleh dimakan)

Korban penghapus dosa: jika dilakukan untuk rakyat jelata: – kambing betina/ domba betina/dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati/ sepersepuluh efa tepung terbaik— darahnya harus dibubuhkan pada tanduk-tanduk mezbah korban bakaran, sedangkan bagian lainnya HARUS DIMAKAN IMAM YANG BERTUGAS, karna darah dari kambing jantan ini tidak dibawa masuk ke dalam kemah pertemuan

Tetapi peraturan korban penghabus dosa yang untuk para PEMUKA, dengan jenis KAMBING JANTAN, peraturannya adalah sbb:

Korban penghapus dosa: jika dilakukan untuk PEMUKA yang tidak sengaja melakukan salah satu yang dilarang Tuhan, dan jika dosa itu diberitahukan kepadanya,  –KAMBING JANTAN—darahnya harus dibubuhkan pada tanduk-tanduk mezbah korban bakaran, BAGIAN-bagian khusus harus dibakar semuanya dibakar di atas mezbah korban bakaran, sedangkan bagian lainnya HARUS DIMAKAN IMAM YANG BERTUGAS, karna darah dari kambing jantan ini tidak dibawa masuk ke dalam kemah pertemuan

Tujuan memakannya adalah: menerima pemberian Tuhan, mengangkut kesalahan umat itu, dan mengadakan pendamaian bagi umat di hadapan TUHAN.

 

Analisa kita, jika pada aturan-aturan lainnya mereka bisa melakukan dengan tepat, mungkinkah pada masalah ini terjadi keteledoran?

Ataukah ada hal lain berupa KESENGAJAAN, dimana Eleazar dan Itamar tidak mau mengadakan pendamaian bagi para PEMUKA di hadapan Tuhan.

Siapakah para pemuka ini?

Pemuka –pemuka ini pernah diceritkan di Keluaran 24: 1-11

Pada saat itu Musa, Harun, Nadab dan Abihu dan 70 orang dari para tua-tua Israel , naik menghadap Tuhan, mereka melihat Allah Israel, kaki-Nya berjejak pada sesuatu yang buatannya seperti lantai dari batu nilam…

Apakah setelah kematian Nadab dan Abihu para abang mereka, mereka merasa terancam keberadaannya dengan para pemuka-pemuka yang pernah melihat Allah Israel dengan mata jasmaninya itu?

Dan apakah ketakutan akan POSISI mereka sebagai anak imam Harun yang tidak ikut dalam peristiwa dahsyat itu (keluaran 24: 1-11) menjadikan mereka pribadi yang selalu IRI, DENGKI dan TIDAK MAU menjalankan tugas mereka sebagai imam yang mendamaikan para Pemuka ini dengan Tuhan???

Bukankah dengan memakan daging Kambing Jantan itu mereka mengadakan pendamaian antara pemuka itu dengan Tuhan .

Jadi mengapa mereka berdua tidak ikut dengan Nadab dan Abihu dalam mempersembahkan api asing?? Apakah karna mereka bukan pemabuk, ataukah karna mereka taat dan setia pada Tuhan, ataukah karna mereka merasa bahwa mereka tidak seperti kak Nadab, Kak Abihu, dan mereka juga tidak seperti para pemuka-pemuka itu?

Apakah ini sebuah bentuk keminderan/menarik diri tetapi sebenarnya berselubungkan KESOMBONGAN?

Kesombongan dari Nadab dan Abihu ditunjukkan dengan adanya API TANDINGAN yang mereka persembahkan sebagai api asing yang menutupi kemunafikan mereka, namun berbeda dengan Eleazar dan Itamar yang menutupi kesombongan dan iri hati mereka dengan penampakan dari luar yang terkesan ALIM/ saleh, tetapi dengan diam-diam mereka IRI terhadap PARA PEMUKA? TAKUT KEDUDUKAN MEREKA TERGESER?

Di beberapa bagian ayat ini, ternyata rasa iri selalu terkait dengan kesombongan (Yakobus 3:14- dikaitkan dengan kata MEMEGAHKAN DIRI), I Korintus 13:4 (kata MEMEGAHKAN DIRI kembali dikaitkan dengan kata cemburu/iri, dan pada akhirnya disimpulkan:

Yakobus 3: 16 Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat

Iri hati juga adalah salah satu dari daftar perbuatan daging Galatia 5: 19-21

Kemabukan ( yang dilakukan oleh saudara-saudara mereka Nadab dan Abihu)  juga adalah salah satu dari daftar perbuatan daging Galatia 5 : 19-21

Sampai sampai Musa marah, itu bukan perkara sepele, karna Musa si lemah lembut, bisa sampai marah, ini sudah melampaui batas. Mari bertobat dari rasa minder, iri, ambisi yang tidak kudus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: