'manusia hidup bukan dari roti saja…'

STRATEGI PEPERANGAN ROHANI

1. Tidak pernah ada strategi yang sama untuk berperang pada tempat yang berbeda

5 buah batu itu memang masuk dalam catatan sejarah kemenangan melawan Goliat, akan tetapi saat berada di peperangan berikutnya, Daud tidak pernah membawa 5 buah batu lagi, mengapa? Karena di tiap medan peperangan, Tuhan akan memberi strategi peperangan yang baru. Dan kuncinya adalah DAUD taat pada setiap strategi apa pun yang Tuhan beri, walau mungkin itu hal baru baginya, ketaatan Daud pada Tuhan ini menjadi bukti bahwasannya Daud tidak mengandalkan pengalamannya, tetapi dia mengandalkan Tuhan. Luar biasa rhema yang Tuhan beri. haleluya !!

2. Tidak pernah ada jubah orang lain yang pas untuk jubah sendiri

Saul memakaikan baju perangnya pada Daud, tetapi Daud akhirnya memakai sendiri baju gembalanya karna baju perang Saul kedodoran/kebesaran.

Jangan pernah pakai jubah orang lain, artinya pengalaman Saul berperang tidak sama dengan pengalaman Daud di medan penggembalaan yang mencatat rekor mengalahkan singa dan beruang dengan pertolongan Tuhan. Kalau di balik Saul dipaksa pakai baju Daud juga tidak bisa karna Saul tidak tahu harus berbuat apa dengan baju gembala dan umban batu itu.

Jadi, jangan pernah berpatokan pada pengalaman orang lain dalam berperang, kepada tiap-tiap orang Tuhan sudah memberi jubahnya sendiri, pengurapannya sendiri, tugasnya sendiri, spesifikasi nya sendiri, dan posisi sendiri. Dari keunikan tiap orang , jika disatukan akan menghasilkan team yang solid.

3. Pengurapan Roh Kudus yang akan mengajar kita, jadi kalau kita sempat ikut sekolah peperangan rohani itu keren banget, tapi kalau nggak sempat nggak usah kecil hati, Roh Kudus akan ajarkan semuanya kog.

1Yoh 2:27

Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan d  yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu 1 tentang segala sesuatu e –dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta–dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia. f 

4. Orang yang penakut sebaiknya pulang dan jangan berperang. (pada peristiwa pasukan Gideon)

5. Bagi yang sembrono juga sebaiknya jangan ikut perang. Para sukarelawan pasukan Gideon diajak minum di sungai, tapi yang cara minumnya sembrono, tidak sambil berjaga-jaga melihat ke arah medan peperangan, asal-asalan saja minum dengan posisi tubuh mudah dipanah, lebih baik pulang. Berjaga-jaga adalah lambang daripada DOA dan PUASA. Hanya tentara yang berjaga-jaga saat dia minum, makan, tidur, atau saat apa pun juga, yang SIAP berperang.

6. Tidak ada ukuran yang pasti berapa jumlah prajurit  yang diperlukan untuk berangkat guna mencapai sebuah kemenangan, karna Tuhan bisa bekerja baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang. Contohnya: Musa mengutus 12 pengintai sementara Yosua hanya mengirim 2 orang, Gideon diperintahkan Tuhan menyaring pasukannya dari awalnya 32.000 orang, menjadi 10.000, menjadi 300 orang, hanya dua orang yaitu Yonatan dan bujangnya sanggup mengalahkan 20 orang sebagai pemicu awal kemenangan dari sebuah peperangan yang besar, ( I Sam 14: 1-23), untuk memerangi Yerikho Tuhan memerintahkan Yosua untuk mengerahkan seluruh tentara (Yos 6:3), para pengintai kota Ai memperkirakan hanya dengan dua atau tiga ribu orang menggempur kota Ai itu mereka pasti menang, jadi tidak perlu semua tentara berangkat,   akhirnya Yosua pun memilih angka tertinggi, dia mengirim 3000 orang, 36 orang tewas sebagai korban, Ai gagal ditaklukkan, setelah dosa Akhan dibongkar, Tuhan memerintahkan menyerang kembali kota AI, dengan SEMUA PASUKAN DIKERAHKAN, dan diraih kemenangan

Kalau demikian berapa jumlah tentara yang harus pergi ke medan peperangan rohani? Mari bertanya pada Roh Kudus, dan Dia yang lebih mengerti dan akan mengajarkan kepada kita berapa orang yang harus berangkat.

7. Strategi Peperangan Rohani: Jangan berperang dalam keadaan lapar. Saat berpuasa adalah sebelum berperang, bukan pada saat berperang sambil berpuasa, itu tidak tepat. Karna pada arena peperangan rohani, kita butuh energi dan tenaga. I Sam 14: 29. Ini berbeda dengan kisah Daniel, karna yang dihindari Daniel adalah makanan yang dipersembahkan pada berhala. Contoh sederhana, jangan berpuasa saat anda berkotbah/saat anda menjadi pembicara seminar, atau saat anda doa keliling, atau saat anda menjadi pemimpin pujian, itu tidak tepat, berpuasalah sebelum hari H tiba. Karna pada hari H anda membutuhkan energi secara fisik, dan setelah atau sebelum hari H anda perlu mengumpulkan kembali kekuatan dan membangun kekuatan baru dalam roh anda.

8.Strategi Peperangan Rohani: memang setiap kali berperang pasti ada jarahan, tetapi tidak setiap jarahan itu boleh diambil. Contoh, Akhan mengambil jarahan yang dilarang Tuhan untuk diambil dari kota Yerikho, contoh lain, Elisa menolak pemberian daripada Naaman, sedangkan Gehazi dengan segala tipu daya akhirnya terkena perpindahan kusta Naaman saat menerima pemberian Naaman, Abraham menolak menerima pemberian setelah menang perang, hanya dia menerima untuk pegawai-pegawainya saja, sedang untuk dirinya sendiri dia tidak mau menerimanya. Di beberapa tempat pelayanan Rasul Paulus juga tidak mau membebani jemaat, dan dengan membuat tenda dia mencukupi biaya hidupnya sendiri.

Tapi juga ada jarahan yang boleh diambil, misalnya di II Taw 20, jarahan perang diambil sampai 4 hari berturut-turut karna saking banyaknya, contoh lain 4 orang kusta di pintu gerbang samaria juga memberitakan adanya jarahan yang membuat seluruh kota bebas dari kelaparan.

Penerapan: orientasi peperangan kita bukan untuk jarahan, melainkan untuk merebut area yang kita injak dengan kaki kita menjadi area kerajaan Sorga. Soal jarahan itu soal nomor 2. Setiap berkat yang sampai ke tangan kita bisa 3 opsi:
1. Kita terima dan Tuhan ingin kita memakai untuk diri sendiri
2. Kita terima dan Tuhan ingin kita salurkan lagi untuk pihak pemberi
3. Kita terima dan Tuhan ingin kita salurkan lagi unuk pihak lain
4. Kita tolak. (dalam beberapa kasus khusus-karna Tuhan yang lebih tahu motovasi pemberinya)
5. Kita terima dan Tuhan ingin kita tabung untuk pekerjaan Tuhan di kemudian hari
6. Kita terima dan Tuhan ingin kita memberkati salah satu pribadi di tempat itu
7. dan lain-lain suka-sukanya Tuhan.

Mengapa jarahan ini harus kita perlakukan seperti yang TUHAN mau, karna peperangan ini adalah milik TUHAN, bukan milik kita.

Jika tujuan utama peperangan rohani adalah untuk mendapatkan jarahan, kita sudah kehilangan tujuan semula.

Jarahan itu adalah EFEK SAMPING OTOMATIS, yang tidak perlu kita kejar. Tetapi kerajaan Allah disebarluaskan itulah yang jadi fokus utama kita.

Amin.

9. Strategi Peperangan Rohani; dalam peperangan rohani, kita harus tunduk pada pemimpin. Nah itu sebagai anggota, lalu bagaimana dengan si pemimpin itu sendiri? Nah, si pemimpin harus peka sama Tuhan, kalau tidak, bukannya menutup kemungkinan si pemimpin bisa mengambil keputusan yang salah, contohnya ada pada Yosua, Yosua pernah salah mengambil keputusan, karna saat mengambil keputusan, dia tidak bertanya pada Tuhan, sehingga dia mengikat sumpah dan perjanjian dengan orang Gibeon. Dia tertipu daya, sebenarnya orang Gibeon itu penduduk Kanaan, tapi saat mereka ACTING Yosua ketipu deh dengan seribu cara cerdik metode akal bulus mereka, yang bilang dari jauh lah, makanan sudah habis lah, bekal minum sudah habis lah, pakaian combang camping lah..Yosua 9: 14-15. Jadi kesimpulannya, para pemimpin peperangan rohani harus punya kepekaan akan Roh Kudus. Latih..itu bisa dilatih !!

 

10. Strategi peperangan rohani: Dalam peperangan rohani, kita harus alami perjumpaan dengan Panglima Bala Tentara TUHAN, seperti yang dialami Yosua, Kapankah perjumpaan ini terjadi? Yosua alami perjumpaan dengan Panglima ini setelah melalui beberapa tahap:
1. Mendapat panggilan untuk berperang dan menduduki (Yos 1)
2. Mendapat keyakinan akan penggenapan janji Tuhan ( Yos 2- berita yang dibawa pengintai tentang kondisi mental orang Yerikho sebenarnya telah dinubuatkan oleh Musa dalam Nyanyian Musa Kel 15: 14-16)
3. Mujizat penyeberangan sungai Yordan
4. Membuat tugu peringatan untuk mengenang mujizat Tuhan.
5. Penyunatan yang adalah lambang dari mati dari kedagingan dan dosa, lambang daripada karya Salib Kristus.

Setelah 5 hal ini dilewati, barulah ada perjumpaan dengan PANGLIMA BALA TENTARA TUHAN, yang kemudian diikuti dengan rentetan peristiwa JATUHNYA YERIKHO.

Pastikan anda mendapat panggilan ( panggilan peperangan rohani ada pada setiap orang, mau tidak mau setiap kita ada dalam area peperangan ini)
Pastikan anda mendapat janji Tuhan sebagai pegangan
Pastikan anda mendapat jalan-jalan Tuhan yang dibukakan untuk menuju medan peperangan
Pastikan anda mempunyai prasasti dalam hidup anda yang mencatat pengalaman-pengalaman pribadi anda dengan Tuhan.
Dan Pastikan anda ada dalam perlindungan darah Yesus, karya salib Kristus.

Sebelum maju berperang, kini saatnya anda alami perjumpaan dengan Panglima Bala tentara Tuhan. Siapakah Dia? Dia adalah Yesus sendiri.

Apa yang dilakukan Yosua dalam perjumpaan itu?
dia bersujud menyembah. PRAISE AND WORSHIP
dia menanggalkan kasut. MELEPASKAN HAK
karna tempat itu kudus. MASUK DALAM RUANG MAHA KUDUS TUHAN, BERJUMPA TUHAN.
Dengan perjumpaan ajaib ini, Yosua dan seluruh Israel masuk dalam era baru yang namanya ERA MEREBUT KANAAN, tanah yang berlimpah susu dan madu.

Mari jadikan Yesus, bukan saja sebagai Gembala, Guru Agung, Sahabat yang Terbaik, tetapi juga alami kehadiran-Nya sebagai Panglima Perang kita.

Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: