'manusia hidup bukan dari roti saja…'

Hari ini kita berbicara mengenai HUKUM PENTAHIRAN KUSTA

Jadi jika anda ingin mempelajari hasil penelitian sebelumnya yang membahas mengenai ciri-ciri penyakit kusta dan bagaimana menangani orang yang sakit kusta, semua ada di pembahasan Imamat pasal 13, yang bisa anda baca di sini: (KLIK DI TULISAN BERIKUT INI)

PENYAKIT KUSTA

Nah, sekaranglah saatnya kita melanjutkan pada pembahasan mengenai PENTAHIRAN KUSTA

KITA akan bahas ayat demi ayat/ bagian demi bagian:

14:1 TUHAN berfirman kepada Musa: 14:2 “Inilah yang harus menjadi hukum tentang orang yang sakit kusta pada hari pentahirannya: ia harus dibawa kepada imam, d  14:3 dan imam harus pergi ke luar perkemahan; kalau menurut pemeriksaan e  imam penyakit kusta f  itu telah sembuh dari padanya, 14:4 maka imam harus memerintahkan, supaya bagi orang yang akan ditahirkan g  itu diambil dua ekor burung yang hidup dan yang tidak haram, juga kayu aras, kain kirmizi dan hisop.

Rhema yang PERTAMA adalah: pentahiran ini merupakan suatu HUKUM, yang difirmankan Tuhan sendiri, itu artinya Tuhan perduli sama orang kusta, orang kusta tidak dibuang selama-lamanya, tetapi ada HARI dimana orang kusta itu dinyatakan sembuh, itu adalah hari pembebasan dari pengasingan, hari pemulihan dari rasa malu, hari pemulihan dari cela yang selama ini melekat pada predikat dirinya, hari di mana dia tidak perlu lagi menutup mukanya, dan berteriak “Najis..najis…!”, hari dimana dia tidak perlu lagi dikurung, diasingkan, dan berpakaian cobak cabik, hari dimana rambutnya yang terurai kini boleh dirapikan, hari dimana segalanya akan berubah. ADA HARI PEMULIHAN YANG TUHAN RANCANGKAN UNTUK ORANG KUSTA.

Kalau seandainya Tuhan itu tidak perduli, ya udah deh..sekali kusta selamanya kusta, akan tetapi tidak demikian !!

yang KEDUA adalah; pada hari pentahirannya dia harus dibawa kepada imam. Imam adalah seorang hamba Tuhan yang mewakili Tuhan, itu artinya, pemulihan harus diperhadapkan pada Tuhan. Tuhan yang akan mengurus itu semuanya.

yang KETIGA adalah; adanya pemeriksaan daripada imam. Pemeriksaan ini adalah secara detail, pada kulit kepala, pada kulit tubuh, pada bulu, dll

sebagaimana setiap dosa kita, setiap kesalahan kita, semuanya ada perhitungan SATU PERSATU, tidak ada satu pun dosa yang boleh disembunyikan, tidak ada satu pun dosa yang tidak diselesaikan di hadapan salib Kristus, semua dosa harus diakui. Artinya tidak boleh ada pengakuan dosa borongan , misalnya “Tuhan, ampuni semua dosaku..” dosa apa? dosa yang mana? yang benar adalah misalnya seperti ini “Tuhan, ampuni tadi aku sempat menyombongkan diri…saat sore tadi pada si anu..”

Dosa apa saja sebenarnya yang terkait dengan kusta ini? ( dalam tulisan imamat 13  PENYAKIT KUSTA di tautan pertama tadi dapat kita simpulkan dosa-dosa sbb:)

dendam, sombong, tamak, kemarahan yang meluap-luap, ketidak kudusan/ketidak tahiran.

Nah, si imam akan memerintahkan untuk diambil bagi orang kusta itu:

1. dua ekor burung hidup yang tidak haram

2. kayu aras

3. kain kirmizi

4. hisop.

Nah, untuk kali ini saya memberitahukan pada anda bahwasannya untuk kain kirmizi yang melambangkan gambaran ulat dalam karya salib dapat anda baca lebih detail di tulisan ini: gambaran ulat dalam karya salib

sedangkan hari ini saya tergelitik meneliti tentang KAYU ARAS

Mari simak dalam tulisan ini: yang saya kutib dari kutipan web berikut ini:

http://wol.jw.org/id/wol/d/r25/lp-in/1200000908

perpustakaan on line menara pengawal

ARAS

[Ibr., ʼe′rez].

Pohon-pohon aras, terutama yang dari Lebanon, termasyhur pada zaman Alkitab dan khususnya menonjol dalam catatan tentang pembangunan bait oleh Salomo.

Aras Lebanon (Cedrus libani) adalah pohon yang megah dengan ukuran yang sangat besar dan akar-akar yang kuat serta jauh menembus tanah. Hutan-hutan aras yang luas pernah menyelimuti pegunungan di Lebanon, tetapi kini hanya ada beberapa hutan kecil yang tersisa karena telah digunakan secara sembarangan dan karena tidak ada penghijauan kembali dengan konservasi yang tepat serta penanaman kembali. Tidak diragukan, kerusakan akibat perang juga telah turut menyebabkan penyusutan ini. (Yes 14:5-8) Akan tetapi, pohon-pohon yang tersisa masih tampak mengesankan.—Bdk. Kid 5:15.

Pohon aras kadang-kadang mencapai ketinggian 37 m dan lingkar batangnya dapat mencapai 12 m. Cabang-cabangnya yang panjang dan melebar, menjulur ke luar secara horizontal dari batangnya, dapat membuat lingkar pohon itu secara keseluruhan mencapai 60 hingga 90 m. Ketika masih muda, bentuk pohon itu agak mirip piramida, tetapi cenderung melebar bagian atasnya seraya bertambah tua. Cabang-cabangnya yang berdaun tumbuh dalam deretan atau lapisan horizontal yang berbeda (bukannya bertumpang-tindih), sedangkan dahan-dahannya memiliki kelompok-kelompok yang terdiri dari jarum-jarum berwarna hijau cerah yang membentuk bulatan mirip bunga dan panjangnya kira-kira 1,3 cm, serta buah-buah berwarna cokelat kekuning-kuningan berbentuk kerucut yang mengeluarkan getah wangi. Kulit kayunya berwarna cokelat kemerah-merahan dan agak kasar. Batang pohonnya berbonggol-bonggol seraya usianya bertambah.

Kayu aras memiliki nuansa warna merah menyala, tidak ada mata kayu, dan dianggap sangat berharga untuk bahan bangunan karena keindahan, keharuman, ketahanan, serta kekebalannya terhadap serangan serangga. (Kid 1:17; 4:11) Para pembangun kapal Fenisia memakainya untuk tiang-tiang kapal mereka. (Yeh 27:5) Raja Hiram dari Tirus menyediakan orang-orang dan bahan-bahan untuk membangun ”istana dari kayu aras” bagi Daud di Yerusalem. (2Sam 5:11; 7:2; 2Taw 2:3) Belakangan Salomo menggunakan kayu aras untuk balok-balok di bait (1Raj 6:9), untuk melapisi mezbah dupa (1Raj 6:20), dan untuk melapisi seluruh bagian-dalam bait supaya ”tidak ada batu yang kelihatan”. (1Raj 6:15-18) ”Rumah Hutan Lebanon”, yang dibangun belakangan, mungkin dinamakan demikian karena 45 pilarnya terbuat dari kayu aras. (1Raj 7:2, 3) Aras juga digunakan di Beranda Takhta dan di halaman bait.—1Raj 7:7-12.

Penggunaan kayu aras secara besar-besaran ini membutuhkan kerja keras ribuan pekerja untuk memotong pohon-pohon itu, mengangkutnya ke Tirus atau Sidon di pesisir L. Tengah, membentuknya menjadi rakit-rakit, dan menghanyutkannya menyusuri pesisir, mungkin ke Yopa. Lalu, kayu-kayu itu diangkut melalui jalan darat ke Yerusalem. Pekerjaan ini terlaksana melalui suatu kontrak antara Salomo dan Hiram. (1Raj 5:6-18; 2Taw 2:3-10) Setelah itu, pengiriman kayu-kayu gelondongan terus berlanjut sehingga dapat dikatakan bahwa Salomo menjadikan ’kayu aras sama banyaknya seperti pohon ara-hutan’ selama pemerintahannya.—1Raj 10:27; bdk. Yes 9:9, 10.

Setelah pembuangan di Babilon, kayu-kayu aras dari Lebanon didatangkan lagi untuk pekerjaan pembangunan kembali bait.—Ezr 3:7.

Sebagai Kiasan. Dalam Alkitab, pohon aras yang megah digunakan secara kiasan untuk menggambarkan kebesaran, keunggulan, dan kekuatan, dalam arti yang sebenarnya ataupun segi penampilannya. (Yeh 31:2-14; Am 2:9; Za 11:1, 2) Oleh karena itu, jawaban Raja Yehoas dari Israel kepada Raja Amazia dari Yehuda mengandung penghinaan ketika ia menyamakan kerajaan Amazia dengan ”lalang berduri”, sedangkan kerajaannya sendiri ia samakan dengan pohon aras yang perkasa dari Lebanon. (2Raj 14:9; bdk. Hak 9:15, 20.) Pohon aras disebutkan sebagai gambaran dalam teka-teki Yehezkiel (psl. 17); dalam teka-teki itu raja dan para pembesar Yehuda disamakan dengan puncak pohon aras Lebanon yang dibawa ke Babilon. (Yeh 17:1-4, 12, 13) Setelah itu, sang Mesias digambarkan secara nubuat sebagai sebuah ranting dari puncak pohon aras, yang kemudian ditanam Yehuwa di atas sebuah gunung yang tinggi.—Yeh 17:22-24; bdk. Yes 11:1; Yer 23:5; 33:15; Mz 2:6; Pny 14:1; Dan 4:17.

Kayu aras yang digunakan di padang belantara oleh orang Israel tampaknya berasal dari jenis pohon aras yang berbeda dengan yang ada di Lebanon. Ada yang berpendapat bahwa itu adalah aras beri cokelat (Juniperus oxycedrus) dan juniper Fenisia (Juniperus phoenicia), keduanya dikenal dengan baik di wilayah Gurun Sinai. Beberapa upacara pentahiran menuntut digunakannya kayu aras, dan bisa jadi, karena terkenal tahan terhadap pembusukan, kayu aras digunakan untuk melambangkan kebebasan dari kerusakan atau penyakit.—Im 14:2-7, 49-53; Bil 19:6.

Jelaslah, aras digunakan secara kiasan dalam makna yang buruk maupun yang baik. Pohon itu menjadi simbol status di kalangan raja-raja Yehuda yang materialistis dan tidak setia, serta melambangkan sifat meninggikan diri serta rasa aman mereka yang palsu. (Yer 22:13-15, 23; Yes 2:11-13) Namun, pertumbuhan dan perkembangan orang yang adil-benar disamakan dengan pertumbuhan dan perkembangan pohon aras yang berakar dengan kukuh. (Mz 92:12; bdk. Yes 61:3 dengan Mz 104:16.) Jadi, meskipun di satu sisi Yehuwa memanifestasikan kuasa-Nya dengan mematahkan pohon-pohon aras Lebanon yang perkasa dan membuat mereka ’melompat-lompat di pegunungan seperti anak lembu’ (Mz 29:4-6), di sisi lain Ia menubuatkan saat manakala Ia akan menumbuhkan pohon aras bahkan di wilayah padang belantara (Yes 41:19, 20) dan menyebutkannya secara khusus sebagai salah satu di antara banyak ciptaan yang akan memuji nama-Nya yang mulia.—Mz 148:9, 13.

  • Copyright © 2014 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania

Sangat keren sekali bukan? semua kesombongan, ketamakan, ketidaksetiaan, yang dilambangkan pohon aras ini secara negatif ( sama dengan orang kusta yang belum ditahirkan) , ketika dipulihkan menjadi memiliki nilai positif:  lambang kekuatan, semerbak wangi (keharuman yang membuat orang mendekat/bukan lagi kenajisan yang membuat orang menjauh), sangat berharga mahal, sangat dihargai, sangat indah dipandang, punya kekebalan terhadap serangan serangga.

Demikian juga dengan hidup kita, saat kita dipulihkan dari semua kenajisan hidup kita, kita dijadikan Tuhan berharga dan wangi, mulia dan kuat, tahan terhadap serangan iblis dan lebih dari pemenang, perkasa di dalam Tuhan.

Keren. Itulah sebabnya kayu aras dipakai untuk seremonial pentahiran orang kusta. Tuhan menggambarkan pemulihan dengan sangat luar biasa….

I love You Jesus…Holy Spirit and Heavenly Father….

NAH HARI INI KITA AKAN BAHAS HISOP

Dari empat ketentuan yang harus ada pada pentahiran orang kusta salah satunya adalah hisop. Kita sudah bahas Kain Kirmizi dan Kayu Aras, kini kita bahas HISOP.

Ada apa dengan hisop ini, dan apakah hisop itu? Dan apa arti rohani daripada Hisop itu??

Ternyata Hisop itu adalah sebuah tanaman…yang secantik fotonya di bawah ini:

Baiklah, untuk mengetahui mengapa hisop ini dipakai untuk ceremonyal pentahiran kusta, kita akan lihat ayat-ayat lain terkait dengan hisop ini, dan pasti akan ada kaitannya di ayat apa sajakah kata hisop ini muncul..??

Kel 12:22

Kemudian kamu harus mengambil seikat hisop c  dan mencelupkannya dalam darah yang ada dalam sebuah pasu, dan darah d  itu kamu harus sapukan pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu; seorangpun dari kamu tidak boleh keluar pintu rumahnya sampai pagi.

1. Hisop dipakai untuk menyapukan darah pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu pada peristiwa PASKAH/ karna pada tulah terakhir inilah pada akhirnya bangsa Israel mendapat kesempatan KELUAR / PASSOVER dari cela mesir.

Kegunaan hisop di sini bagaikan KUAS yang menggoreskan DARAH YESUS di ambang pintu HATI YANG MAU MENERIMA PENEBUSAN DARAH KRISTUS

2. Hisop dipakai untuk seremonial pentahiran ORANG KUSTA DAN RUMAH KUSTA

(0.43) Im 14:4

maka imam harus memerintahkan, supaya bagi orang yang akan ditahirkan g  itu diambil dua ekor burung yang hidup dan yang tidak haram, juga kayu aras, kain kirmizi dan hisop. h 
(0.39) Im 14:6

Tetapi burung yang masih hidup haruslah diambilnya bersama-sama dengan kayu aras, kain kirmizi dan hisop, lalu bersama-sama dengan burung itu semuanya harus dicelupkannya ke dalam darah burung yang sudah disembelih di atas air mengalir itu. j 
(0.51) Im 14:49

Kemudian, untuk menyucikan rumah itu, haruslah ia mengambil dua ekor burung, kayu aras, kain kirmizi dan hisop. o 
(0.31) Im 14:51

Lalu ia harus mengambil kayu aras dan hisop, q  kain kirmizi dan burung yang masih hidup itu, dan mencelupkan semuanya ke dalam darah burung yang sudah disembelih dan ke dalam air mengalir itu, kemudian ia harus memercik kepada rumah itu tujuh kali. r 
(0.38) Im 14:52

Dengan demikian ia harus menyucikan rumah itu dengan darah burung, air mengalir, burung yang hidup, kayu aras, hisop, dan kain kirmizi.

nanti pada saat kesimpulan akan kita bahas lagi hubungan dari semua ayat terkait

3. Hisop juga dibakar bersama lembu betina merah , dengan kelengkapannya, seperti Kain kirmizi, dan kayu aras, lalu abunya menjadi abu yang dipakai untuk membuat air pentahiran bagi orang-orang yang najis mayat. Tidak hanya itu saja, pada saat memercikkan air pentahiran ini ke orang-orang yang najis mayat, juga digunakan HISOP ini. Anda bisa baca lebih detail pada Kitab Bilangan pasal 19.
Peristiwa pentahiran dilakukan pada hari ke 3 dan ke 7. Orang dan barang-barang dan tenda yang terkena mayat, akan najis selama 7 hari lamanya , untuk mentahirkan dia dan barang-barang itu dibutuhkan air pentahiran yang pembuatannya melibatkan HISOP dan juga pemercikannya juga menggunakan hisop .

Para ahli ilmu pengetahuan modern menemukan bahwasannya dokter yang baru saja menangani pasien operasi meninggal, kemungkinan besar akan menyebabkan meninggalknya pasien operasi lainnya. Setelah diteliti ternyata tangan sang dokter mengandung banyak sekali kuman dari si orang meninggal, sejak saat ditemukannya hal ini, diberlakukanlah prosedur standart kedokteran untuk penggunaan kaos tangan, masker, dll serta pakaian steril khusus untuk operasi, serta dokter harus mencuci tangan nya sebersih munggkin menggunakan sabun sebelum dia keluar dari ruang operasi, sehingga tidak ada kuman yang menempel yang membahayakan pasien hidup lainnya.

Hisop ini adalah lambang daripada kekudusan/pentahiran/menjauhkan roh maut berupa virus/kuman yang jahat. Bisa diartikan secara rohani sebagai mematahkan segala kutuk dan sakit penyakit.  ( hal ini juga terkait dengan kemunculan hisop pada peristiwa salib Kristus- akan dibahas lebih lanjut)

4. Hisop menjadi tanaman yang disebut dalam paradoks yang menjelaskan bahwasannya Salomo meneliti sebagai ahli flora dan fauna pada zamannya, mulai dari Kayu aras yang di Libanon ( tanaman termahal dan termewah pada saat itu) sampai kepada hisop yang tumbuh pada gunung batu ( tanaman termurah- karna mudah di dapat- merupakan tanaman semak biasa)

1Raj 4:33

Ia bersajak tentang pohon-pohonan, dari pohon aras yang di gunung Libanon sampai kepada hisop x  yang tumbuh pada dinding batu; ia berbicara juga tentang hewan dan tentang burung-burung dan tentang binatang melata dan tentang ikan-ikan.

5. Hisop juga disebut-sebut dalam pengakuan dosa Daud, setelah dia ditegur nabi Nathan dalam Mazmur 51 yang sangat terkenal itu. Daud menaikkan doa seperti ini:

Mzm 51:7

(51-9) Bersihkanlah w  aku dari pada dosaku dengan hisop, x  maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju! y 

hal ini menunjukaan bahwasannya Daud mengerti tentang HISOP yang dipakai dalam peristiwa tulah terakhir di Mesir, untuk KUAS/ALAT penyapu darah korban paskah di ambang pintu rumah, SERTA HISOP yang dipakai pada pentahiran orang kusta maupun pentahiran rumah kusta maupun pentahiran najis mayat.

Kata BASUHLAH aku, dalam ayat yang ditulis oleh Daud itu, adalah pembasuhan yang dipakai untuk MENCUCI PAKAIAN, karna arti daripada KABAC adalah MENCUCI , dan mengandung arti PENATU/ pencucian pakaian.

Pakaian di Alkitab mengandung arti kekudusan / bandingkan dengan ayat ini:

Pkh 9:8

Biarlah selalu putih pakaianmu h  dan jangan tidak ada minyak di atas kepalamu.

itu artinya Daud sedang membahas bahwasannya HISOP yang selalu ada pada peristiwa dilalukannya bangsa israel dari CELA MESIR, peristiwa pentahiran orang kusta, serta pentahiran rumah kusta, serta pentahiran najis mayat, menggambarkan KEKUDUSAN YANG DILAKUKAN TUHAN dalam hidupnya seperti orang yang mencuci pakaiannya sampai bersih. Itulah yang Tuhan lakukan bagi kita, mencuci hidup dosa kita dengan darah-Nya sendiri, dengan air pentahiran-Nya sendiri. Air ( hisop=air pentahiran) dan Darah (hisop=darah domba) adalah lambang daripada AIR DAN DARAH YESUS yang keluar dari tubuh-Nya saat lambung-Nya di tombak di kayu salib pada tragedi GOLGOTA.

6. Mengesahkan perjanjian yang pertama, dengan DARAH, pemercikan darah pada kitab, umat Israel, kemah, alat ibadah, semuanya diperciki dengan darah menggunakan HISOP.

ibrani 9:19-22

9:19 Sebab sesudah Musa memberitahukan q  semua perintah hukum Taurat kepada seluruh umat, ia mengambil darah anak lembu r  dan darah domba jantan serta air, dan bulu merah dan hisop, lalu memerciki kitab itu sendiri dan seluruh umat, s  9:20 sambil berkata: “Inilah darah perjanjian yang ditetapkan t  Allah bagi kamu.” 9:21 Dan juga kemah dan semua alat untuk ibadah dipercikinya secara demikian dengan darah. 9:22 Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, u  dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan. v

Dan juga pada PERJANJIAN YANG BARU juga diperciki dengan hisop:

Yohanes 19:29

Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam 1 . q  Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.

Inilah perjanjian yang kedua, menggunakan lagi yang namanya HISOP.  Anggur asam ini adalah anggur yang telah menjadi asam, menjadi cuka.

Dari sini kita lihat bahwasannya HISOP sebenarnya adalah SEMAK BIASA, murah, mudah didapat, mudah tumbuh, tidak berharga, tidak mahal seperti KAYU ARAS, tetapi saat kesederhanaan dari HISOP ini ada, kemurahan harga dari HISOP ini begitu memudahkan, dan HISOP ini sangat menyerap zat cair, dan ada keistimewaan lain daripada hisop ini, sbb:

antiseptik ,

pereda batuk ,

dan ekspektoran ,

yang biasa digunakan sebagai ramuan aromatik

dan tanaman obat .

Spesies secara keseluruhan tahan terhadap kekeringan ,

dan toleran terhadap kapur, tanah berpasir.

Ini tumbuh subur di bawah sinar matahari penuh dan iklim hangat.

The herba segar umumnya digunakan dalam memasak . Esensi hisop dapat diperoleh dengan dikukus, dan digunakan dalam memasak pada tingkat lebih rendah.

Tanaman ini umumnya digunakan oleh peternak lebah untuk menghasilkan kaya dan aromatik madu .

Daun hisop Herb digunakan sebagai bumbu aromatik. Daun memiliki rasa pahit ringan karena yang tanin , dan intens minty aroma. Karena intensitasnya, digunakan cukup dalam memasak. Ramuan ini juga digunakan untuk membumbui minuman keras , dan merupakan bagian dari perumusan resmi Chartreuse .

Telah juga digunakan dalam perumusan tetes mata dan obat kumur .

Herb hisop juga telah diamati untuk merangsang pencernaan sistem. [8]

Kita simpulkan di sini bahwasannya HISOP selain dipakai sebagai alat pemercik air dan pemercik darah, dia adalah juga

MAKANAN

OBAT

BUMBU

AROMATIK UNTUK MADU

demikian juga kasih Kristus lewat penebusan dengan cara karya salib adalah:

makanan- kecaplah dan lihatlah betapa baiknya Tuhan itu (Maz 34:8)- kebaikan Tuhan itu bisa DIKECAP/ DICICIPI/DIMAKAN oleh roh jiwa dan tubuh kita.

obat- penangkal virus, penyembuh- oleh bilur-bilurnya kamu telah sembuh (I Pet 2:24)

bumbu- kecaplah dan lihatlah betapa baiknya Tuhan itu (Maz 34:8)- kebaikan Tuhan itu bisa DIKECAP/ DICICIPI/DIMAKAN oleh roh jiwa dan tubuh kita.

aromatik- untuk madu

Ams 16:24

Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, d  manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang. e 
(0.34) Mzm 119:103

Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu n  bagi mulutku. o 

aromatik madu di sini berbicara mengenai kemanisan dan keharuman janji janji Tuhan yang digenapi semuanya lewat karya salib Kristus. Karya salib adalah KORBAN YANG BERBAU HARUM DI HADAPAN BAPA

Ef 5:2

dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu m  dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita n  sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. o 

Oleh karna itu semualah HISOP dipakai untuk seremonial pentahiran orang kusta, agar hidupnya yang najis dikuduskan, agar segala cela, firus, dan sakit penyakit serta kutuk dijauhkan dari hidupnya, agar dia mengecap kebaikan Tuhan, karya Kristus yang menguduskan hidupnya, mentahirkan seperti baju yang dicuci bersih lebih putih daripada salju, bajunya yang cobak cabik harus dibuang dan diganti dengan lembaran hidup baru, orang orang di sekitarnya bisa mencicipi kebaikan Tuhan dalam hidupnya, serta menghirup kewangian/keharuman karya dan janji Kristus yang digenapi dalam hidupnya.

Sebagaimana Kayu Aras yang mahal semahal pengorbanan Kristus pada karya salib demikian juga dengan Hisop melambangkan kesederhanaan, bahwa siapa pun , orang semiskin apa pun bisa mendapat hasil karya salib, karna GRATIS, karna seperti juga hisop yang mudah didapat, dia hanya semak saja, tidak perlu beli, tinggal petik, demikian juga dengan karya salib Kristus , diperuntukkan bagi siapa saja termasuk yang tinggal di bawah kolong jembatan.

TERIMA KASIH TUHAN UNTUK HISOP DARI-MU……………

menyingkirkan cela kusta dari hidup kami. !!

KINI KITA MEMBAHAS MENGENAI DUA EKOR BURUNG YANG HIDUP DAN YANG TIDAK HARAM

dua ekor burung yang tidak haram ( tertulis dalam imamat 14; 4) merupakan salah satu dari 4 hal yang harus dibawa dan harus ada pada seremonial pentahiran kusta, yaitu:

dua ekor burung yang hidup dan yang tidak haram (KITA BAHAS SEKARANG)

kayu aras ( sudah kita bahas di atas)

kain kirmizi ( sudah kita bahas di tautan lain)

hisop (sudah dibahas di atas)

Perhatikan di sini bahwasannya pentahiran kusta ini ada beberapa tahap, yang kita jabarkan sbb:

  • Hari pentahiran Kusta (Im 14:1)
  • Hari ke tujuh setelah hari pentahiran ( Im 14: 9)
  • Hari ke delapan setelah hari pentahiran ( Ima 14: 10, 21)

Perhatikan di sini ADANYA DUA EKOR BURUNG YANG MASIH HIDUP DAN TIDAK HARAM, ini harus ada di HARI PENTAHIRAN, jenis burung tidak ditentukan, pokoknya masih hidup dan tidak haram.

tetapi kalau anda baca di hari ke delapan setelah hari pentahiran, ada dua golongan, bagi orang kaya dia diwajibkan membawa, sbb: (ayat 10)

dua ekor domba jantan yang tidak bercela

seekor domba betina berumur setahun yang tidak bercela

dan tiga persepuluh efa tepung yang terbaik diolah dengan minyak sebagai korban sajian

satu log minyak

sama sekali tidak perlu membawa burung

tetapi berbeda dengan orang yang miskin:

dia harus membawa pada hari ke delapa itu: domba jantan seekor saja, sepersepuluh efa tepung yang terbaik diolah dengan minyak, dan satu log minyak

dan dua ekor burung tekukur atau dua ekor burung merpati sekadar kemampuannya.

Nah..pada hari ke 8 ini, jenis burung ditentukan ( bagi si miskin), tetapi beda dengan pada HARI PENTAHIRAN, jenis burung tidak ditentukan.

Tetapi burung ini harus HIDUP- ada dua buah kehidupan di sini yang digambarkan, yaitu DUA EKOR BURUNG YANG MASIH HIDUP, menggambarkan KEHIDUPAN KRISTUS, dan KEHIDUPAN KITA

Dan burung ini tidak boleh jenis burung yang haram, ini bicara mengenai kekudusan, KARYA KRISTUS DI KAYU SALIB MENGUDUSKAN HIDUP KITA.

Burung ini lambang daripada kebebasan, karna burung adalah binatang yang bisa terbang bebas. Bayangkanlah orang kusta yang dikurung-dikurung dan dikurung, diasingkan-diasingkan dan diasingkan terus dan terus…..inilah hari dimana dia BEBAS, MERDEKA dari semua kurungan, pengasingan dll, inilah saatnya dia bisa pulang ke rumahnya, kembali ke komunitasnya, di bisa ke pasar, bisa ke keluarganya, bisa mengantar anaknya ke sekolah, bisa melakukan apa saja, tanpa dibatasi area karantina yang selama ini tidak bisa ditembusnya. Inilah lambang kemerdekaan di dalam Kristus, Kebenaran Kristus itu memerdekakan hidup kita yang tadinya terikat oleh belenggu dosa.

Bisa saja burung pipit dan burung layang-layang menjadi pilihan ,kedua ekor burung ini murah dan tidak haram.

Burung yang seekor harus disembelih -gambaran dari kehidupan Yesus yang HIDUP DAN TIDAK HARAM- yang dipersembahkan dalam karya salib,

di atas belanga tanah- belanga ini terbuat dari TANAH, gambaran hati Yesus yang RENDAH HATI DAN TAAT- seperti karakteristik belanga tanah yang sederhana dan mudah dibentuk.

filipi 2: 5-8

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama 2 , menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, b  2:6 yang walaupun dalam rupa Allah 3 , c  tidak menganggap kesetaraan dengan Allah d  itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 2:7 melainkan telah mengosongkan e  diri-Nya sendiri 4 , dan mengambil rupa seorang hamba, f  dan menjadi sama dengan manusia 5 . g  2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, h  bahkan sampai mati di kayu salib.

Berisi air mengalir, adalah lambang Kristus yang adalah Air Firman, Air Hidup itu sendiri. Air yang tidak terhenti, tetapi air yang terus mengalir. Firman yang terus mengalir dan membasuh dan menyucikan.

Disembelih di atas belangan tanah berisi air mengalir, bayangkan saudara..di sini ada DARAH  yang mengalir dari hasil sembelihan, DAN AIR, darah dan air adalah lambang kelahiran baru daripada orang-orang percaya, dalam karya yang sudah dikerjakan Yesus di kayu salib, karna pada saat Dia ditombak, keluar air dan darah.

bagaimana dengan burung yang satunya:

burung yang satunya tidak disembelih, melainkan dibiarkan tetap hidup. Ini adalah lambang daripada hidup kita yang bisa kita nikmati dalam keselematan oleh karna Yesus sudah rela menggantikan hukuman kita di kayu salib ( digambarkan dengan burung yang seekor tadi yang disembelih)

Burung ini harus diambil bersama-sama dengan KAYU ARAS ( lambang korban Kristus yang mengorbankan darah-Nya yang sangat mahal), KAIN KIRMIZI (lambang Yesus yang merendahkan diri sampai seperti ulat- mohon bagi anda yang belum mengerti mohon baca tautan sbb: gambaran ulat dalam karya salib

dan HISOP, lambang KESEMBUHAN yang Tuhan alirkan lewat bilur-bilur-Nya di karya salib

dan keempat unsur ini harus dicelupkan ke DARAH BURSUNG YANG DISEMBELIH

artinya: PEMULIHAN dan KESEMBUHAN dan PEMBEBASAN dll ( semua yang bisa kita dapat lewat karya Salib), harus melalui  menerima karya salib Kristus, karna di luar karya salib Kristus, itu semua tidak akan terjadi dengan usaha kita, kekuatan kita, kebenaran manusiawi kita, dll

Orang kusta harus diperciki dengan semua 4 unsur ini yang telah bersimbah darah daripada burung yang disembelih, kain kirimzi yang bersimbah darah, hisop yang menghisap darah, kayu aras yang bersimbah darah,dan burung hidup yang bersimbah darah

percikannya harus 7 kali, angka 7 ini adalah lambang kesempurnaan, lambang daripada percikan darah Yesus itu adalah SEMPURNA DALAM HIDUP KITA, karna darah Kristus itu adalah sempurna, darah yang tidak berdosa.

Apa yang terjadi dengan burung yang masih hidup ini???  dia dilepaskan ke alam bebas, ke padang.

Lambang kebebasan dan kemerdekaan yang sempurna. Bebas dari trauma, bebas dari ikatan dosa, bebas dari ketergantungan rokok, obat, bebas dari luka hati, bebas dari penyakit..bebas dari tekanan batin, bebas dari kekawatiran, bebas dari intimidasi iblis…

Saya sangat terharu dengan semua rhema ini, thanks Lord..!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: