'manusia hidup bukan dari roti saja…'

IMAMAT 14; 8-20

Perhatikan di sini bahwasannya orang kusta yang akan di tahirkan harus mencuci pakaiannya, mencukur seluruh rambutnya, dan membasuh tubuhnya dengan air, maka ia menjadi tahir.

Setelah itu ia boleh masuk ke perkemahan walaupun belum diijinkan masuk ke dalam kemahnya sendiri, dia harus tinggal di luar kemah selama 7 hari, maka pada hari yang ke 7 dia harus mengulangi lagi:

Mencukur seluruh rambutnya:rambut kepala, janggut, alis bahkan segala bulunya harus dicukur, pakaiannya di cucui dan tubuhnya dibasuh dengan air ; maka ia tahir

Keesokan harinya, yaitu hari ke 8 dia harus alami lagi seremonial  lain lagi, setelah itu barulah ia mengalami yang namanya pendamaian dan dinyatakan tahir.

Jadi ada TIGA AREA di sini:

  1. Area di luar perkemahan ( adalah bagi si kusta yang masih sakit)
  2. Area di dalam perkemahan  – di area ini si kusta yang sudah mengalami prosesi pentahiran pertama- dengan kayu aras, hisop, kirmizi serta dua ekor  burung yang masih hidup dan tidak haram – BOLEH TINGGAL SELAMA 7 HARI
  3. Area di kemah si kusta itu sendiri- di area ini si kusta boleh tinggal setelah mengalami  prosesi kedua yaitu prosesi pendamaian- ayat 10-20, dimana prosesi ini dilakukan pada hari yang ke delapan.

ORANG KUSTA YANG MASIH NAJIS HARUS TINGGAL DI LUAR PERKEMAHAN

ORANG KUSTA YANG SUDAH DITAHIRKAN BOLEH MASUK KE PERKEMAHAN:

Sedangkan

ORANG KUSTA YANG TELAH MENGALAMI PROSES UPACARA PENDAMAIKAN BOLEH MASUK KE KEMAHNYA SENDIRI.

 

Kesimpulan 1:

Kita dulu hidup di luar perkemahan, di luar Kristus, hidup yang sia-sia, tetapi ketika kita menerima Kristus dalam hidup kita, menerima karya salibNya, kita menjadi TAHIR, saat itulah kita menjadi orang yang DIPANGGIL, masuk dalam anggota keluarga Allah, kita bukan orang asing lagi, kita tidak tinggal di area pengasingan lagi, tetapi kita menjadi anggota keluarga kerajaan Allah, dan sampailah kita pada tahap berikutnya ketika hidup kita dipulihkan, kita masuk dalam tahap bukan saja dipanggil, tetapi DIPILIH, saat itulah kita masuk lebih dalam ke dalam KEMAH, bersekutu lebih dalam dengan Tuhan, bertumbuh lebih lagi dan lebih lagi, di dalam KEMAH kita bisa berkarya, tidak seperti saat tinggal di luar kemah (walau sudah diperkemahan)- kita tidak bisa berkarya karna di luar kemah tidak ada peralatan apa –apa. Di dalam kemah, kita bisa berbuah, berkarya, bagi Tuhan.

 

Apakah ini ada arti rohaninya???

  • TINGGAL DI LUAR PERKEMAHAN , dalam Ibrani 13: 12-14 , berbicara tentang:
    • Tempat sesuatu yang najis, jadi perlu pengudusan , Ibrani 13: 12-14
      •  (Ulangan 23: 12 di luar perkemahan adalah tempat yang dipakai untuk tempat buang hajat/ wc)
      • Orang kusta harus tinggal di luar perkemahan karna mereka NAJIS (Bilangan 5;3) sedangkan tempat perkemahan tidak boleh ada yang najis karna di perkemahan ada HADIRAT TUHAN ( Bilangan 5: 3)
  • Ulangan 23: 10, di luar perkemahan adalah tempat bagi yang tidak tahir
  • Imamat 13: 46 DI LUAR PERKEMAHAN adalah tempat yang terasing/ terkucil. Hal ini juga dialami oleh Miryam yang dikucilkan di luar tempat perkemahan selama 7 hari lamanya pada saat dia memberontak pada Musa dan terkena kusta
  • Tempat sesuatu yang hina, oleh karna itu Yesus menanggung kehinaan kita dengan cara kayu salib , Ibrani 13: 12-14
  • Tempat sesuatu yang tidak tetap, Ibrani 13: 12-14  
  • Bilangan 15; 35 di luar perkemahan adalah tempat penghukuman

Kesimpulan 2:

Inilah gambaran hidup kita dulu, saat kita di luar Kristus, kita sebenarnya hidup penuh dengan kenajisan, tidak tahir, kita asing dengan Tuhan, kita terkucil dari kerajaan Allah, kita hina, kotor, kita tidak memiliki masa depan yang tetap ( tidak punya harapan), dan hidup kita selalu ada dalam penghukuman di mana upah dosa adalah maut.

 

Tapi anehnya di sini, di luar tempat perkemahan ini ada satu area yang TAHIR, itu tercatat di Imamat 4:12, Imamat 8:17, tempat ini juga tempat pembuangan abu.

Im 4:12 jadi lembu jantan itu seluruhnya harus dibawanya ke luar perkemahan1 ,c  ke suatu tempat yang tahir,d  ke tempat pembuangan abu,e  dan lembu itu harus dibakarnyaf  sampai habis di atas kayu api di tempat pembuangan abu.g 

 

ANAK LEMBU – daging dan kulit juga dibakar habis di luar perkemahan Imamat 9:11

LEMBU JANTAN- Imamat 4 kulitnya, segala dagingnya, kepala, betisnya, isi perut dan kotorannya.

LEMBU JANTAN KORBAN PENGHAPUS DOSA, dikatakan dibakar di luar tempat kudus, YEH 43;21, itu adalah tempat yang sudah ditentukan. Kel 29:14 juga mencatat hal yang sama

Ibrani 13: 11 menjelaskan bahwa TUBUH BINATANG ITU DIBAKAR HABIS DI LUAR PERKEMAHAN, tetapi DARAHNYA boleh dibawa masuk ke TEMPAT KUDUS, setelah proses pembakaran itu selesai.

 

 

Kesimpulan 3:

Ibrani 13: 12 Itu jugalah sebabnya Yesus telah menderita di luar pintu gerbang untuk  menguduskan Umat-Nya dengan darah-Nya sendiri. Karena itu marikah kita pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya. Sebab di sini kita tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap; kita mencari kota yang akan datang. Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memulikana nama-Nya. Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.

Kesimpulan kita adalah, Kristus rela pergi ke luar pintu gerbang itu, ke luar perkemahan itu, di tempat yang najis, kotor, hina, terasing, tertolak, tidak tahir, penuh penghukuman itu. (Kristus rela turun dari surga yang mulia dan penuh kemuliaan, turun ke dunia hina, lahir di kandang, lahir di keluarga sederhana, dll . Bahkan tidak hanya itu, Dia rela naik ke GOLGOTA, ke SALIB untuk menyerahkan nyawanya – SEBAGAI KORBAN PENDAMAIAN YANG HABIS TERBAKAR SEMPURNA-) Di antara tempat yang najis di luar perkemahan itu, ada suatu tempat yang sudah ditentukan, itu adalah tempat yang TAHIR. Itu adalah gambaran dari BUKIT TENGKORAK, yang najis, dimana disitulah dihukum para penjahat, termasuk penjahat yang di kanan dan kiri Yesus yang disalibkan bersama dengan Dia. Termasuk tempat Yesus di salib di tengah adalah juga tempat yang najis, tetapi tempat itu sudah DITENTUKAN menjadi tempat pembalikan keadaan, menjadi tempat dimana semua dosa umat manusia ditanggung Yesus di kayu salib sehingga siapa pun yang memandang pada salib itu ( menerima salib Kristus) dia menjadi DIKUDUSKAN/ DISELAMATKAN/DIDAMAIKAN.

Mengapa dikatakan di Ibrani tadi, “Karena itu marikah kita pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya.” Karena kalau kita mau mengikut Kristus, kita juga harus pikul salib, kita juga harus keluar dari area nyaman, kita harus pergi ke luar perkemahan, di area yang penuh kenajisan dan dosa itu, dan kita harus MEMIKUL SALIB dan MENYANGKAL DIRI, kita harus menggarami dunia dan menerangi dunia yang gelap ini. Dunia ini kita mesti jadikan TEMPAT TINGGAL YANG TIDAK TETAP, karna rumah kita yang sesungguhnya adalah di surga nanti.  Kita harus jadi saksi, untuk jadi saksi itu kita bagaikan ikut menanggung KEHINAAN-NYA.

 

Selain lembu jantan di Imamat 16;27 juga muncul binatang lain yaitu, KAMBING JANTAN, ini khusus untuk HARI RAYA PENDAMAIAN

Im 16:27 Lembu jantan dan kambing jantan korban penghapus dosa, yang darahnya telah dibawa masuk untuk mengadakan pendamaian di dalam tempat kudus, harus dibawa keluar dari perkemahan,y  dan kulitnya, dagingnya dan kotorannya harus dibakar habis.

Di Alkitab hanya kita temukan mengenai penyebutan dua binatang ini YAITU KAMBING JANTAN DAN LEMBU JANTAN ( tanpa disebut-sebut domba jantan dll) selain di Imamat 16:27 tadi hanya kita temui di Mazmur 50: 13

Daging lembu jantankah Aku makan, atau darah kambing jantankah Aku minum??

Di seluruh pasal Maz 50 ini kita ambil kesimpulan sbb:

Tuhan tidak menginginkan korban sembelihan, dan korban bakaran, tetapi yang Tuhan inginkan adalah:

Persembahan syukur kepada Allah sebagai KORBAN ( diulang 2 kali, ayat 14,23)

Membayar nazar

Berseru pada Tuhan pada waktu kesesakan- sehingga mengalami keluputan dari Tuhan dan dapat memuliakan nama Tuhan (diulang 2 kali, ayat 15, 23)

Mau mencintai teguran Tuhan dan memperhatikan firman Tuhan

Meninggalkan pergaulan yang buruk

Bibir yang jauh dari fitnah dan penipuan ( diulang 2 kali, ayat 19, 23)

Belajar menghormati Tuhan

Tidak melupakan allah

JIKA HIDUP DALAM HAL-HAL  INI keselamatan dari Tuhan akan diperlihatkan pada orang-orang ini (Maz 50: 23)

Dan yang menarik di sini Mazmur 50 ini sangat paralel dengan Ibrani 13: 12-14, dilanjut Ibrani 13 ayat 15-25

  • Korban syukur (15)- sama dengan yang dibahas di maz 50
  • Ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya (15)- sama dengan yang di bahas di Maz 50
  • Berbuat baik dan memberi bantuan – paralel dengan mencintai teguran Tuhan dan memperhatikan firman Tuhan yang dibahas di Maz 50
  • Taat dan tunduk pada pemimpin, Mendoakan pemimpin- paralel dengan hormat pada Tuhan yang dibahas di Maz 50 ( maksudnya menghormati otoritas di atas, baik Tuhan maupun pemimpin)

 

Kesimpulan 4

Dari pembahasan panjang lebar tadi kita simpulkan bahwa TRIMA YESUS SAJA tidak cukup ( itu memang anugrah yang besar- kita tidak bisa membeli keselamatan itu dengan apa pun juga- tidak ada sedikitpun usaha kita dalam karya keselamatan lewat karya salib Kristus) , tetapi keselamatan itu harus kit KERJAKAN, artinya harus kita isi dengan KARAKTER yang terpuji, seperti selalu mengucap syukur, berbuat baik , tunduk pada pemimpin, dll. Kita tidak cukup saja HARI PENTAHIRAN – saat kita lahir baru- tetapi kita juga perlu HARI PENDAMAIAN – dimana karakter kita bisa berdamai dengan Allah dan manusia. Pada hari pentahiran kita boleh masuk ke perkemahan tetapi belum boleh masuk ke kemah sendiri, tetapi pada saat hari pendamaian, si kusta boleh masuk ke kemahnya sendiri- ada sebuah tingkatan di sini seperti di tabernakel, ada halaman, ruang kudus dan ruang maha kudus). KARAKTER YANG BAIK BUKAN SEBAGAI SYARAT KESELAMATAN- KARNA KARYA YESUS DI SALIB ITU SUDAH CUKUP, TETAPI KARAKTER TERPUJI ADALAH SEBAGAI BUAH DARI ORANG-ORANG YANG TELAH DISELAMATKAN.

 

Yang menarik di sini muncul kata FASIK (Mazmur 50 Ayat 16)

Dan kata fasik ini tidak lepas kaitannya dengan LEMBU, mari kita simak arti dari LEMBU INI yang sudah pernah kita bahas di pembahasan sebelumnya, akan saya kutip di sini ( dari tulisan berjudul KITAB IMAMAT SERI 7. KORBAN KESELAMATAN MEMANG LAIN DARI YANG LAIN)

BAGAIMANA DENGAN LEMBU?

Perhatikan pada korban bakaran dipakai LEMBU JANTAN
Pada Korban penghapus dosa dipakai LEMBU JANTAN MUDA

Tetapi untuk KORBAN KESELAMATAN dipakai LEMBU JANTAN ATAU LEMBU BETINA, dan perhatikan bahwa semua LEMBU,pasti dipakai tempat DI DEPAN PINTU KEMAH PERTEMUAN, tidak pernah lembu dipersembahkan di MEZBAH KORBAN BAKARAN.

Ayat yang memakai LEMBU JANTAN dan LEMBU BETINA, murni, tidak ada dalam ayat tersebut disebut binatang lain seperti kambing atau domba, hanya satu dalam Alkitab, yaitu kita temui di :

AYUB 21: 10
Lembu jantan mereka memacek dan tidak gagal,
lembu betina mereka beranak dan tidak keguguran.

Ayub memakai lembu ini untuk menggambarkan ‘toh kehidupan orang fasik itu seperti tidak pernah mengalami kegagalan’.

Hal semacam ini pernah juga dipertanyakan oleh Pemazmur , bani Asaf dalam Mazmur 73

Tetapi orang-orang fasik yang digambarkan seperti lembu hutan yang kena jaring ini akan kena murka Tuhan dan hardik Tuhan (Yesaya 51: 20)

Lembu jantan muncul di PASAL SALIB yaitu di Mazmur 22: 13-14 melambangkan musuh-musuh yang bengis, orang-orang yang menyalibkan Yesus dengan penuh kebengisan.

Lembu betina digambarkan sebagai MESIR ( Yesaya 46: 20), Alkitab sering memakai Mesir sebagai lambang keduniawian, kedagingan, mengandalkan kekuatan manusia

Lembu melambangkan kedegilan hati manusia (Hosea 4: 16)

(saya membatasi pencarian makna dari LEMBU BETINA DAN LEMBU JANTAN dewasa, sedang anak lembu, dan lembu sulung tidak saya bahas- karna memang yang dipakai pada korban keselamatan ini hanya LEMBU BETINA DAN JANTAN DEWASA, sedangkan pembahasan mengenai penggambaran anak lembu dan lembu sulung beda lagi artinya).

Kesimpulan 5

Kefasikan harus dibakar habis sampai menjadi abu.  Semua LEMBU JANTAN dalam hidup kita harus dibakar sampai habis terbakar semua, sampai menjadi abu, di luar perkemahan. Jangan bawa abu itu masuk ke dalam perkemahan, yang dibawa masuk hanyalah darahnya saja.

Kristus sudah mau disalibkan dan diperhadapkan dengan orang –orang yang bengis di Golgota, sehingga darah-Nya dapat menyucikan kebengisan hati kita menjadi putih seperti salju.

Kefasikan kita harus mati, kedagingan kita harus mati, kebengisan kita harus kita bunuh, kita habisi, kita bakar. Minta darah Yesus menyucikan hidup kita dan minta Kristus dan Roh Kudus mengajar kita dari hari ke hari untuk hidup dalam kekudusan.

 

Kesimpulan dari semuanya adalah:

Kita dahulu tinggal di luar perkemahan bagaikan orang kusta itu, najis, asing, tertolak, terhukum dll

Kristus mau meninggalkan area nyaman-Nya dan datang ke dunia, ke luar perkemahan, dan Dia rela naik ke Golgota, tempat yang sudah ditentukan di luar perkemahan itu untuk menanggung segala kebengisan dosa kita, kenajisan kita, hukuman yang seharusnya ditimpakan pada kita. (Yoh 3:16)

Tugas kita adalah juga menyerahkan nyawa kita bagi saudara-saudara kita (  I Yoh 3:16), mati daging, mati dari ego kita, mati dari area nyaman kita, untuk kita mencari jiwa jiwa yang masih tinggal di area luar perkemahan, kita bawa pada Kristus, saat mereka melihat karakter Kristus yang tinggal dalam karakter keseharian hidup kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: