'manusia hidup bukan dari roti saja…'

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan saya sebelumnya yang saling terkait mengait dengan tulisan ini: anda bisa klik di sini:

BAROMETER VISI HIDUP KITA – MENGENALI VISI HIDUP SAUL

 

 ANAK CUCU ORANG BENAR VS ANAK CUCU ORANG FASIK

 

 

ANAK CUCU ORANG BENAR VS ANAK CUCU ORANG FASIK

 

Isyboset dibunuh

II Samuel 4: 1-12

  1. Ketika didengar anak Saul, bahwa Abner sudah mati di Hebron, maka hilanglah keberaniannya, dan terkejutlah seluruh orang Israel.
  2. Anak Saul mempunyai dua orang sebagai kepala gerombolan, yang satu bernama Baana dan yang kedua bernama Rekhab, keduanya anak Rimon, orang Benyamin dari Beerot. –Sebab Beerotpun terhitung daerah Benyamin.
  3. Orang Beerot sudah melarikan diri ke Gitaim dan menjadi pendatang di sana sampai sekarang. –
  4. Yonatan, anak Saul, mempunyai seorang anak laki-laki, yang cacat kakinya. Ia berumur lima tahun, ketika datang kabar  tentang Saul dan Yonatan dari Yizreel. Inang pengasuhnya mengangkat dia pada waktu itu, lalu lari, tetapi karena terburu-buru larinya, anak itu jatuh dan menjadi timpang.  Ia bernama Mefiboset. 
  5. Anak-anak Rimon, orang Beerot itu, yakni Rekhab dan Baana, pergi, lalu sampai pada waktu hari panas terik ke rumah Isyboset, ketika ia sedang berbaring siang hari.
  6. Kebetulan penjaga pintu rumah itu mengantuk dan tertidur, ketika sedang membersihkan gandum. Demikianlah Rekhab dan Baana menyusup ke dalam.
  7. Mereka masuk ke dalam rumah itu, ketika Isyboset sedang berbaring di atas tempat tidurnya di dalam kamar tidurnya, membunuh dia lalu memenggal kepalanya. Mereka membawa kepalanya itu, lalu berjalan semalam-malaman melalui jalan dari Araba-Yordan.
  8. Kepala Isyboset itu dibawa mereka kepada Daud di Hebron dan mereka berkata kepada raja: “Inilah kepala Isyboset, anak Saul, musuhmu itu, yang ingin mencabut nyawamu; TUHAN pada hari ini telah membiarkan tuanku raja mengadakan pembalasan j  atas Saul dan atas keturunannya.”
  9. Tetapi Daud menjawab Rekhab dan Baana, saudaranya, anak-anak Rimon, orang Beerot itu, katanya kepada mereka: “Demi TUHAN yang hidup, yang telah membebaskan nyawaku dari segala kesesakan!
  10. Ketika ada orang yang membawa kabar kepadaku demikian: Saul sudah mati! dan memandang dirinya sebagai orang yang menyampaikan kabar baik, maka aku menangkap dan membunuh dia di Ziklag, dan dengan demikian aku memberikan kepadanya upah kabarnya;
  11. terlebih lagi sekarang, setelah orang-orang fasik membunuh seorang yang benar, di rumahnya di atas tempat tidurnya, tidakkah aku menuntut darahnya dari pada kamu dan melenyapkan kamu dari muka bumi?”
  12. Sesudah itu Daud memberi perintah kepada anak buahnya untuk membunuh mereka1 ;   tangan dan kaki mereka dipotong, kemudian mayat mereka digantung di tepi telaga di Hebron. Tetapi kepala Isyboset diambil dan dikuburkan di dalam kubur Abner di Hebron.

 

Saat saya merenungkan bagian Alkitab ini, hati saya tertambat pada perikop yang sangat menarik ini.

Tokoh-tokoh dalam perikop ini ada beberapa yang ingin saya bahas, yaitu:

  1. Rimon, orang Benyamin dari Beerot, ( ayat 2) yang adalah ayah dari ke dua anaknya : Baana dan Rekhab
  2. Saul, (ayat 1-2) yang adalah ayah dari Isyboset
  3. Yonatan, (ayat 4) yang adalah ayah daripada Mefiboset
  4. Mefiboset
  5. Daud

 

Mari kita bahas satu per satu tokoh tokoh dalam perikop ini.

Ada tiga ayah yang ada dalam perikob ini, yang sangat ditonjolkan oleh penulis Alkitab, posisinya sebagai ayah yaitu:

  • Rimon, sang ayah daripada Baana dan Rekhab
  • Saul, sang ayah daripada Isyboset, juga sang ayah daripada Yonatan
  • Yonatan, sang ayah daripada Mefiboset

Siapakah Rimon itu…?

Rimon sebenarnya adalah nama sebuah DEWA ANGIN, HUJAN DAN BADAI  yang disembah oleh orang Aram dari  Damsyik  yang  salah satunya juga disembah oleh Naaman  II Raja 5: 18, disebut-sebut KUIL RIMON

Rimon seorang dari suku Benyamin, dan entah bagaimana kah kog bisa-bisanya orang Israel dari suku Benyamin malah memiliki nama dewa asing yang disembah orang Siria.

Arti dari kata ‘Rimon’ itu sendiri  adalah ‘delima’ . Rimon memiliki dua anak yang adalah pembunuh daripada Isyboset ( Isyboset adalah anak Saul yang menggantikan Saul menjadi raja) ; Rekhap dan Baana

Apa arti nama Rekhap?  Rekhap artinya ‘rider’ / pengendara

Apa arti nama Baana? Baana artinya “in affliction” / dalam penderitaan.

Apakah kedua orang ini adalah orang-orang yang hidup dalam penderitaan, lalu memimpin gerombolan / dalam bahasa aslinya  g@duwd yang artinya ‘perampok’? Mereka merampok untuk keluar dari himpitan ekonomi, dan kini setelah mereka dipercaya sebagai orang kepercayaan raja Isyboset, mereka masih tidak puas, mereka masih ingin mengejar hadiah raja Daud?

 

Baana dan Rekhab, adalah dua orang anak daripada Rimon yang membunuh raja Isyboset yang saat itu menjadi raja menggantikan ayahnya Saul yang telah mati di medan pertempuran.

Padahal mereka adalah orang-orang yang dipercaya untuk menjadi pemimpin oleh raja Isyboset pada saat itu. Hal itu sangat mencolok dituliskan dari ayat 1 dan ayat 2

  1. Ketika didengar anak Saul, bahwa Abner sudah mati di Hebron, maka hilanglah keberaniannya, dan terkejutlah seluruh orang Israel.
  2. Anak Saul mempunyai dua orang sebagai kepala gerombolan, yang satu bernama Baana dan yang kedua bernama Rekhab, keduanya anak Rimon, orang Benyamin dari Beerot. –Sebab Beerotpun terhitung daerah Benyamin.

Jadi raja Isyboset yang tadinya menjadikan sosok Abner sebagai  sosok terpenting oleh setelah kematian ayahnya, karena Abner adalah seorang panglima perang dalam zaman Saul, dan Abner adalah paman daripada Saul, kini raja Isyboset harus punya pegangan. Dan selanjutnya setelah kematian Abner, raja Isyboset memiliki dua orang kepercayaan yaitu Baana dan Rekhab.

Mengapa seperti itu? Mengapakah Isyboset membutuhkan sosok pegangan? Karena sosok Isyboset adalah sosok yang pemalu, hal ini bisa kita buktikan dengan beberapa fakta sbb:

  • Arti nama daripada Isyboset = pria pemalu
  • Ketika ayahnya berperang dengan ketiga orang kakaknya, dia tidak ikut berperang ( apakah selain pemalu dia juga penakut?)
    • (I Sam. 31:2)
  • Ketika ayahnya tewas di medan peperangan, dia tidak langsung mengambil alih kepemimpinan ayahnya, melainkan terkesan agak dipaksa oleh kakeknya ( paman dari ayahnya), Abnerlah yang membawa Isyboset harus pindah ke Mahanaim dan menjadikannya raja (2 Sam. 2: 8-9)

 

Itu artinya mereka berdua, Baana dan Rekhab adalah selain pembunuh, mereka juga adalah penghianat. Sudah dipercaya menjadi tangan kanan raja, malah membunuh raja. Demi sebuah hadiah.

Bagaimanakah akhir kehidupan daripada dua orang pembunuh ini?

Akhir hidup mereka ( ayat 12) mereka dibunuh, tangan dan kaki mereka dipotong, dan mayatnya di gantung di tepi telaga di Hebron.

Begitulah akhir kehidupan daripada ANAK SEORANG BERNAMA RIMON !

Perenungan buat kita: orang yang tidak takut akan Tuhan , tidak menjadikan Tuhan sebagai yang paling utama dalam hidupnya seperti juga Rimon, dan tidak memperhatikan pendidikan anak-anaknya dengan baik, akan menjadikan anak-anaknya sebagai generasi  yang brutal, sesat, membahayakan masyarakat, dan generasi yang merampok, mencuri, liar, tidak punya VISI, mengejar kekayaan instan.

Keluarga yang tidak diberkati Tuhan.  Sadari bahwa ketika anak-anak kita taat pada Tuhan, itu juga merupakan suatu berkat yang luar biasa. Berkat jangan diartikan sempit hanya dalam ruang lingkup kelimpahan materi saja.

 

BAGAIMANA DENGAN SAUL?

 

Saul adalah orang yang diurapi Tuhan menjadi raja pertama Israel. Namun sayang sekali, dalam kehidupan Saul belakangan, dan di akhir daripada hidupnya, dia meninggalkan Tuhan yang nampak dari keputusannya untuk mencari seorang Peramal/ cenayang/ medium/ ( I Sam 28) Suatu kejadian yang menjijikkan di hadapan Tuhan.

Bagaimana kehidupan anak-anaknya dan cucu-cucunya?

Mari kita lihat satu persatu kehidupan dari anak-anak dan cucu-cucu daripada Saul ini !

Yonatan (perkecualian terjadi di sini karena Yonatan hidup takut akan Tuhan- akan kita bahas nanti) Yonatan mati di medan pertempuran, namun namanya dicatat sebagai seorang pahlawan Israel II Sam 1: 25. Dan Yonatan diberi Tuhan keturunan, yaitu Mefiboset, sebelum dia tewas di medan tempur.

Kedua anak Saul mati di medan pertempuran, yaitu Abinadab, dan Malkisua. Mereka berdua belum sempat memberikan cucu pada Saul.

Mikhal, yang adalah putri Saul yang pernah dinikahkan dengan Daud, sampai hari matinya tidak pernah punya anak, dia mandul.

Merab yang juga pernah dijanjikan akan dinikahkan dengan Daud, tetapi kemudian di hari pernikahan itu dinikahkan dengan pria lainnya( I Sam. 18:19) , memiliki 5 orang anak II Sa21: 8, namun kelima cucu Saul ini namanya TIDAK DICATAT SAMA SEKALI DALAM ALKITAB. Aneh bukan? Masa cucu raja pertama Israel namanya tidak dicatat??? Bukan Alkitabnya yang aneh, tetapi karena memang cucu Saul dari Merab tidak penting untuk dituliskan nama-namanya. Tuhan tidak merasa perlu mencatat nama-nama mereka. Ketika Saul tidak merasa bersalah dengan menipu Daud, dengan perbuatan keji seperti itu, Tuhan juga tidak tinggal diam, Tuhan juga tidak pernah merasa perlu untuk mencatat nama-nama anak daripada Merab ini. Bahkan kelima anak Merab ini pun matinya mengenaskan, karena mereka menjadi bilangan nyawa yang harus dimusnahkan karena ada pelanggaran Saul selama Saul masih menjadi raja, karena kebijakannnya saat itu melanggar perjanjian orang Israel dengan suku Gibeon, sehingga pada zaman Daud terjadi kelaparan selama 3,5 tahun

(II Sam. 21)

Pembelaan Tuhan terhadap hamba-Nya tidak main-main, bahkan si Miriam pun terkena kusta saat mengata-ngatai Musa dan tidak mau bertobat.

Dan bagaimana dengan nasip Isyboset? Memang terluput dari medan tempur yang mengenaskan di hari naas itu, tetapi …matinya juga mengenaskan. Dibunuh oleh orang-orang dursila yang tidak takut akan Tuhan ! Saat Saul bermain-main dengan tombaknya untuk berusaha membunuh Daud, sebagai taburan, maka sebagai tuaiannya, anaknya pun mati oleh pembunuhan.

Isyboset mati dengan tidak memiliki anak.

Bagaimana dengan anak-anak Saul dari gundiknya? Namanya : Armoni dan Mefiboset (II Sam. 21; 8)

– jangan bingung di sini, ada 2 nama Mefiboset dalam keluarga Saul, yang pertama adalah Mefiboset cucu Saul , anak daripada Yonatan dan yang kedua Mefiboset anak daripada Saul yang diperoleh dari gundiknya Rizpa binti Aya-

Sama saja, mereka juga mati dalam peristiwa Gibeon di II Sam. 21

Kecuali garis Yonatan, semuanya sudah musnah, tak berbekas.

Itulah nasip daripada anak cucu Saul, ketika Saul berpaling meninggalkan TUHAN.

 

BAGAIMANA DENGAN YONATAN…???

Yonatan adalah orang benar. Sekalipun ayahnya sedemikian jahat kepada Daud, sekalipun ayahnya adalah pernah berniat berkali-kali membunuh Daud, dan sekalipun dengan bersahabat dengan Daud, kedudukannya sebagai putra mahkota terancam akan buyar, Yonatan telah memposisikan dirinya sebagai orang benar.

Dia tahu apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidupnya. Dia mengasihi Daud sebagai seorang yang diurapi oleh Tuhan menjadi raja berikutnya menggantikan ayahnya kelak. Dia memiliki ketulusan hati dan memiliki kepercayaan kepada Daud. Apa yang terjadi pada Yonatan???

Memang akhir hidupnya mati sebagai seorang pahlawan yang mati di medan pertempuran..namun demikian, kita lihat bahwasannya terjadi perbedaan antara keluarga Yonatan dengan anak-anak Saul yang lainnya.

Perbedaan pertama adalah, ketiga adik laki-lakinya tidak memiliki anak sampai hari matinya, tetapi Yonatan diberi Tuhan anak.

Perbedaan kedua adalah, satu dari adik perempuannya nya mandul, sedang adik perempuannya yang lainnya, nama-nama anaknya tidak dicatat dalam catatan-Nya. Namun dalam hal ini sangat berbeda sekali dengan yang terjadi pada Yonatan dimana anak sampai cucu sampai cicit daripada Yonatan semua nama mereka tercantum dalam Alkitab ( Yonatan memperanakkan Mefiboset, Mefiboset memiliki anak bernama Mikha, dan nama dari anak-anak Mikha pun dicatat dalam Alkitab, yaitu Piton, Melekh, Tahrea dan Ahas. (I Taw 9: 41)

Keluarga yang takut akan Tuhan,…nama-nama mereka DIKENAL. Tuhan mengenal mereka.

Yonatan memiliki keluarga yang berbeda, karena dia juga memilih hidup dengan cara yang berbeda, dia mau ikut jalan Tuhan, mau hidup menyenangkan hati Tuhan, mau berkata tidak terhadap persepakatan gelap, mau berkata ‘tidak’ terhadap ambisi pribadi yang tidak sesuai dengan jalan Tuhan, mau berkata ‘tidak’ bahkan terhadap kenyamanan hidupnya di masa datang, jika itu bukan menjadi bagiannya.

Ciri orang benar, adalah dia suka bergaul dengan orang benar. Yonatan memiliki jiwa yang berpadu dengan jiwa Daud, karena saya percaya, mereka berdua memiliki hati yang sama-sama mengasihi Tuhan, sama-sama menjadi prajuritnya Tuhan, sama-sama mengejar hadirat Tuhan, sama-sama mencari kehendak Tuhan dalam hidup mereka.

Saat hal itu terjadi, Cuma Yonatan yang melakukan persahabatan dengan Daud, hal ini tidak terjadi dengan adik-adik laki-laki Yonatan lainnya. Memang Mikhal jatuh cinta dengan Daud, dan menikah dengan Daud, namun Mikhal pernah menghina Daud, saat Daud menanggalkan baju kebesarannya sebagai seorang raja dan mengganti baju kebesaran raja itu dengan baju lenan halus, baju Efod, hal ini di mata Mikhal seperti seorang raja yang menelanjangi dirinya, padahal sebenarnya Daud tidak telanjang. (I Taw. 15: 27)

Di sinilah kita amati bahwasannya Mikhal adalah type orang yang mengejar prestise dalam hidupnya, mengejar yang namanya gengsi, mengejar martabat keluarga kerajaan, lebih daripada mengejar hadirat Tuhan. Buktinya saat Daud meninggalkan baju kebesaran raja, Mikhal menganggapnya telanjang, padahal Daud justru pada saat itu mengenakan baju lenan halus, baju Effod. Bagi Mikhal, baju kebesaran raja adalah segala-galanya, martabat itu adalah segala-galanya, anggota keluarga kerajaan itu adalah segala-galanya.

 

MEFIBOSET SI PINCANG

Motiv  Rekhap dan Baana membunuh keturunan daripada raja Saul pada saat itu sudah sangat jelas: yaitu untuk mencari  muka di hadapan raja Daud, dan siapa tahu raja Daud bersimpati akan jasa mereka membunuh pihak musuh Daud, dan hal itu mendatangkan hadiah mewah dari raja.

Siapakah yang menjadi sasaran pembunuhan mereka? Harus keturunan SAUL.

Dan siapakah keturunan Saul yang masih hidup pada waktu itu?

CALON PERTAMA KORBAN PEMBUNUHAN  BERENCANA

  • Raja Isyboset, yang adalah anak daripada Saul.
  • Cucu raja Saul yang masih hidup, yaitu anak daripada Pangeran Yonatan, dia adalah Mefiboset

Mengapa saya tuliskan hal tersebut di atas,  bahwa kedua orang ini adalah menjadi sasaran pembunuhan berencana ?

Karena ada yang aneh pada perikop ini. Anda bisa perhatikan keanehan itu pada ayat 1-3, dilanjutkan ayat 5-12.

Jika anda memperhatikan ayat 4, sepertinya ayat 4 ini tidak ada hubungannya dengan ayat 1-3 dan dilanjutkan ayat 5-12, seolah-olah jika perikob ini tidak ada ayat 4- cerita/kisah ini akan lebih nyambung, tetapi justru ayat 4 ini menyebabkan perikop ini terlihat aneh.

Di sinilah kecantikan Alkitab yang saya gemari, bahwa metode ‘sisipan’ ini seolah-olah ingin menarik perhatian kita sebagai pembaca. Gaya bahasa seperti ini membuat saya semakin kagum pada cara Tuhan menyampaikan maksud-maksud-Nya yang rahasia dan terselubung dalam gaya bahasa yang ‘aneh’ dan tidak lazim. Itulah keunikan Tuhan dalam kitab-kitab-Nya.

Coba anda bandingkan dua perikop di bawah ini yang mana pada bagian satu akan saya buat utuh, dan di bagian dua sengaja saya ‘simpan’ dulu ayat 4-nya dan anda bisa bandingkan dan rasakan ‘sisipan’ yang saya maksudkan:

 

 

Isyboset dibunuh

  1. Ketika didengar anak Saul, bahwa Abner sudah mati di Hebron, maka hilanglah keberaniannya, dan terkejutlah seluruh orang Israel.
  2. Anak Saul mempunyai dua orang sebagai kepala gerombolan, yang satu bernama Baana dan yang kedua bernama Rekhab, keduanya anak Rimon, orang Benyamin dari Beerot. –Sebab Beerotpun terhitung daerah Benyamin.
  3. Orang Beerot sudah melarikan diri ke Gitaim dan menjadi pendatang di sana sampai sekarang. –

 

  1. Yonatan, anak Saul, mempunyai seorang anak laki-laki, yang cacat kakinya. Ia berumur lima tahun, ketika datang kabar  tentang Saul dan Yonatan dari Yizreel. Inang pengasuhnya mengangkat dia pada waktu itu, lalu lari, tetapi karena terburu-buru larinya, anak itu jatuh dan menjadi timpang.  Ia bernama Mefiboset. 

 

 

  1. Anak-anak Rimon, orang Beerot itu, yakni Rekhab dan Baana, pergi, lalu sampai pada waktu hari panas terik ke rumah Isyboset, ketika ia sedang berbaring siang hari.
  2. Kebetulan penjaga pintu rumah itu mengantuk dan tertidur, ketika sedang membersihkan gandum. Demikianlah Rekhab dan Baana menyusup ke dalam.
  3. Mereka masuk ke dalam rumah itu, ketika Isyboset sedang berbaring di atas tempat tidurnya di dalam kamar tidurnya, membunuh dia lalu memenggal kepalanya. Mereka membawa kepalanya itu, lalu berjalan semalam-malaman melalui jalan dari Araba-Yordan.
  4. Kepala Isyboset itu dibawa mereka kepada Daud di Hebron dan mereka berkata kepada raja: “Inilah kepala Isyboset, anak Saul, musuhmu itu, yang ingin mencabut nyawamu; TUHAN pada hari ini telah membiarkan tuanku raja mengadakan pembalasan j  atas Saul dan atas keturunannya.”
  5. Tetapi Daud menjawab Rekhab dan Baana, saudaranya, anak-anak Rimon, orang Beerot itu, katanya kepada mereka: “Demi TUHAN yang hidup, yang telah membebaskan nyawaku dari segala kesesakan!
  6. Ketika ada orang yang membawa kabar kepadaku demikian: Saul sudah mati! dan memandang dirinya sebagai orang yang menyampaikan kabar baik, maka aku menangkap dan membunuh dia di Ziklag, dan dengan demikian aku memberikan kepadanya upah kabarnya;
  7. terlebih lagi sekarang, setelah orang-orang fasik membunuh seorang yang benar, di rumahnya di atas tempat tidurnya, tidakkah aku menuntut darahnya dari pada kamu dan melenyapkan kamu dari muka bumi?”
  8. Sesudah itu Daud memberi perintah kepada anak buahnya untuk membunuh mereka1 ;   tangan dan kaki mereka dipotong, kemudian mayat mereka digantung di tepi telaga di Hebron. Tetapi kepala Isyboset diambil dan dikuburkan di dalam kubur Abner di Hebron.

 

 

Isyboset dibunuh

  1. Ketika didengar anak Saul, bahwa Abner sudah mati di Hebron, maka hilanglah keberaniannya, dan terkejutlah seluruh orang Israel.
  2. Anak Saul mempunyai dua orang sebagai kepala gerombolan, yang satu bernama Baana dan yang kedua bernama Rekhab, keduanya anak Rimon, orang Benyamin dari Beerot. –Sebab Beerotpun terhitung daerah Benyamin.
  3. Orang Beerot sudah melarikan diri ke Gitaim dan menjadi pendatang di sana sampai sekarang. –
  4. Anak-anak Rimon, orang Beerot itu, yakni Rekhab dan Baana, pergi, lalu sampai pada waktu hari panas terik ke rumah Isyboset, ketika ia sedang berbaring siang hari.
  5. Kebetulan penjaga pintu rumah itu mengantuk dan tertidur, ketika sedang membersihkan gandum. Demikianlah Rekhab dan Baana menyusup ke dalam.
  6. Mereka masuk ke dalam rumah itu, ketika Isyboset sedang berbaring di atas tempat tidurnya di dalam kamar tidurnya, membunuh dia lalu memenggal kepalanya. Mereka membawa kepalanya itu, lalu berjalan semalam-malaman melalui jalan dari Araba-Yordan.
  7. Kepala Isyboset itu dibawa mereka kepada Daud di Hebron dan mereka berkata kepada raja: “Inilah kepala Isyboset, anak Saul, musuhmu itu, yang ingin mencabut nyawamu; TUHAN pada hari ini telah membiarkan tuanku raja mengadakan pembalasan j  atas Saul dan atas keturunannya.”
  8. Tetapi Daud menjawab Rekhab dan Baana, saudaranya, anak-anak Rimon, orang Beerot itu, katanya kepada mereka: “Demi TUHAN yang hidup, yang telah membebaskan nyawaku dari segala kesesakan!
  9. Ketika ada orang yang membawa kabar kepadaku demikian: Saul sudah mati! dan memandang dirinya sebagai orang yang menyampaikan kabar baik, maka aku menangkap dan membunuh dia di Ziklag, dan dengan demikian aku memberikan kepadanya upah kabarnya;
  10. terlebih lagi sekarang, setelah orang-orang fasik membunuh seorang yang benar, di rumahnya di atas tempat tidurnya, tidakkah aku menuntut darahnya dari pada kamu dan melenyapkan kamu dari muka bumi?”
  11. Sesudah itu Daud memberi perintah kepada anak buahnya untuk membunuh mereka1 ;   tangan dan kaki mereka dipotong, kemudian mayat mereka digantung di tepi telaga di Hebron. Tetapi kepala Isyboset diambil dan dikuburkan di dalam kubur Abner di Hebron.

 

Penyalinan perikop yang kedua tanpa ayat 4 terasa lebih pas, dibandingkan penyalinan perikop yang pertama dengan ayat 4 sebagai sisipan.

Di sinilah keunikannya, bahwasannya, ayat 4 ini adalah ayat dengan gaya bahasa sisipan untuk menyingkapkan bahwa sebenarnya MEFIBOSET juga adalah SASARAN PEMBUNUHAN daripada dua orang pengkhianat ini.

Hal ini semakin diperkuat bahwa ayat 4 ini adalah satu-satunya ayat dalam perikop ini yang mengkisahkan tentang Mefiboset tanpa menghadirkan sang Mefiboset sendiri dalam peristiwa itu, sedangkan kisah Mefiboset lainnya banyak ditulis di bagian Alkitab yang lain, dengan menghadirkan si Mefiboset itu dalam peristiwanya, dengan pemaparan sebagai berikut:

  • Pertama kali nama Mefiboset dicatat di II Sam. 4: 1-12 , dalam perikop berjudul ISYBOSET DIBUNUH, dan muncul hanya di ayat 4 saja, sebagai kisah tentang dirinya, masa kecilnya, trauma kecacatannya. Sedang pribadi Mefiboset itu sendiri tidak muncul dalam peristiwa ini, melainkan hanya kisahnya saja yang di’selipkan’ dalam cerita ini
  • Setelah Daud jadi raja, barulah nama Mefiboset ini diulang sebanyak 6 kali dalam II Sam. 9 : 6,8,10,11,12,13. Dalam kisah ini, pribadi Mefiboset benar-benar dihadirkan dalam peristiwanya
  • Saat Daud menghadapi pemberontakan Absalom, nama Mefiboset muncul lagi sebanyak 5 kali pada II Sam. 16: 1,4 ; II Sam 19: 24,25,30. Dan kembali lagi pribadi Mefiboset di kisah ini benar-benar dihadirkan.
  • Saat Daud mengambil keputusan untuk mengatasi kelaparan yang melanda Israel, kembali nama Mefiboset disebut-sebut dalam II Samuel 21; 7.

Bukti-bukti pemikiran seperti di ataslah yang menjadikan kita semakin yakin bahwasannya II Sam 4: 4 ini memang beda. Terkesan sekali merupakan ayat yang special, memperkenalkan para pembaca siapa Mefiboset itu di pasal 4, jauh sebelum pribadi itu sendiri dihadirkan di pasal 9, 16, dan 21.

Kalau dipikir-pikir, kog II Sam 4:4 itu tidak ditulis saja di II Sam 9, saat pertama kali Daud bertanya pada Ziba, hal-hal mengenai keluarga Saul, keturunan Saul. Apakah Ziba menceritakan kepada Daud di II Sam 9,  perihal mengapa kaki Mefiboset cacat..? Sama sekali tidak ! Namun sejarah mengapa kaki Mefiboset bisa cacat, bisa kita temui di kisah II Sam 4:4

Rupanya 2 orang penjahat ini, Rekhap dan Baana, lebih mengerti hasil penyelidikan mereka tentang sejarah keluarga Saul, demi mengejar hadiah raja Daud, daripada si Daud yang perlu bertanya ini itu dengan memanggil Ziba , si mantan pegawai Saul dulu.

Namun, setelah diadakan timbang pilih, rupanya sasaran pembunuhan yang kedua, yaitu Mefiboset tidak menjadi sasaran utama, melainkan si Isyboset lah yang menjadi target utama daripada pembunuhan berencana ini.

Mengapa Mefiboset lolos dari rencana pembunuhan  keji ini?

Biarlah ayat 4 itu sendiri yang menjadi jawabannya:

  1. Yonatan, anak Saul, mempunyai seorang anak laki-laki, yang cacat kakinya. Ia berumur lima tahun, ketika datang kabar  tentang Saul dan Yonatan dari Yizreel. Inang pengasuhnya mengangkat dia pada waktu itu, lalu lari, tetapi karena terburu-buru larinya, anak itu jatuh dan menjadi timpang.  Ia bernama Mefiboset. 

 

  1. Alasan pertama adalah karena TUHAN MELUPUTKAN ANAK YONATAN, ANAK ORANG BENAR, KETURUNAN ORANG BENAR. Walaupun di ayat tersebut dikatakan Yonatan adalah anak Saul, tetapi di frase kalimat berikutnya nyata bahwa Mefiboset adalah ANAK YONATAN. Saul bukan orang yang hidup dalam kebenaran, dan Yonatan adalah anaknya. Tetapi ketika Yonatan memilih untuk hidup benar, hidup melawan arus daripada ayahnya, detik itu juga Yonatan memulai pola baru dalam keluarganya, yang tidak diturunkan dari sang kakek Saul, tetapi dimulai dari seorang pribadi Yonatan, sang ayah.
    • Tentu saja ini bukan alasan yang dipilih oleh dua orang penjahat itu, tetapi saya percaya bahwa Tuhan punya cara-cara-Nya sendiri yang unik untuk meluputkan si Mefiboset dari pembunuhan keji ini. Dan cara-cara Tuhan yang unik itu terkait dengan alasan-alasan setelah ini

 

  1. Alasan kedua, adalah karena IA ADALAH ORANG CACAT, sehingga kedua penjahat keji ini , menganggap bahwa kecacatan daripada Mefiboset ini tentunya menjadi faktor kelemahan yang merupakan kemungkinan kecil orang cacat seperti Mefiboset ini menjadi ancaman buat kerajaan dan pemerintahan Daud. Kalau membunuh orang cacat seperti itu, tentunya bisa bisa mereka tidak dapat hadiah apa-apa dari raja, karena orang cacat seperti ini bukan merupakan ancaman buat kerajaan dan tahta Daud.
    • Tentu saja ini adalah pandangan daripada si dua orang jahat ini, sama sekali bukan pandangan daripada Daud. Mereka sudah salah mengerti tentang Daud, bahwa Daud bukanlah seperti raja pada umumnya pada zaman itu, yang berambisi memusnahkan keluarga dari raja sebelumnya demi mendapatkan kekuasaan yang kokoh pada pemerintahannya. Kalaupun Daud mengadakan peperangan melawan kerajaan yang dipimpin Isyboset, hal itu hanyalah secara politik belaka, namun Daud tidak pernah berikhtiar membunuh keluarga Saul sama sekali, bahkan Daud pun menyebut Isyboset sebagai orang benar ( II Sam. 4: 11)

Perenungan kita adalah sebagai berikut:

Mungkin hidup kita seperti halnya Mefiboset, ada hal-hal yang kita anggap pincang, suatu hal yang celaka pernah terjadi dalam hidup kita. Sebuah prahara, sebuah petaka. Seperti Mefiboset, mengalami masa kecil yang bahagia, tinggal di istana, mewah, tercukupi segalanya, cucu raja pertama Israel, anak seorang pangeran,kurang apa lagi ya? Tetapi segalanya telah berubah saat dia pincang, jatuh, tidak bisa berlari lagi, tidak bisa main lompat tali lagi, tidak punya teman lagi, tiap hari dipandang aneh dan dijauhi teman. Harus tinggal di rumah orang lain sebagai orang asing, harus tinggal jauh dari rumah, harus pergi dari istana, harus meninggalkan kemewahan dan keistimewaan keluarga kerajaan, harus menyendiri di tempat sepi dan tanpa harapan, di Lodebar.  Sepertinya hidupnya tanpa harapan, tidak punya masa depan. Tubuh cacat. Tidak ada keluarga yang memperhatikan, baik Om Isyboset, adik daripada ayahnya, baik itu Tante Merab dan tante Mikhal, semuanya tidak perduli dengan dirinya. Kakeknya pun meninggal bersama ayahnya saat prahara itu terjadi.

Tanpa Mefiboset sadari, saat Tuhan mengijinkan semua itu terjadi, kejatuhannya, kecacatannya…mungkin juga pengasingannya, karena Tuhan punya rencana lain dalam hidupnya, untuk menjadikannya sebuah kebaikan dalam hidupnya, dimana dia justru DIHINDARKAN DARI PEMBUNUHAN BERENCANA, karena kecacatannya itu, karena ketidakberdayaannya itu, karena bisa jadi pengasingannya itu.

Toh, Tuhan melalui Daud, hamba-Nya mengembalikan lagi keberadaan Mefiboset bisa tinggal lagi di istana raja Daud.

Walaupun pada zaman itu , hal itu adalah mustahil, mana ada keluarga dari raja terdahulu tidak ditumpas…eh malah diijinkan tinggal di istana raja yang berikutnya, bahkan diperlakukan sebagai pangeran….waaauuu itu langka dan tidak pernah terjadi sebelum ataupun sesudah dia…ini langka..ini mujizat besar !!

Pernahkah saudara pikir orang yang pernah gagar otak kelas V SD justru puluhan tahun berikutnya akan dipakai Tuhan mencegah anak-anak Indonesia dari hypnotis terselubung? Dan untuk itu dia harus membongkar kejahatan psiudoscience yang berkenaan dengan kerja otak?

Itu terjadi pada saya. Di situlah saya belajar mengerti, bahwa kelas V SD saya gagar otak itu, ternyata cara Tuhan untuk menyatakan bahwa Dia bisa pakai orang gagar otak seperti saya, dengan kuasa-Nya membongkar kejahatan lembaga otak tengah di Indonesia ini. Itu bukan saya. Itu tak mungkin saya. Itu pasti karena Tuhan, saya hanya sebagai alat saja.

Di sinilah Roma 8:28 berlaku dalam hidup kita….bahwa Dia itu turut bekerja dalam segala sesuatu…

Bagaimana dengan hidup anda? Apakah anda pernah kecewa dengan keadaan? Apakah anda kecewa dengan keluarga anda? Ekonomi anda? Orang tua anda? Keadaan fisik anda? IQ anda? Wajah Anda? Suku anda? Kota anda? Pekerjaan anda? Study anda?

 

HAL LAIN YANG SAYA SOROTI DALAM HIDUP MEFIBOSET

Mefiboset tidak hanya sekali terhindar dari pembunuhan, melainkan dua kali. Peristiwa pembunuhan dari dua orang dursila sudah lolos….haleluya !!

Tapi namanya masih tersangkut-sangkut dengan cucu seorang SAUL yang hidup tidak takut akan Tuhan sih, masih mengandung banyak resikonya..

Kita lihat dulu catatan Alkitab berikut ini:

 

Orang-orang Gibeon dan keluarga Saul

II Sam 21: 1-14

21:1 Dalam zaman Daud terjadilah kelaparan 1  z  selama tiga tahun berturut-turut, lalu Daud pergi menanyakan a  petunjuk TUHAN. Berfirmanlah TUHAN: “Pada Saul dan keluarganya melekat hutang darah, karena ia telah membunuh orang-orang Gibeon 2 .”

21:2 Lalu raja memanggil orang-orang Gibeon b  dan berkata kepada mereka, –orang-orang Gibeon itu tidak termasuk orang Israel, tetapi termasuk sisa-sisa orang Amori dan walaupun orang Israel telah bersumpah kepada mereka, Saul berikhtiar membasmi mereka dalam kegiatannya untuk kepentingan orang Israel dan Yehuda, —

21:3 Daud berkata kepada orang-orang Gibeon itu: “Apakah yang dapat kuperbuat bagimu dan dengan apakah dapat kuadakan penebusan, supaya kamu memberkati milik pusaka c  TUHAN?”

21:4 Lalu berkatalah orang-orang Gibeon itu kepadanya: “Bukanlah perkara emas dan perak urusan kami dengan Saul serta keluarganya, juga bukanlah urusan kami untuk membunuh d  seseorang di antara orang Israel.” Tetapi kata Daud: “Apakah yang kamu kehendaki akan kuperbuat bagimu?”

21:5 Sesudah itu berkatalah mereka kepada raja: “Dari orang yang hendak membinasakan kami dan yang bermaksud memunahkan kami, sehingga kami tidak mendapat tempat di manapun di daerah Israel,

21:6 biarlah diserahkan tujuh orang anaknya laki-laki kepada kami, supaya kami menggantung e  mereka di hadapan TUHAN di Gibeon, di bukit TUHAN.” f  Lalu berkatalah raja: “Aku akan menyerahkan mereka.”

21:7 Tetapi raja merasa sayang kepada Mefiboset g  bin Yonatan bin Saul, karena sumpah h  demi TUHAN ada di antara mereka, di antara Daud dan Yonatan bin Saul. 

21:8 Lalu raja mengambil kedua anak laki-laki Rizpa i  binti Aya, yang dilahirkannya bagi Saul, yakni Armoni dan Mefiboset, dan kelima anak laki-laki Merab binti Saul, yang dilahirkannya bagi Adriel bin Barzilai, orang Mehola j  itu, 

21:9kemudian diserahkannyalah mereka ke dalam tangan orang-orang Gibeon itu. Orang-orang ini menggantung mereka di atas bukit, di hadapan TUHAN. Ketujuh orang itu tewas bersama-sama. Mereka telah dihukum mati k  pada awal musim menuai, pada permulaan l  musim menuai jelai.

21:10 Lalu Rizpa binti Aya mengambil kain karung, dan membentangkannya bagi dirinya di atas gunung batu, dari permulaan musim menuai sampai tercurah air dari langit ke atas mayat mereka; ia tidak membiarkan burung-burung di udara mendatangi mayat mereka pada siang hari, ataupun binatang-binatang di hutan pada malam hari. m 

21:11 Ketika diberitahukan kepada Daud apa yang diperbuat Rizpa binti Aya, gundik Saul itu,

21:12 maka pergilah Daud mengambil tulang-tulang n  Saul dan tulang-tulang Yonatan, anaknya, dari warga-warga kota Yabesh-Gilead, o  yang telah mencuri tulang-tulang itu dari tanah lapang di Bet-San, p  tempat orang Filistin menggantung q  mereka, ketika orang Filistin memukul Saul kalah di Gilboa. r 

21:13 Ia membawa dari sana tulang-tulang Saul dan tulang-tulang Yonatan, anaknya. Dikumpulkanlah juga tulang-tulang orang-orang yang digantung tadi,

21:14 lalu dikuburkan bersama-sama tulang-tulang Saul dan Yonatan, anaknya, di tanah Benyamin, di Zela, s  di dalam kubur Kish, ayahnya. Orang melakukan segala sesuatu yang diperintahkan raja, maka sesudah itu t  Allah mengabulkan doa3  u  untuk negeri v  itu.

 

Perhatikanlah ayat 7- dan ayat 8. Di ayat 7 kembali Mefiboset Bin Saul terhindar dari pembunuhan karena adanya hutang darah dari kakeknya, lagi –lagi, alasan keterluputannya karena dia bukan saja cucu Saul, tetapi yang terpenting adalah karena dia adalah ANAK YONATAN. Ikat janji antara Yonatan dan Daud  yang tidak hanya sekali itu, meluputkan si Mefiboset BIN YONATAN  ini.

Nah keunikan dari Alkitab adalah di ayat yang bersebelahan, yaitu di ayat 7 dan ayat 8, ada dua orang dengan nama sama, tetapi sama sekali berbeda nasip hidupnya.

Di ayat 7 dipampangkan dengan NYATA Si Mefiboset bin Yonatan terluput, karena adanya SAYANG yang terikat antara Daud dengan si pribadi Yonatan, pribadi Mefiboset itu sendiri.

Paradoks dengan itu di ayat 8 dipampangkan dengan NYATA si Mefiboset bin SAUL, anak dari gundik Saul yang bernama Rizpa binti Aya, ikut dalam daftar orang yang harus di eksekusi sebagai pembayaran hutang darah yang telah dilakukan oleh Saul terhadap orang GIBEON itu.

Nama boleh sama…tetapi nasip tetap beda.

Ikat janji Daud terhadap Saul ( jadi Daud tidak saja janji pada Yonatan, tetapi juga pada Saul- lihat di  I Sam. 24; 21-23.) tetap berjalan, jika memang orang Gibeon menghendaki 7 nyawa dari keluarga Saul, itu kan bukan karena Daud yang ingin menumpas, tetapi karena memang hal itu harus dilakukan kalau ingin hujan turun lagi menghakhiri masa kelaparan itu. Bagaimanapun juga nasib bangsa Israel menjadi suatu taruhan, bila kelaparan ini terus berlanjut dan tidak ada jalan keluarnya.

Kesimpulan dari semuanya adalah:

Hiduplah takut akan Tuhan untuk menjadi pembuka jalan untuk anak cucu kita kelak hidup dalam hukum berkat Tuhan.

Kita simak dalam pasal berikut ini:

Mazmur 112

Bahagia orang benar

112:1 Haleluya! u  Berbahagialah orang 1  v  yang takut akan TUHAN, w  yang sangat suka x  kepada segala perintah-Nya 2 .112:2 Anak cucunya y  akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati112:3 Harta dan kekayaan 3  z  ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap a  untuk selamanya. 112:4 Di dalam gelap terbit b  terang bagi orang benar; pengasih dan penyayang orang yang adil. c  112:5 Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, d  yang melakukan urusannya dengan sewajarnya. 112:6 Sebab ia takkan goyah e  untuk selama-lamanya; orang benar itu akan diingat f  selama-lamanya. 112:7 Ia tidak takut kepada kabar celaka 4 , hatinya tetap, g  penuh kepercayaan kepada TUHAN.h  112:8 Hatinya teguh, ia tidak takut, i  sehingga ia memandang rendah para lawannya. j  112:9 Ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin; k  kebajikannya tetap l  untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi m  dalam kemuliaan. 112:10 Orang fasik melihatnya, n  lalu sakit hati, ia menggertakkan giginya, o  lalu hancur; p  keinginan orang fasik akan menuju kebinasaan. q 

 

Mazmur 37

Kebahagiaan orang fasik semu

37:1 Dari Daud. Jangan marah 1  karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati y  kepada orang yang berbuat curang; z 37:2 sebab mereka segera lisut a  seperti rumput dan layu b  seperti tumbuh-tumbuhan hijau. 37:3 Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri c  dan berlakulah setia, d  37:4 dan bergembiralah e  karena TUHAN 2 ; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. f  37:5 Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, g  dan Ia akan bertindak; 37:6 Ia akan memunculkan kebenaranmu h  seperti terang 3 , i  dan hakmu seperti siang. 37:7 Berdiam j  dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah k  Dia 4 ; jangan marah l  karena orang yang berhasil dalam hidupnya, m  karena orang yang melakukan tipu daya. n  37:8 Berhentilah marah o  dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, p  itu hanya membawa kepada kejahatan. 37:9 Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, q  tetapi orang-orang yang menanti-nantikan r  TUHAN akan mewarisi negeri. s  37:10 Karena sedikit waktu lagi, maka lenyaplah t  orang fasik; jika engkau memperhatikan tempatnya, maka ia sudah tidak ada lagi. 37:11 Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri u  dan bergembira karena kesejahteraan v  yang berlimpah-limpah.37:12 Orang fasik merencanakan w  kejahatan terhadap orang benar dan menggertakkan giginya x  terhadap dia; 37:13Tuhan menertawakan orang fasik itu, sebab Ia melihat bahwa harinya sudah dekat. y  37:14 Orang-orang fasik menghunus pedang z  dan melentur busur a  mereka untuk merobohkan orang-orang sengsara dan orang-orang miskin, b  untuk membunuh orang-orang yang hidup jujur; 37:15 tetapi pedang mereka akan menikam dada c  mereka sendiri, dan busur mereka akan dipatahkan. d  37:16 Lebih baik yang sedikit pada orang benar dari pada yang berlimpah-limpah e  pada orang fasik; 37:17 sebab lengan orang-orang fasik dipatahkan, f  tetapi TUHAN menopang g  orang-orang benar. 37:18 TUHAN mengetahui h  hari-hari orang yang saleh, dan milik pusaka mereka akan tetap selama-lamanya; i  37:19 mereka tidak akan mendapat malu pada waktu kecelakaan, dan mereka akan menjadi kenyang pada hari-hari kelaparan. 37:20Sesungguhnya, orang-orang fasik akan binasa; j  musuh TUHAN seperti keindahan padang rumput: mereka habis lenyap, habis lenyap bagaikan asap. k  37:21 Orang fasik meminjam dan tidak membayar kembali, tetapi orang benar adalah pengasih dan pemurah. l  37:22 Sesungguhnya, orang-orang yang diberkati-Nya akan mewarisi negeri, tetapi orang-orang yang dikutuki-Nya m  akan dilenyapkan. n  37:23 TUHAN menetapkan o  langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan p kepada-Nya; 37:24 apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, q  sebab TUHAN menopang r  tangannya. 37:25 Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, s  atau anak cucunya meminta-minta t  roti; 37:26 tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, u  dan anak cucunya menjadi berkat. v 37:27 Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, w  maka engkau akan tetap tinggal untuk selama-lamanya; x  37:28sebab TUHAN mencintai hukum, dan Ia tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya. y  Sampai selama-lamanya mereka akan terpelihara, tetapi anak cucu orang-orang fasik akan dilenyapkan. z  37:29 Orang-orang benar akan mewarisi negeri a  dan tinggal di sana senantiasa. b  37:30 Mulut orang benar mengucapkan hikmat, c  dan lidahnya mengatakan hukum; 37:31 Taurat Allahnya ada di dalam hatinya, d langkah-langkahnya tidak goyah. e  37:32 Orang fasik mengintai f  orang benar g  dan berikhtiar membunuhnya; 37:33 TUHAN tidak menyerahkan orang benar itu ke dalam tangannya, Ia tidak membiarkannya dinyatakan fasik h  pada waktu diadili. i  37:34 Nantikanlah TUHAN j  dan tetap ikutilah jalan-Nya, k  maka Ia akan mengangkat engkau untuk mewarisi negeri, dan engkau akan melihat l  orang-orang fasik dilenyapkan. m  37:35 Aku melihat seorang fasik yang gagah sombong, yang tumbuh mekar n  seperti pohon aras Libanon; 37:36 ketika aku lewat, lenyaplah ia, aku mencarinya, tetapi tidak ditemui. o  37:37 Perhatikanlah orang yang tulus p  dan lihatlah kepada orang yang jujur, q  sebab pada orang yang suka damai r  akan ada masa depan;37:38 tetapi pendurhaka-pendurhaka s  akan dibinasakan t  bersama-sama, dan masa depan orang-orang fasik akan dilenyapkan. u  37:39 Orang-orang benar diselamatkan v  oleh TUHAN; Ia adalah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan; w  37:40 TUHAN menolong x  mereka dan meluputkan y  mereka, Ia meluputkan mereka dari tangan orang-orang fasik dan menyelamatkan z  mereka, sebab mereka berlindung a  pada-Nya.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: