'manusia hidup bukan dari roti saja…'

Status-status FB saya yang berbau natal, saya koleksikan di sini untuk bisa jadi perenungan buat kita semua…

GBU

SIAPA YANG POTONG TALI PUSAT YESUS?

 

Kalau bukan karena cinta pada kita, ngapain ya Tuhan Yesus capek-capek mengunjungi planet bumi kita , jadi bayi mungil , di tolak sana-sini, lahir di kandang hina, dibaringkan di palungan tempat makanan keledai, serta dibungkus kain lampin (kain perca), dan tamu yang menjenguk para gembala.

Bisa jadi tanpa pertolongan bidan ( biasanya kehadiran bidan dicatat dalam Alkitab- tapi untuk peristiwa kelahiran Yesus tidak dicatat ada bidan yang hadir) – bisa jadi Yusuflah yang secara darurat memotong tali pusat bayi mungil Yesus.

Yusuf berhak memberi nama kepada Yesus sesuai dengan petunjuk Tuhan lewat malaikat-Nya. Karena dia sah sebagai ayah Yesus secara hukum.

Yusuf adalah orang pertama yang melihat wajah Yesus lahir ke dunia ini.

Kereeeeeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnnnnnnn

PALING MELEK ZAMAN

 

Pikirkanlah bahwa orang majus pada masa itu adalah cendekiawan yang paling melek zaman dibandingkan dgn semua cendekiawan lainnya dari negara manapun. Sebut saja Mesir yang peradapannya maju… lewat. Terbukti mereka melakukan reset lapangan, study tour, kunjungan luar negri. Bahkan kalangan cendekiawan Israel sendiri pada masa itu, baru sampai pada taraf metodologi penelitian perpustakaan. Semuanya bukan karena taraf pendidikan ,murni hanya karena RESPON

Pikirkanlah bahwa pada zaman itu para gembala adalah orang-orang yang lebih melek zaman dibandingkan para ahli taurat dan orang farisi. Semua ditentukan oleh yang namanya RESPON. Sama sekali tidak ditentukan oleh tingkat pendidikan.

 

MELOMPAT NAIK ATAU TURUN..??

Yesus mengalami lompatan yang luar biasa, dari Anak kesayangan Bapa, menjadi Anak yang menggenapkan kehendak Bapa.

Herodes mengalami penuruan tajam, dari raja yang tampak arif karena seolah olah menghormati Raja lain, menjadi raja yang sungguh tak bisa ditutup-tutupi adalah bengis karena membabi buta memusnahkan anak anak batita tak berdosa di Betlehem.

Para imam kepala dan ahli taurat mengalami penurunan tajam dari si rohaniawan dan si ahli menjadi yang mengalami keterbelakangan zaman.

Yusuf mengalami lompatan besar dari pria lajang biasa menjadi ayah secara hukum buat Bayi Yesus.

Maria mengalami lompatan besar dari gadis biasa menjadi seorang perempuan yang dinaungi Roh Kudus.

Gembala di padang Efrata mengalami lompatan yang luar biasa, dari gembala biasa menjadi messenger shepherd/gembala pembawa pesan.

Orang Majus mengalami lompatan dari alami perkara natural (melihat bintang) menjadi alami perkara supranatural (diberi petunjuk lewat mimpi dlm perjalanan pulang )

 

BEDA TAPI SEBENARNYA SAMA

Para gembala vs para majus.

Dari kalangan marginal vs kalangan cendekiawan
Dari daerah terdekat vs dari negri yg jauh
Mendapat kabar dari malaikat vs melihat fenomena alam berupa bintang.
Membawa kado berupa kisah ttg konser malaikat vs mas kemenyan dan mur.
Menyembah malam itu juga vs menyembah setelah Anak itu berusia lebih kurang 2 tahun

Tetapi yang menyamakan kedua rombongan ini adalah
Iman Pengharapan dan Kasih mereka pada Juruselamat.

 

CUMA SEANDAINYA KOG

Seandainya semua orang saat itu menyambut kedatangan bayi Yesus.

1. Herodes : “Siapkan kamar termewah di istana ini ya untuk keluarga Yusuf, dan layani keluarga Yusuf, Maria dan Mesias itu dengan sebaik-baiknya ya…jemput mereka dari Betlehem ke sini…”

” Ganti kain lampin ini dengan kain lenan halus…..cepat ! Dan baringkan Dia di kasur baru dan merk termahal….mengerti ?!”

2. Imam Kepala : “Kita harus segera rapat untuk memastikan apa-apa langkah kedepan kita nanti dengan datangnya Mesias di tengah-tengah kita..”

3. Ahli Taurat : “Waaaaahhhh ternyata tahun ini adalah tahun rahmat Tuhan…tahun rahmat itu telah datang….kita harus beri pengumuman ke seluruh negri, ini Mesias sudah lahir di Betlehem dan saat ini mereka sedang bermalam di istana Herodes …kita harus buat ibadah syukur berskala nasional ini”

4. Gembala : ” Nanti kalau kita diusir saat sampai di istana gimana…?”

5. Penduduk Yerusalem ; ” Gempar….gempar….Mezias sudah lahir…. ayo kita antri untuk mengunjungi-Nya…”

6. Penduduk Betlehem; ” Kami yang paling berhak untuk Mesias itu tinggal di daerah kami…” “Biar Dia tinggal di penginapanku ajaaaaaa”

“Jangan !! di tempatku aja….!”

7. Yusuf dan Maria: “Baik sekali ya Raja Herodes dan semua penduduk di sini….kami terharu sekali. ”

ha ha ha…

 

OBROLAN PARA MAJUS

 

Wahhhhh jauh juga ya…

Iya..

Selama bintang itu jalan terus…kita juga akan terus jalan

Tapi aneh juga ya…kalau pas kita istirahat di jalan, eh bintang itu juga seperti nungguin kita…ha ha

Iya..ha ha ha ha…bintang yang aneh…

Sampai kapan ya perjalanan kita ini…

Kapan sampainya ya…

Kita ini apa nggak konyol ya….rasa-rasanya cuma kita yang bela belain datang menyembah Raja itu…sedang ilmuan-ilmuan dari negara-negara lain mana? Perasaan cuma kita yang mengikuti arah bintang itu…??

Lha tujuanmu ikut perjalanan ini mau rame-rame apa mau menyembah Raja?

Ya menyembah Raja siiiihhhhh

Ya udaaaahhh, nggak usah pusingin ilmuan dari negara lain..

Mana persembahan kita?

Ini aku jaga baik-baik…

Jangan sampai ketinggalan di perjalanan saat kita istirahat ya…

Iya benar…dan jangan sampai jatuh ke tangan perampok…..waduuuuhhh bisa bahaya nanti…!!

Hai lihat….di situ ada istana….!! Pasti Raja itu lahir di istana itu….kita tanya tanya yuuukkkkk !!

——————

Oooohhh jadi kita salah duga…bukan di sebuah istana ternyata !!

Huuuuiiiiiiiiiiiiiiiiiihhhhhhh lihat bintang itu jalan lagi….dia jalan lagi…

Iya benar…!! Ikuti aja….kalau mereka benar sih katanya Betlehem itu nggak jauh dari sini…

Coba aja…kalau memang benar pasti bintang itu berhenti di atas sebuah rumah…soalnya istana dekat-dekat sini ya cuma istana yang tadi kan..?? Nggak ada istana lain lagi kan di daerah sini…???

Haiiiiiiiiiiiiii itu lihat…bintang itu berhenti di atas rumah itu…dan benar ….ini memang daerah Betlehem !

Waaaahhhhhhhhhhhhhhhh akhirnya sampai juga

———————–

Seru juga ya Anak itu…

Dia anak ajaib….

Kamu rasakan nggak tadi…betapa hati kita seperti melompat-lompat….

Dan kalau aku merasakan sih….ayah dan bundaNya itu lho…mereka bukan orang sembarangan…terlihat wajah mereka yang bersahaja, berwibawa, sepertinya mereka bukan orang sembarangan, tetapi terlihat sekali mereka orang yang berbeda dari orang-orang kebanyakan !

Iya benar….

Nggak sia-sia deh datang jauh-jauh dan berjumpa dengan Raja itu.

———————-

Lho !! Mana bintang itu….??? Kog nggak ada ??

Ya sudahlah…kita sudah tahu jalan pulangnya kog !!

————————

Eh….ada yang ajaib !! Aku tadi malam bermimpi…

Lho kog sama..!! Gini kan mimpinya…’ Jangan …”

“melewati jalan itu…”

“Herodes…”

Lho kog sama !!

Wah..keren ini ! Mimpi yang sama !!

Hidup kita berubah sekarang…sejak berjumpa Raja itu, kini kita menjadi orang-orang yang sangat berbeda….!! Karna di hati kita ada sebuah perjumpaan dengan Raja, perjumpaan yang mengubahkan !

Aku mau menyembah Raja itu seumur hidupku ….

Iya aku juga…

Setuju…!!

Kita punya banyak oleh oleh cerita buat istri dan anak-anak kita nanti…

Huiiiiihhhhh pengalaman yang menakjubkan !!

 

NGGAK KEPIKIRAN

Orang Majus tidak terpikir dapat apa dari Raja itu. Tetapi sejak berangkat mereka sudah memikirkan Raja itu akan dapat apa dari kedatangan mereka. Jadi mereka buruan mempersiapkan hadiah-hadiah yang luar biasa yang dianggap layak untuk seorang Raja.

terlebih bahagia memberi daripada menerima….

 

MAKANYA JANGAN BOLOS

Hari itu adalah hari yang paling istimewa.
Jadi gembala-gembala yang bolos kerja hari itu bener-bener rugi !!

 

JERITAN DI TENGAH MALAM

Jeritan domba-domba

“Lho….palungankuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu………………….. embekkkkkkkkkkk eeeeeeeeeeeeeeemmmmmmmmbeeeeeeeeeeeeekkkkkk…………………………..!!!!”

 

 

PEMBURU KETAATAN

 

Yusuf dibangunkan malam hari gelap, dan malam itu juga harus menyingkir ke Mesir.
Sudah lebih kurang dua tahun mereka aman-aman saja tinggal di Betlehem ini
Tetapi setelah kunjungan para Majus dari Timur itu…semuanya berubah…

Ada hal yang menjadi perenungan di sini…

Kalau memang Herodes mau membasmi Raja yang baru dilahirkan ini…mengapa tidak dari dulu mereka diminta mengungsi ke Mesir…mengapa baru sekarang? Mengungsi ke Mesir kan tidak harus menunggu Herodes tahu tentang kelahiran Raja itu? Dan bisa saja kan para Majus diarahkan menengok Raja itu di Mesir…yang penting kan berjumpa, menyembah dan memberikan persembahan…??

Karena Tuhan menghargai para Majus yang menempuh perjalanan jauh..mereka ditunggu…dan mereka harus berkunjung ke Betlehem, ke Kota Daud…bukan berkunjung ke Mesir. Di-tung-gu. Jadi ketika orang Majus sudah pulang, malam itu juga Yusuf harus berkemas untuk meninggalkan Betlehem.

Rasa aman tinggal di Betlehem ini mulai terusik, karena ternyata Herodes serius menanggapi berita dari para Majus ini. Kalau nggak serius, ngapain ya sampai membantai anak-anak di Betlehem yang berusia dua tahun ke bawah.

Tapi keseriusan ini terkesan aneh, karena Herodes ternyata serius untuk membantai Raja itu, bukan serius untuk menyembah Dia, mengagungkan Dia dan memuliakan Dia. Oleh karena itu ekspresi Herodes bukannya ikut para Majus ke Betlehem untuk ikut menyembah, tetapi ekspresinya hanya tinggal menunggu kabar saja di mana letak rumahnya dan pedang sudah diasah untuk menghabisi Raja itu.

Baru saja menikmati datangnya tamu agung yang luar biasa dengan persembahan -persembahan yang luar biasa…tak lama sesudah itu harus menyingkir ke Mesir menjadi orang asing. Kalau Yusuf dan Maria menjadikan hidup mereka sebagai orang-orang yang ingin dikenal masyarakat Betlehem, tentunya Yusuf bisa saja bersikeras tinggal Betlehem…inilah saatnya orang-orang Betlehem itu tahu siapa Raja itu. Dulu waktu para gembala berkunjung mereka tidak percaya pada perkataan gembala itu ya wajarlah…namanya aja gembala…tapi kalau sekarang ini setelah ada kunjungan para majus mereka masih tidak percaya ya kebangetan !
Itu kalau Yusuf dan Maria orang-orang yang ego …pasti mereka akan bersikeras tinggal di Betlehem untuk mendapatkan pengakuan -pengakuan semacam itu.

Berhubung Yusuf dan Maria orang-orang yang saleh, rendah hati, takut akan Tuhan, memposisikan diri sebagai hamba Tuhan, malam itu juga mereka langsung berkemas dan membawa Anak itu pergi ke Mesir di malam buta. Mereka tidak membutuhkan pengakuan, tetapi mereka mengejar ketaatan pada kehendak Tuhan.

Jadi saat tiba-tiba Tuhan mengajak anda untuk meninggalkan area nyaman dan terlihat aman..apakah anda ingin bertahan ataukah menjadi pemburu ketaatan?

Percayalah, bahwa Tuhan yang lebih tahu..

 

 

REKAM JEJAK YESUS

 

Siapa bilang kalau hanya para gembala yang diistimewakan….tidak juga !

Lha Herodes juga tahu dari Orang Majus kog !

Lha para Imam kepala dan ahli Taurat juga tahu kog ! Malah mereka yang memberi tahu Herodes di mana tepatnya tempat kelahiran seorang Raja di raja itu.

Lha orang Yerusalem juga tahu dari kehebohan maksud kedatangan Orang Majus itu ! Yerusalem aja gempar lho saat itu….

Lha penduduk Betlehem juga diberi tahu para gembala sepulangnya mereka dari menjumpai bayi Yesus yang ternyata sama persis dengan isi narasi konser akbar yang baru saja mereka saksikan itu.

Bahkan sepulangnya dari kandang itu, para gembala mengadakan konser lanjutan di perjalanan mereka kembali ke padang penggembalaan….pastinya orang Betlehem kan juga tahu ya…ada fenomena apa ini..

Mengapa setelah Yesus dewasa terjadi polemik….tentang darimana datangnya Mesias, apakah dari Nasaret…ataukah dari Betlehem…?

Yohanes 7: 41 Yang lain berkata: “Ia ini Mesias.” Tetapi yang lain lagi berkata: “Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea!

Karena mereka tidak mencatat rekam jejak Yesus.

Berbeda dengan Yohanes Pembabtis…semua rekam jejaknya diketahui warga sekitarnya:

Lukas 1: 64-66

Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: “Menjadi apakah anak ini nanti?” Sebab tangan Tuhan menyertai dia.

Jadi walaupun Yohanes Pembabtis lama tinggal di padang gurun sebelum dia melayani, maka pada saatnya tiba dia berkotbah…orang-orang pun datang untuk mendengarkan kotbahnya. Dibela-belain datang ke padang gurun untuk dengerin kotbah Yohanes Pembabtis…

Mat 11:7

Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari?

Ada sejumlah tetangga-tetangga yang seperti menantikan saat ketika Yohanes ini besar, dia akan jadi apa ..dan itu mewabah di seluruh pegunungan Yudea. Walaupun penantian menunggu si bayi kecil ini jadi besar memakan waktu bertahun-tahun….tetap saja itu pengaruhnya besar…saat Yohanes Pembabtis memulai pelayanannya, sudah ada massa yang menanti suaranya.

Jadi kesimpulannya; mengapa orang-orang mengalami polemik tentang apakah Yesus itu Mesias atau bukan…???

Titik sejarah awalnya adalah karena HANYA para gembala dan para majus itulah YANG MEREKAM kelahiran Yesus sebagai kelahiran Mesias.

Sedangkan orang lain yang notabene juga diberi informasi dari Tuhan, entah dengan cara seperti apa pun juga, termasuk para imam kepala dan ahli taurat, para penduduk Yerusalem dan para penduduk Betlehem…mereka TIDAK MEREKAM dan TIDAK MERESPONI peristiwa akbar ini.

Sedangkan gengsi mereka juga cukup tinggi untuk mau mendengar apa yang dikatakan para gembala, si golongan masyarakat rendah…

Dan gengsi dari si ahli kitab itu juga membuat mereka tidak mau mendengarkan si Majus yang dari negri asing, bukankah yang paling hafal isi Taurat kan mereka ya…?? Tahu apa ya orang orang dari Timur ini…????

Sebenarnya simple aja kog….kalau orang Betlehem itu setidaknya setuju pada perkataan para gembala itu…mereka akan mengetahui bahwa keluarga daripada si kecil Yesus ini pindah ke Mesir, dan sekembalinya dari Mesir mereka pindah ke Nasaret. Itu sih bukan teka-teki yang rumit -rumit amat.

Kembali lagi…walau dinubuatkan Mesias akan terbit dari Betlehem..dan tempat seperti Nasaret sama sekali tidak masuk akal untuk bermunculnya Mesias dari sana….kalau mereka MENGENAL REKAM JEJAK YESUS, mereka pasti tidak akan ribut-ribut.

Ayo mengalami pengenalan pribadi dengan DIA, agar bisa mengalami karya-Nya dalam hidup kita.

 

KISAH JEMBATAN DEMI JEMBATAN

 

Kunjungan malaikat itu begitu spektakuler. Berbanding terbalik dgn kenyataan di masyarakat….sensus yg membuat mereka hrs mengadakan perjalan jauh di usia kandungan Maria sekitar 9 bulan….penolakan penginapan penginapan di betlehem…hanya palungan untuk tempat pembaringan dan lampin sebagai penghangat…

Tetapi kunjungan para gembala dgn semua kisah mereka tentang konser akbar dgn aktor dan aktrisnya yang didatangkan dari luar angkasa meyakinkan Maria untuk tetap melanjutkan diary hati yang menyimpan naskah naskah perenungan hatinya.

Maria dan Yusuf tidak melihat sendiri konser itu. Karena tiketnya terbatas hanya untuk kalangan VVIP yaitu para gembala dipadang Efrata itu saja. Tapi Yusuf dan Maria tahu dan tahu bahwasannya para gembala itu tidak membual. Mereka benar. Karena mrereka semua pernah alami peristiwa supranatural yang spektakuler, cuma bentuknya beda, kalau Maria dikunjungi, kalau Yusuf lewat mimpi….kalau para gembala lewat panggung konser…. waauuuuu….

Bagaimana menjembatani antara kespektakuleran itu…dengan realita yang ada…?

Tetap pegang janji Tuhan.

Bayi itu terus bertumbuh….dan setelah kunjungan para tamu agung dari timur ….yang juga spektaluler….kini mereka diperhadapkan pada ancaman pembunuhan….dan harus menyingkir ke Mesir, jadi orang asing.

Bagaimana cara menjembatani antara kespektakuleran itu….dengan realita yang ada?

Tetap pegang janji Tuhan.

Maria terus menambah halaman halaman diary hatinya dengan banyak kisah tentang jembatan jembatan ini…..

 

TIDAK PERLU SESI WAWANCARA YANG BERLEBIHAN

 

Apa yang membuat Maria dan Yusuf tidak banyak bertanya jawab dengan malaikat pembawa berita ..??

Karena mereka tahu dari kitab suci bahwasannya mereka masuk dalam rencana akbar upaya penyelamatan umat manusia. Tanpa hal ini tentunya mereka akan bertanya ini itu ini itu ….bisa bisa malaikat itu kunjungannya memakan waktu berjam-jam.

Semua nubuatan tentang datangnya juruselamat lewat rahim seorang perawan, membuat mereka menyadari bahwa hidup mereka tidak bisa normal-normal saja seperti kebanyakan orang, tetapi mereka akan menjadi orang-orang yang luar biasa.

Pada setiap kita akan ada hal -hal yang tidak normal yang akan terjadi…karena Tuhan bekerja secara spesifik untuk setiap kita untuk tugas yang spesifik pula.

 

TINGGALKAN TAHTA EMPUK

Mengapa Istana Herodes bukanlah hall indoor yang dipilih untuk konser akbar natal yang pertama yang aktor aktrisnya didatangkan dari luar angkasa?

Karena kenyamanan duduk di singgasana empuk istana membuat Herodes enggan beranjak ke Betlehem. Lebih mudah baginya ‘memperdaya’ si orang Majus dari timur itu.

Karena kenyamanan duduk di singgasana empuk istana membuat Herodes enggan mengadakan survey lapangan, cukup survey perpustakaan aja dengan mewawancarai para imam kepala dan ahli Taurat yang notabene ahli kitab-kitab bangsa Yahudi.

Jangan biarkan kenyamanan yang ’empuk’ dalam hidup kita membuat kita terpenjara dan tidak dapat berjumpa dengan Raja di atas segala raja !

 

NGOTOT JADI SAKSI MATA

 

Mengapa para gembala mendapat kehormatan menyaksikan konser natal akbar yang pertama dengan aktor dan aktrisnya didatangkan dari luar angkasa?

Karena mereka :

sedang BERJAGA, BEKERJA

dan mereka MERESPON,

BERSAKSI,

MEMUJI DAN MEMULIAKAN ALLAH ketika mereka ngotot ingin melihat sendiri apa yang telah diberitakan, nggak cukup cuma percaya aja, tetapi benar benar ingin jadi saksi mata…..dan ternyata yang mereka saksikan COCOK dengan apa yang mereka dengar di konser natal yang pertama itu.

 

BLUSUKKAN-NYA RAJA DI ATAS SEGALA RAJA
1. Meninggalkan tahta mulia untuk blusukan ke planet bumi, bahkan sampai ke rahim seorang perawan.
2. Berjalan blusukan dari desa ke desa, dari kota ke kota untuk memulihkan yang terluka, menyembuhkan yang menderita, membangkitakan yang mati dan memberi pengharapan pada yang putus asa.
3. Blusukan sampai ke bukit tengkorak, bukit Golgota untuk menanggung dosa umat manusia.

Pemimpin yang berhasil adalah yang mau punya hati hamba melayani, sama seperti Yesus datang untuk melayani bukan untuk dilayani.

Meninggalkan kursi empuk untuk melihat kehidupan rakyat kecil akan mendapatkan kunci intisari metode pemulihan yang paling tepat.

 

BINTANG NATAL

Aku memang bersinar cetar membahana

Tapi tugasku hanyalah sampai batas mereka berjumpa Yesus, itu cukup buatku.

 

TANGGALNYA LUPA KAMI CATAT

Kami bukan gembala biasa
Karna kami pernah mendengar konser malaikat surgawi dan berita natal yang luar biasa
Dan kami juga pernah berkunjung ke kandang tempat Dia dibaringkan.

Memang kami tidak mencatat tanggal hari itu

Tapi percayalah..sejak saat itu, kami bukan gembala biasa.

Bukan karna kami hebat, tapi karna kami mengambil kesempatan untuk menyimpulkan apa yang kami buktikan itu sama dengan yang kami dengar

Sejak saat itu kami bukan gembala biasa

Maaf, tanggalnya memang tidak kami catat, maaf sekali.

 

GIGIT JARI

 

Herodes gigit jari setelah menyadari para Majus tidak tunduk kepadanya lagi, tetapi berbalik membelakangi dia karna tunduk kepada Raja di atas segala raja, terbukti mereka pulang melalui jalan lain.

 

SUASANA KANTOR

Para Gembala bisa jadi terkejut saat menjumpai Raja itu, karna suasana setting panggung daripada kandang itu tidak jauh beda dengan suasana ‘kantor’ mereka setiap hari.

 

SEKEDAR INGIN TAHU DAN SOK TAHU

Ingin Tahu:

Rasa penasaran Herodes akan lahirnya Raja itu tidak membuat dia bertemu Raja Agung itu.

Sok Tahu:

Pengetahuan daripada Ahli Taurat dan Imam Kepala yang adalah ahli kitab juga tidak membuat kaki mereka melangkah ke tempat Raja itu berada serta melipatkan lututnya untuk menyembah

Tidak Sekedar Ingin Tahu dan Mau Tahu:

Orang Majus bukan hanya sekedar penasaran, seperti apakah gerangan Raja itu, dan bukan hanya sekedar tahu dari fenomena alam ( bintang), bahwa ada Raja yang baru lahir, akan tetapi yang membuat mereka datang , berlutut dan menyembah adalah karna mereka mengabdikan diri mereka pada Sang Raja.

Motivasi mengabdi pada Raja ini tidak didapati pada ruang hati Herodes dan Motivasi mengabdi ini juga ternyata nihil pada lubuk terdalam daripada Imam Kepala dan Ahli Taurat.

Mempersiapkan Persembahan adalah Bukti Sebuah Penyembahan

Ciri-ciri penyembahan adalah saat seseorang memberikan sesuatu kepada yang disembah, misalnya kita menyembah Tuhan, kita akan berikan hidup kita, waktu kita, perhatian kita, cinta kita, dll, bahkan tidak tertutup kemungkinan dompet kita.

Mas Kemenyan dan Mur adalah bukti bahwa motivasi mereka mencari Raja bukan sekedar ingin tahu dan bukan sekedar tahu dan sama sekali bukan sok tahu, tapi mereka ingin memberikan hati mereka pada Raja.

 

OBROLAN PARA MALAIKAT

 

OBROLAN PARA MALAIKAT

Malaikat Noel : Lha terus kapan kita performance-nya??

Malaikat Mikha :Lha ya nanti toh kalau malam natal yang pertama, saat Yang Mulia mengosongkan Diri-Nya dan mengambil rupa seorang hamba.

Malikat Noel :Oh iya ya..partitur kita “Gloria In Exelcis Deo” sudah siap semua kan?

Malaikat Mikha : Ya jelas siap toh ya..

Makaikat Noel :lha terus bagaimana dengan kostume dan semua alat musik apa sudah di stem?

Malikat Mikha : Ha ya sudah siap toh ya..

Malaikat Noel : Baik..apa undangan sudah di sebar?

Malaikat Mikha : Undangan apa maksudmu?

Malaikat Noel : Ya undangan konser kita toh ya..?

Malaikat Mikha : Ndak perlu undangan toh ya..??

Malaikat Noel :Lha nanti penontonnya apa bisa siap mendengar di jam konser semalam itu?

Malaikat Mikha : Sudahlah..ndak usah kuatir..penontonnya sudah dipersiapkan Raja

Malaikat Noel : Pasti orang -orang pilihan..yang duduk manis siap mendengar suara kita para malaikat yang udah pasti nggak ada yang fals yauuuww, dengan kostum malam yang indah serta semerbak mewangi memenuhi ruangan, karna mereka pasti orang-orang penting berparfum mahal-mahal, dan tentunya sebelum nonton konser mereka nyempetin ke salon-salon gitu biar tampak cantik dan ganteng

Malaikat Mikha : Udah udah..ayo kita segera berangkat. Waktunya sekarang sudah tiba kan.

Malikat Noel: Ke mana?

Malaikat Mikha: Ha ya ke Padang Efrata toh ya..

Malaikat Noel: Oooh jadi kita konsernya konsep outdoor toh ini..bener bener keren..!!Undangan-undangan..!! Sekali lagi undangan jangan lupa disebar….daripada kita gigit jari nanti nggak ada yang nonton…!!

Malaikat Mikha : Udahlah..ayo kita berangkat..para gembala sudah siap mendengar konser kita nanti

Malaikat Noel : Gem….gem…ba…la? Apa katamu? Gembala????

Ow owwwwwww

 

UNDANGAN VVIP

Konser Natal yang Pertama

Saksikan konser Natal yang Pertama!
Dengan Thema Gloria in excelsis deo

Vokalis: Angelic Choir from Heaven.

Lokasi: Padang Exotis di Efrata outdoor.

Jam: 23.00

Undangan ini Special diperuntukkan hanya bagi para gembala yang sedang menjaga domba di padang Efrata.

 

MAIN HITUNG-HITUNGAN

Orang Majus berjalan dengan perjalanan yang panjang ( diperkirakan ribuan kilometer) dalam waktu yang lama ( diperkirakan 2 tahun ) membawa persembahan yang mahal (emas kemenyan dan mur) meninggalkan keluarga, meninggalkan pekerjaan, meninggalkan kenyamanan, dan segalanya. Berapa lama mereka mampir ke rumah Raja Yesus itu? Tidak dicatat berapa jam, yang jelas mereka tidak bermalam di rumah yang mereka kunjungi , mereka bermalam di perjalanan. Bahkan saat di istana Herodes pun mereka tidak bermalam, tetapi langsung melanjutkan perjalanan ke Betlehem.

Semua jerih lelah mereka tidak dapat dibandingkan dengan pertemuan dengan Raja di atas segala raja itu, walau pertemuan itu jika dibandingkan dengan perjalanan yang mereka tempuh PP (pulang dan pergi) serta semua yang mereka korbankan, hanya dapat dikatakan SEKEJAP SAJA.

Orang yang mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan tahu apa yang menjadi tujuan Tuhan dalam hidupnya tidak akan main hitung-hitungan dengan Tuhan.

Sebaliknya orang yang tidak mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan tidak tahu apa yang menjadi tujuan Tuhan dalam hidupnya, pasti akan menghitung untung dan rugi mungkin secara materi, waktu, energi, dll.

Musa meninggalkan kemewahan istana Mesir demi mengikuti Tuhan Israel, karna dia telah DEWASA.

Orang yang dewasa dapat mengetahui arti UNTUNG yang sebenarnya, di dalam Tuhan.

 

REUNIAN

 

Apakah ada sebuah reunian antara Tuhan dengan Daud, karna Dia lahir di kota Betlehem, di kota Daud, dan untuk lahir di sana, Yusuf harus mengikuti sensus penduduk dikala Maria hamil tua, dan kabar berita para malaikat ditujukan pada para gembala, sebuah profesi Daud di masa kecilnya, dan bisa jadi padang yang sama di Betlehem itu adalah padang penggembalaan yang biasa dipakai Daud menggembalakan domba-dombanya…dan baru kali itu malaikat datang dan membawakan berita sambil menyanyi/konser…sebelum-sebelumnya di PL tidak ada malaikat yang membawakan berita sambil menyanyi…apakah ini sebuah bentuk reunian Tuhan dengan tokoh Daud yang sangat musikal….dan Yesus pun disebut Anak Daud….waaaaaau i love praise n worship

 

JINGGLE IKLAN

Malaikat Tuhan datang pada banyak tokoh Alkitab…tapi tak ada satupun dari malaikat itu, (termasuk yang datang di mimpi Yakub) yang menyampaikan pesan dengan MENYANYIKAN PUJIAN, hanya di peristiwa berita natal pada para gembala malaikat itu menyampaikan pesan dengan menyanyi….

 

BUKAN BAYI LAGI

Yesus akan segera datang lagi, tapi bukan sebagai bayi lagi….mari persiapkan kedatangan-Nya sebagai Raja di atas segala raja.

 

TERAPI MUSIK JANIN

Apakah alkitab membahas teraphy musik untuk janin? Jelas ada…..janin Yohanes Pembabtis mendengar konser musik vokal dari vokalis Bibi Maria, setelah beberapa saat sebelumnya ia memberi respon terhadap “salam damai” yang keluar dari mulut bibinya itu. Mari beri musik rohani buat para janin…

 

IMPIAN TUHAN  MENGGANTIKAN IMPIAN KITA

Yusuf belajar menghapus impiannya dan menggantikan dengan impian Tuhan. Impina untuk pernikahan yang normal, malam pengantin yang normal, rumah bersalin yang normal, penginapan yang layak, kehidupan yang nyaman tanpa harus mengungsi ke Mesir segala, kehidupan tanpa ancaman bahaya pembunuhan terhadap Yesus, dan masih banyak lagi.

 

JANGAN HANYA INGIN TAHU

Herodes juga ingin tahu tentang lahirnya seorang Raja itu, sama dengan Orang Majus. tapi mereka tetap beda, karna orang majus tidak hanya berhenti di rasa ingin tahu tetapi juga ingin bertemu, menyembah dan mempersembahkan persembahan

 

GEMBALA-GEMBALA ITU MUSIC SMARTKAH…??

Pujian apakah yang mungkin dinyanyikan para gembala setelah mereka pulang dari kandang dan berjumpa dengan-Nya?

Bisa jadi pujian yang mereka barusan dengar dari para malaikat, karena Alkitab tidak memerinci pujian apakah yang mereka naikkan.

Tetapi jika benar demikian, wah…cepat juga ya mereka belajar lagu baru?

Gembala-gembala memang musikal, karena seperti Daud aja bawa kecapi saat menggembalakan kambing-dombanya itu.

Waauuuuu……..keren !!

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: