'manusia hidup bukan dari roti saja…'

Materi ini akan disampaikan nanti malam pada KKR Natal Wanita gereja Kibait, se klasis Kendari

Tulisan terkait ( untuk anda bisa memahami lebih dalam anak-anak Batsyeba) bisa anda klik di tautan berikut ini:

RAHASIA DI BALIK SILSILAH YESUS KRISTUS

BERJUMPA DENGAN ALLAH DALAM KELUARGA

IMAMAT 26: 12

PEREMPUAN YANG KREATIF

Kedua tema ini akan kita gabungkan menjadi satu tema:

Perempuan Kreatif dalam Keluarga

CREATIVE WOMAN IN THE FAMILY

Mengapa sosok Batsyeba saya angkat dalam khotbah ini, apakah Batsyeba sesosok wanita kreatif seperti Debora..? Yael…? Abigail…? Ester…? Ruth…? Maria…?

Arti kata kreatif sebenarnya berasal dari kata to create/mencipta, dari akar kata creation/ ciptaan. Untuk kita bisa kreatif, kita harus akrab dengan sang pencipta/ creator.

Banyak kreatifitas perempuan ditinjau dari pekerjaannya, karyanya, kariernya, atau kecantikannya, hartanya, ketenarannya, dll, tetapi kita akan melihat sosok Batsyeba sebagai sesosok wanita yang creatif dalam keluarganya, bagaimana dia sebagai seorang isteri dan seorang ibu rumah tangga biasa, tetapi yang berperan dalam keluarga, sehingga Tuhan memakai kedua anaknya masuk dalam silsilah Yesus Kristus, yaitu Salomo  dan juga Natan.

Berbeda dengan perempuan-perempuan lain yang gagal dalam mendidik anak-anak mereka, gagal menjadi perempuan yang kreatif, seperti kegagalan dari Ahinoam, perempuan Yizreel, ibunda daripada Amnon (yang memperkosa Tamar) ,

kegagalan dari Maakha, anak perempuan Talmai raja Gesur, ibunda daripada Absalom ( yang membunuh Amnon, karena dendam pada Amnon yang memperkosa Tamar adiknya serta memberontak pada ayahnya sendiri) ,

kegagalan dari  Hagit, ibunda dari Adonia (yang karena telah meninggikan diri dan mengangkat diri sendiri menjadi raja)

Kreatifitas seorang ibu rumah tangga dalam mempersiapkan generasi berikutnya tidak bisa dianggap remeh, ini perkara mempersiapkan generasi pemimpin di akhir zaman/ atau untuk kelangsungan generasi berikutnya

Ini adalah kreatifitas dalam BUKAN MENCIPTA BARANG, tetapi mencipta SDM-sumber daya manusia/ arsitek jiwa.  Prosesnya lama dan butuh ketekunan, tetapi hasilnya bisa dipetik di kemudian hari. Butuh seni dalam membesarkan anak-anak dengan cara yang Tuhan mau.

SOSOK PRIBADI BATSYEBA MASUK DALAM DAFTAR SILSILAH YESUS, walaupun nama batsyeba tidak ditulis. Bahkan dalam kedua silsilah Yesus Kristus, baik yang versi kitab Matius maupun yang versi kitab Lukas. Namun kehadiran kedua anaknya, yaitu Salomo dan juga Natan, merupakan suatu keistimewaan, karena kedua anak ini adalah anak dari istri Daud yang bernama Batsyeba, bukan nama-nama isteri Daud yang lainnya

Inilah beberapa ayat yang kita pelajari tentang 2 silsilah Yesus Kristus dan juga tentang ayat terkait dalam perjanjian lam.

Matius 1: 6

Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria.

Lukas 3: 31

Anak Melea, anak Mina, anak Matata, anak Natan, anak Daud, anak Isai.

I Taw 3: 5

Inilah yang lahir bagi dia di Yerusalem: Simea, Sobab, Natan dan Salomo, empat orang dari Batsyua binti Amiel, …

II Sam 5:14

Inilah nama anak-anak yang lahir bagi dia di Yerusalem: Syamua, Sobab, Natan, Salomo

II Sam 11: 3

lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu, dan orang berkata; “Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria, orang Het itu.

Batsyeba adalah sesosok perempuan yang dipilih untuk menjadi moyang Yesus. Yang dalam silsilah menurut versi Matius ini berujung ke Yusuf, ayah Yesus secara HUKUM.

Dengan menjadi suami Maria, tentunya saat Yesus lahir, secara hukum Yesus memiliki nama ayah dalam surat kelahirannya.

Bahkan dari silsilah versi Lukas, ini berujung pada Eli, mertua daripada Yusuf, ayah daripada Maria, yang mana Maria melahirkan Yesus secara biologis.

Ada banyak wanita hebat dalam Alkitab, seperti Debora, Abigail, Ratu Ester, dll, tetapi apa istimewanya daripada Batsyeba ini?

Ada banyak juga wanita isteri-isteri Daud yang lainnya, mengapa memilih Batsyeba? Dari anak-anak Batsyebalah yang dipakai Tuhan untuk namanya dituliskan dalam kedua silsilah Yesus Kristus..?  Bukankah isteri – isteri Daud yang lain banyak…semisal Abigail yang terkenal cantik dan bijaksana…dll?? Mengapa harus Batsyeba ??

Apa arti nama batsyeba :

Bath-Sheba= “daughter of an oath”= putri yang subur, yang segar,  ………… binti ELIAM

Nama Batsyeba ini  ditulis 2 ayat di 2 Sam pasal 11 dan 12, 5 ayat di kitab 1 Raja 1, ditulis di 3 ayat di I Raj 2.

Semua nama ini dipakai pada masa Batsyeba menikah dengan Uria orang Het, sampai kisah hidupnya diceritakan bersama Daud, sampai masa Daud meninggal dunia.

Tidak pernah dalam kitab Samuel maupun kitab Raja-raja menyebut nama Batsyeba sebagai Batsyua

Nama Batsyeba muncul sebagai Batsyua dalam kitab Tawarikh, yang adalah kitab yang ditulis pada masa pembuangan, yang diperkirakan ditulis oleh Ezra. I Taw 3:5. Bisa dipastikan yang ditulis di kitab Tawarikh ini adalah orang yang sama , karena melahirkan 4 anak dengan nama yang sama.

Pada kitab Samuel, ditulis BINTI ELIAM

Eliam = ‘ God of the people”= Allah dari orang-orang.

Bisa dipadukan dua nama ini kira-kira sbb: Putri yang subur, anak dari seseorang yang jadi Allah dari orang-orang.

Bisa jadi Eliam alias Amiel ini adalah orang yang sangat sombong/sangat bangga terhadap dirinya sendiri. (Semua nama dalam Alkitab memiliki arti tersendiri yang terkait dengan pribadi orang tersebut)

Bath-Shuwa`”daughter of wealth”= putri kekayaan ……………….. binti AMIEL

Dalam kerangka pemikiran bahwa kitab Ezra ditulis lebih akhir daripada kitab Samuel dan kitab Raja-raja, maka bisa kita katakan bahwa si Batsyeba ini dijuluki Batsyua oleh penulis kitab Tawarikh.

Ada perubahan nama dari – Putri yang subur- yang segar = menjadi putri kekayaan

Penulis kitab Tawarikh ingin menyoroti bahwasannya Batsyeba ( yang subur) telah dipakai Tuhan menjadi sesosok wanita yang kaya….Kaya seperti apakah..?? Kita akan terus bahas nanti, dan kita akan simpulkan kekayaan batin seperti apakah yang dimiliki oleh sesosok Batsyeba alias Batsyua ini.

Dalam kitab Tawarikh ditulis BINTI AMIEL. Sebenarnya ini menunjuk pada orang yang sama, namun jangan kaget, karena di kitab Tawarikh ini kita akan sering temui ada nama-nama baru yang diberikan oleh penulis kitab Tawarikh ini pada tokoh-tokoh Alkitab, walaupun merujuk pada orang yang sama tetapi dengan nama yang berbeda.

AMIEL= ‘my kinsman is God’ = sanakku adalah TUHAN.

Bisa dipadukan dua nama ini kira-kira sbb:  Putri yang kaya, anak dari seseorang yang menjadikan sanaknya  sebagai  Tuhan.

Bisa jadi Amiel alias Eliam ini adalah orang yang sangat mengagung-agungkan kehormatan martabat nama keluarga/nama kaum keluarga/nama kerabat.

Nah untuk menyelikidi lebih jauh mengenai tokoh kita Batsyeba, kita akan belajar lebih lanjut tentang semua seluk beluk Batsyeba, mulai dari keluarganya, arti-arti nama dlsb.

Latar belakang keluarga batsyeba:

Ayah Batsyeba

Ayah Batsyeba ELIAM/ AMIEL  juga adalah seorang  anggota pahlawan Daud – II Sam 23: 34 , termasuk dalam 37 orang pahlawan-pahlawan Daud.

Nama Aliam cukup terkemuka/terkenal II Sam 11:3. Dengan sekali menyebut saja, Daud sudah mengetahui siapa Eliam ini . Bisa jadi karena selain Eliam terkenal, Daud cukup hafal dengan nama –nama orang-orangnya, yang sudah mengikuti dia sejak dari gua Adulam sampai dia menjadi raja.

Kakek Batsyeba

Kakek Batsyeba, ayah daripada Eliam adalah Ahitofel, adalah sahabat raja Daud/ penasehat raja Daud

Ahitofel kakek daripada Batsyeba, ikut dalam persepakatan gelap Absalom, serta menasehati Absalom untuk berbuat tidak senonoh dengan gundik gundik Daud, serta dalam peperangan antara kubu Absalom dengan kuku Daud, Ahitofel bernafsu untuk membunuh Daud. Tetapi saat nasehatnya tidak dituruti/diikuti, dia memilih bunuh diri.

( II Sam 15; 12,31,34 ; II Sam 16:15,20,21,23 ; II Sam 17: 1,6,7,14 , 21, 23 ;  II Sam  23: 34)

Jika ternyata telah terbukti dalam ayat-ayat di atas,  bahwa ternyata Ahitofel menaruh dendam pada DAUD, maka perlakuan Daud terhadap Batsyeba adalah perlakuan yang sangat mencoreng nama baik keluarga ini. Ini menggugurkan penafsiran bahwasannya Batsyeba juga suka sama suka pada Daud

Pembelaan  sang kakek daripada batsyeba ini yang berupa ‘dendam’ kepada Daud, menunjukkan bahwa bisa jadi Batsyeba menjadikan kakeknya sebagai tempat curhatnya atas perbuatan Daud pada dirinya, dan saking cintanya pada sang cucu, si kakek sampai bela belain bunuh diri segala, ketika dia gagal membalaskan dendam dengan membunuh Daud secara langsung dengan tangannya sendiri.

Dari ayah dan kekak Batsyeba yang seperti inilah ( Anggota Barisan Tentara Daud, dan juga Penasihat istana raja Daud) , bisa kita duga keluarga Batsyeba adalah keluarga terpandang/ terhormat/terkenal.

Suami Batsyeba

Batsyeba adalah  Istri Uria orang Het, Uria adalah salah seorang pahlawan Daud yang gagah perkasa, termasuk dalam  37 tujuh orang pahlawan-pahlawan Daud – II Sam 23: 39, – I Taw 11: 26, 41

Nama Uria cukup terkemuka/terkenal II Sam 11:3. Dengan sekali menyebut saja, Daud sudah mengetahui siapa Uria. Bisa jadi karena selain Uria terkenal, Daud cukup hafal dengan nama –nama orang-orangnya

ORANG HET- sebenarnya URIA adalah orang asing/ orang HET, yang adalah suku turunan daripada Kanaan/ anak daripada Nuh yang dikutuk oleh Nuh. ( I Taw 1: 13, Kej 9: 25), orang Het sebenarnya adalah musuh daripada Israel.

Namun dalam hal ini Uria orang HET adalah orang HET yang telah menggabungkan diri dengan orang Israel. Uria adalah seorang prajurit yang setia dan taat pada Hukum peperangan Irael. Hanya dua orang Het yang menjadi pahlawan Daud, yaitu Uria dan juga Ahimelekh

Pernikahan dengan orang asing adalah suatu larangan. Apalagi dengan orang HET yang merupakan salah satu bangsa yang harus ditumpas orang Israel.

Bisa jadi Batsyeba memulai kehidupan keluarganya dengan berat, karena mendapat pertentangan dari kaum bangsanya, mendapat pertentangan dari kaum keluarganya.

ARTI NAMA ANAK-ANAK BATSYEBA

Inilah keempat nama anak dari Batsyeba:

Simea/ Syamua  arti namanya adalah  ( diprediksikan adalah anak Uria- dan Batsyeba)

Simea = ketenaran / renowned,    

Syamua = terkenal / fame

Sobab, ( diprediksikan adalah anak Uria dan Batsyeba)

            Sobab = pemberontak/ rebellious

Natan , ( diprediksikan adalah anak Uria dan Batsyeba)

Natan = pemberi/ giver

dan Salomo ( SALOMO adalah anak yang dilahirkan setelah anak pertama pasangan Daud-Batsyeba meninggal dunia di usia 7 hari)

Salomo= Peace/ damai

Apakah Uria orang Het ini memiliki motifasi ingin menjadi terkenal dengan menikahi Batsyeba ini? Apakah ada masa-masa dimana keluarga ini pernah memberontak terhadap penolakan dari kaum keluarga atas pernikahan silang bangsa ini?  Apakah ada masa-masa dimana Uria mengalami perubahan karakter sehingga pada akhirnya memberi nama anaknya Giver/pemberi …?? Apakah perubahan karakter Uria ini sedikit banyak juga dipengaruhi oleh pengaruh Batsyeba sebagai isterinya?

Nama Salomo mengisyaratkan bahwasannya Daud mau berdamai dengan Tuhan setelah sekian lama dia hidup dalam perzinahan dan pembunuhan berencana.

TAFSIRAN MENGENAI PERISTIWA SOTOH ISTANA

http://juliamt.wordpress.com/2009/03/10/batsyeba-istri-yang-baik/

Mungkin karena keluarganya termasuk orang terpandang, maka rumahnya dekat istana

Sotoh istana tentu lebih tinggi dari sotoh rumah pada umumnya

Pada masa perang, bisa saja suami dan ayahnya pergi berperang, Batsyeba tentunya tidak tahu menahu apabila pada saat itu raja Daud tidak pergi berperang ( karena baru kali itu raja Daud tidak berangkat berperang justru pada musim peperangan)

Pemilihan mandi pada waktu petang , menunjukkan bahwa Batsyeba tidak pernah sengaja memamerkan kemolekan tubuhnya pada raja. Kata ‘elok rupanya’ dalam II Sam 11: 2- kata ‘ rupanya’ , dipakai kata ‘mar’eh’ yang mengandung arti perawakannya. Jadi bisa diperkirakan Daud juga tidak dapat melihat dengan sejelas-jelasnya wajah Batsyeba ini, hanya terlihat elok perawakannya saja. Tentu karena pada petang hari pencahayaan kurang.

Tentunya tidak berani si Batsyeba mempertaruhkan reputasi suaminya, ayahnya dan juga kakeknya untuk menggoda raja, dan hukumnya mati bagi pasangan yang berzinah ( Ulangan 22: 22)

Jadi Batsyeba melakukan semua perzinahan ini karena tak kuasa menolak permintaan sang raja yang berkuasa, dan sebagai istri yang setia dia PULANG ke rumahnya. Dialah yang menanggung semua perkara ini.

Ketika mendapati dirinya hamil, Batsyeba memilih memberitahukan kepada Raja untuk mempertimbangkannya, ya pada waktu itu semua orang Israel akan menghadap Raja untuk mengadili perkara-perkara yang mereka hadapi (2 sam 15:6). Batsyeba tidak memberitahukan kepada suaminya supaya tidak mengganggu konsentrasi di medan perang. Batsyeba yang tidak meninggalkan suaminya, Batsyeba diam, dengan diamnya dia tidak mencemarkan suaminya, juga tidak mempermalukan Raja,.. Ya Betsyeba adalah istri yang baik dan istri yang sabar menderita, semua perkara dia coba tanggung sendiri, hingga ketika di puncak kekuatannya lah dia baru mengajukan kepada Raja untuk menimbang perkaranya.

Saat diketahuinya suaminya meninggal dunia, dalam medan pertempuran. Reaksi Batsyeba adalah: meratapi kematian suaminya itu, dan masuk dalam masa perkabungan.

http://www.sabdaspace.org/wanita_penggoda

Bukan hubungan suka-sama-suka, karena Daud perlu menanyakan siapakah wanita itu, jadi Daud tentunya bukan mengenal Batsyeba terlebih dahulu sebelum peristiwa sotoh istana ini

Batsyeba membersihkan diri dari kenajisannya. Itu ditulis dalam Alkitab, mengindikasikan bahwa Batsyeba memiliki kesadaran yang penuh akan kenajisan sebuah perzinahan, dan dikatakan Batsyeba PULANG ke rumahnya. Kalau suka sama suka tentunya Batsyeba akan tetap tinggal di istana raja.

Batsyeba hanyalah sebagai korban, terlihat dari teguran seorang Nabi Natan: II Sam 12: 4, Batsyeba tidak berdaya menolak perintah raja.

Kita lihat Ul 22:22-30

Tetapi jikalau di padang laki-laki itu bertemu dengan gadis yang telah bertunangan itu, memaksa gadis itu tidur dengan dia, maka hanyalah laki-laki yang tidur dengan gadis itu yang harus mati, tetapi gadis itu janganlah kauapa-apakan. Gadis itu tidak ada dosanya yang sepadan dengan hukuman mati, sebab perkara ini sama dengan perkara seseorang yang menyerang sesamanya manusia dan membunuhnya. Sebab laki-laki itu bertemu dengan dia di padang; walaupun gadis yang bertunangan itu berteriak-teriak, tetapi tidak ada yang datang menolongnya………. Seorang laki-laki janganlah mengambil isteri ayahnya dan jangan menyingkapkan punca kain ayahnya.

Apakah dengan melihat kejadian Daud bisa meniduri Batsyeba PASTI berarti tidak ada penolakan dari Batsyeba? Dalam ulangan 22 tertulis walaupun gadis itu teriak2 tidak akan yang menolong, sama kejadian dengan Tamar, walaupu teriak2 juga tidak ada yang mendengar.. meski di 2 Samuel tidak disebutkan Batsyeba teriak-teriak, namun juga tidak disebutkan batsyeba tidak menolak…

NAMUN dari kata Daud menyuruh mengambil, mengambil dalam bahasa mengambil <03947laqach artinya : to take, get, fetch, lay hold of, seize, receive, acquire, buy,
bring, marry, take a wife, snatch, take away
Dan kata laqach ini juga dipakai untuk kata mengambil istri ayahnya dari Ul 22:30.. ini lah yang biasa disebut insiatif dari Daud

PERJALANAN HIDUP BATSYEBA

Jadi ketika nama Batsyeba tidak bisa dilupakan orang dengan mudah hanya karena dia adalah sesosok ‘korban’ dari Daud, merupakan peristiwa naas. Memory buruk yang terus melekat dalam hidupnya.

Sama sekali kita jauhkan pemikiran bahwa Batsyeba juga ikut andil dalam ‘menjebak’ raja Daud dalam sebuah perselingkuhan terencana.

Masa Kehamilan anak haram

Dia hamil, dia harus berkata apa pada suaminya sepulang suaminya perang nanti. Dia memiliki 3 anak juga…apa kata mereka tentang adiknya ini nanti.

Rasa bersalah terhadap suaminya, merasa diri najis dan tidak layak.

Kalau sampai ayahnya tahu bagaimana, ayahnya adalah seorang prajurit yang disegani.

Kalau sampai kakeknya tahu bagaimana, kakeknya adalah seorang penasihat raja.

Janin ini dikandung dalam keadaan ibu yang stress/dalam tekanan.

Dalam keadaan hamil muda ( lebih kurang janin sudah berusia 1 bulan jika diketahui seorang perempuan tidak mendapat menstruasi pada bulan berikutnya) , dia mendengar kabar bahwa suaminya mati di medan laga.

Menghadapi kematian suami

Batsyeba pun meratap, menangis, berkabung atas kematian suaminya itu. Sudah sekian lamanya mereka menikah, dan kini dipisahkan oleh kematian.

Ini menambah beban stress juga pada si Batsyeba yang sedang hamil muda.

Menjadi Isteri Tanpa Cinta

Waktu berkabung telah lewat, kini Batsyeba dibawa ke rumah raja. Dinikahi oleh raja, dan akhirnya anak hasil perselingkuhan itu lahir.

Bisa jadi Batsyeba harus menjadi isteri raja , tanpa cinta, karena dia sangat mencintai Uria. Bisa jadi Batsyeba menikah dengan raja Daud, tetapi dalam hatinya ada dendam pada raja atas perlakuan raja yang kejam pada dirinya, pada suaminya, juga pada keluarga besarnya.

Bisa saja banyak perempuan memuja Daud sang raja yang hebat, pahlawan yang keren, dan penulis puisi yang romantis, tetapi di mata Batsyeba Daud tak lebih dari pria yang mengumbar nafsunya sehingga menghalalkan segala cara, dan dia serta keluarganya yang harus menjadi korbannya.

Nafsu beda dengan cinta. Perbuatan Daud padanya adalah nafsu sesaat.

Terpisah dari ketiga anaknya.

Bisa jadi Batsyeba harus terpisah dari ketiga anaknya yang terdahulu, hal ini bisa kita lihat dari Amsal 4; 3.  Dimana Salomo mengatakan saat dia kecil, dia tinggal sebagai anak tunggal, bisa jadi ketiga kakak kandung Salomo, yang adalah anak dari Uria orang Het dan Batsyeba, tidak ikut tinggal di istana bersama papa Daud.

Walaupun kita tidak tahu berapa usia anak-anaknya hasil pernikahannya dengan Uria itu, namun bagaimana pun juga harus terpisah dari ke3 anaknya yang lain , merupakan suatu beban tersendiri

Campur Tangan kehadiran Tuhan dalam sebuah keluarga

Bisa jadi Batsyeba hanya mencurahkan isi hatinya pada Tuhan, sampai akhirnya Tuhan mengutus nabi Natan untuk menegur dia

Titik pertobatan Daud pun terlihat di II Sam 12: 13. Sikap hati Daud yang sangat lembut dan mau ditegur inilah yang merupakan titik balik daripada pertobatan Daud.

Tuhan menulahi anak ini, sehingga pada usianya yang ke 7 hari ( belum sempat menginjak hari ke 8- anak ini mati- belum sempat diberi nama)

Bahkan ketika anak itu mati, Daud malah berhenti berpuasa, dan sujud menyembah pada Tuhan ( II Sam 12: 20). Daud tahu bahwasannya Tuhan berdaulat atas anak ini, dia siap menerima tulah kematian anak ini.

Menghadapi Kematian Anak

Bagaimana pun juga anak ini sudah dikandung dalam 9 bulan , 10 hari, tentunya dalam masa-masa berat mengandung yang penuh dengan gelombang emosi, dari marah, dendam, tidak bisa menolak dosa yang penuh aib, tidak kuasa menahan rasa bersalah terhadap suaminya, akhirnya pada puncaknya anak ini lahir dan setelah ditimang seminggu lamanya dalam kondisi sakit parah, anak ini mati.

Kesedihan yang beruntun dan membuat Batsyeba ini menjadi wanita pendiam. Kata-katanya tidak banyak ditulis dalam Alkitab. Bahkan untuk mengirim pesan pada Daud pun hanya dipakai 2 kata . “Aku mengandung” (II Sam 11;5)

Menghadapi aib yang terbuka  pada seluruh bangsa Israel

Setelah Daud ditegur oleh Nabi Natan, Daud membuat mazmur pengakuan dosa di Mazmur 51.

Dan mazmur ini dinyanyikan oleh paduan suara istana dan didengar oleh seluruh bangsa Israel.

Namanya pun ( Nama Batsyeba) disebut-sebut dalam pengakuan dosa ini, padahal semua perselingkuhan itu adalah inisiatif dari Daud dan Batsyeba tidak kuasa menolak sang baginda raja.

Pada titik inilah, namanya menjadi buah bibir pembicaraan orang banyak, dan pada titik inilah nama baik keluarganya, ayahnya, kakeknya tercoreng.

Pemulihan HATI

Perhatikan ayat berikut :

II Sam 12:24

Kemudian Daud menghibur hati Batsyeba, isterinya;

Inilah untuk pertama kali ditulis Daud perduli pada hati isterinya.

Setelah sebelum-sebelumnya Daud mencabik-cabik hati Batsyeba dengan menjadikannya korban, membunuh suaminya dengan kejam, memaksanya menjadi isterinya, baru kali inilah Daud perduli pada Hati ….hati seorang Batsyeba.

Ternyata Batsyeba sakit juga selama ini dimanfaatkan, diperas habis-habisan untuk memuaskan nafsu, tanpa cinta.

Tetapi setelah Daud bertobat, setelah Daud pulih hubungannya dengan Tuhan, Batsyeba melihat perubahan dalam hidup Daud, dimana Daud mulai melihat dirinya bukan sebagai objek pelampiasan nafsu, melainkan sebagai sesosok subyek yang perlu diperhatikan masalah hati.

Kemana selama ini keperdulian Daud, dia tidak pernah menghibur dia saat suaminya meninggal, dia tidak pernah menemaninya saat dia harus menghadapi aib ini…

Tinggal keputusan Batsyeba sekarang , apakah ia mau melepaskan pengampunan untuk Daud.

Ketika dia mau melepaskan pengampunan, saat itulah berkat Tuhan mengalir (Maz 133)

II Sam 12:24-25

Kemudian Daud menghibur hati Batsyeba, isterinya; ia menghampiri perempuan itu dan tidur dengan dia, dan perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki, lalu Daud memberi nama Salomo kepada anak itu. Tuhan mengasihi anak ini dan dengan perantaraan nabi Natan Ia menyuruh menamakan anak itu Yedija, oleh karena Tuhan

Yedija = “beloved of Jehovah”= disayangi Yehowa

Tuhan mengubah kutuk dalam keluarga ini menjadi berkat. Anak pertama yang mati, mati dalam kutuk, anak kedua yang dilahirkan ini, hidup dalam kasih Tuhan.

Karena Batsyeba hidup dalam pengampunan pada Daud, maka selama mengandung Salomo pun , Batsyeba memiliki emosi positif, sehingga kelak Salomo menjadi anak yang : wordsmart, menciptakan 300 amsal, pandai bergaul, karena pandai menjalin hubungan diplomatik dengan semua negara pada saat itu,  pandai design, pandai mengarang lagu/ musik, peneliti binatang dan tumbuhan.

Jadi bisa kita tarik kesimpulan pada point pertama :

  1. PEREMPUAN YANG KREATIF DIMULAI DARI HATI YANG MAU DIPULIHKAN

Bagaimana kehidupan Batsyeba selanjutnya?

  1. PEREMPUAN YANG KREATIF ADALAH PEREMPUAN YANG MEMPERSIAPKAN ANAK-ANAKNYA MENJADI PEMIMPIN
    • Batsyeba mendapatkan janji bahwa Salomo kelak akan menggantikan Daud menjadi raja, dan hal ini ditulis sampai 3 kali I Raj 1: 13, 17, 30.
    • Untuk itu sejak Salomo masih kecil (Amsal 4:3) , Batsyeba berperan penting mempersiapkan Salomo untuk menjadi pemimpin Israel.

Kita akan memakai banyak ayat dari Amsal, yang ditulis oleh Salomo, putra tunggal dari pasangan Daud dan Batsyeba ( kakak Salomo meninggal saat masih bayi). Dari kitab Amsal inilah kita akan banyak menggali bagaimana sebenarnya cara Batsyeba mendidik anak-anaknya, baik Natan maupun Salomo, sehingga mereka dipakai Tuhan masuk dalam daftar silsilah Yesus Kristus.  Karena tentunya Salomo bisa menuliskan Amsal salah satunya karena hasil dari cara didikan orang tuanya.

Perhatikan di sini bahwa penulisan kitab Amsal terdiri dari beberapa bagian:

  • Bagian pertama: pasal 1- pasal 4;4 a adalah perkataan dari DAUD kepada ‘hai anakku’ – generasi di bawahnya
  • Bagian kedua; dimulai dari catatan –catatan Salomo mengenai pengajaran ayahnya Daud- yang dimulai dari Pasal 4 : 4b- terus sampai pasal 9; 18
  • Bagian ketiga; kembali merupakan kata-kata Salomo. Pasal 10-24
  • Bagian keempat: pasal 25:1- pasal 29:27 adalah amsal Salomo yang dikumpulkan oleh pegawai-pegawai Hizkia, raja Yehuda.
  • Bagian kelima: pasal 31, perkataan Lemuel raja Masa ( bagian Amsal 31 ini, sengaja tidak saya pakai karena saya hanya memfokuskan pembahasan pada apa yang dikatakan oleh Salomo dan apa yang dikatakan oleh Daud pada Salomo- sehingga perkataan Lemuel ini- walaupun sering dikotbahkan tentang wanita yang bijak itu yang seperti apa- tidak saya ambil. Di sini kita murni menyelidiki pribadi Batsyeba dalam mendidik anak-anaknya)

Kita lihat di sini bahwa hasil didikan Daud dan Batsyeba pada Salomo, membuat Salomo memiliki prinsip-prinsip hidup yang ditularkannya pada generasi berikunya ( hai anakku) – dan bahkan sampai menjadi semacam semboyan yang dianut oleh umum ( dikoleksi oleh pegawai –pegawai Hizkia)

Darimana Salomo bisa menuliskan tentang isteri/perempuan/ibu/ayah, dst….dari apa yang sudah ditanamkan ayah dan ibunya sejak ia kecil (Amsal 4; 3-4) Dia melihat sosok Batsyeba, bagaimana Batsyeba mencetak dia menjadi seorang calon pemimpin bangsa.

  1. PEREMPUAN YANG KREATIF ADALAH PEREMPUAN YANG MENGAJAR

 

Amsal 1: 8 ( perkataan Salomo sendiri) Amsal 6: 20 ( perkataan Daud pada Salomo)

 

  1. PEREMPUAN YANG MENGAJAR AKAN MEMETIK KARAKTER ANAK YANG TERPUJI

Amsal 10:1 ( perkataan Salomo), Amsal 15:20 ( perkataan salomo)

Amsal 17: 25 ( perkataan Salomo)

  1. PEREMPUAN YANG KREATIF MENJADIKAN KARAKTER ANAK YANG TERPUJI/ AKHLAK SEBAGAI HAL UTAMA YANG DICETAK PADA ANAK-ANAK, YANG MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN – jadi bukan juara kelas, bukan piala, bukan uang banyak, bukan jabatan tinggi, dll

Amsal 23: 1-26 ( Perkataan Salomo)-

sepanjang pasal 23- menahan nafsu rakus ( ayat 1-3)- pandangan atas kekayaan ( ayat 4-8), pandai memilih pendengar ( ayat 9)- integritas ( 10-11, 16), penuh perhatian ( 12), iri hati (17), anti miras dan dugem ( ayat 21), hormat orang tua ( 22-26), anti free sex ( ayat 27), anti narkoba (29-35)

  1. PEREMPUAN YANG KREATIF ADALAH PEREMPUAN YANG BISA MENANAMKAN SIFAT MENGHORMATI ORANG TUA PADA ANAK-ANAKNYA, KARENA INI ADALAH KUNCI BERKAT UNTUK MASA DEPAN MEREKA KELAK.

Amsal 19: 26, 20:20, 23:22, semuanya adalah perkataan Salomo.

Amsal 28:24- koleksi pegawai Hizkia, perkataan Salomo.

  1. PEREMPUAN YANG KREATIF ADALAH PEREMPUAN YANG TAHU CARA MENDISIPLIN ANAK-ANAKNYA

Amsal 29:15- koleksi pegawai Hizkia, perkataan Salomo.

  1. KARAKTER SEORANG PEREMPUAN YANG KREATIF:
    1. Baik Hati Amsal 11: 16 ( Perkataan Salomo)
    2. Tahu sopan santun Amsal 11: 22 ( Perkataan Salomo)
    3. Cakap Amsal 12: 4 ( Perkataan Salomo)
    4. Bijak- sehingga rumahnya berdiri/ dibangun, tidak merobohkannya dengan tangannya sendiri Amsal 14:1 ( Perkataan Salomo)
    5. Berakal budi Amsal 19;14 ( Perkataan Salomo)
    6. Menciptakan suasana damai di rumah Amsal 19:13- (Perkataan Salomo)
    7. Amsal 21:9, 19 ( Perkataan Salomo); 25:24, (Koleksi pegawai Hizkia, perkataan Salomo) tidak suka bertengkar, sehingga suami betah tinggal di rumah
    8. Rajin berkarya/bekerja/karier Amsal 27; 25-27, (Koleksi pegawai Hizkia, perkataan Salomo)

Pada akhirnya setelah bertahun tahun mendidik Salomo dengan baik, Batsyeba mengingatkan Daud untuk menobatkan Salomo menjadi raja menggantikan dia, pada saat itu Adonia mengangkat dirinya sendiri menjadi raja.

Setelah kita mendidik anak-anak dan menjadi wanita yang kreatif dalam keluarga, maka pada akhirnya kita akan melihat hasilnya ketika mereka dewasa.

Perempuan yang kreatif, akan menjadikan keluarganya keluarga yang memuliakan nama Tuhan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: