'manusia hidup bukan dari roti saja…'

Semua materi ini dapat anda download secara gratis langsung dari komputer saya, dan dapat anda sharekan jika anda terdorong untuk itu , klik tulisan biru di bawah ini… (dengan mendownload ini berarti anda mendapatkan tampilan yang lebih baik dari semua tabel yang ada di tulisan wordpress yang tidak sempurna ini, dan juga anda mendapatkan seri editing 2)

RAHASIA DI BALIK SILSILAH YESUS KRISTUS

Keterangan untuk para pembaca:

Mohon maaf bila pada pembahasan panjang lebar di bawah ini,  terpaksa ada bagian-bagian yang diulangi / disinggung/dibahas kembali, karena ini seperti jalinan, saat kita membahas Daud, kita tak terlepas dari pembahasan mengenai Uria, demikian seterusnya, sehingga ada pembahasan yang berulang Hal ini kita lakukan mengingat ada penyorotan yang lebih mendalam mengenai suatu tokoh yang mau tidak mau terkait dengan pembahasan mengenai peristiwa lain yang menyangkut tokoh lain. Jika pembahasan dimungkinkan tidak berulang, dikawatirkan sisi kronologisnya dirusak oleh pengurangan pengulangan itu. Jadi jika anda bisa memaklumi, anda saya harap tidak akan bosan belajar bersama.

Sebenarnya ada keuntungan daripada hal tersebut, jika anda ingin mengkotbahkan naskah ini secara berseri/ khotbah seri, maka anda tidak perlu lagi mencari data dari bagian-bagian lain, karena per bagian sudah memiliki data lengkap ( walaupun mungkin ada bagian-bagian yang berulang dari ulasan sebelumnya)- dan hal ini menolong jemaat yang belum sempat mendengar seri sebelumnya, serta menolong jemaat yang sudah pernah mengikuti seri sebelumnya melalui pengulangan beberapa hal penting, tetap bisa mengingat kembali info dari seri-seri sebelumnya

Materi ini pernah di sampaikan di GKII Bener Yogyakarta, pada ibadah raya, tanggal 28 Desember 2014 menutup akhir tahun 2014.

20141228_072352

20141228_100553

DARTAR ISI:

  1. KUTIPAN ALKITAB MENGENAI DUA SILSILAH YESUS KRISTUS
  2. TABEL PENELITIAN SILSILAH YESUS KRISTUS
  3. SELUK BELUK KELUARGA DAUD
    1. ISTERI DAUD DAN ANAK-ANAKNYA
    2. ANAK-ANAK DAUD
  4. SIAPA SEBENARNYA NATAN?
  5. APAKAH MUNGKIN NATAN ADALAH SALAH SEORANG ANAK DARI URIA ORANG HET ITU?
  6. MENELITI LEBIH JAUH PRIBADI URIA ORANG HET
    1. ARTI NAMA URIA
    2. KEBANGSAAN URIA
    3. SEJARAH HIDUP URIA
    4. KEPRAJURITAN URIA
    5. PENYEBUTAN NAMA URIA DALAM ALKITAB
  7. MENELITI LEBIH JAUH PRIBADI BATSYEBA
    1. ARTI NAMA BATSYEBA
    2. LATAR BELAKANG KELUARGA BATSYEBA
    3. KISAH SOTOH ISTANA
    4. PERGUMULAN BATIN BATSYEBA
    5. BATSYEBA SI IBU RUMAH TANGGA
    6. APA KATA DAUD DAN SALOMO TENTANG BATSYEBA
    7. KETUNDUKAN BATSYEBA PADA SUAMINYA
    8. KEUNIKAN PENYEBUTAN NAMA BATSYEBA TERKAIT DENGAN PERBANDINGAN PENYEBUTAN NAMA IBU-IBUNDA LAIN DARI RAJA-RAJA YEHUDA LAINNYA
    9. TABEL PENGARUH PEREMPUAN DALAM HIDUP RAJA-RAJA YEHUDA
  8. MENELITI LEBIH JAUH PRIBADI SALOMO
  9. PENELITIAN TENTANG ADAM DAN POLA TIGA GENERASI
  10. KESIMPULAN ; RAHASIA DI BALIK SILSILAH YESUS KRISTUS

Semua Pembahasan kita akan terkait dengan sumber bacaan utama kita yang diambil dari 2 silsilah Yesus Kristus sbb:

Silsilah Yesus Kristus

Matius 1: 1-17

1:1 Inilah silsilah Yesus Kristus 1  2 ,

anak Daud 3 , a 

anak Abraham. b 

1:2 Abraham memperanakkan Ishak, c 

Ishak memperanakkan Yakub, d 

Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, e 

1:3 Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, 

f  Peres memperanakkan Hezron,

Hezron memperanakkan Ram,

1:4 Ram memperanakkan Aminadab,

Aminadab memperanakkan Nahason,

Nahason memperanakkan Salmon,

1:5 Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, g 

Boas memperanakkan Obed dari Rut,

Obed memperanakkan Isai,

1:6 Isai memperanakkan raja Daud. h 

Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria, i 

1:7 Salomo memperanakkan Rehabeam,

Rehabeam memperanakkan Abia,

Abia memperanakkan Asa,

1:8 Asa memperanakkan Yosafat, Y

osafat memperanakkan Yoram,

Yoram memperanakkan Uzia,

1:9 Uzia memperanakkan Yotam,

Yotam memperanakkan Ahas,

Ahas memperanakkan Hizkia,

1:10Hizkia memperanakkan Manasye,

 j  Manasye memperanakkan Amon,

Amon memperanakkan Yosia,

1:11 Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel. k 

1:12 Sesudah pembuangan ke Babel,

Yekhonya memperanakkan Sealtiel, l 

Sealtiel memperanakkan Zerubabel, m 

1:13 Zerubabel memperanakkan Abihud,

Abihud memperanakkan Elyakim,

Elyakim memperanakkan Azor,

1:14 Azor memperanakkan Zadok,

Zadok memperanakkan Akhim,

Akhim memperanakkan Eliud,

1:15 Eliud memperanakkan Eleazar,

Eleazar memperanakkan Matan,

Matan memperanakkan Yakub,

1:16 Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, n 

yang melahirkan Yesus 4  yang disebut Kristus. o 

1:17 Jadi seluruhnya ada:

empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud,

empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel,

dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.

Silsilah Yesus

Lukas 3: 23-38

3:23 5 Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, k 

Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun

dan menurut anggapan orang,

Ia adalah anak Yusuf, l 

anak Eli,

3:24 anak Matat,

anak Lewi,

anak Malkhi,

anak Yanai,

anak Yusuf,

3:25 anak Matica,

anak Amos,

anak Nahum,

anak Hesli,

anak Nagai,

3:26 anak Maat,

anak Matica,

anak Simei,

anak Yosekh,

anak Yoda,

3:27anak Yohanan,

anak Resa,

anak Zerubabel, m 

anak Sealtiel,

anak Neri,

3:28 anak Malkhi,

anak Adi,

anak Kosam,

anak Elmadam,

anak Er,

3:29 anak Yesua,

anak Eliezer,

anak Yorim,

anak Matat,

anak Lewi,

3:30 anak Simeon,

anak Yehuda,

anak Yusuf,

anak Yonam,

anak Elyakim,

3:31 anak Melea,

anak Mina,

anak Matata,

anak Natan, n 

anak Daud,

3:32 anak Isai,

anak Obed,

anak Boas,

anak Salmon,

anak Nahason,

3:33 anak Aminadab,

anak Admin,

anak Arni,

anak Hezron,

anak Peres, o 

anak Yehuda,

3:34 anak Yakub,

anak Ishak,

anak Abraham,

anak Terah,

anak Nahor, p 

3:35 anak Serug,

anak Rehu,

anak Peleg,

anak Eber,

anak Salmon,

3:36 anak Kenan,

anak Arpakhsad, q 

anak Sem,

anak Nuh,

anak Lamekh, r 

3:37 anak Metusalah,

anak Henokh,

anak Yared,

anak Mahalaleel,

anak Kenan, s 

3:38 anak Enos,

anak Set,

anak Adam,

anak Allah. t 

UNTUK MENGERTI SEMUA ULASAN DI BAWAH INI,

ANDA PERLU MEMPERHATIKAN TABEL PERBEDAAN DAN PERSAMAAN

SILSILAH YESUS KRISTUS MENURUT VERSI KITAB MATIUS

DAN MENURUT VERSI KITAB LUKAS

emua pembahasan di bawah ini akan terkait dengan Silsilah Yesus Kristus

yang tertera dalam tabel berikut ini

*keterangan: pada tabel di bawah ini, nama yang ditulis sejajar kolom, tidak berarti hidup pada generasi/ zaman yang sama- karena jumlah nama/jumlah generasi pada versi kitab Matius lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah nama/jumlah generasi pada versi kitab Lukas. Kecuali yang berwarna biru adalah orang yang sama.

TABEL SILSILAH YESUS KRISTUS

SILSILAH MENURUT KITAB MATIUS APAKAH NAMA INI ADA DI PL? KESAMAAN ORANG DARI DUA MACAM SILSILAH INI KESAMAAN ORANG DARI DUA MACAM SILSILAH INI SILSILAH MENURUT KITAB LUKAS APAKAH NAMA INI ADA DI PL? ORANG INI TIDAK PERNAH DIBAHAS DI PL
1. Adam Nama ini tercantum di  Kej 5: 1-32
2.Set Nama ini tercantum di  Kej 5: 1
3.Enos Nama ini tercantum di  Kej 5: 1
4.Kenan Nama ini tercantum di  Kej 5: 1
5. Mahalaleel Nama ini tercantum di  Kej 5: 1
6. Yared Nama ini tercantum di  Kej 5: 1
7. Henokh Nama ini tercantum di  Kej 5: 1
8. Metusalah Nama ini tercantum di  Kej 5: 1
9. Lamekh Nama ini tercantum di  Kej 5: 1
10. Nuh Nama ini tercantum di  Kej 5: 1
11. Sem Nama ini tercantum di  Kej 5: 1
12. Arpakhsad Nama ini tercantum di Kej 10 : 22
13. Kenan Nama ini hanya muncul di silsilah versi kitab Lukas saja, kemungkinan adalah nama anak Arpaksad yang lain (Kej 11:13)
14. Salmon Nama ini hanya muncul di silsilah versi kitab Lukas saja. Sama nama dengan ayah Boas, tetapi berbeda orang
15. Eber Nama ini muncul di Kej 11:15
16. Peleg Nama ini muncul di Kej 11:16
17. Rehu Nama ini muncul di Kej 11: 18
18. Serug Nama ini muncul di Kej 11: 20
19. Nahor Nama ini muncul di Kej 11: 22
20. Terah Nama ini muncul di Kej 11: 24
KESIMPULAN : ADA 20 KETURUNAN DARI ADAM SAMPAI TERAH MENURUT VERSI LUKAS
1.Abraham 14 keturunan dari Abraham sampai DaudKisah Abraham bisa dibaca di Kitab Kejadian Nama yg sama muncul di silsilah versi kitab Lukas Nama yang sama muncul di silsilah versi kitab Matius 21.  (1) Abraham Kisah Abraham bisa dibaca di Kitab Kejadian
2. Ishak. Kisah Ishak bisa dibaca di Kitab Kejadian Nama yg sama muncul di silsilah versi kitab Lukas Nama yang sama muncul di silsilah versi kitab Matius 22. (2) Ishak. Kisah Ishak bisa dibaca di Kitab Kejadian
3. Yakub Kisah Yakub bisa dibaca di Kitab Kejadian Nama yg sama muncul di silsilah versi kitab Lukas Nama yang sama muncul di silsilah versi kitab Matius 23. (3) Yakub Kisah Yakub bisa dibaca di Kitab Kejadian
4. Yehuda Kisah Yehuda bisa dibaca di Kitab Kejadian Nama yg sama muncul di silsilah versi kitab Lukas Nama yang sama muncul di silsilah versi kitab Matius 24. (4) Yehuda Kisah Yehuda bisa dibaca di Kitab Kejadian
5. Peres Nama Peres muncul di Rut 4; 18-22 Nama yg sama muncul di silsilah versi kitab Lukas Nama yang sama muncul di silsilah versi kitab Matius 25. (5) Peres Nama Peres muncul di Rut 4; 18-22
6. Hezron Nama Hezron muncul di Rut 4; 18-22 Nama yg sama muncul di silsilah versi kitab Lukas Nama yang sama muncul di silsilah versi kitab Matius 26. (6) Hezron Nama Hezron muncul di Rut 4; 18-22
27. (7) Arni Nama ini hanya muncul di silsilah versi kitab Lukas saja.
7. Ram Nama Ram  muncul di Rut 4; 18-22 Nama yg sama muncul di silsilah versi kitab Lukas Nama yang sama muncul di silsilah versi kitab Matius 28. (8) Admin/ Aram Nama ini muncul sebagai Ram di Rut 4: 18-22
8. Aminadab Nama Aminadab muncul di Rut 4; 18-22 Nama yg sama muncul di silsilah versi kitab Lukas Nama yang sama muncul di silsilah versi kitab Matius 29. (9) Aminadab Nama Aminadab muncul di Rut 4; 18-22
9. Nahason Nama Nahason muncul di Rut 4; 18-22 Nama yg sama muncul di silsilah versi kitab Lukas Nama yang sama muncul di silsilah versi kitab Matius 30.(10) Nahason Nama Nahason muncul di Rut 4; 18-22
10. Salmon Nama Salmon  muncul di Rut 4; 18-22 Nama yg sama muncul di silsilah versi kitab Lukas Nama yang sama muncul di silsilah versi kitab Matius 31.(11) Salmon Nama Salmon  muncul di Rut 4; 18-22
11. Boaz Nama Boaz muncul di Rut 4; 18-22 Nama yg sama muncul di silsilah versi kitab Lukas Nama yang sama muncul di silsilah versi kitab Matius 32. (12) Boaz Nama Boaz muncul di Rut 4; 18-22
12.Obed Nama Obed muncul di Rut 4; 18-22 Nama yg sama muncul di silsilah versi kitab Lukas Nama yang sama muncul di silsilah versi kitab Matius 33.(13) Obed Nama Obed muncul di Rut 4; 18-22
13.Isai Nama Isai muncul di Rut 4; 18-22 Nama yg sama muncul di silsilah versi kitab Lukas Nama yang sama muncul di silsilah versi kitab Matius 34.(14) Isai Nama Isai muncul di Rut 4; 18-22
14.Daud Nama Daud muncul di Rut 4; 18-22 Nama yg sama muncul di silsilah versi kitab Lukas Nama yang sama muncul di silsilah versi kitab Matius 35.(15) Daud Nama Daud muncul di Rut 4; 18-22
KESIMLULAN: DARI ADAM SAMPAI DAUD ADA 14 KETURUNAN MENURUT VERSI KITAB MATIUS DAN ADA 15 KETURUNAN MENURUT VERSI KITAB LUKASDENGAN DEMIKIAN ADA SELISIH 1 GENERASI
15. ( 1) Salomo. 14 keturunan dari Daud sampai pembuangan ke BabelSilsilah kitab Matius ini mengambil garis Daud- Salomo 36. (1) Natan Silsilah kitab Lukas ini mengambil garis Daud-Natan.
16. (2) Rehabeam Nama Raja Rehabeam dicatat juga di I Taw 3:10 37.(2) Matata Nama ini hanya muncul di silsilah versi kitab Lukas saja.
17. (3) Abia Nama  Raja Abia dicatat juga di I Taw 3:10 38. (3) Mina Nama ini hanya muncul di silsilah versi kitab Lukas saja.
18. (4) Asa- Nama Raja Asa dicatat juga di I Taw 3:10 39. (4) Melea Nama ini hanya muncul di silsilah versi kitab Lukas saja.
19. (5) Yosafat- Nama Raja Yosafat dicatat juga di I Taw 3:10 40.(5) Elyakim Nama ini hanya muncul di silsilah versi kitab Lukas saja. Namanya sama dengan Elyakim anak Abihud ( dalam silsilah versi Matius), tetapi beda orang
20. (6) Yoram- Nama Raja Yoram dicatat juga di I Taw 3:10 41.(6) Yonam Nama ini hanya muncul di silsilah versi kitab Lukas saja.
42.(7) Yusuf Nama ini sangat umum dipakai oleh bangsa Israel. Namun orang ini berbeda dengan Yusuf-Yusuf lainnya
43.(8) Yehuda Nama ini sangat umum dipakai oleh bangsa Israel. Namun orang ini berbeda dengan Yehuda lainnya
Seharusnya ada raja Ahazia – namanya tidak dicantumkan di silsilah ini 44.(9) Simeon Nama ini sangat umum dipakai oleh bangsa Israel. Namun orang ini berbeda dengan Simeon lainnya
Seharusnya ada Yoas, namanya tidak dicantumkan dalam silsilah ini. Ratu Atalya tidak saya masukkan di sini karena dia memerintah 6 tahun dan pada tahun ke 7 langsung dipimpin Yoas yang usianya baru 7 tahun, saya anggap 1 generasi saja. 45.(10) Lewi Nama ini sangat umum dipakai oleh bangsa Israel. Namun orang ini berbeda dengan Lewi lainnya
Seharusnya ada Amazia , namanya tidak dicantumkan dalam silsilah ini 46.(11) Matat Nama ini muncul dua kali pada silsilah ini, artinya ini nama umum
21. (7) Uzia Nama Raja Uzia dicatat juga di II Raj 15:32 47.(12) Yorim Nama ini hanya muncul di silsilah versi kitab Lukas saja.
22. (8) Yotam Nama Raja Yotam dicatat juga di II Raj 15:32 48.(13) Eliezer Nama ini hanya muncul di silsilah versi kitab Lukas saja.
23. (9) Ahaz Nama Raja Ahaz juga dicatat di II Raj 16 49.(14) Yesua Banyak nama kembar seperti ini dalam nama-nama Israel, tetapi Yesua ini berbeda dengan Yosua lainnya
24. (10) Hizkia Nama Raja Hizkia juga dicatat di II Raj 18 50.(15) Er Nama ini hanya muncul di silsilah versi kitab Lukas saja.
25 ( 11) Manasye Nama Raja Manasye juga dicatat di II Raj 21 51.(16) Elmadam Nama ini hanya muncul di silsilah versi kitab Lukas saja.
26. (12) Amon Nama Raja Amon juga dicatat di II Raj 21: 19 52.(17) Kosam Nama ini hanya muncul di silsilah versi kitab Lukas saja.
27. (13) Yosia Nama Raja Yosia juga dicatat di II Raj 22 53. (18) Adi Nama ini hanya muncul di silsilah versi kitab Lukas saja.
Seharusnya ada Yoahas / Yohanan ( memerintah 3 bulan) namanya tidak dicantumkan dalam silsilah ini. Juga pada generasi yang sama ada Elyakim/ Yoyakim yang memerintah 11 tahun- LIHAT BAGAN DI BAWAH TABEL INI 54.(19) Malki Nama ini muncul dua kali dalam silsilah ini, namun berbeda orang
28. (14) Yekhonya Nama Raja Yekhonya juga dicatat di Ester 2:6.I Taw 3: 14-16 Yekhonya adalah cucu Yosia ( penulisan seperti ini, lazim, ada lompatan generasi)Nama lain Yekhonya adalah Yoyakin, memerintah hanya selama 3 bulan II Raj 24:8

Pada masa pembuangan dia menjadi orang kurungan I TAW 3: 17

55.(20) Neri Nama ini hanya muncul di silsilah versi kitab Lukas saja.
KESIMPULAN: MENURUT VERSI KITAB MATIUS ADA 14 KETURUNAN DARI SALOMO SAMPAI YEKHONYATETAPI MENURUT VERSI KITAB LUKAS ADA 20 KETURUNANKarena ada penulisan lompat generasi, telah kita telaah ada selisih 2 generasi.
29. ( 1) Sealtiel 14 keturunan dari Pembuangan ke Babel sampai KristusNama ini muncul di Esra 5:2,

Nama ini muncul juga di I Taw 3:17.

Nama yg sama muncul di silsilah versi kitab Lukas Nama yang sama muncul di silsilah versi kitab Matius 56. (1) Sealtiel Nama ini muncul di Esra 5:2

Nama ini muncul juga di I Taw 3:17.

30. (2) Zerubabel Nama ini muncul di Esra 5:2Nama ini muncul di I Taw 3:17-19 sebagai keponakan dari Sealtiel. Nama yg sama muncul di silsilah versi kitab Lukas Nama yang sama muncul di silsilah versi kitab Matius 57.(2) Zerubabel Nama ini muncul di Esra 5:2Nama ini muncul di I Taw 3:17-19 sebagai keponakan dari Sealtiel.
31. (3) Abihud Nama ini hanya muncul di silsilah versi kitab Matius saja. Nama ini tidak muncul di I Taw pasal 3 yang membahas keturunan Zerubabel. Nama ini terkenal, karena nama yang sama adalah nama dari cucu Benyamin 58. (3) Resa Nama ini hanya muncul di silsilah versi kitab Lukas saja.
32. (4) Elyakim Nama ini hanya muncul di silsilah versi kitab Matius saja. 59. ( 4) Yohanan Nama ini hanya muncul di silsilah versi kitab Lukas saja.
33. (5) Azor Nama ini hanya muncul di silsilah versi kitab Matius saja. 60.( 5) Yoda Banyak nama kembar seperti ini dalam nama-nama Israel, tetapi Yoda ini berbeda dengan Yoda lainnya
34. (6) Zadok Nama ini hanya muncul di silsilah versi kitab Matius saja. 61.(6) Yosekh Banyak nama kembar seperti ini dalam nama-nama Israel, tetapi Yosekh ini berbeda dengan Yosekh lainnya
35. (7) Akhim Nama ini hanya muncul di silsilah versi kitab Matius saja. 62.(7) Simei Nama ini hanya muncul di silsilah versi kitab Lukas saja.Banyak nama kembar seperti ini dalam nama-nama Israel, tetapi Simei ini berbeda dengan Simei lainnya
36. (8) Eliud Nama ini hanya muncul di silsilah versi kitab Matius saja. 63.(8) Matica Ada dua nama yang sama dalam silsilah versi Lukas ini, tetapi orangnya berbeda
37. (9) Eleazar Nama ini hanya muncul di silsilah versi kitab Matius saja. 64. (9) Maat Nama ini hanya muncul di silsilah versi kitab Lukas saja.
38. (10) Matan Nama ini hanya muncul di silsilah versi kitab Matius saja. 65.(10) Nagai Nama ini hanya muncul di silsilah versi kitab Lukas saja.
39 . (11) Yakub Banyak nama kembar seperti ini dalam nama-nama Israel, tetapi Yusuf ini berbeda dengan Yusuf yang lainnya 66. ( 11) Hesli Nama ini hanya muncul di silsilah versi kitab Lukas saja.
40. (12) Yusuf Nama ini hanya muncul di silsilah versi kitab Matius saja. 67.(12) Nahum Nama ini hanya muncul di silsilah versi kitab Lukas saja.
68. (13) Amos Nama ini hanya muncul di silsilah versi kitab Lukas saja.Sama nama dengan Amon di silsilah versi kitab Matius, tetapi berbeda orang
69.(14) Matica Ada dua nama yang sama dalam silsilah versi Lukas ini, tetapi orangnya berbeda
70. (15) Yusuf Banyak nama kembar seperti ini dalam nama-nama Israel, tetapi Yusuf ini berbeda dengan Yusuf yang lainnya
71. (16) Yanai Nama ini hanya muncul di silsilah versi kitab Lukas saja.
72.(17) Malki Nama ini muncul dua kali dalam silsilah ini, namun berbeda orang
73.(18) Lewi Banyak nama kembar seperti ini dalam nama-nama Israel, tetapi Lewi ini berbeda dengan Lewi yang lainnya
74.(19) Matat Nama ini muncul dua kali dalam silsilah ini, namun berbeda orang
75.(20) Eli/ AYAH MARIA , PERAWAN YANG MELAHIRKAN YESUS KRISTUS. Nama ini hanya muncul di silsilah versi kitab Lukas saja.
76.(21) Yusuf Banyak nama kembar seperti ini dalam nama-nama Israel, tetapi Yusuf ini berbeda dengan Yusuf yang lainnya
41. (13) Yesus Silsilah ini membahas silsilah Yesus Kristus. 77. ( 22) Yesus Silsilah ini membahas silsilah Yesus Kristus.
KESIMPULAN. MENURUT KETERANGAN SILSILAH VERSI KITAB MATIUS SEHARUSNYA ADA 14 KETURUNAN, TETAPI HITUNGAN SAMPAI KRISTUS ADA 13 KETURUNAN, KITA AKAN SELIDIKI NANTIJADI ADA SELISIH GENERASI DARI AMOS (13-) SAMPAI YUSUF (21) TOTAL SELISIH 9 GENERASI/ 10 GENERASI BILA SILSILAH VERSI MATIUS ANGKA MISTERIUS GENERASI KE 42 DIPECAHKAN MISTERINYA KESIMPULAN : ADA SELISIH HANYA 1 GENERASI TERJADI DI NAMA-NAMA DARI ABRAHAM SAMPAI DAUDTETAPI

ADA SELISIH GENERASI DARI SALOMO SAMPAI SEALTIEL- NATAN SAMPAI SEALTIEL SEBANYAK 2 GENERASI SAJA

DAN ADA SELISIH LAGI DARI ZERUBABEL KE YESUS- ZERUBABEL KE YESUS SEBANYAK 9 GENERASI/ 10 GENERASI

KESIMPULAN : DARI ADAM SAMPAI KEPADA KRISTUS ADA 77 NAMA, DARI ABRAHAM SAMPAI KEPADA KRISTUS 77-20= 57 NAMA

BAGAN RAJA-RAJA YEHUDA

PADA MASA PRA PEMBUANGAN DAN PEMBUANGAN

Baca di  I Taw 3:17, Mat 1:11, Mat 1:12, I Taw 3:16, Ester 2:6, I Taw 3:15, II Raj 24:6, II Raj 24:17, II Raj 24: 8, Yer 34: 6

RAJA YOSIA

1. Yohanan/ Yoahas. Dia adalah anak sulung raja Yosia hanya memerintah 3 bulan. Dipecat raja Mesir dan digantikan dengan adiknya, Elyakim/ Yoyakim
2. Elyakim/ Yoyakim, dia adalah anak kedua daripada Raja Yosia , dia menggantikan kakaknya, dan namanya diganti oleh raja Mesir, menjadi Yoyakim, ia memerintah 11 tahun
3. Yekhonya/ Yoyakin hanya memerintah 3 bulan 10 hari.Dia memiliki anak bernama Zedekia. Nama anaknya ini kembar nama dengan nama pamannya yaitu adik daripada ayahnya yang juga bernama Zedekia
4. pemerintahan Yekhonya dilanjutkan oleh Zedekia, Zedekia adalah anak ketiga daripada Raja Yosia. Namanya sama dengan nama anak daripada Yekhonya ( keponakannya) Dia memerintah 11 tahun

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh karena itu, walaupun pernah terjadi perpindahan kekuasaan dalam 4 kali pemerintahan 4 raja, mulai dari raja Yosia, beralih kepada raja Yohanan/Yoahas, beralih pada raja Yoyakim / raja Elyakim, kemudia berlaih lagi pada raja Yekhonya/Yoyakin dan berakhir pada raja Zedekia, namun dari Yosia ke Yekhonya hanya saya perhitungkan lompat 1 generasi saja, karena Yekhonya adalah cucu daripada Yosia.

 

Di samping itu  masa pemerintahan Zedekia yang 11 tahun sama dengan dihitung pada generasi Yekhonya karena Yekhonya hanya memerintah 3 bulan 10 hari, sementara itu Zedekia memerintah 11 tahun di Israel sementara bangsa Israel ada dalam pembuangan di Babel.

 

 

 

SIAPAKAH SESUNGGUHNYA NATAN

DALAM SILSILAH YESUS KRISTUS

MENURUT VERSI LUKAS 3:31

Silsilah Yesus Kristus tertulis dalam dua kitab Injil, yaitu di Kitab Matius dan juga di kitab Lukas. Tepatnya di Matius 1: 1-17, dan di Lukas 3: 23-38

Perbedaan daripada kedua silsilah ini adalah, yang di kitab Matius adalah garis keturunan Yesus melewati Yusuf, ayah Yesus secara hukum. Dalam silsilah di kitab Matius ini, tercantum nama Daud, dan Salomo.

‘Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria.’

Sedangkan yang di kitab Lukas adalah garis keturunan Yesus melewati Maria, ibu Yesus. Dalam silsilah di kitab Matius ini, tercantum nama Daud dan Natan.

‘anak Natan, anak Daud….dst.’

Kalau Salomo, semua orang tahu siapa dia, tetapi untuk Natan….kita akan selidiki bersama siapa sebenarnya Natan ini.

Untuk mengetahui siapa sebenarnya Natan yang merupakan orang yang namanya disebut di silsilah Yesus Kristus menurut versi kitab Lukas ini, kita perlu tahu dahulu seluk beluk keluarga Daud.

SELUK BELUK KELUARGA DAUD

Seluk beluk keluarga Daud dapat kita temui dalam beberapa catatan di Alkitab berikut ini:

 

ISTERI ISTERI DAUD DAN ANAK-ANAKNYA

(rangkuman ini disusun berdasarkan urutan kronologis peristiwa)

  1. Mikhal adalah anak Saul yang menjadi istri pertama Daud, dan Mikhal tidak memiliki anak. Mikhal menjadi istri Daud saat Daud masih belum melarikan diri dalam pengejaran panjang Saul terhadapnya.

I Sam 16: 27

Kemudian Saul memberikan Mikhal , anaknya, kepadanya menjadi istrinya.

Pada saat Daud ada dalam pelarian dikejar-kejar Saul, Mikhal ini oleh Saul diberikan kepada Palti bin Lais, yang dari Galim I Sam 25: 44. Sampai hari matinya Mikhal tidak memiliki anak. (2 Samuel 6: 23). Namun bila kita baca di II Sam 21:8, bisa jadi (menurut para penafsir Alkitab) Mikhal ini membesarkan ke-5 anak daripada Merab kakaknya yang meninggal lebih dulu, karena dalam bahasa aslinya dalam ayat ini tetap menuliskan nama Mikhal, bukan nama Merab. Berbeda dengan Alkitab Indonesia yang mengubah teks ini menjadi nama Merab. Namun perlu juga diketahui bahwasannya Alkitab tidak pernah menuliskan siapa nama ke-5 anak Merab yang menurut penafsiran kemudian dibesarkan oleh Mikhal ini. Bahkan sampai ke 5 orang cucu Saul dari Merab ini harus menjadi korban hutang nyawa daripada Saul terhadap orang-orang Gibeon, kelima nama anak Merab ini tidak pernah dicantumkan dalam Alkitab.

  1. Ahinoam, perempuan Yizreel, diperistri oleh Daud sebagai istri keduanya, diperistri dalam masa Daud melarikan diri dari kejaran Saul ( I Sam 25: 43) . Pada saat Daud tinggal di Ziglag selama satu tahun enam bulan ( I Sam 27:7) istri Daud Ahinoam dicatat juga ikut rombongan Daud ( I Sam 27:3). Ahinoam ikut ditawan oleh orang Amalek pada peristiwa terbakarnya Zigkag ( I Sam 30:5). Ahinoam ikut menetap di Hebron saat Daud menjadi raja atas kaum Yehuda.( 2 Sam 2: 2). Ahinoam kemungkinan bukan janda pada saat  dinikahi oleh Daud, karena tidak tercatat ia pernah memiliki nama suami yang sebelumnya.
  1. Abigail, bekas istri Nabal, orang Karmel, diperistri Daud sebagai istri ketiganya, diperistri Daud juga pada masa yang sama dengan Ahinoam, yaitu dalam masa Daud melarikan diri dari kejaran Saul ( I Sam 25:42). Pada saat Daud tinggal di Ziglag selama satu tahun enam bulan ( I Sam 27:7) istri Daud Abigail ini dicatat juga ikut rombongan Daud ( I Sam 27:3). Abigail ikut ditawan oleh orang Amalek pada peristiwa terbakarnya Zigkag ( I Sam 30:5). Abigail ikut menetap di Hebron saat Daud menjadi raja atas kaum Yehuda ( 2 Sam 2:2).

Baru di Hebron inilah, saat Daud telah menjadi raja atas kaum Yehuda, dicatat Daud memiliki

  • anak sulungnya, Amnon dari istrinya Ahinoam (kelak Amnon ini memperkosa Tamar adik daripada Absalom),
  • dan juga Daud memiliki anak keduanya bernama Kileab/ Daniel ( Di kitab I Taw 3: 1 disebut nama lain dari Kileab adalah Daniel, Kileab selanjutnya jarang dibahas dalam Alkitab) , dari Abigail, bekas istri Nabal, orang Karmel.
  1. Pada saat Daud memerintah di Hebron inilah, baru bermunculan nama-nama isteri –isteri Daud yang berikutnya dalam 2 Sam 3: 2-5,

yaitu istri keempatnya : Maakha, anak perempuan Talmai raja Gesur. Maakha melahirkan anak ketiga Daud  bernama Absalom ( kelak Absalom membunuh Amnon karena Amnon telah memperkosa adiknya yang bernama Tamar, dan juga Absalom ini pada akhirnya memberontak melawan pemerintahan Daud, ayahnya)

Di bagian Alkitab lain ( I Taw 3:9)  kita ketahui bahwa Absalom memiliki adik perempuan bernama Tamar.

Mengapa nama Tamar tidak dicantumkan di 2 Sam 3:2-5 ini, bisa jadi karena dalam beberapa silsilah memang tidak lazim untuk mamasukkan nama perempuan.

Dalam hal ini Tamar tidak dituliskan dalam hitungan sebagai anak kelima oleh penulis kitab Samuel.  Bisa jadi hal ini terkait dengan budaya Israel yang memang demikian. Hal yang sama juga terjadi pada Dina, anak Yakub. Di mana Dina juga tidak terlalu diperhitungkan, karena dia perempuan.

Tetapi dalam versi I Tawarikh dikatakan sebagai “Tamar ialah saudara perempuan mereka”

( jadi istilah anak pertama, kedua, dst, bukan dari saya sebagai penulis naskah ini, melainkan dari penulis kitab Samuel itu sendiri)

Dan istri kelimanya, Hagit , 2 Sam 3: 2-5. Hagit melahirkan anak keempat Daud bernama Adonia ( kelak di hari tua Daud, Adonia meninggikan diri dan menjadikan dirinya sebagai raja, sampai akhirnya usahanya ini gagal karena Daud menobatkan Salomo menjadi raja menggantikan dia)

Dan istri keenamnya, Abital, 2 Sam 3: 2-5. Abital melahirkan anak kelima Daud, bernama Sefaca ( Sefaca ini selanjutnya jarang dibahas dalam Alkitab)

Dan istri ketujuhnya, Egla, 2 Sam 3: 2-5. Egla melahirkan anak keenam Daud, bernama Yitream (selanjutnya Yitream juga jarang dibahas dalam Alkitab)

Kesimpulan 1:

Daud memiliki 1 istri sebelum dia jadi pelarian , yaitu Mikhal, yang kemudian oleh Saul diberikan pada pria  lain

Daud memiliki 2 istri yang ikut terus dalam masa pelarian Daud dikejar-kejar Saul, yaitu Ahinoam dan Abigail.

Kemungkinan besar, Daud memiliki strategi Keluarga Berencana (KB) zaman kuno, di mana dia bisa menjaga sedemikian rupa, sehingga pada masa pelarian Daud belum memiliki anak dari kedua istrinya ini.

Setelah memerintah di Hebron, barulah Daud memiliki Anak dari kedua istrinya tersebut dan Daud memperistri 4 orang lagi, dan 4 orang istri barunya ini juga masing-masing memberinya anak

Total anak Daud sampai di 2 Sam 3; 2-5 ada ENAM ORANG, tujuh jika Tamar ikut dihitung

Jadi selama 7 , 5 tahun di Hebron ini ( I Taw 3: 1-4), Daud dikelilingi oleh 6 istri ( karena Mikhal tidak dihitung), dan enam orang anak laki-laki serta satu anak perempuan.

Enam anak ini semuanya lahir di Hebron (7 dengan Tamar)  ( 2 Sam 3; 5),

dan urut-urutan nama-nama istri dan anak-anak Daud ini, sama persis dengan yang ditulis di I Taw 3: 1-4, jadi bisa disimpulkan bahwa baik penulis kitab Samuel, maupun penulis kitab Tawarikh, sama-sama mengedepankan kronologis istri maupun anak-anak Daud, semua ditulis berdasarkan urut kelahiran.

Setelah semua anak Daud kita ketahui siapa-siapa yang lahir di Hebron. Kita melihat bahwa di II Sam 5 ayat 1-5 Daud yang tadinya menjadi raja hanya atas kaum Yehuda, kini menjadi raja atas seluruh Israel.

Setelah itu, Daud berpindah dari Hebron menjadi menetap di Yerusalem, sebagai raja atas seluruh Israel.

Di Yerusalem inilah Daud mengambil lagi BEBERAPA GUNDIK DAN ISTERI dari Yerusalem.

II Sam 5; 13-16

Daud mengambil lagi beberapa gundik dan isteri  dari Yerusalem, setelah ia datang dari Hebron dan bagi Daud masih lahir lagi anak-anak lelaki dan perempuan. Inilah nama anak-anak yang lahir bagi dia di Yerusalem: Syamua, Sobab, Natan,  Salomo, Yibhar, Elisua, Nefeg, Yafia, Elisama, Elyada dan Elifelet.

Perhatikan di sini bahwa kata BEBERAPA GUNDIK DAN ISTERI sudah saya chek dalam bahasa aslinya mengangung pengertian jamak, artinya beberapa gundik/ gundik-gundik dan beberapa isteri/ isteri-isteri.

Nah, ayat ini terkait dengan I Tawarikh 3: 5-9

I Tawarikh 3: 5-9

Inilah yang lahir bagi dia di Yerusalem: Simea, Sobab, Natan dan Salomo, empat orang dari Batsyua  binti Amiel,

LALU  Yibhar, Elisama, Elifelet,  Nogah, Nefeg, Yafia,  Elisama, Elyada dan Elifelet, sembilan orang.

Semuanya itu anak-anak Daud, belum terhitung anak-anak dari gundik-gundik. Tamar  ialah saudara perempuan mereka.

Jadi kalau di II Sam 5; 13-16 dituliskan :ada beberapa isteri dan beberapa gundik, kita semakin yakin dapat menyimpulkan bahwa yang jelas-jelas tertera nama isteri Daud di Yerusalem, baru satu nama Batsyeba alias Batsyua binti Amiel alias Batsyeba binti Eliam ( I Taw 3; 5-9), sedangkan nama-nama isteri Daud yang lainnya yang diperisteri di Yerusalem ini, tidak dituliskan namanya dalam Alktitab.

( Anda jangan bingung dengan dua nama ini karena Batnyua binti Amiel alias Batsyeba binti Eliam adalah dua nama yang berbeda namun mengacu pada orang yang sama. Nama Batsyeba binti Eliam muncul di kitab Samuel, tetapi nama Batsyua binti Amiel munculnya di kitab Tawarikh)

Kalau isteri-isteri Daud yang diperisteri di Hebron sudah kita bahas tadi beserta anak-anaknya…nah bagaimana dengan isteri-isteri Daud yang di Yerusalem ini?

Dari dua frase yang kita gabungkan antara yang ditulis di kitab Samuel dan yang ditulis di kitab Tawarikh sbb:

II Sam 5; 13-16

Daud mengambil lagi beberapa gundik dan isteri  dari Yerusalem, …

I Tawarikh 3: 5-9

Inilah yang lahir bagi dia di Yerusalem: Simea, Sobab, Natan dan Salomo, empat orang dari Batsyua  binti Amiel

lalu 

Yibhar, Elisama, Elifelet,  Nogah, Nefeg, Yafia,  Elisama, Elyada dan Elifelet, sembilan orang.

 

Maka bisa kita simpulkan, bahwa nama-nama Anak Daud sesudah SALOMO,

yaitu : Yibhar (1), Elisama (2), Elifelet (3), Nogah (4), Nefeg (5), Yafia(6), Elisama (7), Elyada(8) dan Elifelet (9), semuanya sembilan orang

Sembilan anak ini dilahirkan oleh istri-istri Daud yang lainnya– selain Batsyua alias Batsyeba binti Amiel dan selain nama keenam istrinya yang dinikahi sebelum di Yerusalem, yang mana  nama-nama isteri-isteri Daud ini tidak dicantumkan dalam Alkitab.

Terbukti perhitungan sembilan anak ini tidak termasuk Simea, Sobab, Natan dan Salomo. Karena mereka berempat dicatat sebagai keempat anak daripada Batsyua binti Amiel alias Batsyeba.

Oleh karena itu ada kata LALU, untuk memisahkan bahwa nama setelah Salomo adalah nama anak-anak Daud dari isteri yang lainnya.

Dan frase yang mengatakan : belum terhitung anak-anak dari gundik-gundik, menunjukkan bahwa nama –nama yang didaftar tadi adalah nama-nama anak dari istri Daud, bukan nama-nama anak dari gundik-gundik.

Jadi, istri Daud yang namanya dicantumkan dalam Alkitab ada 8, dan yang ke delapan adalah Batsyeba alias Batsyua binti Amiel.

 

ANAK-ANAK DAUD

Nah, walaupun tadi di atas sudah kita bahas istri-istri Daud yang mau tidak mau terkait dengan siapa anak-anak yang dilahirkan bagi Daud dari mereka semua, kita tetap akan membahas khusus mengenai anak-anak Daud.

II Sam 3: 2-5

Di Hebron lahirlah bagi Daud anak-anak lelaki.

Anak sulungnya ialah Amnon, dari Ahinoam, perempuan Yizreel

anaknya yang kedua ialah Kileab/ Daniel ( nama lain Daniel ini ditulis di I Taw 3: 1) , dari Abigail, bekas isteri Nabal, orang Karmel

yang ketiga ialah Absalom, anak dari Maakha, anak perempuan Talmai raja Gesur;

yang keempat ialah Adonia, anak dari hagit

yang kelima ialah Sefaca, anak Abital;

dan yang keenam ialah Yitream, dari Elga, isteri Daud.

Semuanya ini dilahirkan bagi Daud di Hebron

Anak-anak Daud yang lahir bagi dia di Yerusalem:

II Sam 5: 13-16, I Taw 3: 5-9

Syamua

Sobab

Natan

Salomo

EMPAT ORANG DARI BATSYUA BINTI AMIEL.

Anak-anak Daud dari isteri-isteri lainnya yang tidak disebutkan namanya dalam Alkitab.

Yibhar

Elisama

Elifelet

Yibhar

Elisama

Elifelet

Nogah

Nefeg

Yafia

Elisama

Elyada

Elifelet

SEMBILAN ORANG

Belum terhitung anak-anak dari gundik-gundik

Tamar ialah saudara perempuan mereka

Terdapat perbedaan antara daftar nama anak-anak Daud menuruf Versi penulis kitab Samuel dengan menurut versi penulis kitab Tawarikh.

Untuk lebih jelasnya dapat saya daftarkan di sini sbb:

Daftar nama anak Daud yang lahir bagi dia di Yerusalem dari II Sam 5: 14 tadi adalah:

Syamua (A) menurut Versi kitab Tawarikh nama Syamua ini memiliki nama lain Simea

Sobab (B)

Natan (C)

Salomo (D)

Daftar ini langsung disambung dengan nama berikutnya:

Yibhar (E)

Elisua (F)  menurut Versi Tawarikh, nama lain daripada Elisua adalah Elisama

Nefeg (G)

Yafia (H)

Elisama (I)

Elyada (J)

Elifelet (K)

Sedangkan menurut Versi I Tawarikh 3: 5-9 ditulis seperti ini:

Simea (A)/ menurut Versi kitab Samuel, nama Simea ini memiliki nama lain Syamua

Sobab (B)

Natan (C)

dan Salomo (D), empat orang dari Batsyua binti Amiel,

lalu

Yibhar, (E)

Elisama (F) / menurut versi kitab Samuel, Elisama memiliki nama lain yaitu Elisua

Elifelet,  (- meninggal-  ***)- nama ini tidak dicatat/ tidak muncul di kitab Samuel

3:7 Nogah, – nama ini tidak dicatat/tidak muncul di kitab Samuel

Nefeg, (G)

Yafia, (H)

3:8 Elisama, (I)

Elyada (J)

dan Elifelet,  (K) (- anak ini diberi nama sama dengan nama Elifelet yang meninggal dunia  ***)

sembilan orang.

Semuanya itu anak-anak Daud, belum terhitung anak-anak dari gundik-gundik. Tamar u  ialah saudara v  perempuan mereka.

Mengapa ada 2 nama anak Daud yang tercantum di kitab Tawarikh namun tidak tercantum pada kitab Samuel?

Karena dua nama ini Elifelet dan Nogah, lahir pada saat penulis kitab Samuel telah meninggal, jadi nanti pada saat ditulis kitab Tawarikh, dua nama ini ada, karena penulisan kitab Tawarikh adalah lebih belakangan yaitu pada masa pembuangan. Jadi data pada kitab Tawarikh lebih lengkap.

Mengapa ada dua nama Elifelet?? Penurut tafsiran , Elifelet yang pertama meninggal, lalu Daud memberi nama yang sama kepada anak yang lain dengan nama yang sama.

Tafsir ini berdasarkan penjelasan dari 1599 Geneva Bible Footnotes:
“Elishama, or Elishua, 2 Samuel 5:15 and Eliphelet died, and David named those sons who were born next by the same names; in the book of kings his living children are mentioned and here both they that were alive and dead.”

https://groups.yahoo.com/neo/groups/kokoliem/conversations/messages/3814

SIAPA SEBENARNYA NATAN ???

Setelah kita puas mempelajari seluk beluk keluarga Daud, baik mengenai istri-istrinya, maupun mengenai anak-anaknya, kini kita masuk ke inti pembahasan kita kali ini.

Nah pertanyaannya siapa sebenarnya sesosok orang yang bernama Natan, yang namanya muncul di silsilah Yesus Kristus menurut Versi kitab Lukas???

Lukas 3: 23-38

‘anak Natan, anak Daud….dst.’

Mungkin anda berkata dengan tegas “Natan adalah anak Daud.” Sudah jelas dalam ayat tersebut.

Namun menjawab pertanyaan ini tidak semudah itu, karena ada beberapa hal keanehan di sini:

Natan adalah salah satu dari anak Batsyeba binti Eliam alias Batsyua binti Amiel. Tadi sudah kita bahas di atas, hal tersebut tercantum dalam ayat sbb:

I Tawarikh 3: 5

Inilah yang lahir bagi dia di Yerusalem: Simea, Sobab, Natan dan Salomo, empat orang dari Batsyua  binti Amiel

Itu artinya Batsyua binti Amiel  alias Batsyeba binti Eliam  memiliki 4 orang anak, yiatu:

  • Syamua / Simea adalah anak pertama.
  • Sobab adalah anak kedua.
  • Natan adalah anak ketiga
  • Salomo adalah anak keempat

Keanehannya adalah, di bagian Alkitab lainnya, kita ketahui Salomo adalah anak kedua dari pasangan Batsyeba dan Daud, setelah anak pertama mereka meninggal dunia di hari ke tujuh dan belum sempat diberi nama. Karena budaya Israel, tentu memberi nama anak pada hari ke delapan pada saat dia disunatkan.

II Sam 12: 18

Pada hari yang ketujuh matilah anak itu.

Alkitab tidak pernah menyebutkan nama anak hasil perzinahan Daud dengan Batsyeba ini. Tidak mungkin anak itu bernama Natan, karena kalau anak itu bernama Natan, tidak mungkin nama Natan masuk dalam deretan silsilah Yesus, karena seorang bayi yang meninggal hari ke tujuh tidak mungkin bisa punya anak yang berikutnya lagi kan- jadi tidak mungkin bayi umur 7 hari meninggal, bisa masuk dalam daftar silsilah Yesus kan?

Dari perkara itu, kita bisa sepakati Salomo adalah ANAK PERTAMA yang hidup (yang tidak mati pada masa bayi) dari pernikahan Batsyeba dan Daud.

Tetapi mengapa dalam deretan nama anak Batsyeba, Salomo menempati urutan ke EMPAT?

Bukankah dia anak pertama ? Mari kita jajaki 5 Kemungkinan yang ada..

  1. Jangan-jangan Batsyeba bini Eliam dan Batsyua binti Emiel adalah dua pribadi yang berbeda
  2. Apakah mungkin Batsyeba memiliki suami lain selain Uria dan Daud?
  3. Jangan-jangan sebelum Salomo, ada tiga anak lain hasil perselingkuhan Daud dan Batsyeba
  4. Jangan-jangan ada nama Natan yang lainnya lagi dari daftar anak Daud?
  5. Apakah mungkin Salomo memiliki 3 adik, dan urutan nama mereka dituliskan secara terbalik? Sang adik terkecil ditulis lebih dahulu?

Baik, mari kita selidiki satu persatu…

  1. Apakah mungkin Batsybea binti Eliam dan Batsyua binti Amiel ini adalah dua orang yang berbeda…???

Tidak mungkin, karena hanya satu anak Daud yang bernama Salomo, tidak mungkin ada anak Daud lainnya yang bernama Salomo.

Sedangkan beberapa sumber yang saya paparkan di bawah ini ( menyebutkan dua nama ini memiliki anak yang sama-sama bernama Salomo, itu artinya penulis kitab Tawarikh menyebutkan nama Batsyeba binti Eliam ini sebagai Batsyua binti Amiel, yang mengacu pada orang yang sama.

II Sam 5: 14 Inilah nama anak-anak yang lahir bagi dia di Yerusalem: Syamua, Sobab, Natan, Salomo

II Sam 12: 24 Kemudian Daud menghibur hati Batsyeba, isterinya, ia menghampiri perempuan itu dan tidur dengan dia, dan perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki, lalu Daud memberi nama Salomo kepada anak itu, TUHAN mengasihi anak ini

I Taw 14: 4 Inilah nama anak-anak yang lahir bagi dia di Yerusalem: Syamua, Sobab, Natan, Salomo, Yibhar, Elisua, Elpelet, Nogah, Nefeg, Yafia, Elisama, Beelyada dan Elifelet

I Taw 3: 5 Inilah yang lahir bagi dia di Yerusalem: Simea, Sobab, Natan dan Salomo, empat orang dari Batsyua binti Amiel.

Kitab Tawarikh memang sudah sering melakukan hal ini, di mana seolah-olah penulis kitab Tawarikh ini memiliki pewahyuan sendiri atas nama-nama pribadi yang sepertinya mendapat julukan baru dari Tuhan. Sebagai contoh perbandingan:

  • Mefiboset, dalam kitab Samuel, di kitab Tawarikh menjadi Meribaal, walaupun kedua nama ini mengacu pada orang yang sama. Mefiboset= pembasmi berhala. Meribaal=Berjuang melawan Baal. Bisa jadi penulis kitab Tawarikh menyimpulkan si Mefiboset ini dilahirkan dalam visi Yonatan ayahnya, untuk kelak besar menjadi pembasmi berhala, namun dalam perkembangannya, ternyata dia harus berjuang untuk melawan Baal / berhala itu dalam kehidupannya yang penuh lika liku.
  • Isyboset pada kitab Samuel,di kitab Tawarikh menjadi Esybaal, walaupun kedua nama ini mengacu pada orang yang sama. Isyboset=Pria pemalu, Esybaal= Pria Baal. Esybaal yang dilahirkan di tahun yang sama pada saat ayahnya Saul menjadi raja (II Sam 2: 10, Kis 13: 21) , bisa jadi mengekspresikan sifat Saul yang tadinya pemalu, minder, terbukti Saul bersembunyi di antara barang-barang ketika namanya disebutkan menjadi raja pertama Israel, dan penulis kitab Tawarikh mengubah sebutan nama ini dengan arti si pria Baal untuk memperlihatkan ending daripada kehidupan Saul yang pada akhirnya meninggalkan Allah Israel.

Mengenai apa arti daripada perubahan nama dari nama asalnya Batsyeba binti Eliam ( di kitab Samuel)  menjadi Batsya binti Amiel ( di kitab Tawarikh) , tentu akan kita bahas nanti secara lebih mendalam pada saat kita mengupas secara lebih mendalam mengenai dua pribadi ini , yaitu Uria dan Batsyeba.

  1. Apakah mungkin Batsyeba memiliki suami lain selain Uria dan Daud? Sehingga kita semakin tidak bisa mengetahui anak siapakah Natan ini ? Tidak mungkin, karena kalau Alkitab menuliskan Batsyeba isteri Uria ( baik di PL dan di PB)- maka tidak ada suami lainnya lagi. Bandingkan dengan adanya penyebutan nama suami Merab – I Sam 18:19, suaminya bernama Adriel orang Mehola ( yang tadinya sebenarnya Merab dijanjikan oleh Saul akan menjadi istri Daud- tetapi dibatalkan), juga adanya penyebutan nama suami dari Mikhal ketika Saul menikahkan Mikhal dengan pria lain.  Nama suami Mikhal adalah Palti bin Lais, dari Galim (I Sam 25: 44) Jadi tidak mungkin Batsyeba memiliki suami lain selain daripada Uria dan Daud. Di bagian Alkitab lainnya, nama suami pertama Rut juga tetap dibahas, yaitu Kilyon,  bahkan bukan hanya suami lama Rut yang dibahas, melainkan juga seluruh sejarah keluarga dari mertua Rut dikisahkan (Naomi, suami dan anak-anak mereka) . Walaupun sebenarnya yang masuk dalam silsilah Yesus bukan suami Rut yang pertama, melainkan suami Rut yang kedua, yaitu Boas.

Alkitab terus-menerus mengulang –ulang bahwa Batsyeba adalah isteri Uria, dan tidak pernah menikah dengan orang lain sebelum Uria.

Hal ini dicatat di kitab perjanjian lama, yaitu di kitab Samuel, maupun ditulis pertegas lagi di perjanjian baru, yaitu di kitab Matius. Tepatnya ditulis sampai 7 kali.

  • II Sam 11:3,
  • II Sam 11:11,
  • II sam 11: 26,
  • II Sam 12: 9.
  • II sam 12; 10,
  • II Sam 12; 15,
  • Matius 1: 6

Jadi tidak ada alasan apa pun untuk kita memikirkan adanya kemungkinan ini. Nama Uria sebagai suami Batsyeba sampai-sampai dituliskan secara sempurna, yaitu 7 kali, bukankah angka 7 dalam Alkitab melambangkan kesempurnaan?

  1. Apakah mungkin Daud dan Batsyeba telah berselingkuh terlebih dahulu, dan menghasilkan tiga anak sebelum Salomo..?? Tidak mungkin, karena kronologis urutan peristiwa antara Daud berzinah dengan Batsyeba, Daud ditegur nabi Natan, anak yang dilahirkan sakit, Daud berpuasa, anak itu mati, Daud menghibur dan menghampiri Batsyeba, Batsyeba hamil dan anak yang lahir diberi nama Salomo alias Yedija ( oleh karena TUHAN), tidak mungkin merupakan fakta yang bisa dibantah. Semua kronologis persitiwa ini bisa kita baca di II Sam 12: 1-25.

Bahkan dalam Mazmur 51:1-2 Daud menuliskan pengakuan dosanya dengan kata-kata pendahuluan sbb:

Mazmur 51:1-2 Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud, ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba

Jadi tidak mungkin ada anak lain selain anak yang mati itu dan Salomo. Karena perzinahan yang pertama kali langsung mendapat teguran dari Tuhan melalui nabi Natan. Walaupun teguran itu datang saat anak haram itu lahir, namun itu adalah anak haram yang pertama dan satu-satunya, tidak ada anak haram yang lainnya.

  1. Apakah mungkin ada nama Natan lain dari deretan anak –anak Daud? Jawabannya adalah tidak ada nama Natan yang lain, hanya ada satu nama Natan dari deretan anak-anak Daud, baik yang tertulis di kitab Samuel, maupun yang tertulis di kitab Tawarikh. Semua anak Daud namanya ditulis, walaupun tidak semua nama isterinya dituliskan. Jika nama anak-anak dari gundik justru tidak ditulis, apalagi nama gundik-gundiknya, lebih-lebih lagi- tidak dituliskan. Semua referensi ayat mengacu pada hal ini. Jika ada dua nama yang sama dari anak Daud, kedua nama yang sama ini tetap dituliskan dua kali, yaitu nama Elifelet tertulis dua kali, karena ada dua anak Daud yang bernama sama, yaitu nama Elifelet- menurut penafsiran anak yang bernama Elifelet meninggal, jadi anak Daud yang bungsu ( bungsu yang bukan dari gundik-)  juga diberi nama sama dengan nama anak yang meninggal. (tadi sudah kita bahas di atas). Jadi selama hanya ada satu nama Natan, itu artinya tidak ada Natan yang lain.
  1. Apakah mungkin penulis kitab II Sam e: 2-5 dan di II Sam 5: 14-15 dan juga penulis kitab I Tawarikh 3:1-9 yang menuliskan secara kronologis urutan peristiwa kelahiran dari anak tertua sampai kepada yang termuda, dengan urutan yang sama persis antara yang tertulis di kitab Samuel dengan urutan yang ada di kitab Tawarikh, (kecuali 2 nama dari anak Daud yang tidak dicantumkan namanya oleh penulis kitab Samuel) – sekali lagi- apakah mungkin mereka menuliskan urutan kakak beradik Salomo ini secara terbalik, bahwasannya Salomo adalah anak sulung yang memiliki 3 adik, yaitu Natan, Sobab dan Syamua/Simea….???  Sedangkan pada nama-nama anak-anak yang lahir di Hebron ditulis tidak terbalik, yaitu urut dari anak pertama, kedua, dst???

2 Samuel 3: 2-5

Di Hebron lahirlah bagi Daud anak-anak lelaki.

Anak sulungnya ialah Amnon, dari Ahinoam, perempuan Yizreel;

anaknya yang kedua ialah Kileab, dari Abigail, bekas isteri Nabal, orang Karmel;

yang ketiga ialah Absalom, anak dari Maakha, anak perempuan Talmai raja Gesur;

yang keempat ialah Adonia, anak dari Hagit;

yang kelima ialah Sefaca, anak Abital;

dan yang keenam ialah Yitream, dari Egla, isteri Daud.

Semuanya  ini dilahirkan bagi Daud di Hebron.

Versi kitab Samuel URUTAN NAMA ANAK DAUD SECARA HARI KELAHIRAN/ TAHUN KELAHIRAN

URUTAN INI SAMA DENGAN YANG TERMUAT DALAM VERSI KITAB TAWARIKH

1 Tawarikh 3:1-4

Keturunan Daud

Inilah anak-anak Daud  yang lahir bagi dia di Hebron;

anak sulung ialah Amnon, dari Ahinoam,   perempuan Yizreel; 

anak yang kedua ialah Daniel, dari Abigail,  perempuan Karmel;

anak yang ketiga ialah Absalom, anak Maakha, yakni anak perempuan Talmai, raja Gesur;

anak yang keempat ialah Adonia,  anak Hagit;

anak yang kelima ialah Sefaca, dari Abital;

anak yang keenam ialah Yitream, dari Egla, isterinya itu. Enam orang lahir bagi dia di Hebron, di mana ia memerintah tujuh tahun enam bulan  lamanya;

 

Nah apakah mungkin pada urutan catatan  berikutnya di kitab Samuel ini terbalik, bahwasannya Syamua adalah adik terkecil daripada Salomo???

2 Samuel 5:14-15

Inilah nama anak-anak yang lahir bagi dia di Yerusalem: 

Syamua, ( apakah dia adik Salomo yang terkecil?)

Sobab, (apakah dia adik Salomo yang kedua?)

Natan,  ( apakah dia adik Salomo yang pertama?)

Salomo, ( apakah Salomo anak sulung yang memiliki 3 adik?)

 ( Bagaimana dengan  nama-nama yang tertera di bawah Salomo; Yibhar, Elisua, dst – lihat daftar di bawah ini, apakah Yibhar ini anak sulung bagi adik-adiknya Elisua, Nefeg dan Yafia-  atau malahan kakak Salomo? Tidak mungkin ! Karena Salomo adalah anak sulung daripada Daud dan Batsyeba bukan? _karena kakak Salomo yang belum diberi nama sudah meninggal saat masih usia 7 hari)

Yibhar,

Elisua,

Nefeg,

Yafia,

Sedangkan pada kitab Tawarikh juga menuliskan dengan urutan yang sama persis dengan yang di Samuel?

1 Tawarikh 3:5-9

……dan tiga puluh tiga tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem.

Inilah yang lahir bagi dia di Yerusalem:

Simea,

Sobab,

Natan

dan Salomo,

empat orang dari Batsyua binti Amiel,

 (jika empat nama di atas adalah anak Batsyua binti Amiel alias Batsyeba bini Eliam………………… lalu pastilah Yibhar ini anak dari isteri Daud yang lainnya, tetapi jika urutan Salomo dan saudara-sarudaranya itu terbalik , kita kembali dibingungkan apakah Yibhar ini anak sulung atau anak bungsu…???)

lalu Yibhar,

Elisama,

Elifelet,

Nogah,

Nefeg,

Yafia,

Elisama,

Elyada dan

Elifelet, s

embilan orang.

Semuanya itu anak-anak Daud, belum terhitung anak-anak dari gundik-gundik. Tamar  ialah saudara perempuan mereka.

Jika penulis kitab Samuel dan penulis kitab Tawarikh menuliskan anak-anak Daud yang lahir di Hebron secara berurutan dari anak pertama sampai anak terakhir , maka kecil sekali kemungkinannya untuk penulisan nama anak-anak yang lahir di Yerusalem ditulis urutan terbalik dimana Salomo menjadi anak sulung buat Simea, Sobab dan Natan, namun ditulis nama Salomo justru di urutan ke empat. Sangat aneh.

Kita bisa saja daftarkan apakah ada silsilah lain yang ditulis secara terbalik dalam Alkitab, dalam arti anak termuda ditulis nama di depan, baru anak tertua ditulis nama terakhir..

  1. Silsilah Adam sampai Nuh (Kej 5, I Taw 1:1-4). Pada silsilah ini, menurut versi kitab Kejadian, urut dari generasi pertama ; Adam ke generasi di bawahnya terus sampai ke Nuh, dan hanya nama anak sulung yang dituliskan dalam silsilah ini. Lalu silsilah ini ditulis lagi oleh penulis kitab Tawarikh, sama , dari Adam sampai Nuh, lalu dilanjutkan masing-masing keturunan dari anak-anak Nuh, yaitu keturunan Sem, keturunan Ham dan keturunan Yafet. Lalu dari Sem turun terus sampai Abraham. Yang menarik di sini dalam I Taw 1; 28 ditulis demikian; “Anak-anak Abraham ialah Ishak dan Ismail.” – jadi nama Ishak ditulis terlebih dahulu, baru kemudian ditulis nama Ismail, padahal jelas Ismail lahir lebih dahulu daripada Ishak kan? Tapi dalam ayat berikutnya pembahasan mengenai silsilah ini, tetap keturunan daripada Ismail dibahas terlebih dahulu ( I Taw 1: ayat 29-33) barulah kemudian dibahas keturunan daripada Ishak ( I Taw 1 ayat 34-42) Jadi frase awal adalah mengandung arti bahwa Ishak lebih utama daripada Ismail, tetapi walaupun demikian, penulisan silsilah keturunan tetap urut dari anak tertua pada yang muda.
  2. Silsilah Kain, Set dan Enos ( Kej 4: 17-24) juga urut sesuai kelahiran, bahkan pada tokoh Lamekh ini memiliki dua istri, pembahasan anak dari istri pertama ditaruh di awal daripada pembahasan anak dari istri kedua
  3. Kejadian pasal 10 : 1-32 Keturunan Sem Ham dan Yafet, ditulis secara urut kelahiran juga.
  4. Keturunan Abraham dengan Ketura (Kej 25:1-4) juga urut kelahiran, dan ini ditulis dengan urut-urutan yang sama dengan I Taw 1: 32, 33
  5. Kejadian 22: 20-24 Keturuan Nahor malah lebih jelas lagi, disebut ‘anak sulung’, ‘adiknya’…dst
  6. Keturunan Lot Kej 19: 37-38, malah dituliskan juga yang lebih tua, yang lebih muda.
  7. Keturunan Ismail Kej 25: 12-18 , dituliskan sbb: Nebayot, anak sulung Ismael, selanjutnya Kedar, …dst, urutan dari anak sulung. Hal yang sama dituliskan kembali di kitab I Taw 1; 29-31 , juga dari anak sulung.
  8. Keturunan Esau, Kejadian 36:1-18. Dibahas urut dari anak yang didapat dari isteri pertama, isteri kedua dan seterusnya. Urutan ini secara konsisten juga dicatat kembali di I Taw 1: 35- 54, jadi urut dari anak tertua.
  9. Keturunan Israel, Kejadian 29: 31-24. Narasi pada bagian ini bukanlah narasi silsilah, melainkan narasi story/ kisah kehidupan keluarga Israel.

Urut dari anak Lea ( Lea adalah isteri pertama)- Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda. Dan, Naftali ( dari Bilha , budak Rahel) ,

Gad, Asyer( dari Zilpa- budak Lea),

Isakar, Sebulon, Dina ( anak dari Lea),

Yusuf ( anak dari Rahel),

kelahiran Benyamin dicatat di Kej 35:16-21)-

Nah, silsilah keturunan Israel ini dibahas lagi di kejadian 46: 8-27, saat mendata keluarga Israel yang hijrah dan menetap di  Mesir, tetapi berdasarkan URUTAN ISTERI PERTAMA , budak isteri pertama, isteri kedua, dan budak dari isteri kedua.

  1. mulai dari anak-anak Ruben, anak-anak Simeon, anak-anak Lewi, anak-anak Yehuda, anak-anak Isakhar, anak anak Sebulon, semuanya anak-anak dari LEA
  2. anak-anak Gad dan anak anak Asyer- semuanya anak-anak dari budak Lea bernama Zilpa.
  3. Anak-anak Yusuf dan anak-anak Benyamin- semuanya anak-anak dari Rahel
  4. Anak-anak dari Dan, anak-anak Naftali- semuanya anak-anak dari Bilha ( budak daripada Rahel)

Penulisan ini, adalah pendataan untuk berapa banyak keturunan Israel yang berdomisili di Mesir. Jadi pendataan berdasarkan nama-nama istri ini adalah untuk memudahkan mengerti anak cucu dari istri pertama siapa saja, anak cucu dari istri kedua siapa saja, dst, jadi bukan berdasarkan urutan kelahiran. Namun bisa dipastikan bahwa nama-nama anak dari tiap keluarga, misalnya anak-anak Ruben siapa saja, (Anak-anak Ruben ialah Henokh, Palu, Hezron dan Karmi, dst..) anak-anak dari Simeon siapa saja, dst, tetap ditulis URUT DARI YANG TERTUA. Tidak pernah dituliskan urutan terbalik, dari anak termuda ( bungsu)  kepada anak tertua ( sulung) .

Urutan dalam kitab Tawarikh ini, tetap saja tidak menganut pembahasan terbalik dimulai dari anak –anak Benyamin menuju anak-anak dari Ruben.

  1. Keturunan Saul dibahas di I Taw pasal 8 dan pasal 9. Sama saja, anak-anak Saul juga ditulis urut sesuai kelahiran.
  2. Silsilah dalam Matius 1: 1-17 adalah silsilah Yesus Kristus , dari Abraham sampai Yusuf berdasarkan urutan generasi.
  3. Silsilah dalam kitab Lukas 3: 23-38 adalah silsilah Yesus Kristus, dari Yusuf naik-naik terus sampai ke Adam. Ini bisa dibilang silsilah yang ditulis dengan arus terbalik. Namun demikian arus terbaliknya adalah dari generasi termuda (Yusuf= ayah dari Maria), naik terus pada generasi tertua (Adam). Namun arus terbalik ini, tetap tidak dalam arti membalik-balik urutan kakak beradik.

Kesimpulan : Dari 15 silsilah yang ada dalam Alkitab, sama sekali tidak pernah terjadi silsilah terbalik, di mana anak termuda ditulis terlebih dahulu dibandingkan anak tertua. Jadi jelas Salomo adalah anak paling bungsu daripada Batsyeba. Jadi secara urutan, anak tertua Batsyeba – urut sampai termuda, bernama

  • Syamua / Simea adalah anak pertama.
  • Sobab adalah anak kedua.
  • Natan adalah anak ketiga
  • Salomo adalah anak keempat

Hal ini juga dikuatkan dengan fakta bahwa pada :

  1. Walaupun kebanyakan silsilah yang ditulis di kitab Tawarikh pernah ditulis pada kitab-kitab sebelumnya, namun tidak pernah sekalipun kitab Tawarikh membalik-balik urutan kakak beradik dalam penulisan data-datanya, tetap sang sulung ditulis pertama dibandingkan si bungsu.
  2. I Taw 3: 1-9 bisa dibagi dua, ayat 1-4 , memuat nama anak-anak Daud secara urut dari Amnon ( yang tertua/sulung), Daniel, Absalom, Adonia, Sefaca, Yitream (yang termuda) , maka tidak mungkin rasanya jika ayat 5-9 penulis Tawarikh mengubah cara mengurutkan penulisan dari anak termuda kepada anak tertua.

APAKAH MUNGKIN NATAN ADALAH

SALAH SEORANG ANAK DARI URIA ORANG HET ITU?

Nah, pertanyaan kita berikutnya, apabila memang Salomo anak terkecil daripada Batsyeba, namun adalah anak sulung daripada Daud dan Batsyeba ( karena kakak Salomo yang lahir dan meninggal pada hari ke 7, belum diberi nama, dan kita menganggap Salomo anak sulung), lalu siapakah ketiga nama yang ditulis sebelum nama Salomo itu? Siapakah Syamua/Simea itu, siapakah Sobab itu, dan siapakah Natan itu???

Jawabannya adalah, Syamua/Simea, Sobab dan Natan adalah anak Uria dan Batsyeba yang setelah kematian Uria, diangkat anak oleh Daud menjadi anaknya.

Waaaaaaaaaaaaaaaauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu !!!!!

Bagaimana bisa….?????  Kisah ini tidak pernah ditulis dalam Alkitab, bahwasannya Daud mengangkat ketiga anak Uria menjadi anaknya, bahwasannya juga tidak pernah dicatat dalam Alkitab nama-nama ketiga anak Uria ini sebagai Syamua bin Uria misalnya, atau Sobab bin Uria, atau Natan bin Uria…sama sekali tidak pernah kita temui jejak seperti itu.

Bagaimana mungkin…???

Beberapa fakta yang dapat menggiring kita kepada fakta bahwa Syamua/Simea, Sobab dan Natan ( yang namanya masuk dalam silsilah Yesus Kristus menurut versi kitab Lukas ini)  adalah anak kandung Uria yang diangkat oleh Daud menjadi anaknya :

  1. FAKTA PERTAMA: APA KATA SALOMO TENTANG DIRINYA SENDIRI
    • Amsal 4:3, adalah amsal yang ditulis oleh Raja Salomo, ditulis sbb:

“Karena ketika aku masih tinggal di rumah ayahku sebagai anak, lemah dan sebagai anak tunggal bagi ibuku, aku diajari ayahku, katanya kepadaku;” Biarlah hatimu memegang perkataanku;….dst”

Kata ‘lemah’ yang dipakai dalam ayat ini dari kata RAK, yang mengandung arti:  lemah, kurang berpengalaman, belum teguh, masih muda.

Kata ‘anak tunggal’ yang dipakai dalam ayat ini dari kata YACHIYD yang mengandung arti: anak tunggal, tunggal, anaknya yang tunggal

  • Kesimpulan kita, Salomo adalah anak tunggal daripada Daud dan Batsyeba. Jadi secara anak kandung Batsyeba, Salomo adalah anak bungsu, karena dia tidak memiliki adik, tetapi memiliki 3 kakak kandung lain ayah, namun secara anak dari Daud dan Batsyeba, Salomo adalah anak tunggal. Bisa jadi ketiga anak Batsyeba lainnya, tidak tinggal di istana bersama dengan Salomo.
  • Menurut bagian-bagian yang ada pada kitab Amsal, Amsal 4: 3 ini adalah sah ucapan daripada Salomo sendiri (Amsal pasal 1 – 4:4a, pasal 10 – pasal 24), bukan ucapan Daud kepada Salomo yang dicatat dalam kitab ini ( Amsal 4: 4 b – pasal 9), juga bukan ucapan Salomo yang dikoleksi pegawai Hizkia ( pasal 25 pasal 29) juga bukan perkataan Agur bin Yake dari Masa ( Pasal 30), juga bukan perkataan Lemuel raja Masa ( pasal 31)
  1. FAKTA KE DUA: SUDUT PANDANG BAHASA PENULISAN PADA KITAB TAWARIKH
    • Ada perbedaan penggunaan kalimat bahasa asli dari I Tawarikh 3:1 dibandingkan dengan I Taw 3: 5

I Taw 3: 1 Inilah anak-anak Daud yang lahir bagi dia di Hebron

Digunakan kalimat seperti ini

El-leh ben Daviyd aher yalad Chebrown

( El-leh = inilah,  ben = keturunan/anak, Daviyd = Daud,  aher = yang,  yalad= lahir,  Chebrown = Hebron.

Inilah keturunan/anak Daud yang lahir di Hebron)

Sedangkan pada I Taw 3: 5 Inilah yang lahir bagi dia di Yerusalem

Digunakan kalimat seperti ini

El-leh yalad y@ruwshalaim.

( El-leh = inilah,  yalad= lahir, y@ruwshalaim= yerusalem

Inilah yang lahir di Yerusalem)

Pada anak-anak yang lahir di Yerusalem, tidak ada kata BEN. Itu artinya bisa jadi mereka ini dilahirkan BAGI DAUD, di Yerusalem, namun belum tentu anak kandung Daud.

Jadi bisa jadi ayat ini mengesahkan bahwa ketiga nama itu (Syamua/Simea, Sobab dan Natan ) adalah anak Daud, sah secara hukum, karena telah diangkat anak oleh Daud.

Sebagai contoh :

Kejadian 16: 15

Lalu Hagar melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abram dan Abram menamai anak yang dilahirkan Hagar itu Ismail

Hagar yalad ben Abram Shem ben aher yalad hagar yishma’e’l

Yalad= melahirkan

Ben= seorang anak laki-laki

Jadi itu bukan anak sah daripada Sara dan Abraham, tetapi Ismail ini adalah anak yang  dilahirkan bagi Abraham. Ditentukan menjadi anak Abraham, juga akan mewarisi, walaupun dia sebenarnya dilahirkan oleh seorang budak.

Lalu bagaimana kita menjelaskan bahwa di I Taw 3: 9 dituliskan sebagai kalimat kesimpulan :

Semuanya itu anak-anak Daud, belum terhitung anak-anak dari gundik-gundik.

Dalam I Taw 3: 9 kata ‘anak-anak’ digunakan kata BEN juga, tetapi beda dengan I Taw 3: 1 yang jelas jelas meletakkan kata BEN pada awal kalimat.

Kata Ben ini selain mengandung arti ‘anak’ juga mengandung arti : orang-orang yang ditentukan, yang akan mewarisi, budak-budak yang lahir

Disamping itu penggunaan kata Yalad dalam silsilah berbeda arti dalam penggunakan kata Yeled

Kata kerja Yallad tidak hanya berarti ‘mengandung’ dalam artian secara fisik secara langsung , seorang ibu mengandung, tetapi juga mengandung arti ‘menjadi leluhur dari’ .

Sedangkan kata benda Yeled berarti keturunan,

contoh pada Yesaya 29:23 tidak dipakai kata Yalad, melainkan menggunakan kata Yeled.

Kata Yalad memiliki definisi ‘melahirkan’

Akan tetapi kalau kata Yeled mengandung definisi ‘ kandungan’.

Jadi kalau digunakan kata Yeled, sudah pasti anak kandung, tetapi kalau digunakan kata Yalad, bisa jadi anak tersebut dilahirkan bagi seseorang yang nantinya orang itu menjadi leluhurnya.  Misalnya Ismail memiliki Abraham sebagai leluhurnya, walaupun dia adalah anak yang dilahirkan bagi Abraham, dan bukan anak kandung daripada Sara, sebagai istri sah daripada Abraham.

 

Bacaan : http://www.sarapanpagi.org/silsilah-vt3020.html

Jadi mudahnya bisa diartikan seperti ini:

Inilah anak-anak Daud/ keturunan Daud yang lahir bagi dia di Hebron: anak sulung ialah Amnon,  ….dst ( I Taw 3:1)

Inilah yang lahir bagi Daud di Yerusalem: Simea, Sobab, Natan dan Salomo, empat orang dari Batsyua binti Amiel, lalu Yibhar, Elisama…..dst ( I Taw 3: 5)

Semuanya itu ditentukan menjadi anak-anak Daud, yang akan mewarisi warisan Daud. Daud menjadi leluhur mereka. ( I Taw 3: 9)

  1. FAKTA KE TIGA; ADANYA POLA BAHASA PENULISAN YANG TIDAK LAZIM PADA KITAB TAWARIKH

Ada suatu keanehan di sini, dimana Keturunan Daud dituliskan di I Tawarikh 3: 1-9 seperti terdiri dari 2 pemisahan, yaitu ayat 1-4 kita sebut saja bagian I dan ayat 5-9 sebut saja bagian II. Jika kita perhatikan bagian I memuat nama anak-anak Daud yang lahir di Hebron, semuanya menggunakan kata-kata sbb:

Anak sulung…..anak yang kedua ialah…anak yang ketiga ialah….anak yang keempat ialah….anak yang kelima ialah…anak yang keenam ialah….ENAM ORANG LAHIR BAGI DIA DI HEBRON.

Sedangkan pada bagian II tidak ada frase :  anak ketujuh ialah….kedelapan ialah…dst, melainkan langsung ditulis nama-nama

‘Inilah yang lahir bagi dia di Yerusalem; Simea, Sobab, Natan dan Salomo, …’

Jadi tidak dituliskan anak yang ketujuh ialah Simea, anak yang kedelapan ialah Sobab, dst….

Apakah karena pada bagian I dituliskan nama istri Daud, sedangkan pada bagian II tidak disebutkan nama istrinya…??? TIDAK JUGA, karena dituliskan sbb:

….Simea, Sobab, Natan dan Salomo, empat orang dari Batsyua binti Amiel, LALU Yibhar, Elisama….dst. SEMBILAN ORANG.

Selain itu, sama dengan bagian I, secara jumlah sembilan orang tetap disimpulkan pada bagian akhir, tetapi tidak dituliskan sejak Simea, bahwa dia anak ketujuh, dst.

Pola penulisan anak sulung, anak yang kedua, anak yang ketiga , anak yang keempat , muncul lagi pola gaya bahasa yang berulang lagi pada pasal yang sama, ketika masih membahas keturunan Daud yang berikutnya, pada I Taw 3: 15.

Bisa jadi mengapa Simea tidak ditulis sebagai anak yang ketujuh, Sobab tidak ditulis sebagai anak yang kedelapan, dan Natan tidak ditulis sebagai anak yang kesembilan, karena Simea, Sobab dan Natan adalah anak angkat Daud, dan bukan anak kandung.

  1. FAKTA KE EMPAT : PERNAH TERJADI DALAM PERISTIWA LAIN DIMANA DAUD MENGANGKAT MEFIBOSET SEBAGAI ANAKNYA

Daud ternyata juga pernah mengangkat anak yang bernama Mefiboset menjadi anaknya, hal ini tertulis dalam 2 Samuel 9:11

Berkatalah Ziba kepada raja; “Hambamu ini akan melakukan tepat seperti yang diperintahkan tuanku raja kepadanya.” Dan Mefiboset makan sehidangan dengan Daud sebagai salah seorang anak raja.”

Anak- di sini menggunakan juga kata BEN, yang juga mengandung arti ‘member of a group’ /

Itu artinya Mefiboset dianggap sebagai anggota keluarga kerajaan, oleh Daud. Namun demikian, mengapa nama Mefiboset tidak dicantumkan dalam II Sam 5: 13-16, I Taw 3: 5-9, sebagai BEN / anak/ahli waris daripada Daud…?

Karena Mefiboset walaupun dianggap sebagai anggota keluarga kerajaan, namun tidak diperhitungkan dalam anak Daud secara hukum, melainkan hanya secara kekeluargaan, karena tinggal di istana dan makan sehidangan dengan raja. Kekeluargaan di sini berlaku di mana Daud tidak membunuh dan memberantas keturunan Saul ( hal ini tidak termasuk nyawa-nyawa keluarga Saul yang terpaksa ditumpas karena Saul memiliki hutang nyawa pada orang Gibeon- II Sam 21: 1- jelas ini di luar tanggung jawab Daud dalam memegang janjinya pada Saul dan pada Yonatan)  , Mengapa  nama Mefiboset tidak dicantumkan dalam daftar nama keluarga Daud? Karena motivasi Daud menganggap Mefiboset sebagai anaknya, karena ada ikat janji antara dia dengan Saul dan dengan Yonatan. Dalam ikat janji ini, Daud berjanji kepada Saul TIDAK AKAN MENGHAPUSKAN NAMA SAUL DARI KAUM KELUARGANYA ( 1 Sam 24: 22), dan  juga janji Daud pada Yonatan, bahwa Tuhan akan ada di antara keturunan Daud dan keturunan Yonatan ( I Sam 23: 18, I Sam 21: 42). Oleh karena janji seperti itulah, Daud tidak mungkin mengangkat Mefiboset secara hukum, demi agar nama Saul tidak terputus keturunannya.

Fakta ini menunjukkan bahwasannya Daud pernah melakukan juga pengangkatan anak ..di luar kasus dari ke tiga anak Uria ini. Sedangkan mengangkat anak , seorang bernama Mefiboset yang notabene cucu daripada Saul, seorang yang memperlakukan Daud dengan kejam- saja bisa dilakukan oleh Daud, apalagi berbelas kasihan pada anak-anak Uria, orang yang telah ikut berjuang dengan dia sejak awal sampai dia menjadi raja ( I Taw 11: 10, 41), tentunya bukan perkara yang terlalu sulit untuk Daud melakukannya. Dengan mengangkat Mefiboset menjadi anggota keluarga raja secara kekeluargaan, Daud berbuat baik pada keluarga raja terdahulu ( dan ini melawan arus kebiasaan pada zaman itu, dimana raja berikutnya kebanyakan akan memusnahkan keturunan raja sebelumnya- untuk menghindarkan pemberontakan politik). Dengan mengangkat  Natan dan kedua kakaknya, menjadi anak-anak angkatnya yang sah secara hukum, menunjukkan karakter Daud yang berbuat baik pada notabene orang asing, dengan mengangkat harkat martabat Uria HET dengan cara mengangkat harkat martabat anak-anaknya.

  1. FAKTA KE LIMA; HASIL PENELITIAN ARTI-ARTI NAMA DARI SEMUA ANAK-ANAK DAUD

Dari beberapa kali dibawa Roh Kudus untuk bisa meneliti visi hidup seseorang dari cara dia memberi nama anak-anaknya, di mana dalam sebuah nama mengandung arti tersendiri, bisa kita teliti lebih jauh mengenai dugaan kuat ini, apakah benar tiga nama ini (Syamua/Simea, Sobab dan Natan ) bukan ciri khas Daud dalam memberi nama anak-anaknya.

Baik, kita teliti satu persatu nama anak-anak Daud yang dilahirkan di Hebron.

Termasuk nama-nama lain mereka yang hanya dimunculkan di kitab Tawarikh.

Amnon : ‘faithful’ = Setia.

Kileab/ Daniel;

Kileab= like his father= seperti ayahnya/ mirip ayahnya,

Daniel = “God is my judge” = Allah adalah hakimku

Absalom ; “my father is peace” = ayahku adalah kedamaian

Adonia; “my lord is Jehovah” = Tuhanku adalah Yehuwa

Sefaca ;  “Jehovah has judged” = Yehuwa menghakimi

Yitream; “profit of the people” = keuntungan orang-orang

Keenam nama ini dari 6 isteri yang berbeda-beda, sehingga tentunya terlihat di sini ada visi berbeda; Setia, Mirip ayahnya, ayahku kedamaian, tentang Yehuwa sebagai Tuhan dan sebagai hakim, serta yang berbau politik ( keuntungan orang-orang/ rakyat)

Bagaimana dengan nama anak-anak yang lahir di Yerusalem???

Inilah keempat nama anak dari Batsyeba:

Simea/ Syamua  arti namanya adalah

Simea = ketenaran / renowned,   Syamua = terkenal / fame

Sobab,

            Sobab = pemberontak/ rebellious

Natan

Natan = pemberi/ giver

 

dan Salomo

Salomo= Peace/ damai

( Hanya 1 anak Daud yang mendapat nama lain dari Tuhan sendiri melalui perantaraan nabi Natan, Salomo memiliki nama lain yaitu Jedija yang artinya dicintai oleh Yahwe II Sam 12: 25)- bisa jadi karena hal inilah Salomo menjadi pewaris tahta karena ada perjanjian antara Daud dengan Batsyeba bahwa anak Batsyeba Salomo lah yang akan menjadi pewaris tahta- hal ini dulang 3 kali dalam Alkitab I Raj 1: 13, 17, 30)

Keempat nama ini serta artinya akan kita bahas paling terakhir, karena kan dibandingkan arti- arti nama ini dengan nama anak-anak Daud yang lainnya.

Lalu nama-nama berikut ini berasal dari istri-istri Daud yang tidak disebutkan namanya

Yibhar, = “Jehovah chooses”= Yehowa memilih

Elisua ( disebut di Kitab Samuel) / Elisama ( disebut di kitab Tawarikh) =

Elisua= “my God is wealth” or “God is salvation” = Tuhanku kekayaan, Tuhanku keselamatan

Elisama = “my God has heard” = Tuhanku mendengar

Elifelet=  “God is deliverance” = Allah pembebas

Nogah =  “brightness” = kecerahan

Dua anak ini belum dikenal oleh penulis kitab Samuel sampai beliau meninggal, sehingga dua nama ini hanya muncul di kitab Tawarikh.

Bisa jadi keempat nama ini berasal dari satu isteri Daud. Karena melihat cara menamaannya yang sangat berbeda dengan 2 nama setelahnya. Keempat nama ini seputar tentang Yehowa/ Tuhan , juga bagaimana pada puncaknya setelah Elifelet mati, anak bungsunya diberi nama kecerahan.

Bisa jadi dua nama dibawah ini dari istri Daud yang lainnya lagi ( yang tidak disebutkan namanya)

Nefeg, = “sprout”= tumbuh

Yafia,  = “shining”= bersinar

Arti nama dari kedua orang ini sangat singkat, dan berbau-bau alam, bertumbuh dan bersinar. Bisa jadi lahir dari isteri yang sama.

Dan bisa jadi tiga nama ini dari istri Daud yang lainnya lagi ( yang tidak disebutkan namanya)

Elisama, “my God has heard” = Tuhanku mendengar

Elyada = “God knows” = Tuhan tahu

dan Elifelet= “God is deliverance” = Allah pembebas

Nama Elifelet =Tuhanku pembebas, adalah nama anak Daud yang saya perkirakan dari isteri Daud yang berikutnya setelah Batsyeba, berhubung anak ini meninggal, maka pada saat Daud mendapat anak lagi dari isterinya yang terakhir ini nama ini diberikan lagi menjadi nama anaknya.

Dari semua nama –nama anak Daud ini, terlihat sekali ketiga nama anak-anak Batsyeba sebalum Salomo sangat berbeda nuansa penamaan dari anak-anak Daud yang lainnya.

‘ketenaran’ – bukan Daud banget ya, ‘pemberontak’ – sangat bukan Daud banget – ‘pemberi’- yah ini mungkin nama seorang Nabi Natan yang pada zaman itu dikagumi oleh Uria.

Darimana kita tahu bahwa Daud sudah terkenal?

Bukankah keempat nama ini: II Sam 5: 13-16, I Taw 3: 5-9: Syamua , Sobab , Natan , Salomo adalah nama-nama yang dilahirkan bagi Daud di Yerusalem?

Seluruh rakyat Israel pada saat itu tidak ada yang tidak kenal dengan Daud ( II Sam 5; 1-6), jadi pada saat itu jelas –jelas Daud sudah terkenal. Popularitas bukan sesuatu yang dikejar oleh Daud pada masa itu.

Darimana kita tahu bahwa Daud bukanlah sesosok pemberontak? Dari kesimpulan yang dipetik oleh Alkitab sendiri:

I Raj 15: 5 Karena Daud telah melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan tidak menyimpang dari segala yang diperintahkan-Nya kepadanya sumur hidupnya, kecuali dalam perkara Uria, orang HET itu.

Sedangkan perkara Uria, bukanlah perkara pemberontakan, melainkan perkara : Penghinaan kepada Tuhan dengan kasus Pembunuhan Berencana atas Uria, Merebut Isteri Uria ( II Sam 12:9-10), berbeda dengan Saul yang melakukan dosa pemberontakan (I Sam 15: 23 menggunakan kata Pendurhakaan yang artinya sama dengan pemberontakan, untuk dosa Saul)

Bisa jadi arti nama anak pertama Batsyeba ini menunjukkan sisi-sisi kehidupan Uria yang tadinya mungkin saja bisa jadi menikahi Batsyeba karena ingin terkenal ( Batsyeba adalah orang Israel dari kalangan atas, karena ayahnya seorang prajurit/ pahlawan Israel= Eliam II Sam 23: 34, kakeknya juga penasihat raja Daud/kalangan istana = Ahitofel,  II Sam 23: 34, I Taw 27: 33). Bukankah sebagai satu-satunya prajurit Israel yang berasal dari bangsa asing hanya Uria..? ( belakangan baru bertambah satu orang lagi, yaitu orang Moab, tetapi pada awalnya hanya dia seorang diri yang dari bangsa asing) Bukankah Uria membutuhkan penerimaan dari bangsa Israel? Butuh pengakuan?

Dan bisa saja pernikahan ini menuai konflik keluarga, karena ada larangan orang Israel menikah dengan orang asing/orang Het, penduduk tanah Kanaan ini. Bisa saja hal inilah yang memicu Eliam – ayah Batsyeba keluar dari jajaran pahlawan Daud, namanya tercatat di  daftar pahlawan Daud di II Sam 23: 34- namun namanya tidak tercatat lagi di kitab Tawarikh (I Taw 11: 10-47). Itu artinya penulis kitab Tawarikh yang menuliskan kitab Tawarikh pada zaman yang lebih akhir daripada penulis kitab Samuel yang menuliskan pada zaman yang lebih awal, menemukan bahwa ada nama-nama pahlawan Daud yang mengundurkan diri, dan orang-orang yang mengundurkan diri tidak ditulis lagi dalam kitab Tawarikh ini, malahan justru orang-orang baru yang baru bergabung kemudian, namanya didaftarkan.

Bisa saja Uria pernah mengalami pemberontakan pada keluarga mertuanya yang bisa jadi menolak dirinya karena dia orang HET.

Bisa jadi Uria sebenarnya berlatar belakang tidak baik, karena pahlawan-pahlawan Daud kebanyakan yang sudah ikut sebagai rombongan Daud sejak di gua Adulam- orang-orang di gua Adulam adalah orang-orang yang hidupnya berlatar belakang tidak baik, dan seterusnya sampai akhirnya kekuatan pasukan Daud semakin besar- bisa jadi Uria dulunya seorang pemberontak sehingga mengikuti rombongan Daud .

Baca I Taw 11: 10,11,41- ini yang ikut Daud sejak Awal di gua Adulam- nama Uria termasuk di situ

bandingkan dengan I Taw 12:1- orang yang ikut Daud sejak di Zigkag- bandingkan juga dengann I Taw 12: 23 orang yang ikut Daud sejak di Hebron

Sampai pada akhirnya dia menamakan anak bungsunya Natan, yang artinya a giver/ pemberi.

Ada satu titik pertobatan Uria mungkin, saat dia sebagai anggota rombongan Daud, terus menerus melihat kehidupan Daud yang luar biasa. Bagaimana Daud mau selalu memuji Tuhan, bagaimana Daud selalu mau berkonsultasi pada Tuhan sebelum berperang, bagaimana dia melihat Daud melewatkan dua kali kesempatan untuk membunuh Saul, bagaimana Daud memindahkan tabut Allah ke Yerusalem, bagaimana Daud mau memelihara Mefiboset si pincang dalam istananya ( pada peristiwa Mefiboset ini, Uria belum meninggal, jadi dia tentu tahu peristiwa ini) Saat itulah bisa jadi ada titik pertobatan Uria, sampai dia mau memberi dirinya/ hidupnya untuk Tuhan.

Tak heran Uria adalah orang Het yang sangat setia pada bangsa Israel, mempertaruhkan dirinya sebagai pahlawan perang Israel, sampai maju ke medan laga, setia dan tidak mau bersenang-senang dengan isterinya pada masa perang masih berlangsung. Tidak mudah tergiur pada hadiah raja.

Berbeda sekali dengan nama Salomo, anak keempat Batsyeba yang mengandung arti ; Damai. Di masa inilah Daud kembali berdamai dengan Tuhan setelah dia hidup jauh dari Tuhan dengan perjinahan dan pembunuhan berencana.

Sangat tidak mungkin sekali Daud dan Batsyeba memberi nama anak mereka ‘terkenal’ apalagi ‘pemberontak’ kalau ‘si pemberi’ ya masih mungkin. Tapi aneh bukan…?? Masakan anak pertama dan kedua dari Daud dan Batsyeba ini bernamakan aneh seperti itu- terkenal dan pemberontak- baru kemudian yang ketiga nama anaknya kembali bernuansakan penamaan anak ala Daud…??!!

Mengapa tidak mungkin Daud menamakan anak pertamanya ‘terkenal’ dan anak keduanya ‘pemberontak’ ?

Jawabannya adalah karena Daud kan sudah terkenal, dan Daud sama sekali bukan pemberontak.

  1. FAKTA KE ENAM : SUDUT PANDANG PERBEDAAN BAHASA PENULISAN PADA DUA SILSILAH YESUS KRISTUS

Ada perbedaan mencolok antara silsilah Yesus Kristus pada versi kitab Matius dengan versi kitab Lukas

Pada kitab Matius 1: 6 dituliskan seperti ini:

Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria

Kata ‘memperanakkan’ di sini dipakai kata gennao, yang mengandung arti: memperanakkan, kandungannya.

Dan kata memperanakkan/ gennao  ini diulang sampai 39 kali. Itu artinya ada 39 anak kandung yang tertulis di silsilah ini

Tetapi pada silsilah versi kitab Lukas sangat berbeda sekali, Lukas 3: 23

 Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf,  anak Eli,

Perhatikan di sini dipakai kata MENURUT ANGGAPAN ORANG/ anggapan umum, artinya  silsilah ini adalah silsilah yang beredar di masyarakat pada kala itu.

Ia adalah anak Yusuf…anak Eli..dst…anak Natan, anak Daud….dst

Kata ‘anak’ di frase ini dipakai kata ‘huios’ yang mengandung arti: keturunan, ahli waris.

Kata anak ini muncul hanya sekali dalam perikop ini, jadi dalam bahasa aslinya kata HUIOS ini hanya muncul pada awal perikop. Jadi gampangannya seperti ini

Ia adalah anak Yusuf, Eli……, Natan, Daud….dst

Jadi bisa disimpulkan garis keturunan Daud melalui Natan, di sini adalah Natan sebagai ahli waris Daud. Bukan anak kandungnya yang sah karena spermanya sendiri yang disemaikan ke rahim isterinya sendiri, melainkan adalah anak URIA yang telah diangkat anak oleh Daud menjadi ahli warisnya, selepas kematian URIA.

Dan seperti kita ketahui bersama; bahwa orang Israel biasa mengangkat anak, apabila anak-anak itu telah menjadi anak yatim/ anak yatim piatu , contoh bagaimana Mordekai mengangkat Ester sebagai anaknya, setelah Ester menjadi yatim piatu.

Dalam hal ini, bisa saja Daud mengangkat ketiga anak Uria ini sebagai anaknya ;  Simea/ Syamua, Sobab, dan Natan. Dimana nama ketiganya dimasukkan dalam daftar keluarganya, setelah Uria mati dan setelah dia menikahi Batsyeba.

Hal semacam ini juga pernah terjadi pada Mikhal dan Merab. Dalam II Sam 21: 8 dalam bahasa Indonesia tertulis dan kelima anak laki-laki Merab binti Saul.

Tetapi kalau kita lihat bahasa aslinya bukan tertulis Merab, tetapi jelas jelas tertulis Mikhal.

Padahal di bagian Alkitab lainnya dikatakan Mikhal mandul sampai hari matinya.

Selidik punya selidik, ternyata anak laki-laki Merab dibesarkan/diasuh oleh Mikhal seperti anaknya sendiri, karena Merab mati muda.

Bacaan: http://www.sarapanpagi.org/mikhal-ahinoam-vt3058.html

  1. FAKTA KE TUJUH : PENELITIAN NAMA-NAMA ORANG-ORANG YANG MASUK DALAM DAFTAR SILSILAH YESUS KRISTUS
    • Silsilah menurut versi Matius, dari Abraham sampai Daud, semuanya orang-orang terkenal di PL. Demikian juga silsilah menurut versi Lukas, dari Adam sampai Daud hampir semua adalah orang-orang yang dikenal di PL ( hanya tiga nama saja dari lima belas nama yang ada, yang tidak dikenal di PL, yaitu Kenan, Salmon dan Arni.
    • Tetapi start dari Daud kepada Salomo dst ( Silsilah Versi Matius) , dan start dari Daud kepada Natan dst ( Silsilah Versi Lukas), merupakan perbedaan tajam.
    • Salomo menurunkan raja-raja terus sampai kepada raja terakhir yaitu raja Yekonya, setelah itu Yekhonya menurunkan Sealtiel pada masa pembuangan.
    • Jika kita bandingkan dengan silsilah versi kitab Lukas, start dari Natan dst sampai Sealtiel pada masa pembuangan, tidak ada sama sekali nama –nama dari keturunan Natan ini yang dikenal di PL. 19 nama satu pun tidak ada yang dikenal
    • Hal ini dikerenakan Natan adalah anak daripada Uria orang Het itu.
    • Jadi start dari Natan sampai Neri ( ayah Sealtiel pada masa pembuangan) – bisa jadi nama-nama ini adalah nama-nama orang HET, mengingat Natan adalah anak dari URIA orang HET.
    • Siapakah Het itu? Het adalah putra kedua dari Kanaan Kej 10:15, dan mereka memiliki asal usul Hamitik Kej 10:6
    • Namun dugaan kuat saya, Uria telah menggabungkan diri menjadi bagian dalam bangsa Israel, terbukti dia adalah masuk dalam deret nama pahlawan-pahlawan Daud ( II Sam 23: 39). Bisa jadi anak-anak Uria ini menikah dengan keluarga yang sama-sama orang Het, bernama Ahimelekh orang Het, yang adalah salah satu orang kepercayaan / asisten Daud ( I Sam 26: 6), yang pastinya Ahimelekh ini juga adalah orang Het yang sudah menggabungkan diri menjadi orang Israel. Karena orang Het ada yang termasuk orang Israel ada yang tidak ( I Raj 9:20. II Taw 8:7). Bisa jadi juga anak-anak Uria ini untuk seterusnya menikahi gadis-gadis Israel.
    • Dugaan bahwa Uria bukanlah orang Het biasa, juga adalah karena nama-nama keturunan secara biologis daripada Uria ini, mulai Natan, dst….setidaknya ada 7 nama-nama yang muncul yang mana nama-nama ini  sangat populer di antara orang Israel, seperti munculnya nama : Yoda , Yosekh, Simei, Amos, Yusuf, Yusuf ( nama yang berulang pada orang yang berbeda) , Lewi. Itu artinya pribadi Uria yang adalah orang Het yang telah menjadi orang Israel, menjadikan keturunannya memakai nama-nama Israel yang sangat populer. Bisa dibayangkan jika ada orang Belanda yang sangat cinta Indonesia, dan dia memutuskan menjadi warga negara Indonesia dan anak cucunya diberi nama seperti Budi, Ari, Joko, dan bukan Van den burg, dll.
    • Dugaan kuat bahwa Uria dan keturunannya telah menjadi orang Israel adalah bahwa mereka masuk dalam pembuangan di Babel, pada zaman Ezra. Jika tidak menjadi bagian Israel, tentunya tidak akan ikut dalam pembuangan. (Seperti contohnya ; seorang warga negara Belanda yang cinta Indonesia dan sudah menjadi warga negara Indonesia, pada zaman perang, justru membela Indonesia.) Sehingga muncullah keturunan Uria orang Het ini, melalui Natan yang sudah diangkat menjadi anak Daud ini, sampai kepada Neri, ayah dari Sealtiel, pada masa pembuangan. Entah ayah angkat atau ayah kandung, yang jelas Sealtiel adalah juga garis keturunan melalui Salomo Bin Daud. ( Dugaan saya, Neri adalah ayah angkat daripada Sealtiel, yang mengangkat Sealtiel sebagai anak asuhannya secara kekeluargaan karena raja Yekhonya yang hanya memerintah selama 3 bulan,  masuk dalam kurungan dalam masa pembuangan.)
    • Dugaan kuat saya bahwa Uria orang Het ini, benar-benar telah menjadi orang Israel, karena Tuhan sangat membela Uria yang diperlakukan tidak adil oleh Daud dengan cara licik, padahal kalau dipikir-pikir sebenarnya kan Tuhan meminta bangsa Israel memusnahkan beberapa bangsa, salah satunya bangsa HET. Mengapa Uria orang Het ini dibela Tuhan ? Karena dia bukan orang Het pada umumnya, sama seperti Rahab adalah orang Yerikho yang berbeda dari orang-orang sebangsanya, dan sama seperti Ruth , dia adalah orang Moab yang sangat berbeda dari orang-orang Moab lainnya, sama seperti Naaman berbeda dari orang-orang Aram lainnya.
    • Pembelaan Tuhan atas Uria ditulis beberapa kali dalam Alkitab:
      • II Sam 11; 26. Dalam masa Daud telah berzinah dengan Batsyeba, maka saat menceritakan Batsyeba mendengar kabar kematian suaminya, narasi Alkitab sama sekali tidak menuliskan nama Batsyeba, melainkan menuliskannya sebagai Isteri Uria. Di sinilah Tuhan membela Uria, bahwasannya Daud merebut isteri orang.
      • Matius 1: 6. Dalam silsilah ini malahan nama Uria terus disebut-sebut sebagai suami dari seorang wanita yang bersama dengan Daud memperanakkan Salomo. Walaupun pada masa kehamilan Salomo itu Batsyeba telah diperistri secara sah oleh Daud. Di sini kita melihat bahwa Tuhan sangat membela Uria.
      • Daud mendapat komentar seperti ini pada zaman raja-raja. …’karena Daud telah melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan tidak menyimpang dari segala yang diperintahkan-Nya kepadanya seumur hidupnya, kecuali dalam perkara Uria orang Het itu.’

I Raj 15: 5. Di sinilah kita melihat bahwa perkara Uria orang Het, adalah perkara serius di mata Tuhan. Tuhan membela Uria secara besar-besaran. Keadilan Tuhan berlaku atas hidup Uria, seorang Het yang takut akan Tuhan-nya Israel.

  1. FAKTA KE DELAPAN : LATAR BELAKANG PENULISAN KITAB MATIUS VS KITAB LUKAS
    • Silsilah versi kitab Matius dituliskan pada awal/ pasal pertama- sebelum kelahiran Yesus
    • Sedangkan Silsilah versi kitab Lukas, sangat berbeda: silsilah ini berada pada bagian yang DIAPIT antara Yesus, Anak Allah dibabtis, dengan Yesus dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun dan dicobai iblis. Jadi bukan ditulis sebelum kisah kelahiran Yesus, walaupun kitab Lukas ini juga ikut menceritakan kelahiran Yesus seperti halnya kitab Matius ( sedangkan kitab Markus dan kitab Yohanes tidak menceritakan kisah kelahiran Yesus di Betlehem, dst)
    • Hal ini menurut saya, karena perbedaan antara tujuan penulisan Matius dengan tujuan penulisan Lukas
    • Matius pertama-tama menuliskan injilnya untuk orang Yahudi, sehingga penulisan silsilah menjadi bagian awal yang wajib ada, dan nama-nama terkenal dalam PL sungguh membuktikan garis keturunan Yesus, sang Mesias. Terbukti Matius cukup puas membuktikan keMesiasan Yesus start dari garis Abraham, dan harus melalui nama Daud, karena Mesias haruslah keturunan Abraham dan haruslah anak Daud / keturnan Daud, tidak perlu memperinci dimulai dari Adam.
    • Matius membuktikan keMesiasan Yesus sampai garis daripada Yusuf, ayah Yesus yang sah secara hukum menjadi ayah Yesus. Oleh karena itu tidak heran di kitab Matius, tokoh yang dibahas dalam peristiwa natal ini adalah Yusuf, bukan si Maria. Jadi Yusuflah yang diekspose habis-habisan, bagaimana Malaikat menjumpai dia dalam mimpinya.
    • Sedangkan Lukas menulis injil kepada orang-orang bukan Yahudi, guna menyediakan catatan yang lengkap dan cermat ‘tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, sampai hari Ia terangkat’ (Kis 1: 1-2). Sehingga tidak heran, Lukas memulai silsilah ini dari moyang seluruh umat manusia, yaitu bermula dari Adam.
    • Tafsiran saya, silsilah versi kitab Lukas ini, sarat dengan tujuan Lukas menulis silsilah ini adalah salah satunya, untuk menggarisbawahi DESTINY/ TUJUAN YESUS DATANG KE DUNIA INI UNTUK SELURUH UMAT MANUSIA- baik untuk orang Yahudi, Yunani, maupun bangsa-bangsa lain- hal ini saya simpulkan dari pendahuluan silsilah ini sbb:
      • Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli, ……dst
    • Oleh karena itu penempatan silsilah ini bukan ditempatkan Lukas pada pasal 1 dan ayat 1, sebelum kelahiran Yesus, tetapi tepat ditempatkan pada perikop dimana Yesus memulai pekerjaan-Nya. Mat 4: 17, Kis 1:1.
    • Apa sih pekerjaan Yesus itu? Pekerjaan Yesus intinya bermuara pada ketaatan Yesus pada kehendak Bapa, yaitu karya salib. Pembahasan ini  dapat anda baca secara lebih panjang lebarnya lagi pada blog saya sbb:
    • Fakta bahwa penulis kitab Lukas, yang adalah si Lukas, seorang petobat Yunani, dan dia adalah satu-satunya orang bukan Yahudi yang menulis sebuah kitab di dalam Alkitab, menjadi garis bawah buat saya/ buat kita bahwasannya lewat silsilah ini Lukas dipakai Tuhan untuk menunjukkan bahwasannya Tuhan juga memakai orang-orang non Yahudi, seperti Uria, Natan, dst, yang notabene adalah orang Het, tetapi memiliki iman pada Allah Israel, pada Yehuwa, sama seperti pada silsilah versi kitab Matius, juga muncul beberapa nama –nama orang asing ( non Israel) yang dipakai Tuhan dalam menurunkan garis keturunan Mesias, yaitu Rahab ( orang Yerikho), Rut ( orang Moab), Uria ( orang Het)- walau nama Uria bukan dimaksudkan sebagai ayah daripada Salomo, tetapi nama Uria ini nyangkut juga disebut dalam silsilah ini.
    • Lukas membuktikan kemanusiaan Yesus, dengan mengedepankan tokoh Maria. Oleh karena itu yang dibahas habis-habisan pada peristiwa kelahiran Yesus, adalah tokoh Maria, bukan Yusuf. Bagaimana Maria didatangi malaikat Tuhan, bagaimana Maria menjumpai Elisabet, dst. Karena Marialah yang terkait dengan kemanusiaan Yesus. Yesus lahir dari rahim seorang perempuan, dan perempuan itu bernama Maria
    • Dari semua ulasan di atas, bisa kita simpulkan untuk menonjolkan kemanusiaan Yesus, maka penulis kitab Lukas yang menujukan tulisannya pada non Yahudi ingin membuktikan pemakaian Tuhan atas bangsa-bangsa lain ( Het) adalah pembuktian bahwa Tuhan menyelamatkan bukan Yahudi saja, tetapi semua umat manusia
  1. FAKTA KE SEMBILAN; NUBUATAN TUHAN ATAS AKAN LAHIRNYA SALOMO SEBAGAI PEWARIS TAHTA.

Jauh sebelum Salomo lahir, jauh sebelum Daud jatuh dalam peristiwa Sotoh Istana, jauh sebelum Daud mengangkat ke-3 anak Uria menjadi anak angkatnya,  jauh sebelum itu semua, Tuhan sudah menubuatkan akan adanya seorang ANAK KANDUNG Daud yang akan menjadi pewaris tahta menggantikan Daud.

Hal ini bisa kita baca di II Sam  PASAL 7: 12-16, khususnya ayat 12, sedangkan peristiwa SOTOH ISTANA baru terjadi nanti di PASAL 11.

Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.

Anak kandung  di sini menggunakan kata Me’ah = mengandung arti rahim. ( sama dengan kata yang merujuk pada Ishak)

Ada penegasan mengenai anak kandungmu, artinya tentu ada anak yang bukan kandung.  Dalam kemahatahuan Tuhan, Tuhan sudah mengetahui akan apa yang akan terjadi di kemudian hari, bahwa pemulihan hidup Daud akan melahirkan generasi Salomo. Dan dalam kemahatahuan Tuhan , Tuhan sudah mengetahui bahwasannya Daud akan memiliki anak angkat sepeninggal URIA.

Hal ini bisa kita bandingkan dengan yang terjadi pada Abraham, Abraham berpikir bahwa nanti yang akan penjadi pewarisnya adalah Eliezer orang Damsyik itu,

pada:

Kejadian 15: 4 Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: “Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu.

Anak kandung  di sini menggunakan kata Me’ah = mengandung arti rahim. (Sama dengan kata yang merujuk pada Salomo)

Saat Tuhan menjelaskan pribadi Ishak, berbeda kata dengan kata yang dipakai Tuhan untuk menjelaskan pribadi Ismail

21:12 Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: “Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut u  keturunanmu   ialah yang berasal dari Ishak.

keturunanmu  ( Zera= mengandung arti BENIH)- kata ini berlaku untuk Ishak.

21:13 Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, v  karena iapun anakmu.”

keturunan ( Ben= mengandung arti budak-budak yang lahir, yang akan mewarisi)  – kata ini berlaku untuk Ismail.

  1. FAKTA KE SEPULUH

Pada hari tua Daud, terjadi percakapan antara nabi Natan kepada Batsyeba, antara Batsyeba kepada Daud, dan antara Daud kepada Batsyeba, di mana dalam 3 percakapan ini, selalu ditegaskan perkataan seperti ini:

Anakmu Salomo, akan menjadi raja sesudah aku I Raj 1: 13

Anakmu Salomo, akan menjadi raja sesudah aku I Raj 1: 17

Anakmu Salomo, akan menjadi raja sesudah aku I Raj 1: 30

Bisa jadi menekankan bahwa yang jadi raja menggantikan Daud, bukan anak dari isteri-isteri Daud yang lainnya, melainkan anak dari Batsyeba.

Bisa jadi juga menekankan bahwa dari keempat anak Batsyeba, maka Salomo-lah yang dimaksudkan untuk menjadi raja menggantikan Daud menjadi raja, bukan Syamua, Sobab atau Natan.

Yang aneh di sini, bukankah Salomo mengaku sebagai anak tunggal ayah dan ibunya (Amsal 4: 4), lalu untuk apa, nama Salomo ditekankan?

Bukankah cukup berkata : Anakmu akan menjadi raja sesudah aku.

Sudah pasti kan anak Batsyeba dan Daud adalah Salomo?

Sumpah Daud kepada Batsyeba ini ( I Raj 1: 30) perlu sejelas-jelasnya, siapa nama pewaris tahta itu, karena tentunya ada 3 nama anak lain, yang juga sudah menjadi anggota keluarga Daud, sah diangkat anak oleh Daud. Syamua juga anak Batsyeba, dan anak angkat Daud, Sobab juga begitu, dan Natan juga sama.

Jadi penyebutan nama SALOMO menjadi penting, karena adanya pengangkatan anak oleh Daud atas ketiga anak Uria tersebut.

Secara hukum mereka bertiga juga berhak jadi pewaris tahta, walaupun mereka hanya anak angkat, namun secara penunjukan murni hak Daud untuk menunjuk.

 

MENELITI LEBIH JAUH TENTANG PRIBADI URIA ORANG HET

 

Jika memang semua fakta-fakta tersebut mengacu pada Natan adalah anak kandung daripada Uria dan Batsyeba, kini kita ingin meneliti lebih jauh, apa sih istimewanya Uria ini sehingga salah satu dari anaknya dipakai oleh Tuhan masuk dalam daftar silsilah Yesus Kristus menurut versi kitab Lukas. Tanpa segan-segan Tuhan memasukkan NATAN yang notabene HASIL PENYELIDIKAN KITA adalah mengacu pada NATAN sebagai  BIN URIA ORANG HET, dalam silsilah Yesus Kristus ini.

  1. Arti nama URIA

‘Uwriyah

Perhatikan ; kata yah di akhir nama ini menunjuk kepada Jehovah/ Yahweh

Nama URIA itu sangat nama Israel sekali, karena nama Uriah berarti

Jehovah is my light/flame =  Yehowa adalah terangku/ apiku/kobaranku/luapanku/ sinarku/kekasihku

Light= terang

Flame=  api, nyala api, sinar, kekasih, bernyala, berkobar, meluap, bersinar

Selain daripada Uria orang HET ini, ada tokoh-tokoh lain dalam Alkitab yang juga menggunakan nama Uria, yaitu:

  • Nama seorang Imam di kitab Yesaya, Yesaya 8:2
    • Uria orang HET diperkirakan hidup di akhir abad ke 10 SM, sedangkan kitab Yesaya diperkirakan ditulis pada tahun 700 SM,
  • Nama seorang Nabi Tuhan yang bernubuat menyampaikan pesan Tuhan URIA bin Semaya dari Kiryat- Yearim. Yeremia 26: 20
    • Uria orang HET diperkirakan hidup di akhir abad ke 10 SM, sedangkan Kitab Yeremia kemungkinan ditulis 625 SM
  • Nama seorang imam di II Raj 16: 10
    • Uria orang HET diperkirakan hidup di akhir abad ke 10 SM, sedangkan kitab Raja-raja diperkirakan ditulis pada tahun 560-550
  • Nama seorang ayah daripada Meremot, dimana Meremot ini adalah seorang Imam pada zaman Ezra, yang mengawasi penimbangan perlengkapan perak dan emas di dalam rumah Tuhan Ezra 8: 33, Neh 3: 21
    • Uria orang HET diperkirakan hidup di akhir abad ke 10 SM, sedangkan Kitab Ezra dan Nehemia diperkirakan ditulis tahun 400 SM,

Bisa jadi orang tua dari Uria orang HET ini , walaupun tidak pernah ditulis dalam Alkitab, siapa nama ayah dan ibu daripada Uria ini, bisa jadi orang tuanya adalah pengagum Allah Israel, sehingga mereka memberi nama Uria dengan nama yang sangat berbau Israel sekali, karena nama Yah…di belakang nama URI ini berarti Yahweh/ sebutan untuk Allah Israel.

Nama Uria orang Het ini, adalah nama pribadi pertama dalam Alkitab yang menggunakan kata URIA, tetapi orang –orang yang hidup setelah Uria orang Het ini mati, ada beberapa orang-orang penting yang dipakai Tuhan di zaman-zaman setelah Uria orang Het ini mati, juga menggunakan nama Uria.

Apakah keluarga-keluarga daripada hamba-hamba Tuhan ini diam-diam mengagumi kesetiaan dan ketulusan hati Uria orang Het, dan mereka ‘meminjam’ nama Uria orang Het ini menjadi nama anak  mereka, toh nama Uria itu tidak berbau HET sama sekali.

Orang tua URIA memiliki Visi, kelak anaknya akan menjadi terang Yahweh/ terang Tuhan/ luapan api kobaran api cinta kepada Tuhan, seperti halnya orang Israel.

Walaupun mereka keluarga HET. Diam-diam mereka mengagumi Yahweh yang disembah orang Israel, tak ubahnya Rahab  si orang Yerikho, yang diam-diam mengagumi Allah Israel dengan segala perbuatan-Nya yang dahsyat.

Nama Uria, yang mengacu pada Uria orang Het ( jadi bukan imam Uria , dll) – disebut baik di PL dan di PB ( Kitab Matius) – ditulis sebanyak 28 kali.

Angka 28 dalam Alkitab, salah satunya dipakai Tuhan menjadi angka ukuran panjang dari 10 buah tenda pada Kemah Suci, yaitu 28 hasta. Keluaran 26: 1-6.

Melihat bahwa nama-nama Uria-Uria yang lain setelah Uria orang Het ini mati, adalah nama-nama dari Imam dan Nabi Tuhan, bisa diasumsikan ada arti rahasia dari penyebutan 28 kali nama URIA ini dalam Alkitab. Bahwasannya Uria adalah hamba Tuhan yang hidupnya berkenan kepada-Nya. Kehidupannya yang dipulihkan membuat Uria ini menyenangkan hati Tuhan, bagaikan sepuluh tenda kemah suci dari lenan halus yang dipintal benangnya ( hidupnya dibentuk oleh Tuhan), dan dari kain ungu tua , kain ungu muda dan kain kirmizi ( lambang darah Yesus), dengan ada kerubnya ( lambang tabut Tuhan, lambang persekutuan dengan Tuhan, hadirat Tuhan), buatan ahli tenun ( dibentuk sampai profesional- bagaimana Uria sangat profesional sebagai seorang tentara dan itu menjadi persembahan yang menyenangkan hati Tuhan, sebuah persembahan yang berkualitas : more than everage/ di atas rata-rata)

  1. Kebangsaan Uria

Ada 6 bangsa yang seharusnya harus ditumpas sama sekali:

Orang Het, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus .

Lebih jauh tentang Orang Het adalah ( Bacaan: http://wol.jw.org/en/wol/d/r25/lp-in/1200002040)

Bangsa keturunan Het, putra Kanaan yang disebutkan pada urutan kedua. (Kej 10:15) Oleh karena itu, mereka memiliki asal usul Hamitik.—Kej 10:6.

Abraham beberapa kali berurusan dengan orang Het, yang berdiam di Kanaan pada waktu ia pindah ke sana. Yehuwa telah berjanji untuk memberikan kepada benih Abraham tanah Kanaan, yang dihuni sejumlah bangsa, termasuk orang Het. (Kej 15:18-21) Akan tetapi, Yehuwa memberi tahu Abraham bahwa ”kesalahan orang Amori [istilah yang umumnya digunakan untuk bangsa-bangsa di Kanaan] belum genap”. (Kej 15:16) Oleh karena itu, Abraham menghargai orang Het sebagai pemilik tanah itu, dan sewaktu Sara, istrinya, meninggal, ia mengadakan kesepakatan dengan Efron putra Zohar, orang Het, untuk membeli sebuah gua guna mengubur istrinya.—Kej 23:1-20.

Orang Het pada zaman Yosua disebutkan mendiami negeri yang mencakup daerah ”dari padang belantara dan Lebanon ini sampai ke sungai besar, Sungai Efrat, yaitu seluruh tanah orang Het”. (Yos 1:4) Tampaknya, mereka kebanyakan tinggal di wilayah-wilayah pegunungan, yang mencakup Lebanon dan, mungkin, daerah-daerah di Siria.—Bil 13:29; Yos 11:3.

Di bawah Kutukan Nuh. Sebagai keturunan Kanaan, orang Het berada di bawah kutukan yang diucapkan Nuh atas Kanaan, dan ketika mereka ditaklukkan oleh Israel, tergenaplah kata-kata Nuh di Kejadian 9:25-27. Orang Het adalah orang kafir dan agama mereka, seperti halnya agama-agama Kanaan lainnya, tentu berkaitan dengan penyembahan lambang alat kelamin pria. Sewaktu Esau, cucu Abraham, menikahi wanita-wanita Het, hal ini menjadi ”sumber kepahitan bagi roh Ishak dan Ribka”, yaitu ayah dan ibu Esau.—Kej 26:34, 35; 27:46.

Allah menggambarkan negeri yang didiami orang Het dan bangsa-bangsa lain di sekitarnya sebagai ”negeri yang berlimpah dengan susu dan madu”. (Kel 3:8) Namun, bangsa-bangsa ini menjadi demikian bejat sehingga keberadaan mereka mencemari negeri itu. (Im 18:25, 27) Allah berulang-ulang memperingatkan Israel berkenaan dengan bahayanya bergaul dengan mereka mengingat mereka melakukan perbuatan yang kotor dan bobrok. Ia menyebutkan banyak bentuk perbuatan amoral, melarang bangsa Israel melakukannya, dan selanjutnya mengatakan, ”Jangan menajiskan diri dengan perkara-perkara itu, sebab dengan semua perkara itu bangsa-bangsa [termasuk orang Het] yang akan kuhalau dari hadapan kamu telah menajiskan diri.”—Im 18:1-30.

Kebinasaan Ditetapkan. Orang Het disebutkan di antara tujuh bangsa yang harus dibinasakan. Bangsa-bangsa itu dikatakan ”lebih banyak penduduknya dan lebih perkasa” daripada Israel. Maka, pada waktu itu tujuh bangsa tersebut pasti berjumlah lebih dari tiga juta orang, dan orang Het yang berada dalam benteng mereka di gunung merupakan musuh yang hebat. (Ul 7:1, 2) Mereka memperlihatkan sikap bermusuhan dengan bergabung bersama bangsa-bangsa Kanaan lainnya untuk memerangi Israel (dipimpin oleh Yosua) sewaktu mereka menerima kabar bahwa bangsa Israel menyeberangi S. Yordan dan membinasakan kota Yerikho dan Ai. (Yos 9:1, 2; 24:11) Jadi, kota-kota orang Het harus dibinasakan dan penduduknya dilenyapkan agar mereka tidak membahayakan loyalitas Israel kepada Allah dan tidak menyebabkan Israel tidak diperkenan Allah. (Ul 20:16-18) Akan tetapi, Israel tidak melaksanakan perintah Allah dengan sempurna. Setelah Yosua meninggal, mereka tidak mematuhi perintah untuk menyingkirkan bangsa-bangsa itu, yang tetap menjadi seperti duri pada kedua sisi tubuh mereka dan terus mengganggu mereka.—Bil 33:55, 56.

Sejarah Selanjutnya. Karena Israel tidak mematuhi perintah Allah untuk membinasakan bangsa-bangsa Kanaan seluruhnya, Allah menyatakan, ”Aku kemudian berfirman, ’Aku tidak akan menghalau mereka dari hadapanmu, dan mereka pasti akan menjadi jerat bagimu, dan allah-allah mereka akan menjadi umpan bagimu.’” (Hak 2:3) Tampaknya, orang-orang Kanaan yang tetap berada di tengah-tengah bangsa Israel ditoleransi dan bahkan, walaupun jarang, diberi kedudukan yang bertanggung jawab dan terhormat. Selain itu, dari antara bangsa-bangsa Kanaan, tampaknya hanya orang Het yang tetap terkemuka dan kuat sebagai suatu bangsa.—1Raj 10:29; 2Raj 7:6.

Dua orang Het menjadi prajurit, mungkin perwira, dalam pasukan Daud, yakni Ahimelekh dan Uria. Uria adalah orang yang bergairah demi kemenangan Israel atas musuh-musuh, dan ia juga patuh kepada Hukum. Daud melakukan hubungan dengan Bat-syeba, istri Uria, dan setelah itu memerintahkan agar Uria ditempatkan di posisi yang berbahaya di medan pertempuran sehingga dia pun terbunuh. Akibatnya, Daud dihukum oleh Allah.—1Sam 26:6; 2Sam 11:3, 4, 11, 15-17; 12:9-12.

Raja Salomo mengerahkan pria-pria Het untuk melakukan kerja paksa. (2Taw 8:7, 8) Akan tetapi, istri-istri asingnya, yang antara lain adalah wanita-wanita Het, menyebabkan Salomo berpaling dari Yehuwa, Allahnya. (1Raj 11:1-6) Menurut Alkitab, orang Het memiliki raja dan sarana perang bahkan sampai masa pemerintahan Raja Yehoram dari Israel (±917-905 SM). (2Raj 7:6) Akan tetapi, ketika orang Siria, Asiria, dan Babilonia menaklukkan negeri itu, kekuasaan orang Het tampaknya dihancurkan.

Setelah Israel kembali dari pembuangan pada tahun 537 SM, orang-orang Israel dan bahkan beberapa imam dan orang Lewi mengawini wanita-wanita dari bangsa-bangsa Kanaan dan memberikan anak-anak perempuan mereka kepada pria-pria Kanaan, antara lain orang Het. Hal itu melanggar hukum Allah. Itulah sebabnya Ezra menegur mereka sehingga mereka setuju untuk menyingkirkan istri-istri asing mereka.—Ezr 9:1, 2; 10:14, 16-19, 44.

Sebagai Kiasan. Yehuwa menggunakan istilah ”orang Het” dalam makna kiasan, ketika Ia berbicara dengan perantaraan nabi Yehezkiel kepada Yerusalem. Ia berfirman, ”Asalmu dan kelahiranmu adalah dari negeri orang Kanaan. Bapakmu orang Amori, dan ibumu orang Het.” (Yeh 16:3) Yerusalem, ibu kota bangsa itu, yang di atasnya Yehuwa menaruh nama-Nya, ditempati orang Yebus sewaktu Israel memasuki negeri tersebut. Tetapi karena suku-suku yang paling terkemuka adalah orang Amori dan orang Het, tampaknya merekalah yang digunakan sebagai wakil bangsa-bangsa Kanaan, termasuk orang Yebus. Karena itu, kota tersebut mewarisi hal-hal yang buruk, tetapi Yehuwa telah membuatnya indah. Melalui Raja Daud, yang duduk ”di atas takhta Yehuwa” (1Taw 29:23), dengan tabut perjanjian di atas G. Zion, dan akhirnya, bait megah yang dibangun oleh putra Daud, Salomo, kemasyhuran Yerusalem tersebar di antara bangsa-bangsa. Namun, Yerusalem menjadi seperti bangsa-bangsa Kanaan di sekitarnya, korup dan amoral, sehingga akhirnya Yehuwa mendatangkan kehancuran atasnya.—Yeh 16:14, 15.

  1. Sejarah Hidup Uria

Tidak pernah Alkitab mencatat kapan Uria dilahirkan, siapa nama ibunya atau ayahnya.  Bahkan Alkitab tidak pernah menceritakan siapa nama saudaranya, kerabatnya, dll. Ibaratnya Uria sepertinya tiba-tiba datang seorang diri , terpisah dari keluarganya dan bergabung dengan bangsa Israel.

Alkitab mencatat bahwa Uria bergabung dengan pasukan Daud sejak Rombongan Daud yang pertama ( I Taw 11: 10-11, 41  ; II Sam 23: 8-39), dan bukan baru bergabung dalam rombongan kedua ( di Ziglag ataupun di Hebron I Taw 12)

Itu artinya Uria mengikuti Daud sejak dari

  • Gua Adulam I Sam 22: 1-5. Melihat kenyataan ini, itu memberi kita gambaran bahwasannya Uria punya latar bekalang hidup yang tidak karuan, bisa jadi Uria salah satu dari masalah ini:
    • Ada dalam kesukaran
    • Dikejar-kejar tukang piutang
    • Sakit hati.
  • Di Kehila ( I Sam 23)
  • Uria menjadi saksi mata peristiwa Daud membiarkan Saul hidup yang merupakan peristiwa pertama ( Peristiwa punca jubah), I Sam 24
  • Uria terus mengikuti Daud dan menjadi saksi mata peristiwa Daud dinasehati Abigail isteri Nabal, dan Daud dihindarkan dari melakukan pembunuhan massal saat itu, gara-gara kemarahan terhadap kebebalan Nabal. I Sam 25
  • Uria menjadi saksi mata peristiwa kedua di mana Daud membiarkan Saul hidup I Sam 26
  • Uria ikut bersama Daud tinggal di Gad, di daerah orang Filistin I Sam 27, tetapi besar kemungkinan walaupun pada saat itu para tentara –tentara lainnya membawa anak dan isteri mereka untuk tinggal di Gad, di daerah Filistin, besar kemungkinan pada saat itu Uria belum menikah , mengingat ayat lain yang menyebutkan bahwa Kakak-kakak Salomo lain ayah ini (Syamua, Sobab dan Natan) , adalah ayat yang mengandung petunjuk waktu- dimana di situ kita temui petunjuk bahwa ketiga anak Uria ini lahirnya di Yerusalem- setelah Daud pindah dari Hebron ( II Sam 5: 13-16). Apakah Uria ini pahlawan sejati, yang tidak mau menikah dahulu sebelum peperangan benar-benar berakhir? Setelah Daud benar benar sudah jadi raja atas seluruh Israel? Apakah dia berbeda dengan prajurit lainnya yang segera menghadirkan anak-anak dan isteri mereka setelah mereka merasa nyaman menetap di Gad? Di negri asing di Filistine ini? Jauh dari kejaran Saul?
  • Uria menjadi saksi mata bagaimana Daud menguatkan kepercayaannya pada TUHAN, saat persitiwa di Ziglag Daud benar benar terjepit. I Sam 30. Dan bagaimana Tuhan menolong mereka bisa membebaskan isteri dan anak-anak yang tertawan oleh musuh. Uria melihat hasil doa dan iman daripada Daud.
  • Uria menjadi saksi mata bagaimana Daud berlaku adil pada setiap tentara, baik yang maju perang maupun yang menjaga barang-barang. Dan bagaimana Daud bermurah hati dan berbagi jarahan pada orang-orang Israel lainnya ( I Sam 30)
  • Uria menjadi saksi mata betapa sedihnya Daud mendengar kabar kematian Saul dan Yonatan II Sam 1
  • Uria ikut tinggal bersama Daud di Hebron saat Daud memerintah jadi raja hanya atas suku Yehuda saja
  • Uria menyaksikan Daud dinobatkan menjadi raja atas seluruh Israel II Sam 5
  • Uria ikut berpindah bersama dengan rombongan Daud dari Hebron ke Yerusalem
  • Di Yerusalem inilah kemungkinan besar, Uria menikah dengan Batsyeba binti Eliam, alias Batsyua binti Amiel. Dan melahirkan anak-anak : Syamua, Sobab dan Natan. Oleh karena itu kemungkinan besar Syamua, Sobab dan Natan ini seumur/sepantaran dengan Yibhar, Elisua, dan Elifelet / anak-anak Daud dari isteri yang tidak disebutkan namanya dalam Alkitab. Bisa jadi karena alasan inilah, penulis kitab Tawarikh agak kesulitan memberi nomer lanjutan, mana anak Daud yang nomer 7 setelah Yitream, karena selain 3 anak ini adalah anak angkat Daud, yang adalah anak kandung Uria, mereka bertiga juga kemungkinan beda tipis umurnya dengan anak-anak Daud lainnya yang dilahirkan dari isteri-isteri Daud yang tidak dicantumkan namanya dalam Alkitab.
  • Bisa jadi motivasi awal Uria menikahi Batsyeba karena alasan ingin terkenal, hal tersebut bisa kita lihat dari arti nama anaknya yang pertama SYAMUA yang artinya terkenal. Mengingat Batsyeba memiliki ayah seorang pahlawan (ELIAM) dan kakek seorang penasihat raja / penasihat kerajaan ( AHITOFEL). Atau bisa jadi sebenarnya Uria membutuhkan semacam penerimaan dari orang Israel. Dia selama ini mengembara bersama Daud dan rombongan dari sejak di gua Adulam, tentunya masyarakat luas Israel belum mengenal dia. Tetapi begitu pemerintahan Daud meluas sampai ke seluruh Israel, dan Daud serta rombongannya berpindah ke Yerusalem, tentunya Uria yang notabene adalah satu-satunya tentara asing, berasal dari HET ( sebelum kemudian dalam perkembangan selanjutnya menurut daftar pahlawan versi kitab Tawarikh- ada 1 orang asing lagi dari Moab)- membutuhkan penerimaan dari bangsa Israel, membutuhkan pengakuan, membutuhkan sambutan. Oleh karena itu bisa jadi hal-hal semacam itulah yang mendasari penamaan anak pertamanya yang bernama Syamua ini.
  • Bisa jadi Eliam, mertua Uria tidak menyetujui pernikahan antar bangsa ini, karena pernikahan antar bangsa ini dilarang oleh Tuhan. Sehingga bisa jadi Eliam tidak ikut lagi dalam barisan tentara Daud, oleh karena itu nama Eliam tidak tercatat lagi sebagai barisan tentara Daud dalam catatan penulis kitab Tawarikh. Apakah Eliam ini juga menghindar untuk bertemu dengan Uria di dalam pasukan perang yang sama? Sehingga dia memutuskan untuk keluar dari kesatuan perang ini? Hal tersebut bisa kita prediksi dari arti-arti nama anak Uria, terutama nama anaknya yang kedua SOBAB yang artinya Pemberontak. Apakah di titik ini Uria marah, merasa tertolak, dan apakah di titik ini Uria membenci mertuanya? Merasa kesal karena cintanya pada Batsyeba tersandung penolakan?
  • Uria menjadi saksi mata bagaimana Daud memindahkan tabut Tuhan ke Yerusalem. Selama mengikuti rombongan Daud sejak di gua Adulam, Uria belum pernah melihat tabut Allah. Peristiwa perpindahan tabut Allah yang sempat menyambar Uza. Peristiwa menyimpangnya tujuan penempatan tabut Allah ini ke rumah Obed Edom juga menjadi catatan tersendiri buat Uria. Bagaimana Daud menanggalkan jubah kerajaannya dan semua atribut kerajaannya, serta mengenakan baju Efod II Sam 6:14 dan menari-nari di depan Tabut Tuhan, bisa jadi sangat berkesan dalam diri Uria menyaksikan Daud sang pempimpin perangnya sangat bersukacita di depan Tabut Tuhan. Di titik inilah Uria melihat sosok Daud yang sering menggubah lagu untuk Tuhan, intim dengan Tuhan, mengekspresikan dirinya dalam tarian. Bisa jadi dia bertanya banyak hal kepada isterinya Batsyeba mengenai sejarah tabut Tuhan asal muasalnya sampai di zamannya itu. Rupanya hal ini bisa jadi sangat berkesan dalam diri Uria, sehingga saat Alkitab mencatat pertama kali ucapan apa yang keluar dari bibir sesosok Uria ini, kata pertama yang disebutkannya adalah TABUT.
  • Uria melihat bagaimana Daud mengangkat Mefiboset menjadi anaknya. Kedalaman pengalaman iman Daud bersama dengan Tuhan yang terimplementasikan dalam kehidupan nyata, bagaimana Daud mencari keturunan Saul ( Alkitab bukan menyebut bahwa Daud mencari keturunan Yonatan, melainkan Alkitab mencatat bahwa Daud mencari keturunan Saul- hal ini adalah karena Daud pernah mengadakan ikat janji bukan hanya dengan Yonatan, tetapi juga dengan Saul, I Sam 24: 23) inilah yang kemungkinan besar mengubah paradigma Uria tentang makna kehidupan.
  • Bisa jadi anak Uria yang ketiga lahir di titik ini, yang diberi nama Natan yang artinya si pemberi. Apakah di titik ini Uria memberikan hidupnya sepenuhnya pada Tuhan Israel? Apakah pada titik ini Uria benar-benar menyadari bahwa hidup bukan soal menerima ketenaran, mengumbar nafsu amarah dam pemberontakan, tetapi hidup adalah soal pemberian, pengabdian, penyembahan kepada Allah yang hidup? Apakah kehidupan Daud sedemikian menginsipirasi dirinya? Betapa cintanya Daud pada tabut Allah itu? Bagaimana kasihnya Daud pada Mefiboset yang notabene adalah cucu Saul itu? Apakah di titik ini Uria mau memberikan pengampunan kepada keluarga isterinya? Mertuanya? Dan mulai memutuskan untuk terus hidup bagi Tuhan?
  • Dalam peperangan melawan kota Raba, Uria ikut dalam peperangan ini sebagai bagian dari tentara Daud. Walaupun pada peperangan kali ini raja Daud yang sangat nyaman dengan sotoh istananya itu tidak ikut berperang.
  • Di medan peperangan Uria sama sekali tidak tahu peristiwa perselingkuhan Daud dengan menjadikan isterinya Batsyeba sebagai korbannya. Tidak ada yang berani berkata pada Uria tentunya, karena Yoab, panglima Daud itu sangat ambisius sekali dan tentunya mencari muka di hadapan Daud, tidak mungkin Yoab mengatakan apa-apa pada Uria perihal isterinya terjadi apa-apa dengan raja.
  • Di suatu hari Yoab menyuruh Uria menghadap Daud.
  • Uria meninggalkan medan pertempuran dan menghadap raja Daud, karena Uria sedemikian tunduk kepada Yoab. Tak sekalipun Alkitab mencatat bahwa Uria mempertanyakan untuk urusan apa dia diutus menghadap raja.
  • Uria menghadap Daud dan menjawab pertanyaan-pertanyaan Daud seputar peperangan. Tingkat basa-basi.
  • Sekeluarnya dari istana Uria mendapat hadiah raja. Alkitab tidak mencatat apa hadiah ini, dan apakah Uria girang dengan hadiah ini, dan apakah hadiah ini dibuka, dll.
  • Uria tidak pulang ke rumahnya, malah tidur di luar pintu istana
  • Daud diberi tahu bahwa Uria tidak pulang ke rumahnya, maka Daud langsung menemui Uria sendiri dan bertanya: “Bukankah engkau baru pulang dari perjalanan? Mengapa engkau tidak pergi ke rumahmu?”
  • Tetapi Uria berkata kepada Daud: “Tabut serta orang Israel dan orang Yehuda diam dalam pondok, juga tuanku Yoab dan hamba-hamba tuanku sendiri berkemah di padang; masakan aku pulang ke rumahku untuk makan minum dan tidur  dengan isteriku? Demi hidupmu dan demi nyawamu, aku takkan melakukan hal itu!”
    • Perhatikan dalam kalimat URIA ini; kata pertama yang disebut adalah TABUT, betapa hatinya berpaut pada Tabut Tuhan.
    • Uria taat pada hukum perang, bahwa dalam peperangan seorang tentara tidak boleh membawa perempuan dan tidak boleh bersetubuh.

Peperangan yang disucikan. Pada zaman dahulu, pasukan biasanya disucikan sebelum mereka terjun dalam pertempuran. (Yos 3:5; Yer 6:4; 51:27, 28) Selama peperangan, pasukan Israel, termasuk yang non-Yahudi (seperti Uria, orang Het, yang kemungkinan adalah seorang proselit bersunat), harus tetap tahir. Mereka tidak boleh mengadakan hubungan seks, bahkan dengan istri mereka sendiri, selama suatu kampanye militer. Maka tidak ada pelacur yang ikut bersama pasukan Israel. Selain itu, perkemahan harus dijaga bersih dari pencemaran.—Im 15:16, 18; Ul 23:9-14; 2Sam 11:11, 13.

Diambil dari perpustakaan menara pengawal

  • Walaupun saat itu dia sedang pulang ke Yerusalem, ke kota isterinya, dia tetap menganggap saat itu dia masih dalam rangka misi perang. Selama perang belum berakhir, dia tidak akan mau pulang ke rumahnya dan tidur dengan isterinya. Bisa jadi hal ini yang menyebabkan Uria tidak mau menikah dulu sampai Daud benar benar jadi raja atas seluruh Israel.
    • ( baca I Taw 11: 10 Inilah kepala-kepala para pahlawan yang mengiringi Daud, yang telah memberi dukungan yang kuat kepadanya, bersama-sama seluruh Israel, dalam mencapai kedudukan raja dan yang mengangkat dia sebagai raja, seperti yang difirmankan TUHAN mengenai Israel…..ayat 41; Uria orang HET.)
  • Perhatikan di sini, Uria begitu tunduk pada Daud, dia berkata DEMI HIDUPMU, dan juga…
  • Uria begitu sayang pada Daud, dia berkata DEMI NYAWAMU
  • Uria menganggap jika dia pulang ke rumah dan tidur dengan isterinya, dia melalaikan tanggung jawab untuk tunduk pada atasannya dan untuk berjaga-jaga atas nyawa atasannya, karena meninggalkan peperangan untuk pergi bersenang-senang.
  • “Tinggallah hari ini di sini. Besok aku akan melepas engkau pergi.” Jadi Uria tinggal di Yerusalem pada hari itu.
    • Jawaban Daud ini seakan memperlihatkan bagaimana Daud tidak berkutik melihat bagaimana Uria begitu berpaut pada Tabut Tuhan, bagaimana ketaatan Uria terhadap atasan, cinta Uria terhadap dirinya, serta ketaatan Uria terhadap aturan perang, dan juga serta bagaimana Uria begitu bertanggung jawab. Tidak seperti dirinya yang berjalan-jalan di sotoh istana selagi perang berlangsung. Daud tidak bisa membantah semua kata-kata URIA.
    • Mestinya Daud tersentuh dengan kata-kata ini, dan segera bertobat, nyatanya tidak juga. Dosa membuat Daud tidak peka.
  • Keesokan harinyaDaud memanggil dia untuk makan dan minum dengan dia, dan Daud membuatnya mabuk. Pada waktu malam keluarlah Uria untuk berbaring tidur di tempat tidurnya, bersama-sama hamba-hamba tuannya. Ia tidak pergi ke rumahnya.
    • Daud sadar bahwa Uria tidak dapat diperdaya secara SADAR untuk melawan hukum perang demi kesenangan pribadi, karena Uria pribadi yang taat dan setia. Lalu Daud memakai trik lain/ plan B, memakai jalur pikiran BAWAH SADAR, jadi Uria dibuat mabuk.
    • Ternyata dalam keadaan mabuk pun/ trans/ pikiran bawah sadar Uria, tetap sama, dia tetap tidak pergi ke rumahnya
  • Paginya Daud menulis surat kepada Yoab dan mengirimkannya dengan perantaraan Uria.
    • ‘Kegilaan’ Daud mengirimkan surat pada Yoab dengan perantaraan Uria, padahal surat ini adalah surat kematian Uria sendiri, saya tafsir adalah karena Daud tahu pasti bahwa kesetiaan dan ketaatan Uria pada hukum perang, membuat Uria tidak mungkin membuka isi surat rahasia itu.
  • Ditulisnya dalam surat itu, demikian: “Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya, supaya ia terbunuh mati 
    • Daud tahu betul bahwa Uria yang adalah prajurit nomer 37 dari 37 orang, jadi Uria tidak akan mungkin bertahan jika ditaruh di garis depan pertempuran, dia pasti akan mati di tangan musuh
  • Uria mati di kota Raba, di tangan bani Amon, pedang bani Amon.
  1. Keprajuritan Uria

Mari kita lihat lebih jauh mengenai Kehidupan Uria sebagai salah satu dari nama-nama yang didata sebagai pahlawan Israel

2 Samuel 23:8-39

Pahlawan-pahlawan Daud

PERINGKAT MENURUT KITAB SAMUEL NAMA PAHLAWAN DAUD PERUBAHAN PERINGKAT BANDINGKAN KITAB TAWARIKH PERINGKAT MENURUT KITAB TAWARIKH NAMA PAHLAWAN DAUD PERUB AHAN PERINGKAT BANDINGKAN KITAB SAMUEL
1 DAUD Sama peringkat 1 DAUD Sama peringkat
2 Isybaal, c  orang Hakhmoni Sama peringkat kemungkinan dua nama ini mengacu pada orang yang sama 2 Yasobam bin Hakhmoni, kepala triwira Sama peringkat kemungkinan dua nama ini mengacu pada orang yang sama
3 Eleazar anak Dodo Sama peringkat 3 Eleazar anak Dodo Sama peringkat
4 Sama, anak Age, Nama ini tidak tercatat lagi di kitab Tawarikh 4 Abisai, c  adik Yoab, dialah kepala ketiga puluh orang itu. Naik 1 peringkat
5 Abisai, l  adik Yoab, anak Zeruya Naik 1 peringkat 5 Benaya bin Yoyada Naik 1 peringkat
6 Benaya m  bin Yoyada Naik 1 peringkat 6 Asael, g  saudara Yoab Naik 1 peringkat
7 Asael, o  saudara Yoab Naik 1 peringkat 7 Elhanan bin Dodo, dari Betlehem Naik 1 peringkat
8 Elhanan bin Dodo, dari Betlehem Naik 1 peringkat 8 Samot, h  orang Harod;  Naik 1 peringkat. kemungkinan dua nama ini mengacu pada orang yang sama
 9  Sama, orang Harod; p  Naik 1 peringkat. kemungkinan dua nama ini mengacu pada orang yang sama 9 Heles, orang Peloni; Naik dua peringkat
10 Elika, orang Harod; Nama ini tidak tercatat lagi di kitab Tawarikh 10 Ira anak Ikesh orang Tekoa;  Naik dua peringkat
11 Heles, q  orang Palti; Naik dua peringkat 11 Abiezer, i  orang Anatot;  Naik dua peringkat
12 Ira r  anak Ikesh orang Tekoa Naik dua peringkat 12 Sibkhai, j  orang Husa; Naik dua peringkat, kemungkinan dua nama ini mengacu pada orang yang sama
13 Abiezer, 14s  orang Anatot; t  Naik dua peringkat 13 Ilai, orang Ahohi;  Naik dua peringkat, kemungkinan dua nama ini mengacu pada orang yang sama
14 Mebunai, orang Husa; Naik dua peringkat, kemungkinan dua nama ini mengacu pada orang yang sama 14 Maharai, orang Netofa Naik dua peringkat
15 Zalmon, orang Ahohi; Naik dua peringkat, kemungkinan dua nama ini mengacu pada orang yang sama 15 ; Heled bin Baana, orang Netofa; Naik dua peringkat, kemungkinan dua nama ini mengacu pada orang yang sama
16 Maharai orang Netofa Naik dua peringkat 16 Itai bin ribai, dari Gibea orang Benyamin;  Naik dua peringkat
17 Heleb w  anak Baana orang Netofa; Naik dua peringkat, kemungkinan dua nama ini mengacu pada orang yang sama 17 Benaya, k  orang Piraton; l   Naik dua peringkat
18 Itai bin Ribai, dari Gibea x  orang Benyamin; Naik dua peringkat 18 Hurai dari lembah-lembah Gaas; Naik dua peringkat, kemungkinan dua nama ini mengacu pada orang yang sama
19 Benaya, orang Piraton; y   Naik dua peringkat 19 Abiel, orang Bet-Araba;  Naik dua peringkat, kemungkinan dua nama ini mengacu pada orang yang sama
20 Hidai dari lembah-lembah Gaas;  Naik dua peringkat, kemungkinan dua nama ini mengacu pada orang yang sama 20 Azmawet, orang Bahurim;  Naik dua peringkat, kemungkinan dua nama ini mengacu pada orang yang sama
21 Abialbon, orang Bet-Araba;  Naik dua peringkat, kemungkinan dua nama ini mengacu pada orang yang sama 21 Elyahba, orang Saalbon;  Naik dua peringkat, kemungkinan dua nama ini mengacu pada orang yang sama
22 Azmawet, orang Bahurim; a  Naik dua peringkat, kemungkinan dua nama ini mengacu pada orang yang sama 22 Hasyem orang Gizon; Nama ini baru muncul di kitab tawarikh
23 Elyahba, orang Saalbon;  Naik dua peringkat, kemungkinan dua nama ini mengacu pada orang yang sama 23 Yonatan bin Sage, orang Harari;  Naik dua peringkat, kemungkinan dua nama ini mengacu pada orang yang sama
24 Yasyen, orang Guni;  Nama ini tidak tercatat lagi di kitab Tawarikh 24 Ahiam bin Sakhar, orang Harari; Naik dua peringkat, kemungkinan dua nama ini mengacu pada orang yang sama
25 Yonatan anak Sama orang Harari;  Naik dua peringkat, kemungkinan dua nama ini mengacu pada orang yang sama 25 Elifal bin Ur; Nama ini baru muncul di kitab tawarikh
26 Ahiam bin Sarar, orang Harari;  Naik dua peringkat, kemungkinan dua nama ini mengacu pada orang yang sama 26 Hefer, orang Mekherati;  Nama ini baru muncul di kitab tawarikh
27 Elifelet anak Ahasbai orang Maakha; b   Nama ini tidak tercatat lagi di kitab Tawarikh 27 Ahia, orang Peloni; Nama ini baru muncul di kitab tawarikh
28 Eliam c  anak Ahitofel d  orang Gilo;  Nama ini tidak tercatat lagi di kitab Tawarikh 28 Hezro, orang Karmel;  Naik satu peringkatkemungkinan dua nama ini mengacu pada orang yang sama
29 Hezrai, orang Karmel;  Naik satu peringkatkemungkinan dua nama ini mengacu pada orang yang sama 29 Naarai bin Esbai; Nama ini baru muncul di kitab tawarikh
30 Paerai, orang Arbi;  Nama ini tidak tercatat lagi di kitab Tawarikh 30 Yoel, saudara Natan;  Nama ini baru muncul di kitab tawarikh
31 Yigal bin Natan, dari Zoba; f   Nama ini tidak tercatat lagi di kitab Tawarikh 31 Mibhar bin Hagri;  Nama ini baru muncul di kitab tawarikh
32 Bani, orang Gad; Nama ini tidak tercatat lagi di kitab Tawarikh 32 Zelek, orang Amon; Naik satu peringkat
33 Zelek, orang Amon;  Naik satu peringkat 33 Naharai, orang Beerot, pembawa senjata Yoab anak Zeruya; Naik satu peringkat
34 Naharai, orang Beerot, g  pembawa senjata Yoab anak Zeruya;  Naik satu peringkat 34 Ira, orang Yetri;  Naik satu peringkat
35 Ira, orang Yetri; h   Naik satu peringkat 35 Gareb, orang Yetri;  Naik satu peringkat
36 Gareb, orang Yetri; Naik satu peringkat 36 Uria, m orang Het 1 ; Naik satu peringkat
37 Uria, i  orang Het, semuanya tiga puluh tujuh orang.  Naik satu peringkat 37 Zabad n  bin Ahlai; Nama ini baru muncul di kitab tawarikh
      38 Adina anak Siza orang Ruben, kepala orang-orang Ruben dan beserta dia ada tiga puluh orang;  Nama ini baru muncul di kitab tawarikh
    39 Hanan bin Maakha; Nama ini baru muncul di kitab tawarikh
    40 Yosafat, orang Mitni; Nama ini baru muncul di kitab tawarikh
    41 Uzia, orang Asytarot; o  Nama ini baru muncul di kitab tawarikh
    42 Syama dan Yeiel, anak-anak Hotam orang Aroer; Nama ini baru muncul di kitab tawarikh
    43 Syama dan Yeiel, anak-anak Hotam orang Aroer; Nama ini baru muncul di kitab tawarikh
  44 Yediael bin Simri, Nama ini baru muncul di kitab tawarikh
  dan Yoha, saudaranya, orang Tizi; Nama ini baru muncul di kitab tawarikh
  45 Yediael bin Simri, dan Yoha, saudaranya, orang Tizi; Nama ini baru muncul di kitab tawarikh
    46 Yeribai danYosawya, anak-anak Elnaam; Nama ini baru muncul di kitab tawarikh
  47 Yeribai danYosawya, anak-anak Elnaam; Nama ini baru muncul di kitab tawarikh
  48 Yitma, orang Moab Nama ini baru muncul di kitab tawarikh
    49 Eliel,Obeddan Yaasiel,

orang Mezobaya.

Nama ini baru muncul di kitab tawarikh
  50 Eliel, Obed dan Yaasiel,

orang Mezobaya.

Nama ini baru muncul di kitab tawarikh
  51 Eliel,Obeddan Yaasiel,

orang Mezobaya.

Nama ini baru muncul di kitab tawarikh

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Kesimpulan tabel di atas

  1. Ada perbedaan nama-nama yang ditulis di kitab Samuel dengan nama-nama yang di kitab Tawarikh karena kitab Tawarikh ditulis lebih belakangan, sehingga data sudah berkembang. Ada orang yang keluar dari rombongan, ada juga yang masuk menjadi anggota baru

 

  1. Perhatikan bahwa pendataan nama Pahlawan ini setiap orang disebutkan memang dia ini orang mana, misalnya Eliel Obed dan Yaasiel ORANG MEZOBAYA, jadi jika disebutkan Uria orang HET, bisa dipastikan memang itu ada prosedur standart daripada penamaan tiap tentara/ tiap pahlawan ini, mereka mendapat ciri khas nama dari daerah mana mereka berasal , tak ubahnya seperti Madgalena, karena berasal dari daerah Magdala, Simon dari Kirene, dikait-kaitkan dengan dari mana dia berasal, dst.

 

  1. Urutan ini berdasarkan peringkat kepahlawanan dan kehebatan mereka dalam berperang, tidak disusun asal-asalan tulis nama, tetapi ada peringkat dalam keprajuritan mereka, barangkali kalau zaman sekarang semacam pangkat. Terbukti Daud memerintahkan Yoab menaruh Uria orang Het di garis depan peperangan, otomatis Uria mati terbunuh, karena dia sebenarnya bukan pahlawan yang peringkat atas/ bukan pahlawan yang terbiasa ditaruh di garis terdepan dalam peperangan.

 

  1. Pada kitab Samuel, Pahlawan Daud ada 37 orang dan Uria orang Het menempati urutan ke 37/ urutan terakhir. Dan penempatan Uria pada deratan terahkir ini bukan karena sentimen Daud terhadap asal-usul Uria yang adalah orang Het. Murni karena kecakapan Uria dalam berperang menempati urutan paling terakhir. Hal ini bisa dibuktikan bahwa ada orang Het lainnya bernama Ahimelekh yang dipercaya Daud menjadi asisten pribadinya, hal tersebut dapat kita ketahui dari ayat-ayat ini:
    • I Sam 26: 6 berbicaralah Daud kepada Ahimelekh orang Het itu, dan kepada Abisai, anak Zeruya, saudara Yoab, katanya: Siapa turun bersama-sama dengan aku kepada Saul, ke tempat perkemahan itu?” Jawab Abisai:”Aku turun bersama-sama dengan engkau”
    • Nama Ahilemekh orang HET ini hanya ditulis sekali dalam Alkitab dan hanya di ayat ini saja.
    • Ahimelekh orang Het ini bukan kerabat / saudara/ayah daripada Uria orang Het, hal ini bisa kita pastikan karena beberapa saudara yang masuk dalam daftar pahlawan ini, akan diberi keterangan oleh penulis kitab Tawarikh apa yang menjadi kekerabatan di antara mereka , sedangkan komentar semacam Uria bin Ahimelekh orang Het, tidak pernah sekalipun kita temui. Contoh penulisan kekerabatan ini misalnya:
      1. Abisai saudara Yoab
      2. Asael saudara Yoab
  • Eliam bin Ahitofel ( dalam hal ini nama Ahitofel tidak termasuk dalam daftar nama para pahlawan Daud, namun Ahitofel ini adalah penasehat Daud/ penasehat Istana)
  • Nama Ahimelekh orang HET ini, tidak kita jumpai samasekali di kitab Tawarikh. Itu artinya nama ini bukan nama lain daripada Uria orang HET, mengingat kitab Tawarikh sering memunculkan nama baru yang berbeda dari nama yang di kitab Samuel, walaupun mengacu pada orang yang sama, contoh:
    1. Nama Batsybeba binti Eliam dalam kitab Samuel, di kitab Tawarikh menjadi bernama Batsyua binti Amiel, walaupun kedua nama ini mengacu pada orang yang sama.
    2. Mefiboset, dalam kitab Samuel, di kitab Tawarikh menjadi Meribaal, walaupun kedua nama ini mengacu pada orang yang sama.
  • Isyboset pada kitab Samuel,di kitab Tawarikh menjadi Esybaal, walaupun kedua nama ini mengacu pada orang yang sama.
  • Nama Ahimelekh ini bukan termasuk orang yang ada dalam daftar para pahlawan Daud, nama ini tidak terdapat dalam daftar itu sama seklai, baik yang menurut versi kitab Samuel maupun yang menurut versi kitab Tawarikh, baik pendataan pahlawan golongan pertama, kedua maupun ketiga (I Taw 11-12). Namun anehnya, mengapa nama ini muncul saat Daud mengajak hanya dua orang saja untuk melihat dari dekat pasukan Saul? Padahal kemunculan nama ini adalah pada saat Daud ada dalam pelarian dikejar-kejar Saul yang mana pada saat itu dia sudah memiliki pasukan sejumlah 600 orang dari yang tadinya hanya sejumlah 400 orang ( I Sam 22;2, I Sam 23: 13). Mengapa dia tidak mengajak orang lain, mengapa harus Ahimelekh orang HET
  • Dalam perikop ini menjelaskan bahwa pasukan Daud ada di padang gurun, sementara Saul dengan 3000 orang pilihan berkemah di bukit Hakhila.
  • Ketika Daud telah memastikan kedatangan Saul melalui orang-orang intellegentnya/ para pengintai, Daud meninggalkan pasukannya yang di padang gurun itu dan hanya mengajak dua orang saja, yaitu Ahimelekh orang HET dan , Abisai anak Zeruya, saudara Yoab,
  • Bahkan nama Ahilemekh orang Het, disebut pertama daripada nama Abisai anak Zeruya. Siapa sebenarnya Ahimekh orang Het ini..??
  • Kalau Abisai anak Zeruya, saudara Yoab adalah seorang pahlawan Daud yang terkenal, karena dia adalah Ketua Pasukan Daud yang berjumlah 37 orang.
  • Dari sinilah kita simpulkan bahwa Ahimelekh orang Het ini adalah asisten pribadi Daud, dia termasuk seorang tentara, namun dia ikut Daud sebagai seorang asisten. Terbukti pada saat itu hanya dua orang ini saja, yaitu Ahimelekh orang Het ini dan Abisai anak Zeruya ini saja.
  • Kesimpulan kita, jika Daud saja bisa menjadikan Ahimelekh yang notabene asal usulnya dari bangsa Het, menjadi asistennya pribadi, maka kita simpulkan keberadaan Uria orang Het sebagai pahlawan ditempatkan pada nomor urut 37 orang, adalah murni karena kapasitas Uria memang di nomor urut 37, dan bukan karena masalah kesentimenan Daud pada asal-usul Uria yang berasal dari bangsa HET. Daud fair, adil, dia tidak memandang kebangsaan seseorang.

 

  1. Nama Uria muncul kembali di daftar yang tertulis di kitab Tawarikh, itu artinya URIA MEMANG PRAJURIT YANG URUTAN NOMOR TERAKHIR TETAPI URIA ADALAH PRAJURIT YANG SETIA SAMPAI AKHIR. Namun jangan salah, walaupun menempati urutan 37, mereka semua ( 37 orang ini) adalah para pahlawan yang kapasitasnya lebih hebat dari orang-orang sisanya, yaitu 563 orang lainnya yang menjadi rombongan Daud yang ikut Daud mengembara.  (600-37 =  563)  Rombongan Daud mengalami perkembangan dari awalnya 400 orang , berkembang menjadi 600 orang ( II Sam 221-2, II Sam 23: 13, II Sam 15: 18)

 

  1. Ada 8 orang yang hebat di catat di Kitab Samuel, tetapi tidak tercatat lagi di kitab Tawarikh, mereka adalah orang –orang yang hebat, dan lebih hebat dari Uria, tetapi mereka orang yang mengundurkan diri, mereka tidak setia sampai akhir seperti halnya Uria orang Het yang setia sampai akhir:
    • Sama anak Age ( urutan 4)
    • Elika orang Harod ( urutan 10)
    • Yasyen orang Guni ( urutan 24)
    • Elifelet anak Ahasbai orang Maakha ( urutan 27)
    • Eliam anak Ahitofel orang Gilo ( urutan 28)- dia adalah mertua daripada Uria orang HET- karena Eliam ini adalah ayah daripada Batsyeba. – Eliam adalah pahlawan yang mengundurkan diri….
    • Paerai orang Arbi ( urutan 30)
    • Yigal (urutan 31)
    • Bani orang Gad ( urutan 32)

 

  1. Dari sini kita lihat….apakah ketidak sertaan Eliam dalam rombongan ini pada perjalanan berikutnya dimungkinkan karena adanya  konflik dengan situasi pernikahan antara putrinya dengan Uria orang Het itu? Apakah pernikahan putri Eliam yaitu si Batsyeba dengan Uria orang Het itu, membuat Eliam tidak mau berjumpa lagi dengan Uria di medan laga, dan memilih untuk keluar dari barisan tentara Daud…??? Apakah hal ini yang kemudian menyebabkan penulis kitab Tawarikh menyebut nama Eliam ( nama yang tertera di kita Samuel)  ini berubah menjadi Amiel……?
  • Eliam = God of the people/ Allah dari orang-orang
  • Amiel= My kinsman is God/ Sanakku adalah Allah

Barangkali penulis kitab Tawarikh menyoroti hidup Eliam yang sedemikian memuja diri/ sombong sehingga pada akhir hidupnya menjadikan nama baik keluarga/ keberadaan keluarga/kerabat sebagai berhala dalam hidupnya.

Bagaimana tidak…??? Mengapa Eliam alias Amiel ini gagal melihat bahwasannya Uria itu ke-HET-annya hanya secara lahiriah, tetapi hatinya adalah Uria orang Israel yang hidupnya telah banyak mengalami pertobatan dan pemulihan.

  1. Ada 8 orang mundur, akan tetapi, rata –rata kepangkatan mereka naik 1 peringkat atau 2 peringkat saja, termasuk URIA naik 1 peringkat dari urutan ke 37 menjadi urutan ke 36

 

  1. Mengapa ada 8 0rang yang mundur, tetapi rata rata kenaikan peringkat hanya 2 peringkat atau satu peringkat saja? Karena ada 7 orang baru yang langsung menduduki peringkat atas ( di atas Uria- orang Het ), yaitu peringkat menurut versi Tawarikh, peringkat 22, 25, 26,27,29,30,31

 

  1. Peringkat 37-51 di kitab tawarikh adalah murni orang-orang baru yang masuk dalam daftar pahlawan dan menduduki urutan bawah.

 

  1. Jika pengurutan ini berdasarkan prestasi, bisa jadi Daud menaruh orang –orang baru yang memang berkualitas lebih baik dari orang-orang lama dalam peringkat atas, dan mencoret nama-nama yang tidak loyal, bisa kita simpulkan perlakuan Daud kepada Uria orang HET ini adalah perlakuan yang umum/ seadil-adilnya, mengingat kemampuan Uria memang hanya sampai segitu, dia bukan pahlawan yang sangat hebat, namun dia setia. Keterbatasan kapasitas Uria terbukti saat diperhadapkan di garis depan dia langsung mati terbunuh musuh. Namun bagaimana pun juga Uria naik pangkat dan dia ada dalam daftar pahlawan diantara 400 orang bahkan diantara 600 pengikut Daud lainnya.

 

  1. Di kitab tawarikh muncul nama orang asing lainnya yaitu orang Moab:Yitma orang Moab (Urutan 48), namun kembali kita catat, hanya satu nama URIA, dan hanya satu-satunya orang HET yang ada di jajaran nama-nama ini. Kita melihat bahwasannya orang Moab adalah orang luar negeri, bukan penduduk awal Kanaan yang merupakan bangsa-bangsa yang harus ditumpas seperti halnya bangsa HET.

 

  1. Penyebutan Nama Uria dalam Alkitab dengan penafsiran di balik hal tersebut

Khusus mengenai penyebutan URIA saja atau URIA ORANG HET, atau kalimat yang mengandung kata Uria Orang Het – I-T-U, perlu kita selidiki untuk mengungkap motiv dan modus operandi pembunuhan  tokoh Uria sebagai korban dan yang dilakukan  oleh Daud sebagai tersangka pelaku tindak pembunuhan berencana.

II Sam 11: 3 Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu Ada penyebutan ORANG HET- itu Uria sebagai suami BatsyebaDi mata masyarakat Diucapkan oleh ORANG Ucapan ditujukan pada Daud Orang Israel memandang Uria sebagai orang Het, orang asing. Rupanya keberadaan seorang HET dalam daftar pahlawan Daud ini merupakan suatu hal yang cukup tersohor di kalangan rakyat. Walaupun demikian, orang Israel cukup memberi peringatan secara halus kepada Daud bahwasannya Batsyeba itu isteri orang…dia sudah punya suami !
II Sam 11: 6 Suruhlah Uria orang Het itu, datang kepadaku. Ada penyebutan ORANG HET-itu Uria sebagai prajurit di mata Daud Diucapkan oleh DAUD Ucapan ditujukan kepada Yoab- melalui orang suruhan Memang penamaan Uria orang Het, adalah cara penamaan resmi daripada rombongan Pahlawan Daud dimana tiap orang/tiap pahlawan mendapat nama resmi sesuai dengan ciri khas darimana dia berasal. Kalimat Orang Het itu….oleh Daud lebih mengacu pada …’tentara yang mau aku panggil menghadap adalah tentara yang itu…jangan salah orang ya..’
II Sam 11: 6 Maka Yoab menyuruh Uria menghadap Daud Hanya disebutkan sebagai Uria saja Uria sebagai prajurit di mata penulis kitab Samuel Ditulis oleh Narator/ penulis kitab Samuel Ditujukan pada pembaca kitab Samuel Pada dasarnya penulis kitab Samuel/narator tidak terlalu memusingkan ke HET-an daripada URIA ini.
II Sam 11: 7 Ketika Uria masuk menghadap dia Hanya disebutkan sebagai Uria saja Uria sebagai prajurit di mata penulis kitab Samuel Ditulis oleh Narator/ penulis kitab Samuel Ditujukan pada pembaca kitab Samuel Pada dasarnya penulis kitab Samuel/narator tidak terlalu memusingkan ke HET-an daripada URIA ini
II Sam 11: 8 Kemudian berkatalah daud kepada Uria; “Pergilah ke rumahmu dan basuhlah kakimu.” Hanya disebutkan sebagai Uria saja Uria sebagai prajurit di mata penulis kitab Samuel Ditulis oleh Narator/ penulis kitab Samuel Ditujukan pada pembaca kitab Samuel Pada dasarnya penulis kitab Samuel/narator tidak terlalu memusingkan ke –HET-an daripada URIA ini.
II Sam 11: 8 Ketika Uria keluar dari istana, maka orang menyusul dia dengan membawa hadiah raja. Hanya disebutkan sebagai Uria saja Uria sebagai prajurit di mata penulis kitab Samuel Ditulis oleh Narator/ penulis kitab Samuel Ditujukan pada pembaca kitab Samuel Pada dasarnya penulis kitab Samuel/narator tidak terlalu memusingkan ke-HET-an daripada URIA ini.
II Sam 11: 9 Tetapi Uria membaringkan diri di depan pintu istana bersama-sama hamba tuannya dan tidak pergi ke rumahnya. Hanya disebutkan sebagai Uria saja Uria sebagai prajurit di mata penulis kitab Samuel Ditulis oleh Narator/ penulis kitab Samuel Ditujukan pada pembaca kitab Samuel Pada dasarnya penulis kitab Samuel/narator tidak terlalu memusingkan ke HET-an daripada URIA ini.
II Sam 11: 10 Diberitahukan kepada Daud, demikian: “Uria tidak pergi ke rumahnya.” Hanya disebutkan sebagai Uria saja Uria sebagai prajurit di mata masyarakat Diucapkan oleh orang Ditujukan pada Daud Pandangan orang Israel terhadap Uria berubah setelah melihat kesetiaannya pada hukum peperangan / Taurat. Terbukti pada awalnya mereka menyebut Uria dengan embel-embel orang Het itu, kini penyebutan nama Uria tidak disertai dengan embel-embel Orang Het itu.
II Sam 11: 10 Lalu berkatalah Daud kepada Uria “ Bukankah engkau baru pulang dari perjalanan? Mengapa engkau tidak pergi ke rumahmu?” Hanya disebutkan sebagai Uria saja Uria sebagai prajurit di mata penulis kitab Samuel Ditulis oleh Narator/ penulis kitab Samuel Ditujukan pada pembaca kitab Samuel Pada dasarnya penulis kitab Samuel/narator tidak pernah memusingkan ke HET-an daripada URIA ini
II Sam 11: 11 Tetapi Uria berkata kepada Daud Hanya disebutkan sebagai Uria saja Uria sebagai prajurit di mata penulis kitab Samuel Ditulis oleh Narator/ penulis kitab Samuel Ditujukan pada pembaca kitab Samuel Pada dasarnya penulis kitab Samuel/narator tidak pernah memusingkan ke HET-an Uria ini.
II Sam 11: 12 Kata Daud kepada Uria Hanya disebutkan sebagai Uria saja Uria sebagai prajurit di mata penulis kitab Samuel Ditulis oleh Narator/ penulis kitab Samuel Ditujukan pada pembaca kitab Samuel Pada dasarnya penulis kitab Samuel/narator tidak pernah memusingkan ke HET-an daripada  Uria ini .
II Sam 11: 12 Jadi Uria tinggal di yerusalem pada hari itu. Hanya disebutkan sebagai Uria saja Uria sebagai prajurit di mata penulis kitab Samuel Ditulis oleh Narator/ penulis kitab Samuel Ditujukan pada pembaca kitab Samuel Pada dasarnya penulis kitab Samuel/narator tidak pernah memusingkan ke HET-an daripada Uria ini
II Sam 11: 13 Daud memanggil dia untuk makan dan minum dengan dia , dan Daud membuatnya mabuk. Penggunaan kata ‘dia’ Uria sebagai orang dekat Daud/ karena diajak makan bersama Ditulis oleh Narator/ penulis kitab Samuel Ditujukan pada pembaca kitab Samuel Penulis kitab Samuel menekankan bahwa Daud memiliki kedekatan tersendiri dengan Uria yang sudah menjadi orang-orang yang mengikut dia sejak awal/ gua adulam ( I Taw II: 1,41) , oleh karena itu kata yang dipakai adalah d-i-adan dalam hubungan URIA_DAUD secara pribadi penulis kitab Samuel tidak pernah menyoroti ke HET-an daripada URIA ini.
II Sam 11: 13 Pada waktu malam keluarlah Uria untuk berbaring tidur di tempat tidurnya, bersama-sama hamba-hamba tuannya, Ia tidak pergi ke rumahnya. Hanya disebutkan sebagai Uria saja Uria sebagai orang dekat Daud/ karena diajak bermalam di istana Ditulis oleh Narator/ penulis kitab Samuel Ditujukan pada pembaca kitab Samuel Penulis kitab Samuel menekankan bahwa Daud memiliki kedekatan tersendiri dengan Uria yang sudah menjadi orang-orang yang mengikut dia sejak awal/ gua adulam ( I Taw II: 1,41) Oleh karena itu Uria pun cukup familier untuk beradaptasi dengan hamba-hamba daripada Daud ini. dan dalam hubungan URIA_DAUD secara pribadi penulis kitab Samuel tidak pernah menyoroti ke HET-an daripada URIA ini.
II Sam 11: 14 Paginya Daud menulis surat kepada Yoab dan mengiimkannya dengan perantaraan Uria Hanya disebutkan sebagai Uria saja Uria sebagai prajurit di mata penulis kitab Samuel Ditulis oleh Narator/ penulis kitab Samuel Ditujukan pada pembaca kitab Samuel Penulis kitab Samuel menyoroti di sini bahwasannya hubungan Daud dengan Uria sebenarnya begitu dekat sekali, tetapi dalam hal ini Daud memanfaatkan ketundukan Uria pada pemimpin perangnya yaitu Daud, dimana Uria tidak mungkin membuka surat rahasia yang ditujukan pada Yoab. Karena itulah penulis kitab Samuel tetap menuliskan nama Uria dalam koridor kedekatan Uria dengan Daud, sehingga embel-embel  ‘orang HET’ tidak muncul dalam ayat ini.
II Sam 11: 15 Ditulisnya dalam surat itu, demikian;”tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya, supaya ia terbunuh mati. Hanya disebutkan sebagai Uria saja Uria sebagai prajurit di mata Daud dan Yoab Ditulis oleh Daud dalam sebuah surat, melalui perantaraan Uria. Ditujukan pada Yoab Mengapa Daud tidak mencantumkan lagi embel-embel Uria orang Het itu..? Karena kali ini baik Daud maupun Yoab sudah sama-sama tahu, bahwa Uria itu yang ini orangnya, sudah tidak mungkin salah orang lain. Karena dalam hal ini Uria kembali ke medan laga, tidak sama kondisinya dengan pada awal ketika Uria orang Het itu diutus oleh Yoab untuk ke istana. Daud harus memastikan lagi bahwa orangnya jangan sampai salah orang lain/tentara/pahlawan lain/ Tetapi kejelasan soal orang Het yang ini, tidak diperlukan pada saat Uria kembali ke medan laga.
II Sam 11: 16 Pada waktu Yoab mengepung kota Raba, ia menyuruh Uria pergi ke tempat yang diketahuinya ada lawan yang gagah perkasa Hanya disebutkan sebagai Uria saja Uria sebagai prajurit di mata Yoab Ditulis oleh Narator/ penulis kitab Samuel Ditujukan pada pembaca kitab Samuel Yoab secara pribadi tidak memandang ke-HET-an daripada Uria. Hal ini cukup disoroti oleh penulis kitab Samuel
II Sam 11: 17 Gugurlah beberapa orang dari tentara, dari anak buah Daud, juga Uria, orang Het itu, mati. Ada penyebutan ORANG HET Uria sebagai prajurit di mata penulis kitab Samuel Ditulis oleh Narator/ penulis kitab Samuel Ditujukan pada pembaca kitab Samuel Baru kali ini penulis kitab Samuel sebagai narator ikut-ikutan menyebut Uria sebagai orang HET. Hal itu karena penekanan dari penulis kitab Samuel bahwa Uria diperlakukan tidak baik oleh Daud, salah satunya karena cara yang dipakai Daud untuk membunuh Uria adalah melalui cara peperangan, dimana nama resmi Uria sebagai deret nama pahlawan adalah memang Uria orang Het. Jadi ini adalah cara penulis kitab Samuel untuk membuka kedok pembunuhan Daud atas Uria secara licik, terselubung, motiv tersembunyi yang disembunyikan di balik nama resmi ketentaraan Uria, seolah olah telah gugur seorang pahlawan bernama Uria orang Het itu, padahal kematiannya adalah hasil dari sebuah pembunuhan berencana.
II Sam 11: 21 Juga hambamu Uria, orang Het itu , sudah mati. Ada penyebutan ORANG HET Uria sebagai prajurit di mata Daud dan Yoab Dikatakan oleh Yoab melalui orang suruhan Ditujukan kepada Daud Yoab sangat menekankan ke-HET-an daripada Uria saat ingin tampak dinilai menjalankan perintah Daud. Dengan catatan ‘nggak papalah…dia orang HET kog’. Walaupun secara pribadi (sebelum kematian Uria) dia tidak melihat ke-HET-an itu dalam pribadi Uria. Mengapa kita simpulkan demikian? Karena di bagian surat Daud yang dititipkan lewat Uria kepada Yoab kan sudah tidak menyebut lagi soal orang Het. Mengapa pesan Yoab pada Daud menyinggung-nyinggung lagi soal ke Het-an daripada Uria..??
II Sam 11: 24 Juga hambamu Uria, orang Het itu, sudah mati. Ada penyebutan ORANG HET Uria sebagai prajurit di mata Daud dan Yoab Dikatakan oleh orang suruhan Yoab Ditujukan kepada Daud Yoab sangat menekankan ke-HET-an daripada Uria saat ingin tampak dinilai menjalankan perintah Daud. Dengan catatan ‘nggak papalah…dia orang HET kog’. Walaupun secara pribadi(sebelum kematian URIA)  dia tidak melihat ke-HET-an itu dalam pribadi Uria. Mengapa kita simpulkan demikian? Karena di bagian surat Daud yang dititipkan lewat Uria kepada Yoab kan sudah tidak menyebut lagi soal orang Het. Mengapa pesan Yoab pada Daud menyinggung-nyinggung lagi soal ke Het-an daripada Uria..??
II Sam 11: 26 Ketika di dengar isteri Uria Hanya disebutkan sebagai Uria saja Uria sebagai suami di mata isterinya Ditulis oleh Narator/ penulis kitab Samuel Ditujukan pada pembaca kitab Samuel Batsyeba tidak pernah menyebut suaminya sebagai Uria orang HET.
II Sam 11: 26 Bahwa Uria, suaminya, sudah mati Hanya disebutkan sebagai Uria saja Uria sebagai suami di mata isterinya Ditulis oleh Narator/ penulis kitab Samuel Ditujukan pada pembaca kitab Samuel Batsyeba tidak pernah menyebut suaminya sebagai Uria orang HET.
II Sam 12: 9 Mengapakah engkau menghina TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di mata-Nya? Uria orang Het itu, kaubiarkan ditewaskan dengan pedang Ada penyebutan ORANG HET Uria sebagai Prajurit di mata Tuhan Dikatakan oleh nabi Natan atas dasar ucapan Tuhan Ditujukan kepada Daud Tuhan melalui nabi Natan sangat menggaris bawahi motivasi terselubung Daud bahwa Daud dengan kelicikan membunuh Uria melalui jalur peperangan. Terbukti di Kitab Matius- Tuhan tidak memberi ilham untuk dituliskannya Uria dengan embel-embel Het di belakang namanya. Dalam hal ini Tuhan tidak ikut-ikut meng-HET-kan Uria, melainkan menunjukkan pada Daud bahwa Dia mengetahui isi hati Daud yang terdalam. Motiv terselubung Daud,  bahkan pembunuhan terencana yang secara halus dibungkus rapi dalam topeng peperangan ini,  telah tercium oleh Mata Tuhan. Karena nama URIA ORANG HET, adalah nama resmi Uria sebagai seorang tentara.
II Sam 12: 9 Isterinya kau ambil menjadi isterimu Penggunaan kata ‘dia’ Uria sebagai seorang suami dari Batsyeba di mata Tuhan Dikatakan oleh nabi Natan atas dasar ucapan Tuhan Ditujukan kepada Daud Tuhan menggunakan kata ‘dia’ dalam teguran ini, untuk menyingkapkan pada Daud , betapa teganya Daud memperlakukan Uria yang sebenarnya adalah orang-nya pahlawan-nya yang sudah setia mengikut Daud. Lebih menunjuk pada ‘isteri’ sesamamu manusia.  Maka tidak dikatakan seperti ini :” Isteri Uria kau ambil menjadi isterimu” , melainkan ditulis seperti ini; “Isterinya kau ambil menjadi isterimu. “ Terlepas siapa itu Uria, terlepas dari apakah dia orang Het atau orang mana saja, tetap yang namanya merebut isteri orang/ merebut isteri sesama itu, jahat di mata TUHAN.
II Sam 12: 9 Dan dia sendiri kau biarkan dibunuh oleh pedang bani Amon. Penggunaan kata ‘dia’ Uria sebagai seorang pribadi yang dekat dengan Daud, di mata Tuhan Dikatakan oleh nabi Natan atas dasar ucapan Tuhan Ditujukan kepada Daud Tuhan menggunakan kata ‘dia’ dalam teguran ini, untuk menyingkapkan pada Daud , betapa Daud melepaskan tanggung jawab untuk menjaga orang-orangnya dengan baik. Padahal mereka / termasuk Uria adalah teman seperjuangan Daud. Daud tahu sampai di mana kapasitas Uria, mengapa Uria ditaruh di garis depan peperangan yang mengandung resiko sangat tinggi. Hal ini adalah taburan Daud, menggunakan pedang bani Amon untuk menikam Uria, demi merebut isterinya. Maka Tuhan menggunakan juga pedang sebagai tuaian Daud di masa datang atas keluarganya/ keturunannya kelak.Perhatikan di sini: bukankah di awal kalimat teguran terhadap Daud ini sudah dituliskan seperti ini: Mengapakah engkau menghina TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di mata-Nya? Uria orang Het itu, kaubiarkan ditewaskan dengan pedang 

Tapi mengapa di ujung kalimat masih diulang lagi dengan berbeda kalimat tetapi dengan arti yang sama , sbb:

 

Dan dia sendiri kau biarkan dibunuh oleh pedang bani Amon.

 

Walaupun artinya sama, tetapi dua kalimat ini perlu ditulis dalam dua kalimat yang berbeda, karena di kalimat pertama Tuhan menekankan penyingkapan motiv terselubung daripada Daud kepada seorang tentara dengan nama resmi Uria orang HET,

tetapi dalam kalimat kedua Tuhan ingin menggarisbawahi bahwasannya Daud telah membiarkan

d-i-a,

Daud telah membiarkan dia

( dia adalah Uria= dia adalah orang Israel= dia adalah anggota pasukan Israel= dia berhati Israel)

membiarkan dia

dibunuh oleh pedang bani AMON

Perlu menyebutan bani AMON, karena pedang bani Amon telah menewaskan satu prajurit ISRAEL.

Tidak perduli dia orang HET, di mata Tuhan dia Israel.

II Sam 12: 10 Oleh karena itu , pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu Ada penyebutan ORANG HET Uria sebagai seorang suami Batsyeba di mata Tuhan Dikatakan oleh nabi Natan atas dasar ucapan Tuhan Ditujukan kepada Daud Kembali ada penyebutan orang Het, di sini adalah dalam kaitan dengan PEDANG. Dimana Daud menggunakan sarana pedang dan memakai sarana keprajuritan Uria untuk upaya pembunuhan. Tuhan melalui nabi Natan sangat menggaris bawahi motivasi terselubung Daud bahwa Daud dengan kelicikan membunuh Uria melalui jalur peperangan. Terbukti di Kitab Matius- Tuhan tidak memberi ilham untuk dituliskannya Uria dengan embel-embel Het di belakang namanya. Dalam hal ini Tuhan tidak ikut-ikut meng-HET-kan Uria, melainkan menunjukkan pada Daud bahwa Dia mengetahui isi hati Daud yang terdalam. Motiv terselubung Daud,  bahkan pembunuhan terencana yang secara halus dibungkus rapi dalam topeng peperangan ini,  telah tercium oleh Mata Tuhan. Bukankah embel embel orang HET- adalah nama resmi Uria sebagai salah satu anggota tentara Daud?
II Sam 12: 15 Dan TUHAN menulahi anak yang dilahirkan bekas isteri Uria bagi Daud, sehingga sakit. Ada penyebutan bekas isteri UriaTidak ada penyebutan ORANG HET Uria sebagai seorang suami Batsyeba di mata Tuhan. Ditulis oleh Narator/ penulis kitab Samuel Ditujukan pada pembaca kitab Samuel Di seluruh Alkitab, Penyebutan bekas isteri Uria hanya muncul satu kali pada ayat ini saja.Bisa dipastikan karena anak ini dikandung dalam keadaan Batsyeba belum diperisteri oleh Daud. Sehingga perkataan BEKAS ISTERI URIA ini sangat menunjukkan pada sisi perzinahan oleh Daud dan juga kekejaman Daud merebut isteri orang. Tidak ada penyebutan orang HET- adalah karena alasan Uria adalah sesama manusia bagi Daud, tindakan Daud mengahampiri istri sesamanya adalah jahat, tidak perduli apakah Uria orang Het atau bukan
II Sam 23: 39 Uria , orang HET, semuanya tiga puluh tujuh orang Ada penyebutan ORANG HET Uria sebagai salah seorang pahlawan Daud Ditulis oleh Narator/ penulis kitab Samuel Ditujukan pada pembaca kitab Samuel Ada banyak pahlawan Daud, mereka terbagi dalam tiga golongan I Taw 11: 10-46 adalah golongan yang ikut Daud sejak di gua adulam, I Taw 12: 1-22 adalah yang ikut Daud sejak di Ziklag, I Taw 12: 23-40 adalah tentara Daud di Hebron, setelah saya teliti satu persatu, dari semua golongan ini hanya satu orang saja , orang asing yang ikut dalam tentara Israel , hanya satu orang HET yaitu Uria, tidak ada pahlawan Daud yang berasal dari 6 bangsa yang harus ditumpas Israel: Orang Het ( hanya URIA seorang diri- tidak ada orang Het lainnya) , orang Amori, orang Kanaan, Heris, orang Hewi, orang Yebus. Sedangkan orang Het lainnya  yang adalah orang kepercayaan Daud / asisten Daud ada 1 orang lain yang adalah orang Het, dia bernama Ahimelekh orang Het. Nama orang ini tidak ada dalam daftar pahlawan Daud, tetapi pernah ditawarin Daud untuk mendekati Saul dan pasukannya yang sedang terlelap I Sam 26: 6), dan nama ini hanya pernah muncul sekali saja dalam seluruh Alkitab yaitu di ayat tersebut.Penulisan kata orang Het oleh penulis kitab Samuel di sini adalah untuk menonjolkan bahwa URIA adalah satu-satunya orang asing yang masuk dalam rombongan Pahlawan Daud.

Dan memang semua nama pahlawan dalam daftar ini pasti ditulis mereka orang mana..orang mana..dst. Itu cara penamaan yang resmi untuk mengenal tiap pribadi mereka.

I Taw 11:41 Uria, orang HET Ada penyebutan ORANG HET Uria sebagai salah seorang pahlawan Daud Ditulis oleh Narator/ penulis kitab Tawarikh Ditujukan pada pembaca kitab Tawarikh Penulisan kata orang Het oleh penulis kitab Tawarikh di sini sama dengan alasan penulisan kata HET di daftar yang sama dengan yang ditulis di kitab Samuel, yaitu untuk menonjolkan bahwa URIA adalah satu-satunya orang HET  yang masuk dalam rombongan Pahlawan Daud. Dan memang semua nama pahlawan dalam daftar ini pasti ditulis mereka orang mana..orang mana..dst. Itu cara penamaan yang resmi untuk mengenal tiap pribadi mereka.
I Raj 15:5 Karena Daud telah melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan tidak menyimpang dari segala yang diperintahkan-Nya kepadanya seumur hidupnya, kecuali dalam perkara Uria orang Het itu. Ada penyebutan ORANG HET Uria sebagai bagian dalam sejarah hidup Daud Ditulis oleh Narator/ penulis kitab Raja-raja Ditujukan pada pembaca kitab Raja-raja Untuk urusan perkara, kata orang HET kembali ditulis dengan jelas oleh penulis kitab raja-raja.  Mengapa begitu? Karena ayat ini berbau sejarah/ biografi singkat tentang hidup Daud. Nama Uria dengan embel-embel orang HET itu, lebih mengacu pada keharusan muncul nama lengkap Uria sebagai korban pembunuhan Daud dalam penulisan sejarah orang/ biografi seseorang.
Mat1: 6 Isai memperanakkan raja Daud, Daud mempernakkan Salomo dari isteri Uria. Hanya disebutkan sebagai Uria saja Uria sebagai suami daripada Batsyeba di dalam silsilah/ masuk dalam catatansejarah Ditulis oleh Narator/ penulis kitab Matius Ditujukan kepada pembaca kitab Matius Di titik ini pada puncaknya Tuhan tidak pernah mempermasalahkan ke HET-an daripada URIA, karena pengenalan Tuhan akan Uria yang sudah membuang sifat HET dalam hidupnya. Uria yang sudah bukan HET lagi, Uria penyembah Allah Israel, seorang yang setia kepada Tuhan. Tuhan sudah membuang ke-HET-an dari hidup dan hati dan sejarah hidup URIA, oleh karena itu kata HET sudah dicoret oleh Tuhan di Perjanjian baru.

Kesimpulan dari tabel di atas:

  1. Hanya satu nama URIA dalam deretan pahlawan Daud, hal ini sudah saya chek di I Taw 11 dan 12 yang memuat semua daftar pahlawan Daud selengkap-lengkapnya dalam 3 rombongan yang berbeda, jadi tidak ada nama URIA yang lainnya. Oleh karena itu dengan hanya menyebut URIA saja, orang sudah tahu bahwa Uria ini orang Het, karena hanya satu nama Uria dan hanya satu orang Het dalam rombongan Daud, yaitu Uria saja seorang. Jadi saat menyebut kata Uria saja ,orang sudah tahu bahwa dia adalah orang HET. Memang ada orang asing lain dalam pahlawan Daud menurut versi kitab tawarikh, yaitu Yitma orang Moab. Jadi saat nama Uria orang Het disebut-sebut, sekali saja Daud sudah tahu siapa itu Uria, dia tidak terlalu banyak bertanya, demikian juga saat disebutkan bahwa Batsyeba itu adalah binti Eliam, dia juga sudah tahu pasti, siapa Eliam itu. ( karena Eliam itu adalah juga salah satu jajaran tentaranya, yang adalah anak dari Ahitofel/sahabatnya/ penasehatnya) . Lantas mengapa Daud tidak mengenali Batsyeba, jika dia ternyata sangat kenal dengan Uria, Eliam dan Ahitofel itu?

Bisa jadi, walaupun Uria termasuk dalam rombongan Daud sejak di gua Adulam, kemungkinan besar Batsyeba tidak ikut dalam rombongan Daud  ini, menemani suaminya, atau bisa juga ada kemungkinan pernikahan Uria dengan Batsyeba adalah setelah Uria sebagai rombongan Daud bersama-sama dengan Daud menetap di Yerusalem ( setelah pindah dari Hebron) sehingga Daud tidak mengenali Batsyeba dalam sebuah perjalanan panjang pelariannya dari Gua Adulam sampai saat itu. Perhatikan indikasi ke arah ini bisa kita simpulkan di II Sam 5: 13-15…setelah ia datang dari Hebron…

  1. Nama Uria orang Het- adalah penamaan secara resmi untuk keberadaan Uria sebagai salah satu tentara di antara banyak tentara-tentara lainnya
  2. Saat ada penyebutan URIA orang HET itu, ada semacam maksud lain yang dikandung dalam kalimat tersebut.

Bisa beberapa kemungkinan:

  • semacam ejekan karena dia adalah orang asing, tetapi ternyata belakangan kita melihat bahwa orang-orang yang hidup setelah zaman Uria orang Het ini, banyak hamba-hamba Tuhan memakai nama Uria ini, ada Imam Uria, ada Nabi Uria, dst. Ini cara Tuhan menunjukkan pengangkatan-Nya atas hidup dan nama Uria, yang sangat berharga di mata-Nya.
  • semacam merendahkan karena dia bukan orang Israel, tetapi ternyata belakangan kita melihat bahwa orang-orang yang hidup setelah zaman Uria orang Het ini, banyak hamba-hamba Tuhan memakai nama Uria ini, ada Imam Uria, ada Nabi Uria, dst. Ini cara Tuhan menunjukkan pengangkatan-Nya atas hidup dan nama Uria, yang sangat berharga di mata-Nya.
  • semacam ciri khas karena dia berbeda dari orang Israel pada umumnya.
  • Semacam penyebutan resmi nama Uria diantara semua pahlawan lainnya, di mana setiap pahlawan memang disebutkan berkaitan dengan siapa dia, dari mana asalnya, dia saudara siapa, dll. – hal ini dilakukan oleh Daud pertama kali mengirim pesan kepada Yoab, untuk memastikan Uria yang mana, Pahlawan yang mana. Untuk selanjutnya mengirim pesan pada Yoab, Daud cukup memberi pesan dengan kata Uria saja, tidak diberi embel-embel orang Het, karena status pesan itu adalah saat Uria kembali ke medan laga, tidak diperlukan nama resmi Uria sebagai salah satu jajaran anggota tentara lagi, jadi tidak mungkin salah orang lagi dalam pengiriman balik ini.
  • semacam membedakan dia karena dia bukan orang Israel, – hal ini bisa saja dilakukan oleh orang Israel yang menjawab pertanyaan Daud tentang siapa wanita yang sedang mandi itu- tetapi orang –orang ini secara halus telah memberi penekanan pada Daud bahwa Batsyeba itu sudah punya suami- walaupun suaminya itu orang HET. Ketika orang Israel melihat betapa Uria orang Het itu begitu setia sebagai seorang prajurit negara, mereka tidak lagi menyinggung-nyinggung ke –HET-an daripada Uria ini.
  • Semacam tidak menganggap Uria sebagai salah seorang yang penting, karena dia orang asing yang menggabungkan diri dengan bangsa Israel. Hal ini bisa saja ditekankan oleh Yoab kepada Daud. Sudah jelas-jelas pesan Daud yang kedua pada Yoab, sudah tidak menyebut Uria dengan sebutan Het- lagi- karena itu pesan balik, namun di pesan berikutnya Yoab seperti ingin mendapat penghargaan dari Daud karena telah menjalankan perintah Daud dalam perihal Uria ini, dan seperti memberi penekanan pada Daud, tidak menjadi masalah..karena toh Uria hanyalah orang Het… dan ingin mendapat pembelaan dari Daud atas peristiwa kekalahan dalam peperangan ini, yang penting kan Uria orang Het itu gugur dalam peperangan, dan trik ini berhasil, terbukti Daud tidak terlalu keras pada Yoab dalam kekalahan ini, karena adanya penyebutan matinya Uria dalam laporan hasil peperangan.

Oleh karena itu saat disebut oleh orang, siapa yang sedang mandi itu, dia adalah “Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu” , Daud tidak perlu banyak bertanya lagi, dia sudah langsung tahu siapakah Uria ini, yang mana orangnya, dlsb.

  1. Penulis kitab Samuel sebagai Narator, tidak pernah menyebut nama Uria dengan embel-embel orang HET, kecuali hanya sekali, saat ingin menekankan bahwa modus operandi Daud yang menggunakan medan laga sebagai alat untuk membunuh Uria. Sesuatu yang terbungkus halus dan rapi tetap akan tercium juga kebusukannya.
  2. Penulis kitab Samuel sepertinya sengaja menggunakan kata ganti orang kedua yaitu kata ‘dia’ untuk menjelaskan pada pembaca seberapa dekat sebenarnya kedekatan antara Daud dengan Uria ini, dimana mereka berdua sudah bersama sejak di gua Adulam. Dan juga menyebutkan nama Uria tanpa embel embel Orang HET- di mata pegawai-pegawai Daud lainnya, untuk menunjukkan seberapa familier Uria di istana Daud, Uria gampang membaur dengan pegawai-pegawai Daud lainnya.
  3. Penulis kitab Tawarikh menekankan bahwa Batsyeba tidak pernah memanggil suaminya dengan embel-embel orang HET.
  4. Tuhan melalui Uria menekankan kata URIA ORANG HET itu, bukan karena Tuhan memandang ke –HET-an daripada URIA, melainkan untuk membongkar kedok modus operandi si Daud yang secara halus dan terselubung menggunakan medan peperangan untuk membunuh Uria orang Het itu- nama ini adalah nama resmi Uria sebagai salah satu tentara Daud. Oleh karena itulah tidak heran Tuhan selalu mengilhami penulis kitab Samuel untuk tidak ikut-ikutan menyebut-nyebut ke HET-an daripada URIA kecuali untuk tujuan penekanan khusus kepada para pembaca. Terbukti saat nama Uria tersangkut-sangkut di silsilah menurut versi Matius, tidak ada tuh embel embel URIA orang Het itu. Hanya ditulis isteri Uria. Titik.
  5. Tuhan melalui Uria menggunakan kata ganti orang kedua , yaitu kata ‘dia’ untuk menduduk perkarakan Uria dalam tingkat hubungan dengan Daud sebagai seorang sesama manusia, dan sebagai teman seperjuangan sejak dari gua Adulam. Bukan hanya tingkat hubungan atasan dan bawahan yang Tuhan soroti di sini.
  6. Tuhan menyebut Batsyeba sebagai bekas isteri Uria untuk menekankan perihal perzinahan yang dilakukan oleh Daud dengan menjadikan Batsyeba sebagai korbannya.
  7. Perihal peristiwa Uria ini sangat menjadi salah satu titik noda dalam sejarah biografi kehidupan Daud yang disinggung-singgu oleh penulis kitab Raja-raja. Alkitab tidak pernah menyangkut-nyangkut kasus ini dengan …Peristiwa Batsyeba….karena Batsyeba hanyalah sebagai korban dari dosa Daud, bukan sebagai pelaku suka sama suka. Di samping itu akar permasalahan Daud yang paling utama adalah karena dia terjebak dalam kenyamanan istana dan tidak ikut berperang pada saat musim raja-raja berangkat berperang, kenyamanan telah membuat Daud terlena. Peristiwa sotoh istana hanyalah sebagai akibat saja, bukan akar masalah yang sebenarnya
  8. Uria ditulis oleh Tuhan melalui penulis kitab Matius, sebagai Uria saja, titik, tidak ada embel-embel orang Het. Tuhan melihat Uria bukan dari ke HET-an nya, tetapi dari pribadinya yang sungguh menyenangkan hati Tuhan.

LEBIH JAUH MENGENAL BATSYEBA

Nah setelah puas kita menyelidiki secara panjang lebar mengenai pribadi Uria, kini kita mau melihat juga pribadi Batsyeba binti Eliam alias Batsyua binti Amiel

  • Arti nama Batsyeba binti Eliam alias Batsyua binti Amiel

Arti nama Batsyeba binti Eliam alias Batsyua binti Amiel.

Arti nama Batsyeba = Putri dari sumpah.

Binti Eliam

Arti nama Eliam; Allahku adalah orang-orang/rakyat.

Jika digabung 2 nama ayah dan putrinya menjadi berarti seperti ini:

Batsyeba binti Eliam = putri sumpah dari seseorang yang menjadikan rakyat/orang banyak sebagai Tuhannya.

Bisa jadi Eliam ini adalah sesosok orang yang ingin mengapdikan seluruh hidupnya pada masyarakat luas, dan dia benar-benar bertekad/ bersumpah untuk mewujudkan hal itu melalui kehidupan putrinya, Batsyeba.

Nama Batsyeba binti Eliam ini pada kitab Tawarikh berubah nama menjadi Batsyua binti Amiel.

Ini terbiasa terjadi di kitab Tawarikh, di mana ada julukan julukan tersendiri dari kitab ini:

Arti nama Batsyua= Putri kelimpahan

Binti Amiel

Arti nama Amiel = kerabatku adalah Allah

Bisa jadi penulis kitab Tawarikh menggarisbawahi bahwa Eliam ini berubah menjadi seseorang yang menjadikan nama baik keluarga/ martabat keluarga di mata masyarakat itu harus dijunjung tinggi.

Bisa jadi, hal-hal semacam itulah yang menyebabkan keretakan hubungannya dengan pernikahan dari putrinya Batsyeba dengan Uria orang HET itu !

Bisa jadi, hal-hal semacam itulah yang  membuat dia mundur dari barisan pahlawan. Dia mengalami pergeseran dari yang awalnya ingin mengabdikan diri pada masyarakat, menjadi ingin memiliki kerabat/keluarga/nama baik keluarga yang terus terjaga baik di mata masyarakat.

Tetapi di sinilah seorang Batsyeba justru dipakai Tuhan menggenapi visi Eliam yang semula yaitu agar hidup daripada putrinya ( Putri sumpah) dapat menjadi alat bagi orang banyak/ masyarakat, dengan cara menjadi seorang PUTRI KELIMPAHAN, walaupun mungkin untuk mencapai titik kehendak Tuhan yang sempurna itu, putrinya harus melalui ‘memporakporandakan’ nama baik keluarga dengan menikah dengan URIA.

Kelimpahan yang seperti apakah…??? Cara yang bagaimanakah yang harus ditempuh Batsyua agar bisa jadi berkat bagi banyak orang?? Agar hidupnya bisa melimpah ruah…??? Menjadi berkat…??

Mengapa saya ingin menggabungkan penamaan dari ayah dan anak ini, karena keunikan dari kitab Tawarikh, yang biasanya hanya mengganti nama orang tertentu sebagai namanya sendiri menjadi nama baru, kini pada kasus Batyseba ini, berbeda. Penulis kitab Tawarikh ini seperti juga ingin menegaskan bahwasannya bukan hanya Batsyeba yang berubah menjadi Batsyua, tetapi juga ada pergeseran dari Eliam ini menjadi Amiel.

Dan kedua hal ini ternyata saling terkait. Kitab Tawarikh memang unik sekali.

  • Latar belakang keluarga Batsyeba binti Eliam

Ahitofel adalah kakek daripada Batsyeba

Ahitofel memiliki anak bernama Eliam

Eliam adalah ayah Batsyeba

Apa arti nama Ahitofel?

Ahitofel = “my brother is foolish (folly)”/ kebodohan adalah saudaraku.

Bisa jadi Ahitofel ini sejak kecil dijuluki sebagai ‘si bodoh’. Ahitofel bertumbuh sebagai anak yang tertolak, selalu dikata-katai bodoh oleh keluarga dan orang sekitarnya melalui penamaan dirinya. Harga dirinya tercoreng.

Bisa jadi Ahitofel kemudian bertumbuh dengan tekat yang bulat untuk menjadikan dirinya orang yang paling bijaksana. Terkadang prestasi seseorang bisa saja didapat dari keingingan yang kuat untuk diterima lingkungannya, sehingga dia mengejar prestasi itu sampai dapat, sehingga dengan demikian dia berharap dapat diterima oleh lingkungan sekitarnya. Dan hal ini berhasil, Ahitofel bertumbuh menjadi orang yang pandai, seorang yang pada masa itu/ pada zaman itu/ nasehatnya didengarkan, seseorang yang nasehatnya/ sarannya/ masukkannya sangat dihormati oleh Daud ataupun oleh Salomo ( II Sam 16: 20), sangat dihargai seperti wahyu kenabian, dan sangat beruntung sekali memiliki Ahitofel sebagai penasihat.

Hal-hal seperti itu kita simpulkan dari ayat berikut ini ( bisa diselidiki lebih dalam melalui Alkitab berbahasa Inggris lainnya)

II Sam 16: 23 Pada waktu itu nasihat yang diberikan Ahitofel adalah sama dengan petunjuk yang dimintakan dari pada Allah; demikianlah dinilai setiap nasihat Ahitofel, baik oleh Daud maupun oleh Absalom.

Artinya pada masa-masa sebelumnya didapati nasihat-nasihat dari Ahitofel itu bisa jadi jarang gugur/ hampir selalu tepat seperti yang Tuhan kehendaki untuk mereka lakukan, sehingga nasihat Ahitofel bisa dijadikan semacam  standart pengambilan keputusan.  Jika tidak demikian tentunya tidak mungkin Ahitofel pada masa itu bisa menjadi penasihat kerajaan.

Siapa saja sebenarnya orang-orang yang selalu mengitari pemerintahan Daud? I Taw 27: 34.

  • Yehiel bin Hakhmoni membantu anak-anak raja.
    • Bisa jadi ini semacam membantu urusan rumah tangga istana, seperti makanan, pakaian, pendidikan anak-anak, dll
  • Yoab, adalah panglima raja.
  • Yonatan ; saudara ayah Daud, dia adalah penasihat. Dia seorang yang cerdas dan ahli kitab.
    • Bisa jadi Yonatan ini adalah penasihat raja dalam urusan-urusan kerohanian, mengingat Yonatan adalah seorang ahli kitab
  • Husai orang Arki, adalah sahabat raja, semacam teman ngobrol, teman curhat, teman berbagi, teman membuat pertimbangan, yang sangat mengenal pribadi raja Daud- oleh karena itu saat Husai berpura-pura memihak pada Absalom, Absalom meminta juga nasihat Husai orang Arki ini karena dianggap Husai ini yang paling bisa memprediksi seperti apa langkah yang akan diambil oleh Daud dalam masa peperangan ini.
  • Ahitofel penasihat raja
    • Ahitofel bunuh diri pada masa pemberontakan Absalom pada ayahnya, ketika nasihatnya yang kedua tidak diperdulikan Absalom. (II Sam 17: 23) Karena dengan tidak diterimanya nasihatnya, dia gagal membunuh Daud langsung dari tangannya sendiri. Ahitofel benar-benar ingin membunuh Daud, melampiaskan dendamnya. ( II Sam 17; 2)
    • Setelah Ahitofel mati, kemudian Daud menggantikan kedudukan Ahitofel dengan dua nama ini
      • Yoyada bin Benaya; dia adalah seorang tentara ( I Taw 11: 24)
      • Abyatar, dia adalah sorang imam ( dia adalah anak imam Ahimelekh bin Ahitub yang ditumpas oleh Saul- tetapi Abyatar lolos- sejak itu Abyatar mengikut rombongan Daud) Abyatar ini lah yang bertugas memintakan petunjuk urim dan tumim lewat baju Efod ( I Sam 30: 7)

Dari sini bisa kita simpulkan bahwa: Daud punya dua penasihat, yaitu pamannya, Yonatan yang memberi nasihat bidang rohani, karena dia adalah ahli kitab.

Di samping itu Daud juga punya penasihat yang multitalent, karena  selain mengerti bidang rohani juga bisa memberi nasihat bidang-bidang umum/ masalah peperangan/ pengambilan keputusan kenegaraan, dll, yaitu Ahitofel.

Bagaimana kita bisa tahu hal itu? Karena selepas kematian Ahitofel, untuk menggantikan tugasnya, harus diampu oleh dua orang lain yang membidangi nasihat rohani ( Imam Abyatar) dan juga harus ada orang lain yang membidangi bidang umum /seputar peperangan yaitu Yoyada bin Benaya .

Betapa hebatnya prestasi daripada Ahitofel ini.

Sampai-sampai saat Daud mengetahui bahwa Ahitofel memihak kepada pemerontakan Absalom , anaknya, Daud menaikkan doa khusus pada Tuhan, agar Tuhan menggagalkan  nasihat Ahitofel ini. II Sam 15: 31, dan doa Daud ini didengar Tuhan dan dikabulkan II Sam 17: 14. Betapa kuatnya pengaruh Ahitofel ini pada orang-orang di sekitarnya. Butuh kuasa Tuhan untuk menggagalkan nasihat-nasihatnya yang sudah terlanjur manjur di hari –hari yang lalu dan sekarang sudah dibumbui dengan nafsu dendam.

Tidak hanya itu, Daud juga mengirim Husai orang Arki – sahabat karibnya untuk berpura-pura memihak pada Absalom dengan tujuan agar Husai orang Arki dipakai Tuhan untuk menggagalkan nasihat Ahitofel pada Absalom ( II Sam 15: 34)

Jika melihat arti namanya yang mengandung arti ‘kebodohan adalah saudaraku’, yang bertolak belakang dengan kenyataan bahwa dia orang penting yang nasihatnya didengar raja Daud dan disegani oleh Absalom anak raja Daud, tentunya ini bukan prestasi biasa. Ahitofel berjuang untuk membuang image bodoh itu dalam dirinya. Dia berjuang keras untuk meraih prestasinya, berjuang agar bisa diterima masyarakat, agar hidupnya berguna, dia sudah lelah dikatakan bodoh-bodoh terus sejak masa kecilnya.

Oleh karena itu , bisa jadi Ahitofel menamakan anaknya ELIAM yang artinya

Allahku adalah orang-orang/rakyat.

Dia ingin anaknya, Eliam,  bertumbuh menjadi orang yang berpengaruh di masyarakat luas. Orang yang hebat, orang yang mengabdi pada negara dan bangsa.

Kalau kita lihat di Alkitab, nama Eliam hanya ditulis sebanyak 2 kali, yaitu di

  • II Sam 23; 34. Kehadiran Eliam di tengah-tengah tentara / pahlawan Israel bisa jadi karena pengaruh kuat dari ayahnya , Ahitofel, untuk mendorong dirinya menjadi seorang yang yang berpengaruh.
  • Dan di II Sam 11: 3 , saat orang menyebut nama Eliam ini sebagai ayah dari Batsyeba

Berbanding terbalik dengan anaknya, penyebutan nama tokoh Ahitofel , sang ayah ini, sebanyak 20 kali.

Bisa jadi Ahitofel ini adalah orang yang sangat berpengaruh kuat terhadap kehidupan anak-anak dan cucu-cucunya, karena namanya disebutkan 20 kali, sedang nama anaknya Eliam hanya disebutkan 2 kali.

Kalau dia orang terkenal yang notabene penasihat raja, hanya nama Eliam yang dituliskan sebagai bin Ahitofel , dan hanya dituliskan Batsyeba binti Eliam, bisa jadi Ahitofel ini hanya punya satu orang anak tunggal, yaitu Eliam, dan satu orang cucu tunggal perempuan Batsyeba.

Ketika Eliam masuk dalam barisan pahlawan/ketentaraan. Ahitofel tentu senang, Visinya mendekati kenyataan. Anaknya hebat. Pahlawan.

Tetapi saat ketika cucunya Batsyeba menikah dengan Uria yang adalah orang Het, tentu mencoreng harga dirinya sebagai orang penting di istana, orang berpengaruh.

Kita tidak tahu, apakah keluarnya Eliam dari barisan tentara/ keluar dari deret nama pahlawan Daud ( karena namanya tidak tercatat lagi di kitab Tawarikh sebagai pahlawan Daud) – ini karena ada pengaruh kuat dari Ahitofel yang menyuruh Eliam keluar saja, daripada tiap hari harus bertemu dengan URIA itu.

Keluarnya Eliam dari barisan tentara tentu semakin melukai Ahitofel dengan semua visi-visinya. Nama baik keluarga yang dijunjung tinggi lebih penting daripada harus jadi berguna bagi orang banyak. Ada pergeseran visi di sini. Mengapa cucunya, Batsyeba ini harus berkenalan dengan Uria orang Het ini, dan mengapa pula Uria orang HET ini bisa masuk dalam jajaran pahlawan Daud?

Hal-hal itu  saja sudah cukup mengguncang dirinya…

Ditambah lagi, Daud menjadikan Batsyeba (cucunya) sebagai korban pelampiasan nafsu sexnya.

Tambahan lagi, saat Daud ditegur oleh Nabi Natan, Daud langsung bertobat dan selepas peristiwa itu, Daud menggubah lagu konser yang berisikan pengakuan dosanya, dan dalam lagu itu nama cucunya Batsyeba disangkut-sangkutkan (Maz 51) Lagu ini diajarkan pada pemimpin biduan, dan lagu ini diperdengarkan pada orang Israel. Ini adalah aib nasional. Cucunya Batsyeba menjadi korban kejahatan Daud, dan kini cucunya menjadi janda karena Uria suaminya mati di medan laga atas kelicikan rencana pembunuhan oleh Daud. Memang setelah itu Daud bertanggung jawab menikahi cucunya Batsyeba, dan mengangkat anak-anak Uria-Batsyeba ( yaitu cicit-cicitnya) menjadi anak-anak raja secara hukum, sah secara hukum, namun pencorengan nama keluarga ini sangat melukai harga dirinya. Dia tidak bisa mengampuni Daud , dan tidak mau melepaskan pengampunan itu.

Ahitofel tentu tidak terima.

Harga dirinya sangat terusik. Nama baik keluarganya, nama baik dirinya, harga dirinya, egonya yang selama ini dibangun bertahun-tahun seakan roboh dan porak poranda.

Ahitofel kemudian memilih memihak pada Absalom, dia masuk dalam persepakatan gelap Absalom untuk menggulingkan pemerintahan ayahnya , dan persepakatan gelap ini menjadi semakin kuat manakala Ahitofel ini, yang sangat dipercayai juga oleh rakyat Israel, menyatakan diri bergabung dengan Absalom ( II Sam 15: 12)

dan puncaknya dia ikut dengan Absalom ( II Sam 16: 15) menasihatkan Absalom untuk meniduri gundik gundik Daud ( 10 orang gundik) , dan bagi Absalom disediakan kemah di atas SOTOH istana.  ( II Sam 16: 20-23)

Lihatlah di sini upaya balas dendam daripada Ahitofel pada Daud menggunakan pemberontakan Absalom pada ayahnya.  Ada kejahatan sex di peristiwa ini, ada tempat yang sama di peristiwa ini, yaitu di SOTOH istana, dan ada pelipatgandaan kasus di sini ( Daud-Batsyeba- satu kasus- Absalom dan gundik-gundik ( 10 kasus)

Walaupun  Ahitofel ini secara jabatan/-pekerjaan adalah penasihat raja, namun di mata raja Daud, Ahitofel adalah  (Maz 41:9, Maz 55: 14-16)

  • teman raja
  • orang dekat raja
  • sahabat karibnya
  • orang kepercayaannya
  • makan sepiring dengan dia ( sangat akrab)
  • bersama-sama bergaul dengan baik
  • teman yang sama-sama ibadah, masuk ke rumah Allah di tengah-tengah keramaian

Namun ternyata Ahitofel ini adalah seorang yang ‘mengangkat tumitnya’ terhadap Daud ( Maz 41: 10) –istilah ‘mengangkat tumitnya’ menyimpan isyarat mengenai penghianatan- kata yang sama juga dipakai oleh Tuhan Yesus saat menunjuk pada penghianatan daripada Yudas Iskariot, sahabat-Nya, dan adalah orang yang di dalam batin dan rumahnya menyimpan kejahatan. (Maz 41:9, Maz 55: 14-16)

Pada akhirnya Ahitofel mati bunuh diri, dan dalam II Sam 17: 23 dikisahkan bahwa sebelum bunuh diri dia sempat ke rumahnya, ke kotanya, mengatur dulu urusan rumah tangganya.

Dalam bahasa aslinya, kata ‘urusan rumah tangganya’ di sini mengandung arti ‘kerabatnya’. ‘kaum’nya.

Klik sekali dengan julukan penulis kitab Tawarikh buat pergantian nama dari Eliam menjadi Amiel.

Eliam = Tuhanku adalah orang-orang

Amiel= sanakku/kaum kerabatku adalah Tuhanku.

Visi hidup Ahitofel yang tadinya ingin menjadikan Eliam anaknya sebagai orang terkemuka di antara masyarakat ( hal ini pun sebenarnya salah, apabila pada akhirnya semuanya bukan untuk kembali jadi kemuliaan bagi nama Tuhan saja ) , bergeser pada Visi yang salah atau lebih tepatnya bergeser pada Visi yang lebih parah, yaitu menjadikan nama baik keluarga/kerabat sebagai hal yang dijunjung tinggi paling utama dari segalanya. Hal ini membuat dia gagal mengampuni Daud , yang telah memperlakukan dia sebagai sahabatnya. Daud memang pernah salah, menodai cucunya, tetapi toh Daud sudah mengaku dosa ( Maz 51) telah mengambil cucunya, Batsyeba  menjadi isterinya yang sah, dan bahkan telah mengangkat cicit-cicitnya ( 3 anak Uria-Batsyeba) menjadi anak-anak raja yang sah secara hukum. Visi yang salah ini membuat Ahitofel gagal melihat rencana Tuhan atas kehidupan cucunya, Batsyeba, bahwa Tuhan menjadikannya seorang Putri Kelimpahan- yang melahirkan Salomo, si penerus raja Daud. Visi yang salah ini membuat Ahitofel gagal melihat bahwasannya justru anak daripada Uria, Natan, kelak masuk dalam deret nama silsilah Yesus Kristus, walaupun notabene Uria adalah orang HET.

Hal ini yang membuat dia gagal melihat karya Tuhan dalam hidup Uria, cucu menantunya.

Orang yang gagal melihat Visi Tuhan dalam hidupnya karena visi Tuhan dikalahkan dengan visi dan ambisi pribadi, sekalipun sehebat Ahitofel, dimana nasihatnya sangat dihargai Raja Daud dan Absalom, tetapi orang-orang seperti ini akan gagal memiliki kepekaan untuk mengetahui apa maunya Tuhan buat dirinya sendiri, keluarganya sendiri, masa depannya sendiri. Ironis sekali.

 

Kesimpulan tentang latar belakang keluarga Batsyeba:

Batsyeba adalah seorang cucu Ahitofel.

Seorang yang dibilang sukses dalam kariernya, seorang  yang terpandang dan disegani, namun gagal untuk mengampuni.

Batsyeba bisa jadi dibesarkan oleh pengaruh seorang kakek yang memberi pengaruh besar dalam hidupnya, lebih dari pengaruh ayahnya terhadap dirinya.

Batsyeba juga dibesarkan oleh seorang ayah, Eliam, yang hidup dibawah bayang-bayang kakeknya.

Eliam, adalah seorang tentara / prajurit. Eliam juga orang yang terkenal/ terkemuka karena masuk dalam deret nama-nama anggota pahlawan Daud.

Eliam , ayah Batsyeba , bisa jadi memiliki sifat seperti kakeknya yang sulit mengampuni, sehingga Eliam bisa jadi keluar dari barisan pahlawan karena tidak mau melihat Uria orang Het lagi, yang adalah menantunya.

Dosa dendam. Dendam yang dibawa sampai mati. ( terbukti Ahitofel, kakeknya sampai bunuh diri gara gara dendam kesumat yang tidak tersalurkan)

Bisa jadi penamaan Batsyeba sebagai ‘putri sumpah’ , ini menggambarkan betapa kuatnya visi dari sang kakek yang harus dicapai dalam diri anaknya ( Eliam) dan dalam diri cucunya (Batsyeba), sampai-sampai saat visi itu tidak tercapai, muncul dendam, dan pada klimaksnya bunuh diri.

Kisah Sotoh Istana

Nah sekarang kita membahas issu panas..yang terkait dengan pemikiran ini, apakah Batsyeba dan Daud adalah suka sama suka? Apakah Batsyeba menjebak Daud dengan cara mandi justru di saat Daud jalan-jalan di atas sotoh istana?

Ataukah Batsyeba hanyalah sesosok korban?

Mari kita buktikan satu persatu

Daud dan Batsyeba II Sam 11: 1-27

11:1 Pada pergantian tahun, l  pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab m  maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. n  Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, o  sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem 1 .

Tentu baru kali ini Alkitab mencatat Daud tidak ikut perang, jadi tidak mungkin Batsyeba ‘menjebak’ Daud, karena tentu Batsyeba mengira Daud ikut perang bersama suaminya kan?

11:2 Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh p  istana, tampak q  kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan 2  sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya.

Bisa jadi rumah Batsyeba di dekat istana, karena keluarganya adalah keluarga terkenal di istana ( kakeknya penasihat raja, ayah dan suaminya pahlawan)

Petunjuk waktu di sini menunjukkan waktu yang tidak terencana. Daud secara spontanitas saja, jadi tidak merupakan waktu berjanjian dengan Batsyeba….’sekali peristiwa’

Petunjuk waktu petang- menunjukkan bahwasannya Batsyeba tidak mengambil waktu siang agar sengaja dilihat raja

Dan kronologisnya adalah Batsyeba mandi dulu, baru setelah itu terlihat oleh Daud, bukan sebaliknya Daud jalan-jalan dahulu, lalu Batsyeba melihat dari rumahnya raja sedang iseng, lalu Batsyeba sengaja memancing Daud dengan cara mandi di situasi strategis itu.

Kata elok ‘rupanya’ dalam bahasa aslinya elok ‘perawakannya’ . Jadi lokasi nya tidak sedekat sejelas kita melihat wajah cantik, melainkan hanya dari jauh terlihat perawakan yang elok, bisa jadi semacam siluet bayangan dari jauh saja, bukan pandangan yang sangat jelas sekali seperti melihat wajah cantik yang sangat jelas secara garis-garis paras/ wajah.

11:3 Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: “Itu adalah Batsyeba r  binti Eliam, s  isteri Uria t  orang Het itu.”

Kalau berjanjian, tentu Daud sudah kenal. Tetapi saat Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu, itu artinya Daud belum kenal dan tidak tahu siapa perempuan itu. Jadi di sini tidak ada perjanjian jam mandi dan jam jalan-jalan  di atas sotoh. Semuanya hanya kebetulan semata. Dan tidak ada unsur jebakan daripada Batsyeba ini agar Daud melihat prosesi mandinya.

Dari ayat ini kita lihat, tidak mungkin Batsyeba berani mempertaruhkan nama baik suaminya, ayahnya, kakeknya. Hukumnya dirajam batu sampai mati jika ketahuan selingkuh.

11:4 Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. u Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur v  dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. w  Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya.

Kata ‘mengambil’ di sini digunakan kata  LAQACH yang bisa mengandung arti –menjemput-merampas-mengambil-menangkap

Jadi dalam peristiwa ini Batsyeba terpaksa datang ke istana , dia dijemput paksa.

II Sam 12: 4 memuat ilustrasi Natan pada Daud tentang kejahatannya itu:

Pada suatu waktu orang kaya itu mendapat tamu; dan ia merasa sayang mengambil seekor dari kambing dombanya atau lembunya untuk memasaknya bagi pengembara yang datang kepadanya itu. Jadi ia mengambil anak domba betina kepunyaan si miskin itu, dan memasaknya bagi orang yang datang kepadanya itu.”

kata mengambil dalam yat ini juga menggunakan kata yang sama LAQACH

Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya, bisa mengandung arti = ‘cemar kain’ atau juga ‘dosa kenajisan’

Jika perempuan itu baru saja membersihkan diri dari cemar kain, itu artinya dia ada pada hari ke 14 setelah menstruasi Imamat 15:19, dan Imamat 15:28. Sedangkan masa subur adalah hari ke 12 – hari ke 16 setelah menstruasi hari pertama. Itu artinya perzinahan Daud terhadap Batsyeba ini terjadi pada masa subur. Karena Batsyeba bisa jadi wanita subur ( dengan Uria saja anaknya 3) maka langsung terjadi kehamilan.

Bisa jadi juga arti  membersihkan diri dari kenajisan di sini artinya Batsyeba langsung membersihkan diri dari dosa kenajisan, di mana dia sudah tidur dengan pria yang bukan suaminya.

Tindakan perzinahan ini hanya terjadi sekali. Karena dikatakan Batsyeba langsung pulang ke rumahnya, tidak berlama-lama tinggal di istana, mumpung suaminya sedang ada lama di medan laga.  Ini bukan suka sama suka, melainkan lebih pada pemaksaan.

Jika perzinahan ini terjadi pada hari ke 14 setelah perempuan itu cemar kain, itu artinya masa subur perempuan itu hanya berlaku dari hari itu sampai hari ke 15 dan 16 alias masih ada 2 hari lagi masa subur berlangsung. Jika Alkitab mengatakan hari itu juga Batsyeba langsung pulang ke rumahnya, dan baru diberitakan kemudian bahwa Batsyeba hamil lewat seorang pembawa berita/suruhan, itu artinya perzinahan ini hanya terjadi sekali saja. Tidak berlanjut ke hari ke dua dan ke tiga.  Mengingat Batsyeba mungkin adalah perempuan subur, peristiwa yang hanya sekali ini saja sudah cukup bisa membuatnya hamil.

Jika dipikir-pikir, Daud yang selama ini bisa menjaga kedua isterinya yang pertama dan kedua tidak hamil selama dia masih sebagai buronan Saul, dan baru hamil saat dia menjadi raja di Hebron, mengapa dalam peristiwa ini Daud bisa kecolongan, Batsyeba langsung hamil? Bisa jadi Daud tidak pakai banyak tanya ini itu mengenai tanggal kapan-kapannya Batsyeba cemar kain, Daud secara ceroboh langsung menghampiri Batsyeba, tanpa pikir panjang. Dikendalikan oleh nafsu birahi yang menguasai dirinya. Nafsu dosa.

Alkitab sangat teliti sekali menuliskan hal ini, jadi tidak ada sama sekali unsur suka sama suka daripada Batsyeba kepada Daud.

Tetapi dugaan kuat saya bahwa arti dari  membersihkan diri dari kenajisan di sini lebih mengarah pada arti cemar kain, karena di ayat berikutnya langsung disambung dengan LALU MENGANDUNGLAH PEREMPUAN ITU.

Alkitab seperti ingin menegaskan bahwa Batsyeba dalam masa subur, dan perzinahan sekali saja ini sudah langsung menggiring pada kehamilan. Jadi bukan atas dasar suka sama suka di mana Batsyeba lalu menikmati perselingkuhan ini dan melakukannya berkali-kali.

11:5 Lalu mengandunglah perempuan itu dan disuruhnya orang memberitahukan kepada Daud, demikian: “Aku mengandung.”

Batsyeba tokoh yang tidak terlalu banyak bicara. Dia ingin meminta pertanggung jawaban Daud, apa yang akan dilakukan Daud. Dia tidak mengumumkan di mata umum kejahatan Daud, lalu menggunakan kesempatan itu untuk memeras Daud. Dia juga tidak membuat panik suaminya yang sedang ada di medan laga. Dia juga tidak memberitahukan hal ini pada ayahnya lebih lebih kakeknya untuk meminta pembelaan dan perlindungan.

11:6 Lalu Daud menyuruh orang kepada Yoab mengatakan: “Suruhlah Uria, x  orang Het itu, datang kepadaku.” Maka Yoab menyuruh Uria menghadap Daud. 11:7Ketika Uria masuk menghadap dia, bertanyalah Daud tentang keadaan Yoab dan tentara dan keadaan perang. 11:8Kemudian berkatalah Daud kepada Uria: “Pergilah ke rumahmu dan basuhlah kakimu. y ” Ketika Uria keluar dari istana, maka orang menyusul dia dengan membawa hadiah raja. 11:9 Tetapi Uria membaringkan diri di depan pintu istana bersama-sama hamba tuannya dan tidak pergi ke rumahnya. 11:10 Diberitahukan kepada Daud, demikian: “Uria tidak pergi ke rumahnya.” Lalu berkatalah Daud kepada Uria: “Bukankah engkau baru pulang dari perjalanan? Mengapa engkau tidak pergi ke rumahmu?” 11:11 Tetapi Uria berkata kepada Daud: “Tabut z  serta orang Israel 3  dan orang Yehuda diam dalam pondok, juga tuanku Yoab dan hamba-hamba tuanku sendiri berkemah di padang; masakan aku pulang ke rumahku untuk makan minum dan tidur a  dengan isteriku? Demi hidupmu dan demi nyawamu, aku takkan melakukan hal itu!”11:12 Kata Daud kepada Uria: “Tinggallah hari ini di sini. Besok aku akan melepas engkau pergi.” Jadi Uria tinggal di Yerusalem pada hari itu. Keesokan harinya 11:13 Daud memanggil dia untuk makan dan minum dengan dia, dan Daud membuatnya mabuk. Pada waktu malam keluarlah Uria untuk berbaring tidur di tempat tidurnya, bersama-sama hamba-hamba tuannya. Ia tidak pergi ke rumahnya. 11:14 Paginya Daud menulis surat b  kepada Yoab dan mengirimkannya dengan perantaraan Uria. 11:15 Ditulisnya dalam surat itu, demikian: “Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya, supaya ia terbunuh mati 4 . c  d ” 11:16Pada waktu Yoab mengepung kota Raba, ia menyuruh Uria pergi ke tempat yang diketahuinya ada lawan yang gagah perkasa. 11:17 Ketika orang-orang kota itu keluar menyerang dan berperang melawan Yoab, maka gugurlah beberapa orang dari tentara, dari anak buah Daud; juga Uria, orang Het itu, mati. 11:18 Kemudian Yoab menyuruh orang memberitahukan kepada Daud jalannya pertempuran itu. 11:19 Ia memerintahkan kepada suruhan itu, demikian: “Jika engkau sudah selesai mengabarkan jalannya pertempuran itu kepada raja, 11:20 dan jikalau raja menjadi geram dan berkata kepadamu: Mengapa kamu demikian dekat ke kota itu untuk berperang? Tidakkah kamu tahu, bahwa orang akan memanah dari atas tembok? 11:21 Siapakah yang menewaskan Abimelekh e  bin Yerubeset? Bukankah seorang perempuan menimpakan batu kilangan kepadanya dari atas tembok, sehingga ia mati di Tebes? Mengapa kamu demikian dekat ke tembok f  itu? –maka haruslah engkau berkata: Juga hambamu Uria, orang Het itu, sudah mati.” 11:22 Lalu pergilah suruhan itu dan sesampainya ia memberitahukan kepada Daud segala yang diperintahkan Yoab kepadanya. 11:23 Suruhan itu berkata kepada Daud: “Orang-orang itu lebih kuat dari pada kami dan keluar menyerang kami di padang. Tetapi kami mendesak mereka kembali sampai ke lobang pintu gerbang. 11:24 Pada waktu itu pemanah-pemanah menembak kepada hamba-hambamu dari atas tembok, sehingga beberapa dari hamba raja mati; juga hambamu Uria, orang Het itu, sudah mati.” 11:25 Kemudian berkatalah Daud kepada suruhan itu: “Beginilah kaukatakan kepada Yoab: Janganlah sebal hatimu karena perkara ini, sebab sudah biasa pedang makan orang ini atau orang itu. Sebab itu perhebatlah seranganmu terhadap kota itu dan runtuhkanlah itu. Demikianlah kau harus kuatkan hatinya!”

11:26 Ketika didengar isteri Uria, bahwa Uria, suaminya, sudah mati, maka merataplah ia karena kematian suaminya itu.

Semestinya pembahasan ini cukup pada ayat 25 saja. Toh kisah Daud Yoab dan Uria telah berakhir, mengapa harus ada yat 26 ini? Karena Alkitab ingin menggarisbawahi bawasannya respon Batsyeba adalah meratap. Meratap dalam bahasa aslinya mengangung arti meratap, berkabung, menangis. Sama sekali tidak ada unsur pesta atas kematian suaminya. Batsyeba mencintai Uria. Semua ini adalah sebuah prahara.

11:27 Setelah lewat waktu berkabung, g  maka Daud menyuruh membawa perempuan itu ke rumahnya. Perempuan itu menjadi isterinya dan melahirkan seorang anak laki-laki baginya. Tetapi hal yang telah dilakukan Daud itu adalah jahat h  di mata TUHAN 5 .

Kata ‘membawa’ yang ada di ayat ini berbeda dengan kata ‘mengambil’ pada ayat

4 yang digunakan kata Laqach, pada ayat ini digunakan kata ACAPH, yang mengandung arti ‘mengajak’ .

Seolah-olah semua beres. Uria sudah dihabisi, lalu Batsyeba sudah dinikahi. Anak yang akan dilahirkan kelak sudah bukan  berstatus anak haram, karena ada bapaknya.

Tetapi urusan Daud di hadapan Tuhan belum selesai, oleh karena itu dikatakan …hal yang telah dilakukan DAUD itu…adalah jahat di mata TUHAN.

II Sam 12: 13-15

Lalu berkatalah Daud kepada Natan: “Aku sudah berdosae  kepada TUHAN.” Dan Natan berkata kepada Daud: “TUHAN telah menjauhkan f  dosamu g  itu 5 : engkau tidak akan mati. h 

12:14 Walaupun demikian, karena engkau dengan perbuatan ini telah sangat menista i  TUHAN, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati.”

12:15 Kemudian pergilah Natan ke rumahnya 6 . Dan TUHAN menulahi j  anak yang dilahirkan bekas isteri Uria bagi Daud, sehingga sakit.

Bandingkan dengan Ulangan 22: 23-27 Hukum tentang perkosaan

22:23 Apabila ada seorang gadis yang masih perawan dan yang sudah bertunangan–jika seorang laki-laki bertemu dengan dia di kota dan tidur dengan dia, 22:24 maka haruslah mereka keduanya kamu bawa ke luar ke pintu gerbang kota dan kamu lempari dengan batu, sehingga mati: gadis itu, karena walaupun di kota, ia tidak berteriak-teriak, dan laki-laki itu, karena ia telah memperkosa isteri sesamanya manusia. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu. i 

Itu adalah jika seorang laki-laki memperkosa seorang perawan yang telah bertunangan- namun tidak didengar teriakan minta tolong dari perempuan ini di kota. Itu artinya landasan suka sama suka- maka hukumannya dijatuhkan pada dua orang, baik pada yang laki-laki maupun pada yang  perempuan

Hal seperti di atas tidak dituliskan untuk kasus apa yang dilakukan Daud terhadap Batsyeba

Bandingkan dengan hukum berikut:

22:25Tetapi jikalau di padang laki-laki itu bertemu dengan gadis yang telah bertunangan itu, memaksa gadis itu tidur dengan dia, maka hanyalah laki-laki yang tidur dengan gadis itu yang harus mati, 22:26 tetapi gadis itu janganlah kauapa-apakan. Gadis itu tidak ada dosanya yang sepadan dengan hukuman mati, sebab perkara ini sama dengan perkara seseorang yang menyerang sesamanya manusia dan membunuhnya. 22:27 Sebab laki-laki itu bertemu dengan dia di padang; walaupun gadis yang bertunangan itu berteriak-teriak, j  tetapi tidak ada yang datang menolongnya.

Itu adalah jika seorang laki-laki memaksa seorang gadis tidur dengan seorang perempuan yang sudah bertungan. Hanya laki-laki itu saja yang dihukum, si wanita itu hanyalah sebagai korban.

Jadi jika di kasus Daud, hanya Daud yang seyogyanya dihukum mati dan Batsyeba tidak , itu artinya dalam hal ini, kasus ini  bukan landasan suka sama suka, melainkan murni Batsyeba sebagai korban perkosaan. ( walaupun dalam perkembangannya Tuhan mengampuni dan akhirnya Daud tidak dihukum mati- melainkan anak hasil perzinahan itu yang mati)

II Sam 12: 13-15

Lalu berkatalah Daud kepada Natan: “Aku sudah berdosae  kepada TUHAN.” Dan Natan berkata kepada Daud: “TUHAN telah menjauhkan f  dosamu g  itu 5 : engkau tidak akan mati. h 

Nah , semua ulasan di atas mengacu pada satu penafsiran bahwa Batsyeba tidak pernah menjebak Daud dengan situasi strategis, dan Batsyeba tidak melakukan perzinahan dengan Daud secara suka sama suka. Murni karena Daud menjadikan Batsyeba sebagai korbannya. Jika anda pernah mendengar khotbah yang menafsirkan bahwasannya Batsyeba menjebak Daud dengan cara mandi di tempat terbuka agar sengaja dilihat oleh Daud adalah penafsiran yang benar-benar salah. Kita sudah membuktikan ayat demi ayat dengan ulasan panjang di atas.

PERGUMULAN BATIN BATSYEBA

Nah , sekarang kita akan lihat pergumulan batin Batsyeba.

Pernikahan dengan orang asing adalah suatu larangan. Apalagi dengan orang HET yang merupakan salah satu bangsa yang harus ditumpas orang Israel.

Bisa jadi Batsyeba memulai kehidupan keluarganya dengan berat, karena mendapat pertentangan dari kaum bangsanya, mendapat pertentangan dari kaum keluarganya.

Mendapat pertentangan dari sang kakek- Ahitofel yang sangat berpengaruh dalam hidupnya, dan merupakan seorang yang sangat terpandang di Israel. Tentu pertentangan itu juga datang dari ayahnya, sampai-sampai ayahnya memilih keluar dari jajaran pahlawan Israel, daripada setiap perang harus bertemu dengan Uria.

Bagaimana perjuangan Batsyeba mendampingi Uria, seorang yang berjuang untuk mendapatkan penerimaan dari bangsa Israel, karena dia orang HET. Membawa pengalaman Batsyeba untuk melahirkan anak pertamanya Simea/Syamua ( terkenal).

Bagaimana perjuangan Batsyeba mendampingi Uria yang harus menghadapi pertentangan dari keluarga besarnya, padahal dia hidup jauh dari orang-orang HET, jauh dari sanak saudaranya sendiri, membawa pengalaman Batsyeba untuk melahirkan anak keduanya Sobab ( pemberontak)

Bagaimana perjuangan Batsyeba untuk terus memperkenalkan Uria dengan Allah yang hidup, mengajak Uria untuk jatuh cinta pada Tabut Allah/ hadirat Allah, pengabdian pada Allah Israel, membawa pengalaman Batsyeba untuk melahirkan anak ketiganya Natan ( si pemberi)

Peristiwa Noda Kelam Dalam Hidup Batsyeba

Jadi ketika nama Batsyeba tidak bisa dilupakan orang dengan mudah hanya karena dia adalah sesosok ‘korban’ dari Daud, merupakan peristiwa naas. Memory buruk yang terus melekat dalam hidupnya.

Masa Kehamilan anak haram

Dia hamil, dia harus berkata apa pada suaminya sepulang suaminya perang nanti. Dia memiliki 3 anak juga…apa kata mereka tentang adiknya ini nanti.

Rasa bersalah terhadap suaminya, merasa diri najis dan tidak layak.

Kalau sampai ayahnya tahu bagaimana, ayahnya adalah seorang prajurit yang disegani.

Kalau sampai kakeknya tahu bagaimana, kakeknya adalah seorang penasihat raja.

Janin ini dikandung dalam keadaan ibu yang stress/dalam tekanan.

Dalam keadaan hamil muda ( lebih kurang janin sudah berusia 1 bulan jika diketahui seorang perempuan tidak mendapat menstruasi pada bulan berikutnya) , dia mendengar kabar bahwa suaminya mati di medan laga.

Menghadapi kematian suami

Batsyeba pun meratap, menangis, berkabung atas kematian suaminya itu. Sudah sekian lamanya mereka menikah, dan kini dipisahkan oleh kematian.

Ini menambah beban stress juga pada si Batsyeba yang sedang hamil muda. Bagaimana nanti dia menghidupi ketiga anaknya tanpa kehadiran suaminya sebagai tulang punggung keluarga? Dia kini menjadi janda.  Ditambah lagi dia sudah hidup jauh dari ayah dan kakeknya setelah ia menikah dengan Uria.

Menjadi Isteri Tanpa Cinta

Waktu berkabung telah lewat, kini Batsyeba dibawa ke rumah raja. Dinikahi oleh raja, dan akhirnya anak hasil perselingkuhan itu lahir.

Bisa jadi Batsyeba harus menjadi isteri raja , tanpa cinta, karena dia sangat mencintai Uria. Bisa jadi Batsyeba menikah dengan raja Daud, tetapi dalam hatinya ada dendam pada raja atas perlakuan raja yang kejam pada dirinya, pada suaminya, juga pada keluarga besarnya. Daud adalah sumber malapetaka dalam hidupnya. Dia kehilangan pria yang dicintainya, Uria dan ayah dari ketiga anaknya.

Bisa saja banyak perempuan memuja Daud sang raja yang hebat, pahlawan yang keren, dan penulis puisi yang romantis, tetapi di mata Batsyeba Daud tak lebih dari pria yang mengumbar nafsunya sehingga menghalalkan segala cara, dan dia serta keluarganya yang harus menjadi korbannya.

Nafsu beda dengan cinta. Perbuatan Daud padanya adalah nafsu sesaat.

Terpisah dari ketiga anaknya.

Bisa jadi Batsyeba harus terpisah dari ketiga anaknya yang terdahulu, hal ini bisa kita lihat dari Amsal 4; 3.  Dimana Salomo mengatakan saat dia kecil, dia tinggal sebagai anak tunggal, bisa jadi ketiga kakak kandung Salomo, yang adalah anak dari Uria orang Het dan Batsyeba, ikut tinggal di lingkungan istana kerajaan, karena mereka diangkat adopsi sebagai anak raja, tetapi bisa jadi mereka tidak tinggal serumah dengan Daud dan Batsyeba dan adik tiri mereka Salomo.

Walaupun kita tidak tahu berapa usia anak-anaknya hasil pernikahannya dengan Uria itu, namun bagaimana pun juga harus terpisah rumah dari ke3 anaknya yang lain , merupakan suatu beban tersendiri

Campur Tangan kehadiran Tuhan dalam sebuah keluarga

Bisa jadi Batsyeba hanya mencurahkan isi hatinya pada Tuhan, sampai akhirnya Tuhan mengutus nabi Natan untuk menegur Daud.

Nabi Natan datang tepat pada saat anak haram ini lahir ( II Sam 12:15, 18)

Titik pertobatan Daud pun terlihat di II Sam 12: 13. Sikap hati Daud yang sangat lembut dan mau ditegur inilah yang merupakan titik balik daripada pertobatan Daud.

Tuhan menulahi anak ini, sehingga pada usianya yang ke 7 hari ( belum sempat menginjak hari ke 8- anak ini mati- belum sempat diberi nama)

Daud berpuasa 7 hari lamanya, berdoa memohon belas kasihan Tuhan atas anak ini. Bahkan ketika anak itu mati, Daud malah berhenti berpuasa, dan sujud menyembah pada Tuhan ( II Sam 12: 20). Daud tahu bahwasannya Tuhan berdaulat atas anak ini, dia siap menerima tulah kematian anak ini.

Menghadapi Kematian Anak

Bagaimana pun juga anak ini sudah dikandung dalam 9 bulan , 10 hari, tentunya dalam masa-masa berat mengandung yang penuh dengan gelombang emosi, dari marah, dendam, tidak bisa menolak dosa yang penuh aib, tidak kuasa menahan rasa bersalah terhadap suaminya, akhirnya pada puncaknya anak ini lahir dan setelah ditimang seminggu lamanya dalam kondisi sakit parah, anak ini mati.

Kesedihan yang beruntun dan membuat Batsyeba ini menjadi wanita pendiam. Kata-katanya tidak banyak ditulis dalam Alkitab. Bahkan untuk mengirim pesan pada Daud pun hanya dipakai 2 kata . “Aku mengandung” (II Sam 11;5)

Menghadapi aib yang terbuka  pada seluruh bangsa Israel

Setelah Daud ditegur oleh Nabi Natan, Daud membuat mazmur pengakuan dosa di Mazmur 51.

Dan mazmur ini dinyanyikan oleh paduan suara istana dan didengar oleh seluruh bangsa Israel.

Namanya pun ( Nama Batsyeba) disebut-sebut dalam pengakuan dosa ini, padahal semua perselingkuhan itu adalah inisiatif dari Daud dan Batsyeba tidak kuasa menolak sang baginda raja.

Pada titik inilah, namanya menjadi buah bibir pembicaraan orang banyak, dan pada titik inilah nama baik keluarganya, ayahnya, kakeknya tercoreng.

Bisa jadi, ayahnya Eliam, dan kakeknya Ahitofel baru tahu kasus ini justru lewat lagu ini, karena Alkitab tidak pernah mencatat Batsyeba mengadukan perihal ini pada ayah atau pada kakeknya. Bisa jadi juga karena sejak pernikahannya dengan Uria, ada semacam jarak yang memisahkan antara dirinya dengan ayah maupun kakeknya dikarenakan ada kata HET yang menjadi embel-embel nama dari suaminya, Uria orang Het itu.

Jurang pemisahan itu semakin dalam. Ada corengan aib keluarga yang menggiring ayah dan kakeknya mengalami duka yang begitu dalam. Seorang putri sumpah, yang benar-benar dipersiapkan menjadi pembawa nama baik keluarga kini terkait-kait dengan kasus nasional yang sangat memalukan. Bagaimana menjelaskan pada mereka bahwa ini semua adalah keberadaan dirinya sebagai korban, bukan pelaku, rasa-rasanya menemui jalan buntu, sudah terlanjur ada jarak di antara mereka.

Pemulihan HATI

Seperti sudah kita bahas tadi, Batsyeba hidup di lingkungan keluarga yang penuh dendam, baik hidup daripada kakeknya, maupun ayahnya. Kini Batsyeba diperhadapkan pada sebuah keputusan penting, apakah dia mau mengampuni Daud ataukah tidak? Jika dia mengampuni Daud, dia mau duduk rukun dengan Daud, berkat Tuhan akan diperintahkan turun (Maz 133) jika tidak tentunya tidak akan ada berkat Tuhan yang diperintahkan turun ke atas pernikahannya yang kedua ini.

Daud memang sudah menikahinya, tetapi selama ini Daud tidak pernah minta maaf atas semuanya ini. Daud memang sudah bertanggung jawab mengangkat ketiga anak hasil pernikahannya dengan Uria, sah secara hukum, tetapi itu tidak cukup. Daud memang sudah menjadi ayah yang sah buat anak yang dilahirkan ini, tetapi serasa itu semua belum cukup.

Perhatikan ayat berikut :

II Sam 12:24

Kemudian Daud menghibur hati Batsyeba, isterinya;

Inilah untuk pertama kali ditulis Daud perduli pada hati isterinya.

Setelah sebelum-sebelumnya Daud mencabik-cabik hati Batsyeba dengan menjadikannya korban, membunuh suaminya dengan kejam, memaksanya menjadi isterinya, baru kali inilah Daud perduli pada Hati ….hati seorang Batsyeba. Karena Batsyeba kini adalah isterinya

Ternyata Batsyeba sakit juga selama ini dimanfaatkan, diperas habis-habisan untuk memuaskan nafsu, tanpa cinta.

Tetapi setelah Daud bertobat, setelah Daud pulih hubungannya dengan Tuhan, Batsyeba melihat perubahan dalam hidup Daud, dimana Daud mulai melihat dirinya bukan sebagai objek pelampiasan nafsu, melainkan sebagai sesosok subyek yang perlu diperhatikan dalam hal masalah hati.

Kemana selama ini keperdulian Daud, dia tidak pernah menghibur dia saat suaminya meninggal, dia tidak pernah menemaninya saat dia harus menghadapi aib ini…

Tinggal keputusan Batsyeba sekarang , apakah ia mau melepaskan pengampunan untuk Daud.

Ketika dia mau melepaskan pengampunan, saat itulah berkat Tuhan mengalir (Maz 133)

II Sam 12:24-25

Kemudian Daud menghibur hati Batsyeba, isterinya; ia menghampiri perempuan itu dan tidur dengan dia, ……………………..

Tuhan mengubah kutuk dalam keluarga ini menjadi berkat. Anak pertama yang mati, mati dalam kutuk, anak kedua yang dilahirkan ini, hidup dalam kasih Tuhan.

Batsyeba memutuskan untuk MENGAMPUNI DAUD

II Sam 12:24-25

dan perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki, lalu Daud memberi nama Salomo kepada anak itu. Tuhan mengasihi anak ini dan dengan perantaraan nabi Natan Ia menyuruh menamakan anak itu Yedija, oleh karena Tuhan

Yedija = “beloved of Jehovah”= disayangi Yehowa

Karena Batsyeba hidup dalam pengampunan pada Daud, maka selama mengandung Salomo pun , Batsyeba memiliki emosi positif, sehingga kelak Salomo menjadi anak yang : wordsmart, menciptakan 300 amsal, pandai bergaul, karena pandai menjalin hubungan diplomatik dengan semua negara pada saat itu,  pandai design, pandai mengarang lagu/ musik, peneliti binatang dan tumbuhan.

Jika emosi Batsyeba negatif tentunya Salomo bisa menjadi anak yang temperamental, tidak pandai bergaul, menjadi anak yang sulit diatur, pemberontak, dlsb.

Menghadapi kasus bunuh diri sang kakek

Pada saat ada pemberontakan Absalom, mereka semua mengungsi dari Yerusalem, tak lama kemudian terdengar kabar bahwa kakeknya, Ahitofel menasihati Absalom untuk berbuat tidak senonoh dengan 10 gundik suaminya Daud, di SOTOH ISTANA.

Kini Batsyeba lebih miris. Dia tahu sekali, diam-diam kakeknya menyimpan dendam pada Daud suaminya. Bagaimana cara menjelaskan pada kakeknya, untuk lebih memilih pengampunan walau itu sakit, tetapi ada damai di dalam hati, daripada memilih untuk dendam, memang secara jangka pendek terasa puas saat bisa melampiaskan dendam itu, namun kedamaian sejati tidak pernah mengikuti. Jarak memisahkan mereka. Batsyeba ada di pelarian bersama Daud, sedang kakeknya memihak pada Absalom, si pemberontak itu.

Tak lama kemudian terdengar kabar bahwa kakeknya pun pada akhirnya bunuh diri. Kakek yang selama ini menyayangi dia, yang selama ini mendidik dia untuk harus jadi bijaksana, jangan mau dibilang ‘bodoh’ oleh orang sekitar, kelak dewasa harus jadi orang yang bisa mengangkat nama baik keluarga, kelak ketika dewasa harus bersumpah untuk menjadi kebanggaan kakek, harus seperti papa Eliam yang berhasil membanggakan keluarga, menjadi seorang tentara, seorang pahlawan, bagus itu !

Mengapa kakek bunuh diri?

Batsyeba bertekad kuat, untuk hidup dengan limpah, melakukan apa saja yang bisa dia lakukan untuk mendidik anak-anaknya, baik dari Uria maupun dari Daud, untuk mereka kelak menjadi orang-orang yang luar biasa, menjadi pemimpin yang hebat, menjadi alat di tangan Tuhan. Baik itu Syamua, Sobab ataupun Natan, bahkan Salomo, si bungsu, mereka semua harus jadi ‘orang’, jangan sampai kelak besarnya seperti Absalom yang memberontak, ataupun seperti Amnon yang memperkosa adiknya…

Walau kakek sudah meninggal dunia dengan cara tragis, Batsyeba harus bisa buktikan bahwa lewat jalur pengampunan , semuanya itu mungkin.  Sebaliknya lewat jalur dendam, tidak akan memperbaiki keadaan.

Batsyeba Si Ibu Rumah Tangga

Siapakah Batsyeba..??

Dia hanyalah ibu rumah tangga biasa. Namun dipakai secara luar biasa oleh Tuhan, secara limpah.

Namanya memang tidak tertulis dalam silsilah Yesus Kristus sebagai nama BATSYEBA. Melainkan keberadaannya ditulis sebagai Isteri Uria. Seperti halnya Debora, Alkitab juga mencatat nya sebagai Isteri Lapidot. (Hak 4:4)

Melainkan kedua anaknya ditulis dalam jajaran nama silsilah Yesus Kristus, yang satu adalah Salomo, dan yang kedua adalah Natan.

Apakah kehebatan dari perempuan  ini?

Mengapa yang terpilih Batsyeba? Bukankah Daud punya banyak isteri dan Batsyeba adalah isterinya yang ke 8?

Mengapa harus Natan, bukankah masih banyak anak kandung Daud? Mengapa anak angkat seperti Natan masuk dalam daftar silsilah Yesus Kristus?

Angka 8 adalah angka keselamatan/ angka kelahiran baru/ new born, dalam Alkitab. Bandingkan dengan 8 jiwa yang diselamatkan pada peristiwa air bah, anak Israel disunat pada hari ke 8, Yesus dibangkitkan pada hari ke 8 ( 1 hari setelah hari Sabat/hari ke 7)

Mari kita bahas satu persatu isteri isteri Daud yang lainnya dan anak-anak mereka:

  1. Mikhal adalah anak Saul yang menjadi isteri pertama daripada Daud. Mikhal tidak pernah mengikuti Daud mengembara karena dikejar-kejar Saul. Mikhal oleh Saul diberikan kepada pria lain. Mikhal adalah seseorang yang mementingkan martabat lebih daripada Tuhan. Saat Daud menari-nari di depan Tabut Tuhan, Mikhal memberi sambutan kepada suaminya dengan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas , sebenarnya Daud tidak telanjang saat menari di depan tabut Tuhan, karena Alkitab jelas –jelas menuliskan bahwa Daud mengenakan baju Efod, tetapi di mata Mikhal saat Daud tidak mengenakan pakaian kerajaan, sama saja dengan menelanjangi diri. Mikhal mandul sampai hari matinya. Mikhal bisa jadi mengasuh ke5 anak Merab, kakaknya, tetapi ke5 anak angkatnya ini tidak pernah dituliskan namanya dalam Alkitab. Mikhal jatuh cinta pada Daud, oleh karena itu Saul menjadikan pernikahan Daud dan Mikhal sebagai pernikahan ‘jerat’an bagi Daud, dengan mas kawin 100 kulit katan orang Filistin. Mikhal memiliki Terafim di rumahnya. Mikhal bisa jadi penyembah Terafim.

Mikha mewakili orang –orang yang mengalami

Kemandulan generasi.

Anak-anak Merab/ yang adalah anak-anak angkat Mikhal mewakili :

Generasi tanpa identitas

Generasi yang terhilang ( Mikhal= penyembah Terafim) tidak akan melahirkan generasi yang takut akan Tuhan karena mengalami kemandulan

GENERASI YANG SEPERTI INI TIDAK DIPILIH UNTUK MASUK DALAM SILSILAH YESUS KRISTUS

  1. Ahinoam, perempuan Yizreel, adalah isteri kedua Daud, dia memperanakkan anak sulung Daud bernama Amnon. Nama Ahinoam tertulis 7 kali dalam Alkitab, dan nama Amnon tertulis 32 kali dalam Alkitab, wajar karena dia anak sulung. Alkitab tidak banyak menceritakan tentang bagaimana pribadi Ahinoam, perempuan Yizreel ini. Mungkin dari arti namanya Ahinoam= saudaraku adalah menyenangkan. Dan nama anaknya Amnon = setia, merujuk pada pribadi Ahinoam, seorang yang menyenangkan dan menjunjung tinggi kesetiaan.  Amnon bertumbuh menjadi  seorang pria yang jatuh cinta pada Tamar ( adik Absalom) tetapi menempuh jalan yang salah, karena memperkosa Tamar adik tirinya itu atas saran yang salah daripada sahabatnya Yanadab, anak Simea kakak Daud.

Amnon mewakili:

Generasi yang jatuh dalam salah bergaul.

Generasi yang kehilangan hak kesulungan karena tidak takut akan Tuhan.

Generasi yang jatuh dalam free sex

Generasi yang mengejar cara-cara instan

GENERASI YANG SEPERTI INI TIDAK DIPILIH UNTUK MASUK DALAM SILSILAH YESUS KRISTUS

  1. Abigail , bekas isteri Nabal, orang Karmel, adalah isteri Daud yang ketiga. Nama Abigail tertulis 16 kali dalam Alkitab, dan anaknya Kileab hanya tertulis 1 kali pada kitab Samuel dan berubah nama menjadi nama Daniel pada kitab Tawarikh, artinya hanya tertulis 2 kali dalam Alkitab yang mengacu pada pribadi yang sama. Abigail adalah sesosok perempuan yang bijak dan cantik. I Sam 25: 3. Mengapa bukan Abigail saja yang dipilih? Mengapa bukan anaknya Kileab/ Daniel ini yang dipilih? Nama Kielab hanya ditulis satu kali dalam Alkitab, II Sam 3: 3. Abigail= ayahku adalah kesukaan. Kileab = mirip seperti ayahnya. Daniel ( I Taw 3:1) = Tuhan adalah hakimku. Jawabnya sederhana saja, karena untuk datangnya generasi Salomo harus ada IKAT JANJI . Maksudnya bukan ikat janji pernikahan, melainkan ikat janji untuk pewaris tahta. Ikat janji ini yang tidak pernah terjadi antara Daud dengan Abigail, sedangkan antara Daud dengan Batsyeba ada ikat janji seperti ini. Dan mengapa Daud tidak memilih Kileab/ Daniel ini? Daud orang yang intim dengan Tuhan tentunya hanya memilih anaknya mana yang jadi pewaris tahta berdasarkan apa yang Tuhan pilih. Dan satu-satunya anak Daud yang mendapat nama dari Tuhan hanya Salomo. Besar kemungkinan setelah Salomo lahir, dan mendapat nama Yedija dari Tuhan melalui perantaraan nabi Natan, Daud menyatakan janji pada Batsyeba bahwa Salomo anak Batsyebalah yang akan menjadi pewaris tahta. ( Hanya 1 anak Daud yang mendapat nama lain dari Tuhan sendiri melalui perantaraan nabi Natan, Salomo memiliki nama lain yaitu Jedija yang artinya dicintai oleh Yahwe II Sam 12: 25)- bisa jadi karena hal inilah Salomo menjadi pewaris tahta karena ada perjanjian antara Daud dengan Batsyeba bahwa anak Batsyeba Salomo lah yang akan menjadi pewaris tahta- hal ini dulang 3 kali dalam Alkitab I Raj 1: 13, 17, 30).

Kileab mewakili :

Generasi yang tidak dipersiapkan ( sekalipun oleh generasi bijak di atasnya)

Generasi yang dibiarkan( sekalipun oleh generasi bijak di atasnya)

Generasi yang tidak diarahkan untuk mengembangkan talenta dan kapasitas ( sekalipun oleh generasi bijak di atasnya)

Generasi yang tidak masuk dalam ikat janji dengan TUHAN ( sekalipun oleh generasi bijak di atasnya)

GENERASI YANG SEPERTI INI TIDAK DIPILIH UNTUK MASUK DALAM SILSILAH YESUS KRISTUS

  1. Maakha, anak perempuan Talmai raja Gesur adalah isteri Daud yang keempat, dia memperanakkan Absalom dan Tamar. Banyak nama Maakha dalam Alkitab, tetapi untuk pribadi Maakha sebagai isteri Daud hanya ditulis namanya 2 kali dalam Alkitab. Setidaknya ada 111 kali nama Absalom disebut –sebut dalam Alkitab. Pengaruh Absalom sangat besar dan kuat pada bangsa Israel, namun sayangnya bukan pengaruh baik, melainkan pengaruh jahat.

Kemungkinan besar keluarga Absalom dari pihak mamanya (Ibu Maakha) , sangat mementingkan kecantikan luar Outer beauty, sangat mementingkan sejak kecil perawatan tubuh, dll terbukti baik anak perempuan mereka (Tamar ) maupun cucu perempuan nya (juga Tamar namanya)  sangat dijaga sekali kecantikan fisiknya, bahkan si Absalom yang laki-lakipun adalah laki-laki pesolek ( terbukti Alkitab mencatat kegemarannya memanjangkan rambut, dan merawat dengan teliti) Absalom sejak kecil dipuji puji kecantikannya, mungkin karena ibunya , Maakha sangat mengajar anak-anaknya menjaga dan merawat penampilan luar, dikatakan dalam Alkitab Absalom merawat kecantikan rambutnya yang panjang.  Hal ini tidak sepenuhnya salah sebenarnya jika diimbangi dengan kecantikan batiniah, namun sayang sekali Maakha tidak mengajar Absalom untuk memiliki kecantikan batiniah, terbukti Absalom melakukan beberapa dosa : dendam, membunuh, tidak mau mengakui kesalahannya, tidak sopan terhadap Yoab, orang yang lebih tua, tidak tulus pada ayahnya, merencanakan pemberontakan, mengadakan persepakatan gelap, munafik, ambisi yang berlebihan, sombong.

Absalom dan Tamar mewakili :

Generasi pesolek.(Absalom dan Tamar)

Generasi pemberontak. (Absalom)

Generasi yang karakternya rusak dan memberi pengaruh negatif pada keutuhan bangsa.

Generasi yang tidak diperhitungkan .( Tamar)

Generasi yang dibiarkan (Tamar)- seharusnya Daud bisa peka akan hal-hal yang bisa membahayakan anak gadisnya.

GENERASI YANG SEPERTI INI TIDAK DIPILIH UNTUK MASUK DALAM SILSILAH YESUS KRISTUS

  1. Hagit, adalah isteri kelima Daud. Nama Hagit ditulis 5 kali dalam Alkitab, dan saat nama Adonia disebut, pasti nama Hagit disebut-sebut juga, selalu muncul dalam bentuk dua nama ini : Adonia anak Hagit. Pengaruh Hagit pada cara mendidik Adonia anak Hagit sepertinya sangat besar. Hagit melahirkan anak keempat Daud bernama Adonia. Adonia ketika dewasa sangat meninggikan diri, dan menjadikan dirinya sendiri sebagai raja. Namun usahanya gagal, karena Salomo dinobatkan menjadi raja yang resmi. Itu semua terjadi karena sejak kecil dia belum pernah ditegor ayahnya dengan ucapan “Mengapa engkau berbuat begitu?”  ( beda sekali dengan Salomo yang sejak kecil benar-benar dididik- ditegor, dirotan, dll – kita bisa tahu itu dari kitab Amsal)  Ia sangat elok perawakannya dan dia adalah anak pertama sesudah Absalom .

Adonia mewakili :

Generasi yang dihasilkan dari dominasi seorang ibu dalam keluarga

Generasi sombong

Generasi salah didikan.

Generasi yang tidak pernah mendapat didikan/ disiplin dari orang tua mereka, tidak pernah diluruskan dan dibentuk.

GENERASI YANG SEPERTI INI TIDAK DIPILIH UNTUK MASUK DALAM SILSILAH YESUS KRISTUS

  1. Abital adalah isteri Daud yang keenam, dia melahirkan anak kelima Daud bernama Sefaca. Baik Abital maupun Sefaca hanya ditulis 2 kali namanya dalam Alkitab. Tidak berperan apa-apa, tidak ada kisah apa-apa.

Sefaca mewakili :

Generasi yang tidak dipersiapkan

Generasi yang tidak bertindak.

Generasi yang lumpuh.

Generasi yang tidak mengembangkan talenta

GENERASI YANG SEPERTI INI TIDAK DIPILIH UNTUK MASUK DALAM SILSILAH YESUS KRISTUS

  1. Egla adalah isteri Daud yang ketujuh, dia melahirkan anak keenam Daud, Yitream. Baik Egla maupun Yitream hanya ditulis 2 kali namanya dalam Alkitab. Tidak berperan apa-apa, tidak ada kisah apa-apa.

Yitream mewakili:

Generasi yang tidak dipersiapkan

Generasi yang tidak bertindak.

Generasi yang lumpuh.

Generasi yang tidak mengembangkan talenta

GENERASI YANG SEPERTI INI TIDAK DIPILIH UNTUK MASUK DALAM SILSILAH YESUS KRISTUS

  1. Batsyeba binti Eliam alias Batsyua binti Amiel adalah isteri Daud yang ke delapan. Dia melahirkan anak Daud yang ke 7, yaitu Salomo. Dan dia memberi 3 anak angkat kepada Daud.

Nama Batsyeba ditulis sebanyak 12 kali dalam Alkitab

Sedangkan nama Batsyua ditulis sebanyak 1 kali dalam Alkitab.

Nama Simea hanya dituliskan 3 kali ; I Taw 3: 5-9, I Taw 14: 3-7, II Sam 5:14

Nama Sobab hanya dituliskan 3 kali; I Taw 3: 5-9, I Taw 14: 3-7, II Sam 5:14

Dua orang ini adalah produk Uria yang masih HET. Produk dari seorang Uria yang belum dipulihkan . Ambisi untuk terkenal dan nafsu untuk memberontak rupanya tidak menghasilkan apa-apa.

Simea dan Sobab mewakili:

Generasi yang lahir dari orang tua yang belum bertobat

Generasi yang lahir dari orang tua yang ambisius

Generasi yang lahir dari orang tua yang kepahitan

Generasi yang lahir dari orang tua yang memberontak

GENERASI YANG SEPERTI INI TIDAK DIPILIH UNTUK MASUK DALAM SILSILAH YESUS KRISTUS.

Kesimpulan: walau dua orang ini adalah anak seorang bernama URIA, namun bukan karena Uria-nya maka Natan terpilih, sedang Simea dan Sobab ini tidak terpilih. Tetapi karena Tuhan melihat titik pertobatan dan titik balik dalam hidup Uria, dan peran Batsyeba  sebagai ibu yang mengajar dan ikut mempersiapkan Natan. Batsyeba tentu mendidik Simea dan Sobab dengan cara yang sama, namun penentunya juga ada pada Uria , seorang ayah yang belum atau telah dipulihkan.

 

Berbeda dengan Natan, dia adalah anak angkat Daud dari Uria dan Batsyeba, dia adalah anak yang special, karena namanya dituliskan sebanyak 4 KALI

I Taw 3: 5-9, I Taw 14: 3-7, II Sam 5:14, ditambah dengan Lukas 3:31

Mengapa? Karena Natan adalah anak yang lahir dari Uria yang sudah dipulihkan, Uria yang sudah bertobat, Uria yang mempersembahkan hidupnya bagi Tuhan, Uria yang cintanya menyala-nyala dan berkobar untuk Tuhan. Uria yang hidupnya bisa menjadi terang Tuhan

Nama Uria di PL dan PB ditulis sebanyak 28 kali.

Mengapa? Karena Natan sempat mengecap ajaran dari ibundanya Batsyeba, dimana Batsyeba memiliki keistimewaan ini, sebagai seorang ibu yang mengajar dan mempersiapkan anak-anaknya di masa datang, dan hal ini tidak kita dapati dari isteri-isteri Daud lainnya ( bahkan pada  Abigail yang bijaksana, namun gagal mempersiapkan generasi di bawahnya) – nanti lebih jauh perihal bagaimana Batsyeba mengajar baik Natan, maupun Salomo, dapat kita pelajari lebih lanjut di pembahasan selanjutnya.

Natan mewakili :

Generasi yang lahir dari orang tua yang dipulihkan ( yang notabene ayahnya dulu adalah orang berlatar belakang tidak baik ( gua Adulam) , dan juga seorang HET- seorang kafir- tetapi ketika mau dipulihkan- mau bertobat- mau menyembah Allah yang hidup- mau mencintai Tabut Allah- Tuhan perhitungkan semuanya itu)

Generasi yang lahir dari orang tua yang cinta Tuhan

Generasi yang dipersiapkan (Komentar ini sama dengan komentar yang saya tuliskan untuk Salomo- karena Salomo dan Natan sama-sama mengecap ajaran Batsyeba, ibu kandungnya)

Generasi anak panah di tangan TUHAN (Komentar ini sama dengan komentar yang saya tuliskan untuk Salomo- karena Salomo dan Natan sama-sama mengecap ajaran Batsyeba, ibu kandungnya)

GENERASI YANG SEPERTI INI DIPILIH OLEH TUHAN

Kesimpulan: tidak perduli dia hanyalah anak angkat Daud, Tuhan memilih generasi yang seperti ini. Tuhan tidak memilih anak kandung Daud seperti Amnon,Absalom, Adonia, dll, yang merupakan produk gagal.

Entah itu dari tangan Daud sendiri sebagai ayah angkat, atau dari tangan Uria, seorang ayah kandung yang mengalami pertumbuhan sebagai anak rohani Daud, Natan sebenarnya bisa dikatakan sebagai buah pelayanan Daud kepada Tuhan.

Sedangkan nama Salomo dalam keseluruhan alkitab setidaknya ada 311 kali ditulis. Salomo memberi pengaruh yang besar buat bangsa dan negaranya. Nama Salomo ditulis dalam silsilah Yesus Kristus.

Ini adalah hasil kekuatan dari dua pihak, di satu sisi pihak ibu, yaitu Batsyeba yang mempersiapkan Salomo sedemikian rupa- di sisi lain ada pihak Daud yang juga mempersiapkan Salomo sedemikian rupa.

Kalimat seperti ini : …lalu Daud memberi nama ……………kepada anak itu.

Hanya muncul pada pribadi Salomo. Tidak pernah ada kata-kata sejelas itu pada anak-anak Daud yang lainnya.  Bisa jadi penamaan anak-anak Daud yang lainnya adalah hasil perundingan papa dan mama, melainkan pada Salomo, jelas-jelas Daud-lah yang memberi nama.

…lalu Daud memberi nama Salomo kepada anak itu. II Sam 12: 24

Pemberian nama, adalah pemberian identitas, pemberian Visi, pemberian harapan, pemberian destiny, pemberian arahan, pemberian status.

Daud mempersiapkan Salomo sejak masa kecilnya (Amsal 4:4)/ bisa jadi masa batita/balita.

Nama Daud tertulis di Alkitab setidaknya sebanyak 1.118 kali.

Batsyeba adalah perempuan yang mau memutuskan untuk hidup berbeda dari ayah dan kakeknya, dia memilih untuk mengampuni Daud, dan hasil dari kerukunannya dengan suaminyaa, dia melahirkan seorang Salomo yang arti namanya adalah  DAMAI.

Tuhan mengasihi Salomo dan memberi nama kepadanya Yedija= yang dicintai Yahweh,

Ada ikat janji antara Daud dan Batsyeba untuk anaknya yang bernama Salomo ini, yang dituliskan 3 kali dalam Alkitab. I Raj 1: 13, 17, 30. Ada nama DAMAI tiga kali disebut.

Jika ada damai antara Daud dengan Tuhan ( hubungan yang dipulihkan setelah Tuhan menegur, Daud bertobat) , dan ada damai antara Batsyeba dengan Daud ( dimana Batsyeba mau mengapuni Daud) dan ada damai di antara Daud dengan Batsyeba ( dimana Daud mau memperlakukan Batsyeba bukan sebagai obyek pelampiasan nafsu belaka, malainkan menjadikan Batsyeba sebagai seorang isteri yang perlu dikasihi, dihibur, disayang, diperhatikan) –

di sinilah lahir

Salomo mewakili:

GENERASI PENDAMAI,

GENERASI YANG DICINTAI TUHAN

GENERASI YANG MENGALAMI IKAT JANJI DENGAN TUHAN

GENERASI YANG DIHASILKAN DARI PEMULIHAN ORANG TUA DENGAN TUHAN

GENERASI YANG DIHASILKAN DARI PEMULIHAN HUBUNGAN PAPA DAN MAMA

GENERASI PEMIMPIN

GENERASI SUKSES

Dan nanti di pembahasan berikut kita akan lihat, bahwasannya Salomo adalah generasi yang dipersiapkan dengan sungguh-sungguh oleh Batsyeba agar kelak bisa menjadi seorang pemimpin bangsa.

GENERASI YANG DIPERSIAPKAN

 (Komentar ini sama dengan komentar yang saya tuliskan untuk Natan- karena Salomo dan Natan sama-sama mengecap ajaran Batsyeba, ibu kandungnya)

GENERASI ANAK PANAH DI TANGAN TUHAN

Generasi anak panah di tangan TUHAN (Komentar ini sama dengan komentar yang saya tuliskan untuk Natan- karena Salomo dan Natan sama-sama mengecap ajaran Batsyeba, ibu kandungnya)

 

GENERASI YANG SEPERTI INI DIPILIH OLEH TUHAN

Kesimpulan: Salomo mendapatkan 2 berkat ganda, selain dia adalah anak kandung seorang raja, juga dia mendapatkan seorang ibu yang luar biasa, yang mana keistimewaan ibunya tidak ada pada ibu-ibu / isteri-isteri Daud lainnya. Keistimewaan yang kedua ini, adalah keistimewaan yang sama yang didapat oleh kakak tirinya Natan.

Mengapa Tuhan memilih Batsyeba, bukan tanpa alasan, karena nanti kita akan bahas bagaimana cara Batsyeba mengajar anak, bisa jadi sama perlakuannya yang dilakukan terhadap Salomo, dan juga yang dilakukan terhadap ke3 anaknya yang lainnya ( Hasil pernikahan dengan URIA- termasuk salah satunya Natan)- mengapa bisa kita asumsikan seperti itu?  Karena saat Batsyeba tinggal di istana, hanya 1 anak yang dia didik, yaitu Salomo (Amsal 4:4), jadi bisa jadi Syamua, Sobab dan Natan (3 anaknya bersama Uria) tidak tinggal di istana, melainkan mungkin dibesarkan/ diasuh/diawasi  oleh ayah Batsyeba yaitu Eliam, atau oleh pegawai istana yang khusus mengatur anak-anak raja, Yehiel bin Hakhmoni. ( I Taw 27:32 ). Namun jika Natan di pilih Tuhan masuk dalam silsilah Yesus Kristus, bisa jadi karena Natan mendapat sentuhan cara mengajar  yang sama dari Batsyeba ini, sebagai ibunya, entah sampai dia berumur berapa, karena Alkitab tidak mencatat hal tersebut.

  1. Ada isteri-isteri Daud lainnya yang tidak disebutkan namanya dalam Alkitab, mereka isteri, bukan gundik, dan anak-anak mereka adalah anak-anak raja Daud, dan bahkan nama anak-anak mereka yang bagus-bagus disebutkan dalam Alkitab, yaitu:

Dari arti namanya, saya perkirakan 4 anak ini lahir dari isteri yang sama ( bisa saja Isteri Daud yang ke 9)

  • Yibhar, = “Jehovah chooses”= Yehowa memilih
  • Elisua ( disebut di Kitab Samuel) / Elisama ( disebut di kitab Tawarikh) =
    • Elisua= “my God is wealth” or “God is salvation”= Tuhanku kekayaan, Tuhanku keselamatan
    • Elisama = “my God has heard”= Tuhanku mendengar
  • Elifelet= “God is deliverance” = Allah pembebas
  • Nogah =  “brightness” = kecerahan

Dari arti namanya, saya perkirakan 2 anak ini lahir dari isteri yang sama ( bisa saja isteri Daud yang ke 10)

  • Nefeg, = “sprout”= tumbuh
  • Yafia, = “shining”= bersinar

Dari arti namnya, saya perkirakan 3 anak ini lahir dari isteri yang sama, ( bisa saja isteri Daud yang ke 11)

  • Elisama, “my God has heard”= Tuhanku mendengar
  • Elyada = “God knows”= Tuhan tahu
  • dan Elifelet= “God is deliverance”= Allah pembebas

Sebagai anak-anak yang memiliki nama-nama yang bagus, dimana setiap nama mengangung VISI tersendiri, Visi yang luar biasa. Tetapi jika ibu mereka tidak berperan mengajar mereka, nama ibunya tidak dicatat, nama ibunya tidak dikenal, tidak disebutkan, tidak diperhitungkan, itu menandakan bahwa ibu mereka tidak mempersiapkan mereka,  maka ujung-ujungnya  mereka akan menjadi generasi yang kehilangan Visi. Visi yang tertanam dalam nama mereka menjadi mubazir, gagal, bagaikan anak panah yang tidak dilesatkan sama sekali. Bukan hanya anak panah yang tidak mencapai sasaran, tetapi parahnya adalah menjadi generasi yang sama sekali tidak dilesatkan, hanya disimpan di tabung anak panah, secantik apa pun anak panah itu, tidak ada gunanya. Terbukti semua nama anak-anak raja ini hanya tercatat 3 kali saja : I Taw 3: 5-9, I Taw 14: 3-7, II Sam 5: 14

YIBHAR, ELISUA, ELIFELET, NOGAH, NEFEG, YAFIA, ELISAMA, ELYADA, ELIFELET MEWAKILI :

GENERASI YANG KEHILANGAN VISI

GENERASI YANG GAGAL MENERUSKAN TONGKAT ESTAFET DARI GENERASI SEBELUMNYA

GENERASI YANG GAGAL.

GENERASI YANG SEPERTI INI TIDAK DIPILIH UNTUK MASUK DALAM SILSILAH YESUS KRISTUS

APA KATA DAUD DAN SALOMO TENTANG BATSYEBA

Kita akan memakai banyak ayat dari Amsal, yang ditulis oleh Salomo, putra tunggal dari pasangan Daud dan Batsyeba ( kakak Salomo meninggal saat masih bayi). Dari kitab Amsal inilah kita akan banyak menggali bagaimana sebenarnya cara Batsyeba mengajar anak-anaknya, baik Natan maupun Salomo, sehingga mereka dipakai Tuhan masuk dalam daftar silsilah Yesus Kristus.  Karena tentunya Salomo bisa menuliskan Amsal salah satunya karena hasil dari cara didikan orang tuanya.

Perhatikan di sini bahwa penulisan kitab Amsal terdiri dari beberapa bagian:

  • Bagian pertama: pasal 1- pasal 4;4 a adalah perkataan dari DAUD kepada ‘hai anakku’ – generasi di bawahnya
  • Bagian kedua; dimulai dari catatan –catatan Salomo mengenai pengajaran ayahnya Daud- yang dimulai dari Pasal 4 : 4b- terus sampai pasal 9; 18
  • Bagian ketiga; kembali merupakan kata-kata Salomo. Pasal 10-24
  • Bagian keempat: pasal 25:1- pasal 29:27 adalah amsal Salomo yang dikumpulkan oleh pegawai-pegawai Hizkia, raja Yehuda.
  • Bagian kelima: pasal 31, perkataan Lemuel raja Masa ( bagian Amsal 31 ini, sengaja tidak saya pakai karena saya hanya memfokuskan pembahasan pada apa yang dikatakan oleh Salomo dan apa yang dikatakan oleh Daud pada Salomo- sehingga perkataan Lemuel ini- walaupun sering dikotbahkan tentang wanita yang bijak itu yang seperti apa- tidak saya ambil. Di sini kita murni menyelidiki pribadi Batsyeba dalam mengajar  anak-anaknya)

Kita lihat di sini bahwa hasil didikan Daud dan Batsyeba pada Salomo, membuat Salomo memiliki prinsip-prinsip hidup yang ditularkannya pada generasi berikunya ( hai anakku) – dan bahkan sampai menjadi semacam semboyan yang dianut oleh umum ( dikoleksi oleh pegawai –pegawai Hizkia)

Darimana Salomo bisa menuliskan tentang isteri/perempuan/ibu/ayah, dst….dari apa yang sudah ditanamkan ayah dan ibunya sejak ia kecil (Amsal 4; 3-4) Dia melihat sosok Batsyeba, bagaimana Batsyeba mencetak dia menjadi seorang calon pemimpin bangsa.

  1. BATSYEBA ADALAH TELADAN SEORANG PEREMPUAN YANG MEMPERSIAPKAN ANAK-ANAKNYA MENJADI PEMIMPIN
    • Batsyeba mendapatkan janji bahwa Salomo kelak akan menggantikan Daud menjadi raja, dan hal ini ditulis sampai 3 kali I Raj 1: 13, 17, 30.
    • Untuk itu sejak Salomo masih kecil (Amsal 4:3) , Batsyeba berperan penting mempersiapkan Salomo untuk menjadi pemimpin Israel.
  1. BATSYEBA ADALAH TELADAN SEORANG PEREMPUAN YANG MENGAJAR

 Amsal 1: 8 ( perkataan Salomo sendiri)

Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan AJARAN ibumu

Amsal 6: 20 ( perkataan Daud pada Salomo)

Hai anakku, peliharalah perintah ayahmu, dan janganlah menyia-nyiakan AJARAN ibumu

Kata AJARAN ( dalam kedua ayat tadi) = TOWRAH = hukum, taurat, taurat Tuhan, hukum Tuhan, pengajaran Tuhan, ajaran, undang-undang, ketentuan, petunjuk, pengajaranmu, keputusan-keputusan.

Jadi pengajaran yang dari Batsyeba kepada Salomo adalah pengajaran Taurat Tuhan/ Firman Tuhan.

  1. BATSYEBA ADALAH TELADAN SEORANG PEREMPUAN YANG MERANCANGKAN UNTUK MEMETIK KARAKTER ANAK YANG TERPUJI DI HARI DEPAN

Amsal 10:1 ( perkataan Salomo),

Amsal-amsal Salomo. Anak yang bijak mendatangkan sukacita kepada ayahnya, tetapi anak yang bebal adalah kedukaan bagi ibunya.

Amsal 15:20 ( perkataan salomo)

Anak yang bijak menggembirakan ayahnya, tetapi orang yang bebal menghina ibunya.
Amsal 17: 25 ( perkataan Salomo)

 

Anak yang bebal menyakiti hati ayahnya, dan memedihkan hati ibunya

 

  1. BATSYEBA ADALAH TELADAN SEORANG PEREMPUAN YANG MENJADIKAN KARAKTER ANAK YANG TERPUJI/ AKHLAK SEBAGAI HAL UTAMA YANG DICETAK PADA ANAK-ANAK, YANG MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN – jadi bukan juara kelas, bukan piala, bukan uang banyak, bukan jabatan tinggi, dll

Amsal 23: 1-26 ( Perkataan Salomo)-

sepanjang pasal 23- menahan nafsu rakus ( ayat 1-3)- pandangan atas kekayaan ( ayat 4-8), pandai memilih pendengar ( ayat 9)- integritas ( 10-11, 16), penuh perhatian ( 12), iri hati (17), anti miras dan dugem ( ayat 21), hormat orang tua ( 22-26), anti free sex ( ayat 27), anti narkoba (29-35)

  1. BATSYEBA ADALAH TELADAN SEORANG PEREMPUAN YANG BISA MENANAMKAN SIFAT MENGHORMATI ORANG TUA PADA ANAK-ANAKNYA, KARENA INI ADALAH KUNCI BERKAT UNTUK MASA DEPAN MEREKA KELAK.

Amsal 19: 26, 20:20, 23:22, semuanya adalah perkataan Salomo.

Amsal 19: 26 Anak yang menganiaya ayahnya atau mengusir ibunya, memburukkan dan memalukan diri

20:20 Siapa mengutuki ayah atau ibunya, pelitanya akan padam pada waktu gelap

23:22 Dengarkanlah ayahmu yang memperanakkan engkau, dan janganlah menghina ibumu kalau ia sudah tua

Amsal 28:24- koleksi pegawai Hizkia, perkataan Salomo.

  1. BATSYEBA ADALAH TELADAN SEORANG PEREMPUAN YANG TAHU CARA MENDISIPLIN ANAK-ANAKNYA

Amsal 29:15- koleksi pegawai Hizkia, perkataan Salomo.

Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya

  1. BATSYEBA ADALAH TELADAN SEORANG PEREMPUAN YANG MEMILIKI CIRI KARAKTER:
    1. Baik Hati Amsal 11: 16 ( Perkataan Salomo)
    2. Tahu sopan santun Amsal 11: 22 ( Perkataan Salomo)
    3. Cakap Amsal 12: 4 ( Perkataan Salomo)
    4. Bijak- sehingga rumahnya berdiri/ dibangun, tidak merobohkannya dengan tangannya sendiri Amsal 14:1 ( Perkataan Salomo)
    5. Berakal budi Amsal 19;14 ( Perkataan Salomo)
    6. Menciptakan suasana damai di rumah Amsal 19:13- (Perkataan Salomo)
    7. Amsal 21:9, 19 ( Perkataan Salomo); 25:24, (Koleksi pegawai Hizkia, perkataan Salomo) tidak suka bertengkar, sehingga suami betah tinggal di rumah
    8. Rajin berkarya/bekerja/karier Amsal 27; 25-27, (Koleksi pegawai Hizkia, perkataan Salomo)

Pada akhirnya setelah bertahun tahun mengajar Salomo dengan baik, Batsyeba mengingatkan Daud untuk menobatkan Salomo menjadi raja menggantikan dia, pada saat itu Adonia mengangkat dirinya sendiri menjadi raja.

Setelah Batsyeba mengajar anak-anaknya  dalam keluarga, maka pada akhirnya dia bisa memetik hasilnya ketika mereka dewasa.

KETUNDUKAN BATSYEBA PADA SUAMINYA

Batsyeba adalah sesosok isteri yang tunduk kepada suaminya, dan memanggil suaminya dengan sebutan ‘tuan’

Hal ini juga terjadi pada Sara yang menyebut Abraham ‘tuan’

I Petrus 3: 6 Sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya.

Kata penyebutan ‘tuan’ oleh Batsyeba kepada suaminya ini dicatat sebanyak 7 kali ( I Raj 1:  ayat 17, ayat  18, ayat  20 (3X), ayat 21, ayat  31. ) dan juga kebiasaan menyebut Daud dengan kata  tuan ini juga sudah ditandai oleh orang-orang disekitarnya, terbukti nabi Natan menyuruh Batsyeba menghadap Daud dengan perkataan ‘tuan’ I Raj 1: 13, sapaan yang biasa dipakai Batsyeba pada suaminya.

Sekalipun Batsyeba adalah seorang ratu/isteri raja. Batsyeba tahu diri, sebagai seorang isteri raja, dia tidak sok dan mentang-mentang dan mengatur-ngatur- walaupun saat itu usia Daud sudah tua. Terbukti saat Nabi Natan datang dan menghadap raja, Batsyeba yang sebelum kedatangan nabi Natan berbicara dengan Daud, segera keluar ruangan, sehingga di ayat 28 ketika Daud ingin berbicara dengan Batsyeba lagi, maka Batsyeba perlu dipanggil lagi.

BATSYEBA PEREMPUAN YANG DAPAT MENEMPATKAN DIRINYA DENGAN BAIK SESUAI PORSI YANG TEPAT

Batsyeba mau menerima Adonia, anak Hagit, sebagai tamu yang menghadap padanya, padahal notabene Adonia, anak Hagit, pernah mengangkat dirinya sendiri menjadi raja menggantikan Daud. Walaupun dengan sebuah kalimat pembuka “Apakah engkau datang dengan maksud damai?”

Maksud kedatangan Adonia anak Hagit adalah memohon agar Batsyeba mau menyampaikan permintaannya untuk memperisteri Abisag gadis Sunem itu menjadi isterinya.

Maka Batsyeba pun menyampaikan pesan itu pada Salomo, raja pada masa itu.

Salomo pun bereaksi keras terhadap permintaan ini.

Karena pada masa itu, isteri sebagai lambang politik, contohnya pada kasus lain, Daud meminta Mikhal isterinya dikembalikan kepadanya bisa jadi juga sebagai simbol politik.

Melihat reaksi keras daripada Salomo, maka Batsyeba sebagai ibu suri dari seorang raja, tidak membantah apa-apa. Menyerahkan semua keputusan pada putranya, karena dialah rajanya, sedang Batsyeba hanya menjadi penyambung lidah daripada Adonia saja.

Di sinilah kita lihat pribadi Batsyeba yang bisa jadi perantara, menjadi sesosok yang mau mendengar  bagi semua anak Daud yang lainnya, tetap menghargai anaknya Salomo yang adalah raja, polos dan tidak mudah berpikiran negatif terhadap Adonia, namun tetap memiliki kehati-hatian.

Dari semua ulasan panjang di atas kita bisa menyimpulkan:

Bukan tanpa alasan Tuhan memilih Batsyeba

Bukan tanpa alasan Tuhan memilih Salomo dan Natan.

Tuhan tidak pernah iseng-iseng memasukkan nama Natan dalam silsilah Yesus Kristus. Bukan sebuah keisengan ataupun salah ketik. Natan ikut mengecap ajaran daripada Batsyeba.

Tuhan tidak pernah iseng-iseng memilih Salomo dari antara banyak sekali anak raja Daud. Karena Salomo mendapatkan ajaran yang luar biasa dari seorang ibu bernama Batsyeba.

KEUNIKAN PENYEBUTAN NAMA BATSYEBA

DI ANTARA CARA-CARA PENYEBUTAN NAMA-NAMA IBU-IBU RAJA-RAJA LAINNYA

Semua bagian Alkitab yang menulis kalimat seperti ini:

………………..nama ibunya ialah……………

Pasti ditujukan pada kalimat yang berhubungan dengan seorang Raja .

Mari kita bahas satu persatu kalimat seperti ini:

………………..nama ibunya ialah……………

Yang hanya terdapat di kitab Raja-raja dan kitab Tawarikh saja, dan tidak ditulis dengan bahasa pengkalimatan seperti itu di kitab-kitab lainnya.

Ibu daripada Raja Rehabeam bin Salomo.

Rehabeam bin Salomo bin Daud

Nama Rehabeam ada dalam silsilah Yesus Kristus menurut versi Matius

Nama ibunya ditulis 3 kali,

Kitab Raja-raja dan kitab Tawarikh masing-masing memberi komentar dengan kalimat yang berbeda tentang Nilai kehidupan anaknya, semua komentar ini langsung ditulis setelah di ayat sebelumnya menuliskan nama ibunya.

I Raj 14:21 Nama ibunya ialah Naama, seorang perempuan Amon.

(langsung ke ayat berikutnya) ……………tetapi orang Yehuda melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dan mereka menimbulkan cemburu-Nya dengan dosa yang diperbuat mereka, lebih dari pada segala yang dilakukan nenek moyang mereka.

I Raj 14:31 Nama ibunya ialah Naama, seorang perempuan Amon.

II Taw 12: 13 Nama ibunya ialah Naama, seorang perempuan Amon.

(langsung ke ayat berikutnya) ………….Ia berbuat jahat, karena ia tidak tekun mencari TUHAN

Ibu daripada Abiam, Raja Yehuda.

Abiam bin Salomo bin Daud

( dalam kitab Tawarikh namanya adalah raja Abia)

Nama Abia / Abiam ada dalam silsilah Yesus Kristus menurut versi Matius

 

Nama ibunya ditulis 3 kali ( baik sebagai ibu maupun sebagai nenek)

Hanya kitab Raja-raja  yang memberi komentar langsung di ayat sesudah nama ibu- membahas di ayat berikutnya bagaimana Nilai kehidupan anaknya.

I Raj 15:2 Nama ibunya ialah Maakha, anak Abisalom.

(langsung ke ayat berikutnya) …………………….Abiam hidup dalam segala dosa yang telah dilakukan ayahnya sebelumnya, dan ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, moyangnya.

II Taw 13:2 Nama ibunya ialaha Mikhaya, anak Uriel dari Gibea.

Dua nama ini mengacu pada orang yang sama, bisa jadi Uriel dari Gibea menikahi anak Absalom bernama Tamar sehingga anak mereka Maakha, menyebut dirinya anak Abisalom (dari nama Kakeknya yang terkenal- Absalom)

http://clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/57-siapakah-nama-ibu-dari-raja-abia.html

Perhatikan bagan berikut:

DAUD

SALOMO                             ABSALOM

REHABEAM                             TAMAR                                   URIEL

MAAKHA

???                                        RAJA ABIAM/ABIA

RAJA ASA…… memecat Maakha neneknya.

Abia mempernakkan Asa ,

namun nama ibu dari raja Asa tidak disebutkan dalam kitab Raja-raja mupun kitab Tawarikh

……….nama neneknya yang perempuan ialah Maakha, anak Abisalom. Asa melakukan apa yang benar di mata TUHAN seperti Daud, bapa leluhurnya. Ia menyingkirkan pelacuran bakti dari negeri itu dan menjauhkan segala berhala yang dibuat oleh nenek moyangnya. Bahkan ia memecat Maakha, neneknya, dari pangkat ibu suri, karena neneknya itu membuat patung Asyera yang keji.

Nama Asa masuk dalam silsilah Yesus Kristus menurut Versi Matius

Ibu daripada Yosafat, raja Yehuda.

Yosafat bin Asa bin Abiam bin Rehabeam bin Salomo bin Daud

Nama Yosafat ada dalam silsilah Yesus Kristus menurut versi Matius

Nama ibunya ditulis 2 kali.

Kitab Raja-raja maupun kitab Tawarikh memberi komentar yang sama persis langsung di ayat sesudah nama ibu- membahas di ayat berikutnya bagaimana Nilai kehidupan anaknya.

I Raj 22:42 Nama ibunya ialah Azuba , anak Silhi.

(langsung ke ayat berikutnya) ………………..Ia hidup mengikuti jejak Asa, ayahnya; ia tidak penyimpang dari padanya dan melakukan apa yang benar di mata TUHAN.

II Taw 20: 31 Nama ibunya ialah Azuba, anak Silhi.

(langsung ke ayat berikutnya) ………………..Ia hidup mengikuti jejak Asa, ayahnya; ia tidak penyimpang dari padanya dan melakukan apa yang benar di mata TUHAN.

Yosafat memperanakkakan Yoram, ( II Raj 8: 16-24)

Nama Yoram masuk dalam daftar silsilah Yesus Kristus versi Matius

Namun nama Ibu Yoram tidak dicatat di Alkitab.

Yang memberi pengaruh kuat dalam hidup Yoram adalah isterinya, yang namanya tidak dicatat dalam Alkitab

……………sebab yang menjadi isterinya ialah anak Ahab. Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. Namun demikian, Tuhan tidak mau memusnahkan Yehuda oleh karena Daud, hamba-Nya sesuai dengan yang dijanjikanNya kepada Daud, bahwa ia hendak memberikan keturunan kepadanya dan kepada anak-anaknya untuk selama-lamanya.

Demikian juga di kitab Tawarikh II Taw 21: 6

Ia hidup menurut kelakuan raja-raja Israel seperti yang dilakukan Ahab, sebab yang menjadi isterinya adalah anak Ahab. Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN

Ibu daripada Ahazia , raja Yehuda.

Ahazia bin Yoram bin Yosafat bin Asa bin Abiam bin Rehabeam bin Salomo bin Daud.

Nama Ahazia tidak tercantum dalam daftar silsilah Yesus Kristus versi Matius

Nama ibunya ditulis 2 kali,

Kitab Raja-raja dan kitab Tawarikh masing-masing memberi komentar dengan kalimat yang berbeda tentang Nilai kehidupan anaknya, semua komentar ini langsung ditulis setelah di ayat sebelumnya menuliskan nama ibunya.

II Raj 8:26 Nama ibunya ialah Atalya, cucu Omri raja Israel.

(langsung ke ayat berikutnya)…………………ia hidup menurut kelakukan keluarga Ahab dan ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN sama seperti keluarga Ahab, sebab ia adalah seorang menantu dari keluarga itu.

II Taw 22: 2 Nama ibunya ialah Atalya, cucu Omri.

(langsung ke ayat berikutnya)………………ia pun hidup menurut kelakukan keluarga Ahab, karena ibunya menasihatinya untuk melakukan yang jahat. Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN sama seperti keluarga Ahab, sebab sesudah ayahnya mati mereka menjadi pensasihat-penasihatnya yang mencelakakannya. Atas nasihat mereka pula ia pergi bersama-sama Yoran bin Ahab, raja Israel, untuk berperang melawan Hazael, raja Aram, di Ramot-Gilead.

Ibu daripada Yoas, raja Yehuda.

Yoas bin Ahazia bin Yoram bin Yosafat bin Asa bin Abiam bin Rehabeam bin Salomo bin Daud.

Nama Yoas  tidak tercantum dalam daftar silsilah Yesus Kristus versi Matius

Nama ibunya ditulis 2 kali,

Kitab Raja-raja dan kitab Tawarikh masing-masing memberi komentar dengan kalimat yang berbeda tentang Nilai kehidupan anaknya, semua komentar ini langsung ditulis setelah di ayat sebelumnya menuliskan nama ibunya.

II Raj 12:1 nama ibunya ialah  Zibya, dari Bersyeba.

(langsung ke ayat berikutnya) …………………….Yoas melakukan apa yang benar di mata TUHAN seumur hidupnya, selama imam Yoyada mengajar dia.

II Taw 24: 1 Nama ibunya ialah Zibya, dari Bersyeba.

(langsung ke ayat berikutnya) …………………….Yoas melakukan apa yang benar di mata TUHAN seumur hidup imam Yoyada.

Ibu daripada Amazia, raja Yehuda.

Amazia bin Yoas bin Ahazia bin Yoram bin Yosafat bin Asa bin Abiam bin Rehabeam bin Salomo bin Daud.

Nama Amazia  tidak tercantum dalam daftar silsilah Yesus Kristus versi Matius

Nama ibunya ditulis 2 kali,

Kitab Raja-raja dan kitab Tawarikh masing-masing memberi komentar dengan kalimat yang berbeda tentang Nilai kehidupan anaknya, semua komentar ini langsung ditulis setelah di ayat sebelumnya menuliskan nama ibunya.

II Raj 14:2 Nama Ibunya ialah Yoadan, dari Yerusalem.

(langsung ke ayat berikutnya) ………………………..Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, hanya bukan seperti Daud, bapa leluhurnya. Ia berbuat tepat seperti yang diperbuat Yoas, ayahnya.

II Taw 25: 1 Nama ibunya ialah Yoadan, dari Yerusalem.

(langsung ke ayat berikutnya) ………………………..Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, hanya tidak dengan segenap hati

Ibu daripada Azarya/ Raja Uzia , raja Yehuda.

Azarya (Uzia)  bin Amazia bin Yoas bin Ahazia bin Yoram bin Yosafat bin Asa bin Abiam bin Rehabeam bin Salomo bin Daud.

Nama Uzia tercantum dalam daftar silsilah Yesus Kristus versi Matius

Nama ibunya ditulis 2 kali.

Kitab Raja-raja maupun kitab Tawarikh memberi komentar yang sama persis langsung di ayat sesudah nama ibu- membahas di ayat berikutnya bagaimana Nilai kehidupan anaknya.

II Raj 15:2 Nama ibunya ialah Yekholya, dari Yerusalem

(langsung ke ayat berikutnya)…………………………..ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Amazia, ayahnya.

II Taw 26:3 Nama ibunya ialah Yekholya, dari Yerusalem

(langsung ke ayat berikutnya)…………………………..ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Amazia, ayahnya.

Ibu daripada Yotam, raja Yehuda.

Yotam bin Azarya bin Amazia bin Yoas bin Ahazia bin Yoram bin Yosafat bin Asa bin Abiam bin Rehabeam bin Salomo bin Daud.

Nama Yotam tercantum dalam silsilah Yesus Kristus versi Matius

Nama ibunya ditulis 2 kali,

Kitab Raja-raja dan kitab Tawarikh masing-masing memberi komentar dengan kalimat yang berbeda tentang Nilai kehidupan anaknya, semua komentar ini langsung ditulis setelah di ayat sebelumnya menuliskan nama ibunya.

II Raj 15:33 Nama ibunya ialah Yerusa, anak Zadok.

(langsung ke ayat berikutnya) ———————–Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Uzia, ayahnya.

II Taw 27:1 Nama ibunya ialah Yerusa, anak Zadok.

(langsung ke ayat berikutnya) ———————–Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Uzia, ayahnya, hanya ia tidak memasuki Bait TUHAN.

Yotam memperanakkan raja Ahas ( II Raj 15: 38)

Nama Ahas masuk dalam silsilah Yesus Kristus menurut versi Matius

Namun nama ibu daripada Ahas tidak tercantum di kitab Raja-raja ataupun di kitab Tawarikh

Ia tidak melakukan apa yang benar di mata TUHAN, Allahnya, seperti Daud, bapa leluhurnya, tetapi ia hidup menurut kelakukan raja-raja Israel, bahkan ida mempersembahkan anaknya sebagai korban dalam api, sesuai dengan perbuatan keji bangsa-bangsa yang telah dihalau TUHAN dari depan orang Israel. Ia mempersembahkan dan membakar korban di bukit-bukit pengorbanan dan di atas tempat-tempat yang tinggi dan di bawah setiap pohon yang rimbun.

Ibu daripada Hizkia, raja Yehuda.

Hizkia bin Ahas bin Yotam bin Azarya bin Amazia bin Yoas bin Ahazia bin Yoram bin Yosafat bin Asa bin Abiam bin Rehabeam bin Salomo bin Daud.

Nama Hizkia masuk dalam silsilah Yesus Kristus menurut versi Matius

Nama ibunya ditulis 2 kali.

Kitab Raja-raja maupun kitab Tawarikh memberi komentar yang sama persis langsung di ayat sesudah nama ibu- membahas di ayat berikutnya bagaimana Nilai kehidupan anaknya.

II Raj 18:2 Nama ibunya ialah Abi, anak Zakharia.

(langsung ke ayat berikutnya) ————————-Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Daud, bapa leluhurnya.

II Taw 29:1 Nama ibunya ialah Abi, anak Zakharia.

(langsung ke ayat berikutnya) ————————-Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Daud, bapa leluhurnya.

Ibu daripada Manasye, raja Yehuda.

Manasye bin Hizkia bin Ahas bin Yotam bin Azarya bin Amazia bin Yoas bin Ahazia bin Yoram bin Yosafat bin Asa bin Abiam bin Rehabeam bin Salomo bin Daud.

Nama Manasye masuk dalam daftar silsilah Yesus Kristus menurut versi Matius

Nama ibunya ditulis 1 kali.
Baik nama ibu maupun komentar tentang nilai kehidupan anaknya yang langsung ditulis di ayat berikutnya, hanya tertulis di kitab Raja-raja

II Raj 21:1 Nama ibunya ialah Hefzibah.

(langsung ke ayat berikutnya) —————————–Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, sesuai dengan perbuatan keji bangsa-bangsa yang telah dihalau TUHAN dari depan orang Israel.

Ibu daripada Amon, raja Yehuda.

Amon bin Manasye bin Hizkia bin Ahas bin Yotam bin Azarya bin Amazia bin Yoas bin Ahazia bin Yoram bin Yosafat bin Asa bin Abiam bin Rehabeam bin Salomo bin Daud.

Nama Amon masuk dalam daftar silsilah Yesus Kristus menurut versi Matius

Nama ibunya ditulis 1 kali.

Baik nama ibu maupun komentar tentang nilai kehidupan anaknya yang langsung ditulis di ayat berikutnya, hanya tertulis di kitab Raja-raja

II Raj 21:19 Nama ibunya ialah Mesulemet binti Harus, dari Yotba.

(langsung ke ayat berikutnya) —————–Ia melakukan apa  yang jahat di mata TUHAN seperti yang telah dilakukan Manasye, ayahnya. Ia hidup sama seperti ayahnya dahulu sambil beribadah kepada berhala-berhala yang disembah oleh ayahnya dan sujud menyembah kepada mereka. Ia meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyangnya dan tidak hidup menurut kehendak TUHAN.

Ibu daripada Yosia, raja Yehuda.

Yosia bin Amon bin Manasye bin Hizkia bin Ahas bin Yotam bin Azarya bin Amazia bin Yoas bin Ahazia bin Yoram bin Yosafat bin Asa bin Abiam bin Rehabeam bin Salomo bin Daud

Nama Yosia masuk dalam daftar silsilah Yesus Kristus menurut versi Matius

Nama ibunya ditulis 1 kali.

Baik nama ibu maupun komentar tentang nilai kehidupan anaknya yang langsung ditulis di ayat berikutnya, hanya tertulis di kitab Raja-raja

II Raj 22:1 Nama ibunya ialah Yedida binti Adaya dari Bozkat.

(langsung ke ayat berikutnya) ——————-Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup sama seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri.

Ibu daripada Yoahas/ Yohanan, raja Yehuda,

Yoahas bin Yosia bin Amon bin Manasye bin Hizkia bin Ahas bin Yotam bin Azarya bin Amazia bin Yoas bin Ahazia bin Yoram bin Yosafat bin Asa bin Abiam bin Rehabeam bin Salomo bin Daud.

Nama Yoahas  tidak tercantum dalam daftar Silsilah Yesus Kristus menurut versi Matius

Nama ibunya ditulis 1 kali.

Baik nama ibu maupun komentar tentang nilai kehidupan anaknya yang langsung ditulis di ayat berikutnya, hanya tertulis di kitab Raja-raja

II Raj 23:31 Nama ibunya ialah Hamutal binti Yeremia, dari Libna

(langsung ke ayat berikutnya) ———————Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN tepat seperti yang dilakukan oleh nenek moyangnya.

Ibu daripada Yoyakim/ Elyakim, raja Yehuda.

Yoyakim bin Yoahas bin Yosia bin Amon bin Manasye bin Hizkia bin Ahas bin Yotam bin Azarya bin Amazia bin Yoas bin Ahazia bin Yoram bin Yosafat bin Asa bin Abiam bin Rehabeam bin Salomo bin Daud.

Nama Yoyakim  tidak tercantum dalam daftar Silsilah Yesus Kristus menurut versi Matius

Nama ibunya ditulis 1 kali.

Baik nama ibu maupun komentar tentang nilai kehidupan anaknya yang langsung ditulis di ayat berikutnya, hanya tertulis di kitab Raja-raja

II Raj 23:36 Nama ibunya ialah Zebuda binti Pedaya, dari Ruma.

(langsung ke ayat berikutnya) ——————ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN tepat seperti yang dilakukan oleh nenek moyangnya.

Ibu daripada Yoyakhin/Yekhonya, raja Yehuda.

Yoyakhin bin Yoyakim bin Yoahas bin Yosia bin Amon bin Manasye bin Hizkia bin Ahas bin Yotam bin Azarya bin Amazia bin Yoas bin Ahazia bin Yoram bin Yosafat bin Asa bin Abiam bin Rehabeam bin Salomo bin Daud.

Nama Yoyakhin tercantum dalam daftar Silsilah Yesus Kristus menurut versi Matius

Nama ibunya ditulis 1 kali.

Baik nama ibu maupun komentar tentang nilai kehidupan anaknya yang langsung ditulis di ayat berikutnya, hanya tertulis di kitab Raja-raja

II Raj 24:8 Nama ibunya ialah Nehusta binti Elnatan, dari Yerusalem

(langsung ke ayat berikutnya) Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN tepat seperti yang dilakukan ayahnya.

Ibu daripada Matanya, paman Yoyakhin,

nama lainnya Zedekia, raja Yehuda. (II Raj 24: 17)

Nama Zedekia tidak tertulis dalam silsilah Yesus Kristus versi Matius

Zedekia bin Yekhonya bin Yoyakim bin Yoahas bin Yosia bin Amon bin Manasye bin Hizkia bin Ahas bin Yotam bin Azarya bin Amazia bin Yoas bin Ahazia bin Yoram bin Yosafat bin Asa bin Abiam bin Rehabeam bin Salomo bin Daud. ( I Taw 3: 16)

Nama ibunya ditulis 1 kali.

Baik nama ibu maupun komentar tentang nilai kehidupan anaknya yang langsung ditulis di ayat berikutnya, hanya tertulis di kitab Raja-raja

II Raj 24:18 Nama ibunya ialah Hamutal bini Yeremia dari Libna

(langsung ke ayat berikutnya) Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN tepat seperti yang dilakukan Yoyakim.

KESIMPULAN:

Bagaimana dengan nama ibu daripada Salomo, bagaimana cara Alkitab menuliskan pribadi Batsyeba ini…??

Alkitab tidak pernah menuliskan seperti ini.

Salomo berumur (sekian)….tahun pada waktu ia menjadi raja, dan (sekian) …..tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Batsyeba.

Bandingkan hasil penelitian panjang lebar di atas dengan  dengan 2 ayat ini:

Penyebutan Batsyeba sebagai ibu Salomo sebelum Salomo jadi raja ( Salomo masih menjadi calon raja)  :

I Raj 1:11

Lalu berkatalah Natan kepada Batsyeba, ibu Salomo: “Tidakkah engkau mendengar, bahwa Adonia anak Hagit, telah menjadi raja, sedang tuan kita Daud tidak mengetahuinya?

Penyebutan Batsyeba sebagai ibu Salomo setelah Salomo jadi raja:

I Raj 2:13 Pada suatu hari Adonia, anak hagit, masuk menghadap Batsyeba, ibu Salomo….

 

Alkitab tidak pernah menuliskan seperti ini.

Salomo berumur (sekian)….tahun pada waktu ia menjadi raja, dan (sekian) …..tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Batsyeba.

Melainkan Alkitab, langsung menempatkan nama Batsyeba di depan nama Salomo, dalam dua ayat di atas  I Raj 1:11 dan I Raj 2:13 dengan perangkaian kata sbb:

Batsyeba , ibu Salomo.

Dua kali, sebelum Salomo menjadi raja dan setelah Salomo menjadi raja. Lebih baik saya tuliskan kembali agar bisa jelas:

I Raj 1:11

Lalu berkatalah Natan kepada Batsyeba, ibu Salomo: “Tidakkah engkau mendengar, bahwa Adonia anak Hagit, telah menjadi raja, sedang tuan kita Daud tidak mengetahuinya?

I Raj 2:13 Pada suatu hari Adonia, anak hagit, masuk menghadap Batsyeba, ibu Salomo….

Pada tokoh lain terkadang ditulis juga nama ibu dekat dengan nama anak ( saya tidak membahas nama ayah di sini) , untuk menunjukkan betapa besar pengaruh si ibu pada anak ( biasanya pengaruh negatif- bila dituliskan dengan pola seperti yang akan kita bahas di bawah ini) seperti contohnya sebagai berikut: ( Khusus pada kitab Raja-raja saja- karena kita hanya membahas keluarga raja)

I Raj 1:5, I Raj 1:11, I Raj 2:13

Lalu Adonia, Anak Hagit, meninggikan diri

Lalu berkatalah Natan kepada Batsyeba, ibu Salomo: “Tidakkah engkau mendengar, bahwa Adonia anak Hagit, telah menjadi raja, sedang tuan kita Daud tidak mengetahuinya?

Pada suatu hari Adonia, anak Hagit, masuk menghadap Batsyeba…

I Raj 1:7, I Raj 2:5, I Raj 2: 22

Maka berundinglah ia dengan Yoab, anak Zeruya

Dan lagi engkau pun mengetahui  apa yang dilakukan kepadaku oleh Yoab, anak Zeruya…

Bukankah dia saudaraku yang lebih tua, dan di pihaknya ada imam Abyatar dan Yoab , anak Zeruya?

Dan inilah komentar Daud tentang Zeruya:

II Sam 3: 39

Tetapi aku ini sekarang masih lemah, sekalipun sudah diurapi menjadi raja, sedang orang-orang itu, yakni anak-anak Zeruya, melebihi aku dalam kekerasan. Kiranya TUHAN membalas kepada orang yang berbuat jahat setimpal dengan kejahatannya.

Zeruya adalah nama perempuan/ nama ibu Yoab II Sam 17:25

Tetapi pada tokoh Batsyeba , namanya didekatkan dengan nama anaknya, Salomo, tetapi penempatannya pada depan, bukan belakang, jadi

bukan      Salomo, anak Batsyeba,

melainkan     Batsyeba, Ibu Salomo.

Dari semua ulasan panjang di atas sekali lagi  bisa kita simpulkan:

Bukan tanpa alasan Tuhan memilih Batsyeba

Bukan tanpa alasan Tuhan memilih Salomo dan Natan.

Tuhan tidak pernah iseng-iseng memasukkan nama Natan dalam silsilah Yesus Kristus. Bukan sebuah keisengan ataupun salah ketik. Natan ikut mengecap ajaran daripada Batsyeba.

Tuhan tidak pernah iseng-iseng memilih Salomo dari antara banyak sekali anak raja Daud. Karena Salomo mendapatkan ajaran yang luar biasa dari seorang ibu bernama Batsyeba.

Untuk lebih detailnya mari kita lihat tabel berikut ini:

TABEL PENGARUH PEREMPUAN DALAM HIDUP RAJA-RAJA KERAJAAN YEHUDA

NAMA RAJA-RAJA TERCANTUM ATAU TIDAK DALAM SILSILAH YESUS KRISTUS VERSI MATIUS PENYEBUTAN NAMA IBUNYA TIDAK DISEBUTKAN NAMA IBU KETERANGAN YANG MENYERTAI NAMA IBU BERAPA KALI NAMA IBU DITULIS DALAM ALKITAB PENYEBUTAN NAMA IBU SEBELUM ANAKNYA JADI RAJA PENYEBUTAN NAMA IBU SETELAH ANAKNYA JADI RAJA POLA TELADAN HIDUP YANG DIANUT RAJA BAGAIMANA KEHIDUPAN RAJA BAGAIMANA KEHIDUPAN RAJA KESIMPULAN
Raja SalomoRaja yang luar biasa. Namanya ada dalam silsilah Yesus Kristus versi Matius Batsyeba, Ibu Salomo Nama pribadi sang ibu, tanpa embel-embel apa-apa Ditulis 2 kali dengan kalimatBatsyeba, Ibu SalomoTetapi nama Batsyeba itu sendiri ditulis 12 kali dalam Alkitab termasuk pada dua ayat tersebut. Sebelum anaknya jadi raja Setelah anaknya jadi raja Seharusnya mengikuti pola teladan hidup daripada Daud ayahnya, I Ra 11:4,6,33Diperintahkan untuk mengikuti pola Ilahi ( I Raj 9:4)

Diperintahkan untuk mendidik anak-anaknya menurut pola ilahi ( I Raj 9: 6)

Awalnya mengikut Tuhan Berubah setia pada hari tuanya Kesimpulan: Hanya Ibu Salomo saja yang namanya ditulis berdekatan dengan nama anaknya sebelum anaknya ini jadi rajaHal ini menjadi catatan buat kita bahwa Batsyeba istimewa karena mempersiapkan Salomo sebelum dia jadi raja

Peran Batsyeba terlibat dalam proses panjang  persiapan seorang calon raja, sangat besar

Ajaran Batsyeba dan didikan Daud yang mempersiapkan Salomo sedemikian rupa berhasil menjadikan Salomo raja yang luar biasa

Kejatuhan Salomo pada masa tuanya adalah soal pilihan pribadi, bagaimana dirinya dipengaruhi oleh isteri isterinya pada masa tuanya

Salomo gagal pempersiapkan Rehabeam anaknya, karena pengaruh daripada Naama, perempuan Amon yang menjadi ibu daripada Rehabeam.

Sehebat apapun Daud yang menjadi ayah langsung , ayah kandung daripada Salomo, tidak menjadi jaminan bahwa Salomo terus mengikut Tuhan dengan setia, mengikuti jejak ayahnya. Karena pergaulan yang buruk antara Salomo dengan isteri isterinya, menjauhkan Salomo dari Tuhan dan dari jejak teladan hidup dari ayahnya.  Bahkan perjumpaan pribadi dengan Tuhan sampai 2 kali  pun dapat tertutupi dengan itu semua.

Catatan penting buat kita, untuk meramu porsi yang berbeda dengan ramuan Daud dan Batsyeba pada Salomo.

Mari kita tekankan SQ lebih daripada EQ dan IQ, jangan terbalik-balik seperti Salomo yang mendapat penekanan EQ lebih utama daripada IQ dan paling akhir baru SQ dan pendidikan Firman Tuhan.

Walau Salomo raja yang hebat, namun demikian masa tuanya, meninggalkan Tuhan.

Raja Rehabeam Namanya ada dalam silsilah Yesus Kristus versi Matius Nama ibunya ialah Naama, seorang perempuan Amon Nama Naama diberi embel-embel kebangsaan Amon. Nama ibunya Ditulis 3 kali Setelah anaknya jadi raja Hidup mengikuti pola nenek moyangnya. Pada zaman Daud hidup pun bangsa Israel banyak yang sudah mulai menyembah berhala. Dalam hal ini menurut penafsiran saya, mengacu pada pola penyembahan bangsa Amon yang menjadi kebangsaan daripada ibu Rehabeam. Jahat di mata TUHAN Hanya nama Naama yang adalah nama seorang ibu raja yang sampai ditulis 3 kali. Dengan kalimat Nama ibunya ialah……Selain Naama, hanya ditulis 2 kali dan 1 kali saja, jadi Naama adalah rekor tertinggi untuk penyebutan nama ibunda raja  dalam kitab Raja-raja dan kitab TawarikhPengaruh ajaran  jahat dari Naama ini sangat kuat dalam mencetak generasi Rehabeam. Hanya satu-satunya Naama, yang adalah ibu seorang raja Yehuda yang berasal dari PEREMPUAN AMON, sisanya, nama ibu-ibu raja lainnya  adalah orang Israel, tidak ada orang asing yang penyembah berhala seperti halnya Naama.

Kesimpulan:

Istri daripada Salomo yang adalah PEREMPUAN AMON ini berpengaruh besar terhadap kepemimpinan anaknya, yang akhirnya membawa Israel menjadi pecah kerajaan Israel menjadi dua.

Kesimpulan: Sekuat apa pun keberadaan Rehabeam sebagai anak raja Salomo, dan sebagai cucu raja Daud, tidak akan berarti apa-apa bila ibu daripada Rehabeam yang notabene orang kafir, memberi pengaruh sangat kuat dalam hidupnya, sehingga Pola 3 generasi ini  langsung terputus

(nanti kita akan belajar lebih lanjut mengenai pola 3 generasi)

Raja Abiam/ Abia Namanya ada dalam silsilah Yesus Kristus versi Matius Nama ibunya ialah Maakha anak Abisalom I Raj 15:2Nama ibunya Mikhaya, anak Uriel dari Gibea. II Taw 13:2

Ini adalah dua nama yang mengacu pada orang yang sama

http://clearcontradiction-hsh.blogspot.com/2012/05/57-siapakah-nama-ibu-dari-raja-abia.html

Nama Maakha diberi embel-embel nama ayahnya (Abisalom/ Uriel)serta nama daerah asalnya (Gibea). Nama Maakha anak Abisalom sebagai ibu Abiam ditulis 1 kali,dan sebagai nenek daripada Raja Asa

Ditulis 1kali

Nama Mikhaya anak Uriel ditulis 1 kali

Total pribadi yang sama ditulis 3 kali dalam Alkitab, baik sebagai ibu maupun sebagai nenek

Setelah anaknya jadi raja Hidup menurut pola hidup ayahnya Berdosa dan tidak sepenuh hati berpaut pada Tuhan seperti Daud, moyangnya. Ibu daripada Abiam/Abia ini unik, karena selain mendapat didikan dari ayahnya, Uriel/ Abisalom, juga mendapat pengaruh kuat dari daerah asalnya, GibeaAyat ini special, karena Abia/Abiam adalah CICIT daripada Daud.

Daud-Salomo-Rehabeam-Abiam.

Daud-Salomo-

Daud, ayahnya-

Daud-Rehabeam-

Daud-kakeknya,

Daud-Abiam-

Daud, moyangnya.

Kalimat seperti ini: tidak sepenuh hati berpaut pada Tuhan seperti Daud, moyangnya

Di seluruh Alkitab hanya ada pada ayat ini saja.

Kesimpulan:

Ini berbicara mengenai KEGAGALAN POLA 3 GENERASI ( nanti akan kita pelajari, pada pembahasan tentang tokoh ADAM)

Raja Asa Namanya ada dalam silsilah Yesus Kristus versi Matius Nama ibunya tidak disebut. Nama neneknya disebut: Maakha anak Abisalom. Si nenek penyembah berhala dipecat oleh raja Asa dari jabatan ibu suri Nama neneknya Maakha diberi embel-embel nama ayahnya (Abisalom). Hidup menurut pola Daud bapa leluhurnya Melakukan apa yang benar di hadapan TUHAN seperti Daud bapa leluhurnya Kesimpulan:Kalimat ‘seperti Daud bapa leluhurnya’ berlaku untuk banyak tokoh raja lainnya,

Jadi kalimat seperti ini untuk menunjukkan bahwa Raja Asa menjadikan Daud yang notabene memiliki hubungan leluhur dengan dirinya, sebagai model/teladan. Tetapi hal ini bukan dihasilkan dari pola 3 generasi yang terus berlanjut sampai kepada dirinya sebagai generasi ke 5 dibawah Daud ( jika dihitung sejak Daud sebagai generasi pertama)

Kesimpulan lainnya: walau pengaruh ibu suri / neneknya jahat, dan nama ibunya tidak disebut, Asa bisa mengalahkan itu semua ketika dia melihat teladan Daud, bapa leluhurnya.

Kesimpulan: teladan seorang Daud sebagai seorang yang takut akan Tuhan, tidak bisa dikalahkan dengan adanya lompat generasi. Semua orang bisa/ boleh  mengikuti jejaknya.

Seperti juga Paulus mengajak orang-orang mengikuti jejaknya sama seperti dia mengikut Kristus.

RajaYosafat Namanya ada dalam silsilah Yesus Kristus versi Matius Nama ibunya Azuba, anak Silhi Nama Azuba diberi embel-embel nama ayahnya ( Silhi) Nama ibunya ditulis 2 kali Setelah anaknya jadi raja Hidup menurut pola Asa, ayahnya.Hidup menjadikan Tuhan sebagai pola ilahi dalam hidupnya

II Taw 17:1-6, 19:32

Melakukan apa yang benar Azuba mendapat didikan dari Silhi sehingga  Azuba mengajar Yosafat, agar Yosafat melihat pola teladan hidup dari ayahnya.Kesimpulan:

Pola datang dari ayah, namun ibu yang mengajarkan bagaimana pola itu diterapkan dalam kehidupan nyata.

Pola dari ayah juga memberi didikan  kepada anak perempuannya ( seperti dari Silhi kepada Azuba)

sehingga Azuba (anaknya perempuannya)  bisa mengajar Yosafat  (cucu laki-lakinya) bagaimana mengikuti pola teladan hidup  Asa ,ayahnya (menantunya)

Jadi seorang ayah memberi didikan kepada anak laki-lakinya sebagai calon pemimpin dan memberi didikan kepada anak perempuannya untuk bisa menjadi ibu yang baik bagi cucu laki-lakinya, dan bisa menjadi isteri yang baik buat menantu laki-lakinya.

Raja Yoram Namanya ada dalam silsilah Yesus Kristus versi Matius Nama ibunya tidak dicatat dalam Alkitab, melainkan Alkitab mengisyaratkan bahwa pengaruh isteri Yoram yang adalah anak Ahab sangat kuat ( tetapi nama isterinya itu tidak disebutkan) Hidup menurut pola raja-raja Israel / seperti yang dilakukan AhabHidup menurut pola negatif keluarga Ahab

II Taw 21:6, 13

Melakukan apa yang jahat di mata TUHAN Pengaruh kuat tetap dari seorang perempuan, dalam kasus ini, bukan pengaruh dari ibu melainkan pengaruh dari isteri.Bagaimana isterinya mempengaruhinya untuk tidak mengikuti jejak teladan ayahnya yang takut akan Tuhan melainkan hidup mengikuti jejak ayah mertuanya yang jahat.

Kesimpulan: Pengaruh kuat sekali memang datang dari seorang perempuan, entah dalam perannya sebagai isteri ataupun perannya sebagai ibu

Pengaruh keluarga dari Isteri / kerabat dari isteri sangat kuat

Raja Ahazia Namanya TIDAK ADA dalam silsilah Yesus Kristus versi Matius Nama ibunya Atalya cucu Omri Raja Israel Nama Atalya diberi embel-embel nama kakeknya (Omri) yang adalah ayah daripada Ahab raja Israel Nama ibunya ditulis 2 X Setelah jadi raja Hidup menurut pola negatif keluarga Ahab sebab ia menantu dari keluarga ituHidup menurut kelakuan keluarga Ahab, karena ibunya menasihatinya untuk melakukan yang jahat Melakukan apa yang jahat Atalya sangat dibentuk  oleh didikan kakeknya (Omri) sehingga dia memberi pengaruh ajaran negatif pada Ahazia agar Ahazia mengikuti jejak pola negatif keluarga Ahab.Alkitab jelas-jelas pada bagian ini sangat menggaris bawahi SEBAB IBUNYA MENASIHATINYA UNTUK MELAKUKAN YANG JAHAT

Betapa kuatnya pengaruh daripada ajaran dan nasihat ibu untuk mencetak kehidupan seorang anak.

Pengaruh kuat kali ini baik dari isterinya maupun dari ibunya maupun dari kerabat isterinya.

Kesimpulan : pengaruh kuat bisa datang dari kerabat juga selain dari isteri dan ibu

Raja Yoas Namanya TIDAK TERCANTUM dalam silsilah Yesus Kristus versi Matius Nama ibunya Zibya dari Bersyeba Nama Zibya diberi embel-embel nama tempat (Bersyeba) Nama ibunya ditulis 2 X Setelah jadi raja Hidup mengikuti pola teladan hidup dari ajaranimam Yoyada Melakukan apa yang benar di mata TUHAN seumur hidup imam Yoyada, selama imam Yoyada mengajar dia. Kesimpulan:Daerah asal ibu, Bersyeba, memberi pengaruh yang kuat pada ibunya.Ayahnya hidup tidak takut akan Tuhan, tetapi untunglah Yoas memiliki ayah rohani yang bisa dijadikan model dalam hidupnya

Yoas menjadi raja saat umurnya 7 tahun, imam Yoyada besar pengaruhnya terhadap restorasi rohani bangsa Israel pada masa itu, dan Imam Yoyada memberi pengaruh yang besar dalam hidupnya.

Namun kata mengajar yang dipakai di sini adalah kata ‘yarah’ , mengajar biasa/ pada umumnya, tidak sama dengan kata mengajar yang dipakai oleh Salomo ketika mengkisahkan tentang ajaran dari Batsyeba, ibunya, digunakan kata TOWRAH= mengajarkan hukum-hukum Tuhan.(Amsal 1:8, 6:20)

Kesimpulan: ayah rohani juga bisa menjadi pola hidup yang memberi pengaruh sangat besar.

Raja Amazia Namanya TIDAK TERCANTUM dalam silsilah Yesus Kristus versi Matius Nama ibunya Yoadan dari Yerusalem Nama Yoadan diberi embel-embel nama daerah asalnya (Yerusalem) Nama ibunya ditulis 2 X Setelah anaknya jadi raja Hidup mengikuti pola teladan hidup Yoas ayahnya. Dengan komentar TEPAT SEPERTI ayahnya. Melakukan apa yang benar di mata TUHAN hanya bukan seperti Daud , bapa leluhurnya dan juga melakukan apa yang benar di mata TUHAN, hanya tidak dengan segenap hati. Kesimpulan:Daerah asal ibu, Yerusalem, memberi pengaruh yang kuat pada ibunya.Sang ibu mengajar anaknya bagaimana mengikuti pola ayahnya.

Sampai standart TEPAT SEPERTI

Ayahnya.

Pola hidup Daud sebagai orang yang takut akan Tuhan, menjadi standart, dan standart yang dicapai oleh Amazia dikatakan tidak mencapai seperti standart Daud, yang dengan segenap hati mengikut Tuhan.( I Raj 14:8)

Raja Azarya / Uzia Namanya ada dalam silsilah Yesus Kristus versi Matius Nama ibunya adalah Yekholya dari Yerusalem Nama Yekholya diberi embel-embel nama daerah asalnya (Yerusalem) Nama ibunya ditulis 2 X Setelah anaknya jadi raja Hidup mengikuti pola teladan hidup Amazia , ayahnyaDengan standar TEPAT SEPERTI Amazia.Menjadikan Zakharia sebagai pola teladan hidup, selama Zakharia hidup.

Zakharia mengajarnya supaya takut akan Allah

II taw 26:4-5, II Taw 26: 5, 16 II raj 15:3

Melakukan apa yang benar di Mata Tuhan Setelah ia menjadi kuat, dia menjadi sombong dan meninggalkan Tuhan Yekholya mendapat pengaruh kuat dari tempat asalnya Yerusalem dan mengajar Azarya/ Usia untuk mengikuti pola teladan hidup dari Amazia , ayahnya sampai standart TEPAT SEPERTI dan mengikuti pola teladan hidup dari Zakharia, gurunya/ayah rohaninyaAzarya mendapat dua pola teladan hidup, baik dari ayah kandungnya  maupun dari ayah rohaninya Zakharia.

Namun sebagai orang yang bukan ayahnya, seperti halnya Zakharia dan juga Yoyada, pengaruh mereka terhadap anak didik mereka tidak sekuat seperti pengaruh seorang ayah kepada anaknya.

Jangan menyerahkan pendidikan anak yang paling utama kepada orang lain, tetapi orang tua harus ambil porsi utama.

Raja Yotam namanya ada dalam silsilah Yesus Kristus versi Matius Nama ibunya Yerusa anak Zadok Nama Yerusa diberi embel-embel nama ayahnya (Zadok) Nama ibunya ditulis 2 Kali Setelah anaknya jadi raja Hidup mengikuti pola Uzia , ayahnya, dengan standart TEPAT SEPERTI ayahnyaHanya ia tidak emmasuki bait TUHAN Hidup benar, Hanya ia tidak memasuki bait TUHAN Yerusa mendapat pengaruh besar dari tempat dia berasal Yerusalem sehingga dia mengajar Yotam untuk mengikuti pola teladan hidup Uzia, ayahnya dengan standart TEPAT SEPERTIZadok juga memberi pengaruh besar pada Yerusa yang kemudian hidup Yerusa memberi pengaruh besar kepada Yotam.

Perkataan; hanya ia tidak memasuki bait TUHAN, memberi isyarat bagaimana hari tua daripada ayahnya yang meninggalkan Tuhan memberi pengaruh dalam hidupnya.

Raja Ahas namanya ada dalam silsilah Yesus Kristus versi Matius Nama ibunya tidak tercatat dalam Alkitab Hidup menurut pola negatif kelakuan raja-raja Israel yang keji Jahat dan keji. Bisa jadi ibu daripada Ahas tidak memberi pengaruh apa-apa, sehingga Ahas akhirnya menjadikan raja-raja Israel sebagai pola negatif dalam hidupnya  ( pengaruh pergaulan negatif)Jika ibu tidak berperan positif, iblis akan mengambil alih dan mencarikan ‘ibu’ lain , yaitu dunia ini.

Seandainya saja ibunya memberi peran untuk mengajar Ahas mencintai Tuhan seperti jejak Yotam, ayahnya, tentu kisah hidup Yotam akan berbeda

Raja Hizkia namanya ada dalam silsilah Yesus Kristus versi Matius Nama ibunya Abi anak Zakharia Nama ibunya Abi diikuti dengan embel-embel nama ayahnya Zakharia Nama ibunya dicatat 2 kali Setelah anaknya jadi raja Hidup menurut pola Daud , bapa leluhurnya dengan standart TEPAT SEPERTI. Raja Hizkia juga menjadikan Tuhan sebagai pola ilahi dalam hidupnyaIi raj 18:3, 18:5-6, ii taw 29:2 Raja Yehuda yang terbaik. Ibunya  Abi dididik oleh ayahnya (Zakharia), sehingga dia bisa  mengajar Hizkia untuk mengikuti pola teladan hidup daripada Daud, bapa leluhurnya dengan standart TEPAT SEPERTI, dan juga mengajar Hizkia untuk mengikut pola Tuhan/ Pola ilahi , sehingga Hizkia mendapat julukan dari Tuhan sebagai raja Yehuda yang terbaik. Abi berhasil mendidik Hizkia untuk tidak mengikuti pola negatif dari ayahnyaAyah Hizkia jahat dan keji, namun Hizkia menjadikan Daud bapa leluhurnya sebagai Pola Teladan Hidup dan juga dia langsung mengambil sumber pola dari Tuhan sendiri

Dia ditulis oleh penulis Alkitab, sebagai  raja yehuda yang terbaik, karena standart hidupnya bukan saja mengikuti pola daud bapa leluhurnya melainkan juga mengikuti pola ilahi/ pola dari Tuhan sendiri

Raja Manasye namanya ada dalam silsilah Yesus Kristus versi Matius Nama ibunya ialah Hefzibah Nama ibunya tidak diberi embel embel apa -apa Nam ibunya dicatat 1 kali Setelah anaknya jadi raja Hidup menurut Pola negatif bangsa-bangsa asing Hidup jahat Ibunya memberi ajaran yang negatif kepada Manasye ini, sehingga dia mengikuti pola negatif bangsa-bangsa asing, dan tidak mengikuti teladan baik dari ayahnyaSekalipun ayahnya adalah raja terbaik di Yehuda, taat pada Tuhan, namun bisa saja hidup anaknya jahat, itu semua dipengaruhi oleh siapa yang menjadi ibunya, dan bagaimana ibunya mengajar dia
Raja Amon namanya ada dalam silsilah Yesus Kristus versi Matius Nama ibunya Mesulemet binti Harus dari Yotba Nama ibunya diberi embel-embel nama ayahnya (Harus) dan darimana daerah dia berasal (Yotba) Nama ibunya dicatat 1 kali Setelah anaknya jadi raja Hidup menurut pola negatif dari ayahnya Hidup jahat Ibunya (Mesulemet) mendapat didikan  dari ayahnya (Harus) dan mendapat pengaruh kuat dari daerahnya, Yotba, untuk kemudian dia mengajar Amon mengikuti pola negatif dari ayahnya (Manasye)
Raja Yosia namanya ada dalam silsilah Yesus Kristus versi Matius Nama ibunya Yedida binti Adaya dari Bozkat. Nama ibunya diberi embel-embel nama ayahnya (Adaya) dan darimana dia berasal (Bozkat) Nama ibunya dicatat 1 kali Setelah anaknya jadi raja Hidup benar menurut pola teladan hidup Daud, bapa leluhurnya, dengan standart TIDAK MENYIMPANG KE KANAN DAN KE KIRI Hidup benar Yedida mendapat didikan  dari ayahnya (Adaya) dan mendapat pengaruh dari daerah mana dia berasal (Bozkat) sehingga dia mengajar Yosia hidup benar mengikuti pola teladan hidup Daud, bapa leluhurnya dengan standart TIDAK MENYIMPANG KE KANAN DAN KE KIRI, Yedida mengajar Yosia untuk tidak meniru pola negatif dari raja Amon, ayahnya.
Raja Yoahas Namanya tidak tercantum dalam silsilah Yesus Kristus Nama ibunya Hamutal binti Yeremia dari Libna Nama ibunya diberi embel-embel nama ayahnya (Yeremia) dan darimana dia berasal (Libna) Nama ibunya dicatat 1 kali Setelah anaknya jadi raja Hidup menurut pola negatif dari nenek moyangnya jahat Hamutal yang dididik oleh ayahnya dan dipengaruhi oleh Libna tempatnya berasal, mengajar Yoahas mengikuti jejak negatif dari nenek moyangnya, dan tidak mengikuti pola teladan hidup yang baik dari  ayahnya.
Raja Yoyakim/ raja Elyakim Namanya tidak tercantum dalam silsilah Yesus Kristus Nama ibunya Zebuda binti Pedaya dari Ruma Nama ibunya diberi embel-embel nama ayahnya (Pedaya) dan dari mana dia berasal (Ruma) Nama ibunya dicatat 1 kali Setelah anaknya jadi raja Hidup menurut pola negatif dari nenek moyangnya dengan standart TEPAT SEPERTI jahat Zebuda yang dididik ayahnya Pedaya dan dipengaruhi oleh Ruma tempat dia berasal, mengajar Yoyakim/Elyakim untuk mengikuti jejak nenek moyangnya yang jahat dengan standart TEPAT SEPERTI
Raja Yoyakhin/ Yekhonya namanya ada dalam silsilah Yesus Kristus versi Matius Nama ibunya Nehusta binti Elnatan dari Yerusalem Nama ibunya diberi embel-embel nama ayahnya (Elnatan) dan darimana dia berasal (Yerusalem) Nama ibunya dicatat 1 kali Setelah anaknya jadi raja Hidup menurut pola negatif dari ayahnya jahat Nehusta mendapat didikan dari ayahnya Elnatan dan mendapat pengaruh dari tempat dia berasal ( Yerusalem) sehingga dia mengajar Yoyakhin/Yekhonya untuk hidup jahat mengikuti pola negatif dari ayahnya
Raja Matanya/ Zedekia Namanya tidak tercantum dalam silsilah Yesus Kristus Nama ibunya Hamutal binti Yeremia dari Libna Nama ibunya diberi embel embel nama ayahnya Yeremia dan darimana dia berasal (Libna) Nama ibunya dicatat 1 kali Setelah anaknya jadi raja Hidup menurut pola negatif dari raja sebelumnya , yaitu raja Yekhonya/ Yoyakhin yang adalah keponakannya, dengan standart TEPAT SEPERTI jahat Hamutal mendapat didikan dari Yeremia ayahnya dan mendapat pengaruh dari tempat dia berasal (Libna) sehingga dia mengajar Matanya/ Zedekia untuk mengikuti pola negatif  dari raja sebelumnya yaitu raja Yekhonya/Yoyakhin dengan standart TEPAT SEPERTI

KESIMPULAN TABEL DI ATAS:

  1. Seorang ayah berfungsi memberikan didikan pada anaknya. Sedangkan seorang ibu memberikan ajaran kepada anaknya

Hal ini bisa kita lihat di ayat berikut:

Amsal 1: 8 Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu.

Kata ‘didikan’ dalam ayat ini menggunakan kata ‘muwcar’ yang artinya: didikan, hajaran, pengajaran, menghajar, teguran, kecaman, tegoran, belenggu, dihukum, ganjaran, mendidik, peringatan, pelajaran

Kata ‘ajaran’ dalam ayat ini menggunakan kata ‘towrah’ yang artinya: hukum , Taurat, Taurat-Mu, hukum Taurat, pengajaran, hukum-Mu, taurat-Ku, pengajaran-Ku, hukum-Ku, pengajaran-Nya, ajaran, undang-undang, Taurat-Nya, ajaranku, hukum-hukum, kitab Taurat, petunjuk, ketentuan, keputusan-keputusan, carilah pengajaran, pengajarannya

Sedangkan tugas anak adalah MENDENGARKAN

Jadi di sini ada 5 aspek :

  • Firman Tuhan sebagai materi ajaran/ mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan/ the encounter
  • Didikan ayah, agar anak mengikuti prinsip hidup Firman Tuhan. Didikan ini tidak bisa berhasil tanpa adanya POLA TELADAN HIDUP
  • Ajaran ibu, agar anak diajar (aspek MENDENGAR) bagaimana memahami Firman Tuhan, dan bagaimana anak melakukan Firman Tuhan dalam hidupnya(aspek MENDENGARKAN)
  • Ketaatan dari anak pada didikan ayah, pada ajaran ibu, dan pada Firman Tuhan yang menjadi materi ajaran ibu dan semua prinsip-prinsip kehidupan yang menjadi materi didikan ayah.
  • Lingkungan pergaulan yang sehat. Karena pengaruh dari pergaulan yang buruk bisa saja merusakkan kebiasaan yang baik (I Kor 15:33, Amsal 13:20, Amsal 29:3, Amsal 28:7)
  1. Kehidupan daripada Salomo telah lengkap:
    • Mendapat didikan dan pola teladan hidup dari Daud, ayahnya
    • Mendapat didikan Towrah dari ibunya
    • Dan mendapat perjumpaan pribadi dengan Tuhan
    • Namun kegagalan Salomo adalah karena mengambil isteri-isteri yang tidak takut akan Tuhan . Di titik inilah Salomo gagal mengestafetkan POLA TIGA GENERASI pada anaknya Rehabeam, karena yang mengajar Rehabeam adalah Naama, PEREMPUAN AMON.
    • Jadi kegagalan pada generasi Salomo dan bahkan pada generasi Rehabeam, bukan kesalahan Daud atau Batsyeba, murni kesalahan Salomo sendiri
    • Sampailah Rehabeam gagal meneruskan tongkat estafet pola 3 generasi ini pada Abiam/Abia yang ber-moyangkan Daud.
    • Kegagalan POLA TIGA GENERASI ini membuat semua keturunan di bawah Abiam/Abia mengikuti pola teladan hidup dari Daud sebagai bapa leluhurnya, murni melihat teladan Daud saja ( dari kejauhan) , bukan karena sesuatu yang diturunkan melalui sebuah ajaran ibu secara turun temurun dan estafet sampai ke generasinya.
      1. Dalam hal ini didikan ayah tidak saya bahas, karena pemegang kunci adalah ajaran ibu.
      2. Kejadian 3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalanya dan engkau akan meremukkan tumitnya.
  • Dalam ayat ini, jika ibu menang, maka keturunannya ( anaknya) akan meremukkan kepala iblis. Tetapi jika iblis menang, maka iblis akan meremukkan tumit ibu. Apa artinya meremukkan tumit ibu??? Apa yang terjadi jika tumit rusak? Jejaknya akan kabur dan tidak jelas, tidak bisa diikuti oleh orang dibelakangnya. Jejak ibu yang ingin mengajak anaknya hidup benar sesuai Firman Tuhan dirusak oleh iblis, sehingga anak menjadi terhilang. Seberapa kuat pun teladan baik dari ayah, ajaran ibu yang akan mengarahkan si anak, apakah anak akan ikut teladan baik dari ayah. Sebaliknya seberapa kuat pun teladan buruk dari ayah, ajaran ibulah yang akan mengarahkan si anak, apakah anak akan ikut teladan buruk dari ayah atau tidak. Semua bergantung pada ajaran. Dan hal ini menjadi peperangan antara Ibu dengan Iblis. Perebutan generasi ada di tangan Ibu.  Ini semua terbukti pada tabel penelitian kita di atas. Bisa saja si ayah takut akan Tuhan, tetapi si anak bejat , jahat bahkan bengis. Atau sebaliknya bisa saja si ayah jahat, penyembah berhala, bengis, tetapi si anak bisa takut akan Tuhan, semua bergantung pada NAMA IBUNYA IALAH………….
  1. Urutan yang benar pada porsi yang tepat adalah utamakan Takut akan Tuhan sebagai landasan, lalu SQ, baru kemudian EQ, baru kemudian IQ
  2. Berkali-kali Alkitab mencatat, nama ibu daripada seorang raja diberi embel-embel nama ayahnya. Itu artinya seorang ayah berkewajiban mendidik baik anak laki-lakinya ( untuk dipersiapkan menjadi pemimpin di masa datang) , juga bagaimana dia mendidik anak perempuannya dengan baik agar kelak anak perempuannya bisa memberi pengaruh positif pada menantu dan pada cucu laki-lakinya kelak. Dalam kasus ibu daripada raja Ahazia, juga dipaparkan bagaimana seorang laki-laki mendidik sampai pada cucu perempuannya ( Omri ikut memberi didikan pada Atayla cucu Omri), sehingga cucu perempuannya bisa memberi pengaruh pada cucu menantunya kelak.
  3. Berkali-kali Alkitab mencatat, nama daerah tempat ibu berasal, karena Alkitab menggarisbawahi pergaulan sang ibu semasa gadisnya memberi pengaruh kuat di dalam dirinya. Walau beberapa nama berasal dari daerah yang sama, misalnya Yerusalem, namun bisa mencetak pribadi yang berbeda, ada pribadi yang berpengaruh baik pada anaknya, ataupun yang berpengaruh negatif pada anaknya. Seperti kita ketahui Yerusalem itu luas sekali/besar sekali. Tergantung siapa yang jadi teman bergaul si ibu pada masa gadisnya dulu. Apakah teman-temannya takut akan Tuhan, ataukah justru penyembah berhala? Pengaruh dari pergaulan ibu di masa muda, akan mempengaruhi bagaimana cara dia mengajar kepada anaknya.
  4. Pribadi Daud sebagai seorang teladan, menjadi tolok ukur Tuhan untuk jadi standart bagi orang-orang lainnya. Mengapa demikian? Karena Daud seseorang yang pernah hidup, sebuah contoh nyata, bukan dongeng, bukan angan-angan, benar-benar true story, ada biografinya. Dan sebagai teladan, Daud memberi pengaruh yang luas, dia bisa dicontoh oleh siapa saja, baik itu oleh keturunannya secara jasmani ( yang menyebutnya bapa leluhurnya), maupun oleh bangsanya yang pernah dipimpinnya. Terbukti di I Raj 14 : 8 ditulis sbb:
    1. Aku telah mengoyakkan kerajaan dari keluarga Daud dan memberikannya kepadamu, tetapi engkau tidak seperti hamba-Ku DAUD yang tetap mengikuti Aku dengan segenap hatinya dan hanya melakukan apa yang benar di mata-Ku.
    2. Perlu dicatat, bahwa ayat tersebut ditujukan pada Yerobeam, yang bukan dari keluarga Daud, melainkan hanya pegawai daripada Salomo yang memberontak dan jadi raja di wilayah Israel ( Saat itu kerajaan Israel terpecah menjadi dua kerajaan, yaitu kerajaan Israel ( dipimpin raja Yerobeam) dan kerajaan Yehuda- (dipimpin oleh raja Rehabeam bin Salomo))
    3. Sama seperti Paulus mengajak orang orang mengikut dia sama seperti bagaimana dia telah mengikut Kristus
  5. Dalam tabel di atas kita juga bisa simpulkan bahwa SEORANG PEREMPUAN memiliki pengaruh yang besar, entah dalam posisi dia sebagai ibu bagi anak-anaknya, maupun sebagai isteri bagi seorang suami, bahkan sebagai nenek bagi cucu-cucunya Terbukti raja Yoram tidak dituliskan nama ibu dan nama isterinya, namun peran isterinya yang besar dituliskan sangat gamblang. Terbukti raja Asa dituliskan mendapat pengaruh dari neneknya Maakha, namun karena dia bertekad hidup takut akan Tuhan, dia memecat neneknya dari jabatan ibu suri. Terbukti ayah raja Asa tidak takut akan Tuhan (raja Abiam/Abia) namun dia (raja Asa) berhasil lepas dari pengaruh jahat sang nenek. Sedangkan sang nenek (Maakha) bisa jadi mendapat pengaruh didikan negatif dari Absalom- kakeknya ( mertua Uriel- ayah dari Tamar)
  6. Pengaruh besar juga datang dari kerabat dari keluarga isteri. Juga dari yang sedang trend pada jaman itu ( contoh negatif dari raja-raja Israel pada masa itu)- ataupun juga dari contoh nenek moyang mereka yang dulu-dulu. Itu semua tergantung bagaimana ibunya, atau isterinya, atau neneknya mengajar dia untuk mengikuti jejak siapa, apakah jejak Firman Tuhan, apakah jejak ayahnya, apakah jejak bapa leluhurnya, apakah jejak nenek moyangnya ataupun mengikuti trend zaman yang sedang bergolak.
  7. Yekolya atau Zakaria Cuma guru biasa/pembimbing biasa. Kunci utama tetap pada didikan ayah dan ajaran ibu
  8. Ibu daripada raja Ahas tidak dicantumkan namanya. Ibu yang tidak bertindak, akan menghasilkan generasi yang arahnya dipilihkan oleh iblis untuk mengikuti trend dunia
  9. Tidak semua mendapat komentar, ada yang tanpa komentar apa-apa, tapi ada yang mendapat komentar TEPAT SEPERTI ( baik tepat ke arah yang positif, maupun tepat ke arah yang negatif. Masa meniru ada pada masa balita. Cetakan/tiruan dicetak pada masa balita, semua akan terjadi TEPAT SEPERTI- karena hasil ajaran dan didikan pada masa kecil. Ada juga yang mendapat predikat terbaik, ada juga yang mendapat predikat tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri ( bicara mengenai kontrol yang kontinyu dan stabil)

Dari semua ulasan panjang di atas sekali lagi  bisa kita simpulkan:

Bukan tanpa alasan Tuhan memilih Batsyeba

Bukan tanpa alasan Tuhan memilih Salomo dan Natan.

Tuhan tidak pernah iseng-iseng memilih Salomo dari antara banyak sekali anak raja Daud. Karena Salomo mendapatkan ajaran yang luar biasa dari seorang ibu bernama Batsyeba.

Tuhan tidak pernah iseng-iseng memasukkan nama Natan dalam silsilah Yesus Kristus. Bukan sebuah keisengan ataupun salah ketik.

Natan ikut mengecap ajaran daripada Batsyeba.

Karena Batsyeba memberi ajaran yang kuat kepada Salomo, demikian juga kepada Natan.

Natan bisa jadi bin Uria, si orang HET itu, tetapi Natan mengecap ajarah Towrah dari ibunya yang memberi pengaruh sedemikian kuat di dalam dirinya.

Ketika Batsyeba menang melawan Iblis dalam rangka peperangan perebutan generasi (melalui fungsi nya mengajar anak-anaknya Towrah) , pada saat yang bersamaan, baik Salomo maupun Natan direbut bagi kerajaan sorga.

Iblis tidak tinggal diam, dia berusaha merebut Salomo pada masa tuanya, melalui jalur pengaruh buruk dari lingkungan/ pergaulan buruk melalui hubungan suami-isteri.

PENELITIAN TENTANG SALOMO

Salomo satu-satunya anak Daud yang pemberian namanya dituliskan oleh Alkitab jelas-jelas , nama Salomo diberikan oleh ayahnya Daud . Anak-anak Daud lainnya semua namanya disebutkan dalam Alkitab, namun yang mendapat komentar seperti di bawah ini hanya Salomo:

lalu Daud memberi nama Salomo kepada anak itu. II Sam 12: 24

Salomo arti namanya = peace/ damai

Pemberian nama, adalah pemberian identitas, pemberian Visi, pemberian harapan, pemberian destiny, pemberian arahan, pemberian status.

Salomo adalah satu-satunya anak Daud yang mendapatkan nama dari Tuhan.

Jedija= dicintai oleh Yahweh  (II Sam 12: 25)

Salomo dilahirkan dari mama yang mengampuni papa, papa yang pulih hubungannya dengan Tuhan , dan papa yang mau mengasihi mama.

Daud mempersiapkan Salomo sejak masa kecilnya (Amsal 4:4)/ bisa jadi masa batita/balita.

Dan jauh sebelum Salomo lahir, bahkan jauh sebelum Daud mengenal Batsyeba, dan menikahi Batsyeba, Tuhan sudah lama sekali menubuatkan akan adanya keturunan Daud yang mewarisi tahtanya, yaitu melalui anak kandungnya, hal ini dapat kita jumpai di II Samuel PASAL 7:

TUHAN akan memberikan l  keturunan m  kepadamu. 7:12 Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian n  bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, o  dan Aku akan mengokohkan kerajaannya 1 . p  7:13 Dialah yang akan mendirikan rumah q  bagi nama-Ku r  dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. s  7:14 Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. t  Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia u dengan rotan v  yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia. 7:15 Tetapi kasih setia-Ku tidak akan hilang dari padanya, w  seperti yang Kuhilangkan dari pada Saul, x  yang telah Kujauhkan dari hadapanmu. 7:16Keluarga dan kerajaanmu y  akan kokoh z  untuk selama-lamanya a  di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya 2 .” 7:17 Tepat seperti perkataan ini dan tepat seperti penglihatan ini Natan berbicara kepada Daud.

Sedangkan jatuhnya Daud dalam peristiwa Sotoh Istana baru dikisahkan di II Sam PASAL 11

Salomo memiliki keistimewaan, karena diajar oleh ibunya , Batsyeba. Batsyeba bukan ibu rumah tangga biasa, karena dia seorang ibu yang berbeda dari ibu-ibu kebanyakan. Dia adalah seorang ibu yang mengajarkan Taurat Tuhan kepada anak-anaknya, termasuk juga pada Natan, kakak tirinya ( walaupun Salomo dan Kakak tirinya Natan tidak tinggal dalam satu rumah- Amsal 4;4)

Sejak kecil dididik oleh sang ayah yaitu Daud, (simak dalam Amsal pasal 4), betapa pentingnya hikmat itu.

Dan hal ini begitu ditekankan sampai berulang-ulang, dan segala sesuatu yang diulang-ulang pasti akan mengendap di pikiran bawah sadar.

Dalam Amsal pasal 4 : 1- pasal 9: 18 ( semua ayat tersebut adalah perkataan Daud kepada Salomo, yang dituliskan kembali oleh Salomo kepada pembaca- sedang pasal-pasal lain tidak kita bahas- karena kita hanya fokus pada apa yang dikatakan Daud kepada Salomo anaknya)

  1. Kata Ajaran dituliskan 3 Kali, yaitu di Amsal 6: 20, Amsal 6: 23, Amsal 7:2

Kata Ajaran (lebih ke pengenalan akan Firman Tuhan dan bagaimana mempraktekkan/ melakukan Firman Tuhan dalam kehidupan keseharian)

Amsal 6: 20 Hai anakku, peliharalah perintah ayahmu, dan janganlah menyia-nyiakan ajaran ibumu

Amsal 6: 23 Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan

Amsal 7:2 Berpeganglah pada perintahku, dan engkau akan hidup; simpanlah ajaranku seperti biji matamu.

Kata AJARAN ( dalam kedua ayat tadi) = TOWRAH = hukum, taurat, taurat Tuhan, hukum Tuhan, pengajaran Tuhan, ajaran, undang-undang, ketentuan, petunjuk, pengajaranmu, keputusan-keptutusan.

Jadi pengajaran yang dari Batsyeba kepada Salomo adalah pengajaran Taurat Tuhan/ Firman Tuhan ( Amsal 6:20) dan ini juga tugas Daud mengajarkannya pada Salomo (Amsal 7:2) .  Sedangkan Daud lebih menekankan pada memberi perintah dari seorang ayah untuk si anak melakukan Firman Tuhan itu, pemberian disiplin/ didikan/ teguran  dari seorang ayah agar si anak jadi pelaku Firman Tuhan.

  1. Kata Didikan ditulis 3 kali , yaitu di Amsal 4: 13, Amsal 5: 12, Amsal 5: 23

Kata Didikan  (karakter / SQ)   menggunakan kata MUWCAR yang artinya:

didikan, hajaran, penghajaran, menghajar, teguran, kecaman, tegoran, didikanku, mendidik, peringatan, instruction, correction, discipline, doctrine

Amsal 4: 13 Berpeganglah pada didikan, janganlah melepaskannya, peliharalah dia, karena dialah hidupmu.

Amsal 5: 12 Lalu engkau akan berkata: “Ah, mengapa aku bendi kepada didikan, dan hatiku menolak teguran;

Amsal 5: 23 Ia mati karena tidak menerima didikan dan karena kebodohannya yang besar ia tersesat.

  1. Kata Pengertian ditulis sebanyak 6 kali, yaitu di Amsal 4:5, Amsal 4:7, Amsal 7:4, Amsal 8:14, Amsal 9:6, Amsal 9:10

Kata Pengertian (IQ/ kecerdasan Kognitif) ini meggunakan kata BIYNAH yang artinya:

Pengertian, akal budi, mengerti, berakal budi, bermakna, benar-benar, kearifan, memahami, diperhatikannyala, understanding, wisdom, knowledge, meaning, perfectly, understand

  1. Kata Hikmat ditulis sebanyak 12 kali, yaitu di Amsal 4:5, Amsal 4:6, Amsal 4:7, Amsal 4:7, Amsal 4: 11, Amsal 5:1, Amsal 7:4, Amsal 8:1, Amsal 8:11, Amsal 8:12, Amsal 9:1, Amsal 9:10

Kata Hikmat (EQ/ kecerdasan emosi)  ini menggunakan kata  chokmah yang artinya:

Hikmat, kebijaksanaan, keahlian, hikmatmu, bijaksana, ahli, berkeahlian, pandai, bijak, widdom, wisely, skilful man

Kesimpulan:

Daud sangat menekankan pada Salomo untuk memiliki yang namanya HIKMAT ( EQ) , 12 kali dikatakan,

kemudian berikutnya baru PENGERTIAN (IQ), 6 kali dikatakan,

dan yang terakhir barulah Didikan (SQ), 3 kali dikatakan,

yang semuanya itu dilandaskan pada didikan dan ajaran agar Salomo jadi pelaku Firman Tuhan – 3 X dikatakan.

Terbukti di kemudian hari, Salomo menjadi orang yang luar biasa pandainya,

Dimensi kecerdasan Salomo:

  1. wordsmart; menciptakan 3000 amsal
  2. people smart; pandai menjalin hubungan politik luar negri, sehingga mendatangkan banyak upeti
  3. picture smart; Salomo mendesign sendiri Bait Allah dan istananya yang sangat megah I raj 6: 38
  4. music smart, karna salomo juga menggubah lagu sejumlah 1005 lagu ( I Raj 4: 32)
  5. nature smart , ahli flora dan fauna ( I Raja 4: 33)

 

Hikmat Salomo yang luar biasa itu dikatakan oleh Alkitab melebihi hikmat segala bani TIMUR dan melebihi segala hikmat orang MESIR I Raj 4: 30, bahkan dikatakan hikmat dan pengertian yang amat besar, serta akal yang luas seperti dataran pasir di tepi laut I Raj 4: 29

Hikmat Salomo diakui ratu negri Syeba Mat 12: 42, Luk 11:31, I Raj 10:4, II Taw 9:3

Kekayaan Salomo dan hikmat Salomo tiada tandingnya II Taw 9:22

Salomo sangat termasyur/ terkenal I Raj 10: 23, dibukukan I Raj 11:41. II Taw 9: 23

Salomo mendapatkan upeti dari semua raja-raja di bumi I Raj 4; 34

Hikmat atas Salomo mendatangkan damai antara Hiram dan Salomo I Raj 5: 12

Oleh karna Daud menekankan pentingnya mengejar yang namanya hikmat itu, hasrat untuk memburu hikmat itu tertanam di pikiran bawah sadar Salomo, oleh karena itu saat Tuhan menjumpai Salomo di gelombang theta/ pikiran bawah sadar, dalam mimpinya, maka secara spontan Salomo menjawab pertanyaan Tuhan dengan meminta hikmat, dan bukan meminta yang lain seperti kekayaan, kehormatan dan kejayaan, atau nyawa musuh.

Amsal 1: 7

Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan (IQ) , tetapi orang bodoh menghina hikmat (EQ) dan didikan (SQ)

Jika ayat ini dihubungkan dengan Amsal 22:4 ditulis bahwa :

Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah: kekayaan, kehormatan dan kehidupan

Dari dua ayat ini dapat disimpulkan bahwa:

pengetahuan (IQ) mendapat ganjaran kekayaan,

hikmat (EQ) mendapat ganjaran kehormatan,

serta didikan (SQ)  mendapat ganjaran kehidupan.

Membedah I Raja-raja 3: 1-15

Salomo sangat rendah hati, Salomo menyadari bahwa ia membutuhkan kasih karunia Tuhan, ia menyadari sepenuhnya bahwa ia sangat terbatas dalam hal pengalaman, ia masih sangat muda dan belum sempat memakan asam garam sebanyak ayahnya, dan ia menyadari tugas yang ia emban bukanlah tugas yang ringan.

Salomo tidak tergiur dengan kekayaan, ketenaran, kejayaan, pembalasan terhadap musuh …Sebagai raja yang masih sangat muda, Salomo menyadari, bahwa ia membutuhkan HIKMAT.

Saat Tuhan menjumpainya pertama kali,  di alam mimpi , alam pikiran bawah sadar, yang diminta Samolo kepada TUHAN adalah HIKMAT, yang mana hikmat ini bisa berfungsi untuk (ayat 9) :

  1. faham untuk menimbang perkara untuk menghakimi umat Tuhan
  2. dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat

Orang yang berhikmat (EQ) mempunyai 2 aspek (ayat 9):

  1. kecerdasan dalam mengambil keputusan yang tepat
  2. kecerdasan dalam mengelola emosi yang nantinya juga bila dilatih terus akan menghasilkan karakter positif

Level yang diminta Salomo hanyalah level EQ, bukan sampai level tertinggi SQ, oleh karena itu, upah yang Tuhan berikan adalah:

  • hikmat (EQ)
  • pengertian (IQ) – tidak diminta Salomo, tetapi diberikan oleh Tuhan.
  • kekayaan (upah dari IQ)
  • dan kemuliaan (upah dari EQ)
  • dalam standart yang luar biasa.

tetapi soal upah UMUR PANJANG / kehidupan sebagai upah dari SQ (level tertinggi) (Amsal 22:4)  nanti dulu, ada syarat yang Tuhan minta, yaitu jika mau hidup taat pada Tuhan ( karakter/SQ/ yang diperoleh dari didikan)

Orientasi hidup Salomo dalam I Raja 3: 3 adalah menunjukkan kasihnya kepada Tuhan dengan hidup menurut ketetapan-ketetapan Daud, ayahnya, dalam hal ini Salomo belum memiliki pengenalan pribadi dengan Tuhan.

I Raj 3: 3 Dan Salomo menunjukkan kasihnya kepada TUHAN dengan hidup menurut ketetapan-ketetapan DAUD, ayahnya;

tetapi di ayat 14, Tuhan menegaskan, bahwa tidak cukup bagi Tuhan bahwa Salomo hanya mengikuti jejak Daud dalam pengenalannya akan Tuhan, Tuhan menginginkan Salomo memiliki pengenalan akan Tuhan secara langsung, dan secara pribadi, tidak melalui ayahnya, tidak hidup di bawah bayang-bayang sang ayah.

I Raj 3: 14 Dan jika engkau hidup menurut jalan yuang Kutunjukkan dan tetap mengikut segala ketetan dan perintah-Ku, sama seperti ayahmu Daud, maka Aku akan memperpanjang umurmu.

Level SQ tidak bisa dipelajari seperti kita berguru pada seorang guru, belajar tentang ilmu flora dan fauna, misalnya.

Level SQ hanya didapat secara pribadi dengan Tuhan, tidak bisa melalui perantara.

Peranan Daud tetap ada, tetapi bukan sebagai perantara antara Salomo dengan Tuhan, melainkan sebagai standart/teladan/ role model / hidup -yang intim dengan Tuhan – saja.

Perhatikan , untuk mencapai level SQ diperlukan didikan, pembentukan karakter sehingga serupa Kristus, dan hal itu hanya bisa diraih dengan cara bergaul intim dengan Tuhan, pengenalan dengan Tuhan setiap hari, dan jangan hanya dari kata orang saja kita mengenal Tuhan ( Ayub 42:5).

Tuhan menampakkan diri kepada Salomo untuk kedua kalinya dalam I Raj 9: 1-25

9:1 Ketika Salomo selesai r  mendirikan rumah TUHAN dan istana raja dan membuat segala yang diinginkannya, 9:2 maka TUHAN menampakkan diri s  kepada Salomo untuk kedua kalinya seperti Ia sudah menampakkan diri kepadanya di Gibeon. 9:3 Firman TUHAN kepadanya 1 : “Telah Kudengar t  doa dan permohonanmu yang kausampaikan ke hadapan-Ku; Aku telah menguduskan rumah yang kaudirikan ini untuk membuat nama-Ku u  tinggal di situ sampai selama-lamanya, maka mata-Ku v  dan hati-Ku akan ada di situ sepanjang masa. 9:4 Mengenai engkau, jika engkau hidup di hadapan-Ku sama seperti Daud, w  ayahmu, dengan tulus hati x  dan dengan benar, dan berbuat sesuai dengan segala yang Kuperintahkan kepadamu, dan jika engkau tetap mengikuti segala ketetapan dan peraturan-Ku, y  9:5 maka Aku akan meneguhkan z  takhta kerajaanmu atas Israel untuk selama-lamanya seperti yang telah Kujanjikan kepada Daud, ayahmu, dengan berkata: Keturunanmu takkan a  terputus dari takhta kerajaan Israel. 9:6 Tetapi jika kamu ini dan anak-anakmu berbalik b  dari pada-Ku dan tidak berpegang pada segala perintah dan ketetapan-Ku yang telah Kuberikan kepadamu, dan pergi beribadah kepada allah c  lain dan sujud menyembah kepadanya, 9:7 maka Aku akan melenyapkan orang Israel dari atas tanah d  yang telah Kuberikan kepada mereka, dan rumah yang telah Kukuduskan bagi nama-Ku e  itu, akan Kubuang 2 dari hadapan-Ku, maka Israel akan menjadi kiasan f  dan sindiran g  di antara segala bangsa. 9:8 Dan rumah ini akan menjadi reruntuhan, sehingga setiap orang yang lewat akan tertegun, h  bersuit, dan berkata: Apakah sebabnya TUHAN berbuat yang demikian kepada negeri ini dan kepada rumah ini? i  9:9 Maka orang akan berkata: j  Sebab mereka meninggalkan k  TUHAN, Allah mereka, yang membawa nenek moyang mereka keluar dari tanah Mesir dan sebab mereka berpegang pada allah lain dan sujud menyembah kepadanya dan beribadah kepadanya. Itulah sebabnya TUHAN mendatangkan segala malapetaka l  ini ke atas mereka.”

Dalam peristiwa ini, Tuhan memberi peringatan pada Salomo untuk mendidik anak-anaknya hidup takut akan Tuhan, (ay 6), Tuhan juga berpesan agar Salomo hidup taat pada Tuhan dan apabila mereka meninggalkan Tuhan serta menyembah berhala, maka akan ada hukuman.

Beralih ke I Raj 11: 1-13

Tuhan murka pada Salomo, karena Tuhan telah dua kali menampakkan Diri-Nya pada Salomo, dan Tuhan juga sudah memberi peringatan kepadanya, tetapi Salomo melanggar perjanjiannya  dengan Tuhan.

11:1 Adapun raja Salomo mencintai banyak perempuan q  asing 1 . Di samping anak Firaun ia mencintai perempuan-perempuan Moab, Amon, r  Edom, Sidon dan Het, 11:2 padahal tentang bangsa-bangsa itu TUHAN telah berfirman kepada orang Israel: “Janganlah kamu bergaul s  dengan mereka 2  dan merekapun janganlah bergaul dengan kamu, sebab sesungguhnya mereka akan mencondongkan hatimu kepada allah-allah mereka.” Hati Salomo telah terpaut kepada mereka dengan cinta. 11:3 Ia mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik; t  isteri-isterinya itu menarik u  hatinya dari pada TUHAN11:4 Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah v  lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut w  kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya 3 11:5 Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, x  dewi orang Sidon, dan mengikuti Milkom 4 , y  dewa kejijikan sembahan orang Amon, 11:6 dan Salomo melakukan apa yang jahat z  di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya. 11:7 Pada waktu itu Salomo mendirikan bukit pengorbanan bagi Kamos, a  dewa kejijikan sembahan orang Moab, di gunung di sebelah timur b  Yerusalem dan bagi Molokh, c  dewa kejijikan sembahan bani Amon. 11:8 Demikian juga dilakukannya bagi semua isterinya, orang-orang asing itu, yang mempersembahkan korban ukupan dan korban sembelihan kepada allah-allah mereka. 11:9 Sebab itu TUHAN menunjukkan murka-Nya kepada Salomo, sebab hatinya telah menyimpang dari pada TUHAN, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri d kepadanya, 11:10 dan yang telah memerintahkan kepadanya dalam hal ini supaya jangan mengikuti allah-allah lain, e  akan tetapi ia tidak berpegang pada yang diperintahkan f  TUHAN. 11:11 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Salomo: “Oleh karena begitu kelakuanmu, yakni engkau tidak berpegang pada perjanjian dan segala ketetapan-Ku g  yang telah Kuperintahkan kepadamu, maka sesungguhnya Aku akan mengoyakkan h  kerajaan itu dari padamu 5  dan akan memberikannya kepada hambamu. 11:12 Hanya, pada waktu hidupmu ini Aku belum mau melakukannya oleh karena Daud, i  ayahmu; dari tangan anakmulah Aku akan mengoyakkannya. 11:13 Namun demikian, kerajaan itu tidak seluruhnya akan Kukoyakkan dari padanya, satu suku j  akan Kuberikan kepada anakmu oleh karena k  hamba-Ku Daud dan oleh karena Yerusalem yang telah Kupilih. l 

Seharusnya perjumpaan dengan Tuhan itu sangat berkesan, dan merupakan peristiwa yang tidak mungkin terlupakan, melekat di pikiran bawah sadar.  Semua pesan Tuhan, dalam dua kali Tuhan menampakkan diri itu, seharusnya menjadi bagian yang sangat terpatri dalam sanubari Salomo.

Lalu mengapa Salomo sampai meninggalkan Tuhan dan menyembah berhala?

(ayat 2-3)

istri-istri Salomo yang menyembah berhala itu menarik hatinya lebih daripada Tuhan.

Inilah cara dunia. Kesenangan seks bebas / polygami, dan pergaulan  yang buruk merusak kebiasaan yang baik. I Kor 15:33.

Semua kebiasaan buruk dari teman/istri/sahabat, dll yang tidak seturut Firman Tuhan, adalah pergaulan buruk yang terus menerus  diulang-ulang dan mengendap di pikiran bawah sadar, bisa saja menumpuki memory perjumpaan dengan Tuhan di masa yang dulu.

Jumlah penyembahan Salomo kepada Tuhan, terlalu jarang dan sedikit sekali , ( I Raj 9:25) yaitu hanya tiga kali (bukan dalam sehari- melainkan) setahun. Bandingkan dengan Daud, Maz 5: 4, Daud menghadap Tuhan setiap pagi. Bahkan Daud 7 kali dalam sehari, dia memuji-muji Tuhan Maz 119: 164.

Kesimpulan : sekalipun seseorang pernah melihat Tuhan menampakkan diri, bahkan sampai dua kali, dan menjadi pengalaman yang tak terlupakan seumur hidup, akan tetapi apabila tidak membangun gaya hidup seturut Firman Tuhan, dengan bergaul intim setiap hari dengan Tuhan, kemurtatan bukan menjadi hal yang aneh.

Beralih ke I Raja 12; 1-24

Rehabeam , anak Salomo menjadi raja menggantikan ayahnya. Lihatlah dalam perikop ini. Kegagalan Salomo dalam mendidik Rehabeam (I Raj 9:6), menyebabkan starting point Salomo yang mana sanggup membuat orang Israel tercengang saat ia memberi keputusan mengenai 2 orang wanita yang memperebutkan seorang bayi, dalam sebuah kasus tanpa saksi mata ini, sangat berbeda dengan starting point sang anak, Rehabeam , yang tidak mau mendengar nasehat orang lain, sehingga dengan menaikkan pajak, kerajaan Israel menjadi pecah.

Rehabeam sama sekali tidak memiliki kecerdasan Hikmat (EQ) seperti sang ayah.

Ingat, orang yang berhikmat : mampu mengambil keputusan yang tepat dan mampu mengelola emosinya dengan baik.

Sangat berbeda sekali dengan Ester yang memiliki kecerdasan EQ tinggi, mau mendengar nasehat Mordekai, dan mampu mengambil keputusan yang tepat.

Kesimpulan dari ulasan panjang ini adalah:

  1. didik anak-anak, persiapkan mereka seperti Daud mempersiapkan Salomo, sejak kecil, didik mereka.
  2. tanamkan pentingnya didikan (SQ) lebih daripada EQ dan IQ. (dalam hal ini Daud, lebih menekankan EQ pada Salomo)
  3. SQ harus diraih dengan cara pergaulan pribadi dengan Tuhan. Sebagai orang tua tidak boleh jadi juru bicara antara anak dan Tuhan, kita harus bawa anak-anak alami Tuhan secara pribadi, tetapi tetap hidup kita jadi teladan.
  4. kegagalan Salomo adalah:
    • peristiwa Tuhan menampakkan diri padanya sampai 2 kali, tergeser dari hidupnya. Semuanya tergeser gara-gara pergaulannya dengan para isterinya yang notabene penyembah berhala lebih karib daripada pergaulannya dengan Tuhan.
    • Tidak membangun gaya hidup pergaulan yang erat dengan Tuhan
    • Kegagalan mendidik anak, karna gagal meninggalkan teladan hidup ‘mengikut Tuhan dengan sepenuh hati”

Melihat akhir kehidupan Salomo yang seperti ini, muncul sebuah pertanyaan :

Apakah Daud dan Batsyeba tergolong gagal mempersiapkan Salomo?

Tidak juga, karena terbukti Salomo menjadi seorang raja yang sangat luar biasa hebat. Dan nama Salomo tercantum dalam silsilah Yesus Kristus, bukan nama-nama Amnon, Absalom, Adonia.

Tugas Daud dan Batsyeba telah selesai, maka Salomo memiliki tugasnya sendiri atas hidupnya sendiri dan hidup keturunannya.

Sebagus-bagusnya Daud dan Batsyeba mempersiapkan Salomo, tetap pilihan kehidupan dijalani oleh orang yang bersangkutan.

Bukankah Tuhan sendiri turun tangan, menampakkan diri-Nya pada Salomo sebanyak 2 kali? Apakah usaha Tuhan ini juga bisa kita katakan gagal?

Tidak juga. Keputusan untuk bertobat ada di tangan Salomo sendiri.

Sama seperti pertanyaan ini; Apakah Yesus gagal memuridkan Yudas Iskariot?

Tidak juga.

Yudas mendapatkan pengajaran, kasih, teguran dan kesempatan yang sama dengan semua murid Yesus yang  lainnya. Tetapi keputusan untuk bertobat ada di tangan Yudas sendiri.

Tuhan Yesus telah selesai dengan tugasnya atas hidup Yudas, dan Yudas juga punya tugasnya sendiri atas hidupnya.

PENELITIAN TENTANG PRIBADI NATAN

Natan adalah pribadi yang sangat beruntung.

Dia memiliki ayah seorang Het yang telah bertobat. Ayahnya juga seorang pahlawan yang setia. Natan sangat beruntung juga karena dia dilahirkan dalam masa-masa ketika ayahnya telah mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan dalam hidupnya. Terbukti kata pertama yang Alkitab catat keluar dari bibir ayahnya adalah kata TABUT.  Walaupun dia orang Het, karena ayahnya Het, ayahnya tidak pernah mengajarkan kepadanya tentang bagaimana menyembah dewa dewa Het, melainkan ayahnya selalu memberinya kebanggaan bagaimana menjadi Israel sejati, menyembah Tuhan yang benar dan menjadi pengikut Tuhan sejati, setia sampai akhir.  Bisa saja ayahnya sering menceritakan pada ibunya bagaimana pengalaman di medan laga, bagaimana pengalamannya melihat perpindahan Tabut Tuhan itu, bagaimana kekagumannya pada sosok Nabi Natan yang tersohor pada zaman itu, sampai-sampai nama dirinya pun sama dengan nama nabi itu, bagaimana ketakjubannya pada sikap raja Daud yang mengangkat Mefiboset menjadi anggota keluarga kerajaan. Dan bisa saja semua percakapan itu masuk juga termemori dalam diri anak-anak mereka, termasuk dalam memori hati Natan.

Dia mungkin saja jarang berjumpa dengan ayahnya karena ayahnya sering ada di medan laga.

Namun Natan bertumbuh dalam didikan seorang ibu bernama Batsyeba. Seorang ibu yang luar biasa. Seorang ibu yang memperkenalkan kepada ayah Natan, Uria, serta memperkanalkan kepada kakak-kakaknya Syamua dan Sobab, juga kepada dirinya sendiri, bagaimana harus mematuhi hukum hukum Taurat, titah-titah Tuhan, bagaimana mencitai Tuhan dengan segenap hati, bagaimana memiliki hati yang melimpah dalam mengasihi Tuhan dan sesama. Memiliki ibu yang seperti ini tentunya merupakan berkat berikutnya yang tidak ternilai dalam hidup Natan. Bisa jadi diam-diam Natan berjanji dalam sanubarinya yang terdalam kelak akan memperisteri orang Israel, dan tidak pernah bercita-citakan memiliki isteri seorang HET.

Sebagai anak orang HET, tentunya Natan tidak boleh terlibat secara politik, tidak mungkin bisa menjadi raja  (Ulangan 17:15). Boleh-boleh saja Natan jadi orang HET yang menggabungkan diri menjadi warganegara Israel, bangsa pilihan Allah, seperti keputusan ayahnya, Uria, namun tetap saja tidak diperkenankan menjadi raja, ada batasan-batasan tertentu untuk bisa mendekati kursi pemerintahan ataupun kursi kerajaan, atau bahkan keluarga kerajaan. Bahkan kemungkinan-kemungkinan seperti itu  tidak akan mungkin menghampiri pikiran daripada Syamua, Sobib dan Natan. Sangat jauh dari angan-angan mereka, walau kakek buyut mereka, Ahitofel, adalah  orang penting di kerajaan , penasihat kerajaan, sahabat raja Daud, walau kakek mereka, Eliam juga adalah seorang gagah perkasa, seorang pahlawan negara, prajurit raja Daud, namun semua itu tidak boleh menjadi mimpi mereka, karena ibu mereka menikah dengan orang HET.

Kakeknya, kakek Eliam, juga adalah seorang tentara dan pahlawan dari raja Daud, raja yang memerintah Israel pada zaman itu, seorang raja yang terkenal. Namun besar kemungkinan Natan jarang bertemu dengan kakeknya. Bisa jadi, Ibunya, Batsyeba mengalami keterpisahan dengan kerabatnya, kakeknya serta kakek buyutnya Ahitofel. Mereka bisa jadi jarang terlihat akrab atau saling berkunjung

Ahitofel, kakek buyutnya adalah orang terkenal, karena dia adalah seorang penasihat istana kerajaan. Bisa jadi ibunya sering bercerita kepadanya siapa kakeknya dan siapa kakek buyutnya, namun semua karier kerajaan itu tidak bisa diteruskan olehnya dan oleh kakak-kakaknya karena ayahnya bukan orang Israel asli, melainkan hanya orang Het yang menggabungkan diri menjadi bangsa Israel.

Di usianya yang kita tidak tahu berapa tahun, terjadi prahara dalam keluarganya. Tiba-tiba ada kabar kematian ayahnya di medan laga. Hari-hari perkabungan tentu menyesakkan dada. Ada rasa keterasingan yang lebih hebat, karena ketika ayahnya meninggal, yang tertinggal dalam identitasnya hanyalah bahwa dia keturunan orang HET. Masih mendingan ketika ayahnya masih hidup, ada embel-embel ‘walau orang Het, papanya itu tentara lho…pahlawan negara kita…’ Tetapi setelah ayahnya meninggal, bisa jadi orang hanya menyisakan kalimat ini ‘ dia anak orang Het’.

Hari-hari perkabungan itu diisi dengan kedukaan yang mendalam pada Batsyeba, ibunya. Juga pada kakak-kakaknya serta pada dirinya.

Namun setelah hari perkabungan itu berakhir, ibunya Batsyeba diboyong ke istana. Dia tidak bisa lagi dekat seperti dulu lagi dengan ibunya. Sejak itu mereka tinggal terpisah. Walaupun mungkin mereka semua tinggal di lingkungan istana kerajaan, namun ada keterlisahan rumah antara dirinya dengan ibunya (Amsal 4:4)  Dan sejak itu Natan beserta ketiga kakaknya diangkat anak menjadi anak raja Daud. Sah secara hukum. Bisa jadi Akte kelahiran mereka yang dulunya bertuliskan Natan bin Uria orang Het, sudah tidak berlaku, karena dalam akte adopsinya yang baru bertuliskan Natan menjadi anak daripada raja Daud. Bisa jadi semua dokumen yang masih menyisakan tulisan Syamua bin Uria orang Het, Sobab bin Uria orang Het, Natan bin Uria orang Het, dihapus dari peredaran dan diganti dengan dokumen baru :Syamua anak Daud, Sobab anak Daud, Natan, anak Daud. Dan nama ibunya tetap, Batsyeba. Nama itu tetap tertera dalam semua dokumen mereka.

Oleh karena itu di Alkitab tidak satu pun menuliskan Natan bin Uria orang HET. Sekali Daud mengadopsi mereka menjadi anak angkatnya, semua jejak HET- telah dihapus dari dokumen sejarah mana pun, telah dihapus dari dokumen apa pun. Tidak ada lagi jejak HET dari hidup mereka.

Sejak saat itu, sejak mereka bertiga diadopsi menjadi anak raja, mereka bertiga juga berhak atas warisan raja, berhak atas kedudukan sebagai anak raja, berhak diperlakukan sebagai anak raja. Sejak saat itu mereka diperlakukan khusus sebagai anggota keluarga kerajaan, baik makanan mereka, baju serta semua keperluan pendidikan mereka,semua diatur. Setiap bertemu raja Daud, Natan dan kedua kakaknya pun memanggilnya “Papa..!”. Aneh memang, tetapi itulah yang terjadi, kini mereka memiliki sosok papa yang baru, papa Daud.

Ibunya pun hamil dan setelah anak itu lahir, adik Natan ini meninggal dunia. Bisa jadi Natan pun tidak pernah tahu ini adik kandungnya atau adik tirinya, dan adik bayi mungil ini sebelum sempat diberi nama sudah meninggal.

Ibunya hamil lagi dan memberinya seorang adik bernama Salomo. Adik tirinya Salomo ini pun dibesarkan di istana dan tinggal bersama ibunya  Batsyeba dan ayah angkatnya raja Daud.

Saat ada pemberontakan kakak Absalom pada papa Daud, mereka semua mengungsi, keluar dari Yerusalem, maka bisa jadi Syamua , Sobib serta dirinya sendiri ikut mengungsi bersama papa Daud. (II Sam 15:16). Mereka semua terlindungi dengan aman oleh semua keputusan papa Daud. Hanya 10 gundik yang ditinggalkan menjaga istana, tetapi semua anak-anak raja, termasuk mereka yang hanya anak angkat, serta semua anak-anak dari gundik-gundik, semua ikut mengungsi bersama papa Daud. Selama Daud ada dalam perlindungan Tuhan, mereka  pun tetap ada dalam rombongan yang ada dalam perlindungan Tuhan.

Sebuah prahara terjadi lagi, saat dalam pelarian dari pemberontakan kakak Absalom inilah, Natan dan kakak-kakaknya mendengar kabar kalau kakek buyut mereka, yaitu Kakek buyut Ahitofel, memihak pada kakak Absalom dan pada akhirnya bunuh diri.

Tergantung  pada umur Natan saat itu, jika dia sudah remaja atau pemuda bisa jadi dia mengerti semua latar belakang mengapa kakeknya bunuh diri, namun jika dia masih kecil, tentu terlalu dini untuk dia bisa mengerti akan apa yang terjadi dalam keluarga kerabat dari ibunya ini.

Saat adik tiri mereka Salomo dinobatkan menjadi raja, Natan sadar sepenuhnya, walaupun mereka bertiga, dia dan kakak-kakaknya lahir dari rahim yang sama, yaitu ibu Batsyeba, dibesarkan dalam didikan yang sama, dan telah diangkat menjadi anak angkat papa Daud, toh dia tidak perlu iri, karena jauh sebelum papa Daud mengenal mama Batsyeba, Tuhan sudah berjanji tentang anak kandung daripada Daud yang akan menjadi pewaris tahtanya, sedang mereka bertiga kan hanya anak angkat, bukan anak kandung, dan lagian, nama adik Salomo yang disebut-sebut oleh papa Daud dalam sumpahnya kepada mama Batsyeba bahwa anak dari mamalah yang akan menjadi pewaris tahta dan lebih jelasnya lagi dik Salomolah yang akan menjadi raja menggantikan papa.

Bisa jadi beginilah isi hati Natan dan kakak-kakaknya.

Nggak usah deh mimpi jadi raja menggantikan papa Daud.

Sudah diangkat menjadi anak papa Daud saja bagi kami bertiga sudah sangat luar biasa berkat. Sejak itu orang –orang tidak ada yang berani-berani menyebut kata HET pada kami, tidak ada yang berani-berani mengejek kami dengan kata-kata ‘kamu anak orang HET, bangsa kafir !’ Hidup kami terjamin dengan standart tertinggi di negeri ini, standart kerajaan.

Ini semua adalah anugrah yang luar biasa buat kami. Kami adalah anak orang HET yang diangkat menjadi anak raja Israel, bangsa pilihan Allah. Sungguh suatu kehormatan yang luar biasa.

Rasa rindu pada papa Uria memang kadang menghantui kami, namun aku bertekad untuk mendidik anak-anak ku kelak, meneruskan iman papa, tekad papa, pengajaran papa, dan aku akan mencari isteri orang Israel, dan itu syarat juga buat anak-anak cucu kami , harus menikah dengan orang Israel, tidak boleh tidak. Jangan berpaling lagi pada HET, penyembah berhala.

Kelak di kekekalan bisa jadi Natan dan Uria sangat terkejut, karena nama Natan bisa masuk dalam daftar silsilah Yesus Kristus menurut versi kitab Lukas.

Suatu kehormatan yang luar biasa. Ada rasa haru yang dalam. Bahwasannya Tuhan tidak memandang ke HET-an mereka secara darah kebangsaan yang  mengalir dalam tubuh mereka, melainkan Tuhan ternyata memandang hati mereka yang mau jadikan Allah Israel sebagai Tuhan mereka, sama seperti Rut juga berkata demikian kepada Naomi, mertuanya, bahwa Allahmulah Allahku, Bangsamulah bangsaku, dan nyata benar bahwa Tuhan ternyata menghargai iman mereka kepada Allah yang hidup yang sama dengan iman Abraham, oleh karena itu mereka juga disebut anak-anak Abraham berdasarkan iman, walaupun bukan berdasarkan keturunan secara genetika.

Waaauuuuuuuuuuuu, suatu anugrah yang luar biasa !

Mengapa bukan anak Daud yang lainnya…bukankah anak kandung Daud banyak, tidak hanya Salomo saja?
Bisa jadi karena anak-anak Daud yang lainnya, anak kandung yang lainnya , tidak ada yang bisa masuk nominasi berlakunya pola 3 generasi ini, hanya Syamua, Sobib dan Natan saja.

Bisa jadi karena Natanlah yang terpilih karena dia produk dari ayah yang telah dipulihkan, sedang Syamua dan Sobib masih merupakan produk seorang ayah yang masih kafir, belum jadi penyembah Allah Israel, Allah yang benar dan hidup !

Pola 3 generasi kuncinya di tangan Ibu, karena perebutan generasi ada di tangan ibu sebagai seorang pengajar (Kej 3: 15)- dan kriteria ini tidak masuk pada isteri isteri Daud yang lainnya.

Betapa beruntungnya Natan ini. Hidupnya mendapat limpahan dari ayah dan bundanya, dan ayah angkatnya.

Bisa jadi pola 3 generasi ini justru berhasil lewat garis Natan ini. Memang Alkitab tidak menuliskan apa-apa mengenai bagaimana Natan mendidik anaknya, dan bagaimana anak-anaknya mendidik cucu-cucunya, dan itu terus turun temurun sampai ke NERI, keturunan Natan yang ada di pembuangan yang kemungkinan besar menjadi ayah angkat daripada Sealtiel. Bagaimana Neri, yang notabene keturunan HET- karena berasal dari garis keturunan Natan bin Uria, yang telah diangkat anak oleh Daud, bermurah hati mengasuh Sealtiel bin Yekhonya. Bisa jadi pengasuhan Neri pada Sealtiel bin Yekhonya ini karena ayah Sealtiel , raja Yekhonya hanya memerintah selama 3 bulan, dan setelah itu dia masuk dalam kurungan/ jadi tahanan politik.

(Renungkanlah hal sbb: Silsilah versi kitab Lukas, semuanya menuliskan nama pria, tidak ada nama perempuan satu pun dalam silsilah ini- itu artinya semua menggunakan garis keturunan patrilineal/garis ayah.

Jika Daud mengangkat anak Natan bin Uria orang HET, otomatis anak daripada Natan, yaitu Matata bin Natan bin Uria, cucu daripada Natan, yaitu Mina bin Matata, bin Uria, dst , otomatis darah yang mengalir dalam tubuh mereka tetap darah HET. Namun apabila mereka menikah dengan orang Israel, gadis-gadis Israel, mereka sebenarnya berdarah campuran, antara Israel dengan Het, persis seperti Natan yang mendapatkan darah Het dari ayahnya dan darah Israel dari ibunya. )

Pada kelanjutannya Sealtiel ini memperanakkan Zerubabel.

Nama Zerubabel sama-sama ada tertulis di dua silsilah baik versi Matius maupun versi Lukas.

Nah yang unik di sini, dari titik Zerubabel kembali menghasilkan nama-nama dalam deret nama yang tidak sama antara anak cucu Zerubabel yang turun terus sampai ke Yusuf pada silsilah versi Matius, dengan nama-nama anak cucu Zerubabel yang turun terus sampai ke Eli- ayah Maria..??

Apakah hal ini dikarenakan harus ada terus POLA 3 GENERASI yang terus menerus sampai ditelusuri berujung ke Adam dan ke Allah, sebagai pola teladan manusia ?? CiptaanNya??

Pola 3 generasi yang gagal melalu garis Salomo, apakah hal ini lantas membuat Tuhan membangkitkan pola 3 generasi yang terus berjalan lewat Natan, walau Natan adalah produk dari anak rohani, bukan anak secara genetika?

Lihatlah bagaimana Maria..ibu Yesus begitu mudah dibentuk dan mudah untuk taat, dan begitu mudah diajak bekerja sama, dalam hitungan menit, langsung berkata YA, pada panggilan Tuhan dalam hidupnya, menyadari sepenuhnya bahwa dia adalah HAMBA TUHAN. Apakah ayah daripada Maria, Eli, sangat menekankan bahwa kita ini adalah Hamba Tuhan…?? Kamu adalah Hamba Tuhan….?? Kita harus hidup sebagai Hamba Tuhan yang setia dan taat pada Tuhan, tak ubahnya seperti contoh yang pernah diteladankan oleh Daud..???

PENELITIAN TENTANG DAUD

Kedua silsilah Yesus Kristus melewati satu garis nama ini, yaitu nama DAUD.

Tidak hanya itu saja, nama Daud selalu disangkut-sangkut pautkan dengan raja-raja kerajaan Yehuda yang menjadi raja sesudah dia. Apakah si raja ini hidup seperti Daud bapa leluhurnya atau tidak. Bagaimana standartnya, apakah ‘tepat seperti’ atau tidak. Semua bertolak ukur kepada dirinya.

Semua raja-raja Yehuda sesudah dirinya, adalah keturunan Daud, mulai dari Salomo, raja Rehabeam..dan seterusnya, itu adalah anaknya (raja Salomo), cucunya (raja Rehabeam) dan cicitnya (raja Abia), anak dari cicitnya, dan seterusnya.

Pola 3 generasi bertautan dengan ayat sbb:

Yoel 1;3

Ceritakanlah tentang itu kepada anak-anakmu,

(GENERASI PERTAMA KEPADA GENERASI KEDUA- AYAH KEPADA ANAK) 

dan biarlah anak-anakmu menceritakannya kepada anak-anak mereka,

(GENERASI KEDUA KEPADA GENERASI KETIGA- ANAK KEPADA CUCU) 

(KELAK GENERASI KE DUA INI DIHITUNG SEBAGAI GENERASI PERTAMA SAAT AYAHNYA MENINGGAL DUNIA ) 

 

dan anak-anak mereka kepada angkatan  yang kemudian.

(GENERASI KETIGA KEPADA GENERASI KEEMPAT- CUCU KEPADA CICIT) 

(KELAK GENERASI KE TIGA INI DIHITUNG SEBAGAI GENERASI KE DUA – YANG MENERUSKAN TERUS TONGKAT ESTAFET INI PADA GENERASI  YANG BERIKUTNYA- YAITU GENERASI YANG KE TIGA- demikian seterusnya, sehingga pola ini bisa disebut pola 3 sampai 4 generasi) 

 

Mazmur  78: 5-7

Telah ditetapkan-Nya peringatan  di Yakub  dan hukum Taurat diberi-Nya di Israel;

nenek moyang kita diperintahkan-Nya untuk memperkenalkannya

kepada anak-anak mereka  ,

(GENERASI PERTAMA KEPADA GENERASI KEDUA- AYAH KEPADA ANAK) 

supaya dikenal oleh angkatan yang kemudian,

(GENERASI KEDUA KEPADA GENERASI KETIGA- ANAK KEPADA CUCU) 

supaya anak-anak, yang akan lahir kelak, 

bangun dan menceritakannya kepada anak-anak mereka,

(GENERASI KETIGA KEPADA GENERASI KEEMPAT- CUCU KEPADA CICIT) 

supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah

dan tidak melupakan  perbuatan-perbuatan Allah, tetapi memegang perintah-perintah-Nya

Berdasarkan pola 3 generasi dalam Alkitab, jika pola ini terjadi pada keluarga Daud, mestinya ada 3-4 generasi yang diperhitungkan:

  1. Generasi Pertama; Daud
  2. Generasi Ke dua; Salomo
  3. Generasi Ke tiga; Rehabeam
  4. Generasi ke empat: Abia

Jika pola 3 generasi ini berjalan maka sepeninggal Daud akan menjadi seperti ini:

  1. Generasi pertama; Salomo
  2. Generasi ke dua; Rehabeam
  3. Generasi ke tiga: Abia
  4. ..

Oleh karena itu keberhasilan pola 3 generasi pada Daud, baru bisa dibuktikan pada generasi Abia, apakah pada zaman generansi Abia, Salomo sebagai penerus Daud dapat meneruskan tongkat estafet itu sampai di generasi ke tiga di bawahnya atau lebih tepatnya sebagai generasi ke empat daripada Daud.

Oleh karena itu, pada zaman raja Abia, ada suatu anak kalimat yang khas diucapkan untuk raja Abia ini saja, dan anak kalimat seperti ini tidak pernah muncul pada raja-raja Yehuda lainnya.

I Raj 15: 3

Abiam hidup dalam segala dosa yang telah dilakukan ayahnya sebelumnya, dan ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, moyangnya.

Perhatikan kata ‘……….seperti Daud, moyangnya’

Tidak dicatat seperti ini’……………seperti Daud, NENEK MOYANGNYA’

Atau seperti ini ‘…………….seperti Daud, bapa leluhurnya.’

Kata ‘moyang’ dalam Alkitab , mengacu pada ayah daripada kakek (atau 3 generasi di atasnya) – secara genetika.

Beda lagi artinya dengan nenek moyang , dan beda lagi artinya dengan bapa leluhur.

Dari penilaian penjurian ala Firman Tuhan, dapatlah disimpulkan bahwa pola 3 generasi ini- bahkan 4 generasi ini dinilai gagal. Daud berhasil menyampaikan tongkat estafet kepada Salomo, tetapi karena Salomo gagal memenuhi titah Tuhan untuk memperisteri orang yang takut akan Tuhan, pada akhirnya pendidikan kepada Rehabeam pun gagal, dan tragisnya, di generasi Abiam mendapat penilaian raport merah. Semua ini bisa kita baca lebih jelas dalam kisah raja Abiam yang terpampang nyata di kitab Samuel, sedangkan yang terpampang nyata di kitab Tawarikh bisa memberi gambaran yang lebih jelas bahwasannya raja Abia ini sebenarnya masih mengandalkan Tuhan dalam peperangannya melawan raja Yerobeam, namun demikian menurut standart nilai yang dijejerkan/ disejajarkan dengan hidup Daud, nilai kehidupannya masih sangat jauh di bawah standart itu.

Perhatikan perikop ini, lewat perikop di bawah ini kita mau melihat bahwasannya pembelaan Tuhan pada raja Abiam , semata-mata hanya karena dia adalah anak-cucu orang benar, cicit daripada Daud, hamba-Nya.

I Raj 15: 4-5

Tetapi oleh karena Daud maka TUHAN, Allahnya, memberikan keturunan kepadanya di Yerusalem dengan mengangkat anaknya menggantikan dia dan dengan membiarkan Yerusalem berdiri, karena Daud telah melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan tidak menyimpang dari segala yang diperintahkan-Nya kepadanya seumur hidupnya, kecuali dalam perkara URIA, orang Het itu.

Pola 3 generasi yang telah gagal. Jadi untuk mempertahankan kerajaan Yehuda dengan ibukotanya Yerusalem, adalah murni kasih karunia Tuhan atas kerajaan ini, karena alasan satu-satunya, karena Tuhan mau terus melihat / mengacu pada kehidupan Daud, hamba-Nya.

Stop sampai di Abia, semua berhenti pada penilaian, apakah pola 3 generasi ini berjalan atau tidak, jika tidak, maka bagaimana Daud berfungsi sebagai Role Model/ Pola kehidupan yang menjadi teladan positif pada generasi di bawahnya bukan melalui tongkat estafet dari generasi ke generasi berikutnya, melainkan hanya melalui ‘MELIHAT BIOGRAFI DAUD’ secara dari jauh. Daud sebagai seorang pribadi, yang kebetulan adalah bapa leluhur mereka secara genetika.

Pola melihat biografi Daud sebagai pola /model kehidupan yang jadi teladan positif seperti ini bisa saja dianut oleh siapa saja yang bukan keturunan Daud, yang bukan darah dagingnya.

Sebagai seorang pemimpin bangsa yang pernah memerintah selama 40 tahun, tidak berlebih-lebihan kiranya bila Tuhan menuntut pula raja pertama kerajaan Israel, saat kerajaan Israel terpecah menjadi dua kerajaan yaitu kerajaan Yehuda dan kerajaan Israel, yaitu pada raja Yerobeam, mengapa dia tidak mengikuti pola jejak Daud.

Posisi Daud  di ayat berikut ini sebagai hamba TUHAN. Hamba-Nya, bukan sebagai bapa leluhur daripada Yerobeam yang memang bukan darah dagingnya.

I Raj 14:8

Aku telah mengoyakkan kerajaan dari keluarga Daud dan memberikannya kepadamu, tetapi engkau tidak seperti hamba-Ku Daud yang tetap mentaati segala perintah-Ku dan mengikuti Aku dengan segenap hatinya dan hanya melakukan apa yang benar di mata-Ku.

Itulah yang Tuhan mau, sebagai seorang pribadi, setiap kita wajib bisa menjadi hamba Tuhan dalam profesi apa pun yang kita geluti, selalu menjadi teladan positif buat orang-orang di sekitar kita, siapapun mereka.

Namun juga ada hal yang tidak boleh kita lupakan, kita perlu juga menganut jalur pendidikan dalam keluarga. Seperti bagaimana Daud mendidik Salomo dengan baik sejak masa kecilnya. Bagaimana Daud menangkap maksud dan rencana Tuhan atas regenerasi kepemimpinan sesudah dia nanti mati. Bagaimana Daud mendapatkan nubuatan Tuhan akan lahirnya anak kandungnya kelak yang bisa jadi penerus tahtanya. Bagaimana Daud mendampingi Salomo dalam mempersiapkan pembangunan bait suci Tuhan.

Daud telah semaksimal mungkin bekerja sama dengan isterinya , Batsyeba, isterinya yang ke delapan, bagaimana mereka bersinergi bersama mendidik anak mereka dengan baik, seperti yang Tuhan mau.

Usaha Daud telah maksimal dalam mendidik Salomo.

Terbukti, semua kesalahan Daud dalam cara-caranya mendidik anak-anaknya yang sebelumnya, tidak terjadi lagi pada cara mendidik si kecil Salomo.

Adonia , anak Hagit.

Suatu isyarat bagaimana Daud membiarkan Hagit, isterinya mendominasi pola mendidik Adonia dengan cara yang salah.

Selama hidup Adonia ayahnya belum pernah menegor dia dengan ucapan; “Mengapa engkau berbuat begitu?” (I RaJ 1: 6)

Alasan mengapa Daud dan Hagit begitu memanjakan anak ini, adalah karena di ayat berikutnya dijelaskan lebih mendetail; bahwa anak ini…

Ia pun sangat elok perawakannya dan dia adalah anak pertama sesudah Absalom.

Darimana kita tahu bahwa Daud telah mengalami perubahan dalam caranya mendidik anak-anaknya?

Dari perkataan Salomo di Amsal 1:8, yang mana perkataan dalam kalimat ini tentunya lahir dari pengalaman pribadinya dengan ayahnya Daud, bagaimana Daud mendidik dia habis habisan. Tidak segan-segan menegur, tidak segan-segan memberi peringatan dan sangsi bila Salomo melenceng dari jalur.

 Amsal 1: 8 ( perkataan Salomo sendiri)

Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan AJARAN ibumu

Lebih jelasnya lagi pada Amsal 6:20 yang adalah perkataan Daud sendiri pada Salomo, yang membentangkan suatu kenyataan bahwasannya Daud kini menjadi ayah yang tidak segan segan memberi perintah kepada anak-anaknya.

Amsal 6: 20 ( perkataan Daud pada Salomo)

Hai anakku, peliharalah perintah ayahmu, dan janganlah menyia-nyiakan AJARAN ibumu

Kalau memang begitu, bahwa Daud mengalami perubahan ke arah yang lebih baik dalam mendidik anak-anaknya, lantas mengapa hanya Salomo yang ‘jadi’ ? Bagaimana dengan adik-adik tiri Salomo yang lainnya? Bukankah banyak sekali adik-adik tiri Salomo, yang lahir dari isteri-isteri Daud lainnya yang namanya tidak tercatat dalam Alkitab?

Mengapa dari antara mereka tidak ada yang jadi?

Karena seperti sudah pernah kita bahas di atas. Sebagus apapun Daud mendidik mereka, sebagus apapun Visi yang terkandung dalam penamaan tiap-tiap anak Daud, sampai anak-anaknya yang terkecil, sehebat apapun fasilitas keluarga kerajaan, pendidikan yang terjamin, masa depan yang gemilang karena menjadi anak raja, namun apabila para ibu mereka tidak tercatat namanya ( hanya nama Batsyeba , nama isteri Daud yang tercatat dari antara isteri isteri Daud lainnya yang di peristeri di Yerusalem) – apabila para ibu mereka tidak ikut berperan dalam kolaborasi kerja sama suami isteri, tidak akan membuahkan hasil apa-apa. Apalagi peran perebutan generasi ada di tangan perempuan (Kejadian 3:15)

Mengapa pada masa tua Salomo meninggalkan Tuhan?
Itu adalah pilihan pribadi daripada Salomo. Daud sudah menjalankan bagiannya mendidik Salomo sebaik mungkin, tinggal sekarang bagaimana Salomo menjalani hari-hari hidupnya, adalah kehendak bebas dalam dirinya, free will.

Jika pada akhirnya Natan, anak angkatnya, anak adopsinya , namanya dimasukkan dalam daftar nama silsilah Yesus Kristus menurut versi Lukas, bisa jadi mengejutkan Daud yang sudah di alam lain.

Tak lain tak bukan, adalah karena dari anak rohaninya, salah satu dari pengikutnya, sejak dari gua adulam, telah mengalami pertumbuhan rohani yang pesat, dan telah menjadi Israel sejati, URIA.

Anak-anak Uria, telah menjadi anak-anaknya juga. Daud melakukan adopsi ini dengan berbagai sudut pandang kita:

  1. Rasa tanggung jawab terhadap keluarga Uria yang telah menjadi korban kejahatannya di masa lalu
  2. Memberikan rasa aman pada Batsyeba yang diambil menjadi isterinya, bahwa kehidupan anak-anaknya hasil pernikahannya bersama Uria, terjamin.
  3. Ikut membesarkan mereka, karena Uria adalah orang yang juga dekat dengan dirinya, karena Uria ikut seperjuangan sejak dari gua Adulam, sampai dia menjadi raja. Uria orang yang ikut berjasa dalam kedudukannya sekarang sebagai raja. Anak-anak Uria, adalah anaknya juga. Daud mau berbagi kasih dengan anak-anak Uria, agar Daud juga bisa menjadi ayah rohani buat mereka, seperti halnya Uria menjadikannya sesosok figur pemimpin yang dicintai dan dilindungi.
  4. Mengangkat harkat martabat Uria, dengan menghapus jejak Het dalam diri anak-anak nya, sehingga dengan adopsi ini, mereka sah menjadi Syamua anak Daud, Sobib anak Daud, Natan anak Daud. Sah menjadi anak kerajaan, sah mendapat hak-hak kerajaan, berhak atas warisan anak raja, dan diperlakukan sama seperti anak-anak raja yang lain, masuk dalam silsilah raja Daud.

Dan juga ini semua tak lepas dari peranan Batsyeba dalam mengajar Natan sesuai dengan Taurat Tuhan, tak perduli ada genetika Het dalam darah yang mengalir di tubuhnya, Batsyeba maju terus !

Mengapa pribadi Daud begitu luar biasa, sehingga menjadi suatu tolok ukur standarisasi raja-raja Yehuda dan Israel ( Yerobeam sebagai raja pertama Israel?)

Karena alasan sbb: ( 1 Raj 15:5)

  1. Daud telah melakukan apa yang benar di mata TUHAN
  2. Daud tidak menyimpang dari segala yang diperintahkan-Nya kepadaNya seumur hidupnya, kecuali dalam perkara Uria, orang Het itu.
  3. ..cakap..??
  4. Ada perjanjian Tuhan dengan Daud untuk sampai ke garis keturunan Mesias……………………………..

Suatu pertanyaan menggelitik pikiran kita, mengapa Tuhan mengintisarikan perkecualian ketaatan Daud kepada-Nya dengan penamaan kasus- DALAM PERKARA URIA , ORANG HET ITU, tidak pernah dinamakan kasus- DALAM PERKARA BATSYEBA BINTI ELIAM ITU.

Bisa karena beberapa pemikiran seperti ini:

  • Pengurapan atas diri Daud adalah pengurapan seorang raja Israel ( II Sam 12:7)
  • Namun pada saat raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem (II Sam 11:1)
  • Di sinilah kita lihat Daud masuk dalam area paling membahayakan , yaitu area kenyamanan, area nyaman, area lengah dari medan peperangan. Saat dimana dia ingin santai di istananya, di Yerusalem, di ibukota. Sasaran empuk iblis saat seseorang tidak berada pada jalurnya, saat seseorang tidak sedang dalam panggilannya, saat seseorang merasa cukup puas mengutus yang lainnya, dan dia sendiri duduk manis di kursi empuknya di istana kenyamanan.
  • Berkat bisa saja membuat kita jauh dari Tuhan, karena berkat selain merupakan hadiah dari Tuhan, juga bisa jadi jebakan yang dimanfaatkan oleh iblis untuk seseorang jadi jauh dari Tuhan.
  • Oleh karena itu kasus SOTOH ISTANA, bukanlah semata-mata kasus jatuh nafsunya Daud kepada Batsyeba saja, melainkan karena pada akarnya, ada kenyamanan yang membuai sampai –sampai Daud tidak ikut maju berperang. Itu inti akar masalahnya,jadi bukan soal kejatuhan pada kasus sotoh istana itu yang menjadi akar masalahnya.
  • Oleh karena itulah, teguran Tuhan pada Daud melalui nabi Natan dengan kronologis kalimat teguran sbb:
    1. Uria orang Het itu , kaubiarkan ditewaskan dengan pedang
    2. Isterinya kauambil menjadi isterimu
    3. Dan dia sendiri telah kaubiarkan dibunuh oleh pedang bani Amon
    4. Oleh sebab itu pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu.
  • Sebagai raja, tidak sepantasnya Daud membiarkan salah satu tentaranya, jajarannya, orangnya, pasukannya tewas oleh pedang. Tuhan ingin meminta pertanggungjawaban Daud, mengapa dia tidak berangkat berperang. Mengapa dia terjebak dalam kenyamanan istana Yerusalem.
  • Baru kemudian peristiwa perebutan isteri orang , menjadi teguran yang berikutnya/ atau teguran yang kedua. Jadi peristiwa merebut isteri Uria ini hanya sebagai akibat dari ketidaktaatan Daud untuk pergi berperang.
  • Baru pada teguran berikutnya kembali menekankan , teguran Tuhan terhadap Daud yang melalaikan tugas dan tanggungjawabnya untuk melindungi warganegaranya dari pedang musuh, pedang bani Amon. Di mata Tuhan, Uria orang Het itu, berhati Israel, dia adalah orang Israel. Mengapa Daud tidak melindungi Uria yang adalah orang Israel, berhati Israel, dari pedang bani Amon.
  • Batsyeba hanyalah korban, bukan pelaku yang suka sama suka
  • Perkara Uria menjadi judul perkaranya, dan bukannya Batsyeba yang menjadi judul perkara Daud, dikarena pemerkosaan Daud terhadap Batsyeba (yang hukumnya sama dengan menyerang sesamanya manusia dan membunuhnya – Ulangan 22: 25) di mata Tuhan adalah perusakan terhadap sebuah keluarga, yaitu keluarga URIA. Uria adalah kepala rumah tangga ini. Untuk itulah restorasi/pemulihan harus terjadi dengan cara pertobatan Daud, pengakuan dosa Daud, pemulihan nama baik Batsyeba dan keluarganya, serta sampai di mana rasa tanggung jawab Daud terhadap anak-anak Uria yang telah menjadi anak yatim.

PENELITIAN TENTANG MARIA, IBU YESUS

Kisah Maria , ibu Yesus dicatat di injil Lukas, dan tokoh Maria ini tidak dicatat secara sorotan khusus di injil Matius.

Maria dibesarkan oleh Eli, ayahnya. Melihat sosok pribadi Maria, yang luar biasa, bisa jadi Maria dibesarkan dan dididik secara luar biasa oleh Eli, ayah Yusuf, atau lebih tepatnya ayah mertua Yusuf. Diajar secara luar biasa oleh ibunya, yang namanya tidak disebutkan dalam Alkitab.

Bisa jadi Maria sesosok yang mengerti bahwa dirinya adalah keturunan Sealtiel- keturunan Zerubabel, namun bisa jadi untuk menyambung sampai ke titik Daud, Maria menyadari bahwa garis di atas-atasnya adalah melalui Natan, anak angkat Daud, bukan anak kandung Daud, bukan garis raja-raja.

Oleh karena itu kita bisa mulai memahami arti dari nyanyian pujian Maria

POLA 3 GENERASI MELALUI GARIS SAMBUNGAN

– NATAN SAMPAI NERI-

Pola 3 generasi yang terus berlanjut dari Adam sampai ke Daud, sampai ke Natan, sampai ke titik Eli, terus turun pada Maria, dan terus turun pada pengajaran Maria kepada Yesus, saat Yesus ada dalam asuhannya.

Kita tidak pernah tahu apakah setelah Neri menjadi ayah angkat daripada Sealtiel, lalu Sealtiel memperanakkan Zerubabel, apakah untuk seterusnya nama-nama sesudah Zerubabel sampai ke Eli ( Ayah Maria, atau ayah mertua Yusuf) adalah kembali menjadi nama-nama orang Israel ALSI..???

Jika terjadi demikian, bisa jadi nama NATAN sampai dengan NERI semacam garis sambungan sementara, sampai di zaman bagaimana Neri mempersiapkan Sealtiel dan juga Zerubabel kembali kepada taurat Tuhan, walaupun mungkin saja Neri ini masih berdarah HET, tetapi dia cinta Taurat Tuhan melebihi orang-orang yang hidup pada masa itu, termasuk keluarga raja Yekhonya.

Ketika dapat dipastikan bahwa Sealteiel mencintai taurat Tuhan, Zerubabel mencitai taurat Tuhan, kini tugas Natan dan para keturunannya yang bisa jadi cinta Allah Israel dibalik ke HET-an mereka, tugas itu telah selesai, dan selanjutnya tugas itu dilanjutkan oleh Zerubabel untuk mendidik putra-putra bangsa Israel berikutnya untuk bisa sampai ke Yusuf dan sampai ke MARIA. Dan keduanya akhirnya sampai kepada Yesus.

Ini pemikiran yang sangat menggairahkan, dimana ada garis sambungan yang harus diada-adakan demi berlangsungnya pola 3 generasi ini.

Pemikiran bahwa iman bangsa lain bisa lebih raksasa dari iman orang Israel sendiri, tidak asing di telinga kita, karena iman Rahab lebih besar dari iman ke-2 pengintai

(Bandingkan Yosua 2:9 yang memuat perkataan Rahab; “Aku tahu, bahwa TUHAN telah memberikan negeri ini kepada kamu…..”  dia menggunakan kata TELAH. Sedangkan 2 pengintai menggunakan kata …’apabila TUHAN nanti memberikan negeri ini kepada kami.’……..mereka menggunakan kata APABILA(Yos 2:14). Dan iman dari Rahab ini ternyata menular pada 2 pengintai ini, saat mereka menghadap Yosua seusai project pengintaian itu, mereka juga menggunakan kata yang dipakai Rahab, kosakata Rahab dipinjam oleh mereka  Yos 2:24 “Tuhan telah menyerahkan seluruh negeri ini ke dalam tangan kita,…”)

Iman Naaman dan iman Janda Sarfat disebut-sebut oleh Yesus di perjanjian baru, dikutib-kutib oleh Yesus…bahwa iman mereka lebih hebat dari iman bangsa Israel lainnya pada zaman itu.

Iman seorang perempuan Fenesia dan juga perwira Kapernaum juga dipuji-puji oleh Yesus.  Iman raksasa mereka mengalahkan iman-iman orang Irael sendiri. Bangsa pilihan Allah.

Sangat-sangat menggairahkan……dapatkah anda bayangkan adanya garis sambungan itu…layaknya sebuah cangkokan pada batang pohon asli. Kita adalah umat cangkokan, karena kita bukan berdarah Israel, walau beberapa dari kita pernah berziarah ke sana. Kita bukan umat pilihan, kita hanya dicangkokkan pada pokok yang asli. Namun siapa yang berbuah, itu yang dipanen oleh Pemilik kebun anggur itu.

Tidak ada petunjuk dari Alktiab apakah kemudian ada anak angkat lagi yang diangkat oleh Zerubabel sebagai anaknya, sehingga garis keturunan Zerubabel ini bercampur lagi dengan bangsa lain. Sama sekali tidak ada jejak yang dapat ditelusuri, karena semua nama setelah Zerubabel, baik yang ada di silsilah Yesus Kristus menurut versi Matius ataupun yang menurut versi Lukas, semua nama itu tidak memiliki referensi dari perjanjian lama. Maklum saja, karena masa setelah pembuangan, adalah masa diam, masa tidak ada pewahyuan beratus-ratus tahun lamanya. Oleh karena itu, silsilah yang dari kitab Matius dipastikan silsilah resmi, sedangkan yang di kitab Lukas adalah silsilah yang beredar di masyarakat, menurut anggapan orang…

Bagaimana menjaga silsilah resmi itu tetap akurat? Orang Yahudi asli memiliki budaya memelihara silsilah, sehingga setiap orang harus memahami betul dia itu anak siapa, siapa nama kakeknya, siapa nama kakek buyutnya, dst, dan itu terus diberikan secara turun temurun.

Silsilah resmi yang berlisensi adalah silsilah versi kitab Matius, raja-raja jelas memiliki keturunan yang pasti dan terdaftar, sedangkan silsilah menurut kitab Lukas adalah silsilah menurut anggapan orang, silsilah yang beredar di masyarakat pada zaman itu.

Namun dalam Nyanyian Maria kita melihat ada kalimat seperti ini ( Lukas 1:55)

Seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya…

Mengindikasikan bahwa Maria adalah keturunan Abraham juga, Maria tahu bahwa nenek moyangnya adalah bapa Abraham

Dari hal inilah, bisa kita tafsirkan nama-nama setelah Zerubabel adalah nama-nama orang Israel asli. Sehingga Maria berani berkata bahwa dia keturunan Abraham.

Jadi dari Abraham terus turun sampai ke Daud, dari Daud melalui Salomo terus turun sampai ke Sealtiel, dari Sealtiel turun ke Zerubabel dan terus sampai ke Yusuf (ayah Yesus) , semuanya adalah orang Israel asli.

Namun keaslian ini juga harus diberi garis bawahi, karena nenek moyang Daud juga telah bercampur aduk dengan bangsa kafir, yaitu Rahab si orang Yerikho asli, adalah ibu dari Boas, Rut si orang Moab asli adalah ibu daripada Obed, dan Obed ini adalah kakek Daud.

Sedangkan dari Abraham terus turun sampai ke Daud, dari Daud sampai ke Natan. Dan mulai dari Natan, anak angkat Daud,  terus turun sampai ke Neri- semuanya adalah orang HET-karena garis ini pria semua, semuanya berdarah HET- tetapi kemudian, pada masa pembungan Neri menjadi ayah angkat daripada Sealtiel, yang adalah orang Israel asli. Dari Sealtiel terus turun sampai ke Eli ( Ayah Maria, yang adalah sekaligus ayah mertua Yusuf), dugaan kuat adalah orang-orang Israel asli- dikuatkan dengan fakta bahwa nama-nama mereka juga nama-nama yang sering muncul sebagai nama-nama terkenal di Israel, walau berbeda orang)

Waaauuu…sebuah garis sambungan dan pencangkokan !! Natan anak angkat, dan Neri adalah ayah angkat…

Pola 3 generasi yang harus ada dalam silsilah Yesus Kristus sampai kepada Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah.

PENELITIAN TENTANG ADAM DAN POLA 3 GENERASI

Setelah kita puas membahas mengenai  pembuktian bahwa ternyata Natan adalah anak angkat Daud yang sebenarnya adalah anak kandung Uria dan Batsyeba, dan setelah kita puas membahas mengenai Batsyeba, mengapa Tuhan memilih dia, mengapa Tuhan memakai kedua anaknya, bagaimana dia berperan sebagai ibu yang mempersiapkan mereka, sekarang tiba saatnya kita meneliti tentang Adam.

Yang menarik dalam silsilah versi kitab Lukas adalah karena silsilah ini berujung ke Adam, bahkan berujung ke Allah.

Lukas 3: 38 ……………. anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah.

Allah adalah pencipta, sumber segalanya, dan Allah menciptakan Adam sebagai manusia pertama.

Adam telah jatuh dalam dosa ( Kej 3). Apa yang bisa diharapkan dari sesosok Adam ini?

Tidak tuntas rasanya jika kita tidak membahas mengenai nenek moyang Adam.

Penulis kitab Lukas ternyata tidak seperti penulis kitab Matius yang tujuan penulisan kitabnya ditujukan kepada orang Yahudi saja. Orang Yahudi sudah puas jika terbukti bahwa Yesus itu anak Daud, anak Abraham. Melainkan penulis kitab Lukas ingin mengungkap bahwa Adam adalah nenek moyang semua umat manusia.

Nah, kita akan membahas lebih dalam kehidupan Adam. Agak panjang lebar sebenarnya, tetapi tidak ada bagian yang bisa saya potong, karena ini merupakan pembahasan tersendiri tetapi akan terkait dengan pengertian kita nanti akan silsilah Yesus Kristus, khususnya untuk membandingkan apa perbedaan versi kitab Matius dengan Versi kitab Lukas.

Pola 3 Generasi adalah pola Alkitab yang dapat kita lihat rumusnya di dua ayat ini:

Yoel 1;3

Ceritakanlah tentang itu kepada anak-anakmu, 

dan biarlah anak-anakmu menceritakannya kepada anak-anak mereka,

dan anak-anak mereka kepada angkatan  yang kemudian.

Mazmur  78: 5-7

Telah ditetapkan-Nya peringatan  di Yakub  dan hukum Taurat diberi-Nya di Israel;

nenek moyang kita diperintahkan-Nya untuk memperkenalkannya

kepada anak-anak mereka  ,

supaya dikenal oleh angkatan yang kemudian,

supaya anak-anak, yang akan lahir kelak, 

bangun dan menceritakannya kepada anak-anak mereka,

supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah

dan tidak melupakan  perbuatan-perbuatan Allah, tetapi memegang perintah-perintah-Nya

 

Belajar dari Pernikahan Adam dan Hawa:

Dalam pernikahan Adam dan Hawa, mereka mendapatkan anak Kain dan Habel. Mengapa Kain dan Habel bertumbuh bersama dan pada akhirnya Kain membunuh Habel?

Karena ada beberapa alasan sbb: ( yang nantinya akan kita bahas satu persatu dengan lebih mendalam)

  1. Adanya pola asuh yang salah dalam keluarga Adam dan Hawa
  2. Keluarga Adam dan Hawa bertumbuh tanpa menghadirkan Tuhan dalam keluarga mereka
  3. Adanya kubu kubu dalam keluarga
  4. Kegagalan Adam untuk memposisikan diri sebagai kepala keluarga dan kegagalan Hawa untuk memposisikan diri sebagai istri yang tunduk pada suami dan mendidik anak-anaknya dengan baik.

Baik, sekarang kita akan bahas dan buktikan ke empat point point di atas dan biarkan Alkitab sendiri yang bisa menjelaskan dirinya sendiri dengan ayat-ayat pendukung berikut ini.

  1. POLA KEHIDUPAN ORANG TUA AKAN MEMPENGARUHI ANAK

Karena dalam keluarga mereka di bangun sikap dan teladan dan pola didikan yang salah daripada Adam dan Hawa kepada anak-anaknya. Adam dan Hawa menyelesaikan dosa mereka dengan cara saling menyalahkan, (Kejadian pasal 3)

Alkitab mencatat hal ini terjadi dalam kehidupan Ahazia, raja Israel dalam 1 Raja-raja 22;52-54

Ahazia, raja Israel

22:51 (22-52) Ahazia, anak Ahab, menjadi raja atas Israel di Samaria dalam tahun ketujuh belas zaman Yosafat, raja Yehuda, dan ia memerintah atas Israel dua tahun lamanya. 22:52 (22-53) Ia melakukan apa yang jahat s  di mata TUHAN dan hidup menurut kelakuan ayahnya dan ibunya dan Yerobeam bin Nebat, yang telah mengakibatkan orang Israel berdosa. 22:53 (22-54) Ia beribadah kepada Baal t  dan sujud menyembah kepadanya dan dengan demikian ia menimbulkan sakit hati TUHAN, Allah Israel, tepat seperti yang dilakukan ayahnya. u 

  1. KELUARGA YANG BERTUMBUH TANPA MENGHADIRKAN TUHAN

Dalam keluarga Adam dan Hawa, mereka mengajak keluarga mereka bertumbuh dengan tidak memanggil nama TUHAN, hal ini dapat dibuktikan pada Kejadian 4;26

Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya Enos. r  Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN 1 . 

Dari ayat ini kita tahu, bahwa pada zaman itu, Enos, cucu Adamlah yang pertama kali mempelopori orang-orang untuk memanggil nama Tuhan, beribadah, mencari Tuhan, takut akan Tuhan, dll Jadi pada masa Kain dan Habel, nama Tuhan jauh disebut-sebut daripada bibir keluarga ini.

Tidak ada anggur dalam rumah tangga mereka. Semua telah menjadi tawar. Tidak ada hubungan segitiga antara suami, istri dan Tuhan.

Ketika garis ke Tuhan terputus, tentunya Tuhan tidak ada di antara mereka. Tuhan tidak ditinggikan dan diagungkan. Tuhan tidak menjadi pusat dalam keluarga mereka.

Selepasnya dari Eden, mereka harus berpeluh, berjuang, berlelah, Hawa harus mengalami sakit bersalin, mereka harus menghadapi tanah yang sudah terkutuk, mereka harus menghadapi perjuangan terhadap himpitan ekonomi dan himpitan kuasa jahat.

Seharusnya yang mereka lakukan adalah lari kepada TUHAN, memanggil nama Tuhan, tetapi tidak, yang mereka lakukan adalah dalam keadaan terjepit, dalam keadaan yang sulit, mereka hidup terus saling menyalahkan, ada dengki, ada hati yang panas dan muka yang muram.

Mungkin saja Adam mulai menyalahkan Hawa…gara-gara Hawa aku harus berpeluh, bisa jadi Hawa mulai menyalahkan Adam, gara-gara Adam, aku sakit saat melahirkan, dll

  1. ADANYA KUBU KUBU DALAM KELUARGA

Mengapa Kain dan Habel sedemikian bertumbuh sangat berbeda, padahal mereka berasal dari orang tua yang sama?

Arti nama Kain: kemahiran

Arti nama Habel:’= hembusan nafas.

Kain adalah seorang pembunuh, sementara itu Habel adalah seorang beriman.

Pribadi Kain dapat terlihat sebagai berikut:

  1. Hatinya sangat panas/ amarah
  2. Mukanya muram/ tidak dapat mengendalikan diri
  3. Ketika ditegur oleh Tuhan, …(dalam Kejadian 4: 6-7)

Firman TUHAN kepada Kain: “Mengapa hatimu panas  dan mukamu muram?  Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau , tetapi engkau harus berkuasa atasnya. ”

…reaksinya bukannya menjawab Tuhan, merespon Tuhan, memohon ampun, koreksi diri, dll, malah dia melakukan hal sebaliknya di ayat 8

Kata Kain kepada Habel, adiknya: “Marilah kita pergi ke padang.” Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.

Ini adalah sikap pemberontakan, dan tidak menghormati Tuhan

  1. Sikap berbohong.

Firman TUHAN kepada Kain: “Di mana Habel, n  adikmu itu?” Jawabnya: “Aku tidak tahu! o  Apakah aku penjaga adikku?”

  1. Sikap tidak menyayangi adik, tidak care, tidak perduli dengan adiknya

Firman TUHAN kepada Kain: “Di mana Habel, n  adikmu itu?” Jawabnya: “Aku tidak tahu! o  Apakah aku penjaga adikku?”

  1. Sikap apatis

Firman-Nya: “Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku 4  dari tanah. p 

  1. Berpikiran Negatif yang berkaca pada diri sendiri, karena dia seorang pembunuh, maka dia takut dibunuh

Maka sekarang, terkutuklah q  engkau 5 , terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu. 4:12 Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; r  engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara s  di bumi. t ” 4:13 Kata Kain kepada TUHAN: “Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung. 4:14 Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, u  seorang pelarian dan pengembara di bumi; v  maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku. w 

4:15 Firman TUHAN kepadanya: “Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain x  akan dibalaskan y  kepadanya tujuh kali lipat. z ” Kemudian TUHAN menaruh tanda pada Kain 6 , supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapapun yang bertemu dengan dia.

  1. Yang dilakukan kain pada saat itu adalah PERGI DARI HADAPAN TUHAN, kata ini pernah muncul pada Yunus 1:3 yang sama-sama menggunakan kata Paniyim, ada unsur lari dari Tuhan, menjauhi Tuhan dalam kedua kisah ini. Kepergian Kain bukan sekedar jadi orang Nomaden/yang terus berpindah-pindah, tetapi juga kepergian dalam arti hidup jauh dari detiny Tuhan/tujuan Tuhan/hidup jaduh dari hadirat Tuhan, hidup menjauhi Tuhan.

4:16 Lalu Kain pergi dari hadapan a  TUHAN 7  dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden. b 

Sedangkan pribadi Habel, dapat kita baca di Ibrani 11:4

Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik 3  dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian m  kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya n  itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati. o 

Dari ayat tersebut kita bisa simpulkan bahwa pribadi Habel adalah, sbb:

  1. Memberi persembahan pada Tuhan, jadi ada rasa cinta akan Tuhan
  2. Memberi korban yang lebih baik , jadi ada pengorbanan untuk memberi yang terbaik pada Tuhan
  3. Hidup benar
  4. Beriman pada Tuhan

Semua hal di atas bisa diteguhkan lagi dengan ayat ini:

I Yoh 3: 11-12

3:11 Sebab inilah berita yang telah kamu dengar p  dari mulanya, q  yaitu bahwa kita harus saling mengasihi; r  3:12 bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat s  dan yang membunuh adiknya. t  Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar. u 

Bisa jadi terjadi perbedaan cara mendidik anak , antara Adam dan Hawa kepada Kain dan Habel. Bisa jadi terjadi dua kubu dalam keluarga ini; bisa jadi Kain lebih dekat ke mama, dan Habel lebih dekat ke papa. Kain anak mama dan Habel anak papa. Atau bisa jadi sebaliknya , Kain lebih dekat ke papa, sedangkah Habel lebih dekat ke mama. Kita tidak dapat memiliki prediksi berat sebelah.

Karena pola seperti ini, tidak asing buat kita, karena kita pernah juga menjumpai keluarga berkubu kubu seperti ini, yaitu yang terjadi pada Ishak, Rahel, Esau dan Yakub.

Kejadian 25;28

Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub.

Sama saja yang terjadi pada keluarga ini, yaitu bertumbuhnya dua kakak beradik kembar yang sangat berbeda dan sangat berkompetitif, dengan dua perangai dan sifat yang sangat berbeda sekali, karena yang satu adalah anak papa dan yang satu lagi adalah anak mama. Jika terjadi perkelahian suami istri, maka masing masing kubu mendapat ‘bolo’/ pembela, si sulung belain papa, dan si bungsu belain mama. Kita tidak bahas kali ini perbedaan mencolok antara karakter Yakub dan karakter Esau, tetapi itu ada, dan nyata, lahirnya dua karakter yang sangat mencolok dikarenakan bukan semata-mata dari adanya keunikan tiap pribadi, melainkan semakin dipertajam dengan adanya kubu kubu dalam keluarga. Kita lihat apa yang menjadi kecenderungan kubu kubu dan iri hati di sini…adanya upaya pembunuhan Esau terhadap Yakub

Demikian juga ketika Yakub mempertontonkan kecintaannya pada Yusuf lebih daripada saudara-saudara yang lainnya, membuatkan jubah yang indah untuk Yusuf, membuat saudara-saudaranya iri dan hal itulah yang membuat Yusuf akhirnya menjadi sasaran upaya pembunuhan oleh saudara-saudaranya.

Iri hati akhirnya menghasilkan niat jahat untuk membunuh, demikian juga yang terjadi pada Kain dan Habel

Hal ini tak lepas daripada keretakan suami istri dalam komunikasi, yang akhirnya kemarahan terhadap pasangan dilampiaskan kepada anak yang disayangi oleh pasangannya, dan demikian terjadi sebaliknya

Bisa jadi sang ayah selalu mengajarkan pada sang Habel, bahwa “…..Tuhanlah yang memberi nafas hidup pada kita, …kita harus beriman pada Tuhan, Tuhan menutupi kemaluan manusia , Tuhan melakukan pemberesan dosa manusia dengan cara pengorbanan darah binatang, pakaian papa mama dulu adalah dari daun-daunan yang mudah robek, tidak sempurna, tetapi Tuhan sendiri yang memakaikan pada papa dan mama pakaian dari kulit binatang yang telah disembelih…dst…dst…”

Kelak Habel bertumbuh menjadi anak beriman, cinta Tuhan, takut Tuhan, hidup benar dan menjadi anak yang berani berkorban dari hasil keringatnya sendiri ( yang diusahakan dengan susah payah, selepas dari tidak tinggalnya lagi papa mama mereka di Eden) , memberi korban yang terbaik untuk Tuhan, dengan persembahannya itu.

Di kubu lain bisa jadi sang ibu , yang notabene adalah wanita pertama di dunia yang melanggar hukum Tuhan, bisa jadi menjadi seorang profokator buat Kain. “…..sudahlah Kain, kamu seorang yang mahir, kamu bisa mengembangkan diri sebaik-baiknya, kamu bisa memiliki apa yang kamu dambakan, kita itu nggak usah sok-sok suci-sucian…rohani-rohanian…kalau memberi persembahan itu ya apa yang ada aja, nggak perlu harus yang mengeluarkan darah…nggak perlu harus beli binatang sama adikmu, apalagi minta sama dia, itu gengsi dong, dan kalau kamu punyanya tumbuhan ya itu aja….apa yang terjadi sama papa mama dulu di Eden nggak usah diingat-ingat….papamu itu memang begini..begini begini….Tuhan itu mengusir papa dan mama dari Eden…sekarang kita ini hidup susah…mama mehalirkan kalian berdua dengan susah payah, dll…dst….”

Didikan yang seperti ini , bisa jadi menghasilkan anak yang seperti Kain, mudah marah, tidak bisa mengendalikan diri, berontak, tidak menghormati Tuhan, iri, dengki, dst.

Atau dimungkinkan Kain justru ada di kubu ayah, yang sedang berontak sama Tuhan, nggak perduli dan cuek dengan Tuhan, sedang mengadakan aksi protes karena kehidupan yang begitu keras menerpa mereka selepas mereka dari Eden. Sedang Habel ada di kubu mama yang mendominasi Habel untuk ikut jalan Tuhan, karena sang mama yang lebih perasa merasakan luka yang dalam jika jatuh dalam dosa, dan ingin berjuang untuk bangkit, dan intim lagi dengan Tuhan. Banyak kali di Alkitab dan di dunia sekarang, para wanita lebih menggebu dengan perkara rohani daripada pria. Who knows?

Kita tidak tahu pasti, apakah Kain di kubu Adam dan Habel di kubu Hawa atau sebaliknya Kain di kubu Hawa sedang Habel di kubu Adam. Tidak ada penjelasan lebih lanjut…semua kemungkinan itu ada saja.

Dan bisa jadi tiap-tiap hari mereka hidup dalam dua kubu ini, sementara Adam yang gagal menjadi seorang pemimpin, tidak bisa memegang kendali atas rumah tangganya, dia cenderung menyalahkan Tuhan atas kehadiran perempuan yang di sisinya, dan Hawa adalah sorang istri yang mendominasi dan gagal introspeksi diri, karena dia menyalahkan iblis. Masing-masing punya alasan dan tidak mau kalah.

Anak-anak mereka tiap hari menyaksikan orang tua mereka yang hidup seperti itu,saling menyalahkan,  tidak hidup dalam pertobatan, dan akhirnya terjadilah pembunuhan keji itu.

Betapa sedihnya Adam dan Hawa menyaksikan kematian Habel. Betapa tidak, karena mereka baru pertama kali ini menyaksikan kematian manusia. Habel yang biasa diajak bercanda, makan bersama, ngobrol, kini tergeletak tak bernyawa, diam , dan tubuhnya kaku, semakin lama semakin membusuk dan lama-lama kembali kepada tanah.

Kematian….kematian itu terjadi..untuk pertama kalinya. Dan itu terjadi pada anak mereka.

Mereka mulai menyadari bahwa mereka selama ini salah, mereka selama ini hidup dalam ‘saling menyalahkan’,membangun kubu-kubu dalam keluarga, tidak ada kesatuan, tidak pernah menghadirkan Tuhan dalam hidup mereka, anggur mereka telah tawar, eden mereka telah hilang, bukan hanya dari pijakan kaki mereka , melainkan juga dari hati mereka, sudah tidak ada ‘eden’ lagi. Boleh-boleh saja Eden dijaga malaikat dengan pedang bernyala-nyala, tetapi mengapa eden ikut-ikutan hengkang dari suasana keluarga mereka. Keharmonisan itu telah pergi jauh, menghilang tak terlihat kemana perginya.

Adam dan Hawa tentunya sedih, karena Habel mati terbunuh, sementara itu Kain hidup jauh dari mereka di perantauan.

  1. KEGAGALAN ADAM MEMPOSISIKAN DIRI SEBAGAI

PEMIMPIN/ IMAM DALAM KELUARGA

KEGAGALAN HAWA UNTUK TUNDUK KEPADA SUAMINYA

Fakta bahwa Adam telah gagal memposisikan diri sebagai pemimpin / imam dalam keluarga adalah:

Pada  saat dia ada di dekat istrinya, dan diam saat istrinya digoda ular, dan diam saat istrinya memakan buah terlarang, dan membuka mulutnya ikut memakan buah terlarang itu. .. membuat Adam serasa tidak berdaya dibawah pengaruh dominasi istrinya, dan tidak berdaya menegakkan pendidikan keluarga yang memuliakan nama Tuhan, dan seakan tidak berdaya untuk ikut mendidik Kain, yang mungkin saja berpihak di  kubu mama ini, dengan benar.

Banyak kali dibahas bahwa Adam tidak ada di tempat, saat Hawa jatuh dalam dosa, Siapa bilang Adam jauh…dari tempat kejadian perkara itu? Ohhh tidak ! Adam ada di situ dan mengikuti semua seri dari awal. Kesalahan Adam adalah karena dia DIAM. Kepemimpinan Adam nggak jalan, fungsi nya sebagai kepala, nggak jalan, fungsi kontrol, fungsi mengarahkan, fungsi menegur, fungsi memberi teladan…nggak jalan sama sekali.

Kejadian 3; 6

Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati k  karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil 1  dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya l  yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya 2 . m 

Kita lihat bahwa pada Kejadian pasal 4 : 1-24, adalah ZAMAN dimana Adam dan Hawa memiliki dua anak yaitu KAIN dan HABEL, serta setelah peristiwa pembunuhan itu, terbentuklah masyarakat dari keturunan KAIN.

Kita akan simak bahwasannya pada masa Kain dan Habel itu, HAWA menjadi seorang istri yang sangat dominan, kita bisa lihat pada ayat-ayat sbb:

  • Kejadian 4; 1…manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya…(nama Adam tidak disebut, sedang nama Hawa disebut jelas-jelas)
  • Kejadian 4;2 Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain, dan Habel menjadi gembala….dst (kembali di sini ,kita tidak menjumpai peran Adam yang memperanakkan Kain, melainkan disebut-sebut lagi peran Hawa  yang melahirkan)

DARI EMPAT PENYEBAB KEGAGALAN KELUARGA ADAM DAN HAWA ITULAH, YANG MEMBUAT MEREKA MENGALAMI PRAHARA PEMBUNUHAN PERTAMA DI DUNIA DALAM KELUARGA MEREKA

SEJAK SAAT ITU ADA SEBUAH TITIK BALIK DALAM KELUARGA MEREKA , sbb: (yang nanti akan dibahas lebih lanjut)

  1. Adam mulai menjalankan fungsi kepemimpinannya dengan baik sejak diberikannya Tuhan kesempatan kedua kepada keluarga mereka dengan kelahiran SET
  2. Hawa mulai menyadari bahwa pola pengajarannya pada anak-anaknya selama ini salah, dan dominasinya terhadap suami mulai berubah menjadi suatu ketundukan
  3. dengan ketundukannya pada suaminya yang mulai memposisikan diri sebagai ayah yang menurunkan pola SEGAMBAR DAN SERUPA ALLAH pada anak mereka SET, dengan didikan seorang ayah, Hawa juga kini mau sepakat mengajar SET dengan pola yang sama, hal ini menghasilkan sebuah keputusan pertobatan dalam keluarga mereka.
  1. ADAM MULAI MENJALANKAN FUNGSI KEPEMIMPINANNYA DENGAN BAIK

SEJAK SET LAHIR

Adam mulai menyadari , bahwa kegagalannya sebagai seorang pemimpin dalam keluarga, harus mengalami perombakan total.

Nah, sekarang kita akan bandingkan dengan ZAMAN dimana Adam dan Hawa memiliki anak mereka yang berikutnya yaitu SET, dalam kesempatan kedua yang Tuhan berikan,  dimana sangat mencolok sekali, peran Adam yang mulai terlihat memposisikan diri sebagai pemimpin, dan Hawa yang memposisikan diri sebagai penolong. Hal ini kita lihat pada Kejadian pasal 4: 25 sampai kejadian 5; 1-5

Adam bersetubuh pula dengan isterinya, o  lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Set, p  sebab katanya: “Allah telah mengaruniakan kepadaku anak yang lain sebagai ganti Habel; sebab Kain telah membunuhnya. q 

( ada penyebutan nama Adam di sini)

5:1 Inilah daftar t  keturunan u  Adam 1 . Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut rupa Allah; v  5:2 laki-laki dan perempuan w  diciptakan-Nya mereka. x  Ia memberkati mereka dan memberikan nama “Manusia” kepada mereka, pada waktu mereka diciptakan. 5:3 Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, y  lalu memberi nama Set z  kepadanya. 5:4 Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. 5:5 Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun 2 , lalu ia mati.

( ada nama Adam disebut di sini, tidak hanya sekedar penyebutan ‘manusia itu’ seperti pada Kejadian 4;1, dan ada peran utama ADAM sebagai yang memperanakkan, serta memberi nama pada SET)

 

  1. KEKALAHAN HAWA DALAM BERPERANG MELAWAN IBLIS

DALAM RANGKA MENGAJAR ANAK-ANAKNYA HIDUP TAKUT AKAN TUHAN

DIGANTI MENJADI POLA BARU YANG MEMBAWA KEMENANGAN

Saat itulah, ketika terjadi prahara pembunuhan kakak beraadik ini, bisa jadi Hawa diingatkan akan persitiwa di Eden, ketika dia perhadapkan pada dua pilihan:

Kejadian 3; 15

Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu a  dan keturunannya; b  keturunannya akan meremukkan kepalamu, c  dan engkau akan meremukkan tumitnya 1 .”

Dan pada saat itu, setelah mereka mendapat teguran Tuhan, di Kejadian pasal 3; 14-19, Adam memberi nama Hawa , langsung di ayat berikutnya, yaitu Kejadian 3 di ayat 20

Manusia itu memberi nama Hawa p  kepada isterinya 11 , sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.

Arti nama daripada Hawa adalah sbb:

Hawa = Eve = “life” or “living” = kehidupan

Bisa jadi Hawa mengalami perenungan dalam hidupnya, sepeninggal Habel dan selepas kepergian Kain, yang menjadi pengembara.

DUA PILIHAN POLA KEHIDUPAN KELUARGA

Saat Hawa berhasil menjadi seorang ibu yang MENANG, melawan kuasa jahat, berhasil tunduk kepada suaminya, dan mendidik anak-anak bukan dengan cara-cara dari si jahat, melainkan dengan CARA TUHAN,  maka dia akan mengalirkan KEHIDUPAN /hawa/ living pada keturunannya.  Jika dia menang, maka keturunannya akan meremukkan kepala ular

Akan tetapi apabila dia menjadi seorang ibu yang GAGAL, melawan kuasa jahat, dan mengajar anak-anaknya dengan cara-cara Tuhan, melainkan dengan CARA IBLIS, maka dia akan mengalirkan KEMATIAN pada keturunannya

Jika dia kalah, maka tumitnya akan diremukkan si iblis.

Hawa sadar , bahwa kematian Habel adalah kegagalannya sebagai seorang Ibu, yang ada adalah kematian si nafas ( kematian Habel), yang terjadi karena pembunuhan oleh si mahir (Kain). Itu semua, bisa jadi karena dia mendidik Kain dengan menanamkan karakter karakter jahat, mempresentasikan bapa pembohong itu.

I Yoh 3: 11-12

3:11 Sebab inilah berita yang telah kamu dengar p  dari mulanya, q  yaitu bahwa kita harus saling mengasihi; r  3:12 bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat s  dan yang membunuh adiknya. t  Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar. u 

Jika dia menang, maka keturunannya akan menghasilkan sebuah KEHIDUPAN/ hasrat untuk hidup, mempresentasikan Tuhan, Bapa Kebenaran. Dan keturunannya yang dihasilkan dari ajaran yang benar, akan menjadi keturunan yang meremukkan kepala ular, menghancurkan kuasa jahat, dan menjadi generasi yang menang, hidup benar, takut akan Tuhan, berkarakter ilahi.

 

  1. KEPUTUSAN UNTUK BERTOBAT DAN MEMULAI POLA KELUARGA YANG BARU

YAITU POLA SERUPA DAN SEGAMBAR DENGAN ALLAH

DIDIKAN DARI ADAM SEBAGAI AYAH

DAN AJARAN DARI HAWA SEBAGAI IBU

AMSAL 1; 8 HAI ANAKKU, DENGARKANLAH DIDIKAN AYAHMU, DAN JANGAN MENYIA-NYIAKAN AJARAN IBUMU

 

Saat itulah bisa jadi, Adam dan Hawa ingin memulai sesuatu yang baru dengan cara yang baru, cara mendidik anak yang baru, cara mengajar anak yang baru , cara hidup yang baru, pola keluarga yang baru

Kejadian 4: 25 Adam dan Hawa melahirkan lagi anak bernama SET, sebagai ganti daripada Habel yang telah mati dibunuh oleh Kain.

Set arti namanya adalah ‘kompensasi’ / pengganti

Mereka mendapatkan kesempatan kedua dari Tuhan untuk mengawali suatu restorasi/ pemulihan dalam keluarga mereka

Perubahan di satu sisi mulai terlihat, dimana Adam mulai memposisikan dirinya sebagai KEPALA keluarga, memimpin, mengatur, mengarahkan, memberi VISI, pandangan ke depan, mendisiplin, meluruskan.

Kita lihat adanya perubahan dalam keluarga ini: perhatikan apa yang ditulis di Kejadian pasal 5 ini

Keturunan Adam

5:1 Inilah daftar t  keturunan u  Adam 1 . Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut rupa Allah; v  5:2 laki-laki dan perempuan w  diciptakan-Nya mereka. x  Ia memberkati mereka dan memberikan nama “Manusia” kepada mereka, pada waktu mereka diciptakan. 5:3 Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, y  lalu memberi nama Set z  kepadanya. 5:4 Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. 5:5 Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun 2 , lalu ia mati. 

Perhatikan pada kata-kata yang saya cetak tebal, ternyata pada ayat ini, dimulai pada penciptaan Adam , kemudian dilanjutkan pada SET, serta dibahas sampai hari matinya ADAM

Perhatikan kembali di sini ada suatu POLA ILAHI yang diulang di sini :

  • Pertama Tuhan menciptakan Adam dan Hawa menurut RUPA ALLAH.
  • Dan perhatikan di sini, bahwa kemudian Adam memperanakkan seorang laki-laki MENURUT RUPA DAN GAMBARNYA, artinya Adam di sini Adam dan Hawa mulai menerapkan pola ilahi dalam keluarga mereka, agar tujuan penciptaan Tuhan itu tercapai dalam keluarga mereka
  • Pola baru, yang menghadirkan rupa dan gambar Allah dalam sebuah keluarga ini, dicatat sebagai hal baru, terbukti nama Kain dan Habel, tidak dicantumkan di sini.
  • Dan di seluruh bagian Alkitab, tidak ada satu ayat pun , kecuali ayat ini yang mencantumkan frase…………menurut rupa dan gambarnya….dalam hal MEMPERANAKKAN, ini adanya hanya di ayat ini saja.

Ayat ini mengisyaratkan kita, bahwasannya Adam dan Hawa mau mulai memperbaiki keluarganya, mau kembali pada tujuan ilahi daripada penciptaan mereka berdua, bahwa mereka diciptakan untuk mempresentasikan Tuhan kepada dunia ini. Yesaya 43;7

semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku z  yangKuciptakan a  untuk kemuliaan-Ku, b  yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan! c 

Pola asuh Adam dan Hawa terhadap Set kini diubah, mereka kini belajar saling menerima, saling mengampuni, saling memperhatikan, tidak mau lagi hidup saling menyalahkan, mau saling mengasihi, mau saling memberi, saling mendorong, tidak hidup dalam persaingan, dan prakarsa daripada Adam ini disetujui dan ditunduki oleh Hawa. Hawa mau sepakat, Hawa mau terlibat, Hawa mau jadi perempuan pemenang atas iblis, Hawa mau jadi ibu yang takut akan Tuhan, Hawa mau jadi perempuan yang mendidik anak-anaknya dengan bijak , yang diawali dengan titik awal penunjukan terhadap suaminya.

TUHAN SANGAT MENGHARGAI PERTOBATAN DAN PERUBAHAN DARI POLA LAMA KEPADA POLA BARU INI

  • Dalam seluruh pasal Kejadian 5 nama Kain dan Habel tidak dicantumkan dalam Keturunan Adam ini, semuanya dimulai dari SET.
  • Dalam seluruh bagian Alkitab, tidak ada ayat lain kecuali ayat ini yang menuliskan frase ‘SERUPA DAN SEGAMBAR’ dalam perihal MEMPERANAKKAN
  • Umur Adam saat memperanakkan Kain dan Habel tidak dicatat, namun ketika dia memperanakkan Set, usianya dicatat. Tuhan menganggap ini hal penting yang harus di catat, sejak kapankah kiranya Adam memulai pola baru dalam keluarganya.

CATATAN KEMENANGAN DARI KELUARGA YANG TELAH DIPULIHKAN

Pola asuh yang baru ini ditandai dengan adanya pencatatan hal yang baru pada silsilah Adam, kejadian 5: 1-32. Dalam perikob ini ditulis Adam, Set, dst sampai ke Henokh yang diangkat ke surga, serta perikop ini diakhiri dengan keluarga Nuh.

Dalam perikob ini tidak ditulis Kain dan Habel….mengapa? karena Tuhan mencatat pola yang baru dalam keluarga Adam dan Hawa ini, anggur yang baru yang mereka hadirkan dengan mulai mengajar anak-anak takut akan Tuhan. Sampai menghasilkan keturunan yang menang melawan kuasa gelap (Kej 3; 15)

Dan ini berhasil, Set bertumbuh berbeda, dia menjadi anak yang mengerti pentingnya anggur kemanisan dalam sebuah keluarga, pentingnya mendidik anak-anak dari kecil dengan baik, pentingnya saling menerima satu dengan yang lainnya, pentingnya takut akan TUHAN.

Set pun bertumbuh dewasa dan menjadi seorang ayah bagi Enos.

Dan Enos pun dicatat dalam Alkitab sebagai orang pertama yang mempelopori pada zamannya ‘memanggil nama TUHAN’, dia menyembah kepada Tuhan, memusatkan hidupnya pada Tuhan.

Pada saat Adam dan Hawa menjadi keluarga yang dipulihkan, baru keluarga mereka saja yang pulih, baru Adam, Hawa serta SET, sementara itu keluarga-keluarga lainnya , belum pulih, masih ikut pola jahat, pola salah, pola lama, kubu-kubu- karakter negatif-kebohongan-kejahatan-kesombongan, dll. Siapakah keluarga-keluarga lain itu..? Ya keturunan daripada Kain itu yang juga semakin banyak jumlahnya

Tetapi pada zaman Enos, Enoslah orang yang pertama kali mempelopori orang-orang disekitarnya, keluarga-keluarga lainnya untuk kembali pada tujuan penciptaan yang semula, yaitu untuk mempresentasikan TUHAN atas muka bumi ini, memuliakan Tuhan.

Hawa berhasil kali ini….ada sebuah KEHIDUPAN yang dialirkan jika dia menang.  Semangat Adam saat menyemangati dia, ketika hukuman Tuhan telah diketok palu di Taman Eden dulu, bahwa Adam ingin mendorong Hawa menjadi ibu semua yang hidup, tergenapi.  Set anak yang luar biasa memuliakan Tuhan, menjadi ayah bagi ENOS yang juga luar biasa cinta Tuhan, dan itu berjalan…it’s work !

Dengan demikian Adam ikut menang….!! Yeaaaayyyy!!!

SET DAN ENOS MASUK DALAM SILSILAH YESUS

Keturunan Set, menjadi garis keturunan Mesias, lewat Enos, Lukas 3; 38

Silsilah Yesus

3:23 5 Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, k  Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, l  anak Eli, 3:24 anak Matat, anak Lewi, anak Malkhi, anak Yanai, anak Yusuf, 3:25 anak Matica, anak Amos, anak Nahum, anak Hesli, anak Nagai, 3:26 anak Maat, anak Matica, anak Simei, anak Yosekh, anak Yoda, 3:27 anak Yohanan, anak Resa, anak Zerubabel, m  anak Sealtiel, anak Neri, 3:28 anak Malkhi, anak Adi, anak Kosam, anak Elmadam, anak Er, 3:29 anak Yesua, anak Eliezer, anak Yorim, anak Matat, anak Lewi, 3:30 anak Simeon, anak Yehuda, anak Yusuf, anak Yonam, anak Elyakim, 3:31 anak Melea, anak Mina, anak Matata, anak Natan, n  anak Daud, 3:32 anak Isai, anak Obed, anak Boas, anak Salmon, anak Nahason, 3:33 anak Aminadab, anak Admin, anak Arni, anak Hezron, anak Peres, o  anak Yehuda, 3:34 anak Yakub, anak Ishak, anak Abraham, anak Terah, anak Nahor, p  3:35 anak Serug, anak Rehu, anak Peleg, anak Eber, anak Salmon, 3:36 anak Kenan, anak Arpakhsad, q  anak Sem, anak Nuh, anak Lamekh, r  3:37 anak Metusalah, anak Henokh, anak Yared, anak Mahalaleel, anak Kenan, s  3:38 anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah. t 

Perhatikan kata-kata terkahir adalah ANAK ALLAH.

Kemenangan dari keturunan Adam adalah ketika Adam berhasil memposisikan diri sebagai pemimpin yang takut akan Tuhan, dalam keluarganya.

Kemenangan dari keturunan Hawa, adalah karena jadi ANAK ALAH, bukan anak iblis.

Kembali kita teringat pada ayat ini: I Yoh 3: 11-12, anak Allah…atau anak iblis…dua pilihan ini menjadi penentunya.

3:11 Sebab inilah berita yang telah kamu dengar p  dari mulanya, q  yaitu bahwa kita harus saling mengasihi; r  3:12 bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat s  dan yang membunuh adiknya. t  Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar. u 

POLA TIGA GENERASI

Adam-Set dan Enos adalah 3 generasi yang merupakan pola Alkitabiah: Yoel 1 ayat 3, Mazmur 78: 5-7, di mana dalam pola ini ada perintah Tuhan untuk ayah mengajarkannya pada sang anak, dan anak mengajarkannya pada sang cucu , dan saat kakek meninggal, maka anak akan menjadi kakek bagi anak dari anak-anaknya, demikian seterusnya secara estafet.

Yoel 1;3

Ceritakanlah tentang itu kepada anak-anakmu, g  dan biarlah anak-anakmu menceritakannya kepada anak-anak mereka, dan anak-anak mereka kepada angkatan h  yang kemudian.

Mazmur 78: 5-7
78:5 Telah ditetapkan-Nya peringatan u  di Yakub v  dan hukum Taurat diberi-Nya di Israel; nenek moyang kita diperintahkan-Nya untuk memperkenalkannya kepada anak-anak mereka 1 78:6 supaya dikenal oleh angkatan yang kemudian, supaya anak-anak, yang akan lahir kelak, w  bangun dan menceritakannya kepada anak-anak mereka, 78:7supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah dan tidak melupakan x  perbuatan-perbuatan Allah, tetapi memegang perintah-perintah-Nya; y 

Kalau kita teliti lagi dari kitab Kejadian, nantinya kita akan simpulkan bahwasannya Set mewakili pendidikan anak yang telah berhasil, dari sebuah pola didikan keluarga yang telah dipulihkan, sementara Kain mewakili pendidikan anak yang telah gagal, dari sebuah pola didikan keluarga yang belum dipulihkan.

Keturunan Kain hanya dituliskan sampai generasi yang terbatas, hanya sampai keturunan yang ke 7 saja , dan semua keturunan mereka yang bertambah lama bertambah jahat sampai akhirnya pada zaman air bah, mereka semua musnah. Semua kehidupan mereka terpusat pada budaya. Keselamatan tidak bisa diselesaikan pada budaya, melainkan hanya lewat Kristus saja.

Tetapi keturunan SET terus ditulis sampai garis Yesus Kristus, karena Nuh adalah keturunan daripada Set.

Kesimpulan : Hari ini Dia ingin mengadakan pemulihan bagi rumah tangga-rumah tangga yang mulai menjadi tawar, buka hatimu,…biarkan Dia memulihkan hidupmu, mari berkata seperti Adam- kita mau peranakkan anak-cucu kita seperti gambar dan rupa kita, yaitu gambar dan rupa kita yang telah dipulihkan seperti gambar dan rupa Tuhan, hidup yang memuliakan nama Tuhan, membangun suatu keluarga yang harmonis bagi kemuliaan nama Tuhan, sehingga anggur yang semakin manis itu menjadi suatu berkat bagi banyak ‘tamu undangan’, bagi ‘panitia’, bagi semua orang yang bersentuhan hidup dengan kita. Amin.

PENELITIAN ZAMAN

Umur ADAM saat mati adalah 930 tahun

Saat Adam memperanakkan SET, dia berumur 130 tahun. Adam menjadi ayah bagi Set di usia 130 tahun

Saat Set berumur 105 tahun, Enos lahir, waktu itu berarti umur Adam 130+105= 235 tahun. Adam menjadi kakek bagi Enos  diusia 235 tahun.

Saat Enos berusia 90 tahun, Kenan lahir, waktu itu berarti umur Adam adalah 235 + 90 = 325 tahun. Adam menjadi kakek buyut buat Kenan diusia 325 tahun.

Saat Kenan berusia 70 tahun, Mahalaleel lahir, waktu itu berarti umur Adam adalah 325 +70 = 395 tahun. Adam menjadi kakek canggah buat  Mahalaleel diusia 395 tahun

Saat Mahalaleel berumur 65 tahun, Yared lahir, waktu itu berarti umur Adam adalah 395 + 65 =  460 tahun. Adam menjadi kakek gantung siwur buat Yared diusia 460 tahun

Saat Yared berusia 162 tahun, Henokh lahir, waktu itu berarti umur Adam adalah  460 +162 = 622 tahun. Adam menjadi nenek moyang bagi Henokh di usia  622 tahun

Saat Henokh berusia 65 tahun, Metusalah lahir, waktu itu berarti umur Adam adalah 622 +65 = 687 tahun. Adam menjadi nenek moyang buyut buat Metusalah di usia 687 tahun.

Henokh diangkat ke surga pada usia 365 tahun. Itu artinya ADAM selama di dunia, tidak sempat mengalami peristiwa ini. Peristiwa ini terjadi 57 tahun sebelum Adam mati (622+365=987, 987-930= 57)

Saat Metusalah berusia 187 tahun, Lamekh lahir, waktu itu berarti umur Adam adalah 687 +187 = 874 tahun. Adam menjadi nenek moyang canggah buat Lamekh di usia 874 tahun.

Pada saat Lamekh berumur 56 tahun, Adam mati. 874 +56 = 930

ADAM, nenek moyang canggah daripada lamekh,  sempat hidup bersama-sama Lamekh selama 56 tahun

Kelak ketika Lamekh berumur 182 tahun, dia memperanakkan NUH.

Artinya, Adam mati, 126 tahun sebelum NUH lahir. Adam tidak sempat menyaksikan kelahiran Nuh

(182-56 = 126 )

Adam (sebagai generasi PEMULA)  hidup mendampingi anaknya (generasi 1), cucunya (generasi 2) dan terus sampai generasi ke 10

Adam terus mendampingi generasi-generasi dibawahnya dengan diberi kesempatan oleh Tuhan meneruskan tongkat estafet itu sampai generasi daripada LAMEKH. Adam sempat menemani Lamekh sampai Lamekh berusia 56 tahun. Dimana Lamekh nantinya akan menjadi kakek yg meneruskannya pada Nuh, dan Lamekh masih akan mendampingi Nuh menjadi seorang ayah buat cucu-cucunya Sem Ham dan Yafet. Di sini kita lihat, kematian Adam adalah sampai mempersiapkan kakek daripada Sem, Ham dan Yafet. Saya percaya karena Adam diberi mandat oleh Tuhan untuk beranak cucu dan bertambah banyak, maka Adam diberi mandat untuk membuat POLA ILAHI ini begitu kuat dalam estafet pendampingannya sebagai manusia pertama yang pernah paling intim dengan Tuhan di Eden dulu -sebelum kejatuhannya dalam dosa-  dan setelah Adam hidup dalam pemulihan dan pertobatan, Tuhan terus memberi kesempatan-kesempatan yang berikutnya pada Adam untuk terus mengulang pelajaran ini, sampai 8 generasi di bawahnya.

Adam diijinkan Tuhan bertahan hidup di zaman Henokh (6 generasi di bawahnya) , walaupun Adam telah meninggal 57 tahun sebelum  Henokh diangkat hidup-hidup ke surga tanpa mengalami kematian, Adam sempat mengenal Henokh.  

Sekarang kita selidiki tahun-tahunnya SET

Umur SET  saat mati adalah 912 tahun

Saat Set berumur 105 tahun, Enos lahir, waktu itu berarti Set menjadi ayah buat ENOS diumur 105 tahun . Sedangkan usia Adam pada saat itu adalah 235 tahun.

Saat Enos berusia 90 tahun, Kenan lahir, waktu itu berarti umur SET  menjadi kakek buat Enos pada umur 105 + 90 =195 tahun. Sedangkan usia Adam pada saat itu menjadi kakek buyut buat Kenan diusia 325 tahun.

Saat Kenan berusia 70 tahun, Mahalaleel lahir, waktu itu berarti umur Set  adalah 195:70=265  tahun. SET menjadi kakek buyut buat Mahalaleel di usia 265 tahun, dan Adam menjadi kakek canggah buat  Mahalaleel diusia 395 tahun

Saat Mahalaleel berumur 65 tahun, Yared lahir, waktu itu berarti umur Set  adalah 265 + 65 =  330  tahun. Set menjadi kakek canggah buat Yared di usia 330 tahun. Adam menjadi kakek gantung siwur buat Yared diusia 460 tahun

Saat Yared berusia 162 tahun, Henokh lahir, waktu itu berarti umur Set adalah  330 +162 = 492 tahun. Set menjadi kakek gantung siwur buat Henokh di usia 492 tahun. Adam menjadi nenek moyang bagi Henokh di usia  622 tahun

Saat Henokh berusia 65 tahun, Metusalah lahir, waktu itu berarti umur Set dalah 492 +65 = 557 tahun. Set menjadi nenik moyang buat Metusalah di usia 557 tahun, Adam menjadi nenek moyang buyut buat Metusalah di usia 687 tahun.

Henokh diangkat ke surga pada usia 365 tahun.

Itu artinya usia SET pada saat itu adalah (usia SET  saat Henokh lahir) 492 +365 = 857  tahun

ARTINYA SET  ADALAH KAKEK GANTUNG SIWUR YANG MASIH HIDUP DI ZAMAN HENOKH DIANGKAT OLEH TUHAN HIDUP HIDUP

Saat Metusalah berusia 187 tahun, Lamekh lahir, waktu itu berarti umur Set adalah 557 +187 = 744  tahun. Set menjadi nenek moyang  buyut buat Lamekh di usia 744 tahun, Adam menjadi nenek moyang canggah buat Lamekh di usia 874 tahun.

Pada saat Lamekh berumur 56 tahun, Adam mati. 874 +56 = 930

Pada saat Lamekh berusia 168 tahun, SET MATI (744+ 168 = 912)

SET mati setelah Adam telah mati selama  (168-56 =) 112 tahun

Kelak ketika Lamekh berumur 182 tahun, dia memperanakkan NUH.

Artinya, Adam mati, 126 tahun sebelum NUH lahir.

(182-56 = 126 )

Artinya, SET mati, 14  tahun sebelum NUH lahir

(182 -168= 14)

Set tidak sempat menyaksikan kelahiran NUH

Set (sebagai generasi 1)  hidup mendampingi anaknya (generasi 2), cucunya (generasi 3) dan terus sampai generasi ke 8

Set sama seperti Adam, ayahnya, dia terus mendampingi generasi-generasi dibawahnya dengan diberi kesempatan oleh Tuhan meneruskan tongkat estafet itu sampai generasi daripada LAMEKH. Set sempat menemani Lamekh sampai Lamekh berusia 168 tahun. Dimana Lamekh nantinya akan menjadi kakek yg meneruskannya pada Nuh, dan Lamekh masih akan mendampingi Nuh menjadi seorang ayah buat cucu-cucunya Sem Ham dan Yafet. Di sini kita lihat, kematian SET sebagai generasi pertama yang dididik dengan cara yang benar, dibawa takut akan Tuhan, menjadi generasi pertama yang mengecap pemulihan keluarga, SET berkewajiban sampai mempersiapkan kakek daripada Sem, Ham dan Yafet. Pendampingan ini begitu penting dan kuat sampai harus diulang terus sampai 7 generasi di bawahnya.

Set diijinkan Tuhan bertahan hidup di zaman Henokh (5 generasi di bawahnya) , jadi saat Henokh diangkat hidup-hidup ke surga tanpa mengalami kematian, Set ada di zaman itu, dia mengalami kuasa dari sebuah pemulihan keluarga dengan metode ilahi pola estafet 3 generasi.

Sekarang kita selidiki tahun-tahunnya ENOS

Umur ENOS  saat mati adalah 905 tahun

Saat Enos berusia 90 tahun, Kenan lahir, waktu itu Enos menjadi ayah buat Kenan diusia 90 tahun, waktu itu berarti umur SET  adalah105 + 90 =195 tahun. Set menjadi kakek buat Enos pada umur 195 tahun. Sedangkan usia Adam pada saat itu menjadi kakek buyut buat Kenan diusia 325 tahun.

Saat Kenan berusia 70 tahun, Mahalaleel lahir, waktu itu Enos menjadi kakek buat Mahalaleel di usia 90+70 = 160 tahun, waktu itu berarti umur Set  adalah 195:70=265  tahun. SET menjadi kakek buyut buat Mahalaleel di usia 265 tahun, dan Adam menjadi kakek canggah buat  Mahalaleel diusia 395 tahun

Saat Mahalaleel berumur 65 tahun, Yared lahir, waktu itu Enos menjadi kakek buyut bua Yared di usia 160 + 65 = 225 tahun. waktu itu berarti umur Set  adalah 265 + 65 =  330  tahun. Set menjadi kakek canggah buat Yared di usia 330 tahun. Adam menjadi kakek gantung siwur buat Yared diusia 460 tahun

Saat Yared berusia 162 tahun, Henokh lahir, waktu itu ENOS menjadi kakek canggah buat Henokh di usia 225+ 162 = 387 tahun, waktu itu berarti umur Set adalah  330 +162 = 492 tahun. Set menjadi kakek gantung siwur buat Henokh di usia 492 tahun. Adam menjadi nenek moyang bagi Henokh di usia  622 tahun

Saat Henokh berusia 65 tahun, Metusalah lahir, waktu itu ENOS menjadi kakek gantung siwur buat Metusalah di usia 387+65 = 452 tahun,  waktu itu berarti umur Set dalah 492 +65 = 557 tahun. Set menjadi nenik moyang buat Metusalah di usia 557 tahun, Adam menjadi nenek moyang buyut buat Metusalah di usia 687 tahun.

Henokh diangkat ke surga pada usia 365 tahun. Itu artinya usia Enos pada saat itu adalah 387 (usia Enos saat Henokh lahir) +365 = 752  tahun

ARTINYA ENOS ADALAH KAKEK CANGGAH YANG  MASIH HIDUP DI ZAMAN HENOKH DIANGKAT OLEH TUHAN HIDUP HIDUP

Saat Metusalah  berusia 187 tahun, Lamekh lahir, waktu itu ENOS menjadi nenek moyang buat Lamekh di usia 452+187 = 639 tahun , waktu itu berarti umur Set adalah 557 +187 = 744  tahun. Set menjadi nenek moyang  buyut buat Lamekh di usia 744 tahun, Adam menjadi nenek moyang canggah buat Lamekh di usia 874 tahun.

Saat Lamekh berusia 182 tahun, Nuh lahir, waktu itu ENOS menjadi nenek moyang buyut buat Nuh di usia 639 + 182 = 821 tahun

Pada saat Nuh berusia 84 tahun ENOS mati

905-821 = 84

ENOS hidup bersama Nuh selama 84 tahun.

Enos (sebagai generasi 1) hidup mendampingi anaknya (generasi 2), cucunya (generasi 3) dan terus sampai generasi ke 8

Enos melihat hasil daripada kerja kerasnya mempelopori menyebut nama Tuhan pada zamannya, dan pengaruhnya sangat kuat sampai ia melihat dengan mata kepala sendiri, 7 generasi di bawahnya, yaitu Nuh, menjadi orang yang hidup berbeda dari orang-orang sezamannya.

Enos, diijinkan Tuhan bertahan hidup di zaman Henokh 4 generasi di bawahnya) , jadi saat Henokh diangkat hidup-hidup ke surga tanpa mengalami kematian, Enos ada di zaman itu, dia mengalami kuasa dari sebuah pemulihan keluarga dengan metode ilahi pola estafet 3 generasi.

 

Sekarang kita selidiki tahun-tahunnya KENAN

Umur KENAN  saat mati adalah 910 tahun

Saat Kenan berusia 70 tahun, Mahalaleel lahir, waktu itu Kenan menjadi ayah bagi Mahalaleel diusia 70 tahun, waktu itu Enos menjadi kakek buat Mahalaleel di usia 90+70 = 160 tahun, waktu itu berarti umur Set  adalah 195:70=265  tahun. SET menjadi kakek buyut buat Mahalaleel di usia 265 tahun, dan Adam menjadi kakek canggah buat  Mahalaleel diusia 395 tahun

Saat Mahalaleel berumur 65 tahun, Yared lahir, waktu itu Kenan menjadi kakek buat Yared di usia 70+65 = 135 tahun, waktu itu Enos menjadi kakek buyut bua Yared di usia 160 + 65 = 225 tahun. waktu itu berarti umur Set  adalah 265 + 65 =  330  tahun. Set menjadi kakek canggah buat Yared di usia 330 tahun. Adam menjadi kakek gantung siwur buat Yared diusia 460 tahun

Saat Yared berusia 162 tahun, Henokh lahir, waktu itu Kenan menjadi kakek buyut buat Henokh di usia 135+162 = 297 tahun, waktu itu ENOS menjadi kakek canggah buat Henokh di usia 225+ 162 = 387 tahun, waktu itu berarti umur Set adalah  330 +162 = 492 tahun. Set menjadi kakek gantung siwur buat Henokh di usia 492 tahun. Adam menjadi nenek moyang bagi Henokh di usia  622 tahun

Saat Henokh berusia 65 tahun, Metusalah lahir, waktu itu Kenan menjadi kakek canggah buat Metusalah diusia 297+65 = 362 tahun , waktu itu ENOS menjadi kakek gantung siwur buat Metusalah di usia 387+65 = 452 tahun,  waktu itu berarti umur Set dalah 492 +65 = 557 tahun. Set menjadi nenik moyang buat Metusalah di usia 557 tahun, Adam menjadi nenek moyang buyut buat Metusalah di usia 687 tahun.

Henokh diangkat ke surga pada usia 365 tahun. Itu artinya usia Kenan pada saat itu adalah (usia Enos saat Henokh lahir) 297 +365 = 662  tahun

ARTINYA KENAN ADALAH KAKEK BUYUT HENOKH YANG MASIH HIDUP DI ZAMAN HENOKH DIANGKAT OLEH TUHAN HIDUP HIDUP

Saat Metusalah  berusia 187 tahun, Lamekh lahir,  waktu itu Kenan menjadi kakek gantung siwur buat Lamekh di usia 362+187 = 549 tahun , waktu itu ENOS menjadi nenek moyang buat Lamekh di usia 452+187 = 639 tahun , waktu itu berarti umur Set adalah 557 +187 = 744  tahun. Set menjadi nenek moyang  buyut buat Lamekh di usia 744 tahun, Adam menjadi nenek moyang canggah buat Lamekh di usia 874 tahun.

Saat Lamekh berusia 182 tahun, Nuh lahir, waktu itu Kenan menjadi nenek moyang buat Nuh di usia 549+182 = 731 tahun, waktu itu ENOS menjadi nenek moyang buyut buat Nuh di usia 639 + 182 = 821 tahun

Saat Nuh berusia 179 tahun, Kenan mati

910-731 = 179

Kenan, nenek moyang Nuh,  hidup bersama Nuh 179 tahun.

ENOS, nenek moyang buyut Nuh,  hidup bersama Nuh selama 84 tahun.

Kenan (sebagai generasi 1) hidup mendampingi anaknya (generasi 2), cucunya (generasi 3) dan terus sampai generasi ke 7

Kenan sebagai anak daripada ENOS, diijinkan Tuhan mendampingi 6 generasi dibawahnya sampai mempersiapkan Nuh. Pengaruh yang kuat dari ENOS ayahnya, membuat Kenan harus menjadi bukti bahwa menyerukan nama Tuhan itu menjadi gaya hidup yang terus ditularkan sampai 6 generasi di bawahnya. Kita masih mencium pola 3 generasi di sini, yang digarisbawahi dari ENOS, sang pelopor praise and worship pada zamannya ENOS-KENAN

Kenan, diijinkan Tuhan bertahan hidup di zaman Henokh 3 generasi di bawahnya) , jadi saat Henokh diangkat hidup-hidup ke surga tanpa mengalami kematian, Kenan ada di zaman itu, dia mengalami kuasa dari sebuah pemulihan keluarga dengan metode ilahi pola estafet 3 generasi.

Sekarang kita selidiki tahun-tahunnya Mahalaleel

Umur MAHALALEEL  saat mati adalah 895 tahun

Saat Mahalaleel berumur 65 tahun, Yared lahir, waktu itu, Mahalaleel menjadi ayah buat Yared diusia 65 tahun. waktu itu Kenan menjadi kakek buat Yared di usia 70+65 = 135 tahun, waktu itu Enos menjadi kakek buyut bua Yared di usia 160 + 65 = 225 tahun. waktu itu berarti umur Set  adalah 265 + 65 =  330  tahun. Set menjadi kakek canggah buat Yared di usia 330 tahun. Adam menjadi kakek gantung siwur buat Yared diusia 460 tahun

Saat Yared berusia 162 tahun, Henokh lahir, waktu itu Mahalaleel menjadi kakek buat Henokh diusia 65+162 = 227 tahun . waktu itu Kenan menjadi kakek buyut buat Henokh di usia 135+162 = 297 tahun, waktu itu ENOS menjadi kakek canggah buat Henokh di usia 225+ 162 = 387 tahun, waktu itu berarti umur Set adalah  330 +162 = 492 tahun. Set menjadi kakek gantung siwur buat Henokh di usia 492 tahun. Adam menjadi nenek moyang bagi Henokh di usia  622 tahun

Saat Henokh berusia 65 tahun, Metusalah lahir, waktu itu Mahalaleel menjadi kakek buyut buat Metusalah di usia 227+65 = 292 tahun, waktu itu Kenan menjadi kakek canggah buat Metusalah diusia 297+65 = 362 tahun , waktu itu ENOS menjadi kakek gantung siwur buat Metusalah di usia 387+65 = 452 tahun,  waktu itu berarti umur Set dalah 492 +65 = 557 tahun. Set menjadi nenik moyang buat Metusalah di usia 557 tahun, Adam menjadi nenek moyang buyut buat Metusalah di usia 687 tahun.

Henokh diangkat ke surga pada usia 365 tahun. Itu artinya usia Mahalaleel pada saat itu adalah (usia Mahalaleel saat Henokh lahir) 227 +365 = 592  tahun

ARTINYA MAHALALEEL  ADALAH KAKEK HENOKH YANG MASIH HIDUP DI ZAMAN HENOKH DIANGKAT OLEH TUHAN HIDUP HIDUP

Saat Metusalah  berusia 187 tahun, Lamekh lahir,  waktu itu Mahalaleel menjadi kakek canggah buat Lamekh di usia 292+187 = 479 tahun, waktu itu Kenan menjadi kakek gantung siwur buat Lamekh di usia 362+187 = 549 tahun , waktu itu ENOS menjadi nenek moyang buat Lamekh di usia 452+187 = 639 tahun , waktu itu berarti umur Set adalah 557 +187 = 744  tahun. Set menjadi nenek moyang  buyut buat Lamekh di usia 744 tahun, Adam menjadi nenek moyang canggah buat Lamekh di usia 874 tahun.

Saat Lamekh berusia 182 tahun, Nuh lahir, waktu itu Mahalaleel menjadi kakek gantung siwur buat Nuh, diusia 479+182 = 661 tahun, waktu itu Kenan menjadi nenek moyang buat Nuh di usia 549+182 = 731 tahun, waktu itu ENOS menjadi nenek moyang buyut buat Nuh di usia 639 + 182 = 821 tahun

Saat Nuh berusia 234 tahun, Mahalaleel mati

895-661 = 234

Mahalaleel , kakek gantung siwur buat Nuh, hidup bersama Nuh, 234 tahun.

Kenan, nenek moyang Nuh,  hidup bersama Nuh 179 tahun.

ENOS, nenek moyang buyut Nuh,  hidup bersama Nuh selama 84 tahun.

Mahalaleel (sebagai generasi 1) hidup mendampingi anaknya (generasi 2), cucunya (generasi 3) dan terus sampai generasi ke 6

Mahalaleel sebagai cucu daripada ENOS, diijinkan Tuhan mendampingi 5 generasi dibawahnya sampai mempersiapkan Nuh. Pengaruh yang kuat dari ENOS kakeknya, membuat Mahalaleel  harus menjadi bukti bahwa menyerukan nama Tuhan itu menjadi gaya hidup yang terus ditularkan sampai 5 generasi di bawahnya. Kita masih mencium pola 3 generasi di sini, yang digarisbawahi dari ENOS, sang pelopor praise and worship pada zamannya. ENOS-KENAN-MAHALALEEL

Mahalaleel, diijinkan Tuhan bertahan hidup di zaman Henokh2 generasi di bawahnya) , jadi saat Henokh diangkat hidup-hidup ke surga tanpa mengalami kematian, Mahalaleel ada di zaman itu, dia adalah KAKEK YANG mengalami kuasa dari sebuah pemulihan keluarga dengan metode ilahi pola estafet 3 generasi, dimana CUCUNYA Henokh diangkat hidup-hidup. Luar biasa..!

Sekarang kita selidiki tahun-tahunnya Yared

Umur YARED  saat mati adalah 962 tahun

Saat Yared berusia 162 tahun, Henokh lahir, waktu itu Yared menjadi ayah buat Henokh di usia 162 tahun. waktu itu Mahalaleel menjadi kakek buat Henokh diusia 65+162 = 227 tahun . waktu itu Kenan menjadi kakek buyut buat Henokh di usia 135+162 = 297 tahun, waktu itu ENOS menjadi kakek canggah buat Henokh di usia 225+ 162 = 387 tahun, waktu itu berarti umur Set adalah  330 +162 = 492 tahun. Set menjadi kakek gantung siwur buat Henokh di usia 492 tahun. Adam menjadi nenek moyang bagi Henokh di usia  622 tahun

Saat Henokh berusia 65 tahun, Metusalah lahir, waktu itu Yared menjadi kakek buat Metusalah di usia 162+65 = 227 tahun. waktu itu Mahalaleel menjadi kakek buyut buat Metusalah di usia 227+65 = 292 tahun, waktu itu Kenan menjadi kakek canggah buat Metusalah diusia 297+65 = 362 tahun , waktu itu ENOS menjadi kakek gantung siwur buat Metusalah di usia 387+65 = 452 tahun,  waktu itu berarti umur Set dalah 492 +65 = 557 tahun. Set menjadi nenik moyang buat Metusalah di usia 557 tahun, Adam menjadi nenek moyang buyut buat Metusalah di usia 687 tahun.

Henokh diangkat ke surga pada usia 365 tahun. Itu artinya usia Yared pada saat itu adalah (usia Yared saat Henokh lahir) 162 +365 = 527  tahun

ARTINYA YARED  ADALAH AYAH HENOKH YANG MASIH HIDUP DI ZAMAN HENOKH DIANGKAT OLEH TUHAN HIDUP HIDUP

Saat Metusalah  berusia 187 tahun, Lamekh lahir, waktu itu Yared menjadi kakek buyut buat Lamekh di usia 227+187 = 414 tahun.   waktu itu Mahalaleel menjadi kakek canggah buat Lamekh di usia 292+187 = 479 tahun, waktu itu Kenan menjadi kakek gantung siwur buat Lamekh di usia 362+187 = 549 tahun , waktu itu ENOS menjadi nenek moyang buat Lamekh di usia 452+187 = 639 tahun , waktu itu berarti umur Set adalah 557 +187 = 744  tahun. Set menjadi nenek moyang  buyut buat Lamekh di usia 744 tahun, Adam menjadi nenek moyang canggah buat Lamekh di usia 874 tahun.

Saat Lamekh berusia 182 tahun, Nuh lahir, waktu itu Yared menjadi kakek canggah buat Nuh di usia 414+182 = 596 tahun. waktu itu Mahalaleel menjadi kakek gantung siwur buat Nuh, diusia 479+182 = 661 tahun, waktu itu Kenan menjadi nenek moyang buat Nuh di usia 549+182 = 731 tahun, waktu itu ENOS menjadi nenek moyang buyut buat Nuh di usia 639 + 182 = 821 tahun

Saat Nuh berusia 366 tahun, Yared mati

962-596 =366

Yared , kakek canggah buat Nuh, hidup bersama Nuh 366 tahun.

Mahalaleel , kakek gantung siwur buat Nuh, hidup bersama Nuh, 234 tahun.

Kenan, nenek moyang Nuh,  hidup bersama Nuh 179 tahun.

ENOS, nenek moyang buyut Nuh,  hidup bersama Nuh selama 84 tahun.

Yared (sebagai generasi 1) hidup mendampingi anaknya (generasi 2), cucunya (generasi 3) dan terus sampai generasi ke 5

Kini pola 3 generasi itu dijajal keberhasilannya, apakah dibawah ENOS, sang pelopor itu, yaitu generasi anaknya KENAN, masih bisa diperhitungkan KENAN sebagai hitungan pertama (kakek) yang bisa saja kita sebut sebagai KENOS JUNIOR, apakah KENAN berhasil menjadi KENOS SENIOR, yang meneruskan estafet itu secara kuat pada anaknya Mahaleel, dan pada cucunya Yared. Ternyata berhasil, Yared masih memegang dengan kuat tongkat estafet itu. Bahkan bisa dikatakan , penjajalan ini bisa dinilai sangat berhasil, karena Yared yang adalah CICIT daripada ENOS, jadi di sini sudah terjadi 2 gelombang pola 3 generasi;

GELOMBANG 1. ENOS-KENAN-MAHALALEEL.

GELOMBANG 2. KENAN-MAHALALEEL-YARED.

Mengapa saya hitung Enos sebagai gelombang 1, karena dia pelopor praise and worship pada zamannya. Sampai di mana pola 3 generasi ini berhasil mencetak generasi di bawahnya (anak) menjadi hitungan 1 lagi untuk 2 generasi di bawahnya (anaknya kini menjadi KAKEK buat CUCU BUYUTNYA , dan sampai dimana pola 3 generasi ini berhasil mencetak 2 generasi di bawahnya, yaitu si CUCU yang berhasil menjadi KAKEK BUAT cucu canggahnya

Ternyata semakin kuat pengaruhnya, Yared berhasil mendidik HENOKH, tokoh yang fenomenal sekali karena diangkat ke surga tanpa mengalami kematian. Hmmmm luar biasa !

Yared, diijinkan Tuhan bertahan hidup di zaman Henokh 1generasi di bawahnya) , jadi saat Henokh diangkat hidup-hidup ke surga tanpa mengalami kematian, Yared ada di zaman itu, dia adalah AYAH YANG mengalami kuasa dari sebuah pemulihan keluarga dengan metode ilahi pola estafet 3 generasi, dimana ANAKNYA Henokh diangkat hidup-hidup. Luar biasa..!

Sekarang kita selidiki tahun-tahunnya Henokh

Umur Henokh   saat diangkat ke surga adalah 365 tahun

Saat Henokh berusia 65 tahun, Metusalah lahir, waktu itu Henokh jadi ayah buat Metusalah di usia 65 tahun, waktu itu Yared menjadi kakek buat Metusalah di usia 162+65 = 227 tahun. waktu itu Mahalaleel menjadi kakek buyut buat Metusalah di usia 227+65 = 292 tahun, waktu itu Kenan menjadi kakek canggah buat Metusalah diusia 297+65 = 362 tahun , waktu itu ENOS menjadi kakek gantung siwur buat Metusalah di usia 387+65 = 452 tahun,  waktu itu berarti umur Set dalah 492 +65 = 557 tahun. Set menjadi nenik moyang buat Metusalah di usia 557 tahun, Adam menjadi nenek moyang buyut buat Metusalah di usia 687 tahun.

Saat Metusalah  berusia 187 tahun, Lamekh lahir, waktu itu Henokh menjadi kakek buat Lamekh di usia 65+187 = 252 tahun,  waktu itu Yared menjadi kakek buyut buat Lamekh di usia 227+187 = 414 tahun.   waktu itu Mahalaleel menjadi kakek canggah buat Lamekh di usia 292+187 = 479 tahun, waktu itu Kenan menjadi kakek gantung siwur buat Lamekh di usia 362+187 = 549 tahun , waktu itu ENOS menjadi nenek moyang buat Lamekh di usia 452+187 = 639 tahun , waktu itu berarti umur Set adalah 557 +187 = 744  tahun. Set menjadi nenek moyang  buyut buat Lamekh di usia 744 tahun, Adam menjadi nenek moyang canggah buat Lamekh di usia 874 tahun.

Umur Henokh   saat diangkat ke surga adalah 365 tahun

Henokh tidak sempat menjadi kakek buyut daripada Nuh .

 

Pada saat Metusalah berusia  365-65= 300  tahun, Henokh, ayahnya, dianggat naik

Pada saat Lamekh berusia 113 tahun,  Henokh, kakek Lamekh, dianggat naik.

365-252= 113

Henokh , sempat menjadi kakek yang menemani Lamekh hidup selama 113 tahun

Henokh , tidak sempat melihat Nuh, cucu buyutnya.

Henokh lebih dulu diangkat ke surga daripada Yared, ayahnya, 

lebih dulu diangkat ke surga daripada Mahalaleel, kekeknya

lebih dulu diangkat ke surga daripada Kenan, kakek buyutnya

lebih dulu diangkat ke surga daripada Enos, kakek canggahnya

Henokh (sebagai generasi 1) hidup mendampingi anaknya (generasi 2), cucunya (generasi 3)

Sesingkat-singkatnya hidup Henokh pada zaman itu, tetapi POLA 3 GENERASI INI BERJALAN, Henokh tetap berkesempatan menjadi ayah yang mengestafetkan pada anaknya, dan kakek yang mendampingi anaknya mengestafetkan pada cucunya.

Ketiadaan kakek dalam sebuah generasi adalah sebuah kutuk, yang pernah menimpa keluarga Imam Eli, jadi sebelum keturunannya mencapai umur panjang layaknya seorang kakek, sudah keburu mati duluan, mati muda, mati tanpa sempat mengestafetkan hidupnya pada generasi cucu.

1Sam 2:31 Sesungguhnya akan datang waktunya, bahwa Aku akan mematahkan tangan kekuatanmu 1  dan tangan kekuatan kaummu, sehingga tidak ada seorang kakek dalam keluargamu. f 

Sekalipun hidup Henokh tergolong singkat pada zamannya, namun Henokh si saleh itu, yang hidup bergaul dengan Allah itu, diberi kesempatan oleh Tuhan meneruskan tongkat estafet itu sampai generasi daripada LAMEKH. Adam sempat menemani Lamekh sampai Lamekh berusia 113 tahun. Dimana Lamekh nantinya akan menjadi kakek yg meneruskannya pada Nuh, dan Lamekh masih akan mendampingi Nuh menjadi seorang ayah buat cucu-cucunya Sem Ham dan Yafet. Di sini kita lihat, kematian Henokh, tak lain tak bukan adalah sampai mempersiapkan kakek daripada Sem, Ham dan Yafet.

Sekarang kita selidiki tahun-tahunnya Metusalah

Umur  Metusalah  saat mati adalah 969 tahun

Saat Metusalah  berusia 187 tahun, Lamekh lahir, waktu itu Metusalah menjadi seorang ayah buat Lamekh pada usia 187 tahun.  waktu itu Yared menjadi kakek buyut buat Lamekh di usia 227+187 = 414 tahun.   waktu itu Mahalaleel menjadi kakek canggah buat Lamekh di usia 292+187 = 479 tahun, waktu itu Kenan menjadi kakek gantung siwur buat Lamekh di usia 362+187 = 549 tahun , waktu itu ENOS menjadi nenek moyang buat Lamekh di usia 452+187 = 639 tahun , waktu itu berarti umur Set adalah 557 +187 = 744  tahun. Set menjadi nenek moyang  buyut buat Lamekh di usia 744 tahun, Adam menjadi nenek moyang canggah buat Lamekh di usia 874 tahun.

Saat Lamekh berusia 182 tahun, Nuh lahir, waktu itu Metusalah menjadi seorang kakek buat Nuh di usia 187+ 182 = 369 tahun , waktu itu Yared menjadi kakek canggah buat Nuh di usia 414+182 = 596 tahun. waktu itu Mahalaleel menjadi kakek gantung siwur buat Nuh, diusia 479+182 = 661 tahun, waktu itu Kenan menjadi nenek moyang buat Nuh di usia 549+182 = 731 tahun, waktu itu ENOS menjadi nenek moyang buyut buat Nuh di usia 639 + 182 = 821 tahun

Saat Nuh berusia 500 tahun (dan selebihnya, karena tidak ada keterangan bahwa Sem-ham dan Yafet adalah anak kembar)  , Sem  Ham dan Yafet lahir, waktu itu Metusalah menjadi seorang kakek buyut buat Sem, Ham dan Yafet di usia  369 +500 = 869 tahun.

Saat Sem Ham dan Yafet berusia 969-869 = 100 tahun (dan selebihnya-karena 3 orang), pada saat Metusalah sang kakek buyut mereka mati.

Metusalah sempat hidup bersama Sem Ham dan Yafet sebagai seorang kakek buyut buat mereka selama 100 tahun

Perhatikan di sini…walaupun usia Metusalah adalah yang paling tua di dunia, 969 tahun, namun di usia setua itu, dia hanya mendampingi sampai 3 generasi di bawahnya, mengapa bisa demikian? Karena Nuh baru memperanakkan Sem , Ham dan Yafet di usia 500 tahun. Itu artinya, walau untuk menunggu 500 tahun sekalipun, kalau Tuhan berkehendak Metusalah menjadi Kakek Buyut buat cucu-cucu buyutnya, bahkan 100 tahun pun menambah umurnya agar bisa berestafet dengan 3 generasi di bawahnya, Tuhan tidak pelit-pelit memberi umur panjang kepadanya. Bandingkan dengan generasi-generasi di atas Metusalah, yang berkesempatan mengantarkan tongkat estafet sampai :

Adam- meneruskan tongkat generasi sampai ke 8 generasi di bawahnya- padahal usia Adam 930 tahun

Set- 7 generasi di bawahnya- padahal usia SET 912 tahun

Enos-7 generasi di bawahnya- padahal usia Enos 905 tahun

Kenan-6 generasi di bawahnya- padahal usia Kenan-910 tahun

Mahalaleel-5 generasi di bawahnya- padahal usia Mahalaleel 895 tahun

Yared- 4 generasi di bawahnya – padahal usia Yared-962 tahun

Henokh-2 generasi di bawahnya- usia Henokh 365 tahun

Metusalah-3 generasi di bawahnya- padahal usia Metusalah 969 tahun

NUH-SEM-HAM-YAFET- belum kita selidiki untuk saat ini ( bersambung)

 

Jadi usia Metusalah hanya 7 tahun lebih tua daripada Yared, tetapi Yared berkesempatan meneruskan tongkat generasi sampai 4 generasi di bawahnya, sedang Metusalah hanya sampai 3 generasi di bawahnya.

Dan usia Metusalah, hanya 39 tahun lebih tua daripada Adam, 57 tahun lebih tua daripada Set, dan 64 tahun lebih tua daripada Enos, tetapi Adam dalam usia yang terpaut sedikit dengan Metusalah, bisa berkesempatan meneruskan estafet ke 8 generasi dibawahnya , dan Set serta Enos, juga sama kasus, dengan selisih umur yang terpaut sedikit dengan Metusalah, bisa berkesempatan meneruskan estafet ke 7 generasi di bawahnya, Sedangkan Metusalah sekalipun usianya terpanjang dari mereka semua, dan terpanjang di seluruh sejarah umat manusia, hanya berkesempatan meneruskan estafet sampai 3 generasi di bawahnya.

Kalau Tuhan mau…untuk estafet ini terus berjalan..dan Nuh harus kenyang dahulu dengan semua pola ini sampai permanent, barulah Nuh di’lepas’ di ‘launching’ pada zamannya untuk memperanakkan Sem Ham dan Yafet, sehingga Nuh menjadi pribadi yang sungguh-sungguh hidup berbeda dari orang-orang sezamannya.

Metusalah  (sebagai generasi 1) hidup mendampingi anaknya (generasi 2), cucunya (generasi 3) dan terus sampai generasi ke 4

Metusalah hidup lebih lama dari anaknya.Walaupun Lamekh ,anaknya mati lebih dahulu, namun demikian Metusalah hidup pada zaman cucunya, Nuh, bahkan cicitnya, Sem Ham dan Yafet, dan menghantarkan keluarga 3 generasi dibawahnya sampai ke pintu BAHTERA, karena Metusalah orang yang umurnya paling panjang, dan dia diberi kesempatan untuk menghantarkan cucunya dan cicitnya sampai ke finishing bahtera, walaupun pada saat itu anaknya telah meninggal lebih dulu. Di sini kita lihat bahwa pola 3 generasi itu tetap berjalan

 

Sekarang kita selidiki tahun-tahunnya LAMEKH

Umur  LAMEKH   saat mati adalah 777 tahun

Saat Lamekh berusia 182 tahun, Nuh lahir, waktu itu Lamekh menjadi ayah buat Nuh pada umur 182 tahun, waktu itu Metusalah menjadi seorang kakek buat Nuh di usia 187+ 182 = 369 tahun , waktu itu Yared menjadi kakek canggah buat Nuh di usia 414+182 = 596 tahun. waktu itu Mahalaleel menjadi kakek gantung siwur buat Nuh, diusia 479+182 = 661 tahun, waktu itu Kenan menjadi nenek moyang buat Nuh di usia 549+182 = 731 tahun, waktu itu ENOS menjadi nenek moyang buyut buat Nuh di usia 639 + 182 = 821 tahun

Saat Nuh berusia 500 tahun (dan selebihnya, karena tidak ada keterangan bahwa Sem-ham dan Yafet adalah anak kembar)  , Sem  Ham dan Yafet lahir, waktu itu Lamekh menjadi seorang kakek buat Sem Ham dan Yafet pada umur 182+500 = 682 tahun, waktu itu Metusalah menjadi seorang kakek buyut buat Sem, Ham dan Yafet di usia  369 +500 = 869 tahun.

Pada saat Nuh berusia 595 Lamekh ayahnya mati

777-182= 595

Saat Sem Ham dan Yafet berusia 95 tahun (dan selebihnya), saat Lamekh, kakek mereka mati.

777-682 = 95

Lamekh sempat hidup bersama cucu-cucunya selama 95 tahun.

Lamekh mati lebih dulu daripada Metusalah ayahnya,

 

Saat Sem Ham dan Yafet berusia 999-869 = 130 tahun (dan selebihnya-karena 3 orang), pada saat Metusalah sang kakek buyut mereka mati.

Metusalah sempat hidup bersama Sem Ham dan Yafet sebagai seorang kakek buyut buat mereka selama 100 tahun

Usia Nuh sampai 950 tahun.

Saat Nuh dilahirkan usia Metusalah, kakeknya adalah 369 tahun. Itu artinya selisih usia Nuh dengan Metusalah kakeknya adalah 369 tahun

Usia Metusalah sampai 969 tahun, itu artinya  Metusalah hidup bersama Nuh , cucunya, selama 969-369 = 600 tahun.

Perintah membuat bahtera terjadi pada saat Nuh berusia 500 tahun. Saat itu usia Metusalah adalah 500 +369 = 869

Pada saat usia Nuh mencapai 600 tahun, air bah menutupi bumi, saat itu usia Metusalah adalah 600+369 = 969 tahun

Pas. Pada tahun yang sama dimana air bah melanda bumi, Metusalah, kakek Nuh, mati di usia 969.

Lamekh (sebagai generasi 1) hidup mendampingi anaknya (generasi 2), cucunya (generasi 3)

Walaupun dia mati lebih dulu daripada ayahnya, Metusalah, namun dia sempat menjadi kakek buat cucu-cucunya Sem Ham dan Yafet selama 95 tahun. Di sinilah pola 3 generasi tetap berlaku

 

SEKARANG KITA BAHAS NUH

Nuh (sebagai generasi 1) hidup mendampingi anak-nya (generasi 2), ….(selanjutnya belum kita bahas anak-anak daripada Sem Ham dan Yafet)

            Nuh adalah pribadi yang benar-benar dipersiapkan oleh Tuhan , melalui beberapa generasi di atasnya, sbb:

  • Enos, 7 generasi di atasnya, sang pelopor
  • Kenan, 6 generasi di atasnya
  • Mahalaleel, 5 generasi di atasnya
  • Yared, 4 generasi di atasnya.
    • Nuh tidak sempat mengecap menjadi cucu buyut yang digendong Henokh, namun itu tidak menjadi masalah, karena kakek buyut tidak termasuk dalam pola 3 generasi. Nuh telah mengecap pola 3 generasi dari METUSALAH-LAMEKH dan DIRINYA SENDIRI-NUH.
  • Metusalah, 2 generasi di atasnya
  • Lamekh, 1 generasi di atasnya.

SEKARANG KITA BAHAS SEM HAM DAN YAFET

Memiliki kakek bernama Lamekh yang mengalami dan bisa bercerita pada mereka mulai dari apa yang terjadi dengan ADAM , manusia pertama, apa yang terjadi dengan keluarga mereka, bagaimana dengan Set, dst. Karena Lamekh mengalami semua nenek moyangnya secara lengkap dari 9 generasi dari Adam sampai generasi kakek Lamekh

Kisah selengkap ini dari sang kakek, mungkin saat-saat mereka tidur bersama dan merangkai cerita-cerita ini sebagai pengantar tidur dari sang kakek pada cucunya, mengantar mereka Sem Ham dan Yafet menjadi keluarga yang benar benar tinggal dalam kesatuan yang solid, kompak, bisa bekerja sama, tidak ada kubu-kubuan dalam keluarga mereka. Mau sepakat dengan orang tua mereka (NUH)- bandingkan dengan keluarga Lot, yang tidak mendapat respek dari anak-anak dan para calon menantunya.

 (Jika tidak demikian, mustahil Nuh bisa menyelesaikan bahtera itu yang dibuatnya dalam kurun waktu 100 tahun, jika tidak dibantu oleh anak-anaknya)

KESIMPULAN PENELITIAN ZAMAN.

POLA TIGA GENERASI
ADAM
ADAM SET G1
ADAM SET ENOS G2
ADAM SET ENOS KENAN G3
ADAM SET ENOS KENAN MAHALALEEL G4
ADAM SET ENOS KENAN MAHALALEEL YARED G5
ADAM SET ENOS KENAN MAHALALEEL YARED HENOKH G6
ADAM SET ENOS KENAN MAHALALEEL YARED HENOKH METUSALAH G7
ADAM SET ENOS KENAN MAHALALEEL YARED HENOKH METUSALAH LAMEKH G8
ENOS KENAN MAHALALEEL YARED METUSALAH LAMEKH NUH G9
METUSALAH LAMEKH NUH SEMHAMYAFET G10
  1. Ada pola 3 generasi di sini yang selalu berjalan: Ayah, Anak, Kakek, jika digambarkan dalam skema adalah sbb:
  2. Ada berkat kesulungan, karena dalam Kejadian pasal 5;1-32 selalu terjadi pengulangan kalimat seperti ini:…setelah memperanakkan SET ( dan nama-nama lainnya di beberapa ayat)…ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. Siapa nama-nama mereka? Tidak dicatat, karena yang dicatat hanya anak SULUNG
  3. Pola 3 generasi inilah yang menyebabkan adanya PARADOKS yang sangat mencolok, dimana pada zaman itu, orang yang jahat sedemikian jahatnya, sampai Tuhan menghukum mereka dengan air bah, tetapi orang yang kudus sedemikian kudusnya, sampai –sampai Henokh terangkat ke surga hidup-hidup, tidak mengalami kematian. Jadi kesimpulannya apabila kita hidup dengan pola 3 generasi, kita dapat menjadi GENERASI YANG BERBEDA dari generasi dunia. Benar benar dapat menjadi generasi yang menaklukkan bumi.
  4. Ada berkat menurunnya NATURE SMART/ Kecerdasan natural/ kecerdasan flora dan fauna yang ada pada Adam diturunkan terus sampai ke Nuh, terbukti Nuh dapat dipercaya Tuhan mengelola semua binatang selama dalam bahtera, lengkap dengan pengenalan Nuh akan perangai tiap binatang, cara merawat dan makanan mereka semua

APLIKASI

MARI JADI KELUARGA
POLA 3 GENERASI
JANGAN SAMPAI KITA KEHILANGAN GENERASI

GEREJA KOLOSE-FILIPI-TESALONIKA-KORINTUS DAN EFESUS SUDAH TIDAK ADA LAGI
KARENA KEHILANGAN GENERASI

GEREJA GEREJA DI BELANDA SPANYOL DAN AUSTRALIA DIJUAL DIJADIKAN BAR RESTO DAN HOTEL

KARENA KEHILANGAN GENERASI

MENGAPA SETELAH KITAB YOSUA ADA KITAB HAKIM HAKIM?

KARENA KEHILANGAN GENERASI

MENGAPA SETELAH GENERASI DAUD ADA GENERASI ABSALOM?

KARENA KEHILANGAN GENERASI

  • KEGAGALAN POLA GENERASI
  • DAUD-SALOMO-REHABEAM
  • I RAJA-RAJA 9: 4-9

DIRIKAN MEZBAH KELUARGA
BAWA ANAK-ANAK KE SEKOLAH MINGGU
DIRIKAN SEKOLAH SEKOLAH KRISTEN
BUAT BULAN KELUARGA PADA AGENDA GEREJA ANDA
BUAT KONSELING KELUARGA DI GEREJA

 

 

 

 

Kesimpulan dari pembahasan tentang 2 macam silsilah Yesus Kristus adalah sbb:

  • Kedua silsilah ini sangat berbeda sekali
  • Perbedaan pertama:
    • Silsilah versi kitab Matius dimulai dari Abraham sampai pada Yusuf, sampai pada Kristus
    • Sedangkan versi kita Lukas, mengambil jalur terbalik, dimulai dari Yesus, anak Yusuf, anak Eli …dst sampai ke Adam, bahkan sampai ke Allah. ( Eli diperkirakan adalah mertua daripada Yusuf, alias ayah kandung daripada Maria – yang melahirkan Yesus) sehingga tetap tepat jika dikatakan Yusuf anak Eli ( anak menantu- akan tetapi Israel tidak mengenal istilah menantu, dalam pernikahan Israel, anak mantu dikatakan sebagai anak- jadi maksudnya YUSUF ANAK ELI – artinya Yusuf – anak mantu Eli )
    • Mengapa jalur terbalik ini dipakai oleh penulis kitab Lukas, adalah untuk menghindari menuliskan ‘Eli memperanakkan Yusuf, Yusuf memperanakkan Yesus….dst’
    • Karena penulisan yang lebih lazim seperti itu tidak bisa berlaku, karena Yusuf bukan anak kandung Eli, melainkan hanya anak mantu. Dan Yesus bukan anak kandung daripada Yusuf, melainkan anak secara hukum yang sah sebagai anak Yusuf.
  • Perbedaan kedua
    • Silsilah versi kitab Matius turun terus sampai ke Yusuf, ayah Yesus secara hukum
    • Silsilah versi kitab Lukas turun terus sampai ke Maria, ibu kandung Yesus, yang melahirkan Yesus secara biologis
    • Keduanya, baik Yusuf maupun Maria, adalah sama-sama dicatat keturunan Abraham sampai Daud, keturunan Zerubabel
    • Dua nama ini Daud dan Zerubabel, memang harus terlibat dalam deret silsilah juruselamat, Yesus Kristus
    • Karena ada janji Tuhan kepada Daud, II Sam 7: 16

Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, tahtamu akan kokoh untuk selama-lamanya.

  • Karena ada janji Tuhan juga kepada Zerubabel dalam Hagai 2: 24

Pada waktu  itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, Aku akan mengambil engkau, hai Zerubabel bin Sealtiel, hamba-Ku z –demikianlah firman TUHAN–dan akan menjadikan engkau seperti cincin meterai ; sebab engkaulah yang Kupilih, demikianlah firman TUHAN semesta alam.”

  • Lalu bagaimana bisa Sealtiel bisa memiliki ayah bernama Yekhonya, menurut versi Matius, sedangkan menurut versi Lukas ia memiliki ayah bernama Neri?
  • Bisa jadi pada titik ini terjadi pernikahan kelewian, dimana kalau seseorang laki-laki mati tanpa meninggalkan seorang putrapun, adalah merupakan tradisi untuk saudara dari laki-laki itu untuk menikahi isterinya dan melahirkan anak laki-laki yang nantinya akan meneruskan garis keturunan laki-laki tersebut. Namun teori ini tidak bisa dipastikan berlaku pada Sealtiel, karena Alkitab mencatat Yekhonya memiliki beberapa anak lainnya selain Sealtiel, jadi dia tidak mandul.
  • Ada teori lain, ini adalah teori tafsiran saya sendiri, bahwa pada masa ini adalah masa pembuangan, Yekhonya, ayah Sealtiel, menjadi orang kurungan , I Taw 3: 17, sehingga bisa jadi kemudian Sealtiel, diangkat anak oleh Neri, diasuh dan dibesarkan oleh Neri pada masa pembuangan, sehingga secara biologis dia adalah anak Yekhonya, tetapi karena diangkat anak, secara hukum dia adalah anak Neri. Namun rasanya tidak memungkinkan hal ini berlaku, karena sebagai anak yang berdarah biru ( keturunan  raja) tidak mungkin semudah itu Sealtiel diputuskan untuk melepas hak-hak kerajaannya secara hukum. Maka ada alternatif kemungkinan lain. Bisa jadi posisi Sealtiel seperti halnya posisi Mefiboset yang dianggap sebagai anggota keluarga Daud, walaupun tidak diangkat secara hukum, namun sudah diperlakukan sebagai anak sendiri. Jika begini kasusnya, boleh juga kalau dikatakan menurut anggapan orang Sealtiel adalah anak Neri, karena saat ayahnya raja Yekhonya dalam masa pembuangan dan ada dalam kurungan, Nerilah yang membesarkan Sealtiel seperti anaknya sendiri. Bisa jadi Neri adalah orang Het, keturunan daripada Natan bin Uria, orang Het itu. Namun bisa juga Neri adalah orang Het yang beda, karena sejak Uria mengenal Tuhan, bisa jadi Uria mengajarkan pada anak-anaknya bagaimana takut akan Tuhan, dan itu terus diestafetkan sampai kepada generasi Neri. Dan bisa jadi nenek moyang Neri semuanya terus sampai ke Natan adalah jajaran orang-orang Het yang selalu memperisteri orang Israel, karena hati mereka sudah menyatu dengang bangsa Israel, sampai-sampai mereka pun ikut dalam masa pembuangan Israel, apa pun yang terjadi mereka tidak mau kehilangan kewarganegaraan Israel, di pembuangan pun mereka akan tetap jadi Israel. Komitmen mereka untuk jadi warganegara Israel tidak bisa semudah itu dilepas hanya gara-gara harus masuk dalam masa pembuangan di negri asing. Walau itu berat, lebih berat melepas kewarganegaraan Israel mereka.
  • Perbedaan keempat:
    • Silsilah versi kitab Matius melalui Daud, dan Salomo
    • Sedangkan versi kitab Lukas melalui Daud , dan Natan
    • Sudah kita bahas panjang lebar di atas bahwasannya siapa sebenarnya Natan ini.
  • Perbedaan kelima:
    • Ada 5 nama perempuan yang ditulis di silsilah Yesus Kristus versi Matius, yaitu:
      • Tamar (Mat 1: 3)- yang melahirkan Peres dan Zerah dari Yehuda mertuanya. Kegigihan daripada Tamar untuk menghasilkan keturunan- yang mana keturunan daripada Yehuda ini harus ada- sangat diapresiasi oleh TUHAN (walaupun melalui cara yang sangat tidak lazim) sehingga nama Tamar ini muncul pada silsilah Yesus Kristus
      • Rahab (Mat 1: 5) Rahab adalah salahsatu nama yang masuk juga dalam deret pahlawan iman dalam Ibrani 11: 31. Iman raksasa daripada Rahab ini sangat diapresiasi oleh TUHAN sehingga seorang asing, seorang Yerikho, seorang yang berlatarbelakang bejat, tetapi mau bertobat, mau jadi pengikut Yehowa, kini namanya masuk dalam silsilah Yesus Kristus.

Perhatikan di sini nama Rahab tidak pernah ditulis sebagai Rahab orang Kanaan/ Rahab orang Yerikho- pada NASKAH SILSILAH INI. Sama seperti Uria tidak pernah ditulis sebagai URIA ORANG HET dalam naskah silsilah ini.

  • Rut (Mat 1: 5) Rut adalah perempuan Moab. Tetapi perempuan Moab yang berbeda dari orang Moab pada umumnya. Imannya pada Allah Israel membuat namanya masuk dalam daftar silsilah Yesus Kristus.

Perhatikan di sini nama Rut tidak pernah ditulis sebagai Rut orang Moab- pada NASKAH SILSILAH INI. Sama seperti Uria tidak pernah ditulis sebagai URIA ORANG HET dalam naskah silsilah ini.

  • Isteri Uria ( Mat 1: 6) Nama Batsyeba tidak tertulis di sini. Dia hanyalah seorang isteri, seorang ibu rumah tangga biasa, tetapi Tuhan menghargai bagaimana seorang Batsyeba yang melalui pergumulan panjang dalam hidupnya, dia dipaksa oleh Daud menjadi sesosok korban pelampiasan nafsu, suaminya dibunuh dalam peperangan licik, dia masuk dalam pernikahan yang kedua dengan cara yang keji,dan anak yang dilahirkan hasil perzinahan mati. Tetapi ketika dia memutuskan untuk mengampuni Daud, saat itulah berkat Tuhan turun (Maz 133, II Sam 12: 24-25), dan pengampunan ini melahirkan sesosok Salomo yang artinya ‘ damai’ , ada damai antara Daud dengan Tuhan, ada damai antara Daud dengan Batsyeba, ada damai antara Batsyeba dengan Daud. Tuhan menghargai sesosok isteri Uria yang dipaksa masuk dalam pernikahan tanpa cinta, yang mau melepaskan pengampunan buat Daud, anak mereka Salomo masuk dalam daftar silsilah Yesus Kristus, jadi bukan anak dari Abigail, si wanita bijaksana itu, juga bukan dari isteri isteri Daud lainnya. Notabene nama Batsyeba yang selalu mengingatkan orang pada dosa Daud , dosa perzinahan yang menjijikkan, bisa nyangkut di daftar silsilah ini…

Perhatikan di sini nama Uria tidak pernah ditulis sebagai ‘isteri Uria orang Het itu’- pada NASKAH SILSILAH INI. Tuhan sudah membuang ke HET-an daripada Uria, di mata Tuhan Uria cukup disebut Uria tanpa embel-embel orang Het-itu !!

  • Maria ( Mat 1; 16) Seorang perawan yang mau menjadikan dirinya hamba Tuhan dan berkata: Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu. (Lukas 1: 38)
  • Tidak ada satupun nama perempuan tercatat di Silsilah Yesus Kristus menurut versi kitab Lukas. Bahkan nama Maria yang adalah anak daripada Eli pun tidak dicatat di silsilah ini. Malah yang dicatat hanyalah nama Yusuf ( si menantu Eli)
  • Di sinilah kita lihat bahwasannya Penulis kitab Matius, dipakai oleh Tuhan untuk membuktikan pada orang-orang Yahudi, bahwasannya dari Abraham sampai Salomo – ada 4 pribadi perempuan yang masuk di sini – Tamar-Rahab-Rut-Isteri Uria. Dari empat nama ini, mengajak para orang Yahudi untuk menyadari bahwasannya:
    • Tuhan memakai juga para PEREMPUAN- kita tahu bahwasannya orang Yahudi sangat menomorsekiankan perempuan. Perempuan dan anak-anak selalu tidak masuk hitungan mereka.
    • DUA- Tuhan memakai juga perempuan seperti TAMAR- yang mendapatkan keturunan dari Yehuda dengan cara menyamar menjadi pelacur, Rahab si orang asing/Yerikho/Kafir yang benar benar mantan pelacur, Rut si orang asing/Moab/Kafir, dan bahkan si Isteri Uria yang merupakan perempuan yang menjadi selingkuhan Daud ( atau lebih tepatnya ‘korban’ selingkuhan)
  • Kesombongan orang Yahudi yang mengagung-agungkan silsilah bahwasannya mereka adalah keturunan Abraham, diporak-porandakan pada kenyataan bahwasannya Tuhan bisa memakai para perempuan dan Tuhan mau menghapuskan kata Kanaan/Moab/Het dari diksi/pilihan kata yang dipakai dalam silsilah Yesus Kristus ini. Bagi Tuhan mereka semua adalah orang-orang yang sudah membuang ke-kanaan-an ke-Moab-an, ke-HET-an dari hidup mereka, dan menyandang gelar baru Tamar yang gigih, Rahab yang beriman pada Allah Israel, Rut yang jatuh cinta pada Allah Israel dan isteri Uria yang mau dipulihkan.
  • Di sinilah kita melihat bahwa secara sebaliknya Tuhan memakai penulis kitab Lukas, dimana pada silsilah yang ditujukan pada orang non Yahudi ini, bahwa semua nama pria yang dicatat di sini. Mungkin orang Yahudi menghendaki silsilah yang seperti ini…Nah ini baru silsilah…nggak perlu deh menyebut nama-nama perempuan. Tetapi jika orang Yahudi melihat silsilah ini mereka juga akan mencibir…apa-apaan ini…memang nama pria semua…tetapi ….mengapa mereka bukan dari kalangan raja-raja…??? ( dari garis Natan- sampai ke Sealtiel- semua bukan nama orang terkenal/ bukan nama raja…semua nama asing buat orang Yahudi yang sangat mengagung-agungkan Taurat- semua nama yang tidak pernah dikenal di PL)
  • Oleh karena itu tidak heran orang –orang Farisi cukup dibingungkan dengan asal –usul Yesus.
  • Keraguan akan Yesus sebagai Mesias ini didasarkan pada LATAR BELAKANG YESUS – atau asal-usul Yesus- apakah sama dengan asal –usul Mesias yang dipercayai oleh orang Yahudi memiliki standart tertentu:
    • Asal usul kemanusiaan-Nya menyelubungi asal-usul keilahian-Nya dalam HAL PENDIDIKAN
      • Bagaimana mungkin Yesus memiliki pengetahuan yang luar biasa sedangkan Yesus tidak pernah berguru pada para rabi? Yoh 7: 14-15. Tetapi Yesus menjelaskan bahwa ajaran-Nya berasal dari Bapa yang mengutus Dia
    • Asal usul TEMPAT KELAHIRAN-NYA. Bahwasannya orang Yahudi tahu baik-baik bahwa Mesias harus lahir di Betlehem, tetapi sepanjang pengetahun mereka Yesus datang dari Galilea ( Yohanes 7: 40-44, Matius 2: 5)
    • Asal-usul ASAL YESUS ( Yohanes 7: 27) Menurut kepercayaan umum pada waktu itu Mesias tinggal tersembunyi di tempat yang tidak dikenal (Bandingkan dengan Matius 24: 26) , ada yang berkata: di sorga hingga hari kedatanganNya. )

Karena asalNya dari sorga maka diri Yesus bersesuaian dengan kepercayaan itu meskipun orang-orang Yahudi tidak tahu.

Sedangkan asal usul Yesus mereka tahu, bahwa Dia ini anak tukang kayu, bahkan Dia ini tukang kayu (Mrk 6: 3)  dan nama ibu-Nya bernama Maria, dan saudara-saudara-Nya; Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? (Mat 13: 55). Mereka juga mengenal Yesus sebagai anak Yusuf  (Lukas 4: 22).  Bahkan di Yohanes 6: 42 mereka mengatakan bahwa mereka mengenal bahwa Yesus anak Yusuf yang ibu bapanya mereka kenal?

  • TEMPAT KEMANA DIA PERGI, Yohanes 7: 29, 33-36

(empat  dot di atas diintisarikan dari Sumber : http://www.sabda.com)

  • ( Tafsiran saya pribadi : )

Pandangan umum seperti inilah yang menggiring mereka mengira bahwa Yohanes pembabtis itu adalah dimungkinkan seorang Mesias. (Yohanes 1: 19-28), bisa jadi karena ciri-ciri Yohanes yang berasal dari padang gurun (Mat3:1), dan bukan jelas-jelas berasal dari seseorang yang berprofesi sebagai tukang kayu, mereka menolak menerima Yesus sebagai Mesias.

  • Bisa jadi orang Yahudi ini menyelidiki silsilah Yesus Kristus baik dari pihak Yusuf maupun dari pihak Maria ( Yoh 7: 28-29), dan menemui ternyata Maria berasal dari Natan, yang merupakan anak angkat Daud, yang mana anak-anak Natan bukanlah garis keturunan raja-raja.
  • Ataupun bisa jadi orang Yahudi ini tidak menyelidiki silsilah Yesus Kristus karena sudah menolak Yesus ketika tahu bahwa Dia anak tukang kayu, dan Dia sendiri tukang kayu, dan asal-usulnya tidak misterius seperti Yohanes Pembabtis, seperti yang mereka duga selama ini bahwa kedatangan Mesias itu haruslah berasal dari sesuatu yang mereka tidak tahu dari mana asal Mesias itu.

Jadi orang Yahudi tetap tidak akan terpuaskan dengan dimasukkannya gender perempuan dalam silsilah versi kita Matius dimana silsilah ini adalah silsilah resmi menurut garis keturunan Salomo bin Daud, garis raja-raja.

Dan mereka akan tetap tidak terpuaskan dengan diapakainya semua nama pria dalam silsilah versi kitab Lukas, karena ini dari garis Natan yang menjadi anak Daud hanya karena anggapan orang Lukas 3: 23.

Di sinilah kuasa Tuhan mematahkan semua paradigma yang salah dari orang Yahudi, bahwasannya Tuhan mengasihi semua umat manusia termasuk juga orang HET yang mau bertobat dan menyembah Allah yang hidup. Bahwasannya Tuhan juga memakai jajaran kaum perempuan.

PERSAMAAN KEDUA SILSILAH INI

  • Setelah nama Zerubabel yang dicatat di Ezra 5: 2, baik pada silsilah menurut versi Matius maupun menurut versi Lukas, semua nama-nama di bawah Zerubabel adalah nama-nama yang tidak pernah muncul di Perjanjian Lama, dan nama-nama ini hanya muncul di silsilah masing-masing.
  • Hal ini dikarenakan Ezra adalah ditulis oleh Ezra yang hidup di zaman penulisan kitab Maleakhi ( kitab terakhir dalam PL)- diperkirakan Ezra ditulis oleh Ezra pada tahun 535-475 SM, sedangkan kitab Maleakhi ditulis pada tahun 500 SM. Sedangkan kitab Matius diperkirakan ditulis pada tahun 60 Masehi, itu artinya ada masa diam /dimana tidak ada pewahyuan apa pun selama lebih kurang 560 tahun ( 500 SM + 60 M= 560 tahun), hal itulah mengapa semua nama setelah Zerubabel di kedua silsilah ini adalah nama-nama yang tidak terera sama sekali dalam PL

KESIMPULAN

  • Anak daripada Sealtiel, adalah Yerubabel. Dari Yerubabel terus ke Yesus melalui dua jalur nama-nama yang berbeda lagi, yaitu yang versi Matius, sampai ke Yusuf, ayah Yesus secara hukum, dan yang versi Lukas sampai pada Eli- Ayah daripada Maria, dan mertua daripada Yusuf. Maria melahirkan Yesus secara biologis, tanpa melalui hubungan badan dengan Yusuf.

ARTI ROHANI DARI DIPAKAINYA NATAN OLEH TUHAN

MASUK DALAM SILSILAH YESUS

Jika memang betul Natan dalam silsilah Yesus versi Lukas pasal 3 adalah anak dari Uria dan Batsyeba yang telah diangkat anak oleh Daud, hal ini bisa memberikan kita beberapa perenungan:

  • Masuknya nama Natan ini tidak dapat kita katakan Natan sebagai keturunan Uria, walaupun Uria adalah ayah kandungnya, karena secara hukum Natan telah sah diangkat anak oleh Daud, sehingga Daudlah yang menjadi leluhur daripada Natan ini. Jadi tetap dalam silsilah ini tidak kita sebut  Uria orang Het masuk dalam silsilah Yesus menurut versi Lukas, tetap yang dipakai nama DAUD.
  • Nama Uria muncul dalam silsilah Yesus Kristus dalam versi kitab Matius, Matius 1; 6. Mengapa tidak ditulis nama Batsyeba…?? Melainkan dituliskan “Daud memperanakkan Salomo dari istri Uria.” Karena Tuhan menghargai lembaga pernikahan. Di mata Tuhan Uria adalah suami daripada Batsyeba, dan Batsyeba adalah istri daripada Uria. Walaupun Daud memohon ampun, dan Tuhan mengampuninya, akan tetapi Tuhan menyatakan penghargaanNya atas lembaga pernikahan dengan cara tetap mencantumkan pribadi Batsyeba sebagai Istri Uria
  • Sama seperti Natan memiliki hak yang sama sebagai anak raja, walaupun bukan sebagai anak kandungnya, maka kita juga diangkat menjadi anak-anak ALLAH , dan sah secara hukum
    • Ef 1: 5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya.
    • Roma 9:4 Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji.
  • Yang menarik di sini dalam silsilah Yesus Kristus versi kitab Lukas, tidak tercantum nama Uria, melainkan apabila penafsiran saya betul, bahwasannya Natan adalah anak biologis daripada Uria yang diangkat anak secara hukum dan sah menjadi anak raja Daud, setelah Uria meninggal, maka dapat ditafsirkan bahwa Uria sebagai orang benar, diperhitungkan oleh Tuhan. Anak cucu orang benar diperhitungkan oleh Tuhan (Maz 112:2)
  • Kalau kita perhatikan di sini, silsilah Yesus Kristus menurut versi Matius, banyak nama raja-raja, mulai dari raja Daud, raja Salomo, raja Rehabeam…raja Abia, dst. Sedangkan pada silsilah Yesus Kristus menurut versi kitab Lukas, disebut nama Raja Daud, setelah itu muncul nama Natan dst, yang bukan jajaran raja-raja. Di sinilah kita melihat suatu mujizat Tuhan, bahwasannya sebenarnya secara hukum taurat, di dalam kitab ulangan 17:15 ditulis seperti ini:
    • Maka hanyalah raja yang dipilih TUHAN, Allahmu, yang harus kauangkat atasmu. Dari tengah-tengah saudara-saudaramu haruslah engkau mengangkat seorang raja atasmu; seorang asing yang bukan saudaramu tidaklah boleh kauangkat atasmu.

Dari ayat ini kita tahu bahwa orang asing tidak memiliki hak atas politik di negeri Israel, dan mereka tidak boleh menjadi raja. Jadi Natan bin Uria tidak mungkin bisa terlibat secara politik, karena Uria ayahnya adalah orang Het, orang asing. Namun apabila Tuhan berkehendak Natan bin Uria orang Het ini menjadi anak angkat Daud dan tetap berhak dan sah secara hukum atas warisan Daud, maka secara ajaib garis keturunan Daud melalui Natan bin Uria ini dimungkinkan. Natan bukan raja, tetapi dia adalah telah menjadi  anak raja.

Hal ini terjadi juga dalam hidup kita, kita sebenarnya orang sampah, orang terbuang, orang yang tidak layak diperhitungkan, orang yang tidak layak sama sekali, kita ini budak, tetapi detik ketika kita menerima Kristus sebagai penebus hidup kita, kita menjadi anak Raja di atas segala raja, kita berhak memanggil Dia Abba, Bapa. Dan setelah kita jadi anak-Nya, sah menjadi anak angkat-Nya, Roh Kudus diutus dalam hidup kita sehingga menolong kita untuk terus dibentuk sehingga kita memiliki sifat-sifat yang mencerminkan karakter Bapa Surgawi. Hal ini dijelaskan pada Galatia 4: 1-11

Tak ada lagi perhambaan

4:1 Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikitpun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu; 4:2 tetapi ia berada di bawah perwalian dan pengawasan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh bapanya 1 4:3 Demikian pula kita: selama kita belum akil balig, kita takluk  juga kepada roh-roh dunia.   4:4 Tetapi setelah genap waktunya,  maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan a dan takluk kepada hukum Taurat.  4:5 Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima  menjadi anak.  4:6 Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya  ke dalam hatig  kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa 2 !  ” 4:7 Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris,  oleh Allah. 4:8 Dahulu, ketika kamu tidak mengenal Allah,  kamu memperhambakan diri kepada allah-allah yang pada hakekatnya bukan Allah. 4:9 Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah,  bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri  lagi  kepadanya? 4:10 Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun.  4:11 Aku kuatir kalau-kalau susah payahku untuk kamu  telah sia-sia.

Ayat 5 Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.

Kata ;menjadi anak di ayat 5 ini menggunakan kata HUIOTHESIA,  yang artinya: diangkat menjadi anak, adoption of children, pemungutan anak

Ayat 7 Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru : “ya Abba, ya Bapa!”

Ayat 8 Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalah kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.

( baik di ayat 7 maupun di ayat 8) Anak= HUIOS = keturunan, ahli waris

Roh Anak-Nya= roh HUIOS

Kata Huios tidak menekankan pada kelahiran secara biologis, tetapi pada kemiripan sifat sang anak dengan sifat sang bapa. Jadi saat kita mencerminkan sifat-sifat Bapa kita menjadi ahli-ahli waris-Nya.

  • Sama seperti Tuhan memperhitungkan Iman Rahab- walau dia orang Yerikho- bangsa kafir, sama seperti Tuhan memperhitungkan iman Ruth- walau dia orang Moab- sama seperti Tuhan memuji iman Perwira yang sangat mengasihi pegawainya, yang notabene dia bukan orang Israel, Sama seperti Tuhan memberkati Janda Sarfat pada masa kelaparan – padahal ada banyak janda-janda Israel lainnya pada masa kelaparan itu, sama seperti Tuhan menyembuhkan anak seorang perempuan fenesia , yang notabene dia adalah orang asing, bahkan Tuhan menyembuhkan Naaman yang notabene dia adalah orang Aram, maka Tuhan tidak alergi pada Uria yang adalah orang Het, tetapi yang merupakan orang HET yang setia pada Allah Israel, berperang bagi Tuhan untuk bangsa Israel, mengikuti hukum perang, punya karakter yang baik, dan rajin bekerja, seorang pahlawan yang jujur dan luar biasa. Tuhan membela Uria. Memang dia mati di medan laga dengan cara yang licik oleh muslihat Daud, tetapi Tuhan membela keturunannya, sehingga salah satu dari anak kandungnya bisa tercantum dalam silsilah Juruselamat, melalui diangkatnya Natan sebagai salah satu anak Daud, yang boleh ikut mewarisi warisan Daud.
  • Di sini kita melihat pertobatan Daud yang sungguh-sungguh. Dalam pertobatannya itu, Daud juga bertanggung-jawab sepenuhnya terhadap usaha pembunuhan berencana yang sudah terjadi. Daud memiliki rasa kasih kepada keluarga Uria ini, dengan cara mengangkat anak-anak Uria menjadi anak-anak Daud. Berhak atas warisan Daud. Bahkan kalau kita tidak menyelidiki hal ini, orang-orang tidak ada yang menyangka bahwasannya Daud mengangkat anak Uria menjadi anaknya.
  • Nama-nama dalam silsilah versi kitab Lukas, mulai dari Natan ke bawah , sampai ke Sealtiel, adalah nama-nama orang biasa, bukan orang-orang terkenal. Memang ada nama Lewi di situ, memang ada nama Yusuf di situ, nama-nama populer. Bisa jadi mereka adalah orang-orang Het yang mengidolakan toloh-tokoh Alkitab pendahulu mereka, atau bahkan nama-nama orang-orang yang hidup pada zaman mereka, tetapi sesungguhnya mereka adalah orang biasa. Tak ubahnya seperti anak di sebuah pedalaman yang diberi nama Kris Dayanti..seperti nama artis terkenal, tetapi si anak kampung ini tidak terkenal, orang biasa. Demikian juga Tuhan tidak saja memakai raja-raja ( banyak nama-nama raja pada silsilah versi kitab Matius) tetapi juga memakai orang-orang biasa seperti kita. Sama seperti Matius mengedepankan orang Majus, dari Timur datang menyembah Raja di atas segala raja, tetapi sebaliknya Lukas mengedepankan para gembala yang tidak diperhitungkan orang banyak. Gembala adalah orang biasa.
  • Bisa jadi juga anak-cucu secara biologis dari Uria ini menikahi perempuan-perempuan Israel sehingga nama –nama dari mereka sangat berbau Israel sekali.
  • Batsyeba terbukti adalah seorang perempuan yang luar biasa, dari yang pada awalnya mengalami situasi yang buruk dalam hidupnya, menjadi seorang perempuan yang tidak saja menikmati posisinya sebagai istri raja, menikmati janji-janji raja akan diangkatnya Salomo sebagai pengganti raja, namun juga ikut mengajar Natan dan kakak-kakaknya dengan baik, sehingga Natan terpilih oleh Tuhan menjadi seorang PEMBERI/GIVER, sesuai arti namanya. Hidup Natan dipakai Tuhan untuk menjadi salah satu nama yang ada dalam deret nama silsilah Yesus Kristus.

Yang menarik di sini adalah nama Batsyeba sama sekali tidak ditulis pada dua silsilah Yesus Kristus ini, baik di versi kitab Matius maupun yang di versi kitab Lukas. Hal itu karena Alkitab ingin sepertinya menonjolkan peran Batsyeba sebagai isteri. Isteri Uria, Isteri Daud. Makanya kemunculannya ditulis sebagai ISTERI URIA. Yang ditulis dari pribadinya adalah yang pertama sesosok isteri, dan yang kedua adalah sesosok ibu yang mana Salomo dan Natan masuk dalam daftar deret nama yang ujung-ujungnya mermuara ke Yesus Kristus.  Di sinilah peran Batsyeba seperti perempuan di balik layar, tidak perlu menjadi terkenal, cukup menjalankan peran ibu rumah tangga dengan baik ( walaupun peran ini sering disepelekan oleh masyarakat). Sama seperti Yael, seorang ibu rumah tangga biasa yang dipakai Tuhan dengan dahsyat, sama seperti Debora yang dikatakan sebagai Isteri Lapidot…. seorang perempuan bijak dan cakap salah satunya SUAMINYA dikenal di pintu gerbang  ( Pengk 31: 23) Bisa jadi Uria yang tadinya orang HET yang tidak mengenal Allah Israel, menjadi orang Het yang berhati penyembah Yehowa, salah satunya karena memiliki isteri seorang Batsyeba.

  • Silsilah menurut versi Matius mengedepankan Anak Daud, Salomo yang adalah anak biologis, sedangkan versi Lukas mengedepankan bagaimana Daud telah berpengaruh sebagai ayah rohani buat Uria, sehingga Uria mengalami perubahan Visi kehidupannya,
    • Hal ini terlihat dari bagaimana cara dia menamai anak-anaknya dengan perubahan arti dari anak pertama yang artinya Terkenal, beralih ke visi berikutnya pada anak ekdua yang artinya Pemberontak, sampai akhirnya Uria, sebagai anak buah Daud, yang melihat keseharian Daud, bagaimana Daud memperlakukan Saul, bagaimana Daud 2 kali melewatkan pembalasan dendam kepada Saul, dst, sehingga anak ketiga/bungsunya diberi nama Natan, yang artinya A Giver/ seorang pemberi.
    • Bisa juga siapa tahu Uria mengidolakan nabi Israel yang saat itu tersohor, yaitu nabi Natan ini.
    • Jika kita renungkan mengapa dari ketiga anak Uria ini, yang dipilih masuk dalam silsilah Yesus Kristus bukan anak pertamanya Syamua ( yang arti namanya TERKENAL) atau mengapa bukan anak keduanya Sobab ( yang arti namanya pemberontak) , tetapi mengapa yang dipilih adalah Natan ( yang artinya adalah si pemberi/ a giver) ?

Jawabnya adalah karena Natan adalah produk yang berbeda dari kehidupan Uria yang terus mengalami pembentukan karakter. Produk daripada pribadi yang dipulihkan seperti inilah yang dipilih oleh Tuhan. Proses Tuhan membentuk Uria melalui hamba-Nya Daud, telah berhasil, Uria adalah murid Daud yang telah mengalami pemulihan, bagaimana Daud melewatkan 2 kali kesempatan membalas dendam dengan membunuh Saul, bagaimana Daud mengangkat Mefiboset ( Cucu Saul) sebagai bagian dari keluarga kerajaan, sungguh menjadi inspirasi buat Uria untuk memiliki hidup yang bebas dari visi ingin terkenal dan visi memberontak.

  • Hal ini dipertegas lagi bahwasannya Uria termasuk golongan pahlawan-pahlawan Daud yang ikut sejak awal pergerakan Daud dari gua Adulam ( I Taw 11; 41, I Taw 11:10) – walaupun kita tidak bisa memastikan, pada titik mana Uria mengikuti rombongan Daud, karena rombongan Daud ini terus berkembang jumlahnya.
  • Namun bisa dipastikan Uria adalah masuk dalam pahlawan Daud yang golongan pertama, yang mengikuti pergerakan Daud sejak awal, jadi dia bukan golongan kedua yang baru mengikuti Daud di Ziglag ( I Taw 12: 1), ataupun golongan berikutnya, yaitu tentara Daud yang ikut setelah Daud jadi raja di Hebron ( I Taw 12; 23).
  • Memang kalau kita baca di kitab II Samuel nama Uria masuk dalam daftar nama pahlawan-pahlawan Daud yang ditulis pada pasal terakhir daripada kitab Samuel ini, namun kalau kita baca lebih teliti di kitab Tawarikh, sebenarnya Uria ikut sebagai pahlawan Daud dari golongan pertama, karena kitab Tawarikh dengan teliti sekali membedakan mana rombongan Daud yang golongan pertama, golongan kedua bahkan golongan ketiga.

Sama seperti kita, kita dilahirkan baru oleh kuasa Roh Kudus, dan oleh pengorbanan Kristus di kayu salib juga secara rohani. Kita bukan diselamatkan karena kita ini keturunan Abraham secara daging.

  • Tuhan mengasihi bangsa-bangsa lain juga, jadi Dia tidak hanya mengasihi bangsa Yahudi, terbukti orang-orang Yerikho diberi kesempatan selama 7 hari, orang-orang Niniwe didatangkan peringatan lewat nabi-Nya Yunus sebelum ditunggang-balikkan, dan setelah mereka ternyata bertobat, hukuman dibatalkan. Sebenarnya Tuhan itu tidak membabi buta mengajak bangsa Israel membenci bangsa lain, atau berlaku superior terhadap bangsa lain, melainkan Tuhan tetap memberi kesempatan pada bangsa asing yang ingin ikut sebagai penyembah Yehowa. Hal ini terbukti pada Rut, Rahab, Uria,  Naaman, dll
  • Terjadi croos/ persilangan di sini:
    • Silsilah menurut versi Matius melalui garis Salomo bin Daud- (anak secara biologis)- tetapi silsilah versi Matius ini justru nanti berujung pada nama Yusuf- ( suami Maria- ayah Yesus yang sah secara hukum, bukan secara biologis)
    • Silsilah menurut versi Lukas melalui garis Natan, anak Daud ( Anak angkat Daud yang sah secara hukum- jadi bukan anak Daud secara biologis)- tetapi silsilah versi Lukas ini justru nanti berujung pada nama Eli- ayah daripada Maria- (yang dipakai Tuhan secara biologis melahirkan Yesus oleh kuasa Roh Kudus.)
    • Apa arti rohaninya…?? Walaupun sah sebagai orang Israel asli, garis keturunan Abraham, dari suku-suku Israel, namun untuk diselamatkan harus sah secara hukum, dibebaskan dari kutuk dosa melalui karya salib Kristus, harus menerima Kristus sebagai Mesias, tanpa itu percuma— akte kelahiran dan silsilah sebagai keturunan Abraham tidak berlaku di sorga nanti
    • Apa arti rohaninya…??? Walaupun sudah sah secara hukum, dibebaskan dari kutuk dosa melalui karya salib Kristus, juga harus hidup dalam kehaliran baru- yang ditandai dengan hidup dalam pertobatan. Iman tanpa perbuatan adalah mati.
    • Hal ini terkait dengan

Yohanes 1: 12

“Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya”

Kata anak-anak dalam ayat ini dalam bahasa Yunaninya menggunakan kata ‘TEKNON’ , arti kata ini lebih menekankan kepada segi faktual dari kelahiran tersebut daripada hanya sekedar martabat dan sifat dari hubungan antara anak dan orang tuanya.

Berbeda dengan ayat ini:

Roma 8: 19

“Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.”

Anak-anak Allah dalam ayat ini menggunakan kata ‘HUIOS” dimana kata ini menekankah hubungan antara seorang anak dengan orang tuanya dan khususnya menggambarkan kodrat atau sifat orang tua itu, Dalam terminologi ( batasan/definisi istilah) ini adalah bahwa anak-anak dini dapat dikenali dari sifat-sifat atau kualitas mereka yang sama dengan Allah.

Jadi kesimpulannya, dalam Roma 8:19 ini menyatakan sebagai anak-anak Allah adalah mereka yang terhitung sebagai HUIOS, bukan mereka yang terhitung sebagai TEKNON, dengan kata lain, yang diakui sebagai anak-anak Allah bukan orang yang semata-mata telah dilahirkan kembali, melainkan mereka yang memerankan sifat dan kodrat Bapa Sorgawi.

Bacaan: http://alexandrocorebima2012.blogspot.com/2012/03/anak-anak-allah.html

Kesimpulan dari bacaan di atas, tentang Orang HET

  • Sebenarnya orang Het ( dalam hal ini diwakili oleh NATAN, yang adalah keturunan Uria, orang Het, yang diangkat anak oleh Daud sebagai ahli waris),
  • Kita sama dengan Uria dan Natan…..karena kita semua ada dibawah hukum kutuk, ditetapkan untuk dibinasakan, ditetapkan untuk jadi budak, ditetapkan untuk diusir.
  • Sama seperti kita, kita sebenarnya tidak layak, kita hidup penuh lumpur dosa, kita hidup di bawah hukum kutuk, kita layak untuk dibinasakan, kita hidup menjadi budak dosa, dan kita pantas untuk diusir ke neraka,
  • Namun demikian Tuhan melalui karya salib Kristus, menebus kita, menyelamatkan kita, saat kita mau menerima anugrah keselamatan itu, kita dipulihkan, nama kita dicatat.
  • Walaupun kita bukan dari kalangan raja-raja- kita orang biasa- nama kita dicatat dalam kitab Kehidupan. Yohanes 3: 16.

Zerubabel pun ternyata bukan anak kandung daripada Sealtiel, melainkan anak kandung daripada Pedaya, tetapi secara hukum dia diangkat anak olel Sealtiel, pamannya ( Sealtiel adalah adik daripada Pedaya) (I Taw 3: 17-19)

– editing terpaksa saya pause dahulu karena ada tugas-tugas lain menanti- jika Tuhan berkenan di lain hari akan saya lanjutkan- doakan ya.

Puji Tuhan atas rhema yang luar biasa ini, Kendari, November 2014

Lebih kurang usia Daud saat menikah dengan Mikhal , 27 tahun

Daud menikahi ahinoam dan Abigail dinikahi Daud saat dia berusia 35 thn

Kemungkinan anak Daud yang pertama AMNON dilahirkan saat Daud berusia 36 tahun

Iklan

Comments on: "RAHASIA DI BALIK SILSILAH YESUS KRISTUS ( EDITING 2)" (5)

  1. Syukur, Puji TUHAN. Hosana Bagi Anak Daud. Sebagaimana Firman ALLAH telah berhasil melaksanakan kehendak ALLAH pada Natan bin Uria dan semua orang termasuk silsilah generasi-generasi yang melahirkan YESUS Anak Daud, begitu pula Firman ALLAH sanggup melaksanakan kehendak ALLAH pada kita, yaitu: membawa kehadiran YESUS Anak Daud ke dalam anak2 lahiriah dan rohaniah kita. Haleluyah. AMIN.

  2. Syukur, Puji TUHAN. Hosana Bagi Anak Daud. Sebagaimana Firman ALLAH telah berhasil melaksanakan kehendak ALLAH pada Natan dan semua orang termasuk silsilah generasi-generasi yang melahirkan YESUS Anak Daud, begitu pula Firman ALLAH sanggup melaksanakan kehendak ALLAH pada kita, yaitu: membawa kehadiran YESUS Anak Daud ke dalam anak2 lahiriah dan rohaniah kita. Haleluyah. AMIN.

    • Puji Tuhan, setelah mengetahui dan disingkapkan mengenai hal ini, saya jadi rasa terharu , karena kita orang Indonesia bisa mengecap keselamatan juga, walaupun kita bukan orang Israel secara garis keturunan…!!

  3. luar biasa ulasannya…Disertasi Doktor Theologia
    menjadi penambah wawasan dan pengetahuan tentang Rahasia Allah dan ciptaanNya
    tx berat y

    • Heuadeuuuuuwwwww jangan berlebihan lah…semua ini bonus hikmat dari Tuhan aja kog. Saya cuma berhasrat menuliskan semua hikmat yang Tuhan beri, jadi cuma juru ketik aja. Tuhan juga memakai kita semua jadi alat di tangan-Nya, amin !

      Saya sendiri dibuat mabuk oleh kebenaran Firman Tuhan yang keren abiz…. luar biasa rahasia Firman Tuhan yeach..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: