'manusia hidup bukan dari roti saja…'

 

saya bersyukur dapat berbagi dengan guru-guru Play Group Bintang Nusantara, Semarang. Haleluya !!

Saya bersyukur dapat berbagi dengan guru-guru Play Group Bintang Nusantara, Semarang. Haleluya !! Materi ini tidak saya sampaikan kepada rekan-rekan guru di sana, namun foto ini saya tampilkan hanya sebagai inspirasi bagi kita, para guru, untuk terus berjalan dalam Visi Tuhan atas panggilan-Nya dalam hidup kita sebagai seorang pengajar.

 

DAUD SEORANG GURU..??

Jika tampilan wordpress di sini kurang sempurna, maka anda dapat download tulisan ini langsugn dari komputer saya, dengan klik sbb:

DAUD SEORANG GURU

(BAGI ANDA YANG SUDAH PERNAH DOWNLOAD – saya anjurkan download ulang, karena ini materi edit. )

Pada tulisan nanti, akan selalu saya muat KURIKULUM SEKOLAH DAUD, untuk menjelaskan pada anda mana bagian kurikulum itu yang sedang diajarkan Daud pada murid-muridnya pada tiap peristiwa yang berbeda.

Jika anda mendownload tautan tersebut akan terlihat jelas, bagian-bagian dalam kurikulum yang saya tebalkan, garis bawahi dan tercetak miring, namun pada tampilan wordpress ini sangat terbatas. Untuk itu saya sarankan anda download dari komputer saya.

Baik, kita akan mulai dengan petualangan kita tentang pak guru Daud

DAUD SEORANG GURU..??

Kita mengenal Daud sebagai seorang  gembala, seorang pemusik padang, pemusik istana, prajurit, menantu raja, pemimpin pasukan, pemimpin rombongan, bahkan seorang pemazmur dan seorang raja.

Namun amat jarang dibahas bahwa sebenarnya Daud juga seorang guru.

Baik, sekarang kita akan bahas sisi KEGURUAN DAUD.

Menarik sekali, kalau kita akan bersama-sama mengengok ayat pertama yang akan mengawali kita pada petualangan  ke ayat-ayat berikutnya.

Sorotan awal kita adalah pada Mazmur 59

 

MINTA PERLINDUNGAN MELAWAN MUSUH

(Mazm 59)

Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Jangan memusnahkan

Miktam dari Daud, ketika Saul menyuruh orang mengawasi rumahnya untuk membunuh dia.

Lepaskanlah aku dari pada musuhku, ya Allahku;

Bentengilah aku terhadap orang-orang yang bangkit melawan aku.

Lepaskanlah aku dari pada orang-orang yang melakukan kejahatan

Dan selamatkanlah aku dari pada penumpah-penumpah darah,

Sebab sesungguhnya , mereka menghadang nyawaku;

orang-orang perkasa menyerbu aku,

padahal aku tidak melakukan pelanggaran,

aku tidak berdosa, ya TUHAN,

Aku tidak bersalah, merekalah yang lari dan bersiap-siap,

Marilah mendapatkan aku, dan lihatlah !

Engkau TUHAN, Allah semesta alam, adalah Allah Israel.

Bangunlah untuk menghukum segala bangsa;

Janganlah mengasihani mereka yang melakukan kejahatan dengan berkhianat !

S E L A

Pada waktu senja mereka datang kembali,

Mereka melolong seperti anjing dan mengelilingi kota,

Sesungguhnya , mereka menyindir dengan mulutnya,

Cemooh ada di bibir mereka, sebab-siapakah yang mendengarnya?

Tetapi Engkau, TUHAN , menertawakan mereka,

Engkau mengolok-olok segala bangsa

Ya kekuatanku, aku mau berpegang pada-Mu,

Sebab Allah adalah kota bentengku,

Allahku dengan kasih setia-Nya akan menyongsong aku;

Allah akan membuat aku memandang rendah seteru-seteruku.

Janganlah membunuh mereka, supaya bangsaku tidak lupa,

halaulah mereka kian ke mari dengan kuasa-Mu,

dan jatuhkanlah mereka, ya Tuhan, perisai kami!

Karena dosa mulut mereka adalah perkataan bibirnya,

Biarlah mereka tertangkap dalam kecongkakannya,

oleh karena sumpah serapah dan dusta yang mereka ceritakan,

habisilah mereka dalam geram, habisilah,

sehingga mereka tidak ada lagi, supaya mereka sadar

bahwa Allah memerintah di antara keturunan Yakub, sampai ke ujung bumi.

S E L A

Pada waktu senja mereka datang kembali,

mereka melolong seperti anjing dan mengelilingi kota.

Mereka mengembara mencari makan; apabila mereka tidak kenyang,

maka mereka mengaum.

Tetapi aku mau menyanyikan kekuatan-Mu,

pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu;

sebab Engkau telah menjadi kota bentengku,

tempat pelarianku pada waktu kesesakanku.

Ya kekuatanku, bagi-Mu akau mau bermazmur;

sebab Allah adalah kota bentengku, Allahku dengan kasih setia-Nya.

 

Mari kita simak Mazmur  59 ini. Mazmur ini pastilah bukan Mazmur Daud yang pertama, karena sejak mudanya Daud sudah pandai main kecapi ( I Sam 16: 18) Namun Mazmur Daud di Mazmur  59 ini adalah MAZMUR PERTAMA DAUD sejak dia jadi buronan raja Saul, karena mazmur ini ditulis sebagai catatan Daud setelah dia terlepas dari kejaran Saul di rumahnya sendiri. Isteri Daud pada saat itu, si Mikhal menyuruh Daud melarikan diri.

Waaauuu iman Daud kepada Allah Israel pada kala itu, sangat tebal, sangat mendalam. Dia jadikan Tuhan sebagai bentengnya, kota bentengnya dan sebagai persai hidupnya..!!

Tapi dalam penelitian kita yang berikutnya, kita lihat apakah Daud stabil terus beriman pada Tuhan, apakah dalam masa-masa sulit Daud terus dapat bersyukur dan hatinya terus berpaut pada Tuhan..??

Karena setelah itu Daud melarikan diri ke Nabi Samuel di Rama, lalu bersama Samuel , Daud melarikan diri ke Nayot, lalu kemudian Daud melakukan perjalanan untuk bertemu sahabatnya Yonatan, lalu setelah berpisah dari Yonatan, Daud pun melarikan diri ke Nob, ke Imam Ahimelekh ( I Sam 19:18- I Sam 20:43)

Dalam pelarian demi pelarian, dari satu titik ke titik yang lain, dari satu tempat ke tempat yang lain, rupanya Daud mulai mengeluh kepada Tuhan.

Dalam perjalanan dari terpisahnya Daud dengan Yonatan sahabatnya, rupanya sebelum sampai di Nob, di imam Ahimelekh, Daud sempat singgah di suatu gua tak bernama, yang mana ada mazmur 149 yang dilahirkan di gua tersebut.

Mari kita lihat penelitian kita selanjutnya di Mazmur 142, sbb

 

Doa seorang yang dikejar-kejar

Mazmur 142

Nyanyian pengajaran Daud, ketika ia ada di dalam gua:  suatu doa.

Dengan nyaring aku berseru-seru  kepada TUHAN,

dengan nyaring aku memohon kepada TUHAN.

Aku mencurahkan keluhanku ke hadapan-Nya,

kesesakanku  kuberitahukan ke hadapan-Nya.

Ketika semangatku lemah lesu di dalam diriku,

Engkaulah yang mengetahui jalanku.

Di jalan yang harus kutempuh,

dengan sembunyi mereka memasang jerat terhadap aku.

Pandanglah ke kanan dan lihatlah,

tidak ada seorangpun yang menghiraukan aku;

tempat pelarian bagiku telah hilang,

tidak ada seorangpun yang mencari  aku.

Aku berseru-seru kepada-Mu, ya TUHAN, kataku:

“Engkaulah tempat perlindunganku,

bagianku  di negeri orang-orang hidup!  

Perhatikanlah teriakku,

sebab aku telah menjadi sangat lemah. 

Lepaskanlah  aku dari pada orang-orang yang mengejar aku,

sebab mereka terlalu kuat bagiku.

Keluarkanlah aku dari dalam penjara  untuk memuji nama-Mu.

 Orang-orang benar akan mengelilingi aku,

apabila Engkau berbuat baik kepadaku. 

 

Pada Mazmur 142 ini tidak diberi keterangan tempat yang lebih jelas, hanya dikatakan sebagai di suatu gua. Gua apa..?? Jelas bukan gua Adulam. Karena jika di gua Adulam pastilah Alkitab menuliskan nama ADULAM nya seperti pada ayat-ayat yang lainnya. Bisa jadi gua ini gua kecil yang tidak bernama atau tidak terkenal.

Pada Mazmur ini dikatakan bahwa Daud seorang diri saja, tidak ada orang lain yang berada bersama-sama dengan Daud saat penulisan mazmur 142 ini .

Juga pada Mazmur 142 ini tidak diberi keterangan peristiwa yang jelas.  Namun berdasarkan tafsiran saya, latar belakang penulisan Mazmur 142 sbb:

Kemungkinan besarnya adalah , peristiwa ini terjadi pada jeda antara Daud berpisah dari Yonatan ( I Sam 20:43) dengan peristiwa sampainya Daud di Nob ( I Sam 21:1)

Karena walaupun sama-sama dalam keadaan masih sendiri, peristiwa penulisan Mazmur 142  ini tidak mungkin terjadi pada peristiwa antara perpindahan Daud dari Nob menuju Gat ( I Sam 21:9-10), karena pada bagian itu ada keterangan PADA HARI ITU JUGA, artinya dari Nob menuju Gad ditempuh dalam satu hari yang sama, jadi tidak mungkin mampir lagi ke gua lainnya.

Tambahan lagi pada I Sam 22:1 nama gua jelas jelas adalah gua Adulam.

Sedangkan pada peristiwa sampainya Daud di Nob diberi keterangan seperti ini:

Sampailah Daud ke Nob kepada Ahimelekh, imam itu.

Bisa jadi dalam perjalanan menuju Nob Daud sempat mampir di sebuah gua dan menaikkan suatu doa yang terbaca oleh kita di Mazmur 142 di atas tadi.

Kemungkinan bahwa penulisan Mazmur 142 ini pada gua-gua lainnya pada tempat-tempat persinggahan lain setelah Gua Adulam juga tidak mungkin, karena setelah dari Gua Adulam, Daud tidak pernah sendirian, pasti ditemani pasukannya.

 

Perhatikan Mazmur 142 ini

Pada ayat terakhir dikatakan seperti ini:

 

Orang-orang benar akan mengelilingi aku,

APABILA Engkau berbuat baik kepadaku. 

 

Inilah yang jadi keluhan Daud kepada Allah. Ada kata APABILA Engkau berbuat baik kepadaku.

Dalam kesendirian Daud, Daud mulai meragukan kebaikan Tuhan, mengapa Tuhan tidak berbuat baik dengan cara mengirimkan orang-orang benar yang mengelilingi dia, menemani dia, mendoakan dia, mendukung dan memberi nasihat kekuatan, motivasi, dll

Akhirnya apa yang dilakukan Daud?

Daud mengambil jalannya sendiri, di luar kehendak Tuhan.

Ada dua hal yang dilakukan Daud saat itu yang keluar dari jalur Tuhan.

Yang pertama adalah pada saat dia selanjutnya pergi ke Imam Ahimelekh di Nob. Daud telah berbohong kepada imam ini.

Dia berbohong bahwa dia melaksanakan misi khusus dari raja Saul, sehingga dia tidak membawa pasukan,dan pasukannya itu ditinggal di tempat lain.

Dia juga berbohong bahwa karena perintah raja Saul itu mendesak, maka dia tidak sempat membawa senjata apa pun.

Dia tidak berterus terang bahwa dia membutuhkan perbekalan dan persenjataan karena dia sedang melarikan diri dari raja Saul, dan dia berstatus buronan.

Mengapa Daud melakukan hal itu? Karena kita tahu sendiri bahwasannya Saul adalah raja yang bengis.

Sekelas Nabi Samuel saja pernah sangat takut dibunuh oleh Saul kalau sampai ketahuan bahwa dia mengurapi raja yang berikutnya, sampai-sampai acara pengurapan raja berikutnya itu harus dibungkus dengan acara persembahan kurban di Betlehem itu.

Pastilah Imam Ahimelekh tidak semudah itu berbuat ini itu pada Daud, tentunya dia takut melakukan suatu kesalahan di hadapan raja Saul, bisa-bisa nyawanya bisa melayang.

Oleh karena itu Daud sudah merencanakan kebohongan, demi mendapatkan perbekalan dan persenjataan dari Imam Ahimelekh. Dan ternyata strategi kebohongan Daud terbukti berhasil, dalam arti akhirnya dia pun mendapatkan roti walaupun itu roti sajian, mendapatkan juga pedang Goliat, karena kebetulan pedang Goliat itu ada pada Imam Ahimelek.

Untuk lebih jelasnya kita bisa lihat pada perikop berikut ini:

Samuel 21: 1-15

Daud di Nob

21:1 Sampailah Daud ke Nob 1  e  kepada Ahimelekh, imam itu. Dengan gemetar f  Ahimelekh pergi menemui Daud dan berkata kepadanya: “Mengapa engkau seorang diri dan tidak ada orang bersama-sama dengan engkau?” 21:2 Jawab Daud kepada imam Ahimelekh: “Raja menugaskan sesuatu kepadaku, katanya kepadaku: Siapapun juga tidak boleh mengetahui sesuatu dari hal yang kusuruh kepadamu dan yang kutugaskan kepadamu ini. Sebab itu orang-orangku telah kusuruh pergi ke suatu tempat. 21:3 Maka sekarang, apa yang ada padamu? Berikanlah kepadaku lima roti atau apapun yang ada.” 21:4Lalu jawab imam itu kepada Daud: “Tidak ada roti g  biasa padaku, hanya roti kudus h  yang ada; asal saja orang-orangmu itu menjaga diri i  terhadap perempuan.”

21:5 Daud menjawab imam itu, katanya kepadanya: “Memang, kami tidak diperbolehkan bergaul dengan perempuan, seperti sediakala j  apabila aku maju berperang. Tubuh orang-orangku itu tahir,k  sekalipun pada perjalanan biasa, apalagi pada hari ini, masing-masing mereka tahir tubuhnya.” 21:6 Lalu imam itu memberikan kepadanya roti l  kudus itu, karena tidak ada roti di sana kecuali roti sajian; roti itu biasa diangkat orang dari hadapan TUHAN, supaya pada hari roti itu diambil, ditaruh lagi roti baru. 21:7 Maka pada hari itu juga ada di sana salah seorang pegawai Saul, yang dikhususkan melayani TUHAN; namanya Doeg, m  seorang Edom, n  pengawas atas gembala-gembala Saul. 21:8 Berkatalah Daud kepada Ahimelekh: “Tidak adakah padamu di sini tombak atau pedang? Sebab baik pedangku maupun senjataku, tidak dapat kubawa, karena perintah raja itu mendesak.” 21:9 Kemudian berkatalah imam itu: “Pedang o  Goliat, p  orang Filistin, yang kaupukul kalah di Lembah Tarbantin, q  itulah yang ada di sini, terbungkus dalam kain di belakang efod itu. Jika engkau hendak mengambilnya, ambillah; yang lain tidak ada, hanya ini.” Kata Daud: “Tidak ada yang seperti itu; berikanlah itu kepadaku.”

KESIMPULANNYA: pada saat peristiwa ini terjadi, DAUD sendirian, dia tidak membawa pasukan, dia melarikan diri dari kejaran Saul, seorang diri. (I Sam 21; 1), tetapi Daud BERBOHONG mengatakan bahwa dia memiliki misi rahasia dari raja Saul, dan dia berbohong mengatakan bahwa dia sebenarnya bersama rombongan ( I Sam 21; 2, 5). Mengapa Daud berbohong pada imam Ahimelekh dan juga mengapa Daud mencoba cari perlindungan pada raja Akhis alias raja Abimelekh..?? Berdasarkan tafsiran, pada saat itu Daud gagal untuk sepenuhnya percaya kepada Allah. Dengan menggunakan penipuan, Daud gagal untuk menyerahkan hidupnya tanpa syarat kepada Tuhan dan perlindungan-Nya.

http://alkitab.sabda.org/bible.php?book=i%20sam&chapter=21#v1)

 

 

Daud mengambil jalannya sendiri, di luar kehendak Tuhan.

Ada dua hal yang dilakukan Daud saat itu yang keluar dari jalur Tuhan.

Yang pertama tadi telah kita bahas , adalah dia memutuskan untuk berbohong kepada seorang imam, demi mendapatkan bekal dan senjata yang sedang dia butuhkan dan andalkan dalam perjalanan pelariannya ini.

Dianggapnya pedang Goliat yang dibawanya bisa memberinya rasa aman saat berada di mana pun. Daud sedang gagal untuk mengandalkan Tuhan, bisa jadi karena kekecewaannya kepada Tuhan, mengapa Tuhan tidak berbuat baik dengan cara mengirimkan orang-orang benar untuk mengelilinginya selama dalam masa pelarian ini.

Yang kedua  adalah dia memutuskan untuk pergi ke daerah lawan/musuh dan berharap dapat bersembunyi dari kejaran raja Saul di daerah lawan. Yaitu di daerah orang Filistin.

Ternyata strategi kedua Daud ini gagal. Bisa jadi Daud berharap orang-orang Filistin di Gad tidak ada yang mengenalinya, karena dia berpakaian biasa, tidak sedang berpakaian prajurit. Namun ternyata yang terjadi sebaliknya, mereka mengenali Daud.

Akhirnya Daud pun ketakutan, dan dia bisa jadi mendapat ide dadakan ( yang tidak dia rencanakan sebelumnya) untuk berpura-pura menjadi orang gila. Sehingga akhirnya dia terluput dari pembunuhan musuh, dengan cara diusir dari hadapan raja Akhis.

 

Sengaja pada pemuatan ayat Alkitab di sini saya potong dari perikop berikutnya, untuk menunjukkan pada Anda yang tidak didampingi Alkitab bahwa peristiwa kebohongan Daud di Nob ini berkronologis secara langsung dengan peristiwa berikutnya yaitu larinya Daud ke daerah Gad/ daerah Filistin.

I Sam 21; 10-15

21:9 Kemudian berkatalah imam itu: “Pedang o  Goliat, p  orang Filistin, yang kaupukul kalah di Lembah Tarbantin, q  itulah yang ada di sini, terbungkus dalam kain di belakang efod itu. Jika engkau hendak mengambilnya, ambillah; yang lain tidak ada, hanya ini.” Kata Daud: “Tidak ada yang seperti itu; berikanlah itu kepadaku.”

Daud di Gat

21:10 Kemudian bersiaplah Daud dan larilah ia pada hari itu juga dari Saul; sampailah r  ia kepada Akhis, raja kota Gat.21:11 Pegawai-pegawai Akhis berkata kepada tuannya: “Bukankah ini Daud raja negeri itu? Bukankah tentang dia orang-orang menyanyi berbalas-balasan sambil menari-nari, demikian: Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa? s  21:12 Daud memperhatikan perkataan itu, dan dia menjadi takut sekali kepada Akhis, raja kota Gat itu. 21:13 Sebab itu ia berlaku seperti orang yang sakit ingatan t di depan mata mereka dan berbuat pura-pura gila di dekat mereka; ia menggores-gores pintu gerbang dan membiarkan ludahnya meleleh ke janggutnya.21:14 Lalu berkatalah Akhis kepada para pegawainya: “Tidakkah kamu lihat, bahwa orang itu gila? Mengapa kamu membawa dia kepadaku? 21:15Kekurangan orang gilakah aku, maka kamu bawa orang ini kepadaku supaya ia menunjukkan gilanya dekat aku? Patutkah orang yang demikian masuk ke rumahku?”

 

Di sinilah Daud sebenarnya merasa tertempelak dengan kesalahan-kesalahan pengambilan keputusannya yang bodoh dan tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.

Bagaimana tidak? Ternyata pedang Goliat yang menjadi andalannya, tidak dapat menolong dirinya sama sekali.

Kalau Tuhan tidak menolong dirinya dengan memberinya ide berpura pura gila di depan raja Akhis, serta Tuhan tidak menolong dirinya sehingga raja Akhis percaya bahwa dia gila dan memerintahkan untuk mengusirnya dari hadapan raja, pastilah Daud yang berada di wilayah musuh, bisa-bisa langsung mati dengan cara keroyok.

Daud pasti mati, karena dia sendiri dan tidak memiliki pasukan sama sekali.

Kalau dia bisa lolos dari Gat dengan selamat, itu semua pasti karena Tuhan campur tangan terhadap kelangsungan hidupnya.

Di titik inilah Daud sadar bahwa di telah salah. Dia telah memberontak pada Tuhan dan melakukan hal-hal dosa yang salah. Imannya telah gugur, dia telah gagal mengandalkan Tuhan. Dia mengedepankan kebohongan. Dia mengedepankan bekal dan senjata musuh. Dia mengedepankan area musuh yang disangkanya aman.

Ternyata semuanya itu salah total.

Padahal saat dia melawan Goliat, dia tidak menaruh imannya pada batu kali, pengumban, dan juga pakaian gembala, bahkan dia menolak baju perang kedodoran yang dipinjamkan oleh Raja Saul. Yang jadi andalannya adalah Nama Tuhan. Nama Allah Israel. Nama Pelindung Israel. Justru pedang Goliat itu pada akhirnya menewaskan Goliat sendiri yang menyentuh dan memotong lehernya oleh tangan Daud.

Ke mana nama Tuhan itu..?? Mengapa pedang itu yang sekarang jadi andalannya??

Dari titik balik kehidupan Daud inilah , muncul Mazmur yang berikutnya, yaitu Mazmur 56

KEPERCAYAAN KEPADA ALLAH DALAM KESUSAHAN

(Mazmur 56)

Untuk pemimpin biduan.

Menurut lagu;Merpati di pohon-pohon terbantin yang jauh.

Miktam dari Daud, ketika orang Filistin menangkap dia di Gat.

 

Kasihanilah aku, ya Allah, sebab orang-orang menginjak-injak aku,

sepanjang hari orang memerangi dan mengimpit aku!

Seteru-seteruku menginjak-injak aku sepanjang hari,

Bahkan banyak orang yang memerangi aku dengan sombong

Waktu aku takut,

Aku ini percaya kepada-Mu;

Kepada Allah, yang firman-Nya kupuji,

Kepada Allah aku percaya, aku tidak takut,

Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?

 

Sepanjang hari mereka mengacaukan perkaraku;

mereka senantiasa bermaksud jahat terhadap aku.

Mereka mau menyerbu, mereka mengintip, mengamat-amati langkahku,

Seperti orang-orang yang ingin mencabut nyawaku.

Apakah mereka dapat luput dengan kejahatan mereka?

Runtuhkanlah bangsa-bangsa dengan murka-Mu, ya Allah !

Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung,

Air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu

Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan?

Maka musuhku akan mundur pada waktu aku berseru;

Aku yakin, bahwa Allah memihak kepadaku.

Kepada Allah, firman-Nya kupuji,

Kepada TUHAN, firman-Nya kupuji,

Kepada Allah aku percaya, aku tidak takut.

Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?

Nazarku kepada-Mu ya Allah, akan kulaksanakan,

Dan korban syukur akan kubayar kepada-Mu

Sebab Engkau telah meluputkan aku dari pada maut,

Bahkan menjaga kakiku, sehingga tidak tersandung;

Maka aku boleh berjalan di hadapan Allah

Dalam cayaha kehidupan.

 

Dari Mazmur 56 inilah kita menyimpulkan suasana emosi Daud pada saat itu, dimulai dengan kata TAKUT, dan dilanjutkan dengan kata TIDAK TAKUT. Perubahan dari takut menjadi tidak takut adalah saat Daud mulai mengandalkan Tuhan. Stop mengandalkan kehebatan pengalamannya sebagai tentara, Stop mengandalkan pedang Goliat, Stop mengeluh dan memberontak pada Tuhan. Stop berbohong. Stop berjalan dengan kehendak sendiri tanpa bertanya bagaimana kehendak Tuhan untuk langkah-langkah hidupnya selanjutnya.

Bahkan di mazmur 56 ini kita menemukan pengakuan Daud bahwa dia meneteskan air mata. Menangis dalam rasa miris karena hampir saja terbunuh di area musuh. Menangis karena lega telah terlepas dari jerat lawan, dan menangis karena bertobat. Menyesal. Berbalik kepada Tuhan. Kembali kepada iman yang semula, yang menggebu-gebu di awal-awal pelariannya saat terpisah dari Mikhal , isterinya, yang dapat kita simak di Mazmur 59. Di Mazmur ini Daud berkata bahwa Allah adalah kota benteng baginya.

Ke mana nama Tuhan itu..?? Kemana Kota Benteng nya itu ?? Mengapa pedang itu yang sekarang jadi andalannya??

Daud  pun bertobat.

Daud bernazar untuk tetap bersyukur pada Tuhan. Apa pun keadaannya, itulah yang dinamakan korban syukur.  Korban syukur artinya, saat keadaan membuat kita mudah mengeluh, justru yang dilakukan adalah bersyukur, itulah yang dinamakan korban.

Daud mau menaruh andalannya sekarang kembali kepada andalannya semula, yaitu Tuhan sendiri. Bukan pedang, bukan bekal apa pun, bukan kehebatan catatan kemenangan-kemengangannya di masa lalu, atau apa pun juga.

 

Dikatakan dalam Alkitab bahwa setelah Daud melarikan diri dari Raja Akhis di Gat, Daud pergi ke gua adulam, dan di gua Adulam inilah Daud memiliki anggota gerombolan berjumlah 400 orang yang datang kepadanya.

I Sam 22: 1-5

22:1 Lalu Daud pergi dari sana dan melarikan diri ke gua u  Adulam. v  KETIKA saudara-saudaranya dan seluruh keluarganya mendengar hal itu, pergilah mereka ke sana mendapatkan dia. 22:2 Berhimpunlah w  juga kepadanya setiap orang yang dalam kesukaran, setiap orang yang dikejar-kejar tukang piutang, setiap orang yang sakit hati, maka ia menjadi pemimpin mereka. Bersama-sama dengan dia ada kira-kira empat ratus orang.

 

Kemungkinan besar , di gua Adulam inilah Daud menuliskan Mazmur 34

Saya tuliskan dahulu Mazmur 34 secara lengkap, dan anda baca, baru setelah itu akan kita bahas satu per satu.

 

Dalam perlindungan TUHAN

Dari Daud, pada waktu ia pura-pura tidak waras pikirannya  di depan Abimelekh, sehingga ia diusir, lalu pergi.

Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; 

puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.

Karena TUHAN jiwaku bermegah; 

biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita. 

Muliakanlah TUHAN  bersama-sama dengan aku,

marilah kita bersama-sama memasyhurkannama-Nya!

Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku,

dan melepaskan   aku dari segala kegentaranku.

Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya,

maka mukamu akan berseri-seri,dan tidak akan malu tersipu-sipu.

Orang yang tertindas ini berseru,

dan TUHAN mendengar;

Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. 

Malaikat TUHAN berkemah  di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia,

lalu meluputkanmereka.

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu!

Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

Takutlah akan TUHAN,  hai orang-orang-Nya yang kudus,

sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia !

Singa-singa muda merana kelaparan,

tetapi orang-orang yang mencari TUHAN,

tidak kekurangan sesuatupun yang baik. 

 

Marilah anak-anak, dengarkanlah  aku,

takut akan TUHAN  akan kuajarkan kepadamu! 

 

Siapakah orang yang menyukai hidup, 

yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik?

Jagalah lidahmu  terhadap yang jahat

dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu; 

jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, 

carilah perdamaian  dan berusahalah mendapatkannya!

Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, 

dan telinga-Nya  kepada teriak mereka minta tolong;

wajah TUHAN menentang  orang-orang yang berbuat jahat 

untuk melenyapkan ingatan  kepada mereka dari muka bumi.

Apabila orang-orang benar itu berseru-seru,

maka TUHAN mendengar, 

dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.

TUHAN itu dekat  kepada orang-orang yang patah hati, 

dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.

Kemalangan orang benar banyak ,

tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya  itu;

Ia melindungi segala tulangnya,

tidak satupun yang patah. 

Kemalangan akan mematikan orang fasik, 

dan siapa yang membenci orang benar akan menanggung hukuman.

TUHAN membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya,

dan semua orang yang berlindung  pada-Nya

tidak akan menanggung hukuman.

 

 Kepada siapa Mazmur 34 ini ditujukan?
Ditujukan kepada – anak-anak (Mazmur 34: 12)

Siapakah anak-anak di sini..?? Apakah Daud pada saat itu sudah punya anak kandung?

Bukan ! Daud pada saat itu belum punya anak kandung.

Walaupun dalam masa pelarian Daud sudah beristerikan Mikhal, namun Alkitab mengatakan bahwa Mikhal mandul sampai hari matinya (II Sam 6: 23), dan walaupun semasa pelarian Daud telah mengambil lagi dua orang isteri ( I Sam 25: 42-43) namun Alkitab jelas-jelas menyebutkan bahwa Daud memiliki anak-anak kandung, barulah pada saat dia memerintah di Hebron ( II Sam 3:2-5) dan memerintah di Yerusalem ( II Sam 5: 13-16) ,

Jadi kesimpulannya Mazmur 34 ini bukan ditujukan kepada anak-anak kandung Daud, melainkan ditujukan kepada anak-anak rohani daripada Daud, yaitu kira-kira 400 orang yang berkumpul pada Daud di gua Adulam.

Kapankah Mazmur ini dituliskan??

Perhatikan ayat 1 ( Mazmur 34:1)

Dari Daud, pada waktu ia pura-pura tidak waras pikirannya  di depan Abimelekh, sehingga ia diusir, lalu pergi.

Walaupun ayat satu berkata bahwa mazmur ini ditulis pada waktu ia pura-pura tidak waras pikirannya di depan Abimelekh, sehingga ia diusir , lalu pergi, namun tidak mungkin pada saat itu juga mazmur ini ditulis. Mana bisa berpura-pura gila sambil menuliskan mazmur.

Judul mazmur ditulis seperti ini untuk mengingatkan bahwa inspirasi penulisan mazmur ini adalah setelah peristiwa itu terjadi.

Jadi saya yakin, mazmur ini ditulis setelah Daud berada di tempat aman, jauh dari Gat, yaitu di gua Adulam.

Ditegaskan lagi lewat ayat yang tadi kita bahas sebelumnya, yaitu ayat 12 tadi. Bahwa Daud sudah memiliki anak-anak/ anak buah/anak rohani/anak didik/ barulah saat dia berada di Gua Adulam.

Jadi mazmur 34 ini tidak mungkin dituliskan Daud saat dia masih sendirian, dan belum memiliki pasukan gua Adulam. Tidak mungkin.

Jadi penulisan judul mazmur 34 ini, adalah peristiwa lolosnya Daud dari raja Akhis yang menjadi pelajaran berharga bagi Daud, sehingga muncullah mazmur 34 ini.

 

Baik, mari kita bahas lebih lanjut tentang pribadi Daud dan bagaimana perjalanan imannya berjalan bersama dengan Tuhan.

Telah kita sepakati bersama bahwa Mazmur 34 ini adalah mazmur yang ditulis Daud saat dia boleh dikatakan ‘gagal’ untuk menyerahkan hidupnya sepenuhnya pada Allah, karena pada saat dia dikejar-kejar Saul untuk dibunuh, yang dilakukannya adalah berbohong pada seorang Imam dan berusaha mencari perlindungan pada orang fasik/raja Akhis, yang pada akhirnya semua usahanya gagal, dia harus berpura-pura gila, untunglah Tuhan menyelamatkan hidupnya, memberinya ide dadakan untuk dia berpura-pura gila, serta Tuhan sudah membuat si raja Akhis mempercayai actingnya, dan mengusir dia, dengan demikian dia lolos dari maut.

Semua kegagalan Daud ini karena dia tidak bertanya pada Tuhan akan apa yang dia harus lakukan. Dalam kepanikan , kegentaran dan ketakutan Daud bertindak sendiri, dan akhirnya menemui yang namanya KEGAGALAN.

 

Di Mazmur 34 inilah menjadi MAZMUR KESIMPULAN akan kondisi naik turun emosi Daud, naik turun iman Daud, naik turun karakter Daud, di hadapan TUHAN.

Mazmur 34 ini  menjadi rangkuman perjalanan hidup Daud, mulai dari :

  1. Mazmur pertama yang kita bahas – Mazmur pelarian saat terpisah dari Mikhal- yaitu mazmur 59. Saat itu iman dan kebergantungan Daud pada Tuhan masih sangat tebal
  2. Mazmur kedua yang kita bahas- Mazmur yang ditulis Daud di dalam sebuah gua tak bernama, yang merupakan keluhan dan pemberontakan Daud kepada Tuhan, karena Daud sedang meragukan kebaikan Tuhan, mengapa Tuhan tidak mengirimkan kepadanya orang-orang benar untuk mengelilingi dia.- Yaitu Mazmur 142- sikap hati yang salah seperti inilah yang menggiring Daud untuk mengambil 2 langkah yang salah, pertama berbohong pada Imam Ahimelekh, dan kedua lari ke daerah musuh, yang justru fatal buat hidupnya. Nyawanya ada di ujung tanduk.
  3. Mazmur ketiga yang kita bahas- Mazmur 56 menunjukkan titik balik pertobatan Daud, ada air mata pertobatan di sana. Mazmur ini ditulis setelah Daud mengalami keluputan dari maut, Daud bertobat dari mengandalkan pedang Goliat, dia mau kembali mengandalakn TUHAN, dan Daud bertobat dari setiap persungutan.
  4. Dari titik balik pertobatan Daud yang dituangkan di Mazmur 56 itulah, Daud mulai merenungkan, akan dibawa kemana pasukan gua Adulam ini..?? Akhirnya Daud mendapatkan hikmat Tuhan untuk menuliskan Mazmur 34 bersaksi pada empat ratus orang yang mengikutinya di gua Adulam itu, titik balik pertobatannya ( Maz 34 :1-10), dan dilanjutkan dengan pemaparan Daud mengenai KURIKULUM SEKOLAH KARAKTER TAKUT AKAN TUHAN yang didirikan oleh Daud.

 

LEBIH JAUH MENGENAI MAZMUR 34

 

Penulisan Mazmur 34 ini menjadi petunjuk bagi kita, perubahan apa saja yang Daud alami dalam perjalanannya berjalan bersama dengan Tuhan?

Ayat satu tidak perlu kita bahas lagi, karena di atas tadi sudah  kita bahas bahwasannya ayat 1 berisi latar belakang penulisan MAZMUR 34 ini.

Mazmur 34:2

  • (34-2) Aku hendak memuji TUHAN1  pada segala waktu; w  puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.
  • Daud tidak mau lagi diperhamba/diperbudak/disetir oleh keadaan. Dia memang seorang buronan raja Saul yang bengis, tetapi dia memutuskan untuk MEMUJI TUHAN PADA SEGALA WAKTU. Puji-pujian kepada Tuhan dalam waktu senang dan semua aman serta lancar , itu sangat mudah dilakukan, tetapi memuji Tuhan dalam keadaan dikejar-kejar raja, dibawah ancaman pembunuhan, itu bukan hal mudah.

 

 

 

 

Mazmur 34:3-4

  • (34-3) Karena TUHAN jiwaku bermegah;x  biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita. y   (34-4) Muliakanlah TUHAN z  bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan a  nama-Nya!

 

  • Tadinya Daud mengandalakan usahanya sendiri, gagal mengandalkan Tuhan. Dipikirnya dengan persediaan roti semua akan beres, dipikirnya dengan membawa senjata, apalagi senjata bekas milik Goliat, semua akan beres, dipikirnya dengan pergi ke pihak musuh/ orang Filistin semua akan beres ( I Sam 21).

Itu artinya Daud sombong, karena memang di masa lalunya dia terkenal sebagai seorang prajurit yang selalu berhasil. Catatan kemenangannya mengalahkan singa dan beruang ( I Sam 17: 34-35) , catatan kemenangannya saat mengalahkan Goliat ( I Sam 17: 51), catatan kemengannya saat dia berperang dan selalu berhasil ke mana juga Saul menyuruhnya ( I Sam 18:5), catatan kemenangan Daud saat dia mengambil 200 kulit khatan orang Filistin ( I Sam 18: 27). Saat Daud dalam kesombongannya, berjalan sendiri tanpa Tuhan, sadar bahwa ia salah, maka dalam gua Adulam, Daud menuliskan sikap hatinya yang baru:

(34-3) Karena TUHAN jiwaku bermegah; x  biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita. y   (34-4) Muliakanlah TUHAN z  bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan a  nama-Nya!

Nggak perlulah memegahkan keberhasilan diri di masa lalu, toh semua itu karena anugrah Tuhan, jadi kebermegahan kita haruslah karena TUHAN. Saat kita memegahkan Tuhan, si situlah kita bisa membuat orang-orang yang rendah hati itu mendengar bahwa kita itu memegahkan Tuhan, pada saat itulah orang-orang yang rendah hati akan bersukacita.

Karena nyambung. Orang rendah hati nyambungnya pada sesama orang rendah hati, sehingga  bisa sama-sama memuliakan TUHAN, bukan memuliakan diri sendiri, kehebatan diri sendiri.

Titik pertobatan Daud ini benar-benar dialaminya, karena pada catatan selanjutnya Daud tidak pernah mengulangi kesalahan yang sama, Daud tidak pernah lagi andalkan diri sendiri, tidak pernah lagi bertindak sendiri dan tidak pernah lagi mengandalkan keberhasilannya di masa lalu, melainkan dia selalu mengandalkan Tuhan. Dia mau duduk bersama orang-orang yang rendah hati, karena menjadi orang yang dapat digolongkan sebagai orang rendah hati, bukan orang sombong.

 

Mazmur 34:5-11

  • (34-5) Aku telah mencari TUHAN,b  lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan c  aku dari segala kegentaranku. (34-6) Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, d  dan tidak akan malu e  tersipu-sipu. (34-7) Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. f 

(34-8) Malaikat TUHAN g  berkemah 2  di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan h  mereka.  (34-9) Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya i  TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung j  pada-Nya!

(34-10) Takutlah akan TUHAN, k  hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan l  orang yang takut akan Dia 3 !(34-11) Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik. m 

  • Kini Daud tahu, bahwa kegentaran yang dia alami saat dikejar-kejar Saul bukan diatasi dengan cara meletakkan rasa aman di balik sebuah kebohongan, untuk semata-mata menutupi statusnya sebagai buron, tetapi di hadapan imam dia bertindak seolah- olah masih sebagai prajurit raja yang melaksanakan misi rahasia. Itulah yang namanya meletakkan rasa aman di balik topeng.

Juga bukan meletakkan rasa aman dengan cara mendapatkan bekal roti/ bekal di sini sebagai lambang dari fasilitas, uang, jaminan, tabungan, perbekalan, persediaan, asuransi, dll.

Juga bukan meletakkan rasa aman dengan cara berlindung pada senjata bekas milik Goliat/senjata musuh.  Ada arti rohaninya di sini. Senjata yang didapat Daud dari Imam Ahimelekh di Nob  adalah senjata pedang Goliat. Padahal dulu saat Daud mengalahkan Goliat, dia pernah berkata kalimat hebat seperti ini: I Sam 17: 40-51, perhatikan yang saya cetak tebal- dan perhatikan ayat-ayat lain yang akan kita soroti.

Perkelahian Daud dengan Goliat

17:40 Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu. 17:41 Orang Filistin itu kian dekat menghampiri Daud dan di depannya orang yang membawa perisainya. t  17:42 Ketika orang Filistin itu menujukan pandangnya ke arah Daud serta melihat dia, dihinanya u  Daud itu karena ia masih muda, kemerah-merahan dan elok parasnya. v  17:43 Orang Filistin itu berkata kepada Daud: “Anjingkah w  aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?” Lalu demi para allahnya orang Filistin itu mengutuki Daud. 17:44 Pula orang Filistin itu berkata kepada Daud: “Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung di udara x  dan kepada binatang-binatang di padang. y 

17:45 Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, z  tetapi aku mendatangi engkau dengan nama a  TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang b  itu. 17:46 Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan c  engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat d  tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi e tahu, bahwa Israel f  mempunyai Allah, 17:47 dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan g  bukan dengan pedang h  dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran i  dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.” 17:48 Ketika orang Filistin itu bergerak maju untuk menemui Daud, maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui orang Filistin itu; 17:49 lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah. 17:50 Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin 1  itu dengan umban j  dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan. 17:51 Daud berlari mendapatkan orang Filistin itu, lalu berdiri di sebelahnya; diambilnyalah pedangnya, dihunusnya dari sarungnya, lalu menghabisi dia. Dipancungnyalah k  kepalanya dengan pedang l  itu. Ketika orang-orang Filistin melihat, bahwa pahlawan mereka telah mati, maka larilah mereka.

 

Pada saat Daud melawan Goliat, Goliat sangat mengandalkan persenjataan sebagai penentu kemenangan berduel dengan Daud, perhatikan ayat 43, dimana Goliat menghina Daud yang membawa tongkat gembala.  Dan dibagian lain dibahas pula mengenai kehebatan persenjataan Goliat ( I Sam 17: 4-7)

Tetapi yang menjadi andalan Daud pada saat itu, bukan baju perang kedodoran yang ditawarkan raja Saul, juga bukan batu umbannya yang diambilnya dari kali, atau pakaian gembalanya, atau tongkatnya, atau pengali-aliannya, atau ketepatannya dalam membidik, sama sekali bukan !! Melainkan yang menjadi andalan Daud saat itu adalah: NAMA TUHAN SEMESTA ALAM, yaitu Allahnya orang Israel.

Pada saat itu Goliat membawa 3 senjata: Lembing, Tombak dan Pedang, sedangkan pembawa senjatanya membawa 1 senjata yaitu perisai.

Dari keempat senjata Goliat ini, Daud memakai PEDANG untuk menghabisi nyawa Goliat, setelah tentunya Goliat jatuh terkena batu umban Daud ( I sam 17: 50-51)

Senjata kemenangan kita adalah dari Tuhan, bukan dari pedang. Pedang musuh biarlah menjadi pedang yang sama untuk menghancurkan mereka sendiri, biarlah menjadi pedang makan tuan.

Saat Daud membawa pedang bekas milik Goliat, untuk berjaga-jaga terhadap pengejaran Saul, bukankah itu artinya Daud meletakkan rasa aman pada sebuah persenjataan musuh untuk berjaga-jaga melawan ‘kawan’ sendiri/dalam hal ini Raja Saul kan adalah bangsa sendiri, sama-sama orang Israel, bukan orang Filistin. Apakah Daud merasa aman bila bisa memperlakukan Saul sebagai leher Goliat..???

Karena pedang itulah yang dipakai Daud memancung kepala Goliat…!!

Kemana nama Tuhan yang selama ini dia bangga-banggakan.. di hadapan Goliat..?? Mengapa sekarang justru pedang Goliat yang dia andalkan menghadapi Saul..??? Huuuuiiiiiihhhhh!!!

Kini Daud tahu, bahwa kegentaran yang dia alami saat dikejar-kejar Saul harus diatasi dengan meletakkan rasa aman pada alamat  yang tepat, yaitu pada BERLARI KEPADA PERLINDUNGAN TUHAN, ( jadi sekali lagi, bukan pada orang lain/ bahankan rohaniawan sekalipun, topeng status sosial, bekal/persediaan, ataupun senjata musuh. )

Apa sih yang didapatkan dari TUHAN..saat kita berlindung pada-Nya..?? Apa..??

  • Jawaban dari Tuhan saat kita mencari Dia, Tuhan mendengarkan seruan, Tuhan menyelamatkan
  • Kelepasan dari kegentaran, kesesakan dan ketertindasan/intimidasi ( sembuh dari stress)
    • Ciri orang yang lepas dari stress: muka berseri, muka tidak minder/malu
  • Tuhan mengirim malaikat-Nya untuk berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka ( mendapatkan pelayanan malaikat)
  • Tidak hanya mendapatkan tangan-Nya, tetapi juga dapat mengalami sendiri (melihat dan mengecap) kebaikan Tuhan.
  • Ada kebahagiaan saat berlindung pada Tuhan, hilang sudah semua kecemasan, kekawatiran, ketakutan, kegentaran, kesesakan, ketertindasan/intimidasi.
  • Tidak berkekurangan sesuatu pun yang baik.

Bukan Gua Adulamnya- yang jadi andalan Daud. Di Gua Adulam Daud bersembunyi dari kejaran Saul, dan gua Adulam itu adalah tempat yang sangat mudah sekali bagi Saul untuk menemukan persembunyian Daud, menyerang dan mengalahkan serta membunuh Daud, sungguh sangat mudah sekali, Gua itu tidak ada apa-apanya.

Tetapi selama Daud meletakkan rasa aman pada alamat yang tepat, Daud yakin perlindungan dan penjagaan Tuhan itu sempurna dalam hidupnya, malaikat Tuhan tidak kurang-kurangnya dikirim dari sorga untuk menjadi pagar di sekeliling goa Adulam itu. Siapa sih yang bisa mengusik perlindungan Tuhan…????

 

Di Mazmur 34: 1-11 inilah saya sebut sebagai TITIK BALIK KEHIDUPAN DAUD, dari yang tadinya sombong, mengandalkan diri sendiri, mengandalkan keberhasilan di masa lalu,  tidak pakai tanya-tanya pada Tuhan saat mengambil keputusan, menjadi orang yang belajar dari yang namanya KEGAGALAN, sehingga dia berbalik menjadi orang yang BERGANTUNG SEPENUHNYA pada Tuhan dan MENGANDALKAN TUHAN.

Darimana kita bisa tahu hal itu..?? Bahwa Daud gentar…???

Mazmur 34:4 menuliskan kegentaran Daud, jadi Daud mengakui bahwa dia pernah alami kegentaran menghadapi kejaran Saul

(34-5) Aku telah mencari TUHAN,  lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan  aku dari segala kegentaranku.

Darimana kita tahu bahwa Daud bertindak sendiri tanpa melibatkan Tuhan..???

Dari perkembangan selanjutnya, dimana Daud mulai mengalami PERUBAHAN setelah dia mengalami yang namanya KEGAGALAN

Perhatikan peristiwa berikutnya pada I Sam 22: 3

Dari sana Daud pergi ke Mizpa di Moab dan berkata kepada raja negeri Moab:” Izinkanlah ayahku dan ibuku tinggal padamu, sampai aku tahu, apa yang dilakukan Allah kepadaku.”

Dan peristiwa berikutnya dicatat pada I Sam 23: 2

Lalu bertanyalah Daud kepada TUHAN: “Apakah aku akan pergi mengalahkan orang Filistin itu?” …

Kalimat : Lalu bertanyalah Daud kepada TUHAN yang sangat terkenal itu, karena inilah yang menjadi kunci kemenangan Daud yang tidak pernah kalah berperang… muncul pertama kali pada I Sam 23: 2 ini.

Bisa saya bantu daftarkan ayat-ayat lainnya secara kronologis waktu terjadinya peristiwa karena kisah I dan II Samuel serta I dan II Tawarikh disusun berdasarkan kronologis terjadinya peristiwa.

I Sam 23:2- ini ayat pertama dimana Daud bertanya kepada TUHAN

I Sam 23: 4 lalu bertanya pulalah Daud kepada TUHAN- masih di pasal yang sama dan di peristiwa yang sama Daud sampai bertanya dua kali kepada Tuhan. Itu semua Daud lakukan untuk mendapatkan kepastian dari Tuhan saat mana orang-orang di sekitarnya tidak sependapat dengan kehendak Tuhan.

I Sam 30:8 kemudian bertanyalah Daud kepada Tuhan

II Sam 2:1 kemudian bertanyalah Daud kepada Tuhan

II Sam 5: 19, II Taw 14:10, bertanyalah Daud kepada Tuhan

II Sam 5: 23, II Taw 14: 14 maka bertanyalah Daud kepada Tuhan. Dalam pasal yang sama ini II Sam 5: 19 dan II Sam 5:23 dikisahkan Daud bertanya lagi kepada Tuhan strategi apa untuk peperangan yang selanjutnya, walaupun menghadapi musuh yang sama, medan yang sama, di hari yang berbeda, walaupun di catatan peperangan sebelumnya dia telah menang, tetap saja di peperangan berikutnya Daud bertanya kembali ke pada Tuhan. Dan ternyata pada serangan ke dua terhadap musuh, Tuhan memberikan pula strategi yang berbeda dari kemenangan yang sebelumnya.

II Sam 21: 1 Daud pergi  menanyakan petunjuk TUHAN.

 

Dari sinilah kita dapat tarik kesimpulan bahwa: Kegagalan Daud memberikan suatu pelajaran berharga buat Daud untuk mulai berjalan dengan mengandalkan Tuhan, bergantung penuh pada Tuhan.

Peristiwa traumatik saat dia gagal mengandalkan Tuhan dengan berbohong, serta berpura-pura gila demi menyelamatkan nyawanya, ternyata Tuhan membuktikan bahwa hanya kepada Dia saja kita bisa menaruh rasa aman dan iman percaya, membuat Daud berubah seratus delapan puluh derajat.

 

Setelah Daud mengalami titik balik dalam hidupnya, barulah dia dapat MENJADI PEMIMPIN ROMBONGAN yang luar biasa . Memimpin 400 orang ini yang berlatar belakang: ( I Sam 22: 1-2)

  • Saudara-saudara Daud dan Seluruh keluarga Daud – ini semua adalah orang-orang buronan Raja Saul, tentunya saat Saul ingin membunuh Daud, tentunya keluarga Daud juga ikut menjadi sasaran ancaman pemusnahan oleh raja. Sedangkan imam di Nob saja, tidak hanya keluarganya ikut dibunuh, tetapi juga seluruh kota Nob penduduknya ikut dibunuh raja bengis itu
  • Setiap orang yang dalam kesukaran
  • Setiap orang yang dikejar-kejar tukan piutang
  • Setiap orang yang sakit hati

 

Bagaimana cara Daud memimpin rombongan ini…???

 

Mazmur 34: 1-11

 

  1. SATU, dengan cara mengalami TITIK BALIK dalam hidupnya (seperti sudah kita bahas tadi). Seorang pemimpin tidak akan menjadi pemimpin yang berhasil selama dia belum mengalami proses perubahan pada suatu TITIK BALIK, mungkin itu berupa sebuah:
    1. Pertobatan
    2. Penemuan akan VISI ilahi
    3. Suatu beban/passion
    4. Peristiwa traumatik yang mendorong untuk dia bangkit
    5. Kepekaan akan suara Tuhan ( seperti Samuel kecil)
    6. Suatu destiny ilahi/ tugas kusus yang Tuhan telah tetapkan
    7. Dll

 

Mazmur  34: 12

  1. Menempatkan diri sebagai AYAH buat semua anggota rombongannya, dengan memanggil mereka ‘anak-anak’ dan mereka semua memanggil dia dengan sebutan ‘papi’. Mengapa pendekatan dengan cara menempatkan diri sebagai seorang ayah ini dilakukan Daud untuk memimpin rombongannya…??

Karena Daud tahu bahwasannya dia sendiri dibesarkan sebagai seorang anak yang bertumbuh kurang kasih sayang ayah ( Mazmur 27: 10 Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku). Dia sendiri punya pengalaman menyelesaikan kekurangan kasih sayang ayah itu dengan cara lari kepada sambutan hangat dari Tuhan sebagai pemberi fungsi Ayah dalam hidupnya, namun dia tahu bahwasannya orang-orang dengan latar belakang kelam seperti ini membutuhkan kasih ayah, membutuhkan fungsi ayah.

Fungsi guru saja tidak cukup. Guru akan memberi nilai merah dan membuat seorang anak tidak naik kelas jika memang dia tidak layak untuk naik, tetapi seorang ayah akan mengupayakan bagaimana si anak harus naik kelas, mungkin dengan cara memberi jam belajar ekstra dan menemaninya mempelajari materi-materi sulit, dlsb.

Daud tahu hal itu, dia tidak berdiri jauh-jauh dan memberi petunjuk ini itu sebagai guru saja, tetapi dia mendampingi dan berdiri di samping mereka, di antara mereka untk memposisikan diri sebagai ayah bagi mereka.

(34-12) marilah anak-anak, dengarkanlah n  aku, takut akan tuhan o  akan kuajarkan kepadamu! P 

Apa sebenarnya fungsi ayah untuk anak-anaknya..??? Ini kata Alkitab tentang seorang Ayah.

Tugas AYAH

3 Fungsi ayah menurut I Tes 2: 11-12 adalah menasehati, menguatkan hati (menghibur-mendorong), meminta dengan sangat/ mendisiplin agar kita hidup sesuai dengan kehendak Allah. Ketiga hal ini sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter

Amsal  1;7, Mal 4:6 , I Tes 2: 11-12

Fungsi ayah adalah mempengaruhi kelangsungan bumi, pelayanan terpenting dalam keluarga dipegang oleh seorang ayah/suami.

Ayah/ laki-laki diciptakan Allah untuk menjadi penghasil, pemecah masalah dan berprestasi.

  1. Ayah sebagai seorang GURU yang MENGAJARI anak-anaknya (Amsal 4:4)

Mengatakan prinsip-prinsip kehidupan pada anaknya (Amsal 4:4) yang harus DIPEGANG/ mengatakan prinsip-prinsip pegangan hidup kepada anak-anaknya

Mengatakan  petunjuk-petunjuk kehidupan (Amsal 4:4), yang harus DIPEGANG/ mengatakan petunjuk-petunjuk pegangan hidup kepada anak-anaknya.

Jadi tidak hanya mengatakan apa itu prinsip pegangan hidup, tetapi juga memberi petunjuk bagaimana melaksanakan pegangan hidup itu

Contoh:

  • “Nak..kalau mau jadi orang yang berhasil itu, harus rajin, nggak boleh malas ! – prinsip pegangan hidup
  • Orang yang rajin itu salah satu kebiasaannya adalah BANGUN PAGI” – ini adalah petunjuk bagaimana melaksanakan pegangan hidup itu
  • “Nak…orang jujur itu dapat dipercayai oleh semua orang..tapi kalau orang itu suka bohong, semua orang tidak mau percaya lagi sama dia!- prinsip pegangan hidup
  • Naaaah, biasakan kalau membeli sesuatu di warung, uang kembaliannya harus dikembalikan semuanya, jangan ada yang diambil sendiri tanpa bilang papa atau mama.” – ini adalah petunjuk bagaimana melaksanakan pegangan hidup itu

Prinsip pegangan hidup itu apa saja ?

Banyak sekali , di antaranya: jujur, taat, rendah hati, respek, hormat, ramah, berterima kasih, bersyukur, dengar-dengaran, rajin, dll ( semua yang Alkitab ajarkan tentang karakter Kristus)

  1. Ayah sebagai seorang PELATIH yang MEMBERI PERINTAH (Amsal 6:20) yang harus DIPELIHARA

Memberi perintah kepada anak, dan anak harus MEMELIHARA perintah itu. Artinya sang Ayah harus tidak bosan-bosan memberi perintah, sampai karakter anak  ini benar-benar DEWASA/ berubah dari kekanak-kanakan menjadi dewasa

Contoh:

  • “Ayo bangun sekarang ! Kita harus bangun pagi ! Ayo bangun !”
  • Ini dilakukan terus dari Senin-selasa-rabu-kamis-jumat-sabtu-minggu-senin lagi-dst… Ayah tidak boleh bosan MEMBERI PERINTAH- karena dia adalah seorang Pelatih.
  1. Ayah sebagai seorang MENTOR buat anak-anaknya ( I Tes 2: 11-12) yang meminta dengan sangat, supaya anak-anak hidup sesuai dengan kehendak Allah.

Contoh:

  • “Minggu ini kita akan adakan proyek berlatih bangun pagi ! Semua ini demi kebaikan kalian nanti di masa datang !”
  1. Ayah sebagai seorang PENDIDIK yang mengajarkan didikan kepada anak-anaknya (Amsal 1:8) yang harus di DENGARKAN . Di dalam bahasa aslinya digunakan kata MUWCAR untuk kata ‘didikan’ di Amsal 1:8 ini, dan kata ini mengandung arti: didikan, hajaran, teguran, kecaman, tegoran, ganjaran, peringatan.

Contoh:

  • “Kalau besok tidak bangun pagi, pada saat ayah bangunkan tidak mau bangun juga, ayah beri hukuman tidak mendapat uang jajan selama 1 hari. “

Jangan segan-segan menggunakan tongkat dan teguran Amsal 29:15

  1. Ayah sebagai seorang KONSELOR buat anak-anaknya ( I Tes 2: 11) yang menasihati dan menguatkan hati anak-anak seorang demi seorang ( one on one/ private)

Contoh:

  • “Apa yang menjadi kesulitanmu untuk bangun pagi? Ayah ingin tahu !”
  1. Ayah harus bergandengan tangan dengan ibu KOMPAK dalam mendidik dan mengajar anak. (Amsal 1:8)- ini adalah perkataan Daud pada Salomo agar Salomo tidak menyia-nyiakan ajaran ibunya

Contoh:

  • “Ayah dan ibu sama-sama ingin melatihmu bangun pagi !”

 

  1. Menempatkan diri sebagai GURU buat semua anggota rombongannya dengan MENGAJAR mereka, ajaran ini dikatakan/diberitakan/dilepaskan sampai bisa didengarkan oleh mereka sebagai suatu konsep pembelajaran, jadi ada prinsip-prinsipnya, ada kurikulumnya, ada ujiannya, ada nilainya, ada peringkatnya, ada latihan-latihan dan ulangan-ulangannya. Daud memiliki suatu STRATEGI CHARACTER BUILDING ( pembangunan karakter) dari orang-orang berlatar belakang buruk /bejat/berangasan ini melalui STRATEGI PENDIDIKAN dengan memposisikan sebagai seorang GURU buat mereka, yang MENGAJAR.

(34-12) marilah anak-anak, dengarkanlah n  aku, takut akan Tuhan o  akan kuajarkan kepadamu! P 

 

Mazmur 34: 13-23

Apa yang diajarkan Daud pada mereka sepanjang pelarian dari kejaran ancaman dan usaha pembunuhan oleh Saul?

Kurikulum –nya ternyata sbb: (Mazmur 34: 12-23)

34:12 (34-13) Siapakah orang yang menyukai hidup, q  yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik?

34:13 (34-14) Jagalah lidahmu r  terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu; s 

34:14(34-15) jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, t  carilah perdamaian u  dan berusahalah mendapatkannya!

34:15(34-16) Mata TUHAN v  tertuju kepada orang-orang benar, w  dan telinga-Nya x  kepada teriak mereka minta tolong; 34:16(34-17) wajah TUHAN menentang y  orang-orang yang berbuat jahat z  untuk melenyapkan ingatan a  kepada mereka dari muka bumi. 34:17 (34-18) Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, b  dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya. 34:18 (34-19) TUHAN itu dekat c  kepada orang-orang yang patah hati, d  dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. 34:19 (34-20) Kemalangan e  orang benar banyak 4 , tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya f  itu; 34:20 (34-21) Ia melindungi segala tulangnya, tidak satupun yang patah. g  34:21(34-22) Kemalangan akan mematikan orang fasik, h  dan siapa yang membenci orang benar akan menanggung hukuman.34:22 (34-23) TUHAN membebaskan i  jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua orang yang berlindung j  pada-Nya tidak akan menanggung hukuman.

Jika kita perinci lagi, Kurikulum –nya ternyata sbb: (Mazmur 34: 12-23)

SEKOLAH KARAKTER ‘TAKUT AKAN TUHAN’

( kurikulum ini akan sering muncul dalam tulisan ini untuk menegaskan apakah Daud terus konsisten dengan kurikulum ini)

Sebagai seorang Ayah dan Guru buat para anggota rombongannya yang berjumlah 400 orang itu, Daud memberikan teladan hidup yang bertolak dari titik balik kehidupannya ( belajar dari kegagalan di masa lalu)

Profil  Teladan / karakter/ lifestyle dari Pak Guru Daud:

  1. Memuji Tuhan pada segala waktu
  2. Buang kesombongan, ambil jubah kerendahan hati dengan mengandalkan Tuhan, bukan mengandalkan diri sendiri
  • Berlindung pada Tuhan

 

Mata pelajaran yang diajarkan sbb:

  1. Takut akan Tuhan ( TEMA UTAMA- GOAL ATAU SASARAN)
  2. Jika ingin menjadi orang yang menyukai hidup dan ingin punya umur panjang dan ingin menikmati yang baik dalam hidup ini, ( SEBAGAI HASIL AKHIR/ NILAI RAPORTNYA KELAK)
  3. maka ada beberapa prinsip yang harus dilakukan: HARUS JADI ORANG BENAR
    1. Jaga lidah terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu (TINGKAT 1- BENAR DALAM PERKATAAN)
    2. Jauhi yang jahat dan lakukan yang baik ( TINGKAT 2- BENAR DALAM TINDAKAN)
    3. Cari perdamaian dan berusahalah mendapatkannya ! ( TINGKAT 3- BENAR DALAM MENJALIN HUBUNGAN DENGAN SESAMA)
  4. Mengapa begitu? Karena orang benar itu akan alami: (SEBAGAI ALUMNUS SEKOLAH)
    1. Diperhatikan Tuhan dan didengar Tuhan, dibela Tuhan dari orang jahat
    2. Diselamatkan Tuhan , Dilepaskan Tuhan dari segala kesesakan, kemalangan, dilindungi dari celaka, dibebaskan jiwanya, diluputkan dari hukuman.

Pasukan ini bertambah jumlahnya menjadi 600 orang ( I Sam 23:13) dan juga jumlah pasukan Daud terus bertambah banyak (I Taw 12; 1-22), pada akhirnya orang-orang berlatar belakang orang-orang gagal ini setelah DIAJAR OLEH DAUD – berubah menjadi PAHLAWAN-PAHLAWAN YANG HEBAT ( II Sam 23: 8-39)

Bagaimana bisa …????

  1. Seorang guru seperti Daud, dia terlebih dahulu berguru dari TUHAN.

Seorang guru yang baik mengawali kariernya sebagai murid yang baik

Daud menjadikan Tuhan sebagai Gurunya

  • Mazmur 119:102 Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab Engkaulah yang mengajar aku

Daud menjadikan Tuhan sebagai Trainner/ Pelatihnya

  • Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, sebab aku percaya kepada perintah-perintah-Mu, Mazmur 119:66

Daud menempatkan Tuhan sebagai Conselor/ Penasihat dalam hidupnya

  • Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. Mazmur 32:8

Seberapa banyak kita menimba dari sumbernya sebegitu banyaknya juga kita dapat memberi minum orang-orang lain di sekitar kita

Seberapa miskin kita akan air karena tidak menimba dari sumber air hidup itu  sebegitu miskinnya juga kita dapat berbagi kepada orang lain di sekitar kita

 

  1. Seorang Daud melepaskan pengajaran-pengajarannya !

Benar-benar berkonsentrasi untuk membuat kurikulum kehidupan, dan benar-benar berkonsentrasi bagaimana mengubah karakter anak buahnya yang berangasan, ugal-ugalan, kepahitan, sakit hati, kurang bertanggung jawab, hidup dalam kegagalan, menjadi memiliki karakter unggul seorang PAHLAWAN/ KESATRIA. Bagaimana menjadikan hidupnya itu sebuah pengaruh bagi mereka, bagaimana membuat mereka itu melihat karya Tuhan lewat kehidupannya !

(Mazmur 34)

Ketika seorang guru menyembunyikan rumus-rumusnya, pada saat yang sama dia sedang menjadikan murid-muridnya tak lebih dari hanya sekedar sekumpulan penonton.

 

  1. Seorang Daud memberikan teladan hidupnya

Apakah Daud melakukan mata pelajaran dari kurikulumnya pada gereombolannya itu :

Cari perdamaian dan berusahalah mendapatkannya !

Owww !! Anak buah Daud menjadi saksi mata saat Daud melepaskan kesempatan membunuh Saul sampai 2 kali kesempatan !

Apakah Daud melakukan mata pelajaran dari kurikulumnya pada gereombolannya itu :

Jauhi yang jahat dan lakukan yang baik !

Anak buah Daud menjadi saksi mata saat Daud membatalkan niat membalas dendam kepada Nabal hanya gara gara dinasihati seorang ‘perempuan’ !

Teori secanggih apa pun tidak akan dapat mengubahkan kehidupan siapa pun murid, sampai sang guru menampakkan bahwa dia bukan hanya seorang pengajar, tetapi juga seorang pelaku.

 

 

Kesimpulan kita: Daud bukan seorang dosen, tetapi dia seorang pemimpin gerombolan prajurit/tentara yang berjuang secara gerilya ( tentara tidak resmi, tetapi yang terus berjuang membasmi musuh Israel) .

Dia mengasah anak buahnya sampai mengalami perubahan hidup/ perubahan karakter.  Pada saat yang sama tanpa dia sadari, sebenarnya dia sedang mengajar mereka, menjadi guru buat mereka.

 

Baiklah, Mazmur 34 telah kita bahas bahwa itulah upaya yang dilakukan Daud, untuk mengubahkan rombongan ugal-ugalan ini  menjadi barisan Pahlawan, yaitu dengan cara menempatkan diri sebagai Ayah dan sebagai Guru bagi mereka, sampai mereka mengalami perubahan karakter, sampai mereka memiliki ciri-ciri karakter seorang kesatria.

 

Mari kita simak semua MAZMUR DAUD yang ada embel-embel kalimatnya pada pendahuluan mazmurnya ; NYANYIAN PENGAJARAN

Saya percaya, nyanyian pengajaran ini, apabila dituliskan sebelum Daud jadi raja, maka nyanyian pengajaran ini ditulis/ditujukan kepada anggota rombongannya, yang mengikuti Daud sejak di Gua Adulam.

Tentu saja setelah menjadi bagian dari Alkitab, pada akhirnya dipakai Tuhan juga untuk menjadi berkat bagi seluruh Israel dan juga bagi kita semua, namun kita mesti menyelidiki konsep awal penulisan puisi mazmur Daud di pasal tersebut awalnya ditujukan untuk siapa. Seperti juga halnya surat-surat rasul Paulus, atau rasul Petrus atau rasul Yohanes itu pada awalnya ditujukan pada siapa. Jika kita mengerti hal ini akan menolong kita lebih mendalami situasi yang melatarbelakangi penulisan pasal Mazmur, khususnya yang kita bahas kali ini yang ada hubungannya dengan NYANYIAN PENGAJARAN, dan fungsi KE-GURUAN- DAUD

Dan saat Daud sudah jadi raja, kita akan lihat nanti bahwasannya pengajarannya kepada murid-muridnya, kepada anak-anak rohaninya ini tidak berhenti, tetapi terus berkesinambungan. Karena untuk jadi murid ada kata ‘lulus’ tetapi untuk jadi anak, adalah keterkaitan seumur hidup.

 

NYANYIAN PENGAJARAN DARI PAK GURU DAUD

  1. Baiklah, kita akan mulai dari Nyanyian Pengajaran Daud, yang ada di Mazmur 142.

Pengajaran Daud pada murid-muridnya untuk mengajar mereka bagaimana memiliki HUBUNGAN PRIBADI DENGAN TUHAN. Hanya antara aku dan Tuhan.

Ada petunjuk tempat dalam Mazmur 142 ini, tetapi menurut tafsiran saya gua ini bukan gua Adulam. Karena dalam beberapa bagian Alkitab lainnya, jika yang dimaksudkan gua Adulam, biasanya akan ditulis sebagai gua Adulam.

Bisa jadi gua ini tidak bernama, bukan gua terkenal, mungkin hanya gua kecil.

Tidak ada petunjuk peristiwa yang dicatat sebagai peristiwa yang melatar belakangi penulisan Mazmur pengajaran Daud ini, namun di ayat 5 kita tahu bahwa pada peristiwa ini Daud sendirian, benar-benar tidak ada orang lain di sekelilingnya. Daud mengalami kesendirian, kesepian, tidak dimengerti, tidak ada yang perduli, dlsb

Bisa jadi mazmur ini ditulis saat Daud menjadi pelarian dari Saul/dari peristiwa perpisahan terakhirnya dengan Yonatan, menuju Imam Ahimelekh di Nob. ( Antara I Sam 20 dan 21)

Mengapa catatan pribadi Daud dalam kesendiriannya ini kemudian menjadi nyanyian pengajaran untuk murid-muridnya..??

Apakah Daud ingin mengajarkan pada murid-muridnya bahwa hubungan pribadi tiap orang dengan TUHAN itu tidak bisa digantikan dengan bentuk hubungan secara ROMBONGAN. Pribadi ya pribadi, titik.

Mari kita simak catatan Daud, di mazmur 142, sbb

142:1 Nyanyian pengajaran Daud, ketika ia ada di dalam  gua: v  suatu doa.

(142-2) Dengan nyaring w  aku berseru-seru 1 kepada TUHAN, dengan nyaring aku memohon x  kepada TUHAN. 142:2 (142-3) Aku mencurahkan keluhanku y  ke hadapan-Nya, kesesakanku z  kuberitahukan ke hadapan-Nya.

 

Dari semua catatan nyanyian pengajaran Daud, hanya catatan ini saya       yang diberi embel-embel SUATU DOA. Daud ingin mengajarkan suatu kunci keberhasilan kehidupan dalam kurikulum karakter adalah kehidupan doa.

Baik, mari kita lihat apakah Mazmur  142 ini, yang adalah nyanyian pengajaran Daud, masih berkolelasi dengan KURIKULUM SEKOLAH KARAKTER TAKUT AKAN TUHAN yang dipimpin oleh Pak guru Daud?? Perhatikan yang saya cetak miring dan diberi garis bawah.

 

SEKOLAH KARAKTER ‘TAKUT AKAN TUHAN’

Sebagai seorang Ayah dan Guru buat para anggota rombongannya yang berjumlah 400 orang itu, Daud memberikan teladan hidup yang bertolak dari titik balik kehidupannya ( belajar dari kegagalan di masa lalu)

Profil  Teladan / karakter/ lifestyle dari Pak Guru Daud:

  1. Memuji Tuhan pada segala waktu (tentunya lewat doa dalam praise and worship)
  2. Buang kesombongan, ambil jubah kerendahan hati dengan mengandalkan Tuhan, bukan mengandalkan diri sendiri ( tentunya orang yang mengandalkan Tuhan adalah orang yang berdoa-sedangkan orang yang tidak pernah mengandalkan Tuhan adalah juga orang yang tidak merasa perlu untuk berdoa)
  3. Berlindung pada Tuhan ( tentunya lewat ekspresi doa)

Mata pelajaran yang diajarkan sbb:

  1. Takut akan Tuhan ( TEMA UTAMA- GOAL ATAU SASARAN)
  2. Jika ingin menjadi orang yang menyukai hidup dan ingin punya umur panjang dan ingin menikmati yang baik dalam hidup ini, ( SEBAGAI HASIL AKHIR/ NILAI RAPORTNYA KELAK)
  3. maka ada beberapa prinsip yang harus dilakukan: HARUS JADI ORANG BENAR
    1. Jaga lidah terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu (TINGKAT 1- BENAR DALAM PERKATAAN)
    2. Jauhi yang jahat dan lakukan yang baik ( TINGKAT 2- BENAR DALAM TINDAKAN)
    3. Cari perdamaian dan berusahalah mendapatkannya ! ( TINGKAT 3- BENAR DALAM MENJALIN HUBUNGAN DENGAN SESAMA)
  4. Mengapa begitu? Karena orang benar itu akan alami: (SEBAGAI ALUMNUS SEKOLAH)
    1. Diperhatikan Tuhan dan didengar Tuhan, dibela Tuhan dari orang jahat
    2. Diselamatkan Tuhan , Dilepaskan Tuhan dari segala kesesakan, kemalangan, dilindungi dari celaka, dibebaskan jiwanya, diluputkan dari hukuman.

 

142:3 (142-4) Ketika semangatku lemah lesu a  di dalam diriku, Engkaulah yang mengetahui jalanku. Di jalan yang harus kutempuh, dengan sembunyi mereka memasang jerat terhadap aku. 142:4 (142-5) Pandanglah ke kanan dan lihatlah, tidak ada seorangpun yang menghiraukan aku; tempat pelarian b  bagiku telah hilang, tidak ada seorangpun yang mencari c  aku. 142:5 (142-6) Aku berseru-seru kepada-Mu, ya TUHAN, kataku: “Engkaulah tempat perlindunganku, d  bagianku e  di negeri orang-orang hidup! f ” 142:6 (142-7) Perhatikanlah teriakku, g  sebab aku telah menjadi sangat lemah. h  Lepaskanlah i  aku dari pada orang-orang yang mengejar aku, sebab mereka terlalu kuat j  bagiku.

Pada bagian ini kita melihat kurikulum sekolah karakter Daud berlaku:

Baik, mari kita lihat apakah Mazmur  142 ini, yang adalah nyanyian pengajaran Daud, masih berkolelasi dengan KURIKULUM SEKOLAH KARAKTER TAKUT AKAN TUHAN yang dipimpin oleh Pak guru Daud?? Perhatikan yang saya cetak miring dan diberi garis bawah.

 

SEKOLAH KARAKTER ‘TAKUT AKAN TUHAN’

Sebagai seorang Ayah dan Guru buat para anggota rombongannya yang berjumlah 400 orang itu, Daud memberikan teladan hidup yang bertolak dari titik balik kehidupannya ( belajar dari kegagalan di masa lalu)

Profil  Teladan / karakter/ lifestyle dari Pak Guru Daud:

  • Memuji Tuhan pada segala waktu
  • Buang kesombongan, ambil jubah kerendahan hati dengan mengandalkan Tuhan, bukan mengandalkan diri sendiri
  1. Berlindung pada Tuhan – walau sedang seorang diri- bukan berlindung pada banyaknya bolo/ pendukung/ ramai orang di sekeliling kita

Mata pelajaran yang diajarkan sbb:

  1. Takut akan Tuhan ( TEMA UTAMA- GOAL ATAU SASARAN)
  2. Jika ingin menjadi orang yang menyukai hidup dan ingin punya umur panjang dan ingin menikmati yang baik dalam hidup ini, ( SEBAGAI HASIL AKHIR/ NILAI RAPORTNYA KELAK)
  3. maka ada beberapa prinsip yang harus dilakukan: HARUS JADI ORANG BENAR
    1. Jaga lidah terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu (TINGKAT 1- BENAR DALAM PERKATAAN)
    2. Jauhi yang jahat dan lakukan yang baik ( TINGKAT 2- BENAR DALAM TINDAKAN)
    3. Cari perdamaian dan berusahalah mendapatkannya ! ( TINGKAT 3- BENAR DALAM MENJALIN HUBUNGAN DENGAN SESAMA)
  4. Mengapa begitu? Karena orang benar itu akan alami: (SEBAGAI ALUMNUS SEKOLAH)
    1. Diperhatikan Tuhan dan didengar Tuhan, dibela Tuhan dari orang jahat
    2. Diselamatkan Tuhan , Dilepaskan Tuhan dari segala kesesakan, kemalangan, dilindungi dari celaka, dibebaskan jiwanya, diluputkan dari hukuman.

 

142:7 (142-8) Keluarkanlah aku dari dalam penjara k  untuk memuji nama-Mu. l Orang-orang benar akan mengelilingi aku, apabila Engkau berbuat baik kepadaku. m 

 

Bisa jadi Daud menyebut istana raja Saul sebagai penjara baginya. Dia adalah menantu raja, dia adalah prajurit Israel, dia adalah sahabat pangeran Yonatan, dia adalah seorang yang diurapi Tuhan, dia adalah pemusik terapi istana kerajaan, namun walaupun dia tinggal di istana yang megah, semua tersedia, makanan nikmat, baju mahal, pelayan banyak, tetapi dia seperti tinggal di penjara. Mengapa..?? Karena ada sebuah ketakutan yang membelenggu hidupnya, dia diancam untuk dibunuh oleh Raja Saul.

Perhatikan di sini …kerinduan Daud adalah dikelilingi orang-orang benar, TETAPI pada kenyataannya yang menghampiri dia adalah orang-orang yang datang kepadanya di kemudian hari / di gua Adulam adalah barisan orang-orang bejat, orang-orang gagal- orang –orang sakit hati-orang-orang yang alami kesulitan keuangan, dll

Input yang sangat parah….sama sekali jauh dari kategori orang-orang benar- tetapi pada akhirnya Daud mencantumkan ayat terakhir ini sebagai VISI ROMBONGAN yang dia pimpin, bahwa mereka harus bisa jadi ORANG-ORANG BENAR, di suatu hari kelak. Untuk mengubah situasi itu  butuh yang namanya Tuhan yang berbuat baik, untuk mengubahkan karakter orang sesuai dengan kebaikan-Nya  (Maz 142: 8)

Bagaimana dari Input yang sangat parah…bisa menghasilkan output yang keren…??

Lewat pengajaran. Lewat jalur pendidikan. Lewat fungsi ke-guruan. Lewat kurikulum kehidupan. Lewat teladan.

 

  1. Baiklah, kita akan lanjutkan dari Nyanyian Pengajaran Daud, yang ada di Mazmur 52.

Pelajaran untuk murid-muridnya bagaimana cara bersikap menghadapi ORANG JAHAT ( Doeg)  dan bagaimana cara bersikap saat di JAHATI

Bagaimana saat mereka mendengar kabar bahwa Imam Ahimelekh di Nob dan seluruh penduduk Nob dibunuh oleh Raja Saul secara bengis, oleh karena laporan dari seseorang bernama Doeg, orang Edom pada raja Saul?

Siapakah Doeg ini…??

Dia adalah seorang dari bangsa Edom, dan dia adalah salah seorang pegawai Saul, yang dikhususkan untuk melayani TUHAN, tugasnya adalah menjadi pengawas atas gembala-gembala Saul.

Doeg adalah type orang yang menjilat raja Saul, dengan memberi laporan miring tentang  Imam Ahimelekh dan Daud.

Apa yang Daud ajarkan pada murid-muridnya saat berhadapan dengan orang model-model DOEG ini..??  Bukankah orang-orang gerombolan Daud, banyak di antara 400 dari mereka adalah orang-orang yang latar belakangnya sakit hati/ dendam/ tidak mau mengampuni…???

Mazmur 52: 1-9

52:1 Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran Daud, (52-2) ketika Doeg, orang Edom b  itu, datang memberitahukan kepada Saul, bahwa Daud telah sampai di rumah Ahimelekh. (52-3) Mengapa engkau memegahkan c  diri dengan kejahatan, hai pahlawan, terhadap orang yang dikasihi Allah sepanjang hari? d  52:2 (52-4) Engkau merancangkan penghancuran, e  lidahmu seperti pisau cukur f  yang diasah, hai engkau, penipu! g  52:3 (52-5) Engkau mencintai yang jahat h  lebih dari pada yang baik, dan dusta i  lebih dari pada perkataan yang benar. Sela 52:4 (52-6) Engkau mencintai segala perkataan yang mengacaukan, hai lidah penipu! j 

Dusta apa sebenarnya yang dikatakan oleh DOEG ini..??

Doeg lapor pada raja Saul, bahwa Imam Ahimelekh menanyakan Tuhan bagi Daud, ( I Sam 22: 10), dalam konotasi negatif, sehingga ditangkap sebuah persepsi  oleh Saul sebagai – Imam Ahimelekh menghasut Daud untuk bangkit melawan Saul sehingga Daud menjadi penghadang  Saul. ( I Sam 22: 13) Padahal perihal Ahimelekh menanyakan Tuhan bagi Daud sama sekali tidak terjadi ( I Sam 21: 1-9)- karena pada saat itu imam Ahimelekh sama sekali tidak tahu posisi Daud sebagai seorang buron raja, karena saat itu Daud telah berbohong dan berkata bahwa dia sedang melaksanakan misi khusus sehingga pasukannya ditinggal di tempat lain, padahal tidak benar, saat itu Daud sedang  sendirian dan sedang jadi pelarian.

Hal kedua yang menjadi penipuan Doeg adalah, Doeg melaporkan seolah-olah Ahimelekh itu yang secara aktif memberikan roti/bekal serta pedang Goliat pada Daud, padahal tidak, dalam peristiwa aslinya Daudlah yang menanyakan perihal ada tidaknya roti, serta ada tidaknya senjata yang bisa dia bawa.

Daud kembali menekankan inti kurikulum pengajarannya:

Baik, mari kita lihat apakah Mazmur  52 ini, yang adalah nyanyian pengajaran Daud, masih berkolelasi dengan KURIKULUM SEKOLAH KARAKTER TAKUT AKAN TUHAN yang dipimpin oleh Pak guru Daud?? Perhatikan yang saya cetak miring dan diberi garis bawah.

 

SEKOLAH KARAKTER ‘TAKUT AKAN TUHAN’

Sebagai seorang Ayah dan Guru buat para anggota rombongannya yang berjumlah 400 orang itu, Daud memberikan teladan hidup yang bertolak dari titik balik kehidupannya ( belajar dari kegagalan di masa lalu)

Profil  Teladan / karakter/ lifestyle dari Pak Guru Daud:

  1. Memuji Tuhan pada segala waktu
  2. Buang kesombongan, ambil jubah kerendahan hati dengan mengandalkan Tuhan, bukan mengandalkan diri sendiri
  • Berlindung pada Tuhan

Mata pelajaran yang diajarkan sbb:

  1. Takut akan Tuhan ( TEMA UTAMA- GOAL ATAU SASARAN)
  2. Jika ingin menjadi orang yang menyukai hidup dan ingin punya umur panjang dan ingin menikmati yang baik dalam hidup ini, ( SEBAGAI HASIL AKHIR/ NILAI RAPORTNYA KELAK)
  3. maka ada beberapa prinsip yang harus dilakukan: HARUS JADI ORANG BENAR
    1. Jaga lidah terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu (TINGKAT 1- BENAR DALAM PERKATAAN)
    2. Jauhi yang jahat dan lakukan yang baik ( TINGKAT 2- BENAR DALAM TINDAKAN)
    3. Cari perdamaian dan berusahalah mendapatkannya ! ( TINGKAT 3- BENAR DALAM MENJALIN HUBUNGAN DENGAN SESAMA)
  4. Mengapa begitu? Karena orang benar itu akan alami: (SEBAGAI ALUMNUS SEKOLAH)
    1. Diperhatikan Tuhan dan didengar Tuhan, dibela Tuhan dari orang jahat
    2. Diselamatkan Tuhan , Dilepaskan Tuhan dari segala kesesakan, kemalangan, dilindungi dari celaka, dibebaskan jiwanya, diluputkan dari hukuman.

 

52:5 (52-7) Tetapi Allah akan merobohkan engkau untuk seterusnya, Ia akan merebut engkau dan mencabut k  engkau dari dalam kemah, membantun l  engkau dari dalam negeri orang-orang hidup. m  Sela

Daud sedang mengajarkan pada murid-muridnya untuk MENYERAHKAN ORANG-ORANG SEPERTI INI PADA TINDAKAN KEADILAN ALLAH saja, jadi kita tidak perlu membalas kejahatan dengan kejahatan, biar Tuhan sendiri yang berperkara

52:6 (52-8) Maka orang-orang benar akan melihatnya dan menjadi takut, dan mereka akan menertawakannya: n 

52:7 (52-9) “Lihatlah orang itu yang tidak menjadikan Allah tempat pengungsiannya, o  yang percaya akan kekayaannya p  yang melimpah, dan berlindung pada tindakan penghancurannya!”

Daud sedang mengajak murid-muridnya untuk menilai kehidupan orang –orang yang seperti ini, bahwa DOEG ini jenis orang yang hidupnya tidak berpaut pada Tuhan, melainkan menaruh rasa amannya pada kekayaan dan tindakan yang semena-mena/ kekuasaan yang merusak.

Dengan menyebut frase ‘ orang –orang benar’, maka Daud sedang menekankan kembali inti kurikulum pengajarannya.

Baik, mari kita lihat apakah Mazmur  52 ini, yang adalah nyanyian pengajaran Daud, masih berkolelasi dengan KURIKULUM SEKOLAH KARAKTER TAKUT AKAN TUHAN yang dipimpin oleh Pak guru Daud?? Perhatikan yang saya cetak miring dan diberi garis bawah.

 

SEKOLAH KARAKTER ‘TAKUT AKAN TUHAN’

Sebagai seorang Ayah dan Guru buat para anggota rombongannya yang berjumlah 400 orang itu, Daud memberikan teladan hidup yang bertolak dari titik balik kehidupannya ( belajar dari kegagalan di masa lalu)

Profil  Teladan / karakter/ lifestyle dari Pak Guru Daud:

  • Memuji Tuhan pada segala waktu
  • Buang kesombongan, ambil jubah kerendahan hati dengan mengandalkan Tuhan, bukan mengandalkan diri sendiri
  1. Berlindung pada Tuhan

Mata pelajaran yang diajarkan sbb:

  1. Takut akan Tuhan ( TEMA UTAMA- GOAL ATAU SASARAN)
  2. Jika ingin menjadi orang yang menyukai hidup dan ingin punya umur panjang dan ingin menikmati yang baik dalam hidup ini, ( SEBAGAI HASIL AKHIR/ NILAI RAPORTNYA KELAK)
  3. maka ada beberapa prinsip yang harus dilakukan: HARUS JADI ORANG BENAR
    1. Jaga lidah terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu (TINGKAT 1- BENAR DALAM PERKATAAN)
    2. Jauhi yang jahat dan lakukan yang baik ( TINGKAT 2- BENAR DALAM TINDAKAN)
    3. Cari perdamaian dan berusahalah mendapatkannya ! ( TINGKAT 3- BENAR DALAM MENJALIN HUBUNGAN DENGAN SESAMA)
  4. Mengapa begitu? Karena orang benar itu akan alami: (SEBAGAI ALUMNUS SEKOLAH)
    1. Diperhatikan Tuhan dan didengar Tuhan, dibela Tuhan dari orang jahat
    2. Diselamatkan Tuhan , Dilepaskan Tuhan dari segala kesesakan, kemalangan, dilindungi dari celaka, dibebaskan jiwanya, diluputkan dari hukuman.

 

52:8 (52-10) Tetapi aku ini seperti pohon zaitun q  yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya r  akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan selamanya. 52:9 (52-11) Aku hendak bersyukur kepada-Mu selama-lamanya, s  sebab Engkaulah yang bertindak; karena nama-Mu baik, t  aku hendak memasyhurkannya u  di depan orang-orang yang Kaukasihi! v 

Daud sedang mengajar para muridnya untuk tidak perlu terpengaruh dengan orang-orang jenis ini, bagian kita hanyalah bagaimana caranya untuk terus bertumbuh di dalam Tuhan, seperti pohon Zaitun yang berakar kuat,  menaruh iman percaya pada kasih setia Tuhan yang kekal, serta tetap bersyukur terus kepada Tuhan, serta menyerahkan segala perkara pada Tuhan yang bertindak, bukan Tuhan yang mati, bukan Tuhan yang diam saja, melainkan Tuhan yang membela.

Daud ingin terus memasyurkan nama Tuhan di depan orang-orang yang dikasihi oleh TUHAN.

Baik, mari kita lihat apakah Mazmur  52 ini, yang adalah nyanyian pengajaran Daud, masih berkolelasi dengan KURIKULUM SEKOLAH KARAKTER TAKUT AKAN TUHAN yang dipimpin oleh Pak guru Daud?? Perhatikan yang saya cetak miring dan diberi garis bawah.

 

SEKOLAH KARAKTER ‘TAKUT AKAN TUHAN’

Sebagai seorang Ayah dan Guru buat para anggota rombongannya yang berjumlah 400 orang itu, Daud memberikan teladan hidup yang bertolak dari titik balik kehidupannya ( belajar dari kegagalan di masa lalu)

Profil  Teladan / karakter/ lifestyle dari Pak Guru Daud:

  • Memuji Tuhan pada segala waktu
  • Buang kesombongan, ambil jubah kerendahan hati dengan mengandalkan Tuhan, bukan mengandalkan diri sendiri
  • Berlindung pada Tuhan

Mata pelajaran yang diajarkan sbb:

  1. Takut akan Tuhan ( TEMA UTAMA- GOAL ATAU SASARAN)
  2. Jika ingin menjadi orang yang menyukai hidup dan ingin punya umur panjang dan ingin menikmati yang baik dalam hidup ini, ( SEBAGAI HASIL AKHIR/ NILAI RAPORTNYA KELAK)
  3. maka ada beberapa prinsip yang harus dilakukan: HARUS JADI ORANG BENAR
    1. Jaga lidah terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu (TINGKAT 1- BENAR DALAM PERKATAAN)
    2. Jauhi yang jahat dan lakukan yang baik ( TINGKAT 2- BENAR DALAM TINDAKAN)
    3. Cari perdamaian dan berusahalah mendapatkannya ! ( TINGKAT 3- BENAR DALAM MENJALIN HUBUNGAN DENGAN SESAMA)
  4. Mengapa begitu? Karena orang benar itu akan alami: (SEBAGAI ALUMNUS SEKOLAH)
    1. Diperhatikan Tuhan dan didengar Tuhan, dibela Tuhan dari orang jahat
    2. Diselamatkan Tuhan , Dilepaskan Tuhan dari segala kesesakan, kemalangan, dilindungi dari celaka, dibebaskan jiwanya, diluputkan dari hukuman.

Sebuah topik pelajaran yang sangat berharga dengan thema : akibat kebohongan  yang harganya sangat mahal, karena dibayar dengan nyawa imam-imam, dan seluruh penduduk kota Nob. Seandainya Daud tidak berbohong saat itu, mungkin ceritanya akan menjadi lain.

 

  • Sekarang kita berlanjut kepada Nyanyian Pengajaran Daud yang ada di Mazmur 54

Pelajaran untuk murid-muridnya bagaimana cara bersikap menghadapi ORANG SOMBONG  ( SAUL)  dan bagaimana cara bersikap saat mengatasi ketakutan karena berada di bawah ancaman pembunuhan.

 

Doa dalam menghadapi musuh Mazmur 54

54:1 Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi. Nyanyian pengajaran Daud, (54-2) ketika orang Zifi h  datang mengatakan kepada Saul: “Daud bersembunyi kepada kami.”

Ada petunjuk waktu penulisan Mazmur 54 ini. Yaitu ketika Daud ada di padang gurun Zif.

Apa yang terjadi di sana, bagaimana suasana saat itu? Bisa kita baca di I Sam 23: 14-28

Daud di padang gurun Zif, I Sam 23: 14-28

23:14 Maka Daud tinggal di padang gurun, o  di tempat-tempat perlindungan. Ia tinggal di pegunungan, di padang gurun Zif. p  Dan selama waktu itu Saul mencari q  dia, tetapi Allah tidak r  menyerahkan dia ke dalam tangannya23:15 Daud takut, karena Saul telah keluar dengan maksud mencabut nyawanya. s  Ketika Daud ada di padang gurun Zif di Koresa,23:16 maka bersiaplah Yonatan, anak Saul, lalu pergi kepada Daud di Koresa. Ia menguatkan t  kepercayaan Daud kepada Allah

 

23:17 dan berkata kepadanya: “Janganlah takut, sebab tangan ayahku Saul tidak akan menangkap engkau; engkau akan menjadi raja u  atas Israel, dan aku akan menjadi orang kedua di bawahmu. Juga ayahku Saul telah mengetahui yang demikian itu.” 23:18 Kemudian kedua orang itu mengikat perjanjian v  di hadapan TUHAN. Dan Daud tinggal di Koresa, tetapi Yonatan pulang ke rumahnya. 23:19 Tetapi beberapa orang Zif w  pergi menghadap Saul di Gibea dan berkata: “Daud menyembunyikan diri dekat kami x  di kubu-kubu gunung dekat Koresa, di bukit Hakhila, y  di sebelah selatan padang belantara. 23:20 Oleh sebab itu, jika tuanku raja berkenan datang, silakanlah datang; tanggungan kamilah untuk menyerahkan z  dia ke dalam tangan raja.” 23:21 Berkatalah Saul: “Diberkatilah a  kiranya kamu oleh TUHAN, karena kamu menunjukkan sayangmu b  kepadaku. 23:22 Baiklah pergi, carilah kepastian lagi, berusahalah mengetahui di mana ia berada dan siapa yang telah melihat dia di sana; sebab telah dikatakan orang kepadaku, bahwa ia sangat cerdik. 23:23Berusahalah mengetahui segala tempat persembunyiannya. Kemudian datanglah kembali kepadaku dengan kabar yang pasti; dan aku akan pergi bersama-sama dengan kamu. Sesungguhnya, jika ia ada di dalam negeri, maka aku akan menelitic  dia di antara segala ribuan orang Yehuda.” 23:24 Lalu berkemaslah mereka pergi ke Zif, mendahului Saul. Daud dan orang-orangnya ada di padang gurun Maon, d  di dataran di sebelah selatan padang belantara. e  23:25 Ketika Saul dengan orang-orangnya pergi mencari Daud, diberitahukanlah hal itu kepada Daud, lalu pergilah ia ke gunung batu dan tinggal di padang gurun Maon. Saul mendengar hal itu, lalu mengejar Daud di padang gurun Maon; 23:26 Saul f  berjalan dari sisi gunung sebelah sini dan Daud dengan orang-orangnya dari sisi gunung sebelah sana. Daud cepat-cepat mengelakkan Saul; tetapi Saul dengan orang-orangnya sudah hampir mengepung Daud serta orang-orangnya untuk menangkap mereka, 23:27 ketika seorang suruhan datang kepada Saul dengan pesan: “Segeralah undur, sebab orang Filistin telah menyerbu negeri.” 23:28 Maka berhentilah Saul mengejar Daud dan pergi menghadapi orang Filistin. Itulah sebabnya orang menyebut tempat itu: Gunung Batu Keluputan.

Perhatikan di sini, penulis kita Samuel tidak segan-segan menuliskan bahwa Daud dalam keadaan emosi yang TAKUT.

Apa yang Daud tuliskan untuk menjadi pengajaran untuk murid-murid-Nya di Mazmur 54 ini..??

(54-3) Ya Allah, selamatkanlah i  aku karena nama-Mu, j berilah keadilan kepadaku karena keperkasaan-Mu! k  54:2 (54-4) Ya Allah, l  dengarkanlah doaku, berilah telinga kepada ucapan mulutku!

Daud mengajarkan untuk pertama-tama datang pada TUHAN, bukan mengandalkan senjata, jumlah pasukan, kekuatan fisik, ketangkasan berperang, dll, melainkan mengandalkan KEPERKASAAN TUHAN. Yang Daud lakukan adalah BERDOA. Daud melakukan apa yang dia ajarkan dan dia juga mengajarkan apa yang dia lakukan, Daud berdoa sebagai teladan, dan Daud mengajarkan murid-muridnya untuk berdoa sembari memberi teladan kehidupan doa.

54:3 (54-5) Sebab orang-orang yang angkuh bangkit menyerang m  aku, orang-orang n  yang sombong ingin mencabut nyawaku; o  mereka tidak mempedulikan Allah. p  Sela

Kenyataan yang ada di sekitar kita sudah jelas, di mana-mana kita akan diperhadapkan dengan  model-model orang sombong yang ingin menyerang kita, dan membunuh kita ( membunuh potensi kita, membunuh masa depan kita, membunuh karier kita, membunuh iman kita, dll)

54:4 (54-6) Sesungguhnya, Allah adalah penolongku1 ; q  Tuhanlah yang menopang r  aku. 54:5 (54-7) Biarlah kejahatan itu berbalik s  kepada seteru-seteruku; binasakanlah mereka karena kesetiaan-Mu! t 

Daud sedang melatih anak buahnya, mengajar murid-muridnya untuk MEMPERKATAKAN IMAN. Keadaan boleh runyam, tetapi perkataan tetap positif dan optimis dan visioner.

Daud mempercayai hukum tabur tuai, bahwa orang-orang sombong seperti Saul akan mengalami keadaan berbalik/senjata makan tuan/menuai hasil kejahatannya sendiri.

Daud tahu bahwa pembalasan adalah hak Tuhan.

54:6 (54-8) Dengan rela hati aku akan mempersembahkan korban u  kepada-Mu, bersyukur v  sebab nama-Mu baik, w  ya TUHAN. 54:7 (54-9) Sebab Ia melepaskan x  aku dari segala kesesakan, dan mataku memandangi musuhku. y 

Perhatikan di sini, kurikulum sekolah karakter Daud , kembali  ditekankan di sini

Baik, mari kita lihat apakah Mazmur  54 ini, yang adalah nyanyian pengajaran Daud, masih berkolelasi dengan KURIKULUM SEKOLAH KARAKTER TAKUT AKAN TUHAN yang dipimpin oleh Pak guru Daud?? Perhatikan yang saya cetak miring dan diberi garis bawah.

 

SEKOLAH KARAKTER ‘TAKUT AKAN TUHAN’

Sebagai seorang Ayah dan Guru buat para anggota rombongannya yang berjumlah 400 orang itu, Daud memberikan teladan hidup yang bertolak dari titik balik kehidupannya ( belajar dari kegagalan di masa lalu)

Profil  Teladan / karakter/ lifestyle dari Pak Guru Daud:

  • Memuji Tuhan pada segala waktu
  1. Buang kesombongan, ambil jubah kerendahan hati dengan mengandalkan Tuhan, bukan mengandalkan diri sendiri
  • Berlindung pada Tuhan

Mata pelajaran yang diajarkan sbb:

  1. Takut akan Tuhan ( TEMA UTAMA- GOAL ATAU SASARAN)
  2. Jika ingin menjadi orang yang menyukai hidup dan ingin punya umur panjang dan ingin menikmati yang baik dalam hidup ini, ( SEBAGAI HASIL AKHIR/ NILAI RAPORTNYA KELAK)
  3. maka ada beberapa prinsip yang harus dilakukan: HARUS JADI ORANG BENAR
    1. Jaga lidah terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu (TINGKAT 1- BENAR DALAM PERKATAAN)
    2. Jauhi yang jahat dan lakukan yang baik ( TINGKAT 2- BENAR DALAM TINDAKAN)
    3. Cari perdamaian dan berusahalah mendapatkannya ! ( TINGKAT 3- BENAR DALAM MENJALIN HUBUNGAN DENGAN SESAMA)- dalam arti tidak perlu membalas dendam- biarlah Tuhan sendiri yang memiliki hak penghakiman
  4. Mengapa begitu? Karena orang benar itu akan alami: (SEBAGAI ALUMNUS SEKOLAH)
    1. Diperhatikan Tuhan dan didengar Tuhan, dibela Tuhan dari orang jahat
    2. Diselamatkan Tuhan , Dilepaskan Tuhan dari segala kesesakan, kemalangan, dilindungi dari celaka, dibebaskan jiwanya, diluputkan dari hukuman.

 

  1. Sekarang kita berlanjut kepada Nyanyian Pengajaran Daud yang ada di Mazmur 53.

Pelajaran untuk murid-muridnya bagaimana untuk memilih hidup sebagai ORANG BENAR dan jangan sebaliknya menjadi ORANG BEBAL

 

Mazmur 53 ini sangat unik, karena merupakan Mazmur yang kembar dengan Mazmur 14.

Tidak ada petunjuk waktu atau kaitan peristiwa yang dituliskan sebagai latar belakang penulisan Mazmur 53 ini.

Mari kita bandingkan keduanya dalam tabel sbb:

Mazmur 53   Mazmur 14  keterangan 
Untuk pemimpin biduan.  Untuk pemimpin biduan.  Syair ini setelah diajarkan Daud kepada conductor/ dirigen/ pemimpin biduan, oleh conductor/dirigen/pemimpin biduan tersebut, lagu ini diajarkan pada para penyanyi
Menurut lagu Mahalat. Nyanyian pengajaran Daud  Dari Daud  Bisa jadi pada awalnya ini adalah nyanyian pengajaran Daud kepada murid-muridnya, namun kemudian setelah Daud jadi raja, nyanyian ini kemudian menjadi konsumsi publik masyarakat Israel secara luas. Karena ada beberapa perbedaan di dua mazmur kembar ini 
Orang bebal berkata dalam hatinya: “Tidak ada Allah!”Busuk dan jijik kecurangan mereka, tidak ada yang berbuat baik.

 

Orang bebal berkata dalam hatinya: “Tidak ada Allah!”Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik.

 

Kecurangan = ‘evel= 

kecurangan, curang, kejahatan, lalim, kelaliman, berbuat curang, berbohong, bodoh, kecurangan-kecurangan, durjana, ketidakadilan

 

Perbuatan= ‘aliylah = perbuatan, tingkah laku

 

Pengajaran Daud kepada murid-muridnya lebih spesifik, karena menggunakan diksi/ pilihan kata yang lebih detail, jadi tidak sekedar busuk dan jijik perbuatannya, tetapi lebih kepada busuk dan jijik kecurangan mereka. Pilihan kata ‘kecurangan’ lebih merujuk kepada niat hati/sikap hati yang jahat, yang pada akhirnya juga mengarah pada perbuatan jahat.

 

Bisa jadi setelah lagu ini menjadi konsumsi publik rakyat Israel secara luas, Daud mengaransement kembali syairnya, menjadi lebih bersifat umum.

 

Allah memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia, untuk melihat apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah.Mereka semua telah menyimpang ,sekaliannya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak.

Tidak sadarkah orang-orang yang melakukan kejahatan, yang memakan habis umat-Ku seperti memakan roti, dan yang tidak berseru kepada Allah?

 

TUHAN  memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia, untuk melihat apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah.Mereka semua telah menyeleweng, semuanya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak. Tidak sadarkah semua orang yang melakukan kejahatan, yang memakan habis umat-Ku seperti memakan roti, dan yang tidak berseru kepada  TUHAN?

 

Allah= ElohiymTuhan= Y@hovah

 

Bukankah dalam rombongan Daud ada juga orang asing yang ikut serta dengannya sejak dari gua Adulam, yaitu Uria orang Het? ( II Sam 23: 38, I Taw 11: 41)

 

 

Bisa jadi Daud pada awalnya menggunakan istilah Allah / Elohiym yang umum dipakai oleh orang-orang pada zaman itu, baru setelah nyanyian ini diajarkan pada orang Israel secara umum, maka Daud mengarransement syair lagu ini menjadi lebih spesifik menunjuk kepada Y@hovah.

 

 

Allah= Elohiym

Tuhan= Y@hovah

 

Bukankah dalam rombongan Daud ada juga orang asing yang ikut serta dengannya sejak dari gua Adulam, yaitu Uria orang Het? ( II Sam 23: 38, I Taw 11: 41)

 

Di sanalah mereka ditimpa kekejutan yang besar, padahal tidak ada yang mengejutkan, sebab Allah menghamburkan tulang-tulang para pengepungmu,  

mereka akan dipermalukan, sebab Allah telah menolak mereka.

 

 

Di sanalah mereka ditimpa kekejutan yang besar, sebab Allah menyertai angkatan yang benar. 

Kamu dapat mengolok olok maksud orang yang tertindas, tetapi TUHAN adalah tempat perlindungannya.

 

Musuh – musuh Israel akan ditimpa kekejutan, dan Daud mengajarkan pada para murid-murid yang diajarnya, bahwasannya itu semua karena hasil perbuatan Tuhan 

Namun setelah lagu ini menjadi konsumsi publik Israel, bisa jadi Daud mengarransement syair lagu ini menjadi –

 

Musuh-musuh Israel akan ditimpa kekejutan, sebab Allah menyertai angkatan yang benar.

 

Siapakah angkatan yang benar..???

Angkatan orang benar adalah : Para murid Daud yang telah digembleng agar mengalami perubahan karakter hidup mereka, dari yang berangasan menjadi angkatan yang punya karakter kesatria, karakter pahlawan, angkatan orang benar.

 

Rombongan Daud bisa saja jadi bahan olokan, karena terdiri dari orang-orang gagal, orang-orang sampah masyarakat, orang-orang bejat, dll, tetapi selama Daud mengajarkan mereka untuk menjadikan TUHAN sebagai tempat perlindungan-Nya, dan cara itu berhasil, maka orang Israel dapat melihat hasil pergerakan mereka.

 

Memang terbukti saat Daud menjadi buron, dia tetap bergerilya memerangi musuh-musuh Israel, bersama rombongannya, dan selalu menang  mengatasi mereka ( I Sam 27: 8-12)

 

Ya datanglah kiranya dari Sion keselamatan bagi Israel!Apabila Allah memulihkan keadaan umat-Nya, maka Yakub akan bersorak-sorak, Israel akan bersukacita. Ya datanglah kiranya dari Sion keselamatan bagi Israel!Apabila Allah memulihkan keadaan umat-Nya, maka Yakub akan bersorak-sorak, Israel akan bersukacita.

Memulihkan = shuwb, mengandung pengertian= kembali berbalik kepada Tuhan

Bisa jadi ini merupakan jeritan Daud yang tinggal di tengah-tengah umat Tuhan yang masih banyak dari antara mereka menyembah para baal/berhala kesia-siaan bangsa kafir yang diam di Kanaan. Kerinduan Daud tidak saja menang mengatasi musuh, melainkan juga yang lebih dalam lagi adalah kerinduan untuk melihat umat Israel kembali memiliki hubungan yang pulih dengan Tuhan. Tidak heran tindakan pertama Daud setelah dia jadi raja atas seluruh Israel adalah merestorasi kehidupan spiritual bangsanya denganmemindahkan tabut Allah ke Yerusalem ( II Sam 5, 6)

 

 

Kesimpulan: dalam nyanyian pengajaran Daud kepada murid-murid-nya, Daud selalu menekankan kembali inti kurikulum pengajarannya :

Dengan menyebut frase ‘angkatan orang benar’, Daud kembali mengulang kurikulum pengarannya

Baik, mari kita lihat apakah Mazmur  53 ini, yang adalah nyanyian pengajaran Daud, masih berkolelasi dengan KURIKULUM SEKOLAH KARAKTER TAKUT AKAN TUHAN yang dipimpin oleh Pak guru Daud?? Perhatikan yang saya cetak miring dan diberi garis bawah.

 

SEKOLAH KARAKTER ‘TAKUT AKAN TUHAN’

Sebagai seorang Ayah dan Guru buat para anggota rombongannya yang berjumlah 400 orang itu, Daud memberikan teladan hidup yang bertolak dari titik balik kehidupannya ( belajar dari kegagalan di masa lalu)

Profil  Teladan / karakter/ lifestyle dari Pak Guru Daud:

  • Memuji Tuhan pada segala waktu
  • Buang kesombongan, ambil jubah kerendahan hati dengan mengandalkan Tuhan, bukan mengandalkan diri sendiri
  • Berlindung pada Tuhan

Mata pelajaran yang diajarkan sbb:

  1. Takut akan Tuhan ( TEMA UTAMA- GOAL ATAU SASARAN)
  2. Jika ingin menjadi orang yang menyukai hidup dan ingin punya umur panjang dan ingin menikmati yang baik dalam hidup ini, ( SEBAGAI HASIL AKHIR/ NILAI RAPORTNYA KELAK)
  3. maka ada beberapa prinsip yang harus dilakukan: HARUS JADI ORANG BENAR
    1. Jaga lidah terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu (TINGKAT 1- BENAR DALAM PERKATAAN)
    2. Jauhi yang jahat dan lakukan yang baik ( TINGKAT 2- BENAR DALAM TINDAKAN)
    3. Cari perdamaian dan berusahalah mendapatkannya ! ( TINGKAT 3- BENAR DALAM MENJALIN HUBUNGAN DENGAN SESAMA)
  4. Mengapa begitu? Karena orang benar itu akan alami: (SEBAGAI ALUMNUS SEKOLAH)
    1. Diperhatikan Tuhan dan didengar Tuhan, dibela Tuhan dari orang jahat
    2. Diselamatkan Tuhan , Dilepaskan Tuhan dari segala kesesakan, kemalangan, dilindungi dari celaka, dibebaskan jiwanya, diluputkan dari hukuman.

 

Tapi apakah hanya sampai di situ…??? Setelah mereka jadi pahlawan…sudah titik..???

Ternyata tidak juga.

Rombongan para orang gagal sejak dari Gua Adulam ini kini telah menjadi barisan pahlawan, yang menyaksikan Daud dilantik menjadi raja atas suku Yehuda berkedudukan di Hebron dan juga pada akhirnya menjadi raja atas seluruh Israel berkedudukan di Yerusalem. ( I Taw 11: 10-11 dst)

Setelah Daud jadi raja, PENGAJARAN DAUD terhadap para PAHLAWAN ini tidak berhenti sampai di situ saja.

Waaaauuu, di sini justru Daud yang diuji, apakah setelah me-wisuda-kan para pahlawan bersamaan dengan pelantikannya jadi raja Israel, hal itu dapat dipertahankan terus, dimana dalam kenyamanan menjadi seorang raja, Daud tetap bertahan terus memberi teladan pada mereka semua…??

Ho ho ho…

 

  1. MAZMUR 60-

Pengajaran Daud dalam menghadapi peperangan  dalam era yang telah MAPAN DAN NYAMAN

Mazmur 60: 1-2

Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu; Bunga bakung kesaksian. Miktam dari Daud untuk diajarkan, ketika ia memerangi orang Aram-Mesopotamia dan orang Aram-Zoba, dan ketika Yoab pada waktu pulang telah memukul kalah dua belas ribu orang Edom di Lembah Asin.

Ada petunjuk waktu dalam Mazmur 60 ini, yaitu saat Daud telah menjadi raja atas seluruh Israel ( II Sam 5), hal pertama yang dilakukan Daud adalah memindahkan tabut Allah ke Yerusalem ( II Sam 6). Tuhan memberikan janji-Nya atas keluarga dan kerajaan Daud, Daud pun bersyukur pada Tuhan ( II Sam 7) dikatakan pada II Sam 8 ayat paling pertama sekali..

Sesudah itu….Daud memukul kalah orang Filistin dan menundukkan mereka; lalu Daud mengambil kendali pemerintahan atas ibu kota dari tangan orang Filistin. Dan ia memukul kalah orang Moab, lalu sambil …dst.

Rasanya penasaran juga, apa sih yang diajarkan Daud dalam era sudah bukan buron, tetapi raja, tidak hanya raja atas Yehuda, tetapi raja atas seluruh Israel, semua sudah tersedia sekarang, kenyamanan dan kemapanan telah diraih dalam genggaman.  Apa ya yang Daud ajarkan saat mereka akan berangkat berperang…????

Mazmur 60 Doa memohon kemenangan

(60-3) Ya Allah, Engkau telah membuang kami, l  menembus pertahanan kami; Engkau telah murka 1 ; m  pulihkanlah kami! n  60:2 (60-4) Engkau telah menggoncangkan bumi o  dan membelahnya; perbaikilah retak-retaknya, p  sebab bumi telah goyang. 60:3 (60-5) Engkau telah membuat umat-Mu mengalami penderitaan q  yang berat, Engkau telah memberi kami minum anggur yang memusingkan. r 

Daud mengetahui bahwa Tuhan murka terhadap umat-Nya karena mereka tidak sepenuhnya menyembah Allah yang hidup, melainkan melakukan perzinahan rohani dengan ikut-ikutan menyembah dewa-dewa/ilah-ilah yang disembah penduduk kanaan.  Daud meminta agar Tuhan memulihkan umat-Nya dan membuat umat-Nya berbalik kepada-Nya.

60:4 (60-6) Kepada mereka yang takut kepada-Mu telah Kauberikan panji-panji, s  tanda untuk berlindung terhadap panah. Sela 60:5(60-7) Supaya terluput orang-orang yang Kaucintai, t  berikanlah keselamatan dengan tangan kanan-Mu u  dan jawablah kami!

Kembali Daud mengungkapkan kurikulum pengajaran karakternya:

Baik, mari kita lihat apakah Mazmur  60 ini, yang adalah nyanyian pengajaran Daud, masih berkolelasi dengan KURIKULUM SEKOLAH KARAKTER TAKUT AKAN TUHAN yang dipimpin oleh Pak guru Daud?? Perhatikan yang saya cetak miring dan diberi garis bawah.

 

SEKOLAH KARAKTER ‘TAKUT AKAN TUHAN’

Sebagai seorang Ayah dan Guru buat para anggota rombongannya yang berjumlah 400 orang itu, Daud memberikan teladan hidup yang bertolak dari titik balik kehidupannya ( belajar dari kegagalan di masa lalu)

Profil  Teladan / karakter/ lifestyle dari Pak Guru Daud:

  • Memuji Tuhan pada segala waktu
  • Buang kesombongan, ambil jubah kerendahan hati dengan mengandalkan Tuhan, bukan mengandalkan diri sendiri
  • Berlindung pada Tuhan

Mata pelajaran yang diajarkan sbb:

  1. Takut akan Tuhan ( TEMA UTAMA- GOAL ATAU SASARAN)
  2. Jika ingin menjadi orang yang menyukai hidup dan ingin punya umur panjang dan ingin menikmati yang baik dalam hidup ini, ( SEBAGAI HASIL AKHIR/ NILAI RAPORTNYA KELAK)
  3. maka ada beberapa prinsip yang harus dilakukan: HARUS JADI ORANG BENAR
    1. Jaga lidah terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu (TINGKAT 1- BENAR DALAM PERKATAAN)
    2. Jauhi yang jahat dan lakukan yang baik ( TINGKAT 2- BENAR DALAM TINDAKAN)
    3. Cari perdamaian dan berusahalah mendapatkannya ! ( TINGKAT 3- BENAR DALAM MENJALIN HUBUNGAN DENGAN SESAMA)
  4. Mengapa begitu? Karena orang benar itu akan alami: (SEBAGAI ALUMNUS SEKOLAH)
    1. Diperhatikan Tuhan dan didengar Tuhan, dibela Tuhan dari orang jahat
    2. Diselamatkan Tuhan , Dilepaskan Tuhan dari segala kesesakan, kemalangan, dilindungi dari celaka, dibebaskan jiwanya, diluputkan dari hukuman.

 

60:6 (60-8) Allah telah berfirman di tempat kudus-Nya: “Aku hendak beria-ria, Aku hendak membagi-bagikan Sikhem, v  dan lembah Sukot w  hendak Kuukur. 60:7 (60-9) Punya-Ku Gilead x  dan punya-Ku Manasye, Efraim y  ialah pelindung kepala-Ku, Yehuda z  ialah tongkat a  kerajaan-Ku; 60:8 (60-10) Moab ialah tempat pembasuhan-Ku, kepada Edom Aku melemparkan kasut-Ku, karena Filistea Aku bersorak-sorai. b ” 60:9 (60-11) Siapakah yang akan membawa aku ke kota yang berkubu? Siapakah yang menuntun aku ke Edom? 60:10 (60-12) Bukankah Engkau, ya Allah, yang telah membuang kami, dan yang tidak maju, ya Allah, bersama-sama bala tentara c  kami? 60:11 (60-13) Berikanlah kepada kami pertolongan terhadap lawan, sebab sia-sia d  penyelamatan dari manusia. 60:12 (60-14) Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan e  kita.

Daud mengungkapkan bahwa otoritas Tuhan menjadi sebuah penentu kemenangan dalam percaturan politik antar negara.

Daud mengungkapkan bahwa jika Tuhan tidak terlibat, pastliah mereka akan kalah.

Daud kembali ingin menaruh kekuatannya pada Daya daripada Tuhan, karena dengan Allah, akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.

Kenyamanan dan kemapanan tidak mengubah hati Daud untuk tetap mengandalkan Tuhan, tetap hidup takut akan TUHAN.

Kembali Daud mengungkapkan kurikulum pengajaran karakternya:

Baik, mari kita lihat apakah Mazmur  60 ini, yang adalah nyanyian pengajaran Daud, masih berkolelasi dengan KURIKULUM SEKOLAH KARAKTER TAKUT AKAN TUHAN yang dipimpin oleh Pak guru Daud?? Perhatikan yang saya cetak miring dan diberi garis bawah.

 

SEKOLAH KARAKTER ‘TAKUT AKAN TUHAN’

Sebagai seorang Ayah dan Guru buat para anggota rombongannya yang berjumlah 400 orang itu, Daud memberikan teladan hidup yang bertolak dari titik balik kehidupannya ( belajar dari kegagalan di masa lalu)

Profil  Teladan / karakter/ lifestyle dari Pak Guru Daud:

  • Memuji Tuhan pada segala waktu
  • Buang kesombongan, ambil jubah kerendahan hati dengan mengandalkan Tuhan, bukan mengandalkan diri sendiri
  • Berlindung pada Tuhan

Mata pelajaran yang diajarkan sbb:

  1. Takut akan Tuhan ( TEMA UTAMA- GOAL ATAU SASARAN)
  2. Jika ingin menjadi orang yang menyukai hidup dan ingin punya umur panjang dan ingin menikmati yang baik dalam hidup ini, ( SEBAGAI HASIL AKHIR/ NILAI RAPORTNYA KELAK)
  3. maka ada beberapa prinsip yang harus dilakukan: HARUS JADI ORANG BENAR
    1. Jaga lidah terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu (TINGKAT 1- BENAR DALAM PERKATAAN)
    2. Jauhi yang jahat dan lakukan yang baik ( TINGKAT 2- BENAR DALAM TINDAKAN)
    3. Cari perdamaian dan berusahalah mendapatkannya ! ( TINGKAT 3- BENAR DALAM MENJALIN HUBUNGAN DENGAN SESAMA)

 

 

  1. Mengapa begitu? Karena orang benar itu akan alami: (SEBAGAI ALUMNUS SEKOLAH)
    1. Diperhatikan Tuhan dan didengar Tuhan, dibela Tuhan dari orang jahat
    2. Diselamatkan Tuhan , Dilepaskan Tuhan dari segala kesesakan, kemalangan, dilindungi dari celaka, dibebaskan jiwanya, diluputkan dari hukuman.

Ini adalah catatan keberhasilan peperangan Daud, yang pertama setelah dia menjadi raja atas seluruh Israel. Kemenangan yang dialami bukan kesalahan kecil, melainkan kemenangan besar-besaran !!

Dan para muridnya yang tadinya disebut gerombolan, kini boleh disebut barisan pahlawan setelah berhasil mencatat rekor kemenangan besar setelah Daud jadi raja atas seluruh Israel.

( perhatikan dan bandingkan dengan kronologis yang ditulis oleh penulis kitab Tawarikh,

I Taw 11 : 1-3 Daud menjadi raja Israel,

I Taw 11: 4-8 Daud merebut Yerusalem dan menetap di sana- peristiwa ini adalah peristiwa yang sama dengan yang terjadi di II Sam 8, dan dituangkan oleh Daud di Mazmur 60.

I Taw 11: 10-47 Pahlawan-pahlawan Daud)

 

Perhatikan cara Daud menutup Mazmur 60 ini

60:12 (60-14) Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan e  kita.

Daud tidak jatuh dalam kesombongan, dia tahu bahwasannya kemenangan yang diraih adalah karena ada penyertaan Allah, bukan karena kehebatan pasukannya, skill/kecakapan berperangnya/persenjataan yang canggih, dlsb.

 

Kembali Daud mengungkapkan kurikulum pengajaran karakternya:

Baik, mari kita lihat apakah Mazmur  60 ini, yang adalah nyanyian pengajaran Daud, masih berkolelasi dengan KURIKULUM SEKOLAH KARAKTER TAKUT AKAN TUHAN yang dipimpin oleh Pak guru Daud?? Perhatikan yang saya cetak miring dan diberi garis bawah.

 

SEKOLAH KARAKTER ‘TAKUT AKAN TUHAN’

Sebagai seorang Ayah dan Guru buat para anggota rombongannya yang berjumlah 400 orang itu, Daud memberikan teladan hidup yang bertolak dari titik balik kehidupannya ( belajar dari kegagalan di masa lalu)

Profil  Teladan / karakter/ lifestyle dari Pak Guru Daud:

  • Memuji Tuhan pada segala waktu, termasuk dalam waktu MAPAN dan NYAMAN, termasuk dalam waktu MERAIH KEMENANGAN. Apakah kita tetap mengembalikan pujian kepada TUHAN..??
  • Buang kesombongan, ambil jubah kerendahan hati dengan mengandalkan Tuhan, bukan mengandalkan diri sendiri
  • Berlindung pada Tuhan

Mata pelajaran yang diajarkan sbb:

  1. Takut akan Tuhan ( TEMA UTAMA- GOAL ATAU SASARAN)
  2. Jika ingin menjadi orang yang menyukai hidup dan ingin punya umur panjang dan ingin menikmati yang baik dalam hidup ini, ( SEBAGAI HASIL AKHIR/ NILAI RAPORTNYA KELAK)
  3. maka ada beberapa prinsip yang harus dilakukan: HARUS JADI ORANG BENAR
    1. Jaga lidah terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu (TINGKAT 1- BENAR DALAM PERKATAAN)
    2. Jauhi yang jahat dan lakukan yang baik ( TINGKAT 2- BENAR DALAM TINDAKAN)
    3. Cari perdamaian dan berusahalah mendapatkannya ! ( TINGKAT 3- BENAR DALAM MENJALIN HUBUNGAN DENGAN SESAMA)
  4. Mengapa begitu? Karena orang benar itu akan alami: (SEBAGAI ALUMNUS SEKOLAH)
    1. Diperhatikan Tuhan dan didengar Tuhan, dibela Tuhan dari orang jahat
    2. Diselamatkan Tuhan , Dilepaskan Tuhan dari segala kesesakan, kemalangan, dilindungi dari celaka, dibebaskan jiwanya, diluputkan dari hukuman.

 

  1. MAZMUR 32- Pengajaran Daud kepada para murid-murid yang dulunya brengsek dan yang kini telah berubah menjadi barisan pahlawan itu terus BERLANJUT.

Mazmur ini ditulis setelah DAUD bertobat dari kasus Batsyeba – (II Sam 12:13-Mazmur 32:5)

Daud sedang mengajarkan kepada murid-muridnya sikap hati seperti apa yang harus kita miliki saat kita ditegur Tuhan karena telah melakukan perbuatan dosa

Saya percaya, konsumsi yang diberikan Daud kepada para muridnya berbeda dengan konsumsi yang diberikan Daud kepada rakyat banyak, hal itu terbukti, pada Mazmur 53 ( untuk para murid Daud) dan Mazmur 14 ( untuk umum) yang telah kita bahas di atas. Dua mazmur tadi kembar, tetapi tetap ada perbedaan.

Demikian juga pada skandal Daud kepada korbannya Batsyeba, Daud telah menuliskan Mazmur 51 untuk konsumsi publik.

Mazmur 51: 1

Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud, ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba.

Tidak ada embel-embel NYANYIAN PENGAJARAN, di Mazmur 51 ini.

Berbeda dengan Mazmur 32, walaupun sama-sama berisi pengakuan dosa dalam kasus skandal yang sama, dan isinya sama-sama membahas tentang  pemulihan dan pertobatan, tetap saja pada Mazmur 32 ini diberi embel-embel NYANYIAN PENGAJARAN .

Seperti halnya Yesus memberi porsi lebih kepada murid-murid-Nya, lebih daripada orang banyak/orang kebanyakan.

Kepada orang banyak Yesus menjelaskan tentang 4 macam tanah, tetapi pada murid-murid-Nya Yesus memberi penjelasan dari perumpamaan-Nya itu.

Kalau tidak seperti itu, mengapa Daud susah-susah harus membuat dua macam mazmur untuk peristiwa yang sama..??

Kebahagiaan orang yang diampuni dosanya

32:1 Dari Daud. Nyanyian pengajaran 1 .

Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya 2 , yang dosanya ditutupi! d 32:2 Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan 3  e  TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu! f  32:3Selama aku berdiam diri, g  tulang-tulangku menjadi lesu 4  h  karena aku mengeluh i  sepanjang hari; 32:4 sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat, j  sumsumku menjadi kering, k  seperti oleh teriknya musim panas. Sela32:5 Dosaku kuberitahukan kepada-Mu 5  dan kesalahanku l  tidaklah kusembunyikan; aku berkata: “Aku akan mengaku m kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku, n ” dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. o  Sela 32:6 Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui; p  sesungguhnya pada waktu banjir q  besar terjadi, r  itu tidak melandanya. s  32:7 Engkaulah persembunyian t  bagiku, terhadap kesesakan u  Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput v  dan bersorak. Sela 32:8 Aku hendak mengajar w  dan menunjukkan kepadamu x  jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju y  kepadamu 6 32:9 Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang, z  kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau. 32:10 Banyak kesakitan diderita orang fasik, a  tetapi orang percaya b  kepada TUHAN dikelilingi-Nya dengan kasih setia. 32:11 Bersukacitalah dalam TUHAN c  dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur!

Orang benar, orang jujur, kembali kurikulum ini disinggung oleh Daud dalam pengajarannya.

Sebagai seorang guru, Daud telah gagal memberi teladan yang baik dalam skandal Batsyeba, namun demikian Daud menunjukkan pada murid-muridnya bagaiman proses pertobatan dan pengampunan dari Tuhan itu berlaku dalam hidupnya, bagaimana dia sendiri pun memposisikan Tuhan sebagai pengajar, pelatih dan penasihat  yang mendisipin hidupnya.

Daud sebagai seorang guru tidak malu mengakui kepada murid-muridnya bagaimana dia telah bersalah di hadapan Tuhan dan manusia, dan bagaimana dia mengalami pertobatan dan bagaimana Tuhan mendisiplin hidupnya.

Di sinilah kita lihat kurikulum pengajaran karakter Daud masih terus berlanjut

Baik, mari kita lihat apakah Mazmur  32 ini, yang adalah nyanyian pengajaran Daud, masih berkolelasi dengan KURIKULUM SEKOLAH KARAKTER TAKUT AKAN TUHAN yang dipimpin oleh Pak guru Daud?? Perhatikan yang saya cetak miring dan diberi garis bawah.

 

SEKOLAH KARAKTER ‘TAKUT AKAN TUHAN’

Sebagai seorang Ayah dan Guru buat para anggota rombongannya yang berjumlah 400 orang itu, Daud memberikan teladan hidup yang bertolak dari titik balik kehidupannya ( belajar dari kegagalan di masa lalu)

Profil  Teladan / karakter/ lifestyle dari Pak Guru Daud:

  • Memuji Tuhan pada segala waktu
  • Buang kesombongan, ambil jubah kerendahan hati dengan mengandalkan Tuhan, bukan mengandalkan diri sendiri
  1. Berlindung pada Tuhan

Mata pelajaran yang diajarkan sbb:

  1. Takut akan Tuhan ( TEMA UTAMA- GOAL ATAU SASARAN)
  2. Jika ingin menjadi orang yang menyukai hidup dan ingin punya umur panjang dan ingin menikmati yang baik dalam hidup ini, ( SEBAGAI HASIL AKHIR/ NILAI RAPORTNYA KELAK)
  3. maka ada beberapa prinsip yang harus dilakukan: HARUS JADI ORANG BENAR
    1. Jaga lidah terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu (TINGKAT 1- BENAR DALAM PERKATAAN)- dalam hal ini jujur kepada TUHAN, jika kita berdosa, minta ampun kepada-Nya, tidak berdiam diri untuk menyembunyikan pelanggaran di hadapan TUHAN.
    2. Jauhi yang jahat dan lakukan yang baik ( TINGKAT 2- BENAR DALAM TINDAKAN)
    3. Cari perdamaian dan berusahalah mendapatkannya ! ( TINGKAT 3- BENAR DALAM MENJALIN HUBUNGAN DENGAN SESAMA)
  4. Mengapa begitu? Karena orang benar itu akan alami: (SEBAGAI ALUMNUS SEKOLAH)
    1. Diperhatikan Tuhan dan didengar Tuhan, dibela Tuhan dari orang jahat
    2. Diselamatkan Tuhan , Dilepaskan Tuhan dari segala kesesakan, kemalangan, dilindungi dari celaka, dibebaskan jiwanya, diluputkan dari hukuman.

 

  • Apakah sampai di situ saja…??? Owww tidak !! Daud terus melepaskan pengajarannya pada para murid saat terjadi peristiwa pemberontakan Absalom, anaknya sendiri. Hal ini kita dapat temui di Mazmur 55: 1-24

Daud kini memperhadapkan kepada murid-muridnya Bagaimana saat kita menghadapi orang yang kelihatannya baik, tetapi ternyata adalah penghianat

Pada saat itu Daud harus menghadapi konsekuensi/ akibat langsung dari dosa kita di masa lalu.

Rentetan perzinahan Daud terhadap Batsyeba dan pembunuhan berencana yang dilakukan Daud terhadap Uria, berbuntut panjang, pedang tidak akan menyingkir dari keturunan Daud, perzinahan akan ada di keluarga Daud ( II Sam 12: 10-12). Memang Tuhan mengampuni dosa Daud, tetapi akibat dosa itu tetap ditanggung sebagai konsekuensi.

Doa minta tolong terhadap musuh Mazmur 55: 1-24

55:1 Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi. Nyanyian pengajaran Daud.

(55-2) Berilah telinga, ya Allah, kepada doaku, janganlah bersembunyi terhadap permohonanku! z  55:2 (55-3) Perhatikanlah aku dan jawablah a  aku! Aku mengembara dan menangis karena cemas, b 

 

55:3 (55-4) karena teriakan musuh, karena aniaya orang fasik; sebab mereka menimpakan kemalangan kepadaku, c  dan dengan geramnya d  mereka memusuhi e  aku. 55:4 (55-5) Hatiku gelisah 1 , f kengerian g  maut telah menimpa aku. 55:5 (55-6) Aku dirundung takut dan gentar, h  perasaan seram i  meliputi aku.

Gambaran dari suasana hati Daud, saat ia harus pergi dari Yerusalem karena ancaman kudeta dari anak kandungnya sendiri. Sangat manusiawi sekali.

55:6(55-7) Pikirku: “Sekiranya aku diberi sayap seperti merpati, aku akan terbang 2  dan mencari tempat yang tenang, 55:7 (55-8) bahkan aku akan lari jauh-jauh dan bermalam di padang gurun. j  Sela 55:8 (55-9) Aku akan segera mencari tempat perlindungan k  terhadap angin ribut dan badai. l 

Gambaran dari suasana hati Daud yang rasa-rasanya ingin lari dari segala intrik yang sedang terjadi.

55:9 (55-10) Bingungkanlah mereka, kacaukanlah percakapan m mereka, ya Tuhan, sebab aku melihat kekerasan dan perbantahan n  dalam kota! o  55:10 (55-11) Siang malam mereka mengelilingi p  kota itu di atas tembok-temboknya, dan di dalamnya ada kemalangan dan bencana; 55:11 (55-12) penghancuran q  ada di tengah-tengahnya, di tanah lapangnya tidak habis-habisnya ada penindasan dan tipu. r  55:12 (55-13) Kalau musuhku yang mencela aku, aku masih dapat menanggungnya; kalau pembenciku yang membesarkan diri terhadap aku, aku masih dapat menyembunyikan diri terhadap dia. 55:13 (55-14) Tetapi engkau orang yang dekat dengan aku, temanku s  dan orang kepercayaanku: 55:14 (55-15) kami yang bersama-sama bergaul t  dengan baik, dan masuk rumah Allah u  di tengah-tengah keramaian. 55:15 (55-16) Biarlah maut menyergap v  mereka, biarlah mereka turun hidup-hidup ke dalam dunia orang mati! w  Sebab kejahatan ada di kediaman mereka, ya dalam batin mereka.

Daud berbicara tentang seorang sahabatnya, yang juga menjabat sebagai penasihat raja Daud, yang bernama Ahitofel (I Taw 27:33).

Ahitofel berbalik melawan Daud dengan cara bersekongkol dengan Absalom, anaknya yang sedang berusaha mengkudeta kekuasaannya sebagai raja. ( II Sam 15:12, II Sam 16: 15, 20, 17)

Ahitofel yang dulu sahabatnya, orang kepercayaannya, sama-sama bergaul akrab dengan Daud, sama-sama pergi beribadah di rumah Allah, kini menjadi penghianat. ( Mazmur 55: 14-15)

Siapakah Ahitofel itu..??

Ahitofel adalah ayah daripada Eliam (II Sam 23; 34) , sedangkan Eliam adalah ayah daripada Batsyeba ( II Sam 11:3) .

Rupanya peristiwa perzinahan Daud kepada Batsyeba membuat sang kakek kepahitan/tidak bisa mengampuni Daud. Walaupun Daud telah bertobat, dan telah menikahi Batsyeba baik-baik.

Yang Daud lakukan adalah berdoa agar Tuhan menggagalkan semua nasihat Ahitofel pada Absalom, dan agar mereka dibingungkan dan percakapan mereka dikacaukan ( II Sam 15:31, Mazmur 55:10), karena ternyata Ahitofel karena dendam, ingin membunuh Daud dengan tangannya sendiri ( II Sa 17:1)

Nasihat Ahitofel yang keji, agar Absalom meniduri gundik gundik ayahnya di sotoh istana ( II Sam 16;21) adalah semacam bentuk balas dendam karena peristiwa sotoh istana antara Daud saat memandangi cucunya Batsyeba yang sedang  mandi yang berujung pada skandal memalukan itu.

Pada akhirnya Ahitofel bunuh diri ( II Sam 17:23) karena keinginannya untuk membunuh Daud langsung dari tangannya sendiri, tidak terlaksana.

Pada peristiwa ini, Daud terluka  tidak saja oleh anaknya, tetapi juga oleh sahabatnya.

55:16 (55-17) Tetapi aku berseru kepada Allah, dan TUHAN akan menyelamatkan aku. 55:17 (55-18) –Di waktu petang, x  pagi y  dan tengah z  hari aku cemas dan menangis; dan Ia mendengar suaraku. 55:18 (55-19) Ia membebaskan aku dengan aman dari serangan terhadap aku, sebab berduyun-duyun mereka melawan aku. 55:19 (55-20) Allah akan mendengar a  dan merendahkan mereka, –Dia yang bersemayam sejak purbakala. b  Sela Karena mereka tidak berubah dan mereka tidak takut akan Allah. c 

Kembali yang dilakukan Daud dan diajarkan pada para murid-muridnya adalah:

Baik, mari kita lihat apakah Mazmur  55  ini, yang adalah nyanyian pengajaran Daud, masih berkolelasi dengan KURIKULUM SEKOLAH KARAKTER TAKUT AKAN TUHAN yang dipimpin oleh Pak guru Daud?? Perhatikan yang saya cetak miring dan diberi garis bawah.

 

SEKOLAH KARAKTER ‘TAKUT AKAN TUHAN’

Sebagai seorang Ayah dan Guru buat para anggota rombongannya yang berjumlah 400 orang itu, Daud memberikan teladan hidup yang bertolak dari titik balik kehidupannya ( belajar dari kegagalan di masa lalu)

Profil  Teladan / karakter/ lifestyle dari Pak Guru Daud:

  1. Memuji Tuhan pada segala waktu
  2. Buang kesombongan, ambil jubah kerendahan hati dengan mengandalkan Tuhan, bukan mengandalkan diri sendiri
  • Berlindung pada Tuhan

Mata pelajaran yang diajarkan sbb:

  1. Takut akan Tuhan ( TEMA UTAMA- GOAL ATAU SASARAN)
  2. Jika ingin menjadi orang yang menyukai hidup dan ingin punya umur panjang dan ingin menikmati yang baik dalam hidup ini, ( SEBAGAI HASIL AKHIR/ NILAI RAPORTNYA KELAK)
  3. maka ada beberapa prinsip yang harus dilakukan: HARUS JADI ORANG BENAR
    1. Jaga lidah terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu (TINGKAT 1- BENAR DALAM PERKATAAN
    2. Jauhi yang jahat dan lakukan yang baik ( TINGKAT 2- BENAR DALAM TINDAKAN)
    3. Cari perdamaian dan berusahalah mendapatkannya ! ( TINGKAT 3- BENAR DALAM MENJALIN HUBUNGAN DENGAN SESAMA)
  4. Mengapa begitu? Karena orang benar itu akan alami: (SEBAGAI ALUMNUS SEKOLAH)
    1. Diperhatikan Tuhan dan didengar Tuhan, dibela Tuhan dari orang jahat
    2. Diselamatkan Tuhan , Dilepaskan Tuhan dari segala kesesakan, kemalangan, dilindungi dari celaka, dibebaskan jiwanya, diluputkan dari hukuman.

 

55:20 (55-21) Orang itu mengacungkan tangannya kepada mereka yang hidup damai d  dengan dia, janjinya e  dilanggarnya; 55:21 (55-22) mulutnya lebih licin dari mentega, f  tetapi ia berniat menyerang; perkataannya lebih lembut dari minyak, g  tetapi semuanya adalah pedang h  terhunus.

Bagaimana cara menghadapi kelicikan orang-orang yang seperti ini..?? Seperti Ahitofel yang kelihatannya baik, tetapi ternyata penghianat.

55:22 (55-23) Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN 3 , maka Ia akan memelihara engkau! i  Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah. j  55:23(55-24) Tetapi Engkau, ya Allah, akan menjerumuskan mereka ke lubang k  sumur yang dalam; orang penumpah darah dan penipu l  tidak akan mencapai setengah umurnya. m  Tetapi aku ini percaya kepada-Mu. n 

Daud kembali kepada kurikulum pengajaran karakternya:

Baik, mari kita lihat apakah Mazmur  55  ini, yang adalah nyanyian pengajaran Daud, masih berkolelasi dengan KURIKULUM SEKOLAH KARAKTER TAKUT AKAN TUHAN yang dipimpin oleh Pak guru Daud?? Perhatikan yang saya cetak miring dan diberi garis bawah.

 

SEKOLAH KARAKTER ‘TAKUT AKAN TUHAN’

Sebagai seorang Ayah dan Guru buat para anggota rombongannya yang berjumlah 400 orang itu, Daud memberikan teladan hidup yang bertolak dari titik balik kehidupannya ( belajar dari kegagalan di masa lalu)

Profil  Teladan / karakter/ lifestyle dari Pak Guru Daud:

  • Memuji Tuhan pada segala waktu
  • Buang kesombongan, ambil jubah kerendahan hati dengan mengandalkan Tuhan, bukan mengandalkan diri sendiri
  1. Berlindung pada Tuhan

Mata pelajaran yang diajarkan sbb:

  1. Takut akan Tuhan ( TEMA UTAMA- GOAL ATAU SASARAN)
  2. Jika ingin menjadi orang yang menyukai hidup dan ingin punya umur panjang dan ingin menikmati yang baik dalam hidup ini, ( SEBAGAI HASIL AKHIR/ NILAI RAPORTNYA KELAK)
  3. maka ada beberapa prinsip yang harus dilakukan: HARUS JADI ORANG BENAR
    1. Jaga lidah terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu (TINGKAT 1- BENAR DALAM PERKATAAN
    2. Jauhi yang jahat dan lakukan yang baik ( TINGKAT 2- BENAR DALAM TINDAKAN)
    3. Cari perdamaian dan berusahalah mendapatkannya ! ( TINGKAT 3- BENAR DALAM MENJALIN HUBUNGAN DENGAN SESAMA)
  4. Mengapa begitu? Karena orang benar itu akan alami: (SEBAGAI ALUMNUS SEKOLAH)
    1. Diperhatikan Tuhan dan didengar Tuhan, dibela Tuhan dari orang jahat
    2. Diselamatkan Tuhan , Dilepaskan Tuhan dari segala kesesakan, kemalangan, dilindungi dari celaka, dibebaskan jiwanya, diluputkan dari hukuman.

 

 

Di sinilah dapat kita tarik kesimpulan, bahwa :

  1. Tuhan dapat mengubahkan karakter seseorang, karakter komunitas, bahkan karakter bangsa dan Daud menangkap visi dari Tuhan ini, dengan melalui fungsi hubungan ayah dan anak didik, serta melalui jalur pendidikan dengan memfungsikan diri sebagai guru.

Dari ratusan murid Daud, ( catatan terakhir sebanyak 600 orang murid) , ada seorang yang telah saya selidiki perubahan hidupnya, dia adalah URIA, dan untuk itu ada beberapa tulisan terkait yang dapat anda baca mengenai seluk beluk anak rohani Daud bernama Uria ini.

Klik pada tautan berikut:

  1. Daud tidak pernah MENGGURUI walaupun dia memposisikan dirinya sebagai guru. Karena semua catatan pengajaran Daud selalu menggunakan kata ganti orang pertama untuk dirinya sendiri, dan kata ganti orang kedua untuk Tuhan. Tidak pernah Daud menulis, hai murid-murid, kalian harus begini, kalian harus begitu, sebaiknya kalau menghadapi masalah kalian mengambil keputusan seperti ini, dlsb. Sama sekali TIDAK. Melainkan Daud menjadikan pengalaman pribadinya dengan Tuhan,catatan pribadinya dengan Tuhan sebagai bahan pengajaran. Dan tentunya murid-muridnya pada akhirnya mengerti sendiri bahwa Tuhan itu nyata, kasih-Nya itu nyata, perbuatan keluputan daripadaNya itu nyata, kemenangan yang Tuhan janjikan itu nyata. Firman-Nya itu ya dan amin. Jadi orang benar itu memang tidak mudah, tetapi jika kita mau berubah, Tuhan akan menolong mengangkat hidup kita dari yang tadinya sampah masyarakat menjadi pahlawan negara.
  2. Daud dikelilingi oleh murid-murid berangasan, berlatar belakang kacau, tetapi Daud tidak pernah terpengaruh mereka. Saat Daud disarankan untuk membunuh Saul dengan cara sangat mudah, Daud tidak mau melakukan hal itu, dia malah mengajar mereka untuk tidak menjamah orang yang diurapi oleh TUHAN.  Di sinilah Daud tidak terpengaruh melainkan justru memberi pengaruh. Terbukti Saul mati dengan caranya sendiri, bukan karena pembalasan dendam Daud.
  3. Sebagai guru Daud juga terkadang gagal memberi teladan, tetapi kita lihat di sini Daud adalah seorang guru yang bertanggung jawab terhadap fungsi ke guruan-nya. Dia mau dipulihkan dan mau memberi kunci pemulihan hidupnya kepada para murid-muridnya.

 

Mari menjadi guru yang  mempengaruhi lingkungan kita agar mereka semua mengalami perubahan karakter ke arah serupa Kristus. Dimulai dengan diri kita yang menangkap VISI Tuhan ini dan dimulai dengan memberi teladan hidup.

Profesi apa pun dipanggil untuk menjadi sekaligus seorang guru.

Matius 28: 18-20

 

28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata:”Kepada-Ku telah diberikan f  segala kuasa 4  di sorga dan di bumi. 28:19 Karena itu pergilah, JADIKANLAH SEMUA BANGSA G MURID-KU dan baptislah 5  mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, h  28:20 DAN AJARLAH I  MEREKA MELAKUKAN SEGALA SESUATU YANG TELAH KUPERINTAHKAN KEPADAMU. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu 6  j  senantiasa sampai kepada akhir zaman. k 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: