'manusia hidup bukan dari roti saja…'

GENERASI YOSUA

Materi ini akan disampaikan bulan Oktober 2015 di Rally Doa Anak/ Rally Doa Generasi/

The Pray Rally Day of Generation

di GPdI Church on the Way Temanggung.

dalam bentuk GAME LEMPAR BOLA.

 untuk materi game lempar bola dapat anda buka di http://www.jeniuscaraalkitab.com

 

 

Jika tampilan wordpress di sini kurang OKE, karena kolom dalam tabel tidak enak dibaca, bisa anda download tautan berikut ini secara Gratis

GENERASI YOSUA DESEMBER 2015

PEMETAAN EXODUS

PENELITIAN NAMA YOSUA

PETA ZAMAN GENERASI YOSUA

PETA ZAMAN HAKIM-HAKIM

 

Jika anda ingin memakai materi ini untuk game bola lempar, anda bisa buka tautan-tautan yang berbeda dari tautan yang ada di sini, bisa dibuka di http://www.jeniuscaraalkitab.com

klik di sini: anda akan digiring ke website saya yang lainnya, yang khusus membahas pelayanan anak.

GAME BOLA LEMPAR

 

 

KATA PENGANTAR

Dalam banyak kali ketika saya menyelidiki tentang GENERASI YOSUA, saya dibawa Tuhan pada suatu situasi seperti beberapa hal berikut ini:

  1. Hasrat yang tidak terbendung untuk terus meneliti tentang GENERASI YOSUA ini, entah sampai kapan akan berakhir, tetapi untuk sementara waktu karena mengejar target menyusun materi sekolah minggu dari GENERASI YOSUA ini, dan dikejar tayang untuk segera dipakai Januari 2016, maka untuk sementara waktu penelitian ini saya hentikan, tetapi tidak menutup kemungkinan dalam perjalanan waktu akan terus saya lanjutkan, jika Tuhan menghendakinya.
  2. Beberapa penemuan penafsiran baru yang membuat saya sendiri pun tercengang, dan bagaimana anda setuju atau tidak dengan penafsiran saya, itu menjadi tantangan untuk anda menelaah apakah saya berlebih-lebihan ataukah memang Alkitab itu punya ribuan rahasia yang belum pernah terkuak ke permukaan. Saat mana Alkitab sendiri yang menjelaskan dirinya sendiri lewat referensi ayat-ayat terkait, biarkan anda putuskan apakah penafsiran saya itu berlebih-lebihan atau memang sudah pas. Saya tidak akan memaksakan karena saya sendiri pun dibuat Roh Kudus tercengang-cengang. Saran saya jangan terburu-buru membuang tulisan ini, tetapi baca dulu sampai selesai sebelum ber-arpriori.
  3. Karena di rumah akses internet sedang mengalami masalah, sehingga saya pun hanya ditemani oleh alat konkordansi Alkitab sederhana dari Tablet saya. Sehingga tidak heran apabila banyak tulisan saya bukan hasil dari nyontek di mbah google, tetapi murni dari penggalian Alkitab sesuai tuntunan Roh Kudus. Nanti bila saya ada waktu di gereja saya yang akses internetnya kencang, saya mencoba buka-buka mbah google, baru saya sadar bahwa beberapa hal juga pernah dikupas oleh penulis lain. Namun juga terkadang dibawa pada titik ekstrim lainnya, bahwa ada banyak penafsiran baru yang tidak pernah ada yang membahas. Saya tahu itu bukan karena saya hebat atau apa pun, sama sekali bukan. Itu Cuma karena anugrah Tuhan saja, saya selalu melompat kegirangan bila mendapatkan rhema yang dari Tuhan.
  4. Namun memang tidak jarang ada beberapa kata penting yang saya harus cari bahasa aslinya saya benar-benar catat dari rumah apa-apa saja yang saya harus berburu lewat internet bila saya berkesempatan bisa ngenet di gereja atau di sekolah anak saya. Oleh karena itu tak heran di meja komputer saja banyak berserakan tulisan-tulisan coretan – coretan tangan saya di kertas-kertas.
  5. Penggalian mengenai Generasi Yosua ini telah mengalami editan pertama, kedua dan ini yang ke tiga
  6. Penulisan mengenai Generasi Yosua ini lebih kurang 3,5 bulan untuk sampai pada editan ke 3 ini.
  7. Pada editan ke tiga ini muncullah banyak tabel dan bagan yang membuat saya sendiri terheran-heran bahwasannya belajar Alkitab semakin ashik saja saat kita berani menggambarkan dengan lebih detail apa yang diulas di dalamnya dengan tidak segan-segan membuat kolom, bagan, grafik, gambar, dll. Nah ini dia yang terkadang membuat saya lembur sampai jam 3 pagi tanpa terasa dan tanpa sadar dini hari telah menjemput saya untuk memaksakan diri menutup layar komputer untuk segera beristirahat.
  8. Yang membuat saya terpaku dan kagum dengan Roh Kudus adalah betapa banyaknya hal-hal yang dibahas di Generasi Yosua ini yang adalah terkait dengan tulisan-tulisan saya yang sebelumnya, jadi ketika kebenaran itu bergulir, ada semacam benang merah kaitan dengan tulisan-tulisan sebelumnya, sehingga saya seolah mengangguk-angguk sembari ada kekaguman akan bagaimana Tuhan seperti menyusun puzzle-puzzle tulisan yang sangat saling terkait satu sama lain. Namun untuk anda mencerna semuanya, saya sarankan membaca pelan-pelan.
  9. Saya tidak bisa melupakan saat mana tulisan ini mulai ditulis, adalah karena mempersiapkan materi Rally Day doa anak di GPdI Church on the Way Temanggung, dalam 3 sesi saja, yang masing-masing sesi berdurasi hanya 1 jam, dengan tambahan waktu untuk latihan adegan diorama tak lebih dari 20 menit saja. Karena thema Generasi Yosua yang begitu luas, tentunya Roh Kudus menuntun saya untuk meneliti semuanya, dan nanti dalam penyajiannya ke anak-anak, dipilih materi-materi mana saja yang terbidik dengan bola pada kotak bidik yang tersedia. Al hasil, ada 56 kotak yang harus disiapkan, 56 kisah tentang Yosua yang harus digumuli apa saja yang menjadi titik –titik kisah Yosua itu. Dan pada pelaksanaannya luar biasa, mendatangkan hal-hal yang sangat membuat saya berdecak kagum akan ide-ide yang Tuhan berikan.
  10. Dalam mengawali diluncurkannya materi ini di GPdI Church on the Way Temanggung, Oktober lalu, saya dipertemukan dengan seorang hamba Tuhan wanita yang mendapat nama Yosua daripada Tuhan. Dan suaminya pun menjadi WL dalam acara Rally Day doa anak tersebut. Hmmmm sesuatu sekali !!
  11. Dalam mengakhiri editan ke 3 ini saya juga dipertemukan dengan Hamba Tuhan dari Menado yang juga sering didoakan dan dinubuatkan akan bergerak dalam pelayanan GENERASI YOSUA ini. Waaauuuu. Saya tercengang dengan ini semua. Tuhan emang keren abiz !
  12. Dan pernah sekali waktu saya tersesat di jalan saat naik motor, atau lebih tepatnya lupa belok ke arah yang tepat, sehingga saya semakin jauh menjauhi tempat natalan yang akan dihadiri, gara-gara melamunkan 3 macam loh hukum Allah yang saya bahas di buku ini, dan lamunan inilah yang membuat saya lupa belok. Ha ha ha….saya dibuat seperti orang mabuk saat meneliti tentang Generasi Yosua ini, di mana pun dan apa pun kegiatan saya, hati saya terus terpaut pada tulisan ini, sehingga bila harus ada jeda karena mempersiapkan acara lain, atau harus pergi ke luar kota, saya seperti orang ‘galau’.
  13. Puji Tuhan, materi ini akan menjadi materi Sekolah minggu secara mingguan, untuk diterapkan di GPdI Shiloh, Parakan, Jawa Tengah, sepanjang Januari 2016-Desember 2016. Dan akan menghiasi website jeniuscaraalkitab.com untuk menjadi berkat bagi Indonesia dan bagi Dunia dengan thema

JOSHUA GENERATION = INCREDIBLE GENERATION

IN = INTIMACY

CRE= CREATIF

DI= DICIPLINE

BLE= BLESSING

  1. Ketebalan buku ini jangan menjadikan anda anti pada buku ini, karena justru halaman-halamannya akan membuat kita semua semakin mengasihi Tuhan dan semakin mendalami hal-hal terkait GENERASI, keintiman dengan Tuhan, kepemimpinan, regenerasi, karakter building, dan masih banyak lagi mutiara Firman Tuhan yang mengubahkan segenap hidup kita.
  2. Jika anda berteman Facebook dengan saya, jangan heran bila sekelumit kecil dari materi di buku ini adalah beberapa status facebook saya secara berseri. Mengapa bisa demikian? Karena saya memang pada awal-awal penulisan menjadikan materi penulisan ini sebagai status facebook untuk memudahkan panitia GPdI COTW Temanggung memilih rhema apa yang akan diberikan pada anak-anak di acara Rally Day Doa Anak tersebut, tetapi pada prakteknya mereka sendiri kebingungan untuk memilih dari sekian banyak rhema yang semuanya cantik-cantik.
  3. Jika ada banyak salah ketik, salah ejaan, salah pengkalimatan, bahkan salah menyebut nama tokoh, atau salah secara ejaan menulis nama tempat atau nama orang, atau salah mengetik nomor pasal atau ayat dll, percayalah pada saya, bahwa itu adalah bagian dari kelemahan saya. Siapa bilang seorang penulis harus super dalam hal itu semuanya? Justru itulah para penulis membutuhkan EDITOR. Dan mohon maaf bila tulisan ini memang belum sampai ke tangan editor saya, nanti saja bila sudah benar-benar akan diterbitkan menjadi sebuah buku. Jadi jika ada belepotan di sana-sini saya di awal sudah memohonkan permintaan maaf atas segala kelemahan saya ini. Mohon dimaafkan dengan segala lapang dada. Justru saya berterima kasih jika anda tidak segan-segan memberikan pada saya masukan dan saran ataupun editan yang bisa anda kirimkan ke  gracesumilat@jeniuscaraalkitab.com
  4. Ayat kunci saya dalam menulis adalah ayat kunci ini:

I Yohanes 2:27

Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu-dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta- dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

 

Akhir kata, biarlah segala pujian dan hormat, kemuliaan dan kuasa bagi Raja di atas segala raja, Yesus Kristus Tuhan, dan segala tepuk tangan hanya bagi Roh Kudus, Dosen Pembimbing saya, yang mengajarkan saya dan mengurapi saya, dan segala rasa syukur hanya layak diberikan kepada Bapa yang luar biasa !!

8 Desember 2015

Kendari, rahim Indonesia !!

KATA PENDAHULUAN

Sebelum anda membaca buku ini , ada beberapa petunjuk praktis yang perlu anda perhatikan:

  1. Buku Generasi Yosua ini sebenarnya adalah BACAAN GURU, yaitu Bacaan Guru Sekolah Minggu, yang akan mengajarkan materi ini kepada anak-anak, setelah saya menyusun kembali materi ini ke materi sekolah minggu. Namun siapa pun boleh membaca BACAAN GURU ini, walaupun dia bukan guru Sekolah Minggu. Mengapa hal ini saya perlu ungkapkan? Karena agar anda mengerti bahwa justru karena mempersiapkan bahan sekolah minggulah ( Rally Day doa anak di GPdI COTW Temanggung dan berikutnya KURIKULUM INCREDIBLE GENERATION, GPdI Shiloh Parakan) saya mendapatkan rhema ini. Terbukti kan bahwa Tuhan itu serius dengan anak-anak dan materi untuk anak-anak tidak selalu kisah-kisah yang sudah terlalu sering di ceritakan.  Dan kotbah-kotbah juga sudah terlalu sering mengupas topik yang sama melulu.  Sedangkan mutiara Firman Tuhan itu begitu kaya dan tidak akan pernah habis untuk dibahas umat manusia di sepanjang segala abad. Bayangkan saja , hanya untuk satu nama Yosua saja, kita bisa menghabiskan 500 halaman lebih. Belum lagi tokoh-tokoh lainnya bukan?
  2. Di sepanjang tulisan nanti akan ada kotak-kotak untuk keperluan GAME BOLA LEMPAR, pada acara Rally Day doa anak di Temanggung, saya tidak ingin menghapus kotak-kotak itu, karena memang kotak-kotak itu adalah TULISAN ASLI di awal tulisan ini yang tidak ingin saya buang. Jika anda bukan guru sekolah minggu, lewati saja. Tetapi jika anda guru sekolah minggu, setiap kotak jika anda ceritakan pada anak-anak, maka anda telah mendapatkan 56 kisah untuk 1 tahun. Dan jika anda seorang pengkhotbah seri, anda dapat menjadikan 56 kotak tersebut sebagai kotbah seri untuk 1 tahun, bahkan lebih.
  3. Buku ini dilengkapi dengan beberapa TABEL PENDAMPING ,sebagai berikut:
    1. PENELITIAN NAMA YOSUA, untuk memastikan anda bahwa berapa kali nama Yosua dicatat, berapa kali namanya muncul dalam sebuah kitab dll, angka-angka itu tidak ngawur atau kira-kira, tetapi semua penelitian itu ada tabelnya yang bisa anda teliti lagi, dan wajib anda baca untuk dapat memastikan akurasi tidaknya perhitungan saya.
    2. PEMETAAN EXODUS, adalah wajib anda baca untuk mengetahui
      1. Petunjuk tempat persinggahan bangsa Israel di sepanjang Padang Gurun, sejak keluar dari Mesir, sampai era Yosua memimpin, berdasarkan Bilangan 33
      2. Petunjuk waktu terjadinya peristiwa
  • Urut-urutan peristiwa sepanjang perjalanan bangsa Israel di padang gurun sampai era Yosua merebut Kanaan.

Tanpa anda membaca PEMETAAN EXODUS ini, bisa dipastikan anda tidak akan dapat memahami semua tulisan GENERASI YOSUA ini sejak halaman 1 sampai halamaan terakhir. Namun dengan membacanya, bisa dipastikan anda akan keseringan membukanya karena pemetaan ini begitu menarik untuk disimak.

  1. PETA ZAMAN GENERASI YOSUA, wajib anda baca untuk anda mengerti dari generasi Musa sampai generasi Ahitub. Petunjuk ataupun pembahasan PETA ZAMAN GENERASI YOSUA ini dapat anda pelajar di buku ini halaman …………………….361
  2. PETA ZAMAN HAKIM-HAKIM, wajib anda baca untuk mengerti sampai di generasi manakah Pinehas bin Eleazar bin Musa itu Dengan membaca PETA ZAMAN HAKIM-HAKIM inilah, nanti anda akan digiring untuk membandingkan antara Yosua dan Pinehas, sehingga anda sampai pada kesimpulan, hal-hal apa saja yang menjadi keunggulan kepemimpinan Yosua sehingga Yosua bisa dipakai Tuhan sebagai pembelok sejarah. Petunjuk ataupun pembahasan PETA ZAMAN HAKIM-HAKIM  ini dapat anda pelajar di buku ini halaman …………………….464
  3. Ada beberapa tulisan terkait yang terkait dengan pembahasan buku ini, dapat anda baca di berbagirhema.wordpress.com
    1. Pada pembahasan mengenai : Rahasia di Balik Silsilah Yesus Kristus
    2. Pada pembahasan mengenai: Barometer Visi dalam Hidup Kita
  • Pemulihan pada Adam dan Hawa
  1. Pola Tiga Generasi.

Tanpa anda membaca tulisan-tulisan terkait tersebut, bisa dipastikan terlalu sedikit informasi yang ada di buku ini untuk anda bertemu dengan pembahasan lain yang lebih mendalam,karena saya tidak ingin membuat buku di dalam buku, namun ingin sekali mengajak anda dari satu buku ke buku berikutnya. Seperti sedang berjalan-jalan di toko buku yang seru.

 

Akhir kata, selamat membaca, Tuhan memberkati.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

  1. KATA PENGANTAR
  2. KATA PENDAHULUAN
  • DAFTAR ISI

 

  1. MENGAPA THEMA ‘GENERASI YOSUA’
  2. METODE PENELITIAN GENERASI YOSUA
  3. BERLAPIS-LAPIS ANGGAPAN YANG SALAH TENTANG KAPANKAH TEPATNYA MUSA MEMPERSIAPAKAN YOSUA SEBAGAI PEMIMPIN BARU
    1. DOSA MUSA DAN HARUN
      1. DAFTAR PERSUNGUTAN DAN PEMBERONTAKAN BANGSA ISRAEL KEPADA TUHAN TERMASUK PERSUNGUTAN PARA PEMIMPIN DAN BAGAIMANA RESPON TUHAN
    2. PENAFSIRAN MENGENAI KAPAN TEPATNYA PERISTIWA DOSA MUSA DAN HARUN
      1. TABEL KAPANKAH TEPATNYA PERISTIWA DOSA MUSA DAN HARUN ITU TERJADI??
    3. SIAPAKAH PENULIS KITAB YOSUA?
    4. BAGIAN-BAGIAN DALAM KITAB YOSUA
    5. KAPAN KITAB YOSUA DITULISKAN
    6. KEUNIKAN KITAB YOSUA
    7. PENULISAN NAMA YOSUA DALAM ALKITAB
    8. SIAPA SEBENARNYA YOSUA INI?
      1. INTISARI BIOGRAFI YOSUA
        1. TABEL GEN.YOS.1 INTISARI BIOGRAFI YOSUA
      2. SIAPA SEBENARNYA NUN AYAH YOSUA
        1. BAGAN GARIS KETURUNAN EFRAIM, GEN.YOS.3
        2. BAGAN GARIS KETURUNAN EFRAIM, GEN.YOS. 4
  • ESTIMASI PERHITUNGAN USIA EFRAIM, TABEL GEN.YOS.5
  1. TABEL BANYAKNYA JUMLAH SUKU EFRAIM PADA ZAMAN DAUD, TABEL GEN.YOS.6
  1. PERKENALAN DENGAN PRIBADI YOSUA SEBAGAI PEMIMPIN PEPERANGAN MELAWAN AMALEK
  2. YOSUA MENJADI ABDI MUSA
    1. YOSUA SEBAGAI ABDI MUSA
      1. YOSUA MENJAGA KEMAH PERTEMUAN
        1. TABEL PENELITIAN BILANGAN 27:18, TABEL GEN.YOS.7
        2. RAHASIA PERTAMA DI BALIK PENYEBUTAN NAMA YOSUA BIN NUN, Perjumpaan pribadi dalam keintiman dengan Tuhan menjadi suatu peristiwa yang ditandai oleh Tuhan.
        3. BERAPA KALIKAH MUSA BERDOA PUASA 40 HARI 40 MALAM DAN BERAPAKAH JUMLAH LOH HUKUM ALLAH ITU?
          1. TABEL 3 LOH HUKUM ALLAH. TABEL GEN.YOS. 8
          2. TABEL KESIMPULAN MENGENAI DOA PUASA MUSA. TABEL GEN.YOS. 9
  • TABEL KESIMPULANG MENGENAI LOH BATU. TABEL GEN.YOS.10
  1. TABEL ARTI ROHANI DARIPADA KETIGA LOH HUKUM ALLAH TABEL GEN YOS 11
  1. TEGURAN MUSA KEPADA YOSUA
    1. RAHASIA KE DUA DI BALIK PENYEBUTAN NAMA YOSUA BIN NUN, Yosua bin Nun mendapat teguran Musa
  2. YOSUA SEBAGAI PENGINTAI
    1. YOSUA SEBAGAI PENGINTAI YANG BAGAIMANA?
    2. RAHASIA KETIGA DIBALIK PENYEBUTAN NAMA YOSUA BIN NUN. Keintiman dengan Tuhan akan diikuti dengan step berikutnya; iman dan ucapan syukur.
  3. YOSUA DIBERI KEPERCAYAAN YANG LEBIH BESAR LAGI
    1. RAHASIA KE EMPAT DI BALIK PENYEBUTAN NAMA YOSUA BIN NUN. Penyebutan Yosua bin Nun dalam Visi Ilahi dan tugas khusus/misi khusus yang Tuhan berikan kepada Yosua
  4. YOSUA TERPILIH MENJADI PENGGANTI MUSA
    1. TABEL PERBANDINGAN BEBERAPA PERISTIWA ESTAFET OBOR KEPEMIMPINAN DARI MUSA KEPADA YOSUA
    2. PROSES PERSIAPAN SEORANG PEMIMPIN BANGSA
  • MEMPERSIAPKAN SEORANG PEMIMPIN BANGSA
  1. RAHASIA KELIMA DI BALIK PENYEBUTAN NAMA YOSUA BIN NUN, Yosua mendapatkan pengakuan dari Musa sebagai tuannya, dan Musa sebagai pemimpinnya.
  2. BEBERAPA ALASAN YANG MUNGKIN MENGHAMBAT MUSA UNTUK MENGERTI RENCANA TUHAN ATAS PERPINDAHAN ESTAFET OBOR KEPEMIMPINAN DI ISRAEL DARI DIRINYA KEPADA YOSUA BIN NUN
  3. RAHASIA KE ENAM DI BALIK PENYEBUTAN NAMA YOSUA, Musa mempersiapkan Yosua
  1. YOSUA SEBAGAI PEMIMPIN ISRAEL MEMASUKI TANAH PERJANJIAN
    1. YOSUA MAU BERKATA YA PADA PANGGILAN TUHAN ATAS HIDUPNYA
    2. APAKAH YOSUA SEORANG PEMIMPIN YANG PENAKUT?
  • RAHASIA KE TUJUH DI BALIK PENYEBUTAN NAMA YOSUA BIN NUN, Yosua bin Nun di mata bangsa Israel
  1. RAHASIA KE DELAPAN DI BALIK PENYEBUTAN NAMA YOSUA/YOSUA BIN NUN, Yosua memimpin bangsa Israel merebut Kanaan
    1. Peristiwa pengutusan 2 pengintai oleh Yosua bin Nun
    2. TABEL PERBANDINGAN PENGUTUSAN 12 PENGINTAI DENGAN PENGUTUSAN 2 PENGINTAI
  2. YOSUA DAN PANGLIMA BALATENTARA TUHAN
  3. YOSUA DAN PEPERANGAN
  • RAHASIA KE SEMBILAN DIBALIK PENYEBUTAN NAMA YOSUA, YOSUA MEMIMPIN BANGSA ISRAEL MEREBUT KANAAN.
    1. Arti di balik nama Yosua saja pada kitab Yosua
    2. Peristiwa runtuhnya tembok Yerikho
  • GAYA BICARA YOSUA SEBAGAI SEORANG PEMIMPIN
  1. PRIBADI YOSUA SEBAGAI SEORANG PEMIMPIN
  2. MUSA DAN YOSUA SAMA –SAMA HAMBA TUHAN YANG SETIA MELAYANI TUHAN
  3. GAYA KEPEMIMPINAN YOSUA
  1. YOSUA DALAM SEJARAH
    1. TABEL YOSUA SEBAGAI PEMBELOK SEJARAH
    2. YOSUA MENGALAMI MISS GENERATION
    3. KETERANGAN DAN KESIMPULAN PETA ZAMAN GENERASI YOSUA
    4. BAGAN POLA ERA YOSUA SEMASA YOSUA HIDUP
    5. BAGAN POLA ERA SETELAH YOSUA MATI
    6. BAGAN PEMURIDAN YESUS
  2. POLA TIGA GENERASI DALAM GENERASI YOSUA
    1. BAGAN POLA TIGA SAMPAI EMPAT GENERASI
    2. TOKOH MUSA DALAM POLA TIGA GENERASI
    3. TOKOH HARUN DALAM POLA TIGA GENERASI
    4. TOKOH KALEB BIN YEFUNE DALAM POLA TIGA GENERASI
    5. TOKOH MIRYAM DALAM POLA TIGA GENERASI
    6. TOKOH YOSUA DALAM POLA TIGA GENERASI
    7. APAKAH YOSUA MENIKAH ATAU TIDAK?
    8. APA YANG MENJADI ALASAN YOSUA TIDAK MENIKAH?
    9. TABEL HASIL PENERAPAN POLA TIGA GENERASI OLEH YOSUA
    10. TABEL YANG DILAKUKAN YOSUA UNTUK GENERASI DI BAWAHNYA
    11. TABEL KESIMPULAN BAGAIMANA TOKOH-TOKOH DI KITAB KELUARAN, BILANGAN, ULANGAN DAN DI KITAB YOSUA MENERAPKAN POLA TIGA GENERASI DI DALAM KELUARGA MEREKA
    12. POLA TIGA GENERASI YANG TERJADI PADA KETURUNAN HARUN SAMPAI KE PINEHAS VS KEPEMIMPINAN YOSUA
      1. KESIMPULAN PETA ZAMAN HAKIM-HAKIM
      2. OBOR ESTAFET KEPEMIMPINAN DALAM KELUARGA HARUN
      3. TABEL YOSUA VS PINEHAS

 

  1. TENTANG PENULIS.

 

 

MENGAPA THEMA ‘GENERASI YOSUA’

  1. Tiap generasi memiliki suatu ciri khas tersendiri dimana Roh Kudus bergerak dalam gelombang kuasa-Nya dan kegerakan-Nya yang unik pada tiap-tiap zaman.

Namun pada akhir zaman, tentunya, Tuhan akan munculkan Generasi Yosua di akhir zaman.

Jika generasi Yosua dibangkitkan Tuhan di akhir zaman ini, maka Yoel pasal 2: 28 berikut ini niscaya akan menuju kepada pengggenapannya.

Yoel 2: 28

Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu.

 

  1. Tokoh ini menjadi begitu spesial, karena Yosua adalah gambaran dari Yesus Kristus sendiri. Karena nama Yosua dengan nama Yesus, artinya sama, Jehovah adalah keselamatan. Yesus Kristuslah yang menjadi jalan keselamatan bagi hidup kita, sebagaimana Yosua memimpin bangsa Israel memasuki Kanaan, sedemikian pula keselamatan di bawah kolong langit ini, tidak ada pada nama lain, selain daripada Yesus Kristus. ( kis 4:12)

 

  1. Kebanyakan pembahasan Yosua adalah berkutat pada Yosua pasal satu saja, padahal ternyata, pada kitab Keluaran, Bilangan, dan Ulangan begitu banyak hal rahasia yang bisa kita gali bersama tuntunan Roh Kudus, mengenai pribadi Yosua ini.

 

  1. Mujizat yang terjadi di zaman Yosua mungkin tidak sebanyak yang terjadi di zaman Musa atau di zaman nabi-nabi lainnya, seperti pada zaman nabi Elia dan nabi Elisa misalnya, namun mujizat yang terjadi di zaman Yosua sangat spektakuler, dimana lewat doa Yosua, Matahari dan Bulan pun berhenti bergerak sehari lamanya…ada perpanjangan waktu dari Tuhan, dan Tuhan pun memerintahkan berhentinya pergerakan bulan dan Matahari.

Yosua 10: 12-14

Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: “Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!”

Maka berhentilah matahari dan bulan pun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh.

Belum pernah ada hari seperti itu, baik dahulu maupun kemudian, bahwa TUHAN mendengarkan permohonan seorang manusia secara demikian, sebab yang berperang untuk orang Israel ialah TUHAN.

Waau, dahsyat bukan..??

Sampai-sampai seantero galaxi pun ikut heboh !!

Robohnya tembok Yerikho yang tersorhor itu pun seperti tidak dapat dibandingkan dengan peristiwa itu !

Namun untuk mencapai titik itu, untuk Yosua sampai di titik mengalami mujizat Tuhan yang sedemikian dahsyat, tidak semudah kita membacanya di ayat spektakuler itu saja, tetapi kita mesti melihat sejarah hidup Yosua, biografi Yosua sejak masa mudanya, sejak dia belum jadi apa-apa. Itu penting ! Proses untuk sampai ke titik itu lebih penting daripada titik itu sendiri.

  1. Yosua adalah sesosok pemimpin yang dipakai Tuhan untuk membelokkan sejarah bangsa Israel. Hal ini akan kita kupas habis-habisan dalam buku ini.

 

  1. Dari mempelajari topik generasi Yosua ini, akan ada banyak sekali pelajaran berharga yang bisa kita petik, terutama yang berkaitan dengan regenerasi kepemimpinan.  Itulah sebabnya pembahasan mengenai Yosua tidak bisa dilepaskan kaitannya dengan pembahasan mengenai orang-orang penting pada era kepemimpinan Musa. Itulah juga mengapa kita juga secara dalam meneliti tentang Pinehas dan memperbandingkannya dengan Yosua untuk memetik intisari penting tentang hal-hal apa saja yang dimiliki oleh Yosua tetapi tidak dimiliki oleh Pinehas yang menyebabkan Yosua berhasil menjadi pembelok sejarah, sedangkan Pinehas hanya sebagai saksi mata sejarah saja.

 

 

 

 

 

METODE PENELITIAN GENERASI YOSUA

  1. Metode rhema
  2. Metode Nama ( Yosua, Yosua bin Nun, Hosea bin Nun)
  3. Metode Nama lain ( nama lain daripada Hosea bin Nun)
  4. Metode nama asli ( nama Hosea bin Nun)
  5. Metode Nama resmi
  6. Metode arti nama
  7. Metode nama julukan ( abdi Musa, abdi Allah, Hamba Tuhan)
  8. Metode penghitungan munculnya nama ( berapa kali nama-nama itu muncul)
  9. Metode penghitungan munculnya nama dalam sebuah kitab
  10. Metode silsilah keluarga
  11. Metode kepemimpinan ( siapa yang memimpin peperangan ini, peperangan itu, dlsb)
  12. Metode model kepemimpinan
  13. Metode regenerasi kepemimpinan
  14. Metode alasan yang mendasari sebuah keputusan
  15. Metode sudut pandang Tuhan, sudut pandang orang
  16. Metode petunjuk waktu
  17. Metode petunjuk tempat ( Bilangan 33)
  18. Metode Karakter
  19. Metode tabel
  20. Metode Peta zaman
  21. Metode penjelasan kode-kode pada tabel
  22. Metode penjelasan kode-kode pada peta zaman
  23. Metode angka
  24. Metode simbol arti angka-angka dalam Alkitab
  25. Metode peristiwa
  26. Metode urut-urutan peristiwa
  27. Metode analisa penulisan sebuah ayat
  28. Metode analisa penulis kitab
  29. Metode analisa perbandingan perikop Alkitab ( untuk melihat apakah peristiwa-peristiwa yang mirip adalah benar-benar peristiwa yang sama ataukah beda)
  30. Metode ayat pendukung
  31. Metode ayat pembanding
  32. Metode tafsiran para ahli Alkitab
  33. Metode komentator para ahli Alkitab
  34. Metode analisa penutur
  35. Metode kalimat langsung
  36. Metode frase
  37. Metode konkordansi Alkitab
  38. Metode bahasa asing/ perbandingan bahasa
  39. Metode warna
  40. Metode penelitian
  41. Metode thematik
  42. Metode kesimpulan
  43. Metode analisa juklak
  44. Metode analisa sejarah
  45. Metode informasi dari orang yang hidupnya sezaman
  46. Metode cakupan/area
  47. Metode rentang waktu
  48. Metode konsep kemahatahuan Tuhan
  49. Metode perhitungan hari, metode perhitungan umur
  50. Metode anggapan/ opini yang beredar selama ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BERLAPIS-LAPIS

ANGGAPAN YANG SALAH

TENTANG

KAPANKAH TEPATNYA

MUSA MEMPERSIAPKAN YOSUA

SEBAGAI PEMIMPIN BARU

Sebelum berbicara lebih lanjut mengenai bagaimana seluk beluk kehidupan Yosua, maka terlebih dulu kita akan menyamakan beberapa persepsi antara anda dan saya. Karena ada banyak kali ketika kita membaca penafsiran siapa saja dan mendengar kotbah siapa saja, tanpa kita selidiki dulu apakah penafsiran dan khotbah orang itu benar atau salah, dengan mudahnya kita telan mentah-mentah apa yang mereka tulis atau ajarkan. Namun saat mana kita meneliti lebih dalam ternyata tanpa kita sadari banyak konsep-konsep salah yang sudah terlanjur kita percayai selama ini.

Tidak sedikit orang bahkan termasuk saya dulu, sebelum meneliti tentang Generasi Yosua ini, yang memiliki anggapan yang salah secara BERLAPIS; yaitu sebagai berikut:

  • Anggapan yang salah pada lapisan pertama adalah sbb: Miryam mati, Harun mati, Musa mati, semuanya mati di tahun yang sama yaitu di tahun ke 40 setelah bangsa Israel keluar dari tanah Mesir.
  • Dengan anggapan yang salah pada lapis pertama tadi maka akan muncul anggapan yang salah pada lapis berikutnya atau lebih tepatnya lagi pada lapis kedua sbb; Setelah Miryam mati di tahun ke 40 setelah bangsa Israel keluar dari Mesir, lalu diikuti oleh peristiwa berikutnya DOSA MUSA DAN HARUN ( dimana saat itu Musa diperintahkan hanya berkata pada gunung batu, kog lantas Musa memukul gunung itu sampai 2 kali) peristiwa itu terjadinya pada tahun ke 40 itu juga, yang kemudian disusul oleh kematian Harun pada tahun ke 40 itu juga.
  • Anggapan yang salah pada lapis kedua tadi akan menimbulkan anggapan yang salah pada lapis ke tiga sbb: setelah peristiwa DOSA MUSA DAN HARUN itu terjadi di tahun ke 40 setelah bangsa Israel keluar dari Mesir, maka di tahun ke 40 itulah Musa dapat hukuman Tuhan, tidak boleh memasuki tanah Kanaan, sehingga Yosualah yang ditunjuk untuk menggantikan Musa.
  • Anggapan yang salah pada lapis ketiga tadi akan menimbulkan anggapan yang salah pada lapis ke empat sbb; Wajar saja Yosua tidak dapat mencetak pemimpin yang baru untuk mempersiapkan era baru setelah kematiannya, sehingga di zaman Hakim-hakim tidak ada sesosok pemimpin yang dapat memimpin bangsa Israel tetap hidup takut akan Tuhan seperti pada zaman ketika Yosua masih hidup. Kewajaran ini disebabkan karena Musa mati di tahun ke 40 bangsa Israel keluar dari Mesir, sedangkan pada tahun yang sama itulah baru terjadi persiapan pergantian kepemimpinan.

Namun demikian, lewat tulisan ini, semua anggapan salah yang berlapis-lapis sampai empat lapis tadi akan kita babat habis-habisan dengan multi pembuktian, bahwa anggapan-anggapan itu salah.

Yang benar adalah sbb: ( sengaja saya tidak mencantumkan ayat apa pun dalam penjelasan berikut ini , karena memang semua hal ini akan dibahas lebih mendetail pada keseluruhan buku GENERASI YOSUA  ini)

  • Miryam mati, di tahun ke 3 setelah bangsa Israel keluar dari Mesir
  • Setelah Miryam mati di tahun ke 3 setelah bangsa Israel keluar dari Mesir, lalu diikuti oleh peristiwa berikutnya DOSA MUSA DAN HARUN ( dimana saat itu Musa diperintahkan hanya berkata pada gunung batu, kog lantas Musa memukul gunung itu sampai 2 kali) peristiwa itu terjadinya pada tahun ke 3 itu juga.
  • Setelah Musa dan Harun jatuh dalam dosa itulah, pada tahun ke 3 itulah Tuhan sudah memberi tahu pada Musa bahwa dia nantinya tidak akan memasuki tanah Kanaan, dan Yosualah yang nanti akan menggantikan dia. Tetapi Musa menyimpan rahasia ini rapat-rapat, tidak ada yang tahu, bahkan Yosua pun tidak tahu. Padahal Musa sudah diperintahkan Tuhan untuk memberi semangat kepada Yosua, tetapi Musa tidak melakukan perintah Tuhan itu.
  • Lama sesudah itu, yaitu di tahun ke 40 Harun mati.
  • Setelah Harun mati, masih di tahun ke 40 itulah diadakan perhitungan laskar Israel untuk kedua kalinya, terbuktilah bahwa hanya Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune saja yang selamat dari semua orang yang berangkat dari Mesir, dan tinggal tersisa anak-anak yang lahir di Padang Gurun.
  • Dari setelah perhitungan laskar Israel itulah barulah Musa memberi tahu Yosua, memberi semangat kepada Yosua.
  • Bahwasannya Yosua tidak dapat mencetak pemimpin yang baru untuk mempersiapkan era baru setelah kematiannya, sehingga di zaman Hakim-hakim tidak ada sesosok pemimpin yang dapat memimpin bangsa Israel tetap hidup takut akan Tuhan seperti pada zaman ketika Yosua masih hidup- adalah hal yang tidak wajar , karena ini semua terjadi tak lepas tak bukan adalah karena Musa terlambat mempersiapkan Yosua sebagai pemimpin, dengan keterlambatan waktu selama 37 tahun.

 

Baik, sekarang kita bahas apa itu DOSA MUSA DAN HARUN:

 

DOSA MUSA DAN HARUN

Dosa Musa dan Harun tercatat di Bilangan 20: 2-13

  1. Musa dan Harun mengatakan kalimat yang teledor seperti ini

“Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah KAMI harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?”

  1. Sesudah itu Musa mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali, maka keluarlah banyak air , sehingga umat itu dan ternak mereka dapat minum

Ada apa sih sebenarnya yang terjadi dengan DOSA MUSA DAN HARUN di Bilangan pasal 20 ini?

Dikatakan Musa dan Harun tidak menghormati kekudusan Tuhan,

  • Kekudusan-Nya Bilangan 20:13 dipakai kata qadash, mengandung arti MENDEDIKASIKAN

Musa dan Harun gagal mendedikasikan ke-akbaran mujizat itu bagi Tuhan, melainkan menyelewengkan untuk memuaskan nafsu pahit hati itu kepada bangsa Israel. Dengan berkata:

“Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?”

– menggunakan mujizat sebagai ajang pembuktian, bahwa kami bisa ! Kami sanggup meladeni tantangan ini. Kalian menantang? Kami ladeni ! Ayo !- seolah-olah seperti itu sikap hati Musa dan Harun.

Seharusnya, mujizat itu didedikasikan untuk menunjukkan bahwa saat bangsa Israel menantang soal air, ribut-ribut soal air, Tuhan sanggup kog  mengadakan air itu, nggak usah dipukul, si bukit batu itu ! Cuma cukup diperintah aja bisa kog keluarkan air !! Biarlah mereka lihat, ini bukan karena tongkat sakti , dan memang yang namanya tongkat sakti itu tidak ada, itu bukan tongkat jimat, tapi karena Tuhan itu sanggup mengeluarkan air dari bukit batu ( lambang dari pada Yesus sendiri, Sang Batu Penjuru) tanpa tongkat yang selama ini memang hampir selalu hadir dalam banyak peristiwa mujizat, Tuhan sanggup kog mengeluarkan air, hanya dengan cara memerintahkan gunung batu itu dari kejauhan.

Walaupun Musa dan Harun salah mendedikasikan hal ini bagi kekudusan TUHAN, namun menggunakan momentum ini untuk ajang melampiaskan pahit hati kepada bangsa Israel, Tuhan tetap memberi bangsa Israel minum, saat tongkat itu dipukulkan dua kali, air tetap keluar dari batu itu.

Yang luar biasa di sini adalah , Tuhan justru menjaga muka ‘Musa dan Harun’ di hadapan bangsa Israel, tetapi justru Musa dan Harunlah yang tidak menjaga kekudusan Wajah Tuhan !

Bukankah saat Tuhan memerintahkan Musa dan Harun untuk mengatakan saja kepada batu karang itu, bangsa Israel tidak tahu menahu isi perintah Tuhan itu apa? Bagi mereka, yang penting mereka dapat air !

Tetapi di balik layar, Tuhan memberikan ultimatum kepada Musa dan Harun, bahwa insiden ini membuat Musa dan Harun tidak dapat memimpin bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian.

Tuhan itu fair. Bangsa Israel tidak ada yang tahu bahwa barusan saja terjadi insiden, penyelewengan dedikasi, namun ini adalah antara Musa, Harun dan Tuhan di balik layar, sebelum mereka berkumpul.  Jadi hukuman atas mereka berdua juga tidak perlu diumumkan pada bangsa Israel, ini hanya antara mereka saja, Musa, Harun dan Tuhan.

Dari mana kita tahu bahwa hanya antara Musa, Harun dan Tuhan saja yang tahu insiden ini? Dari kitab Ulangan. Saat masa terakhir kepemimpinan Musa di tahun ke 40 barulah Musa menceritakannya pada bangsa Israel di kitab Ulangan… Namun pada saat insiden itu terjadi, Musa tidak berkata apa-apa pada bangsa Israel perihal hal ini. Baca Ulangan1:1

 

Tetapi peristiwa ini di mata Tuhan adalah sbb:

  • Musa dan Harun: TIDAK PERCAYA( Bil 20:12)
  • Musa dan Harun; TIDAK MENGHORMATI KEKUDUSAN TUHAN di depan mata orang Israel ( Bil 20:12)
  • TELAH BERUBAH SETIA TERHADAP TUHAN ( Ulangan 32:51)
  • TIDAK MENGHORMATI KEKUDUSAN TUHAN di tengah-tengah orang Israel (Ulangan 32;51)
  • MEMBERONTAK TERHADAP TITAH TUHAN untuk menyatakan kekudusan Tuhan di depan mata bangsa Israel dengan air itu. (Bilangan 27:14)
  • MENDURHAKAN terhadap titah Tuhan (Bilangan 20:24)
  • Ulangan 32:51 oleh sebab kamu telah BERUBAH SETIA TERHADAP TUHAN di tengah-tengah orang Israel, dekat mata air Meriba di Kadsh
  • Mazmur 106:32-33 MUSA DAN HARUN MEMBUAT TUHAN GUSAR,
  • Mazmur 106:32-33 MUSA PAHIT HATI TERHADAP BANGSA ISRAEL sehingga ia teledor dengan kata-katanya.

Di mata Daud sebagai seorang pemazmur, bangsa Israel-lah yang menjadi biang keladi sehingga Musa pahit hati, dan Musa jatuh keteledorannya dengan kata-katanya, dan sehingga Musa kena celaka. Mazmur 105: 32-33

Di mata Musa , Musa mempersalahkan bangsa Israel sebagai pemicu skandal ini. Juga kepadaku Tuhan murka KARENA KAMU ( Ulangan 1: 37)

Tetapi di mata Tuhan dosa Musa ini tetap adalah kesalahan Musa secara pribadi, dan juga merupakan kesalahan Harun secara pribadi (Bil 20:12 karena KAMU, Ulangan 32:51 oleh sebab kamu ( ditulis dua kali)- Bilangan 27:14, Bilangan 20:24 kamu berdua telah …,

Tuhan tidak pernah mengijinkan kita menyalahkan keadaan di sekeliling kita. Keadaan bisa serunyam apa pun namun respon kita harus tetap tepat di hadapan Tuhan, sikap hati kita harus tetap benar. Jika seseorang terpancing untuk pahit hati dan berdosa, orang itu sendiri harus berurusan dengan dosanya dan tidak dapat mempersalahkan orang-orang sekelilingnya itu di hadapan Tuhan, bahwa merekalah yang telah membuat dia sakit hati dan gusar ataupun teledor dengan kata-kata ataupun salah mendedikasikan kemuliaan Tuhan hanya bagi kemuliaan Tuhan saja, Tuhan tidak ingin kemuliaan-Nya sebagai ajang pelampiasan pembuktian diri karena merasa ‘ditantang’.  Kemuliaan Tuhan itu kudus, bukan untuk disalahgunakan.

Jadi ternyata kesalahan Musa dan Harun bukan semata-mata kesalahan prosedur pelaksanaan ( harusnya dikatakan, tetapi malah dipukul dua kali menggunakan tongkat) , melainkan juga kesalahan sikap hati, yang akan mengeluarkan air itu adalah TUHAN, bukan  KAMI (Bil 20:10). Mereka hanyalah alat di tangan Tuhan, tetapi penyedia air bagi Israel adalah Tuhan sendiri, bukan mereka berdua.

 

 

 

 

DAFTAR PERSUNGUTAN DAN PEMBERONTAKAN BANGSA ISRAEL KEPADA TUHAN

TERMASUK PERSUNGUTAN PARA PEMIMPIN

DAN BAGAIMANA RESPON TUHAN

TABEL GEN.YOS.2

Segala tanda mujizat yang dilakukan Tuhan di tengah-tengah bangsa Israel menjadi tolok ukur sejak kapan pencatatan ini akan dimulai, baik sejak di Mesir maupun di padang gurun Bilangan 14:11, 22,27 ·         Menista Tuhan

·         Tidak mau percaya kepada Tuhan,

·         mencobai Tuhan.

·         Tidak mau mendengarkan suara Tuhan.

·         Bersungut-sungut

 

       
TOKOH MUSA Melihat semak belukar menyala (Kel 3:3)

Mendengar suara Tuhan dalam peristiwa itu.

Mujizat tongkat menjadi ular dan sebalinya terjadi dalam peristiwa itu.

Mujizat kusta dan sebaliknya dalam peristiwa itu.

 

Musa mendemonstrasikan kuasa Allah di depan Firaun tongkat menjadi ular dan sebaliknya (Kel 7:10)

 

Melihat kemuliaan Tuhan diam di atas gunung Sinai (Kel 24;15-16)

 

Tinggal di tengah-tengah awan kemuliaan Tuhan Kel 24:18

 

Menerima dari Tuhan secara langsung loh hukum yang pertama, yang baik loh batunya maupun ukirannya langsung dari Tuhan sendiri Kel 31: 18

 

Melihat kemuliaan Tuhan lewat Kel 33:21-23, 34;5-7

 

Kulit muka nya bercahaya Kel 34:29

 

Plus lebih kurang 32 mujizat yang sama yang disaksiakan Musa bersama bangsa Israel

DOSA MUSA 1

adalah menolak panggilan Tuhan (Kel 4:13) sampai Tuhan murka.

 

DOSA MUSA 2

lalai menyunatkan kedua anaknya, sehingga dia hampir dibunuh Tuhan Kel 4:24

 

DOSA MUSA 3

Persungutan Musa yang pertama: Kel 5:22-23

 

DOSA MUSA 4

Persungutan Musa yang kedua Kel 6:11.

 

DOSA MUSA 5

Persungutan Musa yang ketiga Kel 6:29

 

DOSA MUSA 6

Doa seruan Musa yang bernada tidak enak kepada Tuhan Kel 17:4

 

DOSA MUSA 7

Bilangan 11;10-15 Doa Musa yang penuh gerutuan kepada Tuhan.

 

DOSA MUSA 8

Musa tidak percaya kepada Tuhan Bil 11: 21-22, 23

 

DOSA MUSA 9

Dosa Musa dan Harun di peristiwa mata air Meriba (Bil 20:12), dosa tidak percaya, sehingga memukulkan tongkat dua kali, padahal Tuhan Cuma menyuruh mereka BERKATA

 

DOSA MUSA 10

Dosa Musa dan Harun di peristiwa mata air Meriba (Bil 20:12),

tidak menghormati kekudusan Tuhan di mata orang Israel, karena salah mendedikasikan mujizat itu yang seharusnya bagi kemuliaan Tuhan, didedikasikan bagi kami.

Genap pada dosa ke 10, Musa pun tidak lolos untuk masuk ke tanah Kanaan.      
TOKOH HARUN Harun bersama Musa mendemonstrasikan kuasa Allah di depan Firaun tongkat menjadi ular dan sebaliknya (Kel 7:10)

Harun melihat Allah Israel (Kel 24:9-11)

 

Plus lebih kurang 32 mujizat yang sama yang disaksiakan Harun bersama bangsa Israel

 

Memimpin penyembahan lembu emas Kel 32;2-6

 

Tidak mengakui kesalahannya pada pemimpin Kel 32; 24. Padahal Harun bersalah ( Kel 32; 25, 35)

 

Bersekongkol dengan Miryam untuk mengatai Musa , pemimpin mereka Bil 12: 1-2

 

Dosa Musa dan Harun di peristiwa mata air Meriba (Bil 20:12), dosa tidak percaya, sehingga memukulkan tongkat dua kali, padahal Tuhan Cuma menyuruh mereka BERKATA

 

Dosa Musa dan Harun di peristiwa mata air Meriba (Bil 20:12),

tidak menghormati kekudusan Tuhan di mata orang Israel, karena salah mendedikasikan mujizat itu yang seharusnya bagi kemuliaan Tuhan, didedikasikan bagi kami.

Penyembahan anak lembu emas membuat Tuhan akan membinasakan bangsa Israel dan Musa akan dibuat Tuhan menjadi bangsa yang besar, lebih berkuasa dan lebih banyak dari bangsa Israel saat itu  Kel 32;10, Ulangan 9:14

 

Tuhan akan memunahkan bangsa israel dan menghapuskan nama mereka dari kolong langit. Ulangan 9:14

 

Harun terancam mati, untung Musa mendoakan dia Ulangan 9:20

 

Tuhan memutuskan untuk mengutus seorang malaikat berjalan di depan bangsa Israel

Kel 33:2

Dan menyesallah Tuhan karena malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya Kel 32:14

 

Tuhan mengabulkan doa Musa , agar Tuhan sendiri menyertai perjalanan mereka ( Kel 33:17)

Pada skandal anak lembu emas ini matilah lebih kurang tiga ribu orang ( Kel 32: 28) DI TITIK INILAH YOSUA DIKATAKAN TIDAK MAU MENINGGALKAN KEMAH PERTEMUAN YANG DIBUAT MUSA UNTUK IKUT BERDOA MEMPERJUANGKAN NASIB BANGSA ISRAEL DI HADAPAN TUHAN

 INI ADALAH UNTUK PERTAMA KALINYA TUHAN BERKATA AKAN MEMBINASAKAN DAN MEMUNAHKAN BANGSA INI

 

OLEH KARENA ITU BESAR KEMUNGKINAN YOSUA IKUT DENGAN MUSA BERPUASA PADA KEMAH PERTEMUAN SEMENTARA INI

 

KARENA YOSUA PERNAH MENGALAMI TRAUMATIK HAMPIR PUNAHNYA SUKU EFRAIM, NENEK MOYANGNYA

TOKOH MIRYAM Plus lebih kurang 32  mujizat yang sama yang disaksiakan Miryam bersama bangsa Israel

 

 

Bersekongkol dengan Harun  untuk mengatai Musa , pemimpin mereka Bil 12: 1-2 Miryam kena kusta Bil 12;10

Pengucilan Miryam

Bil 12: 14-15

     
TOKOH NADAB Nadab melihat Allah Israel (Kel 24:9-11)

 

Plus lebih kurang 32 mujizat yang sama yang disaksiakan Nadab bersama bangsa Israel

 

 

         
TOKOH ABIHU Abihu melihat Allah Israel (Kel 24:9-11)

 

Plus lebih kurang 32 mujizat yang sama yang disaksiakan Abihu bersama bangsa Israel

 

 

         
70 TUA-TUA ISRAEL 70 tua-tua Israel melihat Allah Israel (Kel 24:9-11)

 

70 tua tua Israel mendapat pengurapan Bil 11: 24-30

 

Plus lebih kurang 32 mujizat yang sama yang disaksiakan 70 tua-tua bersama bangsa Israel

 

 

Tidak taat , untuk menunggu Musa di gunung Sinai kel 24; 14, selagi Musa naik ke puncak        
TOKOH YOSUA Melihat kemuliaan Tuhan diam di atas gunung Sinai (Kel 24;13, 15-16)

Melihat loh hukum yang pertama yang dibawa Musa yang adalah dari Tuhan langsung baik loh batunya  maupun tulisannya Kel 32:16-17

 

 

Plus lebih kurang 32 mujizat yang sama yang disaksiakan Yosua bersama bangsa Israel

 

         
BANGSA ISRAEL 1.       Melihat demonstrasi kuasa Allah lewat mujizat tongkat jadi ular dan sebaliknya.

2.       Melihat demonstrasi kuasa Allah lewat mujizat tangan menjadi kusta dan sebaliknya.

3.       Kel 4:30

4.       Melihat demonstrasi kuasa Allah lewat tulah pertama. Kel 7

5.       Melihat demonstrasi kuasa Allah lewat tulah kedua. Kel 8

6.       Melihat demonstrasi kuasa Allah lewat tulah ke tiga Kel 8

7.       Melihat demonstrasi kuasa Allah lewat tulah keempat. Kel 8

8.       Melihat demonstrasi kuasa Allah lewat tulah kelima. Kel 9

9.       Melihat demonstrasi kuasa Allah lewat tulah keenam Kel 9

10.   Melihat demonstrasi kuasa Allah lewat tulah ketujuh . Kel 9

11.   Melihat demonstrasi kuasa Allah lewat tulah kedelapan Kel 10

12.   Melihat demonstrasi kuasa Allah lewat tulah kesembilan. Kel 10

13.   Melihat demonstrasi kuasa Allah lewat tulah kesepuluh  Kel 12

14.   Melihat bagaimana Tuhan membuat orang Mesir bermurah hati dengan memebrikan emas-emasan mereka Kel 12:36

15.   Tiang awan dan api (Kel 13:21-22)

16.   Tiang awan yang menimbulkan kegelapan sehingga malam itu lewat (Kel 14:19-20)

17.   Laut terbelah Kel 14:21-22

18.   Tercampaknya orang Mesir di laut Kel 14:26-28

19.   Orang Israel tetap berjalan di tempat kering Kel 14:29

20.   Air pahit jadi manis Kel 15:25

21.   Kemuliaan Tuhan tampak dalam awan Kel 16:10

22.   Turunnya manna Kel 16:15

23.   Guruh, kilat dan awan padat di atas gunung an bunyi sangkakala yang sangat keras Kel 19:16

24.   Asap, api, gempa gunung dan bunyi sangkakala (Kel 19:18-19)

25.   Suara Allah dalam guruh (Kel 19:19), Allah berbicara dari langit (Kel 20:22)

26.   Melihat kemuliaan Tuhan sebagai api yang menghanguskan Kel 24:17

27.   Melihat kulit muka Musa bercahaya Kel 34: 29

28.   Melihat awan menutupi Kemah Pertemuan Kel 34:38, Bil 9:15-23

29.   Melihat  api pada kemah pertemuan Kel 34:38, Bil 9:15-23

30.   Berangkat dengan tuntunan awan Kel 34:38, Bil 9:15-23

31.   Melihat bumi terbelah Bilangan 16:31

32.   Melihat tongkat harun berbunga Bil 17:8

 

 

DOSA BANGSA ISRAEL 1

Persungutan pertama , Keluaran 5:21, pada saat pekerjaan mereka diperberat oleh Firaun.

 

DOSA BANGSA ISRAEL 2

Tidak mau mendengarkan firman Tuhan karena putus asa dan perbudakan yang berat Kel 6:8

 

DOSA BANGSA ISRAEL 3

persungutan kedua Kel 14:11-12

 

DOSA BANGSA ISRAEL 4

Persungutan ke tiga Kel 15:24

Persungutan ke empat Kel 16:2

 

DOSA BANGSA ISRAEL 5

Ada yang tidak taat dengan peraturan tentang manna Kel 16:20.

Ada yang tidak taat dengan peraturan tentang manna Kel 16:27

 

DOSA BANGSA ISRAEL 6

Bertengkar dengan Musa Kel 17:2

 

DOSA BANGSA ISRAEL 7

Bersungut-sungut kepada Musa, persungutan ke lima (Kel 17:3)

 

DOSA BANGSA ISRAEL 8

Mencobai Tuhan Kel 17:7

 

DOSA BANGSA ISRAEL 9

Menolak untuk berbicara langsung dengan Tuhan  lebih lama lagi , sehingga akhirnya Tuhan mengijinkan mereka pulang (Kel 20:19-20, Ulangan 5: 23-33)

 

DOSA BANGSA ISRAEL 10

Menyembah patung lembu emas Kel 32;2-6

 

DOSA BANGSA ISRAEL 11

Hanya orang Lewi yang memihak kepada Tuhan, Kel 32; 26

 

 

       
BANGSA ISRAEL   DOSA BANGSA ISRAEL 12

Bersungut –sungut kepada Tuhan, persungutan ke enam  Bil 11:1

Persungutan ini menimbulkan murka Tuhan, kemudian menyalalah api Tuhan di antara mereka dan merajalela di tepi tempat perkemahan. Musa berdoa dan api itu padam    
BANGSA ISRAEL   DOSA BANGSA ISRAEL 13

Kemasukan nafsu rakus dan menangis minta daging Bil 11:4-6, dengan demikian menolak Tuhan , persungutan ke tujuh (Bil 11; 20)

Murka Tuhan bangkit dengan sangat Bil 11:10

 

Tuhan memutuskan untuk memberi makan daging tetapi akan terjadi sampai keluar dari hidung mereka dan sampai mereka muak. Bil 11: 20

Hujan burung puyuh Matilah orang orang bernafsu rakus Bil 11:34-35  
BANGSA ISRAEL   DOSA BANGSA ISRAEL 14

Menolak untuk percaya bahwa Tuhan sanggup memimpin mereka memasuki Kanaan Ulangan 1: 19-24, sehingga mereka mengusulkan adanya pengintaian, dan Tuhan mengijinkan pengintaian itu terjadi Bilangan 13

 

DOSA BANGSA ISRAEL 15

Menentang titah Tuhan untuk berjalan Ulangan 1:26

 

DOSA BANGSA ISRAEL 16

Menggerutu di dalam kemah, persungutan ke delapan  Ul 1:27-28

 

DOSA BANGSA ISRAEL 17

Tidak percaya kepada Tuhan Ulangan 1:32-33

 

DOSA BANGSA ISRAEL 18

Menangis dengan suara nyaring Bil 14:1

 

DOSA BANGSA ISRAEL 19

Bersungut-sungut yang ke sembilan Bil 14; 2

 

DOSA BANGSA ISRAEL 20

Mengancam hendak melontari Yosua dan Kaleb dengan batu Bil 14: 10

 

DOSA BANGSA ISRAEL 21

Berbuat nekat Bil 14; 39-45

 

DOSA BANGSA ISRAEL 22

Seseorang mengumpulkan kayu api pada hari sabat Bil 15:32-36

 

 

Tuhan murka dan bersumpah, Tidak seorang pun dari orang-orang ini, angkatan yang jahat ini akan melihat negeri yang baik yang dengan sumpah dijanjikan Tuhan untuk diberikannya kepada nenek moyang mereka keculai Kaleb bin Yefune. Juga Yosua bin Nun, yang akan masuk ke sana. Ulangan 1: 34-40

 

Tuhan akan memukul orang Israel dengan penyakit sampar dan melenyapkan mereka, tetapi Musa akan dibuat Tuhan menjadi bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari mereka Bil 14: 11-12

Doa Musa dijawab Tuhan (bilangan 14:20)

Perjalanan mereka akan menjadi 40 tahun.

10 pengintai pembawa kabar busuk , mati (Bil 13:32,37)

 

Seluruh laporan ke 10 pengintai ini dalah bentuk ketidak percayaan Bil 13; 27-33 Ini adalah persungutan ke sepuluh bagi 10 pengintai ini.

INI ADALAH KALI KE DUA TUHAN AKAN MELENYAPKAN BANGSA ISRAEL, OLEH KARENA ITU SETELAH PERISTIWA PENGINTAIAN INI MUSA BERDOA PUASA 40 HARI 40 MALAM LAGI (BACA DI ULANGAN 9:23-29)

 

KEMUNGKINAN BESAR YOSUA IKUT BERDOA MEMPERJUANGKAN NASIB BANGSA ISRAEL DI HADAPAN TUHAN

 

KARENA YOSUA PERNAH MENGALAMI TRAUMATIK HAMPIR PUNAHNYA SUKU EFRAIM, NENEK MOYANGNYA

BANGSA ISRAEL   DOSA BANGSA ISRAEL 23

Pemberontakan Korah, datan dan Abiran, Bil 16:1-3

 

DOSA BANGSA ISRAEL 24

Menolak menghadap saat dipanggil Bil 16; 12

Tuhan akan memnghancurkan bangsa Israel dalam sekejap mata Musa dan Harun sujud untuk memperjuangkan nasib bangsa Israel Bil 16:22 Dua ratus lima puluh orang mati dalam peristiwa ini disamping Datan Korah dan Abiram serta keluarga mereka Bil 16:35  
BANGSA ISRAEL   DOSA BANGSA ISRAEL 25

Bersungut sungut yang ke sepuluh Bil 16:41

Tuhan akan menghancurkan orang Israel dalam sekejab mata Harun segera membuat perbaraan sesuai perintah Musa untuk mengadakan pendamaian Tulah Tuhan membuat 14.700 orang mati kena tulah belum termasuk orang yang mati karena peristiwa Korah.  
BANGSA ISRAEL   DOSA BANGSA ISRAEL 26

Bertengkar dengan Musa Bil 20: 3-6.

MUSA DAN HARUN JATUH DALAM DOSA DALAM SKANDAL INI   Banyak dari orang Israel yang mati  
BANGSA ISRAEL   DOSA BANGSA ISRAEL 27

Bersungut-sungut yang ke sebelas Bil 21:5

Ular tedung datang Musa berdoa untuk bangsa itu Tuhan memerintahkan Musa membuat ular tembaga    
BANGSA ISRAEL   DOSA BANGSA ISRAEL 28

Perzinahan dengan perempuan perempuan Moab Bil 25:1

Tuhan memerintahkan untuk menangkap semua orang yang mengepalai bangsa itu dan menggantung mereka di tempat terang supaya murka Tuhan surut      
BANGSA ISRAEL     TOTAL ADA SEDIKITNYA 28 DOSA PEMBERONTAKAN ORANG ISRAEL KEPADA TUHAN      
BANGSA ISRAEL Terjadi perhitungan laskar Israel untuk kedua kalinya Bilangan 26     Hanya Kaleb dan Yosua yang lolos. Yang namanya sama dengan catatan perhitungan yang pertama. Sisanya mereka mati semuanya di padang gurun. Termasuk banyak yang mati di perjalanan (Ulangan 2:14) KALEB DAN YOSUA TERBUKTI TIDAK PERNAH BERSUNGUT-SUNGUT LEBIH DARI 10 KALI. Bilangan 14: 22  

 

 

 

 


Kesimpulan tabel di atas:

Semua pemimpin Israel dan juga bangsa Israel telah berkali-kali melihat mujizat Tuhan sejak awal mereka masih di Mesir, tetapi hal itu tidak membuat mereka hidup takut akan Tuhan.

Musa bukan orang yang sempurna sehingga tidak ada dosanya. Tabel ini bukan untuk mengupas sehabis-habisnya dosa Musa, namun selepas persitiwa di Meriba, Musa dikatakan oleh Tuhan tidak dapat lolos juga, bukan karena peristiwa di Meriba ini saja, melainkan karena sejak awal Musa menunjukkan beberapa sikap hati yang salah di hadapan Tuhan.

Hal ini dapat kita baca bagaimana Musa menjejerkan peristiwa skandal 10 pengintai, Ulangan 1: 34-36 dengan skandal Meriba di mana pada skandal ini jelas-jelas Musa sampai pada dosa yang ke sepuluh, sehingga dia pun tidak dapat lolos.

Jadi Tuhan itu adil. Keadilan-Nya berjalan. Sedangkan Harun sudah tidak dapat lolos karena skandal lembu emas itu, tetapi jika Harun masih bisa bertahan hidup sampai tahun ke 40 adalah karena Tuhan menjawab doa Musa terhadap abangnya itu. Ulangan 9:20

Miryam tidak dapat lolos juga karena hidupnya dipenuhi oleh iri hati terhadap orang-orang yang dipakai Tuhan secara dahsyat. Bukannya menjadi pendukung dalam tim yang solid, Miryam malahan telah memiliki sikap hati yang salah.

Semua ini mengandung suatu penggambaran rohani bahwa tidak ada orang yang dapat lolos , secara sempurna melakukan hukum Taurat Tuhan, kita dapat diselamatkan murni karena anugrah Tuhan.

Lewat pengorbanan Kristus yang mengangkat kita jadi anak-anak-Nya lewat karya salib, maka pada saat itulah bersama dengan Dia kita dapat menduduki Kanaan / tanah air surgawi.

Di sinilah Yosua yang akan memimpin generasi Buki dan Uzi untuk menduduki tanah Kanaan. Yosua bin Nun adalah perlambang / bayangan dari Yesus Kristus sendiri.

Di sinilah saya berani menafsirkan bahwa dalam 5 kali kesempatan Musa berdoa dan Berpuasa, Yosua selalu ikut berpuasa, karena pada puasa Musa yang terakhir sebelum menyerang Sihon dan Og juga adalah berdoa agar bangsa Israel tidak punah.  Walaupun secara terang-terangan Alkitab tidak mencatat hal tersebut.

Sadarilah bahwa sikap  hati Musa yang salah, sedikit banyak akan berpengaruh pada sikap hati orang-orang yang dipimpinnya.

 

 

 

 

 

PENAFSIRAN MENGENAI

KAPAN TEPATNYA

PERISTIWA DOSA MUSA DAN HARUN

Jika anda mempelajari PEMETAAN EXODUS yang telah saya susun, maka ada bagian-bagian tertentu yang ingin saya bahas secara khusus sebagai penjelasan yang lebih panjang lebar, mengingat pada tabel PEMETAAN EXODUS itu saya tidak dapat menuliskan secara terperinci penjelasan-penjelasan yang ingin lebih saya detailkan, dikarenakan keterbatasan area pada tabel tersebut.

Banyak sekali penafsir Alkitab yang memperkirakan terjadinya kematian  Miryam, kematian Harun dan kematian Musa terjadi pada tahun yang sama, yaitu pada tahun yang ke 40 sejak bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Namun saya tidak sepaham dengan hal itu. Karena berdasarkan penelitian saya,

  • maka antara petunjuk tempat yang tersedia di Bilangan 33:1-49,
  • jika dibandingkan dengan petunjuk peristiwa yang ditulis di kitab Bilangan pasal 20:1 – tentang kematian Miryam,
  • dan dilanjutkan pada ayat 2-13 tentang peristiwa dosa Musa dan Harun,
  • dan jika dibandingkan lagi dengan kisah bagaimana Musa meriwayatkan kembali perjalanan bangsa Israel dari tanah Mesir, yang dapat kita baca di kitab Ulangan pasal 1- pasal 2:25,

maka kita dapat simpulkan bahwa baik peristiwa kematian Miryam, dan juga peristiwa dosa Musa dan Harun ini, semuanya terjadi pada tahun ke 3.

Mengapa titik kapannya persitiwa kematian Miryam dan titik kapannya peristiwa dosa Musa dan Harun itu terjadi, menjadi suatu hal yang sangat penting, adalah karena alasan bahwa untuk di pembahasan yang kemudian kita perlu untuk lebih mengerti bahwa sebenarnya sejak kapankah Musa itu tahu bahwa kepemimpinan selanjutnya akan berobor- estafetkan ke Yosua bin Nun, dan kita akan lebih mengerti bahwa Musa menunda mempersiapkan Yosua bin Nun sebagai pemimpin yang selanjutnya, sampai 37 tahun penundaan lamanya. Dan apa yang menjadi akibat dari penundaan ini adalah kegagalan Musa untuk mempersiapkan/mementori Yosua, sehingga Yosua pun tidak pernah mementori siapa pun sampai hari matinya, sehingga pada akhirnya setelah Yosua mati, maka krisis kepemimpinan menjadi suatu hal yang serius sehingga di zaman Hakim-hakim terjadi kemerosotan yang luar biasa. Kegagalan Musa untuk mementori Yosua, bukan dari segi karakter, bukan dari segi apa-apa, hanya pada masalah penggunaan waktu yang sangat terburu-buru, karena sebuah penundaan yang bertahun-tahun. Dan kegagalan ini nanti baru terasa di zaman Hakim-hakim. Ada obor estafet yang terputus.

Juga karena ada alasan yang berikutnya; jika anda telah bersepakat dengan saya mengenai penafsiran ini, akan menolong kita berjalan lebih jauh lagi dalam pembahasan-pembahasan lebih lanjut mengenai Yosua dalam kaitannya dengan bagaimana Tuhan mempersiapkan sebuah generasi yang luar biasa di hadapan-Nya, untuk memperjuangkan nasib sebuah bangsa.

Baik, untuk lebih jelasnya saya akan buatkan tabel khusus mengenai penjelasan ini.

 

TABEL GEN.YOS.2

KAPANKAH TEPATNYA PERISTIWA DOSA MUSA DAN HARUN ITU TERJADI????

PEMBAHASAN NOMOR PETUNJUK TEMPAT YANG KITA DAPATKAN DARI BILANGAN 33 NAMA TEMPAT PERSINGGAHAN PERISTIWA APA YANG TERJADI DI SANA PETUN JUK WAKTU PADA SAAT ITU PETUNJUK WAKTU YANG DAPAT KITA TEMUI DARI CATATAN SEBELUM PERISTIWA DI TEMPAT INI KETERANGAN KESIMPULAN
1 Tempat persinggahan ke 11

 

( lihat tabel PEMETAAN EXODUS)

Padang Gurun Sinai Musa naik ke gunung Sinai dan mendapat dua loh batu yang pertama. Masih di rangkaian persistiwa berikutnya:

Penyembahan anak lembu emas, Musa mendirikan kemah pertemuan sementara, Musa naik lagi ke gunung sinai untuk menuliskan loh hukum yang kedua di hadapan TUHAN.

Petunjuk waktunya – antara 3 bulan sampai 2 tahun lebih 35 hari
2 Tempat persinggahan ke 11( lihat tabel PEMETAAN EXODUS) Padang Gurun Sinai Loh Hukum Allah yang kedua diletkakkan di dalam tabut Allah Kel 40: 20-22. Petunjuk waktunya pada saat itu ialah Kel 40:34, Bil 9:15

 

Tepat dua tahun (Bil 9:1)

3 Selanjutnya mereka berangkat dari gunung Sinai, meninggalkan tempat persinggahan ke 11 , menuju tempat persinggahan ke 12 Berangkat dari gunung Sinai, pada tahun ke dua, bulan ke dua tanggal 20

Bilangan 10:11

4 Ada nama tempat yang mana bangsa Israel tidak singgah tetapi hanya lewat karena nama tempat ini tidak ada di Bilangan pasal 33 melainkan dikisahkan Musa di kitab Ulangan Dari tempat persinggahan ke 11 menuju ke tempat persinggahan ke 12 dari Ulangan 9:11 kita tahu bahwa bangsa Israel melewati Tabera di Masa

Ulangan 9:22

Terjadi peristiwa api Tuhan saat bangsa Israel bersungut sungut Bil 11: 1-2 MASIH DI TAHUN KE DUA

 

5 Tempat persinggahan ke 12 Masih di Ulangan 9:22 ternyata setelah melewati Tabera dan Masa sampailah mereka di Kibrot Taawa, yang merupakan tempat persinggahan ke 12 menurut Kitab Bilangan 33 Di Kibrot Taawa inilah terjadi skandal nafsu rakus Bil 11: 31-35 MASIH DI TAHUN KE DUA
6 KITA LANGSUNG LOMPAT KE PEMBAHASAN DI TEMPAT PERSINGGAHAN KE 31
7 Tempat persinggahan yang ke 31

 

( lihat tabel PEMETAAN EXODUS)

EZION-GEBER

Bilangan 33:35-36)

Tidak terjadi peristiwa apa-apa di Ezion-Geber ini. Terbukti nama tempat ini tidak pernah ada tercantum dalam ayat lain selain Bilangan 33:35-36 ini. Kapankah bangsa Israel sampai di tempat Ezion Geber ini..??

Tidak ada petunjuk waktu yang jelas.

Namun petunjuk waktu terakhir dari persinggahan sebelumnya yang memiliki keterangan petunjuk waktu ( jadi tidak semua tempat persinggahan Alkitab memberi petunjuk waktu) , yaitu di tempat persinggahan ke 11, mereka meninggalkan Padang Gurun Sinai pada Tahun ke dua, bulan ke dua tanggal dua puluh Bilangan 10:11-13. Dari tempat persinggahan ke 11 ini , mereka berangkat menuju tempat persinggahan ke 12, 13, 14, 15, dst sampai di tempat persinggahan ke 32. Waktu berjalan terus, masih di tahun yang sama, yaitu tahun ke dua.
8.

 

KINI BANDINGKAN PEMBAHASAN NOMOR 8 – 9 INI DENGAN PEMBAHASAN NOMOR 5

Peristiwa kepulangan 12 pengintaian Pada Ulangan 9:22 ada 2 nama tempat yang dibahas oleh MUSA, yaitu Tabera, di Masa dan Kibrot-Taawa, yang telah kita bahas di pembahasan nomor 4 untuk Tabera di Masa dan pembahasan nomor 5 di Kibrot-Taawa yang adalah tempat persinggahan yang ke 12. Namun jika kita perhatikan di Ulangan pasal 9 ayat berikutnya yaitu ayat23-24 Musa tiba-tiba lompat dari membahas menyebut nama tempat persinggahan ke 12 Kibrot Taawa tiba-tiba menyebut-nyebut di ayat berikutnya Kadesh Barnea yang adalah tempat persinggahan ke 32. Jadi terjadi lompatan yang sangat jauh, yaitu dari tempat persinggahan ke 12 kemudian langsung ke 32. Ada 20 nama tempat lain yang tidak diulas oleh MUSA dalam kitab ulangan pasal 9 ini saat mana dia meriwayatkan kembali apa yang mereka alami dulu.
9 Tempat persinggahan ke 32

 

Musa

langsung lompat ke tempat persinggahan ke 32

 

Ulangan 9: 23-24

 

Kadesh Barnea

Di Kadesh Barnea terjadi pengutusan 12 pengintai.

 

 

 

 

Petunjuk waktunya adalah ; skandal Kadesh Barnea ini masih terjadi di tahun ke DUA

 

Petunjuk waktu ada di Ulangan 2: 14. Jadi dari Kadesh barnea sampai ke Sungai Zered (Bil 21:10-15)memakan waktu 38 tahun.

10 Tempat persinggahan yang ke 32

 

( lihat tabel PEMETAAN EXODUS)

PADANG GURUN ZIN, yaitu KADESH Bilangan 33: 36

 

Jadi jelas bahwa Padang Gurun Zin dan Kadesh ini adalah nama tempat yang sama, maksudnya Kadesh itu ada di Padang Gurun Zin.

 

Kadesh ini letaknya di perjalanan ke arah pegunungan orang Amori ( Ulangan 1: 19)

 

Di tempat inilah Tuhan menyuruh bangsa Israel maju dan mendudukinya tetapi bangsa Israel malah mengusulkan pengintaian, akhirnya diutuslah 12 pengintai, ( ulangan 1: 22-33)

Letak persisnya 12 pengintai ini melaporkan hasil pengintaian mereka adalah di KADESH- PADANG GURUN PARAN

Berapa lama, bangsa Israel tinggal di Kadesh ini..??

LAMA !!

Hal ini dapat kita baca pada

 

Bilangan 20:1

Lalu tinggallah bangsa itu di KADESH.

 

Uiangan 1:46

Demikianlah kamu lama tinggal di Kadesh, yakni sepanjang waktu kamu tinggal di sana.

 

 

Kapankah ke 12 pengintai ini diutus?

Masih pada tahun ke dua. Hal ini dapat kita ketahui dari Ulangan 2:14.

Lamanya kita berjalan sejak dari Kadesh-Barnea ( tempat pengutusan 12 pengintai), sampai kita ada di seberang sungai Zered, ada tiga puluh delapan tahun, ….

 

Berapa lama proyek

pengintaian ini ?? Meliputi 40 hari !!

Kita masih dapat menggunakan patokan  petunjuk waktu terakhir dari persinggahan sebelumnya , yaitu di tempat persinggahan ke 11, mereka meninggalkan Padang Gurun Sinai pada Tahun ke dua, bulan ke dua tanggal dua puluh Bilangan 10:11-13. Dari tempat persinggahan ke 11 ini , mereka berangkat menuju tempat persinggahan ke 12, 13, 14, 15, dst sampai di tempat persinggahan ke 32. Waktu berjalan terus, masih di tahun yang sama, yaitu tahun ke dua. Kata ‘tinggal’ hanya di gunakan pada sedikit peristiwa; yaitu saat

 

Pengangkatan Hakim-hakim atas nasihat Yitro, Ulangan 1:6

Telah cukup lama kamu tinggal di gunung ini.

 

Musa tinggal di gunung Sinai, Keluaran 24:12, 14, yaitu 40 hari, 40 malam.

 

Bilangan 11:35 ke Hazeroit dan mereka tinggal di situ

 

 

Bilangan 25:1

Tinggal di Sitim

 

Keluarga dari beberapa suku tinggal di seberang sungai Yordan, Bilangan 32; 26

 

Bangsa Irael tinggal di lembah di tentangan Bet-Peor Ulangan 3: 29

 

Peraturan mengenai tinggal lama, bisa dibaca di Bilangan 9:19 di mana bangsa Israel memelihara kewajibannya kepada TUHAN.

 

Lamanya bangsa Israel diam di suatu tempat bisa meliputi  :

-LAMA, ———-BEBERAPA HARI, ————DARI PETANG SAMPAI PAGI , -DUA HARI,—– SEBULAN,—– LEBIH LAMA DARI SEBULAN.

 

11 Tempat persinggahan yang ke 32

 

( lihat tabel PEMETAAN EXODUS)

PADANG GURUN ZIN, yaitu KADESH Bilangan 33: 36

 

Setelah itu terjadi peristiwa pemberontakan Datan, Korah dan Abiram. Masih di tahun ke 2 Tidak ada catatan perubahan tempat/ perpindahan bangsa Israel dari Kadesh ini ke tempat lain.
12 Tempat persinggahan yang ke 32

 

( lihat tabel PEMETAAN EXODUS)

PADANG GURUN ZIN, yaitu KADESH Bilangan 33: 36

 

Bilangan 16:41 bangsa Israel bersungut-sungut karena menuduh Musa dan Harun membunuh umat Tuhan Masih di tahun ke 2 Tidak ada catatan perubahan tempat/ perpindahan bangsa Israel dari Kadesh ini ke tempat lain.
13 Tempat persinggahan yang ke 32

 

( lihat tabel PEMETAAN EXODUS)

PADANG GURUN ZIN, yaitu KADESH Bilangan 33: 36

 

Tuhan membuktikan jawaban-Nya melalui Bilangan 17 dengan peristiwa tongkat Harun berbunga. Masih di tahun ke 2 Tidak ada catatan perubahan tempat/ perpindahan bangsa Israel dari Kadesh ini ke tempat lain.
Tempat persinggahan yang ke 32 ( lihat tabel PEMETAAN EXODUS) PADANG GURUN ZIN, yaitu KADESH Bilangan 33: 36

 

Setelah peristiwa tongkat Harun berbunga, dilanjutkan pada pasal-pasal selanjutnya dengan membahas Hukum Taurat Masih di tahun ke 2. Tidak ada catatan perubahan tempat/ perpindahan bangsa Israel dari Kadesh ini ke tempat lain.
14 Tempat persinggahan yang ke 32

 

( lihat tabel PEMETAAN EXODUS)

 

Berdasarkan Bilangan 33, tempat persinggahan berikutnya setelah Kadesh adalah Gunung Hor, sedangkan kematian Miryam sama sekali tidak menyebut-nyebut nama tempat Gunung Hor, itu artinya, Tempat kematian Miryam, walaupun sudah mengalami perpindahan/ sebuah perjalanan dari persinggahan yang ke 32 ( lihat tabel PEMETAAN EXODUS) YAITU KADESH- PADANG GURUN PARAN- tempat 12 pengintai melaporkan hasil pengintaiannya (Bil 13; 26), menuju KADESH – PADANG GURUN ZIN- tempat di mana Miryam mati, NAMUN, ke dua tempat ini, baik KADESH –PADANG GURUN PARAN maupun KADES- PADANG GURUN ZIN- keduanya dicatat di Bilangan pasal 33: 36-37 sebagai tempat persinggahan yang sama/ dianggap satu daerah yang sama/ dianggap satu tempat persinggahan saja, jadi bukan dihitung 2 tempat persinggahan.

PADANG GURUN ZIN, yaitu KADESH Bilangan 33: 36

 

Tibalah kita pada Bilangan pasal 20, yaitu peristiwa kematian Miryam.

 

Bilangan 20:1

Kemudian sampailah orang Israel , yakni segenap umat itu , ke padang gurun Zin, dalam BULAN PERTAMA,lalu TINGGALLAH  bangsa itu di Kadesh. Matilah Miryam di situ dan dikuburkan di situ.

Nah pertanyaannya adalah: BULAN PERTAMA , petunjuk waktu pada peristiwa ini Bilangan 20: 1, ini TAHUN KE BERAPA?

 

Tidak ada keterangan ini terjadi di tahun ke berapa ! Apakah ini di tahun ke 3?

Ataukah di tahun ke 40?

 

Bukankah banyak penafsir yang menafsirkan kematian Miryam ini terjadi di tahun ke 40, namun berdasarkan bukti-bukti ayat yang lain, kita menyimpulkan bahwa penafsiran tersebut tidak tepat sama sekali.

 

Mengapa penafsiran kematian Miryam ini harus tepat, karena nanti akan menentukan penafsiran berkutnya terkait dengan kapankah terjadi peristiwa dosa Musa dan Harun, apakah pada tahun ke 3 setelah kematian Miryam, ataukah di tahun ke 40?

 

 

 

Jelas ini tidak mungkin masih tahun kedua,  karena sistem tanggalan Israel menganut 12 bulan, sehingga ketika sampai pada bulan pertama lagi , ini pasti jatuh pada tahun yang berbeda, nah masalahnya adalah ini adalah bulan pertama pada tahun yang ke berapa, apakah di tahun yang ke 3 ataukah di tahun yang ke 40? Tidak mungkin kematian Miryam terjadi pada tahun ke 2, karena meninggalkan Gunung Sinai  ( tempat persinggahan ke 11) saja sudah terjadi di tahun ke 2, BULAN KE DUA, tanggal 20, jadi tidak mungin sekali mundur dari bulan ke dua menjadi bulan pertama. Karena peristiwa matinya Miryam terjadi di BULAN PERTAMA.

 

Kesimpulan :

1.       Tidak mungkin kematian Miryam terjadi di tahun ke 40, sedangkan peristiwa pengintaian sudah jelas terjadi di tahun ke 2.

 

KARENA Berdasarkan nama tempat persinggahan yang dianggap sama berdasarkan Bilangan 33: 36-37, maka peristiwa Pengutusan 12 pengintai dan peristiwa matinya Miryam terjadi secara beruntun/berturut-turut.  . Hanya yang membedakan, peristiwa pengutusan 12 pengintai terjadi masih di tahun ke 2, sedangkan peristiwa matinya Miryam terjadi di BULAN PERTAMA tahun berikutnya, yaitu tahun ke 3.

2.       Tidak mungkin peristiwa kematian Miryam terjadi di tahun ke 40, karena petunjuk waktu, yang pertama kali dan yang adalah ayat satu-satunya mencantumkan angka tahun ke 40 adalah menunjuk pada keterangan tempat GUNUNG HOR. (Bilangan 33:38, yaitu saat mencatat kematian Harun)  Gunung Hor adalah tempat persinggahan bangsa Israel yang ke 33

 

Tidak pernah Alkitab mencatat tahun ke 40 , yiatu tahun kematian Harun tidak pernah dihubung-hubungkan dengan nama tempat : Kadesh/Padang Gurun Paran/Padang Gurun Zin, ataupun Kadesh-Barnea yang adalah tempat persinggahan yang ke 32.

15  Tempat persinggahan yang ke 32

 

( lihat tabel PEMETAAN EXODUS)

 

Peristiwa dosa Musa dan Harun TIDAK menjelaskan adanya tempat persinggahan baru/ persinggahan berikutnya/ Gunung Hor, TIDAK !

Melainkan tetap di tempat persinggahan yang sama dengan tempat di mana Miryam mati. Yaitu di KADESH- Padang Gurun Zin.

PADANG GURUN ZIN, yaitu KADESH Bilangan 33: 36

 

Peristiwa kematian Miryam dilanjutkan dengan peristiwa Dosa Musa dan Harun di Bilangan 10: 2-13

Kitab Bilangan ditulis secara KRONOLOGIS urut peristiwa, tidak ada alur flash back, berbeda dengan penulisan kitab Ulangan.

 

Walaupun kitab Ulangan ditulis secara flash back di mana Musa menceritakan apa yang pernah terjadi di masa lalu, namun tetap menggunakan metode kronologis urutan peristiwa yang beruntun, jadi tidak terbolak-balik.

Pertanyaannya adalah; Kapankah peristiwa Dosa Musa dan Harun ini?

Karena tidak ada petunjuk waktunya.

Petunjuk satu-satunya adalah persitiwa sebelum peristiwa dosa Musa dan Harun ini yaitu, peristiwa matinya Miryam yang hanya menyebutkan kata bulan saja, yaitu BULAN PERTAMA , tetapi tidak menyebutkan secara gamblang  tahun ke berapa. 3.       Bangsa Israel setelah mengalami peristiwa tongkat Harun berbunga, berpindah dari Kadesh yang di Padang Gurun Paran berpindah di Kadesh yang di Padang Gurun Zin, Bisa jadi begitu tiba di Kadesh- Padang Gurun Zin, yaitu di bulan pertama tahun berikutnya, atau tahun ke 3, terjadilah pada saat itu Miryam mati. Nah di tempat itu, ketika mereka mulai tinggal di situ, ternyata di situ tidak ada air.

 

Tidak adanya suatu air di suatu tempat selalu terjadi pada AWAL PERPINDAHAN dari suatu tempat ke TEMPAT BARU.  Karena memang daerah di mana mereka tinggal/berkemah adalah tempat yang Tuhan pilihkan dengan tanda tiang awan dan tiang api yang menuntun mereka.  Contoh pada peristiwa lain:

1.       Pada saat tiba di Padang Gurun Etam, mereka bersungut-sungut karena air di Mara pahit. Kel 15:23

2.       Begitu tiba di Masa dan Meriba gara-gara tidak ada air di sana, mereka bertengkar dengan Musa Kel 17: 1-7

 

Maka jika peristiwa matinya Miryam adalah di tahun ke 3, bulan pertama, maka peristiwa dosa Musa dan Harun terjadi setelah peristiwa kematian Miryam, secara berturut-turut, itu artinya terjadinya peristiwa dosa Musa dan Harun adalah pada TAHUN KE TIGA juga/ tidak lama setelah peristiwa kematian Miryam, karena saat mereka menetap di KADESH ini, mereka tidak mendapatkan air, dan mereka bertengkar dengan MUSA.

Pada kitab Ulangan 1: 36-37 memberi sedikit petunjuk pada kita bahwa antara terjadinya peristiwa pengintaian dengan peristiwa jatuhnya Musa dan Harun dalam dosa, adalah waktu yang tidak lama berselang

 

“….kecuali Kaleb bin Yefune. Dialah yang akan melihat negeri itu dan kepadanya dan kepada anak-anaknya akan Kuberikan negeri yang diinjaknya itu, karena dengan sepenuh hati ia mengikuti TUHAN.

JUGA KEPADAKU TUHAN murka oleh karena kamu, dan Ia berfirman; JUGA ENGKAU tidak akan masuk ke sana. Yosua bin Nun, pelayanmu, dialah yang akan masuk ke sana. …

Tetapi kamu ini, baliklah , berangkatlah ke padang gurun , ke arah laut Teberau.

Perhatikan kata

“Juga…”

Jadi kalimat Musa ini semakin meyakinkan bahwa tidak mungkin peristiwa pengutusan 12 pengintai dengan peristiwa jatuhnya Musa dan Harun dalam dosa adalah peristiwa yang berjarak puluhan tahun, melainkan peristiwa yang berjarak dekat. Jadi  tidak mungkin peristiwa pengutusan 12 pengintai yang terjadi di tahun ke 2 itu, berjarak lama sekali, sampai-sampai baru di tahun ke 40 Miryam mati, dan baru di tahun ke 40 Musa dan Harun jatuh dalam dosa.

 

Melainkan lebih masuk akal bila kita indikasikan secara kuat, pengutusan 12 pengintai terjadi di tahun ke 2, sedangkan dosa Musa dan Harun terjadi di tahun ke 3 sesaat setelah kematian Miryam, gara-gara di tempat persinggahan yang baru tidak ada air, dan terjadilah skandal itu.

 

Kalimat hukuman Tuhan terhadap Musa, bahwa Musa tidak akan melihat tanah Kanaan itu, diakhiri dengan suatu frase: Tetapi kamu ini, baliklah , berangkatlah ke padang gurun , ke arah laut Teberau.

 

Perjalanan ke padang gurun ke arah Laut Teberau ini ditempuh selama 38 tahun.( Ulangan 2: 14-15)

Jadi kronologisnya adalah sbb:

1.       Pengutusan 12 pengintai terjadi di tahun ke 2

2.       Miryam mati di tahun ke 3

3.       Setelah Miryam mati, terjadi peristiwa dosa Musa dan Harun

4.       Tuhan menyatakan hukumannya pada Musa, bahwa Musa tidak diijinkan masuk tanah Kanaan

5.       Tuhan memerintahkan Musa memimpin bangsa Israel berangkat ke padang gurun, ke arah laut Teberau- yang mana perjalanan panjang ini selama 38 tahun- jika dihitung dari masa pengintaian-

 

atau sama saja 37 tahun jika dihitung dari peristiwa dosa Musa dan Harun.

 

Jadi tidak bisa kronologis ini kita ubah-ubah sendiri dengan penafsiran yang ngawur bahwa :

1.       Pengutusan 12 pengintai terjadi di tahun ke 2

2.       Tidak ada kejelasan apa-apa pun sepanjang 38 tahun, karena Tuhan tidak berfirman apa –apa pada Musa untuk berangkat ke arah padang gurun/laut Teberau.

3.       Tiba-tiba di tahun ke 40 Miryam mati

4.       Setelah Miryam mati, terjadi peristiwa dosa Musa dan Harun

5.       Tuhan menyatakan hukumannya pada Musa, bahwa Musa tidak diijinkan masuk tanah Kanaan

6.       Tuhan memerintahkan Musa memimpin bangsa Israel berangkat ke padang gurun, ke arah laut Teberau- yang mana perjalanan panjang ini selama 38 tahun

7.       Tidak mungkin di tahun ke 40 itulah baru Tuhan menyuruh Musa mengadakan perjalanan 38/37  tahun lagi. Tidak mungkin perjanalan bangsa Israel = 40 + 37 = 87 tahun.

16 Frase pada Ulangan 1: 36-37 ini

 

Tetapi kamu ini, baliklah , berangkatlah ke padang gurun , ke arah laut Teberau.

 

Sama persis dengan yang di Bilangan 14:24-25

Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinyua itu, dan keturunannya akan memilikinya. Orang Amalek dan orang Kanaan diam di lembah, Sebab itu berpalinglah besok dan berangkatlah ke padang gurun ke arah laut Teberau.

 

 

Jadi kalimat Berangkatlah ke padang gurun, ke arah laut Teberau, adalah perintah Tuhan untuk BESOK, bangsa Israel berangkat, setelah hari ini terjadi skandal pemberontakan orang Israel setelah mereka mendengar laporan ke 12 orang pengintai. Bilangan 14:24-25

 

Tetapi kita chek di Alkitab, mereka tidak beranjak dari tempat, besok mereka tidak berangkat, melainkan justru mereka nekat berperang ke bagian Selatan dan mereka gagal, karena bukan kehendak Tuhan. Bilangan 14

 

Hal ini masih dibuktikan lagi dengan Kisah daripada Musa saat dia meriwayatkan kembali semua peristiwa di padang gurun yang dicatat di kitab Ulangan pasal 9-10,

Mari teliti lagi di Ulangan 9:23 membahas skandal Kadesh Barnea, dilanjutkan dengan ayat 25-29  Musa mengadakan doa sujud 40 hari 40 malam untuk memperjuangkan nasib bangsa Israel di hadapan Tuhan. Sampai akhirnya di Ulangan 10:1-5 Musa mengkisahkan bahwa akhir daripada doa sujudnya itu Tuhan memerintahkan dia untuk naik ke gunung dan mendapatkan loh hukum yang ke tiga. Nanti akan dibahas lebih lanjut mengenai loh hukum ini dan mengenai doa puasa Musa yang terjadi sampai 5 kali dalam kurun waktu 40 tahun ini.

 

Setelah itu masih terjadi peristiwa –peristiwa berikutnya di tempat yang sama, yaitu pemberontakan Korah dan Abiram, Bilangan 16. Tongkat Harun berbunga , Bilangan 17.

Kemudian mereka pindah tempat dari Kadesh Barnea, di Padang Gurun Paran menuju kepada Kadesh di Padang Gurun Zin. Lalu Miryam mati di situ

Di susul dengan peristiwa dosa Musa dan Harun.

Dari Ulangan 1: 36-37 , kita tahu, bahwa setelah Musa dan Harun jatuh dalam dosa, Tuhan memberi perintah yang sama lagi

 

Tetapi kamu ini, baliklah , berangkatlah ke padang gurun , ke arah laut Teberau.

 

Barulah setelah peristiwa itu, mereka berangkat dari Kadesh ke gunung Hor Bilangan 20:22. Di situlah Harun mati dengan petunjuk waktu , di tahun ke 40.

 

Sedangkan dari kitab

Ulangan 2: 14 kita ketahui bahwa perjalanan dari Kadesh Barnea- sampai ke Sungai Zered dikisahkan dalam Ulangan pasal 2 dari ayat 1-16, memakan waktu 38 tahun.

 

LAMANYA KITA BERJALAN SEJAK DARI KADESH-BARNEA sampai kita ada di seberang sungai ZERED , ada TIGA PULUH DELAPAN TAHUN

 

 

Kadesh Barnea adalah tempat persinggahan ke 32 ( skandal 12 pengintai)

Gunung Hor adalah tempat persinggahan ke 33

Sungai Zered adalah tempat persinggahan ke 38

 

Jarak waktu antara Kadesh barnea dan Sungai Zered adalah 38 tahun, dan Harun mati di tahun ke 40 (Ulangan 2: 14)

Dari dua perintah yang sama dari Tuhan, baik setelah terjadi peristiwa pemberontakan orang Israel sepulangnya 12 pengintai, dan perintah yang sama muncul lagi dari Tuhan setelah dosa Musa dan Harun, dapat kita simpulkan bahwa Penghukuman Tuhan yang dijalankannya sepanjang 38 tahun itu sudah dihitung sejak pemberontakan orang Israel sepulang dari 12 pengintai mengintai Kanaan. Dalam kurun waktu 38 tahun itu mulai berjalan, tak lama sesudah itu jatuhlah Musa dan Harun dalam dosa, dan Tuhan akhirnya memberi perintah lagi untuk perjalanan MEMUTAR, balik ke Laut Teberau lagi.

 

Jadi tidak mungkin kronologisnya seperti ini:

·         Laporan 12 pengintai

·         Perjalanan ke arah Laut Teberau ( 38 tahun)

·         Dosa Musa dan Harun ( di tahun ke 40)

·         Perjalanan ke arah laut Teberau lagi ( ditambah 38 tahun lagi= 40+38=78 tahun????)

 

Melainkan kronogisnya pasti seperti ini:

·         Laporan 12 pengintai ( tahun ke 2)

·         Tuhan memerintahkan BESOK berjalan ke arah laut Teberau

·         Terjadi penundaan karena ada peperangan yang gagal, doa sujud Musa selama 40 hari 40 malam ( Ulangan 9:23-29, Ulangan 10:1-5) pemberontakan Datan dan Abiram,

·         Berpindah tempat masih di KADESH, Miryam mati ( tahun ke 3)

·         Dosa Musa dan Harun ( masih di Kadesh)- masih di tahun ke 3

·         Tuhan memerintahkan kembali untuk mereka berjalan ke arah laut Teberu

·         Perlanan 38 tahun ke arah Laut Teberau

·         Sampailah di gunung Hor, Harun mati di tahun ke 40

17 Pada kitab Ulangan 1: 36-37 memberi sedikit petunjuk pada kita bahwa antara terjadinya peristiwa pengintaian dengan peristiwa jatuhnya Musa dan Harun dalam dosa, adalah waktu yang tidak lama berselang: perhatikan bagian firman Tuhan ini:

 

JUGA ENGKAU tidak akan masuk ke sana. Yosua bin Nun, pelayanmu, dialah yang akan masuk ke sana.

Tetapi kamu ini, baliklah , berangkatlah ke padang gurun , ke arah laut Teberau.

 

Dan selanjutnya kita lompat ke ayat

 

Ulangan 2: 14

LAMANYA KITA BERJALAN SEJAK DARI KADESH-BARNEA sampai kita ada di seberang sungai ZERED , ada TIGA PULUH DELAPAN TAHUN, sampai seluruh angkatan itu, yakni prajurit, habis binasa dari perkemahan , seperti yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada mereka, dan tangan TUHAN juga melawan mereka untuk menghamburkan mereka dari perkemahan, sampai mereka habis binasa.

Mari kita bandingkan dengan tempat persinggahan lainnya dengan jarak waktu tempuhnya; sehingga perjalanan 38 tahun ini dikatakan LAMA

 

1.       Dari hari pertama berangkat dari Sukot, sampai di Padang Gurun Sin, dengan rentang waktu perjalanan hanya 1 bulan, mereka singgah di 6 titik:

a.       Etam

b.      Pi Hahirot

c.       Padang Gurun Etam

d.      Elim

e.      Tepi Laut Teberau

f.        Padang Gurun Sin

Rata-rata tiap lima hari perjalanan mereka berhenti untuk beristirahat.

 

2.       Dari Padang Gurun Sin , sampai di Padang Gurun Sinai, dengan rentang waktu perjalanan hanya 2 bulan, mereka singgah di 4 titik:

a.       Dofka

b.      Alus

c.       Rafidim

d.      Padang Gurun Sinai

Rata-rata tiap lima belas hari perjalanan mereka berhenti untuk beristirahat.

 

3.       Di Padang Gurun Sinai, mereka menetap selama 21 bulan lebih 35 hari/ hampir 2 tahun.

Di gunung Sinai ini, istirahat panjang.

 

4.       Dari Padang Gurun Sinai ke Kadesh di Padang Gurun Sin, dengan rentang waktu perjalanan 11 bulan, mereka singgah di 22 titik:

a.       Kibrot Taawa

b.      Hazerot

c.       Ritma

d.      Rimon

e.      Peros

f.        Libna

g.       Risa

h.      Kehelata

i.         Har Syafer

j.        Harada

k.       Makhelot

l.         Tahat

m.    Tarah

n.      Mitka

o.      Hasmona

p.      Maserot

q.      Bene Yaakan

r.        Hor Digdad

s.       Yotbata

t.        Abrona

u.      Ezion Geber

v.       Padang Gurun Zin

Rata-rata tiap lima belas hari perjalanan mereka berhenti untuk beristirahat.

 

1.       Namun dari Padang Gurun Zin- Kadesh-Padang Gurun Paran – sampai menyeberang Sungai Zered, yang ditempuh dengan jarak waktu 38 tahun, hanya berhenti di  6 titik:

a.       Gunung Hor, di sinilah Harun mati, dan terjadi 2 kali peperangan.

b.      Zalmona

c.       Funon

d.      Obod

e.      Abarim

f.        Menyeberangi Sungai Zered.

Rata-rata tiap 6,3 TAHUN berjalan terus, dan baru singgah setiap 6,3 tahun.

Alkitab memberi petunjuk waktu dari tempat persinggahan ke 32: Padang Gurun Zin/ Kadesh/Kadesh-Barnea- tempat mereka mengutus 12 pengintai, sampai mereka sampai menyeberangi sungai Zered ( tempat persinggahan ke 38) memakan waktu 38 tahun. Ulangan 2: 14-15  Jadi dalam 38 tahun mereka hanya sempat berhenti di :

2.       Gunung Hor, di sinilah Harun mati, dan terjadi 2 kali peperangan.

3.       Zalmona

4.       Funon

5.       Obod

6.       Abarim

7.       Menyeberangi Sungai Zered.

Karena mereka melewati perjalanan panjang: Ulangan 2: 1

KEMUDIAN  kita balik dan berangkat ke padang gurun, ke arah Laut Teberau, seperti yang difirmankan Tuhan kepadaku. LAMA kita berkeliling pegunungan Seir, melalui daerah Seir ( diam di sana bani Esau), berjalan lagi ke arah Padang Gurun Moab.

 

Lamanya waktu perjalanan ini dengan hanya singgah di 6 titik, merupakan salah satu penggenapan nubuatan Tuhan (Ulangan 1:35, digenapi di Ulangan 2:14-15), Jadi ini adalah salah satu cara Tuhan untuk menghukum bangsa Israel setelah peristiwa ketidak percayaan mereka pada peristiwa pengutusan 12 pengintai. Semua prajurit pada titik ini mati semua

 

Meskipun terasa tidak masuk akal, bagaimana mungkin dalam Alkitab kita baca antara peristiwa pengutusan 12 pengintai  tertulis di Bilangan pasal 13, Kematian Miryam tertulis di Bilangan pasal 20. Dosa Musa dan Harun tertulis di Bilangan pasal yang sama, yaitu pasal 20, bagaimana mungkin kematian Harun yang tertulis di pasal yang sama, yaitu pasal 20, bagaimana mungkin bisa selisih 38 tahun?? Ulangan 2: 14-15-lah yang menjadi kunci semuanya itu.

Jadi karena ada ayat pendukung yang jelas-jelas menunjukkan petunjuk tempat dan waktu, dan kronologis peristiwa, maka kita bisa yakin bahwa ini benar.

18 Bilangan 20:1

Kemudian sampailah orang Israel , yakni segenap umat itu , ke padang gurun Zin, dalam BULAN PERTAMA,lalu TINGGALLAH  bangsa itu di Kadesh. Matilah Miryam di situ dan dikuburkan di situ.

 

Setelah mereka berangkat dari Kadesh, sampailah segenap umat Israel di gunung Hor, …lalu matilah Harun di puncak gunung itu.  Di situ ia mati pada tahun keempat puluh sesudah orang Israel keluar dari tanah Mesir, pada bulan yang kelima , pada tanggal satu bulan itu, Bilangan 20:28; 33:38

 

Perhatikan kronologis petunjuk waktu, Exodus ini:

1.       Hari pertama  bulan pertama tanggal 15 bangsa Israel keluar dari Mesir, pada bulan Abib.

Keluaran 12: 2, , 18, 37, 51; 13:4

2.       Pada hari ke lima belas bulan ke dua Kel 16: 1, 35

3.       Pada bulan ke tiga Kel 19:1

4.       Keluaran 40:2 PADA HARI YANG PERTAMA DARI BULAN YANG PERTAMA haruslah engkau mendirikan Kemah Suci, yakni Kemah Pertemuan itu.  ( perhatikan di sini tidak dituliskan TAHUN PERTAMA- namun dapat kita simpulkan sendiri ini adalah tahun pertama)

5.       Bilangan 9:1 Pada bulan yang pertama tahun yang kedua sesudah mereka keluar dari tanah Mesir.

6.       Pada tanggal satu bulan yang kedua dalam tahun yang kedua sesudah mereka keluar dari tanah Mesir Bilangan 1:1

7.       Pada tahun yang kedua, pada bulan yang kedua, pada tanggal dua puluh bulan itu, Bilangan 10: 11

8.       Ulangan 2:14 menjadikan kita tahu bahwa peristiwa pengintaian di Kadesh Barnea terjadi di tahun ke 2

9.       Kemudian sampailah orang Israel, yakni segenap umat itu, ke padang gurun Zin, dalam BULAN PERTAMA, lalu tinggallah bangsa itu di Kadesh. Matilah Miryam di situ dan dikuburkan di situ.  Bilangan 20: 1

10.   Setelah mereka berangkat dari Kadesh, sampailah segenap umat Israel di gunung Hor, …lalu matilah Harun di puncak gunung itu.  Di situ ia mati pada tahun keempat puluh sesudah orang Israel keluar dari tanah Mesir, pada bulan yang kelima , pada tanggal satu bulan itu, Bilangan 20:28; 33:38

 

 

Kesimpulan: melihat kronologis pada kolom di samping kiri ini, tidak mungkin kematian Miryam terjadi di tahun ke 40.  Karena setelah bangsa Israel keluar dari Kadesh, barulah berubah petunjuk waktunya menjadi tahun ke 40. Sedangkan kematian Miryam terjadi sebelum bangsa Israel meninggalkan Kadesh, malahan setelah Miryam mati, mereka dikatakan TINGGAL di Kadesh.

 

Kalau memang yang benar adalah Miryam mati di tahun ke 40 pastilah dia matinya bukan di Kadesh melainkan di Gunung Hor. Karena segera setelah mereka sampai di gunung Hor, Harun mati, dengan catatan tahun ke 40.

 

Jika memang Miryam mati pada tahun ke 40 pastilah ada keterangan BULAN PERTAMA TAHUN KE 40, bisa jadi masuk akal, karena kematian Harun di tahun ke 40 melainkan bulan ke 5, namun menjadi tidak masuk akal karena akan bertentangan dengan ayat lain di Ulangan 2:14-15

Bilangan 20:28 dan Bil 33:38

Ulangan 1: 37-40

Walaupun kata BULAN PERTAMA dapat diartikan tahun ke berapa saja, namun petunjuk tempat yang sama, KADESH, juga di tempat ini terjadi dosa Musa dan Harun, saya meyakini bahwa rangkaian peristiwa kematian Miryam dan juga peristiwa dosa Musa dan Harun terjadi pada tahun yang sama yaitu pada tahun ke 3. Namun kematian Harun dan Musa barulah pada tahun ke 40. Harun mendahului Musa pada bulan ke 5, sedangkan Musa saya yakini mati pada akhir tahun ke 40, terbukti setelah kematian Musa, tak lama kemudian Yosua dan bangsa Israel menginjak ke perayaan paskah di tahun ke 41.

19.

 

Pembahasan nomor 19 ini adalah berdasarkan kisah Musa di kitab Ulangan pasal 10 yang masih berurutan secara kronolodis Dari Ulangan 9 yang kita bahas di pembahasan nomor 5-8-9

Menuju tempat persinggahan ke 33 Musa menyebut-nyebut nama tempat Beerot Bene Yaakan

 

Nama tempat ini hanya disebutkan dalam Ulangan 10:6 ini saja di seluruh kitab Musa. Besar kemungkinan ini hanya nama tempat yang dilewati saja.

Menuju tempat persinggahan ke 33 dimana Harun mati, melewati dua tempat ini, Beerot Bene-Yaakan dan di Mosera ini,

 

Namun jarak antara tempat persinggahan ke 32 dan ke 33 memakan waktu 38 tahun ( tempat persinggahan ke 33 dan ke 38 adalah di tahun yang sama yaitu tahun ke 40

Nama tempat Beerot-Bene-Yaakan ini tidak sama dengan nama tempat persinggahan yang ke 27 Bene-Yaakan.

Terjadi sebelum kematian Harun di tahun ke 40 bulan ke 5 tanggal 1.
20.

 

Pembahasan nomor 20 ini adalah berdasarkan kisah Musa di kitab Ulangan pasal 10 yang masih berurutan secara kronolodis Dari Ulangan 9 yang kita bahas di pembahasan nomor 5-8-9-19

Menuju ke tempat persinggahan ke 33

 

Musa menyebut nama tempat Mosera, di sanalah Harun mati, dan Eleazar menggantikan Harun.

 

Nama tempat ini hanya disebutkan dalam Ulangan 10:6 ini saja di seluruh kitab Musa. Besar kemungkinan ini hanya nama tempat yang dilewati saja. Sebagai nam daerah persisnya di mana Harun mati, yaitu di Mosera yang ada di wilayah Gunung Hor.

 

Menuju tempat persinggahan ke 33 dimana Harun mati, melewati dua tempat ini, Beerot Bene-Yaakan dan di Mosera ini,

 

Namun jarak antara tempat persinggahan ke 32 dan ke 33 memakan waktu 38 tahun ( tempat persinggahan ke 33 Gunung Hor dan ke 38 –Lembah Zered, adalah di tahun yang sama yaitu tahun ke 40

 

Kematian Harun tepatnya adalah di tahun ke 40 bulan ke 5 tanggal 1

21

 

Pembahasan nomor 21 ini adalah berdasarkan kisah Musa di kitab Ulangan pasal 10 yang masih berurutan secara kronolodis Dari Ulangan 9 yang kita bahas di pembahasan nomor 5-8-9-19-20

Menuju ke tempat persinggahan yang berikutnya

 

Dari sana mereka berangkat ke Gudgot

 

Nama tempat ini hanya disebutkan dalam Ulangan 10:7 ini saja di seluruh kitab Musa.

Besar kemungkinan ini hanya nama tempat yang dilewati saja.

22.

 

Pembahasan nomor 22 ini adalah berdasarkan kisah Musa di kitab Ulangan pasal 10 yang masih berurutan secara kronolodis Dari Ulangan 9 yang kita bahas di pembahasan nomor 5-8-9-19-20-21

 

 

Diperkirakan ini adalah tempat persinggahan ke 40

YOTBATA

Ulangan 10:7

Yotbata ini belum tentu sama dengan nama tempat persinggahan yang ke 29 karena tidak mungkin dari tempat persinggahan ke 33 mundur lagi ke tempat persinggahan ke 29.

Karena pada Ulangan 10:7 diberi keterangan Yotbata ini tempat yang banyak sungainya. Pastinya saat Musa menuliskan Ulangan 10 ini secara urutan kronologis peristiwa. Jadi ini seperti kilas balik atau napak tilas.

 

Besar kemungkinan tempat ini adalah di tempat persinggahan ke 40, yang banyak sumurnya  Bil 21:16, bandingkan dengan Ulangan 10:10-11 setelah peristiwa itu Musa bersiap melawan Sihon dan Og.

Jadi ini sudah di tahun ke 40

 

 

 

SIAPAKAH PENULIS KITAB YOSUA?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAGIAN-BAGIAN DALAM KITAB YOSUA?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KAPAN KITAB YOSUA DITULISKAN?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KEUNIKAN KITAB YOSUA

Di kitab Yosua dibahas bahwa Yosua membawa tulang-tulang Yusuf, hal inilah yang menjadi pengikat antara kitab Yosua dengan 5 kitab Musa, Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan.

Keluaran 13:19. Yosua 24: 32.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENULISAN NAMA YOSUA DALAM ALKITAB

Setelah saya teliti dengan seksama :

Tentunya ada banyak nama Yosua lain dalam Alkitab, itu tidak kita bahas. Semua nama-nama ini mengacu pada orang yang sama, yaitu Yosua bin Nun, pemimpin bangsa Israel memasuki tanah Kanaan.

  1. Nama Yosua saja ataupun muncul sebagai nama lengkapnya Yosua bin Nun dicatat di PL dan PB sebanyak 200 kali. Sama seperti Daud menyerahkan 200 kulit khatan orang Filistin sebagai mas kawin yang diminta oleh Saul, padahal Saul hanya meminta 100, demikianlah kemunculan nama Yosua sebanyak 200 kali adalah menunjukkan bagaimana Yosua adalah seorang prajurit yang tangguh yang dipakai oleh Tuhan secara luar biasa, melebihi ukuran rata-rata kebanyakan orang, melebihi dari apa yang diharapkan oleh orang. Tidak heran, Tuhan menampakkan kepada Yosua sosok Panglima Balatentara –Nya kepada pribadi seorang Yosua, bukan sosok lain.
  2. 200 kali tersebutnya Yosua ataupun Yosua bin Nun,  tidak termasuk penulisan nama Yosua dengan nama lama, yaitu Hosea bin Nun – ditulis 2 kali
  3. Nama Yosua pada PL dan PB dituliskan beberapa macam,
    • mulai dari Hosea bin Nun ( 2 kali)
    • Yosua saja (173 kali) dan
    • Yosua bin Nun (sebanyak 27 kali)
    • Yosua dan Yosua bin Nun = 173+27 = 200 kali
  4. Nama Yosua pada PB dituliskan beberapa macam,
    • Yosua saja 2 kali
  5. Nama Yosua bin Nun di tuliskan sebanyak 27 kali di dalam Alkitab, dan semuanya tertulis di PL.- mengenai catatan khusus tentang pada saat apa saja nama Yosua ini muncul secara lengkap sebagai Yosua bin Nun akan dibahas secara tersendiri di bagian bawah setelah penjelasan ini.
  6. Nama Hosea bin Nun dicatat sebanyak 2 kali di kitab Bilangan.
    • Pada kitab Bilangan ini, nama Hosea bin Nun muncul dua Dan hanya dua kali ini saja nama ini muncul di seluruh Alkitab, PL maupun PB. Cukup dalam satu ayat saja bangsa Israel, khususnya suku Efraim mengenal Yosua sebagai sosok anak muda bernama Hosea. Cukup dalam satu ayat saja, karena si Hosea ini telah menjadi manusia baru, manusia yang telah diubahkan menjadi Yosua. Hosea harus selalu mengandalkan Tuhan dalam hidupnya, sehingga menjadi Yosua. Segala keselamatan dalam hidup dan kepemimpinannya kelak adalah karena mengandalkan Tuhan, bukan  diri sendiri.
  7. Nama Yosua ataupun Yosua bin Nun dicatat di PB saja sebanyak 2 kali. ( Kisah rasul 7: 45, Ibrani 4:8) PB tidak pernah menuliskan nama Yosua sebagai Yosua bin Nun.

 

  • Angka 2 adalah angka saksi
  • Di PB tidak kebetulan nama Yosua dicatat sebanyak 2 kali, nama Yosua memang tidak tertulis dalam daftar pahlawan iman yang ada di kitab Ibrani pasal 11 ayat 30. Melainkan tercatatnya peristiwa runtuhnya tembok Yerikho pada Ibrani pasal 11, sudah menunjukkan bagaimana iman Yosua dan bangsa Israel telah masuk dalam daftar peristiwa iman yang dicatat. Kitab kisah Rasul dan kitab Ibrani telah mencatat nama Yosua sebagai orang yang masuk dalam daftar history maker, karena namanya tidak dapat terlepaskan dari sejarah bangsa Israel.
  1. Nama Yosua ataupun Yosua bin Nun dicatat di kitab Keluaran sebanyak 7 KALI
    • Angka 7 adalah angka sempurna
  2. Nama Yosua ataupun Yosua bin Nun dicatat di Kitab Bilangan sebanyak 12 kali.
    • Angka 12 mengandung arti pemuridan (Yesus memiliki 12 murid), tidak heran kalau di kitab Bilangan inilah dicatat bagaimana Yosua ditegur Musa, dibentuk dan dimurnikan oleh Tuhan.
  3. Nama Yosua ataupun Yosua bin Nun dicatat di kitab Ulangan sebanyak 9 kali
  4. Nama Yosua ataupun Yosua bin Nun dicatat di kitab Yosua sebanyak 160 kali
  5. Nama Yosua bin Nun dicatat dalam kitab Yosua sebanyak 10 kali
  6. Nama Yosua saja dicatat dalam kitab Yosua sebanyak 150 kali
  7. Nama Yosua ataupun Yosua bin Nun dicatat di kitab Hakim hakim sebanyak 7 kali.
    • Pada kitab inilah Yosua dikisahkan mati. Kehidupan Yosua telah meninggalkan teladan yang luar biasa bagi bangsa Israel
    • Angka 7 melambangkan kesempurnaan. Memang kehidupan Yosua tidak sempurna, dia manusia biasa, namun Yosua telah mengakhiri pertandingan hidupnya dengan baik.
  8. Nama Yosua bin Nun dicatat di kitab 1 Raja-raja  sebanyak 1 kali. I Raj 16:34
    • Pada kitab ini ditunjukkan bawa sumpah Yosua mengenai hukuman bagi siapa saja yang membangun kembali tembok Yerikho benar-benar digenapi.
    • Angka 1 adalah angka ke-Esaan Tuhan. Tuhan sendiri yang menggenapkan perkataan Yosua menjadi suatu yang digenapi/ menjadi nyata.
  9. Nama Yosua dicatat di kitab 1 Tawarikh  sebanyak 1 kali. I Taw 7:27
    • Pada kitab Tawarikh inilah dicatat silsilah Yosua, dia itu anak siapa, siapa nama ayahnya, siapa nama kakeknya, siapa kakek moyangnya sampai ke Efraim bin Yusuf bin Yakub, bin Ishak, bin Abraham.
    • Kemungkinan besar kehidupan Yosua adalah mempresentasikan doa berkat dari Yakub kepada Efraim ( anak daripada Yusuf) sebelum dia meninggal dunia.
    • Angka 1 adalah angka ke-Esaan Tuhan. Tuhan sendiri yang menggenapkan perkataan doa berkat nubuatan daripada Yakub menjadi suatu yang digenapi/ menjadi nyata.
  10. Nama Yosua bin Nun dicatat di kitab 1 Nehemia  sebanyak 1 kali. Nehemia 8:18
    • Pada kitab Nehemia ini, nama Yosua bin Nun disebut-sebut sebagai penanda pergantian zaman dari zaman Musa kepada zaman Yosua.
    • Angka 1 adalah angka dimana Tuhan menciptakan ciptaanya pada hari pertama, yaitu terang. Tuhan memakai hidup Yosua untuk bisa menjadi terang zaman. Yosua adalah seorang yang dipakai Tuhan menjadi history maker/ pencetak sejarah, pada perjalanan sejarah bangsa Israel, bagaimana Yosua memimpin bangsa Israel sampai masuk ke tanah Kanaan, lalu setelah Yosua mati, barulah bangsa Israel berpaling daripada Tuhan dan menyembah berhala sampai ke zaman pembuangan di era Nehemia, sehingga pada zaman Nehemia terjadi pemulihan bangsa dan mereka dapat lagi merayakan hari raya Pondok Daun.
  11. Nama Yosua dicatat di kitab 1 Kisah Para Rasul  sebanyak 1 kali. Kis 7: 45
    • Pada kitab Kisah rasul ini, nama Yosua disebut-sebut dalam pidato pembelaan stefanus, dan nama Yosua sebagai penanda pergantian zaman dari zaman Musa kepada zaman Yosua, yang terus dilanjutkan ke zaman Daud, Salomo.
    • Angka 1 adalah angka dimana Tuhan menciptakan ciptaanya pada hari pertama, yaitu terang. Tuhan memakai hidup Yosua untuk bisa menjadi terang zaman. Yosua adalah seorang yang dipakai Tuhan menjadi history maker/ pencetak sejarah, pada perjalanan sejarah bangsa Israel, bagaimana Yosua membawa kemah suci tabernakel masuk sampai ke tanah perjanjian.
  12. Nama Yosua dicatat di kitab 1 Ibrani sebanyak 1 kali. Ibrani 4:8
    • Pada kitab Ibrani ini, nama Yosua disebut-sebut saat penulis kitab Ibrani ini menjelaskan tentang tempat perhentian. Kanaan adalah tempat perhentian secara jasmani, tetapi apa yang dilakukan Yosua menjadi suatu gambaran akan adanya suatu tempat perhentian surgawi dalam kekekalan.
    • Angka 1 adalah angka dimana Tuhan menciptakan ciptaanya pada hari pertama, yaitu terang. Tuhan memakai hidup Yosua untuk bisa menjadi terang zaman. Yosua adalah seorang yang dipakai Tuhan menjadi history maker/ pencetak sejarah, pada perjalanan sejarah bangsa Israel, bagaimana Yosua memimpin bangsa Israel sampai ke tanah perhentian, yaitu tanah Kanaan.

Keunikan Alkitab adalah bagaimana dia dapat menyelipkan rahasia-rahasia yang hanya bisa tersingkap oleh roh hikmat dan wahyu yang Tuhan berikan dalam penelitian akan Firman-Nya.

Kita sering membaca nama ‘Yosua’ ataupun “Yosua bin Nun” bukan..??

Namun apakah Alkitab secara sembarangan saja terkadang menuliskan nama orang ini sebagai Yosua saja , atau di lain ayat terkadang menuruti keinginan/ mood/perasaan, sehingga menjadi lengkap sebagai Yosua bin Nun??

Saya rasa tidak !

Ada rahasia di balik tiap penulisan yang muncul sebagai Yosua bin Nun ( yang hanya mucul sebanyak 27 kali dibandingkan dengan penulisan yang muncul sebagai Yosua saja – yaitu sebanyak 173 kali ( PL-PB) .

Perhatikanlah, bawah Alkitab memberi pesan rahasia, manakala pada saat-saat tertentu menyebutkan nama Yosua sebagai Hosea bin Nun ( masa lalu; gambaran dari seorang yang mengandalkan si aku- egosentris), dan kapankah nama itu disebut sebagai Yosua saja, dan kapankah nama itu disebut sebagai Yosua bin Nun.

Baiklah, di beberapa titik pembahasan nanti , akan disebar pembahasan mengenai ; pada saat kapan dan situasi apa saja nama Yosua menjadi muncul lengkap sebagai Yosua bin Nun, atau pada saat kapan saja hal tersebut dibandingkan dengan pemunculan nama itu dengan sebutan hanya dengan nama Yosua saja.

SIAPA SEBENARNYA YOSUA INI…??

Yosua adalah seorang Israel dari suku Efraim, alias keturunan Yusuf. Silsilah ini diduga dicatat dengan teliti oleh Ezra (Ezra diduga adalah seorang penulis kitab Tawarikh), pada I Tawarikh 7: 27. Dicatat oleh Ezra bahwa Yusuf memperanakkan Efraim, dan terus ke cucu, dst, sampai pada seorang keturunan Efraim bernama NUN, dan Nun ini adalah ayah daripada Yosua.

Untuk membahas lebih lanjut tentang Yosua, terlebih dahulu kita melihat kerangka biography seorang bernama Yosua ini, yang tidak terlepas kaitannya dengan kehidupan bangsa Israel, perjalanan mereka keluar dari tanah Mesir, dan hubungannya dengan Musa.

Berdasarkan  Kronologis yang tertulis di kitab Keluaran, Bilangan, dan Ulangan, kita dapati urut-urutan peristiwa yang terkait dengan Yosua, Musa, dan peristiwa-peristiwa terkait lainnya, sbb:

Jadi , berdasarkan penafsiran saya, kesimpulannya urut-urutan peristiwanya sebagai berikut:

(Urut-urutan peristiwa ini akan memandu anda terus membaca sampai akhir tulisan ini, karena urut-urutan peristiwa ini akan terkait dengan setiap rhema yang dibukakan. )

INTISARI BIOGRAFI YOSUA

  1. Yosua kemungkinan besar adalah anak muda/generasi muda yang telah dipercaya oleh sukunya / suku Efraim telah sejak awal dan sejak mudanya menjadi pemimpin suku Efraim, dengan penafsiran i sebagai berikut: (semua peristiwa di bawah ini urut kejadian/ berdasarkan urut-urutan kronologis )

TABEL GEN.YOS.1 INTISARI BIOGRAFI YOSUA

2. KELUARAN 17 (belum genap 3 bulan bangsa Israel keluar dari Mesir) Tersebut nama YOSUA Ditunjuk Musa memimpin peperangan melawan Amalek Kemungkinan besar sejak bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, Yosua adalah pengatur pasukan suku Efraim. (Keluaran 12:51)

 

Kemungkinan besar penunjukan kepada Yosua  untuk memimpin peperangan melawan Amalek lebih mengarah kepada kesiapannya dalam berperang. (Keluaran 13:18) Terbukti mata pedang adalah senjata yang dipakai Yosua dalam berperang melawan Amalek (Kel 17:13) adalah senjata yang sama yang sering dipakai oleh Yosua untuk berperang di kemudian hari.(Yos 6:21; Yos 8:24, Yos 10:28,30,32,35,37,39; Yos 11:10,11,12,14.

 

Namun pada saat itu Yosua bukan mewakili sukunya, karena dalam peperangan ini tidak melibatkan wakil dari tiap-tiap suku, seperti yang pernah terjadi pada peperangan pembalasan terhadap orang Midian, Bilangan 31:4

3. KELUARAN 24:13 Tersebut nama YOSUA Menjadi Abdi Musa, dalam usia yang muda (B ilangan 11:28, Keluaran 33:11)
4. BILANGAN 1 ( tahun ke dua, bulan ke dua , tanggal 1) Tersebut nama ELISAMA BIN AMIHUD , dia adalah Kakek daripada Yosua, ayah daripada Nun. Pada saat pencatatan Laskar Israel yang pertama kalinya Mungkinkah sejak Yosua menjadi abdi Musa, kepemimpinan di suku Efraim pada akhirnya dipegang oleh kakek daripada Yosua?
5. BILANGAN 2:18 Tersebut nama ELISAMA BIN AMIHUD , dia adalah Kakek daripada Yosua, ayah daripada Nun. Sebagai pemimpin suku Efraim Mungkinkah sejak Yosua menjadi abdi Musa, kepemimpinan di suku Efraim pada akhirnya dipegang oleh kakek daripada Yosua?
6. BILANGAN 7: 43,53 Tersebut nama ELISAMA BIN AMIHUD , dia adalah Kakek daripada Yosua, ayah daripada Nun. Sebagai pemimpin suku Efraim Mungkinkah sejak Yosua menjadi abdi Musa, kepemimpinan di suku Efraim pada akhirnya dipegang oleh kakek daripada Yosua?
7. BILANGAN 10: 23 ( tahun ke dua, bulan ke dua , tanggal 20) Tersebut nama ELISAMA BIN AMIHUD , dia adalah Kakek daripada Yosua, ayah daripada Nun. Sebagai pemimpin suku Efraim Mungkinkah sejak Yosua menjadi abdi Musa, kepemimpinan di suku Efraim pada akhirnya dipegang oleh kakek daripada Yosua?
8. BILANGAN 13( Peristiwa pengutusan pengintai terjadi di tahun ke 2- lihat Ulangan 2:14) Tersebut nama HOSEA bin NUN sebagai wakil suku Efraim Untuk menjadi pengintai Syarat dari Tuhan untuk pemilihan pengintai ini adalah harus seorang pemimpin, muncul nama HOSEA bin Nun yang kemudian diubah namanya oleh Musa menjadi Yosua .

 

Mungkinkah hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya sudah sejak lama Yosua menjadi pemimpin suku Efraim/ sebagai pemimpin muda. Namun karena dia menjadi abdi Musa, maka kepemimpinan di suku Efraim dipegang oleh kakeknya, Elisama bin Amihud.

 

Kemudaan bisa jadi menjadi syarat pengutusan 12 pengintai, selain mereka haruslah seorang pemimpin, kapasitas yang dituntut ada salah satunya adalah  memiliki kekuatan untuk keluar dan masuk serta kekuatan untuk berperang. Yos 14; 9-12

 

 

  1. Di antara orang-orang Israel pada masa itu, Yosua ( yang besar kemungkinan menonjol di antara pemimpin-pemimpin suku –suku lainnya) terpilih menjadi pemimpin peperangan melawan Amalek. Pada saat itu dia belum bekerja dan melayani sebagai  abdi Musa. ( Keluaran 17) Pada saat Yosua dipilih Musa untuk memimpin peperangan melawan Amalek, ini adalah kemunculan nama Yosua yang pertama sekali dalam Alkitab. Keluaran 17:8-9. Peristiwa ini terjadi di antara 1bulan hingga -3 bulan bangsa Israel keluar dari Mesir ( bisa lihat lebih jelas pada tabel PEMETAAN EXODUS )
    • Setelah itu terjadi pengangkatan Hakim-hakim, pemimpin 1000 orang, 100 orang, 50 orang, 10 orang, atas nasihat Yitro mertua Musa. Nama-nama pemimpin ini tidak dicatat dalam Alkitab.
    • Setelah itu terjadi turunnya 10 perintah Allah pada bulan ke 3 setelah mereka keluar dari Mesir
  2. Yosua menjadi abdi Musa. Pertama kali Alkitab mencatat Yosua menjadi abdi Musa pada Keluaran 24: 13. Yosua ikut naik ke Gunung Sinai 40 hari 40 malam. Pada saat itu Musa berpuasa 40 hari 40 malam Keluaran 34: 28, besar kemungkinan Yosua juga ikut berpuasa. Kemungkinan besar sejak saat Yosua menjadi abdi Musa inilah, kepemimpinan Yosua di suku Efraim digantikan oleh Elisama bin Amihud- dia adalah kakek daripada Yosua, ayah daripada Nun. Karena nama Elisama bin Amihud ini nanti muncul beberapa kali mewakili suku Efraim. Barulah pada peristiwa 12 pengintai, Elisama bin Amihud tidak terpilih oleh Musa, melainkan yang terpilih adalah Yosua. Bisa jadi karena Yosua sebenarnya sudah lama menjadi pemimpin muda di suku Efraim.
  3. Yosua tidak meninggalkan Kemah Pertemuan sementara yang dibuat oleh Musa Kel 33:11, Yosua menjaga kemah pertemuan itu selama 40 hari 40 malam . Pada saat itu Musa kembali berpuasa 40 hari 40 malam Ulangan 9:18, besar kemungkinan Yosua juga ikut berpuasa lagi . Penjelasan mengenai hal ini tidak dapat kita temui di kitab Keluaran ataupun Bilangan, melainkan akan kita temui penjelasannya di kitab Ulangan. Jadi penjelasan mengenai hal ini bukan di catat di saat peristiwa itu terjadi, tetapi di saat Musa mengulang /menjelaskan kembali apa yang dulu pernah terjadi pada masa itu.
    • Setelah itu terjadi Musa mulai mendirikan Kemah Suci
  • Setelah itu terjadi Perayaan paskah, tepat dua tahun
  1. Laskar Israel dihitung untuk pertama kalinya. Bilangan pasal 1-4. Pada saat itu telah 2 tahun lebih 2 bulan, pada tanggal 1 sejak bangsa Israel keluar dari Mesir. Pada saat itu nama kepala  suku dari suku Efraim yang mendampingi Musa adalah: Elisama bin Amihud ( jadi bukan Yosua bin Nun, karena Yosua bin Nun saat itu menjadi abdi Musa)  Dari suku Yehuda adalah Nahason bin Aminadab ( jadi bukan Kaleb bin Yefune)
  2. Setelah itu terjadi Pentahbisan Kemah Suci, nama pemimpin bani Efraim tertulis: Elisama bin Amihud ( jadi bukan Yosua bin Nun, karena pada saat itu Yosua bin Nun menjadi abdi Musa) Dari suku Yehuda adalah Nahason bin Aminadab ( jadi bukan Kaleb bin Yefune)
  3. Pada dua tahun lebih dua bulan, tanggal 20, mereka meninggalkan Gunung Sinai, nama pemimpin bani Efraim tertulis: Elisama bin Amihud ( jadi bukan Yosua bin Nun) Dari suku Yehuda adalah Nahason bin Aminadab ( jadi bukan Kaleb bin Yefune)
  4. Yosua mendapat teguran dari Musa, pada saat pengurapan 70 tua-tua Israel, tertulis di Bilangan 11: 28-29
  5. Terjadi pemberontakan Miryam dan Harun, Bilangan 10: 33; 12:16
  6. Yosua menjadi salah satu dari 12 pengintai, mewakili suku Efraim, dan pada saat itulah Musa mengubah namanya secara resmi dari Hosea menjadi Yosua. ( Bilangan 13/ Ulangan 1)

Peristiwa pengintaian terjadi pada tahun ke dua –Lihat Ulangan 2:14. Jadi yang mewakili suku Efraim saat itu bukan Elisama bin Amihud melainkan Yosua bin Nun, dan yang mewakili suku Yehuda pada saat itu bukan Nahason bin Aminadab melainkan Kaleb bin Yefune. Kita tidak tahu alasan apa yang membuat Musa memilih orang-orang ini dengan pergantian nama –nama ini. Yang jelas baik Yosua bin Nun maupun Kaleb bin Yefune juga adalah jajaran pemimpin dalam suku Efraim dan Yehuda. Semua nama pengintai adalah nama yang baru pertama kali muncul di Alkitab, termasuk Kaleb bin Yefune, kecuali Yosua. Yosua bukan baru kali ini muncul, melainkan sudah sejak peperangan  melawan Amalek, dan juga sejak jadi Abdi Musa. Bisa jadi 12 pengintai ini memiliki kriteria kepemimpinan suku secara militer, karena mereka harus siap berperang sebagai seorang pengintai. Terbukti Kaleb menceritakan kembali peristiwa ini, bahwa pada saat itu dia memiliki kekuatan fisik untuk berperang dan untuk keluar masuk.

  1. Yosua dan Kaleb menyatakan iman mereka dalam laporan pengintaian. Pada saat itulah Tuhan mengumumkan bahwa hanya Yosua dan Kaleb, hanya mereka berdua yang dapat masuk ke tanah Kanaan dari angkatan mereka. Namun Tuhan belum memberi tahu Musa siapa yang nanti memimpin bangsa Israel memasuki tanah Kanaan, karena pada saat itu Musa belum mendapat hukuman dari Tuhan, karena pada titik ini, peristiwa Dosa Musa dan Harun belum terjadi. Setelah kasus ini terjadi , bahwa bangsa Israel tidak mau percaya bahwa Tuhan sanggup memimpin mereka maju berperang memasuki Kanaan, Tuhan berfirman akan memunahkan bangsa Israel, dan akhirnya Musa berdoa sujud selama 40 hari 40 malam, besar kemungkinan Musa berpuasa untuk ketiga kalinya, dan besar kemungkinan Yosua ikut berpuasa juga pada kali yang ketiga ini. Ulangan 9:23-29
  • Setelah itu terjadi pemberontakan Korah, Datan dan Abiram.
    • Terjadi kematian Miryam. Besar kemungkinan ini terjadi di tahun ke tiga.
  1. Dosa Musa dan Harun Bilangan 20:2-12. Besar kemungkinan ini terjadi pada tahun ke tiga. Nanti akan dijelaskan lebih lanjut perihal perkiraan waktu terjadinya peristiwa ini.

Pada saat itu barulah Tuhan memberitahukan pada Musa, bahwa Yosua akan memimpin bangsa Israel memasuki tanah Kanaan , hal ini tidak dicatat di kitab Bilangan, namun dijelaskan oleh Musa di Ulangan 1:37-38 . Pada saat itu Tuhan memerintahkan untuk Musa memberi semangat kepada Yosua, tetapi tidak dilakukan sampai tahun ke 40 atau 37 tahun berikutnya baru dilakukannya, yaitu saat kelak Musa memberi tugas Yosua menangani masalah pembagian tanah untuk suku Ruben, dan Gad, dimana dalam menyemangati Yosua itu, Musa menunjukkan kepada Yosua, bahwa raja Sihon dan Og telah dikalahkan.

  1. Dari Ulangan pasal 2:14 kita tahu bahwa perjalanan dari Kadesh Barnea ( tempat mereka mengutus ke 12 pengintai- Ulangan 1:19-22)- sampai kepada menyeberang sungai Zered memakan waktu tiga puluh delapan tahun. Nanti akan dijelaskan lebih lanjut perihal perikiraan waktu pada peristiwa ini.
    • Kemudian terjadi Harun mati. Terjadi pada tahun ke 40, bulan ke 5
  2. Peperangan melawan Raja Negeri Arad. Besar kemungkinan peperangan ini dipimpin langsung oleh Musa. Yosua tidak tercatat sebagai orang yang dilibatkan.
  3. Peperangan dekat Horma. Besar kemungkinan peperangan ini dipimpin langsung oleh Musa. Yosua tidak tercatat sebagai orang yang dilibatkan.
  • Kemudian terjadi peristiwa ular tedung.
  1. Raja Sihon dan Og dikalahkan. Bil 21:16. Dalam peperangan ini, Musa sendiri yang memimpinnya dan Yosua tidak dicatat sebagai orang yang dilibatkan.
  2. Pencatatan laskar Israel yang kedua, laskar Israel dihitung Bilangan 26:1, terjadi pada tahun ke 40 setelah bangsa Israel keluar dari Mesir, bulan ke 11. Pada saat itu terbuktilah bahwa berdasarkan catatan, memang hanya dua orang ini saja yang masih bertahan di tahun ke 40, yaitu Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun.

Menurut tafsiran saya,  pada saat itu Musa belum memberitahukan tentang Yosua akan menjadi pemimpin yang berikutnya kepada Yosua, karena nama Yosua tidak pernah dicatat lagi sejak peristiwa Bilangan 20:2-12 (peristiwa Dosa Musa dan Harun) tersebut- sampai peristiwa pencatatan laskar Israel yang kedua, terbukti memang hanya dua nama ini saja yang masih bertahan, Yosua dan Kaleb. Jarak antara peristiwa dosa Musa dan Harun ke peristiwa pencatatan laskar Israel yang ke dua memakan waktu 37 tahun, karena peristiwa terjadinya dosa Musa dan Harun diperkirakan terjadi di tahun ke 3, sedangkan pencatatan laskar Israel yang ke dua terjadi di tahun yang ke 40.

  1. Musa naik ke gunung Abarim dan memerintahkan untuk Musa mengambil Yosua bin Nun dan dimintakan keputusan Urim di depan seluruh umat, Bilangan 27: 12-23 Baru pada saat itulah Yosua tahu bahwa dia adalah pengganti Musa, lewat keputusan Urim, di hadapan seluruh bangsa Israel. Ini adalah di tahun ke 40. Kemungkinan besar, Yosua ikut naik ke gunung Abarim, namun keputusan Urim baru dilaksanakan sepulang dari sana.
  2. Pembalasan kepada orang Midian ( bilangan 31: 1-54) pada peperangan ini dipimpin oleh Pinehas, anak Imam Eleazar, yang memimpin 12.000 orang, 1000 dari tiap suku. Yosua tidak tercatat diberi kepercayaan apa-apa dalam peperangan ini.
  3. Yosua mendapat kepercayaan yang lebih besar lagi, dari Musa untuk ikut mengatur bagian tanah untuk bani Ruben dan bani Gad di sebelah timur sungai Yordan , tertulis di Bilangan 32:28
  4. Musa memberi kata-kata penguatan kepada Yosua saat Yosua diberi kepercayaan untuk ikut menentukan kebijakan untuk bani Ruben dan bani Gad , dan kata-kata kekuatan itu adalah membahas mengenai bagaimana mereka telah mengalahkan raja Sihon dan Og. (Ulangan 3:21-22). Tetapi kata-kata kekuatan itu  bukan diberikan bukan oleh Musa kepada Yosua langsung setelah peristiwa kemenagan melawan Sihon dan Og.
  5. Yosua mendapat kepercayaan yang lebih besar lagi, dari Tuhan untuk ikut berhak menentukan pembagian tanah Kanaan, Bilangan 34:17-19. Pada saat itu dewan pengambil keputusan, wakil dari suku Efraim adalah Kemuel bin Siftan ( jadi bukan lagi Yosua bin Nun- karena kini Yosua sudah menjadi kandidat pengganti Musa, juga bukan Elisama bin Amihud) dan yang menjadi wakil suku Yehuda adalah Kaleb bin Yefune bukan Nahason bin Aminadab)- Semua nama –nama wakil  suku dalam dewan pembagi tanah Kanaan ini, adalah nama baru yang muncul di Alkitab, kecuali Yosua dan Kaleb, Bisa saja hal ini terjadi karena nama-nama itu, Elisama bin Amihud (kakek daripada Yosua bin Nun) dan juga Nahason bin Aminadab- telah tidak ada lagi karena mereka mati di padang gurun.
  6. Musa naik ke puncak gunung Pisga dan melihat ke utara selatan barat dan timur, Musa mendapat perintah untuk menguatkan dan meneguhkan hati Yosua, sebab dialah yang akan menyeberangi sungai Yordan dan memimpin bangsa Israel. Ulangan 3: 28
  7. Pada saat Musa membacakan hukum taurat pada bangsa Israel, Musa menceritakan kepada bangsa Israel bilamanakah/ kapankah bahwa dia sudah tahu kalau Yosua-lah yang akan melanjutkan kepemimpinan, yaitu setelah peristiwa dosa Musa dan Harun (Ulangan 1: 38)
  8. Musa memanggil Yosua dan berkata kepadanya di depan seluruh orang Israel Ulangan 31:7, memberi kata-kata kekuatan pada Yosua./ semacam serah terima jabatan. Dalam peristiwa ini tidak ada penumpangan tangan antara Musa kepada Yosua.
  9. Musa dan Yosua menghadap Tuhan di Kemah Pertemuan Ulangan 31:14
  10. Yosua di Kemah Pertemuan, mendapat Firman Tuhan secara perintah langsung Ulangan 31:23
  11. Musa dan Yosua menyampaikan perkataan nyanyian saksi (Ulangan 32:44)
  12. Musa memberi doa berkat kepada bangsa Israel (Ulangan 33:1-29)
  13. Musa naik ke ke atas gunung Nebo, ke atas puncak Pisga, yang di tentangan Yerikho (Ulangan 34:1-4)
  14. Musa mati. (Ulangan 34:5-7) Kemungkinan besar sebelum Musa mati, Yosua mendapat pengurapan / doa penumpangan tangan secara total dari Musa Ulangan 34:9
  15. Yosua memimpin bangsa Israel memasuki tanah Kanaan, merebutnya dan mendudukinya, ( Seluruh kitab Yosua)

 

Semuanya itu dapat dilihat lebih jelas lagi pada PEMETAAN EXODUS yang diselidiki dari petunjuk tempat, yang ada di Bilangan 33, serta petunjuk waktu yang tersebar di ayat-ayat di kitab Keluaran, Bilangan dan Ulangan.

Tanpa membaca dan meneliti PEMETAAN EXODUS, anda akan cukup kesulitan mengerti semua penggalian tentang tokoh Yosua, terkait dengan waktu-waktu terjadinya peristiwa yang satu dan yang lainnya, bahkan kaitan antara peristiwa yang satu dan yang lainnya.

 

 

 

 

 

 

SIAPA SEBENARNYA NUN, AYAH YOSUA?

Nun adalah ayah Yosua. Sepertinya hal biasa kita menyebut seorang Yosua dengan memberi nama Nun ayahnya dengan awalan bin di depannya. Yosua bin Nun. Baiklah.

Namun mari kita bandingkan dengan tokoh-tokoh lainnya di dalam Alkitab, apakah ada dituliskan sesuatu yang lazim seperti ini:

Musa bin Amram.

Abraham bin Terah.

Ishak bin Abraham.

Yusuf bin Yakub.

Tidak lazim kan..??

Namun saat kita mendengar Yosua bin Nun, pastilah ada sesuatu yang istimewa dalam diri Nun ayahanda daripada Yosua ini.

Nun seorang yang tidak terkenal. Seorang di belakang layar. Tetapi namanya terkait-kait dengan pribadi daripada anaknya Yosua bin Nun.  Bisa jadi Nun adalah seorang yang menanamkan visi yang kuat dalam diri anaknya Hosea , agar hidupnya selalu memandang kepada keselamatan. Selalu mengutamakan keselamatan sebagai Visi utama di hidupnya.

Mungkin itu keselamatan pribadi, mungkin itu keselamatan keluarga, mungkin itu keselamatan suatu bangsa.

Dijauhkan dari malapetaka, dijauhkan dari murka Tuhan, dijauhkan dari dosa, dijauhkan dari kecelakaan, dijauhkan dari kematian, dijauhkan dari sakit penyakit, dijauhkan dari tulah.

Namun Tuhan melalui Musa memiliki Visi yang lebih besar lagi, agar Hosea memandang Tuhan sebagai sumber keselamatan, oleh karena itu nama Hosea diganti menjadi Yosua. Namun setelah namanya berganti dari Hosea menjadi Yosua, nama bin Nun tetap melekat pada pribadi Yosua. Dari Hosea bin Nun, menjadi Yosua bin Nun. Ada perlebaran VISI, bukan sebuah perubahan VISI namun lebih kepada penambahan area VISI, dari yang tadinya VISI keselamatan untuk intern keluarga saja, kini bagaimana mendapatkan keselamatan untuk seluruh bangsa, tentunya bukan dengan kekuatan sendiri, melainkan dengan pertolongan daripada Jehovah. Masih tetap sama, seputar keselamatan.  Tanpa disadari Nun sebenarnya telah secara prophetic telah semacam menubuatkan Yesus Kristus sendiri dalam skala yang lebih besar lagi, keselamatan atas dunia.

Bisa jadi Nun pun orang yang juga memandang kepada Tuhan saat memberi nama kepada anaknya, dia rindu kelak anaknya bisa jadi semacam tokoh keselamatan buat bangsanya kelak. Dia tidak pernah keberatan kalau kelak anaknya bisa jadi alat ditangan Tuhan untuk keselamatan bangsanya.

Tidak heran, bisa jadi Yosua pribadi yang sangat merana menyaksikan kematian orang-orang disekitarnya, malapetaka yang Tuhan berikan manakala bangsa Israel memberontak baik kepada pemimpin maupun kepada Tuhan. Mengapa merana? Bisa jadi karena hal itu bertentangan dengan nama yang diberikan kepadanya, Visi yang ditanamkan kepadanya, bahwa kita harus mengutamakan keselamatan, dan bahwa Tuhan adalah sumber keselamatan kita. Kita harus selamat sampai kepada tanah tujuan, tanah perjanjian. Kita harus selamat dalam peperangan, kita harus selamat dari murka Tuhan, kalau bisa jangan membuat Tuhan murka, kita harus menang, kita harus terlepas.

Yosua tahu kuncinya. Kuncinya adalah bagaimana menyenangkan hati Tuhan, jangan mengeluh, jangan bersungut-sungut, jangan memberontak. Ayo senangkan Tuhan. Kalau tidak bisa bersyukur lebih baik diam saja.  Menyenangkan hati Tuhan akan menjauhkan kita dari murka Tuhan. Tidak heran Yosua didapati tidak mengeluh lebih dari 10 kali. Bisa jadi ini kunci gaya hidup yang ditanamkan oleh Nun kepada Yosua.

Visi yang sangat kuat dalam diri Yosua inilah adalah suatu bentuk visi yang Nun tanamkan di dalam dirinya. Kitab Tawarikh menuliskan garis keturunan Efraim dalam 1 Tawarikh 7:27 dan berhenti pada Nun lalu Yosua.

Mengapa Nun bisa memiliki Visi sedemikian kuat yang ditanamkan pada Hosea/Yosua?

Bisa jadi karena riwayat keluarga mereka pernah mengalami dimana nenek moyang mereka hampir musnah karena pernah dibunuh oleh orang-orang Gad, karena kasus perampasan ternak, hal ini bisa kita baca di I Tawarikhi 7:20-29.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAGAN GARIS KETURUNAN EFRAIM, GEN.YOS.3

 

Efraim

 

Sutelah

( keturunan pertama)

 

Bered

(keturunan ke dua)

 

Tahat

(keturunan ke tiga)

 

Elada

(keturunan ke empat)

 

Tahat

( nama  ini adalah nama yang sama dengan nama kakeknya)

(keturunan ke lima)

 

Zabad

( keturunan ke enam)

 

Sutelah                             Ezer                                    dan Elad

( keturunan ke tujuh)              ( keturunan ke tujuh)                ( keturunan ke tujuh)

 

7 keturunan ini musnah karena mereka dibunuh oleh orang-orang Gad ,karena kasus perampasan ternak. Peristiwa ini jelas-jelas menggegerkan dan membuat suku Efraim hampir-hampir punah. Oleh karena itulah, semua suku saat itu sampai datang untuk menghibur Efraim.

Keterangan: orang-orang Gad yang membunuh 7 keturunan ini bukanlah suku Gad dari salah satu suku Israel, melainkan orang –orang Gad: penduduk Kanaan.

Akhirnya Efraim punya anak lagi dengan isterinya, sehingga memiliki anak lagi bernama Beria dan Seera.

 

BAGAN GARIS KETURUNAN EFRAIM, GEN.YOS.4

 

EFRAIM

( membangun keturunan baru, setelah keturunannya yang lama telah hampir punah, tinggal dirinya dengan isterinya saja)

 

 

Beria                                                                                                           Seera

( laki-laki, keturunan pertama)                                                                                         (anak perempuan

yang mendirikan Bet-horon-Hilir,

Bet Horon Hulu serta Uzen Seera)

Refah                                             Resef

( keturunan kedua)

 

Telah

( keturunan ke tiga)

 

Tahan

( keturunan ke empat)

 

Ladan

(keturunan ke lima)

 

Amihud

( keturunan  ke enam)

Elisama

( keturunan ke tujuh)

 

Nun

( keturunan ke delapan)

 

Yosua bin NUN

( keturunan ke sembilan)

 

Jadi Yosua adalah keturunan ke 8 daripada Efraim, setelah 7 keturunan di atas nya lagi meninggal dunia ditumpas oleh orang-orang Gat.

Ada satu suku yang hampir punah, tujuh generasi. Apakah ini bisa dibuktikan secara perhitungan waktu?

Bisa saja: walaupun  semuanya tetap saja menggunakan estimasi waktu ( karena Alkitab tidak mencatat umur semua nama-nama orang ini) namun demikian, estimasi waktu yang kita pakai adalah estimasi waktu yang masuk akal.

Orang Israel menjadi budak di Mesir selama 430 tahun.  Kisah musnahnya 7 keturunan daripada Efraim ini tentu terjadinya sebelum mereka menjadi budak di Mesir.

Sehingga akhirnya Efraim setelah dihibur dan dikuatkan suku-suku lainnya, membangun keturunan baru bersama isterinya, lalu sampailah mereka pada generasi Yosua yang keluar dari tanah Mesir. Nun adalah keturunan ke 8 dan Yosua adalah keturunan yang ke 9.

Estimasi usia yang kita pakai adalah:

Dari  Yosua, naik ke Nun, dst sampai ke lahirnya Beria harus mencapai 430 tahun kurun waktu bangsa Israel menjadi budak di Mesir. Karena memang bangsa Israel menjadi budak di Mesir dalam kurun waktu 430 tahun ( kejadian 15: 13, Keluaran 12: 40). Sehingga setelah saya hitung, saya estimasikan sbb:

Usia Yosua pada saat keluar dari Mesir, saya perkirakan adalah 20 tahun , karena dikatakan dalam Alkitab dia masih muda, dan dia boleh memimpin peperangan. Semuda-mudanya prajurit Israel adalah usia 20 tahun.

Usia semua nama lainnya diestimasikan lebih kurangnya 51  saat menikah.

Sehingga dalam kurun waktu 430 tahun sebelum mereka ke Mesir itulah Efraim menurunkan keturunan yang baru. Atau bisa kita estimasikan tepat pada perpindahan ke Mesirlah, Efraim melahirkan keturunannya yang baru.

Maka kita akan mendapatkan perhitungan mundur seperti ini:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ESTIMASI PERHITUNGAN USIA EFRAIM

TABEL GEN.YOS.5

 

 

 

 

 

 

 

 

 

EFRAIM MEMPERANAKKAN SUTELAH +- 20 TAHUN ESTIMASI UMUR EFRAIM= 20 TAHUN
SUTELAH

MEMPERANAKKAN BERED  +- 20 TAHUN

ESTIMASI UMUR EFRAIM= 40 TAHUN
BERED MEMPERANAKKAN TAHAT  +- 20 TAHUN ESTIMASI UMUR EFRAIM= 60 TAHUN
TAHAT MEMPERANAKKAN ELADA  +- 20 TAHUN ESTIMASI UMUR EFRAIM= 80 TAHUN
ELADA MEMPERANAKKAN TAHAT  +- 20 TAHUN ESTIMASI UMUR EFRAIM= 100 TAHUN
TAHAT

MEMPERANAKKAN ZABAD  +- 20 TAHUN

ESTIMASI UMUR EFRAIM= 120 TAHUN
ZABAD MEMPERANAKKAN SUTELAH +- 20 TAHUN ESTIMASI UMUR EFRAIM= 140 TAHUN
BERIA LAHIR EFRAIM

MEMPERANAKKAN BERIA PADA USIA 161, ANGGAP SAJA 1 TAHUN SETELAH TUJUH KETURUNAN SEBELUMNYA MATI ( ADA MASA MENGANDUNG)

ANGGAP SAJA USIA SUTELAH SAAT TERJADI PENUMPASAN ADALAH +- 20

TAHUN

ESTIMASI UMUR EFRAIM= 160 TAHUN +  1 TAHUN USIA KANDUNGAN,

ESTIMASI UMUR EFRAIM SAAT MEMPERANAKKAN BERIA = 161 TAHUN

BERIA

MEMPERANAKKAN RESEF PADA USIA +- 53TAHUN

53
RESEF

MEMPERANAKKAN TELAH  PADA USIA +- 51 TAHUN

104=51=53
TELAH

MEMPERANAKKAN TAHAN  PADA USIA +- 51 TAHUN

155-51=104
TAHAN

MEMPERANAKKAN LADAN PADA USIA +- 51 TAHUN

206-51= 155
LADAN

MEMPERANAKKAN AMIHUD  PADA USIA +- 51 TAHUN

257-51= 206
AMIHUD MEMPERANAKKAN ELISAMA PADA USIA +- 51

TAHUN

308-51= 257
ELISAMA MEMPERANAKKAN NUN PADA USIA +-51 TAHUN 359-51=308
NUN MEMPERANAKKAN

YOSUA PADA USIA +- 51 TAHUN

410-51= 359
YOSUA

USIA +-20 TAHUN KELUAR DARI MESIR

430 -20 = 410

 

 

Waaau, benarkah Efraim masih bisa melahirkan 2 anak lagi, setelah dalam estimasi kita, usianya pada saat itu telah lebih kurang mencapai 161 tahun? Bisa jadi isterinya berusia 151 tahun….!

Abraham saja dengan Sara menurunkan Ishak pada usia 100 tahun dan 90 tahun.

Apakah ini tidak berlebih-lebihan?? Apakah ada rekor yang bisa memecahkan rekor Abraham dan Sara?

Mari kita lihat: begitu kuatnya NUBUATAN yang dibentukkan dalam doa oleh Yakub kepada YUSUF, EFRAIM DAN MANASYE: ( Kejadian 48:15-16, 19-20, 49:22-26)

Inilah berkat untuk Yusuf, saat menumpangkan tangan pada Tangan kanan pada Efraim, dan tangan kiri pada Manasye:

Sesudah itu diberkatinyalah YUSUF, katanya:

Nenekku dan ayahku, Abraham dan Ishak, telah hidup di hadapan Allah, Allah itu, sebagai Allah yang telah menjadi gembalaku selama hidupku sampai sekarang, dan sebagai Malaikat yang telah melepaskan aku dari segala bahaya, Dialah kiranya yang memberkati orang-orang muda ini, sehingga namaku serta nama nenek dan bapaku, Abraham dan Ishak, termasyur oleh karena mereka dan sehingga mereka bertambah-tambah menjadi jumlah yang besar di bumi.

Tetapi ayahnya menolak, katanya: “Aku tahu ,anakku, aku tahu; ia juga akan menjadi besar kuasanya; walaupun begitu, adiknya akan lebih besar kuasanya dari padanya, dan keturunan adiknya itu akan menjadi sejumlah besar bangsa-bangsa.”

Lalu diberkatinyalah MEREKA pada waktu itu, katanya : “ Dengan menyebutkan namamulah orang Israel akan memberkati, demikian “ Allah kiranya membuat engkau seperti Efraim dan seperti Manasye.” Demikianlah didahulukannya Egraim dari pada Manasye.

YUSUF adalah seperti pohon buah-buahan yang muda, pohon buah-buahan yang muda pada mata air. Dahan-dahannya naik mengatasi tembok. Walaupun pemanah-pemanah telah mengusiknya, memanahnya dan menyerbunya, namun panahnya tetap kokoh dan lengan tangannya tinggal liat, oleh pertolongan Yang Mahakuat Pelindung Yakub, oleh sebab gembalanya Gunung Batu Israel, oleh Allah ayahmu yang akan menolong engkau, dan oleh Allah Yang Mahakuasa, yang akan memberkati engkau dengan berkat dari langit di atas, dengan berkat samudera raya yang letaknya di bawah, dengan berkat buah dada dan kandungan. Berkat ayahmu melebihi berkat gunung-gunung yang sejak dahulu, yakni yang paling sedap di bukit-bukit yang berabad-abad; semuanya itu akan turun ke atas kepala Yusuf , ke atas batu kepala orang yang teristimewa di antara saudara-saudaranya.

Nah, dari sini kita lihat, doa Yakub kepada Yusuf, Efraim dan Manasye adalah doa nubuatan. Bila kita tafsirkan hidup Yusuf seperti di panah, diusik, diserbu, adalah yang terjadi pada Yusuf ketika dijual, jadi budak, dll, itu bukan NUBUATAN, karena itu sudah terjadi. Nubuatan adalah apa yang belum terjadi, artinya penyingkapan akan apa yang akan terjadi kelak.

Manasye nantinya bukanlah suku yang terancam punah. Tetapi Efraim pernah mengalami hampir punah. Efraim telah menurunkan 7 keturunan yang musnah semuanya, sementara itu dia masih bertahan hidup, sedangkan usianya ( berdasarkan estimasi kita) telah 161 tahun, bisa jadi isterinya ( berdasarkan estimasi kita) berumur antara 151tahun. Jika mereka tidak punya anak lagi, dan mati, tentu suku Efraim akan punah. Namun oleh kekuatan doa berkat daripada Yakub yang diinspirasikan oleh Tuhan,tentunya Yakub sanggup melihat dengan mata nubuatannya, bahwa Efraim tidak akan punah, walaupun sudah 7 keturunan ditumpas habis oleh musuh.

Itulah sebabnya Efraim diberi kekuatan oleh TUHAN, diberi berkat BUAH DADA DAN KANDUNGAN, sehingga bisa jadi dia memecahkan rekor Abraham dan Sara.  Beria  dan Seera pun dilahirkan dalam usia tua, dan akhrinya suku Efraim pun tidak jadi punah, karena Beria kemudian punya anak lagi, memberikan Efraim cucu lagi, dst.

Mari kita bandingkan usia-usia lainnya dalam Alkitab, pada usia berapa mereka memperanakkan keturunan mereka:

  • Umur Adam saat memperanakkan Set 130 tahun
  • Umur Set saat memperanakkan Enos adalah 105 tahun
  • Umur Enos saat memperanakkan Kenan adalah 90 tahun
  • Umur Kenan saat memperanakkan Mahalaleel adalah 70 tahun
  • Umur Mahalaleel saat memperanakkan Yared adalah 65 tahun
  • Umur Yared  saat memperanakkan Henokh adalah 162  tahun
  • Umur Henokh  saat memperanakkan Metusalah adalah 65  tahun
  • Umur Metusalah  saat memperanakkan Lamekh adalah 187  tahun
  • Umur Lamekh saat memperanakkan Nuh adalah 182  tahun
  • Umur Abraham saat memperanakkan Ishak  adalah 100  tahun
  • Estimasi/ perkiraan umur Efraim dalam melahirkan keturunan yang baru, setelah 7 keturunannya sebelumnya mati ditumpas adalah, 161 tahun

Apakah suku Efraim bermultiplikasi sesuai dengan nubuatan Yakub kepada anak daripada Yusuf ini?

“keturunan adiknya itu akan menjadi sejumlah besar bangsa-bangsa.”

 

Mari kita lihat pada zaman Raja Daud, di I Taw 12; 23-27

 

 

 

 

TABEL BANYAKNYA JUMLAH SUKU EFRAIM PADA ZAMAN DAUD

TABEL.GEN.YOS.6

BANI EFRAIM pahlawan 20.800 ORANG
BANI SIMEON pahlawan yang gagah perkasa 7.100 orang
DARI SEBERANG SUNGAI YORDAN; RUBEN, GAD, DAN SETENGAH SUKU MANASYE membawa berbagai-bagai senjata perang 120.000 ORANG
ZEBULON orang yang sanggup berperang dengan berbagai-bagai senjata 50.000 ORANG
BANI YEHUDA mengangkat perisai dan tombak, siap berperang 6.800 orang
NAFTALI pemimpin 1.000 ORANG
pembawa perisai dan tombak 37.000 ORANG
ASYER sanggup dan pandai untuk berperang 40.000 ORANG
DAN siap berperang 28.600 ORANG
BANI ISAKHAR orang-orang yang mempunyai pengertian tentang saat-saat yang baik sehingga mereka mengetahui apa yang harus diperbuat orang israel 200 ORANG KEPALA
SUKU MANASYE orang yang ditunjuk dengan disebut namanya 18.000 ORANG
BANI LEWI 4.600 ORANG
di bawah kepemimpinan yoyada 3.700 ORANG
zadok

pemimpin puak

22 ORANG
BANI BENYAMIN 3.000 ORANG YANG KEBANYAKAN PATUH KPD SAUL

 

Dari tabel tersebut kita melihat bahwa bani Efraim menduduki jajaran teratas pada zaman Daud, semuanya pahlawan, dan jumlahnya juara, 20.800 orang pahlawan.

Apa bedanya pahlawan dengan yang bukan pahlawan? Mengapa jajaran pahlawan saya tulis di paling atas?

Karena pahlawan tidak saja gagah perkasa, tidak saja siap berperang, tidak saja pandai berperang, tidak saja pandai memainkan berbagai-bagai senjata, tetapi mereka adalah orang-orang yang MENANG dan juga orang-orang yang siap/berani mati dalam peperangan, bermental baja dan siap berkorban. Mereka tanpa pamrih, dan telah membuktikan kesetiaan mereka di masa lalu.

Kesimpulan: semua ini dimungkinkan karena Tuhan menggenapkan janji-janji-Nya kepada Yusuf dan kepada keturunannya, Efraim.

Dari sinilah kisah bergulirnya NUN, seorang ayah Hosea bin Nun, seorang ayah dari Yosua bin Nun, yang menanamkan VISI yang kuat kepada anaknya, akan pentingnya sebuah keselamatan, setelah tentunya mereka mengetahui dari sejarah keluarga bahwa suku mereka pernah hampir punah.

Dan dari kisah inilah kita jadi tahu, bahwa Yosua memiliki TRAUMATIK tersendiri ketika harus kembali ke KANAAN, bagaimana memasukinya, bagaimana memeranginya, bagaimana mendudukinya, bagaimana mendapatkannya, bagaimana menang dan menikmati susu dan madunya, sedangkan di sana ada orang-orang GAT,  ada penduduk asli Kanaan yang pernah memusnahkan 7 keturunan daripada nenek moyang suku Efraim, suku-nya si Yosua, suku-nya si Nun, suku-nya Yosua bin Nun ini.’

Yosua bukan orang penakut, karena dia berani berperang melawan Amalek, pada saat bangsa Israel pertama kali keluar dari Mesir, dan belum genap 3 bulan lamanya perjalanan mereka. Yosua siap berperang, dan oleh Tangan yang terangkat, doa dari Musa, Harun dan Hur, Yosua memimpin peperangan dan menang. Peperangan itu terjadi di PERJALANAN DI PADANG GURUN. BUKAN DI KANAAN.

Akan tetapi untuk MEMASUKI TANAH KANAAN, Yosua memiliki trauma tersendiri.

Kisah demi kisah sering didengungkan oleh NUN, ayahnya sejak ia kecil dulu, bahwa orang Kanaan itu begini begitu, kakek moyang kita Efraim dulu begini begitu, orang-orang Gat/penduduk Kanaan itu begini begitu, akhirnya kita ke Mesir membeli gandum pada Yusuf, lalu kita di sini 430 tahun lamanya, menjadi budak, begini begitu, dst. Sekaranglah kita keluar dari Mesir, untuk kembali ke tanah Kanaan.

Yosua seorang yang keluar dari Mesir dengan kondisi siap berperang ( sudah pernah kita bahas sebelumnya). Di perjalanan dia sudah menyandang nama HOSEA BIN NUN, atau apa pun nama Yosua kata pak Musa, namun pada saat itu dia bertindak seperti seorang yang bersiap sedia menjadi KESELAMATAN buat seluruh bangsa Israel.  Jangan ada yang mati, jangan ada yang musnah, jangan ada yang tewas oleh pedang, dll. Hose bin Nun, siap menjadi pahlawan, siap menjadi prajurit, siap mengangkat senjata mata pedang, siap menjadi yang terdepan. Tapi ingat, semuanya itu adalah ketika mereka MASIH DI PERJALANAN menuju ke KANAAN, belum masuk ke KANAAN-nya.

Oleh karena itu tidak heran mengapa setelah Yosua memimpin peperangan melawan Amalek, Tuhan ada menitipkan suatu pesan khusus kepada Yosua melalui Musa:

Kel 17: 14

“Tuliskanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah ke telinga Yosua, bahwa Aku akan menghapuskan sama sekali ingatan kepada Amalek dari kolong langit.”

Lho, siapa sebenarnya Yosua pada saat itu? Sampai-sampai Tuhan harus menitipkan pesan khusus kepadanya melalui Musa?

Bukan siapa-siapa!

Cuma anak muda biasa, dari suku Efraim yang ditunjuk untuk memimpin peperangan melawan Amalek di Rafidim. Tidak lebih.

Tetapi sisi traumatik dari seorang Yosua, yang dalam kemahatahuan Tuhan, akan menjadi pemimpin bangsa Israel kelak menggantikan Musa, ada dalam KEPEDULIAN TUHAN, untuk disembuhkan sejak dini.

Kesembuhan traumatik ini, semakin menjadi urusan yang lebih mendalam antara Tuhan dengan Yosua, manakala Yosua jatuh cinta pada Tuhan di kemah pertemuan, Keluaran 33: 11. Ia tidak mau meninggalkan  Kemah Sembahyang dimana di sana dia menjumpai Sosok Pribadi ; Sang Gembala itu, Sang Malaikat itu, Sang Pemberi  Berkat itu, Sang Pemberi Multiplikasi itu, Sang Penolong yang Mahakuat Pelindung Yakub itu, Sang Gunung Batu Israel itu, Sang Mahakuasa itu, Sang Pemberi Berkat buah dada dan kandungan itu.

Kekuatan daripada Tuhan menyembuhkan sedikit-demi sedikit secara bertahap semua sisi-sisi traumatik sejarah nenek moyang yang selama ini menyerang pikiran bawah sadar daripada Yosua ini.

Dari situlah kita melihat, saat Yosua dikirim sebagai pengintai, dia berani menjejakkan kakinya di Kanaan, dan dia pun menyatakan imannya bersama-sama dengan Kaleb.

Namun itu langkah yang lebih maju sedikit, dari step awal; berperang melawan Amalek di Rafidim, masuk ke step berikutnya menginjak tanah Kanaan, walau hanya sebagai pengintai, selama 40 hari, dan akan terus dilatih Tuhan mengalahkan trauma itu.

Sampailah di suatu titik, Tuhan menunjuk dia untuk bukan hanya MEMASUKI TANAH KANAAN, tetapi juga MEMIMPIN BANGSA ISRAEL MEMASUKI TANAH KANAAN itu.

Oleh karena itu, telinga kita akan terbiasa mendengar nama YOSUA BIN NUN, karena ada cerita panjang dibalik penyebutan  b-i-n  N-u-n  itu.

Setiap nama itu muncul, di situlah Visi Nun, Visi daripada Tuhan, melekat dalam diri Yosua.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kita bahas satu persatu

titik-titik yang dilewati Yosua

dalam perjalanannya bersama dengan Tuhan, lengkap dengan pembahasan mengenai rahasia dibalik penyebutan nama Yosua saja ataupun Yosua bin Nun.

PERKENALAN DENGAN PRIBADI YOSUA SEBAGAI

PEMIMPIN PEPERANGAN MEWALAN AMALEK

Nama Yosua pertama kali dicatat dalam Alkitab adalah di Kitab Keluaran 17: 9.

Pada saat itu, sejak bangsa Israel keluar dari tanah Mesir,  untuk pertama kalinya bangsa Israel mengahadapi musuh yang berperang melawan mereka, yaitu orang Amalek. Tentu berbeda dengan saat mereka keluar dari tanah Mesir, memang ada musuh, namun pada kala itu tentara Mesir sebagai musuh yang  mengejar mereka. Jadi posisi bangsa Israel menghadapi Mesir kala itu hanya untuk lari dari kejaran mereka. Namun berbeda sekali dengan saat itu, jelas-jelas bangsa Amalek harus dihadapi dengan peperangan sungguhan.

Menurut tafsiran saya, pada saat itu Yosua belum menjadi abdi Musa. ( lihat kembali urutan kronologis yang telah dibahas di atas), dan tentu saja Yosua maupun Musa pada saat itu sama sekali belum tahu apabila nanti kelak Yosua diberi tugas oleh Tuhan memimpin bangsa Israel berperang dan menduduki tanah Kanaan.

Menurut petunjuk waktu yang kita dapatkan dari Alkitab, peristiwa itu terjadi pada perhitungan waktu  diantara 1 bulan sampai 3 bulan. Bisa jadi baru 1,5 bulan, 2 bulan atau 2,5 bulan mereka keluar dari tanah Mesir.

Sebagai bangsa yang bertahun-tahun dijadikan bangsa budak, tentunya bangsa Israel memiliki mental budak, dan sama sekali tidak punya pengalaman dalam peperangan. Mereka belum pernah angkat senjata.  Tentunya tidak mudah memilih orang-orang yang benar benar berani, tangguh, tidak cengeng, bermental baja dan berani menyandang senjata dan bertarung.

Apa tugas yang Musa berikan kepada Yosua kala itu?

Keluaran 17: 8-9 Yosua disuruh Musa untuk memilih orang-orang yang akan maju berperang melawan Amalek. Juga yang harus turun dalam peperangan adalah Yosua, bukan Musa, karena Musa akan bertindak sebagai pendoa.

Akhirnya….

Musa yang berdoa, ditopang oleh Harun dan Hur, tetapi Yosua yang maju di medan laga bersama orang-orang yang dia pilih masuk dalam pasukan. Sama sekali tidak ada sosok Musa di medan laga nantinya.

Dikatakan dalam Alkitab ( ayat 10, 13)

Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek…

…demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang.

Waaauuu….luar biasa !! Yosua berjalan dalam ketepatan, ketaatan, dan hasilnya adalah kemenangan yang daripada Tuhan.

Karena kuasa doa, dari tangan yang terangkat, maka kuasa Tuhan bekerja begitu dahsyat memukul Amalek, jadi kemenangan dan keselamatan ini bukan karena seorang HOSEA ( Hosea= nama lama Yosua), seorang yang hebat, seorang penyelamat, tetapi karena ada Keselamatan yang dari Jehovah/ YOSUA.

Baik tim pendoa (Musa-Harun-Hur) maupun Hosea yang dipanggil Yosua, semuanya kompak menaruh harap pada Jehovah yang menjadi sumber kemenangan dan keselamatan mereka.

Tidak sampai di situ saja ! Di ayat berikutnya dicatat demikian ( ayat 14)

Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “ Tuliskanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah ke telinga Yosua, bahwa Aku akan menghapuskan sama sekali ingatan kepada Amalek dari kolong langit.”

Ada sisi-sisi traumatik Yosua yang sudah mesti dikikis sejak dini, terkait dengan sejarah hampir punahnya suku Efraim, nenek moyang Yosua di masa lalu. Tuhan tegaskan bahwa untuk membalikkan sejarah bahwa kini Tuhan berkuasa memunahkan Amalek, itu soal mudah sekali bagi TUHAN, tetapi untuk orang Gat memunahkan suku Efraim, nanti dulu lah…tolong dipikir dulu, anda itu berhadapan dengan Siapa.  Tuhan sanggup membangkitkan keturunan yang baru, walau Efraim sudah tua. Itu perkara kecil untuk Tuhan memberkati buah dada dan kandungan, karena Dia adalah El – Shaddai.

Dan tidak tanggung-tanggung, Musa sebagai seorang nabi, seorang pemimpin, seorang yang intim dengan Tuhan, mendapat pesan khusus untuk Yosua, jadi pesan ini harus dibisikkan ke telinga Yosua, harus ditekankan pada Yosua, bahwa ada janji Tuhan bahwa sejarah yang mencatat akan pernah adanya suatu bangsa  bernama bangsa Amalek , catatan sejarah semacam itu akan diluluhlantahkan oleh Tuhan, sampai tidak berbekas. Ini bukan pesan dari boss/tuan kepada abdinya, karena pada saat itu Yosua belum jadi abdi Musa, tetapi pesan Tuhan kepada seorang Yosua, seorang cucu cicitnya Efraim,  melalui hamba-Nya, nabi-Nya, Musa.

Bukan suatu kebetulan penunjukan kepada Yosua pada saat itu. Dia benar-benar dilatih sejak jauh-jauh hari sebelum dia benar-benar jadi pemimpin menggantikan Musa, tentang bagaimana cara memilih orang masuk dalam pasukan, bagaimana cara memimpin pertempuran, bagaimana caranya menggunakan mata pedang, dan bagaimana caranya menaruh iman kepada Tuhan sebagai Panji-panji kemenangan, serta bagaimana caranya bersinergi dengan Tim pendoa; Musa, Harun serta Hur yang berada di puncak bukit sana, serta bagaimana untuk tidak mengandalkan rasa percara diri pada si Hosea (keselamatan) tetapi mengalihkan pada rasa percaya Tuhan, si Yosua (keselamatan datangnya dari Yehovah)

Jauh sebelum mendapat tugas berperang melawan bangsa-bangsa yang berdiam di tanah Kanaan, Tuhan sudah memilih Yosua untuk dilatih berperang melawan orang Amalek. Tuhanlah yang melatih tangan kita untuk berperang! Jauh sebelum nama Yosua diumumkan sebagai nama baru pengganti nama Hosea, Tuhan sudah melatih Hosea untuk tidak melihat kepada dirinya, tetapi harus melihat kepada Yehovah/ melihat kepada Tuhan sebagai sumber kemenangan. Oleh karena itu saat Tuhan berfirman kepada Musa pada saat itu, Tuhan pun sudah menyebut nama Hosea bukan dengan nama Hosea, tetapi sudah langsung menggunakan nama Yosua. Walaupun nantinya di kitab Bilangan barulah  nama Yosua itu dicatat dan diumumkan secara resmi, sampai semua orang Efraim tahu bahwa Hosea kini sudah menjadi Yosua, bukan Hosea lagi.

 

Mengapa Yosua terpilih untuk memimpin peperangan melawan orang Amalek ini?

Ada beberapa alasan terpilihnya Yosua memimpin peperangan melawan Amalek:

  1. Karena Tuhan sedang mempersiapkan Yosua untuk sesuatu rancangan ilahi yang masih jauh di depan, berpuluh-puluh tahun kemudian.
  2. Karena Musa diberi kepekaan oleh Tuhan untuk memilih orang yang tepat.
  3. Karena Yosua siap berperang. ( kita akan bahas secara tersendiri point ini) Hal ini dilihat baik oleh Tuhan,maupun oleh Musa. Kesiapan Yosua dalam berperang menjadi sesuatu yang menonjol dan tidak dapat ditutup-tutupi. Kesiapan ini akan terlihat dengan sendirinya, di antara jutaan orang, walaupun tidak perlu usaha memamerkan-mamerkan diri.

Yosua seorang yang siap berperang.

  • Di kitab Keluaran 13:18 dituliskan
    • Tetapi Allah menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun melalui laut Teberau. Dengan siap sedia berperang berjalanlah orang Israel dari tanah Mesir
  • Itu artinya Bangsa Israel harus siap sedia berperang. Inilah yang dilakukan oleh Yosua, dia siap berperang, dia siap sedia, dia bersiap diri, dia bersiap hati, dia selalu berjaga, dia bahkan mungkin menantikan saatnya untuk berperang.
  • Ketika tiba waktunya harus berhadapan dengan orang Amalek, ketika mereka belum genap 3 bulan keluar dari budaya perbudakan,dikatakan dalam Alkitab Yosua mengalahkan Amalek dengan mata pedang (Keluaran 17:13)
  • Tidak heran di seluruh kitab Yosua, kata ‘mata pedang’ sebagai senjata Yosua dan orang-orangnya untuk merebut Kanaan, tercantum pada 13 ayat (Yos 6:21,8:24,10:28,10:30,10:32, 10:35,10:37,10:39,11:10,11:11, 11:12,11:14, 19:47)-
  • Kesimpulannya : Yosua dipilih memimpin peperangan melawan amalek karena dia siap berperang dengan mata pedang di tangannya- sejak keluar dari Mesir.
  • Hosea , sang keselamatan itu telah siap dipakai Yehovah menjadi Yosua, alat dimana keselamatan dari Yehovah itu dapat diraih dalam peperangan. Ada keselamatan atas bangsa ini.

Arti rohaninya:

  • Apa itu mata pedang?
  • Senjata kemenangan Yosua, dia harus terlatih dengan mata pedangnya, sampai mahir, sampai jitu, sampai ahli.
  • Secara fisik, Yosua dilatih Tuhan memainkan mata pedangnya dalam peperangan, dan bisa juga sebagai simbolik bagi kita bahwa untuk menjadi penentu kemenangan adalah apakah kita selalu siap berperang dengan menggunakan secara mahir mata pedang kita, yaitu Pedang Roh/ Firman Allah?- tak heran Yosua disebut oleh Tuhan sendiri, sebagai seorang yang penuh Roh Bilangan 27:18.
  • Pedang Roh firman Tuhan bermata dua, karena dengan mata yang satu akan menyembuhkan sisi traumatik kita, dan dengan mata yang lain akan menghancurkan musuh. Musuh berharap kita lari saja karena kita memiliki sisi trauma di masa lalu, tetapi dengan Pedang Roh Firman Allah, pihak musuh lengah untuk menyadari bahwa firman Tuhan sanggup membuat kita pulih, sembuh sehingga bergerak maju menyerang dan membuat musuh pun kalah.

Generasi Yosua adalah generasi yang dipersiapkan, bagaikan anak panah di tangan Pahlawan. Tuhan sendiri yang akan mempersiapkan generasi ini, dengan Cara-Nya yang ajaib. Sudah jauh-jauh hari dipersiapkan oleh tangan Tuhan sendiri.

Generasi Yosua adalah generasi yang siap untuk menjawab tantangan zaman akhir:

  1. Siap berperang melawan dosa, dan menang mengatasinya
  2. Siap berperang melawan pengaruh dunia yang jahat, dan menang mengatasinya
  3. Siap berperang melawan iblis, dan menang mengatasinya
  4. Selalu siap secara roh untuk menggunakan pedang Roh Firman Allah, sebagai senjata rohaninya. Generasi yang terus bergaul dengan Firman Allah, akan menjadi generasi orang-orang yang penuh Roh.
  5. Siap dalam skill sehingga dapat menguasi market place
  6. Siap dalam integritas sehingga dapat menjadi kepala dan bukan ekor
  7. Sembuh dari trauma masa lalu.
  8. Dll

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Jingga 1
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam tingkah laku  ( i tim 4:12 )
YOSUA SEORANG YANG Siap berperang
DEFINISI Siap adalah: berjaga, sigap, tidak lengah.
AYAT PENDUKUNG Keluaran 13:18

KELUARAN 17:10,13

AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua siap berperang sejak keluar dari Mesir, dia maju melawan amalek,

dan dengan mata pedang serta doa yang dinaikkan, dia menang.

AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo siap berperang melawan 3 musuh kita:

1.       Iblis

2.       Kedagingan dalam diri sendiri

3.       Pengaruh dunia yang jahat

Dengan pedang roh-  yaitu Firman Allah

Dengan tangan yang terangkat- yaitu doa

PROPERTY YANG DISARANKAN Pedang
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Di sisi yang satu ada Musa Harun dan Hur sedang berdoa dengan tangan Musa terangkat, di sisi lainnya Yosua berperang dengan mata pedang
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Kisah bahwa Yosua siap berperang sejak keluar dari mesir

Karena dia siap, maka Musa memilih dia untuk memimpin peperangan melawan Amalek

Dengan doa dari Musa Harun dan Hur

Dengan mata pedang – lambang Firman Allah, Yosua dan Israel menang

Ayo Gunakan doa dan Firman Tuhan, kita selalu siap untuk berperaang melawan 3 musuh kita: iblis, kedagingan di dalam diri sendiri, pengaruh dunia yang jahat

Yosua menjadi abdi Musa

Yosua 1:1 Sesudah Musa hamba Tuhan itu mati, berfirmanlah Tuhan kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, …

Musa sudah mati, tetapi catatan rekornya dalam hal apa saja Yosua menyerap dari Musa adalah dalam kapasitas hubungan Yosua-Musa sebagai seorang a-b-d-i kepada tuannya.

(Dalam hal ini Musa yang juga walaupun sebagai bosnya juga sekaligus adalah hamba juga, yaitu hamba Allah)

Mungkin sudah ratusan kali Tuhan berfirman kepada Musa, namun baru kali ini Alkitab mencatat Tuhan berfirman kepada Yosua dalam posisinya sebagai seorang pemimpin, setelah kematian Musa.

Musa adalah seorang pemimpin legendaris, tetapi Yosua mengawali kariernya hanya sebagai seorang a-b-d-i.

Sebagai seorang abdi Musa, mungkin selama ini (saat Musa masih hidup) dia sering mendapati kenyataan bagaimana Tuhan berbicara secara berhadap hadapan muka dengan Musa, tuannya, waaau betapa hebatnya….. tetapi sebagai seorang abdi, dia mau setia pada perkara yg kecil.

Setia perkara kecil yg bagaimana?

Mungkin itu berupa :mengambilkan kazutnya Musa, mengambilkannya makan, air minum, mengambilkan manna, memasak, mencuci pakaiannya, membantu menyiapkan tasnya, membawakan catatan- catatannya.. dll.

Justru karena hal- hal yg tampaknya sepele inilah yang tertangani dgn baik, sehingga Musa dapat berkonsentrasi pada tugasnya yang tampaknya lebih penting.

Padahal di mata Tuhan sama pentingnya, karena seseorang yang terbukti setia pada perkara kecil, Tuhan memastikan bahwa dia juga dapat dipercaya pada perkara besar.

 

GENERASI YOSUA adl generasi akhir zaman yg setia pada perkara kecil.

 

 

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Jingga 2
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam tingkah laku ( i tim 4: 12 )
YOSUA SEORANG YANG Setia pada perkara kecil
DEFINISI Setia perkara kecil adalah: mau melakukan perkara-perkara kecil, tidak gengsi untuk melakukannya, tidak bosan saat perkara-perkara kecil itu harus dilakukan terus dengan rutin, tidak meninggalkan perkara-perkara kecil itu ketika diperhadapkan pada perkara-perkara yang lebih besar, bertanggung jawab terhadap hal-hal kecil, tetap melakukan perkara-perkara kecil walaupun tidak dilihat, tidak dinilai, tidak dipuji tidak dihargai, tidak diawasi, dalam kurun waktu yang lama bahkan sampai akhir
AYAT PENDUKUNG Kel 24:13

Bil 32:28

Bil 34:17

Ulangan 31:23

AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua setia perkara kecil saat dia menjadi abdi Musa

Sehingga dia dipercaya perkara yang lebih besar lagi dari musa

Untuk mengatur suku Ruben dan Gad

Sehingga dia dipercaya perkara yang lebih besar lagi dari Tuhan

Untuk mengatur pembagian tanah bagi seluruh Israel

Sehingga dipercaya perkara yang lebih besar lagi dari Tuhan

Untuk memimpin bangsa Israel memasuki tanah kanaan, dan merebut serta mendudukinya

AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo setia pada perkara kecil karena Tuhan sudah menyediakan perkara yang lebih besar lagi kepada orang yang setia pada perkara kecil
PROPERTY YANG DISARANKAN Kipas, saputangan.
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Bangsa Israel antri menghadap Musa, sementara itu Yosua mengipasi Musa dan mengelap keringatnya
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Kisah Yosua mau setia pada perkara kecil, pertama dia hanya sebagai abdi Musa, dia melakukan hal-hal kecil, mungkin memasak bagi Musa dan keluarganya, mencuci pakaian Musa, membereskan catatan-catatan Musa, menemani Musa saat dia bertugas, menemani Musa saat dia bepergian, mengambilkan minum untuk Musa, merapikan tenda Musa, membongkar dan memasang tenda Musa, dll. Apakah hal hal kecil ini beres, tuntas, jujur….tidak mengeluh, tidak menunda, dan hasilnya baik, rapi.

Saat dia setia untuk tugas –tugas kecil yang tampaknya tidak penting itulah, Tuhan memberi kecercayaan yang lebih besar kepadanya, yaitu untuk mengatur pembagian tanah untuk bani Ruben dan Gad, bahkan kemudian ketika dia setia, Tuhan mempercayakan pembagian tanah Kanaan kepada Yosua, bahkan yang lebih besar lagi, Yosua dipercaya memimpin bangsa Israel memasuki tanah perjanjian. Karena seseorang yang setia pada perkara kecil kepadanya diberi kepercayaan yang lebih besar lagi. Ayo setia pada perkara kecil karena Tuhan sudah sediakan perkara –perkara yang lebih besar lagi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

YOSUA SEBAGAI ABDI MUSA

Yosua tercatat sebagai Abdi Musa setelah 3 bulan bangsa Israel keluar dari Mesir. Hal ini dapat kita prediksikan karena peristiwa naiknya Musa ke gunung Sinai ini  ercatat petunjuk waktu 3 bulan, besar kemungkinan Yosua menjadi abdi Musa sejak awal sekali, yaitu sejak  3 bulan bangsa Israel keluar dari Mesir.

Pada Keluaran 24:13 inilah PERTAMA KALI ALKITAB mencatat Yosua sebagai Abdi Musa.

Keluaran 24: 12-13, Keluaran 32:17

Musa harus naik ke atas gunung Sinai untuk menerima loh batu dari Tuhan. Harun dan Hur akan menemani bangsa Israel. Sedang tua-tua bangsa Israel harus tinggal di suatu tempat dan tidak ikut naik. Siapakah yang ikut naik ke Gunung Sinai bersama Musa? Y-o-s-u-a !!

YOSUA BERSAMA MUSA DI GUNUNG SINAI

Yosualah yang ikut Musa naik ke gunung Sinai, ikut mengalami kemuliaan Tuhan di atas gunung sinai selama 6 hari, pada hari ke 7 Musa menghadap Tuhan, setelah itu selama 40 hari 40 malam lamanya Musa mendapat titah Tuhan. Yosua ada di situ. Kemungkinan besar Yosua ikut berpuasa seperti yang dilakukan Musa selama 40 hari 40 malam itu ( Ulangan 9:18)

Alkitab tidak mencatat, apakah Yosua ikut mendengar apa saja yang Tuhan sampaikan kepada Musa, ataukah hanya Musa saja yang bisa mendengar suara Tuhan pada saat itu. Namun ada indikasi Yosua tidak mendengar apa saja yang  Tuhan firmankan kepada hamba-Nya Musa, karena terbukti pada saat mendengar suara di perkemahan, Yosua mengira itu suara peperangan, tetapi Musa sudah tahu dari Tuhan bahwa itu suara apa , Musa tahu bahwa itu bukan suara peperangan.

Pada saat itu Yosua ada bersama-sama dengan Musa. Yosua ada di sana kala hadirat Allah begitu kuat, ada awan kemuliaan Tuhan ( Kel 24: 15) ,ada juga api yang menghanguskan di puncak gunung itu di pemandangan orang Israel ( Kel 24: 17) ,semuanya itu disaksikan Yosua dari dekat, bukan dari kejauhan, karena dia tepat berada bersama-sama dengan Musa di gunung Sinai itu, walaupun tidak tepat di tempat yang sama ketinggian gunung dengan Musa.

Setelah 40 hari berlalu, Yosua dan Musa turun bersama-sama dari gunung Sinai itu, serta mendapati bangsa Israel menari-nari di depan patung  anak lembu emas. (Keluaran 32; 17)

YOSUA MENJAGA KEMAH PERTEMUAN

Pada saat peristiwa patung anak lembu emas itu terjadi, maka Musa kemudian membuat Kemah Pertemuan untuk memperjuangkan bangsa Israel di hadapan Tuhan.  Kemah pertemuan ini adalah kemah darurat, bukan kemah tabernakel Musa, karena pada saat itu kemah tabernakel belum dibuat. (Keluaran 33:7 bandingkan dengan Keluaran 40: 1-2)

Dalam Keluaran 33: 11 dikatakan:

Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu.

Dalam Kemah pertemuan ini, Musa kembali berpuasa 40 hari 40 malam, dan kemungkinan besar, Yosua ikut berpuasa lagi untuk kedua kalinya ( Ulangan 9: 18). Hal ini tidak dapat kita ketahui dari kitab Ulangan, saat peristiwa ini terjadi, tetapi dapat kita ketahui dari kitab Ulangan saat mana Musa menceritakan kembali apa yang terjadi.

Dua kali 40 hari 40 malam itu artinya total  80 hari. Namun bisa jadi 80 hari ini tidak secara berturut-turut dari hari ke 40 langsung kepada hari ke 41.

Pada peristiwa Keluaran 33  ini, nasib bangsa Israel sedang ada di ujung tanduk. Tuhan sudah mengultimatum bahwa Tuhan tidak akan menyertai perjalanan bangsa Israel secara langsung, melainkan Tuhan akan mengutus malaikat-Nya, dan pada hari pembalasan, Tuhan akan membalaskan dosa bangsa Israel yang telah menyembah patung lembu emas itu ( Kel 32: 30-35) Tulah Tuhan turun atas bangsa itu,tewaslah kira-kira tiga ribu orang Israel pada waktu itu ( Kel 32: 27). Bahkan bangsa Israel terancam punah karena dibinasakan Tuhan di perjalanan ( Kel 33:3). Oleh karena itulah Musa memasang kemah pertemuan untuk mengadakan pendamaian karena dosa bangsa Israel di hadapan Tuhan itu, Kel 32; 30, 33;7)

Bisa jadi di sinilah sisi-sisi traumatik Yosua mencuat ke permukaan. Dia sudah pernah mengalami hampir punahnya nenek moyangnya dulu. Tujuh keturunan Efraim mati semua ditumpas musuh. Dan Efraim melahirkan lagi anak anaknya di usia tuanya, sampai beranak cucu sampai akhirnya lahirlah dia, Hosea bin Nun, sebagai keturunan yang ke 8.  Betapa mirisnya hatinya ketika cerita itu selalu dikisahkan di antara orang Efraim. Oleh karena itu tidak heran, sejak kecil dia dididik oleh keluarganya untuk menjadi seorang prajurit, yang harus selalu sigap, siap berperang, siap menjadi pemimpin peperangan. Bisa-bisa sejak muda harus bisa menjadi anggota laskar prajurit, kalau bisa sejak muda langsung jadi pemimpin, tidak perlu menunggu orang tua atau kakek mati dulu. Kakek moyangnya, Efraim pernah berkabung berhari-hari lamanya, sampai-sampai semua saudara-saudaranya dari suku-suku lain datang menghibur.  Ini tidak boleh terjadi lagi. Tidak akan pernah boleh terjadi lagi, musnahnya sebuah keluarga, sebuah komunitas, sebuah kaum, sebuah suku, apalagi sebuah bangsa yang besar.

Kini Yosua bersikeras menangis di hadapan Tuhan, hancur hati. Alkitab tidak mengatakan itu. Tetapi itu dapat kita rasakan. Hati seorang keturunan Efraim. Hati seorang pahlawan dari suku Efraim yang mencintai bangsa ini. Yosua bersikeras tidak akan pernah meninggalkan kemah pertemuan ini sampai hati Tuhan luluh dan menyatakan kembali akan menyertai bangsa tegar tengkuk ini sampai ke garis akhir. Yosua bin Nun akan terus berdiam di kemah itu, tidak perduli Musa ada atau tidak.  Saat ini, dia juga punya agenda pribadi di hadapan Tuhan. Ini bukan soal menemani Tuan Musa atau tidak menemani. Ini bukan soal menunggu Tuan Musa sedang berdoa, tetapi Yosua memiliki agenda doa sendiri.  Di sinilah Yosua mengalami suatu titik di mana dia sudah tidak tahu lagi harus bagaimana menghadapi bangsa tegar tengkuk seperti ini, kecuali hanya dengan cara datang kepada Tuhan dan mencari wajah-Nya.

Dia bukan Musa. Dia tidak bertanggung jawab atas bangsa ini. Tetapi hatinya tertuju pada keselamatan bangsa ini. Dia menangis untuk bangsa ini. Hatinya hancur.

Tuhan memperhitungkan semuanya itu. Tuhan melihat hati Yosua, dan mulai menanamkan VISI-Nya kepada Yosua. Tuhan mulai menanamkan hati-Nya kepada Yosua.

Air mata Yosua di kemah pertemuan itu, air mata doa itu, adalah air mata Visi Tuhan atas bangsa Israel.

Yosua tidak tahu apa yang harus dia lakukan, dia hanyalah abdi Musa, dia tidak dapat berbuat apa-apa untuk bangsa itu, tetapi dia punya hati.

Keluaran 24: 12-13, Keluaran 33: 11. Dalam kedua peristiwa ini , kita menyimpulkan bawa Yosua bukanlah sekedar Abdi Musa biasa, melainkan dia adalah seorang abdi Musa yang juga memiliki kesukaan yang luar biasa akan hadirat Tuhan, dia tidak mau meninggalkan hadirat Tuhan, dia sangat rindu mendekat kepada Tuhan. Mungkin saja dia sangat ingin hidup akrab dengan Tuhan sebagaimana halnya Musa dekat dengan Tuhan. Dia memberanikan diri berada bersama-sama dengan Musa di gunung Sinai, yang mana tidak ada orang lain yang berani ikut bersama dengan Musa. Hadirat Tuhan yang seperti api yang menghanguskan tidak menjadikan Yosua ketakutan lantas kehilangan hasratnya untuk mendekat pada TUHAN.

Banyak orang menginginkan pengurapan yang sama yang ada pada orang lain/ ataupun yang ada pada seniornya/pemimpinnya turun juga kepada dirinya, namun tidak banyak orang yang mengerti bahwa hal seperti itu tidak selalu terjadi, apalagi dengan semudah itu.

Hanya terjadi pada Musa kepada Yosua, manakala Alkitab mencatat bahwa roh kebijaksanaan dan kewibawaan ilahi dari Musa diturunkan kepada Yosua (Ulangan 34:9, Bilangan 27:18-23)- ternyata bukan semudah itu, Kemungkinan besar Yosua ikut berpuasa juga manakala Musa berpuasa.  Karena di gunung Sinai, bagaimana dia bisa masak, ataupun makan..?? Juga di Kemah Pertemuan darurat…bagaimana dia bisa masak ataupun makan??

Hanya terjadi pada Elia kepada Elisa, manakala Alkitab mencatat bahwa Elisa bisa melihat dia dijemput naik ke sorga. Manakala Elisa menangkap jubah Elia.  Bukankah tidak semudah itu? Elia berjalan terus, dan Elisa mengikutinya tanpa henti.

Tidak terjadi pada nabi-nabi lainnya. Hanya pada Elisa.

Tidak berarti pengurapan yang turun dari atas itu harus dibeli dengan berpuasa, seperti bagaimana Yosua ikut berpuasa manakala  Musa berpuasa. Tidak selalu harus dengan cara yang sama seperti itu.

Tetapi untuk menangkap pengurapan yang sama dari Tuhan, haruslah dapat menangkap Visi ilahi yang sama seperti yang diterima pemimpin, atas hidup kita sendiri secara pribadi. Yosua harus menangkap sendiri dari Tuhan, barulah dia dapat menerima juga dari Musa. Oleh karena itu, Alkitab menuliskan komentar Tuhan atas Yosua, bahwa Yosua itu penuh Roh, Bilangan 27;18, baru di ayat berikutnya  Ulangan 34:9,  dia harus menerima penumpangan tangan dari Musa. Wadah yang telah siap, yaitu hati yang dipenuhi Roh Kudus, siap untuk diisi dengan roh kebijaksanaan/ roh hikmat.

 

Bilangan 27: 18

Lalu TUHAN berfirman kepada Musa: “Ambillah Yosua bin Nun, seorang yang penuh roh 1 , h  letakkanlah tanganmu atasnya, i 

 

Dalam Alkitab bahasa Indonesia, dicatat kata penuh ‘roh’ yang ditulis dalam huruf kecil, namun mari kita perbandingkan dengan penulisan kata ‘roh’ ini  dalam bahasa Inggris:

NETBible , a man in whom is such a spirit
NASB, ESV, NKJV, AMP a man in whom is the Spirit
HCSB, NLT a man who has the Spirit in him
LEB, GWV , a man who has the Spirit
NIV, NRSV, KJV, BBE a man in whom is the spirit
REB a man powerful in spirit
NLT who has the Spirit in him
GNB a capable man,
ERV is very wise
MSG the Spirit is in him!–
CEV CEVUK can do the job.

 

9 versi terjemahan dalam bahasa Inggris  menggunakan spirit dengan s kecil

10 versi terjemahan dalam bahasa Inggris, menggunakan Spirit dengan S besar.

Namun saya meyakini , ketika Yosua Penuh dengan Roh Tuhan, maka pada saat itu roh manusianya dipenuhkan dengan Roh daripada Tuhan.

Berbeda lagi dengan Ulangan 34:9 sbb:

Dan Yosua bin Nun penuh dengan roh kebijaksanaan, c  sebab Musa telah meletakkan tangannya ke atasnya. d  Sebab itu orang Israel mendengarkan dia dan melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.

Mari kita lihat dalam bahasa Inggris: Semua versi Alkitab menterjemahkan dengan frase yang   berbeda namun tetap dengan spirit yang sama, yaitu spirit dengan ‘s’ kecil.

Was full of the spirit of wisdom

Yosua harus penuh Roh, sebagai seorang Yosua pribadi di hadapan Tuhan. Jadi hidupnya langsung menyerap dari Tuhan sendiri, menangkap hati Tuhan, mengerti maunya Tuhan.  Itu adalah step dasar sebelum akhirnya penumpangan tangan dari pemimpin menjadi bermanfaat, karena pemimpin hanyalah sebagai alat dari Tuhan, sumber kita yang sebenarnya tetap TUHAN itu sendiri.

Alkitab bukan iseng ketika menyelipkan frase “seorang yang masih muda” dalam Keluaran 33: 11 itu

Kemudaannya tidak diisi dengan hura-hura. Kemudaannya tidak diisi dengan mengejar harta , jabatan bergengsi, ataupun nama besar. Kemudaannya diisi dengan ketaatannya pada Musa pemimpinnya, walaupun masih muda dia mau taat saat disuruh memimpin peperangan melawan orang Amalek, walaupun masih muda dia tidak menjadikan kemudaannya suatu penghalang untuk kehausan dan kelaparannya akan pengenalannya akan Pribadi Tuhan, yang sangat dahsyat dan mengagumkan itu.

Walaupun  di masa yang lalu dia telah sukses menjadi pemimpin peperangan melawan Amalek, ada hiruk pikuk pekik kemenangan dan tari-tarian, namun Yosua tidak keberatan saat dibawa Tuhan ke tempat yang sepi, hanya ada Musa, dirinya dan Tuhan di gunung Sinai itu. Tidak ada yang lain.

Walaupun anak muda cenderung tidak suka bergaul dengan orang yang lebih tua daripadanya ( Bayangkan saja usia Musa pada saat itu sekitar 80 tahun..mungkin lebih ! Sedangkan usia Yosua saat itu kita estimasikan 20 tahun) , namun Yosua tidak menjadikan hubungannya dengan sesosok orang setua Musa sebagai hal yang dapat membuat dia malu pada teman-teman sebayanya, tetapi justru pada kemudaannya dan ketuaan Musa, dia dapat menyerap banyak hal dari Musa, sebanyak mungkin dari sang senior.

Yosua juga tidak keberatan saat dia jadi seperti orang aneh, saat melihat dirinya sendiri, si anak muda itu, duduk di dekat Kemah Pertemuan dan bahkan sendirian, karena Musa pun tidak ada di sana. Dia hanya berdua dengan Tuhan saja. Tampaknya dia jadi anak muda yang aneh, tidak seperti anak muda lainnya, mereka ada di kemah mereka masing-masing, sedangkan dirinya ada di kemah pertemuan yang jauh jaraknya dari  perkemahan bangsa Israel.

Tetapi bagi Yosua tidak masalah, dia menyukai keistimewaan ini. Dia adalah anak muda yang berbeda, karena dia mengabdi pada Musa dan juga kepada TUHAN. Dia tidak pernah merasakan hidupnya sia-sia dan tanpa harapan karena profesinya saat itu hanya sebagai seorang abdi.

Yosua tahu, bahwa selama dia dekat dengan TUHAN, maka bayangan –bayangan buruk tentang apa anggapan miring orang lain terhadap dirinya ataupun kekawatiran tentang masa depan, tidak sempat lewat dalam pikirannya, apalagi mengganggu, sama sekali tidak sempat. Sampai kapanpun dia tidak ingin melepaskan ‘ posisi’ sebagai abdi Musa seperti sekarang ini. Ini adalah posisi yang sangat strategis untuk terus nempel kepada Musa, sang senior  yang nempel kepada Tuhan.

Apa yang dibisikkan oleh Musa di telinganya atas perintah Tuhan, bahwa ingatan akan Amalek akan Tuhan hapuskan dari kolong langit ini..terus terngiang-ngiang di pikiran dan hatinya. Sepertinya Tuhan punya agenda dan rencana besar untuk hidupnya kelak.

Di hadirat Tuhan, Yosua mengalami perjumpaan yang ajaib yang menjadi titik awal untuk Yosua terus digiring Tuhan sampai dia didapati pada tahun ke 40 keluarnya bangsa Israel keluar dari Mesir, sebagai orang yang penuh Roh.

Semua tokoh Alkitab yang mengalami perjumpaan dengan Tuhan, secara total hidup mereka akan mengalami perubahan besar-besaran dari segi nilai kehidupannya, walaupun secara proses waktu tidak pernah ada yang sebentar.

Sebut saja Abraham. Sejak Abraham mengalami perjumpaan dengan Allah yang menuntun dia keluar dari tanah Ur Kasdim, sejak itulah Abraham meninggalkan kenyamanannya di tengah-tengah sanak saudaranya dan pergi mengikuti tuntunan Tuhan. Sejak itu dia diproses Tuhan dalam kurun waktu 25 tahun menanti lahirnya anak kandungnya dari isterinya, bahkan setelah Ishak lahir, kini diminta oleh Tuhan untuk dipersembahkan.  Abraham diproses sampai didapati menjadi orang yang disebut Bapa orang Beriman.

Sebut saja Yakub. Yakub mengalami perjumpaan dengan Tuhan dalam persinggahannya di Bethel, ketika ia bermimpi melihat tangga dan para malaikat. Sejak itu dia diproses Tuhan bertahun-tahun hidup sebagai menantu Laban.  Alkitab tidak pernah mencatat Yakub sebagai penipu lagi, total hidupnya berubah, dia justru menjadi pengalah saat upahnya diubah sepuluh kali oleh Laban mertuanya, dia tetap bersabar. Dan dia bukan lagi seorang yang serakah, melainkan mau berbagi dengan kakaknya, Esau.

Sebut saja Yusuf. Yusuf mengalami perjumpaan dengan Tuhan dalam mimpinya. Sejak itulah dia diproses oleh Tuhan dalam kurun waktu 13 tahun sampai dia didapati menjadi orang yang bisa mengampuni keluarganya dan bisa menjadi orang yang dipakai Tuhan memelihara suatu cikal bakal bangsa Israel.

Sebut saja Daud. Daud mengalami perjumpaan dengan Tuhan di padang penggembalaan.  (Mazmur 78:70-72) Sejak itulah dia diproses Tuhan, dan menurut para ahli Alkitab, diperkirakan proses yang Daud alami lebih kurang 13 tahun, dari semua tingkah polah Saul kepada dirinya,  sampai dia didapati tulus hatinya dan cakap tangannya, sebagai seorang raja Israel yang ke dua.

Daftar ini bisa sangat panjang…

Demikian juga dengan Yosua, Yosua mengalami perjumpaan dengan Tuhan di Kemah Pertemuan yang tidak mau ditinggalkannya itu, dan terus Yosua diproses Tuhan sampai 40 tahun, menjadi seorang abdi, menjadi seorang yang tidak diperhitungkan, dan selama 37 tahun setelah Musa tahu dari Tuhan bahwa dia adalah pemimpin yang berikutnya, dia tidak diberi kesempatan memimpin perang walaupun sebenarnya dia berkapasitas untuk itu, sepanjang 37 tahun itu dia tidak diberi semangat, tidak dihiburkan dari luka trauma ( oleh pemimpinnya, Musa- walaupun pada akhirnya, pada detik terakhir akhirnya diberi semangat juga, yaitu di tahun ke 40), sampai pada akhirnya dia didapati penuh Roh di tahun yang ke 40, yaitu 40 tahun lamanya sejak dia tidak mau meninggalkan kemah pertemuan itu.

Pada perjumpaan dengan Tuhan itulah,

Tuhan menanamkan  VISI yang ditanamkan melalui NUN, ayahnya,

VISI yang digulirkan oleh Tuhan lewat pengalamannya berperang melawan Amalek,

HASRAT/ PASSION terdalam yang ditanamkan oleh Tuhan akan keselamatan bukan hanya suku Efraim saja, tetapi keselamatan atas sebuah bangsa,

Semuanya itu menjadi VISI YANG KUAT , manakala Yosua ada di hadirat TUHAN, sampai Yosua dipenuhi oleh roh.  Ada passion yang menggelora di dalam hati dan hidupnya, di saat dia mengalami Tuhan, menangkap hati Tuhan.

Generasi Yosua adalah generasi yang sangat rindu hidup dekat dengan Tuhan, haus akan Tuhan dan selalu mencari perkenanan hati Tuhan, hatinya selalu melekat kepada TUHAN, sehingga memiliki kepekaan akan Destiny Tuhan dalam hidupnya. Generasi Yosua akhir zaman adalah generasi yang bisa menangkap isi hati Tuhan/ Visi Tuhan dengan persis sama seperti yang ditangkap oleh generasi sebelumnya/ seniornya dari Tuhan,  karena dia sendiri penuh dengan roh.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Nila 1
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam kesetiaan ( i tim 4:12 )

Kesetiaan kepada pemimpin

YOSUA SEORANG YANG Yosua setia pada pemimpinnya, hal ini ditunjukkan dengan bagaimana dia setia menemani Musa 40 hari di Gunung Sinai, dan 40 hari lagi di Kemah Pertemuan
DEFINISI Setia menemani adalah terus mendukung, tidak meninggalkan, selalu siap membantu bila sewaktu-waktu diperlukan
AYAT PENDUKUNG Keluaran 24: 12-13, Keluaran 33: 11.
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua setia pada Musa, hal ini ditunjukkannya dengan cara setia menemani Musa di gunung Sinai dan di Kemah pertemuan dalam total 80 hari, kemungkinan besar Yosua ikut berpuasa bersama-sama dengan Musa.
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo setia kepada pemimpin kita, ayo mengikuti dia, mendukung, mengiring dengan setia.
PROPERTY YANG DISARANKAN Tikar (1)
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Yosua terduduk sambil terkatuk-kantuk, menunggu Tuan Musa.
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Yosua seorang yang setia kepada Musa, pemimpinnya, dia menunjukkan kesetiaannya dengan cara menemani Musa di gunung Sinai selama 40 hari dan di Kemah Pertemuan selama 40 hari lagi. Kemungkinan  besar Yosua ikut berpuasa bersama dengan Musa 80 hari 80 malam.

Ayo setia kepada pemimpin kita, ayo mengikuti dia, mendukung, mengiring dengan setia.

RAHASIA PERTAMA

DI BALIK PENYEBUTAN NAMA YOSUA BIN NUN.

Perjumpaan pribadi dalam keintiman dengan Tuhan menjadi suatu peristiwa yang ditandai oleh Tuhan.

  • Musa menyebut nama Hosea bin Nun menjadi Yosua –(saja- tanpa tambahan bin-Nun)- Bilangan 13:16
  • Sejak Yosua ditunjuk Musa memimpin peperangan melawan Amalek, nama Yosua selalu disebutkan Musa sebagai Yosua-(saja-tanpa tembahan bin-Nun), Keluaran 17:9, 10,13
  • Bahkan Tuhan pun pada peristiwa peperangan melawan Amalek menyebutkan nama Yosua sebagai Yosua saja, tidak ada tambahan bin-Nun, Kel 17:14
  • Di kitab Keluaran, 7 kali pribadi Yosua dituliskan, 6 kali yang pertama hanya disebutkan Yosua-(saja-tanpa tambahan bin-Nun),
    • Keluaran 17: 9 (sebutan dari Musa), disebutkan YOSUA saja
    • Keluaran 17: 10 (sebutan dari penulis kitab/narator) , disebutkan YOSUA saja
    • Keluaran 17: 13 (sebutan dari penulis kitab/narator) , disebutkan YOSUA saja
    • Keluaran 17: 14 (sebutan dari Tuhan) , disebutkan YOSUA saja
    • Kel 24:13(sebutan dari penulis kitab/narator- peristiwa ikutnya Yosua ke gunung Sinai), disebutkan YOSUA saja
    • Kel 32:17 ( sebutan dari penulis kitab/narator- peristiwa turunnya dari gunung Sinai), disebutkan YOSUA saja
    • dan nama Yosua bin Nun pertama kali dan merupakan satu-satunya di kitab Keluaran, ditulis dengan tambahan bin-Nun adalah pada Keluaran 33:11, yang disebutkan oleh penulis kitab/narator- pada peristiwa dimana Yosua tidaklah meninggalkan Kemah Pertemuan sementara yang dibuat oleh Musa.

Rhema yang kita dapatkan adalah:

Nama Hosea menjadi Nama Yosua untuk mengarahkan Hosea dari memandang diri, kepada memandang Tuhan. Dan pada tahap selanjutnya dari nama Yosua menjadi nama Yosua bin Nun, adalah manakala Yosua bin Nun mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan dalam sebuah keintiman, di Kemah Pertemuan  sementara yang didirikan Musa, di hadapan hadirat Tuhan yang begitu dahsyat. Di titik peristiwa inilah kemungkinan besar, Tuhan memberikan panggilannya kepada Yosua secara pribadi, di sinilah Yosua menemukan destinynya- tujuan hidupnya, tujuan Tuhan atas hidupnya, Visi Tuhan dalam hidupnya, Tuhan menaruh dalam hatinya beban dan belas kasihan atas bangsa Israel ini. Dan ternyata Tuhan menandai peristiwa ini, dan sejak itulah dihadapan Tuhan pertama kali nama Yosua disebut sebagai Yosua bin Nun. Jadi penyebutan Yosua bin Nun bukan terjadi pada awal mula bagaimana Yosua terpilih memimpin peperangan melawan Amalek, BUKAN.  Sejak peristiwa itulah, sejak perjumpaan pribadi Yosua dengan Tuhan di kemah pertemuan itulah, Yosua mendapatkan dari Tuhan titik-titik penting yang menjadi tugasnya, misinya, yang selalu ditandai dengan penyebutan namanya secara lengkap, Yosua bin Nun. ( yang akan kita bahas tersendiri di bawah ini)

Di titik inilah sepertinya Tuhan menanamkan visi dari Nun, ayah Yosua atas keselamatan kaumnya, sukunya serta ditambah lagi dengan area yang lebih besar, frame yang lebih besar yang Tuhan berikan, yaitu keselamatan atas seluruh bangsa.  Dari mengandalkan diri menjadi mengandalkan Tuhan, karena Visi ini dalah Visi raksasa. Di sinilah sebenarnya Hosea berjumpa dengan Yehovah sehingga benar-benar mengalami Yosua/ Jehovah is Salvation/ Yehovah adalah keselamatan.

Generasi Yosua akhir zaman adalah generasi yang intim dengan Tuhan, sehingga dapat menangkap hati Tuhan bagi bangsanya, dapat memiliki suatu kepastian Visi dalam hidupnya yang kelak ternyata dapat menjadi start awal yang menggiring pada Misi dan Dedikasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Ungu 1
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam kesucian ( i tim 4:12 )
YOSUA SEORANG YANG Suka tinggal di hadirat Tuhan
DEFINISI Suka tinggal di hadirat Tuhan adalah; suka bersekutu dengan Tuhan, suka mencari wajah Tuhan, suka mendengarkan suara Tuhan, menikmati ada dalam hubungan yang akrab dengan Tuhan.
AYAT PENDUKUNG Keluaran 24: 12-13, keluaran 32:17

Keluaran 33: 11

Ulangan 9: 18

AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua menemani Yosua di gunung sinai

Yosua tidak meninggalkan kemah pertemuan

Yosua berpuasa 40 hari 40 malam sebanyak 2 kali, jadi 80 hari 80 malam

AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo sukai hadirat Tuhan

Sampai kita mengerti isi hati tuhan

PROPERTY YANG DISARANKAN Makanan dan minuman
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Yosua membelakangi makanan dan minuman serta posisi tubuh berlutut untuk berdoa secara khusuk di hadapan Tuhan, sisa anak lainnya  bisa menjadi tenda kemah pertemuan, atau gunung sinai
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Kisah bahwa Yosua ikut Musa naik ke gunung Sinai

Yosua ikut dengan Musa di kemah pertemuan

Yosua ikut berpuasa 80 hari 80 malam

Sejak itulah Tuhan menyebut Yosua sebagai Yosua bin Nun, karena Tuhan suka saat Yosua sangat mencintai hadirat Tuhan. Di situlah Yosua bisa mengerti isi hati Tuhan untuk umat Tuhan /Israel.

Ayo cintai hadirat Tuhan sampai kita mengerti isi hati Tuhan

BERAPA KALIKAH MUSA BERDOA PUASA 40 HARI 40 MALAM

DAN BERAPAKAH JUMLAH LOH HUKUM ALLAH ITU?

 

Setelah bangsa Israel menyatakan ketidak percayaan mereka kepada Tuhan saat Tuhan berfirman untuk maju dan menduduki negeri Kanaan, sepulang dari pengintaian 12 pengintai itu, maka Tuhan berfirman akan memunahkan bangsa Israel, tetapi Musa sujud berdoa di hadapan TUHAN selama 40 hari 40 malam. Besar kemungkinan Musa melakukan puasa seperti itu untuk keempat kalinya. Dan besar kemungkinan Yosua pun ikut berpuasa dalam 4 kali rangkaian doa puasa ini. Ulangan 9: 22-29. Juga saat akan berperang melawan Sihon dan Og, Musa berpuasa lagi untuk ke lima kalinya, Ulangan 10:10-11, besar kemungkinan dalam tiap puasa ini, Yosua ikut berpuasa juga, karena dalam puasa yang pertama dan ketiga Alkitab jelas-jelas menunjukkan bahwa Yosua yang di gunung Sinai bersama Musa, serta Yosua tidak meninggalkan kemah pertemuan, menggiring kita pada kesimpulan bahwa bisa dipastikan pada puasa Musa yang pertama dan ketiga Yosua ikut berpuasa.  Jadi besar kemungkinan setiap kali Musa berpuasa, Yosua juga ikut berpuasa.

Ulangan 10:1-5. Pada saat itu ( jika melihat kronologis Ulangan 10:1-5 ini maka petunjuk waktunya adalah PADA SAAT ITU- yaitu setelah peristiwa pulangnya 12 pengintai)  Musa diperintahkan Tuhan untuk membuat dua loh batu. Nah kita akan teliti, mengenai dua loh batu ini, supaya kita tidak bingung, kapan saja dan pada saat mana saja dua loh batu itu dibuat.

Keterangan; tabel berikut ini akan mengurutkan kronologis peristiwa yang kita dapat crosschekkan dari kitab Keluaran dan Kitab Bilangan yang menuliskan peristiwa yang secara life terjadi dan kita perbangdingkan dengan apa yang diceritakan kembali oleh Musa secara lebih personal ( karena ada banyak doa puasa atau tabut ke tiga yang tidak dituliskan kisahnya di kitab lain selain kitab Ulangan

Musa naik ke gunung Sinai Keluaran 19:1-3 Padang Gunung Sinai

Tempat persinggahan ke 11

Petunjuk waktunya – antara 3 bulan sampai 2 tahun lebih 35 hari

Musa turun dari gunung Sinai dan berkata kepada seluruh bangsa Kel 19:7-9 Padang  Gunung Sinai

Tempat persinggahan ke 11

Petunjuk waktunya – antara 3 bulan sampai 2 tahun lebih 35 hari

Musa naik lagi ke atas gunung Sinai Kel 19:10-13 Padang  Gunung Sinai

Tempat persinggahan ke 11

Petunjuk waktunya – antara 3 bulan sampai 2 tahun lebih 35 hari

Musa turun lagi dari gunung Sinai Kel 19:14 Padang  Gunung Sinai

Tempat persinggahan ke 11

Petunjuk waktunya – antara 3 bulan sampai 2 tahun lebih 35 hari

Setelah hari yang ke tiga bangsa Israel berada pada kaki gunung Kel 19:17 Padang  Gunung Sinai

Tempat persinggahan ke 11

Petunjuk waktunya – antara 3 bulan sampai 2 tahun lebih 35 hari

Tuhan turun di gunung Sinai dan memanggil Musa ke puncak gunung dan Musa naik ke atas, sesampainya di atas Tuhan memerintahkan Musa turun Kel 19:20 Padang  Gunung Sinai

Tempat persinggahan ke 11

Petunjuk waktunya – antara 3 bulan sampai 2 tahun lebih 35 hari

Musa turun dan pada saat itu di kaki gunung Musa dan seluruh orang Israel mendengar secara audible Tuhan berfirman secara lisan mengenai 10 hukum Allah Kel 19:25, Kel 20:1-17, 18-21 Padang  Gunung Sinai

Tempat persinggahan ke 11

Petunjuk waktunya – antara 3 bulan sampai 2 tahun lebih 35 hari

10 PERINTAH ALLAH SECARA LISAN Keluaran 19:18, Ulangan 4:10, Ulangan 20: 1-17, Ulangan 5: 1-21,22 Musa di Gunung Sinai, tetapi bangsa Israel berkumpul di Gunung Horeb

Petunjuk waktunya – antara 3 bulan sampai 2 tahun lebih 35 hari

Musa naik lagi ke atas gunung Sinai

Turunlah berbagi peraturan dari Tuhan. Di akhir daripada Firman Tuhan kepada Musa di  gunung Sinai inilah Musa diperintahkan Tuhan menghadap bersama Harun, Nadab dan Abihu dan para tua-tua Israel, namun mereka  tidak boleh naik sampai ke puncak gunung kecuali Musa

Kel 20:21 Kel 20-23 Kel 24 Padang Gunung Sinai

Tempat persinggahan ke 11

Petunjuk waktunya – antara 3 bulan sampai 2 tahun lebih 35 hari

Musa turun dan mengadakan upacara pengikatan perjanjian dengan bangsa Israel Kel 24: 3-8 Padang  Gunung Sinai

Tempat persinggahan ke 11

Petunjuk waktunya – antara 3 bulan sampai 2 tahun lebih 35 hari

Musa, Harun, Nadab dan Abihu dan 70 tua tua naik k egunung Sinai, namun tidak sampai ke puncak gunung Kel 24: 9-11 Padang  Gunung Sinai

Tempat persinggahan ke 11

Petunjuk waktunya – antara 3 bulan sampai 2 tahun lebih 35 hari

Musa diperintahkan Tuhan naik ke puncak gunung Sinai Kel 24: 12 Padang  Gunung Sinai

Tempat persinggahan ke 11

Petunjuk waktunya – antara 3 bulan sampai 2 tahun lebih 35 hari

Musa dan Yosua naik ke puncak gunung Allah, lalu Musa tinggal 40 hari 40 malam di sana. Pada saat itu kedua loh hukum dari Allah belum diberikan Kel 25:16

Setelah selesai 40 hari 40 malam, barulah Musa mendapat kedua loh hukum

Kel 24: 13, 18, Kel 31:18

 

Padang  Gunung Sinai

Tempat persinggahan ke 11

Petunjuk waktunya – antara 3 bulan sampai 2 tahun lebih 35 hari

DUA LOH BATU PERTAMA Keluaran 24:12-13,16; 31:18, Ulangan 4: 13, Ulangan 5: 22, Ulangan 9:10-17 Padang  Gunung Sinai ( Tempat persinggahan yang ke 11)

Petunjuk waktunya – antara 3 bulan sampai 2 tahun lebih 35 hari

Kedua loh hukum Allah, loh batu, yang ditulisi oleh jari Allah.

Baik loh batunya maupun tulisannya semuanya datang dari Tuhan yang sudah mempersiapkannya. Musa menerima secara utuh Kel 32:16

 

Setelah itu terjadi peristiwa anak lembu emas Keluaran 32 Ul 9: 8 lanjut ayat 9

 

Jadi Ulangan 9:9 terjadinya adalah setelah peristiwa anak lembu emas, yang dibahas di Ulangan 9:8

Padang  Gunung Sinai ( Tempat persinggahan yang ke 11)

Petunjuk waktunya – antara 3 bulan sampai 2 tahun lebih 35 hari

Yosua ikut turun dengan Musa dari gunung Sinai, saat dua loh batu ini dibawa turun. Kel 32:15-18

 

Dua loh batu itu pecah pada kaki gunung saat Musa marah Kel 32:19

Musa mendirikan kemah pertemuan sementara

Musa berpuasa untuk yang kedua kalinya selama 40 hari 40 malam

Kel 33:7, Ul 9:18 Padang  Gunung Sinai ( Tempat persinggahan yang ke 11)

Petunjuk waktunya – antara 3 bulan sampai 2 tahun lebih 35 hari

Yosua tidak meninggalkan kemah itu (Kel 33:11) Besar kemunginan Yosua pun ikut berpuasa
Tuhan memerintahkan Musa naik untuk menerima dua loh batu yang kedua

Musa berpuasa lagi 40 hari 40 malam, untuk yang ketiga kalinya

Musa menuliskan dulu loh batu ini BARU SETELAH ITU BERPUASA 40 HARI 40 MALAM

Kel 34:1-3, Kel 34; 28, Ulangan 9: 8-9.

 

Padang  Gunung Sinai ( Tempat persinggahan yang ke 11)

Petunjuk waktunya – antara 3 bulan sampai 2 tahun lebih 35 hari

Perhatikan bahwa Musa menggunakan alur mundur pada Ulangan 8-17. Jadi Ulangan 9 :8-17 terbagi menjadi dua peristiwa dengan alur mundur, Peristiwa LOH BATU KEDUA diceritakan Musa di awal yaitu ayat 8-9 dengan petunjuk jelas MENERIMA LOH BATU DULU BARU BERPUASA. Kemudian Musa melanjutkan dengan PERISTIWA LOH BATU YANG PERTAMA yaitu BERPUASA DULU BARU MENERIMA LOH BATU. Barulah di Ulangan pasal 10 Musa menerima LOH BATU KE TIGA.
LOH BATU YANG KEDUA Keluran 34:1-4 Padang  Gunung Sinai ( Tempat persinggahan yang ke 11)

Petunjuk waktunya – antara 3 bulan sampai 2 tahun lebih 35 hari

Loh batunya dipahat oleh Musa sendiri di kaki gunung sebelum berangkat, tetapi Tuhan berjanji yang menuliskan ( Kel 34: 1) Namun pada akhirnya Musa sendiri yang menuliskan pada loh batu ini (Kel 34:27-28)
Musa turun dari gunung Sinai membawa kedua loh hukum Allah di tangannya dan kulit mukanya bercahaya Kel 34: 29 Padang  Gunung Sinai ( Tempat persinggahan yang ke 11)

Petunjuk waktunya – antara 3 bulan sampai 2 tahun lebih 35 hari

Setelah Kemah suci selesai dibuat kedua loh hukum Allah itu ditaruh di dalam tabut,  

 

Kel 40: 20-22. Petunjuk waktunya pada saat itu ialah Kel 40:34, Bil 9:15

 

Tepat dua tahun (Bil 9:1)

dikenakan kayu pengusung, dan diletakkan tutup pendamaian di atas tabut itu, dibawanyalah tabut itu di kemah Suci sebelah utara, di depan tabir itu. Tabut ini dibuat oleh Bezaleel  Kel 37:1
Selanjutnya mereka berangkat dari gunung Sinai Bil 10: 11 Berangkat dari gunung Sinai, pada tahun ke dua, bulan ke dua tanggal 20
Selanjutnya mereka ada di Tabera, di Masa Ulangan 9:22 Masih di tahun ke dua

Telah meninggalkan tempat persinggahan ke 12

Terjadi peristiwa api Tuhan saat bangsa Israel bersungut sungut Bil 11: 1-2
Selanjutnya mereka ada di Kibrot-Taawa Ulangan 9: 22 Kibrot-Taawa

Tempat persinggahan ke 12

Terjadi nafsu rakus Bil 11: 31-35
Peristiwa kepulangan 12 pengintaian Ulangan 9: 23-24 Kadesh Barnea. Musa langsung lompat ke tempat persinggahan ke 32

 

Petunjuk waktunya adalah ; skandal Kadesh Barnea ini masih terjadi di tahun ke DUA

 

Petunjuk waktu ada di Ulangan 2: 14. Jadi dari Kadesh barnea sampai ke Sungai Zered (Bil 21:10-15)memakan waktu 38 tahun.

Ketika terjadi skandal Kadesh Barnea ini Musa berdoa lagi 40 hari 40 malam, untuk yang ke empat kalinya. Jika dikatakan sujud empat puluh hari empat puluh malam, bisa dipastikan doa ini disertai PUASA Ulangan 9: 22-29 Masih di Kadesh barnea tempat persinggahan ke 32

 

Petunjuk waktunya adalah ; skandal Kadesh Barnea ini masih terjadi di tahun ke DUA

 

Petunjuk waktu ada di Ulangan 2: 14. Jadi dari Kadesh barnea sampai ke Sungai Zered (Bil 21:10-15) memakan waktu 38 tahun.

Besar kemungkinan Yosua ikut berdoa dan berpuasa selama 40 hari 40 malam ini, untuk kali yang ke empat ini.
Pada peristiwa ini  ( setelah peristiwa skandal Kadesh-Barnea-atau kepulangan 12 pengintai) Tuhan memerintahkan Musa untuk membuat lagi LOH BATU YANG KETIGA. Ulangan 9:23-29 lanjutkan ke Ulangan 10:1-5 Masih di Kadesh barnea tempat persinggahan ke 32

 

Petunjuk waktunya adalah ; skandal Kadesh Barnea ini masih terjadi di tahun ke DUA

 

Petunjuk waktu ada di Ulangan 2: 14. Jadi dari Kadesh barnea sampai ke Sungai Zered (Bil 21:10-15)memakan waktu 38 tahun.

Tuhan menyuruh Musa memahat dua loh batu yang serupa dengan loh batu yang pertama . Nama gunung tidak dise butkan sebagai Gunung Sinai, karena mereka sudah jauh meninggalkan lokasi gunung Sinai.  Tuhan memerintahkan MUSA –jadi bukan Besaleel, tetapi MUSA membuat tabut dari Kayu. Tuhan sendiri yang menuliskan pada loh itu , Kemudian dua loh itu harus diletakkan pada tabut kayu. Musa berangkat naik ke gunung dengan membawa pahatan loh batu. Tuhan yang menuliskan, sama persis dengan tulisan pada loh batu pertama , lalu diberikan Tuhan kepada Musa, Musa turun lalu meletakkan loh batu itu di tabut yang dibuat oleh MUSA.
Sebelum menyerang Sihon dan Og Musa berdoa puasa lagi 40 hari 40 malam Ulangan 10:10-11

 

KESIMPULAN MENGENAI DOA PUASA MUSA

Doa puasa Musa yang pertama Kel 24: 13, 18, Kel 31:18

 

Setelah berpuasa ini Tuhan memberikan loh batu yang pertama 40 hari 40 malam
Doa puasa Musa yang kedua Kel 33:7, Ul 9:18 Puasa  ini adalah untuk memperjuangkan nasib bangsa Israel setelah mereka menyembah anak lembu emas 40 hari 40 malam
Doa puasa Musa yang ke tiga Kel 34:1-3, Kel 34; 28, Ulangan 9: 8-9.

 

Setelah Musa menuliskan  pada loh batu yang ke dua, Musa berpuasa. 40 hari 40 malam
Doa puasa Musa yang ke empat Ulangan 9: 22-29 Setelah peristiwa skandal pemberontakan orang  Israel selepas laporan 12 pengintai, Musa berdoa puasa lagi 40 hari 40 malam
Doa puasa Musa yang ke lima Ulangan 10:10-11 Sebelum menyerang Sihon dan Og Musa berpuasa lagi 40 hari 40 malam

 

KESIMPULAN MENGENAI LOH BATU

LOH BATU PERTAMA Keluaran 24:12-13,16; 31:18, Ulangan 4: 13, Ulangan 5: 22, Ulangan 9:10-17 Gunung Sinai Baik BATUNYA

Maupun Tulisannya semuanya dari TUHAN

Musa berpuasa dulu baru menerima dua loh batu ini Loh batu ini pecah pada peristiwa lembu emas
LOH BATU YANG KEDUA Keluran 34:1-4 Gunung Sinai LOH BATUNYA dipahat oleh Musa, sebelum naik ke gunung, Musa harus sudah menyelelesaikan pahatan batu itu

Tuhan sebenarnya berjanji menuliskan dengan tangan Tuhan sendiri. ( Kel 34: 1) Namun pada akhirnya Musa sendiri yang menuliskan pada loh batu ini (Kel 34:27-28)

 

Musa menerima dulu dari Tuhan , baru berpuasa Loh batu ini disimpan di tabut Allah pada Kemah Suci, dan tabut Allah ini dibuat oleh Bezaleel, Kel 37:1. dengan

dikenakan kayu pengusung, dan diletakkan tutup pendamaian di atas tabut itu, dibawanyalah tabut itu di kemah Suci sebelah utara, di depan tabir itu.

LOH BATU YANG KETIGA Ulangan 9:23-29 lanjutkan ke Ulangan 10:1-5 Kadesh-barnea.

Nama gunung tidak disebutkan

LOH BATUNYA DIPAHAT OLEH MUSA

Tabut kayu dibuat oleh Musa

Tuhan yang menuliskan sama persis dengan yang ada di loh batu pertama yang telah pecah.

Tidak ada catatan bahwa loh batu ketiga ini apakah harus diletakkan di kemah suci atau tidak, dan apakah bangsa Israel bebas melihat loh batu pada tabut dari kayu ini.  Tabut ini tidak dilengkapi dengan EMAS, hanya murni KAYU saja.

 

ARTI ROHANI DARIPADA KETIGA LOH HUKUM ALLAH

LOH HUKUM ALLAH YANG PERTAMA LOH BATUnya dari TUHAN sendiri. Bisa jadi ini batu dari Surga. Lambang Yesus sebagai batu karang.

 

Ini lambang surga, jadi saat Tuhan ciptakan manusia segambar dan serupa dengan Dia, sebenarnya kekudusan Adam dan Hawa sebelum jatuh dalam dosa adalah seperti memiliki hati yang sama dengan hati Tuhan, begitu kudus, begitu murni, begitu indah, potongan dan lekukan dari loh hati ini , sempurna.

TULISANnya adalah dari tulisan Allah sendiri. Ini melambangkan Kristus sebagai Firman Hidup.

 

Loh hukum yang pertama ini adalah PAKET LENGKAP DARI SURGA, baik loh batunya, maupun ukiran dari tangan Tuhan sendiri, MUSA TINGGAL TERIMA JADI.

 

Semua kesempurnaan yang Tuhan inginkan dalam hidup kita seturut dengan STANDART SURGAWI.

Diberikan di Gunung Sinai. Gunung Kudusnya Allah. Suatu standart kekudusan yang mutlak dalam standart ilahi.

Karena manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Allah, manusia sebenarnya dimungkinkan untuk hidup kudus dan mematuhi semua hukum Allah ( sebelum Adam dan Hawa jatuh dalam dosa) Namun manusia memiliki kehendak bebas,dan Adam dan Hawa telah gagal untuk menjadi Hamba Allah, ketika mereka jatuh dalam dosa.

Untuk mendapatkan loh hukum Allah yang pertama ini Musa harus berpuasa 40 hari 40 malam dulu baru setelah itu mendapatkan loh hukum Allah ini. Artinya bahwa ketika manusia ingin melakukan dan mentaati Tuhan, menyenangkan hati Tuhan, maka Tuhan ingin menjadikan persekutuan dengan Tuhan itu sebagai hal yang utama untuk dilakukan, sedangkan sisanya yaitu bagaimana menepati hukum-hukum-Nya akan MUNCUL sebagai HASIL/ BUAH  daripada keintiman dengan Tuhan. Mestinya loh hukum ini ditempatkan di tabut Allah di ruang maha kudus, NANTINYA, RENCANANYA, namun loh hukum ini PECAH, dalam skandal lembu emas.

 

Menggambarkan bahwa manusia ternyata gagal untuk menepati standart Tuhan, manusia karena dosa ternyata gagal untuk menyenangkan hati Tuhan, karena digambarkan dalam peristiwa ini, bangsa Israel menolak untuk naik ke gunung kudus Allah, walaupun pada awalnya Tuhan itu memerintahkan mereka untuk naik. Ketika manusia menolak untuk intim dengan Tuhan maka yang akan terjadi adalah begitu mudahnya mereka jatuh pada PATUNG LEMBU EMAS yang melambangkan BAAL./ berhala.

 

Setelah skandal lembu emas inilah Musa berdoa lagi 40 hari 40 malam sebagai lambang bagaimana manusia harus BERTOBAT dari segala dosa, merendahkan diri di hadapan Tuhan dan meminta pengampunan daripada-Nya

LOH HUKUM YANG KEDUA LOH BATU-nya dibuat oleh Musa sebelum naik ke gunung Sinai. Pahatan tangan Musa jelas tidak sesempurna loh batu yang pertama yang didapat dari Tuhan langsung. Karna Musa membuatnya di bumi, beda dengan loh batu pertama diturunkan dari surga.

 

Ini melambangkan bumi.

 

Jadi ini melambangkan bagaimana Musa sebelum naik ke Gunung Kudus Tuhan , harus mempersiapkan hatinya ( hati manusia)

 

Mengapa tidak sama dengan loh hukum yang pertama? Dimana loh batunya dari Allah sendiri?

 

Karena detik ketika manusia jatuh dalam dosa, maka terjadilah kematian. Ada terputusnya hubungan dari Allah dan manusia yang dipisahkan oleh DOSA.

 

Asal muasalnya dulu Loh yang kanan adalah LOH hati Tuhan, dan loh yang kiri adalah LOH hati manusia, Tadinya menyatu, tetapi karena manusia jatuh dalam dosa, LOH ini pecah berkeping. Bukan hati Tuhan yang terpecah, tetapi hubungan antara hati Tuhan dan manusialah yang terpecah/terputus berkeping-keping, hancur.

 

Oleh karena itu pada loh ke dua, kini harus manusialah yang memahat batu itu, harus manusialah yang menyediakan hatinya bagi Tuhan, karena terputusnya ini tadi kan karena kehendak manusia, bukan kehendak dari Tuhan. Jadi kalau manusia tidak menyediakan hatinya untuk menerima Firman Tuhan, artinya menolak Tuhan, maka Tuhan tidak dapat memaksakan.

 

Pada saat itulah maka pada loh hukum yang kedua, maka LOH BATUNYA harus Musa yang membuatnya.

 

Melambangkan bahwa loh batu ini melambangkan HATI KITA/HIDUP KITA harus dipersiapkan untuk DITULISI FIRMAN TUHAN, digoreskan Firman Tuhan , sehingga diharapkan dapat menjadi pelaku Firman Tuhan

Tulisannya sebenarnya dijanjikan akan digoreskan oleh tangan Allah sendiri, namun dalam kenyataannya Musalah yang menulis pada batu itu.

 

Hal ini melambangkan bahwa setelah kita mempersiapkan hidup dan hati kita untuk menyembah Allah, menjadi hamba Tuhan, Tuhan sebenarnya ingin menolong manusia untuk bagaimana menjadi taat dengan tangan pertolongan-Nya, namun manusia seringkali tetap bersikeras untuk berusaha dengan tangannya sendiri, berusaha hidup saleh, berusaha beramal dan beribadah, berusaha sekuat tenaga melakukan hukum –hukum Allah dalam hidupnya. Dan apa hasilnya?? Tetap GAGAL. Kegagalan ini digambarkan oleh peristiwa bagaimana bangsa Israel gagal untuk mempercayai Tuhan saat Tuhan memerintahkan mereka untuk merebut dan menduduki Kanaan, mereka malahan mengusulkan pengintaian dan pada akhirnya sepulang dari 12 pengintai ini, mereka TIDAK SANGGUP UNTUK MEMPERCAYAI BAHWA TUHAN SANGGUP.

Mengapa mereka tidak sanggup untuk mempercayai bahwa Tuhan sanggup, karena itu tadi, BERUSAHA DENGAN KEKUATAN SENDIRI, mau mengandalkan diri sendiri, pengalaman, kesalehan, ilmu pengetahuan, amal, ibadah, dll.

 

Terjebak dalam KESALEHAN YANG PALSU

 

Ini juga adalah sebuah gambaran bagaimana  manusia telah menyediakan hatinya untuk Tuhan ( yang dilambangkan dengan loh batu pahatan Musa sendiri) tetapi tidak mau hidupnya diproses oleh Tuhan, tidak mau diukir oleh Tuhan, tidak mau dibentuk oleh Tuhan, tidak mau hidup dalam pertobatan.

 

Terjebak dalam HIDUP BERGELIMANGAN DOSA.

 

WALAUPUN SUDAH MENGAKU TERIMA YESUS DALAM HIDUPNYA ( mengaku menyediakan loh hati, tetapi menolak untuk diukir oleh Tuhan)

Diberikan di Gunung Sinai. Gunung Kudusnya Allah. Suatu standart kekudusan yang mutlak dalam standart ilahi.

Karena manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Allah, manusia sebenarnya dimungkinkan untuk hidup kudus dan mematuhi semua hukum Allah ( sebelum Adam dan Hawa jatuh dalam dosa) Namun manusia memiliki kehendak bebas,dan Adam dan Hawa telah gagal untuk menjadi Hamba Allah, ketika mereka jatuh dalam dosa.

 

Dengan standart yang tinggi seperti ini apakah manusia sanggup memenuhi hukum Tuhan dengan cara berjuang dengan kekuatannya sendiri?? Atau sebaliknya, apakah manusia sanggup bertahan jika terus menolak untuk dibentuk oleh Tuhan, dan memilih untuk terus hidup dalam dosa?

Untuk menuliskan loh hukum yang kedua ini Musa menuliskannya dahulu di hadapan TUHAN, barulah setelah itu Musa berpuasa. Ini melambangkan bahwa setelah manusia mempersiapkan loh hatinya di hadapan Tuhan, lalu menerima hukum-hukum Tuhan ( isi-nya apa, pasalnya apa, kalimatnya bagaimana, dst) dan manusia berusaha dengan kekuatan sendiri ( yang dilambangkan bagaimana Musa menulis dengan tangannya sendiri), maka manusia akan menjadikan seremonial ibadah ( yang dilambangkan dengan doa puasa Musa) sebagai penunjang untuk bagaimana bisa menjadi pelaku Firman. Musa berdoa mati-matian agar lewat loh hukum yang kedua ini, bangsa Israel bisa menjadi pelaku Firman yang menyenangkan hati Tuhan, bisa jadi hamba-hambaNya Tuhan yang menyenangkan hati-Nya.  Namun bagaimana hasilnya???

 

Berbeda bukan dengan pola loh hukum Allah yang pertama?? Tuhan justru mengajak Musa berdoa puasa dulu, intim dulu dengan Tuhan, maka dengan keintiman itulah kita justru akan secara otomatis hidup kudus, karena orang yang intim dengan Tuhan akan secara otomatis tidak akan semudah itu menyakiti hati Tuhan.

 

Mengapa bangsa Israel menyembah lembu emas? Karena mereka menolak untuk naik ke gunung kudusnya Tuhan, pada saat Tuhan memerintahkan mereka untuk naik.

 

Ternyata pada perjalanan selanjutnya bangsa Israel tetal GAGAL untuk mempercayai Tuhan selepas pulangnya 12 pengintai itu.

 

Itulah hasilnya; KEGAGALAN.

Akhirnya loh hukum yang kedua ini diletakkan di tabut Allah yang dibuat oleh Besaleel, dan ditempatkan di Ruang Maha Kudus, di bait Kudus-Nya Tuhan.

 

Artinya, untuk HATI MANUSIA ( yang dilambangkan dengan loh batu buatan Musa) dan segala usaha dan daya upaya manusia : bisa lewat apa saja, misalnya lewat seremonial ibadah, lewat amal , lewat berbuat baik, dll untuk melakukan firman Tuhan dengan segala kekuatannya sendiri, tidak akan bisa bertahan apabila tidak dibungkus oleh TABUT TUHAN yang bersalutkan emas/kemuliaan. Apalagi segala pemberontakan manusia yang membuat manusia hidup dalam bergelimangan dosa tidak akan dapat bertahan apabila tidak dibungkus oleh TABUT TUHAN yang berselimutkan emas.

 

Baiklah, jika memang tabut Tuhan dapat menolong mempertahankan loh hukum yang ke dua ini. NAMUN sayang sekali, tidak ada orang yang boleh masuk ke ruang maha kudus ini kecuali IMAM BESAR yang hanya masuk SETAHUN SEKALI.

 

Jarak yang tidak dapat ditembus, karena ada tirai pemisah antara ruang kudus dan maha kudus.

 

Bahkan imam besar itu pun harus siap mati ketika masuk ke ruang ini. Bahkan imam besar pun perlu mengadakan pendamaian antara dirinya sendiri dengan Tuhan jika ingin selamat keluar dari ruang sakral ini.

 

Ini menggambarkan bahwa hanya KEMULIAAN Tuhanlah ( yang dilambangkan dengan Tabut Tuhan yang bersalutkan emas)  yang bisa menutupi  hati kita yang rapuh, dan segala usaha kita untuk melakukan firman Tuhan itu, tertutupi dengan kemuliaan Tuhan.

 

NAMUN sayangnya, kemuliaan Tuhan yang begitu sempurna itu tidak dapat ditembus oleh tirai penghalang yaitu DOSA MANUSIA.

 

Jadi kesimpulannya pada akhirnya tetap tidak dapat terlampaui, tidak dapat terjangkau.

 

Loh batu buatan Musa itu tertutupi, oleh kemuliaan Tuhan, firman yang digores oleh jari Musa sendiri itu pun sama, tertutupi oleh kemuliaanTuhan yang tidak dapat ditembus.

 

Tidak bertemunya sesuatu yang tidak tertembus inilah yang menjadi penyebab mengapa manusia pada akhirnya menjadi TIDAK PERCAYA pada keMaha berdayaan Tuhan.

Hampir saja mereka masuk ke Kanaan, tetapi karena mereka tidak percaya, maka mereka harus berputar-putar lagi di padang gurun sampai tahun ke 40.

 

Di dalam sebuah hubungan yang terpecah terdapat ketidakpercayaan. Namun dalam hubungan yang karib dan akrab maka terjadi KEPERCAYAAN, seperti bagaimana Abraham percaya, Tuhan memperhitungkan itu sebagai kebenaran dan Abraham disebut SAHABAT ALLAH.

 

Kembali lagi, setelah bangsa Israel jatuh dalam ketidak percayaan sepulang dari 12 pengintai, Musa harus kembali berpuasa dan berdoa. Manusia kembali harus datang kepada Tuhan untuk meminta ampun atas kegagalan mereka untuk mempercayai Tuhan.

 

LOH HUKUM YANG KETIGA LOH BATU-nya dibuat oleh Musa sebelum naik ke gunung Sinai. Pahatan tangan Musa jelas tidak sesempurna loh batu yang pertama yang didapat dari Tuhan langsung. Karna Musa membuatnya di bumi, beda dengan loh batu pertama diturunkan dari surga.

 

Ini melambangkan bumi.

 

Jadi ini melambangkan bagaimana Musa sebelum naik ke Gunung Kudus Tuhan , harus mempersiapkan hatinya ( hati manusia)

 

Mengapa tidak sama dengan loh hukum yang pertama? Dimana loh batunya dari Allah sendiri?

 

Karena detik ketika manusia jatuh dalam dosa, maka terjadilah kematian. Ada terputusnya hubungan dari Allah dan manusia yang dipisahkan oleh DOSA.

 

Asal muasalnya dulu Loh yang kanan adalah LOH hati Tuhan, dan loh yang kiri adalah LOH hati manusia, Tadinya menyatu, tetapi karena manusia jatuh dalam dosa, LOH ini pecah berkeping. Bukan hati Tuhan yang terpecah, tetapi hubungan antara hati Tuhan dan manusialah yang terpecah/terputus berkeping-keping, hancur.

 

Oleh karena itu pada loh ke dua, kini harus manusialah yang memahat batu itu, harus manusialah yang menyediakan hatinya bagi Tuhan, karena terputusnya ini tadi kan karena kehendak manusia, bukan kehendak dari Tuhan. Jadi kalau manusia tidak menyediakan hatinya untuk menerima Firman Tuhan, artinya menolak Tuhan, maka Tuhan tidak dapat memaksakan.

 

Pada saat itulah maka pada loh hukum yang kedua, maka LOH BATUNYA harus Musa yang membuatnya.

 

Melambangkan bahwa loh batu ini melambangkan HATI KITA/HIDUP KITA harus dipersiapkan untuk DITULISI FIRMAN TUHAN, digoreskan Firman Tuhan , sehingga diharapkan dapat menjadi pelaku Firman Tuhan

 

Sebelum berangkat naik ke gunung pun, Musa harus membuat tabut Allah yang terbuat dari kayu. Ini adalah lambang dari kemuliaan manusia yang fana, tidak bersalutkan emas.

Kali ini, TUHANlah yang menuliskan hukum-hukum Nya dengan tangan dan jari-Nya sendiri pada loh batu buatan Musa.

 

Artinya begini; Manusia tidak akan mungkin dapat mampu melakukan hukum-hukum Allah dengan kekuatannya sendiri, dengan usahanya sendiri. Hanya ketika Tuhan yang menuliskan Firman itu di loh hati manusia, maka manusia dimampukan untuk melakukan Firman Tuhan, manusia dimampukan untuk mengasihi Allah dan sesamanya.

 

Tuhan berkenan menyentuh loh batu buatan Musa dengan sentuhan jari-Nya sendiri. Itu artinya Tuhan tidak segan-segan menyentuh hati manusia yang berdosa itu, pahatan yang tidak sempurna itu.

 

Itu karena Tuhan itu penuh kasih pada manusia.

Namun manusia harus mau, jika seandainya Musa menolak untuk Tuhan yang menuliskannya dan seperti loh yang kedua, ditulis oleh tangan Musa sendiri, maka peristiwa yang sama yang akan terjadi, yaitu kegagalan. Gagal untuk percaya. Gagal untuk mempercayai kesanggupan Tuhan.

 

Kita harus merelakan Tuhan membentuk hati kita, mengukir hati kita, memproses kita, membentuk karakter kita agar lewat proses daripada Tuhan, kita dimampukan untuk memiliki karakter ilahi.

Diberikan di sebuah gunung yang tidak tercatat namanya. Di sinilah Tuhan berkenan menemui Musa di sebuah gunung biasa, gunung yang tidak tercatat namanya. Tidak seperti gunung Sinai yang disebut Gunung Kudus Tuhan.

 

Di sinilah bukan manusia yang pada akhirnya berhasil mencapai standart kekudusan Allah, namun harus Tuhan sendiri yang turun kepada kehinaan manusia untuk menebus manusia yang hina, dengan peristiwa NATAL.

 

Tuhan tidak akan menurunkan standart kekudusan-Nya, karena itu tetap Musa harus naik ke gunung, namun gunung yang tidak ditulis namanya ini melambangkan bagaimana Tuhan memakai strategiNya yang lain yaitu bukan dengan cara MANUSIA YANG MENCARI TUHAN, tetapi harus TUHAN yang DATANG MENCARI MANUSIA YANG TERHILANG. Oleh karena itu nama rumah sakit tempat Yesus dilahirkan atau nama penginapan tempat Yesus dilahirkan setelah dicari-cari tidak akan ditemukan karena Dia berkenan lahir di sebuah kandang yang tidak tertulis nama kandang itu kandang apa. Tanggal kelahiran-Nya pun tidak tertulis, hari jam dan saat kelahiran-Nya pun tidak tertulis. Siapa nama gembala dan orang majus yang datang pun tidak tertulis.

 

 

Pada loh hukum yang ke tiga ini berbeda dengan yang pertama dan yang kedua. Pada loh hukum yang pertama, ada puasa dulu di Gunung SINAI sebelum menerima loh batu dan tulisan dari Tuhan sendiri. Artinya KEINTIMAN DENGAN TUHAN AKAN MEMBAWA MANUSIA DAPAT MENJADI PELAKU FIRMAN TUHAN. Namun dalam kenyataannya bangsa Israel justru hidup dalam dosa kerena mereka gagal untuk intim dengan Tuhan.

 

Pada loh hukum yang kedua terbalik, Musa menuliskan dulu loh hukum di hadapan Tuhan, barulah setelah itu dia berpuasa di GUNUNG SINAI . Artinya manusia menggunakan segala seremonial ibadah untuk dapat melakukan Firman Tuhan, ternyata itu tidak berhasil/gagal.

 

Pada peristiwa loh hukum yang ketiga ini berbeda.

Musa berdoa puasa setelah bangsa Israel tidak percaya pada Tuhan sepulang 12 pengintai. Ini adalah LAMBANG PERTOBATAN dari dosa.

 

Karena puasa ini bukan di atas gunung, tetapi di KADESH-BARNEA.

 

Harus diawali dari PERTOBATAN, Hati yang mau berbalik pada Tuhan.

 

Lalu di Kadesh barnea itulah Musa membuat BAIK LOH BATUnya harus dipahat oleh Musa, juga TABUT DARI KAYU buatan Musa harus dipersiapkan.

 

Tabut dari Kayu ini tidak bersalutkan emas

 

Tabut dari kayu ini tidak dibawa naik ke atas gunung, tetapi di tinggalkan di Kadesh Barnea.

 

Tabut dari kayu yang tidak bersalutkan emas ini melambangkan kefanaan manusia, kemuliaan manusia yang fana, tidak lebih dari ulat.

 

Manusia yang fana dan berdosa harus menyadari bahwa dia fana dan berdosa, dia butuh juruselamat.

 

Tabut dari kayu  buatan Musa ini tidak bersalutkan emas sama sekali seperti tabut buatan Besaleel yang ada di ruang maha Kudus.  Tabut ini tidak dibawa naik ke atas gunung, itu artinya ditinggalkan Musa di Kadesh Barnea. Di tempat skandal ketidak percayaan dan pemberontakan itu terjadi.

 

Setelah Musa berdoa puasa memohon ampun ada Tuhan, maka Tuhan memerintahkan Musa membuat loh batu dan tabut dari kayu (lambang hati manusia yang pahatannya tidak sempurna dan kefanaan hidup manusia yang telah kehilangan kemuliaan Allah) membawa loh batu pahatannnya itu naik ke atas gunung ( melambangkan hati kita yang kita bawa ke hadapan Tuhan, dimana Tuhan berkenan datang  meninggalkan surga yang Mulia, dan berkenan datang di gunung yang tidak ternama) dan setelah Musa berhadapan dengan Tuhan ( melambangkan perjumaan dengan Tuhan, dari hati yang telah bertobat dan didamaikan dengan Tuhan) maka Tuhan berkenan mengukir Firman Allah itu dengan jariNya sendiri di loh batu hasil pahatan Musa itu. Tuhan berkenan membentuk hidup yang telah bertobat dan telah mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan bersedia diukir, dibentuk diproses oleh Tuhan.

 

Bagaimana setelah itu?

 

Hati yang seperti ini memerlukan tempat, sebuah tempat untuk hati ini tetap berpaut pada Tuhan, tetap menjadi pelaku Firman Tuhan, tetap menyenangkan hati Tuhan.

 

Maka Musa harus turun dari gunung itu membawa loh hukum yang ke tiga itu, dan harus diletakkan di tabut dari kayu. Tabut itu ada di Kadesh Barnea , bukan di gunung tadi.

 

Lambang dari bagaimana Tuhan harus turun ke bumi yang fana dan Dia harus mengosongkan diri-Nya dan mengambil rupa seorang hamba dan Dia taat sampai mati di kayu salib, untuk menebus umat-Nya.

 

Dengan cara ini bangsa Israel dapat melihat loh hukum yang ke tiga ini tanpa harus masuk ke ruang maha kudus.

 

Dengan cara ini, dengan cara Yesus menjelma menjadi manusialah, maka manusia bisa melihat sendiri bagaimana kasih-Nya itu membuat Dia berkenan ditemui oleh umat-Nya, membuat Dia itu meninggalkan semua kemuliaan-Nya di surga untuk supaya dengan kelahiran , kematian dan kebangkitan-Nya, kita dapat diselamatkan, hati kita dapat terus ada di hadirat-Nya, hati kita harus tetap berukirkan ukiran dari jariNya, dan kita dapat hidup menjadi pelaku Firman Tuhan.

 

Terbukti tidak diperlukan lagi TABUT KE EMPAT, karena dengan tabut ke tiga inilah, bangsa Israel dapat memasuki KANAAN.

TEGURAN MUSA KEPADA YOSUA

Peristiwa dimana Yosua mendapat teguran keras dari Musa adalah terjadi pada Bilangan 11:28-29, yang terjadi setelah lewat dari 2 tahun lebih 35 hari – Bilangan 10: 11-petunjuk waktu yang dituliskan pada peristiwa mereka meninggalkan gunung Sinai ( lihat tabel PEMETAAN EXODUS)

Pada waktu itu, terjadi pengurapan 70 tua-tua Israel,

Bilangan 11:28

Pada suatu peristiwa, Musa menyampaikan Firman Tuhan kepada bangsa Israel. Lalu Musa mengumpulkan 70 orang tua-tua bangsa Israel dan menyuruh mereka berdiri di sekeliling kemah. Kemah di sini, adalah Kemah Tabernakel Musa/ Kemah suci yang telah ditahbiskan, bukan kemah sementara yang didirikan Musa yang pernah kita bahas di pembahasan sebelumnya – Keluaran 33)

Lalu turunlah Tuhan dalam awan dan berbicara kepada Musa, kemudian diambil-Nya sebagaian dari Roh yang hinggap pada Musa, dan ditaruh-Nya di atas ketujuh puluh tua-tua itu, lalu mereka kepenuhan seperti nabi.

Anehnya ada 2 orang yang namanya tercatat tetapi mereka tidak hadir ke kemah, mereka ikut kepenuhan seperti nabi di tempat perkemahan bangsa Israel, mereka bernama Eldad dan Medad.

Lalu berlarilah seorang  muda memberitahukan kepada Musa,

“Eldad dan Medad kepenuhan seperti nabi di tempat perkemahan.”

Maka menjawablah Yosua bin Nun, yang sejak mudanya menjadi abdi Musa

“Tuanku Musa, cegahlah mereka !”

Tetapi Musa berkata kepadanya:

“Apakah engkau begitu giat mendukung diriku? Ah, kalau seluruh umat TUHAN menjadin nabi, oleh karena TUHAN memberi Roh-Nya hinggap kepada mereka !”

Dari peristiwa ini, kita melihat dengan berjalannya waktu, seperti ada yang berubah dalam diri Yosua. Yosua muda yang begitu setia, cinta hadirat Tuhan,  kini ………setelah lama….setelah waktu berjalan terus……

Dia yang telah sejak mudanya menjadi abdi Musa, yang telah lama menjadi asisten Musa, yang telah lama mendampingi Musa, yang telah menjadi orang terdekat Musa,yang  telah menjadi tangan kanan Musa,yang  telah menjadi orang kepercayaan Musa.

Hati –hati dengan kata ‘telah lama’, telah lama, telah lama, telah lama…

Sesuatu yang telah lama….bisa menjadi jebakan dalam sebuah ‘titik nyaman’, tidak mau keluar dari zona nyaman.

Karena di sini tersirat karakter  Yosua yang membutuhkan teguran keras dari Musa.

  1. Sikap eksklusif dalam diri Yosua. Seolah-olah yang namanya urapan Tuhan itu harus terjadinya di Kemah Suci, tidak boleh terjadi di perkemahan orang Israel. Harusnya areanya dibatasi saja, di sini saja, jangan terjadi di sana. Sikap eksklusif seperti ini tidak ada dalam kamus Musa, malahan Musa menginginkan kalau saja Tuhan mau menjadikan semua bangsa Israel nabi, malah bagus!- pekerjaannya jadi ringan…!!
  2. Sikap otoliter/ ingin mengendalikan segalanya. Seolah-olah dengan keberadaan Musa sebagai pemimpin, Musa bisa melakukan apa saja dan semua orang menurut, sampai-sampai pekerjaan Roh Tuhan saja bisa dibatasi, dan itulah yang tanpa sadar diminta oleh Yosua untuk dilakukan oleh Musa. Musa menolak mentah-mentah hal ini. Musa tahu bahwasannya Roh Tuhan mengurapi mereka berdua di tempat perkemahan mereka, itu adalah haknya Tuhan, kita tidak dapat mencegah Roh Tuhan bekerja.
  3. Sikap iri hati. Alkitab tidak mencatat bahwa pada peristiwa ini Yosua ikut mencicipi sebagian Roh yang hinggap pada Musa itu ditaruh di atas dirinya. Melainkan hanya kepada 70 orang tua-tua bangsa Israel itu. Lha si Eldad dan Medad tidak ada di situ, Absen, tidak hadir sama sekali, yang hadir adalah dia, Yosua, tetapi mengapa dia tidak dapat? Mengapa justru dua orang ini malahan dapat di perkemahan mereka sendiri? Lho dia sendiri yang sudah lama mendampingi Musa, sudah lama menjadi abdi Musa, sudah lama menolong dan melayani Musa, dia hadir dengan setia, mengapa dia justru tidak dapat? Pada saat itu, Yosua tidak mengerti bahwa Tuhan punya agenda sendiri dengan 70 orang tua-tua bangsa Israel pada saat itu, untuk maksud dan rencana-Nya yang lain. Tuhan ingin membuat 70 orang tua-tua ini memikul tanggung jawab yang sama seperti yang Tuhan berikan kepada Musa, sehingga Musa tidak merasa sendirian memikul tanggung jawab atas bangsa itu ( Bilangan 11: 16-17) Tuhan sedang belum waktunya berurusan dengan Yosua. Dalam kemahatahuan Tuhan, suatu saat nanti Yosua akan mendapat pengurapan khusus untuk tugas lain yang juga khusus ( baca di Ulangan 34: 9 Dan Yosua bin Nun penuh dengan roh kebijaksanaan, sebab Musa telah meletakkan tangannya ke atasnya. Inilah agenda Tuhan dengan Yosua jauh hari ke depan nantinya). Yosua juga nanti akan menjadi nabi-Nya ( Nabi-menyampaikan pesan Tuhan dan digenapi, ini terbukti kelak terjadi pada Yosua : Yosua 6:26,  digenapi di I Raja 15: 34, sedangkan kenabian dari 70 orang tua-tua ini bersifat temporer/sementara Bilangan 11: 25). Hal inilah yang ditentang habis-habisan oleh Musa. Musa menegur Yosua dengan keras. Hasrat Musa yang terdalam adalah semua orang Israel bisa dekat dengan Tuhan, bisa mengerti kehendak Tuhan, bukan dia saja, bukan 70 tua-tua ini saja. Orang yang benar-benar dekat dengan Tuhan, tidak akan menjadi eksklusif. Mengapa pada titik ini Yosua gagal menangkap isi hati Tuhan..?
  4. Sikap sok berpantas diri. Sikap ini mirip-mirip dengan iri hati, tetapi lebih menjurus kepada akar permasalahannya. Seolah-olah Yosua mempermasalahkan ketidak hadiran dua orang ini, mereka tidak pantas mendapatkan urapan itu, karena mereka tidak hadir. Lalu ?? Sayalah yang lebih pantas, karena saya hadir, walaupun nama saya tidak tercatat/ tidak termasuk sebagai 70 tua-tua itu ! Waaauuuu….sikap sok berpantas diri sebenarnya adalah secuil potongan dari sebuah kesombongan.
  5. Sikap lancang. Pemberitahuan bahwa ada 2 orang yang mendapat jamahan Roh Tuhan di perkemahan ditujukan kepada Musa sebenarnya, tetapi mengapa yang menjawab adalah Yosua? Yosua telah bersikap lancang, ikut-ikutan berpendapat, menjawab, dan berkomentar pada apa yang bukan area dan wewenangnya untuk mengatur.
  6. Konsep kepemimpinan yang keliru. Musa menegur Yosua dengan frase sebagai berikut; Apakah engkau begitu giat mendukung diriku?

 

Yosua memang setia pada Musa, taat, dan begitu luar biasa sebagai seorang abdi yang awet. Tetapi ada sedikit hal melenceng yang harus diluruskan dari diri Yosua, yaitu suatu pandangan/pemikiran/paradigma yang keliru.

 

Kalau Musa selama ini menjadi nabi Tuhan dan menyampaikan pesan Tuhan kepada bangsa Israel, memang sudah menjadi tugasnya untuk dia lakukan. Tetapi manakala bangsa Israel memberontak dan tidak taat pada Tuhan, bukan berarti mereka itu menjadi musuh Musa. Bukan berarti lantas juga mereka itu menjadi musuh Yosua, karena notabene dalam hal ini Yosua satu kubu dengan Musa.

 

Justru seorang lembut hati seperti Musa akan berdiri di tengah. Dia akan memperjuangkan bangsa Israel di hadapan Tuhan (Keluaran 32: 32- bahkan Musa sampai-sampai meminta namanya dihapus dari kitab kehidupan, demi bangsa Israel. Bilangan 12: 13 Musa berdoa untuk kesembuhan Miryam yang terkena kusta gara-gara memberontak terhadap dirinya).

 

Ini bukan soal kubu –kubuan. Sebobrok apa pun bangsa Israel, Musa mengasihi mereka. Mengapa ya dua orang ini absen..sudah disuruh menghadap kog tidak datang ?? Rasanya jengkel juga, saat diabsen kog tidak mucul. Apakah dua orang tua-tua ini type-type pemberontak juga…?? Kita tidak dapat menduga-duga apa yang  menjadi alasan mereka.

 

Justru Musa itu senang kalau tua-tua bangsa Israel, 70 orang itu dilawat oleh Tuhan tanpa terkecuali.

Bedanya tipis antara menjadi abdi Musa yang setia, yang baik, dengan membangun semacam benteng antara kami ini barisan pemimpin, dan kalian semua adalah yang dipimpin, dan saya adalah asisten pemimpin yang tidak akan pernah membiarkan kalian sembarangan, absen, ngawur, tidak menghargai hadirat Tuhan, dll.

Musa ingin mengajak Yosua keluar dari kotak berpikir semacam itu. Musa ingin mengajak Yosua memikirkan bahwa betapa dahsyatnya lawatan Tuhan atas 70 orang ini, kalau bisa seandainya saja Tuhan mau bertindak hal yang sama atas seluruh bangsa ini betapa indahnya.

 

Seorang pemimpin yang mengasihi anak buahnya, akan menjadi flexible. Tetapi itu tidak berarti dia kompromi. Flexible –nya seorang pemimpin penuh kasih itu akan meletakkan disiplin yang kaku di bawah sebuah pencapaian tujuan yang lebih tinggi.

Tetapi seorang pemimpin yang tidak memiliki kasih, akan menjalankan kepemimpinannya dengan kaku, dia akan meletakkan disiplin pada level tertinggi walaupun terkadang dalam pelaksanaannya justru dalam beberapa kasus justru akan menjauhkan dari pencapaian tujuan.  Contoh, orang Farisi mempeributkan mengapa Tuhan Yesus menyembuhkan orang sakit pada hari sabat. Tetapi Tuhan Yesus mengasihi orang sakit ini, pandangannya tentang hari Sabat tidak kaku. Tuhan Yesus pun dapat mengerti saat pada hari sabat orang mengeluarkan domba dari jurang.  Karena keselamatan domba itu, kesembuhan orang itu, jauh lebih penting daripada konsep disiplin penerapan hari sabat yang sangat kaku.

 

Sikap-sikap buruk seperti yang kita bahas tadi: sok eksklusif, bertindak otoliter, digerakkan oleh iri hati, sok berpantas diri, lancang, dan memiliki konsep kepemimpinan yang keliru, menjadi suatu warning buat Yosua, suatu peringatan yang penting mengingat sejarah suku Efraim pernah hampir punah gara-gara perampasan ternak yang dilakukan oleh anak cucu Efraim terjadap ternak orang-orang Gat. Apa saja yang melatar belakangi perampasan jika tidak berputar di sekitar iri hari, kurang bersyukur, kekasaran, keluar dari batas kebenaran, keluar dari batas menghargai hak orang lain.  Sejarah buruk masa lalu ini tidak perlu terjadi lagi. Yosua perlu belajar banyak.

 

 

 

Perhatikanlah: pada kalimat berikut:

Maka menjawablah Yosua bin Nun, yang sejak mudanya menjadi abdi Musa

Justru karena masih muda, maka Tuhan perlu berurusan secara pribadi kepada anak muda yang satu ini.  Kemudaan bukan alasan untuk hidup hura-hura, bergelimangan lumpur dosa, dan menjadi generasi yang selalu minta dimaklumi bila ada kelemahan di sana –sini. Anak muda justru harus dibentuk, diproses, ditegur, didisiplin, diarahkan, diluruskan, sehingga bisa bangkit menjadi generasi yang memberi teladan dalam kesucian, perkataan, tingkah laku dlsb

 

6 hal ini menjadi proses pembentukan  Yosua sebagai seorang yang dipersiapkan Tuhan kepada hal –hal yang lebih keren di hari mendatang. Dan Yosua mau dibentuk, bisa dibuktikan pada kitab Yosua, dalam sepanjang sejarah kepemimpinan Yosua, karakter-karakter buruk ini sudah tidak terlihat lagi jejaknya. Itulah sebabnya ayat ini  ( Bilangan 11:28) bisa terlihat aneh di mata kita, karena berbeda sekali karakternya dengan Yosua yang kita kenal, yang sering kita baca ‘hanya’ dari kitab Yosua, manakala dia bertumbuh semakin matang, dan mengikis sanga-sanga yang tidak berguna dalam hidupnya. Tak heran saat membaca pembahasan Bilangan 11: 28 ini dahi kita seakan berkernyit..’Masa Yosua seperti itu ya..??’

 

.

Generasi Yosua akhir zaman adalah generasi yang mau dibentuk karakternya oleh Tuhan menjadi seperti yang Tuhan mau.  Generasi yang mau dibentuk oleh Tuhan lewat tangan pemimpinnya, generasi yang mau ditegur, sehingga menjadi …

  1. Generasi yang tidak mau terjebak dalam titik nyaman,
  2. Generasi yang tidak eksklusif, tetapi mau menjangkau ke luar,
  3. Generasi yang tidak otoliter, tetapi menjalankan kepemimpinannya sesuai dengan tuntunan Roh Kudus
  4. Generasi yang tidak digerakkan oleh iri hati, tetapi mengerti bagaimana Tuhan membentuk setiap pribadi secara unik, memperlengkapi tiap pribadi secara unik, dan mampu bekerja secara tim.
  5. Generasi yang tidak sok berpantas diri alias sombong, tetapi dengan rendah hati mengerti bahwa semua kesempatan, semua karunia, semua talenta, semua berkat adalah sebuah titipan daripada Tuhan, dan kita hanyalah sebagai alat pada fungsi kita masing-masing di tubuh Kristus. Tidak ada yang berjasa, semua hanya karena Tuhan, dan hanya bagi kemuliaan Tuhan
  6. Generasi yang tidak lancang, tetapi tahu apa yang menjadi tugasnya sendiri, tahu bagaimana memakai waktunya dengan efisien sesuai dengan destiny Tuhan dalam hidupnya, fokus pada tugas yang Tuhan berikan kepadanya pada area yang tepat dan koridor yang tepat.
  7. Generasi yang memiliki konsep yang benar mengenai kepemimpinan. Kepemimpinan yang berhasil adalah yang menempatkan kemenangan publik sebagai puncak pencapaian, jadi bukan bergambar segitiga piramida, melainkan justru piramida terbalik, bagian terpanjang /terbanyak/terbesar/ yaitu rakyat harus di atas, sementara itu kita , yang sedikit, para pemimpin justru mengerucut di bawah, di sudut segitiga terbawah. Karena kitalah ‘hamba Tuhan’, dan ‘hamba rakyat/umat’, kita melayani mereka semua agar mereka menjadi seperti apa yang Tuhan mau, mencapai kehendak Tuhan dalam hidup mereka, sasaran Tuhan tercapai….
  8. Generasi yang tidak perlu dipandang rendah karena dia muda, malainkan justru bangkit jadi teladan bagi semua orang percaya.

 

  • RAHASIA KEDUA

DI BALIK PENYEBUTAN NAMA YOSUA BIN NUN

Yosua bin Nun mendapat teguran Musa

Keterangan:

Musa adalah penulis kitab Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan.

Namun harus kita dapatkan pewahyuan dari Roh Kudus,  apa arti dari saat mana Musa menuliskan:

  • Nama Yosua saja – sebagai sebutan pribadi dari Musa kepada pelayannya, Yosua
  • Nama Yosua bin Nun – sebagai seorang penulis kitab yang diilhami oleh Roh Kudus untuk Musa pada saat-saat tertentu harus menuliskan namanya secara lengkap
  • Nama Yosua saja- sebagai seorang penulis kitab yang diilhami oleh Roh Kudus untuk pada saat-saat tertentu Musa harus menuliskan nama Yosua sebagai Yosua saja.
  • Nama Yosua bin Nun- sebagai seorang yang menuliskan Firman Tuhan kepadanya, ketika dalam Firman-Nya Dia menyebut nama lengkap Yosua bin Nun, Musa harus menuliskannya demikian
  • Nama Yosua – sebagai seorang yang menuliskan Firman Tuhan kepadanya, ketika dalam Firman-Nya Dia menyebut nama Yosua hanya sebagai Yosua saja, Musa harus menuliskannya demikian
  • Nama Yosua bin Nun sebagai sebutan Musa kepada Yosua secara resmi di hadapan bangsa Israel, Musa selayaknyalah memanggil Yosua dengan nama resmi
  • Nama Yosua saja sebagai sebutan Musa di hadapan bangsa Israel, sebagaimana pada saat itu Musa memanggil Yosua demikian

Saat Yosua ditegur oleh Musa, namanya dicatat sebagai Yosua bin Nun, bukan Yosua saja.

Bilangan 11: 28.

Teguran keras ini kepada YOSUA   B-I-N    N-U-N  menandakan bahwa di mata Tuhan, peristiwa ini penting. Yosua bin Nun yang telah mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan di Kemah Pertemuan-Nya, kini harus menghadapi kenyataan bahwa dalam dirinya ada banyak sanga-sanga yang tidak berguna yang harus dikikis, jika memang dia ingin dimunculkan seperti emas.

Pada titik ini Yosua belum mendapatkan Misi, walaupun dia sudah mendapatkan VISI. Walaupun dia telah jatuh cinta dengan Tuhan dan kemungkinan besar, Tuhan sudah memberikan Visi –Nya kepada Yosua di Kemah pertemuan itu, namun Yosua sema sekali  belum diutus sebagai pengintai, dia belum disuruh memimpin bangsa Israel, dia belum diberitahu akan memimpin bangsa Israel, dia belum diberi tugas apa-apa oleh Musa. Visi ilahi sudah tertanam, tetapi misi sama sekali belum jalan.  Walaupun kendaraan persiapan Tuhan berupa gelar sebagai ‘abdi Musa’ terus berjalan dalam hidupnya.

Biasanya kehadiran Yosua sebagai pelayan Musa, apalagi pada peristiwa ini di Bilangan 11: 28-29, jelas –jelas Yosua memanggil Musa dengan sebutan Tuanku, dan Musa pun berkata-kata kepada Yosua sebagai seorang tuan kepada hambanya, biasanya pada kemunculan Yosua sebagai pelayan Musa, selalu disebutkan nama  YOSUA saja, karena Musa selalu memanggil Yosua sebagai Yosua saja, namun terjadi perkecualian dalam peristiwa itu nama Yosua disebutkan sebagai Yosua bin Nun.

Bukti bahwa Musa selalu menyebut Yosua dengan nama Yosua saja- dan kapan Musa mulai berubah dan menyebut Yosua sebagai Yosua bin Nun- akan kita bahas tersendiri di pembahasan di bawah ini.

Tentunya penyebutan Yosua bin Nun di sini bukan tanpa arti, melainkan seperti ada rahasia khusus yang ingin Tuhan berikan /sampaikan/singkapkan: bahwa pembentukan pribadi Yosua ini penting, karena seorang YOSUA BIN NUN telah berjumpa pribadi dengan Tuhan, telah mendapatkan Visi dari Tuhan ( hati Tuhan atas bangsa ini) dan sebelum dia mendapatkan MISI ( tugas khusus apa yang harus dia lakukan atas bangsa ini) , maka dia harus dibentuk dulu karakternya, sifat-sifat lamanya harus dibuang, dipangkas, dibersihkan. Maka untuk peristiwa penting seperti ini namanya harus secara serius ditulis sebagai Yosua bin Nun.

Rhema yang kita dapatkan di sini adalah:

Untuk mempersiapkan seorang pemimpin , dari jauh-jauh hari , dalam kemahatahuan Tuhan, Tuhan sudah melihat jauh ke depan, apa yang akan terjadi kelak. Namun Tuhan tidak memproses Yosua setelah dia tahu bahwa dia kelak akan menjadi pemimpin yang berikutnya. Tuhan tidak menunggu titik itu tiba, itu akan terlambat. Dengan berjalannya waktu, Tuhan mulai memproses Yosua ini. Saat diproses memang sakit, tidak enak, berat, namun Alkitab mencatat bahwa si Yosua yang sempat ditegur Musa ini, dalam kurun waktu lebih kurang 38 tahun ( karena peristiwa ditegur ini terjadi setelah  peristiwa Bilangan 1-4 Laskar Israel dihitung untuk pertama kalinya, 2  lebih 35 HARI – Bilangan 10:11, LIHAT TABEL PEMETAAN EXODUS), telah bermetamorforsis sebagai Yosua bin Nun yang penuh Roh (Bilangan 27:18) Untuk membentuk menjadi seorang Yosua bin Nun seorang yang penuh Roh, tidak mudah, butuh berjalan dalam keintiman dengan Tuhan sepanjang 40 tahun, dan butuh 38 tahun lamanya Tuhan memproses hidupnya. Sampai kalau kita perhatikan di kitab Yosua, sifat-sifat lama Yosua yang pernah kita bahas sebelumnya: iri hati, mengontrol, dll tidak berbekas lagi. Yosua tampil sebagai manusia baru, setelah melalui proses kepompong yang lama. Pembentukan yang lama sebelum akhirnya keluar sebagai kupu-kupu.

Generasi Yosua akhir zaman adalah generasi yang siap dibentuk, rela diajar dan rela diproses oleh Tuhan melalui apa saja dan siapa saja dan kapan saja, sampai dimurnikan sehingga bisa muncul seperti emas, dengan cara dibuang sanga-sanga yang tidak berguna dalam hidupnya, ranting-rantingnya yang kering dan tidak berbuah dipotong dan bagaiman pohon yang terus dibersihkan sehingga lebih banyak lagi berbuah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Ungu 2
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam kesucian ( i tim 4:12 )
YOSUA SEORANG YANG Mau meninggalkan dosa/ mau bertobat
DEFINISI Mau meninggalkan dosa/ mau bertobat adalah: menyadari bahwa ada dosa yang dilakukan, lalu tidak melakukannya lagi.
AYAT PENDUKUNG Bilangan 11:28-29
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Setelah Yosua ditegur oleh Musa, dia  mau bertobat, dan mau berubah
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo jadi orang yang mau bertobat

Tidak perlu harus berkali-kali ditegur, cukup sekali saja dan langsung cepat putuskan untuk bertobat dan lakukan perubahan.

PROPERTY YANG DISARANKAN Serbet di pundak Yosua abdi musa
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Yosua berhadapan muka dengan musa untuk protes, sedang musa mengangkat telunjuknya untuk menegur.
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Kisah bahwa Yosua protes kepada Musa perihal 2 tua-tua yang mendapat pengurapan di perkemahan mereka. Musa menegur Yosua. Sejak saat itu Yosua berubah banyak, dia mau bertobat dari sifat iri hati, dan setelah peristiwa itu dicatat dalam Alkitab Yosua sama sekali tidak pernah iri lagi, dan tidak pernah protes lagi. Cukup sekali saja Musa menegur, Yosua langsung bertobat dan berubah. Ayo jadi umat Tuhan yang segera bertobat dan berubah.

Ayo jadi orang yang mau bertobat

Tidak perlu harus berkali-kali ditegur, cukup sekali saja dan langsung cepat putuskan untuk bertobat dan lakukan perubahan.

 

KODE WARNA DAN ANGKA Jingga 3
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam tingkah laku (  i tim 4:12 )
YOSUA SEORANG YANG Rela ditegur
DEFINISI Rela ditegur adalah: pada saat ditegur tidak marah, tidak sakit hati, tidak mogok/mengambek, tetapi mau menyadari kesalahannya dan segera melakukan perubahan/bertobat.
AYAT PENDUKUNG Bilangan 11:28-29
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Ketika Yosua ditegur oleh Musa dia tidak marah, sakit hati ataupun mengambek. Malahan dia menyadari kesalahannya dan segera melakukan perubahan

Sehingga sifat-sifat lama Yosua tidak nampak lagi pada masa-masa berikutnya

AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo jadi orang yang ketika ditegur tidak marah, tidak sakit hati, tidak mogok, tetapi justru mau berubah, mau bertobat, berhenti dari berbuat dosa.
PROPERTY YANG DISARANKAN Sapu lidi yang dibawa oleh Yosua
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Tampak Yosua sedang menyapu, di belakangnya ada Musa yang sedang mengacungkan jempol sambil tersenyum.
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Kisah bahwa Yosua protes kepada Musa perihal 2 tua-tua yang mendapat pengurapan di perkemahan mereka. Musa menegur Yosua. Pada saat Yosua di tegur, dia tidak marah, tidak ngambek, tidak mogok jadi pelayan Musa, melainkan dia tetap setia jadi pelayan Musa, dan dia mau menyadari kesalahannya dan mau bertobat.Ayo jadi orang yang mau ditegur, mau didisiplin, mau diajar, mau diluruskan.

Ayo jadi orang yang ketika ditegur tidak marah, tidak sakit hati, tidak mogok, tetapi justru mau berubah, mau bertobat, berhenti dari berbuat dosa.

 

 

 

YOSUA SEBAGAI PENGINTAI.

Peristiwa pengintaian tanah Kanaan ini, terjadi di tahun ke dua. Bisa dilihat dari Ulangan 2: 14.

Yosua termasuk dalam golongan 12 orang pilihan yang terpilih untuk mengintai tanah Kanaan. Pada peristiwa inilah Alkitab mencatat bahwa Musa menamai Hosea bin Nun itu sebagai YOSUA.  Ulangan 1: 19-33 Pengutusan ke 12 pengintai

  • Arti nama Hosea ( nama asli daripadal Yosua) adalah Salvation/ keselamatan.
  • Arti nama Yosua ( nama yang diberikan Musa kepada Hosea) adalah Jehovah is Salvation/ Yehowah adalah keselamatan.
  • Nama Yosua ini sama dengan arti nama daripada Yesus (Jehovah is Salvation= Yehowah adalah keselamatan)
  • Hosea bin Nun, alias Yosua bin Nun, Nun artinya Fish/ ikan, dalam Alkitab ikan sering melambangkan jiwa-jiwa. Jadi Hosea bin Nun bisa dikonotasikan Hosea anak Nun, atau bisa digabung artinya menjadi Keselamatan atas Jiwa-jiwa. Yosua bin Nun bisa dikonotasikan artinya menjadi Yehovah adalah keselamatan atas jiwa-jiwa.

Kapan nama Hosea ini berubah menjadi Yosua?

  • Pertanyaannya apabila baru di peristiwa kitab Bilangan, nama Yosua diganti oleh Musa menjadi Yosua, mengapa sejak penulisan nama Yosua di kitab Keluaran tidak pernah ditulis sebagai Hosea, melainkan langsung ditulis dengan nama Yosua. Padahal justru di kitab Keluaranlah peristiwa yang lebih dulu, yang pertama kali mencatat nama Yosua ini.
  • Bisa beberapa kemungkinan:
    • Musa menulis 5 kitab Musa bisa jadi setelah dia mengubah nama Hosea menjadi Yosua, sehingga dari awal penulisan Musa langsung menuliskan dengan nama baru. Walaupun pada saat peristiwa yang terjadi dalam tulisannya itu ( di Kitab Keluaran) , nama Hosea belum berubah menjadi Yosua, namun bisa jadi karena waktu penulisan kitab Keluaran adalah setelah nama Hosea berubah menjadi Yosua, maka Musa menuliskannya dari awal sebagai Yosua, dan barulah di kitab Bilangan diceritakan tepatnya kapan perubahan nama itu terjadi.
    • Bisa jadi sejak awal Musa telah mengubah nama Hosea menjadi Yosua, karena dalam berperang melawan Amalek, Musa tidak mau mengandalkan seorang Hosea/keselamatan, melainkan harus mengandalkan Jehovah sebagai sumber keselamatan, sumber kemenangan. Untuk itulah dia menamakan Hosea dengan sebutan Yosua, sebagai semacam tindakan iman. Namun untuk mengumumkan secara resmi barulah pada saat pengutusan ke 12 pengintai itu. Karena daftar nama pengintai adalah daftar nama resmi dari wakil dari tiap suku, sedangkan nama Yosua pada saat itu belum dikenal oleh khalayak ramai, suku Efraim selama ini mengenal pribadi Yosua sebagai Hosea. Jadi selama ini hanya Musalah yang memanggil Hosea dengan panggilan Yosua.

 

 

Bilangan 12:16

Bangsa Israel sampai di padang gurun Paran. Peristiwa dimana Miryam dan Harun memberontak kepada Musa yang notabene adalah seorang pemimpin sekaligus seorang adik mereka, membuat seluruh bangsa Israel harus ikut-ikutan menunggu sampai masa skors bagi Miryam genap.

Perhatikan di pasal selanjutnya, Bilangan 13 :1 dikatakan Tuhan berfirman kepada Musa: “Suruhlah beberapa orang mengintai tanah Kanaan, yang akan Kuberikan kepada orang Israel; dari setiap suku nenek moyang mereka haruslah kausuruh seorang, semuanya pemimpin-pemimpin di antara mereka.

Tetapi anehnya, saat Musa menceritakan kembali di peristiwa ini, di Ulangan 1: 19-22 , ada perbedaan. Di Ulangan 1: 19-22 dikatakan bahwa pengutusan kedua belas pengintai itu adalah saran dari bangsa Israel kepada Musa.

Lalu mana yang benar..?? Apakah pengutusan ke 12 pengintai itu Tuhan yang suruh, ataukah karena bangsa Israel yang menyarankan Musa..??

Kedua-duanya benar.

Jadi kronologis/urut-urutan peristiwanya adalah sbb: Ulangan 1: 19-22 , Bilangan 13:1

  • Ketika bangsa Israel sudah sampai ke pegunungan orang Amori, yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan, Musa telah berkata kepada Israel “ Ketahuilah TUHAN, Allahmu, telah menyerahkan negeri itu kepadamu. Majulah, dudukilah , seperti yang difirmankan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu. Janganlah takut dan janganlah patah hati.” Tuhan ingin mengajak bangsa Israel langsung maju menyerang bangsa yang berdiam di sana, tetapi…..apa reaksi bangsa Israel itu?
  • Orang Israel mendekati Musa dan mengusulkan agar sebelum mereka maju….adakan dulu pengutusan beberapa orang untuk menyelidiki negeri itu dan menunjukkan jalan..
  • Karena itulah maka saat Musa mengkonsultasikan hal ini pada Tuhan , Tuhan memberikan petunjuk pada Musa , bagaimana teknis pelaksanaannya  dalam Bilangan 13. Jadi sepertinya Tuhan memberi kesempatan bangsa Israel untuk ‘melihat’ dulu seperti apa sih tanah yang Tuhan janjikan itu, lewat acara pengintaian ini. Sebenarnya kalau orang Israel mau beriman pada Tuhan, pengintaian ini tidak perlu, karena Tuhan itu sudah berjanji memberikan tanah itu pada nenek moyang mereka, dan saat itu adalah saat di mana janji Tuhan itu digenapi di zaman mereka untuk merebutnya, itu adalah jatah angkatan mereka… Sama halnya dengan Nehemia ataupun Ezra, yang sadar bahwa zaman dimana dia hidup adalah zaman penggenapan janji Tuhan akan adanya suatu masa peralihan setelah sekian lamanya mereka ada dalam pembuangan. Namun karena dalam peristiwa ini bangsa Israel kurang beriman dan ingin melihat dulu bukti ucapan firman Tuhan, Tuhan mengijinkan saja peristiwa itu terjadi. Perhatikanlah bahwa frase ‘kamu tidak percaya’ menjadi kata kunci  Musa dalam Ulangan 1: 19-33 , yaitu pada ayat 32 TETAPI walaupun demikian, KAMU TIDAK PERCAYA KEPADA TUHAN , ALLAHMU…  Jadi kesimpulannya pengutusan 12 pengintai ini didasari pada orang Israel yang tidak beriman , tidak percaya pada Tuhan, tidak percaya bahwa Tuhan sanggup menggenapi janjiNya, sumpahNya.

 

Jika dibandingkan dengan orang Israel yang mendekati Musa dan mengusulkan agar diadakan dulu pengutusan oleh beberapa orang untuk mengintai Kanaan, kini kita akan melihat apa saja yang Tuhan syaratkan untuk pengutusan 12 pengintai itu ( Bil 13),

  1. Dari setiap suku nenek moyang mereka haruslah ditunjuk 1 orang. Mengapa Alkitab menekankan sekali kata NENEK MOYANG, karena janji atas tanah Kanaan ini, sudah Tuhan lontarkan pada Abraham, Ishak dan juga Israel/Yakub, jadi pada 12 suku Israel harus ada wakilnya ..untuk menggenapi janji Tuhan pada Abraham, Isak dan Yakub/Israel.
  2. Semuanya haruslah PEMIMPIN-PEMIMPIN di antara mereka/ kepala-kepala di antara orang Israel. Kriteria ini wajib.
  3. Dan yang memilih 12 orang ini adalah MUSA (Ulangan 1:23)
  4. Kemungkinan besar kriteria penilaiannya pada saat itu adalah: kriteria keprajuritan, karena Kaleb berkomentar tersendiri saat dia bernostalgia pada masa ini- dikatakan usianya waktu itu 40 tahun dan dia kuat untuk berperang dan untuk keluar masuk. Yos 14:11. Kemungkinan besar 12 pengintai ini adalah pemimpin-pemimpin tiap suku, yang siap memimpin tiap suku untuk berperang.

Ternyata di antara 12 pengintai ini muncullah sosok Hosea bin Nun yang adalah seorang pemimpin dari suku Efraim ( Bil 13: 8). Pada saat itulah Alkitab mencatat bahwa Musa menamai Hosea bin Nun sebagai Yosua. Sudah lama Musa memanggil dia sebagai Yosua, karena sejak peperangan melawan Amalek , dulu….Musa sudah menegaskan pada Hosea, bahwa keselamatan itu datangnya dari Yehovah, jadi Hosea harus dipanggil sebagai Yosua.

Waaau ternyata Yosua bukan orang sembarangan. Selama ini dialah si Hosea,  orang yang memimpin suku Efraim, walaupun dia masih sangat muda.  Walaupun saat itu dia sudah menjadi abdi Musa, namun jika seandainya dia bukan seorang pemimpin dari salah satu suku, jelas-jelas Musa tidak dapat secara sah memilih dia hanya gara-gara dia seorang yang dekat dengan dirinya, abdinya, kita tahu bersama bahwa kriteria bahwa pengintai haruslah  seorang pemimpin itu adalah kriteria dari Tuhan, itu kriteria wajib, Musa jelas-jelas tidak mungkin melanggar kriteria itu.

Apakah dia menjadi pempimpin suku Efraim sebelum dia menjadi abdi Musa ataukah sesudahnya? Alkitab tidak mencatatnya.

Namun, saya berpendapat, saya menafsirkan bahwa Yosua adalah pemimpin muda, yang memimpin suku Efraim, sejak sebelum dia jadi abdi Musa, karena ada beberapa pemikiran sebagai berikut:

  • di peristiwa perang melawan Amalek , DULU, Yosua sudah terpilih ( walaupun pada saat itu Alkitab tidak memberikan keterangan apa-apa bahwa dia seorang pemimpin suku Efraim atau bukan) . Terpilihnya Yosua memimpin peperangan melawan Amalek mengindikasikan bahwa Yosua sudah terlihat menonjol sejak awal, diantara orang-orang sesukunya, ataupun di antara pempimpin-pemimpin suku lainnya.
  • Juga ada pemikiran semacam ini, Musa tidak mungkin semudah itu memilih seorang abdi yang akan melayani dia dalam urusan sehari-hari, karena orang yang melayani dia haruslah orang yang sungguh-sungguh, orang yang smart, orang yang taat, orang yang baik, orang yang bisa mengerti dia. Bisa jadi Yosua seorang yang ‘diambil’ dari para potensial di antara bangsa Israel.
  • Pemikiran lainnya, adalah, pemberian nama itu dicatat di bagian Alkitab yang ini, ( Bilangan 13) karena sudah lama sekali orang Efraim terlanjur mengenal anak muda ini dengan sebutan Hosea. Hosea adalah anak muda yang telah menjadi pemimpin mereka, pengatur mereka, teladan mereka. Untuk itu, pada pengintaian ini, Musa mengumumkan pergantian nama itu agar image orang Efraim juga jangan salah. Bahwasannya kemenangan itu bukanlah ada di tangan seorang anak muda yang memiliki arti nama ‘keselamatan’ tetapi ada di tangan Jehovah.
  • Nama kedua belas pengintai ini, baru pertama kali dicatat dalam Alkitab Bilangan 13:1-17 ini, jadi nama-nama itu belum pernah muncul di ayat Alkitab yang sebelumnya, KECUALI nama Yosua.
  • Kriteria pemilihan ke 12 orang ini diindikasikan terlacak dari ucapan Kaleb bin Yefune dalam ‘kekuatan untuk berperang dan keluar masuk’ Yosua 14:11 Jika kriteria pemilihan pemimpin seperti ini, besar kemungkinan Yosua memang telah memimpin Efraim sejak lama, yaitu sejak keluar dari Mesir, karena dia terbukti terpilih memimpin peperangan melawan Amalek , dimungkinkan juga karena dia kuat dan berani untuk berperang, dan kuat untuk keluar masuk.

Setelah peristiwa peneguran Musa atas Yosua di Bilangan 11, toh Yosua tetap dipilih oleh Musa menjadi salah satu pengintai…mengapa?

Karena Musa tidak fokus pada kesalahan sikap hati Yosua di masa lalu, tetapi fokus kepada Hosea lama yang telah terus dibentuk Tuhan menjadi Yosua, sampai di masa datang kelak.

Si aku yang lama, yang berfokus pada diriku, aku, milikku, areaku, urapanku, pengalamanku, jabatanku, dll, harus diubah menjadi semuanya karena Tuhan, oleh Tuhan, untuk Tuhan, daya Tuhan, milik Tuhan, bagi Tuhan…

Dan si Hosea ini mau dibentuk untuk menjadi Yosua. Dia mau berubah, dia mau ditegur pemimpin, dia tidak marah lantas mundur dari menjadi abdi Musa, dia tetap mau menjalankan tugasnya dengan baik, dia mau diluruskan, mau diarahkan, mau dipersiapkan Tuhan untuk agenda Tuhan di masa datang.

Generasi Yosua akhir zaman adalah generasi anak muda yang tidak mau dipandang rendah karena masih muda, tetapi adalah generasi anak muda yang bangkit dan jadi teladan, dalam kesuciannya, dalam perkataannya, dalam tingkah lakunya, dan dalam seluruh hidupnya. Karena mereka menjadi generasi yang mau dibentuk, ditegur, diluruskan, dan menggunakan segenap kesempatan untuk pembentukan karakter dalam hidup mereka menjadi memiliki Karakter Kristus.

 

YOSUA SEBAGAI PENGINTAI YANG BAGAIMANA??

Bilangan 13, 14: 1-38

Sangat seru sekali bila mempelajari Firman Tuhan yang penuh mutiara rahasia berharga.

Mari kita petakan JUKLAK/ petunjuk pelaksanaan pengintaian negri Kanaan:

  • Daerah Tujuan pengintaian: tanah Negeb
  • Tempat persembunyian: daerah pegunungan di tanah Negeb
  • Point-point pengamatan:
    • Bagaimana kekuatan bangsa yang berdiam di sana
    • Bagaimana jumlah penduduknya, sedikit atau banyak
    • Bagaimana keadaan negeri , baik atau buruk
    • Bagaimana kota-kota mereka , berkubu atau terbuka
    • Bagaimana tingkat kesuburan tanah di sana
    • Bawalah contoh hasil bumi dari sana

Pengintaian pun dilakukan selama 40 hari. Dan tim pengintai pun pulang untuk membawa berita pada Musa, Harun dan segenap bangsa Israel, di Kadesh, di padang gurun, dalam rapat pleno dalam cakupan seluruh bangsa.

Laporannya adalah sbb:

  • Negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya
  • Hasil negeri itu yang dibawa adalah setandan buah anggur yang harus digandar dua orang, beberapa buah delima dan buah ara
  • Bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat
  • Kota-kotanya berkubu dan sangat besar
  • Di sana ada keturunan Enak.
  • Orang Amalek di Negeb, orang Het , Yebus, Amori diam di pegunungan, orang Kanaan diam di sepanjang laut dan di sepanjang tepi sungai Yordan

Kemungkinan saat laporan itu dipaparkan di hadapan bangsa Israel, langsung terlihat reaksi mereka lewat raut wajah mereka, oleh karena itu di ayat 30 ditulis:

Kemudian Kaleb menentramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya;

“Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!”

Kita lihat di sini yang langsung angkat bicara adalah Kaleb. Kaleb orang yang penuh iman. Dia termasuk dalam 12 pengintai, tetapi dia memandang tanah Kanaan dengan kacamata iman, yaitu kacamata yang tidak sama dengan yang dipakai oleh 10 pengintai lainnya. Mereka melihat dengan kacamata kekawatiran, kecemasan, ketakutan.

Selama Kaleb bicara untuk menentramkan hati bangsa itu, Yosua bin Nun diam, tidak ikut bicara. Tapi saya yakin, hati Yosua sepakat dengan semua kata-kata Kaleb.

Kalimat iman yang berusaha dilontarkan Kaleb untuk menentramkan bangsa itu, ditimpali kembali dengan  sanggahan ke 10 pengintai lainnya, yang kemudian menambah-nambahi laporan mereka dengan kabar busuk/ bad raport , bahwa negeri di sana memakan penduduknya ( a land that devours its inhabitants) …bahwa semua orang di sana adalah orang-orang yang tinggi perawakannya. ….dst…

Akhirnya peristiwa tragis itu diakhiri dengan persungutan bangsa Israel kepada Musa dan Harun, bahkan mereka akan mengangkat seorang pemimpin untuk pulang ke Mesir.

Lalu Musa dan Harun sujud kepada Tuhan di depan mata seluruh Israel.

Melihat semua peristiwa ini, bagaimana Musa dan Harun bersujud dan situasi begitu panas, akhirnya Alkitab menuliskan nama Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, dua nama ini, dua orang ini, dengan nama Yosua disebut pertama setelah itu baru nama Kaleb..mereka secara kompak, mungkin dengan saling menimpali ucapan rekannya, mereka mengoyakkan pakaian mereka dan  berkata
“Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya.

Jika Tuhan berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya……

(kemungkinan itu tadi adalah kalimat dari Yosua- atau bisa juga dari Kaleb)

Hanya, janganlah memberontak kepada Tuhan, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka , sedang TUHAN menyertai kita, janganlah takut kepada mereka.”

(kemungkinan itu tadi adalah kalimat dari Kaleb- atau bisa juga dari Yosua)

Kemudian mendengar hal itu, bangsa Israel hendak melempari Yosua dan Kaleb dengan batu. Untunglah Tuhan pada saat itu langsung turun tangan dan menampakkan kemuliaan-Nya di Kemah Pertemuan.

Singkat cerita, Tuhan murka dan ingin memusnahkan bangsa Israel, dan akan membuat bangsa Israel yang baru dari keturunan Musa saja. Namun Musa bernegosiasi dengan Tuhan dan memintakan ampun kepada Tuhan.

Tuhan mengampuni, namun Tuhan mengatakan bahwa semua orang yang telah melihat kemuliaan Tuhan dan tanda-tanda mujizat yang diperbuat Tuhan di Mesir dan di padang gurun namun telah 10 kali mencobai Tuhan, dan tidak mau mendengarkan suara Tuhan, pasti tidak akan melihat negeri yang dijanjikan Tuhan. (Bilangan 14:22)

TETAPI hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwanya yang ada padanya, dan ia mengikut Tuhan dengan sepenuhnya, akan dibawa Tuhan masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya.

Kaleb mau mendengarkan suara Tuhan, mau mengikut Tuhan dengan sepenuhnya. Itulah yang membedakan dia dengan orang-orang lainnya.

Dan semua persungutan bangsa Israel telah dicatat, dan yang berusia 20 tahun ke atas, dan telah bersungut-sungut lebih dari 10 kali tidak akan masuk ke tanah Kanaan, kecuali Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun.

Waaaauu, Kaleb disebut pertama kali, setelah itu nama Yosua juga tercatat masuk dalam kriteria itu.

Dari 12 pengintai itu, 10 orang mati kena tulah, tetapi yang tinggal hidup adalah Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune. Nama Yosua disebut duluan.

Baik Yosua maupun Kaleb, baik Kaleb maupun Yosua keduanya kompak, karena memiliki roh yang sama, jiwanya cocok, iman dan pengharapannya sama.  Pembahasan mengenai siapa yang  namanya disebut duluan dan sebagainya , sebenarnya bukan untuk lomba-lombaan di antara dua orang ini, melainkan untuk membuktikan bahwa Yosua bukan Cuma ‘pengekor’nya Kaleb dan Kaleb juga bukan Cuma seorang ‘pengekor’nya Yosua. Tidak ada siapa mengekor pada siapa, melainkan mereka berdua kebetulan memiliki jiwa dan roh yang sama. Iman dan pengharapan yang sama. Dan hanya mereka berdua di antara jutaan orang lainnya. Huuuuiiiihhh!!

Hal ini digarisbawahi oleh Musa, bahwa mereka berdua, baik Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun, telah  mengikuti Tuhan dengan sepenuh hatinya. Ini dikatakan Musa pada bani Ruben dan Bani Gad, di Bilangan 32; 12.

Iman seperti ini tidak dibangun sehari dua hari, tetapi dari gaya hidup bersama dengan Tuhan. Saat orang lain mengeluh, dua orang ini tetap bersyukur. Saat orang lain memberontak, dua orang ini tetap taat. Saat orang lain berpikiran negatif, dua orang ini berpikiran positif. Saat orang lain melihat tanah Kanaan yang begitu subur dan luar biasa baiknya, mereka terhalang oleh raksasa, menganggap diri mereka belalang, dua orang ini justru semakin timbul hasratnya untuk memiliki negeri itu dan mereka justru merasa sebagai raksasa yang siap menyantap penduduk asli sebagai belalangnya, karena punya Tuhan yang hebat dan besar.

Tuhannya siapa coba yang seperti Tuhannya orang Israel? Bisa mendatangkan 10 tulah? Bisa membelah lautan bagai darat? Bisa menghadirkan air di padang gurun? Bisa mendatangkan manna? Bisa mendatangkan burung puyuh untuk jutaan rakyat? Waauuuu….masalah raksasa ..itu Cuma soal kecil !!

Melihat pada masalah, akan merasa diri kecil. Melihat kepada Tuhan akan merasakan masalah sebagai hal kecil.

Di antara jutaan orang pada saat itu, hanya dua orang yang lolos seleksi. Kriterianya Cuma di soal ; perkataan u-c-a-p-a-n   s-y-u-k-u-r.

Kog tampaknya sepele ya…?? Oh tidak juga. Perkataan meluap dari hati. Orang yang sikap hatinya tidak beriman akan mengucapkan kalimat pesimistis. Orang yang sikap hatinya tidak berpaut pada Tuhan, kebaikan Tuhan, akan mengucapkan kalimat persungutan. Orang yang berkiblat ke belakang, gagal melihat tujuan Tuhan, tetapi selalu mengenang masa perbudakan di Mesir, akan mengucapkan kalimat kematian, ‘iiih kita seperti belalang yang siap ditelan’. Tetapi orang yang mau sepakat dengan Tuhan , akan dilepaskan dari perbudakan dan di bawa ke tanah air berlimpah susu dan madunya, akan mengucapkan kalimat kehidupan, ‘ayo kita telan belalang-belalang  itu’.

Apa yang keluar dari mulut kita, berupa ucapan syukur, kalimat iman, ataukah berupa persungutan, pemberontakan, kemarahan, omelan, dll adalah cerminan sikap hati yang bagaimana, berpaut pada Tuhan, ataukah curiga terhadap Tuhan.

Yosua bin Nun ternyata seorang yang menurut saya tidak banyak bicara, tetapi dalam ucapan-ucapannya yang tidak terlalu banyak itulah, terpancar sikap hati yang bersyukur, berharap, beriman dan memegang janji Tuhan dalam hidupnya.

Dia punya teman yang klik dengan dirinya, seorang , Kaleb bin Yefune.

Generasi Yosua akhir zaman adalah generasi yang menduduki tanah Kanaan. Mencapai destiny /tujuan ilahi Tuhan dalam hidup mereka. Generasi yang mencapai garis akhir, karena mereka beriman kepada Tuhan, selalu hidup dalam ucapan syukur, dan selalu tinggal dalam perkenanan hati Tuhan, berani hidup berbeda dari orang kebanyakan. Berbeda dalam arti yang positif. Mereka adalah generasi yang mengecap susu dan madu janji-janji Tuhan, mereka adalah generasi yang merebut kekayaan bangsa-bangsa bagi pekerjaan Tuhan di atas muka bumi.  Mereka adalah generasi yang sungguh-sungguh berbeda karena setiap tanah yang mereka injak akan diberikan Tuhan kepada mereka, bisnis dan pekerjaan apa pun yang mereka pegang akan menjadi berhasil dan beruntung, karena bukan sehari dua hari mereka melatih otot iman mereka, tetapi dalam setiap keseharian mereka , iman mereka kepada Tuhan Semesta Alam, terus ditumbukan sampai berbuah lebat.

  • RAHASIA KETIGA

DI BALIK PENYEBUTAN NAMA YOSUA BIN NUN

Keintiman dengan Tuhan akan diikuti dengan step berikutnya; iman dan ucapan syukur.

  • Semua catatan Alkitab yang membahas mengenai 2 pengintai istimewa ini, bagaimana mereka mengikut Tuhan dengan sepenuh hati, bagaimana lainnya jiwanya, dll, dan apa yang berhak mereka terima karena iman mereka, yaitu mereka boleh memasuki tanah Kanaan, semuanya menggunakan nama Yosua bin Nun, bukan Yosua saja-tanpa bin-Nun. Tidak ada satu pun ayat yang membahas mengenai 2 pengintai ini, yang menyebutkan Yosua hanya sebagai Yosua saja, tidak ada.
  • Ada 6 ayat tertera pada :
    • Bilangan 14:6, Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune mengoyakkan pakaiannya ( perkataan Narator/ penulis kitab Bilangan)-dalam peristiwa laporan dua belas pengintai
    • Bilangan 14:30, kecuali Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun ( perkataan Tuhan kepada Musa)
    • Bilangan 14: 38; Tetapi yang tinggal hidup dari orang-orang yang telah pergi mengintai negeri itu hanyalah Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune. ( perkataan Narator/ penulis kitab Bilangan)
    • Bilangan 26:65, pada saat laskar Israel dihitung untuk kedua kalinya, dalam catatan mereka hanya dua nama ini saja yang bertahan hidup sampai tahun ke 40, yang seangkatan dengan mereka , sesuai dengan Firman Tuhan pada saat mereka pulang dari pengintaian (perkataan Tuhan yang dikutip kembali oleh narator/penulis kitab Bilangan)
    • Bilangan 32:12, perkataan Musa kepada Bani Ruben dan bani Gad (peristiwa ini terjadi setelah Musa memintakan keputusan Urim atas Yosua). Pada saat itu Musa kembali menyinggung dua nama pengintai itu. (perkataan Musa kepada bangsa Israel)
    • Ulangan 1:38 Nama Yosua bin Nun, muncul berbarengan lagi dengan Kaleb bin Yefune dalam Ulangan 1: 34-38. Dikisahkan oleh Musa kepada bangsa Israel saat dia membacakan hukum taurat kepada mereka. (perkataan Musa kepada bangsa Israel)
  • Pada saat iman bekerja, Tuhan mencatat nama Yosua sebagai Yosua bin Nun.
  • Pada saat Yosua dan Kaleb mengucap syukur, manakala semua orang mengeluh dan bersungut-sungut, maka nama mereka berdua  dicatat secara resmi, sebagai Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune.
  • Bisa saja salah satu VISI daripada NUN adalah bagaimana keluar dari perbudakan dan bagaimana dapat kembali ke KANAAN seperti janji Tuhan pada kakek moyang mereka, Abraham, dan bagaimana caranya untuk mendapatkan tanah Kanaan sebagai tanah air mereka, tempat yang subur, tempat yang indah. Namun harus ada keselamatan manakala tinggal di sana, jangan sampai mengalami kemusnahan seperti nenek moyang suku Efraim dulu yang sempat hampir punah karena ada 7 keturunan yang ditumpas oleh orang-orang Gat/penduduk Kanaan. Oleh karena itu , bisa jadi Visi Nun, tergenapi melalui iman anaknya, iman dari seorang bernama Yosua bin Nun.

Rhema yang kita dapatkan adalah ;

Yosua telah berjumpa secara pribadi dengan Tuhan di Kemah Pertemuan itu. Itu menjadi titik awal yang sangat penting.

Keintiman dengan Tuhan akan mendongkrak iman kita naik ke atas, iman yang akan bertumbuh dewasa, keyakinan akan daya daripada Tuhan, keselamatan yang daripada Yehovah, keyakinan akan janji-janji Tuhan, pengenalan akan Pribadi-Nya yang sanggup, sehingga Yosua bin Nun tercatat sebagai hanya dua orang saja di antara dua pengintai, yang hatinya berpaut pada Tuhan, dua saja dari jutaan orang yang mati di padang gurun sebelum mencapai garis akhir/ tanah perjanjian. Iman itu tercermin dan terpancar dari setiap ucapan, apakah itu ucapan syukur, atau gerutuan, apakah itu sikap hati yang benar atau salah, apakah itu sikap hati,  persungutan ataukah korban syukur yang meluap dari hati. Keintiman dengan Tuhan membawa Yosua lolos audisi manakala dia tidak bersungut-sungut lebih dari 10 kali. Demikian juga dengan Kaleb bin Yefune.

Generasi Yosua akhir zaman adalah generasi yang terus bergaul dengan Tuhan, sehingga imannya terus berakar, bertumbuh dan berbuah dalam setiap tindakan dan perkataan yang memancarkan hati yang percaya pada Daya daripada Tuhan, mujizat daripada Tuhan, karya daripada Tuhan. Hal semacam inilah yang menjadi ciri orang yang mengucap syukur senantiasa.

Generasi yang beriman akan menjadi generasi yang berbeda dari orang-orang yang hidup sezamannya. Iman mereka naik ke atas dan terlihat dengan jelas.

 

KODE WARNA DAN ANGKA Ungu 3
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam kesucian ( I tim 4:12 )
YOSUA SEORANG YANG Beriman kepada Tuhan, kemudian imannya itu  diperkatakan
DEFINISI Iman adalah : dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat ( Ibrani 11:1)
AYAT PENDUKUNG Bilangan 11:28-29
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua bin Nun adalah seorang yang beriman kepada tuhan

Imannya terpancar ketika dia menghadapi raksasa-orang enak

Imannya terpancar dari ucapan-ucapan yang meluap dari hatinya

AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo jadi orang yang menaruh iman dan pengharapan kita hanya kepada tuhan

Ayo mengucapkan iman kita bukan kekuatiran kita

PROPERTY YANG DISARANKAN Setandan buah anggur yang digandar dua orang
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN 10 orang  pengintai yang tidak percaya dengan wajah cemberut, melipat tangan di dada atau berkacak pinggang, sedang Yosua dan Kaleb menunjuk pada anggur itu dengan wajah berseri dan percaya.
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Kisah kepulangan 12 pengintai, dengan 10 orang yang percaya dan 2 orang yang beriman, Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune. Yosua mengucapkan kalimat yang berasal dari hatinya yang percaya kepada Tuhan. Orang yang kuatir akan mengucapkan kalimat jelek, sedangkan orang yang beriman pada Tuhan akan mengucapkan kalimat-kalimat yang baik. Ayo beriman pada Tuhan dan katakanlah apa yang kamu imani/percayai.

Ayo jadi orang yang menaruh iman dan pengharapan kita hanya kepada tuhan

Ayo mengucapkan iman kita bukan kekuatiran kita

KODE WARNA DAN ANGKA Merah 1
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam  perkataan ( i tim 4: 12)
YOSUA SEORANG YANG Mengatakan kalimat iman
DEFINISI Mengatakan kalimat iman adalah : mengatakan kalimat-kalimat yang optimis, yang percaya kepada Tuhan, bukan kalimat-kalimat nengatif yang membuat orang kuatir.
AYAT PENDUKUNG Bilangan 13
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua mengatakan kata-kata yang menguatkan orang banyak

Kata-kata yang keluar dari hati yang beriman

AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo ucapkan kalimat-kalimat yang optimis, membangun, dan menguatkan

Karena kita punya iman kepada Tuhan

PROPERTY YANG DISARANKAN Kertas bertuliskan ‘kita pasti bisa’ ‘Tuhan tolong kita’ ‘kita telan mereka’ ‘mereka pasti kalah’ yang dipegang penuh oleh tangan kanan dan kiri Yosua serta Kaleb
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Yosua dan Kaleb memegang kata-kata iman itu di tangan mereka dan ditunjukkan kepada orang banyak, sementara semua orang di sekelilingnya buang muka dan cuek/tidak mau membacanya.
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Kisah kepulangan 12 pengintai, dengan 10 orang yang percaya dan 2 orang yang beriman, Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune. Yosua mengucapkan kalimat –kalimat yang baik, bukan kalimat-kalimat yang membuat orang lain kuatir

. Mengapa Yosua bisa mengucapkan kalimat-kalimat yang baik, karena hatinya percaya kepada pertolongan Tuhan.

Ayo ucapkan kalimat-kalimat yang optimis, membangun, dan menguatkan

Karena kita punya iman kepada Tuhan

 

KODE WARNA DAN ANGKA Merah 2
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam  perkataan ( i tim 4: 12)
YOSUA SEORANG YANG Mengatakan ucapan syukur
DEFINISI Mengatakan ucapan syukur adalah : mengatakan kalimat-kalimat yang bersyukur atas segala keadaan, karena mengenal bahwa Tuhan itu baik pada setiap waktu, baik pada suka maupun duka
AYAT PENDUKUNG Bilangan 13
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua mengatakan kata-kata ucapan syukur kepada Tuhan ( bersama dengan Kaleb) walaupun di perjalanan keluar dari mesir banyak tantangan yang mereka hadapi
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo ucapkan kalimat-kalimat yang mengucap syukur senantiasa dalam keadaan apa pun juga
PROPERTY YANG DISARANKAN Kertas bertuliskan ‘engkau baik tuhan’, ‘terima kasih Tuhan’, ‘aku bersyukur kepada-mu Tuhan’, ‘Tuhan pasti tolong kita’

Kertas bertuliskan tulisan ‘kita pasti mati dipadang gurun ini’ ‘wah nggak ada air’ ‘aduh airnya pahit’ ‘bosan kita makan manna ini’ ‘kapan ya kita makan daging’ ‘ayo kita lempari Musa dengan batu’

ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Yosua dan Kaleb memegang kata-kata ucapan syukur itu di tangan mereka dan ditunjukkan kepada orang banyak (tempatkan mereka berdua di tengah/sentral), sementara semua orang di sekelilingnya juga membawa kata-kata persungutan
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Kisah perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir, bangsa Israel selalu mengeluh, bersungut-sungut saat:

1.        Peristiwa air pahit di Mara (kel 15)

2.        Peristiwa manna (kel 16)

3.        Bertengkar dengan Musa (Kel 17)

4.        Mengeluh tentang nasib buruk (

5.        Meminta daging

6.        Bersungut-sungut setelah laporan 12 pengintai.

Bagi yang 10 kali bersungut-sungut tidak boleh masuk tanah Kanaan. Hanya 2 orang yang lolos, yaitu Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune

Ayo jadi orang yang selalu bersyukur dalam keadaan apa pun juga atas semua kebaikan Tuhan.

Ayo ucapkan kalimat-kalimat yang mengucap syukur senantiasa dalam keadaan apa pun juga

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Kuning 1
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam  kasih ( i tim 4: 12)

Kasih kepada allah, kasih kepada Allah melahirkan rasa percaya kepada Allah/iman.

YOSUA SEORANG YANG Yosua percaya kepada Allah oleh karena dia mengasihi Allah

Di dalam kasih kepada Allah, di dalamnya ada unsur percaya kepada-Nya

DEFINISI Kasih itu adalah percaya segala sesuatu ( I Kor 13:7)  ,  di dalam kasih tidak ada rasa curiga pada pihak yang dikasihi.
AYAT PENDUKUNG Bilangan 14: 11
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Saat Yosua menjadi pengintai, Yosua percaya Tuhan akan memberi kemenganan mengalahkan bangsa yang diam di Kanaan

Rasa percaya Yosua kepada Tuhan itu karena dia mengasihi Tuhan ( karena di dalam kasih ada unsur rasa percaya)

AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo mengasihi Tuhan, percayalah kepadanya dan jangan curiga kepada Tuhan

Kalau kita mengasihi Tuhan kita akan selalu percaya akan kebaikan Tuhan dalam keadaan apa pun juga

PROPERTY YANG DISARANKAN Keker/ alat untuk melihat jarak jauh
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Kaleb sedang memakai keker untuk mengintai negeri kanaan

Sementara itu Yosua mengepalkan kedua tangan tanda optimis , sambil arah pandangannya ke langit sementara itu 10 pengintai lainnya tertunduk lesu dan tampak tidak bersemangat

KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Kisah pengintaian 12 pengintai, mengapa yang mereka lihat sama saja, tetapi cara berpikir ke 10 orang ini bisa berbeda dengan cara berpikir 2 orang lainnya?  Karena Yosua dan Kaleb mengasihi Tuhan. Orang yang mengasihi itu punya rasa percaya. Contoh; kita mengasihi mama, maka percaya pada kebaikan mama, tidak mungkin kita itu curiga ..’wah mama itu jahat, dia pasti ingin membunuh aku’. Tidak mungkin kita berpikiran seperti itu, Karena kita mengasihi mama, kita tidak curiga padanya, karena kita tahu mama juga sayang sama kita.

Sedangkan 10 orang lainnya, mungkin kurang mengasihi Tuhan, sehingga mereka takut saat melihat para raksasa. Sedangkan 2 pengintai ini percaya Tuhan mengirim ke Kanaan untuk mengalahkan raksasa-raksasa itu, bukan untuk supaya orang Israel dijadikan makanan oleh raksasa-raksasa itu. Ayo mengasihi Tuhan, supaya kita juga bisa percaya kepada-Nya. Kepercayaan itulah yangn nanti menuntun kita masuk ke Kanaan dan mengalahkan para raksasa itu.

Ayo mengasihi Tuhan, percayalah kepadanya dan jangan curiga kepada Tuhan

Kalau kita mengasihi Tuhan kita akan selalu percaya akan kebaikan Tuhan dalam keadaan apa pun juga

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Biru 1
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam kesetiaan  ( i tim 4:12 )

Kesetiaan kepada Allah

YOSUA SEORANG YANG Yosua seorang yang setia kepada Tuhan, sehingga dalam kurun waktu 38  tahun Yosua bersama dengan Kaleb menunjukkan kesetiaannya kepada Allah, tetap mempertahankan imannya.
DEFINISI Setia adalah tetap bertahan dengan keadaan semula, tidak berubah.

Tidak terpengaruh lingkungan/orang lain yang berbuat dosa.

AYAT PENDUKUNG Bilangan 1-4

Bilangan 26;1

AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua dan Kaleb adalah 2 orang yang namanya tetap bertahan hidup di tahun ke 40 setelah dalam kurun waktu 40 tahun itu mereka tidak ikut-ikutan :

Peristiwa persungutan di Mara

Peristiwa persungutan sampai akhirnya turun Manna

Peristiwa bertengkar dengan Musa perihal air

Bersungut-sungut soal nasib buruk

Nafsu rakus

Pemberontakan Miryam dan Harun

Memberontak pada Tuhan  setelah mendengar laporan 10 pengintai

Pemberontakan Datan Korah dan Abiram

Menuduh Musa membunuh umat Tuhan

Peristiwa Ular tedung

Perzinahan dalam peristiwa Baal Peor.

Itulah sebabnya dua orang ini namanya masih ada di daftar kedua dari pencatatan laskar Israel.

AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo jadi orang yang setia kepada Tuhan, dan jangan ikut-ikutan orang lain yang berbuat dosa.
PROPERTY YANG DISARANKAN Kertas dan daftar nama tertulis di dalamnya, ballpoint
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Musa  dan Imam Eleazar melihat ke arah daftar nama itu.
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Waktu orang Israel baru meninggalkan Mesir selama 2 tahun, orang Israel didaftar namanya/diabsen.

Setelah 38 tahun kemudian, ternyata nama-nama orang-orang itu semua, mereka sudah mati semua, kecuali Yosua dan Kaleb adalah 2 orang yang namanya tetap bertahan hidup di tahun ke 40 setelah dalam kurun waktu 40 tahun itu mereka tidak ikut-ikutan :

Peristiwa persungutan di Mara

Peristiwa persungutan sampai akhirnya turun Manna

Peristiwa bertengkar dengan Musa perihal air

Bersungut-sungut soal nasib buruk

Nafsu rakus

Pemberontakan Miryam dan Harun

Memberontak pada Tuhan  setelah mendengar laporan 10 pengintai

Pemberontakan Datan Korah dan Abiram

Menuduh Musa membunuh umat Tuhan

Peristiwa Ular tedung

Perzinahan dalam peristiwa Baal Peor.

Itulah sebabnya dua orang ini namanya masih ada di daftar kedua dari pencatatan laskar Israel.

Ayo jadi orang yang setia kepada Tuhan, dan jangan ikut-ikutan orang lain yang berbuat dosa. Sehingga saat Tuhan datang kedua kalinya nanti kita didapati hidup kudus.

 

 

YOSUA DIBERI KEPERCAYAAN YANG LEBIH BESAR LAGI

Bilangan 32: 28 Musa memberi perintah khusus kepada Imam Eleazar dan kepada Yosua bin Nun mengenai bani Gad dan bani Ruben.

Pada masa itu, bangsa Israel telah berada pada tempat persinggahan terakhir di zaman kepemimpinan Musa, mereka sudah berada di tepi sungai Yordan, yaitu di dekat Yerikho. Mereka berkemah di tepi sungai Yordan ( Bilangan 33-49- petunjuk tempat)

Bani Ruben dan bangi Gad ternaknya banyak, bahkan sangat banyak sekali, mereka sangat tertarik pada tempat tiu, yaitu tanah Yaezer dan tanah Gilead, karena tempat itu baik untuk peternakan. Tetapi pada saat itu bangsa Israel belum merebut daerah di seberang sungai Yordan ,di tanah Kanaan, sama sekali belum.

Mereka pun menghadap pada Musa, imam Eleazar dan pera pemimpin umat itu.

Nama Yosua bin Nun tidak dicatat sebagai orang yang kepadanya mereka menghadap.

Bani Ruben dan bani Gad tidak memandang Yosua sedikitpun, alias memandang Yosua dengan sebelah mata saja , padahal Yosua telah diumumkan dengan keputusan Urim bahwa dia akan menjadi pemimpin berikutnya (Bil 27:12-23)

Namun di Bilangan 32: 28, Musa memberi perintah tidak saja kepada imam Eleazar, tetapi juga memberi perintah kepada Yosua bin Nun, untuk menangani masalah ini.

Darimana kita tahu bahwa sebenarnya bani Ruben dan Gad sudah tahu kalau Yosua adalah pemimpin yang akan menggantikan Musa?

Pada peristiwa 12 pengintai, nama Yosua baru disebutkan sebagai orang yang dinubuatkan akan termasuk dalam 2 orang saja yang bisa masuk ke tanah Kanaan, tetapi sama sekali belum disebutkan bahwa Yosua nantinya yang akan memimpin generasi yang sesudahnya ( yang berusia 20 thn ke bawah di kala itu), tetapi setelah Musa dan Harun berdosa kepada Tuhan pada peristiwa Mata Air Meriba ( Bilangan 20:2-12) barulah pada saat itu Musa diberi tahu Tuhan bahwa nanti Yosualah yang akan menggantikan dirinya, hal ini dapat kita bandingkan dengan Ulangan 1: 37-38. Namun hanya Musa yang tahu, namun bangsa Israel belum tahu. Bangsa Israel nanti tahu, baru setelah di tahun ke 40, laskar Israel dihitung kembali, terbukti nama Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune saja yang terbukti dapat bertahan sampai tahun ke 40, akhirnya saat Musa naik ke gunung Abarim, Bilangan 27: 12-23 , barulah Musa meminta keputusan Urim di hadapan imam Eleazar atas Yosua, di hadapan bangsa Israel. Nah, seharusnya suku-suku ini sudah tahu perihal tersebut pada saat keputusan Urim itu dijatuhkan. Karena peristiwa bani Ruben dan bani Gad ini terjadinya di Bilangan 32, sedangkan keputusan Urim dijatuhkan pada Bilangan 27.

Di sinilah ternyata Yosua bin Nun yang notabene oleh bani Ruben dan Gad bukan orang yang diperhitungkan untuk memutuskan masalah ini, bukan dipandang sebagai sesosok pemimpin atau taruh katalah seorang calon pemimpin, calon penerus.

Namun demikian, ternyata Tuhan sudah melatih Yosua bin Nun.

Saat dia setia menjadi abdi Musa, mengurusi hal-hal pribadi Musa, Tuhan memberi kepercayaan sebagai pengintai mewakili sukunya, suku Efraim, dan kini setelah Yosua terus setia pada hal yang Tuhan percayakan kepadanya, dia dipromosi lebih lagi untuk diperintah oleh Musa menangani kasus penting.

Ini bukan kasus main-main, kalau sampai bani Ruben dan Gad tidak ikut berperang , tidak mau ikut maju merebut tanah kanaan di seberang sungai Yordan, dan enak-enakkan di tanah yang mereka minta di sebelah Timur sungai Yordan ini…dikawatirkan umat Israel lainnya enggan maju berperang, enggan menyeberang sungai Yordan.

Ini butuh ketegasan. Sudah ada ketegasan dari Musa, sudah ada ketegasan dari Imam Eleazar, juga sudah dilengkapi dengan ketegasan dari kepala-kepala puak dari suku-suku Israel, namun masih dibutuhkan ketegasan dari Yosua bin Nun, atas perintah Musa.

Di sinilah Yosua bin Nun dilatih Tuhan lagi, untuk bagaimana berlatih menjadi seorang yang memimpin dengan tegas, adil, dan bijaksana. Tadinya dia Cuma menjadi pemimpin suku, lalu pernah menjadi pemimpin perang melawan Amalek, lalu menjadi asisten Musa, mewakili sukunya menjadi pengintai, dan sekarang dia ikut dalam kancah kepemimpinan atas suatu bangsa, walau hanya sebagai sebagian kecil, yaitu menangani kasus untuk 2 suku saja, tetapi ini adalah suatu area yang ditambahkan, suatu kepercayaan yang ditambahkan, suatu  anugrah yang  lebih lagi. Ini butuh tanggung jawab, butuh hati yang lurus dan adil, tidak memihak, butuh hikmat bijaksana, butuh ketegasan, butuh kewibawaan, butuh kedewasaan.

Tadinya dia abdi Musa, tetapi sekarang dia memiliki tugas tambahan sebagai rekan Musa. Tadinya urusannya hanya mengurus urusan Musa sehari-hari, dia orang yang berada di belakang layar, tetapi sekarang dia dipercaya juga mengurusi hal-hal di depan layar. Tadinya hanya jadi pendukung, tetapi sekarang jadi pemain. Suaranya kini didengarkan, pendapatnya diperhitungkan, nasihatnya diperhatikan.

Nah pada Bilangan34: 16-28  terjadi penambahan lagi. Karena di Bilangan 32: 28, yang memberi perintah adalah Musa, kali ini di Bilangan 34: 16-28 yang memberi perintah adalah Tuhan. Yosua terpilih untuk diberi tanggung jawab menentukan pembagian tanah Kanaan kepada bangsa Israel. Dipercaya untuk mengambil keputusan-keputusan penting dalam hal pembagian tanah Kanaan kelak, yang menyangkut seluruh bangsa, ada area yang lebih besar lagi yang Tuhan tambahkan.

Selain dia ada nanti Iman Eleazar, juga pemimpin tiap suku, dan yang disebut pertama adalah dari suku Yehuda adalah Kaleb bin Yefune.  Dan luar biasanya lagi, biasanya Yosua mewakili suku Efraim, kini suku Efraim telah memiliki pemimpin lain yang tunduk kepadanya dan kepada Imam Eleazar, dia adalah Kemuel bin Siftan ( Bilangan 34: 24)

Di sinilah kita melihat bahwa jika kita dapat tunduk dan taat kepada pemimpin yang kelihatan, pastinya kita dapat tunduk dan taat kepada Tuhan yang tidak terlihat kasat mata. Sebaliknya jika kita pada manusia yang kelihatan saja tidak bisa taat, bagaimana mungkin kita bisa taat pada Tuhan yang tidak kelihatan.

Hal berikutnya yang dapat kita simpulkan adalah adanya hukum tabur tuai, dimana jika kita tunduk pada pemimpin kita, maka orang lain yang kita pimpin juga akan tunduk kepada kita. Seandainya Yosua tidak memiliki penundukan kepada Musa tentu dia akan menuai pemberontakan di kemudian hari dari orang Israel saat tiba saatnya dia menjadi pemimpin mereka.

Tuhan mempersiapan Yosua jauh sebelum peristiwa pembagian itu terjadi. Bagaimana bersikap adil, bagaimana mengasihi, bagaimana melihat kebutuhan tiap suku yang berbeda-beda, bagaimana mempelajari kultur budaya dan pekerjaan dan keunikan tiap suku, bagaimana memetakan wilayah, bagaimana agar tidak terjadi perpecahan, keserakahan, ketamakan, perang suku, bagaimana dia bisa bekerja secara musyawarah tim (antara dia, Imam Eleazar, dan pemimpin tiap suku, diantaranya adalah Kaleb bin Yefune)

Terbukti kelak kita dapat tahu selanjutnya bahwa Yosua secara pribadi mengambil tanah bagi dirinya sendiri, dalam giliran  yang paling akhir setelah semua orang lain dapat. Hal ini dapat kita lihat di Yosua 19: 49 Setelah orang Israel selesai membagikan….dst

Kepercayaan yang Musa berikan tidak disia-siakannya. Dia harus bisa mengatasi suku Ruben dan Gad.

Kepercayaan yang Tuhan berikan untuk menentukan pembagian tanah bagi seluruh bangsa di kemudian hari,  juga tidak disia-siakannya. Dia harus bisa rendah hati, mengalah, bersikap adil dan bersabar.

Generasi Yosua akhir zaman adalah generasi yang mendapatkan promosi dari Tuhan, dilatih oleh Tuhan pada area yang lebih besar, karena telah belajar setia pada area yang sebelumnya yang lebih kecil. Generasi Yosua akhir zaman adalah generasi yang mengalami pelipatgandaan kepercayaan dan tuaian, karena berjalan bersama dengan TUHAN dengan kesetiaan dan ketaatan. Generasi ini adalah generasi yang dilatih dan dipersiapkan untuk dapat bekerja secara Team Work. Generasi yang dapat dipercaya karena berintegritas tinggi.

  • RAHASIA KEEMPAT

DI BALIK PENYEBUTAN NAMA YOSUA BIN NUN

Penyebutan Yosua bin Nun dalam Visi Ilahi dan tugas khusus/ misi khusus  yang Tuhan berikan kepada Yosua.

  • Saat pertama kali Tuhan berbicara kepada Musa, setelah peristiwa dosa Musa dan Harun, Tuhan memberitahu kepada Musa bahwa hambanya Yosua bin Nun-lah yang kelak akan memimpin bangsa Israel memasuki tanah Kanaan ( namun pada saat itu, Musa belum memberitahukan hal tersebut kepada Yosua)- hal ini baru diceritakan Musa di tahun ke 40 bangsa Israel keluar dari Mesir, pada saat Musa membacakan Hukum Taurat;
    • Ulangan 1: 38 Pada saat itu nama yang disebutkan Tuhan pada Musa adalah nama lengkap, Yosua bin Nun. Ini adalah Penentuan/Penunjukan Tuhan atas Yosua bin Nun, yang disampaikan kepada MUSA. Digunakan oleh Tuhan, nama Yosua bin Nun sebagai nama resmi.
    • Saat Yosua bin Nun mendapat tugas penting dari Musa (setelah Musa mendapatkan kepastian keputusan Urim atas Yosua) mengenai tanah untuk bani Ruben, dan Gad– namanya dituliskan sebagai Yosua bin Nun. (Bil 32:28) Digunakan oleh Tuhan, nama Yosua bin Nun sebagai nama resmi.
    • Saat Yosua mendapat tugas penting dari Tuhan, untuk ikut menentukan pembagian tanah Kanaan kelak, namanya dituliskan sebagai Yosua bin Nun ( Bil 34:17) Digunakan oleh Tuhan, nama Yosua bin Nun sebagai nama resmi.
  • Dan ternyata dalam kitab Yosua, nama Yosua atau Yosua bin Nun muncul sebanyak 160 kali, 150 penyebutan hanya nama Yosua, dan hanya 10 kali saja diantaranya, nama Yosua muncul secara lengkap dan secara resmi sebagai Yosua bin Nun,yaitu di ayat :
    • Yos 1:1, 2:2, 2:23, 6:6, 14:1, 17:4, 19:49, 19:51, 21:1, 29:1
    • Dan setelah saya teliti, tidak sembarangan muncul nama Yosua bin Nun secara lengkap, melainkan semua kemunculan nama lengkap dan nama resmi ini mengandung suatu arti tertentu.
    • Arti khusus itu salah satunya adalah:
      • Dalam urusan membagi tanah Kanaan pada seluruh bangsa Yos 14:1, tertulis nama lengkapnya, Yosua bin Nun.
      • Dalam urusan membagi untuk orang Lewi Yos 21:1, tertulis nama lengkapnya, Yosua bin Nun.
      • Dalam menangani suku Manasye, Yos 17:4, tertulis nama lengkapnya, Yosua bin Nun.
      • Yosua sendiri mendapatkan tanah bagi dirinya sendiri setelah semua orang Israel lainnya mendapatkan tanah, Yos 19:49, tertulis nama lengkapnya, Yosua bin Nun.
      • Yosua selesai membagi tanah Yos 19:51, tertulis nama lengkapnya, Yosua bin Nun.
    • Saat pertama kali Yosua mendapatkan perintah langsung dari Tuhan di Kemah Pertemuan –pada Kemah Suci- Tuhan menyebutnya sebagai nama resminya, Yosua bin Nun ( Ulangan 31;23), padahal saat Tuhan memerintahkan Musa untuk mengajak Yosua masuk ke Kemah Pertemuan itu, Tuhan hanya menyebut nama Yosua sebagai Yosua saja, namun setelah di dalam kemah pertemuan, dan Tuhan berbicara langsung kepada Yosua bin Nun, memberi perintah untuk dia memimpin bangsa Israel, Tuhan memanggilnya dengan sebutan Yosua bin Nun. Inilah kali pertama Alkitab menuliskan bagaimana Tuhan berbicara secara resmi kepada Yosua di hadapan orang lain ( bukan secara pribadi dalam doa pribadi)- pada saat itu yang terjadi adalah di hadapan Musa, bahwa Tuhan memberi tugas kepadanya untuk memimpin bangsa Israel. Di sinilah muncul nama resmi Yosua yaitu Yosua bin Nun ( pada peristiwa sebelumnya selalu lewat Urim, lewat perkataan Musa kepadanya, lewat perkataan Musa kepada bangsa Israel- baru kali ini Yosua mendengar langsung dari Tuhan)
    • Saat Yosua dan Musa menyampaikan nyanyian saksi kepada bangsa Israel, dalam Ulangan 32:44 disebutkan nama lengkapnya, nama resminya,  Yosua bin Nun. Inilah kali pertama Yosua berdiri di hadapan bangsa Israel sebagai pemimpin, dan didampingi oleh Musa. Di sinilah muncul nama resminya.
    • Saat Musa telah mati, pada Yosua 1: 1, kembali peneguhan panggilan dari Tuhan untuk Yosua sebagai pemimpin baru, yang dituliskan di kitab baru, kitab Yosua, juga menggunakan sebutan dari Tuhan sebagai Yosua bin Nun. Tuhan kembali memanggil dengan nama lengkap itu, nama resmi itu,  karena seakan-akan Tuhan mengingatkan kembali peristiwa di Kemah Pertemuan sementara, di mana Yosua berjumpa secara pribadi dengan Tuhan, hanya dia dengan Tuhan, tidak ada Musa di sana. Saat Musa meninggalkan kemah itu, Yosua tetap di sana, di hadapan Tuhan. Nostalgia itu terjadi ketika  kini saat Musa sudah mati, Tuhan memanggil Yosua lagi dengan sebutan Yosua bin Nun. Hanya antara dirinya dengan Tuhan saja. Sebuah nostalgia yang indah.
    • Sampai saat Yosua mati, tertulis namanya sebagai Yosua bin Nun, dituliskan dua kali dalam Alkitab, Yos 24:28, Hak 2:8

Rhema yang kita dapatkan adalah:

Keintiman dengan Tuhan akan melahirkan VISI, VISI akan melahirkan MISI. Yosua mendapat misi sbb:

  • Memimpin bangsa Israel memasuki tanah Kanaan, merebutnya.
  • Mengatur pembagian tanah untuk suku Ruben, Gad ( ini penting, karena kalau tidak ditegasi, bisa-bisa bangsa Israel semuanya memilih untuk tinggal di seberang sungai Yordan, dan enggan berperang maju ke tanah Kanaan. Kekawatiran lainnya, suku yang sudah nyaman di seberang sungai Yordan, tidak mau maju berperang lagi untuk membantu suku-suku lain yang belum dapat tanah)
  • Mengatur pembagian tanah bagi seluruh bangsa Israel

Misi ini dijalankan Yosua dengan baik, sampai dia mati. Oleh karena itu, saat Yosua mati, namanya dituliskan sebagai  Yosua bin Nun, bukan Yosua saja. Muncul nama resmi untuk mengenang bagaimana sepanjang umur Yosua, dia telah menjalankan tugas-tugasnya dengan baik dan tuntas.

Generasi Yosua akhir Zaman adalah : generasi yang beranjak dari garis start :menemukan destiny ilahi atas hidupnya, atas bangsanya, kemudian melaju pada titik berikutnya; menemukan misi yang Tuhan tanam dalam hidupnya, dan semuanya itu didapat dari keintiman dengan Tuhan.

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Nila 2
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam kesetiaan ( i tim 4: 12 )

Kesetiaan kepada manusia/pemimpin

YOSUA SEORANG YANG
DEFINISI Setia kepada manusia/pemimpin adalah tetap bertahan ,apa pun yang terjadi, dalam suka maupun duka, dalam kurun waktu yang lama bahkan sampai akhir, tidak mengundurkan diri.
AYAT PENDUKUNG Yosua 1:1
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua setia menjadi abdi musa dan mengabdi kepada musa dari sejak masa mudanya sampai musa mati
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo setia kepada pemimpin kita sampai akhir
PROPERTY YANG DISARANKAN Air minum dalam kendi beserta gelas dari tanah liat/bisa dimodernkan dengan air minum kemasan
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Musa sedang duduk sementara yosua sedang menuangkan minum untuk musa
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Yosua setia menjadi abdi/pelayan Musa dari sejak dia masih sangat muda/ young man, sampai Musa mati, lebih kurang Yosua menjadi pelayan Musa selama 40 tahun, itu adalah waktu yang lama sekali.

·         Yosua pernah di tegur Musa, dia tetap menjadi abdi Musa,tidak mengundurkan diri.

·         Yosua pernah mengalami saat terjadi  pemberontakan orang Israel kepada Musa, tetapi Yosua tidak ikut-ikutan memberontak.

·         Saat Musa dan Harun berdosa kepada Tuhan, Yosua tetap mau melayani Musa, tetap mau mendoakan dan mendukung Musa.

·         Yosua mau melayani Musa dalam waktu yang lama sekali, karena dia mau setia kepada pemimpinnya.

Ayo setia pada papa-mama, guru di sekolah, ketua OSIS, pemimpin cell, kepala sekolah, ketua sekolah minggu, dll.

KODE WARNA DAN ANGKA Nila 3
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam kesetiaan ( i tim 4: 12 )

Kesetiaan kepada manusia/pemimpin dalam menjalankan tugas daripadanya.

YOSUA SEORANG YANG Setia dalam menjalankan tugas yang diterimanya dari Musa.
DEFINISI Setia   dalam menjalankan tugasnya adalah; tetap melakukan tugasnya sampai tuntas , dan tidak bosan dalam melakukannya, walaupun tidak diawasi, tidak ada yang memperhatikan , tidak ada yang menuntut, tidak ada yang menegur, tidak ada yang memuji , dalam waktu yang lama bahkan sampai akhir.
AYAT PENDUKUNG Bilangan 32:28-30

Yosua 1:12

Yosua 22:1

AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua setia menjalankan tugasnya yang diterimanya dari musa

Dalam mengatur  bani ruben dan gad

Tugas ini diterima sebelum musa mati

Tugas ini dilakukan pada awal kepemimpinannya

Dan tugas ini dilakukan pada akhir kepemimpinannya

Walaupun musa sudah mati- yosua tetap setia pada tugas ini

AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo setia melakukan  setiap tugas-tugas dan tanggung jawab kita- sampai akhir, walaupun tidak ada yang mengawasi.
PROPERTY YANG DISARANKAN Peta dan stiek bambu untuk menunjuk peta itu
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Peta diperlihatkan tinggi sehingga terlihat oleh penonton, tampak yosua sedang menunjuk peta sedang orang-orang bani ruben dan gad serius memperhatikan penjelasan yosua.
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Kisah Yosua  mendapat tugas dari Musa untuk mengatur pembagian tanah untuk bani Ruben dan Gad. Yosua mau setia melakukan hal itu/tugas itu. Setelah Musa mati pun, Yosua tetap melakukan tugas itu. Hal pertama yang dilakukan Yosua sebagai pemimpin adalah mengurusi hal ini, dan nanti sebelum Yosua mati, Yosua masih melakukan tugas ini, mengatur kepulangan suku Ruben dan Gad ke tanah milik pusaka mereka di seberang sungai Yordan. Walaupun Musa sudah mati, Yosua tetap setia menjalankan tugas ini. Ayo kita setia kepada pemimpin kita, apa pun tugas yang diberikan pada kita kita lakukan walaupun tidak diawasi.

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Biru 2
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam  kesetiaan ( i tim 4:12)

Kesetiaan  menjalankan tugas yang dari Allah

YOSUA SEORANG YANG Setia dalam menjalankan tugas yang diterimanya dari Allah.
DEFINISI Kesetiaan menjalankan tugas yang  dari Allah adalah: tetap menjalankan tugas yang dari Allah, apa pun keadaan dan tantangannya, dalam waktu yang lama bahkan sampai akhir, walaupun tidak ada yang mengawasi.
AYAT PENDUKUNG Yosua 23:4
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua setia menjalankan tugasnya yang diterimanya dari allah melalui musa

Dalam mengatur  seluruh pembagian tanah atas kanaan

Tugas ini diterima dari tuhan melalui perantaraan musa sebelum musa mati

Pada akhir hidup yosua,  ternyata terbukti tugas ini selesai dengan baik

AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo setia menjalankan tugas yang tuhan berikan kepada kita sampai akhir.
PROPERTY YANG DISARANKAN Kocokan undian
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Tampak Yosua sedang mengocok undian bagi bangsa Israel untuk membagi tanah kanaan, tampak orang Israel sedang mengerumuni Yosua, tampakkan undian tinggi-tinggi sehingga terlihat oleh penonton.
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Kisah Yosua  mendapat tugas dari Tuhan  untuk mengatur pembagian tanah untuk seluruh Israel. Yosua mau setia melakukan hal itu/tugas itu sampai akhir hidupnya.

Ayo setia terhadap tugas yang Tuhan berikan kepada kita, sampai kita mati nanti, Tuhan akan memuji kita “Marilah hai hambaku yang setia…”

 

YOSUA TERPILIH MENJADI PENGGANTI MUSA

Ulangan 31

Pada Ulangan 31, sampai pada puncaknya Yosua terpilih menjadi pengganti Musa.

  • Pengganti Musa ternyata bukanlah Miryam. Dia seorang nabiah, seorang penari, seorang kakak Musa, namun bukan Miryam yang Tuhan pilih. Miryam telah mati.
  • Pengganti Musa juga ternyata bukan Imam Imam Harun adalah seorang imam, juru bicara Musa. Imam Harun telah mati di padang gurun.
  • Pengganti Musa juga ternyata bukan Hur adalah seorang kepercayaan Musa. Hur telah mati di padang gurun.
  • Pengganti Musa juga bukanlah Besaleel dan Aholiab, keduanya diberi roh keahlian yang luar biasa sehingga bisa membuat semua hal yang terkait dengan pembangunan kemah suci. Dua orang ini mati di padang gurun.
  • Pengganti Musa juga bukanlah anak kandung Musa, darah dagingnya. Gersom dan Eliezer mati di padang gurun.

 

  • Pengganti Musa bukanlah Imam Eleazar yang menggantikan Imam Harun, yang notabene adalah keponakan Musa sendiri. Imam Eleazar bin Harun masih ada hingga waktu penunjukan Yosua sebagai pengganti Musa tiba.
  • Pengganti Musa juga bukanlah Pinehas, anaknya Imam Eleazar atau cucu dari Imam Harun. Oleh karena tindakannyalah, tulah Baar-peor terhenti, murka Tuhan surut, Bilangan 25: 10-15.

Dan juga dia hebat dalam memimpin peperangan melawan orang Midian Bilangan 31:1-54. Pinehas bin Eleazar bin Harun masih ada hingga waktu penunjukan Yosua  sebagai pengganti Musa tiba.

  • Pengganti Musa juga bukan Kaleb bin Yefune, sahabatnya yang memiliki jiwa yang berbeda dari banyak orang, salah satu dari 2 pengintai bahkan dari jutaan orang yang boleh masuk ke tanah perjanjian bersama dengan angkatan yang kemudian.

Dia adalah seorang yang sangat beriman. Kata-katanya memancarkan bagaimana imannya kepada TUHAN. Kaleb masih ada hingga waktu penunjukan Yosua  sebagai pengganti Musa tiba.

 

Pengganti Musa adalah dirinya. Dia. Yosua bin Nun. Seorang abdi.

 

Mengapa bukan mereka semua?

Itu adalah hak Tuhan untuk memilih siapa yang menggantikan siapa. Tuhan memilih, Tuhan mempersiapkan, Tuhan menyertai, Tuhan menolong, dan Tuhan yang membekali.

Untuk menjadi pengganti Musa bukanlah hal mudah… karena  sebagai seorang anak suku Efraim:

  • Yosua sadar bahwa dia harus membuka kenangan lama, pahitnya menjadi suku yang pernah hampir punah. Saat suku-suku lainnya bercerita ini itu pada zaman mereka, kita yang hidup di zaman sekarang sepertinya terputus kisah pada 7 generasi yang pernah punah.
  • Sudah hampir selalu menyaksikan pemandangan orang-orang, mayat-mayat bergelimangan di padang gurun, karena pemberontakan mereka, gerutuan mereka, dll. Apa mereka ini tidak takut kalau suku mereka akan punah seperti yang hampir dialami kakek moyang Yosua dulu? Ini sangat traumatik, bagaimana kalau memimpin mereka di Kanaan dan pada akhirnya Kanaan juga akan jadi kuburan massal seperti di padang gurun ini? Apa serunya menjadi pemimpin dengan keadaan seperi itu?
  • Yosua sadar betul bahwa di harus menginjakkan kaki di tanah Kanaan, di mana penduduk aslinya pernah menumpas kakak moyangnya dulu. Untunglah ada berkat doa nubuatan yang menyelamatkan suku Efraim ini.

Untuk menjadi pengganti Musa bukanlah hal mudah… karena  sebagai pendamping Musa , abdi Musa,

  • Yosua tahu betul karakter bangsa Israel itu seperti apa. Bagaimana orang tua mereka, generasi yang sebelumnya, pada masa itu mati semua di padang gurun. Mereka inilah yang mendidik anak-anak mereka dengan gerutuan, pemberontakan terhadap Tuhan dan terhadap pemimpin.  Dan generasi seperti inilah yang dia sedang akan pimpin.
  • Yosua juga tahu betul bahwa hanya satu orang saja yang sehati sepikir dengan dirinya, yaitu Kaleb bin Yefune. Juga orang-orang yang selamat hanya Imam Eleazar, dan juga Pinehas bin Eleazar, Empat orang dibandingkan dengan  orang sebanyak ini..??
  • Pemimpin sekaliber Musa saja tidak didengarkan bangsa tegar tengkuk ini, apalagi Cuma seorang Yosua saja..??
  • Musa adalah pemimpin legendaris, tidak pernah ada yang seperti dia, maka bangsa Israel sengaja ataupun tidak akan selalu memperbandingkan gaya kepemimpinannya nanti dengan gaya kepemimpinan sang Musa.
  • Tambahan lagi, Yosua mendengar sendiri di depan pintu Kemah Pertemuan, bagaimana Tuhan memberitahu pada dia dan Musa, bahwa bangsa Israel nantinya akan menyembah berhala- berhala Kanaan. Sampai-sampai Musa pun diperintahkan membuat nyanyian untuk menjadi nyanyian saksi, Ulangan 31: 19

Namun….Tuhan tahu semua pergumulan Yosua itu, untuk itulah Yosua perlu menghadap  Tuhan bersama-sama dengan Musa dalam Kemah Pertemuan. Ulangan 31: 14-15.

Selama ini yang menghadap Tuhan di Kemah Pertemuan itu adalah Musa, Harun dan Miryam. Tetapi kali ini Yosua diajak menghadap Tuhan.

Ini sebuah workshop bagaimana Yosua dilatih langsung untuk peka akan Tuhan, belajar mendengar suara Tuhan, belajar menjaga kekudusan hidup di hadapan Tuhan, belajar akrab dengan Tuhan, belajar merekam semua kehendak Tuhan, belajar menangkap isi hati Tuhan. Walaupun workshop ini terjadi dalam waktu yang sangat singkat dan terkesan terburu-buru berakhir.

Di ayat  Ulangan 31: 16-21 semua perkataan Tuhan kepada Musa

Barulah di Ulangan 31: 23 Tuhan berbicara pada Yosua bin Nun.

Untuk menyampaikan nyanyian saksi tadi, dilakukan berdua antara Musa dan Yosua (Ulangan 32: 44)

Ini adalah workshop untuk Yosua dilatih berdiri di hadapan bangsa itu. Bagaimana memimpin, bagaimana berkata-kata, bangaimana memberi penegasan, pesan Tuhan, bagaimana menyampaikan hati Tuhan, bagaimana memberi peringatan, bagaimana mengarahkan setiap hati rakyat.

Setelah itu Musa memberkati bangsa itu, dan naik ke gunung Nebo dan mati di sana.

Semua kekawatiran Yosua telah diselesaikan Tuhan, karena dalam Ulangan 34 dicatat dalam ayat 9 sbb:

Dan Yosua bin Nun penuh dengan roh kebijaksanaan , sebab Musa telah meletakkan tangannya ke atasnya. Sebab itu orang Israel mendengarkan dia dan melakukan seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa.

Yang dibutuhkan oleh Yosua untuk memimpin bangsa Israel adalah diintisarikan dalam dua hal ini saja : yaitu urapan roh kebijaksanaan dan juga kewibawaan ilahi.

Keduanya telah diberikan Tuhan pada Yosua lewat penumpangan tangan Musa kepadanya.

Mengenai penumpangan tangan Musa kepada Yosua, saya memiliki penafsiran sendiri, yang didapat dari hal-hal yang tersirat dalam Alkitab, rahasia-rahasia yang menggelitik untuk disimak, dan mari kita perhatikan tabel berikut ini:

Musa naik ke gunung Sinai 40 hari Yosua ikut 40 hari penuh
Musa memperjuangkan bangsa Israel di hadapan Tuhan dengan membangun kemah pertemuan sementara, dan di kemah itulah Musa 40- hari tidak makan /berpuasa Yosua tidak meninggalkan kemah itu selama 40 hari juga.
12 pengintai Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune tercatat boleh masuk ke tanah Kanaan karena tidak pernah bersungut-sungut lebih dari 10 kali. Tapi pada saat itu Musa belum tahu kalau Yosua akan menjadi pemimpim menggantikan dia, karena pada saat itu Musa belum jatuh dalam Dosa Musa dan Harun (peristiwa air Meriba)
Dosa Musa dan Harun Pada saat itu barulah Musa diberi tahu Tuhan bahwa kelak Yosua akan menggantikan dia. Namun Musa belum memberi tahu Yosua, dan bahkan belum taat untuk memberi semangat pada Yosua seperti yang Tuhan perintahkan kepadanya.
Peperangan melawan Raja Negeri Arad Kemungkinan besar peperangan ini langsung dipimpin oleh Musa sendiri, Yosua tidak tercatat diberi tugas.
Peperangan dekat Horma Kemungkinan besar peperangan ini langsung dipimpin oleh Musa sendiri, Yosua tidak tercatat diberi tugas.
Peperangan melawan Sihon dan Og Dipimpin langsung oleh Musa ( Bilangan 21, Ulangan 1:4) Yosua tidak tercatat sebagai orang yang dilibatkan dalam peperangan ini.
Terjadi peristiwa Baal Peor
Di tahun ke 40,Laskar Israel dihitung untuk kedua kalinya Tuhan membuktikan pada Musa, apa yang Tuhan firmankan 38 tahun lalu itu benar, hanya 2 orang ini saja yang namanya ada dalam catatan.
Musa naik ke gunung Abarim Bilangan 27: 12-23 Kemungkinan besar Yosua ikut ( tetapi Alkitab tidak mencatat hal ini) – bayangkanlah seorang Musa dengan usia pada saat itu 120 tahun- pastinya tidak mungkin pergi sendiri , dia pastinya ditemani Yosua –hambanya. Kemungkinan besar sepulang dari Abarim, barulah Musa meminta keputusan Urim di depan Imam Eleazar dan di hadapan bangsa Israel tentang Yosua.

Di sinilah Musa – diperintahkan Tuhan untuk menumpangkan tangan dan memberikan

 

-sebagian dari kewibawaanmu

-supaya umat Israel mendengarkan dia.

 

Kalimat “seperti yang difirmankan Tuhan dengan perantaraan Musa, hanya ada di seluruh Alkitab, di ayat ini saja (Bilangan 27:23) agaknya Musa masih enggan melakukannya, hanya karena dia seorang perantara saja, dia melakukannya, nanti dapat kita buktikan pada kolom-kolom berikut di bawah ini:

Peperangan melawan Midian Bilangan 31: 1-54 Bukan Yosua yang ditunjuk, tetapi Pinehas, anak dari Imam Eleazar, untuk memimpin 12 .000 orang. Nama Yosua tidak tercatat sebagai orang yang dipercaya dalam peperangan.
Musa memberi tugas pada Yosua menangani pembagian tanah untuk orang Ruben dan Gad Kepercayaan atas 2,5 suku saja.
Musa baru pada titik ini memberi semangat pada Yosua terkait kemenangan atas Sihon dan OG Pemberian semangat yang benar-benar terlambat, 37 tahun.
Tuhan menunjuk Yosua menangani pembagian tanah Kanaan . Tuhan memberi kepercayaan untuk seluruh bangsa
Musa naik ke gunung Pisga Ulangan 3: 28. Yosua diperkirakan ikut naik ke gunung Pisga ini ( tetapi Alkitab tidak mencatat hal ini) – bayangkanlah seorang Musa dengan usia pada saat itu 120 tahun- pastinya tidak mungkin pergi sendiri , dia pastinya ditemani Yosua –hambanya. Terkesan perintah ini hanya secara pribadi antara Musa dan Yosua saja, setelah itu tidak terjadi apa –apa.

Tidak ada penumpangan tangan pada peristiwa ini.

Pembacaan Hukum Taurat Ulangan 31

Pada akhir pembacaan Hukum Taurat itulah, Musa pamit pada bangsa itu, memberi tahu bahwa dia sudah tua, di sinilah terjadi semacam perintah dan doa berkat untuk Yosua dari Musa

Namun tidak tercatat ada penumpangan tangan di sini.
Musa dan Yosua di Kemah pertemuan- Musa dan Yosua di depan bangsa Israel Ulangan 31 Di titik inilah Musa benar-benar bersamaan dengan Yosua hanya berdua orang di hadirat Tuhan, dan Tuhan tidak saja berbicara kepada Musa tetapi juga kepada Yosua. Juga kemudian bersama Yosua menyampaikan nyanyian saksi kepada bangsa Israel
Musa naik ke gunung Nebo Ulangan 34. Yosua diperkirakan ikut naik ke gunung  Nebo ini ( tetapi Alkitab tidak mencatat hal ini) – bayangkanlah seorang Musa dengan usia pada saat itu 120 tahun- pastinya tidak mungkin pergi sendiri , dia pastinya ditemani Yosua –hambanya.

 

Di sinilah TAFSIRAN saya, Musa menumpangkan tangan kepada Yosua dan memberikan roh kebijaksanaannya kepada Yosua secara sepenuhnya. Tafsiran ini ada alasannya:

·         Penumpangan tangan di bahas di Ulangan 34:9

·         Sebelum naik ke Nebo, Musa sempat memberi doa berkat kepada Israel sebelum dia mati (Ulangan 33). Indikasinya kepada orang yang akan menggantikan dia tentunya Musa juga memberi doa berkat tersendiri.

·         Penumpangan tangan yang di bahas di ayat sebelumnya/ di peristiwa lainnya berbeda dengan yang tertera di Ulangan 34: 9 ini, dapat kita lihat pada tabel berikutnya, sbb:

 

PERBANDINGAN BEBERAPA PERISTIWA

ESTAFET OBOR KEPEMIMPINAN

DARI MUSA KEPADA YOSUA

Musa naik ke gunung Sinai 40 hari Yosua ikut 40 hari penuh
Musa 40 hari di kemah pertemuan Yosua tidak meninggalkan kemah itu selama 40 hari juga.
Musa naik ke gunung Abarim Bilangan 27: 12-23 Kemungkinan besar Yosua ikut ( tetapi Alkitab tidak mencatat hal ini) – bayangkanlah seorang Musa dengan usia pada saat itu 120 tahun- pastinya tidak mungkin pergi sendiri , dia pastinya ditemani Yosua –hambanya. ·         Setelah pulang dari Abarim,

·         ada keputusan Urim

·         Ada Imam Eleazar

·         Ada di hadapan rakyat Israel

·         Ada penumpangan tangan

·         SEBAGAIAN kewibawaan harus diberikan Musa kepada Yosua supaya bangsa Israel MENDENGARKAN Yosua

·         Ada perintah dari Musa kepada Yosua

Musa naik ke gunung Pisga Ulangan 3: 28. Yosua diperkirakan ikut naik ke gunung Pisga ini ( tetapi Alkitab tidak mencatat hal ini) – bayangkanlah seorang Musa dengan usia pada saat itu 120 tahun- pastinya tidak mungkin pergi sendiri , dia pastinya ditemani Yosua –hambanya. ·         Terkesan perintah ini hanya secara pribadi antara Musa dan Yosua saja, setelah itu tidak terjadi apa –apa.

·         Tidak ada keputusan Urim,

·         Tidak dicatat harus dihadirkan Imam Eleazar

·         Tidak di hadapan rakyat Israel

·         Tidak ada penumpangan tangan pada peristiwa ini.

·         Ada perintah dari Musa kepada Yosua

 

Pembacaan Hukum Taurat Ulangan 31

Pada akhir pembacaan Hukum Taurat itulah, Musa pamit pada bangsa itu, memberi tahu bahwa dia sudah tua, di sinilah terjadi semacam perintah dan doa berkat untuk Yosua dari Musa

·         Momentum pamitan Musa kepada bangsa Israel

·         Tidak ada keputusan Urim

·         Tidak dicatat harus dihadirkan Imam Eleazar

·         Di hadapan Rakyat Israel

·         Namun tidak tercatat ada penumpangan tangan di sini.

·         Hanya kata-kata penguatan Dan kata-kata berkat untuk Israel dan untuk Yosua

Musa naik ke gunung Nebo Ulangan 34. Yosua diperkirakan ikut naik ke gunung  Nebo ini ( tetapi Alkitab tidak mencatat hal ini) – bayangkanlah seorang Musa dengan usia pada saat itu 120 tahun- pastinya tidak mungkin pergi sendiri , dia pastinya ditemani Yosua –hambanya.

 

Di sinilah TAFSIRAN saya, Musa menumpangkan tangan kepada Yosua dan memberikan roh kebijaksanaannya kepada Yosua secara sepenuhnya. Tafsiran ini ada alasannya:

 

·         Ayat ini terkesan aneh, karena penyebutan penumpangan tangan adalah setelah ayat yang menjelaskan bahwa Musa mati.

·         Tidak ada keputusan Urim

·         Tidak tercatat harus dihadirkan Imam Eleazar

·         Ini adalah kalimat narator/ penulis/ sebagai kesan mereka atas perubahan yang terjadi pada diri Yosua setelah Musa mati

·         Ada penumpangan tangan atas Musa kepada Yosua, tetapi jelas berbeda dengan peristiwa di depan bangsa Israel setelah Musa turun dari gunung Abarim, karena :

·         Tidak ada kata SEBAGIAN KEWIBAWAAN, melainkan dikatakan PENUH DENGAN ROH KEBIJAKSANAAN

·         Tidak hanya dikatakan agar bangsa Israel MENDENGARKAN Yosua saja, melainkan ada tambahannya, yaitu: sebab itu orang Israel MENDENGARKAN dia  DAN MELAKUKAN SEPERTI yang diperintahkan Tuhan kepada Musa.

 

Kesimpulannya; peristiwa di Abarim, Pisga dan Nebo adalah 3 peristiwa yang berbeda-beda, karena ada banyak bukti yang telah kita paparkan di atas tadi. Dari tabel di atas saya memperkirakan bahwa Musa memberi penumpangan tangan secara penuh kepada Yosua, adalah di Gunung Nebo pada titik terakhir kehidupan Musa.

Kesimpulannya; Untuk Musa mau bersepakat dengan Tuhan atas pilihan Tuhan kepada pribadi Yosua tidak mudah, sampai titik di mana Musa dan Yosua bersama-sama ada di Kemah Pertemuan bersama dengan Tuhan, barulah Musa benar-benar bisa menangkap kehendak Tuhan atas kepemimpinan atas Israel, dan pada akhirnya menjelang dia mati, walaupun Yosua tetap tidak mengetahui mayat Musa di mana, saya yakin pada detik-detik terakhir menjelang kematiannyalah Musa menumpangkan tangannya secara penghabisan kali kepada Yosua , dan Yosua mendapatkan penumpangan tangan secara penuh dari Musa, karena bisa jadi pada saat itulah SECARA PRIBADI ( jadi bukan di hadapan bangsa Israel- murni dari seorang Musa kepada seorang Yosua yang selama ini menjadi abdinya) barulah secara pribadi MUSA memanggil Yosua pelayannya itu sebagai YOSUA BIN NUN, pemimpin Israel.

(kembali lagi hal tersebut di atas adalah tafsiran saya berdasarkan hasil penelitian bahwa yang terjadi di Abarim, Pisga dan Nebo adalah 3 peristiwa yang berbeda-)

Tafsiran tersebut kembali diteguhkan dengan ayat kunci pada Ibrani 13:17

Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa KEUNTUNGAN bagimu.

Terbukti bila Yosua mendapat KEUNTUNGAN, pengurapan dari Musa, roh kebijaksanaan yang turun ke atas kepalanya dari penumpangan tangan Musa, bisa jadi pada akhir hidupnya, Musa melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, tentu saja setelah Musa mau sepakat dengan kehendak Tuhan atas bangsa Israel, atas kepemimpinan atas bangsa ini, sebab kita tahu sendiri Yosua adalah pribadi yang taat dan tunduk kepada Musa sebagai tuannya, pemimpinnya.

Generasi Yosua akhir zaman adalah generasi yang dipilih oleh Tuhan. Generasi yang mendapatkan impartasi dari generasi sebelumnya, generasi yang seharusnya mendapatkan :

mentoring yang cukup, seharusnya mendapatkan pendampingan yang cukup, seharusnya mendapatkan  pelatihan yang cukup,seharusnya mendapatkan  workshop yang cukup,…

penyerahan obor estafet dari generasi  sebelumnya, generasi yang tidak dilepaskan begitu saja tanpa pembekalan, melainkan generasi yang telah mengalami pemuridan dari generasi yang sebelumnya, sehingga mereka bagaikan anak panah yang telah diluruskan, ditajamkan, diarahkan sampai pada saatnya dilesatkan pada titik sasaran yang tepat dan jitu seperti yang Tuhan inginkan. Generasi semacam ini adalah generasi yang diberi urapan roh kebijaksanaan dan juga kewibawaan ilahi dari Tuhan sendiri melalui cara-Nya yang ajaib. Mendapatkan kedua hal itu adalah bagaimana generasi ini  bisa dituntun oleh generasi sebelumnya sampai mereka berjumpa Tuhan di kemah pertemuan dengan-Nya. Terkadang ini bukan soal teori bagaimana caranya jadi bijaksana, bagaimana caranya untuk berwibawa, tetapi ini hanya soal apakah generasi sebelumnya berjumpa dengan Tuhan, dan mengajak generasi sesudahnya mengalami hal yang sama, di kaki Tuhan yang sama.

PROSES PERSIAPAN SEORANG PEMIMPIN BANGSA

Ulangan 1:34-40

Sejak kapankah Musa tahu bahwa Yosua akan memimpin bangsa Israel menggantikan dia..??

Kita akan telusuri satu per satu kisah perjalanan bangsa Israel dari awal, dengan memadukan semua informasi yang kita dapat dari kitab Keluaran, Bilangan, dan Ulangan. Dengan berbasis catatan semua tempat persinggahan bangsa Israel yang telah dirangkumkan oleh Musa di kitab Bilangan pasal 33: 1—49

Sejak kapankah Musa tahu bahwa Yosua akan memimpin bangsa Israel menggantikan dia..??

Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa Musa sama sekali belum tahu bahwa Yosua adalah seorang anak muda yang ditunjuk oleh Tuhan untuk memimpin bangsa Israel memasuki tanah perjanjian, walaupun selama ini:

  1. Yosua telah membuktikan kepahlawanannya melawan Amalek
  2. Menjadi seorang Hosea yang memimpin suku Efraim dalam usia mudanya
  3. Merelakan diri menjadi abdinya.
  4. dan ternyata dia bukan abdi biasa, selama ini dia adalah seorang pemburu Tuhan, yang begitu setia  kepadanya dan menampakkan kehausan dan kelaparan akan Tuhan, yang ditunjukkan dengan cara tidak meninggalkan kemah pertemuan sementara itu.
  5. Yosua tetaplah anak muda yang memiliki sikap-sikap yang kurang baik, tetapi toh dia mau ditegur
  6. Dan pada puncaknya saat dia terpilih menjadi salah satu dari dua belas pengintai, dia menyatakan imannya kepada Tuhan, sama seperti Kaleb bin Yefune itu. Pada saat itulah Tuhan memberitahukan bahwa hanya 2 orang inilah yang persungutannya kepada Tuhan tidak lebih dari 10 kali, sedangkan semua yang lainnya akan mati di padang gurun. Itu memang sudah dibuktikan dengan 2 kali pencatatan sensus. Hanya tersisa generasi berikutnya yang dilahirkan di padang gurun dan selebihnya hanya 2 orang ini saja yang bertahan, Kaleb dan Yosua.

Barulah pada saat Musa dan Harun berdosa pada Tuhan (Bilangan 20: 2-12) , barulah pada saat peristiwa itu, Musa tahu bahwa Yosualah yang akan memimpin bangsa Israel memasuki tanah Kanaan, karena Tuhan berfirman bahwa Musa dan Harun tidak akan masuk ke tanah perjanjian, dan Yosualah yang nanti akan memimpin bangsa itu masuk ke tanah Kanaan. (Ulangan 1: 37-39)

Baru pada titik setelah itulah, Musa mempersiapkan Yosua secara   s-e-n-g-a-j-a, walaupun terasa terlambat 37 tahun.

Nah, sekarang akan kita lihat bagaimana;

  1. Tuhan mempersiapkan Yosua dalam kemahatahuan-Nya akan apa yang jadi tujuan Tuhan dalam hidup Yosua, serta
  2. Bagaimana Tuhan memakai Musa untuk mempersiapkan Yosua sebagai pemimpin yang berikutnya.
  3. Bagaimana Musa melakukan regenerasi kepemimpinan , dari pribadi ke pribadi secara khusus kepada Yosua

Mempersiapkan seorang pemimpin bangsa:

  1. Nun adalah ayah yang dipakai Tuhan untuk menamai Hosea/=keselamatan kepada anaknya. Berharap kehidupan anaknya kelak dapat menjadi keselamatan bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya dan bagi lingkungannya.
  2. Tuhan melalui Musa, memiliki tujuan yang jauh lebih mulia lagi dari yang dicita-citakan Nun, ialah lewat hidup Yosua, banyak orang diajak melihat kepada keselamatan yang daripada Yehovah. Jadi Yosua Cuma alat di tangan Tuhan. Tuhannya yang hebat, bukan Yosuanya.
  3. Tuhan melalui Musa, menunjuk Yosua memimpin peperangan melawan Amalek. Step pertama yang harus dialami Yosua adalah bagaimana mengalami dilatih tangannya oleh Tuhan untuk berperang, melawan musuh dan menang ! Tuhan benar-benar ingin Yosua mencamkan bahwa sejarah tentang Amalek akan dihapuskan dari kolong langit! Huuuiiih!
  4. Tuhan membentuk Hosea untuk tidak terjebak dalam kemudaannya. Sekalipun masih muda, bisa kog Tuhan itu berkarya sehingga dia bisa jadi pemimpin atas suku Efraim.
  5. Tuhan mengambil Hosea dari hiruk pikuk hingar bingar keseruan sebagai seorang pemimpin suku, yang mungkin dikagumi orang banyak, dikenal, dihormati, dll, untuk dipisahkan-Nya dalam tabung penyimpanan anak panah-Nya, dengan cara memberinya pekerjaan yang sama sekali baru dan tidak trend pada orang-orang muda lainnya, yaitu menjadi abdi Musa, taunnya adalah seorang yang sudah tua. Di sinilah egonya dikikis, keinginan untuk cepat sukses harus dipangkas, kesetiaannya pada perkara kecil diuji. Seperti halnya tokoh-tokoh Alkitab keren lainnya, juga selalu diperhadapkan pada latihan pada kesetiaan pada perkara kecil, sebut saja Yusuf, Daud, Nehemia, dan daftar nama ini bisa panjang sekali bila disebut satu persatu.
  6. Tuhan mulai bawa Yosua untuk merasakan betapa indahnya tinggal dalam hadirat Tuhan. Betapa nikmatnya mendengarkan suara-Nya, dan mengerti hati-Nya. Yosua ditangkap hatinya oleh Tuhan untuk bisa mendalami seberapa intim hubungan Musa dengan-Nya , sebegitu jauh juga Tuhan menginginkan hati Yosua melekat kepada hati-Nya.
  7. Tuhan kemudian mulai berurusan dengan sikap-sikap arogan, iri hati, ingin mengendalikan, eksklusif, dan semua hal-hal yang sangat tidak diperlukan seorang pemimpin. Tinggal Yosuanya mau dibentuk atau tidak. Titik. Jika dia mau, maka proses akan terus berlanjut. Ditegur dan dibentuk memang sakit. Tapi itu mau tidak mau harus terjadi jika ingin punya kualitas kepemimpinan yang bagus di masa datang. Kalau masih mentah, Tuhan tidak bisa pakai lebih lanjut.
  8. Tuhan melalui Musa kembali memberi kesempatan kedua kepada si anak muda Yosua ini. Di titik ini, Yosua harus merelakan dirinya sebagai si Hosea yang lama diubah namanya menjadi Yosua. Orang-orang Efraim, orang-orang sesukunya harus dapat melihat perubahan hidupnya, dari si ego, si aku, si sombong, si iri, menjadi si Yosua yang mengandalkan Tuhan, yang mau dibentuk, yang mau diluruskan, yang mau ditegur, yang mau sepakat dengan pembentukan Tuhan dalam hidupnya, yang mau rendah hati dan mengandalkan Tuhan. Titik balik ini harus dialami oleh semua pemimpin, dan itu jelas terlihat. Jika tidak..maka pada titik tertentu dia akan mudah jatuh dalam dosa. Pada pergantian nama ini, harus ada trauma-trauma masa lalu yang dihapuskan, disembuhkan, dipulihkan dan diubah dengan nama baru, hidup baru, pengharapan baru, image yang baru, destiny yang baru. Seperti juga si penipu/Yakub yang harus berubah menjadi si Israel/pemenang/pangeran.
  9. Tuhan mulai membawa Yosua menjejakkan kaki di tanah Kanaan,saat Tuhan melalui Musa menunjuk dia untuk menjadi salah satu pengintai mewakili suku Efraim itu. Alkitab selalu memuji-muji Kaleb bin Yefune yang punya jiwa yang lain, mengikut Tuhan dengan segenap hati. Sedangkan Yosua bin Nun lolos seleksi dari kriteria tidak bersungut-sungut lebih dari 10 kali, dan juga tercatat mengikut Tuhan dengan segenap hati. Tuhan mulai memperlihatkan kepada Yosua betapa hebatnya tanah yang Tuhan janjikan. Memang ada tantangan, tetapi jika Tuhan berkenan itu dapat diraih, itu pasti luar biasa, tanah yang berlimpah susu dan madunya. Di titik inilah sisi sisi traumatik Yosua mulai diperhadapkan Tuhan pada shock teraphy. Ternyata tanah Kanaan itu subur dan indah. Di sinilah Tuhan mulai mengajak Yosua mengecap susu dan madu yang menggiurkan. Jauh melebihi dari semua ketakutan dan traumatik sejarah masa lalu.
  10. Tuannya jatuh dalam dosa. Ini adalah saat yang tepat untuk mendampinginya , mendoakannya dan terus melayaninya dengan baik. Bukannya menusuknya dari belakang, menggosip, dlsb
  11. Peperangan di dekat Horma dipimpin oleh Musa sendiri, Yosua tidak dicatat sebagai orang yang dipercaya memimpin peperangan ini.
  12. Yosua tidak tahu bahwa dia ditunjuk Tuhan memimpin menggantikan Musa. Musa tidak pernah berkata apa-apa. Yosua tetap menjalankan tugasnya dengan setia sebagai seorang abdi Musa. Namun dari ketinggian surga Tuhan tahu. Dia tahu. Oleh karena itu Tuhan terus membentuk Yosua berjalan terus bergaul karib dengan-Nya sampai di suatu titik nanti, puluhan tahun ke depan , dia didapati penuh dengan roh. Pada titik ini seakan-akan secara manusia Yosua terhenti langkahnya, akan tetapi sebenarnya Tuhan terus berkarya dengan berjalannya waktu, tanpa harus merasa takut tertinggal target, karena Tuhan terus mengasah roh daripada Yosua sampai di suatu titik nanti, kapan pun itu, rohnya sudah siap, sudah penuh.
  13. Peperangan melawan Sihon dan Og, dipimpin langsung oleh Musa, Yosua tetap jadi abdi Musa. Dia tetap setia, melayani di balik layar. Tuhan tetap memperhitungkan kesetiaannya kepada tugas yang harus dia emban dan selesaikan sebagai seorang abdi Musa.
  14. Laskar Israel dihitung untuk kedua kalinya, semua orang mati, kecuali dia dan Kaleb. Hanya anak-anak yang lahir di padang gurun yang tersisa. Di sini Yosua tidak jatuh dalam kesombongan, arogansi, dan sok-sok-an, dia tahu bahwa itu semua anugrah Tuhan, karena dia selalu melekat pada Tuhanlah- yang membuat dia bisa bertahan, karena gaya hidup melekat pada Tuhan terus dipertahankan, sehingga dia tidak ikut-ikutan orang lain dalam pemberontakan Korah , Datan dan Abiram, peristiwa ular tedung dan perzinahan Baal Peor,dia dan Kaleb tetap dijaga dan disimpan oleh Tuhan, untuk maksud Tuhan yang besar dan heran.
  15. Tibalah dia menemani Musa ke Abarim, dan pulang dari sana dia dipanggil untuk mendapatkan keputusan Urim. Urim menyatakan IYA, bahwa dia ditunjuk Tuhan menggantikan Musa kelak. Inilah saat pertama kali Yosua tahu bahwa dia adalah pemimpin yang ditunjuk oleh Tuhan untuk menggantikan Musa. Namun berdasarkan nubuatan Tuhan, 40 tahun mengembara di padang gurun adalah jatuh pada tahun ini juga. Kegentaran sudah pasti ada. Sisi-sisi traumatik sebagai seorang Yosua dari suku Efraim yang pernah hampir punah, bukan hal main-main yang mudah dikalahkan. Trauma itu justru adalah musuh terbesar yang harus dikalahkan dulu sebelum memimpin bangsa yang besar seperti ini.
  16. Memimpin orang sebanyak ini? Dengan karakter seperti ini? Tanpa iman orang-orang ini akan masuk ke tanah Kanaan? Bagaimana cara melatih iman mereka? Bagaimana cara melatih mereka stop menggerutu dan bersungut-sungut? Bagaimana cara melatih mereka berperang? Namun sepanjang 37 tahun berjalan bersama dengan Tuhan, tentunya Yosua telah lama mendapat sinyal-sinyal dari Tuhan, walaupun itu samar dan belum sejelas sekarang. Untunglah 37 tahun ini, bahkan 40 tahun ini,  dia manfaatkan waktu dengan baik sampai dia didapati penuh Roh. Puji Tuhan ! Sekarang dia sudah berumur lebih kurang 60 tahun
  17. Terjadi peperangan melawan Midian, tetapi pada kali ini dia tidak dipilih menjadi pemimpin, seperti dulu saat awal-awal dia diberi kepercayaan memimpin peperangan melawan Amalek. Kapan bisa dilatih bila tidak diberi kepercayaan sejak sekarang? Waktu sudah mendesak…ini tahun ke 40. Namun Yosua tetap tenang, dia tidak pernah gusar dan gegabah saat mana dia tidak ditunjuk, dia tidak ambisius saat mana dia tidak dipilih untuk memimpin peperangan. Juga dia tidak memusuhi orang yang Musa tunjuk, dia tidak memusuhi Pinehas. Namun Tuhan tetap memandang dari ketinggian surga. Tuhan sendiri yang nanti akan melatih tangan Yosua untuk berperang, tidak tanggung-tanggung, Yerikho pun akan dibabat habis, oleh tangan Tuhan yang teracung atas musuh-musuh-Nya. Tuhan sendiri yang akan mementori. Panglima Balatentara Tuhan sendiri yang akan dilihat oleh Yosua, tepat sebelum peperangan menghancurkan Yerikho, peperangan yang pertama. Tuhan sudah punya agenda tersendiri buat Yosua dalam kemahatahuan-Nya atas apa yang akan terjadi kelak.
  18. Kini , Musa memanggilnya untuk ikut mengambil keputusan mengenai 2 suku, yaitu suku Ruben, Gad , sebuah kepercayaan yang ditambahkan. Dia harus bijak, rendah hati, tidak gegabah, dapat memberi pengertian, dapat menasihati, dapat memberi semangat, dan dapat mengajarkan integritas kepada suku-suku ini, jangan mau enaknya saja, tapi juga harus punya semangat naisonalisme persatuan dengan suku lain yang belum dapat tanah. Tuhan mulai mempertambahkan area Yosua. Kepercayaan dalam area yang lebih besar, belajar memimpin dengan baik, dan bijak.
  19. Pada saat itu, Musa memberi kata-kata kekuatan kepadanya. Bahwa raja Sihon dan Og saja bisa dikalahkan, pasti nanti Tuhan beri pertolongan. Suatu kata-kata yang menyejukkan. Menguatkan dan menghiburkan. Walaupun kata-kata ini sudah terlambat selama 37 tahun lamanya.
  20. Tuhan memberi tugas yang lebih besar lagi, dia harus membagi tanah Kanaan nantinya pada seluruh bangsa, bersama Imam Eleazar, dan semua pemimpin suku, termasuk di antaranya Kaleb bin Yefune. Puji Tuhan, di sinilah dia dapat bersinergi dengan para pemimpin, dapat bekerja sama dengan mereka, dapat saling menguatkan, dapat saling share. Di sinilah Yosua belajar kerja TIM, tidak pernah tercatat ada persaingan yang tidak sehat antara dirinya dengan Kaleb bin Yefune. Yosua menghargai dan menghormati Kaleb, sedemikian juga Kaleb menghargai dan menghormati Yosua, mereka saling menghargai dan menghormati satu sama lain.
  21. Yosua kemungkinan besar ikut bersama dengan Musa naik ke Puncak gunung Pisga bersama dengan Musa. Di sinilah dia mendapat perintah langsung dari Musa agar dia memimpin bangsa Israel.
  22. Pembacaan hukum taurat terjadi. Yosua terus melekat pada Firman Tuhan, yang nantinya menjadi landasan kuat dirinya sebagai seorang pemimpin kelak. Dia tidak tahu itu. Ini bagaian terpenting dalam hidupnya, dia salah satu kunci penentu kelangsungan bangsa, kalau dia tidak cinta Tuhan, tidak beribadah pada Tuhan, tentunya bangsa ini mau di bawa kemana?
  23. Saatnya pelantikan tiba. Di hadapan bangsa Israel, Musa mengatakan kata-kata kekuatan dan memberikan kata-kata berkat. Yosua mengaminkannya dalam-dalam.
  24. Saatnya Musa dan Yosua berdua menghadap Tuhan di Kemah Pertemuan, pada saat itulah sesuatu yang indah terjadi, ada awan kemuliaan Tuhan di pintu kemah itu, dan Tuhan tidak saja berbicara pada Musa tetapi juga pada Yosua
  25. Ada nyanyian saksi yang harus dikuasai dan terus dinyanyikan agar bangsa itu selalu ingat untuk mengasihi Tuhan, beribadah pada Tuhan. Yosua harus menangkap nyanyian itu dari Musa , karena nanti selepas Musa mati, karya musik inilah yang akan menjadi pengajaran yang kuat atas bangsa itu
  26. Kemungkinan besar di gunung Nebolah, Tuhan memakai hamba-Nya Musa untuk menumpangkan tangan, sehingga roh kebijaksanaan itu secara penuh nyata dalam hidup Yosua, selepas Musa mati. Ada kewibawaan ilahi, dan kebijaksanaan ilahi turun atas hidupnya sebagai pengurapan yang dibutuhkan seorang pemimpin.
  27. Kini saatnya dia memimpin bangsa ini dalam takut akan TUHAN.

Generasi Yosua akhir zaman adalah generasi yang luar biasa, berhasil dan beruntung, karena mereka menjadi pelaku Firman Tuhan, bergaul dengan Tuhan. Sebagaimana Yosua berhasil menjadi pemimpin yang luar biasa, demikian juga generasi Yosua akhir zaman adalah generasi yang benar-benar dipakai Tuhan melalui kepemimpinan mereka di berbagai bidang.

  • RAHASIA KELIMA

DI BALIK PENYEBUTAN NAMA YOSUA BIN NUN

Yosua mendapatkan pengakuan dari Musa sebagai tuannya, dan Musa sebagai pemimpinnya.

Pembahasan nomor 5 ini tidak dapat terlepas dari pembahasan nomor 4 tadi, masih terkait, namun saya pisahkan dalam nomor yang berbeda mengingat rhemanya juga baru lagi.

Di pembahasan nomor 4 tadi kita sebut-sebut bahwa Musa selalu menyebut Yosua sebagai Yosua saja, pada saat Yosua tampil sebagai abdinya, ….nah sekarang akan kita bahas bukti-buktinya

Bukti bahwa Musa selalu menyebut Yosua dengan nama Yosua saja- dan kapan Musa mulai berubah dan menyebut Yosua sebagai Yosua bin Nun- akan kita bahas tersendiri di pembahasan di bawah ini.

Di kitab Keluaran:

  1. Musa mengganti nama Hosea bin Nun sebagai Yosua ( bukan Yosua bin Nun) Bil 13:16
  2. Pada saat Musa memerintah Yosua memimpin peperangan melawan Amalek, dia menyebut nama Yosua sebagai Yosua saja, (bukan Yosua bin Nun) Keluaran 17:9,
  • Sebagai penulis kitab Keluaran, sebagai narator, Musa menuliskan nama Yosua sebagai Yosua saja ( bukan Yosua bin Nun) Kel 17:10, Kel 17:13,
  1. Sebagai yang menuliskan Firman Tuhan/ perkataan Tuhan pada Keluaran 17:14 , Musa menuliskan nama Yosua sebagai Yosua saja, karena memang pada sebelum peristiwa Kemah Pertemuan, Tuhan belum memanggil Yosua sebagai Yosua bin Nun
  2. Sebagai penulis kitab Keluaran, sebagai narator, Musa menuliskan nama Yosua dengan keterangan Yosua a-b-d-i Musa, bukan ditulis sebagai YOSUA BIN NUN, ABDI MUSA. Kel 24:13
  3. Sebagai seorang penulis kitab Keluaran, sebagai narator, Musa menuliskan nama Yosua sebagai Yosua saja (bukan Yosua bin Nun) ketika dia dan Yosua turun dari gunung Sinai. Kel 32:17
  • Barulah pada Keluaran 33:11, Musa sebagai penulis kitab Keluaran menuliskan dalam hikmat Roh Kudus, nama Yosua sebagai Yosua bin Nun, pada saat dicatat Yosua tidaklah meninggalkan kemah pertemuan itu. Sudah kita bahas artinya di penulisan di atas tadi.

Di kitab Bilangan:

  1. Musa sebagai penulis kitab, sebagai penulis isi Firman Tuhan/perkataan Tuhan, pada semua hal yang menyangkut 2 pengintai- Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune- keberadaan Yosua sebagai wakil suku Efraim, dan seorang pemimpin suku Efraim, yang menjadi salah satu pengintai, ( jadi saat itu Yosua bukan berperan sebagai abdi Musa- walaupun pada saat itu Yosua sudah menjadi abdi Musa, melainkan pada saat itu dia menjadi wakil dari Suku Efraim untuk menjadi salah satu pengintai)- selalu menuliskan nama Yosua sebagai YOSUA BIN NUN ( sudah kita bahas tadi di pembahasan sebelumnya)
  2. Sampailah kita pada bagian yang sangat menarik untuk dibahas:
    1. Bilangan 27:12 Tuhan berfirman kepada Musa: Naiklah ke gunung Abarim ini, dan pandanglah….
    2. Bilangan 27:15 Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN; Biarlah Tuhan, Allah dari segala roh segalah makhluk, mengangkat atas umat ini seorang yang mengepalai mereka waktu keluar dan masuk, dan membawa mereka keluar dan masuk, supaya umat Tuhan jangan hendaknya seperti domba-domba yang tidak mempunyai gembala.”
    3. Bilangan 27: 18 Lalu TUHAN berfirman kepada Musa: “Ambillah Yosua bin Nun, seorang yang penuh Roh, letakkanlah tanganmu atasnya, suruhlah ia berdiri di depan segenap umat, lalu berikanlah kepadanya perintahmu di depan mata mereka itu dan berilah dia sebagaian dari kewibawaanmu, supaya segenap umat Israel mendengarkan dia. Ia harus berdiri di depan imam Eleazar, supaya Eleazar menanyakan keputusan Urim bagi dia di hadapan TUHAN,; atas titahnya mereka akan keluar dan atas titahnya mereka akan masuk, ia beserta semua orang Israel, segenap umat itu.”
    4. Bilangan 27: 19 Maka Musa melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya, ia memanggil Yosua ( bukan menyebutnya sebagai Yosua bin Nun, melainkan hanya Yosua saja) dan menyuruh dia berdiri di depan imam Eleazar dan di depan segenap umat itu, seperti yang difirmankan TUHAN dengan perantaraan Musa

Peristiwa ini terjadi setelah Bilangan pasal 26:1, laskar Israel dihitung untuk kedua kalinya, ini terjadi di tahun ke 40 bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. ( lihat petunjuk tempat dan petunjuk waktu pada tabel PEMETAAN EXODUS di atas)

Padahal sebenarnya sesudah peristiwa Dosa Musa dan Harun yang terjadi lebih kurang 37 tahun sebelumnya, sebenarnya Musa sudah tahu dari Tuhan sendiri bahwa nanti Yosua yang akan menggantikan dia (Ulangan 1:38- jadi walaupun baru diceritakan Musa pada bangsa Israel 37 tahun kemudian, tetapi Musa sudah tahu hal itu 37 tahun lalu) , lantas mengapa , 37 tahun kemudian, setelah bangsa Israel di hitung dan didata untuk kedua kalinya , sudah terbukti hanya Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune saja yang lolos dan bertahan hidup ( Bilangan 26:65), mengapa kog Musa masih mempertanyakan kepada Tuhan hal ini??? Sampai-sampai Tuhan pun perlu membuktikan firman-Nya dengan keputusan Urim segala????

Bisa jadi karena Musa selalu memandang Yosua sebagai Y-O-S-U-A saja, tidak pernah memandang Yosua sebagai Yosua bin Nun, bisa jadi karena Musa belum mau mencoba untuk mengerti ada apa di balik kata NUN ini, walaupun mungkin dia tahu peristiwa yang pernah menimpa suku Efraim itu.

Bisa jadi , sembilan puluh sembilan persen yakin bahwa Musa mengerti sejarah suku Efraim yang pernah hampir punah. Sedangkan peristiwa hampir punahnya suku Efraim tersebut dapat kita temui kisahnya di kitab Tawarikh yang notabene diduga ditulis oleh ahli kitab si Ezra, yang hidup jauh di bawah zaman Musa. Masakan Ezrra saja tahu, Musa tidak tahu..padahal kisah itu kan jauh sebelum bangsa Israel menjadi budak di Mesir selama 430 tahun?

Terbukti secara pribadi Musa selalu memanggil Yosua dengan sebutan Yosua saja, tidak pernah menyebut Yosua sebagai Yosua bin Nun- bahkan dalam peristiwa keputusan Urim ini, sebelum Urimnya membuktikan bahwa Tuhan sungguh-sungguh dengan pemilihan ini, Musa masih memanggil Yosua dengan sebutan Yosua saja (Bilangan 27:22-23)

Sebenarnya apa yang Tuhan katakan pada Musa setelah peristiwa Dosa Musa dan Harun itu?

Ulangan 1:38 Yosua bin Nun, pelayanmu, dialah yang akan masuk ke sana. Berilah kepadanya semangat , sebab dialah yang akan memimpin orang Israel sampai mereka memiliki negeri itu.

Kalimat dari Tuhan ‘Yosua bin Nun, pelayanmu’ hanya ada mucul di ayat ini saja di seluruh Alkitab. Cara penyebutan yang seperti ini dari Tuhan, untuk Yosua adalah cara penyebutan terunik yang hanya ada di ayat ini saja.

Tuhan seakan-akan menekankan pada saat itu pada Musa, hai Musa..pandang si Yosua pelayanmu yang masih muda itu, yang masih hijau itu, sebagai Yosua bin Nun, seperti Aku memandang dia. Memang dia masih muda, belum berpengalaman. Dalam 37 tahun berikutnya, Tuhan menekankan bahwa Yosua bin Nun ini seorang yang PENUH ROH, bukan sekedar Yosua biasa, pelayan biasa, anak muda biasa. Dia adalah anak daripada NUN, dia telah mendapatkan VISI dari ayahnya dan juga daripada-Ku, Visi keselamatan atas bangsa ini.

Sampai setelah peristiwa keputusan Urim ini terbukti, maka  Musa mulai berubah dan mulai memanggil Yosua sebagai Yosua bin Nun- mulai memberi kepercayaan yang lebih besar kepada Yosua untuk tanggung jawab yang lebih lagi- bukan hanya sebagai pelayannya semata, hal ini dapat kita lihat di 2 catatan ini, di mana nama Yosua disebut pertama kali oleh Musa sebagai Yosua bin Nun ( oleh Musa secara pribadi)

  • Bilangan 32;12 Musa menyebutkan nama lengkap Yosua bin Nun kepada bani Ruben dan Gad
  • Bilangan 32;28 Musa memberi tugas khusus kepada Yosua bin Nun, mengenai bagian suku Ruben dan Gad

Yosua tidak langsung dipanggil oleh Musa sebagai Yosua bin Nun seperti Tuhan memanggilnya demikian sejak awal mula dia 40 tahun yang lalu di Kemah Pertemuan itu. Pengakuan dari tuannya yang sekaligus sebagai pemimpinnya, itu tidak didapatkan dengan mudah. Walaupun telah melalui beberapa tahap:

  1. Dimana Musa sudah tahu bahwa dari peristiwa 12 pengintai yang akan masuk ke tanah pernjanjian adalah 2 orang ini saja (Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun) , bersama generasi yang baru, yang lahir di padang gurun.
  2. Dimana setelah peristiwa dosa Musa dan Harun, Musa sudah tahu dari Tuhan bahwa nanti Yosua bin Nun-pelayannyalah yang akan menggantikan dia.
  3. Pada saat itu, setelah persitiwa dosa Musa dan Harun, Tuhan menyuruh Musa memberi semangat kepada Yosua (Ulangan 1:38) – namun terbukti tidak ada satu ayat pun dimana Musa memberi Yosua semangat- sampai 37 tahun kemudian ( terbukti nama Yosua tidak disebut-sebut lagi, sampai di tahun ke 40 manakala laskar Israel dihitung kembali, barulah nama Yosua disebut lagi) , barulah Musa memberi semangat pada Yosua, di tahun ke 40, di saat waktu sudah mendesak, kepemimpinan sudah harus diserahterimakan. Namun baru di tahun ke 40 lah Musa memberi kata-kata kekuatan pada Yosua, yaitu setelah raja Sihon dan Og dikalahkan Ulangan 3:21, itu pun tidak langsung dikatakan oleh Musa kepada Yosua sesaat setelah raja Sihon dan Og itu dikalahkan, melainkan masih beberapa waktu kemudian, saat dia memanggil Yosua ikut menangani masalah itu, lalu pada kesempatan lain lagi Tuhan memerintahkan Musa lagi untuk memberi kata-kata penguatan pada Yosua di Ulangan 3:28, dan baru pada Ulangan 31:7-8 dilaksanakan oleh Musa untuk yang kedua kalinya.
  4. Kata-kata kekuatan dan semangat dari Musa barulah didapat setelah Musa benar-benar mendapatkan keputusan Urim atas Yosua.
  5. Penyebutan nama Yosua bin Nun atas dirinya barulah didengar dari bibir Musa saat setelah peristiwa keputusan Urim atas Yosua.

Di sinilah kita lihat, Musa sebagai pemimpin tetap memiliki kelemahan. Dia memandang Yosua sebagai seorang abdinya, yang sehari hari mencuci bajunya, mengurus tendanya, menata selimutnya, merapikan kertas-kertasnya, mengabsen tua-tua yang namanya hadir atau tidak, mengumpulkan para pemimpin suku, dll. Dia tidak mempercayai dan menunggu bukti sampai 37 tahun kemudian. Miryam mati. Harun mati. Dan sebentar lagi dia pun mati. Dia sudah tiga kali naik ke gunung, yaitu gunung yang pertama adalah gunung Abarim, lalu terjadi peristiwa keputusan Urim untuk Yosua, yang ke dua dia naik lagi ke gunung Pisga dan pada akhirnya yang ke tiga dia naik ke  gunung Nebo dan mati di sana.

Lama sekali prosesnya sampai Musa itu dapat melihat Yosua dalam kacamata-Nya Tuhan, bagaimana seperti cara Tuhan memandang.

Mungkin inilah profil seorang Yosua di mata Musa,

  • Yosua anak muda. Tidak tahu apa –apa.
  • Rekannya selama ini Harun, Miryam, tua-tua Israel, para hakim-hakim atas 1000, 100. 50 dan 10, para kepala suku, para pengatur pasukan.
  • Apakah tidak ada calon lainnya ??? Ada Eleazar pengganti Harun, juga ada Pinehas anak dari Eleazar.
  • Yosua tidak tahu apa-apa, hanya tahunya urusan belakang, cuci piring, atur baju, mengurus tenda, memasak, dll.

Namun beda di mata Tuhan, ini yang Tuhan lihat dalam pribadi seorang Yosua

  • Yosua seorang muda yang cinta hadirat Tuhan
  • Yosua seorang muda yang mau jadi abdi, sebuah pekerjaan yang tidak hits , melayani orang yang sudah tua, dan itu butuh kerendahan hati. Dia bukan orang buangan, tetapi orang potensial, buktinya dia berani memimpin perang melawan Amalek, tetapi dia juga satu-satunya orang yang berani menjadi Abdi Musa dan menemani Musa di gunung Sinai.
  • Yosua seorang yang setia, 80 hari lamanya dia ikut menemani Musa berpuasa, baik di gunung Sinai maupun di kemah pertemuan, dan selama 40 hari tidak mau meninggalkan kemah pertemuan
  • Yosua memang sedikit ambisius, tetapi dia mau dibentuk oleh Tuhan, mau ditegur dan mau diarahkan, dia mau diubah dari Hosea bin Nun, menjadi Yosua, bahkan sampai ke titik menjadi Yosua bin Nun
  • Yosua adalah salah satu pengintai yang mengoyakkan pakaiannya, saat bangsa Israel memberontak pada Tuhan. Dia memiliki iman yang sama dengan Kaleb bin Yefune, dia tahu Tuhan sanggup menelan raksasa-rakasa di Kanaan itu.
  • Yosua adalah seorang yang tidak suka bersungut-sungut, sebaliknya dia bangun terus hubungan pribadinya dengan Tuhan, dengan ucapan syukur, sehingga dia penuh dengan roh.
  • Yosua memang tidak berpengalaman, tetapi itu soal mudah…selama dia melekat pada Firman Tuhan, dia akan berhasil dan beruntung. Pengalaman bukan guru yang terbaik. Guru yang terbaik adalah Firman Tuhan.
  • Yosua bin Nun adalah seorang yang penuh dengan roh.

Musa harus berkali-kali diyakinkan oleh Tuhan, bahwa Yosua boleh masuk ke Kanaan, bahwa Yosua yang nanti memimpin bangsa itu memasuki tanah Kanaan.

Tuhan meyakinkannya melalui berbagai cara, melalui firman-Nya, melalui hasil sensus yang kedua, melalui keputusan Urim, dan sampai pada akhirnya melalui perintah-Nya yang tidak bisa dibantah lagi.

Di sinilah ada sesuatu yang terlihat seperti terlambat. 37 tahun lamanya Yosua seharusnya mendapatkan kata-kata motivasi dari pemimpinnya, namun waktu itu seperti terbuang begitu saja.

Namun jangan salah duga. Tuhan sanggup mengejar ketinggalan itu. Selama Yosua menempel erat kepada Tuhan, bergantung kepada Tuhan, dia akan mengalami sebagai berikut:

  1. Tuhan sendiri yang berbicara kepadanya di kemah pertemuan, di hadapan Musa. Ulangan 31:23 “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkau akan membawa orang Israel ke negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada mereka, dan Aku akan menyertai engkau.”
  2. Tuhan bisa memakai tidak Musa saja, tetapi juga bangsa Israel untuk memberi kata-kata motivasi kepadanya Yos 1: 16-18.
  3. Sampai pada titik dimana Yosua sendiri menang atas ketakutan, kegentaran, kekecutan, ketawar-hatian, dimana setelah dia menang, dia bahkan dapat memberikan motivasi kepada orang lain/ rakyat yang dipimpinnya . Sampai terjadi pembalikan keadaan, dari orang yang selalu dikuatkan, dan dimotivasi menjadi orang yang memotivasi orang lain/orang banyak/orang yang dipimpinnya. Yosua 10:24-25
    • “Janganlah takut dan janganlah tawar hati, kuatkan dan teguhkanlah hatimu, ….”
    • Itu kalimat dari Yosua, bukan kalimat kepada Yosua.

Selama kita menempel erat dengan Tuhan, Tuhan bisa mementori diri kita secara langsung.

Jika pemimpin kita memiliki kelemahan, kita tidak perlu kecewa, tetaplah taat dan tunduk kepada mereka, dan hal-hal yang dilewatkan oleh pemimpin kita, dalam kelemahan mereka sebagai manusia biasa, Tuhan tidak pernah melewatkan untuk kita, Tuhan punya banyak cara dan agenda dalam hidup kita, dan tidak ada kata terlambat dalam kamus-Nya Tuhan, selama kita terus melekat kepada Sumber hidup kita, TUHAN itu sendiri.

Bukan berarti Yosua tidak perlu memperdulikan Musa, tidak juga. Justru Yosua tetap dapat menjadi orang yang dipilih karena dia tetap bertahan dalam kesetiaannya menjadi seorang abdi Musa sampai akhir hidup Musa. Tanpa sadar, ketika dia terus menjadi abdi Musa, dia menyerap bagaimana cara Musa memimpin, bagaimana cara Musa berbicara, bagaimana cara Musa menghadapi bangsa Israel, bagaimana cara Musa mengambil keputusan , sembari terus melekat pada Tuhan sampai pada taraf penuh dengan roh.

Memposisikan diri sebagai seorang abdi di rumah Musa, di tenda Musa, di keluarga Musa, tetapi di lain pihak, saat mana Musa menyampaikan Firman kepada bangsa Israel, menyampaikan taurat Tuhan kepada bangsa itu, Yosua tetap menjadi barisan terdepan, dia bukan seperti Martha yang terlalu sibuk di belakang sampai telinganya tidak mendengarkan obrolan Yesus, melainkan hanya memperdulikan suara percikan minyak mana kala dia menggoreng, atau yang lainnya.

Kehausan dan kelaparannya akan Tuhan, akan pribadi-Nya, sejak di kemah pertemuan itu, tidak pernah menghalanginya untuk penuh dengan roh, sekalipun dia tiap hari dipenuhi dengan tugas-tugas sederhana, menjadi abdi Musa.

Pekerjaannya sebagai abdi Musa tidak lantas membuat dia tidak punya rasa ingin tahu, apa yang menjadi Firman Tuhan kepada umat-Nya, melalui  hamba Tuhan besar ini, yang kebetulan juga adalah tuannya. Dia tidak lantas meremehkan, ah nanti saja tanya sama Tuan Musa di rumah. Tidak. Musa tidak mengulanginya lagi untuk Yosua. Saat Musa menyampaikan isi hati Tuhan , saat itu Yosua harus memilih sikap hati yang bagaimana, meremehkan mentang-mentang nanti berjumpa Musa di rumah, atau ikut memperhatikan dengan sungguh-sungguh sebagai orang yang duduk di barisan paling depan.

Rhema yang kita dapatkan adalah:

Maju atau tidaknya kita dalam pertumbuhan iman tidak ditentukan dari pemimpin kita. Itu tanggung jawab kita pribadi dengan Tuhan , dan dapat dibangun sendiri antara kita dengan Tuhan. Iya benar, Tuhan juga bisa memakai pemimpin kita untuk membuat kita bertumbuh lebih lagi, tetapi tanggung-jawab sepenuhnya ada pada diri kita sendiri. Jangan pernah menyalahkan pemimpin jika kita tidak bertumbuh. Alkitab sudah Tuhan sediakan, ibaratnya di zaman Yosua hidup, Musa sudah diberi Tuhan taurat-Nya, sudah dibentangkan, kurang apa lagi? Atau pada ekstrim lainnya, jangan pernah berbangga dengan pemimpin yang hebat, jika memang dia hebat, karena jika kita tidak menyerap dari Tuhan sendiri, apa yang dilakukan pemimpin atas hidup kita, tidak akan memberi pertambahan yang significan. Perubahan, pertambahan, semuanya itu bisa didongkrak dari luar, tetapi tidak akan bertahan lama. Beda kalau itu semua didongkrak dari dalam, dari hasil perenungan akan Tuhan, pengenalan akan Tuhan, pengalaman dengan Tuhan, itu akan memberikan hasil yang luar biasa.

Dalam kurun waktu 37 tahun, bahkan 40 tahun sejak dari Kemah Pertemuan itu, Yosua, abdi Musa, menjadi seorang Yosua bin Nun seorang yang penuh dengan roh, tanpa kalimat motivasi sekalimat pun yang diberikan oleh Musa kepadanya. Semuanya didapat dari keintiman dari Tuhan hari demi hari, dibangun tidak secara instan, tetapi melalui proses.

Generasi Yosua akhir zaman adalah generasi yang mengalami percepatan Tuhan, selama generaasi ini terus berjalan bersama dengan Tuhan, tidak perduli bagaimana pun kelemahan pemimpin di atasnya.

 

 

BEBERAPA ALASAN YANG MUNGKIN MENGHAMBAT MUSA

UNTUK MENGERTI RENCANA TUHAN ATAS PERPINDAHAN ESTAFET OBOR KEPEMIMPINAN DI ISRAEL

DARI DIRINYA KEPADA YOSUA BIN NUN

Sebelum kita membahas panjang lebar adanya kemungkinan-kemungkinan yang bisa menjadi alasan/latar bekalang mengapa Musa menunda 37 tahun lamanya untuk mempersiapkan Yosua menjadi penggantinya , dan itu artinya persiapan itu baru terjadi di tahun ke 40 perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir….

Maka kita jangan terkecoh oleh ayat yang membahas mengenai Musa sebagai orang yang paling lemah lembut di seluruh muka bumi, karena menurut saya ayat tersebut merupakan ayat yang tidak tepat terjemahannya dalam Alkitab bahasa Indonesia.

Mari kita bahas sebentar, sebelum kita berbicara lebih lanjut mengenai Musa.

Bilangan 12:3 di dalam Alkitab bahasa Indonesia diterjemahkan sbb:

Adapun Musa adalah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi

Kata yang dipakai untuk lembut hati di sini adalah kata ‘anav

Kata ‘Anav ini berarti orang yang RENDAH HATI, jadi bukannya tepat bila diterjemahkan sebagai orang yang LEMAH LEMBUT,

Rendah hati dan lemah lembut, itu dua hal yang berbeda, karena pada saat Yesus berkata, Aku lemah lembut dan rendah hati, digunakan kata DAN, kata penghubung yang menghubungkan dua kata yang berbeda artinya, bukan digunakan kata ATAU. Jadi Yesus itu selain lemah lembut, Dia juga rendah hati. Yesus memiliki keduanya, karena Yesus tidak berkata Aku lembah lembut ATAU rendah hati. Sama sekali tidak digunakan kata ATAU.

Seseorang yang lemah lembut belum tentu  rendah hati, dan sebaliknya seseorang yang rendah hati belum tentu lemah lembut, tetapi Yesus memiliki kedua-duanya.

Dan dalam bahasa Inggris, kata ‘anav/rendah hati ini digunakan kata HUMBLE

Jadi menurut saya, lebih tepat Bilangan 12: 3 diterjemahkan sbb:

Adapun Musa adalah seorang yang sangat RENDAH HATI-nya,  lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi

Ayat ini muncul dalam konteks, pada saat terjadi pemberontakan Miryam dan Harun, yang mencuatkan pernikahan Musa dengan perempuan Kusi rupanya menjadi pemicu masalah ini. Miryam juga terpanggil sebagai penganjur Israel, disamping Harun dan Musa, tetapi Tuhan menunjuk Musa sebagai pemimpin bangsa Israel walaupun  secara umur dalam keluarga, sang Miryam adalah seorang kakak, demikian juga sang Harun juga adalah seorang kakak.

Reaksi Musa yang sangat rendah hati, ketika disudutkan , ketika diserang, ketika dikata-katai oleh saudara kandung sendiri, dikatakan sebagai reaksi dari seorang yang RENDAH HATI. Jadi bukan menunjuk kepada karakter LEMAH LEMBUT, tetapi lebih tepat menunjuk kepada karakter RENDAH HATI.

Para penafsir Alkitab percaya bahwa ayat ini disisipkan oleh Yosua setelah kematian Musa, dan inilah komentar para penafsir Alkitab:

Kerendahan hati Musa terletak dalam kepercayaan-Nya kepada Allah selaku Tuhan, sehingga ia bebas dari sifat mementingkan diri dan ambisi yang fasik. Ketika ditantang atau diancam, Musa bersandar kepada Allah dan mempercayai bahwa Ia akan menolong dan melindungi dirinya. Alkitab memastikan bahwa Allah senang membantu orang yang rendah hati

Kata ‘anav ini muncul lagi pada beberapa ayat sebagai berikut:

Mazmur 22: 26

Orang yang rendah hati (‘anav) akan makan i  dan kenyang, orang yang mencari TUHAN akan memuji-muji Dia; j  biarlah hatimu hidup untuk selamanya!

Rendah hati dalam konteks ayat tersebut artinya mengandalkan Tuhan, bukan mengandalkan diri sendiri

Mazmur 25;9

Ia membimbing r  orang-orang yang rendah hati (‘anav) menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang s  yang rendah hati.

Rendah hati dalam konteks ayat tersebut artinya punya sikap rela diajar, oleh Tuhan

Mazmur 149:4

Sebab TUHAN berkenan b  kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati (‘anav) dengan keselamatan. c 

Rendah hati dalam konteks ayat tersebut artinya adalah bagaimana orang-orang yang rendah hati itu berkenan kepada Tuhan, dan Tuhan sendiri yang akan mengangkat mereka.

Mazmur 147:6

TUHAN menegakkan kembali orang-orang yang tertindas 1 , k  (‘anav) tetapi merendahkan orang-orang fasik l  sampai ke bumi.

Rendah hati dalam konteks ayat tersebut artinya adalah orang-orang yang sedang mengalami penindasan namun tidak membalas.

Nah dalam peristiwa pemberontakan Miryam dan Harun kepada Musa, maka Musa dikatakan adalah orang yang sangat rendah hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi, saya cenderung mendekatkan pada konteks yang dipakai di Mazmur 147:6, yaitu kerendah-hatian Musa terlihat sangat menonjol manakala dia mengalami penindasan namun tidak membalas.

Jadi kesimpulannya, karakter Musa, yang dikomentari oleh Yosua, orang yang terdekat dengan Musa, adalah seorang yang rendah hati.

Namun bukan berarti Musa adalah seorang yang lemah lembut, karena terjemahan Alkitab bahasa Indonesia dengan menggunakan kata ‘lemah lembut’ ini cukup dapat mengacaukan pengertian kita bila kita tidak berhati-hati.

Mengapa tidak dapat kita pastikan bahwa Musa seorang yang lemah lembut?

Setidaknya Alkitab pernah mencatat bahwa Musa pernah marah sebanyak 5 kali:

  1. Musa meninggalkan Firaun dengan marah yang bernyala-nyala. Keluaran 11: 8. Ini adalah kemarahan yang tidak perlu, karena sebelum-belumnya Tuhan sudah pernah memberi tahu Musa dalam Firman-Nya bahwa raja Mesir tidak akan membiarkan bangsa Israel pergi, kecuali dipaksa oleh tangan yang kuat, Keluaran 3:19.
  2. Musa menjadi marah kepada bangsa Israel karena ada yang tidak mendengarkan Musa soal tata cara pengumpulan manna. Ketidaktaatan bangsa Israel membuat Musa marah.  Keluaran 16:20. Semestinya hal-hal seperti ini dapat dikomunikasikan dengan teguran dan tidak perlu harus dengan kemarahan.
  3. Maka bangkitlah amarah Musa saat melihat penyembahan anak lembu emas, dan Musa melemparkan kedua loh batu yang ditulis dengan tangan Tuhan sendiri Keluaran 32: 19, akhirnya ke dua loh batu itu pun pecah. Apakah Tuhan berkenan kepada kemarahan Musa ? Bukti bahwa Tuhan tidak membuatkan lagi loh batu yang kedua yang ditulisi dengan jari-Nya sendiri, menandakan bahwa Tuhan tidak seratus persen setuju dengan terpecahnya loh batu itu akibat kemarahan Musa yang bangkit pada saat itu.
  4. Sebab itu dimarahinyalah Eleazar dan Itamar, keduanya adalah keponakannya, saat mereka bersalah Imamat 10:16. Kepada anak muda yang belum berpengalaman Musa perlu membina mereka, namun mungkin kemarahan adalah bukan cara yang tepat.
  5. Lalu sangat marahlah Musa, saat Datan dan Abiram tidak mau datang menghadap.Tuhan sebenarnya sudah mempersiapkan cara untuk menghukum para pemberontak ini, namun demikian Musa menghadapi mereka dengan Kemarahan ini tidak perlu. Bilangan 16:15.

Pemarah adalah lawan kata daripada lemah lembut.

Kalau memang Musa paling lemah lembut, maka 5 peristiwa kemarahan Musa itu tidak cocok dengan predikat bahwa dia paling lemah lembut. Tentunya orang yang lemah lembut tidak akan mudah marah.

Jadi karena terjemahan bahwa Musa paling lemah lembut adalah terjemahan yang salah, tetapi yang lebih tepat adalah Musa paling rendah hati.

Setelah semua peristiwa 5 kali Musa marah, maka pada Bilangan 20 dikisahkan Dosa Musa dan Harun.

Keteledoran Musa dalam kata-katanya dalam skandal Meriba ini pun juga menunjukkan kalimat kemarahan.

Mazm 106:33

Bilangan 20: 10

Untuk mendalami lebih jauh mengenai DOSA MUSA DAN HARUN, dapat anda baca pada bab khusus………………….di halaman…………………

Jadi kita sekarang sampai pada kemungkinan-kemungkinan apa saja yang bisa menjadi alasan/latar belakang mengapa Musa menunda sampai 37 tahun lamanya untuk mempersiapkan Yosua sebagai penggantinya, dan itu artinya persiapan itu baru terjadi di tahun ke 40 perjananan bangsa Israel keluar dari Mesir…

Tadi kita sudah bahas mengenai karakter Musa yang sangat menonjol bukannya ‘LEMAH LEMBUT’ tetapi ‘RENDAH HATI’.  Kalau kita sudah sampai pada titik kesepakatan mengenai hal ini, barulah kita dapat berjalan lebih lanjut dalam pembahasan apa yang kira-kira bisa menjadi alasan/latar belakang Musa untuk menunda mempersiapkan Yosua.

  1. Pekerjaan Yosua seorang abdi yang kurang menjadi nominasi sama sekali di mata Musa ( tadi sudah kita bahas habis-habisan. ) Oleh Karena itu, Tuhan memakai sebutan yang unik untuk pribadi Yosua , ketika menyampaikannya kepada Musa, dan keunikan ini hanya muncul satu kali saja , di seluruh Alkitab;
    • Ulangan 1:38 Yosua bin Nun, pelayanmu, dialah yang akan masuk ke sana. Berilah kepadanya semangat , sebab dialah yang akan memimpin orang Israel sampai mereka memiliki negeri itu.

Mungkinkah hal ini juga banyak dipengaruhi oleh keberadaan Musa sebagai seorang Pangeran Mesir sampai dia berusia 40 tahun, yang menjadikan dirinya masih menyisakan sisa-sisa pembedaan derajat antara dirinya  sebagai ‘tuanku Musa’ dan Yosua sebagai ‘abdi Musa’ ? Rasa-rasanya hal ini tidak mungkin terjadi karena sebuah kesombongan bahwa aku ini tuan sedangkan kamu Cuma hamba, jadi aku berhak merendahkan kamu, tetapi lebih dimungkinkan karena proses pembentukan seorang pangeran di istana Mesir bahwa ada jarak antara tuan dan hamba. Ini Cuma masalah budaya Mesir yang mungkin masih melekat pada kebiasaan cara pandang yang salah.

  1. Musa sangat ingin masuk ke Tanah Kanaan dan memimpin bangsa Israel masuk ke sana. Sampai-sampai Musa bernegosiasi berkali-kali kepada Tuhan, dengan berkali-kali naik ke gunung, namun selalu belum berhasil mendapat ACC /persetujuan dari Tuhan. Ini sangat dimungkinkan, sehingga Musa menunggu bukti sampai tahun ke 40, benarkah hanya Yosua dan Kaleb yang dapat bertahan.
  2. Musa ingin adanya pengganti dari kalangan keluarganya sendiri/ suku Lewi. Namun apa daya, Miryam mati di padang gurun, Harun mati di padang gurun, kedua anaknya, Gersom dan Eliezer telah mati di padang gurun, cucunya yang lahir di padang gurun masih terlalu kecil. Masih ada tersisa Imam Eleazar , keponakannya dan juga Pinehas, cucu keponakannya, alias cucu Harun. Oleh karena itu, tidak mengherankan mengapa pada peperangan membalas orang Midian, Pinehaslah yang diajukan sebagai pemimpin peperangan ini. Pinehas masih muda. Tetapi usianya masih di atasnya Yosua.Apakah mungkin, Musa sedang menjajaki kemungkinan lain, orang yang bukan Yosua, tetapi dari kalangan keluarganya, sebagai penggantinya kelak. Dari suku Lewi.  Hal ini bisa saja dimungkinkan, karena Musa terbiasa memimpin bangsa Israel dikelilingi oleh kakak-kakak dan keponakan-keponakannya, semua adalah orang Lewi. Sedang Yosua orang Efraim, yang pernah hampir punah nenek moyangnya, apa yang bisa diharapkan dari suku Efraim ini? Bisa saja ini menjadi pemikiran Musa.
  3. Mungkinkah Musa mengalami post power sindrome, yang dipelihara selama 37 tahun? Sindrome yang menyerang orang yang sudah tidak berkuasa lagi/ orang yang pensiun. Bukannya mempersiapkan Yosua secara baik-baik, dalam beberapa kasus peperangan, Musa malahan memimpin sendiri peperangan bangsa Israel selama di padang gurun, yaitu melawan Sihon dan Og, dalam usianya yang tidak muda lagi, 120 tahun. Kasus keterlambatan estafet obor kepemimpinan di banyak peristiwa , kebanyakan adalah karena hal ini, bagaimana si generasi pendahulu masih memegang kencang-kencang obor mereka dan tidak mau menyalakan obor pada pemimpin yang baru. Seakan-akan takut pada waktu yang bersamaan obornya sendiri akan mati, padahal pada waktu bersamaan, bisa saja dia sendiri tetap memegang obor yang menyala, sedangkan generasi di bawahnya memegang obor juga dan mempersilahkan generasi di bawahnya berjalan dua tapak lebih di depan. Butuh kebesaran hati untuk kali ini bukan kita /pemimpin lama, yang ada di barisan paling depan. Namun kita/ pemimpin lama justru naik level kepada seorang pembina/pembimbing/pensihat/pelatih/mentor/guru/trainer/dll. Namun  bila Musa seorang yang rendah hati rasa-rasanya Musa tidak mungkin mengalami post power sindrome seperti ini.
  4. Musa menunggu bukti, bahwa nubuatan TUHAN itu benar-benar terbukti, bahwa hanya Yosua dan Kaleb yang lolos audisi nantinya. Jadi rahasia itu tetap disimpan Musa sampai nanti di tahun ke 40 yang menjadi pembuktiannya setelah nubuatan Tuhan itu benar-benar terbukti pada sensus kali yang ke dua. Menunggu bukti seperti ini sama halnya dengan sebuah penundaan. Bisa jadi ini adalah alasan, karena Musa terbukti pernah mengalami kasus lain yang terkait dengan penundaan, yaitu menunda untuk menyunatkan kedua anaknya, sampai-sampai Zipora bertindak untuk menjadi pengantin darah bagi Musa.
  5. Musa tentunya tahu sejarah keluarga daripada Yosua bin Nun ini, bagaimanakah dahulu suku Efraim ini hampir punah, dan bisa jadi sebagai tuan daripada Yosua, Musa tahu seberapa dalam tingkat traumatik Yosua akan tanah Kanaan. Mungkin saja Musa berpikir, nah kalau bangsa Israel dipimpin oleh suku Efraim yang dulu saja pada sejarah masa lalu, mereka tidak dapat melindungi serangan terhadap sukunya sendiri, sampai hampir punah, nah bagaimanakah mungkin orang-orang dari kalangan mereka dapat menjadi pemimpin untuk bangsa sebesar ini..? Bisa jadi karena pemikiran semacam inilah, yang membuat Musa selalu menghindar untuk memanggil Yosua dengan kata N-U-N di belakangnya, sampai keputusan Urim atas Yosua benar-benar dibuktikan di hadapan seluruh rakyat Israel dalam prosesi resmi di hadapan Imam Besar Eleazar, barulah Musa mau memanggil Yosua dengan embel-embel N-U-N di belakangnya. Karena di mata Musa, di balik kata NUN , ada sejarah kelam masa lalu, yang kalau tidak dibereskan bisa menjadi bumerang  bagi bangsa ini. Bisa jadi Musa justru menganggap sisi ini adalah sisi kelemahan Yosua, tanpa menyadari bahwa dalam kurun waktu 37 tahun, bahkan sepanjang 40 tahun jika dihitung dari Kemah Pertemuan, Tuhan telah mengubah si Yosua ini menjadi seorang yang penuh Roh, dan dapat dipastikan bisa sembuh dari trauma sejarah suku masa lalu, dan titik baliknya kelak justru bisa menjadi titik balik yang dahsyat sehingga justru memunculkan passion yang kuat untuk memiliki kerinduan yang besar akan selamatnya sebuah bangsa. Bangsa Israel.
  6. Musa tidak terlalu yakin pada kapasitas Yosua, oleh karena itu Tuhan seakan menggaris bawahi pada Musa, bahwa Yosua bin Nun itu seorang yang berkapasitas penuh Roh. Darimana kita tahu hal tersebut? Dari kalimat Musa sendiri di Bilangan 27:15

Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: Biarlah TUHAN, Allah dari roh segala makhluk, mengangkat atas umat ini seorang yang mengepalai mereka waktu keluar dan masuk, dan membawa mereka keluar dan masuk, supaya umat TUHAN jangan hendaknya seperti domba-domba yang tidak mempunyai gembala.”

Dari sini kita menyimpulkan, bahwa Musa memiliki kriteria sendiri sosok penggantinya haruslah orang yang

  1. Diangkat sendiri oleh Tuhan, Allah dari roh segala makhluk,
  2. Orang yang dapat jadi kepala/ memiliki kepemimpinan yang kuat
  3. Orang yang memiliki jiwa penggembalaan yang kuat

Ketiga kriteria ini dapat Tuhan genapi di dalam diri Yosua bin Nun, dengan jawaban Tuhan;

Lalu Tuhan berfirman kepada Musa:

Ambillah Yosua bin Nun, seorang yang penuh Roh, ( Ini adalah penunjukan Tuhan- dengan kriteria dari Tuhan- bahwa pengganti Musa harus seorang yang penuh Roh)- saya tidak memakai penulisan roh dengan huruf kecil seperti pada Alkitab kita, melainkan memakai penulisan Roh dengan R huruf besar, berdasarkan kata aslinya, ruwach yang artinya Roh Tuhan.

letakkanlah tanganmu atasnya, suruhlah ia berdiri di depan imam Eleazar dan di depan segenap umat, lalu berikanlah kepadanya perintahmu di depan mata mereka itu dan berilah dia sebagaian dari kewibawaanmu, supaya segenap umat Israel mendengarkan dia. ( ini adalah kebutuhan seorang pemimpin, yaitu kewibawaan. Justru Musa harus ikut terlibat menolong Yosua dapat memiliki wibawa kempemimpinan itu)

Ia harus berdiri di depan imam Eleazar, supaya eleazar menanyakan keputusan Urim bagi dia di hadapan TUHAN;  ( jika keputusan urim ini benar-benar terbukti, Yosua memang terpilih, berarti Yosua ini diangkat sendiri oleh Tuhan sebagai pengganti Musa)

atas titahnya mereka akan keluar dan atas titahnya mereka akan masuk, ia beserta semua orang Israel, segenap umat itu.”( ini adalah jiwa penggembalaan yang Tuhan tanamkan pada Yosua sebagai seorang pemimpin yang berjiwa gembala- bukankah gembala itu memimpin domba keluar masuk kandang?)

Apakah Yosua  berhati gembala?  Rupanya 2 ciri hati gembala ini ada pada pribadi Yosua pada pemandangan Tuhan.

Ciri-ciri gembala yang baik/ bukan gembala upahan:

  • Siap mati bagi yang digembalakan ( Yoh 10:11)
  • Mengenal domba-dombanya( Yoh 10:14)

Namun tidak ada bagian Alkitab mana pun yang mengindikasikan Musa keberatan dengan Yosua sebagai seorang pribadi, misalnya karena Yosua itu malas, tidak jujur, kurang mau taat, pemberontak, dll. Sama sekali tidak pernah ada ayat satu pun yang mengarah kepada alasan itu.

Kesimpulan : Generasi Yosua adalah generasi yang berkarakter ilahi, sehingga karakter mereka yang terpuji tidak dapat menjadi alasan untuk mereka tidak naik Level kepada level kepala dan bukan ekor. Sebaliknya karakter ilahi yang ada pada merekalah yang menjadi batu ujian yang tidak dapat dibantah bahwa mereka memang siap untuk menjadi kepala dan bukan ekor

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Ungu 4
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam kesucian ( i tim 4:12 )
YOSUA SEORANG YANG Diurapi.
DEFINISI Diurapi adalah : diberi suatu urapan yang mengisi ke dalam manusia batiniah/ rohaniah.
AYAT PENDUKUNG Bilangan 27:18

Ulangan 34:9

AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua seorang yang penuh Roh yang didapatnya dari bergaul dengan tuhan

Yosua mendapatkan pengurapan dari musa- yaitu roh kebijaksanaan

Sehingga dia bisa menjadi pemimpin yang berpengaruh karena berwibawa dan bijaksana

Yosua mengalami perjumpaan dengan Panglima Balatentara Tuhan, sehingga dia siap berperang.

AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo tinggal di dalam pengurapan dan ketundukan kepada pemimpin sehingga berkat yang dari tuhan melalui pemimpin kita dapat turun kepada kita juga.
PROPERTY YANG DISARANKAN Alkitab
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Yosua membawa  Alkitab  yang sedang terbuka di tangannya dan sedang dibaca, sementara itu tangan lainnya terbuka untuk menerima doa berkat dari tokoh Musa yang sedang menumpangkan tangan ke atas kepalanya.
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Kisah Yosua  yang selalu bergaul dengan Tuhan dari hari ke hari, sampai dia didapati penuh Roh. ( dalam proses kurun waktu 37 tahun, bahkan sejak di Kemah Pertemuan, terhitung 40 tahun) .

Kisah bagaimana Yosua selalu taat dan setia kepada Musa, sehingga pada akhirnya Musa menumpangkan tangan kepadanya.

Penumpangan tangan dari Musa itulah yang dipakai Tuhan untuk Musa mengalirkan roh kebijaksanaan yang dari Tuhan.

Karena Yosua penuh Roh dan penuh kebijaksanaan, maka bangsa Israel mau mendengarkan dia dan mau menuruti kata-katanya sebagai seorang pemimpin.

Perjumpaan Yosua dengan Panglima Balatentara Tuhan membuat Yosua siap berperang.

Ayo kita tunduk dan taat pada pemimpin kita agar semua doa berkatnya untuk kita, dapat kita terima dengan baik/penuh.

 

  • RAHASIA KEENAM

DI BALIK PENYEBUTAN NAMA YOSUA

Musa mempersiapkan Yosua

Di rahasia kelima tadi kita bahas bahwa pada akhirnya Musa menyebut Yosua bin Nun di depan suku Ruben  dan Gad, serta pada saat memberi tugas pada Yosua bin Nun untuk mengatur pembagian tanah untuk suku Ruben dan Gad. Itu terjadi setelah Musa diyakinkan melalui keputusan Urim atas Yosua.

Sekarang kita masuk ke kitab Ulangan.

Di kitab ulangan, terjadi perubahan.

Baik Musa maupun Tuhan memanggil Yosua bin Nun, dengan Yosua saja.

Kecuali di titik-titik tertentu , sebagai berikut: ( di semua titik ini nama Yosua muncul sebagai Yosua bin Nun karena terkait sesuatu yang bersifat RESMI)

  • Ulangan 1:38 Musa menceritakan bahwa pada peristiwa setelah Dosa Musa dan Harun, Tuhan sudah memberi tahu bahwa Yosua bin Nun ,pelayanmu, dialah yang akan masuk , dan jadi pemimpin. Ini juga pemberitahuan secara resmi dari Tuhan kepada Musa, jadi muncul nama Yosua sebagai nama resmi
  • Ulangan 31:23 Tuhan menyebut Yosua sebagai Yosua bin Nun saat di Kemah Pertemuan Dia memberi perintah kepada Yosua secara langsung, bahwa Yosua akan membawa bangsa Israel keKanaan. Ini adalah penugasan resmi dari Tuhan, jadi Tuhan menyebut dengan nama resmi.
  • Ulangan 32:44 secara resmi Musa bersama-sama dengan Yosua bin Nun berbicara di depan bangsa Israel tentang nyanyian saksi, mereka berdua berdiri sebagai pemimpin. Kemunculan Yosua bersama dengan Musa dalam peristiwa ini, adalah momentum resmi pertama kali mereka berdua berdiri sebagai pemimpin lama dan pemimpin baru.
  • Ulangan 34:9 nama Yosua bin Nun adalah nama resmi pemimpin yang baru setelah Musa mati.

Kapankah Musa maupun Tuhan memanggil Yosua bin Nun, dengan Yosua saja??

Pada saat terjadi perpindahan obor estafet yang dinyalakan dari obor yang masih tetap dipegang oleh Musa , sebagai pemimpin lama, kepada obor kedua,  yang dipegang oleh Yosua, sebagai calon pemimpin baru.

Di sinilah Tuhan juga memanggil Yosua tanpa bin Nun. Demikian juga dengan Musa. Karena di sini terjadi empartasi, mentoring, pembimbingan dari Musa kepada Yosua, sampai Yosua siap menjadi pemimpin baru yang dikenal orang Israel, bernama Yosua bin Nun.

Namun proses bahwa Musa harus mengakui dulu bahwa Tuhan menunjuk Yosua, proses untuk Musa mau sepakat dengan Tuhan dulu tentang hal itu, proses itu harus dilalui, baru kemudian Tuhan bisa memakai Musa untuk mempersiapkan Yosua.

Selama 37 tahun Musa belum menangkap hal itu. Musa tidak mungkin dapat dipakai Tuhan untuk menjadi seorang mentor buat Yosua.

Mari kita lihat satu persatu ayat-ayat mentoring ( walaupun mentoring di sini dalam arti bukan mentoring yang sepuas-puasnya , melainkan dalam prosi yang sangat sedikit dan dengan waktu yang sangat terlambat dan mendesak ) dari Musa kepada Yosua ini

  • Ulangan 3:21 (Musa kepada Yosua)

Dan kepada Yosua ( bukan disebutkan sebagai Yosua bin Nun- tetapi disebutkan sebagai Yosua saja)  kuperintahkan pada waktu itu, demikian: Matamu sendirilah yang melihat segala yang dilakukan TUHAN, Allahmu, terhadap kedua raja itu. Demikianlah akan dilakukan TUHAN terhadap segala kerajaan, ke mana engkau pergi. Janganlah takut kepada mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berperang untukmu.

  • Ulangan 3: 28 (Tuhan menyebut Yosua)

Dan berilah perintah kepada Yosua( bukan disebutkan sebagai Yosua bin Nun- tetapi disebutkan sebagai Yosua saja), kuatkan dan teguhkanlah hatinya, sebab dialah yang akan menyeberang di depan bangsa ini dan dialah yang akan memimpin mereka sampai mereka memiliki negeri yang akan kaulihat itu.

  • Ulangan 31:1-3 (Musa menyebut nama Yosua di depan bangsa Israel)

Kemudian pergilah Musa, lalu mengatakan segala perkataan ini kepada seluruh orang Israel. Berkatalah ia kepada mereka: “ Aku sekarang berumur seratus dua puluh tahun; aku tidak dapat giat lagi, dan TUHAN telah berfirman kepadaku: Sungai Yordan ini tidak akan kauseberangi. TUHAN, Allahmu, Dialah yang akan menyeberang di depanmu; Dialah yang akan memunahkan bangsa-bangsa itu dari hadapanmu, sebhingga engkau dapat memiliki negeri mereka; Yosua( bukan disebutkan sebagai Yosua bin Nun- tetapi disebutkan sebagai Yosua saja), dialah yang akan menyeberang di depanmu, seperti yang difirmankan Tuhan.

Ini adalah persiapan dari Musa bukan secara langsung kepada Yosua, melainkan bagaimana Musa mempersiapkan bangsa Israel akan adanya pemimpin baru. Musa mengajak bangsa Israel menerima kepemimpinan Yosua kelak. Yosua adalah CALON PEMIMPIN BARU mereka.

  • Ulangan 31:7 (Musa kepada Yosua di depan bangsa Israel)

Lalu Musa memanggil Yosua ( bukan disebutkan sebagai Yosua bin Nun- tetapi disebutkan sebagai Yosua saja)  dan berkata kepadanya di depan seluruh orang Israel: “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkau akan masuk bersama-sama dengan bangsa ini ke negeri yang dijanjikan Tuhan dengan sumpah kepada nenek moyang mereka untuk memberikannya kepada mereka, dan engkau akan memimpin mereka sampai mereka memilikinya. Sebab Tuhan , Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau, janganlah takut dan janganlah patah hati.

Ini adalah semacam bagaimana kata-kata motivasi kepada Yosua ini juga perlu di dengar bangsa Israel, bangsa Israel perlu tahu bagaimana Musa mendukung Yosua, bagaimana Musa sungguh-sungguh mempersiapkan Yosua, dan bagaimana perkataan ini dapat menjadi bekal bagi bangsa Israel kelak, mengingatkan pada Yosua, lhoh..kami melihat sendiri, mendengar sendiri, bukankah Musa sebelum meninggal, telah berkata begini begini..begitu begitu..?? Saat mana tahu Yosua lemah dan gemetar?

  • Ulangan 31: 14 (Tuhan kepada Musa untuk memanggil Yosua ke Kemah Pertemuan)

Kemudian berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “ Sesungguhnya sudah dekat waktunya bahwa engkau akan mati; maka panggillah Yosua ( bukan disebutkan sebagai Yosua bin Nun- tetapi disebutkan sebagai Yosua saja)  dan berdirilah bersama-sama dengan dia dalam Kemah Pertemuan, supaya Aku memberi perintah kepadanya.”

Di kemah pertemuan itu Tuhan menampakkan diri dalam tiang awan dan tiang awan itu berdiri pada pintu kemah (Ul 31: 15), dan Tuhan berbicara panjang lebar mengenai nubuatan-Nya atas bangsa Israel yang nantinya akan meninggalkan Tuhan dan berbalik menyembah dewa dewa asing.

Di sinilah Musa harus membuat nyanyian, dan setelah nyanyian saksi itu jadi, harus dibentangkan ke bangsa Israel bersama dengan Yosua (Ulangan 32: 44)

Rhema yang kita dapatkan di sini adalah:

Seorang pemimpin yang baik adalah salah satunya dibuktikan dengan setelah dia tidak ada nanti, setelah dia mati, apakah Visi itu tetap dapat berjalan, apakah Visi itu tetap digenapi, ataukah ikut mati bersama kematiannya.

Keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya dinilai saat dia hidup saja, tetapi seberapa kuat pengaruh yang dia tinggalkan untuk generasi di bawahnya, sepeninggalnya nanti.

Kegagalan seorang pempimpin adalah ketika dia gagal untuk menyalakan obor estafet bagi generasi di bawahnya sementara obornya sendiri harus tetap menyala terus sampai dia mati.

Kegagalan seorang pemimpin adalah bila dia gagal untuk menentukan orang yang tepat seperti yang Tuhan mau, dengan kriteria yang dari Tuhan, bukan dari kacamatanya sendiri.

Manusia selalu cenderung melihat apa yang tampak dari luar, seperti Samuel juga seorang nabi yang terkecoh dengan kakak-kakak Daud yang ganteng dan gagah perkasa, namun Tuhan melihat hati Daud yang hatinya melekat kepada-Nya.

Keberhasilan seorang pemimpin baru tidak mutlak ditentukan oleh seberapa banyak pemimpin  sebelumnya telah membekali hidupnya, namun mutlak ditentukan oleh seberapa banyak dia menyerap dari Tuhan secara langsung sebagai sumber primer, dan dari apa saja yang Tuhan pakai sebagai alat untuk mempersiapkan dirinya sebagai sumber sekunder, termasuk di antaranya dari pemimpinnya, rekannya, bahkan bawahannya sekalipun.

Musa gagal melihat perkembangan Yosua si abdinya itu menjadi seorang yang penuh Roh dalam kurun waktu 37 tahun, karena dia belum mau sepakat dengan pilihan Tuhan.

Seandainya dia mau sepakat dengan Tuhan dalam kurun waktu 37 tahun itu menyemangati Yosua, tentunya dia akan mampu ‘melihat’ sisi mana dari diri Yosua , manakala dia hidup penuh Roh.

Pemberian semangat Musa kepada Yosua bisa dikatakan terlambat. Karena baru dilakukan di tahun ke 40. Tahun yang sama pada saat dia mangkat, mati, dipanggil pulang ke surga.  Estafet obor kepemimpinan yang terburu-buru.

Terjadi kerugian waktu.

Mestinya bangsa Israel bisa lebih siap lagi memasuki tanah Kanaan, bila pemimpin mereka yang baru bukan jenis orang yang selalu harus disemangati dan dikuatkan hatinya. Bukan jenis orang yang masih harus terus bergumul dengan traumatik sejarah masa lalu.

Bagaimana tidak? Saya rasa seorang pun tidak akan pernah siap bila diberitahu dia akan menggantikan Musa, karena alasan sebagai berikut:

  1. Bangsa yang dipimpin jago bersungut-sungut, tegar tengkuk, dan pemberontak
  2. Bangsa yang dipimpin telah 99,999999 % ganti generasi, telah berhamparan jutaan mayat di padang gurun karena ketidaktaatan mereka kepada Tuhan.
  3. Tanah yang akan dituju harus direbut, harus berperang, harus membuka lahan/hutan
  4. Pembagian tanah harus seadil mungkin, bila tidak akan terjadi perang suku
  5. Sudah ada nubuatan sebelumnya ( di Kemah Pertemuan yang dihadiri Tuhan, Musa dan Yosua) bahwa nantinya, setelah kematian Musa, bangsa Israel akan menjadi penyembah berhala, dan mereka akan alami hukuman Tuhan)
  6. Musa saja yang sangat lemah lembut dan spektakuler karena dipakai Tuhan secara dahsyat, terkadang tidak mereka dengarkan dan taati…apalagi orang lain?!

 

…..apalagi jika persiapannya terlalu mendadak. Siapa pun akan pucat pasi. Untunglah Tuhan turun tangan dan ikut mempersiapkan penataan hati dan mental Yosua bin Nun ini. Tidak ada kata terlambat bagi Tuhan, bila Dia turun tangan secara langsung.

 

Rhema lain yang kita dapatkan adalah; mengapa Tuhan pun memanggil Yosua dengan Yosua saja pada saat mana terkait dengan estafet obor kepemimpinan dari Musa kepada Yosua?

 

Adalah karena saat Musa memegang obornya yang masih menyala, lantas dia menyalakan obor Yosua, dalam sebuah estafet, dimana obor Musa masih harus terus menyala sampai dia mati, semua itu HARUS DILAKUKAN dalam impartasi keseharian, bukan dalam formalitas semata, bukan dalam situasi yang resmi.

 

Musa harus mementori Yosua tidak selalu harus di depan umum, di depan rakyat, tetapi di keseharian mereka manakala Yosua ada di dapur, manakala mereka makan bersama, manakala ada kesempatan mengobrol, sebagaimana Yesus dengan ke 12 murid-Nya, dalam keseharian mereka belajar bagaimana Yesus bangun pagi untuk berdoa, bagaimana Yesus berkata-kata, bagaimana Yesus menghadapi orang Farisi, dll

 

Generasi Yosua akhir zaman adalah: generasi yang dipersiapkan baik oleh Tuhan sendiri maupun oleh pemimpin yang di atasnya.

 

KARTU JINGGA 4 : KARATKER YOSUA YANG MAU BELAJAR/RELA DIAJAR INI AKAN MUNCUL DI PEMBAHASAN MATERI INI PADA TOPIK KARAKTER YOSUA, KARENA PADA TULISAN TERSEBUT LEBIH JELAS DIBAHAS PADA TITIK MANA SAJA DIBUKTIKAN BAHWA YOSUA BELAJAR BANYAK / MENYERAP BANYAK DARI MUSA

 

YOSUA SEBAGAI PEMIMPIN ISRAEL MEMASUKI TANAH PERJANJIAN

Pertama kali frase ‘kuatkan dan teguhkankah hatimu’ ditujukan oleh Musa kepada bangsa Israel di masa-masa akhir hidupnya. Ulangan 31:6. Dilanjutkan dgn frase ‘janganlah takut dan jangan gemetar’. Konteksnya saat itu adalah -dalam menggadapi musuh-musuh Israel di tanah Kanaan. Ketakutan dan kegemetaran yg tdk perlu, karena Tuhan yg berjalan di depan mereka dan berperang untuk mereka, peperangan ini milikNya (Ulangan 31:3)

Frase ‘kuatkan dan teguhkanlah hatimu’ muncul lagi 8 kali yang ditujukan kepada Yosua, sebelum Yosua jadi pemimpin/ sebelum dia melaksanakan tugas pertamanya membawa bangsa Israel berangkat dari Sitim, menuju penyeberangan ke sungai Yordan.

 

ADA 4 KATA-KATA MOTIVASI YANG DIKATAKAN KEPADA YOSUA SEBELUM MUSA MATI

  1. Dikatakan oleh Musa kepada Yosua di Ulangan 3:21 setelah Musa memberi tugas Yosua untuk mengatur Suku Ruben dan Gad mengenai pembagian tanah untuk mereka, Dikatakan : Janganlah takut kepada mereka, sebab TUHAN , Allahmu, Dialah yang berperang untukmu.
  2. Kemungkinan dikatakan oleh Musa secara pribadi kepada Yosua di puncak gunung Pisga ( Mengapa saya katakan sebagai kemungkinan- karena kita tidak tahu dengan pasti apakah Yosua ikut naik ke gunung Pisga ini bersama Musa, dan yang kedua adalah, apakah kalimat ini diberikan benar-benar oleh Musa kepada Yosua kita tidak tahu, karena kalimat pengucapannya tidak ditulis di Alkitab, hanya dituliskan sebagai perintah Tuhan kepada Musa untuk dilakukan) ; Kuatakan dan teguhkanlah hatimu, sebab kamulah yang akan menyeberang di depan bangsa ini, dan kamulah yang akan memimpin mereka sampai mereka memiliki negeri itu. Ulangan 3: 27-28
  3. Dikatakan oleh Musa kepada Yosua di depan seluruh Israel, ‘kuatkan dan teguhkanlah hatimu’ dilanjutkan dgn frase ‘janganlah takut dan jangan patah hati’ Konteksnya saat itu adalah –Yosua terpilih untuk masuk kanaan, dan terpilih untuk memimpin mereka. Ketakutan dan patah hati yg tdk perlu karena ada Tuhan yang berjalan di depan Yosua, menyertai, tdk membiarkan, tidak meninggalkan. Ul 31:8
  4. Dikatakan oleh Tuhan kepada Yosua, beberapa saat sblm Musa mati ‘kuatkan dan teguhkanlah hatimu’. Pada saat itu Tuhan memerintahkan Musa menghadap Tuhan di Kemah Pertemuan dengan mengajak Yosua. Tiang awan Tuhan turun di pintu kemah pertemuan itu. Konteksnya saat itu baru saja Tuhan memberikan gambaran kepada mereka berdua bgm nanti bangsa Israel akan berbalik meninggalkan Tuhan dengan menyembah dewa dewa asing di tanah yg berlimpah susu dan madunya itu. Yosualah yg bertugas membawa bangsa model begini ke tanah perjanjian. Harus berkuat dan berteguh hati karena ada Sumpah Tuhan atas hal ini sbg jaminannya Ul 31 :23

ADA 4 KATA-KATA MOTIVASI YANG DIKATAKAN KEPADA YOSUA SETELAH MUSA MATI, SEBELUM YOSUA MULAI MEMIMPIN BANGSA ISRAEL

  1. Dikatakan oleh Tuhan kepada Yosua secara pribadi setelah Musa mati. Yos 1:6 ‘kuatkan dan teguhkanlah hatimu’ Dalam konteks, Yosualah orang yg ditunjuk Tuhan untuk memimpin bangsa itu.
  2. Dikatakan oleh Tuhan kepada Yosua secara pribadi-masih dlm momentum yg sama peristiwanya dgn ulasan nomor 4, Yos 1:7 ‘kuatkan dan teguhkankah hatimu- dengan tambahan frase ‘dengan sungguh sungguh’. Konteksnya pada saat itu adalah ada Firman Tuhan yang kalau dilakukan dgn hati hati, diperkatakan, direnungkan, maka pasti akan ada keberhasilan dan keberuntungan.
  3. Dikatakan oleh Tuhan kepada Yosua secara pribadi, masih dlm momentum yg sama peristiwanya dgn ulasan nomor 4 dan 5, Yos 1:9. Jadi dalam 3 ayat diulang terus, ayat 6,7 dan 9. ‘Kuatkan dan teguhkanlah hatimu’dengan tambahan frase ‘jangankah kecut dan tawar hati’. Konteksnya pada saat itu adalah ini bukan himbauan ttp p-e-r-i-n-t-a-h Tuhan. Buat apa kecut dan tawar hati, bukankah Tuhan berjanji menyertai Yosua, ke manapun Yosua pergi?
  4. Dikatakan oleh bangsa Israel kepada Yosua. Yos 1:18. ‘Kuatkan dan teguhkankah hatimu’, dalam konteks mereka akan taat kepada Yosua, mendengarkan Yosua, sama seperti yang mereka lakukan kpd Musa.

 

 

Saya simpulkan ada 3 area yang dituju di sini ( dari 8 ayat tadi)

  1. Bahwa Yosua terpilih masuk Kanaan
  2. Bahwa dialah yang memimpin
  3. Bahwa Yosua menghadapi bangsa Israel yang sudah dia kenali betul karakternya sepanjang 40 tahun camping bersama dengan mereka semua ini
  4. Bahwa Yosua akan menghadapi peperangan merebut Kanaan.

 

8 kali bukan tanpa arti.

8 adalah angka keselamatan ( karena bayi Israel disunat pada hari ke 8, Yesus bangkit pada hari ke 8, yang keluar dari bahtera Nuh, 8 orang)- selain itu angka 8 adalah juga angka New Begining/ permulaan yang baru/ kelahiran baru.

Jika Yosua melihat kepada dirinya sbg manusia…dia akan takut, patah hati, kecut dan tawar hati. Yosua harus melihat kepada Jehovah, Sang Juruselamat yang akan memberikan keberhasilan dan keberuntungan kepadanya dalam kepemimpinannya nanti, dalam mengemban tugasnya nanti.

Dari jutaan orang Israel aja yg masuk ke Kanaan cuma dua orang, dia dan Kaleb. Sedang sisanya mati bergelimangan di padang gurun. Sedang yg dia bawa sekarang adalah anak anak yatim piatu semua, generasi yg dilahirkan selama 40 tahun di perjalanan.

Musa telah dipakai Tuhan melakukan perkara perkara yg spektakuler…, beliau sudah mati,lha dia itu siapa…? Cuma seorang mantan abdinya beliau. Tidak bakalan ada Musa seri dua. Yosua bukan Musa.

Bakal memimpin orang Israel yang dah jelas jelas dinubuatkan akan menyembah berhala …

Waaaauuu.

8 kali Tuhan mengulang ulang pesan yg sama pada Yosua, lewat Musa, firmanNya, dan bahkan lewat bgs Israel.

Bgm bgs Israel bisa berkuat dan berteguh hati jika pemimpinnya takut, kecut hati, tawar hati?

 

Generasi Yosua akhir Zaman adalah generasi yang berkuat dan berteguh hati karena:
1. Mereka generasi penerus, dan generasi akhir, ujung tombak zaman akhir, spt Yosua adalah penerus Musa
2. Mereka generasi yg terpilih untuk menjadi pemimpin-pemimpin di akhir zaman, di segala bidang, spt Yosua yg terpilih, bukan Kaleb.
3. Mereka generasi yang menghadapi situasi masyarakat dgn ciri-ciri akhir zaman, para penyembah berhala modern, seperti yg diperhadapkan pada Yosua. Berhala modern bisa berupa: Materialisme,hedonisne, sinkritisme, hiper grace, pornografi,dll
4. Mereka punya Tuhan yg berperang, Tuhan yg menyertai, Tuhan yg bersumpah, Tuhan yg memberikan FirmanNya sbg kunci keberhasilan dan keberuntungan, bila DILAKUKAN, seperti janji Tuhan pada Yosua,
5. Merekalah generasi yang bakalan mencicipi susu dan madu itu. Seperti yg dijanjikan pada Yosua oleh Tuhan.

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Hijau 1
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam kasih kepada manusia/ kepada bangsa Israel ( i tim 4:12 )
YOSUA SEORANG YANG Lenyap dari ketakutan dalam memimpin bangsa Israel, karena Yosua mengasihi bangsa Israel itu.
DEFINISI Kasih adalah : tidak memiliki ketakutan, karena kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan (I Yoh 4:18)
AYAT PENDUKUNG (kata-kata serupa seperti yang tercantum dalam ayat pendukung ini tidak pernah muncul lagi setelah Yosua menjadi pemimpin- itu artinya Yosua sudah dapat mengatasi rasa takutnya tentang bagaimana dia memimpin bangsa dengan karakter seperti itu) –Ulangan 3:27-28, Ulangan 31:8, Ulangan 31:23, Yosua 1:6, Yosua 1:18

(Munculnya kata-kata serupa seperti ini, yaitu di area kata-kata motivasi dalam kaitannya dengan peperangan memang masih muncul lagi setelah Yosua menjadi pemimpin, itu wajar, karena Tuhan menunjukkan penyertaan-Nya dalam peperangan itu.)

AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua mau mengalahkan ketakutan dalam hal bagaimana harus menghadapi bangsa israel memasuki tanah kanaan , bagaimana memimpin mereka, karena dia diberi tuhan hati yang mengasihi  bangsa israel itu.
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo mengasihi sesama, kasih kepada sesama kita akan membuat kita tidak pernah takut menghadapi orang sesulit apa pun yang kita jumpai, karena hidup kita dapat dipakai tuhan untuk memberi dampak kepada semua orang / jadi terang dunia.
PROPERTY YANG DISARANKAN Tas rangsel ( boleh lebih dari satu)
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Yosua membawa tas rangsel, berdiri paling depan, dengan wajah tersenyum, memimpin bangsa israel yang berjalan di belakangnya terlihat yosua mengayunkan tangan seperti memberi kode ‘ayo berangkat’
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Kisah Yosua  yang  tadinya takut, bagaimana ya cara memimpin bangsa Israel yang sifatnya suka menggerutu, mengomel, bersungut-sungut, beberapa kali ingin melempari Musa dengan batu, ..?? Tetapi ketika Yosua dikuatkan oleh Tuhan, dikuatkan oleh Musa, dan dikuatkan oleh bangsa Israel, maka Yosua sembuh dari perasaan takut itu. Tuhan memberikan kepadanya kasih kepada bangsa Israel. Ayo mengasihi sesama kita, saat kita punya kasih kepada mereka maka kita tidak akan putus asa menghadapi orang-orang dengan sifat-sifat yang sesulit apa pun untuk dipimpin.

 

 

 

 

YOSUA MAU BERKATA YA PADA PANGGILAN TUHAN ATAS HIDUPNYA

 

KATA-KATA MOTIVASI YANG DIKATAKAN KEPADA YOSUA PADA SAAT YOSUA MENJALANKAN KEPEMIMPINAN ATAS BANGSA ISRAEL

 

Bagaimana dengan setelah Yosua jadi pemimpin, apakah pesan yang sama masih bergaung?

Oh Ya,

Yosua 8:1 kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: ‘ Janganlah takut dan janganlah tawar hati; …”- konteksnya , saat akan menyerang  kota Ai

Yosua 10: 8 Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: “Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyerahkan mereka kepadamu, tidak seorang pun dari mereka yang akan bertahan menghadapi engkau.- konteksnya, saat akan berperang melawan raja-raja sekutu di dekat Gibeon

Yosua 10:25 Yosua justru memberi kata-kata kekuatan pada bangsa itu- SELEPAS PEPERANGAN di Yosua pasal 10.

Yosua 11:6 Lalu TUHAN berkata kepada Yosua; ‘Janganlah takut menghadapi mereka, sebab besok kira-kira waktu ini…- dalam konteks berperang melawan raja-raja yang bersekutu di bagian utara Kanaan

Saya simpulkan, jika sebelum Musa mati, dan sebelum Yosua mulai memimpin bangsa Israel  semua kata-kata kekuatan yang ditujukan kepada Yosua, dalam 8 kali itu,  ada 3 area yang dituju , yaitu ;

  1. Bahwa Yosua terpilih masuk Kanaan dan bahwa dialah yang memimpin
  2. Bahwa Yosua menghadapi bangsa Israel yang sudah dia kenali betul karakternya sepanjang 40 tahun camping bersama dengan mereka semua ini
  3. Bahwa Yosua akan menghadapi peperangan merebut Kanaan.

 

AKAN TETAPI, setelah Musa mati dan setelah kematian Musa itu Tuhan memberi kata-kata motivasi pada Yosua, maka pada saat Yosua menjalankan kepemimpinan atas bangsa Israel tinggal 1 area saja yang Tuhan selalu kuatkan ke hati Yosua , yaitu, tinggal area peperangan saja,

Kini, setelah Musa mati, dan setelah kematian Musa, Tuhan memberi kata-kata kekuatan kepada Yosua, ternyata tidak ada lagi (1) area ketakutan Yosua secara pribadi memasuki tanah Kanaan, tidak ada lagi (2) area ketakutan Yosua secara pribadi karena dirinyalah yang terpilih menjadi pemimpin, tidak ada lagi (3) area ketakutan Yosua secara pribadi karena menghadapi bangsa dengan karakter unik seperti itu.

Dari 8 kali kata-kata pengutatan, kini menyusut hanya tinggal 3 kali saja kata-kata penguatan itu diberikan kepadanya, dan menyusut dari menjadi di 4 area ketakutan, menjadi 1 area saja yang tersisa !!

Bahkan yang lebih kerennya lagi, di Yosua 10:25 justru Yosua memunculkan sarinya ( setelah diperas) dengan memberikan kata-kata motivasi kepada bangsa Israel. Waauuu luar biasa !

Mengapa tinggal 1 area saja, yaitu area peperangan, dimana Yosua masih membutuhkan kata-kata penguatan dari Tuhan, setelah dia benar-benar menjalankan kepemimpinannya? Sedangkan area lain-lainnya sudah tidak perlu lagi?

Saya yakin, karena Yosua mau bersepakat dengan kehendak Tuhan dalam hidupnya. Dia mau berkata ‘Ya!’ pada panggilan Tuhan.

Ketika dia mau berkata ‘Ya Tuhan, ini aku, utuslah aku, aku mau Tuhan !’, pada detik itu juga semua ketakutannya disirnakan oleh Tuhan, dan pada saat menghadapi peperangan nanti, jika masih ada ketakutan yang tersisa, Tuhan yang akan terus mendampinginya, menenangkannya, membuktikan kepahlawanan-Nya, keperkasaan-Nya, janji-janji kemenangan-Nya, dll.

Kemudian ada akibat lain, yang menguntungkan, saat berkata ‘Ya!’ pada Tuhan, maka Tuhan sanggup mengubah ketakutan Yosua itu menjadi keberanian, dan strategi kreatif dalam menghadapi bangsa Israel.

Contohnya dalam kasus mengelilingi tembok Yerikho, Tuhan tidak pernah memerintahkan Yosua agar menyuruh bangsa itu diam, namun Yosua berimprofisasi sendiri di titik itu, karena dia sudah punya strategi sendiri, bagaimana menghadapi bangsa pengomel ini.

 

Generasi Yosua akhir zaman adalah generasi yang mau berkata ‘Ya!’ pada panggilan Tuhan dalam hidupnya, karena generasi ini tahu bahwa ketika mereka taat kepada panggilan itu, Tuhan sendiri yang akan menuntun, membekali, menolong, memampukan dan memberi keberhasilan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Biru 3
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam kesetiaan  ( i tim 4:12 )

Kesetiaan kepada Allah

YOSUA SEORANG YANG Yosua seorang yang setia kepada Tuhan, sehingga dia taat kepada panggilan Tuhan dalam hidupnya
DEFINISI Taat adalah: bersepakat kepada perintah yang diberikan kepadanya, tidak membantah dan tidak banyak bertanya ini-itu, melainkan melakukan perintah itu dengan sukacita, melakukan dengan bersegera dan tidak menunda-nunda, melakukan dengan tuntas dan tidak setengah-setengah.
AYAT PENDUKUNG (kata-kata serupa seperti yang tercantum dalam ayat pendukung ini tidak pernah muncul lagi setelah Yosua menjadi pemimpin- itu artinya Yosua mau sepakat dengan panggilan Tuhan dalam hidupnya, untuk menjadi pemimpin yang ditunjuk Tuhan , dia mau taat dan berkata ya pada Tuhan –Ulangan 3:27-28, Ulangan 31:8, Ulangan 31:23, Yosua 1:6, Yosua 1:18

(Munculnya kata-kata serupa seperti ini, yaitu di area kata-kata motivasi dalam kaitannya dengan peperangan memang masih muncul lagi setelah Yosua menjadi pemimpin, itu wajar, karena Tuhan menunjukkan penyertaan-Nya dalam peperangan itu.)

AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua adalah orang yang boleh masuk tanah Kanaan bersama Kaleb bin Yefune, dan dia adalah orang yang  ditunjuk untuk memimpin bangsa Israel merebut dan menduduki tanah Kanaan.

Karena Yosua setia pada Tuhan, maka Yosua  taat kepada-Nya, tidak membantah kepada Tuhan.

AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo jadi orang yang setia kepada Tuhan, dan tunjukkan kesetiaan kita dengan cara  taat kepada Tuhan, jangan suka berbantah-bantah, menunda-nunda, asal-asalan, dan cemberut.
PROPERTY YANG DISARANKAN Gambar tangan yang sedang menunjuk dengan telunjuknya ( boleh lebih dari satu)
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Yosua berdiri menengadah ke atas, tangan terbuka di samping melebar- seperti sikap berserah- sementara orang-orang di sekelilingnya mengarahkan gambar telunjuk tangan kepada yosua
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Kisah Yosua  yang  tadinya takut, mengapa aku yang terpilih ya..?? Apakah aku mampu ya..?? Apakah aku bisa ya…?? Tetapi ketika Yosua mau setia kepada Tuhan, mau menunjukkan kesetiaannya dengan cara taat kepada yang Tuhan suruh, Tuhan perintahkan, maka ketakutan itu hilang, diganti dengan keberanian. Yosua akhirnya mau taat, tidak seperti Yunus yang melarikan diri dari panggilan Tuhan, tidak seperti Musa juga yang awalnya menolak panggilan Tuhan. Dia tidak berkata “Orang lain saja Tuhan, jangan saya…!” Tetapi dia taat. Dia mau memimpin bangsa Israel memasuki tanah perjanjian.

Ayo jadi orang yang setia kepada Tuhan dengan cara taat, jangan suka berbantah-bantah, menunda-nunda, asal-asalan, dan cemberut.

 

 

 

APAKAH YOSUA SEORANG PEMIMPIN YANG PENAKUT?

Apakah Yosua itu seorang penakut?? Sampai-sampai harus terus dikuatkan, diteguhkan, diyakinkan, diberi motivasi berkali-kali???

Penakut dalam arti, takut bertemu orang baru, takut gagal, minder, ketakutan yang berlebih-lebihan, jantungnya selalu berdebar-debar, gugup dan panik?

Saya yakin Yosua bukan seorang penakut,  terbukti  Yosua adalah pemimpin peperangan pertama kali saat bangsa Israel keluar dari Mesir, yaitu melawan Amalek, tidak sedikitpun dikatakan Yosua itu takut.

Yosua takut mungkin iya, tetapi dia bukan pribadi penakut, yang sedikit-sedikit takut. Ada perbedaan antara orang yang pernah takut, dengan orang yang penakut. Yosua bukan seseorang yang penakut, tetapi dia pernah takut.

Ketakutan yang pernah menghinggapi Yosua  di sini menurut tafsiran saya lebih menjurus ke adanya sisi-sisi tramumatik di dalam dirinya. Mungkinkah Yosua itu traumatik?

Mungkin saja! Karena Alkitab memakai kata ‘janganlah patah hati’

Apa yang  mungkin bisa menjadi trauma Yosua?

  • Bisa jadi karena sejarah nenek moyangnya, suku Efraim pernah hampir punah. Dan itu terjadi ratusan tahun lalu, tetapi sejarah mencatat dengan jelas, peristiwa itu karena mereka ditumpas oleh orang-orang Gat, orang-orang penduduk asli Kanaan. Mereka orang-orang yang bengis, hanya karena masalah perampasan ternak, satu suku nyaris punah. Untunglah Efraim diberi kekuatan oleh Tuhan dan berkat buah dada dan kandungan, sehingga dia dapat menurunkan kembali keturunannya yang pertama. Membangun suku dari enol lagi. Di usia yang sudah tua, tetap Tuhan beri kesuburan kandungan dan air ASI, bagi isteri Efraim.
  • Bisa jadi karena semua orang seangkatannya mati, jutaan,
  • Bisa jadi karena semua orang yang adalah angkatan di atasnya juga mati, kecuali 1 orang saja Kaleb.
  • Semua pemimpinnya mati ( Miryam, Harun, Musa).
  • Kini yang tertinggal hanyalah Imam Eleazar dan anaknya Pinehas, dirinya sendiri dan Kaleb. Mereka berempat harus berhadapan dengan ribuan orang yang lahirnya di padang gurun. Sebagian besar dari mereka adalah anak yatim piatu.
  • Punya pemimpin berkaliber internasional, namun untuk menyelesaikan babak perjalanan terkahir, kog harus dia yang memimpin, tidak bisakah Tuhan memberi umur yang lebih panjang pada Tuan Musa??
  • Berkali-kali melihat bagaimana tuannya Musa harus berhadapan dengan sikap perilaku dan karakter bangsa Israel yang super istimewa sekali, dengan segala kesabarannya, dan belas kasihannya yang besar atas bangsa itu. Apakah dia sanggup se rendah hati itu?? Harus bagaimana nanti??
  • Mengapa semua terasa begitu mendadak? Dia belum pernah ditraining kecuali di tahun ke 40 ini saja, itupun tidak dalam area peperangan. Mengapa di tahun yang sama dia harus kehilangan mentornya, Tuan Musa?
  • Tuhan telah berfirman di Kemah Pertemuan yang dihadiri oleh Tuhan, Musa dan dirinya sendiri, bahwa setelah kematian Musa, bangsa Israel akan menyembah berhala dan Tuhan akan menghukum mereka ( Ulangan 31:14-29). Ini sangat mengerikan. Berpuluh-puluh tahun yang lalu, Yosua pernah tidak mau meninggalkan Kemah Pertemuan, pada saat bangsa Israel kena tulah daripada Tuhan. Ribuan orang mati pada kala itu, karena mereka menyembah anak lembu emas. Apa artinya memimpin orang sebanyak ini, bangsa sebesar ini, kalau pada akhirnya mereka hanya mati di tanah Kanaan nanti, karena mereka memberontak kepada Tuhan, berbalik dari Tuhan dan menjadi penyembah berhala? Apa enaknya mendapatkan murka Tuhan? Apa enaknya berjalan di tanah Kanaan, bila Tuhan tidak mau lagi menyertai mereka, kalau Tuhan membelakangi mereka? Kalau Tuhan mengirimkan malapetaka kepada mereka? Apa ashiknya?

Dan daftar itu bisa sangat panjang…

Jadi terasa tidak berlebihanlah kalau Alkitab mencatat ada sampai 8 kali Yosua harus diyakinkan, diulangi, diberi peneguhan, dll sebelum kematian Musa.

Bahkan 40 tahun yang lalu Tuhan sudah berpesan khusus ke telinga Yosua perihal akan dihapuskannya ingatan terhadap orang Amalek.

Bahkan telah 37 tahun yang lalu Tuhan memerintahkan Musa untuk memberi Yosua semangat, walaupun ditunda –tunda oleh Musa sampai ke tahun yang ke 40.

Sekali lagi, bukan karena Yosua itu penakut, tetapi lebih karena dalam sisi-sisi traumatik seorang Yosua, dia membutuhkan semuanya itu, peneguhan, kekuatan, kata-kata motivasi, sembuh dari trauma masa lalu, dan pulih dari semua peristiwa yang mendera bertubi-tubi dalam hidupnya.

Sisi traumatik Yosua tampak jelas terlihat dari kata-katanya ketika mereka kalah melawan kota Ai

“Ah, TUHANku Allah, mengapa Engkau menyuruh bangsa ini menyeberangi sungai Yordan? Supaya kami diserahkan kepada orang Amori untuk dibinasakan? Lebih baik kalau kami putuskan tadinya  untuk tinggal di seberang sungai Yordan itu! Oh Tuhan, apakah yang akan kukatakan , setelah orang Israel lari membelakangi musuhnya? Apabila hal itu terdengar oleh orang  Kanaan dan seluruh penduduk negeri ini, maka mereka akan mengepung kami dan melenyapkan nama kami dari bumi ini. Dan apakah yang akan Kau lakukan untuk memulihkan nama-Mu yang besar itu?” – Yosua 7: 7-9

Kalimat ini  (Yos 7:7-9 tadi) muncul dari bibir Yosua…?? Bukankah Yosua seorang yang berani berperang melawan Amalek? ( peristiwa peperangan melawan Amalek terjadi di kurang dari 3 bulan bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, atau 41 tahun yang lalu….)

Kalimat seperti ini (Yos 7:7-9 tadi) muncul dari bibir Yosua…?? Bukankah dia seorang pengintai tanah Kanaan yang penuh iman?? (peristiwa 12 pengintai terjadi lebih dulu sebelum  peristiwa kekalahan bangsa Israel menyerang bagian Selatan. Bil 14; 39-45)

  1. Bisa jadi peristiwa kalah perang dalam Bilangan 14:39-45 menjadi catatan tersendiri buat Yosua. Manakala bangsa Israel tidak taat, membelakangi Tuhan, maka mereka akan kalah dalam peperangan.  Rupanya ini juga menjadi sisi traumatik dari Yosua, karena berhadapan dengan Tuhan yang tidak main-main, sementara bangsa yang dipimpinnya adalah bangsa yang bukan main !

Setelah  kalimat yang memperlihatkan sisi traumatik Yosua itu terungkap (Yos 7:7-9) , Tuhan membeberkan bahwa ada kesalahan pada bangsa Israel dengan barang-barang yang dilarang untuk dijarah, ketika mereka berperang lawan Yerikho itu.

Dan memang Tuhan tidak main-main, di ayat berikutnya ditulis sbb:

Sebab itu orang Israel tidak dapat bertahan menghadapi musuhnya. Mereka membelakangi musuhnya, sebab mereka itu pun dikhususkan untuk ditumpas. Aku tidak akan menyertai kamu lagi jika barang-barang yang dikhususkan itu tidak kamu punahkan dari tengah-tengah kamu. Yos 7:12

Perhatikan kalimat AKU TIDAK AKAN MENYERTAI KAMU LAGI JIKA….kalimat-kalimat dari Tuhan yang seperti inilah yang  benar-benar membuat Yosua bergetar.

Ini yang paling membuat Yosua gemetar, dia sama sekali tidak mau Tuhan tidak menyertai lagi. Inilah yang Tuhan katakan waktu bangsa Israel menyembah lembu emas itu. Tuhan tidak akan menyertai lagi secara langsung, hanya akan mengirim malaikat-Nya. Sampai-sampai Musa berkata tidak mau berangkat bila Tuhan tidak beserta mereka.  Sampai-sampai didirikan kemah pertemuan sementara, di mana Musa selalu mondar-mandir untuk bernegosiasi dengan Tuhan, tetapi pada saat itu YOSUA tidak perduli, dia tidak sedang berperan sebagai abdi Musa saat itu, tetapi dia sedang menjerit di hadapan Tuhan saat itu, untuk keselamatan sebuah bangsa, untuk Visi yang tertanam dan mengakar kuat di dalam dirinya. Jadi untuk kali ini dia tidak mau menemani Musa mondar-mandir, tetapi dia tetap ada di kemah pertemuan sementara itu, dan tidak dapat ditawar lati. Dia tidak mau Tuhan meninggalkan umat Israel, yang juga dicintainya.  Dia tidak mau ada kemusnahan sebuah bangsa, walaupun Tuhan sanggup membuat bangsa yang baru dari seorang bernama Musa ( Keluaran 32:10). Itu mudah saja bagi Tuhan, tetapi Yosua tidak mau peristiwa nyaris musnahnya suku Efraim itu terulang lagi pada scope yang lebih besar lagi, scope bangsa.

Akhir peristiwa, setelah Akhan dihukum, Tuhan berkata lagi di Yos 8:1

Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: “ Janganlah takut dan janganlah tawar hati; bawalah seluruh tentara dan bersiaplah, majulah ke Ai, Ketahuilah. Aku serahkan kepadamu raja negeri Ai, rakyatnya, kotanya dan negerinya,….

Perhatikan: ada kata –kata  ‘Janganlah takut dan janganlah tawar hati.’

Trauma daripada Yosua tidak jauh-jauh dari – fakta bahwa Tuhan itu tidak main-main, dan fakta bahwa bangsa Israel itu adalah bangsa yang bukan main.

Bukankah saat di padang gurun bangsa Israel pernah kalah perang? Bilangan 14: 39-45. Saat mana mereka keluar dari jalur kehendak Tuhan, mereka akan kalah perang.

  1. Sisi traumatik Yosua yang berlebihan adalah, mungkin karena ada semacam ketakutan yang menghantui dirinya, kalau-kalau bangsa ini diserahkan ke tangan orang Amori untuk dibinasakan. Ini bukan ketakutan yang muncul karena : rasa curiga pada Tuhan, rasa tidak percaya pada Tuhan, tetapi lebih ke vokus Yosua yang berlebih-lebihan pada sebagian saja informasi , saat Tuhan berfirman di Kemah Pertemuan, kepada Musa, (tetapi karena Yosua juga ikut menghadap Tuhan di kemah pertemuan itu, dia mendengar semuanya) ;

Tuhan berfirman kepada MUSA : (Ul 31: 16-17)…Ketahulilah, engkau akan mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek  moyangmu dan bangsa ini akan bangkit dan berzinah dengan mengikuti allah asing yang ada di negeri, ke mana mereka akan masuk; mereka akan meninggalkan Aku dan mengingkari perjanjian-Ku yang Kuikat dengan mereka. Pada waktu itu murka-Ku akan bernyala-nyala terhadap mereka, Aku akan meninggalkan mereka dan menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, sehingga mereka termakan habis dan banyak kali ditimpa malapetaka serta kesusahan. …..

Tapi perhatikan di sini, murka Tuhan yang bernyala-nyala itu apabila: bangsa Israel berzinah dengan mengikuti Allah asing, sedangkan dalam peristiwa Akhan toh tidak terjadi dimana bangsa Israel berzinah secara rohani. Lantas mengapa Yosua sangat ketakutan dan mengeluarkan kata-kata seperti ini:

“Ah, TUHANku Allah, mengapa Engkau menyuruh bangsa ini menyeberangi sungai Yordan? Supaya kami diserahkan kepada orang Amori untuk dibinasakan? Lebih baik kalau kami putuskan tadinya  untuk tinggal di seberang sungai Yordan itu!

Di sinilah rupanya titik traumatik Yosua, ketakutan yang berlebihan, pada hal yang tidak nyata. Tidak ada penyembahan berhala dalam kasus Akhan ini,  namun Yosua takut akan hukumannya.

Oleh karena itu, pada peristiwa ini, bagaimana jawaban Tuhan?

Yos 7: 10 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Yosua; “Bangunlah! Mengapa engkau sujud demikian?  ( di sinilah Tuhan mengenali sisi traumatik seorang Yosua !) Orang Israel telah berbuat dosa, mereka melanggar perjanjian-Ku yuang kuperintahkan kepada mereka, ( sampai di sini bisa jadi Yosua berdebar-debar…..dosa apa ya…?? Jangan-jangan mereka menyembah berhala ya….?? Kapan…?? Kog aku tidak tahu…???)

Mereka mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu, mereka mencurinya, mereka menyembunyikannya, dan mereka menaruhnya di antara barang-barangnya…( sampai di sini Yosua langsung lega…huuuuiiiiiihhh!! Ternyata bukan kasus penyembahan berhala !!)

Dan setelah Yosua mulai menjalankan kepemimpinannya,  cukup 3 kali lagi muncul kata-kata semacam ‘kuatkan dan teguhkanlah hatimu’ , dan cukup hanya di area peperangan saja butuh kata kekuatan semacam itu, sedangkan untuk area pribadi, kata-kata semacam itu sudah tidak muncul lagi,  karena apa..??

Saya yakin, itu karena Yosua sudah sepakat untuk berkata ‘ya’ pada panggilan Tuhan.  Urusan dengan diri sendiri sudah dapat teratasi, tinggal bagaimana berperang melawan musuh, itu saja. Semua traumatiknya, patah hatinya, sembuh oleh kuasa kesembuhan dari Penasihat Ajaib, Tuhan kita !

Mari kita bandingkan antara Yosua dengan Musa…, untuk dapat memiliki sisi obyektif kepada Yosua, untuk menilai apakah Yosua ini orang penakut atau bukan.

Musa sendiri saja, seorang pemimpin yang hebat, masih membutuhkan kata-kata kekuatan semacam itu dari Tuhan saat akan menghadapi peperangan melawan Raja Sihon dan Og.

Apakah Musa sendiri pernah mendapatkan kata-kata semacam ini dari Tuhan terhadap dirinya? Bukankah seorang Musa sering memberi kata-kata kekuatan pada Israel, apakah mungkin Musa membutuhkan kata-kata penguatan semacam itu?

Ulangan 3:2

Tetapi Tuhan berfirman kepadaku: Janganlah takut kepadanya…

Oh ya !! saat akan berperang melawan raja Sihon dan Og, Musa pernah takut, dan Tuhan memberi kata-kata kekuatan kepadanya.

Kalau Yosua sering mendapat kata-kata kekuatan, dari Tuhan, Musa dan  dari bangsa Israel, sampai 8 kali sebelum Musa mati, dan setelah Musa mati, masih mendapatkan kata-kata kekuatan langsung dari Tuhan sampai 3 kali…

Itu semua dikarenakan Tuhan mau menyatakan penyertaan-Nya dalam setiap peperangan, Tuhan mau memberi janji yang menguatkan di awal sebelum mereka berangkat berperang, dan Tuhan juga mau menunjukkan bahwa peperangan ini milik-Nya, dan Yosua serta rakyat Israel hanya sebagai alat di tangan-Nya saja.

Teliti lagi latar belakang setiap ucapan Tuhan pada Yosua setelah Yosua memimpin bangsa itu, semua karena peperangan melawan Ai, baru saja mengalami kekalahan di penyerangan yang sebelumnya (Yos 8:1) , juga 2 peperangan setelah itu adalah menghadapi sekutu, beberapa raja yang gabung menyerang (Yos 10:8), bahkan di peperangan di ayat terakhir dalam pembahasan kita tadi, menyatakan bahwa musuhnya sangat banyak, mereka dilengkapi dengan sangat banyak kereta dan kuda (Yos 11:6)

Jadi semua kata-kata kekuatan dari Tuhan kepada Yosua dalam peperangan-peperangan itu memang sangat dibutuhkan siapa saja yang jadi pemimpin saat itu, siapa pun dia, seberani apa pun dia, termasuk Yosua. Itu wajar. Bisa terjadi pada semua orang, karena Tuhan kita memang adalah Motivator Terdahsyat..!! Untuk orang yang Dia pilih dan urapi, Dia tidak pelit dengan kata-kata motivasi yang daripada-Nya.

Generasi Yosua akhir zaman adalah generasi yang sembuh dari trauma masa lalu, sehingga mereka tidak dihambat untuk maju berperang untuk merebut apa yang sudah Tuhan targetkan menjadi bagian bagi mereka ! Itu semua adalah karena karya Roh Kudus sebagai penghibur, dan Yesus Kristus, sebagai Penasihat yang Ajaib, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Kuning 2
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam kasih kepada Allah ( i tim 4:12 )
YOSUA SEORANG YANG Mengalami kesembuhan dari trauma masa lalu
DEFINISI Kasih adalah : tidak memiliki ketakutan, karena kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan (I Yoh 4:18)

Ketakutan tidak hanya pada penunjukan Tuhan atas dirinya, juga tidak hanya pada bagaimana sifat-sifat  orang/bangsa yang dipimpinnya, tetapi ketakutan juga bisa berlaku pada ketakutan akan terjadinya lagi  peristiwa buruk yang pernah terjadi di masa lampau/ trauma masa lalu.

AYAT PENDUKUNG (kata-kata serupa seperti yang tercantum dalam ayat pendukung ini tidak pernah muncul lagi setelah Yosua menjadi pemimpin- itu artinya Yosua mau sepakat dengan panggilan Tuhan dalam hidupnya, untuk menjadi pemimpin yang ditunjuk Tuhan , dia mau taat dan berkata ya pada Tuhan –Ulangan 3:27-28, Ulangan 31:8, Ulangan 31:23, Yosua 1:6, Yosua 1:18

(Munculnya kata-kata serupa seperti ini, yaitu di area kata-kata motivasi dalam kaitannya dengan peperangan memang masih muncul lagi setelah Yosua menjadi pemimpin, itu wajar, karena Tuhan menunjukkan penyertaan-Nya dalam peperangan itu.)

AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua mau mengalahkan ketakutan dalam dirinya sendiri bahwa :

Dia akan memimpin peperangan merebut dan menduduki tanah kanaan

Cara mengalahkan ketakutan itu  adalah bagaimana mengalami kasih allah yang melenyapkan segala ketakutan/ trauma masa lalu karena di dalam kasih tidak ada ketakutan.

AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo mengalami kesembuhan dari trauma saat kita mengalami kasih tuhan yang menyembuhkan jiwa kita.
PROPERTY YANG DISARANKAN Stiek bibir tersenyum ( buat bibir tersenyum berukuran besar- beri stiek dari sumpit- dan siap ditempelkan pada bibir- boleh buat lebih dari satu)
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Yosua tampak menggunakan stiek bibir tersenyum lebar- demikianlah dia mengajak orang-orang di sekitarnya tersenyum juga
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Yosua orang yang mengalami banyak peristiwa yang menyedihkan selama 40 tahun ini, ia melihat orang-orang banyak mati di padang gurun, karena mereka memberontak kepada tuhan, kepada pemimpin dan mereka ikut-ikutan melakukan perzinahan/ hal-hal yang tidak sopan, bahkan ada yang mati di dalam peperangan.   Perjalanan bangsa israel merebut tanah kanaan itu, berperang melawan musuh , masih pangang, apakah dia akan berhasil nantinya? Bagaimana kalau terjadi lagi bangsa israel musnah di tanah kanaan karena sifat-sifat mereka itu??

Ketika Yosua datang kepada Tuhan, mengalami kasih Tuhan, pemulihan yang dari Tuhan, Yosua akhirnya tidak sedih lagi, tidak takut lagi, karena Tuhan menyembukan kesedihannya.

Ayo alami kasih Tuhan, sehingga kita dapat disembuhkan dari kesedihan yang amat sangat. Kesedihan yang amat sangat akan menjauhkan kita dari keberhasilan.

 

 

 

 

 

  • RAHASIA KETUJUH

DI BALIK PENYEBUTAN NAMA YOSUA BIN NUN

Yosua bin Nun di mata bangsa Israel

Bangsa Israel sudah terbiasa dipimpin oleh seorang Musa, seorang yang berkaliber internasional. Semua sepak terjang Allah Israel yang dahsyat itu terdengar sampai negri-negri yang jauh, bahkan Rahap pun telah 40 tahun yang lalu mendengar tentang bagaimana bangsa hebat itu keluar dari Tanah Mesir, dengan laut terbelah, bagaimana baru-baru ini Raja Sihon dan Og pun dikalahkan.  Dan tentunya Tuhan memakai seorang Musa.

Sedangkan Yosua..??

Yosua memang pernah memimpin perang  melawan Amalek, tapi kan pada saat itu nama besar Musa, Harun dan Hur –lah yang menjadi perbincangan, manakala tangan Musa turun, mereka kalah, tetapi manakala tangan Musa naik, mereka menang.

Dan itu sudah dulu, awal-awal mereka keluar dari Mesir, tidak lebih dari 3 bulan perjalanan.

Bangsa Israel melihat sendiri papa-mama mareka mati berhamparan di padang gurun selama 40 tahun dan hanya Om Yosua bin Nun dan Om Kaleb bin Yefune ini saja yang masih bertahan hidup.

Kini ..telah berlalu 40 tahun.  Yang mereka kenal adalah Musa, para tua-tua Israel, Imam Harun yang sekarang diganti oleh Imam Eleazar, anaknya, Pinehas, anak dari Imam Eleazar,  Miryam yang sudah lama mati, para pengatur pasukan, para kepala suku, para hakim pemimpin 1000 orang, 100 orang, 50 orang, 10 orang, sedangkan Yosua mereka kurang kenali, karena dia Cuma ikut kemana pun Musa pergi. Terlihat ke sana-sini membantu Musa membawakan minumnya, barang-barangnya, dll Tetapi perkataan Yosua, suaranya, intonasi nada bicaranya, mereka belum pernah dengar. Seperti apa sebenarnya pribadi Yosua itu.

Tiba-tiba berdirilah sosok Yosua di depan mereka dan saat dimintakan keputusan  Urim, di depan imam Eleazar, ternyata benar… Yosua ini terpilih menjadi pengganti Musa.

Baiklah kalau begitu.

Namun pada saat Suku Ruben dan Gad mengajukan usul agar mereka duluan mendapat tanah di seberang sungai Yordan, mereka menghadap kepada Musa, imam Eleazar dan para pemimpin umat ( Bilangan 32; 2), sama sekali tidak memperhitungkan keberadaan Yosua sebagai orang penting, seorang calon pemimpin masa datang, pengganti Musa, dst.

Nah untuk adaptasi ini, bagaimana bangsa ini mulai memposisikan Yosua bin Nun dengan tepat, ada  dua hal yang dilakukan Musa:

  1. Menyebutkan nama Yosua bin Nun ( bukan dengan sebutan Yosua saja) dan Kaleb bin Yefune dalam sejarah bangsa Israel kepada suku Ruben dan Gad ini, agar generasi yang sekarang ini jangan mengulang kesalahan 10 pengintai dan kesalahan seluruh bangsa Israel pada waktu itu. (Bilangan 32:12)
  2. Memanggil Yosua bin Nun ( bukan dengan sebutan Yosua saja) menjadi salah seorang kunci disamping Imam Eleazar dan kepala-kepala puak dari suku-suku Israel ( Bilangan 32: 20)yang bertugas membagi-bagi tanah Kanaan kelak.

Ternyata berhasil. Setelah Musa mati, di kitab Yosua pasal 1 dijelaskan bahwa Yosua memulai kepemimpinannya dengan salah satu agenda utamanya mengurusi orang Ruben, Gad dan suku Manasye yang setengah itu. (Yos 1:12, 16-18), mereka mau mentaati dan mendengarkan Yosua.

Dan inilah profil Yosua bin Nun di mata bangsa Israel, sebagai pemimpin yang baru

Ulangan 34:8b

Maka berakhirlah hari-hari tangis perkabungan karena Musa itu. Dan Yosua bin Nun ( disebutkan namanya secara lengkap)  penuh dengan roh kebijaksanaan, sebab Musa telah meletakkan tangannya ke atasnya. Sebab itu orang Israel mendengarkan dia dan melakukan seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa.

Untuk mendengarkan dan melakukan perintah pemimpin, maka dibutuhkan kewibawaan penuh, trust/ rasa percaya pada pemimpin, percaya bahwa pemimpin itu ditunjuk oleh Tuhan, dipakai oleh Tuhan, diperlengkapi oleh Tuhan dengan roh kebijaksanaan, dan memiliki integritas/ ketulusan hati dalam memimpin bangsa, tidak menjerumuskan bangsa demi kepentingan pribadi.

Ini tidak mudah, tidak bisa dipaksakan pada rakyat. Harus rakyat sendiri yang memiliki hal ini ketika mereka melihat sosok pemimpin mereka.

Ketika rakyat tahu bahwa Musa telah mendoakan Yosua, membekali Yosua dalam doa impartasi, maka rakyat Israel menaruh trust  mereka….kepada Yosua juga, sama seperti mereka percaya pada Musa.

Rhema yang kita dapatkan adalah:

Wibawa Yosua di depan bangsa Israel tidak mudah didapatkan, karena image yang terlanjur melekat adalah dirinya yang lama sebagai abdi Musa, seorang pelayan, seorang jongos.

Namun karena Tuhan memakai penumpangan tangan pemimpinnya kepadanya, dia mendapatkan kewibawaan yang sama, di mata bangsa yang besar ini. Tanpa kewibawaan tentunya kepemimpinannya tidak akan berjalan dengan baik, tidak ada orang yang mau mendengarkan dia

Bila Yosua seorang pelayan yang menjengkelkan, seorang pelayan yang malas, seorang pelayan yang membuat tuannya marah-marah, atapun seorang pelayan yang memberontak, gosipkan pemimpin di luaran, dan diam-diam ingin melakukan kudeta, maka belum tentu Musa mau menumpangkan tangan dan mencurahkan semuanya kepadanya dengan rela hati dan sukacita.

Memang ada kesan penolakan Musa kepada Yosua. Itu tidak benar. Musa menunda 37 tahun untuk memberi tahu Yosua bukan karena antipati terhadap Yosua secara pribadi orangnya/Yosuanya, tetapi menurut tafsiran saya adalah karena Musa punya keraguan sendiri, apakah Yosua adalah orangnya yang benar-benar ditunjuk Tuhan. Musa butuh diyakinkan, sampai benar-benar yakin.

Setelah dipastikan dengan keputusan Urim, terlihat sejak saat itu Musa tidak berkeberatan memanggil Yosua dengan Yosua bin Nun, dan tidak berkeberatan melibatkan Yosua dalam keputusan-keputusan dan tugas-tugas penting, serta langsung terlibat untuk menyemangati Yosua.  Tidak ada penundaan lagi. Walaupun memang dalam area peperangan, tetap Yosua belum diberi kepercayaan lebih. Dan walaupun Musa tetap berkali-kali naik ke gunung untuk bernegosiasi dengan Tuhan mana tahu Tuhan berubah pikiran, karena Musa sangat ingin sekali masuk ke tanah Kanaan.

Jadi kesimpulannya, mari tunduk kepada pemimpin kita, sehingga tetap dalam payung berkat, tetap dalam penumpangan tangan, tetap dalam aliran kuasa Tuhan melalui ‘payung’ pemimpin kita itu.

Mengenai proses kewibawaan Yosua selanjutnya setelah Musa mati, itu sudah diatur oleh Tuhan sendiri, pada waktu dan cara-Nya sendiri:

Tuhan memakai mementum untuk mengubah image bangsa Israel terhadap Yosua ini, yang dilakukan sendiri oleh Tuhan :

Yosua 3:7

Dan TUHAN berfirman kepada Yosua; Pada hari inilah Aku mulai membesarkan namamu di mata seluruh orang Israel, supaya mereka tahu, bahwa seperti dahulu Aku menyertai Musa, demikianlah Aku menyertai engkau.

Ini dalam konteks- menyeberangi sungai Yordan.

Kewibawaan selain didatangkan dari penumpangan tangan generasi sebelumnya, juga karena Tuhan campur tangan menciptakan momentumnya.

Kewibawaan ini dicoba memang, pada peristiwa Akhan.

Bangsa Israel menyerang kota Ai dan kalah. Ternyata kekalahannya adalah karena ada orang Israel yang tidak taat pada saat peperangan mereka yang sebelumnya , pada saat menyerang Yerikho. Di sinilah Yosua diperintahkan Tuhan menunjuk orangnya dengan cara suku demi suku tampil, kaum demi kaum, seorang-demi seorang, ketika keluarga orang itu disuruh tamil seorang demi seorang, maka didapatilah Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah dari suku Yehuda.

Di sinilah Tuhan menunjukkan juga kepada orang Israel bahwa Yosua ini memiliki kepekaan, karena dia intim dengan Tuhan. Darimana dia bisa tahu semua itu…? Dari Tuhan !

Dari peristiwa Akhan inilah kita mengetahui bahwa bangsa Israel jangan berani main-main dengan ketidaktaatan mereka pada pemimpin mereka yang baru, karena itu akan menentukan menang kalahnya mereka di area yang masih didominasi oleh musuh itu. Memang tuan Yosua, dulunya Cuma abdi Musa, tetapi kepekaannya tidak diragukan lagi, karena dia adalah juga pemimpin yang diurapi oleh TUHAN, hidup dekat dengan Tuhan.

Generasi Yosua akhir zaman adalah generasi yang tunduk kepada pemimpinnya sehingga taburan itu akan berbuah tuaian manis, dimana orang-orang yang dipimpinnya kemudian juga tunduk kepadanya. Generasi ini tahu benar ; bahwa soal kewibawaan di hadapan manusia, sepenuhnya biar Tuhan yang mengaturnya, tidak perlu diusahakan oleh diri sendiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Nila 4
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam kesetiaan ( i tim 4:12 )

Kesetiaan kepada pemimpin

YOSUA SEORANG YANG Yosua setia pada pemimpinnya, hal ini ditunjukkan dengan ketundukannya kepada Musa ( sebagai taburan)
DEFINISI Tunduk adalah ; sikap hati yang menghargai, menghormati pemimpin
AYAT PENDUKUNG Ibrani 13: 17, ulangan 34:9
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua setia pada Musa, hal ini ditunjukkannya dengan cara tunduk kepada musa sebagai taburan hidupnya sehingga tanpa sengaja di masa datang saat dia menjadi pemimpin dia juga  menuai ketundukan bangsa israel kepadanya
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo setia kepada pemimpin kita, ayo tunduk kepada pemimpin yang tuhan berikan pada kita
PROPERTY YANG DISARANKAN Topi ( 1 saja)
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Yosua angkat topi sambil membungkuk di hadapan musa.
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Yosua seorang yang setia kepada Musa, pemimpinnya, dia menunjukkan kesetiaannya dengan cara tunduk kepada Musa, menghargai, sikap hati yang menghormati, tidak suka membicarakan hal-hal yang jelek tentang pemimpinnya pada orang lain, tidak pernah ingin melawan Musa supaya dia yang jadi pemimpin ( memberontak) . Sehingga karena Yosua ini tunduk kepada Musa, maka  Musa mau menumpangkan tangan kepada Yosua dengan sukacita , dan juga Tuhan juga menolong sehingga orang Israel mau tunduk kepada Yosua ( lewat peristiwa terputusnya aliran sungai Yordan). Apa yang kita tanam sekarang kelak akan berbuah, kalau kita menanam senyum kita akan menuai senyum, jika kita menanam cemberut, kelak kita akan menuai cemberut, jika kita menanam kesetiaan dengan cara tunduk kepada pemimpin kita maka kelak kita juga akan menuai kesetiaan dengan cara ketundukan dari orang lain.

 

 

 

 

  • RAHASIA KEDELAPAN
  • DI BALIK PENYEBUTAN NAMA YOSUA/ YOSUA BIN NUN

YOSUA MEMIMPIN BANGSA ISRAEL MEREBUT KANAAN

 

 

PERISTIWA PENGUTUSAN 2 PENGINTAI OLEH YOSUA BIN NUN

 

Dalam kitab Yosua, pribadi Yosua dituliskan sebanyak 160 kali, 150 diantaranya disebutkan sebagai Yosua saja, namun hanya 10 kali disebutkan sebagai Yosua bin Nun

Lima diantara 10 ayat tersebut telah kita bahas di pembahasan sebelumnya, dan sekarang kita akan bahas 5 sisanya

Ternyata 5 ayat sisanya ini semuanya terkait dengan bagaimana Yosua saat memimpin bangsa Israel menduduki tanah Kanaan.

 

PERISTIWA PENGINTAIAN OLEH 2 PENGINTAI  KOTA YERIKHO

Yosua 2: 1

Yosua bin Nun ( bukan disebutkan sebagai Yosua saja)  dengan diam-diam melepas dari Sitim dua orang pengintai, …

Yosua 2: 23

Maka pulanglah kedua orang itu, mereka turun dari pegunungan, lalu menyeberang dan sampai kepada Yosua bin Nun, kemudian mereka….

Menarik sekali, sebenarnya kita bisa melihat peristiwa ini dengan perbandingan apa yang terjadi pada zaman Musa dengan pengutusan 12 pengintai.

Kita tahu sendiri dari pembahasan sebelumnya, bahwasannya pengutusan 12 pengintai pada zaman Musa itu adalah ide dari bangsa Israel sendiri, asal muasalnya bukan dari Tuhan yang menyuruh.

Untuk lebih jelasnya saya kutib kembali tulisan di atas yang terkait dengan pembahasan kita kali ini:

Bilangan 12:16

Bilangan 13 :1 dikatakan Tuhan berfirman kepada Musa: “Suruhlah beberapa orang mengintai tanah Kanaan, yang akan Kuberikan kepada orang Israel; dari setiap suku nenek moyang mereka haruslah kausuruh seorang, semuanya pemimpin-pemimpin di antara mereka.

Tetapi anehnya, saat Musa menceritakan kembali di peristiwa ini, di Ulangan 1: 19-22 , ada perbedaan. Di Ulangan 1: 19-22 dikatakan bahwa pengutusan kedua belas pengintai itu adalah saran dari bangsa Israel kepada Musa.

Lalu mana yang benar..?? Apakah pengutusan ke 12 pengintai itu Tuhan yang suruh, ataukah karena bangsa Israel yang menyarankan Musa..??

Kedua-duanya benar.

Jadi kronologis/urut-urutan peristiwanya adalah sbb: Ulangan 1: 19-22 , Bilangan 13:1

  • Ketika bangsa Israel sudah sampai ke pegunungan orang Amori, yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan, Musa telah berkata kepada Israel “ Ketahuilah TUHAN, Allahmu, telah menyerahkan negeri itu kepadamu. Majulah, dudukilah , seperti yang difirmankan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu. Janganlah takut dan janganlah patah hati.” Tuhan ingin mengajak bangsa Israel langsung maju menyerang bangsa yang berdiam di sana, tetapi…..apa reaksi bangsa Israel itu?
  • Orang Israel mendekati Musa dan mengusulkan agar sebelum mereka maju….adakan dulu pengutusan beberapa orang untuk menyelidiki negeri itu dan menunjukkan jalan..
  • Karena itulah maka saat Musa mengkonsultasikan hal ini pada Tuhan , Tuhan memberikan petunjuk pada Musa , bagaimana teknis pelaksanaannya  dalam Bilangan 13. Jadi sepertinya Tuhan memberi kesempatan bangsa Israel untuk ‘melihat’ dulu seperti apa sih tanah yang Tuhan janjikan itu, lewat acara pengintaian ini. Sebenarnya kalau orang Israel mau beriman pada Tuhan, pengintaian ini tidak perlu, karena Tuhan itu sudah berjanji memberikan tanah itu pada nenek moyang mereka, dan saat itulah sampai kepada zaman mereka untuk merebutnya… namun karena mereka kurang beriman dan ingin melihat dulu bukti ucapan firman Tuhan, Tuhan mengijinkan saja peristiwa itu terjadi. Perhatikanlah bahwa frase ‘kamu tidak percaya’ menjadi kata kunci  Musa dalam Ulangan 1: 19-33 , yaitu pada ayat 32 TETAPI walaupun demikian, KAMU TIDAK PERCAYA KEPADA TUHAN , ALLAHMU…  Jadi kesimpulannya pengutusan 12 pengintai ini didasari pada orang Israel yang tidak beriman , tidak percaya pada Tuhan, tidak percaya bahwa Tuhan sanggup menggenapi janjiNya, sumpahNya.

 

Dalam banyak pembahasan nantinya , kita akan melihat bahwa ternyata Yosua selama ini banyak sekali belajar dari apa yang dialami Musa dalam kepemimpinannya bersama bangsa Israel, dulu, manakalah Musa masih hidup dan memimpin bangsa itu.

Dalam peristiwa 12 pengintai di zaman Musa, hal yang terjadi adalah sebagai berikut:

  1. Bangsa Israel kurang beriman sehingga disuruh Tuhan maju berperang, malahan mengusulkan pengintaian oleh beberapa orang ( terkesan kurang teratur-kurang terencana-kurang terorganisir-kurang memperhatian unsur perwakilan suku- kurang memperhatikan unsur kualitas orang yang diutus untuk mengintai: itu semua karena mereka mengusulkan beberapa orang di antara kita- bisa siapa saja kan?)
  2. Akhirnya Tuhan pun mengijinkan hal itu- pengutusan pengintaian itu, walaupun itu bukan kehendak-Nya yang sempurna. Karena kehendak Tuhan itu ada tingkatannya: ( Roma 12: 2)
    1. Manakah kehendak Tuhan
    2. Apa yang baik di mata Tuhan
    3. Apa yang berkenan kepada Allah
    4. Dan apa yang sempurna
  3. Dan akhirnya Tuhan membimbing Musa untuk melakukan pemilihan pengintai , haruslah para pemimpin suku, jadi orang-orang pilihan, bukan orang sembarangan, jadi harus lebih teratur, terencana, terorganisir, ada perwakilan suku, kualitas orangnya pun adalah orang-orang pilihan.
  4. Kesimpulannya, pengintaian ini sebenarnya TIDAK PERLU, JIKA bangsa Israel beriman pada Tuhan, percaya Tuhan sanggup memimpin mereka mengalahkan penduduk asli.
  5. Kategori pengutusan 12 pengintai ini adalah BUKAN KEHENDAK TUHAN, tetapi belum kategori , BAIK, BERKENAN apalagi SEMPURNA. Oleh karena itu tak heran , hasilnya amburadul, kacau balau, 10 orang pengintai yang mengatakan kata-kata busuk kepada bangsa itu, sehingga menyebabkan mereka harus mengembara 40 tahun lamanya.

Bagaimana dengan pengutusan 2 pengintai untuk mengintai Yerikho , oleh Yosua ini?

SAMA SAJA !

Pengutusan 2 pengintai ini sebenarnya juga sama saja , sebenarnya pengutusan ini TIDAK PERLU.

Mengapa demikian?

Karena Tuhan sudah berfirman kepada Yosua dalam Yosua pasal 1 secara panjang lebar

  • Setiap tempat yang diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa.
  • Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu
  • Seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.
  • Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenenk moyang mereka untuk diberikan kepada mereka
  • Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindakalah hati-hati….
  • Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu ; kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi

Tidak ada sedikitpun Tuhan berkata: Intailah negeri itu.

Kalau Musa mengutus ke 12 pengintai dengan laporan akhir yang dia minta dari pengintai itu adalah indikator semacam ini:

  • Daerah Tujuan pengintaian: tanah Negeb
  • Tempat persembunyian: daerah pegunungan di tanah Negeb
  • Point-point pengamatan:
    • Bagaimana kekuatan bangsa yang berdiam di sana
    • Bagaimana jumlah penduduknya, sedikit atau banyak
    • Bagaimana keadaan negeri , baik atau buruk
    • Bagaimana kota-kota mereka , berkubu atau terbuka
    • Bagaimana tingkat kesuburan tanah di sana
    • Bawalah contoh hasil bumi dari sana

Namun beda sekali dengan pengutusan 2 pengintai ini, sasaran laporan akhir dari dua pengintai Yerikho ini indikatornya adalah :

  • Bagaimana kondisi mental orang Yerikho menghadapi penyerangan orang Israel atas mereka.
  • Hal tersebut dapat kita baca dan pelajari dari laporan 2 pengintai Yerikho, sbb: TUHAN telah menyerahkan seluruh negeri ini ke dalam tangan kita, bahkan seluruh penduduk negeri itu gemetar menghadapi kita (Yos 2: 24), sama sekali tidak ada laporan sejenis begini keadaan tanahnya, begini begitu hasil buminya, orang-orang yang diam di sana suku apa saja…dst.

Perhatikan frase : TUHAN telah menyerahkan seluruh negeri ini ke dalam tangan kita- ini mah bukan berita baru, sudah panjang lebar kan tadi Tuhan berbicara pada Yosua di Yosua pasal 1? Apa masih kurang panjang lebar lagi…??

Perhatikan fraase: seluruh penduduk negeri itu gemetar menghadapi kita- ini mah bukan berita baru, karena pada zaman Musa, Tuhan sudah berfirman bahwa Tuhan akan mengirimkan kegentaran kepada bangsa Kanaan itu, mendahului kedatangan mereka/ sebelum kedatangan mereka ke sana , dalam bahasa aslinya bahkan dipakai kata TEROR

Keluaran 15: 13-15

Dengan kasih setia-Mu Engkau menuntun umat yang telah Kautebus; dengan kekuatan-Mu Engkau membimbingnya ke tempat kediaman-Mu yang kudus. Bangsa-bangsa mendengarnya, mereka pun menggigil; kegentaran menghinggapi penduduk tanah Filistin. Pada waktu itu gembarlah para kepala kaum di Edom, kedahsyatan menghinggapi orang-orang berkuasa di Moab; semua penduduk tanah Kanaan gemetar. Ngeri dan takut menimpa mereka, karena kebesaran tangan-mu mereka kaku seperti batu, sampai umat-Mu menyeberang, ya TUHAN, sampai umat yang Kauperoleh menyeberang.

Bahkan kata-kata Musa ini, sudah dinyanyikan bersama-sama orang Israel sejak mereka baru saja menyeberangi laut Teberau, 41 tahun yang lalu.

Baiklah kalau itu terlalu lama, 41 tahun lalu, tapi bukankah Tuhan telah berfirman kepada Musa, dalam peristiwa peperangan melawan Sihon dan Og, di tahun ke 40 ini, baru-baru ini saja (petunjuk waktu lihat pada Tabel PEMETAAN EXODUS, bahwa  peperangan melawan Sihon dan Og terjadi setelah kematian Harun di tahun ke 40)
Ulangan 2: 25 Pada hari ini Aku mulai mendatangkan ke atas bangsa-bangsa di seluruh kolong langit keseganan dan ketakutan terhadap kamu, sehingga mereka menggigil dan gemetar karena engkau, apabila mereka mendengar tentang kamu.

Masih ada juga yang lebih baru lagi, yaitu saat Musa membacakan hukum Taurat, di tahun ke 40.

Ulangan 11:25 Tidak ada yang akan dapat bertahan menghadapi kamu; TUHAN, Allahmu, akan membuat seluruh negeri yang kauinjak itu menjadi gemetar dan takut kepadamu, seperti yang dijanjikan Tuhan kepadamu.

Ini benar-benar bukan berita baru. Nubuatan Tuhan tentang kegentaran bangsa-bangsa sekitar mestinya sudah ada di hati Yosua sejak lama.

Kelak dalam kepemimpinan Yosua, nubuatan ini benar-benar Yosua temui sendiri,bahwa nubuatan ini benar-benar digenapi oleh Tuhan,  dalam peristiwa Akal orang Gibeon ( namun pada saat itu, saat Yosua mengutus 2 pengintai- peristiwa akal orang Gibeon ini belum terjadi sama sekali)- mari kita simak apa kata orang Gibeon:

Yosua 9:22-25

Lalu Yosua memanggil mereka dan berkata kepada mereka , demikian,”Mengapa kamu menipu kami dengan berkata…..”

Jawab mereka kepada Yosua katanya,” Sebab telah dikabarkan dengan sungguh-sungguh kepada hamba-hambamu ini bahwa Tuhan Allahmu, memerintahkan kepada Musa, hamba-Nya, memberikan seluruh negeri itu kepadamu  dan memunahkan seluruh penduduk negeri itu dari depan kamu, maka sangatlah kami takut kehilangan nyawa, menghadapi kamu; itulah sebabnya kami melakukan yang demikian.”

Wah, mungkin kita berpikir, bisa jadi Gibeon ini orang-orang lemah, makanya mereka takut. Ups ! jangan salah duga…kita mesti tahu siapa orang Gibeon ini

Yosua 10:2 Gibeon itu kota yang besar seperti salah satu kota kerajaan, bahkan lebih besar dari Ai, dan semua orangnya adalah pahlawan.

Terasa menggelikan sekali manakala Yosua dan orang Israel kelak pada peristiwa itu tiba, bahwa orang Kanaan yang selama ini mereka takuti, justru takut kepada mereka, karena mereka punya Allah yang hidup. Orang yang gagah perkasa justru pada akhirnya menjadi tukang belah kayu..tukang timba air…

Waaauuuu…sebenarnya semua bangsa-bangsa lain di situ juga punya kegentaran yang sama , namun reaksinya beda, kalau bangsa yang lain bereaksi dengan berperang, kalau Gibeon dengan akal-akalan mereka. Dan respon seperti ini memang dikondisikan oleh Tuhan (Yos 11:20) Buktinya apa kalau bangsa-bangsa lain gentar..? Karena acapkali dalam peperangan mereka , mereka membentuk sekutu.

Nah, terbukti kan…orang Gibeon aja yang semua orangnya adalah pahlawan dan kota kerema adalah kota besar bahkan lebih besar dari Ai aja grogi saat berhadapan dengan bangsa Israel yang notabene adalah memiliki Allah Pencipta alam semesta…

Kalau info dari Rahab bahwa orang Yerikho takut dan gemetar, terkadang tidak terlalu kita perhatikan dengan serius, karena keluar dari ucapan seorang perempuan lemah. Tapi info dari orang Gibeon ini bisa cukup membuat Yosua dan orang Israel lainnya terbelalak…”Huuuaaaaa…???”

Tapi jangan GR dulu, mereka gentar terhadap Allah-nya Israel, bukan pada Musanya-atau Yosuanya atau siapa-siapa.

Baik, sekarang kita kembali ke lanjutkan ke pembahasan yang tadi.

Jika tidak ada berita baru, untuk apa gunanya pengutusan 2 pengintai ini? Ini sebenarnya adalah suatu tindakan yang TIDAK PERLU.

Mengapa laporan yang diminta Yosua hanya seputar kondisi mental orang Yerikho menghadapi penyerangan orang Israel atas mereka?

  • Bisa jadi karena Yosua tidak memerlukan laporan lainnya, karena dia sendiri kan sudah pernah jadi pengintai masuk ke negeri itu 38 tahun yang lalu?
  • Bisa jadi juga karena Yosua GENTAR menghadapi kota pertama yang harus dia taklukkan, yaitu kota Yerikho dan kota ini bisa jadi paling kokoh temboknya, dibandingkan kota-kota lainnya, dan kota ini menjadi penentu penyerangan berikutnya, dan bisa jadi tingkat kemustahilan untuk meruntuhkan kota ini besar ( jika tanpa iman tentunya)

Saya akan paparkan bukti lainnya, bahwa pengutusan 2 pengintai ini sebenarnya tidak perlu.

Perhatikan setelah Musa mati, Tuhan berbicara banyak sekali pada Yosua di Yosua pasal 1 ayat 1-9, lalu perhatikanlah bahwa di Yosua 1 ayat selanjutnya yaitu ayat 10 dikatakan seperti ini.

Lalu Yosua memberi perintah kepada pengatur-pengatur pasukan bangsa itu, katanya: “ Jalanilah seluruh perkemahan dan perintahkanlah kepada bangsa itu, demikian:  Sediakanlah bekalmu, sebab  dalam TIGA HARI kamu akan menyeberangi sungai Yordan ini untuk pergi menduduki negeri yang akan diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk diduduki.”

Dalam berapa hari…??? Dalam 3 hari !! Akan menyeberangi sungai Yordan !!

Namun jadwal ini tidak berjalan dengan semestinya. Anggap saja pengumuman Yosua hari Senin, berarti akan berangkat hari Rabu.

Yosua 2:1 Yosua dengan diam-diam melepas dari Sitim dua orang pengintai….

  • Kemudian dua pengintai menginap Senin malam ( Yos 2:2), sampai selasa pagi
  • Pengintai itu tidak jadi tidur di hari ke dua ( Yos 2:8) melainkan hari itu juga mereka turun dari rumah Rahab ( Yos 2:15), dan kedua pengintai itu 3 hari tinggal di pegunungan ( Yos 2: 22) itu artinya hari Selasa Malam, Rabu Malam dan Kamis malam.
  • Diperkirakan Kamis itu juga mereka pulang sampai bertemu lagi dengan Yosua di Sitim.

Jadi kesimpulannya jadwal ini MUNDUR – harusnya Rabu mereka berangkat menyeberang, namuntidak jadi, karena Kamis saja baru pulang si 2 pengintai ini. Otomatis besok paginya, yaitu Jumat baru mereka dapat berangkat. Jadwal ini MUNDUR 2 HARI, dari Rabu ke Jumat

Tidak heran, di Yosua pasal 3, ayat pertama ditulis:

Yosua bangun pagi-pagi, lalu ia dan semua orang Israel berangkat dari Sitim, dan sampailah mereka ke sungai Yordan.

Kog bisa sepagi itu mereka berangkat?? Karena mereka sebenarnya telah siap hari RABU, namun perginya hari JUMAT. Bekal mereka sudah siap semuanya.

Tentunya ketika Yosua mengumumkan hari Rabu berangkat, tidak main-main, karena melibatkan semua pengatur pasukan, dan ini adalah sesaat setelah Tuhan bicara panjang lebar kepadanya, bisa jadi Yosua telah bergumul di hadapan Tuhan, kesiapannya dalam berangkat dari SITIM, lalu dia dengan berani mengumumkan dalam 3 hari akan berangkat dari SITIM, namun karena faktor GENTAR itu tadi…maka sebelum berangkat dari Sitim, Yosua dengan diam-diam mengutus 2  pengintai mengintai keadaan mental pihak musuh.

Ternyata tidak ada berita baru. Semua berita dari 2 pengintai itu sebenarnya Yosua sudah tahu dari Tuhan dan dari Firman Tuhan / nubuatan Tuhan melalui Musa, jadi pengutusan  2 pengintai itu sebenarnya  TIDAK PERLU.

Mungkin anda bertanya, lantas bagaimana dengan keselamatan Rahab? Bukankah Rahab itu diselamatkan karena ada kaitan dengan 2 pengintai datang ke rumahnya?

Tuhan dapat menyelamatkan Rahab karena imannya kepada Allah Israel, dengan atau tanpa harus ada pertemuan dengan 2 pengintai.

Karena penyerangan kepada Yerikho tidak tiba-tiba, melainkan ada 7 hari, maka dalam 7 hari itu bisa saja Rahab menggabungkan diri dengan bangsa Israel. Tuhan bisa punya agenda tersendiri dengan Rahab. Namun pada peristiwa ini Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan. Dia punya agenda juga dengan Rahab, walaupun melalui cara seperti ini.

Kalau demikian apakah Yosua tidak takut terjadi peristiwa heboh seperti 38 tahun lalu?

Oleh karena itulah, maka Yosua , yang ‘takut dan gentar’ ini, walaupun sudah diyakinkan oleh Musa, oleh bangsa Israel, oleh Tuhan sendiri, berkali-kali bahkan, terus –menerus ditekankan, melakukan sesuatu yang berbeda untuk mengutus dua pengintai ini.

Dia melakukannya dengan diam-diam.

Tidak ada yang tahu.

Namun, karena kemunculan nama Yosua di Yosua pasal 2:1 YOSUA BIN NUN dengan diam-diam melepas dari Sitim dua orang pengintai…, menggunakan nama YOSUA BIN NUN, bukan Yosua biasa, maka saya mendapat rhema yang sangat unik, sbb:

Dari 160 kali pribadi Yosua dicatat dalam kitab Yosua, hanya 10 kali muncul nama Yosua secara lengkap sebagai Yosua bin Nun, dua ayat diantara 10 ayat tersebut, muncul di peristiwa pengutusan 2 pengintai ini yaitu : di ayat  Yosua 2: 1, dan di Yosua 2:23

terkait pengutusan 2 pengintai rahasia ini, tentunya BUKANNYA TANPA ARTI

Yosua bin Nun adalah nama yang selalu muncul dari mulut Tuhan sejak Yosua tidak mau meninggalkan kemah pertemuan 40 tahun yang lalu , kecuali pada saat Tuhan punya agenda tersendiri antara pengalihan obor estafet antara Musa dengan dirinya. Selebihnya Yosua dipanggil Tuhan secara pribadi , selalu dengan sebutan Yosua bin Nun.

Jadi , dalam peristiwa pengutusan 2 pengintai ini, terjadi diam-diam, bukan karena bangsa Israel yang meminta, ngotot terhadap pengintaian babak ke 2 ini, tetapi karena Yosua punya ‘kegentaran’ pribadi sebagai seorang pemimpin.

Peristiwa pengutusan 2 pengintai ini, sepertinya diminta secara pribadi oleh Yosua kepada Tuhan, sebagai Yosua bin Nun, walaupun dia tahu bahwa dia dilatarbelakangi oleh motivasi yang muncul dari rasa gentar, tidak percaya, kurang beriman, takut, kecut, tawar hati, …dll.

Dan Tuhan mengijinkan permintaan seorang YOSUA BIN NUN ini. Walaupun Tuhan sudah tahu, nantinya 2 pengintai ini akan membawa berita BASI.

Tuhan cukup mengerti, mana kala Yosua gentar, menghadapi tembok Yerikho setebal  itu, tentaranya yang kuat, penjagaan kota yang ketat, kota yang besar. Persiapan mental Yosua sedemikian mendadak dari pemimpin sebelumnya, Tuhan cukup maklum, Tuhan mau memahaminya.

Ini adalah kota pertama dan terbesar yang harus ditaklukkan sebagai sasaran pertama, sebelum pada akhirnya jika kota ini dikalahkan, kota-kota lainnya lebih mudah untuk ditunjukkan. Kota ini kota kunci, kota pembuka.

Yosua perlu pembuktian.

Wajarlah. Walaupun kembali kita bahas, pengutusan 2 pengintai ini BUKANLAH KEHENDAK TUHAN YANG SEMPURNA.

Namun bisa jadi masuk dalam kategori BAIK saja. Karena Yosua tidak ngawur, dia menghadap Tuhan, sebagai seorang YOSUA BIN NUN,  dia memohon ijin pada Tuhan, dia meminta perkenanan Tuhan sebelum melangkah, walaupun itu bukan kehendak Tuhan yang sempurna, toh Tuhan meloloskan permintaannya, buktinya 2 pengintai dipertemukan dengan Rahab, dilindungi dari pengejaran, dan pulang dengan selamat, dan membawa berita positif.

Mari kita bandingkan dalam 2 tabel , perbedaan pengutusan 12 pengintai dengan 2 pengintai ini

Pengutusan 12 pengintai Pengutusan 2 pengintai
Atas permintaan rakyat Israel kepada Musa Atas permintaan Yosua kepada Tuhan
Atas konsultasi Musa kepada Tuhan Atas hikmat Tuhan kepada Yosua
12 orang wakil dari tiap suku, nama-nama mereka semuanya jelas 2 orang yang dipilih dengan diam-diam, tidak tertera sama sekali siapa nama 2 orang ini
Seluruh Israel tahu Tidak ada orang Israel yang tahu
Laporan diberikan secara terbuka/ rapat pleno seluruh bangsa.  Laporan tidak sempat disaring. Laporan diberikan dengan diam-diam hanya kepada Yosua. Hanya Yosua yang tahu hasil laporan, orang Israel tidak perlu tahu.
Melihat kondisi

o   Bagaimana kekuatan bangsa yang berdiam di sana

o   Bagaimana jumlah penduduknya, sedikit atau banyak

o   Bagaimana keadaan negeri , baik atau buruk

o   Bagaimana kota-kota mereka , berkubu atau terbuka

o   Bagaimana tingkat kesuburan tanah di sana

o   Bawalah contoh hasil bumi dari sana

 

Melihat : hanya mencari tahu bagaimana kondisi MENTAL musuh
Didesak oleh desakan rakyat, yang akhirnya diijinkan oleh Tuhan Didesak oleh kegentaran pribadi seorang pemimpin yang akhirnya diijinkan oleh Tuhan
Kategori BUKAN KEHENDAK TUHAN (Rom 12:2) Kategori BAIK di mata Tuhan (Rom 12:2)
Samasekali tidak termasuk kategori SEMPURNA di mata Tuhan (Rom 12:2) karena Tuhan menghendaki orang Israel langsung maju berperang. Kalau mereka punya iman, tentunya  mereka akan masuk dalam kategori SEMPURNA mengikuti kehendak Tuhan, dengan cara taat Tuhan, langsung serang musuh, tidak perlu pengintaian segala. Samasekali tidak termasuk kategori SEMPURNA di mata Tuhan (Rom 12:2) karena Tuhan menghendaki dalam 3 hari berangkat dari SITIM, terjadi penundaan 2 hari karena menunggu 2 pengintai pulang.  Kalau Yosua punya iman, tentunya akan masuk dalam kategori SEMPURNA mengikuti kehendak Tuhan, dengan cara taat pada Tuhan, di hari ketiga langsung berangkat dari Sitim menyeberangi Sungai Yordan. Tetapi Tuhan meluluskan permintaan Yosua, karena tetap bisa memahami kegentaran hatinya.
Hosea bin Nun, yang diberi nama oleh Musa menjadi Yosua , sebagai salah satu pengintai Yosua bin Nun sebagai pemimpin yang mengutus pengintai, dan Yosua bin Nun sebagai pempimpin yang menerima laporan ke2 pengintai ini (Yos 2: 1, 24)
Akibatnya; 40 tahun mengembara, 4 generasi/ 3 keturunan semuanya  mati di padang gurun, kecuali Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun. Akibatnya: mereka menduduki Yerikho, dan Rahab beserta kaum keluarganya diselamatkan
Akibatnya penundaan, mereka baru masuk ke Kanaan 37 tahun kemudian. Akibatnya penundaan, keberangkatan mereka ke Sitim, tertunda 2 hari.

 

Generasi Yosua akhir zaman bukanlah generasi yang bebas dari kelemahan, namun mereka adalah generasi yang memetik pelajaran berharga dari generasi sebelumnya, dan saat mereka berjalan bersama dengan Tuhan, Tuhan menuntun langkah mereka dengan pengertian-Nya yang besar akan setiap kelemahan-kelemahan mereka yang sedikit-demi sedikit melalui proses akan dikikis habis.

KARTU JINGGA 4 TELAH MEMBAHAS MENGENAI HAL INI/MAU BELAJAR

 

 

 

 

 

 

YOSUA DAN PANGLIMA BALATENTARA TUHAN

Perjumpaan Yosua dengan panglima balatentara Tuhan bukanlah hal biasa yang bisa dilewatkan untuk dibahas. Yosua 5: 13-15.

Setelah bangsa Israel disunat dan mereka merayakan paskah, tepat keesokan harinya yaitu pada tanggal 15, atau tepat pada perhitungan 41 tahun mereka keluar dari Mesir, Manna berhenti turun, dan pada tanggal 15 bulan pertama itulah mereka mulai makan hasil bumi dari tanah Kanaan, sehingga Manna pun berhenti turun keesokan harinya

Ini seperti penanda masuknya mereka dalam era baru.

  • Era pertama adalah era perbudakan di Mesir,
  • Era kedua adalah era pengembaraan keluar dari tanah Mesir, dipimpin oleh Musa.
  • Era ketiga adalah era pemindahan obor kepemimpinan dari Musa kepada Yosua dan masa transisi menyeberangi sungai Yordan,
  • Dan era keempat adalah era peperangan untuk merebut dan menduduki tanah Kanaan itu. Awal dari era ke empat ini ditandai dengan berhentinya Manna dan mulainya bangsa itu memakan hasil tanah dari negri itu.

Apa yang terjadi pada era baru ini adalah Era di mana ditandai juga dengan bertemunya Yosua dengan Panglima Balatentara Tuhan.

Panglima Balatentara Tuhan datang di era tepat sebelum peperangan pertama melawan Yerikho.

Yang aneh di sini mengapa Panglima Balatentara Tuhan tidak datang sebelum Yosua dan bangsa Israel menyeberangi sungai Yordan? Bukankah penyeberangan ini sudah dipimpin oleh Yosua?

Ada beberapa alasan:

  1. Sebelum berperang ada beberapa tahap yang harus dilalui bangsa Israel
    1. Menyeberangi sungai Yordan
    2. Sunat untuk menghapuskan cela Mesir (Yos 5:9)
    3. Perayaan paskah
  2. Setelah tahap-tahap itu dilalui, barulah tiba era peperangan
  3. Tepat sebelum peperangan pertama , Yosua harus bertemu dengan Panglima Balatetara Tuhan

Datangnya Palingma Balatentara Tuhan itu bukan menandai mereka masuk ke tanah Kanaan ( karena era memasuki tanah Kanaan, telah ditandai dengan menyeberangi sungai Yordan) tetapi menandai era peperangan yang sebentar lagi mereka alami.

Bagaimana Abraham bertemu dengan Melkisedek, bagaimana Yakub bertemu dengan Allah yang memberinya nama baru Israel, demikianlah Yosua harus bertemu dengan Panglima Balatentara Allah ini.

Bukannya tanpa arti, tetapi di peristiwa pertemuan ini ada semacam pengurapan dalam hal peperangan yang diberikan Panglima Balatentara Tuhan itu kepada Yosua.

Yosua memang dipanggil untuk memimpin perang.

Yang luar biasa di sini, adalah apa yang dikatakan Panglima Balatentara Tuhan itu pada Yosua?? Tidak dicatat dalam Alkitab. Dia hanya memperkenalkan diri, siapa dia, dan hanya berkata “Sekarang aku datang.”  Itu saja. Tidak ada penjelasan lebih lanjut apa yang terjadi setelah itu, apa yang dibahas, dll

Yang luar biasa di sini, adalah apa yang dikatakan Panglima Balatentara Tuhan itu pada Yosua?? Hanya sebuah perintah

“Tanggalkanlah kasut dari kakimu, sebab tempat engkau berdiri itu kudus.”

Dan Yosua berbuat demikian. Tidak ada perintah lanjutan..seperti ‘begini-begini nanti peperangannya…’ ‘begini begitu nanti menghadapi musuh..’  ‘begini begitu menghadapi bangsa Israel, dst. Tidak ada catatan apa pun.

Perhatikan bahwa pada ayat berikutnya yang jatuh pada Yosua pasal 6, dimulai dengan keterangan peristiwa lain:

Dalam pada itu Yerikho telah menutup pintu gerbangnya…dst. Walaupun ada Firman Tuhan pada Yosua pada pasal 6, namun saya yakin itu adalah peristiwa yang berbeda dengan perjumpaan Yosua dengan Panglima Balatentara Allah itu.

Tuhan ingin Yosua menanggalkan kasut dari kakinya. Ini sebuah simbol melepaskan hak. ( Rut 4:8) Ini adalah sebuah simbol kerelaan hati (Efesus 6:15)

Peristiwa seperti ini pernah terjadi pada Musa, Musa juga diminta Tuhan melepaskan kasutnya (Keluaran 3:5) Itulah saat pertama Musa menerima Visi dan Misi dari Tuhan.

Yosua , abdi Musa bisa diperkirakan pastinya tahu betul peristiwa yang pernah dialami tuan Musa itu.

Di sini seperti ada peristiwa nostalgia…atau peristiwa kembar.

Pada peristiwa dengan Musa, terkait pelepasan kasut Musa itu, Tuhan berfirman:

Lalu Ia berfirman ;”Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.”  Lagi Ia berfirman: “Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.”…

Aku mengetahui penderitaan mereka. Sebab itu aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari engeri tiu ke suatu negeri ayng baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus…. Keluaran 35:5-8

Saat di kitab Yosua Panglima Balatentara Tuhan itu hanya berkata “Sekarang aku datang.”

Sepertinya ada yang tersirat dalam pernyataan “Sekarang aku datang.” Itu.

Seolah-olah ada tanda yang diminta oleh Yosua kepada Tuhan, yaitu dia ingin mengalami panggilan yang benar-benar nyata seperti yang dialami oleh Musa, panggilan dalam Visi dan Misi yang sama, dan ia ingin juga meminta tanda bahwa ada kalimat yang sama ‘tanggalkan kasutmu’, dan itu menjadi penanda bahwa itu benar-benar adalah utusan Tuhan.

Bisa jadi sudah lama Yosua memohon tanda itu pada Tuhan,dan pada saat yang tepat , akhirnya Tuhan benar-benar memberi tanda itu, oleh karena itu tak heran , hanya ada ucapan “SEKARANG aku datang.” Seperti semacam ada –pepenuhan janji kedatangan yang sudah lama ditunggu-tunggu dengan harap-harap cemas.

Dikatakan ‘dan Yosua berbuat demikian’. Hanya titik sampai si situ. Langsung ayat berikutnya berisi kisah Yerikho.

Sepertinya kisah perjumpaan Yosua dengan Panglima Balatentara Tuhan itu adalah kisah yang terpotong, kisah yang belum selesai.

Namun tidak. Saya menafsirkan memang peristiwanya hanya seperti itu. Itu sudah paket cerita yang sudah lengkap.

Hanya dengan bertemu dengan  Panglima Balatentara Tuhan, yang menyatakan ‘sekarang aku datang’ dan meminta Yosua untuk ‘melepaskan kasut’, hanya dengan seperti itulah Yosua sudah tahu, itulah tanda yang dia minta dan Tuhan menggenapi apa yang Yosua perlukan, sebuah tanda, sebuah peneguhan,sebuah panggilan yang sama kepada Musa, menjadi panggilan yang sama kepada dirinya. Musa diminta Tuhan membuat bangsa Israel KELUAR dari Mesir, dan kini Yosua mendapat tugas membawa obor estafet kepemimpinan untuk membawa bangsa Israel MASUK ke Kanaan.

Dikatakan ‘dan Yosua berbuat demikian’, seperti menjadi simbol  jawaban Yosua pada tanda yang selama ini dia minta di hadapan Tuhan:

“Iya, aku bersedia. Iya, aku sepakat, Iya, aku mau, Iya aku melakukan apa yang Tuhan mau, melepaskan hak-ku, aku mau punya hati yang rela.”

Dengan peristiwa penggenapan tanda itu, dan peristiwa pelepasan kasut itulah, Yosua mau melepaskan haknya kepada Tuhan, dia menyerahkan hidupnya pada Tuhan, mau meletakkan cita-cita pribadinya di dalam laci dan menguncinya rapat-rapat, serta menggantinya dengan cita-cita Tuhan atas bangsa Israel melalui persembahan hidupnya kepada Tuhan.

Penafsiran saya diteguhkan dengan adanya fakta bahwa frase “tanggalkanlah kasutmu” hanya ada di seluruh Alkitab, di dua bagian ini saja, yaitu peristiwa semak belukar yang menyala pada pemandangan Musa, dan bertemunya Yosua dengan Panglima Balatentara Tuhan ini saja. Tidak pernah terjadi pada tokoh-tokoh Alkitab lainnya.

Hak seperti apa yang Yosua lepaskan..??

Hak untuk jadi rakyat biasa, seperti dulu saat dia jadi abdi Musa, tidak perlu memikul tanggung jawab yang berat atas keberhasilan ataupun kegagalan bangsa itu merebut dan menduduki tanah Kanaan. Santaaaaaiiii !! Misalnya jika Tuhan memilih Pinehas, anak muda itu jadi pengganti Musa, bisa jadi masih lebih nyaman jadi abdi Pinehas saja.

Hak untuk memasuki tanah Kanaan dan mendapatkan tanah di sana , tanpa harus susah-susah memimpin segala. Bukankah tanpa memimpin pun dia memang sudah berhak memiliki tanah Kanaan itu?  Dia dan Kaleb bin Yefune kan..?? Mengapa tidak bertukar tempat saja, Kaleb bin Yefune yang memimpin, sedangkan dia enak-enak saja nanti menikmati hasil dari kemenangan atas tiap peperangan itu?

Hak itu dilepaskan. Yosua mau jadi pemain di gelanggang-Nya Tuhan, tidak mau jadi penonton saja.

Demikian juga Kaleb bin Yefune, dia juga ikut berperang, dia tidak ongkang-ongkang kaki saja. Namun siapa yang Tuhan pilih untuk memimpin, itu hak daripada Tuhan untuk dia melakukan pilihan dan panggilan-Nya dan persiapan-Nya atas alat di tangan-Nya , si Yosua itu ! Bukan Kaleb !

Dan Yosua benar-benar menunjukkan bahwa dia melepaskan haknya.

Dari semua orang Israel, tentunnya Kaleb bin Yefune adalah orang dari suku Yehuda, dan Yosua bin Nun adalah orang Efraim. Namun jangan salah, semua suku, termasuk suku Yehuda dan suku Efraim, mereka memiliki undian sendiri, untuk tanah yang diundikan menjadi bagian hak mereka sebagai SUKU. Namun hanya untuk dua orang pribadi ini saja, yaitu Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun, mereka boleh MEMILIH tanah yang mereka mau, sebagai milik PRIBADI/ KELUARGA.  (Yosua 14: 6-15 dan  Yosua 19:49-51)

Namun ada perbedaan antara Kaleb dan Yosua.

Kaleb memilih terlebih dahulu, sebelum  semua suku lain mendapatkan undian ( kecuali suku-suku yang memang sudah mendapatkan tanah di seberang sungai Yordan), sedangkan Yosua mendapatkan paling terakhir setelah semuanya mendapatkan undian. Ini bukan karena Kaleb serakah. Tetapi karena memang Kaleb berhak untuk itu. Yosua sebagai pengambil keputusan dalam dewan musyawarah pembagian tanah Kanaan, meluluskan permintaan Kaleb itu ( Yos 14:13)

Bisa kita daftarkan sbb:

  • Musa hanya mengumumkan batas-batas tanah milik bangsa Israel NANTINYA sesuai dengan Firman Tuhan ( Bilangan 34)
  • Musa mengumumkan siapa-siapa yang nanti berkak membagi tanah kanaan ( Bilangan 34)
  • Yosua dan rakyat Israel menduduki tanah Kanaan ( Yosua 13)
  • Pembagian tanah Kanaan (Yos 13-19)
    1. Suku Manasye mendapat tanah di seberang sungai Yordan, setelah membuktikan mereka mau ikut berperang menduduki Kanaan.
    2. Suku Ruben mendapat tanah di seberang sungai Yordan, setelah membuktikan mereka mau ikut berperang menduduki Kanaan.
    3. Suku Gad mendapatkan tanah di seberang sungai Yordan , setelah membuktikan mereka mau ikut berperang menduduki Kanaan.
      • Kaleb mendapat Hebron
    4. Kota-kota suku Yehuda
    5. Milik pusaka Efraim dan Manasye
    6. Milik pusaka suku Benyamin
    7. Milik pusaka suku Simeon
    8. Milik pusaka suku Zebulon
    9. Milik pusaka suku Isakhar
    10. Milik pusaka suku Asher
    11. Milik pusaka suku Naftali
    12. Milik pusaka suku Dan
      • Baru paling akhir Milik Pusaka Yosua

Mengapa harus seperti itu, harus paling belakangan, bahkan agak terkesan ‘dipaksa’ oleh Tuhan untuk Yosua mengambil tanah bagi dirinya sendiri (Yos 19:50)?

Karena bila tidak seperti itu, Yosua bisa saja dianggap memimpin peperangan dengan maksud lain, misalnya agar dialah yang mendapat bagaian paling banyak, memperkaya diri, menyalahgunakan kekuasaan dll.

Daripada seperti itu, lebih baik mengalah. Sudahlah, biar Kaleb dan semua suku dapat duluan, aku paling belakangan. Sikap seperti itu menghindarkan Yosua dari non integritas saat menjalankan kepemimpinannya dalam berperang merebut tanah.

Generasi Yosua adalah: Generasi yang rela melepaskan haknya, generasi yang bisa mengalah untuk mencapai kemenangan, mereka adalah generasi yang tidak mengejar pemuasan ego pribadi (seperi tahta, wanita dan harta), tetapi generasi yang mau mempersembahkan semua hidupnya bagi Tuhan dan perluasan kerajaan-Nya di atas muka bumi, generasi yang mau mengesampingkan idealisme mereka dan mau bersepakat dengan tujuan Tuhan atas hidup mereka.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA  Hijau 2
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam kasih ( i tim 4:12 )

Kasih kepada sesama/ kepada bangsa Israel

YOSUA SEORANG YANG Mau melepaskan kasutnya (melepaskan haknya) mau merelakan hidupnya jadi alat di tangan Tuhan.
DEFINISI Kasih itu tidak mencari keuntungan diri sendiri ( I Kor 13: 5)
AYAT PENDUKUNG Yosua 5: 13-15

Yosua 19: 49-51

AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua bertemu Panglima Balatentara Tuhan dan Yosua mau melepaskan kasutnya, sebagai simbol melepaskan haknya. Terbukti saat pembagian tanah Kanaan, Yosua mendapatkan undian paling akhir. Dia mau mengalah dengan Kaleb dan dengan semua suku yang lain, karena Yosua mengasihi mereka, Kasih itu tidak mencari keuntungan diri sendiri.
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo belajar mengalah untuk mencapai kemenangan bersama-sama/ bukan menang sendiri. Karena kasih itu tidak mencari keuntungan diri sendiri
PROPERTY YANG DISARANKAN Sepasang sandal /kasut , Pedang,dll ( senjata dari sang Panglima Balatentara Tuhan.
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Yosua melepaskan kasut  di sampingnya/ di belakangnya saat dia bersujud di depan Panglima Balatentara Tuhan.
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Yosua berjumpa Panglima Balatentara Tuhan yang membawa pedang terhunus, dan Yosua sujud menyembah serta taat ketika dia diperintahkan untuk menanggalkan kasutnya. Itu tanda bahwa Yosua mau jadi orang yang mau mengalah. Mungkin dia lebih enak jadi orang biasa, tidak jadi pemimpin, tetapi saat itu Yosua mau berkorban. Sebagai pemimpin yang baik, Yosua mengalah, dia mendapatkan pembagian tanah yang paling terakhir sendiri, dibandingkan dengan Kaleb dan semua suku yang lainnya. Sikap mengalah seperti ini karena Yosua memiliki kasih kepada bangsa Israel.

Ayo belajar mengalah untuk mencapai kemenangan bersama-sama/ bukan menang sendiri. Karena kasih itu tidak mencari keuntungan diri sendiri

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA  Hijau 3
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam kasih ( i tim 4:12 )

Kasih kepada sesama/ kepada bangsa Israel

YOSUA SEORANG YANG Mengasihi bangsa Israel, yang ditunjukkan dengan bersikap adil dalam pembagian tanah Kanaan.
DEFINISI Kasih itu tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi ia bersukacita karena kebenaran. (I Kor 13:6)
AYAT PENDUKUNG Yosua 13-19
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua membagi tanah Kanaan dengan adil
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo belajar mengasihi sesama, karena ketika kita mengasihi sesama, kita dapat bersikap adil.
PROPERTY YANG DISARANKAN Nama-nama suku Israel dalam bentuk stiek. ( lihat daftar nama suku Israel dari judul-judul perikob di Yos 13-19)
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Yosua melepas mereka pergi sesuai nama suku masing-masing. Tiap orang memegang nama sukunya dan berjalan ke arah tanah mereka masing-masing ( berpencaran arah)
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Yosua mengasihi bangsa Israel, sehingga dia dapat bersikap adil. Sehingga tidak ada bangsa Israel yang saling iri, saling serang/perang suku.

 

 

 

 

 

 

YOSUA DAN PEPERANGAN

Yosua menjadi orang yang ditunjuk Yosua memimpin peperangan melawan Amalek, dan oleh doa yang dinaikkan, mereka menang.

Yosua kemungkinan besar sangat terobsesi dengan peperangan, karena saat mendengar bunyi suara orang Israel menari-nari di depan lembu emas, Yosua mengira itu suara peperangan.

Setelah peristiwa pengintaian, ada peperangan yang sama sekali diluar kehendak Tuhan, dan bangsa Israel kalah dalam peperangan itu. Bilangan 14:39-45. Itu adalah peperangan ke bagian Selatan. Tidak jelas siapa yang memimpin peperangan ini, yang jelas Musa menyampaikan Firman Tuhan bahwasannya mereka pasti kalah dalam peperangan itu, tetapi mereka tetap nekad dan benar-benar kalah.  Yosua tidak ikut-ikut dalam peperangan semacam ini. Dia benar-benar setia pada Musa dan tunduk kepada pemimpinnya, dia benar-benar ada di pihak Musa dan Firman-Nya. Walaupun dia bisa jadi terobsesi dengan peperangan, namun Yosua tidak nekad dan tidak membabi buta, dia bukan masuk dalam golongan orang-orang yang berperang dengan cara  nekad ngawur tanpa perintah Tuhan.

Setelah kalah dalam peperangan itu, tak lama setelah itu Musa dan Harun jatuh dalam dosa ( peristiwa air di Meriba), setelah itu Tuhan memberitahu Musa bahwa Yosua akan menjadi penggantinya, dan setelah Musa tahu hal itu, ada 4 peperangan lagi , kita lihat siapa-siapa yang memimpin peperangan-peperangan itu ? sbb:

  1. Peperangan melawan Raja Negeri Arad kemungkinan besar dipimpin langsung oleh Musa
  2. Peperangan dekat Horma dipimpin langsung oleh Musa
  3. Peperangan melawan Sihon dan Og dipimpin langsung oleh Musa
  4. Setelah perhitungan laskar Israel yang kedua, terjadi pembalasan terhadap orang Midian, peperangan dipimpin oleh Pinehas anak dari Imam Eleazar

Semestinya karena 4 peperangan ini terjadinya setelah Musa tahu bahwa kelak yang akan memimpin menggantikan dia adalah Yosua, mestinya Musa mulai melibatkan Yosua memimpin peperangan. Tapi yang terjadi adalah, Yosua hanya dilibatkan dalam urusan administrasi saja ( kala mengatur suku Ruben dan Gad itu- walaupun ini juga sebuah kepercayaan yang lebih besar yang diberikan Musa kepada Yosua yang selama ini hanya sebagai abdinya)

Sepertinya Yosua kehilangan momentum 4 peperangan itu dalam kurun waktu 37 tahun, namun demikian Tuhan sanggup mengejarkan ketinggalan itu dengan menjumpai sendiri Yosua, dalam kehadiran-Nya sebagai Panglima Balatentara Tuhan, tepat sebelum serangan yang pertama ke kota Yerikho.

Tampaknya tiba-tiba tanpa latihan apa pun , Yosua langsung diperhadapkan dengan Yerikho, musuh yang luar biasa kuatnya, namun ternyata jauh-jauh hari, sejak sebelum 3 bulan genapnya usia perjalanan bangsa Israel meninggalkan Mesir, Tuhan sudah menekankan pada telinga Yosua, bahwa orang Amalek akan musnah dari muka bumi, terhapus dari sejarah. Ada persiapan yang sudah jauh hari dari Tuhan, dan pada debut pertama pun ada percepatan yang Tuhan berikan, dengan cara-Nya yang ajaib mendatangkan Panglima Balatentara Tuhan menjumpai Yosua. Di sinilah terjadi semacam percepatan ilahi/ percepatan yang dari Tuhan. Dari percepatan itu, langsung berhadapan dengan Yerikho, kota yang kuat dan pahlawan-pahlawannya gagah perkasa, dapat dirobohkan tembok tebalnya, dapat ditundukkan dan dikalahkan.

Tuhan tidak pernah kurang cara untuk membentuk, dan mempersiapkan Yosua. Kalau perlu Dia datang sendiri menjumpai dan menguatkan hatinya, memberi roh keberanian dan keperkasaan. Bahkan kita tahu bersama Panglima Balatentara Tuhan pun datang untuk memberi kekuatan kepada Yosua.

Yang Yosua perlu alami dalam perjumpaan itu adalah: (Yos 5: 13-15)

  • Melihatnya
  • Mengenali siapa dia
  • Sujud menyembah
  • Menanggalkan kasut

Terbukti hanya di Ai saja mereka pernah kalah, dan itu hanya sekali, dan itupun hanya gara-gara bangsa Israel tidak taat. Secara tegas Akhan mendapat hukuman sehingga semua rakyat menjadi jera. Namun dalam penyerangan berikutnya melawan Ai, Yosua dan bangsa Israel tetap menang. Dan dalam peperangan apa pun sesudah itu ,mereka selalu menang. Seberat apa pun musuh menyerang, sebanyak apa pun jumlah mereka, sedahsyat apa pun perlengkapan perang mereka, Yosua dan Israel tetap menang, karena yang berperang bagi mereka adalah Tuhan sendiri.

Saat kita berjumpa ‘Musa-musa’ dengan segudang daftar kelemahan mereka, dalam kepemimpinan mereka mungkin, dalam keteladanan mereka mungkin, dalam perkataan mereka mungkin, dalam pembatasan-pembatasan yang serasa mengekang talenta kita mungkin…yakinlah selama kita melekat pada Tuhan, menyembah Tuhan, kelemahan-kelemahan mereka bukan hal yang terlalu harus dibesar-besarkan, karena Tuhan bisa mengadakan percepatan secara supranatural dalam hidup kita.  Ampuni mereka, doakan mereka, dan dukung mereka, hormati dan taat pada mereka.

Generasi Yosua akhir zaman adalah generasi yang mungkin saja mengalami kelemahan dari pemimpin yang sebelumnya, karena sejatinya tidak ada pemimpin yang seratus persen sempurna,  mereka mungkin saja mengalami kelemahan dari generasi yang sebelumnya, namun selama mereka menyembah kepada Tuhan, dan mau melepaskan hak mereka di hadapan Tuhan, maka Tuhan sendiri yang akan menyempurnakan persiapan apa-apa saja yang masih kurang di dalam dirinya, melalui sebuah percepatan ilahi dan cara-cara-Nya yang supranatural.

 

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Ungu 5
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam kesucian ( i tim 4:12 )
YOSUA SEORANG YANG Mengalami percepatan ilahi karena mau terus jadi penyembah Tuhan yang menyembah dalam roh dan kebenaran. (Yoh 4:24)
DEFINISI Menyembah adalah : menempatkan pribadi yang  disembah sebagai Tuhan-nya dan taat kepada-Nya.
AYAT PENDUKUNG Yosua 5: 13-15
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua bertemu Panglima Balatentara Tuhan dan saat Yosua sujud menyembah, maka saat itu Tuhan sanggup mengadakan percepatan sehingga Yosua yang sebelumnya dalam 4 peperangan di zaman Musa tidak pernah terlibat, sekarang langsung bisa menang melawan Yerikho, kota yang berkubu, kuat, besar, bertembok tebal, dan pahlawan-pahlawannya gagah perkasa.
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo selalu jadi penyembah yang menyembah Tuhan dalam roh dan kebenaran agar kita mengalami percepatan dalam semua bidang.
PROPERTY YANG DISARANKAN Sangkakala/terompet/alat musik lain.
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Yosua dan orang-orang Israel serta para imam berkeliling kota Yerikho ( buat bentuk barisan mengelilingi), adengan saat mereka bersorak dan menang- jadi ada yang sedang mengepalkan tangan, mulut terbuka lebar, seperti hendak melompat menyerbu, dll
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Kisah Yosua memimpin peperangan melawan kota Yerikho. Dan mereka menang. Walaupun dalam 4 peperangan sebelumnya Yosua tidak pernah diajak oleh Musa, ternyata saat Yosua terus menjadi penyembah Tuhan, yang hidup taat pada Tuhan, maka Tuhan bisa secara cepat menjadikan Yosua orang yang hebat dalam berperang, karena secara ajaib sebelum menyerang kota Yerikho, Tuhan membuat Yosua bertemu degan Panglima Balatentara Tuhan sendiri.

 

  • RAHASIA KESEMBILAN

DI BALIK PENYEBUTAN NAMA YOSUA

YOSUA MEMIMPIN BANGSA ISRAEL MEREBUT KANAAN

ARTI DI BALIK NAMA YOSUA SAJA PADA KITAB YOSUA

 

Dalam kitab Yosua, pribadi Yosua dituliskan sebanyak 160 kali, 150 diantaranya disebutkan sebagai Yosua saja, namun hanya 10 kali disebutkan sebagai Yosua bin Nun.

10 kali munculnya nama Yosua sebagai Yosua bin Nun adalah:

  1. Yosua 1:1 Yosua bin Nun adalah nama resmi dari Tuhan, kepada Yosua setelah Musa mati.
  2. Yosua 2:1 Yosua bin Nun adalah nama resmi Yosua di hadapan Tuhan saat mengutus dengan diam-diam 2 orang pengintai, untuk mengintai Yerikho
  3. Yosua 2:23 Yosua bin Nun adalah nama resmi Yosua saat menerima laporan dari 2 pengintai yang mengintai  Yerikho
  4. Yosua 6:6 Yosua bin Nun adalah nama resmi Yosua untuk meluncurkan perintahnya yang pertama sekali pada para imam pengangkat tabut Allah, di peperangan yang pertama sekali mengelilingi tembok Yerikho pada hari yang pertama
  5. Yosua 14;1 Yosua bin Nun nama resmi Yosua dalam membagi tanah Kanaan.
  6. Yosua 17:4 Yosua bin Nun nama resmi Yosua dalam membagi tanah Kanaan.
  7. Yos 19:49 Yosua bin Nun nama resmi Yosua dalam menerima bagian tanah bagi dirinya sendiri.
  8. Yos 19:51 Yosua bin Nun nama resmi Yosua dalam membagi tanah Kanaan.
  9. Yos 21:1 Yosua bin Nun nama resmi Yosua dalam membagi tanah Kanaan.
  10. Yos 24:29 nama resmi Yosua di hadapan Tuhan setelah dia mati.

Yang menggelitik hati kita, adalah 150 –sisa dari 160 itu, penyebutan Yosua sebagai YOSUA SAJA di kitab Yosua itu, apakah ada artinya??

Oh ya, ada !

Mari kita lihat….150 kali penyebutan YOSUA SAJA tanpa bin Nun, itu pada peristiwa apa saja???

  1. GAYA HIDUP YOSUA DALAM KESEHARIAN
  • Yosua bangun pagi-pagi, tertulis 4 kali , di Yosua 3:1, 6:12, 7:16, 8:10- hanya disebutkan nama YOSUA SAJA.
  • Yosua berjalan, Yosua berkata…Yosua memerintahkan, …. ada banyak sekali ayat yang seperti ini- hanya disebutkan nama YOSUA SAJA

Dari Dua hal ini saya mendapatkan rhema bahwa di kitab Yosua saat ada peristiwa apa pun yang mana muncul nama Yosua sebagai YOSUA SAJA, bukan sebagai Yosua bin Nun, itu mengandung arti bahwa pada peristiwa itu, Di pemandangan Yosua sendiri, adalah suatu gaya hidup keseharian/lifestyle daripada Yosua. Sesuatu yang sudah mendarah daging di dalam dirinya. Sama biasanya dengan bagaimana Yosua sudah terbiasa bangun pagi, tidak mungkin dikatakan Yosua bin Nun bangun pagi-pagi…waaaauuu bangun pagi saja disebutkan nama resmi, itu justru aneh. Tuhan tidak mengobral nama Yosua bin Nun  untuk sesuatu gaya hidup keseharian Yosua

  1. GAYA HIDUP YOSUA DALAM PEKERJAANNYA SEBAGAI PEMIMPIN ISRAEL
  2. Dalam peperangan/memimpin perang
    1. Menyerang Ai untuk kedua kalinya- hanya disebutkan nama YOSUA SAJA
    2. Pertempuran melawan 5 raja – hanya disebutkan nama YOSUA SAJA
    3. Merebut Makeda- hanya disebutkan nama YOSUA SAJA
    4. Merebut Libna- hanya disebutkan nama YOSUA SAJA
    5. Merebut Lakhis- hanya disebutkan nama YOSUA SAJA
    6. Merebut Eglon- hanya disebutkan nama YOSUA SAJA
    7. Merebut Hebron- hanya disebutkan nama YOSUA SAJA
    8. Merebut Debir- hanya disebutkan nama YOSUA SAJA
    9. Berperang melawan Yabin , raja Hazor, Yobab, raja Madon, raja negeri Simron, raja negeri Akhsaf, raja-raja sebelah Utara- hanya disebutkan nama YOSUA SAJA

Terlalu banyak peperangan, Tuhan tidak mau mengobral nama Yosua bin Nun untuk

sesuatu yang memang sudah menjadi tugasnya sehari-hari, berperang, merebut dan menduduki. Setiap hari harus selalu siap berperang, sama seperti saat hari pertama Yosua dan bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, Yosua selalu siap menyandang mata pedang, siap berperang. Itu sudah jadi gaya hidup. Sejak awal berangkat dari Tanah Mesir dan siap berperang , kan memang Yosua tidak pernah disebut sebagai Yosua bin Nun, hanya disebutkan namanya sebagai Yosua saja saat dia berperang melawan Amalek.Peperangan menghadapi musuh yang sebanyak apa pun, sehebat apa pun perlengkapannya, terdiri dari beberapa negara sekalipun- itu hal biasa selama Tuhan beserta dalam peperangan itu. Peperangan itu milik Tuhan, kemenangan itu sudah pasti di tangan, jangan terlalu tegang dan cemas. Setiap hari memang harus menggunakan baju peperangan.

  1. Dalam menangani kasus-kasus yang terjadi di bangsa Israel selama Yosua jadi pemimpin mereka:
    1. Menangani kasus Akhan- hanya disebutkan nama YOSUA SAJA
    2. Menghadapi akal orang Gibeon- hanya disebutkan nama YOSUA SAJA
    3. Mengatur suku seberang Yordan, masalah replika- hanya disebutkan nama YOSUA SAJA

Ini juga sudah menjadi bagian tugas Yosua sehari-hari. Tidak perlu mengobral ‘Yosua bin Nun’ untuk tiap perkara yang harus Yosua selesaikan, karena Yosua diperlengkapi dengan roh kebijaksanaan daripada Tuhan melalui hamba-Nya, Musa, dan Yosua adalah seorang yang penuh dengan roh. Itu sudah menjadi bagian dari hidupnya.

 

  1. Dalam menghadapi bangsa secara keseluruhan:
    1. Pidato perpisahan Yosua pada bangsa itu- hanya disebutkan nama YOSUA SAJA
    2. Pembaharuan perjanjian di Sikhem- hanya disebutkan nama YOSUA SAJA

Ini juga sudah menjadi bagian dari tugas Yosua sebagai seorang pemimpin untuk memberikan kata-kata akhir sebelum dia meninggal. Semua pemimpin sudah biasa melakukan hal-hal ini, seperti juga Musa melakukannya sebelum dia meninggal.

  1. IBADAH DALAM GAYA HIDUP KESEHARIAN YOSUA

Dalam ibadah Yosua kepada Tuhan, dan bagaimana Yosua mengajak umat Israel beribadah kepada Tuhan

  1. Peristiwa sunat massal- hanya disebutkan nama YOSUA SAJA
  2. Peristiwa perayaan paskah- hanya disebutkan nama YOSUA SAJA
  3. Mendirikan mezbah di gunung Ebal- hanya disebutkan nama YOSUA SAJA
  4. Membacakan hukum taurat di gunung Ebal- hanya disebutkan nama YOSUA SAJA

Ibadah Yosua kepada Tuhan sudah menjadi keseharian dia dan keluarganya, oleh karena itu saat ibadah kepada Tuhan, Yosua menghadap Tuhan sebagai YOSUA SAJA, tidak perlu dengan nama resmi Yosua bin Nun. Terasa menggelikan bila Yosua berdoa demikian “Tuhan, aku, Yosua bin Nun, datang kepada-MU..”

  1. GAYA HIDUP TUHAN
  • Peristiwa penting- penyeberangan sungai Yordan- hanya disebutkan nama YOSUA SAJA
  • Bertemunya Yosua dengan Panglima Balatentara Tuhan- hanya disebutkan nama YOSUA SAJA
  • Peristiwa spektakuler yang seakan ikut menghebohkan seantero galaxi adalah peristiwa dimana matahari dan bulan yang berhenti bergerak- hanya disebutkan nama YOSUA SAJA

Waaau, ternyata ada peristiwa-peristiwa yang tampak pada pemandangan kita peristiwa-peristiwa itu sangat penting, seperti misalnya menyeberangi sungai Yordan, bertemunya Yosua dengan Panglima Balatentara Tuhan, dll, mengapa pada semua itu nama Yosua hanya muncul sebagai Yosua saja, bahkan pada saat bulan dan matahari berhenti bergerak, nama bin Nun tidak muncul di situ.

Di pemandangan Tuhan, juga adalah sesuatu hal yang ‘biasa’ bagi Tuhan untuk melakukannya. Tuhan tidak mengobral nama Yosua bin Nun untuk hal-hal yang ‘normal’ bagi-Nya. Walaupun bagi kita mungkin saja itu hal yang luar biasa, itu sesuatu yang spektakuler, namun di mata Tuhan, itu sesuatu yang mudah bagi-Nya. Perkara sungai terbelah, perkara Panglima Balatentara Tuhan yang memang sehari-hari menjaga Yosua dan orang Israel tanpa Yosua dan orang Israel sadari, perkara matahari dan bulan, itu semua sudah makanan Tuhan sehari-hari untuk membuat sungai mengalir atau untuk kali ini saja membuatnya terhenti, membuat Panglima Balatentara Tuhan untuk kali ini terlihat kasat mata, membuat Matahari dan Bulan untuk sementara berhenti, itu sangat sederhana bagi Tuhan, jadi tidak perlu obral nama resmi daripada Yosua.

Rhema pertama yang saya dapatkan adalah, sbb:

  • Cukup di awal saja saat Yosua mengawali tugasnya memerangi Yerikho, sebagai kota pertama yang diperangi, nama Yosua bin Nun muncul dalam bentuk nama resmi, seolah-olah Tuhan ingin berkata, “Aku menuntun engkau, berperang bagimu, memberi kewibawaan kepadamu, hikmat , dll mulai dari SAAT INI dan SAMPAI SETERUSNYA, sampai hari terakhir tugasmu”- jadi cukup sekali saja nama Yosua bin Nun muncul untuk sebagai pembuka /memulai saja, selebihnya tidak perlu terus-terusan disebut sebagai Yosua bin Nun, karena penyertaan Tuhan itu terus, tidak saat ini saja, jadi cukup sekali untuk seterusnya, bagi Tuhan itu sudah lebih dari cukup untuk jadi bekal bagi Yosua dari sekarang dan seterusnya.
  • Karena untuk seterusnya Tuhan seolah-olah ingin berkata kepada Yosua bahwa itu semua akan menjadi tugas Yosua –yang oleh pertolongan Tuhan- menjadi tugas sehari-hari- itu biasa, jadi tidak perlu keluarkan nama resmi, cukup nama Yosua saja, tidak perlu pakai Yosua bin Nun, karena itu adalah keseharian saja.
  • Bukan berarti menganggap remeh/sepele, tetapi dalam keseharian itu, Tuhan ingin Yosua tidak perlu terlalu harus membesar-besarkan masalah, selama Tuhan itu berperang bagi kita, maka kita tidak perlu tegang-tegang dan resmi-resmi amat. Yang perlu kita lakukan hanyalah berserah, walaupun tetap bekerja. Beriman walaupun tetap berperang. Hari tetap berjalan, iman tetap bekerja, ada penyerahan total kepada Tuhan, jadi cukup nama Yosua saja yang muncul.

Generasi Yosua akhir zaman adalah Generasi yang mengalami penyertaan Tuhan, mujizat Tuhan, perkenanan Tuhan sebagai bagian dari GAYA HIDUPNYA , baik dalam  ibadahnya kepada Tuhan , pekerjaannya dan kehidupan kesehariannya.

 

Rhema kedua adalah:

Yosua selalu hidup di bawah bayang-bayang kehebatan /kebesaran nama Musa. Image yang melekat tentang pemimpin yang dulu selalu membayangi Yosua, sehingga bangsa Israel seakan-akan pelit untuk menyebut Yosua dengan Yosua bin Nun.  Nama Musa Abdi Allah, muncul sebanyak 14 kali di kitab Yosua, namun yang menarik di sini adalah, Yosua sendiri membahasakan orang Israel dengan ikut menyebut Musa dengan cara seperti itu, Musa Abdi Allah. Inilah kerendahan hati Yosua dimana dia masih menghormati pemimpin yang sudah mati, yang masih dihormati oleh orang-orang  yang dipimpinnya sekarang. Rasa hormatnya itu bahkan ditunjukkan, dengan tidak segan-segan. Sehingga dengan demikian, bagi dia tidak menjadi masalah bila dia dipanggil oleh orang Israel sebagai Yosua saja. Kecuali urusan pembagian tanah, memang muncul nama resminya sebagai anggota dewan pengambil keputusan, bahkan pembagian tanah untuk dirinya sendiri pun tetap muncul nama resminya sebagai Yosua bin Nun, karena memang pembagian tanah ini adalah tanggung jawab serius yang peka, karena menyangkut yang namanya harta.

Anda bisa simak, kemunculan nama Musa, abdi Allah/hamba Tuhan itu di era kepemimpinan Yosua tertera di :  Yos 1:1, 1:13, 1:15, 8:31, 8:33, 11;12, 12:6, 12:6, 13:8, 14:7, 18:7, 22:2, 22:4, 22:5.

Generasi Yosua akhir zaman adalah generasi yang tidak memusingkan perihal nama, ketenaran, kemasyuran, dll , karena mereka adalah generasi yang rendah hati.

  • RAHASIA KESEMBILAN

DI BALIK PENYEBUTAN NAMA YOSUA BIN NUN

YOSUA MEMIMPIN BANGSA ISRAEL MEREBUT KANAAN

PERISTIWA RUNTUHNYA TEMBOK YERIKHO

Yosua 6:6

Kemudian Yosua bin Nun ( bukan Yosua saja) memanggil para imam dan berkata kepada mereka : “Angkatlah tabut perjanjian itu dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut TUHAN”

Dan kepada bangsa itu dikatakannya . “Majulah, kelilingilah kota itu, dan orang-orang bersenjata harus berjalan di depan tabut TUHAN”.

Segera sesudah Yosua berkata kepada bangsa itu, maka berjalanlah maju ketujuh orang imam, yang membawa ketujuh sangkakala tanduk domba itu di hadapan TUHAN, lalu mereka meniup sangkakala, sedang tabut perjnajian TUHAN mengikut mereka…..

Ada banyak peristiwa spektakuler yang harus mendapatkan perintah Yosua untuk mengalaminya, seperti misalnya menyeberangi sungai Yordan, sama-sama dengan peristiwa mengelilingi Yerikho ini:

  • Dalam penyeberangan sungai Yordan, Yosua harus memerintahkan para Imam ( Yos 3:8)
  • Dalam penyeberangan sungai Yordan,sama-sama ada Tabut perjanjian ( Yos 3:8)
  • Dalam penyeberangan sungai Yordan, sama-sama perjalanan yang ‘mustahil menurut kacamata manusia’ – menyeberangi Sungai Yordan dengan mengalahkan Yerikho..!!

Namun pada peristiwa menyeberangi Yordan tidak digunakan kata YOSUA BIN NUN, cukup Yosua saja, namun mengapa pada hari pertama mengelilingi Yerikho ini ( hanya hari pertama saja) muncul kata Yosua bin Nun !!

Dalam seluruh kitab Yosua, pribadi Yosua muncul sebanyak 160 kali, dan hanya 10 diantaranya yang menyebut nama Yosua secara lengkap sebagai Yosua bin Nun. Dan dalam perjalanan berperang ataupun dapat dikatakan perjalanan untuk menduduki Kanaan ( jadi tidak termasuk membagi tanah Kanaan- murni hanya urusan perjalanan peperangan) , hanya 3 kali nama Yosua muncul sebagai Yosua bin Nun, yaitu 2 kali pada peristiwa pengutusan dua pengintai yang sudah kita bahas di atas, dan satu kali pada peristiwa mengelilingi tembok Yerikho ini dan hanya pada hari Pertama saja, saat akan memulai mengelilingi tembok itu.

Mengapa pada peristiwa tembok Yerikho ini, perlu muncul nama resmi, nama lengkap, yaitu Yosua bin Nun?

Untuk memanggil  para imam melakukan tugas yang tampaknya aneh itu, Yosua perlu kewibawaan tersendiri. Dia perlu mengatakannya dengan yakin, dia perlu membuat orang-orang yang diajaknya itu tidak banyak bertanya mengapa begini, mengapa begitu, tidak banyak protes ‘mengapa aneh begini, apa bisa trik semacam ini’ , tidak banyak logika ini itu, tetapi SEGERA TAAT, SEGERA MELAKUKAN DENGAN KETAATAN MUTLAK.

Jika para imam taat, maka rakyat pembawa senjata akan ikut. Walaupun barisan bersenjata ada di depan imam pembawa sangkakala dan imam pembawa tabut Allah, namun demikian yang harus taat berdiri, sigap dan siap haruslah PARA IMAM.

Maka yang dipanggil lebih dulu oleh Yosua bukan rakyat pembawa senjata, walau mereka barisan terdepan, tetapi harus para IMAM pembawa tabut Allah dan pembawa tabut Allah-lah yang dipanggil lebih dulu

Yosua butuh wibawa ilahi. Dia butuh seorang Yosua bin Nun, yang diurapi oleh Tuhan untuk melakukan tugas ini.

Untunglah Yosua sudah berjumpa Panglima Balatentara Tuhan sebelum menghadapi kota Yerikho ini.

Jika Yosua sendiri sudah tenang hati, sudah kuat hati, sudah beriman dan percaya, sudah mantap, sudah tidak ragu dan kecut hati, maka selepas dari perjumpaan dengan Panglima Balatentara Tuhan itu ( Yos 5: 13-15) Yosua dapat berdiri sebagai Yosua bin Nun, yang berwibawa, yang perkataannya meyakinkan, yang mengatakan kalimat perintah ini itu dengan intonasi bebas dari keraguan, dan bahkan dengan wajah berani, wajah bersemangat, wajah dengan tatapan tajam, tidak tertunduk malu, ataupun wajah stress.  Semuanya karena sang panglima perang si Yosua (gentar) ini sudah lebih dulu mengalami berjumpa dengan Panglima Balatentara Tuhan yang penuh keberanian.

Generasi Yosua akhir zaman adalah generasi yang berwibawa karena mereka disertai oleh Panglima Balatentara Tuhan, diurapi oleh Tuhan dan juga karena mereka telah menabur ketaatan mereka pada pemimpin di atas mereka  sehingga mereka menjadi pemimpin yang menuai wibawa ilahi pada orang yang dipimpinnya di masa yang kemudian.

Pengurapan yang diterima Yosua telah di bahas di kartu UNGU 4, yaitu penuh dengan roh, didapati Yosua dari pergaulannya dengan Tuhan, dan roh kebijaksanaan didapati Yosua dari penumpangan tangan oleh Musa ( kemungkinan di Gunung Nebo), dan juga didapat dari perjumpaan Yosua dengan Panglima Balatentara Tuhan yang tadi sudah kita bahas bersama.

 

 

 

 

 

GAYA BICARA YOSUA SEBAGAI SEORANG PEMIMPIN

Dalam 5 kitab Musa, hanya tercantum 3 kalimat yang pernah muncul dari bibir Yosua.

 

Tiga Kalimat Yosua yang tercatat dalam kitab Keluaran, Bilangan dan Ulangan, serta kitab Yosua , menunjukkan perkembangan kepribadian/ karakternya:

 

Apakah Yosua ini sesosok orang yang pendiam, sehingga hanya 3 kali dicatat dia berbicara dalam kitab Keluaran, Bilangan dan Ulangan?

Perhatikanlah 3 ayat ini:

  • Keluaran 32:17 Ketika Yosua mendengar suara bangsa itu bersorak, berkatalah ia kepada Musa:

“Ada bunyi sorak peperangan kedengaran di perkemahan”

Kalimat pertama yang dicatat keluar dari bibir Yosua ini adalah kalimat yang mengesankan Yosua sebagai sesosok orang muda yang sok tahu. Dia tidak tahu menahu bila tadi di gunung Sinai itu, Tuhan telah memberi tahu Musa apa yang sementara terjadi pada bangsa itu di perkemahan, jauh di bawah gunung itu. (Kel 32:7-8) Pada saat mendengar suatu suara, Yosua bukannya bertanya pada Musa, malahan memberi komentar yang sok tahu, kemungkinan juga karena pikiran dan hati Yosua selalu mengarah kepada peperangan, dan itulah sebabnya dia mengira itu suara peperangan. Namun Musa telah tahu itu suara apa sebenarnya.

  • Bilangan 11:28 Maka menjawablah Yosua bin Nun, yang sejak mudanya menjadi abdi Musa

“Tuanku Musa, cegahlah mereka !”

Tadinya Yosua muda adalah seorang yang terlalu cepat dengan ucapannya, sehingga Musa menegur dia. Terbukti laporan bukan ditujukan kepada Yosua, tetapi kepada Musa, namun serta-merta Yosua menjawab, dan menimpali dan memotong pembicaraan orang, dengan lancang, tidak sopan, tidak pantas, dan kalimatnya pun tidak tepat.

 

Amsal 10: 19 Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.

Namun dengan berjalannya waktu, setelah Yosua tidak meninggalkan Kemah Pertemuan, dan setelah  Yosua mendapat teguran Musa dengan keras, maka Yosua menata diri, tidak pernah lagi tercatat ucapannya yang sok tahu dan sembarangan, melainkan ucapannya berubah menjadi ucapan penuh iman.

  • Bil 14;6-10Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyuakkan pakaiannya, dan berkata kepada segenap umat Israel:

“Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. Jika Tuhan berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimah-limpah susu dan madunya. Hanya , janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri tiu, sebab mereka akan kita telan habis, Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka.”

 

Ups ! Yosua ternyata bukan orang yang pendiam !

 

Bukan semata-mata karena Yosua hanya seorang abdi, seorang hamba, maka kata-katanya, ucapannya jarang dicatat, justru di 3 perkataan  tersebut 2 perkataan diantaranya menyebutkan kata-kata Yosua sebagai seorang abdi Musa, dan hanya 1 peristiwa saja yang menuliskan perkataan Yosua sebagai seorang pengintai.

Kalau memang profesinya sebagai seorang abdi/pelayan Musa membuat kata-katanya tidak perlu dicatat, justru kalimat sok tahu saat turun dari gunung Sinai, yang saya rasa adalah kalimat yang ‘kurang penting’ , dicatat oleh Alkitab.  Tentu saja itu pandangan saya pribadi. Tetapi saya salah, ternyata  Alkitab tidak pernah iseng mencatat kata-kata yang perlu di catat atau kata-kata yang tidak perlu dicatat. Alkitab memiliki pesan-pesan tersembunyi di dalam semuanya itu. Kalimat yang bagi kita kurang penting, Alkitab memiliki kode rahasia di balik penulisan kalimat-kalimat, bahkan setiap titik koma tidak akan dilewatkan oleh Yesus. Dari kalimat yang tampaknya kurang penting itu kita jadi tahu bahwa Yosua sangat terobsesi dengan peperangan, dan Yosua mengalami perubahan karakter dari si anak muda yang sok tahu menjadi anak muda yang dibentuk dari sifat-sifat buruknya sampai menjadi seorang anak muda yang kalimatnya penuh iman, bahkan sampai menjadi pemimpin yang luar biasa.

 

Yosua seorang abdi, 3 kalimatnya dicatat. Dua kalimat adalah kalimat sok tahu dan teledor,  setelah ditegur, dan tidak lama kemudian muncul kalimat iman. Lama tidak tercatat kata-kata apa pun dari Yosua, sampai akhirnya dia menjadi pemimpin baru kita tahu ternyata Yosua bukan seorang pendiam. Dia orang yang tidak pelit bicara sebenarnya.

 

Sedangkan setelah menjadi pemimpin, di kitab Yosua sedikit-dikitnya ada 45 ayat yang membahas bahwa Yosua tidak pelit bicara

 

Tetapi nanti di kitab Yosua , frase ‘Yosua berkata’: ada 10 ayat , Yos 3:6, 4:5, 6:8, 6:22, 24:19, 3:6, 4:5, 6:8, 6:22, 24:19

Frase ‘berkatalah Yosua’ : ada 28 ayat, Yos 1:12, 3:5, 3:9, 6:16, 7:7, 7:19, 7:25, 10:18, 10:22, 10:25, 17:17, 18:3, 24:2, 24:22, 1:12, 3:5, 3:9, 6:16, 7:7, 7:19, 7:25, 10:18, 10:22, 10:25, 17:17, 18:3, 24:2, 24:22,

Yosua memberi perintah: Yos 1:10

Yosua memerintahkan , ada 6 ayat Yos 4:17, Yos 8:29, Yos 18:8, Yos 4: 17, Yos 8:29, Yos 18:8.

Semua kalimat Yosua berkata, Berkatalah Yosua, Yosua memberi perintah, Yosua memerintahkan, semuanya tertulisnya di Kitab Yosua, notabene, setelah Yosua jadi pemimpin.

 

Kesimpulan kita:

 

Jangan salah duga, jangan salah kira bahwa  Yosua adalah orang yang sangat pendiam dan tidak banyak bicara, pelit dengan kata-kata, seorang pemendam rasa, Cuma mengekor orang lain saja dan tidak punya pendirian.

 

Tetapi ternyata tidak, karena kalimat ketiga  yang diucapkan Yosua yang tercatat dalam Alkitab adalah kalimat dimana Yosua bersama Kaleb menyatakan iman mereka, prinsip mereka, harapan mereka, keteguhan hati mereka, kata-kata kekuatan mereka kepada seluruh bangsa. Namun sayangnya telinga bangsa Israel lebih mempercayai kata kata pesimistis dari 10 pengintai lainnya yang tidak punya iman dan pengharapan di dalam kekuatan kuasa Tuhan.

 

Juga ternyata Yosua bukan orang pendiam, karena di kitab Yosua dia banyak berkata-kata-banyak memberi perintah, mengatur, memberi keputusan, dll. Dia bukan orang pendiam.

 

Lantas mengapa di kitab Keluaran, Bilangan dan Ulangan, hanya 3 kalimat saja ucapan dari Yosua yang tercatat?- satu kalimat sok tahu, satu kalimat teledor, dan satu lagi kalimat iman?

 

Karena saya yakin bahwa Yosua orang yang belajar banyak dari kesalahannya di masa lalu, manakala dia ditegur oleh Musa, dia langsung bertobat. Cukup sekali teguran, tidak perlu berulang-ulang dan berkali-kali, cukup sekali teguran saja.  Yosua orang yang rela diajar dan cepat bertobat, rela ditegur dan cepat memperb aiki kelakuannya yang salah, sikap hatinya yang tidak benar.

 

Dia menjadi pribadi yang banyak berdiam diri, merenung, taat, meredam ego, menyerap sebanyak mungkin, bersekutu dengan hadirat Tuhan, dan tidak menonjolkan diri, membunuh ambisius negatif, mencoba mendukung siapa pun pemimpin, entah itu Musa, entah itu Imam Eleazar, entah itu Pinehas, entah itu Imam Harun ataupun Miryam, entah itu pemimpin suku, entah itu Kaleb yang mewakili suku Yehuda, dll Tidak mengkritik mereka, mengatur berlebihan, ataupun mencoba memberi pendapat ini itu. Dia banyak berdiam, melakukan tugasnya sebagai abdi Musa, bekerja di balik layar, tidak banyak bicara, walaupun dia BUKAN SEORANG PENDIAM.

 

Nanti waktu dia menjadi pemimpin, barulah dia berkata-kata. Itupun dapat kita chek di Alkitab, semua kata-katanya berkualitas, terkait dengan tugasnya, wewenangnya, dan bagaimana dia mengatur, menegur, memimpin, memberi semangat pada bangsa Israel dan menyatakan komitmennya untuk menyembah Tuhan, ia dan seisi keluarganya.

Semua kata-katanya padat berisi, tidak boros, tidak sembarangan, dan tidak ada ego yang tercermin dari kalimat-kalimatnya.

 

Inilah Yosua yang mau dibentuk dan diajar, dilatih dan dipersiapkan oleh Tuhan. Dia mengalami pertumbuhan imannya kepada Tuhan. Iman seseorang tidak dapat ditutup-tutupi karena terpancar dari apa yang dia katakan, karena semua yang keluar dari mulut yang berupa perkatan adalah meluap dari perbendaharaan hatinya.

 

Dan inilah yang dilakukan Yosua dalam kepemimpinannya, bagaimana sebagai seorang pemimpin dia harus berkata-kata:

  • PERKATAAN PEMIMPIN YANG TELAH MEMETIK PELAJARAN BERHARGA DARI PENGALAMAN DI MASA LAMPAU BAGAIMANA KEGAGALAN BANGSA ISRAEL ADALAH KARENA PERKATAAN MEREKA YANG DIKUASAI OLEH LIDAH YANG MENGGEMAKAN KEMATIAN – BUKAN MENGGEMAKAN KEHIDUPAN- SEHINGGA YOSUA MELATIH BANGSA ISRAEL UNTUK BERUBAH SIFAT.

Jangan sampai mereka mengomel, menggerutu, banyak cakap, banyak omong, bisa bahaya jika Tuhan murka, jadi lebih baik mereka diam, dilatih untuk diam, dilatih untuk mengalami Tuhan dalam perenungan, bukan dengan cara banyak bicara, hanya boleh buka mulut saat bersorak saja, yaitu sorakan kemenangan. Taat mutlak. Termasuk saat perintah-Nya terasa aneh dan tidak masuk di akal sehat. Mana bisa tembok runtuh hanya dengan cara keliling-keliling seperti itu. Mustahil. Nah khusus pada bagian ini, kita harus seteliti mungkin. Tuhan tidak pernah memerintahkan Yosua untuk menyuruh bangsa itu diam, kecuali saat bersorak, tetapi ini murni perintah Yosua pada bangsa itu ( perhatikan Yosua 6:2-5 bandingkan dengan Yosua 2: 10)

Yosua tahu dan tahu pasti, gerutuan mereka, omelan mereka, perkataan tidak percaya mereka, gosip dan kabar buruk di antara mereka, rasa tidak percaya yang dikatakan, kecurigaan terhadap Tuhan yang terungkap keluar…semuanya itu jika tidak diberantas dari awal akan meruntuhkan kemenangan yang sudah Tuhan janjikan. Bukannya tembok Yerikhonya yang runtuh, malah kemenganan mereka yang runtuh.

Yosua sudah tahu dengan jelas bahwa persungutan, dan sikap hati yang salah dari bangsa Israel yang selalu melihat ke belakang, melihat ke ‘mesir’ masa lalu mereka-lah, yang membuat mereka satu pun tak ada yang dapat masuk Kanaan, kecuali anak-anak mereka, dia dan Kaleb bin Yefune sahabatnya.

Dan Yosua sudah tahu anak-anak yang dia pimpin sekarang ini adalah generasi yang dididik dengan cara yang salah oleh orang tua mereka. Tiap hari mereka mendengar gerutuan dari orang tua mereka, omelan, pemberontakan, menjelekkan pemimpin, menantang Tuhan, tidak pernah mengucap syukur, tidak pernah percaya, melainkan selalu curiga kepada Tuhan.

Jadi Yosua tidak menunggu keruntuhan kemenangan itu sejak awal hari pertama, melainkan sebelum mereka berangkat pada langkahpertama , di hari itu juga, Yosua bin Nun ini memberi penegasan untuk bangsa Israel berhati-hati dengan ucapan mereka, mulut mereka, lidah mereka, sikap hati mereka. Boleh buka mulut, hanya saat bersorak, hanya pada saat menyerukan kemenangan, hanya pada saat meneriakkan iman. Selebihnya tutup mulut, jaga hati, jaga sikap, nantikan Tuhan.

Tuhan tidak perintahkan hal itu sebagai petunjuk, tetapi Yosua bin Nun berimprovisasi karena memetik pelajaran yang mahal harganya di padang gurun selama 40 tahun belakangan ini, semahal harga nyawa jutaan orang yang mati diantara padang belantara itu.

Tuhan tidak perlu mengatakan itu pada Yosua, karena Tuhan tahu Yosua tahu apa yang harus dia lakukan sebagai seorang pemimpin bangsa model beginian.

Hal ini telah dibahas di kartu Jingga 4; rela diajar/rela belajar, di mana Yosua belajar dari pengalaman masa lalu untuk menjadi pembelajaran di masa sekarang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Ungu 6
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam kesucian ( i tim 4:12 )
YOSUA SEORANG YANG Bertumbuh dalam iman.
DEFINISI Bertumbuh dalam iman adalah iman yang terus semakin lama semakin besar dan semakin berbuah lebat. Efesus 4;13, Kolose 2:7.
AYAT PENDUKUNG Yosua 5: 13-15
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Iman Yosua terus bertumbuh , itu terlihat dari kata-kata yang dicatat dalam Alkitab. II Kor 4:13
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo terus bertumbuh dalam iman, dan pengenalan akan Tuhan
PROPERTY YANG DISARANKAN Sebuah pot dengan tanaman.
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Beberapa tokoh Yosua dalam beberapa pose : pose 1; mengatakan kalimat sok tahu kepada Musa ( dua orang pemeran)

Pose 2; ( oleh orang ketiga dan keempat) mengatakan kalimat protes pada Musa

Pose 3; (oleh orang ke lima) mengatakan kalimat iman kepada bangsa Israel – bisa disertai beberapa orang Israel sebagai pendengarnya.

Mimik muka dan bentuk bibir  mereka saat adegan diorama ini, sangat mempengaruhi pose ini.

3 pose tersebut sebagai background, sedangkan di depan mereka terlihat sisa orang lainnya yang sedang menunjuk pada pot dan tanaman yang bertumbuh.

KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Iman Yosua terus bertumbuh , itu terlihat dari kata-kata yang dicatat dalam Alkitab, dari kalimat pertama :yang tadinya tidak peka akan Tuhan ( mengira suara ribut di perkemahan adalah suara peperangan- padahal itu suara orang-orang yang sedang menyanyi-nyanyi menari-nari di depan patung lembu emas), kalimat kedua adalah kalimat yang dipenuhi rasa iri ( saat peristiwa Eldad dan Medad) , kemudian setelah ditegur Musa, iman Yosua terus bertumbuh dalam Tuhan, sehingga saat dia menjadi pengintai , dia pulang dengan mengatakan kalimat iman. Sejak itu dan seterusnya Yosua sebagaian besar mengatakan kalimat penuh iman ( kecuali saat Yosua mengalami kekalahan dalam peristiwa kota Ai- terkadang iman seseorang memang mengalami naik turun, namun Tuhan ingin kita terus mengalami pertumbuhan). Imannya terus bertumbuh.

 

 

 

 

  • PERKATAAN NUBUATAN YANG DIGENAPI

I  Raja 16: 34  Pada zamannya itu Hiel, orang Betel, membangun kembali Yerikho. Dengan membayarkan nyawa Abiram, anaknya yang sulung , ia meletakkan dasar kota itu, dan dengan membayarkan nyawa Segub, anaknya yang bungsu , ia memasang pintu gerbangnya, sesuai dengan firmah Tuhan yang diucapkan-Nya dengan perangtaraan Yosua bin Nun

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Merah 3
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam  perkataan ( i tim 4: 12)
YOSUA SEORANG YANG Mengatakan nubuatan.
DEFINISI Mengatakan nubuatan adalah mengatakan apa yang akan Tuhan lakukan di kemudian hari, sebelum hal itu terjadi pada masa sekarang
AYAT PENDUKUNG Yos 6: 26,

I  Raja 16: 34

AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua mengatakan kata-kata nubuatan yang ternyata digenapi di zaman raja Ahab, yang hidup di zaman yang berbeda bertahun-tahun kemudian
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo mengejar karunia bernubuat. ( I Kor 14:1)
PROPERTY YANG DISARANKAN Saputangan
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN I Raj 16: 34 Hiel menangis dan menghapus air matanya dengan saputangan, saat di sampingnya ada mayat anak sulungnya dan anak bungsunya.
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Yosua memiliki karunia bernubuat, karena saat dia berkata bahwa orang yang membangun kembali tembok Yerikho, anaknya yang sulung dan bungsu akan mati, itu benar-benar terjadi berpuluh-puluh tahun kemudian. Ayo meminta kepada Tuhan karunia bernubuat, karena nubuatan itu dapat membangun , menasihati dan menghibur ( I Kor 14:3)

 

 

 

 

 

  • PERKATAAN IMAN YANG BERKUASA

Yosua 10: 12-14

Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel ; ia berkata di hadapan orang Israel;

“Matahari, berhentilah di tas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!”

Maka berhentilah matahari dan bulan pun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya.

Bukankah hal itu telah tertulis dalam kitab Orang Jujur?

Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat termenam kira-kira sehari penuh.

Belum pernah ada hari seperti itu, baik dahulu maupun kemudian, bahwa TUHAN mendengarklan permohonan seorang manusia secara demikian, sebab yang berperang untuk orang Israel ialah Tuhan.

Perhatikan di sini: Alkitab memberi komentar bahwa ini adalah “permohonan seorang manusia”, tetapi nada bicara dan kata-kata Yosua bukan seperti orang memohon-mohon- seperti semacam ini “Mohon Tuhan…oh tolong Tuhan…hentikan matahari…please…!!”

Tetapi sebuah kalimat doa yang berkuasa. Kata-kata iman yang dilontarkan dengan  keyakinan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Merah 4
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam perkataan ( i tim 4:12 )
YOSUA SEORANG YANG Memiliki iman yang dikatakan, yaitu iman yang memindahkan gunung
DEFINISI Iman yang memindahkan gunung adalah iman yang sanggup melakukan perkara-perkara yang dahsyat/ mustahil menjadi tidak mustahil. Ketika iman semacam ini dikatakan dengan sungguh-sungguh, percaya dan tidak bimbang, maka akan terjadi perindahan gunung itu. Matius 21:21. Inilah yang terjadi dengan Elia, Yak 5:17, kuncinya adalah bersungguh-sungguh.
AYAT PENDUKUNG Yosua 10: 12-14
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Iman Yosua semakin lama semakin besar sampai –sampai lewat imannya, Matahari dan Bulan sanggup berhenti bergerak. Iman Yosua ini dikatakan/ diucapkan dengan percaya dan tidak bimbang.
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo miliki iman yang memindahkan gunung, dan katakanlah dengan percaya dan tidak bimbang
PROPERTY YANG DISARANKAN Gambar matahari dan gambar bulan. Alat-alat perang (pedang-tombak-perisai, dll)
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Yosua berkata ( mulutnya terbuka lebar, dengan wajah yakin) , telunjuk kanan dan kiri menunjuk pada bulan dan matahari. Gambar bulan dan matahari dipegang oleh 2 anak lain. Sisanya yang lainnya ada yang bengong melihat ke arah Matahari dan Bulan, ada juga yang terus berperang, terlihat mereka menusuk/memanah/menyerang musuh. Musuh tidak terlihat/tidak diperankan ( hanya di udara saja), Semua yang berperang terliat ke berbagai penjuru di sekitar Yosua. Yosua terlihat di sentral/tengah bagian paling belakang.
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Mujizat paling spektakuler pada nabi-nabi adalah di zaman Yosua ini, di mana matahari dan bulan pun sampai berhenti bergerak. Iman Yosua adalah iman yang sanggup melakukan perkara yang mustahil menjadi tidak mustahil. Tuhan sanggup menjawab doa yang lahir dari iman raksasa, karena Tuhan sendiri yang menciptakan Matahari dan Bulan. Selama Yosua percaya apa yang dia imani, dia tidak ragu-ragu akan kesanggupan Tuhan, maka doanya berkuasa. Kata-kata imannya terjadi.

 

 

  1. PERKATAAN MOTIVASI YANG MEMBANGUN DAN MEMBANGKITKAN

Yosua 10: 24-25

Setelah raja-raja itu dikeluarkan dan dibawa kepada Yosua, maka Yosua pun memanggil semua orang Israel berkumpul dan berkata kepada pra panglima tentara, yang ikut berperang bersama-sama dengan dia:

”Marilah dekat, taruhlah kakimu ke atas tengkuk raja-raja ini.”

Maka datanglah mereka dekat dan menaruh kakinya ke atas tengkuk raja-raja itu.

Lalu berkatalah Yosua kepada mereka :

”Janganlah takut dan janganlah tawar hati, kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab secara itulah akan dilakukan TUHAN kepada semua musuhmu, yang kamu perangi.”

Perhatikan di sini, Yosua yang tadinya selalu dikuatkan, kini kata-katanya menguatkan orang lain. Yosua yang tadinya disemangati, kini kata-katanya menyemangati orang lain.

Kata-kata lain yang menguatkan oleh Yosua kepada bangsa Israel juga dicatat di

Yosua 17:18 Sebab kamu akan menghalau orang Kanaan itu, sekalipun mereka mempunyai kereta besi dan sekalipun mereka kuat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Merah 5
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam perkataan ( i tim 4:12 )
YOSUA SEORANG YANG Perkataannya adalah perkataan yang membangun.
DEFINISI Perkataan yang membangun adalah perkataan yang membuat orang bertumbuh dan berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan
AYAT PENDUKUNG Yosua 10: 24-25

Yosua 17:18

AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Perkataan Yosua menguatkan bangsa Israel dalam peperangan yang selanjutnya.
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo mengatakan kalimat-kalimat yang menyemangati orang lain, membangun, menguatkan dan menghiburkan.
PROPERTY YANG DISARANKAN Tulisan : Ayo, kamu pasti bisa !
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Yosua memegang tulisan Ayo kamu bisa dan menunjukkan tulisan itu pada bangsa Israel.
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Perkataan Yosua adalah perkataan yang membangun. Pada saat bani Yusuf datang pada Yosua dan mengatakan bahwa mereka tidak puas terhadap pembagian tanah yang diundikan bagi mereka, maka Yosua mengatakan bahwa

kamu akan menghalau orang Kanaan itu, sekalipun mereka mempunyai kereta besi dan sekalipun mereka kuat.

Perkatan Yosua memberi semangat pada mereka, bahwa mereka mampu mengalahkan musuh.

 

 

  1. PERKATAAN YANG BERWIBAWA KARENA LAHIR DARI TELADAN HIDUP

Yosua 24: 15

Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Egrat, atau allah orang Amori yang mengerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Merah 6
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam perkataan ( i tim 4:12 )
YOSUA SEORANG YANG Perkataannya adalah perkataan yang lahir dari teladan hidup.
DEFINISI Perkataan yang  lahir dari teladan hidup adalah perkataan yang tidak sekedar perkataan yang baik saja, tetapi apa yang dikatakan itu benar-benar sudah dilakukannya secara pribadi
AYAT PENDUKUNG Yosua 24:15
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Perkataan Yosua lahir dari apa yang sudah dia teladankan dalam hidupnya.
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo jangan sekedar pandai bicara, tetapi usahakanlah mengatakan /mengajarkan apa yang kita sendiri lakukan dalam hidup kita, sehingga perkataan kita mengandung teladan hidup di dalamnya.
PROPERTY YANG DISARANKAN Alkitab
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Yosua dikelilingi anak dan isterinya, sedang membawa Alkitab, dan memuji Tuhan bersama.
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Saat itu bangsa Israel dikawatirkan akan ikut-ikutan menyembah berhala, maka sebelum Yosua mati, dia menantang bangsa Israel untuk mereka mau menyembah siapa, menyembah Tuhan atau berhala ?

Kalimat dalam Yosua 24:15

Adalah kalimat yang sangat terkenal, karena pada kalimat yang luar biasa ini, Yosua memberi teladan yang baik. Dia tidak sekedar berkata-kata tetapi juga melakukannya dalam keluarganya.

Ayo jangan Cuma pandai bicara, tetapi hidup kita harus jadi contoh buat adik-adik, teman-teman- bahkan jadi contoh buat orang yang lebih tua dari kita. ( I Tim 4: 12)

 

 

 

  1. PERKATAAN YANG KEBAPAKAN DARI FIGUR PEMIMPIN YANG BERHATI GEMBALA

Saat Akhan didapati berbuat dosa, apa yang dikatakan Yosua kepadanya?

Yosua 7:19

Anakku, hormatilah TUHAN Allah Israel, dan  mengakulah di hadapan-Nya; katakanlah kepadaku apa yang kauperbuat, jangan sembunyikan kepadaku.

 

Ternyata Musa tidak pernah berkata kepada bangsa Israel dengan sebutan Anakku..tetapi Yosua punya gaya kepemimpinan yang berbeda, ketika dia menegur seorang Akhan, dia menegur dengan kasih, dia memperlakukan Akhan sebagai anaknya, di sinilah fathership-nya jalan. Sebuah hati bapa/bapak/ayah dari seorang pemimpin.

Kita juga jumpai  jiwa kebapakan dari tokoh –tokoh Alkitab terkenal lainnya, seperti:

  1. Yusuf; yang dianggap seperti ayahnya sendiri oleh Firaun (Kejadian 45:8)
  2. Elia kepada Elisa, Elisa memanggil Elia Bapa ( 2 Raj 2:12)
  • Boaz memanggil Rut sebelum jadi isterinya ,anakku ( Rut 2:8)
  1. Daud memanggil anak buahnya yang mengikutinya sejak di gua Adulam, dengan sebutan anak-anak. Mazmur 34:12

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Merah 7
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam perkataan ( i tim 4:12 )
YOSUA SEORANG YANG Perkataannya adalah perkataan yang menegur dengan kasih
DEFINISI Perkataan yang  menegur dengan kasih  adalah perkataan yang  pada saat menegur tidak dengan kasar, menyerang pribadi orang yang ditegur, atau menyakitkan, karena semuanya itu dilandasi dengan kasih.
AYAT PENDUKUNG Yosua 7:19
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Perkataan Yosua saat menegur Akhan adalah perkataan yang menegur dengan penuh kasih.
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo belajar menegur dengan penuh kasih. Pada saat menegur jangan kasar, jangan menyakiti, tetapi harus dilandasi dengan kasih.
PROPERTY YANG DISARANKAN Stiek gambar hati dari kecil sampai besar, yang seakan-akan bertaburan-keluar dari bibir Yosua.
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Yosua tampak sedang berbicara dengan Akhan. Akhan terlihat berdiri tertunduk. Yosua berkata-kata sambil memegang pundak Akhan/merangkulnya. Orang lain memegang stiek gambar hati yang keluar dari bibir Yosua , gradasi dari bibir kecil sampai ke besar. ( jumlah stiek bebas)
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Bangsa Israel kalah berperang melawan kota Ai yang sebenarnya kota yang lebih kecil dibandingkan Yerikho. Yosua tadinya tidak tahu kalau kekalahan ini adalah karena ada orang Israel yang melanggar perintah Tuhan saat menyerang Yerikho. Akhirnya setelah diberitahu Tuhan, ketahuan Akhan-lah yang berdosa. Pada saat Yosua berkata-kata kepada Akhan, dia memanggil Akhan dengan sebutan’Anakku..’ Yosua menegur dengan penuh kasih, kata-katanya tidak kasar, kata-katanya penuh kasih.

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Hijau 4
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam kasih ( i tim 4:12 )

Kasih kepada manusia/kepada Akhan

YOSUA SEORANG YANG Yosua mengasihi Akhan, walaupun Akhan adalah penyebab kekalahan bangsa Israel melawan Ai. Ditunjukkan dari bagaimana cara Akhan mengegurnya, yaitu dengan kasih.
DEFINISI Mengasihi  adalah tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain (I Kor 13;5)
AYAT PENDUKUNG Yosua 7:19
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua tidak marah-marah kepada Akhan, dia memperlakukan Akhan dengan kasih, walaupun Akhan adalah penyebab kekalahan melawan Ai.
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo tinggalkan sifat pemarah.
PROPERTY YANG DISARANKAN Gambar silang, berwarna merah.
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Yosua tampak berkacak pinggang dengan mata melotot kepada Akhan yang tertunduk.

Di depannya tampak tanda silang berwarna merah dipegang anak lain.

KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Yosua tidak marah-marah pada Akhan. Akhan adalah orang yang menyebabkan bangsa Israel kalah melawan Ai, karena Akhan tidak taat kepada perintah Tuhan lewat Yosua. Akhan seorang yang serakah.  Dia menyembunyikan barang-barang yang harusnya tidak boleh diambil dari musuh. Tetapi saat Yosua berbicara pada Akhan, Yosua berbicara dengan penuh kasih kepadanya. Tidak dengan cara marah-marah.  Jika setelah itu Akhan dihukum memang sudah seharusnya seperti itu, agar murka Tuhan surut.

 

  1. PERKATAAN YANG MEMBERKATI SAAT ORANG LAIN DIBERKATI

Yos 14: 13

Kaleb adalah rekan daripada Yosua. Saat bertahun-tahun yang lalu, tepatnya sejak (45 tahun yang lalu. Perhitungan ini didapat dari usia Kaleb saat itu 85 tahun Dikurangi usia Kaleb saat jadi pengintai 40 tahun. 85-40 = 45. Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun, menjadi pengintai bersama-sama mengintai tanah Kanaan.

Pada waktu itu, mereka adalah teman. Yosua dari suku Efraim, dan Kaleb dari suku Yehuda. Namun bisa jadi Kaleb lebih tua, karena berdasarkan perhitungan umur, usia Kaleb saat keluar dari Mesir adalah 40-2 = 38, sedangkan Yosua sejak mudanya telah menjadi abdi Musa, bisa jadi usia Yosua kala keluar dari Mesir adalah 20 tahun. (Alkitab tidak mencatatnya, ini hanya prakiraan saya saja) Jadi bisa jadi selisih usia mereka adalah lebih kurang 18 tahun.

Ketika di Yosua 14, tibalah saatnya umat Israel membagi-bagi tanah Kanaan, maka Kaleb menagih janjinya , nubuatan Tuhan yang pernah disampiakan lewat Musa, pemimpin yang sebelumnya.

Apa yang dilakukan Yosua dalam hal ini?

Yosua mengucapkan kalimat berkat untuk Kaleb bin Yefune.

Pada saat itu, karena Yosua jadi pemimpin, Yosua mengalah, dia tidak mengambil bagian tanah itu sebagai  giliran yang pertama, melainkan setelah semua orang  dapat, Yosua mendapatkan yang paling belakangan, itu memang sudah menjadi prinsip Yosua untuk melepaskan hak dan mengalah.

Namun saat Kaleb meminta bagian duluan, dan itu memang haknya, Yosua memberkatinya. Yosua tidak pernah memaksa Kaleb untuk mendapatkan tanah belakangan, tidak, Yosua tidak menahan hak Kaleb.

Apakah kita bisa senang bila melihat orang senang? Apakah kita justru jengkel saat melihat orang lain senang? Apakah kita  ikut sedih saat orang lain menangis? Ataukah kita justru tertawa di atas penderitaan orang lain?

Roma 12:15

Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis !

Yosua ikut senang bila Kaleb senang, sedangkan untuk dirinya sendiri, dia tidak terlalu memusingkannya. Karena Yosua tidak egois.

Orang yang senang melihat orang lain senang adalah orang yang dengan mudah mengucapkan kata-kata berkat.

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Merah 8
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam perkataan ( i tim 4:12 )
YOSUA SEORANG YANG Perkataannya adalah perkataan yang memberkati
DEFINISI Perkatan yang memberkati adalah perkataan yang mengucapkan kata-kata yang baik tentang orang lain, mengharapkan yang terbaik terjadi pada orang lain, tidak dipengaruhi oleh keadaan apa yang sedang dialami secara pribadi oleh orang yang mengucapkan berkat itu.
AYAT PENDUKUNG Yos 14:13

Roma 12:15

AYAT MAS Roma 12:15
KETERANGAN TOKOH Yosua memberkati Kaleb bin Yefune.
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo memberkati orang lain di sekitar kita, apa pun keadaan kita.
PROPERTY YANG DISARANKAN Peta.
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Ada orang yang membentangkan peta. Sementara itu  Yosua menumpangkan tangan kepada Kaleb.
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Yosua berteman dengan Kaleb sudah lama sekali 45 tahun. Mereka berdua sangat kompak. Namun bisa jadi Kaleb jauh lebih tua. Mereka berdua adalah pengintai yang beriman, dan Tuhan sudah berjanji pada Kaleb dan Yosua bahwa mereka akan masuk ke negeri Kanaan dan akan memiliki tanah di sana. Setelah waktu berjalan selama 38 tahun berikutnya, setelah mereka jadi pengintai, banyak orang telah mati di padang gurun, tinggal mereka berdua dan anak-anak dari bangsa Israel itu, Akhirnya Yosua terpilih menjadi pengganti Musa, tetapi walaupun begitu Kaleb tidak iri karena dia tidak ditunjuk, demikian juga Yosua tidak menyombongkan diri pada Kaleb. Saat mereka selesai berperang , lebih kurang 7 tahun lamanya, kini tiba waktunya untuk membagi tanah Kanaan. Kaleb datang dan meminta pembagian tanah duluan, maka Yosua memberkati Kaleb. Yosua senang bila melihat Kaleb senang, walaupun Yosua sendiri menahan diri tidak mengambil tanah duluan, melainkan nanti saja kalau semua orang Israel sudah dapat tanah.

Ayo memberkati orang lain di sekitar kita, apa pun keadaan kita.

Tuhan senang kalau kita mau memberkati orang lain di sekitar kita, ikutlah senang bila ada orang lainsedang senang, dan ikutlah menangis bila ada orang yang sedih. Jangan dibalik, sedih bila orang lain senang, dan senang bila orang lain sedih.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kesimpulan perkataan Yosua adalah:

Generasi Yosua akhir zaman adalah generasi yang mengucapkan kata-kata iman, kata-kata kekuatan, kata-kata yang membangun,dan kata-kata penuh dengan percaya akan Tuhan, daya Tuhan, mujizat Tuhan.

 

 

KARAKTERISTIK PRIBADI  YOSUA SEBAGAI

SEORANG PEMIMPIN

Di semua pembahasan di atas , sudah nampak pribadi Yosua seperti apa, namun dari ayat-ayat yang ada di Kitab Yosua itu sendiri, masih ada banyak nampak karakteristik pribadi Yosua yang lain, yaitu, sbb;

  1. Salah satu karakter Yosua adalah: RAJIN
    1. Ayat yang menuliskan Yosua bangun pagi-pagi dituliskan sebanyak 4 kali dalam kitab Yosua, ini semua dalam rangka Yosua bangun pagi-pagi untuk siap berperang/siap melakukan tugasnya; Yosua 3:1, Yos 6:12, Yos 7:16, Yos 8:10
    2. Oleh karena itu saat Yosua mendapati suku yang protes karena tanah untuk mereka belum merupakan lahan yang siap ditinggali , dia mengatakan bahwa mereka jangan malas, mereka harus membuka lahan itu, mereka harus bekerja keras, Yos 18:3
    3. Sebelum berkata seperti itu, terlebih dahulu Yosua sudah memberi teladan dalam hidupnya.

Generasi Yosua adalah: Generasi yang rajin, bukan generasi pemalas. Kerajinan dilatih dari perkara kecil di keseharian di rumah. Kerajinan dilatih dari bangun pagi, dan kerajinan dilatih dari bagaimana menyelesaikan tugas dan tanggung jawab dengan baik.

 

 

 

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Jingga 4
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam tingkah laku ( i tim 4:12 )
YOSUA SEORANG YANG Yosua adalah seorang yang rajin bangun pagi
DEFINISI Rajin adalah melakukan tugas dengan rajin, tidak dengan suka menunda-nunda, terbukti setiap melakukan tugasnya, Yosua didapati selalu bangun pagi.
AYAT PENDUKUNG Yosua 3:1, Yos 6:12, Yos 7:16, Yos 8:10

Yos 18:3

AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua dicatat dalam Alkitab rajin bangun pagi, tercatat dalam 4 ayat. Saat Yosua melakukan tugasnya, dia bangun pagi. Sepertinya ini sudah menjadi gaya hidup Yosua.
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo rajin bangun pagi.
PROPERTY YANG DISARANKAN Jam dinding.  Pedang/tombak untuk para prajurit
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Yosua tampak membangunkan para prajurit yang sedang tidur sambil menyandang pedang, mereka dibangunkan untuk segera berangkat berperang. Yosua membangunkan sambil menujuk jam dinding.
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Yosua orang yang rajin bangun pagi, kerajinannya mungkin sudah telatih sejak dia menjadi abdi Musa. Saat bangsa Israel malas membuka lahan, Yosua menegur mereka agar mereka jangan malas. Ayo rajin bangun pagi, karena Tuhan senang memakai orang yang rajin.

6.       Bangun pagi untuk  dari Sitim (Yos 3:1),

7.       Bangun pagi untuk mengelilingi tembok Yerikho untuk hari pertama (Yos 6:12),

8.       Bangun pagi untuk memeriksa siapa yang berbuat dosa (Yos 7:16) dalam peristiwa Akhan,

9.       Bangun pagi untuk Yos  8:10 Yosua segera menyerang Ai untuk kedua kalinya.

 

KODE WARNA DAN ANGKA Jingga 5
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam tingkah laku ( i tim 4:12 )
YOSUA SEORANG YANG Yosua adalah seorang yang tidak suka menunda-nunda.
DEFINISI Tidak suka menunda-nunda adalah melakukan dengan segera tepat pada waktunya.
AYAT PENDUKUNG Yosua 3:1, Yos 6:12, Yos 7:16, Yos 8:10
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua dicatat dalam Alkitab adalah orang yang tidak suka menunda-nunda, selalu pada pagi hari Yosua bangun untuk segera melakukan perintah Tuhan kepadanya.
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo jadi orang yang tidak suka menunda-nunda.
PROPERTY YANG DISARANKAN Selimut . Alat perang Yosua.
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Tampak banyak orang masih tidur dengan selimut, sedangkan Yosua sudah bangun dan bersiap membawa alat-alat perang.
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Yosua orang yang tidak suka menunda-nunda. Saat hari ini Tuhan berfirman , untuk besok Yosua harus melakukan sesuatu, besoknya Yosua langsung bangun pagi untuk melakukan dengan segera.

10.   Segera berangkat dari Sitim (Yos 3:1),

11.   Segera mengelilingi tembok Yerikho untuk hari pertama (Yos 6:12),

12.   Segera memeriksa siapa yang berbuat dosa (Yos 7:16) dalam peristiwa Akhan,

13.    Yos  8:10 Yosua segera menyerang Ai untuk kedua kalinya.

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA  Hijau 5
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam kasih ( i tim 4:12 )

Kasih kepada sesama/ kepada bangsa Israel

YOSUA SEORANG YANG Mengasihi bangsa Israel, yang ditunjukkan dengan berani menegur suku-suku yang malas
DEFINISI Di dalam kasih yang sejati ada unsur teguran yang nyata-nyata

Tanpa teguran, maka kasih itu menjadi  kasih yang tersembunyi.

Kasih adalah juga menegur dengan nyata.

AYAT PENDUKUNG Yos 17: 14-18, Yos 18:3
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua menegur suku-suku yang malas untuk berperang dan membuka lahan/hutan
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo belajar mengasihi sesama, karena ketika kita mengasihi sesama, kita berani menegur demi kebaikan mereka.
PROPERTY YANG DISARANKAN Gergaji ( hati-hati- beli yang plastik saja)
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Yosua mengacungkan gergaji untuk menegur bangsa Israel yang malas membuka lahan/hutan
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Yosua mengasihi bangsa Israel, sehingga dia berani menegur suku-suku yang malas berperang dan malas membuka hutan.

Ayo belajar mengasihi sesama, karena ketika kita mengasihi sesama, kita berani menegur demi kebaikan mereka.

 

 

 

 

  1. Salah satu karakter Yosua adalah rendah hati
    1. Walaupun anak muda berpotensi ( terbukti berhasil memimpin perang melawan Amalek) dia tidak gengsi saat menjadi abdi Musa)
    2. Walaupun dia termasuk dalam dua pengintai yang dibela Tuhan, dia tidak sombong
    3. Walaupun dia termasuk dalam dua pengintai yang terbukti di tahun ke 40, tercatat bertahan bersama Kaleb bin Yefune, dia tidak sombong.
    4. Walaupun dia terpilih menjadi pengganti Musa , dia tidak sombong, tidak banyak bicara.
    5. Saat bertemu Panglima Balatentara Tuhan, Yosua langsung bersujud menyembah
    6. Selalu yang diandalakan Yosua adalah Tuhan, bukan kehebatan dirinya, atau catatan kemenangannya dalam peperangan. Yos 10:25, Yos 23:1, Yos 3:5, Yos 10:42, Yos 6:16.
    7. Yos 7:9 yang dipusingkan Yosua dalam kasus kekalahan melawan kota Ai adalah nama Tuhan, bukan namanya.

Bisa jadi Yosua sangat belajar dari kesalahan Musa dan Harun, yang pernah terjadi dan dapat kita baca di Bilangan 20:2-13

Generasi Yosua adalah: Generasi yang rendah hati, tidak sombong, selalu tahu bahwa semua adalah karena anugrah dari Tuhan. Orang yang rendah hati akan selalu mengandalakan Tuhan, orang yang rendah hati akan selalu mengembalikan kemuliaan hanya bagi Tuhan, karena dia menyadari bahwa dia hanya sebagai alat di tangan Tuhan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Kuning 3
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam kasih ( i tim 4:12 )

Kasih kepada Allah

YOSUA SEORANG YANG Mengasihi Tuhan, karena dia selalu mengembalikan segala kemuliaan bagi Tuhan.
DEFINISI Mengembalikan segala kemuliaan bagi Tuhan adalah mengakui bahwa semua pencapaian itu adalah karena Tuhan, bukan karena kehebatan dirinya. Kasih adalah tidak memegahkan diri dan tidak sombong ( I Kor 13:4)
AYAT PENDUKUNG Yos 10:25, Yos 23:1, Yos 3:5, Yos 10:42, Yos 6:16.
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua adalah pribadi yang tidak pernah menyombongkan dirinya, dia selalu mengembalikan segala kemuliaan hanya bagi Tuhan. Yosua selalu mengarahkan pandangan orang Israel kepada Tuhan, bukan kepada dirinya.
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo jadi pribadi yang rendah hati, karena semua pencapaian hidup kita hanyalah anugerah daripada Tuhan.
PROPERTY YANG DISARANKAN Obeng, palu, tang, dll ( alat-alat perkayuan)
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Yosua tampak melihat ke atas, dua telunjuknya juga ke atas. Sementara orang orang di sekitarnya jongkok sambil mengacungkan alat-alat perkayuan tersebut.
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Yosua tidak pernah sombong, saat dia memimpin penyeberangan sungai Yerikho, juga saat Yerikho di kalahkan, juga saat 5 raja dikalahkan. Karena Yosua sadar, dia hanya sebagai alat di tangan Tuhan, yang hebat adalah Tuhan-nya, bukan dirinya. Tuhan bisa memakai siapa saja.

 

KODE WARNA DAN ANGKA Hijau 6
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam kasih ( i tim 4:12 )

Kasih kepada manusia

YOSUA SEORANG YANG Mengasihi sesama / orang Israel , karena dia tidak pernah menyombongkan diri di hadapan orang Israel melainkan membawa orang Israel memandang kepada kebesaran Tuhan, bukan memandang kepada dirinya.
DEFINISI Kasih itu tidak memegahkan diri dan tidak sombong ( I Kor 13:4)
AYAT PENDUKUNG Yos 10:25, Yos 23:1, Yos 3:5, Yos 10:42, Yos 6:16.
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua adalah pribadi yang tidak pernah menyombongkan dirinya, dia selalu mengajak bangsa Israel memandang kepada kemuliaan Tuhan, bukan kepada dirinya sendiri.
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo jadi pribadi yang rendah hati, karena kerendahan hati akan membuat orang melihat kepada kebesaran Tuhan, bukan kepada diri kita sendiri.
PROPERTY YANG DISARANKAN Stiek bertuliskan “Puji Tuhan” “Haleluya” “Semua karena anugrah Tuhan”
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Yosua tampak melihat ke atas, dua telunjuknya juga ke atas. Sementara orang orang di sekitarnya jongkok sambil mengacungkan tulisan-tulisan tersebut.
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Yosua tidak pernah sombong, saat dia memimpin penyeberangan sungai Yerikho, juga saat Yerikho di kalahkan, juga saat 5 raja dikalahkan. Yosua mau mengajak orang Isrel melihat bahwa yang hebat itu TUHAN, yang dahsyat itu TUHAN, kita hanya sebagai alat di tangan Tuhan. Ayo  jadi pribadi yang rendah hati, karena kerendahan hati akan membuat orang melihat kepada kebesaran Tuhan, bukan kepada diri kita sendiri.

 

 

 

  1. Salah satu karakter Yosua adalah cinta Tuhan, cinta rumah Tuhan, cinta hadirat Tuhan, cinta Firman Tuhan
  2. Cinta rumah Tuhan, cinta hadirat Tuhan, dia selalu rindu mendekat pada Tuhan, baik saat di Gunung Sinai, bersama Musa, baik pada saat dia ada di Kemah pertemuan, sehingga dalam kurun waktu 37 tahun berikutnya, bahkan 40 tahun berikutnya, dia didapati penuh Roh.
  3. Yosua 5: 10 merayakan paskah. Sebelum peristiwa paskah ini ada sunat massal yang diperintahkan oleh Tuhan, namun perayaan paskah ini sepertinya murni inisiatif dari Yosua sendiri. Yosua ingat tanggal di mana mereka keluar dari Mesir 41 tahun yang lalu, jadi sesudah penyunatan, maka Yosua merayakan paskah, mengenang kebaikan Tuhan kepada umat-Nya.
  4. Yosua 8:30, Yosua mendirikan mezbah di gunung Ebal bagi TUHAN.
  5. Terbukti di Yosua 8:32 dan 35, Yosua menuliskan salinan hukum Musa, dan Yosua membacakan hukum Tuhan pada bangsa Israel tanpa kecuali, tidak ada satu kata pun yang tidak dibaca olehnya
  6. Setelah negeri itu takluk kepada mereka, Yosua mendirikan Kemah Pertemuan Yos 18:1 di Silo
  7. Yosua 24: 15, Yosua memberi tantangan agar bangsa Israel tetap menyembah Tuhan

Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Egrat, atau allah orang Amori yang mengerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN.

  1. Yosua 24: 1-28 Yosua mengadakan pembaharuan perjanjian di Sikhem, dengan harapan agar dengan adanya pembaharuan pernjanjian itu, bangsa Israel tetap berpaut kepada Tuhan dan tidak menyembah berhala-berhala asing yang ada di negeri itu.

Generasi Yosua akhir zaman adalah: generasi yang cinta rumah Tuhan, cinta Firman Tuhan, cinta hadirat Tuhan.

 

 

 

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Ungu 7
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam kesucian ( i tim 4:12 )
YOSUA SEORANG YANG Cinta Firman Tuhan , cinta Tuhan.
DEFINISI Cinta Firman Tuhan adalah merenungkan Firman Tuhan siang dan malam, dan melakukannya dalam hidupnya.

Cinta Tuhan, adalah selalu menjadikan Tuhan pusat dalam hidupnya.

AYAT PENDUKUNG Yosua 8:30, 32 dan 35.
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua mendirikan mezbah bagi Tuhan dan Yosua menuliskan salinan hukum Musa, dan Yosua membacakan hukum Tuhan pada bangsa Israel tanpa kecuali, tidak ada satu kata pun yang tidak dibaca olehnya
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo mencintai Tuhan dan miliki kecintaan akan Firman Tuhan.
PROPERTY YANG DISARANKAN Alkitab pada tiap pemain adengan ini
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Yosua dan semua orang sedang sibuk membaca Alkitab dalam posisi masing-masing.
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Yosua pernah diberitahu Tuhan pada saat Musa telah mati, bahwa kalau Yosua selalu cinta akan Firman Tuhan, maka Yosua akan jadi orang yang berhasil dan beruntung. Dan ternyata benar, setelah menang melawan Ai, Yosua mendirikan mezbah bagi Tuhan dan Yosua menuliskan kembali hukum-hukum Tuhan yang pernah disampaikan Tuhan lewat Musa, dan dikatakan dalam Alkitab, tidak ada satu pun kata yang tidak dibaca oleh Yosua di hadapan bangsa Israel.

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Kuning 4
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam kasih ( i tim 4:12 )

Kasih kepada Allah

YOSUA SEORANG YANG Mengasihi Tuhan, karena dia dan keluarganya beribadah kepada Tuhan.
DEFINISI Beribadah kepada Tuhan adalah bersekutu dengan Tuhan dalam dan menjadikan Tuhan pusat dalam hidupnya, dan keluarganya, dll.
AYAT PENDUKUNG Yos 24:15
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua dan seisi keluarganya suka beribadah kepada Tuhan
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo jadi pribadi yang suka beribadah kepada Tuhan
PROPERTY YANG DISARANKAN Gitar, seruling, ketipung , tamborin, dll
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Yosua dan keluarganya tampak sedang memuji Tuhan bersama
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Yosua dan keluarganya ternyata suka memuji dan menyembah Tuhan bersama, sehingga apa yang mereka lakukan ini bisa menjadi teladan bagi keluarga-keluarga lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Kuning 5
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam kasih ( i tim 4:12 )

Kasih kepada Allah

YOSUA SEORANG YANG Mengingat kasih setia Tuhan dengan merayakan paskah bagi Tuhan
DEFINISI Mengingat kasih setia Tuhan salah satunya adalah dengan cara merayakan kebaikan-Nya dalam hidup kita.
AYAT PENDUKUNG Yos 5:10
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua mau mengingat kasih setia Tuhan dengan cara merayakan paskah.
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo jadi pribadi yang selalu mengingat-ingat kebaikan Tuhan kepada kita.
PROPERTY YANG DISARANKAN Roti tawar
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Yosua dan bangsa Isrel makan roti tidak beragi dalam perayaan paskah
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Apa yang Yosua lakukan pertama kali saat memasuki tanah Kanaan? Selain mengadakan penyunatan, Yosua mengadakan perayaan paskah. Tuhan tidak suruh, tetapi Yosua ingat kebaikan Tuhan, dia mengasihi Tuhan, tidak pernah mau melupakan kebaikan Tuhan bagi bangsa Israel, 41 tahun yang lalu telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir, keluar dari perbudakan, merdeka dari perbudakan Mesir.

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Kuning 6
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam kasih ( i tim 4:12 )

Kasih kepada Allah

YOSUA SEORANG YANG Mengutamakan Tuhan.
DEFINISI Mengutamakan Tuhan adalah menjadikan Tuhan sebagai yang nomor satu.
AYAT PENDUKUNG Yos 18:1
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua mendirikan kemah pertemuan sebagai tindakannya yang pertama setelah negeri itu takluk kepada mereka
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo jadi pribadi yang selalu menomorsatukan Tuhan
PROPERTY YANG DISARANKAN Paku besar/pasak/palu, dll
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Yosua dan bangsa Israel sibuk mendirikan kemah pertemuan.
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Setelah negeri itu takluk kepada mereka, maka Yosua pertama-tama langsung mendirikan kemah pertemuan. Dia ingin mengajak bangsa Israel menomorsatukan Tuhan, jangan membagi tanah dulu, jangan pesta dulu, yang paling pertama harus mendirikan kemah pertemuan dulu, mencari wajah Tuhan dulu, bersyukur dulu, menghadap Tuhan dulu.

 

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Biru 4
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam kesetiaan  ( i tim 4:12 )

Kesetiaan kepada Allah

YOSUA SEORANG YANG Yosua seorang yang setia kepada Tuhan, sehingga dia mengajak orang lain/rakyat Israel  juga untuk setia kepada Tuhan.
DEFINISI Setia adalah tetap bertahan dengan keadaan semula, tidak berubah.

Tidak terpengaruh lingkungan/orang lain yang berbuat dosa. Tetap berpaut kepada Tuhan yang disembah.

AYAT PENDUKUNG Yosua 24:1-28
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua seorang yang setia kepada Tuhan, sehingga pada masa tuanya, sebelum dia meninggal, dia menantang bangsa Israel untuk tetap menyembah Tuhan dan jangan menyembah allah asing yang ada di tengah-tengah bangsa itu.
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo jadi orang yang setia kepada Tuhan, dan jangan ikut-ikutan orang lain untuk memiliki ilah yang palsu/berhala.
PROPERTY YANG DISARANKAN Batu ( jangan terlalu kecil)
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Yosua mengangkat batu untuk diletakkan di lantai. Orang orang Israel mengelilingi Yosua
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Saat Yosua sudah tua, dia akan segera meninggal. Yosua adalah seorang yang setia pada Tuhan, dia ingin orang-orang Israel tetap setia pada Tuhan. Oleh karena itu dia memanggil orang-orang Israel dan bertanya kepada mereka “Apakah kalian mau tetap menyembah Tuhan?” Mereka berjanji untuk tetap setia menyembah Tuhan.  Seperti yang sudah dicontohkan oleh Yosua dan keluarganya. Pada saat itu, Yosua mengambil sebuah batu untuk sebagai prasasti/saksi alam atas perjanjian itu.

 

 

  1. Salah satu karakter Yosua adalah bisa bekerja sama dengan orang lain

Bisa bekerja sama dengan orang lain, baik itu Musa, maupun Eleazar, maupun Pinehas ( anak imam Eleazar) , maupun para tua-tua Israel, para Hakim Israel, pemimpin suku, maupun itu Kaleb bin Yefune, dll, serta para pengatur pasukan ( Yos 23:2)

Generasi Yosua akhir zaman adalah generasi yang bisa bekerja sama dengan orang lain, karena mereka tidak saling iri, melainkan saling dukung dan saling menopang untuk mencapai tujuan Tuhan dalam zaman mereka.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Nila 5
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam kesetiaan ( i tim 4:12 )

Kesetiaan kepada rekan kerja

YOSUA SEORANG YANG Yosua setia pada rekan-rekan kerjanya.
DEFINISI Setia adalah menjaga hubungan baik dengan mereka
AYAT PENDUKUNG Yos 23:2
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua dapat bekerja sama dengan baik dengan rekan-rekan kerjanya, mereka adalah ; tua-tua Israel, kepala suku Israel termasuk diantaranya Kaleb bin Yefune dari suku Yehuda, para hakim, para pengatur pasukan, Imam Eleazar, dll.

Tidak pernah ada catatan Yosua berselisih paham dengan mereka

AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo setia kepada rekan-rekan/teman-teman kita, jaga hubungan baik dengan mereka semua.
PROPERTY YANG DISARANKAN Tali rafia yang dibentuk melingkar
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Yosua beserta semua rekan kerjanya memegang tali melingkar sebagai tanda UNITY/kesatuan
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Yosua adalah seorang yang tidak suka bertengkar dengan siapa pun, dia kompak dan rukun dengan  orang-orang lain yang juga di pakai Tuhan, baik itu ; tua-tua Israel, kepala suku Israel termasuk diantaranya Kaleb bin Yefune dari suku Yehuda, para hakim, para pengatur pasukan, Imam Eleazar, dll. Yosua tidak pernah saling iri dengan Kaleb bin Yefune, Yosua tidak pernah merasa lebih dibandingkan Kaleb, lalu merendahkan Kaleb, tidak pernah. Justru sebagai pemimpin yang ditunjuk Tuhan, Yosua berdoa untuk Kaleb Yos 14:13

 

 

  1. Salah satu karakter Yosua yang lainnya adalah: setia kepada sahabatnya.

Yos 14: 13

Kaleb adalah rekan daripada Yosua. Saat bertahun-tahun yang lalu , yaitu 45 tahun yang lalu. Perhitungan ini didapat dari usia Kaleb saat itu 85 tahun Dikurangi usia Kaleb saat jadi pengintai 40 tahun. 85-40 = 45) Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun, menjadi pengintai bersama-sama mengintai tanah Kanaan.

Dalam waktu 38 tahun ( dari peristiwa 12 pengintai,  sampai bangsa Israel memasuki tahun ke 40, perhitungan laskar Israel yang kedua), 2 orang ini, Yosua dan Kaleb selalu kompak untuk tidak ikut dalam banyak peristiwa pemberontakan, persungutan, perzinahan Baal Peor dll.

Bisa jadi mereka saling menguatkan satu sama lain. Dan sinergi itu didapat mereka berdua sejak mereka berdua menjadi pengintai, roh mereka sama, iman mereka sama. Alkitab memang tidak mencatatnya, namun bagaimana mungkin mereka tetap bisa mempertahankan iman mereka di tengah-tengah lingkungan  orang Israel yang selalu mengomel, memberontak pada Tuhan, dan mudah jatuh dalam dosa, bila tidak ada komunitas di mana mereka saling menguatkan satu sama lain?

Akhirnya di tahun ke 40, setelah jatuh keputusan Urim buat Yosua jadi pemimpin berikutnya

Tidak tercatat di sini dimana Kaleb iri kepadanya.

Kaleb tetap dukung kepemimpinan Yosua, meskipun dia diperkirakan usianya lebih tua dari Yosua

Maka berikutnya  Yosua diberi kepercayaan oleh Tuhan , bersama-sama dengan Kaleb ikut menentukan pembagian tanah bagi orang Kanaan ( kelak). Musa yang menyampaikan maksud Tuhan ini. Bil 34: 16-28

Kini Yosua dan Kaleb masuk dalam tim yang sama, bekerja sama. Yosua tidak pernah berusaha menyingkirkan Kaleb dari tim ini.

Tidak pernah tercatat terjadi perkelahian antara Yosua dan Kaleb, mereka saling menghargai satu sama lain. Bertahun-tahun lamanya , sampai akhirnya Yosua memberkati Kaleb manakala terjadi Kaleb meminta Hebron.

Persahabatan yang awet.

 

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Nila 7
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam kesetiaan ( i tim 4:12 )

Kesetiaan kepada sahabat

YOSUA SEORANG YANG Yosua setia kepada Kaleb, sahabatnya
DEFINISI Setia kepada sahabat adalah menaruh kasih setiap waktu dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.(Amsal 17:17)
AYAT PENDUKUNG Yos 14:13
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua setia dalam suka dan duka bersama Kaleb bin Yefune , sahabatnya.
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo setia kepada sahabat-sahabat kita.
PROPERTY YANG DISARANKAN 2 piring makanan
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Tampak Yosua dan Kaleb makan bersama
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Yosua dan Kaleb sangat kompak. Mereka punya iman yang sama dan kecintaan pada Tuhan yang sama, sama-sama mengikut Tuhan dengan sepenuh hatinya. Selama 38 tahun mereka mengalami suka duka bersama sampai mereka benar-benar hanya mereka berdua yang lolos masuk ke tanah Kanaan. Yosua terpilih jadi pemimpin, Kaleb tidak iri, dia ikut dukung kepemimpinan Yosua. Saat Yosua dan Kaleb dapat tugas yang sama membagi tanah Kanaan, maka Yosua dan Kaleb tetap dapat rukun satu sama lain, tidak pernah bertengkar, bahkan saat Kaleb meminta Hebron, Yosua memberkatinya.

 

 

 

 

  1. Salah satu karakter Yosua yang berikutnya adalah: hidup memberi teladan: dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan dan kesuciannya, ( I Tim 4:12), Yos 24:15. Hal ini tercermin dari semua pembahasan tentang Yosua pada tulisan ini

Generasi Yosua akhir zaman adalah: generasi yang bangkit untuk jadi teladan, sehingga kepemimpinannya menjadi kepemimpinan yang kuat, tangguh dan berhasil membawa perubahan yang nyata.

  1. Salah satu karakter Yosua yang berikutnya adalah: hidup dalam kuasa kemenangan karena berdoa dan mengandalkan Tuhan.
    1. Yosua 8: 18, 26. Lalu berfirmanlah TUHAN kepada YOSUA: “Acungkanlah lembing yang ada di tanganmu ke arah Ai, sebab Aku menyerahkan kota itu ke dalam tanganmu.” Maka Yosua mengacungkan lembing yang di tangannya ke arah kota itu…Dan Yosua tidak menarik tangannya yang mengacungkan lembing itu, sebelum seluruh penduduk kota Ai ditumpasnya.
    2. Lembing yang teracung ke arah kota Ai, menggambarkan sikap hati yang berdoa, mengandalkan Tuhan dan memperoleh kemengan dari Tuhan. Tentu saat lembing diarahkan Yosua sendiri tidak dapat ikut maju di medan perang, namun demikian, ketika dia terus mengangkat lembing itu, dia terus mengandalkan Tuhan. Sama seperti ketika Musa Harun dan Hur gagal membuat tangan tetap terangkat, maka pasukan Israel akan kalah, namun saat mana mereka berhasil mengangkat tangan Musa, maka ada kemenangan yang daripada TUHAN.

Generasi Yosua akhir zaman adalah generasi yang berdoa dan lebih dari pemenang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Ungu  8
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam kesucian ( i tim 4:12 )
YOSUA SEORANG YANG Berdoa.
DEFINISI Berdoa adalah bercakap-cakap dengan Tuhan.
AYAT PENDUKUNG Yosua 8: 18, 26. Bandingkan dengan peristiwa Musa, Harun dan Hur dalam peperangan melawan Amalek. Kel 17: 11-12
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua disuruh Tuhan untuk mengacungkan lembing ke arah Ai, ini adalah lambang sikap hati yang berdoa, dan doa itu adalah doa  yang terus dinaikkan, karena Yosua tidak menarik tangannya yang mengacungkan lembing itu sampai seluruh Ai ditumpas.
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo hidup dalam doa kepada Tuhan, bagaikan tangan yang dinaikkan, dan lembing yang diacungkan kepada pihak musuh, sampai kemenangan kita bisa tuntas.
PROPERTY YANG DISARANKAN Lembing Yosua, pedang tentara.
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Yosua terus mengacungkan lembing dan orang Israel mengejar musuh ( seperti orang berlari)
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Yosua disuruh Tuhan mengacungkan lembing, saat mereka menyerang kota Ai untuk kedua kalinya.Tetapi Yosua tidak saja mengacungkan lembing itu, tetapi dia memegangnya terus sampai kemenangan mereka tuntas, sampai semua orang Ai itu mati terbunuh.

Itu adalah sikap hati yang berdoa, selama lembing itu terangkat di tangan Yosua ke arah kota Ai, tentu saja Yosua tidak bisa ikut berperang bukan? Tetapi Yosua menjadi pendoa, sementara orang-orang lain maju berperang. Dan doa Yosua tidak mengenal lelah, dia berdoa terus sampai mereka menang dengan tuntas.

Ayo hidup dalam doa kepada Tuhan, bagaikan tangan yang dinaikkan, dan lembing yang diacungkan kepada pihak musuh, sampai kemenangan kita bisa tuntas.

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Jingga 6
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam tingkah laku ( i tim 4:12 )
YOSUA SEORANG YANG Bekerja dengan tuntas
DEFINISI Tuntas adalah sampai selesai seluruhnya, tidak menyisakan pekerjaan untuk besok/nanti/kapan-kapan.

Berbeda dengan menunda-nunda. Menunda-nunda adalah tidak segera memulai, namun tidak tuntas adalah tidak menyelesaikan apa yang sudah dimulai.

AYAT PENDUKUNG Yosua 8: 18, 26.

Yosua 10:12

AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua tidak mau menurunkan tangannya dalam mengangkat lembing/ dalam berdoa, sampai musuh itu kalah semuanya . Demikian juga saat Yosua berdoa untuk matahari dan bulan berhenti bergerak adalah karena Yosua itu ingin berperang/bekerja dengan tuntas.
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo bekerja hingga tuntas, jangan menyisakan pekerjaan untuk besok harinya/kapan-kapan/nanti-nanti.
PROPERTY YANG DISARANKAN Pedang musuh
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Tampak semua musuh bergeletakan di lantai tidak ada satu pun yang hidup ( sengaja kita tidak perankan orang Israel)
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Yosua disuruh Tuhan mengacungkan lembing, saat mereka menyerang kota Ai untuk kedua kalinya.Tetapi Yosua tidak saja mengacungkan lembing itu, tetapi dia memegangnya terus sampai kemenangan mereka tuntas, sampai semua orang Ai itu mati terbunuh.

Itu adalah sifat yang ingin melakukan pekerjaan/peperangan sampai tuntas, jangan ditunda sampai besok, jangan ditunda nanti-nanti atau kapan-kapan. Semua pekerjaan yang sudah dimulai harus dikerjakan terus sampai selesai.

Demikian juga Yosua sampai berdoa meminta matahari dan bulan berhenti bergerak, karena dia ingin menuntaskan pekerjaannya berperang sampai semua musuh musnah.

Ayo bekerja hingga tuntas, jangan menyisakan pekerjaan untuk besok harinya/kapan-kapan/nanti-nanti.

 

 

  1. Salah satu karakter Yosua yang berikutnya adalah:belajar dari pengalaman di masa lalu
    1. Saat mengelilingi Yerikho, Yosua melatih bangsa Israel untuk diam, supaya jangan bersungut-sungut- belajar dari pengalaman masa lalu
    2. Yosua pasal 2,di mana Yosua mengutus 2 pengintai ke Yerikho, bandingkan dengan pengutusan 12 pengintai oleh Musa. Bilangan pasal 13. Yosua benar-benar berhati-hati saat mengutus 2 pengintai untuk mengintai  Kota Yerikho, karena belajar dari apa yang pernah terjadi pada pengutusan 12 pengintai di zaman Musa dulu
    3. Yosua 8: 18, 26. Yosua tidak menurunkan lembing selama peperangan, bagaimana dia belajar dari pengalaman Musa, Harun dan Hur saat mengangkat tangan di hadapan Panji-panji Tuhan.

Generasi Yosua akhir zaman adalah generasi yang belajar, generasi yang diajar, generasi yang menyerap semua pelajaran yang diberikan oleh angkatan di atasnya dan bagaimana dia mengintisarikan pengalaman hidupnya di masa lalu bersama Tuhan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Jingga 7
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam tingkah laku ( i tim 4:12 )
YOSUA SEORANG YANG Mau belajar/ rela diajar
DEFINISI Mau belajar/ rela diajar: adalah sikap hati yang selalu menyerap hal-hal penting yang pernah terjadi sebagai suatu pembelajaran dalam hidup. Tidak malas mempelajari hal-hal baru. Tidak malas untuk berlatih, tidak malas untuk mengembangkan diri
AYAT PENDUKUNG Yosua 6:10 bandingkan dengan Bilangan 14: 27

Yosua 8:18,26 bandingkan dengan Keluaran 17: 10-11

Yosua pasal 2 dibandingkan dengan Bilangan 13

AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua mempelajari semua hal yang terjadi pada kepemimpinan musa sebagai hal yang berharga dalam kepemimpinannya
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo jadi orang yang rajin belajar, rela diajar, suka belajar, mau belajar dan ayo singkirkan kemalasan dalam belajar.
PROPERTY YANG DISARANKAN Daun-daunan untuk penyamaran 2  pengintai
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Tampak Yosua mengutus dua pengintai, dengan menaruh jari telunjuknya pada bibirnya, dalam arti pengutusan 2 pengintai ini diam-diam, jangan beritahu siapa pun.
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Yosua orang yang selalu belajar dari masa lalu, apa yang terjadi di zaman Musa, dulu, apa yang jadi kesalahan mereka, Yosua tidak ulangi lagi. Contoh saat bangsa Israel dulu mengutus 12 pengintai , laporan mereka seluruh orang Israel mendengarnya, tidak diberitahukan ke Musa dulu, tetapi langsung ke seluruh rakyat. Maka  ketika ada berita yang tidak baik, seluruh rakyat jadi ikut kuatir. Maka pada zaman Yosua berbeda, Yosua mengutus 2 pengintai ini dengan diam-diam. Juga saat mereka sudah kembali dari Yerikho, mereka harus lapor dengan diam-diam kepadanya saja, jangan di hadapan seluruh Israel. Belajar bisa dari apa saja, buku, pengalaman, orang tua kita, orang yang lebih ahli, dll

Ayo jadi orang yang rajin belajar, rela diajar, suka belajar, mau belajar dan ayo singkirkan kemalasan dalam belajar.

 

 

  1. Salah satu karakter Yosua yang berikutnya adalah : teliti, penuh perhatian, penuh tanggung jawab
    1. Yosua 11:15 Seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa, hamba-Nya itu, demikianlah diperintahkan Musa kepada Yosua dan seperti itulah dilakukan Yosua : tidak ada sesuatu yang diabaikannya dari segala yang diperintahkan Tuhan kepada Musa.
    2. Yosua 8:32 dan 35, Yosua menuliskan salinan hukum Musa, dan Yosua membacakan hukum Tuhan pada bangsa Israel tanpa kecuali, tidak ada satu kata pun yang tidak dibaca olehnya
    3. Yosua 18:4 Yosua memerintahkan tiap wakil dari 7 suku yang belum mendapat tanah, untuk mereka menjelajahi negeri itu dan mencatat keadaannya

Generasi Yosua akhir zaman adalah generasi yang teliti dalam bekerja, penuh tanggung jawab dan tidak lalai melainkan penuh perhatian, sehingga semua pekerjaannya tuntas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Jingga 8
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam tingkah laku ( i tim 4: 12 )
YOSUA SEORANG YANG Teliti
DEFINISI Teliti adalah berhati-hati, tidak terburu-buru sehingga tidak ada yang terlewat, lalai, sembrono ataupun kacau, tidak ada yang diabaikan, dilewatkan, diremehkan.
AYAT PENDUKUNG Yosua 11:15

Yosua 8:32 dan 35

Yosua 18:4

AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua adalah orang yang teliti dalam bekerja, karena semua yang diperintahkan Tuhan melalui Musa dilakukan Yosua tepat seperti yang diperintahkan. Demikian juga saat membacakan hukum Tuhan bagi bangsa Israel, Yosua tidak melewatkan satu kata pun untuk dibacakan. Juga saat mengatur pembagian tanah Kanaan, Yosua sangat teliti.
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo bekerja dengan teliti. Akurat.Tepat. Baik dari segi waktu, cara, pengukuran, perhitungan, jumlah, dll.
PROPERTY YANG DISARANKAN Kertas dan Ballpoint untuk mencatat
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Terlihat Yosua sedang mengawasi orang yang sedang membacakan tulisan/catatan mereka. Yos 18:4
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Yosua seorang yang teliti sekali. Pada zaman dahulu biasanya raja-raja yang dikalahkan tidak dibunuh agar menjadi kebanggaan, maka raja-raja yang dikalahkan akan jadi tawanan perang. Inilah yang dilakukan oleh Saul, Saul tidak membunuh raja Amalek, Agag (I Sam 15:8-9). Namun Tuhan tidak ingin hal ini terjadi, lewat Musa Tuhan perintahkan bahwa semua musuh harus ditumpas, dengan teliti Yosua melakukan semua perintah Tuhan kepada Musa yang kemudian oleh Musa diperintahkan kepadanya itu. Demikian juga saat membagi tanah Kanaan, ada 7 suku yang belum dapat tanah, akhirnya Yosua menyuruh tiap suku mengirim 3 orang wakil untuk menjelajahi negri Kanaan dan mencatat semuanya dengan teliti. Sehingga pembagian nanti bisa seadil mungkin.

Ayo bekerja dengan teliti. Akurat.Tepat. Baik dari segi waktu, cara, pengukuran, perhitungan, jumlah, dll.

 

 

  1. Salah satu karakter Yosua yang berikutnya adalah : mengalah, tidak serakah, tidak egois
    1. Yos 19:49 Yosua mendapatkan bagian tanah, setelah semuanya dapat bagaian, dia di urutan paling akhir.

Generasi Yosua akhir zaman adalah generasi yang tidak tamak, tidak egois, dan suka mengalah, mengasihi orang lain, dan bukan hamba uang, tidak suka suap.

Hal ini ( sikap Yosua yang mengalah, tidak egois, mau melepaskah hak,  sudah dibahas di kartu Hijau 2

  1. Salah satu karakter Yosua yang berikutnya adalah: tangguh dan bertahan, tetap stabil
    1. Yos 11:18 Lama Yosua melakukan perang melawan semua raja itu.
    2. Waktu yang tidak sebentar, butuh stamina, ketahanan, kestabilan, tidak boleh bosan, tidak boleh mudah menyerah, harus selalu menjaga kesehatan, dan terus bergaul karib dengan Tuhan. Stamina saat awal masuk sampai dia meninggal tetap dijaga terus
    3. Yosua mati di usia 110 tahun. Pada saat Yosua pasal 14/pembagian tanah Kanaan, usia Kaleb adalah 85 tahun, itu artinya kalau Kaleb jadi pengintai di usia 40 tahun, sedangkan peristiwa pengintaian itu terjadi di tahun kedu, berarti Kaleb keluar dari Mesir pada usia 38 tahun, maka 40 tahun kemudian, usianya 78 tahun pada saat memasuki tanah Kanaan, sedangkan pembagian Kanaan baru terjadi diusianya yang ke 85 tahun, itu artinya peperangan sampai pada Yos pasal 14 itu telah berlangsung selama 7 tahun. ( 78 ke 85) Tujuh tahun berperang terus menerus bukan suatu kurun waktu/durasi yang sebentar.

Generasi Yosua akhir zaman adalah generasi yang tangguh, bertahan, dan tetap stabil dalam stamina rohani, jiwani maupun fisik. Menjaga kesehatan rohani, jiwani dan jasmani

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Kuning 7
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam kasih ( i tim 4:12 )

Kasih kepada Allah

YOSUA SEORANG YANG Mengasihi Tuhan yang ditunjukkan dengan sabar.
DEFINISI Kasih itu sabar menanggung segala sesuatu. ( I Kor 13:7), kesabaranlah yang membuat seseorang bisa bertahan dalam keadaan apa pun juga, apakah itu suka dan duka, dalam waktu yang lama.
AYAT PENDUKUNG Yos 11:18
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua sabar menanggung segala sesuatu , karena dalam suka dan duka dia memimpin peperangan dalam waktu yang tidak sebentar, melainkan dalam waktu yang lama ( Yos 11:18). Sedikit-dikitnya berdasarkan perhitungan umur Kaleb, Yosua memimpin peperangan  selama 7 tahun,  berperang terus.
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo mengasihi Tuhan, kasih kepada Tuhan menjadikan kita pribadi yang bisa sabar sehingga bisa bertahan sampai akhir dalam suka maupun duka.
PROPERTY YANG DISARANKAN Tali rafia sebagai tali finish
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Terlihat Yosua dan bangsa Israel berlari menyentuh tali itu.
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Lebih kurang Yosua memimpin peperangan selama 7 tahun, itu waktu yang lama, tidak sebentar. Bagaimana mungkin Yosua bisa bertahan, tidak bosan, tidak mundur, tidak lelah, tidak mengeluh..?? Karena mengasihi Tuhan. Kasihnya kepada Tuhan membuat dia bisa sabar, bisa bertahan, apa pun yang terjadi dia tetap bertahan, tetap pada tugasnya, Tidak mundur karena takut, bosan , malas, lelah, letih, banyak tantangan, dll. Dia maju terus. Sampai mencapai garis finish, sampai garis akhir tetap bertahan, tidak mogok sebelum pertandingan selesai.

Ayo mengasihi Tuhan, kasih kepada Tuhan menjadikan kita pribadi yang bisa sabar sehingga bisa bertahan sampai akhir dalam suka maupun duka.

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Hijau 7
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam kasih ( i tim 4:12 )

Kasih kepada manusia

YOSUA SEORANG YANG Mengasihi  bangsa Israel yang ditunjukkan dengan sabar.
DEFINISI Kasih itu sabar menanggung segala sesuatu. ( I Kor 13:7), kesabaranlah yang membuat seseorang bisa bertahan dalam keadaan apa pun juga, apakah itu suka dan duka, dalam waktu yang lama.
AYAT PENDUKUNG Yos 11:18
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua sabar menanggung segala sesuatu , karena dalam suka dan duka dia memimpin peperangan dalam waktu yang tidak sebentar, melainkan dalam waktu yang lama ( Yos 11:18). Sedikit-dikitnya berdasarkan perhitungan umur Kaleb, Yosua memimpin peperangan  selama 7 tahun,  berperang terus.
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo mengasihi sesama kita, kasih kepada sesama  menjadikan kita pribadi yang bisa sabar sehingga bisa bertahan sampai akhir dalam suka maupun duka.
PROPERTY YANG DISARANKAN tanggalan
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Terlihat bangsa Isrel bersalaman dengan Yosua, sedang orang lain menunjuk kepada tanggalan.
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Lebih kurang Yosua memimpin peperangan selama 7 tahun, itu waktu yang lama, tidak sebentar. Bagaimana mungkin Yosua bisa bertahan, tidak bosan, tidak mundur, tidak lelah, tidak mengeluh..?? Karena dia mengasihi bangsa Israel. Kasihnya kepada bangsa Israel membuat dia bisa sabar, bisa bertahan, apa pun yang terjadi dia tetap bertahan, tetap pada tugasnya, Tidak mundur karena takut, bosan , malas, lelah, letih, banyak tantangan, dll. Dia maju terus. Sampai mencapai garis finish, sampai garis akhir tetap bertahan, tidak mogok, walaupun dalam waktu bertahun-tahun, tetap dapat sabar dan bertahan sampai akhir.

Ayo mengasihi sesama kita, kasih kepada sesama  menjadikan kita pribadi yang bisa sabar sehingga bisa bertahan sampai akhir dalam suka maupun duka.

 

 

 

  1. Salah satu karakter Yosua yang berikutnya adalah kreatif.

Pada saat bangsa Israel memenangkan peperangan melawan sekumpulan musuh yang terdiri dari kumpulan/sekutu dari beberapa negara/beberapa raja, maka Yosua melakukan sesuatu yang kreatif, dia menjadikan raja-raja itu sebagai alat peraga untuk dia berbicara kepada bangsa Israel.

Yosua 10: 24-25

Setelah raja-raja itu dikeluarkan dan dibawa kepada Yosua, maka Yosua pun memanggil semua orang Israel berkumpul dan berkata kepada pra panglima tentara, yang ikut berperang bersama-sama dengan dia:

”Marilah dekat, taruhlah kakimu ke atas tengkuk raja-raja ini.”

Maka datanglah mereka dekat dan menaruh kakinya ke atas tengkuk raja-raja itu.

Lalu berkatalah Yosua kepada mereka :

”Janganlah takut dan janganlah tawar hati, kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab secara itulah akan dilakukan TUHAN kepada semua musuhmu, yang kamu perangi.”

Efesus 1:15-17

Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, aku pun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.

Saat ada iman kepada Tuhan, dan kasih kepada sesama, maka Tuhan berikan Roh hikmat dan wahyu ini. Tujuan pemberian Roh Hikmat dan wahyu ini adalah untuk mengenal Tuhan dengan benar.

Ketika seseorang mengenal Tuhan dengan benar, dia jadi pribadi yang cerdas, kreatif, pandai, smart, karena selalu bergaul /mengenal/Seorang Pribadi Pencipta/Creator itu sendiri.

Karena iman Yosua sudah sering dibahas, maka saya masukkan kategori ini dalam Kartu Hijau 6- kasih kepada manusia.

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Hijau 8
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam kasih ( i tim 4:12 )

Kasih kepada manusia

YOSUA SEORANG YANG Mengasihi  bangsa Israel , sehingga diberikan Tuhan daya kreatifitas dalam memimpin mereka. (Ef 1: 15-17)
DEFINISI Iman kepada Tuhan dan kasih kepada sesama akan melahirkan Roh Hikmat dan wahyu, untuk mengenal Tuhan. Saat seseorang mengenal Tuhan, maka otomatis dia akan jadi pribadi yang kreatif, karena Tuhan, kepada Siapa dia bergaul adalah Sang Creator/Pencipta.

Kasih kepada sesama akan memunculkan daya kreatifitas yang tinggi. Ef 1:15-17

AYAT PENDUKUNG Yos 10:24-25

Ef 1:15-17

AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua menjalankan kepemimpinannya dengan kreatif, karena dia menyemangati/memberi motigasi kepada orang yang dipimpinnya/rakyat yang dipimpinnya dengan menggunakan musuh sebagai alat peraga/object lesson-nya.
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo beriman pada Tuhan dan mengasihi sesama lebih lagi, agar kita muncul sebagai orang yang punya daya kreatifitas yang tinggi.
PROPERTY YANG DISARANKAN Jika property tersedia satu pasang, maka akan diadegankan oleh 2 orang saja.

Namun jika property tersedia lima pasang, maka akan diadegankan oleh 10 orang. Yosua 10: 24-25

5 orang panglima tentara memakai sendalnya, lalu menaruh kakinya pada tengkuk 5 orang raja yang berlutut di lantai dengan mahkota di kepala mereka. Satu orang Yosua tetap berdiri  dan beradegan sedang berkata-kata kepada seluruh bangsa. Tangan Yosua bisa menunjuk adegan 5 tentara dengan 5 raja itu.

ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Terlihat seorang musuh/raja    yang sedang menggunakan mahkotanya, berlutut, di tengkuknya, panglima perang Israel meletakkan kakinya, di belakangnya Yosua sedang berkata-kata sambil menunjuk ke raja itu.
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Yosua seorang yang beriman kepada Tuhan dan mengasihi bangsa Israel, itulah sebabnya Yosua diberi Tuhan pikiran yang kreatif.

Jarang sekali seorang pemimpin menggunakan alat peraga dalam memberi kata-kata kekuatan kepada tentara/rakyatnya, namun Yosua yang sangat kreatif itu menjadikan raja yang kalah sebagai alat peraga  di hadapan seluruh rakyat Israel.

 

 

 

 

 

 

 

  1. Salah satu karakter Yosua yang berikutnya adalah percaya penuh kepada penjagaan Tuhan.

Yosua 5: 1-9

Saat bangsa Israel telah menyeberangi sungai Yordan, dikatakan tawarlah hati mereka ( hati semua raja orang Amori dan raja orang Kanaan ) dan hilanglah semangat mereka  menghadapi orang Israel itu ( Yos 5:1)

Jadi setelah itu, Tuhan memerintahkan Yosua untuk mengadakan sunatan massal.  Tentunya yang tidak ikut disunat hanya Yosua dan Kaleb saja. Jika demikian semua prajurit Yosua pasti sedang kesakitan habis disunat. Mengapa Yosua tidak takut sementara mereka kesakitan dan belum sembuh, bagaimana bila raja –raja sekitar mereka –raja Amori dan Kanaan itu menyerang mereka sementara mereka belum sembuh dari sunat itu? Setidaknya rentang waktu itu adalah 4-5 hari (Yos 4:19 bangsa Israel keluar dari sungai Yordan tanggal 10 bulan pertama SAMPAI  tanggal 14 mereka merayakan paskah, dan tanggal 15 manna berhenti turun dari langit. Yos 5: 10-12)

Ketaatan Yosua pada perintah Tuhan, membutuhkan iman Yosua untuk percaya pada penjagaan Tuhan. Tidak akan ada yang berani menyerang mereka, sementara mereka pun belum siap untuk berperang. Yosua mengharapkan penjagaan Tuhan yang dahsyat karena dia percaya bahwa kasih Tuhan menjaga hidupnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Kuning 8
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam kasih ( i tim 4:12 )

Kasih kepada Allah

YOSUA SEORANG YANG Mengharapkan penjagaan penuh daripada Tuhan manakala mereka belum siap untuk berperang
DEFINISI Kasih adalah mengharapkan segala sesuatu ( I Kor 13:7
AYAT PENDUKUNG Yos 5:1-9
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua mau mengharapkan penjagaan Tuhan saat mereka belum siap untuk berperang karena mereka masih kesakitan akibat sunat.
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo jadi pribadi yang mengasihi Tuhan dan selalu mengharapkan yang terbaik dari Tuhan
PROPERTY YANG DISARANKAN Pisau ( hati-hati- gunakan saja pisau plastik)
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Tampak Yosua sedang memegang pisau sunat, dan bangsa Israel sedang duduk kesakitan.
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Tuhan memerintahkan Yosua untuk menyunat bangsa Israel, tentunya mereka belum siap berperang dalam keadaan kesakitan seperti ini. Tetapi Yosua tidak kuatir, hatinya mengasihi Tuhan, dia mengharapkan Tuhan pasti melakukan yang terbaik, mengirimkan malaikatnya menjaga mereka dari serangan musuh di sekeliling mereka.

 

 

 

 

 

  1. Salah satu karakter Yosua yang berikutnya adalah dia seorang yang konsisten terhadap keputusannya, tepat pada janjinya.

Yosua seorang yang tepat janji

  1. Yosua tepat janji kepada orang Gibeon. Orang Gibeon adalah orang penduduk asli yang menipu Yosua dan mengatakan bahwa mereka dari negeri jauh. Yosua sudah terlanjur mengikat janji pada orang Gibeon, dan mereka akhirnya dijadikan tukang-tukang yang melayani mereka. Pada saat orang Gibeon mendapat serangan, dan mereka meminta bantuan Yosua, Yosua tetap konsisten membela mereka. Yos 10:4. Berbeda dengan di zaman Saul, Saul melakukan hutang darah dengan orang-orang Gibeon ini, sehingga mengakibatkan kepalaran di Israel pada zaman Daud, dan kelaparan itu surut , ketika hutang darah itu diselesaikan dengan kematian 7 nyawa dari keluarga Saul atas permintaan orang Gibeon. II Sam 21:1-9
  2. Yosua menepati apa yang menjadi permintaan Kaleb Yos 14:6, karena hal itu sudah dinubuatkan oleh Musa.
  3. Yosua menepati janji 2 pengintai yang diutusnya untuk menyelematkan Rahab dan keluarganya, Yos 6:22,25

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Nila 6
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam kesetiaan ( i tim 4:12 )

Kesetiaan kepada sesama

YOSUA SEORANG YANG Yosua setia menepati janji pada sesamanya.
DEFINISI Setia menepati janji adalah: apa pun yang jadi resikonya, bila sudah berjanji, tetap menepatinya.
AYAT PENDUKUNG Yos `10:4 bandingkan dengan II Sam 21:1-9

Yos 14:6

Yos 6:22,25

AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua setia menepati janjinya kepada orang Gibeon, kepada Kaleb (janji nubuatan dari Tuhan), dan kepada Rahab. Yosua seorang yang tetap konsisten pada keputusan yang pernah dibuat di masa lalunya.
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo konsisten pada ucapan kita, tepati janji kita pada sesama.
PROPERTY YANG DISARANKAN Tali Merah
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Yosua memegang tali merah dan menyuruh 2 pengintai menyelamatkan Rahab, sambil menunjuk arah tembok atas Yerikho.
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Yosua seorang yang setia kepada janjinya , saat dia mengutus 2 pengintai ke Yerikho, maka 2 pengintai itu berjanji akan menyelamatkan Rahab dan kaum keluarganya. Saat penyerangan ke kota Yerikho, Yosua ingat akan janjinya, ingat akan tanda tali kirimizi yang menjadi tanda rumah Rahab. Oleh karena itu Yosua memerintahkan 2 orang ini untuk menyelamatkan Rahab dan kaum keluarganya.

 

  1. Salah satu karakter Yosua yang berikutnya adalah dia seorang yang tahu pentingnya meninggalkan jejak sejarah kepada generasi di bawahnya .

Pada saat bangsa Israel keluar dari tanah Mesir dan menyeberangi laut Teberau, jejak yang ditinggalkan saat itu adalah berupa : nyanyian dan tarian. Sebuah karya seni. Tidak ada batu peringatan apa –apa. Peristiwa itu akan diingat bila diceritakan dari mulut ke mulut dari ayah pada anaknya, anak kepada cucunya dst. Namun tidak ada benda-benda alam yang dijadikan prasasti untuk menandai peristiwa itu. Tidak ada tugu peringatan, batu peringatan, atau apa saja.

Namun dalam peristiwa lain, Musa pernah mendirikan 12 tugu untuk memperingai pengikatan pernjanjian antara Tuhan dengan bangsa Israel ( Kel 24:4)

Tuhan ingin ajarkan kepada Musa dan Yosua  pentingnya meninggalkan jejak sejarah kepada generasi di bawahnya.  Dan Yosua mengerti betul pentingnya hal ini, oleh karena itu dia tercatat 9 kali melakukan hal ini

Mari kita lihat beberapa peristiwa berikut ini:

  1. Saat menyeberangi sungai Yordan, Tuhan memerintahkan Yosua untuk mengambil 12 batu , dan pengambilan oleh 12 orang wakil suku, untuk menjadi batu peringatan di tepi sungai Yordan, tempat mereka bermalam.
  2. Tetapi Yosua tanpa menunggu diperintah oleh Tuhan, menambahkan lagi 12 batu yang ada di tengah-tengah sungai Yordan itu. ( Yos 4:1-24)
  3. Yosua mengutuk siapa saja yang hendak mempertahankan sejarah atas pernah adanya tembok Yerikho yang kini sudah dirobohkan itu (Yos 6:26)
  4. Yosua 6:26 Ada timbunan batu besar untuk menandai peristiwa dosa Akhan.
  5. Ada timbunan batu besar atas tewasnya raja Ai ( Yos 8:29)
  6. Salinan hukum Musa dituliskan Yosua di batu-batu mezbah korban bakaran (Yosua 8:32)
  7. 5 raja yang dilemparkan dalam gua, guanya ditandai dengan batu-batu besar ( Yos 10:27)
  8. Hal inilah yang kemudian juga ditangkap oleh suku-suku di seberang sungai Yordan, mereka mendirikan replika /bangunan tiruan mezbah Tuhan, Yos 22:28, agar anak-cucu mereka kelak, tahu bahwa mereka sebangsa dengan orang Israel yang diam di seberang sungai Yordan yang sebelah sana. Jangan sampai secara geografis sungai ini memisahkan mereka dari suku-suku Israel di kemudian hari.
  9. Sebuah batu besar di Sikhem, saat Yosua mengajak bangsa Israel memperbaharui komitment mereka kepada Tuhan, Yos 24:26

Saya masukkan ini dalam kategori kesetiaan kepada Allah, karena orang yang setia kepada Allah rindu meninggalkan jejak bagi generasi di bawahnya, supaya mereka jangan melupakan Allah, bukan jejak yang ditinggalkan untuk menjadikan dirinya sendiri orang yang penting dalam sejarah, seperti yang dilakukan oleh Absalom (II sam 18:18) dengan mendirikan Tugu peringatan Absalom. Jadi secara tujuan awal, tetap untuk ditujukan kepada Tuhan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA BIRU 6
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam  kesetiaan ( i tim 4:12)

Kesetiaan kepada Allah, yang ditunjukkan dengan cara

meninggalkan jejak sejarah agar generasi yang dibawahnya tetap mengingat perbuatan Tuhan.

YOSUA SEORANG YANG  Tahu betul pentingnya meninggalkan jejak sejarah bagi generasi di bawahnya agar mereka tetap mengingat kebaikan Tuhan di masa lalu. Ini adalah bentuk kesetiaan Yosua kepada Tuhan.
DEFINISI Kesetiaan adalah selalu berusaha mengenang dan mengingat kebaikan pribadi yang kepadanya dia menaruh kesetiaan.
AYAT PENDUKUNG Yos 4:1-24

Yos 6:26

Yosua 6:26

Yos 8:29

Yosua 8:32

Yos 10:27

Yos 24:26

AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Tercatat dalam Alkitab 8 kali Yosua melakukan –peninggalan jejak sejarah bagi anak cucu kelak. Hal ini menunjukkan kesetiaan Yosua kepada Tuhan, dia juga rindu orang-orang yang hidup sesudahnya tetap setia kepada Tuhan ketika melihat jejak-jejak peninggalan sejarah pada zamannya.
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo setia kepada Tuhan selama kita hidup, dan tinggalkanlah sejarah yang baik bagi orang-orang lain nanti setelah kita mati. Lewat karyamu.
PROPERTY YANG DISARANKAN Batu besar ( boleh dibuat dari steorofoam/kardus yang dibungkus kertas warna hitam, yang dibuat menyerupai  batu besar)
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Tampak Yosua sedang mengangkat batu dibantu oleh orang Israel.
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Yosua sudah tahu dari Tuhan, sebelum Musa mati, bahwa nanti bangsa Israel akan meninggalkan Tuhan, oleh karena itu Yosua sangat rajin membuat tugu peringatan agar bangsa Israel tidak melupakan keajaiban yang Tuhan pernah buat saat mereka menyeberangi sungai Yordan, saat mereka tidak taat, maka mereka menimbun batu di atas mayat Akhan, juga saat mereka berperang melawan Ai , mereka menimbun batu lagi, bahkan gua tempat 5 raja dikalahkan, di sana mereka menimbun batu-batu besar.

Apa tujuan Yosua ? Adalah agar bangsa Israel jangan melupakan Tuhan, yang sudah begitu baik kepada mereka.

Ayo setia kepada Tuhan selama kita hidup, dan tinggalkanlah sejarah yang baik bagi orang-orang lain nanti setelah kita mati. Lewat karyamu.

Bisa lewat lagu yang kau ciptakan, puisi yang kau tulis, diary tentang perjalananmu bersama Tuhan, foto foto dimana kita melayani orang lain, dan melayani Tuhan, buku-buku/perpustakaan, rekaman film dokumentasi, cerita kesaksian yang dituliskan, direkam, dibukukan, dll.

 

 

 

 

  1. Salah satu karakter Yosua yang berikutnya adalah menjaga keseimbangan antara kepemimpinannya atas Israel dengan kepemimpinannya sebagai kepala rumah/komunitas

Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN. Yos 24:15

Yosua seorang yang menjaga keseimbangan antara tugasnya sebagai pemimpin Israel dengan tanggung-jawabnya atas pertumbuhan rohani dari komunitas rohani yang tinggal di rumahnya,  Dia adalah seseorang yang dalam keseharian hidupnya dapat dilihat oleh orang-orang yang tinggal di rumahnya, bahwa dia itu seorang yang tidak hanya mengatakan apa yang dia ajarkan kepada orang Israel yang dipimpinnya, tetapi dia juga adalah orang yang melakukan apa yang dia ajarkan dan nasihatkan kepada orang Irael  dalam keseharian hidupnya. Teladan ini sangat powerful.

Tidak heran Yosua menjalankan kepemimpinannya dengan sosok kebapakan yang kental sekali :

  1. saat menegur Akhan dengan berkata ‘Anakku…’ Yos 7:19
  2. Dengan sangat kebapakan memberi teguran dan nasihat pada suku-suku yang malas untuk berperang dan membuka lahan ( Yos 18:1-10)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA Nila 8
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam kesetiaan ( i tim 4:12 )

Kesetiaan kepada keluarganya

YOSUA SEORANG YANG Yosua setia kepada keluarganya di tengah-tengah kesibukannya sebagai seorang pemimpin bangsa Israel.
DEFINISI Setia kepada keluarga ditunjukkan salah satunya dengan memberikan waktu dan perhatian yang dibutuhkan oleh mereka.
AYAT PENDUKUNG Yos 24:15
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua menjaga keseimbangan hidupnya, antara tugasnya sebagai seorang pemimpin dengan  kehidupan pribadinya sebagai seorang suami dan ayah bagi keluarganya.
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo setia kepada keluarga kita.
PROPERTY YANG DISARANKAN Topi pantai/ rangsel/ dll ( suasana piknik)
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Tampak Yosua dan keluarganya piknik bersama
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Yosua sangat setia kepada anak anak dan isterinya, sehingga walaupun dia sibuk, dia tetap memiliki waktu untuk bercengkrama dengan keluarganya, mengajak mereka berdoa, menyembah Tuhan, dll.

Ayo setia kepada keluarga kita.

 

 

 

 

  1. Salah satu karakter Yosua yang berikutnya adalah dia adalah seseorang yang tidak pernah membantah, baik kepada Tuhan, baik kepada Musa, dia tidak pernah membantah sepatah kata pun. Ini adalah bentuk kesetiaan Yosua kepada Tuhan, Orang yang setia, akan mentaati secara mutlak. Bandingkan dengan perbantahan Musa saat pertama kali Tuhan mengutus dia, bandingkan dengan nabi Yesaya, dalam Yesaya 6:8 yang langsung berkata “Ini aku, utuslah aku!” Bandingkan dengan Timotius yang merasa masih muda, dll

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA BIRU 7
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam  kesetiaan ( i tim 4:12)

Kesetiaan kepada Allah, yang ditunjukkan dengan cara

Tidak pernah membantah Tuhan.

YOSUA SEORANG YANG Tidak pernah membantah Tuhan. Selalu setia dan taat kepada Tuhan. ( tentu setelah dia bertobat)
DEFINISI Tidak pernah membantah adalah tidak pernah berkata tidak, tidak pernah protes.
AYAT PENDUKUNG Seluruh kisah Yosua
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua adalah pribadi yang sangat setia kepada Tuhan, karena dia tidak pernah berkata tidak, tidak pernah membantah Tuhan. Seberat apa pun tugasnya, dia tidak pernah menolak apa yang Tuhan perintahkan.
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo setia pada Tuhan, jangan pernah membantah Tuhan.
PROPERTY YANG DISARANKAN Dua tulisan YES , NO
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Yosua memilih tulisan YES daripada NO
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Apapun yang dikatakan Tuhan kepada Yosua, Yosua setia, dia tidak pernah membantah atau berkata tidak kepada Tuhan.

 

Ayo setia pada Tuhan, jangan pernah membantah Tuhan.

 

 

  1. Salah satu karakter Yosua yang berikutnya adalah dia adalah seseorang yang gigih, tak kenal lelah

Hal tersebut nampak pada ayat-ayat sbb:

Yos 10:29 Kemudian Yosua dengan seluruh Israel berjalan terus

Yos 10:31 Kemudian Yosua dengan seluruh Israel berjalan terus

Yos 10: 34 Kemudian Yosua dengan seluruh Israel berjalan terus

Yos 10:35 Kemudian Yosua dengan seluruh Israel bergerak maju

Yos 10:38 Kemudian Yosua dengan seluruh Israel kembali ke Debir, lalu berperang melawannya.

Yos 10:40 tidak seorangpun yang dibiarkannya lolos ( kalimat semacam ini masih banyak lagi di ayat-ayat lainnya)

 

Generasi Yosua akhir zaman adalah generasi yang gigih dan tidak mengenal lelah dalam meraih apa saja kesempatan positif yang Tuhan bukakan di hadapannya untuk mencapai tujuan ilahi dalam hidupnya.

Point  ini belum dimasukkan dalam GAME BOLA LEMPAR- karena tidak cukup kotak yang tersedia.

 

  1. Salah satu karakter Yosua yang berikutnya adalah:penuh iman
    1. saat pulang dari pengintaian Bilangan 14
    2. saat menghentikan Matahari dan Bulan Yosua 10: 12-14
    3. Yosua 10: 24-25, saat mengatakan bahwa semua musuh mereka akan dikalahkan oleh Tuhan.

Generasi Yosua akhir zaman adalah generasi yang penuh iman

  1. Salah satu karakter Yosua yang berikutnya adalah: Penuh Roh ( a man in whom is the Spirit) Bil 27: 18, lewat penumpangan tangan dari Musa, Yosua juga memiliki roh kebijaksanaan ( the spirit of wisdom) Ulangan 34: 9

Generasi Yosua akhir zaman adalah generasi yang penuh dengan Roh Kudus.

  1. Salah satu karakter Yosua yang berikutnya adalah: setia melayani TUHAN. Kesetiaannya dalam melayani Musa menjadi suatu dasar dia bisa menjadi pelayan Tuhan yang setia juga. Sampai akhir hayatnya, pada akhirnya Yosua yang selama ini dalam kepemimpinannya selalu dibayang-bayangi oleh nama besar Musa sebagai Hamba Allah, pada akhir hidupnya juga mendapat gelar yang sama, Yosua bin Nun, hamba Allah. Mengapa seperti itu? Karena Yosua sendiri telah hidup melayani Tuhan dengan setia, tidak saja setia melayani Musa, tetapi juga setia melayani Tuhan sampai akhir hayatnya.
    1. Ayat yang membahas Yosua sebagai abdi Musa muncul 4 kali:
      1. Keluaran 24:13
      2. Kelauran 33:11
  • Bilangan 11: 28
  1. Yosua 1:1- di ayat ini bertemulah penyebutan Yosua sebagai abdi Musa dengan Musa sebagai hamba Tuhan.
  1. Musa sebagai Abdi Allah
    1. Ulangan 33:1 ( the Man of God)
  2. Musa sebagai Hamba Tuhan , muncul 15 kali , 1 kali saja muncul di kitab Ulangan, sedangkan sisanya 14 kalinya ditulis di kitab Yosua. Yosua hidup dibawah bayang-bayang gelar kebesaran Musa di mata bangsa Israel sebagai ‘Hamba Tuhan’/ the servant of the Lord.
    1. Ulangan 34:5 ( the servant of the Lord)
    2. Yosua 1:1, di ayat ini bertemulah penyebutan Yosua sebagai abdi Musa dengan Musa sebagai hamba Tuhan.
  • Yos 1:13
  1. Yos 1:15
  2. Yos 8:31
  3. Yos 8:33
  • Yos 11:12
  • Yos 12:6 ( 2 X)
  1. Yos 13:8
  2. Yos 14:7
  3. Yos 18:7
  • Yos 22:2
  • Yos 22:4
  • Yos 22:5
  1. Namun perlu diperhatikan, setelah sekian lamanya Yosua memimpin bangsa Israel merebut Kanaan, mendudukinya, dll, akhirnya pada akhir hidup daripada Yosua , dia dikenal sebagai Hamba Tuhan, tertulis 2 kali,
    1. Yos 24:29 ( Joshua the son of Nun, the servant of the Lord), Yosua bin Nun, hamba Tuhan itu.
    2. Hakim-hakim 2: 8. Yosua bin Nun, hamba Tuhan itu.

 

 

 

 

 

MUSA DAN YOSUA,

SAMA-SAMA HAMBA TUHAN

YANG SETIA MELAYANI TUHAN

Nama Musa disebutkan dalam posisinya sebagai

  1. HAMBA TUHAN/HAMBA ALLAH, muncul dalam beberapa kata:
    1. ‘ebed/ servant/hamba

Pengertian ‘ebed di sini adalah:

Hamba yang bisa dipercaya sepenuhnya oleh tuannya.

Inilah yang didefinisikan oleh Tuhan, saat menjelaskan tentang siapa Musa bagi diri-Nya, kepada Miryam dan Harun, dalam ayat sbb:

Bilangan 12:7 Bukan demikian hamba-Ku Musa, seorang yang setia dalam segenap rumah-Ku.

Kata ‘setia’ menggunakan kata ‘aman, yang artinya:

Dapat dipercaya

Musa, adalah Hamba Tuhan, ‘ebed, seorang Hamba-Nya Tuhan yang dapat dipercayai oleh Tuhan.

Pada ayat mana saja kata ‘ebed ini muncul? ( muncul  36 kali di  PL dan PB)

  1. Sebagai sebutan dari Tuhan tentang siapakah Musa di hadapan-Nya,
    1. kepada Miryam dan Harun
      1. Bilangan 12:7
      2. Bilangan 12:8
    2. Kepada Yosua
      1. Yosua 1: 2
      2. Yosua 1: 7
    3. Kepada penulis kitab Maleakhi
      1. Maleakhi 4:4
    4. Sebagai sebutan Musa mengenai dirinya sendiri, saat dia bercakap-cakap dengan TUHAN, dia menyebut dirinya sendiri sebagai Hamba Tuhan/ ‘ebed, muncul di beberapa ayat sbb:
      1. Keluaran 4;10
      2. Bilangan 11;11
  • Sebagai sebutan Musa mengenai dirinya sendiri, ketika dia menuliskan kitab-kitab Keluaran dan Ulangan
    1. Keluaran 14:31
    2. Ulangan 34:5
  1. Sebagai sebutan Yosua mengenai Musa, ketika Yosua menulis kitab Yosua
    1. Yosua 1:1 di ayat ini bertemulah penyebutan Yosua sebagai abdi Musa dengan Musa sebagai hamba Tuhan
    2. Yosua 8:31
    3. Yosua 8: 33
    4. Yosua 11: 12
    5. Yosua 11: 15
    6. Yosua 12:6 ( muncul 2 kali)
    7. Yosua 12:6
    8. Yosua 13:8
  2. Sebagai sebutan Yosua mengenai Musa, ketika Yosua berkata-kata kepada bangsa Israel
    1. Yosua 1:13
    2. Yosua 1:15
    3. Yosua 18:7
    4. Yosua 22:2
    5. Yosua 22:4
    6. Yosua 22;5
  3. Sebagai sebutan Kaleb bin Yefune mengenai Musa, ketika Kaleb berbicara kepada Yosua
    1. Yosua 14:7
  • Sebagai sebutan Salomo mengenai Musa, dalam doanya
    1. I Raj 8:53
    2. I Raj 8: 56
  • Sebagai sebutan penulis kitab Raja-raja mengenai Musa
    1. 2 Raj 18:12
    2. 2 Raj 21:8
  1. Sebagai sebutan dari penulis kitab Tawarikh mengenai Musa
    1. I Taw 6: 49
    2. II Taw 1:3
    3. II Taw 24:6
    4. II Taw 24:9
  2. Sebutan dari Nehemia dalam doanya mengenai Musa
    1. Neh 1:7
  3. Sebutan dari orang-orang Lewi yang hidup di zaman Nehemia, mengenai Musa ,
    1. Neh 9:14
  • Sebutan Penulis Kitab Nehemia mengenai Musa
    1. Nehemia 10: 29
  • Sebutan penulis kitab Mazmur pasal 105, mengenai Musa
    1. Mazmur 105:26
  • Sebutan Daniel mengenai Musa dalam doanya
    1. Daniel 9:11
  1. Sebutan orang Yebus/ orang asing mengenai Musa, saat mereka bercakap-cakap dengan Yosua
    1. Yos 9:24

 

  1. Therapon/servant/hamba ( muncul 1 kali di PB)

Therapon di sini artinya adalah Pelayan.

Musa adalah pelayan Allah

  1. Sebutan penulis kitab Ibrani mengenai Musa
    1. Ibrani 3: 5
  2. Doulos/servant/budak ( muncul 1 kali di PB)

Doulos di sini artinya adalah hamba.

Hamba yang dengan rela hati mengambil tempat yang terendah dan bertahan dalam berbagai kesulitan dan penderitaan karena pelayanannya terhadap tuannya.

Musa adalah hamba/budak daripada Allah yang melayani Tuhan sebagai Tuannya.

  1. Sebutan penulis kitab Wahyu mengenai Musa
    1. Wahyu 15:3

 

  1. ABDI ALLAH, muncul dalam kata:
    1. ‘iysh/ the man of God/ ( muncul 6 X di PL)

‘iysh adalah orang yang mengabdi kepada Tuhan.

  1. Sebutan dari Musa sendiri di hadapan Tuhan, dalam doanya
    1. Mazmur 90:1
  2. Sebutan dari Musa sendiri sebagai penulis kitab ulangan
    1. Ulangan 33:1
  • Sebutan dari Kaleb bin Yefune mengenai Musa, pada saat dia bercakap-cakap dengan Yosua ( jadi Kaleb menyebut Musa, bagik sebagai ‘ebed, maupun sebagai ‘iysh)
    1. Yosua 14:6
  1. Sebutan dari penulis kitab Tawarikh mengenai Musa
    1. I Taw 23:14
    2. I Taw 30:16
  2. Sebutan dari penulis kitab Ezra mengenai Musa
    1. Ez 3:2

 

Berapa kali sebenarnya nama Musa  ( tanpa tambahan HAMBA TUHAN, atau Abdi Allah, muncul di kitab Yosua?

  1. Dari Tuhan kepada Yosua
    • Yosua 1:3
    • Yosua 1:5
    • Yosua 3:7
    • Yosua 20:2
  2. Dari Tuhan kepada bangsa Israel
  • Yosua 23:5
  1. Dari Yosua kepada bangsa Israel
  • Yosua 1:14
  • Yosua 23:6
  1. Dari Bangsa Israel kepada Yosua
  • Yosua 1:17 ( muncul dua kali kata Musa, tanpa tambahan HAMBA TUHAN atau ABDI ALLAH)
  • Yosua 1:17
  • Yosua 17:4
  • Yosua 21:1 ( orang Lewi kepada Yosua)
  • Yosua 21:2 ( orang Lewi kepada Yosua)
  • Yosua 14;9 ( Kaleb kepada Yosua)
  • Yosua 14;10 ( Kaleb kepada Yosua)
  • Yosua 14:11 ( Kaleb kepada Yosua)
  1. Dari Yosua sebagai penulis kitab Yosua
  • Yosua 4:10,
  • Yosua 4:12
  • Yosua 4:14
  • Yosua 8:31
  • Yosua 8:32
  • Yosua 8:35
  • Yosua 11;15 ( muncul 2 kali)
  • Yosua 11;15
  • Yosua 11:20
  • Yosua 11:23
  • Yosua 13:8
  • Yosua 13:12
  • Yosua 13:15
  • Yosua 13:21
  • Yosua 13:24
  • Yosua 13:29
  • Yosua 13:32
  • Yosua 13:33
  • Yosua 14:2
  • Yosua 14:3
  • Yosua 14:5
  • Yosua 21:8
  • Yosua 22:7
  • Yosua 22:9

Analisa

Dalam Kitab Yosua: ( dari hasil kesimpulan perincian di atas)

  • Musa disebutkan sebagai Hamba Tuhan, DALAM KITAB YOSUA
    • oleh Tuhan kepada Yosua, sebanyak 2 kali,
    • oleh Yosua sebagai penulis kitab Yosua sebanyak 8 kali
    • oleh Yosua kepada bangsa Israel sebanyak 6 kali
    • oleh Kaleb kepada Yosua sebanyak 1 kali
    • oleh orang Yebus/ orang asing sebanyak 1 kali
  • Musa disebutkan sebagai Abdi Allah, DALAM KITAB YOSUA
    • Oleh Kaleb sebanyak 1 kali.

Sedangkan dalam kitab-kitab lain, tokoh-tokoh Alkitab lainnya, menuliskan nama Musa sebagai Hamba Tuhan, mereka adalah:

  • Salomo
  • Penulis kitab Raja-raja
  • Penulis kitab Tawarikh
  • Nehemia
  • Orang-orang Lewi di zaman Nehemia
  • Penulis kitab Nehemia
  • Penulis Mazmur 105
  • Daniel
  • Penulis kitab Ibrani
  • Penulis kitab Wahyu

 

Dalam kitab Yosua,

  • Total nama Musa muncul dalam kitab Yosua, sebanyak 19 kali dengan tambahan Hamba Tuhan atau Abdi Allah
  • Total nama Musa muncul dalam kitab Yosua, sebanyak 39 kali, sebagai Musa saja, tanpa tambahan Hamba Tuhan, atau Abdi Allah.
  • Jadi total nama Musa muncul dalam kitab Yosua baik sebagai Musa saja, ataupun sebagai Musa, hamba Tuhan maupun sebagai Musa Abdi Allah = 19+39 = 58 kali
  • TIDAK PERNAH BANGSA ISRAEL, MENYEBUT MUSA SEBAGAI HAMBA TUHAN, ATAU ABDI ALLAH,dalam KITAB YOSUA/ pada zaman kepemimpinan Yosua, bisa kita lihat dalam 5 ayat berikut ini : ( kecuali Kaleb- Kaleb menyebut Musa secara lengkap, baik sebagai Musa saja, baik sebagai Musa Hamba Tuhan, baik Musa sebagai Abdi Allah)
    • Yosua 1:17 ( muncul dua kali kata Musa, tanpa tambahan HAMBA TUHAN atau ABDI ALLAH)
    • Yosua 1:17
    • Yosua 17:4
    • Yosua 21:1 ( orang Lewi kepada Yosua)
    • Yosua 21:2 ( orang Lewi kepada Yosua)
  • Tetapi Yosua menyebut nama Musa sebagai Hamba Tuhan, di hadapan bangsa Israel sebanyak 6 kali, dan sebagai penulis Kitab Yosua, Yosua menuliskan nama Musa sebagai Hamba Tuhan sebanyak 8 kali.

Kesimpulan:

  • Yosua hidup di bawah bayang-bayang nama besar Musa, karena pada kepemimpinannya, nama Musa disebut-sebut terus sebanyak 58 kali, sekalipun nama Yosua tetap muncul lebih banyak, yaitu sebanyak 160 kali. Perbandingannya adalah hampir 1:3. Namun kita tidak melihat bahwa di sini Yosua terganggu dengan hal ini. Yosua tidak menjadikan hal itu sebagai penghambat dalam kepemimpinannya, justru dia melanjutkan apa-apa yang sudah ditanamkan Musa dalam kepemimpinannya dan selalu mengingatkan bangsa Israel hal-hal apa saja yang sudah Tuhan perintahkan dan hukumkan lewat hamba-Nya, Musa. Di sini kita lihat Yosua bukan pribadi yang mencari popularitas dalam kepemimpinannya, bagi dia yang penting bukan siapanya, dirinya atau orang lain, tetapi bagi dia yang penting adalah bagaimana umat Tuhan dapat melakukan kehendak Tuhan dan menyenangkan hati-Nya, walaupun untuk menuju ke arah sana dia harus menyebut-nyebut terus pemimpin yang terdahulu yang memang telah dipakai oleh Tuhan untuk meletakkan dasar. Yosua seorang pemimpin yang rendah hati dan tidak mencari nama besar dalam kepemimpinannya.
  • Yosua selalu mengajak bangsa Israel menghormati Musa , yang telah mati, sebagai sesosok pemimpin yang adalah Hamba Tuhan, bukan sesosok pemimpin biasa. Jadi semua hukum taurat itu keluar dari Musa sebagai seorang Hamba Tuhan, juga semua perintah-perintah Tuhan yang disampaikan oleh Tuhan lewat Musa itu tidak main-mian, itu semula lewat hamba-Nya , Musa.
  • Hal tersebut adalah sikap hati Kaleb juga. Kaleb juga menyebutkan Musa sebagai sesosok Musa saja, juga Musa sebagai Hamba Tuhan dan Musa sebagai abdi Allah.
  • Terlihat di sini bangsa Israel yang menaruh respek/ penghormatan kepada Musa sebagai pemimpin sangat sedikit, hanya Yosua dan Kaleb. Bisa jadi Yosua dan Kaleb adalah 2 orang pribadi yang menghormati pemimpin mereka, yaitu Musa, sehingga mereka bukan pribadi yang mudah berontak ataupun melakukan kudeta ataupun melakukan protes ataupun bahkan menjadi profokator untuk pemberontakan terhadap pemimpinnya.
  • Justru orang Yebus memiliki respek terhadap Musa, mereka saja bisa tahu menghargai Musa sebagai hamba Tuhan.

Generasi Yosua adalah generasi akhir zaman yang tahu bagaimana menghormati pemimpin yang di atasnya, seperti halnya Yosua dan Kaleb. Generasi Yosua adalah generasi yang tahu bagaimana meneruskan apa yang sudah diletakkan dan dibangun oleh generasi pendahulunya, dan bukannya merusakkannya demi mendapatkan nama yang lebih besar, karena generasi Yosua adalah generasi yang memimpin dengan rendah hati, tidak mencari nama besar dalam kepemimpinannya.

Nama Yosua disebutkan dalam posisinya sebagai

  1. AMAD PANIYM

Yang unik di sini adalah kemunculan kata AMAD PANIYM, hanya muncul satu kali di PL yaitu  di Ulangan 1:38

Yosua bin Nun, pelayanmu, dialah yang akan masuk ke sana. Berilah kepadanya semangat, sebab dialah yang akan memimpin orang Israel sampai mereka memiliki negeri itu.

Dalam bahasa Inggris , kata ‘pelayanmu’ di sini diterjemahkan dalam beberapa versi:

  • Your assistant/ asistenmu
  • Who attends you/ yang mendampingimu
  • Who stands before you/ yang berdiri di hadapanmu
  • Who is in attendance on you/ yang hadir padamu
  • Your helper/pembantumu
  • Your servant/hambamu

Peristiwa di mana ayat ini terjadi lebih kurang 3 tahun setelah bangsa Israel keluar dari Mesir.

Yosua adalah seorang asisten Musa, yang setia mendampingi Musa, yang selalu hadir di dekat Musa , dan juga yang menjadi pembantu Musa, hamba Musa, selalu melakukan hal-hal sepele dan kecil buat Musa, hal-hal yang tidak diperhitungkan, seperti misalnya menolong Musa mempersiapkan jalannya ibadah, menolong Musa dalam kesehariannya, mendampingi Musa ke mana pun Musa pergi, dst.

Generasi Yosua akhir zaman adalah generasi yang setia pada perkara kecil dan dapat diandalkan

  1. ABDI MUSA, muncul dalam
    1. SHARATH

Pengertian sharath  di sini adalah: seorang hamba melayani dan yang menundukkan diri di bawah otoritas hamba lainnya.

Dalam terjemahan ayat-ayat yang menggunakan kata sharath ini dalam bahasa Inggris , muncul beberapa terjemahan;

Attendant, servant, assistant, minister, serve

Yosua adalah abdi/sharath yang menundukkan diri di bawah otoritas Musa, sekalipun Musa juga tunduk di bawah otoritas Tuhan sebagai tuannya.

Pada ayat mana saja kata sharath  ini muncul? ( muncul  4 kali di  PL)

  1. Sebagai sebutan dari Musa sebagai penulis kitab Keluaran, tentang Yosua,
    1. Keluaran 24:13
    2. Keluaran 33: 11
  2. Sebagai sebutan dari Musa sebagai penulis kitab Bilangan, tentang Yosua,
    1. Bilangan 11:28
  • Sebagai sebutan dari Yosua sebagai penulis kitab Yosua, tentang dirinya sendiri,
    1. Yosua 1:1 di ayat ini bertemulah penyebutan Yosua sebagai abdi Musa dengan Musa sebagai hamba Tuhan

 

  1. HAMBA TUHAN
    1. ‘ebed/ servant/hamba

Pengertian ‘ebed di sini adalah:

Hamba yang bisa dipercaya sepenuhnya oleh tuannya.

Dalam Alkitab bahasa Inggris, muncul terjemahan sebagai:

The  Lord’s servant/ The servant of the Lord.

Inilah yang didefinisikan oleh Tuhan, saat menjelaskan tentang siapa Yosua, bagi diri-Nya, baik kepada Imam Eleazar/Imam Pinehas yang diperkirakan menjadi penulis yang melanjutkan penulisan kitab Yosua setelah Yosua mati, ataupun juga kepada penulis kitab Hakim-hakim.

Sebagaimana Musa adalah hamba yang dapat dipercaya oleh Tuhan, demikian juga pada akhir hidup Yosua, Yosua dinobatkan Tuhan/diberi julukan oleh Tuhan, sebagai HAMBA TUHAN/ seorang hamba daripada Tuhan, yang mengabdi pada Tuhan, dan didapati pada akhir hidupnya, dia ternyata selama menjalankan tugasnya, DAPAT DIPERCAYA.

Pada ayat mana saja kata ‘ebed ini muncul? ( muncul  2 kali di  PL)

  1. Sebagai ayat kunci penutup kitab Yosua yang diperkirakan ditulis oleh Imam Eleazar ataupun Imam Pinehas setelah Yosua mati, sebagai sebutan/julukan dari TUHAN untuk Yosua, ketika si penulis itu  melanjutkan kitab Yosua yang pada saat itu belum selesai ditulis sampai final oleh penulisnya, yaitu Yosua sendiri.
    1. Yosua 24: 29
  2. Sebagai ayat kunci pembuka kitab Hakim-hakim, yang oleh Tuhan diberi inspirasi/wahyu untuk memberi sebutan/julukan ‘ebed mengenai Yosua.
    1. Hakim-hakim 2:8

 

Perhatikan di sini, Yosua pasal 1 dimulai dengan keberadaan Yosua sebagai abdi Musa, si Musa yang telah mati itu. Profesi awalnya waktu Tuhan memanggil adalah mantan abdi Musa.

Namun Yosua pada pasal terakhir menuliskan Yosua sebagai HAMBA TUHAN (‘ebed) , suatu gelar yang sama dengan Musa, yaitu dikenakan pada Yosua karena dia bukan saja orang kepercayaan Musa, tetapi juga orang kepercayaan Tuhan.  Seorang hamba yang dapat dipercaya oleh TUHAN.

Komentar mengenai Yosua ini , dipercaya oleh ahli ahli Alkitab, ditulis bukan oleh Yosua sendiri, mentang-mentang dia penulis kitab Yosua, lalu dia menambahkan komentar tersebut untuk dirinya sendiri, TIDAK ! Melainkan merupakan ayat-ayat penutup yang ditambahkan oleh Imam Eleazar ataupun Imam Pinehas, setelah Yosua mati.

Generasi Yosua akhir zaman adalah: generasi yang setia melayani Tuhan sampai akhir hayat hidupnya. Hidupnya berkenan kepada Tuhan karena didapati sebagai hamba yang dapat dipercaya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA BIRU 5
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam  kesetiaan ( I Tim 4:12)

Setia menjadi hamba Tuhan sampai akhir hayat

YOSUA SEORANG YANG  Setia melayani TuhaN  sampai akhir hayat hidupnya.
DEFINISI Kesetiaan melayani Tuhan  sampai akhir hayat adalah sampai mendapat pujian dari Tuhan “Marilah hai hamba-Ku yang setia.”
AYAT PENDUKUNG YOSUA 23:4
AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Tadinya Yosua disebut sebagai Hosea bin Nun, kemudian disebut sebagai Yosua , abdi Musa, kemudian disebut sebagai Yosua bin Nun, kemudian setelah dia mati, dia disebut sebagai Yosua bin Nun, hamba Tuhan.

Hal ini menunjukkan Kesetiaan Yosua kepada Tuhan , melayani Tuhan sampai akhir hayat hidupnya.

AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo setia melayani Tuhan sampai akhir hayat hidup kita
PROPERTY YANG DISARANKAN Kain penutup jenazah,saputangan/tissue
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Tampak mayat Yosua ditutupi kain, dan orang-orang di sekitarnya menangis.
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Yosua tadinya melayani Tuhan sebagai seorang Abdi Musa, tetapi kemudian Tuhan memanggil Yosua untuk melayani Tuhan sebagai pemimpin bangsa Israel, dan Yosua melakukan tugas nya dalam melayani Tuhan dengan baik, baik sebagai abdi Musa maupun sebagai pemimpin bangsa Israel, sehingga waktu dia mati, Alkitab menuliskan namanya sebagai Yosua bin Nun, hamba TUHAN.

 

GAYA KEPEMIMPINAN YOSUA

Tiap-tiap pemimpin memiliki gaya kepemimpinannya sendiri yang biasanya dipengaruhi oleh banyak faktor:

  1. Sasaran / goal / Visi apa yang ingin dicapainya bersama anak buahnya
  2. Cara / strategi/ metode apa yang dipilihnya karena dianggap paling cocok untuk penerapan pencapaian sasaran. Tentunya tidak semua cara/strategi/metode bisa cocok untuk diterapkan, karena pada tiap kepemimpinan akan menghadapi situasi yang berbeda terkait dengan:
    1. Dengan siapa dia bekerja sama
    2. Bagaimana karakter orang-orang yang dipimpinnya
    3. Adakah target waktu yang ditentukan
    4. Kondisi Medan/ pasar yang dihadapi
    5. Fasilitas yang tersedia
    6. Kecakapan yang dibutuhkan
    7. Biaya yang tersedia
    8. Peluang apa yang bisa diraih
    9. Ancaman apa yang sedang mengancam di hadapan
    10. Resiko –resiko apa yang bisa menjadi tantangan
    11. Kekuatan –kekuatan apa yang bisa digali
    12. Kelemahan-kelemahan apa yang bisa diminimalisir bahkan diatasi
    13. Analisis apa yang diperlukan untuk memperbaiki kesalahan di masa lalu
    14. Apakah ada sejarah yang bisa dipelajari untuk menjadi bekal melangkah ke masa depan?
    15. Kenyamanan seperti apa yang cukup dapat menterlenakan??
    16. Dll

 

Dan inilah gaya kepemimpinan Yosua dalam menghadapi bangsa Israel yang  adalah generasi Buki dan generasi Uzi yang lahir di padang gurun yang sbb:

  • Dididik oleh model orang tua kandung mereka yang Tegar tengkuk
  • Dididik oleh model orang tua kandung mereka yang Tukang bersungut-sungut
  • Dididik oleh model orang tua kandung mereka yang Tukang memberontak
  • Dididik oleh model orang tua kandung mereka yang Mudah melupakan Tuhan dan perbuatan tangan Tuhan
  • Sehingga Kecenderungan hati mereka adalah segera meninggalkan Tuhan sesudah Musa mati.
  • Yatim piatu dan kurang kasih sayang
  • Trauma batin menyaksikan orang tua mereka mati di padang gurun karena berbagai kasus skandal
  • Tidak berpengalaman dalam berperang

Dan inilah tantangan yang Yosua hadapi

  • Memimpin bangsa Israel memasuki tanah Kanaan yang berlimpah susu dan madu, dikawatirkan mereka terbuai dengan kenyamanan. Membutuhkan adaptasi terhadap semua kenikmatan yang bisa diraih setelah sebelumnya mengalami padang gurun.
  • Memimpin peperangan dalam waktu yang lama terus menerus, tentunya membutuhkan stamina yang powerful
  • Menjaga keadilan agar tidak terjadi perpecahan dan pertikaian
  • Terus melakukan ibadah kepada Tuhan agar bangsa ini tidak berbelok arah menjadi penyembah berhala di tempat yang baru, di mana penduduknya adalah penyembah berhala.
  • Terus melakukan pengawasan agar tidak terjadi kawin campur antara bangsa Israel dengan penduduk asli Kanaan.
  • dll

 

Seperti apakah gaya kepemimpinan Yosua pada generasi Buki dan generasi Uzi ini???

  1. FAMILY LEADERSHIP MODEL
    • Kekeluargaan, Yosua menjadikan generasi Buki dan generasi Uzi sebagai anak-anaknya sendiri, karena sebagian besar dari mereka adalah YATIM PIATU. ( NANTI akan dibahas pada pembahasan di buku ini, APAKAH YOSUA MENIKAH ATAU TIDAK?)
  2. FATHERSHIP LEADERSHIP MODEL
    • Kebapakan yang kuat, karena Yosua memposisikan diri tidak hanya sebagai pemimpin bagi orang Irael, tetapi dia memposisikan diri sebagai seorang Ayah untuk mereka, dan Yosua terbiasa memanggil bangsa Israel dengan sebutan Anakku. Yos 7:9. Kebapakan ini diperlihatkan dengan sifat-sifat seorang bapak, sbb:
      1. Menegur dengan kasih Yos 7:9
      2. Mendisilin dengan tegas Yos 7:22-26
  • Menasihati Yos 17:17
  1. Menyunat anak-anaknya sendiri Yos 5:2
  2. Mengalah Yos 19;20-51
  3. Bersikap adil Yos 23;4
  • Memberi wejangan wasiat sebelum dia mati Yos 23 dan 24
  • Membagi warisan kepada anak-anaknya Yos 23:4
  1. Meninggalkan jejak sejarah bagi ‘keturunan umat Israel’ kelak ( di banyak ayat)
  2. Menguatkan hati mereka Yos 10:25
  • SHEPHERD LEADERSHIP MODEL
    • Memimpin dengan hati gembala: Bilangan 27: 18 Salah satu tugas gembala memimpin domba keluar masuk kandang, dan ini adalah komentar Tuhan mengenai Yosua, yang dijelaskan kepada Musa, bahwa Yosua sesosok calon pemimpin yang memiliki HATI GEMBALA.
  1. LOVE GOD LEADERSHIP MODEL
    • Menekankan bagaimana melakukan perintah dan ketetapan Tuhan dengan cara BERTEKUN MENGASIHI TUHAN Yos 23:11, menjadikan kasih kepada Tuhan sebagai kunci keberhasilan untuk terus hidup menyenangkan hati Tuhan. Budaya kasih inilah yang Yosua terapkan, Yosua tidak pernah mengembangkan gaya kepemimpinan yang penuh dengan kemarahan yang  meledak-ledak.  Yosua tidak mau menjadi perantara bangsa Israel, untuk menjadi penghubung antara orang Israel dengan Tuhan, sebagai mediator, Yosua menolak hal itu, melainkan Yosua selama ini ternyata menekankan untuk bagaimana  tiap orang yang dipimpinnya harus memiliki hati yang TERUS MENERUS BERPAUT PADA TUHAN Yos 23; 8.
  2. ANOINTING LEADERSHIP MODEL
    • Yosua penuh dengan Roh Kudus, penuh dengan iman.
  3. PRAISE AND WORSHIP LEADERSHIP MODEL
    • Yosua selalu mengadakan ibadah kepada Tuhan dalam scope rumahnya secara pribadi dan scope bangsa secara luas
  • WISDOM LEADERSHIP MODEL
    • Yosua adalah pemimpin yang kreatif dan juga seorang pemimpin yang menjalankan kepemimpinannya bukan sekedar dengan smart/kepandaian, tetapi lebih dari itu dengan wisdom/ roh kebijaksanaan.
  • ROLE MODEL LEADERSHIP
    • Mengedepankan teladan yang Yosua berikan bagaimana dia mengasihi Tuhan dalam hidupnya, bagaimana dia taat pada Musa pemimpinnya, bagaimana dia taat pada Tuhan. Ini pengaruhnya sangat kuat sekali, sehingga langsung berasa setelah dia mati.
  1. BALANCING LEADERSHIP MODEL
    • Bagaimana Yosua menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadinya dalam keseharian dan bagaimana dia menjadi sesosok pemimpin dalam pekerjaannya.
  2. TEAMWORK LEADERSHIP MODEL
    • Bagaimana Yosua bergandengan tangan dengan semua jajaran pemimpin lainnya, sehingga dia tidak sendirian. Yosua tahu bagaimana melibatkan Eleazar, Pinehas, Kaleb dan pemimpin-pemimpin lainnya.
  3. WORK LEADERSHIP MODEL
    • Sebagai pemimpin, Yosua ikut turun ke bawah, seperti misalnya dia sendiri yang menyunat bangsa Israel, dia sendiri ikut berperang, dia sendiri bangun pagi-pagi, dll.
  • GOLDEN CHARACTER LEADERSHIP MODEL
    • Ada banyak sekali karakter emas daripada Yosua sebagai seorang pemimpin, diantaranya: Konsisten, mengalah, teliti, rajin, gigih, tidak kenal lelah, dll
  • HISTORY LEADERSHIP MODEL
    • Selalu memetik pelajaran berharga di masa lalu dan selalu meninggalkan jejak sejarah bagi generasi yang sesudahnya

YOSUA DALAM SEJARAH

Yosua masuk dalam catatan sejarah, bahwa seluruh hidupnya, karakternya, keluarganya,  pekerjaannya dalam memimpin bangsa Israel menuduki dan merekut Kanaan, dan terutama ibadahnya kepada Tuhan memberi dampak bagi bangsa secara keseluruhan,

  • Yosua 24:31, Orang Israel beribadah kepada Tuhan sepanjang zaman Yosua dan sepanjang zaman para tua-tua yang hidup lebih lama dari pada Yosua, dan yang mengenal setiap perbuatan yang dilakukan TUHAN bagi orang Israel.
  1. Hakim-hakim 2: 7 Dan bangsa itu beribadah kepada TUHAN sepanjang zaman Yosua dan sepanjang zaman para tua-tua yang hidup lebih lama dari pada Yosua, dan yang telah melihat segenap perbuatan yang besar yang dilakukan TUHAN bagi orang Israel.

Sepintas kalau kita baca dalam Yosua 24:31 dan Hakim-hakim 2:7, suatu hal yang lazim saja, wajar saja, bahwa Yosua dalam hidupnya memberi dampak pada seluruh bangsa , sampai akhir hayatnya, sampai orang-orang yang pernah bersentuhan hidup dengannya ( tua-tua Israel yang hidup lebih lama dari pada Yosua)  mati semua.

Namun di sini ada 2 aspek yang ingin saya bahas.

Aspek pertama adalah : Ibadah kepada Tuhan, yang sangat kuat daripada seorang  Yosua, dan kepemimpinan di dalam dirinya, dipakai Tuhan untuk membawa segenap umat Israel tetap menyembah Tuhan , saat mereka telah menduduki  tanah Kanaan. Ini saya sebut sebagai YOSUA TERLIBAT DALAM PEMBELOKAN SEJARAH – nanti akan kita bahas lebih lanjut apa artinya.

Aspek kedua adalah: persiapan obor estafet yang terburu-buru dari Musa kepada Yosua, yang dapat dikatakan sangat terlambat 37 tahun, membuat Yosua menjadi pribadi yang tidak pernah mengalami yang namanya dimentori. Pada akhirnya, Yosua bisa dikatakan GAGAL TERLIBAT DALAM MENERUSKAN OBOR ESTAFET KE GENERASI BERIKUTNYA- nanti juga akan kita bahas aspek ini.

Nah, sekarang akan kita bahas ASPEK PERTAMA

YOSUA MENJADI SEORANG PEMBELOK SEJARAH

Apa maksudnya Yosua menjadi seorang pembelok sejarah?

Apakah sejarah bisa dibelokkan?

Bisa !

Contoh:

  1. Niniwe diperingatkan akan ditunggangbalikkan oleh Tuhan, namun ketika orang Niniwe bertobat- Tuhan pun membatalkan penunggangbalikan kota itu (Yunus 3:10) . Yunus kesal karena dia tidak suka saat dia ikut terlibat dalam pembelokan sejarah  orang Niniwe itu.
    1. Dalam hal ini bukan berarti peringatan Tuhan itu gagal, namun berlaku tidaknya sebuah peringatan itu juga dipengaruhi oleh respon pihak yang diperingatkan.
  2. Bangsa Israel akan ditumpas di zaman Ester, tetapi pada hari raya Purim, Tuhan memakai Ester dan doa seluruh bangsa untuk melalukan hari pemusnahan ini menjadi hari kemenangan mereka atas musuh-musuhnya. Ester terlibat dalam pembelokan sejarah bangsanya.
    1. Dalam hal ini Tuhan bisa saja tetap menyelamatkan orang Israel dengan cara-cara lain, namun tetap harus ada orang yang bersedia menjadi pembelok sejarah. ( Ester 4:14)
  3. Bahkan Hizkia yang seharusnya mati, dapat mengalami pembelokan sejarah atas hidupnya, dimana usianya diperpanjang 15 tahun lagi. II Raj 20:6
  4. Tuhan akan memusnahkan bangsa Israel dan akan menjadikan Musa bangsa yang baru, (Kel 32:10) karena peristiwa anak lembu emas , namun doa Musa berhasil membelokkan sejarah ( kel 32:14)

Dan inilah yang diperingatkan Musa pada bangsa Israel semasa Musa masih hidup: Ulangan 6: 1-25

BAGAIMANA AGAR BISA TETAP HIDUP, MEMASUKI KANAAN?

Ini kita sebut FASE 1. PERSIAPAN.

ULANGAN 4: 1-21

  • Jangan menambahi atau mengurangi perintah TUHAN
  • Lakukanlah ketetapan dan peraturan yang diberikan Tuhan ,supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya. lakukan dengan setia sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu , yang akan diakui oleh bangsa-bangsa sekitar sebagai bangsa yang bijaksana dan berakal budi
  • Jangan melupakan hal hal yang dilihat oleh matamu. Engkau serta anak cucumu takut akan Tuhan dan berpegang pada segala ketetapan dan perintahNya
  • Harus diajarkan kepada anak-anak dan kepada cucu cicitmu semuanya itu ( pola 3-4 generasi)

BAGAIMANA SAAT MENYEBERANGI SUNGAI YORDAN DAN MEMASUKI KANAAN?

Ini kita sebut FASE 2. PEPERANGAN UNTUK  MEREBUT KANAAN

Bilangan 33: 50-56, Ulangan 6: 1-25, DALAM PEPERANGAN INI YANG HARUS DILAKUKAN

  • Menghalau semua penduduk negeri itu, jika ini tidak dilakukan maka musuh akan menjadi selumbar dan duri dan akan menyesatkan, maka perlakuan Tuhan pada pihak musuh akan sama dengan perlakuan Tuhan pada Isrel
  • Membinasakan segala batu berukir
  • Membinasakan segala patung tuangan
  • Memusnahkan segala bukit pengorbanan mereka
  • Menduduki dan diam di sana
  • Membagi tanah Kanaan dengan membuat undi

ULANGAN 4: 22-24

  • Jangan membuat patung yang menyerupai berhala apa pun.. Tuhan akan menyerakkan kamu di antara bangsa-bangsa…

SETELAH MEMASUKI TANAH KANAAN TENTUNYA MEREKA AKAN MENIKMATI HASIL NEGERI KANAAN SERTA JARAHAN-JARAHAN PERANG

  • Maka apabila Tuhan telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikanNya, negeri dengan
    • KOTA-KOTA,
    • RUMAH-RUMAH YANG TIDAK KAU BANGUN,
    • BARANG-BARANG,
    • SUMUR-SUMUR YANG TIDAK KAU GALI,
    • KEBUN ANGGUR,
    • KEBUN ZAITUN,
    • apabila engkau sudah MAKAN DAN MENJADI KENYANG,

 

BAGAIMANA SAAT SUDAH MENDUDUKI  KANAAN?

Ini kita sebut FASE 3. KENYAMANAN.

ULANGAN 4; 25-29, Ulangan 8:11-14

SETELAH MENETAP LAMA DI SANA INI YANG DIPERINGATKAN TUHAN

  • Jika kamu beranak cucu dan kalu telah tua di negeri itu lalu kamu berlaku busuk dengan membuat patung yang menyerupai apa pun juga, …..sehingga kamu menimbulkan sakit hati-Nya…pastilah kamu habis binasa dengan segera …pastilah kamu punah.
  • Generasi Buki pada saat tuanya akan beranak generasi Uzi, dan Generasi Uzi akan memberikan cucu pada generasi Buki yaitu generasi Zerahya.
  • Generasi Uzi pada saat tuanya akan beranak generasi Zerahya, dan generasi Zerahya akan memberikan cucu pada generasi Uzi yaitu generasi Merayot
  • Pada saat pesan ini diberikan oleh Musa kepada mereka, Musa hanya berhadapan pada generasi Buki dan Uzi saja, jadi perhitungan ini hanya kita terapkan pada generasi Buki dan Uzi saja.
  • Namun terbukti Yosua berhasil membuat bangsa Israel tetap berpaut pada Tuhan sampai generasi di bawah generasi Merayot, yaitu generasi Amarya A.
    • Lembu sapi dan kambing domba bertambah banyak
    • Emas erta perak bertambah banyak
    • Segala yang ada padamu bertambah banyak
  • berhati-hatilah supaya JANGAN ENGKAU MELUPAKAN TUHAN , harus Takut akan Tuhan , harus beribadah kepada Tuhan dan demi nama Tuhanlah harus engkau bersumpah. Jika mengikuti Allah lain maka mereka akan punah (Ul 6: 15)
  • Jangan tinggi hati (Ulangan 8:14)
  • Jangan mengadakan perjanjian dengan penduduk asli
  • Jangan kawin mengawin dengan warga asli, jika ini dilakukan maka Tuhan akan memunahkan Israel dengan segera (Ul 7:4)
  • Jika bangsa Israel mendengarkan serta melakukan dengan setia maka ada banyak janji berkat Tuhan (Ul 7:12-26)

APA YANG AKAN TERJADI JIKA BANGSA ISRAEL MELUPAKAN TUHAN?

Ulangan 8:19  Pasti binasa

KUTUK ( Ul 11: 26-32), Ulangan 28:15-46

APA YANG TERJADI JIKA BANGSA ISRAEL MENDENGARKAN PERINTAH TUHAN DAN MELAKUKANNYA?

BERKAT  ( Ul 11: 26-32), Ulangan 28:1-14

 

Kesimpulan: Ada 3 fase bangsa Israel di sini:

FASE PERSIAPAN- adalah di tahun ke 40 saat Musa mati, melewati masa-masa menyeberang sungai Yordan dari Sitim, penyunatan dan paskah di Gilgal, sampai di tahun ke 41 awal.

FASE PEPERANGAN DAN MENDAPATKAN JARAHAN SERTA HASIL NEGERI ITU- adalah di tahun ke 41 awal , jadi tahun ke 41 dihitung sebagai tahun pertama- sampai 7 tahun peperangan- yiatu sampai tahun ke 47.

FASE KENYAMANAN ADALAH SETELAH LAMA MENETAP DI NEGERI ITU- adalah di tahun ke 47 SESUDAH PERANG SELESAI, sampai Yosua mati di usia ke 110. ( diperkirakan berdasarkan Pemetaan Exodus yang saya buat, adalah 40+50 = di tahun ke 90. Jadi masa kenyamanan diperkirakan sepanjang 50 tahun-7 tahun = 43 tahun.)

Jadi sebenarnya SEJARAH BANGSA ISRAEL arahnya akan ke mana ditentukan oleh bangsa Israel sendiri, ingin mendapatkan BERKAT atau KUTUK, merekalah yang akan memilih sendiri.

Namun di Ulangan 31: 14-22 ada suatu hal yang Tuhan ungkapkan pada Musa, sehingga Musa pada akhirnya diminta Tuhan menuliskan nyanyian saksi

Tuhan berfirmankan semuanya ini berdasarkan NIAT YANG DIKANDUNG BANGSA ISRAEL PADA HARI INI , SEBELUM TUHAN MEMBAWA MEREKA KE NEGERI YANG DIJANJIKAN TUHAN DENGAN SUMPAH KEPADA MEREKA ( ULANGAN 31:21)- kapankah pada hari ini itu? Yaitu pada hari dimana Tuhan berfirman kepada MUSA, yaitu di tahun ke 40, sebelum Musa mati.

Ulangan 31:16 Ketahuilah, engkau akan mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu  ( artinya : ketahuilah, hai Musa, bahwa engkau sebentar lagi mati)

Jadi saat Tuhan berfirman pada saat itu kepada Musa di Ulangan 31:14-22 Tuhan sudah tahu apa yang akan terjadi kelak pada masa kepemimpinan Yosua, namun PADA HARI INI, yaitu pada saat Tuhan berfirman kepada MUSA, Tuhan yang dapat menyelidiki segala NIAT HATI, mengetahui apa yang menjadi kecondongan hati bangsa Israel, yaitu:

 

Aku tahu niat yang dikandung mereka pada hari ini, sebelum Aku membawa mereka ke negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada mereka (Ul 31:21)

 

 

Berdasarkan prediksi Tuhan itulah, berdasarkan NIAT HATI bangsa Israel itulah, maka dari dua pilihan ini BERKAT atau KUTUK , Tuhan memprediksikan bahwa bangsa Israel PADA HARI INI, PADA SAAT ITU, PADA DETIK ITU, kecenderungan hatinya, kecondongan hatinya adalah SEGERA MENINGGALKAN TUHAN SETELAH MUSA MATI.

 

Oleh sebab itu Musa juga memberi prediksi yang sama, dan memberitahukan prediksi ini pada para pengangkut tabut Allah, bahwa Musa memprediksikan bahwa bangsa Israel yang dikenal Musa degil dan tegar tengkuk, bahwa setelah Musa mati nanti, bangsa Israel akan berlaku sangat busuk dan akan menyimpang dari jalan yang telah diperintahkan Musa kepada mereka. Dan selanjutnya malapetaka akan menimpa bangsa Israel apabila mereka berbuat yang jahat di mata TUHAN dan menimbulkan sakit hati-Nya dengan perbuatan tangan mereka ( Ulangan 31: 24-29)

 

Tetapi nanti dalam kenyataan yang berjalan di era kepemimpinan YOSUA, ternyata semua hal ini tidak terjadi seperti yang Tuhan katakan pada Musa dan didengar oleh Yosua, dan diprediksikan yang sama oleh Musa dan diberitahukan pada para pengangkut tabut Allah itu. Apakah berarti prediksi Tuhan dan Musa itu salah????

 

TIDAK. Tidak ada yang salah, …

 

Kata kuncinya di sini adalah  AKU TAHU NIAT YANG DIKANDUNG MEREKA PADA HARI INI, SEBELUM AKU MEMBAWA MEREKA KE NEGERI YANG KUJANJIKAN DENGAN SUMPAH KEPADA MEREKA Ul 31: 21

 

Lho Tuhan itu juga Maha Tahu apa yang akan terjadi kelak, tetapi Tuhan belum mau tahu. Artinya begini. Jika pada saat menjelang Musa mati, Tuhan tidak memberitahukan keadaan hati bangsa Israel PADA SAAT ITU, baik kepada Musa, yang berkewajiban mengajarkan nyanyian saksi, dan berkewajiban memberi wejangan/kata wasiat sebelum dia meninggal, juga kepada Yosua yang saat itu mendengar semua ucapan Tuhan kepada Musa, karena saat itu Yosua berada pada ruangan yang sama, yaitu di depan pintu kemah pertemuan, jika Tuhan tidak memberitahukan hal ini kepada Yosua yang bertugas sebagai pemimpin berikutnya, bisa saja Musa dan Yosua memiliki gambaran yang salah tentang kondisi bangsa itu, bahwa dikira mereka berdua bangsa itu dalam kondisi begitu mengasihi Tuhan, begitu taat pada perintah Tuhan, begitu akrab dengan Tuhan,begitu menghormati Tuhan, padahal kenyataannya jauh daripada itu.

 

Justru dengan memberitahu kondisi hati bangsa Israel yang saat itu niat hatinya segera membelakangi Tuhan segera setelah MUSA mati, dalam fase persiapan, peperangan maupun fase kenyamanan, maka Tuhan  sudah menunjukkan hal yang sebenarnya mengenai kondisi NIAT HATI BANGSA ISRAEL, sehingga sebelum Musa mati, Musa bisa memberi bangsa Israel nyanyian saksi sebagai STRATEGI PENCEGAHAN, dan juga Yosua pun dapat bersiap untuk mengambil langkah-langkah apa yang harus dia tempuh agar bangsa ini TIDAK MENGIKUTI KECONDONGAN HATINYA untuk segera meninggalkan Tuhan setelah Musa mati, tetapi tetap berpaut hatinya pada Tuhan dan mengasihi Tuhan.

 

Di sinilah saya katakan bahwa YOSUA ADALAH SEORANG PEMBELOK SEJARAH, yang dipakai Tuhan sebagai pemimpin yang berhasil membelokkan NIAT HATI BANGSA ISRAEL dari yang semula segera akan meninggalkan Tuhan setelah Musa mati, menjadi bangsa yang mengasihi Tuhan. Yos 23:8. Dan kasih mereka kepada Tuhan, bagaimana caranya, agar bisa tetap bertahan dalam Fase persiapan, Fase Peperangan dan Fase Kenyamanan.

 

Tetapi kamu harus berpaut pada Tuhan , Allahmu, seperti yang kamu lakukan SAMPAI SEKARANG ( Yos 23:8)- ayat ini dituliskan sebagai perkataan Yosua sebelum Yosua mati di usia 110 tahun.

 

Mari kita simak tabel berikut ini, yang menggambarkan YOSUA SEBAGAI PEMBELOK SEJARAH.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


NIATAN YANG DIKANDUNG BANGSA ISRAEL DALAM PANDANGAN MATA TUHAN YANG DIFIRMANKAN TUHAN KEPADA MUSA DI TAHUN KE 40 FASE YANG DIMAKSUDKAN OLEH TUHAN APA AKIBAT YANG BISA TERJADI PADA BANGSA ISRAEL KAPAN TEPATNYA FASE INI TIBA? APAKAH BENAR-BENAR TERJADI DALAM SEJARAH HAL INI?
Ulangan 31:16 Ketahuilah, engkau akan mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu  ( artinya : ketahuilah, hai Musa, bahwa engkau sebentar lagi mati) dan bangsa ini akan bangkit dan berzinah dengan mengikuti allah asing yang ada di negeri, ke mana mereka akan MASUK; mereka akan meninggalkan Aku dan mengingkari perjanjian-Ku yang Kuikat dengan mereka. MEREKA AKAN MASUK;

 

Tuhan sedang menunjuk pada

 

FASE PEPERANGAN.

Ulangan 31:17 Murka Tuhan akan bernyala-nyala terhadap mereka, Tuhan akan meninggalkan mereka dan menyembunyikan wajahNya terhadap mereka, sehingga mereka termakan habis dan banyak kali ditimpa malapetaka serta kesusahan. ( kapan mereka masuk? Tepat di zaman Yosua memimpin mereka menyeberangi sungai Yordan)

 

YOSUA 23;8-11 Ayat ini dikatakan Yosua pada masa tuanya sebelum dia mati.

 

Tetapi kamu harus berpaut pada TUHAN , Allahmu, SEPERTI YANG KAMU LAKUKAN SAMPAI SEKARANG.

Bukankah Tuhan telah menghalau bangsa-bangsa yang besar dan kuat dari depanmu, dan akan kamu ini, seorang pun tidak ada yang tahan menghadapi kamu sampai sekarang.

 

Satu orang saja dari pada kamu dapat mengejar seribu orang, sebab Tuhan Allahmu, Dialah yang berperang bagi kamu, seperti yang dijanjikanNya kepadamu.

 

 ( bandingkan dengan isi syair Nyanyian Saksi yang diajarkan Musa dalam Ulangan 32:30) 

 

Maka demi nyawamu ,   bertekunlah mengasihi TUHAN, Allahmu.

 

DALAM ERA YOSUA HAL INI MURKA TUHAN TIDAK TERJADI

 

Dalam fase peperangan:

Yos 21: 43

Jadi seluruh negeri  itu diberikan TUHAN kepada orang Israel, yakni negeri yang dijanjikan-Nya dengan bersumpah untuk diberikan kepada nenek moyang mereka. Mereka menduduki negeri itu dan….

 

 

 

Ulangan 31:20 Sebab Aku akan membawa mereka ke tanah yang Kujanjikan dengan sumpah kepada nenek moyang mereka, yakni tanah yang berlimpah-limpah susu dan madunya, mereka AKAN MAKAN DAN KENYANG dan menjadi gemuk, tetapi mereka akan berpaling kepada Allah lain dan beribadah kepadanya, Aku ini akan dinista mereka dan pernjanjian-Ku akan diingkari mereka. MEREKA AKAN MAKAN DAN KENYANG menunjuk pada FASE PEPERANGAN saat mana mereka telah menikmati hasil bumi negeri itu. Ulangan 31: 21 banyak kali mereka akan ditimpa malapetaka serta kesusahan. (Kapan bangsa Israel mulai makan dan menjadi kenyang ? hasil bumi di Israel?? Tepat di zaman Yosua, Manna berhenti-sesudah mereka merayakan paskah, YOSUA 5:12, INI TERJADI DI TAHUN KE 41 AWAL TAHUN DI HARI PERTAMA TAHUN BARU)

 

Catatan: di kitab Yosua tidak memuat kata kenyang, hanya memuat kata MAKAN, dan kata Makan yang pertama di catat adalah di Yosua 5:12 ini.

 

YOSUA 23;8-11 Ayat ini dikatakan Yosua pada masa tuanya sebelum dia mati.

 

Tetapi kamu harus berpaut pada TUHAN , Allahmu, SEPERTI YANG KAMU LAKUKAN SAMPAI SEKARANG.

Bukankah Tuhan telah menghalau bangsa-bangsa yang besar dan kuat dari depanmu, dan akan kamu ini, seorang pun tidak ada yang tahan menghadapi kamu sampai sekarang.

 

Satu orang saja dari pada kamu dapat mengejar seribu orang,

 

( bandingkan dengan isi syair Nyanyian Saksi yang diajarkan Musa dalam Ulangan 32:30) 

 

sebab Tuhan Allahmu, Dialah yang berperang bagi kamu, seperti yang dijanjikanNya kepadamu. Maka demi nyawamu ,   bertekunlah mengasihi TUHAN, Allahmu.

 

DALAM ERA YOSUA HAL INI MURKA TUHAN TIDAK TERJADI

 

Dalam fase peperangan:

Yos 21: 43

Jadi seluruh negeri  itu diberikan TUHAN kepada orang Israel, yakni negeri yang dijanjikan-Nya dengan bersumpah untuk diberikan kepada nenek moyang mereka. Mereka menduduki negeri itu dan….

 

APA YANG DIKATAKAN MUSA KEPADA ORANG-ORANG LEWI PENGANGKUT TABUT ALLAH ITU? FASE YANG DIMAKSUDKAN OLEH MUSA APA AKIBAT YANG BISA TERJADI PADA BANGSA ISRAEL KAPAN TEPATNYA FASE INI TIBA? APAKAH BENAR-BENAR TERJADI DALAM SEJARAH HAL INI?
Ulangan 31:27 sebab aku mengenal kedegilan dan tegar tengkukmu. Sedangkan sekarang, selagi aku hidup bersama-sama dengan kamu, kamu sudah menunjukkan kedegilanmu terhadap TUHAN , terlebih nanti SESUDAH AKU MATI

 

Musa sedang membicarakan FASE PERSIAPAN.

 

( Kapan tepatnya sesudah aku /Musa mati? Tepat di zaman Yosua , jika setelah Yosua mati, tentu disebutkan ‘terlebih nanti sesudah Yosua mati, walaupun sesudah Yosua mati itu juga adalah sesudah Musa mati, namun maksud saya di sini adalah TEPAT SESUDAH MUSA MATI, SESEGERA MUNGKIN SESUDAH MUSA MATI)- YOSUA 23;8-11 Ayat ini dikatakan Yosua pada masa tuanya sebelum dia mati.

 

Tetapi kamu harus berpaut pada TUHAN , Allahmu, SEPERTI YANG KAMU LAKUKAN SAMPAI SEKARANG.

Bukankah Tuhan telah menghalau bangsa-bangsa yang besar dan kuat dari depanmu, dan akan kamu ini, seorang pun tidak ada yang tahan menghadapi kamu sampai sekarang.

 

Satu orang saja dari pada kamu dapat mengejar seribu orang, sebab Tuhan Allahmu,

 

( bandingkan dengan isi syair Nyanyian Saksi yang diajarkan Musa dalam Ulangan 32:30) 

 

Dialah yang berperang bagi kamu, seperti yang dijanjikanNya kepadamu. Maka demi nyawamu ,   bertekunlah mengasihi TUHAN, Allahmu.

 

DALAM ERA YOSUA HAL INI MURKA TUHAN TIDAK TERJADI

 

Dalam fase peperangan:

Yos 21: 43

Jadi seluruh negeri  itu diberikan TUHAN kepada orang Israel, yakni negeri yang dijanjikan-Nya dengan bersumpah untuk diberikan kepada nenek moyang mereka. Mereka menduduki negeri itu dan….

 

 

Ulangan 31:29 Sebab aku tahu, BAHWA SESUDAH AKU MATI, kamu akan berlaku sangat busuk dan akan menyimpang dari jalan yang telah kuperintahkan kepadamu. Sebab itu di kemudian hari malapetaka akan menimpa kamu, apabila kamu berbuat yang jahat di mata Tuhan, DAN MENIMBULKAN SAKIT HATI-NYA dengan perbuatan tanganmu.” –

 

Musa sedang membicarakan FASE KENYAMANAN

 

FASE KENYAMANAN ditandai dengan kata kunci ini MENIMBULKAN SAKIT HATI-NYA

apa akibatnya jika Bangsa Israel seperti itu? Ul 31;29 sebab itu dikemudian hari malapetaka akan menimpa kamu, apabila kamu berbuat yang jahat di mataTuhan.

 

Apa akibatnya jika Bangsa Israel seperti itu? Ul 31;21 Maka apabila banyak kali mereka ditimpa malapetaka serta kesusahan…(#)….(

 

( Kapankan frase menyakiti hati Tuhan itu muncul lagi? Sama sekali tidak pernah ada tercatat di kitab Yosua, bahwa Tuhan itu sakit hati pada bangsa Israel, melainkan nanti frase semacam ini muncul di kitab

 

Hakim-hakim 2: 12

·         Mereka meninggalkan Tuhan, Allah nenek moyang mereka yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir, lalu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa di sekeliling mereka, dan sujud menyembah kepadanya, SEHINGGA MEREKA MENYAKITI HATI TUHAN.)

 

Kapan bangsa Israel mulai mengalami malapetaka serta kesusahan…? Di kitab Yosua tidak pernah tercatat bangsa Israel mengalami malapetaka dan kesusahan, namun kalimat yang mengandung kata malapetaka ini baru muncul nanti di kitab Hakim-hakim:

 

Hakim-hakim 2:15

Setiap kali mereka maju, tangan TUHAN melawam mereka dan mendatangkan malapetaka kepada mereka, sesuai dengan apa yang telah diperingatkan kepada mereka oleh TUHAN dengan sumpah, sehingga mereka terdesak.

 

 

YOSUA 23;8-11 Ayat ini dikatakan Yosua pada masa tuanya sebelum dia mati.

 

Tetapi kamu harus berpaut pada TUHAN , Allahmu, SEPERTI YANG KAMU LAKUKAN SAMPAI SEKARANG.

Bukankah Tuhan telah menghalau bangsa-bangsa yang besar dan kuat dari depanmu, dan akan kamu ini, seorang pun tidak ada yang tahan menghadapi kamu sampai sekarang.

 

Satu orang saja dari pada kamu dapat mengejar seribu orang,

 

( bandingkan dengan isi syair Nyanyian Saksi yang diajarkan Musa dalam Ulangan 32:30) 

 

 sebab Tuhan Allahmu, Dialah yang berperang bagi kamu, seperti yang dijanjikanNya kepadamu. Maka demi nyawamu ,   bertekunlah mengasihi TUHAN, Allahmu.

 

Dalam fase kenyamanan:

Yos 21: 43-45.

 

Dan…..menetap di sana.

Dan TUHAN mengaruniakan kepada mereka keamanan ke segala penjuru, tepat seperti yang dijanjikan-Nya dengan bersumpah kepada nenak moyang mereka. Tidak ada seorang pun dari semua musuhnya yang tahan berdiri menghadapi merekal semua musuhnya diserahkan TUHAN kepada mereka. Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dpienuhi; semuanya terpenuhi.

 

Yos 23: 1 Lama setelah TUHAN mengaruniakan keamanan kepada orang Israel ke segala penjuru terhadap semua musuhnya, dan ketika Yosua telah tua dan lanjut umur, …

 

 

 

KESIMPULAN; semua prediksi Tuhan dan Musa atas bangsa Israel, bahwa segera setelah kematian Musa, bangsa Israel akan menyembah berhala, TIDAK TERJADI.

 

Jadi memang semua nubuatan itu terjadi atau tidaknya tergantung respon kita

Ketika bangsa Israel di bawah kepemimpinan Yosua memiliki respon yang tepat, seperti halnya orang-orang penduduk kota Niniwe dan rajanya memberi respon yang tepat terhadap rancangan Tuhan untuk menunggangbalikkan kota itu, maka Tuhan batal menurunkan hukumanNya atas kota Niniwe itu, maka dapat kita pastikan bahwa YOSUA dipakai Tuhan untuk menjadi seorang pembelok sejarah.

 

Nah, sekarang akan kita buktikan lebih jauh apakah benar pada era kepemimpinan Yosua , bangsa Israel benar-benar tidak menyembah berhala Kanaan????

 

 


Apakah bisa dipastikan pada zaman Yosua, bangsa Israel tidak menyembah berhala?

Yosua 24:1-33

Konteks

Pembaruan perjanjian di Sikhem

24:1 Kemudian Yosua mengumpulkan w  semua suku 1  orang Israel di Sikhem. x  Dipanggilnya y  para tua-tua z  orang Israel, a  para kepalanya, para hakimnya dan para pengatur pasukannya, lalu mereka berdiri di hadapan Allah. 24:2Berkatalah Yosua kepada seluruh bangsa itu: “Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Dahulu kala di seberang sungai Efrat, di situlah diam nenek moyangmu, yakni Terah, ayah Abraham dan ayah Nahor, b  dan mereka beribadah kepada allah lain.c  24:3 Tetapi Aku mengambil Abraham, bapamu itu, dari seberang sungai Efrat, dan menyuruh dia menjelajahi seluruh tanah Kanaan. d  Aku membuat banyak keturunannya e  dan memberikan Ishak f  kepadanya. 24:4 Kepada Ishak Kuberikan Yakub dan Esau. g  Kepada Esau Kuberikan pegunungan Seir h  menjadi miliknya, sedang Yakub serta anak-anaknya pergi ke Mesir. i  24:5 Lalu Aku mengutus Musa serta Harun j  dan menulahi Mesir, seperti yang Kulakukan di tengah-tengah mereka, kemudian Aku membawa kamu keluar. k  24:6 Setelah Aku membawa nenek moyangmu keluar dari Mesir dan kamu sampai ke laut, l  lalu orang Mesir mengejar nenek moyangmu dengan kereta dan orang berkuda m  ke Laut Teberau.n  24:7 Sebab itu berteriak-teriaklah o  mereka kepada TUHAN, maka diadakan-Nya gelap p  antara kamu dan orang Mesir itu dan didatangkan-Nya air laut atas mereka, sehingga mereka diliputi. q  Dan matamu sendiri telah melihat, apa yang Kulakukan terhadap Mesir. r  Sesudah itu lama s  kamu diam di padang gurun. 24:8 Aku membawa kamu ke negeri orang Amori t  yang diam di seberang sungai Yordan, dan ketika mereka berperang melawan kamu, mereka Kuserahkan ke dalam tanganmu, sehingga kamu menduduki negerinya, u  sedang mereka Kupunahkan dari depan kamu. 24:9 Ketika itu Balak bin Zipor, v  raja Moab, bangkit berperang melawan orang Israel. Disuruhnya memanggil Bileam bin Beor w  untuk mengutuki kamu. x  24:10 Tetapi Aku tidak mau mendengarkan Bileam, sehingga iapun memberkati kamu. y  Demikianlah Aku melepaskan kamu dari tangannya. 24:11 Setelah kamu menyeberangi sungai Yordan z  dan sampai ke Yerikho, a berperanglah melawan kamu warga-warga kota Yerikho, orang Amori, orang Feris, b  orang Kanaan, orang Het, orang Girgasi, orang Hewi dan orang Yebus, c  tetapi mereka itu Kuserahkan ke dalam tanganmu. d  24:12 Kemudian Aku melepaskan tabuhan e  mendahului kamu dan binatang-binatang ini menghalau f  mereka dari depanmu, seperti kedua raja orang Amori itu. Sesungguhnya, bukan oleh pedangmu dan bukan pula oleh panahmu. g  24:13 Demikianlah Kuberikan kepadamu negeri h  yang kamu peroleh tanpa bersusah-susah dan kota-kota yang tidak kamu dirikan, tetapi kamulah yang diam di dalamnya; juga kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun yang tidak kamu tanami, i  kamulah yang makan hasilnya. 24:14 Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN j  dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. k Jauhkanlah allah l  yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, m  dan beribadahlah kepada TUHAN. 24:15 Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori n  yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, o  kami akan beribadah kepada TUHAN 2 ! p ” 24:16 Lalu bangsa itu menjawab: “Jauhlah dari pada kami meninggalkan q  TUHAN 3  untuk beribadah kepada allah lain! 24:17 Sebab TUHAN, Allah kita, Dialah yang telah menuntun kita dan nenek moyang kita dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan, r  dan yang telah melakukan tanda-tanda s  mujizat yang besar ini di depan mata kita sendiri, dan yang telah melindungi kita sepanjang jalan yang kita tempuh, dan di antara semua bangsa yang kita lalui,24:18 TUHAN menghalau t  semua bangsa u  dan orang Amori, penduduk negeri v  ini, dari depan kita. Kamipun akan beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah w  kita.” 24:19 Tetapi Yosua berkata kepada bangsa itu: “Tidaklah kamu sanggup beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah x  yang kudus, Dialah Allah y  yang cemburu. Ia tidak akan mengampuni z  kesalahan a  dan dosamu. 24:20 Apabila kamu meninggalkan TUHAN b  dan beribadah kepada allah asing, maka Ia akan berbalik c  dari padamu dan melakukan yang tidak baik d  kepada kamu serta membinasakan kamu, e  setelah Ia melakukan yang baik kepada kamu dahulu.” 24:21 Tetapi bangsa itu berkata kepada Yosua: “Tidak, hanya kepada TUHAN saja kami akan beribadah.”24:22 Kemudian berkatalah Yosua kepada bangsa itu: “Kamulah saksi f  terhadap kamu sendiri, bahwa kamu telah memilih g  TUHAN untuk beribadah kepada-Nya.” Jawab mereka: “Kamilah saksi! h ” 24:23 Ia berkata: “Maka sekarang, jauhkanlah allah i  asing yang ada di tengah-tengah kamu dan condongkanlah hatimu j  kepada TUHAN, Allah Israel.” 24:24 Lalu jawab bangsa itu kepada Yosua: “Kepada TUHAN, Allah kita, kami akan beribadah, dan firman-Nya akan kami dengarkan. k ” 24:25 Pada hari itu juga Yosua mengikat perjanjian l  dengan bangsa itu 4  dan membuat ketetapan dan peraturan m  bagi mereka di Sikhem. n  24:26 Yosua menuliskan o  semuanya itu dalam kitab hukum Allah, p  lalu ia mengambil batu q  yang besar dan mendirikannya di sana, di bawah pohon besar, r  di tempat kudus TUHAN. 24:27 Kata Yosua kepada seluruh bangsa itu: “Sesungguhnya batu s  inilah akan menjadi saksi t  terhadap kita, sebab telah didengarnya segala firman TUHAN yang diucapkan-Nya kepada kita. Sebab itu batu ini akan menjadi saksi terhadap kamu, supaya kamu jangan menyangkal u  Allahmu. v ” 24:28 Sesudah itu Yosua melepas bangsa itu pergi, masing-masing ke milik pusakanya. w 

  • Bukti 1
    • Bagaimana penjelasan Yos 24:14, dan Yos 24:2?
    • yang dimaksud dengan ayat Yos 24:14 yang dilontarkan oleh Yosua kepada bangsa Israel?
      • Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir dan beribadahlah kepada Tuhan.
      • Yang dimaksud adalah….Yos 24:2
    • Beginilah Firman Tuhan, Allah Israel; Dahulu kala, di seberang sungai Efrat, di situlah diam nenek moyangmu, yakni Terah, ayah Abraham dan ayah Nahor, dan mereka beribadah kepada allah lain. Tetapi Aku mengambil Abraham bapamu itu , dari seberang sungai Efrat…dan…
    • Tepatnya pada zaman Yosua, Yosua memperingatkan agar bangsa Israel tidak kembali menyembah allahnya Terah( Ayahnya –Abraham) Jadi yang dibahas Yosua di sini bukan allahnya orang Kanaan, tetapi sejarah allah yang pernah disembah ayahnya Abraham dulu, nenek moyang mereka.
    • Kemudian di Yosua 24:15 , Yosua menantang mereka pada 3 pilihan
      • Menyembah pada allahnya Terah/ di seberang sungai Egrat
      • Menyembah pada allah orang Amori di tanah Kanaan
      • .menyembah /beribadah kepada TUHAN.
    • Lebih jelas kita lihat di Yosua 24 ini ayatnya yang ke 20, perhatikan kata ..

Apabila kamu meninggalkan TUHAN b  dan beribadah kepada allah asing, maka Ia akan berbalik c  dari padamu dan melakukan yang tidak baik d  kepada kamu serta membinasakan kamu, e  setelah Ia melakukan yang baik kepada kamu dahulu.”

  • Bukti 2
    • Yosua 23: 8 Tetapi kamu harus berpaut pada TUHAN, Allahmu, seperti yang kamu lakukan SAMPAI SEKARANG.
    • Jadi pada masa tua Yosua, bangsa Israel masih berpaut pada Tuhan, lihat Yosua 23: 1, bahwa Yosua 23:8 tadi ditulis pada masa tua Yosua.
  • Bukti 3:
    • Yosua 24:31, Orang Israel beribadah kepada Tuhan sepanjang zaman Yosua dan sepanjang zaman para tua-tua yang hidup lebih lama dari pada Yosua, dan yang mengenal setiap perbuatan yang dilakukan TUHAN bagi orang Israel.
    • Hakim-hakim 2: 7 Dan bangsa itu beribadah kepada TUHAN sepanjang zaman Yosua dan sepanjang zaman para tua-tua yang hidup lebih lama dari pada Yosua, dan yang telah melihat segenap perbuatan yang besar yang dilakukan TUHAN bagi orang Israel.
    • Kedua ayat tersebut TIDAK BERBUNYI SEPERTI INI:
      • Orang Israel beribadah kepada Tuhan sepanjang zaman MUSA dan sepanjang zaman para tua-tua yang hidup lebih lama dari pada MUSA , dan yang mengenal setiap perbuatan yang dilakukan TUHAN bagi orang Israel.
      • Dan bangsa itu beribadah kepada TUHAN sepanjang zaman MUSA dan sepanjang zaman para tua-tua yang hidup lebih lama dari pada MUSA, dan yang telah melihat segenap perbuatan yang besar yang dilakukan TUHAN bagi orang Israel

D i sinilah kita tahu , bahwa Yosua adalah seorang pemimpin yang membelokkan sejarah, seharusnya bangsa Israel akan jatuh dalam penyembahan berhala segera sesudah Musa mati, tetapi pada zaman kepemimpinan Yosua, itu tidak terjadi.

Apa rahasia Yosua untuk menjadi seorang pembelok sejarah???

  1. Di depan pintu kemah pertemuan itu, ketika Tuhan membeberkan kepada Musa, dan didengar juga oleh Yosua, apa yang Tuhan lihat dalam NIAT HATI BANGSA ISRAEL, segala kecenderungan hati mereka, Tuhan juga berfirman kepada Yosua secara khusus

 “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkau akan membawa orang Israel ke negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada mereka dan Aku akan menyertai engkau.” Ul 31: 23

Ternyata ini kunci 1A, 1B, DAN 1C,  yang Yosua pegang: bahwa dari Tuhanlah dia mendapatkan KEKUARAN ( 1A)  dan KETEGUHAN HATI (1B) , sebab Yosua ditunjuk Tuhan untuk membawa orang Israel ke negeri yang dijanjikan oleh Tuhan kepada mereka, dan Yosua mendapatkan PENYERTAAN TUHAN ( 1C).

  1. Kunci kedua adalah, Ulangan 32:45-47

Setelah Musa selesai menyampaikan segala perkataan itu ( hukum taurat= bandingkan dengan Ulangan 1:5, 31:9) kepada seluruh orang Israel, berkatalah ia kepada mereka; “Perhatikanlah segala perkataan  yang kuperingatkan kepadamu pada hari ini, supaya kamu memerintahkannya kepada anak-anakmu untuk melakukan dengan setia segala perkataan hukum Taurat ini. Sebab perkataan ini bukanlah perkataan hampa bagimu, TETAPI ITULAH HIDUPMU, DAN DENGAN PERKATAAN INI AKAN LANJUT UMURMU DI TANAH, KE MANA  ENGKAU PERGI, MENYEBERANGI SUNGAI YORDAN untuk mendudukinya.

Ada dua kunci di sini: ( 2A, 2B)

Jika ingin lanjut umur di tanah sebrang :

  1. Keluarga yang ikut dilibatkan untuk… (kepada anak-anakmu) ( 2A)
  2. Melakukan dengan setia hukum taurat/hukum Tuhan. ( 2B)

Yosua pribadi yang mengasihi Tuhan, dia tidak ingin Tuhan sakit hati dengan sikap bangsa Israel yang dinubuatkan akan membelakangi Tuhan. Yosua pribadi yang mengasihi bangsa Israel, dia tidak ingin bangsa Israel mendapat murka Tuhan.

Oleh karena itulah setelah Yosua memimpin bangsa Israel, dia memegang 2 kunci ini.

Apalagi sebelum dia mulai memimpin, setelah Musa mati, Tuhan berbicara langsung untuk mempertegas kunci-kunci ini:

Yos 1:7 -9

  1. Bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa;
  2. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri , supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi
  3. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi reungnkanlah itu siang dan malam , supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Apakah menurut kita Yosua termasuk berhasil dan beruntung? Oh ya…semua peperangan dia menangkan, kecuali peristiwa Akhan membuat dia kalah yang pertama kali memerangi Ai, namun setelah itu Ai tetap dikalahkan.

Yos 21:44-45

Dan TUHAN  mengaruniakan kepada mereka keamanan ke segala penjuru, tepat seperti yang dijanjikan-Nya dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka. Tidak ada seorang pun dari semua musuhnya yang tahan berdiri menghadapi mereka, semua musuhnya diserahkan Tuhan kepada mereka. Dari segala yang baik yang dijanjikan Tuhan kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi, semuanya terpenuhi.

Jadi kesimpulannya, apa yang dikatakan Tuhan melalui Musa dan apa yang dikatakan Musa sebelum dia mengajarkan nyanyian saksi:

  • Ul 31;21 Maka apabila banyak kali mereka ditimpa malapetaka serta kesusahan…(#)
  • Ul 31;29 sebab itu dikemudian hari malapetaka akan menimpa kamu, apabila kamu berbuat yuang jahat di mataTuhan.(##)

TIDAK TERJADI PADA ZAMAN YOSUA !! Di zaman Yosua adanya hanya kemenangan dan keberuntungan , keberhasilan dan berkat Tuhan.

KARENA YOSUA BERHASIL MEMBELOKKAN JALANNYA SEJARAH.

DENGAN MELAKSANAKAN 2 KUNCI :

  1. Keluarga yang ikut dilibatkan untuk… (kepada anak-anakmu)
  2. Melakukan dengan setia hukum taurat/hukum Tuhan.

OLEH KARENA ITU TAK HERAN PADA AKHIR HIDUP YOSUA DIA MENGATAKAN SEPERTI INI:

‘Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN’

Keterangan: hal ini terkait dengan penjelasan Apakah Yosua Seorang Pemimpin yang Penakut ? (Dapat dibaca ulang untuk mendapatkan kejelasan lebih lagi mengenai sisi traumatik Yosua, bahwa bangsa Israel menyembah berhala sehingga membuat Tuhan murka tidak terjadi di peristiwa Akhan- itu artinya ada ketakutan-ketakutan Yosua sebenarnya karena nubuatan Tuhan dan Musa itu sungguh-sungguh ( Ulangan 31) , oleh sebab itu Yosua begitu traumatik, namun dia berhasil dipakai Tuhan untuk membelokkan sejarah !) Hal ini juga terkait dengan penjelasan Apakah Yosua menikah? ( lihat bab yang membahas mengenai hal ini)

Untuk lebih jelasnya lagi, sebagai peneguhan, kita dapat melihat pembelokan sejarah ini pada rangkuman perjalanan bangsa Israel yang ditulis oleh Pemazmur , berikut ini:

MAZMUR 106

Kasih setia Allah dan ketegaran hati Israel

106:1 Haleluya! s  Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! t  Bahwasanya untuk selama-lamanya u  kasih setia-Nya 1 .106:2 Siapakah yang dapat memberitahukan keperkasaan v  TUHAN, memperdengarkan segala pujian kepada-Nya? 106:3Berbahagialah orang-orang yang berpegang pada hukum, w  yang melakukan keadilan x  di segala waktu! 106:4 Ingatlah y aku, ya TUHAN, demi kemurahan z  terhadap umat-Mu, perhatikanlah a  aku, demi keselamatan dari pada-Mu, 106:5supaya aku melihat kebaikan b  pada orang-orang pilihan-Mu, c  supaya aku bersukacita d  dalam sukacita umat-Mu, dan supaya aku bermegah bersama-sama milik-Mu e  sendiri.

106:6 Kami dan nenek moyang f  kami telah berbuat dosa, g  kami telah bersalah, telah berbuat fasik. h 

106:7 Nenek moyang kami di Mesir tidak mengerti i  perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib, tidak ingat j  besarnya kasih setia-Mu, tetapi mereka memberontak terhadap Yang Mahatinggi di tepi Laut Teberau. k 

106:8 Namun diselamatkan-Nya mereka l  oleh karena nama-Nya, m  untuk memperkenalkan keperkasaan-Nya. n  106:9Dihardik-Nya o  Laut Teberau, sehingga kering, p  dibawa-Nya mereka berjalan melalui q  samudera raya seperti melalui padang gurun. 106:10 Demikian diselamatkan-Nya mereka r  dari tangan pembenci, s  ditebus-Nya mereka t  dari tangan musuh; 106:11 air menutupi u  para lawan mereka, seorangpun dari pada mereka tiada tinggal.

106:12 Ketika itu percayalah mereka kepada segala firman-Nya, mereka menyanyikan puji-pujian v  kepada-Nya.

106:13 Tetapi segera mereka melupakan w  perbuatan-perbuatan-Nya, dan tidak menantikan nasihat-Nya; x  106:14 mereka dirangsang nafsu di padang gurun, y  dan mencobai z  Allah di padang belantara. a  106:15 Diberikan-Nya kepada mereka b  apa yang mereka minta, dan didatangkan-Nya penyakit paru-paru 2  c  di antara mereka.

106:16 Mereka cemburu d  kepada Musa di perkemahan, dan kepada Harun, orang kudus TUHAN. 106:17 Bumi terbuka e  dan menelan Datan, f  menutupi kumpulan Abiram. g 

106:18 Api menyala h  di kalangan mereka, nyala api menghanguskan orang-orang fasik itu.

106:19 Mereka membuat anak lembu i  di Horeb, dan sujud menyembah kepada patung tuangan; 106:20 mereka menukar Kemuliaan j mereka dengan bangunan sapi jantan yang makan rumput. 106:21 Mereka melupakan Allah k  yang telah menyelamatkan mereka, yang telah melakukan hal-hal yang besar l  di Mesir: 106:22 perbuatan-perbuatan ajaib di tanah Ham, m perbuatan-perbuatan n  dahsyat di tepi Laut Teberau. 106:23 Maka Ia mengatakan hendak memusnahkan o  mereka, kalau Musa, orang pilihan-Nya, tidak mengetengahi p  di hadapan-Nya, untuk menyurutkan amarah-Nya, sehingga Ia tidak memusnahkan mereka.

106:24 Mereka menolak q  negeri r  yang indah itu, tidak percaya s  kepada firman-Nya. 106:25Mereka menggerutu t  di kemahnya dan tidak mendengarkan suara TUHAN. 106:26 Lalu Ia mengangkat tangan-Nya u terhadap mereka untuk meruntuhkan mereka di padang gurun, v  106:27 dan untuk mencerai-beraikan w  anak cucu mereka ke antara bangsa-bangsa, dan menyerakkan mereka ke pelbagai negeri.

106:28 Mereka berpaut pada Baal Peor, x dan memakan korban-korban sembelihan bagi orang mati. 106:29 Mereka menyakiti hati-Nya y  dengan perbuatan mereka, z  maka timbullah tulah a  di antara mereka. 106:30 Tetapi Pinehas b  berdiri dan menjalankan hukum, maka berhentilah tulah itu. c  106:31 Hal itu diperhitungkan kepadanya d  sebagai jasa turun-temurun, e  untuk selama-lamanya.

106:32 Mereka menggusarkan Dia dekat air Meriba, f  sehingga Musa kena celaka karena mereka; 106:33 sebab mereka memahitkan hatinya, g  h  sehingga ia teledor dengan kata-katanya. i 

——————————–PERHATIKAN DI SINI, sampai ayat 32 ini berbicara era kepemimpinan MUSA,

namun perhatikan ayat 34-35 yang merupakan satu kalimat, jadi ayat 34 belum selesai, harus dibaca sampai ayat 35, bahkan berlanjut sampai ayat 36

– mereka tidak memunahkan bangsa-bangsa ( baru terjadi di zaman Hakim-hakim, Hakim-hakim 1: 1 –sesudah  YOSUA MATI, Hak 1: 27,29,30,31,33-)

mereka bercampur baur ( baru terjadi di zaman Hakim-hakim, Hak 1:1, Hak 2: 6-10 sesudah YOSUA MATI, Hak 2:6-mereka belajar cara-cara mereka bekerja-)

mereka beribadah kepada berhala-berhala mereka (baru terjadi di zaman Hakim-hakim, Hakim-hakim 2:6-10, sesudah YOSUA MATI, Hak 2:6b.

Semuanya itu menunjukkan bahwa dari ayat 33 ke ayat 34 ada satu era yang tidak tertulis di Mazmur 106 ini, yaitu era kepemimpinan Yosua, sang pembelok sejarah.

Selama Yosua hidup, bangsa Israel tetap beribadah kepada TUHAN Hak 2:7 ———————-

 

106:34 Mereka tidak memunahkan j  bangsa-bangsa, seperti yang diperintahkan k  TUHAN kepada mereka, 

106:35 tetapi mereka bercampur baur l  dengan bangsa-bangsa, dan belajar cara-cara mereka bekerja.

 106:36 Mereka beribadah kepada berhala-berhala m  mereka, yang menjadi perangkap n bagi mereka. 106:37 Mereka mengorbankan anak-anak lelaki o  mereka, dan anak-anak perempuan mereka kepada roh-roh jahat 3 , p  106:38 dan menumpahkan darah orang yang tak bersalah, darah anak-anak lelaki q  dan anak-anak perempuan mereka, yang mereka korbankan kepada berhala-berhala Kanaan, sehingga negeri itu cemar oleh hutang darah. 106:39 Mereka menajiskan diri r  dengan apa yang mereka lakukan, dan berzinah s  dalam perbuatan-perbuatan mereka. 106:40 Maka menyalalah murka t  TUHAN terhadap umat-Nya, dan Ia jijik kepada milik-Nya u  sendiri.

106:41 Diserahkan-Nyalah v  mereka ke tangan bangsa-bangsa, sehingga orang-orang yang membenci mereka berkuasa atas mereka. 106:42 Mereka diimpit w  oleh musuhnya, sehingga takluk ke bawah kuasanya. 106:43 Banyak kali dilepaskan-Nya mereka, x  tetapi mereka bersikap memberontak y  dengan rencana-rencana mereka, tenggelam dalam kesalahan mereka. 106:44 Namun Ia menilik kesusahan mereka, ketika Ia mendengar teriak z  mereka. 106:45 Ia ingat akan perjanjian-Nya a  karena mereka, dan menyesal b  sesuai dengan kasih setia-Nya c  yang besar. 106:46 Diberi-Nya mereka mendapat rahmat d  dari pihak semua orang yang menawan mereka.

106:47 Selamatkanlah kami, e ya TUHAN, Allah kami, dan kumpulkanlah kami f  dari antara bangsa-bangsa, supaya kami bersyukur g  kepada nama-Mu h  yang kudus, dan bermegah dalam puji-pujian kepada-Mu. 106:48 Terpujilah TUHAN, Allah Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, dan biarlah seluruh umat mengatakan: “Amin! i ” Haleluya!

 

Kembali saya salinkan lagi dua ayat di Mazmur 106:32-33 dan Mazmur 106: 34 dst yang dipisahkan oleh era kepemimpinan YOSUA, sepanjang lebih kurang 50 tahun

106:32 Mereka menggusarkan Dia dekat air Meriba, f  sehingga Musa kena celaka karena mereka; 106:33 sebab mereka memahitkan hatinya, g  h  sehingga ia teledor dengan kata-katanya. i 

———————————————————50 tahun kemudian——————————————————-

106:34 Mereka tidak memunahkan j  bangsa-bangsa, seperti yang diperintahkan k  TUHAN kepada mereka, 

Yosua berhasil menunda terjadinya ayat 34 dalam era kepemimpinannya sepanjang lebih kurang 50 tahun

 

 

 

 

 

 

 

KODE WARNA DAN ANGKA BIRU 8
THEMA ACARA Yosua menjadi teladan bagi generasi akhir zaman
TELADAN DALAM Dalam  kesetiaan ( i tim 4:12)

Kesetiaan kepada Allah, yang ditunjukkan dengan cara

membelokkan sejarah agar generasi yang dipimpinnya tetap beribadah kepada Tuhan dengan setia, sehingga mereka hidup di bawah payung berkat Tuhan.

YOSUA SEORANG YANG Lewat ibadahnya dan ibadah keluarganya kepada Allah yang benar, menjadi teladan yang sangat kuat  untuk seluruh bangsa, sehingga Yosua dapat membelokkan sejarah
DEFINISI Membelokkan sejarah adalah bagaimana bertindak atas zaman di mana kita hidup, agar mereka berbalik kepada Tuhan , sehingga pintu kutuk ditutup dan pintu berkat dibukakan.
AYAT PENDUKUNG Yos 1: 7-8, Yos 21:44-45

(baca semua ayat pendukung dalam  ulasan di atas)

AYAT MAS
KETERANGAN TOKOH Yosua sangat memperhatikan pesan nubuatan Tuhan saat dia bersama Musa di Kemah Pertemuan di hadapan Tuhan, sehingga menjadi catatan penting dalam hidupnya untuk dia memastikan dengan respon yang benar, yaitu dengan melakukan Firman Tuhan serta melibatkan keluarga untuk melakukannya, maka dia dapat memberi teladan sehingga bangsa Israel mengikut Tuhan.
AJAKAN BAGI UMAT TUHAN Ayo jadi teladan hidup yang menyembah Tuhan, mencitai Firman Tuhan dan melakukan dalam hidup kita sehingga kita bisa memberi pengaruh yang kuat bagi generasi kita, dan generasi di bawah kita.
PROPERTY YANG DISARANKAN Anak panah ( 2 buah)
ADEGAN DIORAMA YANG DISARANKAN Salah seorang menunjukkan arah kanan, tetapi Yosua dan rombongan berbelok ke arah kiri
KETERANGAN UNTUK PEMBICARA Yosua sudah tahu bahwa nanti setelah Musa mati bangsa Israel akan meninggalkan Tuhan, akan menyembah berhala, dan Tuhan akan menghukum mereka.

Namun, Yosua berusaha dengan keras, bagaimana caranya agar hal itu tidak terjadi. Untunglah Tuhan  memberi tahu Yosua, caranya harus cinta Firman Tuhan dan melakukannya serta mengajak seluruh keluarga mencintai Tuhan dan Firman-Nya. Sehingga itu semua menjadi teladan bagi orang Israel. Benar saja ! Berhasil….!! Selama Yosua hidup, bangsa Israel tetap mengikut Tuhan, tetap menyembah Tuhan, tidak ikut-ikutan menyembah berhala yang disembah orang-orang Amori, dll.

Gara-gara cinta Firman Tuhan itulah, setia beribadah pada Tuhan itulah, dia dan keluarganya, maka bangsa Israel tetap menyembah Tuhan dan diberkati dengan keberhasilan dan keberuntungan , mereka menang berperang melawan musuh, dan mereka mendapatkan tanah di Kanaan, dan mereka tidak jadi dihukum Tuhan, pada zaman Yosua….horeeeeeeee!!!

Ayo jadi teladan hidup yang menyembah Tuhan, mencitai Firman Tuhan dan melakukan dalam hidup kita sehingga kita bisa memberi pengaruh yang kuat bagi generasi kita, dan generasi di bawah kita.

 

 

 

 

 

Nah sekarang kita bahas aspek ke dua

YOSUA MENGALAMI YANG NAMANYA MISS GENERATION

Memang Yosua adalah abdi Musa, hidup dengan Musa , bertemu tiap hari dengan Musa, namun tidak pernah dalam 37 tahun itu Yosua diajar bagaimana bercakap-cakap dengan Tuhan, bagaimana menuliskan suara Tuhan, bagaimana mengatasi bangsa tegar tengkuk seperti ini, bagaimana menata emosi diri, bagaimana mengatur administrasi, bagaimana memilih hakim-hakim/pengatur pasukan/kepala suku, apa kriterianya, bagaimana membagi wakut dengan keluarga, bagaimana merancang peperangan bersama dengan Tuhan, bagaimana memimpin perang, dll, bagaimana ini itu ini dan itu.

Yang dia dapatkan dari Musa adalah, satu tahun terakhir dia dipanggil dalam keputusan Urim, kemudian diberitahu di beberapa peristiwa bahwa dia harus kuat hati, diberi tugas penting untuk mengatur bani Ruben dan Gad, serta nanti dapat tugas membagi tanah kanaan bersama dewan yang berwewenang, lalu Musa menumpangkan tangan, itu saja!!

Proses perpindahan kepemimpinan dia alami, tetapi proses mentoringnya/pendampingan dari pemimpin/ tidak pernah dia alami.

Hal inilah yang membuat Yosua menjadi pemimpin yang juga GAGAL mempersiapkan pemimpin yang berikutnya. Mengapa dia gagal dalam hal ini? Karena seseorang tidak pernah dapat memberikan sesuatu yang dia belum pernah miliki. Dia tidak bisa mementori orang lain/pemimpin yang baru, bila dia sendiri tidak pernah mengalami yang rasanya dimentori itu seperti itu.

Jika anda menguasai permainan piano secara autodikdak, tidak pernah les/private, maka besar kemungkinan anda tidak dapat mengajar les private kepada orang lain, karena anda tidak tahu harus mengajar mulai dari mana, dll

Namun bila anda pernah les private piano, tentu anda dapat mengajar lagi kepada murid anda dengan step-step pengajaran yang terstruktur dan jelas.

Kegagalan Yosua untuk melahirkan pemimpin baru sebenarnya adalah juga kegagalan MUSA.

Jika Musa mementori Yosua dengan baik , maka pengalaman pernah dimentori itu akan menolong Yosua mementori orang lain lagi, demikian seterusnya.

Tuhan memerintahkan Musa untuk menyemangati Yosua sejak start 37 tahun, tepat setelah dia jatuh dalam dosa bersama Harun. Musa tidak taat, waktu pementoran selama 37 tahun hilang begitu saja.

Namun Tuhan tidak pernah memerintahkan Yosua untuk mementori pempimpin baru. Mengapa? Karena Tuhan tahu pasti, itu percuma, Yosua tidak tahu harus berbuat apa pada orang yang dia mentori nanti.

Kegagalan sudah bisa terbaca sejak kegagalan Musa mempersiapkan Yosua, karena proses perpindahan obor kepemimpinan adalah harus meliputi 3 generasi sekaligus, baru kalau itu berhasil, generasi ke 3 akan meneruskan kepada generasi ke 4 sembari ditemani oleh generasi ke 2 setelah generasi 1 mati. Demikian seterusnya, generasi ke2-3-4 akan menghasilkan obor estafet kepada generasi ke 3-4-5 setelah generasi ke 2 mati. Terus dan terus.

Kegagalan Musa mempersiapkan Yosua dengan matang  akan membuat pada generasi ke 3, tidak jauh-jauh—- generasi ke 3 saja , tidak menunggu sampai generasi ke 10 atau bahkan ke 4, Visi itu akan mengalami yang namanya MISS- kehilangan benang merah untuk mencapai tujuan /goal/sasarannya. Atau lebih tepat saya namakan MISS GENERATION.

Pola 3 generasi ini dapat kita lihat dari ayat-ayat ini:

Yoel 1:3

Ceritakanlah tentang itu kepada anak-anakmu, dan biarlah anak-anakmu menceritakannya kepada anak-anak mereka, dan anak-anak mereka kepada angkatan yang kemudian

Kata anak-anak di ayat tersebut meliputi 3 generasi, tetapi secara angkatan, mencakup 4 generasi

 

Mari kita lihat generasi Musa.

Musa meninggalkan jejak apa bagi generasi nya? :

  1. Keteladanan hidup yang intim dengan Tuhan
  2. 12 tugu peringatan. ( Kel 24:4)- berupa benda alam
  3. Nyanyian kemenangan disertai tarian Miryam ( Kel 15)- berupa karya seni
  4. 5 kitab Musa- berupa catatan sejarah dan hukum taurat
  5. Tabernakel Musa- berupa tata cara ibadah yang sangat multi simbol
  6. Kisah tentang kehebatan Allah Israel selama perjalanan di padang gurun, dari mulut ke mulut, dari ayah ke anak, dll- berupa kisah nyata
  7. Nyanyian Musa – berupa nyanyian saksi
  8. Doa berkat untuk setiap suku Israel
  9. Meninggal dengan saat terakhir sekali, mendoakan Yosua- pemimpin baru yang Cuma ditunjuk tetapi tidak dimentori- berupa penunjukan pemimpin baru

Musa meninggalkan apa bagi Yosua- pemimpin yang berikutnya?

  • Penunjukan
  • Doa berkat/doa pengurapan

Sekarang kita lihat Yosua meninggalkan apa bagi generasi nya?

  1. Keteladanan hidup yang setia kepada Tuhan dan pemimpinnya, beribadah pada Tuhan, dll ( seperti semua yang sudah dibahas di atas)
  2. 12 batu peringatan di dekat sungai Yordan
  3. 12 batu peringatan di tengah-tengah sungai Yordan
  4. Puing-puing runtuhnya Yerikho (Yos 6:26)
  5. Yosua 6:26 Ada timbunan batu besar untuk menandai peristiwa dosa Akhan.
  6. Ada timbunan batu besar atas tewasnya raja Ai ( Yos 8:29)
  7. Salinan hukum Musa dituliskan Yosua di batu-batu mezbah korban bakaran (Yosua 8:32)
  8. 5 raja yang dilemparkan dalam gua, guanya ditandai dengan batu-batu besar ( Yos 10:27)
  9. Sebuah batu besar di Sikhem, saat Yosua mengajak bangsa Israel memperbaharui komitment mereka kepada Tuhan, Yos 24:26
  10. Kitab Yosua- berupa catatan sejarah
  11. Catatan pernah berhentinya Matahari dan Bulan dalam kitab Orang Jujur.
  12. Kisah perbuatan Tuhan atas mereka ( dari mulut ke mulut)
  13. Doa berkat untuk Kaleb ( tetapi Kaleb bukan pemimpin yang berikutnya)
  14. Kekosongan kepemimpinan selepas kematiannya.

Yosua  meninggalkan apa bagi pemimpin yang berikutnya?

  • Bahkan Yosua tidak mengadakan penunjukan, sampai akhir hidupnya, siapa yang kelak menggantikan dia.
  • Alias TIDAK ADA SIAPA PUN yang dipersiapkan menjadi pemimpin yang berikutnya.

Memang Yosua berhasil membelokkan sejarah, namun gagal memberikan obor estafet kepemimpinan pada generasi di bawahnya, sehingga tercatat di kitab setelah Yosua, yaitu kitab Hakim-hakim sbb:

Setelah seluruh angkatan itu dikumpulkan kepada nenek moyangnya, bangkitlah sesudah mereka itu angkatan yang lain, yang tidak mengenal TUHAN ataupun perbuatan yang dilakukan-Nya bagi orang Israel. Lalu orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dan mereka beribadah kepada para Baal. Mereka meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyang mereka yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir, lalu mengikutin allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa di sekeliling mereka, dan sujud menyembah kepadanya, sehingga mereka menyakiti hati TUHAN. Hak 2: 10-12

Karena untuk meneruskan VISI kepada generasi sesudahnya , semua ini tidak akan cukup:

Musa meninggalkan jejak :

  1. Keteladanan hidup yang intim dengan Tuhan- siapa yang kenal Musa terus, dia akan mati. Boleh jadi Yosua mengenal Musa, dan orang-orang yang mengenal Musa sampai Musa mati, namun bagaimana setelah Yosua dan orang-orang yang mengenal Musa mati semua?
  2. 12 tugu peringatan. ( Kel 24:4)- berupa benda alam– siapa yang menjamin benda-benda alam ini akan terus bertahan dalam keadaan yang sama terus- jika ada banjir, gempa, perombakan dari manusia, dll?
  3. Nyanyian kemenangan disertai tarian Miryam ( Kel 15)- berupa karya seni- siapa yang menjamin bahwa nyanyian ini akan terus dinyanyikan, diajarkan ditarikan? Boleh jadi hanya Yosua dan Kaleb yang menguasai lagu laut Teberau ini, tapi bagaimana setelah Yosua dan Kaleb mati?
  4. 5 kitab Musa- berupa catatan sejarah dan hukum taurat- siapa yang menjamin buku ini terus dibaca dan dilakukan bila tidak ada yang membimbing? Buku ini ada terus sampai sekarang dan kita baca, namun siapa yang mengajarkan jalan-jalan Tuhan kepada bangsa Israel setelah Yosua dan orang-orang yang mengenal Musa mati?
  5. Tabernakel Musa- siapa yang menjamin bahwa tabernakel ini dapat bertahan dari abad ke abad?
  6. Kisah tentang kehebatan Allah Israel selama perjalanan di padang gurun, dari mulut ke mulut, dari ayah ke anak, dll- berupa kisah nyata- siapa yang menjamin kisah-kisah ini akan terus diceritakan dari angkatan yang satu kepada angkatan yang berikutnya? Siapa yang menekankan bahwa cerita-cerita ini penting untuk diceritakan kembali, bila Yosua dan orang-orang yang mengenal Musa sudah mati?
  7. Nyanyian Musa – berupa nyanyian saksi berupa karya seni- siapa yang menjamin bahwa nyanyian ini akan terus dinyanyikan, diajarkan ditarikan? (bukan berarti perintah Tuhan ini tidak penting, tetapi tetap kebutuhan akan seorang pemimpin lebih daripada metode seni ini) Bisa jadi Yosua dan orang-orang yang mengenal lagu ini terus menyanyikannya, namun bagaimana bila Yosua dan orang-orang yang mengenal Musa telah mati?
  8. Doa berkat untuk setiap suku Israel- siapa yang menjamin bahwa isi doa berkat ini terus dibaca oleh angkatan berikutnya? Siapa yang akan menekankan bahwa itu penting, jika Yosua dan orang-orang yang mengenal Musa telah mati?
  9. Meninggal dengan saat terakhir sekali, mendoakan Yosua- pemimpin baru yang Cuma ditunjuk tetapi tidak dimentori- berupa penunjukan pemimpin baru: asal ada yang dipersiapkan, walaupun persiapannya tidak sempurna , lumayan, Tuhan dapat menyempurnakan apa yang masih kurang dari persiapan pemimpin sebelumnya.

Yosua meninggalkan jejak:

  1. Keteladanan hidup yang setia kepada Tuhan dan pemimpinnya, beribadah pada Tuhan, dll ( seperti semua yang sudah dibahas di atas) siapa yang kenal Yosua terus? Dia akan mati. Ketika orang-orang yang kenal Yosua sudah mati semua, apa yang terjadi?
    1. 12 batu peringatan di dekat sungai Yordan – siapa yang menjamin benda-benda alam ini akan terus bertahan dalam keadaan yang sama terus- jika ada banjir, gempa, perombakan dari manusia, dll
    2. 12 batu peringatan di tengah-tengah sungai Yordan– siapa yang menjamin benda-benda alam ini akan terus bertahan dalam keadaan yang sama terus- jika ada banjir, gempa, perombakan dari manusia, dll
    3. Puing-puing runtuhnya Yerikho (Yos 6:26) – siapa yang menjamin benda-benda alam ini akan terus bertahan dalam keadaan yang sama terus- jika ada banjir, gempa, perombakan dari manusia, dll
    4. Yosua 6:26 Ada timbunan batu besar untuk menandai peristiwa dosa Akhan. – siapa yang menjamin benda-benda alam ini akan terus bertahan dalam keadaan yang sama terus- jika ada banjir, gempa, perombakan dari manusia, dll
    5. Ada timbunan batu besar atas tewasnya raja Ai ( Yos 8:29) – siapa yang menjamin benda-benda alam ini akan terus bertahan dalam keadaan yang sama terus- jika ada banjir, gempa, perombakan dari manusia, dll
    6. Salinan hukum Musa dituliskan Yosua di batu-batu mezbah korban bakaran (Yosua 8:32) – siapa yang menjamin benda-benda alam ini akan terus bertahan dalam keadaan yang sama terus- jika ada banjir, gempa, perombakan dari manusia, dll
    7. 5 raja yang dilemparkan dalam gua, guanya ditandai dengan batu-batu besar ( Yos 10:27) – siapa yang menjamin benda-benda alam ini akan terus bertahan dalam keadaan yang sama terus- jika ada banjir, gempa, perombakan dari manusia, dll
    8. Sebuah batu besar di Sikhem, saat Yosua mengajak bangsa Israel memperbaharui komitment mereka kepada Tuhan, Yos 24:26– siapa yang menjamin benda-benda alam ini akan terus bertahan dalam keadaan yang sama terus- jika ada banjir, gempa, perombakan dari manusia, dll
    9. Kitab Yosua- berupa catatan sejarah siapa yang menjamin buku ini terus dibaca dan dilakukan bila tidak ada yang membimbing? Apalagi setelah Yosua dan orang-orang yang mengenal Yosua telah mati!
    10. Catatan pernah berhentinya Matahari dan Bulan dalam kitab Orang Jujur. siapa yang menjamin buku ini terus dibaca dan dipetik pelajaran berharga daripadanya bila tidak ada yang membimbing? Apalagi setelah Yosua dan orang-orang yang mengenal Yosua telah mati!
    11. Kisah perbuatan Tuhan atas mereka ( dari mulut ke mulut) – siapa yang menjamin kisah-kisah ini akan terus diceritakan dari angkatan yang satu kepada angkatan yang berikutnya? Siapa yang menekankan bahwa cerita-cerita ini penting untuk diceritakan kembali, bila Yosua dan orang-orang yang mengenal Yosua sudah mati?
  2. Doa berkat untuk Kaleb ( tetapi Kaleb bukan pemimpin yang berikutnya)
  3. KEKOSONGAN KEPEMIMPINAN SELEPAS KEMATIANNYA. Jadi siapa yang berikutnya akan memimpin mereka ??

Kesimpulan:

 Sedahsyat apa pun jejak yang ditinggalkan Yosua, sebanyak apa pun tugu batu yang didirikannya, sekuat apa pun kepemimpinannya selama dia hidup, sebagus apa pun teladan karakternya, sehebat apa pun kesetiaannya kepada Tuhan dan Musa dan kepada bangsa Israel, sespektakuler apa pun dia sanggup membelokkan sejarah selama dia hidup, selama dia tidak mempersiapkan pemimpin berikutnya, DI TITIK INILAH DIA GAGAL untuk memberikan obor estafet ke generasi berikutnya, sehingga setelah dia mati, setelah orang-orang yang bersentuhan dengan dia mati, maka Visi untuk membawa bangsa Israel tetap berpaut pada Tuhan akan gugur pada generasi berikutnya. Namun lebih tepat bila ini kita kategorikan sebagai KEGAGALAN MUSA, akibat ketidaktaatan Musa mempersiapkan Yosua dalam kurun waktu 37 tahun yang tebuang sia-sia. Yosua adalah korban. Korban dari sebuah MISS GENERATION

Kegagalan Musa tidak langsung terasa di generasi Yosua, tetapi nanti baru terasa di generasi setelah Yosua.

Itulah sebabnya Yesus harus turun langsung ke bumi, harus jadi bayi, karena Perjanjian Lama saja tidak cukup, nabi besar seperti Yohanes Pembabtis pun tidak cukup, harus Yesus sendiri datang dan memuridkan 12 murid-Nya.

Apa yang diperintahkan Yesus kepada murid-murid-Nya…??

Jadikan semua bangsa murid-Ku.

Kita tidak pernah diperintahkan membuat Alkitab seri 3, membuat puisi/lagu, menulis buku, merancang tarian, membuat tugu peringatan, dll Walaupun semua itu tidak salah.

Tetapi yang diperintahkan adalah MEMURIDKAN, sampai mereka menjadi murid Kristus.

Cara primer adalah melalui pemuridan, sedangkan cara –cara lain adalah cara sekunder. Cara-cara sekunder itu baik, tetapi percuma jika tidak disertai cara primer.

Sedangkan cara primer saat dilakukan akan membawa kita pada cara-cara sekunder juga.

Jadi yang seharusnya adalah Musa mempersiapkan /memuridkan Yosua, Yosua mempersiapkan/memuridkan seseorang, dan seseorang itu akan mempersiapkan/memuridkan orang lain lagi, dst. Jika program ini berhasil, maka bangsa Israel tidak mungkin akan jadi penyembah berhala di tanah Kanaan kelak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KETERANGAN DAN KESIMPULAN

PETA ZAMAN GENERASI YOSUA

Untuk anda dapat mengerti semua penjelasan di bawah ini,

anda harus melihat

PETA ZAMAN GENERASI YOSUA

Dan  PETA ZAMAN HAKIM-HAKIM dalam tautan.

PATOKAN PETA ZAMAN GENERASI YOSUA

  • Tabel ini didasarkan pada usia MUSA
  • Karena Musa adalah pemimpin yang memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir
  • Setelah Musa mati, kita berpatokan pada usia Kaleb dan Yosua
  • Setelah Yosua mati kita berpatokan pada generasi di bawah Yosua, semuanya sampai 20 angkatan tiap generasinya.
  • Alkitab tidak mencatat umur Yosua , sejak awal. Hanya dicatat umur Yosua waktu mati adalah 110 tahun ( Yos 24:29). Namun ada beberapa petunjuk:
    • Bangsa Israel boleh berperang pada umur 20 tahun
    • Yosua adalah pemimpin peperangan melawan Amalek, dengan perhitungan waktu pada saat bangsa Israel baru keluar dari Mesir belum genap 3 bulan.
    • Yosua dikatakan sejak mudanya telah menjadi Abdi Musa, dan ini ditulis ulang hingga dua kali di ; Bil 11:28, dan Keluaran 33:11
    • Yosua mulai menjadi Abdi Musa dalam 3 bulan setelah bangsa Israel keluar dari Tanah Mesir, Kel 24:13.
    • Oleh karena itu kita asumsikan usia Yosua saat bangsa Israel keluar dari tanah Mesir adalah GENAP 20 tahun, semuda mungkin usia seseorang boleh berperang.
  • Usia Kaleb yang tertera dengan jelas bisa menjadi patokan berapa lamakah bangsa Israel berperang menduduki Kanaan
    • Usia Kaleb saat jadi pengintai adalah 40 tahun, Yosua 14; 10-11
    • Usia Kaleb saat mendapatkan Hebron adalah 85 tahun.
    • Pengutusan 12 pengintai terjadi pada tahun ke dua setelah bangsa Israel keluar dari Mesir (lihat di Ulangan 2:14), jadi pada saat pengintaian, usia Kaleb adalah 40, dan pada saat keluar dari Mesir usia Kaleb adalah 40-2= 38 tahun
    • Dari sana bisa dihitung , saat menyeberangi sungai Yordan, usia Kaleb adalah 38+40= 78 tahun, sehingga saat Hebron diberikan kepadanya, maka peperangan telah berlangsung selama 7 tahun. (85-78=7)

 

PATOKAN NAMA –NAMA GENERASI

  1. Untuk nama-nama generasi berikutnya didasarkan pada nama keturunan Harun
  2. Alasan pemilihan nama-nama dari keluarga Harun untuk menjadi nama-nama generasi, ada alasannya, karena Tuhan telah berjanji pada Pinehas bin Eleazar bin Harun , mengenai tidak terputusnya keturunan Pinehas menjadi imam, dapat kita baca pada :
    1. Bilangan 25:11-13
    2. Sebab itu katakanlah : Sesungguhnya Aku berikan kepadanya ( Kepada Pinehas) perjanjian keselamatan yang dari pada-Ku untuk menjadi perjanjian mengenai keimaman selama-lamanya bagi dia dan bagi keturunannya, karena ia telah begitu giat membela Allahnya dan telah mengadakan pendamaian bagi orang Israel.
  3. Alasan lain mengapa kita memilih nama-nama dari keluarga Harun untuk menjadi nama-nama generasi juga adalah karena kita tidak mendapatkan keterangan lebih jauh mengenai nama-nama keturunan Yosua ataupun keturunan Musa ataupun keturunan Miryam ataupun keturunan Kaleb sampai mendapatkan banyak nama pada generasi sesudahnya.

I Taw 6:50-53

  • Harun ( generasi pertama yang menurunkan keturunan pertama)- Harun mati di padang gurun.
  • Eleazar ( generasi ke dua, keturunan pertama)– Imam Eleazar menggantikan Harun dan terus mengawal bangsa Israel sampai menduduki tanah Kanaan, dan matinya imam Eleazar hampir bersamaan dengan matinya Yosua. ( Yos 24;33)
  • Pinehas ( generasi ke tiga, keturunan ke dua) Pinehas adalah imam di zaman Hakim-hakim.
  • Abisua ( generasi ke empat, keturunan ke tiga)
  • Buki ( generasi ke lima, keturunan ke empat)
  • Uzi ( generasi ke enam, keturunan ke lima)
  • Zerahya ( generasi ke tujuh, keturunan ke enam)
  • Merayot ( generasi ke delapan, keturunan ke tujuh)
  • Amarya ( generasi ke sembilan, keturunan ke delapan)
  • Ahitub – (generasi ke sepuluh, keturunan ke sembilan)
  • Zadok– tidak kita bahas
  • Ahimaas– tidak kita bahas

PATOKAN BATAS PERGANTIAN GENERASI

  • Satu generasi kita hitung 20 tahun. Didasarkan pada peraturan pencatatan laskar kali pertama dan kali kedua yang menjadi patokan umur adalah dua puluh tahun ke atas. Bilangan 1:3, Bilangan 26:2. Juga berdasarkan Bilangan pasal 14, ayat 29 patokan umur yang dipakai oleh Tuhan adalah 20 tahun
  • Satu generasi terdiri dari 20 angkatan. Hal ini untuk membedakan istilah generasi dengan istilah angkatan. Misalnya generasi Yosua saat keluar dari Mesir adalah yang berumur 1-20, maka jika usia Yosua saat itu 20 tahun dia adalah angkatan tertua di generasinya, di bawah dia masih ada angkatan ke 19, 18, dst sesuai selisih umur mereka.
  • Perhitungan satu generasi dihitung 20 tahun tersebut pas, karena Tuhan berjanji pada Abraham, kelak keturunannya, yang keluar dari perbudakan dan keturunan yang keempatlah yang akan kembali ke tanah Kanaan. ( Kejadian 15:16). Kita lihat dalam PETA ZAMAN GENERASI YOSUA bahwa nanti yang masuk ke tanah Kanaan adalah keturunan ke empat. Keturunan ke empat adalah sama dengan generasi ke 5. Mengapa demikian karena generasi pertama yang menurunkan keturunan pertama , jelas tidak mungkin kita sebut sebagai keturunan pertama. Generasi kedualah yang kita sebut sebagai keturunan pertama, demikian seterusnya.

ULASAN MENGENAI TIAP GENERASI

Karena satu generasi dihitung 20 tahun, maka perhitungan kita dimulai saat exodus/keluarnya bangsa Israel dari tanah Mesir, sbb:

GENERASI PERTAMA, YANG MENURUNKAN KETURUNAN PERTAMA

  1. Musa diketahui memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir pada usia 80 tahun, dan memimpin bangsa Israel sampai pengembaaraan di tahun ke 40, pada saat itu usia Musa adalah 120 tahun
  2. Musa satu generasi dengan Harun, dan Miryam.
  3. Generasi Musa adalah generasi pertama yang kemudian menurunkan keturunan pertama.
  4. Generasi Pertama :Musa/Harun/Miryam semuanya mati di padang gurun. Musa –Harun dan Miryam – walaupun tidak selesai secara serempak bersamaan- mereka bertiga telah dipakai Tuhan untuk menghantarkan bangsa Israel ke SITIM- untuk kemudian mereka dibawah kepemimpinan Yosua berangkat menyeberangi sugai Yordan.

GENERASI KE DUA, YAITU KETURUNAN PERTAMA

  1. Generasi Eleazar bin Harun sebagai generasi ke dua: 41-60 tahun, merupakan keturunan pertama.
  2. Generasi Ke dua :Eleazar- semuanya mati di padang gurun kecuali ELEAZAR – terbukti Eleazar terus mengawal sampai ke zaman Yosua, dan matinya hampir bersamaan dengan Yosua ( Yos 24: 33)/Bilangan 26:23

GENERASI KE TIGA , YAITU KETURUNAN KE DUA

  1. Generasi Kaleb bin Yefune/hidup sezaman dengan Pinehas/ Generasi Pinehas bin Eleazar bin Harun, sebagai generasi ke tiga; 21-40 tahun, merupakan keturunan ke dua
  2. Generasi Ke tiga: Kaleb bin Yefune- semuanya mati di padang gurun kecuali KALEB BIN YEFUNE , dan Pinehas bin Eleazar bin Harun. Pinehas ikut mengawal bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian. Bahkan Pinehas bin Eleazar bin Harun masih menjadi Imam di zaman /era kitab Hakim-hakim, walaupun namanya muncul di pasal-pasal akhir. Hak 20:28

GENERASI KE EMPAT , YAITU KETURUNAN KE TIGA

  1. Generasi Yosua bin Nun/ hidup sezaman dengan Abisua/ Generasi Abisua bin Pinehas bin Eleazar bin Harun, sebagai generasi ke empat; 1-20 tahun, merupakan keturunan ke tiga
  2. Generasi Ke empat: Yosua bin Nun- semuanya mati di padang gurun keculai YOSUA BIN NUN
  3. Yosua terbukti dapat membelokkan sejarah. Dia dapat membuktikan bahwa kenyamanan di Kanaan tidak membuat mereka menyembah berhala. Dan ini berlangsung secara kuat, selama dia hidup pada beberapa generasi :
    1. Buki ( generasi ke lima, keturunan ke empat)
    2. Uzi ( generasi ke enam, keturunan ke lima)
    3. Zerahya ( generasi ke tujuh, keturunan ke enam)
    4. Merayot ( generasi ke delapan, keturunan ke tujuh)
    5. Amarya ( generasi ke sembilan, keturunan ke delapan)
  4. Terbukti apa yang dikatakan Musa sebelum dia mati, tidak (Ulangan 31:27, 29) Jadi bangsa Israel menyembah berhala bukan setelah Musa mati, tetapi setelah Yosua dan orang orang yang pernah mengenal segala perbuatan Tuhan bagi Israel yang hidupnya lebih lama dari Yosua, mati.  Itu adalah karena Yosua dipakai Tuhan membelokkan jalannya sejarah lewat metode teladan hidup yang setia mengikut Tuhan, setia beribadah kepada Tuhan, keluarga rohani yang dipimpinnya/ komunitas yang ada dirumahnya, yang bisa jadi teladan, memegang teguh Firman Tuhan dan tidak menyembah berhala, terus mengembangkan kepemimpinan kebapakan/fathership bagi generasi yang yatim piatu. Terus menerus jadi teladan sampai 5 generasi dibawahnya selama dia hidup.
  5. Yosua sekaligus memimpin 2 generasi, hampir semuanya generasi YATIM PIATU
    1. Generasi Buki 21-40 tahun, semua orang tua mereka mati semua di padang gurun
    2. Generasi Uzi 1-20 tahun, sebagian besar orang tua mereka mati di padang gurun

Oleh karena itulah, Yosua memimpin dengan fathership yang kuat/ kebapakan. Terbukti Yosua memanggil Akhan dengan sebutan Anakku Yos 7:19

  1. Pendekatan yang Yosua lakukan adalah METODE TELADAN, bagaimana dia dan seisi rumahnya hidup beribadah, cinta akan Firman Tuhan dan hidup takut akan Tuhan menjadi rule model bagi generasi Buki dan Uzi, walaupun mereka tanpa orang tua kandung, mereka harus mendidik generasi yang mereka lahirkan , yaitu generrasi Zerahya dan generasi Merayot.
  2. Generasi Merayot masih melihat bagaimana Yosua memberi teladan yang kuat, bagaimana dia dan seisi rumahnya hidup beribadah, cinta akan Firman Tuhan dan hidup takut akan Tuhan. Itulah yang mereka lakukan bagi generasi Amarya.
  3. Namun setelah Yosua mati. Rule model itu pun ikut mati bersamanya, karena tidak ada estafet obor kepemimpinan yang diteruskan untuk mementori generasi Amarya bagaimana menjadi ayah dan ibu bagi generasi Ahitub. Generasi Amarya seakan tidak tahu apa yang diperbuat tanpa kehadiran Yosua, sekalipun generasi di atas mereka yaitu Generasi Merayot seharusnya bisa diharapkan menjadi mentor buat mereka mendidik anak-anak mereka. Namun sepertinya hal semacam ini bukan pola yang terbentuk pada era Yosua .
  4. Ketidak hadiran sosok Yosua yang telah mati , kehilangan sesosok pemimpin yang berhati kebapakan, menjadi faktor yang sangat penting yang ternyata berpengaruh sangat besar. Hal ini dapat kita buktikan dengan ayat Hakim-hakim 18:19. Dalam ayat tersebut jelas sekali mengajak kita memahami bahwa pada masa Hakim-hakim, Figure ayah/bapak tidak mereka miliki.
  5. Begitu kuat dan dahsyatnya teladan Yosua dalam mengikut Tuhan, namun jika tidak disertai dengan pemuridan/ bagaimana mempersiapkan pemimpin yang tangguh, pemimpin yang kuat dalam hidup beriman dan takut akan Tuhan, maka sampai pada generasi ke enam, alias setelah dia mati, maka kekuatan teladan hidup itu juga ikut mati bersamanya.

Bagan 1 ini adalalah pola yang bagus yang diterapkan Yosua melalui teladan hidupnya, tetapi tidak dapat bertahan ketika dia/ ketika kita sudah mati, bila kita juga menerapkan pola yang sama. Pada bagan ini tampak semua generasi melihat kepada Yosua.

 

BAGAN 1 A

Generasi Amarya

 

 

Generasi  Merayot

YOSUA

Generasi Uzi

 

Generasi Zerahya

Generasi Buki

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAGAN 1 B

Apa yang terjadi saat Yosua mati? Kita lihat bagan 1 B

 

Generasi Amarya

Generasi  Ahitub

Generasi  Merayot

YOSUA

Generasi Uzi

 

Generasi Zerahya

Generasi Buki

 

BAGAN 2, di bawah ini  adalah pola Yesus. Pemuridan. Waktu Yesus naik ke surga , tidak menjadi masalah, karena Dia sudah mencetak murid/ sudah mencetak penjala manusia, sudah mencetak pemimpin.

Mengapa Yosua tidak melakukan ini? Karena dia juga tidak mendapatkan metoring/pembimbingan dari Musa.

 

BAGAN 2

YESUS

 

 

 

 

 

  1. Tonggak-tonggak sejarah yang rajin didirikan oleh Yosua ternyata adalah sangat kuat selama ada ORANG yang dapat dipercaya mengajarkan apa maknanya kepada generasi sesudahnya, jika tidak, maka tonggak-tonggak sejarah semacam ini akan berlalu dengan matinya orang-orang yang pernah ikut mendirikannya. Tidak heran amanat agung Yesus Kristus adalah menggunakan metode ORANG sebagai metode utama. Yang diutus adalah orang, untuk memuridkan orang juga, agar mereka melakukan apa yang sudah diajarkan Tuhan ( yang menjelma jadi orang) kepada murid-murid mereka.  Buktinya setelah semua orang yang mengenal perbuatan Tuhan itu mati, generasi berikutnya tetap tidak dapat menangkap apa-apa di tengah-tengah tonggak-tonggak sejarah yang pernah ada , pernah didirikan di era Yosua dan Musa.
  2. Perhatikan di sini. Jutaan orang mati di padang gurun, cukup 1 orang Eleazar dari generasi ke dua, cukup 2 orang; Kaleb bin Yefune dan Penieas bin Eleazar dari generasi ke tiga, dan cukup 1 orang Yosua dari generasi ke empat, POLA 3 GENERASI INI bisa jalan untuk mengawal generasi ke 4,5,6,7,8.  Cukup satu orang  yang  takut akan Tuhan dengan dikawal POLA 3 GENERASI, 3 wakil generasi yang dengan sungguh-sungguh takut akan Tuhan, maka  Tuhan bisa pakai dengan kuat, untuk mengubahkan suatu bangsa.  Membelokkan arah sejarah suatu bangsa.

 

GENERASI KE LIMA , YAITU KETURUNAN KE EMPAT

  1. Generasi Buki bin Abisua bin Pinehas bin Eleazar bin Harun, sebagai generasi ke lima; merupakan keturunan ke empat, generasi ini adalah generasi yang lahir selama di padang gurun, dan pada saat menyeberang sungai Yordan, usia mereka 21- 40 tahun ikut berperang. Generasi ini dikatakan di Yosua 24:31 dan Hakim-hakim 2:7 , 10-13 adalah generasi yang hidup lebih lama dari pada Yosua dan mengenal segenap perbuatan yang dilakukan Tuhan bagi orang Israel. Generasi ini hidup takut akan Tuhan.
  2. Generasi Ke lima: Generasi Buki dipimpin oleh Yosua berperang untuk menduduki Kanaan
  3. Generasi Buki bin Abisua bin Pinehas bin Eleazar bin Harun, inilah adalah generasi yang dinubutakan TUHAN kepada Abraham, bahwa KETURUNAN YANG KEEMPAT-lah yang akan kembali ke KANAAN. Kejadian 15:16

GENERASI KE ENAM , YAITU KETURUNAN KE LIMA

  1. Generasi Usi bin Buki bin Abisua bin Pinehas bin Eleazar bin Harun, sebagai generasi ke enam; generasi ini adalah generasi yang lahir selama di padang gurun juga, dan pada saat menyeberangi sungai Yordan, usia mereka adalah 1-20 tahun. Sebagian dari generasi ini yang berusia 20 tahun boleh ikut berperang. Generasi ini dikatakan di Yosua 24:31 dan Hakim-hakim 2:7 , 10-13 adalah generasi yang hidup lebih lama dari pada Yosua dan mengenal segenap perbuatan yang dilakukan Tuhan bagi orang Israel. Generasi ini hidup takut akan Tuhan.
  2. Generasi ke enam: Generasi Uzi, hanya yang tertua dari generasi ini ( yang tertua dari generasi ini adalah usia 20 tahun) ikut berperang, sisanya mereka ikut melihat perbuatan Tuhan, sungai Yerikho bagai bendungan, robohnya tembok Yerikho, berhentinya Bulan dan Matahari, kemenangan dalam peperangan, dll

 

GENERASI KE TUJUH , YAITU KETURUNAN KE ENAM

  1. Generasi Serahya bin Usi bin Buki bin Abisua bin Pinehas bin Eleazar bin Harun, sebagai generasi ke tujuh; generasi ini adalah generasi yang pada saat Yosua mati pada usianya yang ke 110 tahun, generasi ini berusia 31-50 tahun, mereka ikut mengecap segala perbuatan yang dilakukan TUHAN bagi orang Israel, karena dalam Yosua pasal 24:43-45 dikatakan bahwa ada janji Tuhan yang digenapi sepenuhnya, sampai masa akhir hayat Yosua/ masa tua Yosua, itu artinya Generasi Serahya juga ikut mengecap kebaikan Tuhan ini. Sesuai dengan yang ditulis di Yosua 24:31 dan Hakim-hakim 2:7 , 10-13 SEGENAP PERBUATAN BESAR. Generasi ini hidup takut akan Tuhan.
  2. Generasi ke tujuh: Generasi Zerahya , yang mana pada saat Yosua mati, berusia 43-50 adalah generasi yang ikut mengecap peperangan selama 7 tahun untuk merebut Kanaan.
  3. Generasi ke tujuh: Generasi Zerahya , yang mana pada saat Yosua mati, berusia 31-42 adalah generasi yang tidak  ikut mengecap peperangan selama 7  tahun untuk merebut Kanaan, NAMUN Yosua dipakai Tuhan tetap mempertahankan generasi ini tetap TAKUT AKAN TUHAN, selama Yosua hidup. Yosua dipakai Tuhan untuk terus membuat generasi ini tidak melupakan perbuatan Tuhan yang pernah mereka saksikan.

GENERASI KE DELAPAN , YAITU KETURUNAN KE TUJUH

  1. Generasi Merayot bin Serahya bin Usi bin Buki bin Abisua bin Pinehas bin Eleazar bin Harun, sebagai generasi ke delapan; generasi ini adalah generasi yang pada saat Yosua mati pada usianya yang ke 110 tahun, generasi ini berusia 11-30 tahun, mereka ikut mengecap segala perbuatan yang dilakukan TUHAN bagi orang Israel, karena dalam Yosua pasal 24:43-45 dikatakan bahwa ada janji Tuhan yang digenapi sepenuhnya, sampai masa akhir hayat Yosua/ masa tua Yosua, itu artinya Generasi Serahya juga ikut mengecap kebaikan Tuhan ini. Sesuai dengan yang ditulis di Yosua 24:31 dan Hakim-hakim 2:7 , 10-13 SEGENAP PERBUATAN BESAR. Generasi ini hidup takut akan Tuhan.
  2. Generasi ke delapan ; Generasi Merayot, adalah generasi yang benar-benar hidup pada masa nyaman, tinggal menikmati saja hasil peperangan, pendudukan atas tanah yang subur, dll. NAMUN Yosua dipakai Tuhan tetap mempertahankan generasi ini tetap TAKUT AKAN TUHAN, selama Yosua hidup. Yosua dipakai Tuhan untuk terus membuat generasi ini tidak melupakan perbuatan Tuhan yang pernah mereka saksikan.

GENERASI KE SEMBILAN A , YAITU KETURUNAN KE DELAPAN

  1. Generasi Amarya A adalah generasi perkecualian, karena hanya dihitung 10 tahun, bukan 20 tahun, karena pada saat Yosua mati, usia mereka adalah 1-10 tahun. Setelah Yosua mati, barulah lahir di tahun –tahun berikutnya suatu generasi yang tidak takut akan Tuhan, penyembah berhala. Sementara itu orang-orang yang hidup lebih lama dari Yosua  DAN YANG MENGENAL SEGENAP PERBUATAN YANG DILAKUKAN TUHAN BAGI ORANG ISRAEL.  Jadi penafsiran saya, walaupun orang-orang yang lebih lama hidup daripada Yosua hidup takut akan Tuhan, namun anak-anak mereka, anak cucu mereka yang tidak pernah mengenal segenap perbuatan yang dilakukan Tuhan bagi orang Israel – dengan batasan zaman- sejak kematian Yosua ( karena di Yosua 21: 43-45 kita tahu bahwa perbuatan Tuhan dalam memberikan keamanan di negeri yang Tuhan janjikan itu masih terus berlanjut sampai akhir hayat Yosua)- mereka adalah generasi yang mulai menyembah berhala. Jadi generasi Amarya adalah generasi yang terakhir hidup takut akan Tuhan di zaman Yosua, sehingga generasi berikutnya yaitu generasi Amarya B, dan Generasi Ahitub adalah generasi penyembah berhala. Generasi Amarya  A ini hidup takut akan Tuhan. Apa yang dialami oleh generasi Amarya A dapat kita baca di kitab Hakim-hakim pasal pertama sampai Hakim-hakim pasal 2 ayat 5. Selepas ayat itu sudah berpindah ke kisah mengenai generasi yang sesudah itu yaitu generasi  Amarya B dan selanjutnya generasi Ahitub. Yaitu di Hakim-hakim 2:6-23.
  2. Generasi ke sembilan; Generasi Amarya A, adalah generasi yang benar-benar hidup pada masa nyaman, tinggal menikmati saja hasil peperangan, pendudukan atas tanah yang subur, dll. NAMUN Yosua dipakai Tuhan tetap mempertahankan generasi ini tetap TAKUT AKAN TUHAN, selama Yosua hidup. Yosua dipakai Tuhan untuk terus membuat generasi ini tidak melupakan perbuatan Tuhan yang pernah mereka saksikan.

 

GENERASI KE SEMBILAN B , YAITU KETURUNAN KE DELAPAN

  1. Generasi Amarya B adalah generasi perkecualian, karena hanya dihitung 10 tahun, bukan 20 tahun, karena mereka dilahirkan tepat setelah Yosua mati. Karena satu generasi kita hitung 20 tahun, maka muncullah generasi Amarya B ini, setelah perhitungan munculnya generasi Amarya A di usia Yosua 100-110 tahun. Maka di tahun 111/ setelah Yousa mati, barulah lahir generasi Amarya B ini.  Generasi Amarya B ini adalah suatu generasi yang tidak takut akan Tuhan, penyembah berhala. Sementara itu orang-orang yang hidup lebih lama dari Yosua  DAN YANG MENGENAL SEGENAP PERBUATAN YANG DILAKUKAN TUHAN BAGI ORANG ISRAEL.  Jadi penafsiran saya, walaupun orang-orang yang lebih lama hidup daripada Yosua hidup takut akan Tuhan, namun anak-anak mereka, anak cucu mereka yang tidak pernah mengenal segenap perbuatan yang dilakukan Tuhan bagi orang Israel – dengan batasan zaman- sejak kematian Yosua ( karena di Yosua 21: 43-45 kita tahu bahwa perbuatan Tuhan dalam memberikan keamanan di negeri yang Tuhan janjikan itu masih terus berlanjut sampai akhir hayat Yosua)- mereka adalah generasi yang mulai menyembah berhala. Jadi generasi Amarya A adalah generasi yang terakhir hidup takut akan Tuhan di zaman Yosua, sehingga generasi berikutnya yaitu generasi Amarya B, dan Generasi Ahitub adalah generasi penyembah berhala. Generasi Amarya  A ini hidup takut akan Tuhan. Apa yang dialami oleh generasi Amarya A dapat kita baca di kitab Hakim-hakim pasal pertama sampai Hakim-hakim pasal 2 ayat 5. Selepas ayat itu sudah berpindah ke kisah mengenai generasi yang sesudah itu yaitu generasi  Amarya B dan selanjutnya generasi Ahitub. Yaitu di Hakim-hakim 2:6-23.
  2. Generasi Amarya B masih kita hitung sebagai generasi yang ke sembilan; Generasi Amarya B , adalah generasi yang mengalami banyak malapetaka karena akibat ulah mereka sendiri yang melupakan Tuhan.
  3. Generasi Amarya B adalah generasi yang kita asumsikan ditemani oleh Generasi Amarya A selama 110 tahun ( dengan asumsi umur tertua pada zaman itu kita samakan dengan umur Yosua pada waktu mati 110 tahun) , namun mereka adalah generasi yang lahir setelah Yosua mati, itu artinya generasi ini tidak mengenal  segenap perbuatan Tuhan yang dilakukan Tuhan bagi orang Israel, termasuk yang dibahas di Yos 21:433-45, sampai akhir hayat Yosua. Sehingga generasi ini adalah semua anak yang dilahirkan setelah Yosua mati. Walaupun setelah Yosua mati orang-orang yang hidup lebih lama dari Yosua ( 5 generasi; yaitu Generasi  Buki, Generasi Uzi, Generasi Zerahya, Generasi Merayot, Generasi Amarya A) , mereka semua tetap takut akan Tuhan, namun dari kedua ayat ini ; Yosua 24:31 dan Hakim-hakim 2:7 , 10-13, kita tahu bahwa generasi Amarya B adalah generasi yang mulai menyembah berhala, karena mereka adalah generasi yang tercatat lahir setelah Yosua mati, mereka masuk dalam kriteria sebagai generasi yang tidak mengenal segenap perbuatan Tuhan yang dilakukan Tuhan bagi orang Israel. Mereka hidup di zaman Hakim-hakim. Perpindahan antara generasi Amarya A ke generasi  Amaria B , dan selanjutnya ke generasi Ahitub dapat kita baca pada Hakim-hakim pasal 1 dan pasal 2 ayat 1-5 berpindah/beralih pada kisah mengenai generasi Ahitub ini di Hakim-hakim pasal 2: 6- dan seterusnya.
  4. Generasi ke sembilan; Generasi Amarya B, adalah generasi yang menyembah berhala, karena :
    1. Kaleb sudah mati juga ( dia adalah wakil dari generasi ke 3)
    2. Yosua sudah mati saat mereka dilahirkan ( dia adalah wakil dari generasi ke 4 yang sekaligus adalah pemimpin mereka)
    3. Kepemimpinan Yosua tidak diobor estafetkan kepada pemimpin yang berikutnya
    4. Generasi ke sembilan Amarya A tidak dipersiapkan mendidik generasi ke sembilan Amarya B dalam takut akan Tuhan.
    5. Generasi ke sembilan Amarya B tidak pernah melihat perbuatan Tuhan di depan mata mereka

GENERASI KE SEPULUH , YAITU KETURUNAN KE SEMBILAN

  1. Generasi Ahitub, adalah generasi yang kita asumsikan ditemani oleh Generasi Amarya A selama 110 tahun ( dengan asumsi umur tertua pada zaman itu kita samakan dengan umur Yosua pada waktu mati 110 tahun) , namun mereka adalah generasi yang lahir setelah Yosua mati, itu artinya generasi ini tidak mengenal  segenap perbuatan Tuhan yang dilakukan Tuhan bagi orang Israel, termasuk yang dibahas di Yos 21:433-45, sampai akhir hayat Yosua. Sehingga generasi ini adalah semua anak yang dilahirkan setelah Yosua mati. Walaupun setelah Yosua mati orang-orang yang hidup lebih lama dari Yosua ( 5 generasi; yaitu Generasi  Buki, Generasi Uzi, Generasi Zerahya, Generasi Merayot, Generasi Amarya A) , mereka semua tetap takut akan Tuhan, namun dari kedua ayat ini ; Yosua 24:31 dan Hakim-hakim 2:7 , 10-13, kita tahu bahwa generasi Ahitub adalah generasi yang mulai menyembah berhala, karena mereka adalah generasi yang tercatat lahir setelah Yosua mati, mereka masuk dalam kriteria sebagai generasi yang tidak mengenal segenap perbuatan Tuhan yang dilakukan Tuhan bagi orang Israel. Mereka hidup di zaman Hakim-hakim. Perpindahan antara generasi Amarya A ke generasi  Amaria B , dan selanjutnya ke generasi Ahitub dapat kita baca pada Hakim-hakim pasal 1 dan pasal 2 ayat 1-5 berpindah/beralih pada kisah mengenai generasi Ahitub ini di Hakim-hakim pasal 2: 6- dan seterusnya.
  2. Generasi ke sepuluh; Generasi Ahitub, adalah generasi yang menyembah berhala, karena :
    1. Kaleb sudah mati juga ( dia adalah wakil dari generasi ke 3)
    2. Yosua sudah mati saat mereka dilahirkan ( dia adalah wakil dari generasi ke 4 yang sekaligus adalah pemimpin mereka)
    3. Kepemimpinan Yosua tidak diobor estafetkan kepada pemimpin yang berikutnya
    4. Generasi ke sembilan Amarya A tidak dipersiapkan mendidik generasi ke sepuluh ini dalam takut akan Tuhan.
    5. Generasi ke sepuluh tidak pernah melihat perbuatan Tuhan di depan mata mereka

PENCATATAN UMUR UMUR DALAM ALKITAB

Umur umur yang dicatat dalam Alkitab memiliki arti tersendiri, tidak semua umur tokoh Alkitab dicatat:

  1. Umur Musa tercatat yaitu 0 tahun, 40 tahun saat dia keluar dari istana, 80 tahun saat dia memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir, dan 120 tahun saat dia mati.
  2. Umur Harun saat mati tercatat 123 tahun. Harun mati di tahun ke 40 bangsa Israel keluar dari Mesir.
  3. Umur Miryam tidak dicatat pada saat keluar dari Mesir maupun pada saat matinya.
  4. Umur Imam Eleazar bin Harun dan umur Imam Pinehas bin Eleazar bin Harun juga tidak tercatat, walaupun mereka mengawal bangsa Israel sampai memasuki dan merebut tanah Kanaan.
  5. Tetapi umur Yosua tidak dicatat saat kapan dia keluar dari Mesir. Namun di akhir hidupnya Yosua tercatat umurnya yaitu pada usia 110 tahun. Kita hanya dapat memperkirakan saja umur Yosua saat keluar dari Mesir, berdasarkan tafsiran saja, yaitu saya tafsirkan umurnya 20 tahun. Di sini kita melihat bahwasannya Yosua bukanlah orang yang diperhitungkan di mata manusia pada awalnya, tetapi pada akhir hidupnya , dia diperhitungkan Tuhan , mati dengan predikat sebagai hamba-Nya ( Yosua 24:29, Hak 2:8)
  6. Umur Kaleb sangat jelas, pada saat dia jadi pengintai, usianya 40 tahun dan pada saat dia mendapatkan Hebron usianya 85 tahun. Saat seseorang menaruh iman percayanya pada Allah Israel yang hidup, pada saat itu usianya dicatat, diingat dan diagendakan oleh Tuhan. Jiwa Kaleb memang lain daripada yang lain. Ini ada dalam catatan Tuhan. Gara gara umur Kaleb tertera dengan jelaslah, maka kita dapat menghitung berapa lama masa peperangan merebut Kanaan di bawah kepemimpinan Yosua itu, yaitu 7 tahun.
  7. Sebagai perbandingan, Umur Kehat/anak Lewi 133 tahun, Umur Amram, cucu Lewi 137 tahun

 

 

 

 

 

 

POLA 3 GENERASI DALAM

GENERASI YOSUA

Pola 3 Generasi adalah pola Alkitab yang dapat kita lihat rumusnya di beberapa bagian Alkitab berikut ini:

Keluaran 20:5-6

Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu,

yang membalaskan kesalahan bapa

kepada anak-anaknya,

kepada keturunan yang ketiga

dan keempat

dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpedang pada perintah-perintah-Ku.

Dalam ayat tersebut kita melihat bahwa penyembahan dan ibadah kepada Allah yang hidup dikait-kaitkan dengan bapa ( dalam ayat ini dimaksudkan ayah/bapa sebagai keturunan pertama), anak-anaknya ( keturunan yang ke dua) , keturunan yang ketiga (cucu-cucu), keturunan yang keempat ( buyut-buyut). Dalam pembahasan selanjutnya kita akan tahu bahwa pola tiga generasi ini akan berulang kembali ketika generasi pertama mati, maka generasi ke dua akan dihitung sebagai generasi pertama, dan pola ini akan turun pada generasi ke empat, demikian seterusnya. Oleh karena itu pada beberapa ayat akan terkadang muncul pola  tiga generasi dan akan terkadang muncul pola empat generasi sebagai pola pengulangannya.

Keluaran 3:6

Lagi Ia berfirman:”Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.”

Dalam ayat tersebut jelas Tuhan memunculkan pola tiga generasi.

Yoel 1;3

Ceritakanlah tentang itu kepada anak-anakmu, 

( ini adalah generasi pertama menceritakan kepada generasi yang ke dua, atau dari generasi pertama kepada keturunan yang pertama) ( STORY/SEJARAH/MENCERITAKAN)

dan biarlah anak-anakmu menceritakannya kepada anak-anak mereka,

( ini adalah generasi ke dua menceritakan kepada generasi yang ke tiga, atau dari keturunan pertama kepada keturunan yang ke dua)

dan anak-anak mereka kepada angkatan  yang kemudian.

( ini adalah generasi ke tiga menceritakan kepada generasi yang ke empat, atau dari keturunan kedua kepada keturunan yang ke tiga)

 

Mazmur 78: 5-7

Telah ditetapkan-Nya peringatan  di Yakub  dan hukum Taurat diberi-Nya di Israel; nenek moyang kita diperintahkan-Nya untuk memperkenalkannya

kepada anak-anak mereka ,

( ini adalah generasi pertama menceritakan kepada generasi yang ke dua, atau dari generasi pertama kepada keturunan yang pertama)

supaya dikenal oleh angkatan yang kemudian,

( ini adalah generasi ke dua menceritakan kepada generasi yang ke tiga, atau dari keturunan pertama kepada keturunan yang ke dua)

supaya anak-anak, yang akan lahir kelak,  bangun dan menceritakannya kepada anak-anak mereka,

( ini adalah generasi ke tiga menceritakan kepada generasi yang ke empat, atau dari keturunan kedua kepada keturunan yang ke tiga) ( STORY/SEJARAH/MENCERITAKAN)

 

supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah, tetapi memegang perintah-perintah-Nya; 

 

Ulangan 6:1-9

Inilah perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang aku ajarkan kepadamu atas perintah TUHAN, Allahmu, untuk dilakukan di negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya,

supaya seumur hidupmu

engkau  (generasi pertama)

dan anak  ( generasi ke dua)

cucumu ( generasi ke tiga)

takut akan TUHAN, Allahmu, dan berpegang kepada segala ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu, dan supaya lanjut umurmu. Maka dengarlah, hai orang Israel!

Lakukanlah itu dengan setia ,

 supaya baik keadaanmu, dan supaya kamu menjadi sangat banyak, seperti yang dijanjikan TUHAN Allah nenek moyangmu, kepadamu di suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!

Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.

Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah

engkau perhatikan,

haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang

kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau

duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun, Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu  dan pada pintu gerbangmu.

….(lanjut ayat 12)

Maka berhati-hatilah , supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.  Engkau harus takut akan Tuhan, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah. Janganlah kamu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa sekelilingmu, sebab TUHAN , Allahmu, adalah Allah yang cemburu di tengah-tengahmu,

supaya jangan bangkit murka TUHAN, Allahmu, terhadap engkau, sehingga Ia memunahkan engkau dari muka bumi.

Janganlah kamu mencobai TUHAN, Allahmu, seperti kamu mencobai Dia di Masa. Haruslah kamu berpegang pada perintah, peringatan dan ketetapan TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu;

haruslah engkau melakukan apa yang benar dan baik di mata TUHAN,

supaya baik keadaanmu dan engkau memasuki dan menduduki negeri yang baik, yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenak moyangmu, dengan mengusir semua musuhmu dari hadapanmu, seperti yang difirmankan TUHAN.

Apabila di kemudian hari anakmu bertanya kepadamu: Apakah peringatan, ketetapan dan peraturan itu, yang diperintahkan kepadamu oleh Tuhan Allah kita? Maka haruslah engkau menjawab anakmu itu;

  1. Kita dahulu adalah budak Firaun di Mesir, tetapi TUHAN membawa kita keluar dari Mesir dengan tangan yang kuat. TUHAN membuat tanda-tanda dan mujizat-mujizat, yang besar dan yang mencelakakan, terhadap Mesir, terhadap Firaun dan seisi rumahnya, di depan mata kita; tetapi kita dibawa-Nya keluar dari sana, supaya kita dapat dibawa-Nya masuk untuk memberikan kepada kita negeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenak moyang kita. ( SEJARAH/STORY/MENCERITAKAN untuk dikenal)
  2. TUHAN, Allah kita, memerintahkan kepada kita untuk melakukan segala ketetapan itu dan untuk takut akan TUHAN, Allah kita, ( Perhatikan di sini; tidak dipakai kata ‘kamu’, tetapi ‘kita’ , itu artinya si orang tua harus melakukan, sehingga dapat mengajarkan) ( TELADAN untuk dilakukan)
  3. supaya senantiasa baik keadaan kita dan supaya Ia membiarkan kita hidup, seperti sekarang ini. (AKIBATNYA- HIDUP DALAM BERKAT TUHAN, BUKAN KUTUK)
  4. Dan kita akan menjadi benar, apabila kita melakukan segenap perintah itu dengan setia di hadapan TUHAN, Allah kita, seperti yang diperintahkan-Nya kepada kita. (INDIKASINYA- MELAKUKAN PERINTAH TUHAN DENGAN SETIA UNTUK TUHAN DAN TEPAT SEPERTI YANG TUHAN PERINTAHKAN)

Dari tiga ayat ini ( Yoel 1: 3, Mazmur 78:5-7, Ulangan pasal 6)  kita lihat POLA TIGA GENERASI adalah sebagai berikut:

( ditunjukkan dengan warna stabillo yang sama untuk setiap pembahasan di bawah ini dengan ayat yang tertera di atas)

  1. POLA TIGA GENERASI akan memberi pengaruh pada generasi yang keempat
    • Pada saat generasi yang pertama mati, maka generasi yang kedua akan menjadi generasi yang pertama, generasi yang ketiga akan menjadi generasi yang kedua, dan generasi yang keempat akan menjadi generasi yang ketiga
    • Oleh karena itulah pola ini terkadang muncul dalam ayat yang hanya membahas sampai generasi ke tiga, terkadang muncul dalam ayat yang hanya membahas sampai generasi ke empat. Karena pada kemunculan pembahasan sampai generasi yang keempat adalah membahas bagaimana pola ini dapat terus berulang pada POLA yang sama terus menerus, jika POLA DASAR, YAITU POLA TIGA GENERASI itu berjalan dengan baik. Perhatikan bagan berikut

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. POLA TIGA GENERASI menggunakan METODE/ CARA:
    • KELUARGA INTI, walaupun nantinya akan berpengaruh pada tiga generasi bahkan sampai generasi ke empat dan seterusnya jika pola dasar ini terus berlanjut, akan tetapi kuncinya tetap dimulai pada KELUARGA INTI (Ayah, Ibu dan Anak-anak mereka) dari generasi pertama kepada generasi ke dua harus kuat, sehingga generasi ke dua dapat melanjutkan pada generasi ke tiga, dan demikian seterusnya.
    • MEMPERHATIKAN, si orang tua/papa-mama sebagai generasi pertama , haruslah menjadi orang yang memperhatikan semua yang sudah Tuhan ajarkan dalam sepanjang umur hidupnya sendiri, sebelum menularkannya kepada generasi di bawahnya.
    • MENJADI PELAKU FIRMAN TUHAN, si orang tua/papa-mama sebagai generasi pertama, haruslah menjadi pelaku firman Tuhan, sehingga dapat menjadi TELADAN HIDUP bagi generasi di bawahnya
    • BERCERITA/ Story/ menceritakan SEJARAH, bagaimana papa dan mama berjalan bersama TUHAN, sejak dari Mesir sampai ke Kanaan ( sejak dari diperbudak dosa, sampai dimerdekakan oleh karya salib Kristus)
    • MEMPERKENALKAN, menjabarkan apa saja yang Tuhan perintahkan, ketetapan Tuhan dan peraturan Tuhan, apa saja hukum-hukum Tuhan itu. ( semua perintah Tuhan di Alkitab)
    • MENGAJARKANNYA berulang-ulang. Apa yang diajarkan? KURIKULUM ILAHI
    • Pengajaran yang dilakukan secara berulang-ulang/ PENGULANGAN; di segala tempat ( dimulai dari rumah), di segala waktu ( pagi, siang atau malam) , dan di segala situasi.
      • PADA WAKTU KAMU DUDUK; pada saat duduk di rumah, bisa dipakai banyak metode lainnya, misalnya home school, diskusi, menulis, membaca, berhitung, dll
      • PADA WAKTU DALAM PERJALANAN, bisa dipakai banyak metode lainnya, misalnya study tour, study banding, napak tilas, camp, ret-reat, dll
      • PADA WAKTU BERBARING , bisa dipakai metode story, musik pra tidur, menonton film, dll
      • PADA WAKTU BANGUN, bisa dipakai metode doa, metode ibadah, metode membaca, metode diskusi, dll
      • MENGIKATKANNYA PADA TANGAN, bisa dipakai metode praktek, metode percobaan ilmiah, metode roleplay, metode drama, dll
      • MENGIKATKAN PADA DAHI, bisa dipakai metode ulangan, metode presentasi, metode kesimpulan, metode sharing, dll
      • MENULISKAN PADA TIANG PINTU RUMAH, bisa dipakai metode prinsip, metode character building, metode buku, metode biography, dll
      • MENULISKAN PADA PINTU GERBANG, bisa dipakai metode history maker, metode raport, metode performance, dll

 

 

Jadi kesimpulannya, 7 metode yang dipakai adalah:

  • Metode Keluarga Inti
  • Metode Kekeluargaan dalam Komunitas.
  • Pengamatan
  • Metode Teladan
  • Metode Cerita/Story
  • Metode Penjabaran
  • Metode Pengajaran
  • Metode Pengulangan, dalam metode pengulangan dapat dipakai ribuan metode lainnya, karena pengajaran ini harus diulang-ulang pada segala waktu, segala tempat dan segala situasi. Di dalamnya tentu mengandung ribuan metode lainnya.

Bagaimana jika seseorang tidak menikah atau belum menikah atau sudah menikah tetapi belum punya anak? Apakah dia juga bisa ikut terlibat dalam proses pola tiga generasi ini?

Konsep keluarga tidak selalu berarti papa, mama dan anak-anak kandung, melainkan juga bisa berupa keluarga rohani/komunitas.

Beberapa ayat pendukung hal ini adalah:

Keluaran 12:3 Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga. Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk mengambil seekor anak domba, maka ia bersama-sama dengan tetangganya yang terdekat ke rumahnya haruslah mengambil seekor, menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang.

Jadi dalam perayaan paskah, ada ketentuan keluarga yang dimaksud keluarga inti, tetapi juga ada konsep keluarga bersama para tetangga/ komunitas.

Mazmur 34:12

Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan Tuhan akan kuajarkan kepadamu!

Ayat ini berbicara mengenai percakapan seorang ayah kepada anak-anaknya. Siapakah penulis Mazmur 34 ini? DAUD ! Dan siapakah anak-anak yang Daud maksudkan dalam ayat ini? Bukan anak-anak kandung Daud ! Karena ayat ini ditulis saat Daud belum punya anak ! ( Mazmur 34:1, I Samuel 21:10, I Sam 22:1, II Sam 3:2, II Sam 5:14). Tetapi ayat ini , bahkan seluruh Mazmur pasal 34 ini ditujukan kepada anak-anak buah Daud/anak rohani Daud, murid-murid Daud, yang berjumlah 400 orang di Gua Adulam. I Sam 22:1-2)

I Tesalonika 2: 7, 11

Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawari anaknya.

Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang, dan meminta dengan sangat supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan Kemuliaan-Nya.

Dua ayat tersebut ditulis oleh rasul Paulus. Kepada siapa ayat tersebut ditujukan pada saat itu? Pada orang-orang jemaat Tesalonika. Mereka bukan anak kandung daripada Paulus, namun Paulus memposisikan diri sebagai ayah dan sebagai ibu buat mereka, Inilah yang dinamakan keluarga rohani.

II Raja-raja 2:12

Ketika Elisa melihat itu, maka berteriaklah ia:”Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!”

Elisa memanggil Elia Bapaku, padahal dia bukan anak kandung daripada Elia. Elia memposisikan diri sebagai sekaligus ayah buat Elisa demikian juga Elisa memposisikan diri sebagai sekaligus anak daripada Elia. Ini adalah keluarga rohani.

Yesaya 9:5

Sebab seorang Anak telah lahir untuk kita, seorang Putera telah diberikan untuk kita, lambang pemerintahan ada di atas bahu-Nya dan nama-Nya disebutkan orang : Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Ayat  tersebut menubuatkan tentang Yesus. Yesus juga disebut Bapa yang Kekal, karena Dia memposisikan Diri-Nya sebagai bapa buat kita, dan kita sebagai anak-anak ketebusan-Nya. Walaupun Yesus tidak menikah dan tidak memiliki anak kandung, namun kita adalah anak-anak-Nya, anggota keluarga kerajaan Allah.

Efesus 2:19

Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,

Mengapa dalam ayat Efesus dituliskan mengenai orang-orang asing dan pendatang? Bisa jadi ayat ini terkait dengan aturan perayaan Paskah, dimana orang asing dan pendatang tidak boleh merayakan paskah, KECUALI mereka mau disunat, mereka akan dianggap sebagai orang asli. Sunat adalah tanda perjanjian antara Tuhan dengan Abraham (Kejadian 17:10) . Namun bagi kita sekarang, sunat yang Tuhan mau adalah sunat batiniah, Roma 2: 28-29, walaupun untuk alasan kesehatan sunat secara jasmani juga tidak dilarang. Jadi walaupun kita bukan Yahudi asli, kita ini orang asing dan pendatang namun karena karya salib Kristus, kita ini diterima menjadi anggota –anggota keluarga Allah. Di dalam Kristus ada yang namanya keluarga Allah, walaupun Kristus tidak menikah.

Mengapa hal ini kita bahas panjang lebar, karena terkait dengan pembahasan nanti bagaimana Yosua bisa dipakai Tuhan untuk memimpin bangsa Israel yang besar dengan prinsip kekeluargaan, sedangkan dirinya sendiri dimungkinkan secara penafsiran saya, TIDAK MENIKAH dan tidak memiliki keluarga inti. Keluarga inti daripada Yosua adalah seluruh bangsa Israel yang dianggapnya sebagai anak-anaknya.

Jadi dalam hal ini, selain pada keluarga inti, maka dalam keluarga secara komunitas pun terjadi POLA TIGA GENERASI ini.

II Timotius 2:2

Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.

Berdasarkan banyak penafsiran, dimungkinkan Paulus tidak menikah, namun Paulus memiliki anak rohani, yaitu Timotius.

Di sini juga terjadi pola tiga generasi dalam keluarga yang bukan berasal dari keluarga inti, tetapi berasal dari keluarga komunitas keluarga Allah, yaitu Paulus sebagai Generasi pertama, Timotius sebagai Generasi ke dua, dan juga Paulus mendorong Timotius untuk meneruskan hal itu pada generasi ke tiga.

  1. Apa kurikulumnya? Kurikulumnya adalah KURIKULUM ILAHI, yaitu:
    • Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.
    • Matius 22: 37-38. Mengatakan bahwa hukum kasih kepada TUHAN itu adalah hukum yang terutama dan yang yang pertama, itulah sebabnya pada Ulangan pasal 6, hukum yang kedua tidak dituliskan. Artinya dengan melakukan hukum yang terutama dan yang pertama, tentunya hukum-hukum lainnya sudah tercakup di dalamnya. Jika kita mengasihi Tuhan, maka Tuhan akan menolong kita dapat mengasihi sesama dan mengasihi diri sendiri.
    • Jika sudah mengasihi Tuhan, maka akan tercakup di dalamnya KURIKULUM ILAHI lainnya , yaitu:
      • TAKUT AKAN TUHAN
      • Menaruh kepercayaan kepada Allah : IMAN
      • Memegang perintah-perintah, ketetapan-ketetapan Tuhan dan peraturan-peraturan Tuhan; yaitu apa yang benar dan baik di mata Tuhan. HIDUP DALAM KEBENARAN
      • TAAT dan SETIA melakukan firman Tuhan.
      • BERIBADAH kepada Tuhan yang benar.

 

  1. JANGKA WAKTU PROSES POLA TIGA GENERASI adalah:
    • SEUMUR HIDUP.
    • Jadi selama generasi pertama hidup, dia terus berkewajiban melakukan proses pola tiga generasi ini pada generasi di bawahnya
    • Jadi selama generasi kedua hidup, dia terus berkewajiban melakukan proses pola tiga generasi ini pada generasi di bawahnya
    • Jadi selama generasi ketiga hidup dia terus berkewajiban melakukan proses pola tiga generasi ini pada generasi di bawahnya
    • Demikian seterusnya, ketika generasi pertama mati, maka generasi kedua kini menjadi generasi pertama yang melakukan porse pola tiga generasi ini pada generasi di bawahnya, selama generasi kedua ini hidup.

 

  1. APA YANG MENJADI HASILNYA BILA POLA TIGA GENERASI INI BERHASIL?
    • MEMASUKI DAN MENDUDUKI NEGERI YANG BAIK DENGAN MENGUSIR SEMUA MUSUH, hidup dalam kelimpahan.
    • LANJUT UMUR, DIBIARKAN HIDUP OLEH TUHAN, hidup dalam umur panjang
    • Dalam keadaan baik/ DIBERKATI, hidup dalam keberkatan
    • Menjadi sangat banyak / BERMULTIPLIKASI, hidup dengan memberi dampak dan berbuah lebat
    • TERHINDARI dari MURKA TUHAN, hidup bebas dari kutuk
    • TERHINDARI dari KEPUNAHAN, hidup bebas dari kutuk

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sekarang kita lihat apakah pola 3 generasi ini berjalan di tokoh-tokoh yang berikut ini:

  1. TOKOH MUSA
    • I Tawarikh 23;14, 15, 16, I TAW 24:21 1Taw 26:24, 25, 26, HAK 18:30

 

LEWI

KEHAT

AMRAM

MUSA

GERSOM     ELIEZER

SEBUEL  YONATAN              REHABYA

SEORANG KEPALA Perbendaharaan

(HIDUP DI ZAMAN DAUD)

 YISIA                       YESAYA

SEORANG KEPALA

( HIDUP DI ZAMAN DAUD)

YORAM

 

ZIKHRI

 

SELOMIT

PENGAWAS PERBENDAHARAAN

( HIDUP DI ZAMAN DAUD)

 

 

Riwayat keluarga Musa

Musa menikah dengan Zipora pada usia 40 tahun ( keluaran 2:21)

Mereka memiliki 2 anak, Gersom dan Eliezer

Musa mendapat panggilan Tuhan melihat semak belukar menyala

Musa kembali ke Mesir dengan mengajak anak isterinya ( Kel 4;18-20)

Dalam perjalanan kembali ke Mesir, maka terjadi insiden dimana Tuhan berikhtiar untuk membunuh Musa, namun akhirnya Tuhan membiarkan Musa, karena Zipora menjadi pengantin darah bagi Musa ( Keluaran 4: 24-25) Sebelum Musa kembali ke Mesir, maka ke-mesir-an itu harus disunat dan dipotong serta disingkirkan dari keluarganya, semua anak-anaknya harus disunat.

Tuhan harus berurusan memang dengan penundaan Musa dalam menyunat kedua anaknya.

Pada pengembaraan bangsa Israel di padang Gurun, Yitro mengantarkan Zipora dan kedua anak Musa ( Kel 18:2) – ini terjadi sebelum bulan ke tiga bangsa Israel keluar dari Tanah Mesir ( sebelum Kel 19:1-2), dikatakan Yitro pulang ke negerinya tidak mengajak kembali isteri dan anak-anak Musa. (Kel 18:27)

Jarak umur Musa dengan anak-anaknya jelas lebih dari 40 tahun, itu artinya pada saat Musa memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir, di usia 80 tahun, usia Gersom dan Eliezer adalah maksimal 80-41 = 39 tahun, bisa jadi lebih muda.

Itu artinya Gersom dan Eliezer terhitung satu generasi dengan  generasinya KALEB. Karena generasinya Kaleb berusia 21-40 ketika keluar dari Mesir.

Gersom dan Eliezer secara perhitungan generasi ada di generasi ke tiga, walaupun secara keturunan Musa mereka adalah generasi kedua dari Musa, atau keturunan pertama dari Musa, namun secara peta zaman, Musa menurunkan Gersom dan Eliezer pada usia yang sudah 40 tahun lebih.

Jika di katakan di Alkitab, generasi Kaleb yang selamat hanya Kaleb, besar kemungkinan Gersom dan Eliezer ikut mati di padang gurun.

Jika Sebuel bin Gersom bin Musa masih hidup di zaman Daud, itu artinya, Sebuel selamat memasuki tanah Kanaan. Besar kemungkinan Sebuel bin Gersom bin Musa adalah cucu Musa yang lahir di padang gurun/ atau satu generasi dengan Generasi Buki/ Generasi di bawah generasi Yosua.

Hal ini dimungkinkan bila Gersom memiliki anak saat pengembaraan di padang gurun,  karena Alkitab tidak mencatat usia Musa saat menurunkan Gersom, dan tidak mencatat pada usia berapa Gersom menikah), Jika hal ini benar maka  Sebuel bin Gersom lahir di padang gurun = generasi Buki= generasi di bawah generasi Yosua.

Jadi sebagai berikut:

Musa Generasi pertama

Gersom seumuran dengan generasinya Kaleb/ generasi ke tiga. Gersom mati di padang gurun.

Sebuel seumuran dengan generasinya Buki/ generasi ke lima/ generasi di bawah generasinya Yosua. Sebuel selamat , karena adalah generasi yang lahir di padang gurun, semua yang lahir di padang gurun, memasuki tanah Kanaan.

Sebuel  bin Gersom bin Musa ini masih hidup di zaman Daud.

 

Demikian juga bisa kita perkirakan dengan Eliezer anak Musa yang kedua, dan anak cucunya dari garis ini.

Musa Generasi pertama

Eliezer  seumuran dengan generasinya Kaleb/ generasi ke tiga. Eliezer mati di padang gurun.

Rehabya  seumuran dengan generasinya Buki/ generasi ke lima/ generasi di bawah generasinya Yosua. Rehabya selamat , karena adalah generasi yang lahir di padang gurun, semua yang lahir di padang gurun, memasuki tanah Kanaan.

Yisia  bin Rehabya bin Eliezer bin Musa bisa jadi seumuran dengan generasi Usi/ generasi ke enam.

Yisia bin Rehabya bin Eliezer bin Musa ini masih hidup di zaman Daud.

Yesaya bin Rehabya bin Eliezer bin Musa bisa jadi seumuran dengan generasi Usi/ generasi ke enam

Yoram bin Yesaya bin Rehabya bin Eliezer bin Musa bisa jadi seumuran dengan generasi Zerahya/ generasi ke tujuh

Zikhri bin Yoram bin Yesaya bin Rehabya bin Eliezer bin Musa bisa jadi seumuran dengan generasi Merayot/ generasi ke delapan

Selomit bin Zikhri bin Yoram bin Yesaya bin Rehabya bin Eliezer bin Musa bisa jadi seumuran dengan generasi Amarya/ generasi ke sembilan

Selomit bin Zikhri bin Yoram bin Yesaya bin Rehabya bin Eliezer bin Musa ini masih hidup di zaman Daud.

KESIMPULAN POLA TIGA GENERASI DI KELUARGA MUSA

Keterangan: jangan bingung mengenai generasi di keluarga Musa, lihat ke PETA ZAMAN GENERASI YOSUA, kita menggolong-golongkan orang , dari keluarga mana pun, yang menikah pada usia berapa pun, termasuk Musa yang menikah di usia yang dianggap terlambat pada masyarakat zaman itu, yaitu 40 tahun, ORANG TERSEBUT termasuk pada generasi apa, apakah generasi Musa, generasi Eleazar, Generasi Kaleb, Generasi Yosua, Generasi Buki, dst. Namun pada saat kita membahas POLA TIGA GENERASI dalam keluarga Musa sebagai keluarga inti, kita tetap melihat Musa sebagai generasi pertama, Gersom dan Eliezer bin Musa sebagai generasi kedua, Sebuel dan Rehabya sebagai generasi ketiga , dst.

Perhatikanlah bahwa kitab Tawarikh mencatat nama Yonatan bin Gersom bin Musa, yang menjadi imam bagi suku Dan Di Hak 18:30

Kita tidak dapat dengan pasti menyimpulkan apakah Yonatan bin Gersim bin Musa ini takut akan Tuhan, karena pada suku Dan mereka masih menyimpan patung berhala Hak 18:30-31

Musa sebagai generasi pertama gagal meneruskan POLA TIGA GENERASI pada anaknya, yaitu pada Gersom dan Eliezer.

Cucu Musa, Zebuel dan Rehabya lahir di padang gurun. Jika tidak demikian, pastilah tidak mungkin Sebuel bin Gersom bin Musa masih hidup di zaman Daud, karena tentunya semua yang lahirnya di Mesir, yaitu sebelum bangsa Israel meninggalkan Mesir, yaitu lahirnya di padang gurun, mereka semua telah mati di padang gurun, keculai tinggal tersisa Yosua dan Kaleb.

Pada saat ayah dari Sebuel dan Rehabya, yaitu Gersom dan Eliezer sudah mati, dan kakek mereka Musa sudah mati, Zebuel dan Rehabya ikut masuk ke tanah Kanaan, di bawah kepemimpinan Yosua.

Gersom dan Eliezer sebagai generasi ke dua gagal meneruskan POLA TIGA GENERASI pada anaknya, yaitu pada Sebuel dan Rehabya. Karena terbukti mereka mati di padang gurun. Semua yang mati di padang gurun adalah pernah bersungut-sungut lebih dari 10 kali, memberontak pada Tuhan, ikut berzinah dalam kasus Baal Peor, dll. Kita tidak tahu,  di titik  mana kejatuhan mereka, karena Alkitab tidak mencatatnya.

Sebuel dan Rehabya sebagai generasi ke tiga hidup di bawah kepemimpinan Yosua. Mereka sudah tidak memiliki Kakek dan Ayah-ibu lagi. Mereka yatim piatu. Kini mereka dihitung sebagai generasi pertama.

Sebuel dan Rehabya adalah kini dihitung sebagai  generasi pertama , membuat POLA YANG BARU , yang BERHASIL MENERAPKAN POLA 3 GENERASI , ketika mereka ada di bawah kepemimpinan YOSUA, sehingga, Yisia bin Rehabya bin Eliezer bin Musa tercatat hidup takut akan Tuhan di zaman Daud. Terbukti juga Rehabya berhasil menerapkan pola 3 generasi di REHABYA-YESAYA-YORAM, dan seterusnya YESAYA-YORAM-ZIKHRI, dan seterusnya YORAM-ZIKHRI-SELOMIT, sehingga Selomit bin Zikhri bin Yoram bin Yesaya bin Rehabya bin Eliezer bin Musa hidup takut akan Tuhan di zaman Daud.

  1. TOKOH HARUN
  • I Taw 6:50-53, Bil 3: 1-4, I TAW 6: 4-15, EZRA 3:2, NEHEMIA 12; 26, HAGAI 1;1, 12,14, 2;2,4 , ZAKHARIA 6:11, NEHEMIA 12; 10,11, 22,

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IMAM HARUN (G.1)

 

NADAB                         ABIHU                        IMAM ELEAZAR (G.2)      IMAM  ITAMAR

(mati di padang gurun) (mati di padang gurun)

PINEHAS (G.3)

 

ABISUA (G.4)

 

BUKI (G.5)

 

UZI(G.6)

 

ZERAHYA (G.7)

 

MERAYOT (G.8)

 

AMARYA (G.9)

 

AHITUB (G.10)

 

ZADOK ( G.11)

(tercatat masih hidup di zaman Daud)

 

AHIMAAS ( G.12)

(tercatat masih hidup di zaman Daud)

 

AZARYA  (G.13)

 

YOHANAN (G.14)

 

AZARYA  (G.15)

(tercatat masih hidup sebagai  imam di bait suci salomo)

 

AMARYA (G.16)

 

AHITUB (G.17)

 

ZADOK (G.18)

 

SALUM (G.19)

 

HILKIA (G.20)

 

AZARYA (G.21)

 

SERAYA (G.22)

 

YOZADAK  (G.23)

(tercatat masih hidup di zaman pembuangan dan  ikut dalam masa pembuangan oleh nebukadnezar)

 

YESUA / YOSUA (G.24)

( tercatat masih hidup di zaman Ezra, Hagai, Zakharia)

 

YOYAKIM (G.25)

( tercatat masih hidup di zaman Nehemia dan Ezra)

 

ELYASIB ( G. 26)

 

YOYADA /YOHANAN( G. 27)

kepala kepala kaum keluarga anak-anak lewi tercatat dalam kitab sejarah

sampai zaman Yohanan bin Elyasib ini Neh 12; 23

 

YONATAN/YOHANAN ( G. 28)

 

YADUA ( G.29)

 

Nama generasi ke 30 tidak terlacak

 

Harun mati di usia 123 tahun (Bilangan 33:39) pada tahun ke 40 bangsa Israel keluar dari Mesir, bulan ke 5.

Setelah itu kepemimpinan Harun digantikan oleh Eleazar  bin Harun. Eleazar bertugas mendampingi Musa. Eleazar adalah imam yang saat itu bertugas meminta keputusan Urim atas kepemimpinan Yosua sebagai pengganti Harun.

Bisa jadi, Eleazar bin Harun berumur 100 tahun ketika dia menggantikan ayahnya menjadi imam. ( kita perkirakan saja usia Harun 123 – 23 tahun = 100, Bisa jadi usia Harun saat menikah tidak setua usia Musa. Hal ini dapat kita tafsirkan pada Keluaran 6: 22-26 mengindikasikan Harun menikah sebelum bangsa Israel keluar dari Mesir. Ada yang menarik dari Keluaran 6: 22-26. Harun dikisahkan telah menurunkan sampai kepada Pinehas/ cucu, namun di bagian perikop tersebut belum dikisahkan satu pun anak daripada Musa. Bisa jadi Gersom dan Eliezer/anak-anak Musa,  adalah lebih muda daripada Pinehas/ cucu Harun, walaupun mereka adalah satu generasi, yaitu generasi ke tiga/ generasi Kaleb.

Di atas tadi memang sudah kita perkirakan , karena Musa menikah di usia 40 tahun, bisa jadi anak daripada Musa, tergolong seusia dengan generasi ke 3/ generasi Kaleb. Sedangkan Harun karena menikah di usia 20-an seperti orang Israel kebanyakan, bisa jadi anak Harun adalah generasi ke 2/ generasi Eliazar, dan cucu Harun, Pinehas adalah generasi ke 3/ Generasi Kaleb.

Pas.

Eleazar bisa jadi adalah generasi ke dua, pada PETA ZAMAN GENERASI YOSUA.

Eleazar berhasil terus menjadi pemimpin para Imam, sampai zaman Yosua menjadi pemimpin, bahkan matinya Eleazar hampir bersamaan dengan matinya Yosua.

Mengapa nama Eleazar tidak disebutkan sebagai nama perkecualian disamping nama Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun? ( sebagai nama-nama orang yang dijanjikan Tuhan dapat masuk ke tanah kanaan?)- toh ternyata pada kenyataannya Eleazar masuk ke tanah Kanaan itu, tetapi mengapa namanya tidak disebutkan sebagai 3 orang nama ; Kaleb bin Yefune, Yosua bin Nun dan Eleazar bin Harun?
Karena Tuhan sudah pernah berjanji pada Harun, bahwa keturunan Harun ditunjuk untuk membakar korban di hadapan Tuhan, untuk melayani Tuhan dan untuk memberi berkat demi nama-Nya sampai selama-lamanya. I Taw 23: 13. Ini adalah tugas dan penunjukan dari Tuhan.

Jadi tidak heran, sebagai keturunan Harun, nama  Imam Eleazar yang sudah menjabat di tahun ke 40 perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir, menggantikan ayahnya, Harun yang sudah mati, yaitu sejak zaman Musa belum mati, nama ini , Imam Eleazar ini masih terus ada sampai Yosua mati, barulah Imam Eleazar mati sesudah kematian Yosua.

Apakah itu berarti Keluarga Harun kebal terhadap eliminasi di padang gurun? Tidak juga! Buktinya Nadab dan Abihu mati terkena tulah daripada Tuhan saat mereka menyalakan api asing.

Itu artinya Harun gagal menjalankan POLA TIGA GENERASI pada Nadab dan Abihu, tetapi BERHASIL MENJALANKAN POLA TIGA GENERASI PADA kedua anaknya yang lain, yaitu pada Eleazar dan Itamar.

Eleazar sebagai generasi ke dua hidup takut akan Tuhan, dan meneruskan POLA TIGA GENERASI itu pada Pinehas

Itamar sebagai generasi ke dua hidup takut akan Tuhan, dan meneruskan POLA TIGA GENERASI itu pada keturunannya, terbukti pada zaman raja Daud, keturunan Itamar, didapati setia melayani Tuhan.

Pinehas adalah generasi ke tiga. Pinehas diperkirakan seumuran dengan GENERASI KALEB, Pinehas sudah menjabat sebagai imam pada zaman Yosua memimpin bangsa Israel di tanah Kanaan. Walaupun pada saat itu kepemimpinan imam kepala masih dipegang oleh ayahnya, Imam Eleazar.

Mengapa nama Pinehas tidak disebutkan sebagai nama perkecualian disamping nama Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun? ( sebagai nama-nama orang yang dijanjikan Tuhan dapat masuk ke tanah kanaan?)- toh ternyata pada kenyataannya Pinehas masuk ke tanah Kanaan itu, tetapi mengapa namanya tidak disebutkan sebagai 3 orang nama, bahkan 4 orang nama ; Kaleb bin Yefune, Yosua bin Nun dan Eleazar bin Harun, dan Pinehas bin Eleazar?

Jawabannya adalah karena: yang pertama, Pinehas meneruskan jabatan keimaman daripada Imam Eleazar, sedangkan keluarga Harun memang mendapat janji Tuhan tentang tugas keimaman tersebut: I Taw 23: 13.

Yang kedua, Pinehas berhasil membela Tuhan, pada peristiwa Baal Peor, sehingga dia mendapatkan janji Tuhan yang secara khusus

Pinehas pernah mendapatkan janji Tuhan di Bilangan 25; 11-13, mengenai keimaman selama-lamanya bagi dia dan bagi keturunannya, karena ia telah begitu giat membala Allahnya dan telah mengadakan pendamaian bagi orang Israel, ketika terjadi peristiwa Baal Peor. Ini terjadi di zaman Musa ( di tahun ke 40 bangsa Israel keluar dari tanah Mesir).

Hal ini lebih diperkuat lagi dengan referensi lain di Mazmur 106:30-31

Mereka berpaut pada Baal Peor, dan memakan korban-korban sembelihan bagi orang mati. Mereka menyakiti hati-Nya dengan perbuatan mereka, maka timbullah tulah di anatara mereka. Tetapi Pinehas berdiri dan menjalankan hukum, maka berhentilah tulah itu. Hal itu diperhitungkan kepadanya sebagai jasa turun-temurun, untuk selama-lamanya.

Setelah peristiwa Baal Peor itu, pada zaman Musa masih hidup, Pinehas pernah ditunjuk oleh Musa untuk memimpin peperangan pembalasan kepada orang Midian (– di tahun ke 40 bangsa Israel keluar dari Mesir) – Bilangan 31: 1-54.

Pinehas adalah imam yang menjabat di era Hakim-hakim, namun nama Pinehas baru muncul kembali di bagian akhir kitab Hakim-hakim; Hakim-hakim 20:28

Pinehas terus menerukan POLA TIGA GENERASI  itu kepada ABISUA-BUKI, dan Abisua meneruskan POLA TIGA GENERASI itu kepada BUKI –UZI demikian seterusnya sampai pada AHITUB-ZADOK-AHIMAAS di era raja Daud, terus sampai zaman Azarya bin Yohanan pada zaman Raja Salomo, Pola tiga generasi ini terus berjalan sampai zaman Imam Yozadak pada zaman pembuangan oleh Nebukadnezar, terus YOZADAK-YESUA-YOYAKIM, terus pada YESUA-YOYAKIM-ELYASIB, terus pada YOYAKIM-ELYASIB-YOYADA, terus pada YOYADA-YONATAN-YADUA.

YOYADA / YOHANAN adalah tokoh terakhir yang melakukan POLA TIGA GENERASI INI pada generasi di bawahnya, sampai kepada cucunya. Namun anaknya, YONATAN/YOHANAN mengalami putus estafet kepada anak dan cucunya, sehingga generasi cucunya tidak terlacak dalam sejarah.

YONATAN/YOHANAN berhenti melakukan  POLA TIGA GENERASI ini pada generasi selanjutnya. Terputus.

Sehingga sampai pada generasi YADUA juga terputus, sehingga generasi selanjutnya tidak terlacak lagi dalam sejarah.

POLA TIGA GENERASI AKAN MASUK DALAM SEJARAH  ESTAFET OBOR IMAN kepada generasi yang berikutnya.

Saat POLA TIGA GENERASI terhenti, maka sejarah pencatatan obor estafet iman pun ikut terhenti.

YADUA berhenti melakukan POLA TIGA GENERASI  ini pada generasi selanjutnya, Terputus.

Sehingga generasi di bawahnya tidak terlacak.

 

 

 

 

 

 

  1. TOKOH KALEB BIN YEFUNE
    • I Taw 4;15, Yosua 15:16

KALEB BIN YEFUNE ( G.3)

 

IRU                                                ELA                            NAAM                            AKHSA + OTNIEL

(anak perempuan yang

 

KENAS                                                         kemungkinan besar

lahir di padang gurun/ generasi Buki.)

Otniel adalah menantu Kaleb. Otniel menikahi Akhsa anak perempuan Kaleb.  Dia juga sekaligus keponakan Kaleb, anak dari adik Kaleb yang bernama Kenas juga /untuk diketahui; nama adik Kaleb= Kenas sama dengan nama cucu Kaleb= Kenas juga

Otniel menantu Kaleb adalah Hakim Pertama Israel

 

( kemungkinan besar

Iru , Ela dan Naam mati di padang gurun

Iru, Ela dan Naam  adalah Gen 4/seumuran dengan Gen Yosua)

( kemungkinan besar Kenas, juga mati di padang gurun)

 

Usia Kaleb pada saat keluar dari Mesir adalah 38 tahun, jika kita perkirakan dia menikah di usia 20 tahun, maka anak sulungnya / Iru diperkirakan berusia 17 tahun.

Jika Akhsa (diperkirakan anak bungsu , anak gadis daripada Kaleb)- yang dilahirkan di padang gurun, dan selamat masuk ke tanah perjanjian, bisa jadi, keempat anak Kaleb dilahirkan dalam kurun waktu 17 tahun.

Bisa jadi 17:3 = +- 5 tahun,rata-rata selisih anak Kaleb yang satu dengan yang lain.

Dengan perkiraan sbb:

Usia Kaleb saat keluar dari Mesir= 38 tahun

Usia Iru saat keluar dari Mesir = 17 tahun/ seumuran dengan generasi Yosua

Usia Ela saat keluar dari Mesir = 11 tahun/ seumuran dengan generasi Yosua

40 tahun kemudian ( bila Ela mati di tahun ke 40 setelah bangsa Israel keluar dari Mesir) , usia Ela  diperkirakan = 51 tahun

Tentunya Ela bisa jadi menurunkan Kenas di padang gurun, ketika dia sudah menikah

Mestinya Ela/ Cucu Kaleb adalah generasi Buki yang memasuki tanah Kanaan, namun kita tidak mengetahui mengapa nama Ela tidak tercantum sebagai pewaris tanah milik Kaleb. Alkitab tidak menceritakan mengapa anak laki-laki Kaleb berikut cucunya tidak menjadi pewaris, dan hanya anak perempuannya saja yang jadi pewaris.

Usia Naam saat keluar dari Mesir = 6 tahun/ seumuran dengan generasi Yosua

Akhsa lahir di padang gurun./ termasuk dalam generasi Buki

 

Kaleb bin Yefune gagal menerapkan pola 3 generasi dalam keluarganya. Terbukti ke 3 anak dan 1 cucunya tidak tercatat sebagai pewaris tanah milik Kaleb ini.  Jika ke tiga anak laki-lakinya semua mati di padang gurun, itu artinya Kaleb gagal menerapkan pola 3 generasi di dalam keluarganya.

Akhsa, anak perempuan Kaleb yang menikah dengan Otniel ( Hakim pertama Israel) juga ternyata tidak memiliki nama keturunan/anak-cucu dari pasangan ini yang dicatat di dalam Alkitab.

 

  1. TOKOH MIRYAM

Miryam adalah masuk dalam jajaran pemimpin Israel, karena dicatat dalam Mikha 6:4

Sebab Aku telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir dan telah membebaskan engkau dari rumah perbudakan dan telah mengutus Musa dan Harun dan Miryam sebagai penganjurmu.

Miryam adalah kakak Musa, namun tidak jelas apakah Miryam adalah kakak Harun atau adik Harun.

Miryam menolong Musa waktu bayi sehingga akhirnya si bayi Musa mendapatkan asuhan dan ASI daripada ibunya sendiri.

Walaupun Miryam dan Harun adalah kakak Musa, namun Tuhan memilih Musa menjadi pemimpin mereka, dan bukan Miryam serta Harun.

Miryam pernah memimpin tari-tarian rebana saat bangsa Israel keluar dari Mesir menyeberangi Laut Teberau

Miryam pernah berkonspirasi dengan Harun, serta memberontak kepada Musa dan akhirnya terkena kusta.

Alkitab tidak mencatat siapa nama anak-cucu Miryam. Tidak terlacak. Alkitab juga tidak mencatat apakah Miryam menikah atau tidak.

Umur matinya Miryam dan kapan tepatnya dia mati tidak disebutkan dalam Alkitab.

Karena POLA TIGA GENERASI ini biasanya terkait dengan sejarah nama-nama orang yang tertulis di Alkitab, saya tidak berani memastikan dalam tafsiran saya bahwasannya Miryam berhasil menerapkan pola tiga generasi dalam keluarganya.

 

  1. TOKOH YOSUA

Sebelum membahas lebih jauh tentang apakah Yosua menerapkan POLA TIGA GENERASI dalam keluarganya atau tidak , lebih dulu kita akan menyelidiki apakah ada kemungkinan bahwa ternyata Yosua adalah seorang pribadi yang tidak menikah.

Mengapa pemikiran seperti itu muncul?

  • Silsilah keturunan Yosua yang tidak terlacak dalam Alkitab. Padahal Yosua adalah tokoh terkenal. Musa ada teralacak silsilahnya, Harun ada terlacak silsilahnya, Kaleb ada terlacak silsilahnya. Namun Miryam tidak terlacak. Besar kemungkinan Miryam tidak menikah. Yosua juga tidak terlacak, maka bisa saja Yosua adalah pribadi yang tidak menikah.

 

Mari kita simak kembali silsilah Yosua: I Tawarikhi 7:20-29.

Efraim

 

Sutelah

( keturunan pertama)

Pada perhitungan laskar Israel untuk kedua kalinya , Bilangan 26:35-36, ada nama Kaum Sutelah

Dari kaum Sutelah ada Eran, kaum orang Eran

 

Bered

(keturunan ke dua)

 

Tahat

(keturunan ke tiga)

 

Elada

(keturunan ke empat)

 

Tahat

( nama  ini adalah nama yang sama dengan nama kakeknya)

(keturunan ke lima)

 

Zabad

( keturunan ke enam)

 

Sutelah                             Ezer                                    dan Elad

( keturunan ke tujuh)              ( keturunan ke tujuh)                ( keturunan ke tujuh)

 

EFRAIM

( membangun keturunan baru, setelah keturunannya yang lama telah hampir punah, tinggal dirinya dengan isterinya saja)

 

 

Beria                                                                                                           Seera

( laki-laki, keturunan pertama)                                                                                         (anak perempuan

yang mendirikan Bet-horon-Hilir,

Bet Horon Hulu serta Uzen Seera)

Refah                                             Resef

( keturunan kedua)

 

Telah

( keturunan ke tiga)

 

Tahan

( keturunan ke empat)

Pada perhitungan laskar Israel untuk kedua kalinya , Bilangan 26:35, ada nama Kaum Tahan

 

 

Ladan

(keturunan ke lima)

 

Amihud

( keturunan  ke enam)

 

Elisama

( keturunan ke tujuh)

 

Nun

( keturunan ke delapan)

 

Yosua bin NUN

( keturunan ke sembilan)

 

Mengapa silsilah Yosua bin Nun ini berhenti sampai pada Yosua saja dan tidak berlanjut pada siapa nama anak kandung Yosua, siapa cucunya dst..?

Silsilah Yosua bin Nun pada I Tawarikh 7: 20-29 ini, bisa jadi perhatiannya difokuskan kepada Yosua bin Nun sebagai pemimpin militer.

Menurut tafsiran SH, sbb:

 

Menyusul disebutkan suku Efraim (ayat 20-29).

Perhatian difokuskan kepada Yosua bin Nun sebagai pemimpin militer (ayat 27).

Suku Efraim juga akan mendukung pertahanan militer umat Tuhan. Daftar kediaman kaum Efraim (ayat 21b-24,28-29) menunjukkan bahwa Allah memberkati mereka dan memberikan harapan akan pemulihan wilayah.

 

Menunjuk kepada penafsiran/komentar dari SH tersebut, artinya , bisa jadi nama-nama dalam silsilah yang ditulis di I Tawarikh 7: 20-29 ini, bukan terdiri dari nama-nama yang lengkap sekali, karena hanya berfokuskan kepada Yosua bin Nun sebagai pemimpin militer. Jadi banyak nama yang tidak ditulis dalam silsilah ini, misalnya saja Tahan tidak saja memiliki anak bernama Ladan, melainkan masih banyak lagi, dan Ladan hanya sebagai anak sulung saja yang masuk dalam silsilah ini. Adik-adik Ladan memiliki anak lagi…dst. Bisa saja!

Dan memang nama-nama ini tidak mungkin merupakan nama-nama yang lengkap, karena di zaman Yosua masih hidup, yaitu di tahun ke 2 bangsa Israel keluar dari Mesir, saat terjadi pencatatan laskar Israel yang pertama, jumlah suku Efraim itu banyak sekali, yaitu sampai di angka 40.500 orang. Pada pencatatan ini tidak disebutkan nama-nama kaumnya. Salah satu dari nama-nama orang ini termasuk di antaranya Yosua bin Nun. ( Bilangan 26: 63-65)

Bilangan 1:32-33

Dicatat nama-nama  orang yang berumur dua puluh tahun ke atas, dan yang sanggup berperang, jumlah dari suku Efraim tercatat empat puluh ribu lima ratus orang, 40.500

Namun yang menarik adalah, pada perhitungan laskar Israel yang ke dua, pada tahun ke 40, ternyata dari Bani Efraim; didapati nama-nama Kaum yang tidak tercantum dalam silsilah I Tawarikh 7: 20-29. Di dalam Bilangan 26:35-36 terdapat nama-nama kaum sbb:

  1. Kaum orang Sutelah- dari garis Sutelah ini juga muncul nama Kaum orang Eran.

Sutelah adalah anak Efraim yang pertama, atau keturunan pertama Efraim,  dari 7 keturunan yang pertama ( sebelum usaha pemusnahan suku Efraim oleh orang Gat)

  1. Kaum orang Tahan. Tahan adalah keturunan ke empat dari Efraim setelah Efraim menurunkan garis keturunan yang baru.
  2. Kaum orang Bekher. Nah nama Bekher ini tidak ada di I Tawarikh 7: 20-29. Siapakah Bekher ini?

Dapat kita simak dari penafsiran/komentar ENDE sbb:

Dalam fasal2 ini disadjikan nama marga2, keluarga2 dan suku2, jang termasuk kedalam Israil. Bukan semua Jahudi aseli, tetapi djuga marga2 dan keluarga2 asing, jang diisap oleh suku2 Israil. Dengan djalan ini mau dibuktikan, marga dan keluarga mana (sesudah pembuangan) termasuk kedalam umat Jahwe. Karena itu, bila mungkin, daftar nama diteruskan sampai kemasa pembuangan, chususnja mengenai marga2 dan keluarga2 Juda, Jerusjalem dan kaum Levita. Ketiga ini mendapat perhatian jang chusus.

Ende———–

Dan dalam perhitungan laskar Israel yang kedua ini,  jumlah orang Efraim adalah 32.500 orang. Sebuah jumlah yang tidak sedikit. Ini adalah anak-anak yang dilahirkan di padang gurun, semua orang tua mereka mati, dan dari generasi orang tua mereka hanya Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune yang masih hidup. Belum lagi pasukan mereka berjumlah 108.100 orang.

Bilangan 26:35-36.

Semuanya berjumlah tiga puluh dua ribu lima ratus orang, 32.500.

Itu adalah bani Yusuf – baru dari garis Efraim saja, belum terhitung yang dari garis Manasye.

Bilangan 2:24

Jumlah orang yang dicatat dalam laskar Efraim menurut pasukan pasukan mereka ada seratus delapan ribu seratus orang, 108.100.

Kesimpulan pertama: Jika Yosua seorang pribadi yang menikah, tentunya anak cucu daripada Yosua terhitung dalam ribuan orang dari suku Efraim ini, Namun bila ternyata Yosua seorang pribadi yang tidak menikah, bisa jadi ribuan orang ini diturunkan dari kerabat Yosua yang lainnya. Terbukti ada 4 nama kaum yang berasal dari suku Efraim ini, yaitu Kaum Sutelah, Kaum Eran, Kaum Tahan, dan Kaum Bekher.

Namun bila Yosua menikah, agak anehlah kiranya bila nama anak cucunya tidak tercantum dalam kitab Tawarikh yang mana biasanya Kitab Tawarikh ini membahas silsilah keturunan dari  orang-orang yang terkenal.

 

Kita melaju pada pembahasan yang selanjutnya:

Menarik untuk disimak, saat 12 pengintai pulang dari pengintaian, ada janji Tuhan kepada Kaleb bin Yefune, dan janji ini bukan ditujukan kepada Kaleb saja, tetapi juga ditujukan kepada keluarganya:

Bilangan 14; 24

Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke ngeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya.

Hal ini diceritakan kembali oleh Musa pada bangsa Israel, di Ulangan 1:36

Kecuali Kaleb bin Yefune. Dialah yang akan melihat negeri itu dan kepadanya dan kepada anak-anaknya akan Kuberikan negeri yang diinjaknya itu, karena dengan sepenuh hati ia mengikut TUHAN.

Ternyata secara pribadi Musa juga pernah bersumpah kepada Kaleb bin Yefune seperti ini, Yosua 14:9

Pada waktu itu Musa bersumpah, katanya: Sesungguhnya tanah yang diinjak oleh kakimu itu akan menjadi milik pusakamu dan anak-anakmu sampai selama-lamanya, sebab engkau tetap mengikut TUHAN , Allahku, dengan sepenuh hati.

Jadi tiga kali ditekankan, baik oleh Tuhan kepada Musa dan bangsa Israel, oleh Musa diceritakan kembali kepada bangsa Israel, dan oleh Musa secara pribadi kepada Kaleb, semuanya menyinggung-nyinggung bahwa berkat atas Kaleb adalah juga untuk keturunannya, anak-anaknya !

Berbeda sekali dengan penyebutan Yosua, tidak pernah sekalipun dikait-kaitkan dengan keluarganya:

Ulangan 1: 38

Yosua bin Nun, pelayanmu, dialah yang akan masuk ke sana. Berilah kepadanya semangat, sebab dialah yang akan memimpin orang Israel sampai mereka memiliki negeri itu.

(perhatikan , bahwa tidak ada kata kepada anak-anak Yosua…, dan perhatikan lanjutan dari ayat ini.. , ayat 39)

Dan anak-anakmu yang kecil, yang kamu katakan akan menjadi rampasan, dan anak-anakmu yang sekarang ini belum mengetahui tentang yang baik dan yang jahat, merekalah yang akan masuk ke sana dan kepada merekalah Aku akan memberikannya, dan merekalah yang akan memilikinya.

Siapa yang dimaksudkan dengan anak-anakmu yang kecil ini? Siapa yang dimaksudkan dengan anak-anakmu yang sekarang ini belum mengetahui tentang yang baik dan yang jahat…

Apakah yang dimaksud di sini anak-anak kandung YOSUA? BUKAN !

Apakah yang dimaksud di sini anak-anak kandung MUSA? BUKAN !

Apakah yang dimaksud di sini adalah generasi Israel yang selanjutnya? Yaitu mereka yang dilahirkan di padang gurun? YA, BENAR !

Kata ‘rampasan’ ini , adalah kata ‘tawanan’ yang dipakai oleh bangsa Israel untuk memberontak kepada Tuhan setelah mendengar laporan dari 12 pengintai:

“Ah sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini! Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?”

Baiklah kita mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang ke Mesir!”

( Bil 14: 2-4)

Nah sekarang dapat kita sandingkan dua ayat ini sebagai berikut

Ulangan 1: 38-39

Yosua bin Nun, pelayanmu, dialah yang akan masuk ke sana. Berilah kepadanya semangat, sebab dialah yang akan memimpin orang Israel sampai mereka memiliki negeri itu.

Dan anak-anakmu yang kecil, yang kamu katakan akan menjadi rampasan, dan anak-anakmu yang sekarang ini belum mengetahui tentang yang baik dan yang jahat, merekalah yang akan masuk ke sana dan kepada merekalah Aku akan memberikannya, dan merekalah yang akan memilikinya.

Dua ayat ini seolah –olah dua kalimat yang terpatah/tidak tersambung. Setelah berbicara mengenai Yosua , tiba-tiba berbicara mengenai anak-anak kecil. Namun sebenarnya ayat-ayat ini sangat tersambung. Justru Tuhan mau menggarisbawahi dalam dua pembahasan kembar, bahwa Kaleb bin Yefune akan mendapatkan negeri yang telah diinjaknya itu, bersama dengan anak-anak kandungnya, sementara Yosua bin Nun, akan memimpin orang-orang yang akan masuk ke sana. Siapa mereka? Huuuu, tentu bukan orang-orang yang memberontak ini, mereka semua akan mati di padang belantara, namun anak-anak mereka yang masih kecil, mereka semua yang akan masuk ke sana, Tuhan akan membuktikan bahwa mereka tidak akan menjadi rampasan/tawanan, karena kalah perang di Kanaan, melainkan Tuhan akan membuktikan bahwa justru merekalah yang akan merebut dan mendudukinya. Yosualah yang akan memimpin mereka. Anak-anak kecil inilah yang semuanya kelak akan jadi anak-anak YOSUA, GENERASI yang diadopsi Yosua menjadi anaknya.

Di kitab Bilangan 14, juga sama saja. Kita dapati bahwa tidak sekali pun ada tanda-tanda Yosua disebut-sebut dengan keluarganya !

Bilangan 14;30

Bahwasanya kamu ini tidak akan masuk ke negeri yang dengan mengangkat sumpah telah Kujanjikan kan Kuberi kamu diami, kecuali Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun!

( tidak ada penyebutan keturunan/anak-anak Yosua nanti akan menikmati tanah pernjanjian, walaupun kepada Kaleb di ayat 24 ada janji untuk keturunannya. Tidak mungkin Tuhan tidak adil, Yosua tidak disebut-sebut mengenai keturunannya, besar kemungkinan karena Yosua di kala itu yang kita estimasikan usianya sudah 22 tahun, dan di kala kelak menyeberang sungai Yordan di usia 20+40= 60 tahun, dalam kemahatahuan Tuhan, Tuhan sudah tahu bahwa Yosua tidak menikah- ini adalah penafsiran saya)

Tentang anak-anakmu yang telah kamu katakan; Mereka akan menjadi tawanan, merekalah yang akan Kubawa masuk, supaya mereka mengenal negeri yang telah kamu hinakan itu.

(kembali setelah penyebutan nama Yosua bin Nun….kembali membahas mengenai anak-anak—tafsiran saya, ini adalah sebuah pengisyaratan bagi kita bahwa inilah anak-anak Yosua, mereka semua, semua anak-anak kecil yang lahir di padang gurun !)

Bisa kita buktikan pada pembagian tanah Kanaan, semua suku dapat bagian tanah, ditambah 2 orang saja, yang mendapatkan secara PRIBADI, menjadi TANAH PRIBADI, bukan TANAH MILIK SUKU, yaitu Kaleb bin Yefune yang mendapat di paling awal, dan Yosua bin Nun yang mendapat di paling akhir.

Dan yang lebih menarik lagi, Kaleb bin Yefune mendapatkan tanah secara special karena dia adalah salah satu pengintai yang beriman, dia boleh meminta, dan yang dimintanya adalah Hebron. Pada pembahasan mengenai Kaleb bin Yefune, diceritakanlah bagaimana anak-anak Kaleb juga ikut mendapatkan tanah. Yos 15: 13-19.

Namun pada saat semua suku sudah dapat tanah, maka Yosua pun mendapatkan tanah, namun ayat penyebutannya seolah-olah memberikan kepada kita sebuah  kesan tunggal pada pribadi Yosua yang tidak dilengkapi dengan anak dan isterinya.

Yosua 19:49

Setelah orang Israel selesai membagikan negeri itu menjadi milik pusaka mereka menurut daerah-daerahnya, maka kepada Yosua bin Nun diberikanlah milik pusaka di tengah tengah mereka. Sesuai dengan titah TUHAN, mereka memberikan kepadanya kota yang dimintanya, yakni Timnat-Serah di pegunungan Efraim. Kota itu dibangunnya dan menetaplah ia di sana.

Pegunungan Efraim memang adalah bagian bagi bani Yusuf ( Yos 17:15)

Bandingkan dengan Kaleb yang mendapatkan SEBAGIAN DI TENGAH-TENGAH BANI YEHUDA. (Yos 15:13) mengindikasikan tanah yang luas sekali, karena sebagian tanah yang ada di tengah-tengah tanah milik suku Yehuda- sedang kepada Yosua, hanya dituliskan ; DI TENGAH-TENGAH MEREKA, hanya satu kota saja. Bisa jadi satu kota sudah cukup besar untuk Yosua seorang diri, tanpa keluarganya, jadi Yosua tidak perlu meminta sebagian  di antara tanah milik suku Efraim, cukup satu kota saja. Satu kota itu sudah luar biasa untuk satu pribadi orang, walaupun itu bagian kecil saja untuk seluas Kanaan.

Di bagian kitab ini Yosua 19:49, sama sekali tidak dijelaskan siapa nama anak-anak Yosua yang akan mendapatkan warisan daripadanya, seperti yang dijelaskan panjang lebar pada keluarga Kaleb.

Juga pada saat bangsa Israel telah masuk pada masa pembagian tanah di Kanaan,

suku Manasye dan suku Efraim mendapatkan bagian tanah untuk mereka di Kanaan (Yosua 16 dan 17) namun yang menarik di sini pada suku Manasye disebutkan nama kaum-kaum mereka, namun pada suku Efraim tidak dicatat nama kaum-kaumnya. Dikatakan jumlah mereka BANYAK (Yosua 17:14,17)

Yang menarik di sini adalah: ketika bani Yusuf datang menghadap Yosua, mereka seolah-olah hanya menghadap kepada Yosua sebagai seorang pemimpin Israel saja, dan tidak ada kesan bahwa sikap ‘protes’ mereka ini seharusnya menjadi sikap protes dari anak-anak cucu Yosua juga. Bukankah Yosua juga adalah satu suku dengan mereka, suku Efraim, dari suku Yusuf???

Kalau seandainya bani Efraim merasa dirugikan, tentunya anak cucu Yosua juga ikut dirugikan, namun dalam pembahasan pengajuan protes dari suku Efraim kepada Yosua ini tidak terlihat adanya indikasi seperti itu.

Yosua selalu mengatakan dengan kata ganti ‘kamu’ Tidak pernah menggunakan kata ganti ‘kita’ dalam menangani kasus ini; Yos 17:15.

Jawab Yosua kepada mereka : Kalau engkau bangsa yang banyak jumlahnya, pergilah ke hutan dan bukalah tanah bagimu di sana di negeri orang Feris dan orang Refaim, jika pengunungan Efraim terlalu sesak bagimu. …dst.

Ingat pada saat itu Yosua belum mendapat tanah milik, karena Yosua nanti mendapatkan paling akhir, jadi kalau Yosua sudah punya anak cucu, pastilah Yosua akan berkata seperti ini:

Bukankah kita bangsa yang banyak jumlahnya, mari kita pergi ke hutan dan membuka tanah bagi kita di sana di negeri orang Feris dan orang Refaim, jika pegunungan Efraim terlalu sesak bagi kita…

Yosua sebagai pemimpin yang fair ! Adil. Walaupun itu sukunya sendiri, dia tidak memiliki kepentingan pribadi di situ. Dia dapat bertindak seadil-adilnya. Tidak memanjakan sukunya sendiri, mentang-mentang anak cucunya sendiri banyak dan mereka juga harus jadi tuan tanah yang hebat ! TIDAK !

Justru Yosua memiliki kebebasan bertindak adil, karena dia tidak terlibat di dalamnya, dia berkomitmen nanti dia secara pribadi akan mendapat yang paling terakhir sendiri, dia mau mengalah, dan dia hanya seorang diri saja.

Kesimpulan kedua

Dengan memperbandingkan antara Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun, dapat kita perkuat dugaan kita bahwa Yosua bin Nun bisa jadi adalah pribadi yang tidak menikah

 

Mari kita renungkan sejenak bahwa Yosua memimpin bangsa Israel yang sebagian besar adalah generasi Yatim Piatu. Bisa diperkirakan generasi Buki, pada saat masuk Kanaan berusia 21-40, maka orang tua mereka berusia berkisar antara 41-60. Padahal usia 41-60 adalah generasi yang se-generasi dengan Yosua, yang selamat hanya Yosua seorang diri. Yang orangtuanya lebih tua lagi dari usia 41-60, yaitu 61-80, yang selamat hanya Kaleb. Sedangkan generasi Buki yang yatim piatu ini melahirkan generasi Usi.

Oleh karena itu tidaklah mengherankan bila cara Yosua memanggil bangsa Israel , dapat tercermin dari bagaimana Yosua menegur Akhan dengan menyebut dia sebagai “Anakku !” (Yosua 7:19)  Tidak ada nada kemarahan atau kalimat yang kasar , yang dilontarkan Yosua kepada Akhan, saat  ditemukan Akhan adalah si biang keladi permasalahan kekalahan menyerang kota Ai. Walaupun memang pada akhirnya Akhan mendapat balasan atau hukuman yang setimpal, tetapi Yosua menghadapinya dengan sikap hati seorang ayah.

Kita bandingkan saja dengan gaya kepemimpinan Musa. Tidak pernah sekalipun Musa menyebut orang Israel dengan sebutan seperti itu. Sangat berbeda sekai dengan Yosua yang  menjalankan kepemimpinannya atas bangsa Israel dengan model pembapakkan, dan kekeluargaan,  karena dia menjadikan seluruh bangsa itu sebagai anaknya. Keluarganya adalah mereka semua.

Bandingkan antara Musa dengan Yosua:

Musa pernah mengatakan anak-anak kita, itu artinya termasuk anak-anak kandung Musa.

Ulangan 29:29

Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum TAURAT ini.

Tetapi Yosua tidak pernah mengatakan ‘anak-anak kita’, tetapi selalu mengatakan ‘anak-anakmu’

Yosua 4:6

Supaya ini menjadi tanda di tengah-tengah kamu. Jika anak-anakmu bertanya di kemudian hari: Apakah artinya batu-batu ini bagi kamu?

Yosua 4:21-22

Dan berkatalah ia kepada orang Israel, demikian; “Apabila di kemudian hari anak-anakmu bertanya kepada ayahnya; Apakah arti batu-batu ini? Maka haruslah kamu beritahukan kepada anak-anakmu, begini: Israel telah menyeberangi sungai Yordan ini di tanah yang kering!”

Kalau memang itu semua anak-anakmu, dan aku tidak punya anak, apa perduliku? Toh tidak ada pengaruh atas keturunanku karena aku tidak berkeluarga?

Yosua tidak berpikir seperti itu. Justru Yosua adalah orang yang menjadikan semua anak-anakmu/semua orang yang dipimpinnya sebagai anak-anakku, karena kita lihat Yosua adalah seorang pemimpin yang sangat rajin membuat tugu –tugu peringatan, membuat perjanjian, membuat deklarasi, dll. Semuanya dia lakukan demi kelangsungan generasi yang telah dia adopsi menjadi anaknya, sehingga generasi ini bisa tetap berpaut hatinya pada Tuhan. Dia  perduli. Dia mengasihi generasi ini. Dia menjadikan mereka semua anaknya. Dia mau capek-capek membuat tugu peringatan, menggoreskan sejarah buat generasi berikutnya. Semuanya dia rela lakukan demi kasihnya kepada generasi ini, walaupun mereka semua bukan anak kandungnya. Oleh karena itu dia tidak pernah berkata anak-anak kita, karena memang dia tidak memiliki anak, tetapi semua hal selalu tidak terluput untuk diberi alasan bahwa semua ini aku lakukan, kita lakukan demi anak-anakmu. Aku perduli pada anak-anakmu karena mereka adalah juga anak-anakku. Kira-kira seperti itulah.

Kesimpulan ke tiga:
Dengan memperbandingkan gaya kepemimpinan Musa dengan Yosua bin Nun, dugaan bahwa Yosua pribadi yang tidak menikah semakin dikuatkan lagi.

Hal menarik lainnya yang dapat kita gali adalah sebagai berikut;

Perhatikan dengan sangat teliti bagian-bagian petikan Alkitab berikut ini;

Bilangan 14:24

Tetapi hambaku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikuti Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya.

Bilangan 14:30-31

Bahwasannya kamu ini tidak akan masuk ke negeri yang dengan sumpah telah Kujanjikan akan Kuberi kamu diami, kecuali Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun!  Tentang anak-anakmu yang telah kamu katakan: Mereka akan menjadi tawanan, merekalah yang akan Kubawa masuk, supaya mereka mengenal negeri yang telah kamu hinakan itu, ….dst

Ini semua tertulis di kitab Bilangan, saat peristiwa sepulang dari 12 pengintai. Perhatikan semua kata kerja yang dipakai di kitab Bilangan tersebut adakah kata MASUK. Walaupun Tuhan bersumpah akan MEMBERIKAN, namun dapat kita rinci sebagai berikut:

  • Tuhan bersumpah MEMBERIKAN
  • Namun Kaleb akan MEMASUKI
  • Keturunan Kaleb akan MEMILIKI
  • Yosua akan MEMASUKI
  • Anak-anak Israel yang lahir di padang gurun, akan MEMASUKI.

Nah sekarang perhatikan apa yang Musa coba kembali ceritakan di kitab Ulangan. Pasal dalam kitab Ulangan pasal satu ini ditulis Musa pada tahun ke 40.

Ulangan 1; 34-40

Ketika  Tuhan mendengar gerutumu itu, Ia menjadi murka dan bersumpah; TIDAK SEORANGPUN dari orang-orang ini, angkatan yang jahat ini, AKAN MELIHAT negeri yang baik, yang dengan sumpah Kujanjikan untuk MEMBERIKANNYA kepada nenek moyangmu, keculai Kaleb bin Yefune. Dialah yang akan MELIHAT negeri itu dan KEPADANYA DAN KEPADA ANAK-ANAKNYA AKAN KUBERIKAN NEGERI YANG DIINJAKNYA ITU, karena dengan sepenuh hati ia mengikuti TUHAN.

Juga kepadaku TUHAN murka oleh karena kamu, dan Ia berfirman: Juga engkau tidak akan masuk ke sana. YOSUA BIN NUN, PELAYANMU, DIALAH YANG AKAN MASUK KE SANA. Berilah kepadanya semangat, sebab DIALAH YANG AKAN MEMIMPIN ORANG ISRAEL SAMPAI MEREKA MEMILIKI NEGERI ITU. Dan anak-anakmu yang kecil, yang kamu katakan akan menjadi rampasan, dan anak-anakmu yang sekarang ini belum mengetahui tentang yang baik dan yang jahat, MEREKALAH YANG AKAN MASUK KE SANA DAN KEPADA MEREKALAH AKU AKAN MEMBERIKANNYA, DAN MEREKALAH YANG AKAN MEMILIKINYA. .

kita rinci sebagai berikut:

  • Tuhan bersumpah MEMBERIKAN
  • Namun Kaleb akan MEMILIKI
  • Keturunan Kaleb akan MEMILIKI
  • Yosua akan MEMASUKI
  • Yosua akan memimpin orang Israel sampai mereka MEMILIKI
  • Anak-anak Israel yang lahir di padang gurun, akan MEMASUKI, dibawah kepemimpinan Yosua, sebagai ayah rohani mereka.
  • Anak-anak Israel yang lahir di padang gurun, akan MEMILIKI dibawah kepemimpinan Yosua, sebagai ayah rohani mereka.

Jadi di sini dapat kita simpulkan bahwa dari semua orang yang keluar dari tanah Mesir dan lahir di Mesir, hanya dua orang yang lolos, yaitu Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun.

Dua orang ini akan MEMASUKI dan MEMILIKI. Hanya dua orang ini yang berhak. Namun, dua orang ini boleh mewariskannya , yaitu Kaleb dapat mewariskan miliknya pada keturunannya, dan Yosua dapat mewariskan pada bangsa Israel karena mereka semua adalah anak-anaknya.

Perhatikan bahwa dari semua tanah Kanaan, tidak ada orang yang mendapatkan pembagian tanah secara pribadi, semuanya mendapatkan secara suku, hanya perkecualian pada dua orang ini saja yang boleh mendapatkan secara pribadi, yaitu Kaleb  Yos 14: 6-15 dan Yosua, Yos 19:49-51. Tanah milik Kaleb tidak sama dengan tanah milik suku Yehuda, walaupun Kaleb adalah orang Yehuda. Tanah milik suku Yehuda dibahas tersendiri di Yosua pasal 15: 1-12.  Tanah milik Yosua juga tidak sama dengan tanah milik suku Efraim,walaupun Yosua adalah Orang Efraim. Tanah milik suku Efraim dibahas tersendiri di Yosua pasal 16-17.

Hanya Kaleb dan Yosua yang ber-HAK untuk meminta, menentukan tanah mana yang mereka inginkan, sedangkan semua suku lainnya harus melalui UNDIAN. ( Yos 14:12, Yos 19:50, Yos 19:51)

Darimana kita dapat kesimpulan itu?

Dari ayat ini:

Yosua 11: 23

Demikianlah Yosua merebut seluruh negeri itu sesuai dengan segala yang difirmankan TUHAN kepada Musa. Dan Yosua pun MEMBERIKAN negeri itu kepada orang Israel menjadi milik pusaka  mereka, menurut pembagian suku mereka.

 

 

 

AYAT ITU TIDAK BERKATA SEPERTI INI:

Demikianlah Yosua merebut seluruh negeri itu sesuai dengan segala yang difirmankan TUHAN kepada Musa. Dan TUHAN pun MEMBERIKAN negeri itu kepada orang Israel menjadi milik pusaka  mereka, menurut pembagian suku mereka.

Memang Tuhan yang memberikannya, tetapi melalui YOSUA sebagai ayah merekalah Tuhan memberikan hak kepada bangsa Israel untuk menerima warisan dari ‘ayah’ mereka, YOSUA. Sebagaimana juga keturunan Kaleb mendapatkannya dari Kaleb, ayah dan ayah mertua mereka ( Yos 15:13-19).

Bahkan karena Yosua mem-bapak-i seluruh bangsa Israel termasuk Kaleb, maka Yosua juga yang berhak untuk memberikan kepada Kaleb tanah yang dimintanya:

Yos 14;13

Lalu Yosua memberkati Kaleb bin Yefune, dan DIBERIKANNYALAH Hebron kepadanya menjadi milik pusakanya.

AYAT ITU TIDAK BERKATA SEPERTI INI:

Lalu Yosua memberkati Kaleb bin Yefune, dan DIBERIKAN TUHAN-lah Hebron kepadanya menjadi milik pusakanya.

Mengapa Yosua yang memberikannya kepada Kaleb?

Karena Yosualah yang memimpin bangsa Israel termasuk Kaleb bin Yefune, jadi sekali lagi, karena Yosualah yang memimpin juga seorang bernama Kaleb untuk ikut berperang merebut  HEBRON

Yos 11: 21-22

Pada waktu itu Yosua datang dan melenyapkan orang Enak dari pegunungan, dari Hebron, Debir dan Anab, dari seluruh pegunungan Yehuda dan dari seluruh pegunungan Israel. Mereka dan kota-kota mereka ditumpas oleh Yosua. Tidak ada lagi orang Enak ditinggalkan hidup di negeri orang Israel;  hanya di Gaza, di Gat, dan di Asdot masih ada yang tertinggal.

 

Nah setelah Kaleb mendapat Hebron, dia berperang lagi.

Yos 15:13-15

Tetapi kepada Keleb bin Yefune DIBERIKAN YOSUA sebagaian di tengah-tengah bani Yehuda itu, yakni Kiryat Arba, seperti yang dititahkan Tuhan kepadanya, Arba ialah bapa Enak. Itulah Hebron.  Dan Kaleb menghalau dari sana ketiga orang Enakl, yakni Sesai, Ahiman dan Talmai, anak-anak Enak. Dari sana ia maju menyerang penduduk Debir. Nama Debir itu dahulu ialah Kiryat-Sefer.

Jadi semua orang Israel termasuk Kaleb yang sudah mendapat janji akan memiliki tanah Kanaan, semua harus mendapatkan pemberian tanah dari YOSUA, karena  Yosua membapaki semua orang Israel, termasuk Kaleb.

Walaupun Kaleb masuk dalam dewan pembagi tanah Kanaan bersama dengan Yosua bin Nun dan Imam Eleazar, (Bilangan 34:16-28) namun demikian, tetap prinsipnya sama, YOSUA yang berhak memberikan kepada Kaleb sesuai permintaannya, dan Yosua berhak menunjuk tanah yang diingininya, dan dewan ini berhak mengambil undi untuk seluruh suku Israel, dan setelah undian ini jatuh pada tiap-tiap suku, tetap Alkitab mencatat sebagai Yosualah yang memberikan kepada mereka semua. Tuhan memakai satu pintu saja, Yosua.

Bagi saya ini adalah penggambaran yang cantik sekali bahwa warisan keselamatan bagi kita hanya dapat kita terima melalui karya salib Kristus, tidak dapat kita terima secara langsung, harus melalui harta warisan keselamatan daripada Kristus. Karena tanpa pengorbanan Kristus keselamatan tidak mungkin dapat kita terima sebagai harta waris.

Justru karena kita anak-anak Allah, diadopsi menjadi anak-Nya, maka kita mendapatkan warisan kekal itu.

 

 

 

Kesimpulan ke tiga:
Dengan memperbandingkan kitab Bilangan, Ulangan dan Yosua dalam pembagian tanah Kanaan, kita semakin diyakinkan bahwa Yosua tidak menikah, dan Yosualah yang dipakai Tuhan seperti seorang ayah yang membagi warisan kepada anak-anaknya, yaitu kepada Kaleb sesuai permintaannya, dan kepada bangsa Israel sesuai hasil undian mereka.

 

APA YANG MENJADI ALASAN YOSUA TIDAK MENIKAH?

Bisa jadi ada beberapa kemungkinan alasan mengapa Yosua tidak menikah, jika memang penafsiran saya bahwa dia tidak menikah adalah penafsiran yang memang sungguh-sungguh terjadi secara nyata dalam hidup Yosua, yaitu:

  1. Bisa jadi Yosua adalah pelayan Musa yang sangat setia, sehingga dia pun sangat berkonsentrasi membantu Musa untuk menyelesaikan tugas-tugasnya yang banyak itu, sehingga tidak sempat terpikir untuk menikah. Namun jika ini alasannya, mengapa setelah Musa mati, dalam perkiraan kita saat itu usianya yang sekitar 60 tahunan, dia tidak menikah.

Ketika Musa sudah mati di usia 120 tahun, bisa saja usia Yosua saat itu adalah 60 tahun. Kalau memang alasan untuk tidak menikah hanya karena menjadi abdi Musa dan ingin berkonsentrasi pada pekerjaannya itu, toh bisa saja Yosua menikah setelah Musa mati di usianya yang saat itu saya taksir sekisaran 60 tahun-an. Namun berdasarkan penggalian Alkitab yang tadi kita lakukan, pada saat perang sudah berakhir dan saatnya membagi-bagi tanah Kanaan, masih mengindikasikan bahwa Yosua tidak menikah, bukan ‘belum’, tetapi ‘tidak’. Jadi setelah Musa mati pun, Yosua diindikasikan tetap tidak menikah. Kuat kemungkinan, alasan tidak menikahnya Yosua bukan semata-mata karena menjadi abdi Musa, Jadi alasan ini menurut saya kurang tepat.

  1. Bisa jadi juga ada kemungkinan lain, bahwa walaupun Yosua belum diberi tahu secara resmi bahwa dia akan menjadi pemimpin menggantikan Musa, karena dia baru tahu di tahun ke 40, namun secara roh, Yosua telah memiliki VISI itu dari Tuhan, telah menangkap Visi ini dari Tuhan , dan Visi yang Tuhan tanamkan itu begitu sangat kuatnya sehingga untuk selamatnya sebuah generasi, perlu konsentrasi kusus. Dan untuk itu Tuhan memberi karunia khusus kepada Yosua, yaitu karunia untuk tidak menikah. Bagaimana pun juga usianya saat itu (pada saat Yosua tidak mau meninggalkan kemah pertemuan) saya perkirakan baru sekitar 20 tahun-an, usia di mana rata-rata bangsa Israel menikah. Bagaimana mungkin Yosua bisa terus tetap bertahan untuk tidak menikah sampai akhir hayatnya? Bukankah dia laki-laki normal, bukan orang cacat? Apakah tidak ada gadis yang jatuh cinta kepadanya?

Sesuai petunjuk waktunya bahwa Yosua tidak meninggalkan kemah pertemuan pada sekitar setelah 3 bulan/ setelah peristiwa gunung Sinai. Jika Visi ini sudah tertanam, sampai-sampai dia tidak terpikir untuk menikah,  tentunya pada saat pulang dari pengintaian, di tahun ke dua,  Yosua mendapat janji Tuhan bahwa hanya ia dan Kaleb serta keturunan Kaleb yang dapat masuk ke tanah Kanaan. Yosua tidak perlu terkejut mengapa untuk dia kog tidak disebutkan bahwa anak-anaknya dan keturunannya akan mendapatkan tanah Kanaan itu. Dia tidak perlu iri pada Kaleb, karena pada Kaleb dijanjikan juga mengenai perihal keturunannya akan dapat berkat, mengapa pada dirinya tidak disebut-sebut kata keturunan, karena memang dia sudah terkonsentrasi penuh pada Visi ilahi ini, sehingga pada saat itu, sepulang dari pengintaian itu, Yosua sudah memiliki pemahaman bahwa Tuhan memberinya karunia untuk tidak menikah kepada pribadinya. Dalam kemahatahuan Tuhan, Tuhan bisa saja sudah menetapkan bahwa Yosua diberi karunia untuk tidak menikah. Dan Yosua sudah tahu hal itu.

Atau bisa juga sepulang dari pengintaian itulah, Yosua baru tahu bahwa Tuhan menetapkan dia untuk tidak menikah di kemudian hari, dan Yosua mau sepakat dengan Tuhan.

Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya kepada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan isterinya, dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi.  I Korintus 7:33-34

  1. Atau bisa juga ini adalah semacam nazar Yosua kepada Tuhan bahwa dia bersedia untuk tidak menikah, namun dia ingin melihat bangsa Israel, generasi Israel tidak mengalami kepunahan, seperti yang hampir dialami suku Efraim di masa yang lampau. Namun nazar ini bisa saja tanpa disadarinya menggiring dia untuk menjadi orang yang ditunjuk Tuhan memimpin bangsa Israel memasuki tanah Kanaan.

Walaupun mungkin cara yang sanggup dia tempuh pada saat itu hanyalah sebatas bagaimana menjadi pelayan Musa yang setia, namun bisa jadi VISI ini, yang telah lama tertanam dalam dirinya, mungkin sejak peristiwa di mana dia tidak mau meninggalkan kemah pertemuan sementara itu, Visi ini membawa hatinya pada kasih pada bangsa ini. Mungkin saja VISI yang kuat ini membawanya kepada keputusan untuk tidak menikah, sejak dia muda, demi agar dapat berkonsentrasi kepada pencapaian VISI ini.

Ada Visi yang sedemikian kuat di dalam dirinya untuk bagaimana bangsa Israel, bagaimana menyelamatkan bangsa ini dari kepunahan, kegagalan, keterpurukan, kematian total di padang gurun. Visi untuk bagaimana caranya agar bangsa ini bisa kembali ke tanah Kanaan dan menang serta menduduki tanah itu. Suatu Visi yang kuat sejak muda, sehingga semua gadis yang mampir dalam hidupnya bisa jadi ditolak olehnya.

Dia ingin membuktikan imannya, bahwa janji Tuhan pada Abraham itu pasti suatu saat bisa digenapi. Dia tidak ambisi jadi pemimpin menggantikan Musa, yang ada malah kegentaran, sehingga kita semua tahu, bahwa dia memerlukan diberi semangat oleh Musa. Namun sepertinya ada semacam goal/sasaran yang sangat kuat yang ingin dicapainya sehingga dia mengesampingkan urusan pernikahan dalam kehidupan pribadinya. Kalau memang saat ini caranya baru dengan cara mendampingi pemimpin Israel sebaik mungkin, dia akan tempuh cara itu dengan semaksimal mungkin.

Sesuai petunjuk waktunya bahwa Yosua tidak meninggalkan kemah pertemuan pada sekitar setelah 3 bulan/ setelah peristiwa gunung Sinai. Jika Visi ini sudah tertanam, sampai-sampai dia tidak terpikir untuk menikah,  tentunya pada saat pulang dari pengintaian, Yosua mendapat janji Tuhan bahwa hanya ia dan Kaleb serta keturunan Kaleb yang dapat masuk ke tanah Kanaan, Yosua tidak terkejut mengapa untuk dia kog tidak disebutkan bahwa anak-anaknya dan keturunannya akan mendapatkan tanah Kanaan itu. Dia tidak perlu iri pada Kaleb karena memang dia sudah bernazar pada Tuhan bahwa dia tidak akan menikah, dia melepaskan haknya untuk menikah demi pencapaian Visi besar ini. Dalam hal ini bukan karena Tuhan sudah tahu bahwa kelak Yosua tidak menikah, namun pada saat pulang dari pengintaian itu, Tuhan sudah pernah menerima nazar Yosua untuk tidak menikah pada saat Yosua ada di kemah pertemuan dan tidak mau meninggalkan kemah itu.

Dari tiga kemungkinan ini, apakah dimungkinkannya Yosua tidak menikah ini,  karena alasan Yosua sangat setia menjadi abdi Musa, apakah karena alasan lain bahwa ada sebuah Visi yang kuat yang tertanam dalam dirinya, sehingga Tuhan memperlengkapi dirinya dengan karunia untuk tidak menikah, ataukah karena alasan ke tiga karena sebuah Nazar antara dia dengan Tuhan, saya lebih condong kepada alasan yang ke dua dan yang ke tiga. Visi yang begitu kuat bisa jadi ditangkap Yosua sejak mana dia tidak meninggalkan kemah pertemuan itu. Tetapi nazar pribadi  antara Yosua dengan Tuhan bisa jadi juga merupakan kemungkinan yang sangat besar sekali terjadi pada diri Yosua, mengingat bahwa peristiwa hamba Tuhan yang di suruh menanggalkan kasut hanya terjadi pada dua hamba Tuhan, yaitu pada Musa dan pada Yosua. Bisa jadi ada sebuah nazar dan permintaan tanda dari Musa, bahwa cara Tuhan memanggil dirinya secara khusus ingin dialaminya persis sama dengan bagaimana pertama kali Musa mendapat perintah Tuhan untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir.  Sehingga perjumpaan Yosua dengan Panglima Bala Tentara Tuhan tidak memerlukan waktu lama, karena segera Yosua tahu bahwa nazarnya digenapi oleh Tuhan, tidak perlu lagi tawar menawar seperti yang terjadi antara Musa kepada Tuhan.

Hak Yosua untuk menikah sudah dilepaskan sejak dulu. Namun demikian meskipun Musa sudah mati, Yosua tetap memilih untuk tidak menikah. Tepat sebelum dia berperang melawan Yerikho, dia melepaskan kasutnya di hadapan Panglima Bala Tentara Tuhan, haknya untuk menikah dilepaskan. Ini semacam peneguhan terhadap apa yang sudah lama diputuskan.  Untuk berperang dan merebut Kanaan, perlu konsentrasi tinggi. Yosua tidak mau mengambil haknya untuk menikah jika konsentrasinya harus terbagi-bagi dengan keluarga inti.

Seluruh bangsa inilah yang jadi keluarga besarnya, anak-anaknya.

Kasut itu telah dilepaskan.

Saya percayai hal ini menggambarkan bagaimana Kristus juga melalui karya salib-Nya menjadikan kita semua yang percaya kepada-Nya sebagai saudara-saudara-Nya, keluarga-Nya. Dua perkataan Yesus di kayu salib di antara tujuh kalimat yang ada, adalah kalimat-kalimat yang berbau ‘kekeluargaan’ saat Dia berbicara kepada Yohanes dan kepada Maria, ibu-Nya. Saat lambungnya ditombak dan mengeluarkan darah dan air, itu adalah penggambaran bagaimana seorang Ibu yang melahirkan bayinya selalu mengeluarkan darah dan air, demikian juga dengan kita, saat kita menerima Karya Salib Kristus, pada saat itulah secara roh, kita dilahirkan baru, ada proses kelahiran baru. Hal seperti inilah yang tidak dapat dipahami Nikodemus.

Siapakah keluarga-Nya ? Siapakah ibu-Nya, dan siapakah saudara-saudara-Nya? Kita semua, murid-murid-Nya yang melakukan kehendak Bapa.

Sebagaimana Abraham menggambarkan Allah Bapa yang mengorbankan Anak-Nya yang tunggal, saat Abraham mengorbankan Ishak dalam ketaatannya kepada Tuhan,

Sebagaimana Yusuf dipenjara dengan juru minuman raja dan juru roti raja ( dua orang) menggambarkan Yesus disalibkan dengan 2 orang penyamun di kanan kirinya,

Sebagaimana bait suci yang dibangun oleh Musa menggambarkan bagaimana kehidupan kita dengan Tuhan,

Sebagaimana itu juga kehidupan Yosua yang dimungkinkan tidak menikah, menjadi suatu gambaran antara Yesus dengan kita sebagai anak-anak rohani-Nya. Generasi yang diselamatkan oleh-Nya melalui karya salib-Nya.

 

 

Kesimpulan keempat:

Penafsiran bahwa Yosua seorang pribadi yang tidak menikah, menggiring kita kepada penggambaran Yesus Kristus sebagai Pribadi yang menjadikan kita keluarga-Nya melalui karya salib-Nya

 

Jika memang Yosua tidak menikah, bagaimana kita menjelaskan ayat ini?

Yosua 24:15

Tetapi aku dan seisi rumahku , kami akan beribadah kepada TUHAN

Dalam ayat ini tidak dipakai kata aku dan seisi keluargaku, tetapi dipakai kata aku dan seisi ‘rumahku’ , dalam bahasa Inggris tidak dipakai kata Family, tetapi dipakai kata ‘house’.

Bisa jadi Yosua walaupun tidak punya isteri dan anak-anak, namun dia memiliki rumah, dia memiliki pelayan juga, dia mungkin memiliki anak-anak asuh di rumahnya, dan mungkin saja dia memiliki banyak pegawai untuk mengurus kota miliknya, ternaknya, propertynya.

Sama seperti yang dikatakan Yakub,

Lalu berkatakah Yakub kepada seisi rumahnya dan kepada semua orang yang bersama-sama dengan dia :

Jauhkanlah dewa-dewa asing yang ada di tengah-tengah kamu, tahirkanlah dirimu dan tukarlah pakaianmu. Kej 35:2

Yosua tetap memberikan teladan kepada seluruh Israel untuk mencontoh dia dan seisi rumahnya, bahwa mereka semua BERIBADAH KEPADA TUHAN.

Semua orang yang tinggal di rumah Yosua dipastikan adalah penyembah Allah yang benar.  Itu dapat dibuktikan dan dilihat langsung dalam keseharian mereka, Yosua dapat menjamin hal itu.

Yosua memang tidak bisa mencontohkan dalam keluarga inti, jika memang dia tidak punya isteri dan anak, namun dia bisa menjamin bahwa semua orang-orang yang tinggal bersama dia, sebagai keluarga rohani, sebagai komunitas keluarga Allah, dipastikan mereka semua menyembah Allah yang hidup.

Jika memang Yosua tidak menikah, maka darimana kita dapat diyakinkan bahwa Yosua benar-benar menerapkan pola 3 generasi ini di dalam keluarganya, yaitu kepada anak-anaknya, yang nota bene adalah seluruh bangsa Israel yang dipimpinnya, yang dianggapnya semua sebagai anak rohaninya, anak didiknya, anak binaannya, keluarganya,  jika Alkitab tidak menyebutkan nama bangsa Israel satu per satu???

Mudah saja. Kita dapat mengetahui dari AKIBAT BILA POLA 3 GENERASI INI DITERAPKAN, apakah hal itu terjadi pada Yosua dan anak-anaknya ( yaitu bangsa Israel) atau tidak, sbb:

Dari tiga ayat ini ( Yoel 1: 3, Mazmur 78:5-7, Ulangan pasal 6)  kita lihat HASIL YANG DIDAPAT BILA MENERAPKAN POLA TIGA GENERASI adalah sebagai berikut: kita lihat apakah Yosua mengalami hasil tersebut, jika ya, itu artinya POLA TIGA GENERASI DIALAMI OLEH YOSUA DAN anak-anaknya ( yaitu bangsa Israel secara keseluruhan yang diadopsi oleh Yosua menjadi anak-anaknya)  sekalipun Alkitab tidak mencatat siapa nama-nama mereka secara rinci satu per satu !

 

HASIL PENERAPAN POLA TIGA GENERASI :

Yoel 1: 3, Mazmur 78:5-7, Ulangan pasal 6

MEMASUKI KANAAN

Yosua berhasil memimpin bangsa Israel memasuki tanah Kanaan dengan menyeberangi sungai Yordan. Yos 3
HASIL PENERAPAN POLA TIGA GENERASI :

Yoel 1: 3, Mazmur 78:5-7, Ulangan pasal 6

MENDUDUKI KANAAN

Yosua berhasil mengalahkan 31 raja. Yos 12;9-24, Yos 21; 43
HASIL PENERAPAN POLA TIGA GENERASI :

Yoel 1: 3, Mazmur 78:5-7, Ulangan pasal 6

MENGUSIR SEMUA MUSUH

Yos 21: 44 Semua musuh diserahkan Tuhan ke tangan mereka.
HASIL PENERAPAN POLA TIGA GENERASI :

Yoel 1: 3, Mazmur 78:5-7, Ulangan pasal 6

HIDUP DALAM KELIMPAHAN

Yos 21; 45 dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel , tidak ada yang tidak dipenuhi, semuanya dipenuhi.
HASIL PENERAPAN POLA TIGA GENERASI :

Yoel 1: 3, Mazmur 78:5-7, Ulangan pasal 6

DALAM KEADAAN BAIK/DIBERKATI/KEBERKATAN

Yos 21; 45 dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel , tidak ada yang tidak dipenuhi, semuanya dipenuhi.
HASIL PENERAPAN POLA TIGA GENERASI :

Yoel 1: 3, Mazmur 78:5-7, Ulangan pasal 6

MENJADI SANGAT BANYAK/BERMULTIPLIKASI DENGAN MEMBERI DAMPAK DAN BERBUAH LEBAT

Yosua 17:14 adalah salah satu ayat yang menunjukkan bahwa seperti itulah gambaran bangsa Israel berkembang menjadi sangat banyak jumlahnya.
HASIL PENERAPAN POLA TIGA GENERASI :

Yoel 1: 3, Mazmur 78:5-7, Ulangan pasal 6

TERHINDAR DARI MURKA TUHAN , HIDUP BEBAS DARI KUTUK

TERHINDAR DARI KEPUNAHAN,

HIDUP BEBAS DARI KUTUK

Apa yang terjadi di Hakim-hakim 2: 14 tidak terjadi di zaman Yosua;

Jatuh ke tangan perampok,

Dijual kepada musuh,

Tidak sanggup menghadapi musuh,

Kalah,

Mengalami malapetaka,

Musuh tidak terhalau.

 

Jadi karena adanya penafsiran bahwa Yosua tidak menikah, melainkan menjadikan seluruh bangsa Israel menjadi anak-anaknya, kita dapat menyelidiki bagaimana cara Yosua mendidik bangsa Israel dalam kepemimpinannya yang kebapakan dan menjadikan seluruh bangsa Israel sebagai anak-anaknya, Apakah Yosua benar-benar menerapkan pola tiga generasi ini kepada anak –anak asuhnya yang ribuan ini?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

NAMA GENERASI YANG DITINGGALKAN YOSUA SECARA PERMANENT

UNTUK SEMUA GENERASI

YANG DITINGGALKAN YOSUA BAGI GENERASI ITU SAJA YANG DILATIHKAN YOSUA

AGAR GENERASI ITU MENERUSKANNYA PADA GENERASI SELANJUTNYA

Y O S U A

 

GENERASI BUKI (G.1),

Generasi Buki sebagai generasi pertama yang diadopsi Yosua menjadi keluarga rohaninya.

 

Yosua sendiri meletakkan batu peringatan penyeberangan melewati Sungai Yordan agar menjadi peristiwa bersejarah BAGI semua generasi Yos 4; 7. Terbukti di Generasi Ahimaas/ generasi ke dua belas – dihitung dari Musa sebagai generasi pertama, dan Yosua sebagai generasi ke 4, yaitu pada zaman Ehud memerintah di zaman hakim-hakim, pada masa itu dikisahkan Ehud sebelum menghadap raja Eglon raja Moab dan membunuhnya, maka Ehud pergi dahulu ke batu-batu berpahat di dekat Gilgal ini Hak 3:19. Lihat Peta Zaman Hakim-hakim.

 

Yosua sendiri meletakkan batu peringatan penyeberangan melewati Sungai Yordan agar menjadi peristiwa bersejarah bagi generasi Buki, Yos 4: 9. Yosua melatih generasi Buki bagaimana meneruskan pola tiga generasi ini pada generasi Uzi (Yos 4:6,21-22)

 

Yosua sendiri yang menyunat generasi Buki ( Yos 5: 1-9), kerena generasi Buki adalah anak-anaknya. Jumlah mereka lebih dari 40.000 orang karena dalam Yosua 4: 13 jumlah ini tidak termasuk yang tidak siap berperang.

 

Yosua sendiri meletakkan timbunan batu besar dalam peristiwa Akhan, menjadi peringatan bagi semua generasi, yang sudah dianggap sebagai anak-anaknya ( Yos 7:26),

 

Yosua sendiri meletakkan timbunan batu besar dalam peristiwa Akhan, menjadi peringatan bagi GENERASI BUKI, yang sudah dianggap sebagai anak-anaknya ( Yos 7:26),

 

Juga timbunan puing dalam peristiwa Ai, (Yos

8:28), didirikan Yosua untuk semua generasi.

 

Juga timbunan puing dalam peristiwa Ai, (Yos

8:28), didirikan Yosua untuk GENERASI BUKI

 

Yosua melatih generasi Buki mendirikan timbunan batu besar untuk semua generasi pada peristiwa Ai ( Yos 8:29)
Kitab orang jujur dituliskan untuk semua generasi ( Yosua 10:13)

Kitab orang Jujur masih dipakai di zaman Daud II Sam 1:18

Yosua sendiri mengajarkan taurat kepada generasi Buki (Yos 8:30-35),dan mendirikan mezbah di gunung Ebal yang ditulisi salinan hukum Musa.

 

Yosua mendemonstrasikan bagaimana meletakkan kaki di tengkuk raja-raja (Yos 10:24) untuk dilihat oleh generasi BUKI

 

Yosua melatih generasi Buki untuk meninggalkan tugu peringatan berupa timbunan batu besar bagi semua generasi di bawah mereka. Yos 10:27

 

Pada masa tua Yosua, dia menasihati bangsa Israel, semua generasi yang hidup di bawahnya sampai masa tuanya, untuk tetap memelihara dan melakukan semua yang tertulis dalam hukum Musa. Yos 23:1-16, terutama ayat 6. Dan generasi Israel yang beribadah sepanjang zaman tua-tua yang hidup lebih lama dari Yosua, dan yang mengenal segenap perbuatan Tuhan,  yang masih hidup selepas kematian Yosua memegang teguh hal ini. Hak 2:7.

 

Pada masa tua Yosua, dia menasihati bangsa Israel, semua generasi yang hidup di bawahnya sampai masa tuanya, termasuk generasi Buki, untuk tetap memelihara dan melakukan semua yang tertulis dalam hukum Musa. Yos 23:1-16, terutama ayat 6. Dan generasi Buki yang masih hidup selepas kematian Yosua memegang teguh hal ini. Hak 2:7.
YOSUA mengikat perjanjian dengan bangsa itu dan membuat ketetapan dan peraturan bagi mereka di Sikhem. YOSUA menuliskan semuanya itu dalam kitab hukum Allah, lalu ia mengambil batu  yang besar dan mendirikannya di sana, di bawah pohon besar, di tempat kudus TUHAN. Yosua 24:25-27 YOSUA mengikat perjanjian dengan bangsa itu, termasuk dengan GENERASI BUKI dan membuat ketetapan dan peraturan bagi mereka di Sikhem. YOSUA menuliskan semuanya itu dalam kitab hukum Allah, lalu ia mengambil batu  yang besar dan mendirikannya di sana, di bawah pohon besar, di tempat kudus TUHAN. Yosua 24:25-27

 

GENERASI   UZI(G.2)

Generasi Uzi sebagai generasi kedua yang didampingi Yosua menjadi keluarga rohaninya

 

Yosua sendiri meletakkan batu peringatan penyeberangan melewati Sungai Yordan agar menjadi peristiwa bersejarah bagi semua generasi Yos 4; 7. Terbukti di Generasi Ahimaas/ generasi ke dua belas – dihitung dari Musa sebagai generasi pertama, dan Yosua sebagai generasi ke 4, yaitu pada zaman Ehud memerintah di zaman hakim-hakim, pada masa itu dikisahkan Ehud sebelum menghadap raja Eglon raja Moab dan membunuhnya, maka Ehud pergi dahulu ke batu-batu berpahat di dekat Gilgal ini Hak 3:19. Lihat Peta Zaman Hakim-hakim.

 

Yosua sendiri meletakkan batu peringatan penyeberangan melewati Sungai Yordan agar menjadi peristiwa bersejarah bagi generasi Uzi, Yos 4: 9. Yosua melatih generasi Uzi  bagaimana meneruskan pola tiga generasi ini pada generasi Zerahya (Yos 4:6,21-22)

 

Yosua sendiri yang menyunat generasi Uzi ( Yos 5: 1-9), kerena generasi Uzi adalah anak-anaknya. Jumlah mereka tidak kita ketahui, karena jumlah 40.000 orang dalam Yosua 4: 13 jumlah ini tidak termasuk yang tidak siap berperang dan tidak termasuk anak-anak. Sedangkan anak-anak ikut disunat karena bangsa Israel dalam hukum Taurat telah diperintahkan menyunat anaknya pada bayi laki-laki berusia 8 hari.

Apakah ini masuk akal bagaimana Yosua menyunat lebih dari 40.000 orang? Sangat masuk akal karena kita lihat perhitungan waktunya :

Yosua 4:19, 5;10

Tanggal 10 pagi sampai tanggal 11 pagi ( 24 jam), tgl 11 pagi sampai tanggal 12 pagi (24 jam) tanggal 12 pagi sampai tanggal 13 pagi (24 jam) tanggal 13 pagi sampai 14 pagi (24 jam) tanggal 14 pagi sampai tanggal 14 petang 12 jam, total = 108 jam , telah saya hitung bisa jadi penyunatan massal ini dilayani Yosua tiap orang selama 10 detik.

 

Generasi Uzi meneruskan pelaksanaan hukum sunat ini kepada generasi Zeerahya dan seterusnya sampai pada zaman Simson  (Hak 14:3) yang hidup di era generasi ke 29- terhitung Musa sebagai generasi pertama, dan Yosua sebagai generasi ke empat. Lihat peta zaman Hakim-hakim.

 

Yosua sendiri meletakkan timbunan batu besar dalam peristiwa Akhan, menjadi peringatan bagi semua generasi, yang sudah dianggap sebagai anak-anaknya ( Yos 7:26),

 

Yosua sendiri meletakkan timbunan batu besar dalam peristiwa Akhan, menjadi peringatan bagi GENERASI UZI, yang sudah dianggap sebagai anak-anaknya ( Yos 7:26),

 

juga timbunan puing dalam peristiwa Ai, (Yos 8:28), didirikan Yosua untuk semua generasi

 

juga timbunan puing dalam peristiwa Ai, (Yos 8:28), didirikan Yosua untuk GENERASI UZI Yosua melatih generasi Uzi mendirikan timbunan batu besar untuk semua generasi pada peristiwa Ai ( Yos 8:29)

 

Kitab orang jujur dituliskan untuk semua generasi ( Yosua 10:13)

Kitab orang Jujur masih dipakai di zaman Daud II Sam 1:18

 

Yosua sendiri mengajarkan taurat kepada generasi Uzi (Yos 8:30-35) dan mendirikan mezbah di gunung Ebal yang ditulisi salinan hukum Musa.

 

Yosua mendemonstrasikan bagaimana meletakkan kaki di tengkuk raja-raja (Yos 10:24) untuk dilihat oleh generasi Uzi

 

Yosua melatih generasi Uzi untuk meninggalkan tugu peringatan berupa timbunan batu besar bagi semua generasi di bawah mereka. Yos 10:27
Pada masa tua Yosua, dia menasihati bangsa Israel, semua generasi yang hidup di bawahnya sampai masa tuanya, untuk tetap memelihara dan melakukan semua yang tertulis dalam hukum Musa. Yos 23:1-16, terutama ayat 6. Dan generasi Israel yang beribadah sepanjang zaman tua-tua yang hidup lebih lama dari Yosua, dan yang mengenal segenap perbuatan Tuhan,  yang masih hidup selepas kematian Yosua memegang teguh hal ini. Hak 2:7.

 

Pada masa tua Yosua, dia menasihati bangsa Israel, semua generasi yang hidup di bawahnya sampai masa tuanya, termasuk generasi Uzi,  untuk tetap memelihara dan melakukan semua yang tertulis dalam hukum Musa. Yos 23:1-16, terutama ayat 6. Dan generasi Uzi yang masih hidup selepas kematian Yosua memegang teguh hal ini. Hak 2:7.

 

YOSUA mengikat perjanjian dengan bangsa itu dan membuat ketetapan dan peraturan bagi mereka di Sikhem. YOSUA menuliskan semuanya itu dalam kitab hukum Allah, lalu ia mengambil batu  yang besar dan mendirikannya di sana, di bawah pohon besar, di tempat kudus TUHAN. Yosua 24:25-27 YOSUA mengikat perjanjian dengan bangsa itu termasuk dengan GENERASI UZI, dan membuat ketetapan dan peraturan bagi mereka di Sikhem. YOSUA menuliskan semuanya itu dalam kitab hukum Allah, lalu ia mengambil batu  yang besar dan mendirikannya di sana, di bawah pohon besar, di tempat kudus TUHAN. Yosua 24:25-27

 

GENERASI ZERAHYA (G.3)

Generasi Zerahya sebagai generasi ketiga yang diadopsi Yosua menjadi keluarga rohaninya

 

 

Yosua sendiri meletakkan batu peringatan penyeberangan melewati Sungai Yordan agar menjadi peristiwa bersejarah bagi semua generasi Yos 4; 7. Terbukti di Generasi Ahimaas/ generasi ke dua belas – dihitung dari Musa sebagai generasi pertama, dan Yosua sebagai generasi ke 4, yaitu pada zaman Ehud memerintah di zaman hakim-hakim, pada masa itu dikisahkan Ehud sebelum menghadap raja Eglon raja Moab dan membunuhnya, maka Ehud pergi dahulu ke batu-batu berpahat di dekat Gilgal ini Hak 3:19. Lihat Peta Zaman Hakim-hakim.

 

Generasi Zerahya tidak disunat oleh Yosua, melainkan disunat oleh generasi Uzi.

Generasi Zerahya ini meneruskan pelaksanaan hukum sunat ini kepada generasi Merayot dan seterusnya sampai pada zaman Simson  (Hak 14:3) yang hidup di era generasi ke 29- terhitung Musa sebagai generasi pertama, dan Yosua sebagai generasi ke empat. Lihat peta zaman Hakim-hakim.

 

Yosua sendiri meletakkan timbunan batu besar dalam peristiwa Akhan, menjadi peringatan bagi semua generasi, yang sudah dianggap sebagai anak-anaknya ( Yos 7:26),

 

juga timbunan puing dalam peristiwa Ai, (Yos 8:28), didirikan Yosua untuk semua generasi

 

Generasi Zerahya melihat timbunan batu besar yang didirikan generasi Buki dan Generasi Uzi , untuk semua generasi berikutnya, pada peristiwa Ai ( Yos 8:29)

 

Kitab orang jujur dituliskan untuk semua generasi ( Yosua 10:13)

Kitab orang Jujur masih dipakai di zaman Daud II Sam 1:18

 

Tugu peringatan berupa timbunan batu besar yang ditinggalkan oleh generasi Buki dan generasi Uzi, dapat dinikmati manfaatnya bagi generasi Zerahya.  Yos 10:27

 

Pada masa tua Yosua, dia menasihati bangsa Israel, semua generasi yang hidup di bawahnya sampai masa tuanya, untuk tetap memelihara dan melakukan semua yang tertulis dalam hukum Musa. Yos 23:1-16, terutama ayat 6. Dan generasi Israel yang beribadah sepanjang zaman tua-tua yang hidup lebih lama dari Yosua, dan yang mengenal segenap perbuatan Tuhan,  yang masih hidup selepas kematian Yosua memegang teguh hal ini. Hak 2:7.

 

Pada masa tua Yosua, dia menasihati bangsa Israel, semua generasi yang hidup di bawahnya sampai masa tuanya, termasuk generasi Zerahya,   untuk tetap memelihara dan melakukan semua yang tertulis dalam hukum Musa. Yos 23:1-16, terutama ayat 6. Dan generasi Zerahya yang masih hidup selepas kematian Yosua memegang teguh hal ini. Hak 2:7.

 

YOSUA mengikat perjanjian dengan bangsa itu dan membuat ketetapan dan peraturan bagi mereka di Sikhem. YOSUA menuliskan semuanya itu dalam kitab hukum Allah, lalu ia mengambil batu  yang besar dan mendirikannya di sana, di bawah pohon besar, di tempat kudus TUHAN. Yosua 24:25-27 YOSUA mengikat perjanjian dengan bangsa itu, termasuk dengan GENERASI ZERAHYA dan membuat ketetapan dan peraturan bagi mereka di Sikhem. YOSUA menuliskan semuanya itu dalam kitab hukum Allah, lalu ia mengambil batu  yang besar dan mendirikannya di sana, di bawah pohon besar, di tempat kudus TUHAN. Yosua 24:25-27

 

GENERASI MERAYOT (G.4)

Generasi Merayot sebagai generasi keempat yang diadopsi Yosua menjadi keluarga rohaninya

 

 

Yosua sendiri meletakkan batu peringatan penyeberangan melewati Sungai Yordan agar menjadi peristiwa bersejarah bagi semua generasi Yos 4; 7. Terbukti di Generasi Ahimaas/ generasi ke dua belas – dihitung dari Musa sebagai generasi pertama, dan Yosua sebagai generasi ke 4, yaitu pada zaman Ehud memerintah di zaman hakim-hakim, pada masa itu dikisahkan Ehud sebelum menghadap raja Eglon raja Moab dan membunuhnya, maka Ehud pergi dahulu ke batu-batu berpahat di dekat Gilgal ini Hak 3:19. Lihat Peta Zaman Hakim-hakim.

 

Generasi Merayot tidak disunat oleh Yosua, melainkan disunat oleh generasi Zerahya.

Generasi Merayot ini meneruskan pelaksanaan hukum sunat ini kepada generasi Amarya dan seterusnya sampai pada zaman Simson  (Hak 14:3) yang hidup di era generasi ke 29- terhitung Musa sebagai generasi pertama, dan Yosua sebagai generasi ke empat. Lihat peta zaman Hakim-hakim.

 

Yosua sendiri meletakkan timbunan batu besar dalam peristiwa Akhan, menjadi peringatan bagi semua generasi, yang sudah dianggap sebagai anak-anaknya ( Yos 7:26),

 

juga timbunan puing dalam peristiwa Ai, (Yos 8:28), didirikan Yosua untuk semua generasi

 

Generasi Merayot melihat timbunan batu besar yang didirikan generasi Buki dan Generasi Uzi , untuk semua generasi berikutnya, pada peristiwa Ai ( Yos 8:29)

 

Kitab orang jujur dituliskan untuk semua generasi ( Yosua 10:13)

Kitab orang Jujur masih dipakai di zaman Daud II Sam 1:18

 

Tugu peringatan berupa timbunan batu besar yang ditinggalkan oleh generasi Buki dan generasi Uzi, dapat dinikmati manfaatnya bagi generasi Merayot.  Yos 10:27
Pada masa tua Yosua, dia menasihati bangsa Israel, semua generasi yang hidup di bawahnya sampai masa tuanya, untuk tetap memelihara dan melakukan semua yang tertulis dalam hukum Musa. Yos 23:1-16, terutama ayat 6. Dan generasi Israel yang beribadah sepanjang zaman tua-tua yang hidup lebih lama dari Yosua, dan yang mengenal segenap perbuatan Tuhan,  yang masih hidup selepas kematian Yosua memegang teguh hal ini. Hak 2:7.

 

Pada masa tua Yosua, dia menasihati bangsa Israel, semua generasi yang hidup di bawahnya sampai masa tuanya, termasuk generasi Merayot,   untuk tetap memelihara dan melakukan semua yang tertulis dalam hukum Musa. Yos 23:1-16, terutama ayat 6. Dan generasi Merayot yang masih hidup selepas kematian Yosua memegang teguh hal ini. Hak 2:7.

 

 

 

YOSUA mengikat perjanjian dengan bangsa itu dan membuat ketetapan dan peraturan bagi mereka di Sikhem. YOSUA menuliskan semuanya itu dalam kitab hukum Allah, lalu ia mengambil batu  yang besar dan mendirikannya di sana, di bawah pohon besar, di tempat kudus TUHAN. Yosua 24:25-27 YOSUA mengikat perjanjian dengan bangsa itu , termasuk dengan generasi MERAYOT dan membuat ketetapan dan peraturan bagi mereka di Sikhem. YOSUA menuliskan semuanya itu dalam kitab hukum Allah, lalu ia mengambil batu  yang besar dan mendirikannya di sana, di bawah pohon besar, di tempat kudus TUHAN. Yosua 24:25-27

 

GENERASI   AMARYA (G.5)

Generasi Amarya sebagai generasi kelima yang diadopsi Yosua menjadi keluarga rohaninya

 

Yosua sendiri meletakkan batu peringatan penyeberangan melewati Sungai Yordan agar menjadi peristiwa bersejarah bagi semua generasi Yos 4; 7. Terbukti di Generasi Ahimaas/ generasi ke dua belas – dihitung dari Musa sebagai generasi pertama, dan Yosua sebagai generasi ke 4, yaitu pada zaman Ehud memerintah di zaman hakim-hakim, pada masa itu dikisahkan Ehud sebelum menghadap raja Eglon raja Moab dan membunuhnya, maka Ehud pergi dahulu ke batu-batu berpahat di dekat Gilgal ini Hak 3:19. Lihat Peta Zaman Hakim-hakim.

 

Generasi Amarya tidak disunat oleh Yosua, melainkan disunat oleh generasi Merayot.

Generasi Amarya  ini meneruskan pelaksanaan hukum sunat ini kepada generasi Ahitub dan seterusnya sampai pada zaman Simson  (Hak 14:3) yang hidup di era generasi ke 29- terhitung Musa sebagai generasi pertama, dan Yosua sebagai generasi ke empat. Lihat peta zaman Hakim-hakim.

 

Yosua sendiri meletakkan timbunan batu besar dalam peristiwa Akhan, menjadi peringatan bagi semua generasi, yang sudah dianggap sebagai anak-anaknya ( Yos 7:26),

 

juga timbunan puing dalam peristiwa Ai, (Yos 8:28), didirikan Yosua untuk semua generasi.

 

Generasi Amarya melihat timbunan batu besar yang didirikan generasi Buki dan Generasi Uzi , untuk semua generasi berikutnya, pada peristiwa Ai ( Yos 8:29)

 

Kitab orang jujur dituliskan untuk semua generasi ( Yosua 10:13)

Kitab orang Jujur masih dipakai di zaman Daud II Sam 1:18

 

 

 

Tugu peringatan berupa timbunan batu besar yang ditinggalkan oleh generasi Buki dan generasi Uzi, dapat dinikmati manfaatnya bagi generasi Amarya  Yos 10:27

 

Pada masa tua Yosua, dia menasihati bangsa Israel, semua generasi yang hidup di bawahnya sampai masa tuanya, untuk tetap memelihara dan melakukan semua yang tertulis dalam hukum Musa. Yos 23:1-16, terutama ayat 6. Dan generasi Israel yang beribadah sepanjang zaman tua-tua yang hidup lebih lama dari Yosua, dan yang mengenal segenap perbuatan Tuhan,  yang masih hidup selepas kematian Yosua memegang teguh hal ini. Hak 2:7.

 

 

YOSUA mengikat perjanjian dengan bangsa itu , termasuk dengan generasi AMARYA dan membuat ketetapan dan peraturan bagi mereka di Sikhem. YOSUA menuliskan semuanya itu dalam kitab hukum Allah, lalu ia mengambil batu  yang besar dan mendirikannya di sana, di bawah pohon besar, di tempat kudus TUHAN. Yosua 24:25-27

 

Namun setelah generasi Amarya mati semua, maka bangkitlah generasi yang hidup di zaman Hakim-hakim yaitu generasi Ahitub yang mulai berbalik membelakangi Tuhan.

 

YOSUA mengikat perjanjian dengan bangsa itu dan membuat ketetapan dan peraturan bagi mereka di Sikhem. YOSUA menuliskan semuanya itu dalam kitab hukum Allah, lalu ia mengambil batu  yang besar dan mendirikannya di sana, di bawah pohon besar, di tempat kudus TUHAN. Yosua 24:25-27 YOSUA mengikat perjanjian dengan bangsa itu termasuk dengan generasi AMARYA dan membuat ketetapan dan peraturan bagi mereka di Sikhem. YOSUA menuliskan semuanya itu dalam kitab hukum Allah, lalu ia mengambil batu  yang besar dan mendirikannya di sana, di bawah pohon besar, di tempat kudus TUHAN. Yosua 24:25-27

 

 

KESIMPULANNYA:

  1. Yosua hidup sampai berumur 110 tahun, Diperkirakan usia Yosua saat memimpin bangsa Israel memasuki tanah Kanaan adalah 60 tahun. Itu artinya pada saat menyeberangi sungai Yordan, ada ada dua generasi di bawahnya, yaitu generasi Buki yang usianya saat itu adalah 21-40 tahun (mereka lahir di padang gurun), dan generasi Uzi yang usianya saat itu adalah 0-20 tahun. ( mereka juga lahir di padang gurun)

 

  1. Dalam kurun waktu seumur hidupnya Yosua bersentuhan hidup dengan lima generasi di bawahnya, karena diperkirakan dari umur 61 tahun sampai usianya yang ke 110 tahun, ada lebih kurang 50 tahun Yosua tinggal bersama bangsa Israel di tanah Kanaan yang dalam kurun waktu itu bangsa Israel telah melahirkan lagi generasi-generasi berikutnya, yaitu: dengan patokan perhitungan usia perkiraan saat Yosua meninggal
    • Generasi Yosua ( 91-110)
    • Generasi Buki ( 71-90)
    • Generasi Uzi ( 51-70)
    • Generasi Serahya (31-50)
    • Generasi Merayot ( 11-30)
    • Generasi Amarya A ( 0-10)

 

  1. Dalam pola 3 generasi, dalam hal ini penafsiran saya Yosua tidak menikah dan dia menjadikan seluruh bangsa Israel sebagai anaknya, maka dapat kita simpulkan bahwa dalam komunitas keluarga Allah, Yosua telah menerapkan pola tiga generasi pada GENERASI BUKI sebagai generasi yang ke dua, dan juga telah menerapkan pola tiga generasi pada GENERASI UZI sebagai generasi yang ke tiga.
  • Hal ini dapat dilihat dari bagaimana Yosua sendiri mendirikan tugu batu di tengah-tengah sungai Yordan untuk disaksikan oleh generasi Buki dan generasi Uzi. Yos 4: 9. Untuk MEMPERINGATI MUZIZAT TUHAN
  • Hal ini dapat juga dilihat dari bagaimana Yosua dengan tangannya sendiri, tangan seorang ayah yang menyunatkan ribuan anak-anaknya, yaitu generasi Buki dan generasi Uzi. Yos 5:4. Untuk mentaati hukum Sunat dan untuk MEMPERINGATI TERHAPUSNYA CELA MESIR
  • Hal ini juga dapat dibuktikan dengan bagaimana Yosua menyemangati generasi Buki dan Uzi saat mereka berhasil mengalahkan 5 raja. Yosua 10:25 Untuk MEMBERI SEMANGAT JUANG PADA KELUARGANYA
  • Hal ini juga dapat kita garisbawahi bahwa pada saat Taurat dibacakan di gunung Ebal, Yosua sedang menanamkan Taurat Tuhan pada generasi Buki dan Uzi. Yos 8:32 Untuk MENANAMKAN FIRMAN TUHAN YANG KUAT BAGI KELUARGANYA
  1. Namun tidak hanya itu saja, melainkan YOSUA menekankan kepada generasi Buki dan generasi Uzi bahwa mereka harus meneruskan pola tiga generasi ini pada generasi mereka yang selanjutnya
    • Hal ini dapat kita lihat bagaimana 12 suku harus mewakilkan tiap orang untuk mendirikan tugu di Gilgal setelah mereka menyeberang sungai Yordan. Dan dalam peristiwa ini Yosua melatihkan pada generasi Buki dan Uzi bagaimana mereka harus menjawab dan mengajar anak-anak mereka kelak tentang apa arti di balik tugu batu itu. Terbukti hal ini ternyata menampakkan effectnya pada zaman Hakim Ehud berjuang mengalahkan raja Moab, yaitu Raja Eglon itu.Yos 4:3,6,7,21
    • Hal ini dapat kita lihat bahwa sepanjang kitab Yosua hanya terjadi sekali saja sunat massal, selebihnya generasi Uzi sendiri yang harus menyunat generasi Zerahya, dan generasi Zerahya harus menyunat sendiri generasi Merayot dan generasi Merayot harus menyunat sendiri generasi Amarya, walaupun saat itu Yosua masih hidup. Yosua harus melatih bangsa Israel menerapkan pola tiga generasi itu pada bangsa itu. Cukup generasi Buki dan Uzi saja yang sebagian besar yatim piatu yang harus disunat langsung oleh tangan Yosua karena mereka semua adalah anak-anak dan cucu-cucu daripada Yosua. Hukum sunat ini terus dipelihara dari generasi ke generasi sampai masa hakim-hakim berujung, pada zaman Simson. Hak 14:3. Bahkan terus berlanjut sampai zaman Daud, dimana ketika Daud berduel dengan Goliat, Daud menyinggung-nyinggung bahwa Goliat adalah orang yang tidak bersunat.

 

  1. Di samping itu, Yosua terus rajin membuat tugu-tugu peringatan, buku, pertemuan raya untuk sebuah ikat perjanjian dengan bangsa itu, dan lain lain untuk secara permanent bisa menjadi jejak sejarah yang ditinggalkan secara permanent pada semua generasi, baik lima generasi yang bersentuhan hidup dengannya maupun untuk generasi yang datang berikutnya sesudah dia mati.
    • Timbunan batu untuk peringatan atas peristiwa AKHAN di tempat yang kemudian dikenal sebagai Lembah Akhor Yos 7:26
    • Timbunan puing didirkan Yosua untuk memperingati kekalahan AI, Yos 8:28
    • Kitab orang Jujur dituliskan untuk mengenang peristiwa dahsyat dalam mujizat matahari dan bulan. (Yos 10:13)
    • Batu besar didirkan di Sikhem untuk menandai peristiwa perjanjian bangsa Israel akan tetap menyembah Allah Israel, Yos 24:26

Tidak hanya itu saja, Yosua pun melatih generasi Buki dan generasi Uzi untuk membuat tugu-tugu peringatan/tonggak sejarah untuk menjadi tonggal sejarah secara UMUM bagi semua generasi yang hidup di bawah mereka kelak.

  • Contohnya, tidak cukup hanya Yosua yang membuat timbungan puing untuk memperingati kemenangan mereka atas Ai, tetapi juga ORANG ISRAEL pun ikut mendirikan timbunan batu yang besar. Yos 8:29
  • Dalam peristiwa kalahnya 5 raja , Yosua juga mengajak bangsa Israel mendirikan bagu-batu besar pada gua tempat mayat-mayat raja raja itu dikuburkan dan itulah gua tempat mereka bersembunyi.

Namun ketika dikatakan bangsa itu beribadah kepada Tuhan HANYA sepanjang zaman Yosua dan sepanjang zaman para tua-tua yang hidup lebih lama daripada Yosua, dan yang telah melihat segenap perbuatan besar, yang dilakukan TUHAN bagi orang Israel,  maka saya menyimpulkan TANPA ADANYA PEMIMPIN YANG KUAT MENANAMKAN TAKUT AKAN TUHAN, MAKA SEMUA TONGGAK-TONGGAK SEJARAH ITU TIDAK TERLALU BANYAK BERGUNA, BAHKAN IKAT JANJI PUN TIDAK BANYAK KEGUNAANNYA  KETIKA POLA TIGA GENERASI INI TIDAK DIKAWAL DENGAN KEPEMIMPINAN YANG KUAT , KARENA TUHAN TETAP MEMAKAI METODE ORANG SEBAGAI METODE UTAMA, OLEH KARENA ITU POLA TIGA GENERASI TIDAK BOLEH TERPUTUS. WALAUPUN HAL INI TIDAK LANTAS MENGECILKAN ARTI PENTINGNYA MENINGGALKAN JEJAK SEJARAH UNTUK GENERASI DI BAWAH KITA SECARA UMUM.

 

  1. Secara khusus Yosua menerapkan POLA TIGA GENERASI ini secara intensif pada generasi Buki dan Uzi, namun secara umum Yosua juga ikut memberikan nasihat, pengajaran dan menekankan berkali-kali kepada semua generasi yang bersentuhan hidup dengan dia, tidak hanya pada generasi Buki dan Uzi saja, tetapi juga pada generasi Zerahya, generasi Merayot dan generasi Amarya. Ini bisa saya kategorikan semacam bagaimana Yosua menggunakan METODE PENGAJARAN dan METODE TELADAN HIDUP, sepanjang umur hidupnya, untuk membuat kekuatan pengajaran dan teladan itu sebagai pengikat bangsa itu untuk tetap menyembah kepada Tuhan dalam sebuah ikatan janji.
    • Yosua 23; 6-8 dalam Pidato perpisahan Yosua pada bangsa itu
    • Yosua 24 dalam perjanjian di Sikhem

Ternyata cara ini berhasil, namun sayangnya keberhasilan ini HANYA SEMENTARA saja, memang orang-orang yang berjanji ini sungguh-sungguh memegang janji mereka. Tetapi setelah  mereka semua mati, maka bangsa Israel  pada keturunan yang ke enam di bawah Yosua, yaitu pada generasi Amarya B dan Generasi Ahitub, langsung berbalik membelakangi TUHAN di era Hakim-hakim, karena tidak ada KEPEMIMPINAN YANG KUAT.

 

  1. Selama Yosua tidak mencetak pemimpin baru yang melanjutkan kepemimpinan dengan teladan dan pengajaran yang kuat dan yang memimpin bangsa Israel dengan penuh kasih seorang yang berjiwa kebapakan, maka POLA TIGA GENERASI secara bangsa TERHENTI.

Mengapa bisa begitu? Karena berdasarkan penafsiran saya bahwasannya Yosua tidak menikah, maka pola tiga generasi ini diturunkannya untuk sebuah bangsa melalui kepemimpinan, pola kepemimpinan yang memposisikan diri sebagai ayah buat generasi Buki, menjadi seorang kakek buat generasi Uzi, dst.

Sehingga setelah Yosua mati, tidak ada anak kandungnya, cucu kandungnya, dst yang meneruskan pola tiga generasi ini, jadi mau tidak mau jika Yosua ingin pola ini terus berlanjut sampai ke generasi di bawah generasi Ahitub, yaitu generasi Zadok ( yang hidup di zaman hakim-hakim) , dan seterusnya dari generasi Zadok ke generasi berikutnya, maka mau tidak mau Yosua harus mencetak pola tiga generasi ini dengan melalui jalur KEPEMIMPINAN. Nah, di sinilah terjadi sesuatu garis yang terputus/ hilang.

Jika kita bandingkan dengan pembahasan mengenai keluarga Harun, mengapa panah dari Zadok masih berlanjut terus ke anaknya, cucunya dst? Mengapa nama-nama setelah Zadok masih terlacak di kitab tawarikh? Karena garis tersebut bisa terus berlanjut dikarenakan garis tersebut dari bagaimana Harun menerapkan pola 3 generasi itu pada KELUARGA INTINYA. Ini masih terus berjalan dan berlanjut. Namun ini hanya pada skala keluarga inti daripada Harun dan keturunannya saja.

Namun untuk skala sebuah bangsa, dibutuhkan yang namanya Obor Estafet Kepemimpinan. Dari Yosua kepada pemimpin yang baru. Namun sayang sekali tidak pernah ada persiapan ke arah itu, sehingga selepas Yosua mati, maka di era Hakim-hakim, bangsa Israel mulai meninggalkan Tuhan.

Jadi kita tidak dapat mengkambing hitamkan, ooooh ini semua karena Yosua tidak menikah, jadi tidak ada yang diturunkan secara keluarga kandung…Bukan itu intinya, melainkan adalah menikah atau tidaknya Yosua, bangsa Israel tetap membutuhkan pemimpin.

Buktinya bangsa Israel tetap secara turun-temurun memelihara hukum taurat, tetap memelihara hukum sunat, bahkan di era Daud pun dia mengatakan kepada Goliat bahwa Goliat tidak bersunat.

Bisa jadi pola tiga generasi dapat terus berlanjut dari keluarga ke keluarga berikutnya dari keturunan ke keturuan berikutnya secara TRADISI, namun untuk berjalan sesuai dengan kehendak TUHAN yang sempurna tetap dibutuhkan seorang Pemimpin yang menangkap VISI Ilahi daripada Tuhan, tanpa Visi, maka rakyat menjadi liar. Amsal 29:18

Siapakah yang memegang VISI atau wahyu, dan siapakah yang mengarahkan segenap umat berjalan ke arah VISI yang sama..? PEMIMPIN !

Kita bisa teguhkan kesimpulan ini dengan dua ayat yang kembar yang ditulis sama persis di kitab Hakim-hakim:

Hakim-hakim  17:6

Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel, setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.

Hakim-hakim 21:25

Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel, setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.

 

Perhatikanlah apa yang dicatat oleh kitab Hakim-hakim:

  • Hakim-hakim pasal 1-sampai pasal 2:5 mengkisahkan bagaimana kehidupan generasi Amarya A (yang berusia 0-10 tahun pada saat Yosua mati) dan generasi-generasi sebelum generasi Amarya, yaitu mulai dari generasi Pinehas/Generasi Kaleb yang saat itu hanya diwakili oleh satu orang saja yaitu Pinehas bin Eleazar bin Harun, generasi Yosua telah mati semua, karena Yosua telah mati, lalu melaju ke generasi Buki, Uzi, Zerahya, Merayot, dan sampailah pada generasi Amarya A. Mereka masih berpaut pada Tuhan dan telah mulai mengalami pergeseran.
  • Hakim-hakim pasal 2:6 dan seterusnya adalah lahirnya generasi Amarya B dan pada waktu itu semua generasi di atas Amarya B telah mati. Nah pada saat inilah muncul generasi baru yang membelakangi Tuhan.

Pencatatan bahwa Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel, setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri, dicatat di Hakim-hakim pasal 17 setelah hakim-hakim yang terakhir Simson sudah mati Hak 16: 31

  • Kepemimpinan Hakim-hakim tidak sempurna karena setelah tiap hakim mati, bangsa Israel kembali meninggalkan TUHAN. Pola ini terus berlanjut, karena sejak kematian YOSUA, Yosua ternyata tidak sanggup melahirkan PEMIMPIN BARU sebagai pengganti dirinya. Hal ini tak lepas tak bukan adalah karena MUSA terlambat mempersiapkan YOSUA, sehingga Yosua tidak tahu apa yang harus dia perbuat untuk mencetak pemimpin yang baru.

Tentunya di bagian Alkitab lainnya dapat kita telaah pola ini; bahwasannya seorang pemimpin memiliki tuga double/ tugas ganda, bagaimana dia menerapkan pola tiga generasi pada keluarga intinya, dan bagaimana pada saat yang sama dia menerapkan pola tiga generasi kepada orang-orang yang dipimpinnya/bangsanya/komunitasnya.

Dalam hal ini dalam kasus Yosua agak kompleks, karena Yosua saya tafsirkan menjadikan semua bangsa Israel saat itu sebagai anak adopsinya, karena dia tidak menikah. Nah, sebagai ayah rohani, Yosua berhasil menerapkan pola tiga generasi kepada keluarga besarnya yang kebetulan juga sebuah bangsa yang dipimpinnya. Namun sebagai seorang pemimpin, Yosua gagal mencetak pemimpin berikutnya yang dapat dipercaya untuk meneruskan pola tiga generasi ini dalam sebuah KEPEMIMPINAN. Sehingga pada zaman hakim-hakim terjadi degradasi yang luar biasa mencolok, setelah kematian Yosua.

Contoh bagian Alkitab lainnya:

  1. Imam Eli adalah seorang pemimpin yang gagal menerapkan pola tiga generasi pada keluarga intinya , sehingga dia pun juga gagal menerapkan pola tiga generasi pada bangsa Israel yang saat itu dipimpin olehnya sebagai seorang Imam. Sehingga pada masa itu firman Tuhan jarang dan penglihatan-penglihatan pun tidak sering. Saya terus terang tidak dapat melacak siapakah Eli ini di dalam garis keturunan Harun, karena dalam banyak nama-nama keturunan Harun tidak ada nama Eli. Menurut penafsir, Eli adalah dari garis keturunan Itamar. Dalam kitab I Samuel 2:27-36 ada teguran khusus untuk keluarga Eli, dan janji Tuhan kepada Harun bahwa Tuhan akan pakai keluarga Harun dan keturunannya terputus sampai di generasi Hofni dan Pinehas. Mengapa hal itu terjadi? Karena kegagalan penerapan pola tiga generasi pada keluarga inti daripada Imam Eli. Akhirnya Tuhan bangkitkan Samuel, seorang Hakim dan Nabi dari suku Efraim ( I Sam 1:1), bukan dari suku Lewi lagi.
  2. Nah, berikutnya Samuel ternyata berhasil menerapkan pola tiga generasi pada bangsa Israel ( I Sam 7:2-17). Samuel menjadi hakim terakhir Israel ( I Sam 7:15-17). Namun Samuel gagal menerapkan pola tiga generasi pada keluarga intinya, yaitu pada kedua anaknya yang mengejar laba, menerima suap dan memutarbalikkan keadilan ( I Sam 8:1-3).
  3. Raja berikutnya adalah Saul. Saul dari suku Benyamin. Saul gagal menerapkan pola tiga generasi dalam kepemimpinannya karena dia terbukti pada akhir hidupnya menyimpang dari jalan Tuhan. Dari anak-anak Saul, yang berhasil hidup takut akan Tuhan hanyalah Yonatan, karena Yonatan adalah anak pertama Saul yang dilahirkan pada saat Saul masih hidup takut akan Tuhan, selebihnya anak-anak Saul lainnya dilahirkan pada saat Visi Saul telah bergeser sedikit demi sedikit membelakangi Tuhan ( dapat dibaca pada tulisan saya yang lainnya yang berjudul Barometer Visi dalam Hidup Kita) dan lewat Yonatan pola tiga generasi itu terus turun pada Mefiboset, lalu dari Mefiboset kepada Mikha, dst kepada Piton, Melekh, Tarea dan Ahas.Ahas terus kepada Yoada, Alemet, Azmawet dan Zimri, dst Nama-nama dari anak-cucu Yonatan ini tercantum dalam kitab tawarikh. ( I Taw 8:34-38)
  4. Tuhan membangkitkan Daud sebagai raja berikutnya. Ada keunikan daripada Daud. Sebagai seorang pemimpin, Daud berhasil membawa bangsa Israel dalam pola tiga generasi. Daud melakukan restorasi kerohanian bangsa dengan menempatkan Tabut Allah pada tempat yang sentral, yaitu di Yerusalem, di pusat pemerintahan. Walaupun rumah tangga Daud menjadi kacau balau selepas kejatuhan Daud dalam pelecehan sexual terhadap Batsyeba, namun Daud berhasil dipulihkan dan mendidik Salomo, buah hatinya bersama Batsyeba setelah Batsyeba dinikahinya secara baik-baik, dalam pola tiga generasi. Daud berhasil menerapkan pola tiga generasi kepada Salomo sebagai generasi ke dua. Jadi tidak dapat dikatakan sepenuhnya berhasil, karena hanya bertahan sampai generasi ke dua, tidak sampai kepada generasi ke tiga.
  5. Namun Salomo sebagai generasi ke dua gagal mererapkan pola tiga generasi kepada anaknya, Rehabeam, sebagai generasi ke tiga. Kerajaan Israel terpecah menjadi dua. Salomo juga gagal menerapkan pola tiga generasi pada bangsa Israel karena dia pun jatuh dalam penyembahan berhala karena terpengaruh kepada isteri-isteri asingnya.
  6. Demikian seterusnya nama-nama raja setelah Salomo ada dalam silsilah Yesus Kristus pada kitab Matius 1:1-17 yang terus turun sampai kepada Yusuf, ayah Yesus yang sah secara HUKUM, karena telah menikahi Maria, walaupun tidak memberi sumbangsih benih secara biologis.
  7. Namun Pola tiga generasi dari Daud ini secara menarik, diturunkan lewat KEPEMIMPINANNYA, karena pada silsilah Yesus Kristus menurut Versi Lukas 3:23-38, turun dari Adam, Set, Enos dan seterusnya sampai kepada Daud, dan terus turun kepada NATAN. Siapakah Natan ini? Berdasarkan hasil penelitian saya yang bisa anda baca pada tulisan saya yang lainnya yang berjudul Rahasia di Balik Silsilah Yesus Kristus, Natan ini adalah anak angkat Daud, yang adalah anak hasil dari rahim Batsyeba dalam pernikahan sebelumnya dengan URIA. Yang kemungkinan besar diangkat anak oleh Daud selepas kematian URIA di medan peperangan. Siapakah Uria ini? Uria adalah anak buah Daud, anak didik Daud, sejak di Gua Adulam, yang pastinya berlatar belakang buruk, namun dalam kurun waktu lebih kurang 15 tahun dididik oleh Daud dalam pola 3 generasi sampai mereka berubah menjadi pasukan Pahlawan-pahlawan Daud. Jadi Natan adalah ‘cucu’ rohani daripada Daud, Pola tiga generasi yang Daud turunkan melalui KEPEMIMPINANNYA. Untuk memastikan apakah penafsiran saya ini tepat atau tidak, setidaknya anda dapat membaca sedikitnya 300 halaman ulasan mengenai hal ini yang menggunakan multi metode seperti ; penelitian bahasa asing, penelitian sejarah keluarga, penelitian korelasi dengan PB, dsb.
  8. Natan bin Uria yang telah diangkat anak oleh Daud sehingga masuk dalam keluarga raja, tidak memerintah sebagai raja sebagaimana Salomo yang adalah anak kandung Daud, namun Natan berhasil menerapkan pola tiga generasi pada keluarga intinya sehingga sampai pada Eli yang adalah mertua daripada Yusuf, yang meneruskan pola tiga generasi itu pada Maria, yang melahirkan Yesus secara biologis dengan benih daripada Roh Kudus. Hal ini dapat kita pastikan bahwa pada silsilah Yesus Kristus menurut versi Lukas ini berujung pangkal pada anak Enos, anak Set, anak Adam, ANAK ALLAH. Adam gagal menerapkan pola tiga generasi pada Kain dan Habel, namun berhasil menerapkan pola tiga generasi pada Set, dan itu terus turun temurun, oleh karena itu kata yang berujung pada ANAK ALLAH, berkaitan dengan

Kejadian 5:3 Setelah Adam hidup seratus  tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki MENURUT RUPA DAN GAMBARNYA.

Ini adalah satu-satunya ayat di dalam Alkitab yang mencantumkan kata MENURUT RUPA DAN GAMBARNYA yang dikaitkan dengan memperanakkan seorang keturunan.  Sedangkan Adam dan Hawa sendiri diciptakan oleh Tuhan menurut rupa dan gambar Tuhan. Di sinilah dapat kita pastikan pola pendidikan Adam dan Hawa pada Kain dan Habel sangat berbeda jauh, ketika pemulihan pola yang benar yang diberlakukan pada Set, karena Enos, cucu Adam adalah orang pertama yang mempelopori masyarakat pada saat itu untuk menyembah pada Tuhan yang benar (Kejadian 4:26) Lebih jauhnya dapat anda baca pada tulisan saya yang lainnya yang berjudul ‘ Pemulihan pada keluarga Adam dan Hawa”

Jadi sangat berbeda dengan pola didik pada Salomo, Rehabeam dan seterusnya yang jika didata satu persatu ada yang hidupnya takut akan Tuhan, tetapi ada juga yang tidak. Di sini dapat kita katakan, Salomo, Rehabeam dan seterusnya meneruskan jadi keturunan Daud hanya secara biologis, ada garis Daud yang mengalir dalam tubuh mereka, namun pola tiga generasi ini ternyata diturunkan Daud melalui kepemimpinannya, yang berhasil ditangkap oleh Uria, sehingga Natan dididik oleh Uria dalam takut akan Tuhan, Natan meneruskannya kepada anaknya, anaknya kepada cucunya, dst.

 

Catatan: sebelum anda lebih jauh memiliki asumsi mengenai tafsiran-tafsiran saya yang memang jarang dibahas dan sedikit banyak berupa penemuan, maka saya sarankan anda benar-benar memiliki waktu khusus untuk membaca tulisan-tulisan saya lainnya yang  terkait. Dengan membaca tulisan-tulisan lain yang terkait, anda akan digiring untuk memahami suatu penafsiran berdasarkan bukti-bukti yang lebih kuat dan lebih detail yang tidak mungkin saya paparkan di tulisan ini, agar tidak menjadi tulisan di dalam tulisan. Ketidakmungkinan lainnya adalah karena tiap tulisan yang terkait itu juga tidak sedikit halamannya, ada yang beratus –ratus halaman. Jadi satu-satunya cara agar anda jangan mudah percaya dan satu-satunya cara agar anda juga jangan mudah curiga, sebaiknya baca dulu semua tulisan terkait yang saya tautkan.

 

 

 

 

 

 

 

KESIMPULAN BAGAIMANA TOKOH-TOKOH DI KITAB

KELUARAN, BILANGAN , ULANGAN DAN DI KITAB YOSUA

MENERAPKAN POLA TIGA GENERASI DI DALAM KELUARGA MEREKA

MUSA

Gagal menerapkan POLA TIGA GENERASI di dalam keluarganya

GERSOM DAN ELIESER

Gagal menerapkan POLA TIGA GENERASI di dalam keluarganya

GERSOM DAN ELIESER MATI DI PADANG GURUN

Pastinya penyebab kematian mereka karena salah satu kasus yang terjadi di padang gurun.

REHABYA

DI BAWAH KEPEMIMPINAN YOSUA

berhasil

menjadi generasi pertama yang menerapkan POLA TIGA GENERASI  di dalam keluarganya

YESAYA

DI BAWAH KEPEMIMPINAN YOSUA

berhasil

menerapkan POLA TIGA GENERASI  di dalam keluarganya

HARUN

Gagal menerapkan POLA TIGA GENERASI ini pada kedua anaknya, NADAB DAN ABIHU

NADAB DAN ABIHU MATI DI PADANG GURUN DENGAN TIDAK MENINGGALKAN ANAK

Pastinya penyebab kematian mereka karena salah satu kasus yang terjadi di padang gurun.

HARUN

Berhasil menerapkan POLA TIGA GENERASI ini pada kedua anaknya,

ELEAZAR DAN ITAMAR

ELEAZAR DAN ITAMAR

Berhasil

menerapkan POLA TIGA GENERASI di dalam keluarganya

PINEHAS

Berhasil

menerapkan POLA TIGA GENERASI di dalam keluarganya

ABISUA

Berhasil

menerapkan POLA TIGA GENERASI di dalam keluarganya

MIRYAM

TIDAK MENINGGALKAN CATATAN APA PUN BAIK PADA KELUARGA INTINYA MAUPUN PADA KEPEMIMPINANNYA

KALEB BIN YEFUNE

Gagal menerapkan POLA TIGA GENERASI kepada IRU, ELA DAN NAAM

IRU, ELA DAN NAAM MATI DI PADANG GURUN DENGAN TIDAK MENINGGALKAN ANAK

Pastinya penyebab kematian mereka karena salah satu kasus yang terjadi di padang gurun.

ANAK KALEB AKHSA + MENANTUNYA OTNIEL

HIDUP DI BAWAH KEPEMIMPINAN YOSUA

OTNIEL MENJADI HAKIM PERTAMA ISRAEL

NAMUN NAMA KETURUNAN MEREKA TIDAK TERCATAT DALAM ALKITAB

KARENA AKHSA TIDAK TERCATAT MENERUSKAN KEPADA GENERASI BERIKUTNYA, TIDAK DAPAT DIKATAKAN KALEB BERHASIL MENERAPKAN POLA T-I-G-A GENERASI

YOSUA BIN NUN

Berhasil menerapkan POLA TIGA GENERASI ini pada seisi rumahnya

Yosua 24;15.

KEBERHASILAN YOSUA MENERAPKAN POLA TIGA GENERASI

PADA SEISI RUMAHNYA

MEMBERI PENGARUH YANG KUAT SAAT DIA MENERAPKAN POLA TIGA GENERASI PADA  SELURUH BANGSA ISRAEL SEBAGAI ANAK-ANAK ROHANINYA

YOSUA BERHASIL MENERAPKAN POLA TIGA GENERASI PADA GENERASI BUKI YANG DIANGKAT SEBAGAI ANAKNYA YOSUA BERHASIL MENERAPKAN POLA TIGA GENERASI PADA GENERASI UZI YANG DIANGKAT SEBAGAI CUCU-CUCUNYA GENERASI UZI BERHASIL MENERAPKAN POLA TIGA GENERASI PADA GENERASI REMAHYA, DAN GENERASI REMAHYA BERHASIL MENERAPKAN POLA TIGA GENERASI PADA GENERASI MERAYOT DAN GENERASI MERAYOT BERHASIL MENERAPKAN POLA TIGA GENERASI PADA GENERASI AMARYA A , NAMUN GENERASI AMARYA A GAGAL MENERAPKAN POLA TIGA GENERASI PADA GENERASI AMARYA B DAN SETERUSNYA GENERASI AMARYA B GAGAL MENERAPKAN POLA TIGA GENERASI PADA GENERASI SELANJUTNYA

 

KESIMPULANNYA, dari semua tokoh yaitu Musa, Harun, Miryam, Kaleb dan Yosua, yang berhasil menjalankan pola 3 generasi adalah Harun ( pada anaknya Eleazar dan Itamar) serta Yosua juga berhasil menerapkan pada bangsa Israel sepanjang hidupnya, sedangkan Musa, Miryam dan Kaleb telah gagal menerapkan POLA TIGA GENERASI ini pada keluarga inti mereka.

 

POLA TIGA GENERASI YANG TERJADI PADA KETURUNAN HARUN SAMPAI KE PINEHAS

VS

KEPEMIMPINAN YOSUA

Untuk anda dapat mengerti semua penjelasan di bawah ini,

anda harus melihat

PETA ZAMAN GENERASI YOSUA

Dan  PETA ZAMAN HAKIM-HAKIM dalam tautan.

 

Pinehas bin Eleazar bin Harun adalah generasi ke tiga, atau satu generasi dengan Kaleb. Namun yang menjadi keheranan bagi kita adalah Pinehas masih hidup di era Hakim-hakim dan yang lebih luar biasanya adalah, penyebutan nama Pinehas disebut di kitab Hakim-hakim pasalnya yang ke 20, yang keseluruhan pasalnya hanya terdiri dari 21 pasal. Bisa kita bayangkan setua apa usia Pinehas ini. Untuk itu saya mencoba membuat PETA ZAMAN HAKIM-HAKIM. Mohon anda dapat mencermati Peta Zaman Hakim-hakim tersebut.

 

KESIMPULAN PETA ZAMAN HAKIM-HAKIM

Pinehas bin Eleazar bin Harun adalah generasi ke tiga atau satu generasi dengan Kaleb.

Diperkirakan Usia Harun saat menikah 22 tahun
Diperkirakan saat Harun beruia 23 tahun, Eleazar lahir
Diperkirakan saat Eleazar berusia 20 tahun menikah
Diperkirakan saat Eleazar berusia 21 tahun , Pinehas lahir
Itu artinya diperkirakan Pinehas dilahirkan saat Harun berusia 23+21= 44
Harun selisih usia lebih tua 3 tahun dari Musa
Musa memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir pada usia 80 tahun
Itu artinya usia Harun pada saat itu pastinya adalah 83 tahun
Diperkirakan usia Pinehas saat keluar dari Mesir = 83-44 = 39

 

Hakim-hakim 20: 28

Dan Pinehas bin Eleazar bin Harun menjadi Imam Allah pada waktu itu.

Setelah kita hitung dengan tetap konsisten menghitung satu generasi terdiri dari 20 tahun, Pinehas bin Eleazar bin Harun, hidup sebagai generasi ke tiga, dan panjang umur terus sampai kita perkirakan usianya yang ke 539. Itu artinya Pinehas bin Elazar bin Harun, bertahan hidup terus sampai generasi ke 29, itu artinya dia bertahan hidup sampai 29-3=  26 generasi di bawahnya.  Waauuuu

Mari kita bandingkan ya..

Miryam kemungkinan besar bertahan hidup sampai 4 generasi di bawahnya ( karena Alkitab tidak mencatat usia Miryam, apakah lebih tua dari Harun atau lebih muda), dan Alkitab tidak mencatat di usia berapa Miryam mati, dan waktu matinya pun tidak dicatat dengan sejelas-jelasnya. Seandainya saja Miryam mati pada tahun ke tiga seperti yang sudah saya tafsirkan dalam buku ini, maka Miryam masih sempat selama 3 tahun menyaksikan anak-anak yang dilahirkan di padang gurun, mereka adalah keturunan yang keempat atau generasi yang ke 5. Jadi dapat kita tafsirkan bahwa Miryam kemungkinan besar bertahan hidup sampai 4 generasi di bawahnya, yaitu Generasi Eleazar, Generasi Kaleb, Generasi Yosua dan Generasi Buki.

Kaleb bertahan hidup kemungkinan sampai 6 generasi di bawahnya karena terakhir nama Kaleb bin Yefune dicatat di Yosua 21:12, kemungkinan besar Kaleb tidak menikmati zaman Hakim-hakim. Jadi dapat kita tafsirkan bahwa Kaleb kemungkinan besar bertahan hidup sampai 6 generasi di bawahnya, yaitu Generasi Yosua, Generasi Buki, Generasi Uzi, Generasi Zerahya, Generasi Merayot dan Generasi Amarya.

Musa bertahan hidup sampai 5 generasi di bawahnya ( satu generasi = 20 tahun), yaitu Generasi Eleazar, Generasi Kaleb, Generasi Yosua, Generasi Buki dan Generasi Uzi.

Harun bertahan hidup sampai 5 generasi di bawahnya , yaitu Generasi Eleazar, Generasi Kaleb, Generasi Yosua, Generasi Buki dan Generasi Uzi.

Yosua bertahan hidup sampai 5 generasi di bawahnya , yaitu Generasi Buki, Generasi Uzi, Generasi Zerahya, Generasi Merayot, dan Generasi Amarya A.

Eleazar bertahan hidup sampai 7 generasi di bawahnya, yaitu Generasi Pinehas/Generasi Kaleb, Generasi Yosua, Generasi Buki, Generasi Uzi, Generasi Zerahya, Generasi Merayot, dan Generasi Amarya A.

 

Pinehas bertahan hidup sampai 26 generasi di bawahnya…..waaaauuu

Karena Pinehas bin Eleazar bin Harun masih hidup di masa akhir era kitab Hakim-hakim, jadi dia masih bertahan hidup di Generasi Yosua, Generasi Buki, Generasi Uzi, Generasi Zerahya, Generasi Merayot, dan Generasi Amarya A-B,

Dan terus berlanjut pada … ( kita lihat saja bagan berikut ini

PINEHAS

 

ABISUA (G.1)/ = dengan Generasi Yosua)

 

BUKI (G.2)

 

UZI(G.3)

 

ZERAHYA (G.4)

 

MERAYOT (G.5)

 

AMARYA A-B ( G.6)

 

AHITUB (G.7)

 

ZADOK ( G.8)

(tercatat masih hidup di zaman Daud)

 

AHIMAAS ( G.9)

(tercatat masih hidup di zaman Daud)

 

AZARYA  (G.10)

 

YOHANAN (G.11)

 

AZARYA  (G.12)

(tercatat masih hidup sebagai  imam di bait suci salomo)

 

AMARYA (G.13)

 

AHITUB (G.14)

 

ZADOK (G.15)

 

SALUM (G.16)

 

HILKIA (G.17)

 

AZARYA (G.18)

 

SERAYA (G.19)

 

YOZADAK  (G.20)

(tercatat masih hidup di zaman pembuangan dan  ikut dalam masa pembuangan oleh nebukadnezar)

 

YESUA / YOSUA (G.21)

( tercatat masih hidup di zaman Ezra, Hagai, Zakharia)

 

YOYAKIM (G.22)

( tercatat masih hidup di zaman Nehemia dan Ezra)

 

ELYASIB ( G. 23)

 

YOYADA /YOHANAN( G. 24)

kepala kepala kaum keluarga anak-anak lewi tercatat dalam kitab sejarah

sampai zaman Yohanan bin Elyasib ini Neh 12; 23

 

YONATAN/YOHANAN ( G. 25)

 

YADUA ( G.26)

 

Nama generasi ke 30 tidak terlacak

Yang ajaib bagi saya seorang penulis dan peneliti Alkitab. Dalam Peta zaman Hakim-hakim yang saya buat, jika anda perhatikan jumlah generasi yang tercatat sampai pada generasi Yadua ini, tahun nya pas selesai dengan Hakim-hakim terakhir yaitu Simson.

Sekarang kita perbandingkan usia Pinehas dengan tokoh-tokoh lain:

Perbandingkan dengan Henokh yang mencapai usia 365 tahun,

Diperkirakan usia Pinehas mencapai 539 tahun

Lamekh mencapai usia 595 tahun,

dan Metusalah yang mencapai usia 969 tahun.

Ada 410 tahun masa Hakim-hakim, mulai dari zaman Hakim-hakim pertama; Otniel, sampai Hakim-hakim terakhir ; Simson. ( dapat dilihat perhitungannya pada PETA ZAMAN HAKIM-HAKIM

Jadi perhitungan perkiraan usia Penihas bin Eleazar bin Harun adalah

39 ( adalah perkiraan usia Pinehas keluar dari Mesir) + 40 thn pengembaraan di padang gurun + 50 tahun sampai Yosua bin Nun mati + 410 tahun masa hakim-hakim sampai Simson Mati, total = 539 tahun.

Untuk mengetahui seberapa kuat gaya kepemimpinan Pinehas, dapat kita lihat dari seberapa banyakkah namanya muncul dalam kitab-kitab yang ditulis selama dia hidup.

Perbandingan seringnya muncul nama-nama tokoh dalam kitab Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan dan Hakim-hakim.

  • Dalam kitab Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan Nama Musa muncul :lebih kurang sebanyak 654 kali
  • Dalam kitab Yosua, nama Musa muncul sebanyak 58 kali
  • Dalam kitab Hakim-hakim nama Musa muncul sebanyak 4 kali.

 

  • Dalam kitab Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan Nama Harun muncul :lebih kurang sebanyak 295 kali
  • Dalam kitab Yosua, nama Harun muncul sebanyak 6 kali
  • Dalam kitab Hakim-hakim nama Harun muncul sebanyak 1 kali.

 

 

  • Dalam kitab Keluaran Nama Miryam muncul sebanyak 2 kali
  • Dalam kitab Bilangan sebanyak 9 kali
  • Dalam kitab ulangan sebanyak 1 kali
  • Dalam kitab Yosua, nama Miryam tidak tercatat
  • Dalam kitab Hakim-hakim nama Miryam tidak tercatat

 

  • Dalam kitab Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan Nama Eleazar muncul :lebih kurang sebanyak 61 kali
  • Dalam kitab Yosua, nama Eleazar muncul sebanyak 8 kali
  • Dalam kitab Hakim-hakim nama Eleazar muncul sebanyak 1 kali.

 

  • Dalam kitab Keluaran, Nama Pinehas muncul sebanyak 1 kali

 

  • Dalam kitab Bilangan, nama Pinehas muncul sebanyak 3 kali

 

  • Dalam kitab Yosua, nama Pinehas muncul sebanyak 5 kali

 

  • Dalam kitab Hakim-hakim, nama Pinehas muncul sebanyak 1 kali

 

 

Sekarang,  akan kita bandingkan apakah yang menjadi perbedaan mengapa pada zaman Yosua, Yosua dapat dipakai Tuhan untuk mempertahankan bangsa Israel hidup takut akan Tuhan, sampai dia mati.

Sedangkan Pinehas mengapa tidak dapat mempertahankan orang-orang yang hidup pada masa hakim-hakim untuk tetap dapat takut akan Tuhan, padahal Pinehas adalah seorang Imam Kepala, seorang yang membela Tuhan dalam perkara Baal Peor, artinya dia seseorang yang memegang teguh untuk bagaimana bangsa Israel harus takut akan Tuhan, dan juga Pinehas adalah orang yang masih terus bertahan hidup sampai era Simson sebagai hakim terakhir di kitab Hakim-hakim, dan juga Pinehas adalah orang yang telah melihat segenap perbuatan yang besar daripada Tuhan.

Padahal di Kitab Hakim-Hakim pasal 2 ayat 7 dikatakan bahwa bangsa Israel tetap beribadah kepada Tuhan sepanjang Zaman Yosua dan sepanjang zaman PARA tua-tua Israel yang hidupnya LEBIH LAMA dari pada Yosua, dan yang telah melihat segenap perbuatan besar, yang dilakukan Tuhan bagi orang Israel.

Jadi sebenarnya Pinehas memenuhi semua kriteria ini:

  1. Dia adalah orang yang pernah hidup di zaman Yosua
  2. Dia hidupnya jauh lebih lama daripada Yosua
  3. Dia telah melihat segenap perbuatan besar yang dilakukan TUHAN bagi orang Israel.

Namun yang menjadi pertanyaan , MENGAPA PINEHAS   yang  memenuhi 3 syarat tersebut TIDAK DAPAT memimpin bangsa Israel dan melanjutkan pola tiga generasi itu pada bangsa itu, sehingga pada era Hakim-hakim bangsa Israel start dari Generasi Amarya B- selepas kematian Yosua, MULAI HIDUP TIDAK TAKUT AKAN TUHAN ??

Mengapa kemunculan  nama imam PINEHAS bin Eleazar bin Harun, hanya pada akhir daripada era kitab hakim-hakim, atau setelah Simson mati?

Sedangkan Yosua saja, bisa dipakai Tuhan menjadi pembelok sejarah, sampai 5 generasi di bawahnya?

Mari kita teliti bersama:

 

OBOR ESTAFET KEIMAMAN DALAM KELUARGA HARUN

Kel 28:1, 28:3, 28:40-41; 40:15

 

HARUN- adalah memegang jabatan imam ,

Pakaian kudus yang harus dikenakan Harun berupa:

Tutup dada, baju efod, gamis, kemeja yang ada raginya, serban dan ikat pinggang, celana lenan

Harun harus diurapi, ditahbiskan dan dikuduskan

Masa jabatan mereka adalah untuk selama-lamanya turun temurun

ANAK-ANAK HARUN; Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar memegang jabatan imam

Pakaian untuk anak-anak Imam Harun untuk memegang jabatan Imam,  yang harus dikenakan anak-anak Harun, juga sama berupa dengan Harun,

Tutup dada, baju efod, gamis, kemeja yang ada raginya, serban dan ikat pinggang, celana lenan, namun ada tambahan khusus bagi anak-anak Harun, yaitu DESTAR-DESTAR

Anak-anak Harun  sama, harus diurapi, ditahbiskan dan dikuduskan

Masa jabatan mereka adalah untuk selama-lamanya turun temurun

Setelah seorang imam mati, maka anaknya harus memegang jabatan imam menggantikan ayahnya ( Im 16:32)

 

Pergantian jabatan imam kepala dari Harun kepada Imam Eleazar ditandai dengan pemakaian pakaian kudus jabatan imam Harun kepada Eleazar anaknya, karena setelah ayahnya mati maka anaknya harus memegang jabatan imam menggantikan ayahnya ( Im 16:32, Bil 20:25-26)

Imam Eleazar memegang kepemimpinan tertinggi orang Lewi (Bilangan 3:32), walaupun pada saat itu Harun masih hidup. Dari situlah kita bisa tahu bahwa Imam Eleazar mendapat mentoring yang cukup dari Imam Harun, ayahnya.

Oleh karena itu tidak heran, Imam Eleazar dapat terus bertahan mendampingi kepemimpinan Yosua sampai akhir hayat hidupnya.

 

 

NAMUN BAGAIMANA DENGAN IMAM PINEHAS BIN ELEAZAR BIN HARUN?

  1. Besar kemungkinan Imam Pinehas bin Eleazar bin Harun TIDAK DITAHBISKAN untuk menjadi pengganti Imam Eleazar. Karena alasan-alasan pemikiran sebagai berikut:
    • Pada saat Eleazar bin Harun mati (Yos 24:33) tidak ada dicatat bagaimana Imam Pinehas menerima pakaian kudus jabatan imam Eleazar.

Menurut penafsiran saya, Imam Pinehas tidak mendapatkan pengurapan-pentahbisan dan pengudusan khusus seperti yang dilakukan Musa kepada Imam Eleazar untuk menggantikan Imam Harun selepas kematian Imam Harun.

  • Imam Pinehas yang sudah tua, yang masih hidup pada zaman itu, TIDAK DIANGGAP KEBERADAANNYA SEBAGAI SEORANG IMAM ATAU PEMIMPIN OLEH BANGSA ISRAEL.

Berikut penjelasannya:

  1. Setelah Yosua mati, orang Israel BERTANYA KEPADA TUHAN:”Siapakah….” Hak 1:1.

Terkesan amat sangat jelas sekali bahwa  pada masa itu, SETELAH YOSUA MATI,  tidak ada pemimpin yang DISEGANI di Israel, padahal pada waktu itu Imam Pinehas bin Eleazar bin Harun MASIH HIDUP Karena nama Pinehas masih muncul di Hak pasal 20

  • Hak 2: 16, 17, 19 Maka Tuhan membangkitkan hakim-hakim, yang menyelamatkan mereka dari tangan perampok itu. TETAPI juga para hakim itu tidak mereka hiraukan, karena mereka berzinah dengan mengikuti allah lain dan sujud menyembah kepadanya. …Tetapi apabila hakim itu mati, kembalilah mereka berlaku jahat, lebih jaahat dari nenek moyang mereka, dengan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya….

Dan terkesan amat sangat jelas sekali bahwa setelah Simson sebagai hakim terakhir di kitab Hakim-hakim mati, tidak ada pemimpin yang DISEGANI di Israel, padahal pada waktu itu Imam Pinehas bin Eleazar bin Harun MASIH HIDUP Karena nama Pinehas masih muncul di Hak pasal 20

Hal ini diteguhkan pada empat ayat bertinta tebal berikut ini:

  • Hakim-hakim 16:31 Simson, Hakim hakim terakhir di kitab Hakim-hakim mati
  • Namun pada saat itu Imam Pinehas masih hidup. Karena nama Pinehas masih muncul di Hak pasal 20
  • Dikatakan pada Hak 17:6 Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel, setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.
  • Ayat yang bernada sama muncul lagi di Hak 18:1, ayat yang bernada sama muncul lagi di Hak 19:1, ayat yang sama muncul lati di Hak 21:25, ayat yang terakhir ini memang adalah ayat menutup kitab Hakim-hakim.

 

  1. Kemudian pergilah orang-orang Israel, lalu mengangis di hadapan TUHAN sampai petang, sesudah itu mereka bertanya kepada Tuhan; “Akan….”Hak 20:23

Terkesan amat sangat jelas sekali bahwa  pada masa itu tidak ada pemimpin di Israel. Hal ini telah dijelaskan tadi di point 1.

 

  1. Dan orang-orang Israel bertanya kepada TUHANpada waktu itu ada di sana tabut perjanjian Allah dan Pinehas bin Eleazar bin Harun menjadi imam Allah pada waktu itukata mereka; “Haruskah kami maju sekali lagi untuk berperang melawan bani Bnyamin, saudara kami itu, atau haruskah kami hentikan itu?” Jawab TUHAN; “Majulah …” Hak 20:27-28

Perhatikan sekali pada ayat di atas, bahwa pertanyaan bangsa Israel bukan kepada Imam Pinehas, walaupun pada saat itu Imam Pinehas masih hidup, MELAINKAN ditujukan langsung kepada TUHAN.

Terkesan amat sangat jelas sekali bahwa  pada masa itu tidak ada pemimpin di Israel. Hal ini telah dijelaskan tadi di point 1.

 

  1. Alkitab hanya sekali mencatat bahwa Imam Pinehas diberi tugas khusus, selagi Imam Eleazar masih hidup, yaitu dalam menangani kasus bagi Ruben, Gad dan Manasye di Yosua pasal 22

Jadi bisa dikatakan Imam Pinehas miskin mentoring dari sang ayah. Kita tidak tahu mengapa hal ini terjadi, padahal Eleazar telah mendapat mentoring yang cukup dari ayahnya Harun. Jadi pola tiga generasi dalam KEPEMIMPINAN KE-IMAMAN hanya terhenti sampai pada generasi ke dua saja, tidak diteruskan sampai ke generasi ke 3, yaitu Imam Pinehas.

Karena itulah, karena Pinehas juga tidak dipersiapkan dengan cukup oleh Imam Eleazar, maka Imam  Pinehas bisa dikatakan tidak memiliki kemampuan untuk  mencetak pemimpin di bawahnya, sehingga selepas kematiannya, generasi ke 30 tidak lagi dapat dilacak.

Anda jangan bingung karena penerapan pola tiga generasi dalam seorang pemimpin adalah berganda, yang pertama diterapkan pada keluarga intinya, dan yang kedua diterapkan dalam kepemimpinannya. Dalam kasus Imam Harun, Imam Eleazar dan Imam Pinehas, mereka berhasil menerapkan pola tiga generasi dalam keluarga intinya ( walaupun pada Harun, tidak pada kesemua anaknya), namun pola tiga generasi dalam kepemimpinan keimaman-nya hanya berhasil dari Imam Harun ke Imam Eleazar saja, tidak berlanjut kepada Imam Pinehas.

 

 

 

 

 

 

SUBYEK PENELITIAN Tokoh YOSUA Tokoh Pinehas Keterangan/ Ayat pendukung: Keterangan kesimpulan
Generasi ke.. 4

 

3

 

( lihat Peta Zaman Yosua dan Hakim-hakim) Sebenarnya Tuhan ingin membangkitkan tiap generasi dengan memakai SESEORANG dalam tiap generasi tersebut sesuai dengan apa yang Tuhan mau, bagi SESEORANG ITU, dan bagi GENERASI itu, dan bagi BANGSA ITU.
Usianya saat keluar dari Mesir Diperkirakan 20 tahun Diperkirakan 39 tahun Ketika Yosua ataupun Pinehas ada dalam kandungan ibu mereka, tentu Tuhan telah menetapkan destiny-Nya/ ketetapan Tuhan atas hidup mereka kelak. ( Mazmur 139:16)
Pernah memimpin perang, dalam 40 tahun di padang gurun? Pernah, melawan Amalek Pernah, dalam peperangan pembalasan terhadap orang Midian. Setidaknya pada saat itu Pinehas memimpin 12.000 pasukan. Bilangan 31;6 Semua pengalaman peperangan pra memasuki Kanaan, ini adalah semacam persiapan yang Tuhan gelar baik untuk Yosua maupun untuk Pinehas, keduanya telah dipersiapkan Tuhan di masa lalu mereka sebelum hari H tiba.
Apakah pernah mengalami perubahan nama ? Ya

Dari Hosea bin Nun kepada Yosua bin Nun

Tidak pernah mengalami perubahan nama Banyak tokoh Alkitab mengalami perubahan nama dalam hidup mereka Abram-Abraham. Ben oni-Benyamin, Yakub-Israel, Simon-Petrus, dll

Perubahan nama adalah suatu peristiwa penting dimana Tuhan membelokkan arah seseorang dari jalan hidupnya yang lama kepada jalan hidupnya yang baru dari si Hosea yang mengandalkan diri sebagai keselamatan/hero/pahlawan, menjadi si Yosua yang mengandalkan Tuhan sebagai Pahlawan Keselamatan.

Jabatan pada saat keluar dari Mesir Kemungkinan besar memimpin barisan suku Efraim, lalu jadi Abdi Musa Cucu imam Harun

 

Tuhan memulai dari seseorang yang bukan apa –apa. Untuk dijadikan alat yang dahsyat di tangan-Nya
Apakah pernah berpuasa 40 hari 40 malam Ya

Berdasarkan penafsiran saya, Yosua pernah berdoa puasa 40 hari 40 malam sebanyak 5 kali seperti yang dilakukan Musa, pada saat yang sama dengan Puasa Musa.

Tidak ada catatan mengenai hal ini. Keintiman Yosua kepada Tuhan tentu saja tidak sekedar mengekor pada Musa , namun Yosua sendiri pun mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan mana kala dia selalu ikut berdoa untuk memperjuangkan nasib bangsa Israel.

Kekurang intiman seorang/ Pinehas dengan Tuhan pastinya akan berpengaruh pada sebeberapa banyak kita/Pinehas dapat menjadi pengaruh bagi bangsa.

Apakah seorang yang VISIONER? Ya. Bisa jadi Iya !

Pinehas pernah sangat berjasa pada peristiwa Baal Peor, besar kemungkinan Pinehas juga seorang yang punya VISI agar bangsa Israel jangan meninggalkan Tuhan, punya Visi agar murka Tuhan surut, punya Visi untuk memasuki tanah Kanaan.

VISI bukan segala galanya jika gagal pada MISI dan DEDIKASI.  Siapa saja bisa punya Visi, tetapi Yosua masuk kepada Misi dan Dedikasi. Pinehas bisa saja punya Visi yang sama, tetapi jika tidak didukung dengan Misi dan Dedikasi, Visi tinggallah sebuah impian kosong di malam hari.
Apakah pernah mendapat teguran/didikan dari pemimpinnya Ya Tidak ada catatan Teguran ternyata bagian penting bagi pembentukan seorang pemimpin karismatik
Takut akan Tuhan? Ya

YOSUA orang yang takut akan Tuhan, sehingga menjadi generasi ke empat yang LOLOS dari padang gurun. Pada generasi Yosua ini, hanya Yosua seorang diri yang lolos.

Darimana karakter takut akan Tuhan ini didapat oleh Yosua? Dari pola tiga generasi yang diterapkan oleh Elisama bin Amihud, kakek Yosua, Nun bin Elisama bin Amihud, ayah Yosua.

Namun demikian pola tiga generasi yang sampai kepada Yosua ini adalah pola tiga generasi yang diturunkan secara KELUARGA INTI, bukan secara kepemimpinan dari mentoring Musa kepada dirinya.

Ya

Pinehas hidup TAKUT AKAN TUHAN , sehingga menjadi generasi ke tiga yang LOLOS dari padang gurun. Walaupun keturunan Harun, tidak otomatis lolos, contohnya NADAB DAN ABIHU, walaupun mereka adalah anak Harun, bin Harun, tidak secara otomatis lolos dapat memasuki tanah Kanaan.Pada generasi Pinehas ini, hanya dua orang yang lolos, yaitu Pinehas bin Eleazar bin Harun, dan Kaleb bin Yefune.

Darimana karakter takut akan Tuhan ini didapat oleh Elisama? Dari pola tiga generasi yang diterapkan oleh Harun, kakek Pinehas, Eleazar bin Harun,  ayah Pinehas.

Namun demikian pola tiga generasi yang sampai kepada Pinehas ini adalah pola tiga generasi yang diturunkan secara KELUARGA INTI, bukan secara kepemimpinan dari mentoring Imam Eleazar dan Yosua kepada dirinya.

Pada Yosua: takut akan Tuhan menjadi MODAL DASAR.

Pada Pinehas: takut akan Tuhan menjadi MODAL DASAR- tetapi itu saja ternyata TIDAK CUKUP untuk menjadi seseorang yang berdiri untuk mempertahankan bangsa Israel tetap hidup takut akan TUHAN

Terbukti setelah Yosua mati, walaupun Pinehas masih hidup lama sekali,  Pinehas gagal menerapkan pola tiga generasi dalam bangsa Israel.

Bahkan keberadaan dirinya tak lebih hanya sebagai saksi mata sejarah saja, tidak dipandang sebagai sesosok pemimpin oleh bangsa Israel.

Apakah seorang yang suka mengucap syukur? Ya, karena Yosua terbukti lolos, karena tidak pernah bersungut-sungut sampai 10 kali Tidak ada catatan mengenai hal ini.

Namun besar kemungkinan karena pada peristiwa 12 pengintai hanya 2 nama ini saja yang lolos yaitu Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, besar kemungkinan Pinehas lolos hanya karena dia adalah keturunan Harun yang mendapat tugas khusus dari Tuhan, jadi pada saat itu Eleazar bin Harun, serta Pinehas bin Eleazar bin Harun termasuk adalah suku Lewi yang lolos karena penugasan khusus.  Jadi besar kemungkinan Pinehas lolos bukan karena dia tidak bersungut-sungut lebih dari 10 kali.

Gaya hidup mengucap syukur ternyata adalah sebuah gaya hidup yang penting bagi seorang pemimpin untuk menciptakan atmosfir positif bagi lingkungan orang yan g dipimpinnya. Pemimpin yang pesimistis tidak akan dapat menggiring orang-orang yang dipimpinnya menuju goal/sasaran/ pencapaian Visi.
Apakah seorang pribadi yang penuh iman Ya Tidak ada catatan Iman ternyata berpengaruh besar untuk seorang pemimpin memiliki pijakan yang kuat.
Cinta Tuhan? Ya, buktinya taat dan setia kepada Tuhan Ya, karena pernah dengan penuh semangat membela Tuhan, pada peristiwa Baal Peor. Pinehas adalah orang yang tidak dapat membiarkan dosa berjalan begitu saja ( pada masa itu) Mengapa pada masa Hakim-hakim, Pinehas seolah-olah tidak  bisa berfungsi seperti waktu dia muda dulu?

Sebuah pertanyaan yang cukup menggelitik untuk ditemukan jawabannya.

Pernah mendapat janji Tuhan?/ panggilan khusus? Ya, untuk memimpin bangsa Israel untuk memasuki, merebut, menduduki, membagi. Ya, untuk tidak terputusnya keturunan Pinehas menjadi imam. Bilangan 25:12-13 Janji Tuhan pada Yosua digenapi, Janji Tuhan kepada Pinehas pun digenapi, tetapi sepanjang umur Yosua dia dapat memaksimalkan pengaruhnya pada seluruh bangsa dalam posisinya sebagai pemimpin, namun sayangnya Pinehas dalam sepanjang umurnya tidak dapat memaksimalkan pengaruhnya pada seluruh bangsa dalam kapasitasnya sebagai seorang Imam.
Usianya saat menyeberang sungai Yordan Diperkirakan 60 tahun Diperkirakan 79 tahun Tuhan dapat memakai siapa saja, pada usia berapa saja, Musa memimpin di usia 80, Yosua memimpin diperkirakan pada usia 60, Abraham  menurunkan Ishak pada usia 100 tahun, dan sejak usianya minimal 79 tahun Pinehas telah mendapat tugas penting untuk diutus ke seberang sungai Yordan dan menangani kasus suku Ruben, Gad dan Manasye.
Jabatan pada saat memasuki tanah Kanaan 40 tahun kemudian: Pemimpin Bangsa Israel 40 tahun kemudian:

Imam, walaupun bukan imam Kepala.

Telah disebut sebagai Imam pada zaman Imam Eleazar, ayahnya menjabat sebagai imam. Kemungkinan besar Imam Pinehas menjadi asisten Imam Eleazar yang adalah Imam Besar.

Yosua 22:30 Untuk Yosua menjadi seorang pemimpin bangsa tidak sedemikian mudah prosesnya sepanjang 40 tahun itu, sampai Yosua di tahun ke 40 itu didapati Penuh Dengan Roh.

Namun catatan mengenai proses yang dialami Pinehas sangat minim untuk kita ketahui dari Alkitab selain tiga kasus ini: Peristiwa Baal Peor, Memimpin Peperangan dengan 12 ribu orang pasukan, dan Menangani kasus 3 suku di seberang sungai Yordan. Tidak ada catatan apakan Pinehas juga mengalami perjalanan imannya bersama Tuhan sampai mendapat predikat penuh dengan roh, dll.

Apakah pernah mengalami perjumpaan yang spektakuler dengan Pribadi Tuhan/ Utusan-Nya? Ya

Yosua pernah mengalami perjumpaan dengan Panglima Bala Tentaran Tuhan

Tidak ada catatan khusus hal-hal semacam ini terjadi pada Pinehas. Perjumpaan dengan Tuhan mutlak harus dialami oleh tokoh-tokoh pemimpin. Sebut saja Musa, Daud, Daniel, Nuh, Paulus, dll
Usianya saat Yosua mati Yosua mati pada usia 110 tahun Diperkirakan usia Pinehas pada saat Yosua mati adalah 129 tahun Sebenarnya DI HADAPAN TUHAN, di usianya yang ke 129 tahun, Tuhan masih sanggup memakai si Pinehas ini. Tetapi mengapa setelah Yosua mati, Pinehas sepertinya tidak dapat berfungsi sebagai pemimpin bangsa Israel?
Apakah hidup di bawah bayang-bayang nama besar MUSA? Ya

Dalam kepemimpinan Yosua, dalam kitab Yosua, setidaknya 53 kali nama Musa tertulis/disebut-sebut

Tidak, justru di kitab Hakim-hakim, setelah Yosua mati, nama Musa hanya disinggung-singgung sebanyak 5 kali. Ada dua aspek di sini , aspek pertama, Nama Musa sudah tidak membayangi lagi di era Pinehas, atau sebaliknya, pada aspek ke dua,  mereka adalah angkatan yang memang sudah melupakan Musa, kakek Pinehas. Yosua tidak menjadikan bayabng-bayang nama besar Musa sebagai penghalang untuk dia eksis sebagai pemimpin, Karena motiv Yosua adalah TIDAK UNTUK MENCARI NAMA BESAR BAGI DIRINYA SENDIRI, dia justru memakai nama besar Musa sebagai ‘kendaraan’ untuk selalu mengingatkan bangsa Israel akan hal-hal apa yang dulu pernah ada di zaman Musa. Yosua bukan alergi terhadap hal ini, dia justru cerdik memakai hal ini secara positif.

Sedikitnya nama Musa termuat dalam kitab Hakim-hakim bisa dua aspek, apakah itu dikarenakan Pinehas jarang atau bahkan tidak pernah menggiring bangsa Israel mempelajari kembali kitab taurat Musa, ataukah sebaliknya Pinehas justru larut pada kondisi bangsa yang mengalami degradasi rohani selepas kematian Yosua.

Usianya saat Imam Eleazar bin Harun mati? Yosua mati lebih dulu daripada Imam Eleazar bin Harun Kematian imam Eleazar bin Harun tidak jauh berbeda dengan kematian Yosua, jadi perkiraan usia imam Pinehas saat itu masih sama, sekitar 129 tahun. Sebenarnya DI HADAPAN TUHAN, di usianya yang ke 129 tahun, Tuhan masih sanggup memakai si Pinehas ini. Tetapi mengapa setelah Yosua mati, Pinehas sepertinya tidak dapat berfungsi sebagai pemimpin bangsa Israel?
Melihat perbuatan tangan Tuhan? ya ya Semua pengalaman Yosua dan pengalaman Pinehas sama. Sejak mereka keluar dari Mesir sampai Musa mati, sampai Yosua memimpin sepanjang lebih kurang 50 tahun, semua pengalaman mereka SAMA.

Pinehas adalah orang yang hidup lebih lama dari Yosua, dan sama-sama melihat perbuatan Tuhan  sejak keluar dari Mesir, tetapi mengapa kehadiran Pinehas tidak banyak berarti di era hakim-hakim???

Pernah mendapat mentoring? Bisa dikatakan amat sangat kurang. Dari Musa hanya berlangsung kurang dari satu tahun, di tahun ke 40.

Inilah yang menyebabkan Yosua tidak memiliki kemampuan untuk mencetak pemimpin baru

Bisa dikatakan sangat kurang.

Inilah yang menyebabkan Imam Pinehas tidak memiliki kemampuan untuk berdiri sebagai pemimpin di usianya yang sudah 129 tahun selepas kematian YOSUA. Dan otomatis tidak dapat mencetak pemimpin baru karena dia sendiri tidak dapat berdiri sebagai pemimpin.

Pemimpin yang tidak dimentoring seperti Yosua tetap saja bisa menjadi pemimpin yang hebat dan luar biasa sepanjang dia tetap berpaut pada Tuhan, jadi teladan, tetap pegang Visi Tuhan, tetap tinggal dalam pengurapan, dll, AKAN TETAPI dia tidak dapat melahirkan PEMIMPIN BARU.

PINEHAS juga tidak pernah dipersiapkan dengan baik, baik oleh Yosua maupun oleh Imam Eleazar, ayahnya, sehingga selepas kematian Yosua, Pinehas tidak dapat berdiri sebagai pemimpin, apalagi mencetak pemimpin, itu lebih tidak mungkin lagi.

Pernah mendapat kesempatan memegang jabatan sembari ditemani senior? Tidak pernah. Begitu Musa mati, Yosua baru menjabat sebagai penggantinya.

Obor estafet kepemimpinan yang terlalu cepat , karena lompat 2 generasi. Yosua memimpin sebagai generasi ke 4, sedangkan pada generasi ke 2 ( generasi Imam Eleazar) dan ke 3 ( generasi Kaleb/Generasi Pinehas) terjadi kekosongan kepemimpinan.

Tidak pernah. Begitu Eleazar mati, barulah di zaman Hakim-hakim, Imam Pinehas menjadi imam pengganti. Namun sepertinya keimaman Pinehas kurang berfungsi dengan baik, karena sepanjang zaman Hakim-hakim, bangsa Israel tidak pernah berhubungan dengan keimaman Pinehas, baru nanti di pasal akhir /selepas kematian Simson sebagai hakim terakhir, barulah nama  Pinehas disebut-sebut, namun ya hanya disebut-sebut saja, namun keberadaannya tidak diperdulikan , padahal pada saat itu ada masalah yang terjadi pada  Suku Benyamin, di mana kala itu mereka harus mengambil keputusan yang sangat penting dan dilematis.

Selama Imam Eleazar menjabat, maka ada beberapa generasi di bawah Pinehas yang hidup di bawah kepemimpinan Eleazar, yaitu generasi Buki, Uzi, Zerahya, Merayot dan Amarya A. Sehingga pada saat Yosua mati, jarak antara Pinehas ke generasi Amarya B sudah amat sangat terlalu jauh

Bisa jadi dikawatirkan obor estafet kepemimpinan yang terlalu cepat pada Yosua membuat dia tidak memiliki wibawa, namun karena Yosua penuh Roh Kebijaksanaan, maka Yosua memiliki wibawa di hadapan bangsa Israel, dan Tuhan membesarkan nama Yosua di hadapan bangsa Israel saat menyeberangi sungai Yordan

Bisa jadi keterlambatan Pinehas untuk menjabat. Membuat dia menjadi orang yang tidak berwibawa di hadapan bangsa Israel.Diperkirakan usia Pinehas adalah 129 tahun pada saat dia menjabat menjadi Imam di zaman Hakim-hakim. Usia yang sudah sangat terlalu tua. Sedangkan Yosua saja mati di usia 110 tahun, sudah dikatakan tua.

Alkitab tidak pernah  mencatat bahwa PINEHAS memiliki roh kebijaksanaan atau mendapat wibawa ilahi dari Tuhan.

APAKAH ADA PELANTIKAN KEPEMIMPINAN Ya,

Yosua dilantik di hadapan bangsa Israel oleh MUSA Ulangan 31;1-8

Tidak,

tidak ada pemberian jubah dari Imam Eleazar kepada Imam Pinehas ( berbeda sekali dengan kematian Harun, sebelum kematiannya, ada pelepasan jubah Harun dan kemudian dipakaikan kepada Imam Eleazar.

Ternyata pelantikan Yosua sebagai pemimpin itu sangat penting, sehingga bangsa Israel memandang dirinya bukan sebagai abdi Musa lagi, tetapi sebagai pemimpin mereka.

 

Kita tidak tahu alasan apa yang melatar belakangi mengapa Pinehas tidak mengalami pelantikan.

APAKAH ADA PENGURAPAN? Ya,

Yosua menerima pengurapan dari Musa, Ulangan 34:9

Tidak ada  catatan apa pun yang menyatakan bahwa imam Pinehas mendapat pengurapan dari Imam Eleazar. Ternyata pengurapan kepada Yosua sebagai pemimpin itu sangat penting, sehingga bangsa Israel memandang dirinya bukan sebagai abdi Musa lagi, tetapi sebagai pemimpin mereka.

 

Kita tidak tahu alasan apa yang melatar belakangi mengapa Pinehas tidak mengalami pengurapan.

Apakah ada catatan sebagai pribadi yang penuh dengan Roh?? Ya.

Bahkan sebelum dilantik dan diurapi oleh Musa dan sebelum ditumpangtangan oleh Musa, Yosua sudah dikomentari oleh Tuhan sebagai pribadi yang penuh dengan Roh.

Tidak ada catatan mengenai hal ini, pada pribadi Pinehas. Pengurapan Roh Kudus mutlak diperlukan seorang pemimpin jika dia ingin bergerak dalam kehendak Tuhan yang sempurna dalam kepemimpinannya.
Apakah memiliki wibawa ilahi? Ya.

Wibawa ilahi Yosua didapatkan langsung dari Tuhan sejak penyeberangan Yordan. Yos 3:7

Tidak

Buktinya Pineas adalah imam besar yang tidak pernah  ditanyai/dimintakan petunjuk Tuhan oleh  bangsa Israel selepas kematian Yosua.

 

WIBAWA ILAHI ternyata sangat penting dalam sebuah kepemimpinan.
Apakah memiliki kepekaan dari Tuhan Ya

Yosua terus berkomunikasi dengan Tuhan sepanjang kepemimpinannya.

 

kita tidak memiliki catatan apa pun mengenai hal ini  

 

Pengurapan dari Roh Kudus jelas akan menghasilkan kepekaan khusus. Pemimpin mutlak perlu hal ini
Apakah memiliki model kepemimpinan khusus? Ya,

Yosua memiliki model kepemimpinan KEKELUARGAAN, dan KEBAPAKAN yang kuat (Yos 7:19) perhatikan pemakaian kata ANAKKU.

Tidak ada catatan sedikitpun hal-hal apa yang menjadi model kehidupan Pinehas di era setelah Yosua mati. Ketidakadaan Visi menjadikan seseorang pemimpin kabur dalam modeling kepemimpinan. Kepunyaan Visi akan menggiring seorang pemimpin menemukan modeling yang tepat bagi orang-orang yang dipimpinnya menuju pencapaian Visi itu. Di tiap komunitas tentu modeling kepemimpinan tidak dapat diteorikan/ ditiru dari keberhasilan pemimpin lain. Setiap Visi akan terjalin secara unik dengan situasi, era, zaman, orang, kesempatan, fasilitas yang tersedia, dukungan, tantangan yang dihadapi, dll
Apakah memiliki catatan model perkataan/kuasa perkataannya? Ya

Perkataan yang penuh iman, perkataan yang memotivasi, perkataan yang memberkati, perkataan yang berwibawa, perkataan yang menasihati

Tidak ada  catatan mengenai perkataannya Yosua bukan orang pendiam, dan setelah dia jadi pemimpin tidak pernah ada perkataannya yang sia-sia, kecuali, saat Yosua salah mengambil keputusan dalam mengikat perjanjian dengan orang Gibeon.
Apakah memiliki karakter emas? Ya

Cinta Tuhan, Cinta hadirat Tuhan, cinta Rumah Tuhan, rajin, rendah hati, bisa bekerja sama dengan orang lain, setia pada sahabatnya, penuh dengan iman, setia melayani pemimpinnya, setia melayani Tuhan, penuh rasa tanggung jawab, teliti, penuh perhatian, belajar dari pengalaman masa lalau, memberikan teladan, gigih, tidak pernah membantah pemimpin, mengalah, tidak serakah, melepas hak, kreatif, percaya pada penyertaan Tuhan, tepat janji, selalu meninggalkan jejak sejarah bagi generasi di bawahnya, menjaga keseimbangan hidup.

Ya

Hanya satu penjelasan begitu giatnya Pinehas membela Tuhan pada peristiwa Baal Peor, selebihnya daripada itu tidak ada catatan lain mengenai karakter Pinehas.

Karakter emas mutlak adalah kekayaan seorang pemimpin yang takut akan Tuhan dan merelakan diri dibentuk oleh Tuhan dalam proses pembentukan-Nya.
CATATAN pendirian mezbah ( lambang keintiman dengan Tuhan) Yos 8:30 Yosua mendirikan mezbah di gunung Ebal

Yos 8:31 Yosua mendirikan mezbah koraban bakaran dan korban keselamatan

Yosua 9:27 Yosua menadikan orang-orang Gibeon itu tukang belah kayu dan tukang timba air untuk umat itu dan untuk mezbah TUHAN.

Tidak ada catatan Pinehas mendirikan mezbah bagi TUHAN Keintiman dengan Tuhan sangat berpengaruh untuk seseorang bisa berdiri sebagai pemimpin yang kuat atau bahkan sebaliknya ketidakintiman dengan Tuhan menjadi pengaruh yang kuat untuk seseroang tidak dapat berdiri sama sekali sebagai seorang pemimpin.
Apakah pernah merayakan paskah? Ya

Yosua memimpin perayaan paskah

Tidak ada catatan perayaan paskah di kitab Hakim-hakim. Perayaan Paskah tercatat pada Yosua 5 di era kepemimpinan Yosua, dan di II Raj 23 di era kepemimpinan Raja Yosia. II Ra 23:21-22 Ibadah perayaan paskah adalah sangat penting untuk memperingati bagaimana Tuhan berkarya menyelamatkan Israel dari perbudakan Mesir, Selama perayaan paskah tidak pernah di gelar setelah Yosua mati, maka di era Pinehas hidup, intisari Paskah tidak pernah dicicipi angkatan ini.
Apakah rajin mendirikan goresan sejarah? Ya Tidak ada catatan apa pun
Usianya saat namanya tercatat di kitab Hakim-hakim pasal 20? Yosua sudah lama mati pada saat itu Pada kitab hakim-hakim pasal 20, nama Pinehas bin Eleazar bin Harun masih dicatat. Usianya pada saat itu diperkirakan  539 tahun Hidup kita menjadi berarti bukan karena lama tidaknya kita hidup tetapi dari seberapa banyak kita isi hidup kita untuk menyenangkan hati Tuhan dan mencapai sasaran ilahi yang sudah Tuhan tetapkan dalam hidup kita, dan seberapa banyak kita sudah memberi dampak positif bagi umat manusia di atas muka bumi.
DAPAT …. Dengan menerapkan POLA TIGA GENERASI pada keluarga inti, yaitu pada Generasi Buki dan Generasi Uzi yang diangkatnya menjadi anak-anak dan cucunya, dan setia terus menerus menjadi teladan di seisi rumahnya, Yosua berhasil untuk mempertahankan 5 generasi di bawahnya tetap takut akan Tuhan ,selama Yosua hidup.

Namun demikian dalam KEPEMIMPINANNYA- Yosua GAGAL menerapkan POLA TIGA GENERASI, karena terbukti setelah dia mati, bangsa Israel berbalik daripada Tuhan sehingga menjadi penyembah berhala.

Hal ini dikarenakan YOSUA TIDAK MENCETAK PEMIMPIN BARU, dan mengapa Yosua tidak mencetak pemimpin baru, karena Yosua juga tidak dipersiapkan dengan cukup oleh Musa sehingga Yosua tidak tahu caranya bagaimana untuk mencetak pemimpin baru.

Hanya dalam satu kasus saja nama Pinehas muncul sebagai pribadi yang dilibatkan oleh Yosua untuk menangani masalah bani Ruben, Gad dan Manasye yang dapat kita baca di Yosua pasal 22. Selebihnya tidak ada catatan apa pun.

Jadi karena hal itulah tidak pantas kalau kita menarik kesimpulan bahwa Yosua mempersiapkan Pinehas.

Pinehas berhasil mempertahankan POLA 3 GENERASI  di keluarganya sendiri, sampai bertahan 26 generasi di bawahnya. Hal ini dapat terjadi dengan baik, walaupun setelah Yosua mati, lingkungan masyarakat pada kala itu adalah masyarakat penyembah berhala.

Namun sebagai seorang Lewi, dan seorang Imam, Pinehas  gagal mempertahankan agar pola tiga generasi terus terjadi pada keturunannya, terbukti setelah dia mati,  nama keturunan yang ke 30 tidak terlacak lagi.

Juga Pinehas gagal mencetak pemimpin yang baru dalam dinasty keluarganya.

Hal ini dikarenakan juga karena Pinehas tidak pernah dimentori oleh pemimpin di atasnya, baik oleh Yosua maupun oleh Imam Eleazar ayahnya. Lamanya waktu tidak berarti banyak, karena sepanjang Imam Eleazar menjabat sebagai imam sampai hari pada hari matinya, tercatat Imam Pinehas sebagai anaknya, hanya sekali diberi kepercayaan untuk untuk menangani masalah bani Ruben, Gad dan Manasye yang dapat kita baca di Yosua pasal 22. Karena tidak pernah dimentori itulah tidak heran mengapa Imam Pinehas tidak dapat berfungsi sebagai pemimpin, apalagi mencetak pemimpin baru di bawahnya, sehingga selepas kematiannya, generasi ke 30 tidak terlacak lagi namanya, bahkan sampai di generasi Imam Eli, pola tiga generasi itu benar-benar GAGAL TOTAL untuk diturunkan pada Hofni dan Pinehas.

( lihat Peta Zaman Yosua dan Hakim-hakim) Pada Yosua; penerapan Pola tiga generasi pada keluarga inti yang dalam hal kasus khusus Yosua ini adalah sebuah bangsa sebagai keluarga inti daripada Yosua, bisa saja berhasil , namun sebagai seorang pemimpin TIDAK AKAN BERHASIL BERTAHAN LAMA setelah dia mati, KECUALI apabila dalam KEPEMIMPINAN  Yosua juga mencetak pemimpin baru juga dengan pola tiga generasi.

Kegagalan mencetak pemimpin baru dengan pola tiga generasi, adalah karena juga Yosua merupakan pribadi yang tidak dipersiapkan oleh pemimpin sebelumnya, Musa-Harun-Miryam.

 

Pada Pinehas;  penerapan Pola tiga generasi pada keluarga intinya bisa saja berhasil , namun sebagai seorang imam yang masih hidup di zaman Hakim-hakim, IMAM PINEHAS GAGAL BERDIRI DAN BERTINDAK SEBAGAI PEMIMPIN APALAGI MENCETAK PEMIMPIN BARU yang akan melanjutkan keimamannya karena Imam Pinehas tidak dipersiapkan menjadi seorang pemimpin oleh Yosua dan oleh Imam Eleazar, ayahnya.

 

Apakah mengalami perkecualian zaman? Ya

Mestinya pada zaman kepemimpinan Yosua, bangsa Israel menjadi penyembah berhala dan mengalami malapetaka, terbukti akhirnya tidak terjadi.

Ya

Usianya yang sangat tua dapat membuat kita terkejut, karena ternyata usianya bisa setua itu, itu tak lain tak bukan adalah karena janji Tuhan digenapi dalam hidupnya.

Mestinya dikatakan di Yosua 24:31 dan Hak 2:7 , sepanjang zaman tua-tua yang hidup lebih lama dari Yosua masih hidup, bangsa Israel tetap beribadah kepada TUHAN, namun tinggal tersisa satu orang saja, yaitu Pinehas, yang hidup lebih lama dari Yosua, bahkan terus bertahan hidup sampai akhir zaman hakim-hakim, Pinehas juga telah melihat segenap perbuatan Tuhan yang besar,mengapa pada masa Pinehas hidup, tidak dapat mempertahankan bangsa Israel tetap beribadah kepada Tuhan?

Bilangan 25:12-13

 

Yosua adalah PEMBELOK SEJARAH.

 

PINEHAS BUKAN PEMBELOK SEJARAH, MELAINKAN HANYA SAKSI MATA SEJARAH.

HUBUNGAN ANTARA SEBAGAI PEMBELOK SEJARAH ATAU SAKSI MATA SEJARAH DENGAN PENDAMPINGAN GENERASI Yosua menjadi pembelok sejarah, pada masa kepemimpinannya

Yosua sebagai generasi ke 4 ditemani oleh 3 orang wakil dari

generasi di atasnya, yaitu Eleazar dari generasi ke 2,

Pinehas dari generasi ke 3

Dan Kaleb dari generasi ke 3.

Pinehas bukan menjadi pembelok sejarah, melainkan hanya saksi mata sejarah, pada era setelah kematian Yosua,  di kitab Hakim-hakim, Pinehas tidak ditemani oleh generasi di atasnya, semua generasi di atasnya, Musa, Harun, Miryam, Eleazar dan juga Yosua telah mati. Ternyata dalam pola tiga generasi pendampingan dari generasi sebelumnya sangat penting. Terbukti kehadiran kakek dalam sebuah keluarga adalah berkat, sebaliknya tidak adanya kakek dalam sebuah keluarga adalah kutuk (  I Sam 2: 31)

 

Walaupun Pinehas menerapkan POLA TIGA GENERASI di dalam keluarganya dan anak cucunya, namun dalam kehadirannya di era Hakim-hakim, dia tidak akan pernah dapat bertahan melawan arus, dan tidak akan pernah bisa menggiring bangsa Israel hidup takut akan Tuhan, bila ia berjalan sendiri, tanpa didampingi 3 generasi, jadi harus ditemani oleh estafet obor kepemimpinan yang lengkap yaitu ada wakil dari 3 generasi, seperti pada era kepemimpinan YOSUA.

 

 


Jadi kesimpulannya:

Mengapa Yosua dapat menjadi pembelok sejarah sedangkan Pinehas  hanya sebagai SAKSI MATA SEJARAH SAJA?

  1. Memiliki Visi saja ternyata tidak cukup, perlu adanya Misi dan Dedikasi
  2. Memiliki Takut akan Tuhan saja ternyata tidak cukup, karena itu hanya sebagai DASAR
  3. Memiliki cinta Tuhan saja ternyata tidak cukup, karena ada banyak aspek lain selain cinta
  4. Melihat banyaknya mujizat di depan mata saja ternyata tidak cukup, buktinya orang Israel yang banyak menyaksikan mujizat pun banyak yang mati di padang gurun.
  5. Mendapatkan mentoring dari pemimpin sebelumnya secara memuaskan, pendampingan dari pemimpin sebelumnya selama memimpin, ternyata bukan segala-galanya
  6. Mendapatkan janji Tuhan dan panggilan khusus saja ternyata tidak cukup
  7. Mengalami pengecualian zaman juga ternyata bukan segalanya.

 

  1. Tetapi Yosua mengalami perubahan nama

 

  1. Tetapi Yosua mengalami keintiman dengan Tuhan sampai taraf penuh Roh

 

  1. Tetapi Yosua mengalami proses teguran dari pemimpin

 

  1. Tetapi Yosua adalah pribadi yang suka mengucap syukur

 

  1. Tetapi Yosua adalah pribadi yang penuh iman

 

  1. Tetapi Yosua seorang yang dilantik dalam jabatan khusus

 

  1. Tetapi Yosua diurapi dengan Roh Kebijaksanaan

 

  1. Tetapi Yosua mengalami perjumpaan secara khusus dengan Panglima Bala Tentara Tuhan

 

  1. Tetapi Yosua mendapatkan wibawa ilahi berkat penumpangan tangan dari pemimpinnya dan berkat wibawa yang Tuhan berikan dalam kepemimpinannya

 

  1. Tetapi Yosua memiliki kepekaan ilahi

 

  1. Tetapi Yosua memiliki modeling kepemimpinan

 

  1. Tetapi Yosua memiliki model perkataan yang membangun

 

  1. Tetapi Yosua memiliki banyak karakter emas

 

  1. Tetapi Yosua rajin mendirikan mezbah

 

  1. Tetapi Yosua merayakan paskah

 

  1. Tetapi Yosua rajin mendirikan goresan sejarah.

 

  1. Dan Yosua didampingi oleh 4 orang dari generasi sebelumnya. Jadi ada pola 3 generasi dalam kepemimpinnya.

 

Namun kegagalan yang sama sama dialamai Yosua dan Pinehas adalah:

  1. Yosua gagal mencetak pemimpin baru. Ini juga adalah kegagalan Musa karena terlambat mempersiapkan Yosua
  2. Pinehas gagal berdiri sebagai pemimpin dan juga Pinehas otomatis gagal mencetak pemimpin berikutnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tentang Penulis

Susan Grace Hadazah Sumilat Widiono, S,MG. Menyelesaikan pendidikan musik gereja di Universitas Kristen Immanuel Yogyakarta pada tahun 2005, dengan jurusan Conducting.

Kecintaannya terhadap Firman Tuhan membuatnya melahirkan banyak tulisan perenungan Firman Tuhan yang dimuatnya dalam blog yang Tuhan percayakan kepadanya www.berbagirhema.wordpress.com. Blog yang dikelolanya ini kini telah dikunjungi ratusan pengunjung setiap harinya. Puji Tuhan !!

Dilahirkan di keluarga pendeta, dari pasangan Alm.Yusac Oscar Sumilat dan Almarhumah Shierly Ester Tedjakusuma, membuat beliau melihat teladan dari orang tua bagaimana mereka mencintai firman Tuhan, dan ketika menjadi menantu pasangan pendeta yaitu Alm.Doni Sadono Basri, M.Div dan Almarhumah Tri Widiastuti, membuat Ibu Grace, demikian dia kerap disapa- memiliki kekayaan kesempatan untuk memberitakan Firman Tuhan baik di ibadah rumah tangga maupun di ibadah raya, di GPdI Kharisma Kalinegoro, Magelang, sepanjang tahun 1998-2006. Dari situlah ibu Grace mulai mengasah ketajamannya dalam menelaah Firman Tuhan.

Setelah itu dengan berpindahnya keluarga Ibu Grace ke Madiun, kesempatan untuk memberitakan Firman Tuhan masih berlanjut di GPdI Sincang, Madiun.

Namun dengan beriringnya pelayanan ibu Grace melalui dunia maya, sejak tahun 2010, maka semua naskah-naskah penelitian firman yang pernah dia lakukan dapat dinimati oleh khalayak umum melalui beberapa website dan blog yang dikelolanya.

Beberapa kali saat melayani di beberapa kesempatan, ibu Grace juga berkesempatan menyampaikan berita Firman Tuhan di ibadah raya, maupun di KKR umum. Kota-kota yang pernah dilayaninya dalam pemberitaan firman Tuhan di ibadah raya, di antaranya; Magelang ( Jateng), Madiun ( jatim), Yogyakarta ( DIY), Banyuwangi (Jatim), Samarinda (Kaltim), Berau (Kalteng), dan Sintang (Kalbar), Semarang ( Jateng).

Sebagai penulis materi anak, tak jarang pada saat mempersiapkan materi untuk anak-anak Tuhan membukakan rhema-rhema yang sangat dalam yang bahkan bisa jadi berkat yang luar biasa bukan hanya untuk anak-anak saja, melainkan untuk semua usia, termasuk di antaranya buku Generasi Yosua ini.

Bersama suaminya bergerak dalam penerbitan buku, dalam El Nissi Education Media, dan memiliki Visi agar lewat media buku, dan bacaan, akan lebih banyak lagi Indonesia dibangun untuk terus bergerak ke arah Visi Tuhan yang dipercayanya tertuang dalam Yesaya pasal 42.

Bersuamikan Ari Prasetyo Widiono , S.E, mereka dikaruniai dengan 3 anak, Ardito Kenanya Hudson Widiono, Melody Harvest Elnerd Widiono, dan Almarhumah Victory Marcia Elnissi Widiono, kini Ibu Grace dan keluarganya menetap di Kendari dan berjemaat di GMS Breakthrough Kendari.

Bila anda membutuhkan konsultasi seputar penulisan materi ini dapat email beliau di gracesumilat@jeniuscaraalkitab.com

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /