'manusia hidup bukan dari roti saja…'

PERJUMPAAN YANG DAHSYAT

Materi ini pernah disampaikan di GPdI Kharisma Kalinegoro, Januari 2016 dalam Ibadah Raya 1/ Pagi.

Terima kasih kepada Bpk Pdt Deni Yoga Trianto yang telah memberi kesempatan kepada saya untuk membagikan Firman Tuhan.

Jika anda ingin mempelajari lebih lanjut mengenai Generasi Yosua dalam bacaan yang lebih lengkap lagi, bisa melihat pada tulisan saya di blog ini juga, dengan judul Generasi Yosua. Mengingat ada beberapa kalimat-kalimat yang saya tulis dalam naskah kotbah ini memerlukan penelitian yang lebih mendalam yang tidak saya bahas di sini.

Berikut saya tautkan juga Power Point yang menolong anda untuk dapat mengkotbahkan kembali bila anda menginginkannya.

————————–

GENERASI YOSUA

Yosua 5:13-15

  1. Kapan peristiwa ini terjadi?

Peristiwa  Yosua melihat Panglima Balatentara Tuhan ini, terjadi bukan pada saat menyeberangi Sungai Yordan, sebagai tugas pertama Yosua.

Juga bukan pada saat bangsa Israel disunat di Gilgal untuk menyingkirkan Cela Mesir

Juga bukan pada saat bangsa Israel merayakan paskah di tahun ke 41 setelah mereka keluar dari Mesir.

Mengapa waktu ini yang dipilih Tuhan, mengapa justru Yosua melihat Panglima Balatentara Tuhan justru terjadi pada saat Yosua akan memulai untuk menduduki Yerikho…???

Karena ada beberapa tahap yang harus kita lalui

  • Yordan- lambang air
  • Sunat-lambang darah
  • Paskah-lambang Salib Kristus, yang menghapuskan cela Mesir/ dosa manusia.

Harus ada air dan darah/ proses kelahiran baru, dimana kita ditebus oleh darah Yesus, dibebaskan dari cela Mesir, dimerdekakan dari DOSA.

Tuhan  telah membuat kita menyeberang dari perjalanan padang gurun yang panjang menuju tanah Kanaan. Kita sudah menginjaknya, namun kita belum MENDUDUKI-nya.  Untuk mendudukinya harus berperang. Peperangan ini diawali dengan sebelumnya harus ada pertemuan dengan Tuhan, sebagaimana Yosua bertemu dengan Panglima Balatentara Tuhan.

Artinya setelah kita menerima Kristus, setelah kita lahir baru, belum tentu saat itu juga kita sudah dapat secara instan mengalahkan sifat-sifat buruk kita yang adalah salah satu musuh  dari 3 musuh kita.

3 Musuh kita:

  1. Roh jahat Efesus 6: 10-18
  2. Keinginan daging/ sifat sifat jelek dalam diri kita I Petrus 2:11
  3. Pengaruh dunia yang jahat Yakobus 4:4

Kita harus mengalahkan YERIKHO-YERIKHO dalam hidup kita.

Jadi sebelum Yosua menduduki Yerikho, sebagai langkah awalnya untuk berperang, Tuhan memilih waktu ini untuk mempertemukan Yosua dengan Panglima Balatentara Tuhan.

Jangan heran, detik ketika kita dibabtis, disitulah awal kita memasuki peperangan untuk menduduki Kanaan kita. Jangan heran, detik ketika keluarga kita dibawa Tuhan masuk dalam destiny ilahi, disitulah awal kita memasuki peperangan untuk menduduki Kanaan kita. Detik ketika kita memulai karier kita, di situlah awal kita memasuki peperangan untuk menduduki Kanaan kita. Detik ketika kita memulai pernikahan kudus, di situlah awal kita memasuki peperangan untuk menduduki Kanaan kita.

KESIMPULAN:

Mau tidak mau, jika ingin menduduki Kanaan, kita akan dibawa Tuhan pada PEPERANGAN untuk menduduki, merebut dan mendiami tanah berlimpah susu dan madu.

Peperangan tidak selalu melawan roh-roh jahat di udara, tidak selalu melawan pengaruh-pengaruh jahat di sekeliling kita, tetapi juga bagaimana menaklukkan karakter-karakter kita yang buruk.

Malas, kemarahan yang melampaui batas kewajaran, sombong, iri, ketakutan, kekawatiran yang berlebih-lebihan, percideraan, dll

 

  1. Dengan siapa Yosua bertemu?

Tuhan ingin kita mengalami pertemuan pribadi dengan Siapa kita membutuhkan pertemuan itu. Sesuai dengan hasrat hati kita.

Contoh Yosua. Hasrat hati terdalam dalam diri Yosua adalah BERPERANG.

  • Kita lihat saja, Di Keluaran 17:8-10, Musa menunjuk Yosua untuk memimpin perang. Pada saat itu Yosua masih sangat muda, usianya diperkirakan masih 20 tahun. Mengapa Yosua terpilih, bukankah dia masih muda? Bisa jadi karena Yosua adalah seorang anak muda yang paling siap berperang dibandingkan dengan semua orang Israel lainnya.

Yosua seorang yang siap berperang.

  • Di kitab Keluaran 13:18 dituliskan
    • Tetapi Allah menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun melalui laut Teberau. Dengan siap sedia berperang berjalanlah orang Israel dari tanah Mesir
  • Itu artinya Bangsa Israel harus siap sedia berperang. Inilah yang dilakukan oleh Yosua, dia siap berperang, dia siap sedia, dia bersiap diri, dia bersiap hati, dia selalu berjaga, dia bahkan mungkin menantikan saatnya untuk berperang.
  • Kalimat pertama yang keluar dari bibir Yosua, yang dicatat oleh Alkitab , adalah kalimat seperti apa?

Keluaran 32:17

“Ada bunyi sorak peperangan kedengaran di perkemahan”

Ini adalah kalimat pertama dari bibir Yosua yang dicatat dalam Alkitab. Kalimat sok tahu dari seorang abdi Musa yang baru pertama kali melakukan tugasnya menemani Musa naik ke gunung Sinai dimana Musa mendapatkan loh hukum yang pertama. Loh hukum itu ditatah oleh tangan Tuhan sendiri dan ditulisi oleh jari Tuhan sendiri.  Bisa jadi Yosua melirik-lirik benda yang dipeluk oleh Musa itu. Yosua adalah satu-satunya saksi mata yang melihat dari dekat loh hukum pertama itu. Karena setelah mereka turun dari gunung Sinai itu, loh hukum itu pecah berkeping-keping.

Saat mendengar suara riuh rendah……..Yosua yang tidak tahu menahu apa yang sudah di’bocor’kan Tuhan/ diberikan kunci jawabannya oleh Tuhan pada Musa, mengira itu adalah suara SORAK PEPERANGAN.

Bisa jadi saat di atas gunung, yang dipikirkan Yosua adalah…dia tidak ingin terlewatkan sesaatpun bilamana ada peperangan yang dia tidak tahu/tidak hadir.

  • Bahkan saat bertemu dengan Panglima Balatentara Tuhan, Yosua pun bertanya “Kawankah engaku atau lawan?” Waaaauuuu….benar-benar obsesinya adalah untuk berperang!

 

Waaauuuu…. ternyata obsesi Yosua adalah PEPERANGAN.

Oleh karena itu Tuhan membuat Yosua melihat Panglima Balatentara Tuhan yang saat itu ada di hadapannya.

Pada tiap tokoh Alkitab tidak sama; contoh

  • Nuh mendengar Firman Tuhan. Siapakah yang berfirman kepadanya, saya percaya adalah Allah Pencipta, karena Nuh diberi kepercayaan menyelamatkan ciptaan-Nya.
  • Abram mendengar suara Tuhan. Siapakah yang berfirman kepada Abram? Saya percaya adalah Allah Bapa, karena Abram dipanggil untuk menjadi bapa orang beriman, saat dia bertindak mempersembahkan Ishak, menggambarkan Allah Bapa yang mengaruniakan Yesus
  • Musa melihat semak belukar menyala, di tempat dia menggembalakan kambing domba. Bagaimanakah caranya Musa pertama kali melihat Tuhan? Melalui semak belukar yang menyala tetapi tidak terbakar pada saat dia sedang menggembalakan kambing domba. Karena Musa dipanggil akan melewati padang gurun dan akan melewati banyak semak semak belukar di perjalanannya selama 40 tahun, dan akan menggembalakan suatu kawanan umat Israel yang besar.
  • Gideon mengalami perjumpaan dengan Tuhan di tempat pengirikan. Mengapa? Karena Gideon akan dipakai Tuhan membebaskan bangsa Israel dari cengkraman orang Midian yang suka merampasi hasil panen orang Israel.
  • Manoah dan Isterinya mengalami perjumpaan dengan Malaikat Tuhan di mana? Di padang ! Karena di padang itulah mereka kemudian mempersembahkan korban bakaran kepada Tuhan. Sebuah hidup Isteri Manoah yang dipersembahkan karena untuk hamil seorang bernama Simson, ada banyak aturan yang tidak boleh dilanggar.
  • Bagaimana pertama kali Samuel mendengar suara Tuhan? Saya percaya itu adalah suara Roh Kudus kepadanya. Karena Roh Kudus yang menuntun Samuel memberitakan suara kenabian sampai ke seluruh Israel. Tidak heran Samuel pun mendengar suara Tuhan,manakala dia sedang tidur di dekat Tabut Allah, memang pada masa –masa kemudian Samuel terus intim dengan Tuhan dan membawanya menyampaikan suara Tuhan kepada bangsa Israel.

Dan daftar ini bisa sangat panjang.

Tidak bisa kita bolak balik, misalnya Abram melihat semak belukar menyala, atau Musa berjumpa Tuhan di tempat pengirikan, atau Gideon bertemu Tuhan di padang….

Demikianlan Yosua yang terobsesi dan memiliki passion/hasrat yang kuat pada peperangan, bertemu dengan Panglima Balatentara Tuhan, dan pertemuannya pun DEKAT YERIKHO, dekat sekali dengan KOTA PERTAMA YANG HARUS DITAKLUKKAN/DIPERANGI/DIKALAHKAN.

Setiap perjumpaan itu unik karena Tuhan mau menyatakan Diri-Nya sesuai dengan destiny  yang Tuhan taruh dalam diri setiap orang.

Siapakah nama Tuhan itu? Tuhan itu bisa disebut dengan ratusan nama, Dia Pembebas, Kota Perlindungan, Gembala, Guru, Sahabat, Penasihat Ajaib, Panglima Perang, dll

 

Setelah kita lahir baru, dibasuh oleh air dan darah, menerima karya salib Kristus. Tuhan akan membawa kita pada destiny ilahi/ tujuan Tuhan dalam hidup kita. Untuk itu Tuhan sudah menanamkan dalam diri kita suatu hasrat.

Hasrat/ passion itu bermacam-macam. Pada tiap orang tidak sama.

Ada yang diberi hasrat untuk mengajar, maka Tuhan akan menyatakan diri kepada anda pertama –tama dan pada banyak kesempatan, dalam Pribadi-Nya sebagai RABI/GURU.

Ada yang diberi hasrat untuk memasak, maka Tuhan akan menyatakn diri kepada anda pertama-tama dan pada banyak kesempatan, dalam Pribadi-Nya sebagai Chef/ Koki. Bukankah Tuhan Yesus juga memasak ikan bakar?

Ada yang diberi hasrat untuk menggambar/mendesign, maka Tuhan akan menyatakan diri kepada anda pertama-tama dan pada banyak kesempatan, dalam Pribadi-Nya yang dulu saat di dunia pernah berprofesi sebagai tukang kayu. Bukankah sebagai tukang kayu harus bisa design?

Ada yang diberi hasrat untuk menjadi gembala, maka Tuhan akan menyatakan diri kepada anda pertama-tama dan pada banyak kesempatan , dalam Pribadi-Nya sebagai Gembala Agung, yang memimpin dan menuntun hidup anda.

Dst.

Yesus memiliki 8 dimensi Kecerdasan, sehingga untuk profesi apa pun, Yesus dapat menyatakan Diri-Nya kepada semua bidang pekerjaan manusia.

Bukan berarti kita tidak dapat mengenal semua sisi daripada-Nya, tetap dapat, tetapi Tuhan akan sering memperlengkapi kita sesuai dengan passion kita, saat Dia menyatakan diri-Nya kepada kita.

Dia adalah Si Serba Bisa yang dapat memberi kemampuan apa saja yang kita butuhkan.

Lihat saja Besaleel dan Aholiab, diberi kemampuan yang banyak sekali.

Membuat berbagai Rancangan:

Dari emas,

Perak

Tembaga

Mengasah batu permata supaya ditatah

Mengukir kayu

Membuat:

Kemah pertemuan

Tabut untuk hukum

Tutup pendamaian

Meja

Kandil emas

Mezbah pembakaran ukupan

Mezbah Korban bakaran

Bejana Pembasuhan

Pakaian jabatan – untuk imam Harun

Pakaian jabatan imam untuk anak-anak Harun

Minyak urapan dan ukupan dari wangi-wangian

pekerjaan seorang yang membuat tenunan yang berwarna-warna:

kain ungu tua

kain ungu muda

kain kirmizi

kain lenan halus

yakni pekerjaan seorang tukang tenun,

Bekerja dalam segalam macam pekerjaan yang dirancang itu

Dalam hati setiap orang ahli telah diberikan Tuhan keahlian

Memenuhi mereka dengan Roh Allah

Memenuhi mereka dengan keahlian, pengertian, pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan

Menanam dalam hatinya kepandaian untuk mengajar

Memenuhi mereka dengan keahlian untuk membuat segala macam

  • pekerjaan seorang tukang,
  • pekerjaan seorang ahli

Pelaksana  segala macam pekerjaan, dan perancang segala sesuatu

Kesimpulan : Perjumpaan kita setiap hari dengan TUHAN akan membuat kita cerdas, dan akan membuat kita semakin dipertajam pada bidang kita masing-masing.

 

  1. Perjumpaan Yosua dengan Panglima Balatentara Tuhan itu bukanlah sebuah perjumpaan dimana Panglima Balatentara Tuhan itu sengaja menemui Yosua. Tetapi Panglima Balatentara Tuhan itu sudah memang sehari-hari menjaga bangsa Israel, tetapi baru kali itulah Tuhan mengijinkan Yosua untuk MELIHAT bahwa ada Panglima Balatentara Tuhan yang menjaga mereka/bangsa itu/Yosua.

Bisa diperhatikan pada ayat 13…dilihatnya seorang laki-laki berdiri di depannya dengan pedang terhunus di tangannya.

Bedakan dengan perjumpaan lainnya dalam Alkitab:

  • Keluaran 3:2 Lalu Malaikat Tuhan menampakkan diri kepadanya. ( Musa)
  • Hak 6:11 Kemudian datanglah Malaikat TUHAN dan duduk di bawah pohon terbantin….(Gideon)
  • Hak 13:3 Dan Malaikat TUHAN menampakkan diri kepada perempuan itu….(Isteri Manoah)

Jadi pada saat itu yang terjadi adalah Tuhan membuat Yosua melihat Panglima Balatentara Tuhan itu, yang sebenarnya selama ini sudah menjaga bangsa Israel.

Mengapa selama ini Yosua tidak melihatNya dan baru sekarang?

Karena :

  1. Tuhan membuka mata Yosua seperti pada peristiwa bujang Elisa. II Raj 6: 15-18.
  2. Karena sekaranglah saat yang tepat untuk Yosua benar-benar melihat ada Panglima Balatentara Tuhan yang selama ini sudah menyertai mereka, pada saat pengutusan dua pengintai dari Sitim, pada saat menyeberang sungai Yordan, pada saat penyunatan di Gilgal, pada saat Paskah di Gilgal. Mengapa ini perlu? Karena sesaat lagi mereka akan mulai beraksi dengan KOTA YERIKHO, kota tertama, kota berkubu, kota terkuat, kota yang harus ditaklukkan.

Kesimpulan:

Minyak kita perlukan untuk melumas mata kita, agar kita dapat melihat. Wahyu 3:18. Jika mata rohani kita sudah dilumas, maka Tuhan akan menolong kita dapat melihat apa yang Tuhan kerjakan pada kita.

Minyak berbicara mengenai urapan Tuhan. Mari bermandikan urapan Tuhan, agar kita dapat melihat bahwa sebenarnya Tuhan menjumpai kita setiap hari, tinggal bagaimana kita, apakah kita itu melihat kehadiran-Nya setiap hari atau tidak.

Jika kita bermandikan urapan Tuhan setiap hari, maka kita akan melihat Tuhan setiap hari. Itulah yang membuat kita mampu berperang setiap hari melawan musuh-musuh kita.

  1. Apa hasil dari perjumpaan itu? SEBUAH PERCEPATAN !

Ada beberapa peperangan dimana Yosua tidak dilibatkan sama sekali oleh Musa sebagai pemimpinnya.

Memang peperangan pertama, melawan Amalek, dipimpin oleh YOSUA . Itu baru 3 bulan setelah mereka keluar dari Mesir.

Yosua menunjukkan kapasitasnya dalam memimpin perang, karena dia melakukan tepat seperti yang diperintahkan Musa, sehingga Tuhan menolong bangsa Israel, dengan panji-panji-Nya Bangsa Israel menang dibawah kepemimpinan si anak muda, Yosua.

Tetapi ada beberapa peperangan yang terjadi setelah Musa tahu bahwa Yosua akan menggantikan dia menjadi pemimpin bangsa Israel, memasuki tanah Kanaan.  Musa tahu sudah di tahun ke 3 sejak mereka keluar dari Mesir, dan sepanjang 37 tahun itu terjadi beberapa peperangan di era kepemimpinan Musa, tetapi tidak satu pun dari peperangan itu yang mana Yosua diberi kesempatan untuk terlibat di dalamnya:

  • Peperangan ini dipimpin oleh orang Israel sendiri, karena mereka NEKAD. Peperangan ini bukan dalam kehendak Tuhan, tetapi Yosua walaupun seseorang yang terobsesi dengan peperangan, dia tidak ikut-ikutan dalam peperangan ini. Bilangan 14:45. Peperangan ini tidak kita hitung.
  • Peperangan melawan Raja Negeri Arad kemungkinan besar dipimpin langsung oleh Musa. Bilangan 21:1
  • Peperangan melawan Sihon dan Og dipimpin langsung oleh Musa, Bilangan 21:23
  • Setelah perhitungan laskar Israel yang kedua, terjadi pembalasan terhadap orang Midian, peperangan dipimpin oleh Pinehas anak dari Imam Eleazar. Bilangan 31.

Sepertinya Yosua terlambat/terhambat 3 step/3 langkah, namun setelah lama Yosua tidak masuk dalam kancah peperangan. Bisa dikatakan 41 tahun telah berselang ( Peperangan melawan Amalek , 3 bulan setelah keluar dari Mesir, Yerikho ditaklukkan di tahun ke 41), Tuhan membuat Yosua mengalami PERCEPATAN, setelah Yosua diijinkan melihat Panglima Balatentara Tuhan itu. Nggak tanggung-tanggung, peperangan pertama langsung harus mengalahkan YERIKHO, kota dengan tembok berkubu, kota pertama, kota terbesar, dan agenda pertama. Dan hasilnya MENANG

Bukti dari percepatan itu adalah: Panglima Balatentara Tuhan itu membawa pedang yang terhunus di tangannya. Mata pedang memang adalah senjata yang mana Yosua sampai mahir memakainya, dan ini adalah senjata awal sekali saat Yosua berperang.

Dalam semua ayat ini, Yosua selalu disebut-sebut menggunakan senjata mata pedang

  1. Yosua 6:21,
  2. Yosua 8:24,
  3. Yosua 10:28,
  4. Yosua 10:30,
  5. Yosua 10:32,
  6. Yosua 10:35,
  7. Yosua 10:37,
  8. Yosua 10:39,
  9. Yosua 11:10,
  10. Yosua 11:11,
  11. Yosua 11:12,
  12. Yosua 11:14,
  13. Yosua 19:47.

 

Seperti bagaimana Daud berperang langsung pertamanya mengalahkan seorang raksasa bernama GOLIAT, walaupun dia tidak ikut berperang sejak awal seperti kakak-kakaknya ataupun seperti Yonatan.

Perjumpaan dengan Tuhan akan membuat kita mengalami PERCEPATAN.

Saat sepertinya ada yang menghambat hidup kita, jangan memandang sebagai hambatan. Tetap intim dengan Tuhan , ketika kita ada dalam tabung anak panah daripada TUHAN

Pada saatnya Tuhan akan membuat percepatan dalam hidup kita, itulah saat ketika kita sebagai anak panah yang dilesatkan, asalkan kita setiap hari mengalami :

  • Masuk dalam kancah peperangan rohani ( point 1 tadi)
  • Mengalami perjumpaan dengan Pribadi yang memperlengkapi bidang passion kita ( point 2 tadi)
  • Bermandikan urapan Tuhan setiap hari, agar kita melihat perkara supranatural bersama dengan Tuhan. ( point 3 tadi)

 

  • Apa keunikan dari pertemuan Yosua dengan Panglima Balatentara Tuhan ini?

Setelah Yosua tahu bahwa yang dilihatnya adalah bukan Kawan atau Lawan, tetapi Dia adalah PEMIMPIN PERANG, Dia adalah Panglima Balatentara Tuhan, setelah Yosua sadar Siapa yang dihadapinya, ada hal aneh di sini………..

Panglima Balatentara Tuhan itu mengatakan suatu kalimat yang aneh:

SEKARANG AKU DATANG.

Mengesankan seolah-olah kehadiran Panglima Balatentara Tuhan yang dilihatnya ini sudah lama ditunggu-tunggu oleh Yosua.

Apa sih yang sebenarnya di tunggu-tunggu oleh Yosua ??

Sebuah pengalaman ilahi yang ditunggu-tunggu oleh Yosua , yang merupakan pengalaman ilahi yang didambakan oleh Yosua sebagai seorang abdi Musa yang terobsesi dengan bagaimana Tuhan pertama kali memanggil Musa.

Sebagai seorang abdi Musa, Yosua tentu tahu kisah pertama kali Tuhan menampakkan diri pada Musa dalam bentuk semak belukar yang menyala, dan bagaimana Tuhan memerintahkan Musa menanggalkan kasutnya.

Diam-diam Yosua mendambakan hal ini terjadi dalam hidupnya. Karena dalam seluruh Alkitab, peristiwa bagaimana Tuhan menjumpai manusia dan memerintahkan untuk menanggalkan kasut , karena tempat itu kudus, hanya pada dua peristiwa ini saja, yaitu pada MUSA dan pada YOSUA. Tidak terjadi pada pemimpin/nabi/hakim/raja lainnya/ siapa pun selain mereka berdua.

Setelah Musa mati, Yosua banyak mendengar Tuhan berbicara padanya, yang dapat kita baca di Yosua pasal 1.

Mungkin saja Yosua menanti-nanti….kapan ya peristiwa ilahi itu terjadi dalam hidupku…??? Apa Tuhan tidak tahu kerinduanku ya…??? Waktu mengirim 2 pengintai dari Sitim, mengapa tidak terjadi apa-apa?? Sebelum menyeberang sungai Yordan, mengapa tidak terjadi apa –apa?? Waktu penyunatan mengapa tidak terjadi apa-apa?? Waktu merayakan paskah…mengapa tidak terjadi apa-apa…???

Ternyata TUHAN TAHU BAHWA YOSUA MENANTI-NANTIKAN saat pertemuan ilahi itu terjadi.  Buktinya Panglima Balatentara Tuhan itu pun berkata ‘SEKARANG AKU DATANG’

Nah….sekarang aku datang, terbukti kan aku datang….Tuhan tahu kan…????

 

APAKAH YANG AKAN DIKATAKAN TUANKU KEPADA HAMBANYA INI?

Oleh karena itu Yosua pun langsung sujud dengan mukanya ke tanah, menyembah dan berkata kepadanya : Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini?

Yosua masih butuh diyakinkan, apakah pertemuan ini adalah jawaban doanya selama ini pada TUHAN? Mengapa tidak sama persis peristiwanya….mengapa tidak ada semak belukar yang menyala seperti yang dialami tuanku Musa??

Mengapa Tuhan datang sebagai Panglima Balatentara Tuhan…???

Oleh karena itu Yosua mengajukan suatu pertanyaan seperti itu. Dia mengharapkan kalau-kalau ada peristiwa yang mirip dengan yang dialami Tuanku Musa.

 

TANGGALKAN KASUTMU…

Seolah-olah ada tanda yang diminta oleh Yosua kepada Tuhan, yaitu dia ingin mengalami panggilan yang benar-benar nyata seperti yang dialami oleh Musa, panggilan dalam Visi dan Misi yang sama, dan ia ingin juga meminta tanda bahwa ada kalimat yang sama ‘tanggalkan kasutmu’, dan itu menjadi penanda bahwa itu benar-benar adalah utusan Tuhan.

Lalu apa jawab Panglima Balatentara Tuhan itu?
“Tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat engkau berdiri itu kudus.”

Waaauuuuuuuuuuuu. Yosua tergetar hatinya. Itu kalimat yang sama yang dikatakan Tuhan kepada Tuanku Musa.

Walaupun perjumpaan ilahi ini berbeda setting tempatnya, yaitu Musa di padang penggembalaan dan di semak belukar menyala, sedangkan Yosua di dekat Yerikho dan ada Sosok Panglima Balatentara Tuhan. Namun KALIMAT YANG DIPERINTAHKAN ADALAH SAMA, yaitu untuk MENANGGALKAN KASUT.

Di sini seperti ada peristiwa nostalgia…atau peristiwa kembar.

Peristiwa seperti ini pernah terjadi pada Musa, Musa juga diminta Tuhan melepaskan kasutnya (Keluaran 3:5) Itulah saat pertama Musa menerima Visi dan Misi dari Tuhan.

Pada peristiwa dengan Musa, terkait pelepasan kasut Musa itu, Tuhan berfirman:

Lalu Ia berfirman ;”Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.”  Lagi Ia berfirman: “Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.”…

Aku mengetahui penderitaan mereka. Sebab itu aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari engeri tiu ke suatu negeri ayng baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus…. Keluaran 35:5-8

Yosua pun BERBUAT DEMIKIAN, menanggalkan kasutnya.

Tuhan ingin Yosua menanggalkan kasut dari kakinya. Ini sebuah simbol melepaskan hak. ( Rut 4:8) Ini adalah sebuah simbol kerelaan hati (Efesus 6:15)

Untuk memimpin bangsa Israel, perlu menanggalkan Kasut/ baik Musa maupun Yosua.

Apakah menanggalkan kasut itu??

Menanggalkan kasut adalah menanggalkan Hak kita.

Dan Musa telah berkali-kali menanggalkan haknya: bahkan sampai-sampai Musa pun rela namanya dihapus dari kitab kehidupan, agar bangsa Israel  diampuni dosanya Keluaran 32:32

Dan Yosua pun juga menanggalkan haknya: haknya untuk menikah, haknya untuk memilih tanah paling duluan, haknya untuk menjadi rakyat biasa yang dipimpin masuk ke Kanaan, dll.

Dengan peristiwa penggenapan tanda itu, dan peristiwa pelepasan kasut itulah, Yosua mau melepaskan haknya kepada Tuhan, dia menyerahkan hidupnya pada Tuhan, mau meletakkan cita-cita pribadinya di dalam laci dan menguncinya rapat-rapat, serta menggantinya dengan cita-cita Tuhan atas bangsa Israel melalui persembahan hidupnya kepada Tuhan.

Penafsiran saya diteguhkan dengan adanya fakta bahwa frase “tanggalkanlah kasutmu” hanya ada di seluruh Alkitab, di dua bagian ini saja, yaitu peristiwa semak belukar yang menyala pada pemandangan Musa, dan bertemunya Yosua dengan Panglima Balatentara Tuhan ini saja. Tidak pernah terjadi pada tokoh-tokoh Alkitab lainnya.

Hak seperti apa yang Yosua lepaskan..??

Hak untuk jadi rakyat biasa, seperti dulu saat dia jadi abdi Musa, tidak perlu memikul tanggung jawab yang berat atas keberhasilan ataupun kegagalan bangsa itu merebut dan menduduki tanah Kanaan. Santaaaaaiiii !! Misalnya jika Tuhan memilih Pinehas, anak muda itu jadi pengganti Musa, bisa jadi masih lebih nyaman jadi abdi Pinehas saja.

Hak untuk memasuki tanah Kanaan dan mendapatkan tanah di sana , tanpa harus susah-susah memimpin segala. Bukankah tanpa memimpin pun dia memang sudah berhak memiliki tanah Kanaan itu?  Dia dan Kaleb bin Yefune kan..?? Mengapa tidak bertukar tempat saja, Kaleb bin Yefune yang memimpin, sedangkan dia enak-enak saja nanti menikmati hasil dari kemenangan atas tiap peperangan itu?

Hak itu dilepaskan. Yosua mau jadi pemain di gelanggang-Nya Tuhan, tidak mau jadi penonton saja.

Demikian juga Kaleb bin Yefune, dia juga ikut berperang, dia tidak ongkang-ongkang kaki saja. Namun siapa yang Tuhan pilih untuk memimpin, itu hak daripada Tuhan untuk dia melakukan pilihan dan panggilan-Nya dan persiapan-Nya atas alat di tangan-Nya , si Yosua itu ! Bukan Kaleb !

Dan Yosua benar-benar menunjukkan bahwa dia melepaskan haknya.

Dari semua orang Israel, tentunnya Kaleb bin Yefune adalah orang dari suku Yehuda, dan Yosua bin Nun adalah orang Efraim. Namun jangan salah, semua suku, termasuk suku Yehuda dan suku Efraim, mereka memiliki undian sendiri, untuk tanah yang diundikan menjadi bagian hak mereka sebagai SUKU. Namun hanya untuk dua orang pribadi ini saja, yaitu Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun, mereka boleh MEMILIH tanah yang mereka mau, sebagai milik PRIBADI/ KELUARGA.  (Yosua 14: 6-15 dan  Yosua 19:49-51)

Namun ada perbedaan antara Kaleb dan Yosua.

Kaleb memilih terlebih dahulu, sebelum  semua suku lain mendapatkan undian ( kecuali suku-suku yang memang sudah mendapatkan tanah di seberang sungai Yordan), sedangkan Yosua mendapatkan paling terakhir setelah semuanya mendapatkan undian. Ini bukan karena Kaleb serakah. Tetapi karena memang Kaleb berhak untuk itu. Yosua sebagai pengambil keputusan dalam dewan musyawarah pembagian tanah Kanaan, meluluskan permintaan Kaleb itu ( Yos 14:13)

Bisa kita daftarkan sbb:

  • Musa hanya mengumumkan batas-batas tanah milik bangsa Israel NANTINYA sesuai dengan Firman Tuhan ( Bilangan 34)
  • Musa mengumumkan siapa-siapa yang nanti berkak membagi tanah kanaan ( Bilangan 34)
  • Yosua dan rakyat Israel menduduki tanah Kanaan ( Yosua 13)
  • Pembagian tanah Kanaan (Yos 13-19)
    1. Suku Manasye mendapat tanah di seberang sungai Yordan, setelah membuktikan mereka mau ikut berperang menduduki Kanaan.
    2. Suku Ruben mendapat tanah di seberang sungai Yordan, setelah membuktikan mereka mau ikut berperang menduduki Kanaan.
    3. Suku Gad mendapatkan tanah di seberang sungai Yordan , setelah membuktikan mereka mau ikut berperang menduduki Kanaan.
      • Kaleb mendapat Hebron
    4. Kota-kota suku Yehuda
    5. Milik pusaka Efraim dan Manasye
    6. Milik pusaka suku Benyamin
    7. Milik pusaka suku Simeon
    8. Milik pusaka suku Zebulon
    9. Milik pusaka suku Isakhar
    10. Milik pusaka suku Asher
    11. Milik pusaka suku Naftali
    12. Milik pusaka suku Dan
      • Baru paling akhir Milik Pusaka Yosua

Mengapa harus seperti itu, harus paling belakangan, bahkan agak terkesan ‘dipaksa’ oleh Tuhan untuk Yosua mengambil tanah bagi dirinya sendiri (Yos 19:50)?

Karena bila tidak seperti itu, Yosua bisa saja dianggap memimpin peperangan dengan maksud lain, misalnya agar dialah yang mendapat bagaian paling banyak, memperkaya diri, menyalahgunakan kekuasaan dll.

Daripada seperti itu, lebih baik mengalah. Sudahlah, biar Kaleb dan semua suku dapat duluan, aku paling belakangan. Sikap seperti itu menghindarkan Yosua dari non integritas saat menjalankan kepemimpinannya dalam berperang merebut tanah.

Dalam pembahasan nanti juga anda akan saya ajak untuk menjajaki kemungkinan bahwa bisa jadi Yosua tidak menikah.

  • Apakah mungkin Yosua pada waktu mudanya, sejak dari Mesir, pernah bernazar tidak akan menikah sebelum melihat bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan itu?
  • Apakah mungkin di kemah pertemuan itu, Yosua pernah bernazar tidak akan menikah sebelum melihat bangsa Israel memasuki tanah perjanjian itu?
  • Apakah mungkin setelah benar-benar bangsa Israel memasuki tanah perjanjian itu, Yosua kini sungguh-sungguh melepaskan haknya untuk menikah sampai akhir hayat hidupnya dia berkomitmen untuk tidak menikah, demi menghantarkan bangsa ini tidak sekedar memasuki saja tanah Kanaan, tetapi juga menghantarkan bangsa ini sampai memiliki tanah perjanjian itu? Dan pelepasan hak yang ditandai dengan melepaskan kasut itu adalah salah satunya adalah pelepasan hak untuk menikah?

Kita tidak dapat menjawab semua pertanyaan ini secara gamblang dan pasti karena tidak ada ayat apa pun yang dapat menggiring ke arah itu. Mungkin nanti ketika kita berkesempatan mewawancarai Yosua bin Nun secara langsung di surga, akan terjawab sudah semua pertanyaan kita.

Namun saya percaya, bahwa ketika Yosua melepaskan kasutnya di hadapan Panglima Balatentara Tuhan itu, Yosua sedang ingin berkata bahwa dia siap memimpin perang, dia siap berkonsentrasi untuk  merebut dan menduduki Kanaan, bahwa dia siap melakukan apa pun yang Tuhan mau dalam hidupnya, dia rela, dia merelakan diri dan hati dan seluruh hidupnya.

 

APA KELANJUTANNYA??

Dan kisah ini berhenti sampai di sini.

Tidak ada perintah lanjutan..seperti ‘begini-begini nanti peperangannya…’ ‘begini begitu nanti menghadapi musuh..’  ‘begini begitu menghadapi bangsa Israel, dst. Tidak ada catatan apa pun.

Perhatikan bahwa pada ayat berikutnya yang jatuh pada Yosua pasal 6, dimulai dengan keterangan peristiwa lain:

Dalam pada itu Yerikho telah menutup pintu gerbangnya…dst. Walaupun ada Firman Tuhan pada Yosua pada pasal 6, namun saya yakin itu adalah peristiwa yang berbeda dengan perjumpaan Yosua dengan Panglima Balatentara Allah itu.

Dikatakan ‘dan Yosua berbuat demikian’. Hanya titik sampai si situ. Langsung ayat berikutnya berisi kisah Yerikho.

Sepertinya kisah perjumpaan Yosua dengan Panglima Balatentara Tuhan itu adalah kisah yang terpotong, kisah yang belum selesai.

Namun tidak. Saya menafsirkan memang peristiwanya hanya seperti itu. Itu sudah paket cerita yang sudah lengkap.

Hanya dengan bertemu dengan  Panglima Balatentara Tuhan, yang menyatakan ‘sekarang aku datang’ dan meminta Yosua untuk ‘melepaskan kasut’, hanya dengan seperti itulah Yosua sudah tahu, itulah tanda yang dia minta dan Tuhan menggenapi apa yang Yosua perlukan, sebuah tanda, sebuah peneguhan,sebuah panggilan yang sama kepada Musa, menjadi panggilan yang sama kepada dirinya. Musa diminta Tuhan membuat bangsa Israel KELUAR dari Mesir, dan kini Yosua mendapat tugas membawa obor estafet kepemimpinan untuk membawa bangsa Israel MASUK ke Kanaan.

Dikatakan ‘dan Yosua berbuat demikian’, seperti menjadi simbol  jawaban Yosua pada tanda yang selama ini dia minta di hadapan Tuhan:

“Iya, aku bersedia. Iya, aku sepakat, Iya, aku mau, Iya aku melakukan apa yang Tuhan mau, melepaskan hak-ku, aku mau punya hati yang rela.”

 

KESIMPULAN KE 5

Tuhan ingin kita memiliki kerelaan hati. Kerelaan untuk diajar, kerelaan untuk dibentuk , kerelaan untuk dilatih rendah hati, kerelaan untuk disalah mengerti, kerelaan untuk diperlakukan tidak adil, kerelaan untuk diproses, kerelaan untuk terkadang dihina, kerelaan untuk disakiti, kerelaan untuk terkadang seperti dijadikan tumbal/kambing hitam, kerelaan untuk ditertawakan, kerelaan untuk mengalah, kerelaan untuk tidak diperhitungkan, kerelaan untuk tidak difungsikan, dll

Lho untuk apa toh semuanya itu? Tuhan apa kurang kerjaan kog seolah-olah repot repot banget ‘menyiksa’ kita..??

Mengalah untuk meraih kemenangan yang sudah Tuhan sediakan.

Mengalah dengan cara membunuh ego kita, membunuh gengsi kita, membunuh kesombongan kita, membunuh kemalasan kita, membunuh mungkin saja cita-cita/ambisi pribadi kita (yang walaupun tidak jelek) tetapi yang ternyata tidak sama dengan cita-cita /ambisi Tuhan atas hidup kita.

Ayo lepaskan kasut kita. Lepaskan hak kita.

Kerena kita akan dibawa Tuhan seperti ini:

BACA YOSUA 21: 43-45

 

KESIMPULAN AKHIR:

Kemenangan yang gilang gemilang seperti yang dialami Yosua dan bangsa Israel Yos 21; 43-45, karena Tuhan mengaruniakan hal itu pada mereka.

Dapat kita raih dengan cara:

  • Mengalami kelahiran baru dalam karya salib Kristus,sehingga kita digiring masuk ke dalam kancah peperangan rohani.
  • Mengalami perjumpaan dengan TUHAN setiap hari
  • Mengalami pengurapan dari TUHAN setiap hari, agar mata kita selalu dapat melihat perkara ilahi dalam hidup kita.
  • Menemukan passion/hasrat kita di hadapan TUHAN dan mengalami bagaimana Pribadi-Nya memperlengkapi kita sesuai dengan passion/hasrat yang telah Tuhan tanam dalam diri kita sejak dalam kandungan ibu kita, SEHINGGA KITA MENGALAMI PERCEPATAN ILAHI
  • Menanggalkan kasut kita, merelakan hak kita, mengalah untuk menang, merelakan diri untuk berjalan telanjang kaki, merelakan hati untuk dibentuk oleh Tuhan. Sampai kemenangan yang gilang gemilang itu kita raih oleh kasih karunia Tuhan.

 

Power Point dapat anda unduh di sini:

PERJUMPAAN ILAHI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: