'manusia hidup bukan dari roti saja…'

YEFTA

Setelah panjang lebar kita membahas Yabes, kini kita beralih ke tokoh Yefta ( jadi ini seri membahas tokoh tokoh yang mengalami penolakan dalam hidup mereka)


Hakim-hakim 11:1 – 12:7

  1. Siapakah Yefta ini?
    Dia adalah seorang anak dari Gilead dan berasal dari daerah Gilead. Nama ibunya tidak dicatat dalam Alkitab. Ibunya adalah perempuan sundal dan perempuan lain. Perempuan lain belum tentu pekerjaannya sebagai perempuan sundal, dan perempuan sundal belum tentu jadi perempuan lain (perempuan simpanan/gundik/ tidak dinikahi secara sah) tetapi ibu daripada Yefta kedua-duanya, selain dia perempuan lain, dia juga perempuan sundal.

Yefta memiliki saudara-saudara tiri dari hasil pernikahan ayahnya, Gilead, dengan isterinya yang sah. Yefta dibesarkan dalam keluarga besar ini, di lingkungan ayahnya, di lingkungan saudara-saudara tirinya.

  1. Penolakan apa yang dialami Yefta?
    a. Dia adalah anak haram, karena bukan dilahirkan dari pernikahan yang sah. Bisa jadi sejak kecil dia sering diolok-olok “Dasar anak haram lu!”
    b. Ibu kandungnya adalah perempuan sundal. Bisa jadi sejak kecil dia sering dikecam “Dasar anak perempuan nakal!’
    c. Karena Yefta tinggal di keluarga biesar ayahnya, besar kemungkinan sejak kecil Yefta sering dikata-katai “Jangan ikut-ikutan ya ! Kamu itu bukan keluarga kita ..!!”
  2. Apa kira-kira yang dialami Yefta ketika dia ditolak?

Bukankah dia tidak dapat memilih dilahirkan oleh ibu dan rahim yang seperti apa, dilahirkan dalam masyarakat dengan status seperti apa, dibesarkan di lingkungan keluarga yang bagaimana, itu semua tidak dapat dipilih bukan??

Tetapi penolakan demi penolakan dapat saja memunculkan banyak kemungkinan dalam diri seseorang yang tertolak:
Minder, marah, merasa tertolak, mogok, memberontak terhadap Tuhan, memberontak terhadap orang tua, memberontak terhadap keadaan dan lingkungan, sengaja merusakkan hidupnya sendiri karena sudah tidak perduli terhadap diri sendiri, melakukan berbagai cara agar dia mendapatkan penerimaan, penghargaan, kasih sayang, perhatian, Lari dari kenyataan, dll

 

INGAT; ORANG TUA KITA TIDAK SEMPURNA, TIDAK ADA ORANG TUA YANG SEMPURNA DI DUNIA INI, AMPUNI KELEMAHAN DAN KESALAHAN MEREKA

(kibarkan bendera BIRU- biru adalah lambang Roh Kudus, biarkan Roh Kudus menolong kita untuk mengampuni kesalahan dan kelemahan orang tua kita)

 

Pada puncaknya setelah Yefta dewasa, dia diusir oleh saudara saudara tirinya, karena alasan harta warisan di mana dia dianggap tidak berhak untuk mendapatkannya.

Yang dilakukan Yefta adalah LARI dari kenyataan.

 

Terkadang  kita juga tidak ubahnya seperti Yefta yang lari dari kenyataan.

Tetapi lari bukanlah suatu jalan keluar terbaik, karena ketika Yefta lari dari kenyataan, dia tinggal jauh dari perlindungan dan pengawasan dan nasihat ayahnya.

 

 

Hal berikutnya yang dilakukan Yefta adalah; Menjadi pemimpin dari kawanan perampok.
Yefta mulai merusakkan hidupnya sendiri dengan cara menerjunkan diri pada area dosa dan bergaul dengan orang-orang yang sengaja hidup dalam dosa.
Sedangkan merampok adalah pekerjaan dari orang yang malas, tidak berbelas kasihan terhadap orang lain, menginginkan hasil dengan cara instan, bekerja sama dengan orang lain untuk tujuan yang jahat.

wauuuu jadi perampok?
Bukankah di ayat 1 dicatat bahwa Yefta adalah PAHLAWAN YANG GAGAH PERKASA. mengapa di ayat 3 sudah berubah status menjadi PERAMPOK?

Bagaimana mungkin..? Yups ! itulah yang dilakukan Yefta karena dia tertolak, dia sengaja merusakkan dirinya/ hidupnya.

Yups ! Itulah yang dilakukan Yefta karena dalam dirinya sebenarnya ada modal Gagah Perkasa, sehingga modal ini pun dapat diselewengkan untuk tujuan yang tidak baik.

Yups ! Karena Yefta memiliki bakat kepemimpinan, tetapi sayangnya dia salurkan untuk hal-hal yang jahat !

 

Terkadang kita juga seperti Yefta sengaja mencemplungkan diri ke area dosa dan pergaulan yang buruk, dimana hal itu membuat talenta kita tersalurkan dengan cara yang salah.

Contoh ; seorang yang punya paras cantik, bisa memilih ataukan jadi Model ataukan jadi pelacur. Punya badan gagah perkasa bisa memilih ataukan jadi tentara atau jadi pembunuh bayaran.

Yefta dalam sekejab memilih untuk mengubah statusnya dari seorang pahlawan menjadi seorang perampok..bahkan menjadi pemimpin kawanan perampok….Huuuuiiiiihhh !!

Berhati-hatilah terhadap bagaimana menyikapi penolakan yang pernah kita alami !!

Catatan : Yabes juga mengalami penolakan, tetapi dia menyikapinya dengan berbeda !

 

INGAT ! SAAT KAMU TERTOLAK MAKA IBLIS AKAN MENGAJAKMU LARI DENGAN CARA HIDUP DI DALAM DOSA

HATI-HATILAH DENGAN HAL INI.

KIBARKAN BENDERA HITAM

 

HAKIM-HAKIM PASAL 11

Pada saat bani Amon menyerang Israel, maka tua-tua Gilead menjemput Yefta dari tanah Tob.

Amon artinya ; kesukuan

Tanah Tob; artinya tanah yang baik ( good)

Yefta  sedang ada di tanah yang baik, tanah yang subur, tanah yang menghasilkan. Namun Yabes bukannya bekerja keras, hidupnya malahannya diisi dengan merampok hasil kerja orang lain. Sebenarnya di tanah yang subur dia bisa menanam, bisa mencari penghasilan dengan cara –cara yang halal

Datanglah bani Amon. Bani Amon dari segi arti katanya, menggambarkan orang-orang yang kesukuan, yang hidupnya diorientasikan pada sukunya sendiri, menganggap sukunya yang paling hebat, menganggap suku lain itu rendah, sangat eksklusif.

Ada spirit kesukuan yang sedang menyerang orang Israel. Ada serangan dari musuh yang namanya Amon ini.

Mereka, para tua –tua Gilead itu menjemput Yefta dari tanah Tob, dan mereka berkata kepada Yefta; “Mari, jadilah panglima kami dan biarlah kita berperang melawan bani Amon.”

Perhatikan , para tua-tua menawarkan suatu pekerjaan sebagai Panglima, tanpa memperhatikan status Yefta yang saat itu sebagai ketua gerombolan perampok ! Bukankah itu suatu tawaran pekerjaan yang keren? Panglima lho..!! Mantap kan??

Sama sekali tidak ada penolakan dari mereka kepada sesosok pribadi bernama Yefta ini, mereka tidak memperdulikan Yefta itu anak siapa, anak perempuan sundal atau tidak, anak haram dari perempuan lain ataukah yang lain-lain, tetapi tidak segan-segan mereka memakai kata KITA, itu artinya mereka menerima Yefta menjadi bagian dari mereka, untuk ada di kubu yang sama menghadapi serangan dari bani Amon. Mereka mengakui kapasitas Yefta sebagai seorang pahlawan yang gagah perkasa.

Tidak ada masalah toh? Semua oke, pengakuan ada, penerimaan ada, status sosial ada, mau cari apa lagi?

Tetapi jawaban Yefta adalah jawaban dari seorang yang PAHIT HATINYA,

TETAPI kata Yefta kepada para tua-tua Gilead itu: “Bukankah kamu sendiri membenci aku dan mengusir aku dari keluargaku? Mengapa kamu datang sekarang kepadaku, pada waktu kamu terdesak?”

Perhatikan di sini; penulis kitab Hakim-hakim benar-benar dengan jeli dan teliti menulis kata TETAPI.

Karena jawaban yang wajar seharusnya begini; “Waaauuu…oke banget, ayo kita berangkat !”

TE-TA-PI ternyata kalimat jawaban Yefta beda sekali. Kalimat-kalimat itu keluar dari pribadi yang PAHIT HATI/ SAKIT HATI/ TERLUKA/ HATI TERLUKA YANG BELUM SEMBUH.

Perhatikan kata MEMBENCI AKU, MENGUSIR AKU,

Padahal para tua-tua Gilead sama sekali mengesampingkan kata kamu dan aku, melainkan menggunakan kata KITA.

Sama sekali tidak ada kata BENCI, KUUSIR KAU DARI SINI, melainkan mereka menggunakan kata JADILAH PANGLIMA KAMI.

Itulah kekuatan dari sebuah kebencian/ dari rasa tertolak yang sangat dalam, sampai-sampai waktu digali, isi yang keluar semuanya PAHIT/ BUSUK/ TRAUMA

Orang yang sakit hati, tidak mau mengampuni orang-orang lain di sekitarnya, sulit mempercayai bahwa bisa jadi orang-orang di sekitarnya telah berubah, bisa jadi mereka telah bertobat, bisa jadi mereka telah menyesal, bisa jadi mereka telah menerima kita apa adanya, bisa jadi mereka telah berubah pandangan dalam melihat kita, dll

Mengapa bisa begitu? Karena perhatian mereka hanya tertuju pada LUKA HATINYANYA SENDIRI, dan luka itu dipelihara, disayang-sayang, dirawat, ditumbuhkan, dirasa-rasakan sakitnya, dinikmati sakitnya, sampai menjadi semacam sahabatnya.

Ketika orang lain menawarkan untuk berdamai, justru seakan-akan dia tidak rela luka itu sembuh, justru seakan-akan dia tidak sadar bahwa luka itu sudah waktunya untuk kering, tetapi justru dia memilih membuat luka itu tetap basah mengaga, dan perih serta begitu peka bila disentuh.

Berbeda dengan orang yang mau mengampuni, dia benci melihat luka itu basah, bahkan bernanah sampai akhirnya membusuk. Dia memilih mengambil obat yang perihnya minta ampun, agar dia segera bisa sembuh, dan mengurusi hal lain, bukan tervocus hanya pada luka itu terus. Hidup harus terus berlanjut, jadi luka itu harus cepat sembuh. Satu satunya cara hanya mengampuni. Mengampuni itu ibarat obat perih yang disiram ke luka itu. Memang menyakitkan untuk berkata:

Baiklah, tidak apa-apa

Baiklah, ini melatih aku rendah hati

Baiklah, dia tidak sengaja

Baiklah, aku membalas dengan kebaikan atas kejahatannya itu

Baiklah, semoga dia bertobat

Baiklah, aku ambil hikmah dari semua ini

Baiklah, aku mau memutuskan untuk mengampuni dia/ mereka.

Tetapi semua perkataan seperti itu pada diri sendiri, membuat sebuah kesembuhan, luka itu mengering, lalu hidup kita bisa melaju pada hal lain. Jika bekas luka itu tersentuh, tidak sakit lagi, karena sudah pulih.

INGAT ! JIKA HATIMU BERLOBANG SEPERTI DONAT, ADA LUKA YANG HARUS DISEMBUHKAN/ DITUTUP. MINTALAH TUHAN HATI YANG MAU DIPULIHKAN DENGAN KASIH

KIBARKAN KASIH YANG MAU MENGAMPUNI, DENGAN BENDERA WARNA MERAH MUDA/UNGU

 

Lalu, kita lihat kalimat selanjutnya yang akan kita bahas:

Mengapa kamu datang sekarang kepadaku, pada waktu kamu terdesak?”

 

Orang yang kepahitan, tidak akan menangkap kesempatan untuk berbuat baik, untuk berkarya, untuk berbuat sesuatu, karena hidupnya hanya tervocus pada luka yang dipeliharanya.

Seharusnya kan Yefta bersukacita, dia mendapat kesempatan untuk berkarya bagi bangsa dan negaranya, dia ditunjuk dan dipercaya, masa kelamnya sebagai ketua perampok diputihkan.

Mengapa bisa begitu respon Yefta? Karena orang yang kepahitan seperti memasang tembok area yang tidak boleh disentuh orang lain, tidak boleh dimasuki orang lain, termasuk di antaranya semua talentanya tidak akan dicurahkan di luar tembok itu.

Orang-orang yang telah menyakitinya tidak boleh masuk menyeberangi tembok itu mendekatinya.

Dengan demikian orang-orang yang kepahitan, talentanya akan terpendam, pada area-area tertentu di mana tembok itu terpampang nyata.

INGAT ! JANGAN BIARKAN POTENSIMU DIBUNUH, DICURI DAN DIBINASAKAN OLEH IBLIS HANYA GARA-GARA ADA LOBANG  DONAT DI DALAM HATIMU, KAMU HARUS HANCURKAN TEMBOK KEBENCIAN DAN PEMBERONTAKAN AGAR TALENTAMU DAPAT TERUS BERTUMBUH DAN DIKEMBANGKAN

KIBARKAN WARNA HIJAU LAMBANG PERTUMBUHAN

 

Seru sekali pembacaan Alkitab bila kita berlanjut ke ayat berikutnya

Kemudian berkatalah para tua-tua Gilead kepada Yefta: “Memang, kami datang kembali sekarang kepadamu, ikutilah kami dan berperanglah melawan bani Amon, maka engkau akan menjadi kepala atas kami, atas seluruh penduduk Gilead.”

Perhatikan kata MEMANG. Kata ini menunjukkan bahwa para tua-tua Gilead itu mau mengakui semua yang dikatakan Yefta bahwa mereka sekarang datang hanya karena BUTUH dirinya, bahwa mereka dulu pernah jahat kepadanya.

Perhatikan bahwa janji bahwa orang-orang Gilead ini yang mana mereka akan menjadikannya kepala penduduk Gilead/ sebuah penerimaan/ sebuah pengakuan/ sebuah status yang lebih permanen setelah peperangan usai, rupanya cukup JITU untuk membujuk Yefta mau menerima tawaran mereka.

Orang yang tertolak akan melakukan apa saja untuk supaya dia bisa diterima oleh lingkungannya, misalnya dia akan mentraktir secara gila-gilaan walaupun tidak sedang ulang tahun, demi agar diterima oleh lingkungannya/ teman-temannya, terkadang pun dari uang hasil curian, nggak masalah, yang penting caranya yang dianggapnya bisa berhasil nantinya untuk menarik penerimaan dari orang-orang sekitarnya , entah halal atau tidak ditabrak aja.

Misalnya dia akan ikut-ikutan merokok, demi agar teman-teman yang mengajaknya merokok itu menanggapnya teman, menerima dia , tidak menolak dia.

Memang yang dilakukan Yefta ini positif, maju berperang, memimpin peperangan, tetapi sayangnya, dia melakukan itu bukan untuk sebuah kemenangan dari serangan musuh, tetapi hanya supaya dia bisa diterima oleh lingkungannya.

Itulah sebabnya Yefta menjadi pemimpin gerombolan perampok, karena di kawanan perampoklah dia merasa diterima. Walaupun tindakan merampok itu tidak dapat dibenarkan, demi sebuah penerimaan oleh orang-orang di sekitarnya, dia pun mau menabrak semua norma demi sebuah kebutuhan jiwa untuk DITERIMA oleh orang-orang disekitarnya.

Seorang anak gadis yang tertolak, dan tidak dipulihkan akan menjadi orang yang mudah menyerahkan tubuhnya kepada seorang pria demi untuk sebuah penerimaan.

Seorang anak laki-laki lajang juga sedemikian mudah jatuh dalam free sex / hubungan sex di luar nikah, hanya demi untuk dirinya merasa nyaman dengan seorang perempuan yang menerima dia.

Hati-hati dengan rasa tertolak, ini harus dibereskan, karena ini seperti donat yang berlubang tengah.

INGAT ! TUHAN YESUS BEGITU MENGASIHIMU. WALAUPUN MUNGKIN ORANG TUAMU , KELUARGAMU, TEMAN-TEMANMU MENOLAKMU, INGATLAH BAHWA TUHAN YESUS BEGITU MENGASIHIMU DIA MAU MATI DI ATAS KAYU SALIB UNTUK MENERIMAMU APA ADANYA, MENGAMPUNI DOSA-DOSAMU DAN MAU MENYELAMATKAN HIDUPMU, MENJADIKANMU SAHABAT NYA

KIBARKAN WARNA MERAH / LAMBANG DARAH YESUS

 

OLEH KARENA ITU, KITA TIDAK PERLU HARUS MELAKUKAN APA SAJA , TERMASUK HIDUP DALAM DOSA, DEMI AGAR DITERIMA OLEH MEREKA SEMUA.  YANG PENTING DALAM HIDUP KITA ADA SATU PRIBADI YANG TIDAK PERNAH MENOLAK KITA,BAHKAN DIA SUDAH MATI BAGI KITA SELAGI KITA MASIH BERDOSA. DIA ADALAH YESUS

JANGAN KIBARKAN BENDERA HITAM LAGI, KINI SAATNYA BERKATA- YESUS , AKU INGIN HIDUP KUDUS. WALAUPUN UNTUK HIDUP KUDUS, KITA KADANG HARUS DIEJEK TEMAN, DIOLOK TEMAN, DIKATAKAN SOK SUCI, SOK BAIK, DIPANGGIL DENGAN EJEKAN PAK PENDETA, IBU PENDETA, DLL

AYO KIBARKAN BENDERA PUTIH, KATAKAN AKU ADALAH GENERASI YANG KUDUS.

 

KINI KIBARKAN BENDERA MERAH DAN PUTIH, KATAKAN AKU ANAK INDONESIA , MAU HIDUP KUDUS KARENA DARAH YESUS SUDAH MEMBELI AKU DENGAN LUNAS, AKU MILIK KRISTUS

 

Kata Yefta kepada para tua-tua Gilead.”Jadi, JIKA KAMU membawa aku kembali  untuk berperang melawan bani Amon, dan TUHAN menyerahkan mereka kepadaku, maka akulah yang akan menjadi kepala atas kamu?”

Kehidupan orang yang tertolak, akan menjadikan seseorang yang tertolak itu menjadi pribadi yang hidupnya tidak memiliki ketulusan. Semuanya diukur dengan JIKA begini, JIKA begitu, APABILA begini, APABILA begitu..apa untungnya nanti untuk diriku.

Hidup yang penuh dengan syarat-syarat, kerena ada tembok yang dijaga ketat, Yefta takut kalau nanti sampai dia ‘ditendang’ lagi, kalau habis manis sepah dibuang. Diusir lagi, Ditolak lagi, dst.

Jadi orang-orang tertolak akan menetapkan banyak syarat, harus begini, harus begitu, jika ini dan jika itu, karena mereka tidak siap/ trauma terhadap luka masa lalu, yang masih disimpan, karena belum sembuh.

Mereka bukan orang yang maju berperang apa pun resikonya, kalau seandainya ditolak lagi, ya tidak mengapa, yang penting bisa ikut membantu apa yang bisa dilakukan.

Itulah Yefta. Pribadi tertolak.

INGATLAH BAHWA TUHAN YESUS TIDAK PERNAH MENOLAKMU

DIA MENGASIHIMU DENGAN TULUS

KIBARKAN BENDERA WARNA MERAH MUDA

 

Namun , untunglah Yefta seorang yang masih punya hubungan pribadi dengan Tuhan, walaupun dia sempat hidupnya amburadul karena dia membuat hidupnya sendiri  hancur-hancuran dengan menjadi perampok.

Dikatakan ; Tetapi Yefta membawa seluruh perkaranya itu ke hadapan TUHAN, di Mizpa yang artinya MENARA.  Dan rumah Yefta memang berada di MIZPA, ( Hak 11; 34) Jadi sebelum berperang, Yefta meninggalkan tanah TOB/ tanah yang baik- di tempat dimana dia merampok, dia pergi menuju rumahnya , di MIZPA/ Menara, pertama kali sampai di MIZPA, Yefta membawa perkaranya kepada Tuhan.

Jadi ketika dia harus kembali di tempat di mana dia ditolak, tempat di mana dia diusir, tempat yang sangat menyakitkan, dia harus hadapi tempat traumatik itu, dengan datang ke TUHAN sebagai MENARA KEKUATAN, Tuhan sebagai tempat curhat. Biarkanlah Tuhan menyembuhkan.

Perkara, mengandung arti juga RIWAYAT hidupnya. Jadi itu yang harus dilakukan oleh para orang-orang tertolak untuk datang ke Tuhan sebagai Menara yang kuat, bawa perkara kita ke hadapan Tuhan. Curhat kepada Tuhan, ijinkan Tuhan menutup lubang donat itu.

INGAT ! DATANGLAH KEPADA MENARA KEKUATAN  ITU

MENARA YANG MEMBERI KEMENANGAN/ KESEMBUHAN DARI TRAUMA / KESEMBUHAN DARI RASA TERTOLAK, ADA KEMULIAAN TUHAN YANG DINYATAKAN

TUHAN AKAN MENUTUP LUBANG DONAT ITU. KARENA KAMU BUKAN DONAT

KIBARKAN WARNA KUNING TANDA KEMULIAAN TUHAN, MENARA KEKUATAN YANG DARI TUHAN

 

Setelah datang ke Tuhan yang adalah Menara kekuatan, lalu dia membawa segala perkaranya, ini yang dilakukan Yefta setelah ada perjumpaan dengan Tuhan itu;

  • Bernegosiasi dengan Orang Amon
  • Kemudian dikatakan oleh Firman Tuhan, Yefta dihinggapi oleh ROH TUHAN ( Hak 11: 29)
  • Ketika negoisasi tidak berhasil maka Yefta mengadakan long march
  • Dalam long march itulah Yefta mengucapkan nazar kepada Tuhan, sebuah nazar YANG TIDAK PERLU
  • Akhirnya peperangan itu menghasilkan kemenangan, karena TUHAN MENYERAHKAN MEREKA KE DALAM TANGANNYA

Tuhan memberi kemenangan, walaupun tanpa nazar dari Yefta sekalipun.

Nazar ini seperti untuk menyogok Tuhan. Padahal , tanpa di sogok pun Tuhan sanggup kog memberi kemenangan sesuai dengan kehendak-Nya. Tuhan tidak perlu disogok dengan apa pun. Apa yang Dia kehendaki akan Dia kerjakan.

Tuhan akan pakai Yefta

Tuhan sudah memberi pada diri Yefta seorang pribadi pahlawan yang gagah perkasa

Tuhan tidak pernah melihat Yefta si anak perempuan sundal, Yefta si anak haram, Yefta si anak yang tidak berguna

Tetapi Tuhan selalu memandang Yefta sebagai seorang pahlawan, Tuhan mau pakai hidupnya.

Jadi , sebenarnya Yefta tidak perlu bernasar seperti ini:

“Jika Engkau sungguh-sungguh menyerahkan bani Amon itu ke dalam tanganku, maka apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku, pada waktu aku kembali dengan selamat dari bani Amon, itu akan menjadi kepunyaan TUHAN,dan aku akan mempersembahkannya sebagai korban bakaran.”

Sebuah nazar yang tidak perlu.

Tuhan memperlengkapi kemenangan kepada Yefta, dan Tuhan tidak meminta imbalan apa pun juga.

Orang yang tertolak akan menyogok Tuhan, dan tidak percaya bahwa Tuhan itu tulus kepadanya, benar-benar mengasihi dia, tanpa pamrih.

Orang yang tertolak dan belum pulih, akan curiga bahwa Tuhan itu punya pamrih, dan tidak percaya pada apa yang namanya KASIH AGAPE/ Kasih Walaupun.

Yang mereka kenal hanya KASIH KARENA

Akhirnya anak perempuan Yefta pun menjadi korban bakaran sesuai nazar ayahnya.

Orang yang tertolak, tidak memerlukan KORBAN BAKARAN apa pun, selain hatinya diserahkan pada Tuhan, dan mempersilahkan Tuhan menutup lubang donat yang ada di dalam hatinya, di dalam hidupnya.

 

INGAT ! TUHAN TIDAK MENUNTUT APA –APA DARI HIDUP KITA, KARENA DIA MENGASIHI KITA, YANG TUHAN INGINKAN ADALAH HATI YANG MAU DIBENTUK, TUHAN TIDAK MENGINGINKAN HARTA KITA, RUMAH KITA, TALENTA KITA, WAKTU KITA ATAU APA SAJA, TETAPI TUHAN SANGAT MENGINGINI HATI KITA, HATI YANG KITA SERAHKAN PADA TANGAN TUHAN

MARI KIBARKAN WARNA BIRU- KARENA ROH KUDUS YANG AKAN MENOLONG KITA TERUS MEMILIKI HATI YANG MENGASIHI TUHAN, HATI YANG MAU DIBENTUK, HATI YANG MAU MEMBUKA DIRI BAGI KASIH TUHAN DAN PENERIMAAN DARI TUHAN.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: