'manusia hidup bukan dari roti saja…'

SPECIAL CALLING

SPECIAL CALLING

 

SPECIAL   CALLING

ditulis oleh Grace Sumilat, atas anugrah Tuhan untuk disampaikan di Facewhap WA YJCA, 17 Pebruari 2016.

SPECIAL CALLING

 

MAZMUR 139:16

Setiap orang sebenarnya memiliki panggilan di dalam hidupnya. Dan itu sudah ditetapkan Tuhan , sejak dalam kandungan ibu.

Panggilan itu ada secara tertulis dalam Kitab-Nya Tuhan, mari kita baca pada

Mazmur 139:16

Mata-Mu melihat selagi aku bakal anak,

dan dalam kitab-Mu

semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk,

sebelum ada satu pun dari padanya.

 

Melihat; ra’ah = melihat, memeriksa, memahami, mempertimbangkan, merasakan, memiliki VISI, mengamati, menonton, memandang, menatap.

Bakal anak : golem = embryo, fetus

Kitab-Mu ; cepher =  buku, surat resmi, dokumen, perintah tertulis, instruksi, permintaan, surat perintah, kitab nubuat, buku catatan Allah.

Tertulis; kathab = tertulis, tercatat, menandatangani, ditulis-Nya, dikeluarkan surat.

Hari-hari; yowm =

waktu , ( dimensi waktu)

dahulu, dahulu kala, ( masa lalu)

giliran, genapnya, sejak, sekarang, selang beberapa waktu, berselang, tatkala, seterusnya, senantiasa dengan setia, seketika, segera, sebentar lagi, kini, lamanya, lama, , ketika, beberapa waktu lamanya, waktu berselang, waktu kemudian, saatmu, setiap kali, selang beberapa waktu terus-menerus, lama sekali, ketika sudah selesai, sampai sekarang, baru-baru ini, tatkala, seketika, segera, baru-baru ini, terus menerus, sebentar lagi,   (semua dimensi waktu)

keadaan, ( semua keadaan di segala waktu)

hari, pada hari itu juga, hari-hari, lusa, setiap hari, tiap-tiap hari, selalu, senantiasa, berhari-hari lamanya, dua hari, sehari suntuk, lusa, hari ini, sehari-harian, berhari-hari lamanya, seharipun, pada hari itu juga, lusanya, tengah hari,

 ( semua tentang satuan HARI)

siang, senja, masa, musim, matahari, ( masa-masa berdasarkan peredaran matahari)

tugas sehari,  ( tugas dengan satuan harian)

tanggal,

tahun ke tahun, tahun-tahun, tiap-tiap tahun,setiap tahun, ( perhitungan tahun)

seumur hidup, selama hidup, hidup lebih lama, ( tentang hidup, bahkan ada tentang tambahan umur)

selama-lamanya ( bicara tentang dimensi kekekalan)

pernahkah dalam hidupmu, ( kejutan/ surprise)

zaman, ( pilihan zaman di mana kita hidup)

penuh, rendah, ( ini bicara mengenai KADAR)- 1 Kor 10:13

perayaan ( sesuatu keberhasilan / keadaan yang perlu dirayakan/ada sukacita, perhatikan di sini kata YOWM ini tidak sedikitpun mengandung arti DUKACITA/PERKABUNGAN- melainkan PERAYAAN)

umur, usianya, lanjut usianya, umur panjang,hari ajalnya,

muda , lebih tua, (urutan kelahiran dalam keluarga)

zaman pemerintahannya, ( untuk para pemimpin pun ada masa dia memerintah di zaman apa)

sejarah, hidupnya, kitab sejarah,

hari pengadilan-Nya.

yang akan dibentuk; yatsar =

tukang  periuk, tembikar tukang periuk, belanga, penuang logam,

merancangnya,

merencanakannya,

menyiapkan,

membentuk, dibentuk-Nya, dibuat, ditempa, menempa, menjadikan , membuatnya

menciptakan, mewujudkannya,
Kesimpulan ;

 

Jadi selagi kita masih berupa embrio, Tuhan itu sudah melihat kita, memiliki Visi-Nya atas hidup kita, dan semua Visinya itu ditulis dalam dokumen resmi-Nya, dalam buku catatan-Nya, dan dalam catatan/buku-Nya Tuhan itu tertulis semua hari-hari/keadaan- yang telah DIRENCANAKAN DAN DIRANCANGKAN OLEH-NYA atas hidup kita. Tuhan sudah mempersiapkan suatu rencana bagaimana caranya Dia sebagai tembikar tukang perikuk, atau seperti penuang logam, membentuk kita untuk bisa sampai pada mencapai VISI-NYA atas hidup kita yang mana VISI itu sudah ditulis sejak kita masih sebagai JANIN dalam kandungan mama. Namun saat Dia membentuk kita, nggak sembarangan, melainkan ada kadarnya, apakah rendah atau penuh,Tuhan memakai ukuran yang berbeda pada tiap orang,  karena Dia tahu kekuatan kita I Kor 10:13.

Jika Visi Tuhan itu tercapai, maka akan ada PERAYAAN, ( jadi Tuhan tidak pernah merancangkan VISI yang jelek sampai kalau itu tercapai maka akan terjadi kedukaan…..it’s never..!!)

 

SIAPA PENULIS HIDUP KITA?

Pertanyaannya: untuk milyardan orang di seluruh muka bumi, apakah Tuhan memakai asisten untuk menulis buku-buku ini semua…untuk semua orang yang Dia ciptakan…?? Semisal malaikat begitu?

Jawabannya adalah TIDAK !

Melainkan, untuk setiap manusia, yaitu setiap kita, Tuhan sendiri yang menulis buku-buku ini, karena kata TERTULIS yang dipakai di Mazmur 139: 16 di sini memakai kata KATHAB , yaitu kata yang sama yang dipakai di ayat ini:

Keluaran 31;18 dan Tuhan memberikan kepada Musa, setelah Ia selesai berbicara dengan dia di gunung Sinai, kedua loh hukum Allah, loh batu, yang ditulisi oleh jari Allah.

Tuhan tidak menggunakan laptop, atau mesin ketik, ataupun tablet, ballpoint, pensil atau sepidol, melainkan Dia menulis menggunakan Handwriting atau lebih tepatnya fingers writing/ tulisan jari tangan.

 

APAKAH KITA INI SEPERTI ROBOT ATAU BONEKA?

Jadi apakah ini semacam takdir/nasib ..? Artinya semua hal yang terjadi dalam hidup kita sudah ditentukan, jadi kita hidup seperti robot, pasrah, toh semuanya sudah ditakdirkan oleh Yang Maha Kuasa..?

 

BUKAN !!

Perhatikan dalam Mazmur 139:16 tadi menggunakan kata HARI-HARI YANG AKAN DIBENTUK.

Semua itu adalah  melalui yang namanya PROSES PEMBENTUKAN dari Tuhan kepada kita.

Tergantung, kita mau dibentuk atau tidak oleh Sang Tukang Periuk Agung.

Kalau kita mau dibentuk, maka kita akan mencapai God’s Vision/ Visi Tuhan dalam hidup kita.

Karena kita bukan robot, kita bukan boneka, Tuhan memberikan kita fee will/ kehendak bebas.

Contoh;

Ada seorang ayah yang melihat potensi anaknya yang pandai melukis, kelak bisa mengembangkan keahliannya di bidang design. Sang ayah merancangkan anak ini belajar lukis, sampai ke negeri China. Ditabungkan uang untuk sekolah di luar negeri. Sejak ia masih TK sudah ditabungkan dana pendidikannya kelak. Namun sayang sekali, anak ini waktu SMA terlibat pergaulan bebas dan mengalami hamil di luar nikah. Akhirnya anak ini batal sekolah lukis di China, padahal ayahnya sudah merancangkan hal tersebut jauh hari sebelumnya.

Jadi tidaknya anak ini mencapai cita-cita orang tuanya ( yang mana cita-cita orang tuanya bukan hal yang ngawur/dipaksakan- melainkan telah didasari dari si orang tua melihat dari potensi si anak itu sendiri) – tergantung dari si anak itu sendiri, mau tidak dia dibentuk oleh papanya, mau tidak dia diarahkan, mau tidak dia menuruti nasihat orang tuanya, mau tidak dia didisiplin saat pulang terlalu malam, mau tidak dia diajak serius menata masa depannya.

Atau contohnya bisa kita modifikasi lagi menjadi seperti ini

Ada seorang ayah yang melihat potensi anaknya yang pandai melukis, kelak bisa mengembangkan keahliannya di bidang design. Sang ayah merancangkan anak ini belajar lukis, sampai ke negeri China. Ditabungkan uang untuk sekolah di luar negeri. Sejak ia masih TK sudah ditabungkan dana pendidikannya kelak. Si anak ini taat pada orang tuanya, dia belajar rajin, dia ikut sanggar lukis dan rajin berlatih, dia sering ikut lomba lukis dan menang, dia selalu menuruti nasihat orang tuanya untuk menjaga pergaulannya dengan baik, pada akhirnya dia berhasil menjadi anak yang sukses sebagai pelukis dan designer yang hebat, karena lulus dari China dengan prestasi gemilang.

Seperti itu jugalah kira-kira gambaran bagaimana selagi kita masih janin/ orok/ embrio, Tuhan ternyata sudah punya rancangan yang indah atas setiap hidup kita SECARA UNIK.

 

Jadi tanggal kematian kita sudah dirancang oleh Tuhan, tetapi tetap tergantung dengan kita sendiri.

Contoh:

Meninggal sebelum waktunya ….

Tertulis di Pengkhotbah 7:17 Janganlah telalu fasik, janganlah bodoh! Mengapa engkau mau mati sebelum waktumu?

Memperpanjang umur….

I Raj 3:14 Dan jika engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan tetap mengikuti segala ketetapan dan perintah-Ku sama seperti ayahmu Daud, maka Aku akan memperpanjang umurmu.

Jadi umur sudah dirancangkan Tuhan secara unik pada tiap orang, tetapi tetap orang itu sendiri yang ikut menentukan apakah dia akan mati sebelum waktunya, atau akan lebih panjang lagi.

 

 

GULUNGAN KITAB DALAM HIDUP YESUS

Apakah Yesus juga sama….??? Yups ! Ternyata Tuhan Yesus juga punya GULUNGAN KITAB-NYA sendiri dari Allah Bapa. Jadi Yesus tidak terkecuali, saat dia akan jadi JANIN di perut MARIA, Dia juga menerima DOMUKEN RESMI dari Bapa yang ditulis oleh jari Bapa sendiri.

Ibrani 10: 5-7

Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata:

“Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki

-tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku-.

Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan.

Lalu Aku berkata;

Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku

untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku.”

 

Penulis kitab Ibrani mengutip Mazmur 40 :7-9, yang ditulis oleh Daud

 

Mazmur 40:7-9

Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian,

tetapi Engkau telah membuka telingaku;

korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut.

Lalu aku berkata:

“Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku;

aku suka melakukan kehendak-Mu , ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku .”

 

Jadi apa yang tertulis dalam gulungan kitab untuk Yesus dari Allah Bapa..?

Dalam gulungan kitab itu tertulis kehendak Bapa buat Yesus. Yaitu Yesus ditentukan untuk menjadi UTUSAN KESELAMATAN/

Yohanes 3:17

Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia,

melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

 

Ayat itu adalah ayat lanjutan dari Yohanes 3; 16 yang terkenal itu. Jadi kalau kedua ayat tersebut kita sandingkan akan menjadi berbunyi seperti ini

Yohanes 3: 16-17

Karena begitu besar kasih allah akan dunia ini,

sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,

supaya setiap orang yagn percaya kepada-Nya tidak binasa ,

melainkan beroleh hidup yang kekal.

Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia

bukan untuk menghakimi dunia,

melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

 

BAGAIMANA YESUS MERESPONI PANGGILAN HIDUPNYA???

Dan Yesus tahu benar apa yang menjadi ISI GULUNGAN KITAB yang diperuntukkan untuk Diri-Nya, karna Dia berkata dalam

Yohanes 4: 34

Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku

dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.”

Yesus menjadikan panggilan hidupNya sebagai makanan. Menjadi Juruselamat, bagi Yesus adalah sebagai makanan, yang Dia cari setiap hari, yang dia dambakan/rindukan, seperti halnya kita sangat suka acara makan-makan.

Yesus bukan menjadikan panggilan hidupNya sebagai Juruselamat itu  sebagai beban/keluhan/persungutan/tuntutan.

Tetapi yang menjadi hal yang sangat mengagumkan adalah Yesus mengerjakannya dengan KERELAAN, dan bukan karna TUNTUTAN. Memang itu kehendak Bapa, tetapi Tuhan Yesus melakukannya dengan SUKACITA dengan KESUKAAN.

Ketaatan memang bukan sebuah ketaatan jika tidak dibarengi dengan KERELAAN.

 

Mazmur 40:7-9

Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian,

tetapi Engkau telah membuka telingaku;

korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut.

Lalu aku berkata:

“Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku;

aku suka melakukan kehendak-Mu , ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku .”

 

PERLENGKAPAN YANG DITERIMA OLEH YESUS

UNTUK MENGGENAPKAN PANGGILAN HIDUPNYA

ADALAH URAPAN SUKACITA

 

Dan itulah yang ada pada diri Yesus, bahwa Dia diurapi dengan urapan minyak sukacita.

Ibrani 1: 9

Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan;

sebab itu Allah, Allah-Mu telah mengurapi Engkau

dengan minyak sebagai tanda kesukaan,

melebihi teman-teman sekutu-Mu.

Sukacita itulah yang membuat Tuhan Yesus bisa menyelesaikan tugasnya sebagai Juruselamat dunia sampai pada puncaknya di atas kayu salib.

Oleh karena itu tidak heran sebelum Yesus keliling dari kita ke kota dan dari desa ke desa, Yesus diurapi dengan minyak , demikian juga saat Yesus menjelang disalibkan Dia diurapi lagi dua kali. Tiga kali pengurapan minyak ini terjadi pada 3 kali peristiwa yang berbeda.

Lukas 7:36-50 Seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Membawasi kaki-Nya dengan air matanya, dan menyekanya dengan rambutnya, ia mencium kaki-Nya dan meminyaki kakiNya dengan minyak wangi Di rumah orang Farisi bernama SIMON. Di awal pelayanan Yesus, baca kisah selanjutnya di Lukas 8: 1-3
Yohanes 12:3 oleh Maria minyak dituang di kaki Yesus, diseka dengan rambutnya Di Betania di rumah Lazarus Enam hari sebelum paskah
Markus 14:3, Matius 26:7

 

seorang perempuan yang tidak dicatat namanya, menuang minyak narwastu ke kepala Yesus, di Betania, di rumah Simon si kusta

 

Dua hari menjelang Paskah Markus 14: 1-2

 

Dan sukacita Yesus juga terpancar dari apa yang Dia lakukan sebelum dia memasuki rangkaian Via Dolorosa. Tahukah anda apa yang Dia lakukan saat Yesus sebelum menjalani jalan salib?

MENYANYI !!

(Oh lala….!!)

Markus 14: 26 Sesudah mereka menyanyikan nyanyian pujian, pergilah mereka ke Bukit Zaitun.

Matius 26:30 Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.

Saya percaya ayat Ibrani 1:9 itu berbicara bahwa teman-teman sekutu Yesus juga memiliki perlengkapan yang sama, yaitu urapan sukacita seperti Yesus, tetapi kadar yang diterima Yesus lebih besar, karena dikatakan di ayat tersebut Yesus diurapi MELEBIHI teman-teman sekutu-Nya.

Mengapa perlengkapan yang sama diterima murid-murid Yesus..? Karena mereka semua pada akhir hidup mereka ternyata juga mengalami penderitaan yang hebat, mereka semua mati syahit untuk Kristus.

Untuk melewati yang namanya mati syahit ini ternyata butuh URAPAN SUKACITA.

 

Nah, perlengkapan yang Tuhan berikan kepada tiap orang bisa saja berbeda pada orang lainnya, karena panggilan tiap pribadi itu sangat unik.

Misalnya sesama dosen, bisa memiliki panggilan spesial yang berbeda. Dosen A lebih terpanggil untuk menolong mahasiswa yang tidak mampu bayar uang kuliah, jadi dia sangat berhasrat mengusahakan beasiswa untuk keadaan seperti itu.

Tetapi Dosen B terpanggil untuk mengadakan penelitian  demi penelitian untuk meningkatkan mutu program study-nya.

Maka karena panggilan yang berbeda itulah maka perlengkapan yang Tuhan beri juga berbeda. Tuhan memberi kepada dosen A perlengkapan berupa urapan belas kasihan yang tinggi, karunia belas kasihan.

Tetapi kepada dosen B, Tuhan memberi perlengkapan yang beda, berupa hasrat/ passion yang dalam untuk meneliti, ada rasa ingin tahu yang besar untuk menyelidiki sesuatu.

Tetapi kepada panggilan yang sama, bisa jadi urapan/perlengkapan yang diberikan juga sama. Seandainya dosen C dan dosen D sama-sama punya panggilan yang dalam untuk menolong mahasiswa yang tidak mampu, bisa jadi mereka berdua mendapatkan perlengkapan yang sama, yaitu karunia belas kasihan. Namun tetap ada hal-hal yang membuat dosen C dan dosen D memiliki perbedaan dalam keunikan mereka. Misalnya dosen C bisa berbelaskasihan karena dia kecilnya miskin, kuliah aja susah. Sedangkan dosen D kebalikannya, dia kaya raya, sehingga dia justru bingung uangnya akan dikemanakan.

Bagi orang yang terpanggil untuk menjadi olahragawan maka Tuhan memperlengkapi dengan tubuh yang prima.

Bagi orang yang terpanggil untuk menjadi dokter maka Tuhan memperlengkapi dengan ketahanan melihat darah, tubuh manusia saat dioperasi, dst.

BAGAIMANA DENGAN KITA?

 

Setiap kita memiliki panggilannya sendiri dari Tuhan sejak dalam kandungan ibu, dan kita sudah membahas panjang lebar bagaimana Yesus pun memiliki panggilan dalam hidupNya sebagai juruselamat dunia, bagaimana Yesus menanggapi panggilan dalam hidupNya itu seperti setiap hari berhadapan dengan makanan lezat, dan Dia menjalani panggilan-Nya dengan KESUKAAN, bukan dengan beban berat.

Bukan karena tidak ada tantangan, terbukti saat di Getsemani saja Tuhan Yesus berasa ‘Hatiku sangat sedih, seperti mau mati saja rasanya’.

Tetapi ada perlengkapan yang diberikan Bapa kepadanya berupa urapan sukacita, yang memampukan Yesus menyelesaikan Father’s Vision dalam hidup-Nya.

Semua tokoh Alkitab memiliki panggilannya sendiri:

Nuh dipanggil untuk menyelamatkan dunia Fauna, dia pun diperlengkapi Tuhan cara-cara untuk membuat bahtera dan bagaimana caranya memasukkan binatang-binatang itu ke dalamnya.

Abraham dipanggil untuk menjadi bapa orang beriman, dan dia mengalami banyak tantangan, tetapi pada akhirnya Tuhan memampukan dia untuk berhasil melewati semuanya itu.

Yusuf dipanggil untuk menjadi penyelamat kaum keluarganya dari bencana kelaparan yang melanda dunia saat itu, dan Tuhan memberinya hikmat untuk mengatur gandum-gandum itu. Tapi itu tidak serta merta, sebelumnya tanpa Yusuf sadari dia telah dipersiapkan Tuhan menjadi seorang manager yang me-manage urusan rumah tangga Potifar dan juga memanage penjara tempat dia ditahan.

Dst.

 

 

Bagaimana dengan kita..?

Tiap kita panggilannya tidak sama, mungkin saya dipanggil untuk jadi pengajar, bagaimana dengan anda..?

Dan panggilan dalam hidup kita bisa rangkap. Seperi Yesus memiliki rangkap panggilan, sebagai anak sulung ( Yoh 19:26-27) Tukang kayu ( Markus 6:3) , sebagai Rabi, sebagai Juruselamat.

Tetapi tetap ada panggilan yang terutama dalam hidup Yesus, yaitu sebagai Juruselamat.

Seperti saya juga dipanggil untuk mengajar sekolah minggu, dipanggil untuk menjadi isteri dan ibu, dipanggil untuk menjadi penulis, dipanggil untuk menjadi worship leader,dipanggil menjadi pendoa atas bangsa ini, dll.

Dalam panggilan rangkap tersebut pasti akan ada titik berat panggilan yang berbeda pada waktu dan situasi yang berbeda sesuai dengan musim –Nya Tuhan dalam hidup kita; contoh:

Yesus terpanggil dalam panggilan utama-Nya sebagai tukang kayu. Markus 6:3. PA-DA SA-AT I-TU. Karena Yesus menjadi pengganti Yusuf yang sudah meninggal, dia harus mencari nafkah untuk keluargaNya, adik-adik-Nya. Seperti kita tahu nama Yusuf tidak disebut-sebut lagi sejak terakhir kali namanya muncul ketika Yesus berumur 12 tahun di bait Allah.

Namun pada musim tertentu ketika usia-Nya mencapai 30 tahun, panggilan terkuat dalam diri-Nya adalah sebagai seorang Rabi/Guru. Titik fokus Yesus pada saat itu adalah bagaimana mencetak 12 murid atau RASUL ANAK DOMBA yang nanti menjadi cikal bakal penyebaran injil sampai ke penjuru bumi.

Dan ketika genap waktunya, Yesus pun berpamitan dengan murid-murid-Nya sebelum Dia naik ke salib menggenapkan panggilanNya yang terkuat, sebagai Juruselamat.

Masa-masa ini tidak dapat dibolak-balik, dalam arti saat Yesus jadi tukang kayu, langsung segera naik ke Salib. Tidak bisa.

Atau saat Dia berkeliling dari desa ke desa dan dari kota ke kota, Dia menerima pesanan mebel…ini juga tidak bisa.

Semua ada timingnya.

 

Yang harus kita lakukan dalam hidup kita adalah:

  1. Mengenali panggilan hidup kita. Ini tidak dapat diteorikan, karena ini dapat diperoleh dari hasil hubungan pribadi dengan Tuhan. Namun Tuhan bisa memakai peristiwa, nama yang diberikan orang tua, hasrat/passion yang begitu kuat dan tidak dapat dibendung, kesempatan yang terbuka lebar, pekerjaan yang sedang digeluti, suara-Nya, firmanNya, orang-orang di sekitar kita, dll.
  2. Berkata Ya pada Tuhan atas panggilan itu.
  3. Mengenali perlengkapan yang Tuhan berikan. Ini bisa berupa kesempatan, talenta, tugas, karunia, keadaan yang menggiring ke arah sana, kebetulan ilahi, keberuntungan, bahkan tantangan, kesulitan, dan hambatan.
  4. Mau dibentuk Tuhan agar panggilanNya dalam hidup kita, Visi-Nya dalam hidup kita itu dapat pada akhirnya ‘dirayakan’bersama ketika mencapai titik fokus yang Dia mau/ mencapai titik bidik. Pembentukan Tuhan bisa berupa kesulitan, penolakan, penundaan, keterbatasan, kemustahilan di mata manusia, aturan, arahan, disiplin, sakit penyakit yang diijinkan Tuhan ( seperti yang dialami Ayub), bencana yang diijinkan Tuhan ( seperti yang dialami Ayub), dll
  5. Terus mempertajam hidup kita pada area panggilan yang Tuhan tetapkan. Rasa lelah atau jenuh terkadang bisa menerpa. Rasa tidak mampu dan ingin menyerah bisa saja menyerang, tetapi saat kita berkomitmen untuk terus berada pada area panggilan-Nya, kita akan dimampukan untuk terus bertahan bahkan terus menerobos.

 

 

Kesaksian pribadi.

Ada banyak panggilan dalam hidup saya, dan yang saya saksikan adalah panggillan sebagai seorang penulis.

  • SD kelas 2 pernah hampir tidak naik kelas
  • SD kelas 5 pernah mengalami gagar otak
  • Selalu naik dengan nyaris tidak naik
  • IP di atas 3 terus semasa kuliah, salah satunya karena Tuhan mengadakan pemulihan dari trauma karena nama panggilan sejak kecil, juga salah satunya karena hanya belajar musik saja, tidak bertemu mata pelajaran lainnya.
  • Saat dipanggil menjadi penulis, pada awalnya tidak sejelas itu tahunya, tetapi Tuhan menggiring ke arah sana ( karena sudah ada dalam rancangan Tuhan saat saya sebagai janin)
    • Sejak SMA saya menyukai sekali pelajaran mengetik dengan 10 jari
    • Waktu jadi guru sekolah minggu, sering membuat makalah sederhana untuk seminar intern gereja lokal dengan peserta seminar tidak lebih dari 5 orang
    • Waktu jadi guru SMP membuat modul sendiri dengan merangkumkan beberapa buku paket.
    • Membuat Skripsi waktu kuliah, sangat menikmati sekali.
    • Satu tahun lamanya lebih kurang 2008 membuat materi sekolah minggu, walaupun pada saat itu belum mengerti metode kreatif.
    • Pada saat 2010 Januari, membuat makalah seminar 13 sesi. Pada saat itu Tuhan memberi hikmat “Jika kamu gaptek, Aku tidak dapat pakai kamu lebih lanjut” akhirnya saya belajar membuat blog.
    • Juni 2010 mulai jelas-jelas diperintahkan Tuhan membuat materi kreatif sekolah minggu, sampai sekarang ini. Puji Tuhan atas karuniaNya atas kita semua.

Di sinilah kita melihat bagaimana Tuhan menggiring kita sampai kita tanpa sadar telah diperlengkapi jauh hari sebelumnya. Di sinilah kita melihat bagaimana Tuhan menolong kita sampai kita masuk dalam penggenapan VISI Tuhan atas diri kita sebagai ciptaan-Nya.

 

Ayo berkata ya pada panggilan Tuhan, dan jalankan dengan kerelaan hati, dengan sukacita sebagaimana Yesus suka menjalankan panggilan hidupNya dan Dia pun menganggapnya sebagai makanan.

Terlepas dari Yesus diurapi dengan urapan sukacita, dan mungkin urapan yang berbeda yang kita terima, namun kita ingin mencontoh Yesus bagaimana Yesus menjalankan panggilan dari Bapa dengan SUKACITA.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: