'manusia hidup bukan dari roti saja…'

HASRAT UTAMA HIDUP DAUD

TERKUAK DARI

KONTRADIKSI SEMU

MARKUS 2: 23-28

VS

I SAMUEL 21: 1-9

DISERTAI DENGAN 12 ALASAN

MENGAPA KONTRADIKSI INI

ADALAH KONTRADIKSI SEMU

 

 

 

HASRAT UTAMA HIDUP DAUD

TERKUAK DARI

KONTRADIKSI SEMU

MARKUS 2: 23-28

VS

I SAMUEL 21: 1-9

DISERTAI DENGAN 12 ALASAN PEMBUKTIAN BAHWA

KONTRADIKSI INI

ADALAH KONTRADIKSI SEMU

 

I Samuel 21

Daud di Nob

21:1 Sampailah Daud ke Nob 1  e  kepada Ahimelekh, imam itu. Dengan gemetar f  Ahimelekh pergi menemui Daud dan berkata kepadanya: “Mengapa engkau seorang diri dan tidak ada orang bersama-sama dengan engkau?” 21:2 Jawab Daud kepada imam Ahimelekh: “Raja menugaskan sesuatu kepadaku, katanya kepadaku: Siapapun juga tidak boleh mengetahui sesuatu dari hal yang kusuruh kepadamu dan yang kutugaskan kepadamu ini. Sebab itu orang-orangku telah kusuruh pergi ke suatu tempat. 21:3 Maka sekarang, apa yang ada padamu? Berikanlah kepadaku lima roti atau apapun yang ada.” 21:4Lalu jawab imam itu kepada Daud: “Tidak ada roti g  biasa padaku, hanya roti kudus h  yang ada; asal saja orang-orangmu itu menjaga diri i  terhadap perempuan.” 21:5 Daud menjawab imam itu, katanya kepadanya: “Memang, kami tidak diperbolehkan bergaul dengan perempuan, seperti sediakala j  apabila aku maju berperang. Tubuh orang-orangku itu tahir,k  sekalipun pada perjalanan biasa, apalagi pada hari ini, masing-masing mereka tahir tubuhnya.” 21:6 Lalu imam itu memberikan kepadanya roti l  kudus itu, karena tidak ada roti di sana kecuali roti sajian; roti itu biasa diangkat orang dari hadapan TUHAN, supaya pada hari roti itu diambil, ditaruh lagi roti baru. 21:7 Maka pada hari itu juga ada di sana salah seorang pegawai Saul, yang dikhususkan melayani TUHAN; namanya Doeg, m  seorang Edom, n  pengawas atas gembala-gembala Saul. 21:8 Berkatalah Daud kepada Ahimelekh: “Tidak adakah padamu di sini tombak atau pedang? Sebab baik pedangku maupun senjataku, tidak dapat kubawa, karena perintah raja itu mendesak.” 21:9 Kemudian berkatalah imam itu: “Pedang o  Goliat, p  orang Filistin, yang kaupukul kalah di Lembah Tarbantin, q  itulah yang ada di sini, terbungkus dalam kain di belakang efod itu. Jika engkau hendak mengambilnya, ambillah; yang lain tidak ada, hanya ini.” Kata Daud: “Tidak ada yang seperti itu; berikanlah itu kepadaku.”

 

 

Markus 2

Murid-murid memetik gandum pada hari Sabat

2:23 Pada suatu kali, pada hari Sabat 6 , Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum. k  2:24Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: “Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat? l ” 2:25 Jawab-Nya kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan, 2:26bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar m  lalu makan roti sajian itu–yang tidak boleh dimakan n kecuali oleh imam-imam–dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya? o ” 2:27 Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari Sabat diadakan untuk manusia 7  p  dan bukan manusia untuk hari Sabat, q  2:28 jadi Anak Manusia r  adalah juga Tuhan atas hari Sabat.”

 

 

 

KONTRADIKSI SEMU

ANTARA I SAMUEL 21:1-15

DENGAN MARKUS 2: 23-28

 

Yang menjadi keheranan saya ketika membaca Markus 2: 23-28 adalah Yesus menyebut peristiwa Daud dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan, Daud masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu- dan memberikannya juga kepada pengikut-pengikutnya.  Di situ disebut-sebut nama Imam Abyatar.

Sedangkan peristiwa ini selalu diparalelkan dengan peristiwa di I Sam 21:1-6, yang mana jelas-jelas pada peristiwa di I Sam 21: 1-6 yang menjabat sebagai Imam besar pada saat itu adalah Imam Ahimelekh. Lalu yang mana yang benar- apakah perkataan Yesus di kitab Markus ataukah Penulis kitab Samuel?

Saya memiliki hasil penelitian yang benar-benar berbeda mengenai fenomena ini, dengan satu kunci yang saya pegang bahwa Alkitab tidak mungkin salah.

Menurut saya, apa yang dikatakan Yesus di Markus tidak sama persitiwa dengan yang kita baca di I Sam 21:1-6, sehingga karena ini adalah dua peristiwa yang berbeda, maka sah-sah saja jika penyebutan nama imam besarnya mengacu pada dua orang yang berbeda pula, walaupun dengan kasus yang mirip yaitu mengenai ROTI SAJIAN, dengan alasan sbb:

 

ALASAN PERTAMA;

Imam Ahilemekh sendiri yang mengatakan bahwa Daud sendirian. ( I Samuel 21: 1).

Jadi di kitab Markus, ditulis “ ketika ia dan mereka yang mengikutinya…” Yesus menulis bahwa peristiwa itu Daud tidak sendirian, tetapi dia bersama dengan orang-orang yang mengikutinya. Jelas ini peristiwa yang berbeda.

 

ALASAN KE DUA;

Di I Samuel 21: 10 ditulis kronologis peristiwa setelah Daud menjumpai Imam Ahimelekh, dikatakan

Kemudian bersiaplah Daud dan larilah ia pada hari itu juga dari Saul; sampailah ia kepada Akhis, raja kota Gat.

Sama sekali tidak ditulis “Larilah mereka pada hari itu juga dari Saul, sampailah mereka kepada Akhis…” Jadi kesimpulannya, Imam Ahimelekh benar, Daud sendirian, tetapi jawaban Daud kepada Imam  Ahimelekh bahwa dia sebenarnya bersama –sama orang-orangnya yang pada saat itu disuruh pergi ke suatu tempat adalah KEBOHONGAN DAUD.

Jadi di kitab Markus, ditulis “ ketika ia dan mereka yang mengikutinya…” Yesus menulis bahwa peristiwa itu Daud tidak sendirian, tetapi dia bersama dengan orang-orang yang mengikutinya. Jelas ini peristiwa yang berbeda.

 

ALASAN KE TIGA;

I Sam 21: 6 Lalu imam itu memberikan kepadanya roti kudus itu.

Ingat, yang memberikan roti itu pada Daud adalah, Imam Ahimelekh.

Tetapi di kitab Markus, Matius, Dan Lukas, ke tiga injil ini menulis hal yang sama, dan yang paling jelas penggambarannya adalah di Lukas :

Markus 2: 25-26

Jawab-Nyakepada mereka ; “Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan, bagaimana ia masuk ke dalam rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu….

Matius 12: 3

Tetapi jawab Yesus kepada mereka; “ Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya …”

Lukas 6: 3

Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya….

Ingat, kisah dari Yesus ini, Daudlah yang mengambil roti sajian itu, bukan Imam yang memberikan kepadanya. Jelas ini peristiwa yang berbeda.

 

ALASAN KE EMPAT

  • Yesus menyebut bahwa pada saat itu Daud sedang bersama-sama dengan orang yang mengikutinya. (Markus 2: 25). Padahal menurut penelitian saya, pada saat peristiwa di I Sam 21:1-6 Daud sedang sendirian. Argumentasi saya ini didasarkan oleh perkataan Ahimelekh “Mengapa engkau seorang diri dan tidak ada orang bersama-sama dengan engkau?” I sam 21: 1. Dan jawaban Daud mengandung beberapa lapis kebohongan, sbb:
    1. I Sam 21: 2. Raja menugaskan sesuatu kepadaku ( padahal tidak pernah dalam pelarian ini Daud mendapat tugas khusus dari Saul). Ini kebohongan Daud yang pertama kepada Imam Ahimelekh
    2. I Sam 21:2 Tugas itu adalah misi rahasia sehingga Daud telah menyuruh orang-orangnya pergi ke suatu tempat ( ini tidak benar, Daud pada saat itu memang sendirian- nanti dapat kita buktikan lagi dengan persitiwa sebelum dan peristiwa sesudah peristiwa ini) Inilah kebohongan Daud yang kedua kepada Imam Ahimelekh
    3. I Sam 21; 8 Daud tidak membawa pedang atau senjata karena perintah raja mendesak. ( ini tidak benar. Daud tidak membawa pedang atau senjata karena dia bukan sedang dalam misi perang, melainkan dia sedang melarikan diri/ jadi buronan raja- karena dikejar-kejar untuk dibunuh) Ini adalah kebohongan Daud yang ke tiga kepada Ahimelekh.

 

Dari mana saya yakin bahwa Daud sendirian? Mari kita lihat kronologisnya, sbb:

PERISTIWA YANG TERJADI SEBELUM DAUD TIBA DI NOB

  • Saul mengatakan bahwa Daud harus dibunuh I Sam 19:1
  • Yonatan meminta Daud bersembunyi ( Tentu sendirian ya) I Sam 19:2-3)
  • Daud bekerja lagi pada Saul I Sam 19:7
  • Saul melayangkan tombaknya lagi kepada Daud I Sam 19:10, lalu malam itu Daud melarikan diri
  • Daud melarikan diri dari rumahnya ( I Sam 19:12) tidak dicatat dalam peristiwa ini Daud membawa orang-orang/ pasukan.
  • Daud sampai di Rama di Samuel I Sam 19:18
  • I Sam 20:43 Daud berpisah dari Yonatan, tidak dikatakan dia bersama siapa-siapa.
  • Mata-mata Saul, yaitu Doeg, juga menyebut Daud datang ke Nob- tidak mengindikasikan Daud disertai orang lain ( I Sam 22;9-10)

PERISTIWA YANG TERJADI SETELAH DAUD MENINGGALKAN NOB

  • Daud melarikan diri ke Gat, dan berpura-pura gila di depan raja Akhis I Sam 21: 10-15. Peristiwa ini jelas-jelas Daud sendirian. Kalau Daud beserta orang banyak, tentunya yang berpura-pura gila bukan Daud sendirian, tetapi pura-pura gila beramai-ramai.
  • Daud pergi ke gua Adulam , nah baru di gua Adulam inilah Daud memiliki pasukan. I Sam 22; 2.

Dari mana saya yakin bahwa Daud sendirian? Salah satunya dari Mazmur Daud.

 

Doa seorang yang dikejar-kejar

Mazmur 142

Nyanyian pengajaran Daud, ketika ia ada di dalam gua:  suatu doa.

Dengan nyaring aku berseru-seru  kepada TUHAN,

dengan nyaring aku memohon kepada TUHAN.

Aku mencurahkan keluhanku ke hadapan-Nya,

kesesakanku  kuberitahukan ke hadapan-Nya.

Ketika semangatku lemah lesu di dalam diriku,

Engkaulah yang mengetahui jalanku.

Di jalan yang harus kutempuh,

dengan sembunyi mereka memasang jerat terhadap aku.

Pandanglah ke kanan dan lihatlah,

tidak ada seorangpun yang menghiraukan aku;

tempat pelarian bagiku telah hilang,

tidak ada seorangpun yang mencari  aku. 

Aku berseru-seru kepada-Mu, ya TUHAN, kataku:

“Engkaulah tempat perlindunganku,

bagianku  di negeri orang-orang hidup!  

Perhatikanlah teriakku,

sebab aku telah menjadi sangat lemah. 

Lepaskanlah  aku dari pada orang-orang yang mengejar aku,

sebab mereka terlalu kuat bagiku.

Keluarkanlah aku dari dalam penjara  untuk memuji nama-Mu.

 Orang-orang benar akan mengelilingi aku,

apabila Engkau berbuat baik kepadaku. 

 

Pada Mazmur 142 ini tidak diberi keterangan tempat yang lebih jelas, hanya dikatakan sebagai di suatu gua. Gua apa..?? Jelas bukan gua Adulam. Karena jika di gua Adulam pastilah Alkitab menuliskan nama ADULAM nya seperti pada ayat-ayat yang lainnya. Bisa jadi gua ini gua kecil yang tidak bernama atau tidak terkenal.

Pada Mazmur ini dikatakan bahwa Daud seorang diri saja, tidak ada orang lain yang berada bersama-sama dengan Daud saat penulisan mazmur 142 ini .

Juga pada Mazmur 142 ini tidak diberi keterangan peristiwa yang jelas.  Namun berdasarkan tafsiran saya, latar belakang penulisan Mazmur 142 sbb:

Kita pahami dulu kronologis pelarian Daud dari kejaran Saul:

  • Daud Terpisah dari Yonatan ( I Sam 20:43)
  • Daud sampai di Nob ( I Sam 21:1)- ada keterangan waktu ; sesampainya Daud di Nob
  • Daud sampai di Gad ( I Sam 21: 9-10) – ada keterangan waktu ; PADA HARI ITU JUGA

Kemungkinan besarnya adalah , peristiwa ini terjadi pada jeda antara Daud berpisah dari Yonatan ( I Sam 20:43) dengan peristiwa sampainya Daud di Nob ( I Sam 21:1)

Karena walaupun sama-sama dalam keadaan masih sendiri, peristiwa penulisan Mazmur 142  ini tidak mungkin terjadi pada peristiwa antara perpindahan Daud dari Nob menuju Gat ( I Sam 21:9-10), karena pada bagian itu ada keterangan PADA HARI ITU JUGA, artinya dari Nob menuju Gad ditempuh dalam satu hari yang sama, jadi tidak mungkin mampir lagi ke gua lainnya.

Tambahan lagi pada I Sam 22:1 nama gua jelas jelas adalah gua Adulam.

Sedangkan pada peristiwa sampainya Daud di Nob diberi keterangan seperti ini:

Sampailah Daud ke Nob kepada Ahimelekh, imam itu.

Bisa jadi dalam perjalanan menuju Nob Daud sempat mampir di sebuah gua dan menaikkan suatu doa yang terbaca oleh kita di Mazmur 142 di atas tadi.

Kemungkinan bahwa penulisan Mazmur 142 ini pada gua-gua lainnya pada tempat-tempat persinggahan lain setelah Gua Adulam juga tidak mungkin, karena setelah dari Gua Adulam, Daud tidak pernah sendirian, pasti ditemani pasukannya.

 

Pertanyaannya; Mengapa Daud harus berbohong kepada Imam Ahimelekh? Karena Daud juga tahu bahwa kalau dia terus terang bahwa dia adalah seorang buronan raja Saul, pastilah Imam Ahimelekh belum tentu mau menolong dia, sedangkan dia membutuhkan perbekalan makanan dan juga membutuhkan persenjataan.

Jadi Imam Ahimelekh itu tahunya Daud adalah seorang pegawai raja Saul yang dapat dipercaya, menantu raja Saul, kepala para pengawal, dihormati di istana raja, ( I Sam 22;14)

Dan peristiwa dimana Daud menanyakan petunjuk Tuhan melalui Imam Ahimelekh bukan peristiwa pertama kalinya, tetapi sudah sering. I Sam 22; 15. Jadi pada dasarnya, Imam Ahimelekh benar-benar tertipu oleh Acting dari Daud, yang sangat natural, seolah-olah dia datang membawa misi khusus dari raja Saul dan seolah-olah pasukannya ada di tempat lain, dan seolah-olah karena terlalu mendesak, dia tidak membawa senjata. Dia sama sekali tidak curiga bahwa Daud itu sedang menjadi buronan istana, karena ini adalah pelarian Daud yang PERTAMA KALI, jadi belum banyak orang yang tahu perihal hal ini. Bahkan Daud pun seorang diri, dia belum memiliki pasukan 400 orang atau bahkan 600 orang. Itu nanti baru terjadi setelah Daud ke gua Adulam, dan seterusnya.

Seperti kita ketahui bersama, bahwa Saul raja yang kejam, dan kekejamannya ini sudah menjadi reputasi publik; buktinya Samuel saja terintimidasi saat akan berangkat ke rumah Isai dan mengurapi salah satu anak Isai untuk menjadi raja berikutnya. Dia takut dibunuh oleh Saul.  I Sam 16:2

 

PENEGUHAN LAIN BAHWA DAUD TELAH BERBOHONG KEPADA IMAM AHIMELEKH ADALAH:

Mari kita simak mazmur 34 yang ditulis Daud pada gua Adulam, setelah dia melarikan diri dari Raja Akhis/ Abimelekh  di Gat

MAZMUR 34

Dalam perlindungan TUHAN

Dari Daud, pada waktu ia pura-pura tidak waras pikirannya  di depan Abimelekh, sehingga ia diusir, lalu pergi.

Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; 

puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.

Karena TUHAN jiwaku bermegah; 

biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita. 

Muliakanlah TUHAN  bersama-sama dengan aku,

marilah kita bersama-sama memasyhurkannama-Nya!

Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku,

dan melepaskan   aku dari segala kegentaranku.

Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya,

maka mukamu akan berseri-seri,dan tidak akan malu tersipu-sipu.

Orang yang tertindas ini berseru,

dan TUHAN mendengar;

Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. 

Malaikat TUHAN berkemah  di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia,

lalu meluputkanmereka.

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu!

Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

Takutlah akan TUHAN,  hai orang-orang-Nya yang kudus,

sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia !

Singa-singa muda merana kelaparan,

tetapi orang-orang yang mencari TUHAN,

tidak kekurangan sesuatupun yang baik. 

 

Marilah anak-anak, dengarkanlah  aku,

takut akan TUHAN  akan kuajarkan kepadamu! 

 

Siapakah orang yang menyukai hidup, 

yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik?

Jagalah lidahmu  terhadap yang jahat

dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu; 

jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, 

carilah perdamaian  dan berusahalah mendapatkannya!

Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, 

dan telinga-Nya  kepada teriak mereka minta tolong;

wajah TUHAN menentang  orang-orang yang berbuat jahat 

untuk melenyapkan ingatan  kepada mereka dari muka bumi.

Apabila orang-orang benar itu berseru-seru,

maka TUHAN mendengar, 

dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.

TUHAN itu dekat  kepada orang-orang yang patah hati, 

dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.

Kemalangan orang benar banyak ,

tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya  itu;

Ia melindungi segala tulangnya,

tidak satupun yang patah. 

Kemalangan akan mematikan orang fasik, 

dan siapa yang membenci orang benar akan menanggung hukuman.

TUHAN membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya,

dan semua orang yang berlindung  pada-Nya

tidak akan menanggung hukuman.

 

 Kepada siapa Mazmur 34 ini ditujukan?
Ditujukan kepada – anak-anak (Mazmur 34: 12)

Siapakah anak-anak di sini..?? Apakah Daud pada saat itu sudah punya anak kandung?

Bukan ! Daud pada saat itu belum punya anak kandung.

Walaupun dalam masa pelarian Daud sudah beristerikan Mikhal, namun Alkitab mengatakan bahwa Mikhal mandul sampai hari matinya (II Sam 6: 23), dan walaupun semasa pelarian Daud telah mengambil lagi dua orang isteri ( I Sam 25: 42-43) namun Alkitab jelas-jelas menyebutkan bahwa Daud memiliki anak-anak kandung, barulah pada saat dia memerintah di Hebron ( II Sam 3:2-5) dan memerintah di Yerusalem ( II Sam 5: 13-16) ,

Jadi kesimpulannya Mazmur 34 ini bukan ditujukan kepada anak-anak kandung Daud, melainkan ditujukan kepada anak-anak rohani daripada Daud, yaitu kira-kira 400 orang yang berkumpul pada Daud di gua Adulam.

Kapankah Mazmur ini dituliskan??

Perhatikan ayat 1 ( Mazmur 34:1)

Dari Daud, pada waktu ia pura-pura tidak waras pikirannya  di depan Abimelekh, sehingga ia diusir, lalu pergi.

Walaupun ayat satu berkata bahwa mazmur ini ditulis pada waktu ia pura-pura tidak waras pikirannya di depan Abimelekh, sehingga ia diusir , lalu pergi, namun tidak mungkin pada saat itu juga mazmur ini ditulis. Mana bisa berpura-pura gila sambil menuliskan mazmur.

Judul mazmur ditulis seperti ini untuk mengingatkan bahwa inspirasi penulisan mazmur ini adalah setelah peristiwa itu terjadi.

Jadi saya yakin, mazmur ini ditulis setelah Daud berada di tempat aman, jauh dari Gat, yaitu di gua Adulam.

Ditegaskan lagi lewat ayat yang tadi kita bahas sebelumnya, yaitu ayat 12 tadi. Bahwa Daud sudah memiliki anak-anak/ anak buah/anak rohani/anak didik/ barulah saat dia berada di Gua Adulam.

Jadi mazmur 34 ini tidak mungkin dituliskan Daud saat dia masih sendirian, dan belum memiliki pasukan gua Adulam. Tidak mungkin.

Jadi penulisan judul mazmur 34 ini, adalah peristiwa lolosnya Daud dari raja Akhis yang menjadi pelajaran berharga bagi Daud, sehingga muncullah mazmur 34 ini.

Baik, mari kita bahas lebih lanjut tentang pribadi Daud dan bagaimana perjalanan imannya berjalan bersama dengan Tuhan.

Telah kita sepakati bersama bahwa Mazmur 34 ini adalah mazmur yang ditulis Daud saat dia boleh dikatakan ‘gagal’ untuk menyerahkan hidupnya sepenuhnya pada Allah, karena pada saat dia dikejar-kejar Saul untuk dibunuh, yang dilakukannya adalah berbohong pada seorang Imam dan berusaha mencari perlindungan pada orang fasik/raja Akhis, yang pada akhirnya semua usahanya gagal, dia harus berpura-pura gila, untunglah Tuhan menyelamatkan hidupnya, memberinya ide dadakan untuk dia berpura-pura gila, serta Tuhan sudah membuat si raja Akhis mempercayai actingnya, dan mengusir dia, dengan demikian dia lolos dari maut.

Semua kegagalan Daud ini karena dia tidak bertanya pada Tuhan akan apa yang dia harus lakukan. Dalam kepanikan , kegentaran dan ketakutan Daud bertindak sendiri, dan akhirnya menemui yang namanya KEGAGALAN.

Setelah Daud memetik pelajaran berharga dari kegagalannya inilah Daud pun menuliskan Mazmur 34 ini, dengan mulai memberikan pelajaran berharga kepada anak-anak rohaninya di Gua Adulam. Pelajaran pertama yang Daud ajarkan adalah:

Mazmur 34: 13-14

Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik?

Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu;

Rupanya pelajaran penting pertama adalah bagaimana menjaga bibir dari ucapan-ucapan yang menipu. Ini adalah pengalaman Daud sendiri, bahwa kebohongan-kebohongannya kepada Imam Ahimelekh berakibat fatal, seluruh penduduk kota Nob pun ditumpas oleh raja Saul yang sangat bengis itu.

Jadi siapa bilang Daud adalah orang yang sempurna? Daud pernah berbohong kepada seorang Imam besar Ahimelekh. Dia pun mengalami yang namanya proses pembentukan karakter oleh Tuhan sendiri.

Sama halnya juga di area karakter lain daripada Daud , dibentuk oleh Tuhan,

Mazmur 142:8- Mazmur yang diperkirakan ditulis Daud dalam pelarian dari kejaran Saul , setelah dia terpisah dari Yonatan dan sebelum dia sampai di Nob ( telah kita bahas di atas panjang lebar mengenai latar belakang Mazmur 142 ini)

Keluarkanlah aku dari dalam penjara untuk memuji nama-Mu. Orang-orang benar akan mengelilingi aku, apabila Engkau berbuat baik kepadaku.

Dalam kesendirian Daud ( Mazmur 142:5) pada masa pelarian itu, Daud melakukan persungutan secara halus, kepada Tuhan. Dikatakan oleh Daud “APABILA ENGKAU BERBUAT BAIK KEPADAKU..”

Dia ingin dikelilingi oleh orang benar, untuk membuktikan apakah Tuhan itu berbuat baik kepadanya atau tidak. Sama saja Daud sedang mengeluh/bersungut-sungut pada Tuhan.

Daud ingin dikeluarkan dulu dari penjara, baru kalau sudah keluar dari penjara itu, dia mau memuji Tuhan.

Penjara itu, adalah penjara ketakutan ( Mazmur 142:7), bukan penjara secara fisik seperti halnya Yusuf masuk dalam penjara.

Semua karakter persungutan ini, pada akhirnya Daud menyadari bahwa dia salah, dan dia pun bertobat.

Maka di Mazmur 34 ( yang telah kita bahas panjang lebar di atas tadi, bahwa mazmur ini ditulis Daud di gua Adulam setelah dia melarikan diri dari Abimelekh/ raja Akhis di Gat- mazmur ini ditulis untuk anak-anak rohaninya- para pengikutnya di gua Adulam)

Daud menulis:

Aku hendak memuji Tuhan pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.

Di sinilah Daud mau stop untuk bersungut-sungut, stop untuk mencurigai Tuhan, apakah Tuhan itu berbuat baik kepadanya atau tidak. Tetapi Daud mau mengajarkan pada murid-murid/ anak-anak rohaninya, bahwa selain stop berbohong, juga stop bersungut-sungut. ( masih banyak rhema lain dari Mazmur 34 dapat anda baca pada tulisan saya yang lainnya; KEGURUAN DAUD)

Pengajaran Daud kepada rombongan gua Adulam yang dituangkan dalam Mazmur 34 ini tidak lepas dari peristiwa yang Daud sendiri alami pada masa dia lari dari Saul sampai di titik dia sampai di gua Adulam itu.

Hal inilah yang semakin menguatkan kita , bahwa Daud pernah bohong kepada Imam Ahimelekh.

 

 

ALASAN KE LIMA  DAN SETERUSNYA

 

Menurut saya, apa yang dikatakan Yesus di Markus tidak sama persitiwa dengan yang kita baca di I Sam 21:1-6, dengan alasan sbb:

 

ALASAN KE LIMA  ;

Yesus menyebut bahwa pada saat itu Daud  makan  roti sajian dan memberikannya juga kepada pengikut-pengikutnya.  (Markus 2: 26). Padahal menurut penelitian saya, pada saat peristiwa di I Sam 21: 1-6 SAMA SEKALI TIDAK DIKISAHKAN BAGAIMANA DAUD MAKAN ROTI ITU DAN BAGAIMANA DAUD MEMBERIKAN KEPADA PENGIKUT-PENGIKUTNYA, tidak ada acara makan-makan, aktifitas makan dalam I Sam 21:1-6. Jadi di I Sam 21: 1-6 roti sajian yang diberikan kepada Daud, terkesan untuk BEKAL, bukan di makan di tempat.

 

ALASAN KE ENAM

Yesus menyebut-nyebut dalam Markus 2; RUMAH ALLAH

Rumah Allah di sini BUKANLAH BAIT SUCI SALOMO, yang dibangun setelah Daud mati. Namun pada zaman Daud, yang dimaksud bait Allah adalah di Yerusalem di mana diletakkan tabut Tuhan.  Hal ini bisa kita ketahui di Mazmur 55; 14-15. Di mana pada mazmur ini Daud mencurahkan isi hatinya, saat dia dikhianati oleh sahabatnya sendiri yang juga adalah penasihat raja, Ahitofel.  Ahitofel sudah biasa ke rumah Allah bersama-sama dengan Daud. Tetapi Ahitofel justru memihak kepada Absalom.

Rumah Allah pada zaman Daud, ada di Yerusalem, dengan kronologis sbb:

  • Selama 20 tahun pada era kepemimpinan Raja Saul , tabut Allah ada di Kiryat Yearim.
  • Daud memindahkan tabut itu ke Yerusalem. II Sam 6
  • Setelah Salomo mendirikan Bait Allah, maka tabut itu diletakkan di Bait Suci buatan Salomo. Tapi pada masa itu Daud sudah mati.

Sedangkan peristiwa di  I Sam 21: 1 terjadinya adalah di NOB. Nob tidak pernah disebut-sebut di Alkitab sebagai RUMAH ALLAH. Rumah Allah pada zaman Daud  selalu dikait-kaitkan dengan Silo atau Yerusalem.

Mungkin saja Imam Ahimelekh tinggalnya di Nob, sama halnya Nabi Samuel itu tinggalnya di Rama.  Namun itu tidak berarti Tabut Allah itu ada di Nob, dan rumah Allah itu di Nob.

 

ALASAN KE TUJUH

Yesus menyebut-nyebut yang menjabat imam besar pada waktu itu adalah Imam Abyatar, sedangkan di kitab I Sam 21 yang menjabat imam besar pada saat itu adalah bukan Abyatar, melainkan  ayah dari Imam Abyatar, alias Imam Ahimelekh .

Jadi pada saat Daud menemui Imam Ahimelekh, di Nob, tak lama kemudian imam Ahimelekh bersama keluarganya dan penduduk kota Nob dibunuh oleh Saul. Hanya Abyatar yang berhasil melarikan diri, sehingga setelah itu Abyatar mengikuti rombongan Daud. Dia membawa baju Efod. I Samuel 22: 20-23. Di manakah posisi Daud, saat Abyatar sampai kepadanya dan menggabungkan diri padanya ? I Sam 23; 6, saat Daud di KEHILA.

Namun pada II Samuel 8:15-18, dijabarkan siapa sajakah yang menjadi  pegawai-pegawai Daud , setelah Daud menjadi raja atas seluruh Israel, adalah salah satunya Abyatar bin Ahimelekh.

Jadi kesimpulannya adalah: peristiwa di I Sam 21 berbeda dengan peristiwa yang disebut-sebut Yesus di Markus 2, walaupun ada peristiwa yang mirip mengenai ROTI SAJIAN.

Memang pada saat Imam Ahimelekh menjabat sebagai imam besar, Daud pernah datang SEORANG DIRI, dan MEMINTA ROTI SAJIAN. Tetapi peristiwa itu BUKAN DI RUMAH ALLAH, tetapi di NOB.

Lalu sepertinya ada peristiwa lain, terjadi lagi peristiwa yang mirip, DAUD MASUK KE RUMAH ALLAH ( pastinya di Yerusalem) , dalam keadaan KEKURANGAN dan KELAPARAN,  dan pada saat itu yang menjabat imam besar adalah IMAM BESAR ABYATAR, pada saat itu dia tidak sendirian, melainkan bersama pengikut-pengikutnya.

 

KAPANKAH KEMUNGKINAN PERISTIWA LAIN YANG MIRIP-MIRIP  ITU DIMUNGKINKAN TERJADI?

Kapan ya seorang raja bisa dalam keadaan kekurangan dan kelaparan??

  • Daud disertai orang-orangnya? Ini tidak mungkin peristiwanya terjadi sebelum di Gua Adulam, karena di Gua Adulam inilah pertama kalinya Daud itu memiliki orang-orang yang mengikut dia, sebelumnya, dalam masa pelarian baik di Nob maupun di Gat dia seorang diri saja.
  • Imam Abyatar menjabat sebagai Imam besar- jelas ini terjadinya pada masa Daud sudah meninggalkan NOB.
  • Daud dikatakan pergi ke Rumah Allah…?? Sedangkan Tabut Allah berada di Yerusalem- jelas ini terjadinya pada masa Daud sudah jadi raja.

Masa seorang raja bisa mengalami kekurangan dan kelaparan ya?

Bisa memungkinkan sekali, pada saat Absalom memberontak:

Bisa jadi saat Daud menjadi pelarian dari anaknya Absalom yang sedang mengadakan kudeta.

Absalom berkedudukan di Hebron . II Sam 15: 8-12.

Daud berangkat dari Istananya di Yerusalem untuk melarikan diri. II Sam 15: 13-37.

Zadok dan Abyatar ,membawa Tabut Allah itu , tetapi Daud berkata kepada mereka:
Bawalah tabut Allah itu kembali ke kota ( maksudnya ke Yerusalem), jika aku mendapat kasih karunia di mana TUHAN, maka Ia akan mengizinkan aku kembali, sehingga aku akan melihatnya lagi, juga tempat kediamannya. Tetapi jika Ia berfirman, begini: Aku tidak berkenan kepadamu, maka aku bersedia, biarlah dilakukan-Nya kepadaku apa yang baik di mata-Nya.”

Selama di perjalanan dari pelarian atas skandal kudeta dari anaknya sendiri Absalom, tampaknya Daud tidak membawa perbekalan yang cukup, buktinya:

  • Pemberian Ziba berupa: ( II Sam 16: 1-4)
    • Dua ratus ketulnroti
    • Seratus buah kue kismis
    • Seratus buah-buahan musim panas
    • Sebuyung anggur

Diterima oleh Daud

  • Selama di Mahanaim, ada seorang kaya yang bernama Berzilai menyediakan makanan bagi raja. II Sam 19:31-32. Tetapi setelah menyeberang sungai Yordan, tidak ada lagi persediaan makanan bagi Raja dan orang-orang yang mengiringi dia, padahal perjalanan masih melewati Gilgal ( II Sam 19:40) terus berjalan sampai ke Yerusalem . II Sam 20: 2.

Namun di Alkitab tidak pernah dikisahkan bahwa Daud mampir di Rumah Allah , dan makan roti di sana saat imam Abyatar menjabat.

Langsung dikatakan di II Samuel 20:3

Sampailah Daud ke istananya di Yerusalem.

 

Bisa jadi Daud dan orang-orang yang mengikutinya sebelum sampai di Istana, pergi dulu ke rumah Allah dalam keadaan kekurangan dan kelaparan, lantas mereka di sana makan ROTI SAJIAN, pada saat Abyatar menjabat sebagai imam, karena dikatakan di Markus 2 oleh Yesus, mereka KEKURANGAN DAN KELAPARAN. Bukankah mereka habis berjalan dari menyeberangi sungai Yordan sampai ke Yerusalem ??  Kata ‘kekurangan’ di sini bukan dalam arti miskin, tetapi dalam arti ‘membutuhkan’ , ‘memerlukan’.

Memang tidak dikisahkan dalam Alkitab seperti ini,bahwa Daud sebelum kembali ke istananya, dia mampir dulu ke rumah Tuhan,  namun bisa saja kisah ini tertulis pada buku lain, yang tidak masuk dalam kanonisasi, melainkan dikutip oleh Yesus, sebagai salah satu referensi bacaan para orang-orang Farisi pada masa itu.

Hal yang menguatkan di sini adalah Abyatar tetap ada di Rumah Allah di Yerusalem, karena dia tidak ikut bersama dengan rombongan Daud melarikan diri, karena sebelum menyeberang sungai Kidron, Daud menyuruh Abyatar dan Zadok kembali ke kota Yerusalem.  Jadi karena Abyatar tetap ada di Rumah Allah, maka roti sajian yang setiap hari harus diganti, akan selalu ada, akan selalu tersedia. Ketika Daud menghadap Tuhan, melihat lagi tabut Allah itu, di hadirat Tuhan, Daud dalam keadaan lapar dan kekurangan, dia pun makan roti sajian itu, dan kemudian dia memberikan juga kepada orang-orang yang bersama-sama dengan dia.

 

ALASAN KE DELAPAN

Buktinya orang-orang Farisi pada saat itu tidak membantah apa yang dikatakan Yesus kepada mereka.

Yesus tidak mungkin salah sebut nama orang – Imam Ahimelekh disalahsebutkan sebagai Imam Abyatar- tentunya jika itu sampai terjadi, maka para Farisi bisa memprotes hal itu. Tapi saya pastikan tidak pernah ada kemungkinan sekecil apa pun Yesus yang adalah Firman, salah sebut !!

Dari ke-tiga Versi, Matius, Markus dan Lukas, hanya penulis kitab Markuslah yang menuliskan nama Imam Abyatar, tetapi  penulis kitab Markus tidak mungkin salah menulis nama imam pada saat itu. Dia juga ada di bawah tuntunan Roh Kudus saat menuliskan kitab Injil Markus. Masa Roh Kudus salah ya…?? Nggak mungkin lah !

KITAB SEPERTI APAKAH YANG MUNGKIN DIKUTIP OLEH YESUS?

  • Kitab sejarah raja Daud, keberadaan kitab sejarah raja Daud ( atau semacam biografi raja Daud) tersebut di Alkitab di ayat ini;  I Taw 27:24- jelas kitab ini tidak termasuk dalam kanonisasi
  • Kitab sejarah raja-raja Israel, keberadaan kitab sejarah raja-raja Israel tersebutkan di ayat-ayat ini; I Raj 14:19, I Raj 15:31, I Raj 16:5, dan masih banyak ayat serupa, setidaknya 20 ayat total – jelas kitab ini tidak termasuk dalam kanonisasi
  • Riwayat raja-raja Israel- keberadaan kitab riwayat raja-raja Israel ini disebutkan dalam l II Taw 33:18- jelas kitab ini tidak termasuk dalam kanonisasi
  • Kitab raja-raja Yehuda dan Israel-  keberadaan kitab raja-raja Yehuda dan Israel ini disebutkan di ayat ini;  II Taw 35:27, dan masih banyak ayat-ayat lainnya, jelas kitab ini tidak termasuk dalam kanonisasi

Pada zaman Yesus , Dia disebut sebagai Rabi, jika sekarang Dia adalah seorang Sarjana, oleh karena itu Yesus memiliki referensi buku yang sangat luas untuk menjadi acuanNya dalam mengajar. Walaupun buku-buku tersebut bukan kanonisasi, namun bila di PL sendiri disebut-sebut judul-judul buku lain, maka walaupun tingkatan buku-buku tersebut tidak dapat menandingi kredibiltas/ keabsahan Alkitab, namun karena semua yang tertera di sana adalah true story, maka sah-sah saja jika Yesus mengutip buku-buku tersebut sebagai referensiNya.

Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika….

Jadi selama Yesus tidak menyebut nama kitab Samuel, maka bisa jadi peristiwa Daud makan roti sajian ini adalah persitiwa yang mirip, tetapi bukanlah peristiwa yang sama.

 

Hmmmmmmmmmmmmmmmm.

 

Praise the Lord !

DAUD MAKAN ROTI SAJIAN DALAM ERA IMAM AHIMELEKH

VS

DAUD MAKAN ROTI SAJIAN DALAM ERA IMAM ABYATAR

 

DAUD MEMAKAN ROTI SAJIAN

DI ERA AHIMELEKH

DAUD MEMAKAN ROTI SAJIAN

DI ERA ABYATAR

Daud ada dalam pelarian dari kejaran Saul Daud baru saja pulang dari pelarian karena kasus kudeta yang dilakukan oleh Absalom, anaknya sendiri
Daud dalam keadaan berbohong kepada Imam Ahimelekh Daud menjaga kekudusan , tentunya setelah dia bertobat dari kasus skandal sex , pelecehan sex kepada Batsyeba, dan pembunuhan keji atas Uria.
Daud mengandalkan ‘perbekalan’, mengandalkan ‘pedang goliat’, Daud sedang gagal mengandalkan Tuhan. Daud dalam penyerahan total kepada Tuhan ( II Sam 15:25-26)
Daud sedang jauh dari Tabut Tuhan, imannya sedang lemah ( bisa nampak pada ekspresi Daud di Mazmur 142) Daud sedang dalam kerinduan untuk mendapatkan kembali kesempatan untuk melihat lagi tabut Tuhan ( II Sam 15: 25-26) Dia sedang dalam kondisi siap menanggung resiko apa pun dari hasil perbuatan dosanya ( Skandal sex abuse terhadap Batsyeba dan pembunuhan atas Uria), ini adalah titik pertobatan yang sangat luar biasa yang disertai dengan instrospeksi diri di hadapan Tuhan.
Daud dalam keadaan membutuhkan perbekalan dalam pelariannya yang selanjutnya Daud dalam keadaan kekurangan dan kelaparan
Daud mendapatkan Roti Sajian, dengan cara berbohong. Daud masuk ke rumah Tuhan untuk mendapatkan Roti Sajian ini. Daud memakan roti sajian ini di rumah Tuhan. Daud tidak sedang hidup dalam kebohongan.
Yesus tidak mengomentari peristiwa ini. Bukan peristiwa ini yang dikutib oleh Yesus. Yesus mengomentari peristiwa ini, dan Yesus tidak menyalahkan Imam Abyatar yang mengijinkan Daud mengambil  Roti Sajian ini dan memberikan kepada pengikut-pengikutnya. Daud dan rombongannya dalam kondisi lapar. Sama saja dengan yang dialami Yesus , pada saat itu murid-muridNya sedang lapar, maka murid-muridnya memetik bulir gandum pada hari sabat. (Matius 12: 1-2; di Markus 2: 23-28 dan di Lukas 6: 1-5, tidak dicantumkan kata ‘lapar’, tetapi di Matius tertera kata ‘lapar’ ini)
Akibat peristiwa ini. Imam Ahimelekh beserta seluruh keluarganya ( kecuali Abyatar yang berhasil meloloskan diri)  bahkan seluruh penduduk kota NOB mati dibunuh oleh Saul.

Dalam ketidaktahuan Imam Ahimelekh bahwa dia dibohongi oleh Daud, bisa saja peristiwa ini mendatangkan maut bagi Imam Ahimelekh, karena dia tidak peka dan tidak bertanya dahulu kepada TUHAN, perlu tidaknya dia memberikan roti Sajian itu kepada Daud.

 

Setelah peristiwa ini, Daud pun hampir mati di tangan Raja Akhis/ Abimelekh, untungnya dia diberi Tuhan ide secara spontan untuk berpura-pura gila, juga karena Tuhan mengutus Malaikat-Nya untuk meluputkan dia ( Mazmur 34;8)

 

Mengapa peristiwa ini tidak mendatangkan maut bagi Daud, walaupun bisa dikatakan dia juga ada di ujung tanduk, karena seorang diri saja di daerah musuh, bila dikeroyok, Daud pasti mati. Bisa jadi karena kepekaan Daud akan Tuhan membuat dia segera bertobat, segera berseru pada Tuhan pada saat di ada di depan raja Akhis/ Abimelekh itu. (Mazmur 34:7, 18,19-20)

Tidak ada peristiwa maut apa pun yang mengikuti, setelah peristiwa ini.
Rhema yang kita dapatkan di sini adalah: jangan meremehkan Roti Sajian yang adalah lambang Firman Tuhan. Jangan memakai Firman sebagai bungkus sebuah kebohongan, sebuah kemunafikan, sebuah ayat untuk menyerang orang lain, sebuah pembenaran atas sebuah dosa, dll Jangan main-main dengan Roti Hidup, yaitu Yesus sendiri. Dia sudah rela tubuh-Nya dipecah-pecahkan bagi kita, maka kita jangan main-main dengan keselamatan ( roti tidak beragi= lambang kesucian) / dimana Tuhan telah menguduskan hidup kita dengan karya salib-Nya. Jangan hidup di dalam dosa, karena upah dosa ialah Maut. Rhema yang kita dapatkan di sini:

1.      Jangan terburu-buru menganggap Yesus atau penulis kitab Markus itu salah menulis nama Imam. Tidak ada yang salah dalam tulisan ini.

2.      Ketelitian kita dalam membaca Alkitab akan menggiring kita bergantung pada Roh Kudus untuk bagaimana memecahkan teka-teki yang seakan-akan rumit, padahal tidak.

3.      Daud adalah pribadi yang sangat merindukan membangun rumah Allah , tempat tabut Allah berdiam. Ketika tahtanya terancam, ketika hartanya juga terancam, ketika keselamatan diri dan keluarganya terancam, yang dia rindukan pertama kali adalah bagaimana Salomo dapat tetap naik tahta menggantikan dia, karena Salomolah yang ditunjuk Tuhan untuk mendirikan rumah Allah itu, sama sekali bukan Absalom. Dengan kata lain dapat kita simpulkan Hasrat Daud yang paling utama adalah HADIRAT TUHAN. Tidak heran bahwa kelaparan Daud saat itu juga menggambarkan kelaparan hatinya akan Roti Hidup itu. Daud tidak ingin jauh dari Roti Hidup itu, Daud tidak ingin jauh dari hadirat Tuhan itu, Tabut Tuhan itu. Kembali ke Istananya adalah nomor ke sekian , tetapi nomor satu bagi Daud adalah kembali melihat Tabut Allah itu di depan matanya. Di sanalah Daud mendapatkan ROTI HIDUP.

 

ALASAN KE SEMBILAN

Kitab Mazmur 132 menjadi peneguhan bahwa Daud amat sangat dimungkinkan , mampir ke Rumah Allah dulu sebelum dia kembali ke istananya di Yerusalem.

 

Berikutnya kita akan membahas Mazmur 132.

Dari Mazmur 132 ini kita semakin yakin, bahwa hal pertama yang dilakukan Daud ketika dia boleh berhasil kembali ke Yerusalem, setelah kematian Absalom, adalah dia menjumpai Tabut Allah di Rumah Allah.  Walaupun itu tidak diceritakan di Kitab II Samuel, namun peristiwa ini bisa jadi dikutib Yesus, dari kitab lain.

Saya yakin sekali bahwa Mazmur 132 ini ditulis oleh Daud. Mengapa? Karena ada Padang Yaar, di ayat 6. Napa Padang Yaar ini di seluruh Alkitab, hanya muncul sekali di ayat ini saja, itu artinya, betapa spesifiknya penulis mazmur 132 ini menuliskan nama tempat dengan sangat detail.

Tahukah anda bahwa kata ‘tabut’ di seluruh Mamur dari pasal 1 sampai pasal 150, hanya ada di Mazmur 132 ini saja?

Dan tahukah anda bahwa Daud adalah sesosok pribadi yang sangat mencintai Tabut Tuhan? Sampai-sampai dia bersedia melepas jubah kebesaran kerajaan dan menggantinya dengan baju Efod , kemudian dia pun menari-nari di depan tabut Allah itu tanpa malu-malu atau ragu. Sampai-sampai dia dalam pemerintahannya di Yerusalem sebagai raja, yang diurusin pertama kali dan sebagai yang utama adalah ngurusin perpindahan tabut ini dari Baale Yehuda ke Yerusalem, setelah nota bene dalam pemerintahan Saul , raja pertama Israel, tabut ini seakan-akan terkesan dibiarkan begitu saja selama bertahun-tahun?

Namun secara unik mazmur 132 ini dituliskan dengan seolah-olah Daud adalah orang lain, karena dia menuliskan dirinya sendiri bukan pakai kata ‘aku’ tetapi dengan menuliskan namanya sendiri sebagai Daud. Dan menggunakan kata ganti ‘ia’.

Seolah-olah dia adalah orang lain yang menceritakan seorang bernama Daud dalam perjalanannya dengan Tuhan.

Mazmur 132

Daud dan Sion, pilihan TUHAN

132:1 Nyanyian ziarah.

( nyanyian ziarah adalah nyanyian yang dinyanyikan ketika seseorang sedang dalam perjalanan. Beberapa penafsir mengatakan mamur 132 ini ditulis pada saat perarak-arakan mengangkut Tabut Tuhan ke Yerusalem. Namun saya tidak sependapat, karena di Mazmur 132 ini disebut-sebut perihal janji Tuhan kepada Daud tentang keluarganya, bukankah hal itu terjadi setelah Daud mengangkut Tabut Tuhan ke Yerusalem? II Sam 6 dan dilanjutkan dengan II Sam 7. Saya lebih memprediksi nyanyian ziarah ini adalah nyanyian Daud saat dia melarikan diri dari serangan kudeta Absalom)

 

Ingatlah, ya TUHAN, kepada Daud 1  dan segala penderitaannya, i 

( kata ‘penderitaan’ di sini digunakan kata ‘anah yang artinya ; ditindas, dianiaya. Bukankah pada saat itu Daud sedang mengalami pengkhianatan oleh anaknya sendiri? Batin Daud sedang tertindas. Dia sedang pergi meninggalkan Yerusalem dimana Tabut Allah berdiam.)

 

132:2 bagaimana ia telah bersumpah kepada TUHAN, telah bernazar kepada Yang Mahakuat dari Yakub: j  132:3 “Sesungguhnya aku tidak akan masuk ke dalam kemah kediamanku, k  tidak akan berbaring di ranjang petiduranku, 132:4 sesungguhnya aku tidak akan membiarkan mataku tidur atau membiarkan kelopak mataku terlelap, 132:5 sampai aku mendapat tempat l  untuk TUHAN, kediaman untuk Yang Mahakuat dari Yakub.”

( ternyata Daud pernah bersumpah pada Tuhan bahwa dia akan mengutamakan tempat Tabut Allah berdiam daripada rumahnya sendiri. Ini benar-benar dibuktikan oleh Daud. Saat dia sudah menentap di rumahnya dan Tuhan sudah mengaruniakan kepadanya keamanan terhadap musuhnya di sekeliling, dia teringat akan nazar ini II Sam 7: 1-3)

 

132:6 Memang kita telah mendengar tentang itu di Efrata, m  telah mendapatnya di padang Yaar. n 

( yang cukup mengejutkan adalah sumpah/nazar Daud kepada Tuhan ini dia lontarkan kepada Tuhan, jauh sebelum dia menjadi raja, tetapi dia lontarkan kepada Tuhan  saat dia masih di padang Yaar, di Efrata, di tanah kelahirannya, saat dia masih menjadi gembala. Bisa jadi pada saat nazar ini dilontarkan pada Tuhan, dia sudah diurapi Samuel menjadi raja berikutnya. Namun dia belum jadi raja, perjalanan hidupnya masih jauh. Dia masih menggembalakan kambing domba ayahnya, bahkan ketika dia sudah menjadi pemusik istana dan menjadi ajudan raja ( membawakan senjata raja Saul)- dia masih pulang ke rumah Isai untuk kembali menjadi gembala) I Sam 17:15. Hal ini juga disinggung-singgung oleh Tuhan,melalui perantaraan nabi Natan II Sam 7:8. Bahwa Tuhan memilih Daud pada saat Daud masih menjadi gembala ingusan. Yaar adalah tempat yang spesifik, hanya Daud dan Tuhan saja yang tahu bahwa di tempat itulah dia mengucapkan nazarnya kepada Tuhan.)

 

132:7 “Mari kita pergi ke kediaman-Nya, o  sujud menyembah pada tumpuan kaki-Nya. p 132:8 Bangunlah, ya TUHAN, q  dan pergilah ke tempat perhentian-Mu, Engkau serta tabut kekuatan-Mu! 132:9 Biarlah imam-imam-Mu berpakaian kebenaran, r  dan bersorak-sorai orang-orang yang Kaukasihi! s  132:10 Oleh karena Daud, hamba-Mu, janganlah Engkau menolak orang yang Kauurapi!

( Pada saat itu, kerinduan Daud untuk membangun Bait Allah dijawab oleh Tuhan bahwa keturunan Daudlah yang nanti akan mendirikan rumah Tuhan. Dalam ziarah ini Daud membangkitkan kembali kerinduannya yang besar akan Tabut Tuhan.)

 

132:11 TUHAN telah menyatakan sumpah setia kepada Daud, t  Ia tidak akan memungkirinya: “Seorang anak kandungmu u  akan Kududukkan di atas takhtamu; 132:12 jika anak-anakmu berpegang pada perjanjian-Ku, v  dan pada peraturan-peraturan-Ku yang Kuajarkan kepada mereka, maka anak-anak mereka selama-lamanya akan duduk di atas takhtamu. w 

( Dalam masa pemberontakan Absalom ini, Daud kembali bernostalgia, bagaimana Tuhan menjanjikan bahwa seorang keturunannya, seorang anak kandungnya akan menjadi penggantinya. Jauh sebelum dia melakukan sex abuse pada Batsyeba, Tuhan sudah menjanjikan penerusnya, yaitu Salomo , walaupun Tuhan tidak menyebut nama anak itu siapa nantinya. Janji Tuhan itu ditulis di II Sam pasal 7, sedangkan kasus Batsyeba ditulis di II Sam pasal 11. Salomo satu-satunya anak Daud yang pemberian namanya dituliskan oleh Alkitab jelas-jelas , nama Salomo diberikan oleh ayahnya Daud . Anak-anak Daud lainnya semua namanya disebutkan dalam Alkitab, namun yang mendapat komentar seperti di bawah ini hanyalah terjadi pada anaknya yang bernama  Salomo ini saja, tidak terjadi pada anak –anak raja Daud yang lainnya:

lalu Daud memberi nama Salomo kepada anak itu. II Sam 12: 24

Salomo arti namanya = peace/ damai

Pemberian nama, adalah pemberian identitas, pemberian Visi, pemberian harapan, pemberian destiny, pemberian arahan, pemberian status.

Salomo adalah satu-satunya anak Daud yang mendapatkan nama dari Tuhan.

Jedija= dicintai oleh Yahweh  (II Sam 12: 25)

Daud mempersiapkan Salomo sejak masa kecilnya (Amsal 4:4)/ bisa jadi masa batita/balita.

Pemberontakan Absalom ini sangat kuat, karena didukung pula oleh Ahitofel , penasihat raja Daud, yang memihak pada Absalom, dan telah dibangun serta dipersiapkan secara licik oleh Absalom selama bertahun-tahun, tepatnya 4 tahun ( II Sam 15: 7).

Oleh karena itulah Daud kembali mengingat/ bernostalgia bagaimana Tuhan berjanji kepadanya, tetapi Daud tahu bahwa anak kandungnya yang dimaksudkan Tuhan untuk menjadi penggantinya bukanlah Absalom, melainkan Salomo. Sementara nyanyian ziarah ini dinyanyikan Daud, bukankah Salomo, anaknya juga saat itu sedang ikut berjalan bersama-sama dengan dia? )

 

132:13 Sebab TUHAN telah memilih Sion, x mengingininya menjadi tempat kedudukan-Nya: y  132:14 “Inilah tempat perhentian-Ku selama-lamanya, z  di sini Aku hendak diam, a  sebab Aku mengingininya. 132:15 Perbekalannya akan Kuberkati dengan limpahnya, orang-orangnya yang miskin akan Kukenyangkan dengan roti, b  132:16 imam-imamnya c  akan Kukenakan pakaian keselamatan, dan orang-orangnya yang saleh akan bersorak-sorai dengan girang. d  132:17 Di sanalah Aku akan menumbuhkan e  sebuah tanduk bagi Daud 2 , Aku akan menyediakan sebuah pelita f  bagi orang yang Kuurapi. g  132:18 Musuh-musuhnya akan Kukenakan pakaian penuh malu, h  tetapi di atas kepalanya i  akan bersemarak mahkotanya.”

(Hasrat Daud yang terbesar adalah Tabut Tuhan, hadirat Tuhan, bukit Zion, tempat yang dipilih oleh Tuhan untuk Dia berdiam. Yerusalem ada di bukit Zion, kota Daud. Di sanalah ada hadirat Tuhan, berkat Tuhan, imam-imam Tuhan, sorak-sorai, urapan Tuhan, kemenangan yang daripada Tuhan. Hasrat Daud yang terbesar bukan tahta, bukan harta, bukan lagi wanita, juga bukan dendam pada anaknya Absalom yang telah melakukan kudeta politik terhadapnya, tetapi hasrat Daud yang terbesar adalah kembali ke bukit Zion, ke Yerusalem untuk kembali datang menyembah kepada Tuhan, tidak heran pada saat Daud meninggalkan Yerusalem dan hampir menyeberangi sungai Kidron, dia berkata demikian kepada Imam Zadok dan Imam Abyatar:

“Bawalah tabut Allah itu kembali ke kota; jika aku mendapat kasih karunia di mata TUHAN, maka Ia akan mengizinkan aku kembali, sehingga aku akan melihatnya lagi, juga tempat kediamannya. Tetapi jika Ia berfirman, begini: Aku tidak berkenan kepadamu, maka aku bersedia, biarlah dilakukan-Nya kepadaku apa yang baik di mata-Nya.”

Daud telah siap mati dalam pertempuran melawan kudeta dari Absalom ini. Ahitofel yang juga sangat dipercayai rakyat, membuat persepakatan gelap daripada Absalom ini menjadi sangat kuat.  Oleh karena itu, Daud melepas tabut Allah itu biarlah tetap di Yerusalem, dengan sebuah kerinduan yang besar untuk siapa tahu dia bisa melihatnya lagi. Dan sebuah harapan masih dibentangkan siapa tahu, Salomo nanti yang akan membuat tempat kediaman untuk tabut itu boleh berdiam di kayu aras, bukan di kemah/tenda.)

 

Tidaklah mengherankan bila Mazmur 132 ini menjadi suatu penguat, penggaris-bawah, bahwa bisa jadi Daud ketika pertama kali masuk ke Yerusalem, setelah kematian Absalom, dan setelah orang Israel menerima dia kembali menjadi raja, pertama kali Daud masuk ke rumah Allah di Zion, untuk melihat kembali tabut itu, dan melanjutkan kembali hasratnya untuk mempersiapkan Salomo menjadi seorang pembangun bait Allah. Di hari tua Daud, Daud memberikan persembahan besar-besaran untuk pembangunan bait Allah oleh anaknya  Salomo itu.

Di bawah asuhan dan ajaran seorang pemimpin dan guru dan ayah rohani ( Mazmur 34: 12)  yang berhasrat utama ; TABUT ALLAH inilah, tidaklah sangat mengherankan bila anak buah Daud juga terbentuk seperti itu.

Salah satu contohnya adalah Uria. Uria adalah anak buah Daud yang sangat jarang kata-katanya ditulis di Alkitab.  Bahkan hanya dua kalimat saya yang pernah dicatat, itu pun hanya dalam satu kali kesempatan berbicara; Bisa jadi dia seorang pendiam.

Tetapi Ura berkata kepada Daud; TABUT serta orang Israel dan orang Yehuda diam dalam pondok, juga tuanku Yoab dan hamba-hamba tuanku sendiri berkemah di padang; masakan aku pulang ke rumahku untuk makan minum dan tidur dengan isteriku? Demi hidupmu dan demi nyawamu, aku takkan melakukan hal itu !”

Kata pertama yang disebut oleh Uria adalah kata TABUT.

Uria melihat bagaimana Daud sangat cinta tabut Tuhan, bagaimana Daud , pemimpin perangnya, rajanya, gurunya, ayah rohaninya, menari-nari di hadapan tabut Tuhan.

 

 

ALASAN KE SEPULUH

Pada saat Daud meninggalkan Yerusalem dan hampir menyeberangi sungai Kidron, dia berkata demikian kepada Imam Zadok dan Imam Abyatar:

“Bawalah tabut Allah itu kembali ke kota; jika aku mendapat kasih karunia di mata TUHAN, maka Ia akan mengizinkan aku kembali, sehingga aku akan melihatnya lagi, juga tempat kediamannya. Tetapi jika Ia berfirman, begini: Aku tidak berkenan kepadamu, maka aku bersedia, biarlah dilakukan-Nya kepadaku apa yang baik di mata-Nya.”

Daud tidak menjadikan tabut Allah itu sebagai ‘jimat ampuh’ seolah-olah bila tidak ada tabut Allah di dekat pasukannya maka dia pasti kalah. Tetapi bagi Daud yang terpenting adalah bagaimana Tuhan berkenan kepadanya, berkenan kepada pertobatannya, berkenan kepada hidupnya, berkenan kepada kerelaan hatinya untuk mengalami ‘pedang’ yang ada di keluarganya selepas dosanya yang sangat keji dalam membunuh Uria. Pedang itu sudah basah oleh darah Amnon, saat Absalom membunuhnya. Pedang itu kini mengejar dirinya, mengejar seorang ayah. Bukan hanya seorang raja, tetapi seorang ayah, yang dikudeta oleh anaknya sendiri. Daud tahu bahwa selama hatinya berpaut pada Tuhan, pada tabut Tuhan, maka di mana pun tabut itu diletakkan, tidak menjadi masalah, tangan penyertaan Tuhan tetap ada.

Tak heran bila Daud pertama kali pulang dari pelarian karena kasus kudeta ini, dia langsung ke rumah Allah, di Sion, di Yerusalem, di tempat tabut Allah berdiam.  Semacam sebuah kunjungan betapa bersyukurnya dia kepada Tuhan, karena perkenanan Tuhan ternyata masih ada dalam hidupnya.

Mudah saja bagi dia dalam keadaan kekurangan dan kelaparan langsung ke istana, dan mengaduk-aduk isi ‘almari es’ ( kalau zaman itu sudah ada..) atau istilahnya mengaduk-aduk persediaan istana. Tetapi Daud punya agenda pribadi. Mengejar perkenanan Tuhan di masa-masa di mana dia merasa diri tidak layak, dia adalah seorang pembunuh, seorang perebut isteri orang, dan seorang yang licik. Tuhan sudah mengampuni, tetapi akibatnya anak haram itu mati, dan pedang itu masih berkeliaran di dalam keluarganya. Untuk dapat kembali ke Yerusalem dengan selamat, itu adalah perkenanan Tuhan yang luar biasa, jadi sebagai bentuk syukur Daud kembali ke Rumah Allah sebagai tujuan utama.

 

ALASAN KE SEBELAS

132:13 Sebab TUHAN telah memilih Sion, x mengingininya menjadi tempat kedudukan-Nya: y  132:14 “Inilah tempat perhentian-Ku selama-lamanya, z  di sini Aku hendak diam, a  sebab Aku mengingininya. 132:15 Perbekalannya akan Kuberkati dengan limpahnya, orang-orangnya yang miskin akan Kukenyangkan dengan roti, b  132:16 imam-imamnya c  akan Kukenakan pakaian keselamatan, dan orang-orangnya yang saleh akan bersorak-sorai dengan girang. d  132:17 Di sanalah Aku akan menumbuhkan e  sebuah tanduk bagi Daud 2 , Aku akan menyediakan sebuah pelita f  bagi orang yang Kuurapi. g  132:18 Musuh-musuhnya akan Kukenakan pakaian penuh malu, h  tetapi di atas kepalanya i  akan bersemarak mahkotanya.”

 

Perhatikan Mazmur 132:15

Orang-orangnya yang miskin akan Kukenyangkan dengan roti.

Kata ROTI di ayat ini digunakan kata LECHEM yang artinya ROTI SAJIAN

 

Orang-orangnya yang MISKIN akan Kukenyangkan dengan roti.

kata yang dipakai untuk MISKIN ini adalah ‘ebyown yang artinya:

  • Orang-orang yang menginginkan
  • Orang-orang yang membutuhkan
  • Orang-orang yang miskin
  • Orang-orang mengalami penindasan dan pelecehan
  • Orang-orang yang membutuhkan bantuan
  • Orang-orang yang membutuhkan pembebasan oleh Allah dari kesulitan ( trouble)
  • Orang-orang dari kelas terendah
  • Orang-orang pengemis

Daud mendapatkan Firman ini pada saat dia dalam ziarah, melarikan diri dari situasi kudeta Absalom, anaknya. Jadi Tuhan memilih Sion, Tuhan mengingini untuk berdiam di Sion, dan oleh karena itulah Tuhan berjanji, di Sionlah, Tuhan akan memberkati perbekalannya dengan limpah, dan juga orang-orangnya yang miskin ( miskin dalam hal materi, miskin dalam hal penerimaan, miskin dalam rasa aman, dililit masalah, dll) akan dikenyangkan Tuhan dengan ROTI SAJIAN.

Daud sebagai seorang raja, dia tidak sedang miskin secara materi, tetapi dia sedang ada dalam penindasan, pelecehan, sedang ada dalam kesulitan, karena keluarganya kacau balau, anaknya brutal dan begitu licik mengkudeta ayahnya sendiri. Memang Absalom sudah mati di pohon –pohon terbantin, tetapi Daud kembali ke Yerusalem sebagai orang yang BUTUH KEKUATAN DARI TUHAN, BUTUH PERTOLONGAN DAN BANTUAN DARI TUHAN, untuk bagaimana dia melanjutkan kepemimpinannya di tengah-tengah keluarganya yang sudah hancur-hancuran, Amnon memperkosa tamar, Absalom membunuh Amnon, Absalom melakukan pelecehan sex pada gundik-gundiknya, Ahitofel , penasihat dan sahabatnya mengkhianati dia dan bahkan sampai mati bunuh diri, banyak rakyat selama ini sudah terhasut omongan daripada Absalom yang menjelek-jelekkan dirinya sebagai raja, dll.  Terbukti tantangan ini tidak berhenti sampai di sini, di hari tua Daud, Adonia anak Hagit, juga yang adalah anaknya mengangkat diri menjadi raja, untunglah usaha ini digagalkan.

Jadi tidak heran bila roti sajian itu bukan diberikan oleh imam Abyatar kepada Daud, tetapi DAUD SENDIRI YANG MENGAMBILNYA.

Daud butuh Tuhan, dia miskin, oleh karena itu Daud merasa sah untuk mengambil roti itu dan memberikan kepada pengikut-pengikutnya. Daud dikelilingi pengikut-pengikutnya, tetapi Daud tahu bahwa ‘mereka semua’ miskin, mereka butuh ROTI HIDUP itu.

Tuhan sudah banyak bicara tadi di perjalanan ziarah, oleh karena itu Daud menjadikan ziarah itu tidak saja pelarian, tetapi ziarah ke rumah Allah. Pulang ke Yerusalem bukan saja semata-mata pulang dari pelarian kasus kudeta, tetapi adalah pulang ke Rumah Allah, tempat di mana si miskin ini dikenyangkan oleh kekuatan yang dari TUHAN.

Dalam banyak bagian Alkitab lainnya, ternyata ROTI SAJIAN ini boleh dimakan oleh orang-orang miskin ( dalam arti orang yang kekurangan materi)

Mazmur 37:25

Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti.

Kata ROTI di ayat ini digunakan kata yang sama yaitu kata LECHEM yang artinya ROTI SAJIAN

Jadi dalam hal ini Daud adalah orang yang benar, dia dibenarkan oleh Tuhan, dia mendapat perkenan Tuhan, Tuhan sudah menerima pertobatan Daud,  jadi di Rumah Allah, dia bukan sedang MENGEMIS ROTI, karena dia miskin secara materi, tetapi dia sedang MENGAMBIL ROTI ITU, karena dia tahu, dengan memakan roti sajian, dia menempatkan diri sebagai orang yang MEMBUTUHKAN TUHAN dalam hidupnya, dia butuh, butuh, butuh. Bukan materi yang dia kejar, tetapi dia membutuhkan perkenanan Tuhan.

Beda dengan pelarian Daud dari Saul, di era Imam Ahimelekh, dia sedang butuh roti , karena dia sedang dalam keadaan kekurangan secara MATERI. Dia imannya sedang lemah, dia sedang jadi pembohong, dia sedang bukan jadi orang benar. Maka sebagai orang yang tidak benar, wajar kalau dia berkesan ‘mengemis-ngemis’ roti dalam bungkus kebohongan. Buktinya dia meminta roti pada Imam Ahimelekh. Huih !

Kita lihat lagi dalam ayat lain:

I Sam 2: 33, 36

Segala tambahan keluargamu akan mati oleh pedang lawan.

Kemudian siapa yang masih tinggal hidup dari keturunanmu akan datang sujud menyembah kepadanya meminta sekeping uang perak atau sepotong roti, dan akan berkata: Tempatkanlah kiranya aku dalam salah satu golongan imam itu, supaya aku dapat makan sekerat roti.

I Sam 2: 36 menulis dua kata ‘roti’, dan dua-duanya memakai kata yang sama ROTI SAJIAN ( LECHEM)

Ini adalah nubuatan Tuhan kepada keluarga daripada Imam Eli, dan di era Imam Ahimelekh, digenapi bahwa mereka mati oleh pedang lawan, saat Saul menumpas mereka di NOB, lalu anaknya Imam Abyatar pada hari tua Daud, memihak kepada Adonia, saat Adonia melakukan kudeta kepada ayahnya, Daud. Sehingga  di era Salomo, Abyatar dipecat dari jabatannya sebagai imam, dan kemudian yang menjadi imam adalah Imam Zadok untuk menggantikan Abyatar. ( I Raj 2: 35)

I Raj 2:27

Lalu Salomo memecat Abyatar dari jabatannya sebagai imam TUHAN. Dengan demikian Salomo memenuhi firman TUHAN yang telah dikatakan-Nya di Silo mengenai keluarga ELI.

Waktu Imam Ahimelekh dan seluruh NOB ditumpas oleh Saul, dan hanya Abyatar yang lolos dari peristiwa maut tersebut, Daud menolong dan melindungi Abyatar. Tetapi setelah Daud tua, Abyatar justru memihak kepada Amnon anak Hagit yang meninggikan diri dan mengangkat diri menjadi raja. Abyatar bukan orang benar, sehingga saat dia dipecat, pada akhirnya dia menjadi peminta-minta roti/ orang miskin. Orang miskin yang mengiba meminta-minta sepotong roti, sekerat roti, roti Sajian.

Oleh karena itu Yesus jelas jelas mengatakan bahwa DAUD MENGAMBIL ROTI SAJIAN, bukan Daud meminta. ( Lukas 6; 4)

Daud orang benar, setelah dia bertobat, oleh karena itu dia tidak akan menjadi peminta-minta roti, tetapi dia pengambil roti, karena dia rindu Roti Hidup itu, dia rindu Tabut Allah itu, dia membutuhkan pertolongan Tuhan dalam hidupnya yang selanjutnya, yang sudah terlanjur porak poranda.

Tetapi Abyatar tidak menjaga hidupnya dalam kebenaran, dia tidak setia kepada raja Daud, dia ikut dalam persepakatan kudeta kerajaan, padahal dia tahu bahwa Tuhan menunjuk Salomo sebagai penerus Daud, bukan Adonia, anak Hagit.  Wajarlah kalau pada akhirnya Abyatar ini dipecat, dan akhir hidupnya mengenaskan, dia menjadi peminta-minta roti sajian, hanya demi dapat menggigit sekerat roti dalam kelaparan yang melanda lambungnya.

Dari keluarga Imam Eli yang tidak bertobat, menghasilkan keturunan peminta-minta roti. Daud tahu benar bahwa ………….

Mazmur 37:25

Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti.

Mazmur 37:25 ini ditulis oleh pemazmur yang adalah Daud, karena tidak semua pemazmur itu Daud, tetapi mazmur 37 ini adalah mazmur DARI DAUD

Daud tahu, bahwa kalau dia tidak mau lagi hidup dalam kebenaran, memilih untuk meneruskan hidup dosanya di hadapan Tuhan, maka anak cucunya kelak akan jadi orang  miskin yang meminta-minta roti sajian.

Tetapi Daud dengan iman MENGAMBIL ( sekali lagi MENGAMBIL bisa dalam arti MENERIMA,  tetapi bukan dengan cara MEMINTA) lalu memakan roti sajian itu karena dia mau memposisikan diri sebagai orang yang bertobat, yang dibenarkan oleh Tuhan, yang mengejar perkenan Tuhan dan dengan anugrah telah memperoleh perkenanan  itu, dia adalah orang ‘miskin’ ( bukan miskin secara materi- tetapi miskin karena membutuhkan pertolongan Tuhan) yang mau mendekat ke hadirat Tuhan, dan MENGAMBIL ROTI HIDUP ITU.

Dalam perkenanan Tuhan, menjadi orang yang dibenarkan, anak cucunya kelak tidak akan menjadi peminta-minta roti.

Dari sinilah kita jadi lebih paham apa arti dari Matius 5:3

Berbahagialah orang yang miskin di hadapan ALLAH, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

………………..Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Roma 14:17

Daud raja yang kaya, tetapi dia mau jadi miskin di hadapan Allah, dia mau makan roti sajian walaupun di istananya, yang tidak jauh dari Rumah Allah itu, sama sama di kota Yerusalem itu, mudah saja baginya mendapatkan roti rasa apa saja. Dia mau memposisikan diri sebagai orang yang ‘membutuhkan pertolongan Tuhan, ‘lapar’ akan perkenanan Tuhan, ‘rindu’ akan hadirat Tuhan, mau berkomitment untuk hidup dalam kebenaran, damai sejahtera, sehingga biarlah sukacita dari Surga itu memenuhi hidupnya.

Kalau Daud nggak datang pada Tuhan, dia bisa stress dan depresi, di tengah keadaan keluarganya yang sudah porak poranda ini.

Karena Daud mau hidup dalam damailah…maka Daud menyerahkan pada Salomo untuk membereskan Yoab, si pendendam, dan Simei si pengutuk. Nanti saja dibereskan setelah dia mati, dan dalam pemerintahan Salomo. Daud tahu bukan jatahnya , ini jatah Salomo.

Dan Salomo tidak saja membereskan Yoab dan Simei, sekaligus dengan tegas Salomo memecat Imam Abyatar, si tidak setia.

 

 

 

KESIMPULAN

Rhema yang kita dapatkan DARI  I SAMUEL 21: 1-9 SAAT DAUD MAKAN ROTI SAJIAN DI ERA IMAM AHIMELEKH  adalah: jangan meremehkan Roti Sajian yang adalah lambang Firman Tuhan. Jangan memakai Firman sebagai bungkus sebuah kebohongan, sebuah kemunafikan, sebuah ayat untuk menyerang orang lain, sebuah pembenaran atas sebuah dosa, dll Jangan main-main dengan Roti Hidup, yaitu Yesus sendiri. Dia sudah rela tubuh-Nya dipecah-pecahkan bagi kita, maka kita jangan main-main dengan keselamatan ( roti tidak beragi= lambang kesucian) / dimana Tuhan telah menguduskan hidup kita dengan karya salib-Nya. Jangan hidup di dalam dosa, karena upah dosa ialah Maut. Rhema yang kita dapatkan DARI MARKUS 2: 23-28 SAAT DAUD MAKAN ROTI SAJIAN DI ERA IMAM ABYATAR adalah:

1.      Jangan terburu-buru menganggap Yesus atau penulis kitab Markus itu salah menulis nama Imam. Tidak ada yang salah dalam tulisan ini. Alkitab itu absah, absolut.

2.      Ketelitian kita dalam membaca Alkitab akan menggiring kita bergantung pada Roh Kudus untuk bagaimana memecahkan teka-teki yang seakan-akan rumit, padahal tidak.

3.      Daud adalah pribadi yang sangat merindukan membangun rumah Allah , tempat tabut Allah berdiam. Ketika tahtanya terancam, ketika hartanya juga terancam, ketika keselamatan diri dan keluarganya terancam, yang dia rindukan pertama kali adalah bagaimana Salomo dapat tetap naik tahta menggantikan dia, karena Salomolah yang ditunjuk Tuhan untuk mendirikan rumah Allah itu, sama sekali bukan Absalom. Dengan kata lain dapat kita simpulkan Hasrat Daud yang paling utama adalah HADIRAT TUHAN. Tidak heran bahwa kelaparan Daud saat itu juga menggambarkan kelaparan hatinya akan Roti Hidup itu. Daud tidak ingin jauh dari Roti Hidup itu, Daud tidak ingin jauh dari hadirat Tuhan itu, Tabut Tuhan itu. Kembali ke Istananya adalah nomor ke sekian , tetapi nomor satu bagi Daud adalah kembali melihat Tabut Allah itu di depan matanya. Di sanalah Daud mendapatkan ROTI HIDUP.

 

PERTANYAAN YANG MASIH TERSISA

Cukup menggelitik pertanyaan-pertanyaan yang bisa saja menari-nari di pikiran kita. Mengapa jika seandainya betul, Daud masuk ke rumah Allah dulu sebelum pulang ke istananya, lalu makan roti sajian dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, pada saat Imam Abyatar menjabat, mengapa peristiwa ini tidak diceritakan oleh penulis kitab Samuel?

Sepertinya ada sesuatu yang sengaja DISIMPAN. Untuk menjadi jatah Yesus yang menceritakannya secara tidak langsung. Sehingga kita tahunya dari Yesus, bukan dari PL.

Pada era Yesus mengajar sebagai Rabi, perkataan-Nya tidak terbantahkan, karena para sarjana lainnya pada saat itu juga membaca buku-buku lain sebagai referensi yang sama, dalam koleksi perpustakaan yang sama. Karena tentunya mereka seangkatan. Tak ubahnya bila saya sekarang menyebut judul  buku “Pemburu Tuhan” karya Tommy Tenny, semua orang di zaman saya yang suka membaca buku rohani pasti tahu buku itu.

Lho, Yesus bisa saja langsung menceritakan sesuatu yang tidak ada tertulis di PL dalam kemahatahuan-Nya sebagai Allah sejati, namun Dia tidak ingin menabrak zaman, sebagai seorang Rabi/ Sarjana, Dia itu profesional, Dia ingin mengungkapkan apa yang sebenarnya Dia ketahui dalam kemahatahuanNya, tetapi, pada saat mengungkapkan hal itu, Dia tetap menggunakan referensi yang ada, dari buku-buku yang ada, dari buku-buku yang diakui sebagai referensi pada zaman itu. Jadi kalau saya memakai kata ‘buku’ hanya untuk memudahkan kita mengerti, namun tentu pada zaman itu tidak berupa buku yang dijilid seperti di zaman kita sekarang ini.

Mengapa penulis kitab Samuel tidak mencatat peristiwa di mana Daud kembali ke Rumah Allah , sepulangnya dia dari pelarian dalam kasus kudeta oleh Absalom itu?

Itu hak Roh Kudus untuk memasukkan cerita itu di kitab Samuel atau tidak.

Kisah itu hanya dapat kita ‘raba’ dari Mazmur 132, dan Markus pasal 2, Matius pasal 12, Lukas 6.

Bagaimana Roh Kudus mengijinkan hanya Daud yang menuliskan hasrat hatinya yang terdalam akan Tabut Allah, dalam keadaan sikap hati yang sangat merendahkan diri di hadapan Tuhan yang berdaulat atas hidupnya ( itu pun dengan gaya bahasa seolah-olah Daud sebagai seorang lain, mengisahkan bagaimana seorang bernama Daud itu berjalan bersama dengan TUHAN, memegang janji Tuhan atas keturunannya) , serta bagaimana Roh Kudus mengijinkan penulis kitab Matius, Markus, dan Lukas untuk menuliskan perkataan Yesus, yang mengupas peristiwa ini.

Bagaimana penulis buku-buku referensi lainnya, seperti misalnya penulis buku-buku:

  • Kitab sejarah raja Daud, Kitab sejarah raja-raja Israel, Riwayat raja-raja Israel, Kitab raja-raja Yehuda dan Israel

yang kita tidak tahu siapa mereka yang menulis buku-buku ini, justru diijinkan Tuhan menulis peristiwa penting ini, bagaimana Daud mengedepankan hasratnya untuk ke rumah Tuhan lebih daripada kembali ke istananya? Dan kemudian tulisan mereka bisa menjadi kutipan Yesus !!

Waauuu itu hak Tuhan. Kita tidak dapat mengatur-ngatur Tuhan, terserah Tuhan kalau ternyata tidak semua harus ditulis di kitab Samuel.

Seolah-olah kisah ini seakan-akan SENGAJA DISIMPAN, untuk biarlah Yesus yang menceritakannya. Dan biarlah Yesus memakai referensi lainnya.

Seakan-akan semuanya ini sengaja di simpan karena Yesus sendiri yang ingin mengomentari peristiwa penting ini.

Bagi Yesus, Anak Daud, kerinduan Daud akan tabut Tuhan, hasratnya untuk membangun Bait Allah, dalam masa pemberontakan anaknya, Absalom, justru tabut Allah yang dipikirkan, bukannya tahtanya, bukannya hartanya, bukannya keluarganya, bukannya istananya, bahkan dia bertelanjang kaki pada saat melarikan diri dari kudeta Absalom, bagi Yesus, Dia mendapati hati seorang PEMBURU TUHAN yang sangat keren.

Bagi Yesus, peristiwa dimana Daud bohong, Daud gagal mengandalkan Tuhan, melainkan justru berpaling pada ‘senjata goliat’, padahal dia dulu saja berkata kepada Goliat “Aku mendatangi kamu dengan Nama Tuhan”, mengapa justru sekarang senjata Goliat itu yang dia andalkan? Peristiwa di mana Daud makan roti sajian dalam keadaan sedang berbohong, di era Imam Ahimelekh, itu bukan peristiwa yang mengesankan, melainkan memalukan. Untuk apa peristiwa seperti ini disebut-sebut oleh Yesus?

Tetapi bagi Yesus, peristiwa dimana Daud hatinya tetap berpaut pada Tuhan, di tengah situasi yang genting Daud hatinya berpaut pada Tabut Tuhan, hasratnya yang terdalam ‘ngotot’ ingin membangun Bait Allah , lalu begitu sampai di Yerusalem, seluruh Israel menerima dia kembali menjadi raja setelah Absalom mati, dia langsung menuju rumah Tuhan, tidak langsung ke istananya, lalu di sana Daud mengambil roti sajian itu, memakannya, dan memberikan kepada pengikut-pengikutnya dalam keadaan kekurangan dan kelaparan. Yesus yang adalah Tuhan atas hari sabat itu, Tuhan atas hukum taurat itu, memberikan tongkat perkenanan-Nya terulur atas Daud. Daud lapar, dan hatinya rindu akan Tuhan. Roti yang seharusnya boleh dimakan hanya oleh imam-imam, dimakan oleh Daud. Terjadi perkecualian di sini. Daud tidak sedang tidak menghormati hukum, tetapi dia sedang butuh, lapar. Tuhan berkenan kepadanya. Nah peristiwa seperti inilah yang ingin diulas oleh Yesus. Bukan ! Bukan peristiwa yang di era Imam Ahimelekh, melainkan peristiwa lain yang di era Imam Besar Abyatar. Ini nih yang ingin dibahas oleh Yesus. Yesus terkesan akan peristiwa yang satu ini.

Penafsiran orang Farisi akan Hukum Taurat itu sangat kaku, contoh; Pada hari sabat tidak boleh bekerja, tetapi jika ada domba yang masuk jurang, boleh menolong domba itu. Nah, bagi Yesus, sah-sah saja menyembuhkan orang pada hari sabat. Karena esensi hari sabat sebenarnya adalah berhenti bekerja agar dapat punya waktu lebih banyak untuk bersekutu dengan Tuhan. Ketika terjadi kelepasan, mengapa tidak?

Buktinya imam-imam itu sendiri pada hari sabat justru sibuk sekali, tetapi mengapa boleh begitu? Bukannya di hari sabat harus berhenti bekerja? Nah, para imam pun mengalami perkecualian !

Penerapan hukum yang terlalu kaku, akan membuat hukum itu sendiri kehilangan tujuan semula mengapa pasal itu ada.

 

Simpan peristiwa ini ! Tunggu saatnya nanti biar Aku sendiri yang mengatakannya. Ini adalah antara Aku dan Daud, orang yang hidupnya berkenan kepadaKu.

Seakan-akan begitu. Sebuah keintiman yang mendalam, yang menyentuh hati Tuhan.

Bicara simpan menyimpan, ada contoh-contoh lain di Alkitab, walaupun yang disimpan ini adalah musuh, bukan tulisan/catatan peristiwa.

Contoh lain, mengapa Amalek tidak tuntas di era kepemimpinan Musa? Karena masih disimpan untuk ditumpas di era kepemimpinan Saul. Saul gagal menuntaskan hasrat Tuhan memusnahkan Amalek sampai musnah nah nah, karena Saul masih menyimpan Agag- raja Amalek itu.

Contoh lain, mengapa Bani Amon dan Moab di era kepemimpinan Musa, Tuhan melarang bangsa Israel memasuki negeri mereka, tetapi pada era kepemimpinan Raja Yosafat di II Taw 20: 9-11, dua bangsa ini balik menyerang Israel? Coba kalau di zaman Musa sudah ditumpas, kan enak, di era Yosafat nggak usah berperang ! Pikiran seperti ini salah ! Justru ada musuh yang disimpan, karena musuh itu, adalah jatahnya era Yosafat untuk memerangi dan mengalahkan mereka. Jika di era Yosafat tidak ada musuh, bagaimana mungkin Tuhan melatih tangan dan jari mereka untuk berperang jika tidak ada lawan tandingnya. Bagaimana mungkin Tuhan dapat melatih otot doa mereka, otot puasa mereka, otot iman mereka, otot kebergantungan mereka pada Tuhan?

Rhema yang kita dapatkan di sini adalah:

Saat mana kita intim dengan Tuhan, maka Tuhan menyediakan suatu rahasia-rahasia kepada kita, dan hanya Tuhan dan kita sendiri yang tahu- hadiah rahasia daripada-Nya itu.

Wahyu 2: 17

Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapa pun, selain oleh yang menerimanya.

Huhuuuii, saya mau itu Tuhan !

 

KUTIPAN YESUS

 

ALASAN KE DUA BELAS

Ternyata kutipan Yesus ada bermacam-macam, mari kita buktikan bahwa ketika di Matius 12: 3 dan ayat 5 Yesus mengutip, belum tentu yang Dia kutip itu dari buku-buku PL. Buktinya di ayat 5 kutipan jelas –jelas dari kitab Taurat, sedangkan di ayat 3 tidak disebut kata Taurat, itu artinya ayat 3 dan ayat 5 adalah BERBEDA KUTIPAN, BERBEDA SUMBER KUTIPAN, walaupun dalam satu penuturan yang sekali jalan/sekali dituturkan.

 

Mari kita simak ayat-ayat lain, bagaimana cara Yesus membuat suatu kutipan, kalimat apa yang dikatakan-Nya

  1. KUTIPAN YESUS YANG JELAS-JELAS DARI FIRMAN ALLAH YANG TERTULIS DI PL

Matius 19:4-5

Jawab Yesus; “ Tidakkan kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? Dan firman-Nya ; Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya….

Kutipan ini jelas adalah FIRMAN TUHAN di PL Kejadian 1:27, 5:2

Matius 22: 31

Tetapi tentang kebangkitan orang-orang mati tidakkan kamu baca apa yang difirmankan Allah, ketika Ia bersabda: Akulah Allah Abraham, ….

Markus 12:26

Dan tentang bangkitnya orang-orang mati , tidakkah kamu baca dalam kitab Musa, dalam ceritera tentang semak duri, bagaimana ….

Kutipan Yesus ini jelas-jelas adalah FIRMAN TUHAN  di PL Keluaran 3:6

 

  1. KUTIPAN YESUS YANG MENYEBUT NAMA PENULIS KITAB

Markus 12:26

Dan tentang bangkitnya orang-orang mati , tidakkah kamu baca dalam kitab Musa, dalam ceritera tentang semak duri, bagaimana ….

Kutipan Yesus ini jelas-jelas adalah FIRMAN TUHAN  di PL Keluaran 3:6 , bahkan Yesus menyebut KITAB MUSA/ penulis kitab yang ada di PL, yaitu Musa yang menulis Keluaran

 

  1. KUTIPAN YESUS DARI KITAB SUCI/MAZMUR

Matius 21:42

Kata Yesus kepada mereka; “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci; Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.

Markus 12:10

Tidak pernahkah kamu membaca nas ini; Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru..

Kutipan ini jelas jelas sama persis dengan Mazmur 118:22-23. Yesus menyebut-nyebut kata KITAB SUCI dan kata NAS INI

 

  1. ADA KUTIPAN YESUS YANG TIDAK SAMA PERSIS

Matius 21:16

Kata Yesus kepada mereka;” Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?”

Perhatikan bahwa kutipan Yesus ini tidak sama persis dengan Mazmur 8:3

Mazmur 8:3 Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu , untuk membungkamkan musuh dan pendendam.

Ketidak sama persis-an nya kutipan Yesus ini bisa jadi karena Yesus bukan mengutip dari Mazmur 8:3, tetapi dari buku lain. Karena di sini Yesus hanya mengatakan BELUM PERNAHKAH KAMU BACA? Tidak disebut kata KITAB SUCI, atau Kitab Musa, atau Firman-Nya, dll

Atau bias juga kareja ada kemungkinan lain, yaitu karena Yesus sekaligus menjelaskan apa artinya ; Dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam itu adalah PUJI-PUJIAN. – menjelaskan hal ini pada orang-orang itu.

 

  1. YESUS SELALU MENULISKAN DENGAN JELAS APAKAH KUTIPANNYA ITU DARI KITAB TAURAT ATAUKAH TANPA KETERANGAN ‘TAURAT’

Matius 12:3

Tetapi jawab Yesus kepada mereka: “Tidakkan kamu baca apa yang dilakukan Daud, …..”

Matius 12:5

Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah?”

Perhatikan di sini, pada kutipan Yesus di ayat 3 tidak ditulis kitab TAURAT, tetapi di kutipan Yesus di ayat 5 ditulis DALAM KITAB TAURAT. Padahal kalimat-kalimat ini diucapkan Yesus dalam sekali penuturan. Mengapa di awal Yesus tidak menyebut kata Taurat, sedang berikutnya Yesus jelas-jelas menyebut Taurat? Karena referensi Yesus berbeda kitab. Namun bisa jadi karena pada referensi Yesus yang pertama, kitab yang dipakai bukan kanonisasi PL, maka Yesus tidak menyebutkan nama kitab itu.  Namun kita yakin, bahwa kutipan Yesus itu true story, itu pasti. Daud benar-benar pernah makan roti sajian, di era Imam Abyatar. Itu kisah nyata, yang tidak ditulis di Kitab Samuel, tetapi itu benar-benar pernah terjadi dan ditulis di kitab lain.

Markus 2: 25

Jawab-Nya kepada mereka:” Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ….”

Masih sama, dalam versi kita Markus Yesus tidak menyebut kata TAURAT  dalam kisah Daud makan roti sajian ini.

Lukas 6: 3

Lalu Yesus menjawab mereka; “Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang …

Masih sama, dalam versi kita Lukas Yesus tidak menyebut kata TAURAT  dalam kisah Daud makan roti sajian ini.

Kesimpulannya; Tidak semua kutipan Yesus itu dari PL. Karena sebagai seorang Sarjana/ Rabi, Yesus tentu tahu bedanya: Kitab taurat Musa/ Kitab Musa, Kitab Mazmur, Perkataan Tuhan dalam Firman-Nya, Kitab Suci, dan kitab-kitab lain yang bukan PL.

Yesus bukan saja tahu, tetapi sebagai Rabi yang profesional, Yesus bukan plagiator, tetapi Yesus menyebutkan referensinya, jika yang Dia jelaskan itu dari sebuah buku lain.

Jadi Yesus tidak ngarang-ngarang. Dia itu profesional dalam mengajar.

Dan Yesus sedang memposisikan Diri-Nya sebagai manusia tulen yang walaupun Dia Allah yang Maha Tahu, tetapi Dia berjalan secara natural juga, Dia menggunakan juga referensi, karena itu adalah bagian dari keprofesionallan-Nya sebagai Seorang Rabi/ Guru/Pengajar / Dosen.

Mengapa Yesus tidak menyebut judul buku apa yang dipakai sebagai referensi-Nya , saat mana dia menjelaskan bahwa Daud pernah makan Roti Sajian di era Imam besar Abyatar?

Ya itu terserah Yesus. Bisa saja Yesus tidak menyebutkan hal itu, karena tahu bahwa buku itu bukan buku yang termasuk dalam Kanonisasi PL.  Tetapi selama data pada buku itu akurat, mengapa tidak?

Mengapa kita pastikan akurat data itu?

Karena orang-orang Farisi pada saat itu tidak membantah kutipan Yesus. Tentu mereka juga mengakui buku referensi yang dikutib oleh Yesus pada saat itu.

Jadi rhema khusus yang kita dapat di sini adalah:

Mari kita contoh Yesus, Sang Rabi yang mengerjakan pekerjaan-Nya dengan profesional.

Kalau Yesus hanya pakai PL saja dalam referensi-Nya , sama saja saat ini kita hanya pakai Alkitab saja sebagai referensi… Memang Alkitab adalah buku tertinggi, tetapi Tuhan juga bisa pakai buku-buku lain sebagai referensi.  Karena Tuhan juga memakai para penulis buku rohani untuk menyampaikan kehendak-Nya pada umat-umat-Nya, walaupun buku-buku itu tidak dapat menandingi Alkitab dalam tingkatannya. Karena Alkitab adalah buku yang tiada tertandingi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Comments on: "HASRAT UTAMA HIDUP DAUD TERKUAK DARI KONTADIKSI SEMU MARKUS 2: 23-28 VS I SAMUEL 21: 1-9" (2)

  1. Terimakasih bapak/ibu, semua pertanyaan yang ada di kepala saya terjawab sudah. TUHAN YESUS berkati dan terus memberikan hikmat kepada bapak/Ibu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: