'manusia hidup bukan dari roti saja…'

Markus 1:35-39. Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia. Waktu menemukan dia mereka berkata : ” Semua orang mencari Engkau.” JawabNya : “Marilah kita pergi ke tempat lain , ke kota -kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan injil, karena untuk itu Aku telah datang.” Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan injil dlam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan -setan. Rhema yang kita dapatkan. 1. Ada cari mencari di sini, Yesus mencari Bapa, orang banyak mencari Yesus, dan Simon dkk mencari Yesus karena org banyak itu. Untuk dapat melayani org banyak Yesus selalu mencari Bapa. 2. Aliran banyak orang di situ tdk dapat menyetir jadwal Yesus hari itu, karena agenda Yesus hari itu disusun bersama Bapa, dalam sasaran yang detail, harus stay di tempat atau harus ke kota sekitar, pun di kota sekitar lebih detail lagi, untuk memberitakan injilnya di rumah rumah ibadat dan mujizat yg dikerjakanNya lebih spesifik lagi, mengusir setan setan. Semakin seseorang intim dgn Tuhan, dia akan semakin detail dapat menjalani hidupnya dgn eficient dan optimal. 3. Yesus tahu untuk apa Dia datang. Yesus datang bukan untuk melayani para fans, tetapi untuk memberitakan injil. Mungkin di kota kota sekitar adalah pendengar baru, tdk spt di kota itu sudah banyak org yang ingin mendengar lagi dan lagi pengajaranNya, ttp Yesus tahu porsinya sudah cukup untuk mengajar di kota itu. Rupanya ke3 hal ini menjadi pelajaran buat kita, untuk berjalan dalam hidup kita sbgmna Yesus melakukannya.

 

 

Markus 1: 40-45 Seorang yang sakita kusta datang kepada Yesus,… (Dalam beberapa peristiwa bisa saja Tuhan yang mendatangi orang sakit, tetapi dalam beberapa peristiwa, termasuk kali ini, si org sakitlah yg datang pada Yesus. Orang sakit yg datang pada Yesus, menyadari bahwa dia butuh Penyembuh Ajaib, Yesus. Org ini datang pd alamat yg tepat!) …dan sambil berlutut di hadapanNya ia memohon bantuan-Nya, katanya: … ( sikap tubuh dari si orang kusta ini sangat luar biasa karena mengekspresikan penyembahan. Penyembahan bukan setelah dia sembuh, tetapi pada sikap hati yang menyembah Tuhan. Kalau org yg sudah sembuh lalu sujud menyembah, itu wajar wajar saja, tetapi jk blm sembuh datang menyembah, lhah ini baru namanya luar biasa ! Dia memohon bantuan kepada yang dia sembah. Siapakah yang selama ini kita andalkan untuk membantu kita? Biasanya tanpa kita sadari kepada siapa kita berharap identik dengan kepada siapa atau bahkan kepada apa, kita menyembah. Apakah kita berharap pada uang, orang dermawan, nama, talenta, catatan keberhasilan, bunga deposito, asuransi, dll? Ataukah kita menyembah Khalik Alam Semesta?) ” Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku. ” (Mengapa kalimat semacam ini busa muncul? Karena org kusta ini sudah sangat kekenyangan dengan penolakan. Penolakan dari keluarganya, lingkungannya, masyarakatnya, bahkan seolah olah masa depan pun telah menolaknya. Bukankah di kalimat sebelumnya dikatakan ia memohon bantuan, kog kalimatnya nggak seperti ini : ‘Tolong bantu aku…!’ Inilah ekspresi dari pribadi yang tertolak, dia sudah memasang tembok sebelum dia ditolak. Dia tidak berani langsung meminta, tetapi ada embel embelnya ‘Kalau Engkau mauuu….’ ) Maka tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tanganNya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya : “Aku mau, jadilah engkau tahir.” ( lihatlah di sini ada bbrp aspek kesembuhan yang Tuhan kerjakan, MENJAMAH adalah bagaimana Yesus tidak jijik dgn org kusta ini, ttp tdk segan segan menjamah org yang telah lama sekali tdk pernah mendapatkan sentuhan kasih dari keluarganya, lingkungannya. Bagian tubuh disembuhkan Yesus lewat mujizat, tetapi jamahanNya menyembuhkan jiwa yang merana tdk pernah dikasihi melainkan selalu ditolak sana sini. Dan saat mana Yesus menjawab ‘Aku mau’ Dia sedang menyembuhkan area tertolak dari pribadi orang ini. Yesus mau berurusan dengan area ini. Yesus mau berkata Aku tidak ikut menolak engkau. Aku mau perduli denganmu, Aku mengasihimu, Aku ada di sini untukmu. Tdk sedikitpun Yesus menjawab ‘Lebai banget sih?’ Atau ‘ Selama ini Aku nggak pernah nolak org yang minta disembuhkan kog !’ atau ‘Sudahlah jangan cengeng, jgn mengasihani diri sendiri! ‘ Disinilah kita tahu bahwa Yesus bkn sekedar bertindak sbg penyembuh ajaib, tetapi juga sebagai Wonderful Conselor atau Penasihat ajaib! Dia tdk segan segan berkata “Aku mau. ” Dua kata saja, tetapi tdk terlupakan seumur hidup. Ini adalah area roh. Roh, jiwa dan tubuh semua digarap oleh Yesus) Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. Penyakit yang lenyap itu urusan lain, tahir juga urusan yang lain lagi, namun keduanya Tuhan Yesus kerjakan. Sembuh, dan pulih. Sembuh dan aib pun dilenyapkan. Sembuh dan benar benar terjadi suatu pembalikan keadaan. Sebagai Imam besar Agung, Yesus berhak untuk katakan org ini tahir, oleh karna itu walau org ini blm menunjukkan diri ke imam, Alkitab telah mencatat bhw dia tahir. Namun demikian Yesus tetap memerintahkan org ini datang kepada imam, sesuai hukum taurat. Yesus tahu apa itu tim work, dan Yesus tidak menabrak aturan mentang mentang Dia sudah sembuhkan org kusta itu. Dia tetap akui keberadaan imam imam dan tugas mrk di tengah masyarakat. ) ….Haleluya!

 

 

Markus 1: 21-28 Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak: “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau, Yang Kudus dari Allah.” Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya; “Diam. keluarlah dari padanya!” Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya. Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya; “Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.” Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.

Mari kita bahas bagian ini satu per satu;

1.Yesus masuk ke rumah ibadat dan mengajar. Tidak sembarangan orang dapat mengajar di rumah ibadat, hanya Rabi yang diperbolehkan melakukan hal tersebut. Untuk mencapai level rabi, tidak semudah yang kita bayangkan, karena mereka harus memenuhi syarat-syarat tingkat pendidikan tertentu. Yesus boleh mengajar di rumah ibadat, karena dia adalah Rabi. Yesus mengikuti proses jenjang pendidikan sampai tinggi,sehingga Dia memiliki legalitas untuk mengajar. Terkadang kita tidak seperti Yesus, dalam arti selalu meminta perkecualian, misalnya anak pejabat boleh bolos di sekolah, boleh merokok, dll ( mendapat perlakuan khusus karena keistimewaan dari status orang tuanya) Namun Yesus tidak demikian, sekalipun dia adalah Juruselamat Dunia, Dia tetap menempuh jalur pendidikan sampai tinggi sehingga boleh menjadi Dosen/ Pengajar yang legal/sah. Di sinilah saya salut dengan Yusuf, yang membesarkan Yesus secara taurat dan pada usia 12 tahun pun Dia didapati jenius, melebihi rata-rata orang seusia-Nya pada saat itu.

2.Pengajaran Yesus dan kata-kata-Nya penuh dengan kuasa. Saya suka sekali ayat ini. Mungkin kosa kata-Nya bisa saja sama dengan ahli-ahli taurat mereka, namun yang membedakan adalah KUASA, saya yakin bukan karena intonasi berbicara, bukan juga karena pilihan kata/ diksinya, bukan juga karena volume suara-Nya, tetapi karena Dia mengajar dengan ROH yang ikut terlibat, tidak hanya mengajar dengan tubuh ( gerak mimik muka dan badan/ body language) tidak saja mengajar dengan JIWA ( intelektual, emosi yang ikut terlibat saat mengajar, dan kehendak yang ikut terlarut dalam setiap penekanan kesimpulan) tatapi terlebih lagi, Dia mengajar dengan melibatkan ROH-Nya, hati-Nya, hasrat-Nya, passion-Nya, kasih-Nya akan jiwa-jiwa ini. Itu yang tidak ada pada ahli-ahli taurat mereka, yang bisa saja penelaahan tauratnya keren, tetapi mereka tidak pakai hati.

3. Ada orang kerasukan roh jahat, tetapi anehnya di dalam rumah ibadat. Jadi jangan punya pandangan sempit, di rumah ibadat semuanya malaikat, semuanya kudus, semuanya beres. Justru di rumah ibadat adalah tempat pertama yang harus dikuduskan sebelum akhirnya tempat-tempat lain juga menunggu gilirannya. Mengapa dikatakan orang ini kerasukan roh jahat? karena di DALAM DIRINYA, ada roh najis, roh cemar, tidak tahir. Ada sesuatu di dalam diri orang ini, yang harus dibereskan.

4. Wau perhatikan apa kata orang yang kerasukan ini Yesus adalah Yang Kudus dari Allah…. pernyataanya keren ya…dan mengandung kebenaran..bahwa Yesus memang adalah Yang Kudus dari Allah.

Siapa bilang Iblis itu tidak tahu siapa Yesus, siapa bilang iblis itu tidak tahu firman Tuhan, buktinya saat dia mencobai Yesus, semua pelurunya adalah ayat ayat !!

Jika iblis itu tahu bahwa Yesus adalah Yang Kudus dari Allah, apa bedanya kita dengan dia?

Saya sudah check bahasa aslinya dan kata roh-roh jahat TAAT kepada-Nya digunakan kata HUPAKOUO yang sebenarnya lebih tepat diterjemahkan dengan kata TAKLUK.

Berbeda dengan kata TAAT yang dipakai di Kis 4:19

Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: “Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah.

kata TAAT pada ayat ini dipakai kata AKOUO yang artinya MENDENGARKAN.

Bedanya adalah iblis tahu siapa Yesus, tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan mentaati Yesus. Yang mereka dapat lakukan hanyalah takluk. Dalam arti saat Yesus menghardik dan menyuruh dia untuk DIAM, dan keluar dari orang itu, maka iblis TAKLUK, tidak kuasa menolak perintah Yesus.

Tapi coba kalau Yesus memerintahkan iblis, kasihi orang ini..! Iblis tidak mau dengar dan tidak mau taat kepada Yesus, walaupun dia tahu siapa Yesus, karena apa? karena iblis pada hakekatnya adalah pencuri, pembunuh, pembinasa. Mana bisa pembinasa disuruh mengasihi orang ini? tidak mungkin !

Itulah yang seharusnya membedakannya dengan kita, kita tahu siapa Yesus, dan kita mendengarkan Yesus, dan kita taat kepada Yesus.

5. Orang itu terguncang-guncang dan menjerit. Itu namanya manifestasi saat roh jahat itu keluar dari orang itu. Manifestasi itu pada saat itu terjadinya juga di rumah ibadat. Jadi kita tidak perlu takut pada manifestasi dan juga tidak perlu merasa aneh dengan hal tersebut. Itu biasa. Karena ketika ada sesuatu yang keluar, pasti ada suaranya/ gerakannya. Kita justru harus bersyukur karena ada orang yang mengalami kemerdekaan/kelepasan dari cengkraman kuasa jahat.

Semua orang percaya juga diberi kuasa untuk mengusir setan. jadi jika ada orang kesurupan/ kerasukan di dekat kita, tidak perlu kita panik lalu menelephon pendeta. Ingat di dalam diri kita sudah diberi kuasa untuk mengusir setan. Markus 16;17.

Thanks Lord !

have a nice day..

 

 

Markus 2; 1-12 Kisah 4 orang sekawan yang menggotong teman mereka yang lumpuh, sehingga mereka lebih tepat dikatakan sebagai 5 sekawan, sering kita dengar. Tetapi ada sesuatu yang menggelitik hati saya, ayat 6 Tetapi di situ ada juga dududk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri? Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka “Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? .

Yesus mengetahui dalam hati-Nya apa yang dipikirkan ahli taurat dalam hati mereka. Para ahli taurat itu tidak bercakap satu dengan lainnya, tetapi mereka berpikir pikiran yang sama dalam hati mereka masing-masing. Yesus tahu juga, di dalam hati-Nya.

Semua yang bergetar dari hati akan ditangkap oleh bahasa hati. Semua yang bergetar dari pikiran akan ditangkap oleh bahasa pikiran. Semua yang bergetar dari tubuh juga akan ditangkap oleh bahasa tubuh.

Saat mana di dalam lubuk hati kita yang terdalam ada persungutan sekecil apa pun, sedetik sekalipun, itu ikut menggetarkan hati Tuhan juga.

Namun jika di dasar hati kita ada sebentuk iman, sekecil biji sesawi pun, itu pun sanggup menggetarkan hati Sang Pencipta alam semesta. Maka gunung pun dapat berpindah.

 

 

Markus 2: 13-14 Lewi pemungut cukai mengikut Yesus. Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: ‘Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Lewi lalu mengikut Dia.

Hari itu bukan hari biasa,
Karena Yesus berjalan lewat.
Karena Yesus bukan orang biasa, maka ketika hanya tampaknya berjalan lewat biasa, tetap ada peristiwa luar biasa.
Hari itu Yesus ketambahan murid baru, yaitu Lewi si pemungut cukai.
Hari itu menjadi istimewa karena Lewi menanggapi ajakan Yesus dengan berdiri, meninggalkan rumah cukai itu, beserta uang-uang di laci atau di atas meja cukai itu, kertas-kertas dan catatan-catatan cukai itu…dan kakinya beranjak keluar dari kolong meja itu, dan mengikut Yesus.
Seandainya Lewi tidak merespon dengan seperti itu, tentunya ketika Yesus berjalan lewat di situ, itu cuma lewat-lewat biasa saja.

Yesus melihat Lewi. Bisa saja jalan lewatnya cuma jalan lewat biasa, tetapi ada sepasang sorot mata yang melihat Lewi dengan tidak cara melihat yang biasa. Karena dalam pandangan mata-Nya, Dia sudah memprediksi jauh ke depan, seperti apa jadinya Lewi ini nanti bila dia dimuridkan….waaauuu, dia nanti bakalan menjadi penulis kitab injil Matius……huhuuii…

Jangan sepelekan saat Yesus berjalan lewat….karena Ia akan melihat dengan sepasang mata dan pandangan yang menembus hati, dan Dia akan berkata “Ikutlah Aku.”

Respon kita akan menentukan apakah berjalan lewat-Nya Dia itu seperti pada hari-hari biasa, atau akan menjadi suatu hari yang istimewa, mana kala kita beranjak dari dunia kita dan beralih ke dunia-Nya.

 

 

 

 

Markus 3:1-6 Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mepersalahkan Dia. Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu.: “Mari berdirilah di tengah!” Kemudian kata-Nya kepada mereka: “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” Tetapi mereka itu diam saja. Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: “Ulurkanlah tanganmu!” dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herdoian untuk membunuh Dia.

Mari kita telaah bagian ini dengan SUDUT PANDANG EMOSI. Ada beberapa emosi yang diungkap di sini. Pertama adalah emosi DUKACITA ketika Yesus melihat kedegilan orang-orang Farisi. Kedua adalah emosi MARAH, Yesus marah kepada orang-orang yang ada di sekeliling-Nya pada saat itu. Ketiga ada ekspresi marah juga dari orang-orang Farisi itu yang ditunjukkan dengan cara mereka KELUAR dari tempat itu.

Kemarahan Yesus, didahului dengan DUKACITA. Artinya dalam dukacita ini Yesus sebenarnya memiliki belas kasihan pada orang-orang yang sangat degil hatinya ini. Yesus sudah menjelaskan lhoh ya bahwa pada hari Sabat, diperbolehkan dong menyelamatkan nyawa orang. Bukankah yang Yesus lakukan itu positif? Pada hari sabat tidak boleh bekerja, tetapi pada saat Yesus menyembukan orang sakit, Dia bukan sedang praktek tabib yang mendapat uang dari pasien, tetapi Dia sedang melakukan praktek kasih. Yesus sering disebut Dokter di atas segala dokter, memang benar, dalam kuasa-Nya membetulkan bagian tubuh manusia yang rusak, atau menumbuhkan bagian tubuh manusia yang kekurangan, atau bahkan memotong bagian tubuh manusia yang kelebihan. Tapi, maaf, sebagai Dokter, Yesus menulis besar-besar tulisan ini di ruang praktek-Nya; G.R.A.T.I.S. Tidak perlu sepeserpun membayar, karena sudah dibayar oleh BILUR YESUS DI KAYU SALIB.Jadi Yesus bukan bekerja seperti halnya tabib yang mendapat uang dari pasien untuk penghidupannya. Di hari sabat ini, Yesus tidak sedang melanggar aturan Sabat. Tidak sekalipun Yesus yang pernah jadi tukang kayu ini, melanggar aturan sabat , di mana Dia membuat almari kayu di hari Sabat. Nah kalau itu jelas melanggar ya.

Yesus menjelaskan dengan metode tanya jawab, tetapi kesombongan dari orang-orang Farisi ini membuat mereka itu diam saja. Tidak menjawab pertanyaan Yesus. Mereka gengsi untuk menjawab pertanyaan Yesus. Memilih untuk tidak luluh hati, tetapi semakin mengeraskan hati. Yang Yesus lakukan sejak dari awal justru menyuruh orang yang sakit itu berdiri di tengah. Yesus tidak perlu sembunyi-sembunyi untuk melakukan mujizat-Nya. Dia tahu bahwa aturan hari Sabat yang dibuat oleh mereka sendiri itu terlalu kaku sampai-sampai menggerus arti Sabat yang sesungguhnya dari Bapa.

BIsa saja Yesus marah, semata-mata karena kedegilan hati mereka, tetapi tidak, Yesus mendahuluinya dengan Ekspresi Dukacita.

Jika Yesus sedang berdukacita karena kita melakukan dosa, segeralah bertobat, karena jika tidak demikian, emosi-Nya akan beranjak kepada MARAH.

Nah, apa yang terjadi pada orang-orang Farisi itu, mereka mengamat-amati Yesus, untuk tujuan mempersalahkan Yesus, ketika tujuan mereka tidak tercapai, maka mereka MARAH, keluar dari ruangan itu, lalu bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk melakukan niat mereka MEMBUNUH YESUS,

Tak heran, Yesus juga menyebut-nyebut kata MEMBUNUH. Sejak mereka mengamat-amati Yesus untuk tujuan mempersalahkan Yesus, sudah nampak dari situ, suatu BENIH PEMBUNUHAN , yaitu pembunuhan karakter Yesus. atau perusakan reputasi.

Berhati-hatilah dengan yang namanya pembunuhan karakter atau perusakan reputasi, yang sebenarnya didasari oleh rasa IRI HATI, yang sadar atau tidak sadar akan menggiring kepada PEMBUNUHAN.

Yakobus 4:2 kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.

Di hari Sabat Yesus menyembuhkan, karena belas kasihan daripadaNya, tidak memperdulikan jika karena kasihNya kepada orang sakit ini dijadikan alasan orang-orang jahat untuk melakukan pembunuhan karakter/ perusakan reputasi terhadap diriNya.

Di hari Sabat Yesus marah, bukan karena reputasiNya berusaha diaduk-aduk, tetapi karena orang-orang jahat berkedok agamawi ini sama sekali tidak punya kasih terhadap orang yang mengalami MATI sebelah tangannya ini ( Stroke). Yesus bukan marah karena diri-Nya, reputasiNya, tetapi karena kedegilan hati mereka membutakan mata mereka melihat sebuah kebutuhan akan MEMBANGKITKAN YANG MATI ( Syaraf yang mati, aliran darah yang mati, semangat yang mati, dll).

Oleh karena itu, tak heran, kedegilan hati mereka akan menggiring mereka bukan saja membiarkan si orang sakit ini tetal mati sebelah tangannya, tetapi juga merencanakan kematian-Nya, mereka bersekongkol untuk membunuh-NYa.

Mengapa ada persekongkolan? Karena mereka cocok, mereka sama, mereka kompak, mereka semua punya spirit bukan membangkitkan, tetapi MEMBUNUH. Nggak perlu waktu lama atau perdebatan untuk sama-sama sepikir menyingkirkan Yesus, karena hati mereka sama. Sama-sama DEGIL.

Yesus marah, mereka juga marah. Tetapi kemarahan mereka berbeda. Kemarahan Yesus adalah didasari dengan belas kasihan yang dalam , muncul kepada bentuk dukacita, dan saat mereka tidak bertobat juga, Yesus marah. Tetapi pada detik yang sama saat Dia marah, belas kasihanNya pada orang yang sakit ini tidak hilang, Dia tidak lantas hilang konsentrasi, lalu menunda penyembuhan itu sebentar sore saja, TIDAK. Yesus tetap dapat menyembuhkan orang ini.

Tetapi kemarahan orang-orang farisi ini beda, yang mendasari adalah IRI HATI, dengki, ingin merusak reputasi Yesus, tidak berhasil melakukannya, dan mereka pun pada akhirnya membunuh.

Pembunuhan tidak pernah langsung terjadi begitu saja, kecuali kasus pembelaan diri dari ancaman pembunuhan, Tetapi pembunuhan berencana selalu memiliki benih awal IRI HATI.

Kain membunuh Habel. ( Huuuu…. iri nich ye)
Esau berniat membunuh Yakub.
Saudara-saudara Yusuf berniat memunuh Yusuf.
Daniel digiring ke gua singa
Saul berniat membunuh Daud, hanya gara-gara nyanyian para fans daripada Daud yang mengganggu telinga Saul kan.

————— dan daftar ini masih panjang

Hati -hati….iri hati justru akan membunuh dirimu sendiri, sebelum kau berniat untuk membunuh karakter orang -orang lain di sekitarmu !

 

Markus 3 : 7-12 Banyak orang mengikut Yesus, dari berbagai penjuru karena mereka telah mendengar segala sesuatu yg dilakukan Yesus. Waktu mrk berjumpa dgn Yesus terjadi kesembuhan dan kelepasan. Semua yg dilakukan Yesus itu memberi dampak. Luar biasa ! Tapi ahli ahli taurat itu, siapa nama mrk? Tidak tercantum ! Karena mrk tdk berdampak positif berupa teladan. Oleh karena itu Yesus peringatkan, harus ikuti ajaran mrk ttp jangan ikuti tingkah lakunya. Seharusnya ajaran dan tingkah laku berjalan selaras. Baru itu bisa berdampak makro.

 

Markus 3: 13-19

Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan dan diberiNya kuasa untuk mengusir setan. Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah; Simon, yang diberiNya nama Petrus, Yakobus anak Zebedeus , dan saudaranya Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh, selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.

Yudas Iskariot DIPANGGIL,
Yudas Iskariot DIKEHENDAKI-NYA
Yudas Iskariot DATANG KEPADA-NYA
Yudas Iskariot DITETAPKAN-NYA untuk menyertai Dia
Yudas Iskariot DIUTUSNYA memberitakan Injil
Yudas Iskariot DIBERINYA KUASA untuk mengusir setan

sama seperti Simon Petrus, Yakobus anak Zebedeus, Yakobus, Andreas, Filipus, Barotolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, ….

yang membedakan adalah frase terakhir….

dan Yudas Iskariot, yang menghianati Dia.

Petrus juga pernah menyangkal Yesus tiga kali, tetapi kemudian dia bertobat, dan selanjutnya dia menyatakan mengasihi Yesus tiga kali juga.

Tetapi Yudas Iskariot tidak bertobat, hidupnya berakhir dengan mengenaskan.

Yang penting bukan saja bagaimana mengawalinya, tetapi juga bagaimana mengakhirinya

Yang penting bukan saja bagaimana mengakhirinya tetapi juga bagaimana prosesnya

Yang penting bukan saja bagaimana gurunya, bagaimana metodenya, bagaimana Visinya, bagaimana proses belajar mengajarnya, tetapi juga….

bagaimana si murid itu sendiri.

 

MARKUS 3; 20-30 Yesus dikerumuni banyak orang, Yesus tidak sempat makan. Kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, dan mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.

Yesus saja dianggap tidak waras lagi oleh kaum keluargaNya.

Jadi kalau ada yang menghina kita, mengejek kita, merendahkan, menolak, mengata-ngatai, memfitnah, mempergunjingkan, menilai kita secara berlebih-lebihan, …

itu belum apa-apa. Tetaplah tersenyum. Tuhan kog yang tahu hati kita dan menyelidiki motivasi setiap hati.

Yesus rela dianggap tidak waras lagi hanya demi melayani orang-orang pada zaman-Nya, dan demi untuk menjangkau hidup kita, supaya kita semua waras, selamat, diberkati, dipulihkan, sembuh, dan baik-baik saja karena semua kebaikan-Nya. Amin.

 

Ada banyak rhema sebenarnya, tetapi baru sempat sekarang ngetiknya. Markus 4: 1-20. Perumpamaan tentang seorang penabur. Biasanya kalau bahas perikop ini pastilah yang dibahas 4 macam tanah kan? Tanah pinggir jalan, tanah semak duri, tanah berbatu dan tanah yang subur. Tapi kali ini saya mencoba memikirkan si Penabur itu. Penabur itu menaburkan Firman Tuhan yang digambarkan dengan benih. Seorang penabur tidak boleh punya motivasi memilih-milih jenis tanah. Tugasnya hanya menabur saja. Membawa benih di genggamannya, lalu menaburkannya. Nanti benih itu bisa saja jatuh di jenis tanah yang berbeda-beda. Namun tanah berbatu kadang tidak terlihat batunya, karena batu-batunya bisa saja tertutup oleh tanah juga, tapi tanah itu tipis, karena di bawahnya ada batunya. Itulah sebabnya tugas kita untuk mewartakan injil kepada SIAPA SAJA, jangan membuat cap seolah-olah orang ini pastilah tanah hatinya berbatu, bersemak duri, pinggir jalan, kita tidak pernah tahu itu. Siapa tahu orang itu justru memiliki tanah hati tanah yang subur. Pemilik tanah hati subur itu bisa saja pembantu rumah tangga kita, supir kita, tukang sampah, anak jalanan, tetangga yang berkerudung, dll Sebagai penabur, semua dari mereka harus dengarkan Injil Kristus. Berapa yang bertumbuh dan berbuah, dari mereka, kita tidak bisa memprediksi, yang penting tugas kita menabur sudah kita kerjakan sebaik mungkin. Amin

 

Markus 4: 21 Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap. Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendakllah ia mendengar !

Saya sedang merenung-renungkan ayat ini..waaauuu keren !! Meletakkan pelita MAU DI MANA SAJA, termasuk DI TEMPAT TINGGI, contoh di atas meja, atau di atas almari, SAMA SAJA TIDAK BERGUNA BILA DITUTUPI DENGAN RANTANG, APINYA AKAN MATI. Gini penjelasannya, gantang dan pelita itu PORTABLE/ bisa dengan mudah dipindah-pindahkan.

Banyak orang berkedudukan tinggi/ memiliki jabatan/ ada di posisi puncak/ merupakan key person/ orang kunci, Sebenarnya orang-orang seperti ini mempunyai KESEMPATAN EMAS untuk bersinar bagi Kristus, karena sekali mereka bersinar bagi Kristus, akan dilihat banyak orang, akan disimak banyak orang, akan memberi pengaruh kepada banyak orang. Namun sayang sekali, walaupun pelita itu sudah ada di tempat tinggi, bila ada GANTANG yang menutupinya, api itu akan mati. Bukan posisi tinggi yang utama di sini, tetapi bagaimana BERSINAR BAGI TUHAN.

Yang lebih lucu lagi, pelita kog ditempatkan di bawah tempat tidur, untuk apa itu? Di sinilah sedang dibahas POSISI YANG TINGGI. Jadi anak Tuhan kalau bersinar jangan di rumah saja, harus di sekolah, di gereja, di kampung, di masyarakat. Anak Tuhan harus jadi pemimpin donk, agar sinarnya dilihat oleh banyak orang, agar kebaikannya dilihat oleh semua orang, agar Bapa dipermuliakan. Anak Tuhan harus jadi kepala donk, jangan jadi ekor. Sebab kalau menerangi KOLONG TEMPAT TIDUR, nggak ada gunanya juga sih.

Jadi dua-duanya itu penting, baik di tempat tingginya, maupun bagaimana di tempat tinggi itu harus bersinar.

Tempat yang benar adalah di KAKI DIAN, yaitu di tempat yang benar, di tempat yang seharusnya, di tempat yang Tuhan mau, di tempat yang mana Tuhan berkenan. Itu bisa di jalanan, bisa di tempat kerja, bisa di bangku sekolah, bisa di pasar, bisa di mana saja. Kaki dian tidak dapat ditutup dengan gantang, dan kaki dian mustahil diletakkan di kolong tempat tidur. Kaki dian ya kaki dian, dia tinggi, dan dia bersinar menyinari sekelilingnya.

Apa ya maksudnya …tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan dan tidak ada rahasia yang tidak tersingkap.

Maksudnya TELADAN HIDUP dari orang yang di tempat tinggi dan bersinar terang bagi Tuhan, itu nyata, hidupnya transparan, hidupnya seperti dalam rumah kaca, hidupnya seperti surat terbuka, semuanya terlihat, ibaratnya dia bersin pun semua orang akan tahu.

Cara berpikir, mengelola uang, mengelola waktu, hubungan antar keluarga, prioritas, ucapan, hubungan dengan TUHAN, semua itu terbuka, transparan.

Hanya orang yang siap hidup transparan, bukan hidup dalam topeng kemunafikan, yang bisa BERSINAR BAGI KRISTUS, ada di kaki dian-Nya. Amin.

 

Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan,…

Markus 4: 11.

Kepada murid-murid Tuhan menyatakan rahasia Kerajaan-Nya. Tetapi kepada sekedar orang banyak yang sangat besar jumlahnya yang mengerumuni Dia ( Markus 4:1) Dia hanya mengemukakan berupa perumpamaan.

Oleh karena itu jangan puas hanya jadi pengikut, tetapi harus jadi murid-Nya. Murid itu harus mau diajar, harus rela ditegur, dan rela didisiplin. Beda kan dengan pengikut…

 

Markus 5; 1-20 Lalu sampailah MEREKA di seberang danau, di daerah orang GERASA.

Repot repot menyeberang danau dan hadapi angin ribut hanya untuk melayani SESEORANG.

Perhatikanlah bahwa YESUS mengerahakan FULL TEAM. Hanya untuk melayani SESEORANG di seberang danau sana.

Yesus tidak memutuskan berangkat sendirian, hanya demi alasan efisiensi.
Yesus tidak memutuskan untuk mengutus salah seorang muridnya saja untuk menangani orang ini, hanya demi alasan efisiensi.
Yesus memutuskan untuk mengeluarkan biaya perjalanan untuk keperluan FULL TEAM, demi melayani SATU JIWA, apakah itu kalau di zaman sekarang berupa ; biaya sewa perahu, apakah biaya pengadaan perbekalan di jalan, bensin untuk mesin perahu…dll, dengan mengesampingkan yang namanya ‘efisiensi’ dengan definisi yang sempit.
Yesus mengerahkan waktu yang ada, yang mana waktu itu digunakan oleh SELURUH ANGGOTA TIM, padahal bisa saja jika tim dibagi dua atau tiga kelompok, mereka dapat melayani di tiga tempat sekaligus, dengan mengesampingkan yang namanya ‘efisiensi’ dengan definisi yang sempit.
Kalau hanya untuk menyaksikan bagaimana orang yang kerasukan dapat dilepaskan dari kuasa jahat, ada banyak pelayanan lain yang serupa itu, jadi murid-murid masih bisa mendapatkan kesempatan belajar dari peristiwa yang serupa di lain hari, tidak perlu saat ini semuanya ikut, karena ini hanya menangani satu orang saja. Namun Yesus membawa FULL TEAM. Yesus mengesampingkan yang namanya ‘efisiensi’ dengan definisi yang sempit.

Jadi ukuran efisiensi dalam sebuah proyek pelayanan , tidak bisa diukur dari berapa biaya yang dikeluarkan, berapa banyak waktu yang dipergunakan, berapa banyak orang yang secukupnya saja bisa dilibatkan. Karena Yesus tahu kapan saatnya rombongannya tidak memawa roti, atau saat kapan Dia memerintahkan murid-Nya untuk berbelanja keperluan perjamuan malam paskah, dan Yesus tahu kapan saatnya Dia harus mengerahkan FULL TEAM, karena Yesus melakukan semuanya berdasarkan KEHENDAK BAPA.

Definisi efisiensi Yesus sangat berbeda dengan definisi kita. Namun jika kita dalam melayani Tuhan mau peka dan taat, Tuhan akan membawa kita menjadi pelayan Tuhan yang tepat dalam setiap pengeluaran uang, waktu, tenaga, SDM, dll….

Jangan terlalu takut untuk dianggap BOROS, jika memang Tuhan ingin kita keluarkan dana, waktu, SDM, dll
Sebaliknya juga jangan terlalu takut untuk dianggap PELIT, jika memang Tuhan mengutus kita, dan memberi rambu-rambu untuk tidak boleh membawa bekal dalam pengutusan itu.

Seorang pelayan yang tahu hati Tuhan, akan berjalan dalam ketepatan.

Lalu…dimana letak Efesiensi Yesus di pelayanan di Gerasa itu? Cuma satu orang lho yang dimenangkan !! Selebihnya ada kira-kira dua ribu babi yang mati !!

Eit !! Jangan salah….

baca dulu bagian akhir dari kisah ini

orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia. Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: “Pulanglah ke rumamu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmua dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!”
Orang itu pun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran.

Yesus membawa Full Team untuk melayani DAERAH, suatu DAERAH DEKAPOLIS, melalui SATU ORANG saja, dengan membawa FULL TEAM.

Satu daerah …..satu daerah….

Untuk memenangkan satu daerah tidak selalu dengan KKR yang dihadiri ribuan orang, seperti kotbah di bukit.

Dengan menjangkau satu orang saja, satu daerah dapat diraih. Karena Tuhan tidak hanya mengasihi orang ini, tetapi juga penduduk daerah ini, yang telah mengusir Yesus dengan cara halus, yaitu dengan ‘mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka ‘ ( Markus 5:17)

Siapa tahu tujuan Yesus ajak satu tim, agar mereka merasakan juga rasanya diusir itu seperti apa. Pengalaman diusir, itu pengalaman yang jarang-jarang mereka alami. Kalau cuma pelayanan pelepasan mah, itu sering…

Dari pengalaman itu, mereka mengerti bahwa justru ketika mereka diusir dan pergi dari situ, Tuhan sanggup memakai satu orang yang baru saja dilepaskan dari iblis ini untuk menjadi agen kerajaan sorga.

Semua pengalaman diusir ini penting, dan melihat bagaimana satu orang bisa jadi agen perubahan atas suatu daerah, itu sangat penting, sehingga sudah tepat rasanya bila semua daya, waktu, SDM, tenaga, konsentrasi, dll dikerahkan untuk suatu pengalaman mahal itu. Harus bawa FULL TEAM. Yesus tidak pernah terlalu boros.

 

MARKUS 2: 23-28

KONTROVERSI SEMU

Tulisan tersebut terkait dengan tulisan sbb:

JADIAH ZION

 

Markus 5: 21-43.

Interupsi

Yesus sedang dalam perjalanan ke rumah seorang kepala rumah ibadat bernama Yairus, yang anak perempuannya sakit dan sedang sekarat.

Namun dalam perjalanan ada interupsi.

Perhatikan di alinea yang baru di ayat 25, tiba-tiba cerita berganti ke sebuah peristiwa aneh, di kala banyak orang berdesak-desakan di dekat Yesus, Yesus bertanya “Siapa yang menjamah jubah-Ku?”

Singkat cerita perempuan pendarahan itu mengaku dan bercerita perihal dirinya.

Ada beberapa rhema yang saya dapatkan dari dua peristiwa ini.

1. Perjalanan Yesus ke rumah Yairus adalah ; pelayanan berdasarkan ORDER/ permintaan/ kebutuhan yang ada di sekitar-Nya. Dia pergi untuk menjawab kebutuhan itu. Tetapi peristiwa perempuan pendarahan itu menjamah jumbai jubahNya berbeda, itu adalah sebuah pelayanan yang terjadi dengan tidak sengaja. Karena Yesus hidup benar ( bukankah pemakaian jumbai melambangkan hidup dalam kebenaran? Diperintahkan Tuhan agar bangsa Israel selalu ingat akan perintah Tuhan dan melakukan-Nya. Bilangan 15, Yakobus 5;16, Amsal 3:7-8) maka tubuh-Nya mengalirkan kuasa lewat jumbai-Nya. Ketika kita hidup dalam kebenaran, maka pelayanan yang tidak sengaja ini juga akan menjadi bagian dalam hidup kita. Contoh, di perjalanan kita tidak sengaja, saat mengobrol dengan orang yang baru kita kenal, orang itu alami jamahan Tuhan saat kita didorong Tuhan untuk menasihati dan beritakan injil kepadanya. Padahal bukan itu tujuan perjalanan kita.

2. Setiap detik dari interupsi itu sangat menegangkan bagi Yairus, karena anak gadisnya ada dalam masa-masa kritis, sekarat, hampir mati. Mengapa detik-detik berharga ini akhirnya mengakibatkan dia diberi kabar bahwa anaknya sudah mati. Apakah dia akan menyalahkan perempuan pendarahan ini yang seakan-akan mengganggu perjalanan Yesus menemui anaknya? Apakah dia akan menyalahkan Yesus yang seakan-akan membiarkan dengan mudah interupsi ini menghentikan Dia? Yesus tahu kegalauan hati Yairus, begitu berita kematian itu datang, Yesus pun langsung menyanggah dengan berkata ” Jangan takut, percaya saja !” Dalam pelayanan apa saja bisa terjadi sebagai interupsi, namun kita harus mengedepankan KEHENDAK BAPA dalam setiap detik yang dilewati , sebagaimana Yesus bertanggung jawab, toh di rumah Yairus, akhirnya anak itu hidup kembali. Jika Yesus hanya perduli pada yang namanya jadwal yang ketat, dia akan buru-buru pergi dari orang -orang itu, dan akan bersikap cuek pada perempuan pendarahan itu, toh dia sudah sembuh. Tetapi Yesus beda, dia sempatkan untuk berurusan pribadi dengan peremuan itu dan berkata “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!” Kesembuhan saat menjamah jumbai-Nya itu soal lain, tetapi bagaimana Yesus menyempatkan diri dalam beberapa menit berbicara secara pribadi kepada perempuan yang sudah sembuh itu, beberapa kata yang tidak akan terlupakan seumur hidup bagi perempuan itu..bagi Yesus itu adalah hal yang lain lagi. Di sini kita belajar bahwa terkadang ada interupsi, sebuah pelayanan yang tidak berdasarkan order…datang dan di situlah kita memutuskan untuk disetir oleh jadwal, atau mau mengalir bersama tuntunan-Nya. Di saat mana Yesus bisa saja dianggap terlambat datang ke rumah Yairus, yang terjadi justru terjadi kebangkitan, bukan saja kesembuhan. Dahsyat. Jangan pernah takut terasa terlambat karena Tuhan tidak pernah terlambat, karena kematian pun dapat Dia ubahkan jadi kehidupan.

3. Perhatikan bahwa ini peristiwa pertama, dimana orang sakit sembuh saat menjamah jumbai Yesus. Rupanya perempuan pendarahan ini memberi inspirasi kepada banyak orang, Lihat saja, peristiwa orang sembuh karena menjamah jumbai jubah-Nya terjadi berkali-kali lagi setelah peristiwa itu pada orang-orang lain.

Mat 14:36

Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. p Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

Mrk 6:56

Ke manapun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya f saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

Perhatikanlah bahwa pengertian yang ada pada perempuan pendarahan itu, bahwa ASAL KUJAMAH SAJA JUBAH-NYA AKU AKAN SEMBUH. ….segera menjalar ke banyak orang. Dia adalah orang pertama yang punya ide itu. Keren kan?

Apakah sebuah penyakit, dan juga bagaimana Tuhan menyembuhkan kita, bisa jadi merupakan suatu jembatan untuk kesembuhan-kesembuhan lainnya…ijinkan itu terjadi karena di balik semuanya itu akan ada pembicaraan dari mulut ke mulut betapa dahsyatnya Tuhan itu !! Alami mujizat dan saksikan, ceritakan dan beri inspirasi pada banyak orang bahwa Tuhan itu keren abiz !!

4. Saya kagum dengan Yesus, tidak pernah sekalipun dia menggunakan kalimat yang spektakuler seperti “Aku akan membangkitkan dia dari kematiannya” atau ” Nah..benar kan dia bangkit..??” Sama sekali tidak, melainkan yang Dia ucapkan hanya “Anaik ini tidak mati, tetapi tidur !” dan kalimat semacam ini “Berilah dia makan!” Sesuatu yang spektakuler itu hanya di mata orang lain, sedangkan pada perspektif Yesus itu natural saja. Hanya dari tidur menjadi sadar, cuma masalah gelombang otak saja dari Delta dibawa naik menjadi Beta. Orang yang berjalan bersama Tuhan akan dibawa menyeberang dari hal yang supranatural menjadi natural, sebaliknya hal-hal natural ( seperti sebagaimana Yesus didapati sedang berdoa pagi-pagi buta) adalah sebenarnya supranatural.

5. Yesus menyuruh mereka memberi anak muda ini makan. Orang yang baru sakit akan kehilangan nafsu makan, dan orang yang baru sembuh sakit baru terasa bahwa makanan itu enak. Demikian juga dengan hidup rohani kita, bila kita malas makan Firman, malas bersekutu, malas berdoa, harus di periksa, agaknya kita sedang SAKIT.

 

Markus 6: 1-5. Yesus baru saja membangkitan anak gadis berusia 12 tahun, yaitu anak Yairus. Waaau betapa paradoks sekali, karena di tempat berikutnya yang dituju, ternyata yang terjadi adalah berbanding terbalik. Yesus ditolak di Nasaret dan tidak terjadi mujizat pun di sana kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tanganNya atas mereka. Mengapa bisa begitu? Yups! Karena seorang nabi dihotmati di mana mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya. Teman Yesus masa kecil bermain ‘layangan’ , tetangga Yesus masa remaja teman belajar di sinagoge, dan kerabat Yesus yang melihat masa pemuda Yesus sebagai tukang kayu, mereka semua terbiasa melihat Yesus dalam keseharianNya yang begitu natural, kini mereka melihat Yesus dalam bingkai hikmat dan mujizat yang dikerjakanNya. Mereka terjebak dalam pengetahuan mereka bahwa Yesus adalah tukang kayu. Mereka lupa mengembangkan kepekaan roh mereka. Itu dari sisi mereka. Kesimpulan bagi kita, mari kembangkan kepekaan roh, lihatlah seseorang bukan dari profesinya tetapi bagaimana Tuhan berkarya melalui orang itu.

Nah sekarang dari sisi Yesus. Yesus mengalami penolakan, di Nasaret itu, tetapi Dia tetap menumpangkan tangan atas orang sakit, dan menyembuhkan mereka. Yesus tetap maksimal dalam mengerahkan semua yang ada pada diriNya, tetapi respon audience juga akan sangat berpengaruh, mereka tidak siap menyambut Yesus sebagai Juruselamat dan mesias, jadi mempengaruhi kuantitas mujizat yang terjadi. Mengapa bisa begitu? Karena ada dua pihak di sini, yang mendoakan dan bagaimana respon orang yang didoakan. Kesimpulan bagi kita, tetap lakukan yang terbaik saat kita ditolak. Jangan terpengaruh dengan eforia keberhasilan di pelayanan sebelumnya. Kesimpulan berikutnya bagi kita, kesiapan kita sebagai penyelenggara /kota/jemaat/audience dalam mengalami lawatan akan sangat berpengaruh atas bagaimana seberapa besar lawatan itu akan melanda.

Dikatakan di ayat 6a. Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka.

Jika Yesus heran, biasanya hanya mencakup dua hal ini, atas iman yang raksasa, atau atas ketidakpercayaan….

Nah kita bisa membuat Yesus heran, tapi dengan memakai alasan yang mana?

 

Markus 6: 6b-12. Yesus ditolak di Nazaret adalah judul dari perikob sebelumnya yang diakhiri dengan ayat 6a, Apakah penolakan ini membuat Yesus trauma? Terhenti? Mogok? Kehilangan semangat? Ooooow oooowww…. tidak lah youw !! dikatakan L A L U Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar. Perhatikan kata LALU, yang menyambungkan kedua perikop ini. Dari perikop pertama berjudul Yesus ditolak di Nasaret menjadi beralih ke perikop berikutnya berjudul Yesus mengutus kedua belas rasul, dengan satu kata penguhubung, sebuah kata dengan 4 huruf saja LALU.

Apakah hidup kita juga mau seperti Yesus, penolakan tidak membuat Yesus melanjutkan cerita pelayananNya dengan kata-kata semacam ini.

Sejak terjadi penolakan itu, MAKA Yesus berhenti.

Tetapi justru ada kata LALU,…. Yesus masih punya kelanjutan cerita di agenda pelayanan yang berikutnya.

Sebelum mengutus para murid-murid-Nya, Yesus terlebih dahulu mengajak mereka ke Nazaret dan mengalami penolakan. Penolakan emang sakit, tetapi itu tidak boleh ‘menyakiti’ hati kita. Jangan ijinkan penolakan membuat kita terhenti. Hidup harus terus melaju, jangan biarkan terhenti hanya gara-gara sebuah penolakan. Yesus aja ditolak di Nazaret, apalagi cuma kita. Jadi jika kita ditolak, nikmati aja, terus melaju, gunakan kata LALU…jangan sekalipun pakai kosa kata MAKA…

Jika Yesus terhenti, tentu tidak akan pernah ada program pengutusan kedua belas murid.

Yesus tidak pernah akan terhentikan hanya gara-gara masalah penolakan.

Jangan membesar-besarkan penolakan. Jangan beri kesempatan kepadanya untuk menghentikan kita terus melaju dalam melayani Tuhan. Itu semua baik untuk pembentukan karakter kita.

Saya bersyukur sekali karena berkesempatan mengalami banyak penolakan. Lewat penolakan, Visi kita semakin dipertajam, Motivasi kita semakin dimurnikan, Dedikasi kita semakin ditantang, dan lihatlah bahwa Mujizat Tuhan selalu beserta, sebagaimana kedua belas murid mengalami mujizat dalam pengutusan mereka.

 

Markus 6: 14-29
Yohanes Pembabtis dibunuh
Itu adalah judul perikop ini. Yohanes Pembabtis dibunuh.
Ada beberapa tokoh yang dibahas di perikop ini:
1. Yohanes Pembabtis, atau Yohanes saja, namanya disebutkan di ayat 14, ayat 16, 17, 18, 19, 20, 20, 24,25,27,29, total 10 kali dicatat.
2. Raja Herodes, namanya disebutkan di ayat 14, ayat 16, 17, ayat 18, ayat 20, ayat 21, ayat 22. Total namanya ditulis sebanyak 7 kali. Belum termasuk penyebutan kata Raja, di ayat 26 dan 27, total pribadi Raja Herodes ditulis sebanyak 9 kali
3. Yesus, namaNya disebutkan di ayat 14, hanya satu kali dalam perikop ini.
4. Elia, ayat 15, satu kali dicatat.
Jadi dengan judul perikop seperti itu, sudah selayaknya, karena pembahasan mengenai Yohanes Pembabtis memang paling banyak dicatat.
Perhatikan bunyi awal dari perikop ini;
Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: “Yohanes Pembabtis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia.” ….dst
Dilanjut dengan kisah bagaimana Yohanes pembabtis telah mati.
Waktu membaca perikob ini kita akan terkejut, karena kita mengira tokoh utama dalam perikop ini adalah Yesus yang sudah terkenal. Namun ternyata anggapan yang dihasilkan dari kesan pertama yang timbul dari bagian awal perkop ini sangat meleset jauh.
Perikop ini lebih mengupas banyak tentang Raja Herodes dan pandangannya tentang Yohanes pembabtis, dan bagaimana Yohanes telah mati dipenggal kepalanya.
Dari sini kita tahu bahwa Herodes gagal melihat Yohanes pembabtis sebagai pembuka jalan bagi kedatangan Mesias itu. Dia gagal melihat Yesus sebagai mesias, ataupun melihat Yesus sebagai Elia yang akan datang itu, melainkan Herodes melihat Yesus malahan sebagai titisan dari Yohanes Pembabtis.
Betapa kagumnya dia pada Yohanes Pembabtis sampai-sampai dia mengkultusindividukan Yohanes ..Herodes tahu bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci,jadi ia melindunginya…dan ia juga senang mendengarkan Yohanes. Yang membuat dia setuju membunuh Yohanes adalah karena permintaan dari Herodias melalui anak perempuannya.
Yesus yang dikatakan sudah terkenal, namaNya justru dibahas hanya satu kali.
Ketika seseorang gagal melihat pada Kristus, gagal melihat pada Mesias, gagal melihat pada Juruselamat, gagal melihat pada utusan-Nya dalam proporsional yang tepat sebagai utusan, gagal melihat nabiNya sebagai nabi, mengkultusindividukan seseorang yang bukan Tuhan yang benar, akan menjadi pribadi yang terjebak pada yang : MELIHAT HANYA KEPADA DIRINYA SENDIRI.
Sebagaimana Herodes tega membunuh Yohanes pembabtis, hanya untuk yang namanya harga diri, yang mana ia terlanjur bersumpah, dan harus jaga image di depan tamu-tamu di hari ulang tahunnya. Ia tak kuasa menolak permintaan keji…demi sebuah harga diri. Itu karena dia gagal melihat Yesus sebagaimana Sang Mesias, dan gagal melihat Yohanes Pembabtis yang hanya sebagai alat , dan gagal melihat dirinya sendiri sebagai umat manusia, salah satu gelintir umat manusia di sebuah belahan bumi.
Mestinya perikop yang diawali dengna penjelasan bahwa Nama-Nya Yesus sudah terkenal, tentunya pembahasan lebih banyak tentang Yesus. Namun itu semua bisa berbelok arah, karena kegagalan pengenalan akan Tuhan yang benar.
Rhema bagi kita
Gagal memandang Kristus, akan menjadikan kita gagal memandang hamba Tuhan, dan gagal memandang diri sendiri dalam pandangan yang benar sesuai tujuan Tuhan. Tetapi jika kita berhasil memandang Kristus , Sang Mesias, kita akan berhasil menempatkan hamba Tuhan dalam proporsional yang tepat dan tidak ngawur dalam menempatkan diri sendiri.
Tidak ada gunanya dipuja-puja oleh manusia. Mereka di satu sisi bisa memuja tetapi di sisi lain bisa menghujat. Yesus tidak pernah terjebak pada pemujaan seperti itu. Orang yang dulu berteriak “Hosana “ dalam waktu tidak lama berteriak “Salibkan Dia” , dan yang Yesus katakan tentang mereka adalah “Mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”
Jangan terlalu bangga dan kipas-kipas bila ada pemujaan semu dan tidak perlu serta bisa jadi jerat jatuh dalam kesombongan.
Jangan mengkultus individukan seseorang, mereka hanya sebagai alat di tangan Tuhan. Kalau tidak, kita akan kecewa berat manakala melihat mereka terkadang jatuh dalam dosa, dan tidak hidup seperti yang mereka ajarkan.
Saat pengurapan berjalan begitu hebat, kekaguman dari orang lain pasti ada, namun kita harus selalu kembalikan segala pujian hanya bagi Raja di atas segala raja.

 

Markus 6: 30-44

Kisah Yesus memberi makan lima ribu orang tentunya adalah kisah yang sangat terkenal.

Ada beberapa rhema yang saya dapatkan saat merenungkan bagian ini.

Tentang PRIVACY

Apakah sih sebenarnya arti dari PRIVACY itu?

Kerahasiaan pribadi (Bahasa Inggris: privacy) adalah kemampuan satu atau sekelompok individu untuk menutup atau melindungi kehidupan dan urusan personalnya dari publik, atau untuk mengontrol arus informasi mengenai diri mereka.

Di ayat 31 Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat.

Betapa enaknya bisa istirahat sejenak, tinggalkan semua hiruk pikuk, mengambil tempat yang sunyi sendirian dengan murid-muridNya tanpa gangguan konselinglah..doain yang sakitlah..pertanyaan ini dan itulah, dan makan dengan tenang, dengan privacy yang terjaga utuh. Bisa nikmati setiap gigitan makanan dengan semua sensasi rasanya dengan ketenangan.

Yesus dan murid-murid-Nya merelakan diri mereka untuk dalam beberapa kasus, termasuk pada peristiwa ini seperti tidak memiliki privacy.

Dalam melayani Tuhan, terkadang bukan hanya waktu, uang, talenta, perasaan, dan banyak hal lain yang kita kerahkan untuk Tuhan, melainkan juga terkadang privacy kita harus rela kita berikan.

Di sebuah pelayanan, pernah saya tidur di pastori. Di daerah yang panas seperti itu, tentunya nyaman sekali bila di kamar pastori itu ada AC-nya, dan memang ada…puji Tuhan!! Di suatu ketika, panitia bicara sama saya beberapa dari mereka juga akan tidur di kamar yang sebenarnya disediakan khusus untuk saya sebagai pembicara di acara itu. Dengan spontan saya menjawab….’ya boleh..nggak mengapa…’ Akhirnya malam itu saya tunggu-tunggu yang mau tidur di kamar saya kog nggak datang-datang. Keesokan harinya saya tanya, ternyata mereka tidak jadi tidur di kamar saya. Saya dimampukan Tuhan lulus dalam ujian privacy ini.

Ketika antrian kamar mandi begitu panjang, saya pun tawarkan siapa yang mau mandi di kamar mandi dalam yang ada di kamar saya itu. Dan benar saja, beberapa peserta mandi di kamar mandi dalam yang ada di kamar saya.

Kira-kira seperti itu contohnya. Pribadi tiap orang tidak sama, ada orang-orang tertentu yang mengagung-agungkan privacy mereka. Tidak demikian dengan Yesus. Makan pun Yesus dan murid-murid-Nya tidak sempat. Pada akhirnya mereka tidak makan secara privacy melainkan makan bersama-sama ribuan orang dalam mujizat yang luar biasa.

Contoh lain, seseorang yang tidak pernah tinggal bersama orang lain, karena seumur hidup tinggalnya hanya dengan keluarganya sendiri. Kali ini, Tuhan membawanya pada situasi di mana dia harus tinggal dengan orang lain, tinggal di asrama, di situ semua area privacynya hampir tidak ada lagi. Apakah dia mau merelakan hal itu?? Apakah dia mau sepakat dengan Tuhan untuk itu??

Contoh lain, ada pastori yang mana rumahnya ini bisa menjadi rumah milik publik. Ada jemaat yang numpang menyusui anaknya di kamar. Ada remaja yang ambil minum di pastori sepulang gereja. Tidak bisa pakai daster seenaknya kapan saja, karena di pastori banyak jemaat lalu lalang. Dan seterusnya, dan seterusnya. Maka orang-orang yang tinggal di pastori semacam ini bisa jadi hampir hampir tidak memiliki privacy lagi, karena rumah mereka adalah rumah milik orang banyak/ milik umum.

Apa yang menjadi area privacy kita yang selama ini kita genggam erat-erat..?? Ketika Tuhan meminta itu dipersembahkan ke altar-Nya, apakah kita relakan??

Bagaimana dengan 5 roti dan 2 ikan itu?

Tadinya 5 roti dan 2 ikan itu adalah miliki privacy dari seorang anak.

Andreas yang berkata kepada Yesus perihal hal ini, baca Versi Yohanes 6: 9 Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?

Andreas mengakui bahwa 5 roti dan 2 ikan ini adalah MILIK PRIVACY dari seorang anak ini. Lalu Andreas mulai memikirkan apa artinya property /bekal sesedikit itu untuk orang sebanyak itu? Andreas tidak pernah memikirkan dirinya sendiri. Dia tidak pernah memikirkan area pribadinya sendiri lebih dulu daripada memikirkan kebutuhan orang lain di sekitarnya walaupun mereka sama-sama butuh makanan.

Tapi kita coba bandingkan dengan catatan Matius, Markus dan Lukas.

Matius 14; 17 yang ada pada KAMI di sini hanya lima roti dan dua ikan.

Markus 6:38
Berapa banyak roti yang ada PADAMU? Cobalah periksa!
Sesudah memeriksanya mereka berkata : “Lima roti dan dua ikan !”

Lukas 9: 13
Yang ada pada KAMI tidak lebih dari pada lima roti dan dua ikan, ..

Lima roti dan dua ikan itu MILIK KAMI, UNTUK KAMI, MAKANAN KAMI, NANTI AKAN KAMI MAKAN BILA SEMUA ORANG INI SUDAH PULANG, ITU SUDAH DIBERIKAN ANAK KECIL ITU PADA KAMI.

kira-kira seperti itu kalimat kalimat yang terimajinasikan.

Hanya Andreas yang berkata 5 roti dan 2 ikan ini punya seorang anak.

Betapa mudahnya berkata milik anak itu milik kami. Dalam kata kami, bahkan Yesus pun tidak termasuk di dalamnya, karena tidak dipakai kata KITA.

Anak itu sudah memberikannya kepada rombongan Yesus itu tentunya. Jadi sangat mudah mengatakan bahwa itu milik kami.

Tetapi lebih sulit lagi berkata bahwa milik kami ini bisa menjadi milik mereka. Itu akan membongkar-bangkirkan acara privacy makan bersama antara mereka sendiri, sekelompok eksklusif rombongan Yesus. Sedang orang banyak ini, suruh aja mereka pulang, tidak perlu ganggu-ganggu acara makan kita.

Yesus mengubah sebuah situasi dengan
menerima persembahan anak kecil ini, dari MILIKKU menjadi milik KAMI, lalu Yesus mengubahnya menjadi MILIK KITA SEMUA.

tetapi orang yang memiliki privacy yang tinggi dan tidak rela diusik, akan berkata MILIK ANAK KECIL ITU sekarang telah menjadi MILIK KAMI. titik.

Ketika kita merelakan privacy kita dipersembahkan di altar Tuhan, bila memang Tuhan mengehendakinya, percayalah, Tuhan akan melakukan perkara yang dahsyat untuk RIBUAN ORANG/ atau untuk banyak orang.

Garisbawahi kata JIKA TUHAN MENGHENDAKINYA, artinya juga tidak ngawur donk ! Kita tetap perlu memiliki area privacy pribadi yang harus kita jaga. Namun bila dalam kasus tertentu area ini Tuhan minta, sebagai seorang prajurit yang harus berkenan kepada Komandannya, maka seharusnya kita berkata “Siap, Komandan!”

Karena…II Timotius 2 :3-4 berkata:
Ikutlah mendertia sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.

 

YESUS DAN PETRUS BERJALAN DI ATAS AIR

YESUS DAN PETRUS BERJALAN DI ATAS AIR

 

Ternyata Yesus juga mengajar dengan metode DRAMA, dan sub metode ACTING;

157. METODE DRAMA/ METODE MENGAJAR DENGAN DRAMATIS
Yesus mengajar dengan cara dramatis ( saat Ia memperagakan sambil menunjuk kea rah murid-murid-Nya untuk menjelaskan siapa sebenarnya yang dapat dikategorikan sebagai ibu dan saudara-saudara-Nya. Mat 12:46-50). Yesus juga bertindak seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya kepada dua murid yang berjalan ke Emaus. Bukankah ini ACTING? Yesus acting dengan tujuan ingin mengetahui reaksi mereka, ( Lukas 24:28). Yesus berjalan di atas air hendak melewati mereka (Markus 6:48) padahal tujuan Yesus adalah menolong murid-murid-Nya (Markus 6:48, 51-52). Jadi apa tujuan Yesus hendak melewati mereka? Yesus ingin mengetahui reaksi mereka saat melihat Dia. Yesus juga mengajukan tanya jawab dengan Filipus hanya untuk melihat responnya ( Yohanes 6: 5) Yesus berpura-pura cuek pada perempuan Kanaan di Sidon ( Matius 15:21) Bukankah ini adalah ADEGAN/ACTING??

 

 

Markus 6:53-56

Setibanya di seberang Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ. Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus. Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada. Ke mana punIa pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

Ini adalah pertama kalinya Yesus dan murid-murid-Nya ke Genesaret. Genesaret sebuah tempat yang artinya a harp/ sebuah harpa. Waaauuu…keren ya arti nama tempat ini !!

Walau ini pertama kali Yesus melayani di daerah ini, orang-orang di daerah ini ternyata segera mengenal YESUS.

Coba baca perikop di atas dan……ehemmm….
Saya curiga kalau wanita pendarahan itu asalnya dari tempat ini !!

Perhatikan bahwa orang-orang sakit dikumpulkan di pasar, lalu mereka memohon untuk diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja, Asal kujamah saja jubahNya- aku pasti sembuh. Agaknya kalimat seperti itu tidak asing di telinga kita…

Mungkinkah di daerah itu sudah banyak puluhan tabib yang didatangi perempuan pendarahan itu, dan hasilnya nihil.

Mungkinkah di daerah itu si perempuan pendarahan itu pulang kampung dan menyaksikan kepada orang banyak, bahwa dengan menjamah ujung jumbai Yesus, dia pun sembuh seperti yang dia percayai???

Mungkinkah kisah kesembuhan perempuan pendarahan ini telah menyebar ke seluruh daerah itu….??? Waaaauuu…Alkitab tidak pernah mencatat dari mana asal perempuan pendarahan itu, tetapi kecurigaan saya sepertinya cukup beralasan !

Hmmmmmm….bisa jadi !!

 

 

Markus 7:5
Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?

Orang Farisi dan ahli Taurat mempermasalahkan murid-murid Yesus yang makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh.

Yang lucu di sini adalah; kata najis yang dimaksudkan adalah TIDAK KUDUS/ HARAM/ UNHOLY

Lalu Yesus menjelaskan pada murid-muridNya bahwa semua yang dimakan itu masuknya bukan ke hati, tetapi ke perut, lalu dibuang di jamban, sedangkan semua yang keular dari hati itu yang menajiskan misalnya pikiran jahat, percabulan, pencurian, dll.

Orang farisi dan ahli taurat itu mencampur adukkan urusan jasmani dengan perkara rohani.

Mereka beranggapan bahwa jika makan dengan tidak mencuci tangan, itu menajiskan/ membuat seseorang tidak suci.

Padahal perkara dosa, itu terjadinya di roh, keluar dari dalam hati seseorang/ roh seseorang. Tidak ada hubungannya dengan makan dengan tidak mencuci tangan, karena makanan itu hubungannya sama jasmaniah/lahiriah/metabolisme tubuh saja.

Ternyata dengan bungkus adat istiadat yang tidak diperintahkan Allah, Yesus membongkar kedok orang farisi yang melegalkan untuk menelantarkan orang tua mereka, dengan alasan uang yang sedianya dipakai untuk merawat orang tua yang sudah tua telah dipersembahkan kepada Tuhan.

Mari berhati-hati dengan adat istiadat nenek moyang yang tidak sesuai dengan Alkitab, kita harus berani dengan tegas berakta TIDAK, apabila adat itu tidak sesuai dengan perintah Tuhan.

 

 

Markus 7: 24 Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah TIRUS. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. Perempuan tiu seorang Yunani bangsa Siro-Fenesia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya. Lalu Yesus berkata kepadanya: “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” ;Tetapi perempuan itu menjawab: “Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.” Maka kata Yesus kepada perempuan itu; “Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang, sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.” Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.”

Kemudian Yesus meninggalkan pula daerah Tirus dan dengan melalui Sidon, pergi ke danau Glailea, di tengah-tengah daerah Dekapolis.

Matius 15:21
Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir de daerah Tirus dan Sidon. Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru:”Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.” tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: “Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak.” Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata : “Tuhan, tolonglah aku.” Tetapi Yesus menjawab: “tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Kata perempuan itu:”Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepaamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Setelah meninggalkan daerah itu..Yesus menyusur pantai danau Galilea….dst

Kisah ini dicatat di Markus pasal 7.
Dan kalau kita lihat di Markus pasal 3 :7-9 ( jadi di pasal 3 , jauh sebelum pasal 7)
Kemudian Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galelia mengikuti-Nya, Juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya… ( ayat 11) Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak;’Engkaulah Anak Allah.”
Pada Markus 3 ini Yesus mengajar dari atas perahu.

Juga dicatat di Matius 4: 23-25 Di awal-awal pelayanan Yesus, ternyata banyak orang dari luar negeri datang.
Maka orang banyak berbondong bondong mengikuti Dia, Mereka datang dari Galilea dan dari Dekalpois, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan.

Peristiwa di Matius 4 ini sama dengan yang dicatat di Lukas 6: 17

Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar ( jadi bukan di atas perahu)
dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.

Artinya, pelayanan Yesus di dalam negeri, beberapa kali dikunjungi oleh orang-orang yang datang dari jauh termasuk yang datang dari Sidon dan Tirus yang notabene bukan orang Israel, mereka adalah orang asing.

Lalu Yesus pun juga melangkahkan kaki-Nya sampai ke daerah luar, yaitu ke Sidon dan Tirus.

Jelas donk, kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan, karena di Sidon dan Tirus pun, sudah banyak dari mereka yang pernah datang jauh-jauh ke tempat Yesus mengajar. Sudah banyak dari mereka mengenal Yesus, mengikut Yesus, melihat mujizat Yesus, melihat Yesus mengusir setan dan menyembuhkan banyak orang sakit.

Mungkinkah perempuan ini juga salah satu dari orang Sidon dan Tirus yang beberapa kali datang ke pelayanan Yesus?

Perhatikan di sini, baik di kitab Markus maupun Matius, tidak mencatat MUJIZAT LAIN YANG DILAKUKAN YESUS SELAIN KESEMBUHAN DARI ANAK PEREMPUAN KANAAN INI. Mungkin ada yang Yesus lakukan selain kesembuhan dari anak perempuan kanaan yang kerasukan setan ini, tetapi TIDAK DICATAT.

Apakah tujuan Yesus ke daerah luar ini, adalah mengunjungi perempuan ini dengan caraNya yang unik?
Buktinya di ayat berikutnya langsung jelas-jelas dicatat bahwa setelah peristiwa perjumpaan dengan perempuan kanaan itu, Yesus MENINGGALKAN DAERAH ITU.
Tampak sekali , Yesus telah menyelesaikan tujuan kunjungan-Nya ke situ.

Tentu amat sulit membawa seorang anak perempuan kecil ( paidion) yang kerasukan setan, pergi jauh menemui Yesus di Galilea. Bagaimana kalau dia kumat di jalan, bagaimana kalau anak ini liar. Meskipun orang orang Sidon dan Tirus beramai-ramai …Yoook kita pergi mendengar dan melihat langsung tentang Yesus…!! Apa boleh buat, perempuan Kanaan ini hanya bisa pergi sendiri, atau mungkin hanya bisa dengar-dengar cerita sepulangnya mereka dari sana. Mungkin saja anak kecil perempuan ini ada yang menjaganya, buktinya saat dia datang sendirian ke Yesus, anak ini ditinggalkan sendirian di rumah. Mungkin saja, perempuan ini adalah seorang luar negeri yang pernah datang ke pelayanan-Nya Yesus di Galilea. Tetapi anak kecil perempuan ini, tidak bisa dibawanya jauh ke tempat di mana Yesus mengajar di Galilea. Dia tidak kuasa membawanya ke hadapan Yesus. Anak perempuan yang masih kecil sudah kerasukan setan….huadeuwwww…gimana ya?

Siapa sangka Yesus datang ke daerahnya.
bahkan untuk mengajak anak ini datang ke rumah di tempat Yesus datang di Sidon itu saja, perempuan itu tidak dapat mengajak anak ini. Bisa jadi kerasukannya sudah parah, sehingga tidak memungkinkan dibawa ke mana mana.

Jika kita baca dalam dua versi, Matius dan Markus, tentang peristiwa Perempuan Kanaan ini, kita tahu bahwasannya Yesus hanya acting, berpura-pura cuek, dan murid-murid-Nya pun sempat terkecoh.

Lho emangnya Yesus acting juga toh…??

Lha iyalah…:
Ini beberapa koleksi saya, tentang kapan saja Yesus pernah acting:

Lukas 24:28 Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya. ( Yesus bersama dua orang yang berjalan ke Emaus)

Yesus berjalan di atas air;
Markus 6: 48 Maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan IA HENDAK MELEWATI MEREKA.
( padahal tujuan Yesus kan menjumpai mereka)

Yesus memberi makan 5000 orang
Yohanes 6:5 2 Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: e “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” 6:6 Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.

Mengapa Yesus acting?
Hanya ingin melihat bagaimana reaksi kita.

Dan perempuan Kanaan ini, lulus uji !
Reaksianya benar , tepat !!

Lha untuk siapa Yesus datang jauh-jauh ke sana, kalau bukan untuk kesembuhan gadis kecil itu, anak kecil itu, anak perempuan kecil yang kerasukan setan itu ?!

Tapi cara Yesus bukan langsung ke rumahnya, bukan langsung berhadapan dengan dia, bukan menelephone dulu mamanya.

Tetapi Yesus punya cara yang unik.

Bahwasannya mereka bangsa yang kafir/ karena nenek moyang mereka penyembah dewa/berhala, dan mereka bangsa yang seharusnya ditumpas , dan mereka bangsa yang dikutuk dalam nubuatan nabi-nabi.

Tetapi Yesus berkata bahwa tanggungan kota Sidon dan Tirus akan lebih ringan daripada Khorazim dan Betsaida, dua kota yang sering melihat mujizat Yesus, karena Yesus melayani di daerah itu, mengapa bisa begitu? Karena ternyata di Sidon dan Tirus, terbukti banyak orang asing, non Israel, yang justru percaya Yesus, jauh-jauh dibela-belain datang ke Galilea untuk mendengar pengajaran Yesus, dan ada satu orang Ibu yang memanggil Yesus sebagai, Tuhan, dan juga menarik kaki Yesus sampai-sampai Yesus ekspansi ke daerah mereka. Dibuktikan oleh satu orang ibu ini saja ….sudah cukup ! ( Lukas 10:13)

Satu orang ibu Kanaan di Sidon…diperhitungkan sebagai orang benar. Kini anak perempuan kecilnya pun diselamatkan. Notabene mereka Kanaan, mereka orang Sidon, mereka kafir/ bisa disebut sebagai ‘anjing’.

Apakah Lot mendapat kunjungan malaikat Tuhan, walau hanya dia seorang diri di kota Sodom dan Gomora itu?
Oh iya…!!

Rhema yang kita dapatkan:
1. Jangan terlalu serius, karena kadang-kadang semua fenomena yang terjadi cuma ‘acting’nya Tuhan hanya untuk satu tujuan; melihat respon sikap hati kita saja. Tuhan nggak sungguh-sungguh dengan itu semua. Badai pasti akan berlalu.

2. Bisa kebayang nggak, Yesus jauh-jauh datang ke luar negeri, hanya untuk SATU ORANG ANAK PEREMPUAN KECIL, yang terbelenggu dengan setan..?? Peristiwa kelepasan yang tidak langsung di depan mata Yesus, jarang, jadi jarak jauh. Ini mujizat yang dahsyat. Peristiwa ini mirip dengan yang dialami oleh hamba perwira, di mana Yesus hanya berkata dari halaman rumah, si orang itu sembuh di kamarnya.
Dulu saya sering berpikir anak dari perempuan Kanaan ini, seorang anak gadis remaja, ternyata setelah membaca bahasa aslinya, anak ini adalah anak kecil. Waaauuuuuuuuuuuu suatu hal yang luar biasa, di mana Yesus sangat mengasihi anak-anak sampai ekspansi ke luar negeri demi kemerdekaan anak kecil ini.

3. Perhatikan bahwa untuk kesembuhan anak ini, Yesus harus berurusan dengan mama dari anak ini. Bangsa Sidon dan Tirus terkenal dalam kesombongan mereka. Banyak kali pemulihan anak-anak harus dimulai dari mematahkan dulu kesombongan dari orang tua, kebebalan dari orang tua, dan keterikatan orang tua terhadap berhala-berhala dalam hidup mereka. Jika orang tua mau tersungkur di kaki Yesus, dan dengan rendah hati datang kepada Yesus, maka pemulihan anak-anak mereka, itu perkara mudah.

4. Murid-murid Yesus terkecoh, mereka mengira Yesus benar benar cuek sama perempuan ini, dan meminta Yesus mengusir perempuan kanaan ini. Padahal di akhir ending kisah ini, berujung manis, dimana anak perempuan dari perempuan Kanaan ini, sembuh, dimerdekakan, dilepaskan, ada masa depan yang gemilang. Mereka lupa bahwa Yunus pun dibela-belain oleh Tuhan didatangkan ombak, disuruhNya ikan besar menelan, dan segala macam yang Tuhan tentukan dengan ulat, pohon , dan masih banyak lagi, hanya untuk mengajari Yunus bahwa orang Niniwe yang mau bertobat, sangat berharga di hadapan Tuhan, Tuhan pun mengasihi mereka.

5. Segala kutuk atas Tirus dan Sidon dipatahkan, mana kala seorang perempuan Kanaan datang tersungkur menyembah Yesus. Jadi jangan terintimidasi oleh yang namanya kutukan. Sepanjang kita tersungkur di kaki Yesus, maka semua itu bisa dipatahkan oleh kuasa-Nya yang ajaib.

6. Anak kecil ini sembuh, merdeka, karena ada seorang bernama Yesus, sengaja datang ke kotanya. Kuasa-Nya datang di kamarnya dan dia menjadi seorang anak kecil perempuan yang luar biasa , karena mengalami kuasa dari Yesus, yang ajaib. Ada kunjungan Yesus di hatinya yang mungil itu. Hari itu juga Yesus pulang kembali ke negaranya, tetapi hari itu tidak pernah terlupakan , karena dia bisa tertidur dengan nyaman, nyenyak….damai…bermimpi yang indah-indah. Tidak ada lagi mimpi buruk yang mengganggunya.

Waauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu

 

 

Markus 7: 31-37

Di daerah Dekapolis Yesus menyembuhkan seorang yang tuli dan yang gagap. Sungguh luar biasa !!

Waktu itu Yesus baru saja mengunjungi Tirus dan dengan melalui Sidon Yesus sengaja melewati daerah Dekapolis ini.

Mereka pun takjub dan tercengang dan berkata: “Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.”

Komentar seperti ini yang tidak pernah kita dengar dari ahli taurat dan orang farisi, dalam sepanjang pelayanan Yesus.

Dasar orang sirik, mereka tidak dapat melihat segala yang baik yang dikerjakan oleh Yesus. Mereka mencari seribu satu cara untuk menjatuhkan Yesus, dengan menyerang apa yang dilakukanNya pada hari sabat, mengajukan pertanyaan-pertanyaan jebakan, dan juga menyeret perempuan berzinah ke hadapan Yesus untuk melihat bagaimana perlakuan atau tindakan Yesus atas orang ini.

Tetapi orang-orang di Dekapolis, yang notabene mayoritas penduduknya bukan orang Israel, justru bisa melihat bagaimana Yesus menjadikan segala-galanya baik.

Semua yang dilakukan Yesus adalah atas kehendak Bapa. Jadi di tengah-tengah waktu Yesus melayani yang hanya 3,5 tahun itulah, Yesus menyempatkan diri untuk kedua kalinya melintasi daerah Dekapolis ini setelah dulu pernah menyembuhkan orang yang kerasukan Setan di Gerasa.

Inilah perjalanan missi ke daerah luar, sehingga murid-murid Yesus pun tahu bahwa Yesus mengasihi semua bangsa. Perempuan Kanaan itu anak gadisnya disembuhkan dari kerasukan setan, dan orang Dekapolis yang tuli dan gagap ini pun disembuhkanNya.

Perenungan buat kita; sifat sirik/ iri dengki bisa menutup mata seseorang untuk melihat kebaikan dalam diri orang lain, sebagaimana orang farisi dan ahli taurat pada zaman itu tidak bisa melihat kebaikan Yesus, karena mereka sirik/ iri dengki.Bahkan iri dengki itulah yang menyeret mereka untuk berniat membunuh Yesus. ( Markus 15:10)

Mari berhati hati dengan yang namanya iri.

Rm 12:15

Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!

Saat ada orang yang diangkat Tuhan tinggi, ayo kita ikut senang.Jangan berniat menjatuhkan dia.

Saat ada orang yang sedang bersedih, ayo kita jangan bertepuk tangan, tapi kita harus ikut nangis bersama dia, ikut bersimpati, bahkan kalau bisa ikutan menolong.

Kalau tetangga beli almari es yang lebih besar, ayo minum es rame-rame di rumahnya, …jangan mendiamkan dia saat bertemu di pasar dan merengek pada suami minta almari es yang 1 cm lebih tinggi …

Tetapi kalau tetangga datang dengan saputangan di wajahnya, ayo kita tolong dia.

Ayo ciptakan suasana di dunia yang lebih indah.

 

Markus 8: 1-10 Yesus memberi makan 4000 orang. Yang membuat saya terpana dengan bagian Firman Tuhan ini adalah bahwa Yesus memperhatikan berapa hari tepatnya orang-orang ini telah mengikuti Dia, yaitu 3 hari, dan bahwa mereka telah tidak mempunyai makanan, dan bahwa kondisi fisik mereka akan rebah di jalan bila mereka pulang dengan keadaan lapar, dan Yesus pun tahu mereka ada yang datang dari jauh. Dari sini saya melihat pribadi seorang Pengajar/ Pembicara yang sangat memperhatikan keadaan audience-Nya. PastiNya dia bercakap -cakap dengan mereka dan bersentuhan hidup secara langsung dengan mereka dan Dia tidak memakai seorang juru bicara rombongan. Dalam mengajar, Yesus tidak sekedar menyelesaikan TARGET MATERI, tidak sekedar menyelesaikan JAM SESI, tidak sekedar MENYAMPAIKAN KEBENARAN saja, tetapi yang Dia lakukan juga adalah bagaimana bersentuhan hidup secara langsung dengan masyarakat luas yang sedang diajar-Nya dalam reat-reat beberapa hari itu. Hal -hal yang sedemikian itulah saya rasa yang membuat Yesus selalu dicatat ; tergerak hatiNya oleh belas kasihan. Seorang Pembicara yang penuh kasih. Hmmmmmmmmmmmm inspiratif banget, Thanks Jesus !!

 

 

 

Orang Farisi meminta tanda.Markus 8:11-13. Sebuah pembuktian. Mudah saja bagi Yesus melakukan pembuktian. Dia bisa hadirkan saksi yang mendengar suara Bapa saat Dia dibabtiskan. Dia bisa saja memanggil para malaikat turun melayani Dia. Atau seribu satu tanda tanda heboh lainnya, seperti yg diminta oleh orang Farisi itu,supaya Yesus memberikan tanda dari surga. Namun Yesus tidak mau meladeni hal hal seperti ini. Yesus sebenarnya sudah memiliki tanda-tanda Seorang Mesias seperti yang diberiksn jawab kepaa Yohanes Pembabtis melalui utusannya yang bertanya kepadaNya. Namun orang -orang Farisi ini menantang Yesus untuk melakukan semacam demonstrasi spektakuler yang dipertontonkan untuk tujuan sebuah pembuktian diri. Yesus tidak terpancing. Yesus tidak mau. Justru tanda Yunus yang akan Dia berikan. Masuk ke perut bumi,dan muncul.lagi pada hari ke tiga. Masuk ke perut bumi, bukan sebuah hal yang spektakuler tampaknya, namun kebangkitanNya pun belum tentu juga mereka percayai. Matius 16: 1-4. Rhem bagi kita : Meladeni sesuatu yg tidak perlu akan membuang buang waktu. Pembuktian diri akan menghasilkan yang namanya kesombongan. Penolakan lebih baik diterima daripada jatuh dalam kesombongan.

 

 

 

Markus 8: 14-21 Matius 16: 5-12. Yesus memperingatkan murid-murid-Nya bahwa mereka harus berjaga-jaga dan berawas awas terhadap ajaran orang Farisi dan ragi Herodes. Bisa jadi hal tersebut dikatakan Yesus, karena baru saja di perikop sebelumnya dibahas bagaimana Orang Farisi dan juga orang Saduki meminta tanda dari sorga. Dan Yesus tidak meladeni hal itu. Memang Tuhan Yesus memberi tanda Yunus, tetapi kan tanda itu tidak saat itu juga terjadi di depan mereka. Nanti berikut baru Yesus mati, masuk ke perut bumi dan bangkit pada hari ke 3, barulah tanda Yunus itu berlaku. Baik Matius maupun Markus langsung mengkronologiskan hal yang sama, yaitu setelah peristiwa orang Farisi dan Saduki meminta tanda, maka di peristiwa selanjutnya , Yesus memperingatkan murid-muridNya soal RAGI ini. Yaitu adanya zat ragi dalam pengajaran orang Farisi dan juga ragi orang Saduki dan juga ragi Horodes ( Gabungkan kedua Versi Matius maupun Markus; jadi ada 3 jenis ragi di sini)

Namun demikian saat Yesus mengatakan hal tersebut, murid-murid-Nya tidak nyambung, dikira mereka Yesus bicara tentang roti jasmani.

Mengapa ya bisa terjadi tidak nyambung begini?

Karena Yesus memakai bahasa sandi. Yang dimaksudkan Yesus RAGI bukan ragi sebenar-benarnya, melainkan sifat yang seperti ragi, yang dapat mengkhamiri seluruh adonan. Murid-murid-Nya belum paham dengan apa yang dimaksudkan oleh Yesus pada saat itu.

Setelah Yesus mengkoreksi kesalah pahaman tersebut, barulah mereka mengerti…oooh yang Yesus maksudkan itu bukan ragi betulan.

Nah dari peristiwa ini kita dapat menarik beberapa rhema:
1. Mengapa murid-murid salah terima/ salah pengertian? Karena mereka tetap kawatir. Mereka lupa membawa roti, sedangkan roti yang ada pada mereka hanya sebuah saja yang ada pada mereka di perahu itu. Nah Yesus mengecam hal ini, karena peristiwa ini adalah peristiwa setelah terjadi mujizat 5 roti dan 2 ikan untuk 5000 Kepala Keluarga beserta keluarganya, dan juga setelah terjadi mujizat roti untuk 4000 orang. Nah lho….yang dipikir kog masih kekurangan roti terus. Apa mujizat itu belum cukup buat mereka sadar bahwa selama ada Roti Hidup bersama-sama mereka, masalah roti bukanlah masalah lagi?

Yesus mempertanyakan sisanya, berapa bakul. Artinya…bukankah mujizat itu tidak sekedar mencukupkan saja, tetapi juga berlebih-lebihan…? Mengapa kita tidak mengadendakan untuk mencatat berkat-berkat Tuhan di masa lampau untuk menjadi karet penghapus kekuatiran di masa sekarang?

Traumatik masa lalu bisa sangat membahayakan, ketika rasa lapar bisa lebih terkenang dibandingkan dengan mujizat yang Tuhan berikan untuk menghentikan rasa lapar itu.

2. Mengapa murid-murid bisa salah terima/ salah pengertian? Karena mereka itu tidak menganggap serius percakapan Yesus dengan ahli farisi dan orang saduki itu. Orang Saduki meminta tanda pada Yesus , padahal Orang Saduki tidak percaya akan kebangkitan. Padahal tanda yang akan Yesus sanggupi berikan pada mereka adalah Tanda nabi Yunus. jadi sespektakuler apa pun tanda yang Yesus berikan, selama mereka tidak percaya kebangkitan orang mati, ya percuma saja….mereka tetap tidak akan percaya bahwa Yesus adalah Mesias.

Nah kalau suatu saat Yesus bangkit beneran nich…..pertanyaannya adalah; apakah murid-murid Yesus percaya akan kebangkitan-Nya?

Murid-murid saat itu tidak sadar bahwa inti percakapan Yesus dengan orang Saduki dan Farisi pada saat itu adalah konten yang penting. Ketidak percayaan mereka akan mempengaruhi ajaran mereka, dan itu adalah RAGI. Jadi mesti hati -hati terhadap ajaran mereka.

Ternyata keseriusan Yesus beralasan bukan…?? Buktinya apa…?? Murid-murid dicela oleh Yesus, karena mereka tidak percaya akan kebangkitan-Nya.

Mrk 16:14

Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. y

Nah…makanya ….hati-hati terhadap yang namanya ragi.

Jadi ada dua hal yang membuat kita bisa salah pengertian dengan Tuhan; 1. kekawatiran/traumatik masa lalu 2. tidak serius dengan semua peringatan-Nya yang serius.

Kedua hal ini bisa mendatangkan ragi, yaitu ragi ketidak percayaan, dan akhirnya ketidak percayaan akan membuat mujizat batal terjadi dalam hidup kita.

Jadi kita harus bagaimana?
1. Stop curiga dengan Tuhan, karena Dia adalah Roti Hidup kita, Dia tanggung jawab kog, karena Dia pemimpin rombongan kita.

2. Ikuti semua peringatan-Nya, walau kadang enggak enak. Itu endingnya baik buat kita, karena Dia tahu apa yang masih ratusan bahkan ribuan kilometer di depan kita nanti.

Percayalah…Tuhan itu gemar berbuat baik !!
Saat kita lupa membawa roti, nggak masalah kog !

 

 

 

Markus 8: 22-26

Yesus menyembuhkan seorang buta. Namun kesembuhan orang ini tidak seketika itu juga. Karena saat pertama kali Yesus bertanya, orang ini menjelaskan bahwa dia sudah dapat melihat, namun belum jelas. Setelah itu Yesus pun menumpangkan tangan-Nya sekali lagi dan orang itu dikatakan dalam Alkitab, DAPAT MELIHAT SEGALA SESUATU DENGAN JELAS.

Perhatikanlah bahwa terkadang mujizat Tuhan pun berjalan dalam yang namanya PROSES, walau tidak jarang yang berlangsung secara CEPAT.

Yang dilakukan Yesus adalah bertanya, melayani lagi, dan tidak segan-segan Dia menumpangkan tangan-Nya untuk yang kedua kalinya agar kesembuhan orang ini sampai pada tahap finish/totalitas sembuh.

Demikianlah Tuhan ingin juga kita begitu. Jangan mudah menyerah untuk mengalami proses finalnya suatu mujizat.

Nantikan Tuhan dengan sabar sampai kehendakNya yang sempurna itu jadi dalam hidup kita.

Sebuah pemulihan.
Sebuah kesembuhan.
Sebuah perubahan
Sebuah jawaban
Sebuah lawatan

…………………………..bisa saja CEPAT, atau PROSES.

Waaauuu…saya kagum dengan Yesus yang melayani orang buta ini dengan sabar.

 

 

Markus 8: 27-30

Kata orang, siapakah Aku ini? ( pertanyaan pertama)
Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini? ( pertanyaan ke dua)

Yesus perlu mengetahui perpektif murid-murid tentang bagaimana masyarakat mengenal Yesus, siapakah Dia, dan Yesus perlu mengetahui juga perpektif murid-murid-Nya sendiri tentang diri-Nya.

Mengapa itu perlu?

Perpektif orang banyak tentang siapakah Yesus itu, apakah juga akan mempengaruhi perpektif murid-murid tentang Diri-Nya.

Perpektif murid-murid-Nya tentang Dia apakah sudah tepat dan benar? Apakah mereka berjalan dalam pemahaman yang sama tentang datangnya Mesias yang dijanjikan itu, yaitu Orang yang selama ini ada di hadapan mereka, guru mereka, yang selama ini tidur bersama mereka, makan bersama mereka, naik perahu bersama mereka, melayani bersama mereka, yang mengutus mereka berdua-dua , dlsb.

Jangan hanya dari kata orang saja, kita mengenal Dia.
Tetapi kita harus sampai pada tahap mengenal Dia secara pribadi.
Ada yang bisa diceritakan ke orang lain, Yesus itu begini, Dia itu pernah begitu kepadaku, Dia itu Penolongku, Sahabatku, Penasihatku, dll, dst, ……..

Jangan hanya bisa bersemangat bercerita tentang; waaauuu dia disembuhkan dari kanker…waaauuu orang itu mengalami kecelakaan yang sangat parah, tapi diloloskan dari maut…. hhhuuuuuiiiii bener lho..ternyata Tuhan itu bisa campur tangan juga dalam study….keren… karena temanku begini begitu..

Buatlah autobiography perjalanan kita secara pribadi dengan Tuhan, jangan hanya berupa biography.

Apa sih bedanya? Autobiography itu menuliskan tentang biography pribadi, diri sendiri. Sedangkan biography itu adalah tentang orang lain.

Karena di surga nanti hanya ada autobiography di mana setiap orang memiliki catatan tentang dirinya sendiri, bukan tentang orang lain.

Sejauh mana kita bisa menjawab pertanyaan Yesus, apakah hanya berhenti sampai pertanyaan pertama saja, ataukah kita sanggup memberi jawab kepada Yesus atas pertanyaan-Nya yang kedua?

Katanya bu Tisa Indah Nugraheni , ke Israel itu sesuatu banget…
Nah…jangan tanya saya apa apa tentang Israel, karena saya belum pernah ke sana, walaupun saya sudah dapat 2 gelang dari sana, 1 lulur, 1 tas cantik, dan juga 1 selendang keren…Tapi bisa cerita apa saya tentang Israel?

Kata SAYA di Kendari itu kacang metenya uenak tenan. Nah tanya pada saya..karena saya ada di Kendari, tinggal di sini, dan udah cicipin enaknya mete di sini.

Apa katamu tentang Yesus???

 

 

Pemberitahuan pertama tentang penderitaan Yesus dan syarat-syarat mengikut Dia.

Markus 8: 31-9:1

Perhatikan di ayat 32 dicatat sbb: Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang.

Kali ini Yesus tidak memakai bahasa sandi, seperti waktu Dia memberitahukan tentang hati-hati terhadap ‘RAGI’ orang farisi dan saduki.

Kali ini Yesus tidak memakai bahasa perumpamaan, seperti waktu Dia berkisah tentang benih yang jatuh di 4 macam tanah.

Tetapi dengan terus terang Dia menjelaskan bahwa Anak Manusia HARUS menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.

Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia,,

Petrus menegor Yesus ..!!

Waauuu….yang benar saja !!

Tetapi itu terjadi. Mengapa bisa begitu?

Murid-murid tidak mau mendengar tentang bagaimana Yesus akan menderita, ditolak, dibunuh …!! Oleh karena itu berita kebangkitan juga akan mereka abaikan, karena itu adalah klimaks dari sebuah titik awal perjalanan kalimat yang sejak dari awalnya pun mereka tidak mau dengarkan.

Perhatikan kata HARUS, Anak Manusia HARUS.

Tetapi murid-murid-Nya, yang diwakili oleh Petrus ( terbukti saat Yesus kemudian memarahi Petrus, sambil memandang murid-muridNya yang lainnya juga)- merasa itu semua TIDAK HARUS.

Ingat ! Peristiwa ini terjadi setelah Petrus memberi jawaban pada Yesus, ‘Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” dan Petrus berkata “Engkau adalah Mesias !”

Setelah mereka sepakat bahwa Yesus adalah Mesias, maka kinilah saat yang tepat Yesus mengajarkan pada mereka, konsep MESIAS yang sebenarnya itu seperti apa.

Mesias HARUS menjalani JALAN SALIB.

Tak lama kemudian Yesus mengajarkan pada mereka , murid-muridNya dan kepada orang banyak “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. ”

Ternyata, bahkan tiap pribadi pun harus memikul salibnya masing-masing, menderita demi Yesus dan demi injil -Nya.

Bicara tentang salib, penderitaan yang harus ditanggung , bahkan rela kehilangan nyawanya sekalipun, demi Yesus dan demi Injil, memang bukan suatu topik pembicaraan yang enak untuk dibahas.

Beda dengan topik tentang berkat, kesembuhan, pemulihan, anugrah, kasih karunia, talenta, pelipatgandaan, tuaian, masa depan gemilang, dlsb. Wahhh itu topik favorite..!! Seru abiz !!

Itulah sebabnya Petrus yang sama sekali memiliki konsep yang beda tentang definisi MESIAS, sampai MENEGOR YESUS.

Mungkinkah kita sedang dalam keadaan MENEGOR YESUS, seperti yang dilakukan Petrus, karena kita sedang bertabrakan konsep dengan Yesus mengenai sebuah SALIB?

Ketika kita harus memikul salib, maka bisa jadi kita menegor Dia dengan berkata:

“Mengapa ini harus terjadi?”
“Mengapa Engkau ijinkan?”
“Apakah ini HARUS saya alami?”
“Apakah Engkau itu benar-benar ada?”

Pada saat itulah Yesus akan menjawab:

“Enyahlah iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

atau dengan kata lain, pada saat itulah Tuhan akan menunjukkan bahwa cara berpikir kita itu salah. Karena area pikiran kita sudah berbeda tujuan akhir.

Salib akan membawa kita kepada Kristus, dan bagaimana kerajaan-Nya diberitakan.

Namun pikiran manusiawi kita yang sudah tercemar sejak jaman Hawa, akan berkata bahwa Salib itu TIDAK HARUS dipikul. Salib tidak harus dilalui, tidak harus dijalani.

Yesus tidak menjawab Petrus dengan lemah lembut, tetapi dengan keras. Bukan karena balas-balasan, habis ditegor, Dia balik marah, bukan !! Tetapi Yesus ingin langsung meluruskan apa yang salah dalam paradigma Petrus dan semua murid yang lain.

Ini baru pertama kali Yesus mengemukakan tentang Salib yang harus Dia jalani, sebagai Mesias.
Reaksi mereka seperti ini ternyata….

Tidak heran Yesus ke depannya akan selalu mengulangi kembali penekanan ini, bahwa paradigma mereka tentang Mesias itu harus diluruskan, definisi mereka harus diseragamkan.

Apakah anda sering menegor Yesus?

 

 

 

 

Yesus dimuliakan di atas gunung
9:2 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes r dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa 2 di depan mata mereka, 9:3 dan pakaian-Nya sangat putih s berkilat-kilat. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu. 9:4 Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus. 9:5 Kata Petrus kepada Yesus: “Rabi, t betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.” 9:6 Ia berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan. 9:7 Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan u itu terdengar suara: “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia. v ” 9:8 Dan sekonyong-konyong waktu mereka memandang sekeliling mereka, mereka tidak melihat seorangpun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri. 9:9 Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorangpun w apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia x bangkit dari antara orang mati. 9:10 Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan “bangkit dari antara orang mati.” 9:11 Lalu mereka bertanya kepada-Nya: “Mengapa ahli-ahli Taurat berkata, bahwa Elia harus datang dahulu?” 9:12 Jawab Yesus: “Memang Elia akan datang dahulu dan memulihkan segala sesuatu. Hanya, bagaimanakah dengan yang ada tertulis mengenai Anak Manusia, y bahwa Ia akan banyak menderita z dan akan dihinakan? a 9:13 Tetapi Aku berkata kepadamu: Memang Elia sudah datang b dan orang memperlakukan dia menurut kehendak mereka, sesuai dengan yang ada tertulis tentang dia.”

Perhatikan bahwa dikatakan; Tidak ada seorang pun di dunia yang dapat mengelantang pakaian seperti itu.

Saya penasaran…mengelantang itu apa sih maksudnya? Ternyata maksudnya memutihkan. Jadi tidak ada pemutih di dunia ini buatan siapa pun juga yang bisa membuat pakaian bisa seputih itu, bahkan bisa berkilat-kilat.

Itu artinya pakaian surgawi.

Yang lucu di sini adalah si Petrus, dalam keadaan ketakutan nggak tahu mau ngomong apa, eh keluar juga kalimat itu..Orang dengan kecerdasan berbicara yang tinggi, seperti Petrus, memang bisa saja mengucapkan kalimat puitis di tengah situasi ketakutan seperti itu, karena terjadi perkara ilahi di hadapan mereka.

Darimana mereka tahu ya kalau itu adalah Musa dan Elia?

Padahal mereka kan nggak kenalan?

Ada suara keluar dari Awan. Suara Bapa. Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia !

Waaaauuuu sekali lagi mereka bertiga diperhadapkan pada perkara ilahi bahwasannya guru mereka, Yesus, adalah Mesias, Anak Allah yang Maha Tinggi.

Nah di bagian ini paling menggemaskan:

Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorangpun w apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia x bangkit dari antara orang mati. 9:10 Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan “bangkit dari antara orang mati.”

Masih juga mereka tidak mengerti tentang arti dari frase “Bangkit dari antara orang mati”

Padahal di peristiwa sebelumnya ( pasal sebelumnya) waktu Yesus mengatakan bahwa Dia harus alami jalan salib, Petrus menegor Dia. Mereka belum mengerti mengapa Yesus harus menderita, Mesias kog HARUS alami seperti itu…

Baru saja mereka mendengar suara Bapa ‘Dengarkanlah Dia” , masih saja mereka tidak mengerti bahwa konsep mereka tentang Mesias itu salah. Mereka belum mengerti nubuatan nabi-nabi tentang Mesias itu yang bagaimana sebenarnya.

9:11 Lalu mereka bertanya kepada-Nya: “Mengapa ahli-ahli Taurat berkata, bahwa Elia harus datang dahulu?” 9:12 Jawab Yesus: “Memang Elia akan datang dahulu dan memulihkan segala sesuatu. Hanya, bagaimanakah dengan yang ada tertulis mengenai Anak Manusia, y bahwa Ia akan banyak menderita z dan akan dihinakan?

Yesus dengan penuh kesabaran menjelaskan kembali kepada mereka, mengajak mereka berdiskusi lagi tentang nubuatan para nabi tentang hakikat Sang Mesias itu seperti apa, UNTUK MENGUBAH PARADIGMA mereka yang salah tentang MESIAS.

Jadi nggak main-main, bukan hanya Yesus yang mengajari mereka , tetapi Bapa aja sampai turun tangan , mengajar mereka lewat Suara-Nya, bahkan Musa dan Elia saja sampai didatangkan khusus.

Ternyata mengubah paradigma yang salah itu bukanlah hal yang mudah.

Mari belajar dari Yesus. Yesus menggunakan metode Audio,. pemaparan ( di pasal sebelumnya) bahwa Mesias harus mengalami hal hal sebagai berikut….dst.

Yesus juga menggunakan metode Visual, saat mengijinkan Petrus, Yohanes dan Yakobus untuk melihat bagaimana rupa-Nya dan pakaian-Nya berubah, serta bagaimana ada Elia dan Musa di sana.

Yesus juga menggunakan metode Kinestetik, di mana mereka MENGALAMI peristiwa supranatural itu di hadapan mereka sendiri.

Bapa juga menggunakan metode Audio Visual, di mana ada awan dan juga ada suara Bapa yang terdengar.

Yesus juga menggunakan metode diskusi untuk menelaah kembali nubuatan tentang Mesias.

Segala cara dicoba untuk mengubah suatu paradigma yang salah, atau bahasa kerennya PEMBAHARUAN BUDIMU.

Untuk mengalami itu mudah saja caranya sebenarnya:

Rm 12:2

Janganlah kamu menjadi serupa h dengan dunia i ini, tetapi berubahlah 1 oleh pembaharuan budimu, j sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak k Allah: apa yang baik, yang berkenan l kepada Allah dan yang sempurna.

JANGAN MENJADI SERUPA DENGAN DUNIA.

Mengapa para murid paradigmanya sulit diubahkan, karena mereka cara berpikirnya sama dengan orang kebanyakan pada zaman itu, bahwa Mesias itu akan bertindak secara politik, membebaskan mereka dari penjajahan Romawi. Dangkal sekali ya…cuma Visi nasional yang sempit. Padahal kan Yesus Visinya sampai ke ujung bumi, dan membereskan masalah di tingkat Roh Jiwa dan Tubuh dari seluruh umat manusia di muka bumi. Nah itu baru keren !!

 

Rasa segan atau rasa sungkan bisa menjadi penghambat yang sangat besar. Markus 9:32. Mereka tidak mengerti perkataan ini, namun segan menanyakannya kepadaNya. Dalam pemberitaan Yesus kepada murid-muridNya akan jalan salib dan kebangkitanNya,masih saja mereka tdk mengerti juga. Inilah yang menyebabkan pada saat Yesus disalibkan mereka kocar kacir dan pada saat Yesus bangkit mereka pada awalnya ydk percaya. Itu semua dikarenakan pada saat Yesus memberitahukan hal ini ,mereka tdk mengerti perkataan ini tetapi juga mereka segan menanyakannya. Padahal dalam Markus di perikop ini jelas jelas Yesus memneri waktu khusus hanya bagi para murid untuk sesi penting ini. Mengapa pada waktu khusus seperti ini murid murid tdk memaksimalkan sesi tanya jawab. Padahal Sang Rabi ada di hadapan mrk. Jangan biarkan rasa segan menghambatmu maju dalam iman dan pengenalan akan Yesus lebih lagi.

 

 

Yesus mengusir roh dari seorang anak yang sakit
9:37 Pada keesokan harinya ketika mereka turun dari gunung itu, datanglah orang banyak berbondong-bondong menemui Yesus. 9:38 Seorang dari orang banyak itu berseru, katanya: “Guru, aku memohon supaya Engkau menengok anakku, sebab ia adalah satu-satunya anakku. 9:39 Sewaktu-waktu ia diserang roh, lalu mendadak ia berteriak dan roh itu menggoncang-goncangkannya sehingga mulutnya berbusa. Roh itu terus saja menyiksa dia dan hampir-hampir tidak mau meninggalkannya. 9:40 Dan aku telah meminta kepada murid-murid-Mu supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat.” 9:41 Maka kata Yesus: “Hai kamu angkatan w yang tidak percaya 9 dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu dan sabar terhadap kamu? Bawa anakmu itu kemari!” 9:42 Dan ketika anak itu mendekati Yesus, setan itu membantingkannya ke tanah dan menggoncang-goncangnya. Tetapi Yesus menegor roh jahat itu dengan keras dan menyembuhkan anak itu, lalu mengembalikannya kepada ayahnya. 9:43 Maka takjublah semua orang itu karena kebesaran Allah.

Ow owwweeewww turun dari gunung langsung diserbu orang banyak. Kembali kepada hal-hal yang sering dijumpai dalam keseharian Yesus. Di atas gunung itu sepi, tenang, jauh dari hingar bingar, Di sana mereka mendengar suara Bapa, di sana mereka bisa berbincang dengan panjang lebar tanpa ada gangguan apa-apa. Tetapi begitu turun dari gunung mereka kembali kepada dunia nyata.

Demikian juga dengan hidup kita, ada waktunya kita perlu menyendiri di ‘gunung’ bersama dengan Tuhan, mungkin’gunung’ itu belum tentu selalu berarti gunung yang sesungguhnya, melainkan bisa saja ada saat-saat sendiri dengan Bapa pada waktu berpuasa, berdoa, reat-reat, pergi ke rumah doa, bersaat teduh, wisata rohani, dll. tetapi ada juga saatnya untuk kembali turun ke kehidupan nyata, ke rutinitas, ke pekerjaan, ke kebutuhan yang harus dijawab, dll.

Tuhan tidak membawa kita di gunung terus, tetapi Tuhan juga tidak ingin kita di rutinitas terus, semua harus kembali kepada waktunya, prioritasnya, keseimbangannya, dan juga kepentingannya.

Ada sesuatu yang menarik perhatian di kalimat ini:
Guru, aku memohon supaya Engkau menengok anakku, sebab ia adalah satu-satunya anakku.

Embel -embel frase kalimat setelah tanda baca koma, sangat menarik sekali. Terkadang ada orang lain yang memiliki frase yang berbeda walaupun kepala kalimatnya sama.
Semisal: Guru, tolonglah anakku, sebab ia sangat menderita.
Tetapi orang ini berkata ‘sebab ia satu-satunya anakku.’
Ada tingkat kewajaran yang manusiawi sekali dalam kalimat ini. Bagaiamana mungkin seorang orang tua bisa tega dengan anaknya yang mengalami hal seperti ini, apalagi itu adalah anaknya yang satu-satunya, alias semata wayang.
Sangat bisa dimengerti.
Namun alasan agar anak itu sembuh adalah kembali kepada pribadi si aku. Sebab anak itu adalah satu-satunya anak.k.u. Dia milikku.
Namun perlu menjadi kewaspadaan kita, apakah anak-anak bisa menjadi semacam berhala , bila kita menganggapnya segala-galanya.Sehingga kehadirannya pun bisa menggeser kasih kita pada Yesus. Banyak orang yang setelah punya anak tidak lagi pelayanan, tidak lagi bekerja untuk Kristus. Sangat disayangkan sekali.
Justru orang-orang yang tidak memberhalakan anaknya, saya justru sering melihat mereka anak-anaknya jarang sakit, sehat-sehat saja, walaupun orang tua mereka tetap melayani Tuhan. Contoh sambil mengajar sekolah minggu, sambil menggendong anaknya. Sambil bergantian dengan suami menggendong adik, mereka berdua tetap atur jadwal pelayanan, kapan suami WL dan kapan istri mengajar sekolah minggu, waaauuuu saya salut dengan keluarga-keluarga yang seperti ini.

Yesus menyuruh membawa anak itu ke Dia. Ayo …bawa anak-anak ke Yesus. Padahal orang tua dari anak ini di awal meminta Yesus menengok anaknya. Tetapi Yesus justru menyuruh membawa anak itu ke Yesus.

Para orang tua perlu sadar. Bukannya Yesus yang nggak perduli sama anak-anak kita, tetapi justru terkadang orang tualah yang nggak sadar bahwa merekalah, kitalah yang perlu bawa anak-anak mendekat kepada Yesus.

Dan ketika anak itu mendekati Yesus, setan itu membantingkannya ke tanah dan menggoncang-goncangnya. Tetapi Yesus menegor roh jahat itu dengan keras dan menyembuhkan anak itu, lalu mengembalikannya kepada ayahnya.

Sekali lagi, anak itu perlu dibawa mendekat kepada Yesus. Semakin dibawa mendekat ke Yesus, iblis di dalam diri anak itu semakin menjadi-jadi. Mengapa? Karena itulah tujuan iblis, iblis selalu bertujuan menjauhkan anak-anak dari Yesus. Iblis selalu nggak menghendaki anak-anak dibawa ke Yesus, dan alamai jamahan kasihNYa.

Setelah anak itu sembuh, maka baru DIKEMBALIKAN kepada ayahnya.

Berarti proses kesembuhan itu tidak di hadapan ayahnya.

Sang ayah perlu dilatih percaya bahwa Yesus sanggup menyembuhkan anak ini, tanpa pengawasannya.

Ketika kita bawa anak-anak kita ke Yesus, maka kita aman, karena Yesus selalu berikan yang terbaik buat mereka.

Ayo bawa anak-anak kita pada Yesus.

Ajak mereka berdoa, latih mereka membaca Alkitab, ajari mereka saat teduh, buat mereka mengenal Tuhan, kisahkan mujizat Tuhan pada mereka. Bawa mereka dalam ibadah penyerahan anak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: