'manusia hidup bukan dari roti saja…'

YESUS DAN PETRUS BERJALAN DI ATAS AIR

 

YESUS BERJALAN DI ATAS AIR

Sebelum Yesus berjalan di atas air, ada peristiwa yang mendahului, yaitu ;

  1. Yesus ditolak di Nazaret
  2. Yesus mengutus ke 12 rasul
  3. Para rasul kembali dari pengutusan
  4. Sebenarnya setelah itu ( setelah murid-murid-Nya kembali dari pengutusan Yesus bermaksud mengajak mereka beristirahat di tempat sunyi, Yesus mengajak murid-murid-Nya pergi ke tempat sunyi di Betsaida, Lukas 9:10) Namun rupanya karena ada orang banyak mengikuti-Nya, rencana ini seperti TERTUNDA.
  5. Kemudian terjadi peristiwa Yesus memberi makan 5000 orang di TIBERIAS ( Yohanes 6:23)

Peristiwa  Yesus memberi makan ribuan orang ini dicatat di keempat injil:

Matius  14:13-21

Markus 6:32-44

Lukas 9:10-17

Yohanes 6:1-16

Di manakah tepatnya lokasi kejadian Yesus memberi makan ribuan orang ini?

Di Tiberias, ini dicatat di Yohanes 6: 23.

Tetapi melalui peristiwa  Yesus memberi makan ribuan orang ini, hati murid-murid belum juga mengerti, melainkan hati mereka tetap degil  ( Markus 6: 52)

Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan angin pun realah. Mereka sangat tercengan dan bingung, sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil. (Markus 6: 51-52)

  1. Setelah bubar dari peristiwa itu, Yesus memerintahkan murid-murid-Nya menyeberang ke Betsaida – rupanya Yesus kembali kepada rencana semula untuk mengajak mereka beristirahat di Betsaida ( Markus 6:45)
  2. Tetapi murid-murid-Nya bukannya ke Betsaida, melainkan mereka justru menyeberang menuju ke Kapernaum (Yohanes 6: 17)
  3. Akhirnya pada kira kira jam 3 petang/ dini hari Yesus berjalan di atas air , mendekati perahu itu ( Yohanes 6;19), tetapi perhatikan di Markus 6:48 dikatakan ; Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka. Apakah hal ini dilakukan Yesus karena mereka pergi ke Kapernaum, padahal diperintahkan oleh-Nya untuk ke Betsaida??
  4. Hanya kitab Matius yang mencatat bagaimana Petrus juga ikut berjalan di atas air, sedangkan kitab-kitab lainnya tidak mencatat hal ini. Dan kitab Matius memberi komentar setelah peristiwa Yesus dan Petrus berjalan di atas air ini sbb: Lalu mereka naik ke perahu dan angin pun redalah. Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya; “Sesungguhnya Engkau Anak Allah.”
  5. Setelah peristiwa itu, akhirnya mereka, yaitu Yesus dan Murid-murid-Nya setelah Yesus bergabung dalam perahu mereka, perahu mereka  justru mendarat di GENESARET, Matius 14:34-36  Markus 6:53
  6. Apa yang mereka lakukan di Genesaret? Mereka tidak beristirahat, melainkan mereka justru melayani banyak orang sakit di sana.
  7. Keesokan harinya mereka menuju ke Kapernaum dan Yesus mengajar di sana Yohanes 6; 22, 24, 59. Orang-orang yang tadinya sempat mengalami mujizat 5 roti dan 2 ikan, yang mana mereka tahu bahwa Yesus tidak naik perahu bersama murid-murid-Nya, padahal itu satu-satunya perahu yang ada di situ, mereka mencari Yesus dan tidak menemukan Yesus, maka mereka dengan banyak perahu lain, menyusul Yesus ke Kapernaum, sesampainya mereka di Kapernaum, mereka pun bertanya “Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?” Maka Yesus pun tidak menjawab bahwa Dia berjalan di atas air. Melainkan Ia mengatakan bahwa mereka mencari roti / berkat jasmaniah/ punya motivasi yang salah dalam mencari Yesus.
  8. Setelah pengajaran Yesus di Kapernaum dirasa sangat keras bagi para pendengar-Nya , yang kemudian banyak dari antara mereka , yaitu murid-murid-Nya mengundurkan diri, dan meninggalkan Yesus, di situlah kemudian Petrus mengucapkan pengakuan tentang Yesus adalah yang Kudus dari Allah. (Yoh 6:69). Bahwa Yesus adalah Mesias ( Matius 16:15), Markus 8:29, Lukas 9: 20

Ada beberapa rhema yang kita dapatkan di sini:

  1. Mengapa Yesus menyingkir untuk berdoa sendirian? Dan tidak berlayar ke seberang bersama-sama murid-murid-Nya?
    • Karena Yesus tahu bahwa orang-orang banyak itu hendak memaksa Dia menjadi raja mereka, setelah peristiwa 5 roti dan 2 ikan itu ( Yohanes 6:15), maka Dia menyingkir ke gunung, seorang diri, dan Dia pun berdoa ( Matius 14:22, Markus 6:45)

Penafsiran yang salah tentang Mesias adalah sebagai Raja secara politik, dari orang banyak itu, ketika mereka melihat bahwa sangat enak sekali punya raja yang bisa membuat mujizat secara berkat jasmaniah, roti yang mengenyangkan, dan bagaimana Dia bisa menjadi pemenuh kebutuhan perut. Hal inilah yang membuat Yesus menyingkir untuk berdoa. Hati-hati bila orang banyak mulai memuja hidup kita dan menyalah artikan hidup kita yang sejatinya hanya sebagai alat di tangan Tuhan. Tuhan bisa pakai kita untuk menyembuhkan orang sakit, untuk membangkitkan orang mati bahkan, tetapi jangan salah, kita hanya sebagai ‘alat’ di tangan Tuhan, semua kemuliaan harus kita kembalikan pada Raja di atas segala raja. Dia adalah Raja yang ingin memerintah di hati, bukan secara politik. Hati yang rela dibentuk, hati yang rela diajar, hati yang rela dibersihkan, hati yang rindu berakar bertumbuh dan berbuah lebat bagi Bapa.

Yesus perlu menyingkir dari hal-hal keliru semacam ini. Dia perlu kembali sendirian dengan Bapa dan merefresh kembali VISI-Nya datang ke dunia itu untuk apa.

Hati-hati, karena pemujaan, kekaguman dari orang banyak bisa menjadi jerat bagi hidup kita, jika kita tidak berhati-hati dengan pujian, sanjungan, dari orang-orang yang pernah mengecap perbuatan Tuhan melalui pelayanan kita.

Semua mata harus tertuju kepada Raja yang sebenarnya, Mesias itu, bukan kepada hamba-Nya yang hanya melakukan apa yang Dia perintahkan saja. Tidak lebih. Bagaimana menghindari hal –hal semacam ini, adalah menjaga agar jangan tergerus oleh kesibukan pelayanan yang tampaknya rohani tetapi di sisi yang lain melupakan hubungan pribadi dengan Tuhan, melalaikan jam-jam teduh bersama Bapa. Ini adalah bahaya sekali, bagi pelayan Tuhan dan bagi semua anak Tuhan.

  1. Murid-murid yang kelelahan sepulang dari pengutusan para rasul, tidak jadi beristirahat karena Yesus tergerak oleh belas kasihan akan orang banyak dan bahkan memerintahkan mereka untuk memberi orang-orang itu makan, padahal makan saja mereka tidak sempat.

Markus 6:31 Lalu Ia berkata kepada mereka; Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika !

Di sini kita sadar bahwa privacy kita terkadang juga harus kita letakkan di altar Tuhan, jika dalam melayani Tuhan, area ini menjadi area yang Tuhan inginkan untuk kita lepaskan. Bahkan makan saja mereka tidak sempat ! Istirahat saja tidak bisa ! Ada saat-saat seperti ini terjadi dalam hidup kita, namun harus tetap dijaga dengan keseimbangan hidup, bahwa kita juga perlu beristirahat, perlu rekreasi, perlu off sementara waktu, perlu relaxasi, perlu cuti.

  1. Jadi setelah peristiwa memberi makan 500 orang itu, di sini kita melihat bahwa Yesus memerintahkan mereka pergi ke Betsaida ( Markus 6: 45), tentu-Nya Dia tetap ingin melanjutkan rencana-Nya semula, mengajak mereka beristirahat (Lukas 9:10), tetapi murid-murid-Nya justru berlayar menyimpang menuju ke Kapernaum.

Ada apa di Kapernaum itu, sehingga murid-murid-Nya seakan menghindar untuk diajak Yesus beristirahat di Betsaida,  alih-alih beristirahat di Betsaida, mereka malahan ke Kapernaum.

  • Peristiwa Yesus berjalan di atas air terjadi di Matius 14, sebelum itu dicatat bahwa , Kapernaum adalah wilayah yang berada di Galilea, dimana Yesus meninggalkan Nazaret setelah Yohanes Pembabtis ditangkap, dan Yesus pun tinggal di Kapernaum, di tepi danau ( Matius 4: 13)
  • Peristiwa Yesus berjalan di atas air terjadi di Markus 6, sebelumnya di Markus 2, ketika tersiar kabar bahwa Ia ada di rumah, maka segera rumah itu penuh sesak sampai-sampai untuk menggotong orang lumpuh ke hadapan Yesus, empat orang temannya harus membobol atap. Bahkan Kapernaum dikatakan sebagai Kota-Nya Yesus, Matius 9:1-8, khususnya ayat 1, bandingkan dengan Markus 2: 1-12, Lukas 5: 17-26), kemungkinan juga karena Yesus memiliki sebuah rumah di sana Markus 9;33
  • Bahkan diindikasikan Yesus punya sebuah rumah di Kapernaum Markus 9:33
  • Peristiwa Yesus berjalan di atas air terjadi di Lukas 9, sebelumnya di Lukas 7 di Kapernaum Yesus pernah menyembuhkan hamba seorang perwira.
  • Juga sebelumnya di Lukas 4:23 disebutkan bagaimana orang-orang mengerti bahwa begitu banyak mujizat kesembuhan yang Yesus lakukan di Kapernaum.
  • Peristiwa Yesus berjalan di atas air terjadi di Yohanes 6, sebelumnya di Yohanes 2 tercatat bagaimana Yesus beserta ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya dan murid-murid-Nya pernah tinggak di Kapernaum selama beberapa hari, setelah mereka mengikuti perjamuan di Kana ( Yohanes 2)
  • Sebelum peristiwa Yesus berjalan di atas air, di Lukas 4:31 dst, Markus 1:21-34, dicatat bagaimana Yesus mengajar di Kapernaum pada hari-hari sabat dan banyak orang takjub mendengar pengajaran-Nya. Di situ juga Dia mengusir setan.
  • Karena sangat banyak sekali mujizat yang Yesus kerjakan di Kapernaum, maka kota Kapernaum memiliki perhitungan sendiri di hadapan Tuhan (Matius 11:23, Lukas 10:15)

Mari kita bandingkan dengan Betsaida, ada apa di sana?

  • Betsaida adalah kota asal Petrus dan Andreas dan Filipus (Yohanes 1:44), di kota inilah Yesus menyembuhkan ibu mertua Simon Petrus. Banyak orang sakit disembuhkan Yesus di rumah ibu mertua Simon Petrus. Dan banyak setan-setan diusir Lukas 4; 38-41
  • Juga di kota Betsaida ini sangat banyak sekali mujizat yang Yesus kerjakan di kota ini, maka kota Betsaida ini juga memiliki perhitungan sendiri di hadapan Tuhan (Matius 11:20, Lukas 10:13)

Bisa jadi ada beberapa alasan mengapa mereka lebih memilih ke Kapernaum daripada ke Betsaida;

  • Lihat pada peta, dari danau menuju ke Betsaida masih membutuhkan perjalanan darat yang cukup melelahkan
  • Di sana mereka akan berjumpa keluarga daripada Petrus, Andreas dan Filipus. Bisa jadi mereka akan melayani keluarga dan tetangga-tetangga mereka yang sakit jika mereka tiba di sana, karena sebelumnya hal semacam ini pernah terjadi. Sehingga istirahat mereka sepertinya juga tidak bisa secara langsung seketika itu juga.
  • Sedangkan untuk menuju ke Kapernaum, langsung di tepian danau, jadi tidak perlu perjalanan darat lagi.
  • Di sana mereka akan berjumpa banyak masyarakat yang telah mengenal pelayanan Yesus. Seperti pernah terjadi sebelumnya. Rupanya pengalaman 5 roti dan 2 ikan itu cukup membuat para murid mengalami semacam euforia yang menggetarkan jiwa mereka, bagaimana mereka dikelilingi ribuan orang yang mengalami sukacita mujizat Yesus. Sepertinya keinginan mereka untuk beristirahat juga sudah sirna, digantikan dengan keinginan mereka yang lebih menggebu-gebu lagi bagaimana rasanya masuk dalam kota Kapernaum, kota-Nya Yesus, dimana akan ada banyak orang yang berdesak-desakan ingin mendengar tentang Yesus.
  • Jadi keputusan mereka untuk ke Kapernaum, jelas bukan untuk beristirahat, karena di sana mereka jelas –jelas tidak mungkin beristirahat.

Ketika Yesus mengajak mereka beristirahat, adalah untuk penyegaran jiwa mereka, agar mereka tidak terlalu lelah secara fisik dan mental, maka Yesus perintahkan mereka pergi ke Betsaida, ke kota daripada Andreas, Petrus dan Filipus. Namun yang mereka lakukan justru pergi ke Kapernaum, kota yang justru akan membuat mereka kembali terkuras secara fisik dan mental.

Kalau Yesus sudah mengantisipasi duluan, pada waktu murid-murid menyeberang, Yesus sudah berdoa sendirian dengan Bapa. Dalam dekat Bapa, akan ada ketenangan, kesegaran baru, kekuatan jiwa , mental, dan fisik tentunya diperbaharui dalam hadirat-Nya.

Pada akhirnya mereka mendarat di GENESARET, bersama Yesus.

Ada apa di Genesaret?

Genesaret adalah daerah baru, yang belum pernah mereka layani sebelumnya.

Setelah peristiwa Yesus berjalan di atas air itu, Yesus naik ke dalam perahu dan angin sakal itu pun berhenti, maka mereka justru mendaratkan perahu mereka di Genesaret.

Tetapi tidak ada catatan sebelumnya bahwa Yesus pernah melakukan mujizat apa pun di tempat ini. Di tempat inilah pada akhirnya orang-orang Genesaret itu mengalami jamahan Yesus, bahkan di seluruh daerah itu orang-orang sakit dibawa kepada Yesus, dan disembuhkan-Nya. Matius 14:34-36, Markus 6:53-56. Di tempat ini pun sebenarnya mereka tidak bisa beristirahat seperti yang direncanakan semula, namun demikian Yesus seperti ingin membelokkan niatan para murid untuk ke Kapernaum pada saat mereka membelokkan perintah Yesus untuk pergi ke Betsaida. Karena bisa jadi Yesus mengerti motivasi hati mereka yang salah, yaitu menikmati sebuah euforia ribuan orang , seperti yang terjadi pada peristiwa 5 roti dan 2 ikan itu. Yesus tidak menghendaki murid-muridNya workaholic/ gila kerja.  Di samping itu, di tempat baru ini, mereka dapat bertemu orang baru, tempat baru, pemandangan baru, pengalaman baru.

Apa yang terjadi ketika perahu hidup kita tidak melaju ke titik sasaran yang Yesus mau? Yesus mau kita berlayar ke Betsaida , tetapi kita lebih memilih ke Kapernaum, sebuah tempat yang nyaman karena banyak pengagum dan pemuja akan suasana mujizat yang wauuuu.

Apa sebenarnya arti kata Betsaida, Kapernaum dan Genesaret?

Betsaida; House of Fish / rumah ikan

Kapernaum; “village of comfort”/ desa yang nyaman

Genesaret; “a harp”/harpa

 

Jadi kesimpulannya saat kelelahan melanda mental, fisik, menguras pikiran, dll, Tuhan ingin kita pergi ke RUMAH IKAN, rumah di mana kita dapat bertemu dengan ikan, nutrisi yang sangat berharga buat kita, protein yang sangat tinggi nilainya (jangan-jangan Yesus merencanakan bakar-bakar ikan di sana?), namun yang kita cari kebanyakan adalah DESA YANG NYAMAN, dalam arti sebuah cara beristirahat yang salah, karena mengutamakan kenyamanan, tanpa harus memperhatikan unsur dasar, apakah kenyamanan itu sebuah kebenaran, contoh; cara-cara rekreasi yang tidak tepat, duniawi.

Akhirnya Yesus pun membawa murid-murid-Nya yang lelah, pergi ke sebuah harpa. Harpa adalah musik yang dipakai oleh Daud untuk selalu berkata “Bangunlah hai jiwaku…pujilah Tuhan.” Hanya di hadirat Tuhan saja dan bagaimana berekreasi sesuai kehendak Tuhan saja, yang bisa menyejukkan kembali jiwa yang lelah dan letih.

Yesus sangat memahami perlunya murid-murid beristirahat dari kelelahan mereka dalam melayani orang banyak yang berkeliaran seperti domba-domba yang tidak bergembala.

Mari sediakan waktu untuk berlibur bersama keluarga, relaxasi dengan cara yang Alkitabiah, keluar dari hiruk pikuk kerutinan dan semua yang menguras pikiran, mari beristirahat seketika !! Ambil harpa dan dentingkan !!

  1. Rhema ketiga yang kita dapatkan adalah; ketidaktaatan murid-murid pada perintah Yesus , membuat mereka alami;
    1. angin sakal, laut yang bergelora karena agin kencang.
    2. Mendayung dan mendayung tetapi nggak sampai-sampai ( Yohanes 6:21) tetapi bandingkan, bahwa setelah Yesus naik ke perahu itu, angin sakal pun berhenti, dan mereka segera tiba dalam waktu cepat. Yesus sanggup mengadakan percepatan, namun dosa ketidaktaatan membuat segalanya seakan-akan tidak akan pernah selesai/ tidak pernah titik/ bertele-tele dan berjalan lambat.
    3. Maka jika itu terjadi pada kita, perlu koreksi diri, mungkin ada tujuan kita yang salah, yang harus diperbaiki, karena tidak sesuai dengan tujuan Tuhan.
  2. Rhema berikutnya yang kita dapatkan adalah:
    1. Mereka sudah mendayung dua sampai tiga mil jauhnya, dari kejauhan Yesus melihat betapa payahnya mereka mendayung, karena angin sakal itu.
    2. Percayakah kita bahwa Yesus tahu seberapa payah perjuangan hidup kita, seberapa tegang kita menghadapinya, seberapa banyak peluh yang terperas keluar dari dahi kita, dan seberapa cepat jantung kita berpacu dengan maut.Tuhan tahu semuanya itu, bahkan dari kejauhan. Itulah mengapa Dia berjalan di atas air sejauh dua sampai tiga mil untuk menjumpai murid-murid-Nya.
  3. Rhema berikutnya yang kita dapatkan adalah:
    1. Maka kira-kira jam 3 malam Yesus berjalan dekat perahu mereka. Yohanes 6:17 pun mengindikasikan murid-murid seakan-akan menunggu kapankah kiranya Yesus menyusul mereka seperti yang Dia janjikan?
    2. Semua ada waktunya, ada batas waktunya, ada saatnya dimana Tangan-Nya terulur atas kita. Tunggu waktu-Nya yang sangat indah.
  4. Rhema berikutnya:
    1. Murid-murid ketakutan, mengira Yesus adalah hantu. Respon Yesus tidak menjawab mereka dengan berteriak-teriak juga seperti yang mereka lakukan, melainkan Yesus berkata dengan tenang. “Tenanglah, Aku ini, jangan takut!”
    2. Itulah yang sering kita alami, mujizat Tuhan seakan tidak masuk akal , dan justru membuat kita ketakutan yang tidak berdasar. Orang yang punya kepekaan roh akan dapat membedakan mana Tuhan dan mana hantu. Tetapi orang yang dikuasai ketakutan dan kepanikan akan mudah jatuh pada kecurigaan yang berlebihan. Memang sih mana ada orang bisa berjalan di atas air, tetapi mereka kan tahu bahwa Yesus bukan sekedar orang biasa.
    3. Mari tenangkan orang-orang yang panik dengan intonasi yang lembut dan menenangkan , jangan justru semakin membuat suasana jadi menegangkan.
    4. Jangan biarkan kepanikan membawa kita menjadi orang yang membabi buta.
  5. Rhema berikutnya:
    1. Hanya kitab Matius yang mencatat bahwa Petrus juga ikut berjalan di atas air. Perhatikan bahwa Alkitab mencatat hati mereka masih degil , bahkan setelah menyaksikan peristiwa 5 roti dan 2 ikan itu pun mereka belum mengerti siapa Yesus bagi hidup mereka. Jadi setelah peristiwa Petrus berjalan di atas air itulah, justru Petrus murid pertama yang menyatakan bahwa Yesus itu Mesias. Kitab Matius mengedepankan Kemesiasan Yesus yang ditujukan kepada orang Yahudi. Oleh karena itu, justru karena Petrus punya pengalaman jalan di atas air, dia bisa mengalami sendiri siapa Yesus itu, bukan dari apa kata orang, tetapi benar-benar punya pengalaman pribadi berjalan bersama Yesus di tengah gelombang angin sakal, di danau yang dalam. Maka tak heran Petruslah yang pertama mengucapkan bahwa Yesus adalah Mesias. Oleh karena itu tak heran juga peristiwa dimana Petrus ikut berjalan di atas air hanya ditulis oleh kitab Matius yang mengedepankan keMesiasan Yesus kepada orang Yahudi.
  6. Yohanes 6:21 Mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui.
    1. Kemauan untuk ditumpangi Yesus, adalah karena mereka harus memastikan dulu bahwa Yesus bukan hantu
    2. Dan untuk memastikan hal itu, terbukti Petrus bisa berjalan di atas air, dan ketika dia hampir tenggelam, tangan-Nya menyentuh dan meraih tangan Petrus, benar-benar antara orang dan orang, bukan hantu.
    3. Ketika Yesus masuk ke dalam perahu maka seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui.
    4. Ijinkan Dia masuk ke dalam perahu, walau Dia bisa terus melanjutkan perjalanan-Nya dengan berjalan di atas air. Ijinkan Dia menjejakkan kaki-Nya pada perahu hidup kita. Maka mujizat yang terjadi tidak sekedar melihat Dia berjalan di atas air, tetapi juga mengalami percepatan sampai pada tujuan, ketika Dia dipersilahkan menjejakkan kaki-Nya pada perahu kehidupan kita.
  7. Sehari saja mereka ada di Genesaret, dan keesokan harinya mereka sudah ada di Kapernaum dan berjumpa lagi dengan orang-orang yang pernah mengecap mujizat 5 roti dan 2 ikan yang bela-belain menyeberang danau untuk menjumpai Yesus di Kapernaum. Setelah menyegarkan diri di daerah yang baru dan orang-orang yang baru, setelah kepadatan acara sedikit lebih mengendur, maka kini saatnya Yesus kembali mengajak murid-murid-Nya ke Kapernaum. Jadi rhema yang kita dapatkan di sini adalah; Yesus tahu cara-Nya membuat kita relax, santai, tidak selalu tegang, tidak selalu berada pada kepadatan acara, tidak selalu dipenuhi kesibukan, Walaupun hanya sehari mereka di Genesaret, itu sangat berarti. Kini saatnya mereka kembali menghadapi massa yang mengejar-ngejar mereka dari berbagai penjuru.
  8. Tetapi kali ini Euforia ribuan orang yang makan roti bersisa 12 bakul itu kini berbalik keadaan menjadi banyaknya dari mereka yang meninggalkan Yesus, tidak mengikut Yesus lagi, karena kotbah Yesus di Kapernaum bagi mereka terlalu keras. Pergi ke Kapernaum untuk menjala ikan/menjala jiwa-jiwa ( ingat, apa arti dari kata Kapernaum) yang benar-benar masuk dalam saringan/seleksi alam. Hanya Petrus yang berkata bahwa Yesus adalah Mesias, karena Petrus tidak saja makan roti yang digandakan dari 5 roti saja, tetapi juga karena Petrus ikut berjalan di atas air bersama dengan Yesus. Ini adalah pengakuan yang sangat penting bagi proses belajar mengajar yang selanjutnya. Yesus ingin membongkar-bangkirkan paradigma para murid, yang seakan terjebak pada ‘kesuksesan’ pelayanan di masa lalu. Kesuksesan tidak ditandai dengan euforia secara kuantitas saja, tetapi juga sebuah proses penyaringan dari orang banyak itu, seberapa banyak sih yang sebenarnya ikut Yesus dengan sungguh-sungguh, proses penyaringan seperti itu juga masuk kategori kesuksesan walau tidak bisa diukur dari kuantitasnya, melainkan dapat terukur secara kualitasnya. Justru Kota Betsaida dan Kota Kapernaum yang mengalami banyak sekali mujizat Yesus, yang adalah kota-kota yang dikecam oleh Yesus Matius 11: 20-23, Lukas 10:13-15. Euforia mujizat yang mereka alami harus menjadikan mereka berjumpa dengan Sang Pembuat Mujizat itu, tidak boleh hanya berhenti pada senang saja karena alami mujizat-Nya, tetapi bahkan sampai tidak tahu siapa Nama-Nya. Tidak ada yang salah dengan mujizat, tetapi tolok ukur yang hakiki adalah hubungan pribadi dengan Yesus. Itu dia inti sebenarnya.

 

Praise the Lord !!

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: