'manusia hidup bukan dari roti saja…'

RHEMA NATAL 2016

RHEMA NATAL

Memang serasa terlambat membahas natal pada akhir tahun seperti ini

Namun rhema yang menggelitik hati saya rasanya cukup dapat mengganggu tidur saya, bila tidak dituangkan dalam bentuk tulisan.

Ada tiga hal yang disampaikan pujian malaikat kepada Allah, yang mana konser perdana malaikat di bumi ini diperdengarkan di depan audience yang notabene mereka adalah para gembala yang sederhana, kaum miskin tetapi yang adalah pekerja keras, ….mengapa saya katakan konser perdana, karena di sepanjang PL belum pernah kita baca malaikat menyampaikan kabar berita dengan cara BERNYANYI, baru kali ini. Dan pas. Kaum gembala memang terbiasa menggembalakan kambing domba mereka dengan membawa kecapi di tangan mereka, sebagaimana Daud dikenal sebagai pemetik kecapi yang handal sejak dia menjadi gembala domba di masa mudanya.

Apa saja ketiga hal itu? LUKAS 2: 14

KEMULIAAN BAGI ALLAH DI TEMPAT YANG MAHA TINGGI – ini berbicara mengenai GLORY- atau kemuliaan yang tadinya menjadi patron/ pola gambar dan teladan Allah yang diberikan pada manusia ketika Adam dan Hawa diciptakan, melainkan kejatuhan mereka di taman Eden, menunjukkan bahwa kemuliaan itu telah terhilang, manusia telah kehilangan kemuliaan Allah yang tadinya melingkupi hidup mereka. Dengan kelahiran Yesus, ada kemuliaan Allah yang maha tinggi itu kini TURUN KE BUMI. Oleh karena itu gambar-gambar yang menunjukkan bahwa malaikat yang membawa berita ke para gembala itu melayang di awan-awan adalah gambar atau lukisan atau bahkan film yang SALAH INTERPRETASI,

coba lihat di Lukas 2:9 Tiba-tiba BERDIRILAH seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka ….

tidak sama sekali dikatakan Tiba-tiba TERBANGLAH/ MELAYANGLAH… DI HADAPAN MEREKA, melainkan dituliskan sebagai BERDIRILAH …DI DEKAT MEREKA , artinya malaikat ini mendarat, kakinya menjejak ke bumi, dan ada kemuliaan Tuhan yang bersinar meliputi mereka.

Ada glory yang menjejak di bumi, ada kemuliaan yang hilang yang kini dikembalikan ke bumi, sejak kelahiran Yesus di malam natal yang pertama.

DAN DAMAI SEJAHTERA DI BUMI – ini berbicara mengenai PEACE/ damai di bumi. Yesus lahir memang untuk membawa damai. Perdamaian antara manusia dengan Bapa yang sudah rusak oleh dosa, perdamaian antara manusia dengan manusia yang juga rusak oleh dosa. Sejak Adam dan Hawa memakan buah pengetahuan baik dan jahat, mereka melanggar kepercayaan yang Tuhan berikan, mereka tidak taat kepada Tuhan , hukum Tuhan, kini di Kejadian pasal 3, kita mulai mengenal yang namanya manusia menjadi saling menyalahkan, saling tuding, hubungan yang pecah satu sama lain, bukan semata hubungan dengan Tuhan yang rusak, melainkan hubungan sesama manusia juga ikut hancur lebur, berantakan.  Kelahiran Yesus, memungkinkan rusaknya hubungan ini pun dapat dipulihkan.

DI ANTARA MANUSIA YANG BERKENAN KEPADA-NYA – ini berbicara mengenai FAVOR/ perkenanan Tuhan atas manusia. Ketika manusia jatuh dalam dosa, dua hal pertama tadi harus dipulihkan, yaitu kemuliaan Allah dalam diri manusia dipulihkan, yang kedua, hubungan yang rusak pun harus dipulihkan antara manusia dengan Bapa, dan antara manusia dengan sesamanya. Pada saat dua hal itu terjadi, maka perkenanan Allah turun, Favor dari Tuhan turun.

Favor dari Tuhan tidak mungkin turun, bila Yesus tidak lahir sebagai seorang Anak, seorang Putera, seorang Yang Memerintah, sebagai Penasihat Ajaib, sebagai Bapa yang Kekal, dan sebagai Raja Damai, dalam hidup kita.

Selama kita hanya memandang Yesus sebagai bayi terus, di hari Natal, dan tidak pernah menempatkan Dia sebagai Putera ( yang bersoal jawab di usia 12 tahun dengan para ahli kitab, artinya mari kita jadikan firman Tuhan, sebuah pertumbuhan hidup kita), selama kita tidak pernah menempatkan Dia sebagai Yang Memerintah dalam hidup kita, yang mana kita menyerahkan hak kita, kehendak kita kepada Dia yang menjadi pemilik hidup kita, kepada kehendak Tuhan yagn sempurna atas hidup kita, selama kita tidak menempatkan Dia sebagai Penasihat yang Ajaib dalam hidup kita, dan berjalan sesuka hati kita, tidak mau ikut arahan dan petunjuk-Nya, selama kita tidak mau hidup sebagai anak-anakNya, rela ditegur olehNya, bergantung penuh kepadaNya, dan selama kita tidak mau diperdamaikan dengan Bapa dan dengan sesama, hidup dalam kepahitan, kekecewaan, kemarahan, dll, tidak mau menempatkan Dia sebagai Raja dalam hidup kita, maka, FAVOR/ Perkenanan Tuhan tidak mungkin dapat turun dalam hidup kita. Dan itu semua mustahil tanpa peristiwa Natal. Memang Yesus datang harus dimulai dari seorang Anak…namun itu tidak berarti kita harus memperlakukan Dia terus sebagai Anak, harus sampai menjadikan Dia Raja dalam hidup kita. Yesus bukan bayi terus, Dia tidak memerlukan popok lagi, atau pun dot.

Baik, jadi tiga hal itu ya ; GLORY,  PEACE, DAN FAVOR.

Nah, sekarang kita akan bandingkan dengan persembahan para majus;

EMAS adalah lambang kemuliaan raja-raja. Oleh karena itu bisa kita paralelkan dengan GLORY.  Emas itu mahal, emas itu dimurnikan dengan api, emas itu dicari dan dihargai. Tuhan rela jadi manusia, dan rela mati di kayu salib, karena Dia ingin mengembalikan kemuliaan yang telah hilang itu kepada manusia.

KEMENYAN adalah yang selalu harus ada pada IMAM untuk menjalankan tugasnya sebagai perantara/ pendamai antara umat dengan Tuhan , dalam ibadah atau mezbah. Oleh karena itu bisa kita paralelkan dengan PEACE. Jika kita berdamai dengan Allah, maka perdamaian dan manusia itu pasti ada, sebaliknya jika kita tidak berdamai dengan Tuhan, maka pertengkaran, kepahitan, kegeraman, amarah, dll itu pasti ada. Pemberontakan bangsa Israel pada Musa dan Harun sebagai pemimpin tentunya karena pada akar hati mereka , mereka sudah memberontak kepada Tuhan terlebih dulu. Kelahiran Yesus untuk tujuan mati di Kayu Salib tentunya ingin menjadi pendamai, antara kita dengan Bapa dan antara kita dengan sesama.

MUR adalah yang dipakai untuk melambangkan kematian, penderitaan, bagaimana seorang mayat akan dikapani dengan mur. Untuk menghilangkan murka Allah atas dosa, maka Yesus rela menderita. Dia memang Raja, dilambangkan dengan persembahan emas, Dia memang pengantara, dilambangkan dengan persembahan kemenyan, tetapi Dia juga ditentukan dan rela untuk menderita, dilambangkan dengan MUR. Tanpa penderitaan Yesus, tidak mungkin kita dapat memperoleh Favor/ perkenanan Allah turun atas hidup kita.

 

Kesimpulan yang kita dapatkan:

Di sinilah kita tahu, Yesus datang di Natal yang pertama, adalah untuk kita dapat mengalami namanya GLORY, PEACE dan FAVOR dari Bapa. Dosa membuat kita kehilangan kemuliaan Allah, damai sejahtera dan perkenanan Bapa.

Saat Yesus lahir, Bapa sudah tidak tahan ( dalam istilah saya) –s udah lama menanti-nantikan saatnya untuk memberitakan hal ini pada kita, maka Dia utus sepasukan paduan suara sorga untuk MENJEJAKKAN KAKINYA DI BUMI dan memberitakan tiga hal ini.

 

Haleluya..!!

Iklan

Comments on: "RHEMA NATAL 2016" (2)

  1. Terima kasih, tulisan anda sangat memberkati. Yesus memberkati saudara.
    Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: