'manusia hidup bukan dari roti saja…'

Bahan Saat Teduh Retreat Keluarga

GBI DIASPORA SEJAHTERA

Sabtu, 17 Pebruari 2018

 

MENINGGALKAN WARISAN YANG LEBIH BERHARGA DARIPADA EMAS ATAU PERAK

II Timotius 1:5

Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu. Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.

Kemungkinan Timotius adalah seorang pemuda yang pemalu, walaupun sebenarnya dia memiliki karunia. Sampai-sampai Rasul Paulus memberi beberapa nasihat kepada Timotius agar dia mengobarkan karunia Allah itu, dan juga menekankan bahwa roh yang diberikan oleh Tuhan pastinya adalah roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Timotius memiliki beberapa keistimewaan dari Tuhan. Yang pertama adalah karena dia memiliki keluarga yang luar biasa. Neneknya Lois adalah orang yang memiliki iman yang tulus ikhlas. Iman itu diturunkan pada Eunike, ibunya Timotius. Lalu Eunike meneruskan iman yang sama pada Timotius, anaknya. Bagaimanakah mungkin iman bisa diturunkan? Bisa saja !!

Karena iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus

( Roma 10:17)

Bagaimana cara menurunkan iman kepada anak, dan anak kita terus menurunkan iman itu pada cucu kita? Lewat perkataan iman. Perkataan iman kita akan didengar oleh telinga mereka, dan ketika perkataan firman Kristus itu didengar, maka iman itu timbul, berkembang dan terus bertumbuh besar, sampai menjadi mega iman/ iman raksasa.

Perkataan iman itu misalnya seperti ini; “Ya sudah jangan kuatir ya, Tuhan pasti tolong kita.”

Perkataan yang sebaliknya, yang tidak beriman misalnya seperti ini; “Aduh gimana ya nak, mama/papa putus asa, kita celaka ini !”

Kalimat kekawatiran, gerutuan, keluhan, persungutan, omelan, semuanya itu adalah kebalikan daripada kalimat iman.

Iman adalah sebuah warisan yang sangat berharga bagi anak cucu kita. Sama seperti Timotius mendapat warisan iman yang sangat berharga. Sejak kecil, neneknya Lois dan ibunya Eunike tidak pernah menjejalinya dengan kalimat-kalimat kekawatiran, gerutuan, keluhan, persungutan, omelan, dll, tetapi selalu mendidiknya dengan iman, yaitu kalimat-kalimat ; percaya, berharap pada Tuhan, bersyukur pada Tuhan, hati yang mau terus melekat pada Tuhan, hati yang tulus dan ikhlas.

Keistimewaan lainnya yang Tuhan berikan pada Timotius adalah karena, yang kedua dia memiliki rasul Paulus sebagai ayah rohani bagi hidupnya.

Sebagai ayah rohani, rasul Paulus memberi nasihat, menguatkan hati anak-anak rohaninya seorang demi seorang, dan juga meminta dengan sangat supaya mereka semua hidup sesuai dengan kehendak Allah. ( I Tesalonika 2: 11)

Itulah yang dinamakan keluarga rohani. Kebutuhan Timotius akan peran seorang ayah, telah dilengkapi dengan adanya ayah rohani dalam hidupnya.

Tuhan ingin kita mempunyai keluarga inti, ayah-ibu dan anak-anak, suami-isteri dan keturunan, tetapi juga Tuhan ingin kita memiliki keluarga rohani. Pada keluarga inti kita mewariskan iman kita, pada keluarga rohani kita pun dapat memuridkan dan dimuridkan. Pastikan kita memiliki keluarga rohani di mana kita dapat juga didoakan, didukung, dinasihati dan dibimbing.

Sebagaimana Timotius punya Paulus, demikian juga Elisa punya Elia, Yosua punya Musa, dan juga 12 murid Yesus punya Yesus. Melalui korban Kristus di kayu salib, di dalam hati kita semua mengalir darah yang sama, yaitu darah Kristus. Ayo bergabung dalam perkumpulan orang percaya ( seperti MK misalnya), agar kita juga memiliki keluarga rohani.

Ayo wariskan iman kepada anak-anak cucu kita, sebuah warisan yang jauh lebih berharga daripada emas ataupun perak. Apakah itu anak –anak kandung kita, ataupun anak-anak rohani kita, ijinkan mereka mewarisi kekayaan iman kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: