'manusia hidup bukan dari roti saja…'

RUMAHKU ADALAH KELUARGAKU

Rumahku adalah Keluargaku.

Disusun dengan anugrah Tuhan oleh; Grace Sumilat. S.MG

 

 

Rumahku adalah keluargaku. Rumahku ternyata bukan saja berupa bangunan yang ada atapnya, pintu dan jendelanya, kamar atau dapurnya. Tetapi rumah kita ternyata bisa berupa KELUARGA.

 

Karena keluarga seharusnya menjadi tempat kita berpulang. Menjadi tempat kita melepas kelelahan setelah berjerih lelah. Menjadi tempat di mana kita melepas rasa dahaga akan kasih sayang, melepas rasa dahaga akan perhatian, melepas rasa lapar akan kebutuhan untuk diterima dan dihargai.

 

Ketika keluarga sudah bukan menjadi sebuah ‘rumah’ yang kita tuju, yang kita rindukan, yang kita hargai, yang kita perjuangkan, yang kita cari, dan yang kita limpahi dengan doa dan perhatian kita, maka keberadaan rumah sebagai bangunan fisik, yang ada atapnya, jendela dan pintunya, sudah tidak ada artinya lagi.

 

Karena rumah itu, sejatinya adalah orangnya, HOME-nya, bukan HOUSE-nya. Suasana sebuah rumah yang tercipta dari orang-orang yang ada di dalamnya, jauh lebih penting daripada bangunan rumah itu.

 

Apa yang dibangun dalam sebuah keluarga dari hari ke hari, dari minggu demi minggu, bulan ke bulan berikutnya sampai tahun menuju tahun kemudian, akan mencetak sebuah NILAI-NILAI dalam keluarga tersebut.

 

Apakah nilai itu berupa; kata ‘maaf ’ dan ‘pengampunan’, kata ‘terima kasih’ dan ‘minta tolong’, sikap hormat dan menghormati, sikap tabah dikala air mata mengalir deras, mengatasi gelombang hidup bersama-sama, dan masih segudang nilai-nilai lainnya.

 

Tuhan memakai keluarga untuk melaksanakan maksud dan rencanaNya, oleh karena itulah Dia juga mengosongkan diri-Nya dan menjadi manusia, dan diam di antara kita, tidak langsung datang dari surga sebagai seorang laki-laki dewasa sebagaimana halnya Adam, melainkan memilih lahir sebagai bayi pada Natal yang pertama lewat sebuah keluarga, di antara Yusuf dan Maria.

 

Tuhanlah yang membentuk sebuah lembaga keluarga dimana ada Suami, Istri, dan suami istri ini diperintahkan untuk beranak cucu dan bertambah banyak.

 

Ketika di Kejadian pasal 6 Tuhan akan mengakhiri hidup segala mahluk, satuan terkecil yang Tuhan selamatkan dari umat manusia bukanlah perorangan, Nuh saja , melainkan satuan keluarga.

 

Kejadian 6:18 Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu.

 

Kerinduan Tuhan adalah tiap orang diselamatkan, dan tiap orang yang diselamatkan itu dapat  membawa keluarganya datang kepada Tuhan.

  • Seorang Pegawai istana di Kapernaum percaya pada Yesus, bahkan seluruh keluarganya ikut menjadi percaya . Yohanes 4: 53
  • Kepala Penjara Filipi percaya dan ia beserta keluarganya dibabtiskan

Kisah Para Rasul  16:33 Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis.

  • Rahab dan seisi keluarganya diselamatkan, bahkan kaum keluarganya Yosua 6:23
  • Lot dan seisi keluarganya diselamatkan dari hukuman Tuhan atas Sodom dan Gomora , karna Tuhan mengingat pertalian keluarga antara Lot dan Abraham  Kej 19:29

 

Demikian juga apabila dalam satu keluarga, semuanya tidak bertobat, maka hukuman Tuhan pun turun atas keluarga itu, contoh:

 

  • Akhan berdosa, ia dan seisi keluarganya mendapatkan hukuman Yosua 7:24
  • Imam Eli dan anak-anaknya dihukum Tuhan I Samuel 2:27-36
  • Ananias dan Safira dihukum Tuhan. Kis 5:1-11

 

Nilai-nilai seperti apa yang kita bangun dalam keluarga kita, itu semua akan menentukan apakah keluarga kita bisa menjadi RUMAH yang kita dambakan, yang membuat kita terus bertumbuh, atau sekedar berfungsi sebagai hotel saja, di mana orang-orang keluar masuk tanpa ada yang kenal satu sama lain.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: