'manusia hidup bukan dari roti saja…'

SINOPSIS RETREAT KELUARGA

RETREAT KELUARGA

GBI DIASPORA SEJAHTERA BATU

15-17 FEBRUARI 2018

DI PANTAI BALEKAMBANG MALANG

 

Pembicaraan Sie Acara;

Rapat, tanggal 6 Januari 2018

Di Rumah Mujizat

Dihadiri; Pdt. Stanny Irawati, Sdr. Abdiel, Ibu Grace Sumilat.

 

Thema;

Rumah-Ku adalah KELUARGA-KU

KELUARGA-KU adalah rumahku

 

Penjelasan Thema:

Tuhan menjadikan kita warga keluargaNya, dan jika keluarga kita menyenangkan hatiNya seperti yang Dia inginkan dalam Mazmur 133, maka Dia berkenan memberkati rumah-Nya, yaitu keluargaNya.

Jika tiap unit keluarga-Nya, berkumpul menjadi keluarga besar-Nya di dalam tubuh Kristus, gerejaNya, di situlah menjadi rumah juga bagi kita semua.

Rumah di sini bukan HOUSE, tetapi HOME. Bukan gedungnya, bangunannya, tetapi lebih kepada suasana di dalamnya.

Keluarga di sini bukan hanya keluarga inti yang terdiri dari Ayah, Ibu dan Anak-anak, tetapi juga adalah keluarga rohani.

 

Ayat Thema:

Mazmur 133.

Nyanyian ziarah Daud.

Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya,

Apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!

Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut,

yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.

Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Zion.

Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

SESI 1 ( atau nanti urutan Sesi dapat diatur kembali)

RUKUN  FIRST.

Pembicara : Ibu Grace Sumilat.

Apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!

Tujuan; Memetik pelajaran berharga dari keluarga-keluarga dalam Alkitab, sebagaimana kerukunan keluarga mereka patut dicontoh, atau sebaliknya ketidakrukunan dalam keluarga mereka menjadi peringatan bagi kita, untuk kita jangan sampai seperti itu.

Keterangan Intisari Sesi:

Tuhan ingin kita menjadi keluarga yang bisa ; DIAM BERSAMA, karena dalam kebersamaan/ unity ada kekuatan yang luar biasa.

Bukan hanya DIAM BERSAMA, tetapi juga Tuhan ingin kita menjadi keluarga yang RUKUN.

Mazmur 133 ini diintisarikan dalam satu kata ini; RUKUN, karena kerukunan adalah kunci daripada seluruh pasal ini, yang mewarnai adanya kebaikan, keindahan, minyak urapan yang turun, embun yang membasahi tanah yang kering ( Zion = tanah kering), dan juga berkat yang diperintahkan oleh Tuhan untuk turun dalam keluarga kita.

Ada banyak keluarga dalam Alkitab, sbb:

Keluarga yang rukun

Keluarga yang tidak rukun

METODE SESI LOMBA PHOTO KELUARGA;

  1. Peserta Retreat Keluarga di data, berapa keluarga yang ikut serta. Jumlah ini akan menentukan jumlah keluarga dalam Alkitab yang akan kita pakai sebagai CONTOH KELUARGA DALAM ALKITAB.
  2. Peserta yang tidak ikut bersama keluarganya, dijadikan satu dalam keluarga rohani, dalam beberapa kelompok ( disesuaikan dengan jumlah peserta yang ada)
  3. Peserta diberi penjelasan 2 minggu sebelum hari H, untuk mendapatkan :
    1. Pengaturan dari panitia, keluarga mana dalam Alkitab, yang diposekan oleh tiap-tiap kelompok. Kelompok tidak harus keluarga inti, bisa saja berupa keluarga rohani.
    2. Informasi mengenai lomba photo ini, perihal:
      1. Kostum
      2. Make-up
  • Property
  1. Kriteria Penilaian Juri
  2. Contoh –contoh photo keluarga
  3. Kameraman yang disediakan oleh panitia.
  • Lokasi
  • Dll
  1. Pada hari H, peserta LOMBA PHOTO KELUARGA diberi waktu untuk sesi photo.
  2. Pada jam sesi berlangsung, hasil photo akan dijadikan pembicara sebagai MATERI POWER POINT untuk menjelaskan apakah keluarga dalam Alkitab yang diposekan itu hidup dalam KERUKUNAN atau TIDAK RUKUN.

SESI 2 ( atau nanti urutan sesi dapat diatur kembali)

BAIK DAN INDAH IS SO BEAUTIFUL

Pembicara: Ibu Pdt. Stanny Irawati.

 

Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya,

Tujuan: tiap anggota keluarga bisa menjalankan fungsinya masing-masing, sehingga tiap-tiap orang memberikan kontribusinya bagi sebuah UNITY/ kesatuan/ kerukunan/ untuk mencapai tujuan Tuhan membentuk sebuah keluarga adalah bagi kemuliaanNya.

 

Keterangan Intisari Sesi:

Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, ..

Jika setiap anggota keluarga menjalankan fungsinya masing-masing dengan tepat, maka keluarga akan menjadi BAIK dan INDAH.

 

METODE STUDI KASUS ; AKHIRNYA DATANG JUGA

  1. Panitia sie Acara; membuat angket dengan metode no name, dibagikan kepada anak-anak ( dari berbagai usia) , para ibu-ibu ( di kaum wanita) dan para bapak ( di kaum pria). Tujuan dibuatnya angket ini untuk memetakan lebih mendetail issue-issue apa yang sedang banyak berkembang di keluarga-keluarga yang ada, untuk bisa diangkat menjadi study kasus dalam sesi ini.
  2. Panitia sie Acara membuat beberapa study kasus menyangkut;
    1. SATU TOKOH IMAJINER; Seorang suami/ayah DENGAN permasalahannya ( contoh; permasalahannya adalah sering melakukan KDRT/ kekerasan pada istri atau pada anak)
    2. SATU TOKOH IMAJINER; Seorang isteri/ ibu DENGAN permasalahannya ( Contoh; permasalahannya adalah suka BERTENGKAR dengan siapa saja)
    3. SATU TOKOH IMAJINER; Seorang anak/ kakak/adik DENGAN permasalahannya ( contoh; kecanduan gadget sehingga tidak perduli lagi dengan keluarga)
  3. Kasus yang dibuat bisa saja secara berlapis pada satu tokoh imajiner tersebut.
  4. Tokoh imajiner akan dipersiapkan maju ke audience secara TUNGGAL, bergantian dari anak, ibu kemudian bapak, atau sebaliknya dari bapak, ibu baru anak ( bisa secara acak)
  5. Saat tokoh imajiner maju, dan menunjukkan karakter tokoh tersebut, maka KELOMPOK IBU ( yang duduk berkelompok bersama semua ibu-ibu), kelompok BAPAK ( yang duduk berkelompok bersama semua bapak-bapak), dan kelompok ANAK ( yang duduk berkelompok bersama semua anak-anak), semuanya WAJIB mengirim wakil untuk BAGAIMANA BERSIKAP kepada tokoh Imajiner tersebut. Contoh:
    1. SALING menasehati
    2. SALING menguatkan
    3. SALING mendoakan
    4. SALING menegur dalam kasih
    5. SALING mengasihi
    6. SALING mendahului dalam memberi hormat
    7. SALING mengampuni
    8. Dll ( semua ketersalingan dalam Alkitab)
  6. Namun ketersalingan yang kita maksudkan di atas, JANGAN DIBERITAHUKAN TERLEBIH DULU KEPADA PESERTA, biarkanlah mereka bersikap secara SPONTAN kepada tokoh imajiner itu. SIKAPNYA; boleh emosi apa saja ( senang, marah, sedih, kaget, dll), boleh bertingkah apa saja; merayu, membujuk, memarahi, mendoakan, menasihati, dll, terserah. Lakukan seperti apa yang anda lakukan di rumah kepada suami, isteri atau anak. Kepada orang tua atau kepada sahabat.
  7. Ketersalingan tersebut akan menjadi KUNCI JAWABAN BAGI JURI/ PEMBICARA. Untuk membahas setiap tokoh
  8. Juri nanti akan menilai, wakil dari kelompok siapa yang benar-benar telah menjalankan fungsinya dalam keluarga dengan baik.
  9. CONTOH BERJALANNYA ACARA:
    • Tokoh imajiner RUDY ( Seorang anak berusia 14 tahun yang kecanduan gatget)
    • Rody : “ Sebentaaaaaaarrrr Ma….aku nanti aja makannya, ini masih seru gamenya!”
    • Rudy : “ Ooooooooooohhhhhhhhhh iya maaf ma, dapat jelek matematikanya, memang ini pas ulangan aku sibuk selfie dan cari tempat yang ashik, biar folower IGE ku tambah banyak lagi.
      1. Tokoh Rudy tadi ; memerankan secara persiapan skenario.
    • ( dari kelompok ibu-ibu mengirim satu wakilnya- Ibu Rita)
    • Ibu Rita: “ Rudy…….. mama bilang apa selama ini? Jangan main Haaaaaaaaaapeeeeeeeeeeeee terus terusan !! Kamu ini gimana sih, makan sampai kelupaan, nggak perhatikan kesehatan, trus ulangan matematika nggak belajar malah sibuk selfie, aduh aduh aduuuuuhhhhhh!!
      1. Ibu Rita tadi; secara spontan harus memberi SIKAP terhadap Rudy
    • ( dari kelompok bapak-bapak mengirim satu wakilnya- Pak Beny)
    • Pak Beny: “ Kamu ini gimana sih Rud…!! Mau berhenti main Hapenya atau papa buang itu Hape!”
      1. Bapak Beny; secara spontan harus memberi SIKAP terhadap Rudy
    • ( dari kelompok anak-anak mengirim satu wakilnya- Mira- akan berperan sebagai kakak/adik dari Rudy)
    • Mira :” Lho Rud…kamu belum makan toh…Ooohhh pasti ashik main ya. Game apa kesukaanmu? Wah seru-serunya ya. Aku juga suka game itu, sama kita…!!”
  10. Nanti juri/ pembicara akan mencatat komentar untuk IBU RITA, apakah dia tergolong ibu yang cerewet? Komentar untuk Bapak Beny, apakah dia seorang ayah yang pemarah, sehingga melukai hati anak-anaknya? Komentar untuk Mira, apakah dia seorang kakak yang gagal menjadi teladan bagi adiknya, dst. Semua komentar juri akan menjelaskan; apakah setiap peserta yang mewakili kelompoknya tersebut; SUDAH MENJALANKAN FUNGSINYA DALAM KELUARGA DENGAN BAIK, DAN DENGAN INDAH ( Maz 133)
  11. KOMENTAR JURI setelah semua tokoh imajiner perform.
  12. Pemenangnya; adalah PERORANGAN yang mewakili kelompok tersebut.
  13. Rundown Sesi ini:
    • Penjelasan Lomba
    • Contoh jalannya lomba ( oleh Panitia) berupa SIMULASI
    • Tokoh Imajiner 1 ( BAPAK)
      1. Sikap dari wakil kelompok ibu ( sebagai isteri)
      2. Sikap dari wakil kelompok bapak ( sebagai sahabat di kantor/ di pekerjaan)
  • Sikap dari wakil kelompok anak ( sebagai anak)
  • Tokoh imajiner 2 ( IBU)
    1. Sikap dari wakil kelompok bapak ( sebagai suami)
    2. Sikap dari wakil kelompok ibu ( sebagai teman di gereja/ di MK/ Mezbah Keluarga)
  • Sikap dari wakil kelompok anak ( sebagai anak)
  • Tokoh imajiner 3 ( ANAK)
    1. Sikap dari wakil kelompok bapak ( sebagai ayah)
    2. Sikap dari wakil kelompok ibu ( sebagai ibu)
  • Sikap dari wakil kelomok anak ( sebagai kakak/adik)
  1. Komentar dari Juri / Pembicara sekaligus mengomentari MENGEMBALIKAN TIAP PRIBADI PADA FUNGSI MASING-MASING DALAM KELUARGA
  2. Pengumuman pemenang dan pemberian hadiah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANGKET TANPA NAMA

UNTUK KELUARGA-KELUARGA

 

DIBAGIKAN KEPADA PARA SUAMI/AYAH

 

Anda diminta menjawab sejujur mungkin, dan tidak perlu mencantumkan nama penulis, karena kami tidak bermaksud ingin mengetahui kehidupan keluarga anda.

Maksud dibuatnya angket ini hanyalah, kami ingin mengetahui hal-hal apa yang perlu diangkat sebagai topik pada Ret-reat Keluarga nanti, demi pembentukan keluarga ke arah yang lebih baik.

  1. Sebagai seorang suami:

Hal-hal apa saja yang anda tidak sukai dari isteri anda:

( apa saja boleh ditulis, misalnya; kebiasaannya, gaya bahasanya yang bagaimana, cara berpakaiannya, sifatnya, dll)

 

 

 

 

 

  1. Sebagai seorang ayah :

 

Hal-hal apa saja yang anda tidak sukai dari anak anda

( apa saja boleh ditulis, misalnya; kebiasaannya, gaya bahasanya yang bagaimana, cara berpakaiannya, sifatnya, dll)

Untuk anak saya yang berumur……………….:

 

 

Untuk anak saya yang berumur……………….:

 

 

Untuk anak saya yang berumur……………….:

 

 

ANGKET TANPA NAMA

UNTUK KELUARGA-KELUARGA

 

DIBAGIKAN KEPADA PARA ISTERI/ IBU

 

Anda diminta menjawab sejujur mungkin, dan tidak perlu mencantumkan nama penulis, karena kami tidak bermaksud ingin mengetahui kehidupan keluarga anda.

Maksud dibuatnya angket ini hanyalah, kami ingin mengetahui hal-hal apa yang perlu diangkat sebagai topik pada Ret-reat Keluarga nanti, demi pembentukan keluarga ke arah yang lebih baik.

  1. Sebagai seorang isteri

Hal-hal apa saja yang anda tidak sukai dari suami anda:

( apa saja boleh ditulis, misalnya; kebiasaannya, gaya bahasanya yang bagaimana, cara berpakaiannya, sifatnya, dll)

 

 

 

 

 

  1. Sebagai seorang ibu:

 

Hal-hal apa saja yang anda tidak sukai dari anak anda

( apa saja boleh ditulis, misalnya; kebiasaannya, gaya bahasanya yang bagaimana, cara berpakaiannya, sifatnya, dll)

Untuk anak saya yang berumur……………….:

 

 

Untuk anak saya yang berumur……………….:

 

 

Untuk anak saya yang berumur……………….:

 

 

ANGKET TANPA NAMA

UNTUK KELUARGA-KELUARGA

 

DIBAGIKAN KEPADA PARA ANAK

 

Anda diminta menjawab sejujur mungkin, dan tidak perlu mencantumkan nama penulis, karena kami tidak bermaksud ingin mengetahui kehidupan keluarga anda.

Maksud dibuatnya angket ini hanyalah, kami ingin mengetahui hal-hal apa yang perlu diangkat sebagai topik pada Ret-reat Keluarga nanti, demi pembentukan keluarga ke arah yang lebih baik.

  1. Sebagai seorang anak

Hal-hal apa saja yang anda tidak sukai dari ayah anda

( apa saja boleh ditulis, misalnya; kebiasaannya, gaya bahasanya yang bagaimana, cara berpakaiannya, sifatnya, dll)

 

 

 

 

 

  1. Sebagai seorang anak

 

Hal-hal apa saja yang anda tidak sukai dari ibu anda

( apa saja boleh ditulis, misalnya; kebiasaannya, gaya bahasanya yang bagaimana, cara berpakaiannya, sifatnya, dll)

 

 

 

 

 

 

 

 

SESI 3 KAPITA SELEKTA ( atau nanti urutan sesi dapat diurutkan kembali)

BERKAT ITU SO PASTI

 

Pada sesi ini tiap kelompok usia dapat disendirikan.

  • Kelas Bapak
  • Kelas Ibu
  • Kelas Anak

Dalam waktu bersamaan, tiap peserta retreat memilih kelas sesuai penggolongannya masing-masing.

 

KELAS BAPAK ( Pembicara: Pdt. Stanny dan Ibu Grace)

Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut,

yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.

Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Zion.

Tujuan: Para bapak menyadari fungsinya sebagai KEPALA yang mengalirkan minyak. Diawali dari seorang kepala yang terlebih dahulu mengalami minyak itu, baru bisa mengalirkan kepada leher ( isteri) dan jubahnya ( anak-anaknya) Para bapak menyadari fungsinya sebagai GUNUNG HERMON yang berkedudukan paling tinggi, mengatasi gunung-gunung ZION.

Zion = tanah kering.

Seorang suami dan ayah harus bisa menyirami kekeringan jiwa isteri dan anak-anak dengan kehadirannya yang menyejukkan bagaikan embun. Sehingga mereka selalu rindu untuk pulang ke rumah, sebagai OASE dalam hidup mereka. Untuk itu seorang Ayah/ Suami harus memiliki hubungan pribadi yang erat dengan Tuhan, sehingga dapat dipakai Tuhan sebagai IMAM dalam keluarga.

INI APA KATA ALKITAB TENTANG FUNGSI AYAH/ SUAMI DALAM KELUARGA

  1. Suami yang mengasihi isterinya.
  2. Fungsi ayah; bekerja siang malam, menasihati, menguatkan hati seorang demi seorang, meminta dengan sangat supaya anak-anaknya hidup sesuai kehendak Tuhan ( I Tes 2: 9-12) Mendidik ( Amsal 4:1, Amsal 1:8) Mendidik mereka dalam ajaran dan nasihat Tuhan ( Ef 6:4), sayang kepada anak-anaknya Maz 103:13, memberi perintah Amsal 6:20
  1. Menjadi orang tua agar tidak menyakiti hati anaknya sehingga anaknya menjadi orang yang tawar hati Kol 3:21, jangan bangkitkan amarah dalam hati anak-anak Ef 6:4
  2. Memberi teladan bagi generasi ini.

METODE ; Sharing my true story

Pembicara mempersiapkan KESAKSIAN bersama suami yang telah menjadi pria sejati dalam keluarga.

KELAS IBU ( Pembicara: Bpk Eko, Bpk Yahya, Bpk Boaz)

Apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!

Tujuan: Ibu-ibu  memegang pengaruh yang sangat besar untuk hadirnya kerukunan di sebuah keluarga. Pengaruh yang besar dari seorang isteri dan seorang ibu untuk menghadirkan kerukunan antara kakak dan adik, suami dan isteri, orang tua dan anak. Oleh karena itu seorang Ibu/ Isteri harus memiliki hubungan pribadi yang erat dengan TUHAN sehingga dapat selalu menjadi pembawa pengaruh kerukunan, yang sangat berpengaruh positif.

Beberapa ayat ini dapat menjadi acuan:

Roh yang lemah lembut dan tentram

Isteri yang suka bertengkar

( nanti akan dilengkapi lagi oleh pembicara)

Amsal 14:1 Perempuan yang bijak mendirikan rumahnya, tetapi yang bodoh meruntuhkannya dengan tangannya sendiri.

Amsal 21:9, Amsal 25:24 ( INI ADALAH DUA AYAT KEMBAR )  Lebih baik tinggal pada sudut sotoh rumah dari pada diam serumah dengan perempuan yang suka bertengkar.

Amsal 21:19 Lebih baik tinggal di padang gurun dari pada tinggal dengan perempuan yang suka bertengkar dan pemarah

 

INI APA KATA ALKITAB TENTANG FUNGSI IBU / ISTERI DALAM KELUARGA

  1. isteri yang tunduk kepada suaminya
  2. Fungsi ibu: ramah, mengasuh, merawati, memberikan kasih sayang yang besar ( I Tes 2:6-8, mengajar Amsal 1:8
  3. Memberi teladan bagi generasi ini.

 

METODE ; Sharing my true story

Pembicara mempersiapkan KESAKSIAN bersama isteri yang telah menjadi perempuan bijak dalam keluarga.

 

 

 

 

 

 

 

KELAS ANAK ( Pembicara: Sdr Abdiel)

Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Tujuan: Anak-anak kebanyakan berkecenderungan ; memikirkan berkat. Contoh mainan yang banyak, makanan yang enak, tempat yang bagus, sekolah yang keren, baju baru, fasilitas yang harus selalu ada, orang tua yang selalu harmonis, dll. Jika tidak terpenuhi, maka mereka kecewa, gagal move on, dll. Namun itu semua adalah HASIL AKHIR dari sebuah PROSES yang terlebih dahulu harus kita lewati. Oleh karena itu seorang anak harus memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan sehingga bisa menjadi anak yang luar biasa.

Keterangan Intisari Sesi:

Maka kita akan memperhadapkan mereka bahwa BERKAT ITU PASTI diraih di tangan, namun jangan lupa, bahwa berkat hanyalah hasil akhir dari sebuah:

BAIK; adakah kita sudah jadi anak yang baik?

INDAH; adakah kita sudah menjadi anak yang indah, menyenangkan hati orang tua kita?

RUKUN; adakah kita sudah menjadi anak yang tidak memiliki sikap memberontak, membantah, merendahkan orang tua? Adakah kita sudah menaruh rasa hormat dan sikap taat kepada mereka? Adakah kita sudah mendoakan ibu kita agar bisa menjadi ibu yang bijaksana, isteri yang bijaksana?

MINYAK; adakah kita sudah mendoakan ayah kita agar mereka bisa jadi IMAM / kepala keluarga yang mengalirkan urapan ilahi bagi keluarganya?

EMBUN; adakah kita sudah mendoakan ayah kita agar mereka bisa menjadi GUNUNG HERMON yang mengalirkan embun bagi bukit-bukit Zion, bagi keluarganya? Mendoakan agar ayah kita bisa memberi nafkah, bisa mencukupi kebutuhan keluarga, baik kebutuhan jiwa akan hadirnya sesosok ayah yang baik, dan hadirnya sesosok suami yang baik, kebutuhan roh akan teladan penyembahan seorang ayah kepada TUHAN, kebutuhan jasmani akan semua keperluan sehari-hari dan bahkan masa depan.

BERKAT dan KEHIDUPAN.

Itu sudah pasti, tetapi semua point di atas harus kita lalui sebagai PROSES, sebelum pada akhirnya HASIL PASTI itu kita dapatkan.

INI APA KATA ALKITAB TENTANG FUNGSI ANAK DALAM KELUARGA

  1. Anak-anak boleh bersyukur untuk keluarga yang Tuhan berikan, Papa, Mama, Kakak dan Adik. Bagi yang tidak memiliki keluarga, mereka juga dapat bersyukur untuk apa pun keadaan orang tua mereka, untuk apa pun keadaan kakak/adik mereka saat ini ( mungkin jika mereka adalah anak yang dititipkan pada nenek/kakek/pantiasuhan/dari keluarga yang bercerai.)
  2. Anak-anak boleh menghormati dan taat kepada orang tua mereka/ pengasuh mereka/guru mereka.
  3. Anak-anak boleh hidup rukun dengan kakak/adik/teman mereka.
  4. Anak-anak boleh memahami bahwa kita memiliki keluarga rohani di dalam tubuh Kristus.
  5. Anak-anak yang tertolak di keluarganya memahami bahwa Tuhan menyambut mereka Maz 27:10
  6. Anak-anak yatim piatu memahami bahwa Tuhan sendiri yang menjadi pelindung bagi mereka Maz 68:6 , Maz 146:9
  7. Anak-anak mengampuni orang tua mereka, dan berdoa buat mereka.

 

METODE ; Sharing my true story

Pembicara mempersiapkan photo-photo masa kecil sampai masa pertumbuhan, dan bagaimana melalui kehidupannya bersama papa dan mama. Tayangkan pada LCD

Beranjak dari setiap titik-titik pengalaman kehidupannya secara pribadi, menjadi titik mula membahas semua point –point firman Tuhan dari Mazmur 133.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SESI IV ( Atau nanti urutan sesi dapat diurutkan kembali)

PENDUKUNG KERUKUNAN VS PENGHALANG KERUKUNAN

PEMBICARA; Pdm. Abdiel DJ.

Mazmur 133.

Nyanyian ziarah Daud.

Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya,

Apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!

Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut,

yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.

Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Zion.

Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

 

Atau ayat lain: Kenakanlah kasih sebagai pengikat yang mempersatukan

 

ACARA ; BEDAH FILM

Nonton film WONDER / atau film pilihan lainnya, yang mana pilihan film dititikberatkan pada muatan family yang sangat kental.

Setelah Film selesai ditonton, mari kita renungkan bersama:

TOKOH A

TOKOH B

TOKOH C

Dll

Dalam Film ini;

Apakah ada PENGHALANG KERUKUNAN yang menghalangi keluarga ini:

  • Iri, egois, amarah, kata-kata yang melukai, kepahitan, kemunafikan, tertutup, dll

Apakah ada PENDUKUNG KERUKUNAN yang dikembangkan sebagai nilai –nilai luhur dalam keluarga ini; contoh

  • Saling menghargai perbedaan, saling menerima kelemahan dan ketidaksempurnaan, saling kenghargai kekurangan, tidak saling menuntut, ada pengorbanan dan kasih, dll

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: