'manusia hidup bukan dari roti saja…'

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

RENUNGAN DOA PAGI 15

DOA PAGI 15, 10 MEI 2018

GBI DIASPORA SEJAHTERA KOTA WISATA BATU

YEREMIA 49:28-33

Teks; Yeremia 49:31

Ketika bencana Tuhan datang atas Kedar, kerajaan Hazor, ini yang terjadi:

  1. ( ayat 28) Tetapi ketika Tuhan berkenan atas hidup kita, yang akan datang adalah keselamatan. Ulangan 28:6
  2. Kemah-kemah dirampas ( ayat 29) Tetapi ketika Tuhan berkenan atas hidup kita, yang datang adalah kita mendapat kemah kediaman/ tempat tinggal. Ulangan 28:2b
  3. Kawaan domba dirampas, ( ayat 29), juga unta ( ayat 32). Juga ternak yang banyak akan jadi rampasan ( ayat 32) Tetapi ketika Tuhan berkenan atas hidup kita, yang datang adalah kawanan domba untuk digembalakan. Ulangan 28:4
  4. Segala perabot mereka dirampas ( ayat 29). Tetapi ketika Tuhan berkanan atas hidup kita, justru kita mengisi rumah kita dengan perabotan-perabotan. Amsal 24:3-4
  5. Berteriak dan lari karena ada musuh mengejar ( ayat 30). Mereka akan lari ke segala mata angin ( ayat 32)Tetapi ketika Tuhan berkenan atas hidup kita, justru kita yang akan lari mengejar musuh. Ul 28:7
  6. Musuh merancangkan kecelakaan pada kita ( ayat 30). Tetapi ketika Tuhan berkenan atas hidup kita, justru semua rancangan musuh digagalkan oleh TUHAN, karena Tuhan sudah punya rancangan sendiri atas hidup kita, yaitu rancangan damai sejahtera. Ini rancangan Tuhan atas kita, Ulangan 28:13
  7. Bangsa yang hidupnya sentosa, aman dan tenteram, bukan sebuah jaminan bahwa mereka orang yang diperkenan oleh TUHAN, tetapi justru orang yang diperkenan oleh Tuhan adalah orang-orang yang sering jatuh, tetapi ia bangkit lagi. Mereka bukannya hidupnya selalu mulus, tetapi ada tangan Tuhan beserta dengan hidup mereka.
  8. Hazor menjadi tempat persembunyian serigala ( ayat 33), sunyi sepi tidak berpenghuni ( ayat 34). Tetapi ketika Tuhan berkenan atas hidup kita, Tuhan membuat kita bertambah banyak. Ulangan 28:8
  9. Hazor menjadi tempat yang tandus ( ayat 33), tetapi bila Tuhan berkenan atas hidup kita, maka Tuhan akan memberikan kesuburan. Ulangan 28:12.

Kuncinya adalah Ulangan 28:1, yaitu: Baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu. Melakukan dengan SETIA segala perintahNya.

Berkat jasmani/ materi bukanlah termometer/ ukuran bahwa Tuhan itu berkenan atas hidup kita. Karena orang Kedar pun diberkati secara materi oleh Tuhan. I Tawarikh 1:29, Kejadian 17:20

Berkat itu bisa menjadi PANCINGAN/ JEBAKAN yang membuat hidup kita terlena.

Akan tetapi bila kita mau menjadi umat yang TAAT, dan SETIA, maka segala berkat Tuhan itu secara otomatis akan mengikuti.

Mazmur 37:3

 

 

Iklan

RENUNGAN DOA PAGI 14

DOA PAGI 14, 2 MEI 2018

GBI DIASPORA SEJAHTERA KOTA WISATA BATU

YEREMIA 46: 13-28

 

Firman Tuhan datang kepada nabi Yeremia tentang bangsa-bangsa Yeremia 46:1.

Tuhan memegang kendali politik, atas Mesir ( 46:1-12)

Tuhan memegang kendali politik, atas Babel ( 46:13-28)

Dan nanti seterusnya, atas Filistin, atas Moab, atas Amon, atas Edom, atas Damsyik, atas Babel.

Kali ini, pembacaan kita adalah sampai pada Kuasa Kendali Tuhan atas politik yang akan terjadi pada bangsa Mesir, di mana mereka akan kalah oleh serangan raja Babel.

Tetapi Tuhan tetap tidak akan menghabiskan umatNya, menghajar mereka menurut hukum.

( Yeremia 46: 27-28)

Cara Tuhan mendisiplin umatNya adalah persis sama seperti seorang ayah dalam mendisiplin anak-anaknya.

2Sam 7:14 Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. t  Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia u  dengan rotan v  yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia.

 

Mari kita lihat beberapa ayat:

Ams 19:18 Hajarlah anakmu 1  selama ada harapan, tetapi jangan engkau menginginkan kematiannya.

 

Inilah gambaran dari Bapa Surgawi yang menghajar Israel, karena siapa tahu masih ada harapan untuk mereka bertobat. Namun Tuhan tidak menginginkan kematian mereka, kebinasaan mereka. Bukan itu tujuan Tuhan.

Ams 13:24 Siapa tidak menggunakan tongkat, w  benci kepada anaknya 1 ; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar x  dia y  pada waktunya.

 

Ada kalanya tongkat hajaran Tuhan itu datang, justru karena Ia mengasihi anaknya. Anak yang tidak pernah dihajar dengan tongkat bila ia menyimpang dari kebenaran, sama saja tanpa sadar, sedang DIBENCI, karena ayah yang sayang justru menginginkan pembentukan karakter itu lebih berharga daripada seorang anak yang bebas dari tangisan karena kesakitan ketika di rotan. Anak-anak yang tidak pernah dihajar akan menjadi anak-anak gampang.


Ams
 23:14
Engkau memukulnya dengan rotan, tetapi engkau menyelamatkan nyawanya dari dunia orang mati

 

Tuhan sayang kepada Israel, salah satu ekspresi sayang-Nya adalah dengan cara menghajar mereka agar mereka bertobat.

Gada dan tongkat gembala, dalam Mazmur 23 , digambarkan justru menghibur.

Mengapa? Karena domba akan ikut gembalanya, bila jalan yang ditempuh melewati lembah kekelaman sekalipun. Selama ada gembala, domba ini merasa aman, dia tidak takut bahaya. Yang penting bagi domba adalah bukan jalannya yang bahaya atau tidak, tetapi yang penting bagi domba adalah kehadiran gembala di situ.

Kehadiran gembala ditandai juga oleh gada dan tongkat. Tongkat yang berfungsi untuk menepuk / memukul bila dia melenceng dari jalan. Tongkat yang sama akan mengangkat dia bila dia terperosok ke jurang.

Gada yang berfungsi untuk memukul predator/ pemangsa dari kejauhan, sehingga pemangsa tidak jadi mendekat kepada kawanan domba.

Gada untuk menahan serangan dari luar, tetapi jangan lupa, ada dibutuhkan tongkat untuk mendidik dari dalam.

Itulah justru yang membuat domba itu nyaman di manapun. Kembali pada hukum Tuhan, dengan cara diperingatkanNya, sadar atau tidak sebenarnya membuat jiwa kita merasa nyaman. Tetapi menjadi umat yang dibiarkan, didiamkan, tidak dipedulikan, berbuat apa saja boleh, diberi kebebasan seluas-luasnya untuk berbuat dosa apa saja, justru akan membuat kita gelisah, dan bertanya “Sebenarnya aku ini disayangi nggak sih?”

Firman Tuhan atas bangsa-bangsa menunjukkan bahwa walaupun bangsa Israel – yang tersisa di negerinya, ngotot mengungsi ke Mesir, tetap saja Tuhan bisa pakai tangan Babel untuk mengalahkan Mesir.

Ketika ada kalanya Tuhan merotan kita, marilah kita menerimanya sebagai tanda cintaNya, karena kita bukanlah anak anak gampangan, tetapi anak-anak yang didisiplin oleh Bapa, agar hidup kita diluruskan, dididik, dibentuk karakter kita.

Janganlah kita memberontak terhadap didikan Tuhan.

RENUNGAN DOA PAGI 13 MERDEKA DARI KEPAHITAN

DOA PAGI 13

GBI DIASPORA SEJAHTERA KOTA WISATA BATU

25 APRIL 2018

(lebih…)

PENGENALAN AKAN ALLAH

Ibadah Diakonia

GBI Diaspora Sejahtera Kota Wisata Batu

Jatim

27 April 2018

 

(lebih…)

BUAH KEBENARAN RAJA YOSIA; CINTA FIRMAN TUHAN

POWER POINT DAPAT DIUNDUH SBB

Raja YOSIA

(lebih…)

DOA TEROBOSAN. MENABUR BENIH DOA SYAFAAT

DOA TEROBOSAN

(lebih…)

DOA TEROBOSAN. DILIHAT EL ROI

DOA TEROBOSAN
RABU 21 MARET 2018
ENGKAULAH EL ROI ( KEJADIAN 16:13)

HAGAR

(lebih…)