'manusia hidup bukan dari roti saja…'

Kasih Bapa

Khotbah di Upacara hari senin, 21 Februari 2005

Banyak orang yang menggambarkan Tuhan sebagai guru yang pandai mengajar, sebagai hakim yang mengadili dengan adil, atau sebagai yang serba Maha….

Hari ini saya ingin mengenalkan Dia sebagai pribadi seorang ayah

Maz 103;13 Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.

Pernah saya membaca sepasang orang tua yang kehilangan anak gadis satu-satunya selama 9 tahun. Anak kesayangannya itu diculik orang jahat yang tidak punya anak, akan tetapi untungnya anak tersebut dirawat dengan baik, disekolahkan dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang. Tetapi si orang tua kandungnya mencari kemana pun juga, menjual depot/ restorannya untuk biaya mencari buah hatinya, menghubungi polisi, menyiarkan di radio, Koran, dan bahkan sampai mencari tahu ke orang pintar segala. Namun semua usaha itu sia-sia, si bapak sampai terserang stroke karna sangat kepikiran, untungnya penculikan tersebut akhirnya terbongkar setelah 9 tahun berselang. Si Mona yang tadinya diculik saat berumur 5 tahun,kini telah jadi anak gadis remaja berumur 14 tahun. Tadinya mona tidak percaya akan kenyataan ini, tetapi setelah dibukakan kembali lemari mainan di kamarnya, bekas luka di lututnya, dan juga kaca lemari yang tak berkaca lagi karna pernah dipecahkannya, mona teringat kembali akan masa kecilnya di rumah itu.

Pernah juga saya melihat peristiwa mengharukan dari bertemunya kembali anak-anak dengan ayahnya, yang setelah sekian lama dipisahkan oleh gelombang sunami. Seorang ayah akan terus mencari dan terus mencari anak-anaknya sampai ketemu, walau hanya dapat melihat jasatnya hal itu sudah dapat membuatnya lega. Si anak kecil yang tidak tahu apa-apa dia santai saja, tetapi si ayah sangat mengkuatirkan anak-anaknya.

Pak Kukuh juga pernah kehilangan buah hatinya, hanya dalam tempo singkat (mungkin 1 menit saja) Pak Kukuh tidak memperhatikan si kecil, ternyata si kecil sudah lenyap dari pandangan mata. Segera mencari di lingkungan sekolah tidak ada, naik motor mengelilingi alun-alun juga tidak ada, ternyata akhirnya ketemu di TK Pertiwi. Kejadian ini cukup membuat hati seorang ayah shyok.

Alkitab menggambarkan hati Tuhan terhadap kita itu seperti hati seorang ayah yang begitu mengasihi anak-anaknya.

Hubungan batin seorang ayah dengan anak sangat erat. Seorang ayahlah yang pertama kali menatap wajah putra-putrinya saat pertama kali dilahirkan di dunia ini. Kontak hati itu akan menjadi ikatan jiwa yang sangat kuat antara si ayah dengan si kecil. Suara ayah adalah suara yang sangat di kenal oleh si janin saat si janin ada dalam perut ibu. Bayi kecil akan merasa aman dalam buaian atau gendongan ayah karna suara ayah sudah dikenalnya dengan baik.

Seorang meneliti bahwa seorang anak balita yang sering bermain dengan ayahnya akan menjadi seorang anak yang lebih kreatif dibandingkan dengan anak yang jarang bahkan tidak pernah bermain dengan sang ayah. Ayah senang permainan yang di luar ruangan, lebih bersifat fisik dan bernilai humor tinggi, misalnya bermain bola di luar, bermain kuda-kudaan, bermain bulu tangkis, ayahlah yang mengajarkan si kecil bermain sepeda, bermain layang-layang, dan bermain kwartet atau merangkai lego, bahkan mengajar anak-anak menggambar.

Seorang ayah biasanya sudah memikirkan masa depan putra putrinya jauh sebelumnya.

Namun demikian tidak sedikit juga ayah yang pada jaman sekarang ini merupakan ayah yang kejam, tidak bertanggung jawab, tidak bekerja, tidak penyayang sama istri dan anak, tidak dapat jadi contoh bagi anak-anak, tidak setia terhadap perkawinan, tidak perhatian pada anak2, gila pekerjaan, main gila, dll

Ayah-ayah yang seperti ini melukai hati anak-anak mereka dengan sangat dalam. Kalau ada di antara kalian yang punya ayah yang seperti ini, jangan kecewa atau takut, ingatlah bahwa ayah surgawi kalian sangat menyayangi kalian, Dia adalah Ayah yang sangat baik, dan tidak pernah menolak kalian, tidak pernah mendendam tetapi selalu mengampuni, tidak pernah cuek, tetapi selalu penuh perhatian, tidak pernah pelit tetapi selalu menyediakan semua kebutuhan kalian, Ia tidak pernah menuntut tetapi selalu penuh pengertian, ia tidak pernah terlalu sibuk untuk tidak memperhatikan kalian. Ia selalu ada bagi kalian, selalu standby.

Sebaik-baiknya ayah kalian, ia tentu punya kelemahan dan kekurangan. Tetapi kasih Ayah surgawi kita sempurna dan tidak bercacat.

Sambutlah kasihNya sebagai kasih Ayah yang baik, dan kalau kelak kau jadi ayah, jadilah ayah yang baik, karna hal itu akan memberi gambaran yang baik kepada anak-anakmu tentang ayah surgawi yang luar biasa.

Saya berdoa agar kasih bapa itu mengalir dalam hidup kalian, dan biar kalian alami kasih-Nya sebagai kasih Bapa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: