'manusia hidup bukan dari roti saja…'

BAROMETER VISI HIDUP KITA

BAROMETER VISI HIDUP KITA

 

 

 

VISI TUHAN ATAS HIDUP KITA

 

Kita akan mempelajari kisah hidup Saul yang tercermin dari arti-arti nama dari segenap keluarganya.

 

BERKENALAN DENGAN LATAR BELAKANG KELUARGA SAUL

Saul adalah anak tunggal dari keluarganya, ayahnya Kish hanya memiliki satu anak saja, yaitu Saul I Taw 8:33

. Arti nama Saul adalah ‘desired’ , ‘diinginkan’.

I Taw 8;33 Ner memperanakkan Kish; Kish memperanakkan Saul; Saul memperanakkan Yonatan, Malkisua, Abinadab dan Esbaal.

Saul adalah anak yang sangat dinanti-nantikan kelahirannya oleh keluarganya, dan menjadi anak tunggal yang sangat diinginkan, dimanja dan dipuji-puji sejak kecilnya.

Hal ini tercermin pada I Sam 9: 5 dimana pada saat Saul diperintahkan ayahnya mencari keledai betina yang hilang, Saul mau buru-buru pulang karena pengenalannya terhadap ayahnya yang rupanya sering sekali  mengkawatirkan dia, padahal pada saat itu tentunya dia sudah dewasa dan bahkan di pembahasan kemudian kita akan ketahui bahwa pada saat peristiwa itu terjadi, dia sudah berkeluarga. Kata kuatir ini muncul lagi dua kali dalam perikop yang sama, dari hal ini kita bisa ketahui bersama, untuk melepas Saul yang sudah dewasa dan sudah menikah,  pergi mencari keledai betina yang hilang,  Kish, ayah Saul harus melepasnya bersama seorang bujang, dan bekal uang untuk mereka dititipkan pada sang bujang, bukan pada anaknya ( jadi di sini terlihat Saul sampai dewasa masih diperlakukan seperti anak kecil, sangat diproteksi sekali dan terlihat tidak dilatih untuk menjadi dewasa)

I Sam 9: 3-8

Kish, ayah Saul itu, kehilangan keledai-keledai  betinanya. Sebab itu berkatalah Kish kepada Saul, anaknya: “Ambillah salah seorang bujang, bersiaplah dan pergilah mencari keledai-keledai itu.”  Lalu mereka berjalan melalui pegunungan  Efraim; juga mereka berjalan melalui tanah Salisa,  tetapi tidak menemuinya. Kemudian mereka berjalan melalui tanah Sahalim, tetapi keledai-keledai  itu tidak ada; kemudian mereka berjalan melalui tanah Benyamin, tetapi tidak menemuinya.  Ketika mereka sampai ke tanah Zuf, berkatalah Saul kepada bujangnya yang bersama-sama dengan dia: “Mari, kita pulang. Nanti ayahku tidak lagi memikirkan keledai-keledai itu, tetapi kuatir  mengenai kita.”  Tetapi orang ini berkata kepadanya: “Tunggu, di kota ini ada seorang abdi Allah,  seorang yang terhormat; segala  yang dikatakannya pasti terjadi. Marilah kita pergi ke sana sekarang juga, mungkin ia dapat memberitahukan kepada kita tentang perjalanan yang kita tempuh ini.”  Jawab Saul kepada bujangnya itu: “Tetapi kalau kita pergi, apakah yang kita bawa kepada orang itu? Sebab roti di kantong kita telah habis, dan tidak ada pemberian  untuk dibawa kepada abdi Allah itu. Apakah yang ada pada kita?” Jawab bujang itu pula kepada Saul: “Masih ada padaku seperempat syikal perak; itu dapat aku berikan kepada abdi Allah itu,

I Sam 10:2..mencatat mengenai nubuatan Samuel akan tanda-tanda yang akan digenapi oleh Tuhan dalam perjalanan Saul pulang ke rumahnya, penulis kitab Samuel tidak segan-segan menuliskan kembali mengenai kekuatiran Kish, ayah Saul ini

I Sam 10:2

 Apabila engkau pada hari ini pergi meninggalkan aku, maka engkau akan bertemu dengan dua orang laki-laki di dekat kubur  Rahel, di daerah Benyamin, di Zelzah. Mereka akan berkata kepadamu: Keledai-keledai  yang engkau cari itu telah diketemukan; dan ayahmu tidak memikirkan keledai-keledai itu lagi, tetapi ia kuatir  mengenai kamu, katanya: Apakah yang akan kuperbuat untuk anakku itu?

Saul berasal dari keluarga kaya. Hal ini tercermin dari I Sam 9: 1.

I Sam 9:1

Ada seorang dari daerah Benyamin, namanya Kish bin Abiel, bin Zeror, bin Bekhorat, bin Afiah, seorang suku Benyamin, seorang yang berada (berada=’Chayil’= kaya raya= makmur)

Dan dikatakan pada I Sam 9: 3 bahwa Kish memiliki keledai-keledai, artinya keledainya tidak hanya satu, tetapi banyak,

I Sam 9: 3-8

Kish, ayah Saul itu, kehilangan keledai-keledai  betinanya. Sebab itu berkatalah Kish kepada Saul, anaknya: “Ambillah salah seorang bujang, bersiaplah dan pergilah mencari keledai-keledai itu.”

Padalal, keledai adalah salah satu binatang yang dianggap sebagai barang milik yang berharga, hal ini dapat kita lihat pada ayat berikut ini:

Ulangan 5: 21

Jangan mengingini isteri sesamamu, dan jangan menghasratkan rumahnya, atau ladangnya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya, atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.

Dan dari kutipan ayat sebelumnya yang tadi di atas , terlihat jelas bahwa Kish memiliki banyak pelayan/bujang, sehingga memerintahkan Saul pergi bersama salah seorang bujangnya.  Bahkan bujangnya ini pun membawa ‘masih ada padaku’ seperempat syikal perak, 1 Sam 9:8. Itu mengisyaratkan tadinya mungkin saja bahwa bekal mereka lebih banyak lagi, dan saat itu, Cuma itu yang tersisa, ‘seperempat syikal perak’

Selain orang berada, rupanya di rumah Saul di Gibea, keluarga Kish cukup terpandang dan terkenal

Dari ayat inilah kita tahu bahwa Saul berasal dari Gibea.

I Sam 15: 34

Kemudian Samuel pergi ke Rama, tetapi Saul pergi ke rumahnya, di Gibea-Saul.

Dari ayat ini di bawah ini, kita tahu, bahwa keluarga Saul adalah keluarga yang cukup tersohor/ terkenal di Gibea, mungkin saja mereka mengenal Kish, si orang Gibea yang kaya raya,  ayah Saul, dan juga orang-orang Gibea mengenal betul siapa Saul,bisa jadi karena Kish hanya memiliki Saul sebagai anak semata wayangnya. Karena Kish seorang pengusaha, mereka, orang-orang penduduk Gibea,  menjadi terheran-heran, si anak pengusaha ini kog bisa kepenuhan seperti nabi, padahal kan Saul tidak punya asal-usul dari keluarga nabi?

I Sam 10: 10-13

Ketika mereka sampai di Gibea dari sana, maka bertemulah ia dengan serombongan nabi; Roh Allah berkuasa atasnya dan Saul turut kepenuhan  seperti nabi di tengah-tengah mereka.  Dan semua orang yang mengenalnya dari dahulu melihat dengan heran, bahwa ia bernubuat bersama-sama dengan nabi-nabi itu; lalu berkatalah orang banyak yang satu kepada yang lain: “Apakah gerangan j  yang terjadi dengan anak Kish itu? Apa Saul juga termasuk golongan nabi?  ”  Lalu seorang dari tempat itu menjawab: “Siapakah bapa mereka?” –Itulah sebabnya menjadi peribahasa: Apa Saul juga termasuk golongan nabi?  Setelah habis ia kepenuhan  seperti nabi, pulanglah ia.

BERKENALAN LEBIH JAUH DENGAN PRIBADI SAUL

Tentu sebagai anak tunggal , Saul sangat dimanjakan oleh bergelimangan kekayaan orang tuanya. Saul juga selain dari keluarga kaya raya, dia seorang yang berparas paling tampan dari antara semua pria di Israel, ibaratnya kalau zaman sekarang, Saul pastilah terpilih sebagai seorang Cover Boy,  I Sam 9: 2, dan tidak itu saja, dia  berperawakan atletis , tinggi dan sangat menawan semua mata yang melihat kecantikan luarnya/ outer beauty.

I Sam 9: 2.

Orang ini ada anaknya laki-laki, namanya Saul, seorang muda yang elok rupanya; c tidak ada seorangpun dari antara orang Israel yang lebih  elok dari padanya: dari bahu ke atas ia lebih tinggi  dari pada setiap orang sebangsanya.

Saul sebenarnya juga seorang yang memperhatikan good looking/ memperhatikan penampilan agar enak dilihat, kemungkinan besar dia orang yang necis, rapi, dan sangat fashionable, dan hal itu sangat mewarnai pemerintahannya, dimana dia mendandani orang Israel sedemikian rupa, sehingga pada Zaman Saul memerintah, para rakyat perempuan hidup dengan pakaian mewah dari kain mahal,  kain Kirmizi dan juga mengenakan pakaian yang berhiaskan emas. Hal tersebut terlihat dari ayat ini

II Sam 1: 24

 Hai anak-anak perempuan Israel, menangislah karena Saul,  yang mendandani kamu dengan pakaian mewah dari kain kirmizi, yang menyematkan perhiasan emas pada pakaianmu

Tidak hanya itu saja, tetapi Saul juga seorang yang tangkas dalam menggunakan senjata, cepat, dan kuat

II Sam 1: 22

… dan pedang Saul tidak kembali dengan hampa.

            II Sam 1: 23

Mereka lebih cepat dari burung rajawali,  mereka lebih kuat dari singa. 

Kepribadian Saul sebenarnya adalah orang yang dicintai dan yang ramah.

            II Sam 1: 23

Saul dan Yonatan, orang-orang yang dicintai dan yang ramah….

MELIHAT LEBIH JAUH KEHIDUPAN KELUARGA SAUL

Ketika Saul dewasa, ia menikah dengan seorang perempuan bernama Ahinoam anak Ahimaas.

Menarik sekali di sini, Ahimaas, mertua Saul memiliki arti nama  “my brother is anger (wrath)” ‘Saudara saya adalah marah/murka’. Dan dia menamakan anak gadisnya nya Ahinoam, yang artinya adalah “my brother is delight”  ‘Saudara saya adalah kesenangan’

I Sam 14: 49, II Sam 2: 8-10, 1 Sam 31; 2,  1 Taw 10; 2, I Taw 8: 33, dan I Taw 9: 39,

Dari ayat-ayat tersebut di atas, kita ketahui bahwa dari istri syahnya,  Ahinoam anak Ahimaas ini, Saul memperanakkan 6 orang anak ,yaitu: Yonatan, Yiswi alias Abinadab, Malkisua, Merab, Mikhal, Isyboset alias Esybaal.

Lima orang anak pertama Saul ini  diperanakkan Saul sebelum dia menjadi raja, sedangkan anaknya yang bungsu, Isyboset alias Esybaal diperanakkan setelah dia menjadi raja.

Hal ini dapat kita ketahui dari fakta-fakta sbb:

Dalam dua ayat ini 2 Samuel 2: 10 dan Kisah Rasul 13:21, kita tahu bahwa pada saat Esybaal memerintah menggantikan ayahnya, usianya adalah 40 tahun (2 Sam 2: 10), sedangkan Saul memerintah bangsa Israel adalah selama 40 tahun juga (Kis 13: 21), itu artinya Esybaal dilahirkan pada tahun yang sama saat Saul menjadi raja.

Itu artinya kelima anak Saul lainnya diperanakkan sebelum Saul jadi raja.

 

MENYELIDIKI ARTI NAMA KELUARGA SAUL

Dan inilah arti-arti nama mereka:

  1. Anak pertama Saul bernama: Yonatan= arti nama ini adalah “Jehovah has given” “Yahweh memberi”, dilahirkan sebelum Saul menjadi raja

Yonatan ini memiliki anak bernama Mefiboset alias Meribaal ( Cucu Saul )

Dari segi arti nama Mefiboset dan arti nama Meribaal, memang banyak sumber sumber dan penafsiran yang berbeda-beda, namun saya mengintisarikan dari berbagai sumber dan menyimpulkan bahwa

Mefiboset  , dalam 2 Samuel 9;12 dari 2 akar kata yang artinya:

פָּאָה – PA’AHserpihan/ remukan dan kata

בּשֶׁת – BOSYETaib/ shame.

Maka nama MEFIBOSYET, berarti: menghilangkan rasa malu.

Dari dua akar kata tadi bisa kita artikan : mungkin berarti; Menghancurkan Rasa Malu, atau bisa juga berarti Mephibosheth = “exterminating the idol”, MEMBASMI BERHALA, dimana Baal pada masa itu disebut sebagai Dewa kekejian

Sedangkan arti nama Meribaal , dalam 1 Taw 8: 34  dan  1 Taw 9:40 memiliki akar kata yang berbeda dengan Mefiboset pada 2 Sam 9:12:

mer-eeb’ : Berjuang/melawan/ bersoal jawab

bah’-al ; Baal

 Dari dua akar kata tadi bias kita artikan: mungkin berarti BERJUANG MELAWAN BAAL.

  1. Anak kedua Saul bernama; Yiswi = arti nama ini adalah “he resembles me”  ‘ia mirip saya’ , Yiswi ini berubah nama menjadi  Abinadab = arti nama ini adalah “my father is noble” ‘ayahku mulia’  ( Bandingkan dengan I Sam 14:49) , , dilahirkan sebelum Saul menjadi raja.
  2. Anak ketiga Saul bernama; Malkisua= arti nama ini adalah “my king is wealth”  ‘rajaku adalah kekayaan’, dilahirkan sebelum Saul menjadi raja.
  3. Anak keempat Saul bernama ; Merab= arti nama ini adalah “increase” ‘meningkatkan’, dilahirkan sebelum Saul menjadi raja

Merab memiliki 5 anak laki-laki yang tidak disebutkan namanya dalam Alkitab

  1. Anak kelima Saul bernama ; Mikhal= arti nama ini adalah “who is like God” ‘Siapakah yang seperti Allah?’- lebih condong dalam arti ‘meragukan Allah’, dilahirkan sebelum Saul menjadi raja.

Mikhal ini pernah jatuh cinta pada Daud, dan pernah dinikahkan dengan Daud dengan mas kawin 200 kulit katan orang Filistin, dan oleh Saul, Mikhal ini dinikahkan kembali dengan orang bernama Palti = “my deliverance” = pembebasan saya.

Bersama Palti ini, Mikhal tidak memiliki anak, bahkan saat Mikhal dikembalikan ke Daud sebagai simbol politik, Mikhal tetap tidak mendapat anak sampai hari matinya.

  1. Anak keenam Saul bernama Isyboset alias Esybaal, dilahirkan setelah Saul menjadi raja

Isyboset l artinya Pria Pemalu/ Seorang Pemalu

Isyboset berganti nama menjadi Esybaal.

Sedangkan Esybaal artinya ‘a man of Baal’, ‘manusia baal’ Sedangkan Baal artinya Tuhan/pemilik/’lord’ jadi  Esybaal bisa diartikan  ‘seorang tuan’ , Baal juga adalah nama sesembahan orang Kanaan, yang diyakini sebagai Dewa Alam yang menjamin kesuburan,  

Setelah itu, di bagian Alkitab lainnya kita ketahui bahwasannya Saul memiliki gundik bernama Rizpa binti Aya. Menarik sekali di sini, bahwasannya Rizpa itu artinya   ‘bara yang menyala’ (bangdingkan dengan Yesaya 6;6 yang menggunakan kata yang sama; Ritspah).

Nama perempuan ini tidak pernah disebut-sebut terlepas dari nama ibunya Aya, yang artinya ‘falcon’ nama sejenis burung. Hal ini mengisyaratkan bahwa Rizpa bukan dari kalangan budak yang diangkat menjadi gundik, melainkan dari keluarga terpandang, karena nama ibunya, Aya, dikenal.

Dari perempuan ini, Saul mendapat dua anak laki laki lagi, bernama

  1. Armoni yang artinya ‘one of the palace’ ‘salah satu istana’ serta
  2. Mefiboset yang artinya ‘pembasmi berhala’

(Keterangan: anda jangan bingung, nama tokoh Mefiboset di sini memang ada dua, yang pertama anak Saul yang didapat dari gundiknya dan yang kedua Anak daripada Yonatan, yang juga adalah cucu Saul)

VISI DALAM SEBUAH NAMA

Ketika sepasang orang tua memberi nama kepada anak-anaknya, tentu memiliki VISI yang terkandung di dalam setiap arti nama tersebut, nah kita bisa melihat dengan jelas siapa sebenarnya Saul dari cara dia menata VISI kehidupannya yang tercermin dari bagaimana dia memberi nama anak-anaknya.

Keunikan Alkitab adalah walaupun di masa-masa tertentu suasana hati seseorang tidak dijelaskan secara gamblang dalam kisah biografinya, namun kita dapat menggali dengan cara atau metode lain yang salah satunya bisa kita gali dari arti-arti nama tiap pribadi.

Sebagai contoh lain, terlepas dari kehidupan Saul yang saat ini kita bahas,  saat kita mempelajari kehidupan Yusuf di Mesir misalnya, Alkitab tidak mencatat bagaimana perasaan Yusuf saat itu, kala dia telah hidup nyaman menjadi seorang raja, namun kita dapat mengetahuinya dari nama anak-anaknya;Manasye dan Efraim. Yusuf berusaha melupakan semua yang menyakitkan yang ada di belakang kehidupannya, tetapi ternyata melupakan saja tidak cukup, belakangan nanti kita ketahui bahwa Yusuf juga perlu mengampuni kakak-kakaknya dan berdamai dengan masa lalunya.

Jika saya renungkan kembali semua arti nama-nama anak Saul tersebut, dapat kita tafsirkan perjalanan VISI Saul dalam kehidupannya adalah sebagai berikut:

VISI 1. Terlukis pada pemberian nama

YONATAN = YAHWEH MEMBERI

Setelah Saul menikah dengan Ahinoam anak Ahimaas, dia memiliki anak pertamanya, seorang bayi laki-laki yang diberi nama Yonatan, yang artinya Yahweh Memberi.

Kemungkinan besar, pada awal-awal pernikahan Saul, dia adalah orang yang pernah dekat dengan Allah Israel, pengharapannya akan Allah Israel sedemikian besar.  Hanya satu anak pertama ini saja yang namanya menyangkut-nyangkut nama Yahweh, sisanya…anak kedua dan seterusnya tidak pernah diberi nama dengan menyangkut-nyangkutkan nama Yahweh. Ini suatu pertanda terjadinya degradasi iman kepada Allah Israel. (Visi 1. Kebergantungan Hidup pada Allah Israel)

VISI 2. Terlukis pada pemberian nama

YISWI = IA MIRIP SAYA

Waktu terus berjalan, anak keduanya pun lahir, bayi laki-laki ini pun diberi nama Yiswi yang berarti ‘ia mirip saya’. Bisa jadi Yiswi ini sangat mirip dengan Saul, ayahnya, yang ganteng dan berperawakan tinggi. Walaupun semua ayah ada pada tingkat wajar apabila bangga anaknya mirip dengan dirinya yang kebetulan berparas ganteng, namun kita sudah bisa mulai melihat adanya pergeseran visi di sini. Sebagai anak tunggal yang sangat dibangga-banggakan dan ganteng, tentu sejak kecil Saul mendapat banyak pujian karena kelebihan fisiknya ini, dan ketika disadarinya bahwa dirinya itu good looking/ enak dilihat/ berparas tampan, dia pun sangat bangga saat anak lelaki keduanya ini mirip dengan dirinya.  (Visi 2. Memberhalakan Penampilan , kecantikan luar, outer beauty)

VISI 3. Terlukis pada pemberian nama

MALKISUA= RAJAKU ADALAH KEKAYAAN

Kemudian waktu terus berjalan, bisa jadi Saul terus bergelut dalam pekerjaannya, atau bisnis keluarga besarnya, yang terbilang kaya raya. Bisa jadi dia meneruskan usaha orang tuanya, karena kan dia adalah anak tunggal, pewaris tunggal ayahnya. Lahirlah anak ke tiganya yang diberi nama MALKISUA, yang artinya ‘rajaku adalah kekayaan.’ Pada masa ini Saul ternyata menjadikan kekayaan menjadi sebuah visi dalam hidupnya, dia mengejar hal itu.

Apa sebenarnya bisnis/ pekerjaan Saul?

Rupanya Saul adalah seorang peternak lembu yang pada zaman itu diternakkan, yang secara tersirat bisa kita selidiki pada I Sam 11:5,

I Sam 11:5 Saul baru saja datang dari padang dengan berjalan di belakang lembunya (BAQAR)…

Dalam tautan berikut ini saya kutib keterangan tentang lembu sapi yang digunakan kata BAQAR dalam I Sam 11: 5 tersebut

http://www.sarapanpagi.org/hewan-hewan-di-alkitab-vt6676.html#p29098

Orang harus kaya seperti Abraham untuk memelihara banyak ternak termasuk lembu sapi , Ibrani: בָּקָר – BAQAR

Hanya orang kaya yang menernakkan Lembu Sapi / Baqar pada zaman itu, Jadi kesimpulannya, Saul memiliki bisnis yang lumayan menjanjikan

Tak heran kelak setelah dia menjadi raja, karakter Saul yang terlihat jelas saat dia mengutamakan mendapatkan jarahan daripada mentaati perintah Tuhan untuk menumpas semua jarahan. Saul menyelamatkan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik, dengan mengkambinghitamkan kehendak rakyat, di hadapan Samuel sebagai alasan. ( I Sam 15:15)

Tak heran Saul saat mengajak orang Israel berperang, dia mengirimkan potongan-potongan sapi pada semua suku  Israel sebagai senjata ancaman:

I Sam 11: 7 Diambilnyalah sepasang lembu ( BAQAR) , dipotong-potongnya, lalu potongan-potongan itu dikirimkannya ke seluruh daerah Israel dengan perantaraan utusan, pesannya: “Siapa yang tidak maju mengikuti Saul dan mengikuti Samuel, lembu-lembunya akan diperlakukan juga demikian.” …………

Pertama kita lihat pada ayat tersebut: sepasang lembu dikorbankan hanya untuk mengirim pesan singkat/ SMS,itu artinya bagi Saul itu perkara ringan memotong sepasang lembu yang sebenarnya harganya pada saat itu mahal sekali. Bagi orang kaya, itu perkara kecil.

Yang kedua dari ayat ini kita lihat bahwa yang dipakai untuk jadi media ancaman adalah lembu sapi / BAQAR, yang adalah hewan yang mahal dan berharga, itulah sebabnya, ancaman itu cukup mujarab, sehingga karena takut LEMBU nya akan bernasib seperti itu, maka bangsa Israel langsung datang mendukung peperangan itu. Tentu saja hal itu tidak terlepas karena juga peran Tuhan yang besar, dengan cara mendatangkan ketakutan kepada bangsa itu, sehingga majulah mereka serentak dalam peperangan itu.

Pada saat itulah, Saul tervokus pada pekerjaannya, bisnisnya , dan saat itulah Saul juga mulai menjadikan harta sebagai mamon yang dikejarnya.

(Visi 3. Memberhalakan Kekayaan dan harta menjadi ‘raja’ dalam hidupnya, ‘merajainya’, kekayaan ‘memerintah’ dan ‘jadi tuan’ dalam hidupnya).

Dalam semua fase musim kehidupan Saul ini, tentunya bisa kita banyangkan kehadiran tiga anak laki-laki sebagai anak pertama, kedua dan ketiga sungguh merupakan sebuah kebanggaan Saul sebagai seorang ayah yang mapan secara ekonomi.

 

VISI 4. Terlukis pada pemberian nama

MERAB= MENINGKATKAN

Sampai di sini Saul mendapatkan anak perempuan pertamanya, yang kemudian diberi nama MERAB yang artinya ‘meningkatkan’, sampai pada titik ini Saul masih terus berusaha meningkatkan dirinya, kekayaannya, hartanya, bisnisnya, dan ada target-target pundi-pundi yang dia kejar. Ada rasa tidak puas dengan yang ada sekarang, ada rasa harus lebih lagi, ada impian-impian yang masih ingin diraih di masa datang, kaya raya saja tidak cukup, melainkan harus mengejar terus yang namanay pertambahan kekayaan menjadi suatu level lanjut yaitu kemakmuran (Visi 4. Memberhalakan Kemakmuran)

VISI 5. Terlukis pada pemberian nama

MIKHAL = SANGGUPKAH ALLAH?

Lalu lahirlah putrinya yang kedua yang diberi nama Mikhal, yang artinya ‘Sanggupkah Allah?” – di sini kita melihat bahwasannya Saul mulai meragukan Allah Israel (karena dalam baha aslinya mengandung akar kata yang artinya ‘meragukan’ , Miykal, dengan akar kata yakol- sanggupkah?).

Dalam 1 Sam 7: 2-4 kita ketahui bahwa dalam kurun waktu 20 tahun lamana seluruh kaum Israel mengeluh kepada Tuhan , mereka hidup dalam tekanan bangsa Filistin.

Sebenarnya akar permasalahan bangsa Israel adalah karena mereka meninggalkan Allah yang hidup dan berpaling pada Baal yang dipercaya oleh penduduk Kanaan, sebagai penguasa Alam, pengatur cuaca, pengatur panen, dll

Lalu pada akhirnya kalau kita baca terus sepanjang I Samuel pasal 7, Samuel memimpin doa dan ibadah atas bangsa itu, dan Tuhan mengirimkan guntur dengan bunyi yang hebat atas orang filistin dan mengacaukan mereka sehingga mereka terpukul kalah. Hal ini terjadi setelah bangsa Israel menjauhkan para Baal dan para Asytoret dan beribadah hanya kepada TUHAN. Kembali di sini Tuhan menyatakan kedahsyatan-Nya dengan menggunakan media alam,GUNTUR,  yang diyakini oleh para pemuja Baal adalah dikuasai pengaturannya oleh Baal.

Oleh karena itulah pada saat Samuel berpidato terakhir kalinya pada I Samuel 12; 17-18, dia mendemonstrasikan bahwa penguasa alam adalah Allah Israel, bukan Baal, Samuel berdoa untuk datangnya guruh dan hujan pada musim menuai gandum, sesuatu yang tidak lazim, dan hal itu benar-benar didemonstrasikan oleh Tuhan yang benar benar menjawab doa Samuel dan mengirimkan pada hari itu guruh dan hujan, dan Samuel dalam pidatonya menekankan berulang-ulang akan pentingnya hidup takut akan Tuhan dan beribadah pada Allah Israel ( 1. di I Sam 12: 14-15, 2 di 1 Sam 12; 20-21. 3. 1 Sam 12;  24-25)

Bisa jadi pada masa-masa suram inilah lahirlah Mikhal. Pada masa-masa sulit ini Saul mulai meragukan Allah Israel.

Kekayaan yang Saul kumpulkan selama ini mulai diusik oleh musuh, orang Filistin. Orang Filistin yang suka merampas dan menindas, tidak kenal belas kasihan. Di manakah Allah Israel itu, dimanakah tangan-Nya? Visi Saul saat itu (kemakmuran) terinjak-injak oleh musuh.

Tidak heran kelak ketika Saul memerintah menjadi raja, ada semacam dendam terhadap musuh dan perkataan-perkataan kutuk yang tidak perlu Saul lampiaskan dalam peperangannya melawan musuh. (I sam 14; 24)

I Sam 14: 24

Ketika orang-orang Israel terdesak pada hari itu, Saul menyuruh rakyat mengucapkan kutuk,  katanya: “Terkutuklah orang yang memakan sesuatu sebelum matahari terbenam dan sebelum aku membalas dendam terhadap musuhku.” Sebab itu tidak ada seorangpun dari rakyat yang memakan sesuatu

Tidak heran, pada masa-masa seperti ini Saul kemungkinan mulai meninggalkan Allah Israel dan mulai melirik allah lain, yaitu para BAAL, yang merupakan kekejian bagi Tuhan, hal ini bisa kita lihat bahwa si Mikhal bertumbuh menjadi seorang pemilik  Terafim. (I Sam 19; 13)

Terafim adalah patung berhala

Mikhal bertumbuh menjadi pemudi yang menyimpan terafim dalam hidupnya, tidak bersungguh-sungguh pada Allah Israel, hidup di bawah didikan yang salah.

Di sinilah bisa kita kaitkan dengan teguran Tuhan pada Saul lewat nabi Samuel yang juga dalam tegurannya itu menyebut-nyebut juga kata terafim, (  I Sam 15: 23)

“Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja.”

 

Demikianlah pergeseran ini terus terjadi, mulai dari yang awalnya berharap pada Allah Israel, mengakui bahwa Allah Israel adalah Pemberi,  bersyukur kepada-Nya, menjadi bergeser pada penampilanku, kemudian berlanjut pada kekayaanku, meningkat kemudian pada kemakmuranku,  sampai pada akhirnya sehingga pada suatu titik, Saul mulai meragukan keberadaan Allah Israel. (Visi 5. Memberhalakan ilah lain. Mulai meragukan Allah Israel, mulai melirik allah lain.)

SAUL JADI RAJA

SAUL HARUS MENGUBAH VISINYA DARI SEORANG PEBISNIS MENJADI SEORANG RAJA/ MASUK DALAM KANCAH POLITIK

 

VISI 6. Terlukis pada pemberian nama

MEFIBOSET= PRIA PEMALU

Pada kelanjutan kisah ini, bangsa Israel menginginkan adanya seorang raja, dan atas permintaan bangsa Israel, Tuhan mengabulkan permintaan mereka.

Tuhanlah yang menunjuk Saul menjadi seorang raja, namun demikian, kriteria yang Tuhan dapati pada diri Saul adalah kriteria yang atas pengetahuan Tuhan adalah sosok  figur raja yang didambakan bangsa Israel, bukan kriteria Tuhan sendiri.

Hal ini dapat kita baca di I Sam 9: 20.

“Tetapi siapakah yang memiliki segala yang diingini orang Israel? Bukankah itu ada padamu dan pada seluruh kaum keluargamu?”

  1. Orang Israel asli (dalam hal ini, Saul berasal dari suku Benyamin)
  2. Dari keluarga kaya I Sam 9:1-2
  3. Ganteng/ tampan I Sam 9:1-2
  4. Berperawakan atletis/bertubuh mempesona I Sam 9:1-2
  5. Tangkas dalam berperang, cepat, dan kuat II Sam 1: 22,23.

Hal –hal lahiriah/ outer seperti itulah yang didambakan oleh orang Israel menjadi pemimpin mereka, raja mereka.

Daud sama-sama ditunjuk oleh Tuhan sendiri, sama seperti Saul juga. Daud juga sama-sama diurapi oleh Tuhan sendiri melalui perantaraan nabi-Nya Samuel, sama seperti Saul juga, tapi bedanya Daud memenuhi kriteria Tuhan, bukan kriteria orang Israel, karena kriteria orang Isrel adalah kriteria OUTER (tampak luar), tetapi kriteria Tuhan adalah kriteria INNER (tampak dalam) ( I Sam 13: 14, 15: 28), bahkan kita tahu semua bahwasannya Samuel sempat hampir salah mengurapi kakak-kakak Daud yang memang berparas tampan dan berperawakan tinggi ( I Sam 16: 7)

I Sam 13:14

Tetapi sekarang kerajaanmu  tidak akan tetap. TUHAN telah memilih seorang yang berkenan di hati-Nya  dan TUHAN telah menunjuk  dia menjadi raja  atas umat-Nya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan TUHAN kepadamu.”

I Sam 13:28

Kemudian berkatalah Samuel kepadanya: “TUHAN telah mengoyakkan j  dari padamu jabatan raja atas Israel pada hari ini dan telah memberikannya kepada orang lain yang lebih baik dari padamu.

Kriteria Tuhan tentunya lebih baik daripada kriteria bangsa Israel, karena Tuhan melihat hati/ inner (tampak dalam)

Saul yang sepertinya tanpa sengaja menuruti kehendak ayahnya mencari keledai betina yang hilang, dipertemukan secara sepertinya tidak sengaja dengan Samuel, dan pada saat pulang, di ujung kota, Saul diurapi menjadi raja.

Walaupun Saul adalah seorang yang dilahirkan di keluarga kaya, terkenal di daerahnya, terpandang, seorang pengusaha peternakan sapi, telah beristri dan memiliki 5 orang anak, namun ternyata Saul adalah seorang yang minder.

  • Terbukti semua pengalamannya yang dahsyat karena telah diurapi Samuel menjadi raja, tidak diberitahukannya kepada pada pamannya yang menanyakan hal hal apa sajakah yang yang dikatakan Samuel pada Saul. ( I Sam 10: 15-16) .
  • Keminderannya ini kemungkinan juga terkait dengan keberadaan sukunya sebagai suku Israel yang terkecil , dan Saul menganggap kaumnya adalah kaum yang paling hina dari segala kaum suku Benyamin.( I Sam 9:21).
  • Hal ini juga sangat tercermin pada peristiwa yang cukup menggelikan, karena pada saat terjadi undian pemiliihan raja, di Mizpa, Saul terpilih dari mulai undian suku, kaum, keluarga dan nama pribadi, setelah dicari Saul tidak ada, ternyata dia bersembunyi di atara barang-barang. Sifat kekanak-kanakan Saul terlihat jelas pada titik peristiwa ini.

Pada masa-masa awal Saul menjadi raja dan tidak secara langsung mendapatkan pengakuan dan penerimaan oleh bangsa Israel , bahwa Saul pantas menjadi raja atas mereka, bahkan ada bangsa Israel yang menghina dia, tidak membawa persembahan kepadanya, ( I Sam 10: 27), mereka menunggu bukti kepahlawanannya terbukti baru mau mengakuinya sebagai raja ( I Sam 11;12-15) , oleh karena itulah ada acara pembaharuan jabatan raja (baca I Sam 9:1, 24, 27, 11:15) yang mana peristiwa itu diakhiri dengan  Samuel berpamitan pada bangsa itu ( 1 Sam 12) .

Nah…mungkin pada masa-masa seperti inilah lahir anaknya yang kelima , yang diberi nama Isyboset, yang artinya pria pemalu.

Bisa jadi masa-masa ini mencakup waktu 2 tahun ( Lihat di I Sam 13: 1, I Sam 14 : 47 perhatikan kata ‘setelah Saul mendapat jabatan raja …’)

Di masa ini, Saul mau tidak mau harus memulai untuk  mengubah arah hidupnya dari seorang pebisnis, seorang pengusaha, seorang yang mengejar kemakmuran, menjadi seorang pemimpin suatu bangsa, seorang raja.

Dia sebenarnya belum siap sama sekali untuk itu, dan dia tampaknya bukan orang yang mudah percaya, terbukti Samuel harus mengemukakan banyak tanda untuk meyakinkan Saul bahwa dia adalah orang yang diurapi Tuhan menjadi raja Israel yang pertama  dan terbukti juga Saul harus dibuktikan melalui beberapa lapis tahapan undian pemilihan raja( I Sam 10).

Dia sedang mencari jati dirinya, mengumpulkan kepercayaan dirinya.

Dan sebenarnya orang yang minder tidak jauh berbeda dari orang yang sombong, hanya berbeda tipis saja dari manifestasi/ekspresi luarnya.

Orang yang sombong adalah orang yang menilai diri terlalu tinggi atau menilai diri lebih tinggi dari orang lain, karena dia mengandalkan dirinya sendiri, sedangkan orang minder, kasusnya sama saja, melihat keberadaan dirinya sendiri, sehingga dia mendapati dirinya lebih rendah dari orang lain, jadi orang yang minder dan orang yang sombong sama-sama mengandalkan dirinya, fokusnya adalah pada dirinya, bukan pada yang lain, bukan pada melayani orang lain, bukan pada Tuhannya, bukan pada kesanggupan Tuhan atas hidupnya.

Orang yang sombong tidak mau keluar dari ‘jebakan fokus pada dirinya sendiri’ sehingga dia tidak mau ditegur, tidak mau belajar lagi, merasa sudah paling hebat, tidak mau dikoreksi, tidak mau tunduk, sehingga jika semua hal itu terjadi, kenyamanan dirinya yang selama ini sudah dia raih, dikawatirkan bisa runtuh. Mempertahankan titik stagnan, merasa sudah di puncak dan gagal menuju puncak yang lebih tinggi.

Sedangkan orang yang minder juga sama, tidak mau keluar dari ‘jebakan fokus pada dirinya sendiri’ sehingga dia tidak mau dipromosikan, takut belajar hal baru, takut pada area baru, tanggung jawab baru, takut dicela, takut salah, takut dihina, takut ditinggalkan, takut tidak diterima, dst, karena jika semua hal itu terjadi, kenyamanan dirinya yang sudah dia bangun selama ini dikawatirkan bisa runtuh. Mempertahankan area nyaman, tidak berani mengambil resiko.

Di sinilah kita garis bawahi bahwa ada eksistensi diri yang sedang berjuang untuk dipertahankan oleh Saul, entah hal itu terekspresi lewat keminderannya, atau pada fase berikutnya terekspresi lewat kesombongannya. (Visi 6. Memberhalakan Eksistensi Diri)

 

VISI 7. Terlukis pada perubahan nama

DARI NAMA

YISWI = IA MIRIP SAYA

MENJADI

 NAMA ABINADAB= AYAHKU MULIA

Namun dalam beberapa waktu lamanya ( bisa jadi dua tahun pertama awal pemerintahannya) , sebelum Saul ditolak menjadi raja oleh Tuhan, Saul mulai menunjukkan eksistensinya menjadi raja, Ia menunjukkan kepahlawanannya dalam mengalahkan bani Moab, Amin, Edom dan raja –raja negri Zoba serta orang Filistin. Ke mana pun dia berperang ia selalu mendapatkan kemenangan. Hal ini dapat kita baca pada I Sam 14; 47.

Mungkin pada saat itulah, Saul mulai menampakkan wujud perubahan dari si minder menjadi si superior, si pemuja diri, si sombong, yang essensinya sebenarnya sama saja, SI AKU, DIRIKU, TENTANG AKU.

Bisa jadi pada masa seperti inilah , saat Saul sudah eksis menjadi seorang raja yang diakui kehebatannya oleh bangsa Israel, dia mengubah nama anak keduanya si Yiswi yang tadinya artinya ‘ia mirip saya’ , dirubah namanya oleh sang ayah  menjadi Abinadab (‘ayahku mulia’) artinya , dia bukan saja mirip dengan ayahnya, tetapi untuk menjawab sebuah kalimat tanya “Ayahnya adalah ayah yang bagaimana?” “Ayahnya  itu adalah seorang yang mulia”

Tentunya Yiswi adalah nama kecil , yang mana ketika Yiswi meninggal sebagai seorang tentara mengikuti peperangan ayahnya, dia dikenal sebagai Abinadab.

I Sam 14; 49

Anak-anak lelaki Saul ialah Yonatan, Yiswi dan Malkisua. 

Hal ini terbukti pada saat meninggal di medan tempur ( 1 Sam 31: 2), bangsa Israel menyebut-nyebut dan mengenal nama ketiga pangeran yang meninggal di medan tempur adalah ;  Yonatan, Abinadab dan Malkisua.

I Sam 31: 2

 Orang Filistin terus mengejar Saul dan anak-anaknya dan menewaskan Yonatan,  Abinadab dan Malkisua,  anak-anak Saul

Dalam silsilah yang dicatat di kitab Tawarikh ( I Taw 8:33) ,  Yiswi tidak pernah disebut lagi, artinya dia sudah berganti nama, dari yang tadinya Yiswi= ia mirip saya’ menjadi  Abinadab –‘ayahku mulia’.

I Taw 8: 33

Ner   memperanakkan Kish;  Kish memperanakkan Saul;  Saul memperanakkan Yonatan, Malkisua, Abinadab dan Esybaal. 

Keterangan : Karena kitab 1 Tawarikh ditulis lebih belakangan daripada kitab Samuel, dan karena kitab 1 Tawarikh ditulis pada masa pembuangan, dan yang ditulis di kitab ini adalah data-data silsilah untuk pencatatan resmi, maka nama yang tertera di sini menurut saya adalah nama yang sudah mengalami perubahan, sedangkan yang di kitab Samuel adalah nama asli yang didapat pada awalnya saat tokoh itu dilahirkan. Oleh karena itu saya meyakini nama  tokoh Yiswi, nama Yiswi adalah saya yakini sebagai nama awal, sedangkan nama Abinadab adalah nama berikutnya , demikian juga pada tokoh Isyboset, itu  adalah nama awal, sedangkan Esybaal adalah nama berikutnya.

Penelitian berdasarkan kitab mana yang lebih dulu ditulis ini belum tentu menjadi bahan pertimbangan penafsir lain , sehingga ada pada beberapa tulisan yang meyakini nama awal mereka justru yang Abinadab dan Esybaal.

Sampai di sini terjadi pergeseran yang lebih mengerikan , di mana Saul tidak saja mulai mencari jati dirinya itu siapa, melainkan lebih jauh, dia mulai menikmati ketenarannya, keberhasilannya, kemuliaannya, kehebatannya, kedudukannya, pengakauan atas dirinya, penghormatan orang-orang atas dirinya, dan jika hal ini terusik, dia akan melakukan tindakan yang seakan-akan haus akan penghormatan, butuh akan pujian dan pengakuan.

Saul sangat membutuhkan sebuah pengakuan, dan harga diri yang sangat dijaganya harus selalu tinggi dan terhormat di mata orang lain, hal ini bisa kita baca di I Sam 15; 30 ketika kelak dia menjadi raja, kalimat seperti apa yang pernah diucapkannya:

Pernah di suatu saat Saul menyuruh meniup sangkakala  di seluruh negri agar rakyat tahu dia telah memukul kalah Filistin, padahal kemenangan yang telah diraih itu, yang melakukan itu adalah Yonatan, anaknya ( I Sam 12; 3-4)

Juga pernah Saul mengatakan perkataan dalam kalimat-kalimat penuh keakuan sbb:

“ …tetapi tunjukkanlah rasa hormatmu kepadaku sekarang ini di depan para tua-tua bangsa-ku dan di depan orang Israel”.

Hal ini dapat terdeteksi dari cara Saul kelak ketika sudah menjadi raja, dia menyebut rakyat Israel sebagai …..bangsaku (I Sam 15; 30).

Mestinya Saul mengatakan dengan kata ‘tua-tua bangsa kita’, karena pada saat itu Saul sedang berbicara pada Samuel yang sama-sama bangsa Israel, namun pada kalimat langka ini ( yang hanya diucapkan oleh Saul, sementara Daud selalu mengatakan Umat-Mu, umat-Nya, umat TUHAN, dst) Saul menyebutkan tua-tua bangsa-ku.

Kepemilikan yang menganggap bangsa Israel sebagai miliknya seperti inilah yang membuat Saul akhirnya sangat takut ditinggalkan terserak-serak oleh rakyat ( I Sam 13; 8-9), dia takut kehilangan simpati rakyat, yang menurutnya adalah bangsa-ku

Dan dalam 1 Sam 16: 14-17 kita ketahui bersama bahwasannya Roh TUHAN telah mundur daripada Saul dan sekarang ia diganggu oleh roh jahat yang daripada TUHAN.

I Sam 16: 14-17

Tetapi Roh TUHAN telah mundur  dari pada Saul , dan sekarang ia diganggu  oleh roh jahat  yang dari pada TUHAN.  Lalu berkatalah hamba-hamba Saul kepadanya: “Ketahuilah, roh jahat yang dari pada Allah mengganggu engkau;  baiklah tuanku menitahkan hamba-hambamu yang di depanmu ini mencari seorang yang pandai mai kecapi .  Apabila roh jahat yang dari pada Allah itu hinggap padamu, haruslah ia main kecapi, maka engkau merasa nyaman.”  Berkatalah Saul kepada hamba-hambanya itu: “Carilah bagiku seorang yang dapat main kecapi dengan baik, dan bawalah dia kepadaku.”

Apakah perubahan nama Yiswi menjadi Abinadab ini adalah bentuk upaya Saul untuk menutup-nutupi bahwasannya dia sekarang tidak seperti dulu lagi. Urapan Tuhan telah meninggalkan hidupnya, dan dia tidak mau seluruh Israel tahu keadaanya yang sekarang, dan apakah perubahan nama Yiswi menjadi Abinadab ini adalah bentuk membungkus rapi semua fenomena ini?

Di sinilah Saul mulai mengejar Visi berikutnya, yaitu pemujaan atas diri sendiri ( Visi 7. Memberhalakan Pemujaan Diri sendiri)

VISI 8. Terlukis pada pemberian nama

ARMONI= SALAH SATU ISTANA

Besar kemungkinan Saul memiliki gundik setelah dia jadi raja , kita akan lanjutkan perjalanan hidup Saul.

Kutipan dari Perpustakaan On Line Menara Pengawal

http://wol.jw.org/id/wol/d/r25/lp-in/1200002613?q=raja+dan+gundik&p=par

Karena ada kebiasaan raja-raja dalam hal pernikahan dan keluarga antara lain ialah memiliki sejumlah istri dan gundik, walaupun Hukum telah menetapkan bahwa raja tidak boleh mempunyai banyak istri ( Ulangan 17:17)

Dari gundinya Rizpa binti Aya, Saul mendapat anak laki-laki lagi yang diberi nama Armoni yang artinya ‘one of the palace’ ‘salah satu istana’.

Dari penamaan ini (Armoni = ‘salah satu istana’)kita melihat bahwa kini Visi Saul semakin meluas, tidak hanya pada pemujaan atas dirinya sendiri, kini dia juga mulai menikmati semua fasilitas seorang raja , istana, kemewahan, pelayanan dari para pegawai istana, dan semua yang layak bagi standart seorang raja Israel. ( I Samuel 8: 10-18) Hal ini bukan saja berbicara mengenai kekayaan, dan kemakmuran yang jelas sudah bisa diprediksi seberapa kaya dan makmurnya seorang raja, tetapi di sini lebih pada ‘perlakuan istimewa’ yang diberikan kepadanya. (Visi 8. Memberhalakan Perlakuan Istimewa terhadap diri sendiri)

VISI 9. Terlukis pada pemberian nama

MEFIBOSET= PEMBASMI BERHALA

Saul mendapat anaknya yang terakhir bagi dirinya yang dilahirkan oleh gundiknya, diberi nama MEFIBOSET , yang artinya pembasmi berhala.

Sebagai seorang raja Israel, tentunya Saul ingin tetap eksistensinya ada di atas angin, walaupun sudah dua kali Samuel sebagai nabi mengatakan padanya bahwa Tuhan telah memilih penggantinya, ( I Sam 13:14, I Sam 15; 28), Saul tidak perduli, selama dia jadi raja, dan selama raja yang baru belum muncul ke permukaan, apa perdulinya, dan apa urusannya.

Samuel sebagai figur rohani bangsa itu telah mati, hal ini dibahas di I Sam 25; 1,

I Sam 25: 1

Dan matilah  Samuel ; seluruh orang Israel berkumpul meratapi  dia dan menguburkan dia di rumahnya di Rama. Dan Daud berkemas, lalu pergi ke padang gurun Paran.

namun ada hal yang aneh di sini, selang beberapa waktu kemudian ( kita tidak tahu pastinya karena Alkitab tidak mencatat waktunya) setelah kematian Samuel yang sudah dibahas di I Sam pasal 25 itu, kematian Samuel dicatat kembali pada pasal yang berbeda dengan kesan seperti ayat yang disusupkan pada I Sam 28: 3, pada thema perikop yang sepertinya tidak ada hubungannya , yaitu ketika membahas mengenai Saul di En Door.

Perhatikan kata DAN..

1 Sam 28: 3 Adapun Samuel sudah mati. Seluruh orang Israel sudah meratapi dia dan mereka telah menguburkan dia di Rama, di kotanya. Dan Saul telah menyingkirkan dari dalam negeri para pemanggil arwah dan roh peramal.

Perhatikan kesan ‘disusupkan’nya ayat 3 ini pada sebuah perikop yang sepertinya tidak ada hubungan langsung dengan ayat ini

Saul di En-Dor

I Sam 28: 1-9

28:1 Pada waktu itu orang Filistin mengerahkan b  tentaranya untuk berperang melawan orang Israel. Lalu berkatalah Akhis kepada Daud: “Ketahuilah baik-baik, bahwa engkau beserta orang-orangmu harus maju berperang bersama-sama dengan aku dalam tentara.”

28:2 Jawab Daud kepada Akhis: “Baik, engkau akan tahu, apa yang dapat diperbuat hambamu ini.” Lalu Akhis berkata kepada Daud: “Sebab itu aku mengangkat engkau menjadi pengawalku c  sendiri sampai selamanya.”

28:3 Adapun Samuel sudah mati. d  Seluruh orang Israel sudah meratapi dia dan mereka telah menguburkan dia di Rama, e  di kotanya. Dan Saul telah menyingkirkan f  dari dalam negeri para pemanggil arwah dan roh peramal. g 

28:4Orang Filistin itu berkumpul, lalu bergerak maju, dan berkemah dekat Sunem. h  Saul mengumpulkan seluruh orang Israel, lalu mereka berkemah di Gilboa. i 

28:5 Ketika Saul melihat tentara Filistin itu, maka takutlah ia dan hatinya sangat gemetar. j 

28:6 Dan Saul bertanya k  kepada TUHAN, tetapi TUHAN tidak menjawab dia 1 , baik dengan mimpi, l  baik dengan Urim, m  baik dengan perantaraan para nabi. n 

28:7 Lalu berkatalah Saul kepada para pegawainya: “Carilah bagiku seorang perempuan yang sanggup memanggil arwah; o  maka aku hendak pergi kepadanya dan meminta petunjuk kepadanya.” Para pegawainya menjawab dia: “Di En-Dor p  ada seorang perempuan yang sanggup memanggil arwah.”

28:8Lalu menyamarlah q  Saul, ia mengenakan pakaian lain dan pergilah ia dengan dua orang. Ketika mereka pada waktu malam sampai kepada perempuan itu, berkatalah Saul: “Cobalah engkau menenung r  bagiku dengan perantaraan arwah, dan panggillah supaya muncul kepadaku orang yang akan kusebut kepadamu.”

28:9 Tetapi perempuan itu menjawabnya: “Tentu engkau mengetahui apa yang diperbuat Saul, bahwa ia telah melenyapkan s  dari dalam negeri para pemanggil arwah dan roh peramal. Mengapa engkau memasang jerat t  terhadap nyawaku untuk membunuh aku?”

Perhatikan ayat 3 di atas, memang sepintas terlihat ayat ini masih berhubungan dengan perikop ini karena membahas instruksi raja untuk melenyapkan dari dalam negri para pemanggil arwah dan roh peramal. Namun yang aneh di ayat ini adalah ayat 3 A, yang menghubung-hubungkan perintah raja Saul ini dengan kata DAN yang seperti menjadi jembatan dengan peristiwa kematian Samuel-yang notabene sebenarnya kematian Samuel sudah dibahas di pasal 25.

Di sinilah kita simpulkan bahwa sepeninggal Samuel, sosok pemimpin agama, di Israel, Saul mengambil tindakan politik, dengan cara menyingkirkan dari dalam negeri para pemanggil arwah dan roh peramal.

Tetapi hal ini tidak berarti secara hati, Saul berbalik pada Allah Israel, seperti kali pertama dia menamai anaknya Yonatan yang artinya Yahweh Memberi.

Ini hanya secara politis saja agar tampak pada bangsa Israel, Saul juga seseorang yang rohani, seorang yang bisa mengarahkan mereka secara rohani, akan tetapi hal itu hanya tampak secara luar saja, buktinya dia sendiri pada akhirnya tetap mencari seorang peramal di En Dor.

Pada masa-masa seperti inilah, kemungkinan lahirlah anak Saul yang paling bungsu dari gundiknya yang diberi nama secara politis seorang raja yang ingin mempertahankan dirinya secara politik agar terlihat rohani, dengan nama Mefiboset yang artinya Pembasmi Berhala.

Sebuah kemunafikan yang dibungkus rapi, bahkan diabadikan dengan pemberian nama anak. Semua ini dilakukan demi pertahanan diri. Semua akan dilakukannya demi mempertahankan dirinya.

Pernah dia hampir mengambil keputusan membunuh pahlawan Israel yang notabene adalah anaknya sendiri, Yonatan, setelah Yonatan menang perang, hanya gara-gara kata-kata kutukan yang tidak seharusnya diucapkan ( I Sam 14: 44-45)

Pernah juga Saul melakukan usaha pembunuhan terhadap Daud, dengan menancapkan tombak pada tubuh Daud beberapa kali

Bahkan pernah Saul melayangkan tombak pada Yonatan saat Yonatan berusaha membela Daud sahabatnya di hadapan ayahnya.  I Sam 20: 33

Semua itu berawal dari pemikiran seperti ini , saat para gadis menyanyikan nyanyian buat fans mereka Daud, inilah buah pemikiran Saul yang terekam dalam I Samuel 18: 8

“Kepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-lasksa, tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itu pun jatuh kepadanya”

Disinilah kita simpulkan bahwa Visi Saul semakin bergeser lebih dalam pada mempertahankan kenyamanan hidupnya, mempertahankan kedudukannya sebagai raja, mempertahankan keberadaanya sebagai pemimpin Israel ( jadi harus dipolitisi sedemikian rupa agar tampak rohani bagaimana selepas Samuel meninggal, dll), jangan ada pesaing, jangan ada orang lain selain dia, jangan ada raja berikutnya, kalau perlu anak kandungnya  pun harus disingkirkan)

Kenyamanan dan keamanan hidup inilah yang membuat seseorang tidak mau diproses, tidak mau ditegur, tidak mau dikalahkan, selalu iri dengan orang lain, dengki, dan pada akhirnya secara tragis bunuh diri ketika dia tidak mencapai kenyamanan dan keamanan yang ingin dipertahankannya habis-habisan. Kenyamanan dan kemanan hidup itu tidak salah, tetapi jangan dijadikan berhala dalam hidup kita

(Visi 9. Memberhalakan Kenyamanan  dan keamanan Hidup dengan menghalalkan segala cara

 

VISI 10. Terlukis pada perubahan nama

ISYBOSET= PRIA PEMALU

MENJADI

ESYBAAL= PRIA BAAL/ SANG PEMILIK/ SANG TUAN

Tidak hanya Yiswi yang diganti namanya menjadi Abinadab, melainkan juga Isyboset yang artinya Pria Pemalu diganti namanya menjadi Esybaal/ Seorang Tuan/ Seorang Pemilik/ Seorang Baal.

Kapankah Isyboset berubah nama menjadi Esybaal?

Ini sangat menarik untuk diselidiki, karena ada hal-hal yang menggelitik untuk disimak, sbb

Saya akan mendaftarkan nama Isyboset bin Saul ini, atau penyebutan dalam bentuk lain tercantum di ayat mana saja dan dari kitab mana saja:

Nama Isyboset belum disebut pada saat Saul menjadi raja, belum didaftarkan, perhatikan ayat sbb:

Judul Perikob 1 Sam 14; 47-52 ini adalah CATATAN TENTANG MUSUH MUSUH DAN KELUARGA SAUL.

I Sam 14; 49 Anak-anak lelaki Saul ialah Yonatan, Yiswi dan Malkisua. Nama kedua anaknya yang perempuan: yang tertua bernama Merab, yang termuda bernama Mikhal

Akan tetapi lamanya masa pemerintahan Saul (40 tahun) sama dengan usia Isyboset saat menjadi raja menggantikan ayahnya (40 tahun), sedangkan pada saat pendataan keluarga Saul setelah dia menjadi raja, nama Isyboset belum ditulis,(bisa dilihat di  1 Sam 14; 47-52 adalah pendataan KELUARGA KERAJAAN, dan orang-orang yang membantu pemerintahannya, karena dalam perikop ini juga disebut nama panglima Saul, dll), maka…bisa jadi Isyboset lahir beberapa bulan setelah pendataan keluarga kerajaan ini disusun, dan pastinya Isyboset lahir setelah Saul dilantik menjadi raja, bukan sebelumnya, namun tetap dalam tahun yang sama dengan tahun di mana Saul menjadi raja.

Nanti setelah Saul mati bersama ketiga anak laki-laki tertuanya, Yonatan, Abinadab (alias Yiswi) dan Malkisua, barulah nama Isyboset ini muncul ke permukaan pada kitab yang berbeda (II Samuel).

Nama Isyboset muncul 4 kali pada 2 Samuel pasal 2, pada saat itu Saul telah tewas bunuh diri di medan pertempuran dan pada akhirnya Isyboset digiring oleh Abner bin Ner untuk menjadi raja dan memindahkannya ke Mahanaim

2 Sam 2: 8 Abner bin Ner, panglima Saul, telah mengambil Isyboset, anak Saul, dan membawanya ke Mahanaim

2 Sam 2: 10 Isyboset bin Saul berumur empat puluh tahun pada waktu ia menjadi raja atas Israel dan ia memerintah dua tahun lamanya. Hanyalah kaum Yehuda yang mengikuti Daud.

2 Sam 2: 12 Lalu Abner bin Ner dengan anak buah Isyboset bin Saul bergerak maju dari Mahanaim ke Gibeon

2 Sam 2:15 Lalu tampillah mereka dan berjalan lewat dengan dihitung: dua belas orang dari suku Benyamin, dari Isyboset, anak Saul dan dua belas orang dari anak buah Daud

Nama Isyboset muncul 4 kali lagi pada 2 Samuel pasal 3, pada saat ini adalah penyebutan nama Isyboset selama dia memerintah menjadi raja di Israel

2 Sam 3: 7 Saul mempunyai gundik yang bernama Rizpa; dia anak perempuan Aya. Berkatalah Isyboset kepada Abner; “Mengapa kauhampiri gundik ayahku?”

2 Sam 3; 8 Lalu sangat marahlah Abner karena perkataan Isyboset itu, katanya: “Kepala anjing n  dari Yehudakah aku? Sampai sekarang aku masih menunjukkan kesetiaanku kepada keluarga Saul, ayahmu, kepada saudara-saudaranya dan kepada sahabat-sahabatnya, dan aku tidak membiarkan engkau jatuh ke tangan Daud, tetapi sekarang engkau menuduh aku berlaku salah dengan seorang perempuan?

2 Sam 3: 11

Dan Isyboset tidak dapat lagi menjawab sepatah katapun kepada Abner, karena takutnya kepadanya.

2 Sam 3: 15

Lalu Isyboset menyuruh mengambil perempuan itu dari pada suaminya, s  yakni Paltiel t  bin Lais.

Nama Isyboset muncul 4 kali lagi pada 2 Samuel pasal 4, pada saat ini sangat jelas bahwa ke empat ayat ini mencatat nama Isyboset sebagai Isyboset baik pada saat dia di bunuh, mati maupun dikuburkan , semuanya menggunakan nama Isyboset ( bukan Esybaal)

2 Sam 4; 5

Anak-anak Rimon, orang Beerot itu, yakni Rekhab dan Baana, pergi, lalu sampai pada waktu hari panas terik ke rumah Isyboset, d ketika ia sedang berbaring e  siang hari.

2 Sam 4; 7

Mereka masuk ke dalam rumah itu, ketika Isyboset sedang berbaring di atas tempat tidurnya di dalam kamar tidurnya, membunuhf  dia lalu memenggal kepalanya. Mereka membawa kepalanya itu, lalu berjalan semalam-malaman melalui jalan dari Araba-Yordan.

2 Sam 4; 8

Kepala Isyboset itu dibawa mereka kepada Daud di Hebron dan mereka berkata kepada raja: “Inilah kepala Isyboset, anak Saul, musuhmu itu, yang ingin mencabut nyawamu; TUHAN pada hari ini telah membiarkan tuanku raja mengadakan pembalasan j  atas Saul dan atas keturunannya.”

2 Sam 4: 12

Sesudah itu Daud memberi perintah kepada anak buahnya untuk membunuh mereka 1 ; n  tangan dan kaki mereka dipotong, kemudian mayat mereka digantung di tepi telaga di Hebron. Tetapi kepala Isyboset diambil dan dikuburkan di dalam kubur Abner di Hebron.

Bandingkan dengan perubahan nama Yiswi menjadi Abinadab, dimana nama Yiswi muncul di kitab 1 Samuel pasal 14

I Sam 14; 49 Anak-anak lelaki Saul ialah Yonatan, Yiswi dan Malkisua. Nama kedua anaknya yang perempuan: yang tertua bernama Merab, yang termuda bernama Mikhal

Dan di kitab yang sama , namanya sudah berubah menjadi Abinadab:

I Sam 31: 2

 Orang Filistin terus mengejar Saul dan anak-anaknya dan menewaskan Yonatan,  Abinadab dan Malkisua,  anak-anak Saul

Sedangkan Isyboset saat hari matinya tetap dikenal sebagai Isyboset, bukan sebagai nama barunya Esybaal.

Jadi kesimpulannya pada kitab 1 Samuel, nama Isyboset belum pernah disebut-sebutkan walaupun dia sudah dilahirkan, dan pada kitab 2 Samuel, nama Isyboset muncul ke permukaan saat ayahnya dan juga saat semua kakak laki-lakinya mati di medan pertempuran, kemunculannya adalah sebagai raja pengganti ayanya.  Sampai matinya namanya tetap disebutkan dalam kitab 2 Samuel sebagai Isyboset.

Namun kita lihat bahwa penulis kitab Tawarikh mencatat nama Isyboset bukan sebagai Isyboset lagi, melainkan sebagai Esybaal.

Hal ini dicatat dua kali, penulis kitab Tawarikh menuliskan seperti ini:

I Taw 8: 33 Ner memperanakkan Kish; Kish memperanakkan Saul; Saul memperanakkan Yonatan, Malkisua, Abinad dan Esybaal

Ayat ini diulangi persis di I Taw 9:39

I Taw 9: 39 Ner memperanakkan Kish; Kish memperanakkan Saul; Saul memperanakkan Yonatan, Malkisua, Abinad dan Esybaal

Di sini kita simpulkan bahwa penulis kitab Tawarikh seperti memberi arti terselubung pada visi hidup Saul yang berakhir tragis, yaitu menjadikan BAAL sebagai VISI hidupnya yang paling puncak.

Penulis kitab Tawarikh yang diperkirakan adalah Ezra dan beliau juga adalah yang diperkirakan sebagai penulis kitab II Samuel, bisa jadi tidak rela jika nama-nama keluarga Saul ini berakhir dengan nama Mefiboset, yang artinya Pembasmi Berhala, karena pada kenyataan akhir hidup daripada Saul adalah penyembah berhala, mencari peramal, cenayang, itulah mungkin sebuah penyebab, munculnya nama lain daripada Isyboset yang berubah menjadi Esybaal.

 

Penulis kitab Tawarikh, sepertinya ingin menggambarkan bahwa akhir hidup Saul yang tergambar dari penamaan segenap anggota keluarganya, tidak berakhir dengan VISI menyembah Allah yang hidup, Allah Israel, dengan membasmi berhala, justru kebalikannya, Saul mengakhiri hidupnya sebagai Esybaal/ pria Baal/ Sang Pemilik/ sang tuan/ sang master. Toh arti bosyet dengan baal, ada hubungannya, dimana Baal sebenarnya adalah dewa kejijikan/kekejian, dan mungkin bisa jadi sebuah aib/memalukan, sehingga Isyboset = sang pemalu, menjadi esybaal= pria baal, dan Baal itu adalah dewa yang memalukan/menjijikkan/aib/kekejian bagi Tuhan dan bagi umat-Nya, nama itu sebenarnya artinya sama, hanya saja nama yang kedua, jelas-jelas menggunakan kata B.A.A.L.

Kalaupun Saul tidak ikut mengubah nama Isyboset menjadi Esybaal, namun Alkitab yang menunjukkan sendiri pada kita Visi ke 10 daripada Saul ini. Tidak ada yang kebetulan. Bahkan nama-nama sungai, gunung, dlsbnya pun dalam Alkitab mengandung arti-arti yang tersembunyi dan menggangung makna yang dalam.

Di sinilah menggambarkan VISI hidup Saul yang memuncak pada akhir hidupnya menjadi pribadi yang menjadikan dirinya sendiri sebagai Tuan/Lord/Master. (Visi 10, memberhalakan DIRI SENDIRI). Dari sang pemalu menjadi sang Tuan/ sang Master/ sang Pemilik.

Darimana kita tahu bahwa pada akhir daripada hidup Saul adalah menjadi PRIA BAAL= SANG TUAN= SANG PEMILIK?

Bukti pertama; kita tahu bahwa pada menjelang akhir hidupnya dia mendatangi peramal di EN DOR ketika dia tidak berhasil lagi mendapatkan jawaban dari Allah Israael. Ini adalah indikasi jelas -jelas yang menunjukkan bahwasannya Saul berbalik arah menjadi penyembah Baal, Esybaal/ Pria baal.

Kontak SAUL  pada Allah Israel adalah hanya untuk mendapatkan ‘jawaban’ dari setiap kebutuhannya akan petunjuk perang, bukan didasarkan pada hubungan yang mendalam dengan Allah Israel. Berbeda dengan Daud, ketika dia berpuasa 10 hari lamanya untuk mendoakan anaknya yang sedang sekarat, dan ternyata anaknya mati, Daud tetap tidak meninggalkan Tuhan, dia tidak kecewa dengan Tuhan lantas menjadi penyembah berhala , sama sekali tidak ! Berbeda sekali dengan Saul yang langung semudah itu berpaling pada peramal ketika Tuhan tidak memberikan jawaban yang dia inginkan.

Ekspresi penyembah Baal dapat kita lihat pada peristiwa Elia dan nabi –nabi Baal, bahwa para penyembah Baal menoreh-noreh diri mereka , menyiksa diri mereka, dan ujung-ujungnya Saul mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

I Raja-raja 18: 28

Maka mereka memanggil lebih keras serta menoreh-noreh dirinya dengan pedang  (CHEREB) dan tombak, seperti kebiasaan mereka, sehingga darah bercucuran dari tubuh mereka.

Bandingkan dengan cara matinya Saul:

I Sam 31: 4-5

Lalu berkatalah Saul kepada pembawa senjatanya: “Hunuslah pedangmu dan tikamlah aku, supaya jangan datang orang-orang yang tidak bersunat ini menikam aku dan memperlakukan aku sebagai permainan.”  Tetapi pembawa senjatanya tidak mau, karena ia sangat segan. Kemudian Saul mengambil pedang (CHEREB)  itu dan menjatuhkan dirinya ke atasnya. Ketika pembawa senjatanya melihat, bahwa Saul telah mati, ia pun menjatuhkan dirinya ke atas pedangnya, lalu mati bersama-sama dengan Saul.

Yang paling ditakutkan Saul bukanlah kematian, tetapi GENGSINYA yang sangat dipertahankan, dia tidak mau diperlakukan sebagai permainan oleh orang Filistin, dia tidak mau dipermalukan, dia tidak mau harga dirinya diinjak-injak, dia tidak mau jadi orang yang kalah.  Sebenarnya luka parah Saul , bukan karna pedang atau tombak, hanya memang dikatakan parah, tetapi senjata yang mengenai dirinya hanyalah PANAH, senjata kecil, bukan tombang atau pedang yang adalah senjata besar. Sebenarnya Saul masih bisa menyelamatkan diri, bahkan dia masih bisa menjatuhakn diri ke atas pedang, itu artinya dia masih bisa berdiri, masih bisa berlari, masih bisa tegak, bukannya terkapar tak berdaya. Yang membuat Saul menjatuhkan diri ke senjata yang mematikan (pedang) sebenarnya adalah KESOMBONGANNYA – ke-BAAL-lannya, ke-TUAN-annya, ke-DIRI-annya, ke-AKU-annya.

Tidak kebetulan pada saat Elia melawan nabi-nabi Baal, digunakan LEMBU JANTAN sebagai binatang yang ditaruh di atas mezbah itu, karena lembu adalah suatu symbol BAAL.

KESIMPULAN :

Saul mengalami pergeseran visi kehidupannya, bahkan mengalami degradasi visi, sampai akhirnya dia pun bunuh diri untuk mengakhiri hidupnya.

Bagaimana kronologisnya?

Visi 1-5 adalah Visi Saul sebelum diurapi menjadi raja.

(Visi 1. Kebergantungan Hidup pada Allah Israel)

(Visi 2. Memberhalakan Penampilan , kecantikan luar, outer beauty)

(Visi 3. Memberhalakan Kekayaan dan harta menjadi ‘raja’ dalam hidupnya, ‘merajainya’, kekayaan ‘memerintah’ dan ‘jadi tuan’ dalam hidupnya).

(Visi 4. Memberhalakan Kemakmuran)

(Visi 5. Memberhalakan ilah lain. Mulai meragukan Allah Israel, mulai melirik allah lain.)

Pada waktu setelah Visi 5, Saul diurapi menjadi raja, dia dikatakan di I Sam 10: 9.

Sedang ia berpaling untuk pergi meninggalkan Samuel, maka Allah mengubah hatinya menjadi lain.

Kata ‘hati’ di ayat ini dipakai kata LABE yang artinya:

  • Manusia batiniah
  • Pikiran, pemikiran, pengetahuan, refleksi, memori,
  • Jantung
  • Memahami
  • Bagian dalam,
  • Jiwa,
  • Hati
  • Kecenderungan,
  • resolusi,
  • kemauan,
  • nurani,
  • pusat emosi dan nafsu

Tentunya pada saat itu Visi Saul yang telah mengalami perubahan dari tadinya Visi 1, menjadi menjauhi kehendak Tuhan dalam Visi 2, Visi 3, Visi 4 dan Visi 5, kini oleh Tuhan diubah total, mengikuti VISI ILAHI dalam hidupnya, yaitu visi yang baru , sbb:

I Sam 10; 1

Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangkannyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata; “Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemeringahan atas umat TUHAN, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya.

Visi yang Tuhan mau atas hidup Saul dan atas hidup kita  semua sebenarnya adalah

TUHAN INGIN KITA MEMBERI DIRI KITA

SEBAGAI ALAT DI TANGAN TUHAN

UNTUK MENCAPAI MAKSUD TUHAN ATAS HIDUP KITA

Ayat pendukungnya adalah:

Yesaya 26:12 Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami,

sebab segala sesuatu yang kami kerjakan,

Engkaulah yang melakukannya bagi kami.

 

Lukas 17:10,

Demikian jugalah kamu.

Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu,

hendaklah kamu berkata:

Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna;

kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.

 

Mat 20:26-28

Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu,

hendaklah ia menjadi pelayanmu,

dan barangsiapa ingin menjadi  terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;

sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani,

melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya

menjadi tebusan bagi banyak orang.

 

Tuhan ingin kita tidak memiliki Visi memberhalakan kecantikan luar, memberhalakan kekayaan, kemakmuran, memberhalakan illah lain (ilah modern itu banyak sekali jenisnya, apa saja yang merebut perhatian kita lebih daripada Tuhan) , menjadi mulai melihat Tuhan, saat kita melihat Tuhan, kita tidak perlu minder, kita tidak perlu sombong, kita tidak perlu iri satu dengan yang lain, kita tidak perlu dendam, karena kita menyadari kita ini hanya ALAT, dan semua fasilitas yang kita punya hanya TITIPAN, kita hanya MENGELOLA, kita bukan PEMILIK, kita bukan sang Boss, melainkan kita hanya sebagai kacung/hamba/bendahara/yang dipercaya/yang diberi tanggung jawab.

Dan ternyata Visi Tuhan ini menetap dalam diri Saul hanya bertahan sampai DUA TAHUN, oleh karena itu di mata Tuhan, pemerintahan Saul hanya dihitung selama DUA TAHUN saja ( I sam 13:1), walaupun di mata manusia, pemerintahannya adalah selama 40 tahun ( Kis 13:21). Selama Visi Saul sejalan dengan Visi Tuhan, semua diperhitungkan , tetapi 38 tahun sisanya saat Saul kembali pada visi-visi kediriannya

Visi 6. memberhalakan eksistensi diri ,

Visi 7. memberhalakan pemujaan terhadap dirinya,

Visi 8.  memberhalakan keistimewaan dirinya,

Visi 9. memberhalakan kenyamanan dan keamanan hidupnya dengan menghalalkan segala cara,

Visi 10. Memberhalakan dirinya sendiri.

……pada saat itu, tahun tahun itu terlewat dari yang diperhitungkan Tuhan.

 

Mari kita bandingkan dengan pengurapan DAUD

Di 1 Samuel 16; 13 ditulis perbedaan yang sangat jelas dengan apa yang telah terjadi dengan Saul.

Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. SEJAK HARI ITU DAN SETERUSNYA berkuasalah Roh TUHAN atas Daud.

Kata dan seterusnya inilah yang tidak ada pada keterangan saat Saul diurapi jadi raja. Saul gagal untuk tetap berjalan dalam Visi ilahi yang sudah Tuhan berikan saat dia diurapi menjadi raja, Visi Ilahi yang sudah Tuhan tanamakan untuk membuang Visi yang lama yang tidak sesuai dengan jalan Tuhan, kehendak Tuhan.

Ada kata SEJAK HARI ITU DAN SETERUSNYA, …itu artinya Daud menjaga pengurapan itu terus atas hidupnya, Daud sangat mempertahankan VISI Tuhan dalam hidupnya, Daud tidak pernah keblinger, saat dia pernah jatuh sekalipun, dalam pembunuhan berencana atas Uria, dan perselingkuhannya dengan Batsyeba, serta semua intrik di dalamnya, saat dia ditegur, buruan dia berkata dalam doanya

Mazmur 51; 11 Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus daripadaku !

roh-Mu di sini dipakai kata ruwach yang mengandung  arti:

  • angin, nafas, pikiran, roh
  • surga, roh, semangat, kekuatan, keberanian, keinginan.

Bisa kita artikan ‘jangan mengambil NAFAS KUDUSMU daripadaku.

Nafas Tuhanlah yang selama ini membuat Daud tetap tinggal dalam pengurapan itu, tetap berjalan sesuai Visi Ilahi itu, terus bergerak sesuai dengan hati Tuhan.

Saat Daud juga pernah melakukan kesalahan di hari tuanya dan diminta memilih hukuman seperti apakah yang dia pilih, dia tidak memilih jatuh ke dalam tangan manusia, melainkan dia memilih untuk jatuh ke dalam tangan Tuhan yang besar kasih sayang-Nya.

Apapun yang terjadi dalam hidup Daud, dia tidak mau melepaskan Tuhan sedikitpun, saat dia dihajar, saat dia ditegur, dalam pandangannya , Visinya tetap melekat pada Tuhan.

 

bersambung…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: