'manusia hidup bukan dari roti saja…'

KETAATAN DAN KERELAAN

YESUS UNTUK MELAKUKAN KEHENDAK BAPA DALAM HIDUP-NYA

Imamat 6: 24-30

1. TEMPAT KORBAN BAKARAN SEBAGAI PATOKAN TEMPAT KORBAN PENGHAPUS DOSA

Perikop ini membahas khusus mengenai KORBAN PENGHAPUS DOSA.

Kalimat kesimpulan saya setelah membaca ayat 25 adalah:

Korban penghapus dosa harus disembelih di tempat korban bakaran.

Saya menuliskan kalimat itu dengan cara seperti itu karna perikop ini sedang membahas tentang Korban penghapus dosa, jadi korban penghapus dosa saya letakkan sebagai subyek kalimat, sedangkan keterangan tempat saya letakkan sebagai anak kalimat.

Tetapi jika kita membaca kalimat di Alkitab, berbeda, sekalipun yang jadi subyek pembahasan dalam perikop ini adalah korban penghapus dosa, tetapi dalam pengkalimatannya, ada yang aneh, keterangan tempat di letakkan di awal kalimat, perhatikan teks asli dari Alkitab, kalimat ayat 25 sbb;

Imamat 6: 25

Di tempat korban bakaran disembelih, di situlah harus disembelih korban penghapus dosa di hadapan Tuhan.

Itu mengandung suatu makna, bahwa SETELAH ADA KORBAN BAKARAN, barulah ada Korban penghapus dosa.

Kalimat ini tidak bisa dibalik, misalnya sbb: Korban bakaran harus disembelih di tempat korban penghapus dosa.

Karna frase seperti itu tidak pernah ada di seluruh Alkitab. Semua bagian Alkitab selalu menjadikan patokan TEMPAT KORBAN BAKARAN sebagai tempat patokan bagi korban-korban lainnya, misalnya di ayat lain kita temui TEMPAT KORBAN BAKARAN juga menjadi patokan bagi KORBAN PENEBUS SALAH ( Im 7:2).

Pada Imamat 7: 2 tadi juga sama kasus, keterangan tempat yaitu si ‘TEMPAT KORBAN BAKARAN’ menjadi awal kalimat, walaupun yang dibahas di perikoP Imamat 7: 1-10 adalah korban penebus salah.

Arti Rohaninya adalah:

Karna ada korban bakaran yang dilaksanakan Yesus di kayu salib, dengan mengorbankan diri-Nya, maka kita bisa mendapatkan karya penghapusan dosa. Tanpa pengorbanan Kristus, kita tidak mungkin mendapatkan penghapusan dosa, dan juga penebusan salah. Semua harus bermula dari Pengorbanan Kristus.

2. PERBANDINGAN MAZMUR 40;7-9 DENGAN IBRANI 10:5-10

Jika tidak ada korban bakaran, maka tidak ada penghapusan dosa.  Ini menunjuk kepada Yesus. Dalam seluruh Alkitab pemakaian dua frase KORBAN BAKARAN yang digandengkan dengan KORBAN PENGHAPUS DOSA ini hanya kita temui di dalam Ibrani 10: 5-10 yang adalah kutipan dari Mazmur 40:7-9. Berbeda dengan pemakaian kata korban-korban di ayat ayat lainnya yang tidak secara spesifik / khusus menggandengkan kedua kata KORBAN BAKARAN-KORBAN PENGHAPUS DOSA ini dalam satu kesatuan pembahasan.

Mari kita lihat satu persatu, perhatikan yang dicetak tebal

Ibrani 10: 5-10 ( khususnya ayat 5-7)

Karena itu ketika Ia masuk ke dunia,Ia berkata:

Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki

–tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku

Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan.

Lalu Aku berkata:

Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitabada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku.”

Di atas Ia berkata:

“Korban dan persembahan,

korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki

dan Engkau tidak berkenan kepadanya 

–meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat–.

Dan kemudian kata-Nya:

“Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.”

Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua.

Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanyaoleh persembahan tubuhYesus Kristus.

Ternyata , Ibrani 10:5-7 ini adalah kutipan dari Mazmur 40:7-9, yang mana di Mazmur ini tidak saja dicantumkan mengenai Korban Bakaran dan Korban Penghapus Dosa ( di ayat b), tetapi muncul juga kata KORBAN SEMBELIHAN DAN KORBAN SAJIAN ( di bagian a)

Mazmur 40:7-9

Engkau tidak berkenankepada korban sembelihan dan korban sajian,

tetapi Engkau telah membuka telingaku;

korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut.

Lalu aku berkata:

“Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitabada tertulis tentang aku;

aku suka melakukan kehendak-Mu ,ya Allahku;Taurat-Mu ada dalam dadaku .

  • KORBAN SEMBELIHAN DAN KORBAN SAJIAN SEBAGAI BENTUK IBADAH MANUSIA KEPADA ALLAH

Nah sekarang , sebelum kita lebih lanjut berbicara mengenai bagian B- korban bakaran dan korban penghapus dosa, terlebih dahulu kita mau meneliti bagian a, korban sembelihan dan korban sajian yang disebutkan di kitab Mazmur 40 ini, mengapa di Imamat menjadi berbeda sebutan.

(Jika di PB mengutib PL memang tidak selamanya sama persis, karna pada saat mengutib sekaligus dijelaskan oleh penulis PB, contoh Yesus mengutib Mazmur 8:3 di Matius 21:16, kalau diperhatikan juga kalimat tidak sama persis, tetapi justru menjelaskan apa yang dimaksudkan di PL.)

Perhatikan perbandingan Mazmur 40:7-9 dengan kode (M)  dan Ibrani 10:5-7 ini dengan kode (I), jika dibuat persamaan kata dalam susunan kalimat akan kita sejajarkan seperti ini:

Korban sembelihan (M)                                                                                = korban (I)

Korban sajian (M)                                                                            = persembahan (I)

Koban bakaran dan korban penghapus dosa (M)                               = korban bakaran dan korban penghapus

dosa (I)

Korban sembelihan di kitab Mazmur dikutib oleh penulis Ibrani dengan kata KORBAN

Sedangkan korban sajian dalam kitab Mazmur dikutib oleh penulis Ibrani dengan kata PERSEMBAHAN.

Kedua hal ini menunjukkan sebuah persembahan satu arah, dari manusia pada Tuhan, persembahan umat kepada Tuhan, ibadah umat kepada Tuhan, nazar umat kepada Tuhan, hal ini diteguhkan oleh

Yesaya 19:21

TUHAN akan menyatakan diri kepada orang Mesir, dan orang Mesir akan mengenal TUHAN pada waktu itu, mereka akan beribadah dengan korban sembelihan dan korban sajian, dan mereka akan bernazar kepada TUHAN serta membayar nazar itu.

Dikatakan di Mazmur : terhadap kedua korban itu  : Korban sembelihan dan korban sajian- ENGKAU TIDAK BERKENAN (M)

Sedang di Ibrani; terhadap kedua korban itu ; Korban sembelihan dan korban sajian – TIDAK ENGKAU KEHENDAKI (I)

Walaupun sudah dipersembahkan sesuai aturan hukum taurat, bukan itu yang dikehendaki oleh Tuhan, melainkan itu semua hanya sebagai gambaran atau perlambang dari apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita yaitu

MARKUS 12:33

Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan KORBAN SEMBELIHAN.

  • KETAATAN YESUS BERKENAN DI HADAPAN BAPA

Mari lihat lagi perbandingan dua ayat ini:

Mazmur 40:7-9 dengan Ibrani 10:5-7

tetapi Engkau telah membuka telingaku;  (M)

(I) tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku

Kedua perbandingan ini mengingatkan saya pada ayat yang diucapkan Samuel pada Saul di I Samuel 15:22, di mana dalam perkataan Samuel ini kembali muncul lagi kata KORBAN SEMBELIHAN

I Samuel 15:22

tetapi jawab Samuel. “Apakah Tuhan TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada KORBAN SEMBELIHAN  , memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.

Korban sembelihan yang sesungguhnya adalah TAAT, ketaatan ini ditunjukkan dengan cara memperhatikan dan mendengarkan, tidak hanya mendengar saja tetapi MENDENGARKAN. Oleh karna itu di Mazmur 40:7-9 dikatakan kata TELINGA.

Itu yang dilakukan Yesus. TAAT, bahkan Taat sampai mati

Filipi 2; 8

Dan dalam keadaan sebagai manusia , ia telah merendahkan diri-Nya dan TAAT sampai mati,

bahkan sampai mati di kayu salib.

Ketaatan Yesus sampai mati inilah yang dalam imamat menjelaskan kata ‘TELINGA’  dari kitab Mazmur sebagai ‘ TUBUH.’

Roma 12: 1 juga bicara mengenai persembahan yang sejati adalah persembahan tubuh

Roma 12: 1

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempesebahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan YANG BERKENAN KEPADA ALLAH, itu adalah ibadahmu yang SEJATI.

  • KORBAN BAKARAN DAN KORBAN PENGHAPUS DOSA

Kini kita bahas bagian B- korban bakaran dan korban penghapus dosa.

Jika penulis Ibrani menjelaskan dari Bagian Mazmur kata ‘korban sembelihan’ dijelaskan dengan kata ‘korban’ dan kata ‘korban sajian’ dijelaskan dengan kata ‘persembahan’, maka pada bagian berikutnya KORBAN BAKARAN DAN KORBAN PENGHAPUS DOSA tetap ditulis sama dengan yang tertulis di Mazmur

Korban sembelihan (M)                                                                                = korban (I)

Korban sajian (M)                                                                            = persembahan (I)

Koban bakaran dan korban penghapus dosa (M)               = korban bakaran dan korban penghapus

                                                                                                                  dosa (I)

Kalau korban sembelihan dan korban sajian melambangkan ibadah manusia pada Allah, satu arah dari bawah ke atas, dari umat ke Tuhan, maka untuk KORBAN BAKARAN DAN KORBAN SEMBELIHAN ini berbeda, ini menunjuk pada arah yang sebaliknya, dari TUHAN kepada umat, sesuatu inisiatif dari Tuhan untuk menyelamatkan manusia, ini sudah terjadi sejak jaman Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, Tuhan lah pihak yang berinisiatif untuk menyembelih binatang untuk kulitnya dipakai sebagai pakaian, itu adalah design pertama di dunia dengan Tuhan sebagai DESIGNER-AGUNG-nya. Sedangkan design Adam dan Hawa sendiri bisa dikatakan gagal, karna daun-daun itu tetap berlubang, mudah sobek, dan tidak permanen. Semua usaha manusia untuk menutupi ‘ketelanjangannya akibat dosa’ gagal, hanya solusi dari Tuhanlah yang bisa berhasil.

Harus ada korban darah untuk menutupi dosa manusia (PL= menutupi), dan korban darah Yesus untuk tidak sekedar menutupi, tetapi menghapus dosa kita (PB= menghapus). Harus ada darah yang dicurahkan, di PL sebagai bayangan akan korban darah Yesus, di PB Yesus sendiri mengorbankan darah-Nya sekali untuk selamanya.

HANYA KULIT KORBAN BAKARANLAH yang dipakai menjadi pakaian IMAM, Imamat 7:8

Tidak ada kulit-kulit korban jenis lain yang dipakai menjadi pakaian imam.

Korban bakaran adalah korban yang paling tua usianya dibandingkan semua korban jenis lain, Ia sudah ada sejak Kejadian 4:4. Mengapa persembahan Kain tidak diindahkan Tuhan, karna tidak mengandung pertumpahan darah.

Imamat 17: 11

Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya 

dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah

untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu,

karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa.

  • KERELAAN YESUS

Dikatakan di Mazmur : terhadap kedua korban itu  : Korban bakaran dan korban penghapus dosa – TIDAK ENGKAU TUNTUT  (M)

Sedang di Ibrani; terhadap kedua korban itu ; Korban bakaran dan korban penghapus dosa  – ENGKAU TIDAK BERKENAN  (I)

Tuhan tidak berkenan terhadap semua korban-korban binatang itu, walaupun semuanya sudah dilakukan sesuai dengan hukum Taurat, karna makanan Tuhan bukan kambing jantan, atau domba jantan.

Tuhan juga tidak menuntut itu semua. Bapa tidak menuntut hal itu, Tetapi Yesus dengan RELA menyediakan Diri-Nya. Lihat kembali di ayat kita tadi ( perhatikan yang saya cetak tebal)

Mazmur 40:7-9

Engkau tidak berkenankepada korban sembelihan dan korban sajian,

tetapi Engkau telah membuka telingaku;

korban bakaran dan korban penghapus dosa TIDAK ENGKAU TUNTUT.

LALU AKU BERKATA:

“Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitabada tertulis tentang aku;

AKU SUKA melakukan kehendak-Mu ,ya Allahku;Taurat-Mu ada dalam dadaku .

Sebuah kerelaan, kesukaan , bagi Yesus untuk menyediakan Diri-Nya, Tubuh-Nya, ketaatan-Nya pada kehendak Bapa, untuk Diri-Nya menjadi sebuah KORBAN BAKARAN DAN KORBAN PENGHAPUS DOSA bagi umat manusia.

  • GULUNGAN KITAB

Bagian ini yang saya tunggu-tunggu untuk kita bahas bersama. Apa yang dimaksud dengan gulungan kitab di sini.

Ternyata setiap kita termasuk Yesus , juga memiliki gulungan kitab, yang berisi DESTENY / tujuan ilahi atas hidup kita, hal itu dapat kita lihat di

MAZMUR 139:16

Mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, da dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.

Dari ayat ini kita tahu, bahwa setiap kita memiliki catatan desteny ilahi / tujuan ilahi yang sudah Tuhan tetapkan buat kita masing-masing sejak dalam kandungan ibu, dan apa yang jadi desteny ilahi atas Yesus?

Kembali kita bandingkan Mazmur dan Imamat

(M)

LALU AKU BERKATA:

“Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitabada tertulis tentang aku;

(I)

Dan kemudian kata-Nya:

“Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.”

Dalam gulungan kitab itu tertulis kehendak Bapa buat Yesus. Yaitu Yesus ditentukan untuk menjadi UTUSAN KESELAMATAN/

Yohanes 3:17

Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia,

melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

Ayat itu adalah ayat lanjutan dari Yohanes 3; 16 yang terkenal itu.

Dan Yesus tahu benar apa yang menjadi ISI GULUNGAN KITAB yang diperuntukkan untuk Diri-Nya, karna Dia berkata dalam

Yohanes 4: 34

Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku

dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.”

Tetapi yang menjadi hal yang sangat mengagumkan adalah Yesus mengerjakannya dengan KERELAAN, dan bukan karna TUNTUTAN. Memang itu kehendak Bapa, tetapi Tuhan Yesus melakukannya dengan SUKACITA.

Ketaatan memang bukan sebuah ketaatan jika tidak dibarengi dengan KERELAAN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: