'manusia hidup bukan dari roti saja…'

MENGAMBIL HATI ORANG

Mengambil hati orang. Itu adalah perkara yang perlu kita latih.

Penulis Amsal yang luar biasa menuliskan sbb;

Amsal 11:30 dan siapa bijak, mengambil hati orang.

Dengan mengambil hati orang kita dapat lebih mudah menyampaikan nilai-nilai kebenaran ke dalam hidup orang itu , karna hatinya sudah terbuka terlebih dahulu.

Tidak heran, ayat ini didahului oleh frase awal: Hasil orang benar adalah pohon kehidupan,
walaupun hasil kita seperti buah yang lezat, kalau ditolak oleh orang yang seharusnya menerima, juga akan mubazir kan…? Makanya dilanjut dengan frase berikutnya tadi; dan siapa bijak, mengambil hati orang.

Frase A: orang benar.
Frase B: orang bijak.

Orang benar belum tentu bijak, karna orang benar ada yang kaku dengan pendapatnya, memaksakan pendapatnya pada orang lain, walaupun pendapatnya benar, tapi caranya bisa salah.

Tetapi orang bijak itu bisa mengambil hati orang. Dengan keahlian mengambil hati orang inilah, orang bijak dapat menyalurkan buah-buah kebenaran dari pohon kehidupannya dengan mulus ( diterima dengan enak oleh orang-orang di sekitarnya)

Ini bicara mengenai cara. Kedengarannya simpel sih…sederhana, tetapi ini butuh KEBIJAKAN HATI, butuh latihan.

Tapi seringkali saat kita mendengar kalimat ; MENGAMBIL HATI ORANG …kebanyakan konotasi kita langsung negatif, karna cara ini sering dipakai oleh orang-orang jahat, yang bermaksud menipu, memanipulasi, merayu, menjilat, tidak tulus, memanfaatkan, dll. Orang-orang yang berkarakter seperti itu, hanya memakai frase ke dua/b dari ayat ini, dan tidak menerapkan frase A dari ayat ini..yaitu HIDUP BENAR.

Selama kita hidup dalam kebenaran, ketulusan hati, tidak punya maksud menipu, memanipulasi, merayu, menjilat, memanfaatkan orang lain, dll ( yang jahat-jahat pokoknya), KITA HARUS BELAJAR MENGEMBANGKAN YANG NAMANYA – me-ngam-bil-ha-ti-o-rang.

Jadi ayat ini seperti mata uang, di sisi yang satu HIDUP BENAR, di sisi lain BERHIKMAT untuk menyatakan kebenaran dengan cara MENGAMBIL HATI ORANG.

Menangkan dulu hatinya, untuk mendapatkan jalan masuk ke dalam seluruh hidupnya.

Tips mengambil hati orang:
1. Bersikap sopan, dalam tutur kata, sikap tubuh, dan tindakan, dalam berpakaian.
2. Bersikap menghargai, mendengarkan pendapat orang lain, memberi perhatian atas passion orang lain, dan empaty dengan beban orang lain
3. Bersikap jujur.
4. Mengalah, dalam arti bukan kompromi dengan dosa orang, tetapi mengalah dalam arti mengikuti proses orang itu dari step enol bahkan dari stel minus, sehingga kita tidak menaruh standart yang terlalu tinggi untuk digapainya, karna kita percaya pada perubahan secara proses, bukan instan. Kita ikuti prosesnya, itu yang saya maksud dengan mengalah. Memberi ruang untuk orang lain belajar dari kesalahannya untuk perbaikan di masa depan. (jangan diartikan kita kompromi dengan dosanya)
5. Mendengar dengan penuh perhatian, menyediaka telinga untuk menjadi tempat sampah, tempat keluhan, bahkan tempat sasaran emosi.
6. Memuji dengan wajar , tidak sok senior.
7. Menjalin hubungan yang lebih mendalam, melalui sharing kehidupan.
8. Memberi perhatian lebih
9. Membawa oleh-oleh ( tidak selalu harus yang mahal)
10. Memberi motivasi
11. Mendoakan
12. Mengasihi tanpa lelah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: